Fisiologi Hewan Air

OSMOREGULASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Osmosis. Pada hakekatnya osmosis adalah suatu prose difusi. Para ahli kimia mengatakan bahwa osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu, tetapi menghalangi molekul lain dikatakan permeabel secara diferensial.. Seperti dikatakan di atas : pelarut universal adalah air. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel secara diferensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Perlu ditekankan bahwa “konsentrasi” disini, adalah konsentrasi pelarutnya, yaitu air dan bukan konsentrasi dari zat yang larut (molekul, ion) dalam air itu. Pertukaran air antara sel dan lingkungannya adalah suatu faktor yang begitu penting sehingga memerlukan suatu penamaan khusus yaitu osmosis (Kimball,1983). Osmoregulasi merupakan upaya yang dilakukan oleh ikan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion-ion antara tubuh ikan dengan lingkungannya (Taufik dan Eni, 2006). Proses adaptasi terhadap kondisi salinitas dilakukan melalui proses osmoregulasi yaitu proses pengaturan antara tekanan osmotik dalam tubuh agar sesuai dengan tekanan osmotik medianya (Rusdi dan Muhammad, 2006). Jika akhirnya tercapai keadaan yang seimbang, maka volume itu menyatakan berapa besarnya nilai osmosis dari larutan gula. Kelebihan volume itu mempunyai berat yang menekan ke segala jurusan dan tekanan itu kita sebut tekanan osmosis. Tekanan osmosis itu sebenarnya tak lain hanyalah pernyataan lain dari nilai osmosis (Dwijoseputro, 1992). Osmosis adalah pergerakan air dari cairan yang mempunyai kandungan air lebih tinggi (yang lebih encer) menuju ke cairan yang mempunyai kandungan air lebih rendah (yang lebih pekat). Contoh osmosis ialah pergerakan air dari larutan gula 5% menuju larutan gula 15% (Isnaeni, 2006). 1.2 Pengertian Osmoregulasi. Osmoregulasi adalah proses untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut yang ada dalam tubuh hewan (Isnaeni, 2006). Kemampuan mengatur konsentrasi garam atau air di cairan internal disebut dengan osmoregulasi (Nybakken, 1992). Osmoregulasi adalah proses organisme yang mampu mempertahankan perbedaan keseimbangan garam internal dari medium eksternal (Afrianto, 1996). 1.3 Pengertian Difusi. Difusi dapat diberi batasan (definisi) sebagai gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi tinggi ke daerah lain dengan konsentrasi lebih rendah yang disebabkan oleh energi kinetik molekul-molekul tersebut (Villee, dkk, 1988). Jika beberapa subtansi terlarut mempunyai konsentrasi yang lebih kuat pada suatu larutan, substansi ini akan mengalir secara berangsur-angsur sampai molekul (atau ion) terdistribusi merata ke seluruh larutan. Proses ini disebut difusi (Marsland, 1964). Difusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinyu yang menjadi ciri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. Kecepatan difusi zat melalui membran sel tidak hanya tergantung pada gradien konsentrasi, tetapi juga pada besar, muatan dan daya larut

dalam lipid dari partikel-partikel tersebut (Kimball, 1983). 1.4 Transpor Aktif. Gerakan ion dan molekul melawan suatu gradien konsentrasi ini disebut transpor aktif (active transport). Disebut aktif karena sel-sel itu harus mempergunakan energi untuk transportasi melawan daya difusi yang pasif (Kimball, 1983). Menurut Gordon et. al (1977), transpor aktif adalah gerakan substansi melawan gradien aktivitas elektrokimia, sering kali melalui kombinasi reversible dengan beberapa tipe intramembran pembawa molekul. Energi diperoleh dari metabolisme. Menurut Prosser and Frank (1961), transpor aktif adalah transpor pengontrol metabolisme yang dapat dibawa oleh pembawa enzim atau membran perantara moleku-molekul khusus. Metabolisme alami dengan pembawa atau perantara enzimatik. Sedangkan ekuilibrium elektrik, elektrolis khusus yang diabsorbsi sebagai molekul netral atau seperti ion ditukar dengan ion lain yang tandanya sama. 1.5 Organ Osmoregulasi. Hampir semua hewan akuatik, organ yang sering digunakan dalam pertukaran air dengan lingkungannya adalah insang, usus dan ginjal. Dalam bentuk lain, kelompok air tawar seperti amfibi, kulit juga merupakan bagian penting dalam gerakan air (Gordon et. al , 1977). Adapun organ-organ tubuh yang berperan sebagai tempat berlangsungnya osmoregulasi adalah : insang, saluran pencernaan, intergumen (kulit) dan organ ekskresi pada kelenjar antena (Mantel dan Farmer, 1983 dalam Kordi dan Andi, 2007). Garam yang berakumulasi baik melalui makanan yang masuk maupun melalui difusi ke dalam melewati permukaan-permukaan seperti insang, dikeluarkan oleh ginjal dan oleh suatu linear khusus yang mengekskresikan garam yang terdapat dibagian caudal usus hiu (Villee, dkk , 1988). 1.6 Pola Regulasi Air dan Ion pada Ikan. Apapun komposisi kimianya, dua larutan yang mempunyai konsentrasi osmotik sama dikatakan isoosmotik. Jika dua larutan berbeda konsentrasi, yang berkonsentrasi lebih disebut hiperosmotik dan yang lebih rendah disebut hipoosmotik (Gordon et. al, 1977). Menurut Musida (2008), pola regulasi pada ikan dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : 1. Regulasi hipertonik atau hiperosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh hewan yang lebih tinggi dari konsentrasi media. 2. Regulasi hipotonik atau hipoosmotik, yaitu pengaturan secara aktif konsentrasi cairan tubuh yang lebih rendah dari konsentrasi media. 3. Regulasi isotonik atau isoosmotik, yaitu bila kerja osmotik dilakukan pada keadaan konsentrasi media. Cairan tubuh dan sel dari kebanyakan organisme laut serupa sifat osmosisnya dengan air laut dengan salinitas 33 ‰. Pada organisme-organisme daratan dan air tawar ini agak lebih rendah. Bila dibedakan kepada lingkungan hipotonis cairan dengan salinitas lebih rendah dari pada salinitas cairan berlebihan. Dalam situasi hipertonis (dimana cairan sekitarnya lebih tinggi salinitasnya) ia kehilangan cairan ke lingkungannya. Kedua macam situasi dapat membahayakan (Mc Connoughey dan Zottoli, 2000). 1.7 Proses Osmoregulasi. 1.7.1 Ikan Elasmobranchi. Menurut Bond (1979) dalam jatilaksono (2007), osmoregulasi pada ikan-ikan elasmobranchi menyokong teori bahwa tekanan osmosis yang disebabkan oleh garam-garam dalam darah disebabkan oleh penahan urea dan sedikit bahan nitrogen lainnya. Urea merupakan hasil

akhir metabolisme nitrogen yang dikeluarkan air kencing hiu dan pari. Sewaktu penyaringan glumerulus melalui sepasang tubuh ginjal. Segmen-segmen khusus menyerap kembali urea (70-90%) sehingga darah mengandung lebih kurang 350 mmol/L urea elasmobranchi umum. Menurut Affandi dan Usman (2002) dalam Jatilaksono (2007), secara umum dikatakan bahwa cairan tubuh golongan ikan elasmobranchi mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar dari lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan Tri Meilamin Oksida (TMAO) dari tubuh. Karena cairan tubuh yang hiperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan melalui air seni. Cairan tubuh golongan Elasmobranchi umumnya mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar daripada lingkungannya. Tekanan osmotik tubuhnya sebagian besar tidak disebabkan oleh garam-garam melainkan oleh tingginya kadar urea dan TMAO dalam tubuh. Karena cairan tubuhnya yang hyperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air lewat difusi, terutama lewat insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya, kelebihan air untuk difusi ini dikeluarkan sebagai air seni. Penyerapan kembali terhadap urea di dalam tubuli ginjal merupakan upaya pula dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuhnya yang bersifat impermeabel mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya (Rachman, 2003). 1.7.2 Ikan Teleostei. Teleostei laut, yang mempunyai cairan tubuh hipoosmotik terhadap air laut, mempunyai mekanisme adaptasi tertentu yang bermanfaat untuk menghindari kehilangan air dari tubuhnya. Pada hewan ini, kehilangan air dari tubuh terutama terjadi melalui insang. Sebagai penggantinya, hewan ini akan minum air laut dalam jumlah banyak. Namun, cara tersebut menyebabkan garam yang ikut masuk ke dalam tubuh menjadi banyak pula. Kelebihan garam ini harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Pengeluaran dalam jumlah besar dilakukan melalui insang, karena insang ikan mengandung sel khusus yang disebut sel klorid. Sel klorid ialah sel yang berfungsi untuk mengeluarkan NaCl dari plasma ke air laut secara aktif (Isnaeni, 2006). Pada golongan ikan teleostei terdapat gelembung air seni (urinary bladder) untuk menampung air seni. Di sini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion, dindingnya impermeabel terhadap air seni (Rachman, 2003). Insang teleostei terdiri dari dua rangkaian yang tersusun atas empat lengkungan tulang rawan dan tulang keras (holobrankhia) yang menyusun sisi-sisi jaring. Insang juga dilengkapi dengan lapisan sel-sel penghasil mukus dan sel-sel yang mengekskresikan amonia dan kelebihan garam (Irianto, 2005). 1.8 Pengaruh Salinitas dan pH Terhadap Ikan. Salinitas air berpengaruh terhadap tekanan osmotik air. Semakin tinggi salinitas, akan semakin besar pula tekanan osmotiknya. Biota yang hidup di air asin harus mampu menyesuaikan dirinya terhadap tekanan osmotik dari lingkungannya. Penyesuaian ini memerlukan banyak energi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk keperluan tersebut (Kordi dan Andi, 2007). Menurut Irianto (2005), pada kondisi pH rendah yang bersifat kronik, dapat terjadi gangguan kesehatan berupa terhambatnya pertumbuhan. Adapun pada kondisi pH rendah akut, ikan menjadi hiperaktif, nervous dan produksi mukus insang yang berlebihan dan pada akhirnya menyebabkan gangguan pernapasan. Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahan pH dan menyukai nilai pH sekitar 78,5. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi

akan berakhir jika pH rendah (Effendi, 2003). 5.2 SARAN Diharapkan pada praktikum selanjutnya, praktikan lebih teliti lgi dalam pengamati perubahan – perubahan yang terjadi pada ikan sehingga data yang diperoleh lebih valid lagi.

RESPIRASI
1. PENDAHULUAN

1.1 Respirasi Pernafasan adalah proses pengikatan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh darah melalui permukaan alat pernafasan. Proses pengikatan oksigen tersebut selain dipengaruhi struktur alat pernafasan, juga dipengaruhi perbedaan tekanan parsial O2 antara perairan dengan darah. Perbedaan tekanan tersebut menyebabkan gas-gas berdifusi ke dalam darah atau keluar melalui alat pernafasan (Fujaya, 2004). Menurut Dwijoseputro (1992) pernafasan adalah suatu proses pembongkaran dimana energy yang tersimpan ditimbulkan kembali untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan. Menurut Batu (1983) respirasi berarti suatu proses yang menghasilkan energy dari oksidasi biotic. Reaksinya adalah sebagai berikut : Gas Oksigen + Gula Air + Zat asam arang + Energi Pernafasan adalah menghisap udara ke dalam paru-paru dan mengeluarkannya dari paru-paru. Udara yang dihisap tidak seluruhnya oleh paru-paru dipakai, seperti kita ketahui bahwa di dalam udara terdapat berbagai gas yang banyaknya berbeda (Iskandar, 1974). Sistem pernafasan bertugas mengambil oksigen dari udara. Setelah sampai pada paru-paru, oksigen dipindahkan ke darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam pembuluh darah, oksigen ditukar dengan karbondioksida. Karbondioksida sebagai hasil oksidasi respirasi sel dan dibawa ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh (Ayiseti, 2008). 1.2 Jenis-jenis Respirasi Menurut Batu (1983) proses oksidasi dapat dibedakan atas beberapa tipe, yaitu : a.Respirasi aerobic : dimana gas-gas atau molekul oksigen berfungsi sebagai penerima hydrogen (oxidant) b.Respirasi anaerobic: tidak memerlukan oksigen tetapi yang berfungsi sebagai penerima electron (oxidant) adalah persenyawaan anorganik c. Fermentasi : termasuk respirasi anaerobic, persenyawaan organic berfungsi sebagai oxidant (menerima electron) Pada dasarnya pengertian respirasi eksternal sama dengan bernafas, sedangkan respirasi internal atau respirasi seluler ialah proses penggunaan oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan zat sisa metabolism sel yang berupa CO2. Oksigen yang diperoleh hewan dari lingkungannya digunakan dalam proses fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP. Sebenarnya, hewan dapat menghasilkan ATP tanpa oksigen.Proses semacam itu disebut respirasi anaerob. Akan tetapi, proses tersebut tidak dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak. Respirasi yang dapat menghasilkan ATP dalam jumlah banyak ialah respirasi aerob (Isnaeni, 2006). 1.3 Faktor yang Mempengaruhi Respirasi

Rata-rata konsumsi oksigen dipengaruhi oleh aktivitas, suhu, ukuran tubuh, tingkat pada siklus hidup, musim dan waktu dalam hari sesuai persediaan. Persediaan oksigen dan latar belakang genetic. Meskipun merupakan subjek dengan kualifikasi khusus, hanya sedikit nilai rata-rata konsumsi oksigen yang diukur dibawah kondisi fisiologis yang digunakan sebagai dasar diskusi. Selanjutnya tentang faktor modifikasi (Prosser and Brown, 1961). Konsumsi oksigen bervariasi tergantung pada spesies, ukuran, aktivitas, musim dan suhu.Hewan yang berenang cepat menggunakan lebih banyak oksigen selama periode aktivitasnya daripada hewan yang istirahat. Hewan yang lebih besar menggunakan lebih sedikit oksigen daripada hewan yang kecil. Konsumsi oksigen meningkat sampai beberapa tingkat kritis kemudian menurun, tetapi banyak hewan yang dapat menyesuaikan untuk perubahan musim dingin daripada selama tahun istirahat (Royce, 1972). 1.4 Sumber O2 dalam Air Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer (sekitar 35%) dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton (Novotny dan Olem, 1994). Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air dapat terjadi secara langsung pada kondisi air diam (stagnant). Difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan massa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Menurut Kordi dan Tancung (2007) oksigen dalam air tambak dihasilkan melalui proses difusi dari udara yang mengandung 20,95% oksigen. Proses ini terjadi secara cepat pada selaput pemukaan air, namun berjalan sangat lambat ke lapisan yang lebih dalam. Sumber oksigen lainnya adalah fytoplankton dan adanya aliran air baru yang masuk ke dalam tambak/kolam, oksigen di dalam air dapat berkurang karena proses difusi, respirasi dan reaksi kimia (oksidasi dan reduksi). 1.5 DO (Dissolved oksigen) Apabila oksigen di dalam air terdapat dalam bentuk terlarut disebut keadaan aerob, apabila terdapat bentuk tidak terlarut tetapi berikatan lain dengan unsur seperti NO4 dan NO3 disebut keadaan anoksik, sedangkan apabila tidak terdapat sama sekali oksigen dalam air, baik yang terlarut maupun yang membentuk ikatan dengan unsur lain disebut anaerobik (Barus, 2002). Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang paling penting pada budidaya. Ikan konsentrasi oksigen terlarut dalam kolom selalu mengalami perubahan dalam sehari semalam. Oleh karerna itu pengelola kolam ikan harus mengetahui atau memantau perubahan konsentrasi oksigen terlarut didalam kolamnya (Ana, 2009). Oksigen terlarut dibutihkan oleh semua jasad hidup untuk pernafasan, proses metabolisme atau pertukaran zat yang kemudian menghasilkan energi untuk pertumbuhan dan pembiakan (Salmin, 2008) Oksigen terlarut dalam air merupakan parameter kualitas air yang sangat vital bagi kehidupan organisme perairan, konsentrasi oksigen terlarut cenderung berubah lebih sesuai dengan keadaan atmosfer (Ahmad dan Edward, 2004). Oksigen (O2) merupakan unsur fatal dan sangat diperlukan dalam proses respirasi dan metabolisme semua organisme perairan termasuk fitoplankton atau algae, oksigen yang diperlukan bakteri pengurai untuk proses dekomposisi bagian organik (Herawati, 2000). 1.6 Mekanisme Masuknya O2 Dalam Perairan Difusi oksigen dari atmosfer ke dalam air terjadi secara langsung pada kondisi air dalam (stagnatif) difusi juga dapat terjadi karena agitasi atau pergolakan masa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun (Effendi, 2003). Mekanisme pertukaran arus yang berlawanan sangat berguna dan 90% dari oksigen yang terlarut dalam air dapat diambil, ini lebih dari ppada 25% oksigen yang dapat diambil oleh

Jika gerakan mackerei melebbihi 0. 1. Sumber oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terlarut di atmosfer (selular 38%) dan aktifasi fotosintesis oleh pertumbuhan air dan fitoplankton (Norotry dan Olem. 2001) Selain akibat prises respirasi tumbuhan dan hewan hilangnya oksigen diperairan juga terjadi karena oksigen dimanfaatkan oleh mikriba untuk mengoksidasi bahan organik. Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang. 3. Secara kontinyu dekomposisi oleh hewan dan tumbuhan saat diserap untuk proses dekomposisi bahan organik (Arfiati. Urat daging abdutor pada rahang bawah dan lengkungan insang atas dan bawahnya berkontraksi. Ekspirasi terjdi karena adanya relaktiogi otot resblima dan pengerutan dinding alveoli (Isnaeni. Peningkatan temperatur mengurangi kelarutan gas dalam air tawar perubahan dari 50oC ke 55oC mengurangi jumlah oksigen dari 9 ml ke 5 ml (Gordon et. Pada kisaran suhu ini setiap peningkatan suhu sebesar 10oC akan meningkatkan proses dekomposisi dan konsumsi oksigen menjadi 2 kali lipat (Effendi.7 Konsumsi Oksigen Dalam Perairan Oksigen sebagai gas penting dalam kimia dan biokimiawi. Urat daging corochroticod dan coroocobranchi berkontruksi menyebabkan rongga uropharyngel bertambah lebar. Kontruksi otot tersebut akan meningkatkan volume rongga dada dan menyebabkan atmosfer pun segera masuk paru-paru. pasokan oksigen. 2003).mamalia dari udara dengan paru-parunya (Rachman. Proses ini disebut velisikasi dorong. Oksidasi bahan organik diperairan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : suhu. 1988) . Berbeda dengan fase inpirasi yang bersifat aktif. 2006). dkk. 1994). 2003). 1977). al. 2003). 1988 dalam Efendi. 2.4 m/detik maka gerakan memompa operculum menjadi lambat dan kalau melebihi 0. fase elpirasi merupakan proses pasif. proses ini disebut vertilasi dorong.9 Hubungan Suhu dan Respirasi Aktivitas mikroorganisme memelikan suhu optimum yang berbeda-beda tetapi proses dekomposisi biasanya terjadi pada kondisi udara yang hangat. 1. pH. Jika gerakan mackarel melebihi 0.4 m perdetik maka gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada ventilasi dorong (Rachman. jenis bahan organik dan rasio karbon dan nitrogen (Bold. 1. Pada mamalia fase respirasi merupakan proses aktif yang terjadi karena adanya kontraksi otot inepratori (otot diantaranya tulang-tulang iga dan diafragma). 2003).8 Fase Respirasi Menurut Rachman (2003) fase-fase pernafasan pada ikan dibagi 3 yaitu : 1. 1. Kecepatan dekomposisi meningkat pada kisaran 5oC – 35oC. Pada serat itu air masuk kedalam mulut bersamaan dengan penutup bagian luar menutup tekanan air yang datang dari luar.10 Perbedaan Organ Respirasi Ikan Demersal Dan Ikan Pelagis Beberapa ikan laut (pelagis) membiarkan mulutnya terbuka dan menggunakan gerakangerakan majunya untuk mengalirkan air melalui insang. katup mulut tertutup dan insang bagian luar masih tertutup.6 m/detik gerakan ini berhenti dan ikan tergantung pada vertilasi dorong (Villee. Ruang insang dipersempit oksigen kontraksi urat daging dan bersamaan dengan itu insang terbuka secara pasif.

2 Analisa Hasil Berdasarkan data yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. Pada dasarnya suhu rendah memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi.4. suhu dan tingkat aktivitasnya dan batas minimumnyaadalah 3 ppm atau 3 mg/l. Selain itu peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan . akibat yang di timbulkan antara lain ikan menjadi lebih rentan terhadap infeksi fungi dan bakteri patogen akibat melemahnya sistem imun. Pada suhu rendah.3 Faktor Koreksi Kurangnya ketelitian praktikan pada saat perhitungan bukaan mulut menggunakan Hand Tally Counter sehingga dapat mempengaruhi hasil ketepatan data. sehingga bila ketersediannya didalam air tidak mencukupi kebutuhan biota budidaya. maka segala aktivitas biota akan terhambat. Hal ini sesuai denga pendapat Brown (1987) dalam Effendi (2003). Misalnya stess yang di tandai dengan tubuh lemah. peningkatan suhu juga menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. Ikan akan mengalami sterss manakala terpapar pada suhu diluar kisaran yang dapat di toleransi. Fenomena ini bersama dengan sifat poikilotermik atau ektotermik (suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu masa air sekitarnya) ikan menunjukkan kenyataan bahwa peranan temperatur lingkungan tempat hidupnya merupakan hal yang penting ( Kordi dan Tancung. 2007).4 Manfaat Di Bidang Perikanan Dengan mempelajari respirasi maka kita dapat tahu dan mengatur suplay oksigen yang tepat bagi kehidupan biota air misalnya di areal pertambakan. Menurut Effendi (2003). Akibatnya ikan menjadi hewan yang elatif mempunyai sifat stenothermal (toleransinya terhadap suhu sangat sempit). Kelompok yang memiliki bukaan mulut sedikit bahkan tidak ada pada menit-menit terakhir yaitu kelompok 1 dan 3 dengan suhu 5oC dengan jumlah 47 dan 8 kali bukaan mulut Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu pada sutu perairan maka oksigen akan berkurang. dan selanjutnya meningkatkan konsumsi oksigen. 4. tergantung jenisnya. suhu tinggi tidak selalu berakibat mematikan tetapi dapat menyebabkan gangguan status status kesehatan untuk jangka panjang. jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk pernapasan biota budidaya tergantung ukuran. 4. Menurut Kordi dan Tancung (2007). Karena oksigen merupakan salah satufaktor pembatas. Menurut Effendi (2003).4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC. evaporasi dan volotilisasi. reaksi kimia. tetapi suhu rendah menyebabkan sterss pernapasan pada ikan berupa menurunnya laju pernapasan dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen. peningkatan suhu menyebabkan peningkatan viskositas. Menurut Irianto (2005). yang menyatakan bahwa peningkatan suhu sebesar 1oC akan meningkatkan konsumsi oksigen sekitar 10%. kurus dan tigkah laku abnormal. PEMBAHASAN 4. Kandungan oksigen didalam air yang dianggap optimum bagi budidaya biota air adalah 4 – 10 ppm. Laju respirasi terlihat tetap pada batas kelarutan oksigen 3-4 ppm pada suhu 20-30oC. Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyeabkan peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme aquatik sekitar 2-3 kali lipat. Kapasitas panas yang besar dari air merupakan mekanisme penyangga yang baik apabila terjadi perubahan temperatur di udara secara tiba-tiba. Hal lain yang menjadi faktor koreksi adalah kesalahan prosedur percobaan pada perlakuan yang tidak berurutan yang dapat menyebabkan percobaan terganggu.

3. sedangkan pernapasan ikan dalam air itu adalah pengambilan oksigen dari air dan pelepasan CO2 kedalam air. Pakan yang dikonsumsi oleh ikan akan mengalami proses digesti di dalam sistem pencernaan sebelum nutrisi pakan tersebut diabsorbsi yang akan dimanfaatkan untuk proses biologis pada tubuh ikan (Titik. 1964). 6. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. Semakin tinggi suhu perairan maka jumlah bukaan mulut semakin banyak.kecepatan metabolisme dan respirasi organisme air. kharakteristik air. PENDAHULUAN 1. Semakin tingi suhu perairan maka konsumsi oksigen semakin meningkat. 2008). Pertukaran gas (O2 dan CO2 ) berlangsung dalam insang dan pada beberapa ikan menggunakan kulit untuk bernapas.2 Saran Diharapkan pada praktikum selanjutnya para praktikan lebih memperhatikan bagaimana cara menghitung bukaan mulut pada saat menghitung laju respirasi supaya tidak mempengaruhi nilai kevalidan data. dan selanjutnya mengakibatkan peningkatan konsumsi oksigen. 7. Digesti merupakan proses pemecahan zat makanan yang kompleks menjadi zat yang lebih sederhana. SISTEM PENCERNAAN 1. 5. Pencernaan meliputi semua proses dimana bahan makanan organik kompleks yang kaya energi dipecah di dalam sel atau jaringan tubuh (Guyer and Charles. 1983). Peningkatan suhu perairan sebesar 10oC menyebabkan terjadinya peningkatan konsumsi oksigen oleh organisme akuatik sekitar 2-3 kali lipat. 4.4 dengan suhu yang digunakan 34oC dan terendah kelompok 3 sebanyak 8 kali dengan suu 5oC.1 Definisi Pencernaan Bahan makanan yang padat biasanya dipecah menjadi larutan berisikan molekul organik yang relatif kecil dan dapat larut sebelum dapat dipakai oleh organisme heterotrofik. Respirasi adalah pengambilan oksigen dan pelepasan karbondioksida. Sumber O2 dalam air dapat berasal dari atmosphere dengan cara difusi dan juga fotosintesis. 2. KESIMPULAN DAN SARAN 5. . suatu proses yang disebut pencernaan (Kimball. 5. Proses digesti memerlukan waktu dalam mencernakan makanannya. Kelompok yang memiliki bukaan mulut terbanyak yaitu kelompok 5 dengan 1637 kali dengan rata-rata 327. Faktor yang mempengaruhi respirasi antara lain besar tubuh ikan. Oksigen terlarut merupakan faktor yang penting yang digunakan pada proses respirasi dalam air. suhu dan metabolisme makanan.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1.

Menurut Ville. Proses laju digesti dapat disebut juga dengan proses laju pengosongan lambung. Fungsi hepar dalam pencernaan makanan itu sendiri mensekresi bilus yang dikeluarkan dari saluran hepar menuju ke duodenum dimana lemak yang teremulsi di proses bersama enzim dari pankreas. dan lewat saluran sisnik ke dalam kantung empedu. Dikatakan kelenjar eksokrin karena hasil sekresinya melalui sistem saluran dan endokrin karena sekresi dikeluarkan menuju target organ melalui pembuluh darah. Pankreas Pankreas dikatakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Oleh karena itu ikan pemakan tumbuhan cenderung memakan material tumbuhan yang lambat dicernanya. dengan daya cerna relatif. Ikan yang herbivora secara sederhana dapat dinyatakan bahwa ikan itu tidak mempunyai kemampuan untuk memakan dan mencerna material lain selain tumbuhan. Meskipun empedu tidak mengandung enzim pencernaan. 1. Secara kontras ikan karnivora mempunyai usus pendek lebih khusus (Effendie.1. dan waktu yang diperlukan untuk mencernakan makanan itu disebut laju digesti. rata-rata pengosongan lambung merupakan salah satu determinasi utama pada pencernaan makanan dan pengetahuan pada aspek ini sangat berguna untuk mendeterminasi frekuensi makanan optimal yang dipelajari dalam pengosongan lambung adalah spesies predator. Membersihkan toksik pada darah juga dilakukan hepar.al (2003). Sel hati terus menerus menghasilkan empedu. Bromley (1994) dalam Galano et. Menurut Bromley (1994) dalam Moyle and Joseph (1996) pengukuran rata-rata pengosongan lambung sama dengan rata-rata makan. dipengaruhi oleh tipe makanan.3 Pengertian Gastric Evacuation Time (GET) Menurut Santoso (1994) dalam Titik (2008) proses digesti memerlukan waktu untuk mencernakan makanannya. fraksi ingesti makanan yang dicerna dan diabsorbsi disebut digestibility makanan. Ikan herbivora ini harus dapat mengekstraksi nutrient melalui ususnya yang panjang. bersama dengan sekresi dari pankreas. Menurut Tyler (1976). Hati dan pankreas adalah pertumbuhan bagian depan usus yang berkelenjar. .4 Organ Pencernaan dan Fungsi Menurut Noer dan Widowati (2007). Garam empedunya mengemulsikan lemak dan memecahnya dalam bagian-bagian yang kecil dan dengan demikian membuat permukaan lemak itu lebih besar untuk kerja enzim pemecah lemak. tetapi dapat juga terdapat dalam kelenjar atau organ-organ seperti hati dan pankreas. b. a. kelenjar pencernaan disekresikan oleh organ hati. ukuran makanan. dan tipe konsumen. kualitas makanan dan dampak rata-rata pengosongan lambung terhadap sejarah kehidupan ikan. suhu. tetapi mempunyai fungsi ganda dalam pencernaan.al (1977). a. Sifatnya yang basa. dkk (1984) sel-sel sekretoris biasanya merupakan bagian dari lapisan saluran pencernaan. Hati (Hepar) dan Kantung Empedu Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar yang mempunyai fungsi variatif dan berbeda yaitu menyimpan hasil pemecahan karbohidrat (sebagian pada golongan cyclostomata dan ikan) dan lemak. 1. Jadi usus ini berfungsi sebagai penahan makanan dalam jumlah besar dalam waktu yang lama untuk mendapat kesempatan penggunaan penuh material makanan yang sudah dicernakan.2 Pengertian Kemampuan Daya Cerna Ikan Pada Makanan Menurut Gordon et. empedu dan pankreas. Hepar menghasilkan bilus melalui duodenum dimana jika bilus yang disekresikan hepar berlebih akan disimpan dalam vesiko felea yang merupakan bentukan dari pelebaran saluran hepar. 1997). menetralkan makanan asam yang keluar dari lambung dan menciptakan pH yang baik untuk kerja enzim pankreas dan enzim usus.

llipase lambung dan lipase pankreas. Menurut Tanang (1988). Enzim yang merombak asam nukleat dihasilkan oleh pankreas sapi dan ruminansia lainnya.5. empedu dan usus sendiri. pencernaan lipid di usus halus yang diemulsikan oleh empedu dan terjadi hidrolisis oleh enzim-enzim yang dikeluarkan pankreas. Enzim ini masuk ke dalam usus melalui saluran pankreas yang berhubungan dengan saluran empedu. Menurut Yuwono dan Purnama (2001). dalam Wirosaputro (1998) yang dimaksud dengan organ pencernaan adalah organ tubuh bagian dalam yang terdiri dari unit lambung.5. usus halus dan usus besar. Menurut Isnaeni (2006). 1.0 kemudian menjadi pepsin. digliserida dan sedikit trigliserida yang tidak terhifrolisis kolestrol akan diesterkan dengan enzim esterase dan hidrolisis lecithin oleh enzim lecithinase. Lemak dan Karbohidrat) 1. monogliserida. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas. Enzim amylase juga disekresikan oleh pankreas. Pencernaan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus dua belas jari (duodenum) malalui katup pylorus.b. Enzim ini memutuskan ikatan glikosidik pada karbohidrat sehingga dapat dihasilkan disakarida trisakarida dan polisakarida lain yang memiliki rantai lebih pendek. Enzim protease yang utama pada udang misalnya adalah tripsin dan kemotipsin. maitotriosa dan maliosa. Dengan bantuan mucus. yaitu enzim lipase yang bekerja pada lipid. asam lemak.4 glikosidik pada pati dan glikogen sehingga dihasilkan campuran maltosa glukosa dan digosakarida. Pepsin bertugas untuk menghancurkan struktur jaringan ikat makanan dan membebaskan lemak pada makanan. 2. kimotripsin dan erepsin dalam usus. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara hidrolisis.1 Proses Pencernaan Protein Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Amylase ludah menguraikan karbohidrat dengan cara memutus ikatan 1. protein dipecah menjadi protease dan polypeptide. pepsin.3 Proses Pencernaan Karbohidrat Menurut Isnaeni (2006). usus 12 jari) dan akan memecah pati menjadi dekstrin. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl.5 Proses Pencernaan (Protein. Pankreas merupakan kelenjar pencernaan yang penting dan menghasilkan sejumlah enzim yang bekerja pada karbonhidrat. Pencernaan lemak dipermudah dengan adanya garam empedu. enzim yang bertanggung jawab dalam pencernaan karbohidrat adalah karbohidrase. Membran mukosa lambung menghasilkan enzim pemecah protein yaitu pepsinogen kemudian dirangsang oleh asam hidroklorida (HCl) lambung pada pH 1. sedangkan di lambung dengan pengaruh enzim pepsin. Tetapi pada hewan lain sekresi nuclease biasanya hanya sedikit sekali. 3. pada hewan air pencernaan protein membutuhkan enzim protease sebagai katalisator. protein dan lemak. momogliserida. Terutama enzim lipase bekerja pada trigliserida dengan hsil akhir gliserol. Pada vertebrata pencernaan protein membutuhkan pepsin misalnya pada perut ikan karnivora. 1.5. chymotripsin dan carboxipeptidase yang bekerja pada protein dan polypeptide. 1. yang menurunkan tegangan pemukaan dan mengemulsikan tetes lemak berukuran besar menjadi butiran lebih kecil. Dalam pankreas terdapat enzim trypsin.5 – 2. gliserol dan asam lemak bebas.2 Proses Perncernaan Lemak Menurut Iskandar (1979). rennin dan mucus atau lender. 1. Amylase pankreas dialirkan ke usus halus bagian atas (duodenum. tripsin dalam usus dan pankreas. di dalam mulut tidak terjadi pencernaan protein. Menurut Iskandar (1974). enzim yang penting dalam pencernaan karohidrat . pencernaan lipid baru dimulai pada saat bahan makanan sampai di usus. Lipase akan menghidrolisis lipid dan trigliserida menjadi digliserida.

Pencernaan mekanik (fisika) menggunakan taring misalnya pada ikan untuk menggigit. Pencernaan makanan dapat terjadi secara mekanis dengan bantuan gigi atau penggantinya (misalnya gigi parut dari bahan tanduk) dan secara kimia (dengan bantuan enzim pencernaan atau senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme).7 Struktur dan Fungsi Saluran Pencernaan Menurut Guru Ngeblog (2008). berdasarkan perangkat yang digunakan pencernaan pada hewan air terjadi secara mekanik dan kimiawi. Beberapa hewan air juga mengunakan gigi dan mengoyak pakan misalnya pada ikan lele. kelenjar disekitar mulut mengeluarkan cairan yang disebut saliva atau ludah. saluran pencernaan pada ikan dimulai dari rongga mulut (cavum oris). prosesnya serupa pada hewanavertebrata dan vertebrata. sistem pencernaan makanan terdiri atas beberapa organ tubuh. makanan masuk ke usus yang berupa pipa panjang berkelok-kelok dan besarnya sama. 2006). Usus bermuara pada anus. Struktur tembolok pada hewan air (pada ikan dan udang) juga digunakan untuk perncernaan mekanik. terdapat tonjolan buntu untuk memperluas bidang penyerapan makanan. Pada hewan air misalnya karnivora. 1. Pencernaan karbohidrat. Dalam kondisi normal reaksi berjalan lambat tetapi dengan hidrolisis dan kerja enzim reaksi kimia berjalan lebih cepat. Enzim tersebut terdapat pada hewan avertebrata dan vertebrata. amylase) sebagai katalisator untuk mempercepat prosesnya. katalisis oleh sukrase.6 Proses Pencernaan Fisika dan Kimia Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Amylase di sekresi dalam seluruh saluran almentase pada ikan mujaer yang memakan ikan herbivora. Menurut Poedjiadi dan Titin (2007). Pada beberapa ikan. 2. yaitu mulut. Dari mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya menyempit. Sebanyak 85% ikan Teleostei memiliki lambung yang digunakan untuk pencernaan mekanik. Dari lambung. 1. Pencernaan dalam Lambung Makanan yang telah dikunyah dalam mulut ditelan melalui esophagus masuk ke dalam lambung disebabkan oleh adanya gerak peristaltic pada esophagus dengan bantuan mucus. lipase. tetapi tidak menghasilkan ludah (enzim). Selama penghancuran secara mekanis ini berlangsung. Pencernaan selulosa memerlukan selulise yang dihasilkan oleh bakteri simbiotik. Dalam lambung terdapat cairan yang berfungsi untuk pencernaan protein dengan cara . Ditinjau dari tempat berlangsungnya pencernaan makanan dapat terjadi di dalam sel (intraseluler) maupun di luar sel (ekstraseluler) (Isnaeni. Sistem pencernaan berfungsi untuk mengubah bahan makanan yang kompleks menjadi sari makanan yang sederhana agar dapat diserap oleh sel. lambung pada umumnya membesar dan batasnya dengan usus tidak jelas. amylase disekresi dari seluruh saluran gastrointerstinal maupun dari pankreas. lambung dan usus dengan bantuan pankreas dan empedu. Pencernaan kimiawi melibatkan enzim (contohnya protease. 2. dihidrolisis oleh amylase. Pencernaan protein oleh enzim protease yang terdiri atas enzim eksopeptidase dan endopeptidase. Dari kerongkongan makanan didorong masuk ke lambung. Di dalam rongga mulut terdapat gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat digerakkan serta banyak menghasilkan lender.adalah amylase yang bekerja pada amilum dan memecahnya menjadi maltosa dan kemudian maltoda memecahnya menjadi glukosa dengan proses pencernaan kimiawi. 1. Makanan yang dimakan dalam bentuk besar diubah menjadi ukuran yang kecil. 1. Pencernaan dalam Mulut Dalam mulut makanan dihancurkan secara mekanis oleh gigi dengan jalan dikunyah.

Pada dunia pembesaran. 1995). omnivora. Ada 2 organ yang berperan penting dalam pencernaan makanan di usus yaitu pankreas. memiliki komposisi gizi yang baik diantaranya protein. e) Pelet. Nekton adalah jenis plankton yang bisa bergerak aktif.8 Manfaat Kandungan Pakan Ikan 1.Pakan molekul organik terlarut diperoleh melalui uptake dari perairan sekitarnya misalnya pada vertebrata laut kecuali arthopoda. Menurut Maswira Webblog (2009). Menurut Sutan Muda (2008).8. Tetapi menurut ekologi dan cara hidupnya. bivalvia.Pakan partikel kecil : bakteri. 1995). mengatur fisiologis membentuk enzim dan hormone karena pakan alami dapat bergerak aktif dan sehingga mengundang larva untuk memakannya. g) Tepung darah. Namun istilah ini lebih memasyarakat untuk menyebut pakan unggas (Djarijah. vitamin dan mineral akan membantu proses metabolisme. plankton dapat dibedakan menjadi 3 golongan. karbohidrat dan mineral. pepsin. pakan alami sering digunakan untuk memacu perumbuhan (misal cacing sutra). Sedangkan benthos adalah jenis plankton yang menetap di bagian dasar perairan (Djarijah. Protein berguna saat proses pertumbuhan dan pengganti sel yang rusak sebagai zat pembangun.9 Jenis Makanan Pada Ikan Menurut fungsinya. . pakan ikan dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu sebagai makanan utama (makanan pokok) dan makanan tambahan. lemak. Dalam lambung ini dihasilkan asam HCl. gastropoda. . ciliate. 1.hidrolisis. herbivora.8.1 Alami Pakan ikan alami merupakan makanan ikan yang tumbuh di alam tanpa campur tangan manusia secara langsung. bentuk pakan buatan ditentukan oleh kebiasaan makan ikan : a) Larutan. Pakan ikan alami sebagai makanan ikan adalah plankton dan tumbuhan air lainnya. pakan hewan air dapat dibedakan sebagai berikut : . f) Eater. dimana hewan memperoleh pakannya melalui . 1. empedu dan usus sendiri. c) Tepung kasar. Bahan alami dan atau bahan olahan yang selanjutnya dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga tercipta daya tarik (merangsang) ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap. Sebagai makanan pokok apabila sebagian besar sumber energi yang diberikan dari luar digolongkan sebagai makanan tambahan (Djarijan. radiolarian. Lemak dan karbohidrat berfungsi sebagai pembentuk energi yang akan digunakan tubuh. yang hidup menempel pada benda-benda air atau melayang-layang dalam air.Pakan partikel besar diperoleh dengan menangkap dan menelan mangsa ikan karnivora. . Istilah lain untuk pakan ikan buatan adalah concentrate. b) Tepung halus. 1995). Menurut Yuwono dan Purnama (2001) berdasarkan tipenya.2 Buatan Pakan ikan buatan merupakan makanan ikan yang dibuat dari campuran bahan. Pencernaan dalam Usus Makanan yang telah dicerna dalam lambung secara berkala masuk ke dalam usus duabelas jari (duodenum) melalui katup pylorus. yaitu epiphyton (periphyton) nekton dan bentos.Pakan nutrient dari organisme simbiotik. h) silase. d) Remah. rennin dan mucus atau lendir. baik phytoplankton maupun zooplankton. algae – metodenya antara lain menggunakan cilia menyaring amoeba. crustacean. 3. Plakton dapat dibedakan menjadi 2 golongan yaitu plankton nabati (phytoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). 1. Ephiphyton adalah jenis plankton.

Dari 10% bahan padatan isi 62.simbiose. dan sisanya lain-lain (Ekawati. laju pengosongan laju digesti dipengaruhi oleh beberapa hal. lemak 15.11 Faktor-faktor yang mempengaruhi GET Menurut Mujiman (1984) dalam TItik (2008). Menurut Gunarso. sedangkan cacing darah (blood warm) 90% bagian ubuh adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. 1.10 Komposisi Pakan (Pelet. 1.12 Faktor yang Mempengaruhi Digestibility Menurut Goenarso. misalnya pada zoxanthele dan arthropoda.5% adalah protein. Tingkat protein ransom 4. Komposisi Kimia 3. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai kecemasan bahan kering ransom adalah : 1. Formulasi pelet bermacam-macam tergantung dari bahan dasarnya. Kompisis Cacing tubiex terdiri dari protein 46. Chironomous dan Lumut Jaring) Pelet adalah pakan tambahan yang dicetak berbentuk butiran dan diberikan untuk tahap pembesaran. 2005). efisiensi daya cerna menunjukkan bahwa jumlah pakan yang dapat diabsorbsi oleh ikan semakin berkurang sejalan dengan meningkatnya ampas kelapa dalam pakan. yaitu : Tepung Ikan (45% protein) Tepung Kedelai (41% protein) Dedak Halus (12% protein) Tepung Jagung (9% protein) (Isnaini. 10% lemak. 1. Menurut Schneider dan Flatt (1975) dalam Haetami dan Sukayo (2005). Karena serat yang terkandung dalam pakan bercampur ampas kelapa secara tidak langsung akan meningkatkan kadar selulosa dalam pakan. H2S. diantaranya temperatur lingkungan dan kualitas pakan. Tubifex Kering.1%. Persentase lemak dan . Selain itu faktor-faktor kimia yang terdapat dalam perairan yaitu kandungan O2. dkk (2003). Tingkat proporsi bahan pakan dalam ransom 2.1%dan abu 6. maka ikan semakin banyak membutuhkan energi sehingga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan banyak. kandungan lemak total pada pakan akan memperlambat proses pencernaan dan waktu kosong saluran pencernaan ikan. 2008). dkk (2003). Contoh : Akan dibuat ransom dengan kadar protein 30% sebanyak 250 kg dengan bahan-bahan yang sudah diketahui komposisi proteinnya. Biasanya semakin banyak aktifitas ikan. Berikut ini adalah contoh formulasi pelet : Tepung ikan 50% Tepung Kedelai 30% Tepung Terigu 13% Kuning Telur 5% Premix 2% Dalam pembuatan pelet terlebih dahulu dilakukan penyusunan ramuan. Dan kandungan serat yang tinggi pada pakan ikan dapat menurunkan laju tumbuh. Berbagai cara yang dapat ditempuh dalam penyusunan ramuan. pH dan alkalinitas.0%. CO2. namun yang paling praktis adalah dengan menggunakan sistem segiempat pearson.

lemak 15. Mineral Disamping itu perbedaan nilai bahan kering dicerna. Sedangkan nilai GET terkecil berada pada kelompok 5 dengan nilai GET 49 jam dengan perlakuan ikan nila diberi pakan pelet.5% dengan perlakuan ikan nila diberi pakan jenis lumut jaring.7% dengan pakan chironomous dan terendah kelompok 1 dengan nilai 79% dengan pemberian pakan lumut jaring.2 Analisa Hasil 4.1 Digestibility Pada pengamatan digestibility (daya cerna) terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus) yang telah diberikan perlakuan ang berbeda terhadap perbedaan jenis pakan diperoleh hasil nilai digestibility (daya cerna) ikan nila tertinggi yaitu pada kelompok 2 dengan jumlah presentase sebesar 99. Sementara itu urutann nilai digestibility (daya cerna) pada penggunaan waktu 1 jam adalah kelompok 7 dengan nilai 99. Pada perlakuan GET dengan waktu 1. Sementara itu nilai digestibility terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai preentase digestibilitynya terendah terdapat pada kelompok 1 dengan jumlah nilai presentase digestibilitynya sebesar 79.9 jam dengan perlakuan ikan nila (Oreochromis nioticus) diberi pakan pelet yang merupakan pakan buatan yaang telah dipenuhi komposisinya sesuai kebuuhan nutrisi pada ikan.2 GET (Gastric Evacuation Time / waktu pengosongan lambung) Berdasarkan hasil praktkum GET. kedua kelompok 5 dengan nilai 97. Hal ini dapat terjadi karena cacing tubifex mengandung protein yang tinggi sehingga mudah dcerna oleh ikan. Oleh karena itu. hampir sebagian besar ikan nila tidak mengeluarkan feses sehingga nilai a yaitu tenggng waktu antara saat pemberian pakan dan tenggang waktu dimulainya proses pencernaan digunakan 1 jam karena diasumsikan selama kurun waktu 1 jam ikan nila sudah memulai proses pencernaan makanan dalam tubuhnya.9% 4.5.2. akan tetapi karena ikan nila tidak mengeluarkan feses seingga t yang dimasukkan dalam perhitungan mencari nilai prosesntase GET adalah lama waktu pengamatan.2.82% dengan pakan pelet. Selulose tersusun atas komponen dasar penyusun selulosa (monomer) yang saling berikatan dengan ikatan glikosidik. ketiga kelompok 3 dengan nilai 97. Tujuan dari praktikum GET itu sendiri adalah untuk mengetahui waktu pengosongan lambung sehingga diasumsikan ketika ikan nila mengeluarkan feses maka lambung ikan dalam keadaan kosong. Sehingga ikan lebih baik dalam mencerna tubifex daripada lumut jaring. hewan memerlukan bantuan mikroorganisme yang memiliki enzim pemutus ikatan beta glikosidik.29% dengan pakan pelet. diperoleh nilai GET tertinggi pada kelompok 4 yaitu nilai GET sebesar 312. Kemudian pada waktu 2 jam terdapat proses digestibility yang berada di daya cerna tertinggi secara berurutan adalah kelompok 2 99.9. Hal ini sesuai dengan pernyataan isnaeni (2006). 4.80% dengan perlakuan ikan nila diberi paka alami yaitu tubifex selama 2 jam.4% dengan pakan tubifex. pada hewan tidak memiliki enzim yang berfungsi untuk memecah ikatan glikosidik.1% dan abu 6. untuk mencerna selulosa. mungkin disebabkan karena adanya perbedaan pada sifat-sifat maknan yang diproses termsuk kesesuaiannya untuk dihirolisis oleh enzim dan aktifitas substansi substansi yang terdapat di dalam pakan.5 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pada pakan pelet 312. Sedangkan untuk nilai t yaitu tenggang waktu antara saat pakan dimasukkan hingga keluarnya feses.7% dan kelompok 4 94. Hal ini dapat terjadi karena ikan lebih banyak menandung enzim protease daripada enzim amilase.80% dengan pakan tubifex. ketiga . Hal ini sesuai dengan pernyataan Ekawati (2005) bahwa komposisi cacing tubifex terdiri dari protein 46. Dari hasil pengamatan GET. kemudian pada pakan chironomous 141.1%.5 jam. kelompok 6 dengan pakan chironomous sebesar 97. bahwa karbohidrat yang banyak ditemukan pada dinding sel tumbuhan adalah sesulose.

5 jam adalah 141. Sementara iu cacing tubifex merupakan pakan alami yang mudah dicerna oleh ikan sehingga waktu pengosongan lambng semakin cepat. Hal ini sangat erat hubungannya dengan waktu yang digunakan dalam pengamatan.5 dan terakhir cacing tubifex sebesar 42 jam. maka semakin banyak membutuhkan energi sehinga proses metabolismenya tinggi dan membutuhkan makanan yang mutunya jauh lebih baik dan lebih banyak jumlahnya.5 jam adalah 312. Hal ini dapat terjadi karena pelet merupakan pakan buatan yang telah diberi ransum atau komposisi yanng cukup dan dibuat untuk merangsang ikan menyukainya. Hal ini dapat terjadi karena tubifex dan chironomous merupakan jenis pakan yang banyak mengandung protein sehingga mudah dicerna. Jadi berdasarkan analisa tersenut dapat diambl kesimpulan bahwa waktu berpengaruh terhadap nilai GET pada tubuh ikan.5 jam dan 3 jam 141. Protein nabati (asal tumbuhan) lebi sukar dicerna daripada protein hewani (asal hewan). Hal ini sesuai dengan pernyataan O-Fish (2009) bahwa 90% bagian chironomous adalah air dan sisanya 10% terdiri dari bahan padatan. pakan tubifex 282 jam. Karena pada saat proses metabolisme ikan membutuhkan waktu yang berbeda-beda.5 dan 3 ja adalah 27.4 Manfaat Dibidang Perikanan Melalui praktikum tentang sistem pencernaan ini diperoleh beberapa mamfaat dibidang perikanan antara lain: .5 jam adalah 24. Pada perlakuan GET dengan waktu 3 jam dapat diketahui urutan tingkat GET yang tertinggi yaitu pelet 295 jam. Kemudian pada pakan tubifex kelompok 2 nilai GET 1.pakan lumut jaring 47.33 jam.4 jam/ jadi perlakuan daya cerna ikan yang terbaik pada ikan adalah pada perlakuan 3 jam.5 jam dan 3 jam diperoleh hasil bahwa pakan lumut jaring nili GET 1. Kemudian pada pakan pelet.5 jam. Pada pengamatan 2 perlakuan waktu yaitu 1.5 jam dan 3 jam yang memilki nilai tetinggi adalah pada pemberian pakan pelet dan yang paling rendah adalah pada pakan tubifex dan cironomous.3 Hubungan Digestibility dan GET (Gastric Evacuation Time) Hubungan digestibility dan GET adalah apabila nilai dari digestibility meningkat maka nilai dari GET akan menurun. pakan lumut jaring 141. nilai GET pada waktu perlakuan 1. sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada perlakuan 1. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mudjiman (1984) dalam Titik (2008) ahwa mutu protein dipengaruhi oleh sumber asalnya serta oleh kandungan asam aminonya. Kemudian dalam pengmabilan feses praktikan harus jeli membedakan feses dan makanan ikan. Dari 10% bahan padatan ini 62.5 jam dan chironmous 94.5% adalah protein. Biasanya semakin banyak aktivitas ikan. diantaranya temperatur lingkungan dan kualita pakan. Hal ini akan berpengaruh atau mempengaruhi hasil pengamatan.5 jam adalah 47. Kemudian mulainya perhitungan waktu saat ikan makan pertama kali bisa saja kurang teliti dalam mengamati dan juga dalam proes penimbangan ikan sering terjadi kesalahan sehingga data yang dihasilkan kurang akurat. 10 % lemak dan isanya lain-lain.25 dan 3 jam 282.5 jam sehingga GET yang terbaik pada ikan berada pada waktu 1. 4. Pada pakan chironomous nilai GET 1.3 Faktor Koreksi Hal yang perlu menjadi koreksi pada praktikum ini adalah keadaan ikan yang seharusnya telah dipuasakan selama 3 hari.9 dan perlakuan 3 jam adalah 105 pada kelompok 4 sehingga waktu pengosongan lambung yang terbaik adalah pada perlakuan3 jam.2. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mujiman(1984) dalam Titik (2008) bahwa lju pengosongan laju digestibility dipengaruhi oleh beberapa hal. 4. 4.5 jam. Hal ini dapat terjadi karena chironomous banyak mengandung protein sehingga mudah untuk dicerna dan lambung cepat kosong. Apabila dibandingkan antara perlakuan 1.

sehingga untuk melakukan budidaya ikan nila. kita dapat memberi pakan yang sesuai supaya proses pencernaannya dapat berjalan lancar. 11. 2. Dapat mengetahui lingkungan yang baik dari pakan yang dimakan ikan untuk proses pencernaan dan pertumbuhannya. 5. Pakan alami hewani lebih mudah dicerna daripada pakan nabati.2 Saran Dalam praktikum selanjutnya diharapkan ikan yang akan diamati dipuasakan terlebih dahulu . rectum dan anus 4. rongga mulut. Pencernan (digestion) adalah proses perombakan makanan menjadi molekul – molekul yang sederhana sehingga dapat diserap oleh tubuh. Dapat mengetahui struktur dan fungsi saluran pencernaan pada ikan nila c. d. lemak dan karbohidrat 6. usus. 9. KESIMPULAN DAN SARAN 5. Dapat mengetahui proses pencernaan pada ikan nila. usus dan pankreas 3. Faktor yang mempengaruhi digestibility antara lain jenis pakan. Dari hasil praktikum pencernaan didapat nilai digestibilitynya yang tertinggi dimiliki oleh kelompok 2 dengan digestibility 99. kualitas pakan. lambung. 13. Saluran pencernaan pada ikan meliputi mulut. Nilai digestibility terendah dimiliki oleh kelompok 1 dengan digestibility sebesar 79% diberi perlakuanlumut jaring selama 1 jam. 14. pilorus. Dapat mengetahui jenis-jenis pakan pada ikan. Dapat mengetahui daya cerna ikan pada makanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehingga kita dapat mengetahui pakan-pakan apa saja yang memiliki kemampuan daya cerna tinggi dan daya cerna rendah. Kandungan pakan pada ikan meliputi protein. sedangkancontoh pakan buatan untuk ikan adalah pelet. Terdapat 2 jenis pakan pada ikan yaitu pakan alami dan pakan buatan 7. Dapat mengetahui macam-macam organ pencernaan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) beserta fungsinya. e. Ikan kurang mampu mencerna serat kasar karena pada usus ikan tidak terdapat mikroba yang dapat memproduksi enzim amilase atau selulose. 5.jadi hubungannya berbanding terbalik. 10.a. Dapat mengetahui kandungan pakan pada ikan.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum tentang sistem pencernaan yang telah dlakukan dapat diperoleh beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1. 5. faring. 12. f. Hubungan antara digestibility dan GET yaitu semakin tinggi digestibility maka akan semakin rendah atau sedikit waktu yang diperlukan untuk mengosongkan lambung. kondisi tubuh ikan. Pakan alami dibagi menjadi pakan alami nabati (lumut jaring) dan pakan alami hewani (chironomous dan tubifex). sebab pada pakan nabati mengandung selulosa yang menyebabkan sulit dicerna. Faktor yang mempengaruhi waktu pengosongan lambung antara lain temperatur. berat porsi makan dalam lambung dan berat tubuh ikan. 80% arena diberi perlakuan tubifex selama 2 jam. Organ pencernaan pada ikan meliputi lambung. 8. baik pakan alami maupun pakan buatan. sehingga memudahkan menyeleksi pemberian pakan pada budidaya ikan nila. Proses pencernaan dibagi menjadi pencernaan mekanik dan kimiawi yang melibatkan enzim. esophagus. Waktu pengosongan lambung sangat berhubungan erat dengan lamanya waktu isi makanan yang ada dilambung dikeluarkan atau dikosongkan. aktivitas ikan. b. g.

Ikan yang hidup di lapisan atas atau dekat ke permukaan berwarna keperak-perakan yang hidup di daerah pertengahan berwarna kemerah-merahan sedangkan ikan yang hidup di perairan dalam berwarna violet atau hitam. Dengan kata lain bahwa hewan nokturnal pada intensitas cahaya yang maksimum akan dirangsang untuk melakukan gerakan mencari perlindungan. Ini membuat mereka terdapat pada perairan bebas yang bergerak cepat. Umumnya hewan nokturnal bersifat fototaksis negatif. Perubahan-perubahan tersebut karena perantaraan dan aktivitas pigmen-pigmen pada integumen yang mengandung sel-sel disebut kromatophore (Fuji. seperti warna merah. Ikan yang hidup di dasar perairan bagian perutnya berwarna pucat dan bagian punggungnya berwarna gelap. 1996). Di perairan ini terjadi dispersi yang terbesar jika tiba waktunya untuk menetap. 1. Dengan demikian ikan yang tertarik oleh cahaya hanyalah ikan-ikan fototaksis.1969 dalam Rustidja. terdapat juga ichtyoplankton yang bermigrasi secara harian ke arah permukaanpada siang hari dan masuk ke lapisan yang lebih dalam pada malam hari dimana hal ini merupakan suatu pengecualian yang bersifat fototaksis positif. yang umumnya adalah ikan-ikan pelagis dan sebagian kecil ikan demersal. ikan yang hidup di perairan bebas mempunyai warna yang sederhana. sedangkan ikan-ikan yang tidak tertarik oleh cahaya atau menjauhi cahaya biasa disebut fotophobi (ada pula yan menyebutnya sebagai fototaksis negatif seperti Gunawan. 1964). FOTOTAKSIS DAN PEWARNAAN TUBUH 1. Produksi warna cahaya oleh variasi organ photogenic semua binatang biru ke merah (Prosser dan Frank. hijau atau warna lainnya merupakan bagian dari pewarnaan yang digunakan untuk pengaturan spesifikasi dari pola warna-warna yang belum dipadukan (Guyer dan Charles. Sedangkan bagi hewan diurnal intensitas cahaya yang kuat akan memberikan reaksi yang sebaliknya. Pewarnaan ikan laut menurut kedalamnannya dapat digolongkan menjadi tiga bagian. 1988). Banyak larva yang mengapung bebas bersifat fototaksis pada tahap awal kehidupan larvanya. kuning. Warna menunjukkan partikel bentuk yang nyata.selama 3 hari supaya diperoleh hasil yang maksimal karena jika tidak dipuasakan akan mempengaruhi nilai data yang diperoleh. Menurut Olii (2003). mereka menjadi fototaksis negatif dan bermigrasi ke arah dasar (Nybakken. Menurut Ayodhoya (1976. 2003).1 Pengertian dan Jenis Fototaksis Menurut Agung (2009). mereka akan melakukan berbagai aktivitas (Barus. ikan tertarik pada cahaya melalui penglihatan (mata) dan rangsangan melalui otak (pineal rigean pada otak). fototaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh adanya rangsangan cahaya. PENDAHULUAN 1. sedangkan hewan diurnal cenderung bersifat fototaksis positif. 1981) dalam Sudirman dan Achmar (2000).2 Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Effendie (1972). Peristiwa tertariknya ikan pada cahaya disebut fototaksis. 1985). Warnanya bertingkat dari keputih-putihan sampai ke warna hitam melalui warna kebiru-biruan dan kehijau-hijauan. Perubahan warna ikan dari warna dasarnya telah banyak diketahui. . 1961).

harus ada bahan penyerap cahaya. Pigmen ini dibentuk dari retinen dan fotopsin. Terdapat 3 jenis pigmen kerucut yang berbeda. Pigmen sel kerucut lainnya juga mengandung retinen. Apabila intensitas cahaya matahari berkurang. sebuah protein yang berbeda dari scotopsin. contoh : ikan salmon berenang di waktu siang hari dan istirahat di waktu sore hari dan malam hari. Terdiri dari protein opsin. 2003). Radopsin tergabung dalam membran yang secara rapi tersusun di bagian luar batang tersebut. Suatu belahan bola yang terdiri atas sejumlah besar sel reseptor yang menurut bentuknya disebut sel batang dan kerucut. dkk. yaitu fovea. 1985). Lagipula. batang kira-kira ada 100 juta dalam setiap mata. Cahaya mengenai sel-sel batang dan kerucut mengaktifkan.1. Arah migrasi ikan secara mudah dapat dihubungkan dengan perilaku diurnal dengan siklus diurnal cahaya matahari. dan perbedaaan antara masing-masing terletak pada perbedaan dalam struktur opsinnya. Bagi organisme air. 1985). suatu daerah tepat di seberang lensa. Pada larva Ammocotus sp (lamprey/cyclostomata) pada ekornya terdapat sel yang peka terhadap cahaya (Dani dan Murni. Reaksi ikan terhadap cahaya berubah menurut phase pertumbuhannya. atau ungu penglihatan (visual purple).3 Cone dan Rod pada Ikan dan Udang Menurut Kimball (1983). ikan salmon muda dan beberapa ikan tawar lain. Berbeda dari batang. suatu pigmen visual yang terdiri atas kromafor yang sama (retinal) tetapi proteinnya berbeda. kerucut membuat kita dapat melihat warna-warna. Sebagian besar ikan dapat membedakan warna. Cahaya memusatkan radopsin dengan memutuskan ikatan retinenkotopsin. sel-sel ini kemudian membangkitkan impuls saraf. yang padanya terdapat gugus protetik retinal. intensitas cahaya berfungsi sebagai alat orientasi yang akan mendukung kehidupan organisme tersebut dalam habitatnya. bagian mata peka cahaya pada mata vertebrata adalah retina. Ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latar belakang habitatnya. kerucut hanya bekerja dalam cahay terang. Sedangkan kerucut jumlahnya sangat banyak (sekitar 15. pigmen peka cahaya pada batang dinamakan radopsin. iadopsin merupakan pigmen yang paling sensitif terhadap cahaya merah. 1. Akan tetapi bayangan yang dihasilkan batang-batang ini tidak tajam. dalam menyesuaikan warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh menjadi berwarna kombinasi antara warna latar belakang dengan warna tubuh aslinya (Dani dan Murni. . Larva dari Bcetisthodani akan beraksi terhadap perubahan intensitas cahaya dengan melakukan gerakan lokomotif. reaksi yang berlangsung melalui serangkaian perantara hidup pendek menjadi rentiner dan scotopsin. Menurut Ganong (1983). Sel kerucut mengandung radopsin. akan berlindung di balik batu-batuan jika kena cahaya untuk menghindari adanya predator. Tetapi ikan tulang rawan tertentu dan gonad tidak dapat membedakan warna. Pigmen pada batang ialah radopsin.000 pada setiap milimeter persegi) di satu daerah retina. hewan ini akan dirangsang untuk melakukan gerakan lokomotif untuk keluar dari tempat perlindungan yang terdapat pada bagian bawah dari bebatuan di dasar perairan (Barus. 1996). Menurut Villee (1984).4 Pengaruh Cahaya Terhadap Pergerakan Ikan Cahaya berpengaruh besar dalam orientasi migrasi ikan. kemudian memasuki dasar lautan di siang hari (Brotowidjoyo. Batang terutama dipakai untuk penglihatan dalam cahaya suram dan teramat peka terhadap cahaya. yaitu suatu pigmen. Segmen luar dari tiap batang mempunyai perluasan sistem membran sel dan sejumlah besar pigmen radopsin. Radopsin ialah protein yang terkonjugasi. orsinya dinamakan scotopin. Agar cahaya dapat diserap.

1969 dalam Rustidja.Flavins : berwarna kuning tetapi sering dengan fluorescensi hijau . Yang termasuk ke dalam biochrome ialah : . warna yang dihasilkan secara keseluruhan nampaknya lebih pucat. Sedangkan apabila butir pigmen itu sedang menyebar semuanya. ada ikan yang dapat merubah warnanya. antara lain adalah guarin (keputih-putihan) sebagai hasil buang dari metabolisme. sisik dan testes. umumnya untuk satu warna yang khas bergantung kepada kombinasi chromatophore dasar yang mengandung satu macam warna. Skimuli untuk mengadakan perubahan warna. kuning hijau dan biru .Mebrin : kebanyakan berwarna merah dan coklat .Carotenoid : berwarna kuning. Menurut Effendie (1972). Biochrome. Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. Indocyte dinamakan juga sel kaca karena mengandung material yang dapat merefleksikan warna-warna di luar tubuh ikan.Purine : berwarna putih atau keperak-perakan .6 Proses Pewarnaan Tubuh Ikan Menurut Hitching dan Falco (1944) dalam Fuji (1969) dalam Rustidja (1996). Jika butir-butir pigmen itu sedang berkumpul di satu titik.1. mempunyai butir-butir pigmen yang dapat dan berkumpul di dalam satu titik. 1. Ikan yang mendapat kurang cahaya berwarna pucat dari ikan pada ikan yang sama tetapi mendapat cahaya dengan cukup. kemudian menjadi kristal-kristal besar yang tak mampu berpindah dan biasanya menumpuk dalam lapisanlapisan (Fuji. tetapi pada mulanya mengandung kristal-kristal kecil dimana dapat berpindah ke belakang dan ke muka dalam sitoplasma. kuning. Warna schemachrome lain yang berwarna biru dan violet terdapat pada iris mata. yaitu indocyte (leucophore atau goanophore) dan chromatopore.Chromdipoid : berwarna kunig sampai coklat . Cell chromatophore terdapatnya di dalam dermis. Sesuai dengan kandungan pigmen-pigmen warna chromatophore pada ikan umumnya diklasifikasikan menjadi melanophore (coklat atau hitam). Tetapi perubahannya lambat. merah dan corak warna lain . Jadi warna-warna ini bukan disebabkan oleh butir-butir pigmen. 1969 dalam Fuji.7 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Warna Produksi pigmen berkurang bila kurang cahaya dan sebaliknya. pigmen pembawa warna Contoh pewarnaan schemachrome ialah warna-warna yang terdapat pada rangka. vasion natatolia (gelembung renang). 1. warna-warna ikan yang tersebut di atas disebabkan oleh : 1. Material yang terkandung di dalam indocyte tersebut. merah dan oranye Sel-sel yang khusus membeli warna ikan ada dua macam. Perubahan warna tersebut seperti disebutkan di muka karena menyebar dan mengumpulnya butir-butir pigmen. iridophore (berkilau-kilauan). eritrophore (merah). warna yang terlihat lebih jelas dan bergantung kepada warna butir pigmen tod. Schemachrome. dulunya mendemonstrasikan secra kimia kehadiran berlebihan dari guanin dalam integumen ikan. leucophore dan iridophore mengandung pigmenpigmen tidak berwarna (guanine primer).Pterine : berwarna putih. merah dan hijau . Paling sedikit dalam iridophore molekul-molekul dari purin teratur menyusun dalam plot-plot individu (Kawaguoi dan Kamishima. xantophore (kuning). Cahaya ini mempengaruhi kerja hormon merubah keadaan pigmen. 1996).Indigoid : berwarna biru.5 Klasifikasi Warna Menurut Effendie (1972). 1996). ada yang dimulai dengan melalui matanya atau dengan lainnya misalnya cahaya. Jadi yang mengontrol .Phorphysin : berwarna merah. warna oleh konfigurasi fisis 2.1969 dalam Rustidja.

perubahan warna ada dua macam. Menurut Caroko. Jadi hasil pengamatan black ghost sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan black ghost hidupnya lebih bayak didasar kolam. dan sedangkan yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif. Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa ikan yang hasilnya positif atau fototaksis positif. Sedangkan pada ikan manvis (Pteriophyllum scales) hasilnya hanya kelompok 5 yang hasilnya netral dan yang lainya negatif. habitat hidupnya berada di bawah atau didasar air yang tidak memerlukan cahaya. Dari pengamatan tersebut didapat hasil yang berbeda tiap kelompok. biasanya ikan ini lebih cenderung menghabiskan waktunya didasar sungai namun masih kecil akan berenang ke atas dan ke bawah perairan dengan lincahnya (Herawaty. 4. Rodwel dan Mayes. Sedangkan perubahan warna yang dikontrol oleh hormon terjadi dengan lambat (Effendie. Jadi hasil pengamatan ikan mas sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. 1977 dalam Rustidja. Dan ikan black ghost (Apteronotus albifrons) semua hasilnya negatif. dkk (2005). Berdasarkan tempat hidupnya. Pada siang hari udang galah malas bergerak dan tidak tahan terhadap sinar matahari. 2008). Jadi hasil pengamatan ikan nila sesuai dengan pernyataan tersebut kalau ikan nila lebih menghabiskan hidupnya di permukaan. Dan dari pengamatan ikan mas (Cyprinus carpio) semua kelompok hasilnya positif. Dilihat dari kebiasaannya. Jadi hasil pengamatan diatas sesuai dengan pernyataan tersebut. Diantara substansi yang mempengaruhi gerakan pigmen dalam kromatophore adalah MSH (Melanocyte stimulating Hormon). 6 dan 4 hasilnya negatif dan sedangkan hanya kelompok3 yang hasilnya netral. Menurut Nuraini (2009). udang galh juga bersifat nokturnal atau beraktivitas pada malam hari. dll dimana perubahan tadi dapat terjadi dengan cepat. 1972). Aktivitas ikan black ghost lebih banyak dilakukan pada malam hari (nokturnal) sehingga pada siang hari ikan akan lebih suka bersembunyi dibebatuan. abu-abu dan hitam) aktivitas total tirosinase meningkat dengan meningkatnya aktivitas pada umumnya terjadi dalam fraksi-fraksi partikel. jadi ikan nila bersifat fototaksis positif. bahwa ikan mas dapat tumbuh normal jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian diantara 150-1000 m dari permukaan laut. Menurut Sutan Muda (2007). ikan nila bisa hidup diperairan air tawar hampir seluruh Indonesia. kalau udang galah hidup didasar kolam. Dan sedangkan ikan sepat (Trichogaster pectoralis) hasilnya dari kelompok 1. Menurut Fish Stok (2008).2. Ikan nila cenderung senang hidup diair hangat bersuhu sekitar 280C. sungai dan parit-parit . sebagian besar bagian integumen dorsal dari ikan mengandung tingkat tirosinase yang lebih tinggi dibandingkan dengan ventral empat varietas goldfish (putih. karena itu udang galah banyak ditemukan ditepi perairan yang teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung. danau. xanthin. Pertama ialah perubahan warna yang dikontrol oleh syaraf seperti mata. Pertama kali ditemukan karena efeknya pada sel-sel pigmen dalam kulit vertebrata tingkat terendah (Harper. akar tanaman atau benda lainya didasar sungai. ikan sepat menyukai rawa-rawa. Hormon ini dieksresikan oleh lobus medius hipofisis. Pada pengamatan ikan nila (Oreochromis niloticus) hanya dari kelompok 6 dan 7 yang hasilnya negatif atau fototaksis negatif dan sedangkan kelompok lainnya hasilnya positif atau fototaksis positif. Menurut Fuji (1969) dalam Rustidja (1996).1 Fototaksis Hasil pengamatan fototaksis didapatkan hasil pada jenis masing-masing ikan. habitat hidupnya berada di permukaan atau atas air yang memerlukan cahaya. 2 dan 5 positif dan kelompok 7. 1996). Dan hasil pengamatan udang galah (Machrobachium rosenbergii) hanya dari kelompok 3 saja yang hasilnya netral dan yang lainya negatif.2 Analisa hasil 4. daun-daun.

yang menyatakan bahwa ikan dapat merubah warna tubuhnya sesuai dengan warna latr belakanghabitatnya. jadi hasilnya ada yang kurang maksimal . Dan waktu tercapat ikan sepat memendarkan warna adalah 1 menit dengan warna plastik kuning. 4. Hal ini sesuai dengan pendapat Dani dan Murni (1985).Dapat mengetahui bahwa ikan sepat dapat memendarkan warna tergantug lingkungannya .Dapat membantu dalam pencarian ikan menggunakan bantuan lampu pada malam hari 4. ikan bisa tampak berbeda pada kondisi lingkungan berbeda. Grafik 1 : grafik pewarnaan tubuh 4.Saat meletakkan ikan yang dibungkus plastik warna dengan toples berisi ikan yang dibunkus plastik terlalu berdekatan.Kita dapat menyimpulkan bahwa jenis ikan apa saja yang termasuk dalam fototaksis positif dan fototaksis negatif . warna tubuh bagian perut terlihat agak gelap dan pada linea lateralis ada bintik-bintik hitam. yang menjelaskan bahwa mekanisme pergerakan butiran pigmen pada ikan dikendalikan oleh hormon-hormon tertentu sebagai akibat reaksi terhadap kondisi lingkungan ikan yang bersangkutan.2. KESIMPULAN DAN SARAN 5. jadi akan mengganggu ikan yang tidak dibungkus plastik dan warna plastik mempengaruhi ikan yang tidak dibungkus plastik warna .2 Pewarnaan Tubuh Ikan Dari data pewarnaan tubuh didapatkan bahwa ikan sepat (Trichogaster pectoralis) dibungkus dengan plastik hitam terjadi perubahan pada dorsal berwarna kuning dan terlihat lebih menyala atau terang. Menurut Purwakusuma (2007). Sedangkan yang dibungkus plastik warna biru disekitar dekat ekor kuning terang.Saat mengamati ikan terhadap cahaya. kelihatan gelisah. biru dan merah dan sedangkan waktu terlama saat ikan memendarkan warna adalah 15 menit dengan warna plastik hitam. Menurut Iswadi (2008). Oleh karena itu.berair terang. seharusnya saat senter dinyalakan melihat ikan dari lubang plastik yang telah disediakan bukannya dari atas. Jadi manvis bersifat fototaksis negatif. Jadi ikan sepat persifat fototaksis positif.Fototaksis merupakan gerakan yang dilakukan oleh ikan karena pengaruh rangsangan . bila manvis dipelihara dalam aquarium yang terlalu terang dan banyak ikannya. Dan ikan sepat yang dibungkus dengan plastik warna merah terjadi perunahan warna tubuh pink.3 Faktor Koreksi Pada praktikum mengenai fototaksis dan pewarnaan ikan terdapat beberapa hal yang menjadi faktor kireksi antara lain : . bentuk pada warna tubuh lebih terang. Didalam penyesuian warna tubuh tersebut biasanya warna tubuh aslinya dengan warna latar belakang.Pada saat membungkus toples yang berisi ikan dengan plastik berwarna tidak rapat masih ada celah. warna pectoral menjadi merah. Oleh karena itu.1 Kesimpulan Dari data hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : . terutama yang bayak di tumbuhan air. secara alami manvis hidup di perairan yang terang dan banyak tanamanya. warna perut putih kekuning-kuningan dan warna siripdan ekor kuning pucat. Sedangkan yang dibungkus plastik warna kuning terjadi perubhan warna punggung kecoklatan. 4.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat dari praktikum ini pada bidang perikanan yaitu : .

36 mikron (bergantung kepada spesies ikannya). ialah plasma (Kimball. yang terletak dalam sum-sum tulang.2 Saran Pada praktikum fototaksis dan pewarnaan ikan seharusnya saat pengamatan fototaksis cahaya difokuskan pada satu titik sehingga pelaku ikan terlihat jelas. 1964).2. Sedangkan ikan manvis (Pterophyllum scalane) dan black ghost (Apteronotus albifrons) bersifat fototaksis negatif dan sisanya bersifat normal . Darah merupakan jalan utama transportasi pencernaan bahan makanan untuk sekresi kelenjar endokrin dan sebagai rute metabolisme bermacam-macam tujuan. DARAH IKAN 1. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira 120 hari.Ikan sepat dapat mengyesuaikan tubuhnyadengan lingkunganmya karena mempunyai pigmen indophere .1 Darah Ikan Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erythrocyte. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air. 2003). Pada orang dewasa. 5. dengan diameter 7. Setelah hewan mencernakan pakannya dan mengabsorbsi molekul-molekul pakan tersebut selanjutnya mendistribusikannya ke seluruh sel-sel tubuh dengan bantuan system pengangkut.cahaya .000 – 3.1 Sel Darah a. 1. sternum (tulang dada) dan vertebrata (tulang-tulang belakang). sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. SDM dibentuk dari sel-sel “pokok”. terutama dalam tulang-tulang rusuk. biasanya adalah darah (Yuwono dan Purnama. 2003). berdiameter antara 7 . Jumlah erythrocyte tiap mm3 darah berkisar antara 20. Menurut Kimball (1983). PENDAHULUAN 1.Pengamatan kelompok 3 mengenai pewarnaan tubuh. Erythrocyte dewasa berbentuk lonjong. contohnya rute asam susu asam ke hati untuk glikogenesis (Guyer dan Charles.000. 2001). Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan dalam . berwarna merah kekuningan. didapatkan bahan ikan sepat mengalami perubahan warna tubuh kebiruan dan ekornya terlihat kekuning-kuningan dan waktu untuk memendarkan warna sekitar 1 menit. Eritrosit Erythrocyte (sel darah merah) ikan berinti. leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi (Rachman. Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. Bentuk “bikonkaf” yang menarik ini mempercepat pertkaran gas-gas antar sel-sel dan plasma darah. Dan hendaklah lebih teliti dalam mengamati perubahan warna ikan agar diperloleh data atau hasil yang valid.000 (Rachman. 1983). kecil.Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan tubuh ikan antara lain didapatkan bahwa ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan yang bersifat fototaksis positif. Dan ikan nila (Oreochromis niloticus) bersifat fototaksis positif.2 Komponen Penyusun Darah 1. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm.

Menurut Yuwono dan Purnama (2001). Komposisi plasma darah adalah sebagai berikut : . biasanya lebih kecil. K+. Ada 2 macam kekuatan yang bekerja dalam proses pertukaran cairan tersebut. Tekanan osmotic plasma yang ditimbulkan oleh protein disebut tekanan osmotic koloid. karena mempunyai daya phagocytosis yaitu mempunyai daya memakan sel-sel bakteri dan benda-benda asing lainnya. asidofil (eosinofil) dan basofil yang jarangpada darah ikan. kreatinin. Jumlah sel darah merah adalah yang paling banyak dibandingkan denga unsur-unsur sel darah lainnya. plasma darah mengandung ekitar 90% air dan berbagai zat terlarut / tersuspensi di dalamnya. 1988).000 dan 150. Menurut Lagler et al (1977). Jumlah sel darah putih antara 20. asam urat. Mg++. Cl-.000 – 10. leucocyte besarnya lebih besar dari erythrocyte dan berinti. nutrient.000 per kubik millimeter. tetapi pada mamalia. Jumlah trombosit sekitar setengah dari semua leukosit pada ikan dan berfungsi dalam penggumpalan darah. keratin. sumsum tulang dan sel koffer yaitu oleh sel macrophage. Granulosit dibagi menurut reaksi staining mereka dalam neurofil. dalam perkembangannya inti itu lenyap dan eritrosit berbentuk cawan bikonkaf. nitrogen) . darah ikan meliputi beberapa tipe sel berwarna atau sel darah putih (leukosit). Leukosit Menurut Iskandar (1974). asam amino) .2 Plasma Menurut Isnaeni (2006). yang umum. b. PO4. heterofil. Juga agranular limfosit dan monosit yang oval. sedangkan lymphocyte dibuat dari kelenjar-kelenjar lymphe sedangkan dalam jumlah yang sedikit di sumsm tulang. zat pengatur dan gas terlarut.2. Limfosit menghilang untuk diferensiasi ke dalam 2 populasi. Bentuk demikian mempunyai permukaan yang volumenya sama.Protein .000 sel darah merah (Ville. Dalam satu millimeter kubik darah manusia terdapat 5. elektrolit. Berfungsi sebagai mekanisme pertahanan tubuh. 1. yang bentuknya seperti telur sampai bulat.000. Leukosit agranular lebih banyak pada komponen sel darah putih dalam darah ikan. Plasma mengandung sejumlah protein yang berperan sangat penting untuk menghasilkan tekanan osmotic plasma.Gas-gas darah (oksigen. HCO3-.Air . plasma merupakan cairan yang mengandung ion-ion dan molekul orgnanik meliputi protein. leucocyte di hancurkan di limpa. tetapi ukuran dari 24 sam pai 33 mikron ada pada ikan paru-paru afrika (Protopterus).Bahan terlarut .suatu struktur berbentuk kantung yang disebut limpa.Senyawa protein non nitrogen (urea.Elektrolit (Na+. Rata-rat diameternya 10 mikron. Diantara sel darah putih ada granulosit yang mungkin terdiri antara 4 dan 40 persen dari semua sle darah putih. Volume plasma pada hewan yang memiliki sistem sirkulasi tertutup tergantung pada keseimbangan antara laju filtrasi cairan / plasma dari kapiler menuju ruang jaringan dan laju reabsorbsi filtrate tersebut.000 per kubik millimeter dalam kelompok ikan yang berbeda. materi sampah. yang satu memproduksi antibodi dan yang lain sebagai sel imunitas. Plasma merupakan cairan komponen penyusun darah yang memiliki komposisi sangat berbeda dari cairan intra sel. yaitu tekanan darah (tekanan hidrostatik) dan tekanan osmotic koloid. Monosit mempunyai fungsi makrofage. Beberapa elasmobranchi mempunyai tipe granulosit ke empat. bersama-sama dengan sel-sel darah merah. Sel-sel darah putih atau leucocyte tersebut dibuat di sumssum tulang. karbon dioksida. garam-garam ammonium) . dan permukaan yang lebih luas ini mempermudah lewatnya gas dan zat lain melalui membran plasma. SO4) . Sebagian besar vertebrata mempunyai eritrosit berbentuk lonjong yang berinti. trombosit. Banyaknya berkisar antara 5.Nutrient (glukosa. lemak.

pengaturan metabolisme. ekskresi transport sisa metabolism eke ginjal. pada saat yang sama. Plasma terdiri dari air. yaitu pembuluh yang terdapar didaerah insang (Rachman. sel –sel darah menrah primitive dihasilkan dalam kantong kuning telur. kilit. membawa hormone dan enzim ke oragan yang memerlukan.5 Komponen Penyusun Sistem Peredaran Darah Secara umum struktur dasar sistem sirkulasi ini terdiri atas saluran-saluran yang berhubungan (pembuluh) dan cairan yang dapat sebagai transportasi. Pertukaran oksigen dengan air dengan karbondioksida terjadi pada bagian semipermeable. Dan usus untuk dibuang. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transport oksigen dan system pencernaan immunologic oleh sel dilakukan oleh plasma dan unsur-unsur plasma. 1976).jadi materi dalam pembelajaran tentang sistem sirkulasi ini dibagi atas : 1. berangsur angsur merapat dan membentuk jarring – jaring tipis. 9.unsur plasma fungsi tersebut adalah : respirasi transport oksigen dari paru – paru kejaringan dan CO2 dari jaringan paru –paru.. nutrisi transport zat – zat makanan yang diadsorbsi. protein dan hormone. (1985). Menurut Mayes. transport hormone. elektrolit. Komposisi air dan elektrolit plasma praktis sama dengan semua cairan ekstraseluler. dilakukan oleh plasma dan unsur. 2003). Selama trisemester kedua kehamilan sel darah merah. dinamakan pulau – pulau darah. sistem cardiovaskuler dan capiler · Darah : Arteri. dkk. Daerah – daerah tubuh yang membentuk sel darah merah pada beberapa minggu pertama kehiduoan embrio. enzim) Menurut Mayes. sel – sel darah merah juga dibentuk dalam jumlah cukup banyak oleh limpa dan kelenjar limfe. Sel – sel permukaan dari pulau – pulau yang berbatasan. pemeliharaan keseimbangan asam basa di dalam tubuh. selama trisemester ketiga kehamilan dan setelah lahir. 1. transpor metabolic 1. sel darah merah dibentuk semata – mata oleh sumsum tulang (Guyton. vena dan capiler · Jantung · Sistem sirkulasi arteri dan vena · Sirkulasi tunggal dan ganda .4 Fungsi Darah Darah berfungsi mengedarkan suplai makanan kepada sel – sel tubuh. kemudian. paru – paru. membawa oksigen ke jaringan – jaringan tubuh.3 Tahap Pembentukan Darah Tanda – tanda pertama yang nyata tentang pembentukan system peredaran darah ialah timbulnya suatu masa mesoderm yang pepat pada kantong yolk. semua fungsi darah kecuali fungsi seluler spesifik seperti transfer oksigen dan system pertahanan imunologik oleh sel – sel (cell – medicted defense). Sel – sel yang lebih dalam memisahkan dari satu sama lainnya dan menjadi sel – sel darah (Hildebrand. Sirkulasi dalm pembuluh limpha dan limpha merupakan sistem limpatik. Sedangkan dikatakan sistem pembuluh darah karena pembuluh darah yang membawa darah untuk sirkulasi dipompa oleh jantung bekerja kontinyu dalam sistem cardiovaskuler. zat makanan. pengaturan keseimbangan air melalui efek darah terhadap pertukaran air diantara cairan yang beredar dan cairan jaringan.Senyawa pengatur (hormone. pertahanan terhadap infeksi oleh sel darah putih dan antibody yang beredar. 1974). 1. (1985). pengaruh suhu tubuh dengan penyebaran panas badan. dkk.

bahwa sistem peredaran darahpada ikan adalah tertutup. darah melalui jantung 1 kali). Peredaran darah ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam 1 kali peredarannya.7 Sistem Peredaran Darah Menurut Teddy (2008). 2008). Sebagian menuju ke kepala dan sebagian lagi menuju ke bagian tubuh yang lain dan alat pencernaan makanan. Di insang aorta bercabang menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gar yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air. 2003). darah mengalir ke anyaman kapiler dibagian badan selebihnya. enkopsulasi (pembentukan selubung mengahsilkan antibody atau sensifikasi limfosit faktor homoral (aglutinin) dalam cairan tubuh juga dapat menginaktifkan benda asing (Ganong. 2007) Menurut Kimball (1938). dan pertukaran bahan makanan terjadi dengan jaringan. . menghancurkan mikroorganisme pathogen beserta hasil beserta sekresinya dan menyingkirkan abnormal atau sel bermutasi (contohnya sel kanker) yang muncul mekanisme pertahanan tubuh yang dapat terjadi dengan cara fagositosis (paling primitive).Sinus venasus: yang menerima darah dari vena kordinalis. 1. darah yang terkumpul dari seluruh badan ikan masuk ke kamar berdinding tipis. maka jantungnya akan menampakkan aliran darah tunggal. globulin bertanggung jawab dalam berbagai fungsi terutama yang berkaitan dengan sistem kekebalan (imun) dan transport molekul tertentu. darah yang keluar dari jantung melalui ventral aorta terus ke insang. sistem limphatik · Pembuluh limpha · Jaringan limpha (Noer dan widawati. temmpat kotoran hasil metabolisme kemudian mengalir ke hati terus masuk lagi ke jantung. Kemudian darah kembali ke jantung. Darah dari jantung keluar melalluii aorta ventral menuju insang. anterior dan vena kordinalis posterior.6 Mekanisme Peredaran Darah Menurut Effendie (1972).2 ruang: meliputi 1 atrium (serambi) dan ventikel (bilik) . Dari kapiler seluruh tubuh memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2. Darah yang dari tubuh sebelum masuk ke jantung mengalir dulu ke ginjal. Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kordinalis anterior dan vena kordinalis posterior (Tedy. atlium. 1. Kontraksi vertikel yang kuat mendesak darah keluar ke anyaman kapiler insang. sebagai contoh bahwa darah mengalir dari jantung melalui arteri ke jaringan kapiler yang menuju ke jaringan tubuh dan kembali ke jantung melalui vena. 1. tetapi dalm sistem tertutup suatu tekanan yang lebih tinggi dan dirancang lebih cepat dan mudah ditimbulkan karenadarah dibatasi oleh pembuluh dan pada ikan yang seluruhnya bernapas dengan insang. pertahanan tubuh dapat terjadi dengan berbagai mekanisme. antara lain menginaktifkanatau mengeluarkan berbagai sel asing dari tubuh. jantung ikan terdiri dari .2. 1983). darah selalu terdapat di dalam pembuluh darah.8 Pengertian Sistem Imun Menurut Isnaeni (2005). Ketika jantung kendur. Seperti pada semua vertebrata. darah yang mengandung banyak zat asam menggalir di dalam pembuluh darah dorsal aorta. Dari insang. maka dari itu kebanyakan sistem peredaran darah disebut peredaran darah tunggal (Rachman. darah mengalir melalui sebuah katub ke dalam ventrikel berdinding tebal. suatu sistem peredaran darah tertutup tidak selalu berarti lebih maju dari suatu sistem terbuka.

dari jantung. caudal peduncle.1 Pengambilan Darah Dari hasil praktikum didapatkan hasil bahwa pengambilan darah yang dilakukan pada daerah caudal peduncle.9 Proses Pembentukan Darah Darah akan membeku bila keluar dari pembuluh darah. darah mengandung protein fibrinogen yang akan menjadi fibrin di bawah pengaruh enzim protealis trambin. lisis sel dan sel pembuluh (killed sel atau sel K )dari organisme yang menyerang. dorsal aorta. 2003). Selain itu ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sistem peredaran darah tunggal tertutup yang artinya mekanisme peredaran darahnya berasal dari jantung dan kembali lagi ke jantung. Pada umumnya pengambilan darah dapat dilakukan diempat tempat yaitu linea lateralis. 1974). Menurut Admin (2008).1. setelah mengelilingi seluruh tubuh yang sebelumnya mengalir ke ventral aorta ke bagian insang. kompleks ini nmempunyai fotositosis. darah yang mengalir mengandung CO2 dan mengeluarkan O2. Menurut Villee. melalui cavum oris mentok mencapai rahang bagian atas. Hal ini sesuai dengan Guyer and Charles (1964). dan jantung.2 Analisa Hasil 4. limfosit lain tetap diam di sumsum tualang berdifensiasi menjadi limfosit B. sebuah enzim yang di sebut tramboplastin yang di hasilkan sel – sel jaringan yang terluka bereaksi dengan kalsium dan protrambin di dalam darah. pengambilan darah ini dapat dilakukan dibeberapa daerah dari tubuh ikan.10 Hubungan Sistem Imun Dengan Darah Sel -sel T bertangung jawab terhadap reaksi immune seluler dan mempunyai reseptor permukaan yang spesifik untuk mengenal antigen asing. Dari keempat tempat pengambilan darah ini. akibat reaksi kimia jalianan benang – benag yang di hasilkan membentuk lapisan pelindung. karena kinase berarti zat – zat yang mengaktifkan proenzym menjadi enzyme (Iskandar. sel -sel baru sedang di bentuk ketika sel – sel yang rusak telah selesai di perbaharui keropeng tersebut akan mengelupas dan jatuh. seperti kita ketahui enzim trambin berasal dari proenzym protrambin dan di aktifkan oleh trombokinase (perkataan trombokinase yang dulu di kenal sebagai tramboplastin lebih tepat. limfosit B dan limfosit T berbeda dalam cara responnya. dimana terdapat distribusi kebagian . Sel B bertugas untuk memproduksi antibody hormonal.2. 4. 1. antibody ini di lepaskan dalam darah dan di bawa sebagai bagian dalam fraksi gramma globulin respon antibodi hormonal ini mengurangi memerangi bakteri dan virus di dalam darah. Diantaranya melalui linea lateralis. berdiam dan berkembang di dalam kompertemennya sendiri. yang paling baik untuk melakukan proses pengambilan darahyaitu pada dorsal aorta karena dorsal aorta merupakan percabangan utama dari insang yang sebelumnya berasal dari vena aorta.dkk (1988). mekanisme penutupan luka yaitu pada tubuh mulai mengeluarkan darah. Menurut Racoen (2007). dalam plasma. antibody raspanse yang berbeda dalam peredaran darah dan mengikat secara khusus dengan antigen asing yang menyebabkan antigen asing tersalut antibody. dan beberapa tempat lain. sel T dan sel B secara morfologis hanya dapat di bedakan ketika di aktifkan oleh antigen (Effendie. Beberapa sel keturunan dari limfosit B yang terangsang membentuk suatu retikulum endoplasmik granula rumit yang mampu mensintesis protein dan di sebut sel plasma yang mampu mensintesis antibodi yang di perlukan.

Sel darah merah mempunyai jumlah yang dominan dan dalam bentuk mature dan imature. 4. Bentuk mature mempunyai sitoplasma yang besar dan inti selnya yang kecil. 4. dimana giemsa langsung masuk kedalam inti sel darah dan memberi warna pada semua sel darah. Selain itu. yaitu: · Dapat mengidentifikasi apakah ikan tersebut sehat atau dalam keadaan sakit.4 Manfaat di Bidang Perikanan Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. · Mengetahui komposisi darah pada ikan. sedangkan 99% total oksigen diambil oleh hemoglobin (Yuwono dan Purnama. Hemoglobin memiliki kapasitas 15 sampai dengan 25 kali lipat kapasitas air untuk mengikat oksigen. Pada vertebrata mengandung pigmen respiratori yaitu hemoglobin yang efisien untuk mengangkut oksigen. begitu juga inti selnya yang besar dan jaraknya berdekatan. hal tersebut menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam kondisi yang sehat. · Dapat diketahui organ-organ yang berperan didalam peredaran darah ikan. Sedangkan bentuk imature mempunyai sitoplasma yang besar.2. sehingga harus mengulangi beberapa kali agar darah dapat terambil. 4. · Mengetahui tempat pengambilan darah agar tidak terjadi kesalahan dalam penyuntikan untuk pengambilan darah. Hanya 1% dari total oksigen yang diambil oleh plasma darah. hal ini dapat diketahui kandungan sel darah yang lebih dominan dalam tubuh ikan tersebut. dan pada darah yaitu pada inti bersifat asam dan pada plasmanya bersifat basa yaitu dengan pH 7. sel darah merah mempunyai kandungan hemoglobin yang banyak dan dapat mengangkut O2 dalam darah. Pada pewarnaan darah diberi pewarna giemsa.3 Faktor Koreksi Pada praktikum materi pengambilan darah dan pembuatan film darah tipis ikan. terdapat beberapa manfaat yang bisa diambil.2 Pembuatan Film Darah Tipis Setelah melakukan praktikum pembuatan film darah tipis. 2001). yang akan mempengaruhi kesehatan ikan.afferent branchial arteries. · Mengetahui fungsi darah pada ikan untuk transportasi. sehingga terdapat gelembung udara pada spuit. · Kurang keterampilan praktikan didalam pengambilan darah. · Kurang ketrampilan praktikan didalam mengisi Na sitrat. sehingga bagian sel-sel pada darah terlihat jelas saat diamati dibawah mikroskop. Digunakan pewarna giemsa ini karena giemsa dapat memberi warna pada darah dengan jelas.4. dapat dijelaskan bahwa terdapat jenis sel darah merah (eritrosit). terdapat beberapa faktor koreksi yaitu: · Kurang aseptisnya alat suntikan yang digunakan sehingga terdapat bakteri yang menempel dan mempengaruhi darah saat diamati. . · Kurang keterampilan praktikan didalam pembuatan film darah tipis dengan metode smear yang akan mempengaruhi tipisnya lapisan darah sehingga sulit untuk diamati dibawah mikroskop. dan jaraknya juga berjauhan. · Kurang keterampilan praktikan didalam menggunakan mikroskop sehingga saat pengambilan gambar sel darah memakan waktu yang lama. Giemsa ini bersifat basa yaitu dengan pH 10. · Dapat mengetahui peredaran darah pada ikan. didapatkan hasil bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah (eritrosit) yang jumlahnya banyak. Dari hasil pengamatan gambar pada mikroskop. sistem imun atau kekebalan tubuh · Mengetahui proses pembekuan darah atau penutupan luka pada ikan.

· Pengambilan darah dilakukan di caudal pudancle karena dekat dengan tulang yang mengarah ke jantung. merupakan suatu adaptasi evolusioner untuk transmisi yang cepat dari gelombang eksitasi. Menurut Villee dkk. membawa hormon dan enzim keorgan yang memerlukan. KESIMPULAN DAN SARAN 5. ( 1984 ). didapatkan beberapa kesimpulan diantaranya: · Darah adalah suatu fluida (plasma) tempat beberapa substansi terlarut dan tempat erytrocyte. sistem ini ( dengan bantuan kelenjar – kelenjar buntu ) menentukan dalam dan luar melalui rangsangan dari satu tempat ke tempat lain oleh sel – sel sensoris atau sel – sel syaraf yang lain. kembali kembali lagi ke dorsal aorta lalu dialirkan keseluruh tubuh. sistem syaraf merupakan sistem yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinngi diantara sistem organ yang lain dalam tubuh. · Ikan nila (Oreochromis niloticus) mempunyai sel darah merah dengan jumlah yang banyak berarti menandakan bahwa ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam keadaan sehat. Sel saraf atau neuron.suatu sifat dasar dari semua sel adalah tanggap terhadap rangsangan ( stimulus ).2 Morfologi dan Gambar Ikan . Sistem syaraf lebih banyak mengkoordinasi segala aktivitas yang cepat ataupun yang sulit dilakukan ikan dalam lingkungannya. · Komponen penyusun darah yaitu sel darah: eritrosit.5. dan sebagai tanggapan terhadap suatu rangsangan maka gelombang eksitasi disalurkan melalui permukaannya. PENDAHULUAN 1. 5. dan trombosit serta plasma. 2003 ). · Darah berfungsi untuk mengedarkan suplai makanan. leukosit. · Mekanisme peredaran darah dimulai dari jantung kemudian ke vena aorta lalu ke insang. SYARAF IKAN 1. kecuali spons dan secara kolektif merupakan sistem syaraf. leucocyte dan beberapa hal lainnya tersuspensi. 1997 ).1 Pengertian Syaraf Menurut Rachman ( 2003 ). 1.1 Kesimpulan Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan. lalu ke ginjal kemudian ke hati dan kembali ke jantung. Neuron terdapat pada semua hewan multisel. Sistem saraf merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang dapat berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi antara sel maupun organ dan dapat berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ lain serta dapat pula memproduksi hormon ( Singgih. Sistem saraf meliputi semua tingkah laku organisme dari regulasi tak sadar pada aktivitas intraseluler untuk mengkoordinasi gerakan seluruh organisme sampai fenomena tidak tampak yang dipelajari dan ingatan (Gordon et al.2 Saran Dari hasil kegiatan praktikum yang dilakukan diharapkan dalam kegiatan praktikum diperlukan ketelitian dan kehati-hatian di dalam menggunakan alat dan mengolah data. membawa oksigen ke jaringanjaringan tubuh. Dengan kata lain. Sel – sel dikatakan peka.

yaitu bagian gabungan kepala dengan dada / toraks (disebut sebagai cephalothorax) dan abdomen. Jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah. Saraf pada . bernapas dengan insang dan bergantung kepada air sebagai medium hidupnya. dan bagian posterior ticocerebrum.5 . adalah bentuk badan ikan nila ialah pipih ke samping dan memanjang. Pada perkembangan selanjutnya procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon. dan rhombencephalon di bagian belakang. Seluruh tubuhnya terdiri dari ruas – ruas (segment). Pada sirip punggung terdapat juga garis miring. Mata kelihatan menonjol dan relatif besar dengan bagian tepi mata berwarna putih.XVII. 1. yaitu bagian depan yang disebut kepala – dada (cephalothorax). Kepala dada tertutup oleh kelopak kepala atau cangkang kepala (carapace). otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka. Dipandang dari sudut ilmu hayati. A. Tipe sisik adalah steroid.1972). Cephalothorax secara keseluruhan dilingkupi oleh cangkang yang disebut sebagai karapas.Ciri – ciri morfologi ikan Nila (Oreochromis niloticus) menurut Sugiarto (1988) dalam Rustidja (1996). otak antrophoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. mesencephalon tetap tidak mengalami perubahan. Mempunyai garis vertikal 9 – 11 buah.4 Gambar otak dan anatomi ikan Menurut Rachman (2003). mesencephalon di bagian tengah. Badan relatif lebih tebal dan keker dibandingkan ikan mujair.1. Secara faal sebenarnya ikan tidak berdarah dingin tetapi hanya suhu tubuh ikan tersebut yang berubah – ubah bergantung kepada keadaan suhu sekelilingnya. 1. Telencephalon adalah pembau. mesencephalon di bagian tengah dan rhombencephalon di belakang. P.15 . Pada perkembangan selanjutnya. sedangkan rhombencephalon terbagi menjadi 2 bagian pula yaitu metencephalon dan meyelencephalon (Effendie. garis – garis pada sirip ekor berwarna merah sejumlah 6 – 12 buah.III. Rumus jari – jari sirip adalah D. Jadi ia tidak dapat mempertahankan suhu tubuhnya secara tetap terhadap suhu sekitarnya seperti mammalia (hewan menyusui) (Effendie. Otak ikan pada waktu embrio terdiri dari 3 bagian yaitu procencephalon di bagian muka. dan bagian belakang yang disebut ekor (abdomen). 2007). procencephalon terbagi menjadi 2 bagian yaitu telencephalon dan diencephalon.13 . pada ikan merupakan bagian otak yang besar daripada bagian otak yang lain. mempunyai sirip.18. Tubuh udang terbagi dalam dua bagian.5 Gambar otak dan anatomi udang Menurut Arfiati (2004). ikan (pisces) termasuk ke dalam hewan bertulang belakang dengan ciri – ciri umumnya yaitu “berdarah dingin “ 9 (poikilothermal). yang diperkeras oleh bahan kapur (kalsium karbonat) (Mudjiman. 1. 1972). 1983). sedangkan rhombencephalon terdiri dari 2 bagian yaitu meiecephalon dan myelencephalon. mesencephalon dikatakan juga otak tengah. Bentuk sirip ekor berpinggiran tegak.tidak berubah. Sedangkan bagian abdomennya terdiri dari 6 ruas dan sebuah ekor berbentuk kipas (Purwakusuma.10 dan C. Diencephalon merupakan komponen otak yang cukup penting terletak di bagian belakang telencephalon. Garis lateralis (gurat sisi di tengah tubuh) terputus dan dilanjutkan dengan garis yang terletak lebih bawah. Kelopak kepala ke arah depan membentuk tonjolan runcing yang bergerigi yang disebut cucuk kepala (rostrum). V. bagian tengah deutocerebrum. Kerangka luar ini terbuat dari bahan semacam tanduk (chitin). yang terbungkus oleh kerangka luar (eksoskleton). mesencephalon tetap.3 Morfologi dan Gambar Udang Tubuh LAT sendiri terdiri dari dua bagian.

adalah sirip yang terletak di porterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum. 3.mata melalui protocerebrun mengandung 3 pusat optic (neurofiles) berintegrasi dengan fotoreseptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behaviour). Pinna analis (anal fin) adalah sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di bagian posterior anal. Pinna ventralis (ventral fin) adalah sirip yang berada pada bagian perut ikan dan berfungsi dalam mampu menstabilkan ikan saat berenang. sedikit didepan pinna caudalis. serta berpengaruh juga pada antena kedua dari crustacean. Syaraf pada mata melalui protocerebrum mengandung tiga pusat optic (neuropiles) . Ganglia berfungsi sebagai pusat repleks dan pengendalian berbagai bagian. Selain itu juga berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman. 2. saraf pencernaan. Deutocerebrum mengirim imfuls saraf ke antena pertama pada crustacean sedang pada cellecerata (kalajengking. sistem saraf antropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada sepanjang sisi ventral tubuhnya. gerakan menggeleng dan gerakan menggulung. 1. letak sirip ini adalah pada dorsal tubuh. 5. Fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan. Pada sebagian besar ikan. 1. Menurut Anfiali (2001) dalam Dasri (2004). Pada berbagai tempat di segmen tubuh. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem.7 Fungsi Otak Pada Udang dan Gambar Menurut Emulngeblog (2008). 4. Pinna pectoralis (pectoral vin). Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. Hal ini dilakukan dengan bantuan sirip sebagai berikut : · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan menggeleng. sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver. ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. ada perbesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. system syaraf anthopoda berupa system saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. laba-laba. Pinna caudalis (caudal pin) adalah sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh ikan dan biasanya disebut sebagai ekor. Bagian ketiga dari otak adalah tricocerebum yang menningkatkan fungsi saraf bibir bawah. juga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip pelvik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan anal mengontrol gerakan menggulung Menurut Aquaculture (2009). sirip pada ikan terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan sesuai dengan letak sirip tersebut berada pada tubuh ikan yaitu 1. 6. ke samping dan diam (mengeram).6 Fungsi masing-masing sirip ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. Ganglia bagian anterior lebih besar berfungsi sebagai otak. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan maju. Adifora adalah sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan. bagian tengah dento cerebrum dan bagian posterior tritocerebrum. otak anthropoda terdiri dari 3 bagian besar yaitu anterior protocerebrum. Menurut GuruNgeblog (2008). Pada berbagai tempat di segmen tubuh. sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. Pinna dorsalis (dorsal fin) adalah sirip yang berada di bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan Katina berenang bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar.

Menurut Mudjiman (1983). Sedangkan penglihatan yang kesamping hanya digunakan untuk melihat pergerakannya saja. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nomer satu yaitu offactonis yang berhubungan fovea naralis sebagai penerima rangsang. 1. Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi. 2005). pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. keseimbangan dan penglihatannya tidak terganggu. Fungsi pemutaran antenula adalah untuk menegangkan ramburambu astelac ke dalam arus air. umumnya mempunyai penglihatan memuka yang jelas dari pada penglihatan kesamping. bagian atas dari telengcephalon. syaraf pencernaan (stomato gastric nerve) serta berpengaruh juga pada antenna kedua dari crustacea. tetapi mata ikan itu bervariasi dari ikan itu buta yaitu tidak mempunyai mata. linea lateralis adalah garis yang dibentuk oleh pori-pori sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan yang bersisik maupun tidak bersisik. telencephalor adalah otak bagian depan sebagai pusat untuk halhal yang berhubungan dengan pembau. Informasi mekanosensori yang dapat dijangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. statolyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (face) yang bertangkai (Pustekkom. 2001).8 Fungsi Linea Lateralis. Deutrocerebrum mengirim syaraf ke antenna pertama pada crustacean sedang pada chellcerata (kalajengking laba-laba dan kutu) tidak mengandung deutocerebrum. tetapi aktivitas lainnya termasuk tingkah lakunya sedikit terganggu. 1. Linea lateralis ini berfungsi untuk mendeteksi keadaan lingkungan. Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan udang untuk mencari makanannya. bagian kepala – dada sebenarnya tersidiri dari bagian kepala dan . Fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya (Yuwono dan Purnama. sehingga memudahkan deteksi perubahan air disekeliling rambut-rambut tersebut selama pergerakan. Pendidikan tingkah laku dan menghindari predator (Moorman. Menurut Rachman (2003). Dinding dorsal telen cephalon tetap tipis. Struktur mata ikan hamper sama saja dengan mata yang terdapat pada vertebrata lain. 2001). Penglihatan yang kemuka digunakan untuk melihat hal-hal yang detail seperti untuk menerkam mangsa.9 Fungsi Organ Pada Udang Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali. Pergerakan. Pelucutan antenula dapat terjadi secara terus menerus. bagian ketiga dari otak adalah tritocerebrum yang meningkatkan fungsi syaraf bibir bawah. menghindarkan diri dari musuhnya. Informasi mekanosensori yang dapat di jangkau oleh otak melalui saraf linea lateral rostral dan caudal pada masing-masing bagian. Menurut Effendie (1972). otak bagian depannya menjadi lebih berkembang. tetapi gerakannya tidak utmis dan tidak sinkron antara pelucutan antenna kiri dan yang kanan.berintegrasi dengan fotoreceptor dan gerakan serta berpengaruh pada tingkah laku (behavior). terdapat organ yang berhubungan dengan fungsi pigmentasi pada ikan. terutama kualitas air dan juga peranan dalam proses osmoregulasi. Pembersihan antenula berfungsi untuk menghilangkan atau memindahkan bahan-bahan terperangkap atau terselip di antara rambutrambut aestetal pada antenula. disebut pallium. Sampai ikan itu dapat melihat di udara. Pelucutan antenna ini membantu sirkulasi air disekitar rambut-rambut aestetac sehingga memudahkan proses penerimaan rangsang dari kemoatraktan. Mata dan Otak pada ikan Menurut sakti (2008). Pada beberapa ikan yang sengaja dirusak telencephalonnya memperlihatkan beberapa gejala yang tidak beres. karena penglihatannya yang kesamping itu tidak menghasilkan bayangan yang jelas melainkan hanya yang remang-remang saja. 2001)57. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera yaitu antenna (alat peraba). Input dari saraf ini terutama digunakan untuk lokalisasi navigasi.

Neuron afferent atau neuron sensory yang berasal dari urea reseptor 2. Diantara uropoda terdapat tonjolan runcing ke belakang yang disebut ujung ekor (telson). system syaraf pusat merupakan sebuah struktur tubuh yang terdiri dari otak dan spinal cord disususn oleh elemen epitel khusus yang disebut sel ependymal dan meliputi cairan cerebrospinal dan meliputi cairan cerebrospinal. system syaraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk yan berfariasi. ada pembesaran syaraf tangga tali yang disebut ganglia. perasa dan pemegang makanan. Pada ruas pertama sampai ruas kelima diperut terdapat kaki renang (pleopoda). Reseptor adalah satu atau sekelompok sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi engenal rangsangan tertentu yang berasal dari luar atau dalam tubuh. 1. terutama makanan yang berupa potongan-potongan besar. Efekor adalah sel atau organ yang menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. maxilla I dan maxilla II. pleopodanya berbulu-bulu. Pada berbagai tempat di segmen tubuh.bagian dada yang menyatu. syaraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai (berurutan) antara reseptor dan efektor. sebagai alat peraba dan keseimbangan. fungsinya sebagai alat peraba. Menurut Iqbal (2007). Pada ruas pertama terdapat sepasang mata majemuk yang bertangkai dan bisa digerakkan. Fungsi sel syaraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsangan atau tanggapan. Berdasarkan fungsinya neuron dapat dikelompoka menjadi : 1. Pada udang betina. misalnya pada cumi-cumi system syaraf tersusun dari sel-sel syaraf yang disebut neuron. Pada 5 ruas berikutnya terdapat 5 sepasang kaki jalan dengan ujungnya mengalami perubahan bentuk sehingga berupa capit. Dalam kegiatannya. Contohnya otot dan kelenjar. kelima dan keenam berturut-turut terdapat rahang (mandibula). Ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). Bagian dada terdiri dari 8 ruas. System syaraf terdiri dari jutaan sel syaraf (neuron). karena ukuran yang cukup besar. Pada ruas ketujuh.10 Sistem Syaraf Dan Fungsi Pada Ikan Menurut Yuwono dan Purnama (2001). system syaraf arthopoda berupa system syaraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada disepanjang sisi ventral tubuhnya. 1. Pada ruas kedua terdapat mungut ke-1 (antennal) yang ujungnya bercabang menjadi endopodit dan eksopodit yang berupa sungut pendek dan berfungsi. 2005).11 Sistem Syaraf dan Fungsi Pada Udang Susunan syaraf crustacea adalah tangga tali. delapan dan Sembilan. Fungsi syaraf telah banyak diteliti dengan menggunakan neuron dari hewan ini. Ketiga macam anggota badan tersebut berfungsi sebagai alat untuk makan. Kaki bercapit yang nomor dua menyolok sangat panjang dan besar. Untuk mempermudah pelekatan telur itu. Bagian kepala terdiri dari Gruas. Pada ruas keempat. Bagian ekot atau perut (abdomen) terdiri dari 6 ruas. Menurut GuruNgeblog (2008). maxilliped II dan maxilliped III. Dalam berbagai hewan air. Statocyst (alat keseimbangan) dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. Ruas ketiga terdapat sungut ke-2 (antena II) yang berupa cambuk panjang. Sistem ini meliputi system syaraf pusat dan system syaraf tepi. Neuron internucial atau inter neuron yaitu yang menghubungkan antara neuron afferent dan neuron efferent Menurut Guyer and Charles (1964). pada vertebrata. pleopoda berguna untuk melekatkan telur selama dieram. Neuron efferent atau neuron motor yaitu yang menuju baik berupa jaringan otot mauppun kelenjar 3. Ganglia berfungsi . jika rangsang mengenai system syaraf akan diubah menjadi gelombang elektrokimia yang ditransmisikan sepanjang system syaraf. pleopoda mengalami perubahan bentuk menjadi ekor kipas (uropoda). Capit ini berfungsi untuk mengambil makanan. berturut-turut terdapat maxilliped I. Pada ruas keenam.

12. tetapi semua aktifitas tertentu jika gerakan terhenti meskipun rambut tetep berada diposisi baru (Villee dkk.12 Mekanisme Proses Masuknya Rangsangan 1. Sel-sel bipolar. Bagian inferior. Karena gangguan mekanis yang terjadi pada jarak tertentu. maka terjadi potensial aksi. organ equibibrium dan pendengaran dibagi dalam bagian superior dan bagian inferior. struktuk penerima suara terdiri lenih dari dua vesikel. Pigmen yang terdapat didalam rod ikan laut dinamakan rhodopsin. fonoreseptor atau pendengaran adalah hal yang mengenal deteksi gelombang tekanan yang timbul. Reseptor peraba yang paling sederhana adalah rambaut peraba yang yang avetebrata.sebagai pusat reflex dan pengendalian berbagai kegiatan. sensoris somatic dan pergerakan. Reseptor berupa sel batang dan kerucut pada retna tersebut berhubungan dengan saraf optic yang ujungnya . Gelombang suara yang sampai pada kan yang terdapat dalam air. Cahaya yang masuk kedalam mata setelah melalui cairan akan menyentuh syaraf optic.12. Ganglia bagian anterior yang lebih besar berfungsi sebagai otak. lensa dan cairan bola mata. mekanisme penerimaan rangsangan oleh reseptor cahaya secara garis besar dilukiskan sebagai berikut : Stimulus struktur tambahan sel sensoris transmisi Cahaya Mata Retina saraf optic korteks visual Tampak bahwa reseptor cahaya yang sesungguhnya terdapat pada retina. Rod yang mempunyai pigmen yang sangat sensitive terhadap cahaya yang remang – remang. Ikan mempunyai divertikulum yang homolog.2 Peraba Menurut Rahman (2003). Bayangan benda yang terjadi di retina akan dipetakan didalam testum opticus yang terdapat di dalam lobus opticus.3 Penglihatan Menurut Effendie (1972). yang lain menggunakan gelembung renang sebagai reseptor awal atau hidofon.1 Pendengaran Menurut Villee. nervus trigeminus ( N. sedangkan cone digunakan apabila dalam keadaan cukup cahaya. Masalah ikan aalah menghindari supaya jangan “transparan” terhadap suara. dan jaringan dari ikan sebagian besar adalah air. cahaya yang masuk ke dalam mata setelah melalui cornea. 1984). 1. Cone dan rode mempunyai pigmen yang dapat menyerap cahaya. cone dan rode serta lapisan sel retina yang berpigmen. Menurut Lagler et. Rambut peraba seekor insekta merupakan suatu reseptor fisik (yaitu hanya member respon jika rambut pindah posisi.12. 1. Dengan demikian gelombang suara dengan mudah masuk dalam telinga dalam. Bagian superior terdiri dari saluran setengah lingkaran dan ampullanya dan kantong seperti veside. Menurut Isnaeni (2006). tetapi kecil yang disebutlagena. V) mempunyai fungs yang yang berhubungan dengan sensitifitas terhadap panas tekanan kulit. Ampulla merupakan bagian jaringan reseptor. sedangkan pada ikan air tawar pigmen tersebut namanya perphyropsin. suecullus dan lagela. Terdiri dari dua unsure pokok : 1. 1. Nervus opthal micus profundus / nasiciliaris 2. dkk (1988).al (1977). krital staticae dengan sel sensori yang mirip pada linea lateralis dan tunas perasa. Banyak ikan menangkap dan menghambat lewatnya gelombang suara dengan otolit yang besar dalam sakulus.utriculus. sel-sel ganglion. Nervus maxiilo Imandibularis Persatuan 2 nervus ini membentuk nervus lymphoalis untuk selaput lender lidah dan dasar mulut.

pada vetebrata tingkat rendah. nervus olfactorius (NI) mempunyai fungsi berhubungan dengan bau-bauan. Setiap sel pengecap. ikan nila terkejut. Berkas-berkas ini tidak bermyelin. yang merupakan sel epitel dan suatu reseptor. sel reseptor di retina memerlukan strujtur pendukung berupa mata. Kemudian saat diberi . karena setiap sel pengecap dilayani oleh lebih dari satu neuron. Kemoreseptor yang bersifat umum yang terdapat pada semua hewan adalah reseptor pengecap. Dengan demikian pengenalan dan pengolahan informasi dalam tunas pengecap dilindah sangat rumit. Syaraf utama yang keluar dari daerah ini adalah syaraf nol berhubungan dengan hidung penerima rangsangan.bersinaps dengan pusat penglihatan yang berada di korteks otak. tetapi tidak ada dua reseptor yang benar-benar sama. terutama untuk mengecap rasa pahit menunjukan fungsi protektif karena pada pahit dianggap sebagai pengingat akan adanya ancaman senyawa foksis potensial (Isnaeni. berkas ini menghubungkan sel-sel pembau dengan bulbus olfactory.1 Keseimbangan Tubuh Ikan Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. ikan nila menghinda. sehingga jumlah pola pesan yang dikirim ke otak untuk tiap cairan beda. Setelah disentuh dorsal. sirip dorsal mengkerut. Setelah disentuh linea lateralis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut. Saat disentuh kepalanya. Terdiri dari axon-axon sel indra pembau yang berkumpul menjadi berkas dengan naa fil olfactorius. telencephalon adalah otak bagian depan dengan sebagai pusat yang berhubungan dengan dengan pembau.5 Pengecap Menurut Villee. ikan nila menjauhi rangsangan. ikan nila menghindari sentuhan. membelok menghindari sentuhan.12. menghindari sentuhan. Kemudian saat diberi perlakuan dengan ditusuk matanya menujukkan responnya lambat. yaitu setiap reseptor member respon pada lebih dari satu zat kimia. Pemberian rasa pada pengecap mungkin tergantug pada suatu sendi yang terdiri atas pola serabut silang. pada permukaannya mempunyai mikrovilus yang segaian menjulur ke kedalam suatu pori kecil yang berhubungan dengan cairan yang membasahi permukaan lidah.2 Analisa Hasil 4. gerakan ikan nila tidak seimbang atau oleng. Beberpa sel pengecap peka terhadap dua atau lebih kelompok rasa. Menurut Effendi (1972). 2006). Beberapa neuron dapat berhubungan dengan suatu sel dan yang lain dengan sejumlah sel. ikan nila menghindari sentuhan.gerakannya naik turun atau lebih lambat. 4. Hubungan – hubungan ddengan sel syaraf adalah kmplek.4 Penciuman Menurut Rachman (2003). Lalu saat semua sirip dipotong. Kemudian saat disentuh kepalanya.12. sirip-siripnya bergerak cepat. 1. indra pengecap terdapat pada sejumlah bagian mulut dan faring dan bahkan di beberapa jaringan kulit kepala. dorsal iakan nila turun. Saat disentuh sirip dorsalnya.agar dapat berfungsi optimal. Lalu saat disentuh sirip caudalnya. menunjukkan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakuan sebagai control. Otak bagian depan menjadi lebih berkembang. sirip dorsal naik. Berdasarkan pengamatan semua kelompok.2. dkk (1988). Ikan-ikan yang mengutamakan menggunakan hidung untuk mencari makanannya. 1. saat disentuh linea lateralisnya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) terkejut dan menghindari sentuhan. Saat disentuh ekornya. ikan melemah.

Kemudian saat diberi rangsangan berupa sentuhan. statocyst (alat keseimbangan). namun kurang luas untuk mengamati gerakan ikan dan udang. Hal ini sesuai dalam Rachman (2003). Jadi saat semua siripnya dipotong. menunjukan hasil bahwa pada kelompok 3 dalam perlakukan sebagai kontrol saat diberi rangsangan berupa suara. hantaran ke samping dan bahkan berperan sebagai rem. fungsi gerakan penarikan antenula adalah untuk mekanisme perlindungan melawan rangsang-rangsang kimiawi yang berbahaya. udang galah tidak menunjukkan respon. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) antenanya bergerak dan mendekati arah datangnya suara. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) menjadi tidak seimbang atau oleng. Saat diberi rangsangan. Susunan syaraf crustacean adalah tangga tali.2.perlakuan dengan dipotong semua siripnya. Kemudian saat diberi perlakuan dengan capitnya dipotong. hasil pengamatan semua kelompok menunjukkan bahwa gerakan ikan nila menjadi tidak seimbang atau oleng. Berdasarkan pengamatan semua kelompok. Lalu saat diberi rangsangan berupa gelombang antenanya bergerak dan melawan arus. antenna dan antenula. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) kaki renang dan antelanya bergerak. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat dibei rangsangan. ganglion otak berhubungan dengan alat indra yaitu antenna (alat peraba). Saat diberi rangsangan berupa gelombang. Menurut Yuwono dan Purnama (2001).3 Faktor Koreksi Dalam praktikum system syaraf terdapat beberapa hal yang menjadi factor koreksi yaitu: Ikan Nila (Oreochromis niloticus) diusahakan tidak dalam kondisi stress sehingga proses pengamatan bisa optimal Ketidaktelitian praktikan delam mengamati perubahan gerak pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) dapat mempengaruhi hasil pengamatan sehingga data yang diperoleh tidak valid Toples menang mempermudah pengamatan karena permukaan kaca cembung. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. lalu diberi rangsangan berupa suara kaki renangnya bergerak. ikan melemah dan tidak merespon lagi saat diberi rangsangan karena sirip yang memberikan kendali terhadap pergerakan ikan sudah tidak berfungsi lagi. 2005).2 Reaksi Syaraf pada Udang Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. kaki renang dan capitnya bergerak dan saat diberi sentuhan udang galah loncat ke belakang. 4. Menurut Yuwono dan Purnomo (2001): · Sirip ekor memberikan dorongan dan mengontrol arah ikan · Sirip pectoral mengontrol gerakan baling-baling ke depan dan mengoleng. . jaga berperan sebagai rem yang menyebabkan penarikan · Sirip peluik mengontrol gerakan baling-baling ke depan · Sirip dorsal dan sirip anal mengontrol gerakan menggulung. tidak menunjukkan respon sama sekali saat diberi sentuhan. Sirip memberikan kendali terhadap pergerakan dengan mengarahkan dorongan. pada saat berenang sirip mempunyai peranan yang penting. Lalu saat semua alat geraknya dipotong. udang galah menghindari sentuhan. dan mata majemuk (facet) yang bertangkai (Pustekkom. saat diberi perlakuan sebagai kontrol yaitu diberi kejutan berupa suara. 4. gerakan mengoleng dan gerakan menggulung. Ikan harus mengendalikan gerakan baling-baling ke depan. Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) selalu bergerak.

2007). et. otak depan. Syaraf otonom dikendalikan oleh simpatik dan para simpatik v System syaraf pada ikan lebih lengkap atau komplek daripada system syaraf pada udang v Bagian otak ikan ada 3 bagian yaitu otak tengah. Aktivitas ini dikoordinasi oleh system saraf yang ada pada bagian-bagian tersebut v Sirip-sirip ikan dan linea lateralis merupakan bagian-bagian yang menyusun sitem keseimbangan tubuh ikan v Ketika diberi perlakuan dengan sumber bunyi arus dan sentuhan udang cenderung menggerakkan bagian-bagian tubuhnya seperti antenula dan kaki karena mengandung jaringan syaraf untuk berkomunikasi dengan lingkungan. dan ekor cenderung bergerak menghindari karena merasa ada bahaya yang mengancam dirinya. Sel endokrin menyebar di seluruh tubuh.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang bisa diambil dalam praktikum system syaraf adalah Dapat mengetahui mekanisme syaraf pada ikan dan udang Dapat mengetahui bagian-bagian tubuh pada ikan dan udang beserta fungsinya Udang yang dipotong matanya bisa mempercepat proses kematangan gonad Dapat mengendalikan gangguan-gangguan lingkungan sekitar terhadap kehidupan ikan nila dan udang galah. PENDAHULUAN 1.1 Pengertian Endokrinologi Sistem endokrin suatu sistem yang mempunyai peran dalam sekresi hormoon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh (Noer dan Widowati. Menurut Gordon. sistem endokrin itu sendiri juga beraneka ragam dan heterogen. KESIMPULAN DAN SARAN 5. dorsal. 5. Sedangkan pada system syarafnya tangga tali v Mekanisme jalannya implus saraf adalah rangsang ke reseptor ke otak kemudian ke efektor dan selanjutnya ke interneuron v Ikan yang disentuh bagian linea lateralis. dan diberi kejutan suara. dipotong. dan otak belakang. Tempat ikan dan udang diharapkan lebih luas agar pengamatan mudah. syaraf pusat dikendalikan oleh otak dan sumsum tulang belakang. kepala.2 Saran Pada praktikum FHA materi syaraf diharapkan praktikan lebih teliti pada pengamatan ikan dan udang yang telah disentuh. ENDOKRINOLOGI 1.1 Kesimpulan Dalam praktikum syaraf dapat disimpulkan bahwa: v Sistem syaraf merupakan system yang paling ketermuka karena specialisasinya lebih tinggi diantara system organ yang lain dalam tubuh v Sistem syaraf ada 2 macam yaitu syaraf otonom dan syaraf pusat.al (1977).4. berdasarkan pada neuron sebagai unit fundamental. Ia tidak seperti sistem saraf yang dibangun berdasarkan susunan tingkat khusus. 5. Sistem endokrin bukan unit struktural. Mereka mungkin terbentuk dari kelenjar yang .

1980 dalam Rustidja. Sistem endokrin juga memegang peran penting dalam pemeliharaan lingkungan dalam yang tetap. Sistem ketiga untuk mencapai pengaturan dari dalam produksi hormon digambarkan dalam hubungan antara TSH dan Tiroksin 1. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui sistem pambuluh. Kelenjar endokrin mengeluarkan ormon ke dalam aliran darah dan bukan ke dalam saluran yang menuju ke luar tubuh atau ke dalam salah satu organ internal seperti halnya kelenjar eksokrin. 1996). otot polos maupun otot jantung (Noer dan Widowati. kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menggetahkan subtansi hormonnya secara langsung ke dalam aliran darah tanpa melalui siatem pembuluh. Sistem endokrin disebut juga sistem kelenjar buntu yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusu untuk mengeluarkan skretnya. 2006). Pada ikan kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar endokrin yaitu hypophysa(pituitary). Konsentrasi ion gula. kelenjar yang telah diketahui sebagai kelenjar yaitu hypophysa (pituitary) thyroid. jaringan chromoffin. secretin. Tiap jenis hormon disekresi secara khas oleh sel-sl tertentu yang merupakan kelenjar endokrin (Villee. pipituitari dan adrenal hanya berfungsi dalam ssekresi hormon dan merupakan kelenjar tak bersaluran yang sebernarnya. pertumbuhan organ maupun tubuh. thyroid. Hormon yang dihasilkan kelenjar tadi mempunyai sifat sebagai pengatur kimiawi terhadap jaringanjaringan atau sel-sel somatis tertentu di dalam pembuluh. Hormon yang dihasilkan berperan dalam berbagai hal antara lain. memadukan aktivitas organ-organ dan jaringan hewan multi sel yang kompleks. badan stanius dan organ pineal. Mesenjer (pembawa pesan) kimiawi yaitu hormon. 1. gonad. mengatur keseimbangan cairan tubuh. Menurut Kimball (1983). ultimobranchial. pulnu Langerhans dalam pankreas dan jaringan internal. Sekresi beberapa hormon secara langsung dikendalikan oleh kebutuhan akan hormon tersebut Dalam beberapa kasus. jaringan chromaffin. badan stanius dan organ pineal. paratiroid.a air dan berbagai garam dalam (ES dipertahankan dalam batasan sempit olh aksi hormonal. Pankreas mensekresi enzim pencernaan melalui saluran dan hormon yang dibawa oleh darah (Villee. merupakan sistem endokrin yang bersama-sama dengan sistem saraf. kelenjar itu sering disebut kelenjar sekresi internal. Sekret dari endokrin dinamakan hormon (Isnaeni. berperan dalam metabolisme zat-zat makanan.2 Kelenjar Penghasil Hormon Menurut Effendie (1972). mengatur perkembangan organ kelamin primer.. Padaikan. secretin. bahkan mengatur kontraksi otot bergaris.4 Hormon dan Fungsinya Hormon adalah suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit olaeh sel-sel endokrin ke dalam cairan jaringan atau sistem vaskuler (Junquiera dan Carneiro. Hormon merupakan suatu bahan kimia yang disintesis dari sel-sel maupun jaringan kelenjar endokrin.. ulltimabranchial.menghasilkan satu sampai beberapa hormon atau muncul sebagai jaringan atau sebagai sel individu. Paling tidak ada tiga mekanisme yang dipakai oleh hormon untuk mempertahankan homeostasis dalam tubuh. dkk. respon sustu kelenjar terhadap kadar zat yang diatur mungkin menjadi lambat. 1. 1988) Menurut Rachman (2003). Kelenjar tiroid. 2007). 1988). pertumbuhan perkembangan seksual dan metabolisme adalah tiga proses tubuh dalam pengendalian sistem hormon yang eraksi secara terhadap sepanjang waktu. sel-sel gamet dan ciri seks sekunder. dkk. Karena hal tersebut. Jaringan-jaringan lain yang mengkin berfungsi sebagai kelenjar endokrin ialah renin.5 Reproduksi Buatan .

1982 dalam Rustidja. di lepas ke dalam bak pemijahan kemudian bak pemijahan ditutup rapat pemijahan akan terjadi pada malam hari 8-12 jam setelah penyuntikan Menurut Sunarma (2007). pada betina ova (bentuk tunggal ovum) hasil dari oogenesis. cara penyuntikan dan pelepasan induk antara lain: induk disuntik pada siang atau hari kelenjar hipofisa yang telah disiapkan yang telah disiapkan. benih sel mulai beraktivitas dan mengalami proses maturasi yang melibatkan sel selanjutnya yang hasil akhirnya memproduksi gamet fungsional. penyuntikan hormon dilakukan untuk merangsang terjadinya peningkatan proses fisiologis reproduksi akibat adanya peningkatan jumlah hormon dalam tubuh. 1989). Untuk ikan mas. sehingga dapat diperoleh individu berjenis kelamin yang diinginkan. menyatakan bahwa perubahan jenis kelamin secara alami adalah perubahan kelamin yang disebabkan oleh faktor lingkungan dengan bawaan genetiknya tidak berubah.Fertilisasi secara buatan mengupayakan bagaimana telur dan spermatozoa dapat bertemu dengan kondisi yang baik.030 w detik =0. Pada jantan proses tersebut disebut spermatogenesis dan gamet disebut spermatozoa (bentuk tungglanya sprma ). setengah disuntikan pada induk jantan dan setengahna lagi pada induk betina penyuntikan dilakukan pada bagian punggung dengan memasukkan jarum suntik mirng 45 0 sedalam kurang lebih 2 cm induk yang telah disuntikkan.6 Proses Maturasi Pada Pemijahan Ikan Secar Alami Dan Buatan Organisme dewasa (matang). Gametogenesis secara umum diartikan mekanisme produksi gamet pada hewan (Guyer and Charles. hanya karakter kelaminnya saja yang berubah. untuk sselanjutnya menggertak hipothalamus untuk memproduksi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hipothalamus dengan dilepaskannya Gnrh ini akan merangsang hipofisa anterior untuk mengeluarkan hormon gonadotropin. fertilitas. 1. daya tetas telur serta survival rate larvae ikan lele dumbo sampai umur tiga hari. Menurut Masrizal dan Azhar (2005).7 Keunggulan Hipofisasi Pematangan gamet pada induk jantan dan betina dapat dilakukan melalui penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa. tingkat kematangan. 2000).030 joule. penggunaan atau penyuntikan kelenjar hipofisa ayam boiler dalam teknik hipofisasi dapat mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan prosentase ovulasi.8 nm selama 6 detik pada suatu titik penembakan yaitu 216 bagian ventral tubuh ikan dengan frekuensi penembakan satu kali dalam seminggu adalah 5 mW x 6 detik x 1 titik =30 mW atau 0. Energi yang dihasilakan akibat dari sinar laser berkekuatan 5 nW dengan panjang gelombang 632. Secara prisip penambahan hormon dapat dilakukan baik melalui penyuntikan maupun . Dosis yang diperlukan dapat ditentukan berdasarkan lingkar badan dengan selang pemberian dua atau tiga kali. 2000). media fertilisasi diusahakan tidak terlalu banyak. Yatim (1983) dalam Rustidja (1998). Sedangkan perubahan jenis kelamin buatan merupakan suatu upaya untuk mengubah jenis kelamin dengan menggunakan hormon steroid sebagai perangsng. 1964). hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan merangsng ovarium dapat mendorong pengeluaran telur oleh ikan tersebut (Rustidja. 1.8 Teknik Penyuntikan Menurut BPBAT (2007). agar dapat memberi peluang lebih besar kepada spermatozoa memasuki telur (Rustidja. selang penyuntikan pertama dengan kedua berkisar 6 sampai 8 jam (Woynorovich dan Horvart. 1.

Pada dasarnya. yaitu perbandingan antara berat gonad segar (garm) dengan panjang iakn (mm).11 GI Perbandingan lain yang dapat digunakan untuk menentukan nilai indeks kematangn gonad adalah “ Gonado Index” (GI) oleh Balts (1972) dalam Wahyuningsih dan Teranal (2006).melalui oral. serto dalam keadaan sehat (Sumantadinata.9 Teknik Hipofisasi Menurut Rustidja (2006).10 Syarat Ikan Donor dan Resipien Menurut Sumantadiata (1981). 1. ditambahkan NaCl fisoilogis 9% atau dapat juga menggunakan cairan untuk infus (dengan ukuran 1 mm setiap mg kelenjar hipofisa) kemudian dicampur sampai homogen dan siap untuk disuntikkan. Hipofisasi dapat dilakukan dengan menyuntikan suspensi kelenjar hipofisa pada tubuh ikan yang akan dubiakkan. Bats (1972) dalam Effendie (2002). masukkan hormon dengan menekan spuit secara perlahan hindari adanya stres belebihan pada ikan dan cabut jarum suntik secara perlahan guna menghindari adanya pengambilan hormon keluar tubuh. Dosis yang digunakan untuk jenis ikan mas adalah 4 mg ePG kering 1 kg berat tubuh untuk betiana dan separuhnya untuk ikan jantan yaitu untuk mendapatkan sperma yang segar. Kelenjar hipofisa ini terletak di bawah otak sebelah depan.setelah cPG tersedia diambil dan digerus dengan penggerus BELUM sampai halus. 1. hipofisasi merupakan salah satu teknik untuk mempercepat pemijahan ikan melalui injeksi kelenjer hipofisa. Ikan donor sebaiknya masih satu jenis dengan resipien atau masih dalam satu family masih dalam keadaan segar (mati tidak lebih dari 1 jam). dengan menggunakan rumus : Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati Harga satuan sehingga mudah melihat dan mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi. semakin dekat posisi penyuntikan dengan organ target (gonad) peluang keberhasilan semakin besar. Ikan yang sudah dihipofisasi ini kemudian dimasuukan ke dalam bak. 1. Namun mengingat banyaknya organ dalam yang mungkin terganggu saat penyuntikan dilakukan penyuntikan inta-muscular lebih banyak digunakan.yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50 % untuk penyunikan kedua dari total dosis dengan selang pemberian 8 jam. Metode penyuntikan lebih umum digunakan baik penyuntikan melaui bagian punggung (intra-muscular) ataupun melalui bagian perut (intra-peritonial). Apabila tidak ada cPG bening maka dapat digunakan cPG belum yaitu langsung mengambil kelenjar hypofisa ikan mas dengan rasio perbandingan berat antara ikan donor dengan resipien adalah 1:1 atau 2:1. diantaranya gunakan jarum suntk yang tajam (jika memungkinkan gunakan single use syringe). menggunakan perbandingan lain yaitu perbandingan antara berat gonad segar (gram) dengan panjang ikan (mm) dan menamakan indeks yang didapat “Gonado Index” (GI) dengan perumusan: . mengansung hormon gonadotropin yang berfungsi untuk mempercepat ovulasi dan pemijahan. 1981). dilakukan penyuntikan pada daerah yang memiliki daging tebal untuk menghidari penyuntikan terkena tulang. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan penyuntikan. Ikan resipien yang akan disuntik sebaga ikan yang akan dipijahkan harus sudah matang telur bagi yang betina dan matang sperma bagi yang jantan. Penyuntikan dilakukan secara intra muscular. sudah matang kelamin dan bukan ikan yang baru selesai memijah. cara untuk mendapatkan telur dan spema segar bbiasanya menggunakan teknik penyuntikan dengan kelejar hipofisa. artinya 1 kg ikan donor hypophysanya dapat disuntikan ke ikan resipien yang beratnya 1 kg atau untuk 1 kg ikan yang akan disuntikan membutuhkan 2kg iakn donor. Menurut Milne (1999) dalam Muslikhin (2008). ikan donor adalah ikan yang akan diambil kelenjar hipofisanya.

2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan sebagian besar kelompok menyatakan kondisi ikan . beberapa lama saat pemijaha. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi di dalam gonad. faktor utama yang mempengaruhi kematangan gonad ikan antara lain adalah suhu dan makanan. dkk (1988). beberapa kali memijah dalam satu tahun dan sebagainya. GSI (Gonado Somatic Imdex ) ialah perbandingan antara berat gonad dengan berat tubuh ikan nila. Tetapi di daerah tropik faktor suhu secara relatif perubahannya tidak besar dan umumnya gonad dapat masak lebih cepat. kemudian induk tersebut diambil dengan ditimbang. perubahan-perubahan keadaan gonad itu dinyatakan dengan tingkat kematangan gonad (TKG). Tantan dalam Effendie (2002). (1993). Keterangan tentang kematangan gonad ikan diperlukan antara lain untuk mengetahui perbandingan ikan yang matang gonad dan yang belum dari stok yang ada dalam perairan. Semakin tinggi tingkat kematangan gonad. ukuran atau umur ikan pertama kali mijah.12 GSI Menurut Rustidja (2000).Gonado Index (GI) = Wg/L3 x 108 . menggunakan “Gonado Index” dengan rumus Gonado Index (GI) Wg/L3 x 107 . Harga 108 merupakan suatu faktor agar didapatkan nilai GI mendekati harga satuan sehingga mdah melihat dan mendekati perubahan-perubahan yang terjadi. apakah ikan sudah memijah atau belum. kemudian berat gonad akan menurun dengan cepat selama pemijahan sampai selesai. pada setiap tingkat kematangan gonad (dari TKG sampai dengan TKG V) tertentu. semakin besar diameter telur di dalam ovari. Menurut Jayatisoka. dkk.13 Tingkat Kematangan Gonad Menurut Sjafei. sebelum terjadi pemijahan. di daerah bermisim empat. Pematangan kematangan gonad dilakukan dengan 2 cara yang pertama cara histologi dan dilakukan dalam laboratorium atau dilakukan di lapang. diameter telur di dalam ovari mempunyai kisaran ukuran tertentu dan adaukursn diameter yang paling banyak frrekuensinya. satuanya gram. 1. Satuan GSI adalah Persen/ untuk mencari GSI dengan menggunakan rumus : GSI = Wg/WT-Wg x 100% Dimana : Wg = berat gonad (gram) Wt = berat total tubuh (garm) Nilai persentase GSI akan semakin meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat akan terjadi pemijahan . dalam meneliti perkmbangan gonad kan kerapu (hermaprodit) Ephinephelus taurina (forskal) dari pulau Tiomar dan Serawak di Perairan laut Cina Selatan. satuannya gram. kenapa terjadi pemijahan. Cara mendapatkan yakni setelah induk ikan betian matang gonad. Berdasarkan penelitian. 4. sebagian besar energi hasil metabolesme dipakai untuk perkembangan gonad. selanjutnya dilakukan pembedahan dan bagian perut dan gonadnya dikeluarkan dan ditimbang. Berat gonad akan mencapai maksimum pada saat ikan akan memijah. Menurut effendie (1978) dalam Rustidja (2000). secara kuantitatif dinyatakan dalam GSI atau “Gonado Somstic Index” yang dinyatakan dalam rumus : GSI = (BG)/ (BT-BG) x 100% Dimana : BG = berat gonad BT = berat tubuh 1.

Hal ini sesuai Rustidja (2000). menyatakan bahwa klasifikasi indeks gonad ikan kerapu betina: 4. Sesuai pendapat Usniarie (2008). perut ikan besar. yaitu pada bagian punggung di bawah sirip dorsal pertama dan 50% untuk penyuntikan kedua dari total dengan selang pemberian 8 jam. Berdasarkan hasil perhitungan kelompok 3 didapatkan hasil GSI 6. Pada kelompok 3 pada awal penyuntikan hipofisa pada ikan diketahui warna tubuh pucat. air bening dan genital kemerahan.Hypofisa yang berukuran kecil terkadang dapat terlewatkan atau bocor duluan karena cara pengambilan tidak tepat .26% dan nilai GI tertinggi pada kelompok 5 sebesar 53. dan lubang genital pucat.26 dan nilai GI terendah pada kelompok 2 sebesar 9. nilai prosentase GSI akan meningkat dan akan mencapai maksimal pada saat terjadi pemijahan.Kurang teliti dalam melakukan penyuntikan hypofisa.3 Faktor koreksi Pada praktikum endokrinologi ini terdapat faktor koreksi antara lain : .Pembuatan supernatan tidak secara maksimal .setelah disuntik hipofisa (pada awal pengamatan).Kesalahan dalam melakukan prosedur kerja sehingga menyebabkan tidak terbentuknya endapan pada larutan Na Fis + hypofisa . sisik mengelupas.95% sudah siap memijah daripada kelompok lainnya. kepalanya bulat. alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakkannya lincah. Menurut Rustidja (2000). Sedangkan pada akhir pengamatan (setelah 12 jam disuntik hipofisa) ikan banyak mengeluarkan feses.Kurang teliti dalam perhitungan GI maupun GSI . air aquarium jernih.75%. Hormon tersebut melalui aliran darah akan menuju ovarium dan meransang ovarium mengeluarkan hormon steroid yang merupakan mediator langsung proses pemijahan. berperut tipis.78.Kurang telitinya dalam mengamati tingkah laku ikan . warna genital kemerahan dan pergerakan lincah. ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang dikeluarkan oleh hypothalamus dengan dilepaskannya GnRH ini akan meransang hipofisa anterior untuk mengeluarkan gonadotropin hormon. intracranial (di otak) dibagian ini sangat cepat merespon tetapi mempunyai resiko paling besar karena berhubungan langsung dengan sistem syaraf. induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. penyuntikan dilakukan secara muscular. Setelah disuntik hipofisa warna tubuh semakin pudar kehitaman. warna tubuh ikan semakin pudar dan kehitaman. intraperitorial (di perut) di tempat ini dikhawatirkan hipofisa terkena organ-organ dalam pada perut. warna tubuhnya pucat. lubang genital pucat. Nilai GSI dan GI sebanding lurus. Pada praktikum terdapat beberapa penyuntikan hipofisa antara lain intramuscular (di otot) pada otot terjadi aliran darah maka hipofisa dapat disalurkan ke otak. sehingga akan mempengaruhi kecepatan reaksi hypofisa terhadap kematangan gonad 4. perut besar. Hasil GI yang didapatkan 12 dan menurut Effendie (1997).Dapat mengetahui teknik pengamatan gonad . dapat diperoleh data GSI sebagai berikut GSI tertinggi adalah kelompok 5 sebesar 17. sisik mengelupas.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum endokrinologi dibidang perikanan antara lain : .95% dan nilai Gsi terendah pada kelompok 2 sebesar 53. Menurut Rustidja (2000). Jadi kelompok yang memiliki GSI yang tinggi seperti kelompok 5 yaitu sebesar 17. pergerakan lincah. Ikan yang sudah dihipofisa ini kemudian dimasukkan ke dalam bak. Dari hasil pengamatan endokrinologi yang telah dilakukan. perut melembek. perut lembek. Jadi ovulasi pada ikan dipengaruhi oleh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa yaitu gonadotropin.

83%. 6. dan 12.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1.05 gr/mm³. GI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan panjang ikan. 23. TEHNIK PENGAWETAN DAN PEWARNAAN SPERMA 1. Kelenjar penghasil hormon antara lain : hypophysa (pituitary). 9. umur. 12. gonad. 12. jaringan chromaffin. 4. dan 23. PENDAHULUAN 1. 7.Mengetahui cara pengambilan dan letak hypofisa ikan .91%.78 gr/mm³. matang kelamin. thyroid.55%.82%.Mengetahui cara perhitungan GI dan GSI terkait dengan tingkat kematangan gonad 5. pulau langerhans dalam pankreas dan jaringan interrenal. Sedangkan nilai GI secara berturut-turut yaitu 33.12%.94 gr/mm³. Sistem endokrin adalah suatu sistem yang mensekresi hormon yang berfungsi mengkoordinasi fungsi fisiologis organ tubuh.97 gr/mm³. Sedangkan ikan jantan perutnya semakin besar dan keras. 14.1 Pengertian Sperma Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Arie (2008).86%. lubang urogenitalnya putih dan bila ditekan perutnya mengeluarkan sperma.2 Saran Sebaiknya dalam proses pembelian ikan dicek terlebih dahulu jantan-betinanya agar tidak salah dan data hasil pengamatan bisa lebih valid. 8. 6. ultimobranchial. dalam keadaan segar. 26. Nilai GSI ikan dari kelompok 1 sampai 8 adalah 13. 11. 17. Syarat ikan resipien yaitu sudah matang telur atau sperma dan dalam keadaan sehat. dan warnanya semakin cerah. TKG yaitu perubahan-perubahan keadaan gonad yang dipengaruhi oleh jenis spesies. lubang genital kemerahan. Hormon merupakan suatu zat kimia organik yang dikeluarkan pada saat-saat khusus dalam jumlah sedikit oleh sel-sel endokrin kedalam cairan jaringan atau sistem vaskuler.12 gr/mm³. Keunggulan hipofisasi yaitu mempercepat waktu laten pemijahan dan meningkatkan ovulasi. Syarat ikan donor adalah masih satu jenis dengan ikan resipien atau masih satu family. 3. Berdasarkan data pengamatan.Dapat mempercepat pematangan gonad . daya tetas telur serta survival rate larva ikan. 9. tidak baru selesai memijah.92 gr/mm³. 8. mengeluarkan lendir. 10. fertilitas. sperma didefinisikan sebagai larutan . 12. 53.. ukuran dan fisiologi individu.75%. KESIMPULAN DAN SARAN 5. ikan betina yang dihipofisasi gerakannya semakin lambat. 5. tingkat kematangan.95%. 5.18 gr/mm³.Mengetahui cara meningkatkan kematangan gonad ikan sehingga dalam usaha budidaya akan mendapatkan banyak keuntungan karena ikan cepat matang gonad . GSI adalah nilai perbandingan berat gonad dengan berat ikan. 5. perutnya semakin membesar.26 gr/mm³.Dapat memperbanyak benih ikan . 2.

semata-mata hanya untuk membuahi telur pada jenis yang sama. yaitu bagian kepala dan bagian ekor. merupakan badan basal dari flagellum. cairan putih dan kental yang dikeluarkan dari alat kelamin lelaki saat ejakulasi disebut semen. Menurut Rustidja (2000).5 Fisiologi Spermaozoa Wildan (1990) dalam Rustijda (1999).4 Morfologi Spermatozoa dan Gambar Secara morfologis spermatozoa terdiri dari 2 bagian. 1. 1999). antifertilizin. bagian ekor terdiri dari bagian tengah yang mengandung mitokondria. Pada saat di keluarkan dari alat kelamin jantan. Gambar 9:gambar Morfologi Spermatozoa 1. dan zat penelur. yang menyimpan sejumlah kode / informasi genetic yang akan diwariskan kepada keturunannya. bagian utama dan bagaian ujung terdiri dari fibril-fibril (Partodiharjo. atau salah satu bagian dari alat reproduksi ikan. Menurut Isnaeni (2006). pada bagian kepala mengandung bahan genetik (inti sel) yang dilapisi oleh akrosom dan membran plasma. yang merupakan sumber energy bagi sperma. (2) dua sentriol dan (3) ekor. . 1. pada jantan ini dikenal sebagai spermatogenesis. pengertian semen berbeda dengan sperma. Di belakang kepala sperma terdapat bagian tengah sperma (sering disebut leher) yang banyak menyimpan mitokondria. akrosin. menyebutkan bahwa spermatozoa dapat mengeluarkan “ androgamen” yang terdiri dari enzim hyaluronidase. Ekor sperma berguna sebagai organ renang. Secara keseluruhan. spermatozoa merupakan sel padat dan sangat khas. enzim-enzim ini berguna dalam proses fertilisasi telur. tidak tumbuh atau membai diri serta tidak mempunyai peranan fisiologis apapun pada hewan yan menghasilkannya. spermatozoa beada dalam seminal plasma. Sementara. Menurut Guyer and Charles (1964). Spermatozoa pada ikan sangat simple. 1992 dan Rustidja. dan gametnya disebut spermatozoa (sperma tunggal). Menurut Decky (2008). Mitokondria sanat penting dalam pembentukan ATP.2 Pengertian Spermatozoa Menurut Soeparna (1980) dalam Arie (2008). di pusat kepala sperma terdapat inti sperma. Spermatocyte sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa (Rachman. Inti spermatozoa terdapat pada bagian kepala yang mengandung kromosom. dan tiap kromosom mengandung gen pembawa sifat. Sedangkan “makhluk” kecil yang berenang-renang di dalam semen disebut spema. Salah satu dari sentriol.spermatozoa yang berada di dalam larutan seminal dan dihasilkan oleh hidrasi testes. 1. 1983). cahaya memanjang 10 sampai 20 kali dari panjang ekornya. Bagian kepala berbentuk membulat (spherical) dan bagian leher mengalami reduksi. 2003). morfologi spermatozoa ikan mas sangat sederhana. Campuran seminal plasma dengan spermatozoa disebut milt. yang merentang sepanjang ekor. Mitokondrion mengelilingi bagian atas flegelum dan menyediakan energi untuk gerakan pukulan cambuk (Kimball. bagian ekor sangat diperlukan untuk membantu pergerakan sperma. terdiri dari kepala dan ekor. yang mengandung kromosom dalam keadaan kompak dan inaktif.3 Anatomi Sperma Sebuah sel sperma terdiri atas (1) kepala.

1969 dalam Rachman. Proses ini meliputi poliferasi spermatogonia melalui pembelahan mitosis yang terulang dan tumbuh membentuk spermatocyte primer. Spermatozoa tidak memiliki libosom. spermatocyte primer kemudian menjadi spermatocyte sekunder. jumlahnya haploid. Menurut Suminto (1993) dalam Sylar (2007). tiap spermatid mengalami metamorphose. . Kemudian diikuti pembelahan kedua. dkk. Sel sperma akan membentuk zigot. tetapi belum sampai pada saluran different (spermiasi) pada ikan Oktober. Ini merupakan gamet yang masak disebut spermatozoa. bentuk spindel dan susunan tetrad secara random pada bidang equatorial. Menurut Woynarovich and Horvath (1980) dalam Rustidja (2000). Proses metamorphose spermatid sering dinamakan “spermatogenesis” (Hoar. lalu terbentuk spermatid yang akan menjadi spermatozoa atau sel sperma yang disimpan dalam testes dan berada dalam keadaan dorman (istirahat) sampai induk jantan siap memijah. Spermatozoa memiliki organe-organel yang sangat sedikit dibandingkan sel lainnya. Menurut Winarno (2007).kepalanya berbentuk bola dengan kromatin lebih tebal dan mengecil pada bagian belakang (intermediate). tampilannya seperti jelly.7 Proses Pembentukan sperma Spermatozoid atau sel sperma atau spermatozoa (berasal dari bahsa yunani kuno yang berarti benih dan makhluk hidup) adalah sel dari sistem reproduksi jantan. 2003). perkembangan spermatozoa ikan mas tidak jauh berbeda dengan sel telur. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan koagulum mangalir. choromosom memendek dan menebal. Peran aktif spermatozoa sebagai gamet jantan sehingga penting dalam keberhasilan munculnya individu baru oleh karena itu di dalam reproduksi sering diperlukan adanya standart kualitas spermatozoa (Saylar. Secara struktur ada sua bagian yaitu kepala dan ekor. Kemudian dari tetrad menjadi 2 sel dengan n chromosom yang dinamakan spermatocyte sekunder atau 2 n chromatid. 1. 1. Pembentukan spermatozoa dari spermatogonia di dalam testis disebut spermatogenesis. dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi). reticulum endoplasmic. Kemampuan gerak dan daya memijahnya masih lemah. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Spermatogonia primitif akan aktif membelah secara mitosis di dalam testis. 1993). Sprmatozoit sekunder membelah menjadi spermatid yang mengadakan metamorphose menjadi gamet yang “motile” (dapat bergerak) dan mempunyai potensi fungsional yang dinamakan spermatozoa. perkembangan spermatozoa bermula dari tiap spermatogonium ertambah ukrannya dan dnamakan spermatocyte primer.8 Proses perkembangan spermatozoa dan Gambar Menurut Kastowo ( 1982 ). kemudian melalui pembelahan reduksi (meiosis) membentuk spermatocyte sekunder. Spermatocyte primer kemudian pecah menjadi 4 spermatid masing-masing terdiri n chromosom.6 Spermiasi Spermatozoid dikeluarkan dari siste dan menampak diri pada cahaya tebal antara September dan Oktober. bahwa secara structural spermatozoa sebagai sel yang terperas sangat sedikit sekali kandungan sitoplasmanya. dan golgi. Februari (Sjafei. 1. Pada spermatocyt primer. Dan sebaliknya spermatozoa memiliki banyak sekali mitokondria yang letaknya sangat strategi untuk mengefesiensi energi yang diperlukan. November. 2007). lazimnya. Beberapa minggu kemudian setelah periode pematangan sperma dapat digunakan periode spermiasi dapat berlangsung beberapa bulan. kualitas sperma menurun setelah Januari.

Menurut Sjafi. Menurut Winarno (2007). perbedaan umur pejantan yang berpengaruh terhadap kualitas sperma ini disebabkan oleh perbedaan energi yang ada dalam sel sperma. Penurunan suhu dari suhu kamar ke suhu dingin dan suhu baru perlu di lakukan secara bertahap untuk menghindari cold shock (Tali here.10 Viabilitas Sperma Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah. Dibawah mikroskop terlihat sperma dengan kepadatan tinggi dan semuanya berbentuk normal serta pergerakannya sangat aktif. 2000).9. Tiga parameter penting yang menentukan kualitas sperma secara mikroskopis adalah konsentrasi spermatozoa. Spermatogenesis adalah perubahan bentuk dari sel kelamin jantan primodial yang disebut spermatogonia menjadi spermatozoa. Sel sentroli ini mempunyai peran sangat penting sebagai sel pendukung. Pemebntukan siste berawal dengan pembelahan mitosis.dkk (1993). Sel germinal ini di dalam perkembangan selalu bersama-sama dengan sel sentroli. 2007). Koagulum berisi zat gula (fruktosa) yang berfungsi sebagai sumber energi spermatozoa. Semakin lama sperma disimpan akan terjadi penurunan .9. 1.3 Biokimiawi Menurut Kilawati dan Feni (2005). 1. berdasarkan hasilpengamatan makroskopis dan mikroskopis terhadap sperma segar hasil stripping dari induk donor ikan mas (Cyprinus carpio) yang digunakan untuk pembekuan memiliki kualitas yang bagus dan motilitas tinggi yaitu 80 – 85 %. Gambar 10 : gambar Proses perkembangan spermatozoa 1.9.1 Mikroskopis dan Gambar Menurut Pangestuningtyas (1993) dalam Arie (2008). berwarna putih susu. 1981 dalam Rustidja. dalam pengalihan metabolit dan hormon dan penyerapan kembali sel yang mengalami degenerasi. perkembangan sel-sel germinal jantan terjadi di dalam kantong atau siste (cyste) yang dibuat oleh sel-sel sentroli. menyatakan bahwa lama hidup spermatozoa sangat tergantung kepada persediaan energi yang terkandung di dalam tubuhnya.11 Motilitas Sperma Lama penyinaran sperma berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa pasca pembekuan. Menurut Rustidja (2000). Selain tampilan sperma secara makroskopis hasil pemeriksaan secara mikroskopis lebih menentukan kondisi kualitas kesuburan sperma.2 Makroskopis Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih darii 2 ml dalam sehari ejakulasi.9 Kualitas Sperma 1. Persediaan energi tergantung pada asupan nutrisi. berwarna agak keputihan. Spermatogenesis berlangsung didalam tubuh atau lubus tekstikular. sperma yang berkualitas baik terlihat seperti susu kental. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum dan baunya khas sepertikaporit (Winarno. 1. fasilitas dan daya tetas telur ikan mas. 1. Hardjopranjoto (1995) dalam Rustidja (2000). penuh dan membuyar dengan mudah ketika diteteskan dalam air tawar atau garam fisiologis. sperma disebut baik jika terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum. bentuk normal spermatozoa dan kemampuan gerak spermatozoa (Winarno. 2007).

1. Provervasi adalah pengawetan. penjagaan atau perlindungan. 6. . 2008). bahan pengencer harus ditambah zat anti beku (eryoprotentart) dan penurunan suhu harus dilakukan secara perlahan-lahan dan bertahap (Rustidja. spermatogonia sangat dipengaruhi oleh keadaan hormon-hormon FSH. hormon yang dibentuk adalah testosteron yang merupakan hormon kelamin jantan yang utama. LH dan testosteron.terhadap motilitas.1 Fungsi Ekstender Menurut Toelihore (1985) dalam Rustidja (1999) menyebutkan beberapa fungsi ekstender yaitu : 1. Memperbanyak volume semen. karena testosteron juga penting untuk proses tersebut. dan daya tetas telurnya ( Rustidja. 2000 ). Hormon kedua kelenjar hipofisis. 1995 dalam Rustidja. Konsep kriopreservasi bias juga digunakan dalam preservasi sperma dengan mempertahankan viabilitas sel melalui reduksi atau interupsi fungsi metabolism bahan biologis (Wira. disamping itu sel-sel pemeliharaan (sel-sel testos) mempunyai peranan yang sangat penting (Rustidja. Berkurangnya aktifitas spermatozoa menyebabkan produksi asam laktat menurun sehingga penurunan PH menjadi terhambat akibatnya mengurangi pengaruh negatif terhadap kehidupan spermatozoa (Hardjoprajata. 5. Sedangkan kriopreservasi adalah penyimpanan sel – sel hidup dalam jangka waktu pendek maupun panjang dengan menggunakan dry ice maupun nitrogen cair sebagai bahan pembeku. 2000). 2000). Selama proses pembekuan berlangsung spermatozoa akan mengalami kejutan dingin (Cold Shock) untuk menghindari terjadinya cold shock selama proses pembekuan. 4. Menurut Kawan (1998) dalam Rustidja (1999).1 Ekstender 1. Menyediakan suatu penyanggah untuk mencegah perubahan pH akibat pembentukan asam laktat dari hasil metabolisme sperma. Menyediakan zat – zat makanan sebagai sumber energi bagi spermatozoa. Mencegah pertumbuhan kuman. Pembekuan sperma dilakukan dengan menyimpan sperma pada suhu -196⁰ c dalam nitrogen cair. fertilitas.14. Pemakaian bahan pengencer dimaksudkan untuk mengurangi aktifitas spermatozoa sehingga menghambat pemakaian energi dan dapat memperpanjang hidup spermatozoa tersebut. FSH bekerja langsung pada spermatogonia. lama dan kecepatan sentrifugasi berpengaruh sangat nyata terhadap motilitas spermatozoa.12 Cara Pengawetan Sperma Pengawetan sperma untuk beberapa lama perlu dicampur dengan bahan pengencer yang mampu menjamin kebutuhan fisik dan kimiawinya. Proses terbentuknya. Yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar pituitari ( hipofisa) yang terletak di dasar otak. Melindungi spermatozoa terhadap Cold Shock. 2. testosteron dibuat oleh selsel yang disebut sel intestenum yang terdapat di tubulus seminifer. 1.14. tapi tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi spermatozoa ikan mas. pemeliharaan. untuk merangsang produksi sperma. Mempertahankan tekanan osmotic dan keseimbangan elektrolit yang sesuai. Sebaliknya sel-sel intestenum ini merupakan sel terget hormon LH. 2000). 3. 1. Ini juga perlu untuk produksi sperma. Tetapi LH secara tidak langsung dibutuhkan untuk produksi sperma.13 Hormon Yang Mempengaruhi Sperma Menurut Kimball (1983).

1 Pewarnaan Sperma Dari data yang diperoleh diketahui nilai viabilitas (daya tahan hidup sperma) yang tertinggi .29 NaHCO3 dan aquadest 100 mL kemudian ditambah kuning telur 10 % dan praso 10% dari volum pengenceran.2.5 g NaCl. Menurut Rustidja (2000) macam-macam larutan pengencer. Dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi). kuning telur serta pegencer lainnya. 0. Bahan pengecer hendaknya murah. misalnya amis. 79. 4. kuning telur 10% dan DM SO4 10%. mungkin karena ada infeksi. sedangkan mikroskopis maksudnya yang teramati dengan bantuan alat mikoskop. sperma disenut baik jika memenuhi persyaratab dari aspek makroskopis dan mikroskopis. Pengencer yang mengandung gliserol dan pengencer air kelapa. lazimnya. mengemukakan bahwa sebaikanya pengencer memenuhi syarat – syarat sebagai berikut : 1. setelah sperma cair keluar kemudian secara berurutan keagulan mengalir. morfologi dan motilitas sperma. Bahan pengencer larutan ringer terdiri dari 7. bila volume saat ejakulasi selalu sedikit (kurang dari 2 mL). tampilannya seperti jelly. berwarna keputihan. 130 mm CaCl2. Selanjutnya. baik terhasap sperma maupun terhadap betina. 3. Namun. sederhana dan praktis dibuat namun mempunyai daya preservasi tinggi. Jika volumenya kurang dari 2 mL saat ejakulasi mungkin itu karena ejakulasi tidak sempurna.2H2O. 2. Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih dari 2 mL dalam sekali ejakulasi. Pengencer harus tetap mempertahankan dan tidak membatasi daya fertilisasi sperma. Pengencer harus memberi kemungkinan pergerakan sperma sesudah pengencer. yaitu: 1. Sedangkan sperma yang berbau tidak seperti seharusnya. yaitu kadar testosteron yang rendah atau kurang. terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut keagulan dan baunya khas seperti kaporit.2 Analisa Hasil 4. Bahan pengencer larutan fruktosa terdiri dari 103 mm NaCl.265 gr CaCl2. Jika sperma berwarna kemerahan mungkin ada peredaran.14.9 mm glyserin. Bahan engenceran NaCl fisiologis terdiri dari NaCl fisiologis yang dibuat dengan cara melarutkan 9 gr NaCl dalam 1 liter aquadest kemudian ditambah kuning telur 10% dan priso 10% dari volume pengencer. 14. Menurut Harvey dan Hoar (1979) dalam Rustijda (2000). 2. konsentrasi sperma baik. pengencer tidak boleh terlalu kental sehingga menghalang – halangi pertemuan antara sperma dan ovum dan menghambat fertilisasi. 3.4 Perbedaan Sperma Ikan Sakit (Stress) dan Ikan Sehat Menurut Winarno (2007).2 Syarat Ekstender Iksan (1992) dalam Rustidja (1999). Secara makroskopis maksudnya dapat terlihat mata. apabila spermatozoa yang ada lebih 50 persen mampu bergerak cepat dan lebih 50 persen punya bentuk sel normal. Jika dalam pemeriksaan laboratoris didapatkan konsentarsi spermatozoa lebih dari 20 juta sel benih dalam tiap mL cairan sperma. misalnya karena cemas. Pengencer harus mempunyai unsur – unsur yang hamper sama sifat fisik dan kimianya dengan semen dan tidak boleh mengandung zat – zat yang bersifat toksik atau bersifat racun. dimana sperma masih dapat terlihat agar dapat ditentukan kualitasnya.29 KCl: 0. 3. mungkin ada masalah hormonal.0.30 mm fruktosa. persyaratan untuk bahan pengencer yang akan digunakan untuk menyimpan sperma adalah harus menjamin 14. 4.3 Macam-macam Eksterder Toeliher (1985b) dalam Rustidja (1999) menulis beberapa pengencer yang bisa digunakan adalah pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur dan sitrat kuning telur). 22 mm KCl.

Selain itu juga karena spermatozoa mungkin juga mengeluarkan substansi yang menghentikan gerakannya. Ekstender adalah sebagai pengencer sperma dan berfungsi untuk menghentikan kerja sperma dan untuk pengawet sperma.9%. sperma yang masih hidup mempunyai lapisan penutup tubuh yang bersifat asam. Namun untuk motilitas hanya sebagian kecil saja yang mengalami peningkatan. Umumnya pergerakan sperma ikan yang memijah dalam air laut lebih lama dibandingkan dengan dalam air tawar.5% (59/ liter eosin). Syarat ekstender adalah mudah dibuat. Motilitas juga dipengaruhi oleh keadaan spema. tingkat konsistensi semen. Warna merah ini diakibatkan oleh pewarnaan eosin yang bersifat asam. ekstender tidak boleh . Hal ini mungkin terjadi karena ekstender menyediakan zat makanan bagi spermatozoa dan menjaga kondisinya agar tetap stabil. 4. Namun pada sperma yang telah mati maka lapisan luar sperma akan rusak dan sperma bersifat basa sehingga sperma berwarna merah. keeadaan sperma ikan. Menurut Effendie (1997). Viabilitas sperma menunjukan proporsi sperma yang hidup. 6 dan 7 dengan nilai yang sama yaitu 10% yang hidup dan 90% yang mati. Prinsipnya. bentuk ekor sperma. sedangkan untuk yang menggunakan ekstender air kelapa tidak ada yang mengalami pergerakan. sperma yang mati akan menyerap eosin sehingga berwarna merah muda (Anwar. Jika sperma yang masih hidup tersebut diberi eosin maka larutan tidak bisa masuk ke dalam tubuh sperma. Dari pengamatan pewarnaan sperma dapat dilihat bahwa gambar di mikroskop didapatkan hampir seluruh media amatan berwarna merah. murah dan praktis. Hal ini diperkirakan bahwa spermatozoa tersebut juga mengeluarkan beberapa substansi yang menghentikan gerakan spermatozoa tersebut.2 Pergerakan Sperma Dari hasil pengamatan pergerakan sperma. Perbedaan nilai viabilitas dipengaruhi oleh suhu. Hal ini disebabkan karena air laut lebih banyak mengandung zat-zat yang terdapat dalam sperma (Harvey dan Hoar. rata-rata viabilitas sperma mengalami peningkatan. jumlah mitokondria yang berfungsi sebagai sintesis protein dan kadar pH. faktor suhu juga dapat mempengaruhi daya hidup dari sperma. dkk(1993) yang menyatakan bahwa pada beberapa species setelah bergerak akan diam lagi dalam laruran tersebut. 2008). Terutama yang menggunakan ekstender ringer laktat dan fruktosa.2.tetapi dengan pengenceran lagi motilitas spermatozoa tersebut muncul lagi. suhu dan tingkat kematangan gonad. Selain itu. di dalam larutan NaCl 0. Hal ini menunjukkan bahwa sperma yang diamati telah mati.3 Pengawetan Sperma Berdasarkan data pengamatan. sedangkan nilai motilitas terendah hampir berada pada semua kelompok dari 1 – 7 dengan nilai motilitas yang bergerak 0% dan sperma yang diam 100%.2000).2. Sedangkan untuk nilai viabilitas yang terendah adalah kelompok 2. dapat diketahui nilai motilitas atau pergerakan sperma sebelum diberi perlakuan (ekstender). Menurut Syafei. dapat diketahui dengan cara pewarnaan eosin. tidak ada nilai motilitas tertinggi.2008) 4. yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi viabilitas dari sperma yaitu kemampuan spermatozoa hidup secara normal setelah keluar dari testis hanya berkisar 1-2 menit. Kemampuan hidup (viabilitas) spermatozoa sangat dipengaruhi oleh suhu dan secara umum akan hidup lebih lama dalam suhu rendah (Rustidja. Pergerakan sperma dipengaruhi pula oleh salinitas air. Penilaian viabilitas sperma dapa dilakukan dengan pewarnaan eosin 0. 1979 dalam Arie. karena sama-sama bersifat asam. Hal ini mungkin terjadi karena ekstender hanya menyediakan nutrisi bagi sperma tetapi untuk mempengaruhi motilitasnya.adalah kelompok 1 sebesar 90% yang hidup dan 10% yang mati. Hal ini bisa terjadi karena mikroskop yang digunakan mempunyai fokus yang kurang baik sehingga tidak bisa terlihat pergerakan sperma itu sendiri. zatzat yang ada di ekstender sama dengan zat-zat yang ada di semen. setelah penyimpanan selama 24jam.

leher dan ekor.Terlalu lama dalam melakukan pengamatan di bawah mikroskop sehingga sperma akan cepat mati . dan 7 yaitu motilitas 0% gerak dan 100% diam. dkk (2001). Dan diperkuat oleh pernyataan Winarsih (1996) dalam Rustidja (2000). Hal ini sesuai dengan pernyataan Teolihene (1981). Spermiasi adalah proses pengeluaran sperma keluar tubuh. yang menyatakan bahwa larutan Ringer`s dengan larutan fruktosa dan NaCl fisiologis. fruktosa merupakan turunan karbohidrat yang dapat dijadikan sumber energi untuk mendukung pergerakan (motilitas) dan ketahanan spermatozoa. dalam Hidayatuhrahmah (2007).Keselamatan dan kesegaran ikan donor tidak dijaga dengan baik .Pembagian ikan jantan dan betina tidak sesuai prosedur yang ada . Nilai motilitas tertinggi setelah terjadi pengawetan (diawetkan 24jam) adalah pada kelompok 4 yaitu 33% gerak dan 67% diam dengan ekstender fruktosa. sehingga sperma memiliki cadangan energi untuk bertahan hidup.Dapat mengatasi keterbatasan induk ikan jantan bila ingin memijahkan ikan . Menurut pendapat Harvey dan Hoar (1971) dalam Rustidja (2000) yang menyatakan bahwa motilitas spermatozoa yang tertinggi adalah yang disimpan di dalam larutan Ringer`s. KESIMPULAN DAN SARAN 5. fruktosa adalah substrat energi utama di dalam plasma semen yang telah diproduksi kelenjar versikularis.6.Memudahkan untuk melakukan persilangan antara jenis ikan .Kurang ketelitian dalam waktu striping ikan . Sedangkan spermatozoa adalah sperma tunggal.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. 2. 3. . dan tidak menghambat daya fertilisasi spermanya. Hal ini disebabkan larutan Ringer`s mengandung zat-zat yang dapat memperpanjang lama pergerakan spermatozoa setelah keluar dari tubuh ikan. Pada kelompok 4 dengan ekstender fruktosa didapatkan nilai motilitasnya tingi karena fruktosa mengandung banyak nutrisi dan merupakan sumber energi bagi sperma.Kurang memadainya mikroskop yang digunakan sehingga akan mempengarui hasil pengamatan .bersifat toxin. Sperma adalah makhluk kecil yang berenang-renang didalam semen.Mengetahui macam-macam ekstender yang dapat digunakan dalam pengawetan sperma 5. 4.Mengetahui bentuk dan struktur tubuh sel sperma . Sedangkan yang terendah adalah pada kelompok 2.4 Manfaat di Bidang Perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma dibidang perikanan antara lain : .Kurang telitinya untuk membedakan antara ikan jantan dan betina 4.Dapat mengetahui proses pembuahan buatan .5.Dapat mengurangi jumlah ikan jantan yang dipelihara sehingga biaya pemeliharaan induk jantan dapat diperkecil . Jadi pernyataan ini sesuai dengan analisahasil di atas.3 Faktor koreksi Pada praktikum pengawetan dan pewarnaan sperma ini terdapat faktor koreksi antara lain : . Menurut Marowali. Motilitas atau pergerakan sperma setelah diberi ekstender kebanyakan dari kelompok adalah tidak ada atau 0% gerak dan 100% diam. Sel sperma terdiri dari kepala.

. 5. Ini merupakan daerah yang luas untuk memproduksi bermilyar-milyar sperma. yang menghasilkan ribuan atau ratusan telur. bentuk sperma dan tingkat konsentrasi semen. dimana faktor yang mempengaruhinya antara lain suhu. tetapi dengan fasilitas fertilisasi gamet jantan dan betina. dan testosteron.4. Berdasarkan hasil pengamatan pewarnaan sperma tampak bahwa sebagian besar sperma mengalami kematian. kondisi sperma dan pH. 5.2 Saran Hendaknya mikroskop diperiksa terlebih dahulu sebelum praktikum agar pengamatan berjalan lancar dan datanya lebih valid. pengencer tris. gonad pada ikan teleost sama seperti pada vertebrata lainnya yaitu berasal dari sel-sel germinatif primordial yang berada di luar daerah atau lokasi gonad yang bermigrasi ke lokasi gonad. setelah 24 jam viabilitasnya mengalami peningkatan dan untuk motilitasnya hanya yang menggunakan ekstender fruktosa dan ringer laktat saja yang mengalami peningkatan. dkk (1984). Struktur dan bentuk biasanya tidak terkonsep pada awal produksi sel. pengencer air susu. gonad pada vertebrata adalah organ-organ dalam dua tunas. dimana sperma yang hidup berwarna putih dan yang mati berwarna merah. larutan fruktosa. Pada hampir semua vertebrata. 12. larutan Ringer’s dan pengencer NaCl fisiologis. 11. Dari pengamatan pergerakan sperma tampak bahwa 0% sperma yang mengalami motilitas. Viabilitas dipengaruhi oleh suhu. LH. pengencer air kelapa. Proses spermatogenesis yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → spermatozoa. Pengawetan sperma bisa dengan ditambahkan pengencer dan dibekukan pada suhu -196 ˚C. Menurut Villee. kondisi sperma. PENDAHULUAN 1. Gonad dapat berfungsi untuk mengontrol karakterisrik seks sekunder. 10. Dan dari pengamatan ini ekstender yang paling baik adalah ringer laktat. 6. Viabilitas sperma adalah kemampuan hidup sperma. Untuk pengawetan sperma. Macam-macam ekstender antara lain pengencer penyanggah kuning telur (fosfat kuning telur).1 Pengertian Gonad Menurut Guyer and Charles (1964). 8. gonad kelamin pada semua vertebrata terpisah. Menurut Sjafei dkk (1993). Testis merupakan sepasang alat berukuran sedang yang masing-masing mempunyai sejumlah besar tubulus seminiferus yang berliku-liku. sebagai tambahan pada reproduksi utama gamet jantan dan betina. Karakteristik seks sekunder mencakup kebanyakan struktur ekstuagonadal dan kebiasaan pada setiap seks turunan. 9. Ini disebabkan karena sperma tidak tahan terhadap perubahan suhu. Ovarium ikan dan ampibia. Hormon yang mempengaruhi sperma antara lain FSH. memenuhi sebagian besar rongga tubuh. Ini terlihat dari banyaknya sperma yang berwarna merah karena menyerap warna eosin. 7. Motilitas yaitu kemampuan sperma untuk bergerak. gonad tergantung pada mesenteri dalam rongga tubuh dan selama hidup tetap berada di tempat itu. kecuali pada beberapa ikan berkerangka tulang. PEWARNAAN DAN PENGAMATAN GONAD 1.

Pada sisi seminal vesikel terdapat kantong sperma (Raharjo. Hasil yang baik berumur 5-10 tahun. pada ikan betina ovarium ada sepasang. keturunan). dkk (1988). Gonad merupakan semacam kantong dan mempunyai lamella ke dalam lumensentral. berperut tipis. susunan sisiknya teratur. 1. yang disebut spermatogonium (Yunani. sperma. dengan warna kemerahan. ovarium ikan berbentuk longitudinal seperti agar-agar jernih dan berbintik-bintik berisi sel telur atau ova. alat kelamin membengkak berwarna kemerahan dengan garis jelas serta gerakannya lincah. berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban.4 Anatomi Sistem Reproduksi Betina Menurut Rachman (2003). induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh agak cerah. ditandai dengan perutnya gendut. yaitu warna terang.2 Ciri Induk Betina yang Masak Telur Tanda-tanda induk betina yang baik menurut Jayatisoka. 1989). Dinding tubulus sperma tersebut dilapisi oleh sel germinal primitif yang mengalami kekhususan. Didalam cyste-cyste ini terdapat sel penghasil sperma. Dan tanda-tanda induk betina yang sudah saatnya memijah adalah bagian perut dibelakang sirip dada kelihatan menggembung jelas sekali dan sisik kelihatan agak terbuka. dkk (1988). Diluar tubulus terdapat sel-sel interstitial yang berfungsi sebagai endokrin. Menurut Ville. terdiri atas tubula longitudinalis. warna kulit dada jantan lebih kusam dibanding betina. yang masing-masing mengembangkan bermilyar-milyar sperma.Menurut Rustidja (1999).3 Anatomi Sistem Reproduksi Jantan Menurut Richter dan Rustidja (1985) dalam Rustidja (2000). Biasanya jumlah sepasang. 1.2. struktur testes terdiri dari rongga-rongga yang tidak teratur dan banyak sekali. epididymis. perut dekat anus lancip. gerakan induk jantan lebih lincah dibandingkan ikan lele betina. vasa defferentia. badan relatif panjang. 1. Sel-sel penghasil sperma ini dikelilingi oleh sel-sel sertoli yang berfungsi nutritif.1 Ciri Induk Jantan yang Matang Gonad Menurut Jayatisoka.2. susunan sisik teratur. Serta kulit jantan lebih halus dibandingkan betina muncul bintik-bintik kecil di sekitar sirip dorsal. Sedangkan tanda-tanda induk jantan yang sudah saatnya memijah adalah kedua belah rusuk pada bagian perut membentuk sudut tumpul. urogenital sinus dan urogenital papilla pada (handrichthyes). ciri-ciri ikan lele jantan yang matang gonad adalah proporsi kepala jantan lebih kecil dibanding dengan betina. Dari ovarium sel telur keluar melalui saluran yang disebut oviduct.2 Ciri-ciri Induk yang Matang Gonad 1. Menurut Rustidja (2000). Didalam tubuh terdapat cyste seminiferis. seminal vesikel. testis vertebrata terdiri atas ribuan saluran (tubulus) sperma. gerakannya lincah. Menurut Ganda (2008). dkk. umur 3-7 tahun. lubang telur membengkak. Testis ikan ditopang memanjang oleh mesentries. tanda-tanda induk jantan yang baik adalah sebagai berikut warna gelap. umur 3-10 tahun. memanjang ke arah belakang. Induk betina yang siap memijah menurut Usniarie (2008). Menurut Usniarie (2008). kelamin jantan menonjol. bibit+gonos. dkk (1988). 1. perut membulat. spermatozon yang berasal dari testes terlebih dahulu melalui vasa efferentia. Sebelum sampai pada lubang pelepasan (urogenital pore). gonad dari semua jenis vertebrata umumnya sejumlah sepasang dan terletak pada daerah dorsolateral di dalam rongga tubuh. terletak dibelakang anus. ditopang secara .

Warnanya pada ikan jantan keabuan atau putih. Aktif spermatogenesis. Cyste spermatocyt timbul dan kemudian semakin bertambah. Testes regresi (akhir musim panas sampai pertengahan musim dingin). III. Tidak masak: Gonad sangat kecil seperti benang dan transparan. Jenis ini disebut cystovarian yaitu setelah sel telur matang didalam folikel akan dilepaskan ke dalam lumen ovarium dan melalui oviduct dan lubang genital akan keluar dari tubuhnya.1 TKG Menurut Tester dan Takata Tingkat kematangan gonad ikan Kuhlia Pandvicanses menurut Tester dan Takata ( 1953 ) dalam Effendie ( 2002) adalah sebagai berikut : I. Rongga ovarium berhubungan dengan oviduct. Bentuk telur tepat melalui dinding ovarium. Testes masak.5. Testes regresi.memanjang oleh alat penggantung mesovaria pada bagian atas rongga tubuh dan merupakan semacam kantong kosong yang dinding luarnya berlamella masuk dalam lumen sentral. IV. Pada ovarium yang telah dewasa terdapat juga banyak otot halus yang membungkus bagian luar ovarium. Masak: gonad mengisi ¾ rongga tubuh. 1.6 Tingkat kematangan gonad betina 1. adalah sebagai berikut: I. Sama dengan tingkat 1 hanya proporsi spermatogonia sekunder bertambah. ovarium berbentuk tubulus yang berukuran kecil. Awal akhir spermatogenesis. Sperma sisa mungkin masih terdapat. pada dinding lobule penuh dengn cyste bermacam – macam tingkat.5. Dinding gonad dilapisi oleh spermatogonia awal dan sekunder. II. Pada ikan yang belum dewasa. IV. penampang pada ikan betina bulat dengan warna kemerah – merahan. Telur tidak nampak. III. II. tiap ovarium kiri dan kanan berhubungan dan keluar melalui lubang genital. Lumen penuh dengan spermatozoa. 1. Penampang gonad pada ikan jantan pipih dengan warna keabu – abuan. Cyste spermatid dan spermatozoa juga mulai keluar. lembek dan telur tidak nampak. Proses pelepasan telur dari folikel ini disebut ovulasi. pada betina berwarna kuning. Ovarium terbungkus oleh selaput ovarium terdiri dari rongga ovarium (lumen) dan beberapa buah lamella dalam ovarium yang akan diikuti terjadinya oogenesis. Pada ikan muda. Rongga seminiferus masih berisi spermatozoa. Gonad jantan berwarna putih.2 TKG Menurut Kaya Dan Hesler Tingkat kematangan gonad jantan (testes) ikan green sunfish secara histologi menurut Kaya dan Hesler (1972) dalam Effendie (1997). Spermatozoa bebas mulai terlihat dalam rongga seminiferous. ukuran testes mengerut karena sperma dikeluarkan. kadang – kadang dengan tekanan halus pada perutnya da yang menonjol pada lubang pelepasannya. Semua tingkat spermatogenesis ada dalam jumlah yng banyak. 1. Dinding penuh dengan spermatogonia yang tidak aktif. V.6.1 TKG menurut Devados . Ovarium dibungkus oleh suatu lapisan jaringan pengikat tunica albuginia dan mesotelium. Sperma sisa kadang – kadangmasih terlihat. Gonad ikan jantan berwarna putih berisi cairan berwarna putih. Gonad pada ikan jantan berwarna putih. Salin: hampir sama dengan tahap kedua dan sukar dibedakan. tunica albuginea biasanya belum berkembang. Gonad betina berwarna merah. Perkembangan spermatogonia. sedangkan ikan betina warnanya kemerah – merahan atau kuning dan bentuknya bulat. bentuknya pipih. VI.5 Tingkat Kematangan Gonad Jantan 1. kadang – kadang dengan bintik coklat. Permulaan masak: gonad mengisi ¼ rongga tubuh. V. Hampir masak: Gonad mengisi ½ rongga tubuh.

Telur tidak dapat dilihat oleh mata. gonad kecil. keadaan telur kecil.2 TKG menurut Nikolsky Tingkat kematangan gonad ikan menurut Nikolsky (Bagend dan Brawn. Hampir masak. V. gonad bentuknyakecil. dkk (1988) terdiri dari beberapa tahap : .Tidak masak Individu muda belum berhasrat dalam reproduksi. keadaan telur ikan masak berukuran besar. Tidak masak. Hampir masak. Masak betul.6.4/5 rongga perut. lubang pelepasan tidak kemerah-merahan lagi. trasparan dengan inti yang jelas. bebas dari talikel. pembuluh darah terlihat dibagian atasnya memanjang sampai ¾ bagian dari perut saat terlur mudah terlihat. keadaan telur dalam ukuran sedang dengan warna tidak terang. berat gonad turun dengan cepat dari awal pemijahan sampai selesai .Tahap istirahat Produk seksual belum mulai berkembang. transparan kuning telur berisi gelembung minyak. Sel-sel sperma sebenarnya hanya merupakan inti yang berflagelum. warna tidak terang inti bagian atas seluruhnya beneran dalam kuning telur. mengisi seluruh rongga perut.7 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Jantan. Masak. Ovari berwarna pucat keruh. Warna ovarium memerah merata seperti kue puding. Ovarium berwarna merah agar. III. Ovarium berwarna kuning kemerah-merahan. IV. ovari biasanya berisi beberapa telur sisa dan testes berisi sperma sisa . Ovarium berwarna putih susu sampai kuning. panjangnya sampai ¾ . VI.½ rongga perut gonad tidak simetri. telur dapt dibedakan oleh mata biasa. gonad seperti kantung kelapa. Salin. telur tidak dapat dilihat oleh mata. keadaan telur kecil. pertambahan berat gonad dengan cepat sedang berjalan. 1985) dalam Jaya suku. II. Ovarium berwarna merah jambu sampai kuning. Sperma dihasilkan dalam testis oleh sel-sel khusus yang disebut spermatogonia. 1. ukuran telur belum dapat dibedakan dengan mata biasa . mengisi 1/3 .Tingkat kematangan gonad ikan othilithur nuher dan johwis duesumieri menurut Devados (1969) dalam Effendie (2002). VII. testes berubah dari transparan berwarna merah muda pias . keadaan telur masak berukuran besar dan berwarna tidak terang.Kondisi salin Produksi seksual telah dikeluarkan lubang pelepasan kemerah-merahan. gonad sangat kecil .Pemasakan Telur-telur dapat dibedakan oleh mata biasa. Spermatogonia yang bersifat diploid ini dapat membelah diri secara mitosis membentuk spermatogonia atau dapat berubah . memanjang sampai sepertiga panjang rongga perut. berbutir-butir memanjang ½ . adalah sebagai berikut : I.Reproduksi Produksi seksual keluar bila perut ditekan perlahan. keadaan telur pembentukan kuning telur baru disekitar inti. Ovariummengkerut sebagai hasil pemijahan 1. telur jelas terlihat. telur terikat dari ovarium.2/3 bagian dalam rongga perut.Tahap istirahat Produk seksual sudah dilepaskan. Tidak berkuning telur.Masak Produksi seksual masak gonad mencapai perut yang maksimum tetapi perodik seksual tersebut belum keluar bila perutnya ditekan . belum bebas dari sel-sel partikel. pembuluh darah jelas. Tidak masak.

1983 dalam Rustidja. Menurut Jalabert and Johar (1982) dalam Rustidja (2000). . bahwa faktor internal yang mempengaruhi pemijahan adalah pendorong dan penghambat hormon gonadotropin. Pada beberapa spesies ikan ovulasi akan terhambat jika kepadatan ikan pada suatu perairan.menjadi spermatosit. Pakan induk yang kekurangan asam lemak esensial akan menghasilkan laju pematangan gonad yang rendah. . dimana sepanjang tubulus berisi cyste-cyste seminiferousi yang dikelilingi oleh sel-sel certoli. .8 Proses Pembentukan dan Perkembangan Gonad Betina. Sel granulosa di luar zona pellucida ini bertanggungjawab dalam proses penghancuran sel telur. 1999). Menurut Starey (1984) dalam Musida (2008). pematangan gonad dan keberhasilan pemijahan. kemudian banyak kehilangan sitoplasma dan berkembang menjadi sel sperma (Kimball. . kuning telur ini terdiri dari lipofosfoprotein. gonadotropin pra ovulasi dan respon ovarium terhadap GTH (Gonadotropin Hormon).Photo Periode Proses ovulasi pada beberapa ikan teleostei menunjukan hubungan yang erat dengan photo periode.6-0. Oogonia adalah sel telur yang paling muda yang mulai berkembang dikelilingi oleh satu lapis sel granulosa yang mengelilinginya bersamaan dengan berkembangnya sel telur dan kemudian akan dipisahkan dengan sel telur oleh suatu lapisan hialin yang secara bertahap lapisan ini akan berubah dan disebut zona pellucida.Suhu Suhu berpengaruh terhadap berbagai fungsi system reproduksi ikan teleostei. Photo periode diduga berpengaruh secara langsung terhadap mekanisme saraf yang menentukan waktu pemijahan bagi ikan laut. 2000).Substrat Pemijahan Mekanisme pengaturan ovulasi dipengaruhi oleh kebutuhan ikan terhadapjenis substrat tertentu. seng (Zn) dan Mangan (Mg). tahap II adalah tahap pertumbuhan sekunder (exogenous vitellogenesis) di tandai dengan terjadinya pembentukan visikel pada bagian perifer sitoplasma dan meluas ke arah inti sel. 1983). Oosit berkembang mulai terjadi akumulasi protein kuning telur dari dalam (Endogenous vitellogenesis) dan menyatu dengan derivat kuning telur hasil sintesa dari hati (Exogenous vitellogenesisi) yang dibawa melalui aliran darah. 1.9 Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Gonad Internal dan Eksternal. Suhu juga berpengaruh terhadap waktu pemijahan. Mineral. Spermatid ini dalam proses tersebut. yang penting bagi pematangan gonad adalah phospor (P). mekanisme kerjanya seperti capora lutea pada hewan mamalia (Angka et al. pertumbuhan oosit dalam ovarium dapat dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap I adalah tahap pertumbuhan primer (previtellogenesis) ditandai dengan peningkatan ukuran diameternya 0. 1.Faktor Sosial (Hubungan antar periode) Interaksi antar individu dapat mempengaruhi tingkah laku reproduksi dan fertilitas. Meiosis dari setiap spermatosit menghasilkan empat sel haploid ialah. spermatid.Ketersediaan Makanan Komposisi protein merupakan faktor esensial yang dibutuhkan ikan untuk pematangan gonad. .9 mm pada (Sarotherodon niloticus) akibat sintesis kuning telur yang terjadi di dalam oosit (Endogenous vitellogenesis). Jika substrat yang sesuai belum ditemukan maka ovulasi tidak akan terjadi. cyste ini akan berdiferensiasi menjadi spermatogonium yang selanjutnya akan mengalami proses spermatogenesis menjadi spermatozoa (Brusle. Testes ikan ditopang secara memanjang oleh “mesenteries” dan di dalam testes tersebut terdapat tubulus-tubulus. Menurut Stacey (1984) dalam Blpunsoed (2009). 1990 dalam Rustidja. beberapa faktor eksternal yang berperan penting bagi keberhasilan proses reproduksi adalah : .

telur yang belum dibuahi bagian warnanya dilapisi oleh selaput yang dinamakan selaput kapsul atau chorion. Banyak faktor yang mempengaruhi peristiwa ini. suhu.4 Manfaat di Bidang perikanan Manfaat yang didapatkan dari praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad dibidang . pasang.62 gram dan berat tubuhnya 823 gram berarti berat gonad ikan tersebut 14. kelahiran dan kematangan dari jenis ikan dan hereditasnya.79% dari berat tubuhnya. 4. Bagian atas telur yang mempunyai cytoplasma dinamakan kutub anima dan bagian bawahnya dinamakan kutub vegetative. Menurut Effendie (1972). 1968) dalam Effndie (1997).Terjadi kesalahan pada saat pengambilan gonad sedikit sobek tetapi telur tidak sampai tercecer atau berhamburan .Menurut Lagler et al (1977). Ketiga selaput ini mrnempel satu sama lain ketiga telur ini masih dalam tubuh ikan dan tidak terdapat ruang diantaranya. Dan tingkat kematangan gonad menurut Kesteven (Bagenal dan Braum. Hal ini sesuai pendapat Effendie (1997). Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga ruang bawah. dkk (1989). telur jelas dapat dibedakan bentuknya bulat telur. Ovarium mengisi kira-kira dua per tiga tuang bawah.3 Faktor koreksi Pada praktikum pewarnaan dan pengamatan gonad ini terdapat faktor koreksi antara lain : . fisiologi individu dan faktor lingkungan antara lain perubahan durasi penyinaran (photo period). Hal ini sesuai dengan pendapat Raharjo. Gonad ikan betina berwarna hijau kekuningan. Selaput yang ketiga mengelilingi plasma dinamakan selaput plasma. dibawah atau di samping gelembung gas (jika ada) ovarium berbentuk memanjang. letaknya di bawah atau di samping gelembung gas (jika ada). Charion mempunyai sebuah lubang kecil yang dinamakan micropyle yaitu lubang untuk masuknya sperma. Telur jelas dapat dibedakan. praktikan kurang teliti dalam mengamati ikan . bentuk bulat telur. kehadiran lawan jenis. yang menyatakan bahwa umumnya berat gonad pada ikan betina sebesar 10-25% dari berat tubuh dan pada ikan jantan sebesar 5-10%.2 Analisa Hasil Berdasarkan hasil data pengamatan tampak bahwa gonad ikan mas (Cyprinus carpio) pada ikan Mas jantan maupun betina terletak pada rongga perut tepatnya di bawah gelembung renang di atas usus. Faktor intrinsik antara lain kematangan seksual. Kekuatan dalam bekerjanya dapat dikelompokkan secara kasar yaitu dari dalam ikan (intrinsik) dan dari sekitar (ekstrinsik). arus. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad ikan tersebut sudah mencapai tahap perkembangan II. Ovarium berwarna oranye kemerah-merahan. tahapan bulan dan kehadiran fasilitas spawning. pada tahap IV pekembangan II. produksek sudah masak dan proses reproduksi akan terjadi. Di bawah chorion ada lagi selaput yang kedua dinamakan selaput vitellin. Berat gonad ikan betina yaitu 55.Ketidak telitinya memeriksa ikan jantan dan betina yang dicampur dalam suatu kolam 4.Adanya perbedaan dari praktikan ketika menentukan tingkat kematangan gonadyang disesuaikan sengan literatur . ketika ikan matang secara seksual.Ketika ketelitian saat pengamatan dibawah mikroskop dan tidak maksimalnya alat mikroskop atau masuknya bagian dari mikroskop .Ketika proses pengamatan tiap jamnya. yang menyatakan bahwa testes (gonad jantan) berbentuk memanjang dan menggantung pada bagian atas rongga tubuh dengan perantara mesorchium. 4. Testes berwarna putih kemerah-merahan. makanan pilihan.

lubang telur membengkak dan berwarna kemerahan. sedangkan gonad ikan betina pada tahap IV yaitu perkembangan II dengan ciri ovarium berwarna oranye kemerahan. 5. Berdasarkan data hasil pengamatan. 4. 8. berperut tipis. 10. Ciri-ciri induk jantan yang matang gonad adalah warna tubuh agak cerah. 3. Proses pembentukan dan perkembangan gonad jantan yaitu spermatogonia → spermatosit 1 → spermatosit 2 → spermatid → sel sperma. TKG menurut Kaya dan Hasler adalah testes regresi. aktif spermatogenesis. substrat pemijahan. 7. awal aktif spermatogenesis. alat kelamin membengkat dan gerakannya lincah. genetik ikan. Ciri-ciri induk betina yang matang gonad adalah perutnya mengembang. perkembangan spermatogonia. 2. 9. masak dan salin. Diposkan oleh Ly Youly Suprihatin di 03:54 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) . KESIMPULAN DAN SARAN 5. pasang. Faktor eksternal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain photo periode.Dapat mengetahui tingkat kematangan gonad. kehadiran lawan jenis.Dapat mengetahui kondisi lingkungan perairan yang sesuai uuntuk mempercepat tingkat kematangan gonad 5.2 Saran Sebaiknya dalam pembeliaan ikan itu dicek terlebih dahulu jantan betinanya agar tidak tertukar karena dapat mempengaruhi data hasil pengamatan. tahapan bulan. arus.1 Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa : 1. testes masak dan testes regresi. mengisi kira-kira dua pertiga bagian ruang rongga perut bawah dan telur dapat dibedakan dengan jelas. permulaan masak. 6. Proses pembentukan dan perkembangan gonad betina yaitu previtellogenesis → endogenous vitellogenesis → exogenous vitellogenesis. Faktor internal yang mempengaruhi pembentukan gonad antara lain hormon. TKG menurut Tester dan Takata (1953) adalah tidak masak. ketersediaan makanan. suhu. hampir masak. Gonad merupakan organ reproduksi pada vertebrata yang terletak pada daerah dorsolateral di rongga tubuh. umur.Mempercepat menghasilkan keturunan dengan cara perkawinan eksternal . letak gonad dan bagian-bagian gonad . letak gonad jantan dan betina terletak dirongga perut dibawah gelembung renang. Gonad jantan berwarna putih dan bila diurut mengeluarkan sperma dan tingkat kematangannya menurut Kesteven adalah pada tahap V yaitu dewasa dengan ciri gonad berwarna putih dan bila diurut keluar milt.Dapat mengetahui pengruh peemberian hypofisa untuk mempercepat kematangan gonad . 5.perikanan antara lain : . gerakkannya lamban dan bila diraba tutup insangnya licin.

Sumatera Selatan.AbOut Me Guyz Ly Youly Suprihatin Palembang. Maka aku harus bertahan hidup dan membahagiakan mereka yang telah berjuang demi DIRIKU Lihat profil lengkapku Arsip Blog     Oktober (10) April (2) Juni (1) Mei (4) Pengikut . Indonesia aku dilahirkan dengan penuh PERJUANGAN.

3./9:/3.3.::2:7 .947:2.3.343..343/8.3.3 ::7.07.202.9./..3.9.3.9.7894.343.9./.3 .380-.2090790:7//.3/03.2.5.9.8 07/. %    2.99:-:   %3.7 07/.3 .9.809.24.39079039:/./.70.3:39:20309.9.3/./ %-07.:-0:2 03...:.9502.947:9. -0-07.9.28./502.7.350309.8944/.3. ..35079.07.3.9 2.30../ % $02.343..:3/..7 /.3.9 1.7.-47.3//..33.. .343.9:9.32.35..35079.3/3./ 802.8503.343.8.32.2.3/.3-..3.3-0:2/.3 ::7../ 03:7:9$.7.902.704254203.902.9...5.3.593.2.7:02.3.9.380-.::783/.343./.3-08..7. 0907. /  //./03.3 202503.3/..7..38:/...8..5.3    3.05.343.9..3.3.3 9039.:507-..902.302.2.5..9.//.-08.343.3%' 9079039: /.3-08.3.5.3 93..//../.3.39.7.91507:-.3.5/ /./..9478::80..24.984.902.9 !02./ /..2.7/.  03:7:9.97451.25.3.3.8./.:/.5.3.943.3.3.9.1770:0383.3 %09.0-.9.2.7.:..2507.202.3.3  -0-07.8::/.3 5.//.10 /   507:-.9/./.39.:.7%8.-07.72025:3.9./.43.2090790:7//..7.8.3/507:..907.3:2:23.-07282025.8.3 507:-.302.5.20907.2.7.39393...9.343.8..3/03.

3207.33.3-08.7.70   3/:.3202503.3 /.7949.31.  -07507:9958 .$80-.57././8:395418./../.3/.3 5418../.3.907.3207:5.2030-..3.3//.2.703..9//..3/05.04254.7.  .7:2073  507:9..3/503..34.35.3#3.8 3/0843.5.:-4.3909/.370.35:3:3/-.502.  $0/.35418.2...7.3 ..:.2:8.33.38:3574808502...757..:.33.907.302:/.9.:.33.8.3 882030:5..3./.9.30/:./03..5..3/.9907..25.3502-07./03./.8.:.0207.39. :7.343.3.3 $090.23/9.:.3202$..33.907935.7 /4949  5.9..7..3.2.  4.5.5202.3:-. 503.05./.2 ../.993.90703..34724389074/.  3.73.75.3  :39:503:39.9.5./.70845.3/0:.3 /.7.9 .309.30/.7 09..8090.73.340003.9:-:.9/.3808:.05.3/03.7.3. 0425480-08.32./.7:4047243./497453700.2.9 :7.3/.875/478.3.2/8:395418. / 49.7.9.5748039.9 507:9-08.2:8/03.5.7.3-.7503.30.8:...380.3203:: 4.2:8.7...3.3039.73...9:80-08./.7-033/. 90703/.390747:39: 2030:..25079:3.5.5:-093..5:.380-.7 /....7 /.:903503. /507:9  /9025. /5418.507947.  503:39.2-.3.3/.33..0425480-08.3../49745347243 4724390780-:920.8.39.3/.3507.3/.3/.0207.9.9.31.7  8:/.33..85418.920708543909.9474708 !.#:89/.307.3039.3207...9.8$  03:7:9#:89/..:.35418.85079:3.380.2./.. 03/./.3.3203:7:91103/0  203./.39093.8 507:9 2002-0 :-.6:. 397.5418.  .$/....:5:3$ !02-:.8.3049./   ./..5./.3 .39.350707..07.2.:.:.:7. 503:39...38.9-0-07.503/./.5079.3039.0207.3 .703.39/..3/2.3 /0:.907-039:3.9:203/47344/-/..1 03:7:9#:89/.57./.. :7.5:.9474708.5.343.947 .91.2.7. 2030:. 07.73. 803.039./8:395418.7./ .88079././.5.9 .90.39/.3.0425480-08.39380507904254.7.9:2907/.9:-:5:.2..310808 .9.3 /503..  ..32033.320/./4.3802.3507.5..3203.3./.7.0425480-08.803.82.83472430 3# .5./. 5.5.3.3.:.35418.38:3/03.7  .7:4043.75418.7 50707.3 .4949907.:.7:22030:.7 .343.3503:39.303/47344.9:-:802.33./.7.9.3-07::7.38:5073.340 549.82.73..220..7..3.7: 0.99070.23202-03.:.85.3/09.5.5..9:-:3.7:9.390..3909/.507:9 397.3.3//.-07.7.3889028. .3...  .7/.503.97.52025:3.220.9.7.-:./.7.38:/..2.5.3-.9..920309.9.47.85..3 8090.8 5418.3 08./497453 !.9.5:./.357480/:707.3.3 .8503.9:-:.9/50740/.3/.80$.35418.8..3/.5.9. -07:9$90793./ 502.9:203/473443907/. /-.3.9.9:5.9/8.3..30.2.7./.9 .3/3:7:8  07/..35:/.39.2.9.304254//..47/::.80./.2-.9.780..-.  !.042545..7.7.338.7:2/.38../.35418.9 $08:../04254.. -07:-:3.7 05.2203.3 47..35:/.503:39.3.93/.3 882030:5.9:43..9 &83.3-08.890703/.7 /.8 507:902-0 /.3397.73.73.32./.5.35.905.81.-.39/.

92./../   $!&$#   0825:.80/94080 8003/4730/.05.703.3/.3.0:39:3.3./.7503.9   .902.7 :-.9.507-.307..7.802.7..0207.370.-03.3.7.  $890203/473.5079:3.3.807.7.8.307.7.8/..7:40038850808  :2:7 ::7.3/0:.92.9.9:.8.73.9.390:7.20.9.3708503.9.2.//03.380.3.9.30.7 2.9:.8 93.3/..8:07   0:3:.3.343.2.$.7/..73.503.503.73..2033.2-..05.   47243207:5.3..3 4.9/03.:85072.39.3...9 8.35.3.9:038/03.7.2 :2.3-. .3/.3.3/503..7.3.3 507:-. $0/.3-07.380.7.3.9/825:.:.9..25.-://.343.3-07..8.9. .7.113 43.385072.39:-:   003.7042548.35..9.9:8:/./ .   .30.8.73.7.        /.8:.3-08.3....3 .7.7..3.3-071:38 203447/3.3203/.3.3 07/./:   07/.3-.9:507:-.903502.3 0309.3.3 2030:.8 /.:.07.3.8 :-.39.23 9/.343.2.343.3-093.890:78079.3202-08.9:88902..3..802.32038070847243.//03.3/5418.5./.:.5418.../..7..32033.:.2-.9:  7.9202507.3 0309.943.3 :74039./.202..33.7:8008.90./..3/4347.3  $0/..3./.9.3..9:8:8/.2030:.318443/.847243.3803..5.3..902.3.3-.3.3 10799.9.943.9..3039./././. 802.33907703..3/.8.3   %.3/3./.35418.7.3   $.742.3/3.33.88.9..47..80.:2..3.9  507:93.20.3.909.2:8.:88902..81:381844847.343.3   $.3.802.3502-.38/.2  /.3708503.9.-.9.9.25..88.5.5.9.3/.7 974/ :924-7.3./.8:7..35458.:.9.3/./ 5:.3.9202507-.. 59:9.05..3$907.9:1.38:.309.7.302./ 0309./90.3-07.3507:93.9.9:202507./.507-..  .393.3/.3/.-079:7:9 9:7:9..9502.303/7 /.8/.2..   $.5:9/.9.3507:93.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22  7.

22   7.

22 /.3 7.

3-8. 03:7:9../     %!%!# $!#   !&&   !03079. 8....9..3 .7  /.7.0/..380-.8503.79/.3.3/.3 $0-..270   85072.0-.39.2574808502-0.2.7:9./.3 -093.3.3$5072..3.9.::.3/.7.09070-/.//0138.22    $.34../.

    !03079.9.32030/. 0.3/.970574/:8.8085072.85072..2.905.270   85072.  /.: 0./.3203.038.3  047 $.3207039.5..2./80-:985072.  03:7:9:07.9:-.8.9./03.33.3/0:.340/7.5490381:3843. ..30307:39:07.4/0.9.33..90.73.3805.85072.91   /:.. 03:7:9$405.907/.3 8.8 9/.9.0:2 .3/.3/.7.3 80:2.3209.   03:7:983.3 /3..2475480 203.318448./.:.8 100:2/.  $5072.080:7:.3203.944.9/.203.9./85072..85072./.3..3  03:7:90./.9/..320325.9-0707.38023.3//.8908908 .803974/.3.9:2-:..7803974 207:5...9.907/7.7. /../.944.944.2..507...3  .2-: 2-.71./..2.3 703.9 .5:35.9:3./78079.385072..3$5072.5. #.3       3./.33/03.03   /5:8..8. 802.3805. .9:/.8.: 8.9403088 /.8/80-:980203  $0/.32025:3.209.//.3 2.2093.   503079./. 85072.35::.3-07.2025:3..3.7. $0-:.3 -.8.38.708  5.3/.3.3/:37424842/. 2.20.7:9.8  05./.385072.9080:3/07202-0.3 425.3-.942$5072...8.944.380203-07-0/..93985072.207:5.7.3203.8.90.80-..3039.90:75..9/.3-0703...7.3 .230.35:9/..5.94..:39:202-:.944.3 2490  /.3047 9443/74320303-../.3.39..280203/80-:98502. $0.3.:202-././.3.3.

/80-:929 39 85072...57424842 203.9-..944.3./.74 /.907/7/. .-07-039:202-:./.3207:5.3:39:202-.2#:89/.3/:3-.85072.5..3-.3 .3#:89/.3 29443/7.2-.8.950393/.  24714485072.305. -.944.38..-07:3.944.3.907/.3903..3/74. 80-..2..74842/.80309.82.3907/7/.9:-.7483 /./03.92030:.80 .305...3/:37424842 /.88..7.2-.203 .3703./.3-.09:7:3. /.3..3203./.3/:303502-.5..747144$5072. 8073/80-:9007 .3.3047  5..7.3 ..7-.944.944.35.8.9/0:.305.-0.944.. .3..7. -0. -..3 !.85072.78.:743/.9 8507.30478.3 05.7..3-.38023.203.3/.3/:329443/7.38:2-07 0307-.3.47.-.90.907/.7-.385072./..3-.-.    03:7:9#:89/..2502-039:.3%! .30473.. /.    47144$5072.82...7032.75.95../.3910793 ..../..33.3::3907/7/.81.3 8.3.20325.7..5.3203../.32.25. 4785072.30309 3980 . /.5.85072.3.    844$5072.944.3/.39.3 85072.39:50707.98250  .5840.  2030-:9.3 85072.. 9443/7.3007203.3047907/7/.82..7./..944.3./..3..3 202-7.794/. $02039./.257480810798..305.2-.3:9.2 70/:8 .5.3  /.202.3903.28023./.85072..305..9  ..5.95030:7  032 0323-07:3.3-.39.7 $0..25:7.247144885072. 907/7/.3/./.  -.980/07..7 05...31472.890:7 $5072.944.3047 .9/507:.44.3.71-7 1-7 !..23.

385072..944.3/.9-0707..73. 0-07.9.3 897.. 02:/.944.25.94.703.8.32./.209.2.7.9/ $5072.:3..2..9:7.10 /    03:7:93..7.3.905720702:/..7. 85072.29488//...-07-039:-4.5074/0502.7.3-0.3/3.85072..930-90-.3203.9403088  4.3      !7480850702-.944.885072.30./..29443/7./03.944.202 -4842 709.80/.897:9:7.-./.9:05.385072.3/47.:907-039:85072..8050790    !74808!02-039:.3/3.91 202-0.9080:3/07 $572.3/1107039 85072.944/.94.2$.3/:3..905720702:/.38090.385072.8:..3907:.94.734   /...30 47.944.78890270574/:8.7 0-7:.7:40.:80 85072./.38..54/ 02:/.80-.3./02-74 !07.9  /.3 9:2-:202-039:85072.5490381:3843.83 2.3907507.203:7:38090.::22.3.:8085072.3 94-07  4.38:3-0-07.33.3/.3.3./.947..3 390720/.25.944.3.3/825. 0.785072.944.9.9.309.38090:7 $5072.79097.2.9443. $5072.3203.2-.209.7   -./.3  $0..39.3/3..34.39097.585072.2.:85072. 3/:..2.. 80.7 9.3-0702-.2209.3742.385072.3...2#:89/.2475480203./.33.35074/085072.23: 02:/./.90:39:20301080380307../03.290898/80-:985072.9.2475480 85072.9897.32030. /.3.3/:9 502-0.82.3:.89/.8.3/425.74.202-..320./.30/:./.3 202-039:49 49.34 .385072.33.3 :.944..3:34.32030-..9 8.79.2-.203.25:.94.3.7.79:.5. $.957207  .7424842.9080:3/07 .-07:7:9.8../.2.9057207 02:/..9/ .9./../.:7../.3209.94.83907/73.980/980..944.980/9/-..5202.3..3-07.9://.-:. 9.32.3.9057207 !.5.5.290898 85072../..944../85072.8..9/2./80/03.:502-0.38945. -07./85072.5..7.385072.:3.9185072. 8090..::203/45.7 /.4742484220203/0/.5-0:28. -/..:/:5 .9443.80-:.944.8.   03:7:943../ 85072.3 2490  /.5.3.3203.39.$05902-07 /.80/03.270574/:88073/507:.80.3/472..:.9.802.  50702-..3203..79 -03/...88.885072.3 94-07 909.9080:3/07.:-07-0/.944//0:.944.33. $5072./.385072.:7.80-.9443:2 079.3/3.3..25748080:.-072:.38.94.7..80.70:...9/203.3/.370/:8 20488  202-039:85072.702:/./ 85072.:3..82.585072.32:3.203.3..3 $085072.3...3 85072. $5072.350.  ../80-:985072.742.57291.9403088  !748083205:954107.380-.8/..90  03:7:9$:2394  /.3 2.3/./.8944  50702-.90-.23.944..02-07 02.//.3 203.307.94.9/./.25.3. !74808209.85072..8 $5072...9.944980:3/07202-0.8 .9 -07. 80./:-.329488.7424842 :2.3742484203.202.2#.3/.-..9/:3.38:8:3.3.:502-0.8 5./.5.306:.3803.94./.3 85072.20. -039:853/0/.7.3 2025:3.3.3-07.9443.9/..3047    $5072..3.3.5.8.3.2908908/.885072./.7 03:7:9./.2475480 3207:5.85072.380.209.7-.05.89.3./.9/8073/3.3/.202 47.7    !02-039:.25. /.85072..7 $.3 .2 0-07.39.897:./203.944..3/507:.3 85072.50393/..39.3./.5.380.78890/.20.3/./80../75.

/.2.32:/.9.29:-:3.2.3 05...8502078.9443.3-039: /.3-.8.340507-0/./.9.8897553/. -039:3472./.     '. %.3907.985072.4:203. /90908.8$5072.502-0:.3..8 $02. 85072.9.3:2:750.8-.3203.95039380-.3.380.9.8..9:25.38::/.33.7./.8  -07.23....7:907.385072./03.25:.343/8:... 17:948.52499.3 50307.38050790.218448 -.3.73/:/4347.39:35.8.38:3//. -07.944.944./.7.-079.3089:339.890:7...33:978  03:7:93.3907.5.280.///.2.3./.     499...2.708::/33 /.80.-07503./80-:9-..748458.50707.3 /:3.9./.907/..507:-.:.507.3 0307907.:3.50780/.:-078.30307.9.748458/80-:9-..9403088-07.907.3.7./503:7:3.734       . 8.944. 03:7:9.35724/.393/.  203.754 .885072..7..944.::2 4.:2:2 ..38890-07.3-07:.885072.380 800723.2 50702-.39.3.2.7..8$5072.3943 .8 $5072.   ./85072. !0780/.38::-.7/03...73. !03:7:3.  -07/.::2-078../.39:305.:.30307.3/80-:94.380.748458 $0.:.2-.3/.2#:89/. .2.9:..09.  !020-39:.85072.748458/..3:39:502-0:.2..0-/.2-.5479 3.03:7:9$..944...9.2090750393.8$5072.25. 02.9.7.302..8  /.. 3.3/.39.9.8:2-070307 85072.25:.8/..   :.302-.3-071:3880-.32.3 .585072.5 :.73.8 573:8.32748458 907.3.3/80-.80503/::3 /.80.3./825..7!7480850702-.7.::-:89089:.3.9.8079.7/457.7:907.2748458.94080 80803974 $5072.203.3..3/80-:985072.734    03:7:9#:89/.8805079.3203039:.3/:50-..3. %.7  .3202:.270   85072...890 . .5:98:8: 503:/.-.80..3/:5 ..8:5.27484580- 203039:.944.7.   748458/.3802:.78::.-9.380.80..8.5:39:2033/.808:-:7.307.3-.::2/.944.9./.:8/.329488 $00723.05:9.3.39.893./.91  $0.380803974 $080397432025:3.28::703/..28085072..3494  /.70....-9.7800./.2.7 03:7:9!..3/:3//.347243/..3907.885072.885072..-07-039:3472.9907.4/84.79.8.5.9..9/503.2503.5033.-49/.7:408::/./03.9403088.3  1.7:507:/.385072.7..3 8.8503..3-07503.944.9.2.32499.9:        42./.274845907.2#:89/.85072.3-.734   85072..3209.39.380.385072./:585072.7 .2 9:-:.5.3/-:.32.2.2/00307.2.. 8.3.3 /80-:94.2-.9 8050798:8:039.4380397.9:25.:8890 .070  /..7.1 /  50702-./03.909..38050790.3//.2.5.32.89.385072.7.7.7.9/.3 907/.3202-:.944.. .3502-0.303   507-0/.3.72/..8 85072..5.3 :.

3203.38::.7.3-.85072....890:73.507.703..80 80 3908903:23207:5./.385072.1:3808903/07 ..2#:89/.8-07503.-482-.574808502-0:.919.2.9.5.:5:3397403.347243 47243$  /.33.3 .-.3-448 7./3.9.02..3.919.3207:5..38..3 -.   03/:385072.7:400.9.-..9.2397403 .90894890743.3 5020.3-079..203.2.754188 $-007.79 /.:39:-0-07.8 85072.4/84... :39:2033/.803.3 80 80908948 2025:3.8 10799.0. !02.3$5072.8209..7:3.94080 80.3 2..-07503..3.9502.9 .3...80.3809070947243 .385072. .7/457..32.      8903/07   :388903/07 03:7:9%40470  /..347243 0./ 907..7 $0.507.7. .8.3.944.574808502-0:.:5:3 5.7.8...8. 3:.507:-.885072.54/$4.3./.3!203.2-.385072.7:$5072.5 4380397./.38. .3.2-..:39:203.3574/:885072..318/..8-.944.-.50325.3907/.3.7.2-.944./.2.320325..32025079.//.3 .9../.39-0: 0745749039..3.5079:2-:.59/.8 /.3/.3 $0/.3.93.3009749.3404-:8.8.30.2570807..3574/:8..3/:585072.7 5418.9443..3.3 74570807.3803971:.9/.3:39:203:7.38:3/-:9:.907.07.9443.507::39:574/:885072.3/..0../.09.3.92.348249./:3.8:2-070307-.9/9:-::88023107 $0-.7:8/.390747003.3503..3  /.302503.4:2080203  !74.!03..3/.580. :39:207.      47243.003.3.35.907..3-.3.8.38:385072.. ..-.9:503.907.39.3502-0: 43805 74570807..9.8.2.749.3/7.885072.2.3503:7:3. #:89/.7:8/9.92025075.3:39:574/:885072.25:7/03.3.909.390..52499.3:2.2 . .9.3808:./03./.385072..91907.944.507:/. /.   025079.9...2#:89/..3   02507-..3.9/503.9./.3 .7.7:30.:.5..5.944.   03./.3203:3.. %09.07.230-:9:..38:35.32.350303./.944.503:7:3. 85072.3-07.09.3/-039:.9/.944.3 80.3/80-:9803908903:2..3/33 4/$4.780-.    03:7:9.3.2030-.07.944.944.390709./.09.3.3.3 50303.8:/. 03:7:92-.2539:80 805020.7: 8.3/./.30802-.3/03.07 /2.3.8:: %.3.25:203.380-.9502-039:.93..:..3...203:7.38:.8    .380 80/:5/.88020.2#:89/..  2030-:9. !03..20:9.52499.950393 #:89/..:5073/:3.-9.3/..3:9. 90894890743/-:. 472430/:.8.   030/./.503./.  47243..     .50393:39:574808 90780-:9  !74808907-039:3.390894890743 /8.7907.:3907:581:38209.3/03.8:.:70/:8.3-0-07.2.-482085072.3.05./..90894890743:..2.3..9:503/02.885072.90780-:9 07:7.3 503.9.885072.5.7.907.3 0307/.  .50/:5.23.   !02-0:.5 #:89/.350303.9203:7:3803.85072. 9.9:  030/.7 59:9.5.

/08902:/.0-/.8805079 .85072.7..8.-.7:9..::7.3./..7:82025:3.18448907/7/.73.3$5072.98/-:.4:208.34.28907/07 %4007 .893   !0303./.728.2 2.3$     ..944.9. 247144/.07.07..3.7:8203.703.3$5072./.585072.37307907/7/.....-40203.39:.23   .98903/07 8.5.924845 $0.7:9./.2907.8050790 .380..50303.07    !07-0/.9.2502078.5.5.7885072..3703/.-.280./.3. .:3  -.07 ...:3.9.7./.3108 .3.3/9. .2#:89/.980-.5.-07:7:9.3..  80/.3/:3.50303.  50303.:...3-8.7 9.9:3390:7  !0303..3 907/.3/.8:/3.3.380203/.9/03.0720203: 8.90.0/.2./:3. $0. 2..85072.3:.9..:.350303.92.327484582.. 28.10798.8 .:3390:7 /.734   85072.3.-07.    2217:948.9 03:7:93.35784  /.3897.5070/.25: -0707.25078.50303.3.07.748458/80-:9-..:2/..   7 .07503.5.70..-039:803472.2:7.3-.2#:89/./.5.3.350303.885072.2-.3  /.07..350303.8 ..3$0.:7.3/50740/09..3 /.83.3.4:203.7..808:/.3.89/.3./089 202:/.8   !0../803:9-.317:948.5-093..7/.7  /.2.. 0./.07 . 8090.7.5479 ..29..32748458 $0.7:9.:3390:7 /.30- 5078035:3.7.9 $97088 /.  20302:.7. /03.3-07-..3203.84 /.  228073 :3390:7 /.33.93.-9..07..3203.9.885072.7:83..73.9478//.28 2:33.9:  .52025079..30.9/03.9:3390:7/.90.:. 20.703. .2. 05:9../.35030..702:/..3-0781.  03:7:9#:89/.385072. .  4380397.:80/9 :7.07 /2.: 9/..9 8. 85072. :3390:78079.-40907.:..079/../.07 .7.8..3 203.4:2050303.9.3/.47243.3 57.72/.6:.6:.3507902:.390793 .7 :9..9..748458/..3.8 -07..2-.2 2.  03:7:9.  .. /.350303.:.7.2. 85072.7..9.81.8/./.8 /..07..3/:585072.:039.3.37.203..918/.9.7. 570807.385072.9/.34.:5:3907.50303.23..7.4:250303..3-.7:9.52.907..72 2:33.2.-/..:3390:7 1481...7.3.07.3/-:.:-0781.25.80-03/.  203:8-0-07.3/80-:90.5.3-.8/.0- 5078032.7/..3.7:8909.3.8   !0303.8.30303.9948.2.:.9:.385072.803.80-.7:8202-0702:33.3  .3 .18448.2#:89/...39/.32499.7.0207./.2:3 -. 28./.-47.3:39:20325.07.70:.3.3 $0/..790894890743.0.3   .703.3/:38074/.7484582.2-.9907..7..:3./.97.. $.385072.3/9.885072.85072. 22  22.:38:7 :38:7..85072.07.39.  5078.3:93.3:39:-.3$.20203:5078.9.73. /.3907.33.5.   3.9:25.9..-07:9  .32:33.7 22.  2.32..38050790.07.9 .2.05.0703/.3 438039.7 .357.9907.8:/3.3 ..3/.9.910798..25748080:.880. 80/07..850 2.944.:.3. 8025:73..0.3.82:339:.39/.4:203.202-...0-/.350707.7.5003.2:32025:3.350303.   !0303.7..3/:3.907/7/.7.80507980.73.3..02...9/9039:.

28::703/./..73.33.:/03.-9./.2 .9.7 ..5..2.. .8/:52025:3.9.207./.32.3472.5.2.207..3-.3 .3/.3/03.58.-9.7:408:: 00..3-0781.9478:::.9 $0/. 50. 8..207../.5.9.3/:5 .7 2039 $0.9..-0781.785072.7:9.-07.73.85072.990..3:39:3.30483 !03.2..803.3 /:5/..9.-9.3.73. .2.2 .3-071:3880-..25780:7:20/.3202503./.385072.8 85072.3/.8...2...-8.885072.9  85072.3203:3:.29:-: 85072.2../.39/...2.790898.7./.5.2./:5/.7/.3 .3-0781.:2:2 .9: ..1.58.85072.3-.2.39: 1. -078./.7:408::/.385072.947.37:8. .38.3... .2.9 !07-0/.2 .73.25:...785072..73.9202503.385072.3.8090.9:02.944.-0781..32.7:/.703.3203..-9.04254 /.34050.8/.8/:590780-:9/-0704832.9/503.9/09.3..3..-.0425480-08.3 0483.8.9.33.390.203:3:.8:0/.7.85072.9..   .:../.3/:5/.839088574903/..3/:50-.947 1.7:.3 :.7..85072.25:.9.390703/.5.75 03:7:9 1103/0  ..885072.32..8.7/274845//.3503:9:59:-:.92. .944.9-.8.3 :2.8/503.9-.9/./.3-07.2-./.3574547885072.2:35.. #:89/..../:580.3/:5 /.8.0:.32..  02.-9...30483  .73..8.350.350.73.8..7503.3.385072.3/03.380.29443/7..3 .  '.-9.7 85072.

250707./.9..38.9 .2. 7.80-. 80/.9 .7.357.3 85072.3 3:978-.908903/07. /.385072.5/03..8 ...7 /03. .503.90780-:9     !03.944.09. .5:39:202503.38502.2:33:.907.703.3..2. 85072.-07.5.9/..2:/./.9.308903/07 7307.3-0707.3/5077.589. $0.-0707.3.802:.385072./08903/078.9.2:3:39:2499.307.2.2.8.3. 203.85072.8.088090.5.3 -0-07.3 /:3.38.390780-:9 909./.3-.3 85072. 85072.9.274845.944.3203039./.2.3 3.8:-89.385072.7.07.703.850.3203039. ..38:-89.907..7:5:..2499.-.320307.2030/./80203 08903/079/...2.9.317:948.385072...08903/072030/.-40 .70. .43/83.9 2:7./503.32:33907.308903/07.7. 3.- ..9.3/3.7.92.33. .5.3./..3203..257-07.3$5072.3/03.703.7 ././.  8903/07.7.3 .0985072. 80-.0/./.0785072.3..7:9.3203.2 7.3/:3.3203:3.885072.9.7909.803.7...85072./..3 08903/07 9/.50303.408./503.98 .  !73853.207./.:90--.8503./.10 /  .5 0483803.3.3-.380.2030:.885072./03./.909.39::..3./.9...350707. 07/.94388903880203 8::/.2030:.90780-:9:. $...33.3.9070483 //./-:.3.3203:3./..7.9.285072.39.2499.85072.:90-.950707.2499.9.307.703.9.3 %07:9.-8.3202..3-8.3 .7.350303.:../.9/09.3-./-.2...3/.5..:3..9.3 8090.3203.890703/.3 /80-.944.2499.3 -.203.3/.14:8.83.-0-07.32025:3.5.3.3.8.3203.9/..944.85072.8.50707.:.32.2.343.7       !0707.80-0:2/-07507.2  .270    03:7:9$..3907/..7 &2:23.34.2.3/.:50707.902..3 .25033..307..3/.2:/..3.3...-9.385072.3:7.2.7:2499..9..393.3.50325../..2499.25033.04254/./  !0707. /.9.8:.9/../..2.890793 80/.9. -039:04785072.32:33907..944..5.5.3:39:503.3.79.7:400...3$5072.8.9/.30.3:39:./. 90780-:92:3.9 ..73..  93.08903/07.7:7.7 /. /.703.3-071:38:39:203039.9:803/7 499.3.

.3 703.390793../.2 !.9./503.73.9..3%04030  /.3.907/7/../.9/./.3#307+8/03.7.39.9203.220.3.. 080.5./.31.3/.9:7.8/.0/.3.83...8  07.3803.3207:5.385072.7:.3.3203. %07. $0/.3203.3.:2.25.3.7.8090.3-0703.202.3-:.3-..  $!&$#   0825:..:.5.3./.78  03:7:9503/.93.9 ..9:2503.33.85072.3 .808:.5.3..-..9.9//./.3.350.8.  . ..7/.31.3/.2 .9.3..8.09.2499.3 .39.3-.30307:39:-079.. 50707.05. 8:-897.3.3/.3./-0708903/070-.04254. 9/.5020.3 507. 03:7:9.9/5070./5073. /03.80907-..3/:3.34.3897:9:79:-:8085072.3 /80-.:50707...     ..7-4/7.//..3.9.9.7.944.757.3.39.885072.9.-0781.3/.385072.3 /.2 .2#:89/.5.3:39:20.8 /..2.38:2-070307:39:203/::350707.9 :7.390703/.3.3907/.38:2-070307 -.:.3-.9/.9.038.57480/:7.317:948.7.2 2.703.3/-.04254/03.8/.9./...3./.3/.3..7..5./574/:8003.2.3/.3/507:.3.3//. 0309./.3/50..3-.5748085030:.78  /.3202503.8.3:978/.0:.3-093.7  /.7:9.5.385072.:0.705.9:89753.2.8.920309.944.944.3.09..9474708.9/..3/..39. /   17:948.-.2...274845.09.5..3/..9.3!07.2.3/.3 :7..39. 2499.5.9/825:.3047   $5072.:.7.7502-.3 /...17:948..5...3 !02-.10798.5.3.9/:3.85072..3../..2.3.3 .9.3.73.9.9..3/:3.3/825..385072.3.39/./..3 .3 3.  $5072.207:5.944.7:9./.3 85072.2/03...3./.92025075...203./.82.35073.7.9./03.:-039:/..33/: .9:2499.3/.3#307+8203.  ..2.39.57.9203:7.3.39.8.39.9.3#307+8 ./.803..390.3/:5 ..80203.3//.:39:202-0/.8 503.3..35078..   $085072.3/.09./.2#:89/.309.907.33/:.203.92..8    .18448 .3202...3.//...3/43479/.7.7:9..5.90307:9.04254   /..9..385072..3:2.208903/07.33202.5.3-093.9:07.3/..8907938090.885072.3 .9./.3..7.5.09.30909.2..385072.3 9:7:3.   17:948.2.2503././.79:-:.3080.3 :7.350.39093.3//.3-...9.85072..9474708 !.2/..3/.9:3.85072.3 0309.9.3 /.9.8090./.3/.2.280203 $0/.33808:.3.3/.79:-:  .5.3 02:/../03. 2499.385072.7:9.704254..078:./.274845803.3 .0:.: 07.3./-/.3/:3-.39.7. 007/. 803..308903/0717:948.  499./.9:2503.2-.9.3.91.308903/07 17:948.9943 /.:574808502-:.9405073.3503.3 ../.74.3..3 2499.3808:.

07503.9403088.   '.9:85072. 50303.:.3./.. ..39.9078980880:3/07203.3202503.9..99:  03:7:9$.5:9/.85072. 0.8:39:202574/:8-072.9./9025.9:8..8.574/:880 909.7 2.9:2./    !#!%    !&&   !03079.0790-7..5. 203./03. 20307.8.79:-::88023107:8..90758../.3.70.3/.33.2 2499.3.8./  .3-0707.3/.25./.5..3...2.39:35.350303./:...208903/07.2/:...3.-.07/.8. -039:85072. '.3-039:-.9:-: /.3-093.  .73.07.3.832025:3..37-:.18448   07/..5/03..7503./0./.7:85072.9070-/.5.393.9.9:33 90:7 50303.3-07.39.9.:4.38:: 43/885072.3/9.390894890743   .3 47./907.25:..343.3.3-07.209.9/.8.380/.7...85072.9-07::7...9/.3 03/.380.83 2.. /2.3/:5-07.8.25033.25:.8.07././/.8::     47243./:5909.-8.8. 43.9.38::   &39:503./.785072. .::80-0:257.3 5.20803907/.3897:9:7089:..35 /2.3.3/:585072.7.9489  85072...-9..1.30-.708  43.947.9    $.-. !7480885072.3$  /.07..2-.83.73.9:./.31.35./.3/../.9.209.3:.7/.3 .2743.9.203.202.350303.9:02.-.39.7/.3..09.9.9489 85072..3-08.385072.9. 8090..3 2.804.8/503.9/ 85072.880203   !03.8050795.7503.:50-.9.350303.89.3/.3202503.3-08.-9.5-07...25-.-08.73.235././.5507:-.703. 9:3.2 2.8503.843.810798.9-07..  .9.2.317:948.7-.5.3308903/07.5.3203.7743.80-.9.7. 85072.3805..3 #307 8/.9.385072.3/.703.385072..78:8: 50303./.9/.7307 .802:..94380397.98. .7.39004898.3.:7.780 800723..0790-7.3 -07./ .70574/:8:9./.73.785072.2.0790-7.10/  43.843.7.9:-07.3  03:7:9'00 /  43.3203:3.0-...3./.25.2.83.385072.7:408::  43/885072.. 907438055.3.3 %0898207:5.2..3.2.2./.3-093.47.9157247/./.385072./.308903/0717:948.35.8 80-../.58089:7:3./.7:3..32.7:9.3/..207.07.944./5./.9..7.2-.7:9..25033.7..3..3 /...3..9.2.73.3.37307./.3...809.7503..-9.80:2...390:7 20203:80-.3.43. 207.3907../5...3/.9.3-07: : 3 207:5.3-.07.3.9078780880:3/07 $97:9:7/.0790-7.9 -071:38:39:20343974.885072. 9:-: !.9. .3 3907..3/-0:.07978 .35.3 :39:2499.8 3/80-.3.9. 85072.274845/5078..02.:3390:7 1481.85072.257802:.9..09.3/.350.3203.39.:39:-0707./.   499. -0-07.9.7:2././ 03:7:9:07.3 203.39..3-0727.0483   . 43.350707...9443.

8 8079..39..907/7./03.70   /9.9:7 07.9443.:-39 -390.915.3.3/3.87-:./809.33.3/3/03.3.0207.3880. .3-07.9  03:7:9#:89/.3/.-0.9:7/.0207.:2.888023..7:2. 0.3/80-:9 85072.720..-0.9443:2 :3.3/.202.3 /945.9 -.3/..07./.8..3/. -07.320302-:30.8 85072./..83 2..5470 85072.   .3:8.3.:9/.2..03:7:9#:89/.5.8.20:8:8./4784..73.9.942$8902#0574/:8.3..7:2.:7.3203434 202./.880.39./.300...9.202.805./.7:28090:7 0:.3 .3.3-093.3/:-093.3  $0-0:28.39.70   3/:..73./.3943/.39/.2/-.3/:-093. 743.39.3/.3/.3/03. 9.39.9.  897:9:7908908907/7/.01107039.57291.7875 /478.3-.9.343.  $079..907-:.3.3/:.8.33.3.9.907.890 .7 2.80..:7.5.%0:7 %.30-0...:8/-.::20.4.203:7:9.0207. .3-071:383:9791  :..83:8/./ 03:7:9.  03:7:9..885072.3507:93.3-.908 !..907.907. 907/7..3 :74039..35005.984. -. . #.3.5 8:8:3. .3.7. 3/39:-::885072.8.9.2-.3.... --9 4348 09:7:3...3/034080 8080794.30-3.3../03.3.39.  3/:-093. .390:7202-03.785072.3.3/./...574547805..8.3.3 90709.7.7 9089089070-/.3 2.32./..080  :74039. 7:8:5.30.3 8:8:3.3 90709.9:7 :2:7  9.9..3 07.:3 .90780-:9 /.3.5840800723.3 -..79:-::8907/.3 85072.3-093.3   4.3.9.9:.3.:-.3./01107039.7802:.3:74039.89:-:.3507:9/-0..3    3. $0 80503.20.80-.39.80:2. 8023.3883.03/473  03:7:9'0 /  90898.5.38:/./.:2:23.3203.73.3.30-.3/945.89080231078 /../..3-07-039:439:/3.5.3 40208039708 43.:3 .30.07.980 803907899.7073/.8.3 .3:8  /03.. 9..394385072. 9. -07507:9958 .980503.3/./-.8320302-..805..0790-7.780../-.3/.8  /.3#:89/.7.  5.-07.90.//.03/:9  :-.038.2743.:.3.343.3.0.38:/.73/:.0/.8903907/.-07:2:7  9.     73/:093. /  .8.38.3802.3/.32025:3.805079.25.8.3-072.33/:./..39.3507:9202-039:8:/:99:25:  03:7:9&83./.9:-: .:9.. 05//28 .2 :20380397.3.3 -07-39 -39-0788090:7.307./. 9.7 .07. .:4.5.  /..-.984.39..29:-:907/.:8.9:-: %0898.3/3./. :2:7  9..2.73.7 .3.73.32.3-093.5.23./.3 9:-::8 85072. /  9./.23/9.0790-7.2#:89/.  43.3/80-:94.74.:3 $0/.5.3875/.23202-03...74 /     3.3/:.439:/3.3.3202.39.388907.30-:8....3/7.-07:9 .907/.39.300-093.    7 .3/.9.93..3-.3 03:7:9#.. 03:7:9#..9.2:3.8.9.73.9.907..805.73.9.3/.5 507:9/0.203:7:9&83.7 743.8.38.3-071:3880-.3/.3.0/:./.080 907/./..39.9.3 ..3/3 -093.39...//..380.93.8.0.2..370./207:5.942$8902#0574/:8093..8.3  507:9202-:..5202./:./-0.33.5.343./   73/:.5.

:/3/34.  ' $.73.3    %3.34. 207.21103/0  .8.91 ::7.3%.73.3-0:2 /0.785072./.3 43.5..30..890 -072..-0-.3.944./-093..3.7.3/:9907.8...39.3-07::7..0207.3.3.3 .32034345./2038 743.8907/. 5.3.   /.320. .7:2907-:3:84080.2:..5.7.9.9:-:/.39..-:.73.3 .3.9.3-07:-:3.9503./. 89085072.55 80/.   .3 908908 ./...39:32084.80-. 207./03.7.35./48 ..944./...8907.0:.3.207....7:2  ' .. %3. $5072.3.8...9 9.390:7/.90.:5:9 -039:3..9./. 4..9 %0:79/../5.8./:.3/03..32:/.5:9  5.::33 /.8.385072..902. :-.2:2.5:9-078.7  ' 9185072.20..3-07.393.3/. 02-0/.   %203:7:90.3.-: .507:93.:.4..:4.54.9//.71403/80-:94.43.2 2.3 -079.3503..30.72:825.3   !072:.3../.: :-.293.2.3 802.902..9: .9.3207:5.3..7:2907/7/./..73.8.343.385072.     %03:7:9..9/.!..902.385.39/.944./:.5:9 ..992-:/.8 !.3-...584085072.39..3-07.80-./-093./.8944203:7:9.3.3.9:./.3.74.7:2 !./0:.85072././.3..8-07885072.302:/.50/:.9:8090.3.-07.  ...0.7/-0/.3039.390.9 43.9/03.8.3-039:3.9.30807  /..2-.-0:2-0702-.3.7743.7.507903.3/.30:.39./.-:30.9403088 89085072.7:2 :203 /.3 !03./.32.920.39.2.8.3..944.5././03./.25././0.7 /.7:2/.2:332..  9:3.30:...3-39.3 -07.3.9  ' %0890870708 #43..3808203:7:9%08907/.3.2:20380397./.35005.8.79:-:3.88./5.3..3./.3202-:3:8-.82:.39.80231074:8  ' %089082./.-:3.9/.  .907.985072.:8./. 907/.3-093.3./3./.3..-. !748085005...-07:9  %0890870708 .20.39434843.32:82/33 3/343.4.390:7 9/.7:27/. 5:9 .3//.805079-03.8:/.3.3%. 3/3503:/03.2.9   ./.9443.2..73.3 85072.5:94..-:.3/05.9443.7:2/-:3:8408:.390890820307:9.3.25.2-.73.30/.7.24.9.73./8.7.2572..4403088 #43./.88.355/03.73.-07.2:2034.73.30807 %3.3:.3/03.9.2140 ./. $...9.9403088 $02:. 0383/80-:9.99:3./3/34-:0503:/033.3.94.4.-07.397....:./ /.39.7:2-07-039:9:-::8.33.3.43.25.25.:85.3/.3039./.-.3-07.43.343.3 .9443. 80:3/07-079../.25.38:.9:-: 43.3208490:2 !.../.73.9.3 503.73./2038 743.9..2743.720. /. :203503:/03.3..  $5072.-:.3   %03:7:9%08907/.3 .8.9:-: .703.574547885072.9443.3:-.202./.5.39.-.3.380:3/07 $5072.7:2 -07:-:3...7:2..902.3.343./2038 743.5.8743.3.9   !0702-...3/3/3:./.3./.88.21103/0   ..7:2.3-0-07.:33 039:90:7905.370038:31880.8023107:82..4949.2.9403088.73..2578.8090:72.32.3    %3.3:.4.894. -:./.385072./.-093.8.3 ..3.3/03.58.93.343.0207.-07:9  %/.9.340.390.3802.43.-:.9:-: 43.343..3-093.

25.73..9402.348/:08:207203:7:90./.  .3.3..8.343....5.390:70..73..5./.21103/0   .%3.80-.85.2.5:.339./.7 2038.8.902.7:2-07.907: 202.  .7.7-07. %/..9..3743. 507:9 %0:79/.9.3..-07:3390:7  97.805079.-07:9  %/.8   %/./48  /.3499:73:07/.9/./.3/03. 0.38.207.2.30.

739   .507:943.7: /809..25.9./.207.8.2572.7:2-07.390:7502-039:.73./. 0./9/.9402..3  . 82097 90:79/..:33 -07-:97 -:97 202.3:3390:7-.  743.2-:8.3.9/.  .5.

7..83.9/.73..73.25.3.  ..507:9 0..2572..780 805.3.3 502-::/..202.3 90:7/.9 /-.3 -0:2-0-./.790  ' .:330207.  .8.2:3390:7  ' .7.3/.339 -.9/. . 207.3/03.:33 502-::/...8 5.7:2-07.. -.3/.380/.25.9./.2::7.-0307.390:70.7507:98.-.9907:72:/..5:98:8:8.8.9.25.9 0.907. 8.73.7:2-07.3/.3.73.8/..3.907.880:7:3..2743.907.38.3..  .33.907.0.

5.8.507:93.4.507:9 90:70.8008.39.8.943..8.3.9 !74/:808:.797.5.5.73.9.55074/808:.29488202-039:85072.-..207:5.9443.8. 90:7/.7-.32.7-0-07....2./805079 ..9.3 %0:7 90:7/../0:.5 %/.32.35005.-09: .2.980/.05. 43.9/.805079:05:/3 203880:7: 743.5.3-071.3./ -039:3.9 !74/:808:.3 #0574/:8 !74/:8808:.03//.0207.343.3.3 -07.5897..9/54/ 3/..7:2 0.  ' $.. 3/.390:7-0:2/.3 43.8907.3.507:9 90:7907.9..0:.207..-0702-.3!0702-.207.5.9/.339..9 0.3 -07./.743.8..-07::7./.3402.9443../.82:2909.05.3 -07..7.8. 207.3. 207./05./9:7:3/03... 5079./.3-07..9202-0.5897.8.79.343.8.3 -0-.7.80-03.-.2-. $5072.3507.270574/:8 43.88.902.8.32.8.9..5...3  $0 8085072.73..3-08.87.3. 43/88. ::7.3 !74/:8808:.9/. %.35005.8/.3-07.8 .    !74808!02-039:./.74.9-07:-.9/-0/.-.3 43.9/.0  ' . 4...43.8.. !02../:2:/..3:-.2:/.30207.:/.5.7.0.9.-0:2-07..3 908908-07:-.//03./90. ./0..7/. %.3/.3402.7 97.73.3 :3390:7-078002-:323. 8:: /  907/7/.3    %203:7:948 %3.3-0781.943.73.385.25.90:788.37.38.-07::7.8.8.507:9/90..9.90./203.7:220207.3203:7:948 .8502. 90780-:9-0:20:.3./780.3908908-07885072.3  .7-.7:220307:980-.507:9.5..385.3/./8.59/-0/...-078-0-07.90.3 /03.39/.9443.7-.3 :-.3. !74/:8808:.390:72.8.8.2.907.3/80-:985072.390:7.5.././.9.7.8:/.3  /.-0:22:.39:30. 502.2 908984080 80:8:8.7.9/-0/.3-08.0:2 $5072.

3.3980  489-0702-.5% 43./..3.5.38:3907.3.30-07.2.: 502.3 02:/.:.9:3390:7./  090780/. !494!074/0 !748084.9403088203.3.3/58.9:...7.3/03408.9!02././8085072.2#:89/.202.3..39.38090:7 20.380:3/07 04034:8.1.2-.38090:7408:./.:.7.3703/./.-.... 7:80  /.2#:89/.9:9.8.73/.2 3/4034:8./.82..3203033./.310799.3/../... 3. :3390:73907/7/..3907.203.3/80-:943..     !74808!02-039:.-078.9/3/.5.3...1.7:907./.7:907..805.5..8/.9839088:3390:7.39./.3203.3.3203./.203.3::7.9.08038..5 ./03.:..32:.3/.3.947.3:3.55079:2-:.:.  225...33.3.3907.3!0702-.3025.547...3.585072.8.890 .9.89/. $.5.3 502.///..3202503.0.94724343.-079..3 -0702-.99:-::8 9:-::8 /2. :90./.7:!02-039:.9202503...-/.3907..257480890780-:9 02:/.3820503.3 0. -0-07.  85072.  5079:2-:.-.520.3/4.5.3 80.3.50:.9489 0488/.9/03.3./:/..34.32:.980.380..90403088 /9./03.:.90403088 9.3//.35.3203.8..3/03.7:80..8:.2574808503. ..5..8.3 -079.3:48.357480870574/:8.7: 502.9/ $5072.94739073.3.9443:2.33/:.2#:89/./..3..502.7.3/07.3-./.257480885072.54/.5.340 2080390708 /.3.34. 548547 ! 803 3 /.:2:..35071078945.35033.89080231074:8./3.3 203039:.3:39:502.8 !.3-.3.1.  /.09..-0702-.//:.25:3840/   -.3../...7:2907.33.58.3/. 307.35.50:.38208.3.9.8903.:7.58.7.82.3   .2:8/.7.05.3 43.3-07/107038.357207 570.34489/.3-07:-.290890890780-:9 907/.7 5414814574903   .:.2-.302503.3 50393-.1:388890270574/:8.3 425488574903207:5.3  03:7:9$9.:8 .9.  03:7:9$9.39004890203:3:.-079.58 807..9.3/.350393-.9.343.9.907.8/503.944../.37085434.90403088 /.//.4.9./497453 43.343..32. -07503.50388:-897./.31.3/-.947089073.0794 .-0:2/902:.   03:7:9./... :-:3.3502.:9  $:: $::-07503.2.3907../49745347243  .3-0702-..3808:.3..8090:7.5.9 4034:8.75074/0  3907.3907.7809../.90403088 .9 9079039: .94708038.5-07-.:70574/:8/..9:502.3-07507./85072.7.343../39073././093.39:-::8-078.382007.80 .  443.307.7.3:-:3./85072.3/-:9:..3..743.0  /.5.5.39004890 $:::../.32.35494 5074/0 !4945074/0//:.3.3/945.202..7:93.8:-897.7/.749074/43349./..9.9:502.3 /034080 80.343..32:/..503/4743/.7.7:2 /..3.380.3503./.7:400-:9:.8./.8.85.8203.883908.3:93.947$48.9489203.5.3  $:-897.3./:..3.343.805./85072.20.8574903:3390:7/....-0-07.. 4.   -0-07.320:.3.3.3/03.55079:2-:.9:/03.38945...3.24.7  /.-07503.9..3.9.3203.3.850808.3/.805079.209073./49745357.0-07..30:7././. 2-.8090:7/././.3.24489 3/4034:8 .502-039:.70  /.3:48.8.9/-./ !..9:7.9:./..9:507.90403088 / 9.3. $07.7.   %08908.389073.0..

.31.:0:33.9./03.30.3.3.002-:3 703.343.5../80/984-0909./:.3-:.0709.07./.:-.9.5'5002-.8.80..82.8.8 .91..908908 43.3.3 57480870574/:8.8 .3-07.7-07.2113/0  5.7:./..3 39738 /./ .203035..3 90:70.3:9:-. .7 /.9474708.3.5:9.3-093.3/.009..9.79-07.3808:.9:8.943..3  .8 573:8.309..3-.9..3503.2-07.7:2 -07..309.3808:. 7.3203:3:...9.590:79/.7.9.990:7  .5079..2.8.9.3 /.3. 207./:/.343./.393..3.3//.2/.9/-0/.9.5.253002-:3.2.3 ./.380-08.3/.7274845 09/.3/.82..3-093. 09.2-.2203.1.:2 /-..2   .3.2.3.94739738..3.3/.4743 -.3.9 274845.754 5.8/...9.2.9..99:-: /.3.9:4./ ././5..5.902.39/.73. 93.3:9:-..9.3 038 .7:50789. 2.8.5:9.943.550702-.-.    .5..25..7038.47....7.5..3.-07.9.-.8./ .3 02../3907/.5:9..93.7. 907.  07./.. 207.0 .902.8 07/.202078./.203.503.3 09.9093.3/./..9...9.3.503/..39.99:-:3.7-07.39../.:2:23. .3.90709.//-/.9.39..808:.3 %07.3907.393.3507.309...274845/... 0.203039:.3 .302.3.73.9//.584080.9#.943..3 %08908-07.-:.57.3503/.3/-.3203.5:9327302508.3 9.7:2 20387.31.3.3-.9503. 57.5.9.9:/.3-.3 18443/...757.35.7..7.39:35.3..32.3803.7:2-07-039: 202.3/3.9. 7.8.5:9 5.99:-:3.9.-07.80.2.8.9 90:7  .8/...3 507.3.37.885.85033./:.23.:/8.343.7.3/:7.7./.343.3.3-..3.9.5.757.9.3507:-.3 0:.3/3.3 -039:-:.31. .3.2. /3.3.5.. .5079.73..743 2025:3..903 $0.32.9.5:9..29:-:.9474708 !.3202503./.3 09.39.0./7.80-08./203:7:90890..9. 85072.3/.9/04254.390780-:9 /..907/..9.5.3/../...3 /.7.5../3.2.25:7/.3 54945074/ 8:: 0.:2  /.9/-0/.5:90207.3503.2.5:9 .90:732.35.../.2.2..902...2.8/.7.3-.3/.743..32.3  .2-007.380.3203.28:.  03:7:91103/0  90:7.32025:3.3 /.9:250.507-0/.9: 7.:/8.82.9.7 809.8/.20847..3.574808503.8743.35.3:39:2.8. /3.3907.03:7:9.343./.03.30.8:3.3/.-./.3-039:3.3 %0:70.3808:.343.39/.39.380..2-:7. 574/:808:/.890:7.7 089738 .9:..2.5.33     3.25.3.3.3..:-07.7/.31.73.9503.39.0909.43./7.3070/9.9::-.82.9..3/./.380..3-.9.3/..3:7.9. 4.9.3.9..32.3-0:2/-:.91103/0  .2.947.380.39.7.:5:3-093..945.2..9.9:7 09./-.89..3-093.58:.8:3.7:220387.83.3909/..3/.3/.73.73././.9:-:/03.8:8:8  .38.7450.39./.80-:..97:.3/.3-093.3.7    43.3 /808:.507:9905.7.9.7././.32.:2./3..4743.253002-:3.3-..39..7:8 5./-.2.03 .-..:.3 -07-039:202..30/:.947 3:3.3 203.39.  09.39.390780-:98:/.3/.2./08.9:250.74 /  .300207.5.380.

2.7./.920309../:../...8.::39:202507./.343. .3743.3/..9203.7:/.350702-.9.3 .5.73/:-093.39.3/.9202503.-.3 090780/. ..9/-0/.3 9./.3-07.3 -.9/./ .3.3 -:.343.8.3/.2502-0.3....3-093.507:9-.39.203:7:90890../. 7.507:9 /-.7502-./.90709.3 :-.3.3.7:502-039:..5.5079.3   07/..390:7 202-03./.350702-.3089073.3/.43.5.7:502-039:.3./..7.902.2.3 $0-.5'./.23202-03./ .343.347243 :2:7 0309 .90403088 04034:8.9.3038 ..5..9443./4784.3.9502.257 2. /743.7:8 5.3.0207..20302-. 85072. 5072:.370574/:85.3.9185072.30.03.947089073.9489 85072.2.33./.3.300207./-07./.32.8    $..73. 9079:./   $!&$#   0825:..3202503...385072.38.8..993.3.5:9/.9403088 9089082.907./.3-07.3/...8.507./.3 0.:43/83:3..343.73..7 !48930-./.07.39:/./.73/:.  43.3!48.507:93.39../.3   %203:7:9%08907/.7.90403088   .3.9.3-093.32.7.74.5..33.3-.343.9.9.7 !48.9:50702-.8.3-./ 09.507.7 942  ..3  20387. ./.309:7:3.   !74808502-039:./..3.93/   42039.002-:3703. /03.7..8..09070-/.8/.3404:$:57..5.3.9.3.343..7:!4893.43.3  548.  .9 02.:93.902.9:85072.8503..9./.9:-:   7 ..33.39.3.9:9:538.3-../.90890870708 50702-.3-093. .3/.3.8.05.8./-093./.3/03.3 09.79/./.3   .9..3-.35418.05.37:.342039.390890870708   !74808502-039:.39.343.9:-:.9/825:.39.73..9.90403088  03/4034:8.3.703.5'.8503.3   %203:7:9..32.3.3 02507.7:2-07.07.5.3 07.3.   7 .347..343..9489  85072..743./7.393.3.3 43.::.9:570.390:7/. -07507:9958  .9.354945074/0 8::  8:-897.9..7...902.73..9:/0./.47.90.9443.9./:7:90:.343..307.9403088 ./.9.39.3.343.7.3%.-.94739073.920309./743.3 /03.390709..920309.3. . 2.2-./.3202503.0790-7.07.. .2.5.33.7.32.39.807.05.9/ 8085072.9..3/.7.343.3 85072./:7:92030:.:39:202507.73.3808:.342039. 5.//.3.3.5.5:9/.3-./7.9.9/..9185072.8..3/03././207:5.3507.:5037:5002-07.8.3.729 80/.3.

3/:5/.5: 7854 O O O O 94-07   57   :3   0   !03:9   .3/02#& .9..907.390..:.3503:!#& ..32070..93 !.3/03.9574103.:/.-07:.$0.7. .3 $:2...3 3/4308.7:8-079..:90:  4:$:57.3 202-.02-..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful