P. 1
asas kurikulum

asas kurikulum

|Views: 229|Likes:
Published by Bambang Jumani

More info:

Published by: Bambang Jumani on Nov 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pendidikan.

Tanpa kurikulum, proses pendidikan tidak akan berjalan mulus. Kurikulum diperlukan sebagai salah satu komponen untuk menentukan tercapainya tujuan pendidikan. Di dalam kurikulum terangkum berbagai kegiatan dan pola pengajaran yang dapat menentukan arah proses pembelajaran. Itulah sebabnya, menelaah dan mengkaji kurikulum merupakan suatu kewajiban bagi guru. Berbagai pendapat mengenai kurikulum telah dikemukakan oleh para ahli pendidikan. Dalam PP No. 19 tahun 2005 tentang SNP dijelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (2007:3) Senada dengan pengertian di atas, Oemar Hamalik (1990:32) menyatakan bahwa kurikulum adalah suatu alat yang amat penting dalam rangka merealisasi dan mencapai tujuan pendidikan sekolah. Dalam arti luas kurikulum dapat diartikan sesuatu yang dapat mempengaruhi siswa, baik dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Namun, kurikulum haruslah direncanakan agar pengaruhnya terhadap siswa benar-benar dapat diamati dan diukur hasilnya. Adapun hasil–hasil belajar tersebut haruslah sesuai dengan tujuan pendidikan yang diinginkan, sejalan dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat, relevan dengan kebutuhan sosial ekonomi dan sosial budaya masyarakat, sesuai dengan tuntutan minat, kebutuhan dan kemampuan para siswa sendiri, serta sejalan dengan dengan proses belajar para siswa yang menempuh kegiatan-kegiatan kurikulum. Sementara itu ,Oliver dalam Oliva (1982: 7-8) menyamakan kurikulum dengan program pendidikan, dan membaginya ke dalam empat elemen dasar, yaitu: (1) program studi, (2) program pengalaman, (3) program pelayanan, dan (4) kurikulum tersembunyi. Kurikulum tersebunyi menurut Oliver adalah nilai-nilai

1

yang diajukan sekolah, perhatian dari guru, tingkat antusiasme para guru, dan iklim fisik serta sosial di sekolah. Soedijarto mengemukakan bahwa kurikulum adalah segala pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan, diorganisasikan untuk ditaati para siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah diterapkan untuk suatu lembaga pendidikan. Dari beberapa pendapat di atas disimpulkan bahwa kurikulum merupakan seperangkat pelajaran yang harus diberikan kepada siswa dengan metode tertentu dan pengalaman belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran di bawah tanggung jawab sekolah. Kurikulum merupakan keseluruhan hasil belajar yang direncanakan dan di bawah tanggung jawab sekolah. Kurikulum tidak sekadar mempersoalkan sesuatu yang diajarkan, tetapi menyangkut pula bagaimana sebuah mata pelajaran diajarkan, diorganisasikan menjadi pengalaman bermakna bagi siswa. Kurikulum mengalami perubahan sesuai dengan berkembangnya zaman. Di Indonesia, kurikulum sudah mengalami perubahan beberapa kali. Kurikulum di Indonesia diberi nama sesuai dengan tahun mulai berlakunya. Misalnya kurikulum 1975, 1984, 1994, 2004, dan yang termutakhir adalah kurikulum 2006 yang juga disebut KTSP. Mulyasa, (2007: 8) mengatakan bahwa KTSP adalah kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi sekolah/daerah, karakteristik sekolah/daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan karakteristik peserta didik. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan Standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi merupakan penyempurnaan dari SK dan KD dalam KBK. Implementasi KTSP sangat dipengaruhi oleh guru sebagai ujung tombak pelaksana kurikulum. Sebaik apa pun kurikulum, tidak akan dapat dilaksanakan tanpa adanya kemampuan guru dalam memahami dan menerapkannya dalam pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan

2

karakteristik sekolah. dalam mengembangkan KTSP. Adapun asas-asas kurikulum akan dijelaskan pada bagian berikut. dan karakteristik peserta didik.KTSP dengan mempertimbangkan potensi sekolah. guru harus memperhatikan asas-asas kurikulum agar KTSP sesuai dengan asas-asas yang dijadikan dasar dalam pengembangan kurikulum secara umum. 3 . sosial budaya masyarakat setempat. Di samping itu.

dan Garis-Garis Besar Haluan Negara sebagai landasan filosofis negara. Undang-Undang Dasar 1945. Kurikulum yang dikembangkan harus mampu menjamin terwujudnya tujuan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Asas-Asas Kurikulum Guru. menentukan bahan pelajaran dan tata cara mengajarkan. Faktor “baik” tidak hanya ditentukan oleh nilai-nilai. Jadi. tetapi juga oleh guru. atau filsafat yang dianut sebuah negara. terutama dalam menentukan manusia yang dicita-citakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal. Apabila pemerintah bertukar. yakni: • filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing.BAB II PEMBAHASAN A. perlu memahami kurikulum dan asas-asas yang mendasarinya. dan pelaksanaan kurikulum harus memperhatikan Pancasila. serta menentukan cara-cara evaluasi yang ditempuh. Nasution (2008:11-14) menjelaskan bahwa ada empat asas yang mendasari pengembangan kurikulum. masyarakat. Mengapa filsafat sangat diperlukan dalam dunia pendidikan? Menurut Nasution (2008: 28). Kurikulum mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat suatu bangsa. cita-cita. penyusunan. pengembangan. asas filosofis berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. Perbedaan filsafat suatu negara menimbulkan implikasi yang berbeda di dalam merumuskan tujuan pendidikan. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik 4 . filsafat besar manfaatnya bagi kurikulum. Di Indonesia. sebagai pengembang kurikulum dalam skala mikro. tujuan pendidikan akan berubah sama sekali. Keempat asas tersebut adalah: 1. orang tua. bahkan dunia. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang “baik”.

anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum. mencapai tujuan itu.anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. yakni menciptakan situasi-situasi yang memungkinkan anak dapat belajar mengembangkan bakatnya. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. yakni kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak (child centered curiculum). jelas diketahui apa yang ingin dicapai. Hal ini tampak dari kurikulum yang mengutamakan bahan. filsafat menentukan tujuan pendidikan. Selama berabad-abad. 2. sedangkan anak “dipaksa” menyesuaikan diri dengan bahan tersebut dengan segala kesulitannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dlam pengembangan kurikulum adalah: • Anak bukan miniatur orang dewasa 5 . sehingga tidak tujuan pendidikan memberikan petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar-mengajar. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. Jadi. mana tujuan itu telah tercapai. Kemudian muncullah aliran progresif. Asas Psikologi Anak dan Psikologi Belajar a) Psikologi Anak Sekolah didirikan untuk anak. Kurikulum ini dapat diapandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang diperlukan orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan anak. Padahal anak mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. bila pendidikan yang harus dicapai. • • • • • dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk filsafat memberikan kebulatan kepada usaha pendidikan. anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa. untuk kepentingan anak. lepas-lepas. Pada permulaan abad ke -20.

dapat menguasai sejumlah pengetahuan. timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain. banyak pula persamaan di antara mereka. Pentingnya • penguasaan psikologi belajar dalam pengembangan kurikulum antara lain diperlukan dalam hal: seleksi dan organisasi bahan pelajaran 6 . seutuhnya. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberikan hasil sebaik-baiknya. Anak-anak dapat belajar. Kurikulum hendaknya mempertimbangkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin berkembang sesuai dengan bakatnya. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. yang mencakup segala gejala belajar dari yang sederhana sampai yang paling pelik. b) Psikologi Belajar Pendidikan di sekolah diberikan dnegan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. mempunyai ciri-ciri tersendiri. menerima norma-norma. Jadi. lain dari yang lain.• • • • Fungsi sekolah di antaranya mengembangkan pribadi anak Faktor anak harus benar-benar diperhatikan dalam pengembangan Anak harus menjadi pusat pendidikan/sebagai subjek belajar dan Tiap anak unik. Dengan demikian. kurikulum bukan objek belajar. Akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan prooses belajar. dpat dipengaruhi kelakuannya. Soal yang penting ialah: bagaimana anak itu belajar? Kalau kita tahu betul bagaimana proses belajar berlangsung. Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. Pada umumnya tiap teori mengandung kebenaran. • Walaupun tiap anak berbeda dari yang lain. teori belajar dijadikan dasar pertimbangan dalam pengembangan kurikulum. mengubah sikapnya. maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara seefektif-efektifnya. menguasai sejumlah keterampilan.

Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. misalnya dalam bentuk broad field atau bidang studi seperti IPA. Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah. Perbedaan ini harus dipertimbangkan dalam kurikulum. baik sebagai anak maupun sebagai orang dewasa kelak. lalu dinyatakannya dalam kelakuan.• • menentukan kegiatan belajar mengajar yang paling serasi merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. Ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. (Nasution. sedangkan penganut ilmu jiwa gestalt akan cenderung memilih kurikulum terpadu. Selain itu. Asas Organisatoris Asas ini berkenaan dengan masalah bagaimana bahan pelajaran akan disajikan. ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. masyarakat dijadikan salah satu asas 4. Penganut ilmu jiwa asosiasi akan memilih bentuk organisasi kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. Bahasa. IPS. Di situ. 7 . 2008:57) 3. dan lain-lain. ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung jawab. perubahan masyarakat akibat perkembangan iptek merupakan faktor yang benar-benar harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Karena masyarakat merupakan faktor penting dalam pengembangan kurikulum. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lain. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaanya. adat kebiasaan yang harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran (dalam bentuk kurikulum terpadu).

(3) sosial-budaya. keluarga. (2) psikologis.B. dan (4) ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu: (1) filosofis. Tapi sebelum uraian tentang landasan pengembangan kurikulum dari Nana Syaodih Sukmadinata kita lihat faktor-faktor pengembangan kurikulum • Filosofi merupakan konseptual dan ideal Sasaran pendidikan (tujuannya?) Proses pendidikan (bagaimana caranya?) mendidik-siswa (siapa peserta didik. Landasan Pengembangan Kurikulum Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum. siapa pendidik?) • - PSIKOLOGIS Rencana belajar untuk pengalaman Perkembangan siswa Karakteristik siswa Metode belajar-mengajar Sosial Budaya dalam hal ini masyarakat (siswa. masyarakat umum) • merupakan sesuatu yang nyata Perubahan tata nilai Perubahan tuntutan kehidupan Perubahan tuntutan kerja • Ilmu Dan Teknologi Arahnya bahwa pendidikan tidak hanya untuk sekarang tetapi untuk masa depan Teori baru Teknologi baru Menurut Hansiswany Kamarga dalam Landasan Dan Prinsip Pengembangan Kurikulum 8 .

tetapi kontak tersebut tidak penting . Landasan Filosofis Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan. Hubungan Antara Filsafat Dengan Filsafat Pendidikan Donald Butler (1957). bukan akar pendidikan Filsafat pendidikan berdiri sendiri sebagai disiplin yang mungkin memberi Filsafat dan teori pendidikan menjadi satu 9 keuntungan dari kontak dengan filsafat. eksistesialisme. kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat. filsafat memberikan arah & metodologi terhadap praktek pendidikan. implementasi Dalam pengembangan yang berlandaskan pada aliran-aliran filsafat tertentu. praktek pendidikan memberikan bahan bagi pertimbangan filsafat • • • • • Brubacher (1950). kurikulum progresivisme. mengemukakan 4 pandangan tentang hubungan ini : Filsafat merupakan dasar utama dalam filsafat pendidikan Filsafat merupakan bunga.1. konsep • rekonstruktivisme. seperti dan : perenialisme. essensialisme. sehingga akan mewarnai terhadap dan kurikulum dikembangkan.

Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu • Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Sama halnya dengan perenialisme. • Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. Aliran ini mempertanyakan : bagaimana saya hidup di dunia ? Apa pengalaman itu ? • Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual. kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Aliran ini akan mempertanyakan untuk 10 . Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif. sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar-dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Di samping progresivisme. Untuk memahami kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri. variasi pengalaman belajar dan proses. peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. rekonstruktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah. • Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. Matematika. berpusat pada peserta didik. Pendidikan yang menganut faham ini menekankan pada kebenaran absolut . filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. berfikir kritis dan sejenisnya.• John Dewey. di bawah ini pendidikan sama dengan kehidupan diuraikan tentang isi dari-dari masing-masing aliran filsafat. essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu. keidealan. kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. kaitannya dengan pengembangan kurikulum. • Perenialisme lebih menekankan pada keabadian. seperti Dengan merujuk kepada pemikiran Ella Yulaelawati (2003). Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. menekankan tentang perbedaan individual seperti pada Pada rekonstruktivisme.

Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar. yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam pengembangan Model Kurikulum Interaksional. 11 . Sementara. serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu. Oleh karena itu. Landasan Psikologis Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. memecahkan masalah. filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi.apa berfikir kritis. dalam praktek pengembangan kurikulum. Aliran Filsafat Perenialisme. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan. tugastugas perkembangan individu. Sedangkan. Essensialisme. pentahapan perkembangan. Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. 2. serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar. dan melakukan sesuatu ? Penganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dari pada proses. Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum SubjekAkademis. yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangans ekaligus mendasar pengembangankurikulum. penerapan aliran filsafat cenderung dilakukan secara eklektif untuk lebih mengkompromikan dan mengakomodasikan berbagai kepentingan yang terkait dengan pendidikan. aspek-aspek perkembangan. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya.

dikemukakan pulatentang 5 tipe kompetensi. kompetensi bawaan dan motif jauh lebih sulit untuk dikenali dan dikembangkan. ciri-ciri seseorang. nilai atau image seseorang. Kompetensi permukaan (pengetahuan dan keterampilan) lebih mudah dikembangkan. yaitu karakteristik fisik yang merespons secara konsisten berbagai pengetahuan. sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau bawaan. sedangkan konsep diri. Sebaliknya. Peserta didik berasal dari masyarakat.Masih berkenaan dengan landasan psikologis. Yulaelawati mengemukakan pengertian kompetensi kompetensi “karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dengan referensi kriteria yang efektif dan atau penampilan yang terbaik dalam pekerjaan pada suatu situasi“. dan keterampilan. Ella Yulaelawati memaparkan Kompetensi. yaitu kemampuan melakukan tugas secara fisik maupun Keterampilan dan pengetahuan cenderung lebih tampak pada permukaan keinginan untuk melakukansuatuaksi situasi atau informasi. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata. Landasan Sosial-Budaya Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. yaitu informasi khusus yang dimiliki seseorang. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi 12 . tingkahlaku. 3. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Selanjutnya. Pelatihan merupakan hal tepat untuk menjamin kemampuan ini. Sebagai suatu rancangan. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. • mental. yaitu.yaitu: • • • motif. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. bawaan dan motif lebih tersembunyi dan lebih mendalam serta merupakan pusat kepribadian seseorang. teori-teori Dengan psikologi mengutip yang mendasari bahwa Kurikulum Ella Berbasis merupakan pemikiran Spencer. namun memberikan bekal pengetahuan.

karakteristik. kurikulum seyogyanya arahnya bersifat tidak 13 . Karena setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarakat. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih. memilih dan menilai pengetahuan. tujuan. Oleh karena itu. Oleh karena itu. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang. sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses. Landasan Ilmu PengetahuandanTeknologi Pada awalnya. serta mengatasi siatuasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian karena berbagai penemuan teknologi baru terus berkembang. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat. Dengan pendidikan. budaya. kondisi. namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. kita mengharapkan melalui pendidikan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. Israel Scheffer (Nana Syaodih Sukamdinata. politik atau segi-segikehidupanlainnya. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama. diperlukan masyarakat yang berpengetahuan dengan standar mutu yang tinggi. Dalam abad pengetahuan sekarang ini. isi. 1997) mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. 4. ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana. Kehidupan masyarakat. turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang.kehidupan masyarakat pula. Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama. kepnetingan sendiri dan kelangsungan hidup manusia. dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. 1. perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. Selayang Pandang Perjalanan Kurikulum Nasional Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945. C. Sebab. 1964. Pada saat itu. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik. 14 . 1975. yaitu Pancasila dan UUD 1945. sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. 1952. 1984. kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan. kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. Kurikulum 1968 dan sebelumnya Awalnya pada tahun 1947. sosial budaya. 1968. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. dan direncanakan pada tahun 2004. ekonomi. yaitu pada tahun 1947. sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan bersama.hanya untuk sekarang tetapi untuk masa depan dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 1994. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini.

dan kecakapan khusus. 2. kuat. • Berorientasi pada tujuan 15 . pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. dan keyakinan beragama. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. yaitu pengembangan moral. pengetahuan dasar. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. budi pekerti. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD.Setelah Rentjana Pelajaran 1947. keprigelan. menjelang tahun 1964. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. Dari segi tujuan pendidikan. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. 2004). dan sehat jasmani. pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Usai tahun 1952. dan jasmani. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. emosional/artistik. Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatan-pendekatan di antaranya sebagai berikut. kecerdasan. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. moral.

Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. • • Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.• Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. • • • • Terdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya di Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah dengan kemampuan anak didik sekolah jenjang. mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Kurikulum 1984 Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya adalah sebagai berikut. • Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill). Bahkan sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984. 16 . 3.

kebutuhan perkembangan lapangan kerja. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. • Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Oleh karena itu. sebelum memilih atau menentukan bahan ajar. • Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi Atas dasar perkembangan itu maka menjelang tahun 1983 antara kebutuhan atau tuntutan masyarakat dan ilmu pengetahuan/teknologi terhadap pendidikan dalam kurikulum 1975 dianggap tidak sesuai lagi.• Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidang pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah tingkat atas termasuk Pendidikan Luar Sekolah. dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal. Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut: • Berorientasi kepada tujuan instruksional. intelektual. baik dalam ranah kognitif. 17 . mental. • Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). maupun psikomotor. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. • Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan. afektif. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. oleh karena itu diperlukan perubahan kurikulum. Kurikulum 1984 tampil sebagai perbaikan atau revisi terhadap kurikulum 1975. yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah. Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian.

Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran. pada saat itu dibentuklah Tim Basic Science yang salah satu tugasnya ikut mengembangkan kurikulum di sekolah. 4. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret. yaitu kurikulum 1984. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. • Menggunakan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses keterampilan perolehannya. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks. dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. memperoleh Pendekatan pengetahuan keterampilan dan proses adalah pendekatan belajat mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan mengkomunikasikan pelajaran. sehingga siswa selesai mengikuti pelajaran pada periode tertentu akan mendapatkan materi pelajaran yang cukup banyak. Hal ini terjadi karena berkesesuaian suasan pendidikan di LPTK (lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) pun lebih mengutamakan teori tentang proses belajar mengajar. yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tim ini memandang bahwa materi (isi) pelajaran harus diberikan cukup banyak kepada siswa. 18 .• Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar dengan kurang memperhatikan muatan (isi) pelajaran. semiabstrak. semikonkret. Akibatnya. Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. Kurikulum 1994 diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan Pada kurikulum sebelumnya.

di antaranya sebagai berikut. untuk pemantapan pemahaman siswa. permasalahan. baik secara mental. dan sosial. • Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. dimungkinkan lebih dari satu jawaban). divergen (terbuka. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen.Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994. dan penyelidikan. yaitu yang memberlakukan satu sistem padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. • • • Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup Kurikulum 1994 bersifat populis. • • Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak. dari hal yang mudah Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa ke hal yang sulit. dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek. guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. fisik. • Dalam pelaksanaan kegiatan. terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented). sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. • Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran 19 . di antaranya sebagai berikut.

Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang. dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya. serta tuntutan kebutuhan masyarakat. e. potensi siswa. materi 20 . Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. • Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait. dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran. evaluasi. dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari. pembelajaran. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum. • Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.• Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. yaitu • Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. seperti penyempurnaan kurikulum. seperti tujuan materi. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994. • Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar. Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi Tahun 2002 dan 2004 Usaha pemerintah maupun pihak swasta dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan terutama meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran terus menerus dilakukan. • Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikannya dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah • Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan bertahap.

dan suatu kurikulum berbasis kompetensi sebagai pedoman 21 . keterampilan. dan proses pembelajaran. Implementasi pendidikan di sekolah mengacu pada seperangkat kurikulum. khususnya dalam mata pelajaran matematika mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran matematika di jenjang persekolahan merupakan suatu kegiatan yang harus dikaji terus menerus dan jika perlu diperbaharui agar dapat sesuai dengan kemampuan murid serta tuntutan lingkungan. Sejalan dengan visi pendidikan yang mengarahkan pada dua pengembangan. Competency Based Education is education geared toward preparing indivisuals to perform identified competencies (Scharg dalam Hamalik. keterampilan. 2000: 89). Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus dapat memungkinkan seseorang untuk menjadi kompeten. yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa datang. Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan. Kurikulum 1994 perlu disempurnakan lagai sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi desentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. Hal ini mengandung arti bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu yang mampu melakukan perangkat kompetensi yang telah ditentukan.pelajaran. Kompetensi merupakan pengetahuan. Implikasinya adalah perlu dikembangkan pembelajaran. dalam arti memiliki pengetahuan. Kurikukum yang dikembangkan saat ini diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi. maka pendidikan di sekolah dititipi seperangkat misi dalam bentuk paketpaket kompetensi. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan pemerintah guna meningkatkan mutu pendidikan adalah melakukan inovasi di bidang kurikulum. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Soejadi (1994:36). dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

• • • Kompetensi berkenaan dengan kemampuan siswa melakukan sesuatu Kompetensi menjelaskan pengalaman belajar yang dilalui siswa untuk Kompeten merupakan hasil belajar (learning outcomes) yang menjelaskan Kehandalan kemampuan siswa melakukan sesuatu harus didefinisikan dalam berbagai konteks. spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna. disikapi. • secara jelas dan luas dalam suatu standar yang dapat dicapai melalui kinerja yang dapat diukur. 2002a). kegiatan belajar mengajar. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok. 2002a). 22 .nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu (Puskur. Rumusan kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan pernyataan apa yang diharapkan dapat diketahui. dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. hal-hal yang dilakukan siswa setelah melalui proses pembelajaran. Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa. penilaian. 2002a). dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannya (Puskur. yaitu: • • pemilihan kompetensi yang sesuai. (Puskur. atau dilakukan siswa dalam setiap tingkatan kelas dan sekolah dan sekaligus menggambarkan kemajuan siswa yang dicapai secara bertahap dan berkelanjutan untuk menjadi kompeten. menjadi kompeten. Dasar pemikiran untuk menggunakan konsep kompetensi dalam kurikulum adalah sebagai berikut.

(Puskur. dan dilakukan siswa sebagai hasil pembelajaran mata pelajaran matematika. diketahui. tetapi juga sumber belajar lainnya yang Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya maupun klasikal.• • • pengembangan sistem pembelajaran. (Puskur. Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. komunikasi. keterampilan. Kompetensi dasar matematika merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika merupakan gambaran kompetensi yang seharusnya dipahami. 2002b). memenuhi unsur edukatif. Keterampilan dan pengetahuan 23 . Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode Sumber belajar bukan hanya guru. kelas dan semester. 2002a). • • • yang bervariasi. Mari kita lihat contohnya dalam mata pelajaran matematika. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau subaspek mata pelajaran matematika. Struktur kompetensi dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam suatu mata pelajaran memuat rincian kompetensi (kemampuan) dasar mata pelajaran itu dan sikap yang diharapkan dimiliki siswa. penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. Kompetensi dasar tersebut dirumuskan untuk mencapai keterampilan (kecakapan) matematika yang mencakup kemampuan penalaran. Struktur kompetensi dasar Kurikulum Berbasis Kompetensi ini dirinci dalam komponen aspek. pemecahan masalah. dan memiliki sikap menghargai kegunaan matematika.

“Bagaimana kita mengetahui bahwa siswa telah mencapai hasil belajar yang diharapkan?”. Hasil belajar mencerminkan keluasan. jika indikator menyatakan bahwa siswa mampu menjelaskan konsep atau gagasan tertentu. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. olahrasa dan olahraga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Pernyataan hasil belajar ditetapkan untuk setiap aspek rumpun pelajaran pada setiap level. “Apa yang harus siswa ketahui dan mampu lakukan sebagai hasil belajar mereka pada level ini?”. disusun dan dibagi menurut aspek dari mata pelajaran tersebut. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan 24 . atau melalui kinerja atau melakukan tugas lainnya.dalam setiap mata pelajaran. Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan. olahpikir. Indikator bukan berarti dirumuskan dengan rentang yang sempit. peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Perumusan hasil belajar adalah untuk menjawab pertanyaan. 5. Setiap hasil belajar memiliki seperangkat indikator. Guru akan menggunakan indikator sebagai dasar untuk menilai apakah siswa telah mencapai hasil belajar seperti yang diharapkan. maka ini dapat ditunjukkan dengan kegiatan menulis. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Misalkan. kedalaman. yaitu tidak dimaksudkan untuk membatasi berbagai aktivitas pembelajaran siswa. dan kompleksitas kurikulum dinyatakan dengan kata kerja yang dapat diukur dengan berbagai teknik penilaian. Perumusan indikator adalah untuk menjawab pertanyaan. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati. presentasi. juga tidak dimaksudkan untuk menentukan bagaimana guru melakukan penilaian.

19/2005. dan berkesinambungan. (6)standar pengelolaan. yaitu PP No. Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. standar pembiayaan. (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan. isi. yaitu: (1)standar isi. yaitu: • • Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. memenuhi unsur edukatif. (3)standar kompetensi lulusan. maka dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. terarah. Implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. dan (7)standar penilaian pendidikan. yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan. (5)standar sarana dan prasarana. pemberlakuan (baca: penamaan) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada. 25 . esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter). Secara substansial. • • yang bervariasi. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode Sumber belajar bukan hanya guru. (2)standar proses. tetapi juga sumber belajar lainnya yang maupun klasikal. pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan.manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana. Akan tetapi.

beban belajar. Asas Psikologi Anak dan Psikologi Belajar. kompetensi sebelumnya (versi 2002 dan 2004). bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan. BAB III PENUTUP Kesimpulan Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pendidikan. Asas Sosiologis. Asas-Asas Kurikulum : Asas Filosofis. Itulah sebabnya. hingga pengembangan silabusnya. kalender pendidikan. Asas Organisatoris 26 .• Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan kurikulum berbasis penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. menelaah dan mengkaji kurikulum merupakan suatu kewajiban bagi guru. mulai dari tujuan. visi – misi. struktur dan muatan kurikulum. proses pendidikan tidak akan berjalan mulus. Di dalam kurikulum terangkum berbagai kegiatan dan pola pengajaran yang dapat menentukan arah proses pembelajaran. Kurikulum diperlukan sebagai salah satu komponen untuk menentukan tercapainya tujuan pendidikan. Tanpa kurikulum.

blogspot. ekonomi. kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan. 1952. 1964. Landasan Ilmu Dan Teknologi Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945.com/asasasas-kurikulum-p-197.uns. yaitu Pancasila dan UUD 1945. 1975.wordpress. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik. dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.com/2008/01/22/landasan-kurikulum/ http://apadefinisinya.fkip.html http://my. 1968.student.com/dhaniklopedia/blog/2010/06/11/makalah-landasanpengembangan-kurikulum http://tonipurwakarta.html http://www.com/2009/02/18/perjalanan-kurikulum-indonesia/ http://suji.com/2009/01/azas-azas-kurikulum.Landasan Pengembangan Kurikulum: Landasan Filosofi. 1994. 1984. dan direncanakan pada tahun 2004. DAFTAR PUSTAKA http://akhmadsudrajat.id/2009/06/25/perjalanan-kurikulum-di-indonesia/ 27 .com/2008/09/landasan-pengembangankurikulum.html http://okvina.blogspot. kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. yaitu pada tahun 1947. sosial budaya.wordpress.opera.beli-buku. Landasan Psikologis. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama. Sebab. Landasan Sosial Budaya.ac. perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->