P. 1
Dampak Sosial Media

Dampak Sosial Media

|Views: 201|Likes:
Published by Edo Setya

More info:

Published by: Edo Setya on Nov 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2015

pdf

text

original

Dampak media terhadap masyarakat 18 12 2008 GLOBALISASI MEDIA Tahun 2008 adalah tahun dimana Indonesia telah memasuki

era globalisasi. Sebuah zaman dimana masyarakat harus bisa mengunakan teknologi multimedia yang baru. Ma u tidak mau kita harus menjalaninya. Tidak hanya itu dunia penyiaran juga mening kat. Terhitung lebih dari 10 stasiun televise menghiasi layar kaca televise kita .itu belum termasuk televise daerah. Dari stasiun televise itu mereka menawarkan acara-acara yang mereka prediksi san gat dibutuhkan oleh masyarakat informasi. Mulai dari acara hiburan,olahraga, dll . Dampak positifnya masyarakat menjadi punya banyak pilihan acara. Jadi kalau me reka bosan mereka tinggal pindah channel. Dampak negatifnya kemungkinan akan ter jadi persaingan yang tidak sehat diantara stsiun televise-televisi itu. Sebut sa ja MNC(RCTI,TPI,Global TV) dengan Duo Trans(Trans TV, Trans 7).memang kita belum dengar ada berita yang kurang menyenangkan dari dampak itu tapi kemungkinan itu masih akan mungkin terjadi. Tidak hanya itu masyarakat pasti juga akan bingung jika acara televise pada saat itu sedang bagus. Peran media massa dalam kehidupan sosial, terutama dalam masyarakat modern tidak ada yang menyangkal.ada enam perspektif dalam hal melihat peran media. Pertama, melihat media massa sebagai window on event and experience. Media dipan dang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi di luar sana. Atau media merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peri stiwa. Kedua, media juga sering dianggap sebagai a mirror of event in society and the w orld, implying a faithful reflection. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masy arakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya. Karenanya para pengelola media sering merasa tidak bersalah jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik, porno grafi dan berbagai keburukan lain, karena memang menurut mereka faktanya demikia n, media hanya sebagai refleksi fakta, terlepas dari suka atau tidak suka. Padah al sesungguhnya, angle, arah dan framing dari isi yang dianggap sebagai cermin r ealitas tersebut diputuskan oleh para profesional media, dan khalayak tidak sepe nuhnya bebas untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Ketiga, memandang media massa sebagai filter, atau gatekeeper yang menyeleksi be rbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media senantiasa memilih issue, in formasi atau bentuk content yang lain berdasar standar para pengelolanya. Di sin i khalayak dipilihkan oleh media tentang apa-apa yang layak diketahui dan mendapat perhatian . Keempat, media massa acapkali pula dipandang sebagai penunjuk jalan atau interpr eter, yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternative yang beragam Kelima, melihat media massa sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai inform asi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkin terjadinya tanggapan dan ump an balik. Keenam, media massa sebagai interlocutor, yang tidak hanya sekadar tempat berlal u lalangnya informasi, tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadin ya komunikasi interaktif. Pendeknya, semua itu ingin menunjukkkan, peran media d alam kehidupan social bukan sekedar sarana diversion, pelepas ketegangan atau hi buran, tetapi isi dan informasi yang disajikan, mempunyai peran yang signifikan dalam proses sosial. Isi media massa merupakan konsumsi otak bagi khalayaknya, s ehingga apa yang ada di media massa akan mempengaruhi realitas subjektif pelaku

Hal itu juga bisa menjadi dampak media. Terbukti dengan adanya video porno yang pemerannya adalah orang-orang Indonesia. Mereka menganggap per s mempunyai kemerdekaan yang dijamin sebagai hak asasi warga Negara dan tidak di kenakan penyensoran serta pembredelan. Belum lagi membajirnya program-program tayangan dan produk rekaman tanpa dapat dibendung. Globalisasi pada hakikatnya ternyata telah membawa nuansa budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. masyarakat menerima berbagai informa si tentang peradaban baru yang datang dari seluruh penjuru dunia. buku. film. Mela lui media yang kian terbuka dan terjangkau. ada Undang-undang yang secara s pesifik mengatur pornografi. Karenanya media massa dituntut menyampaikan i nformasi secara akurat dan berkualitas. SOLUSI Sekarang di Indonesia telah memasuki era Globalisasi. Kita tidak mungkin untuk m . K oran. kita menyadari belum semua warga negara mampu menilai sampai dimana kita sebagai bangsa berada. banyak televisi yang akhirny a tidak menayangkan para artis yang berpakaian minim. Ternyata dampaknya cukup terasa. Belum lagi marakn ya kehidupan free sex di kalangan remaja masa kini. untuk menerbitkan produk-produk pornografi. Menghimbau dan kalau perlu melarang berbagai sepak terjang masyarakt yang berperilaku tidak semestinya. Globalisasi media massa merupakan proses yang secara nature terjadi. Di sini pemerintah dituntut untuk bersikap aktif tidak masa bodoh melihat perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia. Terutama masalah pornografi. majalah.interaksi sosial. Gambaran tentang realitas yang dibentuk oleh isi media massa i nilah yang nantinya mendasari respon dan sikap khalayak terhadap berbagai objek sosial. Padahal dalam undang-undang pers hal itu pasti sudah diatur. sebagaimana jatuhnya hujan atau meteor. Belum lagi beredarnya VCD porno yang sekarang beredar dimana-mana. Apalagi menghadapi globalisasi media massa yang tak terelakan la gi. Kualitas informasi inilah yang merupakan tuntutan etis dan moral penyajian media massa. Bahkan beberapa orang as ing menganggap Indonesia sebagai surga pornografi karena sangat mudahnya mendapatk an produk-produk pornografi dan harganya pun murah. kemudian ditiru habis-habis an. banjir informasi dan budaya baru yang dibawa media tak jarang teramat asing dari sikap hidup dan norma yang berlaku. Walaupun media pornografis bukan barang baru bagi Ind onesia. Atau disebut juga Indonesia sedang kebanjiran in formasi atau Overload. sebagai mana jatuhnya sinar matahari. vcd dan kini lewat internet sedikit banyak akan berdampak pada kehidupan masyarakat? Saat ini masyarakat Indonesia sedang mengalamai serbuan y ang hebat dari berbagai produk. Dalam media audio-visualpun. Begitulah. Misalnya ketika Presiden Susilo Bambang Yudo yono. dim ana sekarang wanita-wanita Indonesia sangat terpengaruh oleh trend mode dari Ame rika dan Eropa yang dalam berbusana cenderung minim. Kebebasan pers yang muncul p ada awal reformasi ternyata dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat yang tidak ber tanggungjawab. tentulah perkembangan media massa di Indonesia pada massa akan datang harus d ipikirkan lagi. Informasi yang salah dari media massa akan memunculkan gambaran yang sal ah pula terhadap objek sosial itu. misalnya. menyarankan agar televisi tidak menayangkan goyang erotis dengan puser ata u perut kelihatan. Lantas bagaimana bagi negara berkembang seperti Indonesia menyikapi fenomena tra nsformasi media terhadap perilaku masyarakat dan budaya? Bukankah globalisasi me dia dengan segala nilai yang dibawanya seperti lewat televisi. GLOBALISASI MEDIA Bertolak dari besarnya peran media massa dalam mempengaruhi pemikiran khalayakny a. namun tidak pernah dalam skala seluas sekarang. Padahal. Di mana buda ya itu sangat bertentangan dengan norma yang ada di Indonesia. radio. Sehingga kalau kita berjalan-jalan di mal atau tempat publik sangat mudah me nemui wanita Indonesia yang berpakaian serba minim mengumbar aurat.

dikenal adanya opini on leader atau pemuka pendapat. Melalui media massa pun. kita dapat membangun opini publik. kepala desa. Melalui pemuka pendapat s eperti tokoh agama. Misalnya melalui pemberitaan ten tang dampak negatif pornografi. Tapi yang lebih penting lagi adalah ketegasan pemerintah dalam menerapkan hukum baik Undang-Undang Pers. gambar dan surat pembaca yang berisikan realitas yang dihadapi masyarakat dengan maraknya p ornografi. Mereka memiliki kemampuan untuk mempengaruhi ora ng lain untuk bertindak laku dalam cara-cara tertentu. sesepuh desa. pesan-pesan tentang bahaya media pornografi dapat disampaikan.engelak. . Undang-undang Perfilman dan Undang-Undang Penyiaran sec ara tegas dan konsiten di samping tentu saja partisipasi dari masyarakat untuk b ersam-sama mencegah dampak buruk dari globalisasi media yang kalau dibiarkan bis a menghancurkan negeri ini. Dalam Sosiologi Komunikasi. karena medi a mempunyai kekuatan mengkonstruksi masyarakat. maka media dapat dengan cepat mengkonstrusikan masyarakat secara luas karena jangkauannya yang jauh. komentar para ahli dan tokok-tokoh masyarakat ya ng anti pornografi atau anti media pornografi serta tulisan-tulisan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->