P. 1
Fisiologi Hewan Air

Fisiologi Hewan Air

|Views: 1,011|Likes:
Published by Trini Y. Pratiwi

More info:

Published by: Trini Y. Pratiwi on Nov 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

Fisiologi Hewan Air

OSMOREGULASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Osmosis. Pada hakekatnya osmosis adalah suatu prose difusi. Para ahli kimia mengatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu, tetapi menghalangi molekul lain dikatakan permeabel secara diferensial.. Seperti dikatakan di atas : pelarut universal adalah air. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel secara diferensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Perlu ditekankan bahwa “konsentrasi” disini, adalah konsentrasi pelarutnya, yaitu air dan bukan konsentrasi dari zat yang larut (molekul, ion) dalam air itu. Pertukaran air antara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang begitu penting sehingga memerlukan suatu penamaan khusus yaitu osmosis (Kimball,1983). Osmoregulasi merupakan upaya yang dilakukan oleh ikan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion-ion antara tubuh ikan dengan lingkungannya (Taufik dan Eni, 2006). Proses adaptasi terhadap kondisi salinitas dilakukan melalui proses osmoregulasi yaitu proses pengaturan antara tekanan osmotik dalam tubuh agar sesuai dengan tekanan osmotik medianya (Rusdi dan Muhammad, 2006). Jika akhirnya tercapai keadaan yang seimbang, maka volume itu menyatakan berapa besarnya nilai osmosis dari larutan gula. Kelebihan volume itu mempunyai berat yang menekan ke segala jurusan dan tekanan itu kita sebut tekanan osmosis. Tekanan osmosis itu sebenarnya tak lain hanyalah pernyataan lain dari nilai osmosis (Dwijoseputro, 1992). Osmosis adalah pergerakan air dari cairan yang mempunyai kandungan air lebih tinggi (yang lebih encer) menuju ke cairan yang mempunyai kandungan air lebih rendah (yang lebih pekat). Contoh osmosis ialah pergerakan air dari larutan gula 5% menuju larutan gula 15% (Isnaeni, 2006). 1.2 Pengertian Osmoregulasi. Osmoregulasi adalah proses untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut yang ada dalam tubuh hewan (Isnaeni, 2006). Kemampuan mengatur konsentrasi garam atau air di cairan internal disebut dengan osmoregulasi (Nybakken, 1992). Osmoregulasi adalah proses organisme yang mampu mempertahankan perbedaan keseimbangan garam internal dari medium eksternal (Afrianto, 1996). 1.3 Pengertian Difusi. Difusi dapat diberi batasan (definisi) sebagai gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah lain dengan konsentrasi lebih rendah yang disebabkan oleh energi kinetik molekul-molekul tersebut (Villee, dkk, 1988). Jika beberapa subtansi terlarut mempunyai konsentrasi yang lebih kuat pada suatu larutan, substansi ini akan mengalir secara berangsur-angsur sampai molekul (atau ion) terdistribusi merata ke seluruh larutan. Proses ini disebut difusi (Marsland, 1964). Difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinyu yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan dan daya larut

dalam lipid dari partikel-partikel tersebut (Kimball, 1983). 1.4 Transpor Aktif. Gerakan ion dan molekul melawan suatu gradien konsentrasi ini disebut transpor aktif (active transport). Disebut aktif karena sel-sel itu harus mempergunakan energi untuk transportasi melawan daya difusi yang pasif (Kimball, 1983). Menurut Gordon et. al (1977), transpor aktif adalah gerakan substansi melawan gradien aktivitas elektrokimia, sering kali melalui kombinasi reversible dengan beberapa tipe intramembran pembawa molekul. Energi diperoleh dari metabolisme. Menurut Prosser and Frank (1961), transpor aktif adalah transpor pengontrol metabolisme yang dapat dibawa oleh pembawa enzim atau membran perantara moleku-molekul khusus. Metabolisme alami dengan pembawa atau perantara enzimatik. Sedangkan ekuilibrium elektrik, elektrolis khusus yang diabsorbsi sebagai molekul netral atau seperti ion ditukar dengan ion lain yang tandanya sama. 1.5 Organ Osmoregulasi. Hampir semua hewan akuatik, organ yang sering digunakan dalam pertukaran air dengan lingkungannya adalah insang, usus dan ginjal. Dalam bentuk lain, kelompok air tawar seperti amfibi, kulit juga merupakan bagian penting dalam gerakan air (Gordon et. al , 1977). Adapun organ-organ tubuh yang berperan sebagai tempat berlangsungnya osmoregulasi adalah : insang, saluran pencernaan, intergumen (kulit) dan organ ekskresi pada kelenjar antena (Mantel dan Farmer, 1983 dalam Kordi dan Andi, 2007). Garam yang berakumulasi baik melalui makanan yang masuk maupun melalui difusi ke dalam melewati permukaan-permukaan seperti insang, dikeluarkan oleh ginjal dan oleh suatu linear khusus yang mengekskresikan garam yang terdapat dibagian caudal usus hiu (Villee, dkk , 1988). 1.6 Pola Regulasi Air dan Ion pada Ikan. Apapun komposisi kimianya, dua larutan yang mempunyai konsentrasi osmotik sama dikatakan isoosmotik. Jika dua larutan berbeda konsentrasi, yang berkonsentrasi lebih disebut hiperosmotik dan yang lebih rendah disebut hipoosmotik (Gordon et. al, 1977). Menurut Musida (2008), pola regulasi pada ikan dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : 1. Regulasi hipertonik atau hiperosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh hewan yang lebih tinggi dari konsentrasi media. 2. Regulasi hipotonik atau hipoosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih rendah dari konsentrasi media. 3. Regulasi isotonik atau isoosmotik, yaitu bila kerja osmotik dilakukan pada keadaan konsentrasi media. Cairan tubuh dan sel dari kebanyakan organisme laut serupa sifat osmosisnya dengan air laut dengan salinitas 33 ‰. Pada organisme-organisme daratan dan air tawar ini agak lebih rendah. Bila dibedakan kepada lingkungan hipotonis cairan dengan salinitas lebih rendah dari pada salinitas cairan berlebihan. Dalam situasi hipertonis (dimana cairan sekitarnya lebih tinggi salinitasnya) ia kehilangan cairan ke lingkungannya. Kedua macam situasi dapat membahayakan (Mc Connoughey dan Zottoli, 2000). 1.7 Proses Osmoregulasi. 1.7.1 Ikan Elasmobranchi. Menurut Bond (1979) dalam jatilaksono (2007), osmoregulasi pada ikan-ikan elasmobranchi menyokong teori bahwa tekanan osmosis yang disebabkan oleh garam-garam dalam darah disebabkan oleh penahan urea dan sedikit bahan nitrogen lainnya. Urea merupakan hasil

akhir metabolisme nitrogen yang dikeluarkan air kencing hiu dan pari. Sewaktu penyaringan glumerulus melalui sepasang tubuh ginjal. Segmen-segmen khusus menyerap kembali urea (70-90%) sehingga darah mengandung lebih kurang 350 mmol/L urea elasmobranchi umum. Menurut Affandi dan Usman (2002) dalam Jatilaksono (2007), secara umum dikatakan bahwa cairan tubuh golongan ikan elasmobranchi mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar dari lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan Tri Meilamin Oksida (TMAO) dari tubuh. Karena cairan tubuh yang hiperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan melalui air seni. Cairan tubuh golongan Elasmobranchi umumnya mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar daripada lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan TMAO dalam tubuh. Karena cairan tubuhnya yang hyperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya, kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan sebagai air seni. Penyerapan kembali terhadap urea di dalam tubuli ginjal merupakan upaya pula dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuhnya yang bersifat impermeabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya (Rachman, 2003). 1.7.2 Ikan Teleostei. Teleostei laut, yang mempunyai cairan tubuh hipoosmotik terhadap air laut, mempunyai mekanisme adaptasi tertentu yang bermanfaat untuk menghindari kehilangan air dari tubuhnya. Pada hewan ini, kehilangan air dari tubuh terutama terjadi melalui insang. Sebagai penggantinya, hewan ini akan minum air laut dalam jumlah banyak. Namun, cara tersebut menyebabkan garam yang ikut masuk ke dalam tubuh menjadi banyak pula. Kelebihan garam ini harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Pengeluaran dalam jumlah besar dilakukan melalui insang, karena insang ikan mengandung sel khusus yang disebut sel klorid. Sel klorid ialah sel yang berfungsi untuk mengeluarkan NaCl dari plasma ke air laut secara aktif (Isnaeni, 2006). Pada golongan ikan teleostei terdapat gelembung air seni (urinary bladder) untuk menampung air seni. Di sini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion, dindingnya impermeabel terhadap air seni (Rachman, 2003). Insang teleostei terdiri dari dua rangkaian yang tersusun atas empat lengkungan tulang rawan dan tulang keras (holobrankhia) yang menyusun sisi-sisi jaring. Insang juga dilengkapi dengan lapisan sel-sel penghasil mukus dan sel-sel yang mengekskresikan amonia dan kelebihan garam (Irianto, 2005). 1.8 Pengaruh Salinitas dan pH Terhadap Ikan. Salinitas air berpengaruh terhadap tekanan osmotik air. Semakin tinggi salinitas, akan semakin besar pula tekanan osmotiknya. Biota yang hidup di air asin harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap tekanan osmotik dari lingkungannya. Penyesuaian ini memerlukan banyak energi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk keperluan tersebut (Kordi dan Andi, 2007). Menurut Irianto (2005), pada kondisi pH rendah yang bersifat kronik, dapat terjadi gangguan kesehatan berupa terhambatnya pertumbuhan. Adapun pada kondisi pH rendah akut, ikan menjadi hiperaktif, nervous dan produksi mukus insang yang berlebihan dan pada akhirnya menyebabkan gangguan pernapasan. Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 78,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi

akan berakhir jika pH rendah (Effendi, 2003). 5.2 SARAN Diharapkan pada praktikum selanjutnya, praktikan lebih teliti lgi dalam pengamati perubahan – perubahan yang terjadi pada ikan sehingga data yang diperoleh lebih valid lagi.

RESPIRASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Respirasi Pernafasan adalah proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernafasan. Proses pengikatan oksigen tersebut selain dipengaruhi struktur alat pernafasan, juga dipengaruhi perbedaan tekanan parsial O2 antara perairan dengan darah. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan gas-gas berdifusi ke dalam darah atau keluar melalui alat pernafasan (Fujaya, 2004). Menurut Dwijoseputro (1992) pernafasan adalah suatu proses pembongkaran dimana energy yang tersimpan ditimbulkan kembali untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan. Menurut Batu (1983) respirasi berarti suatu proses yang menghasilkan energy dari oksidasi biotic. Reaksinya adalah sebagai berikut : Gas Oksigen + Gula Air + Zat asam arang + Energi Pernafasan adalah menghisap udara ke dalam paru-paru dan mengeluarkannya dari paru-paru. Udara yang dihisap tidak seluruhnya oleh paru-paru dipakai, seperti kita ketahui bahwa di dalam udara terdapat berbagai gas yang banyaknya berbeda (Iskandar, 1974). Sistem pernafasan bertugas mengambil oksigen dari udara. Setelah sampai pada paru-paru, oksigen dipindahkan ke darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam pembuluh darah, oksigen ditukar dengan karbondioksida. Karbondioksida sebagai hasil oksidasi respirasi sel dan dibawa ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh (Ayiseti, 2008). 1.2 Jenis-jenis Respirasi Menurut Batu (1983) proses oksidasi dapat dibedakan atas beberapa tipe, yaitu : a.Respirasi aerobic : dimana gas-gas atau molekul oksigen berfungsi sebagai penerima hydrogen (oxidant) b.Respirasi anaerobic: tidak memerlukan oksigen tetapi yang berfungsi sebagai penerima electron (oxidant) adalah persenyawaan anorganik c. Fermentasi : termasuk respirasi anaerobic, persenyawaan organic berfungsi sebagai oxidant (menerima electron) Pada dasarnya pengertian respirasi eksternal sama dengan bernafas, sedangkan respirasi internal atau respirasi seluler ialah proses penggunaan oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan zat sisa metabolism sel yang berupa CO2. Oksigen yang diperoleh hewan dari lingkungannya digunakan dalam proses fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP. Sebenarnya, hewan dapat menghasilkan ATP tanpa oksigen.Proses semacam itu disebut respirasi anaerob. Akan tetapi, proses tersebut tidak dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak. Respirasi yang dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak ialah respirasi aerob (Isnaeni, 2006). 1.3 Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

Rata-rata konsumsi oksigen dipengaruhi oleh aktivitas, suhu, ukuran tubuh, tingkat pada siklus hidup, musim dan waktu dalam hari sesuai persediaan. Persediaan oksigen dan latar belakang genetic. Meskipun merupakan subjek dengan kualifikasi khusus, hanya sedikit nilai rata-rata konsumsi oksigen yang diukur dibawah kondisi fisiologis yang digunakan sebagai dasar diskusi. Selanjutnya tentang faktor modifikasi (Prosser and Brown, 1961). Konsumsi oksigen bervariasi tergantung pada spesies, ukuran, aktivitas, musim dan suhu.Hewan yang berenang cepat menggunakan lebih banyak oksigen selama periode aktivitasnya daripada hewan yang istirahat. Hewan yang lebih besar menggunakan lebih sedikit oksigen daripada hewan yang kecil. Konsumsi oksigen meningkat sampai beberapa tingkat kritis kemudian menurun, tetapi banyak hewan yang dapat menyesuaikan untuk perubahan musim dingin daripada selama tahun istirahat (Royce, 1972). 1.4 Sumber O2 dalam Air Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer (sekitar 35%) dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Novotny dan Olem, 1994). Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air dapat terjadi secara langsung pada kondisi air diam (stagnant). Difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan massa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Menurut Kordi dan Tancung (2007) oksigen dalam air tambak dihasilkan melalui proses difusi dari udara yang mengandung 20,95% oksigen. Proses ini terjadi secara cepat pada selaput pemukaan air, namun berjalan sangat lambat ke lapisan yang lebih dalam. Sumber oksigen lainnya adalah fytoplankton dan adanya aliran air baru yang masuk ke dalam tambak/kolam, oksigen di dalam air dapat berkurang karena proses difusi, respirasi dan reaksi kimia (oksidasi dan reduksi). 1.5 DO (Dissolved oksigen) Apabila oksigen di dalam air terdapat dalam bentuk terlarut disebut keadaan aerob, apabila terdapat bentuk tidak terlarut tetapi berikatan lain dengan unsur seperti NO4 dan NO3 disebut keadaan anoksik, sedangkan apabila tidak terdapat sama sekali oksigen dalam air, baik yang terlarut maupun yang membentuk ikatan dengan unsur lain disebut anaerobik (Barus, 2002). Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang paling penting pada budidaya. Ikan konsentrasi oksigen terlarut dalam kolom selalu mengalami perubahan dalam sehari semalam. Oleh karerna itu pengelola kolam ikan harus mengetahui atau memantau perubahan konsentrasi oksigen terlarut didalam kolamnya (Ana, 2009). Oksigen terlarut dibutihkan oleh semua jasad hidup untuk pernafasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan (Salmin, 2008) Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang sangat vital bagi kehidupan organisme perairan, konsentrasi oksigen terlarut cenderung berubah lebih sesuai dengan keadaan atmosfer (Ahmad dan Edward, 2004). Oksigen (O2) merupakan unsur fatal dan sangat diperlukan dalam proses respirasi dan metabolisme semua organisme perairan termasuk fitoplankton atau algae, oksigen yang diperlukan bakteri pengurai untuk proses dekomposisi bagian organik (Herawati, 2000). 1.6 Mekanisme Masuknya O2 Dalam Perairan Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air terjadi secara langsung pada kondisi air dalam (stagnatif) difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan masa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Mekanisme pertukaran arus yang berlawanan sangat berguna dan 90% dari oksigen yang terlarut dalam air dapat diambil, ini lebih dari ppada 25% oksigen yang dapat diambil oleh

Secara kontinyu dekomposisi oleh hewan dan tumbuhan saat diserap untuk proses dekomposisi bahan organik (Arfiati. 1. Jika gerakan mackerei melebbihi 0. 1. Proses ini disebut velisikasi dorong. Peningkatan temperatur mengurangi kelarutan gas dalam air tawar perubahan dari 50oC ke 55oC mengurangi jumlah oksigen dari 9 ml ke 5 ml (Gordon et. Urat daging corochroticod dan coroocobranchi berkontruksi menyebabkan rongga uropharyngel bertambah lebar. Pada serat itu air masuk kedalam mulut bersamaan dengan penutup bagian luar menutup tekanan air yang datang dari luar. pH. 2. 1977).6 m/detik gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada vertilasi dorong (Villee. Urat daging abdutor pada rahang bawah dan lengkungan insang atas dan bawahnya berkontraksi. 2003). Ekspirasi terjdi karena adanya relaktiogi otot resblima dan pengerutan dinding alveoli (Isnaeni. 1.4 m/detik maka gerakan memompa operculum menjadi lambat dan kalau melebihi 0.9 Hubungan Suhu dan Respirasi Aktivitas mikroorganisme memelikan suhu optimum yang berbeda-beda tetapi proses dekomposisi biasanya terjadi pada kondisi udara yang hangat.8 Fase Respirasi Menurut Rachman (2003) fase-fase pernafasan pada ikan dibagi 3 yaitu : 1. 1. Ruang insang dipersempit oksigen kontraksi urat daging dan bersamaan dengan itu insang terbuka secara pasif. al. 1994). 1988 dalam Efendi. 2003).7 Konsumsi Oksigen Dalam Perairan Oksigen sebagai gas penting dalam kimia dan biokimiawi. Berbeda dengan fase inpirasi yang bersifat aktif. 2003). proses ini disebut vertilasi dorong. katup mulut tertutup dan insang bagian luar masih tertutup. Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang. 2006). Pada kisaran suhu ini setiap peningkatan suhu sebesar 10oC akan meningkatkan proses dekomposisi dan konsumsi oksigen menjadi 2 kali lipat (Effendi.10 Perbedaan Organ Respirasi Ikan Demersal Dan Ikan Pelagis Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang.4 m perdetik maka gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada ventilasi dorong (Rachman. 2003). 1988) . 2001) Selain akibat prises respirasi tumbuhan dan hewan hilangnya oksigen diperairan juga terjadi karena oksigen dimanfaatkan oleh mikriba untuk mengoksidasi bahan organik. dkk. 3. jenis bahan organik dan rasio karbon dan nitrogen (Bold. Kontruksi otot tersebut akan meningkatkan volume rongga dada dan menyebabkan atmosfer pun segera masuk paru-paru.mamalia dari udara dengan paru-parunya (Rachman. fase elpirasi merupakan proses pasif. Jika gerakan mackarel melebihi 0. pasokan oksigen. Pada mamalia fase respirasi merupakan proses aktif yang terjadi karena adanya kontraksi otot inepratori (otot diantaranya tulang-tulang iga dan diafragma). Kecepatan dekomposisi meningkat pada kisaran 5oC – 35oC. Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terlarut di atmosfer (selular 38%) dan aktifasi fotosintesis oleh pertumbuhan air dan fitoplankton (Norotry dan Olem. Oksidasi bahan organik diperairan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : suhu.

Menurut Kordi dan Tancung (2007).3 Faktor Koreksi Kurangnya ketelitian praktikan pada saat perhitungan bukaan mulut menggunakan Hand Tally Counter sehingga dapat mempengaruhi hasil ketepatan data. PEMBAHASAN 4. reaksi kimia. Hal lain yang menjadi faktor koreksi adalah kesalahan prosedur percobaan pada perlakuan yang tidak berurutan yang dapat menyebabkan percobaan terganggu. suhu tinggi tidak selalu berakibat mematikan tetapi dapat menyebabkan gangguan status status kesehatan untuk jangka panjang.4 Manfaat Di Bidang Perikanan Dengan mempelajari respirasi maka kita dapat tahu dan mengatur suplay oksigen yang tepat bagi kehidupan biota air misalnya di areal pertambakan.4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. Kapasitas panas yang besar dari air merupakan mekanisme penyangga yang baik apabila terjadi perubahan temperatur di udara secara tiba-tiba. Menurut Irianto (2005). Pada suhu rendah. Karena oksigen merupakan salah satufaktor pembatas. Hal ini sesuai denga pendapat Brown (1987) dalam Effendi (2003). Akibatnya ikan menjadi hewan yang elatif mempunyai sifat stenothermal (toleransinya terhadap suhu sangat sempit). Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyeabkan peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme aquatik sekitar 2-3 kali lipat. Laju respirasi terlihat tetap pada batas kelarutan oksigen 3-4 ppm pada suhu 20-30oC. suhu dan tingkat aktivitasnya dan batas minimumnyaadalah 3 ppm atau 3 mg/l. peningkatan suhu menyebabkan peningkatan viskositas. Pada dasarnya suhu rendah memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi. jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pernapasan biota budidaya tergantung ukuran. sehingga bila ketersediannya didalam air tidak mencukupi kebutuhan biota budidaya. 2007).2 Analisa Hasil Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. Fenomena ini bersama dengan sifat poikilotermik atau ektotermik (suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu masa air sekitarnya) ikan menunjukkan kenyataan bahwa peranan temperatur lingkungan tempat hidupnya merupakan hal yang penting ( Kordi dan Tancung. tergantung jenisnya. Selain itu peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan . Kandungan oksigen didalam air yang dianggap optimum bagi budidaya biota air adalah 4 – 10 ppm. tetapi suhu rendah menyebabkan sterss pernapasan pada ikan berupa menurunnya laju pernapasan dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen. 4. maka segala aktivitas biota akan terhambat. 4. kurus dan tigkah laku abnormal. akibat yang di timbulkan antara lain ikan menjadi lebih rentan terhadap infeksi fungi dan bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun. dan selanjutnya meningkatkan konsumsi oksigen. Kelompok yang memiliki bukaan mulut sedikit bahkan tidak ada pada menit-menit terakhir yaitu kelompok 1 dan 3 dengan suhu 5oC dengan jumlah 47 dan 8 kali bukaan mulut Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu pada sutu perairan maka oksigen akan berkurang. Ikan akan mengalami sterss manakala terpapar pada suhu diluar kisaran yang dapat di toleransi. yang menyatakan bahwa peningkatan suhu sebesar 1oC akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. Menurut Effendi (2003). Misalnya stess yang di tandai dengan tubuh lemah. evaporasi dan volotilisasi. Menurut Effendi (2003).4.

Pakan yang dikonsumsi oleh ikan akan mengalami proses digesti di dalam sistem pencernaan sebelum nutrisi pakan tersebut diabsorbsi yang akan dimanfaatkan untuk proses biologis pada tubuh ikan (Titik. Pencernaan meliputi semua proses dimana bahan makanan organik kompleks yang kaya energi dipecah di dalam sel atau jaringan tubuh (Guyer and Charles.2 Saran Diharapkan pada praktikum selanjutnya para praktikan lebih memperhatikan bagaimana cara menghitung bukaan mulut pada saat menghitung laju respirasi supaya tidak mempengaruhi nilai kevalidan data. Oksigen terlarut merupakan faktor yang penting yang digunakan pada proses respirasi dalam air. . Faktor yang mempengaruhi respirasi antara lain besar tubuh ikan. 2. 2008).kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. 1964). Pertukaran gas (O2 dan CO2 ) berlangsung dalam insang dan pada beberapa ikan menggunakan kulit untuk bernapas. PENDAHULUAN 1. 1983). 4.1 Definisi Pencernaan Bahan makanan yang padat biasanya dipecah menjadi larutan berisikan molekul organik yang relatif kecil dan dapat larut sebelum dapat dipakai oleh organisme heterotrofik. Digesti merupakan proses pemecahan zat makanan yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana. 5. Respirasi adalah pengambilan oksigen dan pelepasan karbondioksida. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. SISTEM PENCERNAAN 1. suhu dan metabolisme makanan. Kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. 5. Semakin tinggi suhu perairan maka jumlah bukaan mulut semakin banyak. 6. Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2-3 kali lipat. Semakin tingi suhu perairan maka konsumsi oksigen semakin meningkat. dan selanjutnya mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen. 7. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Sumber O2 dalam air dapat berasal dari atmosphere dengan cara difusi dan juga fotosintesis. suatu proses yang disebut pencernaan (Kimball.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1.4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. kharakteristik air. sedangkan pernapasan ikan dalam air itu adalah pengambilan oksigen dari air dan pelepasan CO2 kedalam air. Proses digesti memerlukan waktu dalam mencernakan makanannya. 3.

1. Ikan herbivora ini harus dapat mengekstraksi nutrient melalui ususnya yang panjang.4 Organ Pencernaan dan Fungsi Menurut Noer dan Widowati (2007). Dikatakan kelenjar eksokrin karena hasil sekresinya melalui sistem saluran dan endokrin karena sekresi dikeluarkan menuju target organ melalui pembuluh darah. Menurut Tyler (1976). bersama dengan sekresi dari pankreas. rata-rata pengosongan lambung merupakan salah satu determinasi utama pada pencernaan makanan dan pengetahuan pada aspek ini sangat berguna untuk mendeterminasi frekuensi makanan optimal yang dipelajari dalam pengosongan lambung adalah spesies predator. Hepar menghasilkan bilus melalui duodenum dimana jika bilus yang disekresikan hepar berlebih akan disimpan dalam vesiko felea yang merupakan bentukan dari pelebaran saluran hepar. Membersihkan toksik pada darah juga dilakukan hepar. suhu. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. Sel hati terus menerus menghasilkan empedu. 1. dipengaruhi oleh tipe makanan. Garam empedunya mengemulsikan lemak dan memecahnya dalam bagian-bagian yang kecil dan dengan demikian membuat permukaan lemak itu lebih besar untuk kerja enzim pemecah lemak. 1997). menetralkan makanan asam yang keluar dari lambung dan menciptakan pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim usus. kualitas makanan dan dampak rata-rata pengosongan lambung terhadap sejarah kehidupan ikan. Menurut Bromley (1994) dalam Moyle and Joseph (1996) pengukuran rata-rata pengosongan lambung sama dengan rata-rata makan. . Ikan yang herbivora secara sederhana dapat dinyatakan bahwa ikan itu tidak mempunyai kemampuan untuk memakan dan mencerna material lain selain tumbuhan. Bromley (1994) dalam Galano et. Menurut Ville. dan lewat saluran sisnik ke dalam kantung empedu. kelenjar pencernaan disekresikan oleh organ hati. dan tipe konsumen. Meskipun empedu tidak mengandung enzim pencernaan. a. Oleh karena itu ikan pemakan tumbuhan cenderung memakan material tumbuhan yang lambat dicernanya. Hati dan pankreas adalah pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. b. fraksi ingesti makanan yang dicerna dan diabsorbsi disebut digestibility makanan. empedu dan pankreas. Secara kontras ikan karnivora mempunyai usus pendek lebih khusus (Effendie. 1. dengan daya cerna relatif. dkk (1984) sel-sel sekretoris biasanya merupakan bagian dari lapisan saluran pencernaan. Fungsi hepar dalam pencernaan makanan itu sendiri mensekresi bilus yang dikeluarkan dari saluran hepar menuju ke duodenum dimana lemak yang teremulsi di proses bersama enzim dari pankreas. Sifatnya yang basa. Hati (Hepar) dan Kantung Empedu Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar yang mempunyai fungsi variatif dan berbeda yaitu menyimpan hasil pemecahan karbohidrat (sebagian pada golongan cyclostomata dan ikan) dan lemak.2 Pengertian Kemampuan Daya Cerna Ikan Pada Makanan Menurut Gordon et. tetapi dapat juga terdapat dalam kelenjar atau organ-organ seperti hati dan pankreas. a. Jadi usus ini berfungsi sebagai penahan makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang lama untuk mendapat kesempatan penggunaan penuh material makanan yang sudah dicernakan.al (2003).al (1977). Proses laju digesti dapat disebut juga dengan proses laju pengosongan lambung. tetapi mempunyai fungsi ganda dalam pencernaan. Pankreas Pankreas dikatakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. ukuran makanan.3 Pengertian Gastric Evacuation Time (GET) Menurut Santoso (1994) dalam Titik (2008) proses digesti memerlukan waktu untuk mencernakan makanannya.

b. chymotripsin dan carboxipeptidase yang bekerja pada protein dan polypeptide. sedangkan di lambung dengan pengaruh enzim pepsin. empedu dan usus sendiri. gliserol dan asam lemak bebas.2 Proses Perncernaan Lemak Menurut Iskandar (1979).5.5. 2. 1. Pepsin bertugas untuk menghancurkan struktur jaringan ikat makanan dan membebaskan lemak pada makanan. enzim yang bertanggung jawab dalam pencernaan karbohidrat adalah karbohidrase. Lipase akan menghidrolisis lipid dan trigliserida menjadi digliserida. Tetapi pada hewan lain sekresi nuclease biasanya hanya sedikit sekali. usus 12 jari) dan akan memecah pati menjadi dekstrin. Membran mukosa lambung menghasilkan enzim pemecah protein yaitu pepsinogen kemudian dirangsang oleh asam hidroklorida (HCl) lambung pada pH 1. Pencernaan lemak dipermudah dengan adanya garam empedu. 1. Pankreas merupakan kelenjar pencernaan yang penting dan menghasilkan sejumlah enzim yang bekerja pada karbonhidrat. Enzim ini memutuskan ikatan glikosidik pada karbohidrat sehingga dapat dihasilkan disakarida trisakarida dan polisakarida lain yang memiliki rantai lebih pendek. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara hidrolisis. yang menurunkan tegangan pemukaan dan mengemulsikan tetes lemak berukuran besar menjadi butiran lebih kecil. pada hewan air pencernaan protein membutuhkan enzim protease sebagai katalisator. Enzim yang merombak asam nukleat dihasilkan oleh pankreas sapi dan ruminansia lainnya.5 – 2.3 Proses Pencernaan Karbohidrat Menurut Isnaeni (2006). protein dan lemak. Enzim amylase juga disekresikan oleh pankreas. Amylase ludah menguraikan karbohidrat dengan cara memutus ikatan 1. usus halus dan usus besar. momogliserida. Pencernaan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus dua belas jari (duodenum) malalui katup pylorus. llipase lambung dan lipase pankreas. Dalam pankreas terdapat enzim trypsin.4 glikosidik pada pati dan glikogen sehingga dihasilkan campuran maltosa glukosa dan digosakarida. Lemak dan Karbohidrat) 1.5 Proses Pencernaan (Protein. maitotriosa dan maliosa. rennin dan mucus atau lender. tripsin dalam usus dan pankreas. monogliserida. Menurut Tanang (1988). Enzim ini masuk ke dalam usus melalui saluran pankreas yang berhubungan dengan saluran empedu. Enzim protease yang utama pada udang misalnya adalah tripsin dan kemotipsin. asam lemak. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). digliserida dan sedikit trigliserida yang tidak terhifrolisis kolestrol akan diesterkan dengan enzim esterase dan hidrolisis lecithin oleh enzim lecithinase. 3. di dalam mulut tidak terjadi pencernaan protein. Terutama enzim lipase bekerja pada trigliserida dengan hsil akhir gliserol. 1.0 kemudian menjadi pepsin. Menurut Isnaeni (2006).1 Proses Pencernaan Protein Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Amylase pankreas dialirkan ke usus halus bagian atas (duodenum. Menurut Iskandar (1974). pepsin. dalam Wirosaputro (1998) yang dimaksud dengan organ pencernaan adalah organ tubuh bagian dalam yang terdiri dari unit lambung.5. kimotripsin dan erepsin dalam usus. 1. protein dipecah menjadi protease dan polypeptide. Dengan bantuan mucus. pencernaan lipid di usus halus yang diemulsikan oleh empedu dan terjadi hidrolisis oleh enzim-enzim yang dikeluarkan pankreas. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas. yaitu enzim lipase yang bekerja pada lipid. pencernaan lipid baru dimulai pada saat bahan makanan sampai di usus. Pada vertebrata pencernaan protein membutuhkan pepsin misalnya pada perut ikan karnivora. enzim yang penting dalam pencernaan karohidrat .

Amylase di sekresi dalam seluruh saluran almentase pada ikan mujaer yang memakan ikan herbivora. kelenjar disekitar mulut mengeluarkan cairan yang disebut saliva atau ludah. Pencernaan mekanik (fisika) menggunakan taring misalnya pada ikan untuk menggigit. Pada hewan air misalnya karnivora.7 Struktur dan Fungsi Saluran Pencernaan Menurut Guru Ngeblog (2008). Pencernaan dalam Lambung Makanan yang telah dikunyah dalam mulut ditelan melalui esophagus masuk ke dalam lambung disebabkan oleh adanya gerak peristaltic pada esophagus dengan bantuan mucus. sistem pencernaan makanan terdiri atas beberapa organ tubuh. makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan besarnya sama. 2. lambung pada umumnya membesar dan batasnya dengan usus tidak jelas. yaitu mulut. lambung dan usus dengan bantuan pankreas dan empedu. Pencernaan karbohidrat. 2. Usus bermuara pada anus. Pencernaan kimiawi melibatkan enzim (contohnya protease. berdasarkan perangkat yang digunakan pencernaan pada hewan air terjadi secara mekanik dan kimiawi. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara . Enzim tersebut terdapat pada hewan avertebrata dan vertebrata. prosesnya serupa pada hewanavertebrata dan vertebrata. Dari lambung. Dari mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Struktur tembolok pada hewan air (pada ikan dan udang) juga digunakan untuk perncernaan mekanik. tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). lipase. Pada beberapa ikan. Pencernaan protein oleh enzim protease yang terdiri atas enzim eksopeptidase dan endopeptidase. amylase) sebagai katalisator untuk mempercepat prosesnya. Ditinjau dari tempat berlangsungnya pencernaan makanan dapat terjadi di dalam sel (intraseluler) maupun di luar sel (ekstraseluler) (Isnaeni. saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). 1. 1. Beberapa hewan air juga mengunakan gigi dan mengoyak pakan misalnya pada ikan lele. Makanan yang dimakan dalam bentuk besar diubah menjadi ukuran yang kecil. Sebanyak 85% ikan Teleostei memiliki lambung yang digunakan untuk pencernaan mekanik. Sistem pencernaan berfungsi untuk mengubah bahan makanan yang kompleks menjadi sari makanan yang sederhana agar dapat diserap oleh sel. Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender. Dari kerongkongan makanan didorong masuk ke lambung. amylase disekresi dari seluruh saluran gastrointerstinal maupun dari pankreas.adalah amylase yang bekerja pada amilum dan memecahnya menjadi maltosa dan kemudian maltoda memecahnya menjadi glukosa dengan proses pencernaan kimiawi. dihidrolisis oleh amylase. Pencernaan selulosa memerlukan selulise yang dihasilkan oleh bakteri simbiotik. katalisis oleh sukrase.6 Proses Pencernaan Fisika dan Kimia Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Menurut Poedjiadi dan Titin (2007). 1. Selama penghancuran secara mekanis ini berlangsung. Dalam kondisi normal reaksi berjalan lambat tetapi dengan hidrolisis dan kerja enzim reaksi kimia berjalan lebih cepat. Pencernaan makanan dapat terjadi secara mekanis dengan bantuan gigi atau penggantinya (misalnya gigi parut dari bahan tanduk) dan secara kimia (dengan bantuan enzim pencernaan atau senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme). Pencernaan dalam Mulut Dalam mulut makanan dihancurkan secara mekanis oleh gigi dengan jalan dikunyah. 2006). 1. terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan.

pepsin. empedu dan usus sendiri. d) Remah. Menurut Maswira Webblog (2009). pakan hewan air dapat dibedakan sebagai berikut : . Bahan alami dan atau bahan olahan yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya tarik (merangsang) ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap. ciliate. Protein berguna saat proses pertumbuhan dan pengganti sel yang rusak sebagai zat pembangun. 1. Istilah lain untuk pakan ikan buatan adalah concentrate. yaitu epiphyton (periphyton) nekton dan bentos. mengatur fisiologis membentuk enzim dan hormone karena pakan alami dapat bergerak aktif dan sehingga mengundang larva untuk memakannya. plankton dapat dibedakan menjadi 3 golongan.2 Buatan Pakan ikan buatan merupakan makanan ikan yang dibuat dari campuran bahan.8. c) Tepung kasar.8. Nekton adalah jenis plankton yang bisa bergerak aktif. herbivora. Sedangkan benthos adalah jenis plankton yang menetap di bagian dasar perairan (Djarijah. h) silase. karbohidrat dan mineral. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas. 1. 3. rennin dan mucus atau lendir. g) Tepung darah. 1. radiolarian. b) Tepung halus. baik phytoplankton maupun zooplankton.Pakan nutrient dari organisme simbiotik. Pencernaan dalam Usus Makanan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus duabelas jari (duodenum) melalui katup pylorus. omnivora.8 Manfaat Kandungan Pakan Ikan 1. Tetapi menurut ekologi dan cara hidupnya. bentuk pakan buatan ditentukan oleh kebiasaan makan ikan : a) Larutan. algae – metodenya antara lain menggunakan cilia menyaring amoeba. Pada dunia pembesaran. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. memiliki komposisi gizi yang baik diantaranya protein.hidrolisis. Pakan ikan alami sebagai makanan ikan adalah plankton dan tumbuhan air lainnya.Pakan molekul organik terlarut diperoleh melalui uptake dari perairan sekitarnya misalnya pada vertebrata laut kecuali arthopoda.9 Jenis Makanan Pada Ikan Menurut fungsinya. Lemak dan karbohidrat berfungsi sebagai pembentuk energi yang akan digunakan tubuh. lemak. 1995). crustacean. yang hidup menempel pada benda-benda air atau melayang-layang dalam air. vitamin dan mineral akan membantu proses metabolisme. Sebagai makanan pokok apabila sebagian besar sumber energi yang diberikan dari luar digolongkan sebagai makanan tambahan (Djarijan. pakan ikan dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu sebagai makanan utama (makanan pokok) dan makanan tambahan.Pakan partikel kecil : bakteri. Menurut Sutan Muda (2008). e) Pelet. pakan alami sering digunakan untuk memacu perumbuhan (misal cacing sutra). 1995). gastropoda. . Ephiphyton adalah jenis plankton. . Namun istilah ini lebih memasyarakat untuk menyebut pakan unggas (Djarijah. 1995).Pakan partikel besar diperoleh dengan menangkap dan menelan mangsa ikan karnivora. Menurut Yuwono dan Purnama (2001) berdasarkan tipenya.1 Alami Pakan ikan alami merupakan makanan ikan yang tumbuh di alam tanpa campur tangan manusia secara langsung. dimana hewan memperoleh pakannya melalui . . Plakton dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu plankton nabati (phytoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). f) Eater. bivalvia.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai kecemasan bahan kering ransom adalah : 1. Berbagai cara yang dapat ditempuh dalam penyusunan ramuan. namun yang paling praktis adalah dengan menggunakan sistem segiempat pearson. dan sisanya lain-lain (Ekawati. Kompisis Cacing tubiex terdiri dari protein 46. Contoh : Akan dibuat ransom dengan kadar protein 30% sebanyak 250 kg dengan bahan-bahan yang sudah diketahui komposisi proteinnya. kandungan lemak total pada pakan akan memperlambat proses pencernaan dan waktu kosong saluran pencernaan ikan. Selain itu faktor-faktor kimia yang terdapat dalam perairan yaitu kandungan O2. Dari 10% bahan padatan isi 62. diantaranya temperatur lingkungan dan kualitas pakan. Komposisi Kimia 3.10 Komposisi Pakan (Pelet. 10% lemak. 1.simbiose. Menurut Schneider dan Flatt (1975) dalam Haetami dan Sukayo (2005). misalnya pada zoxanthele dan arthropoda. laju pengosongan laju digesti dipengaruhi oleh beberapa hal. Tubifex Kering. efisiensi daya cerna menunjukkan bahwa jumlah pakan yang dapat diabsorbsi oleh ikan semakin berkurang sejalan dengan meningkatnya ampas kelapa dalam pakan. Berikut ini adalah contoh formulasi pelet : Tepung ikan 50% Tepung Kedelai 30% Tepung Terigu 13% Kuning Telur 5% Premix 2% Dalam pembuatan pelet terlebih dahulu dilakukan penyusunan ramuan. 2005). Tingkat protein ransom 4. Dan kandungan serat yang tinggi pada pakan ikan dapat menurunkan laju tumbuh. sedangkan cacing darah (blood warm) 90% bagian ubuh adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan.0%. pH dan alkalinitas. lemak 15.1%.5% adalah protein.12 Faktor yang Mempengaruhi Digestibility Menurut Goenarso. dkk (2003). 1.11 Faktor-faktor yang mempengaruhi GET Menurut Mujiman (1984) dalam TItik (2008). Persentase lemak dan . Menurut Gunarso. H2S. 2008). Karena serat yang terkandung dalam pakan bercampur ampas kelapa secara tidak langsung akan meningkatkan kadar selulosa dalam pakan.1%dan abu 6. yaitu : Tepung Ikan (45% protein) Tepung Kedelai (41% protein) Dedak Halus (12% protein) Tepung Jagung (9% protein) (Isnaini. dkk (2003). Chironomous dan Lumut Jaring) Pelet adalah pakan tambahan yang dicetak berbentuk butiran dan diberikan untuk tahap pembesaran. Biasanya semakin banyak aktifitas ikan. 1. maka ikan semakin banyak membutuhkan energi sehingga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan banyak. CO2. Formulasi pelet bermacam-macam tergantung dari bahan dasarnya. Tingkat proporsi bahan pakan dalam ransom 2.

kemudian pada pakan chironomous 141. Selulose tersusun atas komponen dasar penyusun selulosa (monomer) yang saling berikatan dengan ikatan glikosidik.5. Sedangkan nilai GET terkecil berada pada kelompok 5 dengan nilai GET 49 jam dengan perlakuan ikan nila diberi pakan pelet.9 jam dengan perlakuan ikan nila (Oreochromis nioticus) diberi pakan pelet yang merupakan pakan buatan yaang telah dipenuhi komposisinya sesuai kebuuhan nutrisi pada ikan. Dari hasil pengamatan GET.5% dengan perlakuan ikan nila diberi pakan jenis lumut jaring. bahwa karbohidrat yang banyak ditemukan pada dinding sel tumbuhan adalah sesulose. ketiga kelompok 3 dengan nilai 97.80% dengan pakan tubifex. Oleh karena itu.2. Sedangkan untuk nilai t yaitu tenggang waktu antara saat pakan dimasukkan hingga keluarnya feses.5 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pada pakan pelet 312. Hal ini dapat terjadi karena cacing tubifex mengandung protein yang tinggi sehingga mudah dcerna oleh ikan. hewan memerlukan bantuan mikroorganisme yang memiliki enzim pemutus ikatan beta glikosidik.4% dengan pakan tubifex.1% dan abu 6.2 GET (Gastric Evacuation Time / waktu pengosongan lambung) Berdasarkan hasil praktkum GET. kedua kelompok 5 dengan nilai 97.29% dengan pakan pelet.5 jam. Hal ini dapat terjadi karena ikan lebih banyak menandung enzim protease daripada enzim amilase. Mineral Disamping itu perbedaan nilai bahan kering dicerna. pada hewan tidak memiliki enzim yang berfungsi untuk memecah ikatan glikosidik.1 Digestibility Pada pengamatan digestibility (daya cerna) terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) yang telah diberikan perlakuan ang berbeda terhadap perbedaan jenis pakan diperoleh hasil nilai digestibility (daya cerna) ikan nila tertinggi yaitu pada kelompok 2 dengan jumlah presentase sebesar 99. ketiga .82% dengan pakan pelet. kelompok 6 dengan pakan chironomous sebesar 97. Sementara itu nilai digestibility terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai preentase digestibilitynya terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai presentase digestibilitynya sebesar 79.80% dengan perlakuan ikan nila diberi paka alami yaitu tubifex selama 2 jam. Kemudian pada waktu 2 jam terdapat proses digestibility yang berada di daya cerna tertinggi secara berurutan adalah kelompok 2 99.9. diperoleh nilai GET tertinggi pada kelompok 4 yaitu nilai GET sebesar 312. Hal ini sesuai dengan pernyataan isnaeni (2006).7% dan kelompok 4 94. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ekawati (2005) bahwa komposisi cacing tubifex terdiri dari protein 46. mungkin disebabkan karena adanya perbedaan pada sifat-sifat maknan yang diproses termsuk kesesuaiannya untuk dihirolisis oleh enzim dan aktifitas substansi substansi yang terdapat di dalam pakan. Pada perlakuan GET dengan waktu 1.9% 4.1%. untuk mencerna selulosa.7% dengan pakan chironomous dan terendah kelompok 1 dengan nilai 79% dengan pemberian pakan lumut jaring. lemak 15. 4.2. akan tetapi karena ikan nila tidak mengeluarkan feses seingga t yang dimasukkan dalam perhitungan mencari nilai prosesntase GET adalah lama waktu pengamatan. hampir sebagian besar ikan nila tidak mengeluarkan feses sehingga nilai a yaitu tenggng waktu antara saat pemberian pakan dan tenggang waktu dimulainya proses pencernaan digunakan 1 jam karena diasumsikan selama kurun waktu 1 jam ikan nila sudah memulai proses pencernaan makanan dalam tubuhnya. Sementara itu urutann nilai digestibility (daya cerna) pada penggunaan waktu 1 jam adalah kelompok 7 dengan nilai 99. Sehingga ikan lebih baik dalam mencerna tubifex daripada lumut jaring.2 Analisa Hasil 4. Tujuan dari praktikum GET itu sendiri adalah untuk mengetahui waktu pengosongan lambung sehingga diasumsikan ketika ikan nila mengeluarkan feses maka lambung ikan dalam keadaan kosong.

Sementara iu cacing tubifex merupakan pakan alami yang mudah dicerna oleh ikan sehingga waktu pengosongan lambng semakin cepat.5 jam dan 3 jam diperoleh hasil bahwa pakan lumut jaring nili GET 1.5 jam dan 3 jam yang memilki nilai tetinggi adalah pada pemberian pakan pelet dan yang paling rendah adalah pada pakan tubifex dan cironomous. diantaranya temperatur lingkungan dan kualita pakan. sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada perlakuan 1.5 jam.5 jam adalah 312. Biasanya semakin banyak aktivitas ikan.9 dan perlakuan 3 jam adalah 105 pada kelompok 4 sehingga waktu pengosongan lambung yang terbaik adalah pada perlakuan3 jam. Karena pada saat proses metabolisme ikan membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan pernyataan O-Fish (2009) bahwa 90% bagian chironomous adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. pakan tubifex 282 jam. nilai GET pada waktu perlakuan 1. 4.pakan lumut jaring 47. Hal ini dapat terjadi karena chironomous banyak mengandung protein sehingga mudah untuk dicerna dan lambung cepat kosong.5 jam sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada waktu 1. Kemudian pada pakan tubifex kelompok 2 nilai GET 1. 4. Pada pengamatan 2 perlakuan waktu yaitu 1.25 dan 3 jam 282. 4.3 Faktor Koreksi Hal yang perlu menjadi koreksi pada praktikum ini adalah keadaan ikan yang seharusnya telah dipuasakan selama 3 hari.4 Manfaat Dibidang Perikanan Melalui praktikum tentang sistem pencernaan ini diperoleh beberapa mamfaat dibidang perikanan antara lain: .5 jam dan chironmous 94.5 jam dan 3 jam 141.2. Hal ini sangat erat hubungannya dengan waktu yang digunakan dalam pengamatan. Pada pakan chironomous nilai GET 1.5 jam. Kemudian mulainya perhitungan waktu saat ikan makan pertama kali bisa saja kurang teliti dalam mengamati dan juga dalam proes penimbangan ikan sering terjadi kesalahan sehingga data yang dihasilkan kurang akurat.5 dan terakhir cacing tubifex sebesar 42 jam.5 dan 3 ja adalah 27. Protein nabati (asal tumbuhan) lebi sukar dicerna daripada protein hewani (asal hewan).3 Hubungan Digestibility dan GET (Gastric Evacuation Time) Hubungan digestibility dan GET adalah apabila nilai dari digestibility meningkat maka nilai dari GET akan menurun.5 jam adalah 47. Pada perlakuan GET dengan waktu 3 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pelet 295 jam.5 jam adalah 141. Hal ini dapat terjadi karena tubifex dan chironomous merupakan jenis pakan yang banyak mengandung protein sehingga mudah dicerna. Dari 10% bahan padatan ini 62. maka semakin banyak membutuhkan energi sehinga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan lebih banyak jumlahnya. Apabila dibandingkan antara perlakuan 1. Kemudian pada pakan pelet. pakan lumut jaring 141. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mudjiman (1984) dalam Titik (2008) ahwa mutu protein dipengaruhi oleh sumber asalnya serta oleh kandungan asam aminonya. Jadi berdasarkan analisa tersenut dapat diambl kesimpulan bahwa waktu berpengaruh terhadap nilai GET pada tubuh ikan. Hal ini dapat terjadi karena pelet merupakan pakan buatan yang telah diberi ransum atau komposisi yanng cukup dan dibuat untuk merangsang ikan menyukainya. Kemudian dalam pengmabilan feses praktikan harus jeli membedakan feses dan makanan ikan.5% adalah protein. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mujiman(1984) dalam Titik (2008) bahwa lju pengosongan laju digestibility dipengaruhi oleh beberapa hal.5 jam adalah 24. 10 % lemak dan isanya lain-lain.4 jam/ jadi perlakuan daya cerna ikan yang terbaik pada ikan adalah pada perlakuan 3 jam. Hal ini akan berpengaruh atau mempengaruhi hasil pengamatan.33 jam.

usus. e. 80% arena diberi perlakuan tubifex selama 2 jam.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum tentang sistem pencernaan yang telah dlakukan dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1. 2. Dapat mengetahui lingkungan yang baik dari pakan yang dimakan ikan untuk proses pencernaan dan pertumbuhannya. Dari hasil praktikum pencernaan didapat nilai digestibilitynya yang tertinggi dimiliki oleh kelompok 2 dengan digestibility 99. Faktor yang mempengaruhi waktu pengosongan lambung antara lain temperatur. 12. 11. kondisi tubuh ikan. Kandungan pakan pada ikan meliputi protein. 13.jadi hubungannya berbanding terbalik. Dapat mengetahui proses pencernaan pada ikan nila. faring. f. 5. Saluran pencernaan pada ikan meliputi mulut. Hubungan antara digestibility dan GET yaitu semakin tinggi digestibility maka akan semakin rendah atau sedikit waktu yang diperlukan untuk mengosongkan lambung. Pencernan (digestion) adalah proses perombakan makanan menjadi molekul – molekul yang sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh. 9. berat porsi makan dalam lambung dan berat tubuh ikan.2 Saran Dalam praktikum selanjutnya diharapkan ikan yang akan diamati dipuasakan terlebih dahulu . Proses pencernaan dibagi menjadi pencernaan mekanik dan kimiawi yang melibatkan enzim. Ikan kurang mampu mencerna serat kasar karena pada usus ikan tidak terdapat mikroba yang dapat memproduksi enzim amilase atau selulose. Dapat mengetahui jenis-jenis pakan pada ikan. sehingga memudahkan menyeleksi pemberian pakan pada budidaya ikan nila. Waktu pengosongan lambung sangat berhubungan erat dengan lamanya waktu isi makanan yang ada dilambung dikeluarkan atau dikosongkan. 5. 5. kita dapat memberi pakan yang sesuai supaya proses pencernaannya dapat berjalan lancar. Faktor yang mempengaruhi digestibility antara lain jenis pakan. 14. sehingga untuk melakukan budidaya ikan nila. lambung. pilorus. g.a. sebab pada pakan nabati mengandung selulosa yang menyebabkan sulit dicerna. esophagus. Terdapat 2 jenis pakan pada ikan yaitu pakan alami dan pakan buatan 7. 10. aktivitas ikan. d. kualitas pakan. sedangkancontoh pakan buatan untuk ikan adalah pelet. rectum dan anus 4. 8. rongga mulut. KESIMPULAN DAN SARAN 5. b. baik pakan alami maupun pakan buatan. Dapat mengetahui macam-macam organ pencernaan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) beserta fungsinya. Dapat mengetahui kandungan pakan pada ikan. Dapat mengetahui struktur dan fungsi saluran pencernaan pada ikan nila c. Nilai digestibility terendah dimiliki oleh kelompok 1 dengan digestibility sebesar 79% diberi perlakuanlumut jaring selama 1 jam. usus dan pankreas 3. Pakan alami dibagi menjadi pakan alami nabati (lumut jaring) dan pakan alami hewani (chironomous dan tubifex). Organ pencernaan pada ikan meliputi lambung. Dapat mengetahui daya cerna ikan pada makanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga kita dapat mengetahui pakan-pakan apa saja yang memiliki kemampuan daya cerna tinggi dan daya cerna rendah. Pakan alami hewani lebih mudah dicerna daripada pakan nabati. lemak dan karbohidrat 6.

terdapat juga ichtyoplankton yang bermigrasi secara harian ke arah permukaanpada siang hari dan masuk ke lapisan yang lebih dalam pada malam hari dimana hal ini merupakan suatu pengecualian yang bersifat fototaksis positif. fototaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. PENDAHULUAN 1. Menurut Olii (2003). mereka akan melakukan berbagai aktivitas (Barus.selama 3 hari supaya diperoleh hasil yang maksimal karena jika tidak dipuasakan akan mempengaruhi nilai data yang diperoleh. . sedangkan ikan-ikan yang tidak tertarik oleh cahaya atau menjauhi cahaya biasa disebut fotophobi (ada pula yan menyebutnya sebagai fototaksis negatif seperti Gunawan. Sedangkan bagi hewan diurnal intensitas cahaya yang kuat akan memberikan reaksi yang sebaliknya.2 Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Effendie (1972). mereka menjadi fototaksis negatif dan bermigrasi ke arah dasar (Nybakken. ikan tertarik pada cahaya melalui penglihatan (mata) dan rangsangan melalui otak (pineal rigean pada otak). hijau atau warna lainnya merupakan bagian dari pewarnaan yang digunakan untuk pengaturan spesifikasi dari pola warna-warna yang belum dipadukan (Guyer dan Charles. sedangkan hewan diurnal cenderung bersifat fototaksis positif.1969 dalam Rustidja. 1964). Warna menunjukkan partikel bentuk yang nyata. 1961). Perubahan-perubahan tersebut karena perantaraan dan aktivitas pigmen-pigmen pada integumen yang mengandung sel-sel disebut kromatophore (Fuji. Peristiwa tertariknya ikan pada cahaya disebut fototaksis. Perubahan warna ikan dari warna dasarnya telah banyak diketahui. Pewarnaan ikan laut menurut kedalamnannya dapat digolongkan menjadi tiga bagian. yang umumnya adalah ikan-ikan pelagis dan sebagian kecil ikan demersal. seperti warna merah. Banyak larva yang mengapung bebas bersifat fototaksis pada tahap awal kehidupan larvanya.1 Pengertian dan Jenis Fototaksis Menurut Agung (2009). Di perairan ini terjadi dispersi yang terbesar jika tiba waktunya untuk menetap. Ini membuat mereka terdapat pada perairan bebas yang bergerak cepat. Ikan yang hidup di dasar perairan bagian perutnya berwarna pucat dan bagian punggungnya berwarna gelap. 1988). Umumnya hewan nokturnal bersifat fototaksis negatif. Menurut Ayodhoya (1976. Dengan demikian ikan yang tertarik oleh cahaya hanyalah ikan-ikan fototaksis. Ikan yang hidup di lapisan atas atau dekat ke permukaan berwarna keperak-perakan yang hidup di daerah pertengahan berwarna kemerah-merahan sedangkan ikan yang hidup di perairan dalam berwarna violet atau hitam. 1985). 1. 2003). Dengan kata lain bahwa hewan nokturnal pada intensitas cahaya yang maksimum akan dirangsang untuk melakukan gerakan mencari perlindungan. Warnanya bertingkat dari keputih-putihan sampai ke warna hitam melalui warna kebiru-biruan dan kehijau-hijauan. Produksi warna cahaya oleh variasi organ photogenic semua binatang biru ke merah (Prosser dan Frank. 1996). FOTOTAKSIS DAN PEWARNAAN TUBUH 1. ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna yang sederhana. 1981) dalam Sudirman dan Achmar (2000). kuning.

ikan salmon muda dan beberapa ikan tawar lain. intensitas cahaya berfungsi sebagai alat orientasi yang akan mendukung kehidupan organisme tersebut dalam habitatnya.1.000 pada setiap milimeter persegi) di satu daerah retina. Agar cahaya dapat diserap. Menurut Villee (1984). 1985). Sel kerucut mengandung radopsin. Larva dari Bcetisthodani akan beraksi terhadap perubahan intensitas cahaya dengan melakukan gerakan lokomotif. orsinya dinamakan scotopin. Lagipula. Terdapat 3 jenis pigmen kerucut yang berbeda. Reaksi ikan terhadap cahaya berubah menurut phase pertumbuhannya. Radopsin ialah protein yang terkonjugasi. Apabila intensitas cahaya matahari berkurang. batang kira-kira ada 100 juta dalam setiap mata. dalam menyesuaikan warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh menjadi berwarna kombinasi antara warna latar belakang dengan warna tubuh aslinya (Dani dan Murni. Menurut Ganong (1983). 1. dkk. harus ada bahan penyerap cahaya. kerucut hanya bekerja dalam cahay terang. Sebagian besar ikan dapat membedakan warna. pigmen peka cahaya pada batang dinamakan radopsin. Cahaya memusatkan radopsin dengan memutuskan ikatan retinenkotopsin. kerucut membuat kita dapat melihat warna-warna. atau ungu penglihatan (visual purple). yang padanya terdapat gugus protetik retinal. Ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latar belakang habitatnya. Pada larva Ammocotus sp (lamprey/cyclostomata) pada ekornya terdapat sel yang peka terhadap cahaya (Dani dan Murni. iadopsin merupakan pigmen yang paling sensitif terhadap cahaya merah. Bagi organisme air.4 Pengaruh Cahaya Terhadap Pergerakan Ikan Cahaya berpengaruh besar dalam orientasi migrasi ikan. . Pigmen sel kerucut lainnya juga mengandung retinen. Berbeda dari batang. yaitu fovea. dan perbedaaan antara masing-masing terletak pada perbedaan dalam struktur opsinnya. 2003). Tetapi ikan tulang rawan tertentu dan gonad tidak dapat membedakan warna. Radopsin tergabung dalam membran yang secara rapi tersusun di bagian luar batang tersebut. Pigmen ini dibentuk dari retinen dan fotopsin. contoh : ikan salmon berenang di waktu siang hari dan istirahat di waktu sore hari dan malam hari. sebuah protein yang berbeda dari scotopsin. Akan tetapi bayangan yang dihasilkan batang-batang ini tidak tajam. 1996). Suatu belahan bola yang terdiri atas sejumlah besar sel reseptor yang menurut bentuknya disebut sel batang dan kerucut. Pigmen pada batang ialah radopsin. sel-sel ini kemudian membangkitkan impuls saraf. reaksi yang berlangsung melalui serangkaian perantara hidup pendek menjadi rentiner dan scotopsin. 1985). kemudian memasuki dasar lautan di siang hari (Brotowidjoyo. yaitu suatu pigmen. Arah migrasi ikan secara mudah dapat dihubungkan dengan perilaku diurnal dengan siklus diurnal cahaya matahari. Batang terutama dipakai untuk penglihatan dalam cahaya suram dan teramat peka terhadap cahaya. Terdiri dari protein opsin. bagian mata peka cahaya pada mata vertebrata adalah retina. hewan ini akan dirangsang untuk melakukan gerakan lokomotif untuk keluar dari tempat perlindungan yang terdapat pada bagian bawah dari bebatuan di dasar perairan (Barus. akan berlindung di balik batu-batuan jika kena cahaya untuk menghindari adanya predator. Cahaya mengenai sel-sel batang dan kerucut mengaktifkan. suatu daerah tepat di seberang lensa. suatu pigmen visual yang terdiri atas kromafor yang sama (retinal) tetapi proteinnya berbeda. Segmen luar dari tiap batang mempunyai perluasan sistem membran sel dan sejumlah besar pigmen radopsin.3 Cone dan Rod pada Ikan dan Udang Menurut Kimball (1983). Sedangkan kerucut jumlahnya sangat banyak (sekitar 15.

7 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Warna Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. dulunya mendemonstrasikan secra kimia kehadiran berlebihan dari guanin dalam integumen ikan. 1996). tetapi pada mulanya mengandung kristal-kristal kecil dimana dapat berpindah ke belakang dan ke muka dalam sitoplasma. Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. eritrophore (merah).Mebrin : kebanyakan berwarna merah dan coklat . Skimuli untuk mengadakan perubahan warna. ada ikan yang dapat merubah warnanya. xantophore (kuning). merah dan oranye Sel-sel yang khusus membeli warna ikan ada dua macam.Indigoid : berwarna biru.1969 dalam Rustidja. warna oleh konfigurasi fisis 2. iridophore (berkilau-kilauan). Tetapi perubahannya lambat. ada yang dimulai dengan melalui matanya atau dengan lainnya misalnya cahaya. mempunyai butir-butir pigmen yang dapat dan berkumpul di dalam satu titik. kuning. Cell chromatophore terdapatnya di dalam dermis.Carotenoid : berwarna kuning. Sedangkan apabila butir pigmen itu sedang menyebar semuanya. Warna schemachrome lain yang berwarna biru dan violet terdapat pada iris mata. Indocyte dinamakan juga sel kaca karena mengandung material yang dapat merefleksikan warna-warna di luar tubuh ikan. vasion natatolia (gelembung renang).Flavins : berwarna kuning tetapi sering dengan fluorescensi hijau . Cahaya ini mempengaruhi kerja hormon merubah keadaan pigmen. 1969 dalam Fuji. 1. kuning hijau dan biru . yaitu indocyte (leucophore atau goanophore) dan chromatopore.1. merah dan hijau . warna yang dihasilkan secara keseluruhan nampaknya lebih pucat. kemudian menjadi kristal-kristal besar yang tak mampu berpindah dan biasanya menumpuk dalam lapisanlapisan (Fuji. Schemachrome. Jika butir-butir pigmen itu sedang berkumpul di satu titik. Material yang terkandung di dalam indocyte tersebut. warna yang terlihat lebih jelas dan bergantung kepada warna butir pigmen tod. merah dan corak warna lain . 1.Purine : berwarna putih atau keperak-perakan . Jadi yang mengontrol . Biochrome.Chromdipoid : berwarna kunig sampai coklat . 1996).Pterine : berwarna putih. Perubahan warna tersebut seperti disebutkan di muka karena menyebar dan mengumpulnya butir-butir pigmen.Phorphysin : berwarna merah. antara lain adalah guarin (keputih-putihan) sebagai hasil buang dari metabolisme.5 Klasifikasi Warna Menurut Effendie (1972). Sesuai dengan kandungan pigmen-pigmen warna chromatophore pada ikan umumnya diklasifikasikan menjadi melanophore (coklat atau hitam). Paling sedikit dalam iridophore molekul-molekul dari purin teratur menyusun dalam plot-plot individu (Kawaguoi dan Kamishima. Menurut Effendie (1972). umumnya untuk satu warna yang khas bergantung kepada kombinasi chromatophore dasar yang mengandung satu macam warna. 1969 dalam Rustidja.6 Proses Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Hitching dan Falco (1944) dalam Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). leucophore dan iridophore mengandung pigmenpigmen tidak berwarna (guanine primer). warna-warna ikan yang tersebut di atas disebabkan oleh : 1. Jadi warna-warna ini bukan disebabkan oleh butir-butir pigmen. pigmen pembawa warna Contoh pewarnaan schemachrome ialah warna-warna yang terdapat pada rangka. Ikan yang mendapat kurang cahaya berwarna pucat dari ikan pada ikan yang sama tetapi mendapat cahaya dengan cukup. sisik dan testes. Yang termasuk ke dalam biochrome ialah : .

dkk (2005). Ikan nila cenderung senang hidup diair hangat bersuhu sekitar 280C. Berdasarkan tempat hidupnya. 4. Jadi hasil pengamatan black ghost sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan black ghost hidupnya lebih bayak didasar kolam. Aktivitas ikan black ghost lebih banyak dilakukan pada malam hari (nokturnal) sehingga pada siang hari ikan akan lebih suka bersembunyi dibebatuan. Dan hasil pengamatan udang galah (Machrobachium rosenbergii) hanya dari kelompok 3 saja yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. 2 dan 5 positif dan kelompok 7. Diantara substansi yang mempengaruhi gerakan pigmen dalam kromatophore adalah MSH (Melanocyte stimulating Hormon). Dan sedangkan ikan sepat (Trichogaster pectoralis) hasilnya dari kelompok 1. bahwa ikan mas dapat tumbuh normal jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian diantara 150-1000 m dari permukaan laut. Pada pengamatan ikan nila (Oreochromis niloticus) hanya dari kelompok 6 dan 7 yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif dan sedangkan kelompok lainnya hasilnya positif atau fototaksis positif. dan sedangkan yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif. 2008).perubahan warna ada dua macam. daun-daun. 1996). Rodwel dan Mayes. Dilihat dari kebiasaannya. dll dimana perubahan tadi dapat terjadi dengan cepat. 6 dan 4 hasilnya negatif dan sedangkan hanya kelompok3 yang hasilnya netral. xanthin. karena itu udang galah banyak ditemukan ditepi perairan yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Dan dari pengamatan ikan mas (Cyprinus carpio) semua kelompok hasilnya positif. ikan sepat menyukai rawa-rawa. habitat hidupnya berada di bawah atau didasar air yang tidak memerlukan cahaya. Pertama kali ditemukan karena efeknya pada sel-sel pigmen dalam kulit vertebrata tingkat terendah (Harper. Menurut Nuraini (2009). akar tanaman atau benda lainya didasar sungai. Pada siang hari udang galah malas bergerak dan tidak tahan terhadap sinar matahari. Menurut Sutan Muda (2007). Pertama ialah perubahan warna yang dikontrol oleh syaraf seperti mata. Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa ikan yang hasilnya positif atau fototaksis positif. 1972). Menurut Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). Jadi hasil pengamatan ikan nila sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. jadi ikan nila bersifat fototaksis positif. Menurut Fish Stok (2008). Dan ikan black ghost (Apteronotus albifrons) semua hasilnya negatif.1 Fototaksis Hasil pengamatan fototaksis didapatkan hasil pada jenis masing-masing ikan.2. kalau udang galah hidup didasar kolam. Jadi hasil pengamatan ikan mas sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. ikan nila bisa hidup diperairan air tawar hampir seluruh Indonesia. Sedangkan pada ikan manvis (Pteriophyllum scales) hasilnya hanya kelompok 5 yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. danau. abu-abu dan hitam) aktivitas total tirosinase meningkat dengan meningkatnya aktivitas pada umumnya terjadi dalam fraksi-fraksi partikel. habitat hidupnya berada di permukaan atau atas air yang memerlukan cahaya. Hormon ini dieksresikan oleh lobus medius hipofisis. sebagian besar bagian integumen dorsal dari ikan mengandung tingkat tirosinase yang lebih tinggi dibandingkan dengan ventral empat varietas goldfish (putih. Dari pengamatan tersebut didapat hasil yang berbeda tiap kelompok. udang galh juga bersifat nokturnal atau beraktivitas pada malam hari.2 Analisa hasil 4. Menurut Caroko. 1977 dalam Rustidja. biasanya ikan ini lebih cenderung menghabiskan waktunya didasar sungai namun masih kecil akan berenang ke atas dan ke bawah perairan dengan lincahnya (Herawaty. sungai dan parit-parit . Sedangkan perubahan warna yang dikontrol oleh hormon terjadi dengan lambat (Effendie. Jadi hasil pengamatan diatas sesuai dengan pernyataan tersebut.

secara alami manvis hidup di perairan yang terang dan banyak tanamanya. terutama yang bayak di tumbuhan air. Jadi manvis bersifat fototaksis negatif.1 Kesimpulan Dari data hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : .berair terang. Oleh karena itu. KESIMPULAN DAN SARAN 5. 4.Pada saat membungkus toples yang berisi ikan dengan plastik berwarna tidak rapat masih ada celah. Menurut Purwakusuma (2007). warna tubuh bagian perut terlihat agak gelap dan pada linea lateralis ada bintik-bintik hitam.Dapat mengetahui bahwa ikan sepat dapat memendarkan warna tergantug lingkungannya . warna pectoral menjadi merah.Dapat membantu dalam pencarian ikan menggunakan bantuan lampu pada malam hari 4. Dan ikan sepat yang dibungkus dengan plastik warna merah terjadi perunahan warna tubuh pink. Dan waktu tercapat ikan sepat memendarkan warna adalah 1 menit dengan warna plastik kuning. yang menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan butiran pigmen pada ikan dikendalikan oleh hormon-hormon tertentu sebagai akibat reaksi terhadap kondisi lingkungan ikan yang bersangkutan. warna perut putih kekuning-kuningan dan warna siripdan ekor kuning pucat. Oleh karena itu. 4. Menurut Iswadi (2008). kelihatan gelisah. jadi akan mengganggu ikan yang tidak dibungkus plastik dan warna plastik mempengaruhi ikan yang tidak dibungkus plastik warna .Saat mengamati ikan terhadap cahaya. bentuk pada warna tubuh lebih terang.Fototaksis merupakan gerakan yang dilakukan oleh ikan karena pengaruh rangsangan .2. bila manvis dipelihara dalam aquarium yang terlalu terang dan banyak ikannya. Jadi ikan sepat persifat fototaksis positif.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat dari praktikum ini pada bidang perikanan yaitu : . Sedangkan yang dibungkus plastik warna biru disekitar dekat ekor kuning terang. Sedangkan yang dibungkus plastik warna kuning terjadi perubhan warna punggung kecoklatan. seharusnya saat senter dinyalakan melihat ikan dari lubang plastik yang telah disediakan bukannya dari atas. yang menyatakan bahwa ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latr belakanghabitatnya.Kita dapat menyimpulkan bahwa jenis ikan apa saja yang termasuk dalam fototaksis positif dan fototaksis negatif . ikan bisa tampak berbeda pada kondisi lingkungan berbeda. biru dan merah dan sedangkan waktu terlama saat ikan memendarkan warna adalah 15 menit dengan warna plastik hitam.Saat meletakkan ikan yang dibungkus plastik warna dengan toples berisi ikan yang dibunkus plastik terlalu berdekatan. jadi hasilnya ada yang kurang maksimal . Grafik 1 : grafik pewarnaan tubuh 4. Didalam penyesuian warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh aslinya dengan warna latar belakang.2 Pewarnaan Tubuh Ikan Dari data pewarnaan tubuh didapatkan bahwa ikan sepat (Trichogaster pectoralis) dibungkus dengan plastik hitam terjadi perubahan pada dorsal berwarna kuning dan terlihat lebih menyala atau terang.3 Faktor Koreksi Pada praktikum mengenai fototaksis dan pewarnaan ikan terdapat beberapa hal yang menjadi faktor kireksi antara lain : . Hal ini sesuai dengan pendapat Dani dan Murni (1985).

yang terletak dalam sum-sum tulang.cahaya . 1964). contohnya rute asam susu asam ke hati untuk glikogenesis (Guyer dan Charles. DARAH IKAN 1. Erythrocyte dewasa berbentuk lonjong.Ikan sepat dapat mengyesuaikan tubuhnyadengan lingkunganmya karena mempunyai pigmen indophere . Bentuk “bikonkaf” yang menarik ini mempercepat pertkaran gas-gas antar sel-sel dan plasma darah. Eritrosit Erythrocyte (sel darah merah) ikan berinti.000. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan dalam . sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. 5. 2003). berdiameter antara 7 . Menurut Kimball (1983).1 Sel Darah a.36 mikron (bergantung kepada spesies ikannya). Pada orang dewasa. 2001).000 (Rachman. 1983). Darah adalah suatu jaringan bersifat cair.Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan tubuh ikan antara lain didapatkan bahwa ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan yang bersifat fototaksis positif.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira 120 hari. 1. kecil.000 – 3. dengan diameter 7. PENDAHULUAN 1. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20. ialah plasma (Kimball. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. terutama dalam tulang-tulang rusuk.1 Darah Ikan Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erythrocyte. leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi (Rachman.Pengamatan kelompok 3 mengenai pewarnaan tubuh. SDM dibentuk dari sel-sel “pokok”. sternum (tulang dada) dan vertebrata (tulang-tulang belakang). Sedangkan ikan manvis (Pterophyllum scalane) dan black ghost (Apteronotus albifrons) bersifat fototaksis negatif dan sisanya bersifat normal . Setelah hewan mencernakan pakannya dan mengabsorbsi molekul-molekul pakan tersebut selanjutnya mendistribusikannya ke seluruh sel-sel tubuh dengan bantuan system pengangkut. Darah merupakan jalan utama transportasi pencernaan bahan makanan untuk sekresi kelenjar endokrin dan sebagai rute metabolisme bermacam-macam tujuan. Dan hendaklah lebih teliti dalam mengamati perubahan warna ikan agar diperloleh data atau hasil yang valid.2 Komponen Penyusun Darah 1. didapatkan bahan ikan sepat mengalami perubahan warna tubuh kebiruan dan ekornya terlihat kekuning-kuningan dan waktu untuk memendarkan warna sekitar 1 menit. biasanya adalah darah (Yuwono dan Purnama. Dan ikan nila (Oreochromis niloticus) bersifat fototaksis positif.2 Saran Pada praktikum fototaksis dan pewarnaan ikan seharusnya saat pengamatan fototaksis cahaya difokuskan pada satu titik sehingga pelaku ikan terlihat jelas.2. berwarna merah kekuningan. 2003).

garam-garam ammonium) . biasanya lebih kecil.Air .Elektrolit (Na+. Leukosit Menurut Iskandar (1974). leucocyte besarnya lebih besar dari erythrocyte dan berinti. Sebagian besar vertebrata mempunyai eritrosit berbentuk lonjong yang berinti. Menurut Lagler et al (1977).000 dan 150. K+. zat pengatur dan gas terlarut. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). yang umum. 1988). b. asam amino) .000 – 10. Volume plasma pada hewan yang memiliki sistem sirkulasi tertutup tergantung pada keseimbangan antara laju filtrasi cairan / plasma dari kapiler menuju ruang jaringan dan laju reabsorbsi filtrate tersebut. nitrogen) . 1. plasma merupakan cairan yang mengandung ion-ion dan molekul orgnanik meliputi protein. materi sampah. plasma darah mengandung ekitar 90% air dan berbagai zat terlarut / tersuspensi di dalamnya. karena mempunyai daya phagocytosis yaitu mempunyai daya memakan sel-sel bakteri dan benda-benda asing lainnya. HCO3-.000 sel darah merah (Ville.000 per kubik millimeter. Dalam satu millimeter kubik darah manusia terdapat 5. Juga agranular limfosit dan monosit yang oval. yaitu tekanan darah (tekanan hidrostatik) dan tekanan osmotic koloid. dan permukaan yang lebih luas ini mempermudah lewatnya gas dan zat lain melalui membran plasma. bersama-sama dengan sel-sel darah merah. yang satu memproduksi antibodi dan yang lain sebagai sel imunitas. Monosit mempunyai fungsi makrofage. darah ikan meliputi beberapa tipe sel berwarna atau sel darah putih (leukosit).suatu struktur berbentuk kantung yang disebut limpa. Komposisi plasma darah adalah sebagai berikut : . Beberapa elasmobranchi mempunyai tipe granulosit ke empat. Banyaknya berkisar antara 5. yang bentuknya seperti telur sampai bulat. Mg++. Leukosit agranular lebih banyak pada komponen sel darah putih dalam darah ikan. Berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh.Gas-gas darah (oksigen.Protein . Rata-rat diameternya 10 mikron. sedangkan lymphocyte dibuat dari kelenjar-kelenjar lymphe sedangkan dalam jumlah yang sedikit di sumsm tulang. asam urat. tetapi pada mamalia. Bentuk demikian mempunyai permukaan yang volumenya sama. karbon dioksida. leucocyte di hancurkan di limpa. dalam perkembangannya inti itu lenyap dan eritrosit berbentuk cawan bikonkaf. SO4) . Jumlah sel darah merah adalah yang paling banyak dibandingkan denga unsur-unsur sel darah lainnya. lemak. Tekanan osmotic plasma yang ditimbulkan oleh protein disebut tekanan osmotic koloid. Sel-sel darah putih atau leucocyte tersebut dibuat di sumssum tulang. PO4. trombosit. keratin. kreatinin.2. nutrient. asidofil (eosinofil) dan basofil yang jarangpada darah ikan. Limfosit menghilang untuk diferensiasi ke dalam 2 populasi. sumsum tulang dan sel koffer yaitu oleh sel macrophage. Cl-.Senyawa protein non nitrogen (urea. Plasma mengandung sejumlah protein yang berperan sangat penting untuk menghasilkan tekanan osmotic plasma. tetapi ukuran dari 24 sam pai 33 mikron ada pada ikan paru-paru afrika (Protopterus).000 per kubik millimeter dalam kelompok ikan yang berbeda. Granulosit dibagi menurut reaksi staining mereka dalam neurofil. Jumlah trombosit sekitar setengah dari semua leukosit pada ikan dan berfungsi dalam penggumpalan darah. heterofil.Bahan terlarut . Diantara sel darah putih ada granulosit yang mungkin terdiri antara 4 dan 40 persen dari semua sle darah putih.2 Plasma Menurut Isnaeni (2006). elektrolit. Ada 2 macam kekuatan yang bekerja dalam proses pertukaran cairan tersebut. Plasma merupakan cairan komponen penyusun darah yang memiliki komposisi sangat berbeda dari cairan intra sel.Nutrient (glukosa. Jumlah sel darah putih antara 20.000.

sistem cardiovaskuler dan capiler · Darah : Arteri. Menurut Mayes. berangsur angsur merapat dan membentuk jarring – jaring tipis. Sel – sel yang lebih dalam memisahkan dari satu sama lainnya dan menjadi sel – sel darah (Hildebrand. paru – paru. pemeliharaan keseimbangan asam basa di dalam tubuh. Pertukaran oksigen dengan air dengan karbondioksida terjadi pada bagian semipermeable. Sedangkan dikatakan sistem pembuluh darah karena pembuluh darah yang membawa darah untuk sirkulasi dipompa oleh jantung bekerja kontinyu dalam sistem cardiovaskuler. nutrisi transport zat – zat makanan yang diadsorbsi. elektrolit.unsur plasma fungsi tersebut adalah : respirasi transport oksigen dari paru – paru kejaringan dan CO2 dari jaringan paru –paru. Sirkulasi dalm pembuluh limpha dan limpha merupakan sistem limpatik. dilakukan oleh plasma dan unsur. yaitu pembuluh yang terdapar didaerah insang (Rachman.jadi materi dalam pembelajaran tentang sistem sirkulasi ini dibagi atas : 1..Senyawa pengatur (hormone. pengaturan keseimbangan air melalui efek darah terhadap pertukaran air diantara cairan yang beredar dan cairan jaringan. Komposisi air dan elektrolit plasma praktis sama dengan semua cairan ekstraseluler. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transport oksigen dan system pencernaan immunologic oleh sel dilakukan oleh plasma dan unsur-unsur plasma. 1976). 2003). 9. ekskresi transport sisa metabolism eke ginjal. pengaruh suhu tubuh dengan penyebaran panas badan. Dan usus untuk dibuang.3 Tahap Pembentukan Darah Tanda – tanda pertama yang nyata tentang pembentukan system peredaran darah ialah timbulnya suatu masa mesoderm yang pepat pada kantong yolk. vena dan capiler · Jantung · Sistem sirkulasi arteri dan vena · Sirkulasi tunggal dan ganda . 1974). enzim) Menurut Mayes. membawa oksigen ke jaringan – jaringan tubuh. sel darah merah dibentuk semata – mata oleh sumsum tulang (Guyton. Selama trisemester kedua kehamilan sel darah merah. 1. pertahanan terhadap infeksi oleh sel darah putih dan antibody yang beredar. transpor metabolic 1. 1. (1985). Daerah – daerah tubuh yang membentuk sel darah merah pada beberapa minggu pertama kehiduoan embrio. sel –sel darah menrah primitive dihasilkan dalam kantong kuning telur. pada saat yang sama. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transfer oksigen dan system pertahanan imunologik oleh sel – sel (cell – medicted defense). transport hormone. Sel – sel permukaan dari pulau – pulau yang berbatasan.4 Fungsi Darah Darah berfungsi mengedarkan suplai makanan kepada sel – sel tubuh. kemudian. membawa hormone dan enzim ke oragan yang memerlukan. dkk. selama trisemester ketiga kehamilan dan setelah lahir.5 Komponen Penyusun Sistem Peredaran Darah Secara umum struktur dasar sistem sirkulasi ini terdiri atas saluran-saluran yang berhubungan (pembuluh) dan cairan yang dapat sebagai transportasi. dkk. Plasma terdiri dari air. sel – sel darah merah juga dibentuk dalam jumlah cukup banyak oleh limpa dan kelenjar limfe. dinamakan pulau – pulau darah. kilit. pengaturan metabolisme. (1985). protein dan hormone. zat makanan.

1. anterior dan vena kordinalis posterior. 1983). Dari kapiler seluruh tubuh memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2. maka dari itu kebanyakan sistem peredaran darah disebut peredaran darah tunggal (Rachman. 1. Kontraksi vertikel yang kuat mendesak darah keluar ke anyaman kapiler insang. antara lain menginaktifkanatau mengeluarkan berbagai sel asing dari tubuh. 1. dan pertukaran bahan makanan terjadi dengan jaringan.6 Mekanisme Peredaran Darah Menurut Effendie (1972).2.2 ruang: meliputi 1 atrium (serambi) dan ventikel (bilik) . darah yang terkumpul dari seluruh badan ikan masuk ke kamar berdinding tipis.Sinus venasus: yang menerima darah dari vena kordinalis. Dari insang. atlium. suatu sistem peredaran darah tertutup tidak selalu berarti lebih maju dari suatu sistem terbuka. pertahanan tubuh dapat terjadi dengan berbagai mekanisme. darah melalui jantung 1 kali). enkopsulasi (pembentukan selubung mengahsilkan antibody atau sensifikasi limfosit faktor homoral (aglutinin) dalam cairan tubuh juga dapat menginaktifkan benda asing (Ganong. sistem limphatik · Pembuluh limpha · Jaringan limpha (Noer dan widawati. Darah yang dari tubuh sebelum masuk ke jantung mengalir dulu ke ginjal. Darah dari jantung keluar melalluii aorta ventral menuju insang. Peredaran darah ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam 1 kali peredarannya. Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kordinalis anterior dan vena kordinalis posterior (Tedy. jantung ikan terdiri dari . menghancurkan mikroorganisme pathogen beserta hasil beserta sekresinya dan menyingkirkan abnormal atau sel bermutasi (contohnya sel kanker) yang muncul mekanisme pertahanan tubuh yang dapat terjadi dengan cara fagositosis (paling primitive).7 Sistem Peredaran Darah Menurut Teddy (2008). globulin bertanggung jawab dalam berbagai fungsi terutama yang berkaitan dengan sistem kekebalan (imun) dan transport molekul tertentu. darah mengalir ke anyaman kapiler dibagian badan selebihnya. 2007) Menurut Kimball (1938). darah yang mengandung banyak zat asam menggalir di dalam pembuluh darah dorsal aorta. maka jantungnya akan menampakkan aliran darah tunggal. 2003). temmpat kotoran hasil metabolisme kemudian mengalir ke hati terus masuk lagi ke jantung. tetapi dalm sistem tertutup suatu tekanan yang lebih tinggi dan dirancang lebih cepat dan mudah ditimbulkan karenadarah dibatasi oleh pembuluh dan pada ikan yang seluruhnya bernapas dengan insang. bahwa sistem peredaran darahpada ikan adalah tertutup. .8 Pengertian Sistem Imun Menurut Isnaeni (2005). Kemudian darah kembali ke jantung. 2008). Di insang aorta bercabang menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gar yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. darah mengalir melalui sebuah katub ke dalam ventrikel berdinding tebal. Ketika jantung kendur. Sebagian menuju ke kepala dan sebagian lagi menuju ke bagian tubuh yang lain dan alat pencernaan makanan. darah selalu terdapat di dalam pembuluh darah. sebagai contoh bahwa darah mengalir dari jantung melalui arteri ke jaringan kapiler yang menuju ke jaringan tubuh dan kembali ke jantung melalui vena. darah yang keluar dari jantung melalui ventral aorta terus ke insang. Seperti pada semua vertebrata.

dari jantung.2 Analisa Hasil 4. kompleks ini nmempunyai fotositosis. sel T dan sel B secara morfologis hanya dapat di bedakan ketika di aktifkan oleh antigen (Effendie. Diantaranya melalui linea lateralis. 2003). 1. karena kinase berarti zat – zat yang mengaktifkan proenzym menjadi enzyme (Iskandar. pengambilan darah ini dapat dilakukan dibeberapa daerah dari tubuh ikan. dimana terdapat distribusi kebagian . Menurut Racoen (2007). darah yang mengalir mengandung CO2 dan mengeluarkan O2. dalam plasma. 4. caudal peduncle. lisis sel dan sel pembuluh (killed sel atau sel K )dari organisme yang menyerang. Sel B bertugas untuk memproduksi antibody hormonal. Beberapa sel keturunan dari limfosit B yang terangsang membentuk suatu retikulum endoplasmik granula rumit yang mampu mensintesis protein dan di sebut sel plasma yang mampu mensintesis antibodi yang di perlukan. akibat reaksi kimia jalianan benang – benag yang di hasilkan membentuk lapisan pelindung. Dari keempat tempat pengambilan darah ini. seperti kita ketahui enzim trambin berasal dari proenzym protrambin dan di aktifkan oleh trombokinase (perkataan trombokinase yang dulu di kenal sebagai tramboplastin lebih tepat.dkk (1988).10 Hubungan Sistem Imun Dengan Darah Sel -sel T bertangung jawab terhadap reaksi immune seluler dan mempunyai reseptor permukaan yang spesifik untuk mengenal antigen asing. dan jantung. Menurut Villee.1 Pengambilan Darah Dari hasil praktikum didapatkan hasil bahwa pengambilan darah yang dilakukan pada daerah caudal peduncle. limfosit B dan limfosit T berbeda dalam cara responnya. Menurut Admin (2008). limfosit lain tetap diam di sumsum tualang berdifensiasi menjadi limfosit B. dorsal aorta. sel -sel baru sedang di bentuk ketika sel – sel yang rusak telah selesai di perbaharui keropeng tersebut akan mengelupas dan jatuh.9 Proses Pembentukan Darah Darah akan membeku bila keluar dari pembuluh darah. Selain itu ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sistem peredaran darah tunggal tertutup yang artinya mekanisme peredaran darahnya berasal dari jantung dan kembali lagi ke jantung. sebuah enzim yang di sebut tramboplastin yang di hasilkan sel – sel jaringan yang terluka bereaksi dengan kalsium dan protrambin di dalam darah. darah mengandung protein fibrinogen yang akan menjadi fibrin di bawah pengaruh enzim protealis trambin. berdiam dan berkembang di dalam kompertemennya sendiri.1.2. Hal ini sesuai dengan Guyer and Charles (1964). dan beberapa tempat lain. setelah mengelilingi seluruh tubuh yang sebelumnya mengalir ke ventral aorta ke bagian insang. yang paling baik untuk melakukan proses pengambilan darahyaitu pada dorsal aorta karena dorsal aorta merupakan percabangan utama dari insang yang sebelumnya berasal dari vena aorta. mekanisme penutupan luka yaitu pada tubuh mulai mengeluarkan darah. Pada umumnya pengambilan darah dapat dilakukan diempat tempat yaitu linea lateralis. melalui cavum oris mentok mencapai rahang bagian atas. 1974). antibody raspanse yang berbeda dalam peredaran darah dan mengikat secara khusus dengan antigen asing yang menyebabkan antigen asing tersalut antibody. antibody ini di lepaskan dalam darah dan di bawa sebagai bagian dalam fraksi gramma globulin respon antibodi hormonal ini mengurangi memerangi bakteri dan virus di dalam darah.

sehingga terdapat gelembung udara pada spuit. Giemsa ini bersifat basa yaitu dengan pH 10. Sedangkan bentuk imature mempunyai sitoplasma yang besar. Bentuk mature mempunyai sitoplasma yang besar dan inti selnya yang kecil. terdapat beberapa faktor koreksi yaitu: · Kurang aseptisnya alat suntikan yang digunakan sehingga terdapat bakteri yang menempel dan mempengaruhi darah saat diamati. 2001). Hanya 1% dari total oksigen yang diambil oleh plasma darah. Pada pewarnaan darah diberi pewarna giemsa. sel darah merah mempunyai kandungan hemoglobin yang banyak dan dapat mengangkut O2 dalam darah.4. hal tersebut menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi yang sehat. Selain itu. begitu juga inti selnya yang besar dan jaraknya berdekatan.2 Pembuatan Film Darah Tipis Setelah melakukan praktikum pembuatan film darah tipis. Dari hasil pengamatan gambar pada mikroskop.3 Faktor Koreksi Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. · Kurang keterampilan praktikan didalam pembuatan film darah tipis dengan metode smear yang akan mempengaruhi tipisnya lapisan darah sehingga sulit untuk diamati dibawah mikroskop. Digunakan pewarna giemsa ini karena giemsa dapat memberi warna pada darah dengan jelas. Hemoglobin memiliki kapasitas 15 sampai dengan 25 kali lipat kapasitas air untuk mengikat oksigen. Sel darah merah mempunyai jumlah yang dominan dan dalam bentuk mature dan imature. · Mengetahui tempat pengambilan darah agar tidak terjadi kesalahan dalam penyuntikan untuk pengambilan darah. sehingga harus mengulangi beberapa kali agar darah dapat terambil.afferent branchial arteries. · Mengetahui fungsi darah pada ikan untuk transportasi. · Kurang ketrampilan praktikan didalam mengisi Na sitrat. yaitu: · Dapat mengidentifikasi apakah ikan tersebut sehat atau dalam keadaan sakit. . sistem imun atau kekebalan tubuh · Mengetahui proses pembekuan darah atau penutupan luka pada ikan. 4. · Dapat diketahui organ-organ yang berperan didalam peredaran darah ikan. hal ini dapat diketahui kandungan sel darah yang lebih dominan dalam tubuh ikan tersebut. dan pada darah yaitu pada inti bersifat asam dan pada plasmanya bersifat basa yaitu dengan pH 7. terdapat beberapa manfaat yang bisa diambil. · Kurang keterampilan praktikan didalam pengambilan darah. 4. Pada vertebrata mengandung pigmen respiratori yaitu hemoglobin yang efisien untuk mengangkut oksigen. didapatkan hasil bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah (eritrosit) yang jumlahnya banyak. dan jaraknya juga berjauhan. dapat dijelaskan bahwa terdapat jenis sel darah merah (eritrosit). · Kurang keterampilan praktikan didalam menggunakan mikroskop sehingga saat pengambilan gambar sel darah memakan waktu yang lama.2. · Mengetahui komposisi darah pada ikan.4 Manfaat di Bidang Perikanan Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. dimana giemsa langsung masuk kedalam inti sel darah dan memberi warna pada semua sel darah. 4. sehingga bagian sel-sel pada darah terlihat jelas saat diamati dibawah mikroskop. · Dapat mengetahui peredaran darah pada ikan. sedangkan 99% total oksigen diambil oleh hemoglobin (Yuwono dan Purnama. yang akan mempengaruhi kesehatan ikan.

suatu sifat dasar dari semua sel adalah tanggap terhadap rangsangan ( stimulus ). merupakan suatu adaptasi evolusioner untuk transmisi yang cepat dari gelombang eksitasi.5. PENDAHULUAN 1. Neuron terdapat pada semua hewan multisel. Sistem saraf merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang dapat berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi antara sel maupun organ dan dapat berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ lain serta dapat pula memproduksi hormon ( Singgih. 5. sistem ini ( dengan bantuan kelenjar – kelenjar buntu ) menentukan dalam dan luar melalui rangsangan dari satu tempat ke tempat lain oleh sel – sel sensoris atau sel – sel syaraf yang lain. Sistem saraf meliputi semua tingkah laku organisme dari regulasi tak sadar pada aktivitas intraseluler untuk mengkoordinasi gerakan seluruh organisme sampai fenomena tidak tampak yang dipelajari dan ingatan (Gordon et al. ( 1984 ). · Komponen penyusun darah yaitu sel darah: eritrosit. membawa hormon dan enzim keorgan yang memerlukan. 1997 ). kecuali spons dan secara kolektif merupakan sistem syaraf. Sel saraf atau neuron.2 Saran Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan diharapkan dalam kegiatan praktikum diperlukan ketelitian dan kehati-hatian di dalam menggunakan alat dan mengolah data. · Mekanisme peredaran darah dimulai dari jantung kemudian ke vena aorta lalu ke insang. 2003 ). leukosit. Dengan kata lain. sistem syaraf merupakan sistem yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinngi diantara sistem organ yang lain dalam tubuh. membawa oksigen ke jaringanjaringan tubuh. kembali kembali lagi ke dorsal aorta lalu dialirkan keseluruh tubuh. leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi. SYARAF IKAN 1. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Sistem syaraf lebih banyak mengkoordinasi segala aktivitas yang cepat ataupun yang sulit dilakukan ikan dalam lingkungannya. lalu ke ginjal kemudian ke hati dan kembali ke jantung. Menurut Villee dkk. Sel – sel dikatakan peka. 1. dan trombosit serta plasma. · Pengambilan darah dilakukan di caudal pudancle karena dekat dengan tulang yang mengarah ke jantung.2 Morfologi dan Gambar Ikan . dan sebagai tanggapan terhadap suatu rangsangan maka gelombang eksitasi disalurkan melalui permukaannya.1 Kesimpulan Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan. · Darah berfungsi untuk mengedarkan suplai makanan. · Ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah dengan jumlah yang banyak berarti menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam keadaan sehat.1 Pengertian Syaraf Menurut Rachman ( 2003 ). didapatkan beberapa kesimpulan diantaranya: · Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erytrocyte.

1. Kepala dada tertutup oleh kelopak kepala atau cangkang kepala (carapace). P. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak. Seluruh tubuhnya terdiri dari ruas – ruas (segment). mesencephalon dikatakan juga otak tengah. Jadi ia tidak dapat mempertahankan suhu tubuhnya secara tetap terhadap suhu sekitarnya seperti mammalia (hewan menyusui) (Effendie. dan bagian belakang yang disebut ekor (abdomen).XVII. 1. sedangkan rhombencephalon terdiri dari 2 bagian yaitu meiecephalon dan myelencephalon.1. mesencephalon tetap. Sedangkan bagian abdomennya terdiri dari 6 ruas dan sebuah ekor berbentuk kipas (Purwakusuma. adalah bentuk badan ikan nila ialah pipih ke samping dan memanjang. dan bagian posterior ticocerebrum.13 .1972). Tubuh udang terbagi dalam dua bagian. A. bernapas dengan insang dan bergantung kepada air sebagai medium hidupnya. mempunyai sirip. Otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka. yang diperkeras oleh bahan kapur (kalsium karbonat) (Mudjiman.5 Gambar otak dan anatomi udang Menurut Arfiati (2004).18. Kerangka luar ini terbuat dari bahan semacam tanduk (chitin). Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah.15 .tidak berubah. otak antrophoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. 1983). Pada sirip punggung terdapat juga garis miring. Garis lateralis (gurat sisi di tengah tubuh) terputus dan dilanjutkan dengan garis yang terletak lebih bawah. mesencephalon di bagian tengah dan rhombencephalon di belakang. Pada perkembangan selanjutnya.4 Gambar otak dan anatomi ikan Menurut Rachman (2003). V. Mempunyai garis vertikal 9 – 11 buah. Cephalothorax secara keseluruhan dilingkupi oleh cangkang yang disebut sebagai karapas. ikan (pisces) termasuk ke dalam hewan bertulang belakang dengan ciri – ciri umumnya yaitu “berdarah dingin “ 9 (poikilothermal). Secara faal sebenarnya ikan tidak berdarah dingin tetapi hanya suhu tubuh ikan tersebut yang berubah – ubah bergantung kepada keadaan suhu sekelilingnya. Tipe sisik adalah steroid. Pada perkembangan selanjutnya procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon. dan rhombencephalon di bagian belakang. Telencephalon adalah pembau. mesencephalon di bagian tengah. Diencephalon merupakan komponen otak yang cukup penting terletak di bagian belakang telencephalon. otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka.Ciri – ciri morfologi ikan Nila (Oreochromis niloticus) menurut Sugiarto (1988) dalam Rustidja (1996). yang terbungkus oleh kerangka luar (eksoskleton).3 Morfologi dan Gambar Udang Tubuh LAT sendiri terdiri dari dua bagian. garis – garis pada sirip ekor berwarna merah sejumlah 6 – 12 buah. 2007).10 dan C. bagian tengah deutocerebrum. 1972).5 . Saraf pada .III. mesencephalon tetap tidak mengalami perubahan. sedangkan rhombencephalon terbagi menjadi 2 bagian pula yaitu metencephalon dan meyelencephalon (Effendie. pada ikan merupakan bagian otak yang besar daripada bagian otak yang lain. yaitu bagian depan yang disebut kepala – dada (cephalothorax). Rumus jari – jari sirip adalah D. Mata kelihatan menonjol dan relatif besar dengan bagian tepi mata berwarna putih. yaitu bagian gabungan kepala dengan dada / toraks (disebut sebagai cephalothorax) dan abdomen. Badan relatif lebih tebal dan keker dibandingkan ikan mujair. Dipandang dari sudut ilmu hayati. Kelopak kepala ke arah depan membentuk tonjolan runcing yang bergerigi yang disebut cucuk kepala (rostrum). procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon. 1.

Syaraf pada mata melalui protocerebrum mengandung tiga pusat optic (neuropiles) . Fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan. sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver. 1. Pinna dorsalis (dorsal fin) adalah sirip yang berada di bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan Katina berenang bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar. Hal ini dilakukan dengan bantuan sirip sebagai berikut : · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan menggeleng. otak anthropoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. Pada sebagian besar ikan.7 Fungsi Otak Pada Udang dan Gambar Menurut Emulngeblog (2008). dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum. adalah sirip yang terletak di porterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Pinna ventralis (ventral fin) adalah sirip yang berada pada bagian perut ikan dan berfungsi dalam mampu menstabilkan ikan saat berenang. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. Deutocerebrum mengirim imfuls saraf ke antena pertama pada crustacean sedang pada cellecerata (kalajengking.mata melalui protocerebrun mengandung 3 pusat optic (neurofiles) berintegrasi dengan fotoreseptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behaviour). bagian tengah dento cerebrum dan bagian posterior tritocerebrum. Ganglia berfungsi sebagai pusat repleks dan pengendalian berbagai bagian. Menurut GuruNgeblog (2008). laba-laba. letak sirip ini adalah pada dorsal tubuh. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan maju. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. Adifora adalah sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan. Menurut Anfiali (2001) dalam Dasri (2004). Pada berbagai tempat di segmen tubuh. 6. Pinna pectoralis (pectoral vin). juga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip pelvik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan anal mengontrol gerakan menggulung Menurut Aquaculture (2009). sistem saraf antropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada sepanjang sisi ventral tubuhnya. ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. 4. gerakan menggeleng dan gerakan menggulung. Pinna caudalis (caudal pin) adalah sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh ikan dan biasanya disebut sebagai ekor. 2. Ganglia bagian anterior lebih besar berfungsi sebagai otak. serta berpengaruh juga pada antena kedua dari crustacean. Pada berbagai tempat di segmen tubuh.6 Fungsi masing-masing sirip ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). system syaraf anthopoda berupa system saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. 1. 5. Bagian ketiga dari otak adalah tricocerebum yang menningkatkan fungsi saraf bibir bawah. sedikit didepan pinna caudalis. Selain itu juga berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman. saraf pencernaan. ke samping dan diam (mengeram). 3. Pinna analis (anal fin) adalah sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di bagian posterior anal. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. sirip pada ikan terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan sesuai dengan letak sirip tersebut berada pada tubuh ikan yaitu 1.

statolyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (face) yang bertangkai (Pustekkom. Pelucutan antenna ini membantu sirkulasi air disekitar rambut-rambut aestetac sehingga memudahkan proses penerimaan rangsang dari kemoatraktan. tetapi mata ikan itu bervariasi dari ikan itu buta yaitu tidak mempunyai mata. umumnya mempunyai penglihatan memuka yang jelas dari pada penglihatan kesamping. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antenna (alat peraba). Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan udang untuk mencari makanannya. tetapi gerakannya tidak utmis dan tidak sinkron antara pelucutan antenna kiri dan yang kanan. 2005). Menurut Mudjiman (1983). tetapi aktivitas lainnya termasuk tingkah lakunya sedikit terganggu. keseimbangan dan penglihatannya tidak terganggu. Dinding dorsal telen cephalon tetap tipis. otak bagian depannya menjadi lebih berkembang. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nomer satu yaitu offactonis yang berhubungan fovea naralis sebagai penerima rangsang. Sedangkan penglihatan yang kesamping hanya digunakan untuk melihat pergerakannya saja. Pergerakan. Informasi mekanosensori yang dapat dijangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. disebut pallium. bagian ketiga dari otak adalah tritocerebrum yang meningkatkan fungsi syaraf bibir bawah. 2001)57. Deutrocerebrum mengirim syaraf ke antenna pertama pada crustacean sedang pada chellcerata (kalajengking laba-laba dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum. Menurut Rachman (2003). karena penglihatannya yang kesamping itu tidak menghasilkan bayangan yang jelas melainkan hanya yang remang-remang saja.9 Fungsi Organ Pada Udang Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. Linea lateralis ini berfungsi untuk mendeteksi keadaan lingkungan. 1. telencephalor adalah otak bagian depan sebagai pusat untuk halhal yang berhubungan dengan pembau. Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. linea lateralis adalah garis yang dibentuk oleh pori-pori sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan yang bersisik maupun tidak bersisik. Fungsi pemutaran antenula adalah untuk menegangkan ramburambu astelac ke dalam arus air. Struktur mata ikan hamper sama saja dengan mata yang terdapat pada vertebrata lain. pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. Mata dan Otak pada ikan Menurut sakti (2008). terdapat organ yang berhubungan dengan fungsi pigmentasi pada ikan. Informasi mekanosensori yang dapat di jangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. syaraf pencernaan (stomato gastric nerve) serta berpengaruh juga pada antenna kedua dari crustacea. Pembersihan antenula berfungsi untuk menghilangkan atau memindahkan bahan-bahan terperangkap atau terselip di antara rambutrambut aestetal pada antenula. Pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman.berintegrasi dengan fotoreceptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behavior). terutama kualitas air dan juga peranan dalam proses osmoregulasi. Penglihatan yang kemuka digunakan untuk melihat hal-hal yang detail seperti untuk menerkam mangsa. 2001). bagian kepala – dada sebenarnya tersidiri dari bagian kepala dan . sehingga memudahkan deteksi perubahan air disekeliling rambut-rambut tersebut selama pergerakan. Sampai ikan itu dapat melihat di udara. menghindarkan diri dari musuhnya. Fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya (Yuwono dan Purnama.8 Fungsi Linea Lateralis. 1. Pelucutan antenula dapat terjadi secara terus menerus. bagian atas dari telengcephalon. Pada beberapa ikan yang sengaja dirusak telencephalonnya memperlihatkan beberapa gejala yang tidak beres. 2001). Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. Menurut Effendie (1972).

berturut-turut terdapat maxilliped I. Contohnya otot dan kelenjar. fungsinya sebagai alat peraba. Pada berbagai tempat di segmen tubuh. Kaki bercapit yang nomor dua menyolok sangat panjang dan besar. Capit ini berfungsi untuk mengambil makanan. sebagai alat peraba dan keseimbangan. Menurut Iqbal (2007). karena ukuran yang cukup besar. delapan dan Sembilan. Pada ruas keempat. pleopoda mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda). Neuron internucial atau inter neuron yaitu yang menghubungkan antara neuron afferent dan neuron efferent Menurut Guyer and Charles (1964). 1.10 Sistem Syaraf Dan Fungsi Pada Ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Bagian kepala terdiri dari Gruas. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi engenal rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dalam tubuh. Berdasarkan fungsinya neuron dapat dikelompoka menjadi : 1. Neuron efferent atau neuron motor yaitu yang menuju baik berupa jaringan otot mauppun kelenjar 3. maxilliped II dan maxilliped III. ada pembesaran syaraf tangga tali yang disebut ganglia. pada vertebrata. Bagian ekot atau perut (abdomen) terdiri dari 6 ruas. system syaraf arthopoda berupa system syaraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. system syaraf pusat merupakan sebuah struktur tubuh yang terdiri dari otak dan spinal cord disususn oleh elemen epitel khusus yang disebut sel ependymal dan meliputi cairan cerebrospinal dan meliputi cairan cerebrospinal. Sistem ini meliputi system syaraf pusat dan system syaraf tepi. Bagian dada terdiri dari 8 ruas. Untuk mempermudah pelekatan telur itu. Ruas ketiga terdapat sungut ke-2 (antena II) yang berupa cambuk panjang. Ketiga macam anggota badan tersebut berfungsi sebagai alat untuk makan. Ganglia berfungsi . 1. Pada ruas pertama sampai ruas kelima diperut terdapat kaki renang (pleopoda). Diantara uropoda terdapat tonjolan runcing ke belakang yang disebut ujung ekor (telson). Ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). System syaraf terdiri dari jutaan sel syaraf (neuron). Pada ruas keenam. Menurut GuruNgeblog (2008). system syaraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk yan berfariasi.11 Sistem Syaraf dan Fungsi Pada Udang Susunan syaraf crustacea adalah tangga tali. Pada 5 ruas berikutnya terdapat 5 sepasang kaki jalan dengan ujungnya mengalami perubahan bentuk sehingga berupa capit. kelima dan keenam berturut-turut terdapat rahang (mandibula). misalnya pada cumi-cumi system syaraf tersusun dari sel-sel syaraf yang disebut neuron.bagian dada yang menyatu. Pada udang betina. Dalam berbagai hewan air. maxilla I dan maxilla II. Fungsi sel syaraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsangan atau tanggapan. Pada ruas ketujuh. pleopodanya berbulu-bulu. jika rangsang mengenai system syaraf akan diubah menjadi gelombang elektrokimia yang ditransmisikan sepanjang system syaraf. Efekor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. syaraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. 2005). Fungsi syaraf telah banyak diteliti dengan menggunakan neuron dari hewan ini. terutama makanan yang berupa potongan-potongan besar. Pada ruas pertama terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai dan bisa digerakkan. pleopoda berguna untuk melekatkan telur selama dieram. Pada ruas kedua terdapat mungut ke-1 (antennal) yang ujungnya bercabang menjadi endopodit dan eksopodit yang berupa sungut pendek dan berfungsi. perasa dan pemegang makanan. Neuron afferent atau neuron sensory yang berasal dari urea reseptor 2. Dalam kegiatannya. Statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom.

Sel-sel bipolar. 1. dan jaringan dari ikan sebagian besar adalah air. Bagian inferior. Pigmen yang terdapat didalam rod ikan laut dinamakan rhodopsin. Cahaya yang masuk kedalam mata setelah melalui cairan akan menyentuh syaraf optic.3 Penglihatan Menurut Effendie (1972). sedangkan pada ikan air tawar pigmen tersebut namanya perphyropsin. Reseptor peraba yang paling sederhana adalah rambaut peraba yang yang avetebrata.al (1977). Bagian superior terdiri dari saluran setengah lingkaran dan ampullanya dan kantong seperti veside. Gelombang suara yang sampai pada kan yang terdapat dalam air. Bayangan benda yang terjadi di retina akan dipetakan didalam testum opticus yang terdapat di dalam lobus opticus. cone dan rode serta lapisan sel retina yang berpigmen. Terdiri dari dua unsure pokok : 1. 1. 1984). Karena gangguan mekanis yang terjadi pada jarak tertentu. nervus trigeminus ( N. V) mempunyai fungs yang yang berhubungan dengan sensitifitas terhadap panas tekanan kulit.sebagai pusat reflex dan pengendalian berbagai kegiatan. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak.1 Pendengaran Menurut Villee. sensoris somatic dan pergerakan. organ equibibrium dan pendengaran dibagi dalam bagian superior dan bagian inferior. fonoreseptor atau pendengaran adalah hal yang mengenal deteksi gelombang tekanan yang timbul. Nervus maxiilo Imandibularis Persatuan 2 nervus ini membentuk nervus lymphoalis untuk selaput lender lidah dan dasar mulut. Dengan demikian gelombang suara dengan mudah masuk dalam telinga dalam.12. lensa dan cairan bola mata. sedangkan cone digunakan apabila dalam keadaan cukup cahaya. Rod yang mempunyai pigmen yang sangat sensitive terhadap cahaya yang remang – remang. Ampulla merupakan bagian jaringan reseptor. dkk (1988). sel-sel ganglion. Nervus opthal micus profundus / nasiciliaris 2. Rambut peraba seekor insekta merupakan suatu reseptor fisik (yaitu hanya member respon jika rambut pindah posisi. Menurut Isnaeni (2006). cahaya yang masuk ke dalam mata setelah melalui cornea. Banyak ikan menangkap dan menghambat lewatnya gelombang suara dengan otolit yang besar dalam sakulus. Ikan mempunyai divertikulum yang homolog. Reseptor berupa sel batang dan kerucut pada retna tersebut berhubungan dengan saraf optic yang ujungnya .12. mekanisme penerimaan rangsangan oleh reseptor cahaya secara garis besar dilukiskan sebagai berikut : Stimulus struktur tambahan sel sensoris transmisi Cahaya Mata Retina saraf optic korteks visual Tampak bahwa reseptor cahaya yang sesungguhnya terdapat pada retina. suecullus dan lagela. Masalah ikan aalah menghindari supaya jangan “transparan” terhadap suara. struktuk penerima suara terdiri lenih dari dua vesikel.12. krital staticae dengan sel sensori yang mirip pada linea lateralis dan tunas perasa.utriculus. tetapi kecil yang disebutlagena. tetapi semua aktifitas tertentu jika gerakan terhenti meskipun rambut tetep berada diposisi baru (Villee dkk. maka terjadi potensial aksi.2 Peraba Menurut Rahman (2003). Cone dan rode mempunyai pigmen yang dapat menyerap cahaya. Menurut Lagler et.12 Mekanisme Proses Masuknya Rangsangan 1. 1. yang lain menggunakan gelembung renang sebagai reseptor awal atau hidofon.

4 Penciuman Menurut Rachman (2003). Kemudian saat diberi . sirip dorsal mengkerut. ikan nila menghindari sentuhan.12. 2006). Dengan demikian pengenalan dan pengolahan informasi dalam tunas pengecap dilindah sangat rumit. 1. ikan nila menghindari sentuhan.5 Pengecap Menurut Villee. ikan nila menjauhi rangsangan. sirip-siripnya bergerak cepat. Setiap sel pengecap. Menurut Effendi (1972). Kemudian saat disentuh kepalanya. Saat disentuh kepalanya. menunjukkan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakuan sebagai control.gerakannya naik turun atau lebih lambat. yang merupakan sel epitel dan suatu reseptor. Hubungan – hubungan ddengan sel syaraf adalah kmplek. sirip dorsal naik. Terdiri dari axon-axon sel indra pembau yang berkumpul menjadi berkas dengan naa fil olfactorius. Berdasarkan pengamatan semua kelompok. Berkas-berkas ini tidak bermyelin. Saat disentuh sirip dorsalnya. ikan nila terkejut. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan hidung untuk mencari makanannya. sel reseptor di retina memerlukan strujtur pendukung berupa mata. sehingga jumlah pola pesan yang dikirim ke otak untuk tiap cairan beda. gerakan ikan nila tidak seimbang atau oleng. pada vetebrata tingkat rendah. Setelah disentuh dorsal. dorsal iakan nila turun.1 Keseimbangan Tubuh Ikan Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. pada permukaannya mempunyai mikrovilus yang segaian menjulur ke kedalam suatu pori kecil yang berhubungan dengan cairan yang membasahi permukaan lidah. saat disentuh linea lateralisnya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut dan menghindari sentuhan. tetapi tidak ada dua reseptor yang benar-benar sama. Kemoreseptor yang bersifat umum yang terdapat pada semua hewan adalah reseptor pengecap. berkas ini menghubungkan sel-sel pembau dengan bulbus olfactory. Pemberian rasa pada pengecap mungkin tergantug pada suatu sendi yang terdiri atas pola serabut silang. Lalu saat semua sirip dipotong. membelok menghindari sentuhan. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nol berhubungan dengan hidung penerima rangsangan. Beberapa neuron dapat berhubungan dengan suatu sel dan yang lain dengan sejumlah sel.12.2. nervus olfactorius (NI) mempunyai fungsi berhubungan dengan bau-bauan. Beberpa sel pengecap peka terhadap dua atau lebih kelompok rasa. Otak bagian depan menjadi lebih berkembang. ikan nila menghinda. indra pengecap terdapat pada sejumlah bagian mulut dan faring dan bahkan di beberapa jaringan kulit kepala. menghindari sentuhan. Saat disentuh ekornya.2 Analisa Hasil 4. karena setiap sel pengecap dilayani oleh lebih dari satu neuron. telencephalon adalah otak bagian depan dengan sebagai pusat yang berhubungan dengan dengan pembau. Setelah disentuh linea lateralis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut. dkk (1988). 1. yaitu setiap reseptor member respon pada lebih dari satu zat kimia.bersinaps dengan pusat penglihatan yang berada di korteks otak. Lalu saat disentuh sirip caudalnya.agar dapat berfungsi optimal. ikan melemah. Kemudian saat diberi perlakuan dengan ditusuk matanya menujukkan responnya lambat. 4. terutama untuk mengecap rasa pahit menunjukan fungsi protektif karena pada pahit dianggap sebagai pengingat akan adanya ancaman senyawa foksis potensial (Isnaeni.

fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya. 4.3 Faktor Koreksi Dalam praktikum system syaraf terdapat beberapa hal yang menjadi factor koreksi yaitu: Ikan Nila (Oreochromis niloticus) diusahakan tidak dalam kondisi stress sehingga proses pengamatan bisa optimal Ketidaktelitian praktikan delam mengamati perubahan gerak pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) dapat mempengaruhi hasil pengamatan sehingga data yang diperoleh tidak valid Toples menang mempermudah pengamatan karena permukaan kaca cembung. Saat diberi rangsangan berupa gelombang. udang galah tidak menunjukkan respon.2 Reaksi Syaraf pada Udang Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). saat diberi perlakuan sebagai kontrol yaitu diberi kejutan berupa suara. 4. 2005). ikan melemah dan tidak merespon lagi saat dibei rangsangan. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) antenanya bergerak dan mendekati arah datangnya suara. udang galah menghindari sentuhan. ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). Berdasarkan pengamatan semua kelompok. . Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) kaki renang dan antelanya bergerak. Hal ini sesuai dalam Rachman (2003). hasil pengamatan semua kelompok menunjukkan bahwa gerakan ikan nila menjadi tidak seimbang atau oleng. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menjadi tidak seimbang atau oleng. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. tidak menunjukkan respon sama sekali saat diberi sentuhan. dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. menunjukan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakukan sebagai kontrol saat diberi rangsangan berupa suara. Menurut Yuwono dan Purnomo (2001): · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan mengoleng. kaki renang dan capitnya bergerak dan saat diberi sentuhan udang galah loncat ke belakang. namun kurang luas untuk mengamati gerakan ikan dan udang. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. Sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. statocyst (alat keseimbangan). Lalu saat semua alat geraknya dipotong. Kemudian saat diberi perlakuan dengan capitnya dipotong. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. Lalu saat diberi rangsangan berupa gelombang antenanya bergerak dan melawan arus. Saat diberi rangsangan. jaga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip peluik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan sirip anal mengontrol gerakan menggulung.2. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat diberi rangsangan karena sirip yang memberikan kendali terhadap pergerakan ikan sudah tidak berfungsi lagi. gerakan mengoleng dan gerakan menggulung. Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. Kemudian saat diberi rangsangan berupa sentuhan. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) selalu bergerak. lalu diberi rangsangan berupa suara kaki renangnya bergerak.perlakuan dengan dipotong semua siripnya. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. antenna dan antenula. Jadi saat semua siripnya dipotong.

Sel endokrin menyebar di seluruh tubuh. otak depan. 5. dan diberi kejutan suara.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang bisa diambil dalam praktikum system syaraf adalah Dapat mengetahui mekanisme syaraf pada ikan dan udang Dapat mengetahui bagian-bagian tubuh pada ikan dan udang beserta fungsinya Udang yang dipotong matanya bisa mempercepat proses kematangan gonad Dapat mengendalikan gangguan-gangguan lingkungan sekitar terhadap kehidupan ikan nila dan udang galah. 5. Mereka mungkin terbentuk dari kelenjar yang .2 Saran Pada praktikum FHA materi syaraf diharapkan praktikan lebih teliti pada pengamatan ikan dan udang yang telah disentuh.4. ENDOKRINOLOGI 1. kepala. sistem endokrin itu sendiri juga beraneka ragam dan heterogen. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Syaraf otonom dikendalikan oleh simpatik dan para simpatik v System syaraf pada ikan lebih lengkap atau komplek daripada system syaraf pada udang v Bagian otak ikan ada 3 bagian yaitu otak tengah. syaraf pusat dikendalikan oleh otak dan sumsum tulang belakang. dan otak belakang. 2007). et. Tempat ikan dan udang diharapkan lebih luas agar pengamatan mudah.1 Kesimpulan Dalam praktikum syaraf dapat disimpulkan bahwa: v Sistem syaraf merupakan system yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinggi diantara system organ yang lain dalam tubuh v Sistem syaraf ada 2 macam yaitu syaraf otonom dan syaraf pusat. Sistem endokrin bukan unit struktural. Ia tidak seperti sistem saraf yang dibangun berdasarkan susunan tingkat khusus. dipotong. Menurut Gordon. PENDAHULUAN 1. dan ekor cenderung bergerak menghindari karena merasa ada bahaya yang mengancam dirinya.1 Pengertian Endokrinologi Sistem endokrin suatu sistem yang mempunyai peran dalam sekresi hormoon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh (Noer dan Widowati. Aktivitas ini dikoordinasi oleh system saraf yang ada pada bagian-bagian tersebut v Sirip-sirip ikan dan linea lateralis merupakan bagian-bagian yang menyusun sitem keseimbangan tubuh ikan v Ketika diberi perlakuan dengan sumber bunyi arus dan sentuhan udang cenderung menggerakkan bagian-bagian tubuhnya seperti antenula dan kaki karena mengandung jaringan syaraf untuk berkomunikasi dengan lingkungan.al (1977). berdasarkan pada neuron sebagai unit fundamental. dorsal. Sedangkan pada system syarafnya tangga tali v Mekanisme jalannya implus saraf adalah rangsang ke reseptor ke otak kemudian ke efektor dan selanjutnya ke interneuron v Ikan yang disentuh bagian linea lateralis.

ultimobranchial. mengatur perkembangan organ kelamin primer.5 Reproduksi Buatan . Tiap jenis hormon disekresi secara khas oleh sel-sl tertentu yang merupakan kelenjar endokrin (Villee. badan stanius dan organ pineal. Konsentrasi ion gula. mengatur keseimbangan cairan tubuh. berperan dalam metabolisme zat-zat makanan. otot polos maupun otot jantung (Noer dan Widowati. 1988) Menurut Rachman (2003). secretin. 1. 2006). merupakan sistem endokrin yang bersama-sama dengan sistem saraf. Kelenjar endokrin mengeluarkan ormon ke dalam aliran darah dan bukan ke dalam saluran yang menuju ke luar tubuh atau ke dalam salah satu organ internal seperti halnya kelenjar eksokrin.. bahkan mengatur kontraksi otot bergaris.2 Kelenjar Penghasil Hormon Menurut Effendie (1972). gonad.menghasilkan satu sampai beberapa hormon atau muncul sebagai jaringan atau sebagai sel individu. pertumbuhan organ maupun tubuh. Sistem endokrin juga memegang peran penting dalam pemeliharaan lingkungan dalam yang tetap. Karena hal tersebut. jaringan chromoffin. Sekresi beberapa hormon secara langsung dikendalikan oleh kebutuhan akan hormon tersebut Dalam beberapa kasus. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui sistem pambuluh. badan stanius dan organ pineal. Pada ikan kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar endokrin yaitu hypophysa(pituitary).a air dan berbagai garam dalam (ES dipertahankan dalam batasan sempit olh aksi hormonal. Menurut Kimball (1983). Sekret dari endokrin dinamakan hormon (Isnaeni. pertumbuhan perkembangan seksual dan metabolisme adalah tiga proses tubuh dalam pengendalian sistem hormon yang eraksi secara terhadap sepanjang waktu.. Sistem endokrin disebut juga sistem kelenjar buntu yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusu untuk mengeluarkan skretnya. Kelenjar tiroid. sel-sel gamet dan ciri seks sekunder. 1. Padaikan. dkk. Paling tidak ada tiga mekanisme yang dipakai oleh hormon untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui siatem pembuluh. paratiroid. Sistem ketiga untuk mencapai pengaturan dari dalam produksi hormon digambarkan dalam hubungan antara TSH dan Tiroksin 1. Hormon merupakan suatu bahan kimia yang disintesis dari sel-sel maupun jaringan kelenjar endokrin. Hormon yang dihasilkan berperan dalam berbagai hal antara lain. 2007).4 Hormon dan Fungsinya Hormon adalah suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit olaeh sel-sel endokrin ke dalam cairan jaringan atau sistem vaskuler (Junquiera dan Carneiro. 1980 dalam Rustidja. memadukan aktivitas organ-organ dan jaringan hewan multi sel yang kompleks. thyroid. ulltimabranchial. secretin. Hormon yang dihasilkan kelenjar tadi mempunyai sifat sebagai pengatur kimiawi terhadap jaringanjaringan atau sel-sel somatis tertentu di dalam pembuluh. Jaringan-jaringan lain yang mengkin berfungsi sebagai kelenjar endokrin ialah renin. Mesenjer (pembawa pesan) kimiawi yaitu hormon. 1988). jaringan chromaffin. respon sustu kelenjar terhadap kadar zat yang diatur mungkin menjadi lambat. kelenjar itu sering disebut kelenjar sekresi internal. pipituitari dan adrenal hanya berfungsi dalam ssekresi hormon dan merupakan kelenjar tak bersaluran yang sebernarnya. kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar yaitu hypophysa (pituitary) thyroid. pulnu Langerhans dalam pankreas dan jaringan internal. 1996). dkk. Pankreas mensekresi enzim pencernaan melalui saluran dan hormon yang dibawa oleh darah (Villee.

Gametogenesis secara umum diartikan mekanisme produksi gamet pada hewan (Guyer and Charles.7 Keunggulan Hipofisasi Pematangan gamet pada induk jantan dan betina dapat dilakukan melalui penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa. Menurut Masrizal dan Azhar (2005). agar dapat memberi peluang lebih besar kepada spermatozoa memasuki telur (Rustidja. di lepas ke dalam bak pemijahan kemudian bak pemijahan ditutup rapat pemijahan akan terjadi pada malam hari 8-12 jam setelah penyuntikan Menurut Sunarma (2007). Yatim (1983) dalam Rustidja (1998). media fertilisasi diusahakan tidak terlalu banyak.6 Proses Maturasi Pada Pemijahan Ikan Secar Alami Dan Buatan Organisme dewasa (matang). hanya karakter kelaminnya saja yang berubah. setengah disuntikan pada induk jantan dan setengahna lagi pada induk betina penyuntikan dilakukan pada bagian punggung dengan memasukkan jarum suntik mirng 45 0 sedalam kurang lebih 2 cm induk yang telah disuntikkan. Sedangkan perubahan jenis kelamin buatan merupakan suatu upaya untuk mengubah jenis kelamin dengan menggunakan hormon steroid sebagai perangsng.030 joule. fertilitas. menyatakan bahwa perubahan jenis kelamin secara alami adalah perubahan kelamin yang disebabkan oleh faktor lingkungan dengan bawaan genetiknya tidak berubah. penyuntikan hormon dilakukan untuk merangsang terjadinya peningkatan proses fisiologis reproduksi akibat adanya peningkatan jumlah hormon dalam tubuh. Pada jantan proses tersebut disebut spermatogenesis dan gamet disebut spermatozoa (bentuk tungglanya sprma ).8 Teknik Penyuntikan Menurut BPBAT (2007). cara penyuntikan dan pelepasan induk antara lain: induk disuntik pada siang atau hari kelenjar hipofisa yang telah disiapkan yang telah disiapkan. 2000). penggunaan atau penyuntikan kelenjar hipofisa ayam boiler dalam teknik hipofisasi dapat mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan prosentase ovulasi. 1. Energi yang dihasilakan akibat dari sinar laser berkekuatan 5 nW dengan panjang gelombang 632. Dosis yang diperlukan dapat ditentukan berdasarkan lingkar badan dengan selang pemberian dua atau tiga kali.8 nm selama 6 detik pada suatu titik penembakan yaitu 216 bagian ventral tubuh ikan dengan frekuensi penembakan satu kali dalam seminggu adalah 5 mW x 6 detik x 1 titik =30 mW atau 0. daya tetas telur serta survival rate larvae ikan lele dumbo sampai umur tiga hari.030 w detik =0. 1. hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan merangsng ovarium dapat mendorong pengeluaran telur oleh ikan tersebut (Rustidja. selang penyuntikan pertama dengan kedua berkisar 6 sampai 8 jam (Woynorovich dan Horvart. Untuk ikan mas. 1989). benih sel mulai beraktivitas dan mengalami proses maturasi yang melibatkan sel selanjutnya yang hasil akhirnya memproduksi gamet fungsional. tingkat kematangan.Fertilisasi secara buatan mengupayakan bagaimana telur dan spermatozoa dapat bertemu dengan kondisi yang baik. 1964). sehingga dapat diperoleh individu berjenis kelamin yang diinginkan. 1. 2000). untuk sselanjutnya menggertak hipothalamus untuk memproduksi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dengan dilepaskannya Gnrh ini akan merangsang hipofisa anterior untuk mengeluarkan hormon gonadotropin. pada betina ova (bentuk tunggal ovum) hasil dari oogenesis. 1982 dalam Rustidja. Secara prisip penambahan hormon dapat dilakukan baik melalui penyuntikan maupun .

Penyuntikan dilakukan secara intra muscular. semakin dekat posisi penyuntikan dengan organ target (gonad) peluang keberhasilan semakin besar. serto dalam keadaan sehat (Sumantadinata. menggunakan perbandingan lain yaitu perbandingan antara berat gonad segar (gram) dengan panjang ikan (mm) dan menamakan indeks yang didapat “Gonado Index” (GI) dengan perumusan: . yaitu perbandingan antara berat gonad segar (garm) dengan panjang iakn (mm). Kelenjar hipofisa ini terletak di bawah otak sebelah depan. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan penyuntikan. 1. Pada dasarnya. dengan menggunakan rumus : Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati Harga satuan sehingga mudah melihat dan mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi. Ikan donor sebaiknya masih satu jenis dengan resipien atau masih dalam satu family masih dalam keadaan segar (mati tidak lebih dari 1 jam). 1981). ikan donor adalah ikan yang akan diambil kelenjar hipofisanya. 1.melalui oral. Ikan resipien yang akan disuntik sebaga ikan yang akan dipijahkan harus sudah matang telur bagi yang betina dan matang sperma bagi yang jantan. Menurut Milne (1999) dalam Muslikhin (2008). Bats (1972) dalam Effendie (2002). sudah matang kelamin dan bukan ikan yang baru selesai memijah. mengansung hormon gonadotropin yang berfungsi untuk mempercepat ovulasi dan pemijahan. diantaranya gunakan jarum suntk yang tajam (jika memungkinkan gunakan single use syringe).yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50 % untuk penyunikan kedua dari total dosis dengan selang pemberian 8 jam. Ikan yang sudah dihipofisasi ini kemudian dimasuukan ke dalam bak. cara untuk mendapatkan telur dan spema segar bbiasanya menggunakan teknik penyuntikan dengan kelejar hipofisa.9 Teknik Hipofisasi Menurut Rustidja (2006). Metode penyuntikan lebih umum digunakan baik penyuntikan melaui bagian punggung (intra-muscular) ataupun melalui bagian perut (intra-peritonial). Namun mengingat banyaknya organ dalam yang mungkin terganggu saat penyuntikan dilakukan penyuntikan inta-muscular lebih banyak digunakan.11 GI Perbandingan lain yang dapat digunakan untuk menentukan nilai indeks kematangn gonad adalah “ Gonado Index” (GI) oleh Balts (1972) dalam Wahyuningsih dan Teranal (2006). Dosis yang digunakan untuk jenis ikan mas adalah 4 mg ePG kering 1 kg berat tubuh untuk betiana dan separuhnya untuk ikan jantan yaitu untuk mendapatkan sperma yang segar. hipofisasi merupakan salah satu teknik untuk mempercepat pemijahan ikan melalui injeksi kelenjer hipofisa. dilakukan penyuntikan pada daerah yang memiliki daging tebal untuk menghidari penyuntikan terkena tulang.setelah cPG tersedia diambil dan digerus dengan penggerus BELUM sampai halus. artinya 1 kg ikan donor hypophysanya dapat disuntikan ke ikan resipien yang beratnya 1 kg atau untuk 1 kg ikan yang akan disuntikan membutuhkan 2kg iakn donor.10 Syarat Ikan Donor dan Resipien Menurut Sumantadiata (1981). masukkan hormon dengan menekan spuit secara perlahan hindari adanya stres belebihan pada ikan dan cabut jarum suntik secara perlahan guna menghindari adanya pengambilan hormon keluar tubuh. Hipofisasi dapat dilakukan dengan menyuntikan suspensi kelenjar hipofisa pada tubuh ikan yang akan dubiakkan. 1. Apabila tidak ada cPG bening maka dapat digunakan cPG belum yaitu langsung mengambil kelenjar hypofisa ikan mas dengan rasio perbandingan berat antara ikan donor dengan resipien adalah 1:1 atau 2:1. ditambahkan NaCl fisoilogis 9% atau dapat juga menggunakan cairan untuk infus (dengan ukuran 1 mm setiap mg kelenjar hipofisa) kemudian dicampur sampai homogen dan siap untuk disuntikkan.

di daerah bermisim empat. Tantan dalam Effendie (2002). secara kuantitatif dinyatakan dalam GSI atau “Gonado Somstic Index” yang dinyatakan dalam rumus : GSI = (BG)/ (BT-BG) x 100% Dimana : BG = berat gonad BT = berat tubuh 1. diameter telur di dalam ovari mempunyai kisaran ukuran tertentu dan adaukursn diameter yang paling banyak frrekuensinya. Berdasarkan penelitian. 4. dkk. Berat gonad akan mencapai maksimum pada saat ikan akan memijah. kemudian induk tersebut diambil dengan ditimbang. sebagian besar energi hasil metabolesme dipakai untuk perkembangan gonad. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi di dalam gonad.Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 . selanjutnya dilakukan pembedahan dan bagian perut dan gonadnya dikeluarkan dan ditimbang. pada setiap tingkat kematangan gonad (dari TKG sampai dengan TKG V) tertentu. kemudian berat gonad akan menurun dengan cepat selama pemijahan sampai selesai. kenapa terjadi pemijahan. faktor utama yang mempengaruhi kematangan gonad ikan antara lain adalah suhu dan makanan. Pematangan kematangan gonad dilakukan dengan 2 cara yang pertama cara histologi dan dilakukan dalam laboratorium atau dilakukan di lapang. satuanya gram. dalam meneliti perkmbangan gonad kan kerapu (hermaprodit) Ephinephelus taurina (forskal) dari pulau Tiomar dan Serawak di Perairan laut Cina Selatan. semakin besar diameter telur di dalam ovari. menggunakan “Gonado Index” dengan rumus Gonado Index (GI) Wg/L3 x 107 .13 Tingkat Kematangan Gonad Menurut Sjafei. (1993). beberapa kali memijah dalam satu tahun dan sebagainya. perubahan-perubahan keadaan gonad itu dinyatakan dengan tingkat kematangan gonad (TKG). Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati harga satuan sehingga mdah melihat dan mendekati perubahan-perubahan yang terjadi.12 GSI Menurut Rustidja (2000). Menurut effendie (1978) dalam Rustidja (2000). beberapa lama saat pemijaha. apakah ikan sudah memijah atau belum.2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan sebagian besar kelompok menyatakan kondisi ikan . 1. GSI (Gonado Somatic Imdex ) ialah perbandingan antara berat gonad dengan berat tubuh ikan nila. Menurut Jayatisoka. Tetapi di daerah tropik faktor suhu secara relatif perubahannya tidak besar dan umumnya gonad dapat masak lebih cepat. satuannya gram. Semakin tinggi tingkat kematangan gonad. sebelum terjadi pemijahan. Satuan GSI adalah Persen/ untuk mencari GSI dengan menggunakan rumus : GSI = Wg/WT-Wg x 100% Dimana : Wg = berat gonad (gram) Wt = berat total tubuh (garm) Nilai persentase GSI akan semakin meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat akan terjadi pemijahan . Keterangan tentang kematangan gonad ikan diperlukan antara lain untuk mengetahui perbandingan ikan yang matang gonad dan yang belum dari stok yang ada dalam perairan. dkk (1988). ukuran atau umur ikan pertama kali mijah. Cara mendapatkan yakni setelah induk ikan betian matang gonad.

Kurang telitinya dalam mengamati tingkah laku ikan . Nilai GSI dan GI sebanding lurus. warna genital kemerahan dan pergerakan lincah. penyuntikan dilakukan secara muscular. perut melembek. air aquarium jernih. Sedangkan pada akhir pengamatan (setelah 12 jam disuntik hipofisa) ikan banyak mengeluarkan feses. induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. Setelah disuntik hipofisa warna tubuh semakin pudar kehitaman. perut ikan besar. pergerakan lincah. dapat diperoleh data GSI sebagai berikut GSI tertinggi adalah kelompok 5 sebesar 17.95% dan nilai Gsi terendah pada kelompok 2 sebesar 53. Jadi kelompok yang memiliki GSI yang tinggi seperti kelompok 5 yaitu sebesar 17. alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakkannya lincah. berperut tipis.26 dan nilai GI terendah pada kelompok 2 sebesar 9.3 Faktor koreksi Pada praktikum endokrinologi ini terdapat faktor koreksi antara lain : .26% dan nilai GI tertinggi pada kelompok 5 sebesar 53.Kurang teliti dalam melakukan penyuntikan hypofisa. intraperitorial (di perut) di tempat ini dikhawatirkan hipofisa terkena organ-organ dalam pada perut. air bening dan genital kemerahan.setelah disuntik hipofisa (pada awal pengamatan). lubang genital pucat. nilai prosentase GSI akan meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat terjadi pemijahan. warna tubuhnya pucat. menyatakan bahwa klasifikasi indeks gonad ikan kerapu betina: 4.Kurang teliti dalam perhitungan GI maupun GSI . Hal ini sesuai Rustidja (2000). Pada kelompok 3 pada awal penyuntikan hipofisa pada ikan diketahui warna tubuh pucat. Jadi ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa yaitu gonadotropin. sisik mengelupas. Dari hasil pengamatan endokrinologi yang telah dilakukan. perut besar. Sesuai pendapat Usniarie (2008). yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50% untuk penyuntikan kedua dari total dengan selang pemberian 8 jam.95% sudah siap memijah daripada kelompok lainnya. sehingga akan mempengaruhi kecepatan reaksi hypofisa terhadap kematangan gonad 4. perut lembek. Hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan meransang ovarium mengeluarkan hormon steroid yang merupakan mediator langsung proses pemijahan.Kesalahan dalam melakukan prosedur kerja sehingga menyebabkan tidak terbentuknya endapan pada larutan Na Fis + hypofisa . sisik mengelupas.78. intracranial (di otak) dibagian ini sangat cepat merespon tetapi mempunyai resiko paling besar karena berhubungan langsung dengan sistem syaraf. Berdasarkan hasil perhitungan kelompok 3 didapatkan hasil GSI 6. Ikan yang sudah dihipofisa ini kemudian dimasukkan ke dalam bak. ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hypothalamus dengan dilepaskannya GnRH ini akan meransang hipofisa anterior untuk mengeluarkan gonadotropin hormon. Hasil GI yang didapatkan 12 dan menurut Effendie (1997).Dapat mengetahui teknik pengamatan gonad . dan lubang genital pucat.Hypofisa yang berukuran kecil terkadang dapat terlewatkan atau bocor duluan karena cara pengambilan tidak tepat .Pembuatan supernatan tidak secara maksimal . Menurut Rustidja (2000). Pada praktikum terdapat beberapa penyuntikan hipofisa antara lain intramuscular (di otot) pada otot terjadi aliran darah maka hipofisa dapat disalurkan ke otak.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum endokrinologi dibidang perikanan antara lain : . warna tubuh ikan semakin pudar dan kehitaman.75%. kepalanya bulat. Menurut Rustidja (2000).

daya tetas telur serta survival rate larva ikan. lubang urogenitalnya putih dan bila ditekan perutnya mengeluarkan sperma. 8.. Sedangkan ikan jantan perutnya semakin besar dan keras. 12. gonad.78 gr/mm³. tingkat kematangan. TKG yaitu perubahan-perubahan keadaan gonad yang dipengaruhi oleh jenis spesies.18 gr/mm³. 17.92 gr/mm³. ukuran dan fisiologi individu. perutnya semakin membesar. jaringan chromaffin. 11.Mengetahui cara meningkatkan kematangan gonad ikan sehingga dalam usaha budidaya akan mendapatkan banyak keuntungan karena ikan cepat matang gonad . Sistem endokrin adalah suatu sistem yang mensekresi hormon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh. 5. dalam keadaan segar.Dapat mempercepat pematangan gonad . ikan betina yang dihipofisasi gerakannya semakin lambat. KESIMPULAN DAN SARAN 5. dan 23. pulau langerhans dalam pankreas dan jaringan interrenal.12%. 26. Kelenjar penghasil hormon antara lain : hypophysa (pituitary). umur. 6.75%.Mengetahui cara pengambilan dan letak hypofisa ikan . lubang genital kemerahan. ultimobranchial.82%. 12. 9. Hormon merupakan suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit oleh sel-sel endokrin kedalam cairan jaringan atau sistem vaskuler. 23. 4. TEHNIK PENGAWETAN DAN PEWARNAAN SPERMA 1. PENDAHULUAN 1.91%. Sedangkan nilai GI secara berturut-turut yaitu 33. 3.83%. GI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan panjang ikan. 8. tidak baru selesai memijah.Mengetahui cara perhitungan GI dan GSI terkait dengan tingkat kematangan gonad 5.Dapat memperbanyak benih ikan . 53. 5.12 gr/mm³. 9. 10. 14.97 gr/mm³.2 Saran Sebaiknya dalam proses pembelian ikan dicek terlebih dahulu jantan-betinanya agar tidak salah dan data hasil pengamatan bisa lebih valid. Keunggulan hipofisasi yaitu mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan ovulasi.1 Pengertian Sperma Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Arie (2008). Syarat ikan resipien yaitu sudah matang telur atau sperma dan dalam keadaan sehat. fertilitas. Nilai GSI ikan dari kelompok 1 sampai 8 adalah 13. thyroid. 7. mengeluarkan lendir. sperma didefinisikan sebagai larutan . 12.26 gr/mm³.86%.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1.05 gr/mm³. dan 12.94 gr/mm³. Berdasarkan data pengamatan. Syarat ikan donor adalah masih satu jenis dengan ikan resipien atau masih satu family. GSI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan berat ikan. matang kelamin.55%. dan warnanya semakin cerah. 6. 2. 5.95%.

Inti spermatozoa terdapat pada bagian kepala yang mengandung kromosom. spermatozoa merupakan sel padat dan sangat khas. Salah satu dari sentriol. Sedangkan “makhluk” kecil yang berenang-renang di dalam semen disebut spema. Di belakang kepala sperma terdapat bagian tengah sperma (sering disebut leher) yang banyak menyimpan mitokondria. Spermatozoa pada ikan sangat simple. menyebutkan bahwa spermatozoa dapat mengeluarkan “ androgamen” yang terdiri dari enzim hyaluronidase. yaitu bagian kepala dan bagian ekor. 1983). Mitokondrion mengelilingi bagian atas flegelum dan menyediakan energi untuk gerakan pukulan cambuk (Kimball. Menurut Guyer and Charles (1964). yang merupakan sumber energy bagi sperma. morfologi spermatozoa ikan mas sangat sederhana. bagian utama dan bagaian ujung terdiri dari fibril-fibril (Partodiharjo. cahaya memanjang 10 sampai 20 kali dari panjang ekornya. Mitokondria sanat penting dalam pembentukan ATP.5 Fisiologi Spermaozoa Wildan (1990) dalam Rustijda (1999). bagian ekor terdiri dari bagian tengah yang mengandung mitokondria. pengertian semen berbeda dengan sperma. semata-mata hanya untuk membuahi telur pada jenis yang sama. pada jantan ini dikenal sebagai spermatogenesis. dan tiap kromosom mengandung gen pembawa sifat. Ekor sperma berguna sebagai organ renang. antifertilizin. cairan putih dan kental yang dikeluarkan dari alat kelamin lelaki saat ejakulasi disebut semen. enzim-enzim ini berguna dalam proses fertilisasi telur. Bagian kepala berbentuk membulat (spherical) dan bagian leher mengalami reduksi. 1999). Pada saat di keluarkan dari alat kelamin jantan. Menurut Rustidja (2000). Gambar 9:gambar Morfologi Spermatozoa 1.3 Anatomi Sperma Sebuah sel sperma terdiri atas (1) kepala. bagian ekor sangat diperlukan untuk membantu pergerakan sperma. yang menyimpan sejumlah kode / informasi genetic yang akan diwariskan kepada keturunannya. .2 Pengertian Spermatozoa Menurut Soeparna (1980) dalam Arie (2008). Secara keseluruhan. 2003). (2) dua sentriol dan (3) ekor. spermatozoa beada dalam seminal plasma. 1. yang mengandung kromosom dalam keadaan kompak dan inaktif. pada bagian kepala mengandung bahan genetik (inti sel) yang dilapisi oleh akrosom dan membran plasma.4 Morfologi Spermatozoa dan Gambar Secara morfologis spermatozoa terdiri dari 2 bagian. atau salah satu bagian dari alat reproduksi ikan. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa (Rachman. Menurut Isnaeni (2006). dan zat penelur. tidak tumbuh atau membai diri serta tidak mempunyai peranan fisiologis apapun pada hewan yan menghasilkannya.spermatozoa yang berada di dalam larutan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testes. akrosin. terdiri dari kepala dan ekor. yang merentang sepanjang ekor. 1992 dan Rustidja. Campuran seminal plasma dengan spermatozoa disebut milt. 1. Sementara. di pusat kepala sperma terdapat inti sperma. 1. merupakan badan basal dari flagellum. Menurut Decky (2008). dan gametnya disebut spermatozoa (sperma tunggal).

choromosom memendek dan menebal. tetapi belum sampai pada saluran different (spermiasi) pada ikan Oktober. Menurut Winarno (2007).1969 dalam Rachman. 2003). dkk. spermatocyte primer kemudian menjadi spermatocyte sekunder. Pembentukan spermatozoa dari spermatogonia di dalam testis disebut spermatogenesis.7 Proses Pembentukan sperma Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahsa yunani kuno yang berarti benih dan makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi jantan. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. November. Peran aktif spermatozoa sebagai gamet jantan sehingga penting dalam keberhasilan munculnya individu baru oleh karena itu di dalam reproduksi sering diperlukan adanya standart kualitas spermatozoa (Saylar. dan golgi. 1993). reticulum endoplasmic. Februari (Sjafei. Spermatocyte primer kemudian pecah menjadi 4 spermatid masing-masing terdiri n chromosom.kepalanya berbentuk bola dengan kromatin lebih tebal dan mengecil pada bagian belakang (intermediate). Kemudian diikuti pembelahan kedua. lalu terbentuk spermatid yang akan menjadi spermatozoa atau sel sperma yang disimpan dalam testes dan berada dalam keadaan dorman (istirahat) sampai induk jantan siap memijah. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. Sel sperma akan membentuk zigot. tampilannya seperti jelly. bahwa secara structural spermatozoa sebagai sel yang terperas sangat sedikit sekali kandungan sitoplasmanya. Menurut Suminto (1993) dalam Sylar (2007). perkembangan spermatozoa bermula dari tiap spermatogonium ertambah ukrannya dan dnamakan spermatocyte primer. 1. Menurut Woynarovich and Horvath (1980) dalam Rustidja (2000). kualitas sperma menurun setelah Januari. Spermatozoa memiliki organe-organel yang sangat sedikit dibandingkan sel lainnya. jumlahnya haploid. Spermatozoa tidak memiliki libosom. Dan sebaliknya spermatozoa memiliki banyak sekali mitokondria yang letaknya sangat strategi untuk mengefesiensi energi yang diperlukan. Spermatogonia primitif akan aktif membelah secara mitosis di dalam testis. Kemudian dari tetrad menjadi 2 sel dengan n chromosom yang dinamakan spermatocyte sekunder atau 2 n chromatid. Secara struktur ada sua bagian yaitu kepala dan ekor. Sprmatozoit sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa.8 Proses perkembangan spermatozoa dan Gambar Menurut Kastowo ( 1982 ). 1. tiap spermatid mengalami metamorphose. . Proses metamorphose spermatid sering dinamakan “spermatogenesis” (Hoar. Ini merupakan gamet yang masak disebut spermatozoa. Pada spermatocyt primer. perkembangan spermatozoa ikan mas tidak jauh berbeda dengan sel telur. bentuk spindel dan susunan tetrad secara random pada bidang equatorial. Proses ini meliputi poliferasi spermatogonia melalui pembelahan mitosis yang terulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan koagulum mangalir. lazimnya. dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi). 2007). 1. Beberapa minggu kemudian setelah periode pematangan sperma dapat digunakan periode spermiasi dapat berlangsung beberapa bulan. Kemampuan gerak dan daya memijahnya masih lemah.6 Spermiasi Spermatozoid dikeluarkan dari siste dan menampak diri pada cahaya tebal antara September dan Oktober.

1 Mikroskopis dan Gambar Menurut Pangestuningtyas (1993) dalam Arie (2008). sperma yang berkualitas baik terlihat seperti susu kental. bentuk normal spermatozoa dan kemampuan gerak spermatozoa (Winarno. Penurunan suhu dari suhu kamar ke suhu dingin dan suhu baru perlu di lakukan secara bertahap untuk menghindari cold shock (Tali here.11 Motilitas Sperma Lama penyinaran sperma berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa pasca pembekuan.dkk (1993). menyatakan bahwa lama hidup spermatozoa sangat tergantung kepada persediaan energi yang terkandung di dalam tubuhnya. 1. perbedaan umur pejantan yang berpengaruh terhadap kualitas sperma ini disebabkan oleh perbedaan energi yang ada dalam sel sperma. perkembangan sel-sel germinal jantan terjadi di dalam kantong atau siste (cyste) yang dibuat oleh sel-sel sentroli. 2000). berwarna putih susu. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum dan baunya khas sepertikaporit (Winarno. penuh dan membuyar dengan mudah ketika diteteskan dalam air tawar atau garam fisiologis. Sel sentroli ini mempunyai peran sangat penting sebagai sel pendukung.9.9. berdasarkan hasilpengamatan makroskopis dan mikroskopis terhadap sperma segar hasil stripping dari induk donor ikan mas (Cyprinus carpio) yang digunakan untuk pembekuan memiliki kualitas yang bagus dan motilitas tinggi yaitu 80 – 85 %. Gambar 10 : gambar Proses perkembangan spermatozoa 1. Persediaan energi tergantung pada asupan nutrisi. Selain tampilan sperma secara makroskopis hasil pemeriksaan secara mikroskopis lebih menentukan kondisi kualitas kesuburan sperma. Hardjopranjoto (1995) dalam Rustidja (2000). 1981 dalam Rustidja. Menurut Rustidja (2000). Semakin lama sperma disimpan akan terjadi penurunan . Dibawah mikroskop terlihat sperma dengan kepadatan tinggi dan semuanya berbentuk normal serta pergerakannya sangat aktif.9 Kualitas Sperma 1. Spermatogenesis berlangsung didalam tubuh atau lubus tekstikular.Menurut Sjafi. 1. berwarna agak keputihan. dalam pengalihan metabolit dan hormon dan penyerapan kembali sel yang mengalami degenerasi. 2007).10 Viabilitas Sperma Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah. Tiga parameter penting yang menentukan kualitas sperma secara mikroskopis adalah konsentrasi spermatozoa. Koagulum berisi zat gula (fruktosa) yang berfungsi sebagai sumber energi spermatozoa.2 Makroskopis Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih darii 2 ml dalam sehari ejakulasi. 2007).9. Menurut Winarno (2007). Sel germinal ini di dalam perkembangan selalu bersama-sama dengan sel sentroli. fasilitas dan daya tetas telur ikan mas. sperma disebut baik jika terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum. 1. Spermatogenesis adalah perubahan bentuk dari sel kelamin jantan primodial yang disebut spermatogonia menjadi spermatozoa. 1.3 Biokimiawi Menurut Kilawati dan Feni (2005). Pemebntukan siste berawal dengan pembelahan mitosis.

Hormon kedua kelenjar hipofisis. Pemakaian bahan pengencer dimaksudkan untuk mengurangi aktifitas spermatozoa sehingga menghambat pemakaian energi dan dapat memperpanjang hidup spermatozoa tersebut. lama dan kecepatan sentrifugasi berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas spermatozoa. 2. Pembekuan sperma dilakukan dengan menyimpan sperma pada suhu -196⁰ c dalam nitrogen cair.1 Ekstender 1. Berkurangnya aktifitas spermatozoa menyebabkan produksi asam laktat menurun sehingga penurunan PH menjadi terhambat akibatnya mengurangi pengaruh negatif terhadap kehidupan spermatozoa (Hardjoprajata. dan daya tetas telurnya ( Rustidja. Selama proses pembekuan berlangsung spermatozoa akan mengalami kejutan dingin (Cold Shock) untuk menghindari terjadinya cold shock selama proses pembekuan. 1995 dalam Rustidja. 3.14. 2008). fertilitas. bahan pengencer harus ditambah zat anti beku (eryoprotentart) dan penurunan suhu harus dilakukan secara perlahan-lahan dan bertahap (Rustidja.1 Fungsi Ekstender Menurut Toelihore (1985) dalam Rustidja (1999) menyebutkan beberapa fungsi ekstender yaitu : 1. Konsep kriopreservasi bias juga digunakan dalam preservasi sperma dengan mempertahankan viabilitas sel melalui reduksi atau interupsi fungsi metabolism bahan biologis (Wira.14. 1. spermatogonia sangat dipengaruhi oleh keadaan hormon-hormon FSH. Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah perubahan pH akibat pembentukan asam laktat dari hasil metabolisme sperma. testosteron dibuat oleh selsel yang disebut sel intestenum yang terdapat di tubulus seminifer. Menyediakan zat – zat makanan sebagai sumber energi bagi spermatozoa.12 Cara Pengawetan Sperma Pengawetan sperma untuk beberapa lama perlu dicampur dengan bahan pengencer yang mampu menjamin kebutuhan fisik dan kimiawinya. 5. Ini juga perlu untuk produksi sperma. Menurut Kawan (1998) dalam Rustidja (1999). Yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar pituitari ( hipofisa) yang terletak di dasar otak. untuk merangsang produksi sperma. penjagaan atau perlindungan. disamping itu sel-sel pemeliharaan (sel-sel testos) mempunyai peranan yang sangat penting (Rustidja. FSH bekerja langsung pada spermatogonia. Sedangkan kriopreservasi adalah penyimpanan sel – sel hidup dalam jangka waktu pendek maupun panjang dengan menggunakan dry ice maupun nitrogen cair sebagai bahan pembeku. Memperbanyak volume semen. 2000). Melindungi spermatozoa terhadap Cold Shock.terhadap motilitas. pemeliharaan. 1. . hormon yang dibentuk adalah testosteron yang merupakan hormon kelamin jantan yang utama. Sebaliknya sel-sel intestenum ini merupakan sel terget hormon LH. Proses terbentuknya. 4. Mencegah pertumbuhan kuman. Mempertahankan tekanan osmotic dan keseimbangan elektrolit yang sesuai.13 Hormon Yang Mempengaruhi Sperma Menurut Kimball (1983). 2000 ). tapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi spermatozoa ikan mas. Tetapi LH secara tidak langsung dibutuhkan untuk produksi sperma. 6. 2000). 2000). Provervasi adalah pengawetan. 1. LH dan testosteron. karena testosteron juga penting untuk proses tersebut.

Bahan engenceran NaCl fisiologis terdiri dari NaCl fisiologis yang dibuat dengan cara melarutkan 9 gr NaCl dalam 1 liter aquadest kemudian ditambah kuning telur 10% dan priso 10% dari volume pengencer.265 gr CaCl2. Secara makroskopis maksudnya dapat terlihat mata. konsentrasi sperma baik.2 Analisa Hasil 4. Pengencer yang mengandung gliserol dan pengencer air kelapa. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut keagulan dan baunya khas seperti kaporit. persyaratan untuk bahan pengencer yang akan digunakan untuk menyimpan sperma adalah harus menjamin 14. 2. lazimnya. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan keagulan mengalir. dimana sperma masih dapat terlihat agar dapat ditentukan kualitasnya. misalnya karena cemas.1 Pewarnaan Sperma Dari data yang diperoleh diketahui nilai viabilitas (daya tahan hidup sperma) yang tertinggi . Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Rustijda (2000). 22 mm KCl. Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih dari 2 mL dalam sekali ejakulasi. misalnya amis. berwarna keputihan.14.30 mm fruktosa. 14. Jika dalam pemeriksaan laboratoris didapatkan konsentarsi spermatozoa lebih dari 20 juta sel benih dalam tiap mL cairan sperma. kuning telur 10% dan DM SO4 10%. baik terhasap sperma maupun terhadap betina. Bahan pengencer larutan fruktosa terdiri dari 103 mm NaCl. Bahan pengecer hendaknya murah.2H2O. sedangkan mikroskopis maksudnya yang teramati dengan bantuan alat mikoskop. tampilannya seperti jelly. Menurut Rustidja (2000) macam-macam larutan pengencer. 0.9 mm glyserin.2.4 Perbedaan Sperma Ikan Sakit (Stress) dan Ikan Sehat Menurut Winarno (2007). 130 mm CaCl2.3 Macam-macam Eksterder Toeliher (1985b) dalam Rustidja (1999) menulis beberapa pengencer yang bisa digunakan adalah pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur dan sitrat kuning telur). yaitu kadar testosteron yang rendah atau kurang. Jika volumenya kurang dari 2 mL saat ejakulasi mungkin itu karena ejakulasi tidak sempurna. 2.2 Syarat Ekstender Iksan (1992) dalam Rustidja (1999). morfologi dan motilitas sperma. Selanjutnya. mengemukakan bahwa sebaikanya pengencer memenuhi syarat – syarat sebagai berikut : 1. 4.29 NaHCO3 dan aquadest 100 mL kemudian ditambah kuning telur 10 % dan praso 10% dari volum pengenceran.29 KCl: 0. mungkin karena ada infeksi. mungkin ada masalah hormonal. 3. bila volume saat ejakulasi selalu sedikit (kurang dari 2 mL). 3.0.5 g NaCl. sederhana dan praktis dibuat namun mempunyai daya preservasi tinggi. Dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi). yaitu: 1. Pengencer harus mempunyai unsur – unsur yang hamper sama sifat fisik dan kimianya dengan semen dan tidak boleh mengandung zat – zat yang bersifat toksik atau bersifat racun. 4. Pengencer harus tetap mempertahankan dan tidak membatasi daya fertilisasi sperma. pengencer tidak boleh terlalu kental sehingga menghalang – halangi pertemuan antara sperma dan ovum dan menghambat fertilisasi. apabila spermatozoa yang ada lebih 50 persen mampu bergerak cepat dan lebih 50 persen punya bentuk sel normal. Namun. kuning telur serta pegencer lainnya. 79. 3. Sedangkan sperma yang berbau tidak seperti seharusnya. sperma disenut baik jika memenuhi persyaratab dari aspek makroskopis dan mikroskopis. Bahan pengencer larutan ringer terdiri dari 7. Pengencer harus memberi kemungkinan pergerakan sperma sesudah pengencer. Jika sperma berwarna kemerahan mungkin ada peredaran.

Dari pengamatan pewarnaan sperma dapat dilihat bahwa gambar di mikroskop didapatkan hampir seluruh media amatan berwarna merah.5% (59/ liter eosin). faktor suhu juga dapat mempengaruhi daya hidup dari sperma. Hal ini disebabkan karena air laut lebih banyak mengandung zat-zat yang terdapat dalam sperma (Harvey dan Hoar. karena sama-sama bersifat asam. Ekstender adalah sebagai pengencer sperma dan berfungsi untuk menghentikan kerja sperma dan untuk pengawet sperma.2. Selain itu. Umumnya pergerakan sperma ikan yang memijah dalam air laut lebih lama dibandingkan dengan dalam air tawar. Selain itu juga karena spermatozoa mungkin juga mengeluarkan substansi yang menghentikan gerakannya. sperma yang mati akan menyerap eosin sehingga berwarna merah muda (Anwar.2008) 4. 1979 dalam Arie. Terutama yang menggunakan ekstender ringer laktat dan fruktosa.tetapi dengan pengenceran lagi motilitas spermatozoa tersebut muncul lagi. sedangkan nilai motilitas terendah hampir berada pada semua kelompok dari 1 – 7 dengan nilai motilitas yang bergerak 0% dan sperma yang diam 100%. suhu dan tingkat kematangan gonad.3 Pengawetan Sperma Berdasarkan data pengamatan. Menurut Syafei. Namun pada sperma yang telah mati maka lapisan luar sperma akan rusak dan sperma bersifat basa sehingga sperma berwarna merah. Viabilitas sperma menunjukan proporsi sperma yang hidup. dapat diketahui nilai motilitas atau pergerakan sperma sebelum diberi perlakuan (ekstender). sedangkan untuk yang menggunakan ekstender air kelapa tidak ada yang mengalami pergerakan. sperma yang masih hidup mempunyai lapisan penutup tubuh yang bersifat asam. Prinsipnya. Hal ini diperkirakan bahwa spermatozoa tersebut juga mengeluarkan beberapa substansi yang menghentikan gerakan spermatozoa tersebut. Warna merah ini diakibatkan oleh pewarnaan eosin yang bersifat asam. zatzat yang ada di ekstender sama dengan zat-zat yang ada di semen. yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi viabilitas dari sperma yaitu kemampuan spermatozoa hidup secara normal setelah keluar dari testis hanya berkisar 1-2 menit. Sedangkan untuk nilai viabilitas yang terendah adalah kelompok 2. Namun untuk motilitas hanya sebagian kecil saja yang mengalami peningkatan. keeadaan sperma ikan. Hal ini menunjukkan bahwa sperma yang diamati telah mati. Hal ini bisa terjadi karena mikroskop yang digunakan mempunyai fokus yang kurang baik sehingga tidak bisa terlihat pergerakan sperma itu sendiri.2 Pergerakan Sperma Dari hasil pengamatan pergerakan sperma. Menurut Effendie (1997). Penilaian viabilitas sperma dapa dilakukan dengan pewarnaan eosin 0. bentuk ekor sperma. Hal ini mungkin terjadi karena ekstender hanya menyediakan nutrisi bagi sperma tetapi untuk mempengaruhi motilitasnya. Hal ini mungkin terjadi karena ekstender menyediakan zat makanan bagi spermatozoa dan menjaga kondisinya agar tetap stabil. dapat diketahui dengan cara pewarnaan eosin. tidak ada nilai motilitas tertinggi. dkk(1993) yang menyatakan bahwa pada beberapa species setelah bergerak akan diam lagi dalam laruran tersebut. rata-rata viabilitas sperma mengalami peningkatan. Perbedaan nilai viabilitas dipengaruhi oleh suhu. Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah (Rustidja. di dalam larutan NaCl 0.2000). murah dan praktis. Syarat ekstender adalah mudah dibuat. jumlah mitokondria yang berfungsi sebagai sintesis protein dan kadar pH. Pergerakan sperma dipengaruhi pula oleh salinitas air.9%.adalah kelompok 1 sebesar 90% yang hidup dan 10% yang mati. ekstender tidak boleh .2. setelah penyimpanan selama 24jam. 6 dan 7 dengan nilai yang sama yaitu 10% yang hidup dan 90% yang mati. Motilitas juga dipengaruhi oleh keadaan spema. 2008). Jika sperma yang masih hidup tersebut diberi eosin maka larutan tidak bisa masuk ke dalam tubuh sperma. 4. tingkat konsistensi semen.

Kurang telitinya untuk membedakan antara ikan jantan dan betina 4.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma dibidang perikanan antara lain : . 2.Dapat mengatasi keterbatasan induk ikan jantan bila ingin memijahkan ikan . Pada kelompok 4 dengan ekstender fruktosa didapatkan nilai motilitasnya tingi karena fruktosa mengandung banyak nutrisi dan merupakan sumber energi bagi sperma. fruktosa merupakan turunan karbohidrat yang dapat dijadikan sumber energi untuk mendukung pergerakan (motilitas) dan ketahanan spermatozoa. dan tidak menghambat daya fertilisasi spermanya.3 Faktor koreksi Pada praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma ini terdapat faktor koreksi antara lain : . Dan diperkuat oleh pernyataan Winarsih (1996) dalam Rustidja (2000). dkk (2001).bersifat toxin.Pembagian ikan jantan dan betina tidak sesuai prosedur yang ada . 4. fruktosa adalah substrat energi utama di dalam plasma semen yang telah diproduksi kelenjar versikularis. leher dan ekor. Sedangkan yang terendah adalah pada kelompok 2.Keselamatan dan kesegaran ikan donor tidak dijaga dengan baik . Nilai motilitas tertinggi setelah terjadi pengawetan (diawetkan 24jam) adalah pada kelompok 4 yaitu 33% gerak dan 67% diam dengan ekstender fruktosa.Kurang memadainya mikroskop yang digunakan sehingga akan mempengarui hasil pengamatan . KESIMPULAN DAN SARAN 5. Menurut pendapat Harvey dan Hoar (1971) dalam Rustidja (2000) yang menyatakan bahwa motilitas spermatozoa yang tertinggi adalah yang disimpan di dalam larutan Ringer`s.Kurang ketelitian dalam waktu striping ikan .5. Hal ini disebabkan larutan Ringer`s mengandung zat-zat yang dapat memperpanjang lama pergerakan spermatozoa setelah keluar dari tubuh ikan. 3.6.Terlalu lama dalam melakukan pengamatan di bawah mikroskop sehingga sperma akan cepat mati . Sedangkan spermatozoa adalah sperma tunggal.Memudahkan untuk melakukan persilangan antara jenis ikan . Sperma adalah makhluk kecil yang berenang-renang didalam semen. dalam Hidayatuhrahmah (2007). Spermiasi adalah proses pengeluaran sperma keluar tubuh.Mengetahui macam-macam ekstender yang dapat digunakan dalam pengawetan sperma 5.Dapat mengetahui proses pembuahan buatan . Motilitas atau pergerakan sperma setelah diberi ekstender kebanyakan dari kelompok adalah tidak ada atau 0% gerak dan 100% diam. dan 7 yaitu motilitas 0% gerak dan 100% diam.Mengetahui bentuk dan struktur tubuh sel sperma . sehingga sperma memiliki cadangan energi untuk bertahan hidup. Sel sperma terdiri dari kepala. Menurut Marowali. Jadi pernyataan ini sesuai dengan analisahasil di atas. yang menyatakan bahwa larutan Ringer`s dengan larutan fruktosa dan NaCl fisiologis.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1.Dapat mengurangi jumlah ikan jantan yang dipelihara sehingga biaya pemeliharaan induk jantan dapat diperkecil . Hal ini sesuai dengan pernyataan Teolihene (1981). .

11. sebagai tambahan pada reproduksi utama gamet jantan dan betina. bentuk sperma dan tingkat konsentrasi semen. 8. dimana sperma yang hidup berwarna putih dan yang mati berwarna merah. Struktur dan bentuk biasanya tidak terkonsep pada awal produksi sel. Menurut Sjafei dkk (1993). Ini merupakan daerah yang luas untuk memproduksi bermilyar-milyar sperma. 10. Ini terlihat dari banyaknya sperma yang berwarna merah karena menyerap warna eosin. kecuali pada beberapa ikan berkerangka tulang. 7. Dari pengamatan pergerakan sperma tampak bahwa 0% sperma yang mengalami motilitas. gonad pada vertebrata adalah organ-organ dalam dua tunas. larutan fruktosa. 5. 5. larutan Ringer’s dan pengencer NaCl fisiologis. pengencer air kelapa. dan testosteron. Ini disebabkan karena sperma tidak tahan terhadap perubahan suhu. tetapi dengan fasilitas fertilisasi gamet jantan dan betina. 6. LH. Hormon yang mempengaruhi sperma antara lain FSH.4. Pada hampir semua vertebrata. kondisi sperma. pengencer tris. dkk (1984). . memenuhi sebagian besar rongga tubuh. 12. Karakteristik seks sekunder mencakup kebanyakan struktur ekstuagonadal dan kebiasaan pada setiap seks turunan. Motilitas yaitu kemampuan sperma untuk bergerak. dimana faktor yang mempengaruhinya antara lain suhu. Gonad dapat berfungsi untuk mengontrol karakterisrik seks sekunder. gonad pada ikan teleost sama seperti pada vertebrata lainnya yaitu berasal dari sel-sel germinatif primordial yang berada di luar daerah atau lokasi gonad yang bermigrasi ke lokasi gonad. Berdasarkan hasil pengamatan pewarnaan sperma tampak bahwa sebagian besar sperma mengalami kematian. Ovarium ikan dan ampibia. Macam-macam ekstender antara lain pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur).2 Saran Hendaknya mikroskop diperiksa terlebih dahulu sebelum praktikum agar pengamatan berjalan lancar dan datanya lebih valid. PENDAHULUAN 1. Dan dari pengamatan ini ekstender yang paling baik adalah ringer laktat. Viabilitas sperma adalah kemampuan hidup sperma. Proses spermatogenesis yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → spermatozoa. kondisi sperma dan pH. 9. pengencer air susu. PEWARNAAN DAN PENGAMATAN GONAD 1. setelah 24 jam viabilitasnya mengalami peningkatan dan untuk motilitasnya hanya yang menggunakan ekstender fruktosa dan ringer laktat saja yang mengalami peningkatan. Menurut Villee. Pengawetan sperma bisa dengan ditambahkan pengencer dan dibekukan pada suhu -196 ˚C. Testis merupakan sepasang alat berukuran sedang yang masing-masing mempunyai sejumlah besar tubulus seminiferus yang berliku-liku. gonad kelamin pada semua vertebrata terpisah. Untuk pengawetan sperma.1 Pengertian Gonad Menurut Guyer and Charles (1964). Viabilitas dipengaruhi oleh suhu. yang menghasilkan ribuan atau ratusan telur. gonad tergantung pada mesenteri dalam rongga tubuh dan selama hidup tetap berada di tempat itu.

ditandai dengan perutnya gendut. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). yang masing-masing mengembangkan bermilyar-milyar sperma. badan relatif panjang. Didalam cyste-cyste ini terdapat sel penghasil sperma.3 Anatomi Sistem Reproduksi Jantan Menurut Richter dan Rustidja (1985) dalam Rustidja (2000). perut membulat. susunan sisiknya teratur. 1989). Menurut Ville. umur 3-7 tahun. testis vertebrata terdiri atas ribuan saluran (tubulus) sperma. ciri-ciri ikan lele jantan yang matang gonad adalah proporsi kepala jantan lebih kecil dibanding dengan betina. 1. induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. ditopang secara . dkk.2. yang disebut spermatogonium (Yunani. Pada sisi seminal vesikel terdapat kantong sperma (Raharjo. dkk (1988). 1. terdiri atas tubula longitudinalis. memanjang ke arah belakang. Didalam tubuh terdapat cyste seminiferis. Testis ikan ditopang memanjang oleh mesentries. Diluar tubulus terdapat sel-sel interstitial yang berfungsi sebagai endokrin. sperma. tanda-tanda induk jantan yang baik adalah sebagai berikut warna gelap. Biasanya jumlah sepasang. keturunan). urogenital sinus dan urogenital papilla pada (handrichthyes).1 Ciri Induk Jantan yang Matang Gonad Menurut Jayatisoka. berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban. Dinding tubulus sperma tersebut dilapisi oleh sel germinal primitif yang mengalami kekhususan. susunan sisik teratur. gonad dari semua jenis vertebrata umumnya sejumlah sepasang dan terletak pada daerah dorsolateral di dalam rongga tubuh. Sel-sel penghasil sperma ini dikelilingi oleh sel-sel sertoli yang berfungsi nutritif. warna kulit dada jantan lebih kusam dibanding betina. Menurut Usniarie (2008). Menurut Rustidja (2000).2. berperut tipis. dkk (1988). alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakannya lincah. Dari ovarium sel telur keluar melalui saluran yang disebut oviduct. kelamin jantan menonjol. Gonad merupakan semacam kantong dan mempunyai lamella ke dalam lumensentral. perut dekat anus lancip. pada ikan betina ovarium ada sepasang. bibit+gonos. Serta kulit jantan lebih halus dibandingkan betina muncul bintik-bintik kecil di sekitar sirip dorsal. terletak dibelakang anus. Menurut Ganda (2008). epididymis. lubang telur membengkak. struktur testes terdiri dari rongga-rongga yang tidak teratur dan banyak sekali. umur 3-10 tahun. Sedangkan tanda-tanda induk jantan yang sudah saatnya memijah adalah kedua belah rusuk pada bagian perut membentuk sudut tumpul. Induk betina yang siap memijah menurut Usniarie (2008). gerakannya lincah.4 Anatomi Sistem Reproduksi Betina Menurut Rachman (2003). dkk (1988).Menurut Rustidja (1999). Hasil yang baik berumur 5-10 tahun.2 Ciri Induk Betina yang Masak Telur Tanda-tanda induk betina yang baik menurut Jayatisoka. gerakan induk jantan lebih lincah dibandingkan ikan lele betina. 1. 1.2 Ciri-ciri Induk yang Matang Gonad 1. Dan tanda-tanda induk betina yang sudah saatnya memijah adalah bagian perut dibelakang sirip dada kelihatan menggembung jelas sekali dan sisik kelihatan agak terbuka. spermatozon yang berasal dari testes terlebih dahulu melalui vasa efferentia. seminal vesikel. vasa defferentia. yaitu warna terang. ovarium ikan berbentuk longitudinal seperti agar-agar jernih dan berbintik-bintik berisi sel telur atau ova. dengan warna kemerahan.

IV. V. Warnanya pada ikan jantan keabuan atau putih. 1. penampang pada ikan betina bulat dengan warna kemerah – merahan. Awal akhir spermatogenesis. V. III. Jenis ini disebut cystovarian yaitu setelah sel telur matang didalam folikel akan dilepaskan ke dalam lumen ovarium dan melalui oviduct dan lubang genital akan keluar dari tubuhnya. VI. Ovarium terbungkus oleh selaput ovarium terdiri dari rongga ovarium (lumen) dan beberapa buah lamella dalam ovarium yang akan diikuti terjadinya oogenesis. Tidak masak: Gonad sangat kecil seperti benang dan transparan. Aktif spermatogenesis. Sperma sisa mungkin masih terdapat. Penampang gonad pada ikan jantan pipih dengan warna keabu – abuan. Gonad jantan berwarna putih. Semua tingkat spermatogenesis ada dalam jumlah yng banyak. Sama dengan tingkat 1 hanya proporsi spermatogonia sekunder bertambah. tunica albuginea biasanya belum berkembang.2 TKG Menurut Kaya Dan Hesler Tingkat kematangan gonad jantan (testes) ikan green sunfish secara histologi menurut Kaya dan Hesler (1972) dalam Effendie (1997).6 Tingkat kematangan gonad betina 1. Testes regresi. Hampir masak: Gonad mengisi ½ rongga tubuh. ovarium berbentuk tubulus yang berukuran kecil. II. Perkembangan spermatogonia. bentuknya pipih. kadang – kadang dengan tekanan halus pada perutnya da yang menonjol pada lubang pelepasannya. sedangkan ikan betina warnanya kemerah – merahan atau kuning dan bentuknya bulat.5. pada dinding lobule penuh dengn cyste bermacam – macam tingkat. Pada ikan yang belum dewasa.6.5 Tingkat Kematangan Gonad Jantan 1.1 TKG menurut Devados . Salin: hampir sama dengan tahap kedua dan sukar dibedakan.memanjang oleh alat penggantung mesovaria pada bagian atas rongga tubuh dan merupakan semacam kantong kosong yang dinding luarnya berlamella masuk dalam lumen sentral.1 TKG Menurut Tester dan Takata Tingkat kematangan gonad ikan Kuhlia Pandvicanses menurut Tester dan Takata ( 1953 ) dalam Effendie ( 2002) adalah sebagai berikut : I. Proses pelepasan telur dari folikel ini disebut ovulasi. 1. ukuran testes mengerut karena sperma dikeluarkan. Spermatozoa bebas mulai terlihat dalam rongga seminiferous. pada betina berwarna kuning. Masak: gonad mengisi ¾ rongga tubuh. Cyste spermatocyt timbul dan kemudian semakin bertambah. Lumen penuh dengan spermatozoa. Rongga seminiferus masih berisi spermatozoa. Dinding gonad dilapisi oleh spermatogonia awal dan sekunder. Pada ikan muda. adalah sebagai berikut: I. Gonad betina berwarna merah. 1. Permulaan masak: gonad mengisi ¼ rongga tubuh. IV. tiap ovarium kiri dan kanan berhubungan dan keluar melalui lubang genital. III. Testes masak. Ovarium dibungkus oleh suatu lapisan jaringan pengikat tunica albuginia dan mesotelium. Pada ovarium yang telah dewasa terdapat juga banyak otot halus yang membungkus bagian luar ovarium. Sperma sisa kadang – kadangmasih terlihat. kadang – kadang dengan bintik coklat. Telur tidak nampak.5. Rongga ovarium berhubungan dengan oviduct. Testes regresi (akhir musim panas sampai pertengahan musim dingin). Dinding penuh dengan spermatogonia yang tidak aktif. Gonad pada ikan jantan berwarna putih. Bentuk telur tepat melalui dinding ovarium. II. lembek dan telur tidak nampak. Gonad ikan jantan berwarna putih berisi cairan berwarna putih. Cyste spermatid dan spermatozoa juga mulai keluar.

Kondisi salin Produksi seksual telah dikeluarkan lubang pelepasan kemerah-merahan. VII. Ovarium berwarna kuning kemerah-merahan. Spermatogonia yang bersifat diploid ini dapat membelah diri secara mitosis membentuk spermatogonia atau dapat berubah . panjangnya sampai ¾ . pertambahan berat gonad dengan cepat sedang berjalan. II. telur dapt dibedakan oleh mata biasa. gonad kecil. ukuran telur belum dapat dibedakan dengan mata biasa . Hampir masak. transparan kuning telur berisi gelembung minyak. 1985) dalam Jaya suku. keadaan telur pembentukan kuning telur baru disekitar inti. Warna ovarium memerah merata seperti kue puding.2 TKG menurut Nikolsky Tingkat kematangan gonad ikan menurut Nikolsky (Bagend dan Brawn. adalah sebagai berikut : I. bebas dari talikel. berat gonad turun dengan cepat dari awal pemijahan sampai selesai . telur tidak dapat dilihat oleh mata.4/5 rongga perut.Pemasakan Telur-telur dapat dibedakan oleh mata biasa. dkk (1988) terdiri dari beberapa tahap : .Tidak masak Individu muda belum berhasrat dalam reproduksi. belum bebas dari sel-sel partikel. keadaan telur dalam ukuran sedang dengan warna tidak terang. pembuluh darah terlihat dibagian atasnya memanjang sampai ¾ bagian dari perut saat terlur mudah terlihat. keadaan telur masak berukuran besar dan berwarna tidak terang.6. mengisi seluruh rongga perut. keadaan telur ikan masak berukuran besar. Tidak masak. warna tidak terang inti bagian atas seluruhnya beneran dalam kuning telur. Ovarium berwarna merah agar. Ovariummengkerut sebagai hasil pemijahan 1. Ovarium berwarna merah jambu sampai kuning. berbutir-butir memanjang ½ .7 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Jantan. III. Sel-sel sperma sebenarnya hanya merupakan inti yang berflagelum. Tidak masak. gonad sangat kecil . V. telur jelas terlihat. IV. Salin.½ rongga perut gonad tidak simetri. Telur tidak dapat dilihat oleh mata. gonad seperti kantung kelapa.Masak Produksi seksual masak gonad mencapai perut yang maksimum tetapi perodik seksual tersebut belum keluar bila perutnya ditekan . Hampir masak. telur terikat dari ovarium. Masak. Ovarium berwarna putih susu sampai kuning. trasparan dengan inti yang jelas. Ovari berwarna pucat keruh. lubang pelepasan tidak kemerah-merahan lagi.Tahap istirahat Produk seksual sudah dilepaskan. keadaan telur kecil. Tidak berkuning telur. 1. Sperma dihasilkan dalam testis oleh sel-sel khusus yang disebut spermatogonia. keadaan telur kecil. mengisi 1/3 .2/3 bagian dalam rongga perut. ovari biasanya berisi beberapa telur sisa dan testes berisi sperma sisa . gonad bentuknyakecil. VI. Masak betul. testes berubah dari transparan berwarna merah muda pias . pembuluh darah jelas.Tahap istirahat Produk seksual belum mulai berkembang. memanjang sampai sepertiga panjang rongga perut.Tingkat kematangan gonad ikan othilithur nuher dan johwis duesumieri menurut Devados (1969) dalam Effendie (2002).Reproduksi Produksi seksual keluar bila perut ditekan perlahan.

1983 dalam Rustidja. pematangan gonad dan keberhasilan pemijahan. yang penting bagi pematangan gonad adalah phospor (P). Pada beberapa spesies ikan ovulasi akan terhambat jika kepadatan ikan pada suatu perairan.9 Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Gonad Internal dan Eksternal.9 mm pada (Sarotherodon niloticus) akibat sintesis kuning telur yang terjadi di dalam oosit (Endogenous vitellogenesis). mekanisme kerjanya seperti capora lutea pada hewan mamalia (Angka et al.Suhu Suhu berpengaruh terhadap berbagai fungsi system reproduksi ikan teleostei.6-0. kuning telur ini terdiri dari lipofosfoprotein. seng (Zn) dan Mangan (Mg). Spermatid ini dalam proses tersebut. Meiosis dari setiap spermatosit menghasilkan empat sel haploid ialah. tahap II adalah tahap pertumbuhan sekunder (exogenous vitellogenesis) di tandai dengan terjadinya pembentukan visikel pada bagian perifer sitoplasma dan meluas ke arah inti sel. Pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah. Testes ikan ditopang secara memanjang oleh “mesenteries” dan di dalam testes tersebut terdapat tubulus-tubulus. . Menurut Stacey (1984) dalam Blpunsoed (2009). Menurut Starey (1984) dalam Musida (2008).8 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Betina. dimana sepanjang tubulus berisi cyste-cyste seminiferousi yang dikelilingi oleh sel-sel certoli. beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi adalah : .Ketersediaan Makanan Komposisi protein merupakan faktor esensial yang dibutuhkan ikan untuk pematangan gonad. 1.Photo Periode Proses ovulasi pada beberapa ikan teleostei menunjukan hubungan yang erat dengan photo periode. . 1990 dalam Rustidja. . gonadotropin pra ovulasi dan respon ovarium terhadap GTH (Gonadotropin Hormon). 1999). Mineral. cyste ini akan berdiferensiasi menjadi spermatogonium yang selanjutnya akan mengalami proses spermatogenesis menjadi spermatozoa (Brusle. .Faktor Sosial (Hubungan antar periode) Interaksi antar individu dapat mempengaruhi tingkah laku reproduksi dan fertilitas. Oogonia adalah sel telur yang paling muda yang mulai berkembang dikelilingi oleh satu lapis sel granulosa yang mengelilinginya bersamaan dengan berkembangnya sel telur dan kemudian akan dipisahkan dengan sel telur oleh suatu lapisan hialin yang secara bertahap lapisan ini akan berubah dan disebut zona pellucida. Photo periode diduga berpengaruh secara langsung terhadap mekanisme saraf yang menentukan waktu pemijahan bagi ikan laut. Suhu juga berpengaruh terhadap waktu pemijahan. Oosit berkembang mulai terjadi akumulasi protein kuning telur dari dalam (Endogenous vitellogenesis) dan menyatu dengan derivat kuning telur hasil sintesa dari hati (Exogenous vitellogenesisi) yang dibawa melalui aliran darah.Substrat Pemijahan Mekanisme pengaturan ovulasi dipengaruhi oleh kebutuhan ikan terhadapjenis substrat tertentu. . 1983). Menurut Jalabert and Johar (1982) dalam Rustidja (2000). Sel granulosa di luar zona pellucida ini bertanggungjawab dalam proses penghancuran sel telur. bahwa faktor internal yang mempengaruhi pemijahan adalah pendorong dan penghambat hormon gonadotropin. Jika substrat yang sesuai belum ditemukan maka ovulasi tidak akan terjadi. pertumbuhan oosit dalam ovarium dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap I adalah tahap pertumbuhan primer (previtellogenesis) ditandai dengan peningkatan ukuran diameternya 0. spermatid.menjadi spermatosit. 2000). kemudian banyak kehilangan sitoplasma dan berkembang menjadi sel sperma (Kimball. 1.

Ketiga selaput ini mrnempel satu sama lain ketiga telur ini masih dalam tubuh ikan dan tidak terdapat ruang diantaranya. Banyak faktor yang mempengaruhi peristiwa ini. Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan. yang menyatakan bahwa umumnya berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh dan pada ikan jantan sebesar 5-10%. pada tahap IV pekembangan II. Menurut Effendie (1972).Ketika proses pengamatan tiap jamnya. kehadiran lawan jenis. Kekuatan dalam bekerjanya dapat dikelompokkan secara kasar yaitu dari dalam ikan (intrinsik) dan dari sekitar (ekstrinsik). yang menyatakan bahwa testes (gonad jantan) berbentuk memanjang dan menggantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantara mesorchium. Testes berwarna putih kemerah-merahan.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad dibidang . arus.Ketika ketelitian saat pengamatan dibawah mikroskop dan tidak maksimalnya alat mikroskop atau masuknya bagian dari mikroskop . Hal ini sesuai dengan pendapat Raharjo.Menurut Lagler et al (1977).3 Faktor koreksi Pada praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad ini terdapat faktor koreksi antara lain : . Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga tuang bawah. Berat gonad ikan betina yaitu 55. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga ruang bawah.Adanya perbedaan dari praktikan ketika menentukan tingkat kematangan gonadyang disesuaikan sengan literatur . suhu. 4.62 gram dan berat tubuhnya 823 gram berarti berat gonad ikan tersebut 14. ketika ikan matang secara seksual.79% dari berat tubuhnya. dkk (1989). produksek sudah masak dan proses reproduksi akan terjadi. dibawah atau di samping gelembung gas (jika ada) ovarium berbentuk memanjang. 4. bentuk bulat telur. kelahiran dan kematangan dari jenis ikan dan hereditasnya. 1968) dalam Effndie (1997).2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil data pengamatan tampak bahwa gonad ikan mas (Cyprinus carpio) pada ikan Mas jantan maupun betina terletak pada rongga perut tepatnya di bawah gelembung renang di atas usus. telur yang belum dibuahi bagian warnanya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau chorion. Charion mempunyai sebuah lubang kecil yang dinamakan micropyle yaitu lubang untuk masuknya sperma. fisiologi individu dan faktor lingkungan antara lain perubahan durasi penyinaran (photo period). letaknya di bawah atau di samping gelembung gas (jika ada). telur jelas dapat dibedakan bentuknya bulat telur. Di bawah chorion ada lagi selaput yang kedua dinamakan selaput vitellin. Telur jelas dapat dibedakan. Dan tingkat kematangan gonad menurut Kesteven (Bagenal dan Braum.Ketidak telitinya memeriksa ikan jantan dan betina yang dicampur dalam suatu kolam 4. Bagian atas telur yang mempunyai cytoplasma dinamakan kutub anima dan bagian bawahnya dinamakan kutub vegetative. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad ikan tersebut sudah mencapai tahap perkembangan II. Gonad ikan betina berwarna hijau kekuningan. praktikan kurang teliti dalam mengamati ikan . pasang. tahapan bulan dan kehadiran fasilitas spawning. Hal ini sesuai pendapat Effendie (1997). makanan pilihan. Faktor intrinsik antara lain kematangan seksual.Terjadi kesalahan pada saat pengambilan gonad sedikit sobek tetapi telur tidak sampai tercecer atau berhamburan . Selaput yang ketiga mengelilingi plasma dinamakan selaput plasma.

Ciri-ciri induk jantan yang matang gonad adalah warna tubuh agak cerah. lubang telur membengkak dan berwarna kemerahan. 4. Gonad merupakan organ reproduksi pada vertebrata yang terletak pada daerah dorsolateral di rongga tubuh. tahapan bulan. 7. testes masak dan testes regresi.Dapat mengetahui tingkat kematangan gonad. 5. umur. 8. Ciri-ciri induk betina yang matang gonad adalah perutnya mengembang.Mempercepat menghasilkan keturunan dengan cara perkawinan eksternal . 3. aktif spermatogenesis. berperut tipis.Dapat mengetahui pengruh peemberian hypofisa untuk mempercepat kematangan gonad .2 Saran Sebaiknya dalam pembeliaan ikan itu dicek terlebih dahulu jantan betinanya agar tidak tertukar karena dapat mempengaruhi data hasil pengamatan. arus. Proses pembentukan dan perkembangan gonad jantan yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → sel sperma. genetik ikan.Dapat mengetahui kondisi lingkungan perairan yang sesuai uuntuk mempercepat tingkat kematangan gonad 5.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. Proses pembentukan dan perkembangan gonad betina yaitu previtellogenesis → endogenous vitellogenesis → exogenous vitellogenesis. 10. Gonad jantan berwarna putih dan bila diurut mengeluarkan sperma dan tingkat kematangannya menurut Kesteven adalah pada tahap V yaitu dewasa dengan ciri gonad berwarna putih dan bila diurut keluar milt. suhu. 5. kehadiran lawan jenis. pasang. permulaan masak. perkembangan spermatogonia. TKG menurut Tester dan Takata (1953) adalah tidak masak. letak gonad dan bagian-bagian gonad . mengisi kira-kira dua pertiga bagian ruang rongga perut bawah dan telur dapat dibedakan dengan jelas. hampir masak. 9. KESIMPULAN DAN SARAN 5. letak gonad jantan dan betina terletak dirongga perut dibawah gelembung renang. Faktor internal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain hormon. awal aktif spermatogenesis. gerakkannya lamban dan bila diraba tutup insangnya licin. masak dan salin. 6. TKG menurut Kaya dan Hasler adalah testes regresi. substrat pemijahan. Berdasarkan data hasil pengamatan. 2. ketersediaan makanan.perikanan antara lain : . sedangkan gonad ikan betina pada tahap IV yaitu perkembangan II dengan ciri ovarium berwarna oranye kemerahan. Faktor eksternal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain photo periode. Diposkan oleh Ly Youly Suprihatin di 03:54 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) . alat kelamin membengkat dan gerakannya lincah.

Sumatera Selatan. Maka aku harus bertahan hidup dan membahagiakan mereka yang telah berjuang demi DIRIKU Lihat profil lengkapku Arsip Blog     Oktober (10) April (2) Juni (1) Mei (4) Pengikut . Indonesia aku dilahirkan dengan penuh PERJUANGAN.AbOut Me Guyz Ly Youly Suprihatin Palembang.

72025:3.343.902.::2:7 .9.9.35. -0-07.7.3...947:9.:3/.5.9./.202. %    2.8::/.28.. /  //.343.3-08.3  -0-07.593.9.3.2090790:7//.3:39:20309.//.5.:..380-.2090790:7//.32..3..3 93..3.24.7.9.9.3 .343.//.39393.8.24.05.3 507:-.3 202503.3 ::7.3/03.9/.8944/.3-.3 ..97451..0-.943.39079039:/.2507.9..3/.20907./.7 /.3%' 9079039: /.8503.07.343.:.302./ %-07.343..3.:507-.7.43.9 1.380-.91507:-.3.3.3. .7.07.3.3.7:02./..99:-:   %3./.8.3.3 9039./ 03:7:9$.9:9.35079.9./ /.3/507:.3-08.39. .9.3.9.7.343/8.7.32.7 07/./9:/3.5.-07.3 ::7.7.809.902.3-0:2/.7.......3./03.3.5/ /.2.2.9.::783/./.9.3//.2.343.:.343.9478::80.350309..3..3.9 !02..33.9.3/..3./ % $02..3.38:/.1770:0383.3/3.9502.-47..2.7..9.3..7%8.2.25.8..  03:7:9..9.3..902.-08.3/.947:2. 0907.10 /   507:-.907.8 07/.7/.:-0:2 03.984...5.9.343./502./.3.3.3    3.30..:/.8.35079.9 2.//.902.3 %09.343..70.5.3./.8.39.2./ 802.5.3 5.8.2.704254203.-07282025./..3:2:23.5.302./.202.7894.3/03..

35418.2:8..3503:39.3 .2 .33.2.23202-03.3808:.73..5418...380.7.920708543909.9.907935.7.9:80-08.757..:..7.33.8..390./.8090.99070.5.9-0-07.9:5.3.34724389074/.7:2073  507:9.9.57.2203.-07.47/::.920309.8$  03:7:9#:89/./.3...-:..93/...33. :7..780.33.905. -07:9$90793.33.73. / 49.73.3889028.2/8:395418.:.  .32.39380507904254..6:..5:..320/.7 50707.350707.5.7..3 /503.3 ./497453 !.52025:3.9..25079:3.80.9.338./497453700../.9:43.9..7.3 08.5..2.703.3207:5.97.04254.5202..7.32.3909/.3203:: 4.042545.3./03.73.3207..0207..7. 5.9:203/47344/-/.5..7. 803.38:3574808502.9.7../ 502. 503.9907.30/..3-08.3./.3/0:.507947.3202503./.907..-.9.90703.  3.7949.3 /0:.9.75.2. ..5.9.3//.85.9.  $0/...8 507:902-0 /.9. 397..8 507:9 2002-0 :-.304254//.9:-:3.503.2-.9 .7.35418.3 .3-.38:3/03.././.370.3.39/.25.35.82.:.2-.7 .3.3.7.5..890703/.3/.9:-:.9 507:9-08.32033./.947 .3 882030:5.3:-.390747:39: 2030:.3..5..7 /.8. /-.340 549.3/.4949907.82.3049.9:-:5:. 07.$/..2.3507.:-4.70   3/:.:./.803.9 .5. 503:39.0207.5:.3  :39:503:39.3.7. -07:-:3.343.340003./.9 .73.35.83472430 3# ..:.220.3502-07.7..8.3/05.2.:.0425480-08.:5:3$ !02-:.5.3/.7-033/.507:9 397.7.  !.3 .35:3:3/-.57./.3 /.39./..  .5.:.9/.:903503.7..3 . 90703/.$80-./04254.8.39/.703./.9.33.  .3039.3203.380..220.7 09.35418.3802...9./.:.907.7/.5.3/2..39.3/.9:2907/.310808 ..380-.81.7:4043.:.993.75418.  .73.3.7 /.35:/. :7.70845././.38.5.35418.:.2.5079.303/47344.3.5.:7..502.#:89/.9/8. /5418.3 /.3./.907-039:3.7..-./.:.9./.3/03.9474708.88079.7:22030:.85418.5:.503:39./4.  -07507:9958 .302:/...875/478.3. 2030:./.9//.38:/.73..85079:3.  503:39.30/:.9:-:802..7: 0. 03/./8:395418.3.05.5:-093.3 5418..3/3:7:8  07/.5.039..3039.33..343.9 $08:.39/.8 5418.39.91.3039.8503..5748039.7  .0207.7.2.3 882030:5.90.3 47.80$..3202$.05.7.2:8/03.34.3/.85. /507:9  /9025.../8:395418.31.7:2/.3.9/50740/.2030-.8:./ .3#3..3 $090..9 &83.3-08./03./.5./.9474708 !..7 05.7 /.9 :7.309./..7  8:/.503/.3/.343.3/.3/09.30..7.47.7 /4949  5.3/503./.7.3397.0425480-08.23/9.9.../.307. 0425480-08.7:4047243.39093./49745347243 4724390780-:920./.2.3909/.9.5..2.3207.2.8...38.38:5073.9.31..3.33.3 8090.39.3...35418.3/.35:/.3/.3203:7:91103/0  203.3.0425480-08.7:9..9:-:.3-07::7.3//.  4..1 03:7:9#:89/.5.9:203/473443907/.30.3507.07../.8 3/0843.2:8..9./   .3.2.3.7503.7.3.357480/:707././.3.3-.

/.318443/.7.307. .343..9.9:202507./.3507:93.380.3.309..3/.9.3507:93.23 9/.3....9.  .   47243207:5.3   $.3 :74039.7./.9:038/03.8:07   0:3:.:././.3./.909...3039.3 10799..3. 802.25./90.35418.7.5.$.3-07.503.8.7..9:507:-.-03.47.3 07/.25..05.3.9   .-079:7:9 9:7:9.9.802.3.9.7.380.3/503../.7.7/.3.7 974/ :924-7.3/.3/.507-..3.9/825:.7.3.9202507-..113 43. 59:9.5079:3.7 :-..303/7 /.307.8...5.390:7..3.7:8008.2030:.3/.3.7 2.38/.38:.3/.343.80./ .9:8:/.35458.3 2030:.9.9./ 5:.9.8 93.3.2:8..80/94080 8003/4730/././..847243.9.370...3 4.8 :-..3./.9.3...:88902.3  $0/.3-071:38 203447/3.   .9:88902.7.3$907.9.81:381844847..05.3/3.9:.33...3.903502.890:78079.3/.3/5418.:.9/03.8.-.3/.3.33.5.:85072.393.73.3./.3.3/3.9./. $0/.7:40038850808  :2:7 ::7.8/.32038070847243..9.3-07.8:.3.3.9502.0:39:3..802.9.   $.../ 0309.  $890203/473.:2.742.3-.343.3.3.35.385072.343..3   $.05.9202507.3/4347.343.2 :2.9.3-093.8.2.3708503.2033.3.2-.9.3-.5.73.92.3.3/0:.3803.3/.-://.3.9..3203/.35.302.9:8:8/.:.3   %.3..8 /.3502-.2.        /.3-.32033.7.943.73.8/.8. .7.92../   $!&$#   0825:.2  /..2..7.503.5418.7.90.703.30.7.//03.88.3 0309.07.:.9:1.5:9/.8:7.902..943.9.9..9  507:93.:..3.202.39.3-08.507-.2-../.807.73.7503.9:.7.20.20..0207../:   07/..3.3 .9.9 8.7042548.3-07.902.802.3 0309.30.39:-:   003.7.9:  7.33907703.88.2.3 507:-.39.3202-08.3708503.//03.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22   7.

3 7.22 /.

3 -093.39..09070-/.0-.9.3.3$5072.3./..//0138..::.7:9.79/...34.8503.3 $0-././     %!%!# $!#   !&&   !03079.3-8.3/. 8..0/.270   85072.. 03:7:9.7..22    $.2.7.2574808502-0.3.9.380-.3/.3 ..7  /.

/03.3805./.942$5072..9.35::.3/..9:/.9403088 /.907/7.3/0:.3..0:2 .3 8.33/03.//..3 425.: 0.5490381:3843..944.9.3  047 $. 85072.3209.91   /:../.32030/.  $5072..71.8 100:2/.33.94.: 8.20./80-:985072.90.3805.2025:3.944..  03:7:9:07.38..9 .3.85072.3//.9:3.9080:3/07202-0./..340/7..9.3207039.3/:37424842/.85072.3-.3-0703.39.    !03079.207:5./.7.803974/.038.3203.30307:39:07.80-./.2.3.3/.3.. 802.3.9.7.7:9.3 /3.93985072.03   /5:8.905.3  ..907/.280203/80-:98502.5.3203..944.8.3  03:7:90.3..9/.8 9/.90:75.944.3       3..970574/:8.9/.3 2.3 80:2.8/80-:980203  $0/./.944. #.2475480 203.9-0707./.73./85072.9. $0.230../.318448.507..203.3.   03:7:983.85072.8  05.3039.38023. 03:7:9$405.7.320325. $0-:.4/0./.7803974 207:5.9/.5..270   85072.3..7..9:-.385072.33.080:7:./78079.2093.32025:3.8..2...380203-07-0/.:39:202-:.8.8085072. .3$5072...3 703.8.9.3047 9443/74320303-.8908908 . 2.5:35..9:2-:.  /.90..2.3 -.3/./.7.8../.35:9/..2.3 2490  /.:.3-07.3/.3 .:202-.3203.209..385072. 0.2-: 2-.5. /. .   503079.708  5./.8.

7.3/74.3/:37424842 /. -.75.7032.81.3.7./.:743/..9-..3047  5.9/0:..-.3..7.3:39:202-.2#:89/.74842/.944.950393/.944.305..78.305.944.5840.95030:7  032 0323-07:3.944..30478...3 85072.9:-. -.980/07.82./.5..28023.385072.85072. 8073/80-:9007 .3-.09:7:3./.203...-.-07-039:202-:.3/:3-.944.3203.907/.....794/.  24714485072.3047 .3 .3-..57424842 203.907/. 4785072.3/..    844$5072.3:9../...3 202-7.3.85072.5.8.92030:. /.3.35...3.8.74 /.2 70/:8 .3.  -.39.747144$5072.5./.38:2-07 0307-.. .44.257480810798.3  /.3-.3047907/7/.3207:5.25:7.7-.98250  . -0...47.305.    03:7:9#:89/..30309 3980 .944.7.39...9  ..3/.38.305.3.2-.7.944. /.38023.3/.95.944.5.3703../..31472.3 8.82.2-.7 $0.-0.85072.3910793 .3903.3 05.3 29443/7.5.3203.85072.7.3-.25.3 !.3007203.3%! ..3-./03.3903.23.3 85072.33.20325.32..7483 /..30473././. /. 907/7/.  2030-:9.3907/7/./...71-7 1-7 !..80309.3#:89/. .9/507:./.3::3907/7/.2502-039:..9 8507.5. 80-..305.3/:303502-.    47144$5072.907/7/..202.7-.3..2-.247144885072.39:50707..3.88.890:7 $5072.-07:3.80 ..3/:329443/7.7 05./.2.203 ./. $02039.3./../80-:929 39 85072..944.90.82.3 .3. 9443/7.

385072.:502-0.. 3/:.9  /.2.385072.3.3 2025:3.309.585072.85072.202-.5.80.3.3 2490  /.9403088  !748083205:954107.3/:9 502-0.7.703.80/..35074/085072.3/.3-0702-.9443./80-:985072.306:..2$./.9/203.3/1107039 85072.944.3.9/.944..734   /.3907:.94.7.3/.5202.9./ 85072.203.38090.8 5.25..9./.202 -4842 709.25.3209..7 $.3.:80 85072...3/3.2#./.7 9.39.885072..2908908/.   03:7:943.:3.3047    $5072.33./.5490381:3843.02-07 02.2.3 203./.:85072.70:. -07.80-.5.3:34.930-90-.957207  .944/..57291.89/.80/03.3203././.3 897.944.3.3742484203. 80.90:39:20301080380307.3.7424842 :2. $.944..9:05.-07:7:9..2475480 3207:5.3203.885072.329488.8 .8050790    !74808!02-039:.2#:89/. $5072...85072.3 85072..944..:3.85072.8/.9-0707./75.885072.3203..38:3-0-07.20./.25:.5./.3 390720/..8 $5072...7 0-7:./.32.3 .944..80-.944.39.3/3.944.94.8../.2-. 85072..7   -.905720702:/..8.7 /. /.202../.385072.9897..2-.3/47.3742..3/3.:-07-0/.9/ .33.3803.83907/73.802.82.3/.9.897:. -/.9443.9. 8090..202 47..2.:502-0.94.203.209./.3  $0.::203/45.90  03:7:9$:2394  /.25.2475480203.85072.9443.32:3.3.8.23: 02:/../.209.9443:2 079.9 -07.3.307.742. $5072../.30/:.3.3.3/:3..7424842.3./.8.2.203:7:38090.2209.25748080:. !74808209.9185072.7 03:7:9.38.944980:3/07202-0.-07-039:-4.3.3/825.3-07.3..88.30.32.9403088  4./.32030.05..74./203./:-.9/:3.39.290898 85072.5074/0502.8. -039:853/0/.7./.20.9/8073/3.385072.90-.3/.9 8.:/:5 . 0.25. 9./03.39097./80/03.5.3907507./.8944  50702-. /. 0-07.9/ $5072..78890/.3 9:2-:202-039:85072.9057207 !.2.82.9057207 02:/.3 2..980/9/-.3:...83 2.3 202-039:49 49.33.94.370/:8 20488  202-039:85072./85072..3.:907-039:85072.385072.-.3.3.9.3      !7480850702-.39.897:9:7.8:.9..385072.9/2.....38945.38.7.78890270574/:8.944.3/3.9:7. 02:/.980/980.905720702:/.3..94..3-0.3 :.290898/80-:985072.320..94.3.785072./.29488//.91 202-0.2475480 85072.50393/.89..3.5.-:..8...//.350./02-74 !07.385072.10 /    03:7:93.3.3 94-07  4.270574/:88073/507:.5.79./.34 .944//0:./03.:.7    !02-039:.944.:7..3/507:.947../80..5-0:28.3/.9./.29443/7.:7.7..7:40.3/472.4742484220203/0/.7.3 94-07 909.3/.944.3 85072.33./ 85072.3203..3..380.38:8:3.32030-.7.3-07.585072.2.9080:3/07...3 $085072.:8085072.23..79097.94..944.34...3/425. $5072..3/.  50702-.3.-.3.380.80-:.:3.209..  .9080:3/07 .7.30 47.$05902-07 /.702:/.380-../.944.80..7-.-072:.5.54/ 02:/.73.9/.2 0-07.5.38090:7 $5072.94.9://. 80..944..3 85072.79 -03/.::22.79:././85072.9080:3/07 $572.

5.2.80.28::703/..3/:5 .7800..50707.3089:339.:..2 9:-:.7.7/03.39.748458/80-:9-.218448 -.73././.307.3203.944.329488 $00723.385072.::2-078.05:9..9..95039380-..3203039:.8.32:/.9907.8$5072.3/.8$5072..80503/::3 /.0-/..280./.9.7/457.9403088-07.885072.3-.2503.5033..3.3.3.::2/.2.9403088. -07.9.3/:50-.38050790.32499.7 03:7:9!..2.3./.:2:2 ..808:-:7.7.3209.3 8. %.7.3/-:.5.3943 .3. -039:3472. 17:948.../03.35724/...380.944./503:7:3. !03:7:3.3907.:3.507:-.3 . 02.27484580- 203039:.9.3..303   507-0/.33..38:3//...380./.5.39.32.7:907..-49/..3907.91  $0.3202:.     '.-9.2.78::.8 85072.8$5072.7!7480850702-.7.734    03:7:9#:89/.:.3./....944. 3.28085072.-079.3/80-:985072.8 $5072.2.30307.-9.9...39. .39.  !020-39:..9.3-.3.347243/....33:978  03:7:93.3494  /.4/84.748458/..3 :.89.3//./.3-07503..302./.3.8/..8.985072.3502-0..25:.. 85072.8897553/.3802:...3-039: /.944.343/8:.4380397.885072.8-.9.393/.3/:3//.2748458.   :.907/.8 $02.585072. /90908.80.3 /:3./.385072.2/00307.7:408::/.09.754 .9:25.885072.2.734   85072.70.03:7:9$..50780/.3 /80-:94.4:203..385072.7  .7:507:/.38890-07.38050790.5.3 0307907.39:305.9 8050798:8:039.2#:89/.72/.3.748458 $0. .2 50702-.:8/.385072.25:.9.070  /.-07503..8805079.5 :./.3 05.7:907.  203.3:2:750.9/503.3.3.32...9:        42.8:5. %.909.7.7.380 800723.3907.1 /  50702-.380803974 $080397432025:3.32.   748458/.8.3 907/.::2 4.2.///.2..944.8502078...302-.340507-0/.. .-.944..9:.8079.38::/.2.3-071:3880-.2090750393.9443.8:2-070307 85072./..8 573:8.944.734       .507./:585072.270   85072.3.3/.8  -07.3  1.3/80-.32748458 907.5479 3...2#:89/..748458. 03:7:9.79. 8.2-.25.30307.907.8503./03.2-.885072.9.80.3:39:502-0:.5:39:2033/...893.274845907.2.380.85072./85072.52499.3-07:.. !0780/.38::-.708::/33 /.::-:89089:.7 .39:35.9:25.     499.   .7./80-:9-.7.8  /.3-.203..380.73/:/4347.23.2-.7.:.:-078.85072.5.502-0:.3 50307.9./.8.9./825.7.94080 80803974 $5072.2.:8890 .9/.29:-:3.7.2..  -07/..944..3202-:.8.7.7.944.5:98:8: 503:/.890:7.-07-039:3472.9.3/80-:94./03.9. 8.890 .3.73.80.

203:7..2#:89/.2...507.8.503:7:3.79 /.25:7/03. :39:2033/.7:8/.944.7..3/03.3 80 80908948 2025:3.4/84..2.91907...2.8 10799.9/503.944.3.944.0.90894890743:..503.-...3 5020.-.3574/:885072. ./..     ...350303./3.25:203./.8.385072..88020.9/..07.907.3.390709.39.2.50/:5.3803971:.3 50303.3574/:8.3502-0: 43805 74570807. ..9 ..3 80.803.2-. :39:207.02.3.3.2539:80 805020.3-.-9.7.3.3-0-07.8.7:30.7 $0. .    03:7:9.3.38::.9502-039:.8 85072.38:.203.8:.885072.7.3.3..//.703.8:: %.5.38..9.3/80-:9803908903:2.3/-039:././03..52499.8:/.9.3$5072.54/$4.2#:89/.2.9.7/457.7: 8.580. 9.93.3/33 4/$4.   03/:385072..9443./.      47243.8.3.8.3.. 3:.003.3/03.890:73.3503:7:3.3/..3.3/.30802-.2-.32./.3 .3-.3.3/..9.59/.9.38:3/-:9:...:.885072..8-07503.5 4380397.:39:203.907.2#:89/.  2030-:9. 90894890743/-:.350303.909.507:/..      8903/07   :388903/07 03:7:9%40470  /.944.:5073/:3.7:3.!03.347243 47243$  /.. .90894890743.507:-.:70/:8.  47243. 472430/:.3:2.3..885072.7 5418.0.7:$5072.-482085072.754188 $-007.-07503.   025079.30.7:8/9.7.5.1:3808903/07 ...   !02-0:. !03.8    ...3907/.390894890743 /8..8:2-070307-.507.5 #:89/.9.94080 80.9203:7:3803.9443. 03:7:92-.80.:3907:581:38209.348249.2-. %09. !02.919.2.3!203.3/:585072./.944.38:385072.80 80 3908903:23207:5. .3 .93. 85072.33./.390747003.385072.3:39:574/:885072.3009749.92.:5:3397403./..3.3203:3../:3.2570807..944.3404-:8.3 .5.3.9.50325.3503.5.3:39:203:7.38:35..23..9502.3.3207:5.7907.  ..3 2.05.9/.3..944..574808502-0:./.3/..9.9:  030/.9:503/02..302503..380 80/:5/.85072.2397403 .347243 0.-.35.950393 #:89/.3.3.07 /2.2.07.390.-482-.8 /.230-:9:.3808:..3:9. /.50393:39:574808 90780-:9  !74808907-039:3.09.85072.3-448 7.385072.3.9/9:-::88023107 $0-.3 $0/./.8209..2 .32.3.3.944./.8-..919..944.3/7.07.2030-.507::39:574/:885072.3-079.907.885072..7./.5.4:2080203  !74.780-.:..3   02507-..3 503.3809070947243 .7 59:9..   030/.907./.:5:3 5.-.3/../.318/.320325..9.385072.09.92025075.574808502-0:.09.20:9..   03.5079:2-:.380-.3 0307/. #:89/.9:503.8.32025079.3  /..749..7...9.8.3-07./ 907.3 74570807.38.3203.90780-:9 07:7.39-0: 0745749039.3 -.:39:-0-07.3.52499.7:400./.

.9 8.317:948.9 .7..2-.885072.7:8203.3.07 ..-07:7:9.4:203.385072.350707.702:/. :3390:78079.850 2.9907.2...07.8:/3.5.9/03.5..07.202-.880.790894890743.3$     .3$5072.3-07-./.907/7/. 28.0..5. 0.07503.5..703.924845 $0.:./.7.2502078.7. 85072.82:339:....10798.9948.-039:803472.:039.3703/.9.3-0781.0..5.  203:8-0-07..7/.350303.3.3/../08902:/..3-..9.9907.9 $97088 /..34...  2.3.81. . 80/07.3/:38074/.3.7.47243.808:/..9.7:9...9.7:8202-0702:33../.3   .7 9.3.80-03/.3.  03:7:9#:89/.3907.4:203.3:93.3 $0/.:7..85072.  ..7:9.9 03:7:93..33.8:/3.9/...944.7:82025:3.3 438039.0-/.9.25: -0707.85072.25748080:.3-8..:..3.3 907/.9.2-./.8   !0.37.23.6:..885072.2:3 -.2#:89/.9.18448.:3390:7 /./.5003.7.-47.9/9039:.50303.728.885072. 570807.7..52.-40907.7/./803:9-. 28..:3.734   85072.3.3/:3.:.28907/07 %4007 ..34. 8025:73..3 203../:3.2.:.3/:3.8/.944..38050790..2:7.5.2.907.07.72/.3.3:. .385072.30303.29.:38:7 :38:7..5479 .73.3.8/.23   .7.4:250303...385072.703../.: 9/. .3.9478//.89/.07 .2.3/.8805079 .85072.:3..0720203: 8. /.5.7..9.7.350303.3  /..2#:89/.3.07.90.385072.39:.::7.35784  /.8 -07.-/...3203.83.803.0207.3/50740/09.390793 .07.  228073 :3390:7 /..:.280.30.3/9.0-/.  4380397.7 :9./089 202:/.893   !0303.3.3$.9:25./.5.50303.:2/.07.07.84 /.8 .72 2:33.3/80-:90.7 ..-07.70.350303..80-.5-093./.73..3.0/. 247144/..07 /2.:80/9 :7.   !0303.32748458 $0.  20302:.3:39:-.380203/.7:8909.327484582.97.8050790 .3./.:.3$5072.3897.380..:-0781.30- 5078035:3.39/.. $.4:208.2:32025:3.  03:7:9.9.0- 5078032.918/..2907.18448907/7/.357.3./.39/.2-.:3390:7 /.350303.2 2.3108 .80507980. 22  22.7.2#:89/.3507902:.6:..8..3/:585072.7:83.9.70:.28 2:33.3.3/.07 .7484582.98903/07 8.20203:5078.7  /. 05:9..93.92..8   !0303.7./.73..   7 ..-.7:9.07    !07-0/.8 .32:33.3$0.9/03. 85072.079/..    2217:948.3 .33..7:9.50303.350303.9:..3-.25.-07:9  .9.7.:3390:7 1481.-.3/-:.50303.:. /03.07.703.980-.748458/.7. $0.3.585072.2.7.7885072.203.05.8..32.:3  -.98/-:.7 22./.  50303.7..39.3  .37307907/7/.5070/... 8090.3203...7.32499.7.3 /.3-./.90.52025079.9:  .910798.3 .2.8.  80/.85072.:5:3907.-40203.07..0703/.02.2 2. . /.73.3/9.35030. 20.07.8 /. 2.9...  5078.25078..4:2050303.9:3390:7/.9:3390:7  !0303.2.748458/80-:9-..3.3..3.3 57..3:39:20325./.   3.-9...

785072..85072.385072..85072.3..  02.-07.7.8:0/.85072.2 .:2:2 .350.3/:50-.2.8.8..   .9: ..7 85072.2 .9/.7:408:: 00...3-0781.2.:.32.7:408::/.9/503.29:-: 85072./.207.8090. 8.. -078..380... ./.3:39:3..3202503.803.2.2:35.3/03.7:9.8/503.8.73. 50.7./:5/..207./.3-0781.9478:::.990./.7/.-9. .73.2..7:.32.3 .0425480-08.9.390703/.5.28::703/.944..3-071:3880-.3-.-9.7 2039 $0.9.73...7/274845//..8 85072.3 0483.9-.85072..04254 /.2.3/.3203:3:.30483  .2..3-07.39: 1.92.9.2 .3472.839088574903/.3 .8/.3 .203:3:..3.2. .32.3.9.3/:5/.25:.-.947 1.3.2-.2.3.2..:/03..3/:5 /.  '...3.-9.9.385072.8.9  85072.703.8./..9/09.9:02. .34050...9202503.1.9 !07-0/.-9.3 :2.75 03:7:9 1103/0  .-0781.3/.39/..-8.9 $0/.7 .350.5.944.385072.0:.29443/7.73. ./..3 /:5/./.58./:580.8/:52025:3../.-0781.5.3 :../.32./.2...-9.785072.207.33..8..885072..9.385072.7:/.8.25:....3/:5 .790898.5.9. #:89/.5.33...7.37:8.73.8/:590780-:9/-0704832.25780:7:20/.947.885072.7503.73..3503:9:59:-:.58.73.390.3-..30483 !03.9.3/03.3574547885072..38./..-9.3203.9-.

- ..7./.38:-89./.3 -0-07.80-.  !73853. .5.385072.2499...43/83.2499./..30.3/5077./80203 08903/079/./..38../..9.350303.94388903880203 8::/.3203.50303./.9/09..04254/.320307.3.10 /  ..-.2.908903/07.34.7 &2:23.2:3:39:2499..9.8 ....9.5.307.9.3 08903/07 9/..3202.7.2030:.3/.902.7.9 ./.3/.3.3 ..203.3/:3.80-0:2/-07507.2.850./503.3 /80-.3-..3.703././  !0707.7       !0707. 07/.3203039.944.088090.73.408.350707. 80-.9.3.317:948.50325.343. 80/.9..38..3203.9/..85072.:.:90-. 203..8.307.950707.802:.2030:.9:803/7 499.3.5 0483803.9.2:/..703.:90--.3:39:503.3907/.8:-89. ./.5/03.3:7.8.3:39:.308903/07.7 .0985072.5.3./.9.. ..8.703.7:5:.3$5072.3-8.3/03... /.3 85072.  8903/07.2.3.3/.380.85072..85072.2499..2.803.70./. /.3 .9.14:8.79.3.2.33.2.7.:.2  .3.944.3203:3.7:7.3 3:978-.5.907.3.3203039.944.9/.9070483 //.92.8:.39. .3-.3 85072.3-.7 /03.2. $.9.5.3.0785072.2030/.2:33:.9./.890703/.3 %07:9./..9/.3 8090.5:39:202503.:3.3203.390780-:9 909.32.7...8503.3203./.5.8.25033.944.393.357.25033.0/.7:2499.9../.3 3.. $0.9.9..7..7 /.:50707.-07.08903/07... 85072.32:33907.-9./-. 85072. 3.7./503.32:33907.3.09.207.3.  93. -039:04785072.3/3.2499.7909.890793 80/.-8.3-0707..50707.9.308903/07 7307..385072.../.3.2...85072.-0707.9 2:7.274845.907.08903/072030/.885072.885072..257-07.90780-:9:.83.703.2:/...944.33.. 7. .98 .38502.503.3.39::.3 /:3..7:9..909.5.3$5072.703.-0-07..7.9 ./.7:400.385072..285072..2499.3 -.270    03:7:9$.9 ..2 7.3 ./03.9/.2.250707.2.-40 .589.3-071:38:39:203039.90780-:9     !03.3.8./-:.385072. /../08903/078.07.385072.32025:3.3203:3.307.2./.3/. 90780-:92:3.

.3../.39.385072.05.3.9.8/./.3/.390703/.79:-:  .3203..3.3-0703./..33/: .90307:9.35073.:.3/.3/-.220./../.85072.38:2-070307:39:203/::350707. 803. 080..31./.7502-.2 2.3:2./03..3/.2#:89/.3/...5020.274845..8.308903/07 17:948.. 2499.3 507.9.3-:.:39:202-0/./.85072..9.5.7.3.0/.3 :7.7/.04254   /..3//.8090.8 503.3207:5...803.39.3/.3.907..7.9.3/50.3.  499.09.350.3.91.3#307+8203.. 03:7:9.9/825:.390.     .2.09.34.09.2 ..309.9.   17:948.2-..3080.9/./-/.9.3 .3 703.078:.33. 9/.3/.7:9..80907-.3./..5748085030:.18448 .704254.5.09.9.78  /.....30307:39:-079.9//.3.3-.385072.3 2499.3202.9943 /./.3 .944.//.2.3:978/..3/.2499.3.9.3.  $5072.9.5.390793./..3 :7.3:39:20.280203 $0/.9.3/.9.3803.: 07.2/03.85072..8./.33808:.7.757.7..9405073..7:9..3/.7.3-.9.9474708.04254/03.944.2.2.3.9:7.3.385072../.2.385072./.5.  $!&$#   0825:..274845803..39093.7.8    .39..:2.2 !.39.8090./.2.9:89753. $0/.5.7.9.9.92025075.74.3.808:.-.3/.5..3.2#:89/. 007/.3503.3808:.10798.8907938090. /03..705.3 /.3.//.3#307+8 .3/./.3/43479/..8..2503.:.-.9.3-093.8.3 .3-093.3.9:2503.3.78  03:7:9503/.:574808502-:.../503.9:3.3203.944.8.3 !02-./..39.9/.3 /.3 3.2/.3..3 /.39/.3%04030  /.57480/:7.39./03..3./.7  /.038.2.0:.9.3//.3.5.9:2503..9:07.3 02:/.79:-:.3202503.31.3/.3-.207:5..7.3//.9203.5..9/:3..9 :7.3.7.93..30909.3/../574/:8003.7:.3.3/:3..9.5..   $085072.04254.385072./-0708903/070-... .208903/07..:-039:/.9/5070.8 /.73./.  . 8:-897.7.3 0309..9/.885072.25.3 ./....3.3/.3.3.703.3.9.7:9./.80203..202.2./.3047   $5072.7:9..83.3#307+8/03.9..3/:5 .317:948.2.350.3/:3-.3-..2.33/:..5.385072.3.3 .7-4/7.3/507:.:50707.92..944.3.3/825.5.3897:9:79:-:8085072./5073. 0309.203./.885072.  ..3 /80-./. 50707.3 9:7:3.3-.3 .:0..35078.39.3 85072..38:2-070307 -.39.3/:3.17:948..57.385072.3907/.3..9:2499.9203:7..0:..33202.. /   17:948.3/.920309.8  07.:.308903/0717:948.73.09.9.907/7/. %07.9 . 2499.-0781.3.5..5.203.3 .85072.82.3!07...9.8/.2 .39.3.3.9474708 !.5.

25.9/.1.85072.3-07: : 3 207:5.2-..9-07.0790-7.804..8.. 0.9078780880:3/07 $97:9:7/.832025:3././.38:: 43/885072.3/.9.31..574/:880 909./5.3$  /..3.5/03.9.3 5.38::   &39:503.2..350303.-9.385072.07./.3 .2.. -039:85072..25.9:2. 43..2743.35.3907.7:85072.9157247/.37-:.::80-0:257.380/.3-0727.:3390:7 1481.785072.9.-08....9.85072.9.7:408::  43/885072.203.18448   07/.80-.308903/0717:948.3897:9:7089:.7/.3/.3203.07.73.9    $./.0790-7.5:9/.7503.9. 207.3-039:-.8. 50303. !7480885072.3./.7..80:2.385072.3-093.3 :39:2499./.3.8::     47243.3203.7:9.07503.73./.07.3 -07.3.:.3-08.83..70574/:8:9.73.09.58089:7:3.9.8./5.385072.-.02.3.3  03:7:9'00 /  43..2/:..79:-::88023107:8.39.5.07.802:.7503.9.209.780 800723.32.5507:-.2 2.7:2.99:  03:7:9$././    !#!%    !&&   !03079.3..350303.3/.0790-7.8..843. 907438055.83 2.3 03/../.20803907/. -0-07..25:...3.9:02.257802:.7-.   '..-8.2.885072.9489  85072./  ./03.78:8: 50303...947.-.3-07.7743.73.7. 9:3./. .3.70.25033.9/.350./.9.:39:-0707.809.:7..3/:5-07.. 203.8 3/80-.//.8.39004898.39. 43.3-0707..8503.9403088.9:33 90:7 50303.35. 20307..3 2.9.7503..7/..3..-9.3203:3./.....843..3202503..7:9.703.810798.30-...3 /.880203   !03..7 2.3 %0898207:5.9.3.9443./...3/:585072.8/503.380..385072.350303.:4.2.274845/5078.9.2.8.9. 85072./ .3 203.39.-... ./.2.3-.9..47.07/.2-.7.393.73.2 2499.3/./.8.3-07./9025.3/9.3/./.5-07.7:3.202.35.9:-: /.98./0.317:948.07978 .9:8.33..0483   .9-07::7.9. .3.9:-07.39. 9:-: !.43.3 47./.703.3..209.8:39:202574/:8-072.207.25-.5..9:85072.8.9:. /2..390:7 20203:80-.5..3202503.3 #307 8/.0790-7.9/.:50-.94380397.3-08..3.3/.  ..3 3907...8050795.2.7.   499.85072./.3.9.9489 85072.343.9/ 85072././907. .7.9070-/.3/.-9./.35 /2.89.2...07.37307./ 03:7:9:07.3805.7./:..3.385072.3-093.25033.9 -071:38:39:20343974.7./.  . 8090.09..9.3:.83.5../.350707.9078980880:3/07203.7307 .3.9.208903/07.25:.785072.235..390894890743   .39:35./:5909.3..3/-0:.0-.5.90758.. 85072./.3.9..3.. '.708  43.3/.3.8 80-.9.944.3308903/07.39.10/  43..

3 2.4.9443:2 :3.89080231078 /.5 8:8:3. 9.5202.5.3   4..3.980503.9:-: ..3883.203:7:9.3-.7 .:8..9:7 07.8.9.3.203:7:9&83./   73/:. ..3/..7073/.38:/.0.70   /9.888023.3.7802:.5./.907..73.2#:89/.805.0/:.:7.3203434 202.5..038.8  /.5.8.-07:9 .3/.805./01107039.3/.3.. 03:7:9#...8903907/.     73/:093. . 9.307...3.9:7/.7.080 907/.3:8  /03./-.73.7 .20.380.73.  43.908 !.8.3#:89/.:3 $0/.//.0.3 .907/..343.0790-7.890 ..3.8.202.3 -07-39 -39-0788090:7..  3/:-093../.3/.885072..32. 3/39:-::885072.    7 ..74././-.3/..83:8/. :2:7  9.907.03:7:9#:89/.3 90709.300-093./.3/3 -093.9443.3-07.984..3/03.90780-:9 /.3/.03/473  03:7:9'0 /  90898..39.39.3    3.300.780.39/.3/:-093.8.39.9.23/9.30.2./.29:-:907/.3-.9:..3..9.9:-: %0898.7.:8/-.805079../03.3/. 9. #./.39.3 8:8:3.9  03:7:9#:89/..7 743.3875/.3/./-0.3.907/7.80./.3.3  507:9202-:..38.-07. ./.0207./:.38.:9/.3 -.32. 0.33.23202-03./ 03:7:9. 7:8:5.3/945.3-. 9. .  $079.38:/..80:2./4784.3 40208039708 43. -07507:9958 ./.3.3.39./.439:/3.//.83 2.39.3-071:3880-.907-:.:.73.2743.907.  03:7:9.87-:.3.3-071:383:9791  :.39.3..080  :74039.3 .79:-::8907/..0/.8.3203.30-:8.720.3.3/.. 05//28 .9.3.3 90709.3 .390:7202-03.370.2..343.3/..::20.3 9:-::8 85072.394385072.3802.3.785072..%0:7 %.5 507:9/0.907.39.5.  /.202.3/:.3.7.3/. -07..343...3 /945.07..3..2.20:8:8.942$8902#0574/:8093.0207.5.:3 .7:28090:7 0:.3507:93.3/7..3:74039.33/:.2/-.-0. 8023.33.30-.7875 /478..8. 907/7.3  $0-0:28..2 :20380397.9./.:-39 -390.3-093.3/3..3/..8.984.70   3/:.7:2.5.39.9..  5.9 -.574547805.80-.73.3/3/03.25.3/80-:94.915.73/:.3./.3 07.3507:9/-0.9../.. -.3-093.74 /     3.3880.:3 .07.7:2.5840800723...39.880.8320302-.8.7 2.-0.8. .3/80-:9 85072.3/3.2:3. $0 80503.93.3.8.9.3.3-07-039:439:/3.93.8.942$8902#0574/:8.33.:2.0790-7.   .8 8079.9.9..3943/./207:5.3/.3-093.3 85072.. /  9.3....23.9./. 743.30-3.39...3/:.9.32025:3.73.39.-07:2:7  9.388907.3/034080 8080794.39.5.2-.3.:7..9:7 :2:7  9.9..57291../.805.03/:9  :-../.:9.3-072.3.3 :74039./.73..3 03:7:9#...01107039..90.30..89:-:.3507:9202-039:8:/:99:25:  03:7:9&83. /  .5.0207./.35005./809.980 803907899.3:8./03.07.3202.7 9089089070-/.-.:4.8 85072.:-.3/:-093. .3.30-0.320302-:30..5470 85072.:2:23. --9 4348 09:7:3.  897:9:7908908907/7/.9.

   %203:7:90..3-07.385072.9.39./..7.3-07::7. 02-0/./.202.3 43.9.3.397.3. :203503:/03.80-.3 802.7:2907/7/.4.39.3-039:3.25. 4./5.32..985072./03.343.74..3../2038 743.920.7  ' 9185072. $5072.5:94.507903..3207:5.320.3 -07.380:3/07 $5072./2038 743.  $5072.9: .58.3.  ./-093.32:82/33 3/343.894..73.3./.2-.35..4./.39434843.3808203:7:9%08907/.9./.8.30.8.385072.2:.7.3:.390:7 9/.50/:./..32034345.8 !./.3.73.3039.7.:./.340..88.8./3/34-:0503:/033.902.3:-./0.3.8-07885072.390.3.785072..944.3202-:3:8-.4.3-07:-:3.30/./-093.9403088 89085072.. :-.3/03.9.24.7:2 !.7:2 :203 /./.. 907/...3.5.73.43.-0:2-0702-.3.3. /.20...9503...902.907.3039.3.902./03.   /.-093.944.39/./0:.88.73.73.3-07.8090:72..43.20.88.38:.:33 039:90:7905.302:/.3%.9.85072.9443./3.. 3/3503:/03.703.73. 207./.8.3.2743.3/:9907.9:-: .5.890 -072./...2 2..5:9-078.:/3/34.21103/0  ./.-:30.39.9//.9 9. 89085072.5:9 .30807  /.3 .3...3.3.8907/..2-.207./..9 %0:79/.3 .34.25.0:.7:2907-:3:84080./.8.  ' $.385.7:2-07-039:9:-::8. 80:3/07-079../.3.73.574547885072.55 80/.9443..390890820307:9..  ..3.3/.99:3.-:.39.80231074:8  ' %089082.9/.385072.2140 .343.8:/.!.73./.0207.35005.3 908908 ..0207.3.944.72:825.  9:3.3.805079-03.7:2/..39.3-0-07.3-..3 !03.2578.   .33.9   .3   !072:.-.9   !0702-. 207./.-07:9  %/.2:20380397..7:2/-:3:8408:. 0383/80-:9.9  ' %0890870708 #43.5.992-:/./.9/..-07:9  %0890870708 .2..3:.9:-:/.7..720.4.54...8907.3./.-:.7.3 -079. %3.79:-:3.21103/0   ..:4.3802..3.25..2572..2:2.3 503.3-39./.8.3-093.343./...8.-.3.8743.343.9.: :-.7:2.-07.3503.-0-..71403/80-:94./:...3 .3-07.3.3/05. 5:9 ..2.9..82:.3.:85../.7:2 -07:-:3.73.370038:31880.8.3../.5.32:/.9:.../.7:2  ' .2:332.43.9:-: 43.8.390.7:27/.-: ./.355/03.9.3/.39... -:./.-07.3 ../48 .2.30.7:2.3-093.944.3    %3.25..-:.39:32084./.9:-: 43.2:2034.94./.::33 /.7 /.30:.8944203:7:9./.3 .73.3/03.3/3/3:./5./.73.32.3.-:3.-07.30:.:8.3.293.9.3/03.8023107:82..3 85072./.5.3   %03:7:9%08907/.80-.7..90.3%.7/-0/.9443./2038 743.3.9 43.3.30807 %3..91 ::7.3    %3.3../8.3-0:2 /0..4949..-:.:5:9 -039:3.9403088.39.0.2..73.     %03:7:9.9403088 $02:.9443.9.3./:...8.343. $...5:9  5.7743. !748085005./ /./.25. 5.4403088 #43.507:93.393..3208490:2 !..902.3/.-.9:8090.2.8.9.43.3//.:.93.39..3. .390:7/.584085072.9/03.3.

.3.8   %/.  .7:2-07./.21103/0   .207.%3..8.348/:08:207203:7:90.2.85../.30.902.9.9/./.80-.9402.3.5..38.907: 202. %/.. 507:9 %0:79/./.339.3743.25.8.5:./48  /...-07:9  %/.3/03.7 2038.-07:3390:7  97.9.73.3. 0..3499:73:07/.390:70.5.73.7.805079.7-07.  .2..343..

73.  ./.7: /809.3.2-:8.8.2572.9..507:943..9402./9/.3:3390:7-. 0.207.:33 -07-:97 -:97 202. 82097 90:79/..390:7502-039:.9/.7:2-07.5.739   ./.3  .25.  743.

8/..  .907./.38.7:2-07.25.907.3/.2572.83.0.-0307../..2:3390:7  ' .3. .3/..790  ' .:330207.  . 8.73.7..9..3/03.5:98:8:8..25.907.7507:98.3.9907:72:/..880:7:3.9 /-.3 -0:2-0-.  .8 5.9 0.3 502-::/.9..3..9/. -.780 805. 207.-.8.7.3.3/.2::7.:33 502-::/.3.2743.73.9/.73.507:9 0.202.390:70.3 90:7/..7:2-07.380/..8.73.33..907.25.339 -.

 207.7-.../780.2:/.8907.3-0781.943..3203:7:948 .980/.74.7.2.3-071.73.9 0.3507.88.30207.339..-0702-.8.5.3 !74/:8808:..0:2 $5072./.3.3-08.7-.343.5897.25.39..8.805079:05:/3 203880:7: 743.-07::7.9.9/-0/.9 !74/:808:.3 %0:7 90:7/.8502.8.0:.3    %203:7:948 %3.-.3 /03.29488202-039:85072..3402./05.5.0  ' .3402.9.. !02.-078-0-07.343.9. 8:: /  907/7/.-0:22:./..5.0.3908908-07885072./9:7:3/03.8.73.507:9/90.37.8.2.390:7-0:2/. $5072.3 43./.3  /.5.9.3 -07..7:2 0.3.03//.3 :3390:7-078002-:323..3 43./.3!0702-. 207.3/80-:985072.7/./0..0207.9/-0/./203.9/54/ 3/.82:2909.943.9-07:-.902.507:9 90:7907...3  .8..207.8.2 908984080 80:8:8./805079 .7.3.5 %/.3 908908-07:-.5.7.3 -07.73. ./:2:/... %./0:.270574/:8 43.3.. 3/.507:93.390:7.43./.7-0-07.507:9.3:-.3-08.9/. 43/88.907..9443.9202-0. ::7. 43.38.3-07.9443.3.7-.9/.8.-07::7..5.7. 90780-:9-0:20:.32..-.8.8:/.385.797.3 :-.-0:2-07.8/.3  $0 8085072.39:30.90:788.3.390:72.59/-0/..8 . 90:7/.7:220307:980-. !74/:8808:..3/.9 !74/:808:.80-03.79.9.3-07.2-.5897.. %../ -039:3.  ' $.35005.9.8...385.-09: .3 #0574/:8 !74/:8808:.8.3 -07.8008.743. 5079./.90.05.9/.2.../90.8.5.4../8. 502.90.8.32.    !74808!02-039:.32.7:220207.5.9.507:9 90:70.55074/808:.7.207:5./.9443..8..73.207.3.35005.39/.05.87.5. 4.7 97.-..3 -0-.3.:/.8.9/.//03...3/.

7:!02-039:. -07503.-0-07.749074/43349.75074/0  3907.9:/03.257480890780-:9 02:/.7:80.3.9/03.8/.8:-897.357480870574/:8.3-07/107038.343.9...3.3.3203.2#:89/.09..8.  /..307.3..34.3/03.30:7.33/:..3//././49745357.:2:..   03:7:9....3:93.2./. .343.8.8090:7/..58 807..9443:2..3 203039:..   %08908.0-07..7/..///.5.3  03:7:9$9.1.3./85072.3 50393-.202./. 4.94739073.7.:8 .8903.8203.9..2#:89/.3 0.9:507./.3907.8:..5.32:.5./.3/.3:3.38090:7408:.3502./.3/58.8090:7.3.8574903:3390:7/.3:-:3.7.9403088203.:9  $:: $::-07503.9489203.3/-:9:..3/..32:.9202503.3.  85072.39:-::8-078.3203.9.35494 5074/0 !4945074/0//:.3/03.33.89/..7: 502.39004890 $:::. :-:3.70  /.0.382007./  090780/.5.54/.3::7.30-07.  5079:2-:.350393-.5.3/945.3-./...90403088 /.  225.58.5. :90.850808.38:3907.202.8.7.55079:2-:.547.32.38090:7 20.9.24489 3/4034:8 .203.8 !.3...:.3025.85./39073.3 /034080 80.3907.3.9489 0488/..343.389073..5. $07.0  /.3907.3/.1.907..3203033..9:502.  03:7:9$9.90403088 9.7:93.3.9/ $5072.9.39004890203:3:..340 2080390708 /..3.3:48./03./85072..3/4.5% 43.3..3  $:-897..-0702-..38208.8./.8..-..9:3390:7.34489/.320:.944..3.3202503.502-039:.302503.743.343..520.82.:./..9 9079039: .2574808503.7809.805079.9:7..3.99:-::8 9:-::8 /2./.2-.   -0-07.9.:7.2.90403088 ../.. -0-07.3-07507.380.-/.3:48.7..35033.3907.3-./.3../..  443.35..39.50:.50:.503/4743/.2 3/4034:8.3 -079.32:/./.0.3:39:502..3/07.7:2 /.5 .9:502.3808:.9!02.32.7:400-:9:.7.3/-.3/03408..50388:-897. 307. $.2:8/.:.5.7 5414814574903   .9/-.883908.2#:89/./. 2-. :3390:73907/7/.3/.     !74808!02-039:.89080231074:8.805.980.7:2907.3820503.7./.90403088 /9.94724343.7:907.25:3840/   -.9:.20.3.257480885072.-. 548547 ! 803 3 /.3./.7:907.3..3./.3.947.1.890 ..38945./497453 43.4.58./../49745347243  .3.3 -0702-.3 502.9.0794 .3.3907.209073../093.3 425488574903207:5.5.3.82././:/..3/.7  /..5.947$48.3.: 502..8.7...3 43.94708038.947089073.3.3 80.9.5-07-.290890890780-:9 907/.9/3/.:.//:.:..585072./8085072..8/503.9.//../.5.80 .3.3.3503.1:388890270574/:8./ !.9839088:3390:7.7.33..35071078945..90403088 / 9././85072.203.24.../.55079:2-:./03./3.9.2-.380.3-07:-.-079.08038.05.3203./.3203./..3./.-078.357207 570.9.310799.805.31..:70574/:8/..3.37085434.3!0702-. !494!074/0 !748084.3703/.343.9 4034:8.3   .3980  489-0702-.3/80-:943.-079.8...9:9.9:.380:3/07 04034:8. 3././.:. 7:80  /.39.3 02:/.7./:..3.34.-0:2/902:.-07503.73/.35.3.502.3-0702-..

..743..7274845 09/.3.... 93.3 09.343.35.99:-: /./-.902./7.31././.3:9:-.3-. 207..3  ..35.    .2-:7./:.3.3 02..7.3507.3.4743.29:-:.39.5'5002-.3 203.3 54945074/ 8:: 0.3.380.3.3-.343.7:220387.503/.94739738.309.43.47.574808503.35.9. 207.5:9 5.380.39.8.3.3.3-.9.93.3/..:2.3-.2.3.9 90:7  .2.39/.9.507-0/.3 57480870574/:8.7:8 5.3/. 7.7    43.9. 4.3.3/.8:3.274845/.3-039:3.3...99:-:3././..3-.3803.:2 /-..3:9:-.9:8.3 %0:70.757..4743 -.85033.9093.3 18443/./.39.2203.0.203039:.5:90207.5.73..8:3.2./03.9:/.3 -07-039:202.73.5.90709.947....20847..97:.9./.9.757.3/..9503. .3503/... 0.5..57.3..3-:.2.82.743 2025:3.3-093. 85072.79-07.:/8.2.3-..//-/.3.9.3/.202078.:0:33..3907.309.2/.990:7  .9./80/984-0909.9.947 3:3..3203.39..07.9./203:7:90890.5:9.80.8.39...30.390780-:98:/.3/.8 .7/.7.3.7.3  .-./....5.5:9 . 907.:5:3-093.3/.3/./.7..33     3.380-08..9474708 !. /3.3203.3./ ./.5.754 5..3/.3 09.91103/0  .7:2 20387.2113/0  5.3 .009.8.9//.3-07..73..3.3 /808:..28:./08./.3202503.3//.39.9.-.380.3503./:.2.2.73./.  09.3 038 .8 07/.3 %07.9.253002-:3.5.83..3203:3:.943.32..9...9#.-.8 573:8.25.9:.3/.5.2-07.908908 43.8.7:2-07-039: 202.9./ ./5.903 $0.3507:-..390780-:9 /.9:250..:.3/.39..002-:3 703..343./.90:732..7 809.253002-:3.82. 574/:808:/. /3.73.5.3.503.9/04254.. .507:9905.3.3-093.8:8:8  ..2.9.91.9/-0/.9.302..9::-..73.99:-:3.3 -039:-:.3 %08908-07.7450.82. .7.32.5:9.7 089738 .3./.5:9327302508.7.-:.3070/9./.2..2-007..3-093.1.3/.2.9474708.309..3909/.3:7.943.902.8/./.907/.39.5:9../.32025:3../7.343.03 .8.3.0 ./:/.39/.-.7-07..2.:/8.7.9./3907/.8/.7.3/-.808:.3/.7..380.343.25..7../.9...  03:7:91103/0  90:7.0909.3 507.9.3 /.3907..9. 09..8743.9.80-08.39./.9.7..3..3 0:.7:. 2.:2:23.39..9:7 09.890:7.9:4.-07.203035. 7.3 39738 /.8/.39:35.300207..9.3.2.5.3-0:2/-:.943.380.7 /.74 /  .3-..3.2-.5.58:.8..9:-:/03.3.9 274845.3/:7..31.37. .3/3.2   .3-093.30/:.8.9: 7.590:79/.32..9.3/.  07.9.5.3 /.5:9.3/3.:-.03:7:9..9.80-:.5079..3808:.8 .2.82.9./.:2  /.2.30.7:50789..3 /.23.31.902..8/../-.3.2.3.3...03.393.9/-0/./3.32.393.9:250.9..0709.2./.3.3 .5079.3:39:2.5.550702-.3 90:70.9. 57..7.945.3/.584080.9.9503./ .3503.7-07.32.-07./3.7:2 -07.7038.3.9.3808:.80.25:7/.8.203.:-07.343.3808:./.3 9..39.38.89.31.885..

390709.7 !48.9.:43/83:3.907.390:7 202-03. 9079:.9:50702-.9 02..90403088  03/4034:8.5.././.5..09070-/.39./.43...9185072..9.343./207:5.9443.3 02507.9:-:   7 .3/.::...3 9.307../.343.43.3-07./..3089073./ .9:9:538.39:/.32.3/.3.3 85072.07.9502./ 09. .3-.3. .309:7:3.39.3808:..3038 ..73/:-093.8.743..8    $./.39.20302-./.343.3.507. .8.902.3/.3./.300207.90890870708 50702-.3.9489  85072..3404:$:57.7..3   %203:7:9%08907/.7:!4893.343.3./.9/-0/./.90.343. -07507:9958  .47.3  548.203:7:90890..05./:7:90:.38.-.3 -. /743./.3-./.8.37:.-.3-.2502-0.   !74808502-039:.3/.3!48../.73/:./.7.002-:3703.3 :-.3/03.3   %203:7:9.7..0790-7.9.9/..9203..3  20387..947089073.:5037:5002-07./:7:92030:.350702-..507:93..3.5'.3-093.9403088 .8/.9/825:.342039.5.3.30.347.33.../.9:-:.32.920309.3743..729 80/.3..74. /03..../.3 0./-093.::39:202507.93/   42039.7 !48930-.03.3202503.32.9.5.73.8./.993./.342039.2-.385072./:.3-.3 /03.3   ..9:/0. 2.9.0207.3 43.3 $0-.7:502-039:.3.343.90403088 04034:8.9489 85072..3/.3/.3 07.:39:202507.703.3 090780/.807.3.354945074/0 8::  8:-897./.7:2-07.343.7 942  .3.32.33./. 5072:.5.9/ 8085072.9..3507.3-093.343.3.343.9185072..920309.350702-.370574/:85.73. .05.//./.3.3.39.3/.3/03..  43.:93..35418.8503.5..7:/.390890870708   !74808502-039:..9:570.390:7/.7../.7:8 5.902.9.5./.2..8..343.343.9.3.257 2.3.3./.73.8503..  .507...5079..7.507:9 /-.3-07.2..9./743.9. .3.5./ .07..90709.2.3..9.39./7.3 .39.9202503. .8.8.347243 :2:7 0309 .8. 85072.9443.3.9.9.5'. 5.8.9.5.7:502-039:.3./.2.920309.3 09.3   07/.393..79/.902.9/.7502-.33.507:9-.90403088   .23202-03.73.8.3%.9..3.3-093./4784.05.5:9/.7.3-.   7 .94739073.. 7.7./-07./   $!&$#   0825:..9:85072.3 -:.33.39.7.3.7.5:9/.07.9403088 9089082.73./7.3.39./.3202503.3.

 .3/:5/.3/02#& .93 !.3 3/4308..$0..02-.32070.:90:  4:$:57.7:8-079..5: 7854 O O O O 94-07   57   :3   0   !03:9   .3 202-.9..390.7.3503:!#& ..9574103.3 $:2..-07:.:...:/.907.3/03.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->