P. 1
Pengertian Perencanaan

Pengertian Perencanaan

|Views: 335|Likes:
Published by hadiriyanto

More info:

Published by: hadiriyanto on Nov 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

Pengertian Perencanaan (planning) Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta

cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagaimana disampaikan oleh Louise E. Boone dan David L. Kurtz (1984) bahwa:planning may be defined as the proses by which manager set objective, asses the future, and develop course of action designed to accomplish these objective.Sedangkan T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.” 1. Batasan Perencanaan Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance what is to be done. Sedangkan menurut A.Allen planning is the determination of a course of action to achieve a desired result. Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( When ) mengapa ( why ) dan bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan. 2. Unsur Perencanaan 1. Tindakan apa yang harus dikerjakan 2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan 3. Dimana tindakan tersebut dilakukan 4. Kapan tindakan tersebut dilakukan 5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut

besarbya biaya yang dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dan lain sebagainya. 4. suatu rencana tidak dapat difrmulir tanpa ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya. . Siapa Saja Yang Membuat Rencana 1. Proses Pembuatan Rencana 1. Menetapkan tugas dan tujuan Antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan.6. merupakan tugas rutin dalam suatu organisasi atau perusahaan. dengan harapan rencana yang dibuat akan lebih baik. Kemungkinan-kemungkinan yang ada mempunyai kelemahan-kelemahan. Observasi dan analisa Menentukan factor-faktor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan (Observasi) bila sudah diketahui dan terkumpul. misalnya lamanya penyelesian. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan Faktor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan dalam pencapaian tujuan. Panitia Perencanaan Panitia ini terdiri dari beberapa unsure yang mewakili beberapa pihak. Membuat sintesa Sintesa yaitu alternatif yang akan dipilih dari kemungkinankemungkinan yang ada dengan cara mengawinkan sitesa dari kemungkinan-kemungkinan tersebut. maka dilakukan analisa terhadapnya untuk ditentukan mana yang digunakan. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut. Tugas diartikan sebagai apa yang harus dilakukan. 3. Bagian Perencanaan Seringkali tugas perencanaan. Jadi disini tidak ada unsur perwakilan yang mewakili suatu bagian dalam organisasi. 2. yang masing-masing membawakan misinya untuk menghasilkan suatu rencana. Dimana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut atas dasar tertentu. Ini merupakan satu unit dalam suatu organisasi yang bertugas khusus membuat rencana. 4. 3. 2. sedang tujuan yaitu suatu atau nilai yang akan diperoleh.

– Opportunity yaitu kesempatan terbuka yang dimiliki oleh organisasi – Treath yaitu tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi 2. Recana Global (Global Plan) Analisa penyusunan recana global terdiri atas: – Strenght yaitu kekuatan yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan – Weaknesses. 3. Mana yang akan dicapai terlebih dahulu. tugasnya menganalisa fakta-fakta untuk kemudian merencanakan sesuatu guna. – Rencana sekali pakai ( single use plan ) yaitu kegiatan yang tidak digunakan lagi setelah tercapainya tujuan dan ini sifatnya lebih terperinci hanya sekali pakai. Tiga alas an penggunaan perencanaan strategic ini yaitu : 1. Dimana dengan menyusun kerangka kerja yang akan dilakukan untuk mencapai rencana global. tidak disamakan dengan pimpinan yaitu kelompok yang langsung menangani pekerjaan – Staf (pemikir) yaitu kelompok yang tidak secara langsung menghasilkan barang atau produk perusahaan. Rencana Stategik (Strategic Plan) Bagian dari rencana global yang lebih terperinci. 5.3. Memberikan kerangka dasar bagi perencanaan lainnya yang akan dilakukan 2. Titik permulaan pemahaman dan penilaian kegiatan manajer dan organisasi. Dalam pencapaiannya dilakukan dengan system prioritas. 3. dimensi waktunya adalang jangka panjang. Merupakan proses prencanaan jangka panjang yang tersusun dan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Tenaga Staf Pada sebuah organisasi atau perusahaan ada dua kelompok fungsional yaitu : – Pelaksana. – Rencana Tetap ( Standing Plan ) yaitu berupa pendekatan-pendekatan standar untuk penanganan-penanganan situasi yang dapat diperkirakan terlebih dahulu dan akan terjadi berulang-ulang. Organisasi Dan Manajemen Pemerintahan Ditinjau Dari Aspek Pengawasan . Bentuk-bentuk Perencanaan 1. Rencana Operasional ( Operational Plan ) Rencana ini meliputi perencanaan terhadap kegiatan-kegiatan operasional dan bersifat jangka pendek. Mempermudah pemahaman bentukbentuk perencanaan lainnya. memperhatikan kelemahan yang dimiliki organisasi yang bersangkutan. misalnya rencana pembelian dan pemasangan mesin komputer dalam suatu perusahaan.

organisasi maka tugas dan tanggung jawab pimpinan tersebut diserahkan kepada pembantunya yang mengikuti alur distribution of power sebagaimana yang diajarkan dalam teori-teori organisasi modern. Namun karena katerbatasan kemampuan seseorang. melainkan terhadap kesalahan. Demikian halnya dalam organisasi pemerintah. Hal itu sebetulnya sudah disadari oleh semua pihak baik yang mengawasi maupun pihak yang diawasi termasuk masyarakat awam. Maksud pengawasan itu dalam rumusan yang sederhana adalah untuk memahami dan menemukan apa yang salah demi perbaikan di masa mendatang. sehingga membuat efek jera bagi pelaku dan orang lain berpikir seribu kali untuk melakukan hal yang sama.Organisasi Dan Manajemen Pemerintahan Ditinjau Dari Aspek Pengawasan Pengawasan pada hakekatnya merupakan fungsi yang melekat pada seorang leader atau top manajemen dalam setiap organisasi. Sedangkan tujuan pengawasan itu adalah untuk meningkatkan pendayagunaan aparatur negara dalam melaksanakan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan menuju terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean government) Seiring dengan semakin kuatnya tuntutan dorongan arus reformasi ditambah lagi dengan semakin kritisnya masyarakat dewasa ini. maka rumusan pengawasan yang sederhana itu tidaklah cukup dan masyarakat mengharapkan lebih dari sekedar memperbaiki atau mengoreksi kesalahan untuk perbaikan dimasa datang. Kolusi dan Nepotisme (KKN) menjadi berkurang dan . mengikuti prinsip-prinsip. dan bila memenuhi unsur tindak pidana harus diproses oleh aparat penegak hukum. sehingga praktek Korupsi. seperti di lingkup pemerintah provinsi merupakan tugas dan tanggung jawab gubernur sedangkan di pemerintah kabupaten dan kota merupakan tugas dan tanggung jawab bupati dan walikota. Kesalahan harus ditebus dengan sanksi/hukuman. kekeliruan apalagi penyelewengan yang telah terjadi tidak hanya sekedar dikoreksi dan diperbaiki akan tetapi harus diminta pertanggungjawaban kepada yang bersalah. sejalan dengan fungs-fungsi dasar manajemen lainnya yaitu perencanaan dan pelaksanaan. fungsi pengawasan merupakan tugas dan tanggung jawab seorang kepala pemerintahan.

Secara naluri kegerahan masyarakat itu sebetulnya dapat dipahami. moralitas dan kapabilitas serta kompetensi yang tinggi . Masyarakat sudah gerah melihat prilaku birokrasi korup. tidak inovatif. Sampai-sampai masyarakat berfikir untuk membubarkan institusi pengawas daerah tersebut karena dinilai tidak ada gunanya. Hal seperti itulah yang menjadi cita-cita dan semangat bangsa Indonesia yang tercermin dalam Undang-undang Nomor 28 tahun 1998 tentang Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi. Karena sebetulnya institusi pengawas seperti Inspektorat Daerah. Kolusi dan Nepotisme (KKN). bahkan ikut menyengsarakan rakyat dengan menggunakan uang rakyat dalam jumlah yang relatif tidak sedikit. namun kondisinya sedang berproses dan hasilnya belum signifikan dan terwujud seperti yang diinginkan oleh masyarakat tersebut. Bahkan masyarakat memberi label perbuatan korupsi itu sebagai kejahatan yang “luar biasa“. Sehingga masyarakat bertanya dimana dan kemana lembaga itu. sementara korupsi merajalela. yang semakin hari bukannya kian berkurang tetapi semakin unjuk gigi dengan perbuatannya itu. dan biadab. membuatan pedoman dan sebagainya. insan-insan pengawas di daerah telah bertindak sejalan dengan apa yang dipikirkan masyarakat itu sendiri. Langkah pro aktif menuju pengawasan yang efektif dan efisien dalam memenuhi tuntutan itu telah dilakukan seperti melakukan reorganisasi. Seorang pimpinan organisasi akan memberikan pewarnaan terhadap organisasi tersebut. Guna mewujudkan keinginan tersebut diperlukan langkah-langkah pragmatis yang lebih realistis dan sistematis dalam penempatan sumberdaya manusia pada lembaga pengawas daerah. perbaikan sistem. tidak berbuat. Salah satu tuntutan masyarakat untuk menciptakan good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah kiprah institusi pengawas daerah. dan ia akan berfungsi sebagai katalisator dalam organisasinya. sehingga untuk itu ia harus punya integritas. namun berbicara tentang pengawasan sebenarnya bukanlah tanggung jawab institusi pengawas semata melainkan tanggung jawab semua aparatur pemerintah dan masyarakat pada semua elemen. mulai dari pimpinannya sampai kepada staf/pejabat yang membantu dan memberikan dukungan untuk kesuksesan seorang pimpinan lembaga pengawas tersebut. adem dan sebagainya. Tetapi jauh dari anggapan itu. bukannya berdiam diri.akhirnya hilang. karena diyakini hal itu akan menyengsarakan generasi dibelakang hari.

Adapun tugas pokoknya adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan. Tugas Pokok Dan Fungsi Inspektorat Daerah Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Sesuai dengan Perda tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat. 3. meliputi : 1. SDM pengawasan harus memiliki kemampuan lebih baik secara teknis maupun operasional. Standar kompetensi bagi SDM pengawasan mestinya ditentukan.dalam melaksanakan tugasnya. namun ada satu hal yang perlu dilihat sebagai sesuatu yang khas. menyangkut dengan penempatan sumberdaya manusia (SDM) atau pegawai yang ditugaskan untuk melakukan tugas-tugas pengawasan. Masalah Sumber Daya Manusia Meskipun Inspektorat Daerah merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menunjang tugas kepala daerah di bidang pengawasan. sehingga ilmu dan keterampilan yang dimilikinya selalu seiring dengan perkembangan waktu. 2. Kedudukan. pengusutan. Sedangkan Inspektorat kabupaten/kota mempunyai kedudukan. guna menghasilkan SDM yang berkualitas. sampai kepada pembinaan dan penempatannya. Sehingga dengan demikian. Hal itu perlu dirumuskan semenjak dari sistem perekrutan. tugas pengawasan yang dilaksanakan merupakan bagian dari solusi. . dan bukan bagian dari masalah. Perencanaan program pengawasan Perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi menyatakan bahwa Inspektorat Provinsi merupakan unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah. yang diatur dan ditetapkan dengan Perda masing-masing kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. tugas pokok dan fungsi yang hampir sama tapi dalam konteks kabupaten/kota masing-masing. dan Pemeriksaan. yang selama ini masih parsial. Sedangkan fungsi Inspektorat Provinsi. yang dipimpin oleh seorang Inspektur yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada gubernur dan secara teknis administratif mendapat pembinaan dari sekretaris daerah. pengujian dan penilaian tugas pengawasan. Program pendidikan dan pelatihan di bidang pengawasan dan bidang-bidang teknis lainnya harus disusun secara terpadu dan berkesinambungan. pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan provinsi.

pencegahan korupsi tidak efektif. Untuk itu pengawas internal pemerintah harus efektif dalam mencegah tindak pidana korupsi. Sedangkan dari segi pencapaian visi. unsur manusia sangat penting karena manusialah yang melakukan pengawasan dan yang diawasi. Inspektorat Daerah yang bekerja dalam organisasi pemerintah daerah tugas pokoknya dalam arti yang lain adalah menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak (Kepala Daerah) telah dipatuhi dan berjalan sesuai dengan rencana. Menurut Prof. 28 Maret 2008) Sebagai pengawas internal. Oleh karena itu unsur manusia harus mendapat prioritas utama yang harus diperhatikan. misi dan program-program pemerintah. Oleh sebab itu. mengemukakan bahwa dalam sistem manajemen pengawasan. Potensi kebaikan harus dibina dan dipupuk sehingga memiliki pribadi yang beretika dan bermoral yang tinggi. Sofyan Syafri Harahap dalam bukunya SISTEM PENGAWASAN MANAJEMEN. Dari segi fungsi-fungsi dasar manajemen. mestinya sama seperti SDM lainnya perlu dikembangkan sistem yang menciptakan ketersediaan tenaga yang handal dan kredibel. ia mempunyai kedudukan yang setara dengan fungsi perencanaan atau fungsi pelaksanaan. orang-orang yang akan ditempatkan pada lembaga-lembaga pengawasan perlu dipersiapkan secara matang melalui pola pembinaan terpadu dan berkesinambungan. karena simpul dalam manajemen pemerintah itu adalah aparat pengawasan (Media Indonesia. Inspektorat daerah menjadi pilar yang bertugas sebagai pengawas sekaligus pengawal dalam pelaksanaan program yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.Demikian pula dengan pola perekrutan seorang pimpinan Inspektorat Daerah. Antasari Azhar : jika lembaga pengawas internal lemah. menentukan baik atau tidaknya . Manusia yang pada hakekatnya mempunyai potensi untuk melakukan kebaikan dan sebaliknya pada saat yang sama ada potensi melakukan kejahatan. Peran Inspektorat Daerah Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Inspektorat Daerah sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah Daerah memiliki peran dan posisi yang sangat strategis baik ditinjau dari aspek fungsi-fungsi manajemen maupun dari segi pencapaian visi dan misi serta program-program pemerintah.

Dalam pelaksanaan tugas seperti halnya pengawas eksternal dapat menggunakan prosedur pemeriksaan bahkan harus memiliki prosedur yang jelas. Kegiatan pemeriksaan bersifat pre-audit atau build-in sepanjang proses kegiatan berlangsung. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur dan kegiatan pemerintah daerah. 3. Ia dibutuhkan orang Kepala Daerah untuk membantunya dalam segala hal yang berkaitan dengan kelancaran jalannya pemerintahan daerah.Informal Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. . Fungsi pemeriksaan yang dilakukan lebih banyak bersifat pembinaan dan dalam praktiknya memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Daerah. Amatlah naif jika dikatakan ia tidak perlu atau harus dibubarkan pengorganisasian dalam manajemen pemerintahan Organisasi adalah berkumpulnya sekelompok orang yang mempunyai kegiatan dan arah tujuan sama demi tercapainya tujuan organisasi tersebut. pembinaan aparatur daerah. Pengguna laporan pengawas internal adalah top manajemen (Kepala Daerah) dalam organisasi Pemerintah Daerah yang bersangkutan. kesuksesan pembangunan. Dari penjelasan itu dapat dikatakan bahwa Inspektorat Daerah sebagai pengawas internal memiliki karakteristik yang spesifik. 4. Organisasi ada dua yaitu : . Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari Manajemen adalah metode pengaturan atau pengelolaan dengan baik sumber daya. ia tidak berwenang untuk menghakimi apalagi menindak.pemeliharaan terhadap kekayaan daerah.Formal . 2. Alat dalam organisasi Pemerintah Daerah yang menjalankan fungsi quality assurance. sebagai katalisator dan dinamisator dalam menyukseskan pembangunan daerah. 5. dan sebagainya. dan ia memiliki ciri antara lain adalah : 1. cuma ada perbedaan dari segi hukumnya saja. Berdasarkan argumen di atas sangatlah jelas dan nyata bahwa Inspektorat Daerah sebagai pengawas internal memiliki peran yang sangat strategis. serta yang tidak kalah pentingnya adalah menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai Unit/Satuan Kerja sebagai bagian yang integral dalam organisasi Pemerintah Daerah. Jadi dalam hal ini baik organisasi formal maupun informal pengertiannya sama saja.

Fungsi Dan Tujuan Organisasi Pemerintahan Tujuan organisasi pemerintahan mempunyai beberapa fungsi yang menurut waktu dan keadaan : 1. Sumber Legitimasi . Ketergantungan dan keterbukaan organisasi pemerintah dengan lingkungannya. Tujuan dan fungsi sebagai pedoman bagi kegiatan pengarahan dan penyaluran usaha dari para anggota – anggota organisasi 2. 3. dan Yudikatif ) Jika masyarakat tidak puas kepada pemerintah ( Organisasi ) dalam artian masyarakat tidak member legitimasi . Manajemen sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi untuk : ¬ Untuk mencapai tujuan sasaran organisasi ¬ Untuk mecapai titik keseimbangan dengan tujuan dan sasaran serta kepentingan organisasi ¬ Terciptanya efesiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Memandang suatu organisasi sebagai suatu system terbuka b. Bila tujuan dinyatakan secara jelas dan difahami hal ini akan memberikan standar langsung bagi penilaiaan standar pelaksanaan organisasi pemerintahan. Legislatif. maka muncul etidak percayaan akhirnya munculketerancaman organisasi. Melalui pengamatan hasil – hasil waktu yang akandatang . Pedoman bagikegiatan . Agar tujuan dan sasaran mudah dicapai. 4. Fungsi Perencanaan 2. Fungsi Personalia . Dasar nasional pengorganisasian . Pendekatan Neo Klasik • Organisasi pemerintahan adalah suatu system sosial • Interaksi menyebarkan munculnya kelompok 1) Pendekatan Moderen a. Standar pelaksanaan . Fungsi Pengorganisasian 3. Sumber Motifasi . c. Pendekatan klasik yaitu setiap pekerjaan dalam organisasi pemerintahan selalu dianalisis secara ilmiah. Sehingga member legitimasi terhadap organisasi pemerintahan ( Baik Eksekutif. Demikian pula sitem tersebut terbuka untuk lingkunganya dan merupakan bagian dari lingkunganya. Dinyatakan secara sederhana tujuan organisasi pemerintahan sebagai dasar perancangan pemerintahan itu sendiri berinteraksi dengan struktur organisasi dalam kegiatan – kegiatan ang dilakuakan. memuaskan masyarakata. dan terjadi secara eksternala. 5. Tujuan organisasi merupakan sumber legitimasi bagi suatuorganisasi pemerintahan dalam melakukan pembenaran kegiatan pengakuan atas kegiatan ini dapat meningkatkan organisasi pemerintahan untuk mendapatkan berbagai sumberdaya dan dukungan disekitatnya.Pendekatan organisasi pemerintahan a. Tujuan Organisasi Pemerintahan Adapun tujuan organisasi pemerintahan adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan organisasi dapat berfungsi sebagai sumber motifasi dan indentifikasi bagi para anggotanya untukmeningkatkan dorongan kerja dan prestasi kerja bagi anggota organisasi. Beberapa Fungsi dalam Organisasi Pemerintahan 1.

Siagian Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.4. H. Pengertian Perencanaan Perencanaan perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. sala satunya ilmu sosial adalah ketidak pastian. policies. prosedur. Fungsi Pengawasan Organisasi dan manajemen termaksut dalam rumpun ilmu sosial Ilmu sosiala adalah ilmu tidak pasti. Allen Planning is the determination of a course of action to achieve a desired result (perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan). Sondan P. Newman Planning is desiding in advance what is to be done (perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan) Louis A. Dikenal: . Fungsi Pengarahan 5. • rencana untuk mampu beradaptasi (plan for adaptibility) atau para manajer mungkin juga membuat • rencana untuk situasi yang berbeda (plan for contingency) Proses perencanaan. Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan. Para manajer mungkin membuat : • Rencana untuk stabilitas (plan for stability). H. terdiri dari : • Menentukan tujuan perencanaan • Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan • Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang • Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan • Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya W. Koontz dan O’Donnel Planning is the function of a manager which involves the selection from among alternatives of objective. dan program). Tetapi sala satu hasil terbesar dalam sejara dari karya – karya ilmu sosial adalah “ NEGARA” . procedures. kebijakan. and programs (perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan berbagai alternatif tujuan. tugas yang diselesaikan. tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti.

Sifat Perencanaan 1. Fleksibel (dapat mengikuti perkembangan kemajuan masyarakat. Managerial planning (departemental dan operasional) George R. Operasional (dibuat untuk dilaksanakan. untuk pelaksanaan yang akan segera dikerjakan). perubahan situasi dan kondisi. 5. 2. bukan angan-angan). 2. bukan yang telah lalu). 2.3. Rasional (dibuat dengan pemikiran yang rasional. 3. pedoman/patokan tindakan yang akan dilakukan/bukan untuk yang telah lalu). Preparasi (dibuat sebagai persiapan/pre-parasi.4. 2. Dialektis (memperkirakan peningkatan dan perbaikan untuk kesempurnaan masa yang akan datang). dapat diubah /disempurnakan sesuai keadaan/tidak merubah tujuan).1. 4. untuk keperluan tindakan-tindakan kemudian dan seterusnya. Unsur-Unsur Perencanaan 1. 2. Kesimpulan: Perencanaan adalah pola perbuatan yang menggambarkan dimuka hal-hal yang akan dikerjakan kemudian.2. Estimasi (dibuat berdasarkan analisa fakta dan perkiraan yang mendekati/estimate. harus dapat dilaksanakan). Faktual (dibuat berdasarkan fakta/data. Fungsi Perencanaan . tidak secara khayalan/angan-angan. Administrative planning (seluruh unit) 2. Kontiniu/berkesinambungan (dipersiapkan untuk tindakan yang terus menerus dan berkelanjutan. Rasional (masuk akal. memperkirakan kejadian yang akan datang dalam tindakan pelaksanaan kelak). 3. Terry Planning is the selecting and relating of fack and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formulation of proposed activities believed necessary to achieve desired results (perencanaan adalah pemilihan fakta-fakta dan usaha menghubung-hubungkan antara fakta yang satu dengan yang lain. tidak untuk sekali tetapi untuk selamanya). 4. kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan dan perumusan tindakan untuk masa yang akan datang yang sekiranya diperlukan untuk mencapai hasil yang dikehendaki). ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan.

kebijaksanaan pokok di buat oleh manager puncak atau oleh pemilik perusahaan General policy kebijaksanaan umum yg di buat oleh manager madya Departemental policy kebijaksanaan bagian yg di buat oleh manager lini pertama/supervisior atau mandor ¬ Syarat-syarat kebijaksanaan clearty atau kejelasan artinya kebijaksanaan yg di ambil harus jelas maksud arah dan tujuanya flexibility atau luwes artinya kebijakan itu juga jangan kaku . Preventive control (alat pengontrol dan penilaian agar terhindar dari penyelewengan dan pemborosan. tegas dan tidak bertele-tele). Interpretasi (dapat menjelasan. biaya. Pleksibilitas (mudah disempurnakan. Alternative (adanya alternatif/pilihan – bahan. 8. jelas. Efficiency (nilai efisiensi – penghematan dan kerapian). baik waktu. menguraikan dan menjabarkan kebijakan umum (general policy)dari bentuk kerjasama (manajemen). dsb). 2. 5.5. 7. 7. biaya maupun fasilitas manajemen). 6. Pedoman (jadi pedoman. 6. agar kegiatan manajemen efisien).1. Primary activity (kegiatan pertama dari seluruh kegiatan manajemen). patokan atau pegangan pelaksanaan perencanaan dimaksud). Limiting factor (factor yang urgen. 3. 2. Prinsif/Asas Perencanaan 1. Pervasivitas (mencakupi seluruh kegiatan manajemen. ¬ Tingkat-tingkat kebijaksanaan Basic policy. Kepastian (menetapkan dimuka hal-hal yang akan dikerjakan kemudian secara pasti – tidak coba-caba). 4. Contributeir (membantu tercapainya tujuan manajemen). Forcasting (dapat memperhitungkan keadaan dan situasi dimasa yang akan datang). menyeluruh dalam setiap level). 2. 4. Koordinasi (sebagai alat koordinasi seluruh kegiatan manajemen). masyarakat maupun anggota untuk dilaksanakan). diperbaiki – disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berubah-ubah). tenaga. 5. 3. terang. Strategis (punya siasat/strategi agar diterima atasan. waktu. Ekonomis (mengandung prinsif ekonomis/hemat. tenaga.

Rencana harus mudah dipahami dan penafsiranya hanya Satu 3. Tujuan harus jellas . Putuskanlah suatu keputusan yg menjadi rencana ¬ Syarat-syarat rencana yang baik 1. tersendiri ¬ Rule adalah peraturan2 yg telah ditetapkan dan harus di taati ¬ Program adalaah suatu rencana yg pada dasarnya telah menggaambarkan rencana yg kongkret ¬ Budget adalah anggaran suatu rencana yg menggambarkan penerimaan dan pengeluaraan yg akan dilakukan dalam setiap bidang ¬ Strategi siasat perang ¬ Strategi2 dalam bidang perencanaan 1. Rencana harus flekible 7. 4.consistency atau konsisten artinya harus tetap dalam pendirian dan tujuanya individuality artinya khas. Rencana harus bias dikerjakan oleh sekelompok orang 5. Rencan harus menunjukan urutan2 dan waktu pekerjaan 8. Economic forecasting 2. Rencana harus dipakai sebagai pedoman untuk bertindak ekonomis 6. rasional. Social and ethical considerations ¬ Syarat2 perencanan dan rencana 1. karena bila diajukan secara menyeluruh kemungkina besar rencana itu akan di tolak 2. 3. Governmental control and fiscal action atau pengawasan pemerintah dan tindakan pajak 3. rencana harus dapat di pakai sebagai pedoman untuk pengendalian semua tindakan 4. Mass concerted offensive strategi ini di maksudkan apabila rencana itu telah dapat di terima pelaksananya jangan di tangguhkan kemungkinan rencana itu tidak dapat dilaksanakan secepatnya. obyektif dan cukup menantang untuk dierjungkan 2. Confuse the isuue strategi ini dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian dngan jalan menggunakan pendekatan yg tidak langsung menyinggung pokok persoalan 5. Individual firms sales 6. Consumer behavior 5. Camel head in the tent(artinya hendaknya pengajuan rencana dilakukan bertahap. Use strong tacties only when necessary strategi ini hanya digunakan apabila diperlukan sekali 6. Perencaanaan harus di dasarkan padaa informasi data dan fakta 3. Rencana harus berkesinambungan 9. Menetapkan beberapa alternative dan premsnya 4. Pass the buck berarti melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain sehingga yg bersangkutan terlepas dari segala akibat perbuatnya ¬ Ramalan2 perencanaan perusahaan 1. Merumuskan dahulu masalah yng akan direncanakan 2. Sowing seed on fertile ground strategi inimemberikan petunjuk bahwa untuk mengajukan suatu rencana pilihlah orang2 yg kiranya dapat menerima rencana itu. Industry demand atau permintaan akan hasil2 industry 4. Rencana harus meliputi semua tindakan yang akan dilakukan 10. Rencana harus berimbang .

3. over all planning (perencanaan pola kerja umum) 4. Segi umum dan khusus 1. personnel planning. 2. Penemuan-penemuan baru.6. Pembuat Perencanaan . policy planning 2. Sumber Perencanaan 1. Wilayah/tempat Pelaksanaan 1. 2.25 th). Kebijakan pucuk pimpinan. Macam Perencanaan 1. Rencana harus sensitive terhadaap situasi sehingga terbuk kemungkina untuk mengubah teknik pelaksanaanya tanpa mengalami perubahan pada tujuanya 2. 5. long range planning (5 . short range planning (≼ 1 th) 4. Prakarsa dari luar. regional planning 4. sosio economic planning. Jangka Waktu 1. 2. 4. Prakarsa dari dalam. program planning 3. single use plans (sekali pakai) b. 2. industrial planning. Dalaam rencana tidak boleh ada pertentangan antar departemen hendaknya saling mendukung 12. 6.7. general plans (rencana umum) 2. 4. 5. Penggunaan a. Hasil pengawasan. educational planning.11. 6. Rural planning 2. special plans (rencana khusus) 3. intermediate planning (1 – 5 th). Materi/objek 1. Kebutuhan masa depan. financial planning. national planning 5. operasional planning 3. 2. city planning 3. Proses 1. 3. 3.8. network planning (perencanaan jaringan kerja) 2. repeats plan/standing plan (berulang/tetap).

3. 4. Luwes. 9. Membuat sintesis (metode/alternatif penyelesaian). Bersifat praktis/pragmatis. 2. 7. menganalisis dan mengklasifikasi informasi yang sudah terkumpul. Dibuat oleh orang yang memahami tujuan organisasi. Menetapkan planning alternatif. Panitia (badan perencanaan). 2. Kontraktkor (konsultan). Melaksanakan metode perencanaan yang telah dibuat dengan menetapkan pelaksanaan rencana (memilih rencana yang diajukan/memantapkan perencanaan dan mempertimbangkan hambatan-hambatan dengan berbagai kegiatan. sbb: 1. 2. 2. 4. 3. Perorangan (tenaga staf). Dalam perencanaan terdapat tempat pengambilan resiko. 3. Perencanaan Yang Baik A. 8. B. Mempermudah tercapainya tujuan. 9.9. Mengadakan evaluasi (penilaian). 5. Mengetahui sifat/ciri/prinsip rencana yang baik. 8. 10. 2.1. Memilih dan memeriksa rencana yang diajukan. 6. Mengatur urutan dan waktu rencana secara terperinci. Memandang proses perencanaan sebagai suatu rangkaian pertanyaan yang harus dijawab. sbb: . Tidak boleh lepas dari pemikiran pelaksanaan. 6. 5. Mencari informasi secara lengkap yang berhubungan dengan berbagai kegiatan. tujuan dan kebutuhan secara jelas. Tindakan/langkah-langkah Pokok Perencanaan 1. Mengorbservasi.10. 7. 4. Bersifat sederhana. Dibuat oleh orang yang mendalami teknik perencanaan. Disertai perincian yang teliti. Merupakan forcasting. Unit staff (bagian perencanaan). meneliti. tugas. Menentukan masalah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengorganisasian Pengorganisasian sendiri merupakan suatu proses yang harusdilakukan terus menerus secara berkesinambungan. pengorganisasian sebagai kegiatanmengalokasikan seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan antarakelompok kerja dan menetapkan wewenang tertentu serta tanggungjawab masing-masing yang bertanggung jawab untuk setiapkomponen dan menyediakan lingkungan kerja yang sesuai dantepat. Memandang proses perencanaan sebagai suatu masalah yang harus dipecahkan dengan mempergunakan teknik-teknik ilmiah (scientific techniques of problem solving). Mengumpulkan data (collect data). Where (dimana) = tempat (dimana pekerjaan itu harus dilakukan) 6. untuk itu perludiperhatikan beberapa faktor di bawah ini:59a) . Menganalisa data-data (analisis of the data). Why (mengapa) = keperluannya (mengapa pekerjaan itu harus dilakukan). Mengetahui sifat hakikat masalah yang dihadapi (know the nature of the problem). 4. 6. 3. 5.tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehinggatercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatukesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. tugastugas. 2. b) Menurut George R. C. alat-alat. yang antara lain adalah:a) Pengorganisasian adalah aktivitas menyusun dan membentukhubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujudsuatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telahditetapkan. melalui langkah: 1.c) Menurut Siagian berpendapat bahwa pengorganisasian merupakankeseluruhan proses pengelompokkan orang-orang. What (apa) = tujuan (tindakan apa yang perlu dilakukan) 2. Terry. Menentukan beberapa alternatif (determination of several alternatives). dapat ditarik kesimpulan bahwapengorganisasian adalah suatu kegiatan untuk mengelompokkan orang-orang dengan tugas dan fungsinya masing-masing yangkesemuanya saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Who (siapa) = tenaga kerja (siapa yang melakukan pekerjaan tersebut) 5. When (kapan) = waktu (kapan hal tersebut perlu dilakukan) 3. Pelaksanaan (execution) 7.1. How (bagaimana) = cara mengerjakannya (bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut) 4. Dari pengertian di atas. Memilih cara yang terbaik (selection of the seeminingly best way from among alternatives). Penilaian hasil (evaluation of results) pengertian pengorganisasian Istilah Organizing berasal dari perkataan “organism” yangmempunyai arti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagianyang terintegrasi sehingga mempunyai hubungan yang salingmempengaruhi satu dengan lainnya Adapun beberapa definisi dari pengorganisasian yangdiungkapkan oleh para ahli manajemen.

sosial maupun etiksehingga tidak akan bertentangan dengan kesemua faktor tersebut. dan lingkungannya. 3. Mooney Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. teknologi. Organisasi Menurut Stoner Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.Struktur organisasi harus merefleksikan tujuan-tujuan danrancangan sebab aktivitasaktivitas organisasi justru bersumberdari kedua aspek tersebutb) Struktur juga hendaknya memberikan gambaran garis kekuasaanpara manajer organisasi.com/social-sciences/education/2185237-pengertianpengorganisasian/#ixzz380NIJKvJ Definisi dan Pengertian Organisasi 1. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi. Pengertian organisasi Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini bergantung pada tipe dan jenisorganisasic) Struktur organsasi harus merefleksikan lingkungannya baik yangmenyangkut ekonomi. Pengertian Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. politik. Tanpa adanyamanusia yang dapat melaksanakan segala fungsi keorganisasianmustahil organisasi tersebut dapat berjalan. Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan. Organisasi Menurut Chester I.d) Organisasi harus diisi dengan tenaga manusia. 2. Pengertian Pengorganisasian. sumbersumber. Bernard Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut . Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen. Karena kunci pokok dari organisasi adalah sumber daya manusia yang handal danmemiliki kemampuan sesuai dengan bidangnya Sumber: http://id. Organisasi Menurut James D.Selain itu. struktur organisasi juga harus dapat membantukelompok/individu mencapai tujuan secara efisien di dalam situasimendatang yang berubah-ubah.shvoong.

Pembagian kerja. Pengelompokan atas dasar daerah (area. Rentangan manajemen. Pengelompokan kegiatan-kegiatan c. b. Pengelompokan atas dasar proses c. berupa banyaknya jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang atasan. berarti menunjukkan adanya pengelompokan tugas atau pekerjaan yang terdiri atas: a.diintegrasikan (koordinasi). Cara manajemen merancang struktur formal untuk menggunakan yang paling efektif b. Hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi. Cara pimpinan dalam membagi tugas-tugas lebih lanjut yang harus dilaksanakan pada masing-masing unit kerja dengan cara mendelegasikan wewenangnya. maka pengorganisasian dapat dimaknai sebagai berikut: a. yaitu pengelompokan kegiatan sehingga pekerjaan yang serupa dan saling berkaitan dapat dilakukan bersama. yaitu proses untuk memadukan kegiatan-kegiatan dan sasaran unitunit organisasi yang terpisah guna mencapai tujuan bersama secara efisien. yaitu memudahkan dalam upaya mencapai tujuan dengan konsekuensi pemilihan terhadap pemikiran yang lazim tentang kemampuan memperbesar hasil kerja dengan modal biaya yang serendah-rendahnya. Pengelompokan atas dasar fungsi b. tugas-tugas. Maksudnya adalah agar tujuan organisasi secara menyeluruh dapat dicapai secara efisien mungkin. Menurut Y. Pengelompokan atas dasar langganan d. dan para karyawan. pengorganisasian mencakup beberapa aspek penting yang menyangkut struktur organisasi. jabatan-jabatan. Departementalisasi. territorial) . Dengan adanya pengorganisasian. Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan. d. Koordinasi. d. saluran perintah dan penyampaian laporan. yaitu: a.Warella. Pengelompokan atas dasar produk e. c. yaitu pemecahan tugas sehingga setiap individu hanya bertanggung jawab dan melakukan sejumlah kegiatan-kegiatan tertentu saja. Prinsip Pengorganisasian Pengorganisasian adalah suatu proses pembagian kerja atau pengaturan kerja bersama dari para anggota suatu organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->