1

BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab 1 ini memuat uraian pendahuluan yang diawali dengan latar belakang masalah yang menjadi dasar pertimbangan sehingga penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan. Pada Bab 1 ini juga dikemukakan perumusan dan pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori yang mendasari uraian teori selanjutnya, asumsi dan pertanyaan penelitian serta sistematika penulisan tesis. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. A. Latar Belakang Masalah Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender. Pemerataan dan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki keterampilan hidup (life skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Sementara itu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bila dikaji tentang sumber daya manusia sebagai tenaga pendidik, tujuan rencana strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat Indonesia serta memiliki keterampilan hidup (life

2

skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya. Saat ini dari hasil data-data/fakta-fakta yang ada di lapangan masih banyak berbagai persoalan yang melilit di negeri ini, diantaranya: kuantitas jumlah tenaga pendidik yang masih kurang, mobilisasi tenaga pendidik yang tidak merata, kualitas tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, kualifikasi akademik tenaga pendidik masih rendah. Beberapa kebijakan pemerintah dalam strategi peningkatan mutu sumber daya manusia adalah pengembangan sistem pendidikan yang terencana untuk menghasilkan tenaga pembangunan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Secara kuantitatif pembelajaran harus menghasilkan tenaga yang cukup banyak sesuai dengan kebutuhan pembangunan dewasa ini. Sedangkan secara kualitatif harus dapat menghasilkan tenaga pembangunan yang trampil sesuai dengan bidangnya dan memiliki jiwa pancasila, untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah memerlukan suatu strategi pembelajaran yang terencana dan terprogram. Pemerintah melalui Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan 3 (tiga) rencana strategis dalam jangka menengah yaitu: (1) Peningkatan akses dan pemerataan dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas), (2) Peningkatan mutu, efesiensi, relevansi dan peningkatan daya saing, dan (3) Peningkatan manajemen, akuntabilitas dan pencitraan publik, yang dijabarkan melalui Peraturan Pemerintah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35 ayat (2) yang berbunyi: ”Standar Nasional Pembelajaran (SNP) digunakan sebagai acuan pengembangan”, yang diiantaranya 1) Kurikulum, 2) Tenaga Pendidik, 3) Sarana dan Prasarana dan 4) Pengelolaan Pembiayaan. Rencana strategis pemerintah untuk pengembangkan kurikulum merupakan bagian dari standar nasional pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan

3

pendidikan nasional serta kesesuaian

dengan kekhasan kondisi dan potensi

daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Ditinjau dari tuntutan Permen Diknas mengenai pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik harus memahami tujuan pembelajaran tersebut. Permasalahanpermasalahan atau fakta-fakta yang yang ada lapangan sesuai dengan model Pembelajaran IPA - Depdiknas, (2006 : 1-2). Mengatakan bahwa tenaga pendidik IPA, 1) pembelajaran lebih bersifat teacher centered; 2) guru hanya menyampaikan pembelajaran IPA sebagai produk; 3) peserta didik menghapal informasi faktual; 4) tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya; 5) cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri; 6) cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektip dan psikomotor; 7) belum menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan Teknologi, mampu berpikir logis, kritis, kreatif, serta dapat berargumentasi secara benar; 8) tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA, karena dianggap sukar, keterbatasan kemampuan peserta didik atau mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi; 9) masih adanya tenaga pendidik IPA yang berpola fikir statis dan tidak mengembangkan model-model strategi pembelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran; 10) masih adanya pendidik dalam model gaya strategi pembelajarannya terbatas tidak disesuaikan dengan tingkatannya sesuai psikologis perkembangan anak; 11) masih adanya tenaga pendidik memiliki alasan karena keterbatasan waktu, sarana prasarana, lingkungan belajar dan jumlah peserta didik perkelas terlalu banyak dan 12) tenaga pendidik yang berlatar belakang disiplin ilmu yang berbeda. Untuk menyikapi permasalahan fakta-fakta yang ada, maka diperlukan adanya suatu strategi kemampuan guru dalam pembelajaran IPA, karena Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru (tenaga pendidik) tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab dan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan. Strategi-strategi pembelajaran perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik dalam proses pembelajaran yang diantaranya

4 adalah. ketiga Strategi Sarana dan prasarana. perlu dilakukan sertifikasi dan diuji kompetensi secara berkala agar kinerjanya terus meningkat dan tetap memenuhi syarat professional. menghargai waktu. berkualitas. sekolah merupakan tempat mentrasfer nilai. berwatak kerja keras. berbudi luhur. yang dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) peningkatan profesionalisme guru merupakan upaya untuk membantu guru yang belum memiliki kualifikasi profesional menjadi profesional. . berpendapat: Profesionalisme guru merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. pantang menyerah. pengetahuan. Berdasarkan hal tersebut. kedua Strategi Kurikulum. Diharapkan dengan sumber daya manusia yang berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. dan keterampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. Tapi sebaliknya pembelajaran tidak berkualitas karena menerapkan pola yang salah. Pembelajaran yang diperoleh melalui sekolah diharapkan mampu menciptakan SDM berkualitas. (3) peningkatan kemampuan profesionalisme guru. Mulyasa. sehingga sering menjadi mudah di dikte oleh negara lain. guru seorang penyandang profesi dapat disebut profesional manakala elemen-elemen inti menjadi intergral dalam kehidupannya. trampil. Pertama Strategi sumber daya manusia (SDM). karena sekolah adalah tempat memanusiakan manusia. kesejahteraan dan kemajuan di segala bidang. tenaga pendidik pada dasarnya merupakan salah satu komponen sumber daya manusia (SDM) yang potensial dibidang pembangunan. (2008:12-13). Dengan kata lain. sebagai komponen dibidang pembelajaran bahwa seorang pendidik harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. (2007 : 2 -3). menyatakan: Sumber Daya Manusia yang berkualitas adalah mandiri. tekun belajar. Isjoni. (2) peningkatan kemampuan profesionalisme guru bukan sekedar diarahkan kepada pembinaan yang lebih bersifat aspek-aspek administratif akan tetapi harus lebih kepada peningkatan kemampuan keprofesionalannya dan komitmen sebagi seorang pendidik. akan menghasilkan sumber daya manusia rendah. serta menjunjung tinggi ajaran agama.

5

Apabila kita kaji pendapat ahli di atas bahwa seseorang yang menyandang profesi guru harus memiliki kemampuan intelektual spesialisasi bidang studi (subject matter), diperlukan adanya upaya untuk membantu guru untuk meningkatkan kualifikasi melalui pembinann secara berkala untuk mencapai keprofesionalannya. Sehubungan dengan itu sewajarnyalah pemerintah terus berupaya mencari alternatif untuk meningkatkan kualitas dan kinerja profesi guru sehingga menggulirkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. Disatu pihak, pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi, tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dapat dikatakan bahwa pada setiap diri seorang pendidik (guru) bukan hanya sebagai agen pembelajaran, tetapi guru yang profesional dituntut bertanggung jawab untuk membawa para peserta didik pada suatu kedewasaan berpikir atau tarap kematangan tertentu. Isjoni, Saatnya Pembelajaran Kita Bangkit, (2007-50), berpendapat : Seorang pendidik tidak semata-mata sebagai ”Pengajar” yang tranfers of knowledge, tetapi juga sebagai ”Pendidik” yang transfers of values dan sekaligus sebagai ”Pelatih ” yang transfers of skill, dan ”Pembimbing” yang transfers of guide, memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarannnya. Seorang pendidik adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Peserta didik (siswa) adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pembelajaran tertentu. Sukmadinata, (2005:52), berpendapat:

6

Siswa sebagai peserta didik di dalam proses pembelajaran adalah individu, yang memiliki dua karakteristik utama, pertama setiap individu memiliki keunikan sendiri-sendiri; kedua dia selalu berada dalam proses perkembangan yang bersifat dinamis. Bersifat unik, tiap individu memiliki sejumlah potensi, kecakapan, kekuatan, motivasi, minat, kebiasaan, persepsi, serta karakteristik fisik dan psikis yang berbeda-beda; Sedangkan Bersifat dinamis, setiap individu berada dalam proses perkembanganperkembangan mulai tahap aspek fisik-motorik (lebih menonjol), aspek intelektual, aspek sosial dan aspek moral. Ditinjau dari kedua pendapat di atas, antara pendidik dan peserta didik adanya interaksi untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu, tanpa mengabaikan tahap perkembangan peserta didik, karena pada diri peserta didik dalam proses perkembangannya ada yang bersifat unik dan bersifat dinamis. Untuk mewujudkan sekolah yang bermutu dan berkualitas sebagai lembaga pendidikan diperlukan strategi pengembangan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP) yang merupakan paradigma baru, yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar disekolah. Dalam pengembangan kurikulum ada beberapa tahapan diantaranya: desain kurikulum (kurikulum Dokumen), implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan), pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). Selain strategi sumber daya manusia dan strategi kurikulum, juga tak kalah pentingnya pula mengenai startegi sarana prasarana. Standar nasional pendidikan (SNP), dalam Bab 2 Pasal 2 tentang lingkup, fungsi dan tujuan pendidikan nasional berbunyi : • Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pembelajaran, buku dan sumber belajar lainya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan bekelanjutan. • Setiap satuan pembelajaran wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan ruang kelas, ruang pimpinan satuan penidikan, ruang pendidik, tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat olah raga, bemain, tempat beribadah, berkreasi dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk

7

menujang proses pembelaran yang teratur dan berkelanjutan. Sisdiknas (2008 : 105). Setelah memiliki ketiga komponen strategi di atas diharapkan peningkatan tujuan pendidikan dalam satuan pendidikan dapat tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dengan didukung oleh sumber daya yang dipergunakan dalam penyelenggaraannya meliputi tenaga kepembelajaran, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. Sumber daya pendidikan di bidang pendanaan dalam UUD-RI, Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional : Pasal 46 berbunyi: (1) pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat; (2) pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat 4 Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; (3) ketentuan mengenai tanggung pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah Pasal 47 berbunyi: sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan berkelanjutan; (2) pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (3) ketentuan mengenai sumber pendanaan pendidikan sebagaiman dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Sumber daya pendidikan dalam bidang pendanaan memiliki dampak strategis terhadap penyelenggaraan pendidikan yang perlu pemikiran seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan, hal ini untuk kelancaran segala sektor keterlaksanaan penyelengaraan pendidikan di tiap-tiap satuan pendidikan. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal (jalur yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi), non formal (jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang) dan in formal (jalur pendidikan keluarga dan lingkungan) pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Berdasarkan pendapat tersebut bahwa pengelolaan pendidikan dalam konsep dan makna pendidikan seorang tenaga pendidik dapat mengondisikan lingkungan belajar yang nyaman, yang dapat memberikan motivasi belajar, bukan hanya

ekonomi. Seorang tenaga pendidik harus memiliki langkah-langkah strategi dan langkah-langkah untuk peningkatan pendidikan bagi peserta didik. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. sosial. politik. intelektual dan nilai-nilai sangat berpengaruh sekali terhadap proses kegiatan di satuan pendidikan. Sukmadinata. 2) Meningkatkan minat dan motivasi.8 dilingkungan sekolah melainkan di luar lingkungan sekolah. Dalam suatu proses pendidikan berlangsung bahwa lingkungan pendidikan merupakan pendukung berlangsungnya proses tersebut. etika maupun nilai keagamaan yang hidup dan dianut dalam suatu daerah atau kelompok. baik nilai kemasyarakatan. Pada pendidikan pembelajaran faktor lingkungan fisik. sosial. estetika. Lingkungan Fisik terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia. sosial. berpendapat: Bahwa proses pendidikan berlangsung dalam suatu lingkungan yaitu lingkungan pendidikan yang mencakup lingkungan fisik. antar pendidik dan peserta didik serta orang-orang lainnya yang terlibat dalam interaksi pendidikan. (2005:52). yang merupakan tempat dan sekaligus memberikan dukungan dan kadang-kadang juga hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan. intelektual dan nilai-nilai. Lingkungan Sosial merupakan lingkungan pergaulan antar manusia. maka tenaga pendidik yang profesional memerlukan strategi-strategi untuk mengantisifasi faktor lingkungan tersebut. . Lingkungan Intelektual merupakan kondisi dan iklim sekitar yang mendorong dan menunjang pengembangan kemampuan berpikir. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) merupakan pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika. Adapun yang akan penulis ungkapkan dalam tesis ini khususnya mengenai pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) ditingkat SMP Negeri yang berlokasi di Kabupaten Bandung. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu dalam IPA. Kimia Biologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. Lingkungan Nilai yang merupakan tata kehidupan nilai. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching.

5) Memeberi Ulangan. 4) Assesment Search (menilai kelas). 4) Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. 6) Mengetahui. 7) Pujian. (2004 : 92-95). Strategi dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu di tingkat wilayah SMP Kabupaten Bandung. berpendapat bahwa ada beberapa langkah untuk peningkatan motivasi dalam proses pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Memberi Angka (Values) seorang pendidik adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. Sardiman. 5) Questions Student Have (pertanyaan dan siswa). (2007:113-126). Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. Tenaga pendidik di dalam proses pembelajarannya harus dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajarannya yang bertujuan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.9 Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran perlu adanya langkahlangkah strategi pembelajaran aktif yang diataranya ada tiga belas langkahlangkah Isjoni. 7) Listening Teams (tim pendengar). ketrampilan (psikomotor) dan afeksinya. 8) Synergetic Teaching (pengajaran sinergis). 12) Student Team Achivement Division (STAD) startegi ini merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan 13) Everyone is A Teacher Here (setiap orang adalah guru). 8) Hukuman (funishment) sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. memberi kesempatan untuk mendaptkan hasil . tentu saja kesemua langkah-langkah strategi di atas tidak mungkin tercapai apabila tidak didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu dalam proses pembelajarannya. 2) Prediction Guide (tebak pelajaran). 6) Active Knowledge Sharing (saling tukar pengetahuan). menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. 11) Jigsaw Learning (belajar model jigsaw). dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. 3) Group Resume (Resume Kelompok) atau melakukan team building (kerjasama kelompok. 9) Hasrat untuk Belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. relevan dengan tujuan pembelajaran IPA Terpadu. 10) Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. berpendapat sebagai berikut : 1) Critical Incident (pengalaman penting). daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. 2) Memberi Hadiah (Reward). 9) Active Debate (debat aktif). 3) Persaingan/ Kompetisi. 10) Card Sort (sostir kartu).

Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. Dalam proses pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik selain memiliki langkah-langkah strategi juga harus membangkitkan motivasi peserta didik sesuai pendapat Sardiman di atas.crayonpedia. sesuai harapan tujuan pendidikan nasional pada Tahun 2007. Fasli Jalal. • Forward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju. • Backward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. modern dan sejahtera.id. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. memahami jawaban. pendidikan yang bermutu memiliki kaitan ke depan (forward linkage) dan kaitan kebelakang (backward linkage). sejahtera dan bermartabat. (Media Internet hhttp. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. Sertifikasi Guru. mencari jawaban.www. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. (29-05-2007) Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. untuk mencapai pembelajaran yang bermutu dan berkualitas.com. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju.10 yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. 11) Tujuan yang diakaui timbul gairah untuk terus belajar. yaitu guru yang profesional. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. modern. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 oleh Galileo Galilei dan Francis . Sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan yang bermutu. pengamatan. makmur dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktek pembelajaran yang bermutu. “mengapa”.

dan menganalisis data. seperti: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran. mengklasifikasikan. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. menerapkan ide pada situasi baru. mengajukan pertanyaan. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. memperhatikan keselamatan kerja. tekun. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. mengukur. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. cermat. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “inquiry skills” yang meliputi mengamati. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. lisan. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan . memahami zat adiktif dan non adiktif.11 Bacon yang meliputi mengidentifikasi masalah. kritis. dan eksperimen. dan sebagainya. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. tulisan. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. menggolongkan. peduli terhadap lingkungan. disiplin. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). pemanfaatan bioteknologi. dan bekerja sama dengan orang lain. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. yang didasarkan pada metode ilmiah. terbuka. ulet. mengolah. tidak percaya tahyul. menyusun hipotesa. prediksi. sabar. Oleh karena itu di dalam pembelajaran IPA Terpadu di sekolah sebaiknya seoarang guru harus mampu menghasilkan bagi peserta didik yang dapat berpikir tingkat tinggi. jujur. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. yaitu dengan gambar. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. menyusun hipotesis.

6. sarana prasarana laboratorium yang kurang lengkap. terutama pada sekolah yang menjadi objek langsung. B. kemampuan analitik. keterbukaan manajemen organisasi. yaitu: SMP Negeri 1. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang . adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. 3. 2. secara seksama penulis melakukan berbagai langkah kegiatan dan berdasarkan hasil studi pendahuluan di beberapa SMP Negeri yang ada di Bandung. khususnya meningkatkan hasil belajar siswa. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya.12 perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. Guru dituntut memiliki kecermatan. Pada proses penelitian ini. fokus penelitian ini dibatasi pada strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP. ditemukan hal-hal sebagai berikut: 1. 4. 5. praktikum. dan kemampuan katagorik agar dapat masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Apabila kekuatan internal pembelajaran IPA dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi lingkungan masyarakat sekitar. dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pembelajaran. pendidikan. Perumusan dan Pembatasan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah digambarkan di atas. sehingga hasilnya belum memuaskan.

pengelolaan kurikulumnya dan tersedianya sarana prasarana yang memadai serta pendanaan pembelajaran untuk meningkatakan pembelajaran IPA yang memberikan peluang bagi kemampuan guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh. Pengawasan Hasil yang ingin dicapai: Kognitif Afektif Psikomotor . 7. Sarana Prasarana Dana / Biaya Lingkungan Administrasi Guru Kelengkapan KBM Perpustakaan Kelengkapan sarana belajar. dinamis dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampun guru. Dalam hal ini. menyeluruh. meningkat dan berkualitas yang pada akhirnya menuntut seorang manajer untuk melakukan intervensi strategis baik itu dilihat dari sumber daya manusianya itu sendiri yang berkualitas. Pelaksanaan dan hasil Evaluasi Proses Pembelajaran 1. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. UU Sisdiknas 2. pembelajaran IPA memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. 8. 5. Perencanaan 2. Pelaksanaan 3. sebaliknya akan menjadi faktor penghambat apabila disikapi sebagai masalah. Bertolak dari uraian di atas. Dengan demikian. 4. Peluang dan ancaman eksternal dapat menjadi faktor pendukung pembelajaran IPA. 3. 6. Kurikulum 3. apabila keduanya dianggap sebagai tantangan untuk maju. 2. UU Otonomi Daerah Faktor Pendukung dan Penghambat: 1. maka strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA terpadu di SMP Kabupaten Bandung. maka penulis ingin mengkaji lebih jauh dengan melakukan penelitian tentang strategi pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang selanjutnya penulis juga mencoba menggambarkan alur strategi pemikiran yang perlu diperhatikan pada proses strategi pembelajaran IPA terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa seperti pada bagan berikut ini: Kebijakan Pemerintah: 1.13 memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi.

dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. Perumusan Masalah Melalui studi awal pada kegiatan penelitian ini. permasalahan umum dalam penelitian ini dirumuskan sebagai maka berikut ”Bagaimanakah strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung ?”. 6. didapatkan masalah sebagai berikut masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. 2 dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. sehingga hasilnya belum memuaskan. sarana prasarana laboratorium yang masih kurang lengkap. masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan praktikum. Pembatasan Masalah Berdasarkan temuan tersebut maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mengatur strategi proses pembelajaran.1.14 Unit-unit yang terlibat 1. dapat dirumuskan masalah. 2. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Ruang lingkup manajemen Strategi Pembelajaran IPA Terpadu 1. Kepala Sekolah Guru Tata Usaha Pengawas Dinas terkait Laboran dll. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatif yang kreatif. 3. akan dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi jika mampu menghindari berbagai permasalahan tersebut. bahwa: Peningkatan mutu proses pendidikan IPA di SMP Negri 1. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. efektif dan efisien. baik berdasar pada studi referensi maupun berdasar pada fakta di lapangan. 5. Gambar 1. 2) Pencocokan kompetensi . 2. Dari berbagai permasalahan tersebut. 4.

15 pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. e. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. Selain itu. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Umum Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai Strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. 1. Selain dari itu juga memberikan informasi bahwa salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas . b. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. C. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. d. Dengan demikian maka permasalahan yang akan dibahas pada kegiatan penelitian akan semakin mengerucut dengan memfokuskan permasalahan pada batasan-batasan sebagai berikut: a. dan tantangan dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. penelitian bertujuan untuk mendiagnosis kesiapan guru-guru IPA Terpadu dalam mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP). proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. a. c.

1997. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. .16 beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai sub mata-pelajaran. menganalisis. b. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pendidikan dan penilaian. dan mendeskripsikan: 1) Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. geologi.236). proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. 2) Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. fisika. 3) Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. dan astronomi. 4) Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. kimia. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Tujuan Khusus Sedangkan secara khusus maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini.

c. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil dari penelitian inipun dapat digunakan sebagai rekomendasi pada instansi terkait mengenai Strategi . b. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. terlebih kepada para praktisi pendidikan (Kepala Sekolah. Guru. d. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini.17 5) Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. 2. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. dinas terkait dan yang lainnya). Pengawas Pendidikan. Secara praktis penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif kepada semua pembaca khususnya yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Yang pada akhirnya penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep-konsep baru tentang Strategi Pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. e. sehingga yang berkepentingan akan mendapatkan manfaat tentang: a. Manfaat Penelitian Secara teoritis manfaat penelitian ini untuk mengembangkan konsep dan teori Strategi Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi.

Dengan demikian. Strategi Strategi merupakan suatu proses dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. ada empat strategi dasar dalam melaksanakan strategi belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut: dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. dari hasil penelitian ini diharapkan agar SMP Negeri di Kabupaten Bandung dapat meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Menurut Bahri. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut : . (2007:5-8 ). 1. strategi pembelajaran IPA Terpadu. Kerangka Teori Untuk lebih memperjelas arah permasalahan yang diteliti dan adanya kesamaan persepsi dalam memahami istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian.18 Pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. dan bahkan juga diterapkan pada semua jenjang pendidikan. konsep kualitas pembelajaran IPA. di bawah ini penulis jelaskan kerangka teori yang akan menjadi pijakan pada penelitian dan secara gamblang akan dibahas pada bab berikutnya. khususnya kualitas belajar mengajar dalam pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efesien D. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan tenaga pendidik dan peserta didik dalam perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Pada bagian ini penulis kemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep pembelajaran IPA Terpadu. Dihubungkan dengan belajar mengajar.

untuk memberikan dorongan dalam belajar yang tertujuan pada pencapaian tujuan belajar. maka dalam penelitian ini.19  Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. sebagai aspek pendidik jika berlangsung di sekolah saja. adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran IPA Terpadu sehingga hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung meningkat. b) strategi kurikulum dan c) strategi sarana prasarana. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai . Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. strategi yang dimaksud    Dengan demikian. Memilih dan menetapkan prosedur. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehungga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegitan belajar-mengajarnya yang selnjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang berdangkutan secara keseluruhan. d) pendanaan pembelajaran. Pembelajaran IPA Terpadu Pembelajaran adalah merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatau lingkungan belajar. 2. siswa memperoleh hasil belajar dari suatu interaksi tindak belajar. Di dalam proses pembelajarannya ada lima tahapan yang harus dicapai oleh peserta didik diantaranya : peranan pendidik harus mampu mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik meliputi kemampuan dasarnya-motivasinya latar belakang akademis dan latar belakang sosial ekonominya. . metode. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. untuk meningkatkan kemampuan mentalnya dan tindak mengajar yaitu mebelajarkan peserta didik. Strategi-strategi yang digunakan dalam penelitian akan lebih ditekankan pada: a) strategi sumber daya manusia (SDM). dan teknik belajarmengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.

metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. Perlu kita ketahui bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu ada empat unsur utama yaitu : 1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. dan mempermudah pengembangan wawasan. Semua ini akan menunjang. mungkin juga fasilitas internet. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. memperkaya. pengukuran. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. menjelaskan konsep mutu pendidikan sebagai berikut : Konsep mutu pembelajaran tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu Dalam IPA. 1992:27). perancangan eksperimen atau percobaan. Asumsi dan Pertanyaan Penelitian Asumsi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. 3) produk: berupa fakta. 2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. mengungkapkan bahwa “masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. makhluk hidup. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. fenomena alam. E. 4) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Konsep kualitas pendidikan Philip. dan hukum. (1992:28). prinsip. evaluasi. maka penerapan pembelajaran Terpadu juga akan terhambat. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan . Lebih jauh Coombs yang dikutip Fakry. (Fakry. dan penarikan kesimpulan. teori. Pembelajaran Terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. Bila sarana ini tidak dipenuhi.20 berikut: 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. 1. IPA bersifat open ended. 3.

21 pengetahuan yang berupa fakta-fakta. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD/MI dan SMP/MTs. Paradigma dalam penelitian ini dipahami sebagai kerangka berpikir konseptual yang digunakan untuk menghadapi objek penelitian yang merupakan kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. yang menurut Priatna. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. serta hsil nyata dari perkembangan dan penemuan ilmu yang diterima umum : . (2004:7-8). biologi. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. sebagaimana dikemukakan oleh Bogdan and Blinken. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. konsep-konsep. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. yang mennjukan pada keanekaragaman gejala yang tercakup dalam pengertian kebiasaan nyata. keputusan hukum yang diterima. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. menyatakan terbagi dalam tiga bagian besar yaitu: (1) Paradigma metafisik (metaphysical paradigm). (1992:23). konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. dengan ciri: objektif. concepts or propotition the orient thinking or research”. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. yang berfunsi menunjukan sesuatu yang ada dan yang tidak ada. dan tentatif. sistematis. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. dan merujuk pada komunitas ilmuwan yang memusatkan perhatian pada upaya untuk menemukan sesuatu yang ada : (2) Paradigma Sosiologi (Sociological paradigm). meliputi mata pelajaran fisika. Lain halnya istilah paradigma bahwa kunci dalam wacana perkembangan ilmu paradigma. universal. bumi antariksa. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. bahwa ”paradigm is aloose collection of logically health together assumtion. metodik.

. Pertama yang lebih menyoroti garis-garis perkembangan sejarah ilmu. khususnya sejarah teori-teori keilmuan. kurikulum. pelaksanaan. implementasi aspek-aspek inovatif seperti pemilihan dan penggunaan strategik dan metode pembelajaran dan system evaluasi merupakan faktor-faktor yang mempengeruhi upaya peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Sehubungan dengan itu. sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA Terpadu yang akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sanusi. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA maka fungsi laboratorium sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar perlu dikelola dengan baik agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Kedua mengenai sejumlah faktor dan dimensi yang mendukung lahirnya ilmu dan validitasnya. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. dan pengawasan. dan sumber belajar yang mencukupi. proses kegiatan belajar mengajar. pengorganisasian. konsep yang lebih sempit dibandingkan kedua paradigma lainya. Selain itu. Keduanya tidak membicarakan substansi dari ilmunya itu sendiri. maka asumsi dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai kerangka pemikiran yang didasarkan pada fokus masalah untuk mengarahkan penelitian. (1999 :11 ). dan pengawasan. Dalam perencanaan pembelajaran IPA Terpadu harus selalu dikaitkan dengan pengorganisasian. Berdasarkan hal di atas. strategi pembelajaran IPA Terpadu mencakup perencanaan.22 dan (3) paradigma binaan (Contruct paradigm). Kemampuan menggunakan strategi dalam pembelajaran IPA Terpadu merupakan aspek yang sangat menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efisien. dan pola) bagaimana cara pandang kita berpikir tentang sesuatu. model. pelaksanaan. keaktipan siswa. menyoroti tentang paradigma ada dua uraian keilmuaan paradigma. fasilitas yang memadai. maka upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa sangat berkaitan dengan latar belakang pendidikan guru IPA. yang artinya bahwa paradigma yang dimaksud munculnya yang melahirkan (bentuk.

proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Bertolak dari uraian di atas. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. c. Pertanyaan Penelitian Agar mudah dalam melakukan penelitian ini dan dapat dilakukan lebih mendalam. Berdasarkan temuan tersebut. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatip yang kreatip. e. 2) Mengatur strategi proses pembelajaran. maka semua variabel diambil untuk diteliti. efektif dan efisien. maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pencocokan kompetensi pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Maka yang akan dijadikan objek dalam penelitian ini dibatasi pada ruang lingkup sebagai berikut: a. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. d. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. . Bagaimana guru merencanakan isi materi. Bagaimana guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Kemampuan guru dalam guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi.23 2. maka penelitian ini difokuskan pada pertanyaan penelitian sebagai berikut : a. b. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. b.

Bab I Pendahuluan yang berisikan tentang rancangan penelitian mulai dari judul. deskrifsi temuan dan hasil penelitian dan diakhiri dengan analis hasil penelitian serta pembahasan. Bab IV Pembahasan hasil penelitian: Gambaran kondisi umum objek penelitian. tujuan dan manfaat penelitian. perumusan dan pembatasan masalah. tahap-tahap penelitian. Bab III Prosedur Penelitian: Pendekatan dan Metode penelitian. Strategi apa yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. d. Sistimatika Penulisan Isi tesis yang terdiri dari 5 Bab yaitu: bab 1 pendahuluan. teknik pengolahan data. data yang diperlukan.24 c. asumsi dan pertanyaan . proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. kerangka teori. validitas dan reliabilitas penelitian sebagai intrepetasi data dan jadwal penelitian. e. penelitian. dan sistematika penulisan tesis. Bagaimana guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. bab 2 landasan teori. F. bab 3 metode penelitian. interpretasi dan pembahasan. Apa yang menjadi faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. lokasi dan subjek penelitian. bab 5 simpulan dan rekomendasi. teori dan konsep penunjang lainnya. latar belakang masalah. sumber dan teknik/instrumen pengumpulan data. Bab II Pokok Permasalahan Penelitian terdiri dari: pengertian istilah dan kerangka berpikir penelitian. bab 4 temuan.

the efforts of organization member and using or other organizational resources to achieve stated organizational goal”. dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN IPA TERPADU DAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA Pada bab 2 ini penulis akan mengemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep manajemen pembelajaran IPA Terpadu. strategi pembelajaran IPA Terpadu. pengarahan dan pengawasan atas usaha-usaha para anggota organisasi serta pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. maksud pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan. yang selanjutnya pada bab 2 akan disajikan berbagai teori yang relevan dan akan mendukung pada seluruh rangkaian penelitian. (1991:8). organizing. leading. Melalui paparan seperti dikemukakan di atas. Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu Menurut Stoner. mengemukakan bahwa: "Management is the process of planning. konsep kualitas pembelajaran IPA. penyusunan.25 Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi: Merupakan rangkuman dari seluruh hasil penelitian yang kemudian diteruskan dengan berbagai rekomendasi yang dianggap perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan penilitian. . and controlling. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. pengorganisasian. maka penulis berharap agar pembaca bisa mendapatkan gambaran dari isi tesis ini.

dan pemakai jasa pembelajaran). Manajemen pendidikan memiliki berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan yang juga merupakan sekumpulan fungsi untuk penjaminan efisiensi dan efektivitas pelayanan. pengambilan keputusan. mengelola atau mengadministrasikan sumber daya yang meliputi perencanaan. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Razik dan Swanson. sumber belajar dan kurikulum (segala sesuatu yang disediakan lembaga pembelajaran untuk mencapai tujuan).” . media sebagai sarana penyajian ide. Sumber daya terdiri dari sumber daya manusia (peserta didik. gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri. pengawasan dan pembinaan. sedangkan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang produktif dapat dilihat dari sudut administrasi psikologis. penyiapan alokasi sumber daya. Lebih lanjut dikemukakan bahwa penataan mengandung makna mengatur. serta fasilitas (peralatan. stimulus dan koordinasi personil.26 Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan manajemen adalah bidang pendidikan. pelaksanaan. (1995). perilaku kepemimpinan. Manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan bersama atau keseluruhan proses pengendalian usaha atas kerjasama sekelompok. dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pembelajaran. memimpin. the psychologis production function. bahwa pembelajaran yang produktif memiliki tiga fungsi yaitu. barang. dan ekonomis. pendidik. melalui perencanaan. beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan manajemen. yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi. ”the administrator’s productions function. penciptaan iklim organisasi yang kondusif. yang diselenggarakan pada suatu lingkungan tertentu. dan keuangan yang menunjang kemungkinan terjadinya pembelajaran). serta penentuan pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan. and the economist’s productions. Tujuan pembelajaran yang produktif berupa prestasi yang efektif dan suasana atau proses yang efisien. orang dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara berencana dan sistematis.

hubungan luas sampai dengan keterpaduan penuh. Pada kurikulum tahun 2006. Pembelajaran harus menekankan pada praktek. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. metode. Seiring dengan perkembangan dan dinamisnya zaman. dengan pendayagunaan masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar. dan kreatif . dan teknik pembelajaran yang paling efektif. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. ada beberapa mata pelajaran pada satu rumpun tertentu yang diintegrasikan. dan salahsatunya adalah rumpun mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) yang asalnya terdiri dari Fisika. yang dalam pelaksanaannya sekolah diberi kebebasan memilih strategi. peserta didik. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. metode. 1. pendekatan. pendekatan. mulai dari hubungan terbatas. adalah: Pembelajaran terpadu merupakan suatu pembelajaran dengan fokus pada bahan ajaran. Pemilihan dan pengembangan strategi. yaiitu Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu). dan teknik pembelajaran hendaknya berpusat pada karakteristik peserta didik (student centered). yakni: Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. Kimia dan dengan pengetahuan alam lainnya. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. Biologi. Kontek pembelajaran terpadu menurut Sukmadinata. kini materi pendidikan pun terus mendapatkan sentuhan perubahahan dalam rangka untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan agar mandapatkan hasil yang yang lebih baik. kritis. agar dapat melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran. serta kondisi nyata sumberdaya yang tersedia dan siap didayagunakan di sekolah. prosedur penyampaian dan pengalaman belajar dalam suatu tema. guru. kini diitegrasikan menjadi satu mata pelajaran. (2004:197). Bahan ajaran disusun secara terpadu dan dirumuskan dalam bentuk tema-tema pembalajaran keterpaduan bahan ajaran berbeda-beda.27 Pendidikan merupakan kegiatan utama sekolah.

indicator pencapaian kompetensi. kegiatan pembelajaran. kritis. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. dan sumber belajar. Materi yang akan diajarakan dan cara pembelajarannya diwujudkan dalam silabus. alokasi waktu. aman. dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar Menunjukkan keterampilan menyimak. metode pembelajaran. dan B. standar kompetensi (SK). penilaian hasil belajar. (b) bagaimana cara mengajarkannya. kompetensi dasar (KD). sehat. 3. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah apa sebenarnya target yang ingin dicapai dari suatu kegiatan pembelajaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran yaitu tentang (a) materi apa yang akan diajarkan. (c) bagaimana cara mengetahui keberhasilan siswa menguasainya. tujuan pembelajaran. sedangkan cara untuk mengetahui keberlangsungan dan keberhasilan proses pembelajaran diwujudkan dalam bentuk system penilaian. membaca. 5. materi ajar. berbicara. Penilian menjadi tidak jelas arahnya jika target yang ingin .28 2. Langkah-langkah Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu 1. bugar. Perencanaan Pembelajaran IPA Terpadu Di dalam Permendiknas No. Suatu program pembelajaran dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan apabila direncanakan dengan baik. dan berhitung Menunjukkan kebiasaan memanfaatkan waktu luang hidup bersih.41 tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dinyatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran . 6. menulis. 4. 7.

Perencanaan pembelajaran IPA memuat materi bidang fisika. Hal ini sesuai dengan pendapat Sukmadinata. alokasi waktu. Berdasarkan hal tersebut. apakah memuat pola sekuens kausal (mengikuti pola hubungan sebab akibat). penilaian . kimia dan biologi. sekuens logis dan psikologis (mengikuti pola dari mudah ke sukar. Sebaran yang telah dibuat hendaklah benar-benar mengikuti urutan atau . kompetensi dasar dan materi pokok. Kegiatankegiatan tersebut mengarahkan guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. sekuens struktural (mengikuti pola sesuai dengan posisi tiap bagian dalam konteks bentuk dan susunan). Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan institusional pendidikamn dapat terwujud karena adanya tujuan kurikuler dan instruksional. Guru IPA sebagai manajer kelas yang nantinya akan menjadi ujung tombak keberhasilan pembelajaran IPA harus memperhatikan konsep perencanaan pendidikan khususnya perencanaan pendidikan IPA. sehingga kegiatan pembelajaran harus diupayakn dengan tujuan agar siswa siswa dapat menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan. kegiatan pembelajaran.29 dicapai tidak terumuskan dengan jelas. dan sumber belajar. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran yang mencakup standar kompetensi . guru dan siswa. dari yang mendasari atau sebagai prasyarat ke yang menjadi kelanjutannya. maka perencanaan pembelajaran IPA merupakan dasar untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar IPA dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA. indikator. oleh karena itu tujuan pembelajaran IPA akan sangat bermanfaat untuk kepentingan lembaga. Dalam penyusunan silabus harus berisiskan sejumlah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. (1999): Penentuan sekuens bahan ajar hendaknya harus diperhatikan. Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor bertanggung jawab atas perencanaan pembelajaran dalam rangka pencapaian tujuan institusional. Perencanaan pembelajaran IPA dibuat agar dijadikan standar keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan memperhatikan sekuens yang ada kemudian dilakukan penyebaran standar kompetensi mata pelajaran pengetahuan alam yang ditetapkan untuk dikuasai.

dan Sanggar Pemantapan Kerja Guru (SPKG) atau melalui pendidkan dan pelatihan. Dalam perencanaan pembelajaran. Pengorganisasian pembelajaran IPA dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama antar lembaga agar pengetahuan guru dalam pembelajaran IPA dapat meningkat. silabus dan satuan pembelajaran. Strategi pembelajaran yang dipilih bisa berbentuk kegiatan tatap muka atau non tatap muka. Dapat saling berbagi pengalaman dalam memantapkan kegiatan belajar mengajar dan memilih metode dan teknik yang tepat sehingga efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA dapat tercapai. metode. Pelaksanan Pembelajaran IPA Terpadu dalam Proses Belajar . Strategi pembelajaran dalam arti luas dapat mencakup pendekatan. Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu adalah kegiatan yang sistematik dalam penyusunan struktur dan pembentukan hubungan-hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.30 sekuens yang lebih memudahkan siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditargetkan. Strategi pembelajaran yang harus dikembangkan oleh guru diantaranya adalah memilih teknik penilaian yang jitu agar guru dapat mengetahui penguasaan kompetensi dasar yang dicapai siswa. 3. 2. Mengenai struktur organisasi dalam pembelajaran IPA Terpadu tidak akan terlepas dari struktur organisasi sekolah pada umumnya. struktur pembinaan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA (MGMP IPA). Hal ini dilakukan melalui koordinasi kegiatan seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Mengajar. tim guru IPA secara intern atau ekster diharapkan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPA. diharapkan guru dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. media dan pengalaman belajar yang harus dialami siswa sehingga kompetensi dasar dapat tercapai. Dengan koordinasi seperti diatas.

Sampai saat ini masih ada siswa . Belajar adalah interaksi antara guru dan siswa. Baik buruknya suatu program pembelajaran sangat ditentukan oleh faktor guru. (2) adanya beban kerja minimal guru. Dalam kegiatan inti biasanya digunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang dapat meliputi proses eksplorasi. minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. melakukan penilaian atau repleksi. kegiatan inti dan kegiatan penutup. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Pada bagian pendahuluan. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran sebelumnya. Pelaksanaan pembelajaran IPA meliputi kegiatan pendahuluan. inspiratif. menyampaikan cakupan materi sesuai dengan silabus. Hal ini tidak berarti harus menimbulkan rasa takut pada siswa dan guru bisa semena-mena pada siswa. elaborasi dan konfirmasi. menyenangkan. Pelaksanaan pembelajaran IPA merupakan implementasi dari Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP). guru bersama dengan siswa membuat rangkuman materi yang telah dipelajari. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.31 Pelaksanaan proses pembelajaran IPA harus memenuhi beberapa persyaratan: (1) adanya rombongan belajar yang memadai. juga bukan hubungan kekuasaan dimana siswa harus selalu tunduk. Hubungan antara guru dengan siswa adalah hubungan kewibawaan. akan tetapi hubungan yang menumbuhkan kesadaran pribadi untuk belajar. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. (3) ada buku teks pelajaran . Dalam kegiatan penutup. dan (4) pengelolaan kelas. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Pernyataan diatas dimaksudkan bahwa guru adalah salah satu komponen pembelajaran utama dalam sistem pendidikan dan sangat mempengaruhi hasilnya. menantang. Pada pelaksanaan kegiatan inti yang merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.

Penilaian hasil pembelajaran menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilian kelompok mata pelajaran yang biasanya dibicarakan pada acara MGMP. sikap yang mantap karena kemampuan-kemampuan profesional yang dimilikinya. Pengawasan tidak saja untuk mencegah pemborosan atau untuk . penilaian hasul karya berupa tugas. padahal perasaan seperti itu tidak perlu ada jika guru IPA dapat menimbulkan kewibawaan dan dapat menyaampaikan pembelajaran secara aktif. 4. dan memperbaiki proses pembelajaran. Pengawasan Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Pengawasan dalam pembelajaran IPA merupakan suatu aktivitas yang mengusahakan agar kegiatan belajar mengajar itu terlaksanan sesuai dengan perencanaan atau dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan pendidikan berkewajiban untuk menyediakan kondisi yang perlu untuk menyelesaikan tugas kewajiban dengan efektif dan efisien. pengukuran sikap. Penilaian hasil pembelajaran IPA hendaklah dilakukan secara konsisten. pengamatan kinerja di laboratorium. efektif dan menyenangkan pada siswa. Ia hendak menjamin keselarasan.32 yang merasa benci. Berdasarakan hal di atas. Penilaian Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. kreatif. menurut hemat penulis peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar ialah berusaha secara terus menerus untuk membantu siswa membangun konsep bagi dirinya sendiri dengan mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dimasa kini dan masa yang akan datang. proyek atau produk. (1985:9-10). sehingga relasi kewibawaan itu akan menjadi katalisator subjek didik mencapai kepribadiannya. dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan. mengemukakan bahwa: Kewibawaan timbul karena kemampuan guru menampakan kebulatan pribadinya. portofolio dan penilaian diri. serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan segan bila dihadapkan pada pelajaran IPA. 5. Djoni. kecerdasan dan ekonomi di seluruh usaha pendidikan dan pengajaran.

sebagai berikut: 1. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.Pemantauan dapat dilakukan dengan cara diskusi kelompok. dan penilaian hasil pembelajaran. Pengawasan proses pembelajaran IPA memuat pemantauan proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai tahap penilaian. Evaluasi proses pembelajaran IPA diselenggarakan dengan cara membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses dan mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. wawancara dan dokumentasi.Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Pemberian teguran yang bersifat mendidik bagi guru yang belum memenuhi standar. Dari hasil pelaporan biasanya diteruskan dengan tindak lanjut berupa pemberian penguatan dan penghargaan pada guru yang telah memenuhi standar. Konsep Pembelajaran IPA Terpadu Beberapa konsep yang harus diperhatikan dalam pembelajaran IPA terpadu. pelaksanaan proses pembelajaran. Selain pemantauan. C. Pengertian IPA Terpadu. melainkan juga untuk mengarahkan perbuatan kepada maksud-maksud organisasi. kegiatan pengawasan yang lain adalah supervisi dan evaluasi. . Kegiatan pemantauan ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas satuan pendidkian. mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran. pencatatan. supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan di bidang pendidikan. pengamatan. Akhir dari kegiatan pengawasan proses pembelajaran adalah pelaporan dan tindak lanjut. perekaman.33 menghilangkan kebiasaan atau perbuatan yang salah. dan memberikan kesempatan pada guru untuk mengikuti pelatihan atau penataran lebih lanjut. Hasil kegiatan pemantauan.

(3) produk: berupa fakta. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. (3) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep . dengan ciri: objektif. universal. makhluk hidup. makhluk hidup dan proses kehidupan. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. dan tentatif. meliputi bidang kajian energi dan perubahannya. Merujuk pada pengertian IPA itu. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: (1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. dan penarikan kesimpulan. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. dan materi dan sifatnya yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu peserta didik untuk memahami fenomena alam. (2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”.34 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. dan hukum. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. metodik. prinsip. bumi antariksa. evaluasi. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. berlaku umum (universal). pengukuran. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. IPA bersifat open ended. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. sistimatis. perancangan eksperimen atau percobaan. Dalam hal ini Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. fenomena alam. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. teori. konsep-konsep.

memang tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. kreatif. karena dianggap sukar. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. Dalam kenyataannya. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. kritis. teori dan hukum. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. keterbatasan kemampuan peserta didik. metode ilmiah. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. mampu berpikir logis. Namun demikian. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. efisien. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. sikap. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. Oleh karena itu. menghafalkan konsep. Akibatnya IPA proses. serta dapat berargumentasi secara benar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi.35 IPA dalam kehidupan sehari-hari. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. terutama teknologi informasi dan komunikasi. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai sebagai . lingkungan belajar. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. sarana. dan efektif. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. 2. Pembelajaran IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. makhluk hidup dan proses kehidupan. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. disesuaikan dengan lingkungan setempat. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. menyusun hipotesa. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. dan eksperimen. mencari jawaban. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. Melalui pembelajaran IPA terpadu. energi dan perubahannya. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui caracara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. bekerja sama dalam kelompok. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. serta bersikap ilmiah. pengamatan. serta bumi dan alam semesta. materi dan sifatnya. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. prediksi. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. serta . kreatif. memahami jawaban.36 peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. “mengapa”. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi.

hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. tidak percaya tahyul. dan sebagainya. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. menyusun hipotesis. dan bekerja sama dengan orang lain. Oeh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. sabar. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. menerapkan ide pada situasi baru. mengukur. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). ulet. yaitu dengan gambar. cermat. terbuka. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. menggolongkan. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran . tulisan. dan menganalisis data. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. lisan.37 prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. yang didasarkan pada metode ilmiah. peduli terhadap lingkungan. jujur. tekun. memperhatikan keselamatan kerja. mengolah. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. Tujuan Pembelajaran IPA Terpadu Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : a. disiplin. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. mengajukan pertanyaan. 3. mengklasifikasikan. kritis.

pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. yaitu fisika. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. 4. Guru Pembelajaran IPA Terpadu merupakan gabungan antara berbagai bidang kajian IPA. Di samping itu. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. kemampuan analitik. dan biologi. menerima. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. kompetensi dasar. utuh. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. dan analitik. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar dapat diajarkan sekaligus. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. menyerap. untuk memiliki kecermatan. dan sarana. menyeluruh. maka dalam . c. tenaga. Implikasi Pembelajaran IPA Terpadu Implikasi pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal berikut: a. teratur. kimia.38 Keterpaduan bidang kajian dapat mendorong untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. maka pembelajaran akan lebih efesien dan efektif b. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. sistimik.

dalam pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan dengan dua cara. Hal tersebut disesuaikan dengan keadaan guru dan kebijakan sekolah masing-masing. c) Disusun skenario dengan metode pembelajaran yang inovatif dan memunculkan nalar para peserta didik sehingga guru tidak terjebak ke dalam pemaparan yang parsial bidang studi. Kelebihan sistem ini antara lain adalah: pencapaian KD pada setiap topik efektif karena dalam tim terdiri atas beberapa yang ahli dalam ilmu-ilmu sosial. untuk mereviu apakah skenario yang disusun sudah dapat memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan bidang studi di luar yang ia mampu. pengalaman dan pemahaman peserta didik lebih kaya daripada dilakukan oleh seorang guru karena dalam satu tim dapat mengungkapkan berbagai konsep dan pengalaman. satu topik pembelajaran dilakukan oleh lebih dari seorang guru. yakni: team teaching.39 pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. Setiap guru memiliki tugas masing-masing sesuai dengan keahlian dan kesepakatan. a) Guru-guru yang tercakup ke dalam mata pelajaran IPA diberikan pelatihan bidang-bidang studi di luar bidang keahliannya. dan guru tunggal. b) Koordinasi antar bidang studi yang tercakup dalam mata pelajaran IPA tetap dilakukan. dan peserta didik akan lebih cepat memahami karena diskusi akan berjalan dengan narasumber dari berbagai disiplin ilmu. 2) Guru Tunggal Untuk tercapainya pembelajaran IPA Terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal tersebut. Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. . seperti guru bidang studi Fisika diberikan pelatihan tentang bidang studi Kimia dan Biologi. maka dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut. Untuk itu. 1) Team Teaching Pembelajaran terpadu dalam hal ini diajarkan dengan cara team.

Dengan demikian. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Dengan mempergunakan model pembelajaran IPA Terpadu. model pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Selain itu.40 d) Persiapan pembelajaran disusun dengan matang sesuai dengan target pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan topik yang dihasilkan dari pemetaan yang telah dilakukan. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep. kemampuan asosiatif. secara psikologik. c. menyerap. pengetahuan. teratur. nilai atau tindakan yang terdapat dalam beberapa indikator dan Kompetensi Dasar. baik dalam aspek intelegensi maupun kreativitas. menyeluruh. serta kemampuan eksploratif dan elaboratif. Peserta didik Dilihat dari aspek peserta didik. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. b. Bahan Ajar Bahan ajar memiliki peran yang penting dalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran terpadu. sistemik. utuh. pembelajaran IPA Terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreativitas akademik. peserta didik digiring berpikir secara luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan-hubungan konseptual yang disajikan guru. pembelajaran model ini menuntun kemampuan belajar peserta didik lebih baik. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Selanjutnya. peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. dan analitik. Hal ini disebabkan model ini menekankan pada pengembangan kemampuan analitik terhadap konsep-konsep yang dipadukan. menerima. Oleh karena pembelajaran terpadu pada dasarnya merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu alam maka dalam pembelajaran ini memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan .

peserta didik harus diberikan ilustrasi dan demonstrasi yang komprehensif untuk satu topik tertentu. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai bidang kajian (Carin. diperlukan sejumlah sumber belajar yang sesuai dengan jumlah Standar Kompetensi yang merupakan jumlah bidang kajian yang tercakup di dalamnya. hanya saja ia memiliki kekhasan tersendiri dalam beberapa hal. brosur. Bahan yang akan digunakan dapat berbentuk buku sumber utama maupun buku penunjang lainnya. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran IPA terpadu diperlukan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran yang pada dasarnya relatif sama dengan pembelajaran yang lainnya. Sebagai bahan penunjang. bahan bacaan penunjang seperti jurnal. 1997. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. koran. Dalam pembelajaran IPA Terpadu. dan mandiri. kaset. namun demikian dalam pembelajaran ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sarana yang relatif lebih banyak dari pembelajaran monolitik. majalah. hasil penelitian. b. . atau CD yang berkaitan dengan bahan yang akan dipadukan. Hal ini disebabkan untuk memberikan pengalaman yang terpadu. Pemanduan Konsep dalam Pembelajaran IPA Terpadu Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa bidang kajian adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubung kaitkan konsep-konsep dari berbagai bidang kajian.41 pembelajaran monolitik. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. berdisiplin. 5.236). serta alat pembelajaran yang terkait dengan indikator dan Kompetensi Dasar ditetapkan. Dalam satu topik pembelajaran. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan tema. dapat juga digunakan disket. Di samping itu. d.

dan berinteraksi dengan teman. Oleh karena itu. kolaborasi. menulis dan melakukan kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. guru. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik.42 c. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA .lingkunganteknologi . membaca. d. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka mendengar. e.masyarakat. dan dunia nyata. Contoh 1: Pengaruh asap rokok terhadap lingkungan (pencemaran udara) Pengaruh bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari PerokokA ktif Perokok Pasif Lingkungan Pengaruh rokok bagi kesehatan Rokok Materi dan sifatnya Gangguan pada sistem pernapasan Kesehatan Makhluk hidup dan proses kehidupan Gambar 2-1 Jaringan tema rokok . berbicara. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat.

dan kemampuan).43 6. pemahaman. aplikasi. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a. analisis. kebutuhan. bakat. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu . dan evaluasi dalam mata pelajaran IPA. Perencanaan Secara konseptual yang dimaksud terpadu pada pengembangan pembelajaran IPA dapat berupa contoh. Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. Konsep-konsep yang dapat dipadukan pada semester yang berlainan pembelajarannya dapat dilaksanakan pada semester yang sama (tertentu) dengan tidak meninggalkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada semester lainnya.

dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada bidang kajian yang telah dipetakan. dalam pembelajaran IPA Terpadu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPA Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. 1) 2) Tema. Tema yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. . 4) Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Mengidentifikasikan beberapa Dasar berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. 3) Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPA pada kelas yang sama. 3) Dalam menentukan topik. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. isu sentral yang sedang berkembang saat ini.44 Gambar 2-2 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Beberapa ketentuan 1) 2) dalam pemetaan Kompetensi Dasar Kompetensi dalam dalam pengembangan model pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam bidang kajian IPA.

dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Fungsinya terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. attendance). dan membangkitkan perhatian peserta didik. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Melaksanakan penilaian awal dapat dilakukan dengan cara lisan pada beberapa peserta didik yang dianggap . Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perangkat administrasi pembelajaran untuk menjabarkan silabus menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikemas dalam kegiatan pendahuluan. dilanjutkan dengan mengulas materi pelajaran yang akan dibahas. Penciptaan kondisi awal pembelajaran dilakukan dengan cara: mengecek atau memeriksa kehadiran peserta didik (presence. menciptakan suasana belajar yang demokratis. 1) Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu.45 b. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP). Kegiatan utama yang dilaksanakan dalam pendahuluan pembelajaran ini di antaranya untuk menciptakan kondisi-kondisi awal pembelajaran yang kondusif. melaksanakan kegiatan apersepsi (apperception). Melaksanakan apersepsi (apperception) dilakukan dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar terhadap jawaban peserta didik. dan penilaian awal (pre-test). kegiatan inti. membangkitkan motivasi belajar peserta didik. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik (readiness). diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama.

bisa juga penilaian awal ini dalam prosesnya dipadukan dengan kegiatan apersepsi. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Kegiatan tindak lanjut harus ditempuh berdasarkan pada proses dan hasil belajar peserta didik. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di bidang kajian yang satu dengan konsep di bidang kajian lainnya. Waktu yang tersedia untuk kegiatan ini relatif singkat. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan non-tatap muka. Secara umum kegiatan akhir dan tindak lanjut dalam pembelajaran terpadu di antaranya: a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. tetapi juga sebagai kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dan kegiatan tindak lanjut.46 mewakili seluruh peserta didik. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit . 3) Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran.

Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. benar-salah. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem . 1) Teknik Penilaian Teknik penilaian merupakan cara yang digunakan dalam melaksanakan penilaian tersebut. 2) Bentuk Instrumen Bentuk instrumen merupakan alat yang digunakan dalam melakukan penilaian/pengukuran/evaluasi terhadap pencapaian kompetensi peserta didik. kuesioner. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. membaca materi pelajaran tertentu. bentuk dan instrumen yang digunakan terdapat pada lampiran. harus disertai rubrik penilaian. Apabila penilaian menggunakan tehnik tes tertulis uraian. c) wawancara. menjodohkan. Penilaian Penilaian yang dikembangkan mencakup teknik. dan rubrik. Teknik-teknik yang dapat diterapkan untuk jenis tagihan tes meliputi: a) Kuis dan b) Tes Harian.d) tugas. panduan wawancara. 3) Instrumen Instrumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi. dan unjuk kerja dan b) Non tes: panduan observasi. b) angket.47 oleh peserta didik. uraian. c. Bentuk-bentuk instrumen yang dikelompokkan menurut jenis tagihan dan teknik penilaian adalah: a) Tes: isian. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. e) proyek. pilihan ganda. Untuk jenis tagihan nontes. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. teknik-teknik penilaian yang dapat diterapkan adalah: a) observasi. dan f) portofolio. tes unjuk kerja dan tugas rumah yang berupa proyek. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik.

Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. ada beberapa pendekatan strategi pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Sukmadinata. Dari beberapa istilah tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai strategi mebelajaran seperti diuraikan berikut ini: Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful adalah: Suatu strategi pembelajaran yang mengutamakan aktivitas kegiatan siswa. kemampuan mekanistis tanpa mempehatikan arti. mengolah. sehingga siswa dituntut untuk mencari. lingkungan. masyarakat. dimana guru hanya berfungsi untuk memotivasi. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. peserta didik dengan guru. kebermaknaan. Meaningful adalah: Bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. D. dan tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. tugas dan lembaga. menafsirkan. Rote adalah Suatu strategi belajar siswa untuk menguasai bahan ajar. menganalisa dan menyimpulkan . menyimpulkan bahan ajar. mendorong dan fasilitator. Agar kegiatan proses pembelajaran tersebut menjadi lebih menarik dan diminati oleh seluruh warga belajarnya maka perlu dibuat berbagai macam strategi yang tepat guna sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang lebih baik lagi. menafsirkan. Konsep Strategi Pembelajaran. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. mengolah.48 penilaian konvensional. Discovery adalah: Suatu proses aktivitas kegiatan siswa untuk mencari. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik.

kebermaknaan. dan masyarakat. Metode-metode pengajaran dan bahan-bahan ajaran yang cocok untuk kedua strategi pembelajaran diatas adalah: Metode pada Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan aktivitas kelompok. lembaga. mengolah. lembaga. dan masyarakat. tugas dan lembaga. pendorong dan fasilitator. kebermaknaan. kelihatannya peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. menganalisa dan menyimpulkan bahan ajar yang dipelajari. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Diskusi. pendorong dan fasilitator. Simulasi. menafsirkan. Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful adalah : Suatu strategi pembelajaran yang hanya mengutamakan pada kemampuan mekanistis dari bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. sendiri. Sedangkan Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful siswa hanya di orientasikan untuk memiliki kemampuan mekanistis dari bahan ajar saja.49 bahan ajar yang dipelajari. Dari dua analisa Strategi Pembelajaran diatas maka dapat dilihat beberapa perbedaan. tugas. tugas. masyarakat. kurang memperhatikan arti. Dalam strategi pembelajaran Discovery-Meaningful kapasitas guru hanya berfungsi sebagai motivator. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu . sedangkan pada Strategi Pembelajaran RoteMeaningful siswa hanya dituntut untuk memiliki kemampuan mekanistis saja sehingga peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. dan kurang memperhatikan arti. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. Tuntutan Hasil Pembelajaran: Pada strategi pembelajaran DiscoveryMeaningful siswa dituntut untuk mencari. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. Sehingga pada strategi Pembelajaran RoteMeaningfu. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. diantaranya adalah: Proses pembelajaran: Pada strategi pembelajaran Discovery-Meaningful aktifitas siswa sangat dominan dan guru berfungsi sebagai motivator.

Penentuan Jenis Penilaian. Penilaian dilakukan dengan . Metode pada Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan variasi metoda dan media pelajaran. 4. Contoh bahan-bahan Pelajaran: Pada Mata Pelajaran IPA/Saint. khususnya guru. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. dan keterampilan. dll. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. melakukan percobaan. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. diskusi kelas). 6. 1. pengamatan. menganalisa masalah yang timbul. demonstrasi/peragaan. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. 3. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Ekspositori. Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. yaitu kegiatan siswa dan materi. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Problem Solving melalui kegiatan: Penyusunan rancangan. Eksperimen. 2. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. seminar. tanya jawab. Dapat juga menggunakan belajar berbuat.50 Role playing. pengetahuan. Dalam penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. melakukan penelitian pada praktek pembuatan tempe untuk menemukan sel Rhizopus. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. satuan pembelajaran. lisan (ceramah. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. mata pelajaran. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. menyimpulkan hasil. 5.

Misalnya. (c) sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. (d) hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. (e) sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. pengamatan kinerja. keluasan. pengukuran sikap. proyek dan/atau produk. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. . kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. tingkat kesulitan. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 7. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian diantaranya : (a) penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. dan penilaian diri. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. Menentukan alokasi waktu penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. penilaian hasil karya berupa tugas. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. menganalisis. (b) penilaian menggunakan acuan kriteria. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. penggunaan portofolio. kedalaman.51 menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan.

sebab strategi merupakan instrumen untuk menghadapi dan mengantisipasi perubahan lingkungan sekaligus sebagai kerangka kerja untuk menyelesaikan setiap masalah. sosial. (1993:35). kegiatan pembelajaran. menetapkan tujuan organisasi. E. Konsep Strategi Istilah strategi berasal dari kata yunani strategeia (stratos artinya militer. dan ag artinya memimpin). Istilah strategi semula bersumber dari kalangan militer dan secara populer sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jendal untuk memenangkan suatu peperangan. dan indikator pencapaian kompetensi.52 8. Menganalisis pesaing secara internal dan eksternal. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. (20007:2). menetapkan misi (peranan yang dimainkan organisasi dalam masyarakat). merekomendasikan rencana strategik. baik lingkungan mikro maupun makro. yang berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. organisasi. dan budaya. Sedangkan Sanusi. rencana itu memberikan pengertian rumusan strategi . tujuan-tujuan itu. yang berupa media cetak dan elektronik. menganalisis. merumuskan visi (tujuan jangka panjang yang paling mungkin). bersamaan dengan analisis tersebut. alam. Strategi Pembelajaran IPA Terpadu Perumusan strategi merupakan langkah awal yang sangat penting bagi ketercapaian tujuan organisasi. 1. tujuan dari satuan bisnis strategik (sasaran dan keuangannya). Strategi juga akan memberikan arah jangka panjang yang akan dituju. dalam hubungan analisis situasi. narasumber. memberikan pengertian strategi sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. Secara sederhana Soekartono. dengan mengidentifikasi keunggulan komparatif organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko sehingga organisasi menjadi lebih efektif. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. serta lingkungan fisik. berkenaan dengan: Menganalisis faktor-faktor strategik dari situasi lingkungan. dan tujuan taktikal. Menentukan sumber belajar adalah rujukan. tujuan korporet (tujuan usaha dan keuangannya).

merumuskan konsep strategi sebagai berikut: Strategi sebuah organisasi atau sub unit sebuah organisasi lebih besar yaitu sebuah Konseptualisasi yang dinyatakan atau yang diimplikasikan oleh peminpin organisasi yang bersangkutan. Mengacu pada pendapat di atas. dapat disistematikan seperti pada gambar 6 berikut: IDENTIFIKASI MASALAH RENCANA LANGKAH YANG AKAN DIAMBIL PENERAPAN PEMECAHAN MASALAH PENGELOMPOKAN MASALAH BENTUK NYATA PADA KESIMPULAN PERENCANAAN UNTUK IMPLEMENTASI PROSES ABSTRAKSI TIMBULNYA KESIMPULAN PENENTUAN METODE PEMECAHAN VALIDASI HIPOTESIS PEMECAHAN DENGAN ANALISIS FORMALISASI HIPOTESIS PEMECAHAN Gambar 2-3 Model Tahap Berpikir Strategik Bila dikaitkan dengan fungsi manajemen. Siagian. 2000:25). Richard Vancil sebagaimana yang dikutip oleh Winardi. (1995:17). maka menurut hemat penulis. atau yang diterimanya dari pihak atasannya. memberikan pengertian strategi sebagai: Rencana berskala besar yang berorientasi jangkauan masa depan yang jauh serta ditetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif dengan lingkunganya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang bersangkutan.53 memberikan detil tentang bagaimana lankag dan cara yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang dimaksud. (1997:96). berupa a) sasaran-sasaran jangka panjang atau tujuan-tujuan organisasi tersebut. b) kendala-kendala luas dan kebijakan-kebijakan yang atau ditetapkan sendiri oleh sang pemimpin. (Herdiwandani. Tahap berpikir strategik menurut Kenneth Primozic. startegi dapat dipandang sebagai suatu proses berpikir dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis. dan c) kelompok rencana-rencana dan tujuan-tujuan jangka pendek yang telah diteapkan dengan ekspektasi . yang membatasi skope aktivitasaktivitas organisasi yang bersangkutan.

Berdasarkan berbagai definisi tersebut. strategi dapat didefinisikan sebagai pedoman untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimpementasikan misinya. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi. . Pandangan ini diterapkan bagi para manajer yang bersifat reaktif. b. strategi didefinisikan sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungan sepanjang waktu. yan memungkinkan menarik keuntungan-keuntungan dari badang-bidang kekuatannya. Dari perspektif pertama. c. yaitu hanya menanggapi dan menyesuaikan diri teradap lingkungan secara pasif manakala dibutuhkan. dan (2) dari perspektif apa organisasi akhirnya lakukan. Pada definisi ini. Makna yang terkandung dari strategi ini adalah bahwa para manajer memainkan peranan yang aktif. Profil tertentu bagi organisasi yang menggambarkan kemampuan yang dimiliki dan kondisi internal yang dihadapi oleh organisasi.54 akan diberikannya sumbangsih mereka dalam hal mencapai sasaran-sasaran organisasi tersebut. sadar dan rasional dalam merumuskan srtategi organisasi. dapat penulis simpulkan bahwa perumusan strategi harus memperhatikan berbagai faktor yang sifatnya kritikal. Pengenalan lingkungan dimana organisasi akan berinteraksi dengan berbagai kondisinya. Strategi berarti menentukan misi pokok suatu organisasi. konsep strategi dapat didefinisikan berdasakan dua perspektif yang berbeda. maka menurut pendapat penulis. Organisasi yang bersangkutan masih meraih suatu keunggulan apabila ia dapat memanfatkan peluang-peluang di dalam lingkungan. yaitu: a. setiap organisasi pasti memiliki strategi. Berdasarkan penjelasan di atas. meskipun strategi strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara eksplisit. di mana tujuan strategi adalah untuk mempertahnkan atau mencapai suatu posisi keunggulan dibandingkan dengan pihak pesaing. yaitu (1) dari perspektif apa suatu organisasi ingin lakukan. yang menonjol dalam faktor ini ialah bahwa straetgi merupakan keputusan dasar yang dinyatakan secara garis besar. Sedangkan berdasarkan perspektif kedua.

i. Suatu strategis harus merupakan analisis yang tepat tentang kekuatan yang dimiliki kelemahan yang mungkin melekat. yaitu: 1) sifatnya yang idealistis. 3) bersifat konkrit. Mempersiapkan tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan kualitas teknis dan perilaku serta mempersiapkan sistem manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada pengakuan dan penghargan harkat dan martabat dalam organisasi. dan 4) masih abstrak. suatu strategi perlu memberikan arah tentang rincian yang perlu dilakukan.55 d. 2) jangkuan waktunya jauh ke depan. prasarana dan waktu. g. sarana. kreativitas dan diskresi para pelaksana kegiatan oprasional tidak dihambat. Memperhatikan bentuk tipe dan struktur organisasi yang akan digunakan. 3) hanya bisa dinyatakan secara kualittif. k. Suatu sasaran jangka panjang pada umumnya mempunyai cari yang menonjol. dalam arti diperkirakan mungkin dicapai. e. Dengan ciri-ciri seperti itu. Memilih satu alternatif yang dipandang paling tepat dikaitkan dengan sasaran jangka panjang yang dianggap mempunyai nilai yng paling strategik. dinyatakan secara kuantitatif. dan diperhitungkan dapat dicapai karena didukung oleh kemampuan dan kondisi internal organisasi. Menciptakan suatu sistem pengawasan yang menjamin daya inovasi. dan harus dimanfaatkan. serta ancaman yang diperkirakan akan dihadapi organisasi. f. . dan 4) h. 2) praktis. j. Memperhatikan pentingnya oprasionalisasi keputusan dasar yang dibuat dengan memperhitungkan kemampuan organisasi di bidang anggaran. Mengidentifikasi beberapa pilihan yang wajar dari berbagai alternatif yang tersedia dikaitkan dengn keseluruhan upaya yang akan dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Artinya perlu ditetapkan sasaran dengan ciriciri: 1) jangkuan waktu ke depan spesifik. berbagai peluang yang munkin timbul.

dan bagaimana strategi tersebut dilaksanakan dalam praktik. Mengacu pada pendapat tersebut.56 l. mengemukakan bahwa: Manajemen stratejik sebagai suatu proses yang mempunyai akibat antara lain perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi beberapa atau seluruh komponen yang lain. kesemuanya itu diperlukan sebagi bahan dan dasar untuk mengambil keputusan di masa depan. Menciptakan suatu sistem umpan balik sebagai instrumen bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan strategi yang telah ditentukan itu untuk mengetahui apakah sasaran itu terlampaui. maka manajemen stratejik berkaitan dengan upaya memutuskan persoalan strategi dan perencanaan. dapat penulis nyatakan bahwa fokus manajemen stratejik adalah pada lingkungan eksternal dan pada operasi-operasi pada masa mendatang. Manajemen stratejik mendeterminasi arah jangka panjang organisasi yang bersangkutan dan ia menghubungkan sumber-sumber daya organisasi yang ada dengan peluang-peluang pada lingkungan yang lebih besar. Dengan demikian sesungguhnya manajemen stratejik merupakan sebuah proses berkelanjuan dan tahapan-thapannya merupakan bagian-bagian yang berinteraksi dari sebuah sistem secara keseluruhan. m. Sistem penilaian tentang keberhasilan dan ketidakberhasilan pelaksanaan strategi yang dilakukan berdasarkan serangkain kriteria yang rasional dan okjektif. Secara skematis keterkaitan antara komponen atau tahapan dalam sebuah sistem manajemen stratejik dapat dilihat pada gambar 2-4 berikut: MISI ORGANISASI PROFIL ORGANISASI Apa yang mungkin dilakukan ? LINGKUNGAN EKSTERNAL Apa yang diinginkan ? . Kenneth Primozic. (Herdiwandani. berdasarkan penjelasan di atas. 2000:31). penerapan dan evaluasi strategi merupakan suatu proes yang berurutan. Proses pembuatan. hanya sekedar tercapai atau tidak tercapai.

mengapa organisasi yang bersangkutan ada. terlihat bahwa langkah awal yang mendasari langkah penting lainnya dalam penerapan strategi adalah penetapan misi organisasi. 1997) Berdasarkan gambar di atas. Bagi suatu organisasi penentuan misi sangat penting karena misi ini bukan hanya sangat mendasar sifatnya. b. Dengan kata lain. Misi ini merupakan suatu bentuk pernyataan umum tetapi bersifat lestari oleh manajemen puncak yang mengandung niat organisasi yang bersangkutan. Misi menyajikan identitas. pasar-pasar primernya. dan iklim etika di dalam organisasi yang bersangkutan. tujuan dan perumusan secara menyeluruh dan ia harus mencakup kategori-kategori informasi sebagai berikut : a. masalah yang membedakan satu organisasi dari organisasi yang sejenis. dan teknologi pokoknya dalam produksi. . tujuanya dihubungkan dengan produk dasarnya atau servis. merupakan sebuah deskripsi alasan bagi eksistensi sesuatu organisasi. c. yang merangsang proses perumusan tujuan dan strategi. prinsip-prinsi moril dan etika yang akan membentuk falsafah dan watak organisasi yang bersangkutan.57 ANALISIS STRATEGI DAN PILIHAN SASARAN JANGKA PANJANG GRAND STRATEGI SASARAN TAHUNAN STRATEGI FUNGSIONAL KEBIJAKAN MELEMBAGAKAN STRATEGI PENGAWASAN DAN EVALUASI Gambar 2-4 Model Manajemen Stratejik (Diadopsi dari Winarno. kontinuitas. yang mengarahkan. akan tetapi membuat organisasi memiliki identitas yang khas.

menfasilitasi desain dari kontrol. dan ia merupakan sebuah pedoman bagi pembentukan strategi-strategi pada tingkatan keorganisasian yang lebih rendah. karena : merupakan sebuah landasan bagi konsolidasi sekitar tujuan organisasi tersebut. merupakan sejumlah petunjuk bagi penerapan tanggung jawab jabatan. Strategi pembelajaran merupakan dasar dalam proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut seperti: mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. e.58 Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa misi memberikan garis besar tentang identitas organisasi yang bersangkutan. Peranan yang a. merumuskan iklim internal organisasi tersebut. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. b. c. memberikan dorongan sumbe daya. Dihubungkan dengan belajar mengajar. 2. menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan variabel-variabel kunci bagi sebuah sistem dan petunjuk-petunjuk bagi alokasi sumber- . d. memilih dan menetapkan prosedur metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. Strategi Pembelajaran Secara umum strategi pembelajaran mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. dimainkan oleh misi dalam hal mengarahkan organisasi yang ada adalah penting.

Satu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda maka akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang berbeda pula dan bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakan berbagai disiplin ilmu. Pendekatan yang digunakan terhadap kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya. adil. mengemukakan ada empat masalah pokok yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan pedoman buat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan bahwa: Pembelajaran dikatakan berhasil apabila memenuhi empat langkah proses kegiatan belajar mengajar seperti : (a) Spesifikasi dan Kualifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan. Penjelasan di atas sesuai dengan pendapat Djamarah dan Aswan (1995:5-8). Tujuan pembelajaran yang oprasional dalam belajar mengajar mutlak dilakukan oleh guru sebelum melakukan tugasnya di sekolah. Metode atau teknik penyajian untuk memotivikasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannnya untuk memecahkan masalah. (c) Memilih dan menetapkan prosedur. sehingga mudah dipahami oleh anak didik. (b) Memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. berbeda dengan cara atau metode . (d) Menerapkan normanorma atau kriteria keberhasilan yang dapat dijadikan ukuran. pengertian dan teori apa yang guru gunakan dalam memecahkan suatu kasus. tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkrit. Norma-norma sosial seperti baik. yang akan mempengaruhi hasil proses pembelajarannya. benar. konsep. metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. menurut teori Asosiasi (hapalan) tidak akan sama hasilnya dengan pengertian belajar menurut teori Problem Solving (Pemecahan Masalah) dalam cara pendekatan proses pembelajaran oleh pendidik.59 balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. Dalam melaksankan proses kegiatan belajar mengajar bagaimana cara guru memandang suatu persoalan. oleh karena itu. Disini terlihat bahwa proses pembelajaran diperlukan beberapa langkah sebagai hasil kegiatan belajar mengajar yang dilakukan itu dijadikan sebagai sasaran dari pembelajaran.

60 supaya anak didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakannya sendiri. (c) Strategi Pengelolaan Pembelajaran. (2007-103). mengemukakan : .murid didalam peristiwa pembelajaran. sehingga pendidik mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. (1976). Bila beberapa tujuan ingin diperoleh. Dari uraian di atas sejalan dengan pendapat J.murid didalam bermacam-macam peristiwa belajar.R David. sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud nampak dipergunakan atau diperagakan guru. strategi berarti pola umum perbuatan guru murid dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. dalam ”Teaching Strategies for College Class Room”. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain. Strategi pembelajar sebagai pola dan urutan umum perbuatan guru – murid dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran. Implisit di balik karakteristik abstrak itu adalah rasional yang membedakan strategi-strategi yang satu dari strategi yang lain secara fundamental. (b) Penyampaian Pembelajaran. Strategi pembelajaran memuat alternative-alternative yang harus dipertimbangkan untuk dipilih dalam rangka perencanaan pembelajaran. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya. setelah dilakukan evaluasi. bahwa: Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab yang diantaranya: (a) Strategi Pengorganisasian Pembelajaran. tampak bahwa di dalam konteks pembelajaran. maka tenaga pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengkombinasikan beberapa metode yang relefan. Berdasarkan pendapat tersebut. Dengan demikian konsep strategi dalam hal inimerujuk kepada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru. Dalam Proses pembelajaran pendidik membutuhkan variasi pengunaan teknik penyajian supaya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung tidak membosankan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Isjoni.

61

A plan, method, or series of activities designed to achieves a particular education goal. Menurut pengertian ini strategi pembelajaran meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu diperlukan seperangkat metode pengajaran seperti ceramah, diskusi kelompok maupun tanya jawab yang menggambarkan startegi pembelajaran. Strategi dapat diartikan sebagai ”a plant of operation achieng something ”,(rencana kegiatan untuk mencapai sesuatu), sedangkan metode ialah “a way in achieving something“,(cara untuk mencapai sesuatu), metode pengajaran termasuk dalam perencanaan kegiatan atau strategi. Menurut pendapat penulis, strategi pembelajaran juga tidak sama dengan metode pengajaran. Strategi pembelajaran merupakan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan, sedangkan metode pengajaran adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan itu. Metode pengajaran adalah alat untuk mengoprasionalkan apa yang direncanakan dalam strategi pembelajaran seperti sumber belajar, kemampuan yang dimiliki guru dan siswa, media pembelajaran, materi pengajaran, organisasi kelas, waktu yang tersedia, dan kondisi kelas/ lingkungan, merupakan unsur-unsur yang mendukung strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran. Strategi pembelajaran cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Dalam mengenbangkan strategi pembelajaran paling tidak guru perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain: a. Strategi mengaktifkan siswa Dengan cara membuat kelompok mulai dari yang kecil dan pemberian tugas guru, bila siswa belum dapat mengefektifkan kegiatan dalam kelompoknya. Berlanjut pada kondisi kelompok yang lebih besar dengan otonomi berada pada siswa baik untuk menetukan kelompoknya ataupun waktu penyelesaian tugas kelompok bersama-sama dengan guru. Kondisi ini diperlukan untuk membangun kerjasama diantara mereka dan strategi ini agar setiap siswa memikul suatu tanggung jawab dalam kelompoknya. b. Strategi membangun peta konsep siswa

62

Peta konsep dapat dikembangkan secara individual atau dalam kelompok kecil. Siswa-siswa mengatur sejumlah konsep atau kata-kata kunci pada satu halaman kertas, kemudian menghubungkannya dengan garis-garis dan sepanjang garis itu ditulis suatu kata atau ungkapan yang menjelaskan kaitan antar kata-kata atau konsep-konsep. c. Strategi menggali infomasi dari media cetak Jika siswa diminta untuk mengerti dan bukan sekedar mengingat informasi yang ditemukannya di dalam buku pelajaran, bahan rujukan surat kabar dan sebaginya, maka mereka haruslah aktif mengumpulkan informasi setelah itu gunakan pertanyaan terbuka, produktif dan imjinatif. d. Strategi membandingkan dan mensisntesiskan informasi Pemahaman informasi dari berbagai sumber belajar dapat ditingkatkan jika siswa-siswa bekerja dalam kelompok dan setiap anggota kelompok diberi sumber belajar yang berbeda untuk digunakan dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. Dengan demikian, siswa-siawa harus membandingkan dan mendiskusi jawaban-jawaban yang sudah mereka tuliskan sehingga sebagai hasilnya, mereka akan mampu memberi satu jawaban yang memuskan. Ini merupakan strategi yang efektif untuk dipakai oleh kelompok-kelompkok pakar ketika pendekatan’ gergaji ukur (jigsaw) terhadap proyek penelitian digunakan. e. Srategi mengamati (mengawasi) secara aktif Untuk menjamin agar para siswa berpikir aktif sewaktu menonton video mintalah mereka untuk : 1) Menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mereka pikirkan pada waktu menonton video. Ini dapat digunakan sebagai dasar untuk diskusi kemudian atau penelitian lanjutan tentang topik itu. 2) Mnuliskan contoh-contoh kategori tertentu dari peristiwaperistiwa, benda-benda atau hewan-hewan, dan sebagainya yang muncul dalam video itu. Ini dapat didiskusikan kemudian dan dikelompokan sebagao dasar untuk kegiatan meraih konsep. f. Strategi menganalisis dengan peta akibat atau roda masa depan

63

Strategi ini dapat digunakan sebelum atau sesudah siswa-siswa mempelajari sesuatu topik. Hal ini dapat digunakan untuk menemukan seberapa tuntas siswa-siswa sudah memikirkan sesuatu isu atau peristiwa, atau dapat digunakan untuk menentukan apakah mereka sudah mampu menerapkan informasi yang sudah dipelajarinya dalam menganalisis situasi baru. Siswa-siswa diminta untuk mempertimbangkan semua hasil atau akibat yang mungkin dari suatu tindakan atau perubahan dan kemudian hasil-hasil dan akibat-akibatnya sesudah itu. Mereka hendaklah didorong untuk berpikir tentang aakibat-akibat positif dan negatif dalam rentang konteks yang mungkin meliputi hal-hal yang bersifat sosial, etika, moral, ekonomi, politik, pribadi, hukum atau politik. g. Strategi melakukan kerja praktik Strategi ini selalu menjadi bagian penting dari pembelajaran sains. Terdapat beberapa cara yang menjamin bahwa siswa-siswa secara aktif terlibat dalam kerja praktik mereka dan bahwa mereka belajar dari pengalaman itu : 1) 2) 3) 4) terbatas) Dari uraian yang panjang lebar di atas penulis, sangatlah jelas bahwa kurikulum berbasis kompetensi mengusung pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya untuk mencapai optimalisasi pembelajaran dengan dukungan guru yang memiliki kemampuan dalam menciptakan situasi, motivasi, serta kondisi yang menuntut keaktifan mental dibanding aktif fisik. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang Memberi perintah-perintah dalam susunan acak Diminta meramalkan hasil-hasilnya Diberi suatu kumpulan peralatan yang tepat dan suatu pertanyaan untuk diselidiki Diberi pertanyaan penelitian eksperimen terbuka (tidak

dan berpikir aqliyah dan naqliyah (mengunakan akal dalam memeriksa fakta. tidak ada kontradiksi internal/sejalan dengan akal sehat). sehingga tidak memberi nilai tambah. Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills adalah untuk mampu berpikir yang benar. menurut Sanusi. belajar dengan berpikir formalistik (biasanya relevan dan konsisten dengan pesan-pesan yang dikandung dalam kaidah. panca indra). berpikir rasional-empiris (berpikir yang dapat diterima akal sehat yang cocok dengan faktanya). 3. penggunaan dan pengendalian potensial aqal hendaknya bersambung dengan potensi qalbunya. Pada tingkat belajar konsep yang dimaksud seperti di atas. berpikir kritis (tidak mengedepankan sikap”ya benar/terima/setuju”. selain mencari pengertian-pengertian yang logis dan rasional. bermanfaat dan baik pula. berpikir logis (diturunkan dan amat konsisten dengan asumsi ada yang ditetapkan disini. berpikir spekulatif (prosesnya tidak menentu dan keberhasilan pun diragukan. kreatif. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. berpikir hapalan tidak bisa efektif jika jumlah objeknya banyak. (b) Berpikir Orde Lebih Tinggi diantaranya . kejadian atau kegiatan yang berujud kongkret dalam jangkuaian. di balik berpikir logis . aturan atau teori yang dijadikan rujukannya hampa dengan fakta yang relevan). belajar dengan berpikir konkrit (terbatas pada objek-objek yang berupa benda. efektip. dalam mengungkapkan keberartian fakta menurut kajian dan analisis berdasakan teori dalam disiplin ilmunya) . (1999. dan karakteristik dan keterkaitnnya rumit). bersifat coba-coba tentang apa adanya sehingga autputnya pun apa adanya). menyenangkan. dalam pembagian berpikir adalah sebagai berikut : (a) Berpikir Orde Rendah (Lower Order Thinking) diantaranya . peristiwa. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan hakekat pembelajaran ”PAKEM”. bermanfaat. berpikir menunjukan suatu proses terstruktur dan tingkatan-tingkatan hirarkis yang bersifat runtut. melainkan justru memadukan pemikiran logis dan rasional –empiris). maka berpikir dalam belajar itu memasuki daerah khusus dzikrulloh untuk mencari makna yang lebih konprehensif.kritikal yang berlangsung sebelumnya ).32-35). berpikir kreatif/lateral (ada sesuatu unsur baru.64 datang dari guru itu sendiri maupun datang dari temannya. berpikir hapalan (Yang disimpan dalam pikiran itu tidak banyak diolah dalam keterkaitanya dengan informasi sebelumnya. Pada tahap itu ada proses transformasi trancendental. berpikir etis (ketentuan /aturan dan sangsi dari nilai etis tentang kebaikan/kebajikan (dan estetis tentang keindahan/kesucian) itu jadi rujukan dan pedoman). yang khas dan lebih berarti. yaitu pembelajaran aktif.rasional . Pada tingkat itu.

kepala dinas pendidikan. kesejahteraan kemajuan di segala bidang. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk membuat perubahan pada diri manusia dan lingkungannya dengan harapan terjadi perubahan yang mengarah kepada yang lebih baik. Rektor Guru/Dosen. Dengan mutu pembelajaran yang baik dan benar diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendekatan kita harus melihat pada keseluruhan sistem. pengetahuan dan sikap merupakan produk dimana para edukator seperti Kepala Sekolah. pikiran dan bukan benda. 4.bukannya akibat dari ketidak cukupan memilki materi. dan . Strategi Sumber Daya Manusia Strategi sumber daya manusia adalah salah satu bagian dari tujuan pendidikan nasional.65 Dari uraian di atas penulis simpulkan bahwa untuk mampu berpikir yang benar. mengidentifikasinya. bermanfaat. kekurangan kita akan kebijaksanaan. Berdasarkan ungkapan di atas maka sudah dapat dipastikan. pengetahuan dan sikap. Mulailah dari diri sendiri dengan niat lillahi ta’ala. Akibat dari ketidak cukupan dalam mental kita bersama. Mereka mengelola. Dan perhatikan bahwa berpikir tingkat tinggilah yang mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan mental. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. dari pendekatan kita terhadap hidup.memperhitungkan pula filosofi dan agama. bermanfaat dan baik pula setiap potensi saat ini tidak dapat terselesaikan melalui satu kondisi yang sederhana tetapi memerlukan penanganan dari berbagai perspektif. Tata Usaha (administrator). dan menurutnya apa yang dibutuhkan oleh murid sehingga murid mengalami peningkatan dan perkembangan yang identik dengan perkembangan keterampilan. Dengan sumber daya manusia berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. memiliki kedudukan sebagai manajer. Peningkatan dan perkembangan keterampilan. tapi hal ini akan memerlukan persfektif yang jauh lebih banyak ketimbang dari apa yang kita namai sebagai ilmu pengetahuan. perencana dan tenaga ahli kurikulum. laksanakan dengan ikhlas dan senantiasa istiqomah pada jalur yang diridhoi Allah swt. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran.

obsesi tak terbatas. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan kehendak manusia akan adanya perubahan. Namun dengan tidak mengindahkan bahwa segalanya adalah kehendak adalah Allah Yang Maha Kuasa. Karena Allah telah dengan sengaja menyuruh manusia untuk selalu berupaya dan berdoa seperti diisyaratkan oleh-Nya. baik yang hidup maupun mati. Dengan demikian mengupayakan adalah menjadi suatu kewajiban. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. Seperti kita ketahui bahwa keinginan. sebagai individu maupun sosial. baik untuk diri sendiri. Tuhan tidak akan merubah keadaan mereka. kehendak. Dalam Penjelasannya disebutkan bahwa "suatu kaum tidak akan berubah jika kaum itu sendiri tidak merubahnya". selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. baik lahir maupun batin atau pun untuk orang lain bahkan lingkungan di sekitarnya. Bahkan Alloh telah mengisyaratkan pada umatnya seperti firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra’d ayat 11 :                                              Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.66 Islam tidak mengharamkan perubahan. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. hanya keberhasilan Allah pula yang menentukan. Maka tak ada yang dapat menolaknya. dalam Al-Quran surat AlMu’min ayat 40 :            . Upaya mengubah adalah kewajiban sehingga membentuk manusia untuk terus memaksimalkan diri ke arah perubahan yang diinginkan. justru yang membatasinya adalah kemampuannya karena masih ada Maha Penentu dan Maha Mampu.

Perhatikan perkembangan keilmuan dan pengetahuan sekarang ini yang merupakan bukti konkret kemajuan pembelajaran . dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Maka dari itu muncullah berbagai macam teori. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". berilah kami apa yang Telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. konsep bahkan hukum yang berhubungan dengan atau antara keinginan. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia terus berupaya melogikakan apa pun kehendaknya termasuk proses pencapaian kehendaknya tersebut. Seolah permintaan atau keinginan apa pun Allah tidak menolaknya tanpa batas. cara dan strategi pencapaiannya.67            Yang artinya :”Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepadaKu. bahwa alloh tidak akan pernah mengingkari janjinya dari apa yang dilakukan oleh mereka. seperti dalam Al-Quran Surat Ali-Imron : 194                                   “Ya Tuhan kami. Selanjutnya Alloh mengisyaratkan kepada umatnya. Lebih dari itu bagi kaum atheis/materialistis merasa perubahan adalah penting bagian dari hidup dan yang bisa mengupayakan hal tersebut adalah kemampuannya sendiri karena mereka yakin bahwa perubahan sepenuhnya merupakan akibat dari perbuatannya sendiri termasuk alam. Dunia pembelajaranpun tidak terlepas dari yang disebut perubahan. niscaya akan Kuperkenankan bagimu." Umumnya hidup dalam kehidupan. niscaya aku kabulkan". Dengan ungkapan tersebut: "berdo'alah pada-Ku.

b. Bertanggung jawab dan mandiri: Memahami resiko pekerjaan dan berkomitmen untuk mempertanggung-jawabkan hasil kerjanya serta tidak tergantung kepada pihak lain. bagaimana cara mencapainya atau solusinya. menghargai waktu. . tekun belajar. f. dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan. cara pandang. berapa lama. semangat berdedikasi serta berorientasi pada hasil. Disiplin: Taat pada tata tertib dan aturan yang ada serta mampu mengajak orang lain untuk bersikap yang sama. Antusias dan bermotivasi tinggi: Menunjukkan rasa ingin tahu. (2007:3). berwatak kerja keras. persetujuan. c. dan pantang menyerah. Sehingga dari hasil pemikiran baik pertanyaan maupun pernyataan menciptakan konteks tanya jawab. bagaimana perubahan itu bisa terjadi ? Secara sederhana begitu manusia berkehendak dan dianggap sebagai masalah maka memunculkan berbagai pemikiran tentang kapan waktunya. bersikap jujur dan mampu mengemban kepercayaan. Kapan.68 akibat upaya-upaya perubahan. Amanah: Memiliki integritas. Kreatif: Memiliki pola pikir. Profesional: Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai serta memahami bagaimana mengimplementasikannya. Hal ini sejalan dengan rencana strategis pemerintah bahwa untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas setiap insan yang unggul harus memiliki kriteria sebagai berikut : a. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. g. berpendapat bahwa: Ciri-ciri sumber daya manusia berkualitas sendiri adalah mandiri. dimana. e. Peduli dan menghargai orang lain : Menyadari dan mau memahami serta memperhatikan kebutuhan dan kepentingan pihak lain. dan langkah yang lebih memberi kepastian dan keyakinan akan tercapainya berbagai keinginan tersebut diharapkan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas Isjoni. d. dan lain-lain.

p.69 h. s. Akuntabel: Bekerja secara terukur dengan prinsip yang standar serta memberikan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan. t. pengetahuan dan pengalaman serta mampu mengambil hikmah dan mejadikan pelajaran atas setiap kejadian. Memberdayakan n. dan peraturan perundangundangan. o. (empowering): Memberikan kesempatan dan m. Visioner dan berwawasan: Bekerja berlandaskan pengetahuan dan informasi yang luas serta wawasan yang jauh ke depan. u. Responsif dan aspiratif: Peka dan mampu dengan segera menindaklanjuti tuntutan yang selalu berubah. Taat azas: Mematuhi tata tertib. Memotivasi (motivating): Memberikan dorongan dan semangat bagi pihak lain untuk berusaha mencapai tujuan bersama. Gandrung mutu tinggi (service excellence): mengemban Menghasilkan kepercayaan dan dan memberikan hanya yang terbaik. mengoptimalkan daya usaha pihak lain sesuai kemampuannya. i. Membudayakan (culture-forming): Menjadi motor dan penggerak dalam pengembangan masyarakat menuju kondisi yang lebih berbudaya. l. Mengilhami (inspiring): Memberikan inspirasi dan memberikan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya. Koordinatif dan bersinergi dalam kerangka kerja tim: Bekerja bersama berdasarkan komitmen. prosedur kerja. kepercayaan. r. keterbukaan. Produktif (efektif dan efisien): Memberikan hasil kerja yang baik dalam jumlah yang optimal melalui pelaksanaan kerja yang efektif dan efisien. j. Dapat dipercaya (andal): Mampu memberikan bukti berupa hasil kerja. k. dan partisipasi aktif bagi kepentingan Depdiknas. . q. saling menghargai. Belajar sepanjang hayat: Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan. Menjadi teladan: Berinisiatif untuk memulai dari diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang baik sehingga menjadi contoh bagi pihak lain.

yang dikaji bersama untuk dijadikan kesepakatan. komunikasi. diklat bagi guru dan staf. menyelenggara program. memotivasi. melakukan suvervisi. trampil. w. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah. 2) Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin yang dapat kepribadian. Melakukan pengawasan melekat. Tenaga Pendidik. Sebagai Pendidik: Bimbingan kepada warga sekolah. sehingga inisiatif tetap berada ditangan tenaga kepembelajaran. menggerakan seluruh warga sekolah. berbudi luhur. berkualitas. suasana kerja. sumber daya manusia perlu ditata secara optimal. Sumber daya manusia: 1) kepala sekolah sebagai manajer mampu menata memahami visi. Pencipta Iklim Kerja: Menciptakan ruang dan lingkungan kerja yang nyaman. berkeadilan. dan inklusif: Terbuka atas kritik dan masukan serta mampu bersikap adil dan merata. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. jajaran pimpinan pada dinas pendidikan termasuk kepala memiliki gaya kepemimpinan masing-masing yang sangat mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan di lingkungan kerja masing-masing karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. Mengingat pentingnya berbagai sektor pembangunan. 3) Kepala Sekolah sebagai supervisor artinya supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah). melakukan pengorganisasian. menyelenggarakan konsultasi. Demokratis. Menciptakan tata tertib di sekolah. Sekolah adalah tempat mentrasper nilai. misi dan tujuan sekolah. dilihat dari unsur yang meliputi sumber daya manusia yang terlibat langsung di satuan pendidikan yaitu mulai dari Kepala Sekolah. pengambilan keputusan. Aspek yang di supervisi berdasarkan usul guru. dan ketrampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. Peserta Didik dan Tenaga Kependidikan.70 v. Pemanfaatan sumber daya. menghargai waktu. pengetahuan. melakukan perencanaan. Pembinaan Ketatausahawan. serta menghasilkan gagasan dan pengembangan baru. Mendiskusian dan . pendelegasian. serta menjunjung tinggi ajaran agama. Sebagai Wirausahawan: Analisis tantangan dan peluang. Antisipatif dan inovatif : Mampu memprediksi dan tanggap terhadap perubahan yang akan terjadi.

kepala sekolah harus berusaha mendorong dan membina setiap tenaga kepembelajaran agar dapat bekembang secara optimal dalam melakukan tugas-tugas yang diembannya kepada masingmasing tenaga kepembelajaran. Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap.71 menapsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interprestasi guru. lingkungan. sehingga dapat mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi sekolah. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesinalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk gagasan menjalin baru. Intergratif. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara ttap muka. 4) Kepala Sekolah Sebagai Leader yang harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Hal ini dilakukan agar para tenaga kepembelajaran dapat memahami apa-apa yang disampaikan oleh kepala sekolah sebagai pimpinan. membuka komunikasi dua aah. Kreatif. yaitu pertemuan awal. meningkatkan kemauan tenaga kepembelajaran. dan mendeleasian tugas. jabatan serta kemampuan masing-masing. Delegatif. 5) Kepala Sekolah Sebagai Inovator dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. dan mengembangkan model-model pembelajaran inovatif. dimaksudkan bahwa dalam menngkatkan profesionlisme tenaga kepembelajaran . dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk menuingkatkan suatu kedaan dan memecahkan suatu masalah.mencari memberikan teladan kepada seluruh tenaga kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus berupaya mendelegasikan tugas kepada tenaga kepembelajaran sesuai dengan deskripsi tugas. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap peubahan prilaku guru yang positip sebagai hasil pembinaan. pengamatan. dan umpan balik. Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaanya sebagai berikut secara Konstruktif. dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan. hubungan yang mengintergrasikan harmonis setiap dengan kegiatan. dimaksudkan bahwa dalam rangka meningkatkan profeionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus berusaha mencari gagasan dan cara-cara baru dalam melaksanakan tugasnya.

penghargaan secara efektif. Keteladanan.72 di sekolah. menemukan. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. Moving kclass ini bisa dipadukan dengan pembelajaran terpadu. kepala sekolah harus berusaha menetapkan kegiatan atautarget serta kemampuan bahwa dalam yang dimiliki sekolah. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. kepala sekolah harus berusaha memberikan teladan dan contoh yang baik. Rasional dan objektif. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. meningkatkan profesionalisme tenaga berdasarkan kondisi dan kemampuan nyata yang dimiliki oleh setiap tenaga kepembelajaran. dan melaksanakan berbagai pembahruan di sekolah. kepala sekolah harus berusaha mengintergrasikan semua kegiatan sehingga dapat menghasilkan sinergi untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. pengaturan suasana kerja. Adaptabel dan fleksibel. serta berusaha menciptakan situasi kerja yang menyenangkan dan memudahkan para tenaga kepembelajaran untuk beradaptasi dalam melaksanakan tugasnya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. Wahjosumijo (1999:110) mengemukakan bahwa : . yang dilengkapi dengan alat peraga dan alat-alat lainya. Moving class adalah mengubah strategi pembelajaran dari pola kelas tetap menjai kelas bidang studi. efisien dan produktif. sehingga setiap bidang studi memiliki kelas tersendiri. Pragmatis. dimaksudkan kepembelajaran di sekolah. Kepala sekolah harus mampu beradaptasi dan fleksibel dalam menghadapi situasi baru. dorongan. kepala sekolah harus berusaha betindak berdasarkan pertimbengan rasio dan objektif. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). disiplin. yang bertugas memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam belajar dan 6) Kepala Sekolah Sebagai Motivator harus memilki srategi yang tepat untuk membeikan motivasi kepada para tenaga kepembelajaran dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. sehingga dalam suatu laboratorium bidang studi dapat dijaga oleh beberapa orang guru (fasilitator).

berjiwa besar. menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. e. memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. c. dan mengambil keputusan untuk kepentingan eksternal Kemampuan berkomunikasi akan tercermin dari kemampuanya berkomunikasi secara lisan dengan tenaga kepembelajaran di sekolah. d. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan sebagai berikut memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan non guru). Pemahaman terhadap visi dan misi sekolah akan tercermin dari kemampuannya untuk mengembangkan visi sekolah. menyusun program pengembangan tenaga kependidkan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercemin dalam sifat-sifat. kemampuan mengmbil keputusan.73 Kepala sekolah sebagai leader harus memilki karakter khusus yang mencakup kepribadian. emosi yang stabil. pengalaman dan pengetahuan profesional. pengetahuan terhadap tenaga kepembelajaran. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. percaya diri. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. untuk kepentingan internal sekolah. berkomunikasi secara lisan dengan orang tua dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah. dan kemampuan berkomunikasi. jujur. a. Kemampuan kemampuannya mengambil keputusan akan tercermin bersama dari tenaga dalam mengambil keputusan mengembangkan misi sekolah. berkomunikasi secara lisan dengan peserta didik. ke dalam tindakan. tanggung jawab. Beberapa prinsip yang dapat diterapkan profesionalismenya. visi dan misi sekolah. berani mengambil resiko dan keputusan. mengambil keputusan untuk sekolah. teladan. menerima masukan. b. Prinsip-prinsip tersebut kepala sekolah untuk adalah para tenaga mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan . dan melaksanakan program untuk mewujudkan visi dan misi kepembelajaran di sekolah. keahlian dasar.

74 kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. dan menyenangkan. dan sertifikat pendidik yang dipersyaratkan. Pemberian hadiah lebih bak dari pada hukuman. kompetensi kepribadian. tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja. Para tenaga kepembelajaran juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. kepuasan penghargaan Setelah penulis kemukakan mengenai paparan tentang sumber daya manusia di atas tentang keprofesionalan sebagai kepala sekolah. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh . tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukandan usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. Sertifikat pendidik diperoleh guru setelah mengikuti pembelajaran profesi. Pengakuan terhadap guru sebagai tenaga profesional akan diberikan manakala guru telah memiliki antara lain kualifikasi akademik. tak kalah pentingnya sebagai unjung tonggak dalam keberhasilan tujuan pembelajaran nasional yaitu tenaga pendidik (guru profesional). Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. kompetensi. kompetensi sosial. Kualifikasi akademik tersebut harus diperoleh mellui pembelajaran tinggi program sarjana atau diploma empat. dan kompetensi profesional. Pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi. Adapun jenis-jenis kompetensi yang dimaksud pada undang-undang tersebut meliputi ” kompetensi pedagogik. memberikan rasa aman menunjukan bahwa kepala sekolah memperhatikan mereka. Pada tahun 2005 Pemerintah dan DPR RI telah mensahkan undang-undang RI Nomor I4 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Di satu pihak. Para tenaga kependidian harus selalu diberitau tentang hasil dari setiap pekerjaaanya.

stabil. perancangn dan pelaksanaan pembelajaran. memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peseta didik. Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap pesert didik. emosional. memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi. mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. mengevaluasi kenerja sendiri. dan berwibawa.75 Penjabaran tentang jenis-jenis kompetensi tersebut sebagai berikut: a. melaksanakan pembelajaran yang mendidik. menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. menevaluasi proses dan hasil pembelajaran b. dewasa. menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi. Kompetensi ini meliputi : menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. morl. arif. sosial. Kompetensi ini mencakup : menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya. dan intelektual. dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berahklak mulia. memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan dalam konteks kebhinekaan budaya. merancang pembelajaran yang mendidik. Kompetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan pembelajaran secara luas dan mendalam yang materi memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi . dewasa. menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik. . Secara rinci kompetensi pedagogik meliputi : memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik. menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. kultural. stabil. mengembangkan diri secara berkelanjutan. Kompetensi Kepribadian yaitu memiliki kepribadian yang mantap. arif. c.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pembelajaran. evaluator. pembangkit pandangan. dan global. aktor. Lebih lanjut dikemukakannya bahwa guru adalah perencana. teknologi informsi komunikasi berkomunikasi dan pengembangan diri. kreatifitas. nasional. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. mengemukakan bahwa guru memegang peranan yang cukup baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Dengan kompetensi ini guru diharapkan dapat : merkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik. teladan. pelaksana dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. dan masyarakat sekitar. Kompetensi Sosial yaitu kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. pendorong kreativitas. peneliti. pelatih. penasihat. pembimbing. dan sesama pendidik. (1998). Hal tersebut lebih nampak lagi dalam pendidikan yang dikembangkan secara desentralisasi sejalan dengan kebijakan otonomi daerah. emansipator. karena disini guru diberi kebebasan memilih dan mengembangkan materi standar dan kompetensi dasar sesuai kondisi dan kebutuhan daerah dan sekolah. Peran guru profesional dalam pembelajaran adalah sebagai pendidik. kualitas dan profesionalisme guru. Sukmadinata. dan pengembangan pembelajaran di tingkat lokal. regional. sesam pendidik. . pengajar. tenaga kepembelajaran. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. berkontribusi (ICT) tenaga terhadap untuk kependidiikan. pembaharu. pekerja rutin. pribadi. pembelajaran memanfaatkan orang di tua peserta didk. pembawa cerita. orang tua/wali peserta didik. Menyadari hal tersebut. merkontribusi terhadap pengembangan sekolah masyarakat.76 d. betapa pentingnya untuk meningkatkan aktivitas. dan masyarakat. model. maka diperlukan rambu-rambu bimbingan teknis bagi guru untuk pengembangan profesionalisme yang berkelanjutan.

kompetensi profesional. minimum DIV atau sarjana S1 program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu. menjaga kode etik guru. dan memcahkan permasalahan. dan apabila salah satu komponen atau sub-komponen kurang/tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seorang yang memiliki keahlian tanpa ijazah dilakuakan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk melaksanakannya. siswa yang lebih aktif. mencintai pekerjaannya. Lain halnya penjelasan mengenai Profesi Guru dan Standar Kualifikasi Akademik sejalan dengan Permendiknas No. Kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk diangkat sebagai guru dalam bidang khusus yang sangat diperlukan tetapi belum dikembangkan diperguruan tinggi dapat diperoleh melalui uji kelayakan dan kesetaraan. sosial. harus memiliki kualifikasi akademik pembelajaran. 3) Guru profesional harus rajin membaca literatur. 2) Guru profesional selalu mengembangkan dirinya terhadap pengetahuan dan mendalami keahliannya. 5) pengembangan profesi guru mencakup empat bidang. Yang dimaksud guru profesional adalah : 1) harus memiliki berbagai keterampilan. 2) Kualifikasi Akademik guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan. . Standar kompentensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama. yaitu kompetensi pedagogik. yaitu kompetensi pedagogik. kemampuan khusus. dan profesional. 4) Sebagai Komunikator dan Fasilitator di dalam kelas guru berperan sebagai komunikator dan guru sebagai fasilitator memiliki peran memfasilitasi siswa untuk belajar secara maksimal dengan menggunakan berbagai strategi/metode. mencari dan memecahkan permasalahan belajar. dan guru membantu kesulitam siswa yang mendapat hambatan. kompetensi sosial. dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. Keempat kemampuan itu menjadi tolok ukur profesionalisme guru. media. Dalam proses pembelajaran siswa sebagai titik sentral belajar. kesulitan dalam memahami. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru mata pelajaran pada SMP/MTs. kompetensi kepribadian. 16 Tahun 2008.77 pengawet dan kulminator. kepribadian. maka perlu dilakukan pengembangan profesi. dan sumber belajar. yang diantaranya : 1) Kualifikasi Akademik Guru pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat.

minat. c. dan kemampuannya. lebih baik dari seluruh aspek kepribadian. (2005 : 128). b. melaksanakan interaksi belajar mengajar. bimbingan belajar siswa. lebih besar. menguasai bahan kajian akademik Dan akhinya profesionalisasi guru di masa mendatang merupakan prioritas utama bagi dunia pendidikan. bahwa tenaga pendidik adalah sebagai ujung tombak pembangunan maka dari itu tenaga pendidik untuk lebih aktif dan kreatif dalam inovasi profesi pendidik. pengembangan profesional Menguasai kemampuan akademik : memahami wawasan kepembelajaran. Mengelola Pembelajaran: Menyusun rencana pembelajaran.78 Apabila ditinjau dari tuntutan kualifikasi akademik dan harapan-harapan pemerintah bagi profesi tenaga pendidik dapat penulis simpulkan ada beberapa persyaratan atau yang harus dipahami oleh profesi pendidik diantaranya adalah : a. melaksanakan tindak lanjut hasil penilian. Program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara dapat menyelesaikan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan dan berkewajiban menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. berpendapat bahwa : Siswa atau peserta didik adalah individu yang berada dalam proses perkembangan yang merupakan perubahan bersifat progresif yaitu menuju ketahap yang lebih tinggi. penilaian prestasi belajar siswa. . Pengembangan profesi : pengembangan diri. Sukmadinata. Setiap peserta didik sebagai sumber daya manusia mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. Pembelajaran dalam arti seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber tujuan daya untuk mencapai yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia selaku sumber daya manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama. maka pembelajaran diperlukan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa).

baik dalam kemampuan bersifat progresif maupun kreativitasnya. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan”. pengembangan. jenjang dan jenis pembelajaran yang diharapkan dan pelayanan secara optimal sesuai perkembangannya. 3) Oprasi Nyata (7 sampai 11 tahun) artinya proses dalam pemecahan permasalahan. dan prosedur berlandaskan inteltualita. pekerjaan yang bernilai tinggi.79 Lain halnya mengenai tingkat perkembangan sumber daya manusia peserta didik menurut pendapat: Mulyasa. bertujuan menciptakan ketrampilan. dinamis. kreatif. bahwa sebenarnya peserta didik menuntut adanya perubahan yang relatif “baik”. dan dia dapat melakukan pekerjaan itu. Dari kedua pendapat paparan di atas apabila penulis simpulkan bahwa perkembangan sumber daya manusia peserta didik/siswa merupakan potensi diri sesuai dengan tingkat tahap perkembangannya melalui proses perkembangannya yang perlu tersedia pada jalur. pengelolaan. 2) Pra Oprasional (2 sampai 7 tahun ) artinya mulai menerima arti secara simbolis dan mampu belajar tentang konsep yang lebih komplek dan meningkat. menyenangkan. disenangi oleh orang lain. pengawasan. Dalam pasal 39 Ayat 1 UUSPN Tahun 2003 termaktub sebagai berikut bahwa: “Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. Tenaga Kependidikan yang membantu dalam proses sebagai profesi yang mempunyai pengertian seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian. 4) Oprasi Formal (11 dan seterusnya) artinya ditandai adanya perekembangan kegiatan-kegiatan berpikir formal dan abstrak. Perlu disadari. loyalitas. sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati. Selaku sumber daya manusia yang mendukung secara tidak langsung dalam proses pendidikan selaku administrator perlu memiliki potensi keprofesiannya yang diantaranya seperti: atensi kerja optimal. produktivitas. teknik. inovatif kerja yang handal serta menciptakan suasana pelayanan pembelajaran yang bermakna. Profesi Tenaga Kependidikan sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training. (2008 : 51-52) Empat tahap pokok perkembangan dianataranya :1) Sensorik Motorik (sejak lahir hingga usia 2 tahun) artinya mengalami kemajuan oprerasi reflek belum mampu membedakan apa yang ada disekolahnya. ketrampilan (skill). kemampuan. dan dialogis .

Dalam hal ini keempat unsur sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam proses pendidikan sangat berpengaruh terhadap rencana-rencana peningkatan salah satu proses pembelajaran di satuan pendidikan dengan harapan peran serta keempat pilar sumber daya manusia di atas dapat terwujud sesuai dengan harapan tujuan pembelajaran nasional. tanpa kehilangan wawasan nasional. isi. mandiri. berbangsa. pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas yang meliputi dimensi sosial. Terwujud dan tekad dalam melakukan reformasi pembelajaran untuk dapat menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran . Dalam konteks demikian. dan bernegara di era persaingan global peran serta sumber daya manusia sangatlah berpengaruh besar untuk menjawab tantangan-tantangan khususnya di dunia pendidikan. Pembangunan pendidikan nasional adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas. yang memberi perhatian pada keberagaman dan mendorong partisipasi masyarakat. 5. dan politik. dan memberi teladan prestasi kerja dan menjaga nama baik lembaga. Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan. ekonomi. Dalam era otonomi dan desentralisasi. dan pembaruan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis. Penulis dapat simpulkan dari potensi-potensi sumber daya manusia mulai dari kepala sekolah. penyesuaian.80 mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pelayanan pembelajaran. dan tenaga kependidikan (tata usaha). tenaga pendidik (guru). dan modern. budaya. sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan berbagai perubahan. maka diperlukannya berbagai strategi-strategi. Strategi Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. maju. profesi. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan dalam tugasnya. peserta didik (siswa). Pembangunan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyeluruh dan sungguh-sungguh untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

(1902) sejak lama telah menggunakan istilah kurikulum dan hubungannya dengan anak didik. Semua pengalaman siswa yang dirancang. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. keadaan sekolah. kurikulum-pengajaran dan bimbingan siswa. (1918) menyatakan bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik. Dewey. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju ke kedewasaan. diarahkan. (2004:47). . Kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pembelajaran yang diharapkan Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan. Sukmadinata. Mengartikan kurikulum sebagai suatu rangkaian pengalaman yang memiliki kemanfaatan maksimum bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuannya agar dapat menyesuaikan dan menghadapi berbagai situasi kehidupan. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. Franklin. atau suatu verbalisasi dan selain kurikulum diartikan sebagai dokumen. (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept. Kurikulum adalah suatu suatu bangunan konsep. Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum. sebab diantara bidang-bidang pendidikan yaitu manajemen pendidikan. Oliva.81 untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. mengatakan: kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan. kurikulum-pengajaran merupakan bidang yang paling langsung berpengaruht terhadap hasil pendidikan. Dewey menegaskan bahwa kurikulum dan anak didik merupakan dua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya adalah proses tunggal dalam bidang pembelajaran. para akhli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. dan kondisi sekolah atau daerah. baik sebagai dokumen maupun sebagai pengalaman belajar. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas".

Materi kurikulum mengacu kepada tujuan pengajaran yang diinginkan. Schiro. (Diktat Perkuliahan) berpendapat mengenai kurikulum adalah sebagai berikut: Kurikulum merupakan seperangkat rencana sebagai pedoman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah seluruh hasil belajar yang direncanakan dan merupakan tanggung jawab sekolah. diarahkan. (1962) mengatakan bahwa kurikulum adalah pernyataan tentang tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat umum dan khusus. dan materinya dipilih dan diorganisasikan berdasarkan suatu pola tertentu untuk kepentingan belajar dan mengajar. Sebagian pengertian kurikulum ditafsirkan secara luas yang penekanannya mencakup seluruh pengalaman belajar yang diorganisasikan dan dikembangkan dengan baik serta dipersiapkan bagi anak didik untuk mengatasi situasi kehidupan sebenarnya. Sedangkan pengertian lainnya ditafsirkan secara sempit yang hanya menekankan kepada kemanfaatannya bagi guru dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. implementasi kurikulum dan pengendalian kurikulum). Gagne. (1957) menegaskan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. ." Lain halnya Sukmadinata. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah.82 Tyler. Taba. akan terlihat bahwa pengertian-pengertian tersebut pada dasarnya memiliki arti yang hampir sama namun berbeda dalam ruang lingkup penekanannya. semua pengalaman siswa yang dirancang. Biasanya dalam suatu kurikulum sudah termasuk dengan program penilaian hasilnya. Sedangkan pengertian kurikulum sebagaimana tercantum dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan tahapan-tahapan mengenai kurikulum (desain kurikulum. (1967) mengartikan bahwa kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki/dikuasai sebelumnya. (1978) mengartikan kurikulum sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan pengajaran. Apabila kita telaah.

" Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Ungkapan tentang bentuk dokumen yang mudah ditemukan memberikan petunjuk yang cukup luas dengan kemungkinan bahwa kurikulum dapat disimpan dan diedarkan melalui perangkat komputer. proses. dapat diaktualisasikan dalam kelas. pengelolaan. dan dapat membawa perubahan tingkah laku. dan perubahan itu biasanya menawarkan suatu pandangan yang lebih luas. sarana dan prasarana. pembiayaan dan penilaian pendidikan. Istilah resminya adalah "innovations and reforms. yaitu suatu cara penyimpanan kurikulum dalam database komputer dan penyalurannya ke sekolah-sekolah melalui jaringan internet yang mungkin dapat diwujudkan pada waktu yang akan datang. yang paling menarik dari pendapat Glatthorn adalah bahwa rencana tersebut harus fleksibel agar dapat memungkinkan dilakukan perbaikan seperlunya apabila proses sedang berlangsung. dan 2) kurikulum harus bermanfaat bagi guru dalam membuat perencanaan pengajaran yang baik. disusun berdasarkan tingkat-tingkat generalisasi.83 Pengertian kurikulum paling tidak harus memenuhi dua kriteria yaitu 1) kurikulum harus mencerminkan pengertian umum tentang peristilahan pendidikan sebagaimana sering digunakan oleh pendidik. kompetensi lulusan. disajikan dalam bentuk dokumen yang mudah ditemukan. Glatthorn sendiri mengartikan kurikulum adalah rencana yang dibuat untuk membimbing anak belajar di sekolah. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. tenaga kependidikan. Memahami sejarah perkembangan kurikulum dari sejak awal berguna untuk menjelajahi masa-masa aliran yang mempengaruhi perubahan kurikulum. dapat diamati oleh pihak yang tidak berkepentingan. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Perubahan kurikulum khususnya di negara-negara yang sudah maju sering dipengaruhi oleh dan/atau sebagai perwujudan dari kekuatan masyarakat. .

efektif dan menyenangkan. kreatif. Pertama. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk: belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari pengembangan kurikulum di atas sejalan dengan yang terdapat pada pasal 36 : 1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pembelajaran untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional. belajar untuk memahami dan menghayati. Sebagai model KTSP. model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian.84 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pembelajaran mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pembelajaran (BSNP). Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP. Kedua. . Selain dari itu. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain.

ilmu pengetahuan sosial.85 2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. renpel. ada beberapa tahapan yang oleh Sukmadinata diungkapkan dalam penyusunannya secara lebih rinci seperti sebagai berikut: Desain kurikulum Implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan). media. peningkatan potensi. mengenai (kurikulum a. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama Kabupaten untuk pembelajaran dasar dan provinsi untuk pembelajaran menengah. Desain kurikulum: dasar dan struktur kurikulum. . tuntutan dunia kerja. perkembangan ilmu pengetahuan. 4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). buku. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. GBPP/silabus. bahasa. 3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: peningkatan iman dan takwa. Pasal 37 1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. agama. handout. program pembelajaran. deskripsi mata pelajaran. kecerdasan. Dari paparan di atas mengenai kurikulum mempunyai tujuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran nasional. peningkatan akhlak mulia. pendidikan kewarganegaraan. ayat (2). potensi daerah. kurikulum Dokumen). pendidikan jasmani dan olahraga. rancangan dan instrumen evaluasi. Pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. dinamika perkembangan global dan j) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. keragaman potensi daerah dan lingkungan. keterampilan/kejuruan dan muatan lokal. matematika. satpel. ilmu pengetahuan alam. teknologi. seni dan budaya. dan minat peserta didik. modul. dan seni. dan peserta didik.

tugas dan latihan. 2) Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. taman sekolah. kebun.86 b. sumber daya pendidikn teori pendidikan dan model kurikulum yang diantaranya orientasi teori pendidikan model kurikulum. Strategi Sarana Prasarana Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara lengsung dipergunakan dan menunjang proses pembelajaran. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasaranapendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalanya proses pembelajaran. (2002:49-50). desain. tes/ujian. tetapi jka dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. sumber daya pembelajaran. berpendapat mengenai sarana prasarana sebagai berikut: 1). pengayaan dan remedial. jalan menuju sekolah. implementasi. pembelajaran praktik: simulasi-riil. evalusi. pembelajaran tiori. serta alat-alat dan media pengajaran. Khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. penyimpanan inventarisasi.. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. personel. Mulyasa. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. Pengendalian kurikulum (evluasi dan penyempurnaan): evaluasi. penulisan tugas akhir. c. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. komponen tersebut merupakan sarana pembelajaran. biaya. masyarakat. evluasi. kegiatan ko dan ekstra kurikuler dan kuis. pengawasan. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pembelajaran dan pengajaran. pengadan. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan. dan penghapusan serta penataan. 6. . baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. rapih. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: halaman. ruang kelas. Implementasi Kurikulum: pengelolaan kelas. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. meja kursi. saranaprasarana. implementasi. penyempurnaan: Desain. bimbingan belajar.

dan meremajakan dan memelihara alat transportasi dinas operasional untuk mendukung mobilitas. kecantikan. Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. dan akuntabilitas publik. Penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah Kota/Kabupaten untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. meningkatkan fasilitas pelayanan umum dan operasional termasuk pengadaan. emosional. Konsep Kualitas Pembelajaran IPA Terpadu 1. F. Kualitas dalam makna absolut adalah yang terbaik. ketepatan dan kecepatan operasional pelayanan umum. Strategi sarana dan prasarana ini bertujuan menyediakan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan yang memadai. Perlunya Pembelajaran Berkualitas Apakah kualitas itu ? Kualitas memiliki dua konsep yang berbeda antara konsep absolut dan relatip. Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan. terpercaya. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain: meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung pelayanan. dan kejiwaan peserta didik. kepercayaan yang ideal tanpa ada kompromi. Bila dipraktikan dalam dunia pendidikan konsep kualitas absolut ini bersifat elitis karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didik.87 Dari uraian di atas setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pembelajaran sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. Dalam konsep absolut sesuatu (barang) disebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna.Artinya. Dalam konsep relatif. efisiensi. barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi. kecerdasan intelektual. dan hanya sedikit siswa yang akan mampu membayarnya (Sallis:1993). perbaikan dan perawatan gedung dan peralatan. tercantik. kualitas bukan merupakan atribut atau produk . sosial. Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. transparansi.

(Fakry. Kualitas barang atau jasa dalam konep relatif ini tidak harus mahal. dikenal banyak orang tetapi bisa berkonotasi cantik atau indah walaupun tidak penting sekali.1992:27) menjelaskan konsep mutu pembelajaran sebagai berikut : . Bagaimana tidak nilai ujian atau prestasi akademik itulah yang kemudian menjadi senjata untuk melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan. Berdasarkan hal tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas. bersifat umum. Pandangan kualitas seperti itu hanya berlaku ketika sekolah dikontrol oleh pihak luar dan belum menjalankan Manajemen Berbasia Sekolah (MBS). Hal ini sejalan dengan ungkapan Sallis (Nurkolis. maka kualitas pembelajaran dimaknai dalam konteks yang lebih luas dari pada sekedar prestasi akademik. ekslusif atau spesial karena barang berkualitas bisa biasa-biasa saja. bila dilihat dari segi pendidikan bahwa mutu merupakan keterkaitan antara yang diajarkan dengan dunia kerja. dan para pejabat pendidikan mengartikan pendididikan berkualitas dengan ukuran perolehan nilaia ujian atau prestasi akademik. Keti kasekolah-sekolah telah menerapkan MBS.88 atau jasa. bila dikaitkan dalam dunia pendidikan maka hingga kini pengamat pendidikan. Philip. melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan. Dalam konsep relatif produk yang berkualitas adalah sesuai dengan tujuannya. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang itu atau jasa memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Penilaian kualitas pembelajaran semacam ini sangat sempit setelah kita melihat apa itu kualitas pembelajaran seperti yang diuraikan di atas. ahli pendidikan. Oleh karena itu. 2003:68) yaitu “ dilihat dari sudut pandang produsen maka kualitas adalah mengukur berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan dan dari sudut pandang pelanggan maka kualitas untuk memenuhi tuntutan pelanggan. kualitas bukanlah merupakan tujuan akhir. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihakpihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan.

tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. yang diekspresikan dalam ukuran-ukuran sikap kepribadian.89 Konsep mutu pendidikan tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. mengungkapkan bahwa “ Isu sentral dalam dunia pembelajaran ini adalah soal mutu. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. 1986). Pendekatan ini seringkali disebut sebagai pendekatan ekonomi. masukan-masukan melalui sub sistem pemprosesas menjadi keluaran serta . dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendididkan nasional. Ada dua faktor pendekatan yang gunakan untuk memahami konsep mutu pendidkan yang diungkapkan oleh Anwar. mendasarkan diri pada deskrifsi mengenai relevansi pembelajaran dengan dunia kerja. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. (Anwar. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. Langkah selanjutnya dalam memahami konsep mutu pendidikan perlu dibarengi dengan menyertakan konsep proses dalam pembelajaran. Lebih jauh Piliph yang dikutip Fakry. Secara substansif. akan mendorong pentingnya memahami pula pendekatan apa yang digunakan dalam mendefinisikan konsep mutu pembelajaran tersebut. 2000:18) merumuskan bahwa: Proses pendidikan merujuk kepada kegiatan penanganan tranformasi. Namun dari sudut manajemen dan sudut produktifitas yang lebih sentral lebih instrumental atau setidak-tidaknya mengandung pemikiran”. 2) Pendekatan kedua disebut pendekatan nilai instrinsik pembelajaran. Adanya keragaman pandangan dalam memahami konsep mutu pembelajaran. sedangkan tarap menunjukan kedudukan dalam skala (Sanusi. (1992:28) mengungkapkan bahwa “ masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. mutu mengandung sifat dan tarap. Selanjutnya Sanusi. (2000:18): 1) Pendekatan pertama. Sujana dan Susanta. (1986:6).

Efesiensi internal merujuk kepada kemampuan menghasilkan keluaran yang diharapkan dengan biaya minimal atau memaksimalkan keluaran yang diharapkan pada tingkat masukan tertentu. Suatu proses pendidikan yang efesien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan anatar sumber-sumber yang dibutuhkan dengan yang tersedia guna mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pendidikan. akuntabilitas. Sub sistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai seluruh tahapan tindakan sistem dan sub sistem. Indikator kuantitatif efesiensi internal sekolah antara lain: 1) mengulang kelas. produktivitas. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana diperinci oleh Makmum. dan umpan balik secara internal dan eksternal. Berdasarkan pemahaman demikian. Sedangkan fungsi sub sistem monitoring adalah kontrol terhadap kegiatan dan akuntabilitas sub sistem-susb sistem dalam hubungan sinergiknya diseluruh sistem. yaitu . 2) tingkat kelulusan. Efesiensi dapat dikelompokan menjadi efesiensi internal dan efesiensi eksternal. keluaran. relevansi. Dilihat dari perspektif kinerja sistemnya. sedangakan efesiensi eksternal menunjukan hubungan antara keluaran pendidikan dengan tujuan masyarakat yang lebih luas. 3) tingkat putus sekola. (1997) yaitu: ”efesiensi. komunikasi dan monitoring. Sub sistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. yang meliputi tindakan kerja. efektivitas.90 hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. 4) lama penyelesaian studi dan 5) angka siswa bertahan. Efesiensi eksternal dinilai menurut dua kriteria. kesehatan organisasi dan semangat berinovasi “. Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung sub sitem masukan. maka mutu proses pembelajaran mnunjukan kebermutuan sub-sistem dalam sistem proses. Efesiensi berkaitan dengan optimalisasi pendaya gunaan sumber pendidikan yang terbatas untuk mencapai out put yang optimal.

mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang mereka harapkan. tugas dan tanggung jawabnya. Efektivitas pendidikan akan menggambarkan tingkat kesesuaian antara jumlah keluaran yang dihasilkan dengan jumlah yang ditargetkan. Dari pemikiran para pakar di atas menurut pendapat penulis mutu merupakan persoalan yang sangat krusial dalam segi pendidikan. dan derajat keterlibatan staf sertas anggota dalam pengambilan keputusan. dan pembaharuan. c. e. dan administratif pada perencanaan pendidikan. tugas utama perencanaan pendidikan adalah pengembangan secara terarah dan memberikan alternatif teknis sebagai sarana untuk mencapai tujuan politik pembelajaran. . serta mampu menggunakan keterampilannya. teknis. (Nurkolis. penyempurnaan. b. Sedangkan semangat berinovasi berkaitan dengan tingkat kepekaaan dan ketanggapan terhadap perubahan. perencanaan pendidikan harus tahu betul apa yang menjadi hak. 2.” produktifitas pendidikan merupakan ukuran mengenai tingkat daya hasil. perhatian lebih besar diberikan pada pengembangan kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah. 2003: 74-75) yaitu : a. seperti yang dikatakan Ruscoe. d. antara area politis.91 yaitu seberapa jauh keluaran pendidikan terserap pasar kerja. Indikator kesehatan organisasi pada dasarnya menunjukan tingkat kepuasan. harus ada perbedaan yang tegas. Kualitas pembelajaran yang Direncanakan Terdapat beberapa kondisi yang diperlukan untuk suksesnya perencanaan pendidikan. perkembangan dan tantangan yang terjadi di lingkungannya serta kemampuan dan kemauan untuk melakuakan penyesuaian melalui upayaupaya perbaikan. adanya komitmen politik pada perencanaan pembelajaran. Makmun (Anwar. f. baik pada jenjang pendidikan dasar maupun jenjang perguruan tinggi. 2000:19). kekuatan motivasi. perhatian lebih besar diberikan pada penyebaran kekuasaan untuk membuat keputusan politis dan teknis. suatu program dalam satuan waktu tertentu”.

serta pilihan tentang tujuan pembelajaran. maka menurut hemat penulis terdapat dua strategi penting dalam perencanaan pembelajaran. fungsional. dan revisi rencana. ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus lebih diupayakan kerja sama yang paling menguntungkan antara pemerintah-swasta-perguruan pembelajaran. pengembangan alternatif. kondisikondisi yang mendukung suksesnya perencanaan pendidikan dan strategi-strategi dalam perencanaan pendidikan maka perlu disusun langkah-langkah perencanaan pendidikan. Dalam hal perencanaan pendidikan. proses pengambilan keputusan. h. pilihan antara ilmu pengethuan dan teknologi dengan pengetahuan budaya. evaluasi rencana. dan j. tinggi yang memegang otoritas . perkiraan keadaan yang akan datang. harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap perkembangan masa depan dan arah pendidikan. administrator pembelajaran harus lebih aktif mendorong perubahanperubahan dalam perencanaa pendidikan. mengatakan dan terdapat tujuh kriteria penilaian desain dan implementasi program akademik. Menyangkut dua strategi kedua ini terdapat beberapa arena kritis yang harus dipertimbangkan yaitu pilhan antara tingkat pembelajaran. penentuan kebijakan. pertumbuhan siswa. harus mengurangi politisasi pengetahuan. yaitu 1) penetapan target. perumusan tujuan yang akan dicapai.penentuan program dan prioritas perhitungan anggaran. Berdasarkan pendapat tersebut. berciri khusus. melaksanakan rencana.efektif. Depdiknas (2001). i. analisis dan diagnosis. Memperhatikan pembuatan program pendidikan yang berkualitas. Langkah-langkah tersebut adalah kegiatan analisis keadaan sekarang. pilihan antara kualitas dan kuantitas. bermanfaat kongruen. pilihan antara pembelajaran formal dan pelatihan non-formal. dan 2) penetapan prioritas. perumusan rencana. yaitu atraktif. penyusunan rincian rencana. pilihan tentang insentif.92 g.

Program pembelajaran yang berkualitas juga harus memiliki ciri khusus atau berbeda dari lembaga pembelajaran yang lain. orang tua. guru atau pengajar dan staf serta masyarakat di luar sekolah. Oleh karena itu. dalam arti memiliki kebebasan belajar dan memfokuskan pada pengalaman belajar yang akan mempersiapkan dan membantu peserta didik untuk berkembang. Pengalaman belajar akan berkualitas bila materi yang diberikan sesuai dengan yang dijanjikan lembaga pembelajaran itu sebelumnya dan nilai-nilai diekspresikan sesuai dengan gaya belajar individual dan keputusan institusional. sifat dan orang-orang dalam lembaga. Program pendidikan akan berkualitas tinggi bila bermanfaat bagi siswa. personal. perlu adanya evaluasi untuk menetahui hasil yang diharapkan sudah tercapai atau belum. tetapi tidak berkualitas tinggi bila mengabaikan pentingnya masalah. tetapi juga pada implementasi dan evaluasinya. Program pendidikan akan berkulitas bila hasil belajar yang dimaksud telah didefinisikan secara jelas dan pencapaian belajar didokumentasikan serta dikomunikasikan secara persuasif. . Program pendidikan yang berkualitas harus efektif. masyarakat lokal ataupemodal potensial dan orang-orang yang menjalankan program itu sendiri. Untuk menjadi atraktif maka program pendidikan harus responsif terhadap kebutuhan dan ketertarikan populasi khusus saat itu atau calon siswa. Selain itu. Program pendidikan yang berkualitas harus kongruen dala arti terdapat kesesuaian antara yang ditawarkan dengan kenyataanya. juga membantu peserta didik untuk mengembangkan intelektualitas.93 Ketujuh kriteria tersebut dapat penulis jelaskan sebagai berikut . Program pendidikan yang berkualitas juga harus fungsional. kebutuhan dan perhatian masyarakat di mana lembaga pendidikan itu berada. Perbedaan dengan lembaga lain dapat direfleksikan pada tujuan khusus. Jadi pencanaan akademik tidak hanya sekadar pada desainnya. Program pendidikan yang berkualitas harus menarik atau atraktif bagi siswa. Program pendidikan yang berkualitas juga harus bermanfaat karena program pendidikan bisa saja atraktif.

sosial. e. Berdasarkan penjelasan di atas. dalam arti mengukur kebutuhan peserta didik. 3. . yaitu tertera pada buku. Membentuk kelompok sebaya untuk meningkatkan gairah pembelajaran melalui belajar secara kooperatif. Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Menurut John a. b. yaitu. Meningkatkan ukuran prestasi akademik melalui ujian nasional yang menyangkut kompetensi dan pengetahuan. yang diajarkan guru dan yang dipelajari oleh siswa. Bishop. afektif.94 ketrampilan khusus. Membantu siswa memperoleh pekerjaan dengan menawarkan kursuskursus yang berkaitan dengan keterampilan memperoleh kerja. moral. Sebaran pengaruh menandung makna suatu program pendidikan tertentu akan menyambungkan dengan program pembelajaran yang lain sehingga memerlukan kerja sama dengan programprogram pendidikan yang lain dalam suatu institusi pendidikan yang lebih luas. etika. Meningkatkan pemahaman dan penghargaan belajar melalui penguasaan materi (mastery learning) dan penghargaan atas pencapaian prestasi akademik. Program pendidikan yang berkualitas menyediakan berbagai cara untuk dengan cara-cara yang memuaskan. sertifikasi kompetensi dan profil portofolio. c. dan dimensi-dimensi intrapersonal. maka program pendidikan yang berkalitas menunjukan dua aspek pengaruh yaitu penetrasi dan penyebaran pengaruhnya. fisik. Juga membantu siswa untuk terus tumbuh dan berkembang tingkat kematangannya Perkembangan yang diperhatikan adalah kognitif. 1992) menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilakukan beberapa cara. (Sanusi. memperbaiki tes bakat. Menciptakan kesempatan belajar baru di sekolah dengan mengubah jam sekolah menjadi pusat belajar sepanjang hari dan tetap membuka sekolah pada jam-jam libur d. etika dan sikap yang akan bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat mendatang yang kompleks dan berubah. Tingkat penetrasi mencakup tiga tahapan kurikulum. harus terus tumbuh.

keinginan. Kualitas adalah ide yang dinamik dan tidak mutlak. d. Berdasarkan penjelasan kualitas di atas. esensi dari TQM adalah perubahan budaya dimana gagasan tentang kualitas harus berada dalam hati dan pikiran orang-orang dalam budaya mutu. c. Organisasi pembelajaran yang menerapkan MMT memandang kualitas dari sudut pandang pelanggan. Berdasarkan pertanyaan tersebut. Alasannya karena pelangganlah sebagai pihak terakhir yang menilai kualits dan tanpa pelanggan maka suatu organisasi tidak akan ada. Pengontrolan kualitas dalam proses dan harapan dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa barang diproduksi sesuai dengan prosedur dan tahap-tahap yang telah ditetapkan sebelumnya. tingkat kepemimpinan yang kuat.95 Berdasarkan hal tersebut. Yaitu meliputi pendeteksian dan pengukuran komponen atau aspek-aspek dari prodik akhir yang sebelum proses. menurut pendapat penulis cara lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Dalam hal ini kualitas didefinisikan sebagai memuaskan pelanggan. menciptakan fokus tujuan yang memerlukan perbaikan. Fullan dan Watson (Nurkolis. 2003:81) mengajukan dua pertanyaan yang ditjukan kepada desainer MBS ketika mendesain kualitas sekolah yang meliputi : 1) apa yang ingin dicapai. dalam upaya meningkatkan pendidikan yang berkualitas langkah yang harus dilakukan menurut pendapat . maka quality control merupakan konsep kualitas yang paling tua. menetapkan secara jelas visi dan hasil yang diharapkan. b. adanya panduan kebijakan dari pusat yang berisi standar-standar kepada sekolah. dapat dilakukan pada saat dan juga dalam proses.merupakan pandangan umum. pelanggan saat ini dan di masa yang akan datang. melebihi kebutuhan dan keinginanya. Dengan demikian. dan 2) bagaimana cara mencapainya. MMT dalam pembelajaran adalah filosofi perbaikan terus menerus di mana lembaga endidikan menyediakan seperangkat rencana atau alat untuk memenuhi bahkan melampaui kebutuhan. maka penulis adalah sebagai berikut: a.

Dalam kenyataan pelaksanaan keterpaduan kerja. Tujuan pengendalian adalah melakukan pengukuran dan perbaikan agar apa yang telajh direncanakan dapat dicapai secara optimal. 4. konsekuensi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dibutuhkan penerapan konsep manajemen . Kedua pengendalian membutuhkan adanya struktur organisasi yang jelas. maka tugas kepemimpinan manajerial selanjutnya adalah menegakan disiplin kerja para angota melalui pertemuan rutin dalam mewujudkan tujuan bersama. Untuk mencapai tujuan tersebut. pembangunan kelembagaan melalui pelatihan dan dukungan kepala sekolah. pengelola dan staf administrasi. perencanaan (planning). fasilitas pembelajaran selalu dijadikan komponen independen.96 e. Perubahan budaya mutu membutuhkan perubahan sikap dan metode kerja. f. juga pihak personalia sekolah pun ikut serta di dalamnya. terintegrasi sehingga perencanaan semakin efektif dan sistem pengendalian dapat dilaksanakan. Berdasarkan pendapat tersebut. Ada dua syarat yang haris ada sebelum dikembangkan sistem pengendalian. tetapi seluruh guru. seperti para pembimbing. Untuk kepentingan ini yang diperlukan justru komitmen dan disiplin kerja. pengelola sekolah melaksanakan perubahan budaya ke arah budaya mutu. Upaya mewujudkan keterpaduan kerja dalam kontek pembinaan sebagai organisasi pembinaan pembinaan profesi merupakan kegiatan yang berat dan harus dilakukan oleh pimpinan melalui praktik kepemimpinan manajerial. Pertama. yaitu pengendalian harus berdasarkan perencanaan yang jelas. guru dan pengurus komite sekolah. dan adanya keadilan dalam pembiayaan sekolah. Oleh karena itu perlu dipersiapkan lingkungan fisik yang nyaman untuk bekerja efektif dan benar serta dorongan keberanian dan pengakun terhadp keberhasilan. maka kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya rantai hubungan yang efektif antar client dengan provider. perlu diketahui pada bidang atau tingkatmana pertanggungjawaban dilakukan. Dengan demikian. Berdasarkan hal tersebut. lengkap. Total Quality Management dalam Pendidikan Mutu hasil pendidikan (lulusan) tidak hanya ditentukan oleh seorang guru. Selain itu.

Benang merah di sana adalah bahwa pengendalian mutu merupakan manjemen ilmiah yang dilaksanakan dalam konsep kebersamaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara bersama. 1. Keberadaan laboratorium yang dikelola dengan baik akan sangat membantu guru-guru IPA dalam melaksanakan pembelajarannya. Peranan Laboratorium dalam Pembelajaran IPA . menyusun hipotesis. proses ilmiah maupun produk ilmiah. Pembelajaran IPA tidak bisa terlepas dari praktek. termasuk guru-guru senior”.mengumpulkan data. saling memberikan informasi keunggulan dan kelemahan dalam memperbaiki kualitas pengajaran. maka laboratorium perlu dikelola secara baik. mengajukan pertanyaan. Dalam pembelajaran inkuiri siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan ilmiah seperti mengamati. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium sebagai sumber belajar. baik Prinsip ilmiah. 3) berorientasi pada kualitas kepuasan guru dan peningkatan prestasi belajar. merancang eksperimen. dan menarik kesimpulan. terutama dari pola kepemimpinan manajerial. Pendapat-pendapat di atas memberikan pemahaman kepada kita. 2) keterlibatan semua anggota menjadikan mereka merasa saling punya tanggung jawab moril dan materil. yang menyatakan bahwa “praktik pengendalian dalam mutu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh adanya auditor seperti kepala sekolah. sehingga laboratorium menjadi tempat belajar yang efektif untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa. Manajemen Laboratorium IPA Pada prinsipnya pembelajaran IPA yang dikehendaki adalah bersifat ilmiah. sikap ilmiah. Dipertegas lagi oleh Vincenn (1997:181). bahwa ketika prinsip keterpaduan kerja diterpkan dalam manajemen sekolah. G. sedikitnya terdapat makna yang hakiki yang meliputi 1) kecocokan antara anggota (guru) dengan anggota dengan pengurus lainnya dalam gugus. Prinsipprinsip ilmiah pada umumnya disertai dengan metode penemuan atau inkuiri.97 mutu terpadu (MMT) dan pengendalian mutu terpadu dijalankan atas dasar pengertian dan tanggung jawab bersama untuk mengutamakan efisiensi dan peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Melatih disiplin yang tinggi dan tanggung jawab. mengamati ketajaman nalar yang memadai. Organisasi Laboratorium dan . (3)mengembangklan berpikir ilmiah dan metode ilmiah. b. Pengalaman konkrit yang diperoleh di aboratorium sangat penting untuk siswa karena pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan apalagi jika siswa dapat merefleksikan pengalaman mereka dan mencoba menggunakan apa yang telah mereka pelajari. Memperkenalkan alat-alat laboratorium IPA d. (1987).(2) mengembangkan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah. Memotivasi peserta didik agar gemar dan senang pada mata pelajaran IPA c. Tujuan kegiatan pembelajaran di laboratorium: a. menyatakan bahwa tujuan kegiatan laboratorium dalam pembelajaran IPA adalah: (1) membangkitkan dan memelihara daya tarik . Tujuan utama kerja praktek adalah melatih siswa bekerja secara ilmiah sehingga kompetensi siwa terkembangkan. Pengelolaan Laboratorium a. maka peranan laboratorium dalam pembelajaran IPA sangan penting. serta merasakan fenomena alam. keterbukaan dan rasa ingin tahu terhadap IPA. keterampilan memecahkan masalah. Melatih peserta didik agar trampil menggunakan alat.98 Keberadaan laboratorium di sekolah telah lama dikembangkan baik untuk sekolah dasar maupun tingkat menengah untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar siswa tidak hanya belajar teori saja tapi dilaboratorium siswa bisa langsung melihat benda atau proses secara nyata sehingga siswa memperoleh pengalaman konkrit terhadap benda-benda. karena kerja praktek merupakan cara yang sangat relevan untuk membantu siswa mengembangkan kompetensimnya. Supriyono. 2. (5)mengembangkan kemampuan berpraktikum. (4)mengembangkan pemahaman konsep dan kemampuan untelektual. e. Optimalisasi proses pembelajaran IPA baik fisika. kepuasan. kimia atau biolagi. siswa dapat mengembangkan keterampilan proses. sikap. Di laboratorium. Berdasarkan tujuan di atas.

Depdiknas. Keselamatan kerja laboratorium Keselamatan kerja di laboratorim merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. . (6) bekerja diluar kesadaran. koordinator pengelola laboratorium yang terdiri dari guru fisika. (3) kurangnya bimbingan dan pengawasan terhadap kegiatan di laboratorium. dan menggunakan peralatan yang tidak sesuai/rusak. 3 yang akan menjelaskan tentang Prosedur Penelitian. dan sangsi. agar pemakaian laboratorium merata. serta sejumlah siswa sebagai pemanfaat sarana laboratorium. Dengan demikian keamanan dan keselamatan di laboratorium hendaknya selalu diperhatikan.biologi. Beberapa penyebab kecelakaan di laboraturim. (5) tidak mengikuti petunjuk dan aturan yang semestinya ditaati. mengatakan bahwa siapapun yang menjadi pengelola laboratorium hendaknya diusahakan agar suasana laboratorium ada dalam keadaan disiplin dan baik. keterangan penyimpanan alat dan bahan. pada halaman berikutnya penulis akan mengungkapkan bab. denah lokasi praktikum. Biasanya laboratorium IPA dilengkapi dengam jadwal praktikum. karena kecelakaan merupakan keajian diluar kemampuan manusia. (4) kurang tersedianya peralatan keamanan dan tidak menggunakan perlengkapan pelindung. teratur. kutang hati-hati. (2) kurang jelasnya petunjuk kegiatan praktek.99 Organisasi laboratorium yang umum berada di sekolah terdiri dari Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. Demikian kajian teori yang dapat penulis kemukakan bada bab 2 ini. tidak berebutan antar kelas. adalah: (1) kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai bahan kimia yang digunakan dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan praktek. tata tertib siswa.kimia. (2005:15). laboran sebagai pembantu pengelola laboratorium. b.

100 BAB III PROSEDUR PENELITIAN Pada Bab 3 ini penulis akan menguraikan prosedur penelitian. dimana penelitian ini menghendaki adanya eksplorasi untuk memahami dan menjelaskan apa yang diteliti melalui komonikasi yang intensif dengan berbagai sumber data untuk memberikan makna secara mendalam agar dapat melihat fenomena yang ada. lokasi dan subyek penelitian. A. yang membahas tentang pendekatan dan metode penelitian. secara sistematis uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. maka metode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif. berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. sumber dan teknik pengumpulan data. dan validitas temuan penelitian serta penjadwalannya. Sugiyono. tahaptahap penelitian. digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. (sebagai lawanya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci. pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive (teknik penentuan sampel dengn pertimbangan . (2007:15). data yang diperlukan. Pendekatan dan Metode Penelitian Sesuai dengan tuntutan rumusan masalah dan fokus penelitian sebagaimana diuraikan pada bab satu.

dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan). responden dapat menilai kembali data dan informasi baru. Nasution. membatasi studi dengan fokus. 2000:34).101 tertentu) dan snowball (teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Dari penjelasan di atas. mengakui kebenaran empirik. peneliti melakukan kontak langsung (face to face) dengan responden agar dapat mengamati perilaku. keterlibatan peneliti secara langsung di lapangan. Data cenderung naratif dari pada angka-angka namun demikian penelitian kualitatif Tidak menolak data kuantitatif sebagai penunjang dan hasil analisisnya berupa uraian-uraian yang sangat deskriptif. analisis data bersifat induktif/kualitatif. (1999:18). Pendekatan ini menolak kerangka teori sebagai langkah persiapan penelitian. Schigel. kemudian menjadi besar). sikap. dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif. Mengacu pada hal tersebut. serta menghayati proses penelitian dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah-berubah yang dihadapi dalam penelitian itu. . menuntut bersatunya objek penelitian dengan subjek pendukung objek penelitian. sasaran penelitian diarahkan kepada usaha menemukan teori-teori dasar. penelitian yang bersipat deskriptif lebih mementingkan proses daripada hasil. mengatakan bahwa penelitian kualitati pada hakekatnya adalah mengamati orang dalam lingkunganya. Dengan demikian. memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data. mendudukan objek penelitian sejajar dengan peneliti dan menempatkan objeknya dalam suatu konteks natural. berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya. dan pendayagunaannya berdasarkan pandangan subjek penelitian. Penelitian ini lebih memfokuskan pada proses dari pada hasil berdasarkan pada analisis data secara induktif. pendapat. dalam rangka mengumpulkan data penelitian. (Lexy Moleong. berinteraksi dengan mereka. berpendapat bahwa tahap akhir dari penelitian kualitatif ialah peneliti harus menafsirkan hasil-hasil penelitianya.

eksplorasi yang meluas atau menyeluruh. mengemukakan lima karakteristik Qualitative research has the natural setting as the direct source of data and researcher is the key instrument. Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati) Berdasarkan hal tesebut. 3. Qualitative research are concerned with process rather than simply with outcomes or products. The data collected is in the form of words of pictures rather than number. maka sasaran penelitian diarahkan pada usaha menguasai teori-teori penelitian yang bersifat deskriptif. yaitu : 1.kata atau gambar. 2. sehingga tidak menekankan pada angka.102 Bogdan dan Biklen. 3. Data yang terkumpul berbentuk kata. Qualitative research tend to analyze their data inductively. dan mengkonfirmasikan hasil dan temuan penelitian. maka dapat maknai bahwa penelitian kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. penelitian kualitatif. Dilakukan pada kondisi yang alamiah. langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. 4. dengan mementingkan penguasaan proses penelitian. Mengacu pada hal tersebut. 5. membatasi studi dengan fokus kajian. di Berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif tersebut. 2. yaitu : 1. tingkat permukaan : 2. 3. maka siklus dalam proses penyimpulan data dilakukan melalui tiga tahapan. menentukan kriteria untuk memeriksa keabsahan data hasil penelitian bisa diterima serta dibenarkan oleh kedua belah pihak. penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau out come. yaitu peneliti dan responden. 5. dan bergerak di . Qualitative research is descriptive. eksplorasi secara terfokus atau terseleksi guna mencapai tingkat kedalaman dan kerincian tertentu. 4. (sebagai lawanya adalah eksperimen). (1982:29). ”Meaning” is of essential to the qualitative approach.

peran manajemen kurikulum yang menjadi penunjang dan penghambat implementasi manajemen mutu pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu) di SMP Negeri Rancaekek 1. maka yang menjadikan sumber data dan informasi dalam studi penelitian ini adalah keseluruhan permasalahan yang menyangkut pelaksanaan pendidikan. tenaga kependidikan dan para pembantu kepala sekolah. 1922:29). aspek apa dan siapa yang dijadikan focus pada saat situasi tertentu terusmenerus sepanjang penelitian. Sedangkan sumber data adalah benda. Berdasarkan permasalahan penelitian dan supaya permasalahan dalam penelitian ini dapat terjawab secara akurat. dan 3 Kabupaten Bandung. membaca atau bertanya tentang data. Oleh karena itu pengambilan sumber data dan informasi dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. guru. hal atau orang dan tempat di mana data dijelaskan yang dipermasalahkan melekat (Arikunto. 1993:102). serta semua stakecholder yang terlibat dalam kegiatan ini termasuk siswa.103 B. 2. . hal atau orang dan tempat di mana peneliti mengamati. yaitu berdasarkan pilihan dan pertimbangan peneliti. Responden penelitian adalah orang yang dapat merespon. maka pemecahan masalah yang menjadi focus penelitian ini memerlukan sejumlah data yang berkaitan dengan permasalahnya. Penentuan sumber informasi di sini bersifat snowball untuk mendapat informasi yang lebih mendalam. maka yang dijadikan sumber informasi adalah para kepala sekolah. 2. Selanjutnya perbedaan antara responden penelitian dan sumber data. Berdasarkan hal tersebut. yaitu: 1. peneliti menghubungi informan lain yang disarankan oleh informan sebelumnya. Mengacu pada hal tersebut. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. memberi informasi tentang data penelitian. Lokasi dan Subyek Penelitian Subjek penelitian adalah benda. Purposive sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nasution.

Sistem “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. yaitu berdasarkan pilihan pertimbangan peneliti. 2000:22) menyatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. yaitu setting. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. (Moleong. 2. Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu di SMP Negeri 1. Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan peningkatan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Pengambilan sumber data dan informasi dengan purposive sampling. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 5. 2. 4. Lofland. 2. kemudian dikaji berdasarkan teori. Untuk itu supaya memperoleh informasi yang beraneka ragam dan lebih luas guna mencapai kedalaman penggalian masalah. Mengenai sumber data atau populasi dalam penelitian kualitatif mengacu pada empat tipe sumber data penelitian. 2. Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Purposive . 2. 6. peristiwa. orang dan proses. 3. aspek apa dan siapa yang dijadikan fokus pada saat situasi tertentu terus menerus sepanjang pemilihan. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 2. maka subjek penelitian kualitatif ditentukan secara purposive sampling. 7. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1.104 2. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kelompok data tersebut. Sistem pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya kegiatan dan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1.

populasi. Sampel yang diambil sesuai dengan ciri-ciri. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan peningkatan pembelajaran IPA Terpadu Bandung. 2. data ini terdiri atas : Strategi sumber daya manusia. IPAT. Strategi kurikulum. Data yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. 2. dan 3 Rancaekek Kabupaten . tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Gambaran kinerja guru dalam pelaksanaan strategi pembelajaran Gambaran umum SMP Negeri 1. 2. sifat atau karakteristik yang merupakan karakteristik pokok.105 sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nassution. Penentuan karakteristik popolasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan. tenaga kepndidikan dan peserta didik/siswa yang dianggap mempunyai kelayakan dijadikan subjek penelitian. Bandung. Sampel yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung karakteristik yang terdapat pada C. Berdasarkan hal tersebut. 3. 1992:29) Pengambilan sumber data menggunakan teknik purposive sampling ini dilakukan dengan didasari : 1. Gambaran kinerja sekolah dalam pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu. tenaga pendidik (guru). 3. maka yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah. Strategi sarana dan prasarana . Data yang diperlukan Pemecahan masalah yang menjadi fokus penelitian ini menentukan sejumlah data yang berkaitan dengan strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bandung. kemudian dikaji berdasarkan teori. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kedua kelompok data tersebut.

106

D.

Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini adalah orang dan dokumen yang terdapat

di lingkungan SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Untuk mendapatkan data yang dimaksud secara akurat diperlukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Teknik yang dimaksud adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Atas dasar konsep tersebut, maka ketiga teknik pengumpulan data di atas digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh informasi dan diharapkan informasi yang diperoleh saling melengkapi. Dalam pengumpulan data dan informasi yang diperlukan disesuaikan dengan kisi-kisi pengumpulan data seprti yang ada pada lampiran. 1. Observasi Peneliti melakukan obserasi dengan cara mendatangi tempat yang akan diteliti secara langsung ketika proses pelaksanaan kegiatan berlangsung. Observasi yang dilakukan adalah obserasi non-partisipasi, sehingga peneliti duduk bersama dengan para responden selama kegiatan berlangsung. Selama observasi, peneliti memperhatikan langsung langkah-langkah dan tindakan-tindakan responden. Observasi dimaksudkan untuk mendapatkan data dan mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian yang diajukan. Selama observasi, peneliti memperhatikan apa-apa yang dilakukan para responden, pada saat itulah peneliti mencatat hal-hal yang dianggap penting yang berkaitan langsung dengan focus penelitian. Oleh karena itu, observasi dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh data yang cukup untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sehubungan dengan itu, maka peneliti berusaha mendekati mereka tanpa mereka mencurigai bahwa proses penelitian sedang berlangsung, oleh karena itu, pencatatan observasi tidak dilakukan secara langsung, tetapi dalam pelaksanaanya dipadukan dengan wawancara. Pada saat obserasi yang dilakukan terhadap para kepala sekolah peneliti berbicara informal terhadap guru dan yang lainnya. Percakapan itu untuk mendapatkan komentar-komentar mereka berkenaan dengan permasalahan, potensi dan cara menyelesaikannya

107

2. Wawancara Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara tak berstruktur dan terbuka. Percakapan dilakukan oleh dua pihak yaitu peneliti dan responden. Maksud peneliti melakukan wawancara terbuka adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan focus penelitian secara lebih mendalam. Dengan wawancara ini diharapkan memperoleh data tentang: Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran, Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa, Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa, Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa, pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi akademik. system “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa dan system pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, dan pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi pembelajaran. Untuk kepentingan hal tersebut, maka peneliti menyusun pedoman wawancara dengan tujuan agar wawancara tetap berada dalam konteks permasalahan yang sedang diselidiki. Responden yang diwawancarai adalah (a) Kepala Sekolah; (b) Guru; (c) Pengawas; (d) Komite Sekolah (f) Tenaga Kependidikan; dan (g) siswa. 3. Studi Dokumenter Untuk melengkapi data dan informasi yang diperoleh dari dua teknik terdahulu, digunakan teknik studi dokumentasi, yaitu dengan cara mempelajari berbagai dokumen yang berhubungan dengan dokumen-dokumen yang dipelajari mencakup penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dalam hal ini maka diperlukan dokumen seperti: a. Profil SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung

108

b. Pedoman administrasi kegiatan atau program-program yang dijalankan;
c. Dokumen lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan meningkatkan

mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dengan teknik studi dokumenter ini diharapkan diperoleh data-data tertulis baik berupa dokumen penasehatan (file), foto-foto, rekaman pembicaraan selama rapat-rapat, dan notula rapat. E. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap yang dilalui dalam penelitian ini adalah : 1. melakukan penjajagan terhadap lokasi dan subyek penelitian untuk memperoleh data awal sehingga mendapatkan gambaran yang lengkap dan jelas mengenai masalah yang dihadapi; 2. melakukan pendalaman materi bacaan yang berhubungan dengan masalah penelitian;
3. penyusunan desain penelitian serta kisi-kisi pengumpulan data dan pedoman

wawancara; dan 4. mengajukan permohonan izin penelitian. Secara keseluruhan kegiatan-kegiatan itu adalah : 1. melakukan pembicaraan pendahuluan; 2. melaksanakan kegiatan pengumpulan data secara intensif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi; 3. selama penelitian berlangsung dilakukan pula kegiatan analisis data yang dituangkan dalam traskip data lapangan, dengan jalan mengungkapkan kembali data yangdiperoleh kepada sumber data yang lain dan meminta komentar tentang hal yan sama agar didapat tingkat kepercayaan yang lebih menjamin, dan member check untuk mengkonfirmasikan atau mencheck kebenaran catatan lapangan yang telah dianalis kepada sumbernya; 4. mendeskrisikan dan menganalis data lapangan secara subtantif dengan merujuk kepada hasil studi kepustakaan dan mempelajari laporan lapoan.

109

Mengacu pada kegiatan-kegiatan tersebut, maka pengolahan dan analisis data penulis lakukan sejak awal hingga selesai penulisan laporan penelitian, dengan melalui tahap reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, maka data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan pedoman sebagai berikut :
1. Analisis pada saat pengumpulan data

Selama pengumpulan data, peneliti membuat catatan lapangan, melakukan member check dengan subyek yang bersangkutan, mengadakan audit trail, melakukan triangulasi untuk melakukan keabsahan seperti menanyakan kepada responden lain, melakukan revisi sesuai dengan subyek peneliian dan sumber aslinya, pemberian kode terhadap catatan lapangan yang telah direvisi untuk penyesuaian dengan pekembangan proses dan jenis data yang diperoleh.
2. Analisis setelah data terkumpul

Setelah data terkumpul, peneliti mereduksi data dengan jalan merangkum laporan lapangan, mencatat, menggolongkan dan mengklasifikasikan hal-hal yang relevan dengan focus penelitian yaitu penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. membandingkan dan menganalisis data secara lebih mendalam (dituangkan dalam bab IV), menarik kesimpulan, dan memberikan rekomendasi (dapat di ihat di bab V). 3. Penyusunan laporan penelitian Kegiatan penelitian ini diakhiri dengan penyusunan laporan penelitian. Keseluruhan hasil kegiatan ini disusun secara sistematis dalam bentuk tesis. Selanjutnya, sebagai pertanggungjawaban ilmiah dan sekaligus pemenuhan salah satu persyaratan penyelesaian studi, maka tesis ini pada akhirnya diajukan kepada pembimbing dan forum penguji agar diperiksa sebagaimana layaknya
F.

Validitas dan Reliabilitas Penelitian Hasil penelitian kualitatif masih diragukan berbagai kalangan nilai iliahnya,

karena dianggap kurang valid dan reliable. Oleh karena itu, agar hasil penelitian kulitatif ini dapat diterima sebagai suatu karya ilmiah yang memiliki kreadibilitas

yakni mengupas tentang konsistensi hasil penelitian. sehingga perbedaan suatu masalah dapat dihindarkan seperti system kerja yang dilakukan. 1. Reliabilitas Dalam penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan kecocokan konsep penelitian dengan konsep yang ada pada responden. 2) Pembicaraan dengan kolega (Peer Debriegfing). peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut. yakni mengecek kebenaran data dengan membandingkan dengan data dari sumber lain seperti buku-buku sumber. hal ni peneliti membahas catatan-catatan lapangan dengan kolega dan teman sejawat yang mempunyai kompetensi dalam bidang administrsi akademik. maka perlu ada pemerikasaan keabsahan data yang didapatkan. Konsep ketergantungan lebih luas dari pada reliabilitas. atur pembahasan suatu topik (seperti data mahasiswa yang belum selesai. Untuk mencapai validitas yang baik. 3) Penggunaan bahan referensi digunakan untuk mengamankan berbagai informasi yang didapat dari lapangan. Seperti hasil wawancara mengenai system akademik yang dilakukan. Dependabilitas Dependabilitas atau ketergantungan adalah satu kriteria kebenaran dan penelitian kualitatif yang pengertiannya sejajar dengan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif.110 (dapat dipercaya). sehingga apabila ada kekeliruan dapat diperbaiki atau apabila ada kekurangan ditambah dengan informasi baru. karena peninjauannya . juga dilakukan konfirmasi dengan nara sumber terhadap laporan hasil wawancara. 2. koordinasi dan pengawasan yang dilakukan). dalam penelitian ini dilakukan antara lain: 1) Triangulasi. 4) Mengadakan member cek setiap akhir wawancara. Untuk mencapai hal tersebut. Pembicaraan dengan kolega penulis lakukan apabila data yang ditemukan seperti koordinasi dan komunikasi yang dilakukan kurang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. maka dalam dalam penelitian ini.

yakni dengan melakukan pemeriksaan ulang sekaligus konfirmasi untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dilaporkan dapat dipercaya dan sesuai dengan situasi yang nyata. Transferabilitas hasil penelitian baru ada.d. maka peneliti melakukan upaya : a) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. sehingga peneliti tidak memiliki keyakinan akan dapat menjamin validitas eksternal ini.111 lebih dari segi konsep tetapi memperhitungkan segala-galanya yang ada pada reliabilitas itu sendiri. b) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. Konfirmabilitas Agar kebenaran dan objektivitas hasil penelitian dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadwal Penelitian Kegiatan penelitian akan dilaksanakan selama kurang lebih 4-5 bulan dari mulai bulan Juli 2009 s. sehingga data dapat dipercaya kebenarannhya. 4. untuk memastikan kebenarannya. wawancara dan upaya lainnya. Transferabilitas Transferabilitas atau keteralihan merupakan validitas eksternal hasil penelitian hingga sejauh manakah hasil penelitian ini dapat diterapkan atau diaplikasikan dalam konteks atau situasi lain. Meskipun diakui bahwa tidak ada situasi yang sama pada tempat dan kondisi yang lain. jika pemakai melihat dari situasi yang identik dan memiliki keserasian antara hasil penelitian dengan permasalahan di tempatnya. 3. peneliti melakukan audit trail. G. c) Data yang sudah terkumpul kemudian dikonfirmasi ulang melalui obserasi. d) Melakukan penghitungan sederhana untuk membuktikan kebenaran data. Nopember 2009 dengan agenda kegiatan penelitian sebagai berikut : Tabel 3-1 . Transferabilitas merupakan suatu kemungkinan.

II. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. BAB IV TEMUAN. INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN Pada Bab. Kemudian yang kedua. Diawali dengan menjelaskan gambaran umum SMP Negeri 1. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dan perkembangannya saat ini sebagai lokasi penelitian. IV ini penulis akan mengemukakan tiga bagian penting yang merupakan pemaparan hasil dan pembahasan penelitian. Pada halaman berikutnya. penulis akan membahas bab IV yaitu Deskripsi Hasil Penelitian.112 Jadwal Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Proposal Studi Pustaka Membuat Kuisioner Wawancara Studi dokumen Observasi Lapangan Pengolahan Kuisioner Pengolahan Data Analisis Data Penyusunan Laporan Penyelesaian Akhir 1 BULAN KE 2 3 4 5 Demikian prosedur penelitian yang ditempuh oleh penulis. penulis paparkan hasil penelitian sesuai dengan pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan dan diakhiri dengan bagian ketiga yang merupakan pembahasan yaitu membandingkan antara kenyataan di lapangan dengan konsep teori yang telah diuraikan pada Bab. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung .

f. dan proses monitoring dan evaluasi. n. i. b. Hal ini mengandung arti bahwa .177. Sekolah ini berdiri tahun 1963 dengan rincian data sebagai berikut: a. d. terletak di Jalan Raya Rancaekek No.300 m2 : 30 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : ada (18 X 15 m2 dan 8 X 15 m.113 Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. p. k. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output. proses pengelolaan program. l. proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan. dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibanding dengan proses-proses lainnya. Jumlah Murid Berdasarkan penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bahwa memiliki status terakreditasi B (memuaskan). 87. proses pengelolaan kelembagaan. g. Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. j. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah m2) Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : ada (15 X 8 m2) : ada (8 X 10 m2) : 1387 orang : 63 orang : 11 orang : Pagi (07. e. o. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. proses belajar mengajar. Dalam pendidikan bersekala mikro (ditingkat sekolah).00 WIB) : 6.625 m2 : 5.00 – 12. h. c.588.

nyaman dan aman dalam meningkatkan dan membangun akhlak yang berbudi. 5) Menciptakan lingkungan yang nyaman. adalah sebagai berikut: MOTO VISI : SMP Negeri 1 Rancaekek SERASI (Sehat Rajin dan Sigap) : Berdisiplin. untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan. 3) Mengembangkan layanan profesional dalam semangat kerja sama dan keteladanan. dan budaya kerja. MISI : 1) Mewujudkan tercapainya peningkatan mutu dan efesiensi pendidikan. budaya belajar. bersih dan aman. indah. 5) Melaksanakan tugas secara profesional 6) Mencermati informasi tentang peningkatan pendidikan 7) Menjalin hubungan persuadaraan sebagai umat beragama TARGET: . 4) Meningkatkan dan menegakkan disiplin sesama kerabat kerja dan peserta didik dengan menanamkan budaya bersih. Profil lain yang dapat ditampilkan dari hasil penelitian di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. STRATEGI: 1) Menyusun program kegiatan 2) Membina dan membudayakan personil untuk meningkatkan kualitas 3) Memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah. prestasi diri dan cekatan dalam bertindak. 4) Mengikuti kegiatan pelatihan dan perlombaan. 6) Menyiapkan generasi penerus yang mampu mandiri berbekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. serius. 2) Membina akhlak yang berbudi luhur.114 sekolah memiliki prestasi yang tinggi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. guna meningkatkan prestasi kerja dan prestasi belajar peserta didik.

mulai dari sumberdaya manusia. standar kompetensi lulusan. standar pengelolaan. peningkatan mutu dimana usaha ini dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi: Standar isi. standar proses. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negerei 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. Manajemen dan pencitraan publik dengan menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan mengembangkan berbagai manajemen sekolah dengan memaksimalkan peranan komite sekolah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan juga merupakan program utama di SMP Negeri 1 Rancaekek. kurikulum dan sarana prasarana harus saling mendukung. standar pendidik dan standar tenaga kependidikan. Untuk mewujudkan program di atas. Adapun tugas dan peran serta masing-masing komponen dijabarkan secara rinci seperti berikut: . dan standar penilaian pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini. Pada tahun 2002 sampai 2005 SMP Negeri 1 Rancaekek menjadi sekolah rintisan Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah (PMPBS). standar sarana dan prasarana. Lokasi sekolah sangat strategis karena berada di pusat kota Rancaekek. peran kepala sekolah. tata usaha. yaitu di pinggir jalan raya Rancaekek.115 Para siswa memiliki bekal kemampuan yang bermanfaat untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi. guru. standar pembiayaan. sehingga dari hasil kegiatan tersebut nampak perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam mutu dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. SMP Negeri 1 Rancaekek merupakan sekolah paling tua di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Badung dan menjadi sekolah negeri yang dipavoritkan oleh masyarakat Rancaekek dan sekitarnya. siswa. dan pada saat ini tercatat jumlah siswa sebanyak 1387 orang siswa dengan jumlah rombongan belajar 30 kelas. anggota masyarakat dan warga negara yang beragama. Pada saat ini program unggulan di SMP Negeri 1 Rancaekek meliputi: pemerataan kesempatan belajar dalam rangka mendukung terlaksananya proram Wajib Belajar Pendidikan Dasar (WAJAR-DIKDAS) 9 Tahun. sehingga mudah dijangkau.

melaksanakan evaluasi .116 a. (3) menciptakan strategi atau kebijakan untuk mengsukseskan pikiran-pikiran yang inovatif tersebut.melaksanakan kegiatan belajar mengajar . (2) melakukan inovasi dengan mengambil inisiatif dan kegiatan-kegiatan yang kreatif untuk kemajuan sekolah.mengisi daftar nilai siswa . b.membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan dan program semester. (5) menemukan sumber-sumber pendidikan dan menyediakan fasilitas pendidikan. misalnya tentang kualitas yang diinginkan masyarakat. pemimpin sekolah.menciptakan karya seni .mengkkordinasikan dan melaksanakan bimbingan dan konseling . Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: . supervisor dan pendidik di sekolah dituntut untuk mampu: (1) mengadakan prediksi masa depan sekolah.membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar .membuat satuan pelajaran . . Tugas.mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum . peran dan tanggungjawab kepala sekolah Kepala sekolah memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan.melaksanakan tugas tertentu di sekolah .melaksanakan kegitan penilaian belajar . (6) melakukan pengendalian atau kontrol terhadap pelakasanaan pendidikan.membuat alat pelajaran/alat peraga . Tenaga Pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. karena atas perannya sebagai manajer pendidikan. baik perencanaan strategis maupun perencanaan operasional. (4) menyusun perencanaan.menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran .

keuangan. guru dan siswa .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala d.mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c. Kurikulum Dengan memanfaatkan paradigma baru mengenai pengelolaan sekolah maka dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah yang memegang peranan pentingnya adalah kemampuan kepala sekolah.membuat lembaran kerja siswa . kesiswaan.Pengurusan administrasi pegawai. Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: .Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah . . tenaga kependidikan. dan lingkungan sekolah.membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kondisi fisik dan psikis yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan dan kreativitas merupakan tugas utama secara operasional dalam aspek manajemen dan memotivasi staf untuk dapat bekerjasama secara sukarela dalam mencapai tujuan organisasi. sarana prasarana.Pengelolaan keuangan sekolah .Penyusunan program tata usaha sekolah .mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya .117 . Peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah melalui MBS dapat dilihat bagaimana kepala sekolah memanajemen mulai dari: kurikulum.meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran .

sarana atau memberikan kritik dlam berbagai kesempatan. yang berorientasi pada standar isi dan standar kompetensi lulusan. (7) tidak mengambil tanggungjawab yang menjadi kewenangan guru. Upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah memberdayakan guru.118 Ketercapain tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijakan kepala sekolah sebagai salah satu pemimpin pendidikan. dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru. (6) memfasilitasi para guru dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan. (4) menghargai kontribusi setiap guru dan memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. (8) memiliki inisiatif dan siap menghadapi resiko. Hal ini karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang professional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerja sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan. sesungguhnya sebagian besar ditentukan oleh aktivitas kepala sekolahnya. (2) mempermudah aturan/prosedur. Peranan kepala sekolah dalam melaksanakan dan mengembangkan KTSP merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah. Peranan kepala sekolah dalam memberdayakan guru mencakup: (1) pelimpahan wewenang berdasarkan kemampuan guru. (5) mendorong guru untuk berani mengemukakan pendapat. Kegiatan lembaga pendidikan sekolah disamping diatur oleh pemerintah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasan bagi sekolah untuk mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. menyelesaikan konflik. (3) memberikan arahan. Kepala sekolah merupakan kunci kesuksesan sekolah dalam mengadakan perubahan. Sehingga kegiatan meningkatkan dan memperbaiki program dan proses pembelajaran di sekolah sebagian besar terletak pada diri kepala sekolah itu sendiri. bimbingan dan konsultasi serta menjelaskan apa yang diharapkan dari kepemimpinan kepala sekolah. (9) bertindak realistis dan dipandu oleh nilai-nilai .

Kemampuan kepala sekolah dituntut untuk bisa memanfaatkan peluang seperti ini (MBS dan KTSP). staf tata usaha. Dalam memanfaatkannya masing-masing sektor harus dikembangkan sesuai dengan latar belakang profesi kependidikannya. wakil kepala sekolah. Prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: . Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. serta alat-alat dan media pengajaran. Akan tetapi dalam memanfaatkannya harus bisa membaca peluang dan kemampuan yang dimiliki masing-masing sektor. Dalam MBS dan KTSP peranan kepala sekolah memegang peranan penting dalam mengatur. potensi personal atau warga sekolah dan sarana prasarana. maka seluruh komponen pendidikan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran siswa harus dianalisis berdasarkan tuntutan program pembelajaran. dan personil pembantu sekolah. karena kepala sekolah telah diberi keleluasaan dalam mengembangkan sekolah seperti potensi lingkungan sekolah. Manajemen Sarana Prasarana Agar kegiatan pembelajaran siswa terjadi dengan efektif dan efisien.119 kebenaran dalam mewujudkan visi sekolah. (12) menciptakan rasa aman dan kepuasan bagi guru. (11) bekerjasama dan menjalin hubungan dengan guru berbasis kepercayaan. ruang kelas. mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. (10) memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan guru. khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. e. meja kursi. Dengan memanfaatkan potensi tersebut secara optimal maka diharapkan akan ada peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah. Dalam memanfaatkan potensi masing-masing sektor harus diperhatikan beberapa hal seperti kemampuan yang dimiliki masing-masing guru mata pelajaran.

sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. Tingkat Nasional atau Internasional dalam Bidang akademik maupun non akademik yang pernah diterima. tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. Dengan figur kepala sekolah dalam memimpin terdapat peningkatan mutu yang signifikan. berikut ini prestasi yang pernah diperoleh sekolah diantaranya: prestasi pada Tingkat Daerah. rapih. Maka tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah ini berdasarkan studi dokumentasi. jalan menuju sekolah. seperti berikut: Tabel 4-1 Keadaan Siswa SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Kelas VII Kelas VIII Kelas IX 401 339 312 404 381 311 474 441 472 Jumlah 1052 1096 1387 .120 halaman. Input dan output hasil pendidikan Dari Output yang dihasilkan dilihat dari tingkat kelulusan pada setiap tahunnya rata mencapai 99. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. komponen tersebut merupakan sarana pendidikan. taman sekolah. f. 4 % dengan rincian pada dua tahun terakhir adalah sebagaimana tercantum pada tabel 4-1. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. kebun.

SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung.40 8. memanajemen yang profesional.17 Kelulusan 100 % 99. Pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.86 7. 7.73 Rata-rata Nilai UAN Bhs. Kimia) adalah 8 orang. Dengan adanya pengelolaan pendidikan dewasa ini maka melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan materi pembelajaran melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Mat IPA Jumlah Ing. 91 8. diketahui bahwa guru yang memiliki kualifikasi guru Ilmu Pengetahuan Alam (spesifikasi Biologi. Kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan tahun 2008-2009 Tabel 4-3 Kualifikasi tenaga pendidikan No 1 2 3 Ketenagaan Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha S2 S1 1 34 D3 23 D2 6 D1 SMA SMP 11 - Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah. Ind 7.121 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-2 Prestasi Akademik UAN SMP Negeri Rancaekek 1 Kabupaten Bandung No. Fisika.10 % Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dari kondisi tersebut di atas maka hasil ujian akhir nasional selama dua tahun pelajaran mengalami peningkatan khususnya pelajaran IPA yaitu sebesar 0.83 8. maka kepala sekolah dapat secara leluasa mengambil tindakan yang bertujuan meningkatan mutu pendidikan.45 31. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs. Selanjutnya dapat digambarkan pula bahwa dari sejumlah guru yang tercantum pada tabel 4-2. 2.77 7.09% g.50 8.54 33. bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha .

dengan penuh keihlasan yaitu guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dan didukung oleh pembantu pelaksana tata usaha dan petugas lainnya. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Pemerataan Pendidikan b.500 m2 . Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. tangguh. mandiri. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di jalan Bojongsalam Desa Bojongsalam. Efesiensi Keberhasilan pelaksanaan program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun pelajara 2009/2010. Luas lahan sekolah : 16. Demi kelancaran pencapaian peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. hubungan masyarakat.122 Esa. dengan rincian profil sebagai berikut: a. berdisipiln. maka disusunlah program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung tahun pelajaran 2009/2010. Relevansi Pendidikan c. diperlukan adanya perencanaan yang matang disertai penyusunan langkah kegiatan. dan melaksanakan administrsi pendidikan. tindakan dan pengambilan keputusan yang harus dilaksanakn oleh kepala sekolah. berkepribadian. pembagian tugas yang jelas. dan berfungsi untuk mendidikan. Program kerja berdasarkan Dinas Pendidikan Pemerintah Propinsi Jawa Barat. cerdas. yaitu menyelenggarakan pendidikan dalam arti luas. Program kerja ini berdasarkan atas keberhasilan dan kekurangna program kerja tahun pelajaran 2009/2010. Pendidkan Nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi satuan kerja SMP. dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. sebagian besar ditentukan oleh aparat pelaksana yang menguasai tugas dan fungsinya. dengan empat strategi pokok: a. melatih. berbudi pekerti luhur. mengajar. Peningkatan Mutu pendidikan d. bekerja keras. bertanggung jawab. melaksanakan BP/BK.

misi. Mengunakan sarana prasarana sekolah seperti: Mosola. d. Meningkatkan kualitas guru dan tata usaha e. Memberdayakan sarana yang ada sebagai nara sumber c. ruang belajar dll. d. o. Memfasilitasi kegiatan yang mendukung tercapainya harapan di atas. j. h. g. e. Jumlah Guru Non PNS Harapan dan rencana program kerja di SMP 2 Negeri Kabupaten Bandung yang sesuai dengan tuntuan tujuan pendidikan nasional maka perlu suatu strategi kerja sekolah yang dituangkan dalam visi. TUJUAN : a. Sumber daya alam Mengembangkan sumber daya alam dan pengelolaan sekolah untuk meningkatkan kewirausahaaan dan penambahan ruang belajar b. k.00 – 11. Efesiensi dan efektifitas dalam menggunakan data. f. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI : Masyarakat Sekolah yang Agamis dan Unggul dalam Prestasi MISI : a. Sumber daya manusia . i. b. n. Meningkatkan disiplin peserta didik f. l.30 WIB) Rancaekek m. c. Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Perpustakaan Laboratorium Jumlah Murid Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : 3450 m2 : 28 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1219 orang : 44 orang : 5 orang : 10 orang : Pagi (07.123 b.

penataran atau pendidikan formal. diklat. jenjang dan sifat sekolah. mulai dari peran kepala sekolah. Mengorganisasikan kegiatan. MGMP. Bertanggung jawab kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Melaksanakan urusan tata usaha dan urusan rumah tangga sekolah. Untuk mewujudkan visi. Sebagai Pimpinan Unit Pelaksana Teknis. 2) Tenaga administrasi: Peningkatan profesionalisme dan peningkatan keterampilan staf tata usaha melalui pembinaan. Membina kerja sama dengan orang tua. Melakuan evaluasi. dan tujuan di atas. melalui pembinaan. guru. pegawai. Mengambil keputusan. penataran dan membuka kesempatan bagi guru untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. masyarakat dan dunia usaha. Menentukan kebijakan. misi. perlengkapan.124 1) Tenaga edukatif: Menanamkan sikap profesionalisme yang berkaitan dengan tugas mengajar. misi dan tujuan . Membina organisasi siswa intra sekolah (OSIS). siswa. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir bagi siswa di sekolah. diklat. Mengadakan rapat. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. 2) Kepala sekolah berfungsi sebagai pimpinan: Kepala sekolaha juga memiliki kewajiban sebagai berikut: Menyusun perencanaan. berkewajiban: Melaksanakan pendidikan formal selama jangka waktu tertentu sesuai dengan jenis. Adapun tugas dan peran masing-masing dari komponen warga sekolah dijabarkan sebagai berikut: a. untuk mewujudkan visi. kurikulum dan sarana prasarana harus saling menunjang dan mendukung tersebut. Mengatur proses belajar mengajar. Melaksanakan pengawasan. Mengatur administrasi (kantor. siswa. Mengarahkan kegiatan. Tugas Kepala Sekolah. tata usaha.

Pengkordinasian. b. 3) Kepala Sekolah Selaku administrator bertugas: Kepala sekolah sebagai administrator maka memiliki kewajiban menyelenggarakan Pengorganisasian.menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran . Keuangan.membuat alat pelajaran/alat peraga . Perpustakaan.melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar . Kegiatan kerja sama dengan masyarakat. Pengawasan. Ruang ketrampilan/kesenian. Kurikulum. Tugas Tenaga pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efesien.125 keuangan).membuat satuan pelajaran .mengisi daftar nilai siswa . administrasi Pengarahan.membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan atau program semester .melaksanakan kegitan penilaian belajar . Kegiatan ke tata usahaan. Kantor. Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha.melaksanakan evaluasi .melaksanakan kegiatan belajar mengajar . 4) Selaku supervisor menyelenggarakan supevisi mengenai: Maka selaku sepervisor Kepala Sekolah berkewajiban melaksanakan: Kegiatan belajar mengajar. Kesiswaan. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: . Perlengkapan. sebagai berikut: Perencanaan. Kepegawaian. Laboratorium. Kegiatan ekstrakulikuler. Kegitan bimbingan dan konseling.

Jadwal evaluasi belajar .membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa . Tugas Urusan Tata Usaha Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut : .Pengelolaan keuangan sekolah .Jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (raport) dan penerimaan Program pengajaran .Kriteria persyaratan naik kelas/tidak naik kelas .Pengurusan administrasi pegawai.Jadwal pelajaran .126 .mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c. guru dan siswa .mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya .meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran .membuat lembaran kerja siswa . Tugas Urusan Bidang Kurikulum Urusan bidang kurikulum mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegitan penyusunan: .mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .Satuan pelajaran dan menggerakan sebagai koordinator .Penyusunan program tata usaha sekolah .melaksanakan tugas tertentu di sekolah .menciptakan karya seni .Kemajuan kelas .Laporan pelaksanaan pelajaran d.ijazah .mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum .Pelaksanaan Ujian Nasional .Pembagian tugas guru .

Mengadministrasikan pendayagunaan sarana prasarana .Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasaran sekolah . berdasarkan studi dokumentasi secara rinci akan dijabarkan sebagai berikut : Tabel 4-4 Keadaan Siswa SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Jumlah Kelas VII 401 404 471 Kelas VIII 339 381 386 Kelas IX 312 311 362 1052 1096 1219 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-5 Keadaan Guru SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Kualifikasi tenaga kependidikan No Ketenagaan S2 S1 D3 D2 D1 SMA SMP .Menyelenggarakan penerimaan siswa baru .Pengelolaan pembiayaan alat-alat pelajaran .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah . keadaan guru.Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . hal ini sejalan dengan upayaupaya sekolah yang terprogram secara sistematis untuk lebih dikembangkan sumber daya manusia yang siap dan unggul untuk itulah diperlukan langkahlagkah program mulai dari keadaan siswa. bahwa di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung.Menyusun laporan pelaksanaan urusan saran prasarana secara berkala Selain peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di atas.Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala e. Tugas Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : .127 . sarana prasarana pembelajaran dan hasil lulusan tiap tahun.Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah .

07 7.86 7.43 8.128 1 2 3 Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha 1 - 35 - 7 - - 1 - 8 3 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Sarana dan Prasana Pembelajaran SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tabel 4-6 Sarana Ruangan SMP Negeri 2 Rancaekek No 1 2 3 6 9 10 12 13 14 15 16 17 18 Ruang Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Komputer OSIS/Pramuka/PMR Lapangan Upacara Olah Raga Guru Piket BP-BK Tata Usaha Masjid Gudang Kesenian Jumlah 28 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Baik 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kondisi Cukup Rusak 1 1 - Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-7 Multi Media SMP Negeri 2 Rancaekek No 3 4 5 6 7 Media VCD Player TV Monitor Sound System Tape Recorder Komputer Jumlah 2 4 1 2 24 Baik 2 4 1 1 Kondisi Cukup Kurang 1 4 20 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Tabel 4-8 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung No.93 7.40 30.82 .24 29. Ind 7.10 Mat Bhs.39 Jml Kelulusan 100 % 100 % 8. IPA 7.60 7. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Rata-rata Nilai UAN Bhs. Ing.

d. Juara 1 Gerak Jalan PORGUR cabang PGRI Rancaekek tahun 1996.129 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Meskipun lokasi SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. Juara 2 putera ALGA-CUP 3 tahun 1998. Sedangkan proses pembelajaran berdasar pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2) Relevansi (Link and Match). hal ini dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang diperoleh. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di Jalan Teratai Raya Bumi Rancaekek Kencana. Juara 1 membaca cerpen tingkat Bandung Raya yang diselenggarakan oleh UNINUS pada tahun 2009. yang berdirinya pada tahun 1993 dengan data sebagai berikut: a. tetapi semangat siswa untuk mendapat prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non-akademik tetap tinggi. dan sasaran utama 4) Peningkatan Mutu Pendidikan. c. 3) Efesiensi. Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Juara 2 Tenis Meja Puteri tingkat Kecamatan tahun 2001. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor : 6. 3. adalah meningkatkan mutu pendidikan memilik 4 (empat) strategi sekolah diantaranya yaitu: 1) Pemerataan Pendidikan.736 m2 : 30 Ruang : 1 ruang . b. Hal ini dicapai dengan cara mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan potensi personal yang dituangkan dalam rencana sekolah. diantaranya adalah: juara 1 Tenis Meja Putera tingkat Kecamatan pada tahun 2008. Program kerja di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung.000 m2 : 1. maka kepala sekolah dapat secara leluasa dalam mengambil tindakan strategi sekolah yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tersebut. Juara 1 Putera Wide Game MABISA Paseh pada tahun 2003. Juara 3 Bola Volly Puteri tingkat SLTP Se-Bandung Raya tahun 1997. terletak di pinggiran kota Rancaekek dan berada di daerah yang rawan banjir. selain dari itu ada pula berbagai macam prestasi dalam bidang lainnya.

o. Mewujudkan tercapainya pendidikan meliputi tujuan kurikuler. q. p. MISI: a. Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan kehidupan beragama di lingkungan sekolah. l. Jumlah Murid Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. dan tujuan pendidikan nasional.00 – 12. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI: SMP Negeri 3 Rancaekek BERIRAMA. i. f. dan menyenangkan dengan suasana kekeluargaan.40 WIB) : 1 ruang : 1 ruang m. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai suatu tempat belajar yang aman. g. . Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah Ruang seni Ruang PKS : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 8 unit : 1 unit : 1 unit : 1366 orang : 71 orang : 17 orang : Pagi (07. k. h. nyaman. c. n. r. Mendidik siswa agar menjadi warga negara yang beriman dan taqwa.130 e. memiliki harapan yang dituangkan melalui visi. berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ramah terhadap lingkungan alam dan masyarakat serta mandiri dalam mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. b. misi. efektifitas dan efesiensi kerja sekolah di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. j. institusi.

kepegawaian. keterampilan serta potensi dan bakat lainnya. STRATEGI: a. 6) Sekolah menjadi suatu tempat untuk kegiatan belajar sesuai dengan konsep wawasan wiyata mandala. Menanamkan dan mengembangkna rasa percaya diri kepada siswa terhadap kemampuan baik dalam bidang akademis. f. 2) Pemberdayaan sarana dan prasarana serta sumber daya personil di lingkungan sekolah 3) Job Description sesuai dengan The Right man on the Right Place. Penataan kelembagaan 1) Penyempurnaan manajemen sekolah yang meliputi bidang akademik. Menciptakan rasa kesatuan korep dan pelaksanaan tugas secara propesional serta kerja sama yang efektif dan efesien. Menumbuhkan kesadaran kepada setiap warga sekolah agar supaya dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya dimana sekolah itu berada g. keuangan dan kantor. karyawan dan sesama teman di lingkungannya. Peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar 1) Tertib dalam mematuhi jam kerja 2) Tertib dalam administrasi KBM dan pelaksanaannya secara efektif dan efesien. pemerintah daerah. guru. 5) Peningkatan kerjasama dengan komite sekolah dan instansi terkait. 3) Menumbuhkan dan mengembangkan kerja sama khususnya antara guru mata pelajaran melalui MGMP. kesiswaan. . b. 4) Penataan dan penambahan sarana pisik sekolah.131 d. tokoh masyarakat/orgamnisasi dan lingkungan setempat. Menumbuhkembangkan budi pekerti luhur terhadap siswa agar siswa hormat terhadap orang tua. e.

4) Mengikutsertakan guru melalui penyetaraan UT. mengarahkan. pelaksanan Ulangan Umum. laporan hasil belajar siswa. mengkordinasikan. siswa. c. catur wulan/semester berdasarkan kalender pendidikan. 5) Menyediakan buku-buku referensi guru di perpustakaan sekolah. UPI dan STKIP. guru. 1) Pemberdayaan diklat/penataran/MGMP bagi guru 2) Penerapan hasil diklat/penataran dalam KBM secara tepat gMuna dan berhasil guna. rencana pelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2006 (KTSP). misi dan strategi sekolah tesebut dibuat rincian tugas masing-masing personil sebagai berikut: a. 6) Mengembangkan muatan lokal dan kegiatan ekstra kurikuler. kurikulum dan sarana prasarana yang harus saling menunjang dan mendukung untuk mewujudkan visi. Peningkatan kualitas profesi tenaga pendidik. 5) Mengembangkan wawasan keunggulan sekolah.Mengatur proses belajar mengajar yang mencakup: program tahunan. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dalam pengelolaan personal mulai dari peran kepala sekolah. pembagian tugas guru yang langsung dituangkan pada jadwal pelajaran. 3) Peningkatan pemberdayaan supervisi kepada guru. Peran dan Fungsi Kepala Sekolah Kepala sekolah mempunyai tugas merencankan. Ulangan Blok dan Ujian Akhir Nsional. 7) Mensukseskan wajib belajar 9 tahun 8) Menampilkan sekolah yang ideal melalui kegiatan wawasan wiyata mandala.132 4) Menumbuhkan keunggulan kompetitip di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah secara kreatif. menyusun norma kenaikan kelas. mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan rincian sebagai berikut: . . 6) Setudi banding antar guru mata pelajaran sejenis maupun antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman. tata usaha.

Try out. membuat alat pelajara/ alat program.Mengatur administrasi pegawai .133 .Mengatur administrasi keuangan . Menyusun laporan kegiatan pembelajaran. menciptakan karya seni.Mengatur administrasi perlengkapan . mengisi daftar nilai siswa. c. mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.Mengatur adminiistrasi kantor . Tes/kuis. mengadakan . Memahami tugas setiap seksi dalam kurikulum. Pelaksanaan ujian sekolah dan nasional. melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Pemantapan. menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran. Membuat konsep surat tugas. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar. membuat satuan pelajaran (RPP).Mengatur administrasi perpustakaan . membuat alat pelajaran/alat peraga. melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.Mengatur administrasi keuangan . Peran dan Fungsi Bidang Kurikulum Program kurikulum di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung memiliki tugas sebagai berikut: Membuat konsep kelengkapan administrasi guru dan wali kelas. Menyusun kegiatan kurikulum. Mengkordinir dan membantu tugas setiap seksi dalam kurikulum.Mengatur administrasi siswa . melaksanakan evaluasi. melaksanakan kegitan penilaian belajar.Mengatur hubungan dengan masyarakat b. Peran dan Fungsi Tenaga Pendidik (guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. melaksanakan tugas tertentu di sekolah.Mengatur pembinaan kesiswaan .

Harus bertindak sopan terhadap guru. meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran. baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . guru dan siswa . Peran dan Fungsi Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: . pengawas. perabot dan peralatan sekolah yang ada . diri siswa sendiri. .Membantu kelancaran pelajaran di kelas maupun jalanya sekolah pada umumnya . d. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran.Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah .Membantu kelancaran sekolah dalam proses kegiatan belajar . Kegiatan MGMP.Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah . Kewajiban siswa .Pengurusan administrasi pegawai.Pengelolaan keuangan sekolah . halaman WC. membuat lembaran kerja siswa. membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa.Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung. Menyusun kelengkapan pembelajaran.Ikut bertanggung jawab atas kebersihan. keamanan dan ketertiban kelas serta sekolah pada umumnya.Ikut membantu agar tata tertib sekolah dapat berjalan dan ditaati .Ikut menjaga nama baik sekolah.Penyusunan program tata usaha sekolah .Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala .134 pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya. orang tua dan temanteman e.Melengkapi diri dengan keperluan sekolah .

Peran dan Fungsi Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan bersama kepala sekolah menyusun : .Bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana perlengkapan sekolah g. yang lebih dikembangkannya adalah sumber daya manusia yang siap.Membantu merencanakan rehabilitasi program sekolah .Mengajukan kebutuhan alat dan bahan praktikum .Bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan di laboratorim.Mencatat sarana dan prasarana sekolah yang masih dapat dipakai dan yang tidak dapat dipakai . .Menginventarisir alat dan bahan praktikum .Membuat program kerja laboratorium . larangan dan peringatan.Memelihara alat dan bahan yang ada . maka salah satu perangkat program pengelolaan sekolah ini akan senantiasa merupakan suatu perangkat dari sistem manajemen sekolah yang dapat dipergunakan untuk dijadikan arah pelaksanaan program bagi pengelolaan sekolah.Membuat jadwal praktek.Kebutuhan sarana dan prasarana sekolah . Peran dan Fungsi Pengelola Laboratorium Pengelola laboratorium mempunyai tugas membantu guru dalam kegiatankegiatan pembelajaran yang memerlukan praktek: . Sejalan dengan hal tersebut dan berdasar bahan masukan dari lapangan. bahwa peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung.Memantau penggunaan sarana dan prasarana sekolah . tata tertib laboratorium. maka diperlukan program rencana pengembangan sekolah (RPS) di sekolah untuk dijadikan standar dalam rangka meningkatkan mutu. efektipitas dan efesiensi pelaksanaan pendidikan yang tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku sesuai dengan pengelolaan manajemen berbasis sekolah .135 f.

42 33.136 (MBS).89 Nilai UAN IPA 8.53 8. Potensi Lingkungan Sekolah Potensi lingkungan di SMP Negeri Rancaekek 3 Bandung. Mat Ing.44 Rata-rata Bhs.56 Kelulusan 100 % 100 % Bandung Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Tabel 4-11 Kondisi Guru dan Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Jumlah Guru Jumlah Tata Usaha No Ijazah Guru Tetap Guru Tidak TU. mulai dari kondisi siswa. Ind 8. Tidak Tetap Tetap Tetap 1 S2 3 2 S1 47 6 3 D3 8 1 3 4 D2 6 5 D1 1 6 SMA 7 7 Jumlah Total 64 7 10 7 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung g. kondisi guru.Jumlah pendaftar selalu melebihi daya tampung .49 8.36 8. data di bawah ini berdasarkan studi dokumentasi. TU. bahwa : . sebagai berikut: Tabel 4-9 Kondisi Siswa SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2009-2010 No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1 VII 206 220 426 2 VIII 236 235 471 3 IX 238 223 461 Total 680 678 1358 Jumlah Rombel 30 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung Tabel 4-10 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 3Rancaekek Kabupaten Bandung No 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs.63 8.60 Jumlah 33.02 8. dan potensi sekolah. 8.

Adapun uraiannya sebagai berikut: 1.Tersedianya jumlah tenaga guru yang memadai .Kualifikasi Tenaga Pendidik sebagain besar sarjana .Jumlah karyawan cukup banyak . Startegi Guru dalam merencanakan isi materi. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara. kondisi guru dan tata usaha. seperti diantaranya adalah: Juara 1 Baca Puisi tingkat SMP se-Jawa Barat pada Tahun 2009.137 . hal ini relevan dengan hasil penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pada tahun 2005 mendapatkan nilai Akreditasi A (sangat memuaskan). Juara 1 Musikalisasi Puisi seBandung Raya tahun 2007. Juara 1 Bola Volly antar SMP se-Kecamatan Rancaekek tahun 2007. B. observasi dan studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen yang ada.Bandung Timur Tahun 2008. Juara 1 Wide-Game Pramuka tingkat Kabupaten Bandung tahun 2002. penulis tuangkan berdasarkan urutan pokok masalah penelitian sebagai sasaran dalam menyajikan deskripsi hasil penelitian. dan juga memiliki berbagai prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik. Jauara 1 Menggambar tingkat Kabupaten Bandung tahun 2005. Juara 1 PASKIBRA tingkatKabupaten Bandung tahun 2005.Masih tersedianya lahan tanah sekolah untuk penambahan bangunan Dengan melihat hasil dokumentasi di atas mulai dari kondisi siswa. telah melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang . serta potensi lingkungan sekolah. Tata Usaha dan komponen terkait lainnya). proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. mereka pengelola sekolah (Kepala Sekolah. Juara 2 LKBB se. Juara Umum Wide-Game Trophy Bupati Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2003. sangatlah berpotensi untuk lebih dikembangkan. Deskripsi Hasil Penelitian Penyajian hasil penelitian. Juara 1 Siswa teladan tingkat Kabupaten Bandung tahun 2001. Juara 2 Futsal tingkat SMP se-Bandung Raya pada Tahun 2009. Guru. di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung.

konsep-konsep. misalnya dengan cara peer teaching. CTL pembelajaran aktif. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah sedangkan tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah: meningkatkan efisiensi/efektivitas pembelajaran. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk meningkat kemampuan siswa dari hasil belajarnaya sehingga siswa memiliki perubahan yang mengarah kepada hal yang lebih baik sesuai dengan harapan sekolah. Berdasarkan hasil temuan di lapangan di ketiga SMP Negeri yang berada di Kabupaten Bandung. sehingga IPA Terpadu bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. mereka (guru) berpendapat. kreatif dan inovatif serta memiliki persepsi yang sama dengan komitmen terhadap program yang telah disepakati dari masing-masing sekolah. kreatif dan mandiri. Temuan lain menunjukkan bahwa perencanaan di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu materinya harus berkaitan erat dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. team teaching. meningkatkan minat dan motivasi dan beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. berdaya guna secara optimal diperlukan wawasan yang luas. .138 menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. meningkatkan motivasi serta tindak lanjut pembelajarannya. Pendapat berikutnya menyatakan bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu tiap-tiap sekolah telah melaksanakan strategi-startegi pembelajaran. temuan penelitian menunjukan bahwa strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tampak para guru IPA di tiga SMP Negeri Kabupaten Bandung dalam pelaksanaan proses pembelajarannya memiliki prinsip bahwa proses pembelajaran IPA Terpadu akan menghasilkan kualitas yang diharapkan bila proses tersebut dapat membangkitkan motivasi kegiatan belajar efektip dan efesien. Sesuai dengan temuan yang didapatkan peneliti. Berdasarkan hal tersebut. Untuk meningkatkan hasil belajar. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. bahwa pembelajaran IPA Terpadu harus membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. sudah dapat dipastikan.

3) Memiliki sikap. kegiatan pembelajaran. bahkan ada juga guru yang malakukannya sendiri. tujuan pembelajaran. Hal ini mengandung makna bahwa pengatahuan hasil proses belajar mengajar itu bagi para peserta didik seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. materi ajar. teori dan hukum. Produk. menyatakan bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang ciri-cirinya sebagai berikut: 1) Hasil pembelajaranya tahan lama dan memiliki kecakapan life-skills dalam kehidupan peserta didik. Dengan demikian. Proses. Secara rinci. metoda pembelajaran. alokasi watu. fenomena alam. bahwa pada umumnya guru IPA Terpadu telah membuat perencanaan proses pembelajaran yang dibuktikan dengan adanya dokumen berupa: program tahunan. Aplikasi. berupa fakta. Selain dari itu sebagian guru juga sudah membuat rencana program kegiatan praktek laboratorium. kompetensi dasar. penyusunan model ini di antaranya bertujuan untuk: . pengembangan silabus. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Tujuan penyusunan Model Pembelajaran IPA Terpadu pada dasarnya untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan sebagai kerangka acuan bagi guru dan pihak terkait. Berdasarkan studi dokumentasi. guru harus mempertimbangkan berapa persen (%) yang diserap oleh peserta didik (siswa) dari yang diajarkan itu akan masih diingat kelak oleh peserta didik. indikator pencapaian kompetensi. program semester. yang langsung dikonsultasikan dengan koordinator laboratorium. makhluk hidup. penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. standar kompetensi. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran. rasa ingin tahu tentang benda. prinsip. 2) Hasil itu merupakan pengatahuan yang betul-betul asli. serta memiliki program evaluasi dan program berbaikan dan pengayaan.139 Dari hasil wawancara dengan ketiga kepala SMP Negeri di Kabupaten Bandung. presedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah.

menyusun silabus. tahan lama dan memiliki kecakapan life skills dalam kehidupan peserta didik. Aktivitas peserta didik perlu ditunjang oleh media pembelajaran yang memadai. karena secara teknis akan terjadi kesulitan pengaturan jadwal dan pengaturan tim pengajar bila diajarkan lintas bidang studi. pengetahuan.140 1) memberikan wawasan bagi guru tentang apa. dan bagaimana pembelajaran IPA terpadu pada setiap jenjang pendidikan dari mulai SD sampai dengan tingkat pendidikan menengah. 3) membimbing guru agar memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu. 4) memberikan wawasan. agar tema dapat dibahas secara mendalam dan luas oleh guru bidang kajian IPA. Tema yang dibahas disajikan dalam konteks IPA-lingkungan-teknologimasyarakat. 2. agar peserta didik dapat memahami tema secara komprehensif dan terarah. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Tepadu hendaknya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. 2) memberikan keterampilan kepada guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran (memetakan kompentensi. Upaya Guru dan Sekolah dalam melaksanakan isi materi. sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terpadu. dan menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran) dan penilaian secara terpadu dalam pembelajaran IPA. . memperoleh pengetahuan yang betul-betul mengandung makna. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. Mata pelajaran yang dipadukan sebaiknya masih dalam lingkup bidang kajian IPA. dan pemahaman bagi pihak terkait (misalnya kepala sekolah dan pengawas). Pembelajaran IPA secara terpadu akan lebih efektif bila tema yang dibahas relevan dan berkaitan dengan ‘IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat’. yang melibatkan aktivitas peserta didik secara berkelompok maupun mandiri. mengapa.

fenomena alam. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. proses pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”.. Hal ini terjadi karena model pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). rasa percaya diri yang tinggi. maka pembelajaran terpadu dalam IPA terwujud. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. memiliki sikap. produk (berupa fakta. prinsip. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. b. menjelaskan bahwa: pada pelaksanaannya disamping kekuatan/manfaat yang ada. kemampuan eksploratif dan elaboratif akan sulit . memiliki kreativitas tinggi. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. Secara akademik.141 bahwa hasil proses pembelajaran seolah-olah merupakan bagian kepribadian bagi diri siswa. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. Perlu disadari. rasa ingin tahu tentang benda. teori dan hukum. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Tanpa kondisi ini. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. aplikasi) penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. keterampilan metodologis yang handal. makhluk hidup. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. demikan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan melakukan proses pembelajaran sebagai berikut: a.

142 (menemukan dan menggali). guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. Bila sarana ini tidak dipenuhi. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian peserta didik. metode. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. c. penilaian keberhasilan pembelajaran . Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. memperkaya. selera. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Semua ini akan menunjang. dan mempermudah pengembangan wawasan. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. d. Bila kondisi ini tidak dimiliki. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). Dalam kaitan ini. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. f. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. materi). e. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. mungkin juga fasilitas internet. Dengan kata lain.

c. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. e. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. b. d. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA– lingkungan. kolaborasi. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan. dan berinteraksi dengan teman. Selanjutnya melalui kegiatan observasi dan studi dokumentasi yang peneliti lakukan di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung menemukan bahwa ternyata pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA.143 Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkan konsep-konsep dari berbagai sub-mata pelajaran. ‘membaca’. menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. . Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. dan dunia nyata. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. Oleh karena itu. fisika dan kimia. guru. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. ‘berbicara’. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. berdisiplin. dan mandiri. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya.teknologi-masyarakat. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’.

dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Kegiatan tatap muka dimaksudkan menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan . Dengan waktu yang relatif singkat tersebut.144 Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). b) c) d) memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. kegiatan inti. a. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. memberikan acuan topik yang akan dibahas. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik. b. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: a) belajar. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan.

di antaranya adalah sebagai berikut ini. Peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu 3) Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. c. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. 2) Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik.145 sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. dan perorangan. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. kelompok. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. 1) Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut .

menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. 2) pengembangan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik. bakat. pelatih. berdasarkan hasil observasi terungkap bahwa langkah awal yang dilakukan guru IPA untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu dengan melaksanakan langkah-langkah strategi seperti: 1) membentuk MGMP IPA. mengikuti kegiatan forum ilmiah. perencanaan kegiatan. 3) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. seorang pendidik tidak semata-mata sebagai: pengajar. work shop. membaca materi pelajaran tertentu. seminar. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. mengundang nara sumber dan mengadakan pertemuan melalui forum guru/MGMP IPA secara rutin dan mengevaluasi pelaksanaannya. 2) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Hasil wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Mengacu pada hal tersebut. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. 1) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. dalam kehidupan sehari-hari. menyimpulkan materi yang telah .146 Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. dan pembimbing namun harus memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarnnya. 4) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. pendidik. diklat. kondisi situasi. Hal ini mengandung makna bahwa pengetahuan hasil proses pembelajaran itu bagi siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. Dalam proses pembelajaran guru IPA harus dapat membedakan antara pengetahuan konsep dan ketrampilan proses yang disesuaikan dengan minat.

sebagai perangkat pembelajaran. penataran dan sejenisnya. guru IPA juga dapat mengembangkan potensinya. Minat dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan atau kebutuhannya sendiri. serta mengadakan pertemuan rutin dan/atau secara berkala dengan guru-guru IPA baik intern maupun ekstern. ketentuan. yaitu dokumen kurikulum nasional yang berisi program pembelajaran tahunan dan atau semester. afeksi seseorang dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan. 3) Motivasi akan terangasang karena ada tujuan Selain itu. hal ini dikaitkan dengan persoalan minat. 2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa. afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. serta selalu mengikuti berbagai kegiatan pelatihan. ada tiga langkah memotivasi diantaranya: 1) Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. seorang pendidik menyatakan bahwa dengan memotivasi siswa itu merupakan langkah strategi untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. Hal ini menunjukan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepeda seseorang. Temuan lain menujukan bahwa cara-cara yang dilakukan guru IPA untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: atau langkah-langkah dalam proses tujuan-tujuan dan konsep-konsep . Dan selain strategi-strategi yang dimiliki oleh para guru IPA ada hal penting yang harus mereka ketahui/miliki. tuntunan pembelajaran yang berisi pembelajarannya.147 Selain itu. persoalan motivasi ini dapat juga dikaitkan dengan persoalan minat. karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. Hal ini mengandung arti bahwa perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam sistem yang ada pada organisme manusia. Temuan lain.

5) 6) 7) 8) Memberi ulangan Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Persaingan/Kompetisi. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah sarana dan prasarana laboratorium bagi guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan praktikum IPA di . ketrampilan (psikomotor) dan afekksinya. serta mengembangkan potensi peserta didik. Hasrat untuk belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi.148 1) Dengan memberi angka. dengan cara bagaimana seorang pendidik memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber atau referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. empiris. bahwa guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. memiliki sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. 2) 3) 4) Memeberi Hadiah (Reward). menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif seperti tanggap. melaksanakan praktikum. Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. memanfaatkan media. Dalam proses pembelajarannya guru IPA telah memberikan pelayanan optimal terhadap siswa. kritis. memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. Salah seorang siswa menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatan perpustakaan.

memiliki ruang laboratorium IPA. dan laptop. peralatan praktek. siswa.149 laboratorium yang disesuaikan dengan alat yang ada dan atau memiliki media yang memadai sesuai dengan konsep silabus. sehat jasmani dan rohani. dan mengadakan sarana prasarana. kondisi ruang belajar memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. kelengkapan administrasi. turut andil dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. buku sumber. OHP. Hasil penilitian menunjukkan bahwa sebelum melakukan pembelajaran Kepala Sekolah dan Guru terlebih dahulu melakukan evaluasi diri yang hasilnya adalah bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. tenaga kependidikan (TU). Dari hasil temuan di sekolah yang diteliti ternyata hasil obsevasi dan wawancara bahwa rencana sekolah mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan . serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. charta. Hasil wawancara dengan salah seorang tenaga kependidikan (TU). internet. penataran. komputer. dan kenaikan tingkat yang secara pro aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah orang antara tenaga tetap dan tidak tetap. ruang belajar yang ideal. gambar. upaya sekolah adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) kependidikan mengikutsertakan guru dalam pelatihan. dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. alat peraga. regional maupun nasional mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga . memfasilitasi media. dan sejenisnya baik lokal. Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih inter-aktif dan komunikatif apabila menguasai multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer.

f. sehingga para guru IPA tidak dapat mengukur kurang dan lebih di dalam proses pembelajarannya. Letak geografis sekolah yang rawan banjir. c. Berdasarkan hasil observasi di lapangan di SMP Negeri Rancaekek Bandung. 3. telah sejalan dengan peningkatan kompetensi profesional guru dan merupakan suatu keharusan mengikut sertakan dalam pelatihan. e. sehingga menggangu proses pembelajaran. b. masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered. Strategi guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Selain dari itu peneliti juga menemukan faktor pendorong peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung: a. Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru . Sarana laboratorium belum lengkap dan tidak digunakan secara maksimal. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran. Masih ada guru yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. belum memberikan wawasan dan keleluasaan kepada guru-guru IPA untuk mengembangkan potensinya dalam kegiatan peningkatan mutu pembelajaran IPA melalui kegiatan studi banding antar sekolah sebagai startegi sekolah. belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. mengundang nara sumber. d. Temuan lapangan lain menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung sebagai berikut : a.150 Berdasarkan upaya dan rencana sekolah di atas. b. temuan penelitian menunjukan bahwa sesuai dengan tuntutan untuk mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. studi banding untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran IPA Terpadu. yang mempunyai persefsi sama.

Perencanaan pembelajaran meliputi 1) Penjabaran kurikulum. C. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. modul. 1. . Pembahasan Hasil Penelitian Pembahasan adalah merupakan analisis dan kajian peneliti terhadap hasil seluruh rangkaian kegiatan dalam melakukan penelitiannya. Maka dalam bagian ketiga ini penulis akan menguraikan pembahasan hasil penelitian yang telah didapatkan berdasarkan kajian teoritik dan empirik. g. f. regional. dan pembuatan program tahunan dan semester. meliputi: 1) Pelaksanaan pengajaran toeri. d. maupun nasional. sehingga fenomena yang diungkap dalam penelitian ini memperoleh kejelasan secara konseptual keilmuan. Analisis teoritik Berdasarkan analisis teoritik yang ada. Pembahasan hasil penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemaknaan dan pendalaman atas temuan-temuan empiris dari sisi keilmuan atau rujukan konseptual. 2) pembuatan rencana penagajaran.151 c. Sebagian fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran tersedia. meliputi: pembuatan persiapan pengajaran. buku. 3) Pembuatan rencana evaluasi hasil belajar 4) Pembuatan rencana pembinaan siswa b. meliputi: pembuatan pedoman-pedoman. bahwa pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal sebagai berikut: a. Pelaksanaan pembelajaran. e. yaitu: pelaksanaan pengajaran di kelas. penyusunan hand out. Ruangan multimedia. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran di sekolah telah tersedia.

meliputi: evaluasi pedoman dan program. ini banyak menampilkan sesuatu yang baru dalam dunia mulai dari pendidikan. Dari eksplorasi lapangan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. dan belajar di perpustakaan. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Namun bukan hanya prestasi yang penulis teliti semata. c. Evaluasi pembelajaran. Dengan diraihnya berbagai prestasi yang didapat prestasi yang dicapai oleh guru. yaitu: evaluasi proses/pelaksanaan pengajaran. ditinjau dari isi kurikulum. di ruang keterampilan.152 2) Pelaksanaan pengajaran praktek. 2) Evaluasi rencana pengaajaran (toeri dan praktek). 3) Pelaksanaan evaluasi. sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja . yaitu: pelaksanaan pengajaran di laboratorium. 4) Pelaksanaan evaluasi. evaluasi kurikulum. yaitu pelaksanaan pembinaan kegiatan siswa yang meliputi kegiatan ekstra kurikuler. meliputi: evaluasi rencana pengajaran di sekolah dan evaluasi rencana hasil belajar. karena peran steacholder. yaitu: evaluasi rencana pembinaan siswa 4) Evaluasi perencanaan pengajaran. oleh siswa baik prestasi akademik maupun non akademik di tingkat regional maupun tingkat nasional. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Analisis Empirik Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. 5) Evaluasi palaksanaan pembinaan siswa 2. 5) Pelaksanaan pembinaan siswa. Dengan terbuktinya berbagai prestasi yang didapat. maka terlihat bahwa keberadaan pendidikan di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. a. 3) Evaluasi pembinaan siswa. proses dan sarana prasarana. ada pula temuantemuan lain yang belum sesuai dengan harapan hasil instrumen penelitian. meliputi: 1) Evaluasi kurikulum dan penjabarannya. yang dimulai kegiatanya dari aktivitasaktivitas kegiatan rutin sekolah nampak memberikan warna sekolah tersebut.

dan tujuan dari apa yang dilakukan oleh SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung salah satu contohnya. kurikulum dan sarana prasarana. rumusan pernyataan dalam langkah strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. guru. yang menitik beratkan pada proses pembelajarannya mampu menghasilkan hal yang positif bagi peserta didik untuk dapat berpikir tingkat tinggi. latihan berpikir kuantitatif dan memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan pembuatan alat-alat sederhana dan penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Dengan adanya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau mulai dari sumber daya manusianya: kepala sekolah. seperti: memberikan pengalaman bagi peserta didik. misi. mempermudah aturan/prosedur dalam menyelesaikan komplik dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru memberikan arahan dan bimbingan. Dengan demikian. hal ini dikarenakan kejelasan visi. mengimplementasikan kurikulum. Strategi yang dilakukan kepala sekolah mulai dari: memberikan keleluasaan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. mengikuti forum ilmiah. Ini menunjukan bahwa pimpinan dan komponen-komponenya telah berhasil melakukan pengembangan organisasi secara baik. mulai dari sumberdaya manusia.work shop. siswa dan tenaga kependidikan ( TU). semua komponen ini saling mendukung satu sama lain sebab kalau ada salah satu ketimpangan dari komponen tersebut tidak akan berhasil dan tercapai strategi peningkatan dalam pembelajaran IPA Terpadu. telah mampu menunjukan keberadaanya sebagai sekolah yang memilki berbagai keunggulan. Strategi yang dipilih .153 sekolah. memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal. menanamkan pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). mengikutsertakan berbagai pelatihanpelatihan sejenis misalnya seminar. Seluruh komponen lembaga di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan oleh guru. fasilitas sarana dan prasarana sekolah.

Berdasarkan uraian di atas. penyajian tema dan sumber belajar yang mendukung pada konsep-konsep bidang kajian tersebut. dan kemampuan). menyusun silabus pembelajaran terpadu. kemampuan siswa. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu. motivasi dan pembelajaran aktif untuk mencapai tujuan tersebut.154 haruslah yang dapat memberikan kecakapan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunakan pengetahuan. sikap. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian serta melakukan pemetaan. Adapun alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu: menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan. bakat. Strategi yang digunakan para guru IPA dalam proses pembelajaranya seperti strategi-strategi diatas merupakan pilihan strategi yang tepat untuk pembelajaran IPA Terpadu. Keberhasilan pembelajaran IPA Terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. tampak bahwa strategi yang dipilih dan dipergunakan para guru IPA dalam poses pembelajarannya mengacu pada makna strategi-strategi seperti dengan cara peer teaching. produk dan aflikasi yang telah dipelajarinya. CTL. memilih/ menetapkan tema atau topik pemersatu. team teaching. merumuskan indikator pembelajaran tepadu. Dengan cara tersebut siswa terhindar dari proses pembelajaran yang hanya memahami hapalan saja tidak sampai kedalam tingkat pemecahan permasalahan. Perlu diperhatikan oleh guru adalah tidak ada satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk semua konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. dan merupakan suatu cara untuk mempermudah dalam penentuan tema antara keterkaitan konsep yang satu dengan konsep yang lain dalam bidang kajiannya. Strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan konsep tertentu tergantung pada tema yang disesuaikan pada kondisi masing-masing tema tersebut yang terlibat dalam proses pembelajaran secara faktual. proses. seperti kemampuan guru. . kebutuhan. dan menyusun rencana pelaksanan pembelajaran terpadu.

untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif sepeti tanggap. letak geograpis. membimbing. Kalau strategi siswanya sudah seperti itu. empiris. mengarahkan serta tidak memfasilitasi keperluan siswanya. latar belakang pendidikan orang tua. memang sudah menjadi suatu keharusan tuntutan dalam pembelajaran IPA Terpadu. bagi siswa sangat berpengaruh kurang baik dalam prestasi terhadap pembelajaran-pembelajaran terhadap kemajuan siswanya sendiri. juga sangat berperpengaruh sekali tentang kondisi lingkungan. kritis. melaksanakan praktikum. yang lainnya dan mungkin mengalami kegagalan apabila orang tua tidak andil dan ikut peduli . serta mengembangkan potensi peserta didik. memiliki sumber reverensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. selain itu juga peran serta orang tua sangat berpengaruh besar dan peduli terhadap pendidikan program sekolah dan juga ikut memantau. membimbing. dan tingkat ekonomi.155 Strategi siswa dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanpaatkan perpustakaan. Dalam proses pembelajaranya guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. mengawasi. tidak mungkin akan tercapai prestasi dalam proses pembelajaran IPA Terpadu yang optimal khususnya. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber dan referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. memanfaatkan media. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah seperti sarana laboratorium. maka sebagai guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan pembelajaran praktikum IPA yang disesuaikan dengan tuntutan konsep silabus. Kalaupun masih banyak ketidak pedulian peran serta orang tua terhadap program sekolah dan tidak membantu. mengawasi dan memfasilitasi untuk keperluan siswanya dalam membantu kemajuan prestasi pembelajaran siswanya. Berdasarkan pembahasan di atas selain strategi dengan berbagai fasilitas yang ada dan peran serta orang tua yang ikut andil dan peduli terhadap dunia pendidikan.

memanajemen lembaga sekolah yang masih belum profesional dan proforsional. internet. komputer. Dalam peningkatan strategi pembelajaran IPA Terpadu idealnya. buku sumber. siswa. dan secara pro-aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah tenaga tetap dan titak tetap. memfasilitasi media. kondisi ruang belajar untuk memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. sehingga tujuan pembelajaran IPA Terpadu dapat tercapai secara optimal. ruang belajar yang ideal. kurang tanggap terhadap berbagai kebijakan. kelengkapan administrasi. dan media lainnya. kontrol evaluasi kurang dilaksanakan. untuk itu tenaga kependidikan (TU). charta. laptop. Sedangkan dari sumberdaya manusia dari tenaga pendidik (guru) masih ditemukan juga. apabila ditemukan dalam pembelajaran . Sumber daya manusia dari Tenaga kependidikan (TU) harus dapat membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. Akan tetapi dari hasil penelitian. memang haruslah seperti uaian di atas. memiliki ruang laboratorium IPA. tujuan program terlihat belum maksimal. observasi. alat peraga. dari mulai strategi sumberdaya manusianya. gambar. dengan cara wawancara. dalam proses pembelajaran IPA Terpadu belum menguasi atau memahami antara yang membedakan pengetahuan konsep dan ketrampilan proses bahkan dalam penentuan tema bidang kajian yang satu dengan bidang kajian yang lain belum memahaminya. harus turut serta dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. mengadakan sarana prasarana.156 Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih interaktif dan komunikatif apabila ditunjang dengan penguasaan multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. startegi kurikulumnya dan strategi sarana prasanannya yang masing-masing komponen saling terkait antara satu dengan yang lainnya. OHP. studi dokumentasi masih ditemukan di dalam proses pembelajarannya belum sepenuhnya menggunakan strategi-strategi yang dipaparkan di atas sangat bertolak belakang dilihat mulai dari sumberdaya manusia seperti peran kepala sekolah. peralatan praktek.

dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. dan berani mengemas serta mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan. Kalau strategi siswanya masih seperti itu. Bandung. apalagi peran serta orang tua tidak mendukung proses pembelajarannya akan sangat berpengaruh. memiliki kreativitas tinggi. yang seharusnya sebagai customer service untuk pelayanan optimal untuk membantu kelancaran program sekolah dan selalu proaktif dan cepat tanggap terhadap lembaga pendidikan di sekolah. bahwa sebagian besar guru dan kepala sekolah di ketiga sekolah yang diteliti telah membuat perencanaan pengajaran yang berupa: penjabarab kurikulum. membuat rencana pengajaran. bahwa tenaga kependidikan (TU). b. Memperhatikan deskrifsi pada bagian terdahulu terdapat masalah yang yang perlu dianalisis baik secara empiris maupun berdasar pada kajian teori. sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajarannya. maka akan menjadi suatu ketimpangan dalam pembelajaran IPA Terpadu. rasa percaya diri yang tinggi. guru dituntut untuk Upaya sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten . Dilihat dari strategi sumberdaya manusia (siswa) dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian yang belum memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatkan perpustakaan. masih ada yang belum profosional dalam kinerja dilingkungan pendidikan. dan lengkap meskipun tidak begitu rinci. rencanan evaluasi hasil belajar dan rancana pembinaan siswa secara tertulis. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan. tersusun sistematis.157 IPA Terpadu masih ada yang seperti itu. memanfaatkan media. melaksanakan praktikum. untuk itu maka pada proses pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Guru harus berwawasan luas. maka strategi peningkatan pembelajarannya mustahil akan tercapai. Sumberdaya manusia tenaga kependidikan (TU). Secara akademik. keterampilan metodologis yang handal.

maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. dan mempermudah pengembangan wawasan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Aspek sarana dan sumber pembelajaran. maka pembelajaran IPA terpadu akan sulit terwujud. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Dalam kaitan ini. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. Penting juga dipaerhatikan Aspek penilaian.158 terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. . Dengan kata lain. Suasana pembelajaran IPA terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Bila sarana ini tidak dipenuhi. karena pembelajaran IPA terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). pada saat mengajarkan sebuah TEMA. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Semua ini akan menunjang. Hal ini dibutuhkan karena model pembelajaran IPA terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). Tanpa kondisi ini. karena pembelajaran IPA terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. Kurikulum juga harus luwes. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Bila kondisi ini tidak dimiliki. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. selera. metode. memperkaya. Selain dari itu pembelajaran IPA terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif baik. mungkin juga fasilitas internet.

penataran. kompetensi sosial. sarana. mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. melakukan pembimbingan dan pelatihan. dan prasarana. Dari hasil temuan di lapangan dari tiga sekolah yang diteliti salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. dana. dan sejenisnya baik lokal. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. tingkat ekonomi. regional maupun nasional. memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. daidapatkan bahwa pelaksanaan .159 Hal lain yang perlu di analisis adalah aspek sumber daya sebagai penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidik. kompetensi kepribadian. ternyata dari hasil obsevasi. menilai hasil pembelajaran. wawancara. masyarakat. letak geograpis. hal ini dikarenakan kondisi lingkungan. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. Temuan lain di lapangan dari tiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang diteliti belum secara optimal dilaksanakan upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional gurunya. sehat jasmani dan rohani. upaya yang dilakukan sekolah tersebut adalah sebagai berikut: a) b) c) d) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. kompetensi spiritual. dan studi dokumentasi yang dilakukakan penulis pada ketiga sekolah. tenaga kependidikan. kurang tanggap terhadap kebijakan. melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. wawancara bahwa rencana sekolah untuk mengembangkan kompetensi profesional dan kualifikasi tenaga pendidikan (guru). serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. dan minat yang dilakukan di kelas Berdasarkan hasil observasi.

Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru. dan perpustakaan sebagian besar berjalan dengan baik. . Temuan lain dari hasil deskrifsi penelitian ketiga SMP Negeri Kabupaten Bandung. meskipun di beberapa sekolah masih ada sebagian guru yang belum melakukan pembelajaran reflektif (inquiri. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) belum seluruhnya guru menguasai media elektronik masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat media Internet beleum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. Dari hasil penelitian menunjukan faktor-faktor penghambat peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung.160 pengajaran baik teori maupun praktek yang dilakukan di kelas. pengamatan. Ruangan multimedia. Pelaksanaan Evaluasi terhadap pelaksanaan proses peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. faktor pendorong untuk 1) 2) 3) 4) 5) Dinas Pendidikan peningkatan kompetensi guru dalam peluang untuk meningkatkan pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut : memberikan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. eksperimen dan penyelesaian masalah) untuk materi kognitif. laboratorium. c. diskaperi. Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia.

personalia. Sumber daya pendukung dan sumber daya manusia sebagai pelaksana evaluasi pendidikan. mengendalikan. Peserta didik. maupun nasional. Ruangan/lahan sekolah multimedia. Evaluasi adalah merupakan alat untuk mengontrol. maka hendaknya pelaksanaan Evaluasi harus memperhatikan: itu berada. Permasalahan yang ada di lapangan tentang penyelenggaraan Evaluasi sering kali terjadi tidak sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. Letak Goegrafis. sarana prasarana dan lainnya. penjaminan dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. metode. pengolahan. Kurikulum. pendidikan Tujuan penilaian adalah penentuan seberapa baiknya pelaksanaan suatu proses pembelajaran apabila dinilai berdasarkan kriteria tertentu atau apabila dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya. kultur budaya dan ekonomi dimana sekolah secara objektif . misalnya: Pendidik. jenjang dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap hasil penyelenggaraan pendidikan.161 6) 7) 8) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. Pengetahuan teknologi informatika dari setiap penyelenggra Dilaksanakan dipertanggungjawabkan hasilnya. utnuk itu agar evaluasi bisa dijadikan acuan dan alat ukur dari hasil penyelenggaraan pendidikan. dan yang menjadi alat ukur untuk melihat hasil suatu proses pendidikan adalah proses evaluasi. dan penafsiran data berkaitan dengan suatu pelaksanaan. Dalam penilaian diperlukan langkah-langkah pengumpulan. sehingga dapat . lingkungan. yang luas untuk dikembangkan sebagai Pendidikan adalah merupakan suatu proses yang terjadi karena adanya sejumlah perangkat yang saling terkait. Untuk penilaian lengkap harus dikumpulkan dua jenis data utama: (1) gambaran jelas mengenai tujuan. regional.

dan sebagainya. materi. . Penilaian terhadap tujuan pendidikan meliputi tujuan institusional. psikologis. Hasil penilaian (data atau informasi) diperlukan sebagai bahan untuk peninjauan kembali. Fungsi penilaian adalah: (1) to diagnose. mambandingkan. interaksi guru dan murid. berkenaan dengan apa yang dinilai yaitu landasan. memperbaiki. dan menentukan jika tujuan telah dicapai. alat bantu belajar dan mengajar. apakah harus dirubah/diperbaiki. mengantisipasi kebutuhan pendidikan. metode penilaian. Oleh karena itu.162 materi. dan generalisasi. Rekomendasi menjelaskan secara teknis dan terperinci tentang alternatif yangdiambil oleh pembuat keputusan. (2) to revise. dan hasil. atau klasikal. konsep. dan pendekatan. dan kegiatan dalam bentuk individu. dan tujuan instruksional. Penilaian secara langsung mendukung terhadap upaya penyempurnaan proses belajar mengajar. atau diganti dengan kurikulum baru. pelaporan kepada para pengambil keputusan. (3) to compare. dan pengembangan kurikulum. kelompok. Penilaian terhadap interaksi guru dan murid meliputi metode pengajaran. tujuan pendidikan. baik terhadap pelaksanaan kurikulum itu sendiri maupun terhadap konseptualisasi dan legitimasi. dan (2) pertimbangan tentang kualitas dan kelayakan tujuan. Penekanan utama penilaian adalah sejauhmana pembelajaran pada suatu kurikulum telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar. Pertama. penilaian memegang peranan penting dalam berbagai keputusan untuk memperbaiki baik materi kurikulumnya itu sendiri maupun pelaksanaannya. Hasil dari penilaian akan menunjukkan bahwa penilaian memberikan informasi kepada pembuat keputusan apakah suatu kurikulum masih tetap digunakan. Penilaian terhadap komponen landasan meliputi filosofis. Komponen Kurikulum yang dinilai dalam penilaian harus jelas apa dan siapa yang dinilai. (4) to anticipate educational needs. perbaikan administrasi pendidikan. dan lingkungan belajar. tujuan kurikuler. Penilaian berfungsi untuk mendiagnosa. Penilaian terhadap materi meliputi materi yang bersifat fakta. and (5) to determine if objective have been achieved. pengembangan kurikulum. dan program penelitian/ pengembangan.

Data tersebut digunakan untuk perbandingan prestasi anak didik dalam situasi yang berbeda. sehingga data tersebut dapat dianalisa secara statistik. Anak didik dinilai dalam kegiatan proses belajar dan hasil belajarnya. Sedangkan pembina pendidikan yang dinilai dalam kerangka penilaian adalah pengawas untuk sekolah-sekolah tingkat menengah dan penilik untuk sekolah tingkat dasar. anak didik. kemampuan akademis. Pengamatan diarahkan kepada penemuan dan pembuktian kasus yang terjadi. Data yang diperoleh akan berupa data kualitatif. Penilaian terhadap kepala sekolah diarah kan kepada kemampuannya dalam mengelola sekolah. Data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah data kuantitatif. dan pembina pendidikan. Usaha untuk manipulasi atau mempengaruhi pelak sanaan kurikulum sebelum dilakukan pengamatan akan mengurangi sifat alamiah dari pendekatan ini. Pendekatan yang dipergunakan dalam penilaian kurikulum akan menentukan jenis data dan bagaimana data itu seharusnya dikumpulkan dan digunakan. Kedua.163 Penilaian terhadap lingkungan belajar meliputi sekolah dan masyarakat. kepala sekolah. berkenaan dengan siapa yang dinilai yaitu kelompok personal yang mencakup guru. membina hubungan dengan pihakpihak di luar sekolah. Keputusan tentang tindak lanjut kurikulum dibuat atas dasar perbandingan data yang diperoleh dari penilaian kurikulum. Scientistic ideals adalah pendekatan penilaian yang cenderung memusatkan kepada hasil atau pengaruh. Dengan demikian. dan membina peraturan-peraturan yang berkenaan dengan pelaksanaan pendi dikan khususnya kurikulum di sekolah. data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah gejala-gejala yang dilihat pada saat pengamatan berlangsung. and (2) humanistic ideals approach. yang artinya data tersebut menunjukkan . Humanistic ideals adalah pendekatan penilaian melalui serangkaian pengamatan terhadap kurikulum yang sedang berlaku. dan keterampilan membina hubungan dengan sesama guru. Nilai tes anak didik merupakan bagian penting dari data yang dikumpulkan. dan (2) latar belakang pendidi kan. yaitu (1) scientistic ideals approach. Dua pendekatan pokok yang biasanya diterapkan dalam penilaian kurikulum. di mana setiap situasi dikontrol sebanyak mungkin. Penilaian terhadap guru meliputi aspek-aspek (1) keterampilan pengelo laan kelas.

panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimalmemanjemen .164 kesan penilai terhadap apa yang diamati dan gambaran kejadian nyata yang terjadi selama pengamatan. Analisa data akan berbentuk pembahasan hubungan dan pola berbagai pengamatan. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimal memanjemen seluruh komponen - - - - - Memiliki visi dan Misi sekolah prediksi ke masa depan Iinisiatif kreatif Perencanaan strategis dan prencanaan oprasional Memfasilita si media pendidikan belum optimal Kontrol. Misi dan tujuan sekolah prediksi ke masa depan Inovasi. evaluasi tidak selalu dilaksanakan Figur. evaluasi selalu dilaksanakan Figur. Strategi penilaian kurikulum akan menunjukkan cara bagaimana penilaian itu dilaksanakan dari tahap permulaan sampai dengan tahap akhir. dan sarana prasarana dapat dilihat dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel 4-12 Deskrifsi Hasil Penelitian strategi proses pembelajaran dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - - Memiliki visi. Dari hasil deskrifsi di atas mengenai strategi pembelajaran IPA Terpadu di ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung terdapat perbedaan dan persamaan. evaluasi kadangkadang dilaksanakan Figur. mulai dari sumberdaya manusia. Strategi penilaian kurikulum sangat penting untuk digunakan oleh para penilai dalam melakukan penilaian kurikulum. panutan bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader Profesional Cepat tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Memanjeme n seluruh komponen secara - - - - - Memiliki visi Misi dan tujuan sekolah Inisiatif Perencana a oprasional Memfasilit asi media pendidikan belum optimal Kontrol. kurikulum. inisiatif kreatif Perencanaan strategis dan perencanaan oprasional Memfasilitas i media pendidikan Kontrol.

Loyal. team teaching. dedikasi. inisiatif kreatif kreatif pembelajaran pembelajaran Kurang Kurang tanggap terhadap tanggap terhadap perubahan perubahan informasi informasi pendidikan pendidikan Bekerja Bekerja belum secara belum secara profesional profesional mengikuti Mengikuti dalam berbagai dalam berbagai kegiatan MGMP kegiatan MGMP Belum Belum optinal untuk optimal dalam membantu membantu mengembangkan mengembangkan program program program program pendidikan pendidikan sekolah sekolah dan dan hubungan hubungan kerjasama intra kerjasama intra sekolah sekolah KadangKurang kadang dalam aktif dalam menjalin hubungan menjalin dan kerjasama antar hubungan dan sekolah dan kerjasama antar masyarakat sekolah dan masyarakat Proses dan Proses dan teknik teknik pembelajaran peer pembelajaran teaching.165 - profosional Bukti prestasi kademik dan non akademik baik siswa maupun guru 2 Guru/Pendidik - - - - - - - Kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik relevan Loyal. tapi pembelejaran kadang-kadang tunggal pembelejaran . team kadang-kadang teaching. dan berprestasi Inovatif. CTL. Kurang Kurang inovasi. peer teaching. team teaching. tapi kadang-kadang pembelejaran tunggal secara profosinal seluruh komponen dan profesional secara profosinal dan profesional Belum Belum adanya prestasi adanya prestasi yang yang diperoleh diperoleh akademik akademik dan non dan non akademik akademik baik baik siswa maupun siswa maupun guru guru Kualifikasi Kualifikasi dan kompetensi dan kompetensi tenaga pendidik tenaga pendidik relevan relevan Loyal. dan dan dedikasi dedikasi. dan motivasi pembelajaran. tapi CTL. CTL. inisiatif kreatif dalam pembelajaran Cepat tanggap terhadap perubahan informasi pendidikan Bekerja secara profesional Pro aktif dalam berbagai kegiatan MGMP Membantu mengembangkan program-program pendidikan sekolah dan hubungan kerjasama intra sekolah Membantu secara aktif dalam menjalin hubungan dan kerjasama antar sekolah dan masyarakat Proses dan teknik pembelajaran peer teaching. pembelajaran aktif. inisiatif inovasi.

166 tunggal 3 Peserta Didik - - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah sangat tinggi Infut dan output sangat mendukung Melek terhadap media (IT) Peran orang tua sangat tinggi terhadap sekolah Motivasi belajar memungkinkan antar siswa bersaing positif Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Kurang membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha belum sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha . inisiatif kreatif dalam belajar Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Membantu dalam perencanaan sekolah Perbandin gan tenaga tata usaha belum sebandng dengan keperluan pengeloaan sekolah - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kurang mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Kurang inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar - - - - - - 4 Tata Usaha - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional Selalu pro aktif membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha profesional - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kuarng mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar sangat kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Sangat Kurang inovatif.

inisiatif kreatif mengembangkan kurikulum Pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran memadai Tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi selalu tersedia Fasilitas ruang belajar sangat lengkap - - - - 6 Sarana dan Prasarana - - - - - - - .167 - Etos kerja peran tata usaha kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap 5 Kurikulum - Dokumen sebagai acuan proses pendidikan selalu lengkap Cepat tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inovasi.

168 Tabel 4-13 Deskrifsi Hasil Penelitian sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Mengikutse rtakan dalam berbagai kegiatan pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Mengundan g nara sumber Selalu melaksanakan kegiatan IHT Mengadaka n studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Selalu memprogramkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengiku tsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengikutsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan .

169 Tabel 4-14 Deskrifsi Hasil Penelitian Evaluasi proses pelaksanaan peninggkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 .

• masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu • masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan • masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan • • masih ada sebagian Media Internet kecil yang belum beleum sepenuhnya menyikapi online dari tiap-tiap perubahan lembaga sekolah kurikulum untuk untuk mengadopsi pembelajaran IPA perkembangan Terpadu pendidikan. • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. sehingga PBM diliburkan. • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan. kebutuhan• kebutuhan yang masih ada sebagian diperlukan dalam kecil yang belum pembelajaran IPA menyikapi Terpadu perubahan kurikulum untuk • masih ada sebagian pembelajaran IPA dalam proses Terpadu pembelajaran • stagnan tidak cepat tanggap terhadap • masih adanya cara kebutuhanproses kebutuhan yang pembelajaran diperlukan dalam bersifat teacher pembelajaran IPA centered Terpadu • • Informasi dari masih ada sebagian lembaga birokrasi dalam proses dinas pendidikan pembelajaran vertikal maupun stagnan horizontal sering • terlambat masih adanya cara proses • Media Internet pembelajaran beleum bersifat teacher sepenuhnya online centered dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan.170 1 Faktor-faktor penghambat • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. • Belum seluruhnya • tidak cepat tanggap guru menguasai terhadap media elektronik. .

regional. maupun nasional • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Ruangan/lahan sekolah yang luas untuk dikembangkan sebagai multimedia Melalui pembahasan pada Bab IV ini penulis berharap dapat memberikan penjelasan tentang kondisi objektif pada beberapa SMP yang ada di Kabupaten Bandung. . • Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap • Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. termasuk berbagai fenomena yang ada sehingga disampaikan beberapa rekomendasi agar dapat memberikan solusi dari beberapa masalah yang ada.171 2 Faktor-faktor pendorong • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia • Ruangan multimedia.

proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. pembuatan persiapan pengajaran. Hal ini dibuktikan dengan adanya pedoman penyusunan program tahunan. tenaga kependidikan.2. penulis mengemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. dan komponen lainnya dengan cara melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah.makhluk hidup serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah . guru sebagai tenaga pendidik. dan tujuan.2. isi kurikulum. program semester. fasilitas sarana dan prasarana sekolah.172 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab V ini. rencana evaluasi hasil belajar dan rencana pembinaan siswa. Peran stake holder sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja sekolah mulai dari sumber daya manusia. (2) Hasilnya merupakan pengetahuan yang betulbetul asli.dan 3 Rancaekek sebagian besar sudah berjalan dengan baik. Keberhasilan ini didukung oleh semua komponen sekolah mulai dari kepala sekolah. penulis akan menguraikan beberapa simpulan dan rekomendasi yang didasarkan pada hasil kegiatan penelitian. siswa.misi. (3) Memiliki sifat rasa ingin tahu tentang benda. Penulis yakin bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang memiliki ciri-ciri: (1) Hasil belajarnya tahan lama dan memiliki kecakapan hidup.dan3 Rancaekek telah mampu menunjukkan kebberadaannya sebagai sekolah yang memiliki berbagai keunggulan karena memiliki kejelasan visi. Seluruh komponen sekolah di SMP Negeri 1. Simpulan Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan pada bab IV. penyusunan handout/diktat. A. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. fenomena alam.

3. Beberapa upaya yang dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah: 1) . dan berbagai cara untuk memotivasi siswa. dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran. 2 dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik. evaluasi rencana evaluasi hasil belajar. dalam 2. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu para guru mengawalinya dengan menentukan tema agar mempermudah siswa mengembangkan kompetensinya. tahan lama dan memiliki kecakapan hidup serta berpengetahuan. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu sangat didukung oleh keprofesionalan guru pada saat kegiatan pembelajaran di kelas. pembelajaran aktif. 2.di laboratorium. proses dan media serta mengevaluasi proses pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. ada juga yang dilaksanakan dengan peer teaching. Keberhasilan para guru dalam melaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dibuktikan dengan pelaksanaan pengajaran baik secara teori maupun praktek di kelas. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1.CTL. evaluasi rencana pembinaan siswa. produk dan dapat mengaplikasikannya kehidupan sehari-hari. di ruang latihan atau diperpustakaan. evaluasi kurikulum.proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1.pelatihan dan MGMP untuk mengembangkan kompetensinya. Untuk meningkatkan profesionalisme guru ketiga kepala sekolah sering mengikut sertakan guru dalam kegiatan pendidikan. Ada yang disampaikan dengan cara guru tunggal. evaluasi rencana pembelajaran. team teaching. menguasai proses. 2.173 baru. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu sebagian besar sudah menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. Hal ini disebabkan karena para kepala sekolah dan wakilnya telah melakukan evaluasi beberapa pedoman dan program. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik meskipun masih ada kendala karena letak geografis Rancaekek yang sering tergenang banjir. dan 3 Rancaekek sangat bervariasi.

3) mengevaluasi ketepatan metode dengan materi ajar dan ketepatan media dengan bahan ajar. 3) strategi sarana prasarana. guru. 5. 2) Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru. Faktor-faktor penghambat dan pendukung peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung.174 sebagian besar guru melaksanakan evaluasi hasil belajar tiap akhir unut dan akhir semester. b. proses pembelajaran. meliputi: 1) Strategi sumber daya manusia (Kepala Seklah. media sarana dan prasarana yang digunakan. faktor pendorong untuk peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut: 1) Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. siswa. 3) Masih ada sebagian guru dalam proses pembelajaran stagnan. 5) mengevaluasi kesesuaian isi materi. 4) Masih adanya proses pembelajaran bersifat teacher centered. Strategi yang dilakukan guru pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. 7) Media Internet belum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. 2) Masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu. 5) Tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu.2. tenaga kependidikan dan komponen lain yang terkait. . 2) menyesuaikan dan mengevaluasi poko bahasan dengan tujuan mata pelajaran. 2) strategi kurikulum. adalah sebagai berikut: a. dan 3 Rancaekek. Faktor penghambat 1) Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. 4. 4) mengevaluasi dan menyempurkan pelaksanaan pengajaran. 6) Informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat.

8) Ruangan/lahan sekolah multimedia. tidak terpaku pada salah satu strategi pembelajaran saja. siswa dan tata usaha). tampak bahwa pembelajaran IPA Terpadu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. masih menghadapi berbagai tantangan. maupun nasional. penataran. sebagai kendali mutu dalam pencapaian tujuan pembelajaran IPA Terpadu.2006). yaitu mulai dari sumber daya manusia (kepala sekolah. 7) Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. yang luas untuk dikembangkan sebagai . regional. dan team teaching. B. dan strategi sarana prasarana. dan sejenisnya baik lokal. Rekomendasi Berdasarkan simpulan di atas. 5) Ruangan multimedia. sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP. CTL. karena tuntutan kebijakan kurikulum dalam pembelajaran IPA Terpadu. Untuk mengatasi keadaan ini memerlukan kelengkapan pemahaman prinsip-prinsip. 6) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. akan tetapi harus menggunakan berbagai strategi pembelajaran aktif. konsep-konsep praktis dan langkah-langkah strategi terutama kaitannya dengan proses pembelajaran IPA Terpadu. Oleh karena itu. 2. peer teaching. strategi kurikulum. 4) Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia. rekomendasi yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut: 1. sehingga efesiensi dan efektivitasnya belum dapat dicapai. Upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional dan kualifikasi guru dengan cara yang dilakukan sekolah adalah sebagai berikut: (a) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. guru.175 3) Bea siswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau dari sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan guru IPA Terpadu. hambatan dan permasalahan.

pada guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum yang berorientasi life-skill. hal ini terjadi karena guru kurang memiliki tanggung jawab terhadap tugasnya. Meminimalkan kekurangan dari faktor-faktor proses penghambat strategi yang merupakan Ilmu pelaksanaan pembelajaran Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. 6) Mencari informasi dari lembaga birokrasi dinas terkait baik vertikal maupun horizontal yang sering terlambat. sehingga siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk menggunakan fasilitas yang ada.176 regional maupun nasional. 5) Memberikan arahan secara terus menerus. pada guru yang pada proses pembelajarannya terjadi stagnasi. yang perlu diantisipasi dengan cara: a. adalah sebagai berikut: 1) 2) Meningkatkan kompetinsi guru yang belum seluruhnya memenuhi kualifikasi dan sertifikasi guru professional Memberikan arahan secara terus menerus. (b) mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. 4) Memberikan arahan secara terus menerus. (c) melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. pada guru yang kurang cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran. dan mampu menguasai media elektronik. (d) memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 3. 3) Memberikan arahan secara terus menerus. seperti: komputer/ laptop dan OHP. . IT/ICT untuk pembelajaran. pada guru yang masih memakai cara-cara proses pembelajaran bersifat teacher centered. sehingga guru harus menguasai penggunaan alat-alat paraktek laburatorium. Faktor penghambat dalam meningkatkan kompetensi guru IPA.

dll. misi. agar Pemerintah terus memberikan bantuan dalam hal keperluan sarana dan prasaran multi media. adalah sebagai berikut: 1) Mensosialisasikan program.177 7) Mangusahakan biaya semaksimal mungkin walaupun manajemen seperti ini memakan biaya yang relatif mahal. melalui bantuan blok-grand berupa laboratorium. sehingga masih sedikit sekali sekolah atau guru yang mampu menggunakan fasilitas ini. mengingat latar belakang ekonomi orang tua murid yang kurang mendukung. 6) Melakukan kegiatan peningkatan mutu dan kualifikasi guru dengan cara KKG. visi. komputer. 4) Meningkatkan jumlah guru untuk memiliki kemampuan menggunakan alat-alat laboratorium. 7) Selalu mengikutsertakan siswanya dalam berbagai macam kegiatan lomba. . bahan dan alat pembelajaran yang akan dipakai. baik tingkat kecamatan. perpustakaan. Menganalisis hal-hal lain yang mendukung dan merupakan kelebihan dari pelaksanaan proses strategi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. 3) Mengupayakan keperluan guru dan siswa. dan komputer. Diklat. kabupaten atau yang lainnya. 5) Mencari peluang secara terus menerus. tujuan dan target yang ingin dicapai dari hasil proses pendidikan yang dilaksanakan. b. 8) Mengusahakan peserta didik memiliki kemampuan dibidang IT/ICT. kaitan dengan kebutuhan bahan ajar. Work-shop. 2) Menggunakan kurikulum yang telah diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. OHP dan fasilitas multi media lainnya. penataran.

G. (2003). Teaching Stategies for College Class Room. (1982). Boston: Allyn and Bacon Inc. Solusi Islam Atas Problematika Umat (Ekonomi. (1984). Standar Kompetensi Lulusan. Depdiknas. G. Depdiknas. Idochi. Qualitative Research for Education An Introduction Theory and Methods. USA. (2007).22 Tahun 2006. Standar Penilaian Pendidikan. J.178 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’anulkarim. S. 16 tahun 2007. Standar Isi. Bogdan. Arikunto. Standar Kwalifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Anwar. (1998). And Biklen. G. Administrasii Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan . Jakarta : Permendiknas No. And Biklen. 23 Tahun 2006. Bandung: Alfabeta. R. (1982). (1994). Konsep. Depdikbud. (1976). Jakarta : Permendiknas No. Bogdan. (2006).20 Tahun 2007. Jakarta : UT. Jakarta: GIP. Depdiknas. BSNP. Garis-garis besar Program Pengajaran IPA. (2006). Qualitatif Rises for Education: and Intruduction Theory and Methods. (alih bahasa oleh Munandir). Riset Kualitatif untuk Pendidikan: Pengantar ke Teori dan Praktek. Boston : Allyn and Bacon Inc. Jakarta : Permendiknas No. Depdiknas. Bandung: CV Diponegoro. Teori. R. And Biklen. Anwar Q. Jakarta : Permendiknas No. Jakarta : Depdikbud. (2007).R. (2006). Standar Pengelolaan Pendidikan. Depdiknas. Kurikulum Sekolah Menengah Pertama. . Jakarta : Permendiknas No. (1993). (2007). R. Bogdan. Pendidikan dan Dakwah). David. Jakarta : Depdiknas. dan Isu. Model Pembelajaran IPA Terpadu. (1990). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. 19 tahun 2007.

Analisis Posisi Pembangunan Pendidikan. Educational Psychology. New York: MacMillan. (2007). Curriculum Reform in the Elementary School. . Makmum. Dewey.S. Mulyasa. Jakarta: Bumi Aksara. Rosda Karya. (2002). (2007) Saatnya Pendidikan Kita Bangkit. Democracy and Education. (1989). Standar Sarana dan Prasarana. Jakarta. 24 Tahun 2007. (1965). Boston : Houghton Mifflin Isjoni.179 Depdiknas. Konsep. Moleong. (1991). (2008). . (2000). Penerbit Pustaka Pelajar. Manajemen Berbasis Sekolah. (2004). Dirjen Dikdasmen. Yogyakarta. Djamarah S. Bandung : Penerbit Remaja Rosda Karya. Bandung: Reamaja Rosda Karya. Jakarta: Permendiknas No. Dirjen Dikdasmen. Strategi Belajar Mengajar. Depdiknas. Implementasi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan. E. Bandung: Remaja Mulyasa. Menjadi Kepala Sekolah Profesional . Jakarta : Rineka Cipat. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. E. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.J. Metodologi Penelitian Kualitatif. E. (2003). Metode Penelitian Kualitatif. (2003). Moleong. KTSP. B. Gaffar. (2007). New York & Londin : Teacher college Press. Mulyasa. Bandung: Remaja Rosda Karya.F. Mulyasa. (2007). (2007). N. 41 Tahun 2007. Jakarta : Biro Perencanaan Depdikbud. M. Manajemen Berbasis Sekolah. Mulyasa. (1984). Lexy. Bandung: Remaja Rosda Karya. Perencanaan Pendidikan. Franklin. Strategi dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosda Karya. (1989). Jakarta : Depdikbud Gagne. (2002). Jakarta.L. Jakarta: Permendiknas No. E. L. (2007). E. Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. A.

Diktat Perkuliahan. Salis. (2007). Segi-segi KeprofesianPendidikan. Jakarta. 2007. Nomor 20 Tahun 2003 (2008). Josey Bas.180 Mulyasa. Undang-undang. Sukmadinata. (1995). Metode Penelitian Pendidikan. Raja Grafindo Persada. A. E. Manajemen Berbasus Sekolah. Fundamental Concept of Educational Leadership and Managemen. A. (2004). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Bandung : Rosda Karya. (2007). (1992). P. dan Jamiat. (1995). 2004. (1992). New Jersey: Prentice-Hall. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. New Jersey: Englewood Cliffs. Sanusi. Sanusi. Sardiman. (2008). Richard. Bandung: Penerbit Remaja Rosda Karya. Bandung. (2007). . Bandung. Sanusi. S. Jakarta : Kelompok Gading Permai. Bandung : IKIP. London: Corgan Sanusi. P. (2003). Manajemen Stratejik. (2002).C. Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepela Sekolah. Metode Penelitian Pendidikan. Sugiono. Bandung: Sarana Panca Karya Nusa. Stoner. Sisdikans.M. (1994). Sy. D. Bandung: Alfabeta. P. dan Aplikasi Jakarta: Grasindo. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. (2008). Razik and Swanson. Interaksi dan Motivasi Belajar.Manajemen Strategik (I) . Model. Menjadi Guru Profesional . E. Permadi. Nurkholis. Management 6 th ed. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. N. A. Himpunan Perundang-undangan RI. (1993). Nasution. Bandung: Tarsito. A. Mulyasa.F. Siagian. Teori. Bandung: Repita Aditama. Jakarta: Bina Aksara. (1995). New york : Harper Collins Publishers. Developing the Curriculum. Ahman. Total Quality Management in Education. Bandung: Penerbit Alfabeta. (1996) Beyond Traditional Tenure. E. A. Oliva. J.

Tahun 1945. Basic Principles of Curriculum an Introduction. Jakarta. Jakarta: Logos. Kajian Pendidikan Tilaar. (2005). Sukmadinata. (2004). Bandung: Remaja Rosda Karya. N. Tilaar. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Metode Penelitian Pendidikan.R. Curriculum Development Theory And Practice. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Univercity of Chicago Press. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Kurikulum Pembelajaran (Diktat). Wahjosumidjo. Bandung: Yayasan Kesuma Karya. Tyler. Bandung: UPI. H. (2004). N. (2007). Sy. Pendidikan Nasional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. H. Jakarta. N.A. Tilaar. H. (1998). Dasar dan Teknik Research.181 Sukmadinata. Sukmadinata. Tim Pengembang MKDK dan Pembelajaran. .R. Bandung: Remaja Rosda Karya. (tidak diterbitkan). Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Winarno. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Sy. (1962). 2006 Penerbit Rineka Cipta. Taba. S. Sy. Jakarta: PT Raja Grafindo. Standarisasi Pendidikan Nasional.A. (1999). (1999). (1986). Harcourt : Brace and World Inc. Bandung: Tarsito. Manajemen masa Depan.A.R. (1978).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful