Pelajarilah

Unsur-unsur puisi Puisi adalah ungkapan perasaan dan pikiran penyair tentang hidup dan pengalaman dari sendiri serta pengertiannya tentang hidup dan pengalaman sesame manusia.Di antara berbagai bentuk sastra, puisilah yang paling sering bertujuan menggugah emosi kita daripada akal budi atau kecerdasan kita. Oleh karena puisi berdasarkan perasaan dan pengalaman pribadi, maka pemahaman kita sebagai pembaca, sering tergantung pada perasaan dan pengalaman kita sendiri selain perasaan dan pengalaman penyair. Meskipun begitu, kita harus mencoba memandang gagasan pokok sajak diri sudut pandang penyair, bukan dari sudut pandang kita sendiri. Tema Seperti juga karya-karya sastra yang lain, sebuah sajak biasanya mengandung tema, yaitu gagasan pokok atau ide utama yang ingin disampaikan oleh penyair. Tema itu bisa berkaitan dengan kehidupan dan pengalaman yang nyata ataupun perasaan penyair tentang pengalaman tersebut. Tema juga bisa berkaitan dengan sifat-sifat pribadi dan kehidupan rohani manusia. Pesan Pesan adalah apa yang diharapkan dipikirkan atau dilakukan oleh pembaca setelah mencerna tema sajak. Walaupun setiap karya sastra mempunyai tema, tidak semua karya sastra harus mengandung pesan. Banyak sajak bertujuan sebagai cerminan hidup manusia, tidak bertujuan untuk menyampaikan ajaran atau petuah apa-apa. Nada dan suasana Bagaimana pun juga, pengertian kita tentang tema dan pesan tersebut dipengaruhi oleh nada dan suasana yang diciptakan oleh penyair. Nada mengungkapkan suasana hati penyair- kalau nadanya berubah, maka pemahaman kita tentang perasaan penyair juga berubah. Bisa terjadi satu sajak mempunyai beberapa nada yang menonjol- mungkin dimulai dengan nada gembira, kemudian berubah menjadi nada yang sedih atau muram. Suasana yang diciptakan berkaitan erat dengan nada penyair. Contoh: Adalah hujan dalam kabut yang ungu Turun sepanjang gunung dan bukit biru Ketika kota cahaya dan di mana bertemu Awan putih yang menghinggapi camaraku

Banyak di antara sajak modern termasuk “sajak bebas” tersebut. setiap kata dalam sebuah sajak mempunyai tujuan dan makna tertentu salam rangka makna keseluruan sajak. misalnya kemarahan. itulah jumlah nada yang di temukan di dalam dunia puisi. ( sama seperti paragraph dalam tulisan prosa). ataupun kekacauan. Bisa terjadi bahwa satu baris terdiri dari kata tunggal saja-kata tersebut tentunya mempunyai makna yang ditentukan dalam sajak. tiadanya pola-pola formal bisa memudahkan pengungkapan pikiran dan perasaan penyair. bentuk sajak bebas bisa menciptakan kesan tertentu. Struktur sebuah sajak Biasanya sebua sajak terdiri dari saru atau lebih bait. masing-masing menyampaikan satu segi atau ide dalam perkembangan makna keseluruhan sajak tersebut. Perhatikan contoh struktur demikian dihalaman berikut. dengan sejumlah baris yang bisa mempunyai irama dan rima yang teratur atau bisa merupakan “sajak bebas”. Tema atau ide utama sajak bisa dikembangkan melalui susunan bait yang tepat. Tidak ada kata-kata yang sepele-pele saja. Kalau sajak terdiri dari beberapa bait. kegairahan. nada penggambaran daerah perbukitan berubah drastis. sesuai dengan pandangan penyair tentang lingkungan sekitarnya. Penyampaian tema dan penciptaan nada dicapai lewat barbagai teknik menyair. misalnya suasana romantis. Lebih dari itu.Adalah kemarau dalam sengangar berdebu Turun sepanjang gunung dan bukit kelu Ketika kota tak bicara dan terpaku Gunung api dan hama di ladand-ladangku Dalam kedua bait di atas. Irama dan rima yang teratur bisa membantu menciptakan suasana tertentu. Contoh: Sebuah bel kecil tergantung di jendela Di bulan Juni Berkelining sepi Daun asam dan cericit butung gereja Keletak kuda aong-adong Yogya Kota tua membentang dalam debu . yaitu irama dan rimanya disusun berdasarkan wirama alamiah. Demikian pula. Oleh karena masing-masing baris dalam sajak tidak harus berupa kalomat lengkap. Kalau kita memikirkan semua emosi yang bisa dialami oleh menusia. lembut atau ceria.

Pilihan kata Pilihan kata sangat penting dalam menulis puisi. Dengan satu dua kata yang sangat mengena. Sedangkan. membantu menciptakan suasana kesepian dan menguatkan makna tentang terentangnya waktu. seorang penyair bisa menciptakan kesan yang diinginkannya.Sepanjang gang ditaburnya sepi itu Sebuah bel kecil tergantung di jendela Di bulan Juni BerkeLining Sepi. terutama perulangan bait pertama dengan kata “Berkelining” yang suku katanya dipisahkan sehingga membentuk tiga baris. atau kalimat. Misalnya. Kadang-kadang kita mengacu pada sifat “puitis” sebuah tulisan. mari mengembara bersama angina mencium matahari dari pangkuan bulan kata “mengembara”. . frasa. Gaya bahasa puisi Bahasa yang digunakan dalam menulis puisi mempunyai ciri-ciri yang berbeda dari bahasa yang biasanya digunakan dalam tulisan prosa. Kata-kata yang dalam satu konteks mempunyai arti tertentu dalam konteks lain bisa digunakan penyair untuk memberukan kesan yang baru atau berbeda. “mencium” dan “pangkuan” membantu untuk menciptakan kesan kemesraan serta asmara. Sebuah citra adalah lesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata. Dalam sajak di atas.biasanya bahasa yang mempunyai ciri-ciri berikut. Citraan Salah satu penggunaan kata yang paling mengesankan salam puisi terdapat dalam citraan. Citraan adalah cara membentuk citra mental. susunan bait. salam baris berikut pada sebuah kamar benderang lampu taman merasuk ke dalam kata “merasuk” sangat penting dalam menciptakan suasana yang agak sepi dan suram. atau gambaran sesuatu.

ada symbol yang segera dipahami maknanya oleh semua masyarakat karena sering digunakan. Contoh: matahari bagaikan bola api ・metafora(kiasan). Contoh: matahari mencium kaki langit ・hiperbola.perbandingan yang tersirat ungkapan yang melukiskan kesamaan Kesamaan makna di antara dua hal Contoh: matahari adalah bola api ・ personifikasi(insanan). belantara beton dan besi sigunakan untuk melambangkan sebuah penjara(atau juga bisa melambangkan sebuah kota) Memang. tetapi dianggap mengandung Segi yang serupa. tetapi dapat juga menyarankan hal-hal yang merangsang pancaindera yang lain. seperti penglihatan pendengaran dan penciuman. Misanlya.Citraan menyarankan gambar yang tampak oleh mata batin kita.majas yang memberikan sifat-sifat manusia ke barang yang tidak bernyawa.majas yang dalam ungkapannya melebih-lebihkan apa yang sebenarnya Dimaksudkan Contoh: seribu halilintar menyambar.perbandingan dua hal yang secara hakiki berbeda. Bentuk citraan yang biasanya terdapat dalam puisi sering disampaikan dengan majasmajas termasuk: ・simile. matahari sering digunakan sebagai symbol sumber . Contoh: di tengah belantara beton dan besi Dalam kutipan ini. seribu guruh gemuruh simbolisme ( perlambangan) simbolisme adalah piaranti sastra yang menggunakan citraan yang konkret untuk mengungkapkan perasaan atau ide yang abstrak.

kini akan makin mengerti nilaimu. . Perulangan bunyi Selain perulangan kata-kata tertentu. Contoh: Ibu. Kamu adalah hutan di sekitar telaga. Kamu adalah teratai kedamaian samadhi. Kamu adalah hujan yang kulihat di desa. Perulangan Perulangan adalah frasa sering digunakan oleh penyair untuk menekankan ide atau perasaan tertentu. yang tidak dibikin-bikin dan hambar seperti Monas dan Taman Mini. perulangan frasa tersebut menciptakan irama yang menambahkan kesan keyakinan terhadap nilai ibu. Perulangan bunyi tersebut bisa berupa aliterasi. Dalam sajak ini.kehidupan. kehangatan. Sedangkan bulan sering melambangkan cinta asmara. Kedua teknik tersebuut bertujuan untuk mencapai efek kesedapan bunyi. yaitu perulangan vocal pada kata yang berurutan. Kamu adalah Indonesia Raya. Tapi kalau kaitan symbol dengan ide atau perasaan yang dilambangkan agak samar. Selain itu. sebuah misteri dll. daya kreatif. lazimnya pada awal kata yang berurutan. Ide apa yang biasanya Anda kaitkan dengan symbol-simbol berikut: topeng kabut musim gugur tahun 2000 bunga Adam dan Hawa darah kereta api kota New York dini hari Simbol seperti yang di atas bisa digunakan oleh penyair tampa harus menjelaskan maknanya secara lebih lanjut atau rumit. perulangan bunyi juga bisa menambahkan suasana dan makna keseluruhan sebuah sajak. Kamu adalah libat hati nutani di dalam kelakuanku. Alau symbol cukup jelas hubungannya dehngan ide atau perasaan yang dilambangkannya. penyair menggunakan perulangan frasa “Kamu adalah” untuk menekankan banyaknya segi peran seorang ibu. maka mudah dipahami oleh semua pembaca. Kamu adalah tugu kehidupanku. atau juga bisa berupa asonansi. maka tidak menherankan kalau tidak semua orang mencerna menebak maknanya. yaitu ulangan bunyi kosonan.

Dalam baris ini.Contoh aliterasi: Ular yang mendesis merisik. Kalau isi dan tema sekiranya tidak dicerminkan dalam judulnya. judul sebuah sajak bisa memberikan pengertian tertentu tentang isi atau tema sajak tersebut. kalau bunyi “k” atau “g” yang diulang. Contoh: Garis ilmu bumi Garis granit Garis tegak lurus Contoh asonansi: Mari menari dara asmara Biar terdengar suara suara Barangkali mati di pantai hati Gelombang kenang membanting diri Perulangan bunyi vokal “a” membantu untuk mencitakan irama laut yang berdebur menghempas. Judul Sama seperti jenis sastra yang lain. maka kesan yang diciptakan agak keras dan kuat. bunyi yang lembut namun sekaligus sedikit mengerikan. . perulangan bunyi huruf “s” menciptakan kesan bunyi gerakan seekor ular. Sedangkan. mungkin penyair ingin menyampaikan kesan yang lain melalui judul itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful