Fisiologi Hewan Air

OSMOREGULASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Osmosis. Pada hakekatnya osmosis adalah suatu prose difusi. Para ahli kimia mengatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu, tetapi menghalangi molekul lain dikatakan permeabel secara diferensial.. Seperti dikatakan di atas : pelarut universal adalah air. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel secara diferensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Perlu ditekankan bahwa “konsentrasi” disini, adalah konsentrasi pelarutnya, yaitu air dan bukan konsentrasi dari zat yang larut (molekul, ion) dalam air itu. Pertukaran air antara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang begitu penting sehingga memerlukan suatu penamaan khusus yaitu osmosis (Kimball,1983). Osmoregulasi merupakan upaya yang dilakukan oleh ikan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion-ion antara tubuh ikan dengan lingkungannya (Taufik dan Eni, 2006). Proses adaptasi terhadap kondisi salinitas dilakukan melalui proses osmoregulasi yaitu proses pengaturan antara tekanan osmotik dalam tubuh agar sesuai dengan tekanan osmotik medianya (Rusdi dan Muhammad, 2006). Jika akhirnya tercapai keadaan yang seimbang, maka volume itu menyatakan berapa besarnya nilai osmosis dari larutan gula. Kelebihan volume itu mempunyai berat yang menekan ke segala jurusan dan tekanan itu kita sebut tekanan osmosis. Tekanan osmosis itu sebenarnya tak lain hanyalah pernyataan lain dari nilai osmosis (Dwijoseputro, 1992). Osmosis adalah pergerakan air dari cairan yang mempunyai kandungan air lebih tinggi (yang lebih encer) menuju ke cairan yang mempunyai kandungan air lebih rendah (yang lebih pekat). Contoh osmosis ialah pergerakan air dari larutan gula 5% menuju larutan gula 15% (Isnaeni, 2006). 1.2 Pengertian Osmoregulasi. Osmoregulasi adalah proses untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut yang ada dalam tubuh hewan (Isnaeni, 2006). Kemampuan mengatur konsentrasi garam atau air di cairan internal disebut dengan osmoregulasi (Nybakken, 1992). Osmoregulasi adalah proses organisme yang mampu mempertahankan perbedaan keseimbangan garam internal dari medium eksternal (Afrianto, 1996). 1.3 Pengertian Difusi. Difusi dapat diberi batasan (definisi) sebagai gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah lain dengan konsentrasi lebih rendah yang disebabkan oleh energi kinetik molekul-molekul tersebut (Villee, dkk, 1988). Jika beberapa subtansi terlarut mempunyai konsentrasi yang lebih kuat pada suatu larutan, substansi ini akan mengalir secara berangsur-angsur sampai molekul (atau ion) terdistribusi merata ke seluruh larutan. Proses ini disebut difusi (Marsland, 1964). Difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinyu yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan dan daya larut

dalam lipid dari partikel-partikel tersebut (Kimball, 1983). 1.4 Transpor Aktif. Gerakan ion dan molekul melawan suatu gradien konsentrasi ini disebut transpor aktif (active transport). Disebut aktif karena sel-sel itu harus mempergunakan energi untuk transportasi melawan daya difusi yang pasif (Kimball, 1983). Menurut Gordon et. al (1977), transpor aktif adalah gerakan substansi melawan gradien aktivitas elektrokimia, sering kali melalui kombinasi reversible dengan beberapa tipe intramembran pembawa molekul. Energi diperoleh dari metabolisme. Menurut Prosser and Frank (1961), transpor aktif adalah transpor pengontrol metabolisme yang dapat dibawa oleh pembawa enzim atau membran perantara moleku-molekul khusus. Metabolisme alami dengan pembawa atau perantara enzimatik. Sedangkan ekuilibrium elektrik, elektrolis khusus yang diabsorbsi sebagai molekul netral atau seperti ion ditukar dengan ion lain yang tandanya sama. 1.5 Organ Osmoregulasi. Hampir semua hewan akuatik, organ yang sering digunakan dalam pertukaran air dengan lingkungannya adalah insang, usus dan ginjal. Dalam bentuk lain, kelompok air tawar seperti amfibi, kulit juga merupakan bagian penting dalam gerakan air (Gordon et. al , 1977). Adapun organ-organ tubuh yang berperan sebagai tempat berlangsungnya osmoregulasi adalah : insang, saluran pencernaan, intergumen (kulit) dan organ ekskresi pada kelenjar antena (Mantel dan Farmer, 1983 dalam Kordi dan Andi, 2007). Garam yang berakumulasi baik melalui makanan yang masuk maupun melalui difusi ke dalam melewati permukaan-permukaan seperti insang, dikeluarkan oleh ginjal dan oleh suatu linear khusus yang mengekskresikan garam yang terdapat dibagian caudal usus hiu (Villee, dkk , 1988). 1.6 Pola Regulasi Air dan Ion pada Ikan. Apapun komposisi kimianya, dua larutan yang mempunyai konsentrasi osmotik sama dikatakan isoosmotik. Jika dua larutan berbeda konsentrasi, yang berkonsentrasi lebih disebut hiperosmotik dan yang lebih rendah disebut hipoosmotik (Gordon et. al, 1977). Menurut Musida (2008), pola regulasi pada ikan dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : 1. Regulasi hipertonik atau hiperosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh hewan yang lebih tinggi dari konsentrasi media. 2. Regulasi hipotonik atau hipoosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih rendah dari konsentrasi media. 3. Regulasi isotonik atau isoosmotik, yaitu bila kerja osmotik dilakukan pada keadaan konsentrasi media. Cairan tubuh dan sel dari kebanyakan organisme laut serupa sifat osmosisnya dengan air laut dengan salinitas 33 ‰. Pada organisme-organisme daratan dan air tawar ini agak lebih rendah. Bila dibedakan kepada lingkungan hipotonis cairan dengan salinitas lebih rendah dari pada salinitas cairan berlebihan. Dalam situasi hipertonis (dimana cairan sekitarnya lebih tinggi salinitasnya) ia kehilangan cairan ke lingkungannya. Kedua macam situasi dapat membahayakan (Mc Connoughey dan Zottoli, 2000). 1.7 Proses Osmoregulasi. 1.7.1 Ikan Elasmobranchi. Menurut Bond (1979) dalam jatilaksono (2007), osmoregulasi pada ikan-ikan elasmobranchi menyokong teori bahwa tekanan osmosis yang disebabkan oleh garam-garam dalam darah disebabkan oleh penahan urea dan sedikit bahan nitrogen lainnya. Urea merupakan hasil

akhir metabolisme nitrogen yang dikeluarkan air kencing hiu dan pari. Sewaktu penyaringan glumerulus melalui sepasang tubuh ginjal. Segmen-segmen khusus menyerap kembali urea (70-90%) sehingga darah mengandung lebih kurang 350 mmol/L urea elasmobranchi umum. Menurut Affandi dan Usman (2002) dalam Jatilaksono (2007), secara umum dikatakan bahwa cairan tubuh golongan ikan elasmobranchi mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar dari lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan Tri Meilamin Oksida (TMAO) dari tubuh. Karena cairan tubuh yang hiperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan melalui air seni. Cairan tubuh golongan Elasmobranchi umumnya mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar daripada lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan TMAO dalam tubuh. Karena cairan tubuhnya yang hyperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya, kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan sebagai air seni. Penyerapan kembali terhadap urea di dalam tubuli ginjal merupakan upaya pula dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuhnya yang bersifat impermeabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya (Rachman, 2003). 1.7.2 Ikan Teleostei. Teleostei laut, yang mempunyai cairan tubuh hipoosmotik terhadap air laut, mempunyai mekanisme adaptasi tertentu yang bermanfaat untuk menghindari kehilangan air dari tubuhnya. Pada hewan ini, kehilangan air dari tubuh terutama terjadi melalui insang. Sebagai penggantinya, hewan ini akan minum air laut dalam jumlah banyak. Namun, cara tersebut menyebabkan garam yang ikut masuk ke dalam tubuh menjadi banyak pula. Kelebihan garam ini harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Pengeluaran dalam jumlah besar dilakukan melalui insang, karena insang ikan mengandung sel khusus yang disebut sel klorid. Sel klorid ialah sel yang berfungsi untuk mengeluarkan NaCl dari plasma ke air laut secara aktif (Isnaeni, 2006). Pada golongan ikan teleostei terdapat gelembung air seni (urinary bladder) untuk menampung air seni. Di sini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion, dindingnya impermeabel terhadap air seni (Rachman, 2003). Insang teleostei terdiri dari dua rangkaian yang tersusun atas empat lengkungan tulang rawan dan tulang keras (holobrankhia) yang menyusun sisi-sisi jaring. Insang juga dilengkapi dengan lapisan sel-sel penghasil mukus dan sel-sel yang mengekskresikan amonia dan kelebihan garam (Irianto, 2005). 1.8 Pengaruh Salinitas dan pH Terhadap Ikan. Salinitas air berpengaruh terhadap tekanan osmotik air. Semakin tinggi salinitas, akan semakin besar pula tekanan osmotiknya. Biota yang hidup di air asin harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap tekanan osmotik dari lingkungannya. Penyesuaian ini memerlukan banyak energi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk keperluan tersebut (Kordi dan Andi, 2007). Menurut Irianto (2005), pada kondisi pH rendah yang bersifat kronik, dapat terjadi gangguan kesehatan berupa terhambatnya pertumbuhan. Adapun pada kondisi pH rendah akut, ikan menjadi hiperaktif, nervous dan produksi mukus insang yang berlebihan dan pada akhirnya menyebabkan gangguan pernapasan. Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 78,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi

akan berakhir jika pH rendah (Effendi, 2003). 5.2 SARAN Diharapkan pada praktikum selanjutnya, praktikan lebih teliti lgi dalam pengamati perubahan – perubahan yang terjadi pada ikan sehingga data yang diperoleh lebih valid lagi.

RESPIRASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Respirasi Pernafasan adalah proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernafasan. Proses pengikatan oksigen tersebut selain dipengaruhi struktur alat pernafasan, juga dipengaruhi perbedaan tekanan parsial O2 antara perairan dengan darah. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan gas-gas berdifusi ke dalam darah atau keluar melalui alat pernafasan (Fujaya, 2004). Menurut Dwijoseputro (1992) pernafasan adalah suatu proses pembongkaran dimana energy yang tersimpan ditimbulkan kembali untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan. Menurut Batu (1983) respirasi berarti suatu proses yang menghasilkan energy dari oksidasi biotic. Reaksinya adalah sebagai berikut : Gas Oksigen + Gula Air + Zat asam arang + Energi Pernafasan adalah menghisap udara ke dalam paru-paru dan mengeluarkannya dari paru-paru. Udara yang dihisap tidak seluruhnya oleh paru-paru dipakai, seperti kita ketahui bahwa di dalam udara terdapat berbagai gas yang banyaknya berbeda (Iskandar, 1974). Sistem pernafasan bertugas mengambil oksigen dari udara. Setelah sampai pada paru-paru, oksigen dipindahkan ke darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam pembuluh darah, oksigen ditukar dengan karbondioksida. Karbondioksida sebagai hasil oksidasi respirasi sel dan dibawa ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh (Ayiseti, 2008). 1.2 Jenis-jenis Respirasi Menurut Batu (1983) proses oksidasi dapat dibedakan atas beberapa tipe, yaitu : a.Respirasi aerobic : dimana gas-gas atau molekul oksigen berfungsi sebagai penerima hydrogen (oxidant) b.Respirasi anaerobic: tidak memerlukan oksigen tetapi yang berfungsi sebagai penerima electron (oxidant) adalah persenyawaan anorganik c. Fermentasi : termasuk respirasi anaerobic, persenyawaan organic berfungsi sebagai oxidant (menerima electron) Pada dasarnya pengertian respirasi eksternal sama dengan bernafas, sedangkan respirasi internal atau respirasi seluler ialah proses penggunaan oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan zat sisa metabolism sel yang berupa CO2. Oksigen yang diperoleh hewan dari lingkungannya digunakan dalam proses fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP. Sebenarnya, hewan dapat menghasilkan ATP tanpa oksigen.Proses semacam itu disebut respirasi anaerob. Akan tetapi, proses tersebut tidak dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak. Respirasi yang dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak ialah respirasi aerob (Isnaeni, 2006). 1.3 Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

Rata-rata konsumsi oksigen dipengaruhi oleh aktivitas, suhu, ukuran tubuh, tingkat pada siklus hidup, musim dan waktu dalam hari sesuai persediaan. Persediaan oksigen dan latar belakang genetic. Meskipun merupakan subjek dengan kualifikasi khusus, hanya sedikit nilai rata-rata konsumsi oksigen yang diukur dibawah kondisi fisiologis yang digunakan sebagai dasar diskusi. Selanjutnya tentang faktor modifikasi (Prosser and Brown, 1961). Konsumsi oksigen bervariasi tergantung pada spesies, ukuran, aktivitas, musim dan suhu.Hewan yang berenang cepat menggunakan lebih banyak oksigen selama periode aktivitasnya daripada hewan yang istirahat. Hewan yang lebih besar menggunakan lebih sedikit oksigen daripada hewan yang kecil. Konsumsi oksigen meningkat sampai beberapa tingkat kritis kemudian menurun, tetapi banyak hewan yang dapat menyesuaikan untuk perubahan musim dingin daripada selama tahun istirahat (Royce, 1972). 1.4 Sumber O2 dalam Air Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer (sekitar 35%) dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Novotny dan Olem, 1994). Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air dapat terjadi secara langsung pada kondisi air diam (stagnant). Difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan massa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Menurut Kordi dan Tancung (2007) oksigen dalam air tambak dihasilkan melalui proses difusi dari udara yang mengandung 20,95% oksigen. Proses ini terjadi secara cepat pada selaput pemukaan air, namun berjalan sangat lambat ke lapisan yang lebih dalam. Sumber oksigen lainnya adalah fytoplankton dan adanya aliran air baru yang masuk ke dalam tambak/kolam, oksigen di dalam air dapat berkurang karena proses difusi, respirasi dan reaksi kimia (oksidasi dan reduksi). 1.5 DO (Dissolved oksigen) Apabila oksigen di dalam air terdapat dalam bentuk terlarut disebut keadaan aerob, apabila terdapat bentuk tidak terlarut tetapi berikatan lain dengan unsur seperti NO4 dan NO3 disebut keadaan anoksik, sedangkan apabila tidak terdapat sama sekali oksigen dalam air, baik yang terlarut maupun yang membentuk ikatan dengan unsur lain disebut anaerobik (Barus, 2002). Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang paling penting pada budidaya. Ikan konsentrasi oksigen terlarut dalam kolom selalu mengalami perubahan dalam sehari semalam. Oleh karerna itu pengelola kolam ikan harus mengetahui atau memantau perubahan konsentrasi oksigen terlarut didalam kolamnya (Ana, 2009). Oksigen terlarut dibutihkan oleh semua jasad hidup untuk pernafasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan (Salmin, 2008) Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang sangat vital bagi kehidupan organisme perairan, konsentrasi oksigen terlarut cenderung berubah lebih sesuai dengan keadaan atmosfer (Ahmad dan Edward, 2004). Oksigen (O2) merupakan unsur fatal dan sangat diperlukan dalam proses respirasi dan metabolisme semua organisme perairan termasuk fitoplankton atau algae, oksigen yang diperlukan bakteri pengurai untuk proses dekomposisi bagian organik (Herawati, 2000). 1.6 Mekanisme Masuknya O2 Dalam Perairan Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air terjadi secara langsung pada kondisi air dalam (stagnatif) difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan masa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Mekanisme pertukaran arus yang berlawanan sangat berguna dan 90% dari oksigen yang terlarut dalam air dapat diambil, ini lebih dari ppada 25% oksigen yang dapat diambil oleh

Urat daging corochroticod dan coroocobranchi berkontruksi menyebabkan rongga uropharyngel bertambah lebar.7 Konsumsi Oksigen Dalam Perairan Oksigen sebagai gas penting dalam kimia dan biokimiawi. katup mulut tertutup dan insang bagian luar masih tertutup.mamalia dari udara dengan paru-parunya (Rachman. 2003). Kecepatan dekomposisi meningkat pada kisaran 5oC – 35oC. 1977). Urat daging abdutor pada rahang bawah dan lengkungan insang atas dan bawahnya berkontraksi. Berbeda dengan fase inpirasi yang bersifat aktif.10 Perbedaan Organ Respirasi Ikan Demersal Dan Ikan Pelagis Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang. 2006). Secara kontinyu dekomposisi oleh hewan dan tumbuhan saat diserap untuk proses dekomposisi bahan organik (Arfiati. 1994). pasokan oksigen. Jika gerakan mackarel melebihi 0. Ekspirasi terjdi karena adanya relaktiogi otot resblima dan pengerutan dinding alveoli (Isnaeni.8 Fase Respirasi Menurut Rachman (2003) fase-fase pernafasan pada ikan dibagi 3 yaitu : 1. dkk. Kontruksi otot tersebut akan meningkatkan volume rongga dada dan menyebabkan atmosfer pun segera masuk paru-paru. 2001) Selain akibat prises respirasi tumbuhan dan hewan hilangnya oksigen diperairan juga terjadi karena oksigen dimanfaatkan oleh mikriba untuk mengoksidasi bahan organik. fase elpirasi merupakan proses pasif. 2003).4 m/detik maka gerakan memompa operculum menjadi lambat dan kalau melebihi 0. al.9 Hubungan Suhu dan Respirasi Aktivitas mikroorganisme memelikan suhu optimum yang berbeda-beda tetapi proses dekomposisi biasanya terjadi pada kondisi udara yang hangat. 2. Pada serat itu air masuk kedalam mulut bersamaan dengan penutup bagian luar menutup tekanan air yang datang dari luar. 2003). Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang.4 m perdetik maka gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada ventilasi dorong (Rachman. 1. 1988 dalam Efendi. 1. jenis bahan organik dan rasio karbon dan nitrogen (Bold. Pada kisaran suhu ini setiap peningkatan suhu sebesar 10oC akan meningkatkan proses dekomposisi dan konsumsi oksigen menjadi 2 kali lipat (Effendi. Ruang insang dipersempit oksigen kontraksi urat daging dan bersamaan dengan itu insang terbuka secara pasif. Jika gerakan mackerei melebbihi 0. Pada mamalia fase respirasi merupakan proses aktif yang terjadi karena adanya kontraksi otot inepratori (otot diantaranya tulang-tulang iga dan diafragma). Peningkatan temperatur mengurangi kelarutan gas dalam air tawar perubahan dari 50oC ke 55oC mengurangi jumlah oksigen dari 9 ml ke 5 ml (Gordon et. proses ini disebut vertilasi dorong. 3. 1. Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terlarut di atmosfer (selular 38%) dan aktifasi fotosintesis oleh pertumbuhan air dan fitoplankton (Norotry dan Olem. 2003). Oksidasi bahan organik diperairan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : suhu.6 m/detik gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada vertilasi dorong (Villee. pH. Proses ini disebut velisikasi dorong. 1988) . 1.

Menurut Effendi (2003). Akibatnya ikan menjadi hewan yang elatif mempunyai sifat stenothermal (toleransinya terhadap suhu sangat sempit). peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. peningkatan suhu menyebabkan peningkatan viskositas. Misalnya stess yang di tandai dengan tubuh lemah. Kandungan oksigen didalam air yang dianggap optimum bagi budidaya biota air adalah 4 – 10 ppm. sehingga bila ketersediannya didalam air tidak mencukupi kebutuhan biota budidaya. Karena oksigen merupakan salah satufaktor pembatas.3 Faktor Koreksi Kurangnya ketelitian praktikan pada saat perhitungan bukaan mulut menggunakan Hand Tally Counter sehingga dapat mempengaruhi hasil ketepatan data. dan selanjutnya meningkatkan konsumsi oksigen. 4. Kelompok yang memiliki bukaan mulut sedikit bahkan tidak ada pada menit-menit terakhir yaitu kelompok 1 dan 3 dengan suhu 5oC dengan jumlah 47 dan 8 kali bukaan mulut Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu pada sutu perairan maka oksigen akan berkurang. kurus dan tigkah laku abnormal. Pada suhu rendah. tergantung jenisnya. Hal lain yang menjadi faktor koreksi adalah kesalahan prosedur percobaan pada perlakuan yang tidak berurutan yang dapat menyebabkan percobaan terganggu. Kapasitas panas yang besar dari air merupakan mekanisme penyangga yang baik apabila terjadi perubahan temperatur di udara secara tiba-tiba. Ikan akan mengalami sterss manakala terpapar pada suhu diluar kisaran yang dapat di toleransi. evaporasi dan volotilisasi. Pada dasarnya suhu rendah memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi. Hal ini sesuai denga pendapat Brown (1987) dalam Effendi (2003).4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. reaksi kimia.4. 4. maka segala aktivitas biota akan terhambat. 2007). Laju respirasi terlihat tetap pada batas kelarutan oksigen 3-4 ppm pada suhu 20-30oC. suhu tinggi tidak selalu berakibat mematikan tetapi dapat menyebabkan gangguan status status kesehatan untuk jangka panjang. Menurut Kordi dan Tancung (2007). Selain itu peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan . Fenomena ini bersama dengan sifat poikilotermik atau ektotermik (suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu masa air sekitarnya) ikan menunjukkan kenyataan bahwa peranan temperatur lingkungan tempat hidupnya merupakan hal yang penting ( Kordi dan Tancung. jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pernapasan biota budidaya tergantung ukuran. Menurut Effendi (2003). PEMBAHASAN 4. tetapi suhu rendah menyebabkan sterss pernapasan pada ikan berupa menurunnya laju pernapasan dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen. suhu dan tingkat aktivitasnya dan batas minimumnyaadalah 3 ppm atau 3 mg/l. yang menyatakan bahwa peningkatan suhu sebesar 1oC akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%.4 Manfaat Di Bidang Perikanan Dengan mempelajari respirasi maka kita dapat tahu dan mengatur suplay oksigen yang tepat bagi kehidupan biota air misalnya di areal pertambakan.2 Analisa Hasil Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. Menurut Irianto (2005). akibat yang di timbulkan antara lain ikan menjadi lebih rentan terhadap infeksi fungi dan bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun. Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyeabkan peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme aquatik sekitar 2-3 kali lipat.

2 Saran Diharapkan pada praktikum selanjutnya para praktikan lebih memperhatikan bagaimana cara menghitung bukaan mulut pada saat menghitung laju respirasi supaya tidak mempengaruhi nilai kevalidan data.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1. 7. Faktor yang mempengaruhi respirasi antara lain besar tubuh ikan. 3. 6. Semakin tinggi suhu perairan maka jumlah bukaan mulut semakin banyak. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. sedangkan pernapasan ikan dalam air itu adalah pengambilan oksigen dari air dan pelepasan CO2 kedalam air. Oksigen terlarut merupakan faktor yang penting yang digunakan pada proses respirasi dalam air.kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. Digesti merupakan proses pemecahan zat makanan yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana. 1983). Pakan yang dikonsumsi oleh ikan akan mengalami proses digesti di dalam sistem pencernaan sebelum nutrisi pakan tersebut diabsorbsi yang akan dimanfaatkan untuk proses biologis pada tubuh ikan (Titik. 1964). SISTEM PENCERNAAN 1. Respirasi adalah pengambilan oksigen dan pelepasan karbondioksida. Kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2-3 kali lipat. dan selanjutnya mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen. Proses digesti memerlukan waktu dalam mencernakan makanannya. 2008). Sumber O2 dalam air dapat berasal dari atmosphere dengan cara difusi dan juga fotosintesis. Pencernaan meliputi semua proses dimana bahan makanan organik kompleks yang kaya energi dipecah di dalam sel atau jaringan tubuh (Guyer and Charles. suatu proses yang disebut pencernaan (Kimball. kharakteristik air. . 2. 5. PENDAHULUAN 1.1 Definisi Pencernaan Bahan makanan yang padat biasanya dipecah menjadi larutan berisikan molekul organik yang relatif kecil dan dapat larut sebelum dapat dipakai oleh organisme heterotrofik. 5. suhu dan metabolisme makanan. 4. Pertukaran gas (O2 dan CO2 ) berlangsung dalam insang dan pada beberapa ikan menggunakan kulit untuk bernapas. Semakin tingi suhu perairan maka konsumsi oksigen semakin meningkat.4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. KESIMPULAN DAN SARAN 5.

3 Pengertian Gastric Evacuation Time (GET) Menurut Santoso (1994) dalam Titik (2008) proses digesti memerlukan waktu untuk mencernakan makanannya. Sifatnya yang basa. Bromley (1994) dalam Galano et. dan tipe konsumen. dengan daya cerna relatif. b. Meskipun empedu tidak mengandung enzim pencernaan. empedu dan pankreas. Membersihkan toksik pada darah juga dilakukan hepar. a. Proses laju digesti dapat disebut juga dengan proses laju pengosongan lambung. Ikan yang herbivora secara sederhana dapat dinyatakan bahwa ikan itu tidak mempunyai kemampuan untuk memakan dan mencerna material lain selain tumbuhan. 1. Menurut Tyler (1976). kelenjar pencernaan disekresikan oleh organ hati. suhu. 1. a.al (1977). Menurut Bromley (1994) dalam Moyle and Joseph (1996) pengukuran rata-rata pengosongan lambung sama dengan rata-rata makan. tetapi dapat juga terdapat dalam kelenjar atau organ-organ seperti hati dan pankreas. dipengaruhi oleh tipe makanan. Ikan herbivora ini harus dapat mengekstraksi nutrient melalui ususnya yang panjang. fraksi ingesti makanan yang dicerna dan diabsorbsi disebut digestibility makanan. Oleh karena itu ikan pemakan tumbuhan cenderung memakan material tumbuhan yang lambat dicernanya. Garam empedunya mengemulsikan lemak dan memecahnya dalam bagian-bagian yang kecil dan dengan demikian membuat permukaan lemak itu lebih besar untuk kerja enzim pemecah lemak. 1997). Fungsi hepar dalam pencernaan makanan itu sendiri mensekresi bilus yang dikeluarkan dari saluran hepar menuju ke duodenum dimana lemak yang teremulsi di proses bersama enzim dari pankreas. dan lewat saluran sisnik ke dalam kantung empedu. Pankreas Pankreas dikatakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. kualitas makanan dan dampak rata-rata pengosongan lambung terhadap sejarah kehidupan ikan. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. bersama dengan sekresi dari pankreas. dkk (1984) sel-sel sekretoris biasanya merupakan bagian dari lapisan saluran pencernaan. Jadi usus ini berfungsi sebagai penahan makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang lama untuk mendapat kesempatan penggunaan penuh material makanan yang sudah dicernakan. Menurut Ville. Dikatakan kelenjar eksokrin karena hasil sekresinya melalui sistem saluran dan endokrin karena sekresi dikeluarkan menuju target organ melalui pembuluh darah.al (2003). Hati dan pankreas adalah pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. Sel hati terus menerus menghasilkan empedu. ukuran makanan. . tetapi mempunyai fungsi ganda dalam pencernaan.4 Organ Pencernaan dan Fungsi Menurut Noer dan Widowati (2007).1. Hepar menghasilkan bilus melalui duodenum dimana jika bilus yang disekresikan hepar berlebih akan disimpan dalam vesiko felea yang merupakan bentukan dari pelebaran saluran hepar. menetralkan makanan asam yang keluar dari lambung dan menciptakan pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim usus. Secara kontras ikan karnivora mempunyai usus pendek lebih khusus (Effendie. Hati (Hepar) dan Kantung Empedu Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar yang mempunyai fungsi variatif dan berbeda yaitu menyimpan hasil pemecahan karbohidrat (sebagian pada golongan cyclostomata dan ikan) dan lemak. rata-rata pengosongan lambung merupakan salah satu determinasi utama pada pencernaan makanan dan pengetahuan pada aspek ini sangat berguna untuk mendeterminasi frekuensi makanan optimal yang dipelajari dalam pengosongan lambung adalah spesies predator.2 Pengertian Kemampuan Daya Cerna Ikan Pada Makanan Menurut Gordon et.

Tetapi pada hewan lain sekresi nuclease biasanya hanya sedikit sekali. yaitu enzim lipase yang bekerja pada lipid. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara hidrolisis. pepsin. Pencernaan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus dua belas jari (duodenum) malalui katup pylorus. Menurut Iskandar (1974). enzim yang penting dalam pencernaan karohidrat . 1. Dengan bantuan mucus. tripsin dalam usus dan pankreas. Pepsin bertugas untuk menghancurkan struktur jaringan ikat makanan dan membebaskan lemak pada makanan. Enzim protease yang utama pada udang misalnya adalah tripsin dan kemotipsin. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Pada vertebrata pencernaan protein membutuhkan pepsin misalnya pada perut ikan karnivora.0 kemudian menjadi pepsin. Dalam pankreas terdapat enzim trypsin. pencernaan lipid baru dimulai pada saat bahan makanan sampai di usus. Pencernaan lemak dipermudah dengan adanya garam empedu. llipase lambung dan lipase pankreas. momogliserida.3 Proses Pencernaan Karbohidrat Menurut Isnaeni (2006). sedangkan di lambung dengan pengaruh enzim pepsin. pencernaan lipid di usus halus yang diemulsikan oleh empedu dan terjadi hidrolisis oleh enzim-enzim yang dikeluarkan pankreas. Terutama enzim lipase bekerja pada trigliserida dengan hsil akhir gliserol.4 glikosidik pada pati dan glikogen sehingga dihasilkan campuran maltosa glukosa dan digosakarida. usus halus dan usus besar.b.1 Proses Pencernaan Protein Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Enzim amylase juga disekresikan oleh pankreas.5. maitotriosa dan maliosa. Enzim ini masuk ke dalam usus melalui saluran pankreas yang berhubungan dengan saluran empedu. gliserol dan asam lemak bebas. Amylase ludah menguraikan karbohidrat dengan cara memutus ikatan 1. chymotripsin dan carboxipeptidase yang bekerja pada protein dan polypeptide.5 Proses Pencernaan (Protein.5. Amylase pankreas dialirkan ke usus halus bagian atas (duodenum. protein dan lemak. digliserida dan sedikit trigliserida yang tidak terhifrolisis kolestrol akan diesterkan dengan enzim esterase dan hidrolisis lecithin oleh enzim lecithinase.5 – 2. monogliserida.2 Proses Perncernaan Lemak Menurut Iskandar (1979). 1. kimotripsin dan erepsin dalam usus. rennin dan mucus atau lender. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. Menurut Isnaeni (2006). protein dipecah menjadi protease dan polypeptide. yang menurunkan tegangan pemukaan dan mengemulsikan tetes lemak berukuran besar menjadi butiran lebih kecil. Membran mukosa lambung menghasilkan enzim pemecah protein yaitu pepsinogen kemudian dirangsang oleh asam hidroklorida (HCl) lambung pada pH 1. Lemak dan Karbohidrat) 1. dalam Wirosaputro (1998) yang dimaksud dengan organ pencernaan adalah organ tubuh bagian dalam yang terdiri dari unit lambung. di dalam mulut tidak terjadi pencernaan protein. enzim yang bertanggung jawab dalam pencernaan karbohidrat adalah karbohidrase. 2. Menurut Tanang (1988). 1. Lipase akan menghidrolisis lipid dan trigliserida menjadi digliserida.5. Pankreas merupakan kelenjar pencernaan yang penting dan menghasilkan sejumlah enzim yang bekerja pada karbonhidrat. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas. Enzim yang merombak asam nukleat dihasilkan oleh pankreas sapi dan ruminansia lainnya. 3. pada hewan air pencernaan protein membutuhkan enzim protease sebagai katalisator. usus 12 jari) dan akan memecah pati menjadi dekstrin. asam lemak. 1. Enzim ini memutuskan ikatan glikosidik pada karbohidrat sehingga dapat dihasilkan disakarida trisakarida dan polisakarida lain yang memiliki rantai lebih pendek. empedu dan usus sendiri.

Sebanyak 85% ikan Teleostei memiliki lambung yang digunakan untuk pencernaan mekanik. Pencernaan dalam Mulut Dalam mulut makanan dihancurkan secara mekanis oleh gigi dengan jalan dikunyah. Menurut Poedjiadi dan Titin (2007). Struktur tembolok pada hewan air (pada ikan dan udang) juga digunakan untuk perncernaan mekanik. Pencernaan kimiawi melibatkan enzim (contohnya protease. sistem pencernaan makanan terdiri atas beberapa organ tubuh. 2006). Usus bermuara pada anus. 1. Ditinjau dari tempat berlangsungnya pencernaan makanan dapat terjadi di dalam sel (intraseluler) maupun di luar sel (ekstraseluler) (Isnaeni. Pencernaan karbohidrat. yaitu mulut. Pada beberapa ikan. Makanan yang dimakan dalam bentuk besar diubah menjadi ukuran yang kecil. Enzim tersebut terdapat pada hewan avertebrata dan vertebrata. 1. lipase. dihidrolisis oleh amylase. Beberapa hewan air juga mengunakan gigi dan mengoyak pakan misalnya pada ikan lele. Dalam kondisi normal reaksi berjalan lambat tetapi dengan hidrolisis dan kerja enzim reaksi kimia berjalan lebih cepat. prosesnya serupa pada hewanavertebrata dan vertebrata.adalah amylase yang bekerja pada amilum dan memecahnya menjadi maltosa dan kemudian maltoda memecahnya menjadi glukosa dengan proses pencernaan kimiawi. 2. Pada hewan air misalnya karnivora.7 Struktur dan Fungsi Saluran Pencernaan Menurut Guru Ngeblog (2008). saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). Pencernaan makanan dapat terjadi secara mekanis dengan bantuan gigi atau penggantinya (misalnya gigi parut dari bahan tanduk) dan secara kimia (dengan bantuan enzim pencernaan atau senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme). Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender. katalisis oleh sukrase. Dari lambung. 2.6 Proses Pencernaan Fisika dan Kimia Menurut Yuwono dan Purnama (2001). kelenjar disekitar mulut mengeluarkan cairan yang disebut saliva atau ludah. 1. Pencernaan selulosa memerlukan selulise yang dihasilkan oleh bakteri simbiotik. lambung pada umumnya membesar dan batasnya dengan usus tidak jelas. Amylase di sekresi dalam seluruh saluran almentase pada ikan mujaer yang memakan ikan herbivora. berdasarkan perangkat yang digunakan pencernaan pada hewan air terjadi secara mekanik dan kimiawi. terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Pencernaan dalam Lambung Makanan yang telah dikunyah dalam mulut ditelan melalui esophagus masuk ke dalam lambung disebabkan oleh adanya gerak peristaltic pada esophagus dengan bantuan mucus. tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Pencernaan protein oleh enzim protease yang terdiri atas enzim eksopeptidase dan endopeptidase. lambung dan usus dengan bantuan pankreas dan empedu. amylase) sebagai katalisator untuk mempercepat prosesnya. 1. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara . amylase disekresi dari seluruh saluran gastrointerstinal maupun dari pankreas. Pencernaan mekanik (fisika) menggunakan taring misalnya pada ikan untuk menggigit. makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan besarnya sama. Sistem pencernaan berfungsi untuk mengubah bahan makanan yang kompleks menjadi sari makanan yang sederhana agar dapat diserap oleh sel. Dari kerongkongan makanan didorong masuk ke lambung. Dari mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Selama penghancuran secara mekanis ini berlangsung.

9 Jenis Makanan Pada Ikan Menurut fungsinya. bivalvia. Sedangkan benthos adalah jenis plankton yang menetap di bagian dasar perairan (Djarijah. vitamin dan mineral akan membantu proses metabolisme. algae – metodenya antara lain menggunakan cilia menyaring amoeba. Pakan ikan alami sebagai makanan ikan adalah plankton dan tumbuhan air lainnya. ciliate. empedu dan usus sendiri.Pakan partikel besar diperoleh dengan menangkap dan menelan mangsa ikan karnivora. Menurut Maswira Webblog (2009). 1. Sebagai makanan pokok apabila sebagian besar sumber energi yang diberikan dari luar digolongkan sebagai makanan tambahan (Djarijan. 3.1 Alami Pakan ikan alami merupakan makanan ikan yang tumbuh di alam tanpa campur tangan manusia secara langsung. mengatur fisiologis membentuk enzim dan hormone karena pakan alami dapat bergerak aktif dan sehingga mengundang larva untuk memakannya. Istilah lain untuk pakan ikan buatan adalah concentrate. karbohidrat dan mineral. pakan alami sering digunakan untuk memacu perumbuhan (misal cacing sutra). pakan ikan dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu sebagai makanan utama (makanan pokok) dan makanan tambahan. .Pakan nutrient dari organisme simbiotik. Menurut Sutan Muda (2008). 1995). 1995). h) silase. gastropoda. d) Remah. g) Tepung darah. Namun istilah ini lebih memasyarakat untuk menyebut pakan unggas (Djarijah. pakan hewan air dapat dibedakan sebagai berikut : . pepsin. 1. lemak. dimana hewan memperoleh pakannya melalui . Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas.hidrolisis. plankton dapat dibedakan menjadi 3 golongan. Menurut Yuwono dan Purnama (2001) berdasarkan tipenya. f) Eater.8. c) Tepung kasar.2 Buatan Pakan ikan buatan merupakan makanan ikan yang dibuat dari campuran bahan. yaitu epiphyton (periphyton) nekton dan bentos.8 Manfaat Kandungan Pakan Ikan 1. Ephiphyton adalah jenis plankton. Plakton dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu plankton nabati (phytoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). b) Tepung halus. Tetapi menurut ekologi dan cara hidupnya. radiolarian. Bahan alami dan atau bahan olahan yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya tarik (merangsang) ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap. e) Pelet. bentuk pakan buatan ditentukan oleh kebiasaan makan ikan : a) Larutan. . Pencernaan dalam Usus Makanan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus duabelas jari (duodenum) melalui katup pylorus. herbivora. Protein berguna saat proses pertumbuhan dan pengganti sel yang rusak sebagai zat pembangun. yang hidup menempel pada benda-benda air atau melayang-layang dalam air. Nekton adalah jenis plankton yang bisa bergerak aktif. baik phytoplankton maupun zooplankton. 1995). crustacean. 1.8. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. omnivora. memiliki komposisi gizi yang baik diantaranya protein. . Pada dunia pembesaran.Pakan molekul organik terlarut diperoleh melalui uptake dari perairan sekitarnya misalnya pada vertebrata laut kecuali arthopoda. rennin dan mucus atau lendir. Lemak dan karbohidrat berfungsi sebagai pembentuk energi yang akan digunakan tubuh.Pakan partikel kecil : bakteri.

pH dan alkalinitas. Dari 10% bahan padatan isi 62. namun yang paling praktis adalah dengan menggunakan sistem segiempat pearson. Biasanya semakin banyak aktifitas ikan. Menurut Gunarso. yaitu : Tepung Ikan (45% protein) Tepung Kedelai (41% protein) Dedak Halus (12% protein) Tepung Jagung (9% protein) (Isnaini.0%. Selain itu faktor-faktor kimia yang terdapat dalam perairan yaitu kandungan O2. laju pengosongan laju digesti dipengaruhi oleh beberapa hal. Menurut Schneider dan Flatt (1975) dalam Haetami dan Sukayo (2005). dan sisanya lain-lain (Ekawati. diantaranya temperatur lingkungan dan kualitas pakan. 10% lemak. Karena serat yang terkandung dalam pakan bercampur ampas kelapa secara tidak langsung akan meningkatkan kadar selulosa dalam pakan. efisiensi daya cerna menunjukkan bahwa jumlah pakan yang dapat diabsorbsi oleh ikan semakin berkurang sejalan dengan meningkatnya ampas kelapa dalam pakan. Tingkat protein ransom 4. Kompisis Cacing tubiex terdiri dari protein 46. Chironomous dan Lumut Jaring) Pelet adalah pakan tambahan yang dicetak berbentuk butiran dan diberikan untuk tahap pembesaran. Berikut ini adalah contoh formulasi pelet : Tepung ikan 50% Tepung Kedelai 30% Tepung Terigu 13% Kuning Telur 5% Premix 2% Dalam pembuatan pelet terlebih dahulu dilakukan penyusunan ramuan.5% adalah protein.10 Komposisi Pakan (Pelet. dkk (2003).12 Faktor yang Mempengaruhi Digestibility Menurut Goenarso. maka ikan semakin banyak membutuhkan energi sehingga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan banyak. misalnya pada zoxanthele dan arthropoda. Persentase lemak dan . 1. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai kecemasan bahan kering ransom adalah : 1. CO2.11 Faktor-faktor yang mempengaruhi GET Menurut Mujiman (1984) dalam TItik (2008). kandungan lemak total pada pakan akan memperlambat proses pencernaan dan waktu kosong saluran pencernaan ikan.1%dan abu 6. 1. Tingkat proporsi bahan pakan dalam ransom 2. sedangkan cacing darah (blood warm) 90% bagian ubuh adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. Formulasi pelet bermacam-macam tergantung dari bahan dasarnya. Komposisi Kimia 3. Tubifex Kering. Dan kandungan serat yang tinggi pada pakan ikan dapat menurunkan laju tumbuh. lemak 15. dkk (2003).simbiose. Contoh : Akan dibuat ransom dengan kadar protein 30% sebanyak 250 kg dengan bahan-bahan yang sudah diketahui komposisi proteinnya.1%. Berbagai cara yang dapat ditempuh dalam penyusunan ramuan. H2S. 1. 2005). 2008).

80% dengan pakan tubifex. Dari hasil pengamatan GET. hewan memerlukan bantuan mikroorganisme yang memiliki enzim pemutus ikatan beta glikosidik. lemak 15. Sedangkan untuk nilai t yaitu tenggang waktu antara saat pakan dimasukkan hingga keluarnya feses.82% dengan pakan pelet.1% dan abu 6.5.2 Analisa Hasil 4. Sementara itu nilai digestibility terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai preentase digestibilitynya terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai presentase digestibilitynya sebesar 79. Sementara itu urutann nilai digestibility (daya cerna) pada penggunaan waktu 1 jam adalah kelompok 7 dengan nilai 99. 4. Oleh karena itu.7% dengan pakan chironomous dan terendah kelompok 1 dengan nilai 79% dengan pemberian pakan lumut jaring. Sedangkan nilai GET terkecil berada pada kelompok 5 dengan nilai GET 49 jam dengan perlakuan ikan nila diberi pakan pelet. akan tetapi karena ikan nila tidak mengeluarkan feses seingga t yang dimasukkan dalam perhitungan mencari nilai prosesntase GET adalah lama waktu pengamatan. Mineral Disamping itu perbedaan nilai bahan kering dicerna.4% dengan pakan tubifex. Tujuan dari praktikum GET itu sendiri adalah untuk mengetahui waktu pengosongan lambung sehingga diasumsikan ketika ikan nila mengeluarkan feses maka lambung ikan dalam keadaan kosong. Hal ini dapat terjadi karena cacing tubifex mengandung protein yang tinggi sehingga mudah dcerna oleh ikan.5 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pada pakan pelet 312. mungkin disebabkan karena adanya perbedaan pada sifat-sifat maknan yang diproses termsuk kesesuaiannya untuk dihirolisis oleh enzim dan aktifitas substansi substansi yang terdapat di dalam pakan. Pada perlakuan GET dengan waktu 1.9. ketiga . Hal ini sesuai dengan pernyataan Ekawati (2005) bahwa komposisi cacing tubifex terdiri dari protein 46.5% dengan perlakuan ikan nila diberi pakan jenis lumut jaring. ketiga kelompok 3 dengan nilai 97. kedua kelompok 5 dengan nilai 97.5 jam. pada hewan tidak memiliki enzim yang berfungsi untuk memecah ikatan glikosidik.80% dengan perlakuan ikan nila diberi paka alami yaitu tubifex selama 2 jam.2.7% dan kelompok 4 94.29% dengan pakan pelet. kemudian pada pakan chironomous 141.2 GET (Gastric Evacuation Time / waktu pengosongan lambung) Berdasarkan hasil praktkum GET. Kemudian pada waktu 2 jam terdapat proses digestibility yang berada di daya cerna tertinggi secara berurutan adalah kelompok 2 99. Hal ini dapat terjadi karena ikan lebih banyak menandung enzim protease daripada enzim amilase. bahwa karbohidrat yang banyak ditemukan pada dinding sel tumbuhan adalah sesulose. diperoleh nilai GET tertinggi pada kelompok 4 yaitu nilai GET sebesar 312. Hal ini sesuai dengan pernyataan isnaeni (2006). kelompok 6 dengan pakan chironomous sebesar 97.2.9 jam dengan perlakuan ikan nila (Oreochromis nioticus) diberi pakan pelet yang merupakan pakan buatan yaang telah dipenuhi komposisinya sesuai kebuuhan nutrisi pada ikan.1%.9% 4. Selulose tersusun atas komponen dasar penyusun selulosa (monomer) yang saling berikatan dengan ikatan glikosidik. hampir sebagian besar ikan nila tidak mengeluarkan feses sehingga nilai a yaitu tenggng waktu antara saat pemberian pakan dan tenggang waktu dimulainya proses pencernaan digunakan 1 jam karena diasumsikan selama kurun waktu 1 jam ikan nila sudah memulai proses pencernaan makanan dalam tubuhnya.1 Digestibility Pada pengamatan digestibility (daya cerna) terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) yang telah diberikan perlakuan ang berbeda terhadap perbedaan jenis pakan diperoleh hasil nilai digestibility (daya cerna) ikan nila tertinggi yaitu pada kelompok 2 dengan jumlah presentase sebesar 99. Sehingga ikan lebih baik dalam mencerna tubifex daripada lumut jaring. untuk mencerna selulosa.

diantaranya temperatur lingkungan dan kualita pakan. Dari 10% bahan padatan ini 62.5 jam sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada waktu 1.5 jam adalah 312. Biasanya semakin banyak aktivitas ikan. Pada perlakuan GET dengan waktu 3 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pelet 295 jam. Pada pengamatan 2 perlakuan waktu yaitu 1.5 jam adalah 47. Kemudian mulainya perhitungan waktu saat ikan makan pertama kali bisa saja kurang teliti dalam mengamati dan juga dalam proes penimbangan ikan sering terjadi kesalahan sehingga data yang dihasilkan kurang akurat. Hal ini sesuai dengan pernyataan O-Fish (2009) bahwa 90% bagian chironomous adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. maka semakin banyak membutuhkan energi sehinga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan lebih banyak jumlahnya. 4. Sementara iu cacing tubifex merupakan pakan alami yang mudah dicerna oleh ikan sehingga waktu pengosongan lambng semakin cepat.25 dan 3 jam 282.3 Faktor Koreksi Hal yang perlu menjadi koreksi pada praktikum ini adalah keadaan ikan yang seharusnya telah dipuasakan selama 3 hari.4 Manfaat Dibidang Perikanan Melalui praktikum tentang sistem pencernaan ini diperoleh beberapa mamfaat dibidang perikanan antara lain: . Hal ini dapat terjadi karena pelet merupakan pakan buatan yang telah diberi ransum atau komposisi yanng cukup dan dibuat untuk merangsang ikan menyukainya.3 Hubungan Digestibility dan GET (Gastric Evacuation Time) Hubungan digestibility dan GET adalah apabila nilai dari digestibility meningkat maka nilai dari GET akan menurun.5 jam. nilai GET pada waktu perlakuan 1. Protein nabati (asal tumbuhan) lebi sukar dicerna daripada protein hewani (asal hewan).5 jam adalah 141.5 dan terakhir cacing tubifex sebesar 42 jam. 4.2. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mudjiman (1984) dalam Titik (2008) ahwa mutu protein dipengaruhi oleh sumber asalnya serta oleh kandungan asam aminonya. Kemudian pada pakan pelet. Kemudian pada pakan tubifex kelompok 2 nilai GET 1. 4. Kemudian dalam pengmabilan feses praktikan harus jeli membedakan feses dan makanan ikan. Pada pakan chironomous nilai GET 1.4 jam/ jadi perlakuan daya cerna ikan yang terbaik pada ikan adalah pada perlakuan 3 jam. sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada perlakuan 1.5 jam dan 3 jam 141. Hal ini dapat terjadi karena tubifex dan chironomous merupakan jenis pakan yang banyak mengandung protein sehingga mudah dicerna. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mujiman(1984) dalam Titik (2008) bahwa lju pengosongan laju digestibility dipengaruhi oleh beberapa hal.5 jam dan chironmous 94.5 jam adalah 24.5 jam dan 3 jam diperoleh hasil bahwa pakan lumut jaring nili GET 1.5 jam dan 3 jam yang memilki nilai tetinggi adalah pada pemberian pakan pelet dan yang paling rendah adalah pada pakan tubifex dan cironomous.5 dan 3 ja adalah 27. Hal ini akan berpengaruh atau mempengaruhi hasil pengamatan. Hal ini dapat terjadi karena chironomous banyak mengandung protein sehingga mudah untuk dicerna dan lambung cepat kosong. Jadi berdasarkan analisa tersenut dapat diambl kesimpulan bahwa waktu berpengaruh terhadap nilai GET pada tubuh ikan.9 dan perlakuan 3 jam adalah 105 pada kelompok 4 sehingga waktu pengosongan lambung yang terbaik adalah pada perlakuan3 jam. Karena pada saat proses metabolisme ikan membutuhkan waktu yang berbeda-beda. 10 % lemak dan isanya lain-lain.5% adalah protein.pakan lumut jaring 47.33 jam. pakan lumut jaring 141. Hal ini sangat erat hubungannya dengan waktu yang digunakan dalam pengamatan. Apabila dibandingkan antara perlakuan 1.5 jam. pakan tubifex 282 jam.

pilorus. rectum dan anus 4. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Dapat mengetahui lingkungan yang baik dari pakan yang dimakan ikan untuk proses pencernaan dan pertumbuhannya. b.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum tentang sistem pencernaan yang telah dlakukan dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1.jadi hubungannya berbanding terbalik. kita dapat memberi pakan yang sesuai supaya proses pencernaannya dapat berjalan lancar. Pencernan (digestion) adalah proses perombakan makanan menjadi molekul – molekul yang sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh. 10. 11. sedangkancontoh pakan buatan untuk ikan adalah pelet. baik pakan alami maupun pakan buatan. 5. 2. usus. Dapat mengetahui macam-macam organ pencernaan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) beserta fungsinya. Organ pencernaan pada ikan meliputi lambung. 8.2 Saran Dalam praktikum selanjutnya diharapkan ikan yang akan diamati dipuasakan terlebih dahulu . Waktu pengosongan lambung sangat berhubungan erat dengan lamanya waktu isi makanan yang ada dilambung dikeluarkan atau dikosongkan. Kandungan pakan pada ikan meliputi protein. 5. Ikan kurang mampu mencerna serat kasar karena pada usus ikan tidak terdapat mikroba yang dapat memproduksi enzim amilase atau selulose. 13. Dari hasil praktikum pencernaan didapat nilai digestibilitynya yang tertinggi dimiliki oleh kelompok 2 dengan digestibility 99. sehingga memudahkan menyeleksi pemberian pakan pada budidaya ikan nila. Dapat mengetahui struktur dan fungsi saluran pencernaan pada ikan nila c. Pakan alami hewani lebih mudah dicerna daripada pakan nabati. sebab pada pakan nabati mengandung selulosa yang menyebabkan sulit dicerna. sehingga untuk melakukan budidaya ikan nila. Dapat mengetahui proses pencernaan pada ikan nila. Hubungan antara digestibility dan GET yaitu semakin tinggi digestibility maka akan semakin rendah atau sedikit waktu yang diperlukan untuk mengosongkan lambung. e. Saluran pencernaan pada ikan meliputi mulut. Faktor yang mempengaruhi digestibility antara lain jenis pakan. esophagus. Dapat mengetahui jenis-jenis pakan pada ikan. kondisi tubuh ikan. 80% arena diberi perlakuan tubifex selama 2 jam. 9. lemak dan karbohidrat 6. Nilai digestibility terendah dimiliki oleh kelompok 1 dengan digestibility sebesar 79% diberi perlakuanlumut jaring selama 1 jam. Faktor yang mempengaruhi waktu pengosongan lambung antara lain temperatur. 14. kualitas pakan. g. Dapat mengetahui kandungan pakan pada ikan. rongga mulut. Terdapat 2 jenis pakan pada ikan yaitu pakan alami dan pakan buatan 7. usus dan pankreas 3. lambung. Dapat mengetahui daya cerna ikan pada makanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga kita dapat mengetahui pakan-pakan apa saja yang memiliki kemampuan daya cerna tinggi dan daya cerna rendah. berat porsi makan dalam lambung dan berat tubuh ikan. faring.a. d. 12. Pakan alami dibagi menjadi pakan alami nabati (lumut jaring) dan pakan alami hewani (chironomous dan tubifex). aktivitas ikan. Proses pencernaan dibagi menjadi pencernaan mekanik dan kimiawi yang melibatkan enzim. f. 5.

mereka akan melakukan berbagai aktivitas (Barus. 1988). 1964). Di perairan ini terjadi dispersi yang terbesar jika tiba waktunya untuk menetap. .selama 3 hari supaya diperoleh hasil yang maksimal karena jika tidak dipuasakan akan mempengaruhi nilai data yang diperoleh. Sedangkan bagi hewan diurnal intensitas cahaya yang kuat akan memberikan reaksi yang sebaliknya. mereka menjadi fototaksis negatif dan bermigrasi ke arah dasar (Nybakken. Ikan yang hidup di dasar perairan bagian perutnya berwarna pucat dan bagian punggungnya berwarna gelap. Banyak larva yang mengapung bebas bersifat fototaksis pada tahap awal kehidupan larvanya. seperti warna merah. Perubahan warna ikan dari warna dasarnya telah banyak diketahui. 1. Ini membuat mereka terdapat pada perairan bebas yang bergerak cepat. ikan tertarik pada cahaya melalui penglihatan (mata) dan rangsangan melalui otak (pineal rigean pada otak). sedangkan hewan diurnal cenderung bersifat fototaksis positif. Umumnya hewan nokturnal bersifat fototaksis negatif. Ikan yang hidup di lapisan atas atau dekat ke permukaan berwarna keperak-perakan yang hidup di daerah pertengahan berwarna kemerah-merahan sedangkan ikan yang hidup di perairan dalam berwarna violet atau hitam. sedangkan ikan-ikan yang tidak tertarik oleh cahaya atau menjauhi cahaya biasa disebut fotophobi (ada pula yan menyebutnya sebagai fototaksis negatif seperti Gunawan. 1981) dalam Sudirman dan Achmar (2000).2 Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Effendie (1972). ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna yang sederhana.1 Pengertian dan Jenis Fototaksis Menurut Agung (2009). Dengan kata lain bahwa hewan nokturnal pada intensitas cahaya yang maksimum akan dirangsang untuk melakukan gerakan mencari perlindungan. Pewarnaan ikan laut menurut kedalamnannya dapat digolongkan menjadi tiga bagian. yang umumnya adalah ikan-ikan pelagis dan sebagian kecil ikan demersal. Dengan demikian ikan yang tertarik oleh cahaya hanyalah ikan-ikan fototaksis. Perubahan-perubahan tersebut karena perantaraan dan aktivitas pigmen-pigmen pada integumen yang mengandung sel-sel disebut kromatophore (Fuji. Warna menunjukkan partikel bentuk yang nyata. Menurut Ayodhoya (1976. Menurut Olii (2003). Warnanya bertingkat dari keputih-putihan sampai ke warna hitam melalui warna kebiru-biruan dan kehijau-hijauan. kuning. 1961). FOTOTAKSIS DAN PEWARNAAN TUBUH 1. fototaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. hijau atau warna lainnya merupakan bagian dari pewarnaan yang digunakan untuk pengaturan spesifikasi dari pola warna-warna yang belum dipadukan (Guyer dan Charles. 1985). Peristiwa tertariknya ikan pada cahaya disebut fototaksis. 2003). Produksi warna cahaya oleh variasi organ photogenic semua binatang biru ke merah (Prosser dan Frank. PENDAHULUAN 1.1969 dalam Rustidja. terdapat juga ichtyoplankton yang bermigrasi secara harian ke arah permukaanpada siang hari dan masuk ke lapisan yang lebih dalam pada malam hari dimana hal ini merupakan suatu pengecualian yang bersifat fototaksis positif. 1996).

Bagi organisme air. contoh : ikan salmon berenang di waktu siang hari dan istirahat di waktu sore hari dan malam hari. iadopsin merupakan pigmen yang paling sensitif terhadap cahaya merah. dkk. Cahaya memusatkan radopsin dengan memutuskan ikatan retinenkotopsin. intensitas cahaya berfungsi sebagai alat orientasi yang akan mendukung kehidupan organisme tersebut dalam habitatnya. hewan ini akan dirangsang untuk melakukan gerakan lokomotif untuk keluar dari tempat perlindungan yang terdapat pada bagian bawah dari bebatuan di dasar perairan (Barus. Pigmen pada batang ialah radopsin. 1. Terdiri dari protein opsin. yaitu suatu pigmen.3 Cone dan Rod pada Ikan dan Udang Menurut Kimball (1983). kerucut membuat kita dapat melihat warna-warna. Menurut Villee (1984). Arah migrasi ikan secara mudah dapat dihubungkan dengan perilaku diurnal dengan siklus diurnal cahaya matahari. 1985). yang padanya terdapat gugus protetik retinal. ikan salmon muda dan beberapa ikan tawar lain. Akan tetapi bayangan yang dihasilkan batang-batang ini tidak tajam. yaitu fovea. harus ada bahan penyerap cahaya. bagian mata peka cahaya pada mata vertebrata adalah retina. sel-sel ini kemudian membangkitkan impuls saraf.000 pada setiap milimeter persegi) di satu daerah retina. Sel kerucut mengandung radopsin. batang kira-kira ada 100 juta dalam setiap mata. Sebagian besar ikan dapat membedakan warna. . Radopsin tergabung dalam membran yang secara rapi tersusun di bagian luar batang tersebut. Pigmen ini dibentuk dari retinen dan fotopsin. reaksi yang berlangsung melalui serangkaian perantara hidup pendek menjadi rentiner dan scotopsin. suatu daerah tepat di seberang lensa. kemudian memasuki dasar lautan di siang hari (Brotowidjoyo. Agar cahaya dapat diserap. Segmen luar dari tiap batang mempunyai perluasan sistem membran sel dan sejumlah besar pigmen radopsin. orsinya dinamakan scotopin. 2003). pigmen peka cahaya pada batang dinamakan radopsin. Suatu belahan bola yang terdiri atas sejumlah besar sel reseptor yang menurut bentuknya disebut sel batang dan kerucut.4 Pengaruh Cahaya Terhadap Pergerakan Ikan Cahaya berpengaruh besar dalam orientasi migrasi ikan. atau ungu penglihatan (visual purple).1. suatu pigmen visual yang terdiri atas kromafor yang sama (retinal) tetapi proteinnya berbeda. Larva dari Bcetisthodani akan beraksi terhadap perubahan intensitas cahaya dengan melakukan gerakan lokomotif. sebuah protein yang berbeda dari scotopsin. Radopsin ialah protein yang terkonjugasi. dalam menyesuaikan warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh menjadi berwarna kombinasi antara warna latar belakang dengan warna tubuh aslinya (Dani dan Murni. Cahaya mengenai sel-sel batang dan kerucut mengaktifkan. Menurut Ganong (1983). akan berlindung di balik batu-batuan jika kena cahaya untuk menghindari adanya predator. 1985). Batang terutama dipakai untuk penglihatan dalam cahaya suram dan teramat peka terhadap cahaya. dan perbedaaan antara masing-masing terletak pada perbedaan dalam struktur opsinnya. Pada larva Ammocotus sp (lamprey/cyclostomata) pada ekornya terdapat sel yang peka terhadap cahaya (Dani dan Murni. kerucut hanya bekerja dalam cahay terang. Ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latar belakang habitatnya. Berbeda dari batang. Reaksi ikan terhadap cahaya berubah menurut phase pertumbuhannya. 1996). Pigmen sel kerucut lainnya juga mengandung retinen. Tetapi ikan tulang rawan tertentu dan gonad tidak dapat membedakan warna. Terdapat 3 jenis pigmen kerucut yang berbeda. Lagipula. Apabila intensitas cahaya matahari berkurang. Sedangkan kerucut jumlahnya sangat banyak (sekitar 15.

1. Cahaya ini mempengaruhi kerja hormon merubah keadaan pigmen. merah dan oranye Sel-sel yang khusus membeli warna ikan ada dua macam. ada yang dimulai dengan melalui matanya atau dengan lainnya misalnya cahaya. warna yang dihasilkan secara keseluruhan nampaknya lebih pucat. 1996). 1969 dalam Rustidja. pigmen pembawa warna Contoh pewarnaan schemachrome ialah warna-warna yang terdapat pada rangka.Phorphysin : berwarna merah. Biochrome. leucophore dan iridophore mengandung pigmenpigmen tidak berwarna (guanine primer). warna-warna ikan yang tersebut di atas disebabkan oleh : 1. 1. Sesuai dengan kandungan pigmen-pigmen warna chromatophore pada ikan umumnya diklasifikasikan menjadi melanophore (coklat atau hitam).Purine : berwarna putih atau keperak-perakan . Indocyte dinamakan juga sel kaca karena mengandung material yang dapat merefleksikan warna-warna di luar tubuh ikan. Perubahan warna tersebut seperti disebutkan di muka karena menyebar dan mengumpulnya butir-butir pigmen. eritrophore (merah).Carotenoid : berwarna kuning. Tetapi perubahannya lambat. Yang termasuk ke dalam biochrome ialah : . 1996). warna oleh konfigurasi fisis 2.5 Klasifikasi Warna Menurut Effendie (1972).Indigoid : berwarna biru. Paling sedikit dalam iridophore molekul-molekul dari purin teratur menyusun dalam plot-plot individu (Kawaguoi dan Kamishima. kuning hijau dan biru . iridophore (berkilau-kilauan).1969 dalam Rustidja. merah dan corak warna lain .6 Proses Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Hitching dan Falco (1944) dalam Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). Cell chromatophore terdapatnya di dalam dermis. Jika butir-butir pigmen itu sedang berkumpul di satu titik. vasion natatolia (gelembung renang).Pterine : berwarna putih. mempunyai butir-butir pigmen yang dapat dan berkumpul di dalam satu titik. dulunya mendemonstrasikan secra kimia kehadiran berlebihan dari guanin dalam integumen ikan.7 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Warna Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya.Chromdipoid : berwarna kunig sampai coklat . yaitu indocyte (leucophore atau goanophore) dan chromatopore. ada ikan yang dapat merubah warnanya. 1969 dalam Fuji. antara lain adalah guarin (keputih-putihan) sebagai hasil buang dari metabolisme. Jadi yang mengontrol . Skimuli untuk mengadakan perubahan warna. merah dan hijau . kemudian menjadi kristal-kristal besar yang tak mampu berpindah dan biasanya menumpuk dalam lapisanlapisan (Fuji. Material yang terkandung di dalam indocyte tersebut. Sedangkan apabila butir pigmen itu sedang menyebar semuanya. umumnya untuk satu warna yang khas bergantung kepada kombinasi chromatophore dasar yang mengandung satu macam warna. xantophore (kuning). warna yang terlihat lebih jelas dan bergantung kepada warna butir pigmen tod.Mebrin : kebanyakan berwarna merah dan coklat . Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. sisik dan testes. Schemachrome. Menurut Effendie (1972). kuning. tetapi pada mulanya mengandung kristal-kristal kecil dimana dapat berpindah ke belakang dan ke muka dalam sitoplasma.Flavins : berwarna kuning tetapi sering dengan fluorescensi hijau . 1. Warna schemachrome lain yang berwarna biru dan violet terdapat pada iris mata. Jadi warna-warna ini bukan disebabkan oleh butir-butir pigmen. Ikan yang mendapat kurang cahaya berwarna pucat dari ikan pada ikan yang sama tetapi mendapat cahaya dengan cukup.

Rodwel dan Mayes. Diantara substansi yang mempengaruhi gerakan pigmen dalam kromatophore adalah MSH (Melanocyte stimulating Hormon). daun-daun. Pertama ialah perubahan warna yang dikontrol oleh syaraf seperti mata. Dari pengamatan tersebut didapat hasil yang berbeda tiap kelompok. Pertama kali ditemukan karena efeknya pada sel-sel pigmen dalam kulit vertebrata tingkat terendah (Harper. 2008).2 Analisa hasil 4. habitat hidupnya berada di bawah atau didasar air yang tidak memerlukan cahaya. Dan hasil pengamatan udang galah (Machrobachium rosenbergii) hanya dari kelompok 3 saja yang hasilnya netral dan yang lainya negatif.perubahan warna ada dua macam. Berdasarkan tempat hidupnya. ikan nila bisa hidup diperairan air tawar hampir seluruh Indonesia. Jadi hasil pengamatan black ghost sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan black ghost hidupnya lebih bayak didasar kolam. Menurut Caroko. abu-abu dan hitam) aktivitas total tirosinase meningkat dengan meningkatnya aktivitas pada umumnya terjadi dalam fraksi-fraksi partikel. Menurut Sutan Muda (2007). Sedangkan perubahan warna yang dikontrol oleh hormon terjadi dengan lambat (Effendie. Dilihat dari kebiasaannya. 1977 dalam Rustidja. dan sedangkan yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif.2. Dan dari pengamatan ikan mas (Cyprinus carpio) semua kelompok hasilnya positif. karena itu udang galah banyak ditemukan ditepi perairan yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. 4. akar tanaman atau benda lainya didasar sungai. 2 dan 5 positif dan kelompok 7. sungai dan parit-parit . dll dimana perubahan tadi dapat terjadi dengan cepat. 1972). bahwa ikan mas dapat tumbuh normal jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian diantara 150-1000 m dari permukaan laut. Pada siang hari udang galah malas bergerak dan tidak tahan terhadap sinar matahari. Sedangkan pada ikan manvis (Pteriophyllum scales) hasilnya hanya kelompok 5 yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. biasanya ikan ini lebih cenderung menghabiskan waktunya didasar sungai namun masih kecil akan berenang ke atas dan ke bawah perairan dengan lincahnya (Herawaty. Menurut Nuraini (2009). dkk (2005). Jadi hasil pengamatan diatas sesuai dengan pernyataan tersebut. habitat hidupnya berada di permukaan atau atas air yang memerlukan cahaya. ikan sepat menyukai rawa-rawa. Dan sedangkan ikan sepat (Trichogaster pectoralis) hasilnya dari kelompok 1. 1996). xanthin. Pada pengamatan ikan nila (Oreochromis niloticus) hanya dari kelompok 6 dan 7 yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif dan sedangkan kelompok lainnya hasilnya positif atau fototaksis positif. Menurut Fish Stok (2008).1 Fototaksis Hasil pengamatan fototaksis didapatkan hasil pada jenis masing-masing ikan. Hormon ini dieksresikan oleh lobus medius hipofisis. Aktivitas ikan black ghost lebih banyak dilakukan pada malam hari (nokturnal) sehingga pada siang hari ikan akan lebih suka bersembunyi dibebatuan. jadi ikan nila bersifat fototaksis positif. udang galh juga bersifat nokturnal atau beraktivitas pada malam hari. Jadi hasil pengamatan ikan mas sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. Dan ikan black ghost (Apteronotus albifrons) semua hasilnya negatif. kalau udang galah hidup didasar kolam. 6 dan 4 hasilnya negatif dan sedangkan hanya kelompok3 yang hasilnya netral. danau. Menurut Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). Ikan nila cenderung senang hidup diair hangat bersuhu sekitar 280C. sebagian besar bagian integumen dorsal dari ikan mengandung tingkat tirosinase yang lebih tinggi dibandingkan dengan ventral empat varietas goldfish (putih. Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa ikan yang hasilnya positif atau fototaksis positif. Jadi hasil pengamatan ikan nila sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan.

yang menyatakan bahwa ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latr belakanghabitatnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Dani dan Murni (1985). kelihatan gelisah. terutama yang bayak di tumbuhan air.Fototaksis merupakan gerakan yang dilakukan oleh ikan karena pengaruh rangsangan .Pada saat membungkus toples yang berisi ikan dengan plastik berwarna tidak rapat masih ada celah. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Jadi manvis bersifat fototaksis negatif. bila manvis dipelihara dalam aquarium yang terlalu terang dan banyak ikannya. Oleh karena itu. Jadi ikan sepat persifat fototaksis positif.Kita dapat menyimpulkan bahwa jenis ikan apa saja yang termasuk dalam fototaksis positif dan fototaksis negatif . jadi hasilnya ada yang kurang maksimal . Dan waktu tercapat ikan sepat memendarkan warna adalah 1 menit dengan warna plastik kuning.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat dari praktikum ini pada bidang perikanan yaitu : . warna pectoral menjadi merah. 4. seharusnya saat senter dinyalakan melihat ikan dari lubang plastik yang telah disediakan bukannya dari atas.1 Kesimpulan Dari data hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : . warna perut putih kekuning-kuningan dan warna siripdan ekor kuning pucat. Dan ikan sepat yang dibungkus dengan plastik warna merah terjadi perunahan warna tubuh pink.Dapat mengetahui bahwa ikan sepat dapat memendarkan warna tergantug lingkungannya . Didalam penyesuian warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh aslinya dengan warna latar belakang. Oleh karena itu.berair terang. Sedangkan yang dibungkus plastik warna biru disekitar dekat ekor kuning terang. Menurut Iswadi (2008). biru dan merah dan sedangkan waktu terlama saat ikan memendarkan warna adalah 15 menit dengan warna plastik hitam. Menurut Purwakusuma (2007). Grafik 1 : grafik pewarnaan tubuh 4. bentuk pada warna tubuh lebih terang.2. jadi akan mengganggu ikan yang tidak dibungkus plastik dan warna plastik mempengaruhi ikan yang tidak dibungkus plastik warna . secara alami manvis hidup di perairan yang terang dan banyak tanamanya. warna tubuh bagian perut terlihat agak gelap dan pada linea lateralis ada bintik-bintik hitam.3 Faktor Koreksi Pada praktikum mengenai fototaksis dan pewarnaan ikan terdapat beberapa hal yang menjadi faktor kireksi antara lain : .Dapat membantu dalam pencarian ikan menggunakan bantuan lampu pada malam hari 4.Saat mengamati ikan terhadap cahaya. ikan bisa tampak berbeda pada kondisi lingkungan berbeda. Sedangkan yang dibungkus plastik warna kuning terjadi perubhan warna punggung kecoklatan.2 Pewarnaan Tubuh Ikan Dari data pewarnaan tubuh didapatkan bahwa ikan sepat (Trichogaster pectoralis) dibungkus dengan plastik hitam terjadi perubahan pada dorsal berwarna kuning dan terlihat lebih menyala atau terang.Saat meletakkan ikan yang dibungkus plastik warna dengan toples berisi ikan yang dibunkus plastik terlalu berdekatan. yang menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan butiran pigmen pada ikan dikendalikan oleh hormon-hormon tertentu sebagai akibat reaksi terhadap kondisi lingkungan ikan yang bersangkutan. 4.

1 Sel Darah a.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. contohnya rute asam susu asam ke hati untuk glikogenesis (Guyer dan Charles. Dan hendaklah lebih teliti dalam mengamati perubahan warna ikan agar diperloleh data atau hasil yang valid. Dan ikan nila (Oreochromis niloticus) bersifat fototaksis positif. Menurut Kimball (1983). DARAH IKAN 1. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. Bentuk “bikonkaf” yang menarik ini mempercepat pertkaran gas-gas antar sel-sel dan plasma darah. yang terletak dalam sum-sum tulang. sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. 2003). 1983).2 Komponen Penyusun Darah 1. Setelah hewan mencernakan pakannya dan mengabsorbsi molekul-molekul pakan tersebut selanjutnya mendistribusikannya ke seluruh sel-sel tubuh dengan bantuan system pengangkut.2. PENDAHULUAN 1.36 mikron (bergantung kepada spesies ikannya). leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi (Rachman. Erythrocyte dewasa berbentuk lonjong. sternum (tulang dada) dan vertebrata (tulang-tulang belakang).Ikan sepat dapat mengyesuaikan tubuhnyadengan lingkunganmya karena mempunyai pigmen indophere . Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan dalam .Pengamatan kelompok 3 mengenai pewarnaan tubuh. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira 120 hari. Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20.2 Saran Pada praktikum fototaksis dan pewarnaan ikan seharusnya saat pengamatan fototaksis cahaya difokuskan pada satu titik sehingga pelaku ikan terlihat jelas. SDM dibentuk dari sel-sel “pokok”. 1. 1964). Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. kecil.000 – 3. berwarna merah kekuningan. Darah merupakan jalan utama transportasi pencernaan bahan makanan untuk sekresi kelenjar endokrin dan sebagai rute metabolisme bermacam-macam tujuan.Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan tubuh ikan antara lain didapatkan bahwa ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan yang bersifat fototaksis positif. berdiameter antara 7 . biasanya adalah darah (Yuwono dan Purnama. 2003).000 (Rachman. 2001). dengan diameter 7. Sedangkan ikan manvis (Pterophyllum scalane) dan black ghost (Apteronotus albifrons) bersifat fototaksis negatif dan sisanya bersifat normal .cahaya . didapatkan bahan ikan sepat mengalami perubahan warna tubuh kebiruan dan ekornya terlihat kekuning-kuningan dan waktu untuk memendarkan warna sekitar 1 menit. Pada orang dewasa. 5.1 Darah Ikan Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erythrocyte. ialah plasma (Kimball. terutama dalam tulang-tulang rusuk.000. Eritrosit Erythrocyte (sel darah merah) ikan berinti.

sumsum tulang dan sel koffer yaitu oleh sel macrophage. elektrolit.Bahan terlarut .000. Monosit mempunyai fungsi makrofage.Nutrient (glukosa.Protein . karbon dioksida. trombosit.000 per kubik millimeter dalam kelompok ikan yang berbeda. keratin. 1. PO4.Gas-gas darah (oksigen. plasma darah mengandung ekitar 90% air dan berbagai zat terlarut / tersuspensi di dalamnya. nitrogen) . Jumlah sel darah merah adalah yang paling banyak dibandingkan denga unsur-unsur sel darah lainnya. yaitu tekanan darah (tekanan hidrostatik) dan tekanan osmotic koloid. yang umum. Plasma mengandung sejumlah protein yang berperan sangat penting untuk menghasilkan tekanan osmotic plasma. Jumlah sel darah putih antara 20. leucocyte besarnya lebih besar dari erythrocyte dan berinti. sedangkan lymphocyte dibuat dari kelenjar-kelenjar lymphe sedangkan dalam jumlah yang sedikit di sumsm tulang. K+.Air . dalam perkembangannya inti itu lenyap dan eritrosit berbentuk cawan bikonkaf. bersama-sama dengan sel-sel darah merah. Sebagian besar vertebrata mempunyai eritrosit berbentuk lonjong yang berinti. asidofil (eosinofil) dan basofil yang jarangpada darah ikan.2. Dalam satu millimeter kubik darah manusia terdapat 5. asam amino) . karena mempunyai daya phagocytosis yaitu mempunyai daya memakan sel-sel bakteri dan benda-benda asing lainnya. Komposisi plasma darah adalah sebagai berikut : .Senyawa protein non nitrogen (urea.000 dan 150. HCO3-. materi sampah. lemak. Mg++. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Beberapa elasmobranchi mempunyai tipe granulosit ke empat. leucocyte di hancurkan di limpa. Jumlah trombosit sekitar setengah dari semua leukosit pada ikan dan berfungsi dalam penggumpalan darah.000 sel darah merah (Ville. nutrient.suatu struktur berbentuk kantung yang disebut limpa. Leukosit agranular lebih banyak pada komponen sel darah putih dalam darah ikan. kreatinin.Elektrolit (Na+. SO4) . darah ikan meliputi beberapa tipe sel berwarna atau sel darah putih (leukosit). Banyaknya berkisar antara 5. Plasma merupakan cairan komponen penyusun darah yang memiliki komposisi sangat berbeda dari cairan intra sel.2 Plasma Menurut Isnaeni (2006). Ada 2 macam kekuatan yang bekerja dalam proses pertukaran cairan tersebut. dan permukaan yang lebih luas ini mempermudah lewatnya gas dan zat lain melalui membran plasma. Rata-rat diameternya 10 mikron. yang bentuknya seperti telur sampai bulat. Limfosit menghilang untuk diferensiasi ke dalam 2 populasi. asam urat. Diantara sel darah putih ada granulosit yang mungkin terdiri antara 4 dan 40 persen dari semua sle darah putih.000 per kubik millimeter. tetapi pada mamalia.000 – 10. Granulosit dibagi menurut reaksi staining mereka dalam neurofil. 1988). tetapi ukuran dari 24 sam pai 33 mikron ada pada ikan paru-paru afrika (Protopterus). Berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh. yang satu memproduksi antibodi dan yang lain sebagai sel imunitas. Cl-. b. Sel-sel darah putih atau leucocyte tersebut dibuat di sumssum tulang. biasanya lebih kecil. Bentuk demikian mempunyai permukaan yang volumenya sama. Volume plasma pada hewan yang memiliki sistem sirkulasi tertutup tergantung pada keseimbangan antara laju filtrasi cairan / plasma dari kapiler menuju ruang jaringan dan laju reabsorbsi filtrate tersebut. plasma merupakan cairan yang mengandung ion-ion dan molekul orgnanik meliputi protein. zat pengatur dan gas terlarut. garam-garam ammonium) . Tekanan osmotic plasma yang ditimbulkan oleh protein disebut tekanan osmotic koloid. Leukosit Menurut Iskandar (1974). Menurut Lagler et al (1977). heterofil. Juga agranular limfosit dan monosit yang oval.

Senyawa pengatur (hormone. 1974). dkk. pemeliharaan keseimbangan asam basa di dalam tubuh. vena dan capiler · Jantung · Sistem sirkulasi arteri dan vena · Sirkulasi tunggal dan ganda . kemudian.4 Fungsi Darah Darah berfungsi mengedarkan suplai makanan kepada sel – sel tubuh. selama trisemester ketiga kehamilan dan setelah lahir. sel – sel darah merah juga dibentuk dalam jumlah cukup banyak oleh limpa dan kelenjar limfe.3 Tahap Pembentukan Darah Tanda – tanda pertama yang nyata tentang pembentukan system peredaran darah ialah timbulnya suatu masa mesoderm yang pepat pada kantong yolk. pengaturan metabolisme.5 Komponen Penyusun Sistem Peredaran Darah Secara umum struktur dasar sistem sirkulasi ini terdiri atas saluran-saluran yang berhubungan (pembuluh) dan cairan yang dapat sebagai transportasi. (1985). Selama trisemester kedua kehamilan sel darah merah. yaitu pembuluh yang terdapar didaerah insang (Rachman. pada saat yang sama. Sedangkan dikatakan sistem pembuluh darah karena pembuluh darah yang membawa darah untuk sirkulasi dipompa oleh jantung bekerja kontinyu dalam sistem cardiovaskuler. elektrolit. membawa oksigen ke jaringan – jaringan tubuh. 2003). Sirkulasi dalm pembuluh limpha dan limpha merupakan sistem limpatik. 1976). 9. pengaruh suhu tubuh dengan penyebaran panas badan. transport hormone. Plasma terdiri dari air. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transfer oksigen dan system pertahanan imunologik oleh sel – sel (cell – medicted defense). semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transport oksigen dan system pencernaan immunologic oleh sel dilakukan oleh plasma dan unsur-unsur plasma. sel –sel darah menrah primitive dihasilkan dalam kantong kuning telur. sel darah merah dibentuk semata – mata oleh sumsum tulang (Guyton.unsur plasma fungsi tersebut adalah : respirasi transport oksigen dari paru – paru kejaringan dan CO2 dari jaringan paru –paru. kilit. Sel – sel permukaan dari pulau – pulau yang berbatasan. protein dan hormone. Komposisi air dan elektrolit plasma praktis sama dengan semua cairan ekstraseluler. 1. pengaturan keseimbangan air melalui efek darah terhadap pertukaran air diantara cairan yang beredar dan cairan jaringan. Daerah – daerah tubuh yang membentuk sel darah merah pada beberapa minggu pertama kehiduoan embrio. 1.jadi materi dalam pembelajaran tentang sistem sirkulasi ini dibagi atas : 1. enzim) Menurut Mayes. dinamakan pulau – pulau darah. berangsur angsur merapat dan membentuk jarring – jaring tipis. sistem cardiovaskuler dan capiler · Darah : Arteri. membawa hormone dan enzim ke oragan yang memerlukan. Pertukaran oksigen dengan air dengan karbondioksida terjadi pada bagian semipermeable. dilakukan oleh plasma dan unsur. Sel – sel yang lebih dalam memisahkan dari satu sama lainnya dan menjadi sel – sel darah (Hildebrand. (1985). pertahanan terhadap infeksi oleh sel darah putih dan antibody yang beredar. zat makanan. Dan usus untuk dibuang. nutrisi transport zat – zat makanan yang diadsorbsi. transpor metabolic 1. Menurut Mayes.. dkk. paru – paru. ekskresi transport sisa metabolism eke ginjal.

maka dari itu kebanyakan sistem peredaran darah disebut peredaran darah tunggal (Rachman. Peredaran darah ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam 1 kali peredarannya. maka jantungnya akan menampakkan aliran darah tunggal. globulin bertanggung jawab dalam berbagai fungsi terutama yang berkaitan dengan sistem kekebalan (imun) dan transport molekul tertentu. 1983). darah yang mengandung banyak zat asam menggalir di dalam pembuluh darah dorsal aorta. Di insang aorta bercabang menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gar yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. suatu sistem peredaran darah tertutup tidak selalu berarti lebih maju dari suatu sistem terbuka. darah mengalir ke anyaman kapiler dibagian badan selebihnya. tetapi dalm sistem tertutup suatu tekanan yang lebih tinggi dan dirancang lebih cepat dan mudah ditimbulkan karenadarah dibatasi oleh pembuluh dan pada ikan yang seluruhnya bernapas dengan insang. antara lain menginaktifkanatau mengeluarkan berbagai sel asing dari tubuh.7 Sistem Peredaran Darah Menurut Teddy (2008). bahwa sistem peredaran darahpada ikan adalah tertutup. darah yang terkumpul dari seluruh badan ikan masuk ke kamar berdinding tipis. anterior dan vena kordinalis posterior. 1. 1. darah selalu terdapat di dalam pembuluh darah. atlium. Dari insang.2 ruang: meliputi 1 atrium (serambi) dan ventikel (bilik) . . darah mengalir melalui sebuah katub ke dalam ventrikel berdinding tebal. 2003). 1. pertahanan tubuh dapat terjadi dengan berbagai mekanisme.6 Mekanisme Peredaran Darah Menurut Effendie (1972). Darah dari jantung keluar melalluii aorta ventral menuju insang. Kemudian darah kembali ke jantung. enkopsulasi (pembentukan selubung mengahsilkan antibody atau sensifikasi limfosit faktor homoral (aglutinin) dalam cairan tubuh juga dapat menginaktifkan benda asing (Ganong. Darah yang dari tubuh sebelum masuk ke jantung mengalir dulu ke ginjal. Sebagian menuju ke kepala dan sebagian lagi menuju ke bagian tubuh yang lain dan alat pencernaan makanan. Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kordinalis anterior dan vena kordinalis posterior (Tedy.Sinus venasus: yang menerima darah dari vena kordinalis. menghancurkan mikroorganisme pathogen beserta hasil beserta sekresinya dan menyingkirkan abnormal atau sel bermutasi (contohnya sel kanker) yang muncul mekanisme pertahanan tubuh yang dapat terjadi dengan cara fagositosis (paling primitive). sebagai contoh bahwa darah mengalir dari jantung melalui arteri ke jaringan kapiler yang menuju ke jaringan tubuh dan kembali ke jantung melalui vena. 2007) Menurut Kimball (1938).8 Pengertian Sistem Imun Menurut Isnaeni (2005). darah melalui jantung 1 kali).2. Dari kapiler seluruh tubuh memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2. temmpat kotoran hasil metabolisme kemudian mengalir ke hati terus masuk lagi ke jantung. sistem limphatik · Pembuluh limpha · Jaringan limpha (Noer dan widawati. Ketika jantung kendur. darah yang keluar dari jantung melalui ventral aorta terus ke insang. 2008). dan pertukaran bahan makanan terjadi dengan jaringan. Seperti pada semua vertebrata. jantung ikan terdiri dari . Kontraksi vertikel yang kuat mendesak darah keluar ke anyaman kapiler insang.

Sel B bertugas untuk memproduksi antibody hormonal. sebuah enzim yang di sebut tramboplastin yang di hasilkan sel – sel jaringan yang terluka bereaksi dengan kalsium dan protrambin di dalam darah. karena kinase berarti zat – zat yang mengaktifkan proenzym menjadi enzyme (Iskandar. seperti kita ketahui enzim trambin berasal dari proenzym protrambin dan di aktifkan oleh trombokinase (perkataan trombokinase yang dulu di kenal sebagai tramboplastin lebih tepat. dan jantung. sel T dan sel B secara morfologis hanya dapat di bedakan ketika di aktifkan oleh antigen (Effendie. pengambilan darah ini dapat dilakukan dibeberapa daerah dari tubuh ikan. dimana terdapat distribusi kebagian . limfosit B dan limfosit T berbeda dalam cara responnya.2. akibat reaksi kimia jalianan benang – benag yang di hasilkan membentuk lapisan pelindung. Diantaranya melalui linea lateralis. Dari keempat tempat pengambilan darah ini. darah yang mengalir mengandung CO2 dan mengeluarkan O2. antibody ini di lepaskan dalam darah dan di bawa sebagai bagian dalam fraksi gramma globulin respon antibodi hormonal ini mengurangi memerangi bakteri dan virus di dalam darah. Hal ini sesuai dengan Guyer and Charles (1964). Menurut Racoen (2007). Selain itu ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sistem peredaran darah tunggal tertutup yang artinya mekanisme peredaran darahnya berasal dari jantung dan kembali lagi ke jantung. mekanisme penutupan luka yaitu pada tubuh mulai mengeluarkan darah. melalui cavum oris mentok mencapai rahang bagian atas. limfosit lain tetap diam di sumsum tualang berdifensiasi menjadi limfosit B. lisis sel dan sel pembuluh (killed sel atau sel K )dari organisme yang menyerang. caudal peduncle.2 Analisa Hasil 4. 1974).1 Pengambilan Darah Dari hasil praktikum didapatkan hasil bahwa pengambilan darah yang dilakukan pada daerah caudal peduncle. kompleks ini nmempunyai fotositosis. darah mengandung protein fibrinogen yang akan menjadi fibrin di bawah pengaruh enzim protealis trambin. dalam plasma. yang paling baik untuk melakukan proses pengambilan darahyaitu pada dorsal aorta karena dorsal aorta merupakan percabangan utama dari insang yang sebelumnya berasal dari vena aorta. Beberapa sel keturunan dari limfosit B yang terangsang membentuk suatu retikulum endoplasmik granula rumit yang mampu mensintesis protein dan di sebut sel plasma yang mampu mensintesis antibodi yang di perlukan. 1.9 Proses Pembentukan Darah Darah akan membeku bila keluar dari pembuluh darah. 4.1. dari jantung. sel -sel baru sedang di bentuk ketika sel – sel yang rusak telah selesai di perbaharui keropeng tersebut akan mengelupas dan jatuh. dorsal aorta.dkk (1988). setelah mengelilingi seluruh tubuh yang sebelumnya mengalir ke ventral aorta ke bagian insang. antibody raspanse yang berbeda dalam peredaran darah dan mengikat secara khusus dengan antigen asing yang menyebabkan antigen asing tersalut antibody. berdiam dan berkembang di dalam kompertemennya sendiri. dan beberapa tempat lain. Menurut Admin (2008).10 Hubungan Sistem Imun Dengan Darah Sel -sel T bertangung jawab terhadap reaksi immune seluler dan mempunyai reseptor permukaan yang spesifik untuk mengenal antigen asing. 2003). Menurut Villee. Pada umumnya pengambilan darah dapat dilakukan diempat tempat yaitu linea lateralis.

Digunakan pewarna giemsa ini karena giemsa dapat memberi warna pada darah dengan jelas. dan jaraknya juga berjauhan. Hemoglobin memiliki kapasitas 15 sampai dengan 25 kali lipat kapasitas air untuk mengikat oksigen. terdapat beberapa faktor koreksi yaitu: · Kurang aseptisnya alat suntikan yang digunakan sehingga terdapat bakteri yang menempel dan mempengaruhi darah saat diamati. · Kurang keterampilan praktikan didalam pembuatan film darah tipis dengan metode smear yang akan mempengaruhi tipisnya lapisan darah sehingga sulit untuk diamati dibawah mikroskop. . Sel darah merah mempunyai jumlah yang dominan dan dalam bentuk mature dan imature. sistem imun atau kekebalan tubuh · Mengetahui proses pembekuan darah atau penutupan luka pada ikan. didapatkan hasil bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah (eritrosit) yang jumlahnya banyak.4. · Kurang keterampilan praktikan didalam pengambilan darah. dapat dijelaskan bahwa terdapat jenis sel darah merah (eritrosit).2 Pembuatan Film Darah Tipis Setelah melakukan praktikum pembuatan film darah tipis. sehingga terdapat gelembung udara pada spuit. sedangkan 99% total oksigen diambil oleh hemoglobin (Yuwono dan Purnama. Giemsa ini bersifat basa yaitu dengan pH 10. · Mengetahui komposisi darah pada ikan. Pada pewarnaan darah diberi pewarna giemsa. yaitu: · Dapat mengidentifikasi apakah ikan tersebut sehat atau dalam keadaan sakit. 2001). · Dapat diketahui organ-organ yang berperan didalam peredaran darah ikan. 4. 4.3 Faktor Koreksi Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. sel darah merah mempunyai kandungan hemoglobin yang banyak dan dapat mengangkut O2 dalam darah. sehingga bagian sel-sel pada darah terlihat jelas saat diamati dibawah mikroskop. · Mengetahui fungsi darah pada ikan untuk transportasi. · Kurang keterampilan praktikan didalam menggunakan mikroskop sehingga saat pengambilan gambar sel darah memakan waktu yang lama. Selain itu. sehingga harus mengulangi beberapa kali agar darah dapat terambil. 4. · Dapat mengetahui peredaran darah pada ikan. Hanya 1% dari total oksigen yang diambil oleh plasma darah. hal ini dapat diketahui kandungan sel darah yang lebih dominan dalam tubuh ikan tersebut.2. dan pada darah yaitu pada inti bersifat asam dan pada plasmanya bersifat basa yaitu dengan pH 7. dimana giemsa langsung masuk kedalam inti sel darah dan memberi warna pada semua sel darah. hal tersebut menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi yang sehat. Bentuk mature mempunyai sitoplasma yang besar dan inti selnya yang kecil. terdapat beberapa manfaat yang bisa diambil. Sedangkan bentuk imature mempunyai sitoplasma yang besar. Dari hasil pengamatan gambar pada mikroskop. · Mengetahui tempat pengambilan darah agar tidak terjadi kesalahan dalam penyuntikan untuk pengambilan darah.afferent branchial arteries. Pada vertebrata mengandung pigmen respiratori yaitu hemoglobin yang efisien untuk mengangkut oksigen.4 Manfaat di Bidang Perikanan Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. begitu juga inti selnya yang besar dan jaraknya berdekatan. · Kurang ketrampilan praktikan didalam mengisi Na sitrat. yang akan mempengaruhi kesehatan ikan.

KESIMPULAN DAN SARAN 5. 1. Sel saraf atau neuron. PENDAHULUAN 1. · Pengambilan darah dilakukan di caudal pudancle karena dekat dengan tulang yang mengarah ke jantung. sistem syaraf merupakan sistem yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinngi diantara sistem organ yang lain dalam tubuh. Sistem saraf merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang dapat berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi antara sel maupun organ dan dapat berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ lain serta dapat pula memproduksi hormon ( Singgih.2 Morfologi dan Gambar Ikan . 2003 ).5. lalu ke ginjal kemudian ke hati dan kembali ke jantung. Sel – sel dikatakan peka. Menurut Villee dkk. ( 1984 ). · Ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah dengan jumlah yang banyak berarti menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam keadaan sehat. · Komponen penyusun darah yaitu sel darah: eritrosit. SYARAF IKAN 1. · Darah berfungsi untuk mengedarkan suplai makanan. Sistem syaraf lebih banyak mengkoordinasi segala aktivitas yang cepat ataupun yang sulit dilakukan ikan dalam lingkungannya. Neuron terdapat pada semua hewan multisel. dan sebagai tanggapan terhadap suatu rangsangan maka gelombang eksitasi disalurkan melalui permukaannya. didapatkan beberapa kesimpulan diantaranya: · Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erytrocyte.1 Kesimpulan Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan. merupakan suatu adaptasi evolusioner untuk transmisi yang cepat dari gelombang eksitasi. 1997 ). Dengan kata lain. Sistem saraf meliputi semua tingkah laku organisme dari regulasi tak sadar pada aktivitas intraseluler untuk mengkoordinasi gerakan seluruh organisme sampai fenomena tidak tampak yang dipelajari dan ingatan (Gordon et al.1 Pengertian Syaraf Menurut Rachman ( 2003 ).suatu sifat dasar dari semua sel adalah tanggap terhadap rangsangan ( stimulus ). · Mekanisme peredaran darah dimulai dari jantung kemudian ke vena aorta lalu ke insang. kecuali spons dan secara kolektif merupakan sistem syaraf. kembali kembali lagi ke dorsal aorta lalu dialirkan keseluruh tubuh. membawa hormon dan enzim keorgan yang memerlukan.2 Saran Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan diharapkan dalam kegiatan praktikum diperlukan ketelitian dan kehati-hatian di dalam menggunakan alat dan mengolah data. membawa oksigen ke jaringanjaringan tubuh. leukosit. leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi. sistem ini ( dengan bantuan kelenjar – kelenjar buntu ) menentukan dalam dan luar melalui rangsangan dari satu tempat ke tempat lain oleh sel – sel sensoris atau sel – sel syaraf yang lain. dan trombosit serta plasma. 5.

Tubuh udang terbagi dalam dua bagian.1972). bernapas dengan insang dan bergantung kepada air sebagai medium hidupnya. Saraf pada .1. mesencephalon di bagian tengah.XVII. Badan relatif lebih tebal dan keker dibandingkan ikan mujair. Cephalothorax secara keseluruhan dilingkupi oleh cangkang yang disebut sebagai karapas. 1. 1. Telencephalon adalah pembau. mesencephalon tetap. otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka. Garis lateralis (gurat sisi di tengah tubuh) terputus dan dilanjutkan dengan garis yang terletak lebih bawah. Seluruh tubuhnya terdiri dari ruas – ruas (segment). P. 1. procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon. dan bagian posterior ticocerebrum. Mempunyai garis vertikal 9 – 11 buah. Rumus jari – jari sirip adalah D. 2007).III. mesencephalon tetap tidak mengalami perubahan.5 Gambar otak dan anatomi udang Menurut Arfiati (2004).15 . Dipandang dari sudut ilmu hayati.Ciri – ciri morfologi ikan Nila (Oreochromis niloticus) menurut Sugiarto (1988) dalam Rustidja (1996). dan bagian belakang yang disebut ekor (abdomen).18. yang diperkeras oleh bahan kapur (kalsium karbonat) (Mudjiman. otak antrophoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. Diencephalon merupakan komponen otak yang cukup penting terletak di bagian belakang telencephalon. Kepala dada tertutup oleh kelopak kepala atau cangkang kepala (carapace). Secara faal sebenarnya ikan tidak berdarah dingin tetapi hanya suhu tubuh ikan tersebut yang berubah – ubah bergantung kepada keadaan suhu sekelilingnya. Tipe sisik adalah steroid.13 . 1983). bagian tengah deutocerebrum.4 Gambar otak dan anatomi ikan Menurut Rachman (2003). V. ikan (pisces) termasuk ke dalam hewan bertulang belakang dengan ciri – ciri umumnya yaitu “berdarah dingin “ 9 (poikilothermal). mempunyai sirip. pada ikan merupakan bagian otak yang besar daripada bagian otak yang lain. Otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka.5 . 1972). Sedangkan bagian abdomennya terdiri dari 6 ruas dan sebuah ekor berbentuk kipas (Purwakusuma. yaitu bagian gabungan kepala dengan dada / toraks (disebut sebagai cephalothorax) dan abdomen.3 Morfologi dan Gambar Udang Tubuh LAT sendiri terdiri dari dua bagian.tidak berubah. garis – garis pada sirip ekor berwarna merah sejumlah 6 – 12 buah. Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah. Mata kelihatan menonjol dan relatif besar dengan bagian tepi mata berwarna putih. mesencephalon di bagian tengah dan rhombencephalon di belakang. Pada sirip punggung terdapat juga garis miring. sedangkan rhombencephalon terbagi menjadi 2 bagian pula yaitu metencephalon dan meyelencephalon (Effendie. Jadi ia tidak dapat mempertahankan suhu tubuhnya secara tetap terhadap suhu sekitarnya seperti mammalia (hewan menyusui) (Effendie. sedangkan rhombencephalon terdiri dari 2 bagian yaitu meiecephalon dan myelencephalon. yang terbungkus oleh kerangka luar (eksoskleton). mesencephalon dikatakan juga otak tengah. Pada perkembangan selanjutnya procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon.10 dan C. dan rhombencephalon di bagian belakang. A. Pada perkembangan selanjutnya. Kelopak kepala ke arah depan membentuk tonjolan runcing yang bergerigi yang disebut cucuk kepala (rostrum). Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak. adalah bentuk badan ikan nila ialah pipih ke samping dan memanjang. yaitu bagian depan yang disebut kepala – dada (cephalothorax). Kerangka luar ini terbuat dari bahan semacam tanduk (chitin).

sistem saraf antropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada sepanjang sisi ventral tubuhnya. gerakan menggeleng dan gerakan menggulung. 6. Hal ini dilakukan dengan bantuan sirip sebagai berikut : · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan menggeleng. Ganglia bagian anterior lebih besar berfungsi sebagai otak. serta berpengaruh juga pada antena kedua dari crustacean. ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. sedikit didepan pinna caudalis. Pinna analis (anal fin) adalah sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di bagian posterior anal. adalah sirip yang terletak di porterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. Selain itu juga berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman. sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver. 2. juga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip pelvik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan anal mengontrol gerakan menggulung Menurut Aquaculture (2009). letak sirip ini adalah pada dorsal tubuh. Pinna ventralis (ventral fin) adalah sirip yang berada pada bagian perut ikan dan berfungsi dalam mampu menstabilkan ikan saat berenang. system syaraf anthopoda berupa system saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. saraf pencernaan.6 Fungsi masing-masing sirip ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Pinna dorsalis (dorsal fin) adalah sirip yang berada di bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan Katina berenang bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. 1. sirip pada ikan terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan sesuai dengan letak sirip tersebut berada pada tubuh ikan yaitu 1. 4. Ganglia berfungsi sebagai pusat repleks dan pengendalian berbagai bagian. Bagian ketiga dari otak adalah tricocerebum yang menningkatkan fungsi saraf bibir bawah. Fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan. otak anthropoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak.mata melalui protocerebrun mengandung 3 pusat optic (neurofiles) berintegrasi dengan fotoreseptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behaviour).7 Fungsi Otak Pada Udang dan Gambar Menurut Emulngeblog (2008). laba-laba. dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum. Adifora adalah sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan. Menurut Anfiali (2001) dalam Dasri (2004). 3. Deutocerebrum mengirim imfuls saraf ke antena pertama pada crustacean sedang pada cellecerata (kalajengking. Pada berbagai tempat di segmen tubuh. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan maju. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Menurut GuruNgeblog (2008). 5. Pada sebagian besar ikan. bagian tengah dento cerebrum dan bagian posterior tritocerebrum. Syaraf pada mata melalui protocerebrum mengandung tiga pusat optic (neuropiles) . Pinna caudalis (caudal pin) adalah sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh ikan dan biasanya disebut sebagai ekor. ke samping dan diam (mengeram). Pinna pectoralis (pectoral vin). 1. Pada berbagai tempat di segmen tubuh.

Pada beberapa ikan yang sengaja dirusak telencephalonnya memperlihatkan beberapa gejala yang tidak beres. 2001)57. 1. syaraf pencernaan (stomato gastric nerve) serta berpengaruh juga pada antenna kedua dari crustacea. disebut pallium. bagian ketiga dari otak adalah tritocerebrum yang meningkatkan fungsi syaraf bibir bawah. Menurut Rachman (2003). linea lateralis adalah garis yang dibentuk oleh pori-pori sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan yang bersisik maupun tidak bersisik. 2001). tetapi aktivitas lainnya termasuk tingkah lakunya sedikit terganggu. Penglihatan yang kemuka digunakan untuk melihat hal-hal yang detail seperti untuk menerkam mangsa. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antenna (alat peraba). Menurut Mudjiman (1983). Pembersihan antenula berfungsi untuk menghilangkan atau memindahkan bahan-bahan terperangkap atau terselip di antara rambutrambut aestetal pada antenula. terutama kualitas air dan juga peranan dalam proses osmoregulasi. Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. tetapi gerakannya tidak utmis dan tidak sinkron antara pelucutan antenna kiri dan yang kanan. statolyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (face) yang bertangkai (Pustekkom. Linea lateralis ini berfungsi untuk mendeteksi keadaan lingkungan. pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. menghindarkan diri dari musuhnya. Deutrocerebrum mengirim syaraf ke antenna pertama pada crustacean sedang pada chellcerata (kalajengking laba-laba dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum.8 Fungsi Linea Lateralis. Pelucutan antenula dapat terjadi secara terus menerus. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan udang untuk mencari makanannya. terdapat organ yang berhubungan dengan fungsi pigmentasi pada ikan. karena penglihatannya yang kesamping itu tidak menghasilkan bayangan yang jelas melainkan hanya yang remang-remang saja. Fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya (Yuwono dan Purnama. Mata dan Otak pada ikan Menurut sakti (2008). 2001). Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nomer satu yaitu offactonis yang berhubungan fovea naralis sebagai penerima rangsang. Informasi mekanosensori yang dapat di jangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. 1. telencephalor adalah otak bagian depan sebagai pusat untuk halhal yang berhubungan dengan pembau. 2005). Pergerakan. tetapi mata ikan itu bervariasi dari ikan itu buta yaitu tidak mempunyai mata. Pelucutan antenna ini membantu sirkulasi air disekitar rambut-rambut aestetac sehingga memudahkan proses penerimaan rangsang dari kemoatraktan. Sedangkan penglihatan yang kesamping hanya digunakan untuk melihat pergerakannya saja. Informasi mekanosensori yang dapat dijangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. Pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. umumnya mempunyai penglihatan memuka yang jelas dari pada penglihatan kesamping. Sampai ikan itu dapat melihat di udara. bagian kepala – dada sebenarnya tersidiri dari bagian kepala dan .9 Fungsi Organ Pada Udang Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. Struktur mata ikan hamper sama saja dengan mata yang terdapat pada vertebrata lain. bagian atas dari telengcephalon.berintegrasi dengan fotoreceptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behavior). sehingga memudahkan deteksi perubahan air disekeliling rambut-rambut tersebut selama pergerakan. Dinding dorsal telen cephalon tetap tipis. Menurut Effendie (1972). Fungsi pemutaran antenula adalah untuk menegangkan ramburambu astelac ke dalam arus air. otak bagian depannya menjadi lebih berkembang. Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. keseimbangan dan penglihatannya tidak terganggu.

Kaki bercapit yang nomor dua menyolok sangat panjang dan besar. Pada 5 ruas berikutnya terdapat 5 sepasang kaki jalan dengan ujungnya mengalami perubahan bentuk sehingga berupa capit. maxilla I dan maxilla II.10 Sistem Syaraf Dan Fungsi Pada Ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). maxilliped II dan maxilliped III. Berdasarkan fungsinya neuron dapat dikelompoka menjadi : 1. Neuron internucial atau inter neuron yaitu yang menghubungkan antara neuron afferent dan neuron efferent Menurut Guyer and Charles (1964). Pada ruas keempat.bagian dada yang menyatu. Pada udang betina. Dalam kegiatannya. Pada ruas ketujuh. pada vertebrata. Pada ruas kedua terdapat mungut ke-1 (antennal) yang ujungnya bercabang menjadi endopodit dan eksopodit yang berupa sungut pendek dan berfungsi. Ruas ketiga terdapat sungut ke-2 (antena II) yang berupa cambuk panjang. Ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi engenal rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dalam tubuh. pleopodanya berbulu-bulu. 1. Neuron afferent atau neuron sensory yang berasal dari urea reseptor 2. ada pembesaran syaraf tangga tali yang disebut ganglia. fungsinya sebagai alat peraba. Bagian dada terdiri dari 8 ruas. Untuk mempermudah pelekatan telur itu. 2005). Neuron efferent atau neuron motor yaitu yang menuju baik berupa jaringan otot mauppun kelenjar 3. Dalam berbagai hewan air. Efekor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. Pada ruas pertama sampai ruas kelima diperut terdapat kaki renang (pleopoda). kelima dan keenam berturut-turut terdapat rahang (mandibula). pleopoda berguna untuk melekatkan telur selama dieram. Fungsi syaraf telah banyak diteliti dengan menggunakan neuron dari hewan ini. Fungsi sel syaraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsangan atau tanggapan. perasa dan pemegang makanan. Bagian ekot atau perut (abdomen) terdiri dari 6 ruas. misalnya pada cumi-cumi system syaraf tersusun dari sel-sel syaraf yang disebut neuron. karena ukuran yang cukup besar. System syaraf terdiri dari jutaan sel syaraf (neuron). Diantara uropoda terdapat tonjolan runcing ke belakang yang disebut ujung ekor (telson). Capit ini berfungsi untuk mengambil makanan. Bagian kepala terdiri dari Gruas. Pada berbagai tempat di segmen tubuh. Contohnya otot dan kelenjar. jika rangsang mengenai system syaraf akan diubah menjadi gelombang elektrokimia yang ditransmisikan sepanjang system syaraf. terutama makanan yang berupa potongan-potongan besar. pleopoda mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda). Menurut GuruNgeblog (2008). Statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. Sistem ini meliputi system syaraf pusat dan system syaraf tepi. delapan dan Sembilan. system syaraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk yan berfariasi. berturut-turut terdapat maxilliped I. sebagai alat peraba dan keseimbangan. syaraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. Pada ruas pertama terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai dan bisa digerakkan. system syaraf arthopoda berupa system syaraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. Ganglia berfungsi . Pada ruas keenam. Menurut Iqbal (2007). 1.11 Sistem Syaraf dan Fungsi Pada Udang Susunan syaraf crustacea adalah tangga tali. Ketiga macam anggota badan tersebut berfungsi sebagai alat untuk makan. system syaraf pusat merupakan sebuah struktur tubuh yang terdiri dari otak dan spinal cord disususn oleh elemen epitel khusus yang disebut sel ependymal dan meliputi cairan cerebrospinal dan meliputi cairan cerebrospinal.

1984).1 Pendengaran Menurut Villee. Rambut peraba seekor insekta merupakan suatu reseptor fisik (yaitu hanya member respon jika rambut pindah posisi. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. sedangkan cone digunakan apabila dalam keadaan cukup cahaya.12. 1. dkk (1988). suecullus dan lagela. dan jaringan dari ikan sebagian besar adalah air. krital staticae dengan sel sensori yang mirip pada linea lateralis dan tunas perasa.12.sebagai pusat reflex dan pengendalian berbagai kegiatan. organ equibibrium dan pendengaran dibagi dalam bagian superior dan bagian inferior. Gelombang suara yang sampai pada kan yang terdapat dalam air. tetapi semua aktifitas tertentu jika gerakan terhenti meskipun rambut tetep berada diposisi baru (Villee dkk.utriculus. Dengan demikian gelombang suara dengan mudah masuk dalam telinga dalam. Masalah ikan aalah menghindari supaya jangan “transparan” terhadap suara.3 Penglihatan Menurut Effendie (1972). Bayangan benda yang terjadi di retina akan dipetakan didalam testum opticus yang terdapat di dalam lobus opticus. sedangkan pada ikan air tawar pigmen tersebut namanya perphyropsin. Menurut Lagler et. Nervus maxiilo Imandibularis Persatuan 2 nervus ini membentuk nervus lymphoalis untuk selaput lender lidah dan dasar mulut. Ampulla merupakan bagian jaringan reseptor. maka terjadi potensial aksi. tetapi kecil yang disebutlagena. V) mempunyai fungs yang yang berhubungan dengan sensitifitas terhadap panas tekanan kulit.12. sensoris somatic dan pergerakan. mekanisme penerimaan rangsangan oleh reseptor cahaya secara garis besar dilukiskan sebagai berikut : Stimulus struktur tambahan sel sensoris transmisi Cahaya Mata Retina saraf optic korteks visual Tampak bahwa reseptor cahaya yang sesungguhnya terdapat pada retina. Rod yang mempunyai pigmen yang sangat sensitive terhadap cahaya yang remang – remang. Sel-sel bipolar.2 Peraba Menurut Rahman (2003). Bagian superior terdiri dari saluran setengah lingkaran dan ampullanya dan kantong seperti veside. Bagian inferior. Terdiri dari dua unsure pokok : 1. 1. cahaya yang masuk ke dalam mata setelah melalui cornea. Menurut Isnaeni (2006). Ikan mempunyai divertikulum yang homolog. lensa dan cairan bola mata. Reseptor peraba yang paling sederhana adalah rambaut peraba yang yang avetebrata. 1. nervus trigeminus ( N. Cone dan rode mempunyai pigmen yang dapat menyerap cahaya. Banyak ikan menangkap dan menghambat lewatnya gelombang suara dengan otolit yang besar dalam sakulus. struktuk penerima suara terdiri lenih dari dua vesikel. Nervus opthal micus profundus / nasiciliaris 2. sel-sel ganglion. fonoreseptor atau pendengaran adalah hal yang mengenal deteksi gelombang tekanan yang timbul. yang lain menggunakan gelembung renang sebagai reseptor awal atau hidofon.12 Mekanisme Proses Masuknya Rangsangan 1.al (1977). cone dan rode serta lapisan sel retina yang berpigmen. Pigmen yang terdapat didalam rod ikan laut dinamakan rhodopsin. Cahaya yang masuk kedalam mata setelah melalui cairan akan menyentuh syaraf optic. Reseptor berupa sel batang dan kerucut pada retna tersebut berhubungan dengan saraf optic yang ujungnya . Karena gangguan mekanis yang terjadi pada jarak tertentu.

Saat disentuh ekornya. Setiap sel pengecap. terutama untuk mengecap rasa pahit menunjukan fungsi protektif karena pada pahit dianggap sebagai pengingat akan adanya ancaman senyawa foksis potensial (Isnaeni. Dengan demikian pengenalan dan pengolahan informasi dalam tunas pengecap dilindah sangat rumit. Kemudian saat disentuh kepalanya. menunjukkan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakuan sebagai control. ikan nila menghindari sentuhan. yang merupakan sel epitel dan suatu reseptor. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nol berhubungan dengan hidung penerima rangsangan. Berdasarkan pengamatan semua kelompok. Pemberian rasa pada pengecap mungkin tergantug pada suatu sendi yang terdiri atas pola serabut silang.2. Beberapa neuron dapat berhubungan dengan suatu sel dan yang lain dengan sejumlah sel. pada vetebrata tingkat rendah. 1.12. Otak bagian depan menjadi lebih berkembang. membelok menghindari sentuhan. dorsal iakan nila turun.2 Analisa Hasil 4. 2006). dkk (1988). sirip dorsal mengkerut. 1. Kemudian saat diberi . 4.1 Keseimbangan Tubuh Ikan Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Berkas-berkas ini tidak bermyelin.gerakannya naik turun atau lebih lambat. yaitu setiap reseptor member respon pada lebih dari satu zat kimia. Setelah disentuh linea lateralis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut. menghindari sentuhan. Kemudian saat diberi perlakuan dengan ditusuk matanya menujukkan responnya lambat. Saat disentuh kepalanya. Beberpa sel pengecap peka terhadap dua atau lebih kelompok rasa. Menurut Effendi (1972).4 Penciuman Menurut Rachman (2003). Setelah disentuh dorsal. ikan nila menjauhi rangsangan. nervus olfactorius (NI) mempunyai fungsi berhubungan dengan bau-bauan. indra pengecap terdapat pada sejumlah bagian mulut dan faring dan bahkan di beberapa jaringan kulit kepala. Lalu saat semua sirip dipotong. ikan nila terkejut. telencephalon adalah otak bagian depan dengan sebagai pusat yang berhubungan dengan dengan pembau. sehingga jumlah pola pesan yang dikirim ke otak untuk tiap cairan beda. Terdiri dari axon-axon sel indra pembau yang berkumpul menjadi berkas dengan naa fil olfactorius. sirip-siripnya bergerak cepat. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan hidung untuk mencari makanannya. Hubungan – hubungan ddengan sel syaraf adalah kmplek. berkas ini menghubungkan sel-sel pembau dengan bulbus olfactory.12. karena setiap sel pengecap dilayani oleh lebih dari satu neuron. saat disentuh linea lateralisnya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut dan menghindari sentuhan. Kemoreseptor yang bersifat umum yang terdapat pada semua hewan adalah reseptor pengecap. sirip dorsal naik. pada permukaannya mempunyai mikrovilus yang segaian menjulur ke kedalam suatu pori kecil yang berhubungan dengan cairan yang membasahi permukaan lidah. tetapi tidak ada dua reseptor yang benar-benar sama. gerakan ikan nila tidak seimbang atau oleng. Lalu saat disentuh sirip caudalnya. ikan melemah. Saat disentuh sirip dorsalnya.agar dapat berfungsi optimal. sel reseptor di retina memerlukan strujtur pendukung berupa mata. ikan nila menghinda.bersinaps dengan pusat penglihatan yang berada di korteks otak. ikan nila menghindari sentuhan.5 Pengecap Menurut Villee.

Hal ini sesuai dalam Rachman (2003). Lalu saat semua alat geraknya dipotong. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) antenanya bergerak dan mendekati arah datangnya suara. udang galah tidak menunjukkan respon. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. Kemudian saat diberi rangsangan berupa sentuhan. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat diberi rangsangan karena sirip yang memberikan kendali terhadap pergerakan ikan sudah tidak berfungsi lagi. 4. 2005). menunjukan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakukan sebagai kontrol saat diberi rangsangan berupa suara. Saat diberi rangsangan. lalu diberi rangsangan berupa suara kaki renangnya bergerak. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). tidak menunjukkan respon sama sekali saat diberi sentuhan.perlakuan dengan dipotong semua siripnya. namun kurang luas untuk mengamati gerakan ikan dan udang. gerakan mengoleng dan gerakan menggulung. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat dibei rangsangan. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem.3 Faktor Koreksi Dalam praktikum system syaraf terdapat beberapa hal yang menjadi factor koreksi yaitu: Ikan Nila (Oreochromis niloticus) diusahakan tidak dalam kondisi stress sehingga proses pengamatan bisa optimal Ketidaktelitian praktikan delam mengamati perubahan gerak pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) dapat mempengaruhi hasil pengamatan sehingga data yang diperoleh tidak valid Toples menang mempermudah pengamatan karena permukaan kaca cembung.2 Reaksi Syaraf pada Udang Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. jaga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip peluik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan sirip anal mengontrol gerakan menggulung. udang galah menghindari sentuhan. 4. antenna dan antenula. ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). Berdasarkan pengamatan semua kelompok. saat diberi perlakuan sebagai kontrol yaitu diberi kejutan berupa suara. dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. Lalu saat diberi rangsangan berupa gelombang antenanya bergerak dan melawan arus. statocyst (alat keseimbangan). hasil pengamatan semua kelompok menunjukkan bahwa gerakan ikan nila menjadi tidak seimbang atau oleng. Kemudian saat diberi perlakuan dengan capitnya dipotong. fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya. Sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) kaki renang dan antelanya bergerak. Saat diberi rangsangan berupa gelombang. Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali.2. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) selalu bergerak. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menjadi tidak seimbang atau oleng. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. kaki renang dan capitnya bergerak dan saat diberi sentuhan udang galah loncat ke belakang. Jadi saat semua siripnya dipotong. . Menurut Yuwono dan Purnomo (2001): · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan mengoleng.

KESIMPULAN DAN SARAN 5.4. Mereka mungkin terbentuk dari kelenjar yang . 5. 2007). PENDAHULUAN 1. ENDOKRINOLOGI 1. dorsal. dan ekor cenderung bergerak menghindari karena merasa ada bahaya yang mengancam dirinya. Aktivitas ini dikoordinasi oleh system saraf yang ada pada bagian-bagian tersebut v Sirip-sirip ikan dan linea lateralis merupakan bagian-bagian yang menyusun sitem keseimbangan tubuh ikan v Ketika diberi perlakuan dengan sumber bunyi arus dan sentuhan udang cenderung menggerakkan bagian-bagian tubuhnya seperti antenula dan kaki karena mengandung jaringan syaraf untuk berkomunikasi dengan lingkungan. Syaraf otonom dikendalikan oleh simpatik dan para simpatik v System syaraf pada ikan lebih lengkap atau komplek daripada system syaraf pada udang v Bagian otak ikan ada 3 bagian yaitu otak tengah. Menurut Gordon. Sel endokrin menyebar di seluruh tubuh.1 Kesimpulan Dalam praktikum syaraf dapat disimpulkan bahwa: v Sistem syaraf merupakan system yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinggi diantara system organ yang lain dalam tubuh v Sistem syaraf ada 2 macam yaitu syaraf otonom dan syaraf pusat. dan otak belakang. Sistem endokrin bukan unit struktural.1 Pengertian Endokrinologi Sistem endokrin suatu sistem yang mempunyai peran dalam sekresi hormoon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh (Noer dan Widowati.al (1977). Ia tidak seperti sistem saraf yang dibangun berdasarkan susunan tingkat khusus. Tempat ikan dan udang diharapkan lebih luas agar pengamatan mudah. 5. syaraf pusat dikendalikan oleh otak dan sumsum tulang belakang. dipotong. dan diberi kejutan suara. otak depan. et. sistem endokrin itu sendiri juga beraneka ragam dan heterogen. berdasarkan pada neuron sebagai unit fundamental. Sedangkan pada system syarafnya tangga tali v Mekanisme jalannya implus saraf adalah rangsang ke reseptor ke otak kemudian ke efektor dan selanjutnya ke interneuron v Ikan yang disentuh bagian linea lateralis.2 Saran Pada praktikum FHA materi syaraf diharapkan praktikan lebih teliti pada pengamatan ikan dan udang yang telah disentuh.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang bisa diambil dalam praktikum system syaraf adalah Dapat mengetahui mekanisme syaraf pada ikan dan udang Dapat mengetahui bagian-bagian tubuh pada ikan dan udang beserta fungsinya Udang yang dipotong matanya bisa mempercepat proses kematangan gonad Dapat mengendalikan gangguan-gangguan lingkungan sekitar terhadap kehidupan ikan nila dan udang galah. kepala.

Tiap jenis hormon disekresi secara khas oleh sel-sl tertentu yang merupakan kelenjar endokrin (Villee. 1996). Sistem ketiga untuk mencapai pengaturan dari dalam produksi hormon digambarkan dalam hubungan antara TSH dan Tiroksin 1. Konsentrasi ion gula.menghasilkan satu sampai beberapa hormon atau muncul sebagai jaringan atau sebagai sel individu. 1988) Menurut Rachman (2003). pertumbuhan organ maupun tubuh. Karena hal tersebut. Mesenjer (pembawa pesan) kimiawi yaitu hormon. bahkan mengatur kontraksi otot bergaris. 1. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui siatem pembuluh. 2006). Pada ikan kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar endokrin yaitu hypophysa(pituitary). pipituitari dan adrenal hanya berfungsi dalam ssekresi hormon dan merupakan kelenjar tak bersaluran yang sebernarnya. 1980 dalam Rustidja. 1988). badan stanius dan organ pineal.. secretin. Paling tidak ada tiga mekanisme yang dipakai oleh hormon untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh.a air dan berbagai garam dalam (ES dipertahankan dalam batasan sempit olh aksi hormonal. Kelenjar tiroid. Kelenjar endokrin mengeluarkan ormon ke dalam aliran darah dan bukan ke dalam saluran yang menuju ke luar tubuh atau ke dalam salah satu organ internal seperti halnya kelenjar eksokrin. badan stanius dan organ pineal. respon sustu kelenjar terhadap kadar zat yang diatur mungkin menjadi lambat. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui sistem pambuluh. Menurut Kimball (1983).2 Kelenjar Penghasil Hormon Menurut Effendie (1972). Sistem endokrin juga memegang peran penting dalam pemeliharaan lingkungan dalam yang tetap. Sistem endokrin disebut juga sistem kelenjar buntu yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusu untuk mengeluarkan skretnya. Hormon merupakan suatu bahan kimia yang disintesis dari sel-sel maupun jaringan kelenjar endokrin. jaringan chromaffin. dkk. paratiroid. kelenjar itu sering disebut kelenjar sekresi internal. pulnu Langerhans dalam pankreas dan jaringan internal. Hormon yang dihasilkan kelenjar tadi mempunyai sifat sebagai pengatur kimiawi terhadap jaringanjaringan atau sel-sel somatis tertentu di dalam pembuluh. Hormon yang dihasilkan berperan dalam berbagai hal antara lain. Sekret dari endokrin dinamakan hormon (Isnaeni. 1. mengatur keseimbangan cairan tubuh.5 Reproduksi Buatan . otot polos maupun otot jantung (Noer dan Widowati. Padaikan. 2007). mengatur perkembangan organ kelamin primer.. merupakan sistem endokrin yang bersama-sama dengan sistem saraf. Jaringan-jaringan lain yang mengkin berfungsi sebagai kelenjar endokrin ialah renin. pertumbuhan perkembangan seksual dan metabolisme adalah tiga proses tubuh dalam pengendalian sistem hormon yang eraksi secara terhadap sepanjang waktu. jaringan chromoffin.4 Hormon dan Fungsinya Hormon adalah suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit olaeh sel-sel endokrin ke dalam cairan jaringan atau sistem vaskuler (Junquiera dan Carneiro. thyroid. secretin. memadukan aktivitas organ-organ dan jaringan hewan multi sel yang kompleks. dkk. Pankreas mensekresi enzim pencernaan melalui saluran dan hormon yang dibawa oleh darah (Villee. gonad. ultimobranchial. sel-sel gamet dan ciri seks sekunder. berperan dalam metabolisme zat-zat makanan. Sekresi beberapa hormon secara langsung dikendalikan oleh kebutuhan akan hormon tersebut Dalam beberapa kasus. ulltimabranchial. kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar yaitu hypophysa (pituitary) thyroid.

1. Energi yang dihasilakan akibat dari sinar laser berkekuatan 5 nW dengan panjang gelombang 632. fertilitas. Menurut Masrizal dan Azhar (2005). penggunaan atau penyuntikan kelenjar hipofisa ayam boiler dalam teknik hipofisasi dapat mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan prosentase ovulasi. Untuk ikan mas. Dosis yang diperlukan dapat ditentukan berdasarkan lingkar badan dengan selang pemberian dua atau tiga kali. menyatakan bahwa perubahan jenis kelamin secara alami adalah perubahan kelamin yang disebabkan oleh faktor lingkungan dengan bawaan genetiknya tidak berubah. 1964). di lepas ke dalam bak pemijahan kemudian bak pemijahan ditutup rapat pemijahan akan terjadi pada malam hari 8-12 jam setelah penyuntikan Menurut Sunarma (2007). benih sel mulai beraktivitas dan mengalami proses maturasi yang melibatkan sel selanjutnya yang hasil akhirnya memproduksi gamet fungsional. 1989). pada betina ova (bentuk tunggal ovum) hasil dari oogenesis.6 Proses Maturasi Pada Pemijahan Ikan Secar Alami Dan Buatan Organisme dewasa (matang). media fertilisasi diusahakan tidak terlalu banyak. daya tetas telur serta survival rate larvae ikan lele dumbo sampai umur tiga hari. 1. 1982 dalam Rustidja. untuk sselanjutnya menggertak hipothalamus untuk memproduksi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dengan dilepaskannya Gnrh ini akan merangsang hipofisa anterior untuk mengeluarkan hormon gonadotropin. hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan merangsng ovarium dapat mendorong pengeluaran telur oleh ikan tersebut (Rustidja. cara penyuntikan dan pelepasan induk antara lain: induk disuntik pada siang atau hari kelenjar hipofisa yang telah disiapkan yang telah disiapkan. setengah disuntikan pada induk jantan dan setengahna lagi pada induk betina penyuntikan dilakukan pada bagian punggung dengan memasukkan jarum suntik mirng 45 0 sedalam kurang lebih 2 cm induk yang telah disuntikkan.7 Keunggulan Hipofisasi Pematangan gamet pada induk jantan dan betina dapat dilakukan melalui penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa. 2000). sehingga dapat diperoleh individu berjenis kelamin yang diinginkan. 2000). Sedangkan perubahan jenis kelamin buatan merupakan suatu upaya untuk mengubah jenis kelamin dengan menggunakan hormon steroid sebagai perangsng. penyuntikan hormon dilakukan untuk merangsang terjadinya peningkatan proses fisiologis reproduksi akibat adanya peningkatan jumlah hormon dalam tubuh. 1. selang penyuntikan pertama dengan kedua berkisar 6 sampai 8 jam (Woynorovich dan Horvart. Gametogenesis secara umum diartikan mekanisme produksi gamet pada hewan (Guyer and Charles. agar dapat memberi peluang lebih besar kepada spermatozoa memasuki telur (Rustidja. Pada jantan proses tersebut disebut spermatogenesis dan gamet disebut spermatozoa (bentuk tungglanya sprma ).8 nm selama 6 detik pada suatu titik penembakan yaitu 216 bagian ventral tubuh ikan dengan frekuensi penembakan satu kali dalam seminggu adalah 5 mW x 6 detik x 1 titik =30 mW atau 0.030 joule. Secara prisip penambahan hormon dapat dilakukan baik melalui penyuntikan maupun . hanya karakter kelaminnya saja yang berubah. tingkat kematangan.8 Teknik Penyuntikan Menurut BPBAT (2007).Fertilisasi secara buatan mengupayakan bagaimana telur dan spermatozoa dapat bertemu dengan kondisi yang baik. Yatim (1983) dalam Rustidja (1998).030 w detik =0.

cara untuk mendapatkan telur dan spema segar bbiasanya menggunakan teknik penyuntikan dengan kelejar hipofisa. Metode penyuntikan lebih umum digunakan baik penyuntikan melaui bagian punggung (intra-muscular) ataupun melalui bagian perut (intra-peritonial). Pada dasarnya. Kelenjar hipofisa ini terletak di bawah otak sebelah depan. Namun mengingat banyaknya organ dalam yang mungkin terganggu saat penyuntikan dilakukan penyuntikan inta-muscular lebih banyak digunakan. Ikan donor sebaiknya masih satu jenis dengan resipien atau masih dalam satu family masih dalam keadaan segar (mati tidak lebih dari 1 jam). Apabila tidak ada cPG bening maka dapat digunakan cPG belum yaitu langsung mengambil kelenjar hypofisa ikan mas dengan rasio perbandingan berat antara ikan donor dengan resipien adalah 1:1 atau 2:1. yaitu perbandingan antara berat gonad segar (garm) dengan panjang iakn (mm). serto dalam keadaan sehat (Sumantadinata. 1981). Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan penyuntikan. Menurut Milne (1999) dalam Muslikhin (2008).9 Teknik Hipofisasi Menurut Rustidja (2006). hipofisasi merupakan salah satu teknik untuk mempercepat pemijahan ikan melalui injeksi kelenjer hipofisa. Hipofisasi dapat dilakukan dengan menyuntikan suspensi kelenjar hipofisa pada tubuh ikan yang akan dubiakkan. menggunakan perbandingan lain yaitu perbandingan antara berat gonad segar (gram) dengan panjang ikan (mm) dan menamakan indeks yang didapat “Gonado Index” (GI) dengan perumusan: . 1. artinya 1 kg ikan donor hypophysanya dapat disuntikan ke ikan resipien yang beratnya 1 kg atau untuk 1 kg ikan yang akan disuntikan membutuhkan 2kg iakn donor. masukkan hormon dengan menekan spuit secara perlahan hindari adanya stres belebihan pada ikan dan cabut jarum suntik secara perlahan guna menghindari adanya pengambilan hormon keluar tubuh. 1. diantaranya gunakan jarum suntk yang tajam (jika memungkinkan gunakan single use syringe). Bats (1972) dalam Effendie (2002). Penyuntikan dilakukan secara intra muscular. 1. Ikan resipien yang akan disuntik sebaga ikan yang akan dipijahkan harus sudah matang telur bagi yang betina dan matang sperma bagi yang jantan.yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50 % untuk penyunikan kedua dari total dosis dengan selang pemberian 8 jam.11 GI Perbandingan lain yang dapat digunakan untuk menentukan nilai indeks kematangn gonad adalah “ Gonado Index” (GI) oleh Balts (1972) dalam Wahyuningsih dan Teranal (2006). mengansung hormon gonadotropin yang berfungsi untuk mempercepat ovulasi dan pemijahan.setelah cPG tersedia diambil dan digerus dengan penggerus BELUM sampai halus. Dosis yang digunakan untuk jenis ikan mas adalah 4 mg ePG kering 1 kg berat tubuh untuk betiana dan separuhnya untuk ikan jantan yaitu untuk mendapatkan sperma yang segar. ikan donor adalah ikan yang akan diambil kelenjar hipofisanya. sudah matang kelamin dan bukan ikan yang baru selesai memijah. dilakukan penyuntikan pada daerah yang memiliki daging tebal untuk menghidari penyuntikan terkena tulang.10 Syarat Ikan Donor dan Resipien Menurut Sumantadiata (1981). semakin dekat posisi penyuntikan dengan organ target (gonad) peluang keberhasilan semakin besar. dengan menggunakan rumus : Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati Harga satuan sehingga mudah melihat dan mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi. Ikan yang sudah dihipofisasi ini kemudian dimasuukan ke dalam bak.melalui oral. ditambahkan NaCl fisoilogis 9% atau dapat juga menggunakan cairan untuk infus (dengan ukuran 1 mm setiap mg kelenjar hipofisa) kemudian dicampur sampai homogen dan siap untuk disuntikkan.

perubahan-perubahan keadaan gonad itu dinyatakan dengan tingkat kematangan gonad (TKG). Berdasarkan penelitian.13 Tingkat Kematangan Gonad Menurut Sjafei. secara kuantitatif dinyatakan dalam GSI atau “Gonado Somstic Index” yang dinyatakan dalam rumus : GSI = (BG)/ (BT-BG) x 100% Dimana : BG = berat gonad BT = berat tubuh 1. di daerah bermisim empat. Tetapi di daerah tropik faktor suhu secara relatif perubahannya tidak besar dan umumnya gonad dapat masak lebih cepat. apakah ikan sudah memijah atau belum. Menurut effendie (1978) dalam Rustidja (2000). diameter telur di dalam ovari mempunyai kisaran ukuran tertentu dan adaukursn diameter yang paling banyak frrekuensinya. menggunakan “Gonado Index” dengan rumus Gonado Index (GI) Wg/L3 x 107 . 1. kemudian induk tersebut diambil dengan ditimbang. sebelum terjadi pemijahan.2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan sebagian besar kelompok menyatakan kondisi ikan . Pematangan kematangan gonad dilakukan dengan 2 cara yang pertama cara histologi dan dilakukan dalam laboratorium atau dilakukan di lapang. satuanya gram. dkk. ukuran atau umur ikan pertama kali mijah. kenapa terjadi pemijahan. Satuan GSI adalah Persen/ untuk mencari GSI dengan menggunakan rumus : GSI = Wg/WT-Wg x 100% Dimana : Wg = berat gonad (gram) Wt = berat total tubuh (garm) Nilai persentase GSI akan semakin meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat akan terjadi pemijahan . Keterangan tentang kematangan gonad ikan diperlukan antara lain untuk mengetahui perbandingan ikan yang matang gonad dan yang belum dari stok yang ada dalam perairan. satuannya gram. semakin besar diameter telur di dalam ovari. beberapa lama saat pemijaha. Semakin tinggi tingkat kematangan gonad. pada setiap tingkat kematangan gonad (dari TKG sampai dengan TKG V) tertentu. (1993). GSI (Gonado Somatic Imdex ) ialah perbandingan antara berat gonad dengan berat tubuh ikan nila. Menurut Jayatisoka. faktor utama yang mempengaruhi kematangan gonad ikan antara lain adalah suhu dan makanan. kemudian berat gonad akan menurun dengan cepat selama pemijahan sampai selesai. Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati harga satuan sehingga mdah melihat dan mendekati perubahan-perubahan yang terjadi.Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 . Tantan dalam Effendie (2002). selanjutnya dilakukan pembedahan dan bagian perut dan gonadnya dikeluarkan dan ditimbang. sebagian besar energi hasil metabolesme dipakai untuk perkembangan gonad. 4. dkk (1988). Untuk mengetahui perubahan yang terjadi di dalam gonad. beberapa kali memijah dalam satu tahun dan sebagainya. Berat gonad akan mencapai maksimum pada saat ikan akan memijah. dalam meneliti perkmbangan gonad kan kerapu (hermaprodit) Ephinephelus taurina (forskal) dari pulau Tiomar dan Serawak di Perairan laut Cina Selatan.12 GSI Menurut Rustidja (2000). Cara mendapatkan yakni setelah induk ikan betian matang gonad.

air bening dan genital kemerahan. Hal ini sesuai Rustidja (2000).Kesalahan dalam melakukan prosedur kerja sehingga menyebabkan tidak terbentuknya endapan pada larutan Na Fis + hypofisa . intraperitorial (di perut) di tempat ini dikhawatirkan hipofisa terkena organ-organ dalam pada perut.Kurang teliti dalam melakukan penyuntikan hypofisa. lubang genital pucat. Pada praktikum terdapat beberapa penyuntikan hipofisa antara lain intramuscular (di otot) pada otot terjadi aliran darah maka hipofisa dapat disalurkan ke otak. intracranial (di otak) dibagian ini sangat cepat merespon tetapi mempunyai resiko paling besar karena berhubungan langsung dengan sistem syaraf.95% sudah siap memijah daripada kelompok lainnya. air aquarium jernih. Hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan meransang ovarium mengeluarkan hormon steroid yang merupakan mediator langsung proses pemijahan. kepalanya bulat. sehingga akan mempengaruhi kecepatan reaksi hypofisa terhadap kematangan gonad 4.setelah disuntik hipofisa (pada awal pengamatan). alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakkannya lincah. warna tubuh ikan semakin pudar dan kehitaman.95% dan nilai Gsi terendah pada kelompok 2 sebesar 53.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum endokrinologi dibidang perikanan antara lain : . penyuntikan dilakukan secara muscular. Menurut Rustidja (2000).Kurang telitinya dalam mengamati tingkah laku ikan . nilai prosentase GSI akan meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat terjadi pemijahan. induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. Nilai GSI dan GI sebanding lurus. Pada kelompok 3 pada awal penyuntikan hipofisa pada ikan diketahui warna tubuh pucat. Berdasarkan hasil perhitungan kelompok 3 didapatkan hasil GSI 6. Menurut Rustidja (2000). Sedangkan pada akhir pengamatan (setelah 12 jam disuntik hipofisa) ikan banyak mengeluarkan feses.Dapat mengetahui teknik pengamatan gonad .75%. yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50% untuk penyuntikan kedua dari total dengan selang pemberian 8 jam.Kurang teliti dalam perhitungan GI maupun GSI . menyatakan bahwa klasifikasi indeks gonad ikan kerapu betina: 4. Jadi kelompok yang memiliki GSI yang tinggi seperti kelompok 5 yaitu sebesar 17. perut melembek. Hasil GI yang didapatkan 12 dan menurut Effendie (1997).Hypofisa yang berukuran kecil terkadang dapat terlewatkan atau bocor duluan karena cara pengambilan tidak tepat . sisik mengelupas. perut ikan besar. sisik mengelupas. Jadi ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa yaitu gonadotropin.26 dan nilai GI terendah pada kelompok 2 sebesar 9. Sesuai pendapat Usniarie (2008). berperut tipis. dan lubang genital pucat.Pembuatan supernatan tidak secara maksimal .26% dan nilai GI tertinggi pada kelompok 5 sebesar 53. Dari hasil pengamatan endokrinologi yang telah dilakukan. ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hypothalamus dengan dilepaskannya GnRH ini akan meransang hipofisa anterior untuk mengeluarkan gonadotropin hormon.3 Faktor koreksi Pada praktikum endokrinologi ini terdapat faktor koreksi antara lain : . perut lembek. warna genital kemerahan dan pergerakan lincah. Setelah disuntik hipofisa warna tubuh semakin pudar kehitaman. dapat diperoleh data GSI sebagai berikut GSI tertinggi adalah kelompok 5 sebesar 17. Ikan yang sudah dihipofisa ini kemudian dimasukkan ke dalam bak. warna tubuhnya pucat.78. perut besar. pergerakan lincah.

dalam keadaan segar.2 Saran Sebaiknya dalam proses pembelian ikan dicek terlebih dahulu jantan-betinanya agar tidak salah dan data hasil pengamatan bisa lebih valid.55%. 6.94 gr/mm³. dan 23. 11. ukuran dan fisiologi individu. daya tetas telur serta survival rate larva ikan.26 gr/mm³. Syarat ikan donor adalah masih satu jenis dengan ikan resipien atau masih satu family. mengeluarkan lendir. Syarat ikan resipien yaitu sudah matang telur atau sperma dan dalam keadaan sehat. fertilitas. 23. 5. 12.Mengetahui cara meningkatkan kematangan gonad ikan sehingga dalam usaha budidaya akan mendapatkan banyak keuntungan karena ikan cepat matang gonad .12%. lubang urogenitalnya putih dan bila ditekan perutnya mengeluarkan sperma. 2. gonad.97 gr/mm³. TEHNIK PENGAWETAN DAN PEWARNAAN SPERMA 1. Sedangkan nilai GI secara berturut-turut yaitu 33.1 Pengertian Sperma Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Arie (2008). 9.Dapat mempercepat pematangan gonad . 9. TKG yaitu perubahan-perubahan keadaan gonad yang dipengaruhi oleh jenis spesies. tidak baru selesai memijah.82%. 14. 5. perutnya semakin membesar. 17. PENDAHULUAN 1. matang kelamin.05 gr/mm³. Sedangkan ikan jantan perutnya semakin besar dan keras.95%.78 gr/mm³.18 gr/mm³. 7. pulau langerhans dalam pankreas dan jaringan interrenal. Berdasarkan data pengamatan.Mengetahui cara perhitungan GI dan GSI terkait dengan tingkat kematangan gonad 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1.91%. Keunggulan hipofisasi yaitu mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan ovulasi.12 gr/mm³. 6. tingkat kematangan. 12. 8. Kelenjar penghasil hormon antara lain : hypophysa (pituitary). thyroid. lubang genital kemerahan. KESIMPULAN DAN SARAN 5. 8. 26. Hormon merupakan suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit oleh sel-sel endokrin kedalam cairan jaringan atau sistem vaskuler. jaringan chromaffin.86%. 4. GSI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan berat ikan. 5. Nilai GSI ikan dari kelompok 1 sampai 8 adalah 13.Mengetahui cara pengambilan dan letak hypofisa ikan . 12.92 gr/mm³. sperma didefinisikan sebagai larutan . Sistem endokrin adalah suatu sistem yang mensekresi hormon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh. 3. umur. GI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan panjang ikan. 10.. dan 12. dan warnanya semakin cerah.75%. ultimobranchial.Dapat memperbanyak benih ikan . 53.83%. ikan betina yang dihipofisasi gerakannya semakin lambat.

antifertilizin. Mitokondrion mengelilingi bagian atas flegelum dan menyediakan energi untuk gerakan pukulan cambuk (Kimball. dan zat penelur. menyebutkan bahwa spermatozoa dapat mengeluarkan “ androgamen” yang terdiri dari enzim hyaluronidase. Sementara. Secara keseluruhan. Campuran seminal plasma dengan spermatozoa disebut milt. Ekor sperma berguna sebagai organ renang. 1999). Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa (Rachman. Menurut Decky (2008). pada bagian kepala mengandung bahan genetik (inti sel) yang dilapisi oleh akrosom dan membran plasma.4 Morfologi Spermatozoa dan Gambar Secara morfologis spermatozoa terdiri dari 2 bagian. atau salah satu bagian dari alat reproduksi ikan.2 Pengertian Spermatozoa Menurut Soeparna (1980) dalam Arie (2008). Inti spermatozoa terdapat pada bagian kepala yang mengandung kromosom. cahaya memanjang 10 sampai 20 kali dari panjang ekornya. spermatozoa beada dalam seminal plasma. Bagian kepala berbentuk membulat (spherical) dan bagian leher mengalami reduksi. dan tiap kromosom mengandung gen pembawa sifat. yang menyimpan sejumlah kode / informasi genetic yang akan diwariskan kepada keturunannya. yaitu bagian kepala dan bagian ekor. bagian ekor terdiri dari bagian tengah yang mengandung mitokondria. pengertian semen berbeda dengan sperma. enzim-enzim ini berguna dalam proses fertilisasi telur. Menurut Rustidja (2000). yang merupakan sumber energy bagi sperma. di pusat kepala sperma terdapat inti sperma. dan gametnya disebut spermatozoa (sperma tunggal). Spermatozoa pada ikan sangat simple. spermatozoa merupakan sel padat dan sangat khas. 1. tidak tumbuh atau membai diri serta tidak mempunyai peranan fisiologis apapun pada hewan yan menghasilkannya. terdiri dari kepala dan ekor. yang mengandung kromosom dalam keadaan kompak dan inaktif. cairan putih dan kental yang dikeluarkan dari alat kelamin lelaki saat ejakulasi disebut semen. pada jantan ini dikenal sebagai spermatogenesis.5 Fisiologi Spermaozoa Wildan (1990) dalam Rustijda (1999). Menurut Isnaeni (2006). 1992 dan Rustidja. 1983). 1. Gambar 9:gambar Morfologi Spermatozoa 1. (2) dua sentriol dan (3) ekor. Pada saat di keluarkan dari alat kelamin jantan.3 Anatomi Sperma Sebuah sel sperma terdiri atas (1) kepala. 2003). Sedangkan “makhluk” kecil yang berenang-renang di dalam semen disebut spema. Di belakang kepala sperma terdapat bagian tengah sperma (sering disebut leher) yang banyak menyimpan mitokondria. Menurut Guyer and Charles (1964). semata-mata hanya untuk membuahi telur pada jenis yang sama. bagian ekor sangat diperlukan untuk membantu pergerakan sperma. Salah satu dari sentriol. . bagian utama dan bagaian ujung terdiri dari fibril-fibril (Partodiharjo. Mitokondria sanat penting dalam pembentukan ATP. akrosin.spermatozoa yang berada di dalam larutan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testes. 1. yang merentang sepanjang ekor. merupakan badan basal dari flagellum. morfologi spermatozoa ikan mas sangat sederhana.

Spermatogonia primitif akan aktif membelah secara mitosis di dalam testis. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio.kepalanya berbentuk bola dengan kromatin lebih tebal dan mengecil pada bagian belakang (intermediate). Sel sperma akan membentuk zigot. spermatocyte primer kemudian menjadi spermatocyte sekunder. kualitas sperma menurun setelah Januari. Pembentukan spermatozoa dari spermatogonia di dalam testis disebut spermatogenesis. 2003). tiap spermatid mengalami metamorphose. tampilannya seperti jelly. reticulum endoplasmic. dkk. jumlahnya haploid. Menurut Woynarovich and Horvath (1980) dalam Rustidja (2000). setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan koagulum mangalir. Spermatozoa tidak memiliki libosom.8 Proses perkembangan spermatozoa dan Gambar Menurut Kastowo ( 1982 ). Februari (Sjafei. 1. dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi). tetapi belum sampai pada saluran different (spermiasi) pada ikan Oktober. 1. 1993). Peran aktif spermatozoa sebagai gamet jantan sehingga penting dalam keberhasilan munculnya individu baru oleh karena itu di dalam reproduksi sering diperlukan adanya standart kualitas spermatozoa (Saylar. 1. Spermatocyte primer kemudian pecah menjadi 4 spermatid masing-masing terdiri n chromosom. Kemampuan gerak dan daya memijahnya masih lemah. lazimnya. 2007). Beberapa minggu kemudian setelah periode pematangan sperma dapat digunakan periode spermiasi dapat berlangsung beberapa bulan. perkembangan spermatozoa ikan mas tidak jauh berbeda dengan sel telur. Menurut Suminto (1993) dalam Sylar (2007). kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. Secara struktur ada sua bagian yaitu kepala dan ekor. choromosom memendek dan menebal. Kemudian diikuti pembelahan kedua. Pada spermatocyt primer. Proses ini meliputi poliferasi spermatogonia melalui pembelahan mitosis yang terulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. Ini merupakan gamet yang masak disebut spermatozoa. Spermatozoa memiliki organe-organel yang sangat sedikit dibandingkan sel lainnya. lalu terbentuk spermatid yang akan menjadi spermatozoa atau sel sperma yang disimpan dalam testes dan berada dalam keadaan dorman (istirahat) sampai induk jantan siap memijah. November. . dan golgi. Proses metamorphose spermatid sering dinamakan “spermatogenesis” (Hoar. Sprmatozoit sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa.6 Spermiasi Spermatozoid dikeluarkan dari siste dan menampak diri pada cahaya tebal antara September dan Oktober.7 Proses Pembentukan sperma Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahsa yunani kuno yang berarti benih dan makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi jantan. bentuk spindel dan susunan tetrad secara random pada bidang equatorial. perkembangan spermatozoa bermula dari tiap spermatogonium ertambah ukrannya dan dnamakan spermatocyte primer. Dan sebaliknya spermatozoa memiliki banyak sekali mitokondria yang letaknya sangat strategi untuk mengefesiensi energi yang diperlukan. Menurut Winarno (2007). bahwa secara structural spermatozoa sebagai sel yang terperas sangat sedikit sekali kandungan sitoplasmanya.1969 dalam Rachman. Kemudian dari tetrad menjadi 2 sel dengan n chromosom yang dinamakan spermatocyte sekunder atau 2 n chromatid.

Persediaan energi tergantung pada asupan nutrisi.dkk (1993). Koagulum berisi zat gula (fruktosa) yang berfungsi sebagai sumber energi spermatozoa.10 Viabilitas Sperma Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah. penuh dan membuyar dengan mudah ketika diteteskan dalam air tawar atau garam fisiologis. sperma disebut baik jika terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum. Spermatogenesis adalah perubahan bentuk dari sel kelamin jantan primodial yang disebut spermatogonia menjadi spermatozoa. 1. Semakin lama sperma disimpan akan terjadi penurunan . 1.9.2 Makroskopis Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih darii 2 ml dalam sehari ejakulasi. 1981 dalam Rustidja. berdasarkan hasilpengamatan makroskopis dan mikroskopis terhadap sperma segar hasil stripping dari induk donor ikan mas (Cyprinus carpio) yang digunakan untuk pembekuan memiliki kualitas yang bagus dan motilitas tinggi yaitu 80 – 85 %. berwarna putih susu. bentuk normal spermatozoa dan kemampuan gerak spermatozoa (Winarno.9 Kualitas Sperma 1. menyatakan bahwa lama hidup spermatozoa sangat tergantung kepada persediaan energi yang terkandung di dalam tubuhnya. Penurunan suhu dari suhu kamar ke suhu dingin dan suhu baru perlu di lakukan secara bertahap untuk menghindari cold shock (Tali here. perkembangan sel-sel germinal jantan terjadi di dalam kantong atau siste (cyste) yang dibuat oleh sel-sel sentroli. sperma yang berkualitas baik terlihat seperti susu kental. fasilitas dan daya tetas telur ikan mas. Hardjopranjoto (1995) dalam Rustidja (2000).Menurut Sjafi. Spermatogenesis berlangsung didalam tubuh atau lubus tekstikular.11 Motilitas Sperma Lama penyinaran sperma berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa pasca pembekuan.9. Menurut Winarno (2007). Tiga parameter penting yang menentukan kualitas sperma secara mikroskopis adalah konsentrasi spermatozoa. dalam pengalihan metabolit dan hormon dan penyerapan kembali sel yang mengalami degenerasi. Pemebntukan siste berawal dengan pembelahan mitosis. 1. Gambar 10 : gambar Proses perkembangan spermatozoa 1. berwarna agak keputihan. 2007). terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum dan baunya khas sepertikaporit (Winarno. Selain tampilan sperma secara makroskopis hasil pemeriksaan secara mikroskopis lebih menentukan kondisi kualitas kesuburan sperma.9. 2000). 1.3 Biokimiawi Menurut Kilawati dan Feni (2005).1 Mikroskopis dan Gambar Menurut Pangestuningtyas (1993) dalam Arie (2008). Sel sentroli ini mempunyai peran sangat penting sebagai sel pendukung. Sel germinal ini di dalam perkembangan selalu bersama-sama dengan sel sentroli. 2007). Dibawah mikroskop terlihat sperma dengan kepadatan tinggi dan semuanya berbentuk normal serta pergerakannya sangat aktif. perbedaan umur pejantan yang berpengaruh terhadap kualitas sperma ini disebabkan oleh perbedaan energi yang ada dalam sel sperma. Menurut Rustidja (2000).

13 Hormon Yang Mempengaruhi Sperma Menurut Kimball (1983). Pemakaian bahan pengencer dimaksudkan untuk mengurangi aktifitas spermatozoa sehingga menghambat pemakaian energi dan dapat memperpanjang hidup spermatozoa tersebut. LH dan testosteron. Mencegah pertumbuhan kuman. untuk merangsang produksi sperma. Mempertahankan tekanan osmotic dan keseimbangan elektrolit yang sesuai. Provervasi adalah pengawetan. Tetapi LH secara tidak langsung dibutuhkan untuk produksi sperma.terhadap motilitas. Pembekuan sperma dilakukan dengan menyimpan sperma pada suhu -196⁰ c dalam nitrogen cair. Sedangkan kriopreservasi adalah penyimpanan sel – sel hidup dalam jangka waktu pendek maupun panjang dengan menggunakan dry ice maupun nitrogen cair sebagai bahan pembeku. FSH bekerja langsung pada spermatogonia. pemeliharaan. Yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar pituitari ( hipofisa) yang terletak di dasar otak. . spermatogonia sangat dipengaruhi oleh keadaan hormon-hormon FSH. dan daya tetas telurnya ( Rustidja. 3. 1. 2008).1 Fungsi Ekstender Menurut Toelihore (1985) dalam Rustidja (1999) menyebutkan beberapa fungsi ekstender yaitu : 1. Melindungi spermatozoa terhadap Cold Shock. Selama proses pembekuan berlangsung spermatozoa akan mengalami kejutan dingin (Cold Shock) untuk menghindari terjadinya cold shock selama proses pembekuan. 2. Berkurangnya aktifitas spermatozoa menyebabkan produksi asam laktat menurun sehingga penurunan PH menjadi terhambat akibatnya mengurangi pengaruh negatif terhadap kehidupan spermatozoa (Hardjoprajata. Hormon kedua kelenjar hipofisis. 1995 dalam Rustidja. 2000 ). tapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi spermatozoa ikan mas. penjagaan atau perlindungan. hormon yang dibentuk adalah testosteron yang merupakan hormon kelamin jantan yang utama. 5. lama dan kecepatan sentrifugasi berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas spermatozoa. 4. Menurut Kawan (1998) dalam Rustidja (1999). 2000). Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah perubahan pH akibat pembentukan asam laktat dari hasil metabolisme sperma. 6. 1. Proses terbentuknya.1 Ekstender 1. disamping itu sel-sel pemeliharaan (sel-sel testos) mempunyai peranan yang sangat penting (Rustidja. Konsep kriopreservasi bias juga digunakan dalam preservasi sperma dengan mempertahankan viabilitas sel melalui reduksi atau interupsi fungsi metabolism bahan biologis (Wira. 1. fertilitas. testosteron dibuat oleh selsel yang disebut sel intestenum yang terdapat di tubulus seminifer.12 Cara Pengawetan Sperma Pengawetan sperma untuk beberapa lama perlu dicampur dengan bahan pengencer yang mampu menjamin kebutuhan fisik dan kimiawinya. karena testosteron juga penting untuk proses tersebut.14. 2000). Sebaliknya sel-sel intestenum ini merupakan sel terget hormon LH. Memperbanyak volume semen. Ini juga perlu untuk produksi sperma. 2000). Menyediakan zat – zat makanan sebagai sumber energi bagi spermatozoa. bahan pengencer harus ditambah zat anti beku (eryoprotentart) dan penurunan suhu harus dilakukan secara perlahan-lahan dan bertahap (Rustidja.14.

berwarna keputihan. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut keagulan dan baunya khas seperti kaporit. Jika sperma berwarna kemerahan mungkin ada peredaran. 14. Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Rustijda (2000). 2. kuning telur 10% dan DM SO4 10%. Pengencer harus memberi kemungkinan pergerakan sperma sesudah pengencer.29 NaHCO3 dan aquadest 100 mL kemudian ditambah kuning telur 10 % dan praso 10% dari volum pengenceran. mungkin ada masalah hormonal. 130 mm CaCl2. Sedangkan sperma yang berbau tidak seperti seharusnya. Bahan pengencer larutan fruktosa terdiri dari 103 mm NaCl. persyaratan untuk bahan pengencer yang akan digunakan untuk menyimpan sperma adalah harus menjamin 14. pengencer tidak boleh terlalu kental sehingga menghalang – halangi pertemuan antara sperma dan ovum dan menghambat fertilisasi. konsentrasi sperma baik. dimana sperma masih dapat terlihat agar dapat ditentukan kualitasnya. 4.2 Analisa Hasil 4. sedangkan mikroskopis maksudnya yang teramati dengan bantuan alat mikoskop.30 mm fruktosa.5 g NaCl. Secara makroskopis maksudnya dapat terlihat mata. Bahan engenceran NaCl fisiologis terdiri dari NaCl fisiologis yang dibuat dengan cara melarutkan 9 gr NaCl dalam 1 liter aquadest kemudian ditambah kuning telur 10% dan priso 10% dari volume pengencer. 0. misalnya karena cemas. 4. Jika volumenya kurang dari 2 mL saat ejakulasi mungkin itu karena ejakulasi tidak sempurna.14.3 Macam-macam Eksterder Toeliher (1985b) dalam Rustidja (1999) menulis beberapa pengencer yang bisa digunakan adalah pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur dan sitrat kuning telur).2 Syarat Ekstender Iksan (1992) dalam Rustidja (1999). Dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi).9 mm glyserin. Bahan pengecer hendaknya murah.2. 3.4 Perbedaan Sperma Ikan Sakit (Stress) dan Ikan Sehat Menurut Winarno (2007). 79. misalnya amis. yaitu kadar testosteron yang rendah atau kurang.2H2O. Namun. Pengencer harus tetap mempertahankan dan tidak membatasi daya fertilisasi sperma. Selanjutnya. morfologi dan motilitas sperma. Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih dari 2 mL dalam sekali ejakulasi. 3.0. 22 mm KCl.1 Pewarnaan Sperma Dari data yang diperoleh diketahui nilai viabilitas (daya tahan hidup sperma) yang tertinggi . Menurut Rustidja (2000) macam-macam larutan pengencer. Bahan pengencer larutan ringer terdiri dari 7. Pengencer yang mengandung gliserol dan pengencer air kelapa. 2. sederhana dan praktis dibuat namun mempunyai daya preservasi tinggi. apabila spermatozoa yang ada lebih 50 persen mampu bergerak cepat dan lebih 50 persen punya bentuk sel normal. sperma disenut baik jika memenuhi persyaratab dari aspek makroskopis dan mikroskopis. mungkin karena ada infeksi. mengemukakan bahwa sebaikanya pengencer memenuhi syarat – syarat sebagai berikut : 1. Pengencer harus mempunyai unsur – unsur yang hamper sama sifat fisik dan kimianya dengan semen dan tidak boleh mengandung zat – zat yang bersifat toksik atau bersifat racun. baik terhasap sperma maupun terhadap betina. tampilannya seperti jelly. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan keagulan mengalir. lazimnya.265 gr CaCl2. kuning telur serta pegencer lainnya.29 KCl: 0. Jika dalam pemeriksaan laboratoris didapatkan konsentarsi spermatozoa lebih dari 20 juta sel benih dalam tiap mL cairan sperma. 3. yaitu: 1. bila volume saat ejakulasi selalu sedikit (kurang dari 2 mL).

Hal ini mungkin terjadi karena ekstender hanya menyediakan nutrisi bagi sperma tetapi untuk mempengaruhi motilitasnya. Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah (Rustidja. yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi viabilitas dari sperma yaitu kemampuan spermatozoa hidup secara normal setelah keluar dari testis hanya berkisar 1-2 menit. Viabilitas sperma menunjukan proporsi sperma yang hidup. dkk(1993) yang menyatakan bahwa pada beberapa species setelah bergerak akan diam lagi dalam laruran tersebut. Selain itu juga karena spermatozoa mungkin juga mengeluarkan substansi yang menghentikan gerakannya. ekstender tidak boleh . Menurut Syafei. 1979 dalam Arie. Hal ini disebabkan karena air laut lebih banyak mengandung zat-zat yang terdapat dalam sperma (Harvey dan Hoar. faktor suhu juga dapat mempengaruhi daya hidup dari sperma. Perbedaan nilai viabilitas dipengaruhi oleh suhu. Warna merah ini diakibatkan oleh pewarnaan eosin yang bersifat asam. Sedangkan untuk nilai viabilitas yang terendah adalah kelompok 2.3 Pengawetan Sperma Berdasarkan data pengamatan. bentuk ekor sperma. tingkat konsistensi semen. Namun untuk motilitas hanya sebagian kecil saja yang mengalami peningkatan. Hal ini bisa terjadi karena mikroskop yang digunakan mempunyai fokus yang kurang baik sehingga tidak bisa terlihat pergerakan sperma itu sendiri. karena sama-sama bersifat asam.2 Pergerakan Sperma Dari hasil pengamatan pergerakan sperma.2. zatzat yang ada di ekstender sama dengan zat-zat yang ada di semen. setelah penyimpanan selama 24jam. Terutama yang menggunakan ekstender ringer laktat dan fruktosa. Ekstender adalah sebagai pengencer sperma dan berfungsi untuk menghentikan kerja sperma dan untuk pengawet sperma.5% (59/ liter eosin). Penilaian viabilitas sperma dapa dilakukan dengan pewarnaan eosin 0. tidak ada nilai motilitas tertinggi. sedangkan nilai motilitas terendah hampir berada pada semua kelompok dari 1 – 7 dengan nilai motilitas yang bergerak 0% dan sperma yang diam 100%. Menurut Effendie (1997). Dari pengamatan pewarnaan sperma dapat dilihat bahwa gambar di mikroskop didapatkan hampir seluruh media amatan berwarna merah.tetapi dengan pengenceran lagi motilitas spermatozoa tersebut muncul lagi. dapat diketahui dengan cara pewarnaan eosin. 2008). di dalam larutan NaCl 0. keeadaan sperma ikan. Motilitas juga dipengaruhi oleh keadaan spema. Umumnya pergerakan sperma ikan yang memijah dalam air laut lebih lama dibandingkan dengan dalam air tawar. 4. sperma yang mati akan menyerap eosin sehingga berwarna merah muda (Anwar. rata-rata viabilitas sperma mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa sperma yang diamati telah mati. sedangkan untuk yang menggunakan ekstender air kelapa tidak ada yang mengalami pergerakan.2000).2. 6 dan 7 dengan nilai yang sama yaitu 10% yang hidup dan 90% yang mati. Jika sperma yang masih hidup tersebut diberi eosin maka larutan tidak bisa masuk ke dalam tubuh sperma. jumlah mitokondria yang berfungsi sebagai sintesis protein dan kadar pH. Pergerakan sperma dipengaruhi pula oleh salinitas air.2008) 4.adalah kelompok 1 sebesar 90% yang hidup dan 10% yang mati. Namun pada sperma yang telah mati maka lapisan luar sperma akan rusak dan sperma bersifat basa sehingga sperma berwarna merah. dapat diketahui nilai motilitas atau pergerakan sperma sebelum diberi perlakuan (ekstender). Hal ini mungkin terjadi karena ekstender menyediakan zat makanan bagi spermatozoa dan menjaga kondisinya agar tetap stabil. suhu dan tingkat kematangan gonad. sperma yang masih hidup mempunyai lapisan penutup tubuh yang bersifat asam. Prinsipnya. Selain itu. murah dan praktis.9%. Syarat ekstender adalah mudah dibuat. Hal ini diperkirakan bahwa spermatozoa tersebut juga mengeluarkan beberapa substansi yang menghentikan gerakan spermatozoa tersebut.

Mengetahui macam-macam ekstender yang dapat digunakan dalam pengawetan sperma 5. Menurut pendapat Harvey dan Hoar (1971) dalam Rustidja (2000) yang menyatakan bahwa motilitas spermatozoa yang tertinggi adalah yang disimpan di dalam larutan Ringer`s.Kurang telitinya untuk membedakan antara ikan jantan dan betina 4.bersifat toxin. Hal ini disebabkan larutan Ringer`s mengandung zat-zat yang dapat memperpanjang lama pergerakan spermatozoa setelah keluar dari tubuh ikan. Spermiasi adalah proses pengeluaran sperma keluar tubuh.Dapat mengatasi keterbatasan induk ikan jantan bila ingin memijahkan ikan .3 Faktor koreksi Pada praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma ini terdapat faktor koreksi antara lain : . 2.6.5. Sperma adalah makhluk kecil yang berenang-renang didalam semen. fruktosa merupakan turunan karbohidrat yang dapat dijadikan sumber energi untuk mendukung pergerakan (motilitas) dan ketahanan spermatozoa. Pada kelompok 4 dengan ekstender fruktosa didapatkan nilai motilitasnya tingi karena fruktosa mengandung banyak nutrisi dan merupakan sumber energi bagi sperma. dan tidak menghambat daya fertilisasi spermanya. Sedangkan spermatozoa adalah sperma tunggal. Nilai motilitas tertinggi setelah terjadi pengawetan (diawetkan 24jam) adalah pada kelompok 4 yaitu 33% gerak dan 67% diam dengan ekstender fruktosa. Dan diperkuat oleh pernyataan Winarsih (1996) dalam Rustidja (2000). . KESIMPULAN DAN SARAN 5. dalam Hidayatuhrahmah (2007).Pembagian ikan jantan dan betina tidak sesuai prosedur yang ada . 4. leher dan ekor. fruktosa adalah substrat energi utama di dalam plasma semen yang telah diproduksi kelenjar versikularis. sehingga sperma memiliki cadangan energi untuk bertahan hidup.Keselamatan dan kesegaran ikan donor tidak dijaga dengan baik . Motilitas atau pergerakan sperma setelah diberi ekstender kebanyakan dari kelompok adalah tidak ada atau 0% gerak dan 100% diam. Jadi pernyataan ini sesuai dengan analisahasil di atas.Dapat mengetahui proses pembuahan buatan . Sedangkan yang terendah adalah pada kelompok 2.Dapat mengurangi jumlah ikan jantan yang dipelihara sehingga biaya pemeliharaan induk jantan dapat diperkecil .1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma dibidang perikanan antara lain : .Kurang memadainya mikroskop yang digunakan sehingga akan mempengarui hasil pengamatan .Terlalu lama dalam melakukan pengamatan di bawah mikroskop sehingga sperma akan cepat mati .Mengetahui bentuk dan struktur tubuh sel sperma . dkk (2001). Menurut Marowali. dan 7 yaitu motilitas 0% gerak dan 100% diam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Teolihene (1981). Sel sperma terdiri dari kepala.Kurang ketelitian dalam waktu striping ikan .Memudahkan untuk melakukan persilangan antara jenis ikan . yang menyatakan bahwa larutan Ringer`s dengan larutan fruktosa dan NaCl fisiologis. 3.

sebagai tambahan pada reproduksi utama gamet jantan dan betina. Viabilitas dipengaruhi oleh suhu. Untuk pengawetan sperma. 8. Ini terlihat dari banyaknya sperma yang berwarna merah karena menyerap warna eosin. memenuhi sebagian besar rongga tubuh. Motilitas yaitu kemampuan sperma untuk bergerak. Hormon yang mempengaruhi sperma antara lain FSH. Menurut Sjafei dkk (1993). Macam-macam ekstender antara lain pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur). PENDAHULUAN 1. PEWARNAAN DAN PENGAMATAN GONAD 1. 5. Dan dari pengamatan ini ekstender yang paling baik adalah ringer laktat. kondisi sperma. pengencer air susu. setelah 24 jam viabilitasnya mengalami peningkatan dan untuk motilitasnya hanya yang menggunakan ekstender fruktosa dan ringer laktat saja yang mengalami peningkatan. Viabilitas sperma adalah kemampuan hidup sperma. tetapi dengan fasilitas fertilisasi gamet jantan dan betina. LH. pengencer air kelapa. Struktur dan bentuk biasanya tidak terkonsep pada awal produksi sel. 6. Testis merupakan sepasang alat berukuran sedang yang masing-masing mempunyai sejumlah besar tubulus seminiferus yang berliku-liku. dan testosteron. kondisi sperma dan pH. Pada hampir semua vertebrata. gonad kelamin pada semua vertebrata terpisah. . dimana faktor yang mempengaruhinya antara lain suhu. larutan Ringer’s dan pengencer NaCl fisiologis.4. Ini merupakan daerah yang luas untuk memproduksi bermilyar-milyar sperma. dimana sperma yang hidup berwarna putih dan yang mati berwarna merah. larutan fruktosa. 5. pengencer tris. Pengawetan sperma bisa dengan ditambahkan pengencer dan dibekukan pada suhu -196 ˚C.1 Pengertian Gonad Menurut Guyer and Charles (1964). bentuk sperma dan tingkat konsentrasi semen. Dari pengamatan pergerakan sperma tampak bahwa 0% sperma yang mengalami motilitas. gonad tergantung pada mesenteri dalam rongga tubuh dan selama hidup tetap berada di tempat itu. Proses spermatogenesis yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → spermatozoa. Menurut Villee.2 Saran Hendaknya mikroskop diperiksa terlebih dahulu sebelum praktikum agar pengamatan berjalan lancar dan datanya lebih valid. 11. Ovarium ikan dan ampibia. 7. dkk (1984). Karakteristik seks sekunder mencakup kebanyakan struktur ekstuagonadal dan kebiasaan pada setiap seks turunan. 9. Gonad dapat berfungsi untuk mengontrol karakterisrik seks sekunder. 12. kecuali pada beberapa ikan berkerangka tulang. 10. Berdasarkan hasil pengamatan pewarnaan sperma tampak bahwa sebagian besar sperma mengalami kematian. gonad pada ikan teleost sama seperti pada vertebrata lainnya yaitu berasal dari sel-sel germinatif primordial yang berada di luar daerah atau lokasi gonad yang bermigrasi ke lokasi gonad. Ini disebabkan karena sperma tidak tahan terhadap perubahan suhu. yang menghasilkan ribuan atau ratusan telur. gonad pada vertebrata adalah organ-organ dalam dua tunas.

gerakannya lincah. terdiri atas tubula longitudinalis. struktur testes terdiri dari rongga-rongga yang tidak teratur dan banyak sekali. ditandai dengan perutnya gendut. perut membulat. terletak dibelakang anus. pada ikan betina ovarium ada sepasang. Menurut Rustidja (2000). dengan warna kemerahan.2 Ciri Induk Betina yang Masak Telur Tanda-tanda induk betina yang baik menurut Jayatisoka. dkk (1988). yang masing-masing mengembangkan bermilyar-milyar sperma. dkk (1988). Menurut Usniarie (2008).Menurut Rustidja (1999). induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. keturunan).3 Anatomi Sistem Reproduksi Jantan Menurut Richter dan Rustidja (1985) dalam Rustidja (2000). Sel-sel penghasil sperma ini dikelilingi oleh sel-sel sertoli yang berfungsi nutritif. yang disebut spermatogonium (Yunani. Testis ikan ditopang memanjang oleh mesentries. spermatozon yang berasal dari testes terlebih dahulu melalui vasa efferentia. Menurut Ville. Hasil yang baik berumur 5-10 tahun. Induk betina yang siap memijah menurut Usniarie (2008). badan relatif panjang.2.1 Ciri Induk Jantan yang Matang Gonad Menurut Jayatisoka. memanjang ke arah belakang. Dan tanda-tanda induk betina yang sudah saatnya memijah adalah bagian perut dibelakang sirip dada kelihatan menggembung jelas sekali dan sisik kelihatan agak terbuka. 1. lubang telur membengkak. Diluar tubulus terdapat sel-sel interstitial yang berfungsi sebagai endokrin. Menurut Ganda (2008). urogenital sinus dan urogenital papilla pada (handrichthyes). sperma. ovarium ikan berbentuk longitudinal seperti agar-agar jernih dan berbintik-bintik berisi sel telur atau ova. Didalam cyste-cyste ini terdapat sel penghasil sperma. yaitu warna terang. gonad dari semua jenis vertebrata umumnya sejumlah sepasang dan terletak pada daerah dorsolateral di dalam rongga tubuh. berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban. ciri-ciri ikan lele jantan yang matang gonad adalah proporsi kepala jantan lebih kecil dibanding dengan betina. ditopang secara . 1. alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakannya lincah. tanda-tanda induk jantan yang baik adalah sebagai berikut warna gelap. bibit+gonos. seminal vesikel. Didalam tubuh terdapat cyste seminiferis. 1. perut dekat anus lancip. 1. susunan sisiknya teratur. gerakan induk jantan lebih lincah dibandingkan ikan lele betina. Biasanya jumlah sepasang. Pada sisi seminal vesikel terdapat kantong sperma (Raharjo. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). Serta kulit jantan lebih halus dibandingkan betina muncul bintik-bintik kecil di sekitar sirip dorsal. epididymis. dkk. Sedangkan tanda-tanda induk jantan yang sudah saatnya memijah adalah kedua belah rusuk pada bagian perut membentuk sudut tumpul.2. Dinding tubulus sperma tersebut dilapisi oleh sel germinal primitif yang mengalami kekhususan. susunan sisik teratur. Dari ovarium sel telur keluar melalui saluran yang disebut oviduct.2 Ciri-ciri Induk yang Matang Gonad 1. Gonad merupakan semacam kantong dan mempunyai lamella ke dalam lumensentral. dkk (1988). berperut tipis. kelamin jantan menonjol. warna kulit dada jantan lebih kusam dibanding betina. vasa defferentia. umur 3-7 tahun. umur 3-10 tahun. testis vertebrata terdiri atas ribuan saluran (tubulus) sperma.4 Anatomi Sistem Reproduksi Betina Menurut Rachman (2003). 1989).

Salin: hampir sama dengan tahap kedua dan sukar dibedakan. Pada ikan yang belum dewasa. Tidak masak: Gonad sangat kecil seperti benang dan transparan. pada betina berwarna kuning. ovarium berbentuk tubulus yang berukuran kecil.5. Gonad pada ikan jantan berwarna putih. 1. Sama dengan tingkat 1 hanya proporsi spermatogonia sekunder bertambah. II.1 TKG menurut Devados .1 TKG Menurut Tester dan Takata Tingkat kematangan gonad ikan Kuhlia Pandvicanses menurut Tester dan Takata ( 1953 ) dalam Effendie ( 2002) adalah sebagai berikut : I. Pada ovarium yang telah dewasa terdapat juga banyak otot halus yang membungkus bagian luar ovarium. II. adalah sebagai berikut: I. V. Gonad ikan jantan berwarna putih berisi cairan berwarna putih.5. 1.memanjang oleh alat penggantung mesovaria pada bagian atas rongga tubuh dan merupakan semacam kantong kosong yang dinding luarnya berlamella masuk dalam lumen sentral. V. Sperma sisa mungkin masih terdapat. Sperma sisa kadang – kadangmasih terlihat. Hampir masak: Gonad mengisi ½ rongga tubuh. Ovarium terbungkus oleh selaput ovarium terdiri dari rongga ovarium (lumen) dan beberapa buah lamella dalam ovarium yang akan diikuti terjadinya oogenesis. IV. Bentuk telur tepat melalui dinding ovarium. lembek dan telur tidak nampak.6 Tingkat kematangan gonad betina 1. Permulaan masak: gonad mengisi ¼ rongga tubuh. Gonad betina berwarna merah. Lumen penuh dengan spermatozoa. Semua tingkat spermatogenesis ada dalam jumlah yng banyak.5 Tingkat Kematangan Gonad Jantan 1. Cyste spermatocyt timbul dan kemudian semakin bertambah. ukuran testes mengerut karena sperma dikeluarkan. Ovarium dibungkus oleh suatu lapisan jaringan pengikat tunica albuginia dan mesotelium. Rongga seminiferus masih berisi spermatozoa. Rongga ovarium berhubungan dengan oviduct. penampang pada ikan betina bulat dengan warna kemerah – merahan. Dinding gonad dilapisi oleh spermatogonia awal dan sekunder. Testes regresi. Warnanya pada ikan jantan keabuan atau putih. Masak: gonad mengisi ¾ rongga tubuh. Perkembangan spermatogonia.6. tiap ovarium kiri dan kanan berhubungan dan keluar melalui lubang genital. Cyste spermatid dan spermatozoa juga mulai keluar. Testes masak. Awal akhir spermatogenesis. Dinding penuh dengan spermatogonia yang tidak aktif. Testes regresi (akhir musim panas sampai pertengahan musim dingin). Gonad jantan berwarna putih. Telur tidak nampak. Jenis ini disebut cystovarian yaitu setelah sel telur matang didalam folikel akan dilepaskan ke dalam lumen ovarium dan melalui oviduct dan lubang genital akan keluar dari tubuhnya. tunica albuginea biasanya belum berkembang.2 TKG Menurut Kaya Dan Hesler Tingkat kematangan gonad jantan (testes) ikan green sunfish secara histologi menurut Kaya dan Hesler (1972) dalam Effendie (1997). Spermatozoa bebas mulai terlihat dalam rongga seminiferous. III. bentuknya pipih. Proses pelepasan telur dari folikel ini disebut ovulasi. IV. Penampang gonad pada ikan jantan pipih dengan warna keabu – abuan. III. Pada ikan muda. VI. pada dinding lobule penuh dengn cyste bermacam – macam tingkat. sedangkan ikan betina warnanya kemerah – merahan atau kuning dan bentuknya bulat. kadang – kadang dengan bintik coklat. 1. Aktif spermatogenesis. kadang – kadang dengan tekanan halus pada perutnya da yang menonjol pada lubang pelepasannya.

Tidak masak Individu muda belum berhasrat dalam reproduksi. Warna ovarium memerah merata seperti kue puding. gonad bentuknyakecil. transparan kuning telur berisi gelembung minyak. 1985) dalam Jaya suku. telur jelas terlihat. adalah sebagai berikut : I. Ovarium berwarna kuning kemerah-merahan. Ovariummengkerut sebagai hasil pemijahan 1.7 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Jantan. Ovari berwarna pucat keruh. mengisi 1/3 . VII. Ovarium berwarna merah jambu sampai kuning. berat gonad turun dengan cepat dari awal pemijahan sampai selesai . telur tidak dapat dilihat oleh mata. warna tidak terang inti bagian atas seluruhnya beneran dalam kuning telur. Hampir masak. telur terikat dari ovarium. II. testes berubah dari transparan berwarna merah muda pias .Tahap istirahat Produk seksual sudah dilepaskan. ukuran telur belum dapat dibedakan dengan mata biasa .4/5 rongga perut. Masak betul.Tahap istirahat Produk seksual belum mulai berkembang.Masak Produksi seksual masak gonad mencapai perut yang maksimum tetapi perodik seksual tersebut belum keluar bila perutnya ditekan .6.Reproduksi Produksi seksual keluar bila perut ditekan perlahan. gonad seperti kantung kelapa. Ovarium berwarna putih susu sampai kuning.Tingkat kematangan gonad ikan othilithur nuher dan johwis duesumieri menurut Devados (1969) dalam Effendie (2002). bebas dari talikel. keadaan telur kecil. Ovarium berwarna merah agar. trasparan dengan inti yang jelas. keadaan telur pembentukan kuning telur baru disekitar inti. VI. Tidak berkuning telur. IV.2 TKG menurut Nikolsky Tingkat kematangan gonad ikan menurut Nikolsky (Bagend dan Brawn.2/3 bagian dalam rongga perut. pembuluh darah terlihat dibagian atasnya memanjang sampai ¾ bagian dari perut saat terlur mudah terlihat. Tidak masak. Hampir masak. pertambahan berat gonad dengan cepat sedang berjalan. keadaan telur ikan masak berukuran besar. mengisi seluruh rongga perut. Tidak masak. keadaan telur kecil. Sperma dihasilkan dalam testis oleh sel-sel khusus yang disebut spermatogonia. panjangnya sampai ¾ . lubang pelepasan tidak kemerah-merahan lagi. dkk (1988) terdiri dari beberapa tahap : . Telur tidak dapat dilihat oleh mata. pembuluh darah jelas. V. Masak. ovari biasanya berisi beberapa telur sisa dan testes berisi sperma sisa . telur dapt dibedakan oleh mata biasa.Pemasakan Telur-telur dapat dibedakan oleh mata biasa. keadaan telur masak berukuran besar dan berwarna tidak terang. belum bebas dari sel-sel partikel.½ rongga perut gonad tidak simetri. 1. Salin. berbutir-butir memanjang ½ . III. Spermatogonia yang bersifat diploid ini dapat membelah diri secara mitosis membentuk spermatogonia atau dapat berubah . keadaan telur dalam ukuran sedang dengan warna tidak terang. Sel-sel sperma sebenarnya hanya merupakan inti yang berflagelum.Kondisi salin Produksi seksual telah dikeluarkan lubang pelepasan kemerah-merahan. memanjang sampai sepertiga panjang rongga perut. gonad sangat kecil . gonad kecil.

Suhu Suhu berpengaruh terhadap berbagai fungsi system reproduksi ikan teleostei. Mineral. cyste ini akan berdiferensiasi menjadi spermatogonium yang selanjutnya akan mengalami proses spermatogenesis menjadi spermatozoa (Brusle. pematangan gonad dan keberhasilan pemijahan.6-0. Testes ikan ditopang secara memanjang oleh “mesenteries” dan di dalam testes tersebut terdapat tubulus-tubulus. 2000). mekanisme kerjanya seperti capora lutea pada hewan mamalia (Angka et al.menjadi spermatosit. kemudian banyak kehilangan sitoplasma dan berkembang menjadi sel sperma (Kimball. 1983).Ketersediaan Makanan Komposisi protein merupakan faktor esensial yang dibutuhkan ikan untuk pematangan gonad. Suhu juga berpengaruh terhadap waktu pemijahan. yang penting bagi pematangan gonad adalah phospor (P). Menurut Stacey (1984) dalam Blpunsoed (2009). . Pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah. Pada beberapa spesies ikan ovulasi akan terhambat jika kepadatan ikan pada suatu perairan. spermatid.8 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Betina. dimana sepanjang tubulus berisi cyste-cyste seminiferousi yang dikelilingi oleh sel-sel certoli. Jika substrat yang sesuai belum ditemukan maka ovulasi tidak akan terjadi. seng (Zn) dan Mangan (Mg). tahap II adalah tahap pertumbuhan sekunder (exogenous vitellogenesis) di tandai dengan terjadinya pembentukan visikel pada bagian perifer sitoplasma dan meluas ke arah inti sel. Photo periode diduga berpengaruh secara langsung terhadap mekanisme saraf yang menentukan waktu pemijahan bagi ikan laut. gonadotropin pra ovulasi dan respon ovarium terhadap GTH (Gonadotropin Hormon). beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi adalah : . Oosit berkembang mulai terjadi akumulasi protein kuning telur dari dalam (Endogenous vitellogenesis) dan menyatu dengan derivat kuning telur hasil sintesa dari hati (Exogenous vitellogenesisi) yang dibawa melalui aliran darah. kuning telur ini terdiri dari lipofosfoprotein. . 1983 dalam Rustidja.9 Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Gonad Internal dan Eksternal. 1. Oogonia adalah sel telur yang paling muda yang mulai berkembang dikelilingi oleh satu lapis sel granulosa yang mengelilinginya bersamaan dengan berkembangnya sel telur dan kemudian akan dipisahkan dengan sel telur oleh suatu lapisan hialin yang secara bertahap lapisan ini akan berubah dan disebut zona pellucida.Faktor Sosial (Hubungan antar periode) Interaksi antar individu dapat mempengaruhi tingkah laku reproduksi dan fertilitas. . Spermatid ini dalam proses tersebut. Meiosis dari setiap spermatosit menghasilkan empat sel haploid ialah. pertumbuhan oosit dalam ovarium dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap I adalah tahap pertumbuhan primer (previtellogenesis) ditandai dengan peningkatan ukuran diameternya 0. bahwa faktor internal yang mempengaruhi pemijahan adalah pendorong dan penghambat hormon gonadotropin. 1. Menurut Jalabert and Johar (1982) dalam Rustidja (2000).9 mm pada (Sarotherodon niloticus) akibat sintesis kuning telur yang terjadi di dalam oosit (Endogenous vitellogenesis). 1999). Menurut Starey (1984) dalam Musida (2008). .Photo Periode Proses ovulasi pada beberapa ikan teleostei menunjukan hubungan yang erat dengan photo periode. . 1990 dalam Rustidja.Substrat Pemijahan Mekanisme pengaturan ovulasi dipengaruhi oleh kebutuhan ikan terhadapjenis substrat tertentu. Sel granulosa di luar zona pellucida ini bertanggungjawab dalam proses penghancuran sel telur.

Terjadi kesalahan pada saat pengambilan gonad sedikit sobek tetapi telur tidak sampai tercecer atau berhamburan .Ketidak telitinya memeriksa ikan jantan dan betina yang dicampur dalam suatu kolam 4. Kekuatan dalam bekerjanya dapat dikelompokkan secara kasar yaitu dari dalam ikan (intrinsik) dan dari sekitar (ekstrinsik). telur jelas dapat dibedakan bentuknya bulat telur. bentuk bulat telur. produksek sudah masak dan proses reproduksi akan terjadi. suhu. pasang. Charion mempunyai sebuah lubang kecil yang dinamakan micropyle yaitu lubang untuk masuknya sperma.3 Faktor koreksi Pada praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad ini terdapat faktor koreksi antara lain : . Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad ikan tersebut sudah mencapai tahap perkembangan II. fisiologi individu dan faktor lingkungan antara lain perubahan durasi penyinaran (photo period). Hal ini sesuai dengan pendapat Raharjo. ketika ikan matang secara seksual. Gonad ikan betina berwarna hijau kekuningan. Berat gonad ikan betina yaitu 55. Ketiga selaput ini mrnempel satu sama lain ketiga telur ini masih dalam tubuh ikan dan tidak terdapat ruang diantaranya. yang menyatakan bahwa testes (gonad jantan) berbentuk memanjang dan menggantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantara mesorchium.Menurut Lagler et al (1977). Di bawah chorion ada lagi selaput yang kedua dinamakan selaput vitellin. Hal ini sesuai pendapat Effendie (1997). kehadiran lawan jenis. praktikan kurang teliti dalam mengamati ikan . Dan tingkat kematangan gonad menurut Kesteven (Bagenal dan Braum. yang menyatakan bahwa umumnya berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh dan pada ikan jantan sebesar 5-10%. dkk (1989).4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad dibidang . Banyak faktor yang mempengaruhi peristiwa ini. Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan. Testes berwarna putih kemerah-merahan. tahapan bulan dan kehadiran fasilitas spawning. makanan pilihan. kelahiran dan kematangan dari jenis ikan dan hereditasnya. dibawah atau di samping gelembung gas (jika ada) ovarium berbentuk memanjang.Ketika proses pengamatan tiap jamnya. 4. 1968) dalam Effndie (1997). arus.Adanya perbedaan dari praktikan ketika menentukan tingkat kematangan gonadyang disesuaikan sengan literatur . letaknya di bawah atau di samping gelembung gas (jika ada). Faktor intrinsik antara lain kematangan seksual.79% dari berat tubuhnya.Ketika ketelitian saat pengamatan dibawah mikroskop dan tidak maksimalnya alat mikroskop atau masuknya bagian dari mikroskop . pada tahap IV pekembangan II. 4. telur yang belum dibuahi bagian warnanya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau chorion.62 gram dan berat tubuhnya 823 gram berarti berat gonad ikan tersebut 14. Selaput yang ketiga mengelilingi plasma dinamakan selaput plasma. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga ruang bawah. Menurut Effendie (1972). Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga tuang bawah.2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil data pengamatan tampak bahwa gonad ikan mas (Cyprinus carpio) pada ikan Mas jantan maupun betina terletak pada rongga perut tepatnya di bawah gelembung renang di atas usus. Bagian atas telur yang mempunyai cytoplasma dinamakan kutub anima dan bagian bawahnya dinamakan kutub vegetative. Telur jelas dapat dibedakan.

KESIMPULAN DAN SARAN 5. Proses pembentukan dan perkembangan gonad jantan yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → sel sperma. 7. berperut tipis. 5. testes masak dan testes regresi. arus.2 Saran Sebaiknya dalam pembeliaan ikan itu dicek terlebih dahulu jantan betinanya agar tidak tertukar karena dapat mempengaruhi data hasil pengamatan.Dapat mengetahui kondisi lingkungan perairan yang sesuai uuntuk mempercepat tingkat kematangan gonad 5. 3. perkembangan spermatogonia. TKG menurut Kaya dan Hasler adalah testes regresi. pasang. 4.perikanan antara lain : . suhu. 9. tahapan bulan. lubang telur membengkak dan berwarna kemerahan. letak gonad dan bagian-bagian gonad . TKG menurut Tester dan Takata (1953) adalah tidak masak. kehadiran lawan jenis. Gonad jantan berwarna putih dan bila diurut mengeluarkan sperma dan tingkat kematangannya menurut Kesteven adalah pada tahap V yaitu dewasa dengan ciri gonad berwarna putih dan bila diurut keluar milt. 8. gerakkannya lamban dan bila diraba tutup insangnya licin. hampir masak. alat kelamin membengkat dan gerakannya lincah. genetik ikan. aktif spermatogenesis. masak dan salin. Diposkan oleh Ly Youly Suprihatin di 03:54 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) . Gonad merupakan organ reproduksi pada vertebrata yang terletak pada daerah dorsolateral di rongga tubuh. awal aktif spermatogenesis. umur. 2. Ciri-ciri induk jantan yang matang gonad adalah warna tubuh agak cerah.Mempercepat menghasilkan keturunan dengan cara perkawinan eksternal . Proses pembentukan dan perkembangan gonad betina yaitu previtellogenesis → endogenous vitellogenesis → exogenous vitellogenesis. letak gonad jantan dan betina terletak dirongga perut dibawah gelembung renang.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. sedangkan gonad ikan betina pada tahap IV yaitu perkembangan II dengan ciri ovarium berwarna oranye kemerahan. Faktor eksternal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain photo periode. 10. 6. ketersediaan makanan. mengisi kira-kira dua pertiga bagian ruang rongga perut bawah dan telur dapat dibedakan dengan jelas. Ciri-ciri induk betina yang matang gonad adalah perutnya mengembang. Faktor internal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain hormon. Berdasarkan data hasil pengamatan.Dapat mengetahui pengruh peemberian hypofisa untuk mempercepat kematangan gonad . permulaan masak.Dapat mengetahui tingkat kematangan gonad. 5. substrat pemijahan.

AbOut Me Guyz Ly Youly Suprihatin Palembang. Indonesia aku dilahirkan dengan penuh PERJUANGAN. Maka aku harus bertahan hidup dan membahagiakan mereka yang telah berjuang demi DIRIKU Lihat profil lengkapku Arsip Blog     Oktober (10) April (2) Juni (1) Mei (4) Pengikut . Sumatera Selatan.

.3/./.3./ %-07..343/8. /  //../.:.3/.9.24.2..7..07.302.7.5.902.33..99:-:   %3.2.902.3/3./.:3/.3 ::7.343.3 %09.3 202503.:.8.7.5.2090790:7//.2./9:/3.3 .343.9..07.9/.:507-.343.:./..3 ::7.2.343.5.9 1./ /.3.7 /.3.350309.91507:-.9 !02.704254203.3..8944/..9.3:2:23.3 93.97451.3-08.380-.3    3.7.24.:-0:2 03.3/...947:9.3.3.8.9.//./03. -0-07.9.9.::783/. 0907.3.9502.20907.984.:/.5.3/03.202.3.343./502.947:2. .1770:0383.9.907...-08.9:9.8 07/.2.//...9.70.3..3 9039..38:/.9478::80.-07.3-0:2/.8503.-07282025.5./.30.3.05.3./ 03:7:9$..-47.3.3 5.343.3..3/03.39079039:/.10 /   507:-.2..8::/.809.902./ % $02..9.7894.7.28.3.9.  03:7:9.7%8.9.3.3-.8.5/ /..35.3:39:20309.2090790:7//..902.3.3.302.39..7:02.593./.7/.202.3.//..943..2507..32.3.7 07/.5.2.7../ 802.25.39.343.3/507:.3-08.3.43.72025:3.380-..3  -0-07..35079.9.9.343. .3 507:-.0-.32.9 2.7.343.3%' 9079039: /.::2:7 .3.7..39393.8. %    2./.5.9.8../..3.7.9.9.35079.3 .3.3//..8./.

73.343.. /5418.80.39.9.7:4047243.8090.5./04254.38:3574808502.3 .5202.35418.7..7.  503:39.3.8.3.7.:.33.7.7.8 507:9 2002-0 :-.57. 803.35418..2.35:/.9.3/./ ../497453 !.3.9.85.$80-./.3/503.3.. 397.3/05.7 /4949  5.  !./03.7..2203..3207.5.907.3.3//.73./.3 5418.3203:: 4.9/..3/.0207.302:/.0425480-08. 90703/.39/.3502-07.:.7:22030:.9:-:3.3039.380.3507.34.39..25079:3./.9./.3 $090.5.3207:5.7.9.9474708..32033.8.3/..5:-093.7.9.35418.0207.07.3507.  ..33.73.7.35.5.3/2.8 3/0843./49745347243 4724390780-:920.7.9.35..9./.9/8.2:8/03.9 :7..7./8:395418..73.7:2/.3 8090. 07.3202$.33..7.703.3..703.33.7949.:.7.9/50740/.310808 .9.3 47.85418.5.3/.7-033/.83472430 3# .2/8:395418.5418.38:/.2-.35418. / 49.8:.3-07::7.80$.5.3 /.3. -07:9$90793.3.5.3.3./.3 .33.70   3/:./.0425480-08.7:2073  507:9. 2030:.502.3909/..-:./.905.5.7 /.507:9 397...920309.7.9..3802. /507:9  /9025.2-.82.042545./..3039./.2.3-.85079:3.31.:.338.  $0/./.9 .30..2:8..7.85.33.8.:.3/03.3.907-039:3.  -07507:9958 .5.30/.4949907.9.9 ...7. 503.9./...38.2.5.7  8:/./.3889028.47/::.7.:.39.3 882030:5.2.0425480-08.7..9:-:802.343.3/.3 .3/.3808:.3/3:7:8  07/.307./.3.9474708 !..3  :39:503:39.1 03:7:9#:89/.3 /.390./.7 09.9.5.503.2.3/.370.-.70845.2.3207..5748039.3203:7:91103/0  203.380-.3.05.507947.2.7.  .3503:39..3..5.9:203/473443907/.9.3/09.757.907.90703.7 /./03...3 08.7:9.9:-:.5.9 &83.503/.32.3:-.9:43.3-08..3.309.5.5:.3-.88079./.5.3-08.9:80-08.23202-03.-07.2.350707..343.75418./.9.:903503.7.220.7 /.2..33..  3.9.2.9:203/47344/-/./497453700.3203.380.39/./.3 ...9//.:.5079.875/478..39380507904254.7 .97./   ..35:3:3/-./8:395418..32.3397. 03/.7/..04254.3 /0:.3049.9:2907/.2030-.3.8.3./.:./.-.  4..3039..38:3/03..3 /503.8 507:902-0 /././.503:39.30/:./. :7.7  ..304254//.7.390747:39: 2030:...3202503.7:4043.780.34724389074/...6:.90.039.:.5..73.. /-. 5.8.0207.:-4.81.9:-:.. ./ 502.3.7 05./4.5.3/..993.30././.$/.99070.#:89/.3//.9:5.947 .23/9.3.907935.9:-:5:./.3/0:.8503..3./.3 .340 549.:.2.7503.2:8..75..9-0-07.35418.320/. -07:-:3.52025:3.3.340003.357480/:707.38:5073..5:..220.35:/.3 882030:5.9.:7.5:.9 $08:.38.3/.39. 503:39.31.39/.73..82.9.:.8 5418.303/47344..9 507:9-08./.:5:3$ !02-:.9907..  ./.33.920708543909.3#3.9 ..890703/..803.  ..73.2 ..39093.47.3.25.3909/.8$  03:7:9#:89/.93/.. 0425480-08.. :7.05..91.....7: 0.7 50707.57.

3   $.20.2.7.8 :-.8. .9:507:-.7.//03.3   %.3./ ...3/3.3203/..47.90.35.3.8.   ./.503./.9.3-.92.3502-.3039..8:..3/.73.20.:./.2030:..7...88.9..:85072..3 0309..7.3.9.:.9   .:88902.302.25.//03.30.3   $.35458.:.3$907.-.8/.3 0309.39.9.3..3-071:38 203447/3.9.9.9/03.23 9/.9.9.3/4347.:.309.742.3-07.8:07   0:3:.5.-03.507-.33.902.9 8.3/.2:8./ 0309..81:381844847.9.3.2-.05.503.3-07.80.2-..25.3.7.5:9/.32033.3.        /.3507:93./   $!&$#   0825:.3/.9:1.39:-:   003.343.507-.3.9:038/03.7:40038850808  :2:7 ::7.9:  7..:.802.3-07.:2.9:.05.3.7...2.3/.7/.802.3 4.7.07.9  507:93.5.3.8.3 507:-. 59:9.380.7 :-.307..73..3..5079:3././.38/.8.370..3/3.3 07/..3/5418.7.7503.9...9:88902.902.-079:7:9 9:7:9.7042548./.9202507-./.3.   47243207:5..903502.385072..9.3.303/7 /.  .3./...3.9502.3.8.7.3803.3 10799..3.3202-08.3.847243.2.92.3/0:..7 974/ :924-7.3.7.7..2 :2.9.3-08.$.3..30..9:8:8/.9.343.. 802.35418.7..7:8008.3.35.33./ 5:.8 /.802./.9:.3.32038070847243.9./.3708503..3507:93. $0/.393.9.5.-://.7 2.943.9:202507.9.113 43.343.5.3/.3-093.3/.2  /.9.7.890:78079.9.3/.9./.3 2030:.38:...0:39:3..3.05.3  $0/.9:8:/..80/94080 8003/4730/..3/503.3. .   $.2..3.7.3 .73.88.33907703.9/825:..3./.703.0207..3./:   07/.9202507.343.3-.943.807.307.909.3.7.3/.3 :74039.202.380.3708503.318443/.390:7.8 93.  $890203/473.343.73.3-.2033.5418.8/.9.8:7./.39./90.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22   7.

22 /.3 7.

. 03:7:9.2574808502-0.34..2...3-8.3.3$5072../.9.//0138..3 $0-.270   85072..7.0/..7.3 .7:9.380-.09070-/.8503.::.3/.0-.9.. 8./.3.22    $.3 -093.3.7  /.79/.3/.39./     %!%!# $!#   !&&   !03079.

   03:7:983.3-..3 -.:39:202-:..35:9/.340/7.8.2.3/.: 0.3/./.93985072.3805.9:/..944./...8.  03:7:9:07.209.3 80:2.7.  /..35::..270   85072.3039.5.9403088 /.2-: 2-.90.38.3 703..3  ..944.9.318448..7.4/0./.39./80-:985072.3209.2.8085072..2475480 203.3/.9.3  03:7:90.5.3 425.3207039./03.5.0:2 ././.7803974 207:5.380203-07-0/..9080:3/07202-0.230. #.944./.3 .8.907/.85072./..944.080:7:.3.9..507..90:75. 802....3/:37424842/.203. $0-:.3 /3.7. 2...3.80-. .3 8.9.9.280203/80-:98502.//.    !03079.385072.3 2..90.03   /5:8..708  5.3-07.3..94.3$5072.32030/.3       3.907/7.803974/.3203.7.8.85072.944.8. 0.3/0:.2./.3 2490  /.3203.3203.3047 9443/74320303-.038.5490381:3843.3.2.3-0703..9 . 85072.8 100:2/..207:5.20.942$5072.3805.970574/:8.3./.9:3.8/80-:980203  $0/....8.3.9-0707.2093./.9/.9.8 9/.  $5072.9/.3. /..33.71..: 8.:.3  047 $. $0.8  05.30307:39:07.   503079.:202-.9:-./78079.3.38023.85072. ./85072.32025:3..91   /:.7.8908908 .7:9.2025:3.905.3//.385072.73./.9/.3/.5:35.320325. 03:7:9$405.33/03./.9:2-:.33.

92030:.3 29443/7.7483 /.305.3/.944./..944...20325.38.3.7..3.2-.3.3007203..950393/./.-.3.-07-039:202-:.85072.2 70/:8 ..3.5.  24714485072. /.3907/7/.9  .7.38023../.39.3:39:202-..3-.5.3903. -.3 .7.-0../.82.3-.944.203.3 8.47./.2-./.7.5840.:743/.82.-..3/:3-.98250  .80 ...71-7 1-7 !. 4785072./.95030:7  032 0323-07:3.8..    47144$5072.7.7-.7 05..35.3./03..9/507:..3/74..7032.39.31472.  -./.9 8507.78.944. $02039.907/../80-:929 39 85072...3-..39:50707. ./.81.95.32.-07:3.85072.57424842 203.3.09:7:3.74 /.9-.  2030-:9.3 05../.944.794/.. -0.3:9.247144885072./.3047907/7/.3910793 ..9:-./.75.3/:303502-.3#:89/.28023.. 8073/80-:9007 ..3047 .3047  5.980/07.5.    03:7:9#:89/.305...2.23. 9443/7.80309.944.305..90.    844$5072.25:7..907/.3.944.30478...202.7-.9/0:.890:7 $5072...5.3-.3. /.3207:5.3/:329443/7.3-.74842/..3 !.5...82.5.3/.3 85072.30309 3980 .3203./.3203.305.2#:89/.7 $0. ..944.3/..30473.3/:37424842 /.203 .2-.38:2-07 0307-..944..747144$5072. 80-.385072.3 .3903.44.305.257480810798.3703.3.907/7/.3%! .2502-039:.3::3907/7/..85072.8.3 85072.3 202-7.3.. 907/7/.85072.. -.7. /..88.3  /.25.33.

.::203/45.385072.3..7 9.8/.5-0:28.203:7:38090.8 $5072.7:40.5490381:3843.8050790    !74808!02-039:..-07-039:-4.94.3/.9443:2 079.957207  .3 $085072..9.3203.9  /.:8085072.3/47.8.3..80/03.309.2#./.3/.9/2.2475480203.10 /    03:7:93.3/507:.290898/80-:985072. /.70:.:/:5 .3.4742484220203/0/.3 2490  /.80-.79.25.9080:3/07 ..9/8073/3.9443.25.202 -4842 709..5.9.209.25../.5.88.7 $.742.8.25748080:.9-0707../.944//0:.78890/.9/.7   -.90  03:7:9$:2394  /.3203.39..702:/.9/ .2 0-07..3742.8944  50702-.930-90-.9897.7.9.94.38090:7 $5072./.3.7424842 :2.3803.202 47. !74808209.94.9057207 02:/.7..30 47..2.585072..3/472...380..73.9.5074/0502.-:.9/:3.:502-0.32:3..3.7.3:34.380-.3 2025:3./80.944.8.3      !7480850702-.80-.3..944/.38090.38.//. -07.944.90:39:20301080380307.2.202..57291.2./.94.3/. 85072.74.3.9 -07..33.:7.370/:8 20488  202-039:85072.::22.9080:3/07 $572.3/3.703..33.85072...../.38945..9403088  !748083205:954107..:-07-0/.897:.7 0-7:.3/825./.3.30. $.33.3047    $5072...944. 8090.. $5072./.:502-0..905720702:/./...:3.23: 02:/.8 5. 02:/.  .79 -03/.82.9443.3.3-0.3742484203.94.947.8.3 2.5.3907:.  50702-. $5072.38:8:3.3 85072...33.7.209./..3:..23.39.32030-.944.3 390720/.89.85072.944..3 202-039:49 49.385072..980/980./.5202.3.585072.7-.9. 80.3907507.3 :./.7.9/.3/3.2.3 94-07 909.385072.9080:3/07.3 9:2-:202-039:85072./75./80/03.3 85072.944980:3/07202-0.32.7.34 .3.80.7 03:7:9..7 /.944.9://.3 897.80.944.-072:.905720702:/.9:7.2475480 3207:5./ 85072. 0-07.329488.32030.306:.9443.897:9:7...203.50393/.:7.3.83 2.3/3.885072.3.734   /..3 94-07  4.:3../85072.2.-./.202-.35074/085072././.944.:85072.:3.785072..34../.54/ 02:/.9403088  4.3-07.3/425.320....8.802.203..79097.9/ $5072.290898 85072./:-..-07:7:9.79:.85072.5.9185072.307.5. 9.980/9/-.9/203.5.944..9057207 !.3209.$05902-07 /.. $5072.25:./85072.:907-039:85072.38.270574/:88073/507:.83907/73.209./02-74 !07./.20./.944.9 8.2.2-.80-:./.5.32.385072.:80 85072.3.82.. -039:853/0/.29443/7..3 85072..885072.94.30/:. -/..3/1107039 85072.944.39097.78890270574/:8.20../.:.3/:3.7.3/:9 502-0. /..3.-./03.9.2$...38:3-0-07..8:.25.3-07.885072. 80.8 .91 202-0.85072.3.7    !02-039:.385072.05.3203.89/.350.3/.29488//.3  $0..3.2475480 85072./...3/..3/3.2209.944. 3/:.944.8.2#:89/../203.3.380.5.39.3.3 .2908908/./.94./.944. 0.3.3/.7.385072.90-.385072.3203./..3/.94./ 85072.9:05./03.3.9./80-:985072.3-0702-.39.   03:7:943.3 203.2-.3.3.80/.02-07 02.7424842.

32:/.5.38::/.     499.1 /  50702-.347243/.3 0307907.5:98:8: 503:/. . .9.3089:339.9.27484580- 203039:. !03:7:3.3.52499.3 ..385072.7.3802:.2.2-./503:7:3.385072..3-039: /.91  $0.3 /:3.38:3//.3.808:-:7.8502078.8..80.80503/::3 /.-9.8897553/.7.3:2:750.3 8.9:25.8503.7.3907. 85072././03..8079.2..9..7  .380.30307.5033.270   85072.734       .985072..:8890 .80.9..03:7:9$.4:203. 3.2.33:978  03:7:93.7.39:35.85072...9/..734    03:7:9#:89/.2.   :.     '..39.::-:89089:.39...380.3943 .3.3 :.9.7:507:/.944.85072./.30307.80...9907.73.50707. %.9:        42..9403088.5.708::/33 /.8805079..3502-0.80./80-:9-.7.3.3.2503.8 573:8.3-071:3880-..7.885072.25.380.944..280.8-.3907.3/.3907.9.502-0:.38890-07./.7800.3203039:././03.8:5.340507-0/.274845907.507:-.9.203.:. 17:948.9.944.:2:2 ././//.3:39:502-0:.  203.  !020-39:..09.3/./.0-/.3.754 .3.:-078..3/:3//.890 ./85072.944.7 03:7:9!.302..909...7..2.9 8050798:8:039.::2/...303   507-0/.585072.3. -07.3202:./.070  /.8/.-07503./.23.9.7:408::/.3/80-.307..7/03.4380397.3494  /.9:25./.05:9.944..9443.38050790.32499.5:39:2033/.7 .2#:89/..3//.885072.2.3 907/. 8.2-.2.2/00307.3/-:.7.3  1.. %.2.7/457.7:907.507.9... 02.218448 -.907/.8.39.7!7480850702-.8 $02. 03:7:9.3-.380803974 $080397432025:3.29:-:3.39.9..8 85072.73/:/4347.2.73.8.9:..32.70..734   85072./.9.2-.3.94080 80803974 $5072.50780/. 8.::2 4..885072..:.3/80-:985072.2./:585072.-9...893.9.78::.:8/.9403088-07.7.35724/.8.380 800723.8  /.8$5072.5 :.3/:50-.3 50307..38050790.944../03.:3.3-07503.3209.3.4/84.2 9:-:.   748458/.3.748458 $0. /90908.885072.3/80-:94.380.5.2748458.5...-07-039:3472.393/.343/8:.944...944.89.3-.7.33.2#:89/... !0780/.39:305.2.3203.3/:5 ..28085072.-.3 /80-:94.7.2090750393.3.95039380-..32.28::703/.8  -07.5.890:7.3-.8$5072./.7:907..8.32748458 907.2 50702-.385072.2.3.79.7..::2-078..3202-:.  -07/.3.7.3 05.   .8:2-070307 85072.748458/./825.748458.944.9/503.907. -039:3472.5479 3..329488 $00723.302-./. .-079.25:.:.8$5072.385072.3-07:.748458/80-:9-.-49/..38::-.72/.32.8 $5072.25:...

3.54/$4.3:9.9/9:-::88023107 $0-./.8:: %.35.2.32.5 4380397.7:3..9/..3.9/503.7.3.!03.7:30..-.8 85072..8-07503.39-0: 0745749039.23.09.32025079.385072.3.3   02507-. 85072.      47243.30.4:2080203  !74.2397403 .3809070947243 .3-.2030-..7.3/././:3./.38:3/-:9:.88020.8-.8 /..3-448 7.....09.507:/.3.09.94080 80.3  /...9.3.3:39:203:7.3207:5.. 472430/:..574808502-0:.3 .:39:-0-07.-482-.8.50325.3..7..5.350303.:70/:8.3 $0/.32./.3.3803971:.580.   !02-0:.754188 $-007. .347243 0.-.9.5.79 /.3/03.-.380 80/:5/.944...574808502-0:.3 80 80908948 2025:3..3.003.   030/.3/.38:385072./..944.390.3:2.. /. 03:7:92-.:.2..3.385072.390894890743 /8.3.9/.80 80 3908903:23207:5.07..3./.3 2.93.07.2-../.52499..7 $0.907.5.3502-0: 43805 74570807.2570807.3 .2#:89/.3.944.944..3 .3/03.    03:7:9.5 #:89/.-9.   03/:385072. ./03. ..-07503.3/.3 80.7.0./3.2..3009749.320325.3203:3.50393:39:574808 90780-:9  !74808907-039:3.2#:89/. #:89/./.. :39:2033/.:3907:581:38209.2 .5.2-.3574/:8./..8.907.909.5079:2-:..8.944.885072.907.507.8.3 5020..25:203.85072.385072.07.3574/:885072.507:-.2-.3.885072.:39:203.   025079.9 .      8903/07   :388903/07 03:7:9%40470  /.350303.749.59/.52499.3/.8209./.0..-482085072. 90894890743/-:.4/84.7/457. :39:207.90894890743:.7 5418.3/:585072.230-:9:.3-0-07..390747003.3404-:8.3203.2.   03.7: 8./ 907./.33.944.9:503..3/33 4/$4.3-079.3$5072.38.9.7 59:9.:5:3397403.3/.3.9.92.2539:80 805020.8:.9...:5073/:3.2.7.3!203..50/:5. !03.3 74570807.203:7.348249.3. !02.3.203.90894890743.2#:89/.  47243.-.9...919.3 503.3.9203:7:3803.950393 #:89/..885072.38::..91907.9:503/02.7:8/..9:  030/..92025075.9443.3 50303.     .9.944.9502.3.8 10799.944.80.8:2-070307-.7:8/9./.803./.8:/.503:7:3.919..3 -..05.3/7./..:..8./.8..3-07.703.3-. .507..2.02.385072.07 /2..38.8    .38:...907. 3:..3:39:574/:885072.390709.  2030-:9.3808:.3 0307/.7907.39.5.507::39:574/:885072..3.9.30802-..3503:7:3.8.302503.380-.885072.2.890:73.25:7/03.  .9443.20:9.3/80-:9803908903:2.3907/.3.//.347243 47243$  /.3503.780-.93.503.85072..:5:3 5.7.9.3/-039:.9..3.318/.38:35.90780-:9 07:7. . 9.7:$5072.3..944.. %09..9502-039:.1:3808903/07 .7:400.

3.85072.350303.80-../.9:  .3$.3.7.8   !0303.3/:38074/.7.25078.50303.-.5-093.850 2.5003.:..32748458 $0.8050790 ./..0- 5078032.9907.3.33.390793 . 8025:73.3./.4:2050303.9.3203.3.9.85072.3.-40203.2.2907.8..9.2.:3390:7 /.50303./:3. 85072... 0.3108 .885072.-07:9  .3-.:.3.8 /.8/.07 .. 20.918/.  203:8-0-07.34.5.7.29.3.07.:38:7 :38:7..3 .70./.3 $0/.3:.2.9..202-./.39/.3/:3.25748080:.3  .  2.35030.803.9 $97088 /.3/50740/09.25: -0707....:7..3/.80-03/.8 .:..34.350303.350303.::7. 28.5.39:.7.:3.9 .9/9039:..30303.924845 $0.7.3.385072.-/.3.2#:89/.790894890743.   !0303.73.72/.4:203.703.72 2:33.3.:-0781...9:3390:7/.9.380203/.2 2.07.7:83.3.28 2:33.5.38050790.07.2:7..07.85072.7./.  5078..  50303...07. 05:9.   7 .7.7484582.9.:3  -.  228073 :3390:7 /.3703/.-.8805079 .3/:585072./..:3390:7 /.7:9.9..07    !07-0/.30- 5078035:3.8/.:.2.8   !0.-40907.944.3  /.. 2.7/.3.9 8. ..3 /..907/7/.2-.90.2.    2217:948.07..  4380397. $..18448. 570807.3/9.33.7.2.  03:7:9.9/03.47243.880..20203:5078.7.32499./.3.7 22./089 202:/.  20302:.0207. .3.7 .73. .7...9478//.280.   3. $0.-039:803472.7 :9.3507902:.:2/.5.3 57./.9:...:. ..82:339:.8..9/.2#:89/. 85072.3203..70:.30.07503..07.5..7:9.327484582. /03.9..:80/9 :7.../.7885072.0-/.3897.02.  80/..7:8203.37.-9.3-07-. 22  22.32.:039.7:9.3-0781.385072.893   !0303.3$     .7.. 8090.35784  /.7.808:/..5.28907/07 %4007 .25..350303.-07./.9:25.203.3/9...3.2502078..8 -07. /.39/.52.9.07 .7...3./08902:/.3:39:20325..7:8202-0702:33.98/-:.93.:3390:7 1481.317:948.0.../..885072.3.9/03.9907.7.3-8..2#:89/.52025079.3/80-:90.7:9.3$5072./803:9-..6:..385072..7.97.:.7 9.0720203: 8.944.2-.50303...7.3/-:.079/.9:3390:7  !0303.7.3 203..734   85072.-07:7:9.18448907/7/.702:/./.8:/3.8.5.98903/07 8.3:39:-.:.585072.4:208..9.2:32025:3.8:/3..  .703..7:82025:3..4:250303.3/:3.907.4:203.2:3 -.748458/80-:9-.3.3 438039.0..07 /2..380.89/.728.910798.5070/.73. 28.50303..85072.: 9/.05.37307907/7/.3. /.23   .0-/.2-.8 .9948.  03:7:9#:89/..885072.9..3/.7:8909./..3-..07.83.385072.3.3   .80507980.07.9 03:7:93.7  /.73.32:33.84 /.980-.2 2.:5:3907.3$5072.350303.92.07.90. 247144/.9..350707. :3390:78079.3907.3-.0703/.39.-47..3:93.3 .23.3$0.0/..81.:3.5479 . 80/07.7/.6:.07 .2....357.3 907/.3/.703.10798.748458/.5..

9-.350.785072.73.8/:590780-:9/-0704832.385072.30483 !03..92.3-.25:..3 .32.73.947./.9-....7.-9..9 $0/.8090..3-071:3880-.25780:7:20/.9.3/../.3 :2.7/274845//.207.0:.3/03.8 85072./..  '..3503:9:59:-:.3/:5 /.38.25:.3.9  85072.2.04254 /.207.8.2.33.3 .73.30483  .2.3203:3:.9 !07-0/.28::703/.3203.3/.5.3/:50-. .839088574903/.803.203:3:.5./.7.-.8/503...75 03:7:9 1103/0  . 8.9:02.:2:2 ..   ./.-9.2. #:89/.5.34050.7503. .9.390703/.  02.85072..7:9.947 1.7:.3 /:5/..8..9/. -078./..37:8./.790898..-9.5.9478:::.2 .5.7 85072.:/03.3 0483. .9: ./.-9..1.8/:52025:3./..58..2:35.2.3-0781.3/03.3..:.58..85072.3:39:3.-8.-0781.29443/7..0425480-08.3202503. .3574547885072.3.2.3 .9.2.944.33.8.3-.2-.207..-0781.39/..7:/.9/503...32.385072.8/.73..9.3.703.7.3472..85072.-07.-9.380.9.785072.3/:5 . ...3-0781.2.9...8.2 .73.3.73.32..3-07./.8.39: 1.2 .2.73.9.3/:5/..385072.9/09.3 :.8.885072.7 .7:408::/.7 2039 $0./:580...9. 50.2.9202503.32.8..944.85072.3..29:-: 85072..-9..350.8:0/.885072..385072.7/.7:408:: 00.990.../:5/../.390.

25033..3-0707.. 3. 07/.0985072.408.3 %07:9.9.7:7../-.8:.3.3 85072.3 /:3.589. .2030/.9/..902.390780-:9 909.3203.7 /03.703.7 ../.5.8503. $.7909..7.9../.7:400.285072.3$5072.3 85072.3.3.7.50303.3 .3/03.270    03:7:9$.7.7.85072.2. 80-.2499.. 80/.3.257-07.3..3/./.307.9../.- .-07.3 .83. 7.38:-89.39::.3$5072.. -039:04785072. 85072.9/09. /.10 /  .944.307.43/83.7       !0707.9.207..9 2:7..907..9.2030:.3/.-..3/:3.07.8:-89.385072.385072..3/./80203 08903/079/../503.2.. .2499.950707./.9 .04254/../.885072.32..:.3203.30.-8.890793 80/..7:9.0785072.890703/... $0..3 3.9 .7 &2:23.3 08903/07 9/.5:39:202503.2:33:.907../03. .2499.14:8.802:.  93.2.944.3:7.703. .308903/07 7307.3907/.9/.7.../08903/078.274845. /.3 8090../. .90780-:9     !03.203.703.2. 90780-:92:3.8./.32:33907.08903/072030/.8./-:.3-.9.39.3.5.3/.3.:90--.9..85072.3.9/...3 -0-07./.944. 203.2.32025:3.9../.385072.350303..5.803..2:/.50325.3/5077.7 /.2  .3 3:978-.:90-.385072.7:2499.2 7.50707.3203:3.2..3202.79../.38./503..380.5./..25033.09.3..38502.908903/07..5.3:39:503.503.3 /80-./.80-.2499..088090.8.2:/.7..2.9.  8903/07.3203.73.3 -.9:803/7 499.3.2.85072../.5.-40 .08903/07.:3.357.8..3203.33.8 .7:5:.80-0:2/-07507.90780-:9:../.885072.944.308903/07.3./  !0707.9.307.2.343.9/.3-. /.3 .38.8./.92.:50707.9070483 //..2.3-8.3.9..5/03. 85072.5 0483803..-9....703.3.7.-0-07.317:948.393.34.2030:.85072.98 .3.909.5.2:3:39:2499..7.94388903880203 8::/.850.:.0/.944.-0707.9.3203039./.250707.3:39:.3/3.703.385072.33.32:33907.9 ./.70.9.2499.3.9.350707.320307.3203:3..3-071:38:39:203039.3-.2.3203039.9.3.  !73853.

82..3203..9./.80907-./-/...2 .7:9.907.3 .3.9474708 !.9203.3-.7/./. 080.33..33202.907/7/.85072.3.3.     ...9./.9.920309.207:5.2 !..944.9405073.33808:.385072.9.3202.3#307+8203.8...73.8    .3 ..3.5.5.9.7..2.09.3/:3.9. 0309.3/825.5.3-:.92.808:.73.3//.8/.33/: .8 /.3.3..5..85072.208903/07./.944. 803.3./.5748085030:.3 9:7:3.3..3 02:/.9/825:./.39.2.:.7.2.390.9/.9 .09.3/.35078.3/.390793.3/././.3.7.57.3907/.9//.3/.3202503.3/.203.3/.39.31..3.7:9.885072.220..5.5. 007/./-0708903/070-.: 07.3:2.39/.3 2499.9/:3.3503.39.9.3.. 50707.3/.30909./.9.3.3 :7.2/03.79:-:  .:0.3.   $085072.3.5.317:948.3//.2.2.2.0/.280203 $0/. 2499. /   17:948..78  03:7:9503/.7-4/7.3:978/.38:2-070307:39:203/::350707.9 :7.9:89753.85072./503.3.3207:5..8.3/.//.17:948.9:07.7.5.3 :7.9:7../..//.-.2503.8907938090.3 !02-.  499.9.9.2.0:....74.04254   /..38:2-070307 -.05..3 /.9:2499.3080.3 85072./03.274845.3203.83.3..04254.9.  .2499...7..2/.385072...3-.7..9/.:.350. 8:-897.3.3 507..9.3808:.9:2503.308903/07 17:948.:-039:/..-.944.385072.35073.25../.33/:..8090..9.9:3.7502-.9.309.39./.7:..3#307+8 .-0781.5.3/:5 ./574/:8003.3 /80-.308903/0717:948..3.39.39.3.04254/03..90307:9. /03.2.3/..3803..9474708.85072.:2.91.3/-.9.3.3/:3.3.3 0309. 2499.09..3%04030  /.3-0703.3 ..9943 /.9.09./5073.385072..9/5070../..3/:3-.39..3../.705..274845803.10798./.93.3 ./03.:39:202-0/..9203:7.9:2503.078:.3.8. %07.18448 .:574808502-:.5020...7.704254.3/50.79:-:.5.203.3 .7:9./.././.3.9..3-.   17:948.8  07.3-.3 .944..3 .3. 03:7:9..7  /./.78  /.9.  $5072.8..8090.5..2-.8/.3...2#:89/..8 503.385072.3/.3 /.39093.3 703.5.3/.2.3./..80203..3/.3/.3.  .3:39:20.34.9.3..038./.5. .3/43479/.350.0:.3.3-093.2 .39..7.9/.9./.2#:89/.390703/.7.3/.9.  $!&$#   0825:..3897:9:79:-:8085072.57480/:7.3 /.3..3047   $5072.3-. $0/.31.3/.30307:39:-079../.92025075.3//. 9/...2 2.757.7:9.7.2..39.885072.3-093.3!07.5.3..202.385072.09.385072..8.:.3.703.803.3#307+8/03.3/507:.3 3.:50707.

/.9078780880:3/07 $97:9:7/.9..2.0790-7.:7./.47.7-.3. '..8. ./  . 203.3.3.85072.3-0707.-9.7.3 .32..202.7:408::  43/885072..208903/07.274845/5078.3-07: : 3 207:5.7:3.  .385072. 9:3.3.1.8050795.3/:585072./ .8.2.9078980880:3/07203.5.5.9    $.././907.9..8..8.0-.09.3/.574/:880 909.843.78:8: 50303.203./ 03:7:9:07. 8090..98.3./5.35.9:-: /..80-..:4.25033..843.-08...73./.58089:7:3.350303.3 3907.5:9/./..9.9.7:2.3/.. !7480885072...7:85072.31.2..83.9:.3 47..07...3 :39:2499.0790-7.3 -07...07/.802:./.70.7.30-./..9. /2.35.37307.07.7:9.385072.07.83 2.3/.317:948...3203.385072.385072.85072....9. 907438055.8:39:202574/:8-072..-.3 5.39..9/.2.8/503.3/.3. -0-07.39:35./.9443.3.3203.:50-.9:8.9403088./:.832025:3.90758.3202503.9-07::7.94380397.2 2499.73.33.::80-0:257.9489 85072.5.380/. 85072.7/.39004898.8 3/80-.947.   499.70574/:8:9.:3390:7 1481.8..3.350707.350303.9-07.3-08..-.7/.2.7503.703.3203:3.390:7 20203:80-.07503./.   '..89.3.39. 50303.38:: 43/885072..8.3/9./0./.35 /2.3 /.3-039:-.39.9157247/.308903/0717:948. -039:85072.708  43.//..3-./.2/:.25. .20803907/..:39:-0707.73./. 20307.209.2 2.385072.02.9.79:-::88023107:8.2.18448   07/./..9.85072.-9..25.7.9..810798. 43.804.37-:.3.393. 43.7307 ..9..39.7:9.8 80-..2-.3./.0483   . 85072.43./.3-07..703.-8.8::     47243.0790-7.25:.3.3/./5.3/-0:.3308903/07.3 %0898207:5.9:-07.380./.235.3/./..9489  85072. 0.3/.-./.39..7./:5909.3907././.3/:5-07.2743.  ..9.390894890743   .35..780 800723....785072..3:.3..2-.25033.9 -071:38:39:20343974...3-093.. .257802:.3.7.3 2./03.9:33 90:7 50303. 9:-: !.209.7 2.:..07.343.3$  /.10/  43.7503.07.8503.9.2.3202503.-9.3.73.. 207.73.9:2.3 #307 8/.9/ 85072.5..809.9:85072.3-07.9070-/.07978 .7503.83..9:02.9.2.3.3...9.0790-7./    !#!%    !&&   !03079.9.3-093.885072.5-07.9.3 03/.9.9..9.3..350303.3805.7.9./.7743.350.9/.5/03.5507:-.785072.3.8.5.3. .3897:9:7089:..99:  03:7:9$./9025./..3/.8.9/..25:.80:2.25-.38::   &39:503.3-08.880203   !03./.3-0727.3  03:7:9'00 /  43.207.944.3 203.7.09.

907.3/3.942$8902#0574/:8.:9/.80-.-. -07507:9958 .785072..39.33.343.3 -07-39 -39-0788090:7.8.73.0207.3/.73.8./.  43.9:7 :2:7  9.3/3 -093...0207.. 03:7:9#./-0.805..07./:.300-093.. 907/7.57291.5.7802:.3203.038./-.203:7:9&83.89080231078 /.  03:7:9./03.9.3/../4784./207:5..320302-:30.3 .:2:23.394385072.3-07-039:439:/3.93.83:8/.0790-7.7.3.9.:8.35005.8.. 0.9.29:-:907/.7:2.-07:9 .:8/-.942$8902#0574/:8093./.3/3/03.39. /  9.5.0.07...5840800723.343..3    3.8.3.080  :74039./-.90..//.370.8903907/./809.39.   .3   4.5470 85072.9..9:-: %0898./.23202-03.880. 8023.7 .3-093.3-072.3 .343.30. -.8.984.888023.:-.8..7073/.3/3.3-093.9.30-.3.-07:2:7  9..32025:3.01107039.39./.  897:9:7908908907/7/.307.3/034080 8080794.5.3..9.3./...3 90709..     73/:093.73.8./.70   /9.3...  5.9443.//.3 9:-::8 85072..3:74039.3..3-071:3880-.9.3.8 85072.3..70   3/:.-0.0/.5.805079.8.3/.9 -.73.9  03:7:9#:89/.2 :20380397.3880.3203434 202.:3 $0/. 9.74.3.9:. -07.9.03/473  03:7:9'0 /  90898.915.3-.5.38:/.3 85072.439:/3../..388907./.4.720..908 !./.3/.3/:-093./   73/:.33. .8 8079.20:8:8.3 03:7:9#.984./.907.33.38.390:7202-03.2#:89/.9:7 07.202.8  /.080 907/..74 /     3..25./.7.90780-:9 /.83 2.9:7/./..3/80-:94.39./..5.:2.3. 05//28 .3-.9.39.805.-07.9..80.. $0 80503.3-093. .3#:89/..9.3 2.3. ..23.907/7.203:7:9.3 07.:3 ..780.80:2.5.    7 ./.3507:93.%0:7 %. 3/39:-::885072.3 .3/.30-:8.7875 /478.3507:9/-0.8.0/:.3/./03.3 8:8:3.39.2/-.33/:.907-:..3875/.805..2.89:-:...3/:.:.0790-7.39.907/.:9..3. 743.::20../ 03:7:9.3/.8.32.5.2743. --9 4348 09:7:3.5.202.87-:.3:8  /03..3.9.3/945.3/./.7 .3.:7.8.574547805..907. /  .39.:7./.3 -./01107039.9443:2 :3.20...980503.3/80-:9 85072. :2:7  9.  3/:-093.3802.30-0.3.3943/..39.73./.7 743.  $079.30.03:7:9#:89/.3/.7 9089089070-/.73.2-...2:3..5 8:8:3.8320302-... .-0.3.300.3-07.3 40208039708 43.:3 .39.3.2.907.3.5 507:9/0.885072.39.980 803907899.39...3.890 .3.3 /945.3/03. 9. 9.3507:9202-039:8:/:99:25:  03:7:9&83.3/..3/:. .:-39 -390.3/.3.3  $0-0:28.79:-::8907/..32..73. 9.07.8.3  507:9202-:.0207.5202.93.30-3.39/..3-. 7:8:5..3/:-093./.0.3/.3.3..7 2.3 :74039.3:8.38:/..3/7.  /..7:2.3202.380.3/.23/9.9.. #.3883.3-071:383:9791  :.3 90709.9:-: . .3.38.7.73/:.7:28090:7 0:.2.9.:4.03/:9  :-..

34../03. 207.7.-..390.3.9403088.207././5.3.   .7.2578./3/34-:0503:/033..9.25.32..3%.9.8:/..9:-: . -:.     %03:7:9.-07.2..3-039:3.32034345.80-.4.3   %03:7:9%08907/.902.992-:/.8023107:82.3.3-0:2 /0.3./.7.390:7 9/..343.43..8.91 ::7.9443.0207..3.9443./..5:9 .8.35005.9  ' %0890870708 #43.30:.3503..7:2-07-039:9:-::8.8..8.3:.  .9./.9443..35./8.0.2572.25.7:2.4.39:32084.8907.73.90.3/03.7:2./03.3:-.:33 039:90:7905.80-.73. !748085005.9   .584085072.33.3-07::7.3207:5.39./:./...39.340..3039..3.3.39.3 43./2038 743..8.73..7743.3..9:8090.9:-:/..9/. $5072.2:20380397.3-0-07.8.3.39434843./2038 743.::33 /./.3.32:82/33 3/343./.3.99:3./2038 743.  9:3.54.9.890 -072.82:./.5.5./.5:9  5.2. $.-07:9  %/.8090:72.2140 ..343.55 80/...3.   /.8907/.-:30. 4.3/.9:.3.9.3-07.2:332./.9./..3.3.2.385072.574547885072.5:9-078.-./.370038:31880. 89085072.7:2/.73.:5:9 -039:3.3.7:2 :203 /.85072.293.30807 %3.80231074:8  ' %089082.9.8./../.8..9/03..5.9:-: 43...3.944./.72:825.2./. 02-0/. 0383/80-:9.7:2  ' .73.4..3/05.390890820307:9./0:.3. :203503:/03. 5:9 .3:.8.3.202..!.3.785072.3-093.2 2.25.-:.-./.3.390.5..39.7:2 -07:-:3..  ./..3.3.390:7/.3-39.7/-0/.3%.3/3/3:.. %3./..20.:8.-0-.7:27/. 3/3503:/03.5.88.3.3 802.380:3/07 $5072...3802.507903.2743.39/.-0:2-0702-..8743.3.3/.944..32:/.3 -079.9.:85.3/:9907.2:.3.343. 907/.   %203:7:90...-: ././48 .5:94.3.50/:.9.8.7 /.985072./-093../.0:.8 !.43.-093.  ' $.30807  /..20.. :-.3 85072.4403088 #43.88.21103/0   ../ /.3808203:7:9%08907/..302:/.3-.385072..9403088 $02:./5.3 .  $5072.9//.3039.2-..-:.907.9   !0702-.355/03.7:2 !..88.703./..9 9.3-07.73./.-:.3/03.2:2034.3-093./-093.7.7:2907/7/.8-07885072.343.3/.3    %3.58.43.507:93.9 43.3//.3. 5.73.3   !072:.3 -07. .43..:.9...30.397./:.4..39.25.3.385.9443./.894..38:.94.7.9/././.9 %0:79/..-:3.944.2.3    %3./.3.25..9503.-07:9  %0890870708 .9:-: 43.7.3 !03.0207.-07...320.74.720.32.3.39.902.73./0./3..93./.7:2/-:3:8408:..920..24.4949.39./.:/3/34..30..9: .79:-:3.3-07.902.-:.73.9403088 89085072...8944203:7:9. 207.3202-:3:8-.3 .21103/0  .71403/80-:94.39.805079-03.. 80:3/07-079.30/.3-07:-:3.3 503.:4.73.73.3.3208490:2 !.343.8././.3 908908 .3. /.2-.73..../.3 .7:2907-:3:84080.:.30:.902.-07.3.385072..3/03.9.393.3 ..3 .7  ' 9185072.: :-.944.2:2.

 %/.9.25.3.8.73...9/.390:70..73.3743./.-07:9  %/.9402.85.5.-07:3390:7  97. 507:9 %0:79/.30.7-07.3/03..5:.339..3499:73:07/.38.207./..9.5.  .3.343.907: 202..%3./..80-.2.7 2038.348/:08:207203:7:90.7.21103/0   ...  .2./48  /.902. 0./.8   %/.805079.8.7:2-07.3.

.:33 -07-:97 -:97 202.7: /809.7:2-07./.390:7502-039:.  743./.507:943.25.3  .8.9402./9/.9/. 0.3:3390:7-.9. 82097 90:79/.73.207..2-:8.  ..739   .5.3.2572.

5:98:8:8. 8.9907:72:/.8 5..25.907.3.  .3 -0:2-0-.33.25.3 502-::/..8..73.9 0.8.0.-0307.:33 502-::/.:330207.3.880:7:3..9/.3/.3.73.9.25..2:3390:7  ' ./.73.2743.780 805. 207.3/03.339 -.380/.9/. -.  ...73..7.  .7:2-07.7:2-07.3 90:7/.390:70.3.202./.790  ' .7507:98.-.907.3/.38..9 /-.83.907.3/....9.7.507:9 0. .8/.3.2::7.907.2572..

 90780-:9-0:20:.8.9..0:.-078-0-07.-.3/..3507.0.9.3-071.0207.3203:7:948 ../..7-..3 %0:7 90:7/../.9.3./.5.8.907.8502.797.3./805079 .7-..3 !74/:8808:.-. $5072..-07::7.507:9 90:70./0:.7.73.3 908908-07:-.74.9.37.3 -07.-.3.7.80-03.-0702-.. %.8 .390:7.9443.-07::7.79. 90:7/.207.73.2.9/.7.7:220207.9443.  ' $.3/80-:985072. %.29488202-039:85072.9/.3-07.805079:05:/3 203880:7: 743./.73. 207.3/.3 -07.943.2 908984080 80:8:8.9/.2.3 :-.3  .35005..7.507:9 90:7907.39/.8.05.3908908-07885072.8008.2:/.943.90:788..39:30.5.385.8.:/. .8.7:2 0.980/.-09: .8.8/..3 #0574/:8 !74/:8808:.3 :3390:7-078002-:323.3402. 43.3:-.9/.7 97.3402.3 /03.5897.507:9.90.7:220307:980-.4..8..5897.3.03//. 5079.207.32.3-08.82:2909.//03. 43/88. ::7.5.32.8.9 !74/:808:.5.90..3./:2:/.8.    !74808!02-039:./8.339..25.5 %/...35005.3!0702-..7.7-0-07..88..9.-0:22:..3-0781. !02..32.9/54/ 3/./9:7:3/03.-0:2-07.343.343.3    %203:7:948 %3.385./0.743..9202-0.59/-0/..39.5.3 43.507:93.0:2 $5072.5.390:72./780.8.9.5.7-.390:7-0:2/.3 -07. 502.8.9/-0/.7/.3. 8:: /  907/7/.3  /.8..43.2.9.3 43.3-08.3 -0-..3.902.9-07:-. 3/...8./05./.5.270574/:8 43.38./. 207.2-.8:/.87.0  ' .8.8.8907../90. 4.30207./203.3.207:5..5.9 !74/:808:.9/-0/..55074/808:.05.507:9/90./ -039:3..9 0.3-07.73. !74/:8808:.3  $0 8085072./...9443.

343.7.24.343.4.9:.3 502.3025.3/.7.5.3/03../3.//..3/-.58..7.3.7:2 /./.9 9079039: .3.3:3.547.3.38:3907..8..3.8/.5 .343..3./.32:/.382007..3 80.2.:2:.9/3/.70  /../093..743.  /.35./:.9.3-07507.202./85072.3/-:9:.3808:.50:.907.-0702-.850808..... !494!074/0 !748084..:7.3:-:3.3-./.55079:2-:./.3907.82..3/03.35033.380:3/07 04034:8.7.34..3/. :-:3..9489 0488/.3 -079.9.7..33/:.5.5.203.32:..2#:89/..39..3907.-079.  85072./.9.3203.././.8/503./ !.8.-0-07.09..5./.-0:2/902:.9.55079:2-:.  03:7:9$9. $./49745347243  . -07503.7./.203.5.9. 548547 ! 803 3 /.3 50393-...3 /034080 80.3/03408.3.7/./.  225.2#:89/.8203.3 0../.1:388890270574/:8..:9  $:: $::-07503.-..38208.3!0702-. $07.     !74808!02-039:.-078.-07503.5././03.9839088:3390:7.3:48.:8 ./39073.350393-./85072.32.3.3/945../.3::7./.9:502.././.749074/43349.3.30:7./...8..90403088 .3. 7:80  /.890 .3/07.805079.82..8:-897..:.3503..7:400-:9:... -0-07.3/.8 !.39004890203:3:..35494 5074/0 !4945074/0//:.///.502.94724343.343...:.357207 570./././:/.   -0-07.2.947$48.   %08908.24489 3/4034:8 .3907..8:. 2-.:..   03:7:9..80 .320:./49745357.8090:7/.3./.5.3203.35.947089073.3.3...357480870574/:8.37085434.9.3-07:-.3.9489203.: 502.3.5% 43.3.503/4743/.585072.7:907.5.:././/:.33.3.502-039:./. 307.58 807.257480885072.3.5.9/03.50:.3.9 4034:8.3-07/107038.2:8/.1.9:3390:7..3980  489-0702-.:70574/:8/.9:9.805.3:39:502.3./.3.38090:7408:.9:502.3.3/.85.0.38945.3.90403088 /9./  090780/. 3.3/4./.3203.35071078945.90403088 /.89/.3  $:-897.307.38090:7 20.7 5414814574903   .9/-.2 3/4034:8.-/.  443.3203033.883908.1.209073..3/.39.32:.9443:2.7:93..380.7:!02-039:.257480890780-:9 02:/.9.3202503.75074/0  3907.3.54/.-.5-07-.94708038.3:48.9.980.7809.3.9:.9!02..8./03.  5079:2-:.0  /.8.7:907.9403088203.302503..99:-::8 9:-::8 /2./8085072.20.7.2#:89/.5../85072.:.:.3//.3-0702-.7  /.3:93..5.2-.3-.30-07.3..3. ./.3907..3.7.39:-::8-078.3/58.3...9:507. 4.0-07.343..34489/.9.2574808503.7: 502.3..380..3703/.7:2907..05.805..389073.3203..9202503. :90.90403088 / 9..8.8.1.3/80-:943.-079.94739073. :3390:73907/7/.3 02:/.520.08038.2-./.3.9.9.8903..3907.3502.0794 .9:7.34.0.3  03:7:9$9.31.89080231074:8..3820503./.340 2080390708 /./.8574903:3390:7/..3.3 425488574903207:5.50388:-897.25:3840/   -..947.33.7:80..202.32.3 203039:.58.73/.290890890780-:9 907/.7.90403088 9.8090:7..310799.9/ $5072.39004890 $:::./497453 43.3   ..3 -0702-.944..9:/03.3 43.

2203.03 ..9:8.3 90:70.9::-.80.5././.7:8 5..3/.30..3503..3909/.35.9.9.32. 09...3 203./3907/..3 -07-039:202.73.3 /./.91.3507.3/. 7.9.3. /3.5.. 85072.5.:2:23..5.03:7:9.3-.3808:. 0.9:7 09.32.32025:3.507-0/.31./..2113/0  5.:-..3808:.9./.39. 207.3/3.80-:.2.25.2-007.3/:7.7.3:39:2.31.7..009.39./ .902..9.80-08.-:.3-039:3..3/.3 09.8..43.7274845 09/.902..39..-.:.3203.3/.3-.25.3.9503.31./7.990:7  .3.4743 -.89.32.274845/.300207..    . .5079.07.5..9.3 18443/.97:..39/.885.:0:33.380..9:250.343.507:9905.  03:7:91103/0  90:7.3 54945074/ 8:: 0..2-07.3//.343.9474708 !.80.5.3-./:..757..35.2.9.. 2./.343.3:9:-.3070/9.943.3 -039:-:.3 %07..7038.39./3.3907.3-093..:/8..8./ .35.5:9 5.8:8:8  .390780-:9 /.5.503/.947.380.8. 4./.3  .3/.203039:.757..9.9:250.:5:3-093..3.3-..39. /3.3-093.3..3.3.3/.903 $0./-./7.393.202078.3:9:-.3.0709.94739738..943..9.30/:.7:./.3 39738 /.754 5.253002-:3.9.2.9.5:9..503.3.3 .5:9.9.3.9/-0/.39:35.3..3203.3 57480870574/:8../08.8 573:8.20847.2.8 . ..7450.947 3:3.3 507.8:3./.3..3.2-.:2. 7...3.7:2-07-039: 202.47.3.203035..9.:-07.5'5002-.3 9..945.2.29:-:.8 07/.3.38././.3  .9: 7.9.39.9//.39.8:3../.9.93./ .3 /.343./.3803..3507:-.8743.8.2.7:50789./.9../.-.7.3.3 %08908-07.9..3/.2.9.3..3.902.7.3.9.30.7:220387.3 %0:70.3./5..3 /808:.550702-.3-093.3/.2/.32.9503../:/.9.03.73...3907.343.3503/../.58:.3/..9:4.3-:.8.5..39.90:732.9/-0/...:2  /..3/.343.3/3..9..9:-:/03.3-.3 0:.73.2.9 90:7  .9:/.943.3/.//-/.3-07./:.2-:7./..7.  09.91103/0  ..7 /.9474708.0 ./80/984-0909.32..82.3.3/.9#.:2 /-.2. .39../.9.7.309. 907./.39. 93.0909.:/8.3-.7:2 -07.7 089738 ./203:7:90890.3203:3:.5:9 .57.9 274845. 574/:808:/.2.002-:3 703.7.7.3.5.7 809./-..7    43..2.5:9.8/./03.82.309.73.3/.9.82....3 09.9.28:.8..3503.8/.203.2.5.23.25:7/.9. 207.37.253002-:3. 57.0.5:9..2.-.-07.9.808:.7/.9..7:2 20387.3 /.380-08./.1.584080.5.5079.  07. ..90709..31.2.83.3-.890:7.3/-.3 02..9/04254.380.3-093.33     3.8/.574808503.9:.309.4743.9..7-07...5:90207./.9.9.3.-07..9.73.8.2.74 /  .39.3 .99:-: /.7.7.743 2025:3.-.79-07.390780-:98:/.393.380..2.3/.5.908908 43.99:-:3.3.82.380.590:79/.3/.8..73.2   .3.7.8/.9093.39/...8 .743.3.7.85033..907/.3.3-0:2/-:.7-07.5:9327302508.3808:.3 038 ./3.99:-:3.3:7..3202503.302.

3-.5'./.:39:202507.3....90403088  03/4034:8. -07507:9958  .33..32.729 80/..39.39.370574/:85.39.3.3 /03.9.9/825:.9../.390890870708   !74808502-039:.920309.3808:.94739073.33.5:9/././.3404:$:57. . 85072..385072.393.23202-03./.3-.3 85072./.39:/.3/./.  43.350702-.7 !48.3/.9:-:.9/ 8085072./ 09..37:.3./.902.3!48.9:85072.390709.. 5..5.-.3-.343..3.993.203:7:90890.7 !48930-./.3.43..90403088   .79/.9/../-07.39.73.3-07..9..5.343.3 9.8...9443.39..9:50702-.9203./ .3  20387.   !74808502-039:.3/.3.7:502-039:.7:8 5./   $!&$#   0825:..3.9.350702-.3.   7 .:43/83:3..9.73./..  .39.3   %203:7:9%08907/...5.:93..5:9/.3.3743.3./.5.907.2.2.3./.9403088 .93/   42039. .3 090780/.343.257 2..703.3   07/.3 0.7502-../:.20302-. 2.07.73.9.3.347243 :2:7 0309 .8.9.343..73/:-093.807.5079.3%.3/.3.3202503.9185072..9185072.9/-0/././7.7.343.7 942  .343..2-./:7:90:.35418.7..5./:7:92030:./ .74. 7.9.38.9.90890870708 50702-.5.5.9:570.507:9 /-./-093.9502..8. .507.-.390:7/./.05.3 07.3.3/.07.32.8../. 9079:. 5072:.05.3-093.3.8503.3.3.. .90.342039.3./.3./.3089073..39.::./.9:9:538./.7:502-039:. /03.343.5.347.3/03.39..507.3 43.9/.507:9-.90709.3/03.0207.3 .8.3  548.90403088 04034:8.43..3 :-. /743.7:/...05.7.7.9489  85072.390:7 202-03.9202503.8/.8.././.3 -:.3..::39:202507. .3/.3202503.343.3 02507.9 02.507:93.3-093.902.3.3.743./.9.920309.9:/0.2502-0.2.7.8.73/:.3-./.5..3/.:5037:5002-07.9403088 9089082.0790-7..8.3-093..002-:3703.7.902..309:7:3.354945074/0 8::  8:-897.7.33.9443.32./743.30.8    $.73. .3-.343.7.3-07..3 $0-./.3507.9.342039..3 09.9489 85072./207:5.3   ..9.343..07.307.47.9.3.8.03..//.3 -.3.5'.73./.3038 .7:!4893.947089073.920309..3.33.32./4784.7:2-07.3./7..9:-:   7 .300207.8503.09070-/.9.3   %203:7:9.7./..2.9.343.8.

.7:8-079.7.-07:.32070...5: 7854 O O O O 94-07   57   :3   0   !03:9   .9574103.3/03.:.:/..907.02-.3 202-.....3 $:2.390.93 !.$0. .3503:!#& .3/02#& .3 3/4308.3/:5/.9.:90:  4:$:57.