ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CANCER LAMBUNG By : Ns Nurhayati, S.

Kep Cancer lambung merupakan neoplasma maligna yang ditemukan di lambung, biasanya adenokarsinoma, meskipun mungkin merupakan limfoma malignansi. Diketahui bahwa cancer lambung 2 kali lebih umum terjadi pada pria daripada wanita dan lebih sering terjadi pada klien yang mengalami anemia pernisiosa. Meskipun tidak ada faktor etiologi khusus yang dihubungkan dengan ca lambung, banyak faktor yang tampak berhubungan dengan perkembangan penyakit ini seperti inflamasi lambung kronik, anemia pernisiosa, ulkus lambung, bakteri Helicobacter Pylori dan faktor keturunan. A. PENGKAJIAN Pengkajian data dasar meliputi : 1. Riwayat atau adanya faktor resiko : aklorhidria atau anemia pernisiosa, riwayat ulkus gastrik 2. Pemeriksaan fisik berdasarkan pada survei dapat menunjukkan : Keluhan awal dari perasaan tak enak karena rasa penuh dan ketidaknyamanan setelah makan. Pasien sering menginterpretasikan gejala ini sebagai “kacau lambung” dan menggunakan obat di rumah dan antasida, yang memberi penghilangan sementara. 3. Pemeriksaan diagnostik • • • Seri GI atas menunjukkan massa padat Scan CT abdomen menunjukkan massa padat Pemeriksaan endoskopi memberi visualisasi langsung terhadap lesi

dan memungkinkan pengambilan spesimen untuk biopsi dan pemeriksaan sitologi • JDL menunjukkan anemia (hb, hmt, dan jumlah sel darah di bawah normal) 4. Kaji perasaaan dan masalah pasien dan orang terdekat tentang penyakit.

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. Berikan diet saring tinggi kalori. vitamin. Diet karbohidrat tinggi menimbulkan efek penggunaan protein pada adanya keseimbangan nitrogen (protein) negatif. 4. dan tindakan. C. pemeriksaan diagnostik. ensure) bila masukan diet kurang dari 50% Rasional : makanan pedas adalah iritan lambung. Dorong pemberian makan sedikit dan sering dengan makanan yang tidak mengiritasi untuk menurunkan iritasi lambung 2. 2. Diagnosa Keperawatan I : perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia Tujuan : klien dapat mempertahankan masukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme dibuktikan dengan terpeliharanya berat badan normal Intervensi : 1. Anjurkan penggunaan suplemen makanan enteral (sustacal. Berikan vitamin B12 parenteral secara pasti bila gastrektomi total dilakukan. dan mineral. 3. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Sel-sel kanker dengan cepat membelah mengakibatkan laju katabolisme (pengrusakan jaringan) lebih besar daripada laju anabolisme (pembangunan jaringan). Nyeri berhubungan dengan distensi gastrik dari tumor lambung.5. Kaji pemahaman pasien dan orang terdekat tentang penyakit. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia dan malnutrisi sekunder terhadap kanker lambung. protein. RENCANA KEPERAWATAN Rencana asuhan keperawatan adalah petunjuk tertulis yang menggambarkan secara tepat mengenai rencana tindakan yang dilakukan terhadap klien sesui dengan kebutuhannya berdasarkan diagnosa keperawatan. Pantau kecepatan dan frekuensi terapi intravena . 3.

yang menimbulkan nyeri lambung.5. Anjurkan periode istirahat Rasional : jaringan memerlukan oksigen lebih sedikit selama periode istirahat karena lebih sedikit energi diperlukan. 6. Juga sekresi gastrik lebih sedikit selama istirahat. K. Diagnosa Keperawatan 2 : Nyeri berhubungan dengan distensi gastrik dari tumor lambung Tujuan : mendemonstrasikan nyeri hilang dari ketidaknyamanan. Catat masukan. Kriteria evaluasi : Melaporkan nyeri berkurang Tak ada merintih Ekspresi wajah relaks. Tinjau ulang pemeriksaan laboratorium harian untuk memperhatikan adanya abnormalitas metabolik (Na. Anjurkan masukan anam kali porsi kecil sehari sebagai ganti makan porsi besar tiga kali Rasional : kelebihan masukan makanan menyebabkan distensi gsatrik. 3. nitrogen. glukosa. Kolaborasi dengan medik untuk pemberian antiemetik sesuai dengan ketentuan. Rasional : mual menambah anoreksia 9. Berikan sedikitnya 2500 ml cairan setiap hari Rasional : untuk melindungi dari dehidrasi. Kaji tanda-tanda dehidrasi (haus. 2. dan urea darah) 8. turgor kulit buruk. dan takikardia) 7. Intervensi : 1. membran mukosa kering. Kolaborasi dengan tim medik untuk pemberian analgetik Diagnosa Keperawatan 3 : intoleransi aktivitas berhubungan dengan anemia dan malnutrisi sekunder terhadap kanker lambung . haluaran dan berat badan setiap hari.

Lakukan pemeriksaan dengan hematest pada semua feses bila gelap. Rasional : feses hitam. Berikan bantuan pada aktivitas sesuai kebutuhan. respon terhadap aktivitas fisik (frekuensi pernapasan). Berikan pengobatan yang diprogramkan terhadap anemia (suplemen besi atau transfusi darah). menunjukkan tes guaiak positif. Intervensi : 1. seperti ter menunjukkan perdarahan GI. Rencanakan periode istirahat selama siang hari. SDM kemasan dapat diberikan untuk mengganti kehilangan sel darah bil avolume cairan adekuat. Darah lengkap dapat diberikan bila hemoragi masif terjadi. Kriteria evaluasi : Keluhan kelelahan dan kelemahan berkurang bila melakukan aktivitas. 2. 3. Pantau : warna dan konsistensi feses. 4. ----------------------------xxxxx -------------------------- . Konsul dokter bila feses menunjukkan guaiak positif. Rasional : besi diperlukan untuk eritropoeisis normal.Tujuan : mendemonstrasikan peningkatan toleransi terhadap aktivitas. Rasional : istirahat mengurangi penggunaan energi. tanda vital setiap 4 jam. Rasional : untuk mengidentifikasi indikasi kemajuan dari hasil yang diharapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful