KONVENSI BASEL TAHUN 1989 TENTANG PENGAWASAN PERPINDAHAN LALU LINTAS LIMBAH BERBAHAYA DAN PEMBUANGANNYA MUKADIMAH

Pihak- pihak yang terkait pada konvensi, Menyadari risiko kerusakan tehadap kesehatan manusia dan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah berbahaya dan perpindahan lintas batasnya, Menyadari meningkatnya ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan yang disebabkan oleh meningkatnya produksi dan kompleksitasnya, dan terjadinya perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lain, Menyadari juga bahwa cara yang paling efektif guna melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari bahaya akibat limbah tersebut adalah dengan mengurangi produksi sampai tingkat minimum kuantitas dan/ atau potensial bencananya, Meyakini bahwa Negara- negara sebaikmya mengmbil tindakan yang diperlukan guna menjamin bahwa pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya termasuk pepindahan lintas batasnya dan pembuangannya tetap konsisten dengan perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungannya ditempat pembuangan manapun, Memperhatikan bahwa negara- negara akan menjamin, pihak penghasil melaksanakan kewajibannya dengan memperhatikan transportasi dan pembuangan limbah berbahaya dan limbah lainnya dengan cara yang konsisten dengan perlindungan terhadap lingkungan, dimanapun tempat pembuangannya, Secara penuh mengakui bahwa negara manpun mempunyai kekuasaan penuh untuk melarang masuknya atau dibuang limbah bahaya danlimbah lainnya dari luar negeri didaerah teritorialnya, Juga mengakui adanya peningkatan keinginan untuk melarang perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan pembuanganya di Negaranya, terutama dinegara berkembang. Meyakini bahwa limbah berbahaya dan limbah lainnya, sejauh sesuai dengan cara yang berwawasan lingkungan dan pengelolaan yang efisien, sebaiknya dibuang di negara dimana dihasilkan, Menyadari juga bahwa perpindahan lintas batas limbah berbahaya tersebut yang berasal dari Negara tempat yang dihasilkannya ke Negara lain, sebaiknya hanya diperbolehkan bila dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang tidak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan, dan dalam kondisi yang sesuai dengan ketentuanketentuan konvensi,

Mengingat bahwa peningkatan pengawasan perpindahan litas batas limbah berbahaya dan limbah lainnyaakan menjadi insentif bagi pengelolaan yang berwawasan lingkunaan dan bagi pengurangan volume perpindahan lintas batas tersebut, Memperhatikan, bahwa beberapa persetujuan internasional dan regional telah menyampaikan isu tentang perlindungan dan pelestarian lingkungan dengan perhatian tehadap transit barang berbahaya, Berdasarkan Deklarasi Konferensi PBB tentang Hak- hak Manusia ( Stockholm, 1972), Paduan dan Prinsip Kairo bagi pengelolaan yang berwawasan lingkungan tentang limbah berbahaya yang disetujui oleh Dewan Pemerintahan Program Lingkungan PBB (UNEP) dengan keputusan 14/ 30 pada tanggal 17 Juni1987, Rekomendasi Komite PBB bagi Ahli Transportasi Barang Berbahaya (dirumuskan pada tahun 1957 dan diperbaiki setiap dua tahun), rekomendasi yang relevan, deklarasi, perangkat dan peraturan yang disetujui didalam sistem PBB, juga kerja dan studi yang telah dilaksanakan oleh organisasiorganisasi internasional dan regional, Menyadari semangat, prinsip- prinsip, sasaran dan fungsi Piagam Dunia untuk Alam yang disetujui Majelis Umum PBB pada sidang ketiga puluh tujuh (1982) sebagai peraturan etika dalam menghormati perlindungan lingkungan hidup manusia dan konservasi sumber daya alam, Menegaskan bahwa, Negara- negara bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban internasionalnya terhadap perlindungan bagi kesehatan manusia, dan perlindungan dan pelestarian lingkungan yang dikenakan sesuai dengan hukum intenasional, Mengakui, bahwa dalam kasus pelangaran materi ketentuan- ketentuan konvensi ini, atau protokol yang mengarah pada ralevan hukum intenasional akan diterapkan perjanjianperjanjian, Menyadari kebutuhan untuk melanjutkan pembangunan dan penerapan teknologi rendah- limbah yang berwawasan lingkungan; pilihan untuk mendaur ulang; sistem pemeliharaan dan pengelolaan yang baik dengan sasaran mengurangi produk limbah berbahaya dan limbah lainnya hingga tingkat minimum. Juga menyadari meningkatnya keprihatinan internasional tehadap kebutuhan untuk memperketat pengawasan perpindahan ;imtas batas limbah lainnya, dan kebutuhan untuk mengurangi sejauh mungkin perpindahan tersebut sampai tingkat minimum, Prihatin tentang masalah lalu lintas, lintas batas ilegal limbah berbahaya dan limbah lainnya, Juga berdasarkan keterbatasan kemampuan negara berkembang untuk mengelola limbah berbahaya dan limbah lainnya, Mengakui adanya kebutuhan untuk memperkenelkan alih teknologi bagi pengelolaan produksi lokal, limbah berbahaya dan limbah yang lainnya, terutama dinegara berkembang sesuai dengan semangat Panduan Kairo dan keputusan 14/ 16 Dewan Pemerintahan UNEP tentang pengenalan alih teknologi perlindungan lingkungan, Mengakui juga bahwa limbah berbahaya dan limbah lainnya seharusnya menggunakan cara transportasi sesuai dengan konvensi dan rekomendasi internasional yang relevan,

Juga yakin bahwa, perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya hanya diperbolehkan bila transportasi dan pembuangan akhirnya berwawasan lingkungan, dan Memutuskan untuk melindungi, dengan pengawas ketat, kesehatan manusia dan lingkungan terhadap pengaruh yang merugikan yang dihasilkan oleh penghasil limbah, penggelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya, TELAH MENYETUJUI SEBAGAI BERIKUT : PASAL 1 WAWASAN KONVENSI 1. Limbah yang dimaksud dalam perpindahan lintas batas selanjutnya disebut “ limbah berbahaya” bagi kegunaan Konvensi ini: (a) Limbah yang termasuk dalam kategori manapun yang tercantum dalam Lampiran I; kecuali bila tidak memiliki karakteristik yang tercantum pada lampiran III; dan Limbah yang tidak termasuk didalam ayat (a); tetapi didefinisikan sebagai, atau yang dianggap sebagai, limbah berbahaya menurut undang- undang setempat Pihak yang mengekspor, mengimpor atau transit,

(b)

2.

Limbah yang termasuk kategori manapun yang tercantum dalam Lampiran II; yang dimaksud sebagai perpindahan lintas batas selanjutnya disebut “ limbah lainnya” bagi kegunaan Konvensi ini. Limbah dimana, sebagai akibat sifat radioaktifnya, dimasukkan dalam sistem pengawasan internasional lain, termasuk perangkat internasional, yang khusus diterapkan bagi bahan radio aktif, tidak termasuk dalam wawasan Konvensi ini. Limbah yang berasal dari operasi normal suatu kapal, dimana tindakan terhadapnya dilakukan oleh perangkat internasional lain, tidak termasuk dalam wawasan Konvensi ini. PASAL2 DEFINISI

3.

4.

Bagi kepentingan konvensi ini : 1. 2. 3. “ Limbah” adalah bahan atau objek yang dibuang atau direncanakan akan dibuang atau diminta untuk dibuang menurut ketentuan- ketentuan hukum nasional; “Pengelolaan” berarti pengumpulan, transportasi dan pembuangan limbah berbahaya atau limbah lainnya, termasuk pemeliharaan lokasi pembuangan selanjutnya; “ Perpindahan lintas batas” berarti setiap perpindahan limbah berbahaya atau limbah lainnya dari suatu daerah dibawah jurisdiksi nasional suatu Negara ke atau melalui daerah dibawah jurisdiksi nasional Negara lain, ke atau melalui daerah tidak dibawah

. “Penguasa yang berwenang” berarti penguasa pemerintah yang ditugaskan oleh pihak terkait untuk bertanggung jawab.jurisdiksi nasional Negara manapun. dimana perpindahan tersebut paling sedikit melibatkan dua Negara. 15. 13. 10. yang bertanggung jawab untuk menerima dan memberikan informasi yang disediakan dalam Pasal 13 dan 16. 14. “Negara pengekspor” berarti suatu pihak dimana perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya direncanakan untuk dimulai atau telah dimulai.tindakan pengaturan administrasi dan tanggung jawab sesuai dengan hukum internasional dengan memperhatikan perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. baik termasuk atau tidak dalam Pihak. seperti yang terdapat pada Pasal 6. atau Negara transit. ”Negara pengimpor” berarti suatu pihak dimana perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya direncanakan atau mengambil tempat dengan tujuan pembuangan ditempat tersebut atau dengan tujuan pemuatan sebelum pembuangan kedaerah manapun yang tidak berda dibawah jurisdiksi nasional Negara manapun. didalam daerah geografis tertentu yang dianggap sesuai oleh pihak terkait tersebut. 12. atau yang menerima pemberitahuan tentang adanya suatu perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya. 5. selain negara pengekspor atau pengimpor. “Pembuangan” berarti setiap operasi yang ditetapkan dalam Lampiran IV Konvensi ini. 4. “Perorangan” berarti setiap individu atau individu yang sah secara hukum. 11. “Pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya yang berwawasan lingkungan” berarti pengambilan semua langkah praktis untuk menjamin bahwa limbah berbahaya dan limbah lainnya dikelola dengan cara memperhatikan perlindungan bagi kesehatan manusia dan lingkungan terhadap pengaruh merugikan yang mungkin ditimbulkan limbah tersebut. laut atau udara didalam. 7. dimana melalui perpindahan lintas batas berbahaya atau limbah lainnya direncanakan atau mengambil tempat. “Pengekspor” berarti setiap individu dibawah jurisdiksi Negara pengekspor yang menyiapkan limbah berbahay atau limbah lainnya untuk diekspor. 8. dimana suatu Negara melaksanakan tindakan. “Titik Fokus” berarti keberadaan suatun pihak mangacu pada Pasal 5.pihak yang terkait. dan yang memberi jawaban terhadap pemberitahuan tersebut. “Negara yang terkait” berati pihak yaitu Negara pengekspor atau pengimpor. 9. “Lokasi atau fasilitas yang disetujui” berarti suatu lokasi atau fasilitas bagi pembuangan limbah berbahaya atau limbah lainnya yang mendapat kuasa atau izin untuk dioperasikan dengan tujuan tersebut oleh penguasa yang relevan dari Negara dimana lokasi dan fasilitas itu berada. 6. dan informasi lain yang berhubungan. “Negara transit” berarti suatu Negara. “Daerah dibawah jurisdiksi nasional suatu Negara” berarti setiap daratan.

negara anggotanya telah mengalihkan kemampuannya dengan memperhatikan hal-hal yang diatur oleh konvensi ini dan dimana telah mendapat kekuasaan. 18. bila mendapat pemberitahuan sesuai dengan sub. meratifikasi. PASAL 3 DEFINISI NASIONAL TENTANG LIMBAH BERBAHAYA 19. secara resmi mengkonfirmasikan atau menyetujuinya. “Pengimpor” ” berarti setiap individu dibawah jurisdiksi Negara pengimpor menyiapkan limbah berbahay atau limbah lainnya untuk diimpor. 4. 1. Pihak terkait akan bertanggung jawab atas pembuatan informasi yang dikirimkan kepadanya oleh Sekretariat sesuai dengan ayat 3 yang disediakan bagi eksportirnya. individu yang memiliki dan/ atau mengawasi limbah tersebut. 21. 20. dalam enam bulan setalah menjadi Pihak terkait pada konvensi ini.16. Setiap Pihak terkait akan selanjutnya memberitahu Sekretariat tentang setiap perubahan penting atas dasar informasi yang diberikan sesuai dengan ayat 1. “organisasi gabungan politik dan /atau ekonomi” berarti suatu organisasi yang didirikan oleh Negara yang berdaulat dimana Negara. 2. “Lalu lintas ilegal” berarti setiap perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya seperti yang ditentukan pada Pasal 9. Setiap pihak akan. yang dianggap atau didefinisikan sebagai berbahaya menurut undangundang nasionalnya dan atas setiap permintaan tentang prosedur perpindahan lintas batas yang dapat diterapkan bagi limbah tersebut. . (a) Pihak terkait yang melaksanakan haknya untuk melarang impor limbah berbahaya atau limbah lainnya untuk pembuangan sebaiknya memberitahu Pihak lain tentang keputusannya sesuai dengan Pasal 13. Sekretariat akan dengan segera memberitahu semua Pihak terkait tentang informasi yang diterimanya sesuai dengan ayat 1 dan 2. yang melaksanakan transportasi yang limbah “Penghasil” ” berarti setiap individu yang mempunyai aktifitas menghasilkan limbah berbahaya atau limbah lainnya atau bila individu tersebut tidak diketahui. PASAL 4 KEWAJIBAN UMUM 1. (b) Pihak terkait akan melarang atau tidak memperbolehkan ekspor limbah berbahaya atau limbah lainnya kepada Pihak lain yang telah melarang impor limbah dimaksud. memberitahu Sekretariat Konvensi tentang limbah. menerima. “Pembuangan” ” berarti setiap individu yang kepadanya limbah berbahaya atau limbah lainnya dikapalkan dan yang melaksanakan pembuangan limbah tersebut. menyetujui. sesuai dengan prosedur internalnya.ayat (a) diatas. selain yang tercantum pada Lampiran I dan II. 3. 17. “Pengangkut” berarti setiap individu berbahaya dan limbah lainnya. untuk menanda tangani.

langkah yang diperlukan untuk mencecah pencemaran akibat limbah berbahaya dan limbah lainnya yang ditimbulkan akibat cara pengelolaan tersebut dan.undangnya melarang semua impor. terutama dinegara berkembang. yang akan berlokasi. (b) menjamin tersedianya fasilitas pembuangan yang memadai. . Pihak terkait menganggap bahwa lalu lintas illegal limbah berbahaya dan limbah lainnya merupakan tindakan kriminal. (d) Menjamin bahwa perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya telah dikurangi sampai pada tingkat minimum dan konsisten dengan cara yang berwawasan lingkungan dan dengan pengelolaaan yang efisien. termasuk penyebaran informasi tentang perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya. akan memperkecil konsekuensinya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. 2. teknologi dan ekonomi. dalam kasus dimana Negara pengimpor Negara tidak melarang impor limbah tersebut. (e) Tidak memperbolehkan ekspor limbah berbahaya dan limbah lainnya ke Negara atau kelompok Negara yang termasuk dalam suatu gabungan organisasi ekonomi dan/ atau politik yang merupakan pihak terkait.(c) Pihak terkait akan melarang atau tidak memperbolehkan ekspor limbah berbahaya atau limbah lainnya apabila negara pengimpor tidak mengiinkan secara tertulis bagi pengimpor khusus. bagi pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya yang berwawasan lingkungan. sesuai dengan Lampiran V A. (c) menjamin bahwa personil yang dilibatkan dalam pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya telah mengambil langkah. bila pencemaran terjadi. (h) Mengadakan aktifitas kerjasama dengan Pihak lain dan organisasi yang berminat. (g) Mencegah impor limbah berbahaya dan limbah lainnya apabila ada alasan untuk meragukan bahwa limbah tersebut tidak akan dikelola dengan cara berwawasan lingkungan. atau apabila ada alasan untuk meragukan limbah tersebut akan dikelola dengan cara yang berwawasan lingkungan. dimana undang. guna menjelaskan pengaruh tujuan perpindahan tersebut terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. secara langsung dan melalui Sekretariat. seluas mungkin . dan dilaksanakan dengan cara yang memperhatikan perlindungan bagi kesehatan manusia dan lingkungan terhadap pengaruh merugikan yang mungkin ditimbulkan oleh proses perpindahan tersebut. Setiap Pihak akan mengambil tindakan yang sesuai untuk : (a) menjamin bahwa produksi limbah berbahaya dan limbah lainnya yang memiliki telah dikurangi sampai pada tingkat minimum. dimanapun tempat pembuangannya berada. sesuai dengan kriteria yang akan diputuskan oleh Pihak terkait tersebut pada pertemuan pertamanya. berdasrkan aspek sosial. guna memperbaiki pengelolaan limbah tersebut yang berwawasan lingkungan dan mencegah adanya lalu lintas ilegal. 3. (f) Mendapatkan informasi tentang tujuan perpindahan lintas limbah berbahaya dan limbah lainnya bagi Negara yang berkepentingan.

dimana penetapan kiriteria tersebut tidak berbeda dengan tujuan Konvensi. atau (b) Limbah yang dipertanyakan harus dalam bentuk bahan mentah untuk di daur ulang atau untuk industri pemulihan Negara pengimpor. diberi label. 9. Setiap pihak sebaiknya mewajibkan limbah berbahaya atau limbah lainnya yang akan diekspor. Kewajiban Negara dimana limbah berbahaya dan limbah lainnya dihasilkan menurut Konvensi ini. dan transportasi. Pihak terkait akan mengambil tindakan yang memadai guna menjamin bahwa perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya hanya diperbolehkan bila : (a) Negara pengekspor tidak memiliki kapasitas teknis dan fasilitas yang diperlukan. akan ditentukan oleh Pihak yang terkait pada pertemuan pertamanya. Setiap Pihak akan mengambil langkah legal secara administratif serta tindakan lain untuk melaksanakan dan memberlakukan ketentuan konvensi ini. (b) Mengharuskan limbah berbahaya dan limbah lainnya yang termasuk dalam perpindahan lintas batas. yaitu pada 60 Lintang Selatan. dan pelaksanaannya dilakukan berdasarkan kebiasaan relevan yang diakui secara internasional. bila masih diragukan apakah limbah tersebut dikelola dengan cara yang berwawasan lingkunan. Suatu Pihak akan tidak memperbolehkan limbah berbahaya dan limbah lainnya umtuk diekspor kesuatu pihak yang tidak terkait atau impor dari Pihak yang tidak terkait. dan dipindahklan. baik limbah tersebut termasuk dalam perpindahan lintas batas ataupun tidak. .4. 6. Lebih jauh. (c) Mengharuskan melengkapi limbah berbahaya dan limbah lainnya dengan dokumen perjalanan sejak dari tempat perpindahan lintas batas dimulai sampai tempat pembuangannya. dikelola dengan cara yang berwawasan lingkungan di Negara pengimpor atau tempet lainnya. termasuk tindakan mencegah dan menghukum pelanggar konvensi. Paduan teknis bagi pengelolaan limbah yang berwawasan lingkungan yang dimaksud dalam konvensi. 7. sesuai dengan cara yang didapat diterima secara umum dan yang diakaui oleh peraturan dan standard internasional dalam bidang pengemasan. setiap Pihak akan: (a) Melarang semua individu dibawah jurisdiksi nasionalnya untuk memindahkan atau membuang limbah berbahaya dan limbah lainnya kecuali individu tersebut mendapat kuasa atau diperbolehkan melaksanakan jenis operasi tersebut. 10. Pihak terkait setuju untuk tidak memperbolehkan ekspor limbah berbahaya dan limbah lainnya untuk dibuang didaerah selatan. labeling. 8. untuk dikemas. tidak dapat dipindahkan ke Negara pengimpor atau transit dengan kondisi apapun. atau (c) Perpindahan lintas batas yang dipertanyakan sesuai denan kirteria lain yang akan ditentukan oleh pihak terkait. juga tidak memiliki lokasi pembuangan denan kapasitas yang memadai guna membuang limbah yang dipertanyakan dengan cara yang berwawasan lingkunan dan efisien. 5.

atau meminta tambahan informasi. atas perubahan mengenai penunjukkan yang mereka buat sesuai ayat 2 diatas. Sebuah copy tentang jawaban akhir dari Negara pengimpor akan dikirimkan pada penguasa yang berwenang dari Negara yang berkepentingan dimana termasuk Pihak terkait. penguasa yang berwenang dari Negara yang berkepentingan tentang maksud perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya. kedaulatan teritorial laut suatu Negara yang ditentukan sesuai dengan hukum internasional dan hak kecaulatan dan jurisdiksinya yang dimiliki Negara atas Zona ekonomi ekslusif dan selat kontinentalnya sesuai dengan hukum internasional. dalam waktu satu bulan sejak tanggal penentuan. 3. lembaga dn penguasa yang berwenang mana yang mereka tunjuk sebagai titik fokus. dalam waktu tiga bulan sejak tanggal diberlakunya Konvensi ini. Negara pengekspor akan memberitahu. secara tertulis. atau akan meminta pihak penghasil atau pihak pengekspor untuk memberitahu. Pihak terkait akan berusaha meninjau secara periodik kemungkinan. Memberitahu Sekretariat. PASAL 5 PENUNJUKAN PENGUASA YANG BERWENANG DAN TITIK FOKUS Untuk memudahkan pelaksanaan Konvensi ini. 2. Dalam Konvensi ini. guna lebih melindungi kesehatan manusia dan lingkungan. 13. Tidak ada dalam Konvensi ini yang dapat mengganggu dengan cara apapun. dan menggunakan hak navigasi dan kebebasan semua negara oleh kapal dan pesawatnya sesuai dengan yang tercermin dalam hukum internasional yang diwakili oleh perangkat internasional yang ralevan. PASAL 6 PERPINDAHAN LINTAS BATAS ANTARA PIHAK TERKAIT 1. 2. dan sesuai dengan peraturan hukum internasional. melalui jalur penguasa yang berwenang dari Negara pengekspor. Memberitahu sekretariat. tidak ada yang akan mencegah suatu Pihak untuk membuat kebutuhan tambahan yang konsisten dengan ketentuan-ketentuan dalam Konvensi ini. Negara pengimpor akan menjawab kepada yang memberitahu secara tertulis. Hanya satu pemberitahuan yang diserahkan pada setiap Negara yang berkepentingan. persetujuannya tentang perpindahan dengan atau tanpa syarat. secara tertulis dalam bahasa yang dapat diterima oleh Negara pengimport. Pemberitahuan tersebut akan berisi deklarasi dan informasi yang ditetapkan pada Lampiran V A. Menunjuk atau membentuk satu atau lebih penguasa yang berwenang dan satu titik fokus. Suatu pengusaha yang berwenang akan ditunjuk untuk menerima pemberitahuan dalam kasus Negara transit. .11.kemungkinan untuk mengurangi jumlah dan /atau potensi pencemaran limbah berbahaya dan limbah lainnya yang akan diekspor ke Negara lain. 12. Pihak terkait akan : 1. terutama ke negara berkembang. membatalkan izin bagi perpindahan.

baik secara umum atau dalam kondisi khusus. dimana limbah berbahaya atau limbah lainnya yang mempunyai sifat fisika dan kimia yang sama. apabila jawaban tidak diterima oleh Negara pengekspor. (b) Oleh Negara pengimpor. Negara pengekspor tidak akan memperbolehkan pihak penghasil atau pihak pengekspor untuk mengadakan perpindahan lintas batas sebelum menerima persetujuan secara tertulis bahwa : (a) Yang memberitahu telah menerima persetujuan dari Negara pengimpor. persyaratan pada ayat 9 dari pasal ini. Dalam kasus perpindahan lintas batas limbah dimana limbah secara resmi didefinisikan sebagai atau dianggap hanya sebagai limbah berbahaya. dikapalkan secara teratur ke pembuangan yang sama melalui kantor bea cukai yang sama dari Negara pengimpor. kuantitas limbah berbahaya atau limbah lainnya secara tepat dan daftar periodik yang akan dikapalkan. Negara pengekspor akan tidak memperbolehkan diadakannya perpindahan lintas batas. 4 dan 6 pasal ini. 6. Negara pengekspor dapat mengizinkan ekspor dilanjutkan melalui Negara transit. atau (c) Oleh semua Negara transit yang termasuk Pihak terkait. sesuai dengan pemberitahuan informasi tertentu seperti. Negara yang berkepentingan diperbolehkan membuat persetujuan tertulis untuk digunakan sebagai pemberitahuan umum sesuai dengan ayat 6. 7. Negara pengekspor dapat. Bagaimanapun. dan (b) Yang memberitahu telah menerima kepastian dari Negara pengimpor tentang adanya perjanjian antara pihak pengekspor dan pihak pembuang dengan spesifikasi pengelolaan limbah yang dipersoalkan dengan cara yang berwawasan lingkungan 4. memperbolehkan Pihak penghasil atau pengekspor menggunakan pemberitahuan umum. 5.turut menggunakan mulatis mutadis kepada pengimpor atau oihak pembuang dan Negara pengimpor. atau meminta tambahan informasi dalam waktu 60 hari. bagi proses perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya. yang diterapkan kepada pihak pengimpor atau pihak pembuang dan Negara pengimpor sebaiknya secara berturut. akan diterpakan bagi Negara tersebut.ketentuan pada ayat 4. sampai menerima persetujuan secara tertulis dari Negara transit. setiap saat suatu pihak memutuskan untuk tidak memerlukan adanya persetujuan secara tertulis.turut menggunakan mulatis mutadis kepada pengekspor. Selanjutnya menjawab kepada pihak pemberitahu secara tertulis. Setiap Negara transit yang termasuk salah satu Pihak terkait akan memberitahu dengan segera tentang diterimanya pemberitahuan. dalam jangka waktu 60 hari sejak diterimanya pemberitahuan yang diberikan oleh Negara transit. 3. memasuki dan keluar melalui kantor bea cukai yang sama Negara tersebut atau Negara transit. penolakan perizinan bagi proses perpindahan. atau oleh Negara pengimpor dan transit dimana Pihak terkait. dan dalam kasus transit. persetujuan perpindahan tersebut dengan atau tanpa syarat. . (a) Oleh Negara pengekspor. ketentuan. atau merubah permintaannya dalam hal tersebut. yang diterapkan pada pengekspor dan Negara pengekspor dan Negara pengekspor akan secara berturut. dengan mematuhi persetujuan tertulis dari Negara yang berkepentingan. Piohak tersebut sebelumnya harus memberitahu kepada pihak yang terkait lain atas keputusannya sesuai dengan pasal 13. Dalam kasus ini.3. persyaratan pada ayat 1.

9. Bila tidak ada informasi yang diterima oleh Negara pengekspor. Pihak terkait akan meminta setiap individu yang bertanggung jawab atas perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya untuk menandatangani dokumen perjalanan pada saat pengiriman atau penerimaan limbah yang dipersoalkan. oleh pihak pengekspor. bila pengaturan alternatif tidak dapat dilakukan bagi pembuangannya dengan cara yang berwawasan lingkungan. PASAL 8 KEWAJIBAN UNTUK MENGIMPOR KEMBALI Bila suatu perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya yang telah mendapat persetujuan Negara yang berkepentingan. pada saat. Setiap perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya akan dilindungi asuransi. akan diserahkan kepada penguasa yang berwenang dari Pihak yang berkepentingan atau kepada penguasa pemerintah yang tepat dalam kasus bukan Pihak terkait. atau dalam periode waktu yang lain yang disetujui Negara. menghalangi atau mencegah kembalinya limbah tersebut ke Negara pengekspor.negara yang bukan merupakan pihak terkait. Pemberitahuan umum dan persetujuan tertulis sesuai dengan ayat 6 dan 7. 10. dapat meliputi pengapalan limbah berbahaya atau limbah lainnya berkali. 11.8.kali dalam periode maksimal 12 bulan. sesuai dengan ketentuan. PASAL 7 PERPINDAHAN LINTAS BATAS DARI SUATU PIHAK TERKAIT MELALUI NEGARA YANG BUKAN TERMASUK PIHAK TERKAIT Ayat 2 pasal 6 Konvensi. Negara pengekspor dan pihak transit tidak dapat menolak. penguasa Negara pengekspor yang berwenang atau pihak pengekspor akan memberitahu Negara pengimpor. Pemberitahuan dan jawaban yang diminta sesuai pasal ini. setiap perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya yang : . PASAL 9 LALU LINTAS ILEGAL 1. dalam waktu 90 hari sejak saat Negara pengimpor memberitahu Negara pengekspor dan Sekretariat. Mereka juga akan meminta Pihak pembuang memberitahu baik pihak eksportir dan penguasa Negara pengekspor yang berwenang atas penerimaan limbah yang dipersoalkan oleh pihak pembuang dan.negara yang berkepentingan. Sampai disini. selesainya pembuangan seperti yang ditentukan dalam pemberitahuan. akan menerapkan mutalis mutandis bagi perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya dari suatu pihak terkait melalui sebuah Negara atau negara. pertanggungan atau jaminan lain sesuai dengan persyaratan Negara pengimpor atau Negara transit yang termasuk pihak terkait. Negara pengekspor menjamin bahwa limbah yang akan dipersoalkan akan dikembalikan kepada Negara pengekspor.ketentuan Konvensi. tidak dapat disesuaikan sesuai dengan syarat-syarat perjanjian. Sesuai dengan tujuan Konvensi ini.

yang berkepentingan. seperlunya. 3. akibat pelaksanaan pihak pengimpor atau pihak pembuang. Sampai disini Negara-negara yang berkepentingan tidak akan menolak. bila perlu. atau (b) tanpa persetujuan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Konvensi bagi suatu Negara yang berkepentingan.(a) tanpa pemberitahuan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Konvensi bagi semua Negara yang berkepentingan. Sampai disini. Dalam hal perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya yang dianggap sebagai lalu lintas ilegal. dalam pembuangan limbah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Dalam hal dimana tanggung jawab lalu lintas ilegal tidak dapat diserahkan baik kepada pihak pengekspor atau pihak penghasil atau kepada pihak pengimpor atau pihak pembuang. bahwa limbah yang dipersoalkan akan dibuang secepat mungkin dengan cara yang berwawasan lingkungan baik di Negara pengekspor atau Negara pengimpor atau ditempat lain yang dianggap sesuai. 4. dumping) limbah berbahaya atau limbah lainnya yang bertentangan denan Konvensi dan dengan prinsipprinsip umum internasional. menghalangi mencegah kembalinya limbah tersebut ke Negara pengekspor. Masing-masing pihak terkait akan memperkenalkan undang-undang nasionalnya yang akan memadai untuk mencegah dan menghukum lalu lintas ilegal. Pihak terkait atau pihak lain. Pihak terkait akan bekerjasama dengan sasaran mencapai tujuan Pasal ini. Negara pengimpor akan menjamin bahwa limbah yang dipersoalkan dibuang dengan cara yang berwawasan lingkungan oleh pihak pengimpor atau pihak pembuang atau. penggambaran yang salah atau kecurangan. PASAL 10 KERJASAMA INTERNASIONAL . Dalam hal perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya yang dianggap sebagai lalu lintas ilegal. dalam waktu 30 hari sejak saat Negara pengekspor mendapat pemberitahuan tentang lalu lintas ilegal atau dalam jangka waktu lain yang mendpat persetujuan Negara-negara yang berkepentingan. bila cara lain tidak dapat dilaksanakan. Akan dianggap sebagai lalu lintas ilegal. akibat pelaksanaan pihak pengekspor atau pihak penghasil. akan menjamin melalui kerjasama. Negara pengekspor akan menjamin bahwa limbah yang dipersoalkan akan : (a) diambil kembali oleh pihak pengekspor atau pihak penghasil atau. diambil sendiri dalam jangka waktu 30 hari sejak saat lalu lintas ilegal menjadi perhatian Negara pengimpor atau jangka waktu lain yang disetujui oleh Negara-negara yang berkepentingan. bila perlu. atau (c) dengan mendapatkan persetujuan dari Negara yang berkepentingan melalui pemalsuan. diambil sendiri ke Negara pengekspor. 2. atau (d) dan materinya tidak sesuai dengan dokumen. bila sesuai dengn ketentuan-ketantuan Konvensi ini. 5. atau (e) yang berasal dari pembangunan yang disengaja (misalnya. Negara-negara yang berkepentingan akan bekerjasama. (b) selain itu dibuang.

Sampai disini. menyediakan informasi.limbah dengan cara baru yangberwawasan lingkungan. baik pada tingkat bilateral atau multilateral. 4.ayat a.peraturan dan kebijaksanaan . dalam alih teknologi dan pengelolaaan system limbah berbahaya dan limbah lainnya yang berhubbungan dengan cara yang berwawasan lingkungan. (b) Bekerja sama dalam memantau pengaruh pengelolaan limbah berbahaya terhadap kesahatan manusia dan lingkungan. Persetujuan dan persiapan tersebut akan menetapkan ketentuanketentuan yang tidak kurang berwawasan lingkungan dibandingkan dengan yang disediakan oleh konvensi terutama sesuai dengan kepentinagn negara berkembang. termasuk harmonisasi standar teknis dan pelaksanaan pengelolaan yang tepat bagi limbah berbahaya dan limbah lainnya. MULTILATERAL DAN REGIONAL 1. pengembangan pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya yang berwawasan lingkungan dan penerapan teknologi baru yang rendah. termasuk studi tentang pengaruh ekonomi. dengan sasaran memperkenalkan pengelolaan limbah berbhaya dan limbah lainnya yang berwawasan lingkungan. . 2.ketentuan pada pasal 4 ayat 5. dan mengembangkan teknologi yang ada dengan sasaran. 3. Berdasarkan kebutuhan negara berkembang.limbah.1. b. sosial dan lingkungan terhadap penerapan terhadap penerapan teknologi baru atau teknologi yang telah dikembangkan. multilateral dan regional atau persiapan tentang perpindahan lalu lintas limbah berbahaya dan limbah lainnya dengan Pihak terkait lain atau dengan Pihak tidak terkait. peraturan. PASAL 11 PERSETUJUAN BILATERAL. Meskipun ketentuan. sejauh yang dapat dilaksanakan. kesadaran masyarakat. Pihak tekait dapat mengikuti persetujuan bilateral. Pihak terkait akan saling bekerjasama guna meningkatkan dan mencapai pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya dengan cara yang berwawasan lingkungan. (e) Bekerjasama dalam membangun panduan teknis dan/ atau kode pelaksanaan yang memadai. rencana persetujuan atau persiapan tersebut tidak dapat mengabaikan pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya yang berwawasan lingkungan seperti yang ditetapkan konvensi. inter alia. Pihak terkait akan mempergunakan alat yang memadai untuk pelaksanaan kerjasama guna membantu negara berkembang dalam melaksanakan sub. dalam membangun dan melaksanakan teknologi rendah. peraturanperaturan dan kebijaksanaan. c dan d dan ayat 2 pasal4. Juga bekerjasama dalam mengembangkan kapasitas teknis diantara Pihak terkait. (c) Bekerja sama sesuai dengan hukum internasional. terutama bagi yang memerlukan dan meminta bantuan teknis dilapangan. menghilangkan penghasil limbah yang berbahaya dan limbah lainnya dan mendapatkan metode yang efektif dan efisien guna menjamin pengelolaan yang berwawasan lingkungan. (d) Bekerjasama secara aktif. sesuai dengan hukum nasionalnya. mengadakan kerjasama antara pihak terkait dan organisasi internasional yang berwenang untuk mendorong pengenalan. Pihak terkait akan : (a) Sesuai persyaratan.

Pihak terkait akan. (b) 3. PASAL 12 KONSULTASI TENTANG TANGGUNG JAWAB Pihak terkait akan bekerja sama dengan sasaran menyetujui. menjamin bahwa. sebelum berakhirnya setiap tahun kalender yang berisi informasi sebagai berikut: . multilateral dan regional sesuai dengan ayat 1. (e) Informasi lain yang dibutuhkan sesuai dengan ayat 4 Pasal ini. laporan keadaan tahun yang lalu. dilaksanakan secepat mungkin (c) Keputusan mereka untuk tidak menyetujui sepenuhnya atau sebagian impor limbah berbahaya atau limbah lainnya untuk pembuangan didaerah juridiksi nasionalnya. dan mereka yang telah mengikutionya sebelum diberlakukannya konvensi. dengan sepengetahuan mereka. (d) Keputusan mereka untuk membatasi atau melarang ekspor limbah berbahaya atau limbah lainnya. sesuai dengan Pasal Dan. Pihak terkait akan saling memberi informasi melalui Sekretariat.2. dimana umumnya menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan di Negara lain. tentang : Perubahan penunjukan penguasa yang berwenang dan/ atau titik focus. secepat dapat dilaksanakan. sesuai Perubahan definisi nasionalnya tentang limbah berbahaya. Pihak terkait akan memberitahu Sekretariat tentang persetujuan dan persiapan bilateral. sebuah protocol yang membuat peraturan dan prosedur yang memadai dibidang tanggung jawab dan kompensasi bagi kerusakan akibat perpindahan lintas batas dan pembuangan limbah berbahaya danlimbah lainnya. dan akan menyebarkan melalui Sekretariat kepada Konferensi pihak terkait yang dibentuk sesuai dengan Pasal 15. 2. Ketentuan-ketentuan Konvensi ini akan tidak mempengaruhi perpindahan lintas batas yang mengambil tempat sesuai dengan persetujuan yang tersedia. PASAL 13 PENYEBARAN INFORMASI 1. (a) pasal 5. Pihak terkait konsisten dengan hukum nasional dan peraturannya. Negara. dimana maksud persetujuan tersebut adalah mengawasi perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya yang pelaksanaa seluruhnya mengambil tempat diantara pihak terkait. dalam kasus kecelakaan yang terjadi selama perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya atau saat pembuangannya. 3.negara tersebut diberitahu secepatnya. bahwa persetujuan tersebut sesuai dengan pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya yang berwawasan lingkungan seperti persyaratan Konvensi ini.

dan yang dapat dipercaya. dan (h) Hal. multilateral. serta minimalisasi produk limbah. konsisten dengan hukum dan peraturan nasionalnya.pusat pelatihan dan alih teknologi bagi pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya. didaerah jurisdiksi (g) Informasi tentang tindakan yang diambil guna mengembangkan teknologi pengurangan dan/ atau penghapusan produksi limbah berbahaya dan limbah lainnya. termasuk : (i) Jumlah limbah berbahaya dan limbah lain yang diekspor. Penguasa yang berwenang dan titik focus yang mereka tunjuk sesuai dengan (b) Informasi tentang perpindahan lintas batas limbah berbahaya atau limbah lainnya yang melibatkan mereka. Pihak terkait setuju bahwa. dan akan menjamin bahwa copy dari setiap surat pemberitahuan tentang setiap perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya dan jawabannya.(a) Pasal 5.hal lain tentang Konvensi yang dianggap relevan oleh Pihak terkait. tujuan. sesuai kebutuhan khusus setiap regional dan subregion. sebaiknya dibangun ditingkat regional atau sub regional. kategorinya. (f) Informasi nasionalnya. karakteristiknya. negara transit dan metode pembuangan seperti yang tercantum pada jawaban atas surat pemberitahuan. transportasi dan pembuangan limbah berbahaya dan limbah lainnya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. tentang pengaruh akibat dihasilkannya. (iv) Usaha untuk mencapai suatu pengurangan jumlah limbah berbahaya atau limbah lainnya sesuai sasaran perpindahan lintas batasnya. (e) Informasi yang termasuk persetujuaan dan persiapan dan regional sesuai dengan Pasal 11Konvensi ini. asal. Pihak terkait akan menetapkan pembangunan mekanisme pendanaannya yang sesuai dengan kerelaannya masing. pusat. karakteristiknya. PASAL 14 ASPEK FINANSIAL 1.masing. dan menganggap bahwa lingkungannya dapat terpengaruh oleh adanya perpindahan lintas batas tersebut. (ii) (iii) Pembuangan yang tidak dilaksanakan seperti seharusnya. dan metode pembuangan. Pihak terkait. 4. ini. (c) Informasi tentang tindakan yang mereka ambil dalam melaksanakan Konvensi (d) Informasi tentang tersedianya data statistik yang telah mereka himpun. . akan dikirim ke Sekretariat bila Pihak terkait meminta hal tersebut untuk dilaksanakan. tentang pemilihan operasi pembuangan bilateral. kategorinya. Jumlah limbah berbahaya dan limbah lain yang diimpor.

mempertimbangkan. Suatu Konferensi Pihak terkait dengan ini dibentuk. untuk mengurangi sampai tingkat minimum kerusakan akibat kecelakaan yang ditimbulkan oleh perpindahan lintas batas berbahaya dan limbah lainnya atau saat pembuangan limbah tersebut. tersedianya informasi ilmiah. 4. 2. Pihak terkait akan memikirkan perputaran dana untuk membantu sementara. Pertemuan luar biasa Konferensi Pihak terkait akan diadakan pada waktu-waktu lain bila dianggap perlu oleh Konferensi. (d) (e) Mempertimbangkan dan menerima protokol sebagaimana dibutuhkan. lembaga-lembaga khusus. (b) Mempertimbangkan dan menerima. dan Memebentuk badan tambahan bila dianggap perlu bagi pelasanaan konvensi ini 6. sesuai permintaan amandemen Konvensi ini dan lampirannya. begitu juga peraturan pendanaan terutama bantuan pendanaan oleh pihak terkait pada konvensi. Selanjutnya. atau atas permintaan tertulis dari salah satu pihak terkait.2. tidak lebih dari satu tahun setelah Konvensi ini diberlakukan. 5. Pertemuan pertama Konferensi Pihak terkait akan dimulai oleh Direktur Eksekutif UNEP. strategi dan tindakan untuk mengurangi sampai tingkat minimum kerusakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan sebagai akibat limbah berbahaya dan limbah lainnya. untuk memenuhi permintaan tersebut. teknis. dalam jangka waktu enam bulan sejak permintaan disampaikan kepada mereka oleh Sekretariat. ekonomi dan lingkungan. 3. PASAL 15 KONFERENSI PIHAK TERKAIT 1. dan saat keadaan darurat. (c) Mempertimbangkan dan mengambil tindakan tambahan yang mungkin dibutuhkan untuk mencapai tujuan konvensi ini berdasarkan pengalaman yang diperoleh dalam operasinya dan dalam pelaksanaan persetujuan dan persiapan yang tercantum dalam pasal 11. dan sebagai tambahan. Konferensi pihak terkait akan dengan cara konsensus setuju menerima prosedur peraturan yang dibentuk untuk keperluannya dan bagi badan tambahan lain. inter alia. juga Negara yang tidak merupakan pihak terkait pada konvensi ini. Lembaga atau badan yang memiliki keahlian . Perserikatan Bangsa-bangsa. dapat diwakili sebagai peninjau pada pertemuan-pertemuan konferensi pihak terkait. pertemuan biasa Konferensi Pihak terkait akandiadakan dengan jarak waktu tertentu yang akan ditentukan oleh Konferensi pada pertemuan pertamanya. bila mendapat dukungan oleh paling sedikit sepertiga dari pihak terkait. akan : (a) Memperkenalkan harmonisasi kebijaksanaan yang tepat. Pihak terkait pada pertemuan pertamanya akan mempertimbangkan tindakan tambahan yang dibutuhkan guna membantu mereka dalam memenuhi tanggung jawabnya dengan memperhatikan perlindungan dan pelestarian lingkunan kelautan dalam konteks konvensi ini. Konferensi pihak terkait akan mengadakan peninjauan dan evaluasi tentang efektifitas pelaksanaan konvensi secara terus menerus.

teknis dan ekonomi terbaru. Fungsi Sekretariat adalah sebagai berikut : (a) Mempersiapkan dan memberikan jasa yang dibutuhkan dalam pertemuanpertemuan sesuai dengan Pasal 15 dan 17. PASAL 16 SEKRETARIAT 1. (b) Mempersiapkan dan menyebarkan laporan berdasarkan informasi yang diterima sesuai dengan Pasal 3. 11 dan 13 juga atas informasi yang diperoleh dari pertemuan-pertemuan badan tambahan yang dibentuk sesuai dengan Pasal 15. dan menyerahkan pada Konferensi Pihak terkait. 4. (f) Menghimpun informasi tentang lokasi fasilitas yang dikuasai negara dan fasilitas pihak terkait yang disediakan bagi pembuangan limbah berbahaya dan limbah lainnya dan menyebarkan informasi diantara pihak terkait. dan paling sedikit setiap enam tahun sesudahnya. bila telah memberitahu Sekretariat tentang Konferensi Pihak terkait. pemerintah atau non pemerintah. (c) Mempersiapkan laporan-laporan tenang aktifitasnya dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan konvensi ini. sesuai permintaan. begitu juga atas informasi yang tepat yang disediakan oleh kelompok antar pemerintah dan nonpemerintah. 7. Konferensi Pihak terkait akan dilaksanakan tiga tahun setelah berlakunya Konvensi ini. internasional. (d) Menjamin koordinasi yang diperlukan dengan badan internasional yang relevan.baik tingkat nasional. Biaya dan partisipasi peninjau akan dicantumkan dalam prosedur peraturan yang disetujui oleh Konferensi Pihak Terkait. diadakan evaluasi keefektifannya. dalam bidang yang berhubungan dengan limbah berbahaya atau limbah lainnya. 6. dan Kesediaan sumber daya Dengan sasaran membantu mereka. (e) Mengadakan komunikasi dengan titik focus dan penguasa berwenang yang dibentuk oleh pihak terkait sesuai dengan pasal 5 konvensi ini. terutama untuk mendapatkan pengaturan administrative berdasarkan perjanjian seperti yang dibutuhkan bagi keefektifan fungsi pelaksanaannya. (g) Menerima dan menyampaikan informasi dari dan ke pihak terkait tentang : Sumber bantuan teknis dan pelatihan Tersedianya pengetahuan teknis dan ilmiah Sumber penasihat dan ahli. dapat diterima kecuali bila paling sedikit satu pertiga pihak terkait menolak. dalam bidang seperti : Penanganan system pemberitahuan konvensi ini Pengelolaan limbah berbahaya dan limbah lainnya . dan bila dianggap perlu. meninjau persetujuan yang melarang sebagian atau keseluruhan perpindahan lintas batas limbah berbahaya dan limbah lainnya berdasarkan informasi ilmiah. lingkungan.

inter alia. 2. Pada pertemuan ini. Konferensi Pihak terkait akan menunjuk Sekretariat diantara organisasi antar. akan diumumkan kepada pihak terkait oleh pihak Sekretariat paling sedikit enam bulan sebelum pertemuan yang bertujuan mendapatkan persetujuan dilaksanakan. yang dapat membantu mereka untuk mempelajari suatu pemberitahuan atas perpidahan lintas batas. Amandemen setiap protocol akan disetujui pada suatu pertemuan Pihak terkait pada protocol yang dipersoalkan. Fungsi Sekretariat akan dilaksanakan sementara oleh UNEP sampai selesainya pertemuan pertama Konferensi pihak terkait yang diselenggarakan sesuai dengan pasal 15. seperti teknologi rendah-limbah dan non-limbah yang berwawasan lingkungan Pengkajian kapasitas dan lokasi pembuangan Pemantauan limbah berbahaya dan limbah lainnya. Amandemen Konvensi ini akan disetujui pada suatu pertemuan Konfensi pihak terkait. dan (k) Melaksanakan fungsi lainnya yang relevan dengan tujuan konvensi ini seperti yang telah ditentukan dalam Konferensi Pihak terkait 2. Pada pertemuan pertamanya. bila terdapat alasan untuk mempersoalkan limbah yang tidak akan dikelola dengan cara yang berwawasan lingkungan. Amandemen tersebut akan berdasarkan.- - Teknologi yang berhubungan dengan limbah berbahaya dan limbah lainnya. (i) Membantu pihak terkait sesuai permintaan dalam mengidentifikasi kasus lalu lintas illegal dan segera menyebarkan segala informasi yang diterima tentang lalu lintas illegal. informasi atau konsultan atau lebaga konsultasi yang ahli dalam bidangnya. kepada pihak terkait (j) Bekerjasama dengan pihak terkait dan organisasi internasional dan lembaga yang relevan dan ahli dalam bidangnya dalam penyediaan ahli dan peralatan guna membantu dengan segera Negara yang berada dalam situasi keadaan darurat. dan menetukan struktur yang tepat bagi fungsi tersebut. persetujuan pengapalan limbah berbahaya atau limbah lainnya dengan pemberitahuan yagn relevan. sesuai dengan permintaan. terutama sesuai dengan ayat 1 diatas. Penelitian dalam hal tersebut tidak dibiayai oleh Sekretariat. dan Penanggulangan keadaan darurat (h) Menyediakan pihak terkait. kecuali bila telah tercantum dalam setiapprotokol. Setiap Pihak terkait dapat mengajukan amandemen kepada Konvensi ini dan setiap Pihak pahda suatu Protokol dapat mengajukan amandemen kepada protokol tersebut. dengan poertimbangan ilmiah dan teknis yang relevan. .pemerintah yang berwenang yang telah menyatakan keinginannya untuk melakukan fungsi Sekretariat sesuai Konvensi ini. dan/atau fakta bahwa fasilitas pembuangan limbah berbahaya dan limbal lainnya yang dimaksud berwawasan lingkungan. Konferensi Pihak terkait juga akan mengeveluasi pelaksanaan tugas sekretariat sementara. Sekretariat juga akan mengumumkan amandemen yang diajukan kepada penanda tangan Konvensi sebagai informasi. PASAL 17 AMANDEMEN KONVENSI 1. Teks amandemen yang diajukan pada konvensi atau setiap protocol. 3.

akan memberitahu penyimpanan. 2. Setelah habis waktu enam bulan sejak tanggal penyebaran pengumumkan oleh penyimpanaan. Prosedur yang disebut dalam ayat 3 diatas. secara tertulis. Penyimpanan akan segera memberitahu semua Pihak terkait setiap pemberitahuan yang diterimanya. 90 hari setelah Pihak terkait memberikan ratifikasi. lampiran tambahan pada konvensi atau lampiran pada suatu protokol akan mulai diberlakukan: (a) (b) Lampiran pada konvensi ini dan protokolnya akan diajukan dan disetujui sesuai prosedur yang tertera dalam pasal 17. atau diterima. Untuk tujuan Pasal ini. Suatu pihak terkait dapat setiap saat mengubah persetujuannya terhadap deklarasi yang ditolak sebelumnya dan lampirannya kemudian diberlakukan bagi Pihak terkait tersebut. akan berlaku bagi amandemen setiap protocol. Bila semua usaha consensus menemui kegagalan. Kecuali bila sebaliknya ditetapkan dalam setiap protokol dengan memperhatikan lampirannya. Lampiran tersebut akan dibatasi pada masalah ilmiah.” Pihak terkait yang hadir dan memberikan suaranya” berarti Pihak terkait yang hadir dan memberikan persetujuan atau penolakannya. Amandemen disetujui sesuai dengan ayat 3 atau 4 diatas. kecuali bila dua pertiga mayoritas Pihak terkait pada protocol tersebut hadir. atau suatu lampiran pada setiap protocol. dalamwaktu enam bulan sejak tanggal penyimpanan mengumumkan persetujuannya. kecuali bila telah tercantum dalam protokol tersebut. amandemen tersebut akan disetujui sebagai usaha terakhir. 3 dan 4. persetujuan. 5. Amandemen tersebut akan mulai berlaku bagi pihak lain.3. dikonfirmasi secara resmi.dan akan diberlakukan diantara pihak yang menyetujui. persetujuan. dan memberi suara pada pertemuan. pada 90 hari setelah resmi atau penerimaan oleh tiga perempat pihak terkait yang menyetujui amandemen protocol tersebut. Lampiran Konvensi ini atau pada setiap protocol akan membentuk suatu bagian integral Konvensi ini atau protocol tersebut. memenuhi syarat bagi suatu persetujuan. (c) . dan tidak ada persetujuan yang dicapai. konfirmasi resmi atau penerimaan amandemennya. lampiran akan menjadi efektif bagi semua pihak terkait konvensi atau bagi protocol yang berhubungan yang tidak menyerahkan pemberitahuan sesuai dengan ketentuan ayat (b) diatas. Perangkat ratifikasi. konfirmsi resmi atau penerimaan amandemen akan disimpan oleh penyimpan. kecuali sengaja ditetapkanwaktu yang sama merupakan relefansi bagi setiap lampiran yang berhubungan. dan akan diserahkan oleh penyimpan (Depositary) kepada semua pihak terkait untuk diratifikasi. teknis dan administrasi. Pihak terkait akan menggunakan setiap usaha untuk mendapatkan persetujuan bagi semua amandemen yang diajukan pada Konvensi dengan cara consensus. 6. ayat 2. dengan tiga perempat mayoritas suara Pihak terkait yang hadir dalam pemungutan suara pada pertemuan tersebut. sebagai suatu kasus dan. persetujuan. disetujui. 4. Setiap Pihak terkait yang tidak dapat menerima lampiran tambahan Konvensi ini. PASAL 18 PERSETUJUAN DAN AMANDEMEN DARI LAMPIRAN 1. prosedur dibawah akan diberlakukan bagi protokol.

tidak akan membebaskan pihak tersebut dari tanggung jawabnya untuk terus mencari penyelesaian dengan cara yang sesuai dengan ayat 1. konfirmasi resmi atau penyetujuanKonvensi ini. 3. akan diserahkan kepada Pengadilan Internasional atau pada arbitrasi sesuai persyaratan yang tercantum dalam Lampiran VI. suatu Negara atau organisasi gabungan politik dan/ atau ekonomi dapat membuat pernyataan bahwa ia mengakui kewajiban ipso facto. persoalannya. Bagaimanpun kegagalan mencapai penyelesaian persoalan di Pengadilan Intrenasional atau di arbitrasi. dalam hubungannya dengan Pihak yang menerima kewajiban yang sama. inter alia dengan pertimbangan ilmiah dan teknis yang relevan.am prosedur yang sama seperti proposal. Bila ratifikasi. PASAL 20 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1.masing. atau kewajibannya terhadap Konvensi ini atau protocol yang berhubungan. PASAL 19 VERIFIKASI Setiap Pihak terkait yang mempunyai alas an untuk menyangsikan bahwa pihak lain bertindak atau telah bertindak melanggar kewajibannya sesuai dengan Konvensi ini. dan pada kasus tersebut. akan dimasukkan dal. mereka akan mencari penyelesaian perselisihan melalui perundingan atau cara damai lain sesuai pilihannya masing. penerimaan. atau pada protokol manapun. Lampiran dan amandemen selanjutnya akan berdasarkan. atau setiap saat selanjutnya. Dalam kasus persilihan antara Pihak terkait sebagai akaibat suatu interpretasi atau pelaksanaan. secara langsung atau melalui Sekretariat. 2. akan selanjutnya memberitahu secretariat. Dan/ atau (b) Arbitrasi sesuai dengan prosedur yang tercantum dalam Lampiran VI. tanpa persetujuan khusus. . persetujuan dan mulai berlakunya amandemen pada lampiran Konvensi atau pada setiap protocol. Semua informasi yang relevan akan diserahkan Sekretariat ke Pihak terkait. bila disetujui oleh pihak yang berselisish. Deklarasi tersebut akan diberitahukan secara tertulis ke Sekretariat yang akan diumumkan kepada Pihak terkait. lampiran tambahan atau lampiran amandemen akan tidak dapat diberlakukan sampai saat amandemen Konvensi ini. akan memberitahu secara serentak dan secepatnya. atau protokol mulai diberlakukan. Bila pihak yang berkepentingan tidak dapat menyelesaikan perselisihannya melalui cara yang dicantumkan dalam ayat sebelumnya. tentang Arbitrasi. maka : (a) Perselisishan diserahkan ke Pengadilan Internasional. persetujuan. Proposal. Pihak yang disangsikan. secara serentak dan secepatnya. Bila lampiran tambahan atau suatu amandemen suatu lampiran melibatkan suatu amandemen Konvensi ini.3. persetujuan dan mulai berlakunya lampiran pada konvensi atau lampiran pada suatu protocol. 4.

sama terhadap Konvensi. Organisasi. Perangkat ratifikasi. Switzerland di Berne dari tanggal23 Maret 1989 sampai dengan tanggal 30 Juni 1989 dan di Kantor Pusat PBB di New York dari tanggal 1 Juli 1989 sampai dengan tanggal 22 Maret 1990.organisasi tersebut juga akan memberitahu penyimpanan. 3.negar dan oleh Namibia. PASAL 23 HAL TAMBAHAN 1. dan oleh organisasi gabungan politik dan/ atau ekonomi sejak saat Konvensi ditutup untuk penanda tanganan. organisasi atau pihak suatu Negara tidak dapat melaksanakan haknya secara bersama. 2. Pada kasus organisasi seperti yang diatas. di Basel pada tanggal 22 maret 1989. oleh Namibia. Ketentuan.PASAL 21 TANDA TANGAN Konvensi ini akan dibuka untuk penanda tanganan Negar. Dalam perangklat hal tambahan.masing sebagai kewajibannya pada Konvensi. Konvensi ini berlaku bagi ratifikasi. yang termasuk Pihak terkait Konvensi ini.kewajiban Konvensi. Dalam perangkat konfirmasi resmi atau persetujuan. 2. Setiap organisasi sesuai dengan ayat 1 diatas. 3. penerimaan atau persetujuan negara. akan menyatakan meningkatkan kemampuannya dengan memperhatikan masalah yang diatur oleh Konvensi. oleh Namibia. terikat oleh kewajiban. penerimaan. atau persetujuan. PASAL 22 RATIFIKASI. Konvensi akan dibuka untuk hal tambahan bagi negara. KONFIRMASI RESMI ATAU PERSETUJUAN 1. Organisasi. Pada kasus tersebut.organisasi sesuai dengan ayat 1 diatas. dimana satu atau lebih pihak/ organisasi suatu Negara yang menjadi pihak terkait pada Konvensi akan menentukan tanggung jawab masing.negara. . tanpa adanya pihak lain di Negaranya yang menjadi Pihak terkait. dan oleh organisasi gabungan politik dan/ atau ekonomi. yang diwakili oleh dewan PBB untuk Namibia. PENERIMAAN. konfirmasi resmi. dan untuk konfirmasi resmi atau persetujuan oleh organisasi gabungan politik dan/ atau ekonomi. yang diwakili oleh dewan Perserikatan Bangsa. akan diberlakukan bagi organisasi gabungan politik dan/ atau ekonomi yang akan ikut serta dalam konvensi ini. yang selanjutnya memberitahu Piahak terkait tentang setiap perubahan besar dalam meningkatan kemampuannya.bangsa untuk Namibia. akan disimpan oleh penyimpan. akan mengumumkan peningkatan kemempuannya dengan memperhatikan masalah yang diatur oleh Konvensi. di Departemen Luar Negeri Federal. organisasi.organisasi tersebut akan memberitahu penyimpanan tentang perubahan besar dalam peningkatan kemampuannya.ketentuan pada Pasal 22 ayat 2. Perangkat hal tambahan akan disimpan oleh penyimpan. yang diwakili oleh Dewan PBB untuk Namibia. organisasi sesuai dengan ayat 1 diatas.

menetapkan bahwa deklarasi atau pernyataan tersebut tidak dimaksud untuk tidak mencantumkan atau merubah pengaruh legal ketentuan-ketentuan konvensi dalam pelaksanaannya bagi Negara tersebut. menerima. PASAL 27 PENGUNDURAN DIRI . konfirmasi resmi. dan pasal 23 ayat 2. konfirmasi resmi atau hal tambahan. Bagi setiap Negara atau organisasi penggabungan politik dan/ atau ekonomi. mengkorfirmasi secara resmi atau hal tambahan. Pihak.pihak yang mengadakan perjanjian pada Konvensi ini akan memiliki satu suara. Kecuali seperti yang tercantum pada ayat 2 dibawah. persetujuan atau hal tambahan.PASAL 24 HAK MEMBERI SUARA 1. Konvensi ini akan mulai diberlakukan pada hari ke 90 setelah tanggal penyimpanan keduapuluh perangkat ratifikasi. menyatakan atau memberi nama. Sesuai dengan tujuan ayat 1 dan 2 diatas. PASAL 25 MULAI BERLAKU 1. dengan ketentuan-ketentuan konvensi ini. bila menanda tangani ratifikasi. dapat melaksanakan haknya untuk memberikan suaranya dengan jumlah suara sama dengan jumlah anggota Negaranya yang menjadi pihak terkait Konvensi atau protocol yang relevan. bagi harmonisasi undang-undangnya dan peraturannya. atau organisasi gabungan politik dan /atau ekonomi tentang perangkat ratifikasi. menerima. Organisasiorganisasi tersebut tidak dapat melaksanakan haknya untuk memberikan suaranya bilal anggota Negara lainnya memberikan suaranya. dan sebaliknya. konfirmasi resmi atau hal tambahan. dengan sasaran inter alia. menyetujui atau secara resmi mengkomfirmasikan Konvensi ini. sesuai dengan wewenangnya. setiap perangkat yang disimpan oleh organisasi gabungan politik dan/ atau ekonomi tidak akan dihitungkan sebagai tambahan terhadap yang telah disimpan oleh anggota Negara organisasi tersebut. setelah tanggal penyimpanan. Ayat 1 Pasal ini. dari pembuatan deklarasi atau pernyataan.organisasi gabungan politik dan/ atau ekonomi. atau mengarah ke hal tersebut. persetujuan. Bagaimanapun konvensi ini. sesuai dengan Pasal 22 ayat 3. menyetujui. 2. Tidak ada keberatan atau pengecualian yang dibaut bagi konvensi ini 2. yang meratifikasi. PASAL 26 KEBERATAN DAN DEKLARASI 1. 2. Organisasai. tidak mengahalangi suatu Negara atau organisasi gabungan politik dan / atau ekonomi. penerimaan. akan mulai diberlakukan pada hari ke 90 setelah tanggal penyimpanan oleh Negara tersebut. 3. penerimaan.

Pengunduran diri akan efektif satu tahun sejak diterimanya surat pemberitahuan oleh penyimpan. Setiap saat setelah tiga tahun sejak tanggal Konvensi ini diberlakukan bagi suatu pihak terkait. 2.. PASAL 29 KEASLIAN TEKS Teks asli dalam bahasa arab. pihak terkait tersebut dapat mengundurkan diri dari konvensi dengan mengajukan surat pemberitahuan secara tertulis kepada penyimpan. telah menanda tangani konvensi ini. rusia dn spanyol konvensi ini mempunyai keaslian yang sama.pada tanggal……………. perancis. cina. inggris. sebagaimana telah disahkan masa berlakunya. KESAKSIAN TENTANG pihak yang bertanda tangan. atau pada tanggal sesudahnya seperti telah ditentukan dalam surat pemberitahuan. Dilaksanakan di……………….. . PASAL 28 PENYIMPANAN Sekretaris Jenderal PBB akan bertindak sebagai penyimpan konvensi ini dan pada setiap protokol yang berhubungan.1.bulan………………1989.

cat. latex. formulasi dan penggunaan pelarut organik Limbah dari perlakuan panas dan operasi pengerasan yang mengandung sianida Limbah minyak mineral yang tidak dapat digunakan sesuai dengan maksud utamanya Limbah minyak/air. lem/perekat Limbah subtansi kimia yang ditimbulkan akibat penelitian dan pengembangan aktifitas mengajar yang tidak terindentifikasi dan. formulasi dan penggunaan zat kimia pengawet kayu Limbah dari produksi. formulasi dan penggunaan kimi fotografik dan bahan yang digunakan dalam suatu proses Limbah sebagi akibat pemrosesan permukaan metal dan plastik Residu yang ditimbulkan akibat operasi pembuangan industri limbah Limbah yang terkandung sebagai unsur pokok : Y19 Y20 Y21 Y22 Y23 Metal carbonyl Beryllium. senyawa berylium Senyawa hexavalent chromium Senyawa copper Senyawa zinc . formulasi dan penggunaan resin. obat-obatan terlarang dan obat-obatan Limbah dari produksi. pigmen. destilasi dan setiap perlakuan pyrolitik Limbah dari produksi.LAMPIRAN I KATEGORI LIMBAH YANG DIAWSI Limbah mengalir Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 Y16 Y17 Y18 Limbah klinis dari rumah sakit. pernis Limbah dari produksi. pusat pengobatan dan klinik Limbah dari produksi dan persiapan produk farmasi Limbah farmasi. plasticixer. hisrokarbon/campuran air. zat pewarna. formulasi dan penggunaan biosida dan phytopharmaceuticals Limbah dari manufaktur. emulsi Limbah subtansi dan partikel mengandung atau terkontaminasi dengan polychlorinated biphenyls (PCBs) dan/atau polychlorinated terphenyls (PCTs) dan/atau polybrominated biphenyls (PBBs) Limbah residu aspal yang ditimbulkan penyulingan.atau baru dan yang pengaruhnya terhadap manusia dan/atau lingkungan belum diketahui Limbah suatu bahan peledak yang tidak terikat pada peraturan lain Limbah produksi. formulasi dan penggunaan tinta. lacquers.

Y44) . senyawa antimony Tellurium. Y39. senyawa arsenic Selenium. Y42. Y43. senyawa phenol termasuk chlorophenol Eter Larutan halogenated organic Larutan organic kecuali larutan halogenated Setiap congenor dari polychlorinated dibenzo-furan Setiap congenor dari polychlorinated dibenzo-p-dioxin Senyawa organohalogen selain substansi sesuai dengan lampiran (eg. senyawa thallium Lead. Y41. senyawa selenium Cadmium. senyawa mercury Thallium.Y24 Y25 Y26 Y27 Y28 Y29 Y30 Y31 Y32 Y33 Y34 Y35 Y36 Y37 Y38 Y39 Y40 Y41 Y42 Y43 Y44 Y45 Arsenic. senyawa cadmium Antimony. senyawa tellurium Mercury. senyawa lead Senyawa inorganic fluorine kecuali calcium fluoride Inorganic cyanides Larutan acidic atai acids dalam bentuk padat Larutan basic atau basa dalam bentuk padat Asbestos (debu dan serat) Senyawa organic phosphorous Organic cynides Phenol.

LAMPIRAN II KATEGORI LIMBAH YANG MEMBUTUHKAN PERHATIAN KHUSUS Y46 Y47 Limbah yang dikumpulkan dari rumah tangga Residu yang ditimbulkan oleh insinerasi limbah rumah tangga .

(Karena hasil tes open-cup dan tes closed-cup tidak dapat dibandingkan secara langsung dan begitu pula hasil tes individual yang sama biasanya bervariasi. pernis.LAMPIRAN III DAFTAR SIFAT YANG BERBAHAYA UN Kelas * Kode sifat 1 H1 Mudah meledak Suatu substansi yang mudah meledak atau limbah substansi padat atai cair atau limbah (atau campuran substansi atau limbah) dimana memiliki kemampuan dengan reaksi kimia menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan tertentu dan pada kecepatan tertentu dapat menimbulkan kerusakan bagi sekelilingnya Cairan yang mudah terbakar Kata “mudah terbakar (flammable)” mmpunyai ari yang sama dengan “inflammable”.6.3 .1 4. atau limbah. atau panas yang timbul akibat kontak dengan udara dan kemudian dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran Substansi atau limbah. Substansi atau limbah yang dapat mengakibatkan pembakaran secara spontan Substansi atau limbah yang dapat mengakibatkan timbulnya panas secara spontan dibawah kondisi normal dalat transportasi. atau tidak lebih dari 60. cat. atau zar cair yang mengandung zat padat dalam larutan atau suspensi (misalnya.2 H4. dimana dibawah kondisi yang ditemui dalam transportasi mudah meledak atau dapat mengakibatkan kebakaran melalui gesekan.3 H4.1 H4. dimana bila terjadi kontak dengan air akan menimbulkan gas yang mudah terbakar 3 H3 4. peraturan berbeda dari hasil diatas untuk membuat kelonggaran perbedaan tersebut merupakan kondisi definisi ini) Zat padat yang mudah terbakar Zat padat. Zat cair yang mudah terbakar adalah zat cair atau campuran zar cair.5 C.2 4. selain yang dikatagorikan sebagai mudah erbakar. percobaan closed-cup. lacquer dll tetapi tidak termasuk substansi atau limbah selain yang diklasifikasikan berdasarkan sifat berbahayanya) yang menghasilkan uap yang mudah terbakar pada temperatur tidak lebih dari 60. percobaan open-cup.

1 H6. PBB. melalui interaksi dengan udara atau air. dengan cara apapun.Substansi atau limbah.1 Oksidasi Substansi atau limbah yang selama dalam dirinya tidak mudah terbakar. menghasilkan bahan lain. dapat mengakibatkan pengaruh secara lambat atau kronis.1 6.1 H5.2 H6. dapat secara umum dengan menghasilkan oksigen menyebabkan atau membantu terjadinya pembakaran bahan-bahan lain Organik Peroksida Substansi organic atau limbah yang mengandung struktur 0-0 bivalen yang merupakan substansi yang tidak stabil dalam kondisi panas yang dapat mengalami dekomposisi eksotermik dengan cara mempercepat reaksinya Beracun (akut) Substansi atau limbah yang dapat mengakibatkan kematian atau cedera serius atau mengganggu kesehatan manusia bila ditelan atau dihisap atau bila terjadi kontak kulit Substansi yang menyebabkan infeksi Substansi atau limbah yang mengandung mikroorganisme yang aktif (viable) atau racunnya yang dikenal atau didyga menyebabkan penyakit bagi manusia dan hewan Yang menyebabkan karat Substansi atau limbah dimana. termasuk karsinogenisitas Ekotoksik Substansi atau limbah yang bila dilepaskan menyebabkan atau segera secara lambat menyebabkan dampak merugikan bagi lingkungan melalui bioakumulasi dan/atau pengaruh toksin bagi sistem biotik Mempunyai kemampuan. yang memiliki semua sifat dalam daftar diatas PERCOBAAN 5.2 8 H8 9 H10 9 H11 9 H12 9 H13 . akan mengakibatkan kebakaran secara spontan atau menghasilkan gas yang mudah terbakar dalam jumlah yang membahayakan * Sesuai dengan system klasifikasi bahaya yang tercantum dalam Rekomendasi PBB tentang Transportasi Barang Berbahaya (ST/SG/AC. melalui reaksi kimia. setelah pembuangan. misalnya mengikisan. bila dihisap atau ditelan atau bila menembus kulit.2 H5.5. 1988) 5. melalui interaksi dengan air. akan menyebabkan kerusakan hebat bila mengadakan kontak dengan jaringan hidup. yang juga dapat menyebabkan bahaya Pembebasan gas toksik bila terjadi kontak dengan udara atau air Substansi atau limbah yang. atau. barang lain atau sebagai sarana pengangkutan. New York.10/Rev.2 6. dapat mengeluarkan gas toksik dalam jumlah yang membahayakan Toksik (tidak langsung atau kronis) Substansi atau limbah yang.

dll) Penimbunan/landfill dengan teknik khusu (misalnya penempatan kegaris sel yang berlainan yang tertutup dan diisolasi satu sama lain dan lingkungan. penguapan. (misalnya. OPERASI YANG TIDAK MENGARAH PADA KEMUNGKINAN ADANYA PEMULIHAN SUMBER DAYA.Potensi bahaya yang disebabkan oleh jenis limbah tertentu belum seluruhnya didokumentasikan. LANGSUNG DIGUNAKAN KEMBALI ATAU ALTERNATIF PENGGUNAAN Bagian A meliputi semua operasi pembuangan yang terjadi saat pelaksanaan D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D8 D9 Pembuangan kedalam atau pada permukaan tanah. DAUR ULANG. dll) Pengolahan/perlakuan tanah (misalnya biodegradasi zat cair atau pembuangan lumpur/sludge kedalam tanah. pengeringan. salodomes atau repositor yang timbul secara alamiah. presipitasi. percobaan untuk menentukan kuantitas bahayanya belum ada. guna menentukan apakah bahan tersebut menunjukkan sifat-sifat yang terdapat dalam daftar Lampiran ini LAMPIRAN IV OPERASI PEMBUANGAN A. penempatan kontainer didalam tambang. pengapuran. netralisasi. dll) Pengurangan permukaan (misalnya penempatan zat cair atau buangan sludge kedalam lubang. (misalnya tempat penimbunan/landfill. yang dapat diterapkan pada bahan yang terdaftar dalam Lampiran I. REKLAMASI. DAUN ULANG. dll) Insinerasi didaratan Insinerasi dilaut Penyimpanan permanen (misalnya. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengembangkan cara untuk menggolongkan potensi bahaya limbah tersebut terhadap manusia dan/atau lingkungan Standarisasi percobaan telah diperoleh dengan memperhatikan substansi murni dan bahan. dll) Pelepasan kebadan air kecuali laut Pelepasan ke laut termasuk insersi dasar laut Perlakuan biologi yang tidak ditentukan dalam Lampiran ini yang menghasilkan senyawa akhir atau campuran yang dibuang dengan cara operasi pada Bagian A Perlakuan fisika kimia yang tidak ditentukan dalam Lampiran ini yang menghasilkan senyawa akhir atau campuran yang merupakan buangan dengan cara operasi dalam Bagian A. kolom atau danau kecil. dll) Blending atau pencampuran sebelum mengikuti operasi pada Bagian A Pengemasan kembali sebelum mengikuti setiap operasi pada Bagian A Penyimpanan yang ditunda pada setiap operasi pada Bagian A OPERASI YANG AKAN MENGARAH PADA PEMULIHAN SUMBER DAYA. . REKLAMASI. Banyak negara yang telah mengembangkan percobaab nasionalnya. LANGSUNG DIGUNAKAN KEMBALI ATAU ALTERNATIF PENGGUNAAN D10 D11 D12 D13 D14 D15 B. dll) Penyuntikan dalam (misalnya penyuntikan buangan yang dapat dipompa kedalam sumur.

Bagian B meiputi seluruh operasi dengan memperhatikan bahan yang secara legal ditentukan atau dianggap sebagai limbah berbahaya atau sebaliknya. minyak yang telah dipakai atau bekas pakai atau minyak yang sebelumnya telah dipakai Perlakuan tanah yang menghasilkan keuntungan bagi agrikultur atau perbaikan lingkungan Penggunaan bahan residu yang didapatkan dari operasi antara R1-R10 Pertukaran limbah untuk mengikuti operasi R1-R11 Akumulasi bahan dimaksud bagi operasi pada Bagian B . yang akan ditujukan pada operasi yang termasuk dalam Bagian A R1 R2 R3 R4 R5 R6 R7 R8 R9 R10 R11 R12 R13 Digunakan sebagai bahan bakar (selain insinerasi langsung) atau cara lain untuk menghasilkan energi Pelarutan reklamasi/regenerasi Daur ulang/reklamasi bahan organik yang tidak digunakan sebagai pelarut Daur ulang/reklamasi metal dan senyawa metal Daur ulang/reklamasi bahan anorganik lainnya Regenerasi asam dan basa Pemulihan senyawa yang digunakan dalam mengurangi polusi Pemulihan senyawa dari katalisator Penyulingan minyak kembali.

udara. Penyebaran informasi (termasuk keterangan teknis pabrik) ke pihak pengekspor atau pihak limbah. Pihak pengangkut tertentu limbah atau agennya. Keterangan tujuan dan fisika air termasuk nomor Y dan nomor UN dan komposisinya 5/ dan informasi bagi penanganan khusus yang dibutuhkan. Prasarana transportasi (jalan raya. telepon. laut. Negara transit yang diharapkan.LAMPIRAN V A INFORMASI YANG HARUS DISEDIAKAN BAGI SUATU PEMBERITAHUAN 1. dan kelas UN 18. Jenis pengemasan (misalnya kemasan bahan berupa bubuk. jalan kereta api. nomor R. satu atau lebih pengapalan dan periode waktu limbah yang akan diekspor dan rencana perjalanannya (termasuk titik masuk dan keluar) 3/ 11. sifat berbahaya. perairan darat) 12. teleks atau nomor faksimil orang yang akan dihubungi . Perkiraan kuantitas dalam berat/volume 6/ 16. Pemberitahuan umum dan tunggal 10. Proses produksi limbah 7/ 17. telex atau nomor faksimil dan nama. telepon. klasifikasi Lampiran III. bila diketahui 1/ 6. dalam tong dalam tangki pengangkut) 15. Informasi yang berhubungan dengan asuransi 4/ 13. Penguasa yang berwenang 2/ 7. Satu atau lebih penghasil limbah dan lokasi dihasilkannya 1/ 4. Informasi tentang perjanjian antara pihak pengekspor dan pihak pembuang Catatan 1/ Nama lengkap dan alamat. Negara pengimpor limbah. Pihak pengekspor limbah 1/ 3. Penentuan sebuah atau lebih tanggal. Metode pembuangan seperti pada Lampiran IV 19. Negara pengekspor limbah. Penguasa yang berwenang 2/ 8. Deklarasi pihak penghasil dan pihak pengekspor bahwa informasinya benar 20. bahwa yang disebutkan terakhir mendasari pengkajiannya tanpa alasan untuk meragukan bahwa limbah tersebut tidak akan dikelola dengan cara yang berwawasan lingkungan sesuai dengan undang-undang dan peraturan pengimpor 21. Alasan ekspor limbah 2. termasuk ketentuan keadaan darurat dalam kasus terjadinya kecelakaan 14. alamat. Penguasa yang berwenang 2/ 9. Bagi limbah yang tercantum dalam Lampiran I. Pihak pembuang limbah dan lokasi pembuangan sebenarnya 1/ 5.

telek atau nomor faksimil Dalam kasus pemberitahuan umum yang meliputi beberapa pengapalan. 5. informasi lebih baik melengkapi daripada merupakan duplikat yang dibutuhkan dalam peraturan transportasi. 13. bila tidak diketahui. telepon. Dokumen perjalanan akan merisi instruksi siapa yang harus menyediakan informasi dan yang mengisi setiap formulir 1/ Nama lengkap dan alamat. nomor UN. udara) termasuk negara pengekspor. nama dan kelas pengapalan. mengkaji bahaya dan menentukan ketetapan operasi pembuangan yang direncanakan LAMPIRAN V B INFORMASI YANG DISEDIAKAN BAGI DOKUMEN PERJALANAN 1. 7. baik pada tanggal yang diharapkan dari setiap pengapalan atau. nomor Y dan nomor H) Informasi tentang penanganan khusus yang dibutuhkan termasuk ketentuan keadaan darurat dalam kasus suatu kecelakaan Jenis dan nomor pengemasan Kuantitas dalam berat/volume Deklarasi pihak penghasil atau pihak pengekspor bahwa informasinya benar Deklarasi penghasil atau pihak pengekspor yang menunjukkan tidak ada penolakan dari penguasa berwenang semua Negara yang termasuk Pihak terkait Serifikasi pihak pembuang untuk penerimaan difasilitasi pembuangan yang dituju dan indikasi metode pembuangan dan perkiraan tanggal pembuangan Catatan Informasi yang disediakan bagi dokumen perjalanan sebaiknya bila mungkin digabungkan dalam satu dokumen. transit dan pengimport. 8. jalan kereta api. telex atau nomor faksimil dan nama. 3. 4. Pihak pengekspor limbah 1/ Satu atau lebih penghasil limbah dan lokasi dihasilkannya 1/ Pihak pembuang limbah dan lokasi pembuangan sebenarnya 1/ Satu atau lebih pengangkut limbah 1/ atau satu atau lebih agennya Sasaran pemberitahuan umum atau tunggal Satu atau lebih tanggal perpindahan lintas batas dimulai dan tanda tangan saat penerimaan oleh individu yang bertanggung jawab terhadap limbah Sarana transportasi (jalan raya. telepon. teleks atau nomor faksimil orang yang akan dihubungi dalam kasus keadaan darurat . 12. 11. 14. dalam toksisitas dan bahaya lain yang ditimbulkan limbah baik pada saat penanganan dan hubungannya dengan rencana metoda pembuangan Dalam kasus pemberitahuan umum yang meliputi beberapa pengapalan.2/ 3/ 4/ 5/ 6/ 7/ Nama lengkap dan alamat. perairan darat. alamat. laut. pihak pembawa dan pihak pembuang memenuhinya Sifat dan konsentrasi unsur yang paling berbahaya. 9. dengan yang dibutuhkan dalam peraturan transportasi. dibutuhkan keterangan perkiraan kuantitas total dan perkiraan kuantitas bagi setiap pengapalan tunggal Sejauh diperlukan. 2. Bila tidak memungkinkan. telepon. juga masuk dan keluar seperti yang telah direncanakan Keterangan umum tentang limbah (keadaan fisika. 6. dibutuhkan keterangan frekuensi yang diharapkan dari pengapalan Informasi yang harus dilengkapi tentang persyaratan asuransi yang relevan dan bagaimana pihak pengekspor. 10.

atau tidak mempunyai ikatan kerja dengan kedua pihak. yang akan menunjuk ketua pengadilan arbitrasi dalam periode dua bulan berikutnya. yang akan bertindak sebagai ketua pengadilan. prosedur arbitrasi akan dilaksanakan sesuai dengan Pasal 2 sampai 10 dibawah in PASAL 2 Pihak penuntut akan memberitahukan Sekretariat bahwa pihak terkait telah menyetujui untuk menyerahkan perselisihan pada arbitrasi sesuai dengan ayat 2 atau ayat 3 Pasal 20. Bila ketua pengadilan arbitrasi tidak dipilih dalam dua bulan sejak perjanjian arbitrator kedua. Yang disebut terakhir tidak merupakan satu bangsa dengan salah satu pihak yang berselisih. Setelah periode .LAMPIRAN VI ARBITRASI PASAL 1 Kecuali bila persetujuan sesuai dengan pasal 20 Konvensi menetapkan sebaliknya. juga tiak mempunyai tempat tinggal dalam daerah teritorial salah satu pihak. berdasarkan permintaan salah satu pihak akan menunjuknya dalam periode dua bulan berikutnya. Berdasarkan penunjukkan. dan selanjutnya pada Konvensi PASAL 3 Pengadilan arbitrasi akan berdiri dari tiga anggota. arbitrator ketiga. ketua pengadilan arbitrasi akan meminta pihak yang belum menunjuk arbitrator untuk melakukannya dalam waktu dua bulan. dan termasuk. 2. Sekretariat akan mengajukan informasi yang kemudian diterima Pihak terkait. Bila salah satu Pihak yang berselisih tidak menunjuk arbitrator dalam waktu dua bulan sejak permintaan diterima. pihak lainnya dapat memberitahu Sekretaris Jenderal PBB. Masing-masing Pihak yang berselisih akan menunjukan satu arbitrator dan kedua arbitrator yang telah ditunjuk akan menunjuk dengan persetujuan bersama. Sekretaris Jenderal PBB. atau sedang menangani kasus dalam kapasitas apapun PASAL 4 1. terutama pada Pasal Konvensi interpretasi atau pelaksana yang sedang menjadi isu.

akan diambil dari suatu mayoritas anggotannya 2. Keputusan pengadilan arbitrasi akan disertai dengan pernyataan alasan. yang mungkin akan terpengaruh oleh keputusan dalam suatu kasus. kecuali bila dianggap perlu untuk mengundurkan batas waktu untuk periode tidak lebih dari lima bulan 2. ia akan memberitahu Sekretaris Jenderal PBB. Pengadilan akan membuat keputusan dalam waktu lima bulan sejak dibentuk. Keputusan pengadilan arbitrasi baik dalam prosedur dan dalam substansi. Pihak yang berselisih akan menyediakan fasilitas yang diperlukan bagi pelaksanaan persidangan yang efektif 4. Pengadilan dapat mengambil semua tindakan yang tepat dalam rangka mendapatkan fakta. akan membuat peraturan prosedur sendiri PASAL 6 1. Pengadilan akan menyimpan laporan tentang pengeluaran dan akan membuat laporan akhir bagi pihak terkait PASAL 9 Setiap Pihak yang mempunyai minat pada bidang hukum dalam pokok persoalan suatu perselisihan. 2. yang akan melakukan menunjukkan dalam waktu dua bulan berikutnya PASAL 5 1. biaya pengadilan. Sesuai dengan permintaan Pihak terkait untuk merekomendasikan tindakan proteksi esensial sementara 3. Ketidak hadiran atau kelalaian salah satu pihak yang berselisih tidak merupakan suatu halangan bagi persidangan PASAL 7 Pengadilan akan mendengar dan menentukan tuntutan kedua pihak yang timbul langsung dari pokok persoalan perselisihan PASAL 8 Kecuali bila pengadilan arbitrasi menentukan sebaliknya karena keadaan tertentu dari kasus tersebut. Pengadilan arbitrasi akan membuat keputusan sesuai dengan hukum iinernasional dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Konvensi ini. akan menjadi beban pihak yang berselisih dengan pembagian yang sama. Dan akan merupakan keputusan akhir yang mengikat bagi pihak yang berselisih . termasuk penggajian anggotanya.tersebut. dapat mengganggu persidangan dengan izin dari pengadilan PASAL 10 1. Setiap pengadilan arbitrasi yang sesuai dengan ketentuan Lampiran ini.

Setiap perselisihan yang dapat timbul diantara pihak terkait. atau bila yang disebut terakhir tidak dapat ditangkap. menyangkut interpretasi atau eksekusi keputusan dapat diserahkan oleh salah satu pihak pada pengadilan arbitrasi yang memberikan keputusan tersebut. selanjutnya diserahkan pada pengadilan lain yang diangkat untuk maksud ini.3. dengan cara yang sama seperti yang pertama .