KOMPETENSI EVALUASI PENDIDIKAN 04 – B3

PENGAWAS SEKOLAH PENDIDIKAN MENENGAH

PENILAIAN KINERJA GURU

DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2008

i

KATA PENGANTAR

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah berisi standar kualifikasi dan kompetensi pengawas sekolah. Standar kualifikasi menjelaskan persyaratan akademik dan nonakademik untuk diangkat menjadi pengawas sekolah. Standar kompetensi menjelaskan seperangkat kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai pengawas sekolah untuk dapat melaksanakan tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawabnya. Ada enam dimensi kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolah yakni: (a) kompetensi kepribadian, (b) kompetensi supervisi manajerial, (c) kompetensi supervisi akademik, (d) kompetensi evaluasi pendidikan, (e) kompetensi penelitian dan pengembangan, dan (f) kompetensi sosial. Dari hasil uji kompetensi di beberapa daerah menunjukkan kompetensi pengawas sekolah masih perlu ditingkatkan terutama dimensi kompetensi supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, dan kompetensi penelitian dan pengembangan. Untuk itu diperlukan adanya diklat peningkatan kompetensi pengawas sekolah baik bagi pengawas sekolah dalam jabatan, terlebih lagi bagi para calon pengawas sekolah. Materi dasar untuk semua dimensi kompetensi sengaja disiapkan agar dapat dijadikan rujukan oleh para pelatih dalam melaksanakan diklat peningkatan kompetensi pengawas sekolah di mana pun pelatihan tersebut dilakanakan. Kepada tim penulis materi diklat kompetensi pengawas sekolah yang terdiri atas dosen LPTK dan widya iswara dari LPMP dan P4TK kami ucapkan terima kasih. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Jakarta, Juni 2008 Direktur Tenaga Kependidikan Ditjen PMPTK

Surya Dharma, MPA., Ph.D

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................ DAFTAR ISI .......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang …………………………………………….. B. Dimensi Kompetensi ……………………………………..... C. Kompetensi yang Hendak Dicapai…………………………. D. Indikator Pencapaian Kompetensi …………………………. E. Alokasi Waktu ……………………………………………... F. Skenario Pelatihan …………………………………………. BAB II KOMPETENSI, PERAN DAN KINERJA GURU A. Kompetensi Guru.................................................................... B. Peran Guru ............................................................................. C. Kinerja Guru .......................................................................... BAB III INDIKATOR KINERJA GURU DAN PENILAIANNYA A. Indikator Kinerja Guru ........................................................... B. Indikator Abilitas Guru .......................................................... C. Instrumen Penilaian Kinerja Guru ......................................... D. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru ...................................... DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... Lampiran Format Penilaian Kinerja Guru ...............................................

i ii 1 2 2 2 2 2

4 8 20

22 26 34 35 38 39

ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guru merupakan elemen kunci dalam sistem pendidikan, khususnya di sekolah. Semua komponen lain, mulai dari kurikulum, sarana-prasarana, biaya, dan sebagainya tidak akan banyak berarti apabila esensi pembelajaran yaitu interaksi guru dengan peserta didik tidak berkualitas. Semua komponen lain, terutama kurikulum akan “hidup” apabila dilaksanakan oleh guru. Begitu pentingnya peran guru dalam mentransformasikan input-input pendidikan, sampai-sampai banyak pakar menyatakan bahwa di sekolah tidak akan ada perubahan atau peningkatan kualitas tanpa adanya perubahan dan peningkatan kualitas guru. Sayangnya, dalam kultur masyarakat Indonesia sampai saat ini pekerjaan guru masih cukup tertutup. Bahkan atasan guru seperti kepala sekolah dan pengawas sekali pun tidak mudah untuk mendapatkan data dan mengamati realitas keseharian performance guru di hadapan siswa. Memang program kunjungan kelas oleh kepala sekolah atau pengawas, tidak mungkin ditolak oleh guru. Akan tetapi tidak jarang terjadi guru berusaha menampakkan kinerja terbaiknya baik pada aspek perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran hanya pada saat dikunjungi. Selanjutnya ia akan kembali be-kerja seperti sedia kala, kadang tanpa persiapan yang matang serta tanpa semangat dan antusiasme yang tinggi. Dengan latar belakang di atas, maka penilaian kinerja guru merupakan suatu hal yang perlu mendapat perhatian serius khususnya oleh pengawas. Penilaian kinerja guru, merupakan salah satu bagian kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolah/madrasah. Kompetensi tersebut termasuk dalam dimensi kompetensi evaluasi pendidikan. Dalam melakukan penilaian kinerja guru, seorang pengawas seyogyanya memiliki kemampuan untuk: (1) memahami ruang lingkup variabel yang hendak dinilai, terutama kompetensi profesional guru, (2) memiliki standar dan/ atau menyusun instrumen penilaian, (3) melakukan pengumpulan dan analisis data, dan (4) membuat judgement atau kesimpulan akhir. Materi diklat ini dirancang untuk membekali pengawas dalam melakukan penilaian terhadap ki1

2. 4. Memahami konsep dasar penilaian kinerja. E. peran dan kinerja guru. 3. Pejelasan tentang dimensi kompetensi. Menentukan tujuan. Alokasi Waktu No. Melakukan analisis data hasil penilaian. 3. C. Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator pencapaian kompetensi melalui diklat ini adalah apabila pengawas dapat: 1.nerja guru. peran dan kinerja guru Aspek-aspek dan instrumen penilaian kinerja guru Pelaksanaan penilaian dan analisis data hasil penilaian kinerja kepala sekolah Penyusunan laporan dan tindak lanjut hasil penilaian Alokasi 1 jam 1 jam 2 jam 2 jam 1 jam F. Materi Diklat Konsep dasar penilaian kinerja Kompetensi. 1. 6. D. Menyusun instrumen dan melaksanakan penilaian guru 5. 4. Kompetensi yang Hendak Dicapai Setelah mengikuti pelatihan ini pengawas diharapkan dapat menilai kinerja guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran/bimbingan. 5. Menyusun laporan dan merumuskan tindak lanjut hasil penilaian. Perkenalan 2. 3. Dimensi Kompetensi Dimensi kompetensi yang diharapkan dibentuk pada akhir Diklat ini adalah dimensi Kompetensi Supervisi Evaluasi Pendidikan. alokasi waktu dan skenario pendidikan dan pelatihan penilaian kinerja guru. 2. Memahami kompetensi. indikator. Skenario 1. Pre-test 2 . B. aspek-aspek penilaian kinerja guru.

yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan. menyimpulkan. dan bermakna. Diskusi tentang indikator keberhasilan pelatihan penilaian kinerja guru. Menggunakan pendekatan andragogi. 6. Praktik menyusun instrumen penilaian kinerja guru dan melakukan analisis data. efektif. inovatif.4. kreatif. 7. 8. Penutup 3 . b. menganalisis. Penyampaian Materi Diklat: a. Peranan pelatih lebih sebagai fasilitator. dan mengeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif. Refleksi bersama antara peserta dengan pelatih mengenai jalannya pelatihan. 5. menyenangkan. c. Eksplorasi pemahaman peserta berkenaan dengan penilaian kinerja guru melalui pendekatan andragogi. Post test.

emosional. Kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek-aspek yang diamati. kultural. Dijelaskan bahwa Standar Kompetensi Guru dikembangkan secara utuh dari 4 kompetensi utama. seorang guru harus mampu mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan masing-masing dan disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Hal tersebut berimplikasi bahwa seorang guru harus mampu menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip belajar. moral. yaitu: a. yaitu: (1) kompetensi pedagogik. 1. dan intelektual. Guru harus mampu mengoptimalkan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya di kelas. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. (2) kepribadian. Kompetensi Guru Kinerja guru mempunyai spesifikasi/kriteria tertentu. sifat.BAB II KOMPETENSI. dan harus mampu melakukan kegiatan penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. (3) sosial. Penguasaan terhadap teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. b. Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi/kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. 4 . emosional dan intelektual. dan interest yang berbeda. Penguasaan terhadap karakteristik peserta didik dari aspek fisik. dan (4) profesional. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan karakteristik siswa dilihat dari berbagai aspek seperti moral. PERAN DAN KINERJA GURU A. Berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum. karena siswa memiliki karakter. sosial.

Guru sebagai pendidik harus dapat mempengaruhi ke arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan berlaku dalam masyarakat. i. watak dan kepribadian siswa yang kuat. e. empatik. dan belajar bagaimana harus berbuat. Guru dituntut harus mampu membelajarkan siswanya tentang disiplin diri. d. moral. Tata nilai termasuk norma. Aspek-aspek yang diamati adalah: 5 . Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik. belajar membaca. mematuhi aturan/tata tertib. menghargai waktu. 2. estetika. Guru harus mempunyai kemampuan yang berkaitan dengan kemantapan dan integritas kepribadian seorang guru. mencintai buku. Kompetensi Kepribadian Pelaksanaan tugas sebagai guru harus didukung oleh suatu perasaan bangga akan tugas yang dipercayakan kepadanya untuk mempersiapkan generasi kualitas masa depan bangsa. Semuanya itu akan berhasil apabila guru juga disiplin dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Pendidikan adalah proses yang direncanakan agar semua berkembang melalui proses pembelajaran. Melakukan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. h. memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. dan ilmu pengetahuan. mempengaruhi perilaku etik siswa sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat.c. Mampu mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu. dan santun dengan peserta didik. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. belajar bagaimana cara belajar. f. g. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Walaupun berat tantangan dan rintangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugasnya harus tetap tegar dalam melaksakan tugas sebagai seorang guru. Berkomunikasi secara efektif. Penerapan disiplin yang baik dalam proses pendidikan akan menghasilkan sikap mental.

4. dan berwibawa. c. Dengan dimilikinnya kemampuan tersebut. Kemampuan sosial meliputi kemampuan guru dalam berkomunikasi. dan rasa percaya diri. hukum. d. tenaga kependidikan. rasa bangga menjadi guru. sosial. orang tua. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. agama. Kompetensi Profesional Kompetensi Profesional yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran. kondisi fisik. dewasa. dan kebudayaan nasional Indonesia. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur. bergaul simpatik. e. Kriteria kinerja guru yang harus dilakukan adalah: a. 3. tanggung jawab yang tinggi. Guru mempunyai tu6 . sehingga jika ada keperluan dengan orang tua siswa. ras. Menunjukan etos kerja. dalam rangka pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif. stabil. Bertindak sesuai dengan norma agama. Berkomunikasi secara efektif.a. dan santun dengan sesama pendidik. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. c. dan status sosial ekonomi. otomatis hubungan sekolah dengan masyarakat akan berjalan dengan lancar. empatik. dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. arif. d. berakhlak mulia. b. b. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. dan mempunyai jiwa yang menyenangkan. Kompetensi Sosial Guru di mata masyarakat dan siswa merupakan panutan yang perlu dicontoh dan merupkan suritauladan dalam kehidupanya sehari-hari. Guru perlu memiliki kemampuan sosial dengan masyakat. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. para guru tidak akan mendapat kesulitan. dan masyarakat. Bertindak objektif serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin. latar belakang keluarga. bekerja sama.

b. Misalnya bagaimana menerapkan prinsip apersepsi. Kegiatan mengajarnya harus disambut oleh siswa sebagai suatu seni pengelolaan proses pembelajaran yang diperoleh melalui latihan. Dalam hal evaluasi. Karena itu guru harus melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan multimedia. Di dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kemampuan yang harus dimiliki guru dalam proses pembelajaran dapat diamati dari aspek-aspek: 7 . dan kemauan belajar yang tidak pernah putus. Guru menciptakan suasana yang dapat mendorong siswa untuk bertanya. guru harus memperhatikan prinsip-prinsip didaktik metodik sebagai ilmu keguruan. c. sehingga terjadi suasana belajar sambil bekerja. Diharapkan pula guru dapat menyusun butir secara benar. perhatian. keaktifan siswa harus selalu diciptakan dan berjalan terus dengan menggunakan metode dan strategi mengajar yang tepat. pengalaman.gas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. secara teori dan praktik. sesuai kontek materinya. d. selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan terakhir tentang materi yang disajikan. korelasi dan prinsip-prinsip lainnya. serta menemukan fakta dan konsep yang benar. Dalam melaksakan proses pembelajaran. agar tes yang digunakan dapat memotivasi siswa belajar. Guru harus selalu meng-update. Jenis tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar harus benar dan tepat. kerja kelompok. dan menguasai materi pelajaran yang disajikan. mengamati. mengakses dari internet. guru harus dapat melaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin diukurnya. Persiapan diri tentang materi diusahakan dengan jalan mencari informasi melalui berbagai sumber seperti membaca buku-buku terbaru. Kompetensi atau kemampuan kepribadian yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru berkenaan dengan aspek: a. guru mempunyai peranan dan tugas sebagai sumber materi yang tidak pernah kering dalam mengelola proses pembelajaran. mengadakan eksperimen. dan belajar sambil bermain. Dalam menyampaikan pembelajaran. untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran. belajar sambil mendengar.

c. Peranan guru meliputi banyak hal. Guru melakukan Diagnosa terhadap Perilaku Awal Siswa. konsep. struktur. Menguasai materi. perencana pembelajaran. supervisor. pengatur lingkungan belajar. dan sebagai evaluator. karena guru memegang peranan dalam proses pembelajaran. meliputi: 1. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif e. dan bakat siswa. Peranan guru berkaitan dengan kompetensi guru. motivator. dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. untuk itu guru dituntut untuk mengenal lebih dekat kepribadian siswanya. 8 . Mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreatif. d. yaitu guru dapat berperan sebagai pengajar. Pada dasarnya guru harus mampu membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswanya dalam proses pembelajaran. Guru merupakan faktor penentu yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya. diharapkan jika guru telah mengetahui betul kondisi siswanya akan mempermudah memberikan meteri pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran/ bidang pengembangan yang diampu. minat. pembimbing. pemimpin kelas. b. di mana dalam proses tersebut terkandung multi peran dari guru. di mana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri B.a. Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Proses asessing atau memperkirakan keadaan siswa adalah langkah awal untuk mengetahui lebih lanjut kondisi siswa untuk kemudian dievaluasi agar lebih kongkrit dan mendekati tepat untuk memahami keadaan siswanya. Peranan Guru Peran guru yang dimaksud adalah berkaitan dengan peran guru dalam proses pembelajaran.

Hal ini dilakukan sebagai respon positif terhadap tindakan yang dilakukan oleh siswa. Guru senantiasa harus mampu menunjukkan kelebihan bidang yang dipelajari dan manfaat yang akan didapat dengan mempelajarinya. dan untuk penutup + 10%. b. Karena itu ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian guru: a. Mengacu pada hasil pengamatan ini guru harus mengetahui siswa mana yang membutuhkan pembinaan yang lebih. d. Small group aktivities memiliki kelebihan untuk menggali potensi siswa. Memberikan dorongan kepada siswa agar tumbuh semangat untuk belajar. Guru Melaksanakan Proses Pembelajaran Peran guru yang ketiga ini memegang peranan yang sangat penting. 3.2. untuk diberi 9 . sehingga minat belajar tumbuh kondusif dalam diri siswa. dan bentuk tertulis. gerakan anggota badan. karena siswa akan berperan aktif lebih besar dalam aktivitas pembelajarannya. Mengatur waktu berkenaan dengan berlangsungnya proses pembelajaran yang meliputi pengaturan alokasi waktu seperti pengantar + 10%. Dalam sistem pendidikan yang demokratis. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa jika tidak mempunyai persiapan pembelajaran yang baik. Mengacu pada hal tersebut. diskusi adalah wahana yang tepat untuk menciptakan dan menumbuhkan siswa yang kreatif dan produktif serta terlatih untuk berargumentasi secara sehat serta terbiasa menghadapi perbedaan. Melaksanakan diskusi dalam kelas. Peran guru berikutnya adalah mengamati siswanya dalam berbagai kegiatan baik yang bersifat formal di ruang kelas maupun di dalam kegiatan ekstra kurikuler. ucapan. materi pokok + 80%. Guru membuat Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Perencanaan pembelajaran adalah membuat persiapan pembelajaran. Menumbuhkan motivasi tersebut dapat dilakukan dengan reinforcement yaitu memberi penghargaan baik dengan sikap. c. maka peluang untuk tidak terarah terbuka lebar. guru diharapkan dapat melakukan persiapan pembelajaran baik menyangkut materi pembelajaran maupun kondisi psikis dan psikologis yang kondusif bagi berlangsungnya proses pembelajaran. karena di sinilah proses interaksi pembelajaran dilaksanakan. bahkan mungkin cenderung untuk melakukan improvisasi sendiri tanpa acuan yang jelas.

Menggunakan alat peraga.e. Lebih jauh Usman (1999: 12) mengungkapkan peran guru sebagai administrator adalah sebagai berikut: (a) pengambil inisistif. mengingat alat seperti ini sangat membantu proses belajar mengajar. Peran guru dalam kegiatan ini mencakup informasi berupa pemberian ceramah dan juga informasi tertulis yang dibutuhkan siswa dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami siswa. (c) orang yang 10 . sebab bisa dibayangkan kalau para siswa dari waktu ke waktu hanya menjadi pendengar setia mungkin proses pendidikan tidak akan menghasilkan lulusan yang optimal. g. TV dan lainnya yang dapat dirancang sendiri. proyektor. Peran jenis ini adalah guru memberikan masalah untuk dicarikan solusi alternatifnya. Dalam konsep Norman Dodl ini jatah waktu ceramah hanya sedikit saja. sehingga siswa dapat menggunakan daya pikir dan daya nalarnya secara maksimal. tugas individu. Peran guru di sini dimaksudkan untuk lebih memahami siswa tidak hanya dari hasil tatap muka saja akan tetapi menyangkut segala hal yang berkaitan dengan siswa. Hanya saja peran guru tidak terlalu dominan. 4. sehingga administrasi sekolah tidak melulu tertumpu pada kepala sekolah dan tata usaha. Keterampilan bertanya dan menjawab adalah merupakan kompetensi yang harus dimiliki guru. (b) wakil masyarakat yang berati dalam lingkungan sekolah guru menjadi anggota suatu masyarakat. h. Langkah ini menunjukkan proses yang sangat manusiawi dalam hal ini manusia selalu ingin tahu terhadap suatu persoalan atau masalah. Melakukan pertanyaan dan memberikan respon terhadap pertanyaan yang diajukan siswa. f. pengarah dan penilai kegiatan-kegiatan pendidikan. Guru sebagai Pelaksana Administrasi Sekolah Konsep Norman Dodl ini berkaitan dengan kewajiban guru untuk mampu menjalankan administrasi sekolah dengan baik. dengan harapan siswa tidak terlalu jenuh. Guru harus berupaya menguasai penggunaan alat-alat bantu tersrbut. atau mungkin diberikan remedial teaching sebagai follow up dari tes yang telah diberikan. sebagai alat bantu komunikasi pendidikan seperti OHP. Baik dengan menggunakan metode berpikir induktif ataupun deduktif.

kepada anak didik. Guru dapat Mengembangkan Potensi Anak Dalam melakukan kegiatan jenis ini guru harus mengetahui betul potensi anak didik. (e) pelaksana administrasi pendidikan. Faktor „the how‟ memegang peranan penting dalam upaya mengembangkan potensi anak didik. Komunikasi pada diri sendiri menyangkut upaya introspeksi agar setiap langkah dan geraknya tidak mengalahi kode etik guru baik sebagai pendidik maupun sebagai pengajar. (d) penegak disiplin. Guru sebagai Komunikator Peran guru dalam kegiatan ini menyangkut proses penyampaian informasi baik kepada dirinya sendiri. dan masyarakat adalah sebagai pertanggungjawaban moral.ahli dalam suatu mata pelajaran. Komunikasi yang edukatif pada anak didik akan mampu menciptakan hubungan yang harmonis. 11 . 5. 7. kepada orang tua murid maupun kepada masyarakat pada umumnya. orang tua. Sedangkan komunikasi kepada atasan. 6. Guru Mampu Mengembangkan Keterampilan Diri Mengembangkan keterampilan diri merupakan suatu tuntutan bahwa setiap guru harus mengembangkan keterampilan pribadinya dengan terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. jika tidak demikian maka guru akan ketinggalan jaman dan mungkin pada akhirnya akan sulit membawa dan mengarahkan anak didik kepada masa di mana dia akan menjalani kehidupan. Komunikasi kepada anak didik merupakan peran yang sangat strategis. karena ditangan gurulah nasib suatu generasi dimasa mendatang. kepada atasan. hal ini dimaksudkan untuk mempersiapkan diri menjadi manusia seutuhnya yang akan mampu membangun dirinya dan masyarakat lingkungannya. Karena berangkat dari potensi itulah guru menyiapkan strategi PBM yang sinerjik dengan potensi anak didik. dan (g) penyampai informasi kepada masyarakat tentang perkembangan kemajuan dunia. karena sepandai apapun seseorang manakala dia tidak mampu berkomunikasi dengan baik pada anak didiknya maka proses belajar mengajar akan kurang optimal. (f) pemimpin generasi muda.

atau pengajar. Sebagai pengajar ia harus membantu perkembangan anak didik untuk dapat menerima. serta menguasai ilmu pengetahuan. memahami kurikulum. Pengawasan terhadap lingkungan turut menentukan sejauh mana lingkungan tersebut menjadi lingkungan yang baik. lecturer. sehingga ia mampu memerankan apa yang diajarkannya secara didaktis. Maksudnya ialah agar apa yang disampaikannya itu betul-betul dimiliki oleh anak didik. Melalui cara demikian ia dapat memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugas sebagai pengajar dan demonstrator. karena hal ini akan sangat menentukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Guru hendaknya mampu mengelola kelas. karena kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasi. Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh guru ialah bahwa ia sendiri adalah pelajar. b. guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi belajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya. dan ia sendiri sebagai sumber belajar yang terampil dalam memberikan informasi kepada kelas. Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dalam berbagi kesempatan. Lingkungan yang baik adalah yang bersifat menantang dan 12 . berikut ini adalah peranan yang paling dianggap dominan dan diklasifikasikan sebagai berikut: a. memahami. Guru sebagai Demonstrator Melalui peranannya sebagai demonstrator.Berkenaan dengan ungkapan di atas. Guru sebagai Pengelola Kelas Dalam perannya sebagai pengelola kelas (learning managers). Seorang guru hendaknya mampu dan terampil dalam merumuskan tujuan pembelajaran khusus atau indikator. Lingkungan harus diatur dan diawasi agar kegiatan-kegiatan belajar terarah kepada tujuan-tujuan pendidikan. Pengajar yang baik bila ia menguasai dan mampu melaksanakan keterampilan-keterampilan mengajar. Hal ini berarti bahwa guru harus belajar terus menerus.

c. karena media pendidikan merupakan alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar. guru bertanggung jawab memelihara lingkungan fisiknya.siswa harus belajar melakukan self control dan self activity melalui proses bertahap. serta kondisi umum dan suasana dalam kelas. hubungan pribadi antar siswa dalam kelas. Sebagai manajer lingkungan belajar. Tanggung jawab sebagai manager yang penting bagi guru adalah membimbing pengalaman-pengalaman siswa sehari-hari kearah self direct behavior. guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup mengenai media pendidikan. antara lain adalah guru. 13 . Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar. Guru sebagai Mediator dan Fasilitator Sebagai mediator.tetapi juga mengembangkan kebiasaan bekerja dan belajar secara efektif di kalangan siswa.merangsang siswa untuk belajar. menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. sehingga mereka mampu membimbing kegiatan sendiri. Dengan demikian guru tidak hanya mementingkan siswa belajar. guru harus mampu mempergunakan pengetahuan tentang teori belajar mengajar dan teori perkembangan sehingga memungkinkan untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang menimbulkan kegiatan belajar pada siswa akan mudah dilaksanakan dan sekaligus memudahkan pencapaian tujuan yang diharapkan. agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan atau membimbing proses-proses intelektual dan sosial dalam kelasnya. Tujuan umum mengelola kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas agar mencapai hasil yang baik. memberikan rasa aman dan kepuasan dalam mencapai tujuan. Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan kepada guru. Kualitas dan kuanitas belajar siswa dalam kelas bergantung pada banyak faktor. Sebagai manajer.

evaluasi. kita ketahui bahwa setiap jenis dan jenjang pendidikan pada waktu-waktu tertentu/periode pendidikan selalu mengadakan evaluasi. Demikian pula setiap kali proses belajar mengajar. dan menambah hubungan positif dengan siswa. baik yang berupa nara sumber. materi. Penilaian perlu dilakukan. Tujuannya adalah agar guru dapat menciptakan secara maksimal kualitas lingkungan yang interaktif. Sebagai mediator guru juga menjadi perantara dalam hubungan antar manusia.Dengan demikian jelaslah bahwa media pendidikan merupakan alat yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. mengembangkan gaya interaksi pribadi. guru harus terampil mempergunakan pengetahuan tentang bagaimana orang berinteraksi dan berkomunikasi. karena melalui penilaian guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan. tetapi juga harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan. guru hendaknya menjadi evaluator yang baik. Guru tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang media pendidikan. metoda. apakah materi yang diajarkan sudah dikuasai atau belum oleh siswa. 14 . buku teks. Dalam hal ini ada tiga macam kegiatan yang dapat dilakukan guru. Untuk itu. Memilih dan menggunakan media pendidikan harus sesuai dengan tujuan. Penilaian dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau tidak. artinya penilaian yang telah dicapai. dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan siswa. serta mengusahakan media itu dengan baik. penguasaan siswa terhadap pelajaran. Sebagai fasilitator. baik oleh pihak terdidik maupun pendidik. dan apakah metode yang digunakan sudah cukup tepat. ataupun surat kabar. guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar yang kiranya berguna serta dapat menunjang percapaian tujuan dan proses belajar mengajar. yaitu mendorong berlangsungnya tingkah laku sosial yang baik. majalah. Guru sebagai Evaluator Dalam dunia pendidikan. d.

Terlebih dahulu harus dipahami pengertian kurikulum.serta ketepatan metode mengajar. Miller & Saller. 1974. dalam Ragan dan Shepherd. di mana umpan balik ini akan dijadikan titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar selanjutnya. jika dibandingkan dengan teman-temannya. Dengan demikian. atau sebaliknya. e. karena kegiatan belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan. guru hendaknya secara terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai siswa dari waktu ke waktu. 1985). 1980. Sedangkan dalam pandangan modern kurikulum diartikan sebagai segala pengalaman belajar yang harus dikuasai anak didik di bawah bimbingan atau tanggungjawab sekolah (Doll. Dalam penilaian. karena dalam penilaian. proses belajar mengajar akan terus menerus ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang optimal. Tujuan lain penilaian ialah untuk mengetahui kedudukan siswa di dalam kelas atau kelompoknya. dapat disimpulkan bahwa guru mempunyai peranan utama dan sangat menentukan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. guru dapat menetapkan apakah seorang siswa termasuk dalam kelompok siswa pandai. Informasi yang diperoleh melalui evaluasi ini merupakan umpan balik terhadap proses belajar mengajar. maka pengertian modern lebih tepat digunakan karena dipandang lebih fleksibel. cukup memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Dalam fungsinya sebagai penilaian hasil belajar siswa. guru dapat mengetahui prestasi yang dicapai oleh siswa setelah ia mengikuti proses belajar mengajar. sedang. guru dapat mengetahui apakah proses belajar mengajar yang dilakukan cukup efektif. Berangkat dari pengertian di atas. atau cukup baik di kelasnya. Guru sebagai Pengembang Kurikulum di Sekolah Untuk memudahkan pembahasan peran guru dalam mengembangkan kurikulum di sekolah. Dengan menelaah pencapaian tujuan mengajar. Tannr & Tanner. Dalam pandangan klaksik kurikulum diartikan sebagai sekumpulan mata pelajaran yang diberikan anak didik di sekolah (Penix dan Bestor. Dari uraian tersebut. 1982: 2). kurang. Kiranya jelasl bahwa guru harus mampu dan terampil dalam melaksanakan penilaian. Kecuali itu proses belajar menga15 .

melalui perencanaan yang diharapkan akan mempermudah proses belajar mengajar yang kondusif. afektif. 1989: 31). Berangkat dari tujuan yang kongkrit akan dapat dijadikan patokan dalam melakukan langkah dan kegiatan yang harus ditempuh termasuk cara bagaimana melaksanakanya. Sedangkan menurut Ansary (1988: 95) ada beberapa sumber tujuan pengajar yaitu: kebutuhan anak. Bloom (1954: 18) mengklasifikasikan tujuan tersebut menjadi tiga ranah. teachingin the sense of student teacher interaction in an educational setting”. ilmu pengetahuan. Implementasi kurikulum sesungguhnya tejadi pada saat proses belajar mengajar. seperti kebiasaan. antara lain: aim goals dan objective. yaitu tujuan pokok bahasan yang lebih spesifik. dan mengevaluasi kurikulum. dan psikomotor. menentukan bahan pelajaran. implementation of the curriculumplan. involving. merupakan hasil proses belajar mengajar. 16 . kebutuhan masyarakat. Dengan demikian kegiatan merencanakan merupakan upaya yang sistematis dalam upaya mencapai tujuan. but not necessarily. dan lain sebagainya. hal ini bisa kita lihat dalam Miller dan Saller (1985: 13) yang mengatakan: “in some. Dalam pandangan Zais (1976: 297) ada beberapa istilah yang berkenaan dengan tujuan. sikap. 1) Aktivitas Guru dalam Merencanakan Kurikulum Pada dasarnya kegiatan merencanakan meliputi: penentuan tujuan pengajaran. yaitu ranah kognitif. cases. Dalam kegiatan perencanaan langkah pertama yang harus ditempuh oleh guru adalah menentukan tujuan yang hendak dicapai. Pada materi ini yang dimaksud tujuan adalah objective. menentukan alat dan metode dan alat pengajaran dan merencanakan penilaian pengajaran (Sudjana. ada beberapa kegiatan guru dalam upaya mengembangkan kurikulum yang berlaku di sekolah. melaksanakan.jar tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran yang diberikan akan tetapi juga menyangkut pengalaman belajar. Pengetian tersebut memberikan pemahaman bahwa kurikulum dalam dimensi kegiatan adalah sebagai manifestasi dari upaya untuk mewujudkan kurikulum yang masih dokumen tertulis menjadi aktual dalam serangkaian aktivitas belajar mengajar. moral. Berangkat dari beberapa pemikiran tersebut. yang meliputi merencanakan. dan filsafat. ussualy.

aturan dan integrasi kegiatan-kegiatan sedemikian rupa guna mencapai tujuan-tujuan. karena bahan pelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan sosial di sampingperkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi. (3) Mengandung pengalaman belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan. sehingga dalam menentukan bahan pelajaran perlu memperhatikan beberapa hal yaitu: signifikansi. (b) 17 . Dalam pandangan Ansary (1988: 120) bahan pelajaran mencangkup tiga komponen. (6) Harus komprehensif. yaitu ilmu pengetahuan. (2) Tujuan harus bersifat spesifik dan dinyatakan dalam bentuk prilaku nyata. minat. Dalam hal ini tiga kompunen tersebut dapat dirinci sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai sekolah. dan perkembangan manusiawi (Zais. artinya mencakup semua aspek dan tujuan yang ingin dicapai sekolah. Nasution (1988: 142) mengartikan organisasi kurikulum sebagai pola atau bentuk bahan pelajaran yang disusun dan disampaikan pada murid. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana bahan pelajaran yang akan disajikan kepada anak didik dirancang dan diogarnisir dengan baik. kegunaan. proses dan nilai-nilai. 1976: 343). Sedangkan menurut Ansyar (1988: 122) bahwa “organisasi kurikulum mencangkup urutan. (4) Pencapaian tujuan kadang kala membutuhkan waktu ralatif lama (tak dapat dicapai dengan segera). (5) Harus realistis dan dapat dimaknai sebagai kegiatan belajar atau pengalaman belajar tertentu. Dalam merencanakan proses pembelajaran maka langkah kedua adalah menetapkan bahan pelajaran. Dalam menentukan bahan pelajaran bukanlah pekerjaan yang mudah akan tetapi pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi yang serius. Sukmadinata (1988: 123) menjelaskan beberapa jenis organisasi kurikulum yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pengajaran yaitu sebagai berikut: (a) organisasi kurikulum berdasarkan atas pelajaran.Taba (1962: 200-105) memberi beberapa pentujuk tentang cara merumuskan tujuan pengajaran yaitu: (1) Tujan hendaknya mengandung unsure proses dan produk.

belajar kelompok. sedangkan pengukuran hanya merupakan salah satu langkah yang mungkin digunakan dalam kegiatan penilaian. Di sisi lain Hasan (1988: 11) mengatakan bahwa penilaian berbeda dengan tes dan pengukuran. Sedangkan langkah ke empat dalam merencanakan pembelajaran adalah merencanakan penilaian pelajaran. Karena itu guru sebagai pengembang kurikulum di sekolah sudah seharusnya data memilih jenis organisasi kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. yang dapat diberikan kemudahan atau fasilitas kepada anak didik menuju tercapainya tujuan pengajaran. Penentuan metode mengajar adalah merupakan langkah ketiga dari tugas guru sebagai pengembang kurikulum di sekolah. 1989: 119). (c) jenis kegiatan belajar anak didik yang diinginkan. (b) bahan pelajaran yang akan diajarkan. diskusi. (1984: 32) mengartikan strategi pengajaran sebagai kegiatan yang dipilih guru dalam proses belajar mengajar. Tes merupakan bagian integral dari pengukuran. tanya jawab. 2) Aktivitas Guru dalam Melaksanakan Kurikulum. Ada beberapa metode mengajar yang dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa dalam proses belajar mengajar. yaitu: (a) tujuan pengajaran yang ingin dicapai. resitasi. Waridjan dkk. Penilaian pada dasarnya adalah suatu proses menentukan nilai dari suatu obyek atau peristiwa dalam konteks situasi tertentu (Sudjana dan Ibrahim.organisasi kurikulum berdasarkan kebutuhan anak. Menentukan metode mengajar ini erat dengan hubungannya pemilihan strategi belajar mengajar yang paling efektif dan efensien dalam melakukan proses belajar mengajar guna mencapai tujuan pengajaran. Proses belajar mengajar pada dasarnya dapat 18 . dan sebagainya. Menurut Sudjana (1989: 57) ada beberapa hal yang harus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan metode mengajar yang akan digunakan. Melaksanakan kurikulum adalah merupakan kegiatan inti dari proses perencanaan. (c) organisasi kurikulum berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Melaksanakan kurikulum yang dimaksudkan dalam studi ini guru mampu mengimpletasikannya dalam proses belajar mengajar. yaitu ceramah. karena tidak akan mempunyai makna apa-apa jika rencana tersebut tidak dapat direncanakan.

19 . Dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar. tahap pengajaran dan tahap penilaian serta tindak lanjut (Sudjana. saat guru berupaya menyampaikan materi pelajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya. penggunaan metode mengajar akan berpengaruh pada pendekatan yang akan dilakukan oleh seorang guru. seyogyanya seorang guru memahami langkah-langkah yang harus ditempuh. 1998). Apapun langkah-langkah yang harus ditempuh dalam proses belajar mengajar meliputi: tahap permulaan. oleh karena itu untuk dapat melakukan penilaian secara akurat terlebih dahulu harus dipahami pengertian kurikulum yang dianutnya. Guru sebagai pengembang kurikulum di sekolah harus senantiasa melakukan evaluasi atau penilaian kurikulum secara kontinyu dan komprehenship. Tahap permulaan adalah tahap untuk mengkondisikan siswa agar dapat mengikuti pelajaran secara kondusif. dan kurikulum sebagai hasil dan lain sebagainya. sehingga diharapkan dapat ditindaklanjuti menuju perbaikan di masa yang akan datang. sedangkan tahap pengajaran adalah tahap inti. hal ini didasarkan pada banyaknya aspek yang harus dinilai dan banyaknya pihak yang terkait dalam penilaian.berlangsung di dalam dan di luar sekolah dan di dalam jam pelajaran atau di luar jam pelajaran yang telah dijadwalkan (Depdikbud. 1989: 68). Penilaian kurikulum bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Misalnya seorang guru ingin mengaktifkan anak atau peran anak menjadi lebih dominan. kurikulum sebagai proses. Bahkan ada sementara kalangan mengatakan bahwa jika ingin melakukan penilaian terhadap kurikulum maka yang pertama harus memahami terlebihdahulu makna dari penilaian itu sendiri (Hasan. Dalam tahap ini. 1991: 15). Berkenaan dengan kemampuan guru sebagai pengembang kurikulum di sekolah. Penilaian terhadap kurikulum sesungguhnya sangat luas. 3) Aktivitas Guru dalam Menilai Kurikulum Pada tahap ini guru melakukan penilaian untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan. kurikulum sebagai rencana. kurikulum sebagai hasil. maka metode CBSA adalah metode yang tepat. mka sangatlah relevan uraian-uraian yang dikemukakan di atas. sebab penilaian terhadap kurikulum berarti menyangkut kurikulum sebagai ide.

(2) efisiensi. Kinerja adalah performance atau unjuk kerja. Kinerja seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: ability. dan (4) keadaptasian. Promptness – ketepatan waktu menyelesaikan pekerjaan 3. yaitu: 1. mengacu pada ukuran output utama organisasi. Adapun ukuran kinerja menurut T. Kinerja dapat pula diartikan prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau hasil unjuk kerja. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja merupakan suatu wujud perilaku seseorang atau organisasi dengan orientasi prestasi. C. (LAN.R. dan mampu menilai kurikulum tersebut. Smith. sehingga guru dituntut mampu mengaktualisasikan dirinya dengan seoptimal mungkin. karena dalam melaksanakan tugasnya seorang guru dituntut mampu melaksakan aktivitasnya mulai dari merencanakan kurikulum. human otherwise. incentive. capacity. melaksanakan kurikulum. Standar kinerja dapat dijadikan patokan dalam mengadakan pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dilaksanakan. mengacu pada penggunaan sumber daya langka oleh organisasi. artinya kinerja adalah hasil dari suatu proses yang dilakukan manusia. held. Standar kinerja perlu dirumuskan untuk dijadikan acuan dalam mengadakan penilaian. Menurut Ivancevich (1996). patokan tersebut meliputi: (1) hasil. Initiative – prakarsa dalam menyelesaikan pekerjaan 4.Dikatakan demikian. mengacu pada ukuran tanggapan organisasi terhadap perubahan. Kinerja adalah performance is output derives from processes. 1992). tentu dapat diidentifikasi kinerja ideal seorang guru dalam melaksanakan peran dan tugasnya. mengacu pada keberhasilan organisasi dalam memenuhi kebutuhan karyawan atau anggotanya. Quality of work – kualitas hasil kerja 2. 1992). Comunication – kemampuan membina kerjasama dengan pihak lain. (3) kepuasan. Kinerja Guru Berdasarkan uraian tentang kompetensi dan peranan guru. Mitchell (1989) dapat dilihat dari empat hal. 20 . environment dan validity (Noto Atmojo. Menurut August W. Capability – kemampuan menyelesaikan pekerjaan 5. yaitu membandingkan apa yang dicapai dengan apa yang diharapkan.

(4) melibatkan siswa dalam berbagai pengalaman belajar. 21 . dan (5) kepemimpinan yang aktif dari guru. (2) persiapan dan perencanaan pembelajaran. Kinerja guru mempunyai spesifikasi tertentu. dan menilai hasil belajar. standar kinerja guru itu berhubungan dengan kualitas guru dalam menjalankan tugasnya seperti: (1) bekerja dengan siswa secara individual. melaksanakan kegiatan pembelajaran. Berkaitan dengan kinerja guru.Berkenaan dengan standar kinerja guru Piet A. (3) pendayagunaan media pembelajaran. Sahertian dalam Kusmianto (1997: 49) bahwa. wujud perilaku yang dimaksud adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran yaitu bagaimana seorang guru merencanakan pembelajaran. Kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi/kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru.

Alat penilaian kemampuan guru. Unsur/komponen yang ada dalam silabus terdi ri dari: a. dan (3) hubungan antar pribadi (interpersonal skill). meliputi: (1) rencana pembelajaran (teaching plans and materials) atau disebut dengann RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Kemampuan guru dapat dilihat dari cara atau proses penyusunan program kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Alokasi waktu h. Indikator g.BAB III INDIKATOR KINERJA GURU DAN PENILAIANNYA A. Kompetensi Dasar (KD) d. ditandai oleh adnya komponen-komponen : a. Identitas RPP 22 . Indikator Kinerja Guru Berkenaan dengan kepentingan penilaian terhadap kinerja guru. Identitas Silabus b. Sumber pembelajaran Program pembelajaran jangka waktu singkat sering dikenal dengan sitilah RPP. yaitu mengembangkan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP). Indikator penilaian terhadap kinerja guru dilakukan terhadap tiga kegiatan pembelajaran dikelas yaitu: 1. Materi Pembelajaran e. yang merupakan penjabaran lebih rinci dan specifik dari silabus. (2) prosedur pembelajaran (classroom procedure). Perencanaan Program Kegiatan Pembelajaran Tahap perencanaan dalam kegiatan pembelajaran adalah tahap yang berhubungan dengan kemampuan guru menguasai bahan ajar. Kegiatan Pembelajaran f. Stándar Kompetensi (SK) c. Georgia Departemen of Education telah mengembangkan teacher performance assessment instrument yang kemudian dimodifikasi oleh Depdiknas menjadi Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG).

Kemampuan lainnya dalam pengelolaan kelas adalah pengaturan ruang/ setting tempat duduk siswa yang dilakukan pergantian. d. b. dan melakukan pengaturan tempat duduk siswa. merangsang pikiran. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran di kelas adalah inti penyelenggaraan pendidikan yang ditandai oleh adanya kegiatan pengelolaan kelas. penggunaan media dan sumber belajar. perhatian. i.b. dan penggunaan metode serta strategi pembejaran. Kemampuan guru dalam memupuk kerjasama dan disiplin siswa dapat diketahui melalui pelaksanaan piket kebersihan. Pengelolaan Kelas Kemampuan menciptakan suasana kondusif di kelas guna mewujudkan proses pembelajaran yang menyenangkan adalah tuntutan bagi seorang guru dalam pengelolaan kelas. Stándar Kompetensi (SK) Kompetensi dasar (KD) Indikator Tujuan pembelajaran Materi pembelajaran Metode pembelajaran Langkah-langkah kegiatan Sumber pembelajaran Penilaian 2. a. melakukan absensi setiap akan memulai proses pembelajaran. f. perasaan. Semua tugas tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab guru yang secara optimal dalam pelaksanaanya menuntut kemampuan guru. c. j. Penggunaan Media dan Sumber Belajar Kemampuan lainnya dalam pelaksanaan pembelajaran yang perlu dikuasi guru di samping pengelolaan kelas adalah menggunakan media dan sumber belajar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (materi pembelajaran). e. dan 23 . h. ketepatan waktu masuk dan keluar kelas. g. tujuannya memberikan kesempatan belajar secara merata kepada siswa.

1993: 78) Sedangkan yang dimaksud dengan sumber belajar adalah buku pedoman. Hal ini dimaksudkan untuk menjembatani kebutuhan siswa. yaitu memvariasikan penggunaan metode pembelajaran di dalam kelas seperti metode ceramah dipadukan dengan tanya jawab dan penugasan atau metode diskusi dengan pemberian tugas dan seterusnya. pembelajaran berbasis komputer. Karena siswa memiliki interes yang sangat heterogen idealnya seorang guru harus menggunakan multi metode. gambar dan sebagainya.. Kemampuan menguasai sumber belajar di samping mengerti dan memahami buku teks. film. Guru diharapkan mampu memilih dan menggunakan metode pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan. 3. Menurut R. namun yang penting bagi guru metode manapun yang digunakan harus jelas tujuan yang akan dicapai”. c. dan media audio visual. Ibrahim dan Nana Syaodih S. sehingga dapat mendorong proses pembelajaran. Sukmadinata (1993: 74) ”Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan dilihat dari berbagai sudut. dan sebagainya. Penggunaan Metode Pembelajaran Kemampuan berikutnya adalah penggunaan metode pembelajaran. Kemampuan menggunakan media dan sumber belajar tidak hanya menggunakan media yang sudah tersedia seperti media cetak. seorang guru juga harus berusaha mencari dan membaca buku-buku/sumber-sumber lain yang relevan guna meningkatkan kemampuan terutama untuk keperluan perluasan dan pendalaman materi. Tatapi kemampuan guru di sini lebih ditekankan pada penggunaan objek nyata yang ada di sekitar sekolahnya. (R. atau guru dapat mendesain media untuk kepentingan pembelajaran (by design) seperti membuat media foto. Dalam kenyataan di lapangan guru dapat memanfaatkan media yang sudah ada (by utilization) seperti globe. media audio. dan pengayaan dalam proses pembelajaran. dan menghindari terjadinya kejenuhan yang dialami siswa. Evaluasi/Penilaian Pembelajaran Penilaian hasil belajar adalah kegiatan atau cara yang ditujukan untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dan juga proses pem24 . Ibrahim dan Nana S.kemampuan siswa. peta.

dimana nilai yang diperoleh siswa tergantung pada seberapa jauh tujuan yang tercermin dalam soal-soal tes yang dapat dikuasai siswa. tes lisan. 25 . dan jawaban singkat. Seorang guru dapat menentukan alat tes tersebut sesuai dengan materi yang disampaikan. dan tes perbuatan. melengkapi. Nilai tertinggi adalah nilai sebenarnya berdasarkan jumlah soal tes yang dijawab dengan benar oleh siswa. Tes perbuatan adalah tes yang dilakukan guru kepada siswa. komputer. Siswa yang paling besar skor yang didapat di kelasnya. penyusunan alat-alat evaluasi. Bentuk tes tertulis yang banyak dipergunakan guru adalah ragam benar/ salah. Sedangkan PAP adalah cara penilaian. pengolahan. adalah siswa yang memiliki kedudukan tertinggi di kelasnya. Pada tahp ini seorang guru dituntut memiliki kemampuan dalam menentukan pendekatan dan cara-cara evaluasi. Alat evaluasi meliputi: tes tertulis. dan sebagainya. dan penggunaan hasil evaluasi. Pendekatan atau cara yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi/ penilaian hasil belajar adalah melalui Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP). Tes ini umumya ditujukan untuk mengulang atau mengetahui pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah disampaikan sebelumnya. Tes lisan adalah soal tes yang diajukan dalam bentuk pertanyaan lisan dan langsung dijawab oleh siswa secara lisan. apakah siswa dapat dikatakan lulus atau tidak berdasarkan batas lulus yang telah ditetapkan. olahraga.belajaran yang telah dilakukan. Kempuan lainnya yang perlu dikuasai guru pada kegiatan evaluasi/ penilaian hasil belajar adalah menyusun alat evaluasi. keterampilan. Pendekatan PAN dan PAP dapat dijadikan acuan untuk memberikan penilaian dan memperbaiki sistem pembelajaran. menjodohkan. pilihan ganda. Dalam hal ini siswa diminta melakukan atau memperagakan sesuatu perbuatan sesuai dengan materi yang telah diajarkan seperti pada mata pelajaran kesenian. Dalam PAP ada passing grade atau batas lulus. PAN adalah cara penilaian yang tidak selalu tergantung pada jumlah soal yang diberikan atau penilaian dimasudkan untuk mengetahui kedudukan hasil belajar yang dicapai berdasarkan norma kelas.

yakni: 1. Jika bagian-bagian tertentu dari materi pelajaran tidak dipahami oleh sebagian besar siswa. guru tidak perlu memperbaiki program pembelajaran. Keterampilan Bertanya (Questioning skills) Dalam proses pembelajaran. Jika bagian-bagian tertentu dari materi pelajaran yang tidak dipahami oleh sebagian kecil siswa. maka frekuensi kegiatan pengembangan pembelajaran dapat dijadikan indikasi kemampuan guru dalam pengolahan dan penggunaan hasil belajar. karena alat-alat tes yang telah disusun pada dasarnya digunakan sebagai alat penilaian hasil belajar. baik dalam program semesteran maupun program satuan pelajaran atau rencana pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan remidial.Indikasi kemampuan guru dalam penyusunan alat-alat tes ini dapat digambarkan dari frekuensi penggunaan bentuk alat-alat tes secara variatif. Abilitas seorang guru secara aplikatif indikatornya dapat digambarkan melalui delapan keterampilan mengajar (teaching skills). B. bertanya memainkan peranan penting. b. yaitu: a. dan menyediakan waktu khusus untuk bimbingan siswa. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan hasil belajar. b. hal 26 . yaitu penambahan jam pelajaran. melainkan cukup memberikan kegiatan remidial bagi siswa-siswa yang bersangkutan. Di samping pendekatan penilaian dan penyusunan alat-alat tes. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi: a. Kegiatan perbaikan program pembelajaran. yaitu menyangkut perbaikan berbagai aspek yang perlu diganti atau disempurnakan. maka diperlukan perbaikan terhadap program pembelajaran. khususnya berkaitan dengan bagian-bagian yang sulit dipahami. hal lain yang harus diperhatikan guru adalah pengolahan dan penggunaan hasil belajar. mengadakan tes. Indikator Abilitas Guru Abilitas dapat dipandang sebagai suatu karakteristik umum dari seseorang yang berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diwujudkan melalui tindakan. Mengacu pada kedua hal tersebut.

Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement Skills) Penguatan adalah segala bentuk respon apakah bersifat verbal (diungkapkan dengan kata-kata langsung seperti: bagus. ya. yiatu: a. dan sebagainya) merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik (feedback) bagi siswa atas perbuatannya sebagai suatu tindak dorongan atau koreksi. karena pada hakikatnya berpikir itu sendiri sesungguhnya adalah bertanya. tepat sekali. Berikan respon yang ramah dan menyenangkan sehingga timbul kebera-nian siswa untuk menjawab dan bertanya. pintar. d. Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas.ini dikarenakan pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik melontarkan pertanyaan yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap siswa. Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa. c. Menuntun proses berpikir siswa. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu masa-lah yang sedang dibicarakan. betul. d. b. Meningkatkan pastisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. pendekatan. b. g. maupun nonverbal (biasanya dilakukan dengan gerak. Berikan informasi yang cukup untuk menjawab pertanyaan. Difokuskan pada suatu masalah atau tugas tertentu. f. dan sebagainya). isyarat. Mengembangkan pola fikir dan cara belajar aktif dari siswa. c. Berikan waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir sebelum menja-wab pertanyaan. Reinforcement dapat berarti juga respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. sebab pertanyaan yang baik akan mem-bantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik. Tindakah tersebut dimaksudkan untuk memberikan ganjaran atau 27 . e. 2. Pertanyaan yang baik menurut Uzer Usman (1992: 67) adalah: a. Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri ja-waban yang benar. Berikan pertanyaan kepada seluruh siswa secara merata. e.

siswa menunjukkan ketekunan. tidak terbatas pada satu jenis saja karena akan menimbulkan kebosanan. Penguatan kepada kelompok siswa. Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik. Memberikan kesempatan berkembangnya bakat yang dimiliki siswa c. Variasi dalam penggunaan. 3. (3) Meningkatkan kegiatan belajar dan membina tingkah laku siswa yang produktif. d. Keterampilan Mengadakan Variasi Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi pembelajaran yang ditujukan untuk mengatasi kejenuhan siswa. Ada 4 cara dalam memberikan penguatan (reinforcement) yaitu: a. dan lama kelamaan akan kurang efektif. Jenis penguatan yang diberikan hendaknya bervariasi. Pemberian penguatan dengan cara segera. (2) Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar. Penguatan kepada pribadi tertentu. sehingga dalam situasi belajar mengajar. Penguatan yang ditunda cenderung kurang efektif. c.membesarkan hati siswa agar mereka lebih giat berpartisipasi dalam interaksi pembelajaran. sebab bila tidak jelas akan tidak efektif. 28 . Penguatan harus jelas kepada siapa ditujukan. b. antusiasme serta penuh partisipasi. Penguatan seharusnya diberikan sesegera mungkin setelah muncul tingkah laku/respon siswa yang diharapkan. yaitu dengan memberikan penghargaan kepada kelompok siswa yang dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenangi. d. Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa kepada aspek-aspek pembelajaran yang relevan. Tujuan dari pemberian penguatan ini adalah untuk: (1) Meningkatkan perhatian siswa terhadap pembelajaran. b. Tujuan dan manfaat variation skills adalah untuk: a. yaitu dengan cara menyebutkan namanya.

misalnya sebab dan akibat. Variasi harus digunakan secara lancar dan berkesinambungan sehingga tidak akan merusak perhatian siswa dan tidak mengganggu kegiatan pembelajaran. a. c. dalil. hukum. hukum. dan (4) membimbing siswa untuk menghayati dan mendapat proses penalaran dan menggunakan bukti-bukti dalam memecahkan masalah. Keterampilan Menjelaskan (Explaning skills) Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan lainnya. fakta. b. Isi materi meliputi analisis masalah secara keseluruhan. Pemberian penjelasan merupakan aspek yang sangat penting dari kegiatan guru dalam berinteraksi dengan siswa di dalam kelas. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan dengan urutan yang cocok merupakan ciri utama kegiatan menjelaskan. generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. dan secara eksplisit dicantumkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). terutama yang berkenaan dengan isi materi dan siswa itu sendiri. 4.Ada tiga prinsip penggunaan variation skills yang perlu diperhatikan guru yaitu: a. Direncanakan secara baik. Tujuan pemberian penjelasan dalam pembelajaran adalah: (1) membimbing siswa untuk dapat memahami konsep. (2) melibatkan siswa untuk berfikir dengan memacahkan masalah-masalah atau pertanyaan. Hal-hal yang berhubungan dengan siswa hendaknya diperhatikan perbedaan individual tiap 29 . penentuan jenis hubungan yang ada di antara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan rumus. (3) mendapatkan balikan dari siswa mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalahpahaman siswa. Variasi hendaknya digunakan dengan suatu maksud tertentu yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Komponen-komponen dalam Menjelaskan (explaning skills) 1) Merencanakan Penjelasan yang dilakukan guru perlu direncanakan dengan baik. dan prinsip secara objektif dan bernalar.

Komponen membuka dan menutup pelajaran sebagaimana dijelaskan M. Uzer Usman (1992: 85) adalah sebagai berikut: 30 . dan lingkungan belajar anak. Menutup pelajaran (closure) adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. keraguan. b) Penggunaan Contoh dan Ilustrasi. atau ketidakmengertian siswa ketika penjelasan itu diberikan. sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. d) Penggunaan Balikan. Penjelasan hendaknya diberikan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa. c) Pemberian Tekanan.siswa baik itu usia. interes. 2) Penyajian Suatu Penjelasan Penyajian suatu penjelasan dapat ditingkatkan hasilnya dengan memperhatikan hal-hal berikuti ini: a) Kejelasan. hindari penggunaan kata yang tidak perlu. 5. Guru hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan pemahaman. bakat. tugas perkembangan. latar belakang sosial budaya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari oleh siswa. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran (Set Induction and Closure Skills) Membuka pelajaran (set insuction) adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan pra-kondisi bagi siswa agar mental maupun perhatiannnya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya. mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran. Dalam memberikan penjelasan guru harus memusatkan perhatian siswa kepada masalah/topik utama dan mengurangi informasi yang tidak terlalu penting. Memberikan penjelasan sebaiknya menggunakan contoh-contoh yang ada hubungannya dengan sesuatu yang dapat ditemui oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual). jenis kelamin. kemampuan.

dengan cara 31 . penggunaan media pembelajaran atau pola interaksi yang bervariasi. Gaya mengajar. mengeksplorasi pendapat siswa sendiri dan memberikan soal-soal tertulis. Bentuk evaluasi yang dilakukan oleh guru antara lain adalah mendemonstrasikan keterampilan. 2) Melakukan evaluasi. Menutup Pelajaran.a. 6. Siswa berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil di bawah bimbingan guru atau temannya untuk berbagi informasi. 3) Bemberi acuan melalui berbagai usaha. mengingatkan masalah pokok yang akan diba-has dan mengajukan beberapa pertanyaan. Komponen-komponen yang perlu dikuasi guru dalam membimbing diskusi kelompok yaitu: a. Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok siswa dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi. cara yang harus dilakukan guru adalah: 1) Meninjau kembali penguasaan materi pokok dengan merangkum atau menyimpulkan hasil pembelajaran. seperti mengemukakan tujuan pembelajaran dan batas-batas tugas. Dalam menutup pelajaran. disertasi kehangatan dan keantusiasan. mengemukakan ide yang bertentangan dan memperhatikan minat atau interest siswa. mengaplikasikan ide baru pada situasi lain. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi. 2) Menimbulkan motivasi. 4) Memberikan apersepsi (memberikan kaitan antara materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari) sehingga materi yang dipelari merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisah-pisah. pengambilan kesimpulan dan pemacahan masalah. komponennya meliputi: 1) Menarik perhatian siswa. b. Membuka Pelajaran Membuka Pelajaran. pemecahan masalah atau pengambilan keputusan. menyarankan langkah-langkah yang akan dilakukan. menimbulkan rasa ingin tahu.

kemukakan masalah-masalah khusus. Keterampilan Mengelola Kelas Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran. f. 7. dan menguraikan gagasan siswa dengan memberikan informasi tambahan agar kelompok peserta diskusi memperoleh pengertian yang lebih jelas. d. yaitu membuat rangkuman hasil diskusi. untuk menghindari kesalahpahaman dalam memimpin diskusi seorang guru perlu memperjelas atau menguraikan permasalahan. Hal-hal yang perlu dihindari yaitu mendominasi/monopoli pembicaraan dalam diskusi. Menganalisis pandangan siswa. dan mendorong siswa untuk berkomentar terhadap pertanyaan temannya. e. Memberikan kesempatan untuk berpartisipasi. memberikan contoh dengan tepat. dan memberikan waktu untuk berpikir dan memberikan urun pendapat siswa dengan penuh perhatian. Menutup diskusi. memberikan ganjaran bagi siswa yang tepat waktu dalam dalam menyelesaikan tugas atau penetapan norma kelompok yang produktif. merumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi.b. 32 . meminta komentar siswa. dilakukan dengan cara memancing pertanyaan siswa yang enggan berpartisipasi. menuntut seorang guru harus mampu menganalisis dengan cara memperjelas hal-hal yang disepakati dan hal-hal yang perlu disepakati di samping meneliti apakah suatu alasan mempunyai dasar yang kuat. g. Meningkatkan urunan siswa. Adanya perbedaan pendapat dalam diskusi. catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan dan merangkum hasil diskusi. menindaklanjuti hasil diskusi dan mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi. yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang. Memperjelas masalah. seperti penghentian perilaku siswa yang memindahkan perhatian kelas. membiarkan terjadinya penyimpangan dalam diskusi. memberikan kesempatan pada siswa yang belum bertanya (diam) terlebih dahulu. mencegah monopoli pembicaraan. c.

yaitu berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat melakukan tindakan remidial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. hal lain yang perlu diperhatikan oleh guru dalam pengelolaan kelas adalah menghindari campur tangan yang berlebihan. seperti menunjukkan sikap tanggap. Keterampilan Pembelajaran Perseorangan Pembelajaran ini terjadi bila jumlah siswa yang dihadapi oleh guru terbatas yaitu antara 3-8 orang untuk kelompok kecil. 8. menghentikan penjelasan tanpa alasan.Komponen-komponen dalam mengelola kelas adalah sebagai berikut: 1) Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal. menegur bila siswa melakukan tindakan menyimpang. 33 . memberikan petunjuk yang jelas. 2) Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal. Di samping dua jenis keterampilan di atas. Hakikat pembelajaran perseorangan adalah: a. Guru dapat menggunakan strategi: a) Modifikasi tingkah laku. dan sikap yang terlalu membingungkan. b) Guru menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara memperlancar tugas-tugas melalui kerjasama di antara siswa dan memelihara kegiatan-kegiatan kelompok. c) Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. penyimpangan. Siswa belajar sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing. memberikan penguatan (reinforcement). ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan. dan seorang untuk perseorangan. Terjadinya hubungan interpersonal antara guru dengan siswa dan juga siswa dengan siswa. Guru hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah/kesulitan dan berusaha memodifikasi tingkah laku tersebut dengan mengaplikasikan pemberian penguatan secara sistematis. b. memusatkan perhatian kelompok. memberikan perhatian.

Namun demikian. c. Peran guru dalam pembelajaran perseorangan ini adalah sebagai organisator. Rentangan ini dapat disimbolkan melalui huruf (A. Skala penilaian mengukur penampilan atau perilaku orang lain (individu) melalui pernyataan perilaku dalam suatu kontinum atau kategori yang memiliki makna atau nilai. langkah-langkah kegiatan pembelajaran. C. yaitu memungkinkan guru membantu siswa untuk maju tanpa mengalami frustasi. d. kurang. yaitu skala penilaian dan (lembar) observasi. 3. Tingkah laku guru dalam mengajar. 1). Hal ini dapat dicapai bagi guru yang memiliki keterampilan dalam memberikan penguatan dan mengembangkan supervisi. waktu serta kondisi belajar. motivator. B. mencakup membantu siswa menetapkan tujuan dan menstimulasi siswa untuk mencapai tujuan tersebut. Kategori dibuat dalam bentuk rentangan mulai dari yang tertinggi sampai terrendah. D) atau angka (4. Instrumen Penilaian Kinerja Guru Terdapat berbagai model instrumen yang dapat dipakai dalam penilaian kinerja guru. 2. Siswa mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhannya.c. atau berupa kata-kata. Keterampilan mengorganisasi. d. merencanakan kegiatan pembelajaran bersama siswa yang mencakup kriteria keberhasilan. Siswa dilibatkan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran. nara-sumber. konselor dan sekaligus sebagai peserta kegiatan. C. merupakan hal 34 . ada dua model yang paling sesuai dan dapat digunakan sebagai instrumen utama. Keterampilan membimbing dan memudahkan belajar. b. rendah. Observasi merupakan cara mengumpulkan data yang biasa digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan Yang dapat diamati baik dalam situasi yang alami (sebenarnya) maupun situasi buatan. Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi. Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. dan sebagainya. Komponen-komponen yang perlu dikuasi guru berkenaan dengan pembelajaran perseorangan ini adalah: a. sedang. mulai dari tinggi. fasilitator. bertindak sebagai supervisor dan membantu siswa menilai pencapaiannya sendiri.

Motivasi Motivasi memiliki pengertian yang beragam baik yang berhubungan dengan perilaku individu maupun perilaku organisasi. Tentu saja penilai harus terlebih dahulu mempersiapkan lembaran-lembaran yang berisi aspek-aspek yang hendak dinilai. akan tetapi bisa saja guru baru yang dinilai tersebut memunculkan perilaku yang tidak terprediksi dalam menghadapi para siswa di kelas. di mana penilai dapat memberikan catatan atau penilaian mengenai kuantitas dan/atau kualitas aspek yang dinilai. Penilaian dapat diberikan dalam bentuk tanda cek (√). Mithcell (1978) yaitu: Performance = Motivation x Ability Dari formula tersebut dapat dikatakan bahwa. Maksudnya penilai (observer) tidak memberikan tanda cek. Lembar penilaian observasi juga dapat dibuat dalam bentuk yang tidak terstruktur. Beberapa contoh model instrumen penilaian guru disajikan dalam lampiran. Motivasi merupakan unsur penting dalam diri manusia yang berperan mewujudkan keberhasilan dalam usaha atau pekerjaan individu. namun menuliskan catatan mengenai kondisi aspek yang diamati. Hal ini dilakukan terutama bila penilai menggunakan pendekatan kualitatif.yang paling cocok dinilai dengan observasi. Meskipun kisi-kisi pengelolaan kelas telah jelas. penilaian terhadap kemampuan seorang guru baru dalam mengelola kelas. Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru Teori dasar yang digunakan sebagai landasan untuk menilai kualitas kinerja guru menurut T. 35 . Dalam lembaran tersebut terdapat kolom di sebelah aspek yang hendak dinilai. D.R. motivasi dan abilitas adalah unsur-unsur yang berfungsi membentuk kinerja guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru. 1. Sebagai contoh. Hal ini biasanya dilakukan apabila hal-hal yang diamati memang belum dapat dipastikan seperti apa dan bagaimana kemunculannya.

Pendekatan yang dapat digunakan adalah pendekatan insentif keuangan sebagaimana dikemukakan Adam Smith (1976). sosial. Menurut Maslow (1970: 35) sesuatu tersebut adalah dorongan berbagai kebutuhan hidup individu dari mulai kebutuhan fisik. al. ”Kecakapan profesional guru menunjuk pada suatu tindakan kependidikan yang berdampak positif bagi proses belajar dan perkembangan pribadi siswa”. Abilitas Abilitas adalah faktor yang penting dalam meningkatkan produktivitas kerja.Menurut Stoner (1992: 440) motivasi diartikan sebagai faktor-faktor penyebab yang menghubungkan dengan sesuatu dalam perilaku seseorang. 3. dan pengetahuan dalam usaha untuk mempertemukan kemampuan dan skill individu dengan persyaratan pekerjaan. Berdasarkan pendekatan di atas. (1994: 235) skill dan abilitas adalah dua hal yang saling berhubungan. maka di kalangan para guru. Bentuk tindakan dalam pendidikan dapat berwujud keterampilan mengajar (teaching skills) sebagai akumulasi dari pengetahuan (knowledge) yang diperoleh para guru pada saat menempuh pendidikan seperti di SPG. abilitas berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki individu. Samana (1994: 51) menjelaskan bahwa. Analisis tugas adalah suatu proses pengukuran sikap pegawai dan penetapan tingkat pentingnya pekerjaan untuk menetapkan keputusan konpensasi. PGSD. skill. pendekatan standar kerja sebagaimana dijelaskan oleh Frederick Taylor (1978: 262). penghargaan dan aktualisasi diri. jabatan guru dapat dipandang secara aplikatif sebagai salah satu cara dalam memotivasi (pemotivasi) para guru untuk meningkatkan kemampuannya. 2. Kinerja Kinerja atau unjuk kerja dalam konteks profesi guru adalah kegiatan 36 . Menurut Bob Davis at. rasa aman. Berkenaan dengan abilitas dalam arti kecakapan guru A. Abilitas seseorang dapat dilihat dari skill yang diwujudkan melalui tindakannya. atau sejenisnya. dan pendekatan analisis pekerjaan dan struktur penggajian (job analysis and wage structure approach) yaitu mengklasifikasikan sikap.

Guru. (Abilitas Guru) Kemampuan Guru: Perencanaan Pembelajaran Pelaksanaan Pembelajaran/KBM Melakukan penilaian hasil pembelajaran (Kinerja Guru) Gambar 3. Motivasi dan Abilitas Guru 37 . pelaksanaan pembelajaran/KBM.1 Alur Kinerja. (Pemotivasian Guru) Skill/Ketr yang dikuasai Guru. dan melakukan penilaian hasil belajar.Fungs. dan abilitas guru dapat digambarkan sebagai berikut: Pelaksanaan Jab. motivasi.yang meliputi perencanaan pembelajaran. Hubungan alur kinerja.

Muhammad Surya.C. 38 . 2006. Weber. E. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Darmo Mulyoatmodjo. New York. Penilaian Berbasis Kelas. Tesis. 2003. . 2006. Theories and Models.oach/index. Pedoman Pengembangan Bahan Ajar. Balitbang Diknas. Micro Teaching. M. Jakarta _________ 2004.ca. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Toronto. 2007. Classroom Management. Nana Sudjana. Bandung: Sinar Baru. London: Lowrence Erlbaum Associaties Publisher. Bandung: Remaja Rosdakarya. Pendekatan dan Model Pembelajaran. Mohamad Uzer Usman.sasked. Jakarta: Proyek Pengembangan Pendidikan Guru Dunkin. Rusman. Jakarta _________ 2002. Instructional Design. Bandung: FIP Universitas Pendidikan Indonesia. 1983.html. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Kinerja Profesional Guru.(Instructional Approch.: Health and Company.com. Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005. Pengajaran Mikro dan Keterampilan Mengajar Terbatas. Teaching and Teacher Education. 1995. a Framework for Profesional Practice). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Psikologi Belajar dan Pembelajaran. Charles. 2002. Depdiknas. 1990. http://www. WA. D. Jakarta: Puskur. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.sk. 2005. _________ 2003. 2000. 2000.idss.au. Toto Toharuddin. J.gov. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Dikmenum. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Michael. Pergoman Press. 2002. Bandung: Remaja Rosda Karya. (Kerangka Kerja Monitoring dan Evaluasi) Kustimi. Nugroho Susanto. Pendekatan Kontekstual. 1987. http://www. Universitas Pendidikan Indonesia. Standar Kompetensi Guru. 1980. Menjadi Guru Profesional./docs/policy/app. Mulyasa. Reigeluth. Pelaksanaan Penilaian Jabatan Fungsional Guru. Kinerja Kepala Sekolah dan Pengawas dalam Membina Kemampuan Mengajar Guru. Tim Penulis Akta IV. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Indikator c. Memberi pengayaan Media Pembelajaran a......... Pemilihan metode disesuaikan dengan tujuan b... Evaluasi mengacu pada tujuan b. Media disesuaikan dengan kondisi kelas d............. Standar Kompetensi b...... Ranah Tujuan (komprehenship) d... Media disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan siswa Evaluasi a....................... Pokok Materi : . Mencantumkan jenis evaluasi d... Bahan belajar disusun secara sistematis c. No 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tujuan Pembelajaran a................ Bahan belajar mengacu/sesuai dengan tujuan b.... Media disesuaikan dengan materi pembelajaran c.............. f.......................... Penataan alokasi waktu proses pembelajaran sesuai dengan proporsi........ Mata Pelajaran : ............. Media disesuaikan dengan tujuan pembelajaran b................. Penetapan metode berdasarkan pertimbangan kemampuan siswa..... Sesuai dengan Kurikulum Bahan Belajar/Materi Pelajaran a... Memberi Pengayaan Strategi/Metode Pembelajaran a.... Pemilihan metode disesuaikan dengan materi c.................... Media disesuaikan dengan kemampuan guru f....... Kelas/Semester : .......LAMPIRAN 1........................ e... Format Penilaian Kinerja Guru Format Penilaian Kinerja Guru dalam Perencanaan Pembelajaran (Skala Nilai 1 – 4) Nama Guru : .......... Mencantumkan bentuk evaluasi c... Penentuan langkah-langkah proses pembelajaran berdasarkan metode yang digunakan d.......... Media disesuaikan dengan jenis evaluasi e............ Menggunakan bahan belajar sesuai dengan kurikulum d.. Evaluasi disesuaikan dengan kaidah evaluasi Total Nilai Nilai RPP (R) Nilai *) 2 3 4 5 *) Skala Nilai 0 – 4 39 .... Disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia e.

.........................) NIP................................. ....................... Penilai/Evaluator (...... Kriterai Penilaian: Nilai 4 jika semua deskriptor tampak Nilai 3 jika hanya 3 deskriptor yang tampak Nilai 2 jika hanya 2 deskriptor yang tampak Nilai 1 jika hanya 1 deskriptor yang tampak Nilai 0 jika tidak ada deskriptor yang tampak 40 ........

........... Pokok Materi : ....................... Memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan media b... Kejelasan dalam memberikan contoh d................. Memiliki wawasan yang luas dalam menyampaikan bahan belajar Kegiatan Belajar Mengajar (Proses Pembelajaran) a.......... Ketepatan/kesusian penggunaan media dengan materi yang disampaikan c............ 5...... Penampilan Guru Kemampuan Membuka Pelajaran a.. Kesesuaian metode dengan bahan belajar yang disampaikan b.. Mobilitas posisi mengajar Penguasaan Bahan Belajar (Materi Pelajaran) a...... 7......... Memberikan acuan bahan belajar yang akan diberikan Sikap Guru dalam Proses Pembelajaran a.............. Kejelasan dalam menjelaskan bahan belajar (materi) c........ Membantu meningkatkan perhatian siswa dalam kegiatan pembelajaran Evaluasi Pembelajaran a.............. Penilaian relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan b...... 6.. Penyajian bahan belajaran sesuai dengan tujuan/indikator yang telah ditetapkan c.................... Penilaian yang diberikan sesuai dengan RPP Kemampuan Menutup Kegiatan Pembelajaran: a.. 1........... Kelas/Semester : . 8........... d........ Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan e............... Bahan belajar disajikan sesuai dengan langkah-langkah yang direncanakan dalam RPP b..... Format Penilaian Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Format Penilaian Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran (Skala 0 – 4) Nama Guru : . No........Lampiran 2..... Memiliki keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran d... Menarik Perhatian siswa b... Ketepatan dalam penggunaan alokasi waktu yang disediakan Kemampuan Menggunakan Media Pembelajaran: a.... Antusisme dalam penampilan d.. Memberi kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan...... Skors *) 2........ 41 .. Kejelasan artikulasi suara b.. Memberikan motivasi awal c..... Mata Pelajaran : .... Memberikan apersepsi (kaitan materi yang sebelumnya dengan materi yang akan disampaikan) d...... Meninjau kembali materi yang telah diberikan b.... Menggunakan bentuk dan jenis ragam penilaian c.... Waktu : ... Variasi Gerakan badan tidak mengganggu perhatian siswa c...... 3........................... Memiliki keterampilan dalam menanggapi dan merespon pertanyaan siswa..

.. Menginformasikan materi/bahan belajar yang akan dipelajari berikunya... Nilai Akhir : 2R + 3T = 5 ..... .. Memberikan kesimpulan kegiatan pembelajaran Tindak Lanjut/Follow up a...... 42 .. c. *) Skala nilai 0 – 4 Kriterai Penilaian: Nilai 4 jika semua deskriptor tampak Nilai 3 jika hanya 3 deskriptor yang tampak Nilai 2 jika hanya 2 deskriptor yang tampak Nilai 1 jika hanya 1 deskriptor yang tampak Nilai 0 jika tidak ada deskriptor yang tampak Penilai.. Memberikan tugas kepada siswa baik secara individu maupun kelom-pok b....... (_________________) NIP............ c....... Memberikan motivasi untuk selalu terus belajar Jumlah Skors Aspek Nilai Penampilan (T) ....9......

.............. Kemampuan menggunakan kata-kata yang memebesarkan hati siswa 3.......... Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa 2............................... ... No Aktivitas Guru Kegiatan Membuka Pembelajaran 1.. (..................... .......... Kemampuan menyimpulkan KBM dengan tepat 2................. dan pendalaman Komentar/Saran .. Hari/Tanggal : …………….......... Kejelasan hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran dilakukan semenarik mungkin Kegiatan Menutup Pembelajaran 1..................Lampiran 3: Format Penilaian Pelaksanaan Membuka dan Menutup Pembelajaran Nama Guru :………………............................................ Memulai pembelajaran setelah siswa siap untuk belajar 3...... Kemampuan memberikan evaluasi lisan maupun tulisan 4.......................... Total Skors Skor 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Penilai.......... Melakukan Appersepsi (mengkaitkan materi yang disajikan dengan materi yang telah dipelajari sehingga terjadi kesinambungan) 5... Pokok Materi : ……………………................................... Kemampuan memberikan tugas yang sifatnya memberikan pengayaan..................................................) NIP 43 .......... Menjelaskan pentingnya materi pelajaran yang akan dipelajari 4............… Kelas/Smt : ...............................

....) NIP 44 ........................................ Hari/Tanggal : ……………… Kelas/Smt : ..... Pause/diam sejenak (untuk memberi kesempatan pada murid untuk berpikir............... Pokok Materi : …………………….....Lampiran 4: Format Penilaian Pelaksanaan Variasi Stimulus Pembelajaran Nama Guru :………………................ Penggantian indera penglihat/pendengar (dalam menggunakan media pembelajaran) Komentar/Saran ................ wajah) 3....................................... Gerak bebas guru 2...... memberi perhatian) 7..................................................................... Suara guru (variasi kecepatan/besar kecil/intonasi) 4................................................ memberi penekanan........... Total Skors Skors 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 Penilai........ No Aktivitas Guru Kegiatan Variasi Pembelajaran 1.................. Pola interaksi (guru-kelompok/guru-murid/murid-murid) 6............ badan........ ........ ..... Isyarat guru (tangan...................... (............... Pemusatan perhatian pada murid (penekanan pada hal yang pentingpenting dengan verbal/gestural) 5.......

Kejelasan pertanyaan yang disampaikan guru....................... Mengulangi penjelasan-penjelasan sebelumnya.................. Pemberian waktu berpikir untuk bertanya dan menjawab 5......... Komentar/Saran ........ Hari/Tanggal : ……………… Kelas/Smt : ............... baru menunjuk salah satu siswa..... 6.................................................... Total Skors Skors 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 Penilai................... c.................. Pendistribusian pertanyaan secara merata di antara para siswa........ 2.............. Mengajukan pertanyaan lain yang lebih sederhana........................... (.............Lampiran 5 Format Penilaian Pelaksanaan Keterampilan Bertanya Nama Guru :………………................................. Pengungkapan pertanyaan dengan cara lain...................... Pertanyaan ditujukan ke seluruh kelas lebih dahulu. Pemberian tuntunan: *) a.. 3.................. *) Amati salah satu cara yang muncul.............) NIP 45 ........................... No Aktivitas Guru Keterampilan Bertanya 1.... Kejelasan hubungan antara pertanyaan guru dengan masalah yang dibicarakan.... Pokok Materi : ……………………... 4....... . ................... b.

............Lampiran 6 Format Penilaian Memberikan Penguatan Nama Guru : ………………........ Kelas/Smt : .......... (................................ Penguatan dengan memberikan hadiah yang relevan dan rasional Komentar/Saran ... pandangan yang ramah........................ 3.................... Total Skors 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 Penilai.......... Skors 1 1 2 2 3 3 4 4 No Aktivitas Guru A......... Penguatan dengan sentuhan..... ....) NIP...... anggukan.. tepat.. Hari/Tanggal : …………….......................... pikir dulu...……………….... Mengucapkan kalimat pekerjaanmu baik sekali......... 2............. Penguatan dengan cara mendekati.................... saya senang dengan pekerjaanmu.............. dan lihat lagi........... Penguatan Verbal 1........ ....... bagus. untuk membesarkan hati dan memberikan dorongan........... Penguatan berupa senyuman. 2............. dan bagus sekali bila murid menjawab/mengajukan pertanyaan......... B.......... Penguatan Non Verbal 1........................... 5........ Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan... Mengucapkan kata-kata benar........ 4.................. 46 ............ atau gerakan badan....… Pokok Materi : ……. pekerjaanmu makin lama makin baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful