Muraqabah Allah (Merasa Selalu Diawasi Oleh Allah

)
Oleh Prof. Dr. Faalih bin Muhammad ash-Shaghiir Mukaddimah Kajian kali ini sangat urgen sekali untuk direnungi sekaligus diamalkan, sebab hanya dengan begitu semua amalan kita akan dapat bernilai. Betapa tidak, bukankah ketika melakukan suatu amalan, seorang hamba selalu berharap agar diganjar oleh Allah dan dinilai-Nya ikhlash karena-Nya bila amalan itu baik dan bila amalan itu buruk, pastilah seorang hamba takut ada yang mengetahuinya. Padahal semua itu pastilah diketahui oleh Allah sebab Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Karena itu, sudah sepantasnyalah seorang hamba merasa dirinya selalu diawasi oleh Allah sehingga semua amalannya terjaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ini semua, tentunya berkat penjagaan seorang hamba terhadap Rabbnya di mana buahnya, Rabbnya pun akan selalu menjaganya. Naskah Hadits ّ َ ّ َ َ ٍ ّ ِ ‫ع َن اب ْن ع َباس قال: »ك ُن ْت خل ْف الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َوما ً, فَقال: يا غ ُل َم, إ ِني‬ َ َ ُ ّ ُ َ َ َ ُ ْ َ َ ِ َ ‫أ ُعل ّمك كلمات: إحفظ الله يحفظ ْك, إحفظ الله تجده تجاهك, إذا سأ َل ْت فاسأ‬ َ ‫ِ ْ ُ َ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ل الله, وَإ ِذا‬ َ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ِ َ ْ ِ ٍ َ ِ َ ُ َ ِ َ ّ ‫است َعَن ْت فاست َعِن بالله, واع ْل َم أ َن ال ُمة ل َوِ اجت َمعَت ع َلى أ َن ي َن ْفعوك ب ِشيء ل َم ي َن ْفعوك إ ِل‬ َ ُ َ ْ ٍ ْ َ َ ُ َ ْ َ ّ ّ ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ َ ْ َ َ ّ ُ َ ‫ب ِشيء قَد ْ ك َت َب َه الله ل َك, ولو اجت َمعوا ع َلى أ َن ي َضروك ب ِشيء ل َم ي َضروك إ ِل ّ ب ِشيء قَد ْ ك َت َب َه‬ ٍ ْ َ ٍ ْ َ ْ ُ َ ْ ُ ْ ٍ ْ َ َ ّ ُ ُ .‫الله ع َل َي ْك, رفِعَت ال َقْل َم وَجفت الصحف«. قال: هَذا حديث حسن صحيح‬ ٌ ِ ّ َ ُ ِ ٌ َ َ ُ ّ ٌ ُ َ

Dari Ibn ‘Abbas radhiallahu ‘anhu., dia berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi shallallahu ‘alahi wasallam., lalu beliau bersabda, ‘Wahai Ghulam, sesungguhnya ku ingin mengajarkanmu beberapa kalimat (nasehat-nasehat), ‘Jagalah Allah, pasti Allah menjagamu, jagalah Allah, pasti kamu mendapatinya di hadapanmu, bila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta tolong, maka minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, bahwa jikalau ada seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfa’at bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu, dan jikalau mereka berkumpul untuk merugikanmu (membahayakanmu) dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa melakukan itu kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan

“Beristiqamahlah (mantaplah) sebab kamu tidak akan . perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya. “Hadits ini mencakup beberapa wasiat agung dan kaidah Kulliyyah (menyeluruh) yang termasuk perkara agama yang paling urgen. (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). Di antara isi wasiat ini adalah agar menjaga Allah Ta’ala. Jaami’ al-‘Uluum. Di antara hal yang terdapat perintah agar menjaganya secara khusus adalah shalat. dia berkata. Sebagaimana firman-Nya. at-Turmudzy. h.al-Baqarah:238). “Jagalah segala shalat(mu).. dan (jagalah) shalat Wustha.” (HR..I. sangat disayangkan sekali bila buta terhadap hadits ini dan kurang memahami maknanya. ‘Hadits Hasan Shahih’. Hadits di atas menunjukkan perhatian khusus Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam.beberapa nasehat dalam untaian yang singkat namun padat makna. ternyata ia begitu membuatku tercengang dan hampir saja aku berbuat sia-sia. yaitu dengan menjaga Hudud-Nya. Hadits ini juga diriwayatkan Imam Ahmad) Urgensi Hadits Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullahu. Menjaga hal itu dapat direalisasikan dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan tidak melanggar apa yang diperintahkan dan diizinkan-Nya dengan melakukan apa yang dilarang-Nya. sebagian ulama pernah berkata.” (Lihat.” (Q.483) Kosa Kata Makna perkataannya: Di belakang Nabi : yakni di atas kendaraannya Wahai Ghulam : yakni bocah yang belum mencapai usia 10 tahun Jagalah Allah : yakni jagalah aturan-aturan-Nya (Hudud-Nya) dan komitmenlah terhadap segala perintahnya serta jauhilah segala larangannya Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering : yakni takdir-takdir telah ditetapkan dan telah dicatat di Lauh al-Mahfuuzh Pesan-Pesan Hadits 1.. ‘Aku sudah merenungi hadits ini. Sungguh. dan thaharah (kesucian) sebagaimana bunyi hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di sini (dalam hadits) beliau mengajarkan si bocah ini – yang tak lain adalah Ibnu ‘Abbas.Qaaf:32-33) 3.s. Allah Ta’ala berfirman.s.lembaran-lembaran telah kering. berkata. “Inilah yang dijanjikankepadamu. (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. Jld. terhadap umatnya dan kerja karas beliau di dalam menumbuhkan mereka di atas ‘aqidah yang benar dan akhlaq mulia. hak-hak. Saking urgennya. 2.” (Q.

kuat.IV. al-Maa`idah:89) 4. “Mereka itu adalah para malaikat yang menjaganya atas perintahAllah. Allah berfirman ketika menyinggung tentang Musa dan Harun ‘alaihuma salaam. ta’at kepada-Nya dan selalu mengadakan kontak dengan-Nya dalam semua kondisinya sebab orang yang mengenal .. Allah juga menjaganya di dalam kubur dan setelah alam kubur dari kengerian dan derita-deritanya dengan menaunginya pada hari di mana tiada naungan selain naunganNya 5. Jld. Demikian juga dengan yang terjadi terhadap Nabi dan Abu Bakar ash-Shiddiq saat keduanya berhijrah dan berada di gua. Dia menjaganya di dalam kehidupannya dari syubhat-syubhat yang menyesatkan dan syahwat yang diharamkan. Dan bila takdir telah tiba.” (Q.” (Q. “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya di muka dan di belakangnya.. “Janganlah kamu berdua khawatir.” (Dikeluarkan oleh ‘Abduurrazzaq. bersabda. sehat dan sakitnya. Muslim dan at-Turmudzy) 6. Seorang Muslim wajib mengenal Allah Ta’ala. al-Firyaaby.614).” (Q.Ibnu Majah). Di antaranya juga adalah sumpah sebagaimana firman-Nya. ar-Ra’d:11). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.s.mampu menghitung-hitung.. muda. Allah juga menjaganya di dalam agama dan keimanannya.s. Di antara penjagaan yang diberikan oleh Allah adalah penjagaan-Nya terhadapnya di dalam kehidupan dunia dan akhirat: a. h. Allah juga menjaganya di masa kecil. c. lemah. mereka pun meninggalkannya. Ibn al-Mundzir dan Ibn Abi Haatim sebagai yang disebutkan di dalam kitab ad-Durr al-Mantsuur. sesungguhnya Aku berserta kamu berdua. mereka menjaganya atas perintah Allah. Aku mendengar dan melihat. sesungguhnya Allah beserta kita. yaitu terhadap badannya.Bukhari. “Dan jagalah sumpahmu. Allah menjaganya di dunia. Di antara penjagaan Allah lainnya terhadap hamba-Nya adalah menganugerahinya ketenangan dan kemantapan jiwa sehingga dia selalu berada di dalam penyertaan khusus Allah. berkata.” (HR. Thaaha:46).S..” (HR. “Apa katamu terhadap dua orang di mana Yang Ketiganya adalah Allah? Janganlah kamu bersedih. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik pekerjaan kamu adalah shalat sedangkan yang bisa menjaga wudlu itu hanya seorang Mukmin. Mengenai hal ini. Ibn Jarir. Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. anaknya dan keluarganya sebagaimana firman-Nya. b.

sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dan bila ia ditimpa hal yang tidak menguntungkannya (kemudlaratan). Sebagai konsekuensi dari semua itu. “Katakanlah. kesia-siaan dan celaka 8.Muslim) 12. bersabda... Ia harus bersabar dan mengharap pahala dari Allah atas hal itu serta bercita-cita agar mendapatkan kemudahan . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. orang mati dan sebagainya. sesungguhnya semua kondisinya adalah baik. maka Allah akan mengenalnya di dalam kondisi sulitnya dan saat dia berhajat kepada-Nya 7.” (HR. serta mengetahui bahwa seluruh upaya yang dilakukan semua makhluk karena bertentangan dengan hal yang ditakdirkan tidak akan ada gunanya sama sekali. Dan tidaklah menimpa seorang hamba kecuali takdir-takdir yang telah dicatatkan atasnya di dalam kitab catatan amal sekalipun semua makhluk berupaya untuk melakukannya (mencelakan dirinya atau memberikan manfa’at kepadanya). maka itu adalah baik (pula) baginya. Seorang harus selalu antusias untuk memperbanyak meminta pertolongan kepada Allah dan memohon kepada-Nya dalam semua kondisi dan situasi yang dihadapinya.s. hal yang bermanfa’at atau pun membahayakannya kecuali apa yang telah ditakdirkan oleh Allah darinya. Allah berfirman. Yang menjadikan sesuatu bermanfa’at. al-Fatihah:5) 9. Allah berfirman. fit.” (Q. maka ketika itulah dia akan mengetahui bahwa hanya Allah semata Yang memberi mudlarat.” (Q. “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan diganjari pahala mereka dengan tanpa hisab (perhitungan). ia bersyukur. Seorang Muslim harus menghadapi takdir-takdir Allah yang tidak mengenakkannya dengan penuh keridlaan dan kesabaran agar bisa meraih pahala atas hal itu. jika ia mendapatkan kesenangan. Bila seorang hamba telah mengetahui bahwa tidak akan ada yang dapat menimpanya baik berupa kebaikan. maka itu adalah baik baginya. semuanya itu sudah ditakdirkan atasnya. “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepadaMu pula kami meminta tolong.. Yang Maha Memberi atau pun Menahannya. 11. Hendaklah dia tidak memohon kepada selain-Nya terhadap hal tidak ada yang mampu melakukannya selain Allah seperti meminta kepada para wali yang shalih. Allah Ta’ala berfirman. ia bersabar. muda. Seorang Muslim tidak boleh dihantui keputusasaan dan pupus harapan terhadap rahmat Allah ketika mengalami suatu problem atau musibah. seorang hamba mestilah mentauhidkan Rabbnya dan menunggalkan-Nya dalam berbuat keta’atan dan menjaga Hudud-Nya. Dan dalam sebuah hadits.s. keburukan. baik yang mencelakakan dirinya atau yang menguntungkannya.at-Taubah:51) 10. sehat dan kayanya namun sesungguhnya nasib orang yang demikian ini hanyalah kerugian.” (Q. “Sungguh aneh kondisi seorang Mukmin.Allah di dalam kondisi sukanya. Sesungguhnya apa-apa yang menimpa seorang hamba di dunia. Terkadang ada orang yang tertipu dengan kondisi kuat. az-Zumar:10).s.

Dari sinilah. seorang istri yang lama ditinggal pergi suaminya. suatu keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa Allah SWT senantiasa mengawasinya. Lebih membuatku gundah lagi. Karena dengan muraqabah inilah. tentulah akan tercipta kehidupan yang adil. Demikianlah. Karena sikap muraqabah ini mencerminkan adanya pengawasan dan pemantauan Allah terhadap dirinya. h. sebagaimana pada masa Rasulullah SAW. . pejabat. makmur. bersya’ir pada tengah malam. Pasti ranjang ini telah bergetar karena kemaksiatan. Adapun dari segi istilah. Makna Muraqabah • • Dari segi bahasa muraqabah berarti pengawasan dan pantauan. sekiranya bukan karena takut terhadap Allah.104-109) Muraqabah Sebagai Penyempurna Keshalehan Seorang Hamba Diposkan oleh Rikza Maulan. juga teramat sunyi. kendatipun ia tengah ‘kesepian’ ditinggal sang suami. Ia mengutarakan kegundahan hatinya yang ‘kesepian’ karena tiada suami yang mendampinginya. tiada suami yang mencumbuiku.. karyawan dan seluruh kaum muslimin dapat memberikan sikap seperti ini dalam diri mereka.(jalan keluar) sebab sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran dan bersama kesulitan itu ada kemudahan (SUMBER: Silsilah Manaahij Dawraat al-‘Uluum asy-Syar’iyyah –al-Hadiits. hingga mampu mengantarkannya pada derajat seorang mu’min sejati. sederhana dan diridhai Allah SWT. dan juga karena takut terhadap azab Allah. Pernah suatu ketika. Inilah urgensi sikap muraqabah dalam kehidupan muslim. muraqabah adalah.Dr. Umar bin Abdul Aziz dan lain sebagainya.Fi`ah anNaasyi`ah. seseorang dapat menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dimanapun ia berada. kita dapat membayangkan sekiranya seluruh pemimpin. yang kebetulan di dengar oleh Umar bin Khatab ra. ia pun menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. M. karena merasa bahwa Allah akan mengetahuinya jika ia melakukan perbuatan maksiat. Lc. Namun demi Allah.Ag di 17:29 Muraqabah merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang muslim. khulafa’urrasyidin. karya Prof. tanpa adanya sikap seperti ini. melihatnya. Ia mengatakan: ُ ُ ِ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ َ ِ َ َ ُ ‫َ َ ْ َ َ َ َ ّ ْ ُ َ ْ َ ّ َ ِ ُ ُ ََ َ ّ ِ ْ َ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ِب‬ ‫لقد طال هذا الليل واسود جانبه وأرقني أل خليل ألع ُه فوال لو ل ال تخشى عواقبه‬ ُ ُِ َ َ ِ ْ ِ ّ َ َ ْ ِ َ ّ َ َ ‫لحرك من هذا السرير جوانبه‬ Sungguh terasa teramat panjangnya malam ini.Faalih bin Muhammad ash-Shaghiir. ulama. Demikian pula sebaliknya. akan membawa seseorang pada jurang kemaksiatan kepada Allah kendatipun ilmu dan kedudukan yang dimilikinya.

“Dan Kami lebih dekat padanya dari pada urat lehernya sendiri. baik yang sembunyi-sembunyi atau yang terang-terangan hanya kepada Allah.” Sehingga dari sini pula akan timbul kecintaan yang membara untuk bertemu dengan-Nya. “kalau begitu. Umar mengatakan pada pengembala tersebut. hingga menyadari dengan sepenuh hati. “Tidak !. akan muncul pengamalan yang maksimal dalam beribadah kepada Allah SWT. Umar menangis. Namun hal tersebut tidak dilakukannya. dimanapun ia berada. setiap pendengarannya. Dalam al-Qur’anpun Allah pernah mengatakan. akan terwujud dalam dirinya sifat muraqabah. dimanakah Allah?” Mendengar jawaban seperti itu. Kemudian Umar mengajaknya pergi ke tuannya lalu dimerdekakannya.” Pengembala mengatakan lagi. Abdullah bin Dinar mengemukakan. Suatu hal yang sudah pasti dari adanya sifat seperti ini adalah optimalnya ibadah yang dilakukan seseorang serta jauhnya ia dari kemaksiatan. atau kapanpun ia beramal dalam kondisi seorang diri. kendatipun hal tersebut sangat memungkinkannya. dimanapun dan kapanpun. saya ini seorang budak. tanpa keraguan. Syekh Ibrahim bin Khawas mengatakan. dan mengetahui segala apapun yang dilakukannya dalam setiap waktu. bahkan setiap keinginannya yang belum terlintas dalam dirinya. bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-geriknya. bahwa suatu ketika saya pergi bersama Umar bin Khattab ra. sehingga ia dapat mengontrol segala perilakunya. setiap yang terlintas dalam hatinya. Umar berkata kepada penembala: “Hai pengembala. “Kamu telah dimerdekakan di dunia oleh ucapanmu dan semoga ucapan itu bisa memerdekakanmu di akhirat kelak. sikap ini mencerminkan keimanan kepada Allah yang besar. setiap pandangannya. yaitu Allah SWT. untuk bertemu dengan Sang Kekasih. Assami’ dan Al-Bashir” pada Allah SWT. juallah seekor kambingmu kepada saya. “Katakan saja kepada tuanmu bahwa dombanya diterkam serigala. Sehingga dari sifat ini. tiba-tiba muncul seorang penggembala menuruni lereng gunung menuju kami.” Umar menimpali lagi. Al-Alim. jika ia berbohong dan menjual dombanya tersebut. tanpa kebimbangan. Urgensi Sifat Muraqabah 1.• • mendengarnya.” Pengembala ini sangat meyadari bahwa Allah memahami dan mengetahuinya. Maka barang siapa yang memahami Sifat Allah ini dan beribadah atas dasar konsekwensi Sifat-sifat-Nya ini. 2. setiap nafas atau setiap kedipan mata sekalipun. setiap saat. Ketika kami sedang beristirahat. ataupun ketika berada di tengah-tengah keramaian orang. Urgensi lainnya dari sifat muraqabah ini adalah rasa kedekatan kepada Allah SWT. Karena ia menyadari bahwa Allah senantiasa melihat dan mengawasinya. Ia takut melakukan perbuatan kemaksiatan. bahwa muraqabah “adalah bersihnya segala amalan. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan : . Ia pun akan memandang dunia hanya sebagai ladang untuk memetik hasilnya di akhirat. Pada intinya. menuju Mekah.” Beliau mengemukakan hal seperti ini karena konsekwensi sifat muraqabah adalah berperilaku baik dan bersih hanya karena Allah. setiap langkahnya.” Ia menjawab. Karena tiada orang yang akan mengadukannya pada tuannya. Salah seorang ulama juga mengungkapkan bahwa muraqabah ini merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah dengan pemahaman sifat “Arraqib.

Muraqabah merupakan sunnah perintah Rasulullah SAW. Petunjuk Praktis Mencapai Derajat Taqwa’ . dan Allah tidak menyukai hamba-Nya yang melakukan perbuatan maksiat. serta gaulilah manusia dengan pergaulan yang baik. bertaubat.” (HR. Abdullah Nasih Ulwan mengemukakan dalam ‘Tarbiyah Ruhiyah. Dalam sebuah hadits beliau mengatakan: ِ ْ ُ َ ْ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ َ َ ‫َ ْ َ ِ َ ّ ُ ْ َ ِ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ ُ َ ِ ْن‬ ‫عن أبي ذر جندب بن جنادة وأبي عبد الرحمن معاذ ب ِ جبل رضي ال عنهما عن رسول‬ ِ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ّ ِ ِ ْ ََ َ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ّ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫ال صلى ال عليه وسلم قال: اتق ال حيثما كنت، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق‬ َّ ِ ٍ َ َ ٍ ُُ ِ َ ّ ‫الناس بخلق حسن‬ “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada. maka Allah pun akan merindukan pertemuannya dengan diri-Nya. ada empat macam bentuk muraqabah.ِ َ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ ُ ّ َ َ ِ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: من أحب لقاء ال أحب ال لقاءه، ومن كره لقاء ال‬ َّ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َُ َِ ُ َِ َ ‫كره ال لقاءه‬ “Barang siapa yang merindukan pertemuan dengan Allah. tanggung jawab.” (Ighatsatul Lahfan. AlImam al-Kirmani mengatakan. Dan rasa rindu seperti ini tidak akan muncul kecuali dari adanya sifat muraqabah. Dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah. Muraqabah dalam kemaksiatan. juz I/ 48) 4. amanah. Bukhari). . Muraqabah dalam hal-hal yang bersifat mubah. Sesorang yang bermuraqabah kepada Allah. Sehingga ia mampu beribadah secara maksimal. akan memiliki ‘firasat’ yang benar. Sekiranya pun ia telah melakukan maksiat. Tirmidzi) Macam-macam Sifat Muraqabah Syeikh Dr. Sikap seperti berangkat dari keyakinannya bahwa Allah mengetahuinya. Karena ia menyadari bahwa Allah Maha mengetahui segala niatan amalnya yang tersembunyi di balik relung-relung hatinya yang paling dalam sekalipun. seprti menjaga adab-adab terhadap Allah. bermuamalah yang baik kepada setiap insan. menjaga dirinya dari syahwat. karena Allah akan murka pada dirinya dengan kemaksiatannya itu. baik ketika sendirian ataupun di tengah-tengah keramaian. “Barang siapa yang memakmurkan dirinya secara dzahir dengan ittiba’ sunnah. dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan segala perintah-Nya Seperti benar-benar menfokuskan tujuan amal ibadahnya hanya kepada Allah dan karena Allah. secara batin dengan muraqabah. bersyukur atas segala kenikmatan yang telah diberikan-Nya pada kita. maka Allah pun tidak menyukai pertemuan dengannya” (HR. maka firasatnya tidak akan salah. 3. menyesali perbuatan-perbuatan dosa yang pernah dilakukannya dan lain sebagainya. dan membiasakan diri mengkonsumsi makanan yang halal. jujur. dengan menjauhi perbuatan maksiat. yaitu: • • • Muraqabah dalam ketaatan kepada Allah SWT. dan bukan karena faktorfaktor lainnya. manundukkan dirinya dari keharaman. dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik guna menghapuskan perbuatan buruk tersebut. ia akan bertaubat dengan sepenuh hati kepada Allah dengan penyesalan yang mendalam.

akan dijumpai banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan mengenai sikap muraqabah ini. berani dan lain sebagainya. Dan jika kamu menampakkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya.” 2. dalam artian bahwa Allah senantiasa mengetahui segala gerak-gerik. Ia yakin bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang datang dari Allah dan menjadi hal yang terbaik bagi dirinya. dan oleh karenanya ia akan bersabar terhadap sesuatu yang menimpanya. yaitu dengan ridha pada ketentuan Allah SWT serta memohon pertolongan-Nya dengan penuh kesabaran. Sebagai contoh Allah mengatakan dalam al-Qur’an: 1. hingga dalam sujud sekalipun. dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan jadilah ia sebagai seorang dai yang disukai umatnya. 26: 218-220) ُ َِ ْ ُ ِ ّ َ ُ ُ ّ ِ َ ِ ِ ّ ‫الذي يراك حين تقوم ، وتقلبك في الساجدين، إنه هو السميع العليم‬ ِ َ َ َّ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ َ ِ ّ “Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang). Sehingga benar-benar tiada tempat untuk berlari bagi esan dari pengetahuan Allah SWT.” . 3: 29) ِ َْ ِ ََ ِ ََّ ‫قل إن تخفوا ما في صدوركم أو تبدوه يعلمه ال ويعل ُ ما في السموات وما في الرض‬ ِ َ ‫ُ ْ ِ ْ ُ ْ ُ َ ِ ُ ُ ِ ُ ْ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ ْ َ ْ ُ ّ َ َ ْ َم‬ ُ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ُ ََ ّ َ ‫وال على كل شيء قدير‬ ُ “Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendakiNya. 40:19) ُ ُّ ‫يعلم خائنة العين وما تخفي الصدور‬ ِ ْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ْ َ َ ِ َ ُ َْ َ “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. tingkah laku. Pengetahuan Allah tentang setiap gerak-gerik kita. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. guratan-guratan dalam hati dan lain sebagainya. perhatian. Pengetahuan Allah tentang apa yang ada dalam hati kita (QS. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. sederhana. niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Sehingga seorang muslim akan tampil dengan kepribadian yang menyenangkan terhadap setiap orang yang dijumpainya. (QS. ulet.• lemah lembut. pasti Allah mengetahuinya.” Dalam ayat lain.” Dalam ayat lain Allah mengatakan. 2: 284): ُ ّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ َ ُ ُ ُ ْ ُ ْ َ ْ ُ ِ ُ َ ِ َ ُ ْ ُ ْ َِ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ َ ّ ‫ل ما في السموات وما في الرض وإن تبدوا ما في أنْفسكم أو تخفوه يحاسبكم به ال‬ ِ َ ّ ِ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ُ ََ ّ َ ُ َ َ ْ َ ُ ّ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ ِ ُ ِ ْ َ َ ‫فيغفر لمن يشاء ويعذب من يشاء وال على كل شيء قدير‬ ُ “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi." Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Sikap Muraqabah Dalam Al-Qur’an Jika diperhatikan dalam al-Qur’an. (QS. Muraqabah dalam musibah yang menimpanya. Allah mengatakan: (QS.

dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. قال فأخبرني عن الحسان، قال أن تعبد ال‬ َ َ ُ َْ ُ َ ِ َ ِ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ُ ّ َِ ُ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َِ ُ َ َ َ ّ ََ ‫كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك‬ “…Jibril bertanya. Dalam hadits beliau mengatakan: . beritahukanlah kepadaku apa itu ihsan?’ Rasulullah SAW menjawab. Sekiranyapun engkau tidak (dapat) melihat-Nya. Rasulullah SAW mengatakan: ِ ْ ُ َ ْ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ َ َ ‫َ ْ َ ِ َ ّ ُ ْ َ ِ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ ُ َ ِ ْن‬ ‫عن أبي ذر جندب بن جنادة وأبي عبد الرحمن معاذ ب ِ جبل رضي ال عنهما عن رسول‬ ِ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ّ ِ ِ ْ ََ َ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ّ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫ال صلى ال عليه وسلم قال: اتق ال حيثما كنت، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق‬ َّ ِ ٍ َ َ ٍ ُُ ِ َ ّ ‫الناس بخلق حسن‬ “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada. 5. maka sesungguhnya Dia melihatmu…” (HR. diantaranya adalah: 1. 57: 4) : ٌ ِ َ َ َُ ْ َ َ ِ ّ َ ْ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ ‫وهو معكم أين ما كنتم وال بما تعملون بصير‬ ُ “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Muslim) 2. Tirmidzi) 3. Sedangkan ketaqwaan tidak akan lahir tanpa adanya muraqabatullah. ‘Bahwa ihasan adalah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik guna menghapuskan perbuatan buruk tersebut. Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk bertaqwa kepada Allah SWT dimanapun kita berada.” Muraqabah Dalam Hadits Dalam haditspun banyak sekali dijumpai hal-hal yang berkaitan dengan muraqabah yang dikemukakan Rasulullah SAW.” 4. QS. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada dihadapan manusia maupun dibelakangnya Allah berfirman. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang cara untuk dapat menghadirkan sikap muraqabatullah. Sikap muraqabatullah membawa seorang insan memiliki derajat ihsan. Sedangkan derajat ihsan merupakan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. 2: 30 َ ُ َْ َ َ َ ُ َْ َ ّ ِ َ َ ‫قال إني أعلم ما ل تعلمون‬ " Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Pengetahuan Allah tentang sesuatu yang tidak diketahui makhluknya Allah berfirman dalam QS.3. (QS. dalam Shahihnya: َ َ ُ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ ََ َ َ ‫عن عمر بن الخطاب رضي ال عنه، قال….” (HR. Kebersamaan Allah dengan diri kita. serta gaulilah manusia dengan pergaulan yang baik. 2: 255: َ َ َ ِ ّ ِ ِ ِ ْ ِ ْ ِ ٍ ْ َ ِ َ ُ ِ ُ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ ْ َ َ ُ َْ َ ‫يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم ول يحيطون بشيء من علمه إل بما شاء‬ “Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka.

terdapat beberapa cara untuk dapat menumbuh suburkan sikap muraqabah ini. Tirmidzi) 4. Dalam hadits dikatakan: ْ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ّ ‫عن ضمرة بن حبيب عن شداد بن أوس عن النبي صلى ال عليه وسلم قال الكيس من‬ ُ َّ ّ ِ ّ ْ َ ٍ ْ َ ِ ْ ِ ّ َ ْ َ ٍ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ ِ ّ ‫دان نفسه وعمل لما بعد الموت والعاجز من أتبع نفسه هواها وتمنى على ال‬ ََ ّ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ َ َ “Orang yang sempurna akalnya adalah yang mennudukkan jiwanya dan beramal untuk bekal kehidupan setelah kematian.” (HR. Rasulullah SAW bersabda. Dan hal seperti ini dikatakan oleh Rasulullah SAW sebagai seseorang yang memiliki akal yang sempurna (cerdas). seseorang memiliki prosentase jatuh pada kemaksiatan lebih besar. Tirmidzi) Cara Untuk Menumbuhkan Sifat Muraqabah Penulis melihat. peliharalah (perintah) Allah. diantara caranya adalah: 1. Dan kecemburuan Allah terjadi jika seorang hamba mendatangi (melakukan) sesuatu yang telah diharamkan baginuya’ (HR. Padahal jika seseorang berbua maksiat.‫عن بن عباس رضي ال عنه، قال: كنت خلف النبي َلى ال عليه وسلم يوما فقال، يا‬ َ َ َ َ ً ْ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ ّ‫َ ِ ْ ِ َ ّ ٍ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ْ َ ّ ِ ّ ص‬ َ َ َ ُ ُ ْ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ِ َ ْ ٍ َ ِ َ َ ُ َّ ُ ّ ِ ُ َ ُ ‫…غلم، إني أعلمك كلمات، احفظ ال يحفظك، احفظ ال تجده تجاهك‬ “Dari Ibnu Abas ra. Tirmidzi) 6. meninggalkan suatu pekerjaan yang tidak menjadi kepentingannya. Sedangkan orang yang lemah (akalnya) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya. Tanpa adanya keimanan. ‘diantara kesempurnaan iman seseorang adalah. Rasulullah SAW bersabda. Dalam sebuah hadits digambarkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‫عن أبي هريرة رضي ال عنه، قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: إن ال تعالى يغار‬ َ َ َ َ َ َ ّ ِ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ ْ َ ُ ْ ِ َ ْ َ ُ ْ َ ْ َ َِْ ْ َ َ َ َ ِ ُ َ ْ ِ َ ‫ُ،وغيرة ال تعالى أن يأتي المرء‬ ِ ْ ََ ُ َ ّ َ َ ‫ما حرم ال عليه‬ “Dari Abu Hurairah ra. Memupuk keimanan kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya.” (HR. Tanpa adanya muraqabah. berkata. “Wahai ghulam. Bukhari) 5. Dengan muraqabah seseorang akan sadar untuk beramal guna kehidupan akhiratnya. pada suatu hari saya berada di belakang Nabi Muhammad SAW. muraqabah tidak akan pernah muncul. di samping itu ia mengharapkan angan-angan kepada Allah SWT. niscaya niscaya kamu dapati Allah selalu berada di hadapanmu. ‘sesungguhnya Allah SWT cemburu. Ada beberapa cara yang dapat memupuk keimanan kepada Allah: . Dan peliharalah (larangan) Allah.” (HR. Allah sangat cemburu padanya. Muraqabah juga akan membawa seseorang untuk meninggalkan suatu perbuatan yang tidak bermanfaat bagi dirinya. karena iman merupakan pondasi yang paling dasar untuk menumbuhkan sikap seperti ini. lalu beliau berkata. niscaya Allah akan memeliharamu. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan: ِ ‫ُ َ َ ْ ِ َ َّ َ ِ ْ ُ ْ ِ ِ ل‬ ‫عن أبي هريرة رضي ال عنه قال، قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: من حسن إسْ َم‬ َّ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ِ ْ ِْ َ َ َ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ ْ ‫المرء تركه ما ل يعنيه‬ “Dari Abu Hurairah ra.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: Dari Ibnu Abas ra. Amalan-amalan seperti ini akan menumbuhkan rasa ketenangan dalam hati. akan sulit untuk dapat merenungi dan mentadaburi ayat-ayat Allah.. dan meminimalisir tertawa. Memperbanyak amalan-amalan sunnah. berkata. perenungan) alam. Merenungi ayat-ayat kauniyah (ciptaan Allah SWT) melalui tadabur (baca. Bersahabat dengan orang-orang shaleh yang memilki rasa takut kepada Allah. Merenungi kehidupan salaf shaleh dalam muraqabah. tanpa teman. 3. Dan peliharalah (larangan) Allah. lalu beliau berkata. sementara kita masih bergelimang dengan kemaksiatan. yang mengetahui hingga sesuatu yang terkecil dari ciptaan-Nya. meskipun kita sendiri mungkin tidak menyadari hal tersebut. niscaya Allah akan memeliharamu. niscaya niscaya kamu dapati Allah selalu berada di hadapanmu. rasa takut mereka terhadap azab Allah yang sangat luar biasa. ada dalam diri kita masing-masing. Tirmidzi) 5. Penutup Bagaimanapun juga. seperti dzikrullah. Muraqabah juga dapat tumbuh dari adanya ‘ziarah qubur’. dan hal ini juga akan menumbuhkan keimanan kepada Allah SWT. terutama karena senda gurau. dengan tujuan bahwa kita semua pasti akan mati dan memasuki kuburan. 4. Wallahu A’lam Rikza Maulan. Dan rasa ketenangan ini merupakan bekal pokok untuk menumbuhkan muraqabah. mendengar dan mengetahui segala gerak gerik kita. Allah pasti akan melihat. shalat sunnah. Sebuah pertanyaan yang menggetarkan hati muncul. tilawah al-Qur’an dan lain sebagainya. tanpa saudara dan tanpa keluarga. Karena jiwa yang banyak tertawa. 9. “Wahai ghulam. menuju ajal dan kematian kita.” (HR. ataukah masih jauh? 8. dengan mentadaburinya ayat per ayat secara perlahan. pada suatu hari saya berada di belakang Nabi Muhammad SAW. Dengan persahatan insya Allah akan menimbulkan pengaruh positif pada diri kita untuk turut memiliki rasa takut kepada Allah sebagaimana sahabat kita. dimanapun dan kapanmu ia berada. Untuk kemudian dibandingkan dengan diri kita sendiri. Dan jiwa yang terisi dengan keimanan yang membara memunculkan sikap tenang dan tawadhu’. Memperbanyak menangis (karena Allah). karena hal ini akan menumbuhkan sikap muraqabah dalam jiwa kita. dengan kemaksiatan yang kita lakukan?’ Ataukah kita akan memperbaiki diri dengan bermuraqabah kepada Allah agar kita jauh dari kemaksiatan dan dekat pada ketaatan hingga kita dapat menggapai ridha-Nya? Jawaban pertanyaan ini. ‘ akankah kita membiarkan diri kita terjerumus dalam neraka. dan lain sebagainya.Ag. Merenungi ayat-ayat qauliyah (al-Qur’an). pastilah dimiliki oleh Dzat yang Maha Sempurna. . apakah kita sudah dapat seperti mereka. peliharalah (perintah) Allah.2. Melatih diri untuk ‘menjaga’ perintah dan larangan Allah SWT. Dan apakah kita telah siap untuk menghadap-Nya? 6. bahwa ciptaan yang demikian sempurna ini. Lc. Hanya amal kitalah yang akan menemani diri kita. Namun waktu terus berjalan. M. 7.

“Kalau begitu. apalagi yang tampak secara kasat mata. tentu Allah Maha Tahu dan Maha Melihat. Jika engkau tidak melihat Allah maka sesungguhnya Dia melihat engkau. Terkait dengan sikap muraqabah atau ihsan ini.” (HR al-Baihaqi. Namun. Dalil alFalihin. Toh sang majikan tak akan mengetahui karena banyaknya domba yang digembalakan. I/470). “Iman seseorang yang paling utama adalah dia menyadari bahwa Allah senantiasa ada bersama dirinya di manapun.” (HR Muslim). Syu’ab aI-Iman. disebutkan bahwa frase haytsumma kunta (dalam keadaan bagaimanapun) maksudnya dalam keadaan lapang/sempit. Sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di mata Allah. Di sinilah pentingnya muraqabah. “Bertakwalah engkau dalam segala keadaanmu!” (HR at-Tirmidzi. apa jawaban sang gembala. tanpa harus melaporkannya ke majikan sang gembala. dalam hadits Rasulullah SAW. Ahmad dan ad-Darimi). di mana Allah? Majikanku mungkin memang tak tahu. Haytsumma kunta juga bermakna: di manapun berada. Dalam Tuhfah al-Awadzi bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi. “Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat Dia. Sebagian ulama mengisyaratkan. I/164). ayat-ayat ini merupakan tadzkirah (peringatan) bahwa: Allah Maha Tahu atas dosa-dosa kecil. ada riwayat bahwa Umar bin alKhaththab pernah menguji seorang anak gembala. sebagaimana yang pernah diisyaratkan oleh Malaikat Jibril as. baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi (QS Ali Imran: 6). Demikian pula sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits penuturan Ubadah bin ashShamit. ataupun riang-gembira/saat tertimpa bencana (Al-Mubarakfuri. Saat itu Umar membujuk sang gembala agar menjual domba barang seekor dari sekian ratus ekor domba yang dia gembalakan. Namun. VI/104). baik saat manusia melihat Anda ataupun saat mereka tak melihat Anda (Muhammad bin ‘Alan ash-Shiddiqi. Dalam hadits lain Baginda Rasulullah bersabda.” tegas sang gembala. senang/susah. saat kepada beliau ditanyakan: apa itu ihsan? Saat itu Malaikat Jibril as sendiri yang menjawab. **** . Muraqabah (selalu merasa ada dalam pengawasan Allah SWT) adalah salah satu maqam dari sikap ihsan. bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda.Memelihara Sikap Muraqabah Allah SWT berfirman (yang artinya): Dia selalu bersama kalian di mana pun kalian berada (QS al-Hadid: 4). Allah Mahatahu atas apa saja yang tersembunyi di dalam dada-dada manusia. Allah mengetahui mata yang berkhianat [yang mencuri pandang terhadap apa saja yang diharamkan] dan apa saja yang tersembunyi di dalam dada (QS Ghafir: 19). apalagi dosa-dosa besar.

Tak ada lagi rasa takut saat bermaksiat. makin jauh dari kehidupan banyak individu Muslim saat ini.” (HR at-Tirmidzi. tak lagi ragu saat menipu. pahala dan siksa. sikap muraqabah (selalu merasa dalam pengawasan Allah SWT). Ketiga: meninggalkan hal-hal yang sia-sia. apalagi yang haram. agar seorang Muslim kembali memiliki sikap muraqabah. sebelum dirinya kelak dihisab oleh Allah SWT. Mereka hanya mampu melihat hal-hal yang kasat mata. Jika yang tak berguna saja-meski halal-ia tinggalkan. Ibn Majah dan al-Hakim). tak lagi merasa berdosa saat berzina. Setiap dosa. Banyak Muslim yang berperilaku seolaholah Allah SWT tak pernah melihat dia. “Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak berguna. tak lagi merasa berat saat mengumbar aurat. tak lagi merasa malu saat selingkuh. sebagaimana sabda Nabi SAW. Ahmad. Yang bisa mereka lihat hanyalah kenikmatan dunia yang sedikit dan kesenangan sesaat. tetapi gagal ‘melihat’ hal-hal yang gaib: pengawasan Allah SWT. sebagaimana yang ditunjukkan oleh sang gembala dalam kisah di atas. Orang lemah adalah orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya dan beranganangan kepada Allah SWT. dst. [] abi . Banyak Muslim saat ini yang tak lagi merasa risih saat korupsi. Tak ada lagi rasa malu saat berbuat salah. tetapi buta mata batiniahnya. dll. Semoga kita adalah pelakunya. Semua itu terjadi akibat mereka gagal ‘menghadirkan’ Allah SWT di sisinya dan melupakan pengawasan-Nya atas setiap gerak-gerik dirinya. Itulah di antara wujud sikap muraqabah. Mengapa gagal? Karena banyak individu Muslim yang awas mata lahiriahnya.Jujur harus kita akui. Tentu. Kedua: sungguh-sungguh beramal shalih sebagai bekal untuk kehidupan sesudah mati. Tak ada lagi rasa khawatir saat melakukan dosa. surga dan neraka. Tak ada lagi rasa sungkan saat berbuat keharaman. **** Adanya sikap muraqabah pada diri seorang Muslim paling tidak dicirikan oleh dua hal. Pertama: selalu berupaya menghisab diri.” (HR atTirmidzi). Dua hal inilah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Hari Perhitungan. kondisi ini harus diubah. “Orang cerdas adalah orang yang selalu menghisab dirinya dan beramal shalih untuk bekal kehidupan setelah mati. kemaksiatan keharaman dan kesalahan ‘mengalir’ begitu saja dilakukan seolah tanpa beban.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful