P. 1
Makalah Kurikulum

Makalah Kurikulum

|Views: 1,074|Likes:
Published by chimottzz

More info:

Published by: chimottzz on Nov 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab 1 ini memuat uraian pendahuluan yang diawali dengan latar belakang masalah yang menjadi dasar pertimbangan sehingga penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan. Pada Bab 1 ini juga dikemukakan perumusan dan pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori yang mendasari uraian teori selanjutnya, asumsi dan pertanyaan penelitian serta sistematika penulisan tesis. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. A. Latar Belakang Masalah Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender. Pemerataan dan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki keterampilan hidup (life skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Sementara itu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bila dikaji tentang sumber daya manusia sebagai tenaga pendidik, tujuan rencana strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat Indonesia serta memiliki keterampilan hidup (life

2

skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya. Saat ini dari hasil data-data/fakta-fakta yang ada di lapangan masih banyak berbagai persoalan yang melilit di negeri ini, diantaranya: kuantitas jumlah tenaga pendidik yang masih kurang, mobilisasi tenaga pendidik yang tidak merata, kualitas tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, kualifikasi akademik tenaga pendidik masih rendah. Beberapa kebijakan pemerintah dalam strategi peningkatan mutu sumber daya manusia adalah pengembangan sistem pendidikan yang terencana untuk menghasilkan tenaga pembangunan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Secara kuantitatif pembelajaran harus menghasilkan tenaga yang cukup banyak sesuai dengan kebutuhan pembangunan dewasa ini. Sedangkan secara kualitatif harus dapat menghasilkan tenaga pembangunan yang trampil sesuai dengan bidangnya dan memiliki jiwa pancasila, untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah memerlukan suatu strategi pembelajaran yang terencana dan terprogram. Pemerintah melalui Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan 3 (tiga) rencana strategis dalam jangka menengah yaitu: (1) Peningkatan akses dan pemerataan dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas), (2) Peningkatan mutu, efesiensi, relevansi dan peningkatan daya saing, dan (3) Peningkatan manajemen, akuntabilitas dan pencitraan publik, yang dijabarkan melalui Peraturan Pemerintah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35 ayat (2) yang berbunyi: ”Standar Nasional Pembelajaran (SNP) digunakan sebagai acuan pengembangan”, yang diiantaranya 1) Kurikulum, 2) Tenaga Pendidik, 3) Sarana dan Prasarana dan 4) Pengelolaan Pembiayaan. Rencana strategis pemerintah untuk pengembangkan kurikulum merupakan bagian dari standar nasional pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan

3

pendidikan nasional serta kesesuaian

dengan kekhasan kondisi dan potensi

daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Ditinjau dari tuntutan Permen Diknas mengenai pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik harus memahami tujuan pembelajaran tersebut. Permasalahanpermasalahan atau fakta-fakta yang yang ada lapangan sesuai dengan model Pembelajaran IPA - Depdiknas, (2006 : 1-2). Mengatakan bahwa tenaga pendidik IPA, 1) pembelajaran lebih bersifat teacher centered; 2) guru hanya menyampaikan pembelajaran IPA sebagai produk; 3) peserta didik menghapal informasi faktual; 4) tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya; 5) cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri; 6) cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektip dan psikomotor; 7) belum menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan Teknologi, mampu berpikir logis, kritis, kreatif, serta dapat berargumentasi secara benar; 8) tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA, karena dianggap sukar, keterbatasan kemampuan peserta didik atau mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi; 9) masih adanya tenaga pendidik IPA yang berpola fikir statis dan tidak mengembangkan model-model strategi pembelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran; 10) masih adanya pendidik dalam model gaya strategi pembelajarannya terbatas tidak disesuaikan dengan tingkatannya sesuai psikologis perkembangan anak; 11) masih adanya tenaga pendidik memiliki alasan karena keterbatasan waktu, sarana prasarana, lingkungan belajar dan jumlah peserta didik perkelas terlalu banyak dan 12) tenaga pendidik yang berlatar belakang disiplin ilmu yang berbeda. Untuk menyikapi permasalahan fakta-fakta yang ada, maka diperlukan adanya suatu strategi kemampuan guru dalam pembelajaran IPA, karena Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru (tenaga pendidik) tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab dan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan. Strategi-strategi pembelajaran perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik dalam proses pembelajaran yang diantaranya

Dengan kata lain. sebagai komponen dibidang pembelajaran bahwa seorang pendidik harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. pengetahuan. Isjoni. guru seorang penyandang profesi dapat disebut profesional manakala elemen-elemen inti menjadi intergral dalam kehidupannya. perlu dilakukan sertifikasi dan diuji kompetensi secara berkala agar kinerjanya terus meningkat dan tetap memenuhi syarat professional. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Mulyasa. akan menghasilkan sumber daya manusia rendah. pantang menyerah. serta menjunjung tinggi ajaran agama. menghargai waktu. (2) peningkatan kemampuan profesionalisme guru bukan sekedar diarahkan kepada pembinaan yang lebih bersifat aspek-aspek administratif akan tetapi harus lebih kepada peningkatan kemampuan keprofesionalannya dan komitmen sebagi seorang pendidik.4 adalah. berwatak kerja keras. dan keterampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. berbudi luhur. kesejahteraan dan kemajuan di segala bidang. tekun belajar. . yang dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) peningkatan profesionalisme guru merupakan upaya untuk membantu guru yang belum memiliki kualifikasi profesional menjadi profesional. Pertama Strategi sumber daya manusia (SDM). Pembelajaran yang diperoleh melalui sekolah diharapkan mampu menciptakan SDM berkualitas. berpendapat: Profesionalisme guru merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. tenaga pendidik pada dasarnya merupakan salah satu komponen sumber daya manusia (SDM) yang potensial dibidang pembangunan. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. ketiga Strategi Sarana dan prasarana. (3) peningkatan kemampuan profesionalisme guru. Berdasarkan hal tersebut. (2008:12-13). kedua Strategi Kurikulum. trampil. sekolah merupakan tempat mentrasfer nilai. karena sekolah adalah tempat memanusiakan manusia. Diharapkan dengan sumber daya manusia yang berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. Tapi sebaliknya pembelajaran tidak berkualitas karena menerapkan pola yang salah. (2007 : 2 -3). sehingga sering menjadi mudah di dikte oleh negara lain. menyatakan: Sumber Daya Manusia yang berkualitas adalah mandiri. berkualitas.

5

Apabila kita kaji pendapat ahli di atas bahwa seseorang yang menyandang profesi guru harus memiliki kemampuan intelektual spesialisasi bidang studi (subject matter), diperlukan adanya upaya untuk membantu guru untuk meningkatkan kualifikasi melalui pembinann secara berkala untuk mencapai keprofesionalannya. Sehubungan dengan itu sewajarnyalah pemerintah terus berupaya mencari alternatif untuk meningkatkan kualitas dan kinerja profesi guru sehingga menggulirkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. Disatu pihak, pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi, tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dapat dikatakan bahwa pada setiap diri seorang pendidik (guru) bukan hanya sebagai agen pembelajaran, tetapi guru yang profesional dituntut bertanggung jawab untuk membawa para peserta didik pada suatu kedewasaan berpikir atau tarap kematangan tertentu. Isjoni, Saatnya Pembelajaran Kita Bangkit, (2007-50), berpendapat : Seorang pendidik tidak semata-mata sebagai ”Pengajar” yang tranfers of knowledge, tetapi juga sebagai ”Pendidik” yang transfers of values dan sekaligus sebagai ”Pelatih ” yang transfers of skill, dan ”Pembimbing” yang transfers of guide, memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarannnya. Seorang pendidik adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Peserta didik (siswa) adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pembelajaran tertentu. Sukmadinata, (2005:52), berpendapat:

6

Siswa sebagai peserta didik di dalam proses pembelajaran adalah individu, yang memiliki dua karakteristik utama, pertama setiap individu memiliki keunikan sendiri-sendiri; kedua dia selalu berada dalam proses perkembangan yang bersifat dinamis. Bersifat unik, tiap individu memiliki sejumlah potensi, kecakapan, kekuatan, motivasi, minat, kebiasaan, persepsi, serta karakteristik fisik dan psikis yang berbeda-beda; Sedangkan Bersifat dinamis, setiap individu berada dalam proses perkembanganperkembangan mulai tahap aspek fisik-motorik (lebih menonjol), aspek intelektual, aspek sosial dan aspek moral. Ditinjau dari kedua pendapat di atas, antara pendidik dan peserta didik adanya interaksi untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu, tanpa mengabaikan tahap perkembangan peserta didik, karena pada diri peserta didik dalam proses perkembangannya ada yang bersifat unik dan bersifat dinamis. Untuk mewujudkan sekolah yang bermutu dan berkualitas sebagai lembaga pendidikan diperlukan strategi pengembangan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP) yang merupakan paradigma baru, yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar disekolah. Dalam pengembangan kurikulum ada beberapa tahapan diantaranya: desain kurikulum (kurikulum Dokumen), implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan), pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). Selain strategi sumber daya manusia dan strategi kurikulum, juga tak kalah pentingnya pula mengenai startegi sarana prasarana. Standar nasional pendidikan (SNP), dalam Bab 2 Pasal 2 tentang lingkup, fungsi dan tujuan pendidikan nasional berbunyi : • Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pembelajaran, buku dan sumber belajar lainya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan bekelanjutan. • Setiap satuan pembelajaran wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan ruang kelas, ruang pimpinan satuan penidikan, ruang pendidik, tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat olah raga, bemain, tempat beribadah, berkreasi dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk

7

menujang proses pembelaran yang teratur dan berkelanjutan. Sisdiknas (2008 : 105). Setelah memiliki ketiga komponen strategi di atas diharapkan peningkatan tujuan pendidikan dalam satuan pendidikan dapat tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dengan didukung oleh sumber daya yang dipergunakan dalam penyelenggaraannya meliputi tenaga kepembelajaran, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. Sumber daya pendidikan di bidang pendanaan dalam UUD-RI, Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional : Pasal 46 berbunyi: (1) pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat; (2) pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat 4 Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; (3) ketentuan mengenai tanggung pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah Pasal 47 berbunyi: sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan berkelanjutan; (2) pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (3) ketentuan mengenai sumber pendanaan pendidikan sebagaiman dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Sumber daya pendidikan dalam bidang pendanaan memiliki dampak strategis terhadap penyelenggaraan pendidikan yang perlu pemikiran seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan, hal ini untuk kelancaran segala sektor keterlaksanaan penyelengaraan pendidikan di tiap-tiap satuan pendidikan. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal (jalur yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi), non formal (jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang) dan in formal (jalur pendidikan keluarga dan lingkungan) pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Berdasarkan pendapat tersebut bahwa pengelolaan pendidikan dalam konsep dan makna pendidikan seorang tenaga pendidik dapat mengondisikan lingkungan belajar yang nyaman, yang dapat memberikan motivasi belajar, bukan hanya

estetika. intelektual dan nilai-nilai sangat berpengaruh sekali terhadap proses kegiatan di satuan pendidikan. Adapun yang akan penulis ungkapkan dalam tesis ini khususnya mengenai pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) ditingkat SMP Negeri yang berlokasi di Kabupaten Bandung. Lingkungan Intelektual merupakan kondisi dan iklim sekitar yang mendorong dan menunjang pengembangan kemampuan berpikir. Kimia Biologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. ekonomi. baik nilai kemasyarakatan. Pada pendidikan pembelajaran faktor lingkungan fisik. intelektual dan nilai-nilai. Seorang tenaga pendidik harus memiliki langkah-langkah strategi dan langkah-langkah untuk peningkatan pendidikan bagi peserta didik. maka tenaga pendidik yang profesional memerlukan strategi-strategi untuk mengantisifasi faktor lingkungan tersebut. sosial. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. . 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. Lingkungan Sosial merupakan lingkungan pergaulan antar manusia. Sukmadinata. sosial. (2005:52). Lingkungan Fisik terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia. antar pendidik dan peserta didik serta orang-orang lainnya yang terlibat dalam interaksi pendidikan. berpendapat: Bahwa proses pendidikan berlangsung dalam suatu lingkungan yaitu lingkungan pendidikan yang mencakup lingkungan fisik.8 dilingkungan sekolah melainkan di luar lingkungan sekolah. politik. Dalam suatu proses pendidikan berlangsung bahwa lingkungan pendidikan merupakan pendukung berlangsungnya proses tersebut. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. yang merupakan tempat dan sekaligus memberikan dukungan dan kadang-kadang juga hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu dalam IPA. etika maupun nilai keagamaan yang hidup dan dianut dalam suatu daerah atau kelompok. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Lingkungan Nilai yang merupakan tata kehidupan nilai. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) merupakan pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika. sosial.

9) Hasrat untuk Belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. 8) Hukuman (funishment) sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Strategi dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu di tingkat wilayah SMP Kabupaten Bandung. Sardiman. Tenaga pendidik di dalam proses pembelajarannya harus dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajarannya yang bertujuan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. tentu saja kesemua langkah-langkah strategi di atas tidak mungkin tercapai apabila tidak didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu dalam proses pembelajarannya. memberi kesempatan untuk mendaptkan hasil . 12) Student Team Achivement Division (STAD) startegi ini merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan 13) Everyone is A Teacher Here (setiap orang adalah guru). 3) Group Resume (Resume Kelompok) atau melakukan team building (kerjasama kelompok. 9) Active Debate (debat aktif). 6) Active Knowledge Sharing (saling tukar pengetahuan). dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. 2) Memberi Hadiah (Reward). 4) Assesment Search (menilai kelas).9 Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran perlu adanya langkahlangkah strategi pembelajaran aktif yang diataranya ada tiga belas langkahlangkah Isjoni. 10) Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. relevan dengan tujuan pembelajaran IPA Terpadu. (2007:113-126). 10) Card Sort (sostir kartu). 8) Synergetic Teaching (pengajaran sinergis). 3) Persaingan/ Kompetisi. 4) Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. 7) Pujian. 5) Memeberi Ulangan. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. 7) Listening Teams (tim pendengar). berpendapat sebagai berikut : 1) Critical Incident (pengalaman penting). daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. 2) Prediction Guide (tebak pelajaran). (2004 : 92-95). ketrampilan (psikomotor) dan afeksinya. 11) Jigsaw Learning (belajar model jigsaw). berpendapat bahwa ada beberapa langkah untuk peningkatan motivasi dalam proses pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Memberi Angka (Values) seorang pendidik adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. 6) Mengetahui. 5) Questions Student Have (pertanyaan dan siswa).

sesuai harapan tujuan pendidikan nasional pada Tahun 2007. Sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan yang bermutu. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi.10 yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. mencari jawaban. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. 11) Tujuan yang diakaui timbul gairah untuk terus belajar. “mengapa”. pendidikan yang bermutu memiliki kaitan ke depan (forward linkage) dan kaitan kebelakang (backward linkage). pengamatan. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. (29-05-2007) Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan.id. Fasli Jalal. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. • Backward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu.crayonpedia. • Forward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju. (Media Internet hhttp. untuk mencapai pembelajaran yang bermutu dan berkualitas. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 oleh Galileo Galilei dan Francis . modern dan sejahtera. modern.www. yaitu guru yang profesional. Dalam proses pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik selain memiliki langkah-langkah strategi juga harus membangkitkan motivasi peserta didik sesuai pendapat Sardiman di atas. Sertifikasi Guru. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju.com. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. makmur dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktek pembelajaran yang bermutu. sejahtera dan bermartabat. memahami jawaban.

menyusun hipotesa. mengklasifikasikan. seperti: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran. peduli terhadap lingkungan. menerapkan ide pada situasi baru. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. dan bekerja sama dengan orang lain. kritis. tekun. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. Oleh karena itu di dalam pembelajaran IPA Terpadu di sekolah sebaiknya seoarang guru harus mampu menghasilkan bagi peserta didik yang dapat berpikir tingkat tinggi. yaitu dengan gambar. mengajukan pertanyaan. mengukur. cermat. memperhatikan keselamatan kerja. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. menyusun hipotesis. lisan. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. disiplin. sabar. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. ulet. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. terbuka. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. memahami zat adiktif dan non adiktif. dan sebagainya. jujur. yang didasarkan pada metode ilmiah. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “inquiry skills” yang meliputi mengamati. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. tidak percaya tahyul. tulisan. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan . dan menganalisis data. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. pemanfaatan bioteknologi. menggolongkan. mengolah. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis).11 Bacon yang meliputi mengidentifikasi masalah. dan eksperimen. prediksi.

terutama pada sekolah yang menjadi objek langsung. 3. dan kemampuan katagorik agar dapat masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. secara seksama penulis melakukan berbagai langkah kegiatan dan berdasarkan hasil studi pendahuluan di beberapa SMP Negeri yang ada di Bandung. 2. Apabila kekuatan internal pembelajaran IPA dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi lingkungan masyarakat sekitar. kemampuan analitik. khususnya meningkatkan hasil belajar siswa. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. Guru dituntut memiliki kecermatan. ditemukan hal-hal sebagai berikut: 1. 6. praktikum. keterbukaan manajemen organisasi. sehingga hasilnya belum memuaskan.12 perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Pada proses penelitian ini. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Perumusan dan Pembatasan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah digambarkan di atas. 4. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang . fokus penelitian ini dibatasi pada strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP. yaitu: SMP Negeri 1. 5. untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. B. pendidikan. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. sarana prasarana laboratorium yang kurang lengkap. dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pembelajaran.

Peluang dan ancaman eksternal dapat menjadi faktor pendukung pembelajaran IPA. apabila keduanya dianggap sebagai tantangan untuk maju. 3. 4.13 memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. Pelaksanaan dan hasil Evaluasi Proses Pembelajaran 1. Dalam hal ini. Pengawasan Hasil yang ingin dicapai: Kognitif Afektif Psikomotor . 2. meningkat dan berkualitas yang pada akhirnya menuntut seorang manajer untuk melakukan intervensi strategis baik itu dilihat dari sumber daya manusianya itu sendiri yang berkualitas. Sarana Prasarana Dana / Biaya Lingkungan Administrasi Guru Kelengkapan KBM Perpustakaan Kelengkapan sarana belajar. Bertolak dari uraian di atas. UU Sisdiknas 2. Pelaksanaan 3. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. maka strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA terpadu di SMP Kabupaten Bandung. 8. 7. Perencanaan 2. 5. Kurikulum 3. menyeluruh. Dengan demikian. dinamis dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampun guru. maka penulis ingin mengkaji lebih jauh dengan melakukan penelitian tentang strategi pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang selanjutnya penulis juga mencoba menggambarkan alur strategi pemikiran yang perlu diperhatikan pada proses strategi pembelajaran IPA terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa seperti pada bagan berikut ini: Kebijakan Pemerintah: 1. sebaliknya akan menjadi faktor penghambat apabila disikapi sebagai masalah. UU Otonomi Daerah Faktor Pendukung dan Penghambat: 1. pengelolaan kurikulumnya dan tersedianya sarana prasarana yang memadai serta pendanaan pembelajaran untuk meningkatakan pembelajaran IPA yang memberikan peluang bagi kemampuan guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh. pembelajaran IPA memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. 6.

Gambar 1. didapatkan masalah sebagai berikut masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. bahwa: Peningkatan mutu proses pendidikan IPA di SMP Negri 1. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatif yang kreatif. Perumusan Masalah Melalui studi awal pada kegiatan penelitian ini. masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan praktikum. baik berdasar pada studi referensi maupun berdasar pada fakta di lapangan. permasalahan umum dalam penelitian ini dirumuskan sebagai maka berikut ”Bagaimanakah strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung ?”. Pembatasan Masalah Berdasarkan temuan tersebut maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mengatur strategi proses pembelajaran.1. 5. akan dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi jika mampu menghindari berbagai permasalahan tersebut. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan. Ruang lingkup manajemen Strategi Pembelajaran IPA Terpadu 1. 6. efektif dan efisien. Dari berbagai permasalahan tersebut. sarana prasarana laboratorium yang masih kurang lengkap. 3. Kepala Sekolah Guru Tata Usaha Pengawas Dinas terkait Laboran dll. 2 dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. sehingga hasilnya belum memuaskan. 2. 4. 2. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. 2) Pencocokan kompetensi .14 Unit-unit yang terlibat 1. dapat dirumuskan masalah.

proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. b. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. dan tantangan dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. e. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. penelitian bertujuan untuk mendiagnosis kesiapan guru-guru IPA Terpadu dalam mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP). Selain itu. a. Dengan demikian maka permasalahan yang akan dibahas pada kegiatan penelitian akan semakin mengerucut dengan memfokuskan permasalahan pada batasan-batasan sebagai berikut: a. d. C. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. c. 1. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Umum Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai Strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung.15 pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. Selain dari itu juga memberikan informasi bahwa salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas . proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini.

yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pendidikan dan penilaian. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. 3) Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Tujuan Khusus Sedangkan secara khusus maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui.16 beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai sub mata-pelajaran. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin.236). b. dan mendeskripsikan: 1) Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. 2) Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. geologi. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. . 4) Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. 1997. menganalisis. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. dan astronomi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. fisika. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. kimia. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi.

Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi.17 5) Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. dinas terkait dan yang lainnya). dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Manfaat Penelitian Secara teoritis manfaat penelitian ini untuk mengembangkan konsep dan teori Strategi Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Yang pada akhirnya penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep-konsep baru tentang Strategi Pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Pengawas Pendidikan. b. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. c. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. sehingga yang berkepentingan akan mendapatkan manfaat tentang: a. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. e. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. Secara praktis penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif kepada semua pembaca khususnya yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Hasil dari penelitian inipun dapat digunakan sebagai rekomendasi pada instansi terkait mengenai Strategi . Guru. terlebih kepada para praktisi pendidikan (Kepala Sekolah. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. d. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. 2.

dan bahkan juga diterapkan pada semua jenjang pendidikan. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan tenaga pendidik dan peserta didik dalam perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Strategi Strategi merupakan suatu proses dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. (2007:5-8 ). khususnya kualitas belajar mengajar dalam pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efesien D. di bawah ini penulis jelaskan kerangka teori yang akan menjadi pijakan pada penelitian dan secara gamblang akan dibahas pada bab berikutnya. strategi pembelajaran IPA Terpadu. Pada bagian ini penulis kemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep pembelajaran IPA Terpadu. ada empat strategi dasar dalam melaksanakan strategi belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut: dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. dari hasil penelitian ini diharapkan agar SMP Negeri di Kabupaten Bandung dapat meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut : .18 Pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Menurut Bahri. Dihubungkan dengan belajar mengajar. Kerangka Teori Untuk lebih memperjelas arah permasalahan yang diteliti dan adanya kesamaan persepsi dalam memahami istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian. Dengan demikian. konsep kualitas pembelajaran IPA. 1.

metode. untuk meningkatkan kemampuan mentalnya dan tindak mengajar yaitu mebelajarkan peserta didik. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. Di dalam proses pembelajarannya ada lima tahapan yang harus dicapai oleh peserta didik diantaranya : peranan pendidik harus mampu mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik meliputi kemampuan dasarnya-motivasinya latar belakang akademis dan latar belakang sosial ekonominya. siswa memperoleh hasil belajar dari suatu interaksi tindak belajar. adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran IPA Terpadu sehingga hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung meningkat.19  Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. Pembelajaran IPA Terpadu Pembelajaran adalah merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatau lingkungan belajar. sebagai aspek pendidik jika berlangsung di sekolah saja. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai . untuk memberikan dorongan dalam belajar yang tertujuan pada pencapaian tujuan belajar. dan teknik belajarmengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. maka dalam penelitian ini. b) strategi kurikulum dan c) strategi sarana prasarana. d) pendanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. . 2. strategi yang dimaksud    Dengan demikian. Strategi-strategi yang digunakan dalam penelitian akan lebih ditekankan pada: a) strategi sumber daya manusia (SDM). Memilih dan menetapkan prosedur. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehungga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegitan belajar-mengajarnya yang selnjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang berdangkutan secara keseluruhan.

(Fakry. 3. mengungkapkan bahwa “masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. Pembelajaran Terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan . memperkaya. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. IPA bersifat open ended. makhluk hidup. Konsep kualitas pendidikan Philip. dan penarikan kesimpulan. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. Bila sarana ini tidak dipenuhi. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. E. 1992:27). Semua ini akan menunjang. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu Dalam IPA. pengukuran. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. menjelaskan konsep mutu pendidikan sebagai berikut : Konsep mutu pembelajaran tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. Lebih jauh Coombs yang dikutip Fakry. mungkin juga fasilitas internet. dan mempermudah pengembangan wawasan. Perlu kita ketahui bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu ada empat unsur utama yaitu : 1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. maka penerapan pembelajaran Terpadu juga akan terhambat. perancangan eksperimen atau percobaan. 1. 2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. dan hukum. teori. 4) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari.20 berikut: 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Asumsi dan Pertanyaan Penelitian Asumsi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. evaluasi. (1992:28). prinsip. fenomena alam. 3) produk: berupa fakta. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari.

Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. yang mennjukan pada keanekaragaman gejala yang tercakup dalam pengertian kebiasaan nyata. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. dan tentatif. dan merujuk pada komunitas ilmuwan yang memusatkan perhatian pada upaya untuk menemukan sesuatu yang ada : (2) Paradigma Sosiologi (Sociological paradigm). Lain halnya istilah paradigma bahwa kunci dalam wacana perkembangan ilmu paradigma. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. biologi. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. concepts or propotition the orient thinking or research”. sebagaimana dikemukakan oleh Bogdan and Blinken. keputusan hukum yang diterima. konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. bumi antariksa. universal. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. Paradigma dalam penelitian ini dipahami sebagai kerangka berpikir konseptual yang digunakan untuk menghadapi objek penelitian yang merupakan kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD/MI dan SMP/MTs. (1992:23). atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. serta hsil nyata dari perkembangan dan penemuan ilmu yang diterima umum : . konsep-konsep. yang menurut Priatna. sistematis. bahwa ”paradigm is aloose collection of logically health together assumtion. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. (2004:7-8). menyatakan terbagi dalam tiga bagian besar yaitu: (1) Paradigma metafisik (metaphysical paradigm). yang berfunsi menunjukan sesuatu yang ada dan yang tidak ada.21 pengetahuan yang berupa fakta-fakta. metodik. dengan ciri: objektif. meliputi mata pelajaran fisika. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

pelaksanaan. Kemampuan menggunakan strategi dalam pembelajaran IPA Terpadu merupakan aspek yang sangat menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efisien. sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA Terpadu yang akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA maka fungsi laboratorium sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar perlu dikelola dengan baik agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Dalam perencanaan pembelajaran IPA Terpadu harus selalu dikaitkan dengan pengorganisasian. Pertama yang lebih menyoroti garis-garis perkembangan sejarah ilmu. dan pengawasan. menyoroti tentang paradigma ada dua uraian keilmuaan paradigma. model. fasilitas yang memadai. maka upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa sangat berkaitan dengan latar belakang pendidikan guru IPA. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. dan sumber belajar yang mencukupi. khususnya sejarah teori-teori keilmuan. Sehubungan dengan itu. pelaksanaan. pengorganisasian. Berdasarkan hal di atas. yang artinya bahwa paradigma yang dimaksud munculnya yang melahirkan (bentuk. Keduanya tidak membicarakan substansi dari ilmunya itu sendiri. Selain itu. proses kegiatan belajar mengajar. strategi pembelajaran IPA Terpadu mencakup perencanaan. implementasi aspek-aspek inovatif seperti pemilihan dan penggunaan strategik dan metode pembelajaran dan system evaluasi merupakan faktor-faktor yang mempengeruhi upaya peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. kurikulum. dan pola) bagaimana cara pandang kita berpikir tentang sesuatu. Kedua mengenai sejumlah faktor dan dimensi yang mendukung lahirnya ilmu dan validitasnya.22 dan (3) paradigma binaan (Contruct paradigm). konsep yang lebih sempit dibandingkan kedua paradigma lainya. keaktipan siswa. Sanusi. dan pengawasan. . maka asumsi dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai kerangka pemikiran yang didasarkan pada fokus masalah untuk mengarahkan penelitian. (1999 :11 ).

Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Berdasarkan temuan tersebut. b. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. maka penelitian ini difokuskan pada pertanyaan penelitian sebagai berikut : a. Maka yang akan dijadikan objek dalam penelitian ini dibatasi pada ruang lingkup sebagai berikut: a. c. Bagaimana guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. maka semua variabel diambil untuk diteliti. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Bertolak dari uraian di atas. Pertanyaan Penelitian Agar mudah dalam melakukan penelitian ini dan dapat dilakukan lebih mendalam. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. d. maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pencocokan kompetensi pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. 2) Mengatur strategi proses pembelajaran. . Kemampuan guru dalam guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. e. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. efektif dan efisien. b. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi.23 2. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatip yang kreatip. Bagaimana guru merencanakan isi materi. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi.

sumber dan teknik/instrumen pengumpulan data. bab 4 temuan. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. validitas dan reliabilitas penelitian sebagai intrepetasi data dan jadwal penelitian. Bab I Pendahuluan yang berisikan tentang rancangan penelitian mulai dari judul. teori dan konsep penunjang lainnya. penelitian. Sistimatika Penulisan Isi tesis yang terdiri dari 5 Bab yaitu: bab 1 pendahuluan. tujuan dan manfaat penelitian. bab 3 metode penelitian. asumsi dan pertanyaan . tahap-tahap penelitian. data yang diperlukan. Bab IV Pembahasan hasil penelitian: Gambaran kondisi umum objek penelitian. teknik pengolahan data. e. F. Bagaimana guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. lokasi dan subjek penelitian. deskrifsi temuan dan hasil penelitian dan diakhiri dengan analis hasil penelitian serta pembahasan.24 c. bab 5 simpulan dan rekomendasi. kerangka teori. dan sistematika penulisan tesis. Bab II Pokok Permasalahan Penelitian terdiri dari: pengertian istilah dan kerangka berpikir penelitian. d. latar belakang masalah. bab 2 landasan teori. Strategi apa yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Bab III Prosedur Penelitian: Pendekatan dan Metode penelitian. interpretasi dan pembahasan. perumusan dan pembatasan masalah. Apa yang menjadi faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung.

(1991:8). and controlling.25 Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi: Merupakan rangkuman dari seluruh hasil penelitian yang kemudian diteruskan dengan berbagai rekomendasi yang dianggap perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan penilitian. mengemukakan bahwa: "Management is the process of planning. Melalui paparan seperti dikemukakan di atas. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. penyusunan. konsep kualitas pembelajaran IPA. maksud pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan. pengorganisasian. BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN IPA TERPADU DAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA Pada bab 2 ini penulis akan mengemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep manajemen pembelajaran IPA Terpadu. maka penulis berharap agar pembaca bisa mendapatkan gambaran dari isi tesis ini. the efforts of organization member and using or other organizational resources to achieve stated organizational goal”. dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. . pengarahan dan pengawasan atas usaha-usaha para anggota organisasi serta pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. strategi pembelajaran IPA Terpadu. Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu Menurut Stoner. organizing. yang selanjutnya pada bab 2 akan disajikan berbagai teori yang relevan dan akan mendukung pada seluruh rangkaian penelitian. leading.

Manajemen pendidikan memiliki berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan yang juga merupakan sekumpulan fungsi untuk penjaminan efisiensi dan efektivitas pelayanan. dan pemakai jasa pembelajaran). dan keuangan yang menunjang kemungkinan terjadinya pembelajaran). sedangkan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang produktif dapat dilihat dari sudut administrasi psikologis. orang dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara berencana dan sistematis. stimulus dan koordinasi personil. pelaksanaan. Lebih lanjut dikemukakan bahwa penataan mengandung makna mengatur. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Razik dan Swanson. perilaku kepemimpinan. yang diselenggarakan pada suatu lingkungan tertentu. dan ekonomis. Manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan bersama atau keseluruhan proses pengendalian usaha atas kerjasama sekelompok. sumber belajar dan kurikulum (segala sesuatu yang disediakan lembaga pembelajaran untuk mencapai tujuan).” . Sumber daya terdiri dari sumber daya manusia (peserta didik. (1995). memimpin.26 Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan manajemen adalah bidang pendidikan. melalui perencanaan. pengawasan dan pembinaan. serta fasilitas (peralatan. serta penentuan pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan. bahwa pembelajaran yang produktif memiliki tiga fungsi yaitu. Tujuan pembelajaran yang produktif berupa prestasi yang efektif dan suasana atau proses yang efisien. yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi. pendidik. dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pembelajaran. and the economist’s productions. gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri. ”the administrator’s productions function. penciptaan iklim organisasi yang kondusif. the psychologis production function. mengelola atau mengadministrasikan sumber daya yang meliputi perencanaan. barang. penyiapan alokasi sumber daya. beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan manajemen. media sebagai sarana penyajian ide. pengambilan keputusan.

pendekatan. metode. Bahan ajaran disusun secara terpadu dan dirumuskan dalam bentuk tema-tema pembalajaran keterpaduan bahan ajaran berbeda-beda. Pembelajaran harus menekankan pada praktek. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. ada beberapa mata pelajaran pada satu rumpun tertentu yang diintegrasikan. kini diitegrasikan menjadi satu mata pelajaran. Seiring dengan perkembangan dan dinamisnya zaman. agar dapat melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran. dan kreatif . yang dalam pelaksanaannya sekolah diberi kebebasan memilih strategi. Biologi. metode. yaiitu Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu). prosedur penyampaian dan pengalaman belajar dalam suatu tema. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik.27 Pendidikan merupakan kegiatan utama sekolah. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. dan teknik pembelajaran yang paling efektif. (2004:197). peserta didik. kini materi pendidikan pun terus mendapatkan sentuhan perubahahan dalam rangka untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan agar mandapatkan hasil yang yang lebih baik. kritis. dengan pendayagunaan masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar. Kimia dan dengan pengetahuan alam lainnya. pendekatan. 1. guru. hubungan luas sampai dengan keterpaduan penuh. adalah: Pembelajaran terpadu merupakan suatu pembelajaran dengan fokus pada bahan ajaran. mulai dari hubungan terbatas. yakni: Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. serta kondisi nyata sumberdaya yang tersedia dan siap didayagunakan di sekolah. dan salahsatunya adalah rumpun mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) yang asalnya terdiri dari Fisika. Pada kurikulum tahun 2006. dan teknik pembelajaran hendaknya berpusat pada karakteristik peserta didik (student centered). Pemilihan dan pengembangan strategi. Kontek pembelajaran terpadu menurut Sukmadinata.

berbicara. indicator pencapaian kompetensi. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Langkah-langkah Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu 1. 7. tujuan pembelajaran. (c) bagaimana cara mengetahui keberhasilan siswa menguasainya. Suatu program pembelajaran dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan apabila direncanakan dengan baik. dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar Menunjukkan keterampilan menyimak. sehat. penilaian hasil belajar. (b) bagaimana cara mengajarkannya. metode pembelajaran. materi ajar. alokasi waktu. 6. kritis. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah apa sebenarnya target yang ingin dicapai dari suatu kegiatan pembelajaran. Penilian menjadi tidak jelas arahnya jika target yang ingin . standar kompetensi (SK). Materi yang akan diajarakan dan cara pembelajarannya diwujudkan dalam silabus. membaca. 4. aman. Perencanaan Pembelajaran IPA Terpadu Di dalam Permendiknas No. dan B.41 tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dinyatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran . 3.28 2. bugar. dan berhitung Menunjukkan kebiasaan memanfaatkan waktu luang hidup bersih. kompetensi dasar (KD). kegiatan pembelajaran. dan sumber belajar. 5. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran yaitu tentang (a) materi apa yang akan diajarkan. sedangkan cara untuk mengetahui keberlangsungan dan keberhasilan proses pembelajaran diwujudkan dalam bentuk system penilaian. menulis.

oleh karena itu tujuan pembelajaran IPA akan sangat bermanfaat untuk kepentingan lembaga.29 dicapai tidak terumuskan dengan jelas. sehingga kegiatan pembelajaran harus diupayakn dengan tujuan agar siswa siswa dapat menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Guru IPA sebagai manajer kelas yang nantinya akan menjadi ujung tombak keberhasilan pembelajaran IPA harus memperhatikan konsep perencanaan pendidikan khususnya perencanaan pendidikan IPA. sekuens struktural (mengikuti pola sesuai dengan posisi tiap bagian dalam konteks bentuk dan susunan). Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan institusional pendidikamn dapat terwujud karena adanya tujuan kurikuler dan instruksional. Kegiatankegiatan tersebut mengarahkan guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran yang mencakup standar kompetensi . apakah memuat pola sekuens kausal (mengikuti pola hubungan sebab akibat). Dengan memperhatikan sekuens yang ada kemudian dilakukan penyebaran standar kompetensi mata pelajaran pengetahuan alam yang ditetapkan untuk dikuasai. kimia dan biologi. maka perencanaan pembelajaran IPA merupakan dasar untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar IPA dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA. indikator. Sebaran yang telah dibuat hendaklah benar-benar mengikuti urutan atau . (1999): Penentuan sekuens bahan ajar hendaknya harus diperhatikan. kegiatan pembelajaran. dari yang mendasari atau sebagai prasyarat ke yang menjadi kelanjutannya. guru dan siswa. alokasi waktu. Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor bertanggung jawab atas perencanaan pembelajaran dalam rangka pencapaian tujuan institusional. dan sumber belajar. penilaian . Hal ini sesuai dengan pendapat Sukmadinata. Perencanaan pembelajaran IPA memuat materi bidang fisika. Berdasarkan hal tersebut. Perencanaan pembelajaran IPA dibuat agar dijadikan standar keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. kompetensi dasar dan materi pokok. sekuens logis dan psikologis (mengikuti pola dari mudah ke sukar. Dalam penyusunan silabus harus berisiskan sejumlah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa.

Strategi pembelajaran yang dipilih bisa berbentuk kegiatan tatap muka atau non tatap muka. Dalam perencanaan pembelajaran. Strategi pembelajaran yang harus dikembangkan oleh guru diantaranya adalah memilih teknik penilaian yang jitu agar guru dapat mengetahui penguasaan kompetensi dasar yang dicapai siswa. struktur pembinaan. Pelaksanan Pembelajaran IPA Terpadu dalam Proses Belajar . Mengenai struktur organisasi dalam pembelajaran IPA Terpadu tidak akan terlepas dari struktur organisasi sekolah pada umumnya. Dapat saling berbagi pengalaman dalam memantapkan kegiatan belajar mengajar dan memilih metode dan teknik yang tepat sehingga efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA dapat tercapai. 3.30 sekuens yang lebih memudahkan siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditargetkan. media dan pengalaman belajar yang harus dialami siswa sehingga kompetensi dasar dapat tercapai. tim guru IPA secara intern atau ekster diharapkan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPA. Hal ini dilakukan melalui koordinasi kegiatan seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA (MGMP IPA). Strategi pembelajaran dalam arti luas dapat mencakup pendekatan. diharapkan guru dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Pengorganisasian pembelajaran IPA dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama antar lembaga agar pengetahuan guru dalam pembelajaran IPA dapat meningkat. Mengajar. silabus dan satuan pembelajaran. 2. Dengan koordinasi seperti diatas. dan Sanggar Pemantapan Kerja Guru (SPKG) atau melalui pendidkan dan pelatihan. metode. Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu adalah kegiatan yang sistematik dalam penyusunan struktur dan pembentukan hubungan-hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Hubungan antara guru dengan siswa adalah hubungan kewibawaan. Pada bagian pendahuluan. melakukan penilaian atau repleksi. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. menyenangkan. akan tetapi hubungan yang menumbuhkan kesadaran pribadi untuk belajar. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran sebelumnya. minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dalam kegiatan inti biasanya digunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang dapat meliputi proses eksplorasi. guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Pelaksanaan pembelajaran IPA merupakan implementasi dari Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP). guru bersama dengan siswa membuat rangkuman materi yang telah dipelajari. dan (4) pengelolaan kelas. menyampaikan cakupan materi sesuai dengan silabus. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. (3) ada buku teks pelajaran . inspiratif. elaborasi dan konfirmasi. Hal ini tidak berarti harus menimbulkan rasa takut pada siswa dan guru bisa semena-mena pada siswa. menantang. Pada pelaksanaan kegiatan inti yang merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Pernyataan diatas dimaksudkan bahwa guru adalah salah satu komponen pembelajaran utama dalam sistem pendidikan dan sangat mempengaruhi hasilnya. Sampai saat ini masih ada siswa . juga bukan hubungan kekuasaan dimana siswa harus selalu tunduk. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Dalam kegiatan penutup. Belajar adalah interaksi antara guru dan siswa. kegiatan inti dan kegiatan penutup. (2) adanya beban kerja minimal guru. Baik buruknya suatu program pembelajaran sangat ditentukan oleh faktor guru.31 Pelaksanaan proses pembelajaran IPA harus memenuhi beberapa persyaratan: (1) adanya rombongan belajar yang memadai. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Pelaksanaan pembelajaran IPA meliputi kegiatan pendahuluan.

Penilaian hasil pembelajaran IPA hendaklah dilakukan secara konsisten. kecerdasan dan ekonomi di seluruh usaha pendidikan dan pengajaran. sehingga relasi kewibawaan itu akan menjadi katalisator subjek didik mencapai kepribadiannya. Berdasarakan hal di atas. padahal perasaan seperti itu tidak perlu ada jika guru IPA dapat menimbulkan kewibawaan dan dapat menyaampaikan pembelajaran secara aktif. Ia hendak menjamin keselarasan. Penilaian Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. proyek atau produk. pengukuran sikap. portofolio dan penilaian diri.32 yang merasa benci. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilian kelompok mata pelajaran yang biasanya dibicarakan pada acara MGMP. dan memperbaiki proses pembelajaran. pengamatan kinerja di laboratorium. penilaian hasul karya berupa tugas. (1985:9-10). Pengawasan pendidikan berkewajiban untuk menyediakan kondisi yang perlu untuk menyelesaikan tugas kewajiban dengan efektif dan efisien. efektif dan menyenangkan pada siswa. Pengawasan tidak saja untuk mencegah pemborosan atau untuk . serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Pengawasan Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Pengawasan dalam pembelajaran IPA merupakan suatu aktivitas yang mengusahakan agar kegiatan belajar mengajar itu terlaksanan sesuai dengan perencanaan atau dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan. dan segan bila dihadapkan pada pelajaran IPA. mengemukakan bahwa: Kewibawaan timbul karena kemampuan guru menampakan kebulatan pribadinya. menurut hemat penulis peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar ialah berusaha secara terus menerus untuk membantu siswa membangun konsep bagi dirinya sendiri dengan mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dimasa kini dan masa yang akan datang. Djoni. sikap yang mantap karena kemampuan-kemampuan profesional yang dimilikinya. kreatif. 5. 4.

supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Kegiatan pemantauan ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas satuan pendidkian. dan penilaian hasil pembelajaran. Selain pemantauan. pengamatan. Evaluasi proses pembelajaran IPA diselenggarakan dengan cara membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses dan mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran.Pemantauan dapat dilakukan dengan cara diskusi kelompok. Pemberian teguran yang bersifat mendidik bagi guru yang belum memenuhi standar. Dari hasil pelaporan biasanya diteruskan dengan tindak lanjut berupa pemberian penguatan dan penghargaan pada guru yang telah memenuhi standar. perekaman. Konsep Pembelajaran IPA Terpadu Beberapa konsep yang harus diperhatikan dalam pembelajaran IPA terpadu. pencatatan. dan memberikan kesempatan pada guru untuk mengikuti pelatihan atau penataran lebih lanjut. C. kegiatan pengawasan yang lain adalah supervisi dan evaluasi. melainkan juga untuk mengarahkan perbuatan kepada maksud-maksud organisasi. Pengawasan proses pembelajaran IPA memuat pemantauan proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai tahap penilaian. sebagai berikut: 1. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Hasil kegiatan pemantauan. wawancara dan dokumentasi.33 menghilangkan kebiasaan atau perbuatan yang salah.Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. pelaksanaan proses pembelajaran. Pengertian IPA Terpadu. Akhir dari kegiatan pengawasan proses pembelajaran adalah pelaporan dan tindak lanjut. .

berlaku umum (universal). Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: (1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. makhluk hidup. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar.34 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. dengan ciri: objektif. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. sistimatis. dan penarikan kesimpulan. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. evaluasi. Merujuk pada pengertian IPA itu. (2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. prinsip. universal. teori. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. IPA bersifat open ended. bumi antariksa. (3) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep . Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. perancangan eksperimen atau percobaan. pengukuran. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. Dalam hal ini Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. konsep-konsep. dan hukum. (3) produk: berupa fakta. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. fenomena alam. metodik. dan tentatif. meliputi bidang kajian energi dan perubahannya. makhluk hidup dan proses kehidupan. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. dan materi dan sifatnya yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu peserta didik untuk memahami fenomena alam. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

Namun demikian.35 IPA dalam kehidupan sehari-hari. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. sikap. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. efisien. keterbatasan kemampuan peserta didik. Oleh karena itu. kreatif. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. terutama teknologi informasi dan komunikasi. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. menghafalkan konsep. Akibatnya IPA proses. serta dapat berargumentasi secara benar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. lingkungan belajar. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. teori dan hukum. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. dan efektif. karena dianggap sukar. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai sebagai . sarana. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. mampu berpikir logis. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. Dalam kenyataannya. kritis. metode ilmiah.

“mengapa”. disesuaikan dengan lingkungan setempat.36 peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. kreatif. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. bekerja sama dalam kelompok. serta . prediksi. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. makhluk hidup dan proses kehidupan. 2. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. Pembelajaran IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. pengamatan. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. serta bumi dan alam semesta. memahami jawaban. materi dan sifatnya. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. menyusun hipotesa. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. mencari jawaban. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Melalui pembelajaran IPA terpadu. serta bersikap ilmiah. dan eksperimen. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. energi dan perubahannya. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui caracara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah.

dan sebagainya. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran . menggolongkan. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. mengklasifikasikan. cermat. mengajukan pertanyaan. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. jujur. menyusun hipotesis. ulet. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara.37 prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. menerapkan ide pada situasi baru. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. lisan. peduli terhadap lingkungan. tulisan. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. dan bekerja sama dengan orang lain. terbuka. 3. memperhatikan keselamatan kerja. sabar. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. yaitu dengan gambar. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. tidak percaya tahyul. mengolah. mengukur. disiplin. yang didasarkan pada metode ilmiah. dan menganalisis data. Oeh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. Tujuan Pembelajaran IPA Terpadu Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : a. kritis. tekun.

4. yaitu fisika. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. kimia. kompetensi dasar. utuh. dan analitik. dan biologi. c. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. dan sarana. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. teratur. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. Di samping itu. Implikasi Pembelajaran IPA Terpadu Implikasi pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal berikut: a. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. kemampuan analitik. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. menyeluruh.38 Keterpaduan bidang kajian dapat mendorong untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. sistimik. tenaga. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. maka dalam . untuk memiliki kecermatan. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar dapat diajarkan sekaligus. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. menerima. menyerap. Guru Pembelajaran IPA Terpadu merupakan gabungan antara berbagai bidang kajian IPA. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. maka pembelajaran akan lebih efesien dan efektif b.

Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. dan guru tunggal. Kelebihan sistem ini antara lain adalah: pencapaian KD pada setiap topik efektif karena dalam tim terdiri atas beberapa yang ahli dalam ilmu-ilmu sosial. a) Guru-guru yang tercakup ke dalam mata pelajaran IPA diberikan pelatihan bidang-bidang studi di luar bidang keahliannya.39 pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. satu topik pembelajaran dilakukan oleh lebih dari seorang guru. yakni: team teaching. seperti guru bidang studi Fisika diberikan pelatihan tentang bidang studi Kimia dan Biologi. Hal tersebut disesuaikan dengan keadaan guru dan kebijakan sekolah masing-masing. 2) Guru Tunggal Untuk tercapainya pembelajaran IPA Terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal tersebut. Untuk itu. . 1) Team Teaching Pembelajaran terpadu dalam hal ini diajarkan dengan cara team. Setiap guru memiliki tugas masing-masing sesuai dengan keahlian dan kesepakatan. c) Disusun skenario dengan metode pembelajaran yang inovatif dan memunculkan nalar para peserta didik sehingga guru tidak terjebak ke dalam pemaparan yang parsial bidang studi. untuk mereviu apakah skenario yang disusun sudah dapat memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan bidang studi di luar yang ia mampu. b) Koordinasi antar bidang studi yang tercakup dalam mata pelajaran IPA tetap dilakukan. dalam pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan dengan dua cara. maka dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut. dan peserta didik akan lebih cepat memahami karena diskusi akan berjalan dengan narasumber dari berbagai disiplin ilmu. pengalaman dan pemahaman peserta didik lebih kaya daripada dilakukan oleh seorang guru karena dalam satu tim dapat mengungkapkan berbagai konsep dan pengalaman.

40 d) Persiapan pembelajaran disusun dengan matang sesuai dengan target pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan topik yang dihasilkan dari pemetaan yang telah dilakukan. Hal ini disebabkan model ini menekankan pada pengembangan kemampuan analitik terhadap konsep-konsep yang dipadukan. utuh. Selain itu. menyeluruh. Peserta didik Dilihat dari aspek peserta didik. teratur. pengetahuan. sistemik. kemampuan asosiatif. Selanjutnya. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep. baik dalam aspek intelegensi maupun kreativitas. menyerap. peserta didik digiring berpikir secara luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan-hubungan konseptual yang disajikan guru. peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. b. Dengan mempergunakan model pembelajaran IPA Terpadu. menerima. Oleh karena pembelajaran terpadu pada dasarnya merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu alam maka dalam pembelajaran ini memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan . karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Bahan Ajar Bahan ajar memiliki peran yang penting dalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran terpadu. Dengan demikian. dan analitik. serta kemampuan eksploratif dan elaboratif. nilai atau tindakan yang terdapat dalam beberapa indikator dan Kompetensi Dasar. c. pembelajaran model ini menuntun kemampuan belajar peserta didik lebih baik. secara psikologik. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. pembelajaran IPA Terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreativitas akademik. model pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan.

5. d. Dalam satu topik pembelajaran. majalah. hasil penelitian. b. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran IPA terpadu diperlukan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran yang pada dasarnya relatif sama dengan pembelajaran yang lainnya. Pemanduan Konsep dalam Pembelajaran IPA Terpadu Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa bidang kajian adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubung kaitkan konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. dapat juga digunakan disket. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan tema. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. berdisiplin. 1997. Sebagai bahan penunjang. atau CD yang berkaitan dengan bahan yang akan dipadukan.236). peserta didik harus diberikan ilustrasi dan demonstrasi yang komprehensif untuk satu topik tertentu. . brosur. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. dan mandiri. hanya saja ia memiliki kekhasan tersendiri dalam beberapa hal.41 pembelajaran monolitik. namun demikian dalam pembelajaran ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sarana yang relatif lebih banyak dari pembelajaran monolitik. kaset. Dalam pembelajaran IPA Terpadu. Di samping itu. diperlukan sejumlah sumber belajar yang sesuai dengan jumlah Standar Kompetensi yang merupakan jumlah bidang kajian yang tercakup di dalamnya. koran. Bahan yang akan digunakan dapat berbentuk buku sumber utama maupun buku penunjang lainnya. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai bidang kajian (Carin. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Hal ini disebabkan untuk memberikan pengalaman yang terpadu. serta alat pembelajaran yang terkait dengan indikator dan Kompetensi Dasar ditetapkan. bahan bacaan penunjang seperti jurnal.

e. dan berinteraksi dengan teman. Oleh karena itu.42 c. guru. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA .lingkunganteknologi . peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka mendengar. dan dunia nyata. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. Contoh 1: Pengaruh asap rokok terhadap lingkungan (pencemaran udara) Pengaruh bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari PerokokA ktif Perokok Pasif Lingkungan Pengaruh rokok bagi kesehatan Rokok Materi dan sifatnya Gangguan pada sistem pernapasan Kesehatan Makhluk hidup dan proses kehidupan Gambar 2-1 Jaringan tema rokok . d. membaca. menulis dan melakukan kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya.masyarakat. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. kolaborasi. berbicara. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik.

dan evaluasi dalam mata pelajaran IPA. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu . kebutuhan. Perencanaan Secara konseptual yang dimaksud terpadu pada pengembangan pembelajaran IPA dapat berupa contoh. analisis. Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. bakat. Konsep-konsep yang dapat dipadukan pada semester yang berlainan pembelajarannya dapat dilaksanakan pada semester yang sama (tertentu) dengan tidak meninggalkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada semester lainnya. pemahaman. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a. aplikasi. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA.43 6. dan kemampuan).

dalam pembelajaran IPA Terpadu. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam bidang kajian IPA. 3) Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPA pada kelas yang sama. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja.44 Gambar 2-2 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Beberapa ketentuan 1) 2) dalam pemetaan Kompetensi Dasar Kompetensi dalam dalam pengembangan model pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPA Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. 3) Dalam menentukan topik. 4) Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. Tema yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada bidang kajian yang telah dipetakan. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. 1) 2) Tema. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. Mengidentifikasikan beberapa Dasar berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. .

menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik (readiness). Melaksanakan apersepsi (apperception) dilakukan dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar terhadap jawaban peserta didik. menciptakan suasana belajar yang demokratis. kegiatan inti. Model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP). karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. 1) Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. dan membangkitkan perhatian peserta didik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perangkat administrasi pembelajaran untuk menjabarkan silabus menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikemas dalam kegiatan pendahuluan. membangkitkan motivasi belajar peserta didik. dan penilaian awal (pre-test). Kegiatan utama yang dilaksanakan dalam pendahuluan pembelajaran ini di antaranya untuk menciptakan kondisi-kondisi awal pembelajaran yang kondusif. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Melaksanakan penilaian awal dapat dilakukan dengan cara lisan pada beberapa peserta didik yang dianggap . Fungsinya terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. dilanjutkan dengan mengulas materi pelajaran yang akan dibahas. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut.45 b. Penciptaan kondisi awal pembelajaran dilakukan dengan cara: mengecek atau memeriksa kehadiran peserta didik (presence. attendance). melaksanakan kegiatan apersepsi (apperception).

3) Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit . tetapi juga sebagai kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dan kegiatan tindak lanjut. Secara umum kegiatan akhir dan tindak lanjut dalam pembelajaran terpadu di antaranya: a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di bidang kajian yang satu dengan konsep di bidang kajian lainnya. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Kegiatan tindak lanjut harus ditempuh berdasarkan pada proses dan hasil belajar peserta didik. Waktu yang tersedia untuk kegiatan ini relatif singkat. oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan non-tatap muka. bisa juga penilaian awal ini dalam prosesnya dipadukan dengan kegiatan apersepsi.46 mewakili seluruh peserta didik. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional.

pilihan ganda. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. bentuk dan instrumen yang digunakan terdapat pada lampiran. dan unjuk kerja dan b) Non tes: panduan observasi. c) wawancara. tes unjuk kerja dan tugas rumah yang berupa proyek. uraian. harus disertai rubrik penilaian. dan rubrik. c. Apabila penilaian menggunakan tehnik tes tertulis uraian. 1) Teknik Penilaian Teknik penilaian merupakan cara yang digunakan dalam melaksanakan penilaian tersebut. Untuk jenis tagihan nontes. Penilaian Penilaian yang dikembangkan mencakup teknik.d) tugas. benar-salah. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. menjodohkan. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. teknik-teknik penilaian yang dapat diterapkan adalah: a) observasi. Teknik-teknik yang dapat diterapkan untuk jenis tagihan tes meliputi: a) Kuis dan b) Tes Harian. 3) Instrumen Instrumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi. 2) Bentuk Instrumen Bentuk instrumen merupakan alat yang digunakan dalam melakukan penilaian/pengukuran/evaluasi terhadap pencapaian kompetensi peserta didik. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. membaca materi pelajaran tertentu. kuesioner. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. panduan wawancara.47 oleh peserta didik. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem . Bentuk-bentuk instrumen yang dikelompokkan menurut jenis tagihan dan teknik penilaian adalah: a) Tes: isian. e) proyek. b) angket. dan f) portofolio. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes.

menyimpulkan bahan ajar. kebermaknaan. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. menganalisa dan menyimpulkan . mengolah. masyarakat. peserta didik dengan guru. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. menafsirkan. sehingga siswa dituntut untuk mencari. Rote adalah Suatu strategi belajar siswa untuk menguasai bahan ajar. lingkungan. menafsirkan. dan tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. mengolah. kemampuan mekanistis tanpa mempehatikan arti.48 penilaian konvensional. Meaningful adalah: Bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. tugas dan lembaga. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Discovery adalah: Suatu proses aktivitas kegiatan siswa untuk mencari. ada beberapa pendekatan strategi pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Sukmadinata. Konsep Strategi Pembelajaran. mendorong dan fasilitator. Dari beberapa istilah tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai strategi mebelajaran seperti diuraikan berikut ini: Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful adalah: Suatu strategi pembelajaran yang mengutamakan aktivitas kegiatan siswa. dimana guru hanya berfungsi untuk memotivasi. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. D. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Agar kegiatan proses pembelajaran tersebut menjadi lebih menarik dan diminati oleh seluruh warga belajarnya maka perlu dibuat berbagai macam strategi yang tepat guna sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang lebih baik lagi.

kebermaknaan. pendorong dan fasilitator. Metode-metode pengajaran dan bahan-bahan ajaran yang cocok untuk kedua strategi pembelajaran diatas adalah: Metode pada Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan aktivitas kelompok. masyarakat. Sehingga pada strategi Pembelajaran RoteMeaningfu. tugas dan lembaga. Tuntutan Hasil Pembelajaran: Pada strategi pembelajaran DiscoveryMeaningful siswa dituntut untuk mencari. dan masyarakat. Sedangkan Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful siswa hanya di orientasikan untuk memiliki kemampuan mekanistis dari bahan ajar saja. lembaga. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu . kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. kebermaknaan. lembaga. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. pendorong dan fasilitator. Dalam strategi pembelajaran Discovery-Meaningful kapasitas guru hanya berfungsi sebagai motivator. dan kurang memperhatikan arti. menafsirkan.49 bahan ajar yang dipelajari. kelihatannya peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. dan masyarakat. sedangkan pada Strategi Pembelajaran RoteMeaningful siswa hanya dituntut untuk memiliki kemampuan mekanistis saja sehingga peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. tugas. mengolah. kurang memperhatikan arti. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Diskusi. Simulasi. diantaranya adalah: Proses pembelajaran: Pada strategi pembelajaran Discovery-Meaningful aktifitas siswa sangat dominan dan guru berfungsi sebagai motivator. menganalisa dan menyimpulkan bahan ajar yang dipelajari. tugas. Dari dua analisa Strategi Pembelajaran diatas maka dapat dilihat beberapa perbedaan. sendiri. Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful adalah : Suatu strategi pembelajaran yang hanya mengutamakan pada kemampuan mekanistis dari bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa.

metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Ekspositori. Penilaian dilakukan dengan . 6. Contoh bahan-bahan Pelajaran: Pada Mata Pelajaran IPA/Saint. Eksperimen. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Problem Solving melalui kegiatan: Penyusunan rancangan. menyimpulkan hasil. melakukan percobaan. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. mata pelajaran. 5. satuan pembelajaran. 4. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. 2. tanya jawab. diskusi kelas). Penentuan Jenis Penilaian. lisan (ceramah. pengamatan. menganalisa masalah yang timbul. dll. seminar. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. yaitu kegiatan siswa dan materi. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. demonstrasi/peragaan. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. 3. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. dan keterampilan. Dalam penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. melakukan penelitian pada praktek pembuatan tempe untuk menemukan sel Rhizopus. Dapat juga menggunakan belajar berbuat. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.50 Role playing. pengetahuan. Metode pada Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan variasi metoda dan media pelajaran. 1. Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. khususnya guru.

dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. penilaian hasil karya berupa tugas. penggunaan portofolio. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. pengukuran sikap. (c) sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Misalnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian diantaranya : (a) penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. proyek dan/atau produk. keluasan. dan penilaian diri. (b) penilaian menggunakan acuan kriteria. (d) hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. pengamatan kinerja. tingkat kesulitan. kedalaman.51 menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. . menganalisis. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Menentukan alokasi waktu penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. (e) sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. 7.

sosial. yang berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. Konsep Strategi Istilah strategi berasal dari kata yunani strategeia (stratos artinya militer. narasumber. dan ag artinya memimpin). berkenaan dengan: Menganalisis faktor-faktor strategik dari situasi lingkungan. (20007:2). menetapkan tujuan organisasi. Menentukan sumber belajar adalah rujukan. E. dan tujuan taktikal. dan indikator pencapaian kompetensi. Strategi Pembelajaran IPA Terpadu Perumusan strategi merupakan langkah awal yang sangat penting bagi ketercapaian tujuan organisasi. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. tujuan korporet (tujuan usaha dan keuangannya). merekomendasikan rencana strategik.52 8. dan budaya. baik lingkungan mikro maupun makro. organisasi. Istilah strategi semula bersumber dari kalangan militer dan secara populer sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jendal untuk memenangkan suatu peperangan. serta lingkungan fisik. Menganalisis pesaing secara internal dan eksternal. memberikan pengertian strategi sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. dalam hubungan analisis situasi. menetapkan misi (peranan yang dimainkan organisasi dalam masyarakat). dengan mengidentifikasi keunggulan komparatif organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko sehingga organisasi menjadi lebih efektif. rencana itu memberikan pengertian rumusan strategi . Strategi juga akan memberikan arah jangka panjang yang akan dituju. alam. bersamaan dengan analisis tersebut. menganalisis. (1993:35). merumuskan visi (tujuan jangka panjang yang paling mungkin). Sedangkan Sanusi. kegiatan pembelajaran. yang berupa media cetak dan elektronik. 1. tujuan-tujuan itu. sebab strategi merupakan instrumen untuk menghadapi dan mengantisipasi perubahan lingkungan sekaligus sebagai kerangka kerja untuk menyelesaikan setiap masalah. Secara sederhana Soekartono. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. tujuan dari satuan bisnis strategik (sasaran dan keuangannya).

Richard Vancil sebagaimana yang dikutip oleh Winardi. yang membatasi skope aktivitasaktivitas organisasi yang bersangkutan. dan c) kelompok rencana-rencana dan tujuan-tujuan jangka pendek yang telah diteapkan dengan ekspektasi . (1995:17). (1997:96). berupa a) sasaran-sasaran jangka panjang atau tujuan-tujuan organisasi tersebut. b) kendala-kendala luas dan kebijakan-kebijakan yang atau ditetapkan sendiri oleh sang pemimpin. startegi dapat dipandang sebagai suatu proses berpikir dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis. Mengacu pada pendapat di atas. memberikan pengertian strategi sebagai: Rencana berskala besar yang berorientasi jangkauan masa depan yang jauh serta ditetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif dengan lingkunganya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang bersangkutan. merumuskan konsep strategi sebagai berikut: Strategi sebuah organisasi atau sub unit sebuah organisasi lebih besar yaitu sebuah Konseptualisasi yang dinyatakan atau yang diimplikasikan oleh peminpin organisasi yang bersangkutan. Siagian. atau yang diterimanya dari pihak atasannya. 2000:25). maka menurut hemat penulis. Tahap berpikir strategik menurut Kenneth Primozic. dapat disistematikan seperti pada gambar 6 berikut: IDENTIFIKASI MASALAH RENCANA LANGKAH YANG AKAN DIAMBIL PENERAPAN PEMECAHAN MASALAH PENGELOMPOKAN MASALAH BENTUK NYATA PADA KESIMPULAN PERENCANAAN UNTUK IMPLEMENTASI PROSES ABSTRAKSI TIMBULNYA KESIMPULAN PENENTUAN METODE PEMECAHAN VALIDASI HIPOTESIS PEMECAHAN DENGAN ANALISIS FORMALISASI HIPOTESIS PEMECAHAN Gambar 2-3 Model Tahap Berpikir Strategik Bila dikaitkan dengan fungsi manajemen. (Herdiwandani.53 memberikan detil tentang bagaimana lankag dan cara yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang dimaksud.

setiap organisasi pasti memiliki strategi. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi. dapat penulis simpulkan bahwa perumusan strategi harus memperhatikan berbagai faktor yang sifatnya kritikal. strategi dapat didefinisikan sebagai pedoman untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimpementasikan misinya. yang menonjol dalam faktor ini ialah bahwa straetgi merupakan keputusan dasar yang dinyatakan secara garis besar.54 akan diberikannya sumbangsih mereka dalam hal mencapai sasaran-sasaran organisasi tersebut. meskipun strategi strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara eksplisit. Profil tertentu bagi organisasi yang menggambarkan kemampuan yang dimiliki dan kondisi internal yang dihadapi oleh organisasi. Pengenalan lingkungan dimana organisasi akan berinteraksi dengan berbagai kondisinya. yaitu hanya menanggapi dan menyesuaikan diri teradap lingkungan secara pasif manakala dibutuhkan. maka menurut pendapat penulis. Berdasarkan penjelasan di atas. Pada definisi ini. Dari perspektif pertama. c. Makna yang terkandung dari strategi ini adalah bahwa para manajer memainkan peranan yang aktif. b. yaitu: a. yan memungkinkan menarik keuntungan-keuntungan dari badang-bidang kekuatannya. Sedangkan berdasarkan perspektif kedua. yaitu (1) dari perspektif apa suatu organisasi ingin lakukan. . Strategi berarti menentukan misi pokok suatu organisasi. konsep strategi dapat didefinisikan berdasakan dua perspektif yang berbeda. strategi didefinisikan sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungan sepanjang waktu. sadar dan rasional dalam merumuskan srtategi organisasi. Berdasarkan berbagai definisi tersebut. Organisasi yang bersangkutan masih meraih suatu keunggulan apabila ia dapat memanfatkan peluang-peluang di dalam lingkungan. dan (2) dari perspektif apa organisasi akhirnya lakukan. di mana tujuan strategi adalah untuk mempertahnkan atau mencapai suatu posisi keunggulan dibandingkan dengan pihak pesaing. Pandangan ini diterapkan bagi para manajer yang bersifat reaktif.

2) praktis. i. e. j. k. 3) hanya bisa dinyatakan secara kualittif. suatu strategi perlu memberikan arah tentang rincian yang perlu dilakukan. Dengan ciri-ciri seperti itu. dan diperhitungkan dapat dicapai karena didukung oleh kemampuan dan kondisi internal organisasi. Memilih satu alternatif yang dipandang paling tepat dikaitkan dengan sasaran jangka panjang yang dianggap mempunyai nilai yng paling strategik. g. Mempersiapkan tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan kualitas teknis dan perilaku serta mempersiapkan sistem manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada pengakuan dan penghargan harkat dan martabat dalam organisasi. dan 4) masih abstrak. sarana. 3) bersifat konkrit. dan 4) h. Memperhatikan bentuk tipe dan struktur organisasi yang akan digunakan. prasarana dan waktu. 2) jangkuan waktunya jauh ke depan. Mengidentifikasi beberapa pilihan yang wajar dari berbagai alternatif yang tersedia dikaitkan dengn keseluruhan upaya yang akan dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.55 d. kreativitas dan diskresi para pelaksana kegiatan oprasional tidak dihambat. Artinya perlu ditetapkan sasaran dengan ciriciri: 1) jangkuan waktu ke depan spesifik. Menciptakan suatu sistem pengawasan yang menjamin daya inovasi. Suatu strategis harus merupakan analisis yang tepat tentang kekuatan yang dimiliki kelemahan yang mungkin melekat. berbagai peluang yang munkin timbul. f. Suatu sasaran jangka panjang pada umumnya mempunyai cari yang menonjol. yaitu: 1) sifatnya yang idealistis. Memperhatikan pentingnya oprasionalisasi keputusan dasar yang dibuat dengan memperhitungkan kemampuan organisasi di bidang anggaran. . serta ancaman yang diperkirakan akan dihadapi organisasi. dinyatakan secara kuantitatif. dalam arti diperkirakan mungkin dicapai. dan harus dimanfaatkan.

maka manajemen stratejik berkaitan dengan upaya memutuskan persoalan strategi dan perencanaan. m. mengemukakan bahwa: Manajemen stratejik sebagai suatu proses yang mempunyai akibat antara lain perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi beberapa atau seluruh komponen yang lain. Manajemen stratejik mendeterminasi arah jangka panjang organisasi yang bersangkutan dan ia menghubungkan sumber-sumber daya organisasi yang ada dengan peluang-peluang pada lingkungan yang lebih besar.56 l. Sistem penilaian tentang keberhasilan dan ketidakberhasilan pelaksanaan strategi yang dilakukan berdasarkan serangkain kriteria yang rasional dan okjektif. (Herdiwandani. Dengan demikian sesungguhnya manajemen stratejik merupakan sebuah proses berkelanjuan dan tahapan-thapannya merupakan bagian-bagian yang berinteraksi dari sebuah sistem secara keseluruhan. 2000:31). berdasarkan penjelasan di atas. hanya sekedar tercapai atau tidak tercapai. Proses pembuatan. kesemuanya itu diperlukan sebagi bahan dan dasar untuk mengambil keputusan di masa depan. Secara skematis keterkaitan antara komponen atau tahapan dalam sebuah sistem manajemen stratejik dapat dilihat pada gambar 2-4 berikut: MISI ORGANISASI PROFIL ORGANISASI Apa yang mungkin dilakukan ? LINGKUNGAN EKSTERNAL Apa yang diinginkan ? . dapat penulis nyatakan bahwa fokus manajemen stratejik adalah pada lingkungan eksternal dan pada operasi-operasi pada masa mendatang. Menciptakan suatu sistem umpan balik sebagai instrumen bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan strategi yang telah ditentukan itu untuk mengetahui apakah sasaran itu terlampaui. penerapan dan evaluasi strategi merupakan suatu proes yang berurutan. dan bagaimana strategi tersebut dilaksanakan dalam praktik. Mengacu pada pendapat tersebut. Kenneth Primozic.

yang mengarahkan. c. merupakan sebuah deskripsi alasan bagi eksistensi sesuatu organisasi. kontinuitas. Dengan kata lain. akan tetapi membuat organisasi memiliki identitas yang khas. tujuan dan perumusan secara menyeluruh dan ia harus mencakup kategori-kategori informasi sebagai berikut : a. 1997) Berdasarkan gambar di atas. masalah yang membedakan satu organisasi dari organisasi yang sejenis.57 ANALISIS STRATEGI DAN PILIHAN SASARAN JANGKA PANJANG GRAND STRATEGI SASARAN TAHUNAN STRATEGI FUNGSIONAL KEBIJAKAN MELEMBAGAKAN STRATEGI PENGAWASAN DAN EVALUASI Gambar 2-4 Model Manajemen Stratejik (Diadopsi dari Winarno. mengapa organisasi yang bersangkutan ada. yang merangsang proses perumusan tujuan dan strategi. . terlihat bahwa langkah awal yang mendasari langkah penting lainnya dalam penerapan strategi adalah penetapan misi organisasi. Bagi suatu organisasi penentuan misi sangat penting karena misi ini bukan hanya sangat mendasar sifatnya. pasar-pasar primernya. dan iklim etika di dalam organisasi yang bersangkutan. Misi ini merupakan suatu bentuk pernyataan umum tetapi bersifat lestari oleh manajemen puncak yang mengandung niat organisasi yang bersangkutan. b. prinsip-prinsi moril dan etika yang akan membentuk falsafah dan watak organisasi yang bersangkutan. dan teknologi pokoknya dalam produksi. Misi menyajikan identitas. tujuanya dihubungkan dengan produk dasarnya atau servis.

58 Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa misi memberikan garis besar tentang identitas organisasi yang bersangkutan. memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. Dihubungkan dengan belajar mengajar. e. dan ia merupakan sebuah pedoman bagi pembentukan strategi-strategi pada tingkatan keorganisasian yang lebih rendah. menfasilitasi desain dari kontrol. d. memberikan dorongan sumbe daya. merumuskan iklim internal organisasi tersebut. menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan variabel-variabel kunci bagi sebuah sistem dan petunjuk-petunjuk bagi alokasi sumber- . Peranan yang a. Strategi pembelajaran merupakan dasar dalam proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut seperti: mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. b. dimainkan oleh misi dalam hal mengarahkan organisasi yang ada adalah penting. memilih dan menetapkan prosedur metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. karena : merupakan sebuah landasan bagi konsolidasi sekitar tujuan organisasi tersebut. Strategi Pembelajaran Secara umum strategi pembelajaran mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. 2. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. merupakan sejumlah petunjuk bagi penerapan tanggung jawab jabatan. c.

konsep. benar. Penjelasan di atas sesuai dengan pendapat Djamarah dan Aswan (1995:5-8). berbeda dengan cara atau metode . menurut teori Asosiasi (hapalan) tidak akan sama hasilnya dengan pengertian belajar menurut teori Problem Solving (Pemecahan Masalah) dalam cara pendekatan proses pembelajaran oleh pendidik. dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang berbeda pula dan bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakan berbagai disiplin ilmu.59 balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. yang akan mempengaruhi hasil proses pembelajarannya. Disini terlihat bahwa proses pembelajaran diperlukan beberapa langkah sebagai hasil kegiatan belajar mengajar yang dilakukan itu dijadikan sebagai sasaran dari pembelajaran. (d) Menerapkan normanorma atau kriteria keberhasilan yang dapat dijadikan ukuran. Pendekatan yang digunakan terhadap kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya. metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Tujuan pembelajaran yang oprasional dalam belajar mengajar mutlak dilakukan oleh guru sebelum melakukan tugasnya di sekolah. Norma-norma sosial seperti baik. (c) Memilih dan menetapkan prosedur. pengertian dan teori apa yang guru gunakan dalam memecahkan suatu kasus. Metode atau teknik penyajian untuk memotivikasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannnya untuk memecahkan masalah. mengemukakan ada empat masalah pokok yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan pedoman buat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan bahwa: Pembelajaran dikatakan berhasil apabila memenuhi empat langkah proses kegiatan belajar mengajar seperti : (a) Spesifikasi dan Kualifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. adil. tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkrit. sehingga mudah dipahami oleh anak didik. oleh karena itu. Satu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda maka akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. (b) Memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Dalam melaksankan proses kegiatan belajar mengajar bagaimana cara guru memandang suatu persoalan.

Dalam Proses pembelajaran pendidik membutuhkan variasi pengunaan teknik penyajian supaya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung tidak membosankan untuk mencapai tujuan pembelajaran. maka tenaga pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengkombinasikan beberapa metode yang relefan. (2007-103). (1976). Berdasarkan pendapat tersebut. Dari uraian di atas sejalan dengan pendapat J. setelah dilakukan evaluasi. Strategi pembelajar sebagai pola dan urutan umum perbuatan guru – murid dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran.murid didalam bermacam-macam peristiwa belajar. Bila beberapa tujuan ingin diperoleh.60 supaya anak didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakannya sendiri. tampak bahwa di dalam konteks pembelajaran. (c) Strategi Pengelolaan Pembelajaran. sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud nampak dipergunakan atau diperagakan guru. Strategi pembelajaran memuat alternative-alternative yang harus dipertimbangkan untuk dipilih dalam rangka perencanaan pembelajaran. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Isjoni.murid didalam peristiwa pembelajaran. dalam ”Teaching Strategies for College Class Room”. sehingga pendidik mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. strategi berarti pola umum perbuatan guru murid dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. Implisit di balik karakteristik abstrak itu adalah rasional yang membedakan strategi-strategi yang satu dari strategi yang lain secara fundamental. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain. bahwa: Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab yang diantaranya: (a) Strategi Pengorganisasian Pembelajaran. Dengan demikian konsep strategi dalam hal inimerujuk kepada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru.R David. mengemukakan : . (b) Penyampaian Pembelajaran.

61

A plan, method, or series of activities designed to achieves a particular education goal. Menurut pengertian ini strategi pembelajaran meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu diperlukan seperangkat metode pengajaran seperti ceramah, diskusi kelompok maupun tanya jawab yang menggambarkan startegi pembelajaran. Strategi dapat diartikan sebagai ”a plant of operation achieng something ”,(rencana kegiatan untuk mencapai sesuatu), sedangkan metode ialah “a way in achieving something“,(cara untuk mencapai sesuatu), metode pengajaran termasuk dalam perencanaan kegiatan atau strategi. Menurut pendapat penulis, strategi pembelajaran juga tidak sama dengan metode pengajaran. Strategi pembelajaran merupakan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan, sedangkan metode pengajaran adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan itu. Metode pengajaran adalah alat untuk mengoprasionalkan apa yang direncanakan dalam strategi pembelajaran seperti sumber belajar, kemampuan yang dimiliki guru dan siswa, media pembelajaran, materi pengajaran, organisasi kelas, waktu yang tersedia, dan kondisi kelas/ lingkungan, merupakan unsur-unsur yang mendukung strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran. Strategi pembelajaran cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Dalam mengenbangkan strategi pembelajaran paling tidak guru perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain: a. Strategi mengaktifkan siswa Dengan cara membuat kelompok mulai dari yang kecil dan pemberian tugas guru, bila siswa belum dapat mengefektifkan kegiatan dalam kelompoknya. Berlanjut pada kondisi kelompok yang lebih besar dengan otonomi berada pada siswa baik untuk menetukan kelompoknya ataupun waktu penyelesaian tugas kelompok bersama-sama dengan guru. Kondisi ini diperlukan untuk membangun kerjasama diantara mereka dan strategi ini agar setiap siswa memikul suatu tanggung jawab dalam kelompoknya. b. Strategi membangun peta konsep siswa

62

Peta konsep dapat dikembangkan secara individual atau dalam kelompok kecil. Siswa-siswa mengatur sejumlah konsep atau kata-kata kunci pada satu halaman kertas, kemudian menghubungkannya dengan garis-garis dan sepanjang garis itu ditulis suatu kata atau ungkapan yang menjelaskan kaitan antar kata-kata atau konsep-konsep. c. Strategi menggali infomasi dari media cetak Jika siswa diminta untuk mengerti dan bukan sekedar mengingat informasi yang ditemukannya di dalam buku pelajaran, bahan rujukan surat kabar dan sebaginya, maka mereka haruslah aktif mengumpulkan informasi setelah itu gunakan pertanyaan terbuka, produktif dan imjinatif. d. Strategi membandingkan dan mensisntesiskan informasi Pemahaman informasi dari berbagai sumber belajar dapat ditingkatkan jika siswa-siswa bekerja dalam kelompok dan setiap anggota kelompok diberi sumber belajar yang berbeda untuk digunakan dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. Dengan demikian, siswa-siawa harus membandingkan dan mendiskusi jawaban-jawaban yang sudah mereka tuliskan sehingga sebagai hasilnya, mereka akan mampu memberi satu jawaban yang memuskan. Ini merupakan strategi yang efektif untuk dipakai oleh kelompok-kelompkok pakar ketika pendekatan’ gergaji ukur (jigsaw) terhadap proyek penelitian digunakan. e. Srategi mengamati (mengawasi) secara aktif Untuk menjamin agar para siswa berpikir aktif sewaktu menonton video mintalah mereka untuk : 1) Menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mereka pikirkan pada waktu menonton video. Ini dapat digunakan sebagai dasar untuk diskusi kemudian atau penelitian lanjutan tentang topik itu. 2) Mnuliskan contoh-contoh kategori tertentu dari peristiwaperistiwa, benda-benda atau hewan-hewan, dan sebagainya yang muncul dalam video itu. Ini dapat didiskusikan kemudian dan dikelompokan sebagao dasar untuk kegiatan meraih konsep. f. Strategi menganalisis dengan peta akibat atau roda masa depan

63

Strategi ini dapat digunakan sebelum atau sesudah siswa-siswa mempelajari sesuatu topik. Hal ini dapat digunakan untuk menemukan seberapa tuntas siswa-siswa sudah memikirkan sesuatu isu atau peristiwa, atau dapat digunakan untuk menentukan apakah mereka sudah mampu menerapkan informasi yang sudah dipelajarinya dalam menganalisis situasi baru. Siswa-siswa diminta untuk mempertimbangkan semua hasil atau akibat yang mungkin dari suatu tindakan atau perubahan dan kemudian hasil-hasil dan akibat-akibatnya sesudah itu. Mereka hendaklah didorong untuk berpikir tentang aakibat-akibat positif dan negatif dalam rentang konteks yang mungkin meliputi hal-hal yang bersifat sosial, etika, moral, ekonomi, politik, pribadi, hukum atau politik. g. Strategi melakukan kerja praktik Strategi ini selalu menjadi bagian penting dari pembelajaran sains. Terdapat beberapa cara yang menjamin bahwa siswa-siswa secara aktif terlibat dalam kerja praktik mereka dan bahwa mereka belajar dari pengalaman itu : 1) 2) 3) 4) terbatas) Dari uraian yang panjang lebar di atas penulis, sangatlah jelas bahwa kurikulum berbasis kompetensi mengusung pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya untuk mencapai optimalisasi pembelajaran dengan dukungan guru yang memiliki kemampuan dalam menciptakan situasi, motivasi, serta kondisi yang menuntut keaktifan mental dibanding aktif fisik. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang Memberi perintah-perintah dalam susunan acak Diminta meramalkan hasil-hasilnya Diberi suatu kumpulan peralatan yang tepat dan suatu pertanyaan untuk diselidiki Diberi pertanyaan penelitian eksperimen terbuka (tidak

dan karakteristik dan keterkaitnnya rumit). Pada tahap itu ada proses transformasi trancendental. belajar dengan berpikir formalistik (biasanya relevan dan konsisten dengan pesan-pesan yang dikandung dalam kaidah. Pada tingkat belajar konsep yang dimaksud seperti di atas. aturan atau teori yang dijadikan rujukannya hampa dengan fakta yang relevan). berpikir spekulatif (prosesnya tidak menentu dan keberhasilan pun diragukan. berpikir etis (ketentuan /aturan dan sangsi dari nilai etis tentang kebaikan/kebajikan (dan estetis tentang keindahan/kesucian) itu jadi rujukan dan pedoman). berpikir hapalan (Yang disimpan dalam pikiran itu tidak banyak diolah dalam keterkaitanya dengan informasi sebelumnya. belajar dengan berpikir konkrit (terbatas pada objek-objek yang berupa benda. maka berpikir dalam belajar itu memasuki daerah khusus dzikrulloh untuk mencari makna yang lebih konprehensif. menurut Sanusi. sehingga tidak memberi nilai tambah. Pada tingkat itu.kritikal yang berlangsung sebelumnya ). bermanfaat dan baik pula. (b) Berpikir Orde Lebih Tinggi diantaranya . di balik berpikir logis . efektip. bersifat coba-coba tentang apa adanya sehingga autputnya pun apa adanya). Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan hakekat pembelajaran ”PAKEM”. berpikir kreatif/lateral (ada sesuatu unsur baru. panca indra). dalam pembagian berpikir adalah sebagai berikut : (a) Berpikir Orde Rendah (Lower Order Thinking) diantaranya . kejadian atau kegiatan yang berujud kongkret dalam jangkuaian. berpikir rasional-empiris (berpikir yang dapat diterima akal sehat yang cocok dengan faktanya). dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. kreatif. berpikir kritis (tidak mengedepankan sikap”ya benar/terima/setuju”. peristiwa. 3. melainkan justru memadukan pemikiran logis dan rasional –empiris). (1999. berpikir logis (diturunkan dan amat konsisten dengan asumsi ada yang ditetapkan disini. yaitu pembelajaran aktif.32-35). menyenangkan.64 datang dari guru itu sendiri maupun datang dari temannya. berpikir menunjukan suatu proses terstruktur dan tingkatan-tingkatan hirarkis yang bersifat runtut. bermanfaat. yang khas dan lebih berarti. Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills adalah untuk mampu berpikir yang benar. dalam mengungkapkan keberartian fakta menurut kajian dan analisis berdasakan teori dalam disiplin ilmunya) . penggunaan dan pengendalian potensial aqal hendaknya bersambung dengan potensi qalbunya.rasional . tidak ada kontradiksi internal/sejalan dengan akal sehat). berpikir hapalan tidak bisa efektif jika jumlah objeknya banyak. selain mencari pengertian-pengertian yang logis dan rasional. dan berpikir aqliyah dan naqliyah (mengunakan akal dalam memeriksa fakta.

bermanfaat. perencana dan tenaga ahli kurikulum.memperhitungkan pula filosofi dan agama. pengetahuan dan sikap merupakan produk dimana para edukator seperti Kepala Sekolah.65 Dari uraian di atas penulis simpulkan bahwa untuk mampu berpikir yang benar. Pendekatan kita harus melihat pada keseluruhan sistem. dari pendekatan kita terhadap hidup. Tata Usaha (administrator).bukannya akibat dari ketidak cukupan memilki materi. Mereka mengelola. kekurangan kita akan kebijaksanaan. Peningkatan dan perkembangan keterampilan. laksanakan dengan ikhlas dan senantiasa istiqomah pada jalur yang diridhoi Allah swt. Akibat dari ketidak cukupan dalam mental kita bersama. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. Mulailah dari diri sendiri dengan niat lillahi ta’ala. dan . mengidentifikasinya. bermanfaat dan baik pula setiap potensi saat ini tidak dapat terselesaikan melalui satu kondisi yang sederhana tetapi memerlukan penanganan dari berbagai perspektif. kepala dinas pendidikan. tapi hal ini akan memerlukan persfektif yang jauh lebih banyak ketimbang dari apa yang kita namai sebagai ilmu pengetahuan. Berdasarkan ungkapan di atas maka sudah dapat dipastikan. Dan perhatikan bahwa berpikir tingkat tinggilah yang mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan mental. 4. Dengan mutu pembelajaran yang baik dan benar diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. pengetahuan dan sikap. pikiran dan bukan benda. Strategi Sumber Daya Manusia Strategi sumber daya manusia adalah salah satu bagian dari tujuan pendidikan nasional. kesejahteraan kemajuan di segala bidang. Dengan sumber daya manusia berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. dan menurutnya apa yang dibutuhkan oleh murid sehingga murid mengalami peningkatan dan perkembangan yang identik dengan perkembangan keterampilan. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk membuat perubahan pada diri manusia dan lingkungannya dengan harapan terjadi perubahan yang mengarah kepada yang lebih baik. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. Rektor Guru/Dosen. memiliki kedudukan sebagai manajer.

hanya keberhasilan Allah pula yang menentukan. sebagai individu maupun sosial. justru yang membatasinya adalah kemampuannya karena masih ada Maha Penentu dan Maha Mampu. baik untuk diri sendiri. selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. Dengan demikian mengupayakan adalah menjadi suatu kewajiban. Tuhan tidak akan merubah keadaan mereka. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Maka tak ada yang dapat menolaknya. dalam Al-Quran surat AlMu’min ayat 40 :            . obsesi tak terbatas. Bahkan Alloh telah mengisyaratkan pada umatnya seperti firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra’d ayat 11 :                                              Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Seperti kita ketahui bahwa keinginan.66 Islam tidak mengharamkan perubahan. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. Dalam Penjelasannya disebutkan bahwa "suatu kaum tidak akan berubah jika kaum itu sendiri tidak merubahnya". Upaya mengubah adalah kewajiban sehingga membentuk manusia untuk terus memaksimalkan diri ke arah perubahan yang diinginkan. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan kehendak manusia akan adanya perubahan. baik lahir maupun batin atau pun untuk orang lain bahkan lingkungan di sekitarnya. baik yang hidup maupun mati. Namun dengan tidak mengindahkan bahwa segalanya adalah kehendak adalah Allah Yang Maha Kuasa. kehendak. Karena Allah telah dengan sengaja menyuruh manusia untuk selalu berupaya dan berdoa seperti diisyaratkan oleh-Nya.

berilah kami apa yang Telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia terus berupaya melogikakan apa pun kehendaknya termasuk proses pencapaian kehendaknya tersebut. niscaya akan Kuperkenankan bagimu. dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. niscaya aku kabulkan". seperti dalam Al-Quran Surat Ali-Imron : 194                                   “Ya Tuhan kami. Dengan ungkapan tersebut: "berdo'alah pada-Ku. Perhatikan perkembangan keilmuan dan pengetahuan sekarang ini yang merupakan bukti konkret kemajuan pembelajaran . Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"." Umumnya hidup dalam kehidupan. Lebih dari itu bagi kaum atheis/materialistis merasa perubahan adalah penting bagian dari hidup dan yang bisa mengupayakan hal tersebut adalah kemampuannya sendiri karena mereka yakin bahwa perubahan sepenuhnya merupakan akibat dari perbuatannya sendiri termasuk alam. Maka dari itu muncullah berbagai macam teori. Selanjutnya Alloh mengisyaratkan kepada umatnya. Dunia pembelajaranpun tidak terlepas dari yang disebut perubahan. Seolah permintaan atau keinginan apa pun Allah tidak menolaknya tanpa batas. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. bahwa alloh tidak akan pernah mengingkari janjinya dari apa yang dilakukan oleh mereka.67            Yang artinya :”Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepadaKu. cara dan strategi pencapaiannya. konsep bahkan hukum yang berhubungan dengan atau antara keinginan.

Antusias dan bermotivasi tinggi: Menunjukkan rasa ingin tahu. dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan. d. tekun belajar. berapa lama. cara pandang. g. Peduli dan menghargai orang lain : Menyadari dan mau memahami serta memperhatikan kebutuhan dan kepentingan pihak lain. Hal ini sejalan dengan rencana strategis pemerintah bahwa untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas setiap insan yang unggul harus memiliki kriteria sebagai berikut : a. Sehingga dari hasil pemikiran baik pertanyaan maupun pernyataan menciptakan konteks tanya jawab. Kreatif: Memiliki pola pikir. Amanah: Memiliki integritas. Disiplin: Taat pada tata tertib dan aturan yang ada serta mampu mengajak orang lain untuk bersikap yang sama. persetujuan. Bertanggung jawab dan mandiri: Memahami resiko pekerjaan dan berkomitmen untuk mempertanggung-jawabkan hasil kerjanya serta tidak tergantung kepada pihak lain. berwatak kerja keras. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. (2007:3). semangat berdedikasi serta berorientasi pada hasil. c. menghargai waktu. Profesional: Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai serta memahami bagaimana mengimplementasikannya. berpendapat bahwa: Ciri-ciri sumber daya manusia berkualitas sendiri adalah mandiri. dimana. bagaimana cara mencapainya atau solusinya. dan lain-lain. bersikap jujur dan mampu mengemban kepercayaan. dan pantang menyerah. bagaimana perubahan itu bisa terjadi ? Secara sederhana begitu manusia berkehendak dan dianggap sebagai masalah maka memunculkan berbagai pemikiran tentang kapan waktunya. dan langkah yang lebih memberi kepastian dan keyakinan akan tercapainya berbagai keinginan tersebut diharapkan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas Isjoni.68 akibat upaya-upaya perubahan. b. f. Kapan. e. .

Dapat dipercaya (andal): Mampu memberikan bukti berupa hasil kerja. Taat azas: Mematuhi tata tertib. Memotivasi (motivating): Memberikan dorongan dan semangat bagi pihak lain untuk berusaha mencapai tujuan bersama. keterbukaan. Akuntabel: Bekerja secara terukur dengan prinsip yang standar serta memberikan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan. (empowering): Memberikan kesempatan dan m. t. l. p. s. Mengilhami (inspiring): Memberikan inspirasi dan memberikan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya. q. Visioner dan berwawasan: Bekerja berlandaskan pengetahuan dan informasi yang luas serta wawasan yang jauh ke depan.69 h. Memberdayakan n. mengoptimalkan daya usaha pihak lain sesuai kemampuannya. Membudayakan (culture-forming): Menjadi motor dan penggerak dalam pengembangan masyarakat menuju kondisi yang lebih berbudaya. Belajar sepanjang hayat: Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan. dan partisipasi aktif bagi kepentingan Depdiknas. kepercayaan. Gandrung mutu tinggi (service excellence): mengemban Menghasilkan kepercayaan dan dan memberikan hanya yang terbaik. saling menghargai. prosedur kerja. pengetahuan dan pengalaman serta mampu mengambil hikmah dan mejadikan pelajaran atas setiap kejadian. r. Responsif dan aspiratif: Peka dan mampu dengan segera menindaklanjuti tuntutan yang selalu berubah. . Menjadi teladan: Berinisiatif untuk memulai dari diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang baik sehingga menjadi contoh bagi pihak lain. o. u. Koordinatif dan bersinergi dalam kerangka kerja tim: Bekerja bersama berdasarkan komitmen. j. Produktif (efektif dan efisien): Memberikan hasil kerja yang baik dalam jumlah yang optimal melalui pelaksanaan kerja yang efektif dan efisien. i. dan peraturan perundangundangan. k.

misi dan tujuan sekolah. menyelenggarakan konsultasi. Antisipatif dan inovatif : Mampu memprediksi dan tanggap terhadap perubahan yang akan terjadi. dilihat dari unsur yang meliputi sumber daya manusia yang terlibat langsung di satuan pendidikan yaitu mulai dari Kepala Sekolah. 3) Kepala Sekolah sebagai supervisor artinya supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah). memotivasi. Tenaga Pendidik. pengetahuan. menghargai waktu. jajaran pimpinan pada dinas pendidikan termasuk kepala memiliki gaya kepemimpinan masing-masing yang sangat mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan di lingkungan kerja masing-masing karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. sehingga inisiatif tetap berada ditangan tenaga kepembelajaran. Melakukan pengawasan melekat. Sebagai Wirausahawan: Analisis tantangan dan peluang. Peserta Didik dan Tenaga Kependidikan. melakukan suvervisi. berkeadilan. yang dikaji bersama untuk dijadikan kesepakatan. pendelegasian. dan inklusif: Terbuka atas kritik dan masukan serta mampu bersikap adil dan merata. dan ketrampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. berkualitas. Sekolah adalah tempat mentrasper nilai. menyelenggara program. Pemanfaatan sumber daya. Mendiskusian dan . Demokratis. serta menghasilkan gagasan dan pengembangan baru. melakukan pengorganisasian. menggerakan seluruh warga sekolah. 2) Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin yang dapat kepribadian. Pencipta Iklim Kerja: Menciptakan ruang dan lingkungan kerja yang nyaman. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. w. Sumber daya manusia: 1) kepala sekolah sebagai manajer mampu menata memahami visi.70 v. sumber daya manusia perlu ditata secara optimal. Aspek yang di supervisi berdasarkan usul guru. Pembinaan Ketatausahawan. trampil. serta menjunjung tinggi ajaran agama. berbudi luhur. melakukan perencanaan. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah. Mengingat pentingnya berbagai sektor pembangunan. suasana kerja. Menciptakan tata tertib di sekolah. diklat bagi guru dan staf. komunikasi. pengambilan keputusan. Sebagai Pendidik: Bimbingan kepada warga sekolah.

membuka komunikasi dua aah. jabatan serta kemampuan masing-masing. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap peubahan prilaku guru yang positip sebagai hasil pembinaan. lingkungan. kepala sekolah harus berusaha mencari gagasan dan cara-cara baru dalam melaksanakan tugasnya.71 menapsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interprestasi guru. sehingga dapat mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Hal ini dilakukan agar para tenaga kepembelajaran dapat memahami apa-apa yang disampaikan oleh kepala sekolah sebagai pimpinan. dan umpan balik. yaitu pertemuan awal. 4) Kepala Sekolah Sebagai Leader yang harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Delegatif. hubungan yang mengintergrasikan harmonis setiap dengan kegiatan. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesinalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. dan mengembangkan model-model pembelajaran inovatif.mencari memberikan teladan kepada seluruh tenaga kepembelajaran di sekolah. 5) Kepala Sekolah Sebagai Inovator dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk menuingkatkan suatu kedaan dan memecahkan suatu masalah. Kreatif. dimaksudkan bahwa dalam menngkatkan profesionlisme tenaga kepembelajaran . Intergratif. Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaanya sebagai berikut secara Konstruktif. dimaksudkan bahwa dalam rangka meningkatkan profeionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan. meningkatkan kemauan tenaga kepembelajaran. dan mendeleasian tugas. kepala sekolah harus berupaya mendelegasikan tugas kepada tenaga kepembelajaran sesuai dengan deskripsi tugas. kepala sekolah harus berusaha mendorong dan membina setiap tenaga kepembelajaran agar dapat bekembang secara optimal dalam melakukan tugas-tugas yang diembannya kepada masingmasing tenaga kepembelajaran. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk gagasan menjalin baru. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara ttap muka. pengamatan. Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap.

yang bertugas memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam belajar dan 6) Kepala Sekolah Sebagai Motivator harus memilki srategi yang tepat untuk membeikan motivasi kepada para tenaga kepembelajaran dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. serta berusaha menciptakan situasi kerja yang menyenangkan dan memudahkan para tenaga kepembelajaran untuk beradaptasi dalam melaksanakan tugasnya. yang dilengkapi dengan alat peraga dan alat-alat lainya. menemukan. Kepala sekolah harus mampu beradaptasi dan fleksibel dalam menghadapi situasi baru. dan melaksanakan berbagai pembahruan di sekolah. Rasional dan objektif.72 di sekolah. pengaturan suasana kerja. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. sehingga dalam suatu laboratorium bidang studi dapat dijaga oleh beberapa orang guru (fasilitator). Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. Keteladanan. kepala sekolah harus berusaha menetapkan kegiatan atautarget serta kemampuan bahwa dalam yang dimiliki sekolah. dorongan. efisien dan produktif. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Adaptabel dan fleksibel. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. kepala sekolah harus berusaha memberikan teladan dan contoh yang baik. Moving class adalah mengubah strategi pembelajaran dari pola kelas tetap menjai kelas bidang studi. penghargaan secara efektif. meningkatkan profesionalisme tenaga berdasarkan kondisi dan kemampuan nyata yang dimiliki oleh setiap tenaga kepembelajaran. kepala sekolah harus berusaha betindak berdasarkan pertimbengan rasio dan objektif. dimaksudkan kepembelajaran di sekolah. sehingga setiap bidang studi memiliki kelas tersendiri. disiplin. Moving kclass ini bisa dipadukan dengan pembelajaran terpadu. Pragmatis. kepala sekolah harus berusaha mengintergrasikan semua kegiatan sehingga dapat menghasilkan sinergi untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif. Wahjosumijo (1999:110) mengemukakan bahwa : .

Beberapa prinsip yang dapat diterapkan profesionalismenya. visi dan misi sekolah. Prinsip-prinsip tersebut kepala sekolah untuk adalah para tenaga mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan .73 Kepala sekolah sebagai leader harus memilki karakter khusus yang mencakup kepribadian. e. c. menyusun program pengembangan tenaga kependidkan. berani mengambil resiko dan keputusan. teladan. Kemampuan kemampuannya mengambil keputusan akan tercermin bersama dari tenaga dalam mengambil keputusan mengembangkan misi sekolah. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. berjiwa besar. dan kemampuan berkomunikasi. emosi yang stabil. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercemin dalam sifat-sifat. pengalaman dan pengetahuan profesional. dan mengambil keputusan untuk kepentingan eksternal Kemampuan berkomunikasi akan tercermin dari kemampuanya berkomunikasi secara lisan dengan tenaga kepembelajaran di sekolah. pengetahuan terhadap tenaga kepembelajaran. kemampuan mengmbil keputusan. menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Pemahaman terhadap visi dan misi sekolah akan tercermin dari kemampuannya untuk mengembangkan visi sekolah. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. ke dalam tindakan. d. dan melaksanakan program untuk mewujudkan visi dan misi kepembelajaran di sekolah. jujur. a. percaya diri. untuk kepentingan internal sekolah. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. mengambil keputusan untuk sekolah. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan sebagai berikut memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan non guru). tanggung jawab. berkomunikasi secara lisan dengan peserta didik. b. memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. keahlian dasar. menerima masukan. berkomunikasi secara lisan dengan orang tua dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah.

Pada tahun 2005 Pemerintah dan DPR RI telah mensahkan undang-undang RI Nomor I4 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Para tenaga kepembelajaran juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Adapun jenis-jenis kompetensi yang dimaksud pada undang-undang tersebut meliputi ” kompetensi pedagogik. dan kompetensi profesional. tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh . Pengakuan terhadap guru sebagai tenaga profesional akan diberikan manakala guru telah memiliki antara lain kualifikasi akademik. Sertifikat pendidik diperoleh guru setelah mengikuti pembelajaran profesi. Di satu pihak. dan sertifikat pendidik yang dipersyaratkan. dan menyenangkan. kompetensi kepribadian. memberikan rasa aman menunjukan bahwa kepala sekolah memperhatikan mereka. Pemberian hadiah lebih bak dari pada hukuman. kepuasan penghargaan Setelah penulis kemukakan mengenai paparan tentang sumber daya manusia di atas tentang keprofesionalan sebagai kepala sekolah. Para tenaga kependidian harus selalu diberitau tentang hasil dari setiap pekerjaaanya. Kualifikasi akademik tersebut harus diperoleh mellui pembelajaran tinggi program sarjana atau diploma empat. Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja. tak kalah pentingnya sebagai unjung tonggak dalam keberhasilan tujuan pembelajaran nasional yaitu tenaga pendidik (guru profesional). kompetensi sosial. Pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukandan usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. kompetensi.74 kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik.

meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Kompetensi ini mencakup : menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya. menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi. Kompetensi Kepribadian yaitu memiliki kepribadian yang mantap. stabil. dan intelektual. . menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik. mengevaluasi kenerja sendiri. mengembangkan diri secara berkelanjutan. kultural. stabil. Kompetensi ini meliputi : menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. emosional. evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci kompetensi pedagogik meliputi : memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik. menevaluasi proses dan hasil pembelajaran b. Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap pesert didik. dan berwibawa. memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan dalam konteks kebhinekaan budaya. Kompetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan pembelajaran secara luas dan mendalam yang materi memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi . c. melaksanakan pembelajaran yang mendidik. memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peseta didik. memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. arif. perancangn dan pelaksanaan pembelajaran. dewasa. mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi. merancang pembelajaran yang mendidik. menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. sosial. morl.75 Penjabaran tentang jenis-jenis kompetensi tersebut sebagai berikut: a. arif. dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berahklak mulia. dewasa.

tenaga kepembelajaran.76 d. . Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. sesam pendidik. pembangkit pandangan. kreatifitas. model. Dengan kompetensi ini guru diharapkan dapat : merkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik. dan pengembangan pembelajaran di tingkat lokal. pendorong kreativitas. emansipator. pelatih. pembawa cerita. pelaksana dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. Hal tersebut lebih nampak lagi dalam pendidikan yang dikembangkan secara desentralisasi sejalan dengan kebijakan otonomi daerah. dan global. pribadi. aktor. teladan. pekerja rutin. (1998). teknologi informsi komunikasi berkomunikasi dan pengembangan diri. betapa pentingnya untuk meningkatkan aktivitas. karena disini guru diberi kebebasan memilih dan mengembangkan materi standar dan kompetensi dasar sesuai kondisi dan kebutuhan daerah dan sekolah. Kompetensi Sosial yaitu kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. regional. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. berkontribusi (ICT) tenaga terhadap untuk kependidiikan. pengajar. peneliti. kualitas dan profesionalisme guru. evaluator. Sukmadinata. pembimbing. orang tua/wali peserta didik. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. merkontribusi terhadap pengembangan sekolah masyarakat. dan masyarakat. Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. Menyadari hal tersebut. Lebih lanjut dikemukakannya bahwa guru adalah perencana. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pembelajaran. pembaharu. dan sesama pendidik. Peran guru profesional dalam pembelajaran adalah sebagai pendidik. dan masyarakat sekitar. nasional. penasihat. mengemukakan bahwa guru memegang peranan yang cukup baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. pembelajaran memanfaatkan orang di tua peserta didk. maka diperlukan rambu-rambu bimbingan teknis bagi guru untuk pengembangan profesionalisme yang berkelanjutan.

dan apabila salah satu komponen atau sub-komponen kurang/tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan. kepribadian. harus memiliki kualifikasi akademik pembelajaran. Dalam proses pembelajaran siswa sebagai titik sentral belajar. minimum DIV atau sarjana S1 program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu. Standar kompentensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama. kemampuan khusus. . media. kesulitan dalam memahami. dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. yaitu kompetensi pedagogik. dan guru membantu kesulitam siswa yang mendapat hambatan. yaitu kompetensi pedagogik.77 pengawet dan kulminator. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru mata pelajaran pada SMP/MTs. Keempat kemampuan itu menjadi tolok ukur profesionalisme guru. kompetensi kepribadian. dan sumber belajar. yang diantaranya : 1) Kualifikasi Akademik Guru pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat. dan profesional. 4) Sebagai Komunikator dan Fasilitator di dalam kelas guru berperan sebagai komunikator dan guru sebagai fasilitator memiliki peran memfasilitasi siswa untuk belajar secara maksimal dengan menggunakan berbagai strategi/metode. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seorang yang memiliki keahlian tanpa ijazah dilakuakan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk melaksanakannya. mencintai pekerjaannya. siswa yang lebih aktif. dan memcahkan permasalahan. mencari dan memecahkan permasalahan belajar. Yang dimaksud guru profesional adalah : 1) harus memiliki berbagai keterampilan. sosial. kompetensi sosial. 2) Guru profesional selalu mengembangkan dirinya terhadap pengetahuan dan mendalami keahliannya. 2) Kualifikasi Akademik guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan. 16 Tahun 2008. kompetensi profesional. menjaga kode etik guru. Kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk diangkat sebagai guru dalam bidang khusus yang sangat diperlukan tetapi belum dikembangkan diperguruan tinggi dapat diperoleh melalui uji kelayakan dan kesetaraan. maka perlu dilakukan pengembangan profesi. 5) pengembangan profesi guru mencakup empat bidang. Lain halnya penjelasan mengenai Profesi Guru dan Standar Kualifikasi Akademik sejalan dengan Permendiknas No. 3) Guru profesional harus rajin membaca literatur.

78 Apabila ditinjau dari tuntutan kualifikasi akademik dan harapan-harapan pemerintah bagi profesi tenaga pendidik dapat penulis simpulkan ada beberapa persyaratan atau yang harus dipahami oleh profesi pendidik diantaranya adalah : a. c. minat. dan kemampuannya. lebih baik dari seluruh aspek kepribadian. melaksanakan interaksi belajar mengajar. menguasai bahan kajian akademik Dan akhinya profesionalisasi guru di masa mendatang merupakan prioritas utama bagi dunia pendidikan. b. pengembangan profesional Menguasai kemampuan akademik : memahami wawasan kepembelajaran. (2005 : 128). Setiap peserta didik sebagai sumber daya manusia mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. maka pembelajaran diperlukan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa). bimbingan belajar siswa. Program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara dapat menyelesaikan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan dan berkewajiban menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. . melaksanakan tindak lanjut hasil penilian. Mengelola Pembelajaran: Menyusun rencana pembelajaran. penilaian prestasi belajar siswa. Pengembangan profesi : pengembangan diri. Pembelajaran dalam arti seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber tujuan daya untuk mencapai yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia selaku sumber daya manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama. Sukmadinata. bahwa tenaga pendidik adalah sebagai ujung tombak pembangunan maka dari itu tenaga pendidik untuk lebih aktif dan kreatif dalam inovasi profesi pendidik. lebih besar. berpendapat bahwa : Siswa atau peserta didik adalah individu yang berada dalam proses perkembangan yang merupakan perubahan bersifat progresif yaitu menuju ketahap yang lebih tinggi.

dan dialogis . (2008 : 51-52) Empat tahap pokok perkembangan dianataranya :1) Sensorik Motorik (sejak lahir hingga usia 2 tahun) artinya mengalami kemajuan oprerasi reflek belum mampu membedakan apa yang ada disekolahnya. Selaku sumber daya manusia yang mendukung secara tidak langsung dalam proses pendidikan selaku administrator perlu memiliki potensi keprofesiannya yang diantaranya seperti: atensi kerja optimal. pekerjaan yang bernilai tinggi. Profesi Tenaga Kependidikan sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training. loyalitas. 2) Pra Oprasional (2 sampai 7 tahun ) artinya mulai menerima arti secara simbolis dan mampu belajar tentang konsep yang lebih komplek dan meningkat. teknik. sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati. kreatif. kemampuan.79 Lain halnya mengenai tingkat perkembangan sumber daya manusia peserta didik menurut pendapat: Mulyasa. produktivitas. 3) Oprasi Nyata (7 sampai 11 tahun) artinya proses dalam pemecahan permasalahan. menyenangkan. Perlu disadari. Dari kedua pendapat paparan di atas apabila penulis simpulkan bahwa perkembangan sumber daya manusia peserta didik/siswa merupakan potensi diri sesuai dengan tingkat tahap perkembangannya melalui proses perkembangannya yang perlu tersedia pada jalur. bahwa sebenarnya peserta didik menuntut adanya perubahan yang relatif “baik”. pengelolaan. 4) Oprasi Formal (11 dan seterusnya) artinya ditandai adanya perekembangan kegiatan-kegiatan berpikir formal dan abstrak. Tenaga Kependidikan yang membantu dalam proses sebagai profesi yang mempunyai pengertian seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian. Dalam pasal 39 Ayat 1 UUSPN Tahun 2003 termaktub sebagai berikut bahwa: “Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. pengembangan. baik dalam kemampuan bersifat progresif maupun kreativitasnya. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan”. dan prosedur berlandaskan inteltualita. dinamis. pengawasan. disenangi oleh orang lain. bertujuan menciptakan ketrampilan. jenjang dan jenis pembelajaran yang diharapkan dan pelayanan secara optimal sesuai perkembangannya. dan dia dapat melakukan pekerjaan itu. ketrampilan (skill). inovatif kerja yang handal serta menciptakan suasana pelayanan pembelajaran yang bermakna.

dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran . 5. Dalam hal ini keempat unsur sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam proses pendidikan sangat berpengaruh terhadap rencana-rencana peningkatan salah satu proses pembelajaran di satuan pendidikan dengan harapan peran serta keempat pilar sumber daya manusia di atas dapat terwujud sesuai dengan harapan tujuan pembelajaran nasional. tenaga pendidik (guru). budaya. yang memberi perhatian pada keberagaman dan mendorong partisipasi masyarakat. Dalam era otonomi dan desentralisasi. pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas yang meliputi dimensi sosial. Strategi Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan memberi teladan prestasi kerja dan menjaga nama baik lembaga. dan bernegara di era persaingan global peran serta sumber daya manusia sangatlah berpengaruh besar untuk menjawab tantangan-tantangan khususnya di dunia pendidikan. Terwujud dan tekad dalam melakukan reformasi pembelajaran untuk dapat menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. Pembangunan pendidikan nasional adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas. dan tenaga kependidikan (tata usaha). peserta didik (siswa). Penulis dapat simpulkan dari potensi-potensi sumber daya manusia mulai dari kepala sekolah. profesi.80 mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pelayanan pembelajaran. dan pembaruan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan dalam tugasnya. tanpa kehilangan wawasan nasional. maju. ekonomi. dan politik. Dalam konteks demikian. penyesuaian. maka diperlukannya berbagai strategi-strategi. mandiri. dan modern. Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan. sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan berbagai perubahan. isi. Pembangunan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyeluruh dan sungguh-sungguh untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. berbangsa.

kurikulum-pengajaran dan bimbingan siswa. (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept. para akhli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya.81 untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Kurikulum adalah suatu suatu bangunan konsep. . mengatakan: kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. diarahkan. Mengartikan kurikulum sebagai suatu rangkaian pengalaman yang memiliki kemanfaatan maksimum bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuannya agar dapat menyesuaikan dan menghadapi berbagai situasi kehidupan. (1902) sejak lama telah menggunakan istilah kurikulum dan hubungannya dengan anak didik. Oliva. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". atau suatu verbalisasi dan selain kurikulum diartikan sebagai dokumen. dan kondisi sekolah atau daerah. kurikulum-pengajaran merupakan bidang yang paling langsung berpengaruht terhadap hasil pendidikan. Sukmadinata. Franklin. (1918) menyatakan bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik. keadaan sekolah. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. Semua pengalaman siswa yang dirancang. Dewey. Kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pembelajaran yang diharapkan Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan. (2004:47). Dewey menegaskan bahwa kurikulum dan anak didik merupakan dua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya adalah proses tunggal dalam bidang pembelajaran. baik sebagai dokumen maupun sebagai pengalaman belajar. Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju ke kedewasaan. sebab diantara bidang-bidang pendidikan yaitu manajemen pendidikan.

Apabila kita telaah. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.82 Tyler. (1957) menegaskan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya. . diarahkan. (1962) mengatakan bahwa kurikulum adalah pernyataan tentang tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat umum dan khusus. (1967) mengartikan bahwa kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki/dikuasai sebelumnya. dan materinya dipilih dan diorganisasikan berdasarkan suatu pola tertentu untuk kepentingan belajar dan mengajar." Lain halnya Sukmadinata. (1978) mengartikan kurikulum sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan pengajaran. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah seluruh hasil belajar yang direncanakan dan merupakan tanggung jawab sekolah. Sedangkan pengertian lainnya ditafsirkan secara sempit yang hanya menekankan kepada kemanfaatannya bagi guru dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Materi kurikulum mengacu kepada tujuan pengajaran yang diinginkan. implementasi kurikulum dan pengendalian kurikulum). semua pengalaman siswa yang dirancang. Sebagian pengertian kurikulum ditafsirkan secara luas yang penekanannya mencakup seluruh pengalaman belajar yang diorganisasikan dan dikembangkan dengan baik serta dipersiapkan bagi anak didik untuk mengatasi situasi kehidupan sebenarnya. akan terlihat bahwa pengertian-pengertian tersebut pada dasarnya memiliki arti yang hampir sama namun berbeda dalam ruang lingkup penekanannya. Taba. Schiro. Gagne. (Diktat Perkuliahan) berpendapat mengenai kurikulum adalah sebagai berikut: Kurikulum merupakan seperangkat rencana sebagai pedoman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. dan tahapan-tahapan mengenai kurikulum (desain kurikulum. Sedangkan pengertian kurikulum sebagaimana tercantum dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Biasanya dalam suatu kurikulum sudah termasuk dengan program penilaian hasilnya. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah.

Memahami sejarah perkembangan kurikulum dari sejak awal berguna untuk menjelajahi masa-masa aliran yang mempengaruhi perubahan kurikulum. yaitu suatu cara penyimpanan kurikulum dalam database komputer dan penyalurannya ke sekolah-sekolah melalui jaringan internet yang mungkin dapat diwujudkan pada waktu yang akan datang. yang paling menarik dari pendapat Glatthorn adalah bahwa rencana tersebut harus fleksibel agar dapat memungkinkan dilakukan perbaikan seperlunya apabila proses sedang berlangsung. pembiayaan dan penilaian pendidikan." Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. dan dapat membawa perubahan tingkah laku. dan 2) kurikulum harus bermanfaat bagi guru dalam membuat perencanaan pengajaran yang baik. kompetensi lulusan. sarana dan prasarana. Perubahan kurikulum khususnya di negara-negara yang sudah maju sering dipengaruhi oleh dan/atau sebagai perwujudan dari kekuatan masyarakat. dapat diamati oleh pihak yang tidak berkepentingan.83 Pengertian kurikulum paling tidak harus memenuhi dua kriteria yaitu 1) kurikulum harus mencerminkan pengertian umum tentang peristilahan pendidikan sebagaimana sering digunakan oleh pendidik. dan perubahan itu biasanya menawarkan suatu pandangan yang lebih luas. Ungkapan tentang bentuk dokumen yang mudah ditemukan memberikan petunjuk yang cukup luas dengan kemungkinan bahwa kurikulum dapat disimpan dan diedarkan melalui perangkat komputer. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. dapat diaktualisasikan dalam kelas. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. Istilah resminya adalah "innovations and reforms. disusun berdasarkan tingkat-tingkat generalisasi. disajikan dalam bentuk dokumen yang mudah ditemukan. proses. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. tenaga kependidikan. . Glatthorn sendiri mengartikan kurikulum adalah rencana yang dibuat untuk membimbing anak belajar di sekolah. pengelolaan.

. Sebagai model KTSP. model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain.84 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pembelajaran mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pembelajaran (BSNP).Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP. kreatif. penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Dari pengembangan kurikulum di atas sejalan dengan yang terdapat pada pasal 36 : 1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pembelajaran untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional. Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk: belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. belajar untuk memahami dan menghayati. Kedua. Selain dari itu. Pertama. tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian. dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. efektif dan menyenangkan.

agama. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. program pembelajaran. kurikulum Dokumen). Pasal 37 1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. deskripsi mata pelajaran. dan seni. pendidikan kewarganegaraan. 4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). media. rancangan dan instrumen evaluasi. buku. 3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: peningkatan iman dan takwa. teknologi. Desain kurikulum: dasar dan struktur kurikulum. peningkatan akhlak mulia. mengenai (kurikulum a. peningkatan potensi. bahasa. GBPP/silabus. Dari paparan di atas mengenai kurikulum mempunyai tujuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran nasional. . Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama Kabupaten untuk pembelajaran dasar dan provinsi untuk pembelajaran menengah. ada beberapa tahapan yang oleh Sukmadinata diungkapkan dalam penyusunannya secara lebih rinci seperti sebagai berikut: Desain kurikulum Implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan). potensi daerah. perkembangan ilmu pengetahuan. dan peserta didik.85 2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. seni dan budaya. ilmu pengetahuan sosial. kecerdasan. dan minat peserta didik. satpel. keragaman potensi daerah dan lingkungan. tuntutan dunia kerja. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. ayat (2). pendidikan jasmani dan olahraga. handout. dinamika perkembangan global dan j) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. renpel. Pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). matematika. ilmu pengetahuan alam. modul. keterampilan/kejuruan dan muatan lokal.

jalan menuju sekolah. kebun. implementasi. tes/ujian. personel. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. implementasi. pembelajaran praktik: simulasi-riil. pengawasan. tetapi jka dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. pengayaan dan remedial. rapih. penyimpanan inventarisasi. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pembelajaran dan pengajaran. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: halaman. komponen tersebut merupakan sarana pembelajaran. evalusi. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. serta alat-alat dan media pengajaran.. sumber daya pendidikn teori pendidikan dan model kurikulum yang diantaranya orientasi teori pendidikan model kurikulum. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasaranapendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalanya proses pembelajaran. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. . meja kursi. penulisan tugas akhir. biaya. desain. (2002:49-50). masyarakat. pembelajaran tiori. ruang kelas. sumber daya pembelajaran. Strategi Sarana Prasarana Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara lengsung dipergunakan dan menunjang proses pembelajaran. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. penyempurnaan: Desain. Mulyasa. taman sekolah. saranaprasarana. kegiatan ko dan ekstra kurikuler dan kuis. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. pengadan. bimbingan belajar. evluasi.86 b. Khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. berpendapat mengenai sarana prasarana sebagai berikut: 1). dan penghapusan serta penataan. tugas dan latihan. 2) Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. Implementasi Kurikulum: pengelolaan kelas. 6. c. Pengendalian kurikulum (evluasi dan penyempurnaan): evaluasi. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan.

transparansi. kualitas bukan merupakan atribut atau produk . Dalam konsep absolut sesuatu (barang) disebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna. kecantikan. dan kejiwaan peserta didik.Artinya. F. tercantik. Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan. Penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah Kota/Kabupaten untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. meningkatkan fasilitas pelayanan umum dan operasional termasuk pengadaan. Perlunya Pembelajaran Berkualitas Apakah kualitas itu ? Kualitas memiliki dua konsep yang berbeda antara konsep absolut dan relatip. Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Konsep Kualitas Pembelajaran IPA Terpadu 1. Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. dan hanya sedikit siswa yang akan mampu membayarnya (Sallis:1993). ketepatan dan kecepatan operasional pelayanan umum. Bila dipraktikan dalam dunia pendidikan konsep kualitas absolut ini bersifat elitis karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didik. Strategi sarana dan prasarana ini bertujuan menyediakan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan yang memadai. dan akuntabilitas publik. efisiensi.87 Dari uraian di atas setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pembelajaran sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. sosial. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain: meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung pelayanan. kepercayaan yang ideal tanpa ada kompromi. dan meremajakan dan memelihara alat transportasi dinas operasional untuk mendukung mobilitas. terpercaya. barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi. Kualitas dalam makna absolut adalah yang terbaik. kecerdasan intelektual. Dalam konsep relatif. emosional. perbaikan dan perawatan gedung dan peralatan.

maka kualitas pembelajaran dimaknai dalam konteks yang lebih luas dari pada sekedar prestasi akademik. Penilaian kualitas pembelajaran semacam ini sangat sempit setelah kita melihat apa itu kualitas pembelajaran seperti yang diuraikan di atas.1992:27) menjelaskan konsep mutu pembelajaran sebagai berikut : . ahli pendidikan. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihakpihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. Pandangan kualitas seperti itu hanya berlaku ketika sekolah dikontrol oleh pihak luar dan belum menjalankan Manajemen Berbasia Sekolah (MBS). Kualitas barang atau jasa dalam konep relatif ini tidak harus mahal. Keti kasekolah-sekolah telah menerapkan MBS. bersifat umum. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang itu atau jasa memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. dan para pejabat pendidikan mengartikan pendididikan berkualitas dengan ukuran perolehan nilaia ujian atau prestasi akademik. melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan.88 atau jasa. kualitas bukanlah merupakan tujuan akhir. Hal ini sejalan dengan ungkapan Sallis (Nurkolis. bila dilihat dari segi pendidikan bahwa mutu merupakan keterkaitan antara yang diajarkan dengan dunia kerja. 2003:68) yaitu “ dilihat dari sudut pandang produsen maka kualitas adalah mengukur berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan dan dari sudut pandang pelanggan maka kualitas untuk memenuhi tuntutan pelanggan. bila dikaitkan dalam dunia pendidikan maka hingga kini pengamat pendidikan. Berdasarkan penjelasan di atas. Oleh karena itu. Philip. ekslusif atau spesial karena barang berkualitas bisa biasa-biasa saja. dikenal banyak orang tetapi bisa berkonotasi cantik atau indah walaupun tidak penting sekali. Berdasarkan hal tersebut. (Fakry. Dalam konsep relatif produk yang berkualitas adalah sesuai dengan tujuannya. Bagaimana tidak nilai ujian atau prestasi akademik itulah yang kemudian menjadi senjata untuk melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan.

Namun dari sudut manajemen dan sudut produktifitas yang lebih sentral lebih instrumental atau setidak-tidaknya mengandung pemikiran”. Selanjutnya Sanusi. Ada dua faktor pendekatan yang gunakan untuk memahami konsep mutu pendidkan yang diungkapkan oleh Anwar. (Anwar. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. Adanya keragaman pandangan dalam memahami konsep mutu pembelajaran. Sujana dan Susanta. (2000:18): 1) Pendekatan pertama. (1986:6). Pendekatan ini seringkali disebut sebagai pendekatan ekonomi. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. sedangkan tarap menunjukan kedudukan dalam skala (Sanusi. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendididkan nasional. mengungkapkan bahwa “ Isu sentral dalam dunia pembelajaran ini adalah soal mutu. mendasarkan diri pada deskrifsi mengenai relevansi pembelajaran dengan dunia kerja. masukan-masukan melalui sub sistem pemprosesas menjadi keluaran serta . Secara substansif. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. Lebih jauh Piliph yang dikutip Fakry. yang diekspresikan dalam ukuran-ukuran sikap kepribadian. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. (1992:28) mengungkapkan bahwa “ masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. 2000:18) merumuskan bahwa: Proses pendidikan merujuk kepada kegiatan penanganan tranformasi.89 Konsep mutu pendidikan tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. mutu mengandung sifat dan tarap. akan mendorong pentingnya memahami pula pendekatan apa yang digunakan dalam mendefinisikan konsep mutu pembelajaran tersebut. 1986). Langkah selanjutnya dalam memahami konsep mutu pendidikan perlu dibarengi dengan menyertakan konsep proses dalam pembelajaran. 2) Pendekatan kedua disebut pendekatan nilai instrinsik pembelajaran.

4) lama penyelesaian studi dan 5) angka siswa bertahan. efektivitas. kesehatan organisasi dan semangat berinovasi “. Dilihat dari perspektif kinerja sistemnya. Efesiensi dapat dikelompokan menjadi efesiensi internal dan efesiensi eksternal. Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung sub sitem masukan. 2) tingkat kelulusan.90 hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. Berdasarkan pemahaman demikian. keluaran. 3) tingkat putus sekola. Sub sistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. produktivitas. dan umpan balik secara internal dan eksternal. akuntabilitas. sedangakan efesiensi eksternal menunjukan hubungan antara keluaran pendidikan dengan tujuan masyarakat yang lebih luas. komunikasi dan monitoring. Efesiensi eksternal dinilai menurut dua kriteria. Sedangkan fungsi sub sistem monitoring adalah kontrol terhadap kegiatan dan akuntabilitas sub sistem-susb sistem dalam hubungan sinergiknya diseluruh sistem. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana diperinci oleh Makmum. relevansi. yaitu . yang meliputi tindakan kerja. Efesiensi berkaitan dengan optimalisasi pendaya gunaan sumber pendidikan yang terbatas untuk mencapai out put yang optimal. maka mutu proses pembelajaran mnunjukan kebermutuan sub-sistem dalam sistem proses. Indikator kuantitatif efesiensi internal sekolah antara lain: 1) mengulang kelas. Suatu proses pendidikan yang efesien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan anatar sumber-sumber yang dibutuhkan dengan yang tersedia guna mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pendidikan. (1997) yaitu: ”efesiensi. Sub sistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai seluruh tahapan tindakan sistem dan sub sistem. Efesiensi internal merujuk kepada kemampuan menghasilkan keluaran yang diharapkan dengan biaya minimal atau memaksimalkan keluaran yang diharapkan pada tingkat masukan tertentu.

d. antara area politis. f. Efektivitas pendidikan akan menggambarkan tingkat kesesuaian antara jumlah keluaran yang dihasilkan dengan jumlah yang ditargetkan. Kualitas pembelajaran yang Direncanakan Terdapat beberapa kondisi yang diperlukan untuk suksesnya perencanaan pendidikan. dan administratif pada perencanaan pendidikan. tugas utama perencanaan pendidikan adalah pengembangan secara terarah dan memberikan alternatif teknis sebagai sarana untuk mencapai tujuan politik pembelajaran. Makmun (Anwar. Dari pemikiran para pakar di atas menurut pendapat penulis mutu merupakan persoalan yang sangat krusial dalam segi pendidikan. perhatian lebih besar diberikan pada penyebaran kekuasaan untuk membuat keputusan politis dan teknis. 2. penyempurnaan. harus ada perbedaan yang tegas. dan derajat keterlibatan staf sertas anggota dalam pengambilan keputusan. suatu program dalam satuan waktu tertentu”. Indikator kesehatan organisasi pada dasarnya menunjukan tingkat kepuasan. perencanaan pendidikan harus tahu betul apa yang menjadi hak. tugas dan tanggung jawabnya. adanya komitmen politik pada perencanaan pembelajaran. teknis. dan pembaharuan. (Nurkolis. 2003: 74-75) yaitu : a. 2000:19). c. Sedangkan semangat berinovasi berkaitan dengan tingkat kepekaaan dan ketanggapan terhadap perubahan. perkembangan dan tantangan yang terjadi di lingkungannya serta kemampuan dan kemauan untuk melakuakan penyesuaian melalui upayaupaya perbaikan. serta mampu menggunakan keterampilannya.” produktifitas pendidikan merupakan ukuran mengenai tingkat daya hasil. seperti yang dikatakan Ruscoe. b. kekuatan motivasi. . baik pada jenjang pendidikan dasar maupun jenjang perguruan tinggi. mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang mereka harapkan. e. perhatian lebih besar diberikan pada pengembangan kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah.91 yaitu seberapa jauh keluaran pendidikan terserap pasar kerja.

tinggi yang memegang otoritas .penentuan program dan prioritas perhitungan anggaran. harus mengurangi politisasi pengetahuan. melaksanakan rencana. administrator pembelajaran harus lebih aktif mendorong perubahanperubahan dalam perencanaa pendidikan. pilihan tentang insentif. dan revisi rencana. dan j. Memperhatikan pembuatan program pendidikan yang berkualitas. harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap perkembangan masa depan dan arah pendidikan. berciri khusus. maka menurut hemat penulis terdapat dua strategi penting dalam perencanaan pembelajaran. ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus lebih diupayakan kerja sama yang paling menguntungkan antara pemerintah-swasta-perguruan pembelajaran. pilihan antara ilmu pengethuan dan teknologi dengan pengetahuan budaya. kondisikondisi yang mendukung suksesnya perencanaan pendidikan dan strategi-strategi dalam perencanaan pendidikan maka perlu disusun langkah-langkah perencanaan pendidikan. fungsional. perumusan tujuan yang akan dicapai. Berdasarkan pendapat tersebut. Dalam hal perencanaan pendidikan. pertumbuhan siswa. bermanfaat kongruen. pilihan antara kualitas dan kuantitas. Langkah-langkah tersebut adalah kegiatan analisis keadaan sekarang. perkiraan keadaan yang akan datang. Menyangkut dua strategi kedua ini terdapat beberapa arena kritis yang harus dipertimbangkan yaitu pilhan antara tingkat pembelajaran.92 g. mengatakan dan terdapat tujuh kriteria penilaian desain dan implementasi program akademik. pilihan antara pembelajaran formal dan pelatihan non-formal. serta pilihan tentang tujuan pembelajaran. analisis dan diagnosis. proses pengambilan keputusan. evaluasi rencana. perumusan rencana. dan 2) penetapan prioritas. yaitu atraktif. i. yaitu 1) penetapan target. pengembangan alternatif. Depdiknas (2001).efektif. penentuan kebijakan. h. penyusunan rincian rencana.

. Program pendidikan akan berkualitas tinggi bila bermanfaat bagi siswa. Program pendidikan akan berkulitas bila hasil belajar yang dimaksud telah didefinisikan secara jelas dan pencapaian belajar didokumentasikan serta dikomunikasikan secara persuasif. Jadi pencanaan akademik tidak hanya sekadar pada desainnya. tetapi tidak berkualitas tinggi bila mengabaikan pentingnya masalah. Program pendidikan yang berkualitas juga harus bermanfaat karena program pendidikan bisa saja atraktif. Pengalaman belajar akan berkualitas bila materi yang diberikan sesuai dengan yang dijanjikan lembaga pembelajaran itu sebelumnya dan nilai-nilai diekspresikan sesuai dengan gaya belajar individual dan keputusan institusional. sifat dan orang-orang dalam lembaga. Oleh karena itu. Untuk menjadi atraktif maka program pendidikan harus responsif terhadap kebutuhan dan ketertarikan populasi khusus saat itu atau calon siswa. Program pendidikan yang berkualitas harus menarik atau atraktif bagi siswa. perlu adanya evaluasi untuk menetahui hasil yang diharapkan sudah tercapai atau belum. kebutuhan dan perhatian masyarakat di mana lembaga pendidikan itu berada. Program pembelajaran yang berkualitas juga harus memiliki ciri khusus atau berbeda dari lembaga pembelajaran yang lain. personal. Perbedaan dengan lembaga lain dapat direfleksikan pada tujuan khusus. guru atau pengajar dan staf serta masyarakat di luar sekolah. Program pendidikan yang berkualitas juga harus fungsional. Program pendidikan yang berkualitas harus kongruen dala arti terdapat kesesuaian antara yang ditawarkan dengan kenyataanya. orang tua.93 Ketujuh kriteria tersebut dapat penulis jelaskan sebagai berikut . tetapi juga pada implementasi dan evaluasinya. masyarakat lokal ataupemodal potensial dan orang-orang yang menjalankan program itu sendiri. Program pendidikan yang berkualitas harus efektif. dalam arti memiliki kebebasan belajar dan memfokuskan pada pengalaman belajar yang akan mempersiapkan dan membantu peserta didik untuk berkembang. juga membantu peserta didik untuk mengembangkan intelektualitas. Selain itu.

Menciptakan kesempatan belajar baru di sekolah dengan mengubah jam sekolah menjadi pusat belajar sepanjang hari dan tetap membuka sekolah pada jam-jam libur d. Sebaran pengaruh menandung makna suatu program pendidikan tertentu akan menyambungkan dengan program pembelajaran yang lain sehingga memerlukan kerja sama dengan programprogram pendidikan yang lain dalam suatu institusi pendidikan yang lebih luas. maka program pendidikan yang berkalitas menunjukan dua aspek pengaruh yaitu penetrasi dan penyebaran pengaruhnya. fisik. yaitu. moral. Berdasarkan penjelasan di atas. . etika dan sikap yang akan bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat mendatang yang kompleks dan berubah. sertifikasi kompetensi dan profil portofolio. (Sanusi. e.94 ketrampilan khusus. Juga membantu siswa untuk terus tumbuh dan berkembang tingkat kematangannya Perkembangan yang diperhatikan adalah kognitif. sosial. yaitu tertera pada buku. Meningkatkan pemahaman dan penghargaan belajar melalui penguasaan materi (mastery learning) dan penghargaan atas pencapaian prestasi akademik. afektif. harus terus tumbuh. memperbaiki tes bakat. Membantu siswa memperoleh pekerjaan dengan menawarkan kursuskursus yang berkaitan dengan keterampilan memperoleh kerja. dalam arti mengukur kebutuhan peserta didik. yang diajarkan guru dan yang dipelajari oleh siswa. Bishop. etika. c. Program pendidikan yang berkualitas menyediakan berbagai cara untuk dengan cara-cara yang memuaskan. b. 3. Meningkatkan ukuran prestasi akademik melalui ujian nasional yang menyangkut kompetensi dan pengetahuan. Membentuk kelompok sebaya untuk meningkatkan gairah pembelajaran melalui belajar secara kooperatif. dan dimensi-dimensi intrapersonal. Tingkat penetrasi mencakup tiga tahapan kurikulum. Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Menurut John a. 1992) menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilakukan beberapa cara.

pelanggan saat ini dan di masa yang akan datang. esensi dari TQM adalah perubahan budaya dimana gagasan tentang kualitas harus berada dalam hati dan pikiran orang-orang dalam budaya mutu. MMT dalam pembelajaran adalah filosofi perbaikan terus menerus di mana lembaga endidikan menyediakan seperangkat rencana atau alat untuk memenuhi bahkan melampaui kebutuhan. melebihi kebutuhan dan keinginanya. maka penulis adalah sebagai berikut: a. maka quality control merupakan konsep kualitas yang paling tua. menciptakan fokus tujuan yang memerlukan perbaikan. Fullan dan Watson (Nurkolis.merupakan pandangan umum. Berdasarkan pertanyaan tersebut. dalam upaya meningkatkan pendidikan yang berkualitas langkah yang harus dilakukan menurut pendapat . Berdasarkan penjelasan kualitas di atas. dapat dilakukan pada saat dan juga dalam proses. b. Pengontrolan kualitas dalam proses dan harapan dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa barang diproduksi sesuai dengan prosedur dan tahap-tahap yang telah ditetapkan sebelumnya. d. Kualitas adalah ide yang dinamik dan tidak mutlak. Dalam hal ini kualitas didefinisikan sebagai memuaskan pelanggan. menetapkan secara jelas visi dan hasil yang diharapkan. Dengan demikian. adanya panduan kebijakan dari pusat yang berisi standar-standar kepada sekolah. tingkat kepemimpinan yang kuat. Alasannya karena pelangganlah sebagai pihak terakhir yang menilai kualits dan tanpa pelanggan maka suatu organisasi tidak akan ada. Yaitu meliputi pendeteksian dan pengukuran komponen atau aspek-aspek dari prodik akhir yang sebelum proses.95 Berdasarkan hal tersebut. dan 2) bagaimana cara mencapainya. 2003:81) mengajukan dua pertanyaan yang ditjukan kepada desainer MBS ketika mendesain kualitas sekolah yang meliputi : 1) apa yang ingin dicapai. Organisasi pembelajaran yang menerapkan MMT memandang kualitas dari sudut pandang pelanggan. menurut pendapat penulis cara lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (MMT). c. keinginan.

Dalam kenyataan pelaksanaan keterpaduan kerja. fasilitas pembelajaran selalu dijadikan komponen independen. tetapi seluruh guru. Berdasarkan pendapat tersebut. Untuk kepentingan ini yang diperlukan justru komitmen dan disiplin kerja. yaitu pengendalian harus berdasarkan perencanaan yang jelas. konsekuensi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dibutuhkan penerapan konsep manajemen . seperti para pembimbing. guru dan pengurus komite sekolah. Kedua pengendalian membutuhkan adanya struktur organisasi yang jelas. terintegrasi sehingga perencanaan semakin efektif dan sistem pengendalian dapat dilaksanakan. Berdasarkan hal tersebut. perlu diketahui pada bidang atau tingkatmana pertanggungjawaban dilakukan. 4. perencanaan (planning). dan adanya keadilan dalam pembiayaan sekolah. pengelola sekolah melaksanakan perubahan budaya ke arah budaya mutu. Tujuan pengendalian adalah melakukan pengukuran dan perbaikan agar apa yang telajh direncanakan dapat dicapai secara optimal. maka tugas kepemimpinan manajerial selanjutnya adalah menegakan disiplin kerja para angota melalui pertemuan rutin dalam mewujudkan tujuan bersama. Upaya mewujudkan keterpaduan kerja dalam kontek pembinaan sebagai organisasi pembinaan pembinaan profesi merupakan kegiatan yang berat dan harus dilakukan oleh pimpinan melalui praktik kepemimpinan manajerial. Untuk mencapai tujuan tersebut.96 e. Dengan demikian. Oleh karena itu perlu dipersiapkan lingkungan fisik yang nyaman untuk bekerja efektif dan benar serta dorongan keberanian dan pengakun terhadp keberhasilan. pembangunan kelembagaan melalui pelatihan dan dukungan kepala sekolah. f. Selain itu. Perubahan budaya mutu membutuhkan perubahan sikap dan metode kerja. juga pihak personalia sekolah pun ikut serta di dalamnya. Total Quality Management dalam Pendidikan Mutu hasil pendidikan (lulusan) tidak hanya ditentukan oleh seorang guru. Pertama. maka kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya rantai hubungan yang efektif antar client dengan provider. pengelola dan staf administrasi. lengkap. Ada dua syarat yang haris ada sebelum dikembangkan sistem pengendalian.

Dipertegas lagi oleh Vincenn (1997:181). dan menarik kesimpulan.97 mutu terpadu (MMT) dan pengendalian mutu terpadu dijalankan atas dasar pengertian dan tanggung jawab bersama untuk mengutamakan efisiensi dan peningkatan kualitas proses pembelajaran. Keberadaan laboratorium yang dikelola dengan baik akan sangat membantu guru-guru IPA dalam melaksanakan pembelajarannya. baik Prinsip ilmiah. 2) keterlibatan semua anggota menjadikan mereka merasa saling punya tanggung jawab moril dan materil. merancang eksperimen. Prinsipprinsip ilmiah pada umumnya disertai dengan metode penemuan atau inkuiri. sikap ilmiah. sedikitnya terdapat makna yang hakiki yang meliputi 1) kecocokan antara anggota (guru) dengan anggota dengan pengurus lainnya dalam gugus. Pendapat-pendapat di atas memberikan pemahaman kepada kita. proses ilmiah maupun produk ilmiah.mengumpulkan data. Benang merah di sana adalah bahwa pengendalian mutu merupakan manjemen ilmiah yang dilaksanakan dalam konsep kebersamaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara bersama. G. mengajukan pertanyaan. Dalam pembelajaran inkuiri siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan ilmiah seperti mengamati. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium sebagai sumber belajar. 1. maka laboratorium perlu dikelola secara baik. sehingga laboratorium menjadi tempat belajar yang efektif untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa. bahwa ketika prinsip keterpaduan kerja diterpkan dalam manajemen sekolah. 3) berorientasi pada kualitas kepuasan guru dan peningkatan prestasi belajar. terutama dari pola kepemimpinan manajerial. menyusun hipotesis. yang menyatakan bahwa “praktik pengendalian dalam mutu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh adanya auditor seperti kepala sekolah. saling memberikan informasi keunggulan dan kelemahan dalam memperbaiki kualitas pengajaran. Manajemen Laboratorium IPA Pada prinsipnya pembelajaran IPA yang dikehendaki adalah bersifat ilmiah. Peranan Laboratorium dalam Pembelajaran IPA . Pembelajaran IPA tidak bisa terlepas dari praktek. termasuk guru-guru senior”.

98 Keberadaan laboratorium di sekolah telah lama dikembangkan baik untuk sekolah dasar maupun tingkat menengah untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar siswa tidak hanya belajar teori saja tapi dilaboratorium siswa bisa langsung melihat benda atau proses secara nyata sehingga siswa memperoleh pengalaman konkrit terhadap benda-benda. Optimalisasi proses pembelajaran IPA baik fisika. Tujuan kegiatan pembelajaran di laboratorium: a. Pengalaman konkrit yang diperoleh di aboratorium sangat penting untuk siswa karena pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan apalagi jika siswa dapat merefleksikan pengalaman mereka dan mencoba menggunakan apa yang telah mereka pelajari. (1987). serta merasakan fenomena alam. Melatih disiplin yang tinggi dan tanggung jawab. maka peranan laboratorium dalam pembelajaran IPA sangan penting. mengamati ketajaman nalar yang memadai. sikap. (5)mengembangkan kemampuan berpraktikum. Berdasarkan tujuan di atas. Di laboratorium. kimia atau biolagi. b. siswa dapat mengembangkan keterampilan proses. Memotivasi peserta didik agar gemar dan senang pada mata pelajaran IPA c. Melatih peserta didik agar trampil menggunakan alat.(2) mengembangkan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah. (4)mengembangkan pemahaman konsep dan kemampuan untelektual. (3)mengembangklan berpikir ilmiah dan metode ilmiah. kepuasan. menyatakan bahwa tujuan kegiatan laboratorium dalam pembelajaran IPA adalah: (1) membangkitkan dan memelihara daya tarik . keterampilan memecahkan masalah. Memperkenalkan alat-alat laboratorium IPA d. e. karena kerja praktek merupakan cara yang sangat relevan untuk membantu siswa mengembangkan kompetensimnya. Supriyono. Pengelolaan Laboratorium a. 2. keterbukaan dan rasa ingin tahu terhadap IPA. Tujuan utama kerja praktek adalah melatih siswa bekerja secara ilmiah sehingga kompetensi siwa terkembangkan. Organisasi Laboratorium dan .

. b.kimia. (3) kurangnya bimbingan dan pengawasan terhadap kegiatan di laboratorium. tata tertib siswa. (4) kurang tersedianya peralatan keamanan dan tidak menggunakan perlengkapan pelindung. Keselamatan kerja laboratorium Keselamatan kerja di laboratorim merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. dan menggunakan peralatan yang tidak sesuai/rusak. Dengan demikian keamanan dan keselamatan di laboratorium hendaknya selalu diperhatikan. serta sejumlah siswa sebagai pemanfaat sarana laboratorium. Depdiknas. 3 yang akan menjelaskan tentang Prosedur Penelitian. pada halaman berikutnya penulis akan mengungkapkan bab. kutang hati-hati. koordinator pengelola laboratorium yang terdiri dari guru fisika. karena kecelakaan merupakan keajian diluar kemampuan manusia.99 Organisasi laboratorium yang umum berada di sekolah terdiri dari Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. Biasanya laboratorium IPA dilengkapi dengam jadwal praktikum. tidak berebutan antar kelas. denah lokasi praktikum.biologi. dan sangsi. Beberapa penyebab kecelakaan di laboraturim. teratur. Demikian kajian teori yang dapat penulis kemukakan bada bab 2 ini. (6) bekerja diluar kesadaran. agar pemakaian laboratorium merata. (2) kurang jelasnya petunjuk kegiatan praktek. mengatakan bahwa siapapun yang menjadi pengelola laboratorium hendaknya diusahakan agar suasana laboratorium ada dalam keadaan disiplin dan baik. adalah: (1) kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai bahan kimia yang digunakan dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan praktek. laboran sebagai pembantu pengelola laboratorium. keterangan penyimpanan alat dan bahan. (2005:15). (5) tidak mengikuti petunjuk dan aturan yang semestinya ditaati.

tahaptahap penelitian. secara sistematis uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. Pendekatan dan Metode Penelitian Sesuai dengan tuntutan rumusan masalah dan fokus penelitian sebagaimana diuraikan pada bab satu. lokasi dan subyek penelitian.100 BAB III PROSEDUR PENELITIAN Pada Bab 3 ini penulis akan menguraikan prosedur penelitian. berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. dimana penelitian ini menghendaki adanya eksplorasi untuk memahami dan menjelaskan apa yang diteliti melalui komonikasi yang intensif dengan berbagai sumber data untuk memberikan makna secara mendalam agar dapat melihat fenomena yang ada. sumber dan teknik pengumpulan data. pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive (teknik penentuan sampel dengn pertimbangan . A. digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. yang membahas tentang pendekatan dan metode penelitian. dan validitas temuan penelitian serta penjadwalannya. (2007:15). Sugiyono. data yang diperlukan. (sebagai lawanya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci. maka metode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif.

serta menghayati proses penelitian dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah-berubah yang dihadapi dalam penelitian itu. Dengan demikian. Penelitian ini lebih memfokuskan pada proses dari pada hasil berdasarkan pada analisis data secara induktif. Dari penjelasan di atas. mengakui kebenaran empirik. Mengacu pada hal tersebut. kemudian menjadi besar). Pendekatan ini menolak kerangka teori sebagai langkah persiapan penelitian. (1999:18). dan pendayagunaannya berdasarkan pandangan subjek penelitian. dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif. berpendapat bahwa tahap akhir dari penelitian kualitatif ialah peneliti harus menafsirkan hasil-hasil penelitianya. membatasi studi dengan fokus. penelitian yang bersipat deskriptif lebih mementingkan proses daripada hasil. dalam rangka mengumpulkan data penelitian. (Lexy Moleong. mendudukan objek penelitian sejajar dengan peneliti dan menempatkan objeknya dalam suatu konteks natural.101 tertentu) dan snowball (teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. responden dapat menilai kembali data dan informasi baru. teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan). peneliti melakukan kontak langsung (face to face) dengan responden agar dapat mengamati perilaku. mengatakan bahwa penelitian kualitati pada hakekatnya adalah mengamati orang dalam lingkunganya. sikap. analisis data bersifat induktif/kualitatif. berinteraksi dengan mereka. dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. sasaran penelitian diarahkan kepada usaha menemukan teori-teori dasar. Data cenderung naratif dari pada angka-angka namun demikian penelitian kualitatif Tidak menolak data kuantitatif sebagai penunjang dan hasil analisisnya berupa uraian-uraian yang sangat deskriptif. . Schigel. Nasution. menuntut bersatunya objek penelitian dengan subjek pendukung objek penelitian. 2000:34). memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data. keterlibatan peneliti secara langsung di lapangan. pendapat. berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya.

The data collected is in the form of words of pictures rather than number. 3. langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. maka siklus dalam proses penyimpulan data dilakukan melalui tiga tahapan. penelitian kualitatif. sehingga tidak menekankan pada angka. Qualitative research is descriptive. (sebagai lawanya adalah eksperimen). Qualitative research tend to analyze their data inductively. membatasi studi dengan fokus kajian. Dilakukan pada kondisi yang alamiah. penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau out come. dan bergerak di . mengemukakan lima karakteristik Qualitative research has the natural setting as the direct source of data and researcher is the key instrument. Qualitative research are concerned with process rather than simply with outcomes or products. Mengacu pada hal tersebut. yaitu peneliti dan responden. 2. 2. Data yang terkumpul berbentuk kata. eksplorasi secara terfokus atau terseleksi guna mencapai tingkat kedalaman dan kerincian tertentu. 5. dan mengkonfirmasikan hasil dan temuan penelitian. 5. 4. tingkat permukaan : 2. 3. maka sasaran penelitian diarahkan pada usaha menguasai teori-teori penelitian yang bersifat deskriptif. di Berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif tersebut.kata atau gambar. dengan mementingkan penguasaan proses penelitian. menentukan kriteria untuk memeriksa keabsahan data hasil penelitian bisa diterima serta dibenarkan oleh kedua belah pihak. eksplorasi yang meluas atau menyeluruh. maka dapat maknai bahwa penelitian kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. (1982:29). 3. ”Meaning” is of essential to the qualitative approach. yaitu : 1.102 Bogdan dan Biklen. 4. yaitu : 1. Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati) Berdasarkan hal tesebut.

Responden penelitian adalah orang yang dapat merespon. Lokasi dan Subyek Penelitian Subjek penelitian adalah benda. aspek apa dan siapa yang dijadikan focus pada saat situasi tertentu terusmenerus sepanjang penelitian. maka yang dijadikan sumber informasi adalah para kepala sekolah. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 2. serta semua stakecholder yang terlibat dalam kegiatan ini termasuk siswa. Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. yaitu berdasarkan pilihan dan pertimbangan peneliti. peran manajemen kurikulum yang menjadi penunjang dan penghambat implementasi manajemen mutu pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu) di SMP Negeri Rancaekek 1. hal atau orang dan tempat di mana data dijelaskan yang dipermasalahkan melekat (Arikunto. 1993:102). Penentuan sumber informasi di sini bersifat snowball untuk mendapat informasi yang lebih mendalam. Berdasarkan permasalahan penelitian dan supaya permasalahan dalam penelitian ini dapat terjawab secara akurat. Purposive sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nasution. Oleh karena itu pengambilan sumber data dan informasi dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. 1922:29). membaca atau bertanya tentang data. Selanjutnya perbedaan antara responden penelitian dan sumber data. Berdasarkan hal tersebut. guru. maka yang menjadikan sumber data dan informasi dalam studi penelitian ini adalah keseluruhan permasalahan yang menyangkut pelaksanaan pendidikan. Sedangkan sumber data adalah benda. Mengacu pada hal tersebut. maka pemecahan masalah yang menjadi focus penelitian ini memerlukan sejumlah data yang berkaitan dengan permasalahnya. peneliti menghubungi informan lain yang disarankan oleh informan sebelumnya. yaitu: 1. tenaga kependidikan dan para pembantu kepala sekolah. hal atau orang dan tempat di mana peneliti mengamati. dan 3 Kabupaten Bandung. memberi informasi tentang data penelitian. . 2.103 B.

4. 2. 2000:22) menyatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. 2. 2. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. aspek apa dan siapa yang dijadikan fokus pada saat situasi tertentu terus menerus sepanjang pemilihan. 6. Pengambilan sumber data dan informasi dengan purposive sampling. orang dan proses. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. kemudian dikaji berdasarkan teori.104 2. peristiwa. 2. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Untuk itu supaya memperoleh informasi yang beraneka ragam dan lebih luas guna mencapai kedalaman penggalian masalah. 2. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 5. Sistem “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. (Moleong. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kelompok data tersebut. Sistem pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya kegiatan dan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu di SMP Negeri 1. 3. maka subjek penelitian kualitatif ditentukan secara purposive sampling. 2. yaitu berdasarkan pilihan pertimbangan peneliti. Lofland. 7. Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan peningkatan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Purposive . yaitu setting. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Mengenai sumber data atau populasi dalam penelitian kualitatif mengacu pada empat tipe sumber data penelitian.

Data yang diperlukan Pemecahan masalah yang menjadi fokus penelitian ini menentukan sejumlah data yang berkaitan dengan strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bandung. Sampel yang diambil sesuai dengan ciri-ciri. Strategi kurikulum. 1992:29) Pengambilan sumber data menggunakan teknik purposive sampling ini dilakukan dengan didasari : 1. Bandung. Berdasarkan hal tersebut. 2. tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Gambaran kinerja guru dalam pelaksanaan strategi pembelajaran Gambaran umum SMP Negeri 1. data ini terdiri atas : Strategi sumber daya manusia. Sampel yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung karakteristik yang terdapat pada C. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan peningkatan pembelajaran IPA Terpadu Bandung. populasi. kemudian dikaji berdasarkan teori.105 sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nassution. 2. Penentuan karakteristik popolasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan. sifat atau karakteristik yang merupakan karakteristik pokok. 2. Data yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. 3. maka yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kedua kelompok data tersebut. 3. tenaga pendidik (guru). Gambaran kinerja sekolah dalam pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu. Strategi sarana dan prasarana . IPAT. dan 3 Rancaekek Kabupaten . tenaga kepndidikan dan peserta didik/siswa yang dianggap mempunyai kelayakan dijadikan subjek penelitian.

106

D.

Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini adalah orang dan dokumen yang terdapat

di lingkungan SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Untuk mendapatkan data yang dimaksud secara akurat diperlukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Teknik yang dimaksud adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Atas dasar konsep tersebut, maka ketiga teknik pengumpulan data di atas digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh informasi dan diharapkan informasi yang diperoleh saling melengkapi. Dalam pengumpulan data dan informasi yang diperlukan disesuaikan dengan kisi-kisi pengumpulan data seprti yang ada pada lampiran. 1. Observasi Peneliti melakukan obserasi dengan cara mendatangi tempat yang akan diteliti secara langsung ketika proses pelaksanaan kegiatan berlangsung. Observasi yang dilakukan adalah obserasi non-partisipasi, sehingga peneliti duduk bersama dengan para responden selama kegiatan berlangsung. Selama observasi, peneliti memperhatikan langsung langkah-langkah dan tindakan-tindakan responden. Observasi dimaksudkan untuk mendapatkan data dan mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian yang diajukan. Selama observasi, peneliti memperhatikan apa-apa yang dilakukan para responden, pada saat itulah peneliti mencatat hal-hal yang dianggap penting yang berkaitan langsung dengan focus penelitian. Oleh karena itu, observasi dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh data yang cukup untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sehubungan dengan itu, maka peneliti berusaha mendekati mereka tanpa mereka mencurigai bahwa proses penelitian sedang berlangsung, oleh karena itu, pencatatan observasi tidak dilakukan secara langsung, tetapi dalam pelaksanaanya dipadukan dengan wawancara. Pada saat obserasi yang dilakukan terhadap para kepala sekolah peneliti berbicara informal terhadap guru dan yang lainnya. Percakapan itu untuk mendapatkan komentar-komentar mereka berkenaan dengan permasalahan, potensi dan cara menyelesaikannya

107

2. Wawancara Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara tak berstruktur dan terbuka. Percakapan dilakukan oleh dua pihak yaitu peneliti dan responden. Maksud peneliti melakukan wawancara terbuka adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan focus penelitian secara lebih mendalam. Dengan wawancara ini diharapkan memperoleh data tentang: Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran, Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa, Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa, Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa, pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi akademik. system “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa dan system pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, dan pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi pembelajaran. Untuk kepentingan hal tersebut, maka peneliti menyusun pedoman wawancara dengan tujuan agar wawancara tetap berada dalam konteks permasalahan yang sedang diselidiki. Responden yang diwawancarai adalah (a) Kepala Sekolah; (b) Guru; (c) Pengawas; (d) Komite Sekolah (f) Tenaga Kependidikan; dan (g) siswa. 3. Studi Dokumenter Untuk melengkapi data dan informasi yang diperoleh dari dua teknik terdahulu, digunakan teknik studi dokumentasi, yaitu dengan cara mempelajari berbagai dokumen yang berhubungan dengan dokumen-dokumen yang dipelajari mencakup penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dalam hal ini maka diperlukan dokumen seperti: a. Profil SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung

108

b. Pedoman administrasi kegiatan atau program-program yang dijalankan;
c. Dokumen lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan meningkatkan

mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dengan teknik studi dokumenter ini diharapkan diperoleh data-data tertulis baik berupa dokumen penasehatan (file), foto-foto, rekaman pembicaraan selama rapat-rapat, dan notula rapat. E. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap yang dilalui dalam penelitian ini adalah : 1. melakukan penjajagan terhadap lokasi dan subyek penelitian untuk memperoleh data awal sehingga mendapatkan gambaran yang lengkap dan jelas mengenai masalah yang dihadapi; 2. melakukan pendalaman materi bacaan yang berhubungan dengan masalah penelitian;
3. penyusunan desain penelitian serta kisi-kisi pengumpulan data dan pedoman

wawancara; dan 4. mengajukan permohonan izin penelitian. Secara keseluruhan kegiatan-kegiatan itu adalah : 1. melakukan pembicaraan pendahuluan; 2. melaksanakan kegiatan pengumpulan data secara intensif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi; 3. selama penelitian berlangsung dilakukan pula kegiatan analisis data yang dituangkan dalam traskip data lapangan, dengan jalan mengungkapkan kembali data yangdiperoleh kepada sumber data yang lain dan meminta komentar tentang hal yan sama agar didapat tingkat kepercayaan yang lebih menjamin, dan member check untuk mengkonfirmasikan atau mencheck kebenaran catatan lapangan yang telah dianalis kepada sumbernya; 4. mendeskrisikan dan menganalis data lapangan secara subtantif dengan merujuk kepada hasil studi kepustakaan dan mempelajari laporan lapoan.

109

Mengacu pada kegiatan-kegiatan tersebut, maka pengolahan dan analisis data penulis lakukan sejak awal hingga selesai penulisan laporan penelitian, dengan melalui tahap reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, maka data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan pedoman sebagai berikut :
1. Analisis pada saat pengumpulan data

Selama pengumpulan data, peneliti membuat catatan lapangan, melakukan member check dengan subyek yang bersangkutan, mengadakan audit trail, melakukan triangulasi untuk melakukan keabsahan seperti menanyakan kepada responden lain, melakukan revisi sesuai dengan subyek peneliian dan sumber aslinya, pemberian kode terhadap catatan lapangan yang telah direvisi untuk penyesuaian dengan pekembangan proses dan jenis data yang diperoleh.
2. Analisis setelah data terkumpul

Setelah data terkumpul, peneliti mereduksi data dengan jalan merangkum laporan lapangan, mencatat, menggolongkan dan mengklasifikasikan hal-hal yang relevan dengan focus penelitian yaitu penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. membandingkan dan menganalisis data secara lebih mendalam (dituangkan dalam bab IV), menarik kesimpulan, dan memberikan rekomendasi (dapat di ihat di bab V). 3. Penyusunan laporan penelitian Kegiatan penelitian ini diakhiri dengan penyusunan laporan penelitian. Keseluruhan hasil kegiatan ini disusun secara sistematis dalam bentuk tesis. Selanjutnya, sebagai pertanggungjawaban ilmiah dan sekaligus pemenuhan salah satu persyaratan penyelesaian studi, maka tesis ini pada akhirnya diajukan kepada pembimbing dan forum penguji agar diperiksa sebagaimana layaknya
F.

Validitas dan Reliabilitas Penelitian Hasil penelitian kualitatif masih diragukan berbagai kalangan nilai iliahnya,

karena dianggap kurang valid dan reliable. Oleh karena itu, agar hasil penelitian kulitatif ini dapat diterima sebagai suatu karya ilmiah yang memiliki kreadibilitas

dalam penelitian ini dilakukan antara lain: 1) Triangulasi. Dependabilitas Dependabilitas atau ketergantungan adalah satu kriteria kebenaran dan penelitian kualitatif yang pengertiannya sejajar dengan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif. maka dalam dalam penelitian ini. Reliabilitas Dalam penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan kecocokan konsep penelitian dengan konsep yang ada pada responden. 2) Pembicaraan dengan kolega (Peer Debriegfing). sehingga perbedaan suatu masalah dapat dihindarkan seperti system kerja yang dilakukan. 2. 4) Mengadakan member cek setiap akhir wawancara. Untuk mencapai validitas yang baik. juga dilakukan konfirmasi dengan nara sumber terhadap laporan hasil wawancara. 3) Penggunaan bahan referensi digunakan untuk mengamankan berbagai informasi yang didapat dari lapangan. yakni mengecek kebenaran data dengan membandingkan dengan data dari sumber lain seperti buku-buku sumber. karena peninjauannya . peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut. Konsep ketergantungan lebih luas dari pada reliabilitas. hal ni peneliti membahas catatan-catatan lapangan dengan kolega dan teman sejawat yang mempunyai kompetensi dalam bidang administrsi akademik. yakni mengupas tentang konsistensi hasil penelitian.110 (dapat dipercaya). 1. sehingga apabila ada kekeliruan dapat diperbaiki atau apabila ada kekurangan ditambah dengan informasi baru. Seperti hasil wawancara mengenai system akademik yang dilakukan. maka perlu ada pemerikasaan keabsahan data yang didapatkan. atur pembahasan suatu topik (seperti data mahasiswa yang belum selesai. koordinasi dan pengawasan yang dilakukan). Pembicaraan dengan kolega penulis lakukan apabila data yang ditemukan seperti koordinasi dan komunikasi yang dilakukan kurang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Untuk mencapai hal tersebut.

jika pemakai melihat dari situasi yang identik dan memiliki keserasian antara hasil penelitian dengan permasalahan di tempatnya. Meskipun diakui bahwa tidak ada situasi yang sama pada tempat dan kondisi yang lain. 4. sehingga data dapat dipercaya kebenarannhya. 3. Transferabilitas Transferabilitas atau keteralihan merupakan validitas eksternal hasil penelitian hingga sejauh manakah hasil penelitian ini dapat diterapkan atau diaplikasikan dalam konteks atau situasi lain. Transferabilitas merupakan suatu kemungkinan. Jadwal Penelitian Kegiatan penelitian akan dilaksanakan selama kurang lebih 4-5 bulan dari mulai bulan Juli 2009 s. Konfirmabilitas Agar kebenaran dan objektivitas hasil penelitian dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. b) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. wawancara dan upaya lainnya. d) Melakukan penghitungan sederhana untuk membuktikan kebenaran data. maka peneliti melakukan upaya : a) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. G.111 lebih dari segi konsep tetapi memperhitungkan segala-galanya yang ada pada reliabilitas itu sendiri. yakni dengan melakukan pemeriksaan ulang sekaligus konfirmasi untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dilaporkan dapat dipercaya dan sesuai dengan situasi yang nyata.d. untuk memastikan kebenarannya. c) Data yang sudah terkumpul kemudian dikonfirmasi ulang melalui obserasi. Nopember 2009 dengan agenda kegiatan penelitian sebagai berikut : Tabel 3-1 . sehingga peneliti tidak memiliki keyakinan akan dapat menjamin validitas eksternal ini. Transferabilitas hasil penelitian baru ada. peneliti melakukan audit trail.

Diawali dengan menjelaskan gambaran umum SMP Negeri 1. BAB IV TEMUAN. penulis akan membahas bab IV yaitu Deskripsi Hasil Penelitian. IV ini penulis akan mengemukakan tiga bagian penting yang merupakan pemaparan hasil dan pembahasan penelitian. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A.112 Jadwal Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Proposal Studi Pustaka Membuat Kuisioner Wawancara Studi dokumen Observasi Lapangan Pengolahan Kuisioner Pengolahan Data Analisis Data Penyusunan Laporan Penyelesaian Akhir 1 BULAN KE 2 3 4 5 Demikian prosedur penelitian yang ditempuh oleh penulis. INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN Pada Bab. penulis paparkan hasil penelitian sesuai dengan pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan dan diakhiri dengan bagian ketiga yang merupakan pembahasan yaitu membandingkan antara kenyataan di lapangan dengan konsep teori yang telah diuraikan pada Bab. II. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dan perkembangannya saat ini sebagai lokasi penelitian. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung . Kemudian yang kedua. Pada halaman berikutnya.

113 Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. n. Hal ini mengandung arti bahwa . d. dan proses monitoring dan evaluasi. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. proses pengelolaan kelembagaan. f. proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan. j. proses belajar mengajar. o. h. l. Jumlah Murid Berdasarkan penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bahwa memiliki status terakreditasi B (memuaskan). c. proses pengelolaan program.177. k. i.300 m2 : 30 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : ada (18 X 15 m2 dan 8 X 15 m. g. Sekolah ini berdiri tahun 1963 dengan rincian data sebagai berikut: a. Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. 87.625 m2 : 5. b. e. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah m2) Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : ada (15 X 8 m2) : ada (8 X 10 m2) : 1387 orang : 63 orang : 11 orang : Pagi (07.588.00 – 12. dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibanding dengan proses-proses lainnya. terletak di Jalan Raya Rancaekek No. Dalam pendidikan bersekala mikro (ditingkat sekolah). Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output.00 WIB) : 6. p.

Profil lain yang dapat ditampilkan dari hasil penelitian di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. prestasi diri dan cekatan dalam bertindak. indah. 3) Mengembangkan layanan profesional dalam semangat kerja sama dan keteladanan. STRATEGI: 1) Menyusun program kegiatan 2) Membina dan membudayakan personil untuk meningkatkan kualitas 3) Memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah. MISI : 1) Mewujudkan tercapainya peningkatan mutu dan efesiensi pendidikan. guna meningkatkan prestasi kerja dan prestasi belajar peserta didik. dan budaya kerja. 4) Meningkatkan dan menegakkan disiplin sesama kerabat kerja dan peserta didik dengan menanamkan budaya bersih. 4) Mengikuti kegiatan pelatihan dan perlombaan. 2) Membina akhlak yang berbudi luhur. serius. bersih dan aman. nyaman dan aman dalam meningkatkan dan membangun akhlak yang berbudi. adalah sebagai berikut: MOTO VISI : SMP Negeri 1 Rancaekek SERASI (Sehat Rajin dan Sigap) : Berdisiplin. 5) Melaksanakan tugas secara profesional 6) Mencermati informasi tentang peningkatan pendidikan 7) Menjalin hubungan persuadaraan sebagai umat beragama TARGET: . budaya belajar. 5) Menciptakan lingkungan yang nyaman. 6) Menyiapkan generasi penerus yang mampu mandiri berbekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan.114 sekolah memiliki prestasi yang tinggi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

Adapun tugas dan peran serta masing-masing komponen dijabarkan secara rinci seperti berikut: . dan pada saat ini tercatat jumlah siswa sebanyak 1387 orang siswa dengan jumlah rombongan belajar 30 kelas. standar kompetensi lulusan. Untuk mewujudkan program di atas. yaitu di pinggir jalan raya Rancaekek. Lokasi sekolah sangat strategis karena berada di pusat kota Rancaekek. Manajemen dan pencitraan publik dengan menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan mengembangkan berbagai manajemen sekolah dengan memaksimalkan peranan komite sekolah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan juga merupakan program utama di SMP Negeri 1 Rancaekek. dan standar penilaian pendidikan. peningkatan mutu dimana usaha ini dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi: Standar isi. standar pembiayaan. Hal ini dibuktikan dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini. standar pendidik dan standar tenaga kependidikan. guru. Pada tahun 2002 sampai 2005 SMP Negeri 1 Rancaekek menjadi sekolah rintisan Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah (PMPBS). kurikulum dan sarana prasarana harus saling mendukung. standar sarana dan prasarana. sehingga dari hasil kegiatan tersebut nampak perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam mutu dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. standar pengelolaan. tata usaha. standar proses. mulai dari sumberdaya manusia. anggota masyarakat dan warga negara yang beragama. sehingga mudah dijangkau. siswa. SMP Negeri 1 Rancaekek merupakan sekolah paling tua di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Badung dan menjadi sekolah negeri yang dipavoritkan oleh masyarakat Rancaekek dan sekitarnya. Pada saat ini program unggulan di SMP Negeri 1 Rancaekek meliputi: pemerataan kesempatan belajar dalam rangka mendukung terlaksananya proram Wajib Belajar Pendidikan Dasar (WAJAR-DIKDAS) 9 Tahun. peran kepala sekolah. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negerei 1 Rancaekek Kabupaten Bandung.115 Para siswa memiliki bekal kemampuan yang bermanfaat untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi.

peran dan tanggungjawab kepala sekolah Kepala sekolah memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan. (4) menyusun perencanaan. karena atas perannya sebagai manajer pendidikan.melaksanakan tugas tertentu di sekolah .melaksanakan kegitan penilaian belajar .membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar . b.melaksanakan kegiatan belajar mengajar .melaksanakan evaluasi . (5) menemukan sumber-sumber pendidikan dan menyediakan fasilitas pendidikan.mengisi daftar nilai siswa . .menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran . Tenaga Pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. pemimpin sekolah.116 a. (3) menciptakan strategi atau kebijakan untuk mengsukseskan pikiran-pikiran yang inovatif tersebut.membuat alat pelajaran/alat peraga .menciptakan karya seni .membuat satuan pelajaran . (6) melakukan pengendalian atau kontrol terhadap pelakasanaan pendidikan. misalnya tentang kualitas yang diinginkan masyarakat.mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum . supervisor dan pendidik di sekolah dituntut untuk mampu: (1) mengadakan prediksi masa depan sekolah. (2) melakukan inovasi dengan mengambil inisiatif dan kegiatan-kegiatan yang kreatif untuk kemajuan sekolah. baik perencanaan strategis maupun perencanaan operasional.membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan dan program semester. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: . Tugas.mengkkordinasikan dan melaksanakan bimbingan dan konseling .

.117 . keuangan.membuat lembaran kerja siswa . Peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah melalui MBS dapat dilihat bagaimana kepala sekolah memanajemen mulai dari: kurikulum.mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c.Pengelolaan keuangan sekolah .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . kesiswaan. guru dan siswa .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala d. Kurikulum Dengan memanfaatkan paradigma baru mengenai pengelolaan sekolah maka dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah yang memegang peranan pentingnya adalah kemampuan kepala sekolah.meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran .Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah . Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: .Pengurusan administrasi pegawai. tenaga kependidikan. dan lingkungan sekolah.membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa .mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya . Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kondisi fisik dan psikis yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan dan kreativitas merupakan tugas utama secara operasional dalam aspek manajemen dan memotivasi staf untuk dapat bekerjasama secara sukarela dalam mencapai tujuan organisasi. sarana prasarana.Penyusunan program tata usaha sekolah .

(4) menghargai kontribusi setiap guru dan memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. Peranan kepala sekolah dalam memberdayakan guru mencakup: (1) pelimpahan wewenang berdasarkan kemampuan guru. (3) memberikan arahan. Peranan kepala sekolah dalam melaksanakan dan mengembangkan KTSP merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah.118 Ketercapain tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijakan kepala sekolah sebagai salah satu pemimpin pendidikan. (5) mendorong guru untuk berani mengemukakan pendapat. sarana atau memberikan kritik dlam berbagai kesempatan. Kepala sekolah merupakan kunci kesuksesan sekolah dalam mengadakan perubahan. sesungguhnya sebagian besar ditentukan oleh aktivitas kepala sekolahnya. menyelesaikan konflik. yang berorientasi pada standar isi dan standar kompetensi lulusan. bimbingan dan konsultasi serta menjelaskan apa yang diharapkan dari kepemimpinan kepala sekolah. Upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah memberdayakan guru. Hal ini karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang professional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerja sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan. (6) memfasilitasi para guru dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan. Sehingga kegiatan meningkatkan dan memperbaiki program dan proses pembelajaran di sekolah sebagian besar terletak pada diri kepala sekolah itu sendiri. (8) memiliki inisiatif dan siap menghadapi resiko. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasan bagi sekolah untuk mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. (7) tidak mengambil tanggungjawab yang menjadi kewenangan guru. Kegiatan lembaga pendidikan sekolah disamping diatur oleh pemerintah. (9) bertindak realistis dan dipandu oleh nilai-nilai . (2) mempermudah aturan/prosedur. dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru.

dan personil pembantu sekolah. mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. maka seluruh komponen pendidikan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran siswa harus dianalisis berdasarkan tuntutan program pembelajaran. (12) menciptakan rasa aman dan kepuasan bagi guru. Dalam memanfaatkan potensi masing-masing sektor harus diperhatikan beberapa hal seperti kemampuan yang dimiliki masing-masing guru mata pelajaran. Kemampuan kepala sekolah dituntut untuk bisa memanfaatkan peluang seperti ini (MBS dan KTSP). wakil kepala sekolah. Akan tetapi dalam memanfaatkannya harus bisa membaca peluang dan kemampuan yang dimiliki masing-masing sektor. e. potensi personal atau warga sekolah dan sarana prasarana. khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. karena kepala sekolah telah diberi keleluasaan dalam mengembangkan sekolah seperti potensi lingkungan sekolah. serta alat-alat dan media pengajaran. meja kursi. staf tata usaha. Manajemen Sarana Prasarana Agar kegiatan pembelajaran siswa terjadi dengan efektif dan efisien. Dengan memanfaatkan potensi tersebut secara optimal maka diharapkan akan ada peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. Dalam MBS dan KTSP peranan kepala sekolah memegang peranan penting dalam mengatur. ruang kelas. (10) memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan guru. Dalam memanfaatkannya masing-masing sektor harus dikembangkan sesuai dengan latar belakang profesi kependidikannya. Prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: . (11) bekerjasama dan menjalin hubungan dengan guru berbasis kepercayaan.119 kebenaran dalam mewujudkan visi sekolah.

Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. komponen tersebut merupakan sarana pendidikan. seperti berikut: Tabel 4-1 Keadaan Siswa SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Kelas VII Kelas VIII Kelas IX 401 339 312 404 381 311 474 441 472 Jumlah 1052 1096 1387 . Input dan output hasil pendidikan Dari Output yang dihasilkan dilihat dari tingkat kelulusan pada setiap tahunnya rata mencapai 99. kebun. tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. Maka tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah ini berdasarkan studi dokumentasi. Tingkat Nasional atau Internasional dalam Bidang akademik maupun non akademik yang pernah diterima. berikut ini prestasi yang pernah diperoleh sekolah diantaranya: prestasi pada Tingkat Daerah. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. Dengan figur kepala sekolah dalam memimpin terdapat peningkatan mutu yang signifikan. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. taman sekolah. rapih. 4 % dengan rincian pada dua tahun terakhir adalah sebagaimana tercantum pada tabel 4-1. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran. f. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar.120 halaman. jalan menuju sekolah.

73 Rata-rata Nilai UAN Bhs. memanajemen yang profesional. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha . 7.50 8.86 7.45 31. bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. diketahui bahwa guru yang memiliki kualifikasi guru Ilmu Pengetahuan Alam (spesifikasi Biologi. Kimia) adalah 8 orang.09% g. Dengan adanya pengelolaan pendidikan dewasa ini maka melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan materi pembelajaran melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.10 % Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dari kondisi tersebut di atas maka hasil ujian akhir nasional selama dua tahun pelajaran mengalami peningkatan khususnya pelajaran IPA yaitu sebesar 0.83 8.40 8. Mat IPA Jumlah Ing.121 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-2 Prestasi Akademik UAN SMP Negeri Rancaekek 1 Kabupaten Bandung No. Fisika. Pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.77 7.54 33. Kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan tahun 2008-2009 Tabel 4-3 Kualifikasi tenaga pendidikan No 1 2 3 Ketenagaan Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha S2 S1 1 34 D3 23 D2 6 D1 SMA SMP 11 - Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. Selanjutnya dapat digambarkan pula bahwa dari sejumlah guru yang tercantum pada tabel 4-2. 91 8. maka kepala sekolah dapat secara leluasa mengambil tindakan yang bertujuan meningkatan mutu pendidikan. Ind 7. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs.17 Kelulusan 100 % 99. 2.

mandiri. Relevansi Pendidikan c. tindakan dan pengambilan keputusan yang harus dilaksanakn oleh kepala sekolah. dan melaksanakan administrsi pendidikan. Luas lahan sekolah : 16. Program kerja berdasarkan Dinas Pendidikan Pemerintah Propinsi Jawa Barat. sebagian besar ditentukan oleh aparat pelaksana yang menguasai tugas dan fungsinya. Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi satuan kerja SMP. Efesiensi Keberhasilan pelaksanaan program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun pelajara 2009/2010. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Program kerja ini berdasarkan atas keberhasilan dan kekurangna program kerja tahun pelajaran 2009/2010. Pemerataan Pendidikan b. diperlukan adanya perencanaan yang matang disertai penyusunan langkah kegiatan. dengan penuh keihlasan yaitu guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dan didukung oleh pembantu pelaksana tata usaha dan petugas lainnya. berkepribadian. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di jalan Bojongsalam Desa Bojongsalam. tangguh. melatih. maka disusunlah program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung tahun pelajaran 2009/2010.122 Esa. dan berfungsi untuk mendidikan. dengan rincian profil sebagai berikut: a.500 m2 . Demi kelancaran pencapaian peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. pembagian tugas yang jelas. mengajar. berdisipiln. cerdas. berbudi pekerti luhur. bertanggung jawab. bekerja keras. dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. dengan empat strategi pokok: a. yaitu menyelenggarakan pendidikan dalam arti luas. melaksanakan BP/BK. hubungan masyarakat. Peningkatan Mutu pendidikan d. Pendidkan Nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air.

30 WIB) Rancaekek m. misi. i. e. ruang belajar dll. n. Memberdayakan sarana yang ada sebagai nara sumber c. TUJUAN : a. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI : Masyarakat Sekolah yang Agamis dan Unggul dalam Prestasi MISI : a. g. l. o. d.123 b. Efesiensi dan efektifitas dalam menggunakan data. k. Meningkatkan disiplin peserta didik f. b. h. Sumber daya alam Mengembangkan sumber daya alam dan pengelolaan sekolah untuk meningkatkan kewirausahaaan dan penambahan ruang belajar b. f. Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Perpustakaan Laboratorium Jumlah Murid Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : 3450 m2 : 28 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1219 orang : 44 orang : 5 orang : 10 orang : Pagi (07. c. Meningkatkan kualitas guru dan tata usaha e. j.00 – 11. Memfasilitasi kegiatan yang mendukung tercapainya harapan di atas. Mengunakan sarana prasarana sekolah seperti: Mosola. Sumber daya manusia . d. Jumlah Guru Non PNS Harapan dan rencana program kerja di SMP 2 Negeri Kabupaten Bandung yang sesuai dengan tuntuan tujuan pendidikan nasional maka perlu suatu strategi kerja sekolah yang dituangkan dalam visi.

maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. untuk mewujudkan visi. guru. Mengatur administrasi (kantor. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Bertanggung jawab kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. diklat. Mengarahkan kegiatan. penataran dan membuka kesempatan bagi guru untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Adapun tugas dan peran masing-masing dari komponen warga sekolah dijabarkan sebagai berikut: a. misi dan tujuan . MGMP. Melaksanakan urusan tata usaha dan urusan rumah tangga sekolah. tata usaha. Melaksanakan pengawasan. perlengkapan. Tugas Kepala Sekolah. siswa. diklat. pegawai. Untuk mewujudkan visi. Mengambil keputusan. mulai dari peran kepala sekolah. Menentukan kebijakan. masyarakat dan dunia usaha. Mengadakan rapat. Mengatur proses belajar mengajar. Mengorganisasikan kegiatan. kurikulum dan sarana prasarana harus saling menunjang dan mendukung tersebut. penataran atau pendidikan formal.124 1) Tenaga edukatif: Menanamkan sikap profesionalisme yang berkaitan dengan tugas mengajar. siswa. dan tujuan di atas. Membina kerja sama dengan orang tua. jenjang dan sifat sekolah. Sebagai Pimpinan Unit Pelaksana Teknis. 2) Kepala sekolah berfungsi sebagai pimpinan: Kepala sekolaha juga memiliki kewajiban sebagai berikut: Menyusun perencanaan. Melakuan evaluasi. melalui pembinaan. Membina organisasi siswa intra sekolah (OSIS). 2) Tenaga administrasi: Peningkatan profesionalisme dan peningkatan keterampilan staf tata usaha melalui pembinaan. misi. berkewajiban: Melaksanakan pendidikan formal selama jangka waktu tertentu sesuai dengan jenis. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir bagi siswa di sekolah.

Pengkordinasian.melaksanakan evaluasi . Ruang ketrampilan/kesenian. administrasi Pengarahan. Tugas Tenaga pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efesien.melaksanakan kegiatan belajar mengajar . Perlengkapan.membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan atau program semester . Kegiatan kerja sama dengan masyarakat. sebagai berikut: Perencanaan. 4) Selaku supervisor menyelenggarakan supevisi mengenai: Maka selaku sepervisor Kepala Sekolah berkewajiban melaksanakan: Kegiatan belajar mengajar. Kurikulum. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: . Kantor. Keuangan. Pengawasan. Kegitan bimbingan dan konseling. 3) Kepala Sekolah Selaku administrator bertugas: Kepala sekolah sebagai administrator maka memiliki kewajiban menyelenggarakan Pengorganisasian.melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar .mengisi daftar nilai siswa . Laboratorium.menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran . Kegiatan ke tata usahaan. Kepegawaian. Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha. b. Kegiatan ekstrakulikuler. Perpustakaan.125 keuangan). Kesiswaan.membuat satuan pelajaran .membuat alat pelajaran/alat peraga .melaksanakan kegitan penilaian belajar .

mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c.mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya .melaksanakan tugas tertentu di sekolah .Jadwal evaluasi belajar .Pengelolaan keuangan sekolah .Kemajuan kelas .Pembagian tugas guru .Laporan pelaksanaan pelajaran d.Kriteria persyaratan naik kelas/tidak naik kelas .Satuan pelajaran dan menggerakan sebagai koordinator .Jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (raport) dan penerimaan Program pengajaran .Jadwal pelajaran .membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa .menciptakan karya seni .126 .Pelaksanaan Ujian Nasional .ijazah .membuat lembaran kerja siswa . Tugas Urusan Bidang Kurikulum Urusan bidang kurikulum mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegitan penyusunan: .mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum . Tugas Urusan Tata Usaha Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut : .Pengurusan administrasi pegawai.mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran . guru dan siswa .Penyusunan program tata usaha sekolah .

Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasaran sekolah . Tugas Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : .Pengelolaan pembiayaan alat-alat pelajaran .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . sarana prasarana pembelajaran dan hasil lulusan tiap tahun.Menyelenggarakan penerimaan siswa baru . hal ini sejalan dengan upayaupaya sekolah yang terprogram secara sistematis untuk lebih dikembangkan sumber daya manusia yang siap dan unggul untuk itulah diperlukan langkahlagkah program mulai dari keadaan siswa.Menyusun laporan pelaksanaan urusan saran prasarana secara berkala Selain peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di atas.Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah .Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah . berdasarkan studi dokumentasi secara rinci akan dijabarkan sebagai berikut : Tabel 4-4 Keadaan Siswa SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Jumlah Kelas VII 401 404 471 Kelas VIII 339 381 386 Kelas IX 312 311 362 1052 1096 1219 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-5 Keadaan Guru SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Kualifikasi tenaga kependidikan No Ketenagaan S2 S1 D3 D2 D1 SMA SMP .Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala e. keadaan guru.127 .Mengadministrasikan pendayagunaan sarana prasarana . bahwa di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung.

1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Rata-rata Nilai UAN Bhs.60 7.82 .40 30.93 7.39 Jml Kelulusan 100 % 100 % 8. IPA 7. Ing.10 Mat Bhs.07 7.24 29.43 8. Ind 7.86 7.128 1 2 3 Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha 1 - 35 - 7 - - 1 - 8 3 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Sarana dan Prasana Pembelajaran SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tabel 4-6 Sarana Ruangan SMP Negeri 2 Rancaekek No 1 2 3 6 9 10 12 13 14 15 16 17 18 Ruang Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Komputer OSIS/Pramuka/PMR Lapangan Upacara Olah Raga Guru Piket BP-BK Tata Usaha Masjid Gudang Kesenian Jumlah 28 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Baik 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kondisi Cukup Rusak 1 1 - Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-7 Multi Media SMP Negeri 2 Rancaekek No 3 4 5 6 7 Media VCD Player TV Monitor Sound System Tape Recorder Komputer Jumlah 2 4 1 2 24 Baik 2 4 1 1 Kondisi Cukup Kurang 1 4 20 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Tabel 4-8 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung No.

Juara 1 membaca cerpen tingkat Bandung Raya yang diselenggarakan oleh UNINUS pada tahun 2009. Juara 3 Bola Volly Puteri tingkat SLTP Se-Bandung Raya tahun 1997.129 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Meskipun lokasi SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. selain dari itu ada pula berbagai macam prestasi dalam bidang lainnya. hal ini dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang diperoleh. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di Jalan Teratai Raya Bumi Rancaekek Kencana. yang berdirinya pada tahun 1993 dengan data sebagai berikut: a. terletak di pinggiran kota Rancaekek dan berada di daerah yang rawan banjir. Hal ini dicapai dengan cara mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan potensi personal yang dituangkan dalam rencana sekolah. 3. adalah meningkatkan mutu pendidikan memilik 4 (empat) strategi sekolah diantaranya yaitu: 1) Pemerataan Pendidikan. Program kerja di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. 2) Relevansi (Link and Match). Juara 2 putera ALGA-CUP 3 tahun 1998. c. b. diantaranya adalah: juara 1 Tenis Meja Putera tingkat Kecamatan pada tahun 2008. Juara 1 Putera Wide Game MABISA Paseh pada tahun 2003. Juara 2 Tenis Meja Puteri tingkat Kecamatan tahun 2001. 3) Efesiensi. dan sasaran utama 4) Peningkatan Mutu Pendidikan. Sedangkan proses pembelajaran berdasar pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.000 m2 : 1. d. Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Juara 1 Gerak Jalan PORGUR cabang PGRI Rancaekek tahun 1996. maka kepala sekolah dapat secara leluasa dalam mengambil tindakan strategi sekolah yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tersebut. tetapi semangat siswa untuk mendapat prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non-akademik tetap tinggi. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor : 6.736 m2 : 30 Ruang : 1 ruang .

Mendidik siswa agar menjadi warga negara yang beriman dan taqwa. efektifitas dan efesiensi kerja sekolah di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai suatu tempat belajar yang aman. h. memiliki harapan yang dituangkan melalui visi. q. dan menyenangkan dengan suasana kekeluargaan. p. Mewujudkan tercapainya pendidikan meliputi tujuan kurikuler. Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan kehidupan beragama di lingkungan sekolah. f. n. dan tujuan pendidikan nasional. c. i. r. l. berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ramah terhadap lingkungan alam dan masyarakat serta mandiri dalam mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. k.130 e. j.40 WIB) : 1 ruang : 1 ruang m.00 – 12. institusi. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI: SMP Negeri 3 Rancaekek BERIRAMA. Jumlah Murid Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. . g. o. misi. b. MISI: a. Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah Ruang seni Ruang PKS : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 8 unit : 1 unit : 1 unit : 1366 orang : 71 orang : 17 orang : Pagi (07. nyaman.

Penataan kelembagaan 1) Penyempurnaan manajemen sekolah yang meliputi bidang akademik. kepegawaian. 4) Penataan dan penambahan sarana pisik sekolah. STRATEGI: a. keterampilan serta potensi dan bakat lainnya. 2) Pemberdayaan sarana dan prasarana serta sumber daya personil di lingkungan sekolah 3) Job Description sesuai dengan The Right man on the Right Place. Menciptakan rasa kesatuan korep dan pelaksanaan tugas secara propesional serta kerja sama yang efektif dan efesien. keuangan dan kantor. pemerintah daerah. Menumbuhkan kesadaran kepada setiap warga sekolah agar supaya dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya dimana sekolah itu berada g. f.131 d. guru. 5) Peningkatan kerjasama dengan komite sekolah dan instansi terkait. Peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar 1) Tertib dalam mematuhi jam kerja 2) Tertib dalam administrasi KBM dan pelaksanaannya secara efektif dan efesien. Menanamkan dan mengembangkna rasa percaya diri kepada siswa terhadap kemampuan baik dalam bidang akademis. karyawan dan sesama teman di lingkungannya. 6) Sekolah menjadi suatu tempat untuk kegiatan belajar sesuai dengan konsep wawasan wiyata mandala. . kesiswaan. tokoh masyarakat/orgamnisasi dan lingkungan setempat. Menumbuhkembangkan budi pekerti luhur terhadap siswa agar siswa hormat terhadap orang tua. e. b. 3) Menumbuhkan dan mengembangkan kerja sama khususnya antara guru mata pelajaran melalui MGMP.

7) Mensukseskan wajib belajar 9 tahun 8) Menampilkan sekolah yang ideal melalui kegiatan wawasan wiyata mandala. siswa. Ulangan Blok dan Ujian Akhir Nsional.Mengatur proses belajar mengajar yang mencakup: program tahunan.132 4) Menumbuhkan keunggulan kompetitip di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah secara kreatif. Peningkatan kualitas profesi tenaga pendidik. 3) Peningkatan pemberdayaan supervisi kepada guru. 4) Mengikutsertakan guru melalui penyetaraan UT. mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan rincian sebagai berikut: . rencana pelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2006 (KTSP). 1) Pemberdayaan diklat/penataran/MGMP bagi guru 2) Penerapan hasil diklat/penataran dalam KBM secara tepat gMuna dan berhasil guna. laporan hasil belajar siswa. c. Peran dan Fungsi Kepala Sekolah Kepala sekolah mempunyai tugas merencankan. 5) Mengembangkan wawasan keunggulan sekolah. pembagian tugas guru yang langsung dituangkan pada jadwal pelajaran. 6) Setudi banding antar guru mata pelajaran sejenis maupun antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman. 5) Menyediakan buku-buku referensi guru di perpustakaan sekolah. menyusun norma kenaikan kelas. catur wulan/semester berdasarkan kalender pendidikan. misi dan strategi sekolah tesebut dibuat rincian tugas masing-masing personil sebagai berikut: a. mengkordinasikan. tata usaha. pelaksanan Ulangan Umum. guru. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dalam pengelolaan personal mulai dari peran kepala sekolah. kurikulum dan sarana prasarana yang harus saling menunjang dan mendukung untuk mewujudkan visi. 6) Mengembangkan muatan lokal dan kegiatan ekstra kurikuler. mengarahkan. UPI dan STKIP. .

Menyusun laporan kegiatan pembelajaran. Membuat konsep surat tugas. membuat satuan pelajaran (RPP).Mengatur hubungan dengan masyarakat b. Pemantapan.Mengatur administrasi perpustakaan .Mengatur administrasi siswa . Memahami tugas setiap seksi dalam kurikulum. Peran dan Fungsi Bidang Kurikulum Program kurikulum di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung memiliki tugas sebagai berikut: Membuat konsep kelengkapan administrasi guru dan wali kelas.Mengatur adminiistrasi kantor . Menyusun kegiatan kurikulum. membuat alat pelajaran/alat peraga. Pelaksanaan ujian sekolah dan nasional. melaksanakan kegiatan belajar mengajar.Mengatur pembinaan kesiswaan . Peran dan Fungsi Tenaga Pendidik (guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tes/kuis. menciptakan karya seni. mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. Try out. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar. membuat alat pelajara/ alat program.Mengatur administrasi keuangan . mengadakan . c. melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.Mengatur administrasi perlengkapan .133 .Mengatur administrasi keuangan . mengisi daftar nilai siswa. melaksanakan evaluasi. melaksanakan kegitan penilaian belajar. menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran. Mengkordinir dan membantu tugas setiap seksi dalam kurikulum.Mengatur administrasi pegawai . melaksanakan tugas tertentu di sekolah.

Melengkapi diri dengan keperluan sekolah .Ikut menjaga nama baik sekolah. meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran.Harus bertindak sopan terhadap guru.Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung. pengawas.Membantu kelancaran sekolah dalam proses kegiatan belajar .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah . orang tua dan temanteman e. perabot dan peralatan sekolah yang ada . diri siswa sendiri. Menyusun kelengkapan pembelajaran.Pengelolaan keuangan sekolah . guru dan siswa . halaman WC.134 pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya. keamanan dan ketertiban kelas serta sekolah pada umumnya. membuat lembaran kerja siswa. Kewajiban siswa .Ikut membantu agar tata tertib sekolah dapat berjalan dan ditaati .Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala . Kegiatan MGMP. Peran dan Fungsi Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: .Pengurusan administrasi pegawai.Ikut bertanggung jawab atas kebersihan.Membantu kelancaran pelajaran di kelas maupun jalanya sekolah pada umumnya .Penyusunan program tata usaha sekolah . Pelaksanaan kegiatan pembelajaran.Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah . d. membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa.Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . . baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah .

Peran dan Fungsi Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan bersama kepala sekolah menyusun : .Membantu merencanakan rehabilitasi program sekolah .Menginventarisir alat dan bahan praktikum . maka salah satu perangkat program pengelolaan sekolah ini akan senantiasa merupakan suatu perangkat dari sistem manajemen sekolah yang dapat dipergunakan untuk dijadikan arah pelaksanaan program bagi pengelolaan sekolah.Bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan di laboratorim. larangan dan peringatan.Memantau penggunaan sarana dan prasarana sekolah . Sejalan dengan hal tersebut dan berdasar bahan masukan dari lapangan. tata tertib laboratorium. efektipitas dan efesiensi pelaksanaan pendidikan yang tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku sesuai dengan pengelolaan manajemen berbasis sekolah .Membuat program kerja laboratorium .Memelihara alat dan bahan yang ada . bahwa peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung.Mengajukan kebutuhan alat dan bahan praktikum .Bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana perlengkapan sekolah g. yang lebih dikembangkannya adalah sumber daya manusia yang siap. .Kebutuhan sarana dan prasarana sekolah .Mencatat sarana dan prasarana sekolah yang masih dapat dipakai dan yang tidak dapat dipakai . maka diperlukan program rencana pengembangan sekolah (RPS) di sekolah untuk dijadikan standar dalam rangka meningkatkan mutu.Membuat jadwal praktek. Peran dan Fungsi Pengelola Laboratorium Pengelola laboratorium mempunyai tugas membantu guru dalam kegiatankegiatan pembelajaran yang memerlukan praktek: .135 f.

56 Kelulusan 100 % 100 % Bandung Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Tabel 4-11 Kondisi Guru dan Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Jumlah Guru Jumlah Tata Usaha No Ijazah Guru Tetap Guru Tidak TU.44 Rata-rata Bhs. 8.Jumlah pendaftar selalu melebihi daya tampung .49 8.36 8.53 8. kondisi guru.02 8. Tidak Tetap Tetap Tetap 1 S2 3 2 S1 47 6 3 D3 8 1 3 4 D2 6 5 D1 1 6 SMA 7 7 Jumlah Total 64 7 10 7 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung g. sebagai berikut: Tabel 4-9 Kondisi Siswa SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2009-2010 No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1 VII 206 220 426 2 VIII 236 235 471 3 IX 238 223 461 Total 680 678 1358 Jumlah Rombel 30 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung Tabel 4-10 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 3Rancaekek Kabupaten Bandung No 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs. Ind 8.136 (MBS). Mat Ing.42 33. bahwa : . TU. dan potensi sekolah.89 Nilai UAN IPA 8. mulai dari kondisi siswa. Potensi Lingkungan Sekolah Potensi lingkungan di SMP Negeri Rancaekek 3 Bandung.60 Jumlah 33.63 8. data di bawah ini berdasarkan studi dokumentasi.

Guru. penulis tuangkan berdasarkan urutan pokok masalah penelitian sebagai sasaran dalam menyajikan deskripsi hasil penelitian. dan juga memiliki berbagai prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara. telah melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang . kondisi guru dan tata usaha.Bandung Timur Tahun 2008. mereka pengelola sekolah (Kepala Sekolah.Kualifikasi Tenaga Pendidik sebagain besar sarjana . seperti diantaranya adalah: Juara 1 Baca Puisi tingkat SMP se-Jawa Barat pada Tahun 2009. Juara 1 Siswa teladan tingkat Kabupaten Bandung tahun 2001. di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung.Tersedianya jumlah tenaga guru yang memadai .Jumlah karyawan cukup banyak . Juara 1 Bola Volly antar SMP se-Kecamatan Rancaekek tahun 2007. Juara 1 Wide-Game Pramuka tingkat Kabupaten Bandung tahun 2002. Startegi Guru dalam merencanakan isi materi. Jauara 1 Menggambar tingkat Kabupaten Bandung tahun 2005. observasi dan studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen yang ada. hal ini relevan dengan hasil penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pada tahun 2005 mendapatkan nilai Akreditasi A (sangat memuaskan). Juara 1 Musikalisasi Puisi seBandung Raya tahun 2007. Juara Umum Wide-Game Trophy Bupati Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2003. serta potensi lingkungan sekolah. B.137 . Juara 2 LKBB se. Juara 1 PASKIBRA tingkatKabupaten Bandung tahun 2005.Masih tersedianya lahan tanah sekolah untuk penambahan bangunan Dengan melihat hasil dokumentasi di atas mulai dari kondisi siswa. Adapun uraiannya sebagai berikut: 1. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Tata Usaha dan komponen terkait lainnya). sangatlah berpotensi untuk lebih dikembangkan. Deskripsi Hasil Penelitian Penyajian hasil penelitian. Juara 2 Futsal tingkat SMP se-Bandung Raya pada Tahun 2009.

CTL pembelajaran aktif. Berdasarkan hal tersebut. bahwa pembelajaran IPA Terpadu harus membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Pendapat berikutnya menyatakan bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu tiap-tiap sekolah telah melaksanakan strategi-startegi pembelajaran. meningkatkan motivasi serta tindak lanjut pembelajarannya. kreatif dan mandiri. . misalnya dengan cara peer teaching. meningkatkan minat dan motivasi dan beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. Berdasarkan hasil temuan di lapangan di ketiga SMP Negeri yang berada di Kabupaten Bandung. team teaching.138 menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah sedangkan tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah: meningkatkan efisiensi/efektivitas pembelajaran. Temuan lain menunjukkan bahwa perencanaan di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu materinya harus berkaitan erat dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. sudah dapat dipastikan. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk meningkat kemampuan siswa dari hasil belajarnaya sehingga siswa memiliki perubahan yang mengarah kepada hal yang lebih baik sesuai dengan harapan sekolah. kreatif dan inovatif serta memiliki persepsi yang sama dengan komitmen terhadap program yang telah disepakati dari masing-masing sekolah. sehingga IPA Terpadu bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. Sesuai dengan temuan yang didapatkan peneliti. berdaya guna secara optimal diperlukan wawasan yang luas. mereka (guru) berpendapat. Untuk meningkatkan hasil belajar. temuan penelitian menunjukan bahwa strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tampak para guru IPA di tiga SMP Negeri Kabupaten Bandung dalam pelaksanaan proses pembelajarannya memiliki prinsip bahwa proses pembelajaran IPA Terpadu akan menghasilkan kualitas yang diharapkan bila proses tersebut dapat membangkitkan motivasi kegiatan belajar efektip dan efesien. konsep-konsep.

2) Hasil itu merupakan pengatahuan yang betul-betul asli. menyatakan bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang ciri-cirinya sebagai berikut: 1) Hasil pembelajaranya tahan lama dan memiliki kecakapan life-skills dalam kehidupan peserta didik. metoda pembelajaran. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. standar kompetensi. bahkan ada juga guru yang malakukannya sendiri. 3) Memiliki sikap. Aplikasi. kegiatan pembelajaran. fenomena alam. materi ajar. Selain dari itu sebagian guru juga sudah membuat rencana program kegiatan praktek laboratorium. yang langsung dikonsultasikan dengan koordinator laboratorium. penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. serta memiliki program evaluasi dan program berbaikan dan pengayaan. teori dan hukum. tujuan pembelajaran. presedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Produk. Berdasarkan studi dokumentasi.139 Dari hasil wawancara dengan ketiga kepala SMP Negeri di Kabupaten Bandung. guru harus mempertimbangkan berapa persen (%) yang diserap oleh peserta didik (siswa) dari yang diajarkan itu akan masih diingat kelak oleh peserta didik. kompetensi dasar. penyusunan model ini di antaranya bertujuan untuk: . indikator pencapaian kompetensi. program semester. penilaian hasil belajar dan sumber belajar. Proses. berupa fakta. Secara rinci. pengembangan silabus. rasa ingin tahu tentang benda. bahwa pada umumnya guru IPA Terpadu telah membuat perencanaan proses pembelajaran yang dibuktikan dengan adanya dokumen berupa: program tahunan. Dengan demikian. Tujuan penyusunan Model Pembelajaran IPA Terpadu pada dasarnya untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan sebagai kerangka acuan bagi guru dan pihak terkait. makhluk hidup. Hal ini mengandung makna bahwa pengatahuan hasil proses belajar mengajar itu bagi para peserta didik seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. alokasi watu. prinsip.

2) memberikan keterampilan kepada guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran (memetakan kompentensi. dan bagaimana pembelajaran IPA terpadu pada setiap jenjang pendidikan dari mulai SD sampai dengan tingkat pendidikan menengah. karena secara teknis akan terjadi kesulitan pengaturan jadwal dan pengaturan tim pengajar bila diajarkan lintas bidang studi. 4) memberikan wawasan.140 1) memberikan wawasan bagi guru tentang apa. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Tepadu hendaknya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. menyusun silabus. 3) membimbing guru agar memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu. dan pemahaman bagi pihak terkait (misalnya kepala sekolah dan pengawas). sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terpadu. pengetahuan. Aktivitas peserta didik perlu ditunjang oleh media pembelajaran yang memadai. 2. Pembelajaran IPA secara terpadu akan lebih efektif bila tema yang dibahas relevan dan berkaitan dengan ‘IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat’. Tema yang dibahas disajikan dalam konteks IPA-lingkungan-teknologimasyarakat. agar peserta didik dapat memahami tema secara komprehensif dan terarah. Mata pelajaran yang dipadukan sebaiknya masih dalam lingkup bidang kajian IPA. Upaya Guru dan Sekolah dalam melaksanakan isi materi. dan menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran) dan penilaian secara terpadu dalam pembelajaran IPA. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. . agar tema dapat dibahas secara mendalam dan luas oleh guru bidang kajian IPA. tahan lama dan memiliki kecakapan life skills dalam kehidupan peserta didik. memperoleh pengetahuan yang betul-betul mengandung makna. mengapa. yang melibatkan aktivitas peserta didik secara berkelompok maupun mandiri.

teori dan hukum. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. b. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan melakukan proses pembelajaran sebagai berikut: a. rasa percaya diri yang tinggi. fenomena alam. demikan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung.. produk (berupa fakta. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. Tanpa kondisi ini. makhluk hidup. aplikasi) penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). maka pembelajaran terpadu dalam IPA terwujud. bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. proses pemecahan masalah melalui metode ilmiah. keterampilan metodologis yang handal. memiliki kreativitas tinggi. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. menjelaskan bahwa: pada pelaksanaannya disamping kekuatan/manfaat yang ada. rasa ingin tahu tentang benda. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung.141 bahwa hasil proses pembelajaran seolah-olah merupakan bagian kepribadian bagi diri siswa. prinsip. memiliki sikap. kemampuan eksploratif dan elaboratif akan sulit . serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. Perlu disadari. Hal ini terjadi karena model pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. Secara akademik.

dan mempermudah pengembangan wawasan. d. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. metode. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. penilaian keberhasilan pembelajaran . mungkin juga fasilitas internet. Bila kondisi ini tidak dimiliki. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian peserta didik. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. Dalam kaitan ini. c. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. memperkaya. Bila sarana ini tidak dipenuhi. e. f. selera. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. materi). guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. Semua ini akan menunjang. Dengan kata lain.142 (menemukan dan menggali). juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes.

maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. fisika dan kimia. dan mandiri. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. .143 Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkan konsep-konsep dari berbagai sub-mata pelajaran. b. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA– lingkungan. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. d. dan berinteraksi dengan teman. e. ‘berbicara’. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan. menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. berdisiplin. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. dan dunia nyata. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. Oleh karena itu. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat.teknologi-masyarakat. c. kolaborasi. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. guru. ‘membaca’. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. Selanjutnya melalui kegiatan observasi dan studi dokumentasi yang peneliti lakukan di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung menemukan bahwa ternyata pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik.

b. Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. b) c) d) memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Kegiatan tatap muka dimaksudkan menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan . Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. a.144 Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. kegiatan inti. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. memberikan acuan topik yang akan dibahas. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: a) belajar.

145 sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. c. 2) Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. 1) Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu 3) Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. dan perorangan. di antaranya adalah sebagai berikut ini. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut . kelompok.

memberikan motivasi atau bimbingan belajar. work shop. 2) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. perencanaan kegiatan. 2) pengembangan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik. seminar. Dalam proses pembelajaran guru IPA harus dapat membedakan antara pengetahuan konsep dan ketrampilan proses yang disesuaikan dengan minat. bakat. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. dan pembimbing namun harus memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarnnya. 3) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. mengikuti kegiatan forum ilmiah. seorang pendidik tidak semata-mata sebagai: pengajar. pelatih. mengundang nara sumber dan mengadakan pertemuan melalui forum guru/MGMP IPA secara rutin dan mengevaluasi pelaksanaannya. berdasarkan hasil observasi terungkap bahwa langkah awal yang dilakukan guru IPA untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu dengan melaksanakan langkah-langkah strategi seperti: 1) membentuk MGMP IPA. 4) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. Hasil wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung.146 Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. 1) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. menyimpulkan materi yang telah . membaca materi pelajaran tertentu. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. Mengacu pada hal tersebut. dalam kehidupan sehari-hari. kondisi situasi. Hal ini mengandung makna bahwa pengetahuan hasil proses pembelajaran itu bagi siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. diklat. pendidik.

serta selalu mengikuti berbagai kegiatan pelatihan. 3) Motivasi akan terangasang karena ada tujuan Selain itu. Temuan lain. afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. persoalan motivasi ini dapat juga dikaitkan dengan persoalan minat. sebagai perangkat pembelajaran. karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. hal ini dikaitkan dengan persoalan minat. Temuan lain menujukan bahwa cara-cara yang dilakukan guru IPA untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: atau langkah-langkah dalam proses tujuan-tujuan dan konsep-konsep . afeksi seseorang dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan. serta mengadakan pertemuan rutin dan/atau secara berkala dengan guru-guru IPA baik intern maupun ekstern. seorang pendidik menyatakan bahwa dengan memotivasi siswa itu merupakan langkah strategi untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. 2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa. Hal ini mengandung arti bahwa perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam sistem yang ada pada organisme manusia. guru IPA juga dapat mengembangkan potensinya. ketentuan. Dan selain strategi-strategi yang dimiliki oleh para guru IPA ada hal penting yang harus mereka ketahui/miliki.147 Selain itu. ada tiga langkah memotivasi diantaranya: 1) Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Minat dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan atau kebutuhannya sendiri. Hal ini menunjukan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepeda seseorang. penataran dan sejenisnya. yaitu dokumen kurikulum nasional yang berisi program pembelajaran tahunan dan atau semester. tuntunan pembelajaran yang berisi pembelajarannya.

memanfaatkan media. bahwa guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. 2) 3) 4) Memeberi Hadiah (Reward).148 1) Dengan memberi angka. kritis. Salah seorang siswa menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatan perpustakaan. Persaingan/Kompetisi. dengan cara bagaimana seorang pendidik memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. Dalam proses pembelajarannya guru IPA telah memberikan pelayanan optimal terhadap siswa. dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. melaksanakan praktikum. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. ketrampilan (psikomotor) dan afekksinya. Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. 5) 6) 7) 8) Memberi ulangan Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber atau referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah sarana dan prasarana laboratorium bagi guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan praktikum IPA di . Hasrat untuk belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. serta mengembangkan potensi peserta didik. empiris. memiliki sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif seperti tanggap.

memiliki ruang laboratorium IPA. internet. dan kenaikan tingkat yang secara pro aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah orang antara tenaga tetap dan tidak tetap. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. dan mengadakan sarana prasarana. kondisi ruang belajar memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. siswa. alat peraga. ruang belajar yang ideal. regional maupun nasional mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga . Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih inter-aktif dan komunikatif apabila menguasai multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. charta. Hasil wawancara dengan salah seorang tenaga kependidikan (TU). dan sejenisnya baik lokal. turut andil dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. buku sumber. penataran. dan laptop. komputer.149 laboratorium yang disesuaikan dengan alat yang ada dan atau memiliki media yang memadai sesuai dengan konsep silabus. upaya sekolah adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) kependidikan mengikutsertakan guru dalam pelatihan. tenaga kependidikan (TU). dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. OHP. Dari hasil temuan di sekolah yang diteliti ternyata hasil obsevasi dan wawancara bahwa rencana sekolah mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan . kelengkapan administrasi. peralatan praktek. sehat jasmani dan rohani. Hasil penilitian menunjukkan bahwa sebelum melakukan pembelajaran Kepala Sekolah dan Guru terlebih dahulu melakukan evaluasi diri yang hasilnya adalah bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. gambar. memfasilitasi media.

150 Berdasarkan upaya dan rencana sekolah di atas. Selain dari itu peneliti juga menemukan faktor pendorong peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung: a. Sarana laboratorium belum lengkap dan tidak digunakan secara maksimal. temuan penelitian menunjukan bahwa sesuai dengan tuntutan untuk mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. e. 3. studi banding untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran IPA Terpadu. d. belum memberikan wawasan dan keleluasaan kepada guru-guru IPA untuk mengembangkan potensinya dalam kegiatan peningkatan mutu pembelajaran IPA melalui kegiatan studi banding antar sekolah sebagai startegi sekolah. mengundang nara sumber. Strategi guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. sehingga menggangu proses pembelajaran. telah sejalan dengan peningkatan kompetensi profesional guru dan merupakan suatu keharusan mengikut sertakan dalam pelatihan. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di lapangan di SMP Negeri Rancaekek Bandung. masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered. b. Masih ada guru yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. sehingga para guru IPA tidak dapat mengukur kurang dan lebih di dalam proses pembelajarannya. yang mempunyai persefsi sama. Temuan lapangan lain menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung sebagai berikut : a. Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru . Letak geografis sekolah yang rawan banjir. f. c. b. belum seluruhnya guru menguasai media elektronik.

maupun nasional. meliputi: 1) Pelaksanaan pengajaran toeri. Pelaksanaan pembelajaran. e. 3) Pembuatan rencana evaluasi hasil belajar 4) Pembuatan rencana pembinaan siswa b. Pembahasan hasil penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemaknaan dan pendalaman atas temuan-temuan empiris dari sisi keilmuan atau rujukan konseptual. Analisis teoritik Berdasarkan analisis teoritik yang ada. 1. penyusunan hand out. bahwa pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal sebagai berikut: a. modul. g. Pembahasan Hasil Penelitian Pembahasan adalah merupakan analisis dan kajian peneliti terhadap hasil seluruh rangkaian kegiatan dalam melakukan penelitiannya. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran di sekolah telah tersedia. dan pembuatan program tahunan dan semester. meliputi: pembuatan persiapan pengajaran. . Ruangan multimedia. f. C. meliputi: pembuatan pedoman-pedoman. Sebagian fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran tersedia. sehingga fenomena yang diungkap dalam penelitian ini memperoleh kejelasan secara konseptual keilmuan. 2) pembuatan rencana penagajaran. yaitu: pelaksanaan pengajaran di kelas. d. buku. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. regional. Maka dalam bagian ketiga ini penulis akan menguraikan pembahasan hasil penelitian yang telah didapatkan berdasarkan kajian teoritik dan empirik.151 c. Perencanaan pembelajaran meliputi 1) Penjabaran kurikulum.

dan belajar di perpustakaan. yaitu: evaluasi proses/pelaksanaan pengajaran. evaluasi kurikulum. Dengan diraihnya berbagai prestasi yang didapat prestasi yang dicapai oleh guru. ada pula temuantemuan lain yang belum sesuai dengan harapan hasil instrumen penelitian. 3) Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi pembelajaran. oleh siswa baik prestasi akademik maupun non akademik di tingkat regional maupun tingkat nasional. Analisis Empirik Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. yaitu pelaksanaan pembinaan kegiatan siswa yang meliputi kegiatan ekstra kurikuler. karena peran steacholder. 2) Evaluasi rencana pengaajaran (toeri dan praktek). meliputi: evaluasi pedoman dan program. Dengan terbuktinya berbagai prestasi yang didapat. a. meliputi: 1) Evaluasi kurikulum dan penjabarannya. sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja . 5) Evaluasi palaksanaan pembinaan siswa 2. 3) Evaluasi pembinaan siswa. Dari eksplorasi lapangan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. proses dan sarana prasarana. yang dimulai kegiatanya dari aktivitasaktivitas kegiatan rutin sekolah nampak memberikan warna sekolah tersebut. di ruang keterampilan. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. ditinjau dari isi kurikulum. 5) Pelaksanaan pembinaan siswa. c. yaitu: pelaksanaan pengajaran di laboratorium. yaitu: evaluasi rencana pembinaan siswa 4) Evaluasi perencanaan pengajaran. ini banyak menampilkan sesuatu yang baru dalam dunia mulai dari pendidikan. 4) Pelaksanaan evaluasi. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. meliputi: evaluasi rencana pengajaran di sekolah dan evaluasi rencana hasil belajar.152 2) Pelaksanaan pengajaran praktek. maka terlihat bahwa keberadaan pendidikan di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Namun bukan hanya prestasi yang penulis teliti semata.

guru. fasilitas sarana dan prasarana sekolah.153 sekolah. mengimplementasikan kurikulum. menanamkan pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). semua komponen ini saling mendukung satu sama lain sebab kalau ada salah satu ketimpangan dari komponen tersebut tidak akan berhasil dan tercapai strategi peningkatan dalam pembelajaran IPA Terpadu. memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan oleh guru.work shop. Dengan adanya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau mulai dari sumber daya manusianya: kepala sekolah. Ini menunjukan bahwa pimpinan dan komponen-komponenya telah berhasil melakukan pengembangan organisasi secara baik. Seluruh komponen lembaga di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. rumusan pernyataan dalam langkah strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. seperti: memberikan pengalaman bagi peserta didik. misi. Strategi yang dipilih . memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal. siswa dan tenaga kependidikan ( TU). mempermudah aturan/prosedur dalam menyelesaikan komplik dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru memberikan arahan dan bimbingan. dan tujuan dari apa yang dilakukan oleh SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung salah satu contohnya. mengikuti forum ilmiah. latihan berpikir kuantitatif dan memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan pembuatan alat-alat sederhana dan penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. hal ini dikarenakan kejelasan visi. Dengan demikian. mulai dari sumberdaya manusia. yang menitik beratkan pada proses pembelajarannya mampu menghasilkan hal yang positif bagi peserta didik untuk dapat berpikir tingkat tinggi. mengikutsertakan berbagai pelatihanpelatihan sejenis misalnya seminar. kurikulum dan sarana prasarana. telah mampu menunjukan keberadaanya sebagai sekolah yang memilki berbagai keunggulan. Strategi yang dilakukan kepala sekolah mulai dari: memberikan keleluasaan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

CTL. motivasi dan pembelajaran aktif untuk mencapai tujuan tersebut. team teaching. Dengan cara tersebut siswa terhindar dari proses pembelajaran yang hanya memahami hapalan saja tidak sampai kedalam tingkat pemecahan permasalahan. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu. Berdasarkan uraian di atas. sikap. Perlu diperhatikan oleh guru adalah tidak ada satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk semua konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. memilih/ menetapkan tema atau topik pemersatu. tampak bahwa strategi yang dipilih dan dipergunakan para guru IPA dalam poses pembelajarannya mengacu pada makna strategi-strategi seperti dengan cara peer teaching. produk dan aflikasi yang telah dipelajarinya. merumuskan indikator pembelajaran tepadu. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian serta melakukan pemetaan. seperti kemampuan guru. proses. Strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan konsep tertentu tergantung pada tema yang disesuaikan pada kondisi masing-masing tema tersebut yang terlibat dalam proses pembelajaran secara faktual. Strategi yang digunakan para guru IPA dalam proses pembelajaranya seperti strategi-strategi diatas merupakan pilihan strategi yang tepat untuk pembelajaran IPA Terpadu. dan menyusun rencana pelaksanan pembelajaran terpadu. Keberhasilan pembelajaran IPA Terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.154 haruslah yang dapat memberikan kecakapan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunakan pengetahuan. dan kemampuan). kebutuhan. Adapun alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu: menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan. penyajian tema dan sumber belajar yang mendukung pada konsep-konsep bidang kajian tersebut. bakat. menyusun silabus pembelajaran terpadu. . kemampuan siswa. dan merupakan suatu cara untuk mempermudah dalam penentuan tema antara keterkaitan konsep yang satu dengan konsep yang lain dalam bidang kajiannya.

latar belakang pendidikan orang tua.155 Strategi siswa dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanpaatkan perpustakaan. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber dan referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. membimbing. Kalau strategi siswanya sudah seperti itu. Kalaupun masih banyak ketidak pedulian peran serta orang tua terhadap program sekolah dan tidak membantu. tidak mungkin akan tercapai prestasi dalam proses pembelajaran IPA Terpadu yang optimal khususnya. yang lainnya dan mungkin mengalami kegagalan apabila orang tua tidak andil dan ikut peduli . memanfaatkan media. mengarahkan serta tidak memfasilitasi keperluan siswanya. selain itu juga peran serta orang tua sangat berpengaruh besar dan peduli terhadap pendidikan program sekolah dan juga ikut memantau. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif sepeti tanggap. juga sangat berperpengaruh sekali tentang kondisi lingkungan. memiliki sumber reverensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. serta mengembangkan potensi peserta didik. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah seperti sarana laboratorium. kritis. dan tingkat ekonomi. membimbing. bagi siswa sangat berpengaruh kurang baik dalam prestasi terhadap pembelajaran-pembelajaran terhadap kemajuan siswanya sendiri. Berdasarkan pembahasan di atas selain strategi dengan berbagai fasilitas yang ada dan peran serta orang tua yang ikut andil dan peduli terhadap dunia pendidikan. mengawasi. mengawasi dan memfasilitasi untuk keperluan siswanya dalam membantu kemajuan prestasi pembelajaran siswanya. maka sebagai guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan pembelajaran praktikum IPA yang disesuaikan dengan tuntutan konsep silabus. empiris. Dalam proses pembelajaranya guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. memang sudah menjadi suatu keharusan tuntutan dalam pembelajaran IPA Terpadu. melaksanakan praktikum. letak geograpis.

laptop. dan secara pro-aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah tenaga tetap dan titak tetap. harus turut serta dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. memiliki ruang laboratorium IPA. OHP. dengan cara wawancara. alat peraga. ruang belajar yang ideal. Sumber daya manusia dari Tenaga kependidikan (TU) harus dapat membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. memanajemen lembaga sekolah yang masih belum profesional dan proforsional. Dalam peningkatan strategi pembelajaran IPA Terpadu idealnya.156 Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih interaktif dan komunikatif apabila ditunjang dengan penguasaan multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. gambar. siswa. sehingga tujuan pembelajaran IPA Terpadu dapat tercapai secara optimal. kurang tanggap terhadap berbagai kebijakan. dan media lainnya. Sedangkan dari sumberdaya manusia dari tenaga pendidik (guru) masih ditemukan juga. tujuan program terlihat belum maksimal. dari mulai strategi sumberdaya manusianya. untuk itu tenaga kependidikan (TU). studi dokumentasi masih ditemukan di dalam proses pembelajarannya belum sepenuhnya menggunakan strategi-strategi yang dipaparkan di atas sangat bertolak belakang dilihat mulai dari sumberdaya manusia seperti peran kepala sekolah. buku sumber. apabila ditemukan dalam pembelajaran . memfasilitasi media. kontrol evaluasi kurang dilaksanakan. internet. observasi. mengadakan sarana prasarana. peralatan praktek. startegi kurikulumnya dan strategi sarana prasanannya yang masing-masing komponen saling terkait antara satu dengan yang lainnya. kelengkapan administrasi. charta. dalam proses pembelajaran IPA Terpadu belum menguasi atau memahami antara yang membedakan pengetahuan konsep dan ketrampilan proses bahkan dalam penentuan tema bidang kajian yang satu dengan bidang kajian yang lain belum memahaminya. kondisi ruang belajar untuk memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. Akan tetapi dari hasil penelitian. memang haruslah seperti uaian di atas. komputer.

sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajarannya. Kalau strategi siswanya masih seperti itu. b. bahwa tenaga kependidikan (TU). memanfaatkan media. maka akan menjadi suatu ketimpangan dalam pembelajaran IPA Terpadu. membuat rencana pengajaran. keterampilan metodologis yang handal. apalagi peran serta orang tua tidak mendukung proses pembelajarannya akan sangat berpengaruh. memiliki kreativitas tinggi. dan berani mengemas serta mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan. guru dituntut untuk Upaya sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten . Secara akademik. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan. dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. rencanan evaluasi hasil belajar dan rancana pembinaan siswa secara tertulis. melaksanakan praktikum. yang seharusnya sebagai customer service untuk pelayanan optimal untuk membantu kelancaran program sekolah dan selalu proaktif dan cepat tanggap terhadap lembaga pendidikan di sekolah. Sumberdaya manusia tenaga kependidikan (TU). Memperhatikan deskrifsi pada bagian terdahulu terdapat masalah yang yang perlu dianalisis baik secara empiris maupun berdasar pada kajian teori. dan lengkap meskipun tidak begitu rinci. Bandung. maka strategi peningkatan pembelajarannya mustahil akan tercapai. bahwa sebagian besar guru dan kepala sekolah di ketiga sekolah yang diteliti telah membuat perencanaan pengajaran yang berupa: penjabarab kurikulum. untuk itu maka pada proses pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Guru harus berwawasan luas. Dilihat dari strategi sumberdaya manusia (siswa) dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian yang belum memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatkan perpustakaan. rasa percaya diri yang tinggi. tersusun sistematis.157 IPA Terpadu masih ada yang seperti itu. masih ada yang belum profosional dalam kinerja dilingkungan pendidikan.

kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). maka pembelajaran IPA terpadu akan sulit terwujud. dan mempermudah pengembangan wawasan. Selain dari itu pembelajaran IPA terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif baik. Suasana pembelajaran IPA terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. . bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Penting juga dipaerhatikan Aspek penilaian. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Bila sarana ini tidak dipenuhi. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Aspek sarana dan sumber pembelajaran. Hal ini dibutuhkan karena model pembelajaran IPA terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). selera. Bila kondisi ini tidak dimiliki. Kurikulum juga harus luwes. Tanpa kondisi ini. metode. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. mungkin juga fasilitas internet. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. Dalam kaitan ini. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. Dengan kata lain.158 terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Semua ini akan menunjang. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. memperkaya. karena pembelajaran IPA terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). karena pembelajaran IPA terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri.

tingkat ekonomi. dan sejenisnya baik lokal. melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. sarana. ternyata dari hasil obsevasi. dan minat yang dilakukan di kelas Berdasarkan hasil observasi. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. upaya yang dilakukan sekolah tersebut adalah sebagai berikut: a) b) c) d) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. menilai hasil pembelajaran. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. wawancara. sehat jasmani dan rohani. daidapatkan bahwa pelaksanaan . serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. regional maupun nasional. kompetensi kepribadian. dana. memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. kurang tanggap terhadap kebijakan. kompetensi spiritual. penataran. wawancara bahwa rencana sekolah untuk mengembangkan kompetensi profesional dan kualifikasi tenaga pendidikan (guru). kompetensi sosial.159 Hal lain yang perlu di analisis adalah aspek sumber daya sebagai penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidik. dan studi dokumentasi yang dilakukakan penulis pada ketiga sekolah. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. hal ini dikarenakan kondisi lingkungan. letak geograpis. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Temuan lain di lapangan dari tiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang diteliti belum secara optimal dilaksanakan upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional gurunya. masyarakat. Dari hasil temuan di lapangan dari tiga sekolah yang diteliti salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. dan prasarana. tenaga kependidikan.

Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. Temuan lain dari hasil deskrifsi penelitian ketiga SMP Negeri Kabupaten Bandung. diskaperi. faktor pendorong untuk 1) 2) 3) 4) 5) Dinas Pendidikan peningkatan kompetensi guru dalam peluang untuk meningkatkan pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut : memberikan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. laboratorium. Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia. dan perpustakaan sebagian besar berjalan dengan baik. meskipun di beberapa sekolah masih ada sebagian guru yang belum melakukan pembelajaran reflektif (inquiri.160 pengajaran baik teori maupun praktek yang dilakukan di kelas. Ruangan multimedia. adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) belum seluruhnya guru menguasai media elektronik masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat media Internet beleum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. c. pengamatan. Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru. Pelaksanaan Evaluasi terhadap pelaksanaan proses peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. . eksperimen dan penyelesaian masalah) untuk materi kognitif. Dari hasil penelitian menunjukan faktor-faktor penghambat peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung.

misalnya: Pendidik. utnuk itu agar evaluasi bisa dijadikan acuan dan alat ukur dari hasil penyelenggaraan pendidikan. Peserta didik. mengendalikan. kultur budaya dan ekonomi dimana sekolah secara objektif . Evaluasi adalah merupakan alat untuk mengontrol. regional. dan yang menjadi alat ukur untuk melihat hasil suatu proses pendidikan adalah proses evaluasi. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. sehingga dapat . maupun nasional. personalia. Letak Goegrafis. pendidikan Tujuan penilaian adalah penentuan seberapa baiknya pelaksanaan suatu proses pembelajaran apabila dinilai berdasarkan kriteria tertentu atau apabila dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya. Kurikulum. Sumber daya pendukung dan sumber daya manusia sebagai pelaksana evaluasi pendidikan. Untuk penilaian lengkap harus dikumpulkan dua jenis data utama: (1) gambaran jelas mengenai tujuan. lingkungan.161 6) 7) 8) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. pengolahan. Permasalahan yang ada di lapangan tentang penyelenggaraan Evaluasi sering kali terjadi tidak sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. Dalam penilaian diperlukan langkah-langkah pengumpulan. maka hendaknya pelaksanaan Evaluasi harus memperhatikan: itu berada. penjaminan dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. yang luas untuk dikembangkan sebagai Pendidikan adalah merupakan suatu proses yang terjadi karena adanya sejumlah perangkat yang saling terkait. Pengetahuan teknologi informatika dari setiap penyelenggra Dilaksanakan dipertanggungjawabkan hasilnya. jenjang dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap hasil penyelenggaraan pendidikan. Ruangan/lahan sekolah multimedia. dan penafsiran data berkaitan dengan suatu pelaksanaan. sarana prasarana dan lainnya. metode.

and (5) to determine if objective have been achieved. metode penilaian. tujuan kurikuler. dan program penelitian/ pengembangan. Penilaian berfungsi untuk mendiagnosa. dan (2) pertimbangan tentang kualitas dan kelayakan tujuan. dan tujuan instruksional. psikologis. perbaikan administrasi pendidikan. Penekanan utama penilaian adalah sejauhmana pembelajaran pada suatu kurikulum telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar. Pertama. materi. atau klasikal. dan pendekatan. Penilaian terhadap tujuan pendidikan meliputi tujuan institusional. pengembangan kurikulum. tujuan pendidikan. penilaian memegang peranan penting dalam berbagai keputusan untuk memperbaiki baik materi kurikulumnya itu sendiri maupun pelaksanaannya. Rekomendasi menjelaskan secara teknis dan terperinci tentang alternatif yangdiambil oleh pembuat keputusan. Hasil penilaian (data atau informasi) diperlukan sebagai bahan untuk peninjauan kembali. pelaporan kepada para pengambil keputusan. kelompok. apakah harus dirubah/diperbaiki. baik terhadap pelaksanaan kurikulum itu sendiri maupun terhadap konseptualisasi dan legitimasi. Penilaian terhadap materi meliputi materi yang bersifat fakta. dan pengembangan kurikulum. Oleh karena itu. Komponen Kurikulum yang dinilai dalam penilaian harus jelas apa dan siapa yang dinilai. dan generalisasi. Fungsi penilaian adalah: (1) to diagnose. dan menentukan jika tujuan telah dicapai. dan kegiatan dalam bentuk individu. mengantisipasi kebutuhan pendidikan. (2) to revise. . berkenaan dengan apa yang dinilai yaitu landasan.162 materi. dan hasil. Penilaian terhadap komponen landasan meliputi filosofis. Penilaian secara langsung mendukung terhadap upaya penyempurnaan proses belajar mengajar. (4) to anticipate educational needs. (3) to compare. Hasil dari penilaian akan menunjukkan bahwa penilaian memberikan informasi kepada pembuat keputusan apakah suatu kurikulum masih tetap digunakan. Penilaian terhadap interaksi guru dan murid meliputi metode pengajaran. memperbaiki. alat bantu belajar dan mengajar. interaksi guru dan murid. mambandingkan. konsep. atau diganti dengan kurikulum baru. dan sebagainya. dan lingkungan belajar.

Dua pendekatan pokok yang biasanya diterapkan dalam penilaian kurikulum. Sedangkan pembina pendidikan yang dinilai dalam kerangka penilaian adalah pengawas untuk sekolah-sekolah tingkat menengah dan penilik untuk sekolah tingkat dasar. membina hubungan dengan pihakpihak di luar sekolah. Data yang diperoleh akan berupa data kualitatif. Usaha untuk manipulasi atau mempengaruhi pelak sanaan kurikulum sebelum dilakukan pengamatan akan mengurangi sifat alamiah dari pendekatan ini. yang artinya data tersebut menunjukkan . data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah gejala-gejala yang dilihat pada saat pengamatan berlangsung. Keputusan tentang tindak lanjut kurikulum dibuat atas dasar perbandingan data yang diperoleh dari penilaian kurikulum. Kedua. Scientistic ideals adalah pendekatan penilaian yang cenderung memusatkan kepada hasil atau pengaruh. kepala sekolah. yaitu (1) scientistic ideals approach. kemampuan akademis. Pengamatan diarahkan kepada penemuan dan pembuktian kasus yang terjadi. Dengan demikian. Pendekatan yang dipergunakan dalam penilaian kurikulum akan menentukan jenis data dan bagaimana data itu seharusnya dikumpulkan dan digunakan. Nilai tes anak didik merupakan bagian penting dari data yang dikumpulkan.163 Penilaian terhadap lingkungan belajar meliputi sekolah dan masyarakat. dan (2) latar belakang pendidi kan. Data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah data kuantitatif. Humanistic ideals adalah pendekatan penilaian melalui serangkaian pengamatan terhadap kurikulum yang sedang berlaku. dan pembina pendidikan. Penilaian terhadap kepala sekolah diarah kan kepada kemampuannya dalam mengelola sekolah. Anak didik dinilai dalam kegiatan proses belajar dan hasil belajarnya. and (2) humanistic ideals approach. Penilaian terhadap guru meliputi aspek-aspek (1) keterampilan pengelo laan kelas. berkenaan dengan siapa yang dinilai yaitu kelompok personal yang mencakup guru. anak didik. Data tersebut digunakan untuk perbandingan prestasi anak didik dalam situasi yang berbeda. di mana setiap situasi dikontrol sebanyak mungkin. sehingga data tersebut dapat dianalisa secara statistik. dan membina peraturan-peraturan yang berkenaan dengan pelaksanaan pendi dikan khususnya kurikulum di sekolah. dan keterampilan membina hubungan dengan sesama guru.

kurikulum. Analisa data akan berbentuk pembahasan hubungan dan pola berbagai pengamatan. evaluasi kadangkadang dilaksanakan Figur. Strategi penilaian kurikulum akan menunjukkan cara bagaimana penilaian itu dilaksanakan dari tahap permulaan sampai dengan tahap akhir. inisiatif kreatif Perencanaan strategis dan perencanaan oprasional Memfasilitas i media pendidikan Kontrol. Misi dan tujuan sekolah prediksi ke masa depan Inovasi.164 kesan penilai terhadap apa yang diamati dan gambaran kejadian nyata yang terjadi selama pengamatan. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimal memanjemen seluruh komponen - - - - - Memiliki visi dan Misi sekolah prediksi ke masa depan Iinisiatif kreatif Perencanaan strategis dan prencanaan oprasional Memfasilita si media pendidikan belum optimal Kontrol. Strategi penilaian kurikulum sangat penting untuk digunakan oleh para penilai dalam melakukan penilaian kurikulum. panutan bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader Profesional Cepat tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Memanjeme n seluruh komponen secara - - - - - Memiliki visi Misi dan tujuan sekolah Inisiatif Perencana a oprasional Memfasilit asi media pendidikan belum optimal Kontrol. mulai dari sumberdaya manusia. evaluasi tidak selalu dilaksanakan Figur. Dari hasil deskrifsi di atas mengenai strategi pembelajaran IPA Terpadu di ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung terdapat perbedaan dan persamaan. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimalmemanjemen . dan sarana prasarana dapat dilihat dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel 4-12 Deskrifsi Hasil Penelitian strategi proses pembelajaran dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - - Memiliki visi. evaluasi selalu dilaksanakan Figur.

CTL. tapi kadang-kadang pembelejaran tunggal secara profosinal seluruh komponen dan profesional secara profosinal dan profesional Belum Belum adanya prestasi adanya prestasi yang yang diperoleh diperoleh akademik akademik dan non dan non akademik akademik baik baik siswa maupun siswa maupun guru guru Kualifikasi Kualifikasi dan kompetensi dan kompetensi tenaga pendidik tenaga pendidik relevan relevan Loyal. inisiatif kreatif dalam pembelajaran Cepat tanggap terhadap perubahan informasi pendidikan Bekerja secara profesional Pro aktif dalam berbagai kegiatan MGMP Membantu mengembangkan program-program pendidikan sekolah dan hubungan kerjasama intra sekolah Membantu secara aktif dalam menjalin hubungan dan kerjasama antar sekolah dan masyarakat Proses dan teknik pembelajaran peer teaching. peer teaching. team kadang-kadang teaching. dedikasi. Kurang Kurang inovasi. dan motivasi pembelajaran. dan dan dedikasi dedikasi. team teaching.165 - profosional Bukti prestasi kademik dan non akademik baik siswa maupun guru 2 Guru/Pendidik - - - - - - - Kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik relevan Loyal. inisiatif inovasi. CTL. inisiatif kreatif kreatif pembelajaran pembelajaran Kurang Kurang tanggap terhadap tanggap terhadap perubahan perubahan informasi informasi pendidikan pendidikan Bekerja Bekerja belum secara belum secara profesional profesional mengikuti Mengikuti dalam berbagai dalam berbagai kegiatan MGMP kegiatan MGMP Belum Belum optinal untuk optimal dalam membantu membantu mengembangkan mengembangkan program program program program pendidikan pendidikan sekolah sekolah dan dan hubungan hubungan kerjasama intra kerjasama intra sekolah sekolah KadangKurang kadang dalam aktif dalam menjalin hubungan menjalin dan kerjasama antar hubungan dan sekolah dan kerjasama antar masyarakat sekolah dan masyarakat Proses dan Proses dan teknik teknik pembelajaran peer pembelajaran teaching. tapi pembelejaran kadang-kadang tunggal pembelejaran . team teaching. dan berprestasi Inovatif. tapi CTL. Loyal. pembelajaran aktif.

166 tunggal 3 Peserta Didik - - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah sangat tinggi Infut dan output sangat mendukung Melek terhadap media (IT) Peran orang tua sangat tinggi terhadap sekolah Motivasi belajar memungkinkan antar siswa bersaing positif Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Kurang membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha belum sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha . inisiatif kreatif dalam belajar - - - - - - 4 Tata Usaha - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional Selalu pro aktif membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha profesional - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kuarng mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar sangat kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Sangat Kurang inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Membantu dalam perencanaan sekolah Perbandin gan tenaga tata usaha belum sebandng dengan keperluan pengeloaan sekolah - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kurang mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Kurang inovatif.

167 - Etos kerja peran tata usaha kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap 5 Kurikulum - Dokumen sebagai acuan proses pendidikan selalu lengkap Cepat tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inovasi. inisiatif kreatif mengembangkan kurikulum Pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran memadai Tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi selalu tersedia Fasilitas ruang belajar sangat lengkap - - - - 6 Sarana dan Prasarana - - - - - - - .

168 Tabel 4-13 Deskrifsi Hasil Penelitian sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Mengikutse rtakan dalam berbagai kegiatan pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Mengundan g nara sumber Selalu melaksanakan kegiatan IHT Mengadaka n studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Selalu memprogramkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengiku tsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengikutsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan .

169 Tabel 4-14 Deskrifsi Hasil Penelitian Evaluasi proses pelaksanaan peninggkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 .

• Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. • masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu • masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan • masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan • • masih ada sebagian Media Internet kecil yang belum beleum sepenuhnya menyikapi online dari tiap-tiap perubahan lembaga sekolah kurikulum untuk untuk mengadopsi pembelajaran IPA perkembangan Terpadu pendidikan.170 1 Faktor-faktor penghambat • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. sehingga PBM diliburkan. • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan. • Belum seluruhnya • tidak cepat tanggap guru menguasai terhadap media elektronik. kebutuhan• kebutuhan yang masih ada sebagian diperlukan dalam kecil yang belum pembelajaran IPA menyikapi Terpadu perubahan kurikulum untuk • masih ada sebagian pembelajaran IPA dalam proses Terpadu pembelajaran • stagnan tidak cepat tanggap terhadap • masih adanya cara kebutuhanproses kebutuhan yang pembelajaran diperlukan dalam bersifat teacher pembelajaran IPA centered Terpadu • • Informasi dari masih ada sebagian lembaga birokrasi dalam proses dinas pendidikan pembelajaran vertikal maupun stagnan horizontal sering • terlambat masih adanya cara proses • Media Internet pembelajaran beleum bersifat teacher sepenuhnya online centered dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. .

termasuk berbagai fenomena yang ada sehingga disampaikan beberapa rekomendasi agar dapat memberikan solusi dari beberapa masalah yang ada. regional. .171 2 Faktor-faktor pendorong • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia • Ruangan multimedia. maupun nasional • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Ruangan/lahan sekolah yang luas untuk dikembangkan sebagai multimedia Melalui pembahasan pada Bab IV ini penulis berharap dapat memberikan penjelasan tentang kondisi objektif pada beberapa SMP yang ada di Kabupaten Bandung. • Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap • Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal.

Peran stake holder sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja sekolah mulai dari sumber daya manusia. penulis akan menguraikan beberapa simpulan dan rekomendasi yang didasarkan pada hasil kegiatan penelitian. dan komponen lainnya dengan cara melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. isi kurikulum. fasilitas sarana dan prasarana sekolah. (3) Memiliki sifat rasa ingin tahu tentang benda. Penulis yakin bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang memiliki ciri-ciri: (1) Hasil belajarnya tahan lama dan memiliki kecakapan hidup.172 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab V ini. Keberhasilan ini didukung oleh semua komponen sekolah mulai dari kepala sekolah. dan tujuan.dan3 Rancaekek telah mampu menunjukkan kebberadaannya sebagai sekolah yang memiliki berbagai keunggulan karena memiliki kejelasan visi.2. penyusunan handout/diktat. rencana evaluasi hasil belajar dan rencana pembinaan siswa.dan 3 Rancaekek sebagian besar sudah berjalan dengan baik. siswa. pembuatan persiapan pengajaran. program semester. Hal ini dibuktikan dengan adanya pedoman penyusunan program tahunan. Seluruh komponen sekolah di SMP Negeri 1. A. Simpulan Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan pada bab IV. tenaga kependidikan. penulis mengemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. (2) Hasilnya merupakan pengetahuan yang betulbetul asli. fenomena alam.2. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi.makhluk hidup serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah . guru sebagai tenaga pendidik. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1.misi.

Keberhasilan para guru dalam melaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dibuktikan dengan pelaksanaan pengajaran baik secara teori maupun praktek di kelas. Untuk meningkatkan profesionalisme guru ketiga kepala sekolah sering mengikut sertakan guru dalam kegiatan pendidikan. evaluasi rencana pembinaan siswa. 2.proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu sebagian besar sudah menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. dan berbagai cara untuk memotivasi siswa. proses dan media serta mengevaluasi proses pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. evaluasi rencana pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu para guru mengawalinya dengan menentukan tema agar mempermudah siswa mengembangkan kompetensinya. evaluasi rencana evaluasi hasil belajar. menguasai proses. ada juga yang dilaksanakan dengan peer teaching. pembelajaran aktif. produk dan dapat mengaplikasikannya kehidupan sehari-hari.di laboratorium. team teaching. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. Ada yang disampaikan dengan cara guru tunggal. dan 3 Rancaekek sangat bervariasi. di ruang latihan atau diperpustakaan. evaluasi kurikulum. Beberapa upaya yang dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah: 1) .173 baru.CTL. dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran. 2. 2 dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik. dalam 2. 3. Hal ini disebabkan karena para kepala sekolah dan wakilnya telah melakukan evaluasi beberapa pedoman dan program. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi.pelatihan dan MGMP untuk mengembangkan kompetensinya. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu sangat didukung oleh keprofesionalan guru pada saat kegiatan pembelajaran di kelas. dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik meskipun masih ada kendala karena letak geografis Rancaekek yang sering tergenang banjir. tahan lama dan memiliki kecakapan hidup serta berpengetahuan.

3) strategi sarana prasarana. Strategi yang dilakukan guru pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. 3) Masih ada sebagian guru dalam proses pembelajaran stagnan. 7) Media Internet belum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. proses pembelajaran. meliputi: 1) Strategi sumber daya manusia (Kepala Seklah. dan 3 Rancaekek. 4) mengevaluasi dan menyempurkan pelaksanaan pengajaran. 5. 3) mengevaluasi ketepatan metode dengan materi ajar dan ketepatan media dengan bahan ajar. Faktor penghambat 1) Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. 2) Masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu. 2) menyesuaikan dan mengevaluasi poko bahasan dengan tujuan mata pelajaran. 5) mengevaluasi kesesuaian isi materi. 5) Tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu.2. 2) strategi kurikulum. guru. 6) Informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat. 4. 4) Masih adanya proses pembelajaran bersifat teacher centered. 2) Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru.174 sebagian besar guru melaksanakan evaluasi hasil belajar tiap akhir unut dan akhir semester. media sarana dan prasarana yang digunakan. siswa. . Faktor-faktor penghambat dan pendukung peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung. tenaga kependidikan dan komponen lain yang terkait. adalah sebagai berikut: a. faktor pendorong untuk peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut: 1) Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. b.

tidak terpaku pada salah satu strategi pembelajaran saja. sehingga efesiensi dan efektivitasnya belum dapat dicapai. Upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional dan kualifikasi guru dengan cara yang dilakukan sekolah adalah sebagai berikut: (a) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. 2. guru. yaitu mulai dari sumber daya manusia (kepala sekolah. Untuk mengatasi keadaan ini memerlukan kelengkapan pemahaman prinsip-prinsip. dan strategi sarana prasarana. maupun nasional. sebagai kendali mutu dalam pencapaian tujuan pembelajaran IPA Terpadu. sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP. penataran.2006). siswa dan tata usaha). 5) Ruangan multimedia. CTL. Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau dari sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan guru IPA Terpadu. konsep-konsep praktis dan langkah-langkah strategi terutama kaitannya dengan proses pembelajaran IPA Terpadu. akan tetapi harus menggunakan berbagai strategi pembelajaran aktif. dan team teaching. masih menghadapi berbagai tantangan. regional. Oleh karena itu.175 3) Bea siswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. tampak bahwa pembelajaran IPA Terpadu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. karena tuntutan kebijakan kurikulum dalam pembelajaran IPA Terpadu. 4) Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia. rekomendasi yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut: 1. peer teaching. hambatan dan permasalahan. B. Rekomendasi Berdasarkan simpulan di atas. dan sejenisnya baik lokal. 8) Ruangan/lahan sekolah multimedia. strategi kurikulum. yang luas untuk dikembangkan sebagai . 7) Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. 6) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap.

(c) melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. Meminimalkan kekurangan dari faktor-faktor proses penghambat strategi yang merupakan Ilmu pelaksanaan pembelajaran Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. 6) Mencari informasi dari lembaga birokrasi dinas terkait baik vertikal maupun horizontal yang sering terlambat. 5) Memberikan arahan secara terus menerus.176 regional maupun nasional. Faktor penghambat dalam meningkatkan kompetensi guru IPA. hal ini terjadi karena guru kurang memiliki tanggung jawab terhadap tugasnya. yang perlu diantisipasi dengan cara: a. pada guru yang masih memakai cara-cara proses pembelajaran bersifat teacher centered. pada guru yang kurang cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran. IT/ICT untuk pembelajaran. pada guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum yang berorientasi life-skill. dan mampu menguasai media elektronik. sehingga guru harus menguasai penggunaan alat-alat paraktek laburatorium. (d) memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 3. 3) Memberikan arahan secara terus menerus. sehingga siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk menggunakan fasilitas yang ada. 4) Memberikan arahan secara terus menerus. . seperti: komputer/ laptop dan OHP. (b) mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. adalah sebagai berikut: 1) 2) Meningkatkan kompetinsi guru yang belum seluruhnya memenuhi kualifikasi dan sertifikasi guru professional Memberikan arahan secara terus menerus. pada guru yang pada proses pembelajarannya terjadi stagnasi.

adalah sebagai berikut: 1) Mensosialisasikan program. Diklat. agar Pemerintah terus memberikan bantuan dalam hal keperluan sarana dan prasaran multi media. dll. kabupaten atau yang lainnya.177 7) Mangusahakan biaya semaksimal mungkin walaupun manajemen seperti ini memakan biaya yang relatif mahal. melalui bantuan blok-grand berupa laboratorium. 4) Meningkatkan jumlah guru untuk memiliki kemampuan menggunakan alat-alat laboratorium. misi. komputer. 3) Mengupayakan keperluan guru dan siswa. mengingat latar belakang ekonomi orang tua murid yang kurang mendukung. visi. b. dan komputer. . kaitan dengan kebutuhan bahan ajar. 5) Mencari peluang secara terus menerus. sehingga masih sedikit sekali sekolah atau guru yang mampu menggunakan fasilitas ini. penataran. bahan dan alat pembelajaran yang akan dipakai. OHP dan fasilitas multi media lainnya. perpustakaan. tujuan dan target yang ingin dicapai dari hasil proses pendidikan yang dilaksanakan. Menganalisis hal-hal lain yang mendukung dan merupakan kelebihan dari pelaksanaan proses strategi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. baik tingkat kecamatan. Work-shop. 2) Menggunakan kurikulum yang telah diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. 8) Mengusahakan peserta didik memiliki kemampuan dibidang IT/ICT. 6) Melakukan kegiatan peningkatan mutu dan kualifikasi guru dengan cara KKG. 7) Selalu mengikutsertakan siswanya dalam berbagai macam kegiatan lomba.

(1994). Jakarta : Permendiknas No. (1982). Teori. dan Isu. Boston : Allyn and Bacon Inc. 16 tahun 2007. Standar Penilaian Pendidikan. Depdikbud. (2007). Solusi Islam Atas Problematika Umat (Ekonomi. Jakarta : Permendiknas No. (2007). (1990). Jakarta : Rineka Cipta. G. Standar Kompetensi Lulusan.178 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’anulkarim. Depdiknas. David. Bandung: CV Diponegoro. (2006).R. USA. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Idochi. And Biklen. (1984). Standar Kwalifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Bandung: Alfabeta. Riset Kualitatif untuk Pendidikan: Pengantar ke Teori dan Praktek. (2007). And Biklen. Jakarta : Permendiknas No. Jakarta : Depdikbud. G. Boston: Allyn and Bacon Inc. Jakarta : Permendiknas No. (1993). Depdiknas. J. 19 tahun 2007. R. Depdiknas. Bogdan. S.20 Tahun 2007. R. Teaching Stategies for College Class Room.22 Tahun 2006. R. Bogdan. Depdiknas. Anwar Q. Model Pembelajaran IPA Terpadu. (2003). Qualitative Research for Education An Introduction Theory and Methods. . Administrasii Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan . Standar Pengelolaan Pendidikan. Depdiknas. Jakarta : UT. (1982). Bogdan. And Biklen. Jakarta : Depdiknas. Garis-garis besar Program Pengajaran IPA. BSNP. (2006). Jakarta: GIP. Qualitatif Rises for Education: and Intruduction Theory and Methods. Konsep. (1998). Kurikulum Sekolah Menengah Pertama. G. (2006). (alih bahasa oleh Munandir). 23 Tahun 2006. Arikunto. Anwar. Jakarta : Permendiknas No. (1976). Standar Isi. Pendidikan dan Dakwah).

E. Jakarta : Rineka Cipat. Bandung: Reamaja Rosda Karya. 24 Tahun 2007. Mulyasa. (2007). Makmum. Lexy. Boston : Houghton Mifflin Isjoni. Djamarah S. Rosda Karya. M. Mulyasa. . (2000). New York: MacMillan. (2003). (1991). Jakarta : Depdikbud Gagne. Democracy and Education.S. (2002). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : Penerbit Remaja Rosda Karya. Metodologi Penelitian Kualitatif. Penerbit Pustaka Pelajar. B. New York & Londin : Teacher college Press. 41 Tahun 2007. Standar Sarana dan Prasarana. Curriculum Reform in the Elementary School. (2008). (1989). KTSP. Konsep. L. E. Dirjen Dikdasmen. Jakarta: Permendiknas No. (2007). (1989). . Dirjen Dikdasmen. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta : Biro Perencanaan Depdikbud. (1984). (2003).179 Depdiknas. Moleong. Perencanaan Pendidikan.F. Gaffar. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Mulyasa. E.L. A. Manajemen Berbasis Sekolah. Strategi Belajar Mengajar. N. Dewey. Mulyasa. Analisis Posisi Pembangunan Pendidikan. Franklin. Manajemen Berbasis Sekolah. Moleong. Yogyakarta.J. (2007). (2007). (2007) Saatnya Pendidikan Kita Bangkit. Strategi dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosda Karya. Bandung: Remaja Rosda Karya. (1965). Implementasi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya. Menjadi Kepala Sekolah Profesional . (2002). (2007). Jakarta. (2004). E. Jakarta: Bumi Aksara. Educational Psychology. Bandung: Remaja Mulyasa. Jakarta: Permendiknas No. E. Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Depdiknas. Jakarta.

Ahman. New york : Harper Collins Publishers. E. dan Jamiat. (1994). Stoner. (2002). E. (2008).Manajemen Strategik (I) . P. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Fundamental Concept of Educational Leadership and Managemen. J. Management 6 th ed. Oliva. (2004). Nasution. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Model. Bandung: Sarana Panca Karya Nusa. New Jersey: Englewood Cliffs. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Developing the Curriculum. Undang-undang. Nurkholis. Manajemen Berbasus Sekolah. Bandung. London: Corgan Sanusi. P. Sanusi.F. Richard. Mulyasa. (1993). Salis. Razik and Swanson. Segi-segi KeprofesianPendidikan. Raja Grafindo Persada. A. Bandung: Alfabeta. Siagian. Sukmadinata. Manajemen Stratejik.180 Mulyasa. Bandung: Penerbit Alfabeta. A. (1995). Nomor 20 Tahun 2003 (2008). . Sanusi. Teori. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. (2003). Permadi. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. Jakarta. Sy. Sanusi. S. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar. Bandung : IKIP. (2008).M. 2007. (1996) Beyond Traditional Tenure. (1992). Josey Bas. P. N. E. Sisdikans. Jakarta: Bina Aksara. Himpunan Perundang-undangan RI. Total Quality Management in Education. Bandung : Rosda Karya. (1995). D. A. Diktat Perkuliahan. dan Aplikasi Jakarta: Grasindo. (2007). Bandung. (2007). A. A. Metode Penelitian Pendidikan. (1992). Sugiono. (1995). Menjadi Guru Profesional . Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepela Sekolah. Jakarta : Kelompok Gading Permai. Bandung: Repita Aditama. Sardiman. Bandung: Tarsito. New Jersey: Prentice-Hall. Bandung: Penerbit Remaja Rosda Karya.C.

Pendidikan Nasional. Jakarta. Taba. Curriculum Development Theory And Practice. Bandung: Remaja Rosda Karya. Jakarta: Logos. Bandung: Tarsito. H. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. (1962). Bandung: Yayasan Kesuma Karya. (2004). (1978). 2006 Penerbit Rineka Cipta. N. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. H.R. Kajian Pendidikan Tilaar. Kurikulum Pembelajaran (Diktat). Sy. Univercity of Chicago Press. Tim Pengembang MKDK dan Pembelajaran. Sukmadinata. Tilaar. (tidak diterbitkan). Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. H. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Sy. Tahun 1945. Tyler. Basic Principles of Curriculum an Introduction.R. Sukmadinata. (1999). Jakarta: PT Raja Grafindo. N. S.A. N. Metode Penelitian Pendidikan. Sy. (2004). (2005). Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. (2007). Standarisasi Pendidikan Nasional. Bandung: UPI. (1986).R. Kepemimpinan Kepala Sekolah. (1999). Wahjosumidjo. Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Harcourt : Brace and World Inc. Manajemen masa Depan. Tilaar. Bandung: Remaja Rosda Karya. Winarno.A. . Jakarta. Dasar dan Teknik Research.181 Sukmadinata.A. (1998).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->