PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK

Teori Pasar persaingan monopolistik (monopolisic competition) dikembangkan karena ketidak puasan terhada dya analisis model persaingn sempurna (perfect competition) maupun monopoli. Struktur pasar persaingan monopolistuk hampir sama dengan persaingan sempurna. Didalam Industri terdapat banyak perusahaan yang bebas keluar masuk. Namun produk yang di hasilkan tidak homogen, melainkan terdiferensiasi (differentiated product). Namun perbedaan barang antara satu poduk (merek) dengan produk (merek) yang lain tidak terlalu besar. Diferensiasi ini mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan non harga. Walaupun demikian output yang dihasilkan sangat mungkin saling menjadi substitusi. Perusahaan memiliki kemampuan monopoli yang relatif terbatas/kecil. Bermerek sutera

1. Karakteristik Pasar Persaingan Monopolistik
Tiga asumsi dasar persaingan monopolistik adalah: a) Produk yang terdiferensiasi (differentiated product) b) Jumlah perusahaan banyak dalam industri (large number of firms) c) Bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

a. Produk yang terdiferensiasi
Yang dimaksud dengan produk terdifferensiasi alah produk dapat dibedakan oleh konsumen dengan melihat siapa produsennya. Jika dalam pasar persaingan sempurna konsumen membeli barang tanpa perlu membedakan siapa produsen, dalam persaingan monopolistik yang menjadi pertimbangan adalah siapa produsennya. Barang-barang tersebut dapat diperbedakan oleh kualitas barangnya,model,bentuk,warna,bahkan oleh kemasan, merek, dan pelayanannya.

Di indonesia dapat diihat dari begitu banaknya merek pakaian. Banyaknya perusahhann menyebabkan keputusan perusahaan tentang harga dan output tidak perlu harus memperhitungkan reaksi perusahaan lain dalam industri (independence decision of price and output). kondisi keseimbangan perusahaan yang bergerak dalam pasar persaingan monopolistik sama dengan perusahaan yang bergerak dalam pasar monopoli (Diagram 10. kita selau memiliki pilihan yang tetap untuk Produkproduk sabun mandi. Hal ini menyebabkan perusahaan memiliki daya monopoli. Dia dapat membedakan poduk sabun mandi kesukaannya dari produk perusahaan yang lain. Jumlah produsen Banyak dalam indusri (large number of firms) Jumlah perusahaan (produsen) dalam pasar persaingan monopolistik banyak. Karena memiliki daya monopoli. sulit untuk pindah ke merek lain. 2. Dalam jangka pendek perusahaan dapat menikmati laba supernormal. Tetapi jika kalah merek harus keluar. dalam pasar persaingan monopolistik proses masukkeluar akan terhenti bila semua perusahaan hanya memperoleh laba normal. karena setiap perusahaan menghadapi kurva permintaannya masing-masing. Keseimbangan jangka pendek perusahaan tercapai bila MR=MC. c. Jika mereka mampu bertahan. Dalam jangka panjang perusahaan hanya menikmati laba normal. Sama halnya dalam pasar persaingan sempurna.Dalam kehidupan sehari-hari. Bebas Masuk dan Keluar (Free Entry and Exit) Laba super normal yang dinikmati perusahaan (existing firm) mengundang perusahaan pendatang untuk memasuki industri. agar kerugian tidak menjadi lebih besar.2) . walau terbatas. walau terbatas. dan sepatu. Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Pendek Perusahaan mencapai keseimbangan dalam jangka pendek dan panjang. dalam jangka panjang dapat mengalahkan perusahan yang lain. b.

pada saat harga jual sama dengan biaya rata-rata (P=AC).a) atau (Diagram 10.2 menunjukkan perusahaan mencapai laba maksimum pada saat MR=MC dititik E.3. dimana permintaan jangka panjang menjadi landai dibanding jangka pendek(Diagram 10. Atau pelanggan makin bersifat memilih.b) .Diagram 10. Yang pertama.2 Keseimbangan jangkapendek Perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik MC AC D MR Diagram 10. perusahaan hanya akan dapat bertahan dalam jangka panjang jika mampu menikmati laba normal. Dalam diagram 10.3 keseimbangan tersebut terjadi di titik A (Diagram10. harga jual lebih besar dari biaya marjinal (P>MC).3b). Masuknya pendatang memberikan dua kemungkinan terhadap permintaan perusahaan lama. secara grafis terlihat dari kurva permintaan jangka panjang lebih curam dari jangka pendek (Diagram10. Pasar persaingan monopolistik dan efisiensi ekonomi Laba super normal yang dinikmati perusahaan (Diagram10.2) mengundang perusahaan pendatang memasuki industri.3. 3. Tetapi kemampuan eksploitasi laba relatif terbatas. bagaimanapun pengauhnya. pelanggan makin setia. Sama halnya dengan perusahaan monoplis.a).3.

a) Harga jual Masih Lebih Besar Dari Biaya Marjinal (P>MC) Karena memiliki daya monopoli.3 Keseimbangan jangka panjang Perusahaan dalam pasar persaingan Monopolistik RP RP MC MC AC AC D D MR MR Kuantitas Kuantitas 4.Diagram 10. persaingan monopolistik masih lebih baik dilihat dari lebih kecilnya total kesejahteraan yang hilang (dead weight loss). Keseimbangan Perusahaan Dalam Jangka Panjang Dibandingkan dengan pasar mononopoli. peusahaan dalam pasar persaingan monopolistik mampu membebankan harga jual yang lebih tinggi dari biaya marjinal (P>MC). Namun tetap kurang efisien dibanding pasar persaingan sempurna. Namun . Ada dua penyebab mengapa pasar persaingan monopolistik tidak dapat lebih efisien dibanding pasar persaingan sempurna.

dalam jangka panjang perusahaan yang beroperasi dalam persaingan monopolistik hanya menikmati laba normal. b) Kapasitas Berlebih (Excess Capacity) Telah dinyatakan. maka slisih harga dan biaya marjinal tidak sebesar dalam perusahaan monopolis. Jika perusahan ingin memproduksi pada AC yang paling rendah. Diagram 10. Keadaan tersebut kita gambarkan kembali dalam bentuk Diaram 10. output harus ditambah sampai sejumlah Qb. Tetapi jika output melebihi Qa .4 di bawah ini. perusahaan sebenarnya tidak berproduksi pada tingkat yang paling efisien.demikian karena kurva permintaan yang dihadapi sangat elastis. karena sangat mudahnya perusahaan untuk keluar dan masuk.4 Masalah Kapasitas berlebih Pada perusahaan pasar persaingan monopolistik RP MC AC D MR Kuantitas Pada saat berada dalam keseimbangan jangka panjang (titk A). sebab titik A bukan titik terendah pada kurva biaya rata-rata (AC).

dan meningkatnya kebebasan koonsumen dalam memilih output. Karakteristik Pasar Oligopoli Dari definisi diatas kita dapat melihat beberapa unsur penting (karakter) pasar oligopoli. Produk dapat homogeny atau terdiferensiasi.(output keseimbangan). • Hanya sedikit perusahaan dalam industry (few number of firms) • Produknya homogen atau terdiferensiasi (homogen or differentiated product) . penambahan output hanya menurunkan laba (bahkan merugi) karena penerimaan marjinal lebih kecil dari biaya marginal (MRexcess capacity). PASAR OLIGOPOLI Struktur pasar atau industri oligopoly (oligopoly) ialah pasar (industri) yang terdiri dari hanya sedikit perusahaan (produsen). Pengaturan Pasar Persaingan Monopolistik Ketidakefesienan yang dihasilkan perusahaan yang beroperasi dalam pasar persaingan monopolistik menimbulkan pertanyaan. Setiap perusahaan memiliki kekuatan (cukup) besar untuk memengaruhi harga pasar. peningkatan kualitas. Dari definisi di atas. apakah perlu pengaturan? Jawabannya adalah tidak! Sarkan Hal ini berdasarkan tiga argumen: a) Daya monopoli yang realtif kecil menyebabkan kesejahteraan yang hilang (dead weight loss) relatif kecil b) Permintaan yang sangat elastis menyebabkan kelebihan kapasitas produksi relatif kecil c) Ketidakefesienan yang dihasilkan perusahaan yang beroperasi dalam pasar persaingan monopolistik diimbangi dengan kenimatan konsumen karena beragamnya produk. kondisi pasar oligopoly mendekati pasar monopoli. Perilaku setiap perusahaan akan memengaruhi perilaku perusahaan lainnya dalam industry. 1. 5.

pipa peralon. Sedangkan yang menghasilkan produk homogen ialah industri baja. Perbedaan sifat output yang dihasilkan akan memengaruhi perilaku perusahaan dalam upaya mencapai kondisi optimal (laba maksimum). rokok. Rasio kensentrasi menghitung berapa persen output dalam pasar oligopoly dikuasai oleh perusahaan-perusahaan yang dominan (empat sampai dengan delapan perusahaan). Hanya Sedikit Perusahaan Dalam Industri Secara teoritis sulit sekali unuk menetapkan berapa jumlaj perusahaan di dalam pasar. agar dapat dikatakan oligopoly. CR4 yang semakin kecil mencerminkan struktur. maka dalam pasar oligopoli bentuk persaingan antar perusahaan ialah persaingan harga (pricing strategy) dan non haraga (non pricing strategy). biasanya jumlah perusahaan diasumsikan kurang dari sepuluh. Jika ratio konsentrasi empat perusahaan (four firms concentration ratio atau CR4) adalah 60% berarti 60% output dalam industry dikuasai oleh empat perusahaan terbesar.• Kompetisi non harga a. seng dan kertas. Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (Interdependence Decisions) . Namun untuk dasar analisis. Kekuatan perusahaan-perusahaan dalam industri dapat diukur dengan menghitung rasio konsentrasi (concentration ratio). film. Jika dalam persaingan sempurna perusahaan mengatur jumlah output (output strategy) untuk mengatur tingkat laba. pasar oligopoly merupakan peralihan antara persaingan sempurna dengan monopoli. b. kamera. Dalam kasus tertentu hanya terdapat dua perusahaan (duopoli). dalam pasar monopoli hanya satu perusahaan yang mampu mengendalikan harga dan output. c. Produk homogen atau Terdiferensiasi (Homogen or Differetiat Product) Dilihat dari sifat output yang dihasilkan. Contoh pasar oligopoli yang menghasilkan produk differensiasi ialah industry mobil.

Keputusan investasi yang akurat diperlukan agar perusahaan dapat berjalan dengan tingkat efisiensi yang sangat tinggi. perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri mobil. serta memengaruhi perilaku konsumen. semen. dan kelemahan pesaing nyata maupun potensial. Karenanya guna menahan perusahaan potensial untuk masuk industri. Kompetisi Non Harga (Non Pricing Competition) Dalam upayanya mencapai kondisi optimal. umumnya berstruktur oligopoly. pupuk. Bentuk-bentuk kompetisi non harga antara lain adalah pelayanan purna jual serta iklan untuk memberikan informasi. Tekhnologi padat modal (capital intensive) yang dibutuhkan dalam proses produksi menyebabkan efisiensi (biaya rata- . Tidak tertutup kemungkinan perusahaan melakukan kegiatan intelijen industri untuk memperoleh informasi (mengetahui) keadaan. 2. membentuk citra yang baik terhadap perusahaan dan merek. d. kertas. namun juga non harga (non pricing competition).kekuatan. perusahaan tidak hanya bersaing dalam harga. Faktor-faktor Penyebab terbentuknya Pasar Oligopoli Ada dua factor penting yang menyebabkan terbentuknya pasar Oligopoli a) Efisiensi Skala Besar Dalam dunia nyata. baik yang sudah ada (existing firms) maupun yang masih di luar industri (potential firms). Informasi-informasi ini sangat dua factor penting agar perusahaan dapat memprediksi reaksi pesaing terhadap setiap keputusan yang diambil. dan peralatan mesin.Keputusan perusahaan dalam menetukan harga dan jumlah output akan memengaruhi perusahaan lainnya. perusahaan yang sudah ada menempuh strategi menetapkan harga jual terbatas (limiting prices) Yang membuat perusahaan menikmati laba super normal di bawah tingkat maksimum.

keseimbangan terjadi bilalaba maksimum tercapai. tetapi juga kemampuan memprediksi prilaku pesaing.000-300. Karena dalam industri oligopoli. Sebagai produsen. Keadaan diatas merupaka hambatan untuk masuk (barriers to entry) bagi perusahaan pesaing.untuk suatu jenis mobi. monopoli. Perusahaan juga harus cermat memperhitungkan setiap keputusan agar tidak menimbulkan reaksi yang merugikan dari perusahaan pesaing. struktur pasar oligopoli ditandai dengan kompetisi harga dan non harga. c) Kompleksitas Manajemenen Berbeda dengan tiga struktur pasar lainnya (persaingan sempurna. sehingga dalam pasar oligopoli akhirnya hanya terdapat sedikit produsen.rata minimum) baru tercapai bila output diproduksi dalamskala sangat besar.dana yang dibutuhkan untuk berproduksi ratusan miliar rupiah per tahun. Selanjutnya bila biaya produksi per mobil puluhan juta rupiah.000 unit per tahun. Bila perusahaan memproduksi tiga jenis mobil saja. skala efisiensi baru tercapai jika produksi minimal 50. 3.000 sampai 100. Perusahaan juga harus mempunyai kemampuan manajemen yang sangat baik agar mampu bertahan dalam struktur industry yang persaingannya lebih kompleks. kemampuan keungan yang besar saja tidak cukup sebagai modal untuk bertahan dalam industri. Tidak mengherankan jika dalam pasar oligopoly hanya terdapat sedikit produsen. Tidak banyak perusahaan yang memilki kemampuan tersebut. Perusahaan seimbang atau tidak bukan saja dilihat dari kemampuan mengatur output dan harga. output minimal seluruhnya antara 200. Jika dihitung dengan biaya investasi awal. Karena itu oligopolies akan .dan pasar monopolistik). maka perusahaan yang ingin memasuki industri mobil harus menyiapkan dana triliunan rupiah. Analisis keseimbangan oligopoly tidak menekankan dimensi waktu. melainkan kompetisi. Dalam industry mobil. Keseimbangan Oligopolis Perusahaan yang bergerakdalam pasar oligopoly disebut oligopolis (oligopolist).000 unit per tahun.

Permintaan ini inelastis. Model Permintaan patah ( Kinked Demand Model ) Model ini dikembangkan oleh P. sebut saja D1 adalah permintaan dengan asumsi pesaing tidak bereaksi terhadap strategi perusahaan. Dalam Bab ini hanya akan dibahas Model Permintaan Patah ( kinked demand model) dan Model Kepemimpinan harga ( price leadership model). A. Permintaan ini sangat elastis.M Sweezy (1939).mencapai keseimbangan jika perusahaan dapat melakukan apa yang dapay dilakukan dan tidak mempunyai alasan lagi untuk mengubah jumlah output dan harga. D2 adalah jika pesaing bereaksi terhadap strategi perusahaan. tidak ada satupun model yang dapat diterima secara umum sebagai model terbaik. Demikian juga dengan para pesaing. seperti digambarkan Diagram 11. Dua pemikiran penting yang dilontarkan Sweezy adalah harga dalam pasar oligopoly bersifat kaku (Inflexible) dan oligopoly mengambil keputusan berdasarkan sikap (Skenario) pesimis (pessimistic way). Begitu kompleksnya situasi dalam pasar oligopoly. Permintaan kedua. Sayangnya. sehingga para ekonom mengembangkan beberapa modeluntuk menganalisi perilaku oligopolis. Skenario pertama.1 Diagram 11.1 Kurva Permintaan Perusahaan Oligopolis Rp Kuantitas . Permintaan sangat elastis bila harga dinaikka dan inelastis bila harga diturunkan. Pengaruh ciri yang menonjol dalam motif pasar yang berkarakter oligopolistik adanya ketegaran harga (price rigidity) Konsekusensi dari pemikiran tersebut adalah perusahaan menghadapi dua skenario permintaan.

2 Kesembangan Oligopolis Rp MC2 . MR > MC. tambahan permintaan yang diperoleh lebih sedikit dari 10%. dan laba yang diperoleh berkuranng. pesaing bereaksi. Bila oligopolies menurunkan harga sebesar 10%. misalnya 10% (P3). sebab pada produksi Q3. Jika oligopolies mengurangi output ke Q3 (harga lebih tinggi dari P1). sebab dapat menimbulkan reaksi pesaing. Pesaing tidak bereaksi. Mereka tidak mau konsumennya berpindak ke perusahaan yang tadi menurunkan harga.2. ia akan kehilangan permintaan lebih besar dari 10% (Q1 --. Jika MC bergeser dintara MC1 sampai MC2 harga tidak berubah. pesaing akan bereaksi karena kurva MR yang relevan adalah ACDE.> Q3). Akibatnya bila oligopolies menetapkan kenaikan harga. karena perusahaan-perusahaan lainnya ikut menurunkan harga (bereaksi). Oligopolies juga tidak akan mengubah jumlah output. sehingga hal ini merugikan. Harga keseimbangan pasar adalah P1. Kurva permintaan marjinal (MR) yang relevan bagi perusahaaan adalah ACDE. Sampai batas harga P1. karena jika perusahaan menetapkan harga diatasP1. Kurva permintaan yang relevan adalah BD2. Kurva permintaan yang Relevan adalah AB. Tetapi perubahan struktur biaya (berubahnya MC) tidak otomatis mempengaruhi harga jual. Sebaliknya jikaoligopolis menetapkan harga dibawah P1. Pada diagram 11. pesaing tidak bereaksi. misalnya P2. Akibatnya laba menurun kerena MR < MC. oligopolies berada dalam kesimbangan pada saat MR=MC (titik D) dengan jumlah output Q1. Hal ini karena para oligiopolis lainnya tidak ikut menaikkan harga. sebab sangat merugikan misalnya output dinaikkan ke Q2.Kurva permintaan yang relevan bagi perusahaan adalah ABD2 (garis tidak putus-putus). Diagram 11.

Dikatakan implisit karena kolusi tidak berdasarkan perjanjian formal.3 menggambarkan secara grafis. Di Indonesia. semen Tiga Roda (Indocement). Dikatakan kolusi karena perusahaan dominan berharap perusahaan lain mengikutui langkah tersebut. perusahaan yang lain sebagai penerima harga (price taker).. dan film Fuji adalah contoh price leader dalam pasar yang oligopolistic.MC1 MR1 D2 Kuantitas B. Tujuannya adalah untuk meningkatkan laba dengan membentuk koluisi secara implicit (implicit conclusion). misalnya dengan menggunakan media masa (konferensi pers). Model Kepemimpinan harga (Price Leadership Model) Dalam Model ini perusahaan yang dominan mengambil inisiatif dalam penentuan harga. Diagram 11. Diagram 11. Produsen dominan memberikan sinyal harga (price signaling). Produsen dominan memliki posisi penentu haraga (price setter).3 Model Kepemimpinan Harga Oligopolis Rp Sm Sd Dd Dm Kuantitas .

karena permintaan terhadap pereusahaan lain sudah tidak ada (nol). 4. Duopoli . Dengan demikian teori kinked demand curve tidaklah relevan dengan price leadership. pada saat Pd = Sm. C. Sedangkan permintaan perusahaan dominan adalah Dd dengan struktur penawaran Sd. maka hal itu akan menghapuskan “patah” nya kurva permintaan dan dengan demikian teori kinked demand curve tidak ada. Pada saat harga P1. Seperti telah disinggung. Dengan harga jual PD per unit. Karena posisinya harga sebagai penerima harga. hal itu didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan-perusahaan lawan akan mempunyai kecendrungan untuk mengikuti penurunan harga dari perusahaan yang oligopolistic. Struktur penawaran industri.Permintaan pasar adalah Dm yang merupakan permintaan total yang dihadapi setiap perusahaan dalam pasar. Bila harga dibawah P2. perusahaan dominan tidak berproduksi. perusahaan-perusahan lain menetapkan jumlah produksi harga yang ditetapkan perusahaan domonan (Pd). Kinked demand curve hanya berlaku bagi penurunan harga. jumlah Output yang menghasilkan laba maksimum adalah Qs. permintaan perusahaan dominan identik dengan permintaan industri. Sedangkan price leadership merupakan keadaan dimana setiap perusahaan akan mengikuti pemempinnya. baik uintuk harga naik ataupun harga turun. Apbila harga naik setiap perusahaan pun akan mengikuti sebagaimana ketika harga turun. sehiungga menjula seharga Pd dengan output sejumlah Qd. Jumlah Output yang diproduksi industri adalah Qm = Qs + Qd. Untuk mencapai laba maksimum perusahaan dominan menyamakan MR dan MC. digambarkan kurva Sm yang merupakan penjumlahan biaya marjinal seluruh perusahaan dalam industri. tapi tidak akn mengikuti bila harga dinaikkan. Price Leadership dan Kinked Demand Curve Dalam pembicaraan mengeni oligopoly dijelaskan tentang teori kurva permintaan yang patah (kinked demand Curve) dari rekasi lawan.

4 Kondidi Laba Maksimum Oligopolis Dengan MC = 0 Rp MR D Po Qo Kuantitas Masing-masing doupolis (perusahaan yang beroperasi dalam pasar duopolis) mempunyai daya monopoli yang sama. Model ini dikembangkan untuk melihat lebih tajam interaksi antar dua perusahaan dalam pasar oligopoli. seperti digambarkan dalam diagram 11.4 Diagram 11.1) Atau . Dengan pembuktian matematis. Dasar pengembangan model ini adalah keseimbangan duopolies tercapai bila biaya marjinal adalah nol (MC = 0).Duopoli adalah keadaan khusus dimana dalam pasar oligopoly hanya ada dua perusahaan. duopolies (apabila masing-masing perusahaan tidak saling berinteraksi) akan mencapai keseimbangan output masing-masing perusahaan adalh separuh jumlah permintaan pada saat harga P=0. Misalkan permintaan pasar adalah : Q = 30 – P-----------------------------------------------------------------------.(11. 1) Model Cournot (Cournot Model) Model ini dikembangkan oelh Agustin Cournot (ekonom Prancis) tahun 1983. Keputusan jumlah output yang diprodusi duopolis yang satu (saingannya) sudah diputuskan dan tidak akan berubah.

Q2 = 15 – ½ Q1 --------------------------------------------------------------------------------------------.2) Laba maksimum tercapai bila MR = 0 MR = 30 – 2Q1 – Q2 = 0------------------------------------------------------.(11.3) Q1 = 15 – ½ Q2 -.5 Model Kesimbangan Cournot (Cournot Equilibrium Model) Q2 .5 berikut ini : Diagram 11.4) Perusahaan (11.(11.-------------------------------------------------------------. karena menunjukkan besarnya output yang ditetapkan duopolies pertama brdasarkan perkiraan output duopolies kedua. TR = P x Q1 = (30 – Q) x Q1 = {(30 – (Q1 + Q2)} x Q1 = 30Q1 – Q1 – Q1Q2-------------------------------------------------------. Dengan cara yang sama kita dapat menurunkan kurva reaksi doupolis kedua (Q2).5) Kedua Kurva reaksi dapat digambarkan dalam diagram 11.(11.4) merupakan kurva reaksi Q1.(11.Q Dimana : Q = Q1 + Q2 Maka penerimaan total duopolies yang pertama (TR1) dan kedua (TR2) adalah jumlah output yang dijual dikalikkan harga jual.P= 30 .

Apabila terdapat n perusahaan dalam industry. dimana masing-masing menghasilkan 1/3 dari output total industry. Dengan penyelesain matematika sederhana. maka harga keseimbangan adalah 20. maka masing-masing perusahaan akan menghasilkan 1 / (n + 1) dari output total industry. Jika P = 30 – Q. atau secara bersama-sama mereka mengahsilkan sebanyak n / (n + 1) dari Output total industri. keseimbangan akan tercapai pada saat Q1 = Q2 = 10 Unit. Model ini dapat dikembangkan untuk lebih dari dua perusahaan yang bersaing. Dalam diagram 11. Pada titik Cournot terjadi keseimbangan yang stabil. setiap gerakan menjadi titik itu akan didorong untuk kembali ke titik keseimbangan. Keseimbangan ini disebut keseimbangan Cournot (Cournot Equilibrium) atau titik Cournot (Cournot Point). 2) Model Kepemimpinan Stackelberg (Stackelberg Leadership Model) Model Cournot diatas mengasumsikan bahwa keputusan dua perusahaan dilakukan secara bersamaan. Bagaimna jika ada perusahaan yang mengambil inisiatif terlebih dahulu? Siapa yang lebih beruntung? Model Stackelberg mencoba menjawab .30 Kurva reaksi Perusahaan I (Q1=15 – ½ Q2) 20 Keseimbang Cournot 10 C Kurva reaksi Perusahaan II 10 20 30 Q1 Kedua Duopolis akan mencapai keseimbangan bila reaksinya sama (Q1 = Q2). 5 keseimbangn titik Cournot terjadi di titik C.

Q1 + Q2} . tetapi juga kerjasama (cooperative).1 – 15Q1 + 1 = 15Q1 . fungsi penerimaan perusahaan pertama memperhitungkan reaksi perusahaan kedua. Q1 = 30Q1 . Jika kasus diatas dikembangkan dengan mengasumsikan bahwa perusahaan pertama mengambil inisiatif.5 Unit. Model Dilema Narapidana (prisoners’ dilemma model) .1 MR1 = = 15 –Q Bila laba maksimum tercapai pada saat MR = 0. maka pereusahaan pertama memproduksi sebanyak 15 Unit. 3) Teori Permintaan (Game Theory) Teori permintaan (Game Theory) mencoba menjelaskan perilaku perusahaan dalam poasar duopoli secar lebih realistis. kemudian perusahaan kedua mengikuti. Strategi manapun yang dipilih. maka untuk mencapai laba maksimum.Q2Q1 = 30Q1 . TR1 = {30 . dimana kurva reaksi perusahaan kedua : Q 2 = 15 – ½ Q1. Menurut teori ini duopolies tidak selalu menagmbil keputusan secara kompetitif.pertanyaan ini. maka : P = 30 – Q. dasar pertimbangannya adalah berapa besar hasil yang diperoleh (pay off). Jadi menurut model stackelberg. perusahaan yang mengambil inisiatif penentuan harga akan memperoleh laba disbanding perusahaan yang hanya mengikuti (follower). Sementara peusahaan kedua berdasarkan kurva reaksinya ( = 15 – ½ Q1) hanya memproduksi sebanyak 7.1 .

Tetapi mereka tidak mempunyai kemampuan berkomunikasi karena ditahan dalam 2 ruanagan yang terpisah jauh. Sebaliknya jika sama-sam tidak mengaku masing-masing akan dipenjara 2 tahun. -5 -10. Hal yang harus dilakukan adalah apakah mereka harus mengakui kejahatannya di depan polisi pemeriksa. maka kedua narapidana mengambil keputusan untuk mengaku dan masing-masing menjalani hukuman penjara selama 5 tahun. Hasil play off yang diperoleh dari setiap keputusan digambarkan dalam matriks berikut ini Narapidana B Mengaku Tidak Mengaku Narapidana A Mengaku -5.150juta/Unit 30. 15.125juta/Unit Harga Rp. setiaporang akan dipenjara 5 tahun. yang mengaku hanya 1 tahun.000. -1 Tidak Merngaku -1.0000 Harga Mobil Rp.000 . Keputusan dan hasilnya seperti dalam matriks dibawah ini : Perusahaan Otomotif B Perusahaan Otomotif A Harga Mobil Rp. Khawatir karena yang lain mengakui kesalahan. Model dilema narapidana dapat diadaptasi untuk menganalisis keputusan masingmasing duopolies dalam menentukan harga jual. Misalnya perusahaan otomotif A adalah pasangan duopolies perusahaan otomotif B. -2 Jika kedua narapidana mengambil keputusan mengaku. mereka harus mengambil keputusan tentang harga jual mobil mereka. 12.000.Model ini menjelaskan bagaimana sikap seseorang mengambil keputusan dalam keadaan tidak dapat berkomunikasi denagn teman atau lawannya. yang tidak akan mengaku akan dipenjara 10 tahun.125juta/Unit Mobil 15. Keputusan yang paling menguntungkan adalh bilakeduanya tidak mengaku. Bila hanya salah satu yang mengaku. Model dibangun berdasarkan cerita bahwa dua narapidana tertangkap setelah bekerja sama dalam melakukan kejahatan. -10 -2. karena masing-masing hanya dipenjara 2 tahun.

Harga Mobil Rp. setiap perusahaan akan mengambil sebanyak 15. Jika anda adalah direktur perusahaan A atau B. Prathama. kondisinya berbahaya sebab perusahaaan A dapat menjual mobil sebanya 30. 150 Juta per Unit. Karena berada dalam keadaan dilemma seperti yang dihadapi narapidana dalam contoh diatas. 30.000 25. Jika perusahaan B menetapkan harga Rp.150juta/Unit 5. 000 unit mobil. 25. 125 Juta per Unit. sedangkan perusahaan B hanya 5. 000 unit mobil. 125 Juta per Unit. Tetapi jika perusahaan A menetapkan harga lebih mahjal. DAFTAR PUSTAKA Kadariah. 000 unit.000. 1994 Rahardjo. perusahaan B menetapkan harga sebesar Rp. maka keputusan apapun yang ditempuh oleh perusahaan A. Sadono. perusahaan B akan dapat menjual mobil minimal sam denag jumlah penjualan perusahaan A (15. Teori Ekonomi Mikro Suatu Pengantar. Kuala Lumpur:Aneka Punlishing. masing-masing menjual sebanyak 25. Bila sama-sama menjual dengan harga Rp.000 unit. mikroekonomi. edisi ketiga. edisi revisi. 150 juta per unit.1993 . edisi revisi.000 unit seandainya perusahaan A menetapkan harga Rp. 2006 Sukirno. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI.000 unit) jika perusahaan A memutusakan harga sama. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI. perusahaan B mampu menjula 30.0000 Bila perusahaan A dan B masing-masing menetapka harga Rp. 125 juta. Teori Ekonomi Mikro. apa yang akan anda putuskan.000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful