P. 1
Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga

Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga

|Views: 124|Likes:
Published by Youngky Haryanto

More info:

Published by: Youngky Haryanto on Nov 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2011

pdf

text

original

MENUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA

1. KENAPA KITA HARUS MENUNTUT ILMU AGAMA. a. Merupakan kewajiban kita sebagai kaum muslimin dan muslimah. Rasulullah bersabda : “Menuntut ilmu wajib hukumnya atas setiap muslim.“ [HR. Ibnu Majah (no. 224), dari Sahabat Anas bin Malik radhiyallaahu‘anhu, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3913). b. Butuhnya manusia terhadap ‘ilmu agama. Berkata Imam Ahmad bin Hambal : “Manusia membutuhkan ilmu agama melebihi kebutuhannya dari pada makan dan minum, karena makan dan minum hanya di butuhkan manusia dalam satu hari dua dan tiga kali, sedangkan ilmu di butuhkan manusia setiap dia bernafas.” c. Ilmu merupakan obat dari kebodohan. Abu Dawud dalam Sunan-nya mencantumkan sebuah hadits dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau mengisahkan : “Kami pernah mengadakan suatu perjalanan. Pada saat itu, salah seorang dari kami tertimpa batu sehingga kepalanya terluka parah. Kemudia, orang itu mengalami mimpi basah. Ia bertanya kepada para sahabatnya : “Apakah menurut kalian aku telah mendapatkan keringanan untuk bertayamum sebagai penganti mandi ? mereka menjawab : “menurut kami, kamu tidak mendapat keringanan. Sebab, kamu masih bisa memakai air, maka ia pun mandi dan akhirnya meninggal. Ketika kami mendatangi Nabi dan memberitahu hal tersebut, beliau bersabda: “Mereka telah membunuhnya, semoga Allah membinasakan mereka! Mengapa mereka tidak bertanya bila tidak mengetahui? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya. Seharusnya ia cukup bertayamum saja, caranya dengan menutupi bagian yang luka tersebut dengan secarik kain lalu mengusap atasnya, baru kemudian mengguyur anggota tubuhnya yang lain dengan air.” [ Sunan Abu Dawud (no. 336), hadits ini hasan]. d. Ilmu merupakan syarat syahnya perkataan dan perbuatan. 2. APA YANG DI MAKSUD DENGAN ILMU SYAR’I. -Ilmu Syar’i adalah : Ilmu yang muncul nash-nash (Al-qur’an dan Sunnah) yang berkenaan dengan keutamaan ilmu tersebut dan pahala di karenakan ilmu tersebut, kemuliaan para ahlinya dan menjadikan para ahli ilmu sebagai pewaris para Nabi.

no. nafsu yang tidak pernah puas. jiwa merasa cukup dan puas dengan sedikit dari keuntungan dunia yang halal dan merasa kenyang denganya sehingga hal itu menjadikannya qana’ah dan zuhud di dunia.” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/618. yang mana ilmu yang bermanfaat akan dapat membawa pemiliknya takut kepada Allah Ta’ala. rizki yang halal. dengan sanad yang hasan]. 3843) dari Sahabat Jabir radhiyallaahu ‘anhu. hati yang tidak khusyu’.” -Syaikh Muhammad bin shalih utsaimin mengatakan : “Ilmu adalah pengetahuan secara pasti terhadap sesuatu yang sesuai dengan hakekatnya.-Imam Ibnu Qayyim mengatakan : “Ilmu adalah Mengetahui petunjuk dengan dalilnya. Muslim (no. maka sungguh hati itu akan merasa takut dan tunduk kepada Allah Azza wa jalla. Adapun yang datang bukan dari seorang dari mereka. no. Ibnu Majah (no. -Rasulullah telah memerintahkan kepada kita semua untuk berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat. 3. al-Humaidi (I/143.” -Imam Ibnu Rajab mengatakan : “Kapan aja ilmu itu bermanfaat dan menancap di dalam hati. ILMU YANG BERMANFAT DAN ILMU YANG TIDAK BERMANFAAT. maka itu bukan ilmu. -Yang mana Rasulullah telah mengajarkan kepada kita sebuah do’a yang senantiasa beliau baca : “Ya Allah. aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. dan amal yang diterima. 47).” ( Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘alal Khalaf (hal. dari Sahabat Zaid bin al-Arqam radhiyallaahu ‘anhuma].” (Syarah Ushul Tsalatsa). .” -Imam al-Auzai mengatakan : “Ilmu adalah apa yang berasal dari para sahabat Nabi. dan do’a yang tidak di kabulkan. Berkata Imam Ahmad bin hambal rahimahullah : “Ilmu adalah takut kepada Allah. 1067).” [HR. -Rasulullah juga pernah berdo’a : “Ya Allah. -Imam adz-Dzahabi mengatakan : “Ilmu adalah perkataan Allah. aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat. 299) dengan sanad yang shohih]. 2722) dan an-Nasa-I (VIII/260) lafazh ini milik Muslim. Rasulullah bersabda : “Mintalah ilmu yang bermanfaat kepada Allah dan berlindunglah kepada Allah dari ilmu yang idak bermanfaat.” [HR. perkataan Rasul dan perkataan Sahabat.” [HR.

a. Al-baqarah : 102}. 388. dan mengajarkan kepada mereka kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah). membunuh dan memisahkan antara seorang suami dan istrinya. APA YANG DIMAKSUD DENGAN ILMU YANG BERMANFAAT -Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : “Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang di bawa oleh Rasulullah. -Yang mana Rasulullah diutus oleh Allah kepada ummat ini untuk mengajarkan kepada kita semua tentang Al Qur’an dan Suunah. -Al Qur’an dan Sunnah merupakan pedoman bagi ummat islam. MACAM-MACAM ILMU YANG TIDAK BERMANFAAT. menyucikan (jiwa) mereka. -Oleh sebab itulah Imam Syafi’i mengatakan : Seluruh ilmu selain Al-Qur’an hanyalah menyibukkan. barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu.Ali Imran : 164}. 2937).4. Adapun selain itu hanyalah was-was (bisikan) syaitan. . di Shahihka oleh Syaikh Al Bani dalam Shahih al-Jaami’ish Shaghiir (no. meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. no. sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir. yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya. yang selama kalian berpegang kepada keduanya kalian tidak akan tersesat. Sebagaimana Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dengan dua perkara. Ilmu adalah yang tercantum di dalamnya : Qaala haddatsanaa (telah menyampaikan hadits kepada kami).” {QS. sebagaimana Allah berfirman : “Sungguh Allah telah memberikan karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri. 5.” ( Diiwan Imam asy-Syafi’I (hal. yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnahku. 206 ). -Berkata Abu Muhammad Al Maqdisi dalam kitab Al Kafi : “Sihir adalah jimat-jimat. niscaya tidak akan mendapatkan keuntungan di akhirat. Maka sihir itu dapat menyakiti.” * Hukum ilmu sihir : Allah berfirman : “Dan Sungguh mereka sudah tau. Kecuali ilmu hadits dan fiqih dalam rangka mendalami agama.” {QS. sekiranya mereka tahu. XIII/136) dan Madaarijus Saalikin (II/488). Dan sungguh. Al-Hakim (I/93) dan al-Baihaqi (X/114) dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu. yang mana kalau kita senantiasa berpegang kepada keduanya maka kita tidak akan tersesat selama-lamanya. jampi-jampi dan buhul-buhul yang dapat berpengaruh pada hati dan badan.” (Majmuu’ al-Fataawaa (VI/388. Ilmu Sihir.” [HR.

” [HR. -Ilmu kalam adalah : Ilmu yang menetapkan ‘Aqidah dengan dalil-dalil akal dan logika. 2) karya Abu Muhammad “Abdurrahman bin ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Ali asy-Syibl). tidak peduli jika mereka bertentangan dengan Al-Qur’an dan As Sunnah. membunuh jiwa yang di haramkan oleh Allah kecuali dengan sebab yang di benarkan oleh agama. apakah tujuh perkara itu ? “ Beliau bersabda : “Menyekutukan Allah. -Imam asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan : “Barangsiapa yang memiliki ilmu kalam. Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’i).” -Dari jundab secara marfu’ : “Hukuman bagi tukang sihir ialah dipenggal lehernya dengan pedang. b. tahqiq Dr.” Bajalah berkata : “Maka kami pun melaksanakan hukuman mati terhadap tiga tukang sihir perempuan. ia tidak akan beruntung. 550 karya al-Imam Abu Fadhl alMuqri’ rahimahullah ( wafat th. (Lihat Ahaadiits fii Dzammil Kalaam wa Ahlihi (hal. dan menurutnya hadits ini shahih akan tetapi ia mauquf]. Bukhori dan Muslim].” . ia berkata. -Ilmu kalam adalah : Ilmu ‘Aqidah yang tegak diatas dalil-dalil logika (akal) saja. * Pernyataan ulama tentang ilmu kalam : -Imam Malik bin Anas rahimahullah : “Seandainya ilmu kalam adalah ilmu. “ Para Sahabat berkata : “ Wahai Rasulullah. jiwanya kasar. akan tetapi ilmu kalam adalah sebuah kebathilan yang menunjukkan kepada kebathilan. Muhammad bin ‘Abdul Wahhab al-‘Aqil. 454). sihir. membelot (desersi) dalam perperangan dan melontarkan tuduhan zina terhadap wanita-wanita yang terjaga dari perbuatan dosa sedangkan ia tidak tahu menahu denganya dan beriman kepada Allah.” (Syarhus Sunnah (I/217) karya Imam al-Baghawi dan al-Amru bil Ittiba’ wan nahyu ‘anil Ibtidaa’ (hal. “ ( Lihat Manhaj Imaam asy-Syafi’I fii Itsbaatil ‘Aqidah (I/74) oleh Dr. -Imam Abu Hanifah rahimahullah mengatakan : “Aku telah menjumpai para ahli ilmu kalam. niscaya para Sahabat dan tabi’in akan membicarakannya sebagai mana pembicaraan mereka terhadap ilmu-ilmu syari’at. -Di dalam Shahih Bukhori dari Bajalah bin Abdah. 70) karya Imam as-Suyuthi). Mereka tidak memiliki sifat wara’ dan juga taqwa. Ilmu Kalam.” [HR. Rasulullah bersabda : “Jauhilah tujuh perkara yang membawa kepada kehancuran.-Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. memakan riba’.” (Lihat Tahdziirul Anaam min ‘ilmi Kalaam ( hal. Tirmidzi. memakan harta anak yatim. Hati mereka keras. “Umar bin Khattab telah menetapkan perintah untuk membunuh tukang sihir laki-laki maupun perempuan.

21).Muslim].” {QS. Ini menunjukkan keutamaan ilmu dan orang yang berilmu. Yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana. Orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah Ta’ala.“ {QS. lalu diarak keliling kampung. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu ( juga menyatakan yang demikian itu ). Tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Mereka akan memberantas penyimpangan atau perubahan yang dilakukan oleh orang-orang yang ghuluw (yang melampaui batas).” (Lihat Ahaadits fii Dzammil wa Ahlih (hal.” [ HR. b. menolak kebohongan pelaku kebathilan (para pendusta) dan takwil orang-orang bodoh. (Al-‘Ilmu Fadhlulhu wa Syarafuhu (hal.-Beliau juga mengucapkan . KEUTAMAAN ILMU SYAR’I DAN ORANG YANG MEMPELAJARINYA. -Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah mengangkat dengan Al-Qur’an beberapa kaum dan merendahkan beberapa kaum dengannya. Al-‘Uqaily dalam adh-Dhu’afaa-ul Kabir (I/26). Mujaadilah : 11}. Allah Ta’ala berfirman : “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat. a. Ali ‘Imran : 18} Pada ayat di atas Allah Ta’ala meminta kepada orang-orang yang berilmu bersaksi terhadap sesuatu yang sangat agung untuk di berikan kesaksian. tahqiq Dr.” ( Lihat kitab Talbiis Ibliis (hal. 99) karya Imam Abdul Fadhl al-Maqri’. 112). Ibnu Abi Hatim dalam al-Jarh wat Ta’dil (II/17) Hasan lighairihi. Yang menegakkan keadilan. bahwasanya Rasulullah bersabda : “Ilmu ini akan dibawa oleh para ulama yang adil dari tiap-tiap generasi. Sebab Allah hanya akan meminta orang-orang yang adil saja untuk memberikan kesaksian. Dan dikatakan. Allah Ta’ala berfirman : “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada ilah (yang berhak di sembah) melainkan Dia. “Hukuman untuk ahli kalam menurutku adalah mereka harus di cambuk dengan pelepah kurma dan sandal (sepatu) dan di naikkan ke unta. Dalil yang menunjukkan hal ini juga adalah hadits Rasulullah. “inilah balasan orang yang meninggalkan Al-Kitab dan As-Sunnah serta mengambil ilmu kalam. yaitu keesaan Allah Ta’ala. -Ayat ini juga memuat rekomendasi Allah tentang kesucian dan keadilan orang-orang yang berilmu. Kesaksian Allah Ta’ala terhadap orang-orang yang berilmu. Para ulama kalam itu adalah orang-orang zindiq (orang yang menampakkan permusuhan terhadap islam). -Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah mengatakan : “Pemilik ilmu kalam tidak akan beruntung selamanya. Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’i). 5. .” [ HR.

e.-Imam Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah mengatakan : “Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah para Nabi dan ulama.” {QS. Orang yang berilmu di kecualikan dari laknat Allah.” (Al-‘llmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. ath-Tirmidzi. -Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata : “Cukuplah rasa takut kepada Allah itu disebut sebagai ilmu.” [HR. Faham dalam masalah agama termasuk tanda-tanda kebaikan. Ahmad.” [ HR. Ahmad. orang berilmu dan orang yang mempelajari ilmu. 52). d. -Rasulullah bersabda : “Semoga Allah memberikan cahaya pada wajah orang yang mendengarkan sebuah hadits dari kami. -Imam Ahmad bin hambal berkata : “Pokok ilmu adalah rasa takut kepada Allah. lafadz ini milik ath-Tirmidzi dengan sanad yang hasan]. lalu menghapalnya dan menyampaikannya kepada orang lain.” (Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Kabir (no. ad-Darimi. kecuali dzikir kepad Allah dan ketaatan kepada-Nya. 223). no. Bukhori dan Muslim dari Sahabat Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallaahu ‘anhuma : Shohih]. Orang yang menuntut ilmu akan di do’akan oleh Rasulullah.” [ HR. 1514). -Rasulullah bersabda : “Ketahuilah. -Rasulullah bersabda : “Barang siapa yang di kehendaki kebaikan oleh Allah maka Allah akan memberikan pemahaman agama kepadanya. Orang yang berilmu adalah orang-orang yang takut kepada Allah.” (Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘ala Khalaf (hal. c. Faathir : 28}. 8927) dan Ibnu ‘Abdil Barr (II/812. Ibnu Majah dan Ibnu ‘Abdil Baar dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya. Ibnu Hibban. Ibnu ‘Abdil Baar lafadz hadits ini milik Imam Ahmad dari Sahabat ‘Abdurrahman bin Aban bin ‘Ustman Radhiyallaahu ‘anhum dengan sanad yang shohih]. f. . Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hambahamba-Nya hanyalah ulama…. Dan cukuplah tertipu dengan tidak mengingat Allah disebut sebagai suatu kebodohan.

Pertama : Ilmu adalah warisan para Nabi. 527). 227). Mereka hanya mewariskan ilmu. 80-alMawaarid). 2682). -Rasulullah bersabda : “Barang siapa yang memasuki masjid kami ini (masjid nabawi) dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya. Ahmad (II/350. [HR. 2. Muslim ( no. 33061) dan al-Hakim (I/91). j. dan Ibnu Hibban (no. Pahala ilmu yang diajarkan akan tetap mengalir meskipun pemiliknya telah meninggal dunia. Ibnu Abi Syaibah (no. Kedua : Ilmu akan menjaga pemiliknya. Menghapalnya. kecuali tiga hal : shadaqah jariyah. maka ia telah mengambil bagian yang banyak. Ahmad (V. dengan sanad yang Shahih]. Abu Dawud (no. g. Orang yang berilmu merupakan pewaris para Nabi. maka ia bagaikan orang yang berjihad di jalan Allah Ta’ala.196). Menyampaikannya kepada orang lain. k. . 3641). 38)]. Memahaminya dengan baik. lafadz ini milik ahmad dari Sahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu]. 3641). Ibnu Majah (no. maka Allah akan mudahkan jalanya menuju Surga. 1631). Abu Dawud (no. h. -Rasulullah bersabda : “JIka seorang manusia meninggal dunia. Bukhori dalam Adabul Mufrad (no. at-Thirmidzi ( no. i. 526. at-Tirmidzi (no. 4. Ibnu Hibban (no. 223) dan Ibnu Hibban (no. 3. dari sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu]. dan anak shalih yang mendo’akannya. -Rasulullah bersabda .” [HR. “Sesungguhnya para ulama adalah pewarisnya para Nabi. Ilmu lebih baik dari pada harta.” [HR. ilmu yang bermanfaat. -Rasulullah bersabda : “Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu.” [HR. Ibnu Majah (no. Orang yang menuntut ilmu akan di mudahkan jalannya oleh Allah menuju surga. sedangka harta adalah warisan para raja dan orang-orang kaya. Ahmad (II/252. dan mereka tidak mewariskan dinar dan dirham. 2682). 87) . Ibnu Majah (no.-Tingkatan ilmu : 1. 223). Mendengarkannya dengan baik. maka pahala amalnya terputus. 80-Mawaarid) ini lafadz Ahmad dari Sahabat Abu Darda radhiyallaahu ‘anhu. Menuntut ilmu agama adalah jihad di jalan Allah. sedangkan harta pemiliknyalah yang akan menjaga hartanya. Barangsiapa yang mengambilnya. 325).

Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang akan dinikahinya. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. dan setiap orang hanya akan mendapatkan dari apa yang ia niatkan. Ku kabarkan kepadamu rinciannya dengan jelas. [HR. al-Hakim (I/85). maka hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya. kafir. maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga pada hari kiamat. a. 2529). Mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu.” [HR. munafik maupun orang-orang jahat. bimbingan ustadz dan waktu yang lama. Al-Bayyinah : 5}.Ketiga : Harta akan habis dibelanjakan sedangkan ilmu akan bertambah apabila di ajarkan. Imam Syafi’I mengatakan : Saudaraku. Berdo’a kepada Allah agar di berikan ilmu. maka hijrahnya itu nsesuai dengan niat hijrahnya. bersungguh-sungguh. Keempat : Harta dapat di peroleh oleh orang-orang mukmin. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. 160-163). (Diwaan asy-Syafi’I (hal. 1907) dari Sahabat ‘Umar bin Khattab radhiyallaahu ‘anhu]. 6. sedangkan ilmu yang bermanfaat hanya di dapatkan oleh orang-orang yang beriman. Abu Dawud (no. . namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi. 252). 1. Muslim (no. c. ( Lihat kitab al-‘Ilmu Fadhluhu wa syarafuhu (hal. Maka barangsiapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya. -Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya.” {QS. Kecerdasan. b. dari Sahabat Abu Hurairah dengan sanad yang shahih]. 378). KIAT-KIAT MERAIH ILMU SYAR’I. 54. Bukhori (no. engkau tidak akan mendapatkan ilmu melainkan dengan enam perkara. 3664). Ibnu Majah (no. kemauan keras. * Ancaman kepada orang yang tidak mengikhlaskan di dalam menuntut ilmu. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’I yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas. Dan yang demikian itulah agama yang lurus. bekal yang cukup. Allah berfirman : “Padahal mereka tidak di suruh kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus. Ahmad (II/338).

Tidak boleh sombong dan tidak boleh malu. niscaya Allah akan memberikanmu Al-furqaan dan menghapuskan segala kesalahankesalahanmu dan mengampuni ( dosa-dosa )mu. Bukhori dalam Shahihnya kitab al-‘Ilmu bab al-Hayaa’ fil ‘Ilmi]. Ketiga : memahami dengan baik. -Ibnu Qayyim mengatakan : “Ilmu memiliki enam tinggkatan : Pertama : baik dalam bertanya. Mengikat ilmu dengan tulisan. Kedua : diam dan mendengarkan dengan baik. Kelima : mengajarkannya.” [HR.d. . Mengamalkan ilmu yang telah di pelajari. f. Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat. g. Keenam : yang merupakan buah dari ilmu yaitu mengamalkannya. jika kamu bertaqwa kepada Allah. -Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha pernah berkata tentang sifat para wanita Anshar : “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar.” {QS. -Imam Mujahid bin jabr rahimahullah mengatakan : “Tidak akan mendapatkan ilmu orang yang malu dan sombong.” (Atsar shahih : Diriwayatkan oleh Bukhori dalam Shahihnya kitab al-‘Ilmu bab al-Hayaa’ fil ‘Ilmi dan Ibnu ‘Abdil Barr dalam al-Jaami’ (I/534-535. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk memperdalam ilmu agama. Al-Anfal}. Keempat : menghapalnya. Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman. Dan Allah memiliki karunia yang besar. no. (Miftaah Daaris Sa’aadah (I/511). e. 879).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->