Bentuk Negara dan Bentuk Kenegaraan Bentuk Negara a.

Negara Kesatuan (Unitaris) Negara Kesatuan adalah negara bersusunan tunggal, yakni kekuasaan untuk mengatur seluruh daerahnya ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah pusat memegang kedaulatan sepenuhnya, baik ke dalam maupun ke luar. Hubungan antara pemerintah pusat dengan rakyat dan daerahnya dapat dijalankan secara langsung. Dalam negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala negara, satu dewan menteri (kabinet), dan satu parlemen. Demikian pula dengan pemerintahan, yaitu pemerintah pusatlah yang memegang wewenang tertinggi dalam segala aspek pemerintahan. Ciri utama negara kesatuan adalah supremasi parlemen pusat dan tiadanya badanbadan lain yang berdaulat. Negara kesatuan dapat dibedakan menjadi dua macam sistem, yaitu: 1. Sentralisasi, dan 2. Desentralisasi. Dalam negara kesatuan bersistem sentralisasi, semua hal diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah hanya menjalankan perintah-perintah dan peraturan-peraturan dari pemerintah pusat. Daerah tidak berwewenang membuat peraturan-peraturan sendiri dan atau mengurus rumah tangganya sendiri. Keuntungan sistem sentralisasi: 1. adanya keseragaman (uniformitas) peraturan di seluruh wilayah negara; 2. adanya kesederhanaan hukum, karena hanya ada satu lembaga yang berwenang membuatnya; 3. penghasilan daerah dapat digunakan untuk kepentingan seluruh wilayah negara. Kerugian sistem sentralisasi: 1. bertumpuknya pekerjaan pemerintah pusat, sehingga sering menghambat kelancaran jalannya pemerintahan; 2. peraturan/ kebijakan dari pusat sering tidak sesuai dengan keadaan/ kebutuhan daerah; 3. daerah-daerah lebih bersifat pasif, menunggu perintah dari pusat sehingga melemahkan sendi-sendi pemerintahan demokratis karena kurangnya inisiatif dari rakyat; 4. rakyat di daerah kurang mendapatkan kesempatan untuk memikirkan dan bertanggung jawab tentang daerahnya; 5. keputusan-keputusan pemerintah pusat sering terlambat. Dalam negara kesatuan bersistem desentralisasi, daerah diberi kekuasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri (otonomi, swatantra). Untuk menampung aspirasi rakyat di daerah, terdapat parlemen daerah. Meskipun demikian, pemerintah pusat tetap memegang kekuasaan tertinggi. Keuntungan sistem desentralisasi: 1. pembangunan daerah akan berkembang sesuai dengan ciri khas daerah itu sendiri; 2. peraturan dan kebijakan di daerah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah itu sendiri; 3. tidak bertumpuknya pekerjaan pemerintah pusat, sehingga pemerintahan dapat berjalan lancar; 4. partisipasi dan tanggung jawab masyarakat terhadap daerahnya akan meningkat; 5. penghematan biaya, karena sebagian ditanggung sendiri oleh daerah. Sedangkan kerugian sistem desentralisasi adalah ketidakseragaman peraturan dan kebijakan serta kemajuan pembangunan. b. Negara Serikat (Federasi)
1

Negara Serikat adalah negara bersusunan jamak, terdiri atas beberapa negara bagian yang masing-masing tidak berdaulat. Kendati negara-negara bagian boleh memiliki konstitusi sendiri, kepala negara sendiri, parlemen sendiri, dan kabinet sendiri, yang berdaulat dalam negara serikat adalah gabungan negara-negara bagian yang disebut negara federal. Setiap negara bagian bebas melakukan tindakan ke dalam, asal tak bertentangan dengan konstitusi federal. Tindakan ke luar (hubungan dengan negara lain) hanya dapat dilakukan oleh pemerintah federal. Ciri-ciri negara serikat/ federal: 1. tiap negara bagian memiliki kepala negara, parlemen, dewan menteri (kabinet) demi kepentingan negara bagian; 2. tiap negara bagian boleh membuat konstitusi sendiri, tetapi tidak boleh bertentangan dengan konstitusi negara serikat; 3. hubungan antara pemerintah federal (pusat) dengan rakyat diatur melalui negara bagian, kecuali dalam hal tertentu yang kewenangannya telah diserahkan secara langsung kepada pemerintah federal. Dalam praktik kenegaraan, jarang dijumpai sebutan jabatan kepala negara bagian (lazimnya disebut gubernur negara bagian). Pembagian kekuasaan antara pemerintah federal dengan negara bagian ditentukan oleh negara bagian, sehingga kegiatan pemerintah federal adalah hal ikhwal kenegaraan selebihnya (residuary power). Pada umumnya kekuasaan yang dilimpahkan negara-negara bagian kepada pemerintah federal meliputi: 1. hal-hal yang menyangkut kedudukan negara sebagai subyek hukum internasional, misalnya: masalah daerah, kewarganegaraan dan perwakilan diplomatik; 2. hal-hal yang mutlak mengenai keselamatan negara, pertahanan dan keamanan nasional, perang dan damai; 3. hal-hal tentang konstitusi dan organisasi pemerintah federal serta azas-azas pokok hukum maupun organisasi peradilan selama dipandang perlu oleh pemerintah pusat, misalnya: mengenai masalah uji material konstitusi negara bagian; 4. hal-hal tentang uang dan keuangan, beaya penyelenggaraan pemerintahan federal, misalnya: hal pajak, bea cukai, monopoli, matauang (moneter); 5. hal-hal tentang kepentingan bersama antarnegara bagian, misalnya: masalah pos, telekomunikasi, statistik. Menurut C.F. Strong, yang membedakan negara serikat yang satu dengan yang lain adalah: 1. cara pembagian kekuasaan antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian; 2. badan yang berwenang untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul antara pemerintah federal dengan pemerintah negara bagian. Berdasarkan kedua hal tersebut, lahirlah bermacam-macam negara serikat, antara lain: 1. negara serikat yang konstitusinya merinci satu persatu kekuasaan pemerintah federal, dan kekuaasaan yang tidak terinci diserahkan kepada pemerintah negara bagian. Contoh negara serikat semacam itu antara lain: Amerika Serikat, Australia, RIS (1949); 2. negara serikat yang konstitusinya merinci satu persatu kekuasaan pemerintah negara bagian, sedangkan sisanya diserahkan kepada pemerintah federal. Contoh: Kanada dan India; 3. negara serikat yang memberikan wewenang kepada mahkamah agung federal dalam menyelesaikan perselisihan di antara pemerintah federal dengan pemerintah negara bagian. Contoh: Amerika Serikat dan Australia;
2

dibentuklah alat perlengkapan atau badan yang di dalamnya duduk para wakil dari negara anggota. wilayah-wilayah yang sebelumnya ditempatkan di bawah mandat oleh Liga BangsaBangsa setelah Perang Dunia I. sedangkan dalam serikat negara keputusan yang diambil oleh serikat itu tidak dapat langsung mengikat warga negara dari negara anggota. Jerman (1815-1866) Perbedaan antara negara serikat dan perserikatan negara:  Dalam negara serikat. 1.4. keputusan yang diambil oleh pemerintah negara serikat dapat langsung mengikat warga negara bagian. Perwalian berlaku terhadap: 1. Persamaan antara negara serikat dan negara kesatuan bersistem desentralisasi: 1) Pemerintah pusat sebagai pemegang kedaulatan ke luar. pembentukan sistem perwalian internasional dimaksudkan untuk mengawasi wilayah-wilayah perwalian yang ditempatkan di bawah PBB melalui perjanjianperjanjian tersendiri dengan negara-negara yang melaksanakan perwalian tersebut. melainkan suatu perserikatan yang beranggotakan negara-negara yang masing-masing berdaulat. negara serikat yang memberikan kewenangan kepada parlemen federal dalam menyelesaikan perselisihan antara pemerintah federal dengan pemerintah negara bagian. hubungan luar negeri. daerah/ negara jajahan tidak berhak menentukan nasibnya sendiri. Dalam menjalankan kerjasama di antara para anggotanya. sedangkan dalam serikat negara. Karena terjajah. 2) Sama-sama memiliki hak mengatur daerah sendiri (otonomi). Contoh: Swiss. negara-negara bagian tidak boleh memisahkan diri dari negara serikat itu.  Dalam negara serikat.  Dalam negara serikat. Bentuk Kenegaraan Selain negara serikat. Tiap negara yang menjadi anggota perserikatan itu ada yang berdaulat penuh. Trustee (Perwalian) Negara Perwalian adalah suatu negara yang sesudah Perang Dunia II diurus oleh beberapa negara di bawah Dewan Perwalian dari PBB. ada pula yang disebut serikat negara (konfederasi). Hampir semua soal penting negara koloni diatur oleh pemerintah negara penjajah. pertahanan dan keamanan atau kepentingan bersama lainnya. Perserikatan Negara Perserikatan Negara pada hakikatnya bukanlah negara. Perserikatan pada umumnya timbul karena adanya perjanjian berdasarkan kesamaan politik. 3. negara bagian hanya berdaulat ke dalam. Konsep perwalian ditekankan kepada negaranegara pelaksana administrasi. Contoh Perserikatan Negara yang pernah ada:  Perserikatan Amerika Utara (1776-1787)  Negara Belanda (1579-1798). Pada negara bagian. Dewasa ini tidak ada lagi koloni dalam arti sesungguhnya. Koloni biasanya merupakan bagian dari wilayah negara penjajah. Sedangkan perbedaannya adalah: mengenai asal-asul hak mengurus rumah tangga sendiri itu. 2. Koloni atau Jajahan Negara koloni atau jajahan adalah suatu daerah yang dijajah oleh bangsa lain. ada pula yang tidak. hak otonomi itu merupakan hak aslinya. negara-negara anggota boleh memisahkan diri dari gabungan itu. hak itu diperoleh dari pemerintah pusat. sedangkan pada daerah otonom. Menurut Piagam PBB. 3 . sedangkan dalam serikat negara. negara-negara anggota tetap berdaulat ke dalam maupun ke luar.

yaitu bentuk gabungan negaranegara yang tidak memiliki alat perlengkapan bersama.2. sedangkan di ibukota Inggris. 2) Uni Personil yaitu suatu uni yang memiliki seorang kepala negara. Inggris – Skotlandia (1603-1707. Anggota-anggota persemakmuran itu antara lain: Inggris. Dominion Bentuk kenegaraan ini hanya terdapat di dalam lingkungan Kerajaan Inggris. 5. Uni Swedia – Norwegia (1815-1905). Perlengkapan negara itu dibentuk untuk mengurus kepentingan bersama. Uni sengaja dibentuk guna mewujudkan persatuan yang nyata di antara negara-negara anggotanya. 4. Tujuannya adalah untuk bekerja sama dalam bidang hubungan luar negeri. perdagangan (dan pada negara-negara tertentu juga dalam bidang keuangan). Contoh: Uni Belanda – Luxemburg (1839-1890). maka negara-negara itu kehilangan bentuk dominionnya. yaitu: 1) Uni Riil (Uni Nyata) yaitu suatu uni yang terjadi apabila negara-negara anggotanya memiliki alat perlengkapan negara bersama yang telah ditentukan terlebih dulu. Di sebagian dari negara-negara itu Raja/ Ratu Inggris diwakili oleh seorang Gubernur Jenderal. 6. Tidak semua bekas jajahan Inggris tergabung dalam Commonwealth karena keanggotaannya bersifat sukarela. Negara-negara itu tergabung dalam suatu perserikatan bernama “The British Commonwealth of Nations” (Negara-negara Persemakmuran). Indonesia – Belanda (1949). memiliki seorang kepala negara yang sama. sedangkan segala urusan dalam negeri maupun luar negeri diurus sendiri oleh negara-negara anggota. Kanada. Contoh: Uni Austria – Hungaria (1867-1918). Negara protektorat tidak dianggap sebagai negara merdeka karena tidak 4 . etc. Malaysia. Protektorat Sesuai namanya. wilayah-wilayah yang ditempatkan secara sukarela di bawah negara-negara yang bertanggung jawab tentang urusan pemerintahannya. Australia. Oleh karena itu persemakmuran itu kini dikenal dengan nama “Commonwealth of Nations”. 3. namun karena mengubah bentuk pemerintahannya menjadi republik/ kerajaan dengan kepala negara sendiri. Ikatan Commonwealth didasarkan pada perkembangan sejarah dan azas kerja sama antaranggota dalam bidang ekonomi. wilayah-wilayah yang dipisahkan dari negara-negara yang dikalahkan dalam Perang Dunia II. India. Contoh: Uni Indonesia – Belanda setelah KMB. Selain itu ada yang dikenal dengan nama Uni Ius Generalis. Pada umumnya Uni dibedakan menjadi dua macam. sejak tahun 1965 negaranegara itu diwakili oleh High Commissioner. Selandia Baru. Negara dominion semula adalah negara jajahan Inggris yang setelah merdeka dan berdaulat tetap mengakui Raja/ Ratu Inggris sebagai lambang persatuan mereka. Swedia – Norwegia (1814-1905). negara protektorat adalah suatu negara yang ada di bawah perlindungan negara lain yang lebih kuat. Uni Bentuk kenegaraan Uni adalah gabungan dari dua negara atau lebih yang merdeka dan berdaulat penuh. Tujuan pokok sistem perwalian adalah untuk meningkatkan kemajuan wilayah perwalian menuju pemerintahan sendiri. India dan Kanada adalah negara bekas jajahan Inggris yang semula berstatus dominion. Mikronesia merupakan negara trustee terakhir yang dilepas Dewan Perwalian PBB pada tahun 1994. Afrika Selatan.

Prof. 5 ."pemerintahan oleh segelintir individu". Aristokrasi Aristokrasi berasal dari bahasa Yunani kuno aristo yang berarti "terbaik" dan kratia yang berarti "untuk memimpin". 1. sedangkan monarki dan republik adalah bentuk pemerintahan modern. Mandat Negara Mandat adalah suatu negara yang semula merupakan jajahan dari negara yang kalah dalam Perang Dunia I dan diletakkan di bawah perlindungan suatu negara yang menang perang dengan pengawasan dari Dewan Mandat LBB. Kelima bentuk itu menurut Plato harus sesuai dengan sifat-sifat tertentu manusia. Bentuk Pemerintahan a. Negara protektorat semacam ini tidak menjadi subyek hukum internasional."pemerintahan oleh seorang individu". Palestina (Daerah Mandat A). Ketentuan-ketentuan tentang pemerintahan perwalian ini ditetapkan dalam suatu perjanjian di Versailles. Dalam teori klasik.Bentuk Pemerintahan Klasik Teori-teori tentang bentuk pemerintahan klasik pada umumnya masih menggabungkan bentuk negara dan bentuk pemerintahan. bentuk pemerintahan dapat di bedakan atas jumlah orang yang memerintah dan sifat pemerintahannya. Ajaran Plato (429 347SM) Plato mengemukakan lima bentuk pemerintahan negara. pertahanan dan sebagian besar urusan dalam negeri yang penting diserahkan kepada negara pelindung. Contoh: Syria. Lebanon. Adapun kelima bentuk itu sebagai berikut. Contoh: Monaco sebagai protektorat Prancis. aristokrasi dapat dibandingkan dengan:  otokrasi . Contoh: Brunei Darussalam sebelum merdeka adalah negara protektorat Inggris. SH juga berpendapat bahwa bentuk negara aristokrasi dan demokrasi adalah bentuk pemerintahan klasik. Negara protektorat dibedakan menjadi dua (2) macam. Afrika Barat Daya (Daerah Mandat C).  oligarki .  monarki . jika negara itu merupakan subyek hukum internasional. Hal ini sejalan dengan pendapat Mac Iver dan Leon Duguit yang menyatakan bahwa bentuk negara sama dengan bentuk pemerintahan.  meritokrasi . yaitu bentuk pemerintahan yang di pegang oleh kaum cendikiawan yang dilaksanakan sesuai dengan pikiran keadilan."pemerintahan oleh orang-orang kaya".memiliki hak penuh untuk menggunakan hukum nasionalnya. yaitu:  Protektorat Kolonial. Sebagai salah satu istilah bentuk pemerintahan.  Protektorat Internasional. Padmo Wahyono. jika urusan hubungan luar negeri."pemerintahan oleh seorang individu".  demokrasi . Zanzibar sebagai negara protektorat Inggris (1890) dan Albania sebagai negara protektorat Italia (1936)."pemerintahan oleh rakyat". Togo dan Kamerun (Daerah Mandat B)."pemerintahan oleh individu yang paling pantas untuk memimpin". Aristokrasi dapat diterjemahkan menjadi sebuah sistem pemerintahan yang dipimpin oleh individu yang terbaik. a)Aristokrasi.  plutokrasi . Contoh: Mesir sebagai negara protektorat Turki (1917). 7.

bahkan cenderung sewenang-wenang dan menindas rakyat. Ajaran Aristoteles (384 322 SM) Aristoteles membedakan bentuk pemerintahan berdasarkan dua kriteria pokok. b)Tirani. Dalam situasi pemerintahan tirani yang sewenang-wenang. yaitu bentuk pemerintah yang dipegang oleh seseorang demi kepentingan pribadi. Bentuk pemerintahan ini baik dan ideal. Bentuk pemerintahan ini merupakan pemerosotan dan buruk. perbedaan bentuk pemerintahan adalah sebagai berikut. yaitu bentuk pemerintahan pemerintahan yang di pegang dipegang oleh oleh golongan rakyat hartawan dan d)Demokrasi. 2. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh orang-orang tertentu demi kepentingan sebagian orang. a)Monarki. yaitu bentuk yang jelata. Berdasarkan dua kriteria tersebut. Monarki adalah bentuk pemerintahan yang pada mulanya mendirikan kekuasaan atas rakyat dengan baik dan dapat di percaya. Bentuk pemerintahan ini buruk dan merupakan kemerosotan.b)Timokrasi. e)Tirani. c)Aristokrasi. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok cendikiawan demi kepentingan kelompoknya. Bentuk pemerintahan ini kurang baik dan merupakan pemrosotan. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh satu orang demi kepentingan umum. f)Demokrasi. Namun pada perkembangannya. muncullah kaum bangsawan yang 6 . sifat pemerintahan ini baik dan ideal. yaitu bentuk pemerintah yang di pegang oleh orang-orang yang ingin mencapai kemasyuran dan kehormatan. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh seluruh rakyat demi kepentingan umum. c)Oligarki. 3. yaitu dengan mengganti bentuk pemerintahan ideal pliteia dengan demokrasi. para penguasa dalam hal ini adalah raja tidak lagi menjalankan pemerintahan untuk kepentingan umum. yaitu jumlah orang yang memegang pucuk pemerintahan dan kualitas pemerintahannya. Bentuk pemerintahan monarki bergeser menjadi tirani. Bentuk pemerintahan ini baik dan ideal. e)Pliteia. Ajaran Polybios (204-122 SM) Ajaran Polybios yang dikenal dengan Cyclus Theory sebenarnya merupakan pengembangna lebih lanjut dari ajaran aristoteles dengan sedikit perubahan. yaitu bentuk pemerintahan yang di pegang oleh seorang tiran ( sewenang-wenang) sehingga jauhdari cita-cita keadilan. yaitu bentuk pemerintahan yang dipegang oleh sekelompok cendikiawan demi kepentingan umum. d)Oligarki.

Bentuk Pemerintahan Monarkhi (Kerajaan) Leon Duguit dalam bukunya Traite de Droit Constitutional membedakan pemerintahan dalam bentuk monarki dan republik. maka kita berhadapan dengan republik. pemerintahan bergeser menjadi demokrasi. ratu. kebrobokan. Pemerintahan pun berubah dari tirani menjadi aristokrasi. Kalau kepala negaranya ditunjuk tidak berdasarkan turun-temurun tetapi dipilih. Aristokrasi yang semula baik dan memperhatikan kepentingan umum. pada perkembangannya tidak lagi menjalankan keadilan dan hanya mementingkan diri sendiri. Perintah raja merupakan undang-undang yang harus dipatuhi oleh rakyatnya. Dengan demikian. legislatif. Akibatnya. dan yudikatif yang menyatu dalam ucapan dan perbuatannya. Proses monarki konstitusional adalah sebagai berikut : a. Namun. Contoh: Perancis semasa Louis XIV dengan semboyannya yang terkenal L’etat C’est Moi (negara adalah saya). Perbedaan antara pemerintahan bentuk ―monarki‖ dan ―republik‖ menurut Leon Duguit. syah. 2) Monarki Konstitusional Monarki konstitusional adalah bentuk pemerintahan dalam suatu negara yang dikepalai oleh seorang raja yang kekuasaannya dibatasi oleh undang-undang dasar (konstitusi). Keadaan itu mengakibatkan pemerintahan aristokrasi bergeser ke oligarki. maka kita berhadapan dengan monarki. Mereka bersatu untuk mengadakan pemberontakan sehingga kekuasaan beralih pada mereka. Itulah sebabnya Polybios beranggapan bahwa lahirnya pemerintahan yang satu dengan yang lain sebagai akibat dari pemerintahan yang sebelumnya telah ada. Dalam pemerintahan oligarki yang tidak ada keadilanm rakyat berontak mengambil alih kekuasaan umtuk memperbaiki nasib. Rakyat menjalankan kekuasaan negara demi kepentingan rakyat.. Pemerintahan selanjutnya di pegang oleh beberapa orang dan memperhatikan kepentingan umum. Dari pemerintahan okhlorasi ini kemudian muncul seorang yang kuat dan berani yang dengan kekerasan dapat memegang pemerintahan. Jika ditunjuk berdasarkan hak turuntemurun. Contoh: negara Jepang dengan hak octrooi. b..bersekongkol untuk melawan. dan korupsi sehingga hokum sulit di tegakkan. Pada diri raja terdapat kekuasaan eksekutif. Perjalanan siklus pemerintahan di atas mamperlihatkan pada kita akan adanya hubungan kausal (sebab akibat) antara bentuk pemerintahan yang satu dengan yang lain. atau kaisar) yang kekuasaan dan wewenangnya tidak terbatas. adalah ada pada kepala negaranya. Dalam praktik-praktik ketatanegaraan. pemerintahan demokrasi yang awalnya baik lama keamaan banyak diwarnai kekacauan. bentuk pemerintahan monarki dan republik dapat dibedakan atas: 1) Monarki Absolut Monarki absolut adalah bentuk pemerintahan dalam suatu negara yang dikepalai oleh seorang (raja. 7 . Adakalanya proses monarki konstitusional itu datang dari raja itu sendiri karena ia takut dikudeta. serta sifat baik. pemerintahan kembali di pegang oleh satu tangan lagi dalam bentuk monarki.

Contoh: Inggris yang melahirkan Bill of RightsI tahun 1689. Adakalanya proses monarki konstitusional itu terjadi karena adanya revolusi rakyat terhadap raja. Namun. Sedangkan kepala pemerintahan berada di tangan perdana menteri yang bertanggungjawab kepada parlementer. yaitu pemerintahan yang menggariskan bahwa kekuasaan berada di tangan orang banyak (rakyat). dan Malaysia. Arab Saudi. Dalam pemerintahan ini. 3) Republik Parlementer Dalam sistem republik parlementer.[2] yang dibentuk dari kata δῆμος (dêmos) "rakyat" dan κράτος (Kratos) "kekuasaan". Yordania. Namun. namun tidka berfungsi. Demokrasi Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat.b. Alam sistem ini. Belanda. Bentuk Pemerintahan Republik Dalam pelaksaannya bentuk pemerintahan republik dapat dibedakan menjadi republik absolut. baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan). 2) Republik Konstitusional Dalam sistem republik konstitusional. merujuk pada sistem politik yang muncul pada pertengahan abad ke-5 dan ke-4 SM di negara kota Yunani Kuno. c.[4] Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburgnya mendefinisikan demokrasi sebagai "pemerintahan 8 . dan Brunei Darussalam. kekuasaan eksekutif dipegang oleh kabinet (perdana menteri) dan bertanggung jawab kepada parlemen. republik konstitusional.[3] Istilah demokrasi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles sebagai suatu bentuk pemerintahan. Bentuk monarki parlementer sampai sekarang masih tetap dilaksanakan di Inggris. dan republik parlementer. 3) Monarki Parlementer Monarki parlementer adalah bentuk pemerintahan dalam suatu negara yang dikepalai oleh seorang raja dengan menempatkan parlemen (DPR) sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. parlemen memang ada. pengawasan yang efektif dilakukan oleh parlemen. menyusul revolusi rakyat pada tahun 508 SM. pemerintahan bersifat diktator tanpa ada pembatasan kekuasaan. Fungsi raja hanya sebagai kepala negara (simbol kekuasaan) yang kedudukannya tidak dapat diganggu gugat.[1] Istilah ini berasal dari bahasa Yunani δημοκρατία – (dēmokratía) "kekuasaan rakyat". presiden memegang kekuasaan kepala negara dan kepala pemerintahan. Dalam monarki parlementer. 1) Republik Absolut Dalam sistem republik absolut. Di samping itu. Penguasa mengabaikan konstitusi dan untuk melegitimasi kekuasaannya digunakanlah partai politik. kekuasaan legislatif lebih tinggi daripada kekuasaan eksekutif. presiden tidak dapat diganggu-gugat. presiden hanya sebagai kepala negara. kekuasaan presiden dibatasi oleh konstitusi. khususnya Athena. Denmark.

setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi. kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. tetapi hak tersebut harus dihormati dan diberikan peluang serta pertolongan untuk mencapai hal tersebut. Prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. prinsip-prinsip demokrasi adalah:[16] 1.[5] Sistem demokrasi langsung digunakan pada masa awal terbentuknya demokrasi di Athena dimana ketika terdapat suatu permasalahan yang harus diselesaikan. dalam arti terbukanya peluang kepada semua orang.[10] Bagi Gus Dur. sistem ini menuntut partisipasi yang tinggi dari rakyat sedangkan rakyat modern cenderung tidak memiliki waktu untuk mempelajari semua permasalahan politik negara.[5] Demokrasi langsung Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. dengan tujuan membentuk masyarakat sosialis. 3.[7] Demokrasi terbentuk menjadi suatu sistem pemerintahan sebagai respon kepada masyarakat umum di Athena yang ingin menyuarakan pendapat mereka.[5] Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak. orang asing dan penduduk yang orang tuanya bukan orang Athena tidak memiliki hak untuk itu.[15] Prinsip-prinsip demokrasi. Kekuasaan mayoritas. dan berarti juga otonomi atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya.[5] Demokrasi memberikan kebebasan berpendapat bagi rakyat.[5] Dalam sistem ini.[16] Menurutnya.dari rakyat. Bentuk-bentuk demokrasi Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.[5] Di era modern sistem ini menjadi tidak praktis karena umumnya populasi suatu negara cukup besar dan mengumpulkan seluruh rakyat dalam satu forum merupakan hal yang sulit.[5] Dengan adanya sistem demokrasi. wanita. oleh rakyat.[9] [8] Di Indonesia. sesuai dengan apa yang dia inginkan. seluruh rakyat berkumpul untuk membahasnya.[8] Sementara itu. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah. seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka. kediktatoran dan pemerintahan otoriter lainnya dapat dihindari.[11] Masalah keadilan menjadi penting. Kedaulatan rakyat. pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme. kekuasaan absolut satu pihak melalui tirani. namun pada masa awal terbentuknya belum semua orang dapat mengemukakan pendapat mereka melainkan hanya lakilaki saja. budak. 9 .[5] Prinsip-prinsip demokrasi Rakyat dapat secara bebas menyampaikan aspirasinya dalam kebijakan politik dan sosial. dalam arti setiap orang mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya. 4. dan untuk rakyat". dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan "soko guru demokrasi". landasan demokrasi adalah keadilan. Hak-hak minoritas.[6] Melalui demokrasi. 2.[5] Selain itu. keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak.[5] Demokrasi perwakilan Dalam demokrasi perwakilan.

9. baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan). Aristoteles. umum. rakyat diberi kebebasan dan kemerdekaan. 4. rakyat hanya ingin memerintah dirinya sendiri dan tidak mau lagi diatur sehingga mengakibatkan keadaan menjadi kacau. penghargaan. bebas. Bentuk negara demokrasi klasik lahir dari pemikiran aliran yang dikenal berpandangan a tree partite classification of state yang membedakan bentuk negara atas tiga bentuk ideal yang dikenal sebagai bentuk negara kalsik-tradisional. 8. 7. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan. Jaminan hak asasi manusia. misalnya adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. dan mufakat. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat. dan politik. kekuasan berada di tangan rakyat sehingaa kepentingan umum (kepentingan rakyat) lebih diutamakan. dan sebagainya). 2. Ciri-ciri pemerintahan demokratis Dalam perkembangannya. Pemilihan yang bebas dan jujur. agama. golongan. Plato dalam ajarannya menyatakan bahwa dalam bentuk demokrasi. Nilai-nilai toleransi. Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara. Adanya pengakuan. Pluralisme sosial. dan rahasia serta jujur dan adil. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. 7. misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung.[4] Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut:[4] 1. Demokrasi Klasik 11. 10. dan 2.5. Proses hukum yang wajar. Polybius dan Thomas Aquino. Akan tetapi kemudian rakyat kehilangan kendali.[17] Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat dua asas pokok demokrasi. 11. Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum 5. yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungan sosial. Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah. ekonomi. 9. yaitu:[17] 1. yang disebut Anarki. kerja sama. Persamaan di depan hukum. Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik. Adanya pemilihan umum yang bebas. Secara prinsipil. pragmatisme. Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang. adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat. 6. Para penganut aliran ini adalah Plato. jujur. 3. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku. 6. 8. Aristoteles 10 . dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara). demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Pembatasan pemerintah secara konstitusional. Asas pokok demokrasi Gagasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan hakikat manusia. 10. 12.

sedangkan badan legisletafnya dinamakan parlemen. Ada tiga tipe demokrasi modern. diantaranya yaitu Switzerland. para menteri tidak memiliki hubungan pertanggungjawaban dengan badan legislatif. Hal ini dapat dilihat dari sistemnya sendiri di mana BADAN eksekutifnya merupakan bagian dari badan legislatif. besarnya golongan menengah. Pada prinsipnya konsep demokrasi yang dikemukakan oleh Polybius mirip dengan konsep ajaran Plato. Badan eksekutif terdiri dari kepala negara dan kabinet (dewan menteri). dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri demokrasi (modern) yaitu adanya hak pilih universal. demokrasi dibentuk oleh perwalian kekuasaan dari rakyat. Menurut Polybius. Sedangkan Thomas Aquino memahami demokrasi sebagai bentuk pemerintahan oleh seluruh rakyat dimana kepentingannya ditujukan untuk diri sendiri. Dalam hubungannya dengan badan perwakilan rakyat (legislatif). Presiden dan para menteri tidak dapat diberhentikan oleh badan legislatif. Diktatur Dari Wikipedia bahasa Indonesia. 19. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Bentuk pemerintahan Seri ini adalah bagian dari seri Politik Daftar bentuk pemerintahan  Anarki  Aristokrasi  Demokrasi 11 . Sistem ini menggambarkan hubungan yang erat antara badan eksektif dan legislatif. kelompok-kelompok yang berkepentingan mempunyai otonomi dan sistemsistem komunikasi umum. 20. yaitu : 15. partai-partai politik bersaing. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh American Institute of Public Opinion terhadap 10 negara dengan pemerintahan terbaik. 17. pemerintahan perwakilan. frekuensi melek huruf tinggi. Pertanggungjawaban para menteri diserahkan sepenuhnya kepada presiden. Dalam sistem ini terdapat pemisahan tegas antara badan dan fungsi legislatif dan eksekutif. Inggris. Swedia dan Jepang di posisi terakhir. wakil presiden dan menteri yang membantu presiden dalam menjalankan pemerintahan. Badan eksekutifnya dinamakan bundesrat yang merupakan bagian dari bundesversammlung (legislatif) yang terdiri dari nationalrat-badan perwakilan nasionaldan standerat yang merupakan perwakilan dari negara-negara bagian yag disebut kanton. 18. pembangunan ekonomi maju. Yang bertanggung jawab atas kekuasaan pelaksanaan pemerintahan adalah kabinet sehingga kebijaksanaan pemerintahan ditentukan juga olehnya. Badan eksekutif terdiri dari seorang presiden. Kepala negara hanyalah simbol kekuasaan tetapi mempunyai hak untuk membubarkan parlemen.sendiri mendefiniskan demokrasi sebagai penyimpangan kepentingan orang-orang sebagai wakil rakyat terhadap kepentingan umum. 21. Dalam sistem ini tidak terdapat pembagian dan pemisahan kekuasaan. 16. Demokrasi Modern 14. 13.

Para diktator Romawi diberikan kekuasaan mutlak pada saat-saat darurat. Setelah awal abad ke-2 12 . karena mereka takluk kepada hukum dan membutuhkan pembenaran di kemudian hari. gelar kehormatan:  Pontifex  Magister Maximus Militum  Legatus  Imperator  Dux  Princeps  Officium senatus  Praefectus  Kaisar  Vicarius  Augustus  Vigintisexvir  Caesar i  Tetrarkh  Lictor Politik dan hukum:  Senat  Hukum Romawi Romawi  Cursus  Kewarganegar honorum aan Romawi  Dewan  Auctoritas Romawi  Imperium  Kolegialitas edit Diktatur adalah suatu bentuk pemerintahan otokratis yang dipimpin oleh seorang diktator. Namun kekuasaan mereka tidak sewenang-wenang ataupun tidak dipertanggungjawabkan. Despotisme Topik-topik pemerintahan Romawi  Diktatur Kerajaan Romawi o Diktatur Militer Republik Romawi  Kleptokrasi Kekaisaran Romawi  Monarki Kepangeranan Dominat o Monarki absolut o Monarki konstitusional Romawi Barat Romawi Timur  Oligarki Magistratus biasa:  Otokrasi  Konsul  Aedile  Republik  Praetor  Tribuna o Republik Demokrasi  Quaestor  Censor o Republik Sosialis  Promagistrat  Gubernur  Sistem satu partai us  Teknokrasi Magistratus luar biasa:  Teokrasi o Republik Islam  Magister  Diktator  Tirani Equitum  Triumviri  Khilafah Islamiyah  Tribuna  Decemviri konsuler Portal Politik • edit Jabatan. Kata ini mempunyai dua kemungkinan arti:  Diktator Romawi yaitu suatu jabatan politis dari Republik Romawi. gelar.

Pada awal kurun ke-19.  Dalam penggunaan masa kini. sedangkan presiden biasanya memegang jabatan ini untuk jangka waktu tertentu. mobilisasi massa. konsep monarki mutlak hampir tidak ada lagi dan kebanyakannya adalah monarki konstitusional. hanya empat negara mempunyai penguasa monarki yang mutlak dan selebihnya terbatas kepada sistem konstitusi. Sedangkan pada dekade kedelapan abad ke-20. Setelah 1922. dan Afrika. Pada kebiasaannya penguasa monarki itu akan mewarisi tahtanya. diktatur merujuk kepada suatu bentuk pemerintah absolut yang otokratis oleh suatu kepemimpinan yang tidak dibatasi oleh hukum. tidak ada lagi bentuk diktatur seperti itu. terdapat lebih 900 tahta kerajaan di dunia. [sunting] Masa setelah Perang Dunia Pada masa setelah Perang Dunia. Diktatur fasis mengalami kekalahan total oleh Negaranegara Poros pada Perang Dunia II. Dari jumlah tersebut. rezim-rezim fasis. Mussolini membentuk prototipe diktatur fasis di Italia yang kemudian ditiru pada tahun 1930-an oleh Adolf Hitler di Jerman. dan penggunaan teror polisi secara sewenang-wenang oleh rezim. Monarki Dari Wikipedia bahasa Indonesia. seperti misalnya Sulla dan Kaisar Romawi menggunakan kekuasaannya dalam cara yang jauh lebih besifat pribadi dan sewenang-wenang. dan archein (αρχειν) yang berarti pemerintah.SM. Rezim-rezim ini seringkali terbukti tidak stabil. dan para diktator di kemudian hari. Monarki atau sistem pemerintahan kerajaan adalah sistem tertua di dunia. seperti misalnya Benito Mussolini di Italia dan Adolf Hitler di Jerman. Asia. ensiklopedia bebas Monarki. Pada masa antara Perang Dunia pula. dan bentuk-bentuk pemerintahan otoriter lainnya. berasal dari bahasa Yunani monos (μονος) yang berarti satu. mobilisasi massa. setelah mereka mencapai kemerdekaan mereka dalam gelombang dekolonisasi setelah Perang Dunia. Masa antara Perang Dunia Pada abad ke-20 diktatur telah menjadi tiang utama dari rezim-rezim satu partai. rezim militer. Pada masa antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II. diktatur menjadi ciri khas pemerintahan militer. Monarki merupakan sejenis pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa monarki. Namun dalam negara-negara federasi seperti Malaysia. dengan personalisasi kekuasaan di tangan sang diktator dan rekan-rekannya sehingga menciptakan sistem politik yang tidak pasti karena munculnya berbagai masalah mengenai suksesi. konstitusi. Pada zaman sekarang. penguasa monarki atau Yang dipertuan Agung hanya berkuasa selama 5 tahun dan akan digantikan dengan penguasa monarki dari negeri lain dalam persekutuan. Perbedaan di antara penguasa monarki dengan presiden sebagai kepala negara adalah penguasa monarki menjadi kepala negara sepanjang hayatnya. Di banyak bekas koloni Barat di Asia dan Afrika. yaitu penguasa monarki yang dibatasi kekuasaannya oleh konstitusi. dan pengerahan aktivitas sosial dan ekonomi. bermunculanlah rezim-rezim kepresidenan yang perlahan-lahan berubah menjadi diktaturdiktatur pribadi. dan terror polisi dengan pemerintahan diktatur di bawah Joseph Stalin yang kelak meluas ke rezim-rezim eksrem kiri lainnya di Asia. Uni Soviet mencampurkan sistem pemerintahan satu partai. hanya 40 takhta saja yang masih ada. Tetapi dalam sistem monarki 13 . tetapi menurun menjadi 240 dalam abad ke-20. atau faktor-faktor sosial dan politis lainnya di dalam negara. Monarki demokratis berbeda dengan konsep penguasa monarki yang sebenarnya. khususnya di Amerika Latin. mencampurkan prinsip-prinsip pemerintahan diktatur dengan sistem pemerintahan satu partai.

Selain itu. Meskipun demikian. Maroko. Kerajaan Pagatan (Pangeran Muda) [sunting] Gelar kepala negara di dunia Kepala negara mempunyai gelar berbeda di negara yang berbeda sesuai dengan bentuk negara tersebut. Kanoman (Sultan) 4. Pangeran Adipati. tahta penguasa monarki akan bergilir-gilir di kalangan beberapa sultan. pada masa sekarang ini biasanya peran sebagai ketua agama tersebut adalah bersifat simbolis saja. Pangeran Muda. Cangkupan wilayah seorang penguasa monarki dari wilayah yang kecil misalnya desa adat (negeri) di Maluku. Kasepuhan (Sultan) 3. Bagi kebanyakan negara. Oligarkhía) adalah bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya secara efektif dipegang oleh kelompok elit kecil dari masyarakat. Yang dipertuan Agung merupakan ketua agama Islam. Kacirebonan (Pangeran) 5. Oman)  Yang di Pertuan-agong (Malaysia)  Paus (Vatikan) Oligarki Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Qatar)  Kaisar (Jepang)  Pangeran (Monako)  Sultan (Brunei. tetapi hanya boleh menyandang gelar Pangeran. [sunting] Monarki  Raja. Malaysia misalnya. Kerajaan-kerajaan yang mempunyai perjanjian dengan pihak kolonial Belanda merupakan negara yang berdaulat di wilayahnya. terdapat beberapa jenis kepala pemerintahan yang mempunyai bidang kekuasaan yang lebih luas seperti Maharaja dan Khalifah. sebuah kecamatan atau distrik. sampai sebuah pulau besar atau benua (kekaisaran).demokratis. mengamalkan kedua sistem yaitu kerajaan konstitusional serta monarki demokratis. Penguasa monarki di Indonesia Jabatan penguasa monarki dijabat secara turun temurun. Contoh kerajaan: 1. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Oligarki (Bahasa Yunani: Ὀλιγαρχία. penguasa monarki biasanya ketua agama serta panglima besar angkatan bersenjata sebuah negara. Tidak semua bekas kerajaan dapat dipandang sebagai sebuah bekas negara (kerajaan). Swaziland. Kerajaan kecil sebagai cabang dari sebuah kerajaan besar tidak berhak menyandang gelar Sultan (Yang Dipertuan Besar). Sebuah kerajaan kecil (kerajaan distrik) tunduk kepada kerajaan yang lebih besar yang biasanya sebuah Kesultanan. Britania Raya. Ratu (Arab Saudi. atau Yang Dipertuan Muda walaupun dapat juga dipanggil dengan sebutan Raja. penguasa monarki merupakan simbol kesinambungan serta kedaulatan negara tersebut. Contohnya di Malaysia. baik dibedakan 14  . Sebagian wilayah kerajaan kecil (distrik) di Kalimantan diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda kepada pihak-pihak yang berjasa kepada kolonial Belanda. Kepala adat turun temurun pada desa adat di Maluku yang disebut negeri dipanggil dengan sebutan raja. Selain penguasa monarki. Thailand. Mangkunegaran (Pangeran Adipati) 2. sedangkan di Britania Raya dan negara di bawah naungannya. Raja yang menguasai sebuah distrik di Timor disebut liurai. Spanyol)  Emir (Kuwait. Ratu Elizabeth II adalah ketua agama Kristen Anglikan.

Dapat juga 15 . Dengan menggabungkan diri dengan negara serikat. oleh kelompok kecil) dan demokrasi (kekuasaan oleh mayoritas. dimana segala sesuatu dalam negara itu langsung diatur dan diurs oleh pemeintah pusat dan daerahdaerah tinggal melaksanakannya. Tiran sering bertindak mematahkan kelompok aristokrat dan membentuk persahabatan masyarakat yang lebih baik. Negara Serikat (Federasi) : Suatu negara yang merupakan gabungan dari beberapa negara yang menjadi negara-negara bagian dari negara serikat itu. dimana kepala daerah diberikan kesempatan dan kekuasaan untuk mengurus rumah tangganya sendiri (otonomi daerah) yang dinamakan daerah swatantra. keluarga. Tiran Yunani berkuasa dengan menggunakan prajurit sewaan dari luar daerah kekuasaannya . namun kemudian mendapatkan konotasi negatif. dan sebagainya. Keuangan. Di Atena. Penyerahan kekuasaannya kepada negara serikat adlah hal-hal yang berhubungan dengan hubungan luar negeri. Otokrasi biasanya dibandingkan dengan oligarki (kekuasaan oleh minoritas. Pertahanan Negara. Otokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya dipegang oleh satu orang.menurut kekayaan. Negara Kesatuan dapat berbentuk :  Negara kesatuan dengan sistem sentralisasi. Bentuk-bentuk negara dan pemerintahan 1. Negara-negara bagian itu asala mulanya adalah suatu negara yang merdeka dan berdaulat serta berdiri sendiri. Sekarang kata ini dikaitkan dengan penguasa tunggal yang memerintah secara brutal. atau militer. dan urusan Pos. yang berkuasa satu pemerintah pusat yang menatur seluruh daerah secara totalitas. kata ini mulai mendapatkan konotasi negatif sejak pemerintahan Hippias. Tiran Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Bentuk Negara a. dan menempatkan diri dan golongannya di atas kepentingan rakyat banyak. oleh rakyat). Kata tiran awalnya berkonotasi netral. 2. Kata ini berasal dari kata bahasa Yunani untuk "sedikit" (ὀλίγον óligon) dan "memerintah" (ἄρχω arkho). Bentuk negara ini tidak terdiri atas beberapa negara. Tiran berusaha membangun pipa air. dinding kota. Negara kesatuan : Suatu negara yang mereka dan berdaulat. yang menggabungkan diri sedemikian rupa hingga menjadi satu negara yang negara-negara itu mempunya status bagianbagian. Hal itu terjadi karena kemudian penguasa tiran sering digambarkan penulis Atena yang menganut demokrasi. Kekuasaan yang diserahkan itu disebutkan satu demi satu (limiatif) yang merupakan delegated powers (kekuasaan yang didelegasikan). Istilah ini diturunkan dari bahasa Yunani autokratôr yang secara harfiah berarti "berkuasa sendiri" atau "penguasa tunggal". ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Tiran (dari bahasa Yunani: τύραννος/týrannos) ialah aristokrat yang bertindak sebagai penguasa tinggal di polis pada zaman Yunani Kuno. kuil.  Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi. berarti ia telah melepaskan sebagian kekuasaanna dengan menyerahkan kepada negara serikat itu. Kekuasaan Asli ada pada negara bagian karena berhbungan langsung dengan rakyatnya. Tiran adalah seseorang yang memegang suatu bentuk pemerintahan dengan kepentingan pribadi yang disebut dengan sistem pemerintahan Tirani.

yang mutlak. raja . 3. ntahan Kerjaan (Monarki) adalah suatu negara yang kepala negaranya adalah seorang Raja. Perintah raja merupakan undang-undang yang harus dilaksanakan. kepala Negara itu merupakan lambing kesatuan Negara yang tidak dapat diganggu gugat (the king can do no wrong) yang bertanggung jawab atas kebijakan pemerintah menteri baik bersama-sama untuk keseluruhan maupun seorangan untuk porto polionya sendiri(system tanggung jawab (menteri) Yang dimaksud dengan republic adalah Negara dimana kepala negaranya seorang presiden republic dapat kita bedakan dalam 2 bentuk yaitu serikat dan kesatuan seperti juga dalam Negara kerajaan Negara rebuplik juga dapat memiliki perdana menteri (PM) yang sudah barang tentu presideng terpilih tidak lebih dari seorang symbol kecuali system pemerintahannya memberikan posisi dominant kepada presiden yaitu dengan jalan tidak dapat dijatuhkan presiden oleh mosi tidak percaya parlemen hal ini dicantumkan oleh kontitusi Negara tersebut : Sama hal nya monarki republik itu dapat dibagi menjadi: 1. 16 . dimana terdapat perlemen terhadap badan mana paramentri bai perseorangan maupun secara keseluruhan bertanggung ajawab sepenuhnya dalam system perlemen. golonga yang berkuasa). Monarki palementer yaitu suatu monarki. Monarki Mutlak. Kehendak negara adalah Kehendak Rja (I’etat c’est moi) b. demokrasi : pimpinan (pemeriontah) tertinggi Negara terletak ditangan rakyat (demos : rakyat). ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Untuk kegunaan lain dari Republik. 2. ologarki : pimpinan (pemerintah ) Negara terletak dalam tangan beberapa orang biasa nya daro kalangan golongan fendal . yaitu seluruh kekuasan negara berada di tangan rajam yang mempunyai kekuasaan dan wewenang yang tidak terbatas. Monarki Konstitusional yaitu suatu monarki. dimana kekuasaan raja itu dibatasi oleh suatu konstitusi (undang-undang dasar) raja tidak boleh b erbuat sesuatu yang bertentangan dengan Konstitusi dan segala perbuatannya harus berdasarkan dan harus sesuai dengan kontitusi c. Repulik parlemen Aristoteles . Republik mutlak (absolute) 2.diartikan bahwa bidang kegiatan pemerintah federasi adalah urusan-urusan selebihnya dari pemerintah negara-negara bagian (residuary powers). Republik konstitusi 3. 1. Republik Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Sultan. atau Kaisar dan Ratu. filosofi klasik tunani ternama membagi Negara dalam bentuk pemerintahnya sebagai berikut. lihat Republik (disambiguasi). Kepala negara diangkat (dinobatkan) secara turun-temurun dengan memilih putera/puteri tertua (sesuai dengan budaya setempat) dari isteri yang sah (permaisuri) Ada beberapa macam kerjaan (Monarki) a. Monarki :pimpinan (pemerintah)tertinggi negara terletak ditangan satu orang (mono : satu archein : pemerintah).

jabatan ketua negara dipegang oleh dua orang. Pada hampir setengah negara-negara monarki. Afrika Selatan yang telah menjadi republik sejak 1961. yang bertahan dari 509 SM hingga 44 SM. serta pihak yang berhubungan dengan mereka. dipanggil Bundesrat. mempunyai sedikit keserupaan selain dari nama mereka. Misalnya. Di negara monarki. Republikanisme juga dapat mengarah pada ideologi dari banyak partai politik yang menamakan diri mereka Partai Republikan. yang berkuasa dari segi adat istiadat saja. atau mempunyai akarnya dari anti-monarkisme. biasanya republik sering disamakan dengan demokrasi. yanng artinya kerajaan dimilik serta dikawal oleh rakyat. Daftar negara-negara Republik menurut benua  Eropa o Albania o Azerbaijan o Belarus o Bulgaria o Bosnia Herzegovina o Jerman o Kroasia o Republik Ceko o Perancis 17 . tetapi ada juga beberapa pengecualian misalnya di Swiss. bukan dari prinsip keturunan bangsawan. negara di bawah pimpinan Bokassa di Republik Afrika Tengah. atau "urusan awam". Di dalam Republik tersebut. dan di San Marino. Misalnya. sebuah republik adalah sebuah negara di mana tampuk pemerintahan akhirnya bercabang dari rakyat. Beberapa dari antaranya adalah. dan perdana menteri lebih berkuasa dari raja. sering Perdana Menteri mempunyai kuasa eksekutif lebih besar dibanding rajanya. Terdapat kasus dimana negara republik diperintah secara totaliter. yaitu Presiden. terdapat majelis tujuh pemimpin yang merangkap sebagai ketua negara. Walau begitu. [sunting] Republik dan konsep demokrasi Banyak yang berpendapat negara republik adalah lebih demokratik dari negara monarki. tetapi disebabkan dasar apartheid sekitar 80% penduduk kulit hitamnya dilarang untuk mengikuti pemilu. Dalam zaman modern ini.Dalam pengertian dasar. Amerika Serikat misalnya dianggap sebagai simbol demokrasi. prinsip-prinsip seperti anualiti (memegang pemerintah selama satu tahun saja) dan "collegiality" (dua orang memegang jabatan ketua negara) telah dipraktekkan. Tentu saja terdapat juga negara republik yang melakukan perwakilan secara demokrasi. Banyak negara monarki adalah demokratik. Istilah ini berasal dari bahasa Latin res publica. memang tak ada perbedaan yang jelas antara republik dan monarki. Monarki biasanya bertakhta seumur hidup dan kuasanya akan diberi kepada saudara atau anak. Dan ada juga kasus di beberapa republik dimana Presidennya memerintah secara totaliter. Untuk kebanyakan partai republikan hanyalah sebuah nama dan partai-partai ini. atau dipilih mengikut peraturan yang ditetapkan. Konsep republik telah digunakan sejak berabad lamanya dengan republik yang paling terkenal yaitu Republik Roma. Republikanisme adalah pandangan bahwa sebuah republik merupakan bentuk pemerintahan terbaik. Namun republik berbeda dengan konsep demokrasi. raja hanyalah sekedar lambang kedaulatan negara. Dari segi mana yang lebih demokratik. ketua negara suatu republik biasanya seorang saja. Namun itu semuanya sebenarnya bergantung kepada siapa yang memegang kuasa eksekutif.

    Italia Finlandia Kazakhstan Romania Rusia San Marino Swiss Turkmenistan Amerika Utara o Amerika Serikat o Meksiko Amerika Selatan o Argentina o Brasil o Bolivia o Chili o Kolombia o Peru Afrika o Afrika Selatan o Republik Afrika Tengah o Angola o Benin o Burkina Faso o Burundi o Chad o Mesir o Republik Kongo o Pantai Gading o Republik Demokrasi Kongo o Djibouti o Senegal Asia o Uni Emirat Arab o Bangladesh o Republik Rakyat China o Republik Cina (Taiwan) o India o Indonesia o Iran o Irak o Myanmar o Nepal (Sejak 28 Mei 2008. Nepal berganti sistem pemerintahan dari kerajaan ke republik) o Pakistan o Singapura 18 o o o o o o o o .

Negara. Kekuasaan dalam suatu Negara menurut Montesquieu diklasifikasikan menjadi tiga. Pemerintah adalah kekuasaan yang memerintah suatu wilayah. Dalam arti yang sempit.” Dengan demikian. Dan Kekuasaan Yudiskatif yang berate kekuasaan mengadili terhadap pelanggaran atas undang-undang. Dan dalam Kamus Bahasa Indonesia. cara. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Plutokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan yang mendasarkan suatu kekuasaan atas dasar kekayaan yang mereka miliki. atau cara. untuk kemudian diikuti di kawasan Genova. I. Italia. pemerintaha adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan eksekutif beserta jajarannya dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. c. daerah. Jadi. eksekutif. Mengambil kata dari bahasa Yunani. Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi. Pemerintahan adalaha perbuatan.o Timor-Leste Plutokrasi Dari Wikipedia bahasa Indonesia. dan yudikatif di suatu Negara dalam rangka mencapai tujuan penyelenggaraan negara. tatanan. yaitu Kekuasaan Eksekutif yang berarti kekuasaan menjalankan undang-undang atau kekuasaan menjalankan pemerintahan. Apa yang dimaksud dengan sistem pemerintahan presidensial? Untuk mengetahuinya. Selain bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik. hal. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945. Riwayat keterlibatan kaum hartawan dalam politik kekuasaan memang berawal di kota Yunani. pemerintahan adalah perbuatan memerintah yang dilakukan oleh badan-badan legislative. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan. Sistem pemerintaha diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang bekerja saling bergantungan dan memengaruhi dalam mencapaian tujuan dan fungsi pemerintahan. Ploutos yang berarti kekayaan dan Kratos yang berarti kekuasaan. atau. Pengertian Sistem Pemerintahan Istilah system pemerintahan berasal dari gabungan dua kata system dan pemerintahan. kata-kata itu berarti: a. Perintah adalah perkataan yang bermakna menyuruh melakukan sesuatau b. legislative dan yudikatif. system pemerintaha negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara. SISTEM PEMERINTAHAN Filed under: Uncategorized — witantra @ 4:30 pm Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. terlebih dahulu dibahas mengenai sistem pemerintahan. Sedangkan Pemerintahan berasal dari kata pemerintah. “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undanag-Undang Dasar. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. dan yang berasal dari kata perintah. Kekuasaan Legislatif yang berate kekuasaan membentuk undang-undang. urusan dalam memerintah Maka dalam arti yang luas. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Komponen-komponen tersebut secara garis besar meliputi lembaga eksekutif. Kata system merupakan terjemahan dari kata system (bahasa Inggris) yang berarti susunan. sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. 19 . jaringan. sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik.

cabinet ministrial dapat dibagi menjadi dua. Pada umumnya. Tujuan pemerintahan negara pada umumnya didasarkan pada cita-cita atau tujuan negara. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet presidensial adalah Amarika Serikat dan Indonesia b. Setiap departemen akan dipimpin oleh seorang menteri. Bhakan. Kabinet parlementer adalah suatu kabinet yang dibentuk dengan memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara yang ada didalam parlemen. Inggris disebut sebagai Mother of Parliaments (induk parlemen). cabinet parlementer dibagi menjadi tiga. 2. yaitu: 1. Apabila dilihat dari cara pembentukannya. a. presiden adalah kepala negaranya dan berkewajiban membentuk departemen-departemen yang akan melaksakan kekuasaan eksekutif dan melaksakan undang-undang. Lembaga-lembaga yang berada dalam satu system pemerintahan Indonesia bekerja secara bersama dan saling menunjang untuk terwujudnya tujuan dari pemerintahan di negara Indonesia. sedangkan Amerika Serikat merupakan tipe ideal dari negara dengan sistem pemerintahan presidensial. dan kabinet ministrial. Amerika Serikat juga sebagai pelopor dalam sistem pemerintahan presidensial. Kedua negara tersebut disebut sebagai tipe ideal karena menerapkan ciri-ciri yang dijalankannya. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Inggris adalah negara pertama yang menjalankan model pemerintahan parlementer. mencerdaskan kehidupan bangsa. yaitu kabinet koalisi. 20 . negara-negara didunia menganut salah satu dari sistem pemerintahan tersebut. kabinet nasional. Negara Inggris dianggap sebagai tipe ideal dari negara yang menganut sistem pemerintahan parlemen. perdamaian abadi dan keadilan social. Kabinet Ministrial Kabinet ministrial adalah suatu kabinet yang dalam menjalankan kebijaksaan pemerintan. Contoh negara yang menggunakan sistem kabinet ini adalah negara-negara di Eropa Barat. baik seorang menteri secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama seluruh anggota kebinet bertanggung jawab kepada parlemen/DPR. dan kabinet partai.hubungan antarlembaga negara. sistem pemerintahan parlementer. Kabinet dapat berbentuk presidensial. dan bekerjanya lembaga negara dalam mencapai tujuan pemerintahan negara yang bersangkutan. Apabile semua menteri yang ada tersebut dikoordinir oleh seorang perdana menteri maka dapat disebut dewan menteri/cabinet. Jika dilihat dari komposisi (susunan keanggotaannya). yaitu cabinet parlementer dan cabinet ekstraparlementer. II. tujuan pemerintahan negara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Sistem Pemerintahan Parlementer Dan Presidensial Sistem pemerintahan negara dibagi menjadi dua klasifikasi besar. sistem pemerintahan presidensial. Dalam suatu negara yang bentuk pemerintahannya republik. Misalnya. Adanya sistem pemerintahan lain dianggap sebagai variasi atau kombinasi dari dua sistem pemerintahan diatas. Kabinet Ekstraparlementer adalah kebinet yang pembentukannya tidak memperhatikan dan memperhitungkan suara-suara serta keadaan dalam parlemen/DPR. Kabinet Presidensial Kabinet presidensial adalah suatu kabinet dimana pertanggungjawaban atas kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh presiden. Presiden merangkap jabatan sebagai perdana menteri sehingga para menteri tidak bertanggung jawab kepada perlemen/DPR melainkan kepada presiden.

4. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat bertahan sepanjang mendapat dukungan mayoritas anggota parlemen. b. 3. Pemerintah atau kabinet terdiri dari atas para menteri dan perdana menteri sebagai pemimpin kabinet. Kepala pemerintahan adalah perdana menteri. Kepala negara tidak sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Sebagai imbangan parlemen dapat menjatuhkan kabinet maka presiden atau raja atas saran dari perdana menteri dapat membubarkan parlemen. Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap kabinet sehingga kabinet menjadi barhati-hati dalam menjalankan pemerintahan. Ciri-ciri dari sistem pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut: 1. Hal ini berarti bahwa sewaktu-waktu parlemen dapat menjatuhkan kabinet jika mayoritas anggota parlemen menyampaikan mosi tidak percaya kepada kabinet. Kedudukan badan eksekutif/kabinet sangat tergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu kabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen. Anggota parlemen terdiri atas orang-orang dari partai politik yang memenangkan pemiihan umum. Parlemen memiliki kekuasaan besar sebagai badan perwakilan dan lembaga legislatif. Partai politik yang menang dalam pemilihan umum memiliki peluang besar menjadi mayoritas dan memiliki kekuasaan besar di parlemen.Kedua negara tersebut sampai sekarang tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip dari sistem pemerintahannya. Badan legislatif atau parlemen adalah satu-satunya badan yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum. Pembuat kebijakan dapat ditangani secara cepat karena mudah terjadi penyesuaian pendapat antara eksekutif dan legislatif. kemudian sistem pemerintahan diadopsi oleh negara-negara lain dibelahan dunia. Dari dua negara tersebut. 6. 21 . sedangkan kepala negara adalah presiden dalam negara republik atau raja/sultan dalam negara monarki. Dalam sistem ini. 2. berikut ini ciri-ciri. b. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. Untuk lebih jelasnya. 5. Klasifikasi sistem pemerintahan presidensial dan parlementer didasarkan pada hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif. Hal ini karena kekuasaan eksekutif dan legislatif berada pada satu partai atau koalisi partai. kekuasaan eksekutif berada pada perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Sistem pemerintahan disebut presidensial apabila badan eksekutif berada di luar pengawasan langsung badan legislatif. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlementer: a. Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau kabinet tidak bias ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena sewaktu-waktu kabinet dapat bubar. Anggota kabinet umumnya berasal dari parlemen. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan parlementer. Perdana menteri dipilih oleh parlemen untuk melaksakan kekuasaan eksekutif. Selanjutnya. Sistem pemerintahan disebut parlementer apabila badan eksekutif sebagai pelaksana kekuasaan eksekutif mendapat pengawasan langsung dari badan legislatif. Kepala negara tidak memiliki kekuasaan pemerintahan. diadakan pemilihan umum lagi untuk membentukan parlemen baru. c. Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public jelas. Ia hanya berperan sebgai symbol kedaulatan dan keutuhan negara.

Hal itu terjadi apabila para anggota kabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai meyoritas. Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen sendiri. tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis. Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. b. kelebihan serta kekurangan dari sistem pemerintahan presidensial. Sistem Pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Sebelum Diamandemen. Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan eksekutif. 2. 2. Mereka dipilih oleh rakyat secara terpisah. Misalnya. Karena pengaruh mereka yang besar diparlemen dan partai. Presiden tidak dipilih oleh parlemen. Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum (rechtsstaat). Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer.c. 6. Sistem Konstitusional. Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. 1. Sistem Pemerintahan Indonesia a. Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak. berikut ini ciri-ciri. Penyelenggara negara berada ditangan presiden. 4. Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya. d. Presiden Indonesia adalah lima tahun. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen dimanfaatkan dan manjadi bekal penting untuk menjadi menteri atau jabatan eksekutif lainnya. 3. Kedua badan tersebut tidak berhubungan secara langsung seperti dalam sistem pemerintahan parlementer. Sistem pertanggungjawaban kurang jelas. d. anggota kabinet dapat mengusai parlemen. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat. Pokok-pokok sistem pemerintahan negara Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum diamandemen tertuang dalam Penjelasan UUD 1945 tentang tujuh kunci pokok sistem pemerintahan negara tersebut sebagai berikut. masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun. Presiden tidak bertanggungjawab kepada parlemen. c. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen. Dalam sistem pemerintahan presidensial. Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Presiden tidak berada dibawah pengawasan langsung parlemen. b. Ciri-ciri dari sistem pemerintaha presidensial adalah sebagai berikut. 22 . Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial: a. Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen. 5. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial: a. badan eksekutif dan legislatif memiliki kedudukan yang independen. 1. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif. Untuk lebih jelasnya. c.

Karena itui tidak adanya pengawasan dan tanpa persetujuan DPR. Sistem pemerintahan ini dijalankan semasa pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto. sistem pemerintahan Indonesia masih mendasarkan pada UUD 1945 dengan beberapa perubahan seiring dengan adanya transisi menuju sistem pemerintahan yang baru. Sistem pemerintahan baru diharapkan berjalan mulai tahun 2004 setelah dilakukannya Pemilu 2004. Pokok-pokok sistem pemerintahan Indonesia adalah sebagai berikut. sedangkan sistem pemerintahan presidensial. 2. Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. Presiden dan wakil presiden dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan lima tahun. Mekipun adanya kelemahan. berdasarkan UUD 1945 yang telah diamandemen itulah menjadi pedoman bagi sistem pemerintaha Indonesia sekarang ini. 3. Presiden adalah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi dibawah Majelis Permusyawaratan Rakyat. b. Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali. Presiden adalah kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas. 7. 4. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sebelum diberlakukannya sistem pemerintahan baru berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen keempat tahun 2002. Menteri negara ialah pembantu presiden. menteri negara tidak bertanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. maka kekuasaan presiden sangat besar dan cenderung dapat disalahgunakan. Memasuki masa Reformasi ini.3. perlu disusun pemerintahan yang konstitusional atau pemerintahan yang berdasarkan pada konstitusi. Sistem pemerintahan Negara Indonesia Berdasarkan UUD 1945 Setelah Diamandemen Sekarang ini sistem pemerintahan di Indonesia masih dalam masa transisi. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara. Berdasarkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan. bangsa Indonesia bertekad untuk menciptakan sistem pemerintahan yang demokratis. 2001. diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Konflik dan pertentangan antarpejabat negara dapat dihindari. 2000. sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 menganut sistem pemerintahan presidensial. Berdasarkan hal itu. Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi daerah yang luas. Hamper semua kewenangan presiden yang di atur menurut UUD 1945 tersebut dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR sebagai wakil rakyat. Untuk masa 23 . Reformasi yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan atau amandemen atas UUD 1945. 5. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif. tidak mudah jatuh atau berganti. kekuasaan yang besar pada presiden juga ada dampak positifnya yaitu presiden dapat mengendalikan seluruh penyelenggaraan pemerintahan sehingga mampu menciptakan pemerintahan yang kompak dan solid. Ciri dari sistem pemerintahan masa itu adalah adanya kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan. dalam praktik perjalanan sistem pemerintahan di Indonesia ternyata kekuasaan yang besar dalam diri presiden lebih banyak merugikan bangsa dan negara daripada keuntungan yang didapatkanya. Bentuk pemerintahan adalah republik. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi 1. yaitu pada tahun 1999. 6. Namun. Untuk itu. 2. dan 2002. dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional. 1. Sistem pemerintahan lebih stabil.

Wilayah negara terbagi dalam beberapa provinsi. Presiden dan wakilnya dipilih dan diangkat oleh MPR untuk masa jabatan 5 tahun. Bengkulu. DKI Jakarta. Bangka Belitung. Maluku. Kabinet atau menteri diangkat oleh presiden dan bertanggung jawab kepada presiden. Riau. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. Kalimantan Selatan.jabatan 2004-2009. Namun pada pemilu tahun 2004. sedangkan sistem pemerintahan adalah presidensial. Selain lembaga DPR dan DPD. Sulawesi Barat. DPR terdiri atas para wakil rakyat yang dipilih melalui pemilu dengan sistem proporsional terbuka. Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran) Dengan demikian. 1. ada perubahan-perubahan baru dalam sistem pemerintahan Indonesia. presiden dan wakil presiden akan dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket. 2. antara lain adanya pemilihan secara langsung. Presiden dalam mengangkat penjabat negara perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. DPR tetap memiliki kekuasaan megawasi presiden meskipun secara tidak langsung. Beberapa variasi dari sistem pemerintahan presidensial di Indonesia adalah sebagai berikut. Kepulauan Riau. Sistem pemerintahan ini juga mengambil unsure-unsur dari sistem pemerintahan parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem presidensial. Para anggota dewan merupakan anggota MPR. Kalimantan Barat. Jawa Barat. Hal itu diperuntukan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. Provinsi tersebut adalah Nanggroe Aceh Darussalam. Sulawesi Utara. sistem bikameral. dan pemberian kekuasaan yang lebih besar kepada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. Papua Barat. Kalimantan Tengah. Kalimantan Timur. 5. Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul dari DPR. Anggota DPD adalah para wakil dari masing-masing provinsi yang berjumlah 4 orang dari tiap provinsi. serta bertanggung jawab kepada presiden. Parlemen terdiri atas dua bagian (bikameral). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 6. Bali. Papua. Daerah Istimewa Yogyakarta. Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Makamah Agung dan badan peradilan dibawahnya. 3. 5) Parlemen terdiri atas 2 bagian (bikameral). dan Sumatra Selatan. Jawa Tengah. Maluku Utara. Nusa Tenggara Timur. yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sulawesi Selatan. Pokok-pokok Sistem Pemerintahan Republik Indonesia 1) Bentuk negara kesatuan dengan prinsip otonomi yang luas. Sulawesi Tengah. Lampung. 4. 4) Kabinet atau menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden. Presiden dan Wakil Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat dalam satu paket untuk masa jabatan 2004 – 2009. Jambi. mekanisme cheks and balance. Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan atau persetujuan dari DPR. Sumatra Barat. terdapat DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota yang 24 . Banten. Para anggota DPR dan DPD merupakan anggota MPR. 2) Bentuk pemerintahan adalah republik. 3) Pemegang kekuasaan eksekutif adalah Presiden yang merangkap sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Sulawesi Tenggara. Perubahan baru tersebut. Gorontalo. Anggota DPD dipilih oleh rakyat melalui pemilu dengan sistem distrik perwakilan banyak. Jawa Timur. Nusa Tenggara Barat. Jadi. 4. Sumatra Utara.

hukum. dapat difahami bahwa dalam perkembangan sistem pemerintahan presidensial di negara Indonesia (terutama setelah amandemen UUD 1945) terdapat perubahan-perubahan sesuai dengan dinamika politik bangsa Indonesia. Hal itu diperuntukkan dalam memperbaiki sistem presidensial yang lama. mekanisme cheks and balance dan pemberian kekuasaan yang lebih besar pada parlemen untuk melakukan pengawasan dan fungsi anggaran. Beberapa variasi dari Sistem Pemerintahan Presidensial RI 1) Presiden sewaktu-waktu dapat diberhentikan oleh MPR atas usul DPR. Namun sistem pemerintahan ini juga mengambil unsur-unsur dari sistem parlementer dan melakukan pembaharuan untuk menghilangkan kelemahankelemahan yang ada dalam sistem presidensial. sistem politik.anggotanya juga dipilih melaui pemilu. pertahanan keamanan dan sebagainya. b. b. 6) Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya. yaitu pengadilan tinggi dan pengadilan negeri serta sebuah Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial. Panglima TNI dan kepala kepolisian. tanda kehormatan. Jadi. dengan 25 . Contohnya pembuatan perjanjian internasional. Berikut ini dapat dilihat perbandingan model sistem pemerintahan negara republik Indonesia sebelum dan setelah dilaksanakan amandemen Undang-Undang Dasar 1945 : Masa Orde Baru (Sebelum amandemen UUD 1945) Di dalam Penjelasan UUD 1945. masih tetap menganut Sistem Pemerintahan Presidensial. adanya pemilihan presiden langsung. dalam melaksanakan tugasnya/ tindakan apapun harus dilandasi oleh hukum dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas. dicantumkan pokok-pokok Sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagai berikut : a. hak asasi manusia. Ini mengandung arti bahwa negara. DPR memiliki kekuasaan legislatif dan kekuasaan mengawasi jalannya pemerintahan. karena Presiden tetap sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. 4) Parlemen diberi kekuasaan yang lebih besar dalam hal membentuk undang-undang dan hak budget (anggaran). Indonesia adalah negara hukum (rechtssaat) Negara Indonesia berdasar atas hukum (rechtsstaat). pemberian amnesti dan abolisi. Contohnya dalam pengangkatan Duta untuk negara asing. Secara umum dengan dilaksanakannya amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pada era reformasi. Perubahan baru tersebut antara lain. tanda jasa. 7) Sistem pemerintahan negara Indonesia setelah amandemen UUD 1945. telah banyak membawa perubahan yang mendasar baik terhadap ketatanegaraan (kedudukan lembaga-lembaga negara). DPR tetap memiliki kekuasaan mengawasi presiden meskipun secara tidak langsung. 2) Presiden dalam mengangkat pejabat negara perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR. sistem bikameral. 3) Presiden dalam mengeluarkan kebijakan tertentu perlu pertimbangan dan/atau persetujuan DPR. Presiden juga berada di luar pengawasan langsung DPR dan tidak bertanggung jawab pada parlemen. termasuk di dalamnya pemerintah dan lembagalembaga negara lain. tidak berdasarkan atas kekua-saan belaka (machtsaat). Gubernur Bank Indonesia. Sistem Konstitusional Pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar). pemberian gelar. Sistem ini memberikan ketegasan cara pengendalian pemerintahan negara yang dibatasi oleh ketentuan konstitusi.

Hal itu karena Presiden bukan saja dilantik oleh Majelis. dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden. Undang-undang. mengangkat dan memberhentikan mentri-mentri negara. artinya kedudukan Presiden tidak tergantung dari Dewan. Presiden adalah ―mandataris‖ dari Majelis yang berkewajiban menjalankan ketetapan-ketetapan Majelis. Presiden tidak bertanggungjawab ke-pada Dewan Perwakilan Rakyat. d. tetapi tergantung pada Presiden. Majelis inilah yang memegang kekuasaan negara tertinggi. Presiden. Presiden harus bekerja sama dengan DPR. korupsi. seperti Ketetapan-Ketetapan MPR. 2) Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara. Presiden harus mendapat persetujuan dari DPR. apabila dianggap sungguh-sungguh melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. b. Dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara. tunduk dan bertanggungjawab kepada Majelis. Menteri-mentri itu tidak bertanggungjawab kapada DPR dan kedudukannya tidak tergantung dari Dewan. e. Tentang sistem pemerintahan negara republik Indonesia dapat dilihat di dalam pasalpasal sebagai berikut : a. Dalam hal pembentukan undangundang dan menetapkan APBN. sedang Presiden harus menjalankan haluan negara menurut garis-garis besar yang telah ditetapkan oleh Majelis. Menteri-menteri merupakan pembantu presiden. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas. Presiden yang diangkat oleh Majelis. tindak pidana berat lainnya atau perbuatan tarcela. 3) Mengangkat kepala negara (Presiden) dan wakil kepala negara (wakil presiden). Kekuasaan negara tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. namun secara substantif dapat dilihat pada pasal-pasal sebagai berikut : 26 . f. Menteri negara ialah pembantu Presiden. tanpa ada penjelasan.sendirinya juga ketentuan dalam hukum lain yang merupakan produk konstitusional. penyuapan. Kedaulatan rakyat dipegang oleh suatu badan yang bernama MPR sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia Tugas Majelis adalah: 1) Menetapkan Undang-Undang Dasar. dan sebagainya. Negara Indonesia adalah negara Hukum. g. tanggung jawab penuh ada di tangan Presiden. Peraturan Pemerintah. Presiden ialah penyelenggara peme-rintah Negara yang tertinggi menurut UUD. juga harus memperhatikan sungguh-sungguh suara-suara dari DPR karena DPR berhak mengadakan pengawasan terhadap Presiden (DPR adalah anggota MPR). Sistem Konstitusional Secara eksplisit tidak tertulis. Meskipun kepala negara tidak bertanggung jawab kepada DPR. tetapi bukan berarti ia ―diktator‖ atau tidak terbatas. c. Presiden tidak dapat membu-barkan DPR seperti dalam kabinet parlementer. tetapi juga dipercaya dan diberi tugas untuk melaksanakan kebijaksanaan rakyat yang berupa Garis-garis Besar Haluan Negara ataupun ketetapan MPR lainnya. Presiden tidak bertanggungjawab kepada Dewan. DPR juga mempunyai wewenang mengajukan usul kepada MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Oleh karena itu. Kedudukan Presiden dengan DPR adalah neben atau sejajar.. menteri negara tidak ber-tanggungjawab kepada Dewan Perwa-kilan Rakyat. Tercantum di dalam Pasal 1 ayat (3). Presiden memilih. Masa Reformasi (Setelah Amandemen UUD 1945) Undang-Undang Dasar 1945 berdasarkan Pasal II Aturan Tambahan terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal. selain harus bertanggung jawab kepada MPR.

parlementer dan campuran yang kadang-kadang disebut ―kuasi Presidensil‖ atau ―kuasi parlementer‖. pada mulanya pemerintahan dipimpin oleh seorang raja yang bertanggung jawab atas seluruh sistem politik atau sistem ketatanegaraan. selain mempunyai hak interpelasi. Pertama. Belgia dan sewedia. f. meskipun perubahan dari fase ke fase yang lain tidak selalu tampak jelas. MPR berdasarkan Pasal 3. mempunyai wewenang dan tugas sebagai berikut : .J WuestHal ini didasarkan pada prinsip diffusions kekuasaan. hance eksekutif dapat membubarkan ligislature atau ia harus mengundurkan diri bersama-sama dengan sisa whent 27 . Masih relevan dengan jiwa Pasal 3 ayat (2).Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden.Cirri parlementer menurut S. kekua-saannya dibatasi oleh undang-undang. Ada tanggung jawab bersama antara eksekutif dan legislatif. Menteri negara ialah pembantu Presiden. Kemudian muncul sebuah majelis dengan anggota yang menetang hegemoni raja. Dengan memperhatikan pasal-pasal tentang kekuasaan pemerintahan negara (Presiden) dari Pasal 4 s. 22B). MPR berwenang memberhentikan Presiden dalam masa jabatanya (Pasal 3 ayat 3). Pergeseran tersebut seringkali dijelaskan kedalam tiga fase peralihan. mejalis mengambil ahli tanggung jawab atas pemerintahan dengan bertindak sebagai parlemen maka raja kehilangan sebagian besar kekuasaan tradisionalnya. Presiden sebagai kepala negara.d. 16. hak angket. dan menyatakan pendapat. Secara umum sistim pemerintahan terbagi atas tiga bentuk yakni sistim pemerintahan Presidensil. . g.. Kekuasaan negara tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kedua. juga hak mengajukan pertanyaan. menyampaikan usul dan pendapat serta hak imunitas (Pasal 20 A ayat 2 dan 3).L Witman dan J.d. Demikian juga DPR.Pasal 5 ayat (1) dan (2) . Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) bahwa MPR terdiri dari anggota DPR dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara.Dan lain-lain c. Sistem pemerintahan negara republik Indonesia masih tetap menerapkan sistem presidensial.Pasal 3 ayat (3) .Dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD.Pasal 4 ayat (1) .[4] Sistem pemerintahan parlementer terbentuk karena pergeseran sejarah hegemonia kerajaan. e. Ketiga. Kekuasaan Kepala Negara tidak tak terbatas. pengubahan dan pembubarannya diatur dalam undang-undang Pasal 17). d. dan Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 19 s.Pasal 2 ayat (1) . Presiden ialah penyelenggara peme-rintah Negara yang tertinggi menurut UUD. Menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden yang pembentukan. menteri negara tidak ber-tanggungjawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat.[5] Oleh sebab itu keberadaan sistem parlementer tidaklah lepas dari perkembangan sejarah negara kerajaan seperti Inggris. maka ketentuan bahwa Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR masih relevan. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. . Pasal 4 ayat (1) dan ayat (2).

kedudukan Presiden hanya ditemukan pada sistem parlementer yang berbentuk negara republik. tinggi redahnya corak kolektif dalam sistem 28 . (iv) Setiap anggota kabinet adalah anggota parlement yang terpilih. Di beberapa negara. Dalam kaitannya dengan kedudukan Presiden berdasarkan apa yang dijabarkan dalam ciri tersebut. amnesti. mengesahkan undang-undang.[7] Berdasarkan ciri-ciri sistem pemerintahan tersebut. atau Kanselir) dipilih oleh kepala tituler yhe Negara (Monarch atau Presiden). kepala negara juga memiliki kedudukan seremonial tertentu seperti pengukuhan.[12] Menurut von Mettenheim dan Rockman sebagaimana dikutip Rod hague dan Martin Harrop sistem Presidensil memiliki beberapa ciri yakni :[13] 1. (ii) Kabinet dibentuk sebagai satu kesatuan dengan tanggung jawab kolektif dibawah Perdana Menteri. terpisah tidaknya personalia legislatif dan eksekutif (separation of legislatif and eksekutif personels). abolisi dan rehalibitasi. populer pemilihan dari Presiden yang mengarahkan goverenment dan membuat janji untuk itu. Premier. (v) Kepala pemerintahan (Perdana Menteri) tidak dipilih langsung oleh rakyat. mengangkat duta dan konsul. dan para pejabat tinggi lainnya. (iii) Kabinet mempunyai hak konstitusional untuk membubarkan parlemen sebelum periode bekerjanya berakhir.L Witman dan J.[11] Presiden pada sistem Presidensil dipilih secara langsung oleh rakyat atau melalui badan pemilihan dan memiliki masa jabatan yang ditentukan oleh konstitusi. menerima duta besar dan perwakilan negara-negara asing. Ada juga tanggung jawab bersama antara eksekutif dan kabinet. kepala pemerintahan dalam sistem Presidensial tidak dapat dipaksa untuk mengundurkan diri oleh badan legislatif (meskipun terdapat kemungkinan untuk memecat seorang Presiden dengan proses pendakwaan luar biasa). melantik dan mengambil sumpah Perdana Menteri beserta para anggota kabinet. Selain itu Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa dalam sistem parlementer dapat dikemukakan enam ciri. Dalam keadaan normal.J Wuest pada ciri yang keempat dan Jimly Asshiddiqie Pada ciri yang keenam. baik atau yang dapat dibawa turun oleh yang lain (untuk mencegah penggunaan sewenang-wenang kekuasaan).[8] Dalam pemerintahan Presidensial tidak ada pemisahan antara fungsi kepala negara dan fungsi kepala pemerintahan. keduanya memiliki persamaan. 3. (vi) Adanya pemisahan yang tegas antara kepala negara dengan kepala pemerintahan. kedudukan Presiden hanyalah sebagai kepala negara sedangkan kepala pemerintahan diemban oleh Perdana Menteri. memberikan grasi. Menurut S. yaitu: terpisah tidaknya kekuasaan seremonial dan politik (fusion of ceremonial and political powers). yaitu: (i) Kabinet dibentuk dan bertanggung jawab kepada parlement. melainkan hanya dipilih menjadi salah seorang anggota parlement. tidak ada overlap dalam keanggotaan antara eksekutif dan legislatif. Menurut Duchacck perbedaan utama antara sistem Presidensil dan parlementer pada pokoknya menyangkut empat hal. Pada hakekatnya kedua pendapat tersebut tidaklah berbeda. tetap hal kantor untuk Presiden dan perakitan. 2. Eksekutif (Perdana Menteri. accorfing untuk mendukung mayoritas di legislatif. Selain itu pada negara-negara yang menganut sistem multi partai kepala negara dapat mempengaruhi pemilihan calon Perdana Menteri. Jika pada sistem parlementer memiliki pemerintah/eksekutif kolektif atau kolegial maka pada sistem Presidensial memiliki eksekutif nonkolegial (satu orang).kebijakan kabinet nya atau tidak lagi diterima oleh mayoritas anggota di legislatif. kedua fungsi tersebut dijalankan oleh Presiden. Pada sistem parlementer kedudukan Presiden hanya sebagai kepala negara dimaksud bahwa Presiden hanya memiliki kedudukan simbolik sebagai pemimpin yang mewakili segenap bangsa dan negara. para anggota kabinet Presidensial hanya merupakan penasehat dan bawahan Presiden.

[17] Perdana Menteri pada umumnya ditugaskan oleh Presiden.[16] Didalamnya ditentukan bahwa Presiden mengangkat para menteri termasuk Perdana Menteri seperti sistem Presidensil.[14] Bagan Sistem Perintahan Presidensil[15] Sedangakan untuk sistem pemerintahan campuran memiliki corak tersendiri yang juga dapat disebut sistem semi-presidensial. is responsible for day-to-day domestic government (including relations with the assembly) but the Presiden retains an oversight role. Perubahan Undang-Undang Dasar 1 29 . Dilihat dari sudut pertanggungan jawab Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Indonesia mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan. maka berarti bahwa eksekutif dapat dijatuhkan oleh lembaga negara lain – kepada siapa Presiden bertanggung jawab – maka sistem pemerintahan di bawah Undang-Undang Dasar 1945 dapat disebut ―quasi Presidensil‖ Kekuasaan Presiden di dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebelum perubahan yang dikatakan menganut sistim pemerintahan ―quasi Presidensial‖ memiliki tiga kekuasaan sebagai yakni. adanya pembagian otoritas didalam eksekutif. sistem pemerintahannya adalah Presidensil. Konstitusi RIS. yakni :[18] Para Presiden republik ini dipilih oleh hak pilih universal. 3. sebagiman dikatakan lebih lanjut:[20] Jadi berdasarkan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar 1945. bagaimanapun. dan dapat pada umumnya mengambil kuasa-kuasa keadaan darurat. Indonesia terus mencari suatu bentuk yang ideal. usually appointed by the Presiden.pertanggungjawbannya (lack of collective responsibility). Menurut Duverger sistem ini memiliki ciri. tetapi turut serta didalam pengurusan pemerintahan. Dia telah berlawanan dia. and can usually take emergency powers. karena Presiden adalah eksekutif. dan pasti tidaknya jabatan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan (fixed term of office). Alasannya karena dilihat dari sudut pertanggungjawaban Presiden kepada MPR. Bagan Sistem Perintahan campuran[19] Sejarah ketatanegaraan Indoenesia sejak berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 kemerdekaan. seorang perdana menteri dan menteri yang memiliki kekuasaan eksekutif dan pemerintahan dan dapat tinggal di kantor hanya jika parlemen tidak menunjukkan oposisi kepada mereka. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 sampai dengan perubahan UndangUndang Dasar 1945.Jadi pada sistem campuran ini kedudukan Presiden tidak hanya sebagai serimonial saja. 2. The prime minister. Dia memiliki kekuatan cukup besar. sebagai kepala negara. Sistem pemerintahan campuran dapat diartikan: Semi-Presidenial government combines an elected Presiden performing political tasks with a prime minister who heads a cabinet accountable to parliament. tetapi pada saat yang sama Perdana Menteri juga diharuskan mendapat kepercayaan dari parlemen seperti dalam sistem parlementer. adalah bertanggung jawab untuk pemerintah domestik sehari-hari tetapi memiliki tanggung jawab untuk urusan luar negeri. sebagai kepala pemerintahan dan sebagai mendataris MPR. Kusnardi dan Harmaily Ibrahim mengatakan bahwa Indonesia di bawah Undang-Undang Dasar 1945 menganut sistim pemerintahan ―quasi Presidensial‖. responsibility for foreign affairs. sedangkan menterimenteri adalah pembantu Presiden.

Para Presiden republik ini dipilih oleh hak pilih universal. sebagai kepala pemerintahan dan sebagai mendataris MPR.Jadi pada sistem campuran ini kedudukan Presiden tidak hanya sebagai serimonial saja. Perubahan Undang-Undang Dasar 1 30 . Dia telah berlawanan dia. Undang-Undang Dasar Sementara 1950 sampai dengan perubahan UndangUndang Dasar 1945. Alasannya karena dilihat dari sudut pertanggungjawaban Presiden kepada MPR. sebagiman dikatakan lebih lanjut:[20] Jadi berdasarkan Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar 1945. karena Presiden adalah eksekutif. maka berarti bahwa eksekutif dapat dijatuhkan oleh lembaga negara lain – kepada siapa Presiden bertanggung jawab – maka sistem pemerintahan di bawah Undang-Undang Dasar 1945 dapat disebut “quasi Presidensil” Kekuasaan Presiden di dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebelum perubahan yang dikatakan menganut sistim pemerintahan “quasi Presidensial” memiliki tiga kekuasaan sebagai yakni. Dilihat dari sudut pertanggungan jawab Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat. Bagan Sistem Perintahan campuran[19] Sejarah ketatanegaraan Indoenesia sejak berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 kemerdekaan. Konstitusi RIS. sebagai kepala negara. sistem pemerintahannya adalah Presidensil. bagaimanapun. Dia memiliki kekuatan cukup besar. Indonesia terus mencari suatu bentuk yang ideal. adanya pembagian otoritas didalam eksekutif. seorang perdana menteri dan menteri yang memiliki kekuasaan eksekutif dan pemerintahan dan dapat tinggal di kantor hanya jika parlemen tidak menunjukkan oposisi kepada mereka. Indonesia mengalami beberapa perubahan sistem pemerintahan. tetapi turut serta didalam pengurusan pemerintahan. sedangkan menterimenteri adalah pembantu Presiden. 3. 2. Kusnardi dan Harmaily Ibrahim mengatakan bahwa Indonesia di bawah Undang-Undang Dasar 1945 menganut sistim pemerintahan “quasi Presidensial”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful