RINGKASAN MATERI FISIKA SMA BESARAN DAN SATUAN

Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, misalnya panjang, massa, waktu, luas, berat, volume, kecepatan, dll. Warna, indah, cantik, bukan merupakan besaran karena tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Besaran dibagi menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan. BESARAN POKOK Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Ada tujuh besaran pokok dalam sistem Satuan Internasional yaitu Panjang, Massa, Waktu, Suhu, Kuat Arus, Jumlah molekul, Intensitas Cahaya. Panjang adalah dimensi suatu benda yang menyatakan jarak antar ujung. Panjang dapat dibagi menjadi tinggi, yaitu jarak vertikal, serta lebar, yaitu jarak dari satu sisi ke sisi yang lain, diukur pada sudut tegak lurus terhadap panjang benda. Dalam ilmu fisika dan teknik, kata “panjang” biasanya digunakan secara sinonim dengan “jarak”, dengan simbol “l” atau “L” (singkatan dari bahasa Inggris length). Massa adalah sifat fisika dari suatu benda, yang secara umum dapat digunakan untuk mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda. Massa merupakan konsep utama dalam mekanika klasik dan subyek lain yang berhubungan. Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Sebagai contoh: masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Berbeda dengan masyarakat Barat, masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir. Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda tersebut. Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai

aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya. Jumlah molekul Intensitas Cahaya

BESARAN TURUNAN Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok atau besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok. Contoh besaran turunan adalah Berat, Luas, Volume, Kecepatan, Percepatan, Massa Jenis, Berat jenis, Gaya, Usaha, Daya, Tekanan, Energi Kinetik, Energi Potensial, Momentum, Impuls, Momen inersia, dll. Dalam fisika, selain tujuh besaran pokok yang disebutkan di atas, lainnya merupakan besaran turunan. Besaran Turunan selengkapnya akan dipelajari pada masingmasing pokok bahasan dalam pelajaran fisika. Untuk lebih memperjelas pengertian besaran turunan, perhatikan beberapa besaran turunan yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok berikut ini. Luas = panjang x lebar = besaran panjang x besaran panjang =mxm = m2 Volume = panjang x lebar x tinggi = besaran panjang x besaran panjang x besaran Panjang =mxmxm = m3 Kecepatan = jarak / waktu = besaran panjang / besaran waktu

000 000.000. x 10n di mana : a adalah bilangan asli mulai dari 1 – 9 n disebut eksponen dan merupakan bilangan bulat dalam persamaan tersebut.1 x 10-31 0. hasil pengukuran dinyatakan sebagai : a. panjang (length) dan waktu (time).000. 10n disebut orde besar Contoh : Massa bumi = 5. T yang mewakili massa (mass). . seperti massa elektron.000.911 kg memerlukan tempat yang lebar dan sering salah dalam penulisannya. kita dapat menggunakan notasi ilmiah atau notasi baku.000 kg atau hasil pengukuran partikel sangat kecil. . . Dalam notasi ilmiah. Penulisan hasil pengukuran benda sangat besar. Dimensi Primer meliputi M (untuk satuan massa).000.000. L (untuk satuan panjang) dan T (untuk satuan waktu).35 x 10-6 345000000 = 3.000.000. misalnya M. misalnya massa bumi kira-kira 6.000.000. Dimensi Sekunder adalah dimensi dari semua Besaran Turunan yang dinyatakan dalam Dimensi Primer.=m/s Notasi Ilmiah Pengukuran dalam fisika terbentang mulai dari ukuran partikel yang sangat kecil.00000435 = 4.000. misalnya massa sebuah elektron kira-kira 0.000.000. . Sebagaimana terdapat Satuan Besaran Turunan yang diturunkan dari Satuan . L. sampai dengan ukuran yang sangat besar. Contoh : Dimensi Gaya : M L T-2atau dimensi Percepatan : L Catatan : Semua besaran dalam mekanika dapat dinyatakan dengan tiga besaran pokok (Dimensi Primer) yaitu panjang.000. Ada dua macam dimensi yaitu Dimensi Primer dan Dimensi Sekunder.000.45×108 Dimensi Besaran Dimensi besaran diwakili dengan simbol. massa dan waktu.000. Untuk mengatasi masalah tersebut. seperti massa bumi.98 x1024 Massa elektron = 9.

yaitu L. demikian juga terdapat Dimensi Primer danDimensi Sekunder yang diturunkan dari Dimensi Primer. kaki. sementara tidak ada faktor konversi antarlambang dimensi. inci. namun dimensi besaran panjang hanya satu. Berikut adalah tabel yang menunjukkan dimensi dan satuan tujuh besaran dasar dalam sistem SI. Dua satuan yang berbeda dapat dikonversikan satu sama lain (contohnya: 1 m = 39.37 ini disebut sebagai faktor konversi). Hanya besaran-besaran berdimensi sama yang dapat saling ditambahkan. Dua besaran sama jika keduanya memiliki dimensi yang sama atau keduanya termasuk besaran vektor atau skalar. Analisis dimensi selalu digunakan untuk memeriksa ketepatan penurunan persamaan. kimia dan teknik untuk memahami keadaan fisis yang melibatkan besaran yang berbeda-beda.37 in.Besaran Pokok. dikurangkan atau disamakan. atau mikrometer). besaran panjang dapat memiliki satuan meter. mil. berhubungan dengan standar tertentu (contohnya. Satuan dan dimensi suatu variabel fisika adalah dua hal berbeda. ANALISIS DIMENSI Analisis dimensi adalah cara yang sering dipakai dalam fisika. (3) dapat digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran fisis jika kesebandingan besaran fisis tersebut dengan besaran-besaran fisis lainnya diketahui. Jika besaran-besaran berbeda dimensi terdapat di dalam persamaan dan satu sama lain dibatasi tanda “+” atau “-” atau “=”. Jika besaran- . Manfaat Dimensi dalam Fisika antara lain : (1) dapat digunakan untuk membuktikan dua besaran sama atau tidak. Misalnya. persamaan tersebut harus dikoreksi terlebih dahulu sebelum digunakan. Satuan besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian. (2) dapat digunakan untuk menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar. persamaan tersebut tidak tepat. jika suatu besaran fisis memiliki satuan massa dibagi satuan volume namun persamaan hasil penurunan hanya memuat satuan massa. angka 39.

di mana 1/2 tidak bisa diperoleh dari analisis dimensi. maka angka tersebut diwakili dengan suatu konstanta tanpa dimensi. Jawaban : (a) Persamaan Volum adalah hasil kali panjang.besaran berdimensi sama maupun berbeda dikalikan atau dibagi. Jika besaran berdimensi dipangkatkan. Massa memiliki dimensi [M] dan volum memiliki dimensi [L]3. Dengan melihat dimensi kedua ruas persamaan. lebar dan tinggi di mana ketiganya memiliki dimensi panjang. yaitu [A] = L2 dan [2. Hal ini disebabkan pada rumus tersebut mungkin terdapat suatu angka atau konstanta yang tidak memiliki dimensi. jika kedua ruas memiliki dimensi yang sama. Selanjutnya rumus tersebut diuraikan sampai hanya terdiri dari besaran pokok. Seringkali kita dapat menentukan bahwa suatu rumus salah hanya dengan melihat dimensi atau satuan dari kedua ruas persamaan. misalnya konstanta k. Dengan demikian. Dengan demikian Dimensi massa jenis : . dimensi besaran-besaran tersebut juga terkalikan atau terbagi. Dimensi Volume : (b) Persamaan Massa Jenis adalah hasil bagi massa dan volum. Contoh Soal : menentukan dimensi suatu besaran Tentukan dimensi dari besaran-besaran berikut ini : (a) volum (b) massa jenis (c) pecepatan (d) usaha Anda harus menulis rumus dari besaran turunan yang akan ditentukan dimensinya terlebih dahulu. itu tidak berarti bahwa rumus tersebut benar.r] = L kita dengan cepat dapat menyatakan bahwa rumus tersebut salah karena dimensi kedua ruasnya tidak sama. yakni [L]. misalnya Ek = 1/2 mv2 . ketika kita menggunakan rumus A= 2.phi. Tetapi perlu diingat.Phi.r untuk menghitung luas. dimensi besaran tersebut juga dipangkatkan. Sebagai contoh. Anda harus ingat karena dalam suatu persamaan mungkin muncul angka tanpa dimensi.

Skalar : besaran yang cukup dinyatakan besarnya saja (tidak ter-gantung pada arah). Misalnya : kecepatan. B. 2.a. Notasi Vektor. kita terlebih dahulu menentukan dimensi Kecepatan. di mana Kecepatan adalah hasil bagi Perpindahan dengan Waktu. Oleh karena itu. gaya. dalam tulisan tangan : dengan tanda ¾ atau ® diatas huruf : a .1. Misalnya : massa. Karena itu kita tentukan dahulu dimensi Percepatan (lihat (c)). energi dsb. Vektor : besaran yang tergantung pada arah. 2.(c) Persamaan Percepatan adalah hasil bagi Kecepatan (besaran turunan) dengan Waktu. B.1. d. (d) Persamaan Usaha adalah hasil kali Gaya (besaran Turunan) dan Perpindahan (dimensi = [L]). Notasi Geometris. 2. kemudian dimensi Percepatan. d. b. sedang Gaya adalah hasil kali massa (dimensi = [M]) dengan percepatan (besaran turunan). kemudian dimensi Gaya dan terakhir dimensi Usaha. waktu. Penamaan sebuah vektor : dalam cetakan : dengan huruf tebal : a. SKALAR dan VEKTOR Besaran-besaran Fisika ditinjau dari pengaruh arah terhadap besaran tersebut dapat dikelompokkan menjadi : a. momentum dsb. .

2.2.Penggambaran vektor : vektor digambar dengan anak panah : B a d panjang anak panah : besar vektor.1.b. Notasi Analitis Notasi analitis digunakan untuk menganalisa vektor tanpa menggunakan gambar. Sebuah vektor a dapat dinyatakan dalam komponen-komponennya sebagai berikut : z y k ay I a x j y . arah anak panah : arah vektor 2.

OPERASI VEKTOR 3. sumbu y dan sumbu z. j. Operasi penjumlahan A . Misalnya dalam koordinat kartesian : i. Sehingga vektor a dapat ditulis : a = ax i + ay j dan besar vektor a adalah : a = Ö ax 2 + ay 2 3. yang masing masing menyatakan vektor dengan arah sejajar sumbu x.1. k.ax x ay : besar komponen vektor a dalam arah sumbu y ax : besar komponen vektor a dalam arah sumbu x Dalam koordinat kartesian : vektor arah /vektor satuan : adalah vektor yang besarnya 1 dan arahnya sesuai dengan yang didefinisikan.

B A+B=? Tanda + dalam penjumlahan vektor mempunyai arti dilanjutkan. B A A+B Dalam operasi penjumlahan berlaku : a. Hukum komutatif B A A B A+B=B+A b. Jadi A + B mempunyai arti vektor A dilanjutkan oleh vektor B. Hukum Asosiatif B (A + B) + C = A + (B + C) A C .

A + B = (Ax + Bx) i + (Ay + By) j + (Az + Bz) k . A -A B B – A = B + (A) B B-A -A Vektor secara analitis dapat dinyatakan dalam bentuk : A = Ax i + Ay j + Az k dan B = Bx i + By j + Bz k maka opersasi penjumlahan/pengurangan dapat dilakukan dengan cara menjumlah/mengurangi komponenkomponennya yang searah.Opersai pengurangan dapat dijabarkan dari opersai penjumlahan dengan menyatakan negatif dari suatu vektor.

Hasil dari perkalian ini berupa skalar. A. 3. v. Perkalian dot (titik) Contoh dalam Fisika perkalian dot ini adalah : W = F . Bila misal A dan B adalah vektor dan k adalah skalar maka. dsb dimana m : skalar dan a. Contoh : F = qE.2.2. B=kA Besar vektor B adalah k kali besar vektor A sedangkan arah vektor B sama dengan arah vektor A bila k positip dan berla-wanan bila k negatip. p = mv. Perkalian vektor dengan skalar Contoh perkalian besaran vektor dengan skalar dalam fisika : F = ma.1. q adalah muatan listrik dapat bermuatan positip atau negatip sehingga arah F tergantung tanda muatan tersebut. P = F . Opersai Perkalian 3. Perkalian vektor dengan vektor. F = B . A q B .2.v : vektor.A – B = (Ax – Bx) i + (Ay – By) j + (Az – Bz) k 3. a.2. s.

Perkalian cross (silang) Contoh dalam Fisika perkalian silang adalah : t = r x F. Bila C merupakan besar vektor C. dsb Hasil dari perkalian ini berupa vektor. B = A B cos q atau dalam notasi vektor C = A . F = q v x B.Bila C adalah skalar maka C = A . maka C = A x B = A B sin q atau dalam notasi vektor diperoleh : A x B = (AyBz – Az By) i + (AzBx – AxBz) j + (AxBy – AyBx) k . B = Ax Bx + Ay By + Az Bz Bagaimana sifat komutatif dan distributuf dari perkalian dot b.

k j i ixj=k k x j = – I dsb j x j = 1 . indah. misalnya panjang. faculty. Besaran dibagi menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan.petra. berat.id/herisw/Fisika1/2-vektor.ac.Karena hasil yang diperoleh berupa vektor maka arah dari vektor tersebut dapat dicari dengan arah maju sekrup yang diputar dari vektor pertama ke vektor kedua.doc RINGKASAN MATERI FISIKA SMA BESARAN DAN SATUAN Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. . dll. bukan merupakan besaran karena tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. luas. massa. Warna. cantik.gurumuda.com/besaran-pokok-dan-besaran-turunan http://www. waktu. 1 cos 90 = 0 Bagaimana sifat komutatif dan distributif dari perkalian cross SUMBER: http://www. volume. kecepatan.

diukur pada sudut tegak lurus terhadap panjang benda. Suhu. Ada tujuh besaran pokok dalam sistem Satuan Internasional yaitu Panjang. zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Secara mikroskopis. Massa. semakin tinggi suhu suatu benda. Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian.BESARAN POKOK Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Kuat Arus. baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat berupa getaran. skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian. serta lebar. Suhu menunjukkan derajat panas benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing bergerak. yang secara umum dapat digunakan untuk mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda. yaitu jarak dari satu sisi ke sisi yang lain. kata “panjang” biasanya digunakan secara sinonim dengan “jarak”. Intensitas Cahaya. sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya. Massa adalah sifat fisika dari suatu benda. atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses. semakin panas benda tersebut. Mudahnya. Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Pada zaman dulu. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu. yaitu jarak vertikal. Berbeda dengan masyarakat Barat. suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Dalam ilmu fisika dan teknik. Massa merupakan konsep utama dalam mekanika klasik dan subyek lain yang berhubungan. Panjang dapat dibagi menjadi tinggi. makin tinggi suhu benda tersebut. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. Dalam hal ini. dengan simbol “l” atau “L” (singkatan dari bahasa Inggris length). Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif. Waktu. Panjang adalah dimensi suatu benda yang menyatakan jarak antar ujung. Jumlah molekul Intensitas Cahaya . Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda. masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir. Jumlah molekul. Sebagai contoh: masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier).

000 kg atau hasil pengukuran partikel . Berat jenis. Momen inersia. Untuk lebih memperjelas pengertian besaran turunan.000. Daya. Dalam fisika. Percepatan. selain tujuh besaran pokok yang disebutkan di atas. Luas. misalnya massa bumi kira-kira 6.000. Contoh besaran turunan adalah Berat. Volume. Gaya. lainnya merupakan besaran turunan.000.BESARAN TURUNAN Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok atau besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok. seperti massa bumi.000. Impuls. Kecepatan. perhatikan beberapa besaran turunan yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok berikut ini. Energi Potensial. Usaha. Tekanan. Luas = panjang x lebar = besaran panjang x besaran panjang =mxm = m2 Volume = panjang x lebar x tinggi = besaran panjang x besaran panjang x besaran Panjang =mxmxm = m3 Kecepatan = jarak / waktu = besaran panjang / besaran waktu =m/s Notasi Ilmiah Pengukuran dalam fisika terbentang mulai dari ukuran partikel yang sangat kecil. Momentum. Penulisan hasil pengukuran benda sangat besar. dll. Besaran Turunan selengkapnya akan dipelajari pada masingmasing pokok bahasan dalam pelajaran fisika. sampai dengan ukuran yang sangat besar.000 000. seperti massa elektron. Massa Jenis. Energi Kinetik.000.

Dalam notasi ilmiah. Untuk mengatasi masalah tersebut.000. x 10n di mana : a adalah bilangan asli mulai dari 1 – 9 n disebut eksponen dan merupakan bilangan bulat dalam persamaan tersebut. misalnya massa sebuah elektron kira-kira 0. L (untuk satuan panjang) dan T (untuk satuan waktu). . .000.sangat kecil.000. . 10n disebut orde besar Contoh : Massa bumi = 5.000. panjang (length) dan waktu (time). Dimensi Sekunder adalah dimensi dari semua Besaran Turunan yang dinyatakan dalam Dimensi Primer. T yang mewakili massa (mass).000. hasil pengukuran dinyatakan sebagai : a. kita dapat menggunakan notasi ilmiah atau notasi baku.911 kg memerlukan tempat yang lebar dan sering salah dalam penulisannya. .45×108 Dimensi Besaran Dimensi besaran diwakili dengan simbol.000.1 x 10-31 0.000. Sebagaimana terdapat Satuan Besaran Turunan yang diturunkan dari Satuan Besaran Pokok. misalnya M. massa dan waktu.98 x1024 Massa elektron = 9.35 x 10-6 345000000 = 3. . L.000.000. demikian juga terdapat Dimensi Primer danDimensi Sekunder yang diturunkan dari Dimensi Primer.000.00000435 = 4. Contoh : Dimensi Gaya : M L T-2atau dimensi Percepatan : L Catatan : Semua besaran dalam mekanika dapat dinyatakan dengan tiga besaran pokok (Dimensi Primer) yaitu panjang. Dimensi Primer meliputi M (untuk satuan massa). Ada dua macam dimensi yaitu Dimensi Primer dan Dimensi Sekunder.

r untuk menghitung luas. jika kedua ruas memiliki dimensi yang sama. Dengan melihat dimensi kedua ruas persamaan. kaki. inci. Satuan dan dimensi suatu variabel fisika adalah dua hal berbeda.phi. yaitu [A] = L2 dan [2. besaran panjang dapat memiliki satuan meter. (2) dapat digunakan untuk menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar. kimia dan teknik untuk memahami keadaan fisis yang melibatkan besaran yang berbeda-beda. berhubungan dengan standar tertentu (contohnya. Misalnya. atau mikrometer).Phi. Manfaat Dimensi dalam Fisika antara lain : (1) dapat digunakan untuk membuktikan dua besaran sama atau tidak. Jika besaranbesaran berdimensi sama maupun berbeda dikalikan atau dibagi.r] = L kita dengan cepat dapat menyatakan bahwa rumus tersebut salah karena dimensi kedua ruasnya tidak sama.37 in. Dua besaran sama jika keduanya memiliki dimensi yang sama atau keduanya termasuk besaran vektor atau skalar. Jika besaran berdimensi dipangkatkan. Satuan besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian. itu tidak berarti bahwa rumus tersebut benar. Tetapi perlu diingat. Seringkali kita dapat menentukan bahwa suatu rumus salah hanya dengan melihat dimensi atau satuan dari kedua ruas persamaan. dimensi besaran-besaran tersebut juga terkalikan atau terbagi. dikurangkan atau disamakan. namun dimensi besaran panjang hanya satu. angka 39. (3) dapat digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran fisis jika kesebandingan besaran fisis tersebut dengan besaran-besaran fisis lainnya diketahui.Berikut adalah tabel yang menunjukkan dimensi dan satuan tujuh besaran dasar dalam sistem SI. sementara tidak ada faktor konversi antarlambang dimensi. Hanya besaran-besaran berdimensi sama yang dapat saling ditambahkan. Dua satuan yang berbeda dapat dikonversikan satu sama lain (contohnya: 1 m = 39. dimensi besaran tersebut juga dipangkatkan. ketika kita menggunakan rumus A= 2. Jika besaran-besaran berbeda dimensi terdapat di dalam persamaan dan satu sama lain dibatasi tanda “+” atau “-” atau “=”. mil. Hal ini . persamaan tersebut tidak tepat. yaitu L. persamaan tersebut harus dikoreksi terlebih dahulu sebelum digunakan. Analisis dimensi selalu digunakan untuk memeriksa ketepatan penurunan persamaan.37 ini disebut sebagai faktor konversi). ANALISIS DIMENSI Analisis dimensi adalah cara yang sering dipakai dalam fisika. Sebagai contoh. jika suatu besaran fisis memiliki satuan massa dibagi satuan volume namun persamaan hasil penurunan hanya memuat satuan massa.

Selanjutnya rumus tersebut diuraikan sampai hanya terdiri dari besaran pokok. Dimensi Volume : (b) Persamaan Massa Jenis adalah hasil bagi massa dan volum. kita terlebih dahulu menentukan dimensi Kecepatan. maka angka tersebut diwakili dengan suatu konstanta tanpa dimensi. lebar dan tinggi di mana ketiganya memiliki dimensi panjang. Anda harus ingat karena dalam suatu persamaan mungkin muncul angka tanpa dimensi. Dengan demikian Dimensi massa jenis : (c) Persamaan Percepatan adalah hasil bagi Kecepatan (besaran turunan) dengan Waktu. Dengan demikian.disebabkan pada rumus tersebut mungkin terdapat suatu angka atau konstanta yang tidak memiliki dimensi. Oleh karena itu. kemudian dimensi Percepatan. misalnya konstanta k. di mana Kecepatan adalah hasil bagi Perpindahan dengan Waktu. . Jawaban : (a) Persamaan Volum adalah hasil kali panjang. di mana 1/2 tidak bisa diperoleh dari analisis dimensi. Contoh Soal : menentukan dimensi suatu besaran Tentukan dimensi dari besaran-besaran berikut ini : (a) volum (b) massa jenis (c) pecepatan (d) usaha Anda harus menulis rumus dari besaran turunan yang akan ditentukan dimensinya terlebih dahulu. misalnya Ek = 1/2 mv2 . Massa memiliki dimensi [M] dan volum memiliki dimensi [L]3. yakni [L].

B. Notasi Vektor. kemudian dimensi Gaya dan terakhir dimensi Usaha.1.Penggambaran vektor : vektor digambar dengan anak panah : B . Penamaan sebuah vektor : dalam cetakan : dengan huruf tebal : a. d. Misalnya : kecepatan. sedang Gaya adalah hasil kali massa (dimensi = [M]) dengan percepatan (besaran turunan). Vektor : besaran yang tergantung pada arah. momentum dsb.1. 2.b.a. b. dalam tulisan tangan : dengan tanda ¾ atau ® diatas huruf : a . gaya. 2. d.(d) Persamaan Usaha adalah hasil kali Gaya (besaran Turunan) dan Perpindahan (dimensi = [L]). SKALAR dan VEKTOR Besaran-besaran Fisika ditinjau dari pengaruh arah terhadap besaran tersebut dapat dikelompokkan menjadi : a. 2. Karena itu kita tentukan dahulu dimensi Percepatan (lihat (c)). B. energi dsb. Skalar : besaran yang cukup dinyatakan besarnya saja (tidak ter-gantung pada arah). Misalnya : massa. 2.1. Notasi Geometris. waktu.

2. Sebuah vektor a dapat dinyatakan dalam komponen-komponennya sebagai berikut : z y k ay I a x ax x j y ay : besar komponen vektor a dalam arah sumbu y ax : besar komponen vektor a dalam arah sumbu x .a d panjang anak panah : besar vektor. arah anak panah : arah vektor 2. Notasi Analitis Notasi analitis digunakan untuk menganalisa vektor tanpa menggunakan gambar.

Dalam koordinat kartesian : vektor arah /vektor satuan : adalah vektor yang besarnya 1 dan arahnya sesuai dengan yang didefinisikan. sumbu y dan sumbu z. OPERASI VEKTOR 3. Sehingga vektor a dapat ditulis : a = ax i + ay j dan besar vektor a adalah : a = Ö ax 2 + ay 2 3.1. j. Operasi penjumlahan A B A+B=? Tanda + dalam penjumlahan vektor mempunyai arti dilanjutkan. yang masing masing menyatakan vektor dengan arah sejajar sumbu x. k. Misalnya dalam koordinat kartesian : i. .

Hukum Asosiatif B (A + B) + C = A + (B + C) A C Opersai pengurangan dapat dijabarkan dari opersai penjumlahan dengan menyatakan negatif dari suatu vektor.Jadi A + B mempunyai arti vektor A dilanjutkan oleh vektor B. B A A+B Dalam operasi penjumlahan berlaku : a. Hukum komutatif B A A B A+B=B+A b. .

A -A B B – A = B + (A) B B-A -A Vektor secara analitis dapat dinyatakan dalam bentuk : A = Ax i + Ay j + Az k dan B = Bx i + By j + Bz k maka opersasi penjumlahan/pengurangan dapat dilakukan dengan cara menjumlah/mengurangi komponenkomponennya yang searah.2. Opersai Perkalian 3.2. A + B = (Ax + Bx) i + (Ay + By) j + (Az + Bz) k A – B = (Ax – Bx) i + (Ay – By) j + (Az – Bz) k 3.1. Perkalian vektor dengan skalar .

a.Contoh perkalian besaran vektor dengan skalar dalam fisika : F = ma. p = mv. A q B Bila C adalah skalar maka C = A . Bila misal A dan B adalah vektor dan k adalah skalar maka. s. v. dsb dimana m : skalar dan a.2. P = F . Contoh : F = qE. B=kA Besar vektor B adalah k kali besar vektor A sedangkan arah vektor B sama dengan arah vektor A bila k positip dan berla-wanan bila k negatip. B = A B cos q . F = B . Hasil dari perkalian ini berupa skalar. q adalah muatan listrik dapat bermuatan positip atau negatip sehingga arah F tergantung tanda muatan tersebut.v : vektor. 3. Perkalian dot (titik) Contoh dalam Fisika perkalian dot ini adalah : W = F . Perkalian vektor dengan vektor.2. A.

Perkalian cross (silang) Contoh dalam Fisika perkalian silang adalah : t = r x F. F = q v x B.atau dalam notasi vektor C = A . Bila C merupakan besar vektor C. maka C = A x B = A B sin q atau dalam notasi vektor diperoleh : A x B = (AyBz – Az By) i + (AzBx – AxBz) j + (AxBy – AyBx) k Karena hasil yang diperoleh berupa vektor maka arah dari vektor tersebut dapat dicari dengan arah maju sekrup yang diputar dari vektor pertama ke vektor kedua. B = Ax Bx + Ay By + Az Bz Bagaimana sifat komutatif dan distributuf dari perkalian dot b. k . dsb Hasil dari perkalian ini berupa vektor.

com/besaran-pokok-dan-besaran-turunan .j i ixj=k k x j = – I dsb j x j = 1 .gurumuda. 1 cos 90 = 0 Bagaimana sifat komutatif dan distributif dari perkalian cross SUMBER: http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful