P. 1
Pencarian Lokasi PLTMH

Pencarian Lokasi PLTMH

|Views: 252|Likes:
Published by Dasrinal Tessal
Pencarian Lokasi
Pencarian Lokasi

More info:

Published by: Dasrinal Tessal on Nov 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2

Bab 2

MENCARI LOKASI-LOKASI POTENSIAL

Meskipun lokasi pembangunan telah diidentifikasi, masih perlu untuk melakukan pengujian secara kasar (i) apakah benar bahwa pembangunan pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang dekat dengan daerah permintaan daya adalah memungkinkan dan (ii) berapa kapasitas daya terbangkit yang dapat dijamin dan dimana, dan kemudian memilih sebuah lokasi potensial diantara calon-calon lokasi lain. Pengujian diatas adalah pekerjaan perencanaan yang mendasar dengan mengunakan bahan-bahan referensi dan informasi yang ada dan dengan melalui segala prosedurnya serta dengan memperhatikan issue-issue yang penting yang akan dijelaskan dibawah. 2.1 Bahan-bahan referensi dasar Bahan-bahan referensi dasar yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : 1) Peta topografi : skala : 1/25.000 atau 1/50.000 Peta topografi menyediakan informasi penting, seperti tanah pertanian, lokasi desa-desa, kemiringan sungai, daerah tangkapan air dari lokasi yang diusulkan, jalan menuju lokasi dan sebagainya. Di Indonesia, peta topografi, skala 1/25.000 atau 1/50.000 telah disediakan oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional. Data curah hujan : peta isohyetal dan lain-lain (Gambar 2.1.1) Meskipun tidak dibutuhkan untuk mengumpulkan data curah hujan yang detil pada tahap ini, adalah perlu untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang karakteristik curah hujan dari daerah proyek dengan menggunakan peta isohyetal untuk data wilayah dan curah hujan yang ada untuk daerah yang berdekatan. Peta isohyetal menyediakan penambahan dan rata-rata yang akan diberikan untuk memperkirakan indikasi dari curah hujan.

2)

- 2-1 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2

Gambar 2.1.1(a)

Peta Isohyetal Sulawesi Selatan, INDONESIA

Gambar 2.1.1(b) Sebuah contoh dari peta isohyetal untuk skema mikro hidro

- 2-2 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2

2.2

Kisaran Pencarian

Sebagian besar pembangkitan listrik dengan menggunakan tenaga air skala kecil pada dasarnya dikonsumsi oleh fasilitas permintaan daya yang khas, sehingga penting untuk merencanakan lokasi pembangkit yang sedekat mungkin dengan lokasi-lokasi permintaan. Pada kasus dimana lokasi-lokasi permintaan daya terbagi ke dalam beberapa grup yang tersebar pada daerah yang relatif luas, adalah mungkin lebih menguntungkan untuk menyebarkan pembangkit-pembangkit skala kecil daripada menyuplai daya ke seluruh grup oleh sebuah pembangkit tunggal dengan syarat-syarat biaya transmisi lebih rendah, lebih mudah pengoperasian dan perawatan dan dampak penghentian tak terduga dari pembangkit dapat diperkecil, dan sebagainya. Ketika merencanakan pembangkit listrik tipe tersendiri, adalah dipercaya akan menjadi lebih efisien untuk diperluas jangkauan surveinya tahap-demi tahap, dimulai dari wilayah geografi dari setiap grup. Jarak transmisi ke lokasi permintaan harus memperhitungkan sejumlah factor, diantaranya daya terbangkit, tingkat permintaan, topografi, kondisi jalan masuk, tegangan transmisi dan perhitungan ekonomi transmisi. Di Jepang, jarak transmisi ke permintaan diatur untuk memastikan rata-rata jatuhnya tegangan tidak melebihi 7%. [Referensi 2-1 : Jarak jaringan transmisi dan distribusi dan kerugian tegangan]. Dalam kasus Skema Mikro Hidro di Indonesia, perkiraan kasar tentang jarak maksimum transmisi adalah 1.5 km dari lokasi permintaan. Jarak ini berdasarkan pada asumsi bahwa tegangan pada akhir jaringan distribusi harus terjaga diatas 205 Volt, 15 V sebagai kerugian tegangan yang diijinkan pada aturan tegangan 220 V, tanpa trafo (transformer). [Referensi 2-2 Hubungan antara kerugian tegangan dan jarak jaringan distribusi di Indonesia.] Jika lokasi potensial yang bagus tidak ditemukan dalam kisaran di atas, kisaran daerah pencarian harus diperluas dengan syarat bahwa trafo harus dipasang.

- 2-3 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2

2.3

Perkiraan Debit Air

Diantara sejumlah data debit air yang telah disebutkan sebelumnya, data observasi terakhir untuk daerah yang mengelilingi lokasi proyek harus digunakan untuk memperkirakan debit air, mengambil karakteristik distribusi curah hujan ke dalam pertimbangan. Qp = Rr×Qo/Ao Dimana, Qp : Debit air per unit daerah tangkapan air di area proyek (m3/s/km2). Rr : Perbandingan curah hujan antara daerah tangkapan air dari lokasi yang diusulkan untuk proyek mikro-hidro dan dari stasiun-stasiun pengukuran air terpasang. Qo : Pengamatan debit air pada stasiun pengukuran air (m3/s). Ao : Daerah tangkapan air dari stasiun pengukuran air (km2). [Lihat “Referensi 2-3 : Pertimbangan ketika perkiraan debit air pada lokasi proyek tidak langsung dari data yang ada di sekitar stasiun pengukuran” menjadi poin penting pada catatan untuk memperkirakan debit air berdasarkan pada stasiun pengukuran yang terdekat.] Ketelitian dalam skema mikro-hidro, adalah penting untuk mempertegas ketersediaan air. Debit air pada musim kering, diperkirakan dengan teliti. Kita memiliki pengalaman bahwa ketersediaan air yang ada di bagian utara Sulawesi Selatan diperkirakan 0.020 sampai 0.025 m3/s/km2. Jika data debit tidak tersedia, adalah memungkinkan untuk memperkirakan lamanya debit secara kasar dengan mengacu pada “Referensi 2-4 : Metode perhitungan sederhana dari debit air dengan mempergunakan model keseimbangan daerah aliran air.

- 2-4 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2

2.4

Pemilihan Lokasi-Lokasi Potensial

2.4.1 Pemilihan pada peta Lokasi potensial diambil dari peta topografi yang ada dengan penaksiran kemungkinan ketinggian. Ketinggian, yang dapat ditaksir, pada peta seperti itu adalah 10 m untuk peta dengan skala 1/25.000 dan 25 m untuk peta dengan skala 1/50.000. Informasi-informasi selanjutnya harus dipertimbangkan untuk mengambil lokasi-lokasi potensial. (1) Pemilihan dengan mempertimbangkan kemiringan sungai dan daerah aliran air Lokasi-lokasi yang menawarkan head tinggi serta saluran air yang terpendek dan sebuah tingkat ketersediaan debit air yang tinggi adalah keuntungan alamiah untuk pembangkit listrik tenaga air. Jenis-jenis informasi, yang dapat dihasilkan ketika lokasi-lokasi seperti itu diambil dari peta topografi yang ada adalah kemiringan sungai (perbedaan ketinggian dan panjang sungai) dan daerah aliran air. Sementara sejumlah pengalaman dibutuhkan untuk mengambil lokasi-lokasi seperti itu dari peta topografi. Jika diagram yang ditunjukkan pada Gambar 2.4.1 disiapkan terlebih dahulu untuk sungai yang menjadi subyek, pengambilan lokasi-lokasi potensial adalah lebih mudah tanpa kekeliruan atau hasil yang berbeda berdasarkan pada tingkat pengalaman individu. (2) Pemilihan berdasarkan pada kondisi konstruksi saluran air Sejauh gambaran dasar dari skema mikro-hidro telah didapat, sebagain besar konstruksi sipil direncanakan untuk mendapatkan gambaran konstruksi. Oleh karena itu, topografi pada beberapa lokasi potensial harus dapat mengakomodasi seperti gambaran konstruksi sipil. (Lihat Bab 4, 4.1 Garis Besar Sistem)

- 2-5 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2

Bagian yang cocok untuk pembangkit listrik

Ketinggian

Profil sungai

Daerah tangkapan air

Pertemuan Perubahan daerah tangkapan air untuk sungai

Jarak

Gambar 2.4.1

Profil sungai dan perubahan-perubahan dalam daerah aliran sungai untuk membantu pemilihan lokasi pembangkit listrik mikro-hidro yang menjanjikan.

2.4.2 Pemilihan berdasarkan pada informasi setempat Pada kasus dimana lokasi-lokasi potensial tidak dapat digambarkan pada peta topografi karena terlalu kecilnya skala yang digunakan atau penggunaan dari roman topografi alamiah seperti terjunan atau kolam, dan sebagainya, sama baiknya seperti konstruksi yang ada seperti fasilitas intake untuk irigasi dan jalan hutan, maka lokasi-lokasi potensial dipilih berdasarkan pada informasi yang disiapkan oleh masyarakat lokal dan/atau organisasi masyarakat setempat. [Referensi 2-5: Contoh dari Penggunaan Topografi Alamiah dan Berbagai Variasi Bangunan Buatan Manusia]

- 2-6 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2

2.4.3 Pemilihan lokasi-lokasi pembangunan yang potensial Evaluasi umum dari lokasi-lokasi potensial tersebut diambil dengan studi penggambaran di atas yang kemudian dilakukan penggambaran dari beberapa sudut pandang di bawah untuk menguji kelayakannya untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air. (1) Besaran debit air yang tetap

Walaupun sukar untuk menentukan kelayakan bagi pembangunan berdasarkan pada volume mutlak dari debit air yang tetap, sebuah lokasi potensial dengan sebuah tingkat besaran debit air yang tetap yang relatif tinggi adalah sebuah lokasi yang lebih menguntungkan untuk sebuah pembangkit listrik tenaga air skala kecil, termasuk mikro-hidro, yang dibutuhkan untuk menyuplai listrik sekonstan mungkin sepanjang tahun karena itu adalah tujuan dari sebagian besar kasus penyediaan listrik untuk fasilitas konsumen tertentu. Ketika perkiraan debit yang spesifik dari debit air yang tetap, sebagai contoh debit air per unit wilayah aliran air, berbeda untuk setiap lokasi potensial, harus diperhatikan bahwa biaya konstruksi relative dari sebuah dam intake atau bendung pengaman, dan lain-lain, meningkat untuk sebuah sungai dengan sebuah debit air yang spesifik lebih kecil karena wilayah aliran air yang lebih luas dan skala yang lebih besar dari kemungkinan penggabungan banjir sungai seperti itu. Gambar 2.4.2 menunjukkan hubungan antara debit air yang tetap yang spesifik dan perbandingan dari debit air yang tetap dengan debit air maksimum (Qmax/QF: lihat gambar berikutnya) dalam pembangkit-pembangkit listrik tenaga air skala-kecil yang ada. Secara umum, nilai Qmax/QF dari pembangkit listrik tenaga air mikro dan mini-hidro masing-masing menunjukkan sekitar 1.0 dan 0.7 ~ 0.9, dan debit air yang tetap yang spesifik dalam kisaran Qmax/QF ini adalah 1.2 ~ 1.5 m3/s/100km2 dalam rata-rata. Ketika membangun pembangkit listrik tenaga air mikro atau mini di sungai dengan debit air tetap yang spesifik adalah lebih rendah dari 1.0 m3/s/100km2, metode penurunan biaya seperti menggunakan fasilitas irigasi yang ada seperti telah disebutkan harus dipertimbangkan.

- 2-7 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2

Debit air sungai (m3/s)

Qmax Kurva Durasi QF
Hari

Debit tetap yang spesifik (per 100km2)

(m3/s)
2.0

Kecil Besar

Mikro Mini

1.8 1.6 1.4 1.2 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
0

10

20

30 50 60 70 4 Debit tetap / Debit maksimum (%) 0

80

90

100

Gambar 2.4.2 Hubungan rasio antara debit air tetap/debit air maksimum dan debit air tetap yang spesifik. (2) L/H [perbandingan antara panjang saluran air (L) dan total head (H)]

Sebuah lokasi dimana sebuah nilai L/H lebih kecil adalah lebih menguntungkan untuk pembangkit listrik tenaga air skala kecil. Gambar 2.4.3 menunjukkan hubungan perbandingan antara total head (H) dan panjang saluran air (L) (L/H) diantara lokasi-lokasi pembangkit listrik skala kecil yang ada, total head tidak kurang dari 10 m (nilai minimum yang dapat diinterpretasikan pada sebuah peta topografi yang ada). Seperti teridentifikasi dengan jelas pada gambar, L/H dari lokasi yang secara umum tidak lebih tinggi dari 40 atau rata-ratanya 20.

- 2-8 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2

Dan gambar 2.4.4 menunjukkan hubungan antara debit air yang tetap dengan L/H, kecenderungan yang ada, lokasi dengan debit air tetapnya lebih kecil adalah perbandingan L/Hnya lebih kecil. L/H dari lokasi-lokasi yang ada dimana debit air tetapnya lebih kecil dari 0.2 m3/s diperkirakan dibawah 15.

100 80
Head (m)

60 40 20 0 0

L/H=20

L/H=40

500

1000 1500 2000 Waterway length (m)

2500

3000

Gambar 2.4.3

Hubungan antara head dan panjang saluran air

0.5 Firm discharge (m3/s) 0.4 0.3 0.2 0.1 0 0 10 20 30 40 50

Waterway length / Head

Gambar 2.4.4

Hubungan antara debit air tetap dan L/H.

- 2-9 -

Diameter jaringan Diameter jaringan

Rasio kerugian tegangan yang diijinkan

Rasio kerugian tegangan yang diijinkan

Rasio kerugian tegangan (%)

[Ref. 2-1 Jarak jaringan transmisi dan distribusi dan kerugian tegangan]

Rasio kerugian tegangan (%)

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi)

- 2-10 Aluminum Conductor

Jarak (km)

Jarak (km) Hubungan antara jarak jaringan transmisi dan kerugian tegangan II

Hubungan antara jarak jaringan transmisi dan kerugian tegangan I
11kV, 300kW Aluminum Conductor

6.6kV, 300kW

Diameter

jaringan

Rasio kerugian tegangan yang diijinkan

Rasio kerugian tegangan (%)

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi)

- 2-11 -

Jarak (m) Hubungan antara jarak jaringan transmisi dan kerugian tegangan III
400V, 50kW Aluminum Conductor

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) [Ref. 2-2 Hubungan antara kerugian tegangan dan jarak jaringan transmisi di Indonesia]

15.4 (V) = 220(V) x 0.07

Kerugian tegangan (V)

Panjang Jaringan Transmisi (4kW)

Kerugian tegangan (V)

15.4 (V) = 220(V) x 0.07

Panjang Jaringan Transmisi (7.5kW)

- 2-12 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi)

Kerugian tegangan (V)

15.4 (V) = 220(V) x 0.07

200

400

600

800

1000

1200

1500

Panjang Jaringan Transmisi (15kW)

Kerugian tegangan (V)

200

400

600

800

1000

1200

1500

Panjang Jaringan Transmisi (20kW)

- 2-13 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) [Ref. 2-3 Pertimbangan-pertimbangan ketika memperkirakan secara langsung debit air pada lokasi proyek dari data yang ada di stasiun-stasiun pengukuran di sekitarnya] Jika ada beberapa stasiun pengukuran di dekat lokasi proyek, hal-hal berikut harus diambil dalam pertimbangan ketika menyeleksi stasiun pengukuran yang akan digunakan. 1. Perbandingan wilayah aliran air Ketika memperkirakan debit air berdasarkan pada observasi data dari stasiun pengukuran yang ada, harus diambil wilayah aliran airnya untuk pertimbangan. Dari karakteristik debit air yang ditunjukkan oleh gambar berikut, jika perbandingan wilayah aliran air antara stasiun pengukuran yang ada dan lokasi proyek besar, kurva durasi aliran dapat di gabungkan. Ini karena perhitungan dengan menggunakan perbandingan wilayah aliran air saja tidak cukup.

Daerah aliran air spesifik

Area aliran air besar

Area aliran air kecil

Hari 2. Curah Hujan Durasi aliran air dan karakteristik curah hujan di bagian atas sungai memiliki sebuah korelasi yang dekat. Terutama sekali dalam debit air jangka panjang, dibutuhkan untuk mengenal hubungan dekat antara curah hujan dengan debit air. Oleh karena itu, data curah hujan dari dua wilayah aliran air adalah informasi yang berguna untuk mengevaluasi debit air lokasi proyek dari stasiun pengukuran. Metode sederhana untuk memahami curah hujan disekitar lokasi proyek adalah dengan menggunakan peta isohyetal dimana menunjukkan garis kontur dari curah hujan rata-rata, dan dapat membandingkan jumlah curah hujan dari lokasi proyek dan stasiun pengukuran.

Daerah aliran air spesifik

Jumlah curah hujan besar

Jumlah curah hujan kecil

Hari

- 2-14 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) 3. Kondisi Geologi Meskipun pemeriksaan dari debit air di lokasi proyek dan stasiun pengukuran dengan curah hujan di wilayah aliran air ini digunakan untuk mengetahui luasnya hubungan, bukanlah merupakan metode yang pasti efektif untuk menilai hubungan dari kurva durasi aliran. Faktor yang mempengaruhi kesamaan dari kurva durasi aliran tidak hanya wilayah alirannya tetapi juga kondisi geologi, terutama keberadaan dari wilayah geologi batuan vulkanik. Sebuah batuan geologi vulkanik diketahui sebagai lapisan tanah yang berkelembaban tinggi. Kurva durasi aliran air yang melalui lapisan tanah ini adalah relatif rata, dimana debit air semakin kecil di musim basah dan menjadi semakin besar di musim kering, dibanding melalui batuan non geologi vulkanik seperti gambar berikut.

Wilayah aliran air spesifik

Terdapat lapisan batu geologi vulkanik di dalam wilayah aliran air

Tidak terdapat lapisan batu geologi vulkanik

Hari

Adalah mungkin untuk mengetahui penyebaran dari batuan geologi vulkanik dari peta geologi yang ada, namun adalah sulit untuk menganilisa secara kuantitatif hubungan pembagian dari batuan geologi vulkanik di wilayah aliran air dan karakteristik dari debit air sebagai aturan umum. Dari sudut pandang ini, dalam kenyataannya, ketika batuan geologi vulkanik ada di lokasi proyek, adalah beralasan untuk memilih stasiun pengukuran dimana bagian terbagi sama. Disamping batuan geologi vulkanik, meskipun batuan kapur adalah lapisan geologi yang memberi efek pada debit air sungai, adalah sulit untuk menangkap pengaruh ini secara kualitatif dan kuantitatif. Secara umum sungai dimana batuan kapur tersebar menunjukkan perubahan yang tidak teratur pada debit airnya, seperti debit air dari arus atas dan arus bawah mungkin berbalik secara parsial, atau perubahan debit air yang sangat cepat pada sebuah titik yang pasti. Bagaimanapun, pada kasus banyak batuan kapur di wilayah aliran air, pada prinsipnya adalah perlu mengukur aliran arus pada titik intake dari lokasi proyek.
4. Kondisi Geografi Konsisi geografi disebutkan sebagai bahan untuk membantu pertimbangan dari pra asumsi debit air. Secara umum, sebuah kecenderungan, dimana jumlah curah hujan adalah lebih besar pada titik yang lebih tinggi dan gunung yang lebih curam, adalah diakui. Dari sudut ini, seleksi dari stasiun pengukuran ke kondisi dimana, seperti ketinggian, roman geografi, dan arah dari sebuah wilayah aliran air yang mirip ditentukan untuk sebuah metode dimana ketepatan asumsi meningkat. Jika tidak membelah tanah yang ada di wilayah aliran air dari lokasi proyek dan garis besarnya kebawah, curah hujan mungkin mengalir keluar dari wilayah aliran air melalui bagian bawah permukaan yang terlihat.

- 2-15 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) [Ref. 2-4 Metode perhitungan sederhana dari aliran sungai dengan model keseimbangan air dari wilayah aliran air] Jika tidak ada data pengamatan debit air tetapi hanya mendapatkan data curah hujan, adalah mungkin untuk memperkirakan debit air sungai dari data keseimbangan air dari wilayah aliran air. 1. Metode Perhitungan (1) Keseimbangan air dari wilayah aliran air Hubungan dari curah hujan, aliran air (aliran air langsung, aliran air dasar), dan evaporasi diindikasikan oleh sudut pandang dari keseimbangan air tahunan sebagai berikut. Pada kasus ini, tidak ada perhatian tentang pengelompokkan dari wilayah aliran air, dan aliran air masuk dan aliran air dari/ke wilayah aliran air lain. P = R + Et = Rd + Rb + Et dimana, P : Curah hujan tahunan (mm) R : Aliran air tahunan (mm) Rd : Aliran air langsung tahunan (mm) Rb : Aliran air dasar tahunan (mm) Et : Evaporasi tahunan (mm) Aliran (R) diperoleh dari perhitungan evaporasi (Et) dengan rumus pra-asumsi dan pengamatan curah hujan (P). Sebuah gambar dari pola hubungan dari curah hujan (R), evaporasi yang memungkinkan (Etp), dan evaporasi nyata (Et) ditunjukkan dalam Gambar 1-1. Diindikasikan sebagai garis diagonal adalah evaporasi nyata, dan wilayah dibawah garis b-c adalah aliran air sungai termasuk air dibawah permukaan. Evaporasi yang memungkinkan (a-b-c-d) diperoleh dengan rumus pra-asumsi. (2) Aliran air langsung dan aliran air dasar Sebuah gambar pola dari aliran tahunan ditunjukkan oleh Gambar 1-2. Aliran disiapkan dari air bawah permukaan, dan mengandung aliran dasar dimana fluktuasi musiman lebih kecil dan aliran langsung dimana curah hujan menjadi aliran mendadak. Perbandingan dari air bawah permukaan ke aliran tahunan (R) ditunjukkan Tabel 1-1. Dimana, Rg = Rb, Rb/R = 0.25 konstan, dan aliran dasar tahunan adalah konstan.

- 2-16 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi)

Jumlah curah hujan (P)

Jumlah curah hujan, evaporasi (mm)

Kemungkinan evaporasi (Etp)

Aliran air (R)

Jumlah evaporasi nyata (Et)

Bulan
Gambar 1-1 Gambar pola dari jumlah curah hujan dan evaporasi

Jumlah aliran air (m3/s)

Jumlah aliran air langsung

Jumlah aliran dasar

Bulan
Gambar 1-2 Gambar pola aliran air

- 2-17 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) Tabel 1-1
Wilayah Curah Hujan P) Aliran (R) Aliran Langsung (Rd) Air bawah tanah Evaporasi (Et) Rg/R Asia 726 293 217 76 433 26

Model keseimbangan air dunia
Amerika Utara 670 287 203 84 383 32 Amerika Selatan 1648 583 373 210 1065 36 Eropa 734 319 210 109 415 34 Australia Jepang 736 226 172 54 510 24 1788 1197 597 -

Afrika 686 139 91 48 547 35

(Catatan) Sumber: Lvovich 1973 Data dari Jepang dari Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi

(3) Perhitungan tentang kemungkinan evaporasi Rumus perhitungan adalah rumus Blaney-Criddle, rumus Penman, dan rumus Thornthwaite etc. Disini, digunakan rumus Blaney-Criddle dimana menggunakan metode sederhana garis longitudinal dan temperatur dari lokasi proyek. Juga dapat digunakan nilai pengamatan dari evaporasi dari permukaan air bebas. (a) Metode perhitungan ① Rumus Blaney-Criddle u = K・P・ ( 45.7t + 813 ) 100

dimana, u : Evaporasi bulanan (mm) K : Koefisien dari tanaman bulanan P : Angka bulanan dari penyinaran matahari tahunan (%) t : Temperatur rata-rata bulanan (0C) ② Temperatur rata-rata bulanan dan angka bulanan dari penyinaran matahari tahunan ・Temperatur rata-rata bulanan ; Menggunakan temperatur pada wilayah aliran air dari lokasi dam ・Angka bulanan dari penyinaran matahari tahunan ; Diperoleh dengan garis lintang pada wilayah aliran air dari lokasi dam Di belahan bumi utara, gunakan Tabel 1-2, dan di belahan bumi selatan, gunakan Tabel 1-3. ③ Nilai K Tergantung pada kondisi vegetasi. Disini sebagai titik konstan adalah 0.6. (b) Contoh perhitungan ① Kondisi : Posisi dari wilayah aliran air garis lintang 16゜N ② Perhitungan dari kemungkinan evaporasi : Tabel 1-4

- 2-18 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) (4) Perhitungan evaporasi Ditunjukkan dalam Tabel 1-4, evaporasi bulanan diperoleh dengan nilai lebih rendah dari curah hujan atau kemungkinan evaporasi. (5) Membuat data aliran bulanan Membuat data aliran bulanan dengan prosedur ditunjukkan Tabel 1-5. Membuat bulanan berarti data debit air pada lokasi dam dengan rumus berikut.

Q (i) =

Aliran bulanan (④dari Tabel 1-5 )

1000

×CA×106×

1 86,400×n

Dimana, Q (i) : Rata-rata debit air bulanan pada lokasi dam dalam ‘i (bulan)’ (m3/s) CA : Wilayah aliran air (km2) n : Jumlah hari dalam bulan Debit air pada kasus dari wilayah aliran air adalah 300 km2 yang ditunjukkan Tabel 1-5. Sebagai tambahan, perbandingan aliran air dasar ke total aliran air (25%) dan distribusi bulanan dari aliran air dasar (konstan) dapat dianalisa dalam respon terhadap karakteristik dari aliran air pada wilayah aliran air.

- 2-19 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) Tabel 1-2
North Latitude 65 64 63 62 61 60 59 58 57 56 55 54 53 52 51 50 48 46 44 42 40 38 36 34 32 30 28 26 24 22 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0

Angka Bulanan dari Penyinaran Matahari Tahunan (Belahan Bumi Utara) (%)
Jan. 3.52 3.81 4.07 4.31 4.51 4.70 4.86 5.02 5.17 5.31 5.44 5.56 5.68 5.79 5.89 5.99 6.17 6.33 6.48 6.61 6.75 6.87 6.98 7.10 7.20 7.31 7.40 7.49 7.58 7.67 7.75 7.83 7.91 7.98 8.06 8.14 8.21 8.28 8.36 8.43 8.50 Feb. 5.13 5.27 5.39 5.49 5.58 5.67 5.76 5.84 5.91 5.98 6.04 6.10 6.16 6.22 6.27 6.32 6.41 6.50 6.57 6.65 6.72 6.79 6.85 6.91 6.97 7.02 7.07 7.12 7.16 7.21 7.26 7.31 7.35 7.39 7.43 7.47 7.51 7.55 7.59 7.63 7.67 Mar. 7.96 8.00 8.04 8.07 8.09 8.11 8.13 8.14 8.15 8.17 8.18 8.19 8.20 8.21 8.23 8.24 8.26 8.28 8.29 8.30 8.32 8.33 8.35 8.35 8.36 8.37 8.37 8.38 8.39 8.40 8.41 8.41 8.42 8.43 8.44 8.45 8.45 8.46 8.47 8.49 8.49 Apr. 9.97 9.92 9.86 9.80 9.74 9.69 9.64 9.59 9.53 9.48 9.44 9.40 9.36 9.32 9.28 9.24 9.17 9.11 9.05 8.99 May 12.72 12.50 12.29 12.11 11.94 11.78 11.64 11.50 11.38 11.26 11.15 11.04 10.94 10.85 10.76 10.68 10.52 10.38 10.25 10.13 Jun. 14.15 13.63 13.24 12.92 12.66 12.41 12.19 12.00 11.83 11.68 11.53 11.39 11.26 11.14 11.02 10.92 10.72 10.53 10.39 10.24 Jul. 13.59 13.26 12.97 12.73 12.51 12.31 12.13 11.96 11.81 11.67 11.54 11.42 11.30 11.19 11.09 10.99 10.81 10.65 10.49 10.35 Aug. 11.18 11.08 10.97 10.87 10.77 10.68 10.60 10.52 10.44 10.36 10.29 10.22 10.16 10.10 10.05 9.99 9.89 9.79 9.71 9.62 9.55 9.47 9.41 9.34 9.28 9.21 9.17 9.11 9.06 9.01 8.95 8.90 8.85 8.80 8.76 8.71 8.66 8.62 8.58 8.53 8.49 Sep. 8.55 8.56 8.56 8.55 8.55 8.54 8.53 8.53 8.52 8.52 8.51 8.50 8.49 8.48 8.47 8.46 8.45 8.43 8.41 8.40 8.39 8.37 8.36 8.35 8.34 8.33 8.32 8.32 8.31 8.30 8.29 8.29 8.28 8.27 8.26 8.25 8.25 8.24 8.23 8.22 8.21 Oct. 6.53 6.63 6.73 6.80 6.88 6.95 7.00 7.06 7.13 7.18 7.23 7.28 7.32 7.36 7.40 7.44 7.51 7.58 7.64 7.70 7.75 7.80 7.85 7.90 7.95 7.99 8.02 8.06 8.10 8.13 8.17 8.20 8.23 8.27 8.31 8.34 8.37 8.40 8.43 8.46 8.49 Nov. Dec. 4.08 4.32 4.52 4.70 4.86 5.02 5.17 5.30 5.42 5.52 5.63 5.74 5.83 5.92 6.00 6.08 6.24 6.37 6.50 6.62 6.73 6.83 6.93 7.02 7.11 7.20 7.28 7.36 7.44 7.51 7.58 7.65 7.72 7.79 7.85 7.91 7.98 8.04 8.10 8.16 8.22 2.62 3.02 3.36 3.65 3.91 4.14 4.35 4.54 4.71 4.87 5.02 5.16 5.30 5.42 5.54 5.65 5.85 6.05 6.22 6.39 6.54 6.68 6.81 6.93 7.05 7.16 7.27 7.37 7.47 7.56 7.65 7.74 7.83 7.93 8.01 8.09 8.18 8.26 8.34 8.42 8.50

8.93 10.01 10.09 10.22 8.89 9.90 9.96 10.11 8.85 9.80 9.82 9.99 8.80 9.71 9.71 9.88 8.75 9.62 9.60 9.77 8.71 8.67 8.64 8.60 8.56 8.53 8.50 8.47 8.43 8.40 8.37 8.34 8.31 8.28 8.25 8.22 9.54 9.46 9.37 9.30 9.22 9.15 9.08 9.01 8.94 8.87 8.81 8.74 8.68 8.62 8.55 8.49 9.49 9.39 9.29 9.19 9.11 9.02 8.93 8.85 8.77 8.69 8.61 8.53 8.45 8.37 8.29 8.22 9.67 9.58 9.49 9.40 9.32 9.24 9.16 9.08 9.00 8.92 8.85 8.78 8.71 8.64 8.57 8.50

- 2-20 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) Tabel 1-3 Angka Bulanan dari Penyinaran Matahari Tahunan (Belahan Bumi Selatan) (%)
South Latitude 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 42 44 46 48 50 Jan. 8.50 8.55 8.64 8.71 8.79 8.85 8.91 8.97 9.09 9.18 9.25 9.36 9.44 9.52 9.61 9.69 9.76 9.88 10.06 10.14 10.24 10.39 10.52 10.68 10.85 11.03 Feb. 7.67 7.71 7.76 7.81 7.84 7.86 7.91 7.97 8.02 8.06 8.09 8.12 8.17 8.28 8.31 8.33 8.36 8.41 8.53 8.61 8.65 8.72 8.81 8.88 8.98 9.06 Mar. 8.49 8.49 8.50 8.50 8.51 8.52 8.53 8.54 8.56 8.57 8.58 8.58 8.59 8.60 8.61 8.63 8.64 8.65 8.67 8.68 8.70 8.71 8.72 8.73 8.76 8.77 Apr. 8.22 8.19 8.17 8.12 8.11 8.09 8.06 8.03 7.98 7.93 7.92 7.89 7.87 7.81 7.79 7.75 7.70 7.68 7.61 7.59 7.54 7.49 7.44 7.39 7.32 7.25 May 8.49 8.44 8.39 8.30 8.24 8.18 8.15 8.07 7.96 7.89 7.83 7.74 7.65 7.56 7.49 7.43 7.34 7.25 7.16 7.07 6.96 6.85 6.73 6.61 6.45 6.31 Jun. 8.22 8.17 8.08 8.00 7.91 7.84 7.79 7.70 7.57 7.50 7.41 7.30 7.24 7.07 6.99 6.94 6.85 6.73 6.59 6.46 6.33 6.20 6.04 5.87 5.69 5.48 Jul. 8.50 8.43 8.20 8.19 8.13 8.11 8.08 7.08 7.94 7.88 7.73 7.76 7.68 7.49 7.40 7.30 7.20 7.10 6.99 6.87 6.73 6.60 6.45 6.30 6.13 5.98 Aug. 8.49 8.44 8.41 8.37 8.12 8.28 8.23 8.19 8.14 8.10 8.05 8.00 7.95 7.90 7.85 7.80 7.73 7.69 7.59 7.51 7.46 7.39 7.30 7.21 7.12 7.03 Sep. 8.21 8.20 8.19 8.18 8.18 8.18 8.17 8.16 8.14 8.14 8.13 8.13 8.12 8.11 8.10 8.09 8.08 8.06 8.06 8.05 8.04 8.01 8.00 7.98 7.96 7.95 Oct. 8.49 8.52 8.56 8.59 8.62 8.65 8.67 8.69 8.78 8.80 8.83 8.86 8.89 8.94 8.97 9.00 9.04 9.07 9.15 9.19 Nov. Dec. 8.22 8.27 8.33 8.38 8.47 8.52 8.58 8.65 8.72 8.80 8.85 8.90 8.96 9.10 9.19 8.50 8.55 8.65 8.74 8.84 8.90 8.95 9.01 9.17 9.24 9.32 9.38 9.47 9.61 9.74

9.24 9.80 9.31 9.87 9.38 9.99 9.51 10.21 9.60 10.34

9.23 9.69 10.42 9.27 9.79 10.57 9.34 9.91 10.72 9.41 10.03 10.90 9.47 10.17 11.09 9.53 10.32 11.30

(Catatan) Bagian Selatan lebih daripada garis lintang 50°S akan dihitung menggunakan contoh dari Tabel 1-2. Secara nyata, angka bulanan dari garis lintang selatan adalah berhubungan dengan bulan yang ditunjukkan di bawah garis lintang utara. Lintang Sel. - Lintang Ut. Januari Juli Februari Agustus Maret September April - Oktober Mei - November Juni Desember Lintang Sel. - Lintang Ut. Juli Januari Agustus Februari September Maret Oktober April November Mei Desember Juni

- 2-21 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) Tabel 1-4 Contoh Perhitungan dari Kemungkinan Evaporasi dan Evaporasi Nyata

Month Jan. Feb. Mar. Apr. May Jun. Jul. Aug. Sep. Oct. Nov. Dec. Total

①Temperature ②Monthly rate of ③Possible evaporation ④Rainfall ⑤Real annual sunshine evaporation from Blaney-Criddle smaller value formula t p of ③ and ④ (℃) (%) (mm) (mm) (mm) 22.1 24.7 27.2 28.9 28.4 27.7 27.1 27.0 27.1 26.5 24.1 22.0 7.91 7.35 8.42 8.47 9.01 8.85 9.08 8.85 8.28 8.23 7.72 7.83 86.4 85.6 103.8 108.4 114.2 110.4 111.8 108.7 101.9 100.0 88.6 85.4 1,205.2 ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( 91.0 106.4 129.7 138.2 116.3 91.1 81.2 72.7 74.6 79.7 73.4 80.2 ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) ) 8.5 16.8 38.3 62.3 170.0 180.3 202.9 197.7 207.7 123.0 30.2 17.9 1,255.6 8.5 16.8 38.3 62.3 114.2 110.4 111.8 108.7 101.9 100.0 30.2 17.9 821.0

( 1,134.5 )

(Catatan) ①: data diperoleh②: dari Tabel 1-2 ③: jumlah yang disisipkan diperoleh nilai evaporasi dari permukaan air.

Tabel 1-5
①Runoff ④-⑤ of Chart 1-4 (mm) 0 0 0 0 55.8 69.6 91.1 89.0 105.8 23.0 0 0 434.3

Contoh Perhitungan dari Aliran Sungai

Month

②Direct runoff ③Base runoff ④Monthly runoff ⑤Monthly mean discharge ①×0.75 (Note) ②+③ 3 (mm) (mm) (mm) (m /s) 0 0 0 0 41.9 52.2 68.3 66.8 79.4 17.3 0 0 325.7 9.2 8.3 9.2 8.9 9.2 8.9 9.2 9.2 8.9 9.2 8.9 9.2 108.6 9.2 8.3 9.2 8.9 51.1 61.1 77.5 76.0 88.3 26.5 8.9 9.2 434.3 1.03 1.03 1.03 1.03 5.72 7.07 8.69 8.51 10.22 2.96 1.03 1.03

Jan. Feb. Mar. Apr. May Jun. Jul. Aug. Sep. Oct. Nov. Dec. Total

(Catatan) ③Aliran dasar: keseragaman distribusi 434.3×0.25 = 108.6 mm ke setiap bulan

- 2-22 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) [Ref. 2-5 Contoh dari Penggunaan Topografi Alamiah dan Berbagai Variasi Bangunan Buatan Manusia] 1. Penggunaan saluran irigasi yang ada dan kolam yang dibentuk secara alamiah oleh arus bawah dari jatuhan.
Sungai Intake weir Headrace

Air terjun

Sungai Power house Spillway Penstock

Saluran irigasi

Headtank Saringan

- 2-23 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) 2. Air intake berasal dari dua sungai

Headrace Intake weir Sungai

Intake weir

Headtank Screen Penstock

Sungai
-2-5入る

Power house Tailrace

- 2-24 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) 3. Menggunakan sebuah bangunan jatuhan ketinggian dari saluran irigasi yang ada

Saluran irigasi
-2-6入る

Intake Headtank

Head drop structure

Penstock

Power house

- 2-25 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi) 4. Menggunakan sebuah bangunan jatuhan ketinggian dari saluran irigasi yang ada

-2-7入る

Sungai

Intake Headrace Saluran irigasi Jalan

Headtank Spillway Penstock Power house

Tailrace

- 2-26 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bab 2 (Referensi)

- 2-27 -

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->