Fisiologi Hewan Air

OSMOREGULASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Osmosis. Pada hakekatnya osmosis adalah suatu prose difusi. Para ahli kimia mengatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu, tetapi menghalangi molekul lain dikatakan permeabel secara diferensial.. Seperti dikatakan di atas : pelarut universal adalah air. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel secara diferensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Perlu ditekankan bahwa “konsentrasi” disini, adalah konsentrasi pelarutnya, yaitu air dan bukan konsentrasi dari zat yang larut (molekul, ion) dalam air itu. Pertukaran air antara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang begitu penting sehingga memerlukan suatu penamaan khusus yaitu osmosis (Kimball,1983). Osmoregulasi merupakan upaya yang dilakukan oleh ikan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion-ion antara tubuh ikan dengan lingkungannya (Taufik dan Eni, 2006). Proses adaptasi terhadap kondisi salinitas dilakukan melalui proses osmoregulasi yaitu proses pengaturan antara tekanan osmotik dalam tubuh agar sesuai dengan tekanan osmotik medianya (Rusdi dan Muhammad, 2006). Jika akhirnya tercapai keadaan yang seimbang, maka volume itu menyatakan berapa besarnya nilai osmosis dari larutan gula. Kelebihan volume itu mempunyai berat yang menekan ke segala jurusan dan tekanan itu kita sebut tekanan osmosis. Tekanan osmosis itu sebenarnya tak lain hanyalah pernyataan lain dari nilai osmosis (Dwijoseputro, 1992). Osmosis adalah pergerakan air dari cairan yang mempunyai kandungan air lebih tinggi (yang lebih encer) menuju ke cairan yang mempunyai kandungan air lebih rendah (yang lebih pekat). Contoh osmosis ialah pergerakan air dari larutan gula 5% menuju larutan gula 15% (Isnaeni, 2006). 1.2 Pengertian Osmoregulasi. Osmoregulasi adalah proses untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut yang ada dalam tubuh hewan (Isnaeni, 2006). Kemampuan mengatur konsentrasi garam atau air di cairan internal disebut dengan osmoregulasi (Nybakken, 1992). Osmoregulasi adalah proses organisme yang mampu mempertahankan perbedaan keseimbangan garam internal dari medium eksternal (Afrianto, 1996). 1.3 Pengertian Difusi. Difusi dapat diberi batasan (definisi) sebagai gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah lain dengan konsentrasi lebih rendah yang disebabkan oleh energi kinetik molekul-molekul tersebut (Villee, dkk, 1988). Jika beberapa subtansi terlarut mempunyai konsentrasi yang lebih kuat pada suatu larutan, substansi ini akan mengalir secara berangsur-angsur sampai molekul (atau ion) terdistribusi merata ke seluruh larutan. Proses ini disebut difusi (Marsland, 1964). Difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinyu yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan dan daya larut

dalam lipid dari partikel-partikel tersebut (Kimball, 1983). 1.4 Transpor Aktif. Gerakan ion dan molekul melawan suatu gradien konsentrasi ini disebut transpor aktif (active transport). Disebut aktif karena sel-sel itu harus mempergunakan energi untuk transportasi melawan daya difusi yang pasif (Kimball, 1983). Menurut Gordon et. al (1977), transpor aktif adalah gerakan substansi melawan gradien aktivitas elektrokimia, sering kali melalui kombinasi reversible dengan beberapa tipe intramembran pembawa molekul. Energi diperoleh dari metabolisme. Menurut Prosser and Frank (1961), transpor aktif adalah transpor pengontrol metabolisme yang dapat dibawa oleh pembawa enzim atau membran perantara moleku-molekul khusus. Metabolisme alami dengan pembawa atau perantara enzimatik. Sedangkan ekuilibrium elektrik, elektrolis khusus yang diabsorbsi sebagai molekul netral atau seperti ion ditukar dengan ion lain yang tandanya sama. 1.5 Organ Osmoregulasi. Hampir semua hewan akuatik, organ yang sering digunakan dalam pertukaran air dengan lingkungannya adalah insang, usus dan ginjal. Dalam bentuk lain, kelompok air tawar seperti amfibi, kulit juga merupakan bagian penting dalam gerakan air (Gordon et. al , 1977). Adapun organ-organ tubuh yang berperan sebagai tempat berlangsungnya osmoregulasi adalah : insang, saluran pencernaan, intergumen (kulit) dan organ ekskresi pada kelenjar antena (Mantel dan Farmer, 1983 dalam Kordi dan Andi, 2007). Garam yang berakumulasi baik melalui makanan yang masuk maupun melalui difusi ke dalam melewati permukaan-permukaan seperti insang, dikeluarkan oleh ginjal dan oleh suatu linear khusus yang mengekskresikan garam yang terdapat dibagian caudal usus hiu (Villee, dkk , 1988). 1.6 Pola Regulasi Air dan Ion pada Ikan. Apapun komposisi kimianya, dua larutan yang mempunyai konsentrasi osmotik sama dikatakan isoosmotik. Jika dua larutan berbeda konsentrasi, yang berkonsentrasi lebih disebut hiperosmotik dan yang lebih rendah disebut hipoosmotik (Gordon et. al, 1977). Menurut Musida (2008), pola regulasi pada ikan dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : 1. Regulasi hipertonik atau hiperosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh hewan yang lebih tinggi dari konsentrasi media. 2. Regulasi hipotonik atau hipoosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih rendah dari konsentrasi media. 3. Regulasi isotonik atau isoosmotik, yaitu bila kerja osmotik dilakukan pada keadaan konsentrasi media. Cairan tubuh dan sel dari kebanyakan organisme laut serupa sifat osmosisnya dengan air laut dengan salinitas 33 ‰. Pada organisme-organisme daratan dan air tawar ini agak lebih rendah. Bila dibedakan kepada lingkungan hipotonis cairan dengan salinitas lebih rendah dari pada salinitas cairan berlebihan. Dalam situasi hipertonis (dimana cairan sekitarnya lebih tinggi salinitasnya) ia kehilangan cairan ke lingkungannya. Kedua macam situasi dapat membahayakan (Mc Connoughey dan Zottoli, 2000). 1.7 Proses Osmoregulasi. 1.7.1 Ikan Elasmobranchi. Menurut Bond (1979) dalam jatilaksono (2007), osmoregulasi pada ikan-ikan elasmobranchi menyokong teori bahwa tekanan osmosis yang disebabkan oleh garam-garam dalam darah disebabkan oleh penahan urea dan sedikit bahan nitrogen lainnya. Urea merupakan hasil

akhir metabolisme nitrogen yang dikeluarkan air kencing hiu dan pari. Sewaktu penyaringan glumerulus melalui sepasang tubuh ginjal. Segmen-segmen khusus menyerap kembali urea (70-90%) sehingga darah mengandung lebih kurang 350 mmol/L urea elasmobranchi umum. Menurut Affandi dan Usman (2002) dalam Jatilaksono (2007), secara umum dikatakan bahwa cairan tubuh golongan ikan elasmobranchi mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar dari lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan Tri Meilamin Oksida (TMAO) dari tubuh. Karena cairan tubuh yang hiperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan melalui air seni. Cairan tubuh golongan Elasmobranchi umumnya mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar daripada lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan TMAO dalam tubuh. Karena cairan tubuhnya yang hyperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya, kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan sebagai air seni. Penyerapan kembali terhadap urea di dalam tubuli ginjal merupakan upaya pula dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuhnya yang bersifat impermeabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya (Rachman, 2003). 1.7.2 Ikan Teleostei. Teleostei laut, yang mempunyai cairan tubuh hipoosmotik terhadap air laut, mempunyai mekanisme adaptasi tertentu yang bermanfaat untuk menghindari kehilangan air dari tubuhnya. Pada hewan ini, kehilangan air dari tubuh terutama terjadi melalui insang. Sebagai penggantinya, hewan ini akan minum air laut dalam jumlah banyak. Namun, cara tersebut menyebabkan garam yang ikut masuk ke dalam tubuh menjadi banyak pula. Kelebihan garam ini harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Pengeluaran dalam jumlah besar dilakukan melalui insang, karena insang ikan mengandung sel khusus yang disebut sel klorid. Sel klorid ialah sel yang berfungsi untuk mengeluarkan NaCl dari plasma ke air laut secara aktif (Isnaeni, 2006). Pada golongan ikan teleostei terdapat gelembung air seni (urinary bladder) untuk menampung air seni. Di sini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion, dindingnya impermeabel terhadap air seni (Rachman, 2003). Insang teleostei terdiri dari dua rangkaian yang tersusun atas empat lengkungan tulang rawan dan tulang keras (holobrankhia) yang menyusun sisi-sisi jaring. Insang juga dilengkapi dengan lapisan sel-sel penghasil mukus dan sel-sel yang mengekskresikan amonia dan kelebihan garam (Irianto, 2005). 1.8 Pengaruh Salinitas dan pH Terhadap Ikan. Salinitas air berpengaruh terhadap tekanan osmotik air. Semakin tinggi salinitas, akan semakin besar pula tekanan osmotiknya. Biota yang hidup di air asin harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap tekanan osmotik dari lingkungannya. Penyesuaian ini memerlukan banyak energi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk keperluan tersebut (Kordi dan Andi, 2007). Menurut Irianto (2005), pada kondisi pH rendah yang bersifat kronik, dapat terjadi gangguan kesehatan berupa terhambatnya pertumbuhan. Adapun pada kondisi pH rendah akut, ikan menjadi hiperaktif, nervous dan produksi mukus insang yang berlebihan dan pada akhirnya menyebabkan gangguan pernapasan. Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 78,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi

akan berakhir jika pH rendah (Effendi, 2003). 5.2 SARAN Diharapkan pada praktikum selanjutnya, praktikan lebih teliti lgi dalam pengamati perubahan – perubahan yang terjadi pada ikan sehingga data yang diperoleh lebih valid lagi.

RESPIRASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Respirasi Pernafasan adalah proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernafasan. Proses pengikatan oksigen tersebut selain dipengaruhi struktur alat pernafasan, juga dipengaruhi perbedaan tekanan parsial O2 antara perairan dengan darah. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan gas-gas berdifusi ke dalam darah atau keluar melalui alat pernafasan (Fujaya, 2004). Menurut Dwijoseputro (1992) pernafasan adalah suatu proses pembongkaran dimana energy yang tersimpan ditimbulkan kembali untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan. Menurut Batu (1983) respirasi berarti suatu proses yang menghasilkan energy dari oksidasi biotic. Reaksinya adalah sebagai berikut : Gas Oksigen + Gula Air + Zat asam arang + Energi Pernafasan adalah menghisap udara ke dalam paru-paru dan mengeluarkannya dari paru-paru. Udara yang dihisap tidak seluruhnya oleh paru-paru dipakai, seperti kita ketahui bahwa di dalam udara terdapat berbagai gas yang banyaknya berbeda (Iskandar, 1974). Sistem pernafasan bertugas mengambil oksigen dari udara. Setelah sampai pada paru-paru, oksigen dipindahkan ke darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam pembuluh darah, oksigen ditukar dengan karbondioksida. Karbondioksida sebagai hasil oksidasi respirasi sel dan dibawa ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh (Ayiseti, 2008). 1.2 Jenis-jenis Respirasi Menurut Batu (1983) proses oksidasi dapat dibedakan atas beberapa tipe, yaitu : a.Respirasi aerobic : dimana gas-gas atau molekul oksigen berfungsi sebagai penerima hydrogen (oxidant) b.Respirasi anaerobic: tidak memerlukan oksigen tetapi yang berfungsi sebagai penerima electron (oxidant) adalah persenyawaan anorganik c. Fermentasi : termasuk respirasi anaerobic, persenyawaan organic berfungsi sebagai oxidant (menerima electron) Pada dasarnya pengertian respirasi eksternal sama dengan bernafas, sedangkan respirasi internal atau respirasi seluler ialah proses penggunaan oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan zat sisa metabolism sel yang berupa CO2. Oksigen yang diperoleh hewan dari lingkungannya digunakan dalam proses fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP. Sebenarnya, hewan dapat menghasilkan ATP tanpa oksigen.Proses semacam itu disebut respirasi anaerob. Akan tetapi, proses tersebut tidak dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak. Respirasi yang dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak ialah respirasi aerob (Isnaeni, 2006). 1.3 Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

Rata-rata konsumsi oksigen dipengaruhi oleh aktivitas, suhu, ukuran tubuh, tingkat pada siklus hidup, musim dan waktu dalam hari sesuai persediaan. Persediaan oksigen dan latar belakang genetic. Meskipun merupakan subjek dengan kualifikasi khusus, hanya sedikit nilai rata-rata konsumsi oksigen yang diukur dibawah kondisi fisiologis yang digunakan sebagai dasar diskusi. Selanjutnya tentang faktor modifikasi (Prosser and Brown, 1961). Konsumsi oksigen bervariasi tergantung pada spesies, ukuran, aktivitas, musim dan suhu.Hewan yang berenang cepat menggunakan lebih banyak oksigen selama periode aktivitasnya daripada hewan yang istirahat. Hewan yang lebih besar menggunakan lebih sedikit oksigen daripada hewan yang kecil. Konsumsi oksigen meningkat sampai beberapa tingkat kritis kemudian menurun, tetapi banyak hewan yang dapat menyesuaikan untuk perubahan musim dingin daripada selama tahun istirahat (Royce, 1972). 1.4 Sumber O2 dalam Air Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer (sekitar 35%) dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Novotny dan Olem, 1994). Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air dapat terjadi secara langsung pada kondisi air diam (stagnant). Difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan massa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Menurut Kordi dan Tancung (2007) oksigen dalam air tambak dihasilkan melalui proses difusi dari udara yang mengandung 20,95% oksigen. Proses ini terjadi secara cepat pada selaput pemukaan air, namun berjalan sangat lambat ke lapisan yang lebih dalam. Sumber oksigen lainnya adalah fytoplankton dan adanya aliran air baru yang masuk ke dalam tambak/kolam, oksigen di dalam air dapat berkurang karena proses difusi, respirasi dan reaksi kimia (oksidasi dan reduksi). 1.5 DO (Dissolved oksigen) Apabila oksigen di dalam air terdapat dalam bentuk terlarut disebut keadaan aerob, apabila terdapat bentuk tidak terlarut tetapi berikatan lain dengan unsur seperti NO4 dan NO3 disebut keadaan anoksik, sedangkan apabila tidak terdapat sama sekali oksigen dalam air, baik yang terlarut maupun yang membentuk ikatan dengan unsur lain disebut anaerobik (Barus, 2002). Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang paling penting pada budidaya. Ikan konsentrasi oksigen terlarut dalam kolom selalu mengalami perubahan dalam sehari semalam. Oleh karerna itu pengelola kolam ikan harus mengetahui atau memantau perubahan konsentrasi oksigen terlarut didalam kolamnya (Ana, 2009). Oksigen terlarut dibutihkan oleh semua jasad hidup untuk pernafasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan (Salmin, 2008) Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang sangat vital bagi kehidupan organisme perairan, konsentrasi oksigen terlarut cenderung berubah lebih sesuai dengan keadaan atmosfer (Ahmad dan Edward, 2004). Oksigen (O2) merupakan unsur fatal dan sangat diperlukan dalam proses respirasi dan metabolisme semua organisme perairan termasuk fitoplankton atau algae, oksigen yang diperlukan bakteri pengurai untuk proses dekomposisi bagian organik (Herawati, 2000). 1.6 Mekanisme Masuknya O2 Dalam Perairan Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air terjadi secara langsung pada kondisi air dalam (stagnatif) difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan masa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Mekanisme pertukaran arus yang berlawanan sangat berguna dan 90% dari oksigen yang terlarut dalam air dapat diambil, ini lebih dari ppada 25% oksigen yang dapat diambil oleh

4 m/detik maka gerakan memompa operculum menjadi lambat dan kalau melebihi 0. Jika gerakan mackerei melebbihi 0. 1977). 3.mamalia dari udara dengan paru-parunya (Rachman. Oksidasi bahan organik diperairan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : suhu.9 Hubungan Suhu dan Respirasi Aktivitas mikroorganisme memelikan suhu optimum yang berbeda-beda tetapi proses dekomposisi biasanya terjadi pada kondisi udara yang hangat. 1. 1. Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terlarut di atmosfer (selular 38%) dan aktifasi fotosintesis oleh pertumbuhan air dan fitoplankton (Norotry dan Olem. Kecepatan dekomposisi meningkat pada kisaran 5oC – 35oC. Pada kisaran suhu ini setiap peningkatan suhu sebesar 10oC akan meningkatkan proses dekomposisi dan konsumsi oksigen menjadi 2 kali lipat (Effendi. Pada mamalia fase respirasi merupakan proses aktif yang terjadi karena adanya kontraksi otot inepratori (otot diantaranya tulang-tulang iga dan diafragma).4 m perdetik maka gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada ventilasi dorong (Rachman. Secara kontinyu dekomposisi oleh hewan dan tumbuhan saat diserap untuk proses dekomposisi bahan organik (Arfiati.7 Konsumsi Oksigen Dalam Perairan Oksigen sebagai gas penting dalam kimia dan biokimiawi. 1.6 m/detik gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada vertilasi dorong (Villee. Jika gerakan mackarel melebihi 0. pasokan oksigen. 2003). 1988) . Urat daging corochroticod dan coroocobranchi berkontruksi menyebabkan rongga uropharyngel bertambah lebar. fase elpirasi merupakan proses pasif. dkk. 2003). Ruang insang dipersempit oksigen kontraksi urat daging dan bersamaan dengan itu insang terbuka secara pasif. 1988 dalam Efendi. pH. katup mulut tertutup dan insang bagian luar masih tertutup. Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang. 2006). Pada serat itu air masuk kedalam mulut bersamaan dengan penutup bagian luar menutup tekanan air yang datang dari luar. 2003). Proses ini disebut velisikasi dorong. al. 2003).8 Fase Respirasi Menurut Rachman (2003) fase-fase pernafasan pada ikan dibagi 3 yaitu : 1.10 Perbedaan Organ Respirasi Ikan Demersal Dan Ikan Pelagis Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang. 1. Ekspirasi terjdi karena adanya relaktiogi otot resblima dan pengerutan dinding alveoli (Isnaeni. Peningkatan temperatur mengurangi kelarutan gas dalam air tawar perubahan dari 50oC ke 55oC mengurangi jumlah oksigen dari 9 ml ke 5 ml (Gordon et. Urat daging abdutor pada rahang bawah dan lengkungan insang atas dan bawahnya berkontraksi. jenis bahan organik dan rasio karbon dan nitrogen (Bold. Berbeda dengan fase inpirasi yang bersifat aktif. 2001) Selain akibat prises respirasi tumbuhan dan hewan hilangnya oksigen diperairan juga terjadi karena oksigen dimanfaatkan oleh mikriba untuk mengoksidasi bahan organik. 2. proses ini disebut vertilasi dorong. Kontruksi otot tersebut akan meningkatkan volume rongga dada dan menyebabkan atmosfer pun segera masuk paru-paru. 1994).

Menurut Kordi dan Tancung (2007). Pada suhu rendah. Fenomena ini bersama dengan sifat poikilotermik atau ektotermik (suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu masa air sekitarnya) ikan menunjukkan kenyataan bahwa peranan temperatur lingkungan tempat hidupnya merupakan hal yang penting ( Kordi dan Tancung. Laju respirasi terlihat tetap pada batas kelarutan oksigen 3-4 ppm pada suhu 20-30oC. Selain itu peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan . suhu dan tingkat aktivitasnya dan batas minimumnyaadalah 3 ppm atau 3 mg/l. Menurut Effendi (2003). Menurut Effendi (2003). Hal lain yang menjadi faktor koreksi adalah kesalahan prosedur percobaan pada perlakuan yang tidak berurutan yang dapat menyebabkan percobaan terganggu. peningkatan suhu menyebabkan peningkatan viskositas. peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. Pada dasarnya suhu rendah memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi. Kelompok yang memiliki bukaan mulut sedikit bahkan tidak ada pada menit-menit terakhir yaitu kelompok 1 dan 3 dengan suhu 5oC dengan jumlah 47 dan 8 kali bukaan mulut Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu pada sutu perairan maka oksigen akan berkurang. Karena oksigen merupakan salah satufaktor pembatas. maka segala aktivitas biota akan terhambat. akibat yang di timbulkan antara lain ikan menjadi lebih rentan terhadap infeksi fungi dan bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun. tetapi suhu rendah menyebabkan sterss pernapasan pada ikan berupa menurunnya laju pernapasan dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen. 2007). Ikan akan mengalami sterss manakala terpapar pada suhu diluar kisaran yang dapat di toleransi. yang menyatakan bahwa peningkatan suhu sebesar 1oC akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. tergantung jenisnya. suhu tinggi tidak selalu berakibat mematikan tetapi dapat menyebabkan gangguan status status kesehatan untuk jangka panjang. Misalnya stess yang di tandai dengan tubuh lemah. Menurut Irianto (2005). Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyeabkan peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme aquatik sekitar 2-3 kali lipat. sehingga bila ketersediannya didalam air tidak mencukupi kebutuhan biota budidaya. evaporasi dan volotilisasi. 4. Kapasitas panas yang besar dari air merupakan mekanisme penyangga yang baik apabila terjadi perubahan temperatur di udara secara tiba-tiba. kurus dan tigkah laku abnormal.4.4 Manfaat Di Bidang Perikanan Dengan mempelajari respirasi maka kita dapat tahu dan mengatur suplay oksigen yang tepat bagi kehidupan biota air misalnya di areal pertambakan. dan selanjutnya meningkatkan konsumsi oksigen. Akibatnya ikan menjadi hewan yang elatif mempunyai sifat stenothermal (toleransinya terhadap suhu sangat sempit). 4. reaksi kimia.2 Analisa Hasil Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327.3 Faktor Koreksi Kurangnya ketelitian praktikan pada saat perhitungan bukaan mulut menggunakan Hand Tally Counter sehingga dapat mempengaruhi hasil ketepatan data. PEMBAHASAN 4. Kandungan oksigen didalam air yang dianggap optimum bagi budidaya biota air adalah 4 – 10 ppm. jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pernapasan biota budidaya tergantung ukuran. Hal ini sesuai denga pendapat Brown (1987) dalam Effendi (2003).4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC.

Pertukaran gas (O2 dan CO2 ) berlangsung dalam insang dan pada beberapa ikan menggunakan kulit untuk bernapas. 1964). SISTEM PENCERNAAN 1.4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. 5. Sumber O2 dalam air dapat berasal dari atmosphere dengan cara difusi dan juga fotosintesis. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1. 2008). Proses digesti memerlukan waktu dalam mencernakan makanannya. Faktor yang mempengaruhi respirasi antara lain besar tubuh ikan. Digesti merupakan proses pemecahan zat makanan yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana. PENDAHULUAN 1. Kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. Oksigen terlarut merupakan faktor yang penting yang digunakan pada proses respirasi dalam air. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti.2 Saran Diharapkan pada praktikum selanjutnya para praktikan lebih memperhatikan bagaimana cara menghitung bukaan mulut pada saat menghitung laju respirasi supaya tidak mempengaruhi nilai kevalidan data. 4.kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air.1 Definisi Pencernaan Bahan makanan yang padat biasanya dipecah menjadi larutan berisikan molekul organik yang relatif kecil dan dapat larut sebelum dapat dipakai oleh organisme heterotrofik. 2. suatu proses yang disebut pencernaan (Kimball. 7. Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2-3 kali lipat. Semakin tinggi suhu perairan maka jumlah bukaan mulut semakin banyak. dan selanjutnya mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen. KESIMPULAN DAN SARAN 5. suhu dan metabolisme makanan. 6. . 1983). 3. Pencernaan meliputi semua proses dimana bahan makanan organik kompleks yang kaya energi dipecah di dalam sel atau jaringan tubuh (Guyer and Charles. kharakteristik air. sedangkan pernapasan ikan dalam air itu adalah pengambilan oksigen dari air dan pelepasan CO2 kedalam air. Semakin tingi suhu perairan maka konsumsi oksigen semakin meningkat. Respirasi adalah pengambilan oksigen dan pelepasan karbondioksida. Pakan yang dikonsumsi oleh ikan akan mengalami proses digesti di dalam sistem pencernaan sebelum nutrisi pakan tersebut diabsorbsi yang akan dimanfaatkan untuk proses biologis pada tubuh ikan (Titik.

a. 1. Bromley (1994) dalam Galano et. Oleh karena itu ikan pemakan tumbuhan cenderung memakan material tumbuhan yang lambat dicernanya. empedu dan pankreas. Hati dan pankreas adalah pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. Jadi usus ini berfungsi sebagai penahan makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang lama untuk mendapat kesempatan penggunaan penuh material makanan yang sudah dicernakan. b. dan tipe konsumen. 1997).4 Organ Pencernaan dan Fungsi Menurut Noer dan Widowati (2007). . dkk (1984) sel-sel sekretoris biasanya merupakan bagian dari lapisan saluran pencernaan. Proses laju digesti dapat disebut juga dengan proses laju pengosongan lambung. Hepar menghasilkan bilus melalui duodenum dimana jika bilus yang disekresikan hepar berlebih akan disimpan dalam vesiko felea yang merupakan bentukan dari pelebaran saluran hepar. Sel hati terus menerus menghasilkan empedu. a.1. ukuran makanan. rata-rata pengosongan lambung merupakan salah satu determinasi utama pada pencernaan makanan dan pengetahuan pada aspek ini sangat berguna untuk mendeterminasi frekuensi makanan optimal yang dipelajari dalam pengosongan lambung adalah spesies predator. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. Meskipun empedu tidak mengandung enzim pencernaan.2 Pengertian Kemampuan Daya Cerna Ikan Pada Makanan Menurut Gordon et. kelenjar pencernaan disekresikan oleh organ hati. fraksi ingesti makanan yang dicerna dan diabsorbsi disebut digestibility makanan. Dikatakan kelenjar eksokrin karena hasil sekresinya melalui sistem saluran dan endokrin karena sekresi dikeluarkan menuju target organ melalui pembuluh darah. Fungsi hepar dalam pencernaan makanan itu sendiri mensekresi bilus yang dikeluarkan dari saluran hepar menuju ke duodenum dimana lemak yang teremulsi di proses bersama enzim dari pankreas. Menurut Tyler (1976). kualitas makanan dan dampak rata-rata pengosongan lambung terhadap sejarah kehidupan ikan. Pankreas Pankreas dikatakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. tetapi mempunyai fungsi ganda dalam pencernaan. Hati (Hepar) dan Kantung Empedu Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar yang mempunyai fungsi variatif dan berbeda yaitu menyimpan hasil pemecahan karbohidrat (sebagian pada golongan cyclostomata dan ikan) dan lemak. Ikan herbivora ini harus dapat mengekstraksi nutrient melalui ususnya yang panjang. bersama dengan sekresi dari pankreas. Secara kontras ikan karnivora mempunyai usus pendek lebih khusus (Effendie. Menurut Bromley (1994) dalam Moyle and Joseph (1996) pengukuran rata-rata pengosongan lambung sama dengan rata-rata makan. 1. Ikan yang herbivora secara sederhana dapat dinyatakan bahwa ikan itu tidak mempunyai kemampuan untuk memakan dan mencerna material lain selain tumbuhan. Sifatnya yang basa. menetralkan makanan asam yang keluar dari lambung dan menciptakan pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim usus. suhu. Menurut Ville. tetapi dapat juga terdapat dalam kelenjar atau organ-organ seperti hati dan pankreas. Garam empedunya mengemulsikan lemak dan memecahnya dalam bagian-bagian yang kecil dan dengan demikian membuat permukaan lemak itu lebih besar untuk kerja enzim pemecah lemak. dan lewat saluran sisnik ke dalam kantung empedu.al (1977). dipengaruhi oleh tipe makanan.al (2003). dengan daya cerna relatif.3 Pengertian Gastric Evacuation Time (GET) Menurut Santoso (1994) dalam Titik (2008) proses digesti memerlukan waktu untuk mencernakan makanannya. Membersihkan toksik pada darah juga dilakukan hepar.

Enzim ini memutuskan ikatan glikosidik pada karbohidrat sehingga dapat dihasilkan disakarida trisakarida dan polisakarida lain yang memiliki rantai lebih pendek. pencernaan lipid di usus halus yang diemulsikan oleh empedu dan terjadi hidrolisis oleh enzim-enzim yang dikeluarkan pankreas.1 Proses Pencernaan Protein Menurut Yuwono dan Purnama (2001). enzim yang penting dalam pencernaan karohidrat . Dalam pankreas terdapat enzim trypsin. monogliserida. 1. Menurut Isnaeni (2006). protein dan lemak. di dalam mulut tidak terjadi pencernaan protein. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). 1. Pankreas merupakan kelenjar pencernaan yang penting dan menghasilkan sejumlah enzim yang bekerja pada karbonhidrat. Pencernaan lemak dipermudah dengan adanya garam empedu. kimotripsin dan erepsin dalam usus. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. Pepsin bertugas untuk menghancurkan struktur jaringan ikat makanan dan membebaskan lemak pada makanan. Tetapi pada hewan lain sekresi nuclease biasanya hanya sedikit sekali. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas. maitotriosa dan maliosa. Amylase ludah menguraikan karbohidrat dengan cara memutus ikatan 1.5 – 2. Terutama enzim lipase bekerja pada trigliserida dengan hsil akhir gliserol. pencernaan lipid baru dimulai pada saat bahan makanan sampai di usus. 1.5. Pencernaan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus dua belas jari (duodenum) malalui katup pylorus. Enzim yang merombak asam nukleat dihasilkan oleh pankreas sapi dan ruminansia lainnya. rennin dan mucus atau lender. Menurut Tanang (1988). dalam Wirosaputro (1998) yang dimaksud dengan organ pencernaan adalah organ tubuh bagian dalam yang terdiri dari unit lambung. Enzim protease yang utama pada udang misalnya adalah tripsin dan kemotipsin. pada hewan air pencernaan protein membutuhkan enzim protease sebagai katalisator.b. 3. asam lemak. momogliserida. tripsin dalam usus dan pankreas. 2. empedu dan usus sendiri. Lipase akan menghidrolisis lipid dan trigliserida menjadi digliserida. 1. Enzim ini masuk ke dalam usus melalui saluran pankreas yang berhubungan dengan saluran empedu. pepsin. Enzim amylase juga disekresikan oleh pankreas.4 glikosidik pada pati dan glikogen sehingga dihasilkan campuran maltosa glukosa dan digosakarida. chymotripsin dan carboxipeptidase yang bekerja pada protein dan polypeptide. yaitu enzim lipase yang bekerja pada lipid. llipase lambung dan lipase pankreas.5. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara hidrolisis.3 Proses Pencernaan Karbohidrat Menurut Isnaeni (2006). usus 12 jari) dan akan memecah pati menjadi dekstrin. sedangkan di lambung dengan pengaruh enzim pepsin. Lemak dan Karbohidrat) 1. Pada vertebrata pencernaan protein membutuhkan pepsin misalnya pada perut ikan karnivora.2 Proses Perncernaan Lemak Menurut Iskandar (1979). yang menurunkan tegangan pemukaan dan mengemulsikan tetes lemak berukuran besar menjadi butiran lebih kecil.5 Proses Pencernaan (Protein. protein dipecah menjadi protease dan polypeptide. enzim yang bertanggung jawab dalam pencernaan karbohidrat adalah karbohidrase.0 kemudian menjadi pepsin. Menurut Iskandar (1974). gliserol dan asam lemak bebas. usus halus dan usus besar. digliserida dan sedikit trigliserida yang tidak terhifrolisis kolestrol akan diesterkan dengan enzim esterase dan hidrolisis lecithin oleh enzim lecithinase.5. Dengan bantuan mucus. Amylase pankreas dialirkan ke usus halus bagian atas (duodenum. Membran mukosa lambung menghasilkan enzim pemecah protein yaitu pepsinogen kemudian dirangsang oleh asam hidroklorida (HCl) lambung pada pH 1.

saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). amylase) sebagai katalisator untuk mempercepat prosesnya. Dari lambung. lambung pada umumnya membesar dan batasnya dengan usus tidak jelas.7 Struktur dan Fungsi Saluran Pencernaan Menurut Guru Ngeblog (2008). 2. Pada hewan air misalnya karnivora. Pencernaan kimiawi melibatkan enzim (contohnya protease. Pencernaan selulosa memerlukan selulise yang dihasilkan oleh bakteri simbiotik. Amylase di sekresi dalam seluruh saluran almentase pada ikan mujaer yang memakan ikan herbivora. Dari kerongkongan makanan didorong masuk ke lambung. sistem pencernaan makanan terdiri atas beberapa organ tubuh. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara . Dalam kondisi normal reaksi berjalan lambat tetapi dengan hidrolisis dan kerja enzim reaksi kimia berjalan lebih cepat. Enzim tersebut terdapat pada hewan avertebrata dan vertebrata. Pencernaan mekanik (fisika) menggunakan taring misalnya pada ikan untuk menggigit. Menurut Poedjiadi dan Titin (2007). katalisis oleh sukrase. 1. Pencernaan karbohidrat. Pencernaan dalam Mulut Dalam mulut makanan dihancurkan secara mekanis oleh gigi dengan jalan dikunyah. 1. yaitu mulut. Pencernaan dalam Lambung Makanan yang telah dikunyah dalam mulut ditelan melalui esophagus masuk ke dalam lambung disebabkan oleh adanya gerak peristaltic pada esophagus dengan bantuan mucus. 1. Ditinjau dari tempat berlangsungnya pencernaan makanan dapat terjadi di dalam sel (intraseluler) maupun di luar sel (ekstraseluler) (Isnaeni. tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan besarnya sama. Dari mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. prosesnya serupa pada hewanavertebrata dan vertebrata. lambung dan usus dengan bantuan pankreas dan empedu. Pada beberapa ikan. 2006). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender. 1. Pencernaan protein oleh enzim protease yang terdiri atas enzim eksopeptidase dan endopeptidase. Sistem pencernaan berfungsi untuk mengubah bahan makanan yang kompleks menjadi sari makanan yang sederhana agar dapat diserap oleh sel. Usus bermuara pada anus. 2. Pencernaan makanan dapat terjadi secara mekanis dengan bantuan gigi atau penggantinya (misalnya gigi parut dari bahan tanduk) dan secara kimia (dengan bantuan enzim pencernaan atau senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme). berdasarkan perangkat yang digunakan pencernaan pada hewan air terjadi secara mekanik dan kimiawi. Beberapa hewan air juga mengunakan gigi dan mengoyak pakan misalnya pada ikan lele. amylase disekresi dari seluruh saluran gastrointerstinal maupun dari pankreas. lipase. kelenjar disekitar mulut mengeluarkan cairan yang disebut saliva atau ludah. Selama penghancuran secara mekanis ini berlangsung. dihidrolisis oleh amylase. terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Struktur tembolok pada hewan air (pada ikan dan udang) juga digunakan untuk perncernaan mekanik. Sebanyak 85% ikan Teleostei memiliki lambung yang digunakan untuk pencernaan mekanik.6 Proses Pencernaan Fisika dan Kimia Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Makanan yang dimakan dalam bentuk besar diubah menjadi ukuran yang kecil.adalah amylase yang bekerja pada amilum dan memecahnya menjadi maltosa dan kemudian maltoda memecahnya menjadi glukosa dengan proses pencernaan kimiawi.

memiliki komposisi gizi yang baik diantaranya protein.1 Alami Pakan ikan alami merupakan makanan ikan yang tumbuh di alam tanpa campur tangan manusia secara langsung. .hidrolisis. Ephiphyton adalah jenis plankton.Pakan molekul organik terlarut diperoleh melalui uptake dari perairan sekitarnya misalnya pada vertebrata laut kecuali arthopoda. lemak. pakan alami sering digunakan untuk memacu perumbuhan (misal cacing sutra). yaitu epiphyton (periphyton) nekton dan bentos.9 Jenis Makanan Pada Ikan Menurut fungsinya. ciliate.8 Manfaat Kandungan Pakan Ikan 1. h) silase. Plakton dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu plankton nabati (phytoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). Nekton adalah jenis plankton yang bisa bergerak aktif. f) Eater. 1995). Menurut Yuwono dan Purnama (2001) berdasarkan tipenya. 1995). crustacean. Protein berguna saat proses pertumbuhan dan pengganti sel yang rusak sebagai zat pembangun. pepsin. 1. Namun istilah ini lebih memasyarakat untuk menyebut pakan unggas (Djarijah. bivalvia. Lemak dan karbohidrat berfungsi sebagai pembentuk energi yang akan digunakan tubuh. baik phytoplankton maupun zooplankton. Menurut Maswira Webblog (2009). 1995). gastropoda. herbivora. g) Tepung darah. algae – metodenya antara lain menggunakan cilia menyaring amoeba. karbohidrat dan mineral. e) Pelet. rennin dan mucus atau lendir. Tetapi menurut ekologi dan cara hidupnya. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. empedu dan usus sendiri. . . d) Remah. Menurut Sutan Muda (2008). plankton dapat dibedakan menjadi 3 golongan. Pakan ikan alami sebagai makanan ikan adalah plankton dan tumbuhan air lainnya. radiolarian. yang hidup menempel pada benda-benda air atau melayang-layang dalam air. pakan hewan air dapat dibedakan sebagai berikut : . Pada dunia pembesaran.Pakan partikel besar diperoleh dengan menangkap dan menelan mangsa ikan karnivora. vitamin dan mineral akan membantu proses metabolisme. Bahan alami dan atau bahan olahan yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya tarik (merangsang) ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap.8. omnivora. 1. c) Tepung kasar. 1.Pakan nutrient dari organisme simbiotik. b) Tepung halus.Pakan partikel kecil : bakteri. bentuk pakan buatan ditentukan oleh kebiasaan makan ikan : a) Larutan.8. mengatur fisiologis membentuk enzim dan hormone karena pakan alami dapat bergerak aktif dan sehingga mengundang larva untuk memakannya. 3. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas. pakan ikan dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu sebagai makanan utama (makanan pokok) dan makanan tambahan. Sebagai makanan pokok apabila sebagian besar sumber energi yang diberikan dari luar digolongkan sebagai makanan tambahan (Djarijan.2 Buatan Pakan ikan buatan merupakan makanan ikan yang dibuat dari campuran bahan. Sedangkan benthos adalah jenis plankton yang menetap di bagian dasar perairan (Djarijah. Istilah lain untuk pakan ikan buatan adalah concentrate. Pencernaan dalam Usus Makanan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus duabelas jari (duodenum) melalui katup pylorus. dimana hewan memperoleh pakannya melalui .

5% adalah protein. dan sisanya lain-lain (Ekawati. 1. 1. laju pengosongan laju digesti dipengaruhi oleh beberapa hal. dkk (2003).10 Komposisi Pakan (Pelet. Komposisi Kimia 3. Dan kandungan serat yang tinggi pada pakan ikan dapat menurunkan laju tumbuh. Biasanya semakin banyak aktifitas ikan. Contoh : Akan dibuat ransom dengan kadar protein 30% sebanyak 250 kg dengan bahan-bahan yang sudah diketahui komposisi proteinnya. H2S. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai kecemasan bahan kering ransom adalah : 1. namun yang paling praktis adalah dengan menggunakan sistem segiempat pearson. CO2. Kompisis Cacing tubiex terdiri dari protein 46. kandungan lemak total pada pakan akan memperlambat proses pencernaan dan waktu kosong saluran pencernaan ikan.1%dan abu 6. Tingkat proporsi bahan pakan dalam ransom 2. diantaranya temperatur lingkungan dan kualitas pakan. Persentase lemak dan . dkk (2003). Chironomous dan Lumut Jaring) Pelet adalah pakan tambahan yang dicetak berbentuk butiran dan diberikan untuk tahap pembesaran. Selain itu faktor-faktor kimia yang terdapat dalam perairan yaitu kandungan O2. 2005). sedangkan cacing darah (blood warm) 90% bagian ubuh adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. Menurut Gunarso. Tubifex Kering. lemak 15. 2008). Tingkat protein ransom 4. 1. Dari 10% bahan padatan isi 62. maka ikan semakin banyak membutuhkan energi sehingga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan banyak. efisiensi daya cerna menunjukkan bahwa jumlah pakan yang dapat diabsorbsi oleh ikan semakin berkurang sejalan dengan meningkatnya ampas kelapa dalam pakan.1%. Karena serat yang terkandung dalam pakan bercampur ampas kelapa secara tidak langsung akan meningkatkan kadar selulosa dalam pakan. yaitu : Tepung Ikan (45% protein) Tepung Kedelai (41% protein) Dedak Halus (12% protein) Tepung Jagung (9% protein) (Isnaini. pH dan alkalinitas. Berbagai cara yang dapat ditempuh dalam penyusunan ramuan.12 Faktor yang Mempengaruhi Digestibility Menurut Goenarso. misalnya pada zoxanthele dan arthropoda.simbiose. Menurut Schneider dan Flatt (1975) dalam Haetami dan Sukayo (2005). Berikut ini adalah contoh formulasi pelet : Tepung ikan 50% Tepung Kedelai 30% Tepung Terigu 13% Kuning Telur 5% Premix 2% Dalam pembuatan pelet terlebih dahulu dilakukan penyusunan ramuan. 10% lemak.11 Faktor-faktor yang mempengaruhi GET Menurut Mujiman (1984) dalam TItik (2008). Formulasi pelet bermacam-macam tergantung dari bahan dasarnya.0%.

Hal ini dapat terjadi karena cacing tubifex mengandung protein yang tinggi sehingga mudah dcerna oleh ikan.2 GET (Gastric Evacuation Time / waktu pengosongan lambung) Berdasarkan hasil praktkum GET.9 jam dengan perlakuan ikan nila (Oreochromis nioticus) diberi pakan pelet yang merupakan pakan buatan yaang telah dipenuhi komposisinya sesuai kebuuhan nutrisi pada ikan. diperoleh nilai GET tertinggi pada kelompok 4 yaitu nilai GET sebesar 312. 4.5 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pada pakan pelet 312.5 jam. bahwa karbohidrat yang banyak ditemukan pada dinding sel tumbuhan adalah sesulose. Hal ini dapat terjadi karena ikan lebih banyak menandung enzim protease daripada enzim amilase. kelompok 6 dengan pakan chironomous sebesar 97.2. pada hewan tidak memiliki enzim yang berfungsi untuk memecah ikatan glikosidik.2 Analisa Hasil 4.80% dengan pakan tubifex. Pada perlakuan GET dengan waktu 1.5.9% 4. mungkin disebabkan karena adanya perbedaan pada sifat-sifat maknan yang diproses termsuk kesesuaiannya untuk dihirolisis oleh enzim dan aktifitas substansi substansi yang terdapat di dalam pakan. kedua kelompok 5 dengan nilai 97. akan tetapi karena ikan nila tidak mengeluarkan feses seingga t yang dimasukkan dalam perhitungan mencari nilai prosesntase GET adalah lama waktu pengamatan. Dari hasil pengamatan GET. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ekawati (2005) bahwa komposisi cacing tubifex terdiri dari protein 46. Hal ini sesuai dengan pernyataan isnaeni (2006).7% dan kelompok 4 94. Kemudian pada waktu 2 jam terdapat proses digestibility yang berada di daya cerna tertinggi secara berurutan adalah kelompok 2 99. untuk mencerna selulosa. Sedangkan nilai GET terkecil berada pada kelompok 5 dengan nilai GET 49 jam dengan perlakuan ikan nila diberi pakan pelet.82% dengan pakan pelet.1%.1% dan abu 6.4% dengan pakan tubifex.1 Digestibility Pada pengamatan digestibility (daya cerna) terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) yang telah diberikan perlakuan ang berbeda terhadap perbedaan jenis pakan diperoleh hasil nilai digestibility (daya cerna) ikan nila tertinggi yaitu pada kelompok 2 dengan jumlah presentase sebesar 99.80% dengan perlakuan ikan nila diberi paka alami yaitu tubifex selama 2 jam. hewan memerlukan bantuan mikroorganisme yang memiliki enzim pemutus ikatan beta glikosidik. Tujuan dari praktikum GET itu sendiri adalah untuk mengetahui waktu pengosongan lambung sehingga diasumsikan ketika ikan nila mengeluarkan feses maka lambung ikan dalam keadaan kosong.7% dengan pakan chironomous dan terendah kelompok 1 dengan nilai 79% dengan pemberian pakan lumut jaring.2.29% dengan pakan pelet. ketiga kelompok 3 dengan nilai 97. Selulose tersusun atas komponen dasar penyusun selulosa (monomer) yang saling berikatan dengan ikatan glikosidik. Sementara itu nilai digestibility terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai preentase digestibilitynya terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai presentase digestibilitynya sebesar 79. hampir sebagian besar ikan nila tidak mengeluarkan feses sehingga nilai a yaitu tenggng waktu antara saat pemberian pakan dan tenggang waktu dimulainya proses pencernaan digunakan 1 jam karena diasumsikan selama kurun waktu 1 jam ikan nila sudah memulai proses pencernaan makanan dalam tubuhnya. Sementara itu urutann nilai digestibility (daya cerna) pada penggunaan waktu 1 jam adalah kelompok 7 dengan nilai 99. Sedangkan untuk nilai t yaitu tenggang waktu antara saat pakan dimasukkan hingga keluarnya feses. Oleh karena itu. Sehingga ikan lebih baik dalam mencerna tubifex daripada lumut jaring.9. kemudian pada pakan chironomous 141. lemak 15. Mineral Disamping itu perbedaan nilai bahan kering dicerna. ketiga .5% dengan perlakuan ikan nila diberi pakan jenis lumut jaring.

Hal ini dapat terjadi karena chironomous banyak mengandung protein sehingga mudah untuk dicerna dan lambung cepat kosong. Hal ini dapat terjadi karena tubifex dan chironomous merupakan jenis pakan yang banyak mengandung protein sehingga mudah dicerna. Apabila dibandingkan antara perlakuan 1. 4. Hal ini akan berpengaruh atau mempengaruhi hasil pengamatan. maka semakin banyak membutuhkan energi sehinga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan lebih banyak jumlahnya. pakan lumut jaring 141.33 jam. Pada perlakuan GET dengan waktu 3 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pelet 295 jam. Kemudian pada pakan tubifex kelompok 2 nilai GET 1. Jadi berdasarkan analisa tersenut dapat diambl kesimpulan bahwa waktu berpengaruh terhadap nilai GET pada tubuh ikan. diantaranya temperatur lingkungan dan kualita pakan. Pada pakan chironomous nilai GET 1.25 dan 3 jam 282. sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada perlakuan 1.pakan lumut jaring 47. Kemudian mulainya perhitungan waktu saat ikan makan pertama kali bisa saja kurang teliti dalam mengamati dan juga dalam proes penimbangan ikan sering terjadi kesalahan sehingga data yang dihasilkan kurang akurat.3 Faktor Koreksi Hal yang perlu menjadi koreksi pada praktikum ini adalah keadaan ikan yang seharusnya telah dipuasakan selama 3 hari.2.5 jam adalah 141. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mujiman(1984) dalam Titik (2008) bahwa lju pengosongan laju digestibility dipengaruhi oleh beberapa hal. 4. Dari 10% bahan padatan ini 62. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mudjiman (1984) dalam Titik (2008) ahwa mutu protein dipengaruhi oleh sumber asalnya serta oleh kandungan asam aminonya.5 dan terakhir cacing tubifex sebesar 42 jam.5 jam dan 3 jam 141.5 jam dan 3 jam diperoleh hasil bahwa pakan lumut jaring nili GET 1. Karena pada saat proses metabolisme ikan membutuhkan waktu yang berbeda-beda.5% adalah protein.5 jam adalah 312.3 Hubungan Digestibility dan GET (Gastric Evacuation Time) Hubungan digestibility dan GET adalah apabila nilai dari digestibility meningkat maka nilai dari GET akan menurun. nilai GET pada waktu perlakuan 1. Sementara iu cacing tubifex merupakan pakan alami yang mudah dicerna oleh ikan sehingga waktu pengosongan lambng semakin cepat. Kemudian dalam pengmabilan feses praktikan harus jeli membedakan feses dan makanan ikan. 4. Pada pengamatan 2 perlakuan waktu yaitu 1. Kemudian pada pakan pelet.5 jam.5 jam dan 3 jam yang memilki nilai tetinggi adalah pada pemberian pakan pelet dan yang paling rendah adalah pada pakan tubifex dan cironomous. Hal ini sangat erat hubungannya dengan waktu yang digunakan dalam pengamatan. pakan tubifex 282 jam.4 jam/ jadi perlakuan daya cerna ikan yang terbaik pada ikan adalah pada perlakuan 3 jam. Protein nabati (asal tumbuhan) lebi sukar dicerna daripada protein hewani (asal hewan).5 jam dan chironmous 94.5 jam sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada waktu 1.9 dan perlakuan 3 jam adalah 105 pada kelompok 4 sehingga waktu pengosongan lambung yang terbaik adalah pada perlakuan3 jam. 10 % lemak dan isanya lain-lain.5 jam adalah 47.5 jam.5 jam adalah 24. Biasanya semakin banyak aktivitas ikan. Hal ini dapat terjadi karena pelet merupakan pakan buatan yang telah diberi ransum atau komposisi yanng cukup dan dibuat untuk merangsang ikan menyukainya.4 Manfaat Dibidang Perikanan Melalui praktikum tentang sistem pencernaan ini diperoleh beberapa mamfaat dibidang perikanan antara lain: . Hal ini sesuai dengan pernyataan O-Fish (2009) bahwa 90% bagian chironomous adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan.5 dan 3 ja adalah 27.

f. lambung. 5. Dapat mengetahui jenis-jenis pakan pada ikan. 14. baik pakan alami maupun pakan buatan. usus dan pankreas 3. Dari hasil praktikum pencernaan didapat nilai digestibilitynya yang tertinggi dimiliki oleh kelompok 2 dengan digestibility 99. Dapat mengetahui struktur dan fungsi saluran pencernaan pada ikan nila c. Pencernan (digestion) adalah proses perombakan makanan menjadi molekul – molekul yang sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh. Faktor yang mempengaruhi waktu pengosongan lambung antara lain temperatur. 5. sedangkancontoh pakan buatan untuk ikan adalah pelet. d. rectum dan anus 4. b. Terdapat 2 jenis pakan pada ikan yaitu pakan alami dan pakan buatan 7. berat porsi makan dalam lambung dan berat tubuh ikan. g. usus. 10. 80% arena diberi perlakuan tubifex selama 2 jam. aktivitas ikan. sebab pada pakan nabati mengandung selulosa yang menyebabkan sulit dicerna. Kandungan pakan pada ikan meliputi protein. KESIMPULAN DAN SARAN 5.a. esophagus. kondisi tubuh ikan.2 Saran Dalam praktikum selanjutnya diharapkan ikan yang akan diamati dipuasakan terlebih dahulu . 2. e. Dapat mengetahui macam-macam organ pencernaan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) beserta fungsinya. 8. 9. kita dapat memberi pakan yang sesuai supaya proses pencernaannya dapat berjalan lancar. 13. lemak dan karbohidrat 6. Ikan kurang mampu mencerna serat kasar karena pada usus ikan tidak terdapat mikroba yang dapat memproduksi enzim amilase atau selulose. pilorus. Dapat mengetahui proses pencernaan pada ikan nila. 11. Hubungan antara digestibility dan GET yaitu semakin tinggi digestibility maka akan semakin rendah atau sedikit waktu yang diperlukan untuk mengosongkan lambung. 12. Waktu pengosongan lambung sangat berhubungan erat dengan lamanya waktu isi makanan yang ada dilambung dikeluarkan atau dikosongkan. Pakan alami hewani lebih mudah dicerna daripada pakan nabati. 5. kualitas pakan. Dapat mengetahui daya cerna ikan pada makanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga kita dapat mengetahui pakan-pakan apa saja yang memiliki kemampuan daya cerna tinggi dan daya cerna rendah. Nilai digestibility terendah dimiliki oleh kelompok 1 dengan digestibility sebesar 79% diberi perlakuanlumut jaring selama 1 jam. Organ pencernaan pada ikan meliputi lambung.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum tentang sistem pencernaan yang telah dlakukan dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1. Proses pencernaan dibagi menjadi pencernaan mekanik dan kimiawi yang melibatkan enzim. sehingga memudahkan menyeleksi pemberian pakan pada budidaya ikan nila. Saluran pencernaan pada ikan meliputi mulut.jadi hubungannya berbanding terbalik. faring. Faktor yang mempengaruhi digestibility antara lain jenis pakan. sehingga untuk melakukan budidaya ikan nila. rongga mulut. Dapat mengetahui lingkungan yang baik dari pakan yang dimakan ikan untuk proses pencernaan dan pertumbuhannya. Pakan alami dibagi menjadi pakan alami nabati (lumut jaring) dan pakan alami hewani (chironomous dan tubifex). Dapat mengetahui kandungan pakan pada ikan.

ikan tertarik pada cahaya melalui penglihatan (mata) dan rangsangan melalui otak (pineal rigean pada otak). PENDAHULUAN 1. Warnanya bertingkat dari keputih-putihan sampai ke warna hitam melalui warna kebiru-biruan dan kehijau-hijauan. 1961). Perubahan-perubahan tersebut karena perantaraan dan aktivitas pigmen-pigmen pada integumen yang mengandung sel-sel disebut kromatophore (Fuji. Sedangkan bagi hewan diurnal intensitas cahaya yang kuat akan memberikan reaksi yang sebaliknya. terdapat juga ichtyoplankton yang bermigrasi secara harian ke arah permukaanpada siang hari dan masuk ke lapisan yang lebih dalam pada malam hari dimana hal ini merupakan suatu pengecualian yang bersifat fototaksis positif. 1996). sedangkan hewan diurnal cenderung bersifat fototaksis positif. Umumnya hewan nokturnal bersifat fototaksis negatif. yang umumnya adalah ikan-ikan pelagis dan sebagian kecil ikan demersal. mereka menjadi fototaksis negatif dan bermigrasi ke arah dasar (Nybakken. hijau atau warna lainnya merupakan bagian dari pewarnaan yang digunakan untuk pengaturan spesifikasi dari pola warna-warna yang belum dipadukan (Guyer dan Charles. kuning. Produksi warna cahaya oleh variasi organ photogenic semua binatang biru ke merah (Prosser dan Frank.2 Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Effendie (1972). Dengan kata lain bahwa hewan nokturnal pada intensitas cahaya yang maksimum akan dirangsang untuk melakukan gerakan mencari perlindungan. mereka akan melakukan berbagai aktivitas (Barus. 2003). Ini membuat mereka terdapat pada perairan bebas yang bergerak cepat. Dengan demikian ikan yang tertarik oleh cahaya hanyalah ikan-ikan fototaksis. seperti warna merah. 1988).1969 dalam Rustidja. Peristiwa tertariknya ikan pada cahaya disebut fototaksis. Perubahan warna ikan dari warna dasarnya telah banyak diketahui. Di perairan ini terjadi dispersi yang terbesar jika tiba waktunya untuk menetap.selama 3 hari supaya diperoleh hasil yang maksimal karena jika tidak dipuasakan akan mempengaruhi nilai data yang diperoleh. Menurut Ayodhoya (1976. . Ikan yang hidup di lapisan atas atau dekat ke permukaan berwarna keperak-perakan yang hidup di daerah pertengahan berwarna kemerah-merahan sedangkan ikan yang hidup di perairan dalam berwarna violet atau hitam. ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna yang sederhana. Pewarnaan ikan laut menurut kedalamnannya dapat digolongkan menjadi tiga bagian. 1981) dalam Sudirman dan Achmar (2000). FOTOTAKSIS DAN PEWARNAAN TUBUH 1. Banyak larva yang mengapung bebas bersifat fototaksis pada tahap awal kehidupan larvanya. Ikan yang hidup di dasar perairan bagian perutnya berwarna pucat dan bagian punggungnya berwarna gelap. fototaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. 1985). 1964). Menurut Olii (2003). sedangkan ikan-ikan yang tidak tertarik oleh cahaya atau menjauhi cahaya biasa disebut fotophobi (ada pula yan menyebutnya sebagai fototaksis negatif seperti Gunawan. Warna menunjukkan partikel bentuk yang nyata.1 Pengertian dan Jenis Fototaksis Menurut Agung (2009). 1.

Pigmen sel kerucut lainnya juga mengandung retinen. kemudian memasuki dasar lautan di siang hari (Brotowidjoyo. iadopsin merupakan pigmen yang paling sensitif terhadap cahaya merah. Segmen luar dari tiap batang mempunyai perluasan sistem membran sel dan sejumlah besar pigmen radopsin.4 Pengaruh Cahaya Terhadap Pergerakan Ikan Cahaya berpengaruh besar dalam orientasi migrasi ikan. sel-sel ini kemudian membangkitkan impuls saraf. Lagipula. Suatu belahan bola yang terdiri atas sejumlah besar sel reseptor yang menurut bentuknya disebut sel batang dan kerucut. dkk. 1985).000 pada setiap milimeter persegi) di satu daerah retina. Apabila intensitas cahaya matahari berkurang. 1985). Reaksi ikan terhadap cahaya berubah menurut phase pertumbuhannya. yaitu suatu pigmen. Berbeda dari batang. Tetapi ikan tulang rawan tertentu dan gonad tidak dapat membedakan warna. Ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latar belakang habitatnya. akan berlindung di balik batu-batuan jika kena cahaya untuk menghindari adanya predator. contoh : ikan salmon berenang di waktu siang hari dan istirahat di waktu sore hari dan malam hari. hewan ini akan dirangsang untuk melakukan gerakan lokomotif untuk keluar dari tempat perlindungan yang terdapat pada bagian bawah dari bebatuan di dasar perairan (Barus. Radopsin ialah protein yang terkonjugasi. intensitas cahaya berfungsi sebagai alat orientasi yang akan mendukung kehidupan organisme tersebut dalam habitatnya. kerucut membuat kita dapat melihat warna-warna. Radopsin tergabung dalam membran yang secara rapi tersusun di bagian luar batang tersebut. suatu pigmen visual yang terdiri atas kromafor yang sama (retinal) tetapi proteinnya berbeda. Menurut Ganong (1983). dan perbedaaan antara masing-masing terletak pada perbedaan dalam struktur opsinnya. yang padanya terdapat gugus protetik retinal. batang kira-kira ada 100 juta dalam setiap mata. 2003). Larva dari Bcetisthodani akan beraksi terhadap perubahan intensitas cahaya dengan melakukan gerakan lokomotif. yaitu fovea. 1. Cahaya mengenai sel-sel batang dan kerucut mengaktifkan. Menurut Villee (1984).3 Cone dan Rod pada Ikan dan Udang Menurut Kimball (1983). Pada larva Ammocotus sp (lamprey/cyclostomata) pada ekornya terdapat sel yang peka terhadap cahaya (Dani dan Murni. kerucut hanya bekerja dalam cahay terang. reaksi yang berlangsung melalui serangkaian perantara hidup pendek menjadi rentiner dan scotopsin. sebuah protein yang berbeda dari scotopsin. pigmen peka cahaya pada batang dinamakan radopsin. orsinya dinamakan scotopin.1. atau ungu penglihatan (visual purple). Pigmen ini dibentuk dari retinen dan fotopsin. ikan salmon muda dan beberapa ikan tawar lain. Terdiri dari protein opsin. Akan tetapi bayangan yang dihasilkan batang-batang ini tidak tajam. dalam menyesuaikan warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh menjadi berwarna kombinasi antara warna latar belakang dengan warna tubuh aslinya (Dani dan Murni. 1996). Bagi organisme air. suatu daerah tepat di seberang lensa. Sebagian besar ikan dapat membedakan warna. Sedangkan kerucut jumlahnya sangat banyak (sekitar 15. . Cahaya memusatkan radopsin dengan memutuskan ikatan retinenkotopsin. Batang terutama dipakai untuk penglihatan dalam cahaya suram dan teramat peka terhadap cahaya. Pigmen pada batang ialah radopsin. Agar cahaya dapat diserap. Terdapat 3 jenis pigmen kerucut yang berbeda. Sel kerucut mengandung radopsin. Arah migrasi ikan secara mudah dapat dihubungkan dengan perilaku diurnal dengan siklus diurnal cahaya matahari. harus ada bahan penyerap cahaya. bagian mata peka cahaya pada mata vertebrata adalah retina.

6 Proses Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Hitching dan Falco (1944) dalam Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). Schemachrome.7 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Warna Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. Warna schemachrome lain yang berwarna biru dan violet terdapat pada iris mata. merah dan oranye Sel-sel yang khusus membeli warna ikan ada dua macam. Material yang terkandung di dalam indocyte tersebut. umumnya untuk satu warna yang khas bergantung kepada kombinasi chromatophore dasar yang mengandung satu macam warna. Sedangkan apabila butir pigmen itu sedang menyebar semuanya.Pterine : berwarna putih. Skimuli untuk mengadakan perubahan warna.5 Klasifikasi Warna Menurut Effendie (1972). vasion natatolia (gelembung renang). Cell chromatophore terdapatnya di dalam dermis. Ikan yang mendapat kurang cahaya berwarna pucat dari ikan pada ikan yang sama tetapi mendapat cahaya dengan cukup. antara lain adalah guarin (keputih-putihan) sebagai hasil buang dari metabolisme. 1969 dalam Rustidja. kuning hijau dan biru .Indigoid : berwarna biru. leucophore dan iridophore mengandung pigmenpigmen tidak berwarna (guanine primer). Jadi yang mengontrol . Indocyte dinamakan juga sel kaca karena mengandung material yang dapat merefleksikan warna-warna di luar tubuh ikan. Tetapi perubahannya lambat. kemudian menjadi kristal-kristal besar yang tak mampu berpindah dan biasanya menumpuk dalam lapisanlapisan (Fuji. mempunyai butir-butir pigmen yang dapat dan berkumpul di dalam satu titik.1. Perubahan warna tersebut seperti disebutkan di muka karena menyebar dan mengumpulnya butir-butir pigmen. Paling sedikit dalam iridophore molekul-molekul dari purin teratur menyusun dalam plot-plot individu (Kawaguoi dan Kamishima. 1969 dalam Fuji. 1. warna-warna ikan yang tersebut di atas disebabkan oleh : 1. warna yang dihasilkan secara keseluruhan nampaknya lebih pucat. Jika butir-butir pigmen itu sedang berkumpul di satu titik. Menurut Effendie (1972). Jadi warna-warna ini bukan disebabkan oleh butir-butir pigmen. eritrophore (merah). 1. xantophore (kuning). merah dan corak warna lain . 1996). dulunya mendemonstrasikan secra kimia kehadiran berlebihan dari guanin dalam integumen ikan. ada yang dimulai dengan melalui matanya atau dengan lainnya misalnya cahaya.Flavins : berwarna kuning tetapi sering dengan fluorescensi hijau . iridophore (berkilau-kilauan). Yang termasuk ke dalam biochrome ialah : . Biochrome.Chromdipoid : berwarna kunig sampai coklat . pigmen pembawa warna Contoh pewarnaan schemachrome ialah warna-warna yang terdapat pada rangka.Purine : berwarna putih atau keperak-perakan . kuning. warna oleh konfigurasi fisis 2. 1996). yaitu indocyte (leucophore atau goanophore) dan chromatopore. merah dan hijau .1969 dalam Rustidja. sisik dan testes. Sesuai dengan kandungan pigmen-pigmen warna chromatophore pada ikan umumnya diklasifikasikan menjadi melanophore (coklat atau hitam). tetapi pada mulanya mengandung kristal-kristal kecil dimana dapat berpindah ke belakang dan ke muka dalam sitoplasma. ada ikan yang dapat merubah warnanya. warna yang terlihat lebih jelas dan bergantung kepada warna butir pigmen tod. Cahaya ini mempengaruhi kerja hormon merubah keadaan pigmen.Mebrin : kebanyakan berwarna merah dan coklat .Carotenoid : berwarna kuning.Phorphysin : berwarna merah.

udang galh juga bersifat nokturnal atau beraktivitas pada malam hari.2 Analisa hasil 4. ikan nila bisa hidup diperairan air tawar hampir seluruh Indonesia. 2008). 1977 dalam Rustidja. Hormon ini dieksresikan oleh lobus medius hipofisis. biasanya ikan ini lebih cenderung menghabiskan waktunya didasar sungai namun masih kecil akan berenang ke atas dan ke bawah perairan dengan lincahnya (Herawaty. Jadi hasil pengamatan diatas sesuai dengan pernyataan tersebut. abu-abu dan hitam) aktivitas total tirosinase meningkat dengan meningkatnya aktivitas pada umumnya terjadi dalam fraksi-fraksi partikel. kalau udang galah hidup didasar kolam. daun-daun. karena itu udang galah banyak ditemukan ditepi perairan yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. ikan sepat menyukai rawa-rawa. Diantara substansi yang mempengaruhi gerakan pigmen dalam kromatophore adalah MSH (Melanocyte stimulating Hormon). Menurut Nuraini (2009). Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa ikan yang hasilnya positif atau fototaksis positif. Dan ikan black ghost (Apteronotus albifrons) semua hasilnya negatif. dan sedangkan yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif. Berdasarkan tempat hidupnya. danau. Rodwel dan Mayes. habitat hidupnya berada di bawah atau didasar air yang tidak memerlukan cahaya. habitat hidupnya berada di permukaan atau atas air yang memerlukan cahaya. Pertama kali ditemukan karena efeknya pada sel-sel pigmen dalam kulit vertebrata tingkat terendah (Harper. 2 dan 5 positif dan kelompok 7. Sedangkan perubahan warna yang dikontrol oleh hormon terjadi dengan lambat (Effendie. Menurut Sutan Muda (2007). Dilihat dari kebiasaannya. Dari pengamatan tersebut didapat hasil yang berbeda tiap kelompok. dll dimana perubahan tadi dapat terjadi dengan cepat. Menurut Caroko. akar tanaman atau benda lainya didasar sungai. 1972). Pada siang hari udang galah malas bergerak dan tidak tahan terhadap sinar matahari. Pada pengamatan ikan nila (Oreochromis niloticus) hanya dari kelompok 6 dan 7 yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif dan sedangkan kelompok lainnya hasilnya positif atau fototaksis positif. Jadi hasil pengamatan ikan mas sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. xanthin. jadi ikan nila bersifat fototaksis positif. dkk (2005). Jadi hasil pengamatan black ghost sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan black ghost hidupnya lebih bayak didasar kolam. bahwa ikan mas dapat tumbuh normal jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian diantara 150-1000 m dari permukaan laut. Dan hasil pengamatan udang galah (Machrobachium rosenbergii) hanya dari kelompok 3 saja yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. Ikan nila cenderung senang hidup diair hangat bersuhu sekitar 280C.2. Aktivitas ikan black ghost lebih banyak dilakukan pada malam hari (nokturnal) sehingga pada siang hari ikan akan lebih suka bersembunyi dibebatuan. 4. 1996).perubahan warna ada dua macam. Jadi hasil pengamatan ikan nila sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. sebagian besar bagian integumen dorsal dari ikan mengandung tingkat tirosinase yang lebih tinggi dibandingkan dengan ventral empat varietas goldfish (putih. 6 dan 4 hasilnya negatif dan sedangkan hanya kelompok3 yang hasilnya netral. sungai dan parit-parit . Menurut Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). Pertama ialah perubahan warna yang dikontrol oleh syaraf seperti mata.1 Fototaksis Hasil pengamatan fototaksis didapatkan hasil pada jenis masing-masing ikan. Menurut Fish Stok (2008). Dan dari pengamatan ikan mas (Cyprinus carpio) semua kelompok hasilnya positif. Sedangkan pada ikan manvis (Pteriophyllum scales) hasilnya hanya kelompok 5 yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. Dan sedangkan ikan sepat (Trichogaster pectoralis) hasilnya dari kelompok 1.

Oleh karena itu. jadi hasilnya ada yang kurang maksimal . Sedangkan yang dibungkus plastik warna kuning terjadi perubhan warna punggung kecoklatan. secara alami manvis hidup di perairan yang terang dan banyak tanamanya. 4. Grafik 1 : grafik pewarnaan tubuh 4.berair terang. Dan ikan sepat yang dibungkus dengan plastik warna merah terjadi perunahan warna tubuh pink.1 Kesimpulan Dari data hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : . 4. kelihatan gelisah. Didalam penyesuian warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh aslinya dengan warna latar belakang. bila manvis dipelihara dalam aquarium yang terlalu terang dan banyak ikannya.2.Saat mengamati ikan terhadap cahaya. seharusnya saat senter dinyalakan melihat ikan dari lubang plastik yang telah disediakan bukannya dari atas.Saat meletakkan ikan yang dibungkus plastik warna dengan toples berisi ikan yang dibunkus plastik terlalu berdekatan. Jadi manvis bersifat fototaksis negatif. Hal ini sesuai dengan pendapat Dani dan Murni (1985).Dapat membantu dalam pencarian ikan menggunakan bantuan lampu pada malam hari 4.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat dari praktikum ini pada bidang perikanan yaitu : . Oleh karena itu.Dapat mengetahui bahwa ikan sepat dapat memendarkan warna tergantug lingkungannya . jadi akan mengganggu ikan yang tidak dibungkus plastik dan warna plastik mempengaruhi ikan yang tidak dibungkus plastik warna . warna perut putih kekuning-kuningan dan warna siripdan ekor kuning pucat. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Dan waktu tercapat ikan sepat memendarkan warna adalah 1 menit dengan warna plastik kuning.Fototaksis merupakan gerakan yang dilakukan oleh ikan karena pengaruh rangsangan .Kita dapat menyimpulkan bahwa jenis ikan apa saja yang termasuk dalam fototaksis positif dan fototaksis negatif . warna tubuh bagian perut terlihat agak gelap dan pada linea lateralis ada bintik-bintik hitam.3 Faktor Koreksi Pada praktikum mengenai fototaksis dan pewarnaan ikan terdapat beberapa hal yang menjadi faktor kireksi antara lain : .2 Pewarnaan Tubuh Ikan Dari data pewarnaan tubuh didapatkan bahwa ikan sepat (Trichogaster pectoralis) dibungkus dengan plastik hitam terjadi perubahan pada dorsal berwarna kuning dan terlihat lebih menyala atau terang. biru dan merah dan sedangkan waktu terlama saat ikan memendarkan warna adalah 15 menit dengan warna plastik hitam. Menurut Purwakusuma (2007). yang menyatakan bahwa ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latr belakanghabitatnya.Pada saat membungkus toples yang berisi ikan dengan plastik berwarna tidak rapat masih ada celah. ikan bisa tampak berbeda pada kondisi lingkungan berbeda. Sedangkan yang dibungkus plastik warna biru disekitar dekat ekor kuning terang. terutama yang bayak di tumbuhan air. Jadi ikan sepat persifat fototaksis positif. warna pectoral menjadi merah. Menurut Iswadi (2008). yang menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan butiran pigmen pada ikan dikendalikan oleh hormon-hormon tertentu sebagai akibat reaksi terhadap kondisi lingkungan ikan yang bersangkutan. bentuk pada warna tubuh lebih terang.

ialah plasma (Kimball. leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi (Rachman.Ikan sepat dapat mengyesuaikan tubuhnyadengan lingkunganmya karena mempunyai pigmen indophere . biasanya adalah darah (Yuwono dan Purnama. Darah merupakan jalan utama transportasi pencernaan bahan makanan untuk sekresi kelenjar endokrin dan sebagai rute metabolisme bermacam-macam tujuan. berdiameter antara 7 . Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air. SDM dibentuk dari sel-sel “pokok”. Eritrosit Erythrocyte (sel darah merah) ikan berinti.000 (Rachman. Bentuk “bikonkaf” yang menarik ini mempercepat pertkaran gas-gas antar sel-sel dan plasma darah. Menurut Kimball (1983).36 mikron (bergantung kepada spesies ikannya). Dan hendaklah lebih teliti dalam mengamati perubahan warna ikan agar diperloleh data atau hasil yang valid. berwarna merah kekuningan. 1964). 1. 2003). Sedangkan ikan manvis (Pterophyllum scalane) dan black ghost (Apteronotus albifrons) bersifat fototaksis negatif dan sisanya bersifat normal .000 – 3.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. PENDAHULUAN 1. 2003). Dan ikan nila (Oreochromis niloticus) bersifat fototaksis positif.2 Komponen Penyusun Darah 1. Setelah hewan mencernakan pakannya dan mengabsorbsi molekul-molekul pakan tersebut selanjutnya mendistribusikannya ke seluruh sel-sel tubuh dengan bantuan system pengangkut. sternum (tulang dada) dan vertebrata (tulang-tulang belakang). sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. contohnya rute asam susu asam ke hati untuk glikogenesis (Guyer dan Charles. Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan dalam . dengan diameter 7. 2001).2.2 Saran Pada praktikum fototaksis dan pewarnaan ikan seharusnya saat pengamatan fototaksis cahaya difokuskan pada satu titik sehingga pelaku ikan terlihat jelas. 1983).1 Sel Darah a. DARAH IKAN 1. Erythrocyte dewasa berbentuk lonjong. 5. yang terletak dalam sum-sum tulang. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20. terutama dalam tulang-tulang rusuk. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira 120 hari.000. didapatkan bahan ikan sepat mengalami perubahan warna tubuh kebiruan dan ekornya terlihat kekuning-kuningan dan waktu untuk memendarkan warna sekitar 1 menit.cahaya .Pengamatan kelompok 3 mengenai pewarnaan tubuh.1 Darah Ikan Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erythrocyte. kecil.Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan tubuh ikan antara lain didapatkan bahwa ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan yang bersifat fototaksis positif. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. Pada orang dewasa.

asam amino) . dalam perkembangannya inti itu lenyap dan eritrosit berbentuk cawan bikonkaf. Plasma mengandung sejumlah protein yang berperan sangat penting untuk menghasilkan tekanan osmotic plasma. Menurut Lagler et al (1977). bersama-sama dengan sel-sel darah merah. 1988). Granulosit dibagi menurut reaksi staining mereka dalam neurofil.000 per kubik millimeter dalam kelompok ikan yang berbeda. garam-garam ammonium) . Monosit mempunyai fungsi makrofage. elektrolit. Komposisi plasma darah adalah sebagai berikut : . Sel-sel darah putih atau leucocyte tersebut dibuat di sumssum tulang.Bahan terlarut . Rata-rat diameternya 10 mikron. zat pengatur dan gas terlarut. leucocyte di hancurkan di limpa. Leukosit agranular lebih banyak pada komponen sel darah putih dalam darah ikan. b.000. nitrogen) .2 Plasma Menurut Isnaeni (2006).Protein .2. Tekanan osmotic plasma yang ditimbulkan oleh protein disebut tekanan osmotic koloid. lemak. Cl-. Banyaknya berkisar antara 5. karena mempunyai daya phagocytosis yaitu mempunyai daya memakan sel-sel bakteri dan benda-benda asing lainnya. yang umum. darah ikan meliputi beberapa tipe sel berwarna atau sel darah putih (leukosit). SO4) . Limfosit menghilang untuk diferensiasi ke dalam 2 populasi. sumsum tulang dan sel koffer yaitu oleh sel macrophage. plasma darah mengandung ekitar 90% air dan berbagai zat terlarut / tersuspensi di dalamnya. biasanya lebih kecil. Jumlah sel darah merah adalah yang paling banyak dibandingkan denga unsur-unsur sel darah lainnya. heterofil. Beberapa elasmobranchi mempunyai tipe granulosit ke empat.000 – 10. Volume plasma pada hewan yang memiliki sistem sirkulasi tertutup tergantung pada keseimbangan antara laju filtrasi cairan / plasma dari kapiler menuju ruang jaringan dan laju reabsorbsi filtrate tersebut.000 dan 150. trombosit.000 per kubik millimeter. HCO3-. Jumlah trombosit sekitar setengah dari semua leukosit pada ikan dan berfungsi dalam penggumpalan darah. karbon dioksida. Plasma merupakan cairan komponen penyusun darah yang memiliki komposisi sangat berbeda dari cairan intra sel. tetapi pada mamalia. asam urat. leucocyte besarnya lebih besar dari erythrocyte dan berinti. Sebagian besar vertebrata mempunyai eritrosit berbentuk lonjong yang berinti. Berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh. keratin. K+. Dalam satu millimeter kubik darah manusia terdapat 5. Menurut Yuwono dan Purnama (2001).suatu struktur berbentuk kantung yang disebut limpa. dan permukaan yang lebih luas ini mempermudah lewatnya gas dan zat lain melalui membran plasma.Gas-gas darah (oksigen. nutrient. Bentuk demikian mempunyai permukaan yang volumenya sama. asidofil (eosinofil) dan basofil yang jarangpada darah ikan. Mg++. Ada 2 macam kekuatan yang bekerja dalam proses pertukaran cairan tersebut.Senyawa protein non nitrogen (urea. yang satu memproduksi antibodi dan yang lain sebagai sel imunitas.Nutrient (glukosa. 1. Diantara sel darah putih ada granulosit yang mungkin terdiri antara 4 dan 40 persen dari semua sle darah putih.Elektrolit (Na+. yang bentuknya seperti telur sampai bulat.000 sel darah merah (Ville.Air . Leukosit Menurut Iskandar (1974). yaitu tekanan darah (tekanan hidrostatik) dan tekanan osmotic koloid. tetapi ukuran dari 24 sam pai 33 mikron ada pada ikan paru-paru afrika (Protopterus). materi sampah. Jumlah sel darah putih antara 20. kreatinin. PO4. sedangkan lymphocyte dibuat dari kelenjar-kelenjar lymphe sedangkan dalam jumlah yang sedikit di sumsm tulang. Juga agranular limfosit dan monosit yang oval. plasma merupakan cairan yang mengandung ion-ion dan molekul orgnanik meliputi protein.

(1985). dkk. pengaruh suhu tubuh dengan penyebaran panas badan. pengaturan keseimbangan air melalui efek darah terhadap pertukaran air diantara cairan yang beredar dan cairan jaringan. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transport oksigen dan system pencernaan immunologic oleh sel dilakukan oleh plasma dan unsur-unsur plasma.. 1. enzim) Menurut Mayes. Komposisi air dan elektrolit plasma praktis sama dengan semua cairan ekstraseluler. sel darah merah dibentuk semata – mata oleh sumsum tulang (Guyton. elektrolit. kilit. paru – paru. sistem cardiovaskuler dan capiler · Darah : Arteri. sel – sel darah merah juga dibentuk dalam jumlah cukup banyak oleh limpa dan kelenjar limfe. transpor metabolic 1. membawa hormone dan enzim ke oragan yang memerlukan. pertahanan terhadap infeksi oleh sel darah putih dan antibody yang beredar.Senyawa pengatur (hormone. Sirkulasi dalm pembuluh limpha dan limpha merupakan sistem limpatik. vena dan capiler · Jantung · Sistem sirkulasi arteri dan vena · Sirkulasi tunggal dan ganda . 1. zat makanan. 1974). pemeliharaan keseimbangan asam basa di dalam tubuh.jadi materi dalam pembelajaran tentang sistem sirkulasi ini dibagi atas : 1. pengaturan metabolisme. pada saat yang sama. Sel – sel permukaan dari pulau – pulau yang berbatasan. Sedangkan dikatakan sistem pembuluh darah karena pembuluh darah yang membawa darah untuk sirkulasi dipompa oleh jantung bekerja kontinyu dalam sistem cardiovaskuler. nutrisi transport zat – zat makanan yang diadsorbsi. Sel – sel yang lebih dalam memisahkan dari satu sama lainnya dan menjadi sel – sel darah (Hildebrand. selama trisemester ketiga kehamilan dan setelah lahir. 2003). membawa oksigen ke jaringan – jaringan tubuh. Plasma terdiri dari air. berangsur angsur merapat dan membentuk jarring – jaring tipis. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transfer oksigen dan system pertahanan imunologik oleh sel – sel (cell – medicted defense). transport hormone.4 Fungsi Darah Darah berfungsi mengedarkan suplai makanan kepada sel – sel tubuh. Pertukaran oksigen dengan air dengan karbondioksida terjadi pada bagian semipermeable. dilakukan oleh plasma dan unsur. sel –sel darah menrah primitive dihasilkan dalam kantong kuning telur. protein dan hormone. (1985). Selama trisemester kedua kehamilan sel darah merah. Daerah – daerah tubuh yang membentuk sel darah merah pada beberapa minggu pertama kehiduoan embrio. Dan usus untuk dibuang. dinamakan pulau – pulau darah. kemudian.unsur plasma fungsi tersebut adalah : respirasi transport oksigen dari paru – paru kejaringan dan CO2 dari jaringan paru –paru. dkk.5 Komponen Penyusun Sistem Peredaran Darah Secara umum struktur dasar sistem sirkulasi ini terdiri atas saluran-saluran yang berhubungan (pembuluh) dan cairan yang dapat sebagai transportasi. ekskresi transport sisa metabolism eke ginjal. yaitu pembuluh yang terdapar didaerah insang (Rachman.3 Tahap Pembentukan Darah Tanda – tanda pertama yang nyata tentang pembentukan system peredaran darah ialah timbulnya suatu masa mesoderm yang pepat pada kantong yolk. 9. Menurut Mayes. 1976).

1. darah mengalir ke anyaman kapiler dibagian badan selebihnya. Darah dari jantung keluar melalluii aorta ventral menuju insang. antara lain menginaktifkanatau mengeluarkan berbagai sel asing dari tubuh.8 Pengertian Sistem Imun Menurut Isnaeni (2005). darah yang mengandung banyak zat asam menggalir di dalam pembuluh darah dorsal aorta. 2007) Menurut Kimball (1938). 1. pertahanan tubuh dapat terjadi dengan berbagai mekanisme. Dari kapiler seluruh tubuh memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2. 2008). dan pertukaran bahan makanan terjadi dengan jaringan. darah yang terkumpul dari seluruh badan ikan masuk ke kamar berdinding tipis.2.2 ruang: meliputi 1 atrium (serambi) dan ventikel (bilik) . Seperti pada semua vertebrata. . temmpat kotoran hasil metabolisme kemudian mengalir ke hati terus masuk lagi ke jantung. tetapi dalm sistem tertutup suatu tekanan yang lebih tinggi dan dirancang lebih cepat dan mudah ditimbulkan karenadarah dibatasi oleh pembuluh dan pada ikan yang seluruhnya bernapas dengan insang. bahwa sistem peredaran darahpada ikan adalah tertutup. globulin bertanggung jawab dalam berbagai fungsi terutama yang berkaitan dengan sistem kekebalan (imun) dan transport molekul tertentu. darah mengalir melalui sebuah katub ke dalam ventrikel berdinding tebal. menghancurkan mikroorganisme pathogen beserta hasil beserta sekresinya dan menyingkirkan abnormal atau sel bermutasi (contohnya sel kanker) yang muncul mekanisme pertahanan tubuh yang dapat terjadi dengan cara fagositosis (paling primitive). anterior dan vena kordinalis posterior. darah melalui jantung 1 kali). maka dari itu kebanyakan sistem peredaran darah disebut peredaran darah tunggal (Rachman. Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kordinalis anterior dan vena kordinalis posterior (Tedy. enkopsulasi (pembentukan selubung mengahsilkan antibody atau sensifikasi limfosit faktor homoral (aglutinin) dalam cairan tubuh juga dapat menginaktifkan benda asing (Ganong. Peredaran darah ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam 1 kali peredarannya. Sebagian menuju ke kepala dan sebagian lagi menuju ke bagian tubuh yang lain dan alat pencernaan makanan. 1. Ketika jantung kendur. maka jantungnya akan menampakkan aliran darah tunggal. Kontraksi vertikel yang kuat mendesak darah keluar ke anyaman kapiler insang. Dari insang. 2003). 1983). darah selalu terdapat di dalam pembuluh darah. jantung ikan terdiri dari . Kemudian darah kembali ke jantung.7 Sistem Peredaran Darah Menurut Teddy (2008). Di insang aorta bercabang menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gar yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. suatu sistem peredaran darah tertutup tidak selalu berarti lebih maju dari suatu sistem terbuka. darah yang keluar dari jantung melalui ventral aorta terus ke insang.Sinus venasus: yang menerima darah dari vena kordinalis. Darah yang dari tubuh sebelum masuk ke jantung mengalir dulu ke ginjal.6 Mekanisme Peredaran Darah Menurut Effendie (1972). atlium. sistem limphatik · Pembuluh limpha · Jaringan limpha (Noer dan widawati. sebagai contoh bahwa darah mengalir dari jantung melalui arteri ke jaringan kapiler yang menuju ke jaringan tubuh dan kembali ke jantung melalui vena.

Menurut Villee. dari jantung. Menurut Admin (2008). mekanisme penutupan luka yaitu pada tubuh mulai mengeluarkan darah. sel -sel baru sedang di bentuk ketika sel – sel yang rusak telah selesai di perbaharui keropeng tersebut akan mengelupas dan jatuh.2. karena kinase berarti zat – zat yang mengaktifkan proenzym menjadi enzyme (Iskandar. berdiam dan berkembang di dalam kompertemennya sendiri. Diantaranya melalui linea lateralis. yang paling baik untuk melakukan proses pengambilan darahyaitu pada dorsal aorta karena dorsal aorta merupakan percabangan utama dari insang yang sebelumnya berasal dari vena aorta. akibat reaksi kimia jalianan benang – benag yang di hasilkan membentuk lapisan pelindung. 4. pengambilan darah ini dapat dilakukan dibeberapa daerah dari tubuh ikan.9 Proses Pembentukan Darah Darah akan membeku bila keluar dari pembuluh darah. antibody raspanse yang berbeda dalam peredaran darah dan mengikat secara khusus dengan antigen asing yang menyebabkan antigen asing tersalut antibody. limfosit lain tetap diam di sumsum tualang berdifensiasi menjadi limfosit B. dorsal aorta. sel T dan sel B secara morfologis hanya dapat di bedakan ketika di aktifkan oleh antigen (Effendie. darah mengandung protein fibrinogen yang akan menjadi fibrin di bawah pengaruh enzim protealis trambin.10 Hubungan Sistem Imun Dengan Darah Sel -sel T bertangung jawab terhadap reaksi immune seluler dan mempunyai reseptor permukaan yang spesifik untuk mengenal antigen asing.1. Selain itu ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sistem peredaran darah tunggal tertutup yang artinya mekanisme peredaran darahnya berasal dari jantung dan kembali lagi ke jantung. dimana terdapat distribusi kebagian . melalui cavum oris mentok mencapai rahang bagian atas. Pada umumnya pengambilan darah dapat dilakukan diempat tempat yaitu linea lateralis. Hal ini sesuai dengan Guyer and Charles (1964). 1. Menurut Racoen (2007). 2003). Dari keempat tempat pengambilan darah ini. darah yang mengalir mengandung CO2 dan mengeluarkan O2. caudal peduncle. sebuah enzim yang di sebut tramboplastin yang di hasilkan sel – sel jaringan yang terluka bereaksi dengan kalsium dan protrambin di dalam darah. antibody ini di lepaskan dalam darah dan di bawa sebagai bagian dalam fraksi gramma globulin respon antibodi hormonal ini mengurangi memerangi bakteri dan virus di dalam darah. 1974).dkk (1988).2 Analisa Hasil 4. seperti kita ketahui enzim trambin berasal dari proenzym protrambin dan di aktifkan oleh trombokinase (perkataan trombokinase yang dulu di kenal sebagai tramboplastin lebih tepat. kompleks ini nmempunyai fotositosis. lisis sel dan sel pembuluh (killed sel atau sel K )dari organisme yang menyerang. Beberapa sel keturunan dari limfosit B yang terangsang membentuk suatu retikulum endoplasmik granula rumit yang mampu mensintesis protein dan di sebut sel plasma yang mampu mensintesis antibodi yang di perlukan. dan jantung. limfosit B dan limfosit T berbeda dalam cara responnya. dan beberapa tempat lain. setelah mengelilingi seluruh tubuh yang sebelumnya mengalir ke ventral aorta ke bagian insang. dalam plasma.1 Pengambilan Darah Dari hasil praktikum didapatkan hasil bahwa pengambilan darah yang dilakukan pada daerah caudal peduncle. Sel B bertugas untuk memproduksi antibody hormonal.

Pada pewarnaan darah diberi pewarna giemsa. · Dapat diketahui organ-organ yang berperan didalam peredaran darah ikan. · Kurang ketrampilan praktikan didalam mengisi Na sitrat. dan jaraknya juga berjauhan.2 Pembuatan Film Darah Tipis Setelah melakukan praktikum pembuatan film darah tipis. hal ini dapat diketahui kandungan sel darah yang lebih dominan dalam tubuh ikan tersebut. Sel darah merah mempunyai jumlah yang dominan dan dalam bentuk mature dan imature. 4. sehingga harus mengulangi beberapa kali agar darah dapat terambil. Giemsa ini bersifat basa yaitu dengan pH 10. · Kurang keterampilan praktikan didalam pengambilan darah. yaitu: · Dapat mengidentifikasi apakah ikan tersebut sehat atau dalam keadaan sakit.4. . · Kurang keterampilan praktikan didalam pembuatan film darah tipis dengan metode smear yang akan mempengaruhi tipisnya lapisan darah sehingga sulit untuk diamati dibawah mikroskop. Sedangkan bentuk imature mempunyai sitoplasma yang besar. Dari hasil pengamatan gambar pada mikroskop. sehingga terdapat gelembung udara pada spuit. sistem imun atau kekebalan tubuh · Mengetahui proses pembekuan darah atau penutupan luka pada ikan. dapat dijelaskan bahwa terdapat jenis sel darah merah (eritrosit). · Dapat mengetahui peredaran darah pada ikan.4 Manfaat di Bidang Perikanan Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. dimana giemsa langsung masuk kedalam inti sel darah dan memberi warna pada semua sel darah. begitu juga inti selnya yang besar dan jaraknya berdekatan. Selain itu. Digunakan pewarna giemsa ini karena giemsa dapat memberi warna pada darah dengan jelas. hal tersebut menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi yang sehat. sel darah merah mempunyai kandungan hemoglobin yang banyak dan dapat mengangkut O2 dalam darah. terdapat beberapa manfaat yang bisa diambil.3 Faktor Koreksi Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. Hemoglobin memiliki kapasitas 15 sampai dengan 25 kali lipat kapasitas air untuk mengikat oksigen.2.afferent branchial arteries. 4. terdapat beberapa faktor koreksi yaitu: · Kurang aseptisnya alat suntikan yang digunakan sehingga terdapat bakteri yang menempel dan mempengaruhi darah saat diamati. · Mengetahui komposisi darah pada ikan. Bentuk mature mempunyai sitoplasma yang besar dan inti selnya yang kecil. 4. 2001). sehingga bagian sel-sel pada darah terlihat jelas saat diamati dibawah mikroskop. Pada vertebrata mengandung pigmen respiratori yaitu hemoglobin yang efisien untuk mengangkut oksigen. didapatkan hasil bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah (eritrosit) yang jumlahnya banyak. sedangkan 99% total oksigen diambil oleh hemoglobin (Yuwono dan Purnama. Hanya 1% dari total oksigen yang diambil oleh plasma darah. · Mengetahui tempat pengambilan darah agar tidak terjadi kesalahan dalam penyuntikan untuk pengambilan darah. · Mengetahui fungsi darah pada ikan untuk transportasi. · Kurang keterampilan praktikan didalam menggunakan mikroskop sehingga saat pengambilan gambar sel darah memakan waktu yang lama. dan pada darah yaitu pada inti bersifat asam dan pada plasmanya bersifat basa yaitu dengan pH 7. yang akan mempengaruhi kesehatan ikan.

lalu ke ginjal kemudian ke hati dan kembali ke jantung. ( 1984 ). Sistem saraf merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang dapat berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi antara sel maupun organ dan dapat berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ lain serta dapat pula memproduksi hormon ( Singgih. kembali kembali lagi ke dorsal aorta lalu dialirkan keseluruh tubuh. Dengan kata lain. 1997 ). Menurut Villee dkk. PENDAHULUAN 1.5. leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi. sistem syaraf merupakan sistem yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinngi diantara sistem organ yang lain dalam tubuh. Sel – sel dikatakan peka.2 Morfologi dan Gambar Ikan . 5. didapatkan beberapa kesimpulan diantaranya: · Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erytrocyte. KESIMPULAN DAN SARAN 5. dan sebagai tanggapan terhadap suatu rangsangan maka gelombang eksitasi disalurkan melalui permukaannya. 1.1 Pengertian Syaraf Menurut Rachman ( 2003 ). membawa oksigen ke jaringanjaringan tubuh. · Darah berfungsi untuk mengedarkan suplai makanan. · Ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah dengan jumlah yang banyak berarti menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam keadaan sehat. membawa hormon dan enzim keorgan yang memerlukan. dan trombosit serta plasma. leukosit. 2003 ). · Pengambilan darah dilakukan di caudal pudancle karena dekat dengan tulang yang mengarah ke jantung. sistem ini ( dengan bantuan kelenjar – kelenjar buntu ) menentukan dalam dan luar melalui rangsangan dari satu tempat ke tempat lain oleh sel – sel sensoris atau sel – sel syaraf yang lain. · Komponen penyusun darah yaitu sel darah: eritrosit.suatu sifat dasar dari semua sel adalah tanggap terhadap rangsangan ( stimulus ). SYARAF IKAN 1.2 Saran Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan diharapkan dalam kegiatan praktikum diperlukan ketelitian dan kehati-hatian di dalam menggunakan alat dan mengolah data. merupakan suatu adaptasi evolusioner untuk transmisi yang cepat dari gelombang eksitasi. kecuali spons dan secara kolektif merupakan sistem syaraf. Sistem syaraf lebih banyak mengkoordinasi segala aktivitas yang cepat ataupun yang sulit dilakukan ikan dalam lingkungannya. · Mekanisme peredaran darah dimulai dari jantung kemudian ke vena aorta lalu ke insang. Neuron terdapat pada semua hewan multisel.1 Kesimpulan Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan. Sistem saraf meliputi semua tingkah laku organisme dari regulasi tak sadar pada aktivitas intraseluler untuk mengkoordinasi gerakan seluruh organisme sampai fenomena tidak tampak yang dipelajari dan ingatan (Gordon et al. Sel saraf atau neuron.

dan bagian belakang yang disebut ekor (abdomen). bagian tengah deutocerebrum. Tipe sisik adalah steroid. pada ikan merupakan bagian otak yang besar daripada bagian otak yang lain. otak antrophoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. Kepala dada tertutup oleh kelopak kepala atau cangkang kepala (carapace). 1. Garis lateralis (gurat sisi di tengah tubuh) terputus dan dilanjutkan dengan garis yang terletak lebih bawah. yaitu bagian depan yang disebut kepala – dada (cephalothorax). garis – garis pada sirip ekor berwarna merah sejumlah 6 – 12 buah. 1972). Telencephalon adalah pembau. Diencephalon merupakan komponen otak yang cukup penting terletak di bagian belakang telencephalon. mesencephalon tetap tidak mengalami perubahan. dan bagian posterior ticocerebrum. V. Saraf pada . Sedangkan bagian abdomennya terdiri dari 6 ruas dan sebuah ekor berbentuk kipas (Purwakusuma. dan rhombencephalon di bagian belakang. Kerangka luar ini terbuat dari bahan semacam tanduk (chitin). yaitu bagian gabungan kepala dengan dada / toraks (disebut sebagai cephalothorax) dan abdomen.15 . Mata kelihatan menonjol dan relatif besar dengan bagian tepi mata berwarna putih. bernapas dengan insang dan bergantung kepada air sebagai medium hidupnya. adalah bentuk badan ikan nila ialah pipih ke samping dan memanjang. procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon. Mempunyai garis vertikal 9 – 11 buah. A. Pada sirip punggung terdapat juga garis miring.III.1.10 dan C. 1. Cephalothorax secara keseluruhan dilingkupi oleh cangkang yang disebut sebagai karapas. Dipandang dari sudut ilmu hayati. mempunyai sirip.XVII. P. 1983). otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka.5 . Badan relatif lebih tebal dan keker dibandingkan ikan mujair. Tubuh udang terbagi dalam dua bagian. yang terbungkus oleh kerangka luar (eksoskleton). mesencephalon tetap. mesencephalon di bagian tengah dan rhombencephalon di belakang. Rumus jari – jari sirip adalah D. Seluruh tubuhnya terdiri dari ruas – ruas (segment).Ciri – ciri morfologi ikan Nila (Oreochromis niloticus) menurut Sugiarto (1988) dalam Rustidja (1996). Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah.tidak berubah. Otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka.18. sedangkan rhombencephalon terbagi menjadi 2 bagian pula yaitu metencephalon dan meyelencephalon (Effendie.3 Morfologi dan Gambar Udang Tubuh LAT sendiri terdiri dari dua bagian.4 Gambar otak dan anatomi ikan Menurut Rachman (2003). mesencephalon dikatakan juga otak tengah.13 . Secara faal sebenarnya ikan tidak berdarah dingin tetapi hanya suhu tubuh ikan tersebut yang berubah – ubah bergantung kepada keadaan suhu sekelilingnya. Jadi ia tidak dapat mempertahankan suhu tubuhnya secara tetap terhadap suhu sekitarnya seperti mammalia (hewan menyusui) (Effendie. Kelopak kepala ke arah depan membentuk tonjolan runcing yang bergerigi yang disebut cucuk kepala (rostrum). mesencephalon di bagian tengah. 1. Pada perkembangan selanjutnya procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak. ikan (pisces) termasuk ke dalam hewan bertulang belakang dengan ciri – ciri umumnya yaitu “berdarah dingin “ 9 (poikilothermal). 2007). sedangkan rhombencephalon terdiri dari 2 bagian yaitu meiecephalon dan myelencephalon. Pada perkembangan selanjutnya.1972).5 Gambar otak dan anatomi udang Menurut Arfiati (2004). yang diperkeras oleh bahan kapur (kalsium karbonat) (Mudjiman.

5. Pinna ventralis (ventral fin) adalah sirip yang berada pada bagian perut ikan dan berfungsi dalam mampu menstabilkan ikan saat berenang. Pinna caudalis (caudal pin) adalah sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh ikan dan biasanya disebut sebagai ekor. Pinna pectoralis (pectoral vin). saraf pencernaan. 1. dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum. Syaraf pada mata melalui protocerebrum mengandung tiga pusat optic (neuropiles) . Fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan. Pinna analis (anal fin) adalah sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di bagian posterior anal. juga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip pelvik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan anal mengontrol gerakan menggulung Menurut Aquaculture (2009). 2. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. ke samping dan diam (mengeram). Hal ini dilakukan dengan bantuan sirip sebagai berikut : · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan menggeleng. 6. sistem saraf antropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada sepanjang sisi ventral tubuhnya. system syaraf anthopoda berupa system saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. 4. ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Pada berbagai tempat di segmen tubuh. adalah sirip yang terletak di porterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver. sirip pada ikan terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan sesuai dengan letak sirip tersebut berada pada tubuh ikan yaitu 1. Selain itu juga berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman. Menurut GuruNgeblog (2008). sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. otak anthropoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. laba-laba. Bagian ketiga dari otak adalah tricocerebum yang menningkatkan fungsi saraf bibir bawah. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan maju. Deutocerebrum mengirim imfuls saraf ke antena pertama pada crustacean sedang pada cellecerata (kalajengking. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. gerakan menggeleng dan gerakan menggulung. Menurut Anfiali (2001) dalam Dasri (2004).7 Fungsi Otak Pada Udang dan Gambar Menurut Emulngeblog (2008). ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. serta berpengaruh juga pada antena kedua dari crustacean. bagian tengah dento cerebrum dan bagian posterior tritocerebrum. Adifora adalah sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan. Pinna dorsalis (dorsal fin) adalah sirip yang berada di bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan Katina berenang bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar. Pada berbagai tempat di segmen tubuh. Ganglia bagian anterior lebih besar berfungsi sebagai otak. sedikit didepan pinna caudalis. Pada sebagian besar ikan. Ganglia berfungsi sebagai pusat repleks dan pengendalian berbagai bagian. letak sirip ini adalah pada dorsal tubuh. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak.6 Fungsi masing-masing sirip ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001).mata melalui protocerebrun mengandung 3 pusat optic (neurofiles) berintegrasi dengan fotoreseptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behaviour). 3. 1.

linea lateralis adalah garis yang dibentuk oleh pori-pori sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan yang bersisik maupun tidak bersisik. disebut pallium. Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. menghindarkan diri dari musuhnya. 1. telencephalor adalah otak bagian depan sebagai pusat untuk halhal yang berhubungan dengan pembau. Menurut Effendie (1972). Pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman.berintegrasi dengan fotoreceptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behavior). 1. Deutrocerebrum mengirim syaraf ke antenna pertama pada crustacean sedang pada chellcerata (kalajengking laba-laba dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum. Menurut Rachman (2003). Pergerakan.8 Fungsi Linea Lateralis. tetapi gerakannya tidak utmis dan tidak sinkron antara pelucutan antenna kiri dan yang kanan. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nomer satu yaitu offactonis yang berhubungan fovea naralis sebagai penerima rangsang. 2001). Pada beberapa ikan yang sengaja dirusak telencephalonnya memperlihatkan beberapa gejala yang tidak beres. syaraf pencernaan (stomato gastric nerve) serta berpengaruh juga pada antenna kedua dari crustacea. pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. bagian ketiga dari otak adalah tritocerebrum yang meningkatkan fungsi syaraf bibir bawah. 2001)57. Informasi mekanosensori yang dapat dijangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. Mata dan Otak pada ikan Menurut sakti (2008). otak bagian depannya menjadi lebih berkembang. tetapi mata ikan itu bervariasi dari ikan itu buta yaitu tidak mempunyai mata. sehingga memudahkan deteksi perubahan air disekeliling rambut-rambut tersebut selama pergerakan. statolyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (face) yang bertangkai (Pustekkom.9 Fungsi Organ Pada Udang Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan udang untuk mencari makanannya. karena penglihatannya yang kesamping itu tidak menghasilkan bayangan yang jelas melainkan hanya yang remang-remang saja. umumnya mempunyai penglihatan memuka yang jelas dari pada penglihatan kesamping. Sedangkan penglihatan yang kesamping hanya digunakan untuk melihat pergerakannya saja. Fungsi pemutaran antenula adalah untuk menegangkan ramburambu astelac ke dalam arus air. Struktur mata ikan hamper sama saja dengan mata yang terdapat pada vertebrata lain. bagian kepala – dada sebenarnya tersidiri dari bagian kepala dan . terutama kualitas air dan juga peranan dalam proses osmoregulasi. Fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya (Yuwono dan Purnama. Linea lateralis ini berfungsi untuk mendeteksi keadaan lingkungan. tetapi aktivitas lainnya termasuk tingkah lakunya sedikit terganggu. Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. Penglihatan yang kemuka digunakan untuk melihat hal-hal yang detail seperti untuk menerkam mangsa. terdapat organ yang berhubungan dengan fungsi pigmentasi pada ikan. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antenna (alat peraba). Pembersihan antenula berfungsi untuk menghilangkan atau memindahkan bahan-bahan terperangkap atau terselip di antara rambutrambut aestetal pada antenula. 2001). Dinding dorsal telen cephalon tetap tipis. Sampai ikan itu dapat melihat di udara. Menurut Mudjiman (1983). Informasi mekanosensori yang dapat di jangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. bagian atas dari telengcephalon. 2005). Pelucutan antenula dapat terjadi secara terus menerus. keseimbangan dan penglihatannya tidak terganggu. Pelucutan antenna ini membantu sirkulasi air disekitar rambut-rambut aestetac sehingga memudahkan proses penerimaan rangsang dari kemoatraktan.

Neuron efferent atau neuron motor yaitu yang menuju baik berupa jaringan otot mauppun kelenjar 3.bagian dada yang menyatu. 2005). Menurut GuruNgeblog (2008). Pada 5 ruas berikutnya terdapat 5 sepasang kaki jalan dengan ujungnya mengalami perubahan bentuk sehingga berupa capit. maxilla I dan maxilla II. sebagai alat peraba dan keseimbangan. Untuk mempermudah pelekatan telur itu. system syaraf arthopoda berupa system syaraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. Sistem ini meliputi system syaraf pusat dan system syaraf tepi. Diantara uropoda terdapat tonjolan runcing ke belakang yang disebut ujung ekor (telson). Ruas ketiga terdapat sungut ke-2 (antena II) yang berupa cambuk panjang. Neuron afferent atau neuron sensory yang berasal dari urea reseptor 2. terutama makanan yang berupa potongan-potongan besar. Pada ruas pertama terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai dan bisa digerakkan. Menurut Iqbal (2007). Ganglia berfungsi . syaraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Berdasarkan fungsinya neuron dapat dikelompoka menjadi : 1. Ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). Pada berbagai tempat di segmen tubuh. Dalam kegiatannya. Fungsi syaraf telah banyak diteliti dengan menggunakan neuron dari hewan ini. Neuron internucial atau inter neuron yaitu yang menghubungkan antara neuron afferent dan neuron efferent Menurut Guyer and Charles (1964). perasa dan pemegang makanan. pleopodanya berbulu-bulu. delapan dan Sembilan.11 Sistem Syaraf dan Fungsi Pada Udang Susunan syaraf crustacea adalah tangga tali. fungsinya sebagai alat peraba. karena ukuran yang cukup besar. System syaraf terdiri dari jutaan sel syaraf (neuron). maxilliped II dan maxilliped III. Kaki bercapit yang nomor dua menyolok sangat panjang dan besar. Bagian kepala terdiri dari Gruas. ada pembesaran syaraf tangga tali yang disebut ganglia. Pada udang betina. Fungsi sel syaraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsangan atau tanggapan. pada vertebrata. Bagian dada terdiri dari 8 ruas. jika rangsang mengenai system syaraf akan diubah menjadi gelombang elektrokimia yang ditransmisikan sepanjang system syaraf. pleopoda mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda). Contohnya otot dan kelenjar. kelima dan keenam berturut-turut terdapat rahang (mandibula). pleopoda berguna untuk melekatkan telur selama dieram. system syaraf pusat merupakan sebuah struktur tubuh yang terdiri dari otak dan spinal cord disususn oleh elemen epitel khusus yang disebut sel ependymal dan meliputi cairan cerebrospinal dan meliputi cairan cerebrospinal. misalnya pada cumi-cumi system syaraf tersusun dari sel-sel syaraf yang disebut neuron. Ketiga macam anggota badan tersebut berfungsi sebagai alat untuk makan. Capit ini berfungsi untuk mengambil makanan. Pada ruas ketujuh. Pada ruas kedua terdapat mungut ke-1 (antennal) yang ujungnya bercabang menjadi endopodit dan eksopodit yang berupa sungut pendek dan berfungsi. Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi engenal rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dalam tubuh. Pada ruas keempat. Pada ruas keenam. berturut-turut terdapat maxilliped I. 1. Efekor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. 1. Statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. Dalam berbagai hewan air. system syaraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk yan berfariasi. Bagian ekot atau perut (abdomen) terdiri dari 6 ruas. Pada ruas pertama sampai ruas kelima diperut terdapat kaki renang (pleopoda).10 Sistem Syaraf Dan Fungsi Pada Ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001).

krital staticae dengan sel sensori yang mirip pada linea lateralis dan tunas perasa. cone dan rode serta lapisan sel retina yang berpigmen.2 Peraba Menurut Rahman (2003). Ikan mempunyai divertikulum yang homolog. Reseptor berupa sel batang dan kerucut pada retna tersebut berhubungan dengan saraf optic yang ujungnya . tetapi kecil yang disebutlagena. 1984). Masalah ikan aalah menghindari supaya jangan “transparan” terhadap suara. Sel-sel bipolar. struktuk penerima suara terdiri lenih dari dua vesikel. nervus trigeminus ( N. maka terjadi potensial aksi. suecullus dan lagela.al (1977).3 Penglihatan Menurut Effendie (1972). tetapi semua aktifitas tertentu jika gerakan terhenti meskipun rambut tetep berada diposisi baru (Villee dkk. Reseptor peraba yang paling sederhana adalah rambaut peraba yang yang avetebrata.12. Nervus opthal micus profundus / nasiciliaris 2. organ equibibrium dan pendengaran dibagi dalam bagian superior dan bagian inferior. Terdiri dari dua unsure pokok : 1. fonoreseptor atau pendengaran adalah hal yang mengenal deteksi gelombang tekanan yang timbul. Cahaya yang masuk kedalam mata setelah melalui cairan akan menyentuh syaraf optic.12. Gelombang suara yang sampai pada kan yang terdapat dalam air. sedangkan cone digunakan apabila dalam keadaan cukup cahaya. Rod yang mempunyai pigmen yang sangat sensitive terhadap cahaya yang remang – remang.1 Pendengaran Menurut Villee. Menurut Lagler et.sebagai pusat reflex dan pengendalian berbagai kegiatan. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. sensoris somatic dan pergerakan. Pigmen yang terdapat didalam rod ikan laut dinamakan rhodopsin.12 Mekanisme Proses Masuknya Rangsangan 1. Karena gangguan mekanis yang terjadi pada jarak tertentu. Banyak ikan menangkap dan menghambat lewatnya gelombang suara dengan otolit yang besar dalam sakulus. lensa dan cairan bola mata. Dengan demikian gelombang suara dengan mudah masuk dalam telinga dalam. Bayangan benda yang terjadi di retina akan dipetakan didalam testum opticus yang terdapat di dalam lobus opticus. Bagian inferior. Bagian superior terdiri dari saluran setengah lingkaran dan ampullanya dan kantong seperti veside. Cone dan rode mempunyai pigmen yang dapat menyerap cahaya. dan jaringan dari ikan sebagian besar adalah air.utriculus. cahaya yang masuk ke dalam mata setelah melalui cornea. mekanisme penerimaan rangsangan oleh reseptor cahaya secara garis besar dilukiskan sebagai berikut : Stimulus struktur tambahan sel sensoris transmisi Cahaya Mata Retina saraf optic korteks visual Tampak bahwa reseptor cahaya yang sesungguhnya terdapat pada retina. Rambut peraba seekor insekta merupakan suatu reseptor fisik (yaitu hanya member respon jika rambut pindah posisi. dkk (1988). 1. V) mempunyai fungs yang yang berhubungan dengan sensitifitas terhadap panas tekanan kulit. Ampulla merupakan bagian jaringan reseptor. yang lain menggunakan gelembung renang sebagai reseptor awal atau hidofon. 1. Menurut Isnaeni (2006).12. sedangkan pada ikan air tawar pigmen tersebut namanya perphyropsin. 1. Nervus maxiilo Imandibularis Persatuan 2 nervus ini membentuk nervus lymphoalis untuk selaput lender lidah dan dasar mulut. sel-sel ganglion.

pada permukaannya mempunyai mikrovilus yang segaian menjulur ke kedalam suatu pori kecil yang berhubungan dengan cairan yang membasahi permukaan lidah. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nol berhubungan dengan hidung penerima rangsangan. sirip dorsal mengkerut.agar dapat berfungsi optimal. Setiap sel pengecap. ikan melemah. sirip-siripnya bergerak cepat. dkk (1988). Menurut Effendi (1972). sirip dorsal naik.2. karena setiap sel pengecap dilayani oleh lebih dari satu neuron. Saat disentuh sirip dorsalnya. Terdiri dari axon-axon sel indra pembau yang berkumpul menjadi berkas dengan naa fil olfactorius. menunjukkan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakuan sebagai control. Lalu saat semua sirip dipotong. Beberapa neuron dapat berhubungan dengan suatu sel dan yang lain dengan sejumlah sel. sehingga jumlah pola pesan yang dikirim ke otak untuk tiap cairan beda.5 Pengecap Menurut Villee. Dengan demikian pengenalan dan pengolahan informasi dalam tunas pengecap dilindah sangat rumit. ikan nila terkejut. 1. Kemudian saat disentuh kepalanya. Kemudian saat diberi perlakuan dengan ditusuk matanya menujukkan responnya lambat. telencephalon adalah otak bagian depan dengan sebagai pusat yang berhubungan dengan dengan pembau. Setelah disentuh dorsal. Kemudian saat diberi . Berdasarkan pengamatan semua kelompok. yang merupakan sel epitel dan suatu reseptor. Pemberian rasa pada pengecap mungkin tergantug pada suatu sendi yang terdiri atas pola serabut silang. Lalu saat disentuh sirip caudalnya. dorsal iakan nila turun. 1.2 Analisa Hasil 4.1 Keseimbangan Tubuh Ikan Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. 2006). Beberpa sel pengecap peka terhadap dua atau lebih kelompok rasa. yaitu setiap reseptor member respon pada lebih dari satu zat kimia. Berkas-berkas ini tidak bermyelin. Kemoreseptor yang bersifat umum yang terdapat pada semua hewan adalah reseptor pengecap. ikan nila menghindari sentuhan. gerakan ikan nila tidak seimbang atau oleng. saat disentuh linea lateralisnya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut dan menghindari sentuhan. Hubungan – hubungan ddengan sel syaraf adalah kmplek. menghindari sentuhan. nervus olfactorius (NI) mempunyai fungsi berhubungan dengan bau-bauan.12. Setelah disentuh linea lateralis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut. Saat disentuh ekornya.bersinaps dengan pusat penglihatan yang berada di korteks otak.gerakannya naik turun atau lebih lambat. Otak bagian depan menjadi lebih berkembang. Saat disentuh kepalanya.12. tetapi tidak ada dua reseptor yang benar-benar sama. ikan nila menghindari sentuhan.4 Penciuman Menurut Rachman (2003). 4. membelok menghindari sentuhan. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan hidung untuk mencari makanannya. terutama untuk mengecap rasa pahit menunjukan fungsi protektif karena pada pahit dianggap sebagai pengingat akan adanya ancaman senyawa foksis potensial (Isnaeni. sel reseptor di retina memerlukan strujtur pendukung berupa mata. indra pengecap terdapat pada sejumlah bagian mulut dan faring dan bahkan di beberapa jaringan kulit kepala. pada vetebrata tingkat rendah. ikan nila menjauhi rangsangan. berkas ini menghubungkan sel-sel pembau dengan bulbus olfactory. ikan nila menghinda.

Saat diberi rangsangan. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. tidak menunjukkan respon sama sekali saat diberi sentuhan. Saat diberi rangsangan berupa gelombang. fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya. menunjukan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakukan sebagai kontrol saat diberi rangsangan berupa suara. antenna dan antenula. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) selalu bergerak. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) kaki renang dan antelanya bergerak. 4. statocyst (alat keseimbangan).2. Sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. saat diberi perlakuan sebagai kontrol yaitu diberi kejutan berupa suara. dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. namun kurang luas untuk mengamati gerakan ikan dan udang. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Hal ini sesuai dalam Rachman (2003). Jadi saat semua siripnya dipotong.3 Faktor Koreksi Dalam praktikum system syaraf terdapat beberapa hal yang menjadi factor koreksi yaitu: Ikan Nila (Oreochromis niloticus) diusahakan tidak dalam kondisi stress sehingga proses pengamatan bisa optimal Ketidaktelitian praktikan delam mengamati perubahan gerak pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) dapat mempengaruhi hasil pengamatan sehingga data yang diperoleh tidak valid Toples menang mempermudah pengamatan karena permukaan kaca cembung. 4. udang galah menghindari sentuhan. Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. udang galah tidak menunjukkan respon. kaki renang dan capitnya bergerak dan saat diberi sentuhan udang galah loncat ke belakang. ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). lalu diberi rangsangan berupa suara kaki renangnya bergerak. Berdasarkan pengamatan semua kelompok. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat diberi rangsangan karena sirip yang memberikan kendali terhadap pergerakan ikan sudah tidak berfungsi lagi. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) antenanya bergerak dan mendekati arah datangnya suara. Menurut Yuwono dan Purnomo (2001): · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan mengoleng. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat dibei rangsangan. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. 2005). jaga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip peluik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan sirip anal mengontrol gerakan menggulung. hasil pengamatan semua kelompok menunjukkan bahwa gerakan ikan nila menjadi tidak seimbang atau oleng. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menjadi tidak seimbang atau oleng. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. Lalu saat diberi rangsangan berupa gelombang antenanya bergerak dan melawan arus. Kemudian saat diberi perlakuan dengan capitnya dipotong. .perlakuan dengan dipotong semua siripnya. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. Kemudian saat diberi rangsangan berupa sentuhan.2 Reaksi Syaraf pada Udang Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. gerakan mengoleng dan gerakan menggulung.

Ia tidak seperti sistem saraf yang dibangun berdasarkan susunan tingkat khusus. Aktivitas ini dikoordinasi oleh system saraf yang ada pada bagian-bagian tersebut v Sirip-sirip ikan dan linea lateralis merupakan bagian-bagian yang menyusun sitem keseimbangan tubuh ikan v Ketika diberi perlakuan dengan sumber bunyi arus dan sentuhan udang cenderung menggerakkan bagian-bagian tubuhnya seperti antenula dan kaki karena mengandung jaringan syaraf untuk berkomunikasi dengan lingkungan. sistem endokrin itu sendiri juga beraneka ragam dan heterogen.1 Kesimpulan Dalam praktikum syaraf dapat disimpulkan bahwa: v Sistem syaraf merupakan system yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinggi diantara system organ yang lain dalam tubuh v Sistem syaraf ada 2 macam yaitu syaraf otonom dan syaraf pusat. syaraf pusat dikendalikan oleh otak dan sumsum tulang belakang. et. kepala. dan diberi kejutan suara.4. otak depan.2 Saran Pada praktikum FHA materi syaraf diharapkan praktikan lebih teliti pada pengamatan ikan dan udang yang telah disentuh. dan otak belakang.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang bisa diambil dalam praktikum system syaraf adalah Dapat mengetahui mekanisme syaraf pada ikan dan udang Dapat mengetahui bagian-bagian tubuh pada ikan dan udang beserta fungsinya Udang yang dipotong matanya bisa mempercepat proses kematangan gonad Dapat mengendalikan gangguan-gangguan lingkungan sekitar terhadap kehidupan ikan nila dan udang galah. Sistem endokrin bukan unit struktural. Sedangkan pada system syarafnya tangga tali v Mekanisme jalannya implus saraf adalah rangsang ke reseptor ke otak kemudian ke efektor dan selanjutnya ke interneuron v Ikan yang disentuh bagian linea lateralis.1 Pengertian Endokrinologi Sistem endokrin suatu sistem yang mempunyai peran dalam sekresi hormoon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh (Noer dan Widowati. 5. 5. Menurut Gordon. berdasarkan pada neuron sebagai unit fundamental. 2007). Syaraf otonom dikendalikan oleh simpatik dan para simpatik v System syaraf pada ikan lebih lengkap atau komplek daripada system syaraf pada udang v Bagian otak ikan ada 3 bagian yaitu otak tengah. KESIMPULAN DAN SARAN 5.al (1977). dorsal. dan ekor cenderung bergerak menghindari karena merasa ada bahaya yang mengancam dirinya. Mereka mungkin terbentuk dari kelenjar yang . Tempat ikan dan udang diharapkan lebih luas agar pengamatan mudah. dipotong. Sel endokrin menyebar di seluruh tubuh. ENDOKRINOLOGI 1. PENDAHULUAN 1.

jaringan chromaffin. 2006). otot polos maupun otot jantung (Noer dan Widowati. dkk. 2007). bahkan mengatur kontraksi otot bergaris. badan stanius dan organ pineal. dkk. pertumbuhan perkembangan seksual dan metabolisme adalah tiga proses tubuh dalam pengendalian sistem hormon yang eraksi secara terhadap sepanjang waktu. badan stanius dan organ pineal. Kelenjar tiroid. Sekret dari endokrin dinamakan hormon (Isnaeni. Pada ikan kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar endokrin yaitu hypophysa(pituitary). memadukan aktivitas organ-organ dan jaringan hewan multi sel yang kompleks.2 Kelenjar Penghasil Hormon Menurut Effendie (1972). Sekresi beberapa hormon secara langsung dikendalikan oleh kebutuhan akan hormon tersebut Dalam beberapa kasus. mengatur perkembangan organ kelamin primer. ultimobranchial. Kelenjar endokrin mengeluarkan ormon ke dalam aliran darah dan bukan ke dalam saluran yang menuju ke luar tubuh atau ke dalam salah satu organ internal seperti halnya kelenjar eksokrin. thyroid. pertumbuhan organ maupun tubuh.4 Hormon dan Fungsinya Hormon adalah suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit olaeh sel-sel endokrin ke dalam cairan jaringan atau sistem vaskuler (Junquiera dan Carneiro. 1980 dalam Rustidja. pulnu Langerhans dalam pankreas dan jaringan internal. Konsentrasi ion gula. Karena hal tersebut. Pankreas mensekresi enzim pencernaan melalui saluran dan hormon yang dibawa oleh darah (Villee. paratiroid. berperan dalam metabolisme zat-zat makanan. ulltimabranchial. Tiap jenis hormon disekresi secara khas oleh sel-sl tertentu yang merupakan kelenjar endokrin (Villee..5 Reproduksi Buatan . jaringan chromoffin. kelenjar itu sering disebut kelenjar sekresi internal. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui sistem pambuluh. secretin. sel-sel gamet dan ciri seks sekunder.menghasilkan satu sampai beberapa hormon atau muncul sebagai jaringan atau sebagai sel individu. merupakan sistem endokrin yang bersama-sama dengan sistem saraf. Padaikan. Hormon merupakan suatu bahan kimia yang disintesis dari sel-sel maupun jaringan kelenjar endokrin. Hormon yang dihasilkan kelenjar tadi mempunyai sifat sebagai pengatur kimiawi terhadap jaringanjaringan atau sel-sel somatis tertentu di dalam pembuluh. 1988) Menurut Rachman (2003). kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar yaitu hypophysa (pituitary) thyroid. Sistem endokrin juga memegang peran penting dalam pemeliharaan lingkungan dalam yang tetap. pipituitari dan adrenal hanya berfungsi dalam ssekresi hormon dan merupakan kelenjar tak bersaluran yang sebernarnya. 1. 1. 1988). Hormon yang dihasilkan berperan dalam berbagai hal antara lain.. Jaringan-jaringan lain yang mengkin berfungsi sebagai kelenjar endokrin ialah renin. Sistem ketiga untuk mencapai pengaturan dari dalam produksi hormon digambarkan dalam hubungan antara TSH dan Tiroksin 1. Mesenjer (pembawa pesan) kimiawi yaitu hormon.a air dan berbagai garam dalam (ES dipertahankan dalam batasan sempit olh aksi hormonal. mengatur keseimbangan cairan tubuh. respon sustu kelenjar terhadap kadar zat yang diatur mungkin menjadi lambat. Sistem endokrin disebut juga sistem kelenjar buntu yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusu untuk mengeluarkan skretnya. Paling tidak ada tiga mekanisme yang dipakai oleh hormon untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui siatem pembuluh. 1996). Menurut Kimball (1983). gonad. secretin.

Untuk ikan mas. di lepas ke dalam bak pemijahan kemudian bak pemijahan ditutup rapat pemijahan akan terjadi pada malam hari 8-12 jam setelah penyuntikan Menurut Sunarma (2007). penyuntikan hormon dilakukan untuk merangsang terjadinya peningkatan proses fisiologis reproduksi akibat adanya peningkatan jumlah hormon dalam tubuh.7 Keunggulan Hipofisasi Pematangan gamet pada induk jantan dan betina dapat dilakukan melalui penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa. Dosis yang diperlukan dapat ditentukan berdasarkan lingkar badan dengan selang pemberian dua atau tiga kali. Gametogenesis secara umum diartikan mekanisme produksi gamet pada hewan (Guyer and Charles. menyatakan bahwa perubahan jenis kelamin secara alami adalah perubahan kelamin yang disebabkan oleh faktor lingkungan dengan bawaan genetiknya tidak berubah. Pada jantan proses tersebut disebut spermatogenesis dan gamet disebut spermatozoa (bentuk tungglanya sprma ). cara penyuntikan dan pelepasan induk antara lain: induk disuntik pada siang atau hari kelenjar hipofisa yang telah disiapkan yang telah disiapkan. agar dapat memberi peluang lebih besar kepada spermatozoa memasuki telur (Rustidja.8 nm selama 6 detik pada suatu titik penembakan yaitu 216 bagian ventral tubuh ikan dengan frekuensi penembakan satu kali dalam seminggu adalah 5 mW x 6 detik x 1 titik =30 mW atau 0. 1982 dalam Rustidja. 1. 1.8 Teknik Penyuntikan Menurut BPBAT (2007). 2000). media fertilisasi diusahakan tidak terlalu banyak.6 Proses Maturasi Pada Pemijahan Ikan Secar Alami Dan Buatan Organisme dewasa (matang). penggunaan atau penyuntikan kelenjar hipofisa ayam boiler dalam teknik hipofisasi dapat mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan prosentase ovulasi. 1989). daya tetas telur serta survival rate larvae ikan lele dumbo sampai umur tiga hari. Yatim (1983) dalam Rustidja (1998). sehingga dapat diperoleh individu berjenis kelamin yang diinginkan. Sedangkan perubahan jenis kelamin buatan merupakan suatu upaya untuk mengubah jenis kelamin dengan menggunakan hormon steroid sebagai perangsng. benih sel mulai beraktivitas dan mengalami proses maturasi yang melibatkan sel selanjutnya yang hasil akhirnya memproduksi gamet fungsional. hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan merangsng ovarium dapat mendorong pengeluaran telur oleh ikan tersebut (Rustidja. Menurut Masrizal dan Azhar (2005). Secara prisip penambahan hormon dapat dilakukan baik melalui penyuntikan maupun . selang penyuntikan pertama dengan kedua berkisar 6 sampai 8 jam (Woynorovich dan Horvart. untuk sselanjutnya menggertak hipothalamus untuk memproduksi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dengan dilepaskannya Gnrh ini akan merangsang hipofisa anterior untuk mengeluarkan hormon gonadotropin. 1. fertilitas. pada betina ova (bentuk tunggal ovum) hasil dari oogenesis. tingkat kematangan. 2000).030 w detik =0. hanya karakter kelaminnya saja yang berubah.030 joule.Fertilisasi secara buatan mengupayakan bagaimana telur dan spermatozoa dapat bertemu dengan kondisi yang baik. Energi yang dihasilakan akibat dari sinar laser berkekuatan 5 nW dengan panjang gelombang 632. 1964). setengah disuntikan pada induk jantan dan setengahna lagi pada induk betina penyuntikan dilakukan pada bagian punggung dengan memasukkan jarum suntik mirng 45 0 sedalam kurang lebih 2 cm induk yang telah disuntikkan.

artinya 1 kg ikan donor hypophysanya dapat disuntikan ke ikan resipien yang beratnya 1 kg atau untuk 1 kg ikan yang akan disuntikan membutuhkan 2kg iakn donor. masukkan hormon dengan menekan spuit secara perlahan hindari adanya stres belebihan pada ikan dan cabut jarum suntik secara perlahan guna menghindari adanya pengambilan hormon keluar tubuh. menggunakan perbandingan lain yaitu perbandingan antara berat gonad segar (gram) dengan panjang ikan (mm) dan menamakan indeks yang didapat “Gonado Index” (GI) dengan perumusan: . 1. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan penyuntikan. serto dalam keadaan sehat (Sumantadinata. Dosis yang digunakan untuk jenis ikan mas adalah 4 mg ePG kering 1 kg berat tubuh untuk betiana dan separuhnya untuk ikan jantan yaitu untuk mendapatkan sperma yang segar. hipofisasi merupakan salah satu teknik untuk mempercepat pemijahan ikan melalui injeksi kelenjer hipofisa. Hipofisasi dapat dilakukan dengan menyuntikan suspensi kelenjar hipofisa pada tubuh ikan yang akan dubiakkan. dengan menggunakan rumus : Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati Harga satuan sehingga mudah melihat dan mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi. Namun mengingat banyaknya organ dalam yang mungkin terganggu saat penyuntikan dilakukan penyuntikan inta-muscular lebih banyak digunakan. Ikan yang sudah dihipofisasi ini kemudian dimasuukan ke dalam bak. dilakukan penyuntikan pada daerah yang memiliki daging tebal untuk menghidari penyuntikan terkena tulang. Apabila tidak ada cPG bening maka dapat digunakan cPG belum yaitu langsung mengambil kelenjar hypofisa ikan mas dengan rasio perbandingan berat antara ikan donor dengan resipien adalah 1:1 atau 2:1. 1981). semakin dekat posisi penyuntikan dengan organ target (gonad) peluang keberhasilan semakin besar.10 Syarat Ikan Donor dan Resipien Menurut Sumantadiata (1981). sudah matang kelamin dan bukan ikan yang baru selesai memijah. diantaranya gunakan jarum suntk yang tajam (jika memungkinkan gunakan single use syringe). Kelenjar hipofisa ini terletak di bawah otak sebelah depan. mengansung hormon gonadotropin yang berfungsi untuk mempercepat ovulasi dan pemijahan. ikan donor adalah ikan yang akan diambil kelenjar hipofisanya. 1.melalui oral. 1.11 GI Perbandingan lain yang dapat digunakan untuk menentukan nilai indeks kematangn gonad adalah “ Gonado Index” (GI) oleh Balts (1972) dalam Wahyuningsih dan Teranal (2006). Menurut Milne (1999) dalam Muslikhin (2008). Metode penyuntikan lebih umum digunakan baik penyuntikan melaui bagian punggung (intra-muscular) ataupun melalui bagian perut (intra-peritonial). ditambahkan NaCl fisoilogis 9% atau dapat juga menggunakan cairan untuk infus (dengan ukuran 1 mm setiap mg kelenjar hipofisa) kemudian dicampur sampai homogen dan siap untuk disuntikkan. Ikan donor sebaiknya masih satu jenis dengan resipien atau masih dalam satu family masih dalam keadaan segar (mati tidak lebih dari 1 jam).setelah cPG tersedia diambil dan digerus dengan penggerus BELUM sampai halus.9 Teknik Hipofisasi Menurut Rustidja (2006). yaitu perbandingan antara berat gonad segar (garm) dengan panjang iakn (mm).yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50 % untuk penyunikan kedua dari total dosis dengan selang pemberian 8 jam. cara untuk mendapatkan telur dan spema segar bbiasanya menggunakan teknik penyuntikan dengan kelejar hipofisa. Penyuntikan dilakukan secara intra muscular. Bats (1972) dalam Effendie (2002). Ikan resipien yang akan disuntik sebaga ikan yang akan dipijahkan harus sudah matang telur bagi yang betina dan matang sperma bagi yang jantan. Pada dasarnya.

13 Tingkat Kematangan Gonad Menurut Sjafei. apakah ikan sudah memijah atau belum. Semakin tinggi tingkat kematangan gonad. selanjutnya dilakukan pembedahan dan bagian perut dan gonadnya dikeluarkan dan ditimbang. kemudian berat gonad akan menurun dengan cepat selama pemijahan sampai selesai. Pematangan kematangan gonad dilakukan dengan 2 cara yang pertama cara histologi dan dilakukan dalam laboratorium atau dilakukan di lapang. faktor utama yang mempengaruhi kematangan gonad ikan antara lain adalah suhu dan makanan. kenapa terjadi pemijahan.2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan sebagian besar kelompok menyatakan kondisi ikan . perubahan-perubahan keadaan gonad itu dinyatakan dengan tingkat kematangan gonad (TKG). Untuk mengetahui perubahan yang terjadi di dalam gonad. dkk. beberapa kali memijah dalam satu tahun dan sebagainya.Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 . Tetapi di daerah tropik faktor suhu secara relatif perubahannya tidak besar dan umumnya gonad dapat masak lebih cepat. Keterangan tentang kematangan gonad ikan diperlukan antara lain untuk mengetahui perbandingan ikan yang matang gonad dan yang belum dari stok yang ada dalam perairan. 4. 1. sebagian besar energi hasil metabolesme dipakai untuk perkembangan gonad. dkk (1988). GSI (Gonado Somatic Imdex ) ialah perbandingan antara berat gonad dengan berat tubuh ikan nila. Cara mendapatkan yakni setelah induk ikan betian matang gonad. kemudian induk tersebut diambil dengan ditimbang. menggunakan “Gonado Index” dengan rumus Gonado Index (GI) Wg/L3 x 107 . secara kuantitatif dinyatakan dalam GSI atau “Gonado Somstic Index” yang dinyatakan dalam rumus : GSI = (BG)/ (BT-BG) x 100% Dimana : BG = berat gonad BT = berat tubuh 1. semakin besar diameter telur di dalam ovari. dalam meneliti perkmbangan gonad kan kerapu (hermaprodit) Ephinephelus taurina (forskal) dari pulau Tiomar dan Serawak di Perairan laut Cina Selatan. Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati harga satuan sehingga mdah melihat dan mendekati perubahan-perubahan yang terjadi. Berdasarkan penelitian. diameter telur di dalam ovari mempunyai kisaran ukuran tertentu dan adaukursn diameter yang paling banyak frrekuensinya. Menurut effendie (1978) dalam Rustidja (2000). Satuan GSI adalah Persen/ untuk mencari GSI dengan menggunakan rumus : GSI = Wg/WT-Wg x 100% Dimana : Wg = berat gonad (gram) Wt = berat total tubuh (garm) Nilai persentase GSI akan semakin meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat akan terjadi pemijahan .12 GSI Menurut Rustidja (2000). ukuran atau umur ikan pertama kali mijah. satuanya gram. beberapa lama saat pemijaha. sebelum terjadi pemijahan. satuannya gram. Berat gonad akan mencapai maksimum pada saat ikan akan memijah. Tantan dalam Effendie (2002). di daerah bermisim empat. Menurut Jayatisoka. (1993). pada setiap tingkat kematangan gonad (dari TKG sampai dengan TKG V) tertentu.

78. induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. sisik mengelupas.26 dan nilai GI terendah pada kelompok 2 sebesar 9. Nilai GSI dan GI sebanding lurus.Pembuatan supernatan tidak secara maksimal . penyuntikan dilakukan secara muscular. air aquarium jernih. menyatakan bahwa klasifikasi indeks gonad ikan kerapu betina: 4.Hypofisa yang berukuran kecil terkadang dapat terlewatkan atau bocor duluan karena cara pengambilan tidak tepat . air bening dan genital kemerahan. Jadi kelompok yang memiliki GSI yang tinggi seperti kelompok 5 yaitu sebesar 17. perut lembek.95% dan nilai Gsi terendah pada kelompok 2 sebesar 53. intraperitorial (di perut) di tempat ini dikhawatirkan hipofisa terkena organ-organ dalam pada perut. Menurut Rustidja (2000). Hal ini sesuai Rustidja (2000). pergerakan lincah. warna tubuh ikan semakin pudar dan kehitaman. Sedangkan pada akhir pengamatan (setelah 12 jam disuntik hipofisa) ikan banyak mengeluarkan feses. kepalanya bulat. Menurut Rustidja (2000). nilai prosentase GSI akan meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat terjadi pemijahan.setelah disuntik hipofisa (pada awal pengamatan). lubang genital pucat. Ikan yang sudah dihipofisa ini kemudian dimasukkan ke dalam bak. yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50% untuk penyuntikan kedua dari total dengan selang pemberian 8 jam. sehingga akan mempengaruhi kecepatan reaksi hypofisa terhadap kematangan gonad 4. Dari hasil pengamatan endokrinologi yang telah dilakukan. dapat diperoleh data GSI sebagai berikut GSI tertinggi adalah kelompok 5 sebesar 17. Hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan meransang ovarium mengeluarkan hormon steroid yang merupakan mediator langsung proses pemijahan. dan lubang genital pucat.26% dan nilai GI tertinggi pada kelompok 5 sebesar 53.95% sudah siap memijah daripada kelompok lainnya. Pada praktikum terdapat beberapa penyuntikan hipofisa antara lain intramuscular (di otot) pada otot terjadi aliran darah maka hipofisa dapat disalurkan ke otak. ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hypothalamus dengan dilepaskannya GnRH ini akan meransang hipofisa anterior untuk mengeluarkan gonadotropin hormon. Berdasarkan hasil perhitungan kelompok 3 didapatkan hasil GSI 6. warna genital kemerahan dan pergerakan lincah.3 Faktor koreksi Pada praktikum endokrinologi ini terdapat faktor koreksi antara lain : . perut ikan besar. sisik mengelupas.75%.Kesalahan dalam melakukan prosedur kerja sehingga menyebabkan tidak terbentuknya endapan pada larutan Na Fis + hypofisa .4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum endokrinologi dibidang perikanan antara lain : .Kurang teliti dalam perhitungan GI maupun GSI . warna tubuhnya pucat. perut besar. Sesuai pendapat Usniarie (2008). Jadi ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa yaitu gonadotropin. berperut tipis. perut melembek.Dapat mengetahui teknik pengamatan gonad . intracranial (di otak) dibagian ini sangat cepat merespon tetapi mempunyai resiko paling besar karena berhubungan langsung dengan sistem syaraf. alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakkannya lincah.Kurang teliti dalam melakukan penyuntikan hypofisa. Setelah disuntik hipofisa warna tubuh semakin pudar kehitaman. Hasil GI yang didapatkan 12 dan menurut Effendie (1997). Pada kelompok 3 pada awal penyuntikan hipofisa pada ikan diketahui warna tubuh pucat.Kurang telitinya dalam mengamati tingkah laku ikan .

PENDAHULUAN 1. 10. dan 12.. jaringan chromaffin. gonad. 11. Syarat ikan resipien yaitu sudah matang telur atau sperma dan dalam keadaan sehat.12 gr/mm³.55%. Syarat ikan donor adalah masih satu jenis dengan ikan resipien atau masih satu family.Dapat memperbanyak benih ikan . 17.78 gr/mm³. Sistem endokrin adalah suatu sistem yang mensekresi hormon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh. 12. perutnya semakin membesar. 6.86%.75%. dan 23. 23.95%. 4.92 gr/mm³. 12.2 Saran Sebaiknya dalam proses pembelian ikan dicek terlebih dahulu jantan-betinanya agar tidak salah dan data hasil pengamatan bisa lebih valid.Mengetahui cara meningkatkan kematangan gonad ikan sehingga dalam usaha budidaya akan mendapatkan banyak keuntungan karena ikan cepat matang gonad . 26. KESIMPULAN DAN SARAN 5.18 gr/mm³. daya tetas telur serta survival rate larva ikan.Mengetahui cara pengambilan dan letak hypofisa ikan . ikan betina yang dihipofisasi gerakannya semakin lambat.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. GSI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan berat ikan. tidak baru selesai memijah. umur. Hormon merupakan suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit oleh sel-sel endokrin kedalam cairan jaringan atau sistem vaskuler. mengeluarkan lendir. sperma didefinisikan sebagai larutan . 9. Kelenjar penghasil hormon antara lain : hypophysa (pituitary).Dapat mempercepat pematangan gonad . 6. TKG yaitu perubahan-perubahan keadaan gonad yang dipengaruhi oleh jenis spesies. fertilitas. Nilai GSI ikan dari kelompok 1 sampai 8 adalah 13. dan warnanya semakin cerah. ukuran dan fisiologi individu. 5. 7. tingkat kematangan. TEHNIK PENGAWETAN DAN PEWARNAAN SPERMA 1.83%.Mengetahui cara perhitungan GI dan GSI terkait dengan tingkat kematangan gonad 5. 5. 12. Keunggulan hipofisasi yaitu mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan ovulasi. 3.97 gr/mm³.91%. pulau langerhans dalam pankreas dan jaringan interrenal.05 gr/mm³. Sedangkan ikan jantan perutnya semakin besar dan keras.94 gr/mm³. Sedangkan nilai GI secara berturut-turut yaitu 33. 5. 8.82%. matang kelamin. ultimobranchial. thyroid. lubang genital kemerahan.12%. dalam keadaan segar. 14. 8. Berdasarkan data pengamatan. 9. 2. GI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan panjang ikan.1 Pengertian Sperma Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Arie (2008). 53. lubang urogenitalnya putih dan bila ditekan perutnya mengeluarkan sperma.26 gr/mm³.

Mitokondrion mengelilingi bagian atas flegelum dan menyediakan energi untuk gerakan pukulan cambuk (Kimball. pada bagian kepala mengandung bahan genetik (inti sel) yang dilapisi oleh akrosom dan membran plasma.2 Pengertian Spermatozoa Menurut Soeparna (1980) dalam Arie (2008). Sedangkan “makhluk” kecil yang berenang-renang di dalam semen disebut spema. (2) dua sentriol dan (3) ekor. antifertilizin. 1. spermatozoa merupakan sel padat dan sangat khas. Sementara. Ekor sperma berguna sebagai organ renang. Pada saat di keluarkan dari alat kelamin jantan. semata-mata hanya untuk membuahi telur pada jenis yang sama. Salah satu dari sentriol. bagian ekor terdiri dari bagian tengah yang mengandung mitokondria. enzim-enzim ini berguna dalam proses fertilisasi telur. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa (Rachman. atau salah satu bagian dari alat reproduksi ikan. yang merentang sepanjang ekor. Bagian kepala berbentuk membulat (spherical) dan bagian leher mengalami reduksi. Secara keseluruhan. Inti spermatozoa terdapat pada bagian kepala yang mengandung kromosom. spermatozoa beada dalam seminal plasma. tidak tumbuh atau membai diri serta tidak mempunyai peranan fisiologis apapun pada hewan yan menghasilkannya. cahaya memanjang 10 sampai 20 kali dari panjang ekornya. 1992 dan Rustidja. yang merupakan sumber energy bagi sperma. terdiri dari kepala dan ekor.3 Anatomi Sperma Sebuah sel sperma terdiri atas (1) kepala. akrosin. Menurut Isnaeni (2006).5 Fisiologi Spermaozoa Wildan (1990) dalam Rustijda (1999). menyebutkan bahwa spermatozoa dapat mengeluarkan “ androgamen” yang terdiri dari enzim hyaluronidase.4 Morfologi Spermatozoa dan Gambar Secara morfologis spermatozoa terdiri dari 2 bagian. yaitu bagian kepala dan bagian ekor. Menurut Decky (2008). pada jantan ini dikenal sebagai spermatogenesis. merupakan badan basal dari flagellum. 1. dan gametnya disebut spermatozoa (sperma tunggal). bagian ekor sangat diperlukan untuk membantu pergerakan sperma. . 1983). Menurut Guyer and Charles (1964). morfologi spermatozoa ikan mas sangat sederhana. Mitokondria sanat penting dalam pembentukan ATP. Campuran seminal plasma dengan spermatozoa disebut milt. Gambar 9:gambar Morfologi Spermatozoa 1. dan tiap kromosom mengandung gen pembawa sifat. dan zat penelur. di pusat kepala sperma terdapat inti sperma. Menurut Rustidja (2000). yang menyimpan sejumlah kode / informasi genetic yang akan diwariskan kepada keturunannya. 1999). cairan putih dan kental yang dikeluarkan dari alat kelamin lelaki saat ejakulasi disebut semen. yang mengandung kromosom dalam keadaan kompak dan inaktif. Di belakang kepala sperma terdapat bagian tengah sperma (sering disebut leher) yang banyak menyimpan mitokondria.spermatozoa yang berada di dalam larutan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testes. bagian utama dan bagaian ujung terdiri dari fibril-fibril (Partodiharjo. 2003). pengertian semen berbeda dengan sperma. 1. Spermatozoa pada ikan sangat simple.

Kemudian diikuti pembelahan kedua. . jumlahnya haploid. Peran aktif spermatozoa sebagai gamet jantan sehingga penting dalam keberhasilan munculnya individu baru oleh karena itu di dalam reproduksi sering diperlukan adanya standart kualitas spermatozoa (Saylar. reticulum endoplasmic.kepalanya berbentuk bola dengan kromatin lebih tebal dan mengecil pada bagian belakang (intermediate). kualitas sperma menurun setelah Januari. choromosom memendek dan menebal. Ini merupakan gamet yang masak disebut spermatozoa.1969 dalam Rachman. Kemudian dari tetrad menjadi 2 sel dengan n chromosom yang dinamakan spermatocyte sekunder atau 2 n chromatid. Kemampuan gerak dan daya memijahnya masih lemah. Sprmatozoit sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. Spermatozoa memiliki organe-organel yang sangat sedikit dibandingkan sel lainnya. Proses ini meliputi poliferasi spermatogonia melalui pembelahan mitosis yang terulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. lalu terbentuk spermatid yang akan menjadi spermatozoa atau sel sperma yang disimpan dalam testes dan berada dalam keadaan dorman (istirahat) sampai induk jantan siap memijah. 2003). Menurut Suminto (1993) dalam Sylar (2007). November. Beberapa minggu kemudian setelah periode pematangan sperma dapat digunakan periode spermiasi dapat berlangsung beberapa bulan. Pembentukan spermatozoa dari spermatogonia di dalam testis disebut spermatogenesis. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan koagulum mangalir. perkembangan spermatozoa bermula dari tiap spermatogonium ertambah ukrannya dan dnamakan spermatocyte primer. Proses metamorphose spermatid sering dinamakan “spermatogenesis” (Hoar. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. Secara struktur ada sua bagian yaitu kepala dan ekor. dkk. tiap spermatid mengalami metamorphose. Pada spermatocyt primer. tetapi belum sampai pada saluran different (spermiasi) pada ikan Oktober. spermatocyte primer kemudian menjadi spermatocyte sekunder. bahwa secara structural spermatozoa sebagai sel yang terperas sangat sedikit sekali kandungan sitoplasmanya.7 Proses Pembentukan sperma Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahsa yunani kuno yang berarti benih dan makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi jantan. 1. Spermatogonia primitif akan aktif membelah secara mitosis di dalam testis.8 Proses perkembangan spermatozoa dan Gambar Menurut Kastowo ( 1982 ). tampilannya seperti jelly. Sel sperma akan membentuk zigot. bentuk spindel dan susunan tetrad secara random pada bidang equatorial. lazimnya. Februari (Sjafei. 2007). Spermatozoa tidak memiliki libosom. 1993). 1. Menurut Woynarovich and Horvath (1980) dalam Rustidja (2000).6 Spermiasi Spermatozoid dikeluarkan dari siste dan menampak diri pada cahaya tebal antara September dan Oktober. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. 1. Spermatocyte primer kemudian pecah menjadi 4 spermatid masing-masing terdiri n chromosom. perkembangan spermatozoa ikan mas tidak jauh berbeda dengan sel telur. Dan sebaliknya spermatozoa memiliki banyak sekali mitokondria yang letaknya sangat strategi untuk mengefesiensi energi yang diperlukan. dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi). Menurut Winarno (2007). dan golgi.

berwarna putih susu. 2007). 2000). sperma disebut baik jika terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum. berwarna agak keputihan. 1.9. 1981 dalam Rustidja. Sel germinal ini di dalam perkembangan selalu bersama-sama dengan sel sentroli. Selain tampilan sperma secara makroskopis hasil pemeriksaan secara mikroskopis lebih menentukan kondisi kualitas kesuburan sperma. dalam pengalihan metabolit dan hormon dan penyerapan kembali sel yang mengalami degenerasi. fasilitas dan daya tetas telur ikan mas. Spermatogenesis adalah perubahan bentuk dari sel kelamin jantan primodial yang disebut spermatogonia menjadi spermatozoa. 1.10 Viabilitas Sperma Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum dan baunya khas sepertikaporit (Winarno.9 Kualitas Sperma 1.2 Makroskopis Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih darii 2 ml dalam sehari ejakulasi. Sel sentroli ini mempunyai peran sangat penting sebagai sel pendukung. Koagulum berisi zat gula (fruktosa) yang berfungsi sebagai sumber energi spermatozoa. Persediaan energi tergantung pada asupan nutrisi. Dibawah mikroskop terlihat sperma dengan kepadatan tinggi dan semuanya berbentuk normal serta pergerakannya sangat aktif. Hardjopranjoto (1995) dalam Rustidja (2000). perkembangan sel-sel germinal jantan terjadi di dalam kantong atau siste (cyste) yang dibuat oleh sel-sel sentroli. Penurunan suhu dari suhu kamar ke suhu dingin dan suhu baru perlu di lakukan secara bertahap untuk menghindari cold shock (Tali here. Tiga parameter penting yang menentukan kualitas sperma secara mikroskopis adalah konsentrasi spermatozoa. Spermatogenesis berlangsung didalam tubuh atau lubus tekstikular. sperma yang berkualitas baik terlihat seperti susu kental.Menurut Sjafi. bentuk normal spermatozoa dan kemampuan gerak spermatozoa (Winarno. Pemebntukan siste berawal dengan pembelahan mitosis.11 Motilitas Sperma Lama penyinaran sperma berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa pasca pembekuan.9.3 Biokimiawi Menurut Kilawati dan Feni (2005).dkk (1993).9. menyatakan bahwa lama hidup spermatozoa sangat tergantung kepada persediaan energi yang terkandung di dalam tubuhnya. perbedaan umur pejantan yang berpengaruh terhadap kualitas sperma ini disebabkan oleh perbedaan energi yang ada dalam sel sperma. berdasarkan hasilpengamatan makroskopis dan mikroskopis terhadap sperma segar hasil stripping dari induk donor ikan mas (Cyprinus carpio) yang digunakan untuk pembekuan memiliki kualitas yang bagus dan motilitas tinggi yaitu 80 – 85 %. Menurut Winarno (2007). 1.1 Mikroskopis dan Gambar Menurut Pangestuningtyas (1993) dalam Arie (2008). penuh dan membuyar dengan mudah ketika diteteskan dalam air tawar atau garam fisiologis. Menurut Rustidja (2000). 2007). Gambar 10 : gambar Proses perkembangan spermatozoa 1. Semakin lama sperma disimpan akan terjadi penurunan . 1.

6. Tetapi LH secara tidak langsung dibutuhkan untuk produksi sperma. 2000). Pembekuan sperma dilakukan dengan menyimpan sperma pada suhu -196⁰ c dalam nitrogen cair. 2. 1. Provervasi adalah pengawetan. Memperbanyak volume semen. Ini juga perlu untuk produksi sperma. Pemakaian bahan pengencer dimaksudkan untuk mengurangi aktifitas spermatozoa sehingga menghambat pemakaian energi dan dapat memperpanjang hidup spermatozoa tersebut. 2000 ). penjagaan atau perlindungan. 1995 dalam Rustidja. tapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi spermatozoa ikan mas. Proses terbentuknya.14. Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah perubahan pH akibat pembentukan asam laktat dari hasil metabolisme sperma. Melindungi spermatozoa terhadap Cold Shock. testosteron dibuat oleh selsel yang disebut sel intestenum yang terdapat di tubulus seminifer. hormon yang dibentuk adalah testosteron yang merupakan hormon kelamin jantan yang utama. 1. . Berkurangnya aktifitas spermatozoa menyebabkan produksi asam laktat menurun sehingga penurunan PH menjadi terhambat akibatnya mengurangi pengaruh negatif terhadap kehidupan spermatozoa (Hardjoprajata. karena testosteron juga penting untuk proses tersebut. Menurut Kawan (1998) dalam Rustidja (1999). Selama proses pembekuan berlangsung spermatozoa akan mengalami kejutan dingin (Cold Shock) untuk menghindari terjadinya cold shock selama proses pembekuan.13 Hormon Yang Mempengaruhi Sperma Menurut Kimball (1983).1 Fungsi Ekstender Menurut Toelihore (1985) dalam Rustidja (1999) menyebutkan beberapa fungsi ekstender yaitu : 1. Konsep kriopreservasi bias juga digunakan dalam preservasi sperma dengan mempertahankan viabilitas sel melalui reduksi atau interupsi fungsi metabolism bahan biologis (Wira.1 Ekstender 1. bahan pengencer harus ditambah zat anti beku (eryoprotentart) dan penurunan suhu harus dilakukan secara perlahan-lahan dan bertahap (Rustidja.terhadap motilitas. LH dan testosteron. untuk merangsang produksi sperma. 5. dan daya tetas telurnya ( Rustidja. Sebaliknya sel-sel intestenum ini merupakan sel terget hormon LH. Hormon kedua kelenjar hipofisis. Sedangkan kriopreservasi adalah penyimpanan sel – sel hidup dalam jangka waktu pendek maupun panjang dengan menggunakan dry ice maupun nitrogen cair sebagai bahan pembeku. 2008). 3. 2000). disamping itu sel-sel pemeliharaan (sel-sel testos) mempunyai peranan yang sangat penting (Rustidja. spermatogonia sangat dipengaruhi oleh keadaan hormon-hormon FSH. fertilitas.14. lama dan kecepatan sentrifugasi berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas spermatozoa. Mempertahankan tekanan osmotic dan keseimbangan elektrolit yang sesuai. pemeliharaan. 2000). 1. FSH bekerja langsung pada spermatogonia. Mencegah pertumbuhan kuman.12 Cara Pengawetan Sperma Pengawetan sperma untuk beberapa lama perlu dicampur dengan bahan pengencer yang mampu menjamin kebutuhan fisik dan kimiawinya. Yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar pituitari ( hipofisa) yang terletak di dasar otak. 4. Menyediakan zat – zat makanan sebagai sumber energi bagi spermatozoa.

2. yaitu kadar testosteron yang rendah atau kurang. sedangkan mikroskopis maksudnya yang teramati dengan bantuan alat mikoskop. 0. 2. 3. berwarna keputihan. Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Rustijda (2000).2. apabila spermatozoa yang ada lebih 50 persen mampu bergerak cepat dan lebih 50 persen punya bentuk sel normal.5 g NaCl. Pengencer harus tetap mempertahankan dan tidak membatasi daya fertilisasi sperma. yaitu: 1. Jika sperma berwarna kemerahan mungkin ada peredaran. pengencer tidak boleh terlalu kental sehingga menghalang – halangi pertemuan antara sperma dan ovum dan menghambat fertilisasi.2 Analisa Hasil 4. sederhana dan praktis dibuat namun mempunyai daya preservasi tinggi. Pengencer yang mengandung gliserol dan pengencer air kelapa. Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih dari 2 mL dalam sekali ejakulasi. sperma disenut baik jika memenuhi persyaratab dari aspek makroskopis dan mikroskopis. lazimnya. Selanjutnya. 3. misalnya karena cemas. 4.29 NaHCO3 dan aquadest 100 mL kemudian ditambah kuning telur 10 % dan praso 10% dari volum pengenceran. 79. 130 mm CaCl2. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut keagulan dan baunya khas seperti kaporit. Secara makroskopis maksudnya dapat terlihat mata. Bahan pengencer larutan ringer terdiri dari 7. Pengencer harus memberi kemungkinan pergerakan sperma sesudah pengencer.3 Macam-macam Eksterder Toeliher (1985b) dalam Rustidja (1999) menulis beberapa pengencer yang bisa digunakan adalah pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur dan sitrat kuning telur).1 Pewarnaan Sperma Dari data yang diperoleh diketahui nilai viabilitas (daya tahan hidup sperma) yang tertinggi .2 Syarat Ekstender Iksan (1992) dalam Rustidja (1999). mengemukakan bahwa sebaikanya pengencer memenuhi syarat – syarat sebagai berikut : 1. tampilannya seperti jelly. 22 mm KCl.4 Perbedaan Sperma Ikan Sakit (Stress) dan Ikan Sehat Menurut Winarno (2007). Bahan pengencer larutan fruktosa terdiri dari 103 mm NaCl. kuning telur serta pegencer lainnya. kuning telur 10% dan DM SO4 10%. misalnya amis. morfologi dan motilitas sperma.2H2O.14. Bahan pengecer hendaknya murah.265 gr CaCl2. Dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi).9 mm glyserin. persyaratan untuk bahan pengencer yang akan digunakan untuk menyimpan sperma adalah harus menjamin 14. Pengencer harus mempunyai unsur – unsur yang hamper sama sifat fisik dan kimianya dengan semen dan tidak boleh mengandung zat – zat yang bersifat toksik atau bersifat racun. Jika dalam pemeriksaan laboratoris didapatkan konsentarsi spermatozoa lebih dari 20 juta sel benih dalam tiap mL cairan sperma. mungkin karena ada infeksi. Jika volumenya kurang dari 2 mL saat ejakulasi mungkin itu karena ejakulasi tidak sempurna. konsentrasi sperma baik. dimana sperma masih dapat terlihat agar dapat ditentukan kualitasnya. baik terhasap sperma maupun terhadap betina. Menurut Rustidja (2000) macam-macam larutan pengencer. 4.29 KCl: 0. 3. 14. Bahan engenceran NaCl fisiologis terdiri dari NaCl fisiologis yang dibuat dengan cara melarutkan 9 gr NaCl dalam 1 liter aquadest kemudian ditambah kuning telur 10% dan priso 10% dari volume pengencer.0. mungkin ada masalah hormonal. bila volume saat ejakulasi selalu sedikit (kurang dari 2 mL).30 mm fruktosa. Namun. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan keagulan mengalir. Sedangkan sperma yang berbau tidak seperti seharusnya.

bentuk ekor sperma. Ekstender adalah sebagai pengencer sperma dan berfungsi untuk menghentikan kerja sperma dan untuk pengawet sperma. Jika sperma yang masih hidup tersebut diberi eosin maka larutan tidak bisa masuk ke dalam tubuh sperma. Prinsipnya. Namun pada sperma yang telah mati maka lapisan luar sperma akan rusak dan sperma bersifat basa sehingga sperma berwarna merah.2 Pergerakan Sperma Dari hasil pengamatan pergerakan sperma. jumlah mitokondria yang berfungsi sebagai sintesis protein dan kadar pH. sedangkan untuk yang menggunakan ekstender air kelapa tidak ada yang mengalami pergerakan. Sedangkan untuk nilai viabilitas yang terendah adalah kelompok 2. Hal ini disebabkan karena air laut lebih banyak mengandung zat-zat yang terdapat dalam sperma (Harvey dan Hoar. 4. Dari pengamatan pewarnaan sperma dapat dilihat bahwa gambar di mikroskop didapatkan hampir seluruh media amatan berwarna merah. 1979 dalam Arie. Hal ini mungkin terjadi karena ekstender menyediakan zat makanan bagi spermatozoa dan menjaga kondisinya agar tetap stabil. dapat diketahui dengan cara pewarnaan eosin.2. dapat diketahui nilai motilitas atau pergerakan sperma sebelum diberi perlakuan (ekstender).adalah kelompok 1 sebesar 90% yang hidup dan 10% yang mati. Viabilitas sperma menunjukan proporsi sperma yang hidup. 6 dan 7 dengan nilai yang sama yaitu 10% yang hidup dan 90% yang mati.2008) 4. Hal ini bisa terjadi karena mikroskop yang digunakan mempunyai fokus yang kurang baik sehingga tidak bisa terlihat pergerakan sperma itu sendiri. dkk(1993) yang menyatakan bahwa pada beberapa species setelah bergerak akan diam lagi dalam laruran tersebut. Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah (Rustidja. murah dan praktis. Selain itu juga karena spermatozoa mungkin juga mengeluarkan substansi yang menghentikan gerakannya. karena sama-sama bersifat asam. 2008). Hal ini diperkirakan bahwa spermatozoa tersebut juga mengeluarkan beberapa substansi yang menghentikan gerakan spermatozoa tersebut. Syarat ekstender adalah mudah dibuat.tetapi dengan pengenceran lagi motilitas spermatozoa tersebut muncul lagi. ekstender tidak boleh . Motilitas juga dipengaruhi oleh keadaan spema. Umumnya pergerakan sperma ikan yang memijah dalam air laut lebih lama dibandingkan dengan dalam air tawar. rata-rata viabilitas sperma mengalami peningkatan. yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi viabilitas dari sperma yaitu kemampuan spermatozoa hidup secara normal setelah keluar dari testis hanya berkisar 1-2 menit. Menurut Syafei. Hal ini mungkin terjadi karena ekstender hanya menyediakan nutrisi bagi sperma tetapi untuk mempengaruhi motilitasnya.3 Pengawetan Sperma Berdasarkan data pengamatan. di dalam larutan NaCl 0.9%. sedangkan nilai motilitas terendah hampir berada pada semua kelompok dari 1 – 7 dengan nilai motilitas yang bergerak 0% dan sperma yang diam 100%. keeadaan sperma ikan. Selain itu. suhu dan tingkat kematangan gonad. faktor suhu juga dapat mempengaruhi daya hidup dari sperma.5% (59/ liter eosin). Menurut Effendie (1997).2. tidak ada nilai motilitas tertinggi. Penilaian viabilitas sperma dapa dilakukan dengan pewarnaan eosin 0. Namun untuk motilitas hanya sebagian kecil saja yang mengalami peningkatan. Perbedaan nilai viabilitas dipengaruhi oleh suhu. setelah penyimpanan selama 24jam. Terutama yang menggunakan ekstender ringer laktat dan fruktosa. zatzat yang ada di ekstender sama dengan zat-zat yang ada di semen.2000). sperma yang mati akan menyerap eosin sehingga berwarna merah muda (Anwar. sperma yang masih hidup mempunyai lapisan penutup tubuh yang bersifat asam. Warna merah ini diakibatkan oleh pewarnaan eosin yang bersifat asam. tingkat konsistensi semen. Hal ini menunjukkan bahwa sperma yang diamati telah mati. Pergerakan sperma dipengaruhi pula oleh salinitas air.

Sedangkan yang terendah adalah pada kelompok 2. Sel sperma terdiri dari kepala. Dan diperkuat oleh pernyataan Winarsih (1996) dalam Rustidja (2000). Sperma adalah makhluk kecil yang berenang-renang didalam semen. . dan 7 yaitu motilitas 0% gerak dan 100% diam.Kurang ketelitian dalam waktu striping ikan . 2. KESIMPULAN DAN SARAN 5. yang menyatakan bahwa larutan Ringer`s dengan larutan fruktosa dan NaCl fisiologis. Hal ini sesuai dengan pernyataan Teolihene (1981).Dapat mengatasi keterbatasan induk ikan jantan bila ingin memijahkan ikan . 4.5.3 Faktor koreksi Pada praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma ini terdapat faktor koreksi antara lain : .4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma dibidang perikanan antara lain : . Spermiasi adalah proses pengeluaran sperma keluar tubuh. fruktosa adalah substrat energi utama di dalam plasma semen yang telah diproduksi kelenjar versikularis. sehingga sperma memiliki cadangan energi untuk bertahan hidup. Pada kelompok 4 dengan ekstender fruktosa didapatkan nilai motilitasnya tingi karena fruktosa mengandung banyak nutrisi dan merupakan sumber energi bagi sperma. dkk (2001).Kurang memadainya mikroskop yang digunakan sehingga akan mempengarui hasil pengamatan .Memudahkan untuk melakukan persilangan antara jenis ikan . leher dan ekor. 3.Keselamatan dan kesegaran ikan donor tidak dijaga dengan baik . dan tidak menghambat daya fertilisasi spermanya.Mengetahui macam-macam ekstender yang dapat digunakan dalam pengawetan sperma 5.Kurang telitinya untuk membedakan antara ikan jantan dan betina 4. Jadi pernyataan ini sesuai dengan analisahasil di atas. Nilai motilitas tertinggi setelah terjadi pengawetan (diawetkan 24jam) adalah pada kelompok 4 yaitu 33% gerak dan 67% diam dengan ekstender fruktosa. Sedangkan spermatozoa adalah sperma tunggal.Dapat mengurangi jumlah ikan jantan yang dipelihara sehingga biaya pemeliharaan induk jantan dapat diperkecil .Terlalu lama dalam melakukan pengamatan di bawah mikroskop sehingga sperma akan cepat mati .Pembagian ikan jantan dan betina tidak sesuai prosedur yang ada .Mengetahui bentuk dan struktur tubuh sel sperma .bersifat toxin. Menurut Marowali.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. Menurut pendapat Harvey dan Hoar (1971) dalam Rustidja (2000) yang menyatakan bahwa motilitas spermatozoa yang tertinggi adalah yang disimpan di dalam larutan Ringer`s.6.Dapat mengetahui proses pembuahan buatan . dalam Hidayatuhrahmah (2007). Motilitas atau pergerakan sperma setelah diberi ekstender kebanyakan dari kelompok adalah tidak ada atau 0% gerak dan 100% diam. Hal ini disebabkan larutan Ringer`s mengandung zat-zat yang dapat memperpanjang lama pergerakan spermatozoa setelah keluar dari tubuh ikan. fruktosa merupakan turunan karbohidrat yang dapat dijadikan sumber energi untuk mendukung pergerakan (motilitas) dan ketahanan spermatozoa.

memenuhi sebagian besar rongga tubuh. Ini terlihat dari banyaknya sperma yang berwarna merah karena menyerap warna eosin. PEWARNAAN DAN PENGAMATAN GONAD 1. gonad tergantung pada mesenteri dalam rongga tubuh dan selama hidup tetap berada di tempat itu. gonad pada vertebrata adalah organ-organ dalam dua tunas. Pengawetan sperma bisa dengan ditambahkan pengencer dan dibekukan pada suhu -196 ˚C. dkk (1984). Untuk pengawetan sperma. 5. pengencer air kelapa. Motilitas yaitu kemampuan sperma untuk bergerak. Karakteristik seks sekunder mencakup kebanyakan struktur ekstuagonadal dan kebiasaan pada setiap seks turunan. Berdasarkan hasil pengamatan pewarnaan sperma tampak bahwa sebagian besar sperma mengalami kematian. Macam-macam ekstender antara lain pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur). 6. dan testosteron. Hormon yang mempengaruhi sperma antara lain FSH. larutan fruktosa. Gonad dapat berfungsi untuk mengontrol karakterisrik seks sekunder. sebagai tambahan pada reproduksi utama gamet jantan dan betina. Ini merupakan daerah yang luas untuk memproduksi bermilyar-milyar sperma. larutan Ringer’s dan pengencer NaCl fisiologis. tetapi dengan fasilitas fertilisasi gamet jantan dan betina. kecuali pada beberapa ikan berkerangka tulang. LH. pengencer tris.1 Pengertian Gonad Menurut Guyer and Charles (1964). PENDAHULUAN 1. kondisi sperma. Ini disebabkan karena sperma tidak tahan terhadap perubahan suhu. bentuk sperma dan tingkat konsentrasi semen. Proses spermatogenesis yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → spermatozoa. 5. 11. . Struktur dan bentuk biasanya tidak terkonsep pada awal produksi sel. Testis merupakan sepasang alat berukuran sedang yang masing-masing mempunyai sejumlah besar tubulus seminiferus yang berliku-liku. Menurut Villee. 9. 7. Ovarium ikan dan ampibia. Pada hampir semua vertebrata. Menurut Sjafei dkk (1993).4. Viabilitas dipengaruhi oleh suhu. Viabilitas sperma adalah kemampuan hidup sperma. Dari pengamatan pergerakan sperma tampak bahwa 0% sperma yang mengalami motilitas.2 Saran Hendaknya mikroskop diperiksa terlebih dahulu sebelum praktikum agar pengamatan berjalan lancar dan datanya lebih valid. dimana sperma yang hidup berwarna putih dan yang mati berwarna merah. setelah 24 jam viabilitasnya mengalami peningkatan dan untuk motilitasnya hanya yang menggunakan ekstender fruktosa dan ringer laktat saja yang mengalami peningkatan. yang menghasilkan ribuan atau ratusan telur. Dan dari pengamatan ini ekstender yang paling baik adalah ringer laktat. 10. dimana faktor yang mempengaruhinya antara lain suhu. gonad pada ikan teleost sama seperti pada vertebrata lainnya yaitu berasal dari sel-sel germinatif primordial yang berada di luar daerah atau lokasi gonad yang bermigrasi ke lokasi gonad. 8. kondisi sperma dan pH. pengencer air susu. gonad kelamin pada semua vertebrata terpisah. 12.

Testis ikan ditopang memanjang oleh mesentries. Menurut Rustidja (2000). induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. 1. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). Menurut Ville. lubang telur membengkak. dkk (1988). perut dekat anus lancip. susunan sisiknya teratur.4 Anatomi Sistem Reproduksi Betina Menurut Rachman (2003). Dari ovarium sel telur keluar melalui saluran yang disebut oviduct.2 Ciri-ciri Induk yang Matang Gonad 1. umur 3-10 tahun. umur 3-7 tahun. Dinding tubulus sperma tersebut dilapisi oleh sel germinal primitif yang mengalami kekhususan. Menurut Ganda (2008). dengan warna kemerahan. Didalam tubuh terdapat cyste seminiferis. ovarium ikan berbentuk longitudinal seperti agar-agar jernih dan berbintik-bintik berisi sel telur atau ova. terletak dibelakang anus. sperma. perut membulat.3 Anatomi Sistem Reproduksi Jantan Menurut Richter dan Rustidja (1985) dalam Rustidja (2000). ciri-ciri ikan lele jantan yang matang gonad adalah proporsi kepala jantan lebih kecil dibanding dengan betina.2.Menurut Rustidja (1999). Sedangkan tanda-tanda induk jantan yang sudah saatnya memijah adalah kedua belah rusuk pada bagian perut membentuk sudut tumpul. epididymis. ditopang secara . Hasil yang baik berumur 5-10 tahun. alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakannya lincah. urogenital sinus dan urogenital papilla pada (handrichthyes). Serta kulit jantan lebih halus dibandingkan betina muncul bintik-bintik kecil di sekitar sirip dorsal. susunan sisik teratur. memanjang ke arah belakang. Sel-sel penghasil sperma ini dikelilingi oleh sel-sel sertoli yang berfungsi nutritif. terdiri atas tubula longitudinalis. Biasanya jumlah sepasang. berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban. gerakan induk jantan lebih lincah dibandingkan ikan lele betina. gonad dari semua jenis vertebrata umumnya sejumlah sepasang dan terletak pada daerah dorsolateral di dalam rongga tubuh. dkk (1988). berperut tipis. Induk betina yang siap memijah menurut Usniarie (2008). spermatozon yang berasal dari testes terlebih dahulu melalui vasa efferentia. testis vertebrata terdiri atas ribuan saluran (tubulus) sperma. yang masing-masing mengembangkan bermilyar-milyar sperma. Gonad merupakan semacam kantong dan mempunyai lamella ke dalam lumensentral. tanda-tanda induk jantan yang baik adalah sebagai berikut warna gelap. warna kulit dada jantan lebih kusam dibanding betina. badan relatif panjang. dkk (1988).1 Ciri Induk Jantan yang Matang Gonad Menurut Jayatisoka. struktur testes terdiri dari rongga-rongga yang tidak teratur dan banyak sekali.2. 1989). 1. keturunan). bibit+gonos. Diluar tubulus terdapat sel-sel interstitial yang berfungsi sebagai endokrin. 1. yang disebut spermatogonium (Yunani. Didalam cyste-cyste ini terdapat sel penghasil sperma. Pada sisi seminal vesikel terdapat kantong sperma (Raharjo. vasa defferentia. gerakannya lincah. kelamin jantan menonjol. dkk. ditandai dengan perutnya gendut. 1.2 Ciri Induk Betina yang Masak Telur Tanda-tanda induk betina yang baik menurut Jayatisoka. pada ikan betina ovarium ada sepasang. yaitu warna terang. Menurut Usniarie (2008). Dan tanda-tanda induk betina yang sudah saatnya memijah adalah bagian perut dibelakang sirip dada kelihatan menggembung jelas sekali dan sisik kelihatan agak terbuka. seminal vesikel.

Lumen penuh dengan spermatozoa. Salin: hampir sama dengan tahap kedua dan sukar dibedakan. Telur tidak nampak. Hampir masak: Gonad mengisi ½ rongga tubuh. II.2 TKG Menurut Kaya Dan Hesler Tingkat kematangan gonad jantan (testes) ikan green sunfish secara histologi menurut Kaya dan Hesler (1972) dalam Effendie (1997). Testes regresi (akhir musim panas sampai pertengahan musim dingin).6. Proses pelepasan telur dari folikel ini disebut ovulasi. Pada ikan muda. Sperma sisa mungkin masih terdapat. Masak: gonad mengisi ¾ rongga tubuh. Tidak masak: Gonad sangat kecil seperti benang dan transparan. pada betina berwarna kuning.6 Tingkat kematangan gonad betina 1. Testes regresi. Testes masak. III. V. Bentuk telur tepat melalui dinding ovarium. IV.5 Tingkat Kematangan Gonad Jantan 1. Gonad pada ikan jantan berwarna putih. Permulaan masak: gonad mengisi ¼ rongga tubuh. Sperma sisa kadang – kadangmasih terlihat. Gonad betina berwarna merah. Gonad jantan berwarna putih. Pada ikan yang belum dewasa. Ovarium dibungkus oleh suatu lapisan jaringan pengikat tunica albuginia dan mesotelium. ukuran testes mengerut karena sperma dikeluarkan. kadang – kadang dengan bintik coklat. kadang – kadang dengan tekanan halus pada perutnya da yang menonjol pada lubang pelepasannya. 1. tunica albuginea biasanya belum berkembang. Aktif spermatogenesis. III. Jenis ini disebut cystovarian yaitu setelah sel telur matang didalam folikel akan dilepaskan ke dalam lumen ovarium dan melalui oviduct dan lubang genital akan keluar dari tubuhnya. pada dinding lobule penuh dengn cyste bermacam – macam tingkat. II. Spermatozoa bebas mulai terlihat dalam rongga seminiferous. Sama dengan tingkat 1 hanya proporsi spermatogonia sekunder bertambah. 1. sedangkan ikan betina warnanya kemerah – merahan atau kuning dan bentuknya bulat. Semua tingkat spermatogenesis ada dalam jumlah yng banyak.1 TKG Menurut Tester dan Takata Tingkat kematangan gonad ikan Kuhlia Pandvicanses menurut Tester dan Takata ( 1953 ) dalam Effendie ( 2002) adalah sebagai berikut : I.5. penampang pada ikan betina bulat dengan warna kemerah – merahan.1 TKG menurut Devados . Gonad ikan jantan berwarna putih berisi cairan berwarna putih. Dinding gonad dilapisi oleh spermatogonia awal dan sekunder. Rongga seminiferus masih berisi spermatozoa. IV. Pada ovarium yang telah dewasa terdapat juga banyak otot halus yang membungkus bagian luar ovarium. Ovarium terbungkus oleh selaput ovarium terdiri dari rongga ovarium (lumen) dan beberapa buah lamella dalam ovarium yang akan diikuti terjadinya oogenesis. VI. Awal akhir spermatogenesis.5. ovarium berbentuk tubulus yang berukuran kecil. V. Dinding penuh dengan spermatogonia yang tidak aktif. bentuknya pipih. Cyste spermatid dan spermatozoa juga mulai keluar. 1. adalah sebagai berikut: I. Penampang gonad pada ikan jantan pipih dengan warna keabu – abuan. Rongga ovarium berhubungan dengan oviduct. Warnanya pada ikan jantan keabuan atau putih.memanjang oleh alat penggantung mesovaria pada bagian atas rongga tubuh dan merupakan semacam kantong kosong yang dinding luarnya berlamella masuk dalam lumen sentral. Perkembangan spermatogonia. Cyste spermatocyt timbul dan kemudian semakin bertambah. tiap ovarium kiri dan kanan berhubungan dan keluar melalui lubang genital. lembek dan telur tidak nampak.

gonad seperti kantung kelapa. pembuluh darah terlihat dibagian atasnya memanjang sampai ¾ bagian dari perut saat terlur mudah terlihat. adalah sebagai berikut : I. VII.4/5 rongga perut. Masak betul.Pemasakan Telur-telur dapat dibedakan oleh mata biasa.Tidak masak Individu muda belum berhasrat dalam reproduksi. Ovarium berwarna merah jambu sampai kuning. belum bebas dari sel-sel partikel. pertambahan berat gonad dengan cepat sedang berjalan. telur jelas terlihat. Telur tidak dapat dilihat oleh mata. ovari biasanya berisi beberapa telur sisa dan testes berisi sperma sisa . Hampir masak. lubang pelepasan tidak kemerah-merahan lagi. keadaan telur masak berukuran besar dan berwarna tidak terang. dkk (1988) terdiri dari beberapa tahap : . Ovariummengkerut sebagai hasil pemijahan 1.7 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Jantan.2 TKG menurut Nikolsky Tingkat kematangan gonad ikan menurut Nikolsky (Bagend dan Brawn. mengisi 1/3 .Tahap istirahat Produk seksual sudah dilepaskan. mengisi seluruh rongga perut. Spermatogonia yang bersifat diploid ini dapat membelah diri secara mitosis membentuk spermatogonia atau dapat berubah . warna tidak terang inti bagian atas seluruhnya beneran dalam kuning telur. testes berubah dari transparan berwarna merah muda pias .2/3 bagian dalam rongga perut. Warna ovarium memerah merata seperti kue puding. transparan kuning telur berisi gelembung minyak. keadaan telur dalam ukuran sedang dengan warna tidak terang. Tidak berkuning telur. 1. keadaan telur kecil. trasparan dengan inti yang jelas. V. gonad bentuknyakecil. pembuluh darah jelas. bebas dari talikel.6. telur terikat dari ovarium. Tidak masak. keadaan telur ikan masak berukuran besar. Ovarium berwarna merah agar. keadaan telur pembentukan kuning telur baru disekitar inti.Reproduksi Produksi seksual keluar bila perut ditekan perlahan. Masak. III. telur tidak dapat dilihat oleh mata. 1985) dalam Jaya suku. gonad sangat kecil . Hampir masak. VI.Masak Produksi seksual masak gonad mencapai perut yang maksimum tetapi perodik seksual tersebut belum keluar bila perutnya ditekan .Tahap istirahat Produk seksual belum mulai berkembang. gonad kecil. Ovarium berwarna kuning kemerah-merahan. memanjang sampai sepertiga panjang rongga perut. ukuran telur belum dapat dibedakan dengan mata biasa . berbutir-butir memanjang ½ .Kondisi salin Produksi seksual telah dikeluarkan lubang pelepasan kemerah-merahan. telur dapt dibedakan oleh mata biasa. panjangnya sampai ¾ . Salin. Ovari berwarna pucat keruh. berat gonad turun dengan cepat dari awal pemijahan sampai selesai . Sel-sel sperma sebenarnya hanya merupakan inti yang berflagelum. II.Tingkat kematangan gonad ikan othilithur nuher dan johwis duesumieri menurut Devados (1969) dalam Effendie (2002).½ rongga perut gonad tidak simetri. Tidak masak. Sperma dihasilkan dalam testis oleh sel-sel khusus yang disebut spermatogonia. Ovarium berwarna putih susu sampai kuning. IV. keadaan telur kecil.

dimana sepanjang tubulus berisi cyste-cyste seminiferousi yang dikelilingi oleh sel-sel certoli. Photo periode diduga berpengaruh secara langsung terhadap mekanisme saraf yang menentukan waktu pemijahan bagi ikan laut. 1. Menurut Jalabert and Johar (1982) dalam Rustidja (2000).Photo Periode Proses ovulasi pada beberapa ikan teleostei menunjukan hubungan yang erat dengan photo periode.Faktor Sosial (Hubungan antar periode) Interaksi antar individu dapat mempengaruhi tingkah laku reproduksi dan fertilitas.6-0. Pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah. Sel granulosa di luar zona pellucida ini bertanggungjawab dalam proses penghancuran sel telur.Substrat Pemijahan Mekanisme pengaturan ovulasi dipengaruhi oleh kebutuhan ikan terhadapjenis substrat tertentu. seng (Zn) dan Mangan (Mg).9 Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Gonad Internal dan Eksternal. . cyste ini akan berdiferensiasi menjadi spermatogonium yang selanjutnya akan mengalami proses spermatogenesis menjadi spermatozoa (Brusle.menjadi spermatosit. pematangan gonad dan keberhasilan pemijahan. 1983). Suhu juga berpengaruh terhadap waktu pemijahan.9 mm pada (Sarotherodon niloticus) akibat sintesis kuning telur yang terjadi di dalam oosit (Endogenous vitellogenesis). gonadotropin pra ovulasi dan respon ovarium terhadap GTH (Gonadotropin Hormon). kuning telur ini terdiri dari lipofosfoprotein. Menurut Starey (1984) dalam Musida (2008). 1. 2000). pertumbuhan oosit dalam ovarium dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap I adalah tahap pertumbuhan primer (previtellogenesis) ditandai dengan peningkatan ukuran diameternya 0. Mineral. tahap II adalah tahap pertumbuhan sekunder (exogenous vitellogenesis) di tandai dengan terjadinya pembentukan visikel pada bagian perifer sitoplasma dan meluas ke arah inti sel. Oogonia adalah sel telur yang paling muda yang mulai berkembang dikelilingi oleh satu lapis sel granulosa yang mengelilinginya bersamaan dengan berkembangnya sel telur dan kemudian akan dipisahkan dengan sel telur oleh suatu lapisan hialin yang secara bertahap lapisan ini akan berubah dan disebut zona pellucida.Suhu Suhu berpengaruh terhadap berbagai fungsi system reproduksi ikan teleostei.8 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Betina. kemudian banyak kehilangan sitoplasma dan berkembang menjadi sel sperma (Kimball. . beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi adalah : . Pada beberapa spesies ikan ovulasi akan terhambat jika kepadatan ikan pada suatu perairan. bahwa faktor internal yang mempengaruhi pemijahan adalah pendorong dan penghambat hormon gonadotropin. Testes ikan ditopang secara memanjang oleh “mesenteries” dan di dalam testes tersebut terdapat tubulus-tubulus. mekanisme kerjanya seperti capora lutea pada hewan mamalia (Angka et al. . .Ketersediaan Makanan Komposisi protein merupakan faktor esensial yang dibutuhkan ikan untuk pematangan gonad. Jika substrat yang sesuai belum ditemukan maka ovulasi tidak akan terjadi. yang penting bagi pematangan gonad adalah phospor (P). Spermatid ini dalam proses tersebut. 1990 dalam Rustidja. Menurut Stacey (1984) dalam Blpunsoed (2009). spermatid. 1999). . Meiosis dari setiap spermatosit menghasilkan empat sel haploid ialah. Oosit berkembang mulai terjadi akumulasi protein kuning telur dari dalam (Endogenous vitellogenesis) dan menyatu dengan derivat kuning telur hasil sintesa dari hati (Exogenous vitellogenesisi) yang dibawa melalui aliran darah. 1983 dalam Rustidja.

62 gram dan berat tubuhnya 823 gram berarti berat gonad ikan tersebut 14. dibawah atau di samping gelembung gas (jika ada) ovarium berbentuk memanjang. Telur jelas dapat dibedakan. bentuk bulat telur. Hal ini sesuai dengan pendapat Raharjo. Testes berwarna putih kemerah-merahan. Dan tingkat kematangan gonad menurut Kesteven (Bagenal dan Braum. 4. letaknya di bawah atau di samping gelembung gas (jika ada).Menurut Lagler et al (1977). Faktor intrinsik antara lain kematangan seksual. Ketiga selaput ini mrnempel satu sama lain ketiga telur ini masih dalam tubuh ikan dan tidak terdapat ruang diantaranya. yang menyatakan bahwa umumnya berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh dan pada ikan jantan sebesar 5-10%. produksek sudah masak dan proses reproduksi akan terjadi. Di bawah chorion ada lagi selaput yang kedua dinamakan selaput vitellin. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad ikan tersebut sudah mencapai tahap perkembangan II.Ketika proses pengamatan tiap jamnya. yang menyatakan bahwa testes (gonad jantan) berbentuk memanjang dan menggantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantara mesorchium. makanan pilihan.Terjadi kesalahan pada saat pengambilan gonad sedikit sobek tetapi telur tidak sampai tercecer atau berhamburan . Menurut Effendie (1972). ketika ikan matang secara seksual. Gonad ikan betina berwarna hijau kekuningan.3 Faktor koreksi Pada praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad ini terdapat faktor koreksi antara lain : . Selaput yang ketiga mengelilingi plasma dinamakan selaput plasma. telur yang belum dibuahi bagian warnanya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau chorion. suhu. pasang.Ketidak telitinya memeriksa ikan jantan dan betina yang dicampur dalam suatu kolam 4. fisiologi individu dan faktor lingkungan antara lain perubahan durasi penyinaran (photo period). Charion mempunyai sebuah lubang kecil yang dinamakan micropyle yaitu lubang untuk masuknya sperma. Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan. Kekuatan dalam bekerjanya dapat dikelompokkan secara kasar yaitu dari dalam ikan (intrinsik) dan dari sekitar (ekstrinsik). telur jelas dapat dibedakan bentuknya bulat telur. kehadiran lawan jenis. Hal ini sesuai pendapat Effendie (1997). tahapan bulan dan kehadiran fasilitas spawning. dkk (1989). kelahiran dan kematangan dari jenis ikan dan hereditasnya.79% dari berat tubuhnya.2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil data pengamatan tampak bahwa gonad ikan mas (Cyprinus carpio) pada ikan Mas jantan maupun betina terletak pada rongga perut tepatnya di bawah gelembung renang di atas usus.Adanya perbedaan dari praktikan ketika menentukan tingkat kematangan gonadyang disesuaikan sengan literatur . Bagian atas telur yang mempunyai cytoplasma dinamakan kutub anima dan bagian bawahnya dinamakan kutub vegetative. pada tahap IV pekembangan II. 1968) dalam Effndie (1997). praktikan kurang teliti dalam mengamati ikan .Ketika ketelitian saat pengamatan dibawah mikroskop dan tidak maksimalnya alat mikroskop atau masuknya bagian dari mikroskop . Banyak faktor yang mempengaruhi peristiwa ini. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga tuang bawah. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga ruang bawah. Berat gonad ikan betina yaitu 55. arus. 4.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad dibidang .

Dapat mengetahui pengruh peemberian hypofisa untuk mempercepat kematangan gonad . Faktor internal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain hormon. testes masak dan testes regresi. hampir masak. ketersediaan makanan. perkembangan spermatogonia. mengisi kira-kira dua pertiga bagian ruang rongga perut bawah dan telur dapat dibedakan dengan jelas. 9. Ciri-ciri induk betina yang matang gonad adalah perutnya mengembang. Gonad jantan berwarna putih dan bila diurut mengeluarkan sperma dan tingkat kematangannya menurut Kesteven adalah pada tahap V yaitu dewasa dengan ciri gonad berwarna putih dan bila diurut keluar milt.2 Saran Sebaiknya dalam pembeliaan ikan itu dicek terlebih dahulu jantan betinanya agar tidak tertukar karena dapat mempengaruhi data hasil pengamatan. masak dan salin. berperut tipis. 4.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. substrat pemijahan. TKG menurut Tester dan Takata (1953) adalah tidak masak. pasang. awal aktif spermatogenesis. Diposkan oleh Ly Youly Suprihatin di 03:54 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) . gerakkannya lamban dan bila diraba tutup insangnya licin. 7. sedangkan gonad ikan betina pada tahap IV yaitu perkembangan II dengan ciri ovarium berwarna oranye kemerahan. 6. Proses pembentukan dan perkembangan gonad betina yaitu previtellogenesis → endogenous vitellogenesis → exogenous vitellogenesis. lubang telur membengkak dan berwarna kemerahan. KESIMPULAN DAN SARAN 5. genetik ikan. 5. Proses pembentukan dan perkembangan gonad jantan yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → sel sperma. Berdasarkan data hasil pengamatan. aktif spermatogenesis.perikanan antara lain : . letak gonad dan bagian-bagian gonad . 8.Dapat mengetahui tingkat kematangan gonad. 2. 10. 5.Dapat mengetahui kondisi lingkungan perairan yang sesuai uuntuk mempercepat tingkat kematangan gonad 5. permulaan masak. kehadiran lawan jenis. 3. Faktor eksternal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain photo periode. Ciri-ciri induk jantan yang matang gonad adalah warna tubuh agak cerah. umur. letak gonad jantan dan betina terletak dirongga perut dibawah gelembung renang. Gonad merupakan organ reproduksi pada vertebrata yang terletak pada daerah dorsolateral di rongga tubuh.Mempercepat menghasilkan keturunan dengan cara perkawinan eksternal . alat kelamin membengkat dan gerakannya lincah. TKG menurut Kaya dan Hasler adalah testes regresi. tahapan bulan. arus. suhu.

Indonesia aku dilahirkan dengan penuh PERJUANGAN. Maka aku harus bertahan hidup dan membahagiakan mereka yang telah berjuang demi DIRIKU Lihat profil lengkapku Arsip Blog     Oktober (10) April (2) Juni (1) Mei (4) Pengikut . Sumatera Selatan.AbOut Me Guyz Ly Youly Suprihatin Palembang.

39079039:/..38:/.5. -0-07.302.::783/.39.32.3.8.3 .7.202.10 /   507:-./.902. 0907.8 07/..343.984.35079.:-0:2 03./.2..2507..9.3/03.3.3:39:20309.5/ /. %    2.343..9.9.0-.8.9502.3.3:2:23..2.9..3.9 !02.3-08.3-0:2/.7. /  //.302.32.8944/..3.902..8.//.3.7..343/8.:507-./.. .3 %09.::2:7 .3 202503.343.3//.:/..7 07/./502.33.7/.-07./.7894.943..07./ /./.72025:3.43.3..//.3    3..593.3 ::7.3.8..91507:-.343.9.3.9../ %-07.3.9 2.7.7..380-.202.3.2090790:7//...350309.7.343.-47.902.907.5.9.3/./ 03:7:9$..20907.3.343.3.39.:.5.2.:.2..3.3%' 9079039: /.9:9.9.2090790:7//.2..947:2.3. .3 ::7.5.3/03..2.343./03..3/.7%8.3  -0-07..-08./.9/.//.3/3./9:/3.39393.28.35079.2.9..7:02.3 507:-.8.8.30.3.:.9./.902.:3/.3.5.380-./ % $02.05.9.343.3 5.8::/.3 9039.9478::80.24.1770:0383.9.704254203.3.343.7.24.9..3 93.9..7...947:9.3.-07282025.25..07./.9.809.97451./ 802.99:-:   %3.3/507:.5./.3.70.3.  03:7:9..35.9 1.5.3.7 /.3.7..8503.3-..3 .9.3/.3-08.

..5079.3 882030:5.907-039:3.39380507904254.9:43..3507.3502-07.3.:.2:8.2.380..8:.9.3 /503.-:./..5./04254.7.. 2030:... 803.3.47..3507..3/3:7:8  07/.3202503./.7.3.5.9/50740/.34724389074/.7.3.3909/. .5:.7:9.2030-.39.3  :39:503:39..503:39.7949../ .4949907.5.2./.:903503.7.7.2.33.35418.38:5073. 5.90.3.220..3//.30.70   3/:..380-.0425480-08.9907.3/.7.907.  -07507:9958 .2-.57..3/.907.3-07::7.5748039.33.3 /.3/.3/. 03/.8..70845.307..:.35418.9 ...33./.35:/.39.7:2/.3:-.303/47344.81..9../49745347243 4724390780-:920.3 882030:5.8.5..5:..5..7503..  .3.920708543909.73.  .3.3808:.47/::.507:9 397.7:2073  507:9.3 ././8:395418.9 507:9-08.3-08.3.2203.3 /.9.9.0425480-08./.35:/.3-08.38.-.343.380.7  8:/.309. 397.39093.3/09.3909/.-..7.3.9/8.3.507947.2.3 /0:. -07:9$90793./.220.3 47.3207.:.88079..042545./..357480/:707.80$./ 502./.. /507:9  /9025.3.2:8/03.3.39.3 5418..  .7.3/2..73.97.5:..33.7:22030:..57./   ..3-.7 /.82.703.91./.3207:5../497453 !.:.7.99070././.33..8090.5.9.. 503.:.3..9:203/47344/-/.905.9.3.8503.9.75418.0207.0207.5.07.38:3574808502.73../..05.31..9.39/.2.340003.7  ..2 .7 /4949  5./.35418.8 5418. 07.803.370.9474708..9/.38:3/03.$/.9:-:..338././.3203:7:91103/0  203.:.3-.  .35.3889028.35418.83472430 3# .73.3503:39.5.320/..39/.3802.7:4047243.7.5.7:4043.  $0/.3039.38:/..85.3 08. 0425480-08..7.35418.33.80.3207.5.. /-.5:-093.3202$.3 8090.30/:.5.04254.90703.3/.32033.30.3397.3/0:.7 09.907935.2.5.039.9:-:3./.7.5.9//.  !.9:80-08.7 /.5.39/.2:8. / 49.9:5..9:-:.3039.2-.23/9..8.703.82.7 50707. :7.9.3/.757..390.:./.7 05.75.  503:39. /5418.3..3049.32.2.35....2.2.343.3 $090./.7..875/478./.9 &83.:.25079:3.3203:: 4./8:395418.7.33./.33.7 /.9 .:7.9.3/503.30/.39...38.5202..7: 0.5.9.8.8..6:.8$  03:7:9#:89/.73.7 .31..73.52025:3.73.993.23202-03.3.3 .502.05.7.7-033/./4.85418.:.3#3.7. 90703/.920309.  4./.9:-:5:.32.3//.3. 503:39..9.8 507:9 2002-0 :-.3.3.780.-07.503/.3203./.0207..2.8 507:902-0 /.85079:3.340 549..3 .3/..310808 .302:/./03.3039.3 .0425480-08.2/8:395418.350707.9 $08:..$80-. :7.3.93/.#:89/.:.3/.9.947 .343.9 . -07:-:3./.34.2.9.9-0-07.7.7.9 :7.3.  3./.9.9474708 !...3/.7.890703/./...:./03.9.9.3...8 3/0843.390747:39: 2030:.7..9.5./.25./.304254//.9:203/473443907/.5418.5.:5:3$ !02-:.1 03:7:9#:89/.:-4../497453700.3/03.503../.7.9:2907/.7/.9:-:802.3 .3/05.35:3:3/-.85..

..7.9:  7../ 0309.:.343.303/7 /.:88902.5.9.:../.9..7..3708503.3/.385072.90..343.3-07./.9.3$907.9.5.9.7..7 974/ :924-7.9..3.3507:93.3 0309.5:9/..3 07/.3.35.943.25..3.7.88.943.3.9:8:/..3 507:-.9.33.3.2:8.$.32038070847243.8.3..2.73.7.:./.309.:.802.802./..81:381844847.   .3/.05.7.73.3/.3.3.3..9.3202-08.2-.//03.//03.3.7.890:78079.3 :74039.902.2033.503..3/503. 59:9.3..7.807./.88..30.3.847243.9:1..3/.9.3   %..909.3.3203/..80.802.3708503.3./.5..9:507:-.3 4.8.39.39.9:202507.23 9/.307.343..742.9.7.5.8.3/3.35.318443/....8 :-.507-.-.2.:85072..7.3/0:.202.7:40038850808  :2:7 ::7.3.7503.05.3507:93..3-.35418.2-.9   .9  507:93.507-.2030:.9202507.73.07.7 2.9/03. $0/.9.8.9:88902.9..7/...   47243207:5.7.20.5418.343.3.38:..0:39:3./..7 :-.3   $..9:038/03.3 10799.8 93.9.3803.3   $.3-08.302.20.3.3.35458.503.32033./ 5:.:2.393.05.3-07.9.9:.3 0309.9..8 /.380.2./90.3/. .3 ...3-.3502-./:   07/.3-071:38 203447/3.3 2030:./.3/5418.390:7.73.7042548.:.3. .30.2 :2.33.38/.5079:3.343..3/4347.3.7.903502.-://.113 43.9/825:.3-07..703.902..307.3-093.3/3.3  $0/.3/.92./.3/.3.80/94080 8003/4730/.7:8008.9:8:8/./   $!&$#   0825:. 802.2  /.9.9 8./.2.8.39:-:   003.9202507-.3/./.370.3039./ .8:07   0:3:.9.8/.3./.25.-03.  $890203/473.3..3.0207..33907703.92.3-.  .8:7.47.9.3..9:.-079:7:9 9:7:9.7.7.8/.9502.9./.   $.380.8:.9.3.3.7..3.        /.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22   7.

22 /.3 7.

.3. 03:7:9..2.380-.3 $0-.9. 8././..8503.22    $.3.3/..0/.39.7:9.3-8./     %!%!# $!#   !&&   !03079.2574808502-0.34.0-.3 -093.9..09070-/...3 .//0138.7.270   85072.3/.3$5072..7  /.79/..7.::.3.

 /.  03:7:9:07. .2093.8  05.9/.3 8.03   /5:8.7:9.280203/80-:98502.270   85072.: 8.    !03079.3207039.905.944.7.3/.507. $0-:..94.3-07.2.8.5.33.038.3 2490  /.9:-./78079.5.2.. 802.85072.7.9.3/.9.9.8908908 . 2.:.9-0707.3 703./.80-. 03:7:9$405.38023...708  5.3/0:./.385072. $0.380203-07-0/.8 9/.3/.32025:3.230.32030/.203.9./.33. #.9:2-:.5490381:3843./.8.2.9:/.0:2 .3.970574/:8.7803974 207:5.3-.3 2.944.38.3.3.7.90..//./..3/./.9080:3/07202-0..803974/.3 425.../.3       3.3805..2475480 203. 0.080:7:.  $5072..8/80-:980203  $0/.3209./80-:985072.8085072.942$5072..5:35.318448.85072.2..:202-.33/03.3203.5..3 80:2..3.3..39.3805..2025:3.3.3-0703..35::.9/.320325..3$5072./85072.9.90.3/:37424842/.385072.90:75...207:5.8./03.8.7.3.85072.8.3203.73.3039.   503079. 85072.3 -.209.../.91   /:./.20.3 /3.: 0.3.3047 9443/74320303-./.3  047 $.8.7..71..3  03:7:90.944.9 .9403088 /..3  . .907/7.3//.9:3.:39:202-:.8 100:2/..907/.2-: 2-.   03:7:983./.340/7.9.30307:39:07..944.4/0..3203.3 ..93985072.35:9/./.944.9/.  /..

 /. 80-.944.2502-039:.980/07.3.:743/../.9-.30309 3980 .7-.3047 .3903.3-.3.3907/7/.09:7:3..3703.3/.7.2 70/:8 .82. 4785072.944.7.3910793 ..28023.90. -.80 ./.8..3/.944.88.794/.3 .. $02039.5.3  /..39:50707.25:7./..3/:3-...3007203.31472./.305.3/:329443/7.7483 /.23..9/0:.    03:7:9#:89/.82.-0.35.30478.8.    47144$5072.944.85072.2#:89/.71-7 1-7 !.2-.944.. /. 9443/7.3 05././.82..81.3...30473..47. -0.39...95030:7  032 0323-07:3.38023.3047  5..3.3 29443/7.5. ..3/:303502-..3 85072./.-07-039:202-:.3-.950393/..3-.3/:37424842 /.. 907/7/.95.98250  .7 $0.3 202-7./.3 !.3:39:202-.../.305.9  ..3903..9:-.7.3203.907/.80309.-...305. -. 8073/80-:9007 .257480810798..5.2-.7032.3/74.20325.-.33..5.3.907/..3.57424842 203.85072.3207:5.3..-07:3.907/7/./.  24714485072.3-..  -.92030:.3#:89/.305.202.  2030-:9..203.7 05.7..944.3 8.5.3::3907/7/.    844$5072.38:2-07 0307-./80-:929 39 85072.9 8507.3.2-.247144885072.944..38.3 85072.7..944..2.3 .3203.25.944.7./. /.44.3047907/7/.74 /.32.3:9..3%! ./.9/507:.5840.3-.305..78.3..747144$5072.3.890:7 $5072./03.5.3/.385072..3.74842/.7-..75..85072. .85072..203 ./.39.

70:.94.38.3 390720/.9897.80.3.3/...9403088  4.7   -.78890/.-:./03.:907-039:85072.3/425.290898/80-:985072.9/203.3 202-039:49 49.8.33.3.380....785072.897:..3203.38:8:3.2#:89/.39097.385072.3.2209.35074/085072.9:05. $.3..9 8.7 03:7:9.9.702:/.25./85072.85072./75..703.02-07 02.::22.94. 9.944..79.7.8050790    !74808!02-039:.9080:3/07 ./.385072. $5072.3203./.944..3.::203/45.9080:3/07 $572./.3/.930-90-.3203.3./03.2-./ 85072..2.8.3 2.29443/7.9443..  50702-.3      !7480850702-.33.307..202-..7 $.209.79:.05./80.385072.380-.585072..3 897.885072.8.20./.78890270574/:8.80./.7./.2475480 3207:5.5.9.9443:2 079..2./.38090:7 $5072.9/8073/3.9-0707.944.3..385072.32030.2475480 85072.3 $085072.33./..5.82...905720702:/..9 -07.39.25:.202.3.3 94-07 909.3/.:.9080:3/07.94.89/..7424842 :2.25.32:3.8:../. /.7././..5-0:28.5202.270574/:88073/507:.2475480203. -/.3/1107039 85072../02-74 !07.380.8 5.3.2.90  03:7:9$:2394  /./...33.80/.$05902-07 /./.944/.9443.7    !02-039:.802.3 9:2-:202-039:85072.. 0.3.944.91 202-0..29488//.3803. 02:/.34.370/:8 20488  202-039:85072.38:3-0-07.3-0702-.//.9/.9/ ..3/.5074/0502.947.944.3.5.54/ 02:/. 80..3.9/2.944..2-.. -039:853/0/..944.8.:3..57291.7.944.7 /.23.39.3742.7 0-7:.  ..-.203:7:38090.7.9/ $5072.9057207 !.3907:.3/507:.3./80/03.:3.3209.32030-.3 2490  /. 0-07./.980/9/-. $5072.80-.3/3.79 -03/. 8090.2..306:.7:40./.25748080:.3../.9./203..5.3/..203.85072.2#.5..83 2.85072.38945.:-07-0/.-07-039:-4./.8..2908908/.82.905720702:/.3.3/.3047    $5072..94.3 94-07  4..3 85072.:502-0.3203.. $5072.350..3-0.2 0-07. /.3 85072.9.3.5.885072../80-:985072.5.385072./ 85072.:7.8..3.734   /.944.30/:.3 .3/472.2.9.5490381:3843.944.90-.3  $0...2.944980:3/07202-0./..209./.7-.3/3..329488.585072.3 85072.7 9.30. 85072.3.39..9/.3/3.8/.85072.209.944.3/.32..-072:.79097.385072.:502-0./.:8085072.885072.3907507.-07:7:9.7.:80 85072.30 47./.9.25.202 -4842 709..3-07...-../.89.3 2025:3.3/:9 502-0.9185072..3/:3..320.:85072.8 ..:3.944.203./.3/3.94.897:9:7.50393/.23: 02:/.3 203...   03:7:943.9:7.309.38.3742484203.7.9  /./.5.7..80-.94.9://./:-.:/:5 .:7.83907/73. 3/:.3-07.20.3.80/03.3:34.90:39:20301080380307.202 47.25.8944  50702-.3/47.9/:3.32.7424842.8 $5072.944//0:.2$..742.4742484220203/0/.9443.3 :.3.74.9057207 02:/.3:.94.38090.94.980/980.290898 85072./85072.80-:.39.385072.957207  .88.944.9403088  !748083205:954107. -07.944.3/825.3.10 /    03:7:93.9..3. 80.3.73..34 ... !74808209.

909..3 8.8.7.274845907./..3.070  /.3/.8/.05:9.9:25.35724/..9.2-.91  $0.9.39.2.7/03.7:907.5.985072.:.2.885072.907/.7.2.3 0307907.347243/.8 $5072. 02..3-071:3880-..2.8  /.38890-07.8$5072.734   85072.85072.3..9.9403088.343/8:. %.380.270   85072.3..3/.7. .   :.3/:50-.5.3943 .3-07503.808:-:7./.32..0-/.380 800723.3.9907.3  1.3 05. /90908.380.:8/.2.5:98:8: 503:/.80503/::3 /.32:/.9.39.30307..7./.27484580- 203039:.302-.307.2..9.944.3802:./.890:7..8502078.3/80-:94.95039380-.33:978  03:7:93.3.944. .5.50780/.708::/33 /.8 85072.5.3/-:. !0780/.3494  /. %.3.944.7.  -07/.:.2#:89/.8$5072.203.2/00307.393/.25:.8079.09.7.33..78::..72/...3.32748458 907.7...  !020-39:.385072.. 85072..2090750393.7:507:/./..///..3502-0./85072..385072.25...9:        42.8:5.3-07:.380.9..3209..3.   748458/. ..7  .-9..3 :.280./503:7:3.-07503.8  -07./.9:25.-07-039:3472.944.:8890 .3907./.     499.30307.3202-:.303   507-0/.85072.2.:3.8$5072.38::-.3:39:502-0:.8805079..3089:339.329488 $00723..7.. 8.7 ..885072.9 8050798:8:039.3 /:3.3.3/80-:985072.3907.7..8897553/.3/80-.8. -039:3472..3/:5 .25:..38:3//.80.7:408::/.2.28::703/.507:-.7 03:7:9!...39:35.29:-:3.3203. 8..3203039:..8503./.52499.50707.5:39:2033/.2.3.80./03.7.3202:..5479 3.3 /80-:94.380..2.890 .2-.2 50702-.9.3.3-.748458/.3/:3//.8.4:203.::2/.4380397.3 .734       .5.944. -07./03.7.-.302.4/84.3././:585072.8 $02.-9.79.7!7480850702-. !03:7:3..9/.9. 3.   ..9.734    03:7:9#:89/..907.3.:.8 573:8.:-078.9.754 .3..32..39.507.8.7.2 9:-:..7/457.73/:/4347.80.218448 -.944.380803974 $080397432025:3./03.885072..7. 03:7:9.5033.73..-49/.38::/.2-.944.  203.23.3907.3-.502-0:.9/503.2#:89/.1 /  50702-./80-:9-.2.32..748458.::-:89089:./.585072.3-.39:305..28085072.385072.2.9..2503.89.3 50307.748458/80-:9-.8-.94080 80803974 $5072.73.38050790.32499../825.03:7:9$.944.38050790.70.:2:2 .8:2-070307 85072.885072.9.893./..385072.748458 $0.3//.7800.9:.-079.39..2748458.::2-078...9.9403088-07..5 :.9443.3 907/.     '.::2 4.340507-0/.3:2:750.80./.8.944.7:907.3-039: /. 17:948.

/ 907.5..390709.85072.3 5020.2570807.    03:7:9.20:9.:3907:581:38209.-../.3. :39:2033/..9.23..3/.385072..3 2./:3. .38.4:2080203  !74.85072...3/..907..2.8:/.3 $0/.94080 80.3-0-07.7:3.02./..507..3!203.3502-0: 43805 74570807.8:2-070307-.347243 47243$  /.3:39:203:7...919.8:..2-.944.09..3/:585072.3 80..580.380 80/:5/.32.3207:5.8-07503.380-.3.350303.320325..9:503/02.7:30.3.3503..25:203.3 80 80908948 2025:3.8 85072.. 9..4/84.7:400..7 59:9./.8209.3 .3. #:89/.   03./03..003.07 /2.9.3/03.:5:3 5.3/.3803971:.07. /.3907/..909.503. :39:207.-.2397403 .3.390747003.09.2.574808502-0:.38:35.302503.3404-:8. .3/7.9 . .907.9./.507:-..3  /.885072. .203:7.  .3/33 4/$4./..203.3:9.885072.5 4380397.3/.3.2539:80 805020.:39:203.8 10799.3 -.885072.2#:89/.3$5072.3.3-448 7. 90894890743/-:.3-079..803.8    .:.3203:3.3-. 3:.3/-039:..3.2.8..8.2#:89/.38:..92.7 5418.38::.90894890743. 03:7:92-.3 .2#:89/.347243 0. 472430/:../3.!03.9.07.. 85072.9/503.780-.507../.-.32025079.93.3:2.5.2.0.5.3/.3.385072.7... !02.9.2 .      8903/07   :388903/07 03:7:9%40470  /.  2030-:9.80.5079:2-:.944.9././.944.2030-.30802-.7/457.3.3809070947243 .9/9:-::88023107 $0-.890:73..3.348249..7: 8.3:39:574/:885072.05..//.   030/..3.     .9443..8./.0.3.50/:5.3009749././.38:385072.7..-482085072.2.-9.944.52499.9.3503:7:3.5.-.503:7:3.33.8:: %..8.90780-:9 07:7..9:503.:5073/:3..3/80-:9803908903:2.1:3808903/07 .944.385072...8.749.91907.39-0: 0745749039...93.3.80 80 3908903:23207:5.3. !03.52499.79 /.   025079.:39:-0-07.3808:.3203.9.2./.8.230-:9:.3-07.92025075.9/.8.7:8/9..7..07.:70/:8.3   02507-.919.25:7/03.3 0307/.507::39:574/:885072.703.8 /. %09.-482-.5.2.7.9502-039:.  47243...54/$4.90894890743:.3.2-..3 ./.574808502-0:.9/.9.907.944.38:3/-:9:.3 50303.2-..7.35.9203:7:3803...-07503.7:8/.39.944.50393:39:574808 90780-:9  !74808907-039:3.390...3.3574/:885072.950393 #:89/.9:  030/.7.390894890743 /8.59/.507:/.3-.3 503...3.      47243.5 #:89/.385072.   !02-0:.907..350303.3/03.318/.7:$5072./.8-.3.32.7 $0.   03/:385072.754188 $-007.7907.944..885072.:5:3397403.3574/:8.3.9443.944.88020.30.9502.09. .3.9.3.3.:.38./.50325.3 74570807.

3..  4380397...73.07.:3  -.5.4:208.2..3 . .2:32025:3.3.80-..-.3 438039.32748458 $0.2.0- 5078032...2.85072..29.748458/.8   !0303.84 /.50303.850 2. $0.98903/07 8.25078.-.5003.80507980.:3.07 .3.350707. 22  22.-40907.4:250303..3.85072.07.3/:3./.:.:.944.2-. /./.7:9.3-07-...3.32.885072.07.203. /.5.  80/.3/9.20203:5078.703.5-093.385072.9.37.9 $97088 /.3/-:.0-/.2#:89/.5479 ..30303.0/.3/:585072.25: -0707.:2/.30- 5078035:3.9907.8:/3..35784  /.8 .47243./.380./.3  /.3-0781..50303.7.5.8.702:/.  203:8-0-07.3.:3390:7 1481.89/.385072.7.808:/..7./.3907.  03:7:9#:89/.3.7 . 28.50303.585072..3.28 2:33.72/.:3390:7 /.4:203.:-0781..5070/.0.0207..3.3../.9.3:.728..3 203.7:82025:3..-039:803472.  50303.3.05.07 .385072.:.:.9948.8805079 .703.07 .07503. 8025:73.50303... 85072. .4:203.9.9.350303.:.39/.380203/.25.3/:3.23. $./08902:/.07 /2.202-..703.3-.9:  .3/9.9.2#:89/..7:9.72 2:33.885072.9.9 .-07:7:9../.  5078.2-.885072.327484582..7:8202-0702:33.:5:3907.3.-/.3-..3703/.83.3.3108 .2502078..8:/3.3.3$..3/.10798.924845 $0./.85072.980-...350303.3 907/.8/.:..790894890743.893   !0303.2:3 -.98/-:./..85072.25748080:. 05:9.7.9 8.-07:9  .944.../089 202:/.7.7:8203.9.5.3$5072.93.3. 0.3.9. 2.2 2.80-03/.2. .3/.39.:7.7484582.33..3 /..3  ...3   .2..07./.90.:.  2.   !0303.82:339:.   3./.3 57.9/03.0720203: 8.28907/07 %4007 .90.7 22.317:948. 28.    2217:948.3.9 03:7:93.34.0-/.23   .9:3390:7/.7...18448907/7/.7/.7:83...3/:38074/.8.079/.3 ./:3.7.7 :9.350303...385072.:039.52025079.  20302:.07.  .18448.3/50740/09...7:9.:3.907/7/.2#:89/.07. .   7 .3$0.07.8 /.30...7885072.7.-9.3.7.::7. 247144/.880.70:./.6:..07..2 2.:38:7 :38:7.3:93.9/03.3.8   !0.9/9039:.7.2.  03:7:9.3-..39/...7.8/.73..07. 8090./. /03.803.910798.: 9/.52..5.5.390793 .-07..9:3390:7  !0303.7  /.33.81.38050790.7/.4:2050303.9/..918/..8 -07.07.37307907/7/..3/80-:90.7.734   85072. 20.3507902:.8050790 .2907.3$     .5.9:25.7.92.3$5072. 570807.2:7.350303.3:39:20325.3..73.32499.97.0.8.2-..8 .7 9.9.357.6:.3:39:-..02.3/.34..7.32:33.748458/80-:9-.7.9907.9..280. :3390:78079.5.73.:80/9 :7.-47.7:9./803:9-.907.70..9:. 80/07.9478//...3203.  228073 :3390:7 /.9.3203.39:....7.3-8..3897.7:8909.-40203..07    !07-0/...9.2.3 $0/.7.35030.3.:3390:7 /..350303./.. 85072.0703/.

885072.703.9..8.9..9  85072./.5..7 85072.././.3-0781.9.7:.8:0/.32.75 03:7:9 1103/0  .8.9-.73.58..7..5..  02.73..-9.947 1.3574547885072.32.9/.2.29:-: 85072..3 :2.   .2.7 2039 $0. ..9: ./.8/503.390.2:35.2 .2. .3-.3/:50-.2./.3...9-..73.3/:5 .7.7:408::/.39: 1.8/.73..9:02.203:3:.58.-.2.85072.3/.350..8.944.2./:580.32.785072./...2 ..-07.3-0781.-9.885072.947././.9.385072.34050.5.9 !07-0/.8 85072....3/:5/.390703/.350.38.9.73.385072./. 8.  '.-9.-9.8.207.3/03....3-071:3880-.785072.2..2-. #:89/.9./..3 ./.92.7/274845//.207.3-.73.9.7 . -078.3/.385072.839088574903/. ...8.3.2.9202503.380..9/09.385072.7503..0425480-08.30483 !03..85072..3:39:3.39/.25780:7:20/..7/.3 /:5/.33.990.8090.3-07.7:/..37:8.5... 50.85072.7..25:.8/:590780-:9/-0704832.3203.28::703/.8.3.3/03....3203:3:.207.-9.:/03.32.-8.3 .803.9 $0/.5.:2:2 .73.1.2.9.8.2 .-9... .29443/7.04254 /.:./:5/.944. .8/:52025:3..9478:::.3503:9:59:-:.9/503.-0781.3.2.-0781.3 0483.85072.30483  .3472.3.3.0:.25:..3/:5 /.3202503.33.7:9..3 ..790898.3 :.7:408:: 00.

393.3.  93.25033.902..9.70.308903/07 7307.-0-07./..09.14:8.8.2499.9/.3203:3.2.83.3. 7.7:5:.9/.39.270    03:7:9$././.9 .3 08903/07 9/.3907/.3 85072.703.907..3-071:38:39:203039.9.85072.- ..32:33907./.9.8:..390780-:9 909. -039:04785072. 85072.-40 .9..320307./.380..9.....703.909./-:.3/.3 3:978-.3203.3...7:400..307.885072.3-.3-0707./80203 08903/079/.34.8.285072.:3...589..9.:90-.2030:.2..38.3-.703.32.408.3-..5.9.2.38502.2.7       !0707..3.3 85072.5.5..9/..-8.3/3.2499.9. 90780-:92:3.3 .80-.3.3..2.350303.43/83.3.10 /  ./  !0707.890793 80/.5. 85072.2.85072.79.:.274845.2499.9. .9 ./503.07.0985072. .0785072.2030:.357.944.7 .5.3203.7:2499.3 /80-./.39::..503.3 -.  8903/07... ..7:9.885072.50303.30././08903/078..2.2499.385072./. /.3.73.50325.7 /03.2./.90780-:9:.7.950707.3/.907.2 7.9/..3/5077.7.5/03.3203039. 80-. 3.3203.9 .944.307.343..3 /:3.203...08903/07.944.7.3 .703./.3 .9.7 &2:23.385072.38.8./.944.3/03.7:7.7.2:33:./.04254/.8 ./.5:39:202503.2.7.2..7.90780-:9     !03.3203.9:803/7 499.2:/. .2030/.8503.2.3./... /..250707.3.9 2:7.-07..3$5072.:50707.207..-9.-..9.9.7 /.3.:90--.8:-89.7909./03.317:948.307.08903/072030/. /.3/. 203.3..5 0483803.3.50707.703.33.802:.32:33907. .3/:3..3203039.3 -0-07.7./.350707...3/..3 %07:9.  !73853.3:7.9/09.944.3$5072.85072./.803.8.3:39:503.3-8.7.80-0:2/-07507.385072.908903/07.3203:3.2:/.385072./-.257-07..2:3:39:2499.2499./.85072.3 8090.25033.3.0/.9.38:-89.3:39:.94388903880203 8::/.3.32025:3.3 3.. $0.3.308903/07.9. $.92.5.33.088090. 07/.5../.-0707.2  ...3202.. 80/.850.385072.9070483 //...:.8./503..98 .890703/.9.

2.2.  $!&$#   0825:.-0781.:39:202-0/.3.82.39.. 9/.3 9:7:3.8090.9..9:89753.35073.04254..2503.25.3.:-039:/.385072.9.907.10798..3..309...3.7..09./503.944.7.79:-:..9.9 ..3. 8:-897.73....9474708 !.: 07..2.8.3//.9.390.3#307+8 ../..3.3 /.390703/.9:2499..038.390793./...83.3 .3#307+8/03.5.80907-.9/.9.280203 $0/.3/.3047   $5072.33202.3-.2 2.757.9/825:.5020./.3-.3:2.7-4/7.9./.907/7/.:.9.9.3-:./03.9203. /03.9.:.09./-/.3 507.3/:3.7/.3 .     .274845803.  499..8    .93.3 02:/...8 503.3%04030  /.3-093.3 0309...8.5.3..33808:.3897:9:79:-:8085072..203...3 .9.3 .9. 2499.3/.8/..3.3 2499.385072.3207:5.202./.18448 .39../.3/:3-.9.5.9474708.3.85072.3#307+8203.5.207:5./.3 ./.57.34.33/: .3/50...05.2-..8./..3.7..3.3...3 /.   17:948..7  /.85072. /   17:948.04254/03.2#:89/.920309.2.3/.3/825.3.3..350.:2.9:2503.39.385072.3/.3. 0309./..8090.3-.  $5072.3/-.9203:7.3/.38:2-070307 -.-.3-0703.2 !.3..803.944./..5./.09.2.3907/..80203. 007/.9.3/./5073.3/507:. ..3 3.7..:.38:2-070307:39:203/::350707.9/.9.9/.8/.7..7.0:.39.885072. 080.2/03.3-.7:9.31.8.39.2/.7:9.73..208903/07.7502-.35078..385072.85072.9.39./03.92025075.39./.808:..7.9943 /...3.:0..3202.274845.30307:39:-079.5.3 703..3.8907938090.3-.78  03:7:9503/.3/.57480/:7..3/.3.9:3.3080./.33/:.2#:89/.3-093.3203.3.944.9.9/:3.3 !02-.3 .92.2.9 :7.//.78  /.09.3. 2499.04254   /.//.9:2503.885072./.3202503.3.3..9/5070.3/:3.220.2.5748085030:.8 /.3 :7.3203.90307:9.39.2.703.5..3:978/.9:7.3..3.317:948...:50707.3../.0/. %07.5..3!07.33.203.3 .17:948...91.85072.3803.385072.3/.79:-:  .9. 803.3.39093./.3//.3 :7../.3/.5.9.7./.8  07.39.9. $0/..8.385072.3/.704254.3:39:20.5.-.31.3/.9//.3/.  .. 50707.2499..7:9.74.9405073.3.078:./.3./.308903/0717:948.705. 03:7:9.3 85072.3 /80-.2 .:574808502-:.308903/07 17:948.30909.39/.   $085072.2 .7:.5.385072../.3./-0708903/070-.3/43479/.3.5.3808:.5.09...3/:5 .3/.3.5.350.3/.3503.2.944..3 /.0:..9..9:07.7.7.3../574/:8003.3//..2.7:9./.  ..9.

25.3/.70574/:8:9.3907.8..7:2.3/..350303.7:9.202..3-. -039:85072./  .73.3:..3 %0898207:5.3 #307 8/..3/-0:.9. 907438055.7 2.9/ 85072.70.8:39:202574/:8-072...350.7:85072.9-07.3./..350303.208903/07.380/.89.944.8.3$  /.8050795. 43..9403088.3-07...::80-0:257.3/.1.780 800723.7..7:9.3.785072./.07978 .3/9..3/.0483   .80:2.25:..703.3 -07.3/.3.9..9443..3203...9.3-039:-. 9:-: !.3.7-..9:8.804. 9:3./9025..9./..7503.3.98.3 :39:2499.703.9.7:408::  43/885072.9:-07.9489  85072.7.3. 85072.3..7/.8 3/80-..07.785072.5-07./03.947.574/:880 909.-. 203.3-0707.3-093. ..3./.:50-.832025:3./0. .37-:.-.3.843.9. 8090.9.. 0./ .3.18448   07/.39.//./. 85072./.2.809.37307./.-9./.8.35../ 03:7:9:07.7.350303.9:-: /.39.385072. 20307. !7480885072.3.7.80-...9:85072...9489 85072....07.43.7743.9070-/.2-.3-08.47.3897:9:7089:..343.393./..9:2.5..35 /2.3-08.:39:-0707.3.2-.-08.38:: 43/885072.9. 50303.7:3.203.30-./.0790-7.-9..2...257802:.880203   !03.09.3.810798./:.94380397.7307 .83./.:.83 2.3203:3.9.390894890743   .5.99:  03:7:9$.843.2.8503.39004898.85072.3-07: : 3 207:5.5/03..5.9    $.-8.   '.-.5:9/.8./907.   499.8 80-.85072.20803907/../.9/.317:948.2743.78:8: 50303.:4.385072...07503.9078980880:3/07203.07.39.9.0-.7.  ..9.07.3202503.3/:585072.25033.33.9:02.07.8/503./.7503.3.3 203..09.9:33 90:7 50303.3.25.9.3308903/07.3-07.3-0727.39:35.7/.3 2./.7503...8.. -0-07..39.2..885072.73.  .73.5.73..9/.3 3907.38::   &39:503.3  03:7:9'00 /  43.350707.7.90758. /2..9.2..9.8.708  43./    !#!%    !&&   !03079.390:7 20203:80-./:5909.2.2.0790-7.3.25:.9/./.../././.3 .3202503.385072. '.31.07/.3.35./.385072.9 -071:38:39:20343974.79:-::88023107:8.9157247/.3203.2.5./5.:3390:7 1481.3/.308903/0717:948.3 /.3.9078780880:3/07 $97:9:7/.209.32.9.3-093../.-9..9:.9.5507:-.385072.274845/5078..3/.802:. 207.3 03/.85072..10/  43./../5.35.../.9.2 2499.0790-7.39.209.9-07::7.380..8::     47243.25033.58089:7:3./.02.3.2 2.207.3.7. .3805.25-.8.3 47.9..8.73.3/.83.9. .0790-7..3 5...235.3/:5-07. 43.2/:.:7.9.

.8 85072../.:.8903907/.  5.907/.90.8./.:-39 -390.39.080  :74039.3/. .3 03:7:9#./.7875 /478.8./01107039.3802.908 !.2 :20380397.0207.3507:93./03.39.20.3  $0-0:28.3/7. /  .300.:8/-.203:7:9.3 9:-::8 85072.30.984../-.23/9..32.83 2.  3/:-093.7 ..3203434 202..30.5 507:9/0.20:8:8.8.38:/..5./.3-07./ 03:7:9..-07:9 ..5..3 8:8:3.202.93.3#:89/.38:/.907.3/3.3/..3.3    3.3875/.79:-::8907/.73.. 743.3-.  03:7:9.3 40208039708 43. 9.9../809...9  03:7:9#:89/.70   3/:.9.885072.39.39.7073/.3/80-:9 85072.980503.2.3.720./03. 9.32025:3.3/3.90780-:9 /.2..73.07.3943/.3.80.9:-: .5202.3507:9202-039:8:/:99:25:  03:7:9&83..907-:. 907/7./.39.3 90709.3.89080231078 /.3/3 -093..9.3/.5470 85072..03/473  03:7:9'0 /  90898.390:7202-03.3-072.30-:8...01107039.805.3-093.3 2.39...33.8  /..87-:.8320302-.3.3/.8.0/.3:74039..:3 $0/.574547805.3 90709.07./.  43.805.74.//.907/7.343.2#:89/.3/.080 907/..9.:3 ./4784.38.38.3.73.33/:.3.9:-: %0898.0/:.7:2.3880.3/80-:94.3-.3/.785072.907.2:3.880.3/.3.3/.038.3 85072.3 .3.3/.942$8902#0574/:8093.  $079.888023.0207.30-3.380.   .9.3/:.:9/.73.3.0790-7.8.73./. --9 4348 09:7:3.-.:2:23. 9. -07507:9958 . . -07.3 .57291./   73/:. ..3/:.. 9.0..-07:2:7  9..9.805079.70   /9. :2:7  9.7 2..:7.39.73.8.3/034080 8080794./.0..203:7:9&83...300-093.7802:.5 8:8:3.388907.39.980 803907899.5.:4.-0.73.3:8..9:7 07.8.3507:9/-0.9.80-.39/.2743.3..780.2-.5.3/. /  9.3 .    7 .2/-.3.:7.3-071:383:9791  :.74 /     3./207:5..320302-:30.0790-7.3. .3 /945..7 9089089070-/.33.29:-:907/.3/:-093.3-071:3880-.3/.9 -..8.439:/3.  897:9:7908908907/7/.7.3 -.32./. 3/39:-::885072.3..%0:7 %.3202.343.3-. 8023..     73/:093../.9:7/. -.30-0.3  507:9202-:.:9.39.3 07.3..::20.7:2.3. 7:8:5.33.7:28090:7 0:.39.9.370.80:2.343.83:8/.3/.9:.3:8  /03.5.39.3.7 ..8 8079..3..907..03/:9  :-.3. 03:7:9#.. . $0 80503.3-093. 0..3/:-093.9443.3-07-039:439:/3.4.915.8.3   4.3.8././-0.9.3.9:7 :2:7  9.307.39.07.35005.5.:8./.907.9443:2 :3.2.89:-:.890 ..25.-07.9.93.3 -07-39 -39-0788090:7.805... .7..984../-.9.394385072.5.3. #.23202-03.3/945.  /.8.23.3/.3 :74039.30-.39.8./:.3203.:3 ./..3/03.5840800723.7 743..0207.202.7..././.73/:./.3...9..3/3/03..3..3883.:-.:2.-0..9./././/.9.3-093. 05//28 .942$8902#0574/:8.03:7:9#:89/.3.5..5.

2:.-07.35.7:2 !.992-:/.39:32084./ /.-0-.3 43.902.9. :203503:/03.9443..8907/.34.7:2907-:3:84080.9/.73./:.703..32.9.  $5072.9:-:/.2140 .7.  .3.3.3-0:2 /0.9   ..25.390:7/.8023107:82.355/03./.0:.3.73.507903./.944.9403088 $02:.../.39.2:332.:.-:.3.:4.43.8 !.9443./.82:. 207.30:.3.7.38:.9443.5.-07.574547885072..7. .293.902./-093./..54.43.-0:2-0702-.9.7/-0/.944.3%.::33 /.7:27/.3:.920.:.39.3.3..944./.894.584085072.9 %0:79/.32.9403088 89085072.3.9  ' %0890870708 #43.58.3.9.:8.3   %03:7:9%08907/.390.9   !0702-.385072../.39/.9:.3.2 2./.30.7:2/.390:7 9/.3/:9907..9: .-07:9  %/./..2-.320.3.9.3./0:. /.7:2.7:2.2:20380397.3.8.-07:9  %0890870708 .30./.3.8.91 ::7.39..397.5:94.0207./-093.9..385072./0.3.3.5:9 . 0383/80-:9.3802./..5.9..944.3.7:2-07-039:9:-::8.30/.8..8944203:7:9...3808203:7:9%08907/.9 43. !748085005.3 !03.0207.3.4.9..907.3:-.3./..805079-03.-:..2.985072.9/..     %03:7:9.72:825. $./.73.3 ./.24./..2.9.3503.4403088 #43..7743.3/.7..3-093.3 .2-..  .73.3 ..39.8090:72.-: .343.393.2743.-.3.3.890 -072.3//.25.3.3202-:3:8-.7:2 -07:-:3.7..!..3-..93.385.9//..4./..2572.3207:5.3.8.9403088..25.343.32:/.302:/.3.7  ' 9185072...73.   /.340.:85..  9:3./48 ./.3 908908 .3:.3 85072../3.3 -07./.3/.:/3/34.73.73.2.79:-:3..30:.3 .3.39.9./.9.380:3/07 $5072.7 /. 02-0/.. 5:9 .7./..3-07.7:2/-:3:8408:.902...3039.32:82/33 3/343.73..5.80-.73..3-07.21103/0  .4949.3-093./.:33 039:90:7905.390890820307:9.88. 907/./.3    %3.8./5.9503.3.3 -079..507:93.3-0-07....7:2  ' .4..3.5:9-078.2.3/03.50/:. 207.902.5:9  5.343.80-.3/.39..8.25.71403/80-:94.   %203:7:90...9443.3-039:3..2:2034./03.3..-:.: :-.3-39.5.-07...3039. -:.43.8:/....343.. 89085072./.20. $5072./.73./:.8.8-07885072.90../.202.3%. 3/3503:/03..9:-: 43.3-07::7./.9:-: 43. 4.9 9.7:2907/7/.9/03.3 802.35005.-:3.3.3 503.207..80231074:8  ' %089082.39.3.25.73.9:-: .3/05.3    %3.39.0.8907./5..73.88.-:.8.85072.3.385072..-. 80:3/07-079./8.-:30././.3-07.  ' $.20.370038:31880.94. 5.2./2038 743.:5:9 -039:3.3   !072:.343. :-.   .99:3.2578./2038 743..74.2:2.../3/34-:0503:/033.30807 %3..3.5..785072.-.-093.8.55 80/.8.3 ./.720.3/03./2038 743.33.3.390.8743.9:8090.7:2 :203 /.4./03..../. %3.3/03.3-07:-:3..43.32034345.21103/0   ./.3208490:2 !.3/3/3:.30807  /.88.8.3./.39434843.

/48  /.5:.-07:3390:7  97..343..3.8.30.3/03.25..%3..907: 202..7-07.7 2038.73.9.73.85.5.9402.-07:9  %/..902.2.3././.21103/0   .339.38.3.390:70.805079./..9.8.5.7:2-07. 507:9 %0:79/.2..  .7./.9/. 0.3743. %/.3499:73:07/.348/:08:207203:7:90.  .80-..207..8   %/.

3  .5.3.2-:8./9/.7: /809.507:943. 82097 90:79/.3:3390:7-.9402.25./.:33 -07-:97 -:97 202.7:2-07.390:7502-039:.  .8..73. 0.739   .  743..9.2572./..207.9/.

9 0.7.25.907.38.25.3 -0:2-0-..3/03.9/.9...33.:33 502-::/.780 805.390:70.  .-0307.8.7:2-07..3 502-::/.7507:98.3/. 8.  . 207.8 5.8.7.  .9 /-. -.3 90:7/..507:9 0.3.907.3.2743.:330207.25.83.880:7:3..3/.7:2-07.73..3/..380/.2572.0.3..9907:72:/.790  ' .-.339 -.2:3390:7  ' . ../.73.202.907.5:98:8:8.9/.2::7...3.9.907.3.73./..8/.73.

2.90:788.35005.8..:/. 4..37.-07::7.3/80-:985072.8.7:220207./90.3 /03.9 0./203....80-03.3-07.5.9/..902.0  ' .390:72.-09: ./805079 .8.9443.//03.3-071./.8.8.  ' $. !74/:8808:.4.3  /. %.39.7.32./.-. %.7..343. 8:: /  907/7/.9.88.8.7-.39/.3203:7:948 .805079:05:/3 203880:7: 743..2.7/.3-07..907..05. 43.390:7-0:2/. $5072.507:9 90:7907.-078-0-07.207.3 !74/:8808:.3 43.3!0702-.7:2 0.0:.339.9.9.980/.59/-0/..30207.7 97.9/. 90780-:9-0:20:.-.5897.9/.2:/.25.207:5.9 !74/:808:.3:-. 502.9443.507:9 90:70. ::7.-07::7.9.8/./.79.3402.9.3507..87.3 %0:7 90:7/. 5079.    !74808!02-039:.385.90.82:2909.7:220307:980-. 207.7-.8.3.8.55074/808:./780.7./:2:/.8.5./9:7:3/03..8502./..7-.7. 207..3 -0-.9/54/ 3/...9-07:-.3.3 -07.5./.9/.3  $0 8085072. !02.943.390:7.3 908908-07:-.35005.3  .3.39:30..3/.-..3.5897..7-0-07.8.5 %/.73./ -039:3.3.2..9/-0/.3 #0574/:8 !74/:8808:.8.3./.3 -07.8:/.3    %203:7:948 %3.3 -07.5.5...9 !74/:808:./0..0:2 $5072...43.32./05.343.. 90:7/..5...507:9...7.5..5.8. . 3/.73..8.9202-0.207.9.797.385.3 :-.-0702-.73.-0:22:.3 43.9443./8.0.270574/:8 43.2 908984080 80:8:8.9.8907.5.2-.3/.3.8.32.90.0207./.507:9/90.8008. 43/88.3 :3390:7-078002-:323.38.3-0781.74.29488202-039:85072.3908908-07885072.3-08.-0:2-07.8.73.8 .9/-0/.05.507:93.3-08.743./0:.3402..943.03//.3.

5.2-.80 ..9 9079039: .343. 4.//:.3/4./.7809.   03:7:9.9.8..9.3/945.3.:7.805079..320:.90403088 ../.3203..389073.7:93. :90./39073.3.90403088 /9.:8 .3 80...9:/03.35.9././49745357..307.3.743.3.8203.1:388890270574/:8..3907. -07503.8090:7/.3.32.3-.3.:.2574808503.3..20.8 !.3.3/./03.35.7:80. 2-.3.3/03.5.3.9:.: 502./.3   .39.1.5....3 43.-079. !494!074/0 !748084.9:502.-..58./.2#:89/..50:.50388:-897.3.35494 5074/0 !4945074/0//:...3/07.202.38945./.7..33/:.3203./.32:.25:3840/   -.   %08908.09.3 -0702-.05.24.34489/.9:9.31.34.883908.32:.9/3/..90403088 / 9.0794 ./.290890890780-:9 907/.3703/.3//.:70574/:8/../.54/..9489203.2..7:2907./49745347243  .:2:.3!0702-.3/-:9:. -0-07.5.3.94739073./85072.7.850808.343.3.3907.3:3.3503.30:7.3 02:/.70  /.3-07/107038.9403088203.502-039:.3.  443.8..-.3980  489-0702-.8.3:-:3.3:39:502.503/4743/.380:3/07 04034:8.7:907.-07503.5.55079:2-:.3.//..89/.3.7: 502.202.3203033.1.3.82.39004890203:3:.3.3203../85072.37085434.5..3/.7  /.8.90403088 /..89080231074:8.3/-.0.32.7:2 /.9.-079...3/58. 7:80  /.5-07-.///../....../093.././..3/03./.3202503.73/.3..94724343..7.9.7.7/....203.3907..9:3390:7.3 /034080 80.3907.310799.3::7. .1.9/03.340 2080390708 /. $.9:7./../.-078.-0-07.3 203039:.749074/43349.805.:.30-07.3.33.   -0-07.3./8085072.9.0.9443:2.3907.8/503.343.3820503.3.8.3025.502.35033./.3/./.3-0702-.3-.5 .9202503.257480885072..257480890780-:9 02:/.7:400-:9:.7.350393-.3 0.947.9..380.7.85./.3.     !74808!02-039:.980.38:3907.3  03:7:9$9.:.302503../.-0:2/902:.35071078945.2 3/4034:8.. :-:3.3./03.90403088 9.3:93./ !.3..5.39004890 $:::../.907./3.3..7:!02-039:./.9839088:3390:7.3/.:.944.7 5414814574903   ../..3 502.38208.24489 3/4034:8 . :3390:73907/7/.:9  $:: $::-07503..3./.9/ $5072.520.343. 3.50:.8:-897.0  /...9:507.  225...9.5.32:/.947$48.357480870574/:8.3-07507..5./497453 43../. $07.33./.38090:7408:./:/.890 .39:-::8-078.3808:./  090780/.3.9:.3.8.08038..55079:2-:./.94708038./.382007.8090:7.343.99:-::8 9:-::8 /2.0-07.203.  5079:2-:.75074/0  3907.9.3203..3.5.8:.3502.9.7:907..3:48.-/.34.:./.3.2-.3:48.4.585072.7.3 -079..7.9/-.9.805.209073. 307.2:8/.3 50393-.8574903:3390:7/..3  $:-897.947089073..  /.3 425488574903207:5.380. 548547 ! 803 3 /.9!02.2.3/03408.8/.58.  03:7:9$9.:./:.39.9:502.2#:89/.8903.8..38090:7 20.82.7.3/80-:943.58 807..-0702-.9 4034:8..547..3/.2#:89/./85072...9489 0488/.357207 570.3-07:-.5.  85072.5% 43.

903 $0.3-./3.37.7.9.3.9.947.3-093.-07.9..:/8.32.99:-:3.3503.39.31.2.3.99:-: /.3.902.0 .9.3-0:2/-:.343../.590:79/. 7..3  .3.7:50789.80.3./.5:9 5.3/.7:220387..35.8/.82.3-.3.3-.380..2-07..3:9:-.757.28:..5:9./ .9.1.2.. 207.2.93.3.3503/./:/.-.7..3.9:/.39..39/.    ./.  03:7:91103/0  90:7.7./.300207.3.-07.83.-.309.5..253002-:3.5:9327302508.9 90:7  .73.343.5.7 809.3.5./.7274845 09/.5.. 7..  07.9503.82.3...3/. .03 .3/:7.274845/.9.3/./7.9.3/.3.3:7./.82.3:9:-.8.3-093.9/-0/.:-07./03..5:9. 574/:808:/..3507.7/.29:-:.25.3203:3:.85033.5:9 . .94739738.73.30/:./.7:2-07-039: 202.7:.2.3 -039:-:..31.3  .757..2.39.343.3 507...3 038 ./80/984-0909.3203.584080.39.8..3-.9.8.3 09.3503.:./.3-.3:39:2.33     3.990:7  .../.9474708 !.5:9.43..2.8:3.-:...3/.3..7..9.:2:23.3/.3.943.9:7 09.:2.0709./.. 85072.9:4.9::-.3909/./5.9: 7.7./.3/3.9474708.3.2113/0  5.3808:...9.3.3/./08.3907.8:8:8  .3-.3.89.302.9 274845.58:.0.507-0/.3202503.3/..3-07. .9....902.7:2 -07...9.902.20847.3 .743 2025:3.8 .5.7.8743.2/.503.:0:33.3.39.7:8 5.80.2-007.2.2-:7../.:2  /.3/.39:35.885.80-08./:.9.574808503. 4.3/.5.945..32025:3. 57..9/-0/..7./.23.390780-:98:/.3.9/04254.7.503/.8/..3-:.3-093.3 0:..9../:. 907.3/..8 573:8.743./ .80-:.2.91.39.9.3-.5'5002-.9:8.2   ...0909.8.9:-:/03.3/3./ .9.5.3 %08908-07.8.943.3 54945074/ 8:: 0./-...:5:3-093.39/.3/.393.7:2 20387.203039:..3 -07-039:202.5:9.30.9./3.390780-:9 /.3203.3 .39..  09.3803.91103/0  ..30.47.39./3907/.380.2-.253002-:3.7 089738 ..3 57480870574/:8.3/-..3 /..9.....39.32..002-:3 703.3070/9.3-039:3.38.380-08.3.3 39738 /..3/.8:3.2.3//.907/.73.5.39.03.3 /.9#.7    43.2..550702-.3..7450..943..7.3 02. 09.343.57./.73. /3.:/8.9.:-.82.//-/.7.5:90207./.380.3 203.203035.25:7/.8.2.2.380.03:7:9.9.4743 -.07.5079..380.25..343.9.5079..9.9.947 3:3.3 09./.9:250..73.9:250.890:7..3 9.908908 43.8 .2.9.3/.7.8.393.9.3.32.9..3 90:70.7038.9..3.2.3/..3 %07.9.9:.2203../..90709.3808:.-.754 5.79-07.7 /.8/.5. 93./.202078.8.3.32..39..2.90:732.3507:-.3.5.31.9093.3 18443/.35. ./-...3.7.9./203:7:90890.5.9503..9.3808:.-.73.74 /  .32..3 %0:70.309.9.2.9//.35.4743.7-07.99:-:3.3 /808:.3.3-093.309..3.343.../.808:.:2 /-./.203.8/./7. 207./. /3.31.7-07. 2.507:9905.5.3 /.009.97:.8 07/.3907. 0.

3-..3.38.507:9 /-.9403088 9089082.9/825:..342039.7 !48930-.9./7.8503.-.3507.7 942  .3 0./.7:502-039:....09070-/.3.3808:.920309./207:5.3./.32.9489 85072.8.39.507:9-.2.5.743.3 090780/.90403088 04034:8./ .3-.3/.342039..350702-.47.8..002-:3703./../.5.3-093.343./   $!&$#   0825:.  .5./.:5037:5002-07./..9/.3.947089073.8.//.390:7/.39.9403088 .907.3.5'./-093.3   %203:7:9../-07. 5./.5.507..3 85072.9185072. ./.7:502-039:.8503.3   07/..920309.3.8/. 7.729 80/.703.343.902.90.3 02507..7.3 -:./.9.9..3-07.90890870708 50702-..90403088   .3  20387.3/.3/.3 9..7:/.73.9203.32.05.7./.3202503.3 09.:43/83:3.3.32.7502-.0207.3.7.05.3/.343.8    $.9502. ..2.7..3.507:93./ ..5.3.3/03.9.8./..43.8..3 07.7:8 5.9:-:..9489  85072.35418.9185072.9 02..73/:-093.2.9.8. -07507:9958  .74.3   .3.3.8.7 !48./4784.03..3743.3 ..3/03.9:9:538./.9.3 /03. 85072.9..9/-0/.:39:202507.9./743.7.73.9:85072..3.2./:7:90:.370574/:85.807.7.3/.3404:$:57.347.203:7:90890./.2-.79/.5079.920309.5.07.0790-7..390890870708   !74808502-039:.7..300207.3  548.39:/..9:50702-./:7:92030:.3../././.9:-:   7 .05.3.3-.307.43..9:/0.90709.8.-.. . .5.33.7..3. 5072:.37:.30.347243 :2:7 0309 .5.   7 ./.257 2.3./.3 43. .7. /743.9.73.343.3 :-.3 -.../7.  43.3/.39.9/ 8085072.343.33.993./.390709.8.   !74808502-039:.3..343.3.350702-./..73.902.309:7:3.5'..393.9.07.343.3089073.3.32.3-07.2502-0.5:9/.343.:93.9./:...9202503.390:7 202-03..3-.::..3038 .9443.9./ 09.8.39.3./.9:570.507.3 $0-.07. /03.39.385072. .73.5.343./.94739073.5:9/..3.3!48.343.3.20302-..354945074/0 8::  8:-897.9/./.9443.39..39..3-.3   %203:7:9%08907/.7:2-07.73/:.3202503.902.23202-03.39. 2..3./..3-093.33.9.343.93/   42039.3/./..3-093.3%..9.::39:202507./.7:!4893.3.33.90403088  03/4034:8.3. 9079:..9.

-07:.907.5: 7854 O O O O 94-07   57   :3   0   !03:9   .9574103.:90:  4:$:57..3503:!#& .$0.3/:5/.32070.93 !..... .:/.3 202-.3 $:2..02-.3/02#& .:.3/03...390.7:8-079.7.9.3 3/4308.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful