MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

Makalah ini ditulis untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah belajar dan pembelajaran yang dibina oleh Bapak Agung Winarno

OLEH : PUPUT YUDHA KUSUMANINGTYAS 107421411257

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS EKONOMI SI PENDIDIKAN AKUNTANSI Nopember 2009

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode atau prosedur pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai 4 ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi atau metode pembelajaran : • • • • Rasional teoritis yang logis yang disusun oleh pendidik. Tujuan pembelajaran yang akan dicapai Langkah-langkah mengajar yang duperlukan agar model pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. 1. MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN A. MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG Pengertian Pembelajaran Langsung Model pembelajaran langsung merupakan model pembelajaran yang lebih berpusat pada guru dan lebih mengutamakan strategi pembelajaran efektif guna memperluas informasi materi ajar. Macam-Macam Pembelajaran Langsung Adapun macam-macam pembelajaran langsung antara lain : 1. Ceramah, merupakan suatu cara penyampaian informasi dengan lisan dari seorang kepada sejumlah pendengar. 2. Praktek dan latihan, merupakan suatu teknik untuk membantu siswa agar dapat menghitung dengan cepat yaitu dengan banyak latihan dan mengerjakan soal. 3. Ekspositori, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit. 4. Demonstrasi, merupakan suatu cara penyampaian informasi yang mirip dengan ceramah dan ekspositori, hanya saja frekuensi pembicara/guru lebih sedikit dan siswa lebih banyak dilibatkan. 5. Questioner 6. Mencongak

antara lain : 1. Materi ajar bersumber dari guru. Menurut Slavin (1997). 2000:25). MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF Pengertian Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan penting pembelajaran.Ciri-Ciri pada Pembelajaran Langsung Model pembelajaran langsung mempunyai ciri-ciri. Student Teams Achievement Division (STAD) . penerimaan terhadap keragaman. Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning mengacu pada model pengajaran. 1. Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif Ada 4 macam model pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh Arends (2001). dkk. dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim. 4. pembelajaran kooperatif. Lebih mengutamakan keluasan materi ajar daripada proses terjadinya pembelajaran. yaitu hasil belajar akademik. yaitu. 2000:7). B. Tujuan Pembelajaran Langsung Model pembelajaran langsung dikembangkan untuk mengefisienkan materi ajar agar sesuai dengan waktu yang diberikan dalam suatu periode tertentu. Suasana kelas ditentukan oleh guru sebagai perancang kondisi. Proses pembelajaran didominasi oleh keaktifan guru. 2. Dengan model ini cakupan materi ajar yang disampaikan lebih luas dibandingkan dengan model-model pembelajaran yang lain. siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar (Nur dan Wikandari. 3. Eggen dan Kauchak (1993: 319) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling membantu dalam mempelajari sesuatu. merupakan model pembelajaran dengan siswa bekerja dalam kelompok yang memiliki kemampuan heterogen.

yaitu sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai oleh siswa dan guru pada akhir pembelajaran atau saat siswa menyelesaikan pekerjaannya. Jigsaw 4. pembelajaran yang menggunakan model kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Group Investigation 3. Struktur tujuan kompetitif 3. 2. kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi. siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajar. suku. jenis kelamin yang berbeda-beda. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) digunakan pada pembelajaran membaca dan menulis pada tingkatan 2-8 (setingkat TK sampai SD). Ada tiga macam struktur tujuan. yaitu: 1. Structural Approach Sedangkan dua pendekatan lain yang dirancang untuk kelas-kelas rendah adalah.2. dan struktur penghargaan (Arends. budaya. 3. Struktur tujuan individualistik 2. sedang dan rendah. yaitu penghargaan yang diberikan pada kelompok jika keberhasilan kelompok sebagai akibat keberhasilan bersama anggota kelompok. Struktur tugas mengacu pada cara pengaturan pembelajaran dan jenis kegiatan siswa dalam kelas Struktur tujuan. Model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya struktur tugas. 1997: 110-111). . Ciri-Ciri dan Tahapan pada Model Kooperatif Menurut Arends (1997: 111). jika mungkin. Struktur tujuan kooperatif Struktur penghargaan kooperatif. 1. dan 2. struktur tujuan. anggota kelompok berasal dari ras. 4. Team Accelerated Instruction (TAI) digunakan pada pembelajaran matematika untuk tingkat 3-6 (setingkat TK). penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.

dkk.. Penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda menurut ras. dkk. 3. M. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit.Pembelajaran kooperatif dilaksanakan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut (Ibrahim. Keterampilan-keterampilan komunikasi 5. Keterampilan-keterampilan kelompok . kelas sosial. antara lain: 1. Tujuan Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran yang disarikan dalam Ibrahim. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. Keterampilan-keterampilan itu menurut Ibrahim. Keterampilan ini penting karena banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial. Ketrampilan Pembelajaran Kooperatif Melalui model ini diharapkan tidak cuma kemampuan akademik yang dimiliki siswa tetapi juga ketrampilan yang lain. Pembangunan tim 6. Membantu siswa belajar dan bekerja dalam kelompok. Mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Keterampilan berperan serta 4. Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. (2000:47-55). maupun ketidakmampuan.. dkk (2000:7-8) sebagai berikut: 1. Keterampilan berbagi 3. 4. kemampuan. Keterampilan-keterampilan sosial 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan perlengkapan pembelajaran. Mengajarkan untuk saling menghargai satu sama lain. budaya. 6. 2000: 10) 1. 2. 3. Menyampaikan informasi. Memberikan penghargaan. Evaluasi atau memberikan umpan balik. 5. 2.

MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH Pengertian Pembelajaran Berdasarkan Masalah Pembelajaran berdasarkan masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi. pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa melakukan percobaan guna mendapatkan kesimpulan yang benar dan nyata. Macam-Macam Pembelajaran Berdasarkan Masalah Macam-macam pembelajaran berdasarkan masalah Menurut Arends (1997). antara lain : 1.C. 2. Pembelajaran bermakna (anchored instruction). 2002 : 123). antara lain : 1. pendekatan pembelajaran yang mengikuti metodologi sains dan memberi kesempatan untuk pembelajaran bermakna. 3. 4. Pengajuan pertanyaan atau masalah. mengembangkan . pendekatan pembelajaran yang memperkenankan siswa untuk bekerja mandiri dalam mengkonstruk pembelajarannya. 2. Pembelajaran berdasarkan proyek (project-based instruction). Pembelajaran berdasarkan masalah mengharuskan siswa melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah nyata. Penyelidikan autentik. belajar otentik (authentic learning). pembelajaran berdasarkan pengalaman (experience-based instruction). Berfokus pada keterkaitan antar disiplin. pendekatan pengajaran yang memperkenankan siswa mengembangkan ketrampilan berpikir dan memecahkan masalah yang penting dalam konsteks kehidupan nyata. Pembelajaran ini membantu siswa untuk memproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkan pengetahuan dasar maupun kompleks (Ratumanan. 3. Ciri-Ciri dan Tahapan pada Pembelajaran Berdasarkan Masalah Ciri-ciri dari model pembelajaran berdasarkan masalah menurut Arends (2001 : 349). Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah.

Tahap-4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Pengajaran berdasarkan masalah terdiri dari 5 langkah utama yang dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu situasi masalah dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa. Menghasilkan produk dan memamerkannya. membuat inferensi. . paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil.hipotesis. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemecahan Tahap-2 Mengorganisasi siswa untuk belajar Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Tahap-3 Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok. Tahap-1 Orientasi siswa pada masalah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. mengumpul dan menganalisa informasi. Bekerja sama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan dialog dan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan berfikir. Kolaborasi. Pembelajaran berdasarkan masalah dicirikan oleh siswa yang bekerja sama satu dengan yang lainnya. Kelima langkah tersebut dijelaskan berdasarkan langkah-langkah berikut. melaksanakan eksperimen. melakukan eksperimen (jika diperlukan). mengajukan fenomena atau demonstrasi atau cerita untuk memunculkan masalah. dan membuat ramalan. dan merumuskan kesimpulan. menjelaskan logistik yang dibutuhkan.

Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. 2000 : 7). (Sumber: Ibrahim. dan bukan menyajikan tugas-tugas pelajaran. Tugas guru adalah membantu para siswa merumuskan tugas-tugas. dan model serta membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya. Peran Guru dalam Pembelajaran Berdasarkan Masalah Menurut Ibrahim (2003:15). pemecahan masalah. Pembelajaran berdasarkan masalah dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir. Peran guru di dalam kelas PBI antara lain sebagai berikut: • • • • Mengajukan masalah atau mengorientasikan siswa kepada masalah autentik. Menurut Sudjana manfaat khusus yang diperoleh dari metode Dewey adalah metode pemecahan masalah. Memfasilitasi dialog siswa. MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI . D. video. Tujuan Pembelajaran Berdasarkan Masalah Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. tetapi dari masalah yang ada di sekitarnya. peran guru berbeda dengan kelas tradisional. Tahap-5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Memfasilitasi/membimbing penyelidikan misalnya melakukan pengamatan atau melakukan eksperimen/ percobaan. dan keterampilan intelektual.Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan. 2000 : 13). yaitu masalah kehidupan nyata sehari-hari. Objek pelajaran tidak dipelajari dari buku. di dalam kelas PBI. Mendukung belajar siswa. dan menjadi pebelajar yang otonom dan mandiri (Ibrahim. belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi.

guru merupakan narasumber yang tugasnya hanya memberikan bantuan yang diperlukan untuk menghindari kegagalan dalam memecahkan masalah. Sebagian perencanaannya dibuat oleh guru. . Guide Inquiry Pembelajaran inkuiri terbimbing yaitu suatu model pembelajaran inkuiri yang dalam pelaksanaannya guru menyediakan bimbingan kepada siswa. percobaan. Jenis model inkuiri ini lebih bebas daripada kedua jenis inkuiri sebelumnya. siswa tidak merumuskan problem atau masalah. Pertanyaan-pertanyaan pengarah selain dikemukakan langsung oleh guru juga diberikan melalui pertanyaan yang dibuat dalam LKS. Modified Inquiry Model pembelajaran inkuiri ini memiliki ciri yaitu guru hanya memberikan permasalahan tersebut melalui pengamatan. Free Inquiry Pada model ini siswa harus mengidentifikasikan dan merumuskan berbagai macam masalah yang dipelajari dan dipecahkan.Beberapa macam model pembelajaran inkuiri yang dikemukakan oleh Sund dan Trowbridge diantaranya : 1. 2. Inkuiri terbimbing biasanya digunakan terutama bagi siswa-siswa yang belum berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri. Disamping itu. Pada tahap-tahap awal pengajaran diberikan bimbingan lebih banyak yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah agar siswa mampu menemukan sendiri arah dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang disodorkan oleh guru. Guru harus memberikan pengarahan dan bimbingan kepada siswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan sehingga siswa yang berpikir lambat atau siswa yang mempunyai intelegensi rendah tetap mampu mengikuti kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan dan siswa mempunyai intelegensi tinggi tidak memonopoli kegiatan oleh sebab itu guru harus memiliki kemampuan mengelola kelas yang bagus. 4. Oleh sebab itu LKS dibuat khusus untuk membimbing siswa dalam melakukan percobaan dan menarik kesimpulan. Dalam pembelajaran inkuiri terbimbing guru tidak melepas begitu saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. atau prosedur penelitian untuk memperoleh jawaban.

5. b) Merumuskan hipotesis . Masing-masing anggota memegang peranan yang berbeda. Suatu undangan (invitation) memberikan suatu masalah kepada para siswa dan melalui pertanyaan masalah yang telah direncanakan dengan hati-hati mengundang siswa untuk melakukan beberapa kegiatan atau kalau mungkin semua kegiatan berikut: a) Merancang eksperimen. Synectics Lesson Pada jenis ini memusatkan keterlibatan siswa untuk membuat berbagai macam bentuk kiasan supaya dapat membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya. atau situasi sesungguhnya dapat digunakan untuk meningkatkan cara berpikir kritis dan kreatif para siswa. dan evaluator proses. poster. Invitation Into Inquiry Model inkuiri jenis ini siswa dilibatkan dalam proses pemecahan masalah dengan cara-cara yang lain ditempuh para ilmuwan. penasihat teknis. 7. e) Membuat grafik. Inquiry role Approach Model pembelajaran inkuiri pendekatan peranan ini melibatkan siswa dalam tim-tim yang masing-masing terdiri atas empat orang untuk memecahkan masalah yang diberikan. d) menginterpretasikan data.g) mengenal bagaimana kesalahan eksperimental mungkin dapat dikurangi atau diperkecil. 6. suatu riddle berupa gambar di papan tulis. c) Menentukan sebab akibat. pencatat data. Hal ini dapat dilaksanakan karena kiasan dapat membantu siswa dalam berfikir untuk memandang suatu masalah sehingga dapat menunjang timbulnya ide-ide kreatif. kemudian guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan riddle itu. gambar peraga. 9. Biasanya. Pictorial Riddle Pada model ini merupakan metode mengajar yang dapat mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil atau besar. 8. atau diproyeksikan dari suatu transparansi. Value Clarification . f) Menentukan peranan diskusi dan kesimpulan dalam merencanakan peneitian . yaitu sebagai koordinator tim.

pembagian tugas. gender. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. karakter). Koperatif (CL. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan orang lain. Jadi model pembelajaran kooperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep. kerja kelompok. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. tanggung jawab. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif adalah informasi. membentuk kelompok heterogen. siswa heterogen (kemampuan. tugas. strategi. dan pelaporan. Cooperative Learning). MODEL-MODEL PEMBELAJARAN 1. E. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi.Pada model pembelajaran inkuiri jenis ini siswa lebih difokuskan pada pemberian kejelasan tentang suatu tata aturan atau nilai-nilai pada suatu proses pembelajaran. dan suasana menjadi kondusif. motivasi belajar muncul. presentasi hasil kelompok. komunikasi. atau inkuiri. Dengan memanfaatkan kenyataan itu. sosialisasi karena kooperatif adalah miniatur dari hidup bermasyarakat. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. pengalaman. tidak hanya menonton dan mencatat. terbuka. siswa melakukan dan mengalami. dan rasa senasib. 2. dunia pikiran siswa menjadi konkret. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajikan. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. nyaman dan menyenangkan. ada kontrol dan fasilitas. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). pengarahan. . Prinsip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. menyelesaikan persoalan. Saling membantu dan berlatih berinteraksi. Kontekstual (CTL. belajar berkelompok secara kooperatif.

motivasi. penyampaian kompetensi dan tujuan. generalisasi. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. refleksi. pengembangan matematika). inquiry (identifikasi. rambu-rambu. menuntun. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. aturan untuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. mengerjakan). Pembelajaran Langsung (DL. 3. latihan mandiri. Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinvention dalam mengkontruksi konsep dan aturan melalui process of mathematization. tindak lanjut). pemahaman (menemukan informal dalam konteks melalui refleksi. yaitu modelling (pemusatan perhatian. membimbing. mengkonstruksi konsep dan aturan. evaluasi. yaitu matematika horizontal (tools. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. menemukan). sharing). inter twinment (keterkaitan interkoneksi antar konsep). minds-on. constructivism (membangun pemahaman sendiri. hands-on. realitas (kebermaknaan proses dan aplikasi). Realistik (RME. questioning (eksplorasi. penilaian seobjektif-objektifnya dari berbagai aspek dengan berbagai cara). contoh). dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). generalisasi). pengarahan dan petunjuk. mencoba. algoritma. reflection (mengulang kembali. sajian informasi dan prosedur. mengarahkan. hipotesis. dan evaluasi. inkuiri. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). prinsip. 5. Problem Based Learning) . analisis dan sintesis). konjektur. fakta. latihan terbimbing. proses dunia empirik) dan vertikal (reorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. investigasi. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. informal ke formal). rangkuman.Ada tujuh indikator pembelajaran kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. 4. penilaian portofolio. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. konsep. penilaian terhadap setiap aktvitas dan usaha siswa. mengembangkan. Langkah-langkahnya adalah menyiapkan siswa.

identifikasi. sintesis. interaksi. elaborasi (analisis). dan sosialisasi. komunikasi. konjektur. dan inkuiri. negosiasi. menyusun soal/pertanyaan. belum dikenal cara penyelesaiannya. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. yaitu pemecahan masalah dengan melalui elaborasi. 7. fluency). jalan keluar. mengeksplorasi.menginvestigasi.atau algoritma). Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. eksplorasi. demokratis. kritis. . keterbukaan. Langkahnya adalah: pemahaman. Problem Terbuka (OE. kognitif tinggi. Kondisi yang tetap harus dipelihara adalah suasana kondusif. mencari alternatif. 6. menduga. Selanjutnya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir secara optimal. kreativitas. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban yang berbeda. aturan. siswa mengidentifikasi. interpretasi. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simpel sehingga mudah dipahami. meminimalisasi tulisan dan hitungan. investigasi. terbuka. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau aturan yang disajikan. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. sharing. Dengan demikian model . Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adalah problem posing. untuk merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi. identifikasi kekeliruan. dan akhirnya menemukan solusi. Siswa dituntut untuk berimprovisasi mengembangkan metode. 8. generalisasi. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinalitas ide. induksi.Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Langkahnya adalah: sajikan permasalahan yang memenuhi kriteria di atas. cara.

aturan menjadi pengetahuan baru. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan prasyarat. eksplnasi berarti menggenalkan konsep baru dan alternatif pemecahan. guru hendaknya memberi serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. bimbingan dan pengarahan. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. ia telah berpartisipasi. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. dan ceria. siapkan rencana bimbingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. prinsip. pengorganisasian pembelajaran. dan tertawa. membuat kesimpulan. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif.pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentuk pola pikir. keterbukaan. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. sehingga suasana menjadi nyaman. tabel). Kemungkinan akan terjadi suasana tegang. menyenangkan. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan sikap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. kaitkan dengan materi selanjutnya. kembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. diagram. mulai dari eksplorasi (deskripsi). . Selanjutnya siswa mengkonstruksi konsep. suara menyejukkan. 9. namun demikian bisa dibiasakan. siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran. 10. dan ragam berpikir. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Untuk mengurangi kondisi tersebut. perhatikan dan catat respon siswa. Langkahnya adalah menyajikan masalah. kemudian eksplanasi (empiris). senyum. nada lembut. Jangan lupa. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. Ada canda.

presentasi. mengemukakan pendapat. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. mengingat. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. memecahkan masalah. yaitu: informasi. argumentasi. dan menerapkan. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. berpikir. Untuk mewujudkan belajar efektif. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. merangkum. bertanya. membaca. dan memotivasi diri. representasi. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. mengidentifikasi. pengarahan. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa. dan menaggapi. dan hipotesis. menggunakan media dan alat peraga.11. 12. menyimak. menyelidiki. menggambar. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati. mencipta. membaca-merangkum. Usahakan din . berbicara. tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. menemukan. Sedangkan Resnik (1999) mengemukan bahawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. 13. mengkonstruksi. Setelah memperoleh tugas. mendemonstrasikan. yaitu bagaimana siswa belajar.

atau dalam rangka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian rapor. c. suasana diskusi nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. dan santun. Selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. Siswa pada tiap meja tunamen sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) superior. Siswa bisa nmngerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai. e. good. Bumping. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok. Langkahnya adalah sebagai berikut: a. lembut. VAK (Visualization. d. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. medium. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. 14.amikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja keX ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. Siapkan meja turnamen secukupnya. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketigakeempat dst. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. berikan penghargaan kelompok dan individual. ramah . setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu tertentu (misal 3 menit). Auditory. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif . Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan mekanisme kegiatan b.). very good.

perluasan. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. Intellectualy. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah satu model pembelajaran koperatif dengan langgkahnya: pengarahan. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. mengembangkannya. 18. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. 17. saling tukar jawaban. 16. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan langkahnya: pengarahan. tiap siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupa modul. sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. 15. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau kuis. buat kelompok heterogen (4-5 orang). (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif.dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. dengan somatik ekuivalen dengan kinesthetik. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga . 1980) tanggung jawab belajar adalah pada siswa. Pola komunikasi antara guru dan siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. AIR (Auditory. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. dengan kata lain manfaatkanlah potensi siswa yang telah dimilikinya dengan melatih. bedanya hanyalah pada repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman.

penyimpulan dan evaluasi. buat skor perkembangan tiap siswa. kuis individual. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. 20. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. susun sub-sub masalah sehingga terjadi koneksivitas. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. 22. presentasi. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan langkah-langkah: Pengarahan. misal mengukur tinggi pohon. refleksi. pelaksnaan tutorial pada kelompok asal oleh anggota kelompok ahli. pengoalahan data penyajian data hasil investigasi. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. umumkan hasil kuis dan beri reward. banyak guru dan staf sekolah). Pengarahan. identifikasi perbedaan.terjadi diskusi kelas. 19. tiap anggota kelompok bertugas membahas bagian tertentu. presentasi kelompok (share). TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan langkahnya adalah guru menyajikan materi klasikal. informasi bahan ajar. rencanakan pelaksanaan investigasi. umumkan hasil kuis dan berikan reward. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. 21. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan langkah-langkah: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristik. Jigsaw Model pembelajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan langkahnya seperti berikut ini. buat skor perkembangan siswa. umumkan hasil kuis dan berikan reward. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (thinkpairs). kuis individual. pilih strategi solusi 23. buat kelompok heterogen. kembali ke kelompok asal. tiap kelompok bahan belajar sama. CPS (Creative Problem Solving) .

identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. Langkahnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. diskusi. memperluas. SQ3R (Survey. Langkahnya adalah kerja kelompok. SQ4R (Survey. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). Question. presentasi. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. menggunakan. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan peta kognitif siswa. Organizing. (0) organisasi ide untuk memahami materi. Read. presentasi dan diskusi. (E) mengembangkan. Read. menandai). dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. Review) . kerja kelompok. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. kembali ke kelompok asal. Langkahnya adalah: informasi. mencatat. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). Recite. 24. 27. Extending) Langkahnya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. (R) memikirkan kembali. kelompok (membaca. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. melaporkan. diskusi. dan kemudian buat laporan hasil presentasi. dan alternative solusi). 26. 25.Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. CORE (Connecting. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. dengan langkah-langkah sebagai berikut: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. kerja kelompok. laporan kelompok. Recite. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. mendalami. Refleting. Reflect. dan menemukan. dan menggali. Question. mengkritisi. bagaimana.

32. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. 29. Langkahnya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. dan introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Langkahnya adalah: identifkasi. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilikinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Selanjutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap yang menyebabkan munculnya masalah tersebut. sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. 31. Langkah penyelesai masalah sebagai berikut: menuliskan pernyataan masalah . menggunakan. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. ajukan pengujian pemahaman. dan memaknai). 4 untuk almost certain. solusi tentatif. analisis kausal. deteksi kausal lain. 1 untuk amost guest. 2 untuk not sure. analisi pengalaman. dan konsep-ide. ambil pemaknaan (mengetahui. 3 untuk sure. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembelajaran yang mengutamakan makna belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. pertimbangan solusi. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30.SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama dari timbulnya masalah. Kerangka pikir untuk sukses. deteksi kausal. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubrik dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. dan rencana solusi yang terpilih. dn 5 untuk certain. memahami.

Tari Bambu Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Langkahnya adalah: persiapan. 36. dan seterusnya. pengemabangan. 35. Langkahnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa pertama. mengidentifikasi kausal. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. pendahuluan. penggunaan. mengelompokkan gejala. Reading. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. Langkahnya adalah: Separu dari sejumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. dan penutup. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. imoplementasi solusi.awal. identifikasi kausal utama. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. Integrated. menemukan kata kunci. refleksi. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. CIRC (Cooperative. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. 34. siswa yang berdiri di ujung . 33. presentasi hasil kelompok. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. dan implementasi solusi utama. siswa yang berhadapan berbagi pengalaman dan pengetahuan. siswa bekerja sama (membaca bergantian. Langkahnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. penerapan. menemukan pilihan solusi utama. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. siswa yang berada di lingkran luar berputar kemudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya.

Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang 4. Artikulasi Artikulasi adalah model pembelajaran dengan langkah-langkah: penyampaian konpetensi. sajian materi. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan 2. dan kembali berbagai informasi. 37. 39.salah satu jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. Debat Debat adalah model pembalajaran dengan langkahnya adalah: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. Guru memberikan kesimpulan secara umum 10. Evaluasi 11. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. 38. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai 5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan 6. Penutup . presentasi di depan hasil diskusinya. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM 3. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu seterusnya secara bergantian. masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok 8. Setelah selesai ditampilkan. Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan 7. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya 9. Role Playing Langkah-langkah: 1. bentuk kelompok berpasangan sebangku.

siswa membaca materi lengkap pada wacana. tongkat diberikan kepada siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. sajian materi pokok. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. Talking Stick Langkah-langkah pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. 45. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya . refleksi. refleksi. tanya jawab untuk pemantapan. diskusi kelas. membentuk kelompok. Demostration Pembelajaran ini khusus untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. kelompok lain menjawab secara bergantian. penyimpulan dan evaluasi. dan evaluasi. sajian materi. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain.40. Snowball Throwing Langkahnya adalah: Informasi materi secara umum. refleksi. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. penyimpulan dan evaluasi. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. bekerja kelompok. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. 43. 41. sajian materi. refleksi. sajian gambaran umum materi bahan ajar. refleksi dan evaluasi 42. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. pemberian reward. penyimpulan. guru membimbing kesimpulan. 44. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. kesimpulan dan evaluasi.

bertukar peran. 51. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. langkah demi langkah bertahap. kartu dikumpul lagi dan dikocok. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan/permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. presentasi hasil diskusi kelompok. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. diagram. presentasi hasil kelompok. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. refleksi. untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama. refleksi. 50. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. bimbingan penyimpulan. penyimpulan dan evaluasi. 47. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. penyimpulan dan evaluasi. valuasi dan refleksi. 49. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatif jawaban. pengecekan kebenaran jawaban. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban.algoritma-prosedural. sajian permasalahan terbuka. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. penyimpulan dan evaluasi. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. Langkahnya adalah: sajian informasi kompetensi. 48. 46. sajikan materi. Examples Non Examples Persiapkan gambar. membimbing pelatihan-penerapan. mengecek pemahaman dan balikan. evaluasi dan refleksi. Picture and Picture . siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. Scramble Langkahnya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. refleksi. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi.

apakah solusinya. sajian materi. 52. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Langkahnya adalah: pemahaman masalah. Verivication. penyimpulan. apakah bermanfaat. adakah alternatif. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. Enrichment. Obtaining mastery. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. pengayaan. rencana. Metakognitive questioning. dan pengecekan. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. dan refleksi 56. bagikan wacana materi bahan ajar.Sajian informasi kompetensi. evaluasi. Reviewing and reducing difficulty. bertukar peran. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. Practicing. tantangan dan restruturisasi sajian konsep. balikan. 53. penyimpulan. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. 55. pengungkapan ide-konsep awal. evaluasi dan refleksi. siswa latian dan bertanya. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. peta konsep. tanya jawab dan refleksi 57. Langkahnya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. Generatif Bagi generatif adalah konstruksivisme dengan langkahnya adalah orintasimotivasi. bahasa khusus. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. perbaikan. ranguman. evaluasi dan refleksi. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata tanya apa masalahnya. Langkahnya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan fokus. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. aplikasi. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan . sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. interaksi. solusi. 54. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya.

sampaikan kompetensi. LKS dibagikan berupa paragraf yang kaliatnya belum lengkap. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. tiap kelompok membuat kalimat berdasarkan kata kunci. 60. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. presentasi. Langkahnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. Concept Sentence Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. presentasi. berupa pemecahan masalah. guru membentuk kelompok. dan hipotesis. integrasi. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi.bahan belajar . 62. siswa berkelompok melengkapi. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. sajian materi. 58.langkahnya: sisapkan blanko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . koperatif-inkuiri-solusi-workshop. Time Token Model ini digunakan (Arebds. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. berikan soal tes bentuk super item. . tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). membentuk kelompok heterogen. sajian materi. Langkahnya adalah pembelajaran ekspositori. 59. virtual workshop menggunakan computer-internet. evaluasi dan refleksi 61. siswa ditugaskan membaca wacana. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. setelah selesai kupon dikembalikan. informasikan kompetensi. berikan latihan soal bertingkat. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan langkahlangkah.dan nama yang diberi.

tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. lima kali salah guru membimbing. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi.63. kebebasanterbuka. Prinsip quantum adalah semua berbicarabermakna. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. . Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestrasimfoni. interaktif. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. 64. latihan. kerja individual. tiap usaha siswa diberi reward. reward. kohesif. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. ketrampilan. Kumon Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep. semua mempunyai tujuan. kelompok-kerjasama. Langkahnya adalah: sajian konsep. konsep harus dialami. namai-buat generalisasi sampai konsep. partisipatif. 65. dinamis. dan saling menghargai. alamidengan dunia realitas siswa. Langkahnya: keterbukaan-urun ide-penguatan. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramahsejuk-nilai-harapan. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. ulangi dengan Tanya jawablatihan-rangkuman. Guru harus menciptakan suasana kondusif.

MODEL MODEL PEMBELAJARAN M0DEL PEMBELAJA RAN LANGSUNG MODEL PEMBELAJAR AN KOOPERATIF MODEL PEMBELAJA RAN BERBASIS MASALAH MODEL PEMBELAJA RAN INKUIRI SIKLUS BELAJAR (LEARNING CYCLE/CL) COOPERATI VE TEACHING LEARNING (CTL) MODEL PEMBELAJA RAN EFEKTIF Ceramah Pakktek dan latihan Ekspositori Demonstrasi Questioner mencongak KELAS TINGGI Student Teams Achievement Division (STAD) Group investigation Jigsaw Structural Approach KELAS RENDAH Cooperativeintrer ated reading and composition (CIRC) Team Accelereted Instruction (TAI) Pembelajaran berdasarkan proyek Pembelajaan berdasarkan pengalaman Pembelajaran otentik Pembelajaran bermakna Quaide inquiry Modified inquiry Free inquiry Inquiry role approach Invitation into inquiry Pictorial riddle Symectics lesson Value clarification Quantum learning Role playing Quantum teaching Thalking stick Bertukar pasangan Snowball throwing Student facilitator and explaning Couse revenue horay .