P. 1
MURAQABAH

MURAQABAH

|Views: 133|Likes:

More info:

Published by: RustanPajjampaAl-bugisy on Nov 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/04/2015

pdf

text

original

Muraqabah Allah (Merasa Selalu Diawasi Oleh Allah

)
Oleh Prof. Dr. Faalih bin Muhammad ash-Shaghiir Mukaddimah Kajian kali ini sangat urgen sekali untuk direnungi sekaligus diamalkan, sebab hanya dengan begitu semua amalan kita akan dapat bernilai. Betapa tidak, bukankah ketika melakukan suatu amalan, seorang hamba selalu berharap agar diganjar oleh Allah dan dinilai-Nya ikhlash karena-Nya bila amalan itu baik dan bila amalan itu buruk, pastilah seorang hamba takut ada yang mengetahuinya. Padahal semua itu pastilah diketahui oleh Allah sebab Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Karena itu, sudah sepantasnyalah seorang hamba merasa dirinya selalu diawasi oleh Allah sehingga semua amalannya terjaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ini semua, tentunya berkat penjagaan seorang hamba terhadap Rabbnya di mana buahnya, Rabbnya pun akan selalu menjaganya. Naskah Hadits ّ َ ّ َ َ ٍ ّ ِ ‫ع َن اب ْن ع َباس قال: »ك ُن ْت خل ْف الن ّب ِي صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم ي َوما ً, فَقال: يا غ ُل َم, إ ِني‬ َ َ ُ ّ ُ َ َ َ ُ ْ َ َ ِ َ ‫أ ُعل ّمك كلمات: إحفظ الله يحفظ ْك, إحفظ الله تجده تجاهك, إذا سأ َل ْت فاسأ‬ َ ‫ِ ْ ُ َ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ل الله, وَإ ِذا‬ َ ْ َ ِ َ ْ ِ َ ِ َ ْ ِ ٍ َ ِ َ ُ َ ِ َ ّ ‫است َعَن ْت فاست َعِن بالله, واع ْل َم أ َن ال ُمة ل َوِ اجت َمعَت ع َلى أ َن ي َن ْفعوك ب ِشيء ل َم ي َن ْفعوك إ ِل‬ َ ُ َ ْ ٍ ْ َ َ ُ َ ْ َ ّ ّ ْ ْ َ َ ْ ْ َ ْ َ ْ َ َ ّ ُ َ ‫ب ِشيء قَد ْ ك َت َب َه الله ل َك, ولو اجت َمعوا ع َلى أ َن ي َضروك ب ِشيء ل َم ي َضروك إ ِل ّ ب ِشيء قَد ْ ك َت َب َه‬ ٍ ْ َ ٍ ْ َ ْ ُ َ ْ ُ ْ ٍ ْ َ َ ّ ُ ُ .‫الله ع َل َي ْك, رفِعَت ال َقْل َم وَجفت الصحف«. قال: هَذا حديث حسن صحيح‬ ٌ ِ ّ َ ُ ِ ٌ َ َ ُ ّ ٌ ُ َ

Dari Ibn ‘Abbas radhiallahu ‘anhu., dia berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi shallallahu ‘alahi wasallam., lalu beliau bersabda, ‘Wahai Ghulam, sesungguhnya ku ingin mengajarkanmu beberapa kalimat (nasehat-nasehat), ‘Jagalah Allah, pasti Allah menjagamu, jagalah Allah, pasti kamu mendapatinya di hadapanmu, bila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta tolong, maka minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, bahwa jikalau ada seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfa’at bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu, dan jikalau mereka berkumpul untuk merugikanmu (membahayakanmu) dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa melakukan itu kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan

sebagian ulama pernah berkata. yaitu dengan menjaga Hudud-Nya. Allah Ta’ala berfirman. 2.Qaaf:32-33) 3.I. terhadap umatnya dan kerja karas beliau di dalam menumbuhkan mereka di atas ‘aqidah yang benar dan akhlaq mulia. (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). berkata. dia berkata. “Jagalah segala shalat(mu).” (HR.” (Q. sangat disayangkan sekali bila buta terhadap hadits ini dan kurang memahami maknanya. ‘Aku sudah merenungi hadits ini. perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya. ‘Hadits Hasan Shahih’.. h. at-Turmudzy.beberapa nasehat dalam untaian yang singkat namun padat makna. Hadits ini juga diriwayatkan Imam Ahmad) Urgensi Hadits Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullahu. Di sini (dalam hadits) beliau mengajarkan si bocah ini – yang tak lain adalah Ibnu ‘Abbas. Jld. Menjaga hal itu dapat direalisasikan dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan tidak melanggar apa yang diperintahkan dan diizinkan-Nya dengan melakukan apa yang dilarang-Nya. ternyata ia begitu membuatku tercengang dan hampir saja aku berbuat sia-sia.483) Kosa Kata Makna perkataannya: Di belakang Nabi : yakni di atas kendaraannya Wahai Ghulam : yakni bocah yang belum mencapai usia 10 tahun Jagalah Allah : yakni jagalah aturan-aturan-Nya (Hudud-Nya) dan komitmenlah terhadap segala perintahnya serta jauhilah segala larangannya Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering : yakni takdir-takdir telah ditetapkan dan telah dicatat di Lauh al-Mahfuuzh Pesan-Pesan Hadits 1. (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. “Hadits ini mencakup beberapa wasiat agung dan kaidah Kulliyyah (menyeluruh) yang termasuk perkara agama yang paling urgen. “Inilah yang dijanjikankepadamu. Hadits di atas menunjukkan perhatian khusus Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam.s.al-Baqarah:238). dan (jagalah) shalat Wustha. dan thaharah (kesucian) sebagaimana bunyi hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Jaami’ al-‘Uluum. “Beristiqamahlah (mantaplah) sebab kamu tidak akan . Sungguh. Di antara isi wasiat ini adalah agar menjaga Allah Ta’ala. hak-hak.” (Q.s.. Saking urgennya. Di antara hal yang terdapat perintah agar menjaganya secara khusus adalah shalat..lembaran-lembaran telah kering.” (Lihat. Sebagaimana firman-Nya.

” (HR.IV. sesungguhnya Aku berserta kamu berdua.” (Q. Aku mendengar dan melihat. c.” (Dikeluarkan oleh ‘Abduurrazzaq.S.” (Q. yaitu terhadap badannya.. lemah. Allah berfirman ketika menyinggung tentang Musa dan Harun ‘alaihuma salaam. Muslim dan at-Turmudzy) 6.. Dan bila takdir telah tiba. mereka pun meninggalkannya. anaknya dan keluarganya sebagaimana firman-Nya. al-Firyaaby. muda.s. al-Maa`idah:89) 4. “Apa katamu terhadap dua orang di mana Yang Ketiganya adalah Allah? Janganlah kamu bersedih. Thaaha:46). ta’at kepada-Nya dan selalu mengadakan kontak dengan-Nya dalam semua kondisinya sebab orang yang mengenal .s.Bukhari. Ibn al-Mundzir dan Ibn Abi Haatim sebagai yang disebutkan di dalam kitab ad-Durr al-Mantsuur. bersabda.614). Di antaranya juga adalah sumpah sebagaimana firman-Nya. ar-Ra’d:11).. h. mereka menjaganya atas perintah Allah.Ibnu Majah). Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik pekerjaan kamu adalah shalat sedangkan yang bisa menjaga wudlu itu hanya seorang Mukmin. “Mereka itu adalah para malaikat yang menjaganya atas perintahAllah. Allah menjaganya di dunia. “Janganlah kamu berdua khawatir. Di antara penjagaan yang diberikan oleh Allah adalah penjagaan-Nya terhadapnya di dalam kehidupan dunia dan akhirat: a. sesungguhnya Allah beserta kita. Demikian juga dengan yang terjadi terhadap Nabi dan Abu Bakar ash-Shiddiq saat keduanya berhijrah dan berada di gua. Dia menjaganya di dalam kehidupannya dari syubhat-syubhat yang menyesatkan dan syahwat yang diharamkan. Ibn Jarir.” (HR.mampu menghitung-hitung. Allah juga menjaganya di dalam agama dan keimanannya. berkata.” (Q. b. Mengenai hal ini. Allah juga menjaganya di dalam kubur dan setelah alam kubur dari kengerian dan derita-deritanya dengan menaunginya pada hari di mana tiada naungan selain naunganNya 5. kuat. Allah juga menjaganya di masa kecil.. Jld. “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya di muka dan di belakangnya. sehat dan sakitnya. Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma. Di antara penjagaan Allah lainnya terhadap hamba-Nya adalah menganugerahinya ketenangan dan kemantapan jiwa sehingga dia selalu berada di dalam penyertaan khusus Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Seorang Muslim wajib mengenal Allah Ta’ala. “Dan jagalah sumpahmu.

jika ia mendapatkan kesenangan.s.” (Q. maka ketika itulah dia akan mengetahui bahwa hanya Allah semata Yang memberi mudlarat. maka itu adalah baik (pula) baginya. keburukan. ia bersabar. Sebagai konsekuensi dari semua itu. orang mati dan sebagainya. Hendaklah dia tidak memohon kepada selain-Nya terhadap hal tidak ada yang mampu melakukannya selain Allah seperti meminta kepada para wali yang shalih. sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.at-Taubah:51) 10. “Sungguh aneh kondisi seorang Mukmin. semuanya itu sudah ditakdirkan atasnya. kesia-siaan dan celaka 8. Dan tidaklah menimpa seorang hamba kecuali takdir-takdir yang telah dicatatkan atasnya di dalam kitab catatan amal sekalipun semua makhluk berupaya untuk melakukannya (mencelakan dirinya atau memberikan manfa’at kepadanya). fit. Seorang Muslim tidak boleh dihantui keputusasaan dan pupus harapan terhadap rahmat Allah ketika mengalami suatu problem atau musibah. Dan dalam sebuah hadits.Muslim) 12. baik yang mencelakakan dirinya atau yang menguntungkannya.” (HR. “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan diganjari pahala mereka dengan tanpa hisab (perhitungan). seorang hamba mestilah mentauhidkan Rabbnya dan menunggalkan-Nya dalam berbuat keta’atan dan menjaga Hudud-Nya. sehat dan kayanya namun sesungguhnya nasib orang yang demikian ini hanyalah kerugian. Allah berfirman. Ia harus bersabar dan mengharap pahala dari Allah atas hal itu serta bercita-cita agar mendapatkan kemudahan .” (Q. sesungguhnya semua kondisinya adalah baik. 11. Seorang Muslim harus menghadapi takdir-takdir Allah yang tidak mengenakkannya dengan penuh keridlaan dan kesabaran agar bisa meraih pahala atas hal itu. Dan bila ia ditimpa hal yang tidak menguntungkannya (kemudlaratan). “Katakanlah. bersabda. maka itu adalah baik baginya... maka Allah akan mengenalnya di dalam kondisi sulitnya dan saat dia berhajat kepada-Nya 7. Allah berfirman.s.. Sesungguhnya apa-apa yang menimpa seorang hamba di dunia. Bila seorang hamba telah mengetahui bahwa tidak akan ada yang dapat menimpanya baik berupa kebaikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. al-Fatihah:5) 9.Allah di dalam kondisi sukanya. muda. Terkadang ada orang yang tertipu dengan kondisi kuat. Yang Maha Memberi atau pun Menahannya. Seorang harus selalu antusias untuk memperbanyak meminta pertolongan kepada Allah dan memohon kepada-Nya dalam semua kondisi dan situasi yang dihadapinya. Yang menjadikan sesuatu bermanfa’at. serta mengetahui bahwa seluruh upaya yang dilakukan semua makhluk karena bertentangan dengan hal yang ditakdirkan tidak akan ada gunanya sama sekali. az-Zumar:10). “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepadaMu pula kami meminta tolong. ia bersyukur. Allah Ta’ala berfirman.s. hal yang bermanfa’at atau pun membahayakannya kecuali apa yang telah ditakdirkan oleh Allah darinya.” (Q.

Fi`ah anNaasyi`ah. Pasti ranjang ini telah bergetar karena kemaksiatan. Ia mengatakan: ُ ُ ِ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ َ ِ َ َ ُ ‫َ َ ْ َ َ َ َ ّ ْ ُ َ ْ َ ّ َ ِ ُ ُ ََ َ ّ ِ ْ َ ّ َ ِ ْ َ ُ َ ِب‬ ‫لقد طال هذا الليل واسود جانبه وأرقني أل خليل ألع ُه فوال لو ل ال تخشى عواقبه‬ ُ ُِ َ َ ِ ْ ِ ّ َ َ ْ ِ َ ّ َ َ ‫لحرك من هذا السرير جوانبه‬ Sungguh terasa teramat panjangnya malam ini. Demikian pula sebaliknya.. Karena sikap muraqabah ini mencerminkan adanya pengawasan dan pemantauan Allah terhadap dirinya. seseorang dapat menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dimanapun ia berada. karyawan dan seluruh kaum muslimin dapat memberikan sikap seperti ini dalam diri mereka. ia pun menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Makna Muraqabah • • Dari segi bahasa muraqabah berarti pengawasan dan pantauan. Inilah urgensi sikap muraqabah dalam kehidupan muslim. Demikianlah. Karena dengan muraqabah inilah. karena merasa bahwa Allah akan mengetahuinya jika ia melakukan perbuatan maksiat. Namun demi Allah. dan juga karena takut terhadap azab Allah. h. muraqabah adalah. sederhana dan diridhai Allah SWT. Adapun dari segi istilah. yang kebetulan di dengar oleh Umar bin Khatab ra. tentulah akan tercipta kehidupan yang adil. pejabat.(jalan keluar) sebab sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran dan bersama kesulitan itu ada kemudahan (SUMBER: Silsilah Manaahij Dawraat al-‘Uluum asy-Syar’iyyah –al-Hadiits.Dr. hingga mampu mengantarkannya pada derajat seorang mu’min sejati. suatu keyakinan yang dimiliki seseorang bahwa Allah SWT senantiasa mengawasinya.104-109) Muraqabah Sebagai Penyempurna Keshalehan Seorang Hamba Diposkan oleh Rikza Maulan. sekiranya bukan karena takut terhadap Allah. tanpa adanya sikap seperti ini. Pernah suatu ketika. ulama. Lebih membuatku gundah lagi. bersya’ir pada tengah malam.Ag di 17:29 Muraqabah merupakan salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang muslim. M. sebagaimana pada masa Rasulullah SAW. makmur. kendatipun ia tengah ‘kesepian’ ditinggal sang suami.Faalih bin Muhammad ash-Shaghiir. Lc. kita dapat membayangkan sekiranya seluruh pemimpin. melihatnya. juga teramat sunyi. Ia mengutarakan kegundahan hatinya yang ‘kesepian’ karena tiada suami yang mendampinginya. Dari sinilah. karya Prof. khulafa’urrasyidin. tiada suami yang mencumbuiku. akan membawa seseorang pada jurang kemaksiatan kepada Allah kendatipun ilmu dan kedudukan yang dimilikinya. seorang istri yang lama ditinggal pergi suaminya. Umar bin Abdul Aziz dan lain sebagainya. .

jika ia berbohong dan menjual dombanya tersebut. baik yang sembunyi-sembunyi atau yang terang-terangan hanya kepada Allah. Al-Alim. saya ini seorang budak. “Kamu telah dimerdekakan di dunia oleh ucapanmu dan semoga ucapan itu bisa memerdekakanmu di akhirat kelak. Maka barang siapa yang memahami Sifat Allah ini dan beribadah atas dasar konsekwensi Sifat-sifat-Nya ini. Abdullah bin Dinar mengemukakan. 2. Umar mengatakan pada pengembala tersebut. menuju Mekah. sehingga ia dapat mengontrol segala perilakunya. Dalam al-Qur’anpun Allah pernah mengatakan. dimanapun ia berada. ataupun ketika berada di tengah-tengah keramaian orang. Umar menangis. bahkan setiap keinginannya yang belum terlintas dalam dirinya. akan terwujud dalam dirinya sifat muraqabah. hingga menyadari dengan sepenuh hati. setiap nafas atau setiap kedipan mata sekalipun. “kalau begitu. dan mengetahui segala apapun yang dilakukannya dalam setiap waktu. untuk bertemu dengan Sang Kekasih. Sehingga dari sifat ini. setiap saat.” Sehingga dari sini pula akan timbul kecintaan yang membara untuk bertemu dengan-Nya. dimanapun dan kapanpun. Pada intinya. “Katakan saja kepada tuanmu bahwa dombanya diterkam serigala. tanpa keraguan. setiap yang terlintas dalam hatinya. Ketika kami sedang beristirahat. setiap pendengarannya. “Dan Kami lebih dekat padanya dari pada urat lehernya sendiri. tanpa kebimbangan.” Ia menjawab. Urgensi Sifat Muraqabah 1. setiap langkahnya. Suatu hal yang sudah pasti dari adanya sifat seperti ini adalah optimalnya ibadah yang dilakukan seseorang serta jauhnya ia dari kemaksiatan. Kemudian Umar mengajaknya pergi ke tuannya lalu dimerdekakannya.” Umar menimpali lagi. “Tidak !. Umar berkata kepada penembala: “Hai pengembala. bahwa suatu ketika saya pergi bersama Umar bin Khattab ra. Syekh Ibrahim bin Khawas mengatakan. kendatipun hal tersebut sangat memungkinkannya. setiap pandangannya. juallah seekor kambingmu kepada saya.” Pengembala ini sangat meyadari bahwa Allah memahami dan mengetahuinya. bahwa muraqabah “adalah bersihnya segala amalan. Namun hal tersebut tidak dilakukannya. Urgensi lainnya dari sifat muraqabah ini adalah rasa kedekatan kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan : . Salah seorang ulama juga mengungkapkan bahwa muraqabah ini merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah dengan pemahaman sifat “Arraqib. atau kapanpun ia beramal dalam kondisi seorang diri. Ia pun akan memandang dunia hanya sebagai ladang untuk memetik hasilnya di akhirat. bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap gerak-geriknya.” Pengembala mengatakan lagi.” Beliau mengemukakan hal seperti ini karena konsekwensi sifat muraqabah adalah berperilaku baik dan bersih hanya karena Allah.• • mendengarnya. sikap ini mencerminkan keimanan kepada Allah yang besar. Ia takut melakukan perbuatan kemaksiatan. yaitu Allah SWT. tiba-tiba muncul seorang penggembala menuruni lereng gunung menuju kami. Karena ia menyadari bahwa Allah senantiasa melihat dan mengawasinya. Assami’ dan Al-Bashir” pada Allah SWT. Karena tiada orang yang akan mengadukannya pada tuannya. dimanakah Allah?” Mendengar jawaban seperti itu. akan muncul pengamalan yang maksimal dalam beribadah kepada Allah SWT.

” (Ighatsatul Lahfan. . AlImam al-Kirmani mengatakan. Sekiranya pun ia telah melakukan maksiat. dan Allah tidak menyukai hamba-Nya yang melakukan perbuatan maksiat. serta gaulilah manusia dengan pergaulan yang baik. Sesorang yang bermuraqabah kepada Allah. menyesali perbuatan-perbuatan dosa yang pernah dilakukannya dan lain sebagainya. Sikap seperti berangkat dari keyakinannya bahwa Allah mengetahuinya. 3. menjaga dirinya dari syahwat.ِ َ َ ِ َ ِ َ ْ َ َ ُ َ َ ِ ُ ّ َ َ ِ َ َ ِ ّ َ َ ْ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: من أحب لقاء ال أحب ال لقاءه، ومن كره لقاء ال‬ َّ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َُ َِ ُ َِ َ ‫كره ال لقاءه‬ “Barang siapa yang merindukan pertemuan dengan Allah. Dan barang siapa yang tidak menyukai pertemuan dengan Allah. tanggung jawab. maka Allah pun tidak menyukai pertemuan dengannya” (HR. Karena ia menyadari bahwa Allah Maha mengetahui segala niatan amalnya yang tersembunyi di balik relung-relung hatinya yang paling dalam sekalipun. akan memiliki ‘firasat’ yang benar. yaitu: • • • Muraqabah dalam ketaatan kepada Allah SWT. Sehingga ia mampu beribadah secara maksimal. jujur. Muraqabah dalam hal-hal yang bersifat mubah. juz I/ 48) 4. bertaubat. Bukhari). Muraqabah merupakan sunnah perintah Rasulullah SAW. ia akan bertaubat dengan sepenuh hati kepada Allah dengan penyesalan yang mendalam. ada empat macam bentuk muraqabah. maka Allah pun akan merindukan pertemuannya dengan diri-Nya. bersyukur atas segala kenikmatan yang telah diberikan-Nya pada kita. manundukkan dirinya dari keharaman. bermuamalah yang baik kepada setiap insan. dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan segala perintah-Nya Seperti benar-benar menfokuskan tujuan amal ibadahnya hanya kepada Allah dan karena Allah. seprti menjaga adab-adab terhadap Allah. Abdullah Nasih Ulwan mengemukakan dalam ‘Tarbiyah Ruhiyah. Dalam sebuah hadits beliau mengatakan: ِ ْ ُ َ ْ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ َ َ ‫َ ْ َ ِ َ ّ ُ ْ َ ِ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ ُ َ ِ ْن‬ ‫عن أبي ذر جندب بن جنادة وأبي عبد الرحمن معاذ ب ِ جبل رضي ال عنهما عن رسول‬ ِ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ّ ِ ِ ْ ََ َ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ّ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫ال صلى ال عليه وسلم قال: اتق ال حيثما كنت، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق‬ َّ ِ ٍ َ َ ٍ ُُ ِ َ ّ ‫الناس بخلق حسن‬ “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada. dan membiasakan diri mengkonsumsi makanan yang halal. dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik guna menghapuskan perbuatan buruk tersebut.” (HR. secara batin dengan muraqabah. baik ketika sendirian ataupun di tengah-tengah keramaian. Petunjuk Praktis Mencapai Derajat Taqwa’ . dengan menjauhi perbuatan maksiat. Tirmidzi) Macam-macam Sifat Muraqabah Syeikh Dr. “Barang siapa yang memakmurkan dirinya secara dzahir dengan ittiba’ sunnah. dan bukan karena faktorfaktor lainnya. karena Allah akan murka pada dirinya dengan kemaksiatannya itu. Muraqabah dalam kemaksiatan. amanah. Dan rasa rindu seperti ini tidak akan muncul kecuali dari adanya sifat muraqabah. maka firasatnya tidak akan salah.

dan oleh karenanya ia akan bersabar terhadap sesuatu yang menimpanya. Sikap Muraqabah Dalam Al-Qur’an Jika diperhatikan dalam al-Qur’an. Pengetahuan Allah tentang setiap gerak-gerik kita. guratan-guratan dalam hati dan lain sebagainya.• lemah lembut." Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Ia yakin bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang datang dari Allah dan menjadi hal yang terbaik bagi dirinya. perhatian. akan dijumpai banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan mengenai sikap muraqabah ini. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sebagai contoh Allah mengatakan dalam al-Qur’an: 1. Allah mengatakan: (QS. Dan jadilah ia sebagai seorang dai yang disukai umatnya. (QS.” 2. berani dan lain sebagainya. tingkah laku. Dan jika kamu menampakkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Muraqabah dalam musibah yang menimpanya. 2: 284): ُ ّ ِ ِ ْ ُ ْ ِ َ ُ ُ ُ ْ ُ ْ َ ْ ُ ِ ُ َ ِ َ ُ ْ ُ ْ َِ ِ ْ َ ْ ِ َ َ ِ َ َ ّ ‫ل ما في السموات وما في الرض وإن تبدوا ما في أنْفسكم أو تخفوه يحاسبكم به ال‬ ِ َ ّ ِ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ُ ََ ّ َ ُ َ َ ْ َ ُ ّ َ ُ َ ُ َ َ ْ َ ِ ُ ِ ْ َ َ ‫فيغفر لمن يشاء ويعذب من يشاء وال على كل شيء قدير‬ ُ “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. 40:19) ُ ُّ ‫يعلم خائنة العين وما تخفي الصدور‬ ِ ْ ُ َ َ ِ ُ ْ َ ْ َ َ ِ َ ُ َْ َ “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” Dalam ayat lain. dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sehingga seorang muslim akan tampil dengan kepribadian yang menyenangkan terhadap setiap orang yang dijumpainya. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendakiNya. (QS. niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Pengetahuan Allah tentang apa yang ada dalam hati kita (QS. hingga dalam sujud sekalipun. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 26: 218-220) ُ َِ ْ ُ ِ ّ َ ُ ُ ّ ِ َ ِ ِ ّ ‫الذي يراك حين تقوم ، وتقلبك في الساجدين، إنه هو السميع العليم‬ ِ َ َ َّ َ َ ُ ُ َ َ ِ َ َ َ ِ ّ “Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang). dalam artian bahwa Allah senantiasa mengetahui segala gerak-gerik. yaitu dengan ridha pada ketentuan Allah SWT serta memohon pertolongan-Nya dengan penuh kesabaran. 3: 29) ِ َْ ِ ََ ِ ََّ ‫قل إن تخفوا ما في صدوركم أو تبدوه يعلمه ال ويعل ُ ما في السموات وما في الرض‬ ِ َ ‫ُ ْ ِ ْ ُ ْ ُ َ ِ ُ ُ ِ ُ ْ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ ْ َ ْ ُ ّ َ َ ْ َم‬ ُ ٌ ِ َ ٍ ْ َ ّ ُ ََ ّ َ ‫وال على كل شيء قدير‬ ُ “Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya. sederhana. pasti Allah mengetahuinya. ulet.” .” Dalam ayat lain Allah mengatakan. Sehingga benar-benar tiada tempat untuk berlari bagi esan dari pengetahuan Allah SWT.

Kebersamaan Allah dengan diri kita. Sekiranyapun engkau tidak (dapat) melihat-Nya. Muslim) 2. dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Sedangkan derajat ihsan merupakan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT. 57: 4) : ٌ ِ َ َ َُ ْ َ َ ِ ّ َ ْ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ ‫وهو معكم أين ما كنتم وال بما تعملون بصير‬ ُ “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik guna menghapuskan perbuatan buruk tersebut. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita tentang cara untuk dapat menghadirkan sikap muraqabatullah. Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk bertaqwa kepada Allah SWT dimanapun kita berada. Dalam hadits beliau mengatakan: . Tirmidzi) 3.” Muraqabah Dalam Hadits Dalam haditspun banyak sekali dijumpai hal-hal yang berkaitan dengan muraqabah yang dikemukakan Rasulullah SAW. serta gaulilah manusia dengan pergaulan yang baik. dalam Shahihnya: َ َ ُ ْ َ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ ََ َ َ ‫عن عمر بن الخطاب رضي ال عنه، قال….” 4. 2: 255: َ َ َ ِ ّ ِ ِ ِ ْ ِ ْ ِ ٍ ْ َ ِ َ ُ ِ ُ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ ْ ِ ِ ْ َ َ ْ َ َ ُ َْ َ ‫يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم ول يحيطون بشيء من علمه إل بما شاء‬ “Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. diantaranya adalah: 1. (QS. Pengetahuan Allah tentang sesuatu yang tidak diketahui makhluknya Allah berfirman dalam QS. QS. 2: 30 َ ُ َْ َ َ َ ُ َْ َ ّ ِ َ َ ‫قال إني أعلم ما ل تعلمون‬ " Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".” (HR. ‘Bahwa ihasan adalah engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada dihadapan manusia maupun dibelakangnya Allah berfirman.3. Sikap muraqabatullah membawa seorang insan memiliki derajat ihsan. 5. قال فأخبرني عن الحسان، قال أن تعبد ال‬ َ َ ُ َْ ُ َ ِ َ ِ ّ َ ْ ِ ْ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ُ ّ َِ ُ َ َ ْ ُ َ ْ َ ْ َِ ُ َ َ َ ّ ََ ‫كأنك تراه، فإن لم تكن تراه فإنه يراك‬ “…Jibril bertanya. maka sesungguhnya Dia melihatmu…” (HR. beritahukanlah kepadaku apa itu ihsan?’ Rasulullah SAW menjawab. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah SAW mengatakan: ِ ْ ُ َ ْ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ ٍ َ َ ‫َ ْ َ ِ َ ّ ُ ْ َ ِ ْ ِ ُ َ َ َ َ َ ِ َ ْ ِ ّ ْ َ ِ ُ َ ِ ْن‬ ‫عن أبي ذر جندب بن جنادة وأبي عبد الرحمن معاذ ب ِ جبل رضي ال عنهما عن رسول‬ ِ ِ َ َ َ ُ ْ َ َ َ َ َ ْ َ َ ّ ّ ِ ِ ْ ََ َ ْ ُ َ ُ ْ َ َ ِ ّ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ُ ‫ال صلى ال عليه وسلم قال: اتق ال حيثما كنت، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق‬ َّ ِ ٍ َ َ ٍ ُُ ِ َ ّ ‫الناس بخلق حسن‬ “Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada. Sedangkan ketaqwaan tidak akan lahir tanpa adanya muraqabatullah.

Tirmidzi) 6. diantara caranya adalah: 1. Dan peliharalah (larangan) Allah. muraqabah tidak akan pernah muncul.” (HR.” (HR. seseorang memiliki prosentase jatuh pada kemaksiatan lebih besar.” (HR. Tirmidzi) 4. Memupuk keimanan kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya. ‘diantara kesempurnaan iman seseorang adalah. Bukhari) 5. karena iman merupakan pondasi yang paling dasar untuk menumbuhkan sikap seperti ini. Sedangkan orang yang lemah (akalnya) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya. Muraqabah juga akan membawa seseorang untuk meninggalkan suatu perbuatan yang tidak bermanfaat bagi dirinya. di samping itu ia mengharapkan angan-angan kepada Allah SWT. pada suatu hari saya berada di belakang Nabi Muhammad SAW. terdapat beberapa cara untuk dapat menumbuh suburkan sikap muraqabah ini. niscaya Allah akan memeliharamu. meninggalkan suatu pekerjaan yang tidak menjadi kepentingannya.‫عن بن عباس رضي ال عنه، قال: كنت خلف النبي َلى ال عليه وسلم يوما فقال، يا‬ َ َ َ َ ً ْ َ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ ّ‫َ ِ ْ ِ َ ّ ٍ َ ِ َ ُ َ ْ ُ َ َ ُ ْ ُ َ ْ َ ّ ِ ّ ص‬ َ َ َ ُ ُ ْ ِ َ َ ِ َ ْ َ ُ َ ْ َ َ ِ َ ْ ٍ َ ِ َ َ ُ َّ ُ ّ ِ ُ َ ُ ‫…غلم، إني أعلمك كلمات، احفظ ال يحفظك، احفظ ال تجده تجاهك‬ “Dari Ibnu Abas ra. lalu beliau berkata. Rasulullah SAW bersabda. Padahal jika seseorang berbua maksiat. berkata. Tirmidzi) Cara Untuk Menumbuhkan Sifat Muraqabah Penulis melihat. Dengan muraqabah seseorang akan sadar untuk beramal guna kehidupan akhiratnya. Tanpa adanya muraqabah. Dalam sebuah hadits digambarkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‫عن أبي هريرة رضي ال عنه، قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: إن ال تعالى يغار‬ َ َ َ َ َ َ ّ ِ َ َّ َ ِ ْ ََ ُ َّ ِ ُ ْ ُ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ ْ َ ُ ْ ِ َ ْ َ ُ ْ َ ْ َ َِْ ْ َ َ َ َ ِ ُ َ ْ ِ َ ‫ُ،وغيرة ال تعالى أن يأتي المرء‬ ِ ْ ََ ُ َ ّ َ َ ‫ما حرم ال عليه‬ “Dari Abu Hurairah ra. Ada beberapa cara yang dapat memupuk keimanan kepada Allah: . peliharalah (perintah) Allah. Rasulullah SAW bersabda. Dan kecemburuan Allah terjadi jika seorang hamba mendatangi (melakukan) sesuatu yang telah diharamkan baginuya’ (HR. niscaya niscaya kamu dapati Allah selalu berada di hadapanmu. ‘sesungguhnya Allah SWT cemburu. “Wahai ghulam. Dalam hadits dikatakan: ْ َ ُ ّ َ ْ َ َ َ َّ َ ِ ْ َ َ ّ ‫عن ضمرة بن حبيب عن شداد بن أوس عن النبي صلى ال عليه وسلم قال الكيس من‬ ُ َّ ّ ِ ّ ْ َ ٍ ْ َ ِ ْ ِ ّ َ ْ َ ٍ ِ َ ِ ْ َ َ ْ َ ْ َ ِ ّ ‫دان نفسه وعمل لما بعد الموت والعاجز من أتبع نفسه هواها وتمنى على ال‬ ََ ّ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ َ َ “Orang yang sempurna akalnya adalah yang mennudukkan jiwanya dan beramal untuk bekal kehidupan setelah kematian. Allah sangat cemburu padanya. Dan hal seperti ini dikatakan oleh Rasulullah SAW sebagai seseorang yang memiliki akal yang sempurna (cerdas). Tanpa adanya keimanan. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW mengatakan: ِ ‫ُ َ َ ْ ِ َ َّ َ ِ ْ ُ ْ ِ ِ ل‬ ‫عن أبي هريرة رضي ال عنه قال، قال رسول ال صلى ال عليه وسلم: من حسن إسْ َم‬ َّ ِ ُ ْ ُ َ َ َ َ َ ُ ْ َ ُ َ ِ َ َ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ِ ْ ِْ َ َ َ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ ْ ‫المرء تركه ما ل يعنيه‬ “Dari Abu Hurairah ra.

Dengan persahatan insya Allah akan menimbulkan pengaruh positif pada diri kita untuk turut memiliki rasa takut kepada Allah sebagaimana sahabat kita. peliharalah (perintah) Allah. dan hal ini juga akan menumbuhkan keimanan kepada Allah SWT. niscaya niscaya kamu dapati Allah selalu berada di hadapanmu.Ag. yang mengetahui hingga sesuatu yang terkecil dari ciptaan-Nya. rasa takut mereka terhadap azab Allah yang sangat luar biasa. Penutup Bagaimanapun juga. berkata. Sebuah pertanyaan yang menggetarkan hati muncul. niscaya Allah akan memeliharamu. “Wahai ghulam. seperti dzikrullah. dengan tujuan bahwa kita semua pasti akan mati dan memasuki kuburan. mendengar dan mengetahui segala gerak gerik kita.2.” (HR. Untuk kemudian dibandingkan dengan diri kita sendiri. tanpa saudara dan tanpa keluarga. tilawah al-Qur’an dan lain sebagainya. Dan apakah kita telah siap untuk menghadap-Nya? 6. dan meminimalisir tertawa. pada suatu hari saya berada di belakang Nabi Muhammad SAW. Merenungi ayat-ayat kauniyah (ciptaan Allah SWT) melalui tadabur (baca. Memperbanyak menangis (karena Allah). apakah kita sudah dapat seperti mereka. meskipun kita sendiri mungkin tidak menyadari hal tersebut. dimanapun dan kapanmu ia berada. Dan jiwa yang terisi dengan keimanan yang membara memunculkan sikap tenang dan tawadhu’. ada dalam diri kita masing-masing. Namun waktu terus berjalan. ataukah masih jauh? 8. Tirmidzi) 5. karena hal ini akan menumbuhkan sikap muraqabah dalam jiwa kita. Amalan-amalan seperti ini akan menumbuhkan rasa ketenangan dalam hati. Lc. bahwa ciptaan yang demikian sempurna ini. 9. terutama karena senda gurau. ‘ akankah kita membiarkan diri kita terjerumus dalam neraka. . dengan kemaksiatan yang kita lakukan?’ Ataukah kita akan memperbaiki diri dengan bermuraqabah kepada Allah agar kita jauh dari kemaksiatan dan dekat pada ketaatan hingga kita dapat menggapai ridha-Nya? Jawaban pertanyaan ini. M. Dan rasa ketenangan ini merupakan bekal pokok untuk menumbuhkan muraqabah. 3. sementara kita masih bergelimang dengan kemaksiatan. 7. 4.. Karena jiwa yang banyak tertawa. Merenungi kehidupan salaf shaleh dalam muraqabah. Memperbanyak amalan-amalan sunnah. Hanya amal kitalah yang akan menemani diri kita. Muraqabah juga dapat tumbuh dari adanya ‘ziarah qubur’. shalat sunnah. tanpa teman. Melatih diri untuk ‘menjaga’ perintah dan larangan Allah SWT. pastilah dimiliki oleh Dzat yang Maha Sempurna. lalu beliau berkata. dengan mentadaburinya ayat per ayat secara perlahan. Wallahu A’lam Rikza Maulan. Bersahabat dengan orang-orang shaleh yang memilki rasa takut kepada Allah. dan lain sebagainya. Dan peliharalah (larangan) Allah. Merenungi ayat-ayat qauliyah (al-Qur’an). Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: Dari Ibnu Abas ra. Allah pasti akan melihat. akan sulit untuk dapat merenungi dan mentadaburi ayat-ayat Allah. perenungan) alam. menuju ajal dan kematian kita.

Saat itu Umar membujuk sang gembala agar menjual domba barang seekor dari sekian ratus ekor domba yang dia gembalakan. “Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat Dia.” tegas sang gembala. Ahmad dan ad-Darimi). Namun. Terkait dengan sikap muraqabah atau ihsan ini. senang/susah. Allah Mahatahu atas apa saja yang tersembunyi di dalam dada-dada manusia. bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda. Toh sang majikan tak akan mengetahui karena banyaknya domba yang digembalakan. sebagaimana yang pernah diisyaratkan oleh Malaikat Jibril as. Allah mengetahui mata yang berkhianat [yang mencuri pandang terhadap apa saja yang diharamkan] dan apa saja yang tersembunyi di dalam dada (QS Ghafir: 19). I/164). baik saat manusia melihat Anda ataupun saat mereka tak melihat Anda (Muhammad bin ‘Alan ash-Shiddiqi. Sebagian ulama mengisyaratkan. saat kepada beliau ditanyakan: apa itu ihsan? Saat itu Malaikat Jibril as sendiri yang menjawab. tentu Allah Maha Tahu dan Maha Melihat. dalam hadits Rasulullah SAW. Di sinilah pentingnya muraqabah. “Iman seseorang yang paling utama adalah dia menyadari bahwa Allah senantiasa ada bersama dirinya di manapun. Sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di mata Allah. di mana Allah? Majikanku mungkin memang tak tahu. I/470). Muraqabah (selalu merasa ada dalam pengawasan Allah SWT) adalah salah satu maqam dari sikap ihsan.” (HR Muslim). ataupun riang-gembira/saat tertimpa bencana (Al-Mubarakfuri. **** . Namun. VI/104).” (HR al-Baihaqi. disebutkan bahwa frase haytsumma kunta (dalam keadaan bagaimanapun) maksudnya dalam keadaan lapang/sempit. Dalam hadits lain Baginda Rasulullah bersabda. Dalam Tuhfah al-Awadzi bi Syarh Jâmi’ at-Tirmidzi. apalagi yang tampak secara kasat mata. baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi (QS Ali Imran: 6). ada riwayat bahwa Umar bin alKhaththab pernah menguji seorang anak gembala. Jika engkau tidak melihat Allah maka sesungguhnya Dia melihat engkau. Syu’ab aI-Iman.Memelihara Sikap Muraqabah Allah SWT berfirman (yang artinya): Dia selalu bersama kalian di mana pun kalian berada (QS al-Hadid: 4). apalagi dosa-dosa besar. “Bertakwalah engkau dalam segala keadaanmu!” (HR at-Tirmidzi. tanpa harus melaporkannya ke majikan sang gembala. Dalil alFalihin. ayat-ayat ini merupakan tadzkirah (peringatan) bahwa: Allah Maha Tahu atas dosa-dosa kecil. apa jawaban sang gembala. Haytsumma kunta juga bermakna: di manapun berada. Demikian pula sebagaimana yang dinyatakan dalam hadits penuturan Ubadah bin ashShamit. “Kalau begitu.

[] abi . dll. sebagaimana yang ditunjukkan oleh sang gembala dalam kisah di atas. tak lagi merasa malu saat selingkuh.” (HR atTirmidzi). Tentu. kondisi ini harus diubah. “Di antara kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak berguna. sikap muraqabah (selalu merasa dalam pengawasan Allah SWT). Semua itu terjadi akibat mereka gagal ‘menghadirkan’ Allah SWT di sisinya dan melupakan pengawasan-Nya atas setiap gerak-gerik dirinya. Hari Perhitungan. tetapi gagal ‘melihat’ hal-hal yang gaib: pengawasan Allah SWT. Pertama: selalu berupaya menghisab diri. Tak ada lagi rasa takut saat bermaksiat. Dua hal inilah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. kemaksiatan keharaman dan kesalahan ‘mengalir’ begitu saja dilakukan seolah tanpa beban. Ibn Majah dan al-Hakim). makin jauh dari kehidupan banyak individu Muslim saat ini. Kedua: sungguh-sungguh beramal shalih sebagai bekal untuk kehidupan sesudah mati. tetapi buta mata batiniahnya. apalagi yang haram. surga dan neraka. Tak ada lagi rasa sungkan saat berbuat keharaman. Banyak Muslim saat ini yang tak lagi merasa risih saat korupsi. Mengapa gagal? Karena banyak individu Muslim yang awas mata lahiriahnya. “Orang cerdas adalah orang yang selalu menghisab dirinya dan beramal shalih untuk bekal kehidupan setelah mati. Mereka hanya mampu melihat hal-hal yang kasat mata. Setiap dosa. Ahmad. dst. Ketiga: meninggalkan hal-hal yang sia-sia. pahala dan siksa.Jujur harus kita akui. Orang lemah adalah orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya dan beranganangan kepada Allah SWT. tak lagi merasa berat saat mengumbar aurat.” (HR at-Tirmidzi. Tak ada lagi rasa khawatir saat melakukan dosa. agar seorang Muslim kembali memiliki sikap muraqabah. **** Adanya sikap muraqabah pada diri seorang Muslim paling tidak dicirikan oleh dua hal. Jika yang tak berguna saja-meski halal-ia tinggalkan. Banyak Muslim yang berperilaku seolaholah Allah SWT tak pernah melihat dia. Yang bisa mereka lihat hanyalah kenikmatan dunia yang sedikit dan kesenangan sesaat. Tak ada lagi rasa malu saat berbuat salah. sebelum dirinya kelak dihisab oleh Allah SWT. Itulah di antara wujud sikap muraqabah. tak lagi ragu saat menipu. tak lagi merasa berdosa saat berzina. Semoga kita adalah pelakunya. sebagaimana sabda Nabi SAW.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->