Fisiologi Hewan Air

OSMOREGULASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Osmosis. Pada hakekatnya osmosis adalah suatu prose difusi. Para ahli kimia mengatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu, tetapi menghalangi molekul lain dikatakan permeabel secara diferensial.. Seperti dikatakan di atas : pelarut universal adalah air. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel secara diferensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Perlu ditekankan bahwa “konsentrasi” disini, adalah konsentrasi pelarutnya, yaitu air dan bukan konsentrasi dari zat yang larut (molekul, ion) dalam air itu. Pertukaran air antara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang begitu penting sehingga memerlukan suatu penamaan khusus yaitu osmosis (Kimball,1983). Osmoregulasi merupakan upaya yang dilakukan oleh ikan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion-ion antara tubuh ikan dengan lingkungannya (Taufik dan Eni, 2006). Proses adaptasi terhadap kondisi salinitas dilakukan melalui proses osmoregulasi yaitu proses pengaturan antara tekanan osmotik dalam tubuh agar sesuai dengan tekanan osmotik medianya (Rusdi dan Muhammad, 2006). Jika akhirnya tercapai keadaan yang seimbang, maka volume itu menyatakan berapa besarnya nilai osmosis dari larutan gula. Kelebihan volume itu mempunyai berat yang menekan ke segala jurusan dan tekanan itu kita sebut tekanan osmosis. Tekanan osmosis itu sebenarnya tak lain hanyalah pernyataan lain dari nilai osmosis (Dwijoseputro, 1992). Osmosis adalah pergerakan air dari cairan yang mempunyai kandungan air lebih tinggi (yang lebih encer) menuju ke cairan yang mempunyai kandungan air lebih rendah (yang lebih pekat). Contoh osmosis ialah pergerakan air dari larutan gula 5% menuju larutan gula 15% (Isnaeni, 2006). 1.2 Pengertian Osmoregulasi. Osmoregulasi adalah proses untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut yang ada dalam tubuh hewan (Isnaeni, 2006). Kemampuan mengatur konsentrasi garam atau air di cairan internal disebut dengan osmoregulasi (Nybakken, 1992). Osmoregulasi adalah proses organisme yang mampu mempertahankan perbedaan keseimbangan garam internal dari medium eksternal (Afrianto, 1996). 1.3 Pengertian Difusi. Difusi dapat diberi batasan (definisi) sebagai gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah lain dengan konsentrasi lebih rendah yang disebabkan oleh energi kinetik molekul-molekul tersebut (Villee, dkk, 1988). Jika beberapa subtansi terlarut mempunyai konsentrasi yang lebih kuat pada suatu larutan, substansi ini akan mengalir secara berangsur-angsur sampai molekul (atau ion) terdistribusi merata ke seluruh larutan. Proses ini disebut difusi (Marsland, 1964). Difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinyu yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan dan daya larut

dalam lipid dari partikel-partikel tersebut (Kimball, 1983). 1.4 Transpor Aktif. Gerakan ion dan molekul melawan suatu gradien konsentrasi ini disebut transpor aktif (active transport). Disebut aktif karena sel-sel itu harus mempergunakan energi untuk transportasi melawan daya difusi yang pasif (Kimball, 1983). Menurut Gordon et. al (1977), transpor aktif adalah gerakan substansi melawan gradien aktivitas elektrokimia, sering kali melalui kombinasi reversible dengan beberapa tipe intramembran pembawa molekul. Energi diperoleh dari metabolisme. Menurut Prosser and Frank (1961), transpor aktif adalah transpor pengontrol metabolisme yang dapat dibawa oleh pembawa enzim atau membran perantara moleku-molekul khusus. Metabolisme alami dengan pembawa atau perantara enzimatik. Sedangkan ekuilibrium elektrik, elektrolis khusus yang diabsorbsi sebagai molekul netral atau seperti ion ditukar dengan ion lain yang tandanya sama. 1.5 Organ Osmoregulasi. Hampir semua hewan akuatik, organ yang sering digunakan dalam pertukaran air dengan lingkungannya adalah insang, usus dan ginjal. Dalam bentuk lain, kelompok air tawar seperti amfibi, kulit juga merupakan bagian penting dalam gerakan air (Gordon et. al , 1977). Adapun organ-organ tubuh yang berperan sebagai tempat berlangsungnya osmoregulasi adalah : insang, saluran pencernaan, intergumen (kulit) dan organ ekskresi pada kelenjar antena (Mantel dan Farmer, 1983 dalam Kordi dan Andi, 2007). Garam yang berakumulasi baik melalui makanan yang masuk maupun melalui difusi ke dalam melewati permukaan-permukaan seperti insang, dikeluarkan oleh ginjal dan oleh suatu linear khusus yang mengekskresikan garam yang terdapat dibagian caudal usus hiu (Villee, dkk , 1988). 1.6 Pola Regulasi Air dan Ion pada Ikan. Apapun komposisi kimianya, dua larutan yang mempunyai konsentrasi osmotik sama dikatakan isoosmotik. Jika dua larutan berbeda konsentrasi, yang berkonsentrasi lebih disebut hiperosmotik dan yang lebih rendah disebut hipoosmotik (Gordon et. al, 1977). Menurut Musida (2008), pola regulasi pada ikan dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : 1. Regulasi hipertonik atau hiperosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh hewan yang lebih tinggi dari konsentrasi media. 2. Regulasi hipotonik atau hipoosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih rendah dari konsentrasi media. 3. Regulasi isotonik atau isoosmotik, yaitu bila kerja osmotik dilakukan pada keadaan konsentrasi media. Cairan tubuh dan sel dari kebanyakan organisme laut serupa sifat osmosisnya dengan air laut dengan salinitas 33 ‰. Pada organisme-organisme daratan dan air tawar ini agak lebih rendah. Bila dibedakan kepada lingkungan hipotonis cairan dengan salinitas lebih rendah dari pada salinitas cairan berlebihan. Dalam situasi hipertonis (dimana cairan sekitarnya lebih tinggi salinitasnya) ia kehilangan cairan ke lingkungannya. Kedua macam situasi dapat membahayakan (Mc Connoughey dan Zottoli, 2000). 1.7 Proses Osmoregulasi. 1.7.1 Ikan Elasmobranchi. Menurut Bond (1979) dalam jatilaksono (2007), osmoregulasi pada ikan-ikan elasmobranchi menyokong teori bahwa tekanan osmosis yang disebabkan oleh garam-garam dalam darah disebabkan oleh penahan urea dan sedikit bahan nitrogen lainnya. Urea merupakan hasil

akhir metabolisme nitrogen yang dikeluarkan air kencing hiu dan pari. Sewaktu penyaringan glumerulus melalui sepasang tubuh ginjal. Segmen-segmen khusus menyerap kembali urea (70-90%) sehingga darah mengandung lebih kurang 350 mmol/L urea elasmobranchi umum. Menurut Affandi dan Usman (2002) dalam Jatilaksono (2007), secara umum dikatakan bahwa cairan tubuh golongan ikan elasmobranchi mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar dari lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan Tri Meilamin Oksida (TMAO) dari tubuh. Karena cairan tubuh yang hiperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan melalui air seni. Cairan tubuh golongan Elasmobranchi umumnya mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar daripada lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan TMAO dalam tubuh. Karena cairan tubuhnya yang hyperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya, kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan sebagai air seni. Penyerapan kembali terhadap urea di dalam tubuli ginjal merupakan upaya pula dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuhnya yang bersifat impermeabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya (Rachman, 2003). 1.7.2 Ikan Teleostei. Teleostei laut, yang mempunyai cairan tubuh hipoosmotik terhadap air laut, mempunyai mekanisme adaptasi tertentu yang bermanfaat untuk menghindari kehilangan air dari tubuhnya. Pada hewan ini, kehilangan air dari tubuh terutama terjadi melalui insang. Sebagai penggantinya, hewan ini akan minum air laut dalam jumlah banyak. Namun, cara tersebut menyebabkan garam yang ikut masuk ke dalam tubuh menjadi banyak pula. Kelebihan garam ini harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Pengeluaran dalam jumlah besar dilakukan melalui insang, karena insang ikan mengandung sel khusus yang disebut sel klorid. Sel klorid ialah sel yang berfungsi untuk mengeluarkan NaCl dari plasma ke air laut secara aktif (Isnaeni, 2006). Pada golongan ikan teleostei terdapat gelembung air seni (urinary bladder) untuk menampung air seni. Di sini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion, dindingnya impermeabel terhadap air seni (Rachman, 2003). Insang teleostei terdiri dari dua rangkaian yang tersusun atas empat lengkungan tulang rawan dan tulang keras (holobrankhia) yang menyusun sisi-sisi jaring. Insang juga dilengkapi dengan lapisan sel-sel penghasil mukus dan sel-sel yang mengekskresikan amonia dan kelebihan garam (Irianto, 2005). 1.8 Pengaruh Salinitas dan pH Terhadap Ikan. Salinitas air berpengaruh terhadap tekanan osmotik air. Semakin tinggi salinitas, akan semakin besar pula tekanan osmotiknya. Biota yang hidup di air asin harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap tekanan osmotik dari lingkungannya. Penyesuaian ini memerlukan banyak energi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk keperluan tersebut (Kordi dan Andi, 2007). Menurut Irianto (2005), pada kondisi pH rendah yang bersifat kronik, dapat terjadi gangguan kesehatan berupa terhambatnya pertumbuhan. Adapun pada kondisi pH rendah akut, ikan menjadi hiperaktif, nervous dan produksi mukus insang yang berlebihan dan pada akhirnya menyebabkan gangguan pernapasan. Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 78,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi

akan berakhir jika pH rendah (Effendi, 2003). 5.2 SARAN Diharapkan pada praktikum selanjutnya, praktikan lebih teliti lgi dalam pengamati perubahan – perubahan yang terjadi pada ikan sehingga data yang diperoleh lebih valid lagi.

RESPIRASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Respirasi Pernafasan adalah proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernafasan. Proses pengikatan oksigen tersebut selain dipengaruhi struktur alat pernafasan, juga dipengaruhi perbedaan tekanan parsial O2 antara perairan dengan darah. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan gas-gas berdifusi ke dalam darah atau keluar melalui alat pernafasan (Fujaya, 2004). Menurut Dwijoseputro (1992) pernafasan adalah suatu proses pembongkaran dimana energy yang tersimpan ditimbulkan kembali untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan. Menurut Batu (1983) respirasi berarti suatu proses yang menghasilkan energy dari oksidasi biotic. Reaksinya adalah sebagai berikut : Gas Oksigen + Gula Air + Zat asam arang + Energi Pernafasan adalah menghisap udara ke dalam paru-paru dan mengeluarkannya dari paru-paru. Udara yang dihisap tidak seluruhnya oleh paru-paru dipakai, seperti kita ketahui bahwa di dalam udara terdapat berbagai gas yang banyaknya berbeda (Iskandar, 1974). Sistem pernafasan bertugas mengambil oksigen dari udara. Setelah sampai pada paru-paru, oksigen dipindahkan ke darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam pembuluh darah, oksigen ditukar dengan karbondioksida. Karbondioksida sebagai hasil oksidasi respirasi sel dan dibawa ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh (Ayiseti, 2008). 1.2 Jenis-jenis Respirasi Menurut Batu (1983) proses oksidasi dapat dibedakan atas beberapa tipe, yaitu : a.Respirasi aerobic : dimana gas-gas atau molekul oksigen berfungsi sebagai penerima hydrogen (oxidant) b.Respirasi anaerobic: tidak memerlukan oksigen tetapi yang berfungsi sebagai penerima electron (oxidant) adalah persenyawaan anorganik c. Fermentasi : termasuk respirasi anaerobic, persenyawaan organic berfungsi sebagai oxidant (menerima electron) Pada dasarnya pengertian respirasi eksternal sama dengan bernafas, sedangkan respirasi internal atau respirasi seluler ialah proses penggunaan oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan zat sisa metabolism sel yang berupa CO2. Oksigen yang diperoleh hewan dari lingkungannya digunakan dalam proses fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP. Sebenarnya, hewan dapat menghasilkan ATP tanpa oksigen.Proses semacam itu disebut respirasi anaerob. Akan tetapi, proses tersebut tidak dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak. Respirasi yang dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak ialah respirasi aerob (Isnaeni, 2006). 1.3 Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

Rata-rata konsumsi oksigen dipengaruhi oleh aktivitas, suhu, ukuran tubuh, tingkat pada siklus hidup, musim dan waktu dalam hari sesuai persediaan. Persediaan oksigen dan latar belakang genetic. Meskipun merupakan subjek dengan kualifikasi khusus, hanya sedikit nilai rata-rata konsumsi oksigen yang diukur dibawah kondisi fisiologis yang digunakan sebagai dasar diskusi. Selanjutnya tentang faktor modifikasi (Prosser and Brown, 1961). Konsumsi oksigen bervariasi tergantung pada spesies, ukuran, aktivitas, musim dan suhu.Hewan yang berenang cepat menggunakan lebih banyak oksigen selama periode aktivitasnya daripada hewan yang istirahat. Hewan yang lebih besar menggunakan lebih sedikit oksigen daripada hewan yang kecil. Konsumsi oksigen meningkat sampai beberapa tingkat kritis kemudian menurun, tetapi banyak hewan yang dapat menyesuaikan untuk perubahan musim dingin daripada selama tahun istirahat (Royce, 1972). 1.4 Sumber O2 dalam Air Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer (sekitar 35%) dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Novotny dan Olem, 1994). Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air dapat terjadi secara langsung pada kondisi air diam (stagnant). Difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan massa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Menurut Kordi dan Tancung (2007) oksigen dalam air tambak dihasilkan melalui proses difusi dari udara yang mengandung 20,95% oksigen. Proses ini terjadi secara cepat pada selaput pemukaan air, namun berjalan sangat lambat ke lapisan yang lebih dalam. Sumber oksigen lainnya adalah fytoplankton dan adanya aliran air baru yang masuk ke dalam tambak/kolam, oksigen di dalam air dapat berkurang karena proses difusi, respirasi dan reaksi kimia (oksidasi dan reduksi). 1.5 DO (Dissolved oksigen) Apabila oksigen di dalam air terdapat dalam bentuk terlarut disebut keadaan aerob, apabila terdapat bentuk tidak terlarut tetapi berikatan lain dengan unsur seperti NO4 dan NO3 disebut keadaan anoksik, sedangkan apabila tidak terdapat sama sekali oksigen dalam air, baik yang terlarut maupun yang membentuk ikatan dengan unsur lain disebut anaerobik (Barus, 2002). Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang paling penting pada budidaya. Ikan konsentrasi oksigen terlarut dalam kolom selalu mengalami perubahan dalam sehari semalam. Oleh karerna itu pengelola kolam ikan harus mengetahui atau memantau perubahan konsentrasi oksigen terlarut didalam kolamnya (Ana, 2009). Oksigen terlarut dibutihkan oleh semua jasad hidup untuk pernafasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan (Salmin, 2008) Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang sangat vital bagi kehidupan organisme perairan, konsentrasi oksigen terlarut cenderung berubah lebih sesuai dengan keadaan atmosfer (Ahmad dan Edward, 2004). Oksigen (O2) merupakan unsur fatal dan sangat diperlukan dalam proses respirasi dan metabolisme semua organisme perairan termasuk fitoplankton atau algae, oksigen yang diperlukan bakteri pengurai untuk proses dekomposisi bagian organik (Herawati, 2000). 1.6 Mekanisme Masuknya O2 Dalam Perairan Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air terjadi secara langsung pada kondisi air dalam (stagnatif) difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan masa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Mekanisme pertukaran arus yang berlawanan sangat berguna dan 90% dari oksigen yang terlarut dalam air dapat diambil, ini lebih dari ppada 25% oksigen yang dapat diambil oleh

Pada kisaran suhu ini setiap peningkatan suhu sebesar 10oC akan meningkatkan proses dekomposisi dan konsumsi oksigen menjadi 2 kali lipat (Effendi. Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terlarut di atmosfer (selular 38%) dan aktifasi fotosintesis oleh pertumbuhan air dan fitoplankton (Norotry dan Olem. Jika gerakan mackarel melebihi 0. jenis bahan organik dan rasio karbon dan nitrogen (Bold.10 Perbedaan Organ Respirasi Ikan Demersal Dan Ikan Pelagis Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang. 1977). 3. Urat daging abdutor pada rahang bawah dan lengkungan insang atas dan bawahnya berkontraksi. pH. Oksidasi bahan organik diperairan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : suhu. Proses ini disebut velisikasi dorong. 1994). al.9 Hubungan Suhu dan Respirasi Aktivitas mikroorganisme memelikan suhu optimum yang berbeda-beda tetapi proses dekomposisi biasanya terjadi pada kondisi udara yang hangat. 2. Pada serat itu air masuk kedalam mulut bersamaan dengan penutup bagian luar menutup tekanan air yang datang dari luar. katup mulut tertutup dan insang bagian luar masih tertutup. Pada mamalia fase respirasi merupakan proses aktif yang terjadi karena adanya kontraksi otot inepratori (otot diantaranya tulang-tulang iga dan diafragma). 2006). 2003).8 Fase Respirasi Menurut Rachman (2003) fase-fase pernafasan pada ikan dibagi 3 yaitu : 1. Kecepatan dekomposisi meningkat pada kisaran 5oC – 35oC. 2003). 2003). pasokan oksigen. Ekspirasi terjdi karena adanya relaktiogi otot resblima dan pengerutan dinding alveoli (Isnaeni.mamalia dari udara dengan paru-parunya (Rachman. 1988 dalam Efendi.7 Konsumsi Oksigen Dalam Perairan Oksigen sebagai gas penting dalam kimia dan biokimiawi. 1988) . Ruang insang dipersempit oksigen kontraksi urat daging dan bersamaan dengan itu insang terbuka secara pasif. Peningkatan temperatur mengurangi kelarutan gas dalam air tawar perubahan dari 50oC ke 55oC mengurangi jumlah oksigen dari 9 ml ke 5 ml (Gordon et. 2003). 1.6 m/detik gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada vertilasi dorong (Villee. fase elpirasi merupakan proses pasif.4 m perdetik maka gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada ventilasi dorong (Rachman. Secara kontinyu dekomposisi oleh hewan dan tumbuhan saat diserap untuk proses dekomposisi bahan organik (Arfiati. 1. dkk. 2001) Selain akibat prises respirasi tumbuhan dan hewan hilangnya oksigen diperairan juga terjadi karena oksigen dimanfaatkan oleh mikriba untuk mengoksidasi bahan organik. proses ini disebut vertilasi dorong. 1. Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang. Kontruksi otot tersebut akan meningkatkan volume rongga dada dan menyebabkan atmosfer pun segera masuk paru-paru. Berbeda dengan fase inpirasi yang bersifat aktif. Urat daging corochroticod dan coroocobranchi berkontruksi menyebabkan rongga uropharyngel bertambah lebar.4 m/detik maka gerakan memompa operculum menjadi lambat dan kalau melebihi 0. Jika gerakan mackerei melebbihi 0. 1.

PEMBAHASAN 4. kurus dan tigkah laku abnormal. Laju respirasi terlihat tetap pada batas kelarutan oksigen 3-4 ppm pada suhu 20-30oC. 4. evaporasi dan volotilisasi. Karena oksigen merupakan salah satufaktor pembatas. sehingga bila ketersediannya didalam air tidak mencukupi kebutuhan biota budidaya.4 Manfaat Di Bidang Perikanan Dengan mempelajari respirasi maka kita dapat tahu dan mengatur suplay oksigen yang tepat bagi kehidupan biota air misalnya di areal pertambakan. yang menyatakan bahwa peningkatan suhu sebesar 1oC akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. Pada suhu rendah. suhu tinggi tidak selalu berakibat mematikan tetapi dapat menyebabkan gangguan status status kesehatan untuk jangka panjang. Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyeabkan peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme aquatik sekitar 2-3 kali lipat. akibat yang di timbulkan antara lain ikan menjadi lebih rentan terhadap infeksi fungi dan bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun. Akibatnya ikan menjadi hewan yang elatif mempunyai sifat stenothermal (toleransinya terhadap suhu sangat sempit). peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. reaksi kimia. suhu dan tingkat aktivitasnya dan batas minimumnyaadalah 3 ppm atau 3 mg/l. 4. Menurut Irianto (2005). jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pernapasan biota budidaya tergantung ukuran. dan selanjutnya meningkatkan konsumsi oksigen. Menurut Effendi (2003). 2007). Selain itu peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan . Kandungan oksigen didalam air yang dianggap optimum bagi budidaya biota air adalah 4 – 10 ppm.4.2 Analisa Hasil Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. Pada dasarnya suhu rendah memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi. Menurut Effendi (2003). Misalnya stess yang di tandai dengan tubuh lemah. peningkatan suhu menyebabkan peningkatan viskositas. Kelompok yang memiliki bukaan mulut sedikit bahkan tidak ada pada menit-menit terakhir yaitu kelompok 1 dan 3 dengan suhu 5oC dengan jumlah 47 dan 8 kali bukaan mulut Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu pada sutu perairan maka oksigen akan berkurang. maka segala aktivitas biota akan terhambat. Kapasitas panas yang besar dari air merupakan mekanisme penyangga yang baik apabila terjadi perubahan temperatur di udara secara tiba-tiba. tergantung jenisnya. tetapi suhu rendah menyebabkan sterss pernapasan pada ikan berupa menurunnya laju pernapasan dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen. Ikan akan mengalami sterss manakala terpapar pada suhu diluar kisaran yang dapat di toleransi. Menurut Kordi dan Tancung (2007). Fenomena ini bersama dengan sifat poikilotermik atau ektotermik (suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu masa air sekitarnya) ikan menunjukkan kenyataan bahwa peranan temperatur lingkungan tempat hidupnya merupakan hal yang penting ( Kordi dan Tancung.3 Faktor Koreksi Kurangnya ketelitian praktikan pada saat perhitungan bukaan mulut menggunakan Hand Tally Counter sehingga dapat mempengaruhi hasil ketepatan data.4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. Hal lain yang menjadi faktor koreksi adalah kesalahan prosedur percobaan pada perlakuan yang tidak berurutan yang dapat menyebabkan percobaan terganggu. Hal ini sesuai denga pendapat Brown (1987) dalam Effendi (2003).

2 Saran Diharapkan pada praktikum selanjutnya para praktikan lebih memperhatikan bagaimana cara menghitung bukaan mulut pada saat menghitung laju respirasi supaya tidak mempengaruhi nilai kevalidan data. suhu dan metabolisme makanan. 2008). 1983). Faktor yang mempengaruhi respirasi antara lain besar tubuh ikan. . 5. Proses digesti memerlukan waktu dalam mencernakan makanannya. 4. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. SISTEM PENCERNAAN 1. Pakan yang dikonsumsi oleh ikan akan mengalami proses digesti di dalam sistem pencernaan sebelum nutrisi pakan tersebut diabsorbsi yang akan dimanfaatkan untuk proses biologis pada tubuh ikan (Titik. Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2-3 kali lipat. 7. Pencernaan meliputi semua proses dimana bahan makanan organik kompleks yang kaya energi dipecah di dalam sel atau jaringan tubuh (Guyer and Charles. Oksigen terlarut merupakan faktor yang penting yang digunakan pada proses respirasi dalam air. 3. dan selanjutnya mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen. 5.kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. Semakin tingi suhu perairan maka konsumsi oksigen semakin meningkat. KESIMPULAN DAN SARAN 5. 2. Respirasi adalah pengambilan oksigen dan pelepasan karbondioksida. Sumber O2 dalam air dapat berasal dari atmosphere dengan cara difusi dan juga fotosintesis. 1964). sedangkan pernapasan ikan dalam air itu adalah pengambilan oksigen dari air dan pelepasan CO2 kedalam air. Semakin tinggi suhu perairan maka jumlah bukaan mulut semakin banyak. Digesti merupakan proses pemecahan zat makanan yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana. kharakteristik air. PENDAHULUAN 1. Kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327.1 Definisi Pencernaan Bahan makanan yang padat biasanya dipecah menjadi larutan berisikan molekul organik yang relatif kecil dan dapat larut sebelum dapat dipakai oleh organisme heterotrofik.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1.4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. 6. Pertukaran gas (O2 dan CO2 ) berlangsung dalam insang dan pada beberapa ikan menggunakan kulit untuk bernapas. suatu proses yang disebut pencernaan (Kimball.

4 Organ Pencernaan dan Fungsi Menurut Noer dan Widowati (2007). Hati dan pankreas adalah pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. a. Membersihkan toksik pada darah juga dilakukan hepar. dipengaruhi oleh tipe makanan. Ikan herbivora ini harus dapat mengekstraksi nutrient melalui ususnya yang panjang. kualitas makanan dan dampak rata-rata pengosongan lambung terhadap sejarah kehidupan ikan. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. Menurut Bromley (1994) dalam Moyle and Joseph (1996) pengukuran rata-rata pengosongan lambung sama dengan rata-rata makan. Ikan yang herbivora secara sederhana dapat dinyatakan bahwa ikan itu tidak mempunyai kemampuan untuk memakan dan mencerna material lain selain tumbuhan. Sel hati terus menerus menghasilkan empedu. dkk (1984) sel-sel sekretoris biasanya merupakan bagian dari lapisan saluran pencernaan. a. empedu dan pankreas. 1.2 Pengertian Kemampuan Daya Cerna Ikan Pada Makanan Menurut Gordon et. Oleh karena itu ikan pemakan tumbuhan cenderung memakan material tumbuhan yang lambat dicernanya. suhu. Menurut Tyler (1976). Meskipun empedu tidak mengandung enzim pencernaan. Garam empedunya mengemulsikan lemak dan memecahnya dalam bagian-bagian yang kecil dan dengan demikian membuat permukaan lemak itu lebih besar untuk kerja enzim pemecah lemak. Hepar menghasilkan bilus melalui duodenum dimana jika bilus yang disekresikan hepar berlebih akan disimpan dalam vesiko felea yang merupakan bentukan dari pelebaran saluran hepar. dan tipe konsumen. b. Proses laju digesti dapat disebut juga dengan proses laju pengosongan lambung. kelenjar pencernaan disekresikan oleh organ hati. Fungsi hepar dalam pencernaan makanan itu sendiri mensekresi bilus yang dikeluarkan dari saluran hepar menuju ke duodenum dimana lemak yang teremulsi di proses bersama enzim dari pankreas.al (1977). Pankreas Pankreas dikatakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Secara kontras ikan karnivora mempunyai usus pendek lebih khusus (Effendie. . dan lewat saluran sisnik ke dalam kantung empedu. Hati (Hepar) dan Kantung Empedu Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar yang mempunyai fungsi variatif dan berbeda yaitu menyimpan hasil pemecahan karbohidrat (sebagian pada golongan cyclostomata dan ikan) dan lemak. Menurut Ville.al (2003). Sifatnya yang basa. fraksi ingesti makanan yang dicerna dan diabsorbsi disebut digestibility makanan. tetapi mempunyai fungsi ganda dalam pencernaan.1. bersama dengan sekresi dari pankreas. Bromley (1994) dalam Galano et. ukuran makanan. 1997). 1. Dikatakan kelenjar eksokrin karena hasil sekresinya melalui sistem saluran dan endokrin karena sekresi dikeluarkan menuju target organ melalui pembuluh darah. menetralkan makanan asam yang keluar dari lambung dan menciptakan pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim usus. dengan daya cerna relatif.3 Pengertian Gastric Evacuation Time (GET) Menurut Santoso (1994) dalam Titik (2008) proses digesti memerlukan waktu untuk mencernakan makanannya. rata-rata pengosongan lambung merupakan salah satu determinasi utama pada pencernaan makanan dan pengetahuan pada aspek ini sangat berguna untuk mendeterminasi frekuensi makanan optimal yang dipelajari dalam pengosongan lambung adalah spesies predator. tetapi dapat juga terdapat dalam kelenjar atau organ-organ seperti hati dan pankreas. Jadi usus ini berfungsi sebagai penahan makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang lama untuk mendapat kesempatan penggunaan penuh material makanan yang sudah dicernakan.

digliserida dan sedikit trigliserida yang tidak terhifrolisis kolestrol akan diesterkan dengan enzim esterase dan hidrolisis lecithin oleh enzim lecithinase. Pankreas merupakan kelenjar pencernaan yang penting dan menghasilkan sejumlah enzim yang bekerja pada karbonhidrat. Membran mukosa lambung menghasilkan enzim pemecah protein yaitu pepsinogen kemudian dirangsang oleh asam hidroklorida (HCl) lambung pada pH 1. dalam Wirosaputro (1998) yang dimaksud dengan organ pencernaan adalah organ tubuh bagian dalam yang terdiri dari unit lambung. Pepsin bertugas untuk menghancurkan struktur jaringan ikat makanan dan membebaskan lemak pada makanan. Amylase ludah menguraikan karbohidrat dengan cara memutus ikatan 1.4 glikosidik pada pati dan glikogen sehingga dihasilkan campuran maltosa glukosa dan digosakarida. Pencernaan lemak dipermudah dengan adanya garam empedu. momogliserida. gliserol dan asam lemak bebas. Amylase pankreas dialirkan ke usus halus bagian atas (duodenum. Enzim protease yang utama pada udang misalnya adalah tripsin dan kemotipsin. kimotripsin dan erepsin dalam usus. Menurut Iskandar (1974). Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl.5 – 2. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). rennin dan mucus atau lender. enzim yang bertanggung jawab dalam pencernaan karbohidrat adalah karbohidrase. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara hidrolisis. Enzim amylase juga disekresikan oleh pankreas. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas.3 Proses Pencernaan Karbohidrat Menurut Isnaeni (2006). usus halus dan usus besar. protein dipecah menjadi protease dan polypeptide. 1. Menurut Isnaeni (2006). monogliserida. 1. pada hewan air pencernaan protein membutuhkan enzim protease sebagai katalisator.b. usus 12 jari) dan akan memecah pati menjadi dekstrin. Dalam pankreas terdapat enzim trypsin. 2.5. Terutama enzim lipase bekerja pada trigliserida dengan hsil akhir gliserol. pencernaan lipid baru dimulai pada saat bahan makanan sampai di usus. chymotripsin dan carboxipeptidase yang bekerja pada protein dan polypeptide.5. pepsin. 1. Lemak dan Karbohidrat) 1. tripsin dalam usus dan pankreas. yang menurunkan tegangan pemukaan dan mengemulsikan tetes lemak berukuran besar menjadi butiran lebih kecil. maitotriosa dan maliosa. 1.2 Proses Perncernaan Lemak Menurut Iskandar (1979). Pencernaan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus dua belas jari (duodenum) malalui katup pylorus. yaitu enzim lipase yang bekerja pada lipid. asam lemak. Tetapi pada hewan lain sekresi nuclease biasanya hanya sedikit sekali. Enzim ini masuk ke dalam usus melalui saluran pankreas yang berhubungan dengan saluran empedu. sedangkan di lambung dengan pengaruh enzim pepsin.1 Proses Pencernaan Protein Menurut Yuwono dan Purnama (2001).5. Menurut Tanang (1988). Pada vertebrata pencernaan protein membutuhkan pepsin misalnya pada perut ikan karnivora. pencernaan lipid di usus halus yang diemulsikan oleh empedu dan terjadi hidrolisis oleh enzim-enzim yang dikeluarkan pankreas.0 kemudian menjadi pepsin. enzim yang penting dalam pencernaan karohidrat . Enzim yang merombak asam nukleat dihasilkan oleh pankreas sapi dan ruminansia lainnya.5 Proses Pencernaan (Protein. empedu dan usus sendiri. Dengan bantuan mucus. di dalam mulut tidak terjadi pencernaan protein. llipase lambung dan lipase pankreas. Enzim ini memutuskan ikatan glikosidik pada karbohidrat sehingga dapat dihasilkan disakarida trisakarida dan polisakarida lain yang memiliki rantai lebih pendek. Lipase akan menghidrolisis lipid dan trigliserida menjadi digliserida. protein dan lemak. 3.

lambung dan usus dengan bantuan pankreas dan empedu. Sistem pencernaan berfungsi untuk mengubah bahan makanan yang kompleks menjadi sari makanan yang sederhana agar dapat diserap oleh sel. 1. Pada hewan air misalnya karnivora.adalah amylase yang bekerja pada amilum dan memecahnya menjadi maltosa dan kemudian maltoda memecahnya menjadi glukosa dengan proses pencernaan kimiawi. Pencernaan dalam Mulut Dalam mulut makanan dihancurkan secara mekanis oleh gigi dengan jalan dikunyah. Makanan yang dimakan dalam bentuk besar diubah menjadi ukuran yang kecil. saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Pencernaan dalam Lambung Makanan yang telah dikunyah dalam mulut ditelan melalui esophagus masuk ke dalam lambung disebabkan oleh adanya gerak peristaltic pada esophagus dengan bantuan mucus. Enzim tersebut terdapat pada hewan avertebrata dan vertebrata. dihidrolisis oleh amylase.6 Proses Pencernaan Fisika dan Kimia Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Selama penghancuran secara mekanis ini berlangsung. Struktur tembolok pada hewan air (pada ikan dan udang) juga digunakan untuk perncernaan mekanik. 2. Dari lambung. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara . 1. 1. Pencernaan protein oleh enzim protease yang terdiri atas enzim eksopeptidase dan endopeptidase. Dari mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Dari kerongkongan makanan didorong masuk ke lambung. katalisis oleh sukrase. Pencernaan makanan dapat terjadi secara mekanis dengan bantuan gigi atau penggantinya (misalnya gigi parut dari bahan tanduk) dan secara kimia (dengan bantuan enzim pencernaan atau senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme). 2. Pencernaan selulosa memerlukan selulise yang dihasilkan oleh bakteri simbiotik. kelenjar disekitar mulut mengeluarkan cairan yang disebut saliva atau ludah. amylase disekresi dari seluruh saluran gastrointerstinal maupun dari pankreas. Usus bermuara pada anus. makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan besarnya sama. berdasarkan perangkat yang digunakan pencernaan pada hewan air terjadi secara mekanik dan kimiawi. Ditinjau dari tempat berlangsungnya pencernaan makanan dapat terjadi di dalam sel (intraseluler) maupun di luar sel (ekstraseluler) (Isnaeni. Menurut Poedjiadi dan Titin (2007). lipase. Dalam kondisi normal reaksi berjalan lambat tetapi dengan hidrolisis dan kerja enzim reaksi kimia berjalan lebih cepat. Pencernaan kimiawi melibatkan enzim (contohnya protease. Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender. prosesnya serupa pada hewanavertebrata dan vertebrata. Beberapa hewan air juga mengunakan gigi dan mengoyak pakan misalnya pada ikan lele. Pencernaan mekanik (fisika) menggunakan taring misalnya pada ikan untuk menggigit.7 Struktur dan Fungsi Saluran Pencernaan Menurut Guru Ngeblog (2008). lambung pada umumnya membesar dan batasnya dengan usus tidak jelas. tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). 2006). amylase) sebagai katalisator untuk mempercepat prosesnya. Amylase di sekresi dalam seluruh saluran almentase pada ikan mujaer yang memakan ikan herbivora. 1. Pada beberapa ikan. terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. sistem pencernaan makanan terdiri atas beberapa organ tubuh. Sebanyak 85% ikan Teleostei memiliki lambung yang digunakan untuk pencernaan mekanik. yaitu mulut. Pencernaan karbohidrat.

Pakan nutrient dari organisme simbiotik. Istilah lain untuk pakan ikan buatan adalah concentrate. ciliate. Sebagai makanan pokok apabila sebagian besar sumber energi yang diberikan dari luar digolongkan sebagai makanan tambahan (Djarijan. Menurut Yuwono dan Purnama (2001) berdasarkan tipenya. 1995).8. lemak. Pencernaan dalam Usus Makanan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus duabelas jari (duodenum) melalui katup pylorus. rennin dan mucus atau lendir. Menurut Sutan Muda (2008).8 Manfaat Kandungan Pakan Ikan 1. h) silase. mengatur fisiologis membentuk enzim dan hormone karena pakan alami dapat bergerak aktif dan sehingga mengundang larva untuk memakannya. Bahan alami dan atau bahan olahan yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya tarik (merangsang) ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap. herbivora. Menurut Maswira Webblog (2009). Nekton adalah jenis plankton yang bisa bergerak aktif. Protein berguna saat proses pertumbuhan dan pengganti sel yang rusak sebagai zat pembangun. memiliki komposisi gizi yang baik diantaranya protein. f) Eater. pakan alami sering digunakan untuk memacu perumbuhan (misal cacing sutra). Tetapi menurut ekologi dan cara hidupnya. gastropoda. yaitu epiphyton (periphyton) nekton dan bentos. empedu dan usus sendiri. 1995). Pakan ikan alami sebagai makanan ikan adalah plankton dan tumbuhan air lainnya. Pada dunia pembesaran. omnivora. bivalvia. . 1. . b) Tepung halus. Ephiphyton adalah jenis plankton. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas.2 Buatan Pakan ikan buatan merupakan makanan ikan yang dibuat dari campuran bahan.1 Alami Pakan ikan alami merupakan makanan ikan yang tumbuh di alam tanpa campur tangan manusia secara langsung. d) Remah. 1.Pakan partikel besar diperoleh dengan menangkap dan menelan mangsa ikan karnivora. 1995). c) Tepung kasar. Namun istilah ini lebih memasyarakat untuk menyebut pakan unggas (Djarijah. pepsin. g) Tepung darah.hidrolisis. . Lemak dan karbohidrat berfungsi sebagai pembentuk energi yang akan digunakan tubuh. algae – metodenya antara lain menggunakan cilia menyaring amoeba. pakan hewan air dapat dibedakan sebagai berikut : . radiolarian. plankton dapat dibedakan menjadi 3 golongan.Pakan molekul organik terlarut diperoleh melalui uptake dari perairan sekitarnya misalnya pada vertebrata laut kecuali arthopoda. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. vitamin dan mineral akan membantu proses metabolisme. yang hidup menempel pada benda-benda air atau melayang-layang dalam air. dimana hewan memperoleh pakannya melalui . 3.Pakan partikel kecil : bakteri. bentuk pakan buatan ditentukan oleh kebiasaan makan ikan : a) Larutan. 1. e) Pelet. Plakton dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu plankton nabati (phytoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). pakan ikan dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu sebagai makanan utama (makanan pokok) dan makanan tambahan. baik phytoplankton maupun zooplankton. Sedangkan benthos adalah jenis plankton yang menetap di bagian dasar perairan (Djarijah.8. karbohidrat dan mineral.9 Jenis Makanan Pada Ikan Menurut fungsinya. crustacean.

dan sisanya lain-lain (Ekawati. laju pengosongan laju digesti dipengaruhi oleh beberapa hal. Dan kandungan serat yang tinggi pada pakan ikan dapat menurunkan laju tumbuh. Dari 10% bahan padatan isi 62. 1.1%. 2005). Berikut ini adalah contoh formulasi pelet : Tepung ikan 50% Tepung Kedelai 30% Tepung Terigu 13% Kuning Telur 5% Premix 2% Dalam pembuatan pelet terlebih dahulu dilakukan penyusunan ramuan. Karena serat yang terkandung dalam pakan bercampur ampas kelapa secara tidak langsung akan meningkatkan kadar selulosa dalam pakan. Tingkat protein ransom 4.10 Komposisi Pakan (Pelet. 2008). CO2. dkk (2003).1%dan abu 6. Persentase lemak dan . Formulasi pelet bermacam-macam tergantung dari bahan dasarnya. Menurut Gunarso. Komposisi Kimia 3. lemak 15. 1. dkk (2003). diantaranya temperatur lingkungan dan kualitas pakan. misalnya pada zoxanthele dan arthropoda. 1. efisiensi daya cerna menunjukkan bahwa jumlah pakan yang dapat diabsorbsi oleh ikan semakin berkurang sejalan dengan meningkatnya ampas kelapa dalam pakan. yaitu : Tepung Ikan (45% protein) Tepung Kedelai (41% protein) Dedak Halus (12% protein) Tepung Jagung (9% protein) (Isnaini. sedangkan cacing darah (blood warm) 90% bagian ubuh adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. maka ikan semakin banyak membutuhkan energi sehingga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan banyak. Tubifex Kering.5% adalah protein. Tingkat proporsi bahan pakan dalam ransom 2.11 Faktor-faktor yang mempengaruhi GET Menurut Mujiman (1984) dalam TItik (2008).simbiose. pH dan alkalinitas. H2S.12 Faktor yang Mempengaruhi Digestibility Menurut Goenarso. kandungan lemak total pada pakan akan memperlambat proses pencernaan dan waktu kosong saluran pencernaan ikan. namun yang paling praktis adalah dengan menggunakan sistem segiempat pearson. Chironomous dan Lumut Jaring) Pelet adalah pakan tambahan yang dicetak berbentuk butiran dan diberikan untuk tahap pembesaran. Contoh : Akan dibuat ransom dengan kadar protein 30% sebanyak 250 kg dengan bahan-bahan yang sudah diketahui komposisi proteinnya. Menurut Schneider dan Flatt (1975) dalam Haetami dan Sukayo (2005). 10% lemak. Kompisis Cacing tubiex terdiri dari protein 46. Selain itu faktor-faktor kimia yang terdapat dalam perairan yaitu kandungan O2. Biasanya semakin banyak aktifitas ikan. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai kecemasan bahan kering ransom adalah : 1. Berbagai cara yang dapat ditempuh dalam penyusunan ramuan.0%.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Ekawati (2005) bahwa komposisi cacing tubifex terdiri dari protein 46.5.7% dan kelompok 4 94. Pada perlakuan GET dengan waktu 1. 4. kemudian pada pakan chironomous 141.80% dengan pakan tubifex.7% dengan pakan chironomous dan terendah kelompok 1 dengan nilai 79% dengan pemberian pakan lumut jaring.9 jam dengan perlakuan ikan nila (Oreochromis nioticus) diberi pakan pelet yang merupakan pakan buatan yaang telah dipenuhi komposisinya sesuai kebuuhan nutrisi pada ikan. Hal ini dapat terjadi karena cacing tubifex mengandung protein yang tinggi sehingga mudah dcerna oleh ikan.82% dengan pakan pelet.29% dengan pakan pelet. Sehingga ikan lebih baik dalam mencerna tubifex daripada lumut jaring.9% 4.2. mungkin disebabkan karena adanya perbedaan pada sifat-sifat maknan yang diproses termsuk kesesuaiannya untuk dihirolisis oleh enzim dan aktifitas substansi substansi yang terdapat di dalam pakan. ketiga .1%.80% dengan perlakuan ikan nila diberi paka alami yaitu tubifex selama 2 jam.5% dengan perlakuan ikan nila diberi pakan jenis lumut jaring.1 Digestibility Pada pengamatan digestibility (daya cerna) terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) yang telah diberikan perlakuan ang berbeda terhadap perbedaan jenis pakan diperoleh hasil nilai digestibility (daya cerna) ikan nila tertinggi yaitu pada kelompok 2 dengan jumlah presentase sebesar 99. kedua kelompok 5 dengan nilai 97. hampir sebagian besar ikan nila tidak mengeluarkan feses sehingga nilai a yaitu tenggng waktu antara saat pemberian pakan dan tenggang waktu dimulainya proses pencernaan digunakan 1 jam karena diasumsikan selama kurun waktu 1 jam ikan nila sudah memulai proses pencernaan makanan dalam tubuhnya. Sedangkan nilai GET terkecil berada pada kelompok 5 dengan nilai GET 49 jam dengan perlakuan ikan nila diberi pakan pelet.5 jam. untuk mencerna selulosa. hewan memerlukan bantuan mikroorganisme yang memiliki enzim pemutus ikatan beta glikosidik.4% dengan pakan tubifex.2 Analisa Hasil 4. Tujuan dari praktikum GET itu sendiri adalah untuk mengetahui waktu pengosongan lambung sehingga diasumsikan ketika ikan nila mengeluarkan feses maka lambung ikan dalam keadaan kosong. Sementara itu urutann nilai digestibility (daya cerna) pada penggunaan waktu 1 jam adalah kelompok 7 dengan nilai 99. akan tetapi karena ikan nila tidak mengeluarkan feses seingga t yang dimasukkan dalam perhitungan mencari nilai prosesntase GET adalah lama waktu pengamatan. pada hewan tidak memiliki enzim yang berfungsi untuk memecah ikatan glikosidik. Selulose tersusun atas komponen dasar penyusun selulosa (monomer) yang saling berikatan dengan ikatan glikosidik. bahwa karbohidrat yang banyak ditemukan pada dinding sel tumbuhan adalah sesulose. lemak 15. diperoleh nilai GET tertinggi pada kelompok 4 yaitu nilai GET sebesar 312.9. Sedangkan untuk nilai t yaitu tenggang waktu antara saat pakan dimasukkan hingga keluarnya feses. Sementara itu nilai digestibility terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai preentase digestibilitynya terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai presentase digestibilitynya sebesar 79. Oleh karena itu.5 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pada pakan pelet 312.2 GET (Gastric Evacuation Time / waktu pengosongan lambung) Berdasarkan hasil praktkum GET. Dari hasil pengamatan GET. Hal ini dapat terjadi karena ikan lebih banyak menandung enzim protease daripada enzim amilase. Kemudian pada waktu 2 jam terdapat proses digestibility yang berada di daya cerna tertinggi secara berurutan adalah kelompok 2 99. Hal ini sesuai dengan pernyataan isnaeni (2006). Mineral Disamping itu perbedaan nilai bahan kering dicerna.1% dan abu 6. ketiga kelompok 3 dengan nilai 97.2. kelompok 6 dengan pakan chironomous sebesar 97.

Jadi berdasarkan analisa tersenut dapat diambl kesimpulan bahwa waktu berpengaruh terhadap nilai GET pada tubuh ikan. Sementara iu cacing tubifex merupakan pakan alami yang mudah dicerna oleh ikan sehingga waktu pengosongan lambng semakin cepat. diantaranya temperatur lingkungan dan kualita pakan. Pada pengamatan 2 perlakuan waktu yaitu 1.4 Manfaat Dibidang Perikanan Melalui praktikum tentang sistem pencernaan ini diperoleh beberapa mamfaat dibidang perikanan antara lain: .5 jam dan 3 jam 141. Kemudian dalam pengmabilan feses praktikan harus jeli membedakan feses dan makanan ikan. Hal ini akan berpengaruh atau mempengaruhi hasil pengamatan. nilai GET pada waktu perlakuan 1. maka semakin banyak membutuhkan energi sehinga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan lebih banyak jumlahnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mudjiman (1984) dalam Titik (2008) ahwa mutu protein dipengaruhi oleh sumber asalnya serta oleh kandungan asam aminonya. Karena pada saat proses metabolisme ikan membutuhkan waktu yang berbeda-beda.2. Hal ini dapat terjadi karena chironomous banyak mengandung protein sehingga mudah untuk dicerna dan lambung cepat kosong. Protein nabati (asal tumbuhan) lebi sukar dicerna daripada protein hewani (asal hewan).4 jam/ jadi perlakuan daya cerna ikan yang terbaik pada ikan adalah pada perlakuan 3 jam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mujiman(1984) dalam Titik (2008) bahwa lju pengosongan laju digestibility dipengaruhi oleh beberapa hal.5 dan terakhir cacing tubifex sebesar 42 jam.5 jam dan 3 jam yang memilki nilai tetinggi adalah pada pemberian pakan pelet dan yang paling rendah adalah pada pakan tubifex dan cironomous. 10 % lemak dan isanya lain-lain. Kemudian mulainya perhitungan waktu saat ikan makan pertama kali bisa saja kurang teliti dalam mengamati dan juga dalam proes penimbangan ikan sering terjadi kesalahan sehingga data yang dihasilkan kurang akurat. Hal ini dapat terjadi karena pelet merupakan pakan buatan yang telah diberi ransum atau komposisi yanng cukup dan dibuat untuk merangsang ikan menyukainya. Apabila dibandingkan antara perlakuan 1. 4. pakan lumut jaring 141.5 jam adalah 24.9 dan perlakuan 3 jam adalah 105 pada kelompok 4 sehingga waktu pengosongan lambung yang terbaik adalah pada perlakuan3 jam. 4.5 jam dan chironmous 94. Pada pakan chironomous nilai GET 1.3 Hubungan Digestibility dan GET (Gastric Evacuation Time) Hubungan digestibility dan GET adalah apabila nilai dari digestibility meningkat maka nilai dari GET akan menurun. Hal ini sesuai dengan pernyataan O-Fish (2009) bahwa 90% bagian chironomous adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. Kemudian pada pakan pelet. sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada perlakuan 1.3 Faktor Koreksi Hal yang perlu menjadi koreksi pada praktikum ini adalah keadaan ikan yang seharusnya telah dipuasakan selama 3 hari.25 dan 3 jam 282.5 jam.5 jam adalah 47.5% adalah protein. Kemudian pada pakan tubifex kelompok 2 nilai GET 1. Pada perlakuan GET dengan waktu 3 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pelet 295 jam. Biasanya semakin banyak aktivitas ikan.5 jam adalah 312. Dari 10% bahan padatan ini 62.33 jam. Hal ini dapat terjadi karena tubifex dan chironomous merupakan jenis pakan yang banyak mengandung protein sehingga mudah dicerna. Hal ini sangat erat hubungannya dengan waktu yang digunakan dalam pengamatan. pakan tubifex 282 jam.5 jam adalah 141.5 jam.5 jam sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada waktu 1.5 dan 3 ja adalah 27. 4.pakan lumut jaring 47.5 jam dan 3 jam diperoleh hasil bahwa pakan lumut jaring nili GET 1.

14. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Dapat mengetahui jenis-jenis pakan pada ikan. Dapat mengetahui lingkungan yang baik dari pakan yang dimakan ikan untuk proses pencernaan dan pertumbuhannya. f. aktivitas ikan.jadi hubungannya berbanding terbalik. Pencernan (digestion) adalah proses perombakan makanan menjadi molekul – molekul yang sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh. usus dan pankreas 3. g. rongga mulut. kualitas pakan. Ikan kurang mampu mencerna serat kasar karena pada usus ikan tidak terdapat mikroba yang dapat memproduksi enzim amilase atau selulose. Pakan alami dibagi menjadi pakan alami nabati (lumut jaring) dan pakan alami hewani (chironomous dan tubifex). kondisi tubuh ikan. esophagus. usus. sebab pada pakan nabati mengandung selulosa yang menyebabkan sulit dicerna. Dapat mengetahui proses pencernaan pada ikan nila. sehingga untuk melakukan budidaya ikan nila. 10.2 Saran Dalam praktikum selanjutnya diharapkan ikan yang akan diamati dipuasakan terlebih dahulu . Hubungan antara digestibility dan GET yaitu semakin tinggi digestibility maka akan semakin rendah atau sedikit waktu yang diperlukan untuk mengosongkan lambung. Faktor yang mempengaruhi waktu pengosongan lambung antara lain temperatur. faring. 5. 9. Kandungan pakan pada ikan meliputi protein. b. pilorus. lambung. rectum dan anus 4. sehingga memudahkan menyeleksi pemberian pakan pada budidaya ikan nila.a. Pakan alami hewani lebih mudah dicerna daripada pakan nabati. 8. d. Dapat mengetahui kandungan pakan pada ikan. sedangkancontoh pakan buatan untuk ikan adalah pelet. Organ pencernaan pada ikan meliputi lambung. 11.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum tentang sistem pencernaan yang telah dlakukan dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1. Proses pencernaan dibagi menjadi pencernaan mekanik dan kimiawi yang melibatkan enzim. 5. Dapat mengetahui daya cerna ikan pada makanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga kita dapat mengetahui pakan-pakan apa saja yang memiliki kemampuan daya cerna tinggi dan daya cerna rendah. berat porsi makan dalam lambung dan berat tubuh ikan. Dapat mengetahui macam-macam organ pencernaan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) beserta fungsinya. Faktor yang mempengaruhi digestibility antara lain jenis pakan. Waktu pengosongan lambung sangat berhubungan erat dengan lamanya waktu isi makanan yang ada dilambung dikeluarkan atau dikosongkan. Terdapat 2 jenis pakan pada ikan yaitu pakan alami dan pakan buatan 7. 80% arena diberi perlakuan tubifex selama 2 jam. e. 13. kita dapat memberi pakan yang sesuai supaya proses pencernaannya dapat berjalan lancar. lemak dan karbohidrat 6. 12. Dapat mengetahui struktur dan fungsi saluran pencernaan pada ikan nila c. baik pakan alami maupun pakan buatan. Nilai digestibility terendah dimiliki oleh kelompok 1 dengan digestibility sebesar 79% diberi perlakuanlumut jaring selama 1 jam. Saluran pencernaan pada ikan meliputi mulut. 5. Dari hasil praktikum pencernaan didapat nilai digestibilitynya yang tertinggi dimiliki oleh kelompok 2 dengan digestibility 99. 2.

hijau atau warna lainnya merupakan bagian dari pewarnaan yang digunakan untuk pengaturan spesifikasi dari pola warna-warna yang belum dipadukan (Guyer dan Charles. Pewarnaan ikan laut menurut kedalamnannya dapat digolongkan menjadi tiga bagian.1 Pengertian dan Jenis Fototaksis Menurut Agung (2009). 1. seperti warna merah. Di perairan ini terjadi dispersi yang terbesar jika tiba waktunya untuk menetap. sedangkan ikan-ikan yang tidak tertarik oleh cahaya atau menjauhi cahaya biasa disebut fotophobi (ada pula yan menyebutnya sebagai fototaksis negatif seperti Gunawan.2 Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Effendie (1972). Peristiwa tertariknya ikan pada cahaya disebut fototaksis. Perubahan warna ikan dari warna dasarnya telah banyak diketahui. mereka akan melakukan berbagai aktivitas (Barus. Umumnya hewan nokturnal bersifat fototaksis negatif. 1981) dalam Sudirman dan Achmar (2000). ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna yang sederhana.1969 dalam Rustidja. kuning. Dengan demikian ikan yang tertarik oleh cahaya hanyalah ikan-ikan fototaksis. Ini membuat mereka terdapat pada perairan bebas yang bergerak cepat. Menurut Olii (2003). Produksi warna cahaya oleh variasi organ photogenic semua binatang biru ke merah (Prosser dan Frank. mereka menjadi fototaksis negatif dan bermigrasi ke arah dasar (Nybakken. PENDAHULUAN 1. Menurut Ayodhoya (1976. 2003). . sedangkan hewan diurnal cenderung bersifat fototaksis positif. Warnanya bertingkat dari keputih-putihan sampai ke warna hitam melalui warna kebiru-biruan dan kehijau-hijauan. fototaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. terdapat juga ichtyoplankton yang bermigrasi secara harian ke arah permukaanpada siang hari dan masuk ke lapisan yang lebih dalam pada malam hari dimana hal ini merupakan suatu pengecualian yang bersifat fototaksis positif. Banyak larva yang mengapung bebas bersifat fototaksis pada tahap awal kehidupan larvanya. FOTOTAKSIS DAN PEWARNAAN TUBUH 1. Ikan yang hidup di lapisan atas atau dekat ke permukaan berwarna keperak-perakan yang hidup di daerah pertengahan berwarna kemerah-merahan sedangkan ikan yang hidup di perairan dalam berwarna violet atau hitam. 1964).selama 3 hari supaya diperoleh hasil yang maksimal karena jika tidak dipuasakan akan mempengaruhi nilai data yang diperoleh. 1985). 1961). Ikan yang hidup di dasar perairan bagian perutnya berwarna pucat dan bagian punggungnya berwarna gelap. yang umumnya adalah ikan-ikan pelagis dan sebagian kecil ikan demersal. ikan tertarik pada cahaya melalui penglihatan (mata) dan rangsangan melalui otak (pineal rigean pada otak). Warna menunjukkan partikel bentuk yang nyata. Perubahan-perubahan tersebut karena perantaraan dan aktivitas pigmen-pigmen pada integumen yang mengandung sel-sel disebut kromatophore (Fuji. 1996). Dengan kata lain bahwa hewan nokturnal pada intensitas cahaya yang maksimum akan dirangsang untuk melakukan gerakan mencari perlindungan. Sedangkan bagi hewan diurnal intensitas cahaya yang kuat akan memberikan reaksi yang sebaliknya. 1988).

000 pada setiap milimeter persegi) di satu daerah retina. Cahaya memusatkan radopsin dengan memutuskan ikatan retinenkotopsin. Sel kerucut mengandung radopsin. Radopsin ialah protein yang terkonjugasi.1. kerucut hanya bekerja dalam cahay terang.4 Pengaruh Cahaya Terhadap Pergerakan Ikan Cahaya berpengaruh besar dalam orientasi migrasi ikan. 1996). dkk.3 Cone dan Rod pada Ikan dan Udang Menurut Kimball (1983). 1985). intensitas cahaya berfungsi sebagai alat orientasi yang akan mendukung kehidupan organisme tersebut dalam habitatnya. Tetapi ikan tulang rawan tertentu dan gonad tidak dapat membedakan warna. Segmen luar dari tiap batang mempunyai perluasan sistem membran sel dan sejumlah besar pigmen radopsin. Berbeda dari batang. 2003). Ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latar belakang habitatnya. . Pigmen sel kerucut lainnya juga mengandung retinen. Terdapat 3 jenis pigmen kerucut yang berbeda. pigmen peka cahaya pada batang dinamakan radopsin. atau ungu penglihatan (visual purple). sel-sel ini kemudian membangkitkan impuls saraf. yang padanya terdapat gugus protetik retinal. Menurut Villee (1984). kerucut membuat kita dapat melihat warna-warna. batang kira-kira ada 100 juta dalam setiap mata. Menurut Ganong (1983). 1985). yaitu fovea. Pigmen pada batang ialah radopsin. suatu pigmen visual yang terdiri atas kromafor yang sama (retinal) tetapi proteinnya berbeda. Larva dari Bcetisthodani akan beraksi terhadap perubahan intensitas cahaya dengan melakukan gerakan lokomotif. Agar cahaya dapat diserap. iadopsin merupakan pigmen yang paling sensitif terhadap cahaya merah. Sebagian besar ikan dapat membedakan warna. Arah migrasi ikan secara mudah dapat dihubungkan dengan perilaku diurnal dengan siklus diurnal cahaya matahari. hewan ini akan dirangsang untuk melakukan gerakan lokomotif untuk keluar dari tempat perlindungan yang terdapat pada bagian bawah dari bebatuan di dasar perairan (Barus. reaksi yang berlangsung melalui serangkaian perantara hidup pendek menjadi rentiner dan scotopsin. orsinya dinamakan scotopin. dalam menyesuaikan warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh menjadi berwarna kombinasi antara warna latar belakang dengan warna tubuh aslinya (Dani dan Murni. bagian mata peka cahaya pada mata vertebrata adalah retina. akan berlindung di balik batu-batuan jika kena cahaya untuk menghindari adanya predator. Cahaya mengenai sel-sel batang dan kerucut mengaktifkan. Sedangkan kerucut jumlahnya sangat banyak (sekitar 15. dan perbedaaan antara masing-masing terletak pada perbedaan dalam struktur opsinnya. Terdiri dari protein opsin. yaitu suatu pigmen. Akan tetapi bayangan yang dihasilkan batang-batang ini tidak tajam. Reaksi ikan terhadap cahaya berubah menurut phase pertumbuhannya. Bagi organisme air. Lagipula. 1. Apabila intensitas cahaya matahari berkurang. kemudian memasuki dasar lautan di siang hari (Brotowidjoyo. Suatu belahan bola yang terdiri atas sejumlah besar sel reseptor yang menurut bentuknya disebut sel batang dan kerucut. Pada larva Ammocotus sp (lamprey/cyclostomata) pada ekornya terdapat sel yang peka terhadap cahaya (Dani dan Murni. Radopsin tergabung dalam membran yang secara rapi tersusun di bagian luar batang tersebut. suatu daerah tepat di seberang lensa. harus ada bahan penyerap cahaya. sebuah protein yang berbeda dari scotopsin. contoh : ikan salmon berenang di waktu siang hari dan istirahat di waktu sore hari dan malam hari. Pigmen ini dibentuk dari retinen dan fotopsin. Batang terutama dipakai untuk penglihatan dalam cahaya suram dan teramat peka terhadap cahaya. ikan salmon muda dan beberapa ikan tawar lain.

kemudian menjadi kristal-kristal besar yang tak mampu berpindah dan biasanya menumpuk dalam lapisanlapisan (Fuji. Schemachrome.6 Proses Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Hitching dan Falco (1944) dalam Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). kuning hijau dan biru . Indocyte dinamakan juga sel kaca karena mengandung material yang dapat merefleksikan warna-warna di luar tubuh ikan. 1969 dalam Fuji.7 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Warna Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. Paling sedikit dalam iridophore molekul-molekul dari purin teratur menyusun dalam plot-plot individu (Kawaguoi dan Kamishima. Cell chromatophore terdapatnya di dalam dermis. Tetapi perubahannya lambat. merah dan corak warna lain . pigmen pembawa warna Contoh pewarnaan schemachrome ialah warna-warna yang terdapat pada rangka. xantophore (kuning). Sedangkan apabila butir pigmen itu sedang menyebar semuanya. Material yang terkandung di dalam indocyte tersebut.Chromdipoid : berwarna kunig sampai coklat . kuning. 1.Phorphysin : berwarna merah. eritrophore (merah). Sesuai dengan kandungan pigmen-pigmen warna chromatophore pada ikan umumnya diklasifikasikan menjadi melanophore (coklat atau hitam). warna yang dihasilkan secara keseluruhan nampaknya lebih pucat.Purine : berwarna putih atau keperak-perakan . mempunyai butir-butir pigmen yang dapat dan berkumpul di dalam satu titik. merah dan oranye Sel-sel yang khusus membeli warna ikan ada dua macam. 1996).5 Klasifikasi Warna Menurut Effendie (1972). sisik dan testes. Jadi warna-warna ini bukan disebabkan oleh butir-butir pigmen. ada ikan yang dapat merubah warnanya. Ikan yang mendapat kurang cahaya berwarna pucat dari ikan pada ikan yang sama tetapi mendapat cahaya dengan cukup.Flavins : berwarna kuning tetapi sering dengan fluorescensi hijau . Jika butir-butir pigmen itu sedang berkumpul di satu titik. yaitu indocyte (leucophore atau goanophore) dan chromatopore. Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya.Carotenoid : berwarna kuning.Mebrin : kebanyakan berwarna merah dan coklat . merah dan hijau . Yang termasuk ke dalam biochrome ialah : . Warna schemachrome lain yang berwarna biru dan violet terdapat pada iris mata.1. ada yang dimulai dengan melalui matanya atau dengan lainnya misalnya cahaya.Indigoid : berwarna biru. umumnya untuk satu warna yang khas bergantung kepada kombinasi chromatophore dasar yang mengandung satu macam warna. warna yang terlihat lebih jelas dan bergantung kepada warna butir pigmen tod. dulunya mendemonstrasikan secra kimia kehadiran berlebihan dari guanin dalam integumen ikan.1969 dalam Rustidja. tetapi pada mulanya mengandung kristal-kristal kecil dimana dapat berpindah ke belakang dan ke muka dalam sitoplasma. Cahaya ini mempengaruhi kerja hormon merubah keadaan pigmen. antara lain adalah guarin (keputih-putihan) sebagai hasil buang dari metabolisme.Pterine : berwarna putih. leucophore dan iridophore mengandung pigmenpigmen tidak berwarna (guanine primer). Skimuli untuk mengadakan perubahan warna. 1. warna oleh konfigurasi fisis 2. 1969 dalam Rustidja. Menurut Effendie (1972). 1996). warna-warna ikan yang tersebut di atas disebabkan oleh : 1. Jadi yang mengontrol . Biochrome. vasion natatolia (gelembung renang). iridophore (berkilau-kilauan). Perubahan warna tersebut seperti disebutkan di muka karena menyebar dan mengumpulnya butir-butir pigmen.

dkk (2005). Hormon ini dieksresikan oleh lobus medius hipofisis. Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa ikan yang hasilnya positif atau fototaksis positif. Dan ikan black ghost (Apteronotus albifrons) semua hasilnya negatif.2. Dan hasil pengamatan udang galah (Machrobachium rosenbergii) hanya dari kelompok 3 saja yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. 1977 dalam Rustidja. ikan nila bisa hidup diperairan air tawar hampir seluruh Indonesia. habitat hidupnya berada di bawah atau didasar air yang tidak memerlukan cahaya. 1996). ikan sepat menyukai rawa-rawa. kalau udang galah hidup didasar kolam. Diantara substansi yang mempengaruhi gerakan pigmen dalam kromatophore adalah MSH (Melanocyte stimulating Hormon). dan sedangkan yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif. 1972). daun-daun. Jadi hasil pengamatan diatas sesuai dengan pernyataan tersebut. akar tanaman atau benda lainya didasar sungai. Dan dari pengamatan ikan mas (Cyprinus carpio) semua kelompok hasilnya positif. udang galh juga bersifat nokturnal atau beraktivitas pada malam hari. Pada siang hari udang galah malas bergerak dan tidak tahan terhadap sinar matahari. jadi ikan nila bersifat fototaksis positif. karena itu udang galah banyak ditemukan ditepi perairan yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Rodwel dan Mayes. Menurut Nuraini (2009).perubahan warna ada dua macam. 2008). Sedangkan perubahan warna yang dikontrol oleh hormon terjadi dengan lambat (Effendie. Menurut Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). dll dimana perubahan tadi dapat terjadi dengan cepat. sebagian besar bagian integumen dorsal dari ikan mengandung tingkat tirosinase yang lebih tinggi dibandingkan dengan ventral empat varietas goldfish (putih. Pertama ialah perubahan warna yang dikontrol oleh syaraf seperti mata. Menurut Fish Stok (2008). biasanya ikan ini lebih cenderung menghabiskan waktunya didasar sungai namun masih kecil akan berenang ke atas dan ke bawah perairan dengan lincahnya (Herawaty. abu-abu dan hitam) aktivitas total tirosinase meningkat dengan meningkatnya aktivitas pada umumnya terjadi dalam fraksi-fraksi partikel. bahwa ikan mas dapat tumbuh normal jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian diantara 150-1000 m dari permukaan laut. 4. Menurut Caroko.1 Fototaksis Hasil pengamatan fototaksis didapatkan hasil pada jenis masing-masing ikan. 6 dan 4 hasilnya negatif dan sedangkan hanya kelompok3 yang hasilnya netral. sungai dan parit-parit . habitat hidupnya berada di permukaan atau atas air yang memerlukan cahaya. Dan sedangkan ikan sepat (Trichogaster pectoralis) hasilnya dari kelompok 1. 2 dan 5 positif dan kelompok 7. Pada pengamatan ikan nila (Oreochromis niloticus) hanya dari kelompok 6 dan 7 yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif dan sedangkan kelompok lainnya hasilnya positif atau fototaksis positif. danau. Aktivitas ikan black ghost lebih banyak dilakukan pada malam hari (nokturnal) sehingga pada siang hari ikan akan lebih suka bersembunyi dibebatuan. Berdasarkan tempat hidupnya. Menurut Sutan Muda (2007). Dari pengamatan tersebut didapat hasil yang berbeda tiap kelompok. Jadi hasil pengamatan ikan mas sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. Pertama kali ditemukan karena efeknya pada sel-sel pigmen dalam kulit vertebrata tingkat terendah (Harper. Sedangkan pada ikan manvis (Pteriophyllum scales) hasilnya hanya kelompok 5 yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. xanthin. Ikan nila cenderung senang hidup diair hangat bersuhu sekitar 280C.2 Analisa hasil 4. Jadi hasil pengamatan black ghost sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan black ghost hidupnya lebih bayak didasar kolam. Jadi hasil pengamatan ikan nila sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. Dilihat dari kebiasaannya.

Saat meletakkan ikan yang dibungkus plastik warna dengan toples berisi ikan yang dibunkus plastik terlalu berdekatan. Dan ikan sepat yang dibungkus dengan plastik warna merah terjadi perunahan warna tubuh pink. Oleh karena itu. Dan waktu tercapat ikan sepat memendarkan warna adalah 1 menit dengan warna plastik kuning.Pada saat membungkus toples yang berisi ikan dengan plastik berwarna tidak rapat masih ada celah. yang menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan butiran pigmen pada ikan dikendalikan oleh hormon-hormon tertentu sebagai akibat reaksi terhadap kondisi lingkungan ikan yang bersangkutan.Kita dapat menyimpulkan bahwa jenis ikan apa saja yang termasuk dalam fototaksis positif dan fototaksis negatif .Fototaksis merupakan gerakan yang dilakukan oleh ikan karena pengaruh rangsangan . Menurut Iswadi (2008).berair terang. Grafik 1 : grafik pewarnaan tubuh 4.Saat mengamati ikan terhadap cahaya. 4. biru dan merah dan sedangkan waktu terlama saat ikan memendarkan warna adalah 15 menit dengan warna plastik hitam. Jadi ikan sepat persifat fototaksis positif.3 Faktor Koreksi Pada praktikum mengenai fototaksis dan pewarnaan ikan terdapat beberapa hal yang menjadi faktor kireksi antara lain : . yang menyatakan bahwa ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latr belakanghabitatnya. terutama yang bayak di tumbuhan air.2. seharusnya saat senter dinyalakan melihat ikan dari lubang plastik yang telah disediakan bukannya dari atas. Hal ini sesuai dengan pendapat Dani dan Murni (1985). Oleh karena itu. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Sedangkan yang dibungkus plastik warna biru disekitar dekat ekor kuning terang.Dapat membantu dalam pencarian ikan menggunakan bantuan lampu pada malam hari 4. bentuk pada warna tubuh lebih terang. Didalam penyesuian warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh aslinya dengan warna latar belakang. warna tubuh bagian perut terlihat agak gelap dan pada linea lateralis ada bintik-bintik hitam. kelihatan gelisah.Dapat mengetahui bahwa ikan sepat dapat memendarkan warna tergantug lingkungannya . secara alami manvis hidup di perairan yang terang dan banyak tanamanya.1 Kesimpulan Dari data hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : . jadi hasilnya ada yang kurang maksimal .4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat dari praktikum ini pada bidang perikanan yaitu : . warna perut putih kekuning-kuningan dan warna siripdan ekor kuning pucat. Menurut Purwakusuma (2007). warna pectoral menjadi merah. jadi akan mengganggu ikan yang tidak dibungkus plastik dan warna plastik mempengaruhi ikan yang tidak dibungkus plastik warna . 4. Jadi manvis bersifat fototaksis negatif.2 Pewarnaan Tubuh Ikan Dari data pewarnaan tubuh didapatkan bahwa ikan sepat (Trichogaster pectoralis) dibungkus dengan plastik hitam terjadi perubahan pada dorsal berwarna kuning dan terlihat lebih menyala atau terang. Sedangkan yang dibungkus plastik warna kuning terjadi perubhan warna punggung kecoklatan. ikan bisa tampak berbeda pada kondisi lingkungan berbeda. bila manvis dipelihara dalam aquarium yang terlalu terang dan banyak ikannya.

contohnya rute asam susu asam ke hati untuk glikogenesis (Guyer dan Charles. berwarna merah kekuningan. sternum (tulang dada) dan vertebrata (tulang-tulang belakang). kecil. 1964). Eritrosit Erythrocyte (sel darah merah) ikan berinti. Bentuk “bikonkaf” yang menarik ini mempercepat pertkaran gas-gas antar sel-sel dan plasma darah. yang terletak dalam sum-sum tulang. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air. didapatkan bahan ikan sepat mengalami perubahan warna tubuh kebiruan dan ekornya terlihat kekuning-kuningan dan waktu untuk memendarkan warna sekitar 1 menit. Dan hendaklah lebih teliti dalam mengamati perubahan warna ikan agar diperloleh data atau hasil yang valid.36 mikron (bergantung kepada spesies ikannya). DARAH IKAN 1.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm.2 Komponen Penyusun Darah 1. Menurut Kimball (1983). sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. berdiameter antara 7 . 1983).Pengamatan kelompok 3 mengenai pewarnaan tubuh.000. terutama dalam tulang-tulang rusuk.Ikan sepat dapat mengyesuaikan tubuhnyadengan lingkunganmya karena mempunyai pigmen indophere .1 Sel Darah a. Sedangkan ikan manvis (Pterophyllum scalane) dan black ghost (Apteronotus albifrons) bersifat fototaksis negatif dan sisanya bersifat normal .000 – 3. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan dalam . Erythrocyte dewasa berbentuk lonjong. ialah plasma (Kimball.Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan tubuh ikan antara lain didapatkan bahwa ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan yang bersifat fototaksis positif. leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi (Rachman. PENDAHULUAN 1. 2003). 2001). 2003). dengan diameter 7.000 (Rachman. biasanya adalah darah (Yuwono dan Purnama.1 Darah Ikan Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erythrocyte.cahaya . Setelah hewan mencernakan pakannya dan mengabsorbsi molekul-molekul pakan tersebut selanjutnya mendistribusikannya ke seluruh sel-sel tubuh dengan bantuan system pengangkut. Dan ikan nila (Oreochromis niloticus) bersifat fototaksis positif. 5. Pada orang dewasa. SDM dibentuk dari sel-sel “pokok”. Darah merupakan jalan utama transportasi pencernaan bahan makanan untuk sekresi kelenjar endokrin dan sebagai rute metabolisme bermacam-macam tujuan.2. 1. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira 120 hari.2 Saran Pada praktikum fototaksis dan pewarnaan ikan seharusnya saat pengamatan fototaksis cahaya difokuskan pada satu titik sehingga pelaku ikan terlihat jelas. Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20.

Sel-sel darah putih atau leucocyte tersebut dibuat di sumssum tulang. karbon dioksida. Limfosit menghilang untuk diferensiasi ke dalam 2 populasi. Bentuk demikian mempunyai permukaan yang volumenya sama.000 per kubik millimeter. heterofil.Senyawa protein non nitrogen (urea. Tekanan osmotic plasma yang ditimbulkan oleh protein disebut tekanan osmotic koloid.000 sel darah merah (Ville. leucocyte di hancurkan di limpa. Jumlah trombosit sekitar setengah dari semua leukosit pada ikan dan berfungsi dalam penggumpalan darah. SO4) . Granulosit dibagi menurut reaksi staining mereka dalam neurofil. plasma merupakan cairan yang mengandung ion-ion dan molekul orgnanik meliputi protein. Monosit mempunyai fungsi makrofage. zat pengatur dan gas terlarut. lemak.Air . nitrogen) . Rata-rat diameternya 10 mikron. elektrolit. asidofil (eosinofil) dan basofil yang jarangpada darah ikan. Plasma merupakan cairan komponen penyusun darah yang memiliki komposisi sangat berbeda dari cairan intra sel. Ada 2 macam kekuatan yang bekerja dalam proses pertukaran cairan tersebut. Mg++. Komposisi plasma darah adalah sebagai berikut : . garam-garam ammonium) . karena mempunyai daya phagocytosis yaitu mempunyai daya memakan sel-sel bakteri dan benda-benda asing lainnya. Diantara sel darah putih ada granulosit yang mungkin terdiri antara 4 dan 40 persen dari semua sle darah putih.000 – 10. leucocyte besarnya lebih besar dari erythrocyte dan berinti. Volume plasma pada hewan yang memiliki sistem sirkulasi tertutup tergantung pada keseimbangan antara laju filtrasi cairan / plasma dari kapiler menuju ruang jaringan dan laju reabsorbsi filtrate tersebut. Leukosit agranular lebih banyak pada komponen sel darah putih dalam darah ikan. dalam perkembangannya inti itu lenyap dan eritrosit berbentuk cawan bikonkaf. Jumlah sel darah putih antara 20. yang satu memproduksi antibodi dan yang lain sebagai sel imunitas. plasma darah mengandung ekitar 90% air dan berbagai zat terlarut / tersuspensi di dalamnya.2. yaitu tekanan darah (tekanan hidrostatik) dan tekanan osmotic koloid. Jumlah sel darah merah adalah yang paling banyak dibandingkan denga unsur-unsur sel darah lainnya. nutrient. Dalam satu millimeter kubik darah manusia terdapat 5. PO4. tetapi pada mamalia. asam urat.Elektrolit (Na+. Berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh.000 per kubik millimeter dalam kelompok ikan yang berbeda. sumsum tulang dan sel koffer yaitu oleh sel macrophage. asam amino) .Nutrient (glukosa. kreatinin. Menurut Lagler et al (1977).Gas-gas darah (oksigen. biasanya lebih kecil. 1. Banyaknya berkisar antara 5.000. tetapi ukuran dari 24 sam pai 33 mikron ada pada ikan paru-paru afrika (Protopterus). bersama-sama dengan sel-sel darah merah. b. Beberapa elasmobranchi mempunyai tipe granulosit ke empat. keratin. Juga agranular limfosit dan monosit yang oval. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). trombosit. sedangkan lymphocyte dibuat dari kelenjar-kelenjar lymphe sedangkan dalam jumlah yang sedikit di sumsm tulang. Cl-.Protein . Plasma mengandung sejumlah protein yang berperan sangat penting untuk menghasilkan tekanan osmotic plasma.2 Plasma Menurut Isnaeni (2006). darah ikan meliputi beberapa tipe sel berwarna atau sel darah putih (leukosit). materi sampah.Bahan terlarut . HCO3-. dan permukaan yang lebih luas ini mempermudah lewatnya gas dan zat lain melalui membran plasma. 1988). yang bentuknya seperti telur sampai bulat. K+. Leukosit Menurut Iskandar (1974).000 dan 150.suatu struktur berbentuk kantung yang disebut limpa. yang umum. Sebagian besar vertebrata mempunyai eritrosit berbentuk lonjong yang berinti.

sel –sel darah menrah primitive dihasilkan dalam kantong kuning telur. Sedangkan dikatakan sistem pembuluh darah karena pembuluh darah yang membawa darah untuk sirkulasi dipompa oleh jantung bekerja kontinyu dalam sistem cardiovaskuler. Plasma terdiri dari air. sistem cardiovaskuler dan capiler · Darah : Arteri. kemudian. pengaruh suhu tubuh dengan penyebaran panas badan. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transfer oksigen dan system pertahanan imunologik oleh sel – sel (cell – medicted defense). yaitu pembuluh yang terdapar didaerah insang (Rachman. pada saat yang sama. zat makanan. 9. dkk. pertahanan terhadap infeksi oleh sel darah putih dan antibody yang beredar. (1985). 1976). 1974). berangsur angsur merapat dan membentuk jarring – jaring tipis. nutrisi transport zat – zat makanan yang diadsorbsi. 1.5 Komponen Penyusun Sistem Peredaran Darah Secara umum struktur dasar sistem sirkulasi ini terdiri atas saluran-saluran yang berhubungan (pembuluh) dan cairan yang dapat sebagai transportasi. Selama trisemester kedua kehamilan sel darah merah. membawa hormone dan enzim ke oragan yang memerlukan. dilakukan oleh plasma dan unsur. transpor metabolic 1..Senyawa pengatur (hormone. pengaturan keseimbangan air melalui efek darah terhadap pertukaran air diantara cairan yang beredar dan cairan jaringan.4 Fungsi Darah Darah berfungsi mengedarkan suplai makanan kepada sel – sel tubuh. sel – sel darah merah juga dibentuk dalam jumlah cukup banyak oleh limpa dan kelenjar limfe. Sel – sel permukaan dari pulau – pulau yang berbatasan. 1. Dan usus untuk dibuang. kilit. pemeliharaan keseimbangan asam basa di dalam tubuh. pengaturan metabolisme. ekskresi transport sisa metabolism eke ginjal. membawa oksigen ke jaringan – jaringan tubuh. selama trisemester ketiga kehamilan dan setelah lahir. dkk. Menurut Mayes.jadi materi dalam pembelajaran tentang sistem sirkulasi ini dibagi atas : 1. 2003). sel darah merah dibentuk semata – mata oleh sumsum tulang (Guyton. paru – paru. protein dan hormone. elektrolit. (1985). Pertukaran oksigen dengan air dengan karbondioksida terjadi pada bagian semipermeable. enzim) Menurut Mayes. Sirkulasi dalm pembuluh limpha dan limpha merupakan sistem limpatik. Komposisi air dan elektrolit plasma praktis sama dengan semua cairan ekstraseluler.3 Tahap Pembentukan Darah Tanda – tanda pertama yang nyata tentang pembentukan system peredaran darah ialah timbulnya suatu masa mesoderm yang pepat pada kantong yolk. vena dan capiler · Jantung · Sistem sirkulasi arteri dan vena · Sirkulasi tunggal dan ganda . Sel – sel yang lebih dalam memisahkan dari satu sama lainnya dan menjadi sel – sel darah (Hildebrand.unsur plasma fungsi tersebut adalah : respirasi transport oksigen dari paru – paru kejaringan dan CO2 dari jaringan paru –paru. Daerah – daerah tubuh yang membentuk sel darah merah pada beberapa minggu pertama kehiduoan embrio. dinamakan pulau – pulau darah. transport hormone. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transport oksigen dan system pencernaan immunologic oleh sel dilakukan oleh plasma dan unsur-unsur plasma.

pertahanan tubuh dapat terjadi dengan berbagai mekanisme. antara lain menginaktifkanatau mengeluarkan berbagai sel asing dari tubuh. Peredaran darah ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam 1 kali peredarannya. dan pertukaran bahan makanan terjadi dengan jaringan. Dari kapiler seluruh tubuh memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2.2 ruang: meliputi 1 atrium (serambi) dan ventikel (bilik) . Sebagian menuju ke kepala dan sebagian lagi menuju ke bagian tubuh yang lain dan alat pencernaan makanan. Darah dari jantung keluar melalluii aorta ventral menuju insang. 2007) Menurut Kimball (1938). darah mengalir ke anyaman kapiler dibagian badan selebihnya. Seperti pada semua vertebrata. darah melalui jantung 1 kali). Dari insang. sistem limphatik · Pembuluh limpha · Jaringan limpha (Noer dan widawati. anterior dan vena kordinalis posterior. Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kordinalis anterior dan vena kordinalis posterior (Tedy. sebagai contoh bahwa darah mengalir dari jantung melalui arteri ke jaringan kapiler yang menuju ke jaringan tubuh dan kembali ke jantung melalui vena. temmpat kotoran hasil metabolisme kemudian mengalir ke hati terus masuk lagi ke jantung. menghancurkan mikroorganisme pathogen beserta hasil beserta sekresinya dan menyingkirkan abnormal atau sel bermutasi (contohnya sel kanker) yang muncul mekanisme pertahanan tubuh yang dapat terjadi dengan cara fagositosis (paling primitive). 1.2. darah yang mengandung banyak zat asam menggalir di dalam pembuluh darah dorsal aorta. 1. Darah yang dari tubuh sebelum masuk ke jantung mengalir dulu ke ginjal. jantung ikan terdiri dari . 2008). darah yang terkumpul dari seluruh badan ikan masuk ke kamar berdinding tipis. enkopsulasi (pembentukan selubung mengahsilkan antibody atau sensifikasi limfosit faktor homoral (aglutinin) dalam cairan tubuh juga dapat menginaktifkan benda asing (Ganong. .6 Mekanisme Peredaran Darah Menurut Effendie (1972). darah selalu terdapat di dalam pembuluh darah. Di insang aorta bercabang menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gar yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. atlium. darah yang keluar dari jantung melalui ventral aorta terus ke insang.Sinus venasus: yang menerima darah dari vena kordinalis. 1. globulin bertanggung jawab dalam berbagai fungsi terutama yang berkaitan dengan sistem kekebalan (imun) dan transport molekul tertentu. tetapi dalm sistem tertutup suatu tekanan yang lebih tinggi dan dirancang lebih cepat dan mudah ditimbulkan karenadarah dibatasi oleh pembuluh dan pada ikan yang seluruhnya bernapas dengan insang. bahwa sistem peredaran darahpada ikan adalah tertutup. maka jantungnya akan menampakkan aliran darah tunggal. maka dari itu kebanyakan sistem peredaran darah disebut peredaran darah tunggal (Rachman. Kontraksi vertikel yang kuat mendesak darah keluar ke anyaman kapiler insang. Ketika jantung kendur. Kemudian darah kembali ke jantung.7 Sistem Peredaran Darah Menurut Teddy (2008). darah mengalir melalui sebuah katub ke dalam ventrikel berdinding tebal. 2003).8 Pengertian Sistem Imun Menurut Isnaeni (2005). suatu sistem peredaran darah tertutup tidak selalu berarti lebih maju dari suatu sistem terbuka. 1983).

akibat reaksi kimia jalianan benang – benag yang di hasilkan membentuk lapisan pelindung. darah yang mengalir mengandung CO2 dan mengeluarkan O2. dan jantung. lisis sel dan sel pembuluh (killed sel atau sel K )dari organisme yang menyerang. Pada umumnya pengambilan darah dapat dilakukan diempat tempat yaitu linea lateralis. antibody ini di lepaskan dalam darah dan di bawa sebagai bagian dalam fraksi gramma globulin respon antibodi hormonal ini mengurangi memerangi bakteri dan virus di dalam darah. pengambilan darah ini dapat dilakukan dibeberapa daerah dari tubuh ikan. kompleks ini nmempunyai fotositosis. yang paling baik untuk melakukan proses pengambilan darahyaitu pada dorsal aorta karena dorsal aorta merupakan percabangan utama dari insang yang sebelumnya berasal dari vena aorta.2. Beberapa sel keturunan dari limfosit B yang terangsang membentuk suatu retikulum endoplasmik granula rumit yang mampu mensintesis protein dan di sebut sel plasma yang mampu mensintesis antibodi yang di perlukan. dari jantung. Menurut Admin (2008). Dari keempat tempat pengambilan darah ini. Menurut Villee. mekanisme penutupan luka yaitu pada tubuh mulai mengeluarkan darah. antibody raspanse yang berbeda dalam peredaran darah dan mengikat secara khusus dengan antigen asing yang menyebabkan antigen asing tersalut antibody. 4. darah mengandung protein fibrinogen yang akan menjadi fibrin di bawah pengaruh enzim protealis trambin. dalam plasma. sel T dan sel B secara morfologis hanya dapat di bedakan ketika di aktifkan oleh antigen (Effendie. dan beberapa tempat lain. limfosit B dan limfosit T berbeda dalam cara responnya. 1974). Diantaranya melalui linea lateralis. Menurut Racoen (2007).dkk (1988). Sel B bertugas untuk memproduksi antibody hormonal. dorsal aorta.1. Selain itu ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sistem peredaran darah tunggal tertutup yang artinya mekanisme peredaran darahnya berasal dari jantung dan kembali lagi ke jantung. 2003).9 Proses Pembentukan Darah Darah akan membeku bila keluar dari pembuluh darah. sebuah enzim yang di sebut tramboplastin yang di hasilkan sel – sel jaringan yang terluka bereaksi dengan kalsium dan protrambin di dalam darah.10 Hubungan Sistem Imun Dengan Darah Sel -sel T bertangung jawab terhadap reaksi immune seluler dan mempunyai reseptor permukaan yang spesifik untuk mengenal antigen asing. sel -sel baru sedang di bentuk ketika sel – sel yang rusak telah selesai di perbaharui keropeng tersebut akan mengelupas dan jatuh. melalui cavum oris mentok mencapai rahang bagian atas. karena kinase berarti zat – zat yang mengaktifkan proenzym menjadi enzyme (Iskandar. berdiam dan berkembang di dalam kompertemennya sendiri.2 Analisa Hasil 4. dimana terdapat distribusi kebagian . Hal ini sesuai dengan Guyer and Charles (1964). caudal peduncle. 1. seperti kita ketahui enzim trambin berasal dari proenzym protrambin dan di aktifkan oleh trombokinase (perkataan trombokinase yang dulu di kenal sebagai tramboplastin lebih tepat. limfosit lain tetap diam di sumsum tualang berdifensiasi menjadi limfosit B.1 Pengambilan Darah Dari hasil praktikum didapatkan hasil bahwa pengambilan darah yang dilakukan pada daerah caudal peduncle. setelah mengelilingi seluruh tubuh yang sebelumnya mengalir ke ventral aorta ke bagian insang.

dimana giemsa langsung masuk kedalam inti sel darah dan memberi warna pada semua sel darah. 4. yaitu: · Dapat mengidentifikasi apakah ikan tersebut sehat atau dalam keadaan sakit. sistem imun atau kekebalan tubuh · Mengetahui proses pembekuan darah atau penutupan luka pada ikan. · Dapat mengetahui peredaran darah pada ikan. sel darah merah mempunyai kandungan hemoglobin yang banyak dan dapat mengangkut O2 dalam darah. Selain itu. Dari hasil pengamatan gambar pada mikroskop. Sedangkan bentuk imature mempunyai sitoplasma yang besar. .3 Faktor Koreksi Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. · Dapat diketahui organ-organ yang berperan didalam peredaran darah ikan. 4. sehingga harus mengulangi beberapa kali agar darah dapat terambil. 4. dan pada darah yaitu pada inti bersifat asam dan pada plasmanya bersifat basa yaitu dengan pH 7. · Kurang keterampilan praktikan didalam pembuatan film darah tipis dengan metode smear yang akan mempengaruhi tipisnya lapisan darah sehingga sulit untuk diamati dibawah mikroskop. Bentuk mature mempunyai sitoplasma yang besar dan inti selnya yang kecil. · Kurang ketrampilan praktikan didalam mengisi Na sitrat. sehingga bagian sel-sel pada darah terlihat jelas saat diamati dibawah mikroskop.4 Manfaat di Bidang Perikanan Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. · Kurang keterampilan praktikan didalam menggunakan mikroskop sehingga saat pengambilan gambar sel darah memakan waktu yang lama. didapatkan hasil bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah (eritrosit) yang jumlahnya banyak. Giemsa ini bersifat basa yaitu dengan pH 10. Pada vertebrata mengandung pigmen respiratori yaitu hemoglobin yang efisien untuk mengangkut oksigen. terdapat beberapa manfaat yang bisa diambil. Digunakan pewarna giemsa ini karena giemsa dapat memberi warna pada darah dengan jelas. 2001). Pada pewarnaan darah diberi pewarna giemsa. · Mengetahui tempat pengambilan darah agar tidak terjadi kesalahan dalam penyuntikan untuk pengambilan darah. · Mengetahui fungsi darah pada ikan untuk transportasi. hal tersebut menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi yang sehat. hal ini dapat diketahui kandungan sel darah yang lebih dominan dalam tubuh ikan tersebut.2 Pembuatan Film Darah Tipis Setelah melakukan praktikum pembuatan film darah tipis. Hemoglobin memiliki kapasitas 15 sampai dengan 25 kali lipat kapasitas air untuk mengikat oksigen. Hanya 1% dari total oksigen yang diambil oleh plasma darah. · Kurang keterampilan praktikan didalam pengambilan darah. · Mengetahui komposisi darah pada ikan.2. begitu juga inti selnya yang besar dan jaraknya berdekatan. sehingga terdapat gelembung udara pada spuit. sedangkan 99% total oksigen diambil oleh hemoglobin (Yuwono dan Purnama. terdapat beberapa faktor koreksi yaitu: · Kurang aseptisnya alat suntikan yang digunakan sehingga terdapat bakteri yang menempel dan mempengaruhi darah saat diamati.afferent branchial arteries. Sel darah merah mempunyai jumlah yang dominan dan dalam bentuk mature dan imature. yang akan mempengaruhi kesehatan ikan. dan jaraknya juga berjauhan.4. dapat dijelaskan bahwa terdapat jenis sel darah merah (eritrosit).

2 Saran Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan diharapkan dalam kegiatan praktikum diperlukan ketelitian dan kehati-hatian di dalam menggunakan alat dan mengolah data. · Darah berfungsi untuk mengedarkan suplai makanan. · Ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah dengan jumlah yang banyak berarti menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam keadaan sehat. lalu ke ginjal kemudian ke hati dan kembali ke jantung. · Mekanisme peredaran darah dimulai dari jantung kemudian ke vena aorta lalu ke insang.5. Sistem saraf merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang dapat berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi antara sel maupun organ dan dapat berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ lain serta dapat pula memproduksi hormon ( Singgih. Sistem saraf meliputi semua tingkah laku organisme dari regulasi tak sadar pada aktivitas intraseluler untuk mengkoordinasi gerakan seluruh organisme sampai fenomena tidak tampak yang dipelajari dan ingatan (Gordon et al. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Neuron terdapat pada semua hewan multisel. · Pengambilan darah dilakukan di caudal pudancle karena dekat dengan tulang yang mengarah ke jantung. · Komponen penyusun darah yaitu sel darah: eritrosit. Sel – sel dikatakan peka. leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi. Sistem syaraf lebih banyak mengkoordinasi segala aktivitas yang cepat ataupun yang sulit dilakukan ikan dalam lingkungannya. ( 1984 ). Dengan kata lain. 1997 ). membawa oksigen ke jaringanjaringan tubuh.1 Kesimpulan Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan. dan sebagai tanggapan terhadap suatu rangsangan maka gelombang eksitasi disalurkan melalui permukaannya. sistem syaraf merupakan sistem yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinngi diantara sistem organ yang lain dalam tubuh. leukosit.2 Morfologi dan Gambar Ikan .1 Pengertian Syaraf Menurut Rachman ( 2003 ). didapatkan beberapa kesimpulan diantaranya: · Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erytrocyte. PENDAHULUAN 1. kecuali spons dan secara kolektif merupakan sistem syaraf. Menurut Villee dkk. 2003 ). merupakan suatu adaptasi evolusioner untuk transmisi yang cepat dari gelombang eksitasi. 1. membawa hormon dan enzim keorgan yang memerlukan. SYARAF IKAN 1. Sel saraf atau neuron.suatu sifat dasar dari semua sel adalah tanggap terhadap rangsangan ( stimulus ). 5. dan trombosit serta plasma. sistem ini ( dengan bantuan kelenjar – kelenjar buntu ) menentukan dalam dan luar melalui rangsangan dari satu tempat ke tempat lain oleh sel – sel sensoris atau sel – sel syaraf yang lain. kembali kembali lagi ke dorsal aorta lalu dialirkan keseluruh tubuh.

Pada sirip punggung terdapat juga garis miring. V. procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon. Kerangka luar ini terbuat dari bahan semacam tanduk (chitin). Otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka. mesencephalon tetap. Telencephalon adalah pembau. mesencephalon tetap tidak mengalami perubahan. 1.Ciri – ciri morfologi ikan Nila (Oreochromis niloticus) menurut Sugiarto (1988) dalam Rustidja (1996). Pada perkembangan selanjutnya. Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah. Mata kelihatan menonjol dan relatif besar dengan bagian tepi mata berwarna putih. Sedangkan bagian abdomennya terdiri dari 6 ruas dan sebuah ekor berbentuk kipas (Purwakusuma. 2007). 1972).5 . yang terbungkus oleh kerangka luar (eksoskleton).10 dan C. Badan relatif lebih tebal dan keker dibandingkan ikan mujair. Kelopak kepala ke arah depan membentuk tonjolan runcing yang bergerigi yang disebut cucuk kepala (rostrum). Dipandang dari sudut ilmu hayati. adalah bentuk badan ikan nila ialah pipih ke samping dan memanjang.1972).5 Gambar otak dan anatomi udang Menurut Arfiati (2004). ikan (pisces) termasuk ke dalam hewan bertulang belakang dengan ciri – ciri umumnya yaitu “berdarah dingin “ 9 (poikilothermal). Tipe sisik adalah steroid. Kepala dada tertutup oleh kelopak kepala atau cangkang kepala (carapace).1. Cephalothorax secara keseluruhan dilingkupi oleh cangkang yang disebut sebagai karapas. A. 1. mempunyai sirip. garis – garis pada sirip ekor berwarna merah sejumlah 6 – 12 buah. mesencephalon dikatakan juga otak tengah. bagian tengah deutocerebrum. Garis lateralis (gurat sisi di tengah tubuh) terputus dan dilanjutkan dengan garis yang terletak lebih bawah. mesencephalon di bagian tengah. yaitu bagian gabungan kepala dengan dada / toraks (disebut sebagai cephalothorax) dan abdomen. P. yang diperkeras oleh bahan kapur (kalsium karbonat) (Mudjiman.III. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak.15 . dan rhombencephalon di bagian belakang. yaitu bagian depan yang disebut kepala – dada (cephalothorax). Secara faal sebenarnya ikan tidak berdarah dingin tetapi hanya suhu tubuh ikan tersebut yang berubah – ubah bergantung kepada keadaan suhu sekelilingnya.3 Morfologi dan Gambar Udang Tubuh LAT sendiri terdiri dari dua bagian. mesencephalon di bagian tengah dan rhombencephalon di belakang. Mempunyai garis vertikal 9 – 11 buah. sedangkan rhombencephalon terbagi menjadi 2 bagian pula yaitu metencephalon dan meyelencephalon (Effendie. 1. Seluruh tubuhnya terdiri dari ruas – ruas (segment). Pada perkembangan selanjutnya procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon. Jadi ia tidak dapat mempertahankan suhu tubuhnya secara tetap terhadap suhu sekitarnya seperti mammalia (hewan menyusui) (Effendie. Tubuh udang terbagi dalam dua bagian. sedangkan rhombencephalon terdiri dari 2 bagian yaitu meiecephalon dan myelencephalon.13 . otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka. otak antrophoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum.4 Gambar otak dan anatomi ikan Menurut Rachman (2003). Diencephalon merupakan komponen otak yang cukup penting terletak di bagian belakang telencephalon. dan bagian belakang yang disebut ekor (abdomen). dan bagian posterior ticocerebrum. 1983). Rumus jari – jari sirip adalah D.tidak berubah.18. bernapas dengan insang dan bergantung kepada air sebagai medium hidupnya. Saraf pada .XVII. pada ikan merupakan bagian otak yang besar daripada bagian otak yang lain.

sirip pada ikan terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan sesuai dengan letak sirip tersebut berada pada tubuh ikan yaitu 1. 6. Selain itu juga berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman. ke samping dan diam (mengeram). 1. Hal ini dilakukan dengan bantuan sirip sebagai berikut : · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan menggeleng. letak sirip ini adalah pada dorsal tubuh. Pada berbagai tempat di segmen tubuh.7 Fungsi Otak Pada Udang dan Gambar Menurut Emulngeblog (2008). Bagian ketiga dari otak adalah tricocerebum yang menningkatkan fungsi saraf bibir bawah. Pinna dorsalis (dorsal fin) adalah sirip yang berada di bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan Katina berenang bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. 3. 2. Syaraf pada mata melalui protocerebrum mengandung tiga pusat optic (neuropiles) . Pinna caudalis (caudal pin) adalah sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh ikan dan biasanya disebut sebagai ekor. Pinna ventralis (ventral fin) adalah sirip yang berada pada bagian perut ikan dan berfungsi dalam mampu menstabilkan ikan saat berenang. Pinna analis (anal fin) adalah sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di bagian posterior anal. Pada sebagian besar ikan. saraf pencernaan. Pada berbagai tempat di segmen tubuh. adalah sirip yang terletak di porterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. laba-laba. Menurut Anfiali (2001) dalam Dasri (2004). ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Menurut GuruNgeblog (2008). ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Pinna pectoralis (pectoral vin).mata melalui protocerebrun mengandung 3 pusat optic (neurofiles) berintegrasi dengan fotoreseptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behaviour). pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. Ganglia berfungsi sebagai pusat repleks dan pengendalian berbagai bagian. sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. Adifora adalah sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan. Ganglia bagian anterior lebih besar berfungsi sebagai otak. otak anthropoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver.6 Fungsi masing-masing sirip ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). 4. serta berpengaruh juga pada antena kedua dari crustacean. 5. gerakan menggeleng dan gerakan menggulung. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. sedikit didepan pinna caudalis. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan maju. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. Deutocerebrum mengirim imfuls saraf ke antena pertama pada crustacean sedang pada cellecerata (kalajengking. system syaraf anthopoda berupa system saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. juga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip pelvik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan anal mengontrol gerakan menggulung Menurut Aquaculture (2009). sistem saraf antropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada sepanjang sisi ventral tubuhnya. 1. bagian tengah dento cerebrum dan bagian posterior tritocerebrum. Fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan. dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum.

Pembersihan antenula berfungsi untuk menghilangkan atau memindahkan bahan-bahan terperangkap atau terselip di antara rambutrambut aestetal pada antenula.9 Fungsi Organ Pada Udang Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. umumnya mempunyai penglihatan memuka yang jelas dari pada penglihatan kesamping. 2001). sehingga memudahkan deteksi perubahan air disekeliling rambut-rambut tersebut selama pergerakan. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nomer satu yaitu offactonis yang berhubungan fovea naralis sebagai penerima rangsang. menghindarkan diri dari musuhnya. tetapi mata ikan itu bervariasi dari ikan itu buta yaitu tidak mempunyai mata. bagian ketiga dari otak adalah tritocerebrum yang meningkatkan fungsi syaraf bibir bawah. tetapi aktivitas lainnya termasuk tingkah lakunya sedikit terganggu. Informasi mekanosensori yang dapat di jangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian.8 Fungsi Linea Lateralis. Pelucutan antenula dapat terjadi secara terus menerus.berintegrasi dengan fotoreceptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behavior). Menurut Effendie (1972). pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. statolyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (face) yang bertangkai (Pustekkom. Pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. Pada beberapa ikan yang sengaja dirusak telencephalonnya memperlihatkan beberapa gejala yang tidak beres. terdapat organ yang berhubungan dengan fungsi pigmentasi pada ikan. Fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya (Yuwono dan Purnama. Informasi mekanosensori yang dapat dijangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. Sampai ikan itu dapat melihat di udara. Sedangkan penglihatan yang kesamping hanya digunakan untuk melihat pergerakannya saja. linea lateralis adalah garis yang dibentuk oleh pori-pori sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan yang bersisik maupun tidak bersisik. Menurut Rachman (2003). Linea lateralis ini berfungsi untuk mendeteksi keadaan lingkungan. Pergerakan. bagian atas dari telengcephalon. Fungsi pemutaran antenula adalah untuk menegangkan ramburambu astelac ke dalam arus air. Struktur mata ikan hamper sama saja dengan mata yang terdapat pada vertebrata lain. bagian kepala – dada sebenarnya tersidiri dari bagian kepala dan . otak bagian depannya menjadi lebih berkembang. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antenna (alat peraba). Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. Pelucutan antenna ini membantu sirkulasi air disekitar rambut-rambut aestetac sehingga memudahkan proses penerimaan rangsang dari kemoatraktan. tetapi gerakannya tidak utmis dan tidak sinkron antara pelucutan antenna kiri dan yang kanan. 1. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan udang untuk mencari makanannya. syaraf pencernaan (stomato gastric nerve) serta berpengaruh juga pada antenna kedua dari crustacea. karena penglihatannya yang kesamping itu tidak menghasilkan bayangan yang jelas melainkan hanya yang remang-remang saja. 1. disebut pallium. Dinding dorsal telen cephalon tetap tipis. 2005). Penglihatan yang kemuka digunakan untuk melihat hal-hal yang detail seperti untuk menerkam mangsa. Mata dan Otak pada ikan Menurut sakti (2008). terutama kualitas air dan juga peranan dalam proses osmoregulasi. 2001). 2001)57. telencephalor adalah otak bagian depan sebagai pusat untuk halhal yang berhubungan dengan pembau. Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. Deutrocerebrum mengirim syaraf ke antenna pertama pada crustacean sedang pada chellcerata (kalajengking laba-laba dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum. Menurut Mudjiman (1983). keseimbangan dan penglihatannya tidak terganggu.

System syaraf terdiri dari jutaan sel syaraf (neuron). Neuron internucial atau inter neuron yaitu yang menghubungkan antara neuron afferent dan neuron efferent Menurut Guyer and Charles (1964). system syaraf pusat merupakan sebuah struktur tubuh yang terdiri dari otak dan spinal cord disususn oleh elemen epitel khusus yang disebut sel ependymal dan meliputi cairan cerebrospinal dan meliputi cairan cerebrospinal. Kaki bercapit yang nomor dua menyolok sangat panjang dan besar. Bagian dada terdiri dari 8 ruas. Pada ruas keenam.11 Sistem Syaraf dan Fungsi Pada Udang Susunan syaraf crustacea adalah tangga tali. Pada ruas keempat. Sistem ini meliputi system syaraf pusat dan system syaraf tepi. system syaraf arthopoda berupa system syaraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. Pada 5 ruas berikutnya terdapat 5 sepasang kaki jalan dengan ujungnya mengalami perubahan bentuk sehingga berupa capit. sebagai alat peraba dan keseimbangan. pada vertebrata. 2005). Statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. Untuk mempermudah pelekatan telur itu. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi engenal rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dalam tubuh. Neuron afferent atau neuron sensory yang berasal dari urea reseptor 2. Ruas ketiga terdapat sungut ke-2 (antena II) yang berupa cambuk panjang. Pada ruas ketujuh. jika rangsang mengenai system syaraf akan diubah menjadi gelombang elektrokimia yang ditransmisikan sepanjang system syaraf. fungsinya sebagai alat peraba. Neuron efferent atau neuron motor yaitu yang menuju baik berupa jaringan otot mauppun kelenjar 3. Ganglia berfungsi . 1. Dalam kegiatannya. ada pembesaran syaraf tangga tali yang disebut ganglia. maxilla I dan maxilla II. Pada ruas pertama sampai ruas kelima diperut terdapat kaki renang (pleopoda). Fungsi syaraf telah banyak diteliti dengan menggunakan neuron dari hewan ini. Diantara uropoda terdapat tonjolan runcing ke belakang yang disebut ujung ekor (telson). Contohnya otot dan kelenjar. Menurut GuruNgeblog (2008). Ketiga macam anggota badan tersebut berfungsi sebagai alat untuk makan. 1.10 Sistem Syaraf Dan Fungsi Pada Ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). pleopoda mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda). delapan dan Sembilan. Dalam berbagai hewan air. terutama makanan yang berupa potongan-potongan besar. Pada udang betina. maxilliped II dan maxilliped III. system syaraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk yan berfariasi. Efekor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). perasa dan pemegang makanan. misalnya pada cumi-cumi system syaraf tersusun dari sel-sel syaraf yang disebut neuron. kelima dan keenam berturut-turut terdapat rahang (mandibula). Berdasarkan fungsinya neuron dapat dikelompoka menjadi : 1. Menurut Iqbal (2007). pleopodanya berbulu-bulu. Pada ruas kedua terdapat mungut ke-1 (antennal) yang ujungnya bercabang menjadi endopodit dan eksopodit yang berupa sungut pendek dan berfungsi. Capit ini berfungsi untuk mengambil makanan. syaraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. karena ukuran yang cukup besar. Pada ruas pertama terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai dan bisa digerakkan. Bagian ekot atau perut (abdomen) terdiri dari 6 ruas. pleopoda berguna untuk melekatkan telur selama dieram. Fungsi sel syaraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsangan atau tanggapan.bagian dada yang menyatu. berturut-turut terdapat maxilliped I. Bagian kepala terdiri dari Gruas. Pada berbagai tempat di segmen tubuh.

Sel-sel bipolar. V) mempunyai fungs yang yang berhubungan dengan sensitifitas terhadap panas tekanan kulit. cone dan rode serta lapisan sel retina yang berpigmen. lensa dan cairan bola mata.2 Peraba Menurut Rahman (2003). organ equibibrium dan pendengaran dibagi dalam bagian superior dan bagian inferior. Rod yang mempunyai pigmen yang sangat sensitive terhadap cahaya yang remang – remang.12 Mekanisme Proses Masuknya Rangsangan 1. Pigmen yang terdapat didalam rod ikan laut dinamakan rhodopsin. Karena gangguan mekanis yang terjadi pada jarak tertentu. Cone dan rode mempunyai pigmen yang dapat menyerap cahaya. Banyak ikan menangkap dan menghambat lewatnya gelombang suara dengan otolit yang besar dalam sakulus. 1. Bagian inferior. suecullus dan lagela. fonoreseptor atau pendengaran adalah hal yang mengenal deteksi gelombang tekanan yang timbul. krital staticae dengan sel sensori yang mirip pada linea lateralis dan tunas perasa. Reseptor peraba yang paling sederhana adalah rambaut peraba yang yang avetebrata.3 Penglihatan Menurut Effendie (1972).12. Ampulla merupakan bagian jaringan reseptor. Dengan demikian gelombang suara dengan mudah masuk dalam telinga dalam. Rambut peraba seekor insekta merupakan suatu reseptor fisik (yaitu hanya member respon jika rambut pindah posisi. dan jaringan dari ikan sebagian besar adalah air.12. sedangkan pada ikan air tawar pigmen tersebut namanya perphyropsin. cahaya yang masuk ke dalam mata setelah melalui cornea. maka terjadi potensial aksi. sel-sel ganglion. 1. Menurut Lagler et. Menurut Isnaeni (2006). yang lain menggunakan gelembung renang sebagai reseptor awal atau hidofon. mekanisme penerimaan rangsangan oleh reseptor cahaya secara garis besar dilukiskan sebagai berikut : Stimulus struktur tambahan sel sensoris transmisi Cahaya Mata Retina saraf optic korteks visual Tampak bahwa reseptor cahaya yang sesungguhnya terdapat pada retina. dkk (1988). nervus trigeminus ( N. tetapi semua aktifitas tertentu jika gerakan terhenti meskipun rambut tetep berada diposisi baru (Villee dkk. Bagian superior terdiri dari saluran setengah lingkaran dan ampullanya dan kantong seperti veside.utriculus. Bayangan benda yang terjadi di retina akan dipetakan didalam testum opticus yang terdapat di dalam lobus opticus. 1984). Nervus opthal micus profundus / nasiciliaris 2.al (1977). Cahaya yang masuk kedalam mata setelah melalui cairan akan menyentuh syaraf optic. Gelombang suara yang sampai pada kan yang terdapat dalam air. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. Reseptor berupa sel batang dan kerucut pada retna tersebut berhubungan dengan saraf optic yang ujungnya . sedangkan cone digunakan apabila dalam keadaan cukup cahaya. 1. Masalah ikan aalah menghindari supaya jangan “transparan” terhadap suara. struktuk penerima suara terdiri lenih dari dua vesikel.12.1 Pendengaran Menurut Villee. tetapi kecil yang disebutlagena. sensoris somatic dan pergerakan. Terdiri dari dua unsure pokok : 1. Nervus maxiilo Imandibularis Persatuan 2 nervus ini membentuk nervus lymphoalis untuk selaput lender lidah dan dasar mulut.sebagai pusat reflex dan pengendalian berbagai kegiatan. Ikan mempunyai divertikulum yang homolog.

Saat disentuh kepalanya. Hubungan – hubungan ddengan sel syaraf adalah kmplek. ikan nila menghinda. Berkas-berkas ini tidak bermyelin.2. sel reseptor di retina memerlukan strujtur pendukung berupa mata. 4.12. Kemoreseptor yang bersifat umum yang terdapat pada semua hewan adalah reseptor pengecap. Kemudian saat diberi perlakuan dengan ditusuk matanya menujukkan responnya lambat. Terdiri dari axon-axon sel indra pembau yang berkumpul menjadi berkas dengan naa fil olfactorius. Kemudian saat diberi . Setelah disentuh dorsal. Lalu saat semua sirip dipotong.gerakannya naik turun atau lebih lambat.4 Penciuman Menurut Rachman (2003). menunjukkan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakuan sebagai control. Saat disentuh ekornya. telencephalon adalah otak bagian depan dengan sebagai pusat yang berhubungan dengan dengan pembau. dorsal iakan nila turun. nervus olfactorius (NI) mempunyai fungsi berhubungan dengan bau-bauan. menghindari sentuhan. yaitu setiap reseptor member respon pada lebih dari satu zat kimia. terutama untuk mengecap rasa pahit menunjukan fungsi protektif karena pada pahit dianggap sebagai pengingat akan adanya ancaman senyawa foksis potensial (Isnaeni. Saat disentuh sirip dorsalnya. tetapi tidak ada dua reseptor yang benar-benar sama. pada vetebrata tingkat rendah.2 Analisa Hasil 4. pada permukaannya mempunyai mikrovilus yang segaian menjulur ke kedalam suatu pori kecil yang berhubungan dengan cairan yang membasahi permukaan lidah. karena setiap sel pengecap dilayani oleh lebih dari satu neuron. indra pengecap terdapat pada sejumlah bagian mulut dan faring dan bahkan di beberapa jaringan kulit kepala. ikan nila menghindari sentuhan. saat disentuh linea lateralisnya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut dan menghindari sentuhan. Pemberian rasa pada pengecap mungkin tergantug pada suatu sendi yang terdiri atas pola serabut silang.12. Beberpa sel pengecap peka terhadap dua atau lebih kelompok rasa. membelok menghindari sentuhan. Otak bagian depan menjadi lebih berkembang. ikan melemah. yang merupakan sel epitel dan suatu reseptor. Berdasarkan pengamatan semua kelompok. sirip dorsal naik. Setiap sel pengecap. ikan nila menghindari sentuhan. Dengan demikian pengenalan dan pengolahan informasi dalam tunas pengecap dilindah sangat rumit. gerakan ikan nila tidak seimbang atau oleng. 2006). 1. ikan nila menjauhi rangsangan. dkk (1988).5 Pengecap Menurut Villee. Beberapa neuron dapat berhubungan dengan suatu sel dan yang lain dengan sejumlah sel.1 Keseimbangan Tubuh Ikan Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. ikan nila terkejut. berkas ini menghubungkan sel-sel pembau dengan bulbus olfactory. sirip-siripnya bergerak cepat. sirip dorsal mengkerut. Lalu saat disentuh sirip caudalnya. Setelah disentuh linea lateralis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut. Menurut Effendi (1972).agar dapat berfungsi optimal.bersinaps dengan pusat penglihatan yang berada di korteks otak. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nol berhubungan dengan hidung penerima rangsangan. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan hidung untuk mencari makanannya. Kemudian saat disentuh kepalanya. sehingga jumlah pola pesan yang dikirim ke otak untuk tiap cairan beda. 1.

4. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) kaki renang dan antelanya bergerak. namun kurang luas untuk mengamati gerakan ikan dan udang. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. Kemudian saat diberi perlakuan dengan capitnya dipotong. Jadi saat semua siripnya dipotong. udang galah tidak menunjukkan respon. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) antenanya bergerak dan mendekati arah datangnya suara. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. Berdasarkan pengamatan semua kelompok.perlakuan dengan dipotong semua siripnya. saat diberi perlakuan sebagai kontrol yaitu diberi kejutan berupa suara. Hal ini sesuai dalam Rachman (2003).2. jaga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip peluik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan sirip anal mengontrol gerakan menggulung. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). lalu diberi rangsangan berupa suara kaki renangnya bergerak. 2005). statocyst (alat keseimbangan). Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) selalu bergerak. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat diberi rangsangan karena sirip yang memberikan kendali terhadap pergerakan ikan sudah tidak berfungsi lagi. hasil pengamatan semua kelompok menunjukkan bahwa gerakan ikan nila menjadi tidak seimbang atau oleng. . udang galah menghindari sentuhan. Saat diberi rangsangan.3 Faktor Koreksi Dalam praktikum system syaraf terdapat beberapa hal yang menjadi factor koreksi yaitu: Ikan Nila (Oreochromis niloticus) diusahakan tidak dalam kondisi stress sehingga proses pengamatan bisa optimal Ketidaktelitian praktikan delam mengamati perubahan gerak pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) dapat mempengaruhi hasil pengamatan sehingga data yang diperoleh tidak valid Toples menang mempermudah pengamatan karena permukaan kaca cembung. kaki renang dan capitnya bergerak dan saat diberi sentuhan udang galah loncat ke belakang. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya. 4. Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. antenna dan antenula. dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. Lalu saat diberi rangsangan berupa gelombang antenanya bergerak dan melawan arus. gerakan mengoleng dan gerakan menggulung. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). tidak menunjukkan respon sama sekali saat diberi sentuhan. Menurut Yuwono dan Purnomo (2001): · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan mengoleng. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menjadi tidak seimbang atau oleng. menunjukan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakukan sebagai kontrol saat diberi rangsangan berupa suara. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan.2 Reaksi Syaraf pada Udang Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Kemudian saat diberi rangsangan berupa sentuhan. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat dibei rangsangan. Saat diberi rangsangan berupa gelombang. Sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan.

5. kepala.al (1977). Menurut Gordon. 5. dan ekor cenderung bergerak menghindari karena merasa ada bahaya yang mengancam dirinya. dan diberi kejutan suara.1 Pengertian Endokrinologi Sistem endokrin suatu sistem yang mempunyai peran dalam sekresi hormoon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh (Noer dan Widowati. PENDAHULUAN 1.1 Kesimpulan Dalam praktikum syaraf dapat disimpulkan bahwa: v Sistem syaraf merupakan system yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinggi diantara system organ yang lain dalam tubuh v Sistem syaraf ada 2 macam yaitu syaraf otonom dan syaraf pusat. 2007). Tempat ikan dan udang diharapkan lebih luas agar pengamatan mudah. Syaraf otonom dikendalikan oleh simpatik dan para simpatik v System syaraf pada ikan lebih lengkap atau komplek daripada system syaraf pada udang v Bagian otak ikan ada 3 bagian yaitu otak tengah. et.4. otak depan. dorsal. berdasarkan pada neuron sebagai unit fundamental. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Sistem endokrin bukan unit struktural. Sel endokrin menyebar di seluruh tubuh. sistem endokrin itu sendiri juga beraneka ragam dan heterogen. syaraf pusat dikendalikan oleh otak dan sumsum tulang belakang. dipotong. dan otak belakang.2 Saran Pada praktikum FHA materi syaraf diharapkan praktikan lebih teliti pada pengamatan ikan dan udang yang telah disentuh. Aktivitas ini dikoordinasi oleh system saraf yang ada pada bagian-bagian tersebut v Sirip-sirip ikan dan linea lateralis merupakan bagian-bagian yang menyusun sitem keseimbangan tubuh ikan v Ketika diberi perlakuan dengan sumber bunyi arus dan sentuhan udang cenderung menggerakkan bagian-bagian tubuhnya seperti antenula dan kaki karena mengandung jaringan syaraf untuk berkomunikasi dengan lingkungan. Ia tidak seperti sistem saraf yang dibangun berdasarkan susunan tingkat khusus. Sedangkan pada system syarafnya tangga tali v Mekanisme jalannya implus saraf adalah rangsang ke reseptor ke otak kemudian ke efektor dan selanjutnya ke interneuron v Ikan yang disentuh bagian linea lateralis. Mereka mungkin terbentuk dari kelenjar yang .4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang bisa diambil dalam praktikum system syaraf adalah Dapat mengetahui mekanisme syaraf pada ikan dan udang Dapat mengetahui bagian-bagian tubuh pada ikan dan udang beserta fungsinya Udang yang dipotong matanya bisa mempercepat proses kematangan gonad Dapat mengendalikan gangguan-gangguan lingkungan sekitar terhadap kehidupan ikan nila dan udang galah. ENDOKRINOLOGI 1.

bahkan mengatur kontraksi otot bergaris. berperan dalam metabolisme zat-zat makanan. 1988). thyroid. Mesenjer (pembawa pesan) kimiawi yaitu hormon.a air dan berbagai garam dalam (ES dipertahankan dalam batasan sempit olh aksi hormonal. jaringan chromaffin. Hormon yang dihasilkan kelenjar tadi mempunyai sifat sebagai pengatur kimiawi terhadap jaringanjaringan atau sel-sel somatis tertentu di dalam pembuluh. Karena hal tersebut. otot polos maupun otot jantung (Noer dan Widowati. pulnu Langerhans dalam pankreas dan jaringan internal. Padaikan. ulltimabranchial. dkk. dkk.. Sistem endokrin juga memegang peran penting dalam pemeliharaan lingkungan dalam yang tetap. paratiroid. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui siatem pembuluh.menghasilkan satu sampai beberapa hormon atau muncul sebagai jaringan atau sebagai sel individu. sel-sel gamet dan ciri seks sekunder. Kelenjar endokrin mengeluarkan ormon ke dalam aliran darah dan bukan ke dalam saluran yang menuju ke luar tubuh atau ke dalam salah satu organ internal seperti halnya kelenjar eksokrin. 2006).. 2007). secretin.2 Kelenjar Penghasil Hormon Menurut Effendie (1972). Paling tidak ada tiga mekanisme yang dipakai oleh hormon untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh. pipituitari dan adrenal hanya berfungsi dalam ssekresi hormon dan merupakan kelenjar tak bersaluran yang sebernarnya. pertumbuhan perkembangan seksual dan metabolisme adalah tiga proses tubuh dalam pengendalian sistem hormon yang eraksi secara terhadap sepanjang waktu. mengatur perkembangan organ kelamin primer. jaringan chromoffin. kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar yaitu hypophysa (pituitary) thyroid. Tiap jenis hormon disekresi secara khas oleh sel-sl tertentu yang merupakan kelenjar endokrin (Villee. Sekresi beberapa hormon secara langsung dikendalikan oleh kebutuhan akan hormon tersebut Dalam beberapa kasus. Pankreas mensekresi enzim pencernaan melalui saluran dan hormon yang dibawa oleh darah (Villee. Pada ikan kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar endokrin yaitu hypophysa(pituitary). badan stanius dan organ pineal. 1980 dalam Rustidja.4 Hormon dan Fungsinya Hormon adalah suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit olaeh sel-sel endokrin ke dalam cairan jaringan atau sistem vaskuler (Junquiera dan Carneiro. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui sistem pambuluh. ultimobranchial. pertumbuhan organ maupun tubuh. 1988) Menurut Rachman (2003). kelenjar itu sering disebut kelenjar sekresi internal.5 Reproduksi Buatan . Konsentrasi ion gula. gonad. 1. Hormon yang dihasilkan berperan dalam berbagai hal antara lain. respon sustu kelenjar terhadap kadar zat yang diatur mungkin menjadi lambat. 1996). memadukan aktivitas organ-organ dan jaringan hewan multi sel yang kompleks. Sekret dari endokrin dinamakan hormon (Isnaeni. mengatur keseimbangan cairan tubuh. secretin. Kelenjar tiroid. Jaringan-jaringan lain yang mengkin berfungsi sebagai kelenjar endokrin ialah renin. Sistem endokrin disebut juga sistem kelenjar buntu yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusu untuk mengeluarkan skretnya. 1. merupakan sistem endokrin yang bersama-sama dengan sistem saraf. Hormon merupakan suatu bahan kimia yang disintesis dari sel-sel maupun jaringan kelenjar endokrin. Menurut Kimball (1983). badan stanius dan organ pineal. Sistem ketiga untuk mencapai pengaturan dari dalam produksi hormon digambarkan dalam hubungan antara TSH dan Tiroksin 1.

Dosis yang diperlukan dapat ditentukan berdasarkan lingkar badan dengan selang pemberian dua atau tiga kali. Pada jantan proses tersebut disebut spermatogenesis dan gamet disebut spermatozoa (bentuk tungglanya sprma ). 1. Untuk ikan mas. sehingga dapat diperoleh individu berjenis kelamin yang diinginkan. Gametogenesis secara umum diartikan mekanisme produksi gamet pada hewan (Guyer and Charles. agar dapat memberi peluang lebih besar kepada spermatozoa memasuki telur (Rustidja. Secara prisip penambahan hormon dapat dilakukan baik melalui penyuntikan maupun . tingkat kematangan.7 Keunggulan Hipofisasi Pematangan gamet pada induk jantan dan betina dapat dilakukan melalui penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa. fertilitas. 2000). media fertilisasi diusahakan tidak terlalu banyak. hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan merangsng ovarium dapat mendorong pengeluaran telur oleh ikan tersebut (Rustidja.030 joule. Yatim (1983) dalam Rustidja (1998).8 Teknik Penyuntikan Menurut BPBAT (2007). selang penyuntikan pertama dengan kedua berkisar 6 sampai 8 jam (Woynorovich dan Horvart. setengah disuntikan pada induk jantan dan setengahna lagi pada induk betina penyuntikan dilakukan pada bagian punggung dengan memasukkan jarum suntik mirng 45 0 sedalam kurang lebih 2 cm induk yang telah disuntikkan. daya tetas telur serta survival rate larvae ikan lele dumbo sampai umur tiga hari. di lepas ke dalam bak pemijahan kemudian bak pemijahan ditutup rapat pemijahan akan terjadi pada malam hari 8-12 jam setelah penyuntikan Menurut Sunarma (2007). 1989).6 Proses Maturasi Pada Pemijahan Ikan Secar Alami Dan Buatan Organisme dewasa (matang). 1. hanya karakter kelaminnya saja yang berubah.8 nm selama 6 detik pada suatu titik penembakan yaitu 216 bagian ventral tubuh ikan dengan frekuensi penembakan satu kali dalam seminggu adalah 5 mW x 6 detik x 1 titik =30 mW atau 0.Fertilisasi secara buatan mengupayakan bagaimana telur dan spermatozoa dapat bertemu dengan kondisi yang baik. cara penyuntikan dan pelepasan induk antara lain: induk disuntik pada siang atau hari kelenjar hipofisa yang telah disiapkan yang telah disiapkan. Menurut Masrizal dan Azhar (2005). benih sel mulai beraktivitas dan mengalami proses maturasi yang melibatkan sel selanjutnya yang hasil akhirnya memproduksi gamet fungsional. 1964). penggunaan atau penyuntikan kelenjar hipofisa ayam boiler dalam teknik hipofisasi dapat mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan prosentase ovulasi. untuk sselanjutnya menggertak hipothalamus untuk memproduksi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dengan dilepaskannya Gnrh ini akan merangsang hipofisa anterior untuk mengeluarkan hormon gonadotropin. menyatakan bahwa perubahan jenis kelamin secara alami adalah perubahan kelamin yang disebabkan oleh faktor lingkungan dengan bawaan genetiknya tidak berubah. pada betina ova (bentuk tunggal ovum) hasil dari oogenesis. 2000). Energi yang dihasilakan akibat dari sinar laser berkekuatan 5 nW dengan panjang gelombang 632. penyuntikan hormon dilakukan untuk merangsang terjadinya peningkatan proses fisiologis reproduksi akibat adanya peningkatan jumlah hormon dalam tubuh. Sedangkan perubahan jenis kelamin buatan merupakan suatu upaya untuk mengubah jenis kelamin dengan menggunakan hormon steroid sebagai perangsng. 1982 dalam Rustidja.030 w detik =0. 1.

1. 1981). mengansung hormon gonadotropin yang berfungsi untuk mempercepat ovulasi dan pemijahan. Kelenjar hipofisa ini terletak di bawah otak sebelah depan. 1. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan penyuntikan. serto dalam keadaan sehat (Sumantadinata.yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50 % untuk penyunikan kedua dari total dosis dengan selang pemberian 8 jam. Metode penyuntikan lebih umum digunakan baik penyuntikan melaui bagian punggung (intra-muscular) ataupun melalui bagian perut (intra-peritonial). Ikan yang sudah dihipofisasi ini kemudian dimasuukan ke dalam bak.10 Syarat Ikan Donor dan Resipien Menurut Sumantadiata (1981).9 Teknik Hipofisasi Menurut Rustidja (2006). semakin dekat posisi penyuntikan dengan organ target (gonad) peluang keberhasilan semakin besar. Dosis yang digunakan untuk jenis ikan mas adalah 4 mg ePG kering 1 kg berat tubuh untuk betiana dan separuhnya untuk ikan jantan yaitu untuk mendapatkan sperma yang segar. yaitu perbandingan antara berat gonad segar (garm) dengan panjang iakn (mm). Hipofisasi dapat dilakukan dengan menyuntikan suspensi kelenjar hipofisa pada tubuh ikan yang akan dubiakkan.melalui oral. Ikan resipien yang akan disuntik sebaga ikan yang akan dipijahkan harus sudah matang telur bagi yang betina dan matang sperma bagi yang jantan. cara untuk mendapatkan telur dan spema segar bbiasanya menggunakan teknik penyuntikan dengan kelejar hipofisa. Bats (1972) dalam Effendie (2002). dilakukan penyuntikan pada daerah yang memiliki daging tebal untuk menghidari penyuntikan terkena tulang. Apabila tidak ada cPG bening maka dapat digunakan cPG belum yaitu langsung mengambil kelenjar hypofisa ikan mas dengan rasio perbandingan berat antara ikan donor dengan resipien adalah 1:1 atau 2:1. sudah matang kelamin dan bukan ikan yang baru selesai memijah. 1. artinya 1 kg ikan donor hypophysanya dapat disuntikan ke ikan resipien yang beratnya 1 kg atau untuk 1 kg ikan yang akan disuntikan membutuhkan 2kg iakn donor. Menurut Milne (1999) dalam Muslikhin (2008).11 GI Perbandingan lain yang dapat digunakan untuk menentukan nilai indeks kematangn gonad adalah “ Gonado Index” (GI) oleh Balts (1972) dalam Wahyuningsih dan Teranal (2006). Penyuntikan dilakukan secara intra muscular. menggunakan perbandingan lain yaitu perbandingan antara berat gonad segar (gram) dengan panjang ikan (mm) dan menamakan indeks yang didapat “Gonado Index” (GI) dengan perumusan: . Pada dasarnya. hipofisasi merupakan salah satu teknik untuk mempercepat pemijahan ikan melalui injeksi kelenjer hipofisa. masukkan hormon dengan menekan spuit secara perlahan hindari adanya stres belebihan pada ikan dan cabut jarum suntik secara perlahan guna menghindari adanya pengambilan hormon keluar tubuh. ditambahkan NaCl fisoilogis 9% atau dapat juga menggunakan cairan untuk infus (dengan ukuran 1 mm setiap mg kelenjar hipofisa) kemudian dicampur sampai homogen dan siap untuk disuntikkan. diantaranya gunakan jarum suntk yang tajam (jika memungkinkan gunakan single use syringe). Ikan donor sebaiknya masih satu jenis dengan resipien atau masih dalam satu family masih dalam keadaan segar (mati tidak lebih dari 1 jam). ikan donor adalah ikan yang akan diambil kelenjar hipofisanya. dengan menggunakan rumus : Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati Harga satuan sehingga mudah melihat dan mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi. Namun mengingat banyaknya organ dalam yang mungkin terganggu saat penyuntikan dilakukan penyuntikan inta-muscular lebih banyak digunakan.setelah cPG tersedia diambil dan digerus dengan penggerus BELUM sampai halus.

Berat gonad akan mencapai maksimum pada saat ikan akan memijah. Keterangan tentang kematangan gonad ikan diperlukan antara lain untuk mengetahui perbandingan ikan yang matang gonad dan yang belum dari stok yang ada dalam perairan. Satuan GSI adalah Persen/ untuk mencari GSI dengan menggunakan rumus : GSI = Wg/WT-Wg x 100% Dimana : Wg = berat gonad (gram) Wt = berat total tubuh (garm) Nilai persentase GSI akan semakin meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat akan terjadi pemijahan . 1. Cara mendapatkan yakni setelah induk ikan betian matang gonad. satuanya gram. Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati harga satuan sehingga mdah melihat dan mendekati perubahan-perubahan yang terjadi. sebelum terjadi pemijahan. ukuran atau umur ikan pertama kali mijah. di daerah bermisim empat. dkk (1988). dkk. faktor utama yang mempengaruhi kematangan gonad ikan antara lain adalah suhu dan makanan. apakah ikan sudah memijah atau belum. semakin besar diameter telur di dalam ovari. 4.2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan sebagian besar kelompok menyatakan kondisi ikan . Pematangan kematangan gonad dilakukan dengan 2 cara yang pertama cara histologi dan dilakukan dalam laboratorium atau dilakukan di lapang. diameter telur di dalam ovari mempunyai kisaran ukuran tertentu dan adaukursn diameter yang paling banyak frrekuensinya. Tantan dalam Effendie (2002). Menurut Jayatisoka. satuannya gram. selanjutnya dilakukan pembedahan dan bagian perut dan gonadnya dikeluarkan dan ditimbang. dalam meneliti perkmbangan gonad kan kerapu (hermaprodit) Ephinephelus taurina (forskal) dari pulau Tiomar dan Serawak di Perairan laut Cina Selatan. Tetapi di daerah tropik faktor suhu secara relatif perubahannya tidak besar dan umumnya gonad dapat masak lebih cepat. GSI (Gonado Somatic Imdex ) ialah perbandingan antara berat gonad dengan berat tubuh ikan nila. Berdasarkan penelitian.13 Tingkat Kematangan Gonad Menurut Sjafei. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi di dalam gonad. secara kuantitatif dinyatakan dalam GSI atau “Gonado Somstic Index” yang dinyatakan dalam rumus : GSI = (BG)/ (BT-BG) x 100% Dimana : BG = berat gonad BT = berat tubuh 1. pada setiap tingkat kematangan gonad (dari TKG sampai dengan TKG V) tertentu. kemudian berat gonad akan menurun dengan cepat selama pemijahan sampai selesai. beberapa lama saat pemijaha.Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 . sebagian besar energi hasil metabolesme dipakai untuk perkembangan gonad. (1993).12 GSI Menurut Rustidja (2000). perubahan-perubahan keadaan gonad itu dinyatakan dengan tingkat kematangan gonad (TKG). Semakin tinggi tingkat kematangan gonad. beberapa kali memijah dalam satu tahun dan sebagainya. menggunakan “Gonado Index” dengan rumus Gonado Index (GI) Wg/L3 x 107 . kemudian induk tersebut diambil dengan ditimbang. Menurut effendie (1978) dalam Rustidja (2000). kenapa terjadi pemijahan.

sehingga akan mempengaruhi kecepatan reaksi hypofisa terhadap kematangan gonad 4. Hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan meransang ovarium mengeluarkan hormon steroid yang merupakan mediator langsung proses pemijahan. yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50% untuk penyuntikan kedua dari total dengan selang pemberian 8 jam.Kurang telitinya dalam mengamati tingkah laku ikan . induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. perut ikan besar. kepalanya bulat. warna genital kemerahan dan pergerakan lincah. penyuntikan dilakukan secara muscular. warna tubuhnya pucat. Sedangkan pada akhir pengamatan (setelah 12 jam disuntik hipofisa) ikan banyak mengeluarkan feses.95% dan nilai Gsi terendah pada kelompok 2 sebesar 53. Jadi kelompok yang memiliki GSI yang tinggi seperti kelompok 5 yaitu sebesar 17. ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hypothalamus dengan dilepaskannya GnRH ini akan meransang hipofisa anterior untuk mengeluarkan gonadotropin hormon.78.26 dan nilai GI terendah pada kelompok 2 sebesar 9.Kurang teliti dalam melakukan penyuntikan hypofisa. nilai prosentase GSI akan meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat terjadi pemijahan. air bening dan genital kemerahan.26% dan nilai GI tertinggi pada kelompok 5 sebesar 53. Menurut Rustidja (2000). Sesuai pendapat Usniarie (2008). dan lubang genital pucat. dapat diperoleh data GSI sebagai berikut GSI tertinggi adalah kelompok 5 sebesar 17. Setelah disuntik hipofisa warna tubuh semakin pudar kehitaman. pergerakan lincah.Kurang teliti dalam perhitungan GI maupun GSI . intracranial (di otak) dibagian ini sangat cepat merespon tetapi mempunyai resiko paling besar karena berhubungan langsung dengan sistem syaraf. lubang genital pucat.Dapat mengetahui teknik pengamatan gonad . Pada praktikum terdapat beberapa penyuntikan hipofisa antara lain intramuscular (di otot) pada otot terjadi aliran darah maka hipofisa dapat disalurkan ke otak. perut besar.3 Faktor koreksi Pada praktikum endokrinologi ini terdapat faktor koreksi antara lain : . warna tubuh ikan semakin pudar dan kehitaman.75%.95% sudah siap memijah daripada kelompok lainnya.Kesalahan dalam melakukan prosedur kerja sehingga menyebabkan tidak terbentuknya endapan pada larutan Na Fis + hypofisa . berperut tipis. Pada kelompok 3 pada awal penyuntikan hipofisa pada ikan diketahui warna tubuh pucat. sisik mengelupas. Dari hasil pengamatan endokrinologi yang telah dilakukan.setelah disuntik hipofisa (pada awal pengamatan). Menurut Rustidja (2000). alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakkannya lincah.Hypofisa yang berukuran kecil terkadang dapat terlewatkan atau bocor duluan karena cara pengambilan tidak tepat . perut lembek.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum endokrinologi dibidang perikanan antara lain : . Ikan yang sudah dihipofisa ini kemudian dimasukkan ke dalam bak. Berdasarkan hasil perhitungan kelompok 3 didapatkan hasil GSI 6. perut melembek. air aquarium jernih. Hasil GI yang didapatkan 12 dan menurut Effendie (1997). Nilai GSI dan GI sebanding lurus. sisik mengelupas. Hal ini sesuai Rustidja (2000). Jadi ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa yaitu gonadotropin.Pembuatan supernatan tidak secara maksimal . menyatakan bahwa klasifikasi indeks gonad ikan kerapu betina: 4. intraperitorial (di perut) di tempat ini dikhawatirkan hipofisa terkena organ-organ dalam pada perut.

GSI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan berat ikan. 8.Dapat mempercepat pematangan gonad . ukuran dan fisiologi individu. matang kelamin. dan 23. Keunggulan hipofisasi yaitu mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan ovulasi. TKG yaitu perubahan-perubahan keadaan gonad yang dipengaruhi oleh jenis spesies. perutnya semakin membesar. 9.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. dalam keadaan segar. 4.12%. 14.Mengetahui cara meningkatkan kematangan gonad ikan sehingga dalam usaha budidaya akan mendapatkan banyak keuntungan karena ikan cepat matang gonad . Hormon merupakan suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit oleh sel-sel endokrin kedalam cairan jaringan atau sistem vaskuler. daya tetas telur serta survival rate larva ikan.05 gr/mm³. 17.95%. jaringan chromaffin. 12. fertilitas. TEHNIK PENGAWETAN DAN PEWARNAAN SPERMA 1.1 Pengertian Sperma Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Arie (2008). KESIMPULAN DAN SARAN 5. Syarat ikan resipien yaitu sudah matang telur atau sperma dan dalam keadaan sehat.12 gr/mm³. sperma didefinisikan sebagai larutan .97 gr/mm³. Sedangkan ikan jantan perutnya semakin besar dan keras. dan 12. GI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan panjang ikan. 10. PENDAHULUAN 1..18 gr/mm³. 7. 5.82%. Sedangkan nilai GI secara berturut-turut yaitu 33.94 gr/mm³. 6.92 gr/mm³.26 gr/mm³. 3. lubang urogenitalnya putih dan bila ditekan perutnya mengeluarkan sperma. lubang genital kemerahan. 8.78 gr/mm³.Dapat memperbanyak benih ikan . 23. pulau langerhans dalam pankreas dan jaringan interrenal. 11. gonad. Kelenjar penghasil hormon antara lain : hypophysa (pituitary). ultimobranchial. tidak baru selesai memijah.Mengetahui cara perhitungan GI dan GSI terkait dengan tingkat kematangan gonad 5. 12.55%. mengeluarkan lendir. Syarat ikan donor adalah masih satu jenis dengan ikan resipien atau masih satu family.91%. umur.75%. 12. Nilai GSI ikan dari kelompok 1 sampai 8 adalah 13.83%.86%. Sistem endokrin adalah suatu sistem yang mensekresi hormon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh. tingkat kematangan.2 Saran Sebaiknya dalam proses pembelian ikan dicek terlebih dahulu jantan-betinanya agar tidak salah dan data hasil pengamatan bisa lebih valid. 5. 53. 5. thyroid. 9. Berdasarkan data pengamatan. 26. 6. 2. ikan betina yang dihipofisasi gerakannya semakin lambat. dan warnanya semakin cerah.Mengetahui cara pengambilan dan letak hypofisa ikan .

. Sedangkan “makhluk” kecil yang berenang-renang di dalam semen disebut spema. tidak tumbuh atau membai diri serta tidak mempunyai peranan fisiologis apapun pada hewan yan menghasilkannya. bagian ekor sangat diperlukan untuk membantu pergerakan sperma. di pusat kepala sperma terdapat inti sperma. antifertilizin. Menurut Rustidja (2000).3 Anatomi Sperma Sebuah sel sperma terdiri atas (1) kepala. Pada saat di keluarkan dari alat kelamin jantan. spermatozoa beada dalam seminal plasma. dan tiap kromosom mengandung gen pembawa sifat. Di belakang kepala sperma terdapat bagian tengah sperma (sering disebut leher) yang banyak menyimpan mitokondria. Menurut Guyer and Charles (1964). akrosin. 1.5 Fisiologi Spermaozoa Wildan (1990) dalam Rustijda (1999). Menurut Isnaeni (2006). Mitokondria sanat penting dalam pembentukan ATP. dan zat penelur. Bagian kepala berbentuk membulat (spherical) dan bagian leher mengalami reduksi. pada jantan ini dikenal sebagai spermatogenesis. yang merentang sepanjang ekor. semata-mata hanya untuk membuahi telur pada jenis yang sama. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa (Rachman. cairan putih dan kental yang dikeluarkan dari alat kelamin lelaki saat ejakulasi disebut semen.2 Pengertian Spermatozoa Menurut Soeparna (1980) dalam Arie (2008). 1. enzim-enzim ini berguna dalam proses fertilisasi telur. spermatozoa merupakan sel padat dan sangat khas. Menurut Decky (2008). 1999). pengertian semen berbeda dengan sperma. Inti spermatozoa terdapat pada bagian kepala yang mengandung kromosom. Salah satu dari sentriol. merupakan badan basal dari flagellum. terdiri dari kepala dan ekor. Gambar 9:gambar Morfologi Spermatozoa 1. 1983). atau salah satu bagian dari alat reproduksi ikan. Spermatozoa pada ikan sangat simple. yang merupakan sumber energy bagi sperma. yang mengandung kromosom dalam keadaan kompak dan inaktif.4 Morfologi Spermatozoa dan Gambar Secara morfologis spermatozoa terdiri dari 2 bagian. Mitokondrion mengelilingi bagian atas flegelum dan menyediakan energi untuk gerakan pukulan cambuk (Kimball. bagian utama dan bagaian ujung terdiri dari fibril-fibril (Partodiharjo. 1. cahaya memanjang 10 sampai 20 kali dari panjang ekornya. morfologi spermatozoa ikan mas sangat sederhana. dan gametnya disebut spermatozoa (sperma tunggal). 1992 dan Rustidja. yang menyimpan sejumlah kode / informasi genetic yang akan diwariskan kepada keturunannya. pada bagian kepala mengandung bahan genetik (inti sel) yang dilapisi oleh akrosom dan membran plasma. Sementara. menyebutkan bahwa spermatozoa dapat mengeluarkan “ androgamen” yang terdiri dari enzim hyaluronidase. (2) dua sentriol dan (3) ekor. bagian ekor terdiri dari bagian tengah yang mengandung mitokondria. Campuran seminal plasma dengan spermatozoa disebut milt. 2003). Ekor sperma berguna sebagai organ renang. yaitu bagian kepala dan bagian ekor.spermatozoa yang berada di dalam larutan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testes. Secara keseluruhan.

choromosom memendek dan menebal. 2007). Februari (Sjafei. spermatocyte primer kemudian menjadi spermatocyte sekunder. Sprmatozoit sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. Pada spermatocyt primer. perkembangan spermatozoa ikan mas tidak jauh berbeda dengan sel telur. dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi). bahwa secara structural spermatozoa sebagai sel yang terperas sangat sedikit sekali kandungan sitoplasmanya. Dan sebaliknya spermatozoa memiliki banyak sekali mitokondria yang letaknya sangat strategi untuk mengefesiensi energi yang diperlukan. Pembentukan spermatozoa dari spermatogonia di dalam testis disebut spermatogenesis. Kemampuan gerak dan daya memijahnya masih lemah. tiap spermatid mengalami metamorphose. dan golgi. Proses ini meliputi poliferasi spermatogonia melalui pembelahan mitosis yang terulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. Kemudian dari tetrad menjadi 2 sel dengan n chromosom yang dinamakan spermatocyte sekunder atau 2 n chromatid. Spermatocyte primer kemudian pecah menjadi 4 spermatid masing-masing terdiri n chromosom. lazimnya. November. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan koagulum mangalir. Spermatozoa tidak memiliki libosom. Spermatogonia primitif akan aktif membelah secara mitosis di dalam testis.1969 dalam Rachman. Proses metamorphose spermatid sering dinamakan “spermatogenesis” (Hoar.7 Proses Pembentukan sperma Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahsa yunani kuno yang berarti benih dan makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi jantan. dkk. Menurut Woynarovich and Horvath (1980) dalam Rustidja (2000). Peran aktif spermatozoa sebagai gamet jantan sehingga penting dalam keberhasilan munculnya individu baru oleh karena itu di dalam reproduksi sering diperlukan adanya standart kualitas spermatozoa (Saylar. 1. 2003). 1. Kemudian diikuti pembelahan kedua. . 1. Secara struktur ada sua bagian yaitu kepala dan ekor.6 Spermiasi Spermatozoid dikeluarkan dari siste dan menampak diri pada cahaya tebal antara September dan Oktober. tetapi belum sampai pada saluran different (spermiasi) pada ikan Oktober. Menurut Suminto (1993) dalam Sylar (2007). kualitas sperma menurun setelah Januari. perkembangan spermatozoa bermula dari tiap spermatogonium ertambah ukrannya dan dnamakan spermatocyte primer. Spermatozoa memiliki organe-organel yang sangat sedikit dibandingkan sel lainnya. tampilannya seperti jelly. Beberapa minggu kemudian setelah periode pematangan sperma dapat digunakan periode spermiasi dapat berlangsung beberapa bulan.kepalanya berbentuk bola dengan kromatin lebih tebal dan mengecil pada bagian belakang (intermediate). 1993). jumlahnya haploid. Ini merupakan gamet yang masak disebut spermatozoa. reticulum endoplasmic. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Menurut Winarno (2007). bentuk spindel dan susunan tetrad secara random pada bidang equatorial. Sel sperma akan membentuk zigot.8 Proses perkembangan spermatozoa dan Gambar Menurut Kastowo ( 1982 ). lalu terbentuk spermatid yang akan menjadi spermatozoa atau sel sperma yang disimpan dalam testes dan berada dalam keadaan dorman (istirahat) sampai induk jantan siap memijah.

Persediaan energi tergantung pada asupan nutrisi. 2007).dkk (1993).10 Viabilitas Sperma Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah. 2007). Sel germinal ini di dalam perkembangan selalu bersama-sama dengan sel sentroli.9. berwarna agak keputihan. 1. menyatakan bahwa lama hidup spermatozoa sangat tergantung kepada persediaan energi yang terkandung di dalam tubuhnya. Tiga parameter penting yang menentukan kualitas sperma secara mikroskopis adalah konsentrasi spermatozoa. Semakin lama sperma disimpan akan terjadi penurunan . fasilitas dan daya tetas telur ikan mas. perbedaan umur pejantan yang berpengaruh terhadap kualitas sperma ini disebabkan oleh perbedaan energi yang ada dalam sel sperma. perkembangan sel-sel germinal jantan terjadi di dalam kantong atau siste (cyste) yang dibuat oleh sel-sel sentroli.3 Biokimiawi Menurut Kilawati dan Feni (2005).2 Makroskopis Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih darii 2 ml dalam sehari ejakulasi. berdasarkan hasilpengamatan makroskopis dan mikroskopis terhadap sperma segar hasil stripping dari induk donor ikan mas (Cyprinus carpio) yang digunakan untuk pembekuan memiliki kualitas yang bagus dan motilitas tinggi yaitu 80 – 85 %. 1.9 Kualitas Sperma 1. Spermatogenesis berlangsung didalam tubuh atau lubus tekstikular. Menurut Winarno (2007). 1. 2000). 1. Selain tampilan sperma secara makroskopis hasil pemeriksaan secara mikroskopis lebih menentukan kondisi kualitas kesuburan sperma. Penurunan suhu dari suhu kamar ke suhu dingin dan suhu baru perlu di lakukan secara bertahap untuk menghindari cold shock (Tali here.1 Mikroskopis dan Gambar Menurut Pangestuningtyas (1993) dalam Arie (2008). Spermatogenesis adalah perubahan bentuk dari sel kelamin jantan primodial yang disebut spermatogonia menjadi spermatozoa.9. sperma disebut baik jika terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum dan baunya khas sepertikaporit (Winarno. dalam pengalihan metabolit dan hormon dan penyerapan kembali sel yang mengalami degenerasi.11 Motilitas Sperma Lama penyinaran sperma berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa pasca pembekuan. Pemebntukan siste berawal dengan pembelahan mitosis.Menurut Sjafi. berwarna putih susu. Hardjopranjoto (1995) dalam Rustidja (2000). sperma yang berkualitas baik terlihat seperti susu kental. Menurut Rustidja (2000).9. Koagulum berisi zat gula (fruktosa) yang berfungsi sebagai sumber energi spermatozoa. Gambar 10 : gambar Proses perkembangan spermatozoa 1. bentuk normal spermatozoa dan kemampuan gerak spermatozoa (Winarno. penuh dan membuyar dengan mudah ketika diteteskan dalam air tawar atau garam fisiologis. 1981 dalam Rustidja. Sel sentroli ini mempunyai peran sangat penting sebagai sel pendukung. Dibawah mikroskop terlihat sperma dengan kepadatan tinggi dan semuanya berbentuk normal serta pergerakannya sangat aktif.

4. penjagaan atau perlindungan. 2000). bahan pengencer harus ditambah zat anti beku (eryoprotentart) dan penurunan suhu harus dilakukan secara perlahan-lahan dan bertahap (Rustidja. 1. 3. Sebaliknya sel-sel intestenum ini merupakan sel terget hormon LH. disamping itu sel-sel pemeliharaan (sel-sel testos) mempunyai peranan yang sangat penting (Rustidja. Sedangkan kriopreservasi adalah penyimpanan sel – sel hidup dalam jangka waktu pendek maupun panjang dengan menggunakan dry ice maupun nitrogen cair sebagai bahan pembeku. Provervasi adalah pengawetan. karena testosteron juga penting untuk proses tersebut. Mencegah pertumbuhan kuman. Pembekuan sperma dilakukan dengan menyimpan sperma pada suhu -196⁰ c dalam nitrogen cair. Proses terbentuknya. hormon yang dibentuk adalah testosteron yang merupakan hormon kelamin jantan yang utama. fertilitas. Ini juga perlu untuk produksi sperma. Tetapi LH secara tidak langsung dibutuhkan untuk produksi sperma. spermatogonia sangat dipengaruhi oleh keadaan hormon-hormon FSH. dan daya tetas telurnya ( Rustidja.1 Fungsi Ekstender Menurut Toelihore (1985) dalam Rustidja (1999) menyebutkan beberapa fungsi ekstender yaitu : 1. testosteron dibuat oleh selsel yang disebut sel intestenum yang terdapat di tubulus seminifer. pemeliharaan. Mempertahankan tekanan osmotic dan keseimbangan elektrolit yang sesuai. FSH bekerja langsung pada spermatogonia. LH dan testosteron. 1. Menurut Kawan (1998) dalam Rustidja (1999). 2000). Pemakaian bahan pengencer dimaksudkan untuk mengurangi aktifitas spermatozoa sehingga menghambat pemakaian energi dan dapat memperpanjang hidup spermatozoa tersebut.14. 2000). untuk merangsang produksi sperma. 1995 dalam Rustidja. Hormon kedua kelenjar hipofisis. 2008). 2.12 Cara Pengawetan Sperma Pengawetan sperma untuk beberapa lama perlu dicampur dengan bahan pengencer yang mampu menjamin kebutuhan fisik dan kimiawinya. Konsep kriopreservasi bias juga digunakan dalam preservasi sperma dengan mempertahankan viabilitas sel melalui reduksi atau interupsi fungsi metabolism bahan biologis (Wira. Melindungi spermatozoa terhadap Cold Shock. Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah perubahan pH akibat pembentukan asam laktat dari hasil metabolisme sperma. 2000 ). 6. .14. Berkurangnya aktifitas spermatozoa menyebabkan produksi asam laktat menurun sehingga penurunan PH menjadi terhambat akibatnya mengurangi pengaruh negatif terhadap kehidupan spermatozoa (Hardjoprajata. lama dan kecepatan sentrifugasi berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas spermatozoa. Memperbanyak volume semen. Menyediakan zat – zat makanan sebagai sumber energi bagi spermatozoa.1 Ekstender 1.13 Hormon Yang Mempengaruhi Sperma Menurut Kimball (1983). tapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi spermatozoa ikan mas. Selama proses pembekuan berlangsung spermatozoa akan mengalami kejutan dingin (Cold Shock) untuk menghindari terjadinya cold shock selama proses pembekuan. 1. 5. Yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar pituitari ( hipofisa) yang terletak di dasar otak.terhadap motilitas.

pengencer tidak boleh terlalu kental sehingga menghalang – halangi pertemuan antara sperma dan ovum dan menghambat fertilisasi. Selanjutnya. sedangkan mikroskopis maksudnya yang teramati dengan bantuan alat mikoskop. Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Rustijda (2000). mungkin ada masalah hormonal.30 mm fruktosa.4 Perbedaan Sperma Ikan Sakit (Stress) dan Ikan Sehat Menurut Winarno (2007). sperma disenut baik jika memenuhi persyaratab dari aspek makroskopis dan mikroskopis. Pengencer harus memberi kemungkinan pergerakan sperma sesudah pengencer. yaitu: 1. Bahan engenceran NaCl fisiologis terdiri dari NaCl fisiologis yang dibuat dengan cara melarutkan 9 gr NaCl dalam 1 liter aquadest kemudian ditambah kuning telur 10% dan priso 10% dari volume pengencer. apabila spermatozoa yang ada lebih 50 persen mampu bergerak cepat dan lebih 50 persen punya bentuk sel normal.265 gr CaCl2. Secara makroskopis maksudnya dapat terlihat mata. 2.29 NaHCO3 dan aquadest 100 mL kemudian ditambah kuning telur 10 % dan praso 10% dari volum pengenceran. Dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi). bila volume saat ejakulasi selalu sedikit (kurang dari 2 mL). yaitu kadar testosteron yang rendah atau kurang. Bahan pengencer larutan ringer terdiri dari 7. 14. baik terhasap sperma maupun terhadap betina.2. 3. tampilannya seperti jelly. mengemukakan bahwa sebaikanya pengencer memenuhi syarat – syarat sebagai berikut : 1.14. konsentrasi sperma baik. kuning telur serta pegencer lainnya. 79. persyaratan untuk bahan pengencer yang akan digunakan untuk menyimpan sperma adalah harus menjamin 14.3 Macam-macam Eksterder Toeliher (1985b) dalam Rustidja (1999) menulis beberapa pengencer yang bisa digunakan adalah pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur dan sitrat kuning telur). dimana sperma masih dapat terlihat agar dapat ditentukan kualitasnya.2 Syarat Ekstender Iksan (1992) dalam Rustidja (1999).0. berwarna keputihan. Pengencer yang mengandung gliserol dan pengencer air kelapa.5 g NaCl. 22 mm KCl. 4. Jika volumenya kurang dari 2 mL saat ejakulasi mungkin itu karena ejakulasi tidak sempurna. 3. Pengencer harus mempunyai unsur – unsur yang hamper sama sifat fisik dan kimianya dengan semen dan tidak boleh mengandung zat – zat yang bersifat toksik atau bersifat racun. misalnya karena cemas.29 KCl: 0. Sedangkan sperma yang berbau tidak seperti seharusnya. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan keagulan mengalir.2H2O. 0. Namun. misalnya amis. kuning telur 10% dan DM SO4 10%. Jika dalam pemeriksaan laboratoris didapatkan konsentarsi spermatozoa lebih dari 20 juta sel benih dalam tiap mL cairan sperma. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut keagulan dan baunya khas seperti kaporit.9 mm glyserin. Bahan pengencer larutan fruktosa terdiri dari 103 mm NaCl. lazimnya. Bahan pengecer hendaknya murah. Pengencer harus tetap mempertahankan dan tidak membatasi daya fertilisasi sperma.2 Analisa Hasil 4. 130 mm CaCl2.1 Pewarnaan Sperma Dari data yang diperoleh diketahui nilai viabilitas (daya tahan hidup sperma) yang tertinggi . 3. Menurut Rustidja (2000) macam-macam larutan pengencer. 4. mungkin karena ada infeksi. Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih dari 2 mL dalam sekali ejakulasi. sederhana dan praktis dibuat namun mempunyai daya preservasi tinggi. Jika sperma berwarna kemerahan mungkin ada peredaran. morfologi dan motilitas sperma. 2.

Namun pada sperma yang telah mati maka lapisan luar sperma akan rusak dan sperma bersifat basa sehingga sperma berwarna merah. yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi viabilitas dari sperma yaitu kemampuan spermatozoa hidup secara normal setelah keluar dari testis hanya berkisar 1-2 menit. murah dan praktis. sperma yang masih hidup mempunyai lapisan penutup tubuh yang bersifat asam. 6 dan 7 dengan nilai yang sama yaitu 10% yang hidup dan 90% yang mati. Penilaian viabilitas sperma dapa dilakukan dengan pewarnaan eosin 0.adalah kelompok 1 sebesar 90% yang hidup dan 10% yang mati. karena sama-sama bersifat asam. Menurut Effendie (1997). dapat diketahui dengan cara pewarnaan eosin. tidak ada nilai motilitas tertinggi. jumlah mitokondria yang berfungsi sebagai sintesis protein dan kadar pH. Selain itu. Hal ini bisa terjadi karena mikroskop yang digunakan mempunyai fokus yang kurang baik sehingga tidak bisa terlihat pergerakan sperma itu sendiri. rata-rata viabilitas sperma mengalami peningkatan. Jika sperma yang masih hidup tersebut diberi eosin maka larutan tidak bisa masuk ke dalam tubuh sperma. tingkat konsistensi semen. zatzat yang ada di ekstender sama dengan zat-zat yang ada di semen. Selain itu juga karena spermatozoa mungkin juga mengeluarkan substansi yang menghentikan gerakannya. Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah (Rustidja. Terutama yang menggunakan ekstender ringer laktat dan fruktosa. Hal ini menunjukkan bahwa sperma yang diamati telah mati. Namun untuk motilitas hanya sebagian kecil saja yang mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena air laut lebih banyak mengandung zat-zat yang terdapat dalam sperma (Harvey dan Hoar. bentuk ekor sperma. Sedangkan untuk nilai viabilitas yang terendah adalah kelompok 2. sedangkan untuk yang menggunakan ekstender air kelapa tidak ada yang mengalami pergerakan.5% (59/ liter eosin). Dari pengamatan pewarnaan sperma dapat dilihat bahwa gambar di mikroskop didapatkan hampir seluruh media amatan berwarna merah. Viabilitas sperma menunjukan proporsi sperma yang hidup.2. Warna merah ini diakibatkan oleh pewarnaan eosin yang bersifat asam. sperma yang mati akan menyerap eosin sehingga berwarna merah muda (Anwar.9%. Hal ini mungkin terjadi karena ekstender hanya menyediakan nutrisi bagi sperma tetapi untuk mempengaruhi motilitasnya. Hal ini mungkin terjadi karena ekstender menyediakan zat makanan bagi spermatozoa dan menjaga kondisinya agar tetap stabil. Syarat ekstender adalah mudah dibuat.3 Pengawetan Sperma Berdasarkan data pengamatan. Pergerakan sperma dipengaruhi pula oleh salinitas air.2008) 4. 2008). Hal ini diperkirakan bahwa spermatozoa tersebut juga mengeluarkan beberapa substansi yang menghentikan gerakan spermatozoa tersebut. ekstender tidak boleh . dapat diketahui nilai motilitas atau pergerakan sperma sebelum diberi perlakuan (ekstender).2000). keeadaan sperma ikan. setelah penyimpanan selama 24jam. di dalam larutan NaCl 0.2 Pergerakan Sperma Dari hasil pengamatan pergerakan sperma. Ekstender adalah sebagai pengencer sperma dan berfungsi untuk menghentikan kerja sperma dan untuk pengawet sperma. sedangkan nilai motilitas terendah hampir berada pada semua kelompok dari 1 – 7 dengan nilai motilitas yang bergerak 0% dan sperma yang diam 100%. suhu dan tingkat kematangan gonad. 1979 dalam Arie. 4.tetapi dengan pengenceran lagi motilitas spermatozoa tersebut muncul lagi. Umumnya pergerakan sperma ikan yang memijah dalam air laut lebih lama dibandingkan dengan dalam air tawar. Prinsipnya. dkk(1993) yang menyatakan bahwa pada beberapa species setelah bergerak akan diam lagi dalam laruran tersebut. faktor suhu juga dapat mempengaruhi daya hidup dari sperma.2. Perbedaan nilai viabilitas dipengaruhi oleh suhu. Menurut Syafei. Motilitas juga dipengaruhi oleh keadaan spema.

KESIMPULAN DAN SARAN 5.Dapat mengatasi keterbatasan induk ikan jantan bila ingin memijahkan ikan . sehingga sperma memiliki cadangan energi untuk bertahan hidup. .Mengetahui macam-macam ekstender yang dapat digunakan dalam pengawetan sperma 5. dan 7 yaitu motilitas 0% gerak dan 100% diam. Sedangkan yang terendah adalah pada kelompok 2. Sel sperma terdiri dari kepala. Menurut pendapat Harvey dan Hoar (1971) dalam Rustidja (2000) yang menyatakan bahwa motilitas spermatozoa yang tertinggi adalah yang disimpan di dalam larutan Ringer`s.Kurang telitinya untuk membedakan antara ikan jantan dan betina 4. Sperma adalah makhluk kecil yang berenang-renang didalam semen. Nilai motilitas tertinggi setelah terjadi pengawetan (diawetkan 24jam) adalah pada kelompok 4 yaitu 33% gerak dan 67% diam dengan ekstender fruktosa. Hal ini disebabkan larutan Ringer`s mengandung zat-zat yang dapat memperpanjang lama pergerakan spermatozoa setelah keluar dari tubuh ikan.Dapat mengetahui proses pembuahan buatan .3 Faktor koreksi Pada praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma ini terdapat faktor koreksi antara lain : . Dan diperkuat oleh pernyataan Winarsih (1996) dalam Rustidja (2000).5. Jadi pernyataan ini sesuai dengan analisahasil di atas. 2. dkk (2001). Spermiasi adalah proses pengeluaran sperma keluar tubuh.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1.Dapat mengurangi jumlah ikan jantan yang dipelihara sehingga biaya pemeliharaan induk jantan dapat diperkecil . Sedangkan spermatozoa adalah sperma tunggal.Kurang ketelitian dalam waktu striping ikan .Kurang memadainya mikroskop yang digunakan sehingga akan mempengarui hasil pengamatan . dan tidak menghambat daya fertilisasi spermanya. dalam Hidayatuhrahmah (2007).6. yang menyatakan bahwa larutan Ringer`s dengan larutan fruktosa dan NaCl fisiologis. 3.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma dibidang perikanan antara lain : . fruktosa merupakan turunan karbohidrat yang dapat dijadikan sumber energi untuk mendukung pergerakan (motilitas) dan ketahanan spermatozoa.Mengetahui bentuk dan struktur tubuh sel sperma .Memudahkan untuk melakukan persilangan antara jenis ikan . leher dan ekor.Pembagian ikan jantan dan betina tidak sesuai prosedur yang ada . fruktosa adalah substrat energi utama di dalam plasma semen yang telah diproduksi kelenjar versikularis.bersifat toxin. Pada kelompok 4 dengan ekstender fruktosa didapatkan nilai motilitasnya tingi karena fruktosa mengandung banyak nutrisi dan merupakan sumber energi bagi sperma. Menurut Marowali.Terlalu lama dalam melakukan pengamatan di bawah mikroskop sehingga sperma akan cepat mati .Keselamatan dan kesegaran ikan donor tidak dijaga dengan baik . 4. Motilitas atau pergerakan sperma setelah diberi ekstender kebanyakan dari kelompok adalah tidak ada atau 0% gerak dan 100% diam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Teolihene (1981).

Viabilitas dipengaruhi oleh suhu. 10. PENDAHULUAN 1. Ini disebabkan karena sperma tidak tahan terhadap perubahan suhu. gonad tergantung pada mesenteri dalam rongga tubuh dan selama hidup tetap berada di tempat itu. 8. pengencer tris. PEWARNAAN DAN PENGAMATAN GONAD 1. gonad pada vertebrata adalah organ-organ dalam dua tunas. kecuali pada beberapa ikan berkerangka tulang. Dan dari pengamatan ini ekstender yang paling baik adalah ringer laktat. Testis merupakan sepasang alat berukuran sedang yang masing-masing mempunyai sejumlah besar tubulus seminiferus yang berliku-liku. LH. . dkk (1984). Pengawetan sperma bisa dengan ditambahkan pengencer dan dibekukan pada suhu -196 ˚C. bentuk sperma dan tingkat konsentrasi semen.1 Pengertian Gonad Menurut Guyer and Charles (1964). kondisi sperma. setelah 24 jam viabilitasnya mengalami peningkatan dan untuk motilitasnya hanya yang menggunakan ekstender fruktosa dan ringer laktat saja yang mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil pengamatan pewarnaan sperma tampak bahwa sebagian besar sperma mengalami kematian. Motilitas yaitu kemampuan sperma untuk bergerak. gonad kelamin pada semua vertebrata terpisah. Viabilitas sperma adalah kemampuan hidup sperma. yang menghasilkan ribuan atau ratusan telur. Gonad dapat berfungsi untuk mengontrol karakterisrik seks sekunder. Struktur dan bentuk biasanya tidak terkonsep pada awal produksi sel. Pada hampir semua vertebrata. larutan fruktosa. 6. larutan Ringer’s dan pengencer NaCl fisiologis. tetapi dengan fasilitas fertilisasi gamet jantan dan betina. Ini merupakan daerah yang luas untuk memproduksi bermilyar-milyar sperma. pengencer air susu. dimana sperma yang hidup berwarna putih dan yang mati berwarna merah. memenuhi sebagian besar rongga tubuh. Hormon yang mempengaruhi sperma antara lain FSH. 9. Ovarium ikan dan ampibia. pengencer air kelapa. Untuk pengawetan sperma. Proses spermatogenesis yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → spermatozoa. 12. Dari pengamatan pergerakan sperma tampak bahwa 0% sperma yang mengalami motilitas. sebagai tambahan pada reproduksi utama gamet jantan dan betina.2 Saran Hendaknya mikroskop diperiksa terlebih dahulu sebelum praktikum agar pengamatan berjalan lancar dan datanya lebih valid. dan testosteron. Ini terlihat dari banyaknya sperma yang berwarna merah karena menyerap warna eosin. Menurut Villee. gonad pada ikan teleost sama seperti pada vertebrata lainnya yaitu berasal dari sel-sel germinatif primordial yang berada di luar daerah atau lokasi gonad yang bermigrasi ke lokasi gonad. Karakteristik seks sekunder mencakup kebanyakan struktur ekstuagonadal dan kebiasaan pada setiap seks turunan.4. Menurut Sjafei dkk (1993). 5. 11. 5. 7. kondisi sperma dan pH. Macam-macam ekstender antara lain pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur). dimana faktor yang mempengaruhinya antara lain suhu.

Pada sisi seminal vesikel terdapat kantong sperma (Raharjo. gonad dari semua jenis vertebrata umumnya sejumlah sepasang dan terletak pada daerah dorsolateral di dalam rongga tubuh. terdiri atas tubula longitudinalis. memanjang ke arah belakang. kelamin jantan menonjol. alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakannya lincah. Menurut Rustidja (2000). vasa defferentia. struktur testes terdiri dari rongga-rongga yang tidak teratur dan banyak sekali. Testis ikan ditopang memanjang oleh mesentries. bibit+gonos. Didalam cyste-cyste ini terdapat sel penghasil sperma. lubang telur membengkak. Dinding tubulus sperma tersebut dilapisi oleh sel germinal primitif yang mengalami kekhususan. epididymis. 1. ovarium ikan berbentuk longitudinal seperti agar-agar jernih dan berbintik-bintik berisi sel telur atau ova. Gonad merupakan semacam kantong dan mempunyai lamella ke dalam lumensentral. berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban. ditandai dengan perutnya gendut. badan relatif panjang. perut dekat anus lancip. 1. ditopang secara . warna kulit dada jantan lebih kusam dibanding betina. 1. Dari ovarium sel telur keluar melalui saluran yang disebut oviduct. yang disebut spermatogonium (Yunani. umur 3-10 tahun. susunan sisik teratur. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore).2. gerakan induk jantan lebih lincah dibandingkan ikan lele betina. dkk (1988). pada ikan betina ovarium ada sepasang. keturunan).2. Dan tanda-tanda induk betina yang sudah saatnya memijah adalah bagian perut dibelakang sirip dada kelihatan menggembung jelas sekali dan sisik kelihatan agak terbuka. berperut tipis.1 Ciri Induk Jantan yang Matang Gonad Menurut Jayatisoka. umur 3-7 tahun. dengan warna kemerahan. Menurut Usniarie (2008). yang masing-masing mengembangkan bermilyar-milyar sperma.2 Ciri Induk Betina yang Masak Telur Tanda-tanda induk betina yang baik menurut Jayatisoka. Sedangkan tanda-tanda induk jantan yang sudah saatnya memijah adalah kedua belah rusuk pada bagian perut membentuk sudut tumpul. 1. dkk (1988).4 Anatomi Sistem Reproduksi Betina Menurut Rachman (2003). dkk (1988). Didalam tubuh terdapat cyste seminiferis. Biasanya jumlah sepasang. testis vertebrata terdiri atas ribuan saluran (tubulus) sperma.Menurut Rustidja (1999). tanda-tanda induk jantan yang baik adalah sebagai berikut warna gelap. sperma. Hasil yang baik berumur 5-10 tahun. perut membulat. 1989). Diluar tubulus terdapat sel-sel interstitial yang berfungsi sebagai endokrin. ciri-ciri ikan lele jantan yang matang gonad adalah proporsi kepala jantan lebih kecil dibanding dengan betina. susunan sisiknya teratur. urogenital sinus dan urogenital papilla pada (handrichthyes). spermatozon yang berasal dari testes terlebih dahulu melalui vasa efferentia. Induk betina yang siap memijah menurut Usniarie (2008).2 Ciri-ciri Induk yang Matang Gonad 1. Sel-sel penghasil sperma ini dikelilingi oleh sel-sel sertoli yang berfungsi nutritif. induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah.3 Anatomi Sistem Reproduksi Jantan Menurut Richter dan Rustidja (1985) dalam Rustidja (2000). gerakannya lincah. dkk. seminal vesikel. Menurut Ganda (2008). Serta kulit jantan lebih halus dibandingkan betina muncul bintik-bintik kecil di sekitar sirip dorsal. yaitu warna terang. terletak dibelakang anus. Menurut Ville.

tiap ovarium kiri dan kanan berhubungan dan keluar melalui lubang genital. penampang pada ikan betina bulat dengan warna kemerah – merahan. Cyste spermatid dan spermatozoa juga mulai keluar.5 Tingkat Kematangan Gonad Jantan 1. Ovarium dibungkus oleh suatu lapisan jaringan pengikat tunica albuginia dan mesotelium. Cyste spermatocyt timbul dan kemudian semakin bertambah. Semua tingkat spermatogenesis ada dalam jumlah yng banyak. V. kadang – kadang dengan bintik coklat. tunica albuginea biasanya belum berkembang. Gonad ikan jantan berwarna putih berisi cairan berwarna putih. Pada ovarium yang telah dewasa terdapat juga banyak otot halus yang membungkus bagian luar ovarium. Rongga ovarium berhubungan dengan oviduct. Sperma sisa mungkin masih terdapat.1 TKG Menurut Tester dan Takata Tingkat kematangan gonad ikan Kuhlia Pandvicanses menurut Tester dan Takata ( 1953 ) dalam Effendie ( 2002) adalah sebagai berikut : I. Spermatozoa bebas mulai terlihat dalam rongga seminiferous. adalah sebagai berikut: I. Aktif spermatogenesis.6 Tingkat kematangan gonad betina 1. Testes regresi. 1. II. Testes regresi (akhir musim panas sampai pertengahan musim dingin). VI. Bentuk telur tepat melalui dinding ovarium. 1. Rongga seminiferus masih berisi spermatozoa. pada dinding lobule penuh dengn cyste bermacam – macam tingkat. Hampir masak: Gonad mengisi ½ rongga tubuh. Gonad pada ikan jantan berwarna putih. Tidak masak: Gonad sangat kecil seperti benang dan transparan. Ovarium terbungkus oleh selaput ovarium terdiri dari rongga ovarium (lumen) dan beberapa buah lamella dalam ovarium yang akan diikuti terjadinya oogenesis. ovarium berbentuk tubulus yang berukuran kecil. Telur tidak nampak. IV. Masak: gonad mengisi ¾ rongga tubuh.1 TKG menurut Devados . Sperma sisa kadang – kadangmasih terlihat. Pada ikan muda. Gonad jantan berwarna putih. kadang – kadang dengan tekanan halus pada perutnya da yang menonjol pada lubang pelepasannya. Perkembangan spermatogonia. Testes masak. Dinding penuh dengan spermatogonia yang tidak aktif. Proses pelepasan telur dari folikel ini disebut ovulasi. III. III. Sama dengan tingkat 1 hanya proporsi spermatogonia sekunder bertambah.5.6. Awal akhir spermatogenesis. 1. lembek dan telur tidak nampak. pada betina berwarna kuning. Salin: hampir sama dengan tahap kedua dan sukar dibedakan. Lumen penuh dengan spermatozoa. II.5. Warnanya pada ikan jantan keabuan atau putih. IV. sedangkan ikan betina warnanya kemerah – merahan atau kuning dan bentuknya bulat. Penampang gonad pada ikan jantan pipih dengan warna keabu – abuan. bentuknya pipih. Pada ikan yang belum dewasa.memanjang oleh alat penggantung mesovaria pada bagian atas rongga tubuh dan merupakan semacam kantong kosong yang dinding luarnya berlamella masuk dalam lumen sentral. Permulaan masak: gonad mengisi ¼ rongga tubuh. ukuran testes mengerut karena sperma dikeluarkan. V. Jenis ini disebut cystovarian yaitu setelah sel telur matang didalam folikel akan dilepaskan ke dalam lumen ovarium dan melalui oviduct dan lubang genital akan keluar dari tubuhnya.2 TKG Menurut Kaya Dan Hesler Tingkat kematangan gonad jantan (testes) ikan green sunfish secara histologi menurut Kaya dan Hesler (1972) dalam Effendie (1997). Dinding gonad dilapisi oleh spermatogonia awal dan sekunder. Gonad betina berwarna merah.

warna tidak terang inti bagian atas seluruhnya beneran dalam kuning telur. keadaan telur dalam ukuran sedang dengan warna tidak terang. testes berubah dari transparan berwarna merah muda pias .2/3 bagian dalam rongga perut. transparan kuning telur berisi gelembung minyak.Pemasakan Telur-telur dapat dibedakan oleh mata biasa. mengisi 1/3 . lubang pelepasan tidak kemerah-merahan lagi. panjangnya sampai ¾ . berbutir-butir memanjang ½ .Reproduksi Produksi seksual keluar bila perut ditekan perlahan. Sel-sel sperma sebenarnya hanya merupakan inti yang berflagelum.Tidak masak Individu muda belum berhasrat dalam reproduksi. Ovari berwarna pucat keruh. Tidak masak. keadaan telur kecil. ukuran telur belum dapat dibedakan dengan mata biasa . adalah sebagai berikut : I. Hampir masak.Masak Produksi seksual masak gonad mencapai perut yang maksimum tetapi perodik seksual tersebut belum keluar bila perutnya ditekan . memanjang sampai sepertiga panjang rongga perut. keadaan telur pembentukan kuning telur baru disekitar inti. VI. keadaan telur ikan masak berukuran besar. pertambahan berat gonad dengan cepat sedang berjalan.Tingkat kematangan gonad ikan othilithur nuher dan johwis duesumieri menurut Devados (1969) dalam Effendie (2002). Warna ovarium memerah merata seperti kue puding. telur dapt dibedakan oleh mata biasa. Hampir masak. bebas dari talikel. dkk (1988) terdiri dari beberapa tahap : . V. Telur tidak dapat dilihat oleh mata. berat gonad turun dengan cepat dari awal pemijahan sampai selesai .6. VII. 1. telur tidak dapat dilihat oleh mata. telur jelas terlihat. Ovarium berwarna putih susu sampai kuning. Ovarium berwarna merah agar. ovari biasanya berisi beberapa telur sisa dan testes berisi sperma sisa . Salin. 1985) dalam Jaya suku. gonad kecil. trasparan dengan inti yang jelas. Tidak berkuning telur.Kondisi salin Produksi seksual telah dikeluarkan lubang pelepasan kemerah-merahan.4/5 rongga perut. Spermatogonia yang bersifat diploid ini dapat membelah diri secara mitosis membentuk spermatogonia atau dapat berubah . pembuluh darah terlihat dibagian atasnya memanjang sampai ¾ bagian dari perut saat terlur mudah terlihat. telur terikat dari ovarium. Ovariummengkerut sebagai hasil pemijahan 1. II.Tahap istirahat Produk seksual sudah dilepaskan. keadaan telur masak berukuran besar dan berwarna tidak terang. Ovarium berwarna merah jambu sampai kuning. gonad sangat kecil .2 TKG menurut Nikolsky Tingkat kematangan gonad ikan menurut Nikolsky (Bagend dan Brawn. III.½ rongga perut gonad tidak simetri. pembuluh darah jelas. belum bebas dari sel-sel partikel. Masak. IV. mengisi seluruh rongga perut. Tidak masak. Sperma dihasilkan dalam testis oleh sel-sel khusus yang disebut spermatogonia. gonad bentuknyakecil. keadaan telur kecil. Ovarium berwarna kuning kemerah-merahan. gonad seperti kantung kelapa. Masak betul.7 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Jantan.Tahap istirahat Produk seksual belum mulai berkembang.

. . Spermatid ini dalam proses tersebut. cyste ini akan berdiferensiasi menjadi spermatogonium yang selanjutnya akan mengalami proses spermatogenesis menjadi spermatozoa (Brusle. Photo periode diduga berpengaruh secara langsung terhadap mekanisme saraf yang menentukan waktu pemijahan bagi ikan laut. 1983 dalam Rustidja. Menurut Jalabert and Johar (1982) dalam Rustidja (2000).Faktor Sosial (Hubungan antar periode) Interaksi antar individu dapat mempengaruhi tingkah laku reproduksi dan fertilitas. 1. Pada beberapa spesies ikan ovulasi akan terhambat jika kepadatan ikan pada suatu perairan. Menurut Stacey (1984) dalam Blpunsoed (2009). .Ketersediaan Makanan Komposisi protein merupakan faktor esensial yang dibutuhkan ikan untuk pematangan gonad.9 mm pada (Sarotherodon niloticus) akibat sintesis kuning telur yang terjadi di dalam oosit (Endogenous vitellogenesis). Pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah. Jika substrat yang sesuai belum ditemukan maka ovulasi tidak akan terjadi. 1983). Menurut Starey (1984) dalam Musida (2008). .menjadi spermatosit. 1999). dimana sepanjang tubulus berisi cyste-cyste seminiferousi yang dikelilingi oleh sel-sel certoli. 1990 dalam Rustidja. Mineral. Sel granulosa di luar zona pellucida ini bertanggungjawab dalam proses penghancuran sel telur. seng (Zn) dan Mangan (Mg). bahwa faktor internal yang mempengaruhi pemijahan adalah pendorong dan penghambat hormon gonadotropin. Meiosis dari setiap spermatosit menghasilkan empat sel haploid ialah. kemudian banyak kehilangan sitoplasma dan berkembang menjadi sel sperma (Kimball. mekanisme kerjanya seperti capora lutea pada hewan mamalia (Angka et al. gonadotropin pra ovulasi dan respon ovarium terhadap GTH (Gonadotropin Hormon).9 Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Gonad Internal dan Eksternal.Substrat Pemijahan Mekanisme pengaturan ovulasi dipengaruhi oleh kebutuhan ikan terhadapjenis substrat tertentu. Oogonia adalah sel telur yang paling muda yang mulai berkembang dikelilingi oleh satu lapis sel granulosa yang mengelilinginya bersamaan dengan berkembangnya sel telur dan kemudian akan dipisahkan dengan sel telur oleh suatu lapisan hialin yang secara bertahap lapisan ini akan berubah dan disebut zona pellucida. 1. Oosit berkembang mulai terjadi akumulasi protein kuning telur dari dalam (Endogenous vitellogenesis) dan menyatu dengan derivat kuning telur hasil sintesa dari hati (Exogenous vitellogenesisi) yang dibawa melalui aliran darah. yang penting bagi pematangan gonad adalah phospor (P). spermatid. Testes ikan ditopang secara memanjang oleh “mesenteries” dan di dalam testes tersebut terdapat tubulus-tubulus. 2000). . tahap II adalah tahap pertumbuhan sekunder (exogenous vitellogenesis) di tandai dengan terjadinya pembentukan visikel pada bagian perifer sitoplasma dan meluas ke arah inti sel. kuning telur ini terdiri dari lipofosfoprotein.6-0.8 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Betina. Suhu juga berpengaruh terhadap waktu pemijahan.Photo Periode Proses ovulasi pada beberapa ikan teleostei menunjukan hubungan yang erat dengan photo periode. pertumbuhan oosit dalam ovarium dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap I adalah tahap pertumbuhan primer (previtellogenesis) ditandai dengan peningkatan ukuran diameternya 0.Suhu Suhu berpengaruh terhadap berbagai fungsi system reproduksi ikan teleostei. beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi adalah : . pematangan gonad dan keberhasilan pemijahan.

Hal ini sesuai dengan pendapat Raharjo. Gonad ikan betina berwarna hijau kekuningan. praktikan kurang teliti dalam mengamati ikan . pasang. kelahiran dan kematangan dari jenis ikan dan hereditasnya.Ketika ketelitian saat pengamatan dibawah mikroskop dan tidak maksimalnya alat mikroskop atau masuknya bagian dari mikroskop . Bagian atas telur yang mempunyai cytoplasma dinamakan kutub anima dan bagian bawahnya dinamakan kutub vegetative. makanan pilihan. Faktor intrinsik antara lain kematangan seksual. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad ikan tersebut sudah mencapai tahap perkembangan II. ketika ikan matang secara seksual. 4. yang menyatakan bahwa testes (gonad jantan) berbentuk memanjang dan menggantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantara mesorchium. pada tahap IV pekembangan II. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga tuang bawah.3 Faktor koreksi Pada praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad ini terdapat faktor koreksi antara lain : . Berat gonad ikan betina yaitu 55. letaknya di bawah atau di samping gelembung gas (jika ada). Testes berwarna putih kemerah-merahan. arus.62 gram dan berat tubuhnya 823 gram berarti berat gonad ikan tersebut 14. Ketiga selaput ini mrnempel satu sama lain ketiga telur ini masih dalam tubuh ikan dan tidak terdapat ruang diantaranya. bentuk bulat telur. telur jelas dapat dibedakan bentuknya bulat telur. Banyak faktor yang mempengaruhi peristiwa ini. 4. telur yang belum dibuahi bagian warnanya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau chorion.Adanya perbedaan dari praktikan ketika menentukan tingkat kematangan gonadyang disesuaikan sengan literatur . Charion mempunyai sebuah lubang kecil yang dinamakan micropyle yaitu lubang untuk masuknya sperma.Terjadi kesalahan pada saat pengambilan gonad sedikit sobek tetapi telur tidak sampai tercecer atau berhamburan . Hal ini sesuai pendapat Effendie (1997). Di bawah chorion ada lagi selaput yang kedua dinamakan selaput vitellin. Kekuatan dalam bekerjanya dapat dikelompokkan secara kasar yaitu dari dalam ikan (intrinsik) dan dari sekitar (ekstrinsik). Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga ruang bawah. dibawah atau di samping gelembung gas (jika ada) ovarium berbentuk memanjang. Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan.79% dari berat tubuhnya. tahapan bulan dan kehadiran fasilitas spawning. yang menyatakan bahwa umumnya berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh dan pada ikan jantan sebesar 5-10%. fisiologi individu dan faktor lingkungan antara lain perubahan durasi penyinaran (photo period). dkk (1989). produksek sudah masak dan proses reproduksi akan terjadi.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad dibidang . Menurut Effendie (1972). suhu. kehadiran lawan jenis.Ketika proses pengamatan tiap jamnya.2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil data pengamatan tampak bahwa gonad ikan mas (Cyprinus carpio) pada ikan Mas jantan maupun betina terletak pada rongga perut tepatnya di bawah gelembung renang di atas usus. Telur jelas dapat dibedakan. Dan tingkat kematangan gonad menurut Kesteven (Bagenal dan Braum.Ketidak telitinya memeriksa ikan jantan dan betina yang dicampur dalam suatu kolam 4. Selaput yang ketiga mengelilingi plasma dinamakan selaput plasma.Menurut Lagler et al (1977). 1968) dalam Effndie (1997).

4.Dapat mengetahui pengruh peemberian hypofisa untuk mempercepat kematangan gonad . testes masak dan testes regresi. Proses pembentukan dan perkembangan gonad jantan yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → sel sperma. berperut tipis. 2. 7.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. 3. 9. Gonad jantan berwarna putih dan bila diurut mengeluarkan sperma dan tingkat kematangannya menurut Kesteven adalah pada tahap V yaitu dewasa dengan ciri gonad berwarna putih dan bila diurut keluar milt. Proses pembentukan dan perkembangan gonad betina yaitu previtellogenesis → endogenous vitellogenesis → exogenous vitellogenesis. Gonad merupakan organ reproduksi pada vertebrata yang terletak pada daerah dorsolateral di rongga tubuh. masak dan salin. substrat pemijahan. TKG menurut Tester dan Takata (1953) adalah tidak masak. suhu. mengisi kira-kira dua pertiga bagian ruang rongga perut bawah dan telur dapat dibedakan dengan jelas. letak gonad dan bagian-bagian gonad . Faktor eksternal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain photo periode. pasang.Mempercepat menghasilkan keturunan dengan cara perkawinan eksternal .perikanan antara lain : . KESIMPULAN DAN SARAN 5. umur. 10. 5. 8. permulaan masak. 6. Ciri-ciri induk jantan yang matang gonad adalah warna tubuh agak cerah. Faktor internal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain hormon.Dapat mengetahui kondisi lingkungan perairan yang sesuai uuntuk mempercepat tingkat kematangan gonad 5. 5. Berdasarkan data hasil pengamatan. tahapan bulan. arus. gerakkannya lamban dan bila diraba tutup insangnya licin. letak gonad jantan dan betina terletak dirongga perut dibawah gelembung renang. ketersediaan makanan. sedangkan gonad ikan betina pada tahap IV yaitu perkembangan II dengan ciri ovarium berwarna oranye kemerahan. lubang telur membengkak dan berwarna kemerahan. Ciri-ciri induk betina yang matang gonad adalah perutnya mengembang. kehadiran lawan jenis.2 Saran Sebaiknya dalam pembeliaan ikan itu dicek terlebih dahulu jantan betinanya agar tidak tertukar karena dapat mempengaruhi data hasil pengamatan. alat kelamin membengkat dan gerakannya lincah. Diposkan oleh Ly Youly Suprihatin di 03:54 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) . awal aktif spermatogenesis. genetik ikan. perkembangan spermatogonia. hampir masak.Dapat mengetahui tingkat kematangan gonad. aktif spermatogenesis. TKG menurut Kaya dan Hasler adalah testes regresi.

Indonesia aku dilahirkan dengan penuh PERJUANGAN. Sumatera Selatan. Maka aku harus bertahan hidup dan membahagiakan mereka yang telah berjuang demi DIRIKU Lihat profil lengkapku Arsip Blog     Oktober (10) April (2) Juni (1) Mei (4) Pengikut .AbOut Me Guyz Ly Youly Suprihatin Palembang.

/03.9. .343.8 07/..3.9...3//./.3..3 ::7.343.3/3.25.902.20907.3.7.97451.5.8944/.8.9:9. 0907.99:-:   %3.5.7.3 202503.9 !02.07.3.24.3.343/8.7 07/..9 2...9.943.3 ::7.7.3 9039.39393..0-.::2:7 .5/ /.2.2090790:7//.3..2507.984.2090790:7//.343.8.7/.3/./.9..202.7%8...5.902.-47.2.202.3.9..9.3.//..809.9.9478::80.35079.7:02.9.350309.7894.704254203.3 .//.3.7./.3.05.3.5.2.39.3%' 9079039: /./.33.:./ %-07.35.302.3/03.3-.947:9.9 1.3/.70.38:/.:/.9. -0-07. .7.72025:3.9/.3:39:20309./ /./502.3.343.3 .10 /   507:-.380-.24.9.-07.8.3 507:-.1770:0383.902.:3/.7.:..5.32.7..2..3..9.::783/.8::/.9.43.35079.:..3/03.343./.39079039:/..3    3.3.3..3.7.28./.3...3/507:.3.3-08.343.07.9.32. /  //.7 /.3 %09.8503../ 802.3..3:2:23.2.9..-07282025.8.-08.343.3 93.3.39.3  -0-07. %    2.8./9:/3.91507:-.343.947:2.3/../ % $02.2.907.9502.380-.302.:507-...5.3-0:2/.9..  03:7:9.9.5.343./.7.3...3./../ 03:7:9$..30.//.3 5.3-08.593.2./..:-0:2 03.3.902.8.

9..39..5079.:. /5418.3207.3-08.370.. 2030:.3/503.3 /503.2.7. 503./.2.9 .:903503./.8.5.3207:5.73.3//.7/.39/.3 5418.309./497453 !..33.:..5.9.757.3039.35:/.803.9.32./   ..73.23202-03.32.5./.7.33. 397.993..7-033/.3 8090.3808:.9:-:3.0207.7..35:/..3.7.3/.7.2:8.920309.9.30/:. 07.:.39.3 .303/47344.3./.350707.  503:39.3 /.2.0207.3.890703/. 803.7: 0./.8.  !.9:80-08.05.85079:3. 5.3.7.:.5.39/.2.52025:3.7949.75418.39/.  ..97./.3 /.  $0/.8090..70845.3./49745347243 4724390780-:920..343..1 03:7:9#:89/.5:.907.7:9.30/.  -07507:9958 ./.3039./.0425480-08.8...907-039:3.8 507:9 2002-0 :-.3. :7.703.3202503.-.7 09.3/05.7 .39093.042545.3/.:..39380507904254.7 /.3/../.3/2.33../03./ 502.703..  3.3../.3/.7:4047243..3  :39:503:39.23/9..30.7:22030:.31.2-.920708543909.:5:3$ !02-:.7.307..7..35418.3./.3 .947 ./..220.34724389074/.340 549..7 /4949  5....5.7.90703.3 .9.2-.38:5073.3.380-.4949907..5.503:39.32033.2/8:395418.30..2:8/03../.3.81.73.0425480-08.85418.2.507:9 397.7..9.2 ./.7 /.5.7 05.47.875/478.5748039.33..-07.8 507:902-0 /.9474708 !..91.3 $090.7  .9 &83..5418.7 50707.39.57.3:-.33..9.35418.:.3/0:.3507.9:-:5:./.8503.90.2.75.2.04254.8..3-07::7.3...7:2/.3/03.38:/..:-4..9:5. / 49.9/.503/.343.3-.7.80$.7.0207..3-.780..-.343.9./.3.9.7:4043.3207. 90703/.9..38.73.7 /.3/..  .3/3:7:8  07/..3397.3.47/::.3#3../497453700.3 08. -07:-:3.......3039.9:-:..9474708.70   3/:.82.9.7. :7.2.3.9 :7.5. 03/...35418.  4.390..$/.5:-093.25079:3.. /-.9907.3502-07.3 882030:5./4.9:-:802.907935.  ..3203:7:91103/0  203.07.33.3...35.3503:39.7.8./.35418..3203:: 4.0425480-08.304254//.3909/.7.320/.73.:7.$80-.9 .31.7.9.3..3.99070.502.302:/.9:203/473443907/.7.5./.8:.5202./.88079.9.3/..3 882030:5.80.-:. 503:39.5.338.9.7:2073  507:9.9//..7.5.:.3//./.9 ./03.33.82.340003.5.7.220.380.9:-:. 0425480-08.907.3./.3507.3049.25.3 /0:.85.357480/:707.38:3/03./.905.35418..9-0-07.3802.3 47.:.5././.7  8:/.9.7.9 507:9-08.9.3 ..93/./04254..57./8:395418.8 3/0843.3203.9.:.9/8.35:3:3/-./.3/.73.73.3-08.:..3.9:203/47344/-/..3909/.2.3/.  .3/.310808 .5:.9/50740/.3889028.503.#:89/.3/09.390747:39: 2030:. -07:9$90793. /507:9  /9025./8:395418.5.9.5.33.3202$.2./../.2030-.34.3..:.3.38. .380.2./.38:3574808502..2203..7.85.7503.83472430 3# ../.9:2907/.9:43.8 5418./ .2:8.6:.3 .9 $08:.39.5.5:.35.039.05.507947.3.8$  03:7:9#:89/.5.

81:381844847.943.33.3.9.3/3.9.3   $.0207.903502.9.3502-.9:..902.7.:88902.3/5418.3.7/.2-.80/94080 8003/4730/..20.3/.3-07.9.3202-08.3.3 :74039.343.3/4347.5..25.25. 802.9.9.9 8.05.2:8..7503.380.8:7..2  /.307.9:038/03.2.385072.:2.        /.. .3/.05.9   ..3..3.393.80.3803.3.9.703.7.890:78079.//03.2033.3.390:7.7.3.:85072.3. 59:9.3-071:38 203447/3.3203/.9.2 :2..   ./.9..47.113 43.:.5079:3.3.802.8 :-.7:40038850808  :2:7 ::7.3708503.0:39:3.943.3/.8.318443/.3507:93.9/03.8.7:8008.30.9:88902.73.507-././.92..  .32038070847243.3.9./..370.9..7.3..7./.3 0309..9202507-.9..07.9.503.23 9/.3.507-.73..3 .:.2-.3  $0/.3/.3$907.2.3/.8:07   0:3:.9..7042548.35..2.9:202507./.5.2030:.3.3507:93.3.742..3.3.8 93.309.-079:7:9 9:7:9.3.343.-.38/.9  507:93..9..3 4.   47243207:5.73./.-03.8/.35458.$.8.//03.9502.9:8:/.30.33.3-07.3 507:-.503.3.3/.7./.202.3-07.2..847243.3.343.807.3.3/../.3..3/3.5:9/.909./   $!&$#   0825:..9.5.303/7 /.9:  7. .9.7 2.:.92.3   $.9:507:-./ 5:.88.5418.:.35.   $./.3-.38:.307.9:8:8/.39:-:   003.7.343.3.5.3 2030:..3. $0/./:   07/.9:.-://.3-.3.73./90..7.3039.3   %.8..3 10799.33907703./..05..39.802.3/.39.343./.3-08..20..7.3708503.802..9/825:.302.7.7.3/503.88.8 /.3 07/.3-093..:.3.3..7.9.3 0309.3-..90.8.3.7.9.902.8/.380./..3/0:.7.  $890203/473.7 :-.9..35418../ 0309.7.8:..9:1.9202507.32033.7 974/ :924-7.../ ..

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22   7.

3 7.22 /.

22    $.8503.3..7  /.3 -093.2574808502-0.3 $0-.270   85072.2....3 .3$5072.3/.9. 03:7:9.3-8.39.::. 8.09070-/.34../     %!%!# $!#   !&&   !03079.3..7./.9.380-.0/..7:9.79/../..//0138.3.7.0-.3/.

9..944..7..9.385072.8. .9.3 80:2./78079.73.3 /3.:39:202-:. 2.38. ..32025:3../80-:985072. 0.3.3 2490  /.7:9.3 2.3203.5490381:3843.9.2.2093. #..  03:7:9:07.  $5072.80-.8.9/.3 8..3/.85072.944.91   /:./.5.944.207:5..33/03.../.0:2 .3./.3  047 $.2025:3.3. /. $0.. 802.20.3//..8/80-:980203  $0/.2.708  5.3.3805.3       3.9:2-:.    !03079..3/. 03:7:9$405.7.7803974 207:5.385072.9.33.9-0707.507..9/.230.2-: 2-.90./.3 425. $0-:.38023.7.905.9.280203/80-:98502.35:9/.90.8.2.93985072.8908908 ./.3805..080:7:.35::.3.4/0. 85072.3207039.3047 9443/74320303-.//.8085072.8 9/.8.:202-.340/7.03   /5:8.7.3-.2.3  .3/.5.8 100:2/./85072.: 8.803974/.3 703.85072..944.320325./03..3203.942$5072.038.3209.9:-.: 0.944..209.  /..3039.39.3203..3/:37424842/..970574/:8./.8.3..3.380203-07-0/..8.3 -.3-0703..3..7.3  03:7:90.318448.907/.   03:7:983.3$5072./.33..9 .8  05.5:35.90:75.71.94.3 .3-07.9:/.5.   503079...30307:39:07.3/.9080:3/07202-0.:../.9/.270   85072./.907/7..3/0:./.9403088 /./.85072.32030/../.203.2475480 203.9:3.

 -..7 $0.3.3047  5.944.3..890:7 $5072.305./.  2030-:9.5..9/0:. -.3/:3-.. -0.39..3-.3 202-7./.8.7.7...-07-039:202-:.3-.20325..202.944.203 ..3 8.7./.31472.5. 9443/7./.950393/.3:39:202-...30478./80-:929 39 85072..3207:5..80309. /.82.3.7.5...81.3/74.794/.3-.9:-..92030:.2#:89/.203.2.5.78.39.9/507:.3903..74 /....7-. -..38. . 4785072. 907/7/.305.25:7.3/:303502-.257480810798.39:50707.7.2-.3.82.88.32.-0.85072..74842/./.7 05..3..980/07./../.25.944.944.3  /.30309 3980 .3/:329443/7.2-.7032.3.3%! .8.3 05.38:2-07 0307-.3-.9-.9 8507..3/.3 !.35.3910793 .    844$5072..3.85072..3 85072.944.907/./..85072. 8073/80-:9007 .3...3.305.3/:37424842 /.30473.944.28023.2-.80 .    03:7:9#:89/.-07:3.385072.3::3907/7/.3#:89/.... /./.75.09:7:3..38023.    47144$5072.3./.5.:743/.3047907/7/.7483 /../.44.57424842 203.3903.3203./.5.98250  .90. .9  .  24714485072.907/7/.33.3.2 70/:8 .95030:7  032 0323-07:3.47..247144885072.944..3-./.3007203.3 29443/7.305.7-.3203.. /.5840.907/.747144$5072.3 .-.95.2502-039:.23.944.82..944..3/.85072..3/.3 . 80-. $02039.3907/7/.3 85072./03.3:9..3047 .7.3703...71-7 1-7 !.-.305.

3.3907507...3.79097.3/:9 502-0.3 202-039:49 49.94.3      !7480850702-.9403088  4.9080:3/07 $572.9080:3/07.88.38:8:3.905720702:/.329488.785072..9443.05.3.9.9185072.25.38.9:05.79 -03/..9/203..91 202-0.3209.944980:3/07202-0.3/472.944. 9.3742.2.83 2.38090:7 $5072.79:..82.7    !02-039:.82./85072.3.290898 85072.:85072.9/.944.3.. /.94.94.9443.3 390720/./.7.3:./.25.80.209.2475480 3207:5.9080:3/07 .2#..85072.3803.944.3 85072./ 85072./03..9.7..585072.  .702:/.3.3.:7.380-..3/.9  /..3/825.8.30/:.585072.2./.9.802.944.5./.57291..944..203.30.25:.33.33.:907-039:85072.2...3/3.306:.32030.8:.90:39:20301080380307.2$.3 94-07  4.3  $0.3-07.3.2475480 85072..9/2.2. 0-07. 0. !74808209.:502-0.2#:89/.:80 85072.3.39.7 /..944.5.3.33.947.9/ $5072.734   /./..80-.34 .:502-0.885072.38945.3/1107039 85072.3742484203.9/:3.3 :./...8944  50702-.9403088  !748083205:954107./.94..39.385072.7-.   03:7:943./..38090.2.5202.//. -039:853/0/.209.2-.2 0-07..385072.85072.78890/./75.79.5490381:3843. 3/:.8./.23.202.202 47.3.3./..3/.9443.3/.3 2490  /.203:7:38090..32.7.94.380..380.8.35074/085072..39.3 2025:3.3 2./.2-.3.7./.905720702:/.307.34.3 85072.385072.85072./.7 $..25748080:.3.3.25.7 9.3/.90  03:7:9$:2394  /.29443/7.. 80.5.944/.. $5072.3.../.23: 02:/.3/507:.74.944.30 47.5.80/03.8.3203.::203/45.202 -4842 709./203.9443:2 079.897:.7.94...9057207 !.5074/0502.944./80. -07./85072.7 0-7:.7424842 :2././03.38:3-0-07.3/3.02-07 02.7.3.3:34.83907/73.885072.944. 02:/.957207  . $5072.7.944.2908908/.703.90-..85072.3-07.-072:..50393/.3-0702-.9897. 80./.:/:5 .9./.944//0:..320.350./:-..742. 85072.3/47.3 $085072./...930-90-.3/3.3-0.3907:.944.944./.3/3.94..54/ 02:/./80/03.::22.3/.3203..7   -..80./.385072./....-07:7:9.3.3 .3 94-07 909.3 897.33./.944.7.-. $5072.38.5.3.89/.9/8073/3.203.80-.290898/80-:985072..5-0:28.3/:3..:8085072.-:. $..70:../..10 /    03:7:93.  50702-.9057207 02:/...3 9:2-:202-039:85072..8.9 8..202-.9:7.-07-039:-4.80-:..78890270574/:8../.8 5.32..3.3.9/../ 85072./02-74 !07.3/.8 .3 85072.8/.9/ .:7.20.885072.385072.209. /.9.39097.20.897:9:7.2209.80/.$05902-07 /.9.:3.270574/:88073/507:.:-07-0/. -/..8 $5072.2475480203.29488//.3047    $5072.385072..2.39.3.7 03:7:9.32:3.3/.9.8. 8090.980/9/-.25.89.-./80-:985072.7424842.3203.:3.370/:8 20488  202-039:85072..3...9-0707..980/980.32030-.94.8050790    !74808!02-039:.5.3/425.:3.7:40.3203.:...3 203.9 -07.5.73.385072.944.5..309.9://.4742484220203/0/.

39..50707.9/.3 0307907.280.5479 3.3....23.885072.  -07/.     '.8079..748458/80-:9-.7:408::/..3/.070  /.303   507-0/.3907.../03.8:2-070307 85072.:8890 .3-07503..  203..2.8 573:8. ..4:203.8/.5...3943 . .8 $02..2-./80-:9-.8 $5072.329488 $00723. 8.218448 -..7.38::-.307.2 50702-.748458/.:.5:39:2033/.3.7  .2..3089:339...380 800723..3 05..944.5:98:8: 503:/.3 /80-:94..8.734       .3.39:35.-9.. 02.9..2.890:7..9.944.39:305.5 :.:.32.507.9.8-.3907.944. .8  -07.3//.9.7.9:.3-039: /.9443.27484580- 203039:./.33.3. 17:948.3.9907.8.585072..8897553/.38890-07.302..:-078./.3.8$5072.2/00307.3-07:.50780/..3209.39.3/.3-.2-./503:7:3.9.3/:3//. 85072.7.9 8050798:8:039.2-.944.80503/::3 /.03:7:9$.2#:89/.7. /90908.2#:89/.3-071:3880-.3  1.885072.7 .09.944.3/:5 .52499.3 :.7.380.   748458/.73.380.2 9:-:.25:.3907.3 ..38050790.3202:.8..9..7.7:507:/.347243/.70.3502-0.385072.8$5072..32.385072.7.909.5.7.393/.9. !03:7:3..885072.-.8./.380.3..  !020-39:.32.7 03:7:9!.:8/.89.28::703/.502-0:.91  $0./.38:3//.80.385072.2. %.05:9..:3.3 907/.2.3-./:585072.80.::2-078.::2 4.2.2090750393.2503.808:-:7.7/457.8 85072.9.5.507:-.3.8502078.39.7:907. 03:7:9.::2/.9.3202-:.. !0780/.73..32748458 907.885072.38::/.5.28085072.3/:50-.3:39:502-0:.     499.8503./.302-.3/80-:94.380.9403088..7.754 .4380397.3 /:3.32:/.0-/.3.890 ./.-079..3/80-:985072.3802:.907.343/8:..7.385072. -07..8../03./.:2:2 .2.734   85072.3.::-:89089:.29:-:3.274845907.25.8805079. %.30307.80.2.9/503./.9.:../.2748458.944.9:25.79.907/.94080 80803974 $5072.9:        42.8:5.8  /.25:.3-.944.. -039:3472.7!7480850702-.-07503.95039380-.85072.340507-0/.985072../03. 3.203.748458.   .73/:/4347.708::/33 /.-9..380803974 $080397432025:3.3.4/84.944.9.7.944.3494  /.9403088-07.893.3/-:.5.-07-039:3472./.734    03:7:9#:89/.7800.7/03.3203.32499.85072.8$5072.748458 $0.-49/./85072.80..3.38050790.72/.7.3/80-..9:25.9.2.3 50307.39.7:907.///./. 8.3203039:...3..3 8.2./825.2.33:978  03:7:93.9.3...1 /  50702-.78::...   :.3:2:750./.7.270   85072..30307.2.5033....35724/.

385072.3009749.:5073/:3.3 74570807./3.9203:7:3803.944..3.9.7: 8.3503:7:3.79 /.8.3574/:885072.3207:5.580.32.3-07.503....2.7/457.-9.507::39:574/:885072.944.92025075.4/84.7.38.. !03.9..1:3808903/07 .3503./.30802-.:.2.9.:5:3 5.2 .944.23.203./:3.7 59:9.8:: %.3.5.3.. .885072.7907.-482-.38:35.385072. .3:2.7.:3907:581:38209./. :39:207.39.3907/.-07503.907..8:/.3.574808502-0:.3.8:2-070307-.203:7.. :39:2033/.0.5.944..2397403 ..3809070947243 ..3/:585072.347243 0.7:400..9443...9 .80.3/03.3... /..3 80 80908948 2025:3.7.3...2570807.7:8/9.8 10799.   !02-0:.3/80-:9803908903:2.503:7:3.-.3 .3203:3.5.3-448 7.3 ..2-.  2030-:9.9:  030/.2030-.2.754188 $-007.25:7/03.3-.8..3..7.390709.7.320325.9.3/03./.3203.38::.3:39:203:7.80 80 3908903:23207:5.     .7:8/.3.3/-039:.9/.2.3.3 .8 85072.885072..8    .3  /..3.8.....919.3.  47243.9/9:-::88023107 $0-.3.385072.3!203./..3.9:503./.347243 47243$  /.07.885072. 90894890743/-:.390.:39:-0-07.5.9.3/7. 03:7:92-.54/$4..4:2080203  !74.507. 3:.50/:5.93.7 5418.9443.507./.09.3808:.35.3/.8.3$5072.3   02507-.09.9.:.803.25:203.8.2#:89/.32025079.:70/:8././.5 4380397.07.3..3-079.318/.90780-:9 07:7.52499.907.-.944.5.07...8 /.8-..5079:2-:.3574/:8.380 80/:5/.703.      8903/07   :388903/07 03:7:9%40470  /.38:..944.85072.9.      47243.90894890743.:39:203.909./.02.3.9.7:$5072.....-.390894890743 /8.2539:80 805020..   030/.3:9.003.59/.8-07503.38:385072.2-.  .574808502-0:.885072.30..890:73.9:503/02.7:30.350303. .3 0307/.507:/.385072.92.7.39-0: 0745749039. .919.749.8.91907.2.3./...05.93.   025079.94080 80..3 50303. %09.2#:89/.3803971:..52499.944.9502.38.3502-0: 43805 74570807.3.//.3/.2.85072../..2-.!03.9.3.3..9/.. 9.3 80..-./ 907. 85072..50325.950393 #:89/.   03.3 503.8.88020.0.390747003.380-./.. .2.2#:89/.8:.3-.38:3/-:9:.07 /2..944.907./..348249.33./.3/33 4/$4./03..3/. 472430/:..9502-039:.20:9.7 $0.9/503.09.507:-.90894890743:.907.3. #:89/..944.7:3..3.3404-:8.:5:3397403.32.3 2.50393:39:574808 90780-:9  !74808907-039:3.3 -.3:39:574/:885072..-482085072.    03:7:9.780-.3/.3 5020. !02.302503..230-:9:./.5 #:89/.   03/:385072.3-0-07.350303.8209.3.3 $0/.9.3/.

73.8   !0303.07 /2.3 203.9:  .327484582.73.3203.3.8 .5070/.28907/07 %4007 .3-8.: 9/.92.8.4:2050303.7..7 22.8.3703/.0703/.07.   3.3.3/. 28.9.:5:3907.7:82025:3.50303.5..3:39:-.9. ..3507902:.::7..    2217:948.7:8203.-40203.079/.2-.357.3108 .9.:3390:7 1481.7.3-.  5078.3$.85072.5003.728.9948.:2/.3 /.4:208.72 2:33.9.350303.3.385072.72/.39.90. 0.2:7.350707.3-. :3390:78079.93.918/.7.748458/80-:9-. $0.25: -0707.7:9..83..3:39:20325..2..702:/..  228073 :3390:7 /.5.385072.7.:3.   !0303.808:/.3.3-..39/.9.9478//.3/:3.2 2. 28..10798.9/03.47243.-47..9907..:3  -..  ..7..29.3.:3390:7 /.3203./.8050790 .2502078.  20302:.38050790..7.07 ..:.:7.-/./:3.  03:7:9.9./803:9-.3 57.73.4:203.39/.202-./.3:93.:-0781.70:.  50303.89/..7:83./.81.3/:3.37307907/7/.:039.30303.23.3.07.9:3390:7  !0303.3.3.9.9/9039:.3/:585072.:.907.:.7:9.8 ..7/.   7 .2#:89/.:..25748080:..3.37.9 .8..8805079 .2-.. $..5.32748458 $0.280.:3390:7 /..885072.50303.2.. 85072../.5.8   !0.07..-07.9.2.8/./.3..9..7.25078.7.05.703../. 85072.3.703.790894890743.5.:.  80/.:.3$0.97. 247144/.7 9.2:3 -.  203:8-0-07. .385072..380203/.9 8.9:.-039:803472..6:.350303./08902:/.9.-.9907.85072.5.2-./...:80/9 :7./.3/80-:90.84 /.3:.8:/3.80-.0720203: 8.850 2.:38:7 :38:7./089 202:/.50303.7:8909. 8025:73.02.5.-40907...7. 2.734   85072..82:339:.0-/.7:9.3/.33..70.3 .3..3 $0/.0- 5078032.3.2.33. 22  22.3/9.7/.9... /.3./.6:.3.3 907/.0207.3/-:.3$5072.. . 05:9..317:948..3 .7.3-0781../.07.4:250303.0/.07.3-07-. 570807..7.803.34.-07:9  .07503..3...85072..7.39:.3  /.885072.07. 8090.52025079.390793 .9/03.7885072.703.3.3/50740/09.32..2#:89/.7:8202-0702:33.3907.2:32025:3.7.07    !07-0/.2.3/:38074/.7.0.32499.07.  2..880.3.3897.7.50303.9:3390:7/.748458/.-07:7:9.3.3   .98903/07 8..7:9.7 ...32:33.20203:5078.98/-:.885072.80507980.350303.8/.9 $97088 /.30.3.4:203..07.  4380397.380.07 .9 03:7:93. /03..2.3../.9:25..350303..35784  /.28 2:33... .07.203.8 /.34..-.23   ..350303..3/. /.30- 5078035:3.9.8 -07.7.5479 .385072.910798.07 .9/..85072..3/9.7.2.893   !0303.585072...3 438039.90..7484582..3  .7  /.944..5-093. 80/07.5./.0-/.:.980-.8:/3..:3. 20.944./.3$     .7 :9.924845 $0.07.35030..2 2.907/7/.2#:89/.25.  03:7:9#:89/.73.18448...18448907/7/.2907.0./.52.80-03/..-9.3$5072.

207.8.3-.73.75 03:7:9 1103/0  ...7 85072.32.3-.2.73./.5.30483  ...73.3 :.1..990.:2:2 .33.9.73.5.203:3:.85072.9/.3/:50-..7:408::/..7503.8 85072.3203:3:.0425480-08..7:/.8:0/. .9/503.3 ..3.7.32.5..2 ..37:8.2.3 0483.3-0781.2 .9.3574547885072. 8.8/:590780-:9/-0704832. .8..58..944.7.3/:5 /.32.785072.385072.207.3.350...39: 1...8..8090.7/..5.7 .73.790898.385072.2:35.-0781.73.9-.385072.8/.3/:5 .3/././.  02.9/09.3 .8..9.3-071:3880-.2./..3:39:3.-9.2.9..7:408:: 00.885072..25:./. -078.-0781.2..8.803...3202503.947. .9478:::...7/274845//.. 50.-9.703.30483 !03...9.-9..7:.8/:52025:3..9.-9.73..-9..7.3.9:02.8/503.85072.9./.5.:/03.839088574903/.-.9  85072..7:9..92....2.7 2039 $0.9 !07-0/.2-.0:.:.04254 /.207. #:89/.25:..9-.29:-: 85072..9: .   .947 1.  '.390.3203.3.9.785072.85072.34050.32./..385072.38.3/03.3 /:5/.39/.3-0781.2.390703/.350.2 .3.3/.3503:9:59:-:.885072.-9.3/:5/../:580..2.3/03.9202503.33.2././.8.380. ./.25780:7:20/.85072.8.29443/7.3472.3 :2.2. .944.58.28::703/././:5/.3.3 ..9 $0/.-07.3-07.-8.

38...9.7       !0707./.- ././.2030:.9.350303.  8903/07..3.0/.08903/07.-9././.3.385072.9..2.7.308903/07 7307.2030/.2499.7909.270    03:7:9$.3-0707.2.7.-0707.320307..950707.9.85072.3-..5 0483803.909.85072.50303.9.3 85072.9/.85072./...:90-.390780-:9 909./..9 2:7.73.8:..././.393.7.43/83.3/.30.703..2499../-.2030:.09.38502.:3.3:39:503.3203.8. 80-.703.94388903880203 8::/. $.33.7.7.0985072.83./503.8... 7.8..3907/..9 ..:.9.385072..3..3/5077.9.7.07.9070483 //.3/3.-0-07.2499.34.32025:3.890703/..:50707.3 3.3.802:.3..80-. 203. 85072.3$5072. 90780-:92:3.907.803.3/03.3./.70.703.3 /80-.3$5072.9..7:400.3 %07:9.:.38:-89.5/03.2.14:8. 07/.3-8./503./.503.3.-.3203039.38.  93.39.98 ..2.944.3 85072.8503.3:39:.3.3 -0-07. /.385072.203.3 8090.04254/./08903/078.7 .944.3 08903/07 9/...703.8 .2.25033.5.3-.90780-:9     !03.3:7.307.3..3.3202.343..885072.3 -..33.32:33907./.3 /:3. 80/...9/.92.9 .380. .2.3 3:978-.3203.9:803/7 499.274845.-8.2:/./.32:33907.7.2 7.3203:3.257-07.-07. /.885072.3.7:7..408.-40 .2./.9..85072.5.9/.908903/07...9.850.907./..7 /.3-071:38:39:203039. /..7:5:.2:/.7.3 .308903/07.902.7:9.3.80-0:2/-07507.5.9../.08903/072030/.3203.307... .944.3203:3.. .307.8... -039:04785072.3203..3.5:39:202503.7:2499.3.9.9 .5.79. 3.5..9.8.0785072.9.90780-:9:..3.944.10 /  ..890793 80/.9/09..589.32.3/.703.3.:90--.  !73853.25033./  !0707.7 /03..5.2499./-:.3 ./.7 &2:23. 85072.3203039.2.5.2:33:..2..39::. . $0.250707.2.3-.50707.2. .2  ./.385072.2:3:39:2499.317:948.3/.3/:3./80203 08903/079/.8:-89.207.944.3 .350707.9.385072.357...088090.3/.285072.50325.2499.9/./03.

.:2.944.7:9.2 2.31.  .-0781.3..3.9405073.79:-:.8 503.9/.9:3.2...33/: .3-093..39./.5.3-0703.9:89753.39.. 2499.9.9.73. 2499.10798.3/507:.35078...390703/.757.3/..5020.390793.:.3/825.3207:5. /03.3/.9203. 9/.3/-.3 /.3 703.80203../. $0/.2.9 :7...3/:3./.-.9:2503.3047   $5072.3.3/.39./..3.39.3 :7.3#307+8/03.2499.3.3/43479/.9.3203.9.90307:9.3 02:/..7./.85072..3-.3..7:9.39././.9:7.91.04254   /.8090.5.3808:. 080..705.2.5..9943 /.9.39093.3.57480/:7.2/03.9/825:.09.5.220.274845.3/. 803.3/../.. 8:-897.3./503.9474708 !.309..9:07.803..3202.385072.3.05../03.3//.3/./-0708903/070-.3.317:948.09...2.7/.18448 .  $!&$#   0825:.8 /.3907/././..3 . 007/..25.7. 03:7:9.3..0:.907.3.9./.. /   17:948...5.3:2./.83.078:.385072.9.8.3-093..203.8/.33808:./.3/.3 3.:.3 .3 0309.85072.9.3..3 !02-.3 85072.3.3 :7.3 .78  03:7:9503/.7  /..3#307+8203.9.2 .3. %07.   17:948.   $085072..:0..3202503.2/.7.3 .3/.885072..208903/07.038./.2.385072.9.9.3/.79:-:  .3/50.2.     ..09.35073.3.3 507.7.39.808:.3.3803.39/.  $5072.:574808502-:.9474708.30909.8090.78  /.3.3//.3:978/.-..57.92025075.920309.3/.7-4/7..04254/03.7..944.5.09.:-039:/.9. 0309..9/5070.274845803./.33.3!07.3080./.2.8.703....9.8907938090.3/.5....7:.2-.9/.308903/07 17:948..2.3 /...7..385072.3%04030  /.8..280203 $0/.3/.704254.9...7:9./.9.9.3-.8  07.3/:5 .3.3 /80-.3.2..  .. .5.5.3#307+8 .9 .885072.3 /.8./03../...2503.0/.:39:202-0/..203.39.2#:89/.3.0:.3.30307:39:-079.3.3.7502-.: 07.3 .3..9//.9.7.3/.3-.2 !..//.9.17:948.3//.85072..9/.944.3.31.3/:3..7.3-:./5073..390.33202.3./.3.3 9:7:3..38:2-070307 -.3.85072.3/:3-.39.:50707.2.308903/0717:948.3503.3/.3./574/:8003....33/:.7:9.9/:3...2 .3-.5748085030:.9:2503..5./..2#:89/./.3897:9:79:-:8085072.39.  499.3 .5.:.3 2499.5.9:2499.907/7/.73.5.09.8.9.38:2-070307:39:203/::350707.93.80907-.8    ..207:5..202.385072.7.//.3:39:20.34./-/.350.7.5.3./.92.9203:7.385072.3/.944.9.74.3203.3.385072.04254.350.3-.82.3.9.3 . 50707.8/./.

43.5.07978 .-./:.3..209..9:8.2 2499..5-07.9:33 90:7 50303.9.07.2.9443.3.235.3.9157247/.832025:3.3/.47.3.944..7:2.9.317:948.-.. /2.-9.843./5.30-./    !#!%    !&&   !03079...3-. .9489  85072./.98.203.7503..3-08..3.274845/5078.2/:.7:408::  43/885072.390:7 20203:80-.3..3  03:7:9'00 /  43.37307.3/.703.385072. 907438055..7307 .99:  03:7:9$.3308903/07.7-.9.9.9.3/.3 %0898207:5..73.947.85072.8.8..350707.3 :39:2499. '.804.2.3-0727.80-.5..2.09.07/.350303./.80:2.73.3203.7/.2.2.39...703.8.:.. 9:-: !.0790-7..9.3203. -0-07.25:.39.350303.8.35 /2.9. 0.3/.:3390:7 1481.9/.25033.-8.9/ 85072.18448   07/.8.385072... 85072.3./.3-039:-.9-07::7.785072./.02.8:39:202574/:8-072.9/.2743.9.9.58089:7:3.202.2.3 #307 8/./.3 5.802:./0.5.7.7:3.25:.3$  /.7503.3./.9.257802:.35./.8::     47243./.07.38:: 43/885072.9./907.   499.3.9.380/. 8090.5:9/.. 43..9.9:-: /.3/.3-08..85072./.3-07..3907.3.3..3 3907..//./9025.33.0-.8503.3:. 85072../.8/503.70574/:8:9.880203   !03.9078980880:3/07203./.3 /../.885072./03.3-07: : 3 207:5. 20307.3 -07..3202503.0483   .3 2. 203.207.83 2.9. .:4..35.3/.39.20803907/./.308903/0717:948.3/.8 3/80-.3897:9:7089:.  .9.3202503.3-093..393.25033.2 2.3.2-.3.2-./ 03:7:9:07.-.810798.37-:.:50-.07./.3..9:85072.73....2.843./.3 03/./.9403088.83.78:8: 50303.7. .3-0707.25.10/  43.5507:-.38::   &39:503.385072.5/03.31...9070-/.::80-0:257./:5909.3/-0:.. 9:3..9:./ .89./  ..3.7.90758.0790-7.3/9.3..3805....35..2.708  43.-08.3.39:35.8 80-..9:2./..3/:5-07.9/..39.7.209..25-.0790-7.1.350303..3 47.07503.343..7 2..785072.8050795.79:-::88023107:8./.3.3-07./.39004898.8.-9...07.25.3.9489 85072.9:-07. 207.70.9.. 43.350.3-093.8.7.7.780 800723./.3..7.3 .7743./.7:9.5.0790-7.-9.3 203..7:85072.3/..9-07.5. -039:85072..9.380..3203:3.7/.7:9. !7480885072.385072.9078780880:3/07 $97:9:7/.7503.9    $.8.94380397./.390894890743   .574/:880 909.208903/07.9..83.73.9 -071:38:39:20343974.809.73.9.07.39.9:02. .385072.  .. 50303.:7..:39:-0707..   './5.85072.9.09.3/:585072.32..../.

3-.3. 0.3.3#:89/.885072.25.90.39.9. /  .57291.39./.8.3/.3/034080 8080794.3 -07-39 -39-0788090:7./-.73.942$8902#0574/:8.4.394385072.39.0/:.:2.39/..202.907/.3875/.39.3/03.3/.79:-::8907/.5..  $079.908 !.388907..70   /9.3..-0..3.8.3:74039.9  03:7:9#:89/.7 743.3/.33.3-07.89080231078 /.2#:89/.9././.73/:.  897:9:7908908907/7/. -07507:9958 .01107039.907.:2:23./.3/. .720.39.3/:.:.3.439:/3.3/80-:9 85072....3   4.3-072.7875 /478...3 07..9.9.3/.%0:7 %.3.9:-: %0898.3 -.3203..3/.3-071:383:9791  :.984.3/.20././.3 .2-. 9. 907/7.38:/.03/473  03:7:9'0 /  90898.3 90709.320302-:30.5470 85072..343.343.7 2.3/.3/3.30-.915.80:2.7 .    7 .203:7:9.73.32.39.7802:.93. 9.39.7 9089089070-/.30.::20.:3 .30-0../.8 8079..3.3507:9/-0. $0 80503.2743../.9:7 :2:7  9..  /./.:-.9:7 07./4784. 7:8:5.3507:93..3.3/3/03.8./809...3.9:7/.980503./01107039.888023.:9/./-..3-. 03:7:9#.83 2.7.03/:9  :-.80-.805079.0.7.5.2/-.:8/-.:3 .:4.33.3 03:7:9#.3. .203:7:9&83.5840800723.3-093.9./.3.:7.805. -.300-093..3 40208039708 43.23/9..3./   73/:.  43.9. --9 4348 09:7:3. #.3.9443:2 :3.300...7:2./:.9.805.74 /     3.3.30-:8.942$8902#0574/:8093./207:5.3-07-039:439:/3.785072.7.9.33/:.2:3.:-39 -390.39.80.3880.:8.0/.32.     73/:093.5.3.370.30-3..0207.3/945..907.3-.9.8903907/.3/3./ 03:7:9.3.5.980 803907899.89:-:..39.5.8.. 9.3/.39.3203434 202.87-:.33.3/80-:94.343.3-093..202.07.3 :74039.3  $0-0:28.5..3/:.03:7:9#:89/.32025:3.7:28090:7 0:.-07:2:7  9.3    3.8.73.9.8  /..90780-:9 /..907/7./-0. -07. 05//28 .5..5 507:9/0.8.:9.3 .8./03... 8023.3  507:9202-:.2 :20380397././.3.9443..5 8:8:3.  03:7:9.3.-0.574547805. :2:7  9.38.2...39./.:3 $0/.74.3 85072.3.3883.35005.0790-7.8.83:8/.0207.080 907/.3.3/7.3.7 .3802..8.29:-:907/..5..3/.8.9 -.3:8.880../.23202-03.3 8:8:3.3/3 -093..8320302-.3/..5202.3943/..3-093.39. 743././03.907.9:.:7..93.30.038./.3 90709.20:8:8.307.380.//. ..70   3/:.. 3/39:-::885072.2.73..3/..5..3 /945..3/:-093. /  9..9.907-:.9.07.0207..-.38:/.984.9:-: .07.907..38.73.3:8  /03./.   .8 85072.805.9....8.3.8.0790-7.080  :74039.3202.-07:9 .3.7:2.3507:9202-039:8:/:99:25:  03:7:9&83.3. .7073/...  5..  3/:-093.3 2.780.0.//.890 . .9.3 .3/.. 9.-07.390:7202-03.3/:-093.73.39.3-071:3880-./.3.23.2. ..3 9:-::8 85072.73..

.894./3./.3-0:2 /0.39. 80:3/07-079.4.3 .   %203:7:90.54.3../..202.30/.902.25.3-039:3..  $5072..80-.3-0-07.3..3    %3.9443.390.3.9403088 89085072.3 .2140 .380:3/07 $5072.3-39. ./2038 743.39..902.39.390:7/. 907/.9./03.0207.90.703./.3-07..   /.944.3/05.2578.3.-07. -:.3.:33 039:90:7905. 207.  .21103/0  .3 85072.3.58.2743./.74. :-.393.:4./.-:.4949..3/.-07:9  %/.9/.73.73.2-.9   !0702-.  .385072.     %03:7:9.-07. :203503:/03. 89085072.2:332. 5.39..7.992-:/./2038 743..385.93.3./.38:.8944203:7:9.88..39434843.3.-093.507:93.3.30:.385072.3   %03:7:9%08907/./.3039.8.20.30807  /.3:.3.3-07.7 /.3.8907/.39.3 !03.7:2 :203 /.30. 4.-:..94.3/.9...3 .3./..73.:.-.3 802.3.73..9./0.9.73. 0383/80-:9.39.7743.3.32.43./3/34-:0503:/033./. $5072.73.3/....25.9.8.9: .343.:85.805079-03./:..20.720.73.: :-.3.890 -072.2:2034..99:3.3 ..3 908908 .3208490:2 !.-.3//./.9   ./..7.   .390890820307:9.43.21103/0   .9  ' %0890870708 #43.944.207.902.7.370038:31880.9443../..9.3808203:7:9%08907/.3-07::7.3    %3.25../:.3-093.3..7:2 !.3039./.3.88.3 43././.39:32084. 5:9 ..::33 /.343.-:30.9.3.3././.390:7 9/.9.5..43.3/:9907.3%.7:2/-:3:8408:..902..7:2907/7/./.5.9:-: 43.2..785072.3..2-.3.5:9 .33.-.. /.73././..2 2.9443. 3/3503:/03.3-093..2.-0:2-0702-. $.73.4..7.4.-:.8907.-:. %3.5.7:2907-:3:84080.343.3/03.7:2 -07:-:3.9 43.343./-093.30:..91 ::7./.9/.8090:72.3-07...50/:. 207././.9 9..8.385072..920.32034345.3-.3.35005.7:2  ' .:8.2:20380397.3./48 . !748085005.71403/80-:94.8-07885072./5.32./.9:-: .3503.355/03.0207.88.9:-:/.9403088..8.9.5:9  5.82:./././.:/3/34.0:.24.4./5.907.3.:.5:9-078../.3.7:2.5.390.8./ /.9403088 $02:.8.3 -07.2572.9//. 02-0/.7:2/..2../.30.3 -079.7/-0/.3802./.-:3..9443..944.8./.3.!..-0-...985072.73..2.39.8.25.2..  ' $.8023107:82./.3%.:5:9 -039:3.3:-.32:/.8743.3..8.3/3/3:.73.7:2-07-039:9:-::8.3.397.9/03.3.7:27/..-07:9  %0890870708 .-: ..343..3..55 80/.3 .9 %0:79/...43.25.7./0:.0.85072.9:-: 43.9:.30807 %3.8.3 503.320.3:.3   !072:./8..9.-07.7:2.7.944.302:/..39/..3.2:.574547885072.8:/.80-.5.3202-:3:8-...7  ' 9185072.39.3../2038 743.32:82/33 3/343.3.9503..2:2.3/03./-093.3/03.8.9.507903.5:94.3.73.4403088 #43..35.72:825..34.340..80231074:8  ' %089082..79:-:3.3207:5.3-07:-:3.  9:3.584085072.8 !./03..9:8090..293.

/.5.30..3499:73:07/.-07:3390:7  97.7 2038.73.8.207.9402.38..%3.7:2-07. 507:9 %0:79/./48  /../..3743.25.2. 0.339.21103/0   .. %/.3/03.8   %/.5.73..  .907: 202.390:70.2.3.8./.7-07.9.805079..9/...348/:08:207203:7:90.80-.5:..-07:9  %/.85.343.9.3./.902.3.7.  .

207././9/.  ..7:2-07..9402.73.739   .2572.:33 -07-:97 -:97 202.25.3.  743.8. 0.9/..3:3390:7-.390:7502-039:.3  .2-:8.9./.5. 82097 90:79/.507:943.7: /809.

  .780 805..3.907.2743./.202.9 0.-.3 -0:2-0-.9/.9.73.5:98:8:8..8.8/.8.73.907. -.7507:98.7:2-07..3/..339 -. .83.3..-0307..38.3/03..2::7.3 90:7/..25.9907:72:/.2572.73.25.73.25..8 5.3.7:2-07.:33 502-::/.33.3/..3.3.380/.880:7:3.9 /-. 207.9.:330207.  .  .7./.790  ' ..390:70.3 502-::/.0.9/.907. 8.507:9 0.2:3390:7  ' .7..907..3/.

207:5.3-08...05.7./.3-071.55074/808:.9./0:. %. %.35005./90..35005.32.90.3!0702-.73.270574/:8 43.390:72.7:220207.8..    !74808!02-039:.980/./.8.7-.3/.5.8907.943..3402.. 90:7/.. !02.9..:/.8.5.805079:05:/3 203880:7: 743..7-0-07.9443.90.385..507:9.907.-.7-.385. .39/.-07::7. 8:: /  907/7/.3  $0 8085072.-0:22:./.507:9/90.../8.5.9/.5 %/.743.8.25.9-07:-.9.8 .43.8/.0  ' .8.2-.5.9/.7.8.  ' $.3 43.74./9:7:3/03.9202-0./.3/80-:985072.9.3908908-07885072.3203:7:948 ..5897.9/..7:2 0.9/-0/.-0:2-07. 90780-:9-0:20:..8.. 43.. $5072.73.507:9 90:70.37.207.3.902.3 -0-. 502.2.3 43./05.9 0.5897..207..8:/.8502.3 #0574/:8 !74/:8808:.3 -07.2 908984080 80:8:8..9/54/ 3/.39:30.9/.343.3.7 97.80-03.3507. 3/.-07::7...3  /..3:-.38.5.3.0:2 $5072.5.3.7/.//03.39.05.5.8.3-0781.3.943.8.5.59/-0/.9.-0702-. 43/88.9 !74/:808:..8008.3-07.32.390:7-0:2/.../:2:/.79.797.7.2.32.90:788.87.8.2:/.3 :-.3 !74/:8808:.0:.3-08./0.4.7:220307:980-..0.-09: ..507:93.5.3  .-078-0-07.0207.9 !74/:808:.3/.2.8.7./780..9/-0/./.30207.507:9 90:7907.. !74/:8808:.. ::7.3    %203:7:948 %3./.9.88.343.9..03//./.82:2909.7-./203.9443. 207.3 -07./805079 .3-07.-.8.7./ -039:3.. 4.339.-.9443.8.29488202-039:85072.3.8. 207.3.8.3.73. 5079.390:7..3 908908-07:-.73.3 -07.3 :3390:7-078002-:323.3 /03.3 %0:7 90:7/.3402..

.2 3/4034:8.:2:.3203.380..7  /...38090:7408:.20../85072..382007.:./:/.8.9403088203...380:3/07 04034:8.7:2 /.9!02.1..32:.3203.3907.3/4.90403088 /9.9/3/.7:!02-039:.-.9.58.380.3:39:502..3:93.9:/03.7:80.7.39.3  03:7:9$9.947089073.3.3:48.9.2574808503.520.502-039:.9.//.35. 307..9/-.  03:7:9$9.:70574/:8/./  090780/.3.2#:89/.3/.7.89/.2#:89/./.1.3/03408./.54/.33.37085434.0.547.0-07. :3390:73907/7/..//:.8.3.7.2:8/.94724343.34489/./.3503.3. .202.3703/.5.5 .2../.3../85072./.503/4743/.3./.7..8090:7.-0:2/902:.3!0702-...3:3.907.90403088 / 9.8:.3980  489-0702-..3 0. 7:80  /./ !. :-:3.203.7.34.9:../8085072.9 4034:8.209073.-07503./..7./. $07..38945.55079:2-:. -0-07../497453 43./.5.9:502.82.   03:7:9.343..:8 .3/-.8..343...8.3 50393-..3::7.0.9202503.35033.3./..  225..3202503.7.9/03.34.2.-079.-/.2#:89/.944.3 502.08038.3/03.5.5.3/80-:943.9:507.3.3 -0702-.9839088:3390:7..99:-::8 9:-::8 /2.-079.3 203039:.743.25:3840/   -.257480890780-:9 02:/.749074/43349.3203033.0  /./49745357.. $.3 80.7.257480885072..1.9489203...  /.3/58. 3./.30-07./39073.890 .3./.9..3/945..9:502.5% 43./.  443.320:.-0702-.9.55079:2-:./.90403088 .8574903:3390:7/.9..3.5.:7.5.3/07.5.3502.3./.9.31.3 -079..2-..9:3390:7.9443:2./3./03.50388:-897.7:907./.3907.32:./..39004890203:3:.5.3-.3  $:-897./49745347243  .  5079:2-:.3.70  /.3/-:9:.585072.94708038.4.307.:9  $:: $::-07503.5.3/.35071078945.///.3 02:/.3.24489 3/4034:8 .3907.9.   -0-07.39.9489 0488/.3.38090:7 20.:.980. -07503././:.8../..2-.39004890 $:::.343.3.3.3 /034080 80.3./.30:7.9.3.883908.7:93.340 2080390708 /.3-07/107038.3025.3//.7/.-078.  85072./.3..0794 ./85072.:.3.9:9.7 5414814574903   .9:7.3-07:-.. 548547 ! 803 3 /..7:2907.:.: 502.3.50:.9..50:.3.8 !.310799..7...290890890780-:9 907/.3 425488574903207:5.389073./.05.3.-.:.3820503.85..350393-.8090:7/..3.202.35494 5074/0 !4945074/0//:.3.3907.947$48.3/.9 9079039: ..33/:.3..   %08908.1:388890270574/:8.. 2-.3:48.3:-:3.75074/0  3907.3/.8903.... 4.5.09.203. !494!074/0 !748084..3.3/03.3-0702-.94739073./03././.5-07-.805.8/...35.850808.3 43..90403088 9.947.343. :90.357480870574/:8.89080231074:8.7809.3-.502./.3   .58 807..302503.80 .343.82.3907.:..7:400-:9:...9/ $5072.9.8203.39:-::8-078.3808:.3203.7:907.3-07507.38:3907.32...8/503./093.33.3..8.7: 502.8.38208..     !74808!02-039:.3.32:/.9:.90403088 /.357207 570.8:-897.805079.-0-07.3.3/.3.5.32.805./.58..3203.././.24..73/.

7450. 7.3909/.3/.3 /.03.3/./7.309.2./..5:9.3 -07-039:202.8 573:8.3 %0:70.:/8.9:/.393.3.3/.3203...80-08.-07..25.380.3.38.9: 7.7..3.002-:3 703.7:220387.73. 574/:808:/./..5.91.907/.07..3-.9/-0/..9 90:7  .7.94739738.-07.943.73.343.947..3-07...8:3.28:.2.3//.33     3.9..99:-:3..39/. 4./.8743.3 .23.9.9..:0:33.9.32025:3.3803././3907/.274845/.39.80.9..203039:...380.5:90207..90709.57.5:9.31.3-093.7-07.3/. 2.5..39.9.9.9::-..3.3/..3.29:-:.  07./:.32..3 18443/.-:. ..73.3/3.309.2./03./.390780-:9 /.3 038 .343.5:9..5079.3.37.9:250.3/.3203:3:.5././ .393.3503/.8.902.7 089738 .203.7..9:8.343.507:9905.3-0:2/-:././.7.85033.3 09.3 /.97:./-..3.3 -039:-:.30. .3 %07.32.902.3-093.9.3.945./.2.35.3 %08908-07.3.2.0909.3/.7.3/.590:79/.2203.743 2025:3.7:2 -07..3.253002-:3./5.2.82.3.503/.32.3 90:70.90:732...3.2.507-0/.754 5.3 203.7 /..253002-:3.:-.3/.3.3/.35.30/:..743.31.32.8:3./.3..7274845 09/.3  .5.8/.39..91103/0  .99:-: /...3.943.2./.3. .9:.7 809.3 57480870574/:8. 7.73.309../ .9.3-.3..9.5.9503.3.31.9 274845.9:-:/03.947 3:3.8/.8 .3/:7.5..9.3.89.  09./-..83.5:9 ./.  03:7:91103/0  90:7.380.9.3808:.39.2../3.2-.8/.3-..2.7.58:.3/3..9.3-093.0.3:9:-..9/04254..9./:/..3:7...35.885./. 93.2..0 ..9.808:./. /3.3/.3 .3 54945074/ 8:: 0.7038.8.7:.82..9:250.3.7:50789.5'5002-.3 /./80/984-0909.990:7  ./3.3.39:35.9093.3203..43.:2  /.39.550702-.20847.3 02.9.2/.7..25.908908 43.74 /  .2-07./..9.8 ..7:2 20387..5:9.8.9.80.3/..79-07...1. 207..39.3 9.:-07. 85072. 57. /3.7-07..25:7/.80-:.7:8 5.7/.9..3 /808:.7.73..5./.380.3507.3808:..3-:..2   .7:2-07-039: 202.39. 09...343.3.9.-./203:7:90890..:5:3-093..8:8:8  ..39.9474708.302. .3808:.2113/0  5.-.5.9.3-039:3.903 $0.7.757.9. 0.    .3-.8 07/..9.3..9.380-08.343.39./.5.0709.203035.5:9 5.8.9.03:7:9..3907.-.3/..902..2-007.03 . 907.3070/9.300207.3202503./.8.82.:2 /-..9//.39/.5.93..7    43.3503./08.9:4.2.3/.574808503.3907.890:7.9#.3-..2..8.3 39738 /.9:7 09.47.9.8/.3 09.7.3/.-.3.3/-.:2:23.30.943.2-:7./:.584080./..3-..3-.8.3  .9/-0/.3503.4743.5.39.39.3.3-093.99:-:3.5079.2./ ./.2.3.503.9..2.3:9:-.3 507.73.7.7.4743 -.9.3:39:2.:/8..343.8.31.5.9.3 0:.9503.9474708 !.3. 207.390780-:98:/.:.:2.3507:-.32.3././7.9.5:9327302508.380.757.9.82...//-/.009.202078..

73.7.8..7..-.8.9.73/:-093.902.9185072.:43/83:3.370574/:85.9185072.9..-.3/03..8.90890870708 50702-.7:502-039:.343./..9:570.05..3089073.9/.3/..947089073./.7.32. /03.7./..507:9 /-.35418.8.3   %203:7:9%08907/..3.309:7:3.3.9443.5..7502-.23202-03.8.3.3-.8503.5'.90403088  03/4034:8..93/   42039./4784.3404:$:57./.920309.507:9-../.390:7/..3-.9489 85072./ 09.257 2.9.  43.2.73./.3.390890870708   !74808502-039:. 5072:.3 /03.703..9.9:-:.2. 7.33./.3.5079.507:93./..39.7:2-07.73.3-093.39.7 !48.3   .7:!4893.9203.5.9403088 ..90403088   .05.3  548..3743.7..5.3 9..3-.3.9/-0/.8.3 -:.39./.::././:7:90:.3/./.343.3.7.5./.307./   $!&$#   0825:..::39:202507.9.37:.32.343./.203:7:90890.. 2...343.8    $.43.3.9:9:538..9403088 9089082.2./7..3  20387. 9079:.9.9:85072.920309.3.09070-/..90.9.43.343.73.07.3-.73/:.743./.3 :-.3/.347.. ./..3202503.3202503./.920309./.05.9/825:.3.   !74808502-039:. .8.3.300207..9.30.9/ 8085072..347243 :2:7 0309 .729 80/.3038 .390:7 202-03.90709.3-07.3.350702-.3.3 02507.902.. 5.3.9.39.9. .94739073.5.2. /743.90403088 04034:8.3-07..390709..33./-07.7.0790-7.343.  .9.3/...9.002-:3703..:5037:5002-07.9.39. .3./:.3 -./743.32.79/.5'.3./.2502-0.343..03..3.3 090780/.5.3!48./:7:92030:. 85072.7..9:/0.3 85072..5.39:/.343.507.5:9/.3-093.   7 .9 02.9.39.9/./207:5. ..3.07.9202503.3../.3./.7 !48930-.. -07507:9958  ./.9502.3/./.20302-.39.8503.7:/.8/.3.3.7:502-039:.342039.3...343.:39:202507.3 0./.385072.907./ .3/.993.8./.3/./-093.9.393.32.3 07.0207..3.354945074/0 8::  8:-897.74.3.2-.5:9/.3-.3 09.3%.3808:.73.9489  85072.3-093.3/03..343..9:-:   7 .807./ . .//..902.5.9:50702-.3 .33.7 942  ./7./.3 43../.3   07/.7.3   %203:7:9..:93.33.7:8 5.3.39.07.3507.343.342039.8.3 $0-.350702-.507.9443.38.8.5.47..

.3/02#& ..:.$0.:/.9...3503:!#& .02-.3/03...3 202-.3 $:2.93 !..9574103.7.907.:90:  4:$:57.3 3/4308.32070..3/:5/.5: 7854 O O O O 94-07   57   :3   0   !03:9   . .390.7:8-079.-07:.