Fisiologi Hewan Air

OSMOREGULASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Osmosis. Pada hakekatnya osmosis adalah suatu prose difusi. Para ahli kimia mengatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu, tetapi menghalangi molekul lain dikatakan permeabel secara diferensial.. Seperti dikatakan di atas : pelarut universal adalah air. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel secara diferensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Perlu ditekankan bahwa “konsentrasi” disini, adalah konsentrasi pelarutnya, yaitu air dan bukan konsentrasi dari zat yang larut (molekul, ion) dalam air itu. Pertukaran air antara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang begitu penting sehingga memerlukan suatu penamaan khusus yaitu osmosis (Kimball,1983). Osmoregulasi merupakan upaya yang dilakukan oleh ikan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion-ion antara tubuh ikan dengan lingkungannya (Taufik dan Eni, 2006). Proses adaptasi terhadap kondisi salinitas dilakukan melalui proses osmoregulasi yaitu proses pengaturan antara tekanan osmotik dalam tubuh agar sesuai dengan tekanan osmotik medianya (Rusdi dan Muhammad, 2006). Jika akhirnya tercapai keadaan yang seimbang, maka volume itu menyatakan berapa besarnya nilai osmosis dari larutan gula. Kelebihan volume itu mempunyai berat yang menekan ke segala jurusan dan tekanan itu kita sebut tekanan osmosis. Tekanan osmosis itu sebenarnya tak lain hanyalah pernyataan lain dari nilai osmosis (Dwijoseputro, 1992). Osmosis adalah pergerakan air dari cairan yang mempunyai kandungan air lebih tinggi (yang lebih encer) menuju ke cairan yang mempunyai kandungan air lebih rendah (yang lebih pekat). Contoh osmosis ialah pergerakan air dari larutan gula 5% menuju larutan gula 15% (Isnaeni, 2006). 1.2 Pengertian Osmoregulasi. Osmoregulasi adalah proses untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut yang ada dalam tubuh hewan (Isnaeni, 2006). Kemampuan mengatur konsentrasi garam atau air di cairan internal disebut dengan osmoregulasi (Nybakken, 1992). Osmoregulasi adalah proses organisme yang mampu mempertahankan perbedaan keseimbangan garam internal dari medium eksternal (Afrianto, 1996). 1.3 Pengertian Difusi. Difusi dapat diberi batasan (definisi) sebagai gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah lain dengan konsentrasi lebih rendah yang disebabkan oleh energi kinetik molekul-molekul tersebut (Villee, dkk, 1988). Jika beberapa subtansi terlarut mempunyai konsentrasi yang lebih kuat pada suatu larutan, substansi ini akan mengalir secara berangsur-angsur sampai molekul (atau ion) terdistribusi merata ke seluruh larutan. Proses ini disebut difusi (Marsland, 1964). Difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinyu yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan dan daya larut

dalam lipid dari partikel-partikel tersebut (Kimball, 1983). 1.4 Transpor Aktif. Gerakan ion dan molekul melawan suatu gradien konsentrasi ini disebut transpor aktif (active transport). Disebut aktif karena sel-sel itu harus mempergunakan energi untuk transportasi melawan daya difusi yang pasif (Kimball, 1983). Menurut Gordon et. al (1977), transpor aktif adalah gerakan substansi melawan gradien aktivitas elektrokimia, sering kali melalui kombinasi reversible dengan beberapa tipe intramembran pembawa molekul. Energi diperoleh dari metabolisme. Menurut Prosser and Frank (1961), transpor aktif adalah transpor pengontrol metabolisme yang dapat dibawa oleh pembawa enzim atau membran perantara moleku-molekul khusus. Metabolisme alami dengan pembawa atau perantara enzimatik. Sedangkan ekuilibrium elektrik, elektrolis khusus yang diabsorbsi sebagai molekul netral atau seperti ion ditukar dengan ion lain yang tandanya sama. 1.5 Organ Osmoregulasi. Hampir semua hewan akuatik, organ yang sering digunakan dalam pertukaran air dengan lingkungannya adalah insang, usus dan ginjal. Dalam bentuk lain, kelompok air tawar seperti amfibi, kulit juga merupakan bagian penting dalam gerakan air (Gordon et. al , 1977). Adapun organ-organ tubuh yang berperan sebagai tempat berlangsungnya osmoregulasi adalah : insang, saluran pencernaan, intergumen (kulit) dan organ ekskresi pada kelenjar antena (Mantel dan Farmer, 1983 dalam Kordi dan Andi, 2007). Garam yang berakumulasi baik melalui makanan yang masuk maupun melalui difusi ke dalam melewati permukaan-permukaan seperti insang, dikeluarkan oleh ginjal dan oleh suatu linear khusus yang mengekskresikan garam yang terdapat dibagian caudal usus hiu (Villee, dkk , 1988). 1.6 Pola Regulasi Air dan Ion pada Ikan. Apapun komposisi kimianya, dua larutan yang mempunyai konsentrasi osmotik sama dikatakan isoosmotik. Jika dua larutan berbeda konsentrasi, yang berkonsentrasi lebih disebut hiperosmotik dan yang lebih rendah disebut hipoosmotik (Gordon et. al, 1977). Menurut Musida (2008), pola regulasi pada ikan dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : 1. Regulasi hipertonik atau hiperosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh hewan yang lebih tinggi dari konsentrasi media. 2. Regulasi hipotonik atau hipoosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih rendah dari konsentrasi media. 3. Regulasi isotonik atau isoosmotik, yaitu bila kerja osmotik dilakukan pada keadaan konsentrasi media. Cairan tubuh dan sel dari kebanyakan organisme laut serupa sifat osmosisnya dengan air laut dengan salinitas 33 ‰. Pada organisme-organisme daratan dan air tawar ini agak lebih rendah. Bila dibedakan kepada lingkungan hipotonis cairan dengan salinitas lebih rendah dari pada salinitas cairan berlebihan. Dalam situasi hipertonis (dimana cairan sekitarnya lebih tinggi salinitasnya) ia kehilangan cairan ke lingkungannya. Kedua macam situasi dapat membahayakan (Mc Connoughey dan Zottoli, 2000). 1.7 Proses Osmoregulasi. 1.7.1 Ikan Elasmobranchi. Menurut Bond (1979) dalam jatilaksono (2007), osmoregulasi pada ikan-ikan elasmobranchi menyokong teori bahwa tekanan osmosis yang disebabkan oleh garam-garam dalam darah disebabkan oleh penahan urea dan sedikit bahan nitrogen lainnya. Urea merupakan hasil

akhir metabolisme nitrogen yang dikeluarkan air kencing hiu dan pari. Sewaktu penyaringan glumerulus melalui sepasang tubuh ginjal. Segmen-segmen khusus menyerap kembali urea (70-90%) sehingga darah mengandung lebih kurang 350 mmol/L urea elasmobranchi umum. Menurut Affandi dan Usman (2002) dalam Jatilaksono (2007), secara umum dikatakan bahwa cairan tubuh golongan ikan elasmobranchi mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar dari lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan Tri Meilamin Oksida (TMAO) dari tubuh. Karena cairan tubuh yang hiperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan melalui air seni. Cairan tubuh golongan Elasmobranchi umumnya mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar daripada lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan TMAO dalam tubuh. Karena cairan tubuhnya yang hyperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya, kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan sebagai air seni. Penyerapan kembali terhadap urea di dalam tubuli ginjal merupakan upaya pula dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuhnya yang bersifat impermeabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya (Rachman, 2003). 1.7.2 Ikan Teleostei. Teleostei laut, yang mempunyai cairan tubuh hipoosmotik terhadap air laut, mempunyai mekanisme adaptasi tertentu yang bermanfaat untuk menghindari kehilangan air dari tubuhnya. Pada hewan ini, kehilangan air dari tubuh terutama terjadi melalui insang. Sebagai penggantinya, hewan ini akan minum air laut dalam jumlah banyak. Namun, cara tersebut menyebabkan garam yang ikut masuk ke dalam tubuh menjadi banyak pula. Kelebihan garam ini harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Pengeluaran dalam jumlah besar dilakukan melalui insang, karena insang ikan mengandung sel khusus yang disebut sel klorid. Sel klorid ialah sel yang berfungsi untuk mengeluarkan NaCl dari plasma ke air laut secara aktif (Isnaeni, 2006). Pada golongan ikan teleostei terdapat gelembung air seni (urinary bladder) untuk menampung air seni. Di sini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion, dindingnya impermeabel terhadap air seni (Rachman, 2003). Insang teleostei terdiri dari dua rangkaian yang tersusun atas empat lengkungan tulang rawan dan tulang keras (holobrankhia) yang menyusun sisi-sisi jaring. Insang juga dilengkapi dengan lapisan sel-sel penghasil mukus dan sel-sel yang mengekskresikan amonia dan kelebihan garam (Irianto, 2005). 1.8 Pengaruh Salinitas dan pH Terhadap Ikan. Salinitas air berpengaruh terhadap tekanan osmotik air. Semakin tinggi salinitas, akan semakin besar pula tekanan osmotiknya. Biota yang hidup di air asin harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap tekanan osmotik dari lingkungannya. Penyesuaian ini memerlukan banyak energi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk keperluan tersebut (Kordi dan Andi, 2007). Menurut Irianto (2005), pada kondisi pH rendah yang bersifat kronik, dapat terjadi gangguan kesehatan berupa terhambatnya pertumbuhan. Adapun pada kondisi pH rendah akut, ikan menjadi hiperaktif, nervous dan produksi mukus insang yang berlebihan dan pada akhirnya menyebabkan gangguan pernapasan. Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 78,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi

akan berakhir jika pH rendah (Effendi, 2003). 5.2 SARAN Diharapkan pada praktikum selanjutnya, praktikan lebih teliti lgi dalam pengamati perubahan – perubahan yang terjadi pada ikan sehingga data yang diperoleh lebih valid lagi.

RESPIRASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Respirasi Pernafasan adalah proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernafasan. Proses pengikatan oksigen tersebut selain dipengaruhi struktur alat pernafasan, juga dipengaruhi perbedaan tekanan parsial O2 antara perairan dengan darah. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan gas-gas berdifusi ke dalam darah atau keluar melalui alat pernafasan (Fujaya, 2004). Menurut Dwijoseputro (1992) pernafasan adalah suatu proses pembongkaran dimana energy yang tersimpan ditimbulkan kembali untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan. Menurut Batu (1983) respirasi berarti suatu proses yang menghasilkan energy dari oksidasi biotic. Reaksinya adalah sebagai berikut : Gas Oksigen + Gula Air + Zat asam arang + Energi Pernafasan adalah menghisap udara ke dalam paru-paru dan mengeluarkannya dari paru-paru. Udara yang dihisap tidak seluruhnya oleh paru-paru dipakai, seperti kita ketahui bahwa di dalam udara terdapat berbagai gas yang banyaknya berbeda (Iskandar, 1974). Sistem pernafasan bertugas mengambil oksigen dari udara. Setelah sampai pada paru-paru, oksigen dipindahkan ke darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam pembuluh darah, oksigen ditukar dengan karbondioksida. Karbondioksida sebagai hasil oksidasi respirasi sel dan dibawa ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh (Ayiseti, 2008). 1.2 Jenis-jenis Respirasi Menurut Batu (1983) proses oksidasi dapat dibedakan atas beberapa tipe, yaitu : a.Respirasi aerobic : dimana gas-gas atau molekul oksigen berfungsi sebagai penerima hydrogen (oxidant) b.Respirasi anaerobic: tidak memerlukan oksigen tetapi yang berfungsi sebagai penerima electron (oxidant) adalah persenyawaan anorganik c. Fermentasi : termasuk respirasi anaerobic, persenyawaan organic berfungsi sebagai oxidant (menerima electron) Pada dasarnya pengertian respirasi eksternal sama dengan bernafas, sedangkan respirasi internal atau respirasi seluler ialah proses penggunaan oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan zat sisa metabolism sel yang berupa CO2. Oksigen yang diperoleh hewan dari lingkungannya digunakan dalam proses fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP. Sebenarnya, hewan dapat menghasilkan ATP tanpa oksigen.Proses semacam itu disebut respirasi anaerob. Akan tetapi, proses tersebut tidak dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak. Respirasi yang dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak ialah respirasi aerob (Isnaeni, 2006). 1.3 Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

Rata-rata konsumsi oksigen dipengaruhi oleh aktivitas, suhu, ukuran tubuh, tingkat pada siklus hidup, musim dan waktu dalam hari sesuai persediaan. Persediaan oksigen dan latar belakang genetic. Meskipun merupakan subjek dengan kualifikasi khusus, hanya sedikit nilai rata-rata konsumsi oksigen yang diukur dibawah kondisi fisiologis yang digunakan sebagai dasar diskusi. Selanjutnya tentang faktor modifikasi (Prosser and Brown, 1961). Konsumsi oksigen bervariasi tergantung pada spesies, ukuran, aktivitas, musim dan suhu.Hewan yang berenang cepat menggunakan lebih banyak oksigen selama periode aktivitasnya daripada hewan yang istirahat. Hewan yang lebih besar menggunakan lebih sedikit oksigen daripada hewan yang kecil. Konsumsi oksigen meningkat sampai beberapa tingkat kritis kemudian menurun, tetapi banyak hewan yang dapat menyesuaikan untuk perubahan musim dingin daripada selama tahun istirahat (Royce, 1972). 1.4 Sumber O2 dalam Air Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer (sekitar 35%) dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Novotny dan Olem, 1994). Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air dapat terjadi secara langsung pada kondisi air diam (stagnant). Difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan massa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Menurut Kordi dan Tancung (2007) oksigen dalam air tambak dihasilkan melalui proses difusi dari udara yang mengandung 20,95% oksigen. Proses ini terjadi secara cepat pada selaput pemukaan air, namun berjalan sangat lambat ke lapisan yang lebih dalam. Sumber oksigen lainnya adalah fytoplankton dan adanya aliran air baru yang masuk ke dalam tambak/kolam, oksigen di dalam air dapat berkurang karena proses difusi, respirasi dan reaksi kimia (oksidasi dan reduksi). 1.5 DO (Dissolved oksigen) Apabila oksigen di dalam air terdapat dalam bentuk terlarut disebut keadaan aerob, apabila terdapat bentuk tidak terlarut tetapi berikatan lain dengan unsur seperti NO4 dan NO3 disebut keadaan anoksik, sedangkan apabila tidak terdapat sama sekali oksigen dalam air, baik yang terlarut maupun yang membentuk ikatan dengan unsur lain disebut anaerobik (Barus, 2002). Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang paling penting pada budidaya. Ikan konsentrasi oksigen terlarut dalam kolom selalu mengalami perubahan dalam sehari semalam. Oleh karerna itu pengelola kolam ikan harus mengetahui atau memantau perubahan konsentrasi oksigen terlarut didalam kolamnya (Ana, 2009). Oksigen terlarut dibutihkan oleh semua jasad hidup untuk pernafasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan (Salmin, 2008) Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang sangat vital bagi kehidupan organisme perairan, konsentrasi oksigen terlarut cenderung berubah lebih sesuai dengan keadaan atmosfer (Ahmad dan Edward, 2004). Oksigen (O2) merupakan unsur fatal dan sangat diperlukan dalam proses respirasi dan metabolisme semua organisme perairan termasuk fitoplankton atau algae, oksigen yang diperlukan bakteri pengurai untuk proses dekomposisi bagian organik (Herawati, 2000). 1.6 Mekanisme Masuknya O2 Dalam Perairan Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air terjadi secara langsung pada kondisi air dalam (stagnatif) difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan masa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Mekanisme pertukaran arus yang berlawanan sangat berguna dan 90% dari oksigen yang terlarut dalam air dapat diambil, ini lebih dari ppada 25% oksigen yang dapat diambil oleh

2003).4 m perdetik maka gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada ventilasi dorong (Rachman. Urat daging corochroticod dan coroocobranchi berkontruksi menyebabkan rongga uropharyngel bertambah lebar. Pada serat itu air masuk kedalam mulut bersamaan dengan penutup bagian luar menutup tekanan air yang datang dari luar. Secara kontinyu dekomposisi oleh hewan dan tumbuhan saat diserap untuk proses dekomposisi bahan organik (Arfiati. 2003).9 Hubungan Suhu dan Respirasi Aktivitas mikroorganisme memelikan suhu optimum yang berbeda-beda tetapi proses dekomposisi biasanya terjadi pada kondisi udara yang hangat. Jika gerakan mackarel melebihi 0. 2003). jenis bahan organik dan rasio karbon dan nitrogen (Bold.10 Perbedaan Organ Respirasi Ikan Demersal Dan Ikan Pelagis Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang.mamalia dari udara dengan paru-parunya (Rachman.7 Konsumsi Oksigen Dalam Perairan Oksigen sebagai gas penting dalam kimia dan biokimiawi. 2. Proses ini disebut velisikasi dorong. Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang. 1977). Kecepatan dekomposisi meningkat pada kisaran 5oC – 35oC. 1988 dalam Efendi. Berbeda dengan fase inpirasi yang bersifat aktif. Ekspirasi terjdi karena adanya relaktiogi otot resblima dan pengerutan dinding alveoli (Isnaeni. proses ini disebut vertilasi dorong. 1. 1. 1. 2001) Selain akibat prises respirasi tumbuhan dan hewan hilangnya oksigen diperairan juga terjadi karena oksigen dimanfaatkan oleh mikriba untuk mengoksidasi bahan organik. dkk. Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terlarut di atmosfer (selular 38%) dan aktifasi fotosintesis oleh pertumbuhan air dan fitoplankton (Norotry dan Olem. Urat daging abdutor pada rahang bawah dan lengkungan insang atas dan bawahnya berkontraksi. fase elpirasi merupakan proses pasif.4 m/detik maka gerakan memompa operculum menjadi lambat dan kalau melebihi 0. Oksidasi bahan organik diperairan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : suhu. al. Kontruksi otot tersebut akan meningkatkan volume rongga dada dan menyebabkan atmosfer pun segera masuk paru-paru.6 m/detik gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada vertilasi dorong (Villee. 1. 2006). 2003). Jika gerakan mackerei melebbihi 0. 1988) . Pada kisaran suhu ini setiap peningkatan suhu sebesar 10oC akan meningkatkan proses dekomposisi dan konsumsi oksigen menjadi 2 kali lipat (Effendi. Pada mamalia fase respirasi merupakan proses aktif yang terjadi karena adanya kontraksi otot inepratori (otot diantaranya tulang-tulang iga dan diafragma). pH. 3. 1994). Ruang insang dipersempit oksigen kontraksi urat daging dan bersamaan dengan itu insang terbuka secara pasif. Peningkatan temperatur mengurangi kelarutan gas dalam air tawar perubahan dari 50oC ke 55oC mengurangi jumlah oksigen dari 9 ml ke 5 ml (Gordon et. pasokan oksigen. katup mulut tertutup dan insang bagian luar masih tertutup.8 Fase Respirasi Menurut Rachman (2003) fase-fase pernafasan pada ikan dibagi 3 yaitu : 1.

Akibatnya ikan menjadi hewan yang elatif mempunyai sifat stenothermal (toleransinya terhadap suhu sangat sempit). Fenomena ini bersama dengan sifat poikilotermik atau ektotermik (suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu masa air sekitarnya) ikan menunjukkan kenyataan bahwa peranan temperatur lingkungan tempat hidupnya merupakan hal yang penting ( Kordi dan Tancung.4.4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. 4. reaksi kimia. jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pernapasan biota budidaya tergantung ukuran. Menurut Kordi dan Tancung (2007). tetapi suhu rendah menyebabkan sterss pernapasan pada ikan berupa menurunnya laju pernapasan dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen. tergantung jenisnya. peningkatan suhu menyebabkan peningkatan viskositas. evaporasi dan volotilisasi. Misalnya stess yang di tandai dengan tubuh lemah.3 Faktor Koreksi Kurangnya ketelitian praktikan pada saat perhitungan bukaan mulut menggunakan Hand Tally Counter sehingga dapat mempengaruhi hasil ketepatan data. Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyeabkan peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme aquatik sekitar 2-3 kali lipat. Hal lain yang menjadi faktor koreksi adalah kesalahan prosedur percobaan pada perlakuan yang tidak berurutan yang dapat menyebabkan percobaan terganggu. Menurut Effendi (2003). dan selanjutnya meningkatkan konsumsi oksigen. PEMBAHASAN 4. sehingga bila ketersediannya didalam air tidak mencukupi kebutuhan biota budidaya.2 Analisa Hasil Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. Kandungan oksigen didalam air yang dianggap optimum bagi budidaya biota air adalah 4 – 10 ppm. Menurut Irianto (2005). 2007). Menurut Effendi (2003). Karena oksigen merupakan salah satufaktor pembatas. Hal ini sesuai denga pendapat Brown (1987) dalam Effendi (2003). Pada suhu rendah. peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. akibat yang di timbulkan antara lain ikan menjadi lebih rentan terhadap infeksi fungi dan bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun. yang menyatakan bahwa peningkatan suhu sebesar 1oC akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. Kelompok yang memiliki bukaan mulut sedikit bahkan tidak ada pada menit-menit terakhir yaitu kelompok 1 dan 3 dengan suhu 5oC dengan jumlah 47 dan 8 kali bukaan mulut Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu pada sutu perairan maka oksigen akan berkurang. 4. Pada dasarnya suhu rendah memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi. suhu dan tingkat aktivitasnya dan batas minimumnyaadalah 3 ppm atau 3 mg/l. kurus dan tigkah laku abnormal. suhu tinggi tidak selalu berakibat mematikan tetapi dapat menyebabkan gangguan status status kesehatan untuk jangka panjang. Ikan akan mengalami sterss manakala terpapar pada suhu diluar kisaran yang dapat di toleransi. Laju respirasi terlihat tetap pada batas kelarutan oksigen 3-4 ppm pada suhu 20-30oC.4 Manfaat Di Bidang Perikanan Dengan mempelajari respirasi maka kita dapat tahu dan mengatur suplay oksigen yang tepat bagi kehidupan biota air misalnya di areal pertambakan. maka segala aktivitas biota akan terhambat. Kapasitas panas yang besar dari air merupakan mekanisme penyangga yang baik apabila terjadi perubahan temperatur di udara secara tiba-tiba. Selain itu peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan .

1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1. Kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. Respirasi adalah pengambilan oksigen dan pelepasan karbondioksida. 4. Pertukaran gas (O2 dan CO2 ) berlangsung dalam insang dan pada beberapa ikan menggunakan kulit untuk bernapas. dan selanjutnya mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen. SISTEM PENCERNAAN 1. Semakin tingi suhu perairan maka konsumsi oksigen semakin meningkat. kharakteristik air. 2008). 1964).2 Saran Diharapkan pada praktikum selanjutnya para praktikan lebih memperhatikan bagaimana cara menghitung bukaan mulut pada saat menghitung laju respirasi supaya tidak mempengaruhi nilai kevalidan data. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. 5. Semakin tinggi suhu perairan maka jumlah bukaan mulut semakin banyak. 6.1 Definisi Pencernaan Bahan makanan yang padat biasanya dipecah menjadi larutan berisikan molekul organik yang relatif kecil dan dapat larut sebelum dapat dipakai oleh organisme heterotrofik. suhu dan metabolisme makanan. 7. sedangkan pernapasan ikan dalam air itu adalah pengambilan oksigen dari air dan pelepasan CO2 kedalam air. PENDAHULUAN 1. 3. suatu proses yang disebut pencernaan (Kimball. Faktor yang mempengaruhi respirasi antara lain besar tubuh ikan. Pakan yang dikonsumsi oleh ikan akan mengalami proses digesti di dalam sistem pencernaan sebelum nutrisi pakan tersebut diabsorbsi yang akan dimanfaatkan untuk proses biologis pada tubuh ikan (Titik. Proses digesti memerlukan waktu dalam mencernakan makanannya. 5. 1983). . Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2-3 kali lipat. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Digesti merupakan proses pemecahan zat makanan yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana.kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air.4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. Oksigen terlarut merupakan faktor yang penting yang digunakan pada proses respirasi dalam air. Sumber O2 dalam air dapat berasal dari atmosphere dengan cara difusi dan juga fotosintesis. 2. Pencernaan meliputi semua proses dimana bahan makanan organik kompleks yang kaya energi dipecah di dalam sel atau jaringan tubuh (Guyer and Charles.

dan lewat saluran sisnik ke dalam kantung empedu. Ikan yang herbivora secara sederhana dapat dinyatakan bahwa ikan itu tidak mempunyai kemampuan untuk memakan dan mencerna material lain selain tumbuhan.3 Pengertian Gastric Evacuation Time (GET) Menurut Santoso (1994) dalam Titik (2008) proses digesti memerlukan waktu untuk mencernakan makanannya. dipengaruhi oleh tipe makanan. dkk (1984) sel-sel sekretoris biasanya merupakan bagian dari lapisan saluran pencernaan. b. Hepar menghasilkan bilus melalui duodenum dimana jika bilus yang disekresikan hepar berlebih akan disimpan dalam vesiko felea yang merupakan bentukan dari pelebaran saluran hepar. kelenjar pencernaan disekresikan oleh organ hati.1. Membersihkan toksik pada darah juga dilakukan hepar. empedu dan pankreas.4 Organ Pencernaan dan Fungsi Menurut Noer dan Widowati (2007). Hati dan pankreas adalah pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. Hati (Hepar) dan Kantung Empedu Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar yang mempunyai fungsi variatif dan berbeda yaitu menyimpan hasil pemecahan karbohidrat (sebagian pada golongan cyclostomata dan ikan) dan lemak. tetapi dapat juga terdapat dalam kelenjar atau organ-organ seperti hati dan pankreas. Meskipun empedu tidak mengandung enzim pencernaan. Sifatnya yang basa. dengan daya cerna relatif. Bromley (1994) dalam Galano et. a. Menurut Tyler (1976). Pankreas Pankreas dikatakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Ikan herbivora ini harus dapat mengekstraksi nutrient melalui ususnya yang panjang. Dikatakan kelenjar eksokrin karena hasil sekresinya melalui sistem saluran dan endokrin karena sekresi dikeluarkan menuju target organ melalui pembuluh darah. bersama dengan sekresi dari pankreas. a.al (1977). ukuran makanan. rata-rata pengosongan lambung merupakan salah satu determinasi utama pada pencernaan makanan dan pengetahuan pada aspek ini sangat berguna untuk mendeterminasi frekuensi makanan optimal yang dipelajari dalam pengosongan lambung adalah spesies predator. 1. kualitas makanan dan dampak rata-rata pengosongan lambung terhadap sejarah kehidupan ikan. tetapi mempunyai fungsi ganda dalam pencernaan. Sel hati terus menerus menghasilkan empedu.2 Pengertian Kemampuan Daya Cerna Ikan Pada Makanan Menurut Gordon et. 1997). Proses laju digesti dapat disebut juga dengan proses laju pengosongan lambung. Oleh karena itu ikan pemakan tumbuhan cenderung memakan material tumbuhan yang lambat dicernanya. 1. Secara kontras ikan karnivora mempunyai usus pendek lebih khusus (Effendie. Jadi usus ini berfungsi sebagai penahan makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang lama untuk mendapat kesempatan penggunaan penuh material makanan yang sudah dicernakan. menetralkan makanan asam yang keluar dari lambung dan menciptakan pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim usus. . Menurut Ville. dan tipe konsumen. fraksi ingesti makanan yang dicerna dan diabsorbsi disebut digestibility makanan. suhu. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. Menurut Bromley (1994) dalam Moyle and Joseph (1996) pengukuran rata-rata pengosongan lambung sama dengan rata-rata makan.al (2003). Garam empedunya mengemulsikan lemak dan memecahnya dalam bagian-bagian yang kecil dan dengan demikian membuat permukaan lemak itu lebih besar untuk kerja enzim pemecah lemak. Fungsi hepar dalam pencernaan makanan itu sendiri mensekresi bilus yang dikeluarkan dari saluran hepar menuju ke duodenum dimana lemak yang teremulsi di proses bersama enzim dari pankreas.

usus 12 jari) dan akan memecah pati menjadi dekstrin.3 Proses Pencernaan Karbohidrat Menurut Isnaeni (2006). di dalam mulut tidak terjadi pencernaan protein. Enzim yang merombak asam nukleat dihasilkan oleh pankreas sapi dan ruminansia lainnya. empedu dan usus sendiri. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Menurut Tanang (1988). protein dipecah menjadi protease dan polypeptide. pencernaan lipid baru dimulai pada saat bahan makanan sampai di usus. pencernaan lipid di usus halus yang diemulsikan oleh empedu dan terjadi hidrolisis oleh enzim-enzim yang dikeluarkan pankreas. Lemak dan Karbohidrat) 1. 1. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara hidrolisis. momogliserida. Enzim amylase juga disekresikan oleh pankreas. maitotriosa dan maliosa. Menurut Isnaeni (2006). 1. asam lemak. Membran mukosa lambung menghasilkan enzim pemecah protein yaitu pepsinogen kemudian dirangsang oleh asam hidroklorida (HCl) lambung pada pH 1. Lipase akan menghidrolisis lipid dan trigliserida menjadi digliserida. Tetapi pada hewan lain sekresi nuclease biasanya hanya sedikit sekali. Pencernaan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus dua belas jari (duodenum) malalui katup pylorus. Pankreas merupakan kelenjar pencernaan yang penting dan menghasilkan sejumlah enzim yang bekerja pada karbonhidrat. yang menurunkan tegangan pemukaan dan mengemulsikan tetes lemak berukuran besar menjadi butiran lebih kecil.5.4 glikosidik pada pati dan glikogen sehingga dihasilkan campuran maltosa glukosa dan digosakarida. digliserida dan sedikit trigliserida yang tidak terhifrolisis kolestrol akan diesterkan dengan enzim esterase dan hidrolisis lecithin oleh enzim lecithinase. enzim yang penting dalam pencernaan karohidrat . Dalam pankreas terdapat enzim trypsin. Pencernaan lemak dipermudah dengan adanya garam empedu.5. Menurut Iskandar (1974). Enzim ini memutuskan ikatan glikosidik pada karbohidrat sehingga dapat dihasilkan disakarida trisakarida dan polisakarida lain yang memiliki rantai lebih pendek.1 Proses Pencernaan Protein Menurut Yuwono dan Purnama (2001). pada hewan air pencernaan protein membutuhkan enzim protease sebagai katalisator. usus halus dan usus besar.5 – 2. yaitu enzim lipase yang bekerja pada lipid. Amylase ludah menguraikan karbohidrat dengan cara memutus ikatan 1. kimotripsin dan erepsin dalam usus. 1. chymotripsin dan carboxipeptidase yang bekerja pada protein dan polypeptide. 1. protein dan lemak. enzim yang bertanggung jawab dalam pencernaan karbohidrat adalah karbohidrase. sedangkan di lambung dengan pengaruh enzim pepsin. monogliserida. tripsin dalam usus dan pankreas. Pepsin bertugas untuk menghancurkan struktur jaringan ikat makanan dan membebaskan lemak pada makanan.2 Proses Perncernaan Lemak Menurut Iskandar (1979). Terutama enzim lipase bekerja pada trigliserida dengan hsil akhir gliserol. llipase lambung dan lipase pankreas. 2. pepsin. Dengan bantuan mucus. dalam Wirosaputro (1998) yang dimaksud dengan organ pencernaan adalah organ tubuh bagian dalam yang terdiri dari unit lambung. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas.5 Proses Pencernaan (Protein. 3. gliserol dan asam lemak bebas.0 kemudian menjadi pepsin. Enzim ini masuk ke dalam usus melalui saluran pankreas yang berhubungan dengan saluran empedu. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. Enzim protease yang utama pada udang misalnya adalah tripsin dan kemotipsin.b. rennin dan mucus atau lender. Pada vertebrata pencernaan protein membutuhkan pepsin misalnya pada perut ikan karnivora.5. Amylase pankreas dialirkan ke usus halus bagian atas (duodenum.

Pada beberapa ikan.6 Proses Pencernaan Fisika dan Kimia Menurut Yuwono dan Purnama (2001). saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Amylase di sekresi dalam seluruh saluran almentase pada ikan mujaer yang memakan ikan herbivora. Enzim tersebut terdapat pada hewan avertebrata dan vertebrata. berdasarkan perangkat yang digunakan pencernaan pada hewan air terjadi secara mekanik dan kimiawi. dihidrolisis oleh amylase. Pencernaan selulosa memerlukan selulise yang dihasilkan oleh bakteri simbiotik. 1. Usus bermuara pada anus. Sebanyak 85% ikan Teleostei memiliki lambung yang digunakan untuk pencernaan mekanik. lambung pada umumnya membesar dan batasnya dengan usus tidak jelas. Ditinjau dari tempat berlangsungnya pencernaan makanan dapat terjadi di dalam sel (intraseluler) maupun di luar sel (ekstraseluler) (Isnaeni. tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara . lambung dan usus dengan bantuan pankreas dan empedu. Pencernaan mekanik (fisika) menggunakan taring misalnya pada ikan untuk menggigit. Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender. 1.7 Struktur dan Fungsi Saluran Pencernaan Menurut Guru Ngeblog (2008). Pencernaan protein oleh enzim protease yang terdiri atas enzim eksopeptidase dan endopeptidase. Pencernaan karbohidrat. Makanan yang dimakan dalam bentuk besar diubah menjadi ukuran yang kecil. terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Dalam kondisi normal reaksi berjalan lambat tetapi dengan hidrolisis dan kerja enzim reaksi kimia berjalan lebih cepat. Pencernaan dalam Lambung Makanan yang telah dikunyah dalam mulut ditelan melalui esophagus masuk ke dalam lambung disebabkan oleh adanya gerak peristaltic pada esophagus dengan bantuan mucus. 2006). katalisis oleh sukrase. Beberapa hewan air juga mengunakan gigi dan mengoyak pakan misalnya pada ikan lele. Menurut Poedjiadi dan Titin (2007). kelenjar disekitar mulut mengeluarkan cairan yang disebut saliva atau ludah. lipase. 2. Dari lambung. Dari mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. prosesnya serupa pada hewanavertebrata dan vertebrata. Sistem pencernaan berfungsi untuk mengubah bahan makanan yang kompleks menjadi sari makanan yang sederhana agar dapat diserap oleh sel. makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan besarnya sama. Pencernaan makanan dapat terjadi secara mekanis dengan bantuan gigi atau penggantinya (misalnya gigi parut dari bahan tanduk) dan secara kimia (dengan bantuan enzim pencernaan atau senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme). amylase) sebagai katalisator untuk mempercepat prosesnya. Pencernaan kimiawi melibatkan enzim (contohnya protease. sistem pencernaan makanan terdiri atas beberapa organ tubuh. 1. yaitu mulut. amylase disekresi dari seluruh saluran gastrointerstinal maupun dari pankreas. Pada hewan air misalnya karnivora. Selama penghancuran secara mekanis ini berlangsung. Struktur tembolok pada hewan air (pada ikan dan udang) juga digunakan untuk perncernaan mekanik. Pencernaan dalam Mulut Dalam mulut makanan dihancurkan secara mekanis oleh gigi dengan jalan dikunyah.adalah amylase yang bekerja pada amilum dan memecahnya menjadi maltosa dan kemudian maltoda memecahnya menjadi glukosa dengan proses pencernaan kimiawi. 1. 2. Dari kerongkongan makanan didorong masuk ke lambung.

Pakan molekul organik terlarut diperoleh melalui uptake dari perairan sekitarnya misalnya pada vertebrata laut kecuali arthopoda. . Sebagai makanan pokok apabila sebagian besar sumber energi yang diberikan dari luar digolongkan sebagai makanan tambahan (Djarijan. empedu dan usus sendiri. 1. pakan hewan air dapat dibedakan sebagai berikut : .8 Manfaat Kandungan Pakan Ikan 1. bivalvia.2 Buatan Pakan ikan buatan merupakan makanan ikan yang dibuat dari campuran bahan. gastropoda. herbivora. crustacean.8. yang hidup menempel pada benda-benda air atau melayang-layang dalam air. ciliate. h) silase. Tetapi menurut ekologi dan cara hidupnya. algae – metodenya antara lain menggunakan cilia menyaring amoeba. b) Tepung halus. lemak. plankton dapat dibedakan menjadi 3 golongan. c) Tepung kasar. karbohidrat dan mineral. 1995). Pencernaan dalam Usus Makanan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus duabelas jari (duodenum) melalui katup pylorus. 1995). Menurut Maswira Webblog (2009). Plakton dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu plankton nabati (phytoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). omnivora. memiliki komposisi gizi yang baik diantaranya protein. e) Pelet. 1995). f) Eater. . Menurut Yuwono dan Purnama (2001) berdasarkan tipenya. Bahan alami dan atau bahan olahan yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya tarik (merangsang) ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap. pepsin. Namun istilah ini lebih memasyarakat untuk menyebut pakan unggas (Djarijah. Protein berguna saat proses pertumbuhan dan pengganti sel yang rusak sebagai zat pembangun.Pakan partikel besar diperoleh dengan menangkap dan menelan mangsa ikan karnivora. Sedangkan benthos adalah jenis plankton yang menetap di bagian dasar perairan (Djarijah.Pakan partikel kecil : bakteri. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas. Pakan ikan alami sebagai makanan ikan adalah plankton dan tumbuhan air lainnya. Pada dunia pembesaran. 3. mengatur fisiologis membentuk enzim dan hormone karena pakan alami dapat bergerak aktif dan sehingga mengundang larva untuk memakannya. radiolarian. dimana hewan memperoleh pakannya melalui . 1. pakan alami sering digunakan untuk memacu perumbuhan (misal cacing sutra). yaitu epiphyton (periphyton) nekton dan bentos. baik phytoplankton maupun zooplankton. g) Tepung darah. .1 Alami Pakan ikan alami merupakan makanan ikan yang tumbuh di alam tanpa campur tangan manusia secara langsung. Menurut Sutan Muda (2008). pakan ikan dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu sebagai makanan utama (makanan pokok) dan makanan tambahan.hidrolisis. vitamin dan mineral akan membantu proses metabolisme. Nekton adalah jenis plankton yang bisa bergerak aktif. Lemak dan karbohidrat berfungsi sebagai pembentuk energi yang akan digunakan tubuh.Pakan nutrient dari organisme simbiotik.8. Istilah lain untuk pakan ikan buatan adalah concentrate. Ephiphyton adalah jenis plankton.9 Jenis Makanan Pada Ikan Menurut fungsinya. 1. bentuk pakan buatan ditentukan oleh kebiasaan makan ikan : a) Larutan. d) Remah. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. rennin dan mucus atau lendir.

pH dan alkalinitas. 2008). dkk (2003). Chironomous dan Lumut Jaring) Pelet adalah pakan tambahan yang dicetak berbentuk butiran dan diberikan untuk tahap pembesaran. 1. Tingkat protein ransom 4. dkk (2003). Karena serat yang terkandung dalam pakan bercampur ampas kelapa secara tidak langsung akan meningkatkan kadar selulosa dalam pakan. efisiensi daya cerna menunjukkan bahwa jumlah pakan yang dapat diabsorbsi oleh ikan semakin berkurang sejalan dengan meningkatnya ampas kelapa dalam pakan. CO2. Menurut Schneider dan Flatt (1975) dalam Haetami dan Sukayo (2005). kandungan lemak total pada pakan akan memperlambat proses pencernaan dan waktu kosong saluran pencernaan ikan. 1. sedangkan cacing darah (blood warm) 90% bagian ubuh adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. Komposisi Kimia 3. H2S. Contoh : Akan dibuat ransom dengan kadar protein 30% sebanyak 250 kg dengan bahan-bahan yang sudah diketahui komposisi proteinnya. Berbagai cara yang dapat ditempuh dalam penyusunan ramuan. namun yang paling praktis adalah dengan menggunakan sistem segiempat pearson. Tingkat proporsi bahan pakan dalam ransom 2.1%. 10% lemak. Tubifex Kering. maka ikan semakin banyak membutuhkan energi sehingga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan banyak. 2005). yaitu : Tepung Ikan (45% protein) Tepung Kedelai (41% protein) Dedak Halus (12% protein) Tepung Jagung (9% protein) (Isnaini. misalnya pada zoxanthele dan arthropoda. Persentase lemak dan . Kompisis Cacing tubiex terdiri dari protein 46. dan sisanya lain-lain (Ekawati. Berikut ini adalah contoh formulasi pelet : Tepung ikan 50% Tepung Kedelai 30% Tepung Terigu 13% Kuning Telur 5% Premix 2% Dalam pembuatan pelet terlebih dahulu dilakukan penyusunan ramuan.0%.5% adalah protein. diantaranya temperatur lingkungan dan kualitas pakan.10 Komposisi Pakan (Pelet. Dari 10% bahan padatan isi 62. laju pengosongan laju digesti dipengaruhi oleh beberapa hal.12 Faktor yang Mempengaruhi Digestibility Menurut Goenarso. Selain itu faktor-faktor kimia yang terdapat dalam perairan yaitu kandungan O2. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai kecemasan bahan kering ransom adalah : 1.1%dan abu 6.simbiose. lemak 15. Dan kandungan serat yang tinggi pada pakan ikan dapat menurunkan laju tumbuh. 1.11 Faktor-faktor yang mempengaruhi GET Menurut Mujiman (1984) dalam TItik (2008). Formulasi pelet bermacam-macam tergantung dari bahan dasarnya. Menurut Gunarso. Biasanya semakin banyak aktifitas ikan.

5% dengan perlakuan ikan nila diberi pakan jenis lumut jaring.80% dengan perlakuan ikan nila diberi paka alami yaitu tubifex selama 2 jam.29% dengan pakan pelet.9% 4. Dari hasil pengamatan GET. 4. Sementara itu urutann nilai digestibility (daya cerna) pada penggunaan waktu 1 jam adalah kelompok 7 dengan nilai 99. ketiga . Sedangkan untuk nilai t yaitu tenggang waktu antara saat pakan dimasukkan hingga keluarnya feses.2. pada hewan tidak memiliki enzim yang berfungsi untuk memecah ikatan glikosidik.4% dengan pakan tubifex. Tujuan dari praktikum GET itu sendiri adalah untuk mengetahui waktu pengosongan lambung sehingga diasumsikan ketika ikan nila mengeluarkan feses maka lambung ikan dalam keadaan kosong. Sedangkan nilai GET terkecil berada pada kelompok 5 dengan nilai GET 49 jam dengan perlakuan ikan nila diberi pakan pelet.1% dan abu 6. Pada perlakuan GET dengan waktu 1. mungkin disebabkan karena adanya perbedaan pada sifat-sifat maknan yang diproses termsuk kesesuaiannya untuk dihirolisis oleh enzim dan aktifitas substansi substansi yang terdapat di dalam pakan. bahwa karbohidrat yang banyak ditemukan pada dinding sel tumbuhan adalah sesulose.2. lemak 15. Hal ini dapat terjadi karena ikan lebih banyak menandung enzim protease daripada enzim amilase. diperoleh nilai GET tertinggi pada kelompok 4 yaitu nilai GET sebesar 312.80% dengan pakan tubifex. kedua kelompok 5 dengan nilai 97.7% dengan pakan chironomous dan terendah kelompok 1 dengan nilai 79% dengan pemberian pakan lumut jaring.82% dengan pakan pelet. hampir sebagian besar ikan nila tidak mengeluarkan feses sehingga nilai a yaitu tenggng waktu antara saat pemberian pakan dan tenggang waktu dimulainya proses pencernaan digunakan 1 jam karena diasumsikan selama kurun waktu 1 jam ikan nila sudah memulai proses pencernaan makanan dalam tubuhnya.9. Mineral Disamping itu perbedaan nilai bahan kering dicerna.2 Analisa Hasil 4.2 GET (Gastric Evacuation Time / waktu pengosongan lambung) Berdasarkan hasil praktkum GET. Hal ini dapat terjadi karena cacing tubifex mengandung protein yang tinggi sehingga mudah dcerna oleh ikan.1 Digestibility Pada pengamatan digestibility (daya cerna) terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) yang telah diberikan perlakuan ang berbeda terhadap perbedaan jenis pakan diperoleh hasil nilai digestibility (daya cerna) ikan nila tertinggi yaitu pada kelompok 2 dengan jumlah presentase sebesar 99. akan tetapi karena ikan nila tidak mengeluarkan feses seingga t yang dimasukkan dalam perhitungan mencari nilai prosesntase GET adalah lama waktu pengamatan. kelompok 6 dengan pakan chironomous sebesar 97. kemudian pada pakan chironomous 141.7% dan kelompok 4 94.9 jam dengan perlakuan ikan nila (Oreochromis nioticus) diberi pakan pelet yang merupakan pakan buatan yaang telah dipenuhi komposisinya sesuai kebuuhan nutrisi pada ikan. Selulose tersusun atas komponen dasar penyusun selulosa (monomer) yang saling berikatan dengan ikatan glikosidik. untuk mencerna selulosa. hewan memerlukan bantuan mikroorganisme yang memiliki enzim pemutus ikatan beta glikosidik. Oleh karena itu. Sementara itu nilai digestibility terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai preentase digestibilitynya terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai presentase digestibilitynya sebesar 79. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ekawati (2005) bahwa komposisi cacing tubifex terdiri dari protein 46. ketiga kelompok 3 dengan nilai 97. Hal ini sesuai dengan pernyataan isnaeni (2006).5. Sehingga ikan lebih baik dalam mencerna tubifex daripada lumut jaring.5 jam.5 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pada pakan pelet 312. Kemudian pada waktu 2 jam terdapat proses digestibility yang berada di daya cerna tertinggi secara berurutan adalah kelompok 2 99.1%.

5 jam.9 dan perlakuan 3 jam adalah 105 pada kelompok 4 sehingga waktu pengosongan lambung yang terbaik adalah pada perlakuan3 jam.5 jam dan 3 jam diperoleh hasil bahwa pakan lumut jaring nili GET 1.5 dan 3 ja adalah 27. pakan lumut jaring 141.4 jam/ jadi perlakuan daya cerna ikan yang terbaik pada ikan adalah pada perlakuan 3 jam. Kemudian mulainya perhitungan waktu saat ikan makan pertama kali bisa saja kurang teliti dalam mengamati dan juga dalam proes penimbangan ikan sering terjadi kesalahan sehingga data yang dihasilkan kurang akurat. Hal ini dapat terjadi karena pelet merupakan pakan buatan yang telah diberi ransum atau komposisi yanng cukup dan dibuat untuk merangsang ikan menyukainya. Apabila dibandingkan antara perlakuan 1. pakan tubifex 282 jam. Sementara iu cacing tubifex merupakan pakan alami yang mudah dicerna oleh ikan sehingga waktu pengosongan lambng semakin cepat.33 jam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mujiman(1984) dalam Titik (2008) bahwa lju pengosongan laju digestibility dipengaruhi oleh beberapa hal.5 jam. Hal ini akan berpengaruh atau mempengaruhi hasil pengamatan. 10 % lemak dan isanya lain-lain.3 Hubungan Digestibility dan GET (Gastric Evacuation Time) Hubungan digestibility dan GET adalah apabila nilai dari digestibility meningkat maka nilai dari GET akan menurun. Kemudian dalam pengmabilan feses praktikan harus jeli membedakan feses dan makanan ikan.5 jam adalah 47. maka semakin banyak membutuhkan energi sehinga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan lebih banyak jumlahnya.pakan lumut jaring 47.5 jam dan chironmous 94. Hal ini dapat terjadi karena chironomous banyak mengandung protein sehingga mudah untuk dicerna dan lambung cepat kosong. Pada pengamatan 2 perlakuan waktu yaitu 1. nilai GET pada waktu perlakuan 1.5% adalah protein.5 jam dan 3 jam 141.3 Faktor Koreksi Hal yang perlu menjadi koreksi pada praktikum ini adalah keadaan ikan yang seharusnya telah dipuasakan selama 3 hari.2.5 jam adalah 312. diantaranya temperatur lingkungan dan kualita pakan. Hal ini sesuai dengan pernyataan O-Fish (2009) bahwa 90% bagian chironomous adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. Protein nabati (asal tumbuhan) lebi sukar dicerna daripada protein hewani (asal hewan).5 jam dan 3 jam yang memilki nilai tetinggi adalah pada pemberian pakan pelet dan yang paling rendah adalah pada pakan tubifex dan cironomous. 4.5 jam sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada waktu 1.5 jam adalah 24. Hal ini dapat terjadi karena tubifex dan chironomous merupakan jenis pakan yang banyak mengandung protein sehingga mudah dicerna. Kemudian pada pakan tubifex kelompok 2 nilai GET 1.25 dan 3 jam 282. sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada perlakuan 1. Kemudian pada pakan pelet. Pada pakan chironomous nilai GET 1. Biasanya semakin banyak aktivitas ikan. Jadi berdasarkan analisa tersenut dapat diambl kesimpulan bahwa waktu berpengaruh terhadap nilai GET pada tubuh ikan.5 dan terakhir cacing tubifex sebesar 42 jam. Karena pada saat proses metabolisme ikan membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mudjiman (1984) dalam Titik (2008) ahwa mutu protein dipengaruhi oleh sumber asalnya serta oleh kandungan asam aminonya. 4.4 Manfaat Dibidang Perikanan Melalui praktikum tentang sistem pencernaan ini diperoleh beberapa mamfaat dibidang perikanan antara lain: .5 jam adalah 141. 4. Pada perlakuan GET dengan waktu 3 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pelet 295 jam. Dari 10% bahan padatan ini 62. Hal ini sangat erat hubungannya dengan waktu yang digunakan dalam pengamatan.

f. sebab pada pakan nabati mengandung selulosa yang menyebabkan sulit dicerna. g. 5. berat porsi makan dalam lambung dan berat tubuh ikan. 80% arena diberi perlakuan tubifex selama 2 jam. Dapat mengetahui struktur dan fungsi saluran pencernaan pada ikan nila c. KESIMPULAN DAN SARAN 5. 5. 5. Dapat mengetahui daya cerna ikan pada makanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga kita dapat mengetahui pakan-pakan apa saja yang memiliki kemampuan daya cerna tinggi dan daya cerna rendah. Waktu pengosongan lambung sangat berhubungan erat dengan lamanya waktu isi makanan yang ada dilambung dikeluarkan atau dikosongkan. 8. Hubungan antara digestibility dan GET yaitu semakin tinggi digestibility maka akan semakin rendah atau sedikit waktu yang diperlukan untuk mengosongkan lambung. Terdapat 2 jenis pakan pada ikan yaitu pakan alami dan pakan buatan 7. 13.a. usus dan pankreas 3. pilorus. Saluran pencernaan pada ikan meliputi mulut. 14.2 Saran Dalam praktikum selanjutnya diharapkan ikan yang akan diamati dipuasakan terlebih dahulu . 10. esophagus.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum tentang sistem pencernaan yang telah dlakukan dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1. rongga mulut. Faktor yang mempengaruhi waktu pengosongan lambung antara lain temperatur. 12. Pakan alami hewani lebih mudah dicerna daripada pakan nabati. Dapat mengetahui kandungan pakan pada ikan. 9. kualitas pakan. kita dapat memberi pakan yang sesuai supaya proses pencernaannya dapat berjalan lancar. sehingga memudahkan menyeleksi pemberian pakan pada budidaya ikan nila. Dapat mengetahui jenis-jenis pakan pada ikan. e. Nilai digestibility terendah dimiliki oleh kelompok 1 dengan digestibility sebesar 79% diberi perlakuanlumut jaring selama 1 jam. lambung. sehingga untuk melakukan budidaya ikan nila. usus. Pakan alami dibagi menjadi pakan alami nabati (lumut jaring) dan pakan alami hewani (chironomous dan tubifex). lemak dan karbohidrat 6. d. Proses pencernaan dibagi menjadi pencernaan mekanik dan kimiawi yang melibatkan enzim. 11.jadi hubungannya berbanding terbalik. Dari hasil praktikum pencernaan didapat nilai digestibilitynya yang tertinggi dimiliki oleh kelompok 2 dengan digestibility 99. Dapat mengetahui macam-macam organ pencernaan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) beserta fungsinya. Ikan kurang mampu mencerna serat kasar karena pada usus ikan tidak terdapat mikroba yang dapat memproduksi enzim amilase atau selulose. b. sedangkancontoh pakan buatan untuk ikan adalah pelet. rectum dan anus 4. Faktor yang mempengaruhi digestibility antara lain jenis pakan. baik pakan alami maupun pakan buatan. 2. faring. Kandungan pakan pada ikan meliputi protein. Dapat mengetahui lingkungan yang baik dari pakan yang dimakan ikan untuk proses pencernaan dan pertumbuhannya. Pencernan (digestion) adalah proses perombakan makanan menjadi molekul – molekul yang sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh. aktivitas ikan. Organ pencernaan pada ikan meliputi lambung. Dapat mengetahui proses pencernaan pada ikan nila. kondisi tubuh ikan.

ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna yang sederhana. Produksi warna cahaya oleh variasi organ photogenic semua binatang biru ke merah (Prosser dan Frank. Dengan demikian ikan yang tertarik oleh cahaya hanyalah ikan-ikan fototaksis. 1. ikan tertarik pada cahaya melalui penglihatan (mata) dan rangsangan melalui otak (pineal rigean pada otak). Peristiwa tertariknya ikan pada cahaya disebut fototaksis. 1964). Sedangkan bagi hewan diurnal intensitas cahaya yang kuat akan memberikan reaksi yang sebaliknya. sedangkan hewan diurnal cenderung bersifat fototaksis positif. Di perairan ini terjadi dispersi yang terbesar jika tiba waktunya untuk menetap. 1961). Warna menunjukkan partikel bentuk yang nyata. PENDAHULUAN 1. Dengan kata lain bahwa hewan nokturnal pada intensitas cahaya yang maksimum akan dirangsang untuk melakukan gerakan mencari perlindungan. 2003). 1981) dalam Sudirman dan Achmar (2000). Menurut Olii (2003).1969 dalam Rustidja. hijau atau warna lainnya merupakan bagian dari pewarnaan yang digunakan untuk pengaturan spesifikasi dari pola warna-warna yang belum dipadukan (Guyer dan Charles. Perubahan-perubahan tersebut karena perantaraan dan aktivitas pigmen-pigmen pada integumen yang mengandung sel-sel disebut kromatophore (Fuji. Umumnya hewan nokturnal bersifat fototaksis negatif. . Ikan yang hidup di dasar perairan bagian perutnya berwarna pucat dan bagian punggungnya berwarna gelap. Perubahan warna ikan dari warna dasarnya telah banyak diketahui. Menurut Ayodhoya (1976. 1996). Banyak larva yang mengapung bebas bersifat fototaksis pada tahap awal kehidupan larvanya.2 Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Effendie (1972). mereka menjadi fototaksis negatif dan bermigrasi ke arah dasar (Nybakken. seperti warna merah. 1985). mereka akan melakukan berbagai aktivitas (Barus. yang umumnya adalah ikan-ikan pelagis dan sebagian kecil ikan demersal. Warnanya bertingkat dari keputih-putihan sampai ke warna hitam melalui warna kebiru-biruan dan kehijau-hijauan. 1988). sedangkan ikan-ikan yang tidak tertarik oleh cahaya atau menjauhi cahaya biasa disebut fotophobi (ada pula yan menyebutnya sebagai fototaksis negatif seperti Gunawan. terdapat juga ichtyoplankton yang bermigrasi secara harian ke arah permukaanpada siang hari dan masuk ke lapisan yang lebih dalam pada malam hari dimana hal ini merupakan suatu pengecualian yang bersifat fototaksis positif. fototaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. FOTOTAKSIS DAN PEWARNAAN TUBUH 1. Pewarnaan ikan laut menurut kedalamnannya dapat digolongkan menjadi tiga bagian. Ikan yang hidup di lapisan atas atau dekat ke permukaan berwarna keperak-perakan yang hidup di daerah pertengahan berwarna kemerah-merahan sedangkan ikan yang hidup di perairan dalam berwarna violet atau hitam.1 Pengertian dan Jenis Fototaksis Menurut Agung (2009).selama 3 hari supaya diperoleh hasil yang maksimal karena jika tidak dipuasakan akan mempengaruhi nilai data yang diperoleh. kuning. Ini membuat mereka terdapat pada perairan bebas yang bergerak cepat.

Segmen luar dari tiap batang mempunyai perluasan sistem membran sel dan sejumlah besar pigmen radopsin. Ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latar belakang habitatnya. Menurut Ganong (1983). Arah migrasi ikan secara mudah dapat dihubungkan dengan perilaku diurnal dengan siklus diurnal cahaya matahari.4 Pengaruh Cahaya Terhadap Pergerakan Ikan Cahaya berpengaruh besar dalam orientasi migrasi ikan. suatu pigmen visual yang terdiri atas kromafor yang sama (retinal) tetapi proteinnya berbeda. Radopsin ialah protein yang terkonjugasi. dkk. 1996). Reaksi ikan terhadap cahaya berubah menurut phase pertumbuhannya. sebuah protein yang berbeda dari scotopsin. 2003). sel-sel ini kemudian membangkitkan impuls saraf. Bagi organisme air. Radopsin tergabung dalam membran yang secara rapi tersusun di bagian luar batang tersebut. 1985). Cahaya memusatkan radopsin dengan memutuskan ikatan retinenkotopsin. harus ada bahan penyerap cahaya. Cahaya mengenai sel-sel batang dan kerucut mengaktifkan.1. Sel kerucut mengandung radopsin. reaksi yang berlangsung melalui serangkaian perantara hidup pendek menjadi rentiner dan scotopsin. ikan salmon muda dan beberapa ikan tawar lain. orsinya dinamakan scotopin. Larva dari Bcetisthodani akan beraksi terhadap perubahan intensitas cahaya dengan melakukan gerakan lokomotif.3 Cone dan Rod pada Ikan dan Udang Menurut Kimball (1983). bagian mata peka cahaya pada mata vertebrata adalah retina. Agar cahaya dapat diserap. Pigmen pada batang ialah radopsin. kerucut hanya bekerja dalam cahay terang. yaitu suatu pigmen. Pigmen sel kerucut lainnya juga mengandung retinen. Apabila intensitas cahaya matahari berkurang. 1. akan berlindung di balik batu-batuan jika kena cahaya untuk menghindari adanya predator. Batang terutama dipakai untuk penglihatan dalam cahaya suram dan teramat peka terhadap cahaya. dan perbedaaan antara masing-masing terletak pada perbedaan dalam struktur opsinnya. hewan ini akan dirangsang untuk melakukan gerakan lokomotif untuk keluar dari tempat perlindungan yang terdapat pada bagian bawah dari bebatuan di dasar perairan (Barus. suatu daerah tepat di seberang lensa.000 pada setiap milimeter persegi) di satu daerah retina. kemudian memasuki dasar lautan di siang hari (Brotowidjoyo. dalam menyesuaikan warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh menjadi berwarna kombinasi antara warna latar belakang dengan warna tubuh aslinya (Dani dan Murni. pigmen peka cahaya pada batang dinamakan radopsin. 1985). Pigmen ini dibentuk dari retinen dan fotopsin. kerucut membuat kita dapat melihat warna-warna. yaitu fovea. Terdapat 3 jenis pigmen kerucut yang berbeda. Pada larva Ammocotus sp (lamprey/cyclostomata) pada ekornya terdapat sel yang peka terhadap cahaya (Dani dan Murni. intensitas cahaya berfungsi sebagai alat orientasi yang akan mendukung kehidupan organisme tersebut dalam habitatnya. Sebagian besar ikan dapat membedakan warna. yang padanya terdapat gugus protetik retinal. Sedangkan kerucut jumlahnya sangat banyak (sekitar 15. Terdiri dari protein opsin. Akan tetapi bayangan yang dihasilkan batang-batang ini tidak tajam. . Berbeda dari batang. Suatu belahan bola yang terdiri atas sejumlah besar sel reseptor yang menurut bentuknya disebut sel batang dan kerucut. batang kira-kira ada 100 juta dalam setiap mata. iadopsin merupakan pigmen yang paling sensitif terhadap cahaya merah. Menurut Villee (1984). contoh : ikan salmon berenang di waktu siang hari dan istirahat di waktu sore hari dan malam hari. Lagipula. Tetapi ikan tulang rawan tertentu dan gonad tidak dapat membedakan warna. atau ungu penglihatan (visual purple).

leucophore dan iridophore mengandung pigmenpigmen tidak berwarna (guanine primer). Jika butir-butir pigmen itu sedang berkumpul di satu titik.Carotenoid : berwarna kuning. sisik dan testes. Indocyte dinamakan juga sel kaca karena mengandung material yang dapat merefleksikan warna-warna di luar tubuh ikan. kuning hijau dan biru . Warna schemachrome lain yang berwarna biru dan violet terdapat pada iris mata. pigmen pembawa warna Contoh pewarnaan schemachrome ialah warna-warna yang terdapat pada rangka. merah dan corak warna lain . antara lain adalah guarin (keputih-putihan) sebagai hasil buang dari metabolisme. Paling sedikit dalam iridophore molekul-molekul dari purin teratur menyusun dalam plot-plot individu (Kawaguoi dan Kamishima. Tetapi perubahannya lambat.6 Proses Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Hitching dan Falco (1944) dalam Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). 1996). Cell chromatophore terdapatnya di dalam dermis.7 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Warna Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. merah dan oranye Sel-sel yang khusus membeli warna ikan ada dua macam. yaitu indocyte (leucophore atau goanophore) dan chromatopore. warna yang terlihat lebih jelas dan bergantung kepada warna butir pigmen tod. kemudian menjadi kristal-kristal besar yang tak mampu berpindah dan biasanya menumpuk dalam lapisanlapisan (Fuji. Biochrome. Skimuli untuk mengadakan perubahan warna. kuning. Perubahan warna tersebut seperti disebutkan di muka karena menyebar dan mengumpulnya butir-butir pigmen. Jadi yang mengontrol . Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. ada ikan yang dapat merubah warnanya.Chromdipoid : berwarna kunig sampai coklat . merah dan hijau . Jadi warna-warna ini bukan disebabkan oleh butir-butir pigmen.Indigoid : berwarna biru.Mebrin : kebanyakan berwarna merah dan coklat . dulunya mendemonstrasikan secra kimia kehadiran berlebihan dari guanin dalam integumen ikan. warna oleh konfigurasi fisis 2.1. xantophore (kuning). 1. warna yang dihasilkan secara keseluruhan nampaknya lebih pucat.Flavins : berwarna kuning tetapi sering dengan fluorescensi hijau . 1. tetapi pada mulanya mengandung kristal-kristal kecil dimana dapat berpindah ke belakang dan ke muka dalam sitoplasma. Schemachrome. Menurut Effendie (1972).Pterine : berwarna putih. 1969 dalam Fuji.1969 dalam Rustidja. mempunyai butir-butir pigmen yang dapat dan berkumpul di dalam satu titik.Purine : berwarna putih atau keperak-perakan . warna-warna ikan yang tersebut di atas disebabkan oleh : 1. ada yang dimulai dengan melalui matanya atau dengan lainnya misalnya cahaya. Material yang terkandung di dalam indocyte tersebut. Sesuai dengan kandungan pigmen-pigmen warna chromatophore pada ikan umumnya diklasifikasikan menjadi melanophore (coklat atau hitam). Yang termasuk ke dalam biochrome ialah : . Cahaya ini mempengaruhi kerja hormon merubah keadaan pigmen. 1996). Sedangkan apabila butir pigmen itu sedang menyebar semuanya. eritrophore (merah). Ikan yang mendapat kurang cahaya berwarna pucat dari ikan pada ikan yang sama tetapi mendapat cahaya dengan cukup.Phorphysin : berwarna merah. 1969 dalam Rustidja. iridophore (berkilau-kilauan). umumnya untuk satu warna yang khas bergantung kepada kombinasi chromatophore dasar yang mengandung satu macam warna.5 Klasifikasi Warna Menurut Effendie (1972). vasion natatolia (gelembung renang).

Menurut Fish Stok (2008). Berdasarkan tempat hidupnya. karena itu udang galah banyak ditemukan ditepi perairan yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. 6 dan 4 hasilnya negatif dan sedangkan hanya kelompok3 yang hasilnya netral. xanthin. kalau udang galah hidup didasar kolam.2. Dilihat dari kebiasaannya. Sedangkan perubahan warna yang dikontrol oleh hormon terjadi dengan lambat (Effendie. Dan dari pengamatan ikan mas (Cyprinus carpio) semua kelompok hasilnya positif. habitat hidupnya berada di bawah atau didasar air yang tidak memerlukan cahaya. Pada pengamatan ikan nila (Oreochromis niloticus) hanya dari kelompok 6 dan 7 yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif dan sedangkan kelompok lainnya hasilnya positif atau fototaksis positif. habitat hidupnya berada di permukaan atau atas air yang memerlukan cahaya. Menurut Nuraini (2009). 4. Menurut Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). Jadi hasil pengamatan ikan nila sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan.1 Fototaksis Hasil pengamatan fototaksis didapatkan hasil pada jenis masing-masing ikan. bahwa ikan mas dapat tumbuh normal jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian diantara 150-1000 m dari permukaan laut. Ikan nila cenderung senang hidup diair hangat bersuhu sekitar 280C. dan sedangkan yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif. Dan ikan black ghost (Apteronotus albifrons) semua hasilnya negatif. Pertama kali ditemukan karena efeknya pada sel-sel pigmen dalam kulit vertebrata tingkat terendah (Harper. 1972). ikan nila bisa hidup diperairan air tawar hampir seluruh Indonesia. Hormon ini dieksresikan oleh lobus medius hipofisis. 1996). Aktivitas ikan black ghost lebih banyak dilakukan pada malam hari (nokturnal) sehingga pada siang hari ikan akan lebih suka bersembunyi dibebatuan. Jadi hasil pengamatan ikan mas sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. abu-abu dan hitam) aktivitas total tirosinase meningkat dengan meningkatnya aktivitas pada umumnya terjadi dalam fraksi-fraksi partikel. akar tanaman atau benda lainya didasar sungai. sungai dan parit-parit . Dan sedangkan ikan sepat (Trichogaster pectoralis) hasilnya dari kelompok 1.2 Analisa hasil 4. Sedangkan pada ikan manvis (Pteriophyllum scales) hasilnya hanya kelompok 5 yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. Dari pengamatan tersebut didapat hasil yang berbeda tiap kelompok. biasanya ikan ini lebih cenderung menghabiskan waktunya didasar sungai namun masih kecil akan berenang ke atas dan ke bawah perairan dengan lincahnya (Herawaty. 2 dan 5 positif dan kelompok 7. Menurut Sutan Muda (2007). dkk (2005). dll dimana perubahan tadi dapat terjadi dengan cepat. Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa ikan yang hasilnya positif atau fototaksis positif. ikan sepat menyukai rawa-rawa. 2008). Dan hasil pengamatan udang galah (Machrobachium rosenbergii) hanya dari kelompok 3 saja yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. danau. daun-daun.perubahan warna ada dua macam. Diantara substansi yang mempengaruhi gerakan pigmen dalam kromatophore adalah MSH (Melanocyte stimulating Hormon). jadi ikan nila bersifat fototaksis positif. Menurut Caroko. Jadi hasil pengamatan diatas sesuai dengan pernyataan tersebut. Jadi hasil pengamatan black ghost sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan black ghost hidupnya lebih bayak didasar kolam. 1977 dalam Rustidja. udang galh juga bersifat nokturnal atau beraktivitas pada malam hari. Pertama ialah perubahan warna yang dikontrol oleh syaraf seperti mata. Rodwel dan Mayes. Pada siang hari udang galah malas bergerak dan tidak tahan terhadap sinar matahari. sebagian besar bagian integumen dorsal dari ikan mengandung tingkat tirosinase yang lebih tinggi dibandingkan dengan ventral empat varietas goldfish (putih.

4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat dari praktikum ini pada bidang perikanan yaitu : . Jadi manvis bersifat fototaksis negatif. Jadi ikan sepat persifat fototaksis positif.Pada saat membungkus toples yang berisi ikan dengan plastik berwarna tidak rapat masih ada celah. secara alami manvis hidup di perairan yang terang dan banyak tanamanya. bentuk pada warna tubuh lebih terang. Oleh karena itu. Dan waktu tercapat ikan sepat memendarkan warna adalah 1 menit dengan warna plastik kuning. warna perut putih kekuning-kuningan dan warna siripdan ekor kuning pucat. warna tubuh bagian perut terlihat agak gelap dan pada linea lateralis ada bintik-bintik hitam.Dapat membantu dalam pencarian ikan menggunakan bantuan lampu pada malam hari 4. biru dan merah dan sedangkan waktu terlama saat ikan memendarkan warna adalah 15 menit dengan warna plastik hitam.2. jadi hasilnya ada yang kurang maksimal . Menurut Purwakusuma (2007). Didalam penyesuian warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh aslinya dengan warna latar belakang.Saat meletakkan ikan yang dibungkus plastik warna dengan toples berisi ikan yang dibunkus plastik terlalu berdekatan. 4.2 Pewarnaan Tubuh Ikan Dari data pewarnaan tubuh didapatkan bahwa ikan sepat (Trichogaster pectoralis) dibungkus dengan plastik hitam terjadi perubahan pada dorsal berwarna kuning dan terlihat lebih menyala atau terang. seharusnya saat senter dinyalakan melihat ikan dari lubang plastik yang telah disediakan bukannya dari atas. yang menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan butiran pigmen pada ikan dikendalikan oleh hormon-hormon tertentu sebagai akibat reaksi terhadap kondisi lingkungan ikan yang bersangkutan. kelihatan gelisah. Sedangkan yang dibungkus plastik warna kuning terjadi perubhan warna punggung kecoklatan. 4. Hal ini sesuai dengan pendapat Dani dan Murni (1985).3 Faktor Koreksi Pada praktikum mengenai fototaksis dan pewarnaan ikan terdapat beberapa hal yang menjadi faktor kireksi antara lain : .Saat mengamati ikan terhadap cahaya. yang menyatakan bahwa ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latr belakanghabitatnya. Oleh karena itu.1 Kesimpulan Dari data hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : . jadi akan mengganggu ikan yang tidak dibungkus plastik dan warna plastik mempengaruhi ikan yang tidak dibungkus plastik warna . warna pectoral menjadi merah. Menurut Iswadi (2008). terutama yang bayak di tumbuhan air. KESIMPULAN DAN SARAN 5.Dapat mengetahui bahwa ikan sepat dapat memendarkan warna tergantug lingkungannya . Sedangkan yang dibungkus plastik warna biru disekitar dekat ekor kuning terang. Grafik 1 : grafik pewarnaan tubuh 4.Kita dapat menyimpulkan bahwa jenis ikan apa saja yang termasuk dalam fototaksis positif dan fototaksis negatif . Dan ikan sepat yang dibungkus dengan plastik warna merah terjadi perunahan warna tubuh pink. ikan bisa tampak berbeda pada kondisi lingkungan berbeda.Fototaksis merupakan gerakan yang dilakukan oleh ikan karena pengaruh rangsangan . bila manvis dipelihara dalam aquarium yang terlalu terang dan banyak ikannya.berair terang.

000 – 3. Pada orang dewasa. biasanya adalah darah (Yuwono dan Purnama.000 (Rachman. dengan diameter 7. Bentuk “bikonkaf” yang menarik ini mempercepat pertkaran gas-gas antar sel-sel dan plasma darah. Darah merupakan jalan utama transportasi pencernaan bahan makanan untuk sekresi kelenjar endokrin dan sebagai rute metabolisme bermacam-macam tujuan. 1983). sternum (tulang dada) dan vertebrata (tulang-tulang belakang). 5. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan dalam .36 mikron (bergantung kepada spesies ikannya).2 Saran Pada praktikum fototaksis dan pewarnaan ikan seharusnya saat pengamatan fototaksis cahaya difokuskan pada satu titik sehingga pelaku ikan terlihat jelas. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air.000.cahaya . 1964). kecil. Darah adalah suatu jaringan bersifat cair.Pengamatan kelompok 3 mengenai pewarnaan tubuh. Dan hendaklah lebih teliti dalam mengamati perubahan warna ikan agar diperloleh data atau hasil yang valid. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20.Ikan sepat dapat mengyesuaikan tubuhnyadengan lingkunganmya karena mempunyai pigmen indophere .2 Komponen Penyusun Darah 1. sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra.1 Sel Darah a. PENDAHULUAN 1. Eritrosit Erythrocyte (sel darah merah) ikan berinti. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira 120 hari. 2003). Menurut Kimball (1983). ialah plasma (Kimball. didapatkan bahan ikan sepat mengalami perubahan warna tubuh kebiruan dan ekornya terlihat kekuning-kuningan dan waktu untuk memendarkan warna sekitar 1 menit. SDM dibentuk dari sel-sel “pokok”.1 Darah Ikan Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erythrocyte. Dan ikan nila (Oreochromis niloticus) bersifat fototaksis positif. Setelah hewan mencernakan pakannya dan mengabsorbsi molekul-molekul pakan tersebut selanjutnya mendistribusikannya ke seluruh sel-sel tubuh dengan bantuan system pengangkut. berwarna merah kekuningan. DARAH IKAN 1. 2001). Sedangkan ikan manvis (Pterophyllum scalane) dan black ghost (Apteronotus albifrons) bersifat fototaksis negatif dan sisanya bersifat normal . leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi (Rachman. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. terutama dalam tulang-tulang rusuk. contohnya rute asam susu asam ke hati untuk glikogenesis (Guyer dan Charles. yang terletak dalam sum-sum tulang.Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan tubuh ikan antara lain didapatkan bahwa ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan yang bersifat fototaksis positif. 1.2. Erythrocyte dewasa berbentuk lonjong.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. berdiameter antara 7 . 2003).

Beberapa elasmobranchi mempunyai tipe granulosit ke empat. Leukosit Menurut Iskandar (1974). Plasma mengandung sejumlah protein yang berperan sangat penting untuk menghasilkan tekanan osmotic plasma. Leukosit agranular lebih banyak pada komponen sel darah putih dalam darah ikan. Komposisi plasma darah adalah sebagai berikut : .000 dan 150. HCO3-. Volume plasma pada hewan yang memiliki sistem sirkulasi tertutup tergantung pada keseimbangan antara laju filtrasi cairan / plasma dari kapiler menuju ruang jaringan dan laju reabsorbsi filtrate tersebut. zat pengatur dan gas terlarut.Elektrolit (Na+. dalam perkembangannya inti itu lenyap dan eritrosit berbentuk cawan bikonkaf.000 per kubik millimeter dalam kelompok ikan yang berbeda. Plasma merupakan cairan komponen penyusun darah yang memiliki komposisi sangat berbeda dari cairan intra sel.Protein .Nutrient (glukosa. kreatinin. plasma darah mengandung ekitar 90% air dan berbagai zat terlarut / tersuspensi di dalamnya. sedangkan lymphocyte dibuat dari kelenjar-kelenjar lymphe sedangkan dalam jumlah yang sedikit di sumsm tulang. Jumlah sel darah putih antara 20. Berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Sel-sel darah putih atau leucocyte tersebut dibuat di sumssum tulang. garam-garam ammonium) . Bentuk demikian mempunyai permukaan yang volumenya sama. 1988). Tekanan osmotic plasma yang ditimbulkan oleh protein disebut tekanan osmotic koloid. nitrogen) . Limfosit menghilang untuk diferensiasi ke dalam 2 populasi. bersama-sama dengan sel-sel darah merah.000 per kubik millimeter.Gas-gas darah (oksigen. sumsum tulang dan sel koffer yaitu oleh sel macrophage. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). tetapi pada mamalia. b. lemak. yang bentuknya seperti telur sampai bulat. Menurut Lagler et al (1977). biasanya lebih kecil. Dalam satu millimeter kubik darah manusia terdapat 5. heterofil. materi sampah. nutrient. dan permukaan yang lebih luas ini mempermudah lewatnya gas dan zat lain melalui membran plasma. plasma merupakan cairan yang mengandung ion-ion dan molekul orgnanik meliputi protein.000 sel darah merah (Ville. Juga agranular limfosit dan monosit yang oval.2 Plasma Menurut Isnaeni (2006). leucocyte di hancurkan di limpa. Mg++. tetapi ukuran dari 24 sam pai 33 mikron ada pada ikan paru-paru afrika (Protopterus). trombosit. yang satu memproduksi antibodi dan yang lain sebagai sel imunitas. K+. Banyaknya berkisar antara 5. Jumlah sel darah merah adalah yang paling banyak dibandingkan denga unsur-unsur sel darah lainnya. Granulosit dibagi menurut reaksi staining mereka dalam neurofil.Air . darah ikan meliputi beberapa tipe sel berwarna atau sel darah putih (leukosit). PO4. leucocyte besarnya lebih besar dari erythrocyte dan berinti.suatu struktur berbentuk kantung yang disebut limpa. karbon dioksida. SO4) . asam urat. asidofil (eosinofil) dan basofil yang jarangpada darah ikan.2. Rata-rat diameternya 10 mikron. Cl-. asam amino) . 1. Jumlah trombosit sekitar setengah dari semua leukosit pada ikan dan berfungsi dalam penggumpalan darah. karena mempunyai daya phagocytosis yaitu mempunyai daya memakan sel-sel bakteri dan benda-benda asing lainnya. Sebagian besar vertebrata mempunyai eritrosit berbentuk lonjong yang berinti.Bahan terlarut .Senyawa protein non nitrogen (urea. elektrolit.000 – 10.000. yang umum. Monosit mempunyai fungsi makrofage. keratin. Diantara sel darah putih ada granulosit yang mungkin terdiri antara 4 dan 40 persen dari semua sle darah putih. Ada 2 macam kekuatan yang bekerja dalam proses pertukaran cairan tersebut. yaitu tekanan darah (tekanan hidrostatik) dan tekanan osmotic koloid.

1. dinamakan pulau – pulau darah. Komposisi air dan elektrolit plasma praktis sama dengan semua cairan ekstraseluler. dilakukan oleh plasma dan unsur. Plasma terdiri dari air. vena dan capiler · Jantung · Sistem sirkulasi arteri dan vena · Sirkulasi tunggal dan ganda . semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transport oksigen dan system pencernaan immunologic oleh sel dilakukan oleh plasma dan unsur-unsur plasma. sel –sel darah menrah primitive dihasilkan dalam kantong kuning telur. kemudian. 1974). berangsur angsur merapat dan membentuk jarring – jaring tipis.3 Tahap Pembentukan Darah Tanda – tanda pertama yang nyata tentang pembentukan system peredaran darah ialah timbulnya suatu masa mesoderm yang pepat pada kantong yolk. paru – paru. transpor metabolic 1. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transfer oksigen dan system pertahanan imunologik oleh sel – sel (cell – medicted defense). Sel – sel permukaan dari pulau – pulau yang berbatasan. sel – sel darah merah juga dibentuk dalam jumlah cukup banyak oleh limpa dan kelenjar limfe. Dan usus untuk dibuang. pertahanan terhadap infeksi oleh sel darah putih dan antibody yang beredar. membawa oksigen ke jaringan – jaringan tubuh. yaitu pembuluh yang terdapar didaerah insang (Rachman. 9. selama trisemester ketiga kehamilan dan setelah lahir. sel darah merah dibentuk semata – mata oleh sumsum tulang (Guyton. pengaturan metabolisme. (1985). dkk. 1976).4 Fungsi Darah Darah berfungsi mengedarkan suplai makanan kepada sel – sel tubuh. zat makanan. Selama trisemester kedua kehamilan sel darah merah. pada saat yang sama.jadi materi dalam pembelajaran tentang sistem sirkulasi ini dibagi atas : 1. (1985). Menurut Mayes. dkk.5 Komponen Penyusun Sistem Peredaran Darah Secara umum struktur dasar sistem sirkulasi ini terdiri atas saluran-saluran yang berhubungan (pembuluh) dan cairan yang dapat sebagai transportasi. Sel – sel yang lebih dalam memisahkan dari satu sama lainnya dan menjadi sel – sel darah (Hildebrand. kilit. ekskresi transport sisa metabolism eke ginjal.Senyawa pengatur (hormone. Daerah – daerah tubuh yang membentuk sel darah merah pada beberapa minggu pertama kehiduoan embrio. Sirkulasi dalm pembuluh limpha dan limpha merupakan sistem limpatik. pengaturan keseimbangan air melalui efek darah terhadap pertukaran air diantara cairan yang beredar dan cairan jaringan. protein dan hormone.. transport hormone.unsur plasma fungsi tersebut adalah : respirasi transport oksigen dari paru – paru kejaringan dan CO2 dari jaringan paru –paru. 2003). elektrolit. Sedangkan dikatakan sistem pembuluh darah karena pembuluh darah yang membawa darah untuk sirkulasi dipompa oleh jantung bekerja kontinyu dalam sistem cardiovaskuler. pengaruh suhu tubuh dengan penyebaran panas badan. nutrisi transport zat – zat makanan yang diadsorbsi. membawa hormone dan enzim ke oragan yang memerlukan. pemeliharaan keseimbangan asam basa di dalam tubuh. enzim) Menurut Mayes. sistem cardiovaskuler dan capiler · Darah : Arteri. 1. Pertukaran oksigen dengan air dengan karbondioksida terjadi pada bagian semipermeable.

suatu sistem peredaran darah tertutup tidak selalu berarti lebih maju dari suatu sistem terbuka. . 2003). Dari kapiler seluruh tubuh memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2.6 Mekanisme Peredaran Darah Menurut Effendie (1972). enkopsulasi (pembentukan selubung mengahsilkan antibody atau sensifikasi limfosit faktor homoral (aglutinin) dalam cairan tubuh juga dapat menginaktifkan benda asing (Ganong. 1. tetapi dalm sistem tertutup suatu tekanan yang lebih tinggi dan dirancang lebih cepat dan mudah ditimbulkan karenadarah dibatasi oleh pembuluh dan pada ikan yang seluruhnya bernapas dengan insang. atlium. globulin bertanggung jawab dalam berbagai fungsi terutama yang berkaitan dengan sistem kekebalan (imun) dan transport molekul tertentu. Dari insang. Ketika jantung kendur. menghancurkan mikroorganisme pathogen beserta hasil beserta sekresinya dan menyingkirkan abnormal atau sel bermutasi (contohnya sel kanker) yang muncul mekanisme pertahanan tubuh yang dapat terjadi dengan cara fagositosis (paling primitive). sebagai contoh bahwa darah mengalir dari jantung melalui arteri ke jaringan kapiler yang menuju ke jaringan tubuh dan kembali ke jantung melalui vena. 2008). 2007) Menurut Kimball (1938). 1. 1983). jantung ikan terdiri dari . antara lain menginaktifkanatau mengeluarkan berbagai sel asing dari tubuh.7 Sistem Peredaran Darah Menurut Teddy (2008). Darah dari jantung keluar melalluii aorta ventral menuju insang.2. Kontraksi vertikel yang kuat mendesak darah keluar ke anyaman kapiler insang.Sinus venasus: yang menerima darah dari vena kordinalis. Darah yang dari tubuh sebelum masuk ke jantung mengalir dulu ke ginjal. darah yang mengandung banyak zat asam menggalir di dalam pembuluh darah dorsal aorta. Sebagian menuju ke kepala dan sebagian lagi menuju ke bagian tubuh yang lain dan alat pencernaan makanan. darah mengalir melalui sebuah katub ke dalam ventrikel berdinding tebal. 1. pertahanan tubuh dapat terjadi dengan berbagai mekanisme. darah selalu terdapat di dalam pembuluh darah. maka jantungnya akan menampakkan aliran darah tunggal. Peredaran darah ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam 1 kali peredarannya. darah yang keluar dari jantung melalui ventral aorta terus ke insang. dan pertukaran bahan makanan terjadi dengan jaringan.8 Pengertian Sistem Imun Menurut Isnaeni (2005). darah melalui jantung 1 kali). anterior dan vena kordinalis posterior. temmpat kotoran hasil metabolisme kemudian mengalir ke hati terus masuk lagi ke jantung.2 ruang: meliputi 1 atrium (serambi) dan ventikel (bilik) . sistem limphatik · Pembuluh limpha · Jaringan limpha (Noer dan widawati. maka dari itu kebanyakan sistem peredaran darah disebut peredaran darah tunggal (Rachman. bahwa sistem peredaran darahpada ikan adalah tertutup. darah mengalir ke anyaman kapiler dibagian badan selebihnya. Di insang aorta bercabang menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gar yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. Kemudian darah kembali ke jantung. Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kordinalis anterior dan vena kordinalis posterior (Tedy. Seperti pada semua vertebrata. darah yang terkumpul dari seluruh badan ikan masuk ke kamar berdinding tipis.

limfosit lain tetap diam di sumsum tualang berdifensiasi menjadi limfosit B. pengambilan darah ini dapat dilakukan dibeberapa daerah dari tubuh ikan. Dari keempat tempat pengambilan darah ini. Pada umumnya pengambilan darah dapat dilakukan diempat tempat yaitu linea lateralis. sel -sel baru sedang di bentuk ketika sel – sel yang rusak telah selesai di perbaharui keropeng tersebut akan mengelupas dan jatuh. 2003). limfosit B dan limfosit T berbeda dalam cara responnya.2. dimana terdapat distribusi kebagian . dorsal aorta. 1. 1974). dan jantung.9 Proses Pembentukan Darah Darah akan membeku bila keluar dari pembuluh darah. darah mengandung protein fibrinogen yang akan menjadi fibrin di bawah pengaruh enzim protealis trambin. 4.2 Analisa Hasil 4. Beberapa sel keturunan dari limfosit B yang terangsang membentuk suatu retikulum endoplasmik granula rumit yang mampu mensintesis protein dan di sebut sel plasma yang mampu mensintesis antibodi yang di perlukan. Hal ini sesuai dengan Guyer and Charles (1964). yang paling baik untuk melakukan proses pengambilan darahyaitu pada dorsal aorta karena dorsal aorta merupakan percabangan utama dari insang yang sebelumnya berasal dari vena aorta. berdiam dan berkembang di dalam kompertemennya sendiri. antibody ini di lepaskan dalam darah dan di bawa sebagai bagian dalam fraksi gramma globulin respon antibodi hormonal ini mengurangi memerangi bakteri dan virus di dalam darah. setelah mengelilingi seluruh tubuh yang sebelumnya mengalir ke ventral aorta ke bagian insang. seperti kita ketahui enzim trambin berasal dari proenzym protrambin dan di aktifkan oleh trombokinase (perkataan trombokinase yang dulu di kenal sebagai tramboplastin lebih tepat. Menurut Villee. dari jantung. sel T dan sel B secara morfologis hanya dapat di bedakan ketika di aktifkan oleh antigen (Effendie.10 Hubungan Sistem Imun Dengan Darah Sel -sel T bertangung jawab terhadap reaksi immune seluler dan mempunyai reseptor permukaan yang spesifik untuk mengenal antigen asing. sebuah enzim yang di sebut tramboplastin yang di hasilkan sel – sel jaringan yang terluka bereaksi dengan kalsium dan protrambin di dalam darah. caudal peduncle. lisis sel dan sel pembuluh (killed sel atau sel K )dari organisme yang menyerang. kompleks ini nmempunyai fotositosis. melalui cavum oris mentok mencapai rahang bagian atas. dan beberapa tempat lain.dkk (1988). mekanisme penutupan luka yaitu pada tubuh mulai mengeluarkan darah. Sel B bertugas untuk memproduksi antibody hormonal. akibat reaksi kimia jalianan benang – benag yang di hasilkan membentuk lapisan pelindung. antibody raspanse yang berbeda dalam peredaran darah dan mengikat secara khusus dengan antigen asing yang menyebabkan antigen asing tersalut antibody. dalam plasma. Menurut Racoen (2007). Diantaranya melalui linea lateralis. Selain itu ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sistem peredaran darah tunggal tertutup yang artinya mekanisme peredaran darahnya berasal dari jantung dan kembali lagi ke jantung.1 Pengambilan Darah Dari hasil praktikum didapatkan hasil bahwa pengambilan darah yang dilakukan pada daerah caudal peduncle. Menurut Admin (2008). darah yang mengalir mengandung CO2 dan mengeluarkan O2.1. karena kinase berarti zat – zat yang mengaktifkan proenzym menjadi enzyme (Iskandar.

. yang akan mempengaruhi kesehatan ikan.4. terdapat beberapa faktor koreksi yaitu: · Kurang aseptisnya alat suntikan yang digunakan sehingga terdapat bakteri yang menempel dan mempengaruhi darah saat diamati. · Kurang keterampilan praktikan didalam pembuatan film darah tipis dengan metode smear yang akan mempengaruhi tipisnya lapisan darah sehingga sulit untuk diamati dibawah mikroskop. hal ini dapat diketahui kandungan sel darah yang lebih dominan dalam tubuh ikan tersebut. Digunakan pewarna giemsa ini karena giemsa dapat memberi warna pada darah dengan jelas. dan jaraknya juga berjauhan. Hanya 1% dari total oksigen yang diambil oleh plasma darah. sel darah merah mempunyai kandungan hemoglobin yang banyak dan dapat mengangkut O2 dalam darah. dan pada darah yaitu pada inti bersifat asam dan pada plasmanya bersifat basa yaitu dengan pH 7. dapat dijelaskan bahwa terdapat jenis sel darah merah (eritrosit). · Kurang keterampilan praktikan didalam pengambilan darah. begitu juga inti selnya yang besar dan jaraknya berdekatan. · Mengetahui komposisi darah pada ikan. Selain itu. 4. terdapat beberapa manfaat yang bisa diambil. Bentuk mature mempunyai sitoplasma yang besar dan inti selnya yang kecil. Pada pewarnaan darah diberi pewarna giemsa. Giemsa ini bersifat basa yaitu dengan pH 10. dimana giemsa langsung masuk kedalam inti sel darah dan memberi warna pada semua sel darah. Dari hasil pengamatan gambar pada mikroskop. Hemoglobin memiliki kapasitas 15 sampai dengan 25 kali lipat kapasitas air untuk mengikat oksigen. · Kurang keterampilan praktikan didalam menggunakan mikroskop sehingga saat pengambilan gambar sel darah memakan waktu yang lama. · Dapat mengetahui peredaran darah pada ikan. Pada vertebrata mengandung pigmen respiratori yaitu hemoglobin yang efisien untuk mengangkut oksigen.2 Pembuatan Film Darah Tipis Setelah melakukan praktikum pembuatan film darah tipis. hal tersebut menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi yang sehat. sedangkan 99% total oksigen diambil oleh hemoglobin (Yuwono dan Purnama. · Kurang ketrampilan praktikan didalam mengisi Na sitrat. 4. 2001).4 Manfaat di Bidang Perikanan Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. 4.3 Faktor Koreksi Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. Sedangkan bentuk imature mempunyai sitoplasma yang besar.afferent branchial arteries. sistem imun atau kekebalan tubuh · Mengetahui proses pembekuan darah atau penutupan luka pada ikan. yaitu: · Dapat mengidentifikasi apakah ikan tersebut sehat atau dalam keadaan sakit. sehingga terdapat gelembung udara pada spuit. · Dapat diketahui organ-organ yang berperan didalam peredaran darah ikan. · Mengetahui tempat pengambilan darah agar tidak terjadi kesalahan dalam penyuntikan untuk pengambilan darah. didapatkan hasil bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah (eritrosit) yang jumlahnya banyak.2. Sel darah merah mempunyai jumlah yang dominan dan dalam bentuk mature dan imature. sehingga bagian sel-sel pada darah terlihat jelas saat diamati dibawah mikroskop. · Mengetahui fungsi darah pada ikan untuk transportasi. sehingga harus mengulangi beberapa kali agar darah dapat terambil.

Sistem syaraf lebih banyak mengkoordinasi segala aktivitas yang cepat ataupun yang sulit dilakukan ikan dalam lingkungannya. sistem syaraf merupakan sistem yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinngi diantara sistem organ yang lain dalam tubuh. 1. dan sebagai tanggapan terhadap suatu rangsangan maka gelombang eksitasi disalurkan melalui permukaannya.1 Pengertian Syaraf Menurut Rachman ( 2003 ). PENDAHULUAN 1. Menurut Villee dkk. kembali kembali lagi ke dorsal aorta lalu dialirkan keseluruh tubuh. leukosit. · Darah berfungsi untuk mengedarkan suplai makanan. · Komponen penyusun darah yaitu sel darah: eritrosit. sistem ini ( dengan bantuan kelenjar – kelenjar buntu ) menentukan dalam dan luar melalui rangsangan dari satu tempat ke tempat lain oleh sel – sel sensoris atau sel – sel syaraf yang lain.2 Morfologi dan Gambar Ikan . SYARAF IKAN 1. Sel saraf atau neuron. lalu ke ginjal kemudian ke hati dan kembali ke jantung. didapatkan beberapa kesimpulan diantaranya: · Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erytrocyte. Sistem saraf meliputi semua tingkah laku organisme dari regulasi tak sadar pada aktivitas intraseluler untuk mengkoordinasi gerakan seluruh organisme sampai fenomena tidak tampak yang dipelajari dan ingatan (Gordon et al. Sel – sel dikatakan peka. membawa oksigen ke jaringanjaringan tubuh. membawa hormon dan enzim keorgan yang memerlukan. · Mekanisme peredaran darah dimulai dari jantung kemudian ke vena aorta lalu ke insang. Neuron terdapat pada semua hewan multisel. 2003 ).2 Saran Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan diharapkan dalam kegiatan praktikum diperlukan ketelitian dan kehati-hatian di dalam menggunakan alat dan mengolah data. Sistem saraf merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang dapat berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi antara sel maupun organ dan dapat berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ lain serta dapat pula memproduksi hormon ( Singgih.1 Kesimpulan Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan. 5. ( 1984 ). merupakan suatu adaptasi evolusioner untuk transmisi yang cepat dari gelombang eksitasi. 1997 ). · Ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah dengan jumlah yang banyak berarti menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam keadaan sehat. kecuali spons dan secara kolektif merupakan sistem syaraf. KESIMPULAN DAN SARAN 5. dan trombosit serta plasma. · Pengambilan darah dilakukan di caudal pudancle karena dekat dengan tulang yang mengarah ke jantung.suatu sifat dasar dari semua sel adalah tanggap terhadap rangsangan ( stimulus ). leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi. Dengan kata lain.5.

Jadi ia tidak dapat mempertahankan suhu tubuhnya secara tetap terhadap suhu sekitarnya seperti mammalia (hewan menyusui) (Effendie. dan rhombencephalon di bagian belakang. Seluruh tubuhnya terdiri dari ruas – ruas (segment). ikan (pisces) termasuk ke dalam hewan bertulang belakang dengan ciri – ciri umumnya yaitu “berdarah dingin “ 9 (poikilothermal).tidak berubah. Tubuh udang terbagi dalam dua bagian. mesencephalon dikatakan juga otak tengah.10 dan C. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak. 1.15 . yang diperkeras oleh bahan kapur (kalsium karbonat) (Mudjiman. Mata kelihatan menonjol dan relatif besar dengan bagian tepi mata berwarna putih. dan bagian posterior ticocerebrum. 1. dan bagian belakang yang disebut ekor (abdomen). Badan relatif lebih tebal dan keker dibandingkan ikan mujair. otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka. yang terbungkus oleh kerangka luar (eksoskleton). Kepala dada tertutup oleh kelopak kepala atau cangkang kepala (carapace). 1. 2007). 1972). Pada perkembangan selanjutnya procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon. Mempunyai garis vertikal 9 – 11 buah. garis – garis pada sirip ekor berwarna merah sejumlah 6 – 12 buah. Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah. Pada sirip punggung terdapat juga garis miring. Telencephalon adalah pembau. Garis lateralis (gurat sisi di tengah tubuh) terputus dan dilanjutkan dengan garis yang terletak lebih bawah. mesencephalon tetap tidak mengalami perubahan.1972).1. mesencephalon di bagian tengah. yaitu bagian gabungan kepala dengan dada / toraks (disebut sebagai cephalothorax) dan abdomen. Kerangka luar ini terbuat dari bahan semacam tanduk (chitin). sedangkan rhombencephalon terdiri dari 2 bagian yaitu meiecephalon dan myelencephalon. Saraf pada . mesencephalon tetap. bernapas dengan insang dan bergantung kepada air sebagai medium hidupnya. 1983).XVII.3 Morfologi dan Gambar Udang Tubuh LAT sendiri terdiri dari dua bagian.4 Gambar otak dan anatomi ikan Menurut Rachman (2003). procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon.III. Kelopak kepala ke arah depan membentuk tonjolan runcing yang bergerigi yang disebut cucuk kepala (rostrum). A. V. Pada perkembangan selanjutnya.13 . yaitu bagian depan yang disebut kepala – dada (cephalothorax).5 Gambar otak dan anatomi udang Menurut Arfiati (2004). mempunyai sirip.Ciri – ciri morfologi ikan Nila (Oreochromis niloticus) menurut Sugiarto (1988) dalam Rustidja (1996). otak antrophoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. pada ikan merupakan bagian otak yang besar daripada bagian otak yang lain. bagian tengah deutocerebrum. Rumus jari – jari sirip adalah D. Secara faal sebenarnya ikan tidak berdarah dingin tetapi hanya suhu tubuh ikan tersebut yang berubah – ubah bergantung kepada keadaan suhu sekelilingnya. Tipe sisik adalah steroid.18. Sedangkan bagian abdomennya terdiri dari 6 ruas dan sebuah ekor berbentuk kipas (Purwakusuma.5 . Cephalothorax secara keseluruhan dilingkupi oleh cangkang yang disebut sebagai karapas. Dipandang dari sudut ilmu hayati. Otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka. Diencephalon merupakan komponen otak yang cukup penting terletak di bagian belakang telencephalon. adalah bentuk badan ikan nila ialah pipih ke samping dan memanjang. P. sedangkan rhombencephalon terbagi menjadi 2 bagian pula yaitu metencephalon dan meyelencephalon (Effendie. mesencephalon di bagian tengah dan rhombencephalon di belakang.

6 Fungsi masing-masing sirip ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum. 1. 2. ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia.mata melalui protocerebrun mengandung 3 pusat optic (neurofiles) berintegrasi dengan fotoreseptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behaviour). otak anthropoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. 5. sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. ke samping dan diam (mengeram). Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan maju. letak sirip ini adalah pada dorsal tubuh. 3. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. laba-laba. Fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan. gerakan menggeleng dan gerakan menggulung. juga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip pelvik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan anal mengontrol gerakan menggulung Menurut Aquaculture (2009). ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Hal ini dilakukan dengan bantuan sirip sebagai berikut : · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan menggeleng. system syaraf anthopoda berupa system saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. Deutocerebrum mengirim imfuls saraf ke antena pertama pada crustacean sedang pada cellecerata (kalajengking. bagian tengah dento cerebrum dan bagian posterior tritocerebrum. Pada berbagai tempat di segmen tubuh. Ganglia bagian anterior lebih besar berfungsi sebagai otak. Pinna analis (anal fin) adalah sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di bagian posterior anal. Adifora adalah sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan. saraf pencernaan. Pinna pectoralis (pectoral vin). Pinna caudalis (caudal pin) adalah sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh ikan dan biasanya disebut sebagai ekor. Ganglia berfungsi sebagai pusat repleks dan pengendalian berbagai bagian. Bagian ketiga dari otak adalah tricocerebum yang menningkatkan fungsi saraf bibir bawah. sedikit didepan pinna caudalis. sirip pada ikan terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan sesuai dengan letak sirip tersebut berada pada tubuh ikan yaitu 1. serta berpengaruh juga pada antena kedua dari crustacean. Menurut Anfiali (2001) dalam Dasri (2004). Selain itu juga berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman. Syaraf pada mata melalui protocerebrum mengandung tiga pusat optic (neuropiles) . 6. Pinna dorsalis (dorsal fin) adalah sirip yang berada di bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan Katina berenang bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar. Pinna ventralis (ventral fin) adalah sirip yang berada pada bagian perut ikan dan berfungsi dalam mampu menstabilkan ikan saat berenang. Menurut GuruNgeblog (2008). adalah sirip yang terletak di porterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. 4.7 Fungsi Otak Pada Udang dan Gambar Menurut Emulngeblog (2008). Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. Pada sebagian besar ikan. sistem saraf antropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada sepanjang sisi ventral tubuhnya. Pada berbagai tempat di segmen tubuh. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. 1. sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan.

telencephalor adalah otak bagian depan sebagai pusat untuk halhal yang berhubungan dengan pembau. Sedangkan penglihatan yang kesamping hanya digunakan untuk melihat pergerakannya saja. 2001)57. Mata dan Otak pada ikan Menurut sakti (2008). 1. Fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya (Yuwono dan Purnama. tetapi aktivitas lainnya termasuk tingkah lakunya sedikit terganggu. pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. 2001). Menurut Mudjiman (1983). 1. tetapi gerakannya tidak utmis dan tidak sinkron antara pelucutan antenna kiri dan yang kanan.9 Fungsi Organ Pada Udang Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. terdapat organ yang berhubungan dengan fungsi pigmentasi pada ikan. statolyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (face) yang bertangkai (Pustekkom. Deutrocerebrum mengirim syaraf ke antenna pertama pada crustacean sedang pada chellcerata (kalajengking laba-laba dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum.berintegrasi dengan fotoreceptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behavior). disebut pallium. otak bagian depannya menjadi lebih berkembang. Pergerakan. Pada beberapa ikan yang sengaja dirusak telencephalonnya memperlihatkan beberapa gejala yang tidak beres. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan udang untuk mencari makanannya. syaraf pencernaan (stomato gastric nerve) serta berpengaruh juga pada antenna kedua dari crustacea. Fungsi pemutaran antenula adalah untuk menegangkan ramburambu astelac ke dalam arus air.8 Fungsi Linea Lateralis. bagian ketiga dari otak adalah tritocerebrum yang meningkatkan fungsi syaraf bibir bawah. Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. terutama kualitas air dan juga peranan dalam proses osmoregulasi. Linea lateralis ini berfungsi untuk mendeteksi keadaan lingkungan. karena penglihatannya yang kesamping itu tidak menghasilkan bayangan yang jelas melainkan hanya yang remang-remang saja. Pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. linea lateralis adalah garis yang dibentuk oleh pori-pori sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan yang bersisik maupun tidak bersisik. Struktur mata ikan hamper sama saja dengan mata yang terdapat pada vertebrata lain. sehingga memudahkan deteksi perubahan air disekeliling rambut-rambut tersebut selama pergerakan. 2005). Menurut Effendie (1972). Informasi mekanosensori yang dapat dijangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. Sampai ikan itu dapat melihat di udara. Pelucutan antenula dapat terjadi secara terus menerus. Informasi mekanosensori yang dapat di jangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. keseimbangan dan penglihatannya tidak terganggu. Dinding dorsal telen cephalon tetap tipis. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nomer satu yaitu offactonis yang berhubungan fovea naralis sebagai penerima rangsang. bagian atas dari telengcephalon. tetapi mata ikan itu bervariasi dari ikan itu buta yaitu tidak mempunyai mata. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antenna (alat peraba). bagian kepala – dada sebenarnya tersidiri dari bagian kepala dan . Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. Penglihatan yang kemuka digunakan untuk melihat hal-hal yang detail seperti untuk menerkam mangsa. Menurut Rachman (2003). umumnya mempunyai penglihatan memuka yang jelas dari pada penglihatan kesamping. 2001). Pembersihan antenula berfungsi untuk menghilangkan atau memindahkan bahan-bahan terperangkap atau terselip di antara rambutrambut aestetal pada antenula. Pelucutan antenna ini membantu sirkulasi air disekitar rambut-rambut aestetac sehingga memudahkan proses penerimaan rangsang dari kemoatraktan. menghindarkan diri dari musuhnya.

fungsinya sebagai alat peraba. pleopoda berguna untuk melekatkan telur selama dieram. Pada berbagai tempat di segmen tubuh. Bagian dada terdiri dari 8 ruas. Capit ini berfungsi untuk mengambil makanan. Pada ruas ketujuh. misalnya pada cumi-cumi system syaraf tersusun dari sel-sel syaraf yang disebut neuron. 1. ada pembesaran syaraf tangga tali yang disebut ganglia. Dalam berbagai hewan air. system syaraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk yan berfariasi. Neuron afferent atau neuron sensory yang berasal dari urea reseptor 2. system syaraf pusat merupakan sebuah struktur tubuh yang terdiri dari otak dan spinal cord disususn oleh elemen epitel khusus yang disebut sel ependymal dan meliputi cairan cerebrospinal dan meliputi cairan cerebrospinal. Pada ruas kedua terdapat mungut ke-1 (antennal) yang ujungnya bercabang menjadi endopodit dan eksopodit yang berupa sungut pendek dan berfungsi. pada vertebrata. delapan dan Sembilan.10 Sistem Syaraf Dan Fungsi Pada Ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Diantara uropoda terdapat tonjolan runcing ke belakang yang disebut ujung ekor (telson). Berdasarkan fungsinya neuron dapat dikelompoka menjadi : 1. Pada ruas keempat. jika rangsang mengenai system syaraf akan diubah menjadi gelombang elektrokimia yang ditransmisikan sepanjang system syaraf. Pada 5 ruas berikutnya terdapat 5 sepasang kaki jalan dengan ujungnya mengalami perubahan bentuk sehingga berupa capit. Menurut GuruNgeblog (2008). berturut-turut terdapat maxilliped I. Neuron internucial atau inter neuron yaitu yang menghubungkan antara neuron afferent dan neuron efferent Menurut Guyer and Charles (1964). syaraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Bagian kepala terdiri dari Gruas. Pada ruas pertama sampai ruas kelima diperut terdapat kaki renang (pleopoda). Ruas ketiga terdapat sungut ke-2 (antena II) yang berupa cambuk panjang. Fungsi sel syaraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsangan atau tanggapan. Bagian ekot atau perut (abdomen) terdiri dari 6 ruas. 2005).11 Sistem Syaraf dan Fungsi Pada Udang Susunan syaraf crustacea adalah tangga tali. Kaki bercapit yang nomor dua menyolok sangat panjang dan besar. Efekor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. System syaraf terdiri dari jutaan sel syaraf (neuron). Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi engenal rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dalam tubuh. pleopoda mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda). Pada udang betina. karena ukuran yang cukup besar. Neuron efferent atau neuron motor yaitu yang menuju baik berupa jaringan otot mauppun kelenjar 3. system syaraf arthopoda berupa system syaraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. perasa dan pemegang makanan. Ketiga macam anggota badan tersebut berfungsi sebagai alat untuk makan. kelima dan keenam berturut-turut terdapat rahang (mandibula). Dalam kegiatannya. terutama makanan yang berupa potongan-potongan besar. Untuk mempermudah pelekatan telur itu. Contohnya otot dan kelenjar. maxilla I dan maxilla II. Pada ruas pertama terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai dan bisa digerakkan. Menurut Iqbal (2007). Statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. Fungsi syaraf telah banyak diteliti dengan menggunakan neuron dari hewan ini.bagian dada yang menyatu. Ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). maxilliped II dan maxilliped III. 1. Ganglia berfungsi . sebagai alat peraba dan keseimbangan. Pada ruas keenam. Sistem ini meliputi system syaraf pusat dan system syaraf tepi. pleopodanya berbulu-bulu.

Bagian inferior. Rambut peraba seekor insekta merupakan suatu reseptor fisik (yaitu hanya member respon jika rambut pindah posisi. dkk (1988). struktuk penerima suara terdiri lenih dari dua vesikel.2 Peraba Menurut Rahman (2003).1 Pendengaran Menurut Villee.12.utriculus. Rod yang mempunyai pigmen yang sangat sensitive terhadap cahaya yang remang – remang. Karena gangguan mekanis yang terjadi pada jarak tertentu.al (1977).12 Mekanisme Proses Masuknya Rangsangan 1. sel-sel ganglion. tetapi kecil yang disebutlagena.12.3 Penglihatan Menurut Effendie (1972). Bayangan benda yang terjadi di retina akan dipetakan didalam testum opticus yang terdapat di dalam lobus opticus. Terdiri dari dua unsure pokok : 1. sensoris somatic dan pergerakan. sedangkan pada ikan air tawar pigmen tersebut namanya perphyropsin. Masalah ikan aalah menghindari supaya jangan “transparan” terhadap suara. Banyak ikan menangkap dan menghambat lewatnya gelombang suara dengan otolit yang besar dalam sakulus. cahaya yang masuk ke dalam mata setelah melalui cornea. sedangkan cone digunakan apabila dalam keadaan cukup cahaya. Dengan demikian gelombang suara dengan mudah masuk dalam telinga dalam. Cone dan rode mempunyai pigmen yang dapat menyerap cahaya. Nervus maxiilo Imandibularis Persatuan 2 nervus ini membentuk nervus lymphoalis untuk selaput lender lidah dan dasar mulut. Gelombang suara yang sampai pada kan yang terdapat dalam air. organ equibibrium dan pendengaran dibagi dalam bagian superior dan bagian inferior. krital staticae dengan sel sensori yang mirip pada linea lateralis dan tunas perasa. Menurut Lagler et. 1. Reseptor peraba yang paling sederhana adalah rambaut peraba yang yang avetebrata. maka terjadi potensial aksi. dan jaringan dari ikan sebagian besar adalah air. Ikan mempunyai divertikulum yang homolog. nervus trigeminus ( N. 1984). suecullus dan lagela. Nervus opthal micus profundus / nasiciliaris 2. Sel-sel bipolar. lensa dan cairan bola mata. 1. cone dan rode serta lapisan sel retina yang berpigmen. 1. Reseptor berupa sel batang dan kerucut pada retna tersebut berhubungan dengan saraf optic yang ujungnya . yang lain menggunakan gelembung renang sebagai reseptor awal atau hidofon. tetapi semua aktifitas tertentu jika gerakan terhenti meskipun rambut tetep berada diposisi baru (Villee dkk. fonoreseptor atau pendengaran adalah hal yang mengenal deteksi gelombang tekanan yang timbul. Cahaya yang masuk kedalam mata setelah melalui cairan akan menyentuh syaraf optic. Bagian superior terdiri dari saluran setengah lingkaran dan ampullanya dan kantong seperti veside. Ampulla merupakan bagian jaringan reseptor. Pigmen yang terdapat didalam rod ikan laut dinamakan rhodopsin. Menurut Isnaeni (2006). Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak.12.sebagai pusat reflex dan pengendalian berbagai kegiatan. mekanisme penerimaan rangsangan oleh reseptor cahaya secara garis besar dilukiskan sebagai berikut : Stimulus struktur tambahan sel sensoris transmisi Cahaya Mata Retina saraf optic korteks visual Tampak bahwa reseptor cahaya yang sesungguhnya terdapat pada retina. V) mempunyai fungs yang yang berhubungan dengan sensitifitas terhadap panas tekanan kulit.

ikan melemah. saat disentuh linea lateralisnya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut dan menghindari sentuhan. berkas ini menghubungkan sel-sel pembau dengan bulbus olfactory. ikan nila menjauhi rangsangan. ikan nila terkejut. dkk (1988).bersinaps dengan pusat penglihatan yang berada di korteks otak. Saat disentuh kepalanya. 2006). menunjukkan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakuan sebagai control. menghindari sentuhan. 1. ikan nila menghindari sentuhan. Terdiri dari axon-axon sel indra pembau yang berkumpul menjadi berkas dengan naa fil olfactorius. Berkas-berkas ini tidak bermyelin.1 Keseimbangan Tubuh Ikan Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. telencephalon adalah otak bagian depan dengan sebagai pusat yang berhubungan dengan dengan pembau.2 Analisa Hasil 4. terutama untuk mengecap rasa pahit menunjukan fungsi protektif karena pada pahit dianggap sebagai pengingat akan adanya ancaman senyawa foksis potensial (Isnaeni. pada vetebrata tingkat rendah. Otak bagian depan menjadi lebih berkembang. Saat disentuh ekornya. Beberapa neuron dapat berhubungan dengan suatu sel dan yang lain dengan sejumlah sel. Kemudian saat diberi .2. sirip-siripnya bergerak cepat.4 Penciuman Menurut Rachman (2003).gerakannya naik turun atau lebih lambat. Kemoreseptor yang bersifat umum yang terdapat pada semua hewan adalah reseptor pengecap. karena setiap sel pengecap dilayani oleh lebih dari satu neuron.agar dapat berfungsi optimal. ikan nila menghindari sentuhan. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nol berhubungan dengan hidung penerima rangsangan. Setelah disentuh linea lateralis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut. Berdasarkan pengamatan semua kelompok. Setelah disentuh dorsal. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan hidung untuk mencari makanannya.5 Pengecap Menurut Villee. dorsal iakan nila turun. 4. Hubungan – hubungan ddengan sel syaraf adalah kmplek. Menurut Effendi (1972). Saat disentuh sirip dorsalnya. tetapi tidak ada dua reseptor yang benar-benar sama. sehingga jumlah pola pesan yang dikirim ke otak untuk tiap cairan beda. membelok menghindari sentuhan. pada permukaannya mempunyai mikrovilus yang segaian menjulur ke kedalam suatu pori kecil yang berhubungan dengan cairan yang membasahi permukaan lidah. Lalu saat disentuh sirip caudalnya. yang merupakan sel epitel dan suatu reseptor.12. Dengan demikian pengenalan dan pengolahan informasi dalam tunas pengecap dilindah sangat rumit. Setiap sel pengecap. Kemudian saat disentuh kepalanya. sirip dorsal naik. Kemudian saat diberi perlakuan dengan ditusuk matanya menujukkan responnya lambat. ikan nila menghinda.12. yaitu setiap reseptor member respon pada lebih dari satu zat kimia. Beberpa sel pengecap peka terhadap dua atau lebih kelompok rasa. sirip dorsal mengkerut. 1. nervus olfactorius (NI) mempunyai fungsi berhubungan dengan bau-bauan. gerakan ikan nila tidak seimbang atau oleng. Pemberian rasa pada pengecap mungkin tergantug pada suatu sendi yang terdiri atas pola serabut silang. Lalu saat semua sirip dipotong. sel reseptor di retina memerlukan strujtur pendukung berupa mata. indra pengecap terdapat pada sejumlah bagian mulut dan faring dan bahkan di beberapa jaringan kulit kepala.

kaki renang dan capitnya bergerak dan saat diberi sentuhan udang galah loncat ke belakang. Sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. Kemudian saat diberi rangsangan berupa sentuhan. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat dibei rangsangan. gerakan mengoleng dan gerakan menggulung.2. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. antenna dan antenula. Jadi saat semua siripnya dipotong. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. menunjukan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakukan sebagai kontrol saat diberi rangsangan berupa suara. jaga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip peluik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan sirip anal mengontrol gerakan menggulung. udang galah tidak menunjukkan respon. Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. Menurut Yuwono dan Purnama (2001).perlakuan dengan dipotong semua siripnya. dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. Lalu saat diberi rangsangan berupa gelombang antenanya bergerak dan melawan arus. tidak menunjukkan respon sama sekali saat diberi sentuhan. hasil pengamatan semua kelompok menunjukkan bahwa gerakan ikan nila menjadi tidak seimbang atau oleng. Kemudian saat diberi perlakuan dengan capitnya dipotong. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) kaki renang dan antelanya bergerak. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) selalu bergerak. ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). statocyst (alat keseimbangan). Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menjadi tidak seimbang atau oleng. fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya. 4. . saat diberi perlakuan sebagai kontrol yaitu diberi kejutan berupa suara.3 Faktor Koreksi Dalam praktikum system syaraf terdapat beberapa hal yang menjadi factor koreksi yaitu: Ikan Nila (Oreochromis niloticus) diusahakan tidak dalam kondisi stress sehingga proses pengamatan bisa optimal Ketidaktelitian praktikan delam mengamati perubahan gerak pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) dapat mempengaruhi hasil pengamatan sehingga data yang diperoleh tidak valid Toples menang mempermudah pengamatan karena permukaan kaca cembung. 2005). Menurut Yuwono dan Purnomo (2001): · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan mengoleng. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat diberi rangsangan karena sirip yang memberikan kendali terhadap pergerakan ikan sudah tidak berfungsi lagi. 4. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) antenanya bergerak dan mendekati arah datangnya suara. Saat diberi rangsangan. namun kurang luas untuk mengamati gerakan ikan dan udang. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. lalu diberi rangsangan berupa suara kaki renangnya bergerak. Saat diberi rangsangan berupa gelombang. Berdasarkan pengamatan semua kelompok. Hal ini sesuai dalam Rachman (2003). udang galah menghindari sentuhan.2 Reaksi Syaraf pada Udang Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan.

Mereka mungkin terbentuk dari kelenjar yang . Aktivitas ini dikoordinasi oleh system saraf yang ada pada bagian-bagian tersebut v Sirip-sirip ikan dan linea lateralis merupakan bagian-bagian yang menyusun sitem keseimbangan tubuh ikan v Ketika diberi perlakuan dengan sumber bunyi arus dan sentuhan udang cenderung menggerakkan bagian-bagian tubuhnya seperti antenula dan kaki karena mengandung jaringan syaraf untuk berkomunikasi dengan lingkungan.1 Kesimpulan Dalam praktikum syaraf dapat disimpulkan bahwa: v Sistem syaraf merupakan system yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinggi diantara system organ yang lain dalam tubuh v Sistem syaraf ada 2 macam yaitu syaraf otonom dan syaraf pusat. Ia tidak seperti sistem saraf yang dibangun berdasarkan susunan tingkat khusus. syaraf pusat dikendalikan oleh otak dan sumsum tulang belakang. 5. PENDAHULUAN 1. Sel endokrin menyebar di seluruh tubuh. ENDOKRINOLOGI 1.2 Saran Pada praktikum FHA materi syaraf diharapkan praktikan lebih teliti pada pengamatan ikan dan udang yang telah disentuh. Menurut Gordon. 2007). Syaraf otonom dikendalikan oleh simpatik dan para simpatik v System syaraf pada ikan lebih lengkap atau komplek daripada system syaraf pada udang v Bagian otak ikan ada 3 bagian yaitu otak tengah.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang bisa diambil dalam praktikum system syaraf adalah Dapat mengetahui mekanisme syaraf pada ikan dan udang Dapat mengetahui bagian-bagian tubuh pada ikan dan udang beserta fungsinya Udang yang dipotong matanya bisa mempercepat proses kematangan gonad Dapat mengendalikan gangguan-gangguan lingkungan sekitar terhadap kehidupan ikan nila dan udang galah. berdasarkan pada neuron sebagai unit fundamental. Tempat ikan dan udang diharapkan lebih luas agar pengamatan mudah. dorsal. dan ekor cenderung bergerak menghindari karena merasa ada bahaya yang mengancam dirinya.4. sistem endokrin itu sendiri juga beraneka ragam dan heterogen. KESIMPULAN DAN SARAN 5.al (1977). 5. dan diberi kejutan suara. Sedangkan pada system syarafnya tangga tali v Mekanisme jalannya implus saraf adalah rangsang ke reseptor ke otak kemudian ke efektor dan selanjutnya ke interneuron v Ikan yang disentuh bagian linea lateralis. dan otak belakang. Sistem endokrin bukan unit struktural. dipotong.1 Pengertian Endokrinologi Sistem endokrin suatu sistem yang mempunyai peran dalam sekresi hormoon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh (Noer dan Widowati. kepala. et. otak depan.

1980 dalam Rustidja. memadukan aktivitas organ-organ dan jaringan hewan multi sel yang kompleks. kelenjar itu sering disebut kelenjar sekresi internal. jaringan chromaffin. otot polos maupun otot jantung (Noer dan Widowati. bahkan mengatur kontraksi otot bergaris. 2006). Mesenjer (pembawa pesan) kimiawi yaitu hormon.menghasilkan satu sampai beberapa hormon atau muncul sebagai jaringan atau sebagai sel individu. 1996).4 Hormon dan Fungsinya Hormon adalah suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit olaeh sel-sel endokrin ke dalam cairan jaringan atau sistem vaskuler (Junquiera dan Carneiro. sel-sel gamet dan ciri seks sekunder.a air dan berbagai garam dalam (ES dipertahankan dalam batasan sempit olh aksi hormonal. 1988) Menurut Rachman (2003). kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui sistem pambuluh. secretin. Karena hal tersebut. 2007). Kelenjar endokrin mengeluarkan ormon ke dalam aliran darah dan bukan ke dalam saluran yang menuju ke luar tubuh atau ke dalam salah satu organ internal seperti halnya kelenjar eksokrin. pertumbuhan perkembangan seksual dan metabolisme adalah tiga proses tubuh dalam pengendalian sistem hormon yang eraksi secara terhadap sepanjang waktu. Tiap jenis hormon disekresi secara khas oleh sel-sl tertentu yang merupakan kelenjar endokrin (Villee. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui siatem pembuluh. Hormon yang dihasilkan berperan dalam berbagai hal antara lain. dkk. Sistem endokrin juga memegang peran penting dalam pemeliharaan lingkungan dalam yang tetap. pulnu Langerhans dalam pankreas dan jaringan internal. Pada ikan kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar endokrin yaitu hypophysa(pituitary).. mengatur keseimbangan cairan tubuh. mengatur perkembangan organ kelamin primer. Sistem ketiga untuk mencapai pengaturan dari dalam produksi hormon digambarkan dalam hubungan antara TSH dan Tiroksin 1. pipituitari dan adrenal hanya berfungsi dalam ssekresi hormon dan merupakan kelenjar tak bersaluran yang sebernarnya. kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar yaitu hypophysa (pituitary) thyroid. thyroid. paratiroid. secretin. Sekresi beberapa hormon secara langsung dikendalikan oleh kebutuhan akan hormon tersebut Dalam beberapa kasus.2 Kelenjar Penghasil Hormon Menurut Effendie (1972). Konsentrasi ion gula. merupakan sistem endokrin yang bersama-sama dengan sistem saraf. 1. respon sustu kelenjar terhadap kadar zat yang diatur mungkin menjadi lambat. Sekret dari endokrin dinamakan hormon (Isnaeni. dkk. jaringan chromoffin. 1. 1988). berperan dalam metabolisme zat-zat makanan. Pankreas mensekresi enzim pencernaan melalui saluran dan hormon yang dibawa oleh darah (Villee. gonad. Hormon yang dihasilkan kelenjar tadi mempunyai sifat sebagai pengatur kimiawi terhadap jaringanjaringan atau sel-sel somatis tertentu di dalam pembuluh. Kelenjar tiroid. Sistem endokrin disebut juga sistem kelenjar buntu yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusu untuk mengeluarkan skretnya. Padaikan. badan stanius dan organ pineal. ultimobranchial. Jaringan-jaringan lain yang mengkin berfungsi sebagai kelenjar endokrin ialah renin.. ulltimabranchial. Menurut Kimball (1983). badan stanius dan organ pineal.5 Reproduksi Buatan . Paling tidak ada tiga mekanisme yang dipakai oleh hormon untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh. Hormon merupakan suatu bahan kimia yang disintesis dari sel-sel maupun jaringan kelenjar endokrin. pertumbuhan organ maupun tubuh.

030 joule. 1. Menurut Masrizal dan Azhar (2005). Untuk ikan mas. 1964). 1982 dalam Rustidja. setengah disuntikan pada induk jantan dan setengahna lagi pada induk betina penyuntikan dilakukan pada bagian punggung dengan memasukkan jarum suntik mirng 45 0 sedalam kurang lebih 2 cm induk yang telah disuntikkan. Dosis yang diperlukan dapat ditentukan berdasarkan lingkar badan dengan selang pemberian dua atau tiga kali.Fertilisasi secara buatan mengupayakan bagaimana telur dan spermatozoa dapat bertemu dengan kondisi yang baik. 1989). Sedangkan perubahan jenis kelamin buatan merupakan suatu upaya untuk mengubah jenis kelamin dengan menggunakan hormon steroid sebagai perangsng.8 Teknik Penyuntikan Menurut BPBAT (2007). untuk sselanjutnya menggertak hipothalamus untuk memproduksi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dengan dilepaskannya Gnrh ini akan merangsang hipofisa anterior untuk mengeluarkan hormon gonadotropin. penyuntikan hormon dilakukan untuk merangsang terjadinya peningkatan proses fisiologis reproduksi akibat adanya peningkatan jumlah hormon dalam tubuh. pada betina ova (bentuk tunggal ovum) hasil dari oogenesis.7 Keunggulan Hipofisasi Pematangan gamet pada induk jantan dan betina dapat dilakukan melalui penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa. menyatakan bahwa perubahan jenis kelamin secara alami adalah perubahan kelamin yang disebabkan oleh faktor lingkungan dengan bawaan genetiknya tidak berubah. tingkat kematangan. Energi yang dihasilakan akibat dari sinar laser berkekuatan 5 nW dengan panjang gelombang 632. Secara prisip penambahan hormon dapat dilakukan baik melalui penyuntikan maupun . fertilitas. di lepas ke dalam bak pemijahan kemudian bak pemijahan ditutup rapat pemijahan akan terjadi pada malam hari 8-12 jam setelah penyuntikan Menurut Sunarma (2007). Pada jantan proses tersebut disebut spermatogenesis dan gamet disebut spermatozoa (bentuk tungglanya sprma ). media fertilisasi diusahakan tidak terlalu banyak. hanya karakter kelaminnya saja yang berubah.030 w detik =0. daya tetas telur serta survival rate larvae ikan lele dumbo sampai umur tiga hari. 2000). benih sel mulai beraktivitas dan mengalami proses maturasi yang melibatkan sel selanjutnya yang hasil akhirnya memproduksi gamet fungsional. 1. selang penyuntikan pertama dengan kedua berkisar 6 sampai 8 jam (Woynorovich dan Horvart. cara penyuntikan dan pelepasan induk antara lain: induk disuntik pada siang atau hari kelenjar hipofisa yang telah disiapkan yang telah disiapkan. 1.6 Proses Maturasi Pada Pemijahan Ikan Secar Alami Dan Buatan Organisme dewasa (matang). sehingga dapat diperoleh individu berjenis kelamin yang diinginkan. agar dapat memberi peluang lebih besar kepada spermatozoa memasuki telur (Rustidja. penggunaan atau penyuntikan kelenjar hipofisa ayam boiler dalam teknik hipofisasi dapat mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan prosentase ovulasi. Yatim (1983) dalam Rustidja (1998).8 nm selama 6 detik pada suatu titik penembakan yaitu 216 bagian ventral tubuh ikan dengan frekuensi penembakan satu kali dalam seminggu adalah 5 mW x 6 detik x 1 titik =30 mW atau 0. 2000). Gametogenesis secara umum diartikan mekanisme produksi gamet pada hewan (Guyer and Charles. hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan merangsng ovarium dapat mendorong pengeluaran telur oleh ikan tersebut (Rustidja.

artinya 1 kg ikan donor hypophysanya dapat disuntikan ke ikan resipien yang beratnya 1 kg atau untuk 1 kg ikan yang akan disuntikan membutuhkan 2kg iakn donor. cara untuk mendapatkan telur dan spema segar bbiasanya menggunakan teknik penyuntikan dengan kelejar hipofisa. sudah matang kelamin dan bukan ikan yang baru selesai memijah. Dosis yang digunakan untuk jenis ikan mas adalah 4 mg ePG kering 1 kg berat tubuh untuk betiana dan separuhnya untuk ikan jantan yaitu untuk mendapatkan sperma yang segar. Metode penyuntikan lebih umum digunakan baik penyuntikan melaui bagian punggung (intra-muscular) ataupun melalui bagian perut (intra-peritonial). serto dalam keadaan sehat (Sumantadinata. Ikan donor sebaiknya masih satu jenis dengan resipien atau masih dalam satu family masih dalam keadaan segar (mati tidak lebih dari 1 jam).10 Syarat Ikan Donor dan Resipien Menurut Sumantadiata (1981).yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50 % untuk penyunikan kedua dari total dosis dengan selang pemberian 8 jam. menggunakan perbandingan lain yaitu perbandingan antara berat gonad segar (gram) dengan panjang ikan (mm) dan menamakan indeks yang didapat “Gonado Index” (GI) dengan perumusan: . Menurut Milne (1999) dalam Muslikhin (2008). Penyuntikan dilakukan secara intra muscular. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan penyuntikan. Namun mengingat banyaknya organ dalam yang mungkin terganggu saat penyuntikan dilakukan penyuntikan inta-muscular lebih banyak digunakan. masukkan hormon dengan menekan spuit secara perlahan hindari adanya stres belebihan pada ikan dan cabut jarum suntik secara perlahan guna menghindari adanya pengambilan hormon keluar tubuh. yaitu perbandingan antara berat gonad segar (garm) dengan panjang iakn (mm). 1.11 GI Perbandingan lain yang dapat digunakan untuk menentukan nilai indeks kematangn gonad adalah “ Gonado Index” (GI) oleh Balts (1972) dalam Wahyuningsih dan Teranal (2006). diantaranya gunakan jarum suntk yang tajam (jika memungkinkan gunakan single use syringe). ditambahkan NaCl fisoilogis 9% atau dapat juga menggunakan cairan untuk infus (dengan ukuran 1 mm setiap mg kelenjar hipofisa) kemudian dicampur sampai homogen dan siap untuk disuntikkan. hipofisasi merupakan salah satu teknik untuk mempercepat pemijahan ikan melalui injeksi kelenjer hipofisa. Hipofisasi dapat dilakukan dengan menyuntikan suspensi kelenjar hipofisa pada tubuh ikan yang akan dubiakkan.melalui oral. Pada dasarnya. 1. Kelenjar hipofisa ini terletak di bawah otak sebelah depan. mengansung hormon gonadotropin yang berfungsi untuk mempercepat ovulasi dan pemijahan. Apabila tidak ada cPG bening maka dapat digunakan cPG belum yaitu langsung mengambil kelenjar hypofisa ikan mas dengan rasio perbandingan berat antara ikan donor dengan resipien adalah 1:1 atau 2:1. Ikan yang sudah dihipofisasi ini kemudian dimasuukan ke dalam bak. Bats (1972) dalam Effendie (2002). Ikan resipien yang akan disuntik sebaga ikan yang akan dipijahkan harus sudah matang telur bagi yang betina dan matang sperma bagi yang jantan. dilakukan penyuntikan pada daerah yang memiliki daging tebal untuk menghidari penyuntikan terkena tulang.setelah cPG tersedia diambil dan digerus dengan penggerus BELUM sampai halus.9 Teknik Hipofisasi Menurut Rustidja (2006). dengan menggunakan rumus : Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati Harga satuan sehingga mudah melihat dan mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi. 1. ikan donor adalah ikan yang akan diambil kelenjar hipofisanya. semakin dekat posisi penyuntikan dengan organ target (gonad) peluang keberhasilan semakin besar. 1981).

13 Tingkat Kematangan Gonad Menurut Sjafei. GSI (Gonado Somatic Imdex ) ialah perbandingan antara berat gonad dengan berat tubuh ikan nila. Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati harga satuan sehingga mdah melihat dan mendekati perubahan-perubahan yang terjadi. kemudian induk tersebut diambil dengan ditimbang. faktor utama yang mempengaruhi kematangan gonad ikan antara lain adalah suhu dan makanan. apakah ikan sudah memijah atau belum. beberapa lama saat pemijaha. 1. beberapa kali memijah dalam satu tahun dan sebagainya. diameter telur di dalam ovari mempunyai kisaran ukuran tertentu dan adaukursn diameter yang paling banyak frrekuensinya. satuannya gram. Menurut effendie (1978) dalam Rustidja (2000). kemudian berat gonad akan menurun dengan cepat selama pemijahan sampai selesai.Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 .2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan sebagian besar kelompok menyatakan kondisi ikan . Cara mendapatkan yakni setelah induk ikan betian matang gonad. secara kuantitatif dinyatakan dalam GSI atau “Gonado Somstic Index” yang dinyatakan dalam rumus : GSI = (BG)/ (BT-BG) x 100% Dimana : BG = berat gonad BT = berat tubuh 1. dkk. Menurut Jayatisoka.12 GSI Menurut Rustidja (2000). menggunakan “Gonado Index” dengan rumus Gonado Index (GI) Wg/L3 x 107 . Berat gonad akan mencapai maksimum pada saat ikan akan memijah. di daerah bermisim empat. kenapa terjadi pemijahan. Satuan GSI adalah Persen/ untuk mencari GSI dengan menggunakan rumus : GSI = Wg/WT-Wg x 100% Dimana : Wg = berat gonad (gram) Wt = berat total tubuh (garm) Nilai persentase GSI akan semakin meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat akan terjadi pemijahan . semakin besar diameter telur di dalam ovari. Keterangan tentang kematangan gonad ikan diperlukan antara lain untuk mengetahui perbandingan ikan yang matang gonad dan yang belum dari stok yang ada dalam perairan. satuanya gram. Berdasarkan penelitian. Tetapi di daerah tropik faktor suhu secara relatif perubahannya tidak besar dan umumnya gonad dapat masak lebih cepat. 4. sebagian besar energi hasil metabolesme dipakai untuk perkembangan gonad. Semakin tinggi tingkat kematangan gonad. (1993). Pematangan kematangan gonad dilakukan dengan 2 cara yang pertama cara histologi dan dilakukan dalam laboratorium atau dilakukan di lapang. dalam meneliti perkmbangan gonad kan kerapu (hermaprodit) Ephinephelus taurina (forskal) dari pulau Tiomar dan Serawak di Perairan laut Cina Selatan. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi di dalam gonad. sebelum terjadi pemijahan. dkk (1988). perubahan-perubahan keadaan gonad itu dinyatakan dengan tingkat kematangan gonad (TKG). ukuran atau umur ikan pertama kali mijah. selanjutnya dilakukan pembedahan dan bagian perut dan gonadnya dikeluarkan dan ditimbang. Tantan dalam Effendie (2002). pada setiap tingkat kematangan gonad (dari TKG sampai dengan TKG V) tertentu.

Kurang teliti dalam perhitungan GI maupun GSI . Pada kelompok 3 pada awal penyuntikan hipofisa pada ikan diketahui warna tubuh pucat.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum endokrinologi dibidang perikanan antara lain : . Dari hasil pengamatan endokrinologi yang telah dilakukan. intracranial (di otak) dibagian ini sangat cepat merespon tetapi mempunyai resiko paling besar karena berhubungan langsung dengan sistem syaraf. Sedangkan pada akhir pengamatan (setelah 12 jam disuntik hipofisa) ikan banyak mengeluarkan feses. ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hypothalamus dengan dilepaskannya GnRH ini akan meransang hipofisa anterior untuk mengeluarkan gonadotropin hormon. warna tubuh ikan semakin pudar dan kehitaman.75%. perut besar.95% dan nilai Gsi terendah pada kelompok 2 sebesar 53. warna genital kemerahan dan pergerakan lincah. Jadi ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa yaitu gonadotropin. menyatakan bahwa klasifikasi indeks gonad ikan kerapu betina: 4. lubang genital pucat. sehingga akan mempengaruhi kecepatan reaksi hypofisa terhadap kematangan gonad 4.setelah disuntik hipofisa (pada awal pengamatan). perut lembek. Menurut Rustidja (2000). warna tubuhnya pucat. dan lubang genital pucat.Kesalahan dalam melakukan prosedur kerja sehingga menyebabkan tidak terbentuknya endapan pada larutan Na Fis + hypofisa . Ikan yang sudah dihipofisa ini kemudian dimasukkan ke dalam bak. air aquarium jernih.3 Faktor koreksi Pada praktikum endokrinologi ini terdapat faktor koreksi antara lain : . sisik mengelupas. kepalanya bulat. Sesuai pendapat Usniarie (2008).95% sudah siap memijah daripada kelompok lainnya. berperut tipis.Dapat mengetahui teknik pengamatan gonad . intraperitorial (di perut) di tempat ini dikhawatirkan hipofisa terkena organ-organ dalam pada perut. yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50% untuk penyuntikan kedua dari total dengan selang pemberian 8 jam. Berdasarkan hasil perhitungan kelompok 3 didapatkan hasil GSI 6. dapat diperoleh data GSI sebagai berikut GSI tertinggi adalah kelompok 5 sebesar 17. sisik mengelupas. Hasil GI yang didapatkan 12 dan menurut Effendie (1997). Hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan meransang ovarium mengeluarkan hormon steroid yang merupakan mediator langsung proses pemijahan. air bening dan genital kemerahan. alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakkannya lincah.26% dan nilai GI tertinggi pada kelompok 5 sebesar 53. Nilai GSI dan GI sebanding lurus. Setelah disuntik hipofisa warna tubuh semakin pudar kehitaman. pergerakan lincah.Hypofisa yang berukuran kecil terkadang dapat terlewatkan atau bocor duluan karena cara pengambilan tidak tepat .78. perut ikan besar.Pembuatan supernatan tidak secara maksimal . Hal ini sesuai Rustidja (2000). Pada praktikum terdapat beberapa penyuntikan hipofisa antara lain intramuscular (di otot) pada otot terjadi aliran darah maka hipofisa dapat disalurkan ke otak. induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah.26 dan nilai GI terendah pada kelompok 2 sebesar 9.Kurang teliti dalam melakukan penyuntikan hypofisa. Menurut Rustidja (2000). Jadi kelompok yang memiliki GSI yang tinggi seperti kelompok 5 yaitu sebesar 17. penyuntikan dilakukan secara muscular.Kurang telitinya dalam mengamati tingkah laku ikan . perut melembek. nilai prosentase GSI akan meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat terjadi pemijahan.

pulau langerhans dalam pankreas dan jaringan interrenal.95%. 12. 5. 10. TEHNIK PENGAWETAN DAN PEWARNAAN SPERMA 1.92 gr/mm³. 6. daya tetas telur serta survival rate larva ikan. sperma didefinisikan sebagai larutan .18 gr/mm³. Hormon merupakan suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit oleh sel-sel endokrin kedalam cairan jaringan atau sistem vaskuler. 4. 12.2 Saran Sebaiknya dalam proses pembelian ikan dicek terlebih dahulu jantan-betinanya agar tidak salah dan data hasil pengamatan bisa lebih valid. dan warnanya semakin cerah. 2.05 gr/mm³.91%. 6. 17. umur. 5. 3. dalam keadaan segar.75%. 7. ultimobranchial.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. mengeluarkan lendir.1 Pengertian Sperma Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Arie (2008). Nilai GSI ikan dari kelompok 1 sampai 8 adalah 13. 9.Dapat mempercepat pematangan gonad . matang kelamin. 8. lubang genital kemerahan. PENDAHULUAN 1. jaringan chromaffin. Sedangkan nilai GI secara berturut-turut yaitu 33.26 gr/mm³. 5. Syarat ikan resipien yaitu sudah matang telur atau sperma dan dalam keadaan sehat. perutnya semakin membesar. 53.94 gr/mm³. 23. Sistem endokrin adalah suatu sistem yang mensekresi hormon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh. gonad.55%.Dapat memperbanyak benih ikan . 26. 11. 9. dan 23.83%. thyroid.12%.86%. tingkat kematangan. GI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan panjang ikan. ukuran dan fisiologi individu.12 gr/mm³.97 gr/mm³.. 14. Syarat ikan donor adalah masih satu jenis dengan ikan resipien atau masih satu family. Sedangkan ikan jantan perutnya semakin besar dan keras. lubang urogenitalnya putih dan bila ditekan perutnya mengeluarkan sperma.78 gr/mm³. dan 12.82%. 12. Keunggulan hipofisasi yaitu mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan ovulasi. TKG yaitu perubahan-perubahan keadaan gonad yang dipengaruhi oleh jenis spesies. tidak baru selesai memijah. Berdasarkan data pengamatan. ikan betina yang dihipofisasi gerakannya semakin lambat.Mengetahui cara perhitungan GI dan GSI terkait dengan tingkat kematangan gonad 5. 8. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Kelenjar penghasil hormon antara lain : hypophysa (pituitary).Mengetahui cara meningkatkan kematangan gonad ikan sehingga dalam usaha budidaya akan mendapatkan banyak keuntungan karena ikan cepat matang gonad .Mengetahui cara pengambilan dan letak hypofisa ikan . GSI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan berat ikan. fertilitas.

pengertian semen berbeda dengan sperma. 1. antifertilizin. . yang mengandung kromosom dalam keadaan kompak dan inaktif. 1. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa (Rachman. bagian utama dan bagaian ujung terdiri dari fibril-fibril (Partodiharjo. Menurut Decky (2008). merupakan badan basal dari flagellum. Secara keseluruhan. Mitokondrion mengelilingi bagian atas flegelum dan menyediakan energi untuk gerakan pukulan cambuk (Kimball. Inti spermatozoa terdapat pada bagian kepala yang mengandung kromosom. pada bagian kepala mengandung bahan genetik (inti sel) yang dilapisi oleh akrosom dan membran plasma. morfologi spermatozoa ikan mas sangat sederhana.spermatozoa yang berada di dalam larutan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testes. akrosin. Sementara. 1. Pada saat di keluarkan dari alat kelamin jantan. dan tiap kromosom mengandung gen pembawa sifat. terdiri dari kepala dan ekor. pada jantan ini dikenal sebagai spermatogenesis. 1992 dan Rustidja. Menurut Guyer and Charles (1964). Campuran seminal plasma dengan spermatozoa disebut milt. Sedangkan “makhluk” kecil yang berenang-renang di dalam semen disebut spema. yang merentang sepanjang ekor. dan gametnya disebut spermatozoa (sperma tunggal). cairan putih dan kental yang dikeluarkan dari alat kelamin lelaki saat ejakulasi disebut semen. Bagian kepala berbentuk membulat (spherical) dan bagian leher mengalami reduksi.2 Pengertian Spermatozoa Menurut Soeparna (1980) dalam Arie (2008). enzim-enzim ini berguna dalam proses fertilisasi telur. spermatozoa merupakan sel padat dan sangat khas. 2003). (2) dua sentriol dan (3) ekor. Spermatozoa pada ikan sangat simple.3 Anatomi Sperma Sebuah sel sperma terdiri atas (1) kepala. semata-mata hanya untuk membuahi telur pada jenis yang sama. atau salah satu bagian dari alat reproduksi ikan. 1983). bagian ekor terdiri dari bagian tengah yang mengandung mitokondria. yang menyimpan sejumlah kode / informasi genetic yang akan diwariskan kepada keturunannya. dan zat penelur. yaitu bagian kepala dan bagian ekor. Gambar 9:gambar Morfologi Spermatozoa 1. bagian ekor sangat diperlukan untuk membantu pergerakan sperma. di pusat kepala sperma terdapat inti sperma. tidak tumbuh atau membai diri serta tidak mempunyai peranan fisiologis apapun pada hewan yan menghasilkannya.5 Fisiologi Spermaozoa Wildan (1990) dalam Rustijda (1999). spermatozoa beada dalam seminal plasma.4 Morfologi Spermatozoa dan Gambar Secara morfologis spermatozoa terdiri dari 2 bagian. Salah satu dari sentriol. Ekor sperma berguna sebagai organ renang. menyebutkan bahwa spermatozoa dapat mengeluarkan “ androgamen” yang terdiri dari enzim hyaluronidase. 1999). cahaya memanjang 10 sampai 20 kali dari panjang ekornya. Menurut Rustidja (2000). yang merupakan sumber energy bagi sperma. Di belakang kepala sperma terdapat bagian tengah sperma (sering disebut leher) yang banyak menyimpan mitokondria. Mitokondria sanat penting dalam pembentukan ATP. Menurut Isnaeni (2006).

dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi). Beberapa minggu kemudian setelah periode pematangan sperma dapat digunakan periode spermiasi dapat berlangsung beberapa bulan. bentuk spindel dan susunan tetrad secara random pada bidang equatorial. 2003). Spermatocyte primer kemudian pecah menjadi 4 spermatid masing-masing terdiri n chromosom. Peran aktif spermatozoa sebagai gamet jantan sehingga penting dalam keberhasilan munculnya individu baru oleh karena itu di dalam reproduksi sering diperlukan adanya standart kualitas spermatozoa (Saylar. Ini merupakan gamet yang masak disebut spermatozoa. 1. kualitas sperma menurun setelah Januari. Spermatozoa memiliki organe-organel yang sangat sedikit dibandingkan sel lainnya. Menurut Winarno (2007). Menurut Woynarovich and Horvath (1980) dalam Rustidja (2000). Proses ini meliputi poliferasi spermatogonia melalui pembelahan mitosis yang terulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. 2007). perkembangan spermatozoa bermula dari tiap spermatogonium ertambah ukrannya dan dnamakan spermatocyte primer. tiap spermatid mengalami metamorphose. 1. perkembangan spermatozoa ikan mas tidak jauh berbeda dengan sel telur. Sprmatozoit sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. dan golgi.6 Spermiasi Spermatozoid dikeluarkan dari siste dan menampak diri pada cahaya tebal antara September dan Oktober. Kemampuan gerak dan daya memijahnya masih lemah. Pembentukan spermatozoa dari spermatogonia di dalam testis disebut spermatogenesis. tampilannya seperti jelly. lalu terbentuk spermatid yang akan menjadi spermatozoa atau sel sperma yang disimpan dalam testes dan berada dalam keadaan dorman (istirahat) sampai induk jantan siap memijah. Secara struktur ada sua bagian yaitu kepala dan ekor. tetapi belum sampai pada saluran different (spermiasi) pada ikan Oktober. .1969 dalam Rachman. lazimnya. 1. November. Dan sebaliknya spermatozoa memiliki banyak sekali mitokondria yang letaknya sangat strategi untuk mengefesiensi energi yang diperlukan. spermatocyte primer kemudian menjadi spermatocyte sekunder. dkk. bahwa secara structural spermatozoa sebagai sel yang terperas sangat sedikit sekali kandungan sitoplasmanya. Februari (Sjafei. choromosom memendek dan menebal. Kemudian dari tetrad menjadi 2 sel dengan n chromosom yang dinamakan spermatocyte sekunder atau 2 n chromatid. Kemudian diikuti pembelahan kedua. 1993). Pada spermatocyt primer. Menurut Suminto (1993) dalam Sylar (2007). reticulum endoplasmic. jumlahnya haploid.kepalanya berbentuk bola dengan kromatin lebih tebal dan mengecil pada bagian belakang (intermediate). Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio.7 Proses Pembentukan sperma Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahsa yunani kuno yang berarti benih dan makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi jantan. Proses metamorphose spermatid sering dinamakan “spermatogenesis” (Hoar. Sel sperma akan membentuk zigot. kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan koagulum mangalir.8 Proses perkembangan spermatozoa dan Gambar Menurut Kastowo ( 1982 ). Spermatogonia primitif akan aktif membelah secara mitosis di dalam testis. Spermatozoa tidak memiliki libosom.

1981 dalam Rustidja. Koagulum berisi zat gula (fruktosa) yang berfungsi sebagai sumber energi spermatozoa. Selain tampilan sperma secara makroskopis hasil pemeriksaan secara mikroskopis lebih menentukan kondisi kualitas kesuburan sperma.9. Dibawah mikroskop terlihat sperma dengan kepadatan tinggi dan semuanya berbentuk normal serta pergerakannya sangat aktif. Spermatogenesis adalah perubahan bentuk dari sel kelamin jantan primodial yang disebut spermatogonia menjadi spermatozoa.11 Motilitas Sperma Lama penyinaran sperma berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa pasca pembekuan. Pemebntukan siste berawal dengan pembelahan mitosis. Sel germinal ini di dalam perkembangan selalu bersama-sama dengan sel sentroli. 1. 1.dkk (1993).9 Kualitas Sperma 1.9. 2000). fasilitas dan daya tetas telur ikan mas. berwarna putih susu. bentuk normal spermatozoa dan kemampuan gerak spermatozoa (Winarno. Menurut Rustidja (2000). 2007). Gambar 10 : gambar Proses perkembangan spermatozoa 1. menyatakan bahwa lama hidup spermatozoa sangat tergantung kepada persediaan energi yang terkandung di dalam tubuhnya. 1. perkembangan sel-sel germinal jantan terjadi di dalam kantong atau siste (cyste) yang dibuat oleh sel-sel sentroli. berdasarkan hasilpengamatan makroskopis dan mikroskopis terhadap sperma segar hasil stripping dari induk donor ikan mas (Cyprinus carpio) yang digunakan untuk pembekuan memiliki kualitas yang bagus dan motilitas tinggi yaitu 80 – 85 %.Menurut Sjafi.9. Penurunan suhu dari suhu kamar ke suhu dingin dan suhu baru perlu di lakukan secara bertahap untuk menghindari cold shock (Tali here. Hardjopranjoto (1995) dalam Rustidja (2000). 2007). perbedaan umur pejantan yang berpengaruh terhadap kualitas sperma ini disebabkan oleh perbedaan energi yang ada dalam sel sperma. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum dan baunya khas sepertikaporit (Winarno. dalam pengalihan metabolit dan hormon dan penyerapan kembali sel yang mengalami degenerasi. Sel sentroli ini mempunyai peran sangat penting sebagai sel pendukung. Menurut Winarno (2007). penuh dan membuyar dengan mudah ketika diteteskan dalam air tawar atau garam fisiologis. 1. Persediaan energi tergantung pada asupan nutrisi. Tiga parameter penting yang menentukan kualitas sperma secara mikroskopis adalah konsentrasi spermatozoa. berwarna agak keputihan. Semakin lama sperma disimpan akan terjadi penurunan .1 Mikroskopis dan Gambar Menurut Pangestuningtyas (1993) dalam Arie (2008). sperma disebut baik jika terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum. Spermatogenesis berlangsung didalam tubuh atau lubus tekstikular. sperma yang berkualitas baik terlihat seperti susu kental.2 Makroskopis Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih darii 2 ml dalam sehari ejakulasi.10 Viabilitas Sperma Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah.3 Biokimiawi Menurut Kilawati dan Feni (2005).

Mencegah pertumbuhan kuman. LH dan testosteron. Sedangkan kriopreservasi adalah penyimpanan sel – sel hidup dalam jangka waktu pendek maupun panjang dengan menggunakan dry ice maupun nitrogen cair sebagai bahan pembeku. Proses terbentuknya. Pembekuan sperma dilakukan dengan menyimpan sperma pada suhu -196⁰ c dalam nitrogen cair. pemeliharaan. bahan pengencer harus ditambah zat anti beku (eryoprotentart) dan penurunan suhu harus dilakukan secara perlahan-lahan dan bertahap (Rustidja. 1.terhadap motilitas. 2000). Konsep kriopreservasi bias juga digunakan dalam preservasi sperma dengan mempertahankan viabilitas sel melalui reduksi atau interupsi fungsi metabolism bahan biologis (Wira. Berkurangnya aktifitas spermatozoa menyebabkan produksi asam laktat menurun sehingga penurunan PH menjadi terhambat akibatnya mengurangi pengaruh negatif terhadap kehidupan spermatozoa (Hardjoprajata. spermatogonia sangat dipengaruhi oleh keadaan hormon-hormon FSH. 2000). 6. Selama proses pembekuan berlangsung spermatozoa akan mengalami kejutan dingin (Cold Shock) untuk menghindari terjadinya cold shock selama proses pembekuan. disamping itu sel-sel pemeliharaan (sel-sel testos) mempunyai peranan yang sangat penting (Rustidja.14. hormon yang dibentuk adalah testosteron yang merupakan hormon kelamin jantan yang utama. 1. Menyediakan zat – zat makanan sebagai sumber energi bagi spermatozoa.14. 3.12 Cara Pengawetan Sperma Pengawetan sperma untuk beberapa lama perlu dicampur dengan bahan pengencer yang mampu menjamin kebutuhan fisik dan kimiawinya. 5. lama dan kecepatan sentrifugasi berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas spermatozoa. untuk merangsang produksi sperma. 2000). penjagaan atau perlindungan. 2. Memperbanyak volume semen. Provervasi adalah pengawetan. testosteron dibuat oleh selsel yang disebut sel intestenum yang terdapat di tubulus seminifer. 1995 dalam Rustidja. FSH bekerja langsung pada spermatogonia. tapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi spermatozoa ikan mas. . Melindungi spermatozoa terhadap Cold Shock. Ini juga perlu untuk produksi sperma. 1. Sebaliknya sel-sel intestenum ini merupakan sel terget hormon LH.13 Hormon Yang Mempengaruhi Sperma Menurut Kimball (1983). Tetapi LH secara tidak langsung dibutuhkan untuk produksi sperma.1 Fungsi Ekstender Menurut Toelihore (1985) dalam Rustidja (1999) menyebutkan beberapa fungsi ekstender yaitu : 1. Yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar pituitari ( hipofisa) yang terletak di dasar otak. Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah perubahan pH akibat pembentukan asam laktat dari hasil metabolisme sperma. 4. 2000 ). Pemakaian bahan pengencer dimaksudkan untuk mengurangi aktifitas spermatozoa sehingga menghambat pemakaian energi dan dapat memperpanjang hidup spermatozoa tersebut. fertilitas. 2008). dan daya tetas telurnya ( Rustidja. Mempertahankan tekanan osmotic dan keseimbangan elektrolit yang sesuai. Menurut Kawan (1998) dalam Rustidja (1999). Hormon kedua kelenjar hipofisis. karena testosteron juga penting untuk proses tersebut.1 Ekstender 1.

baik terhasap sperma maupun terhadap betina. Jika sperma berwarna kemerahan mungkin ada peredaran. 3. konsentrasi sperma baik. 2. Jika dalam pemeriksaan laboratoris didapatkan konsentarsi spermatozoa lebih dari 20 juta sel benih dalam tiap mL cairan sperma. Sedangkan sperma yang berbau tidak seperti seharusnya.265 gr CaCl2. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan keagulan mengalir. Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Rustijda (2000). kuning telur serta pegencer lainnya. Jika volumenya kurang dari 2 mL saat ejakulasi mungkin itu karena ejakulasi tidak sempurna. lazimnya. Namun. yaitu: 1.2 Analisa Hasil 4. Bahan engenceran NaCl fisiologis terdiri dari NaCl fisiologis yang dibuat dengan cara melarutkan 9 gr NaCl dalam 1 liter aquadest kemudian ditambah kuning telur 10% dan priso 10% dari volume pengencer.3 Macam-macam Eksterder Toeliher (1985b) dalam Rustidja (1999) menulis beberapa pengencer yang bisa digunakan adalah pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur dan sitrat kuning telur). apabila spermatozoa yang ada lebih 50 persen mampu bergerak cepat dan lebih 50 persen punya bentuk sel normal. persyaratan untuk bahan pengencer yang akan digunakan untuk menyimpan sperma adalah harus menjamin 14.9 mm glyserin. Pengencer harus mempunyai unsur – unsur yang hamper sama sifat fisik dan kimianya dengan semen dan tidak boleh mengandung zat – zat yang bersifat toksik atau bersifat racun. Bahan pengecer hendaknya murah. kuning telur 10% dan DM SO4 10%. morfologi dan motilitas sperma. mengemukakan bahwa sebaikanya pengencer memenuhi syarat – syarat sebagai berikut : 1. Bahan pengencer larutan ringer terdiri dari 7. sederhana dan praktis dibuat namun mempunyai daya preservasi tinggi. Pengencer harus tetap mempertahankan dan tidak membatasi daya fertilisasi sperma. 4. sedangkan mikroskopis maksudnya yang teramati dengan bantuan alat mikoskop.14. mungkin karena ada infeksi.5 g NaCl. Secara makroskopis maksudnya dapat terlihat mata.30 mm fruktosa. Bahan pengencer larutan fruktosa terdiri dari 103 mm NaCl. 130 mm CaCl2. 79.1 Pewarnaan Sperma Dari data yang diperoleh diketahui nilai viabilitas (daya tahan hidup sperma) yang tertinggi . berwarna keputihan. Pengencer yang mengandung gliserol dan pengencer air kelapa. 0. 3. 2. pengencer tidak boleh terlalu kental sehingga menghalang – halangi pertemuan antara sperma dan ovum dan menghambat fertilisasi.2. Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih dari 2 mL dalam sekali ejakulasi. 4.0. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut keagulan dan baunya khas seperti kaporit. 3. mungkin ada masalah hormonal.4 Perbedaan Sperma Ikan Sakit (Stress) dan Ikan Sehat Menurut Winarno (2007). Menurut Rustidja (2000) macam-macam larutan pengencer. tampilannya seperti jelly. sperma disenut baik jika memenuhi persyaratab dari aspek makroskopis dan mikroskopis.29 KCl: 0. Selanjutnya. bila volume saat ejakulasi selalu sedikit (kurang dari 2 mL). 22 mm KCl. Dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi).2H2O. 14.29 NaHCO3 dan aquadest 100 mL kemudian ditambah kuning telur 10 % dan praso 10% dari volum pengenceran. misalnya karena cemas. Pengencer harus memberi kemungkinan pergerakan sperma sesudah pengencer.2 Syarat Ekstender Iksan (1992) dalam Rustidja (1999). yaitu kadar testosteron yang rendah atau kurang. dimana sperma masih dapat terlihat agar dapat ditentukan kualitasnya. misalnya amis.

3 Pengawetan Sperma Berdasarkan data pengamatan. Sedangkan untuk nilai viabilitas yang terendah adalah kelompok 2. Warna merah ini diakibatkan oleh pewarnaan eosin yang bersifat asam. Motilitas juga dipengaruhi oleh keadaan spema. setelah penyimpanan selama 24jam. Menurut Effendie (1997). Hal ini disebabkan karena air laut lebih banyak mengandung zat-zat yang terdapat dalam sperma (Harvey dan Hoar.2. Hal ini bisa terjadi karena mikroskop yang digunakan mempunyai fokus yang kurang baik sehingga tidak bisa terlihat pergerakan sperma itu sendiri. Hal ini mungkin terjadi karena ekstender hanya menyediakan nutrisi bagi sperma tetapi untuk mempengaruhi motilitasnya. Ekstender adalah sebagai pengencer sperma dan berfungsi untuk menghentikan kerja sperma dan untuk pengawet sperma. Jika sperma yang masih hidup tersebut diberi eosin maka larutan tidak bisa masuk ke dalam tubuh sperma.2008) 4.9%. Syarat ekstender adalah mudah dibuat. Hal ini mungkin terjadi karena ekstender menyediakan zat makanan bagi spermatozoa dan menjaga kondisinya agar tetap stabil. Viabilitas sperma menunjukan proporsi sperma yang hidup. Dari pengamatan pewarnaan sperma dapat dilihat bahwa gambar di mikroskop didapatkan hampir seluruh media amatan berwarna merah. 4. tidak ada nilai motilitas tertinggi. murah dan praktis. Menurut Syafei. rata-rata viabilitas sperma mengalami peningkatan.adalah kelompok 1 sebesar 90% yang hidup dan 10% yang mati. bentuk ekor sperma. Namun untuk motilitas hanya sebagian kecil saja yang mengalami peningkatan. dapat diketahui nilai motilitas atau pergerakan sperma sebelum diberi perlakuan (ekstender).5% (59/ liter eosin). sperma yang mati akan menyerap eosin sehingga berwarna merah muda (Anwar. 2008).2000). Pergerakan sperma dipengaruhi pula oleh salinitas air. 1979 dalam Arie. sedangkan untuk yang menggunakan ekstender air kelapa tidak ada yang mengalami pergerakan. yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi viabilitas dari sperma yaitu kemampuan spermatozoa hidup secara normal setelah keluar dari testis hanya berkisar 1-2 menit. sedangkan nilai motilitas terendah hampir berada pada semua kelompok dari 1 – 7 dengan nilai motilitas yang bergerak 0% dan sperma yang diam 100%. dapat diketahui dengan cara pewarnaan eosin. Umumnya pergerakan sperma ikan yang memijah dalam air laut lebih lama dibandingkan dengan dalam air tawar. sperma yang masih hidup mempunyai lapisan penutup tubuh yang bersifat asam. Prinsipnya.2 Pergerakan Sperma Dari hasil pengamatan pergerakan sperma. Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah (Rustidja. zatzat yang ada di ekstender sama dengan zat-zat yang ada di semen. Perbedaan nilai viabilitas dipengaruhi oleh suhu. dkk(1993) yang menyatakan bahwa pada beberapa species setelah bergerak akan diam lagi dalam laruran tersebut. Terutama yang menggunakan ekstender ringer laktat dan fruktosa. di dalam larutan NaCl 0. Selain itu juga karena spermatozoa mungkin juga mengeluarkan substansi yang menghentikan gerakannya. Penilaian viabilitas sperma dapa dilakukan dengan pewarnaan eosin 0.tetapi dengan pengenceran lagi motilitas spermatozoa tersebut muncul lagi. tingkat konsistensi semen. suhu dan tingkat kematangan gonad. ekstender tidak boleh .2. karena sama-sama bersifat asam. Selain itu. jumlah mitokondria yang berfungsi sebagai sintesis protein dan kadar pH. Hal ini menunjukkan bahwa sperma yang diamati telah mati. 6 dan 7 dengan nilai yang sama yaitu 10% yang hidup dan 90% yang mati. Hal ini diperkirakan bahwa spermatozoa tersebut juga mengeluarkan beberapa substansi yang menghentikan gerakan spermatozoa tersebut. faktor suhu juga dapat mempengaruhi daya hidup dari sperma. Namun pada sperma yang telah mati maka lapisan luar sperma akan rusak dan sperma bersifat basa sehingga sperma berwarna merah. keeadaan sperma ikan.

2. Hal ini disebabkan larutan Ringer`s mengandung zat-zat yang dapat memperpanjang lama pergerakan spermatozoa setelah keluar dari tubuh ikan.Kurang ketelitian dalam waktu striping ikan . fruktosa merupakan turunan karbohidrat yang dapat dijadikan sumber energi untuk mendukung pergerakan (motilitas) dan ketahanan spermatozoa.Mengetahui macam-macam ekstender yang dapat digunakan dalam pengawetan sperma 5.bersifat toxin. Sedangkan spermatozoa adalah sperma tunggal.Kurang memadainya mikroskop yang digunakan sehingga akan mempengarui hasil pengamatan .Keselamatan dan kesegaran ikan donor tidak dijaga dengan baik . dan 7 yaitu motilitas 0% gerak dan 100% diam. Nilai motilitas tertinggi setelah terjadi pengawetan (diawetkan 24jam) adalah pada kelompok 4 yaitu 33% gerak dan 67% diam dengan ekstender fruktosa.Dapat mengatasi keterbatasan induk ikan jantan bila ingin memijahkan ikan . Menurut pendapat Harvey dan Hoar (1971) dalam Rustidja (2000) yang menyatakan bahwa motilitas spermatozoa yang tertinggi adalah yang disimpan di dalam larutan Ringer`s. Jadi pernyataan ini sesuai dengan analisahasil di atas.Dapat mengurangi jumlah ikan jantan yang dipelihara sehingga biaya pemeliharaan induk jantan dapat diperkecil . 4.3 Faktor koreksi Pada praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma ini terdapat faktor koreksi antara lain : .Mengetahui bentuk dan struktur tubuh sel sperma . leher dan ekor. Hal ini sesuai dengan pernyataan Teolihene (1981). Dan diperkuat oleh pernyataan Winarsih (1996) dalam Rustidja (2000).Dapat mengetahui proses pembuahan buatan .Terlalu lama dalam melakukan pengamatan di bawah mikroskop sehingga sperma akan cepat mati .6. fruktosa adalah substrat energi utama di dalam plasma semen yang telah diproduksi kelenjar versikularis. Sperma adalah makhluk kecil yang berenang-renang didalam semen.Pembagian ikan jantan dan betina tidak sesuai prosedur yang ada . Sedangkan yang terendah adalah pada kelompok 2. dan tidak menghambat daya fertilisasi spermanya. Spermiasi adalah proses pengeluaran sperma keluar tubuh. yang menyatakan bahwa larutan Ringer`s dengan larutan fruktosa dan NaCl fisiologis.Memudahkan untuk melakukan persilangan antara jenis ikan . sehingga sperma memiliki cadangan energi untuk bertahan hidup. .5. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Motilitas atau pergerakan sperma setelah diberi ekstender kebanyakan dari kelompok adalah tidak ada atau 0% gerak dan 100% diam. Menurut Marowali. dalam Hidayatuhrahmah (2007).4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma dibidang perikanan antara lain : .1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. 3. dkk (2001). Pada kelompok 4 dengan ekstender fruktosa didapatkan nilai motilitasnya tingi karena fruktosa mengandung banyak nutrisi dan merupakan sumber energi bagi sperma.Kurang telitinya untuk membedakan antara ikan jantan dan betina 4. Sel sperma terdiri dari kepala.

Hormon yang mempengaruhi sperma antara lain FSH. dkk (1984). pengencer tris. Menurut Sjafei dkk (1993). Ovarium ikan dan ampibia.4. yang menghasilkan ribuan atau ratusan telur. Menurut Villee. Dari pengamatan pergerakan sperma tampak bahwa 0% sperma yang mengalami motilitas. gonad tergantung pada mesenteri dalam rongga tubuh dan selama hidup tetap berada di tempat itu. larutan fruktosa. pengencer air susu. pengencer air kelapa. memenuhi sebagian besar rongga tubuh. sebagai tambahan pada reproduksi utama gamet jantan dan betina. Ini merupakan daerah yang luas untuk memproduksi bermilyar-milyar sperma. 7.2 Saran Hendaknya mikroskop diperiksa terlebih dahulu sebelum praktikum agar pengamatan berjalan lancar dan datanya lebih valid. bentuk sperma dan tingkat konsentrasi semen. 8. 10. PEWARNAAN DAN PENGAMATAN GONAD 1. Pengawetan sperma bisa dengan ditambahkan pengencer dan dibekukan pada suhu -196 ˚C. Proses spermatogenesis yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → spermatozoa. Karakteristik seks sekunder mencakup kebanyakan struktur ekstuagonadal dan kebiasaan pada setiap seks turunan. Viabilitas sperma adalah kemampuan hidup sperma. LH. dimana sperma yang hidup berwarna putih dan yang mati berwarna merah. setelah 24 jam viabilitasnya mengalami peningkatan dan untuk motilitasnya hanya yang menggunakan ekstender fruktosa dan ringer laktat saja yang mengalami peningkatan. Untuk pengawetan sperma. 6. Pada hampir semua vertebrata. Macam-macam ekstender antara lain pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur).1 Pengertian Gonad Menurut Guyer and Charles (1964). Motilitas yaitu kemampuan sperma untuk bergerak. tetapi dengan fasilitas fertilisasi gamet jantan dan betina. Berdasarkan hasil pengamatan pewarnaan sperma tampak bahwa sebagian besar sperma mengalami kematian. Gonad dapat berfungsi untuk mengontrol karakterisrik seks sekunder. Struktur dan bentuk biasanya tidak terkonsep pada awal produksi sel. 12. Testis merupakan sepasang alat berukuran sedang yang masing-masing mempunyai sejumlah besar tubulus seminiferus yang berliku-liku. . larutan Ringer’s dan pengencer NaCl fisiologis. 5. 9. 5. gonad pada vertebrata adalah organ-organ dalam dua tunas. dimana faktor yang mempengaruhinya antara lain suhu. Ini terlihat dari banyaknya sperma yang berwarna merah karena menyerap warna eosin. kondisi sperma dan pH. kecuali pada beberapa ikan berkerangka tulang. dan testosteron. PENDAHULUAN 1. 11. Dan dari pengamatan ini ekstender yang paling baik adalah ringer laktat. gonad kelamin pada semua vertebrata terpisah. kondisi sperma. Viabilitas dipengaruhi oleh suhu. Ini disebabkan karena sperma tidak tahan terhadap perubahan suhu. gonad pada ikan teleost sama seperti pada vertebrata lainnya yaitu berasal dari sel-sel germinatif primordial yang berada di luar daerah atau lokasi gonad yang bermigrasi ke lokasi gonad.

Serta kulit jantan lebih halus dibandingkan betina muncul bintik-bintik kecil di sekitar sirip dorsal. gonad dari semua jenis vertebrata umumnya sejumlah sepasang dan terletak pada daerah dorsolateral di dalam rongga tubuh.4 Anatomi Sistem Reproduksi Betina Menurut Rachman (2003). bibit+gonos. Menurut Rustidja (2000). Biasanya jumlah sepasang. Sedangkan tanda-tanda induk jantan yang sudah saatnya memijah adalah kedua belah rusuk pada bagian perut membentuk sudut tumpul. dkk (1988). berperut tipis. Didalam tubuh terdapat cyste seminiferis. yaitu warna terang. Induk betina yang siap memijah menurut Usniarie (2008). gerakannya lincah. Menurut Ville. perut dekat anus lancip. tanda-tanda induk jantan yang baik adalah sebagai berikut warna gelap. terletak dibelakang anus. Didalam cyste-cyste ini terdapat sel penghasil sperma. Sel-sel penghasil sperma ini dikelilingi oleh sel-sel sertoli yang berfungsi nutritif. ditandai dengan perutnya gendut. urogenital sinus dan urogenital papilla pada (handrichthyes). Dinding tubulus sperma tersebut dilapisi oleh sel germinal primitif yang mengalami kekhususan. 1.2. vasa defferentia. Pada sisi seminal vesikel terdapat kantong sperma (Raharjo.2 Ciri Induk Betina yang Masak Telur Tanda-tanda induk betina yang baik menurut Jayatisoka. lubang telur membengkak.Menurut Rustidja (1999). susunan sisik teratur. Dari ovarium sel telur keluar melalui saluran yang disebut oviduct. Diluar tubulus terdapat sel-sel interstitial yang berfungsi sebagai endokrin. dengan warna kemerahan. spermatozon yang berasal dari testes terlebih dahulu melalui vasa efferentia. alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakannya lincah. dkk. struktur testes terdiri dari rongga-rongga yang tidak teratur dan banyak sekali. Dan tanda-tanda induk betina yang sudah saatnya memijah adalah bagian perut dibelakang sirip dada kelihatan menggembung jelas sekali dan sisik kelihatan agak terbuka. Menurut Ganda (2008). umur 3-7 tahun. 1. induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. badan relatif panjang.2 Ciri-ciri Induk yang Matang Gonad 1. dkk (1988). umur 3-10 tahun.1 Ciri Induk Jantan yang Matang Gonad Menurut Jayatisoka. memanjang ke arah belakang. ditopang secara . seminal vesikel. ovarium ikan berbentuk longitudinal seperti agar-agar jernih dan berbintik-bintik berisi sel telur atau ova. kelamin jantan menonjol. pada ikan betina ovarium ada sepasang.3 Anatomi Sistem Reproduksi Jantan Menurut Richter dan Rustidja (1985) dalam Rustidja (2000). sperma. yang disebut spermatogonium (Yunani. berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban. Menurut Usniarie (2008). dkk (1988). epididymis. perut membulat. ciri-ciri ikan lele jantan yang matang gonad adalah proporsi kepala jantan lebih kecil dibanding dengan betina. warna kulit dada jantan lebih kusam dibanding betina. 1.2. 1989). terdiri atas tubula longitudinalis. yang masing-masing mengembangkan bermilyar-milyar sperma. susunan sisiknya teratur. Testis ikan ditopang memanjang oleh mesentries. testis vertebrata terdiri atas ribuan saluran (tubulus) sperma. 1. keturunan). gerakan induk jantan lebih lincah dibandingkan ikan lele betina. Hasil yang baik berumur 5-10 tahun. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). Gonad merupakan semacam kantong dan mempunyai lamella ke dalam lumensentral.

V. Penampang gonad pada ikan jantan pipih dengan warna keabu – abuan. bentuknya pipih. Ovarium dibungkus oleh suatu lapisan jaringan pengikat tunica albuginia dan mesotelium. ovarium berbentuk tubulus yang berukuran kecil. ukuran testes mengerut karena sperma dikeluarkan. sedangkan ikan betina warnanya kemerah – merahan atau kuning dan bentuknya bulat. pada betina berwarna kuning. Cyste spermatid dan spermatozoa juga mulai keluar. Sperma sisa kadang – kadangmasih terlihat.5. Sama dengan tingkat 1 hanya proporsi spermatogonia sekunder bertambah. tunica albuginea biasanya belum berkembang. Jenis ini disebut cystovarian yaitu setelah sel telur matang didalam folikel akan dilepaskan ke dalam lumen ovarium dan melalui oviduct dan lubang genital akan keluar dari tubuhnya. Tidak masak: Gonad sangat kecil seperti benang dan transparan.5. 1. Pada ikan yang belum dewasa. Sperma sisa mungkin masih terdapat. Dinding penuh dengan spermatogonia yang tidak aktif. Gonad jantan berwarna putih. IV. Salin: hampir sama dengan tahap kedua dan sukar dibedakan.2 TKG Menurut Kaya Dan Hesler Tingkat kematangan gonad jantan (testes) ikan green sunfish secara histologi menurut Kaya dan Hesler (1972) dalam Effendie (1997). Semua tingkat spermatogenesis ada dalam jumlah yng banyak. IV. 1. Bentuk telur tepat melalui dinding ovarium. Gonad ikan jantan berwarna putih berisi cairan berwarna putih. Lumen penuh dengan spermatozoa. Permulaan masak: gonad mengisi ¼ rongga tubuh.1 TKG menurut Devados .5 Tingkat Kematangan Gonad Jantan 1. Cyste spermatocyt timbul dan kemudian semakin bertambah. II. Proses pelepasan telur dari folikel ini disebut ovulasi. Gonad betina berwarna merah. penampang pada ikan betina bulat dengan warna kemerah – merahan. Testes regresi (akhir musim panas sampai pertengahan musim dingin). Testes regresi. V. III. II. Pada ikan muda. Ovarium terbungkus oleh selaput ovarium terdiri dari rongga ovarium (lumen) dan beberapa buah lamella dalam ovarium yang akan diikuti terjadinya oogenesis. Gonad pada ikan jantan berwarna putih.1 TKG Menurut Tester dan Takata Tingkat kematangan gonad ikan Kuhlia Pandvicanses menurut Tester dan Takata ( 1953 ) dalam Effendie ( 2002) adalah sebagai berikut : I. lembek dan telur tidak nampak. Rongga ovarium berhubungan dengan oviduct. Awal akhir spermatogenesis. Warnanya pada ikan jantan keabuan atau putih. III. pada dinding lobule penuh dengn cyste bermacam – macam tingkat. Perkembangan spermatogonia. tiap ovarium kiri dan kanan berhubungan dan keluar melalui lubang genital. Aktif spermatogenesis. Spermatozoa bebas mulai terlihat dalam rongga seminiferous. Hampir masak: Gonad mengisi ½ rongga tubuh. Testes masak. kadang – kadang dengan tekanan halus pada perutnya da yang menonjol pada lubang pelepasannya. Telur tidak nampak. kadang – kadang dengan bintik coklat.6. adalah sebagai berikut: I.memanjang oleh alat penggantung mesovaria pada bagian atas rongga tubuh dan merupakan semacam kantong kosong yang dinding luarnya berlamella masuk dalam lumen sentral. Rongga seminiferus masih berisi spermatozoa. 1. Pada ovarium yang telah dewasa terdapat juga banyak otot halus yang membungkus bagian luar ovarium.6 Tingkat kematangan gonad betina 1. Dinding gonad dilapisi oleh spermatogonia awal dan sekunder. Masak: gonad mengisi ¾ rongga tubuh. VI.

Tidak berkuning telur. warna tidak terang inti bagian atas seluruhnya beneran dalam kuning telur. Ovarium berwarna merah agar.Tahap istirahat Produk seksual sudah dilepaskan. Sel-sel sperma sebenarnya hanya merupakan inti yang berflagelum. testes berubah dari transparan berwarna merah muda pias .2 TKG menurut Nikolsky Tingkat kematangan gonad ikan menurut Nikolsky (Bagend dan Brawn. pembuluh darah jelas. Sperma dihasilkan dalam testis oleh sel-sel khusus yang disebut spermatogonia. Telur tidak dapat dilihat oleh mata. keadaan telur masak berukuran besar dan berwarna tidak terang. ovari biasanya berisi beberapa telur sisa dan testes berisi sperma sisa . VII. Ovari berwarna pucat keruh. Spermatogonia yang bersifat diploid ini dapat membelah diri secara mitosis membentuk spermatogonia atau dapat berubah .2/3 bagian dalam rongga perut. 1. adalah sebagai berikut : I. Ovarium berwarna putih susu sampai kuning. II. Ovarium berwarna kuning kemerah-merahan. pertambahan berat gonad dengan cepat sedang berjalan. VI. Warna ovarium memerah merata seperti kue puding.Pemasakan Telur-telur dapat dibedakan oleh mata biasa.4/5 rongga perut. telur terikat dari ovarium.Kondisi salin Produksi seksual telah dikeluarkan lubang pelepasan kemerah-merahan. gonad seperti kantung kelapa. gonad kecil. 1985) dalam Jaya suku. Masak. Tidak masak. Ovariummengkerut sebagai hasil pemijahan 1. keadaan telur ikan masak berukuran besar. ukuran telur belum dapat dibedakan dengan mata biasa . Tidak masak. berat gonad turun dengan cepat dari awal pemijahan sampai selesai . panjangnya sampai ¾ . IV.Tahap istirahat Produk seksual belum mulai berkembang.Tidak masak Individu muda belum berhasrat dalam reproduksi. Hampir masak. telur tidak dapat dilihat oleh mata. Ovarium berwarna merah jambu sampai kuning. III.Masak Produksi seksual masak gonad mencapai perut yang maksimum tetapi perodik seksual tersebut belum keluar bila perutnya ditekan . belum bebas dari sel-sel partikel. berbutir-butir memanjang ½ . keadaan telur kecil. keadaan telur kecil. transparan kuning telur berisi gelembung minyak.Tingkat kematangan gonad ikan othilithur nuher dan johwis duesumieri menurut Devados (1969) dalam Effendie (2002). pembuluh darah terlihat dibagian atasnya memanjang sampai ¾ bagian dari perut saat terlur mudah terlihat. telur jelas terlihat. lubang pelepasan tidak kemerah-merahan lagi. mengisi 1/3 .Reproduksi Produksi seksual keluar bila perut ditekan perlahan.½ rongga perut gonad tidak simetri. keadaan telur pembentukan kuning telur baru disekitar inti. bebas dari talikel. gonad bentuknyakecil. Hampir masak. Masak betul. mengisi seluruh rongga perut. telur dapt dibedakan oleh mata biasa. keadaan telur dalam ukuran sedang dengan warna tidak terang. trasparan dengan inti yang jelas. memanjang sampai sepertiga panjang rongga perut. gonad sangat kecil . dkk (1988) terdiri dari beberapa tahap : . Salin. V.7 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Jantan.6.

Jika substrat yang sesuai belum ditemukan maka ovulasi tidak akan terjadi.6-0.9 mm pada (Sarotherodon niloticus) akibat sintesis kuning telur yang terjadi di dalam oosit (Endogenous vitellogenesis). 1983 dalam Rustidja. Mineral. Suhu juga berpengaruh terhadap waktu pemijahan. Photo periode diduga berpengaruh secara langsung terhadap mekanisme saraf yang menentukan waktu pemijahan bagi ikan laut. Oogonia adalah sel telur yang paling muda yang mulai berkembang dikelilingi oleh satu lapis sel granulosa yang mengelilinginya bersamaan dengan berkembangnya sel telur dan kemudian akan dipisahkan dengan sel telur oleh suatu lapisan hialin yang secara bertahap lapisan ini akan berubah dan disebut zona pellucida.Suhu Suhu berpengaruh terhadap berbagai fungsi system reproduksi ikan teleostei. spermatid. bahwa faktor internal yang mempengaruhi pemijahan adalah pendorong dan penghambat hormon gonadotropin. Menurut Starey (1984) dalam Musida (2008). . 2000). Menurut Jalabert and Johar (1982) dalam Rustidja (2000). pertumbuhan oosit dalam ovarium dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap I adalah tahap pertumbuhan primer (previtellogenesis) ditandai dengan peningkatan ukuran diameternya 0. Pada beberapa spesies ikan ovulasi akan terhambat jika kepadatan ikan pada suatu perairan. gonadotropin pra ovulasi dan respon ovarium terhadap GTH (Gonadotropin Hormon). 1. Pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah. Testes ikan ditopang secara memanjang oleh “mesenteries” dan di dalam testes tersebut terdapat tubulus-tubulus. Spermatid ini dalam proses tersebut. 1990 dalam Rustidja. mekanisme kerjanya seperti capora lutea pada hewan mamalia (Angka et al.8 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Betina. seng (Zn) dan Mangan (Mg).Substrat Pemijahan Mekanisme pengaturan ovulasi dipengaruhi oleh kebutuhan ikan terhadapjenis substrat tertentu. Menurut Stacey (1984) dalam Blpunsoed (2009). dimana sepanjang tubulus berisi cyste-cyste seminiferousi yang dikelilingi oleh sel-sel certoli. pematangan gonad dan keberhasilan pemijahan. cyste ini akan berdiferensiasi menjadi spermatogonium yang selanjutnya akan mengalami proses spermatogenesis menjadi spermatozoa (Brusle. tahap II adalah tahap pertumbuhan sekunder (exogenous vitellogenesis) di tandai dengan terjadinya pembentukan visikel pada bagian perifer sitoplasma dan meluas ke arah inti sel. . . Sel granulosa di luar zona pellucida ini bertanggungjawab dalam proses penghancuran sel telur. Oosit berkembang mulai terjadi akumulasi protein kuning telur dari dalam (Endogenous vitellogenesis) dan menyatu dengan derivat kuning telur hasil sintesa dari hati (Exogenous vitellogenesisi) yang dibawa melalui aliran darah. yang penting bagi pematangan gonad adalah phospor (P). 1.Photo Periode Proses ovulasi pada beberapa ikan teleostei menunjukan hubungan yang erat dengan photo periode. . kuning telur ini terdiri dari lipofosfoprotein. Meiosis dari setiap spermatosit menghasilkan empat sel haploid ialah. 1999).Ketersediaan Makanan Komposisi protein merupakan faktor esensial yang dibutuhkan ikan untuk pematangan gonad.Faktor Sosial (Hubungan antar periode) Interaksi antar individu dapat mempengaruhi tingkah laku reproduksi dan fertilitas.9 Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Gonad Internal dan Eksternal.menjadi spermatosit. . beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi adalah : . 1983). kemudian banyak kehilangan sitoplasma dan berkembang menjadi sel sperma (Kimball.

3 Faktor koreksi Pada praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad ini terdapat faktor koreksi antara lain : . 4.Ketika ketelitian saat pengamatan dibawah mikroskop dan tidak maksimalnya alat mikroskop atau masuknya bagian dari mikroskop . kelahiran dan kematangan dari jenis ikan dan hereditasnya.2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil data pengamatan tampak bahwa gonad ikan mas (Cyprinus carpio) pada ikan Mas jantan maupun betina terletak pada rongga perut tepatnya di bawah gelembung renang di atas usus. produksek sudah masak dan proses reproduksi akan terjadi. dibawah atau di samping gelembung gas (jika ada) ovarium berbentuk memanjang. letaknya di bawah atau di samping gelembung gas (jika ada). Gonad ikan betina berwarna hijau kekuningan. telur yang belum dibuahi bagian warnanya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau chorion. Selaput yang ketiga mengelilingi plasma dinamakan selaput plasma. Telur jelas dapat dibedakan. fisiologi individu dan faktor lingkungan antara lain perubahan durasi penyinaran (photo period). 1968) dalam Effndie (1997). Bagian atas telur yang mempunyai cytoplasma dinamakan kutub anima dan bagian bawahnya dinamakan kutub vegetative. yang menyatakan bahwa umumnya berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh dan pada ikan jantan sebesar 5-10%. suhu. Kekuatan dalam bekerjanya dapat dikelompokkan secara kasar yaitu dari dalam ikan (intrinsik) dan dari sekitar (ekstrinsik).Ketidak telitinya memeriksa ikan jantan dan betina yang dicampur dalam suatu kolam 4. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga ruang bawah. Ketiga selaput ini mrnempel satu sama lain ketiga telur ini masih dalam tubuh ikan dan tidak terdapat ruang diantaranya. makanan pilihan. kehadiran lawan jenis.Menurut Lagler et al (1977).62 gram dan berat tubuhnya 823 gram berarti berat gonad ikan tersebut 14.Ketika proses pengamatan tiap jamnya. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad ikan tersebut sudah mencapai tahap perkembangan II. Hal ini sesuai dengan pendapat Raharjo. tahapan bulan dan kehadiran fasilitas spawning. telur jelas dapat dibedakan bentuknya bulat telur. 4. praktikan kurang teliti dalam mengamati ikan . Dan tingkat kematangan gonad menurut Kesteven (Bagenal dan Braum. arus. Berat gonad ikan betina yaitu 55. dkk (1989). yang menyatakan bahwa testes (gonad jantan) berbentuk memanjang dan menggantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantara mesorchium.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad dibidang .Adanya perbedaan dari praktikan ketika menentukan tingkat kematangan gonadyang disesuaikan sengan literatur . Banyak faktor yang mempengaruhi peristiwa ini. Hal ini sesuai pendapat Effendie (1997).Terjadi kesalahan pada saat pengambilan gonad sedikit sobek tetapi telur tidak sampai tercecer atau berhamburan . Faktor intrinsik antara lain kematangan seksual. bentuk bulat telur. pada tahap IV pekembangan II.79% dari berat tubuhnya. ketika ikan matang secara seksual. Di bawah chorion ada lagi selaput yang kedua dinamakan selaput vitellin. Testes berwarna putih kemerah-merahan. pasang. Menurut Effendie (1972). Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan. Charion mempunyai sebuah lubang kecil yang dinamakan micropyle yaitu lubang untuk masuknya sperma. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga tuang bawah.

aktif spermatogenesis. kehadiran lawan jenis. Ciri-ciri induk jantan yang matang gonad adalah warna tubuh agak cerah. 5. berperut tipis.Mempercepat menghasilkan keturunan dengan cara perkawinan eksternal . 8. Gonad merupakan organ reproduksi pada vertebrata yang terletak pada daerah dorsolateral di rongga tubuh. letak gonad dan bagian-bagian gonad . Faktor internal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain hormon. TKG menurut Kaya dan Hasler adalah testes regresi. 5. perkembangan spermatogonia. sedangkan gonad ikan betina pada tahap IV yaitu perkembangan II dengan ciri ovarium berwarna oranye kemerahan. tahapan bulan.2 Saran Sebaiknya dalam pembeliaan ikan itu dicek terlebih dahulu jantan betinanya agar tidak tertukar karena dapat mempengaruhi data hasil pengamatan. hampir masak. Gonad jantan berwarna putih dan bila diurut mengeluarkan sperma dan tingkat kematangannya menurut Kesteven adalah pada tahap V yaitu dewasa dengan ciri gonad berwarna putih dan bila diurut keluar milt. mengisi kira-kira dua pertiga bagian ruang rongga perut bawah dan telur dapat dibedakan dengan jelas. letak gonad jantan dan betina terletak dirongga perut dibawah gelembung renang. arus. awal aktif spermatogenesis. gerakkannya lamban dan bila diraba tutup insangnya licin. TKG menurut Tester dan Takata (1953) adalah tidak masak. 3. 2. Ciri-ciri induk betina yang matang gonad adalah perutnya mengembang. Berdasarkan data hasil pengamatan. 6.Dapat mengetahui pengruh peemberian hypofisa untuk mempercepat kematangan gonad . alat kelamin membengkat dan gerakannya lincah. 9.Dapat mengetahui kondisi lingkungan perairan yang sesuai uuntuk mempercepat tingkat kematangan gonad 5. Proses pembentukan dan perkembangan gonad jantan yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → sel sperma. testes masak dan testes regresi. KESIMPULAN DAN SARAN 5. permulaan masak. 4. substrat pemijahan. 7. ketersediaan makanan. Proses pembentukan dan perkembangan gonad betina yaitu previtellogenesis → endogenous vitellogenesis → exogenous vitellogenesis. lubang telur membengkak dan berwarna kemerahan. Diposkan oleh Ly Youly Suprihatin di 03:54 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) . genetik ikan. Faktor eksternal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain photo periode. suhu. pasang. masak dan salin.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1.Dapat mengetahui tingkat kematangan gonad. 10.perikanan antara lain : . umur.

Indonesia aku dilahirkan dengan penuh PERJUANGAN.AbOut Me Guyz Ly Youly Suprihatin Palembang. Sumatera Selatan. Maka aku harus bertahan hidup dan membahagiakan mereka yang telah berjuang demi DIRIKU Lihat profil lengkapku Arsip Blog     Oktober (10) April (2) Juni (1) Mei (4) Pengikut .

8.350309.24.593..3.7.7.3 %09.3 .99:-:   %3.3/.97451.2.343.302.5/ /.9.9.3.9.9./.3-0:2/. %    2./././.947:2.907.7.343.:3/.::783/...7.3/03. .343.7/.9478::80.3 202503.343..8.3/03.25.3%' 9079039: /.3.2090790:7//.8503.3.2507.0-.9./9:/3.39../.8::/.9.07.2.8.20907.3..380-.3 9039.:-0:2 03.-07.::2:7 .7.7894.8.343../.3-08..10 /   507:-.902.3 ::7.3.7./ 03:7:9$.7.. /  //.28.9.:.:..3...3:2:23...3 507:-.8944/.3..3.3.343..8 07/./.902.9:9.302.7%8.2..3..3...343.:507-.24.943. -0-07.5.809.32.7.343/8...3:39:20309.70..-08.-07282025.3.3.3.9 2.2090790:7//.39079039:/.35079.3.902.2.9.7.3. .7 07/.3 ::7./ % $02.202.3/.3/507:..8..3  -0-07.3-08./ 802.3-.704254203.9.05.43.35.5.91507:-.//.3 .3//..9 !02.9.39393..72025:3./ %-07.8.5.//.5.3..2.3.202./ /.3    3.5.//.2.5.:.9 1.9/.  03:7:9.3.1770:0383.7 /.. 0907.9.32.9.984.30.3..5.35079.947:9.9.38:/./../.39.3/.380-./502.3/3.3 93.07..9502..9.2.-47.:/.3./03..9.3..343.9.343.7:02.902.33.3 5.

0425480-08..9.3.5:.39.5.0425480-08.9/8./.34../49745347243 4724390780-:920.357480/:707.338. :7.  .5.907.042545.390747:39: 2030:..3-08. 0425480-08.220.3909/.-07.3 .9.370.$80-.3:-..30/:.9./.3/3:7:8  07/.220.5:.507:9 397. 03/.:903503.39380507904254.07.5.3397..9.7.47/::..8090.3-.73.3507.7.3//.2030-.35418.  .8..7 50707.3202503.35:3:3/-.3#3../497453700.5079..3/..3 5418.5:..9 :7./..9.3.9474708 !..35418./03.340003. 90703/..33. 503:39.8 507:902-0 /.05.9.3 /..2-.340 549.39../.304254//.5:-093.9:-:3.9-0-07.7.85079:3.3039.38.3202$.8.8 507:9 2002-0 :-.3 /0:.3.. 2030:.85.7 /.503/.7.../.3/09./. /-.9:80-08.38:5073.3 .7.7..3203:7:91103/0  203.2203.57..9./....7 05.5./ 502.3.2.5.3909/.9.-.7-033/..3 08.3 .34724389074/./.1 03:7:9#:89/..  -07507:9958 ./.75418.907-039:3.73.3203:: 4.380.7.9.39.9:-:.3/.2.  4.8 5418.90703.32.2.73..3/03.3.3 .7. /507:9  /9025.875/478.33.0207.85.5.3207:5.7.23/9../8:395418.:.309.3.8503.507947.9 $08:.:.320/.7:2/.25.73.9..3/.38:3/03.88079./.31.2.0207.907.:.35418.5748039.307.9.7:4043..0207.2 .99070.9/50740/.8.5.3. 07.9 .2:8.82.3049.3 $090.5..502.7949.3502-07.80$.3503:39. 803.3 /..-:./03.3 /503.:.3889028.3808:.70845.343.8..2:8.7  8:/.$/.3 882030:5.390.  3.6:... /5418.7. :7.38:3574808502.3/..2...38:/.82.47.9//.30.920708543909.39/.:7.7.:5:3$ !02-:..2../   .3.73.-.302:/.:.33.39093...:.3.7./4.7/. .7:22030:.890703/.3/./ .:.9..83472430 3# .5.343..7  .  .9:203/47344/-/.3.9.9.39.23202-03.3-07::7.905.5.9 507:9-08.3207.3..5418.75.2.97.04254.7./.3039.9:203/473443907/.91.3.703.3039...4949907.3.703.3/.57..9.3-08.5.2:8/03.31.3.7 /.947 ..70   3/:.35418.8.:.7..9.3207.2.350707.3/.30.7: 0.7 ./.7 /4949  5.:././.90.32../8:395418..9:5.73./.39/.503.3 47.9 &83.7 /.3 882030:5.380.33.3.2.3..73..32033.7:4047243.8$  03:7:9#:89/../.3/2...33. -07:-:3.3 ..9907. 397./..780...3.  !.:./././.5.5./.25079:3..3./497453 !.  .9:-:.9:43.85418.3 8090./.33.3/05.3/.52025:3.343.3.93/.8:.9..303/47344.3//..33./..7.5.05.  503:39.35.3507..2-.35:/./.80.7..35.:.7 09.30/. 503./.38.5.5./.35418. / 49.9:-:5:.907935.7:9.803.:-4..9/.7503.920309.39/.3/.3..993.7.7.503:39.5./.9 .9:-:802..81.7.310808 .8 3/0843.7..3-.3203.7:2073  507:9.9...3/503.3802.35:/.3. -07:9$90793./04254.2/8:395418..380-.5202..039.9:2907/.757.9474708.7././.33. 5.9 .2.3/0:.3.#:89/.  $0/..2.3  :39:503:39.0425480-08.

/   $!&$#   0825:.2-.8 /.5.9.9/03.3507:93.38/..9:202507.9.23 9/./ 0309.503.3.507-.9:038/03.3.9./..7.3 0309././.7.3-.81:381844847.113 43..390:7.890:78079.39.3.7 2..7.3/.90.9  507:93.3.9:1..3-.380.7042548.05.3803.3   $.30..9.9..5:9/.3/3.9:507:-.5.9.3.370.92.:.3.3/.9.343../.202. 802...3.7 974/ :924-7.9:88902.:.7.30.3203/.3-07.8.9./.3  $0/.9.9502..309.9.9202507..3708503.3..3/5418. $0/.        /.  .3$907.:85072.80.2.3.2.847243.2.3/4347.385072.9/825:.802.3 4.3.3   %.8:7.3   $.318443/.38:.8.35.9.3.307.39..3708503.25.943.7./:   07/.9:.5. .807.3-093.3.7 :-.3-07.7.9.307.9../ 5:.7./.3.05.3.3.3.3-071:38 203447/3.3202-08.3-07.-079:7:9 9:7:9.7.7/.07.20.3..7.9.80/94080 8003/4730/....7..   .9:8:8/./.9..3502-.3.3.2 :2.0207.3.507-.35.3/.9.380.2-.   47243207:5..3.3 2030:.3/0:.7.20.9.802.9.393.943.343.9:8:/.3/.3/.:88902..343.../.9:  7.3/3. .343.8 :-..3 507:-.902.05.88.33.73..   $.9   .:.2..3.9 8..3.703.902.25..3507:93.3-..8 93..3 0309.3-08..7:8008.8.:.8/../.9:.7.//03.5079:3.-..39:-:   003.//03.73.8/.:2./90.2033./.:.8:.2:8.8.3/503./.  $890203/473.3039.73.903502.2030:.742.32038070847243.909.7..33.3.0:39:3.7.802.47.503.5418.9.$.3 07/.92..5.3./.3 :74039.302..9.7503.3.33907703.35458.3/.35418.73.2  /.88...8:07   0:3:.. 59:9.8..3..32033.7:40038850808  :2:7 ::7.3 10799.3.343.3/..3/.7.-03./.3 ./ .-://.303/7 /.9202507-.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22   7.

3 7.22 /.

./.79/.22    $.2.7./     %!%!# $!#   !&&   !03079./.380-.. 03:7:9..//0138.3..9.::.3.09070-/.2574808502-0..3/.3-8.8503.3 -093.7.270   85072.0-.3$5072. 8.7:9.3 .39.0/.34..9.3 $0-..7  /..3.3/..

//.080:7:.73.5.7.803974/.90.942$5072..91   /:.80-.8 100:2/.9.3.90:75.3 80:2.8908908 .3 /3..320325.3805./03.9/.038.380203-07-0/..38..3039.   503079.8085072.340/7.3/..7.385072.9.8.7.7.35:9/.3-0703.33/03..8./.3//.318448.9.9:-.944.944.33.2475480 203./... .7803974 207:5..39.944.2.5.2.3  03:7:90.3203./..2025:3.5490381:3843./.270   85072.2-: 2-. .: 8.32025:3.8  05.8.2.  /. 2.7.905.280203/80-:98502..20.3/0:.3/.2093. 0.9 ..203.970574/:8.0:2 .3/:37424842/.93985072..3 425.  $5072....8 9/.9080:3/07202-0.3/.385072.3 -.90.9403088 /.507.   03:7:983.3.3$5072.9.907/7.3/.94.3-07..7:9.9:2-:.230.708  5.9./78079.8/80-:980203  $0/.:202-.9/../.9-0707.3805.209..3 2.8.38023...5:35.3 703.3203.85072.9/.85072.3.3  ./.30307:39:07.944.2.    !03079.3047 9443/74320303-. $0-:.4/0./.8. $0.944.32030/.:.: 0./.3-./.3.3207039.33.3 2490  /./... 802.3..9:3. /.  03:7:9:07.8..5...9..35::.3 8.3 ./.9:/.85072. 85072./85072.03   /5:8./80-:985072..207:5.71..3209.:39:202-:.3. #.3.3203.3       3.907/..3  047 $. 03:7:9$405.3./.

3.9  ..23.47.    844$5072./...794/././.38:2-07 0307-.80 .95.80309.5840.25:7.3907/7/.7..82.9-.5..35.9 8507.3... -.31472.3 05.71-7 1-7 !..3-.85072.30478.3/74.3-..7032.305.33. 80-.3::3907/7/.-07:3..3.32.2 70/:8 ..203 .-.81..9/0:.3910793 ..9:-.8.3 202-7.7-.74 /.38.203.907/..78.257480810798.3:39:202-.39:50707.7483 /.2-. . /.5.2.3:9.-.3. .82.2#:89/.57424842 203.3047  5..  24714485072.38023.8.944.305.747144$5072.85072.247144885072.-07-039:202-:.25../.30309 3980 . 8073/80-:9007 .3703.9/507:..3.7 $0.3 .    03:7:9#:89/.3903./..944.30473.944./80-:929 39 85072.3/:329443/7..7.85072.44.5.3047 .3007203.944./.7.944.90.3/...3-.88.3/:303502-.3 85072.74842/.. 4785072.28023.3/:37424842 /. 907/7/.305.944.3 85072.3/..890:7 $5072.20325. $02039../.    47144$5072. -..3-.75.3.3203..3/:3-./..907/.3.92030:..907/7/..3-.39.3./.3#:89/.980/07.../.  2030-:9..944..3 . /./.95030:7  032 0323-07:3.85072.3207:5.-0.305..3..3 !./. 9443/7.950393/..7-.3047907/7/./03..3 29443/7..385072.3903.2502-039:. -0.5.5...202./.  -.3.7 05.2-.98250  .944.3%! .3.3 8.7.. /.5.3/.7.944...3  /.3203.2-..82.39.7..305.09:7:3.:743/.

/.. $5072.3.3.. -/.2..9 -07.79.944/.957207  .9/203./ 85072.30 47.944.944..::203/45.3047    $5072.930-90-.//./.9://.89/.3-07..:.385072.94.25748080:./03.7..-. /.203:7:38090.3.32./03.3/. 0./.9/8073/3.897:9:7.33..3/:9 502-0./.7:40.2-..3203.3 2.944./80/03..79 -03/./.9.38945.202 -4842 709.  .944.3 202-039:49 49.3.4742484220203/0/.2$./.32030-...209.9443.5-0:28.  50702-.202 47..329488.9.82.80/03.385072.905720702:/.742.32:3.3.78890/.9443.78890270574/:8.7.202-..3/825.9.9443:2 079.3/507:.3./.3 :./85072.7 /.:502-0.94.33.2475480 3207:5.79097.385072.944..9/:3.:7.82.83 2.-..91 202-0..203.3203.2#.30.3.290898/80-:985072.8:.89..3.2-.944.9-0707..802.944.944980:3/07202-0.385072.8/.39.885072.3/3.74.3.3 2025:3.9/.7-..944.:/:5 . $.9080:3/07 . 80..8050790    !74808!02-039:.54/ 02:/..3203...-07:7:9.3 9:2-:202-039:85072.9080:3/07 $572.7 03:7:9.:3.2 0-07.3 897./..:502-0.3/.3907507.80./.3./.9/2.. 0-07..9/ .9:05./.3 2490  /.38:8:3.9.3803.3      !7480850702-../ 85072.3  $0.380.3203..3907:.306:.209.3 85072./..9080:3/07.885072.3.8 5..944//0:.3.3 85072.38.5202.80-:.9897.9443.85072.-:.8.38090./80-:985072.3:..8 .270574/:88073/507:.94.9/ $5072.85072.885072.30/:.3/./02-74 !07.7   -.7 $.-072:./85072..02-07 02.9/.3 94-07  4..90-.2475480 85072.80-.9185072.3 390720/.585072.8 $5072.8.9057207 02:/./.3/3...33.3/47.3-0.29443/7. $5072...905720702:/.85072.20.80-...3 203..7.380-./80.9057207 !.3.80.350.:8085072... -07.8.3 .2908908/.3/3.290898 85072.3...980/9/-.05.3.2.39.23: 02:/.:907-039:85072./.944..:85072.57291.7.203.94./.944.50393/./:-.33.88.3/3.944.7.7.944.944.9./.3742.9  /.90  03:7:9$:2394  /./.3/./.703..32./.3.39097.79:.385072.307..3742484203...3/1107039 85072..7.202.209.3/..785072. 85072..370/:8 20488  202-039:85072.5074/0502.5..2209....9.3/:3.32030.3 85072.320.7    !02-039:.35074/085072.   03:7:943...20.9403088  4.2.3 94-07 909.3:34.5.34 ..94.5.90:39:20301080380307.3 $085072.385072.83907/73.380.38:3-0-07.3/. 3/:.3./. 9.7 9.2.7..9:7.94. -039:853/0/.80/..73.39.702:/.3. 80.39..85072..980/980./.8.944.9./. !74808209.$05902-07 /.8.25.10 /    03:7:93.3/472.9 8../203.::22.70:.8.:80 85072.2.897:.:3.5.9403088  !748083205:954107.947.3/425.:-07-0/.25. 02:/.25.2475480203..585072.25:.3.7424842.38.23.2#:89/.5.:3./.309.3..38090:7 $5072.29488//.5.94.3/.-07-039:-4.5490381:3843. 8090./.3209.25.5.734   /.3-07../75.8944  50702-.3.3..7424842 :2.3-0702-.34.2.385072.. $5072.5.7 0-7:.:7.3. /.94.

2#:89/.9.8  /.2.8897553/.307.  !020-39:.3.8  -07.3 05.748458 $0.734    03:7:9#:89/.9/.7/03.329488 $00723.507:-.95039380-.3..80.3943 . .507.8 85072.35724/.885072.985072..::2/.7.3 /:3.9/503..907/.-07-039:3472././.8.7.7:907.890:7.9:.79.3-039: /.3209...944.944.5:98:8: 503:/....-.3 :.-9.3-07503.38:3//.754 .944...5.3 8.52499.30307.9.2 9:-:.23.. .385072./825.50780/.380.9 8050798:8:039.347243/.7!7480850702-.89..8/.890 .3-07:.5:39:2033/..3 0307907.2.3203039:..3.944.-079..3-071:3880-.38050790.708::/33 /.9./.5033. %...29:-:3.7800.73.     '.3907.   .2/00307./85072.7.9.   748458/.28085072.9:25.8 $02.9.7.32.80.380803974 $080397432025:3..2.4380397.2-.3802:.73/:/4347..7:507:/.3202-:.070  /.7.3-.:..1 /  50702-.302.::-:89089:.3/. . 8.3494  /.3 /80-:94.907.274845907.3907.3 .3089:339.91  $0.380 800723.3.380.5.2-.28::703/. -07.38::-.3.808:-:7.944. 17:948.0-/.7.  203.3.32.80503/::3 /.32748458 907.8:2-070307 85072.39..73..3-./..270   85072.8.25:.2-.25.9:        42...9.8...944.8$5072.39:305.2./03..9403088-07.3:2:750..2503.3  1.09.218448 -.:2:2 . !03:7:3.385072..3.27484580- 203039:.9.3/:5 .38::/.72/.2. -039:3472.25:...38890-07.7.:8/.944.3907.39.7.     499.3/80-..748458/.4:203.380.2.05:9././80-:9-.2.9./03.3/:3//.8..85072..4/84.8.3/:50-.909.2#:89/./.:.3.:8890 .885072...78::.2..3 907/../. 8..80.9.///..  -07/..85072./503:7:3.734   85072.3203. /90908.9.8805079.9907.944.7...32.343/8:.3/80-:985072.2090750393.38050790.7.:.7:907.9.340507-0/..5479 3.3.7.2.5.3/.32499.39:35.7/457.03:7:9$.2.3:39:502-0:.7.-9..39.385072..././:585072..7.3//.502-0:./.885072..::2-078.8 573:8.7:408::/./.585072. 3..5.303   507-0/..33:978  03:7:93..7 03:7:9!.-07503.3/80-:94.885072.2..2748458..280. 02.3.39.3-.380.33.32:/. 03:7:9. %.2.8502078.9403088.3 50307./..203..3/-:.748458/80-:9-.7  .50707.3.5 :. !0780/.385072.302-..8503.3.3.8$5072.2 50702-.7 ./03.9443.:-078.8:5.8 $5072.893.748458.5.::2 4.8$5072.80.30307.:3.393/.944.94080 80803974 $5072.3202:.8079.70.734       .8-.9.-49/.   :.3. 85072.9:25.3502-0./.9.

8209.-482085072.2./ 907.2#:89/.-.2#:89/.7 59:9./.3/-039:.3 80... !03.30802-./.5.3/33 4/$4.3  /./3./.3 $0/.85072.385072.919..907.944..3/7.3/.3-0-07.5.3574/:885072.7:8/.390709.5 4380397.7 $0.7.07. :39:207..390.3503:7:3.385072.390747003.80.3/03. 472430/:.9443.3/.909.7:3.8 85072..3:2./.38./.:.8./.890:73. 9.:70/:8..7907...94080 80.3.9.2#:89/.:3907:581:38209.8 10799.3-..7.23./.. .90894890743.230-:9:.944.8. /..3-448 7.2570807.88020.885072.9 .9.944.!03.25:203.93.3.39. 90894890743/-:.-9.350303.3 .3907/.59/..9:503..507::39:574/:885072.33.3404-:8.02.. :39:2033/.507:/.9.3...754188 $-007.919.507..8.-.3207:5.:./.5 #:89/.32..9.//.7..2539:80 805020.     .80 80 3908903:23207:5.3 5020./.  47243..8:.8-07503.2..8-.9502-039:. %09../:3.. !02.944.8...2-.3 2.9.320325.3.05.85072.:5:3397403.3 503.203.749./.25:7/03.3503.3-07.      47243.2.3 50303.2-.3808:.3 74570807.950393 #:89/.3!203. .385072.2-.. .2.3 0307/....3.38:.944.3/:585072..   !02-0:.   030/.  2030-:9.9:  030/.8 /.9203:7:3803.347243 47243$  /.8:/.90894890743:.2../.5079:2-:.885072.385072.7.390894890743 /8.3574/:8.9/.3.3803971:.3..2030-.8    .503:7:3.9.944.3-079..39-0: 0745749039.907.-07503.3.93.3.4:2080203  !74./03.3809070947243 .3.3 ./..3.07.302503.3/80-:9803908903:2.91907.38:3/-:9:.9:503/02...38::..52499..944.38:385072. #:89/...0. .8.885072.3...3502-0: 43805 74570807..-482-.3 -.3$5072.203:7.50393:39:574808 90780-:9  !74808907-039:3.30..7:400. 3:.9.3   02507-.7 5418.3/.7: 8..944..3.318/.350303.79 /.3:9. 85072./..32025079.32.5.3/.380-.   025079..9443.9.9/9:-::88023107 $0-..2..:5:3 5.7/457../.7:8/9. .-..50325.52499.50/:5.  .2397403 .3.90780-:9 07:7.907.7:$5072..3-.8.38:35.2 .8:2-070307-.0.3.3203:3.5.3.3/.3.580.507:-.3 80 80908948 2025:3.9.944.3..907. 03:7:92-.8.3009749.4/84.3203.   03.3.92025075.20:9.      8903/07   :388903/07 03:7:9%40470  /./.:39:-0-07..3/03..347243 0.703.    03:7:9.9502.380 80/:5/..-.3:39:574/:885072..7.:39:203.574808502-0:.   03/:385072.885072.3 .07.:5073/:3.1:3808903/07 .780-.9/503.7:30.09.09.7.803.9/.3.507.3.9.92.07 /2.09.8:: %..35.5.38.348249.2.3:39:203:7.3.574808502-0:.003.54/$4.3.503..

703..5.3 907/.-40203.728.3-.:3390:7 /.3  .2907. 2.37307907/7/.7:8202-0702:33.880.3-07-.32:33.3.39.924845 $0.9907.3$..2.2#:89/.84 /.9.8   !0.0720203: 8.3-8.. /.37.47243.07.7.82:339:.3203.3/9.32.790894890743.3 203.33.  80/.9 8.:3.9478//.-47..350303.  03:7:9#:89/.3:39:-.3.-07.7:8203.2:7.07.  20302:.30303.9/9039:.380203/. $0...98903/07 8. .8..8805079 .7:83..18448907/7/.893   !0303.5.:.9907.10798.8:/3.380.73.25748080:.85072.97.25078.07 .385072.585072.7 :9.202-.9:  .07 .9.07.3-0781. 20.3 438039.85072..    2217:948./..18448.3-.7.9./....7484582.3. 28.5070/.5-093.7..  . .703.:.7.3/:3.385072.7:8909.07.748458/.70..734   85072./803:9-. /.7.9.... 28.7..8/..07.0- 5078032./.7..3./.702:/.3 $0/.39/.89/..: 9/.:3. 570807.3703/.5.8.30.:5:3907.3/.8.885072.3   .808:/..:80/9 :7.-07:7:9.2./089 202:/.3897.350303.3507902:..7:9.385072.50303.9.0703/.0.  228073 :3390:7 /. 8025:73.4:203.0207.28907/07 %4007 .3.7.9/.:.2-.2#:89/.80-03/.9/03. /03.079/. 247144/.3-..07.910798.. 8090.944.2.20203:5078.85072.3$5072.885072.9..350303..317:948.3$0.34.29.3$     ..850 2.:2/.7 22.50303.  5078.5.2 2.3.3...9/03.3...385072.9 .52..   !0303.05.:7.07.885072./.4:250303.90.803./.7 .0-/.7/.92.  203:8-0-07.8 /.07.7:9..:-0781.9:3390:7/.350707.07503.80-..3 57./.5479 ..7/.3108 ..3 ././..28 2:33../.07.8 -07. :3390:78079.5. .7.72/.:3390:7 1481.0-/.9:25.2-..23   .32499.9.:.357..35784  /.8/..2.3.-9.7..350303.. 22  22. 05:9.07    !07-0/..7:9.39/.9.93.34..:..9:3390:7  !0303.9948.2502078../08902:/.7.-/.38050790.3/.7.  50303.3.944.-40907./.3:.73.  03:7:9.9 03:7:93.3.7 9.:./.3.39:. 85072..907/7/.4:203.748458/80-:9-.2#:89/.3.-.  4380397.9..350303.3  /.7.  2.50303.0/.23.3/80-:90.327484582.-..3/:3.3/:585072..9.8 .2-.3.   3.5.6:.72 2:33...73.   7 .30- 5078035:3. 85072.07 /2..6:.70:./..2....50303.5003./:3.81.3/50740/09. 80/07.3.25.8   !0303.7:82025:3.7..35030.8050790 .25: -0707.703.:.3:39:20325.:38:7 :38:7.07. .3..3/-:.3. 0.0.2.7885072.3.7:9.3907.5.73.33.3.:3390:7 /.203.7  /..::7.4:2050303.-039:803472.390793 .8 .9..4:208.80507980.7.280..3...907..3203.3 /.-07:9  .98/-:..85072.3/:38074/.7.9:.7..9 $97088 /..:3  -.3..2:3 -../.2.02.52025079.2:32025:3..980-..2 2..:039.5.3 .32748458 $0.3:93.90.3/.07 .3$5072..3/9. $.83...9.918/.8:/3.

9.8.38.3 ..8.207.-.944..9: .3/03.0:.85072.9202503..390.947.92.5.8/:52025:3.2:35./..9.-9.785072.885072.3472..3-. #:89/.5...-9.207.3:39:3./:5/.203:3:.58.7:408:: 00..9478:::.30483 !03.385072.2 .39: 1../.8../.29443/7.73.34050.0425480-08.3/.390703/.8.3 :.7:.7 .32.3.803..9 $0/. 50.28::703/.990.3-071:3880-.25780:7:20/.3-0781.1.39/.2...73.58. .380.73..3-0781.9-...3/03.9/503..37:8....7.33.25:.-9.73.8/503.8/...947 1.3/:50-.2.:2:2 .2.... 8.9..3 0483.9.839088574903/.8090.2./. .8 85072.33.7. .-9.   .2.7 85072... .3.3203.7./.2.2-.:/03.  02.5.5.8.2 .3 /:5/.:.3 :2.85072.3203:3:.7/.385072.04254 /.2.350././..9:02./../:580.-8./..7:9.3-.2.9  85072.73.32.3/:5 . ./.-9.790898.3/:5/.8:0/...9.73.3..2 .73.5.7:408::/.32.7 2039 $0..25:.30483  ..-07...3202503.3.75 03:7:9 1103/0  .350.385072.8.7:/.2.29:-: 85072.7503..2.3-07.-0781..-9.-0781.703.785072.9-..207./.3 .3574547885072.944.3/.8.3/:5 /.32.85072..3503:9:59:-:.885072..85072.9/.9 !07-0/.  '.8/:590780-:9/-0704832.9/09.385072..9.3 .3.3.7/274845//..9..9. -078.

/.385072.9 .703...9.9.3203.-07.39.803..3/./.:90-.3. .350303.8./  !0707.3202.5 0483803. 85072.3/3. 90780-:92:3.3:39:.885072.908903/07.14:8.3.503../80203 08903/079/.7.890703/.3/03.5.2.307.  93.3.7:9.3.5..2:/..7.3.8:.8503.9.5.703..9.9 .3 08903/07 9/..885072.3203:3..2030/./.7 ./.9:803/7 499.3-../08903/078.7 &2:23.80-.:50707.25033.3.944.3 %07:9.380..3.-9.3$5072..34.70.3 8090./.3 85072.:90--.85072.80-0:2/-07507.944.7.7       !0707.  !73853.3 /:3.2...3/./..8.7. 3.317:948.3907/.. /.8:-89.30.3.950707. -039:04785072.-.3-071:38:39:203039..9.9./..285072..9...98 ..10 /  .9/.907.3203039.7 /03..08903/07..3/:3.  8903/07.2499.. 7...088090.907..2..3/.0985072..3 .-0707.385072.2./.207.9/..3203. .3 /80-.83.85072. /.43/83.33.8.25033.7.3 85072.33./.3 3:978-.-8.2./.944.3.703.3.3 .32025:3.703.07.32..79./.308903/07.343.9 2:7.3/.9 .9/.203.270    03:7:9$..307.7:5:.39::.2030:.3:7.703.3-0707.92.- .320307./503.32:33907. .38502..902.9. /.3 -.3203039....7.:3.2030:..5.8.3-../.8 .9/.385072.38.3 -0-07.2499.0/.73..90780-:9     !03.9.3. $./..0785072.9.2.3203.308903/07 7307..3.5.7.3:39:503.09. .5:39:202503././-:..3 ..385072.890793 80/./.7.38:-89.944..7 /.:.. 80-..802:./.3203:3.2:/./03.8.32:33907.50707.909.385072.2:33:.944.2.408.2 7.7:400.2.2  .3203.9.7:2499. $0.307.90780-:9:.3.9.2:3:39:2499.250707.-40 .-0-07.50325.589.3 3.85072.7:7.3..2499.2.350707.9/09../.2.357.08903/072030/.850.390780-:9 909.5/03.9..2499. 203. . 07/./-.274845.3..:.3-.2499.85072. 85072. 80/.7909.257-07./.94388903880203 8::/.393.9070483 //.9.3/5077.3-8.38.50303.5.04254/.3$5072.3../503.5.2.9..

 %07.9.   17:948.3//.203.2.3.09.9943 /.8090.5.3#307+8 .3.7.2/03.3../.  . 50707.3 .2.385072..5./..//.9:7.9..3 .803.79:-:. 803.2-.220.38:2-070307:39:203/::350707.3/.35078.  $5072.7  /..703.80203..3 /.9/..3-093..57480/:7.7:9.-0781.7..9:3.3 703.:-039:/.-.     .3/.317:948.3//.3:2./..3-:.3.3.3203.2/.9203.8.  $!&$#   0825:.3-.3.885072.757.9..5..309. /   17:948.9203:7.3.9..9:07. 9/.3 /..885072.2 ././/.3 /80-.3/:3.7:9.5.0:.8    ./..944.3907/.385072.3/. 2499.3808:.3.3-.2 ..3..3.8090.3.85072.9.3503.9.39/.038.3%04030  /.7502-.3 ..3/43479/.39.3202.  .3803.5020..078:.78  03:7:9503/.78  /..:0.3...9/825:....3080.2#:89/..350. 8:-897.390793..85072.9:2499./.9:2503.9.7.385072..3.39./...5.8/..3 :7.280203 $0/.3 /.3047   $5072.9474708.5748085030:. 2499.2.8.9 :7.93.3/.31.39.203.3 2499.274845.25.9.808:.09.907/7/. 03:7:9..3 85072.74.9.3/...308903/07 17:948.3#307+8/03.2499.9./03.9..7:9.5.274845803.8/.39093.30909.3 02:/.09..9.05.3 0309.39.2..91.9.944.9.3 .8907938090.2 2.9474708 !.8.3 3....././.:..3 .3.3.308903/0717:948.3.18448 .3./..   $085072.73.7.9/.92.33/: .385072.39.7.3/-./.09.7.7-4/7...3..9405073.7:9.385072.8 /.3:978/..3//.39.8 503..3/.39.208903/07...9:2503.7/.3 .3/:3-. 007/.207:5.3-..7..-.5./03..9 .3 507.8  07.3207:5..3/.:2./.704254./.3/.2./.3.10798.3.39.85072.5.3../.3..: 07. $0/.944.0:.9.3/507:.:.3/:5 .3.33/:.7..04254/03.92025075..7.8.350./.3-./-0708903/070-.3.3/50.9:89753.390..3..705.3/.04254   /.3/..:574808502-:.85072.3./.35073. /03.5.39.8.:50707./-/.3..385072.3./...34.17:948..79:-:  .5..7..944.73.3.5./././.9.3/.9/:3.390703/.82.57.83.2.3203.9.2 !..3-.3/825.7:.:39:202-0/.2503.3/.3-093.3.3202503. .3 !02-..3 .9//./5073..3.9.9/5070.5.2.04254.80907-. 0309.  499.2.90307:9.3/.3 9:7:3.3#307+8203.3.5.385072.3/:3.:.33202..9.9/.3/.38:2-070307 -.2.9.0/.5.202.30307:39:-079.33808:..3/.3897:9:79:-:8085072.9.31../503./.2..3 :7.3!07.3:39:20...09.3.3-0703. 080./574/:8003.2#:89/.33.907.920309./.

25.7307 .9:8.3/.3 %0898207:5.73.3-07.880203   !03.8503.7743.07.8.390:7 20203:80-...9.9 -071:38:39:20343974.-08.73.385072.385072./..20803907/..208903/07..843./..3.3/:585072.2.9:33 90:7 50303.35.::80-0:257./.9078980880:3/07203.3-07.385072.9/./:5909.274845/5078.9:.3..35 /2.-./.3-0727.73.7503.-9. 203.7. 8090.809.3.3 2.7.574/:880 909..0-.38::   &39:503.3/.3/-0:.9/ 85072.317:948.3-07: : 3 207:5.  ./.   499.9:-: /.85072.9    $.703.3 5..8:39:202574/:8-072.90758././.9..3 3907.83.37307../ 03:7:9:07.39:35.7:408::  43/885072.2.2 2499.73.83 2. '. -0-07.9.25033.31. -039:85072.3/.39..308903/0717:948.385072.38:: 43/885072.885072.7.3-0707./    !#!%    !&&   !03079. 907438055.30-.2.3.832025:3..3 47./..3-.9/.209.2-.:50-.350303.:4..7.3805.1.25:..9157247/..8.37-:.3/. 43.3203..3.3.2.9-07.8 80-...-.07.3 -07.3. 85072.9.3308903/07.3 /.99:  03:7:9$..0790-7.25033.3.33.804..3  03:7:9'00 /  43.9.3/.9.9.3 :39:2499..703..3202503.80-.3$  /..07978 .3/:5-07.5..-9... 85072.9./5.3 203.385072./..../  .2.9:85072.83.73..3.70..7503.07503./9025.7/.3/.2743.9489  85072.8::     47243./5.9070-/. 207..203.350303.5-07.257802:.2.25-.09.8/503.3/.9..785072../:.390894890743   ..202.   '.9:-07.3907. 9:3.3-08.39.9.2.8.3-093.3.78:8: 50303.3.3.3/.947.:39:-0707.-.98.3. 20307.7:2./..7:85072.2/:. 0.25:.380.9/.5.3 #307 8/..3/9.3 03/.343.3.350...:.9489 85072.7./.89./..35.3897:9:7089:.393.9.2.235.7503.02.//.9403088.9-07::7.780 800723.09.7.80:2.207..0790-7../0.350303.7:9.5../. .58089:7:3.9.9../.../. 43.10/  43. 9:-: !.209.3.3.07.9. .9../03.. 50303.:7....944.5507:-.07../.9:02. /2./.7:9.3.7.802:.70574/:8:9.9:2.8.0483   .32.7-.43.810798.:3390:7 1481.39./.2 2.25.18448   07/.3-08.35.9.3..0790-7.85072../907.3-039:-.9.85072.9.5:9/..8.39..3..-9.8050795.9.3203.5.7/.785072./..7:3..2-.39.9078780880:3/07 $97:9:7/..8./.47./.350707.380/.3203:3..5././.8. !7480885072..9.708  43.. .-8.39004898.07.7 2.79:-::88023107:8.3.8.843.  .94380397. .0790-7.3-093.8 3/80-.3:...07/.3202503.9443.5/03.3 ./ .

3-07-039:439:/3.3875/...7073/.0207..888023.8 8079.30-.03:7:9#:89/..3.:4.8320302-./.90.3    3.3.73.73.5 507:9/0..3880.9. .33/:.30-0. 3/39:-::885072.907. 7:8:5. 743./207:5.3.343.7./.0.805079.3-071:3880-. ./809..3-093.3 -07-39 -39-0788090:7..90780-:9 /.5.39.3/././/./.07. .5.9.33.3.39.3-072..7:2.93.07.:7.3 90709.73.3/80-:9 85072..2.300.5.3:74039.2-.70   3/:../4784.3/.942$8902#0574/:8.23202-03. --9 4348 09:7:3.38:/.-.3/.3.3 .3/.3/3 -093.0/.. -07507:9958 .33. /  9.:8..9:7 07..%0:7 %.805.3.3/03.3.38:/.../.39.3.3 2.8  /.  3/:-093.885072.83 2.3  $0-0:28.390:7202-03./   73/:.3/7.785072.5.9 -..73/:.3.907/.38..73.25.  5.3 :74039.  03:7:9..3943/..32.35005.343.39. /  .3  507:9202-:.380..3/.39.0790-7.39.0.32025:3.388907.202.3#:89/.805.942$8902#0574/:8093.8903907/.9:.3/3/03.080 907/.3 .3/.9443:2 :3.    7 .. -07.9:-: .-07:2:7  9.980 803907899.7..3 85072.3/:-093.3203434 202..8.23/9.8.3/:. #.3/./03.   .3./.3802.7:28090:7 0:.984.3.3/945./.907-:.5202. 9.8 85072.80:2..  /. 9.9..343.8.805.-0.03/:9  :-..5. 03:7:9#.. 0.203:7:9.9:-: %0898.5.7 2...2#:89/./-.9.3202. 9.3. :2:7  9.2/-..:3 $0/...3-./.39/.3-093.9.87-:.3 /945.9:7/./.0/:.80..3./.2 :20380397.7 743.3/.300-093.8.3 03:7:9#.73.3.307.3/:.39..3././.9./-0.0207.     73/:093.39.-07.7802:.984.-07:9 .4.3-07.3/.:3 .9.3:8  /03.2.3..3/.3-071:383:9791  :.574547805.9.:8/-. .89:-:.74.8.30. -..30-:8.38.9.890 .9.3/..3883../:.8./03.7.720..3/3.2743.:2:23.33./.203:7:9&83.3 07. .83:8/../-..8./.3. .3/:-093.3 .:9.39.-0.880..7 9089089070-/.3/80-:94.5..3..5470 85072..9.3.394385072.23.  $079. 05//28 .2.  897:9:7908908907/7/./.  43.32.2:3.8./ 03:7:9.3-093..3:8./.39..9.89080231078 /.980503.320302-:30.5 8:8:3.39..73.39..3 40208039708 43.780.//.3/.3/034080 8080794..29:-:907/.370.:9/.80-.93.0207.3 9:-::8 85072..908 !..01107039...03/473  03:7:9'0 /  90898.3-.3203.8.8.::20.3-.3..3. 8023.7 .5840800723. $0 80503.439:/3.5. 907/7./.3 -.3 8:8:3.79:-::8907/.038.20:8:8.74 /     3.8./01107039./.3.07..9.:7..3507:9/-0.:3 .3.202.080  :74039.5.:2.9.3/.73.3..7875 /478.39.30..:.8.. 9.9:7 :2:7  9.907.:-.3/3.907..20.3507:93.:-39 -390.70   /9...3 90709.9443.915.907.0790-7.7:2.30-3.7 ...3.57291.3507:9202-039:8:/:99:25:  03:7:9&83.907/7.9  03:7:9#:89/.3   4.

3 85072..3.390.9  ' %0890870708 #43.3-0-07.902.7:2 :203 /.38:.8023107:82.3/./..-.8:/.9.3%.30/./5.80-.7:2.9:-: 43.9403088 89085072..39434843.7:2907/7/..9: .././.9/..32..-0-..5:94.  .907..9. /.4.902./.385072.207.3:.9..!.4.43.343.902.-07.-:3.9.88..8.9.390890820307:9.4.5:9-078..2.3-07::7.3//./8.././.43.20.3.:85.32:82/33 3/343.:8.5.302:/.390.3.73.3-093.9.3-093.....3-07./. $5072..390:7/..9.9.0.985072.2.9//.8.7:2 -07:-:3.3.340.9/.3-0:2 /0.8.9/03.39/.9:-: ..0:.720.73.9. 4.39./.30:..2-.7.73.3.944.397.94.385.3 802.9:-:/.8907/..3.3 ..39.7/-0/.:/3/34.7:2  ' .3.93.3039.3    %3./.39.9   .3.88.8944203:7:9.5.902.-:./.7:2907-:3:84080.380:3/07 $5072.:.2578. 89085072.   ./.32:/.39.3.73.0207.3././03.2743.507903.   /.8./3/34-:0503:/033.3/:9907.  $5072././.7:2.343.3 503.992-:/.32.8 !.5:9 ...39.2572.. 207.2-.3/03.3202-:3:8-.3-07./.5:9  5././.73./ /.7../.  ' $./.584085072.920./48 .-: .9 9.574547885072../...88. -:.9403088.3. 3/3503:/03.2.82:.  .   %203:7:90.5.-. 207.7743.43.-:...944.58..343.7:27/.3.43.:4.3207:5.3   %03:7:9%08907/.3..3. $.3.944.2140 .4.. 0383/80-:9..3-.30807  /.80231074:8  ' %089082.73.3. 907/.3..320.-07:9  %0890870708 .3.3.9:-: 43...8.7:2/.     %03:7:9.805079-03./-093.3-07:-:3..9503.3:-.3././.90..3/.::33 /../0.2.3/..5..-093.-0:2-0702-.24.:5:9 -039:3.2:20380397./.3/05.73....25./3.21103/0  .3...3 .21103/0   .2:2.7 /.  9:3././2038 743. 02-0/.3 -07./.3 -079..202..3.3/03.30:.9443.3.3.3    %3.3039..8743.703.7..:.8.39.50/:..-:.-.7:2 !.39.9   !0702-.3.25.3/3/3:.3-039:3.8.894.39..7  ' 9185072.54.././2038 743.91 ::7.9443.25.20.3208490:2 !.3:.9 43./. :-.30.73.-:.3 .71403/80-:94.3 908908 .8.9 %0:79/.393.9403088 $02:.9443..2:332.3503..9.73. %3.35005./.8-07885072.3 43.0207.3808203:7:9%08907/./:.-07.39:32084.-07:9  %/.7:2-07-039:9:-::8.7../.99:3.3.33..4403088 #43.30./03.8907./.9443.3.370038:31880.:33 039:90:7905.3%.25.9:8090./.30807 %3... .3.9.34..3-39.390:7 9/.5.3/03./:.3 .: :-.3.3 !03.7:2/-:3:8408:.8090:72.3.7.2:.73./2038 743.55 80/.8.85072.....7.25.35.343. 5.3./-093.3   !072:...73.3.4949.785072.72:825.2:2034.8. :203503:/03.507:93. 80:3/07-079./5.3 .73.74.3802.-:30.2 2. !748085005.2.343.355/03.79:-:3..385072.944.385072.32034345./.3.8..80-...9:.890 -072.-07.293./0:. 5:9 .3-07.3..

.3..339..7.  .8../48  /.80-./..9/.3499:73:07/.-07:3390:7  97.902. 507:9 %0:79/.3743.7:2-07.9402.%3..30.3.3.5:.8   %/. 0.-07:9  %/..5./...85. %/.9./.38./.7 2038.  .207.3/03.805079.907: 202.2.343.25.2.348/:08:207203:7:90.21103/0   .5..390:70.7-07.73.73.9.8.

507:943. 0.2572.3  .3:3390:7-..  743.2-:8..7: /809.9402.  . 82097 90:79/.8.7:2-07./.207.390:7502-039:.5.9.3.25.9/./9/.:33 -07-:97 -:97 202../.73.739   .

2743...25.880:7:3..907..907.8.25.8 5.25.390:70.3..../.7507:98.907. 207.0.9907:72:/. -.2572..-0307.9/./.  .9 /-.8/.3/. 8.2:3390:7  ' .73.9.3.7:2-07.73..3/.:330207.507:9 0..83.7:2-07..780 805.5:98:8:8.33.907.339 -.-..3 502-::/.:33 502-::/.2::7.3/.7.73.38.  .202.9.3 -0:2-0-. .8.3.3 90:7/..3.790  ' .3.73.9/.3/03.9 0.380/.7.  .

5.39:30. 4.88.3 %0:7 90:7/.7.55074/808:.9/.8.32.5.5..797.343./8.507:9.79. !74/:8808:./9:7:3/03./:2:/.3. 207.390:7-0:2/.8.9443../0:.5...35005.8.8:/.8.7:2 0.3402.0  ' ..9/.8.743.7-.207../.43.3:-.73.9.2.3203:7:948 .8./203.0207..8907.-.3 43.39/.9/.90:788.3 -0-..7..5.8.3 :3390:7-078002-:323.2-.-0:22:.507:93.8.907..207.3.    !74808!02-039:.3  .9..507:9/90.270574/:8 43..-09: ..3  $0 8085072.943././.82:2909.507:9 90:70. %.0:2 $5072.3.9/54/ 3/./780.  ' $. 90780-:9-0:20:.5. 43/88.390:7..385.35005.9/-0/. 3/.-0702-.3.7:220207.30207.5.8008.8 .87.3-08.7/..507:9 90:7907..385.2:/.-.90./805079 ...8.0:.9/-0/.9.9.8.59/-0/. %.5. 43.343.90././. !02. 207.3 !74/:8808:./90.8502.3-07.25.9443.339./05.32.5897.207:5..3!0702-..5.5 %/.3 /03./ -039:3.4./.3.3.05.8.8/.3    %203:7:948 %3.9202-0.3507.9443.3402..3 #0574/:8 !74/:8808:.5897.805079:05:/3 203880:7: 743..7.3-07. 90:7/.390:72.8./0.73.980/.29488202-039:85072..37. .7-.3 908908-07:-.3-071.2 908984080 80:8:8. 502.902.9 !74/:808:.3/80-:985072.9..943.05.38.73.. $5072.7.9-07:-.3  /.3 -07.3 :-.7.39.8.03//..3.2.7 97.9..-0:2-07.//03.9 0.73..7:220307:980-..3-0781. 5079.-.2.-07::7..74.3.32. 8:: /  907/7/.3-08.3/.3/. ::7.3 -07.3908908-07885072.9 !74/:808:.:/...-078-0-07.3 -07..9..9/.8..7-.80-03.-07::7.0.8./.7-0-07.3 43.

3:39:502..343./49745347243  .502-039:.:9  $:: $::-07503.3 /034080 80..203.310799.-.0./.7:907./.2#:89/.  03:7:9$9.94724343.3203../../..3-07/107038..907.90403088 /..3. 307..35.3820503.: 502. ../.33.33. $07.. :90.805.5.7.380..38208.5 .34489/.202.  /.3..890 .3/-./497453 43.9!02..3::7.//.320:.9./093.9443:2..58.8574903:3390:7/.-079.3703/.5.9:./.947.3/.3  $:-897...3203.3.3./85072.//:./.3025.257480885072.3.7:80..3/07.9.3 50393-.290890890780-:9 907/.3/.9489 0488/..94708038.3907.2-....55079:2-:../.38090:7 20.3:-:3.-0:2/902:.90403088 9...-0702-...8903.3907.5.7:93.38945..5-07-.8.9:7.7.8090:7.-0-07.5% 43.7.73/.33/:.357207 570.3 -0702-.3-.8.:70574/:8/.3./.90403088 .3 43.380./49745357./././..9.380:3/07 04034:8.:2:.3 -079...3.9/-.-/..944...8..34.50:.  443.1. $.3 02:/.   -0-07./.75074/0  3907.5.1:388890270574/:8.3 425488574903207:5.2#:89/.3.0  /.-078.0794 .389073.7  /.2:8/.39. 7:80  /./:.3./.:.9.7.3:3.8/. 548547 ! 803 3 /.7 5414814574903   .25:3840/   -. :-:3.7:2907.5.:./85072.9:/03.9202503.257480890780-:9 02:/.7.357480870574/:8.9:3390:7.8090:7/.     !74808!02-039:..805079.  5079:2-:..3/03.3../.:.///.50:.3/.-.3.3203033.35.  85072.3/4.8.7.../. !494!074/0 !748084.1.3.39./.2#:89/.3.82..5.520.5.3.547.2.8.3907.37085434.7:907./3./.3.7.7809.7:!02-039:.9..883908.3..9 9079039: .9/03.9:.3.3.3/. -0-07.38:3907.32.3   .2574808503.3808:.80 .3//.8:..3.   %08908.9./.89080231074:8.9:9././03.3 80.585072.3-07:-./.3 502.9 4034:8.3.3203.35033.:7.05.85.5.980.3980  489-0702-./  090780/.3.3/03.8 !.749074/43349.202.307..94739073.1..7: 502.503/4743/.30:7.3:93..32:.2 3/4034:8.382007.8203.947089073.39004890 $:::.3.3203.39:-::8-078..8:-897.343./.99:-::8 9:-::8 /2.. :3390:73907/7/..350393-...70  /.743./.3.58 807..../ !.805..-079.8..9403088203.../..3503..31.209073.343...9:507.7:400-:9:.3.-07503..82. 3.343./.3-07507.58./.09.  225.3:48.203.3-./39073.7/.9:502.4.30-07.502.9489203.2-.9.3502.32:.3./8085072.3.3.20.3/03408. 2-./.8.3/-:9:.302503.340 2080390708 /.2..:8 .3  03:7:9$9.9839088:3390:7.3.:... 4.9.9/3/.08038.3/80-:943.38090:7408:.3:48.3!0702-.343.7.3202503.3.89/.5.3.9.34.3907.9.8/503.9/ $5072.32:/.3/945.9:502.3 0.7./:/.55079:2-:.24.50388:-897./.3-0702-..35494 5074/0 !4945074/0//:.947$48.850808.5.:..3.0.90403088 / 9.5.3 203039:.32....9.3/.54/.:.7:2 /.   03:7:9.3907./03..3/58.0-07./85072.39004890203:3:.24489 3/4034:8 .90403088 /9. -07503.35071078945.

7.79-07.9 274845.91.99:-: /.8:8:8  .3.3907.3:7./.39..3-093.7.390780-:98:/.5079.380-08..2.29:-:.2.58:.503/.2-007. .3 54945074/ 8:: 0.    .8743.302.3.80-08.002-:3 703.3-093..91103/0  .5.3.7.9.309.-.503.9..3808:..3/.380./5.39.7.9503.3-:.38.947 3:3.3-093.885.3.3.3-.5.3 09..5.:2./..9.73.3/.-07.31..947.9//.3..9.32.5.82./.:2  /.3907.80.9.39:35...3 %07.8/.2.-...3.2.9.5...7.9 90:7  .3202503.9/04254.3 .945.3 %08908-07.32.9.73..203035..390780-:9 /.903 $0.3.3-..3.5.3/.0709..2.380./.7.3808:..5.3  ..2.5.902.9.5.5.3/. 7./.9. .907/. 574/:808:/. 907.3 -039:-:.39.3203.-07..8.0909.393../.30.3/.  07.39..39./-.3503.3 39738 /./ .943.9/-0/.3.5:90207.9.9..8/.7.3-.550702-./:.:/8.:0:33.943.  03:7:91103/0  90:7.009.7:2 -07..8.3 038 ..3-.3  .30/:.9.2-.3//. 7.-.3-.7-07.3/.31.9.202078../203:7:90890.3.574808503./80/984-0909..03:7:9..82.902.3-.507-0/.754 5.8:3.2.7038.2.3 02.3-039:3...5.99:-:3.7..8 573:8.9:-:/03.2... 207..5:9..32025:3.9:8.3 . 0..73.32.23.3/.3/3.3-0:2/-:././.99:-:3.:2 /-.3/.-:.3503.8.2.:5:3-093.3./03.9.9.7:50789.3/:7./..2-07.3 18443/.39.2.943.393.93.3 /.28:.3.9.902./3907/.32.. 85072..3 9.9../7.808:.82.5:9. 2.89.380.590:79/.9:4.07./..:-07.80..3 /.  09.757.73..3:9:-./../..3 507.9::-.9474708. ..0.3 -07-039:202.3 %0:70.9.8:3.9:/.85033.39...5:9 .8 ..9.39.343..7-07./.4743 -.2...20847.3203...7    43.8 07/.47.309.3.743 2025:3..9093.57.3/-.03.83./.9.890:7.74 /  .5:9.3/3.9/-0/.3.9:250.7:220387./-.:/8.0 .:-.31..9:250.39.7450.31.7 809.//-/...9.757. .5'5002-. 207./:/.343.3/..9: 7.7 089738 ./.97:..2.8.7:2 20387.32.3/.343./7..8.300207.2.908908 43./.9.8/.3 /808:.5:9 5.39..253002-:3.9:./:.3:9:-.8 .9474708 !..343..7274845 09/.5.7/.3507.380.3././ .3..274845/.3.3/.3/.9.30....3.25./3.2.3..73.35..309.2/.343.39/.9.35.9.5:9.82.9.3 0:.3-07..3..43.8..3 90:70.3503/.80-:.73.3803. /3.7.7.39/.507:9905. /3.2203.9.9.3/.8/.3 57480870574/:8.3..03 .3 /./ .39.:.3.90:732.90709.3.584080.3:39:2...25:7/.7./3.3.37.9#.990:7  ..203.203039:.380. 93.2113/0  5./.7:2-07-039: 202..1. 4.7:.3./...3-093..25.8.3-.9:7 09.3 203.5:9327302508..253002-:3.3507:-.35.9. 57.9503.3/.3808:.3.7:8 5.7 /.3 09././.94739738.2.9. 09.5079.3.33     3.9.3909/.7.2   ./08.:2:23.743.3/.-..4743.3203:3:.343.8.2-:7.3070/9.

393..9. 5.09070-/.343.390:7/.8/.3 09..9.47.9:9:538.343..8.7.5079.7:8 5.03.7.729 80/.3.9.9.9...9:/0.3743.3.0207.:43/83:3.8.7...35418.7 !48930-.7.3 -:.902.20302-.3.385072..343.342039./ .9 02.9403088 . /743. /03.343./ 09.39.5.3.90403088 04034:8.3.002-:3703.3  548.39.354945074/0 8::  8:-897.9502.343.0790-7...3/.90403088   ..5.920309.3.7:502-039:.5.920309.  43./:.9..9:50702-.3 07./.73.3-07.3/././.07.8503.5..3/03.33.3.203:7:90890.  ..2.7./.8.39.3507./:7:90:.390709.3 :-.05.3./.9443.73/:-093..9403088 9089082..343.3. 5072:.//.3.33.3.3.7:/.9:-:   7 ./.:39:202507.23202-03.9.507:93./.3../.9202503.9.3   %203:7:9%08907/../.5. -07507:9958  .9443.73. 85072.. 7.257 2.9.32.9.5'.3!48....9/.2502-0.3.3/.3.3-../:7:92030:.3  20387.3-.7502-../..74. ./743.3 02507.7./-093.8    $...9/ 8085072.07..8./.309:7:3.3404:$:57.39:/.5..9.902.300207./.9203.   !74808502-039:.73.507:9-.-.3038 .2.33.43.3.94739073.9.3 9./.993.39.343.30.90403088  03/4034:8.. .5:9/.3808:..3./..3/. ./.343. .3-.73/:.::39:202507.307..3.90890870708 50702-.3.9.3-..7 !48./207:5..3202503.5:9/.7.3 85072.7.43.38.5'.8.347.3-093..73.3202503.3-07.8.703../.33.743.05.2..5./.920309.7 942  .9/.3/03..90.9/-0/.3 .9:570. 9079:.3/.07.3 $0-.3089073./.3-093.05..3 43.3 090780/.3-093.2-./7./.947089073.3.8..3%..37:../   $!&$#   0825:.5.9.370574/:85.8503.39.3 -./ .90709.9:85072.3   .347243 :2:7 0309 .343.73.9:-:./. .39.3..9/825:.8.7.32.507.3.3.2.342039.9185072./.3 /03.79/.3-..390890870708   !74808502-039:.507:9 /-.9./.39./. .32.7:!4893.:93.-.3   07/.:5037:5002-07.93/   42039.390:7 202-03.3/./-07. 2.902.5.9489 85072.3.9185072..8.39.350702-./4784.3   %203:7:9.   7 ..9489  85072.3.32.907..350702-../.3./7.3 0.7:2-07./..3/.8.::.343..7:502-039:../.343.507.807.

:90:  4:$:57..32070.:.3 202-.3 3/4308. ..390...:/..-07:.3503:!#& .3/02#& .7:8-079..93 !.9.$0.3/03.7..907.5: 7854 O O O O 94-07   57   :3   0   !03:9   .9574103.02-..3 $:2.3/:5/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful