Makalah Kurikulum

1

BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab 1 ini memuat uraian pendahuluan yang diawali dengan latar belakang masalah yang menjadi dasar pertimbangan sehingga penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan. Pada Bab 1 ini juga dikemukakan perumusan dan pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori yang mendasari uraian teori selanjutnya, asumsi dan pertanyaan penelitian serta sistematika penulisan tesis. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. A. Latar Belakang Masalah Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender. Pemerataan dan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki keterampilan hidup (life skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Sementara itu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bila dikaji tentang sumber daya manusia sebagai tenaga pendidik, tujuan rencana strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat Indonesia serta memiliki keterampilan hidup (life

2

skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya. Saat ini dari hasil data-data/fakta-fakta yang ada di lapangan masih banyak berbagai persoalan yang melilit di negeri ini, diantaranya: kuantitas jumlah tenaga pendidik yang masih kurang, mobilisasi tenaga pendidik yang tidak merata, kualitas tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, kualifikasi akademik tenaga pendidik masih rendah. Beberapa kebijakan pemerintah dalam strategi peningkatan mutu sumber daya manusia adalah pengembangan sistem pendidikan yang terencana untuk menghasilkan tenaga pembangunan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Secara kuantitatif pembelajaran harus menghasilkan tenaga yang cukup banyak sesuai dengan kebutuhan pembangunan dewasa ini. Sedangkan secara kualitatif harus dapat menghasilkan tenaga pembangunan yang trampil sesuai dengan bidangnya dan memiliki jiwa pancasila, untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah memerlukan suatu strategi pembelajaran yang terencana dan terprogram. Pemerintah melalui Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan 3 (tiga) rencana strategis dalam jangka menengah yaitu: (1) Peningkatan akses dan pemerataan dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas), (2) Peningkatan mutu, efesiensi, relevansi dan peningkatan daya saing, dan (3) Peningkatan manajemen, akuntabilitas dan pencitraan publik, yang dijabarkan melalui Peraturan Pemerintah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35 ayat (2) yang berbunyi: ”Standar Nasional Pembelajaran (SNP) digunakan sebagai acuan pengembangan”, yang diiantaranya 1) Kurikulum, 2) Tenaga Pendidik, 3) Sarana dan Prasarana dan 4) Pengelolaan Pembiayaan. Rencana strategis pemerintah untuk pengembangkan kurikulum merupakan bagian dari standar nasional pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan

3

pendidikan nasional serta kesesuaian

dengan kekhasan kondisi dan potensi

daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Ditinjau dari tuntutan Permen Diknas mengenai pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik harus memahami tujuan pembelajaran tersebut. Permasalahanpermasalahan atau fakta-fakta yang yang ada lapangan sesuai dengan model Pembelajaran IPA - Depdiknas, (2006 : 1-2). Mengatakan bahwa tenaga pendidik IPA, 1) pembelajaran lebih bersifat teacher centered; 2) guru hanya menyampaikan pembelajaran IPA sebagai produk; 3) peserta didik menghapal informasi faktual; 4) tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya; 5) cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri; 6) cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektip dan psikomotor; 7) belum menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan Teknologi, mampu berpikir logis, kritis, kreatif, serta dapat berargumentasi secara benar; 8) tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA, karena dianggap sukar, keterbatasan kemampuan peserta didik atau mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi; 9) masih adanya tenaga pendidik IPA yang berpola fikir statis dan tidak mengembangkan model-model strategi pembelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran; 10) masih adanya pendidik dalam model gaya strategi pembelajarannya terbatas tidak disesuaikan dengan tingkatannya sesuai psikologis perkembangan anak; 11) masih adanya tenaga pendidik memiliki alasan karena keterbatasan waktu, sarana prasarana, lingkungan belajar dan jumlah peserta didik perkelas terlalu banyak dan 12) tenaga pendidik yang berlatar belakang disiplin ilmu yang berbeda. Untuk menyikapi permasalahan fakta-fakta yang ada, maka diperlukan adanya suatu strategi kemampuan guru dalam pembelajaran IPA, karena Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru (tenaga pendidik) tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab dan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan. Strategi-strategi pembelajaran perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik dalam proses pembelajaran yang diantaranya

(3) peningkatan kemampuan profesionalisme guru. (2) peningkatan kemampuan profesionalisme guru bukan sekedar diarahkan kepada pembinaan yang lebih bersifat aspek-aspek administratif akan tetapi harus lebih kepada peningkatan kemampuan keprofesionalannya dan komitmen sebagi seorang pendidik. (2007 : 2 -3). . yang dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) peningkatan profesionalisme guru merupakan upaya untuk membantu guru yang belum memiliki kualifikasi profesional menjadi profesional. sekolah merupakan tempat mentrasfer nilai. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. tenaga pendidik pada dasarnya merupakan salah satu komponen sumber daya manusia (SDM) yang potensial dibidang pembangunan. akan menghasilkan sumber daya manusia rendah. serta menjunjung tinggi ajaran agama. ketiga Strategi Sarana dan prasarana. dan keterampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. Pertama Strategi sumber daya manusia (SDM). pantang menyerah. menghargai waktu. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. (2008:12-13). Dengan kata lain. Diharapkan dengan sumber daya manusia yang berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. karena sekolah adalah tempat memanusiakan manusia. perlu dilakukan sertifikasi dan diuji kompetensi secara berkala agar kinerjanya terus meningkat dan tetap memenuhi syarat professional. Berdasarkan hal tersebut. berpendapat: Profesionalisme guru merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. guru seorang penyandang profesi dapat disebut profesional manakala elemen-elemen inti menjadi intergral dalam kehidupannya.4 adalah. sebagai komponen dibidang pembelajaran bahwa seorang pendidik harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. tekun belajar. Pembelajaran yang diperoleh melalui sekolah diharapkan mampu menciptakan SDM berkualitas. kesejahteraan dan kemajuan di segala bidang. Mulyasa. berbudi luhur. pengetahuan. trampil. menyatakan: Sumber Daya Manusia yang berkualitas adalah mandiri. kedua Strategi Kurikulum. Tapi sebaliknya pembelajaran tidak berkualitas karena menerapkan pola yang salah. Isjoni. berwatak kerja keras. berkualitas. sehingga sering menjadi mudah di dikte oleh negara lain.

5

Apabila kita kaji pendapat ahli di atas bahwa seseorang yang menyandang profesi guru harus memiliki kemampuan intelektual spesialisasi bidang studi (subject matter), diperlukan adanya upaya untuk membantu guru untuk meningkatkan kualifikasi melalui pembinann secara berkala untuk mencapai keprofesionalannya. Sehubungan dengan itu sewajarnyalah pemerintah terus berupaya mencari alternatif untuk meningkatkan kualitas dan kinerja profesi guru sehingga menggulirkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. Disatu pihak, pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi, tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dapat dikatakan bahwa pada setiap diri seorang pendidik (guru) bukan hanya sebagai agen pembelajaran, tetapi guru yang profesional dituntut bertanggung jawab untuk membawa para peserta didik pada suatu kedewasaan berpikir atau tarap kematangan tertentu. Isjoni, Saatnya Pembelajaran Kita Bangkit, (2007-50), berpendapat : Seorang pendidik tidak semata-mata sebagai ”Pengajar” yang tranfers of knowledge, tetapi juga sebagai ”Pendidik” yang transfers of values dan sekaligus sebagai ”Pelatih ” yang transfers of skill, dan ”Pembimbing” yang transfers of guide, memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarannnya. Seorang pendidik adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Peserta didik (siswa) adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pembelajaran tertentu. Sukmadinata, (2005:52), berpendapat:

6

Siswa sebagai peserta didik di dalam proses pembelajaran adalah individu, yang memiliki dua karakteristik utama, pertama setiap individu memiliki keunikan sendiri-sendiri; kedua dia selalu berada dalam proses perkembangan yang bersifat dinamis. Bersifat unik, tiap individu memiliki sejumlah potensi, kecakapan, kekuatan, motivasi, minat, kebiasaan, persepsi, serta karakteristik fisik dan psikis yang berbeda-beda; Sedangkan Bersifat dinamis, setiap individu berada dalam proses perkembanganperkembangan mulai tahap aspek fisik-motorik (lebih menonjol), aspek intelektual, aspek sosial dan aspek moral. Ditinjau dari kedua pendapat di atas, antara pendidik dan peserta didik adanya interaksi untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu, tanpa mengabaikan tahap perkembangan peserta didik, karena pada diri peserta didik dalam proses perkembangannya ada yang bersifat unik dan bersifat dinamis. Untuk mewujudkan sekolah yang bermutu dan berkualitas sebagai lembaga pendidikan diperlukan strategi pengembangan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP) yang merupakan paradigma baru, yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar disekolah. Dalam pengembangan kurikulum ada beberapa tahapan diantaranya: desain kurikulum (kurikulum Dokumen), implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan), pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). Selain strategi sumber daya manusia dan strategi kurikulum, juga tak kalah pentingnya pula mengenai startegi sarana prasarana. Standar nasional pendidikan (SNP), dalam Bab 2 Pasal 2 tentang lingkup, fungsi dan tujuan pendidikan nasional berbunyi : • Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pembelajaran, buku dan sumber belajar lainya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan bekelanjutan. • Setiap satuan pembelajaran wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan ruang kelas, ruang pimpinan satuan penidikan, ruang pendidik, tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat olah raga, bemain, tempat beribadah, berkreasi dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk

7

menujang proses pembelaran yang teratur dan berkelanjutan. Sisdiknas (2008 : 105). Setelah memiliki ketiga komponen strategi di atas diharapkan peningkatan tujuan pendidikan dalam satuan pendidikan dapat tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dengan didukung oleh sumber daya yang dipergunakan dalam penyelenggaraannya meliputi tenaga kepembelajaran, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. Sumber daya pendidikan di bidang pendanaan dalam UUD-RI, Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional : Pasal 46 berbunyi: (1) pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat; (2) pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat 4 Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; (3) ketentuan mengenai tanggung pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah Pasal 47 berbunyi: sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan berkelanjutan; (2) pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (3) ketentuan mengenai sumber pendanaan pendidikan sebagaiman dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Sumber daya pendidikan dalam bidang pendanaan memiliki dampak strategis terhadap penyelenggaraan pendidikan yang perlu pemikiran seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan, hal ini untuk kelancaran segala sektor keterlaksanaan penyelengaraan pendidikan di tiap-tiap satuan pendidikan. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal (jalur yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi), non formal (jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang) dan in formal (jalur pendidikan keluarga dan lingkungan) pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Berdasarkan pendapat tersebut bahwa pengelolaan pendidikan dalam konsep dan makna pendidikan seorang tenaga pendidik dapat mengondisikan lingkungan belajar yang nyaman, yang dapat memberikan motivasi belajar, bukan hanya

Seorang tenaga pendidik harus memiliki langkah-langkah strategi dan langkah-langkah untuk peningkatan pendidikan bagi peserta didik. Dalam suatu proses pendidikan berlangsung bahwa lingkungan pendidikan merupakan pendukung berlangsungnya proses tersebut. intelektual dan nilai-nilai. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. etika maupun nilai keagamaan yang hidup dan dianut dalam suatu daerah atau kelompok. ekonomi. Kimia Biologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. antar pendidik dan peserta didik serta orang-orang lainnya yang terlibat dalam interaksi pendidikan. Sukmadinata. baik nilai kemasyarakatan. maka tenaga pendidik yang profesional memerlukan strategi-strategi untuk mengantisifasi faktor lingkungan tersebut. (2005:52). Lingkungan Fisik terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. politik. Lingkungan Nilai yang merupakan tata kehidupan nilai. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) merupakan pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika. sosial. sosial. Lingkungan Sosial merupakan lingkungan pergaulan antar manusia. estetika. sosial. intelektual dan nilai-nilai sangat berpengaruh sekali terhadap proses kegiatan di satuan pendidikan. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. Lingkungan Intelektual merupakan kondisi dan iklim sekitar yang mendorong dan menunjang pengembangan kemampuan berpikir. Adapun yang akan penulis ungkapkan dalam tesis ini khususnya mengenai pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) ditingkat SMP Negeri yang berlokasi di Kabupaten Bandung. Pada pendidikan pembelajaran faktor lingkungan fisik. . berpendapat: Bahwa proses pendidikan berlangsung dalam suatu lingkungan yaitu lingkungan pendidikan yang mencakup lingkungan fisik. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu dalam IPA.8 dilingkungan sekolah melainkan di luar lingkungan sekolah. yang merupakan tempat dan sekaligus memberikan dukungan dan kadang-kadang juga hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan.

5) Questions Student Have (pertanyaan dan siswa). 4) Assesment Search (menilai kelas). 8) Hukuman (funishment) sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. 10) Card Sort (sostir kartu). berpendapat sebagai berikut : 1) Critical Incident (pengalaman penting). 7) Pujian. Sardiman. 6) Active Knowledge Sharing (saling tukar pengetahuan). 3) Persaingan/ Kompetisi. 5) Memeberi Ulangan. relevan dengan tujuan pembelajaran IPA Terpadu. tentu saja kesemua langkah-langkah strategi di atas tidak mungkin tercapai apabila tidak didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu dalam proses pembelajarannya. 8) Synergetic Teaching (pengajaran sinergis). (2004 : 92-95).9 Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran perlu adanya langkahlangkah strategi pembelajaran aktif yang diataranya ada tiga belas langkahlangkah Isjoni. daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. 9) Active Debate (debat aktif). 9) Hasrat untuk Belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. memberi kesempatan untuk mendaptkan hasil . 11) Jigsaw Learning (belajar model jigsaw). Strategi dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu di tingkat wilayah SMP Kabupaten Bandung. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. 2) Memberi Hadiah (Reward). 2) Prediction Guide (tebak pelajaran). Tenaga pendidik di dalam proses pembelajarannya harus dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajarannya yang bertujuan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. (2007:113-126). 7) Listening Teams (tim pendengar). berpendapat bahwa ada beberapa langkah untuk peningkatan motivasi dalam proses pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Memberi Angka (Values) seorang pendidik adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. 6) Mengetahui. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. 4) Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. 10) Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. 3) Group Resume (Resume Kelompok) atau melakukan team building (kerjasama kelompok. 12) Student Team Achivement Division (STAD) startegi ini merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan 13) Everyone is A Teacher Here (setiap orang adalah guru). ketrampilan (psikomotor) dan afeksinya.

makmur dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktek pembelajaran yang bermutu. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. yaitu guru yang profesional. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. pendidikan yang bermutu memiliki kaitan ke depan (forward linkage) dan kaitan kebelakang (backward linkage). dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. 11) Tujuan yang diakaui timbul gairah untuk terus belajar. sejahtera dan bermartabat. Sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan yang bermutu. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. modern dan sejahtera. (Media Internet hhttp. (29-05-2007) Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen.crayonpedia. mencari jawaban. Sertifikasi Guru. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya.10 yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. Dalam proses pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik selain memiliki langkah-langkah strategi juga harus membangkitkan motivasi peserta didik sesuai pendapat Sardiman di atas. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. untuk mencapai pembelajaran yang bermutu dan berkualitas. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 oleh Galileo Galilei dan Francis . • Backward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. “mengapa”. sesuai harapan tujuan pendidikan nasional pada Tahun 2007.www. memahami jawaban. Fasli Jalal.id. • Forward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju.com. pengamatan. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. modern. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju.

dan bekerja sama dengan orang lain. menggolongkan. Oleh karena itu di dalam pembelajaran IPA Terpadu di sekolah sebaiknya seoarang guru harus mampu menghasilkan bagi peserta didik yang dapat berpikir tingkat tinggi. seperti: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran. dan menganalisis data. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). mengajukan pertanyaan. memahami zat adiktif dan non adiktif. mengukur. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. yaitu dengan gambar. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. memperhatikan keselamatan kerja. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. lisan. mengklasifikasikan. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. terbuka. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. pemanfaatan bioteknologi. mengolah. jujur. tekun. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. tulisan. cermat. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. menyusun hipotesis. sabar. menerapkan ide pada situasi baru. tidak percaya tahyul. kritis. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. yang didasarkan pada metode ilmiah. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan . dan eksperimen. ulet. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. prediksi. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “inquiry skills” yang meliputi mengamati.11 Bacon yang meliputi mengidentifikasi masalah. disiplin. dan sebagainya. menyusun hipotesa. peduli terhadap lingkungan.

3. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. B. praktikum. terutama pada sekolah yang menjadi objek langsung. Guru dituntut memiliki kecermatan.12 perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. keterbukaan manajemen organisasi. pendidikan. secara seksama penulis melakukan berbagai langkah kegiatan dan berdasarkan hasil studi pendahuluan di beberapa SMP Negeri yang ada di Bandung. Apabila kekuatan internal pembelajaran IPA dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi lingkungan masyarakat sekitar. khususnya meningkatkan hasil belajar siswa. sarana prasarana laboratorium yang kurang lengkap. sehingga hasilnya belum memuaskan. 2. kemampuan analitik. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 5. ditemukan hal-hal sebagai berikut: 1. Perumusan dan Pembatasan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah digambarkan di atas. dan kemampuan katagorik agar dapat masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. 6. yaitu: SMP Negeri 1. dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pembelajaran. fokus penelitian ini dibatasi pada strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP. Pada proses penelitian ini. untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. 4. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang . adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan.

Dalam hal ini. Perencanaan 2. UU Otonomi Daerah Faktor Pendukung dan Penghambat: 1. Dengan demikian. 6. 8.13 memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. Sarana Prasarana Dana / Biaya Lingkungan Administrasi Guru Kelengkapan KBM Perpustakaan Kelengkapan sarana belajar. Pelaksanaan dan hasil Evaluasi Proses Pembelajaran 1. Pelaksanaan 3. 3. Pengawasan Hasil yang ingin dicapai: Kognitif Afektif Psikomotor . Kurikulum 3. maka penulis ingin mengkaji lebih jauh dengan melakukan penelitian tentang strategi pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang selanjutnya penulis juga mencoba menggambarkan alur strategi pemikiran yang perlu diperhatikan pada proses strategi pembelajaran IPA terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa seperti pada bagan berikut ini: Kebijakan Pemerintah: 1. UU Sisdiknas 2. menyeluruh. pembelajaran IPA memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. dinamis dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampun guru. 4. meningkat dan berkualitas yang pada akhirnya menuntut seorang manajer untuk melakukan intervensi strategis baik itu dilihat dari sumber daya manusianya itu sendiri yang berkualitas. 7. pengelolaan kurikulumnya dan tersedianya sarana prasarana yang memadai serta pendanaan pembelajaran untuk meningkatakan pembelajaran IPA yang memberikan peluang bagi kemampuan guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh. Peluang dan ancaman eksternal dapat menjadi faktor pendukung pembelajaran IPA. 5. sebaliknya akan menjadi faktor penghambat apabila disikapi sebagai masalah. 2. maka strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA terpadu di SMP Kabupaten Bandung. Bertolak dari uraian di atas. apabila keduanya dianggap sebagai tantangan untuk maju.

baik berdasar pada studi referensi maupun berdasar pada fakta di lapangan. 2) Pencocokan kompetensi . dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. 6. Pembatasan Masalah Berdasarkan temuan tersebut maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mengatur strategi proses pembelajaran.1. sarana prasarana laboratorium yang masih kurang lengkap. Kepala Sekolah Guru Tata Usaha Pengawas Dinas terkait Laboran dll. 5. sehingga hasilnya belum memuaskan. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. bahwa: Peningkatan mutu proses pendidikan IPA di SMP Negri 1. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatif yang kreatif. efektif dan efisien. 2 dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dari berbagai permasalahan tersebut. 4. masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan praktikum.14 Unit-unit yang terlibat 1. permasalahan umum dalam penelitian ini dirumuskan sebagai maka berikut ”Bagaimanakah strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung ?”. didapatkan masalah sebagai berikut masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. Perumusan Masalah Melalui studi awal pada kegiatan penelitian ini. 2. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. akan dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi jika mampu menghindari berbagai permasalahan tersebut. Ruang lingkup manajemen Strategi Pembelajaran IPA Terpadu 1. Gambar 1. 3. 2. dapat dirumuskan masalah.

Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. e. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. d. Dengan demikian maka permasalahan yang akan dibahas pada kegiatan penelitian akan semakin mengerucut dengan memfokuskan permasalahan pada batasan-batasan sebagai berikut: a. Selain itu. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Umum Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai Strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. b. 1. c.15 pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. penelitian bertujuan untuk mendiagnosis kesiapan guru-guru IPA Terpadu dalam mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP). dan tantangan dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. C. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. Selain dari itu juga memberikan informasi bahwa salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas . a.

2) Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi.16 beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai sub mata-pelajaran. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. fisika. b.236). Tujuan Khusus Sedangkan secara khusus maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. 4) Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. dan astronomi. 1997. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pendidikan dan penilaian. menganalisis. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. 3) Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. dan mendeskripsikan: 1) Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. kimia. geologi. . Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi.

sehingga yang berkepentingan akan mendapatkan manfaat tentang: a. c. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. b. Guru. terlebih kepada para praktisi pendidikan (Kepala Sekolah. Pengawas Pendidikan.17 5) Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. e. 2. Hasil dari penelitian inipun dapat digunakan sebagai rekomendasi pada instansi terkait mengenai Strategi . Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Secara praktis penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif kepada semua pembaca khususnya yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. dinas terkait dan yang lainnya). proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Yang pada akhirnya penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep-konsep baru tentang Strategi Pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. d. Manfaat Penelitian Secara teoritis manfaat penelitian ini untuk mengembangkan konsep dan teori Strategi Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung.

strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan tenaga pendidik dan peserta didik dalam perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Menurut Bahri. strategi pembelajaran IPA Terpadu. di bawah ini penulis jelaskan kerangka teori yang akan menjadi pijakan pada penelitian dan secara gamblang akan dibahas pada bab berikutnya. dan bahkan juga diterapkan pada semua jenjang pendidikan. konsep kualitas pembelajaran IPA. (2007:5-8 ). Dengan demikian. khususnya kualitas belajar mengajar dalam pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efesien D. Dihubungkan dengan belajar mengajar. Strategi Strategi merupakan suatu proses dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. Pada bagian ini penulis kemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep pembelajaran IPA Terpadu. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut : .18 Pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. dari hasil penelitian ini diharapkan agar SMP Negeri di Kabupaten Bandung dapat meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran. 1. Kerangka Teori Untuk lebih memperjelas arah permasalahan yang diteliti dan adanya kesamaan persepsi dalam memahami istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian. ada empat strategi dasar dalam melaksanakan strategi belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut: dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan.

Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehungga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegitan belajar-mengajarnya yang selnjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang berdangkutan secara keseluruhan. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai .19  Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. siswa memperoleh hasil belajar dari suatu interaksi tindak belajar. metode. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. Di dalam proses pembelajarannya ada lima tahapan yang harus dicapai oleh peserta didik diantaranya : peranan pendidik harus mampu mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik meliputi kemampuan dasarnya-motivasinya latar belakang akademis dan latar belakang sosial ekonominya. b) strategi kurikulum dan c) strategi sarana prasarana. dan teknik belajarmengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. untuk memberikan dorongan dalam belajar yang tertujuan pada pencapaian tujuan belajar. untuk meningkatkan kemampuan mentalnya dan tindak mengajar yaitu mebelajarkan peserta didik. adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran IPA Terpadu sehingga hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung meningkat. strategi yang dimaksud    Dengan demikian. 2. Pembelajaran IPA Terpadu Pembelajaran adalah merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatau lingkungan belajar. sebagai aspek pendidik jika berlangsung di sekolah saja. . Memilih dan menetapkan prosedur. d) pendanaan pembelajaran. maka dalam penelitian ini. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. Strategi-strategi yang digunakan dalam penelitian akan lebih ditekankan pada: a) strategi sumber daya manusia (SDM).

makhluk hidup. evaluasi. perancangan eksperimen atau percobaan. Perlu kita ketahui bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu ada empat unsur utama yaitu : 1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. E. memperkaya. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. Semua ini akan menunjang. Bila sarana ini tidak dipenuhi. IPA bersifat open ended. mungkin juga fasilitas internet. (Fakry. 1. menjelaskan konsep mutu pendidikan sebagai berikut : Konsep mutu pembelajaran tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”.20 berikut: 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. maka penerapan pembelajaran Terpadu juga akan terhambat. Asumsi dan Pertanyaan Penelitian Asumsi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. dan hukum. Konsep kualitas pendidikan Philip. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. (1992:28). sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan . 3) produk: berupa fakta. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu Dalam IPA. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. dan penarikan kesimpulan. Lebih jauh Coombs yang dikutip Fakry. prinsip. fenomena alam. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. teori. dan mempermudah pengembangan wawasan. 1992:27). 2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. pengukuran. 4) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. 3. Pembelajaran Terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. mengungkapkan bahwa “masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa.

bahwa ”paradigm is aloose collection of logically health together assumtion. dan merujuk pada komunitas ilmuwan yang memusatkan perhatian pada upaya untuk menemukan sesuatu yang ada : (2) Paradigma Sosiologi (Sociological paradigm). dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. yang mennjukan pada keanekaragaman gejala yang tercakup dalam pengertian kebiasaan nyata. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. bumi antariksa. metodik. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. (1992:23). universal. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. sebagaimana dikemukakan oleh Bogdan and Blinken. keputusan hukum yang diterima. meliputi mata pelajaran fisika. konsep-konsep. Paradigma dalam penelitian ini dipahami sebagai kerangka berpikir konseptual yang digunakan untuk menghadapi objek penelitian yang merupakan kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. dan tentatif. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD/MI dan SMP/MTs.21 pengetahuan yang berupa fakta-fakta. yang menurut Priatna. yang berfunsi menunjukan sesuatu yang ada dan yang tidak ada. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. concepts or propotition the orient thinking or research”. biologi. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Lain halnya istilah paradigma bahwa kunci dalam wacana perkembangan ilmu paradigma. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. menyatakan terbagi dalam tiga bagian besar yaitu: (1) Paradigma metafisik (metaphysical paradigm). (2004:7-8). sistematis. dengan ciri: objektif. serta hsil nyata dari perkembangan dan penemuan ilmu yang diterima umum : . Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah.

Kedua mengenai sejumlah faktor dan dimensi yang mendukung lahirnya ilmu dan validitasnya. (1999 :11 ). dan pola) bagaimana cara pandang kita berpikir tentang sesuatu. maka upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa sangat berkaitan dengan latar belakang pendidikan guru IPA. pengorganisasian. strategi pembelajaran IPA Terpadu mencakup perencanaan. maka asumsi dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai kerangka pemikiran yang didasarkan pada fokus masalah untuk mengarahkan penelitian. konsep yang lebih sempit dibandingkan kedua paradigma lainya.22 dan (3) paradigma binaan (Contruct paradigm). sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA Terpadu yang akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. dan pengawasan. pelaksanaan. Selain itu. fasilitas yang memadai. Keduanya tidak membicarakan substansi dari ilmunya itu sendiri. Dalam perencanaan pembelajaran IPA Terpadu harus selalu dikaitkan dengan pengorganisasian. dan pengawasan. Sehubungan dengan itu. yang artinya bahwa paradigma yang dimaksud munculnya yang melahirkan (bentuk. Berdasarkan hal di atas. menyoroti tentang paradigma ada dua uraian keilmuaan paradigma. pelaksanaan. keaktipan siswa. khususnya sejarah teori-teori keilmuan. implementasi aspek-aspek inovatif seperti pemilihan dan penggunaan strategik dan metode pembelajaran dan system evaluasi merupakan faktor-faktor yang mempengeruhi upaya peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. model. . Pertama yang lebih menyoroti garis-garis perkembangan sejarah ilmu. proses kegiatan belajar mengajar. kurikulum. Kemampuan menggunakan strategi dalam pembelajaran IPA Terpadu merupakan aspek yang sangat menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efisien. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA maka fungsi laboratorium sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar perlu dikelola dengan baik agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. Sanusi. dan sumber belajar yang mencukupi.

proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. efektif dan efisien. Kemampuan guru dalam guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. . Bagaimana guru merencanakan isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Bertolak dari uraian di atas. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. maka semua variabel diambil untuk diteliti. c. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung.23 2. 2) Mengatur strategi proses pembelajaran. b. Pertanyaan Penelitian Agar mudah dalam melakukan penelitian ini dan dapat dilakukan lebih mendalam. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pencocokan kompetensi pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. e. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. b. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. maka penelitian ini difokuskan pada pertanyaan penelitian sebagai berikut : a. Berdasarkan temuan tersebut. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatip yang kreatip. d. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Maka yang akan dijadikan objek dalam penelitian ini dibatasi pada ruang lingkup sebagai berikut: a. Bagaimana guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi.

Bab IV Pembahasan hasil penelitian: Gambaran kondisi umum objek penelitian. e.24 c. teknik pengolahan data. dan sistematika penulisan tesis. asumsi dan pertanyaan . Strategi apa yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. latar belakang masalah. perumusan dan pembatasan masalah. Bab I Pendahuluan yang berisikan tentang rancangan penelitian mulai dari judul. F. validitas dan reliabilitas penelitian sebagai intrepetasi data dan jadwal penelitian. Sistimatika Penulisan Isi tesis yang terdiri dari 5 Bab yaitu: bab 1 pendahuluan. d. bab 3 metode penelitian. data yang diperlukan. kerangka teori. bab 5 simpulan dan rekomendasi. sumber dan teknik/instrumen pengumpulan data. Bab II Pokok Permasalahan Penelitian terdiri dari: pengertian istilah dan kerangka berpikir penelitian. bab 2 landasan teori. Bab III Prosedur Penelitian: Pendekatan dan Metode penelitian. tahap-tahap penelitian. bab 4 temuan. Apa yang menjadi faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. penelitian. Bagaimana guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. lokasi dan subjek penelitian. tujuan dan manfaat penelitian. deskrifsi temuan dan hasil penelitian dan diakhiri dengan analis hasil penelitian serta pembahasan. interpretasi dan pembahasan. teori dan konsep penunjang lainnya.

Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu Menurut Stoner. organizing. (1991:8). maka penulis berharap agar pembaca bisa mendapatkan gambaran dari isi tesis ini. mengemukakan bahwa: "Management is the process of planning. BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN IPA TERPADU DAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA Pada bab 2 ini penulis akan mengemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep manajemen pembelajaran IPA Terpadu. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. Melalui paparan seperti dikemukakan di atas. and controlling. maksud pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan. . leading. the efforts of organization member and using or other organizational resources to achieve stated organizational goal”. strategi pembelajaran IPA Terpadu. penyusunan. pengarahan dan pengawasan atas usaha-usaha para anggota organisasi serta pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.25 Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi: Merupakan rangkuman dari seluruh hasil penelitian yang kemudian diteruskan dengan berbagai rekomendasi yang dianggap perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan penilitian. konsep kualitas pembelajaran IPA. pengorganisasian. yang selanjutnya pada bab 2 akan disajikan berbagai teori yang relevan dan akan mendukung pada seluruh rangkaian penelitian.

memimpin. mengelola atau mengadministrasikan sumber daya yang meliputi perencanaan. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Razik dan Swanson. dan keuangan yang menunjang kemungkinan terjadinya pembelajaran). Lebih lanjut dikemukakan bahwa penataan mengandung makna mengatur. bahwa pembelajaran yang produktif memiliki tiga fungsi yaitu. pendidik. yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi. sedangkan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang produktif dapat dilihat dari sudut administrasi psikologis. dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pembelajaran. serta fasilitas (peralatan. dan pemakai jasa pembelajaran). ”the administrator’s productions function. orang dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara berencana dan sistematis. sumber belajar dan kurikulum (segala sesuatu yang disediakan lembaga pembelajaran untuk mencapai tujuan). Manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan bersama atau keseluruhan proses pengendalian usaha atas kerjasama sekelompok. gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri. Manajemen pendidikan memiliki berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan yang juga merupakan sekumpulan fungsi untuk penjaminan efisiensi dan efektivitas pelayanan. penciptaan iklim organisasi yang kondusif. the psychologis production function. perilaku kepemimpinan. stimulus dan koordinasi personil. yang diselenggarakan pada suatu lingkungan tertentu.” . melalui perencanaan. Tujuan pembelajaran yang produktif berupa prestasi yang efektif dan suasana atau proses yang efisien. serta penentuan pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan. and the economist’s productions. pelaksanaan. media sebagai sarana penyajian ide.26 Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan manajemen adalah bidang pendidikan. beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan manajemen. barang. dan ekonomis. pengawasan dan pembinaan. (1995). penyiapan alokasi sumber daya. pengambilan keputusan. Sumber daya terdiri dari sumber daya manusia (peserta didik.

pendekatan. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. 1. ada beberapa mata pelajaran pada satu rumpun tertentu yang diintegrasikan. agar dapat melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. dan salahsatunya adalah rumpun mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) yang asalnya terdiri dari Fisika. mulai dari hubungan terbatas. yaiitu Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu). dan kreatif . serta kondisi nyata sumberdaya yang tersedia dan siap didayagunakan di sekolah. hubungan luas sampai dengan keterpaduan penuh. pendekatan. Pemilihan dan pengembangan strategi. Bahan ajaran disusun secara terpadu dan dirumuskan dalam bentuk tema-tema pembalajaran keterpaduan bahan ajaran berbeda-beda. yakni: Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. peserta didik. Pada kurikulum tahun 2006. Biologi. guru. kini materi pendidikan pun terus mendapatkan sentuhan perubahahan dalam rangka untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan agar mandapatkan hasil yang yang lebih baik. (2004:197). Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran.27 Pendidikan merupakan kegiatan utama sekolah. Kimia dan dengan pengetahuan alam lainnya. kini diitegrasikan menjadi satu mata pelajaran. prosedur penyampaian dan pengalaman belajar dalam suatu tema. yang dalam pelaksanaannya sekolah diberi kebebasan memilih strategi. metode. adalah: Pembelajaran terpadu merupakan suatu pembelajaran dengan fokus pada bahan ajaran. dan teknik pembelajaran yang paling efektif. Pembelajaran harus menekankan pada praktek. kritis. dan teknik pembelajaran hendaknya berpusat pada karakteristik peserta didik (student centered). Seiring dengan perkembangan dan dinamisnya zaman. metode. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Kontek pembelajaran terpadu menurut Sukmadinata. dengan pendayagunaan masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar.

bugar. Perencanaan Pembelajaran IPA Terpadu Di dalam Permendiknas No. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah apa sebenarnya target yang ingin dicapai dari suatu kegiatan pembelajaran.28 2. materi ajar. dan B. dan berhitung Menunjukkan kebiasaan memanfaatkan waktu luang hidup bersih. dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar Menunjukkan keterampilan menyimak.41 tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dinyatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran . dan sumber belajar. standar kompetensi (SK). 5. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Langkah-langkah Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu 1. 6. menulis. kritis. Materi yang akan diajarakan dan cara pembelajarannya diwujudkan dalam silabus. Suatu program pembelajaran dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan apabila direncanakan dengan baik. (b) bagaimana cara mengajarkannya. kegiatan pembelajaran. alokasi waktu. Penilian menjadi tidak jelas arahnya jika target yang ingin . berbicara. aman. tujuan pembelajaran. membaca. sedangkan cara untuk mengetahui keberlangsungan dan keberhasilan proses pembelajaran diwujudkan dalam bentuk system penilaian. penilaian hasil belajar. 4. kompetensi dasar (KD). metode pembelajaran. (c) bagaimana cara mengetahui keberhasilan siswa menguasainya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran yaitu tentang (a) materi apa yang akan diajarkan. sehat. 3. 7. indicator pencapaian kompetensi.

sekuens logis dan psikologis (mengikuti pola dari mudah ke sukar. penilaian . Perencanaan pembelajaran IPA memuat materi bidang fisika. Dalam penyusunan silabus harus berisiskan sejumlah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. (1999): Penentuan sekuens bahan ajar hendaknya harus diperhatikan. maka perencanaan pembelajaran IPA merupakan dasar untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar IPA dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA.29 dicapai tidak terumuskan dengan jelas. Guru IPA sebagai manajer kelas yang nantinya akan menjadi ujung tombak keberhasilan pembelajaran IPA harus memperhatikan konsep perencanaan pendidikan khususnya perencanaan pendidikan IPA. dari yang mendasari atau sebagai prasyarat ke yang menjadi kelanjutannya. sehingga kegiatan pembelajaran harus diupayakn dengan tujuan agar siswa siswa dapat menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Sebaran yang telah dibuat hendaklah benar-benar mengikuti urutan atau . kompetensi dasar dan materi pokok. Berdasarkan hal tersebut. Dengan memperhatikan sekuens yang ada kemudian dilakukan penyebaran standar kompetensi mata pelajaran pengetahuan alam yang ditetapkan untuk dikuasai. Perencanaan pembelajaran IPA dibuat agar dijadikan standar keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. alokasi waktu. indikator. kimia dan biologi. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran yang mencakup standar kompetensi . Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor bertanggung jawab atas perencanaan pembelajaran dalam rangka pencapaian tujuan institusional. guru dan siswa. Hal ini sesuai dengan pendapat Sukmadinata. kegiatan pembelajaran. sekuens struktural (mengikuti pola sesuai dengan posisi tiap bagian dalam konteks bentuk dan susunan). Kegiatankegiatan tersebut mengarahkan guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. oleh karena itu tujuan pembelajaran IPA akan sangat bermanfaat untuk kepentingan lembaga. Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan institusional pendidikamn dapat terwujud karena adanya tujuan kurikuler dan instruksional. apakah memuat pola sekuens kausal (mengikuti pola hubungan sebab akibat). dan sumber belajar.

30 sekuens yang lebih memudahkan siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditargetkan. Dapat saling berbagi pengalaman dalam memantapkan kegiatan belajar mengajar dan memilih metode dan teknik yang tepat sehingga efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA dapat tercapai. Hal ini dilakukan melalui koordinasi kegiatan seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). 3. Mengajar. Mengenai struktur organisasi dalam pembelajaran IPA Terpadu tidak akan terlepas dari struktur organisasi sekolah pada umumnya. Strategi pembelajaran yang harus dikembangkan oleh guru diantaranya adalah memilih teknik penilaian yang jitu agar guru dapat mengetahui penguasaan kompetensi dasar yang dicapai siswa. metode. tim guru IPA secara intern atau ekster diharapkan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPA. Pengorganisasian pembelajaran IPA dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama antar lembaga agar pengetahuan guru dalam pembelajaran IPA dapat meningkat. Pelaksanan Pembelajaran IPA Terpadu dalam Proses Belajar . media dan pengalaman belajar yang harus dialami siswa sehingga kompetensi dasar dapat tercapai. Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA (MGMP IPA). Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu adalah kegiatan yang sistematik dalam penyusunan struktur dan pembentukan hubungan-hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 2. dan Sanggar Pemantapan Kerja Guru (SPKG) atau melalui pendidkan dan pelatihan. Dengan koordinasi seperti diatas. struktur pembinaan. Dalam perencanaan pembelajaran. diharapkan guru dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. silabus dan satuan pembelajaran. Strategi pembelajaran dalam arti luas dapat mencakup pendekatan. Strategi pembelajaran yang dipilih bisa berbentuk kegiatan tatap muka atau non tatap muka.

Pelaksanaan pembelajaran IPA meliputi kegiatan pendahuluan. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. menantang. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran sebelumnya. Baik buruknya suatu program pembelajaran sangat ditentukan oleh faktor guru. Sampai saat ini masih ada siswa . elaborasi dan konfirmasi. guru bersama dengan siswa membuat rangkuman materi yang telah dipelajari. Pada bagian pendahuluan. kegiatan inti dan kegiatan penutup. Dalam kegiatan inti biasanya digunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang dapat meliputi proses eksplorasi. melakukan penilaian atau repleksi. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Pada pelaksanaan kegiatan inti yang merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif. minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. Pernyataan diatas dimaksudkan bahwa guru adalah salah satu komponen pembelajaran utama dalam sistem pendidikan dan sangat mempengaruhi hasilnya. Dalam kegiatan penutup. Pelaksanaan pembelajaran IPA merupakan implementasi dari Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP). akan tetapi hubungan yang menumbuhkan kesadaran pribadi untuk belajar. dan (4) pengelolaan kelas.31 Pelaksanaan proses pembelajaran IPA harus memenuhi beberapa persyaratan: (1) adanya rombongan belajar yang memadai. (3) ada buku teks pelajaran . kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. juga bukan hubungan kekuasaan dimana siswa harus selalu tunduk. menyampaikan cakupan materi sesuai dengan silabus. inspiratif. (2) adanya beban kerja minimal guru. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. Belajar adalah interaksi antara guru dan siswa. Hal ini tidak berarti harus menimbulkan rasa takut pada siswa dan guru bisa semena-mena pada siswa. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Hubungan antara guru dengan siswa adalah hubungan kewibawaan. menyenangkan.

Djoni. portofolio dan penilaian diri. mengemukakan bahwa: Kewibawaan timbul karena kemampuan guru menampakan kebulatan pribadinya. pengamatan kinerja di laboratorium. proyek atau produk. sehingga relasi kewibawaan itu akan menjadi katalisator subjek didik mencapai kepribadiannya. padahal perasaan seperti itu tidak perlu ada jika guru IPA dapat menimbulkan kewibawaan dan dapat menyaampaikan pembelajaran secara aktif. Pengawasan tidak saja untuk mencegah pemborosan atau untuk . Berdasarakan hal di atas. serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. kecerdasan dan ekonomi di seluruh usaha pendidikan dan pengajaran.32 yang merasa benci. dan memperbaiki proses pembelajaran. 5. kreatif. (1985:9-10). Ia hendak menjamin keselarasan. pengukuran sikap. penilaian hasul karya berupa tugas. sikap yang mantap karena kemampuan-kemampuan profesional yang dimilikinya. Pengawasan pendidikan berkewajiban untuk menyediakan kondisi yang perlu untuk menyelesaikan tugas kewajiban dengan efektif dan efisien. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilian kelompok mata pelajaran yang biasanya dibicarakan pada acara MGMP. dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan. 4. dan segan bila dihadapkan pada pelajaran IPA. Pengawasan Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Pengawasan dalam pembelajaran IPA merupakan suatu aktivitas yang mengusahakan agar kegiatan belajar mengajar itu terlaksanan sesuai dengan perencanaan atau dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penilaian hasil pembelajaran IPA hendaklah dilakukan secara konsisten. efektif dan menyenangkan pada siswa. Penilaian Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. menurut hemat penulis peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar ialah berusaha secara terus menerus untuk membantu siswa membangun konsep bagi dirinya sendiri dengan mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dimasa kini dan masa yang akan datang.

C.Pemantauan dapat dilakukan dengan cara diskusi kelompok. . dan penilaian hasil pembelajaran. Pengertian IPA Terpadu. Akhir dari kegiatan pengawasan proses pembelajaran adalah pelaporan dan tindak lanjut.33 menghilangkan kebiasaan atau perbuatan yang salah. kegiatan pengawasan yang lain adalah supervisi dan evaluasi. Selain pemantauan. wawancara dan dokumentasi. perekaman. Dari hasil pelaporan biasanya diteruskan dengan tindak lanjut berupa pemberian penguatan dan penghargaan pada guru yang telah memenuhi standar. Pemberian teguran yang bersifat mendidik bagi guru yang belum memenuhi standar. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. dan memberikan kesempatan pada guru untuk mengikuti pelatihan atau penataran lebih lanjut. sebagai berikut: 1. Pengawasan proses pembelajaran IPA memuat pemantauan proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai tahap penilaian. Hasil kegiatan pemantauan. pencatatan. Evaluasi proses pembelajaran IPA diselenggarakan dengan cara membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses dan mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. Kegiatan pemantauan ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas satuan pendidkian.Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Konsep Pembelajaran IPA Terpadu Beberapa konsep yang harus diperhatikan dalam pembelajaran IPA terpadu. mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran. pelaksanaan proses pembelajaran. melainkan juga untuk mengarahkan perbuatan kepada maksud-maksud organisasi. supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan di bidang pendidikan. pengamatan.

Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. meliputi bidang kajian energi dan perubahannya. Dalam hal ini Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. (2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. pengukuran. metodik. bumi antariksa. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. (3) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep .34 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. dan tentatif. dan penarikan kesimpulan. teori. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: (1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. makhluk hidup. berlaku umum (universal). IPA bersifat open ended. evaluasi. prinsip. makhluk hidup dan proses kehidupan. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. dengan ciri: objektif. fenomena alam. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. konsep-konsep. Merujuk pada pengertian IPA itu. universal. (3) produk: berupa fakta. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. perancangan eksperimen atau percobaan. sistimatis. dan hukum. dan materi dan sifatnya yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu peserta didik untuk memahami fenomena alam. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah.

efisien. dan efektif. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA. sarana. metode ilmiah. kreatif. Dalam kenyataannya. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. keterbatasan kemampuan peserta didik. teori dan hukum. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai sebagai . dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. serta dapat berargumentasi secara benar. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi.35 IPA dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. terutama teknologi informasi dan komunikasi. kritis. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. lingkungan belajar. menghafalkan konsep. Oleh karena itu. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. sikap. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. Akibatnya IPA proses. mampu berpikir logis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. karena dianggap sukar.

menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Pembelajaran IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. 2. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. mencari jawaban. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. kreatif. bekerja sama dalam kelompok. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. menyusun hipotesa. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. serta . memprediksi konsekuensi dari hipotesis. dan eksperimen. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. pengamatan. energi dan perubahannya. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. memahami jawaban. “mengapa”. serta bumi dan alam semesta. disesuaikan dengan lingkungan setempat. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. makhluk hidup dan proses kehidupan.36 peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui caracara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. Melalui pembelajaran IPA terpadu. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. prediksi. serta bersikap ilmiah. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. materi dan sifatnya. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati.

dan sebagainya. disiplin. ulet. Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. mengolah. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran . 3. lisan. dan menganalisis data. mengklasifikasikan. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. sabar. jujur. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. dan bekerja sama dengan orang lain. peduli terhadap lingkungan. menerapkan ide pada situasi baru. terbuka. menggolongkan. tidak percaya tahyul. yaitu dengan gambar. Tujuan Pembelajaran IPA Terpadu Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : a. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. tekun. mengukur. Oeh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. cermat. tulisan. menyusun hipotesis. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. memperhatikan keselamatan kerja. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). yang didasarkan pada metode ilmiah. kritis. mengajukan pertanyaan.37 prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

38 Keterpaduan bidang kajian dapat mendorong untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. kemampuan analitik. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. dan analitik. Di samping itu. c. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. kompetensi dasar. menyerap. maka dalam . utuh. dan biologi. tenaga. menerima. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. Implikasi Pembelajaran IPA Terpadu Implikasi pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal berikut: a. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. dan sarana. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. maka pembelajaran akan lebih efesien dan efektif b. teratur. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. kimia. 4. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar dapat diajarkan sekaligus. sistimik. yaitu fisika. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. untuk memiliki kecermatan. menyeluruh. Guru Pembelajaran IPA Terpadu merupakan gabungan antara berbagai bidang kajian IPA. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran.

Setiap guru memiliki tugas masing-masing sesuai dengan keahlian dan kesepakatan. b) Koordinasi antar bidang studi yang tercakup dalam mata pelajaran IPA tetap dilakukan. Hal tersebut disesuaikan dengan keadaan guru dan kebijakan sekolah masing-masing. dan peserta didik akan lebih cepat memahami karena diskusi akan berjalan dengan narasumber dari berbagai disiplin ilmu. a) Guru-guru yang tercakup ke dalam mata pelajaran IPA diberikan pelatihan bidang-bidang studi di luar bidang keahliannya. 2) Guru Tunggal Untuk tercapainya pembelajaran IPA Terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal tersebut. maka dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut. satu topik pembelajaran dilakukan oleh lebih dari seorang guru. . dan guru tunggal. 1) Team Teaching Pembelajaran terpadu dalam hal ini diajarkan dengan cara team. pengalaman dan pemahaman peserta didik lebih kaya daripada dilakukan oleh seorang guru karena dalam satu tim dapat mengungkapkan berbagai konsep dan pengalaman. Untuk itu. yakni: team teaching. seperti guru bidang studi Fisika diberikan pelatihan tentang bidang studi Kimia dan Biologi. dalam pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan dengan dua cara.39 pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. untuk mereviu apakah skenario yang disusun sudah dapat memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan bidang studi di luar yang ia mampu. c) Disusun skenario dengan metode pembelajaran yang inovatif dan memunculkan nalar para peserta didik sehingga guru tidak terjebak ke dalam pemaparan yang parsial bidang studi. Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. Kelebihan sistem ini antara lain adalah: pencapaian KD pada setiap topik efektif karena dalam tim terdiri atas beberapa yang ahli dalam ilmu-ilmu sosial.

teratur. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep. serta kemampuan eksploratif dan elaboratif. secara psikologik. c. model pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal.40 d) Persiapan pembelajaran disusun dengan matang sesuai dengan target pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan topik yang dihasilkan dari pemetaan yang telah dilakukan. menyerap. Bahan Ajar Bahan ajar memiliki peran yang penting dalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran terpadu. menerima. Oleh karena pembelajaran terpadu pada dasarnya merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu alam maka dalam pembelajaran ini memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan . Peserta didik Dilihat dari aspek peserta didik. pembelajaran model ini menuntun kemampuan belajar peserta didik lebih baik. Hal ini disebabkan model ini menekankan pada pengembangan kemampuan analitik terhadap konsep-konsep yang dipadukan. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. b. nilai atau tindakan yang terdapat dalam beberapa indikator dan Kompetensi Dasar. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. pembelajaran IPA Terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreativitas akademik. peserta didik digiring berpikir secara luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan-hubungan konseptual yang disajikan guru. utuh. menyeluruh. dan analitik. Selanjutnya. baik dalam aspek intelegensi maupun kreativitas. sistemik. Selain itu. Dengan demikian. peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. pengetahuan. Dengan mempergunakan model pembelajaran IPA Terpadu. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. kemampuan asosiatif.

Sebagai bahan penunjang. atau CD yang berkaitan dengan bahan yang akan dipadukan. 5. Dalam pembelajaran IPA Terpadu. kaset. diperlukan sejumlah sumber belajar yang sesuai dengan jumlah Standar Kompetensi yang merupakan jumlah bidang kajian yang tercakup di dalamnya. dan mandiri. hanya saja ia memiliki kekhasan tersendiri dalam beberapa hal. berdisiplin. namun demikian dalam pembelajaran ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sarana yang relatif lebih banyak dari pembelajaran monolitik.236). d. dapat juga digunakan disket. Hal ini disebabkan untuk memberikan pengalaman yang terpadu. koran. majalah. bahan bacaan penunjang seperti jurnal. peserta didik harus diberikan ilustrasi dan demonstrasi yang komprehensif untuk satu topik tertentu. 1997. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. b. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan tema. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran IPA terpadu diperlukan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran yang pada dasarnya relatif sama dengan pembelajaran yang lainnya. hasil penelitian. Bahan yang akan digunakan dapat berbentuk buku sumber utama maupun buku penunjang lainnya. . peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Dalam satu topik pembelajaran. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai bidang kajian (Carin. brosur. serta alat pembelajaran yang terkait dengan indikator dan Kompetensi Dasar ditetapkan.41 pembelajaran monolitik. Pemanduan Konsep dalam Pembelajaran IPA Terpadu Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa bidang kajian adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubung kaitkan konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. Di samping itu.

memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. d. guru. berbicara. dan dunia nyata. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA .lingkunganteknologi . membaca. dan berinteraksi dengan teman. e. Contoh 1: Pengaruh asap rokok terhadap lingkungan (pencemaran udara) Pengaruh bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari PerokokA ktif Perokok Pasif Lingkungan Pengaruh rokok bagi kesehatan Rokok Materi dan sifatnya Gangguan pada sistem pernapasan Kesehatan Makhluk hidup dan proses kehidupan Gambar 2-1 Jaringan tema rokok . Oleh karena itu. menulis dan melakukan kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya.masyarakat. kolaborasi. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka mendengar. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA.42 c. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat.

dan kemampuan). aplikasi. Perencanaan Secara konseptual yang dimaksud terpadu pada pengembangan pembelajaran IPA dapat berupa contoh. analisis. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu . kebutuhan. Konsep-konsep yang dapat dipadukan pada semester yang berlainan pembelajarannya dapat dilaksanakan pada semester yang sama (tertentu) dengan tidak meninggalkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada semester lainnya. dan evaluasi dalam mata pelajaran IPA. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a. bakat. Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.43 6. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA. pemahaman.

1) 2) Tema. dalam pembelajaran IPA Terpadu. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPA Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.44 Gambar 2-2 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Beberapa ketentuan 1) 2) dalam pemetaan Kompetensi Dasar Kompetensi dalam dalam pengembangan model pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut. . Mengidentifikasikan beberapa Dasar berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. 4) Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Tema yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam bidang kajian IPA. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada bidang kajian yang telah dipetakan. 3) Dalam menentukan topik. 3) Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPA pada kelas yang sama. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik.

Kegiatan utama yang dilaksanakan dalam pendahuluan pembelajaran ini di antaranya untuk menciptakan kondisi-kondisi awal pembelajaran yang kondusif. menciptakan suasana belajar yang demokratis. dan penilaian awal (pre-test). diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. kegiatan inti. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perangkat administrasi pembelajaran untuk menjabarkan silabus menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Melaksanakan penilaian awal dapat dilakukan dengan cara lisan pada beberapa peserta didik yang dianggap . melaksanakan kegiatan apersepsi (apperception). Model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP). karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Penciptaan kondisi awal pembelajaran dilakukan dengan cara: mengecek atau memeriksa kehadiran peserta didik (presence. 1) Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Fungsinya terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. membangkitkan motivasi belajar peserta didik.45 b. dilanjutkan dengan mengulas materi pelajaran yang akan dibahas. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Melaksanakan apersepsi (apperception) dilakukan dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar terhadap jawaban peserta didik. attendance). dan membangkitkan perhatian peserta didik. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik (readiness).

oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit . Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik.46 mewakili seluruh peserta didik. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Secara umum kegiatan akhir dan tindak lanjut dalam pembelajaran terpadu di antaranya: a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. 3) Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran. tetapi juga sebagai kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dan kegiatan tindak lanjut. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di bidang kajian yang satu dengan konsep di bidang kajian lainnya. bisa juga penilaian awal ini dalam prosesnya dipadukan dengan kegiatan apersepsi. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan non-tatap muka. Kegiatan tindak lanjut harus ditempuh berdasarkan pada proses dan hasil belajar peserta didik. Waktu yang tersedia untuk kegiatan ini relatif singkat.

47 oleh peserta didik. membaca materi pelajaran tertentu. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. benar-salah. 1) Teknik Penilaian Teknik penilaian merupakan cara yang digunakan dalam melaksanakan penilaian tersebut. e) proyek. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. dan unjuk kerja dan b) Non tes: panduan observasi. panduan wawancara. kuesioner. menjodohkan. Teknik-teknik yang dapat diterapkan untuk jenis tagihan tes meliputi: a) Kuis dan b) Tes Harian. b) angket. teknik-teknik penilaian yang dapat diterapkan adalah: a) observasi. bentuk dan instrumen yang digunakan terdapat pada lampiran. Penilaian Penilaian yang dikembangkan mencakup teknik. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Bentuk-bentuk instrumen yang dikelompokkan menurut jenis tagihan dan teknik penilaian adalah: a) Tes: isian. Apabila penilaian menggunakan tehnik tes tertulis uraian. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem . Untuk jenis tagihan nontes. uraian. c) wawancara. 2) Bentuk Instrumen Bentuk instrumen merupakan alat yang digunakan dalam melakukan penilaian/pengukuran/evaluasi terhadap pencapaian kompetensi peserta didik.d) tugas. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. 3) Instrumen Instrumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi. pilihan ganda. dan f) portofolio. harus disertai rubrik penilaian. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. c. tes unjuk kerja dan tugas rumah yang berupa proyek. dan rubrik.

menafsirkan. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. sehingga siswa dituntut untuk mencari. dimana guru hanya berfungsi untuk memotivasi. peserta didik dengan guru. mengolah. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. kebermaknaan. masyarakat. mengolah. Meaningful adalah: Bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. Konsep Strategi Pembelajaran. kemampuan mekanistis tanpa mempehatikan arti. menganalisa dan menyimpulkan . lingkungan. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. menyimpulkan bahan ajar. ada beberapa pendekatan strategi pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Sukmadinata. menafsirkan. Dari beberapa istilah tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai strategi mebelajaran seperti diuraikan berikut ini: Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful adalah: Suatu strategi pembelajaran yang mengutamakan aktivitas kegiatan siswa. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. tugas dan lembaga. D.48 penilaian konvensional. dan tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. Rote adalah Suatu strategi belajar siswa untuk menguasai bahan ajar. Agar kegiatan proses pembelajaran tersebut menjadi lebih menarik dan diminati oleh seluruh warga belajarnya maka perlu dibuat berbagai macam strategi yang tepat guna sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang lebih baik lagi. Discovery adalah: Suatu proses aktivitas kegiatan siswa untuk mencari. mendorong dan fasilitator. seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

diantaranya adalah: Proses pembelajaran: Pada strategi pembelajaran Discovery-Meaningful aktifitas siswa sangat dominan dan guru berfungsi sebagai motivator. menafsirkan. menganalisa dan menyimpulkan bahan ajar yang dipelajari. tugas. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. Sehingga pada strategi Pembelajaran RoteMeaningfu. Dari dua analisa Strategi Pembelajaran diatas maka dapat dilihat beberapa perbedaan. Tuntutan Hasil Pembelajaran: Pada strategi pembelajaran DiscoveryMeaningful siswa dituntut untuk mencari. Dalam strategi pembelajaran Discovery-Meaningful kapasitas guru hanya berfungsi sebagai motivator. lembaga. dan kurang memperhatikan arti. Metode-metode pengajaran dan bahan-bahan ajaran yang cocok untuk kedua strategi pembelajaran diatas adalah: Metode pada Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan aktivitas kelompok. kurang memperhatikan arti. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Diskusi. pendorong dan fasilitator. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. dan masyarakat. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. kebermaknaan. pendorong dan fasilitator. sedangkan pada Strategi Pembelajaran RoteMeaningful siswa hanya dituntut untuk memiliki kemampuan mekanistis saja sehingga peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. dan masyarakat. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu . kebermaknaan. mengolah. tugas dan lembaga. kelihatannya peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. Simulasi. sendiri. tugas. lembaga.49 bahan ajar yang dipelajari. Sedangkan Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful siswa hanya di orientasikan untuk memiliki kemampuan mekanistis dari bahan ajar saja. masyarakat. Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful adalah : Suatu strategi pembelajaran yang hanya mengutamakan pada kemampuan mekanistis dari bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa.

Metode pada Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan variasi metoda dan media pelajaran. 4. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. pengetahuan. 1. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. Dalam penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. mata pelajaran. dan keterampilan. melakukan percobaan. satuan pembelajaran. 2. lisan (ceramah. Penilaian dilakukan dengan . menyimpulkan hasil.50 Role playing. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Ekspositori. melakukan penelitian pada praktek pembuatan tempe untuk menemukan sel Rhizopus. diskusi kelas). metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Problem Solving melalui kegiatan: Penyusunan rancangan. dll. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. yaitu kegiatan siswa dan materi. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. tanya jawab. Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. seminar. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. Contoh bahan-bahan Pelajaran: Pada Mata Pelajaran IPA/Saint. pengamatan. menganalisa masalah yang timbul. demonstrasi/peragaan. Eksperimen. Penentuan Jenis Penilaian. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. Dapat juga menggunakan belajar berbuat. 6. 5. 3. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. khususnya guru.

serta untuk mengetahui kesulitan siswa. penggunaan portofolio. pengamatan kinerja. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. menganalisis. keluasan. kedalaman. (c) sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. (d) hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. proyek dan/atau produk. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. pengukuran sikap. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. 7. . Misalnya. penilaian hasil karya berupa tugas. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. dan penilaian diri. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. (e) sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.51 menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Menentukan alokasi waktu penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian diantaranya : (a) penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. tingkat kesulitan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. (b) penilaian menggunakan acuan kriteria.

dan budaya. memberikan pengertian strategi sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. Strategi Pembelajaran IPA Terpadu Perumusan strategi merupakan langkah awal yang sangat penting bagi ketercapaian tujuan organisasi. Strategi juga akan memberikan arah jangka panjang yang akan dituju. alam. yang berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. merekomendasikan rencana strategik. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. Konsep Strategi Istilah strategi berasal dari kata yunani strategeia (stratos artinya militer. (20007:2). berkenaan dengan: Menganalisis faktor-faktor strategik dari situasi lingkungan. 1. dengan mengidentifikasi keunggulan komparatif organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko sehingga organisasi menjadi lebih efektif. dan indikator pencapaian kompetensi. sebab strategi merupakan instrumen untuk menghadapi dan mengantisipasi perubahan lingkungan sekaligus sebagai kerangka kerja untuk menyelesaikan setiap masalah. E. dan tujuan taktikal. tujuan-tujuan itu.52 8. sosial. tujuan korporet (tujuan usaha dan keuangannya). baik lingkungan mikro maupun makro. Sedangkan Sanusi. (1993:35). serta lingkungan fisik. yang berupa media cetak dan elektronik. dan ag artinya memimpin). Menganalisis pesaing secara internal dan eksternal. narasumber. menetapkan misi (peranan yang dimainkan organisasi dalam masyarakat). organisasi. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Secara sederhana Soekartono. dalam hubungan analisis situasi. Menentukan sumber belajar adalah rujukan. menetapkan tujuan organisasi. menganalisis. Istilah strategi semula bersumber dari kalangan militer dan secara populer sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jendal untuk memenangkan suatu peperangan. rencana itu memberikan pengertian rumusan strategi . tujuan dari satuan bisnis strategik (sasaran dan keuangannya). merumuskan visi (tujuan jangka panjang yang paling mungkin). bersamaan dengan analisis tersebut. kegiatan pembelajaran.

merumuskan konsep strategi sebagai berikut: Strategi sebuah organisasi atau sub unit sebuah organisasi lebih besar yaitu sebuah Konseptualisasi yang dinyatakan atau yang diimplikasikan oleh peminpin organisasi yang bersangkutan. startegi dapat dipandang sebagai suatu proses berpikir dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis. (Herdiwandani. maka menurut hemat penulis. dapat disistematikan seperti pada gambar 6 berikut: IDENTIFIKASI MASALAH RENCANA LANGKAH YANG AKAN DIAMBIL PENERAPAN PEMECAHAN MASALAH PENGELOMPOKAN MASALAH BENTUK NYATA PADA KESIMPULAN PERENCANAAN UNTUK IMPLEMENTASI PROSES ABSTRAKSI TIMBULNYA KESIMPULAN PENENTUAN METODE PEMECAHAN VALIDASI HIPOTESIS PEMECAHAN DENGAN ANALISIS FORMALISASI HIPOTESIS PEMECAHAN Gambar 2-3 Model Tahap Berpikir Strategik Bila dikaitkan dengan fungsi manajemen. Richard Vancil sebagaimana yang dikutip oleh Winardi. berupa a) sasaran-sasaran jangka panjang atau tujuan-tujuan organisasi tersebut. Siagian.53 memberikan detil tentang bagaimana lankag dan cara yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Tahap berpikir strategik menurut Kenneth Primozic. (1995:17). atau yang diterimanya dari pihak atasannya. yang membatasi skope aktivitasaktivitas organisasi yang bersangkutan. b) kendala-kendala luas dan kebijakan-kebijakan yang atau ditetapkan sendiri oleh sang pemimpin. dan c) kelompok rencana-rencana dan tujuan-tujuan jangka pendek yang telah diteapkan dengan ekspektasi . Mengacu pada pendapat di atas. (1997:96). 2000:25). memberikan pengertian strategi sebagai: Rencana berskala besar yang berorientasi jangkauan masa depan yang jauh serta ditetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif dengan lingkunganya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang bersangkutan.

Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi. dan (2) dari perspektif apa organisasi akhirnya lakukan. yan memungkinkan menarik keuntungan-keuntungan dari badang-bidang kekuatannya. dapat penulis simpulkan bahwa perumusan strategi harus memperhatikan berbagai faktor yang sifatnya kritikal. di mana tujuan strategi adalah untuk mempertahnkan atau mencapai suatu posisi keunggulan dibandingkan dengan pihak pesaing. Strategi berarti menentukan misi pokok suatu organisasi. Pada definisi ini. Organisasi yang bersangkutan masih meraih suatu keunggulan apabila ia dapat memanfatkan peluang-peluang di dalam lingkungan. . Berdasarkan penjelasan di atas.54 akan diberikannya sumbangsih mereka dalam hal mencapai sasaran-sasaran organisasi tersebut. Berdasarkan berbagai definisi tersebut. maka menurut pendapat penulis. meskipun strategi strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara eksplisit. yaitu: a. konsep strategi dapat didefinisikan berdasakan dua perspektif yang berbeda. yang menonjol dalam faktor ini ialah bahwa straetgi merupakan keputusan dasar yang dinyatakan secara garis besar. Sedangkan berdasarkan perspektif kedua. b. c. sadar dan rasional dalam merumuskan srtategi organisasi. Pengenalan lingkungan dimana organisasi akan berinteraksi dengan berbagai kondisinya. yaitu (1) dari perspektif apa suatu organisasi ingin lakukan. Pandangan ini diterapkan bagi para manajer yang bersifat reaktif. strategi didefinisikan sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungan sepanjang waktu. Dari perspektif pertama. Profil tertentu bagi organisasi yang menggambarkan kemampuan yang dimiliki dan kondisi internal yang dihadapi oleh organisasi. strategi dapat didefinisikan sebagai pedoman untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimpementasikan misinya. setiap organisasi pasti memiliki strategi. Makna yang terkandung dari strategi ini adalah bahwa para manajer memainkan peranan yang aktif. yaitu hanya menanggapi dan menyesuaikan diri teradap lingkungan secara pasif manakala dibutuhkan.

Memilih satu alternatif yang dipandang paling tepat dikaitkan dengan sasaran jangka panjang yang dianggap mempunyai nilai yng paling strategik. dan 4) h. dinyatakan secara kuantitatif. sarana. e. Mengidentifikasi beberapa pilihan yang wajar dari berbagai alternatif yang tersedia dikaitkan dengn keseluruhan upaya yang akan dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. berbagai peluang yang munkin timbul. 2) jangkuan waktunya jauh ke depan. prasarana dan waktu. serta ancaman yang diperkirakan akan dihadapi organisasi. yaitu: 1) sifatnya yang idealistis. 2) praktis. dalam arti diperkirakan mungkin dicapai. f. Suatu sasaran jangka panjang pada umumnya mempunyai cari yang menonjol. j. Artinya perlu ditetapkan sasaran dengan ciriciri: 1) jangkuan waktu ke depan spesifik. Memperhatikan bentuk tipe dan struktur organisasi yang akan digunakan. kreativitas dan diskresi para pelaksana kegiatan oprasional tidak dihambat. Memperhatikan pentingnya oprasionalisasi keputusan dasar yang dibuat dengan memperhitungkan kemampuan organisasi di bidang anggaran. 3) hanya bisa dinyatakan secara kualittif.55 d. dan harus dimanfaatkan. 3) bersifat konkrit. Dengan ciri-ciri seperti itu. Mempersiapkan tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan kualitas teknis dan perilaku serta mempersiapkan sistem manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada pengakuan dan penghargan harkat dan martabat dalam organisasi. g. dan 4) masih abstrak. . suatu strategi perlu memberikan arah tentang rincian yang perlu dilakukan. Suatu strategis harus merupakan analisis yang tepat tentang kekuatan yang dimiliki kelemahan yang mungkin melekat. dan diperhitungkan dapat dicapai karena didukung oleh kemampuan dan kondisi internal organisasi. i. k. Menciptakan suatu sistem pengawasan yang menjamin daya inovasi.

56 l. Manajemen stratejik mendeterminasi arah jangka panjang organisasi yang bersangkutan dan ia menghubungkan sumber-sumber daya organisasi yang ada dengan peluang-peluang pada lingkungan yang lebih besar. dan bagaimana strategi tersebut dilaksanakan dalam praktik. kesemuanya itu diperlukan sebagi bahan dan dasar untuk mengambil keputusan di masa depan. hanya sekedar tercapai atau tidak tercapai. mengemukakan bahwa: Manajemen stratejik sebagai suatu proses yang mempunyai akibat antara lain perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi beberapa atau seluruh komponen yang lain. penerapan dan evaluasi strategi merupakan suatu proes yang berurutan. Kenneth Primozic. (Herdiwandani. dapat penulis nyatakan bahwa fokus manajemen stratejik adalah pada lingkungan eksternal dan pada operasi-operasi pada masa mendatang. berdasarkan penjelasan di atas. Secara skematis keterkaitan antara komponen atau tahapan dalam sebuah sistem manajemen stratejik dapat dilihat pada gambar 2-4 berikut: MISI ORGANISASI PROFIL ORGANISASI Apa yang mungkin dilakukan ? LINGKUNGAN EKSTERNAL Apa yang diinginkan ? . m. Sistem penilaian tentang keberhasilan dan ketidakberhasilan pelaksanaan strategi yang dilakukan berdasarkan serangkain kriteria yang rasional dan okjektif. Proses pembuatan. Dengan demikian sesungguhnya manajemen stratejik merupakan sebuah proses berkelanjuan dan tahapan-thapannya merupakan bagian-bagian yang berinteraksi dari sebuah sistem secara keseluruhan. Menciptakan suatu sistem umpan balik sebagai instrumen bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan strategi yang telah ditentukan itu untuk mengetahui apakah sasaran itu terlampaui. Mengacu pada pendapat tersebut. maka manajemen stratejik berkaitan dengan upaya memutuskan persoalan strategi dan perencanaan. 2000:31).

Bagi suatu organisasi penentuan misi sangat penting karena misi ini bukan hanya sangat mendasar sifatnya. prinsip-prinsi moril dan etika yang akan membentuk falsafah dan watak organisasi yang bersangkutan. b. Misi menyajikan identitas. masalah yang membedakan satu organisasi dari organisasi yang sejenis. yang merangsang proses perumusan tujuan dan strategi. yang mengarahkan. mengapa organisasi yang bersangkutan ada. merupakan sebuah deskripsi alasan bagi eksistensi sesuatu organisasi. dan teknologi pokoknya dalam produksi. dan iklim etika di dalam organisasi yang bersangkutan. tujuan dan perumusan secara menyeluruh dan ia harus mencakup kategori-kategori informasi sebagai berikut : a. pasar-pasar primernya. Dengan kata lain. 1997) Berdasarkan gambar di atas. . tujuanya dihubungkan dengan produk dasarnya atau servis. kontinuitas. terlihat bahwa langkah awal yang mendasari langkah penting lainnya dalam penerapan strategi adalah penetapan misi organisasi.57 ANALISIS STRATEGI DAN PILIHAN SASARAN JANGKA PANJANG GRAND STRATEGI SASARAN TAHUNAN STRATEGI FUNGSIONAL KEBIJAKAN MELEMBAGAKAN STRATEGI PENGAWASAN DAN EVALUASI Gambar 2-4 Model Manajemen Stratejik (Diadopsi dari Winarno. akan tetapi membuat organisasi memiliki identitas yang khas. Misi ini merupakan suatu bentuk pernyataan umum tetapi bersifat lestari oleh manajemen puncak yang mengandung niat organisasi yang bersangkutan. c.

karena : merupakan sebuah landasan bagi konsolidasi sekitar tujuan organisasi tersebut. dan ia merupakan sebuah pedoman bagi pembentukan strategi-strategi pada tingkatan keorganisasian yang lebih rendah. merumuskan iklim internal organisasi tersebut. Dihubungkan dengan belajar mengajar. menfasilitasi desain dari kontrol. memilih dan menetapkan prosedur metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. b. merupakan sejumlah petunjuk bagi penerapan tanggung jawab jabatan. 2. c. e. menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan variabel-variabel kunci bagi sebuah sistem dan petunjuk-petunjuk bagi alokasi sumber- . Strategi pembelajaran merupakan dasar dalam proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut seperti: mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. Peranan yang a. Strategi Pembelajaran Secara umum strategi pembelajaran mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. memberikan dorongan sumbe daya.58 Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa misi memberikan garis besar tentang identitas organisasi yang bersangkutan. dimainkan oleh misi dalam hal mengarahkan organisasi yang ada adalah penting. d. memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.

benar. konsep. Pendekatan yang digunakan terhadap kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya. (d) Menerapkan normanorma atau kriteria keberhasilan yang dapat dijadikan ukuran. yang akan mempengaruhi hasil proses pembelajarannya. Tujuan pembelajaran yang oprasional dalam belajar mengajar mutlak dilakukan oleh guru sebelum melakukan tugasnya di sekolah. metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. sehingga mudah dipahami oleh anak didik. (b) Memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkrit. Metode atau teknik penyajian untuk memotivikasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannnya untuk memecahkan masalah. mengemukakan ada empat masalah pokok yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan pedoman buat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan bahwa: Pembelajaran dikatakan berhasil apabila memenuhi empat langkah proses kegiatan belajar mengajar seperti : (a) Spesifikasi dan Kualifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan. adil.59 balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. menurut teori Asosiasi (hapalan) tidak akan sama hasilnya dengan pengertian belajar menurut teori Problem Solving (Pemecahan Masalah) dalam cara pendekatan proses pembelajaran oleh pendidik. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. Penjelasan di atas sesuai dengan pendapat Djamarah dan Aswan (1995:5-8). (c) Memilih dan menetapkan prosedur. Dalam melaksankan proses kegiatan belajar mengajar bagaimana cara guru memandang suatu persoalan. oleh karena itu. pengertian dan teori apa yang guru gunakan dalam memecahkan suatu kasus. Disini terlihat bahwa proses pembelajaran diperlukan beberapa langkah sebagai hasil kegiatan belajar mengajar yang dilakukan itu dijadikan sebagai sasaran dari pembelajaran. Satu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda maka akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. Norma-norma sosial seperti baik. berbeda dengan cara atau metode . dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang berbeda pula dan bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakan berbagai disiplin ilmu.

(1976). setelah dilakukan evaluasi. sehingga pendidik mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya.R David. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain. Dengan demikian konsep strategi dalam hal inimerujuk kepada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru. Berdasarkan pendapat tersebut. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya. Dalam Proses pembelajaran pendidik membutuhkan variasi pengunaan teknik penyajian supaya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung tidak membosankan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Implisit di balik karakteristik abstrak itu adalah rasional yang membedakan strategi-strategi yang satu dari strategi yang lain secara fundamental. strategi berarti pola umum perbuatan guru murid dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. Dari uraian di atas sejalan dengan pendapat J. Strategi pembelajar sebagai pola dan urutan umum perbuatan guru – murid dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran. tampak bahwa di dalam konteks pembelajaran. Bila beberapa tujuan ingin diperoleh. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Isjoni.murid didalam bermacam-macam peristiwa belajar. (b) Penyampaian Pembelajaran. (2007-103). maka tenaga pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengkombinasikan beberapa metode yang relefan. Strategi pembelajaran memuat alternative-alternative yang harus dipertimbangkan untuk dipilih dalam rangka perencanaan pembelajaran. sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud nampak dipergunakan atau diperagakan guru. (c) Strategi Pengelolaan Pembelajaran.60 supaya anak didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakannya sendiri.murid didalam peristiwa pembelajaran. dalam ”Teaching Strategies for College Class Room”. mengemukakan : . bahwa: Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab yang diantaranya: (a) Strategi Pengorganisasian Pembelajaran.

61

A plan, method, or series of activities designed to achieves a particular education goal. Menurut pengertian ini strategi pembelajaran meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu diperlukan seperangkat metode pengajaran seperti ceramah, diskusi kelompok maupun tanya jawab yang menggambarkan startegi pembelajaran. Strategi dapat diartikan sebagai ”a plant of operation achieng something ”,(rencana kegiatan untuk mencapai sesuatu), sedangkan metode ialah “a way in achieving something“,(cara untuk mencapai sesuatu), metode pengajaran termasuk dalam perencanaan kegiatan atau strategi. Menurut pendapat penulis, strategi pembelajaran juga tidak sama dengan metode pengajaran. Strategi pembelajaran merupakan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan, sedangkan metode pengajaran adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan itu. Metode pengajaran adalah alat untuk mengoprasionalkan apa yang direncanakan dalam strategi pembelajaran seperti sumber belajar, kemampuan yang dimiliki guru dan siswa, media pembelajaran, materi pengajaran, organisasi kelas, waktu yang tersedia, dan kondisi kelas/ lingkungan, merupakan unsur-unsur yang mendukung strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran. Strategi pembelajaran cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Dalam mengenbangkan strategi pembelajaran paling tidak guru perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain: a. Strategi mengaktifkan siswa Dengan cara membuat kelompok mulai dari yang kecil dan pemberian tugas guru, bila siswa belum dapat mengefektifkan kegiatan dalam kelompoknya. Berlanjut pada kondisi kelompok yang lebih besar dengan otonomi berada pada siswa baik untuk menetukan kelompoknya ataupun waktu penyelesaian tugas kelompok bersama-sama dengan guru. Kondisi ini diperlukan untuk membangun kerjasama diantara mereka dan strategi ini agar setiap siswa memikul suatu tanggung jawab dalam kelompoknya. b. Strategi membangun peta konsep siswa

62

Peta konsep dapat dikembangkan secara individual atau dalam kelompok kecil. Siswa-siswa mengatur sejumlah konsep atau kata-kata kunci pada satu halaman kertas, kemudian menghubungkannya dengan garis-garis dan sepanjang garis itu ditulis suatu kata atau ungkapan yang menjelaskan kaitan antar kata-kata atau konsep-konsep. c. Strategi menggali infomasi dari media cetak Jika siswa diminta untuk mengerti dan bukan sekedar mengingat informasi yang ditemukannya di dalam buku pelajaran, bahan rujukan surat kabar dan sebaginya, maka mereka haruslah aktif mengumpulkan informasi setelah itu gunakan pertanyaan terbuka, produktif dan imjinatif. d. Strategi membandingkan dan mensisntesiskan informasi Pemahaman informasi dari berbagai sumber belajar dapat ditingkatkan jika siswa-siswa bekerja dalam kelompok dan setiap anggota kelompok diberi sumber belajar yang berbeda untuk digunakan dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. Dengan demikian, siswa-siawa harus membandingkan dan mendiskusi jawaban-jawaban yang sudah mereka tuliskan sehingga sebagai hasilnya, mereka akan mampu memberi satu jawaban yang memuskan. Ini merupakan strategi yang efektif untuk dipakai oleh kelompok-kelompkok pakar ketika pendekatan’ gergaji ukur (jigsaw) terhadap proyek penelitian digunakan. e. Srategi mengamati (mengawasi) secara aktif Untuk menjamin agar para siswa berpikir aktif sewaktu menonton video mintalah mereka untuk : 1) Menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mereka pikirkan pada waktu menonton video. Ini dapat digunakan sebagai dasar untuk diskusi kemudian atau penelitian lanjutan tentang topik itu. 2) Mnuliskan contoh-contoh kategori tertentu dari peristiwaperistiwa, benda-benda atau hewan-hewan, dan sebagainya yang muncul dalam video itu. Ini dapat didiskusikan kemudian dan dikelompokan sebagao dasar untuk kegiatan meraih konsep. f. Strategi menganalisis dengan peta akibat atau roda masa depan

63

Strategi ini dapat digunakan sebelum atau sesudah siswa-siswa mempelajari sesuatu topik. Hal ini dapat digunakan untuk menemukan seberapa tuntas siswa-siswa sudah memikirkan sesuatu isu atau peristiwa, atau dapat digunakan untuk menentukan apakah mereka sudah mampu menerapkan informasi yang sudah dipelajarinya dalam menganalisis situasi baru. Siswa-siswa diminta untuk mempertimbangkan semua hasil atau akibat yang mungkin dari suatu tindakan atau perubahan dan kemudian hasil-hasil dan akibat-akibatnya sesudah itu. Mereka hendaklah didorong untuk berpikir tentang aakibat-akibat positif dan negatif dalam rentang konteks yang mungkin meliputi hal-hal yang bersifat sosial, etika, moral, ekonomi, politik, pribadi, hukum atau politik. g. Strategi melakukan kerja praktik Strategi ini selalu menjadi bagian penting dari pembelajaran sains. Terdapat beberapa cara yang menjamin bahwa siswa-siswa secara aktif terlibat dalam kerja praktik mereka dan bahwa mereka belajar dari pengalaman itu : 1) 2) 3) 4) terbatas) Dari uraian yang panjang lebar di atas penulis, sangatlah jelas bahwa kurikulum berbasis kompetensi mengusung pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya untuk mencapai optimalisasi pembelajaran dengan dukungan guru yang memiliki kemampuan dalam menciptakan situasi, motivasi, serta kondisi yang menuntut keaktifan mental dibanding aktif fisik. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang Memberi perintah-perintah dalam susunan acak Diminta meramalkan hasil-hasilnya Diberi suatu kumpulan peralatan yang tepat dan suatu pertanyaan untuk diselidiki Diberi pertanyaan penelitian eksperimen terbuka (tidak

menurut Sanusi. berpikir rasional-empiris (berpikir yang dapat diterima akal sehat yang cocok dengan faktanya). Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills adalah untuk mampu berpikir yang benar. Pada tingkat itu. melainkan justru memadukan pemikiran logis dan rasional –empiris). berpikir hapalan (Yang disimpan dalam pikiran itu tidak banyak diolah dalam keterkaitanya dengan informasi sebelumnya. bersifat coba-coba tentang apa adanya sehingga autputnya pun apa adanya). selain mencari pengertian-pengertian yang logis dan rasional. bermanfaat. berpikir etis (ketentuan /aturan dan sangsi dari nilai etis tentang kebaikan/kebajikan (dan estetis tentang keindahan/kesucian) itu jadi rujukan dan pedoman). dalam mengungkapkan keberartian fakta menurut kajian dan analisis berdasakan teori dalam disiplin ilmunya) . belajar dengan berpikir formalistik (biasanya relevan dan konsisten dengan pesan-pesan yang dikandung dalam kaidah. maka berpikir dalam belajar itu memasuki daerah khusus dzikrulloh untuk mencari makna yang lebih konprehensif. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan hakekat pembelajaran ”PAKEM”. yaitu pembelajaran aktif. kejadian atau kegiatan yang berujud kongkret dalam jangkuaian. tidak ada kontradiksi internal/sejalan dengan akal sehat). dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. dan karakteristik dan keterkaitnnya rumit). berpikir menunjukan suatu proses terstruktur dan tingkatan-tingkatan hirarkis yang bersifat runtut. belajar dengan berpikir konkrit (terbatas pada objek-objek yang berupa benda. di balik berpikir logis . (b) Berpikir Orde Lebih Tinggi diantaranya . menyenangkan. efektip. dan berpikir aqliyah dan naqliyah (mengunakan akal dalam memeriksa fakta. kreatif. peristiwa. dalam pembagian berpikir adalah sebagai berikut : (a) Berpikir Orde Rendah (Lower Order Thinking) diantaranya . berpikir logis (diturunkan dan amat konsisten dengan asumsi ada yang ditetapkan disini. aturan atau teori yang dijadikan rujukannya hampa dengan fakta yang relevan). berpikir kritis (tidak mengedepankan sikap”ya benar/terima/setuju”.rasional . berpikir spekulatif (prosesnya tidak menentu dan keberhasilan pun diragukan.32-35). sehingga tidak memberi nilai tambah. penggunaan dan pengendalian potensial aqal hendaknya bersambung dengan potensi qalbunya. yang khas dan lebih berarti. 3. (1999. berpikir kreatif/lateral (ada sesuatu unsur baru. berpikir hapalan tidak bisa efektif jika jumlah objeknya banyak.kritikal yang berlangsung sebelumnya ). bermanfaat dan baik pula. Pada tahap itu ada proses transformasi trancendental. panca indra).64 datang dari guru itu sendiri maupun datang dari temannya. Pada tingkat belajar konsep yang dimaksud seperti di atas.

Rektor Guru/Dosen. Strategi Sumber Daya Manusia Strategi sumber daya manusia adalah salah satu bagian dari tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan ungkapan di atas maka sudah dapat dipastikan.bukannya akibat dari ketidak cukupan memilki materi. Dengan sumber daya manusia berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. pengetahuan dan sikap merupakan produk dimana para edukator seperti Kepala Sekolah. perencana dan tenaga ahli kurikulum. mengidentifikasinya. kesejahteraan kemajuan di segala bidang. pikiran dan bukan benda. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk membuat perubahan pada diri manusia dan lingkungannya dengan harapan terjadi perubahan yang mengarah kepada yang lebih baik. memiliki kedudukan sebagai manajer. Dengan mutu pembelajaran yang baik dan benar diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. dan . kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. Akibat dari ketidak cukupan dalam mental kita bersama. bermanfaat dan baik pula setiap potensi saat ini tidak dapat terselesaikan melalui satu kondisi yang sederhana tetapi memerlukan penanganan dari berbagai perspektif. 4. dari pendekatan kita terhadap hidup.65 Dari uraian di atas penulis simpulkan bahwa untuk mampu berpikir yang benar. Peningkatan dan perkembangan keterampilan.memperhitungkan pula filosofi dan agama. dan menurutnya apa yang dibutuhkan oleh murid sehingga murid mengalami peningkatan dan perkembangan yang identik dengan perkembangan keterampilan. Mereka mengelola. kepala dinas pendidikan. laksanakan dengan ikhlas dan senantiasa istiqomah pada jalur yang diridhoi Allah swt. Dan perhatikan bahwa berpikir tingkat tinggilah yang mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan mental. tapi hal ini akan memerlukan persfektif yang jauh lebih banyak ketimbang dari apa yang kita namai sebagai ilmu pengetahuan. Mulailah dari diri sendiri dengan niat lillahi ta’ala. bermanfaat. Tata Usaha (administrator). Pendekatan kita harus melihat pada keseluruhan sistem. kekurangan kita akan kebijaksanaan. pengetahuan dan sikap.

kehendak. Bahkan Alloh telah mengisyaratkan pada umatnya seperti firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra’d ayat 11 :                                              Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan kehendak manusia akan adanya perubahan. Upaya mengubah adalah kewajiban sehingga membentuk manusia untuk terus memaksimalkan diri ke arah perubahan yang diinginkan. baik untuk diri sendiri. hanya keberhasilan Allah pula yang menentukan. Tuhan tidak akan merubah keadaan mereka. selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. Seperti kita ketahui bahwa keinginan. Namun dengan tidak mengindahkan bahwa segalanya adalah kehendak adalah Allah Yang Maha Kuasa. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. justru yang membatasinya adalah kemampuannya karena masih ada Maha Penentu dan Maha Mampu. baik yang hidup maupun mati. sebagai individu maupun sosial.66 Islam tidak mengharamkan perubahan. baik lahir maupun batin atau pun untuk orang lain bahkan lingkungan di sekitarnya. dalam Al-Quran surat AlMu’min ayat 40 :            . Karena Allah telah dengan sengaja menyuruh manusia untuk selalu berupaya dan berdoa seperti diisyaratkan oleh-Nya. Dengan demikian mengupayakan adalah menjadi suatu kewajiban. Dalam Penjelasannya disebutkan bahwa "suatu kaum tidak akan berubah jika kaum itu sendiri tidak merubahnya". obsesi tak terbatas. Maka tak ada yang dapat menolaknya.

seperti dalam Al-Quran Surat Ali-Imron : 194                                   “Ya Tuhan kami. Dunia pembelajaranpun tidak terlepas dari yang disebut perubahan. berilah kami apa yang Telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau.67            Yang artinya :”Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepadaKu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"." Umumnya hidup dalam kehidupan. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia terus berupaya melogikakan apa pun kehendaknya termasuk proses pencapaian kehendaknya tersebut. konsep bahkan hukum yang berhubungan dengan atau antara keinginan. Lebih dari itu bagi kaum atheis/materialistis merasa perubahan adalah penting bagian dari hidup dan yang bisa mengupayakan hal tersebut adalah kemampuannya sendiri karena mereka yakin bahwa perubahan sepenuhnya merupakan akibat dari perbuatannya sendiri termasuk alam. niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Seolah permintaan atau keinginan apa pun Allah tidak menolaknya tanpa batas. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Selanjutnya Alloh mengisyaratkan kepada umatnya. cara dan strategi pencapaiannya. dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. niscaya aku kabulkan". Maka dari itu muncullah berbagai macam teori. Perhatikan perkembangan keilmuan dan pengetahuan sekarang ini yang merupakan bukti konkret kemajuan pembelajaran . Dengan ungkapan tersebut: "berdo'alah pada-Ku. bahwa alloh tidak akan pernah mengingkari janjinya dari apa yang dilakukan oleh mereka.

. dan langkah yang lebih memberi kepastian dan keyakinan akan tercapainya berbagai keinginan tersebut diharapkan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas Isjoni. bersikap jujur dan mampu mengemban kepercayaan. Sehingga dari hasil pemikiran baik pertanyaan maupun pernyataan menciptakan konteks tanya jawab. Antusias dan bermotivasi tinggi: Menunjukkan rasa ingin tahu. g. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. persetujuan. semangat berdedikasi serta berorientasi pada hasil. bagaimana perubahan itu bisa terjadi ? Secara sederhana begitu manusia berkehendak dan dianggap sebagai masalah maka memunculkan berbagai pemikiran tentang kapan waktunya. Bertanggung jawab dan mandiri: Memahami resiko pekerjaan dan berkomitmen untuk mempertanggung-jawabkan hasil kerjanya serta tidak tergantung kepada pihak lain.68 akibat upaya-upaya perubahan. cara pandang. dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan. tekun belajar. Disiplin: Taat pada tata tertib dan aturan yang ada serta mampu mengajak orang lain untuk bersikap yang sama. dan pantang menyerah. Peduli dan menghargai orang lain : Menyadari dan mau memahami serta memperhatikan kebutuhan dan kepentingan pihak lain. Amanah: Memiliki integritas. dimana. Profesional: Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai serta memahami bagaimana mengimplementasikannya. Kapan. f. d. bagaimana cara mencapainya atau solusinya. Hal ini sejalan dengan rencana strategis pemerintah bahwa untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas setiap insan yang unggul harus memiliki kriteria sebagai berikut : a. menghargai waktu. c. (2007:3). b. dan lain-lain. e. Kreatif: Memiliki pola pikir. berpendapat bahwa: Ciri-ciri sumber daya manusia berkualitas sendiri adalah mandiri. berwatak kerja keras. berapa lama.

mengoptimalkan daya usaha pihak lain sesuai kemampuannya. prosedur kerja. pengetahuan dan pengalaman serta mampu mengambil hikmah dan mejadikan pelajaran atas setiap kejadian. Dapat dipercaya (andal): Mampu memberikan bukti berupa hasil kerja. Membudayakan (culture-forming): Menjadi motor dan penggerak dalam pengembangan masyarakat menuju kondisi yang lebih berbudaya.69 h. p. Memotivasi (motivating): Memberikan dorongan dan semangat bagi pihak lain untuk berusaha mencapai tujuan bersama. Responsif dan aspiratif: Peka dan mampu dengan segera menindaklanjuti tuntutan yang selalu berubah. Produktif (efektif dan efisien): Memberikan hasil kerja yang baik dalam jumlah yang optimal melalui pelaksanaan kerja yang efektif dan efisien. k. Menjadi teladan: Berinisiatif untuk memulai dari diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang baik sehingga menjadi contoh bagi pihak lain. u. q. Gandrung mutu tinggi (service excellence): mengemban Menghasilkan kepercayaan dan dan memberikan hanya yang terbaik. t. kepercayaan. Taat azas: Mematuhi tata tertib. dan partisipasi aktif bagi kepentingan Depdiknas. j. s. Mengilhami (inspiring): Memberikan inspirasi dan memberikan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya. Visioner dan berwawasan: Bekerja berlandaskan pengetahuan dan informasi yang luas serta wawasan yang jauh ke depan. i. Akuntabel: Bekerja secara terukur dengan prinsip yang standar serta memberikan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan. (empowering): Memberikan kesempatan dan m. . o. keterbukaan. r. Memberdayakan n. Koordinatif dan bersinergi dalam kerangka kerja tim: Bekerja bersama berdasarkan komitmen. l. saling menghargai. dan peraturan perundangundangan. Belajar sepanjang hayat: Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan.

dan ketrampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. 2) Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin yang dapat kepribadian. Peserta Didik dan Tenaga Kependidikan. berkualitas. dilihat dari unsur yang meliputi sumber daya manusia yang terlibat langsung di satuan pendidikan yaitu mulai dari Kepala Sekolah. Sebagai Pendidik: Bimbingan kepada warga sekolah. serta menjunjung tinggi ajaran agama. Sebagai Wirausahawan: Analisis tantangan dan peluang. Sumber daya manusia: 1) kepala sekolah sebagai manajer mampu menata memahami visi. 3) Kepala Sekolah sebagai supervisor artinya supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah). pengetahuan. menghargai waktu. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Pembinaan Ketatausahawan. melakukan perencanaan. suasana kerja. Demokratis. dan inklusif: Terbuka atas kritik dan masukan serta mampu bersikap adil dan merata. menggerakan seluruh warga sekolah. komunikasi. menyelenggarakan konsultasi. melakukan suvervisi. pendelegasian. Pemanfaatan sumber daya. sehingga inisiatif tetap berada ditangan tenaga kepembelajaran. Mengingat pentingnya berbagai sektor pembangunan. misi dan tujuan sekolah. menyelenggara program. Aspek yang di supervisi berdasarkan usul guru. yang dikaji bersama untuk dijadikan kesepakatan. w. serta menghasilkan gagasan dan pengembangan baru. sumber daya manusia perlu ditata secara optimal. Pencipta Iklim Kerja: Menciptakan ruang dan lingkungan kerja yang nyaman. Antisipatif dan inovatif : Mampu memprediksi dan tanggap terhadap perubahan yang akan terjadi. Mendiskusian dan . berbudi luhur. Melakukan pengawasan melekat. jajaran pimpinan pada dinas pendidikan termasuk kepala memiliki gaya kepemimpinan masing-masing yang sangat mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan di lingkungan kerja masing-masing karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. Menciptakan tata tertib di sekolah. trampil. berkeadilan. melakukan pengorganisasian. diklat bagi guru dan staf. Sekolah adalah tempat mentrasper nilai. pengambilan keputusan. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah. Tenaga Pendidik.70 v. memotivasi.

meningkatkan kemauan tenaga kepembelajaran.71 menapsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interprestasi guru. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus berupaya mendelegasikan tugas kepada tenaga kepembelajaran sesuai dengan deskripsi tugas. membuka komunikasi dua aah. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap peubahan prilaku guru yang positip sebagai hasil pembinaan. kepala sekolah harus berusaha mencari gagasan dan cara-cara baru dalam melaksanakan tugasnya. Kreatif. sehingga dapat mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi sekolah. dan mengembangkan model-model pembelajaran inovatif. dimaksudkan bahwa dalam rangka meningkatkan profeionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. Hal ini dilakukan agar para tenaga kepembelajaran dapat memahami apa-apa yang disampaikan oleh kepala sekolah sebagai pimpinan.mencari memberikan teladan kepada seluruh tenaga kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk gagasan menjalin baru. pengamatan. 4) Kepala Sekolah Sebagai Leader yang harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaanya sebagai berikut secara Konstruktif. hubungan yang mengintergrasikan harmonis setiap dengan kegiatan. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesinalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan. 5) Kepala Sekolah Sebagai Inovator dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. dimaksudkan bahwa dalam menngkatkan profesionlisme tenaga kepembelajaran . dan mendeleasian tugas. yaitu pertemuan awal. Delegatif. Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk menuingkatkan suatu kedaan dan memecahkan suatu masalah. lingkungan. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara ttap muka. dan umpan balik. kepala sekolah harus berusaha mendorong dan membina setiap tenaga kepembelajaran agar dapat bekembang secara optimal dalam melakukan tugas-tugas yang diembannya kepada masingmasing tenaga kepembelajaran. jabatan serta kemampuan masing-masing. Intergratif.

dorongan. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. Adaptabel dan fleksibel. Rasional dan objektif. dimaksudkan kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus berusaha betindak berdasarkan pertimbengan rasio dan objektif. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. penghargaan secara efektif. kepala sekolah harus berusaha menetapkan kegiatan atautarget serta kemampuan bahwa dalam yang dimiliki sekolah. yang bertugas memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam belajar dan 6) Kepala Sekolah Sebagai Motivator harus memilki srategi yang tepat untuk membeikan motivasi kepada para tenaga kepembelajaran dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. Kepala sekolah harus mampu beradaptasi dan fleksibel dalam menghadapi situasi baru. Pragmatis. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. pengaturan suasana kerja. Moving class adalah mengubah strategi pembelajaran dari pola kelas tetap menjai kelas bidang studi. yang dilengkapi dengan alat peraga dan alat-alat lainya. disiplin. dan melaksanakan berbagai pembahruan di sekolah. menemukan. Moving kclass ini bisa dipadukan dengan pembelajaran terpadu. sehingga setiap bidang studi memiliki kelas tersendiri. Wahjosumijo (1999:110) mengemukakan bahwa : . meningkatkan profesionalisme tenaga berdasarkan kondisi dan kemampuan nyata yang dimiliki oleh setiap tenaga kepembelajaran. efisien dan produktif. Keteladanan. serta berusaha menciptakan situasi kerja yang menyenangkan dan memudahkan para tenaga kepembelajaran untuk beradaptasi dalam melaksanakan tugasnya.72 di sekolah. kepala sekolah harus berusaha memberikan teladan dan contoh yang baik. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. kepala sekolah harus berusaha mengintergrasikan semua kegiatan sehingga dapat menghasilkan sinergi untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif. sehingga dalam suatu laboratorium bidang studi dapat dijaga oleh beberapa orang guru (fasilitator).

keahlian dasar. berkomunikasi secara lisan dengan peserta didik. pengalaman dan pengetahuan profesional. berkomunikasi secara lisan dengan orang tua dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah. visi dan misi sekolah.73 Kepala sekolah sebagai leader harus memilki karakter khusus yang mencakup kepribadian. menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. e. b. percaya diri. berani mengambil resiko dan keputusan. pengetahuan terhadap tenaga kepembelajaran. memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. Kemampuan kemampuannya mengambil keputusan akan tercermin bersama dari tenaga dalam mengambil keputusan mengembangkan misi sekolah. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan sebagai berikut memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan non guru). untuk kepentingan internal sekolah. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. dan mengambil keputusan untuk kepentingan eksternal Kemampuan berkomunikasi akan tercermin dari kemampuanya berkomunikasi secara lisan dengan tenaga kepembelajaran di sekolah. jujur. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. menyusun program pengembangan tenaga kependidkan. c. a. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercemin dalam sifat-sifat. berjiwa besar. dan melaksanakan program untuk mewujudkan visi dan misi kepembelajaran di sekolah. Prinsip-prinsip tersebut kepala sekolah untuk adalah para tenaga mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan . Beberapa prinsip yang dapat diterapkan profesionalismenya. menerima masukan. mengambil keputusan untuk sekolah. dan kemampuan berkomunikasi. kemampuan mengmbil keputusan. Pemahaman terhadap visi dan misi sekolah akan tercermin dari kemampuannya untuk mengembangkan visi sekolah. emosi yang stabil. tanggung jawab. d. teladan. ke dalam tindakan.

mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh . Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. dan menyenangkan. tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. kompetensi. kompetensi sosial. Pada tahun 2005 Pemerintah dan DPR RI telah mensahkan undang-undang RI Nomor I4 tahun 2005 tentang guru dan dosen. dan sertifikat pendidik yang dipersyaratkan. Adapun jenis-jenis kompetensi yang dimaksud pada undang-undang tersebut meliputi ” kompetensi pedagogik. kepuasan penghargaan Setelah penulis kemukakan mengenai paparan tentang sumber daya manusia di atas tentang keprofesionalan sebagai kepala sekolah. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukandan usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya.74 kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. memberikan rasa aman menunjukan bahwa kepala sekolah memperhatikan mereka. Di satu pihak. tak kalah pentingnya sebagai unjung tonggak dalam keberhasilan tujuan pembelajaran nasional yaitu tenaga pendidik (guru profesional). Para tenaga kependidian harus selalu diberitau tentang hasil dari setiap pekerjaaanya. kompetensi kepribadian. Para tenaga kepembelajaran juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja. Pemberian hadiah lebih bak dari pada hukuman. Sertifikat pendidik diperoleh guru setelah mengikuti pembelajaran profesi. Pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi. Kualifikasi akademik tersebut harus diperoleh mellui pembelajaran tinggi program sarjana atau diploma empat. Pengakuan terhadap guru sebagai tenaga profesional akan diberikan manakala guru telah memiliki antara lain kualifikasi akademik. dan kompetensi profesional.

Kompetensi Kepribadian yaitu memiliki kepribadian yang mantap. menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi. mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Secara rinci kompetensi pedagogik meliputi : memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik. Kompetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan pembelajaran secara luas dan mendalam yang materi memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi . menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik. sosial. menevaluasi proses dan hasil pembelajaran b. evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap pesert didik. arif. melaksanakan pembelajaran yang mendidik. stabil. merancang pembelajaran yang mendidik. dewasa. mengembangkan diri secara berkelanjutan. Kompetensi ini meliputi : menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. dewasa. menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. arif. mengevaluasi kenerja sendiri. meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. . perancangn dan pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi ini mencakup : menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya. stabil. menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. c. dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berahklak mulia. memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan dalam konteks kebhinekaan budaya. kultural. dan berwibawa. emosional.75 Penjabaran tentang jenis-jenis kompetensi tersebut sebagai berikut: a. dan intelektual. morl. memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peseta didik. mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi.

pembaharu. pelatih. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. berkontribusi (ICT) tenaga terhadap untuk kependidiikan. pelaksana dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. dan global. mengemukakan bahwa guru memegang peranan yang cukup baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. aktor. Peran guru profesional dalam pembelajaran adalah sebagai pendidik. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. dan pengembangan pembelajaran di tingkat lokal. pembelajaran memanfaatkan orang di tua peserta didk. . Kompetensi Sosial yaitu kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. pengajar. nasional. pembawa cerita. Hal tersebut lebih nampak lagi dalam pendidikan yang dikembangkan secara desentralisasi sejalan dengan kebijakan otonomi daerah. model. Dengan kompetensi ini guru diharapkan dapat : merkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik. tenaga kepembelajaran. kualitas dan profesionalisme guru. orang tua/wali peserta didik. regional. karena disini guru diberi kebebasan memilih dan mengembangkan materi standar dan kompetensi dasar sesuai kondisi dan kebutuhan daerah dan sekolah. (1998). Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. dan masyarakat sekitar. penasihat. maka diperlukan rambu-rambu bimbingan teknis bagi guru untuk pengembangan profesionalisme yang berkelanjutan. Menyadari hal tersebut. pembimbing. pendorong kreativitas. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pembelajaran. kreatifitas. pribadi. emansipator. teknologi informsi komunikasi berkomunikasi dan pengembangan diri.76 d. peneliti. sesam pendidik. pekerja rutin. pembangkit pandangan. dan sesama pendidik. Sukmadinata. dan masyarakat. evaluator. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. merkontribusi terhadap pengembangan sekolah masyarakat. teladan. Lebih lanjut dikemukakannya bahwa guru adalah perencana. betapa pentingnya untuk meningkatkan aktivitas.

maka perlu dilakukan pengembangan profesi. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seorang yang memiliki keahlian tanpa ijazah dilakuakan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk melaksanakannya. sosial. harus memiliki kualifikasi akademik pembelajaran. kompetensi sosial. mencintai pekerjaannya. yang diantaranya : 1) Kualifikasi Akademik Guru pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat. . Dalam proses pembelajaran siswa sebagai titik sentral belajar. mencari dan memecahkan permasalahan belajar. kemampuan khusus. dan guru membantu kesulitam siswa yang mendapat hambatan. media. 2) Guru profesional selalu mengembangkan dirinya terhadap pengetahuan dan mendalami keahliannya. 3) Guru profesional harus rajin membaca literatur. yaitu kompetensi pedagogik. Yang dimaksud guru profesional adalah : 1) harus memiliki berbagai keterampilan. dan sumber belajar. Keempat kemampuan itu menjadi tolok ukur profesionalisme guru. dan memcahkan permasalahan. siswa yang lebih aktif. kompetensi profesional. 16 Tahun 2008. 2) Kualifikasi Akademik guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan. 4) Sebagai Komunikator dan Fasilitator di dalam kelas guru berperan sebagai komunikator dan guru sebagai fasilitator memiliki peran memfasilitasi siswa untuk belajar secara maksimal dengan menggunakan berbagai strategi/metode. kompetensi kepribadian. yaitu kompetensi pedagogik. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru mata pelajaran pada SMP/MTs. Lain halnya penjelasan mengenai Profesi Guru dan Standar Kualifikasi Akademik sejalan dengan Permendiknas No.77 pengawet dan kulminator. menjaga kode etik guru. kepribadian. minimum DIV atau sarjana S1 program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu. Kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk diangkat sebagai guru dalam bidang khusus yang sangat diperlukan tetapi belum dikembangkan diperguruan tinggi dapat diperoleh melalui uji kelayakan dan kesetaraan. kesulitan dalam memahami. dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. dan profesional. dan apabila salah satu komponen atau sub-komponen kurang/tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan. 5) pengembangan profesi guru mencakup empat bidang. Standar kompentensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama.

bimbingan belajar siswa. Sukmadinata. menguasai bahan kajian akademik Dan akhinya profesionalisasi guru di masa mendatang merupakan prioritas utama bagi dunia pendidikan. Pengembangan profesi : pengembangan diri. (2005 : 128). melaksanakan tindak lanjut hasil penilian. Mengelola Pembelajaran: Menyusun rencana pembelajaran. maka pembelajaran diperlukan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa). melaksanakan interaksi belajar mengajar. minat. berpendapat bahwa : Siswa atau peserta didik adalah individu yang berada dalam proses perkembangan yang merupakan perubahan bersifat progresif yaitu menuju ketahap yang lebih tinggi.78 Apabila ditinjau dari tuntutan kualifikasi akademik dan harapan-harapan pemerintah bagi profesi tenaga pendidik dapat penulis simpulkan ada beberapa persyaratan atau yang harus dipahami oleh profesi pendidik diantaranya adalah : a. Program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara dapat menyelesaikan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan dan berkewajiban menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. bahwa tenaga pendidik adalah sebagai ujung tombak pembangunan maka dari itu tenaga pendidik untuk lebih aktif dan kreatif dalam inovasi profesi pendidik. Setiap peserta didik sebagai sumber daya manusia mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. lebih baik dari seluruh aspek kepribadian. c. . pengembangan profesional Menguasai kemampuan akademik : memahami wawasan kepembelajaran. lebih besar. penilaian prestasi belajar siswa. Pembelajaran dalam arti seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber tujuan daya untuk mencapai yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia selaku sumber daya manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama. b. dan kemampuannya.

dan dia dapat melakukan pekerjaan itu. kemampuan. 3) Oprasi Nyata (7 sampai 11 tahun) artinya proses dalam pemecahan permasalahan. produktivitas. inovatif kerja yang handal serta menciptakan suasana pelayanan pembelajaran yang bermakna. pekerjaan yang bernilai tinggi. dinamis. jenjang dan jenis pembelajaran yang diharapkan dan pelayanan secara optimal sesuai perkembangannya. kreatif. dan dialogis . (2008 : 51-52) Empat tahap pokok perkembangan dianataranya :1) Sensorik Motorik (sejak lahir hingga usia 2 tahun) artinya mengalami kemajuan oprerasi reflek belum mampu membedakan apa yang ada disekolahnya. loyalitas. Selaku sumber daya manusia yang mendukung secara tidak langsung dalam proses pendidikan selaku administrator perlu memiliki potensi keprofesiannya yang diantaranya seperti: atensi kerja optimal. Profesi Tenaga Kependidikan sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training. menyenangkan. 2) Pra Oprasional (2 sampai 7 tahun ) artinya mulai menerima arti secara simbolis dan mampu belajar tentang konsep yang lebih komplek dan meningkat. pengelolaan. bertujuan menciptakan ketrampilan.79 Lain halnya mengenai tingkat perkembangan sumber daya manusia peserta didik menurut pendapat: Mulyasa. Dari kedua pendapat paparan di atas apabila penulis simpulkan bahwa perkembangan sumber daya manusia peserta didik/siswa merupakan potensi diri sesuai dengan tingkat tahap perkembangannya melalui proses perkembangannya yang perlu tersedia pada jalur. Tenaga Kependidikan yang membantu dalam proses sebagai profesi yang mempunyai pengertian seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian. 4) Oprasi Formal (11 dan seterusnya) artinya ditandai adanya perekembangan kegiatan-kegiatan berpikir formal dan abstrak. bahwa sebenarnya peserta didik menuntut adanya perubahan yang relatif “baik”. Perlu disadari. disenangi oleh orang lain. teknik. dan prosedur berlandaskan inteltualita. pengembangan. sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati. Dalam pasal 39 Ayat 1 UUSPN Tahun 2003 termaktub sebagai berikut bahwa: “Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. ketrampilan (skill). dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan”. pengawasan. baik dalam kemampuan bersifat progresif maupun kreativitasnya.

yang memberi perhatian pada keberagaman dan mendorong partisipasi masyarakat. mandiri. maka diperlukannya berbagai strategi-strategi. maju. dan memberi teladan prestasi kerja dan menjaga nama baik lembaga. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan dalam tugasnya. Pembangunan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyeluruh dan sungguh-sungguh untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. isi. Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan. Pembangunan pendidikan nasional adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas. Strategi Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. penyesuaian. dan politik.80 mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pelayanan pembelajaran. Penulis dapat simpulkan dari potensi-potensi sumber daya manusia mulai dari kepala sekolah. sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan berbagai perubahan. pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas yang meliputi dimensi sosial. dan bernegara di era persaingan global peran serta sumber daya manusia sangatlah berpengaruh besar untuk menjawab tantangan-tantangan khususnya di dunia pendidikan. peserta didik (siswa). budaya. Dalam hal ini keempat unsur sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam proses pendidikan sangat berpengaruh terhadap rencana-rencana peningkatan salah satu proses pembelajaran di satuan pendidikan dengan harapan peran serta keempat pilar sumber daya manusia di atas dapat terwujud sesuai dengan harapan tujuan pembelajaran nasional. 5. Terwujud dan tekad dalam melakukan reformasi pembelajaran untuk dapat menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks demikian. ekonomi. profesi. dan tenaga kependidikan (tata usaha). dan pembaruan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis. tanpa kehilangan wawasan nasional. tenaga pendidik (guru). Dalam era otonomi dan desentralisasi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran . berbangsa. dan modern.

Semua pengalaman siswa yang dirancang. baik sebagai dokumen maupun sebagai pengalaman belajar. (1918) menyatakan bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik. Dewey. diarahkan. dan kondisi sekolah atau daerah. mengatakan: kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan. Oliva. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". kurikulum-pengajaran dan bimbingan siswa. Sukmadinata. Mengartikan kurikulum sebagai suatu rangkaian pengalaman yang memiliki kemanfaatan maksimum bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuannya agar dapat menyesuaikan dan menghadapi berbagai situasi kehidupan. Kurikulum adalah suatu suatu bangunan konsep. Franklin. Kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pembelajaran yang diharapkan Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan. (2004:47). atau suatu verbalisasi dan selain kurikulum diartikan sebagai dokumen. keadaan sekolah. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa.81 untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Dewey menegaskan bahwa kurikulum dan anak didik merupakan dua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya adalah proses tunggal dalam bidang pembelajaran. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. sebab diantara bidang-bidang pendidikan yaitu manajemen pendidikan. Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum. para akhli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju ke kedewasaan. . (1902) sejak lama telah menggunakan istilah kurikulum dan hubungannya dengan anak didik. kurikulum-pengajaran merupakan bidang yang paling langsung berpengaruht terhadap hasil pendidikan. (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept.

Materi kurikulum mengacu kepada tujuan pengajaran yang diinginkan. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. Sebagian pengertian kurikulum ditafsirkan secara luas yang penekanannya mencakup seluruh pengalaman belajar yang diorganisasikan dan dikembangkan dengan baik serta dipersiapkan bagi anak didik untuk mengatasi situasi kehidupan sebenarnya. (1978) mengartikan kurikulum sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan pengajaran.82 Tyler. (Diktat Perkuliahan) berpendapat mengenai kurikulum adalah sebagai berikut: Kurikulum merupakan seperangkat rencana sebagai pedoman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. . (1957) menegaskan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya. Biasanya dalam suatu kurikulum sudah termasuk dengan program penilaian hasilnya." Lain halnya Sukmadinata. implementasi kurikulum dan pengendalian kurikulum). Schiro. dan materinya dipilih dan diorganisasikan berdasarkan suatu pola tertentu untuk kepentingan belajar dan mengajar. Gagne. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Sedangkan pengertian lainnya ditafsirkan secara sempit yang hanya menekankan kepada kemanfaatannya bagi guru dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Apabila kita telaah. (1962) mengatakan bahwa kurikulum adalah pernyataan tentang tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat umum dan khusus. dan tahapan-tahapan mengenai kurikulum (desain kurikulum. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah seluruh hasil belajar yang direncanakan dan merupakan tanggung jawab sekolah. Sedangkan pengertian kurikulum sebagaimana tercantum dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. diarahkan. Taba. akan terlihat bahwa pengertian-pengertian tersebut pada dasarnya memiliki arti yang hampir sama namun berbeda dalam ruang lingkup penekanannya. semua pengalaman siswa yang dirancang. (1967) mengartikan bahwa kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki/dikuasai sebelumnya.

Glatthorn sendiri mengartikan kurikulum adalah rencana yang dibuat untuk membimbing anak belajar di sekolah." Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.83 Pengertian kurikulum paling tidak harus memenuhi dua kriteria yaitu 1) kurikulum harus mencerminkan pengertian umum tentang peristilahan pendidikan sebagaimana sering digunakan oleh pendidik. Memahami sejarah perkembangan kurikulum dari sejak awal berguna untuk menjelajahi masa-masa aliran yang mempengaruhi perubahan kurikulum. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. dan 2) kurikulum harus bermanfaat bagi guru dalam membuat perencanaan pengajaran yang baik. pengelolaan. pembiayaan dan penilaian pendidikan. kompetensi lulusan. sarana dan prasarana. dan dapat membawa perubahan tingkah laku. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. yang paling menarik dari pendapat Glatthorn adalah bahwa rencana tersebut harus fleksibel agar dapat memungkinkan dilakukan perbaikan seperlunya apabila proses sedang berlangsung. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. disajikan dalam bentuk dokumen yang mudah ditemukan. Ungkapan tentang bentuk dokumen yang mudah ditemukan memberikan petunjuk yang cukup luas dengan kemungkinan bahwa kurikulum dapat disimpan dan diedarkan melalui perangkat komputer. dapat diaktualisasikan dalam kelas. tenaga kependidikan. yaitu suatu cara penyimpanan kurikulum dalam database komputer dan penyalurannya ke sekolah-sekolah melalui jaringan internet yang mungkin dapat diwujudkan pada waktu yang akan datang. disusun berdasarkan tingkat-tingkat generalisasi. proses. dapat diamati oleh pihak yang tidak berkepentingan. dan perubahan itu biasanya menawarkan suatu pandangan yang lebih luas. Istilah resminya adalah "innovations and reforms. . Perubahan kurikulum khususnya di negara-negara yang sudah maju sering dipengaruhi oleh dan/atau sebagai perwujudan dari kekuatan masyarakat.

Selain dari itu.84 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pembelajaran mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pembelajaran (BSNP). efektif dan menyenangkan. Pertama. Sebagai model KTSP. kreatif. penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Dari pengembangan kurikulum di atas sejalan dengan yang terdapat pada pasal 36 : 1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pembelajaran untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional. belajar untuk memahami dan menghayati. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk: belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian. Kedua. Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi. model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. .

Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama Kabupaten untuk pembelajaran dasar dan provinsi untuk pembelajaran menengah. satpel. ilmu pengetahuan sosial. bahasa. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Dari paparan di atas mengenai kurikulum mempunyai tujuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran nasional. 4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan seni. modul. ayat (2). deskripsi mata pelajaran. peningkatan akhlak mulia. pendidikan jasmani dan olahraga. potensi daerah. GBPP/silabus. buku. dan minat peserta didik. seni dan budaya. ilmu pengetahuan alam. keterampilan/kejuruan dan muatan lokal. Desain kurikulum: dasar dan struktur kurikulum. peningkatan potensi. rancangan dan instrumen evaluasi. perkembangan ilmu pengetahuan. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. renpel. ada beberapa tahapan yang oleh Sukmadinata diungkapkan dalam penyusunannya secara lebih rinci seperti sebagai berikut: Desain kurikulum Implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan). kurikulum Dokumen). media. . matematika. dinamika perkembangan global dan j) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. teknologi.85 2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. handout. program pembelajaran. pendidikan kewarganegaraan. keragaman potensi daerah dan lingkungan. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. tuntutan dunia kerja. Pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). kecerdasan. mengenai (kurikulum a. agama. dan peserta didik. Pasal 37 1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama. 3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: peningkatan iman dan takwa.

evalusi. . tes/ujian. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasaranapendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalanya proses pembelajaran. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. jalan menuju sekolah.86 b. rapih. dan penghapusan serta penataan. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. ruang kelas. pengawasan.. saranaprasarana. personel. 2) Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. Pengendalian kurikulum (evluasi dan penyempurnaan): evaluasi. biaya. tugas dan latihan. tetapi jka dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: halaman. Strategi Sarana Prasarana Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara lengsung dipergunakan dan menunjang proses pembelajaran. taman sekolah. serta alat-alat dan media pengajaran. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. berpendapat mengenai sarana prasarana sebagai berikut: 1). pembelajaran praktik: simulasi-riil. c. penyempurnaan: Desain. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pembelajaran dan pengajaran. Khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan. bimbingan belajar. masyarakat. Mulyasa. komponen tersebut merupakan sarana pembelajaran. desain. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. penyimpanan inventarisasi. sumber daya pembelajaran. evluasi. implementasi. implementasi. pengayaan dan remedial. kegiatan ko dan ekstra kurikuler dan kuis. meja kursi. pembelajaran tiori. Implementasi Kurikulum: pengelolaan kelas. kebun. (2002:49-50). sumber daya pendidikn teori pendidikan dan model kurikulum yang diantaranya orientasi teori pendidikan model kurikulum. 6. penulisan tugas akhir. pengadan.

Penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah Kota/Kabupaten untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. meningkatkan fasilitas pelayanan umum dan operasional termasuk pengadaan. dan akuntabilitas publik. Perlunya Pembelajaran Berkualitas Apakah kualitas itu ? Kualitas memiliki dua konsep yang berbeda antara konsep absolut dan relatip.Artinya. Dalam konsep relatif. terpercaya. kepercayaan yang ideal tanpa ada kompromi. kecantikan. perbaikan dan perawatan gedung dan peralatan. dan meremajakan dan memelihara alat transportasi dinas operasional untuk mendukung mobilitas. emosional. efisiensi. Kualitas dalam makna absolut adalah yang terbaik. kecerdasan intelektual. Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan. F. dan kejiwaan peserta didik.87 Dari uraian di atas setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pembelajaran sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. transparansi. Dalam konsep absolut sesuatu (barang) disebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna. Strategi sarana dan prasarana ini bertujuan menyediakan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan yang memadai. Konsep Kualitas Pembelajaran IPA Terpadu 1. Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. Bila dipraktikan dalam dunia pendidikan konsep kualitas absolut ini bersifat elitis karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didik. dan hanya sedikit siswa yang akan mampu membayarnya (Sallis:1993). sosial. Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain: meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung pelayanan. barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi. kualitas bukan merupakan atribut atau produk . tercantik. ketepatan dan kecepatan operasional pelayanan umum.

Keti kasekolah-sekolah telah menerapkan MBS. bila dilihat dari segi pendidikan bahwa mutu merupakan keterkaitan antara yang diajarkan dengan dunia kerja. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang itu atau jasa memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Berdasarkan penjelasan di atas. Dalam konsep relatif produk yang berkualitas adalah sesuai dengan tujuannya. maka kualitas pembelajaran dimaknai dalam konteks yang lebih luas dari pada sekedar prestasi akademik. Berdasarkan hal tersebut. Oleh karena itu. kualitas bukanlah merupakan tujuan akhir. dikenal banyak orang tetapi bisa berkonotasi cantik atau indah walaupun tidak penting sekali. Bagaimana tidak nilai ujian atau prestasi akademik itulah yang kemudian menjadi senjata untuk melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan. 2003:68) yaitu “ dilihat dari sudut pandang produsen maka kualitas adalah mengukur berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan dan dari sudut pandang pelanggan maka kualitas untuk memenuhi tuntutan pelanggan. ahli pendidikan. bersifat umum. ekslusif atau spesial karena barang berkualitas bisa biasa-biasa saja. Hal ini sejalan dengan ungkapan Sallis (Nurkolis. bila dikaitkan dalam dunia pendidikan maka hingga kini pengamat pendidikan. Kualitas barang atau jasa dalam konep relatif ini tidak harus mahal.88 atau jasa. dan para pejabat pendidikan mengartikan pendididikan berkualitas dengan ukuran perolehan nilaia ujian atau prestasi akademik. Penilaian kualitas pembelajaran semacam ini sangat sempit setelah kita melihat apa itu kualitas pembelajaran seperti yang diuraikan di atas. (Fakry. Pandangan kualitas seperti itu hanya berlaku ketika sekolah dikontrol oleh pihak luar dan belum menjalankan Manajemen Berbasia Sekolah (MBS). Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihakpihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. Philip.1992:27) menjelaskan konsep mutu pembelajaran sebagai berikut : . melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan.

Secara substansif. Pendekatan ini seringkali disebut sebagai pendekatan ekonomi. 2000:18) merumuskan bahwa: Proses pendidikan merujuk kepada kegiatan penanganan tranformasi. (1986:6). (2000:18): 1) Pendekatan pertama. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendididkan nasional. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. yang diekspresikan dalam ukuran-ukuran sikap kepribadian. 2) Pendekatan kedua disebut pendekatan nilai instrinsik pembelajaran. Langkah selanjutnya dalam memahami konsep mutu pendidikan perlu dibarengi dengan menyertakan konsep proses dalam pembelajaran. (1992:28) mengungkapkan bahwa “ masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. akan mendorong pentingnya memahami pula pendekatan apa yang digunakan dalam mendefinisikan konsep mutu pembelajaran tersebut. 1986). sedangkan tarap menunjukan kedudukan dalam skala (Sanusi. Namun dari sudut manajemen dan sudut produktifitas yang lebih sentral lebih instrumental atau setidak-tidaknya mengandung pemikiran”. Adanya keragaman pandangan dalam memahami konsep mutu pembelajaran. Selanjutnya Sanusi.89 Konsep mutu pendidikan tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. mendasarkan diri pada deskrifsi mengenai relevansi pembelajaran dengan dunia kerja. Ada dua faktor pendekatan yang gunakan untuk memahami konsep mutu pendidkan yang diungkapkan oleh Anwar. Lebih jauh Piliph yang dikutip Fakry. (Anwar. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. mengungkapkan bahwa “ Isu sentral dalam dunia pembelajaran ini adalah soal mutu. mutu mengandung sifat dan tarap. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. Sujana dan Susanta. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. masukan-masukan melalui sub sistem pemprosesas menjadi keluaran serta .

Indikator kuantitatif efesiensi internal sekolah antara lain: 1) mengulang kelas. keluaran. komunikasi dan monitoring. akuntabilitas. relevansi. 2) tingkat kelulusan. Efesiensi eksternal dinilai menurut dua kriteria.90 hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. maka mutu proses pembelajaran mnunjukan kebermutuan sub-sistem dalam sistem proses. Berdasarkan pemahaman demikian. Sub sistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai seluruh tahapan tindakan sistem dan sub sistem. 3) tingkat putus sekola. sedangakan efesiensi eksternal menunjukan hubungan antara keluaran pendidikan dengan tujuan masyarakat yang lebih luas. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana diperinci oleh Makmum. kesehatan organisasi dan semangat berinovasi “. Efesiensi internal merujuk kepada kemampuan menghasilkan keluaran yang diharapkan dengan biaya minimal atau memaksimalkan keluaran yang diharapkan pada tingkat masukan tertentu. dan umpan balik secara internal dan eksternal. produktivitas. Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung sub sitem masukan. Efesiensi dapat dikelompokan menjadi efesiensi internal dan efesiensi eksternal. Suatu proses pendidikan yang efesien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan anatar sumber-sumber yang dibutuhkan dengan yang tersedia guna mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pendidikan. Efesiensi berkaitan dengan optimalisasi pendaya gunaan sumber pendidikan yang terbatas untuk mencapai out put yang optimal. efektivitas. Sub sistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. yaitu . 4) lama penyelesaian studi dan 5) angka siswa bertahan. Dilihat dari perspektif kinerja sistemnya. yang meliputi tindakan kerja. (1997) yaitu: ”efesiensi. Sedangkan fungsi sub sistem monitoring adalah kontrol terhadap kegiatan dan akuntabilitas sub sistem-susb sistem dalam hubungan sinergiknya diseluruh sistem.

Kualitas pembelajaran yang Direncanakan Terdapat beberapa kondisi yang diperlukan untuk suksesnya perencanaan pendidikan. d. Dari pemikiran para pakar di atas menurut pendapat penulis mutu merupakan persoalan yang sangat krusial dalam segi pendidikan. dan pembaharuan. Makmun (Anwar.91 yaitu seberapa jauh keluaran pendidikan terserap pasar kerja. (Nurkolis. perkembangan dan tantangan yang terjadi di lingkungannya serta kemampuan dan kemauan untuk melakuakan penyesuaian melalui upayaupaya perbaikan. Sedangkan semangat berinovasi berkaitan dengan tingkat kepekaaan dan ketanggapan terhadap perubahan. perencanaan pendidikan harus tahu betul apa yang menjadi hak. seperti yang dikatakan Ruscoe.” produktifitas pendidikan merupakan ukuran mengenai tingkat daya hasil. baik pada jenjang pendidikan dasar maupun jenjang perguruan tinggi. penyempurnaan. tugas dan tanggung jawabnya. dan administratif pada perencanaan pendidikan. mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang mereka harapkan. perhatian lebih besar diberikan pada pengembangan kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah. b. e. dan derajat keterlibatan staf sertas anggota dalam pengambilan keputusan. antara area politis. . 2000:19). 2. tugas utama perencanaan pendidikan adalah pengembangan secara terarah dan memberikan alternatif teknis sebagai sarana untuk mencapai tujuan politik pembelajaran. teknis. perhatian lebih besar diberikan pada penyebaran kekuasaan untuk membuat keputusan politis dan teknis. 2003: 74-75) yaitu : a. c. kekuatan motivasi. Indikator kesehatan organisasi pada dasarnya menunjukan tingkat kepuasan. harus ada perbedaan yang tegas. adanya komitmen politik pada perencanaan pembelajaran. Efektivitas pendidikan akan menggambarkan tingkat kesesuaian antara jumlah keluaran yang dihasilkan dengan jumlah yang ditargetkan. f. suatu program dalam satuan waktu tertentu”. serta mampu menggunakan keterampilannya.

maka menurut hemat penulis terdapat dua strategi penting dalam perencanaan pembelajaran. ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus lebih diupayakan kerja sama yang paling menguntungkan antara pemerintah-swasta-perguruan pembelajaran.penentuan program dan prioritas perhitungan anggaran. h. penyusunan rincian rencana. administrator pembelajaran harus lebih aktif mendorong perubahanperubahan dalam perencanaa pendidikan. evaluasi rencana. Memperhatikan pembuatan program pendidikan yang berkualitas. serta pilihan tentang tujuan pembelajaran.efektif. harus mengurangi politisasi pengetahuan. mengatakan dan terdapat tujuh kriteria penilaian desain dan implementasi program akademik. penentuan kebijakan. dan 2) penetapan prioritas. bermanfaat kongruen. analisis dan diagnosis. pertumbuhan siswa. harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap perkembangan masa depan dan arah pendidikan. Langkah-langkah tersebut adalah kegiatan analisis keadaan sekarang.92 g. yaitu 1) penetapan target. i. yaitu atraktif. fungsional. Berdasarkan pendapat tersebut. perumusan tujuan yang akan dicapai. Menyangkut dua strategi kedua ini terdapat beberapa arena kritis yang harus dipertimbangkan yaitu pilhan antara tingkat pembelajaran. pengembangan alternatif. dan revisi rencana. pilihan antara kualitas dan kuantitas. Dalam hal perencanaan pendidikan. perkiraan keadaan yang akan datang. proses pengambilan keputusan. dan j. perumusan rencana. Depdiknas (2001). kondisikondisi yang mendukung suksesnya perencanaan pendidikan dan strategi-strategi dalam perencanaan pendidikan maka perlu disusun langkah-langkah perencanaan pendidikan. pilihan tentang insentif. berciri khusus. tinggi yang memegang otoritas . melaksanakan rencana. pilihan antara ilmu pengethuan dan teknologi dengan pengetahuan budaya. pilihan antara pembelajaran formal dan pelatihan non-formal.

orang tua. tetapi juga pada implementasi dan evaluasinya. Program pendidikan akan berkulitas bila hasil belajar yang dimaksud telah didefinisikan secara jelas dan pencapaian belajar didokumentasikan serta dikomunikasikan secara persuasif. Oleh karena itu. Program pendidikan akan berkualitas tinggi bila bermanfaat bagi siswa. Program pendidikan yang berkualitas harus efektif. kebutuhan dan perhatian masyarakat di mana lembaga pendidikan itu berada. masyarakat lokal ataupemodal potensial dan orang-orang yang menjalankan program itu sendiri. perlu adanya evaluasi untuk menetahui hasil yang diharapkan sudah tercapai atau belum. sifat dan orang-orang dalam lembaga. Program pembelajaran yang berkualitas juga harus memiliki ciri khusus atau berbeda dari lembaga pembelajaran yang lain. . Perbedaan dengan lembaga lain dapat direfleksikan pada tujuan khusus. juga membantu peserta didik untuk mengembangkan intelektualitas. Program pendidikan yang berkualitas harus menarik atau atraktif bagi siswa. Pengalaman belajar akan berkualitas bila materi yang diberikan sesuai dengan yang dijanjikan lembaga pembelajaran itu sebelumnya dan nilai-nilai diekspresikan sesuai dengan gaya belajar individual dan keputusan institusional. Program pendidikan yang berkualitas harus kongruen dala arti terdapat kesesuaian antara yang ditawarkan dengan kenyataanya. dalam arti memiliki kebebasan belajar dan memfokuskan pada pengalaman belajar yang akan mempersiapkan dan membantu peserta didik untuk berkembang. tetapi tidak berkualitas tinggi bila mengabaikan pentingnya masalah. personal. Program pendidikan yang berkualitas juga harus bermanfaat karena program pendidikan bisa saja atraktif.93 Ketujuh kriteria tersebut dapat penulis jelaskan sebagai berikut . Jadi pencanaan akademik tidak hanya sekadar pada desainnya. Selain itu. Program pendidikan yang berkualitas juga harus fungsional. Untuk menjadi atraktif maka program pendidikan harus responsif terhadap kebutuhan dan ketertarikan populasi khusus saat itu atau calon siswa. guru atau pengajar dan staf serta masyarakat di luar sekolah.

dan dimensi-dimensi intrapersonal. fisik. Bishop. yaitu. Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Menurut John a. Berdasarkan penjelasan di atas. yang diajarkan guru dan yang dipelajari oleh siswa. 3. Membantu siswa memperoleh pekerjaan dengan menawarkan kursuskursus yang berkaitan dengan keterampilan memperoleh kerja. e. Program pendidikan yang berkualitas menyediakan berbagai cara untuk dengan cara-cara yang memuaskan. yaitu tertera pada buku. Membentuk kelompok sebaya untuk meningkatkan gairah pembelajaran melalui belajar secara kooperatif. afektif. Meningkatkan ukuran prestasi akademik melalui ujian nasional yang menyangkut kompetensi dan pengetahuan. moral. harus terus tumbuh. b. etika. sosial. memperbaiki tes bakat. Tingkat penetrasi mencakup tiga tahapan kurikulum. Juga membantu siswa untuk terus tumbuh dan berkembang tingkat kematangannya Perkembangan yang diperhatikan adalah kognitif. . c. etika dan sikap yang akan bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat mendatang yang kompleks dan berubah.94 ketrampilan khusus. Menciptakan kesempatan belajar baru di sekolah dengan mengubah jam sekolah menjadi pusat belajar sepanjang hari dan tetap membuka sekolah pada jam-jam libur d. sertifikasi kompetensi dan profil portofolio. (Sanusi. Sebaran pengaruh menandung makna suatu program pendidikan tertentu akan menyambungkan dengan program pembelajaran yang lain sehingga memerlukan kerja sama dengan programprogram pendidikan yang lain dalam suatu institusi pendidikan yang lebih luas. maka program pendidikan yang berkalitas menunjukan dua aspek pengaruh yaitu penetrasi dan penyebaran pengaruhnya. Meningkatkan pemahaman dan penghargaan belajar melalui penguasaan materi (mastery learning) dan penghargaan atas pencapaian prestasi akademik. 1992) menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilakukan beberapa cara. dalam arti mengukur kebutuhan peserta didik.

menurut pendapat penulis cara lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (MMT). melebihi kebutuhan dan keinginanya. d. Kualitas adalah ide yang dinamik dan tidak mutlak. c. Berdasarkan penjelasan kualitas di atas. maka penulis adalah sebagai berikut: a. Berdasarkan pertanyaan tersebut. menetapkan secara jelas visi dan hasil yang diharapkan. dapat dilakukan pada saat dan juga dalam proses. menciptakan fokus tujuan yang memerlukan perbaikan. dan 2) bagaimana cara mencapainya.95 Berdasarkan hal tersebut. keinginan. esensi dari TQM adalah perubahan budaya dimana gagasan tentang kualitas harus berada dalam hati dan pikiran orang-orang dalam budaya mutu. adanya panduan kebijakan dari pusat yang berisi standar-standar kepada sekolah. Dengan demikian. Alasannya karena pelangganlah sebagai pihak terakhir yang menilai kualits dan tanpa pelanggan maka suatu organisasi tidak akan ada.merupakan pandangan umum. pelanggan saat ini dan di masa yang akan datang. Dalam hal ini kualitas didefinisikan sebagai memuaskan pelanggan. Fullan dan Watson (Nurkolis. tingkat kepemimpinan yang kuat. Yaitu meliputi pendeteksian dan pengukuran komponen atau aspek-aspek dari prodik akhir yang sebelum proses. maka quality control merupakan konsep kualitas yang paling tua. Pengontrolan kualitas dalam proses dan harapan dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa barang diproduksi sesuai dengan prosedur dan tahap-tahap yang telah ditetapkan sebelumnya. Organisasi pembelajaran yang menerapkan MMT memandang kualitas dari sudut pandang pelanggan. dalam upaya meningkatkan pendidikan yang berkualitas langkah yang harus dilakukan menurut pendapat . MMT dalam pembelajaran adalah filosofi perbaikan terus menerus di mana lembaga endidikan menyediakan seperangkat rencana atau alat untuk memenuhi bahkan melampaui kebutuhan. b. 2003:81) mengajukan dua pertanyaan yang ditjukan kepada desainer MBS ketika mendesain kualitas sekolah yang meliputi : 1) apa yang ingin dicapai.

maka kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya rantai hubungan yang efektif antar client dengan provider. Untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan pengendalian adalah melakukan pengukuran dan perbaikan agar apa yang telajh direncanakan dapat dicapai secara optimal. Ada dua syarat yang haris ada sebelum dikembangkan sistem pengendalian. konsekuensi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dibutuhkan penerapan konsep manajemen . Oleh karena itu perlu dipersiapkan lingkungan fisik yang nyaman untuk bekerja efektif dan benar serta dorongan keberanian dan pengakun terhadp keberhasilan. Pertama. Selain itu. Total Quality Management dalam Pendidikan Mutu hasil pendidikan (lulusan) tidak hanya ditentukan oleh seorang guru. Perubahan budaya mutu membutuhkan perubahan sikap dan metode kerja.96 e. 4. seperti para pembimbing. Berdasarkan hal tersebut. Dengan demikian. pengelola dan staf administrasi. Untuk kepentingan ini yang diperlukan justru komitmen dan disiplin kerja. maka tugas kepemimpinan manajerial selanjutnya adalah menegakan disiplin kerja para angota melalui pertemuan rutin dalam mewujudkan tujuan bersama. dan adanya keadilan dalam pembiayaan sekolah. fasilitas pembelajaran selalu dijadikan komponen independen. terintegrasi sehingga perencanaan semakin efektif dan sistem pengendalian dapat dilaksanakan. Kedua pengendalian membutuhkan adanya struktur organisasi yang jelas. lengkap. f. Upaya mewujudkan keterpaduan kerja dalam kontek pembinaan sebagai organisasi pembinaan pembinaan profesi merupakan kegiatan yang berat dan harus dilakukan oleh pimpinan melalui praktik kepemimpinan manajerial. pembangunan kelembagaan melalui pelatihan dan dukungan kepala sekolah. pengelola sekolah melaksanakan perubahan budaya ke arah budaya mutu. yaitu pengendalian harus berdasarkan perencanaan yang jelas. Dalam kenyataan pelaksanaan keterpaduan kerja. perencanaan (planning). tetapi seluruh guru. perlu diketahui pada bidang atau tingkatmana pertanggungjawaban dilakukan. Berdasarkan pendapat tersebut. juga pihak personalia sekolah pun ikut serta di dalamnya. guru dan pengurus komite sekolah.

Pendapat-pendapat di atas memberikan pemahaman kepada kita. terutama dari pola kepemimpinan manajerial.mengumpulkan data. baik Prinsip ilmiah. 3) berorientasi pada kualitas kepuasan guru dan peningkatan prestasi belajar. sehingga laboratorium menjadi tempat belajar yang efektif untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa. Dipertegas lagi oleh Vincenn (1997:181). sikap ilmiah. mengajukan pertanyaan. Benang merah di sana adalah bahwa pengendalian mutu merupakan manjemen ilmiah yang dilaksanakan dalam konsep kebersamaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara bersama. Prinsipprinsip ilmiah pada umumnya disertai dengan metode penemuan atau inkuiri. saling memberikan informasi keunggulan dan kelemahan dalam memperbaiki kualitas pengajaran. sedikitnya terdapat makna yang hakiki yang meliputi 1) kecocokan antara anggota (guru) dengan anggota dengan pengurus lainnya dalam gugus. menyusun hipotesis. Peranan Laboratorium dalam Pembelajaran IPA . termasuk guru-guru senior”. maka laboratorium perlu dikelola secara baik. dan menarik kesimpulan. merancang eksperimen. bahwa ketika prinsip keterpaduan kerja diterpkan dalam manajemen sekolah. Keberadaan laboratorium yang dikelola dengan baik akan sangat membantu guru-guru IPA dalam melaksanakan pembelajarannya. Pembelajaran IPA tidak bisa terlepas dari praktek. Dalam pembelajaran inkuiri siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan ilmiah seperti mengamati. yang menyatakan bahwa “praktik pengendalian dalam mutu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh adanya auditor seperti kepala sekolah. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium sebagai sumber belajar. proses ilmiah maupun produk ilmiah. 1. G. 2) keterlibatan semua anggota menjadikan mereka merasa saling punya tanggung jawab moril dan materil.97 mutu terpadu (MMT) dan pengendalian mutu terpadu dijalankan atas dasar pengertian dan tanggung jawab bersama untuk mengutamakan efisiensi dan peningkatan kualitas proses pembelajaran. Manajemen Laboratorium IPA Pada prinsipnya pembelajaran IPA yang dikehendaki adalah bersifat ilmiah.

menyatakan bahwa tujuan kegiatan laboratorium dalam pembelajaran IPA adalah: (1) membangkitkan dan memelihara daya tarik . karena kerja praktek merupakan cara yang sangat relevan untuk membantu siswa mengembangkan kompetensimnya. (4)mengembangkan pemahaman konsep dan kemampuan untelektual. (5)mengembangkan kemampuan berpraktikum. Organisasi Laboratorium dan . keterampilan memecahkan masalah. Di laboratorium. Pengelolaan Laboratorium a. b. Memotivasi peserta didik agar gemar dan senang pada mata pelajaran IPA c. mengamati ketajaman nalar yang memadai. Supriyono. Tujuan utama kerja praktek adalah melatih siswa bekerja secara ilmiah sehingga kompetensi siwa terkembangkan. Tujuan kegiatan pembelajaran di laboratorium: a. Berdasarkan tujuan di atas.(2) mengembangkan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah. e. keterbukaan dan rasa ingin tahu terhadap IPA. Optimalisasi proses pembelajaran IPA baik fisika. siswa dapat mengembangkan keterampilan proses. Pengalaman konkrit yang diperoleh di aboratorium sangat penting untuk siswa karena pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan apalagi jika siswa dapat merefleksikan pengalaman mereka dan mencoba menggunakan apa yang telah mereka pelajari. maka peranan laboratorium dalam pembelajaran IPA sangan penting. kimia atau biolagi. (3)mengembangklan berpikir ilmiah dan metode ilmiah. (1987). serta merasakan fenomena alam. sikap. Melatih peserta didik agar trampil menggunakan alat. Melatih disiplin yang tinggi dan tanggung jawab. 2. kepuasan.98 Keberadaan laboratorium di sekolah telah lama dikembangkan baik untuk sekolah dasar maupun tingkat menengah untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar siswa tidak hanya belajar teori saja tapi dilaboratorium siswa bisa langsung melihat benda atau proses secara nyata sehingga siswa memperoleh pengalaman konkrit terhadap benda-benda. Memperkenalkan alat-alat laboratorium IPA d.

denah lokasi praktikum. 3 yang akan menjelaskan tentang Prosedur Penelitian. (2005:15). Depdiknas. (3) kurangnya bimbingan dan pengawasan terhadap kegiatan di laboratorium. (5) tidak mengikuti petunjuk dan aturan yang semestinya ditaati.kimia. Keselamatan kerja laboratorium Keselamatan kerja di laboratorim merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. Demikian kajian teori yang dapat penulis kemukakan bada bab 2 ini. Beberapa penyebab kecelakaan di laboraturim. mengatakan bahwa siapapun yang menjadi pengelola laboratorium hendaknya diusahakan agar suasana laboratorium ada dalam keadaan disiplin dan baik. kutang hati-hati. dan menggunakan peralatan yang tidak sesuai/rusak. dan sangsi. laboran sebagai pembantu pengelola laboratorium. tidak berebutan antar kelas. serta sejumlah siswa sebagai pemanfaat sarana laboratorium. b. adalah: (1) kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai bahan kimia yang digunakan dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan praktek. Dengan demikian keamanan dan keselamatan di laboratorium hendaknya selalu diperhatikan. (6) bekerja diluar kesadaran. Biasanya laboratorium IPA dilengkapi dengam jadwal praktikum. pada halaman berikutnya penulis akan mengungkapkan bab. agar pemakaian laboratorium merata. koordinator pengelola laboratorium yang terdiri dari guru fisika. (4) kurang tersedianya peralatan keamanan dan tidak menggunakan perlengkapan pelindung. karena kecelakaan merupakan keajian diluar kemampuan manusia.biologi. keterangan penyimpanan alat dan bahan. tata tertib siswa.99 Organisasi laboratorium yang umum berada di sekolah terdiri dari Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. . (2) kurang jelasnya petunjuk kegiatan praktek. teratur.

Pendekatan dan Metode Penelitian Sesuai dengan tuntutan rumusan masalah dan fokus penelitian sebagaimana diuraikan pada bab satu. (2007:15). pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive (teknik penentuan sampel dengn pertimbangan . sumber dan teknik pengumpulan data. secara sistematis uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. tahaptahap penelitian. dan validitas temuan penelitian serta penjadwalannya. maka metode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif.100 BAB III PROSEDUR PENELITIAN Pada Bab 3 ini penulis akan menguraikan prosedur penelitian. yang membahas tentang pendekatan dan metode penelitian. berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. lokasi dan subyek penelitian. digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. data yang diperlukan. Sugiyono. (sebagai lawanya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci. A. dimana penelitian ini menghendaki adanya eksplorasi untuk memahami dan menjelaskan apa yang diteliti melalui komonikasi yang intensif dengan berbagai sumber data untuk memberikan makna secara mendalam agar dapat melihat fenomena yang ada.

memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data. sasaran penelitian diarahkan kepada usaha menemukan teori-teori dasar. berinteraksi dengan mereka. Dari penjelasan di atas. serta menghayati proses penelitian dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah-berubah yang dihadapi dalam penelitian itu. berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya. dalam rangka mengumpulkan data penelitian. Nasution. kemudian menjadi besar). responden dapat menilai kembali data dan informasi baru. Mengacu pada hal tersebut. mendudukan objek penelitian sejajar dengan peneliti dan menempatkan objeknya dalam suatu konteks natural. . penelitian yang bersipat deskriptif lebih mementingkan proses daripada hasil. Pendekatan ini menolak kerangka teori sebagai langkah persiapan penelitian. Dengan demikian.101 tertentu) dan snowball (teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. analisis data bersifat induktif/kualitatif. mengakui kebenaran empirik. dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. menuntut bersatunya objek penelitian dengan subjek pendukung objek penelitian. membatasi studi dengan fokus. sikap. 2000:34). pendapat. Data cenderung naratif dari pada angka-angka namun demikian penelitian kualitatif Tidak menolak data kuantitatif sebagai penunjang dan hasil analisisnya berupa uraian-uraian yang sangat deskriptif. dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif. berpendapat bahwa tahap akhir dari penelitian kualitatif ialah peneliti harus menafsirkan hasil-hasil penelitianya. (Lexy Moleong. mengatakan bahwa penelitian kualitati pada hakekatnya adalah mengamati orang dalam lingkunganya. Penelitian ini lebih memfokuskan pada proses dari pada hasil berdasarkan pada analisis data secara induktif. Schigel. dan pendayagunaannya berdasarkan pandangan subjek penelitian. peneliti melakukan kontak langsung (face to face) dengan responden agar dapat mengamati perilaku. (1999:18). keterlibatan peneliti secara langsung di lapangan. teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan).

(1982:29). Qualitative research tend to analyze their data inductively. sehingga tidak menekankan pada angka. 3. Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati) Berdasarkan hal tesebut. di Berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif tersebut. membatasi studi dengan fokus kajian. dan bergerak di . maka siklus dalam proses penyimpulan data dilakukan melalui tiga tahapan. 3. (sebagai lawanya adalah eksperimen). 2. langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. 5. Mengacu pada hal tersebut. penelitian kualitatif.102 Bogdan dan Biklen. Qualitative research are concerned with process rather than simply with outcomes or products. eksplorasi yang meluas atau menyeluruh. dengan mementingkan penguasaan proses penelitian. maka dapat maknai bahwa penelitian kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau out come. mengemukakan lima karakteristik Qualitative research has the natural setting as the direct source of data and researcher is the key instrument. The data collected is in the form of words of pictures rather than number. yaitu : 1. eksplorasi secara terfokus atau terseleksi guna mencapai tingkat kedalaman dan kerincian tertentu. Data yang terkumpul berbentuk kata. yaitu : 1. Dilakukan pada kondisi yang alamiah. 3. Qualitative research is descriptive. maka sasaran penelitian diarahkan pada usaha menguasai teori-teori penelitian yang bersifat deskriptif.kata atau gambar. yaitu peneliti dan responden. 5. menentukan kriteria untuk memeriksa keabsahan data hasil penelitian bisa diterima serta dibenarkan oleh kedua belah pihak. 4. tingkat permukaan : 2. dan mengkonfirmasikan hasil dan temuan penelitian. 2. ”Meaning” is of essential to the qualitative approach. 4.

guru.103 B. maka pemecahan masalah yang menjadi focus penelitian ini memerlukan sejumlah data yang berkaitan dengan permasalahnya. aspek apa dan siapa yang dijadikan focus pada saat situasi tertentu terusmenerus sepanjang penelitian. yaitu: 1. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 2. memberi informasi tentang data penelitian. Mengacu pada hal tersebut. Berdasarkan hal tersebut. Selanjutnya perbedaan antara responden penelitian dan sumber data. membaca atau bertanya tentang data. Lokasi dan Subyek Penelitian Subjek penelitian adalah benda. hal atau orang dan tempat di mana peneliti mengamati. 2. 1993:102). peneliti menghubungi informan lain yang disarankan oleh informan sebelumnya. 1922:29). Sedangkan sumber data adalah benda. maka yang dijadikan sumber informasi adalah para kepala sekolah. Penentuan sumber informasi di sini bersifat snowball untuk mendapat informasi yang lebih mendalam. Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. Responden penelitian adalah orang yang dapat merespon. serta semua stakecholder yang terlibat dalam kegiatan ini termasuk siswa. Oleh karena itu pengambilan sumber data dan informasi dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. yaitu berdasarkan pilihan dan pertimbangan peneliti. Berdasarkan permasalahan penelitian dan supaya permasalahan dalam penelitian ini dapat terjawab secara akurat. maka yang menjadikan sumber data dan informasi dalam studi penelitian ini adalah keseluruhan permasalahan yang menyangkut pelaksanaan pendidikan. hal atau orang dan tempat di mana data dijelaskan yang dipermasalahkan melekat (Arikunto. peran manajemen kurikulum yang menjadi penunjang dan penghambat implementasi manajemen mutu pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu) di SMP Negeri Rancaekek 1. . tenaga kependidikan dan para pembantu kepala sekolah. Purposive sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nasution. dan 3 Kabupaten Bandung.

Sistem “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 2. Untuk itu supaya memperoleh informasi yang beraneka ragam dan lebih luas guna mencapai kedalaman penggalian masalah. Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu di SMP Negeri 1. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 3. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. yaitu setting. Pengambilan sumber data dan informasi dengan purposive sampling. 2. 2. orang dan proses. aspek apa dan siapa yang dijadikan fokus pada saat situasi tertentu terus menerus sepanjang pemilihan. Purposive . 5. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan peningkatan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. yaitu berdasarkan pilihan pertimbangan peneliti. Mengenai sumber data atau populasi dalam penelitian kualitatif mengacu pada empat tipe sumber data penelitian. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kelompok data tersebut. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. (Moleong. 2. Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Sistem pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya kegiatan dan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 2. maka subjek penelitian kualitatif ditentukan secara purposive sampling. kemudian dikaji berdasarkan teori. Lofland. 2000:22) menyatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. peristiwa. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 2. 7. 4.104 2. 6.

Strategi sarana dan prasarana . IPAT. Bandung. sifat atau karakteristik yang merupakan karakteristik pokok. populasi. Gambaran kinerja sekolah dalam pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu. 3. 1992:29) Pengambilan sumber data menggunakan teknik purposive sampling ini dilakukan dengan didasari : 1. Penentuan karakteristik popolasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan. data ini terdiri atas : Strategi sumber daya manusia. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kedua kelompok data tersebut. dan 3 Rancaekek Kabupaten . 3. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan peningkatan pembelajaran IPA Terpadu Bandung. Sampel yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung karakteristik yang terdapat pada C. tenaga kepndidikan dan peserta didik/siswa yang dianggap mempunyai kelayakan dijadikan subjek penelitian. tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Gambaran kinerja guru dalam pelaksanaan strategi pembelajaran Gambaran umum SMP Negeri 1. Berdasarkan hal tersebut. Sampel yang diambil sesuai dengan ciri-ciri. maka yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah. Strategi kurikulum.105 sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nassution. 2. tenaga pendidik (guru). kemudian dikaji berdasarkan teori. 2. Data yang diperlukan Pemecahan masalah yang menjadi fokus penelitian ini menentukan sejumlah data yang berkaitan dengan strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bandung. 2. Data yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1.

106

D.

Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini adalah orang dan dokumen yang terdapat

di lingkungan SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Untuk mendapatkan data yang dimaksud secara akurat diperlukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Teknik yang dimaksud adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Atas dasar konsep tersebut, maka ketiga teknik pengumpulan data di atas digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh informasi dan diharapkan informasi yang diperoleh saling melengkapi. Dalam pengumpulan data dan informasi yang diperlukan disesuaikan dengan kisi-kisi pengumpulan data seprti yang ada pada lampiran. 1. Observasi Peneliti melakukan obserasi dengan cara mendatangi tempat yang akan diteliti secara langsung ketika proses pelaksanaan kegiatan berlangsung. Observasi yang dilakukan adalah obserasi non-partisipasi, sehingga peneliti duduk bersama dengan para responden selama kegiatan berlangsung. Selama observasi, peneliti memperhatikan langsung langkah-langkah dan tindakan-tindakan responden. Observasi dimaksudkan untuk mendapatkan data dan mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian yang diajukan. Selama observasi, peneliti memperhatikan apa-apa yang dilakukan para responden, pada saat itulah peneliti mencatat hal-hal yang dianggap penting yang berkaitan langsung dengan focus penelitian. Oleh karena itu, observasi dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh data yang cukup untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sehubungan dengan itu, maka peneliti berusaha mendekati mereka tanpa mereka mencurigai bahwa proses penelitian sedang berlangsung, oleh karena itu, pencatatan observasi tidak dilakukan secara langsung, tetapi dalam pelaksanaanya dipadukan dengan wawancara. Pada saat obserasi yang dilakukan terhadap para kepala sekolah peneliti berbicara informal terhadap guru dan yang lainnya. Percakapan itu untuk mendapatkan komentar-komentar mereka berkenaan dengan permasalahan, potensi dan cara menyelesaikannya

107

2. Wawancara Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara tak berstruktur dan terbuka. Percakapan dilakukan oleh dua pihak yaitu peneliti dan responden. Maksud peneliti melakukan wawancara terbuka adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan focus penelitian secara lebih mendalam. Dengan wawancara ini diharapkan memperoleh data tentang: Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran, Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa, Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa, Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa, pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi akademik. system “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa dan system pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, dan pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi pembelajaran. Untuk kepentingan hal tersebut, maka peneliti menyusun pedoman wawancara dengan tujuan agar wawancara tetap berada dalam konteks permasalahan yang sedang diselidiki. Responden yang diwawancarai adalah (a) Kepala Sekolah; (b) Guru; (c) Pengawas; (d) Komite Sekolah (f) Tenaga Kependidikan; dan (g) siswa. 3. Studi Dokumenter Untuk melengkapi data dan informasi yang diperoleh dari dua teknik terdahulu, digunakan teknik studi dokumentasi, yaitu dengan cara mempelajari berbagai dokumen yang berhubungan dengan dokumen-dokumen yang dipelajari mencakup penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dalam hal ini maka diperlukan dokumen seperti: a. Profil SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung

108

b. Pedoman administrasi kegiatan atau program-program yang dijalankan;
c. Dokumen lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan meningkatkan

mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dengan teknik studi dokumenter ini diharapkan diperoleh data-data tertulis baik berupa dokumen penasehatan (file), foto-foto, rekaman pembicaraan selama rapat-rapat, dan notula rapat. E. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap yang dilalui dalam penelitian ini adalah : 1. melakukan penjajagan terhadap lokasi dan subyek penelitian untuk memperoleh data awal sehingga mendapatkan gambaran yang lengkap dan jelas mengenai masalah yang dihadapi; 2. melakukan pendalaman materi bacaan yang berhubungan dengan masalah penelitian;
3. penyusunan desain penelitian serta kisi-kisi pengumpulan data dan pedoman

wawancara; dan 4. mengajukan permohonan izin penelitian. Secara keseluruhan kegiatan-kegiatan itu adalah : 1. melakukan pembicaraan pendahuluan; 2. melaksanakan kegiatan pengumpulan data secara intensif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi; 3. selama penelitian berlangsung dilakukan pula kegiatan analisis data yang dituangkan dalam traskip data lapangan, dengan jalan mengungkapkan kembali data yangdiperoleh kepada sumber data yang lain dan meminta komentar tentang hal yan sama agar didapat tingkat kepercayaan yang lebih menjamin, dan member check untuk mengkonfirmasikan atau mencheck kebenaran catatan lapangan yang telah dianalis kepada sumbernya; 4. mendeskrisikan dan menganalis data lapangan secara subtantif dengan merujuk kepada hasil studi kepustakaan dan mempelajari laporan lapoan.

109

Mengacu pada kegiatan-kegiatan tersebut, maka pengolahan dan analisis data penulis lakukan sejak awal hingga selesai penulisan laporan penelitian, dengan melalui tahap reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, maka data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan pedoman sebagai berikut :
1. Analisis pada saat pengumpulan data

Selama pengumpulan data, peneliti membuat catatan lapangan, melakukan member check dengan subyek yang bersangkutan, mengadakan audit trail, melakukan triangulasi untuk melakukan keabsahan seperti menanyakan kepada responden lain, melakukan revisi sesuai dengan subyek peneliian dan sumber aslinya, pemberian kode terhadap catatan lapangan yang telah direvisi untuk penyesuaian dengan pekembangan proses dan jenis data yang diperoleh.
2. Analisis setelah data terkumpul

Setelah data terkumpul, peneliti mereduksi data dengan jalan merangkum laporan lapangan, mencatat, menggolongkan dan mengklasifikasikan hal-hal yang relevan dengan focus penelitian yaitu penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. membandingkan dan menganalisis data secara lebih mendalam (dituangkan dalam bab IV), menarik kesimpulan, dan memberikan rekomendasi (dapat di ihat di bab V). 3. Penyusunan laporan penelitian Kegiatan penelitian ini diakhiri dengan penyusunan laporan penelitian. Keseluruhan hasil kegiatan ini disusun secara sistematis dalam bentuk tesis. Selanjutnya, sebagai pertanggungjawaban ilmiah dan sekaligus pemenuhan salah satu persyaratan penyelesaian studi, maka tesis ini pada akhirnya diajukan kepada pembimbing dan forum penguji agar diperiksa sebagaimana layaknya
F.

Validitas dan Reliabilitas Penelitian Hasil penelitian kualitatif masih diragukan berbagai kalangan nilai iliahnya,

karena dianggap kurang valid dan reliable. Oleh karena itu, agar hasil penelitian kulitatif ini dapat diterima sebagai suatu karya ilmiah yang memiliki kreadibilitas

karena peninjauannya .110 (dapat dipercaya). Seperti hasil wawancara mengenai system akademik yang dilakukan. yakni mengecek kebenaran data dengan membandingkan dengan data dari sumber lain seperti buku-buku sumber. maka perlu ada pemerikasaan keabsahan data yang didapatkan. Untuk mencapai validitas yang baik. 3) Penggunaan bahan referensi digunakan untuk mengamankan berbagai informasi yang didapat dari lapangan. 2) Pembicaraan dengan kolega (Peer Debriegfing). atur pembahasan suatu topik (seperti data mahasiswa yang belum selesai. peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut. sehingga apabila ada kekeliruan dapat diperbaiki atau apabila ada kekurangan ditambah dengan informasi baru. Reliabilitas Dalam penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan kecocokan konsep penelitian dengan konsep yang ada pada responden. dalam penelitian ini dilakukan antara lain: 1) Triangulasi. 4) Mengadakan member cek setiap akhir wawancara. Pembicaraan dengan kolega penulis lakukan apabila data yang ditemukan seperti koordinasi dan komunikasi yang dilakukan kurang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. 1. hal ni peneliti membahas catatan-catatan lapangan dengan kolega dan teman sejawat yang mempunyai kompetensi dalam bidang administrsi akademik. juga dilakukan konfirmasi dengan nara sumber terhadap laporan hasil wawancara. Dependabilitas Dependabilitas atau ketergantungan adalah satu kriteria kebenaran dan penelitian kualitatif yang pengertiannya sejajar dengan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif. Konsep ketergantungan lebih luas dari pada reliabilitas. 2. yakni mengupas tentang konsistensi hasil penelitian. Untuk mencapai hal tersebut. koordinasi dan pengawasan yang dilakukan). maka dalam dalam penelitian ini. sehingga perbedaan suatu masalah dapat dihindarkan seperti system kerja yang dilakukan.

Jadwal Penelitian Kegiatan penelitian akan dilaksanakan selama kurang lebih 4-5 bulan dari mulai bulan Juli 2009 s. Transferabilitas Transferabilitas atau keteralihan merupakan validitas eksternal hasil penelitian hingga sejauh manakah hasil penelitian ini dapat diterapkan atau diaplikasikan dalam konteks atau situasi lain. G. c) Data yang sudah terkumpul kemudian dikonfirmasi ulang melalui obserasi. 4. maka peneliti melakukan upaya : a) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. Transferabilitas hasil penelitian baru ada. wawancara dan upaya lainnya.d. Meskipun diakui bahwa tidak ada situasi yang sama pada tempat dan kondisi yang lain. d) Melakukan penghitungan sederhana untuk membuktikan kebenaran data. 3. peneliti melakukan audit trail. b) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. sehingga peneliti tidak memiliki keyakinan akan dapat menjamin validitas eksternal ini. untuk memastikan kebenarannya. Konfirmabilitas Agar kebenaran dan objektivitas hasil penelitian dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Transferabilitas merupakan suatu kemungkinan. yakni dengan melakukan pemeriksaan ulang sekaligus konfirmasi untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dilaporkan dapat dipercaya dan sesuai dengan situasi yang nyata. sehingga data dapat dipercaya kebenarannhya.111 lebih dari segi konsep tetapi memperhitungkan segala-galanya yang ada pada reliabilitas itu sendiri. jika pemakai melihat dari situasi yang identik dan memiliki keserasian antara hasil penelitian dengan permasalahan di tempatnya. Nopember 2009 dengan agenda kegiatan penelitian sebagai berikut : Tabel 3-1 .

II. penulis akan membahas bab IV yaitu Deskripsi Hasil Penelitian. BAB IV TEMUAN. IV ini penulis akan mengemukakan tiga bagian penting yang merupakan pemaparan hasil dan pembahasan penelitian. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. penulis paparkan hasil penelitian sesuai dengan pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan dan diakhiri dengan bagian ketiga yang merupakan pembahasan yaitu membandingkan antara kenyataan di lapangan dengan konsep teori yang telah diuraikan pada Bab. Diawali dengan menjelaskan gambaran umum SMP Negeri 1. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Pada halaman berikutnya. INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN Pada Bab.112 Jadwal Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Proposal Studi Pustaka Membuat Kuisioner Wawancara Studi dokumen Observasi Lapangan Pengolahan Kuisioner Pengolahan Data Analisis Data Penyusunan Laporan Penyelesaian Akhir 1 BULAN KE 2 3 4 5 Demikian prosedur penelitian yang ditempuh oleh penulis. Kemudian yang kedua. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dan perkembangannya saat ini sebagai lokasi penelitian. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung .

113 Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. k. j. dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibanding dengan proses-proses lainnya. n. o. proses belajar mengajar. h.588. l. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah m2) Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : ada (15 X 8 m2) : ada (8 X 10 m2) : 1387 orang : 63 orang : 11 orang : Pagi (07. i. b. 87. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. Jumlah Murid Berdasarkan penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bahwa memiliki status terakreditasi B (memuaskan). terletak di Jalan Raya Rancaekek No. g.177. proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan. f. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output. d. Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.00 WIB) : 6. dan proses monitoring dan evaluasi. proses pengelolaan program. Dalam pendidikan bersekala mikro (ditingkat sekolah). proses pengelolaan kelembagaan. c.00 – 12.300 m2 : 30 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : ada (18 X 15 m2 dan 8 X 15 m. Hal ini mengandung arti bahwa . p. Sekolah ini berdiri tahun 1963 dengan rincian data sebagai berikut: a. e.625 m2 : 5.

5) Menciptakan lingkungan yang nyaman. 4) Mengikuti kegiatan pelatihan dan perlombaan. budaya belajar. MISI : 1) Mewujudkan tercapainya peningkatan mutu dan efesiensi pendidikan. 6) Menyiapkan generasi penerus yang mampu mandiri berbekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. adalah sebagai berikut: MOTO VISI : SMP Negeri 1 Rancaekek SERASI (Sehat Rajin dan Sigap) : Berdisiplin. serius. guna meningkatkan prestasi kerja dan prestasi belajar peserta didik. STRATEGI: 1) Menyusun program kegiatan 2) Membina dan membudayakan personil untuk meningkatkan kualitas 3) Memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah. 4) Meningkatkan dan menegakkan disiplin sesama kerabat kerja dan peserta didik dengan menanamkan budaya bersih. dan budaya kerja. 2) Membina akhlak yang berbudi luhur. prestasi diri dan cekatan dalam bertindak. untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan.114 sekolah memiliki prestasi yang tinggi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Profil lain yang dapat ditampilkan dari hasil penelitian di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. 5) Melaksanakan tugas secara profesional 6) Mencermati informasi tentang peningkatan pendidikan 7) Menjalin hubungan persuadaraan sebagai umat beragama TARGET: . nyaman dan aman dalam meningkatkan dan membangun akhlak yang berbudi. 3) Mengembangkan layanan profesional dalam semangat kerja sama dan keteladanan. bersih dan aman. indah.

Pada tahun 2002 sampai 2005 SMP Negeri 1 Rancaekek menjadi sekolah rintisan Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah (PMPBS). Untuk mewujudkan program di atas. standar sarana dan prasarana. SMP Negeri 1 Rancaekek merupakan sekolah paling tua di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Badung dan menjadi sekolah negeri yang dipavoritkan oleh masyarakat Rancaekek dan sekitarnya. guru. standar kompetensi lulusan. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negerei 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. Hal ini dibuktikan dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini. yaitu di pinggir jalan raya Rancaekek. Lokasi sekolah sangat strategis karena berada di pusat kota Rancaekek.115 Para siswa memiliki bekal kemampuan yang bermanfaat untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi. anggota masyarakat dan warga negara yang beragama. tata usaha. dan standar penilaian pendidikan. Pada saat ini program unggulan di SMP Negeri 1 Rancaekek meliputi: pemerataan kesempatan belajar dalam rangka mendukung terlaksananya proram Wajib Belajar Pendidikan Dasar (WAJAR-DIKDAS) 9 Tahun. dan pada saat ini tercatat jumlah siswa sebanyak 1387 orang siswa dengan jumlah rombongan belajar 30 kelas. standar proses. mulai dari sumberdaya manusia. sehingga dari hasil kegiatan tersebut nampak perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam mutu dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. standar pendidik dan standar tenaga kependidikan. siswa. standar pembiayaan. Manajemen dan pencitraan publik dengan menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan mengembangkan berbagai manajemen sekolah dengan memaksimalkan peranan komite sekolah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan juga merupakan program utama di SMP Negeri 1 Rancaekek. Adapun tugas dan peran serta masing-masing komponen dijabarkan secara rinci seperti berikut: . standar pengelolaan. kurikulum dan sarana prasarana harus saling mendukung. peningkatan mutu dimana usaha ini dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi: Standar isi. sehingga mudah dijangkau. peran kepala sekolah.

membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar .menciptakan karya seni .menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran . Tenaga Pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. misalnya tentang kualitas yang diinginkan masyarakat.melaksanakan kegiatan belajar mengajar . (6) melakukan pengendalian atau kontrol terhadap pelakasanaan pendidikan. b.membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan dan program semester.116 a. supervisor dan pendidik di sekolah dituntut untuk mampu: (1) mengadakan prediksi masa depan sekolah. . (3) menciptakan strategi atau kebijakan untuk mengsukseskan pikiran-pikiran yang inovatif tersebut.membuat alat pelajaran/alat peraga .melaksanakan kegitan penilaian belajar . Tugas.mengkkordinasikan dan melaksanakan bimbingan dan konseling .melaksanakan tugas tertentu di sekolah . peran dan tanggungjawab kepala sekolah Kepala sekolah memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan. pemimpin sekolah.melaksanakan evaluasi . baik perencanaan strategis maupun perencanaan operasional.mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum .membuat satuan pelajaran . karena atas perannya sebagai manajer pendidikan.mengisi daftar nilai siswa . (4) menyusun perencanaan. (2) melakukan inovasi dengan mengambil inisiatif dan kegiatan-kegiatan yang kreatif untuk kemajuan sekolah. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: . (5) menemukan sumber-sumber pendidikan dan menyediakan fasilitas pendidikan.

keuangan.Penyusunan program tata usaha sekolah .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . dan lingkungan sekolah. Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: .membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa .Pengurusan administrasi pegawai.117 .Pengelolaan keuangan sekolah .Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah . Peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah melalui MBS dapat dilihat bagaimana kepala sekolah memanajemen mulai dari: kurikulum.mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c.mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .membuat lembaran kerja siswa . .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala d. Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kondisi fisik dan psikis yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan dan kreativitas merupakan tugas utama secara operasional dalam aspek manajemen dan memotivasi staf untuk dapat bekerjasama secara sukarela dalam mencapai tujuan organisasi.meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran .mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya . tenaga kependidikan. sarana prasarana. kesiswaan. guru dan siswa . Kurikulum Dengan memanfaatkan paradigma baru mengenai pengelolaan sekolah maka dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah yang memegang peranan pentingnya adalah kemampuan kepala sekolah.

Sehingga kegiatan meningkatkan dan memperbaiki program dan proses pembelajaran di sekolah sebagian besar terletak pada diri kepala sekolah itu sendiri. bimbingan dan konsultasi serta menjelaskan apa yang diharapkan dari kepemimpinan kepala sekolah. (9) bertindak realistis dan dipandu oleh nilai-nilai . Peranan kepala sekolah dalam melaksanakan dan mengembangkan KTSP merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah. yang berorientasi pada standar isi dan standar kompetensi lulusan. (8) memiliki inisiatif dan siap menghadapi resiko. sesungguhnya sebagian besar ditentukan oleh aktivitas kepala sekolahnya. Peranan kepala sekolah dalam memberdayakan guru mencakup: (1) pelimpahan wewenang berdasarkan kemampuan guru. (6) memfasilitasi para guru dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan. (5) mendorong guru untuk berani mengemukakan pendapat. menyelesaikan konflik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasan bagi sekolah untuk mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru. (2) mempermudah aturan/prosedur. Hal ini karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang professional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerja sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah merupakan kunci kesuksesan sekolah dalam mengadakan perubahan. (7) tidak mengambil tanggungjawab yang menjadi kewenangan guru.118 Ketercapain tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijakan kepala sekolah sebagai salah satu pemimpin pendidikan. Kegiatan lembaga pendidikan sekolah disamping diatur oleh pemerintah. (4) menghargai kontribusi setiap guru dan memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. sarana atau memberikan kritik dlam berbagai kesempatan. (3) memberikan arahan. Upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah memberdayakan guru.

ruang kelas. Dalam MBS dan KTSP peranan kepala sekolah memegang peranan penting dalam mengatur. Kemampuan kepala sekolah dituntut untuk bisa memanfaatkan peluang seperti ini (MBS dan KTSP). Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. Dengan memanfaatkan potensi tersebut secara optimal maka diharapkan akan ada peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah. wakil kepala sekolah. potensi personal atau warga sekolah dan sarana prasarana. meja kursi. (12) menciptakan rasa aman dan kepuasan bagi guru. Dalam memanfaatkan potensi masing-masing sektor harus diperhatikan beberapa hal seperti kemampuan yang dimiliki masing-masing guru mata pelajaran. Prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: . staf tata usaha. dan personil pembantu sekolah. khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. Manajemen Sarana Prasarana Agar kegiatan pembelajaran siswa terjadi dengan efektif dan efisien. serta alat-alat dan media pengajaran. Dalam memanfaatkannya masing-masing sektor harus dikembangkan sesuai dengan latar belakang profesi kependidikannya. (10) memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan guru.119 kebenaran dalam mewujudkan visi sekolah. mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. (11) bekerjasama dan menjalin hubungan dengan guru berbasis kepercayaan. karena kepala sekolah telah diberi keleluasaan dalam mengembangkan sekolah seperti potensi lingkungan sekolah. maka seluruh komponen pendidikan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran siswa harus dianalisis berdasarkan tuntutan program pembelajaran. Akan tetapi dalam memanfaatkannya harus bisa membaca peluang dan kemampuan yang dimiliki masing-masing sektor. e.

sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. Tingkat Nasional atau Internasional dalam Bidang akademik maupun non akademik yang pernah diterima. berikut ini prestasi yang pernah diperoleh sekolah diantaranya: prestasi pada Tingkat Daerah. jalan menuju sekolah. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran. kebun. seperti berikut: Tabel 4-1 Keadaan Siswa SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Kelas VII Kelas VIII Kelas IX 401 339 312 404 381 311 474 441 472 Jumlah 1052 1096 1387 . Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif.120 halaman. 4 % dengan rincian pada dua tahun terakhir adalah sebagaimana tercantum pada tabel 4-1. Input dan output hasil pendidikan Dari Output yang dihasilkan dilihat dari tingkat kelulusan pada setiap tahunnya rata mencapai 99. taman sekolah. f. Maka tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah ini berdasarkan studi dokumentasi. komponen tersebut merupakan sarana pendidikan. Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. rapih. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. Dengan figur kepala sekolah dalam memimpin terdapat peningkatan mutu yang signifikan.

Selanjutnya dapat digambarkan pula bahwa dari sejumlah guru yang tercantum pada tabel 4-2. Ind 7. diketahui bahwa guru yang memiliki kualifikasi guru Ilmu Pengetahuan Alam (spesifikasi Biologi. Pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.83 8. Kimia) adalah 8 orang. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha . 7. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung.10 % Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dari kondisi tersebut di atas maka hasil ujian akhir nasional selama dua tahun pelajaran mengalami peningkatan khususnya pelajaran IPA yaitu sebesar 0.54 33.09% g. 91 8. Fisika. Dengan adanya pengelolaan pendidikan dewasa ini maka melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan materi pembelajaran melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. memanajemen yang profesional.40 8. Mat IPA Jumlah Ing.45 31.77 7. bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.50 8. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs.17 Kelulusan 100 % 99.73 Rata-rata Nilai UAN Bhs.86 7. maka kepala sekolah dapat secara leluasa mengambil tindakan yang bertujuan meningkatan mutu pendidikan.121 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-2 Prestasi Akademik UAN SMP Negeri Rancaekek 1 Kabupaten Bandung No. 2. Kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan tahun 2008-2009 Tabel 4-3 Kualifikasi tenaga pendidikan No 1 2 3 Ketenagaan Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha S2 S1 1 34 D3 23 D2 6 D1 SMA SMP 11 - Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah.

Program kerja ini berdasarkan atas keberhasilan dan kekurangna program kerja tahun pelajaran 2009/2010. berbudi pekerti luhur.122 Esa. maka disusunlah program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung tahun pelajaran 2009/2010. yaitu menyelenggarakan pendidikan dalam arti luas. Pendidkan Nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di jalan Bojongsalam Desa Bojongsalam. pembagian tugas yang jelas. Demi kelancaran pencapaian peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. cerdas.500 m2 . mandiri. Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. tindakan dan pengambilan keputusan yang harus dilaksanakn oleh kepala sekolah. bekerja keras. berdisipiln. Pemerataan Pendidikan b. Peningkatan Mutu pendidikan d. hubungan masyarakat. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi satuan kerja SMP. bertanggung jawab. Luas lahan sekolah : 16. diperlukan adanya perencanaan yang matang disertai penyusunan langkah kegiatan. mengajar. Efesiensi Keberhasilan pelaksanaan program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun pelajara 2009/2010. dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. Program kerja berdasarkan Dinas Pendidikan Pemerintah Propinsi Jawa Barat. melaksanakan BP/BK. melatih. dengan rincian profil sebagai berikut: a. tangguh. dan melaksanakan administrsi pendidikan. berkepribadian. dan berfungsi untuk mendidikan. Relevansi Pendidikan c. sebagian besar ditentukan oleh aparat pelaksana yang menguasai tugas dan fungsinya. dengan empat strategi pokok: a. dengan penuh keihlasan yaitu guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dan didukung oleh pembantu pelaksana tata usaha dan petugas lainnya. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial.

Efesiensi dan efektifitas dalam menggunakan data. b. Jumlah Guru Non PNS Harapan dan rencana program kerja di SMP 2 Negeri Kabupaten Bandung yang sesuai dengan tuntuan tujuan pendidikan nasional maka perlu suatu strategi kerja sekolah yang dituangkan dalam visi. g. Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Perpustakaan Laboratorium Jumlah Murid Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : 3450 m2 : 28 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1219 orang : 44 orang : 5 orang : 10 orang : Pagi (07. e. f. Meningkatkan disiplin peserta didik f. Sumber daya alam Mengembangkan sumber daya alam dan pengelolaan sekolah untuk meningkatkan kewirausahaaan dan penambahan ruang belajar b. ruang belajar dll. Sumber daya manusia .30 WIB) Rancaekek m.00 – 11. l.123 b. Mengunakan sarana prasarana sekolah seperti: Mosola. Meningkatkan kualitas guru dan tata usaha e. d. h. k. TUJUAN : a. Memfasilitasi kegiatan yang mendukung tercapainya harapan di atas. d. o. j. i. Memberdayakan sarana yang ada sebagai nara sumber c. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI : Masyarakat Sekolah yang Agamis dan Unggul dalam Prestasi MISI : a. n. misi. c.

Sebagai Pimpinan Unit Pelaksana Teknis. misi dan tujuan . Membina organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Membina kerja sama dengan orang tua. penataran dan membuka kesempatan bagi guru untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. MGMP. Adapun tugas dan peran masing-masing dari komponen warga sekolah dijabarkan sebagai berikut: a. diklat. untuk mewujudkan visi. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir bagi siswa di sekolah. 2) Kepala sekolah berfungsi sebagai pimpinan: Kepala sekolaha juga memiliki kewajiban sebagai berikut: Menyusun perencanaan.124 1) Tenaga edukatif: Menanamkan sikap profesionalisme yang berkaitan dengan tugas mengajar. Menentukan kebijakan. Melakuan evaluasi. Mengatur administrasi (kantor. penataran atau pendidikan formal. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Mengatur proses belajar mengajar. mulai dari peran kepala sekolah. siswa. kurikulum dan sarana prasarana harus saling menunjang dan mendukung tersebut. Mengambil keputusan. Mengorganisasikan kegiatan. perlengkapan. misi. Bertanggung jawab kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. jenjang dan sifat sekolah. Mengadakan rapat. guru. siswa. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. tata usaha. diklat. 2) Tenaga administrasi: Peningkatan profesionalisme dan peningkatan keterampilan staf tata usaha melalui pembinaan. masyarakat dan dunia usaha. Tugas Kepala Sekolah. Melaksanakan urusan tata usaha dan urusan rumah tangga sekolah. pegawai. dan tujuan di atas. Untuk mewujudkan visi. Melaksanakan pengawasan. melalui pembinaan. Mengarahkan kegiatan. berkewajiban: Melaksanakan pendidikan formal selama jangka waktu tertentu sesuai dengan jenis.

Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha. Ruang ketrampilan/kesenian.membuat alat pelajaran/alat peraga . Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: .125 keuangan). sebagai berikut: Perencanaan. b. Kesiswaan. Kegiatan ekstrakulikuler. 4) Selaku supervisor menyelenggarakan supevisi mengenai: Maka selaku sepervisor Kepala Sekolah berkewajiban melaksanakan: Kegiatan belajar mengajar.melaksanakan kegiatan belajar mengajar . Keuangan. Perlengkapan.membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan atau program semester . Kantor. Laboratorium.melaksanakan evaluasi .melaksanakan kegitan penilaian belajar . Kurikulum. Kegiatan ke tata usahaan.melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar .mengisi daftar nilai siswa . Tugas Tenaga pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efesien. Pengawasan.menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran . administrasi Pengarahan. Kegitan bimbingan dan konseling.membuat satuan pelajaran . Kegiatan kerja sama dengan masyarakat. Kepegawaian. Perpustakaan. 3) Kepala Sekolah Selaku administrator bertugas: Kepala sekolah sebagai administrator maka memiliki kewajiban menyelenggarakan Pengorganisasian. Pengkordinasian.

meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran .Pengurusan administrasi pegawai. Tugas Urusan Tata Usaha Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut : .Jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (raport) dan penerimaan Program pengajaran .Pembagian tugas guru .melaksanakan tugas tertentu di sekolah .membuat lembaran kerja siswa . guru dan siswa .menciptakan karya seni .Pelaksanaan Ujian Nasional .Kriteria persyaratan naik kelas/tidak naik kelas .mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c.Pengelolaan keuangan sekolah .ijazah .Satuan pelajaran dan menggerakan sebagai koordinator .Kemajuan kelas . Tugas Urusan Bidang Kurikulum Urusan bidang kurikulum mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegitan penyusunan: .Laporan pelaksanaan pelajaran d.Penyusunan program tata usaha sekolah .126 .mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya .mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum .mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa .Jadwal pelajaran .Jadwal evaluasi belajar .

bahwa di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung.Menyelenggarakan penerimaan siswa baru . keadaan guru. Tugas Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : . sarana prasarana pembelajaran dan hasil lulusan tiap tahun.Pengelolaan pembiayaan alat-alat pelajaran .Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasaran sekolah .Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . hal ini sejalan dengan upayaupaya sekolah yang terprogram secara sistematis untuk lebih dikembangkan sumber daya manusia yang siap dan unggul untuk itulah diperlukan langkahlagkah program mulai dari keadaan siswa.Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala e.Menyusun laporan pelaksanaan urusan saran prasarana secara berkala Selain peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di atas.Mengadministrasikan pendayagunaan sarana prasarana .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah .127 . berdasarkan studi dokumentasi secara rinci akan dijabarkan sebagai berikut : Tabel 4-4 Keadaan Siswa SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Jumlah Kelas VII 401 404 471 Kelas VIII 339 381 386 Kelas IX 312 311 362 1052 1096 1219 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-5 Keadaan Guru SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Kualifikasi tenaga kependidikan No Ketenagaan S2 S1 D3 D2 D1 SMA SMP .

39 Jml Kelulusan 100 % 100 % 8. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Rata-rata Nilai UAN Bhs.40 30.07 7.43 8.10 Mat Bhs.128 1 2 3 Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha 1 - 35 - 7 - - 1 - 8 3 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Sarana dan Prasana Pembelajaran SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tabel 4-6 Sarana Ruangan SMP Negeri 2 Rancaekek No 1 2 3 6 9 10 12 13 14 15 16 17 18 Ruang Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Komputer OSIS/Pramuka/PMR Lapangan Upacara Olah Raga Guru Piket BP-BK Tata Usaha Masjid Gudang Kesenian Jumlah 28 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Baik 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kondisi Cukup Rusak 1 1 - Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-7 Multi Media SMP Negeri 2 Rancaekek No 3 4 5 6 7 Media VCD Player TV Monitor Sound System Tape Recorder Komputer Jumlah 2 4 1 2 24 Baik 2 4 1 1 Kondisi Cukup Kurang 1 4 20 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Tabel 4-8 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung No.60 7. Ing. Ind 7.24 29.93 7.86 7.82 . IPA 7.

Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di Jalan Teratai Raya Bumi Rancaekek Kencana. b. Juara 1 Gerak Jalan PORGUR cabang PGRI Rancaekek tahun 1996. dan sasaran utama 4) Peningkatan Mutu Pendidikan. Sedangkan proses pembelajaran berdasar pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. hal ini dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang diperoleh. Juara 2 Tenis Meja Puteri tingkat Kecamatan tahun 2001.736 m2 : 30 Ruang : 1 ruang . 3) Efesiensi. Program kerja di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. tetapi semangat siswa untuk mendapat prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non-akademik tetap tinggi. terletak di pinggiran kota Rancaekek dan berada di daerah yang rawan banjir. 3. diantaranya adalah: juara 1 Tenis Meja Putera tingkat Kecamatan pada tahun 2008. Juara 3 Bola Volly Puteri tingkat SLTP Se-Bandung Raya tahun 1997. 2) Relevansi (Link and Match). yang berdirinya pada tahun 1993 dengan data sebagai berikut: a. c. Juara 1 membaca cerpen tingkat Bandung Raya yang diselenggarakan oleh UNINUS pada tahun 2009. maka kepala sekolah dapat secara leluasa dalam mengambil tindakan strategi sekolah yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tersebut. adalah meningkatkan mutu pendidikan memilik 4 (empat) strategi sekolah diantaranya yaitu: 1) Pemerataan Pendidikan. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor : 6. d.129 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Meskipun lokasi SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. Hal ini dicapai dengan cara mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan potensi personal yang dituangkan dalam rencana sekolah. selain dari itu ada pula berbagai macam prestasi dalam bidang lainnya. Juara 2 putera ALGA-CUP 3 tahun 1998. Juara 1 Putera Wide Game MABISA Paseh pada tahun 2003.000 m2 : 1.

f. MISI: a. Jumlah Murid Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI: SMP Negeri 3 Rancaekek BERIRAMA. j. berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ramah terhadap lingkungan alam dan masyarakat serta mandiri dalam mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. h. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai suatu tempat belajar yang aman. nyaman. g. Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan kehidupan beragama di lingkungan sekolah. misi. Mendidik siswa agar menjadi warga negara yang beriman dan taqwa. efektifitas dan efesiensi kerja sekolah di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. k. c. Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah Ruang seni Ruang PKS : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 8 unit : 1 unit : 1 unit : 1366 orang : 71 orang : 17 orang : Pagi (07. dan tujuan pendidikan nasional. l. Mewujudkan tercapainya pendidikan meliputi tujuan kurikuler. p.130 e. institusi. n. i. . q.40 WIB) : 1 ruang : 1 ruang m. b.00 – 12. memiliki harapan yang dituangkan melalui visi. o. dan menyenangkan dengan suasana kekeluargaan. r.

tokoh masyarakat/orgamnisasi dan lingkungan setempat. guru. Peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar 1) Tertib dalam mematuhi jam kerja 2) Tertib dalam administrasi KBM dan pelaksanaannya secara efektif dan efesien. e. f. kesiswaan. 4) Penataan dan penambahan sarana pisik sekolah. keterampilan serta potensi dan bakat lainnya. keuangan dan kantor. . Menumbuhkembangkan budi pekerti luhur terhadap siswa agar siswa hormat terhadap orang tua. 2) Pemberdayaan sarana dan prasarana serta sumber daya personil di lingkungan sekolah 3) Job Description sesuai dengan The Right man on the Right Place. Menumbuhkan kesadaran kepada setiap warga sekolah agar supaya dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya dimana sekolah itu berada g. b. STRATEGI: a. Menciptakan rasa kesatuan korep dan pelaksanaan tugas secara propesional serta kerja sama yang efektif dan efesien. Menanamkan dan mengembangkna rasa percaya diri kepada siswa terhadap kemampuan baik dalam bidang akademis. Penataan kelembagaan 1) Penyempurnaan manajemen sekolah yang meliputi bidang akademik. pemerintah daerah.131 d. 5) Peningkatan kerjasama dengan komite sekolah dan instansi terkait. kepegawaian. karyawan dan sesama teman di lingkungannya. 3) Menumbuhkan dan mengembangkan kerja sama khususnya antara guru mata pelajaran melalui MGMP. 6) Sekolah menjadi suatu tempat untuk kegiatan belajar sesuai dengan konsep wawasan wiyata mandala.

misi dan strategi sekolah tesebut dibuat rincian tugas masing-masing personil sebagai berikut: a. 4) Mengikutsertakan guru melalui penyetaraan UT. 1) Pemberdayaan diklat/penataran/MGMP bagi guru 2) Penerapan hasil diklat/penataran dalam KBM secara tepat gMuna dan berhasil guna. 5) Mengembangkan wawasan keunggulan sekolah. siswa. Ulangan Blok dan Ujian Akhir Nsional. mengkordinasikan. kurikulum dan sarana prasarana yang harus saling menunjang dan mendukung untuk mewujudkan visi. mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan rincian sebagai berikut: . Peningkatan kualitas profesi tenaga pendidik. 5) Menyediakan buku-buku referensi guru di perpustakaan sekolah. . 6) Setudi banding antar guru mata pelajaran sejenis maupun antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman. guru. 6) Mengembangkan muatan lokal dan kegiatan ekstra kurikuler. menyusun norma kenaikan kelas. UPI dan STKIP. catur wulan/semester berdasarkan kalender pendidikan. pelaksanan Ulangan Umum. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dalam pengelolaan personal mulai dari peran kepala sekolah. Peran dan Fungsi Kepala Sekolah Kepala sekolah mempunyai tugas merencankan. 3) Peningkatan pemberdayaan supervisi kepada guru. mengarahkan. tata usaha. 7) Mensukseskan wajib belajar 9 tahun 8) Menampilkan sekolah yang ideal melalui kegiatan wawasan wiyata mandala.Mengatur proses belajar mengajar yang mencakup: program tahunan. rencana pelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2006 (KTSP). c. pembagian tugas guru yang langsung dituangkan pada jadwal pelajaran. laporan hasil belajar siswa.132 4) Menumbuhkan keunggulan kompetitip di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah secara kreatif.

melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar. melaksanakan tugas tertentu di sekolah.Mengatur adminiistrasi kantor .133 . c. melaksanakan kegiatan belajar mengajar. melaksanakan evaluasi. Peran dan Fungsi Tenaga Pendidik (guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. membuat satuan pelajaran (RPP). membuat alat pelajara/ alat program. Try out. melaksanakan kegitan penilaian belajar. Tes/kuis. menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran.Mengatur administrasi keuangan . Peran dan Fungsi Bidang Kurikulum Program kurikulum di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung memiliki tugas sebagai berikut: Membuat konsep kelengkapan administrasi guru dan wali kelas. Memahami tugas setiap seksi dalam kurikulum. mengadakan . menciptakan karya seni.Mengatur hubungan dengan masyarakat b.Mengatur pembinaan kesiswaan .Mengatur administrasi perpustakaan .Mengatur administrasi siswa . Pemantapan.Mengatur administrasi keuangan . Menyusun kegiatan kurikulum.Mengatur administrasi pegawai . Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar. membuat alat pelajaran/alat peraga.Mengatur administrasi perlengkapan . Menyusun laporan kegiatan pembelajaran. Membuat konsep surat tugas. mengisi daftar nilai siswa. Mengkordinir dan membantu tugas setiap seksi dalam kurikulum. Pelaksanaan ujian sekolah dan nasional.

guru dan siswa . .Ikut bertanggung jawab atas kebersihan.Pengurusan administrasi pegawai. pengawas.Ikut menjaga nama baik sekolah.Pengelolaan keuangan sekolah . d.Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung.Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah . meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran. diri siswa sendiri. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran.Membantu kelancaran pelajaran di kelas maupun jalanya sekolah pada umumnya .Ikut membantu agar tata tertib sekolah dapat berjalan dan ditaati .Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala .Melengkapi diri dengan keperluan sekolah .Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah . keamanan dan ketertiban kelas serta sekolah pada umumnya. Kewajiban siswa . membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa. perabot dan peralatan sekolah yang ada . baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah . Menyusun kelengkapan pembelajaran. Peran dan Fungsi Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: .Membantu kelancaran sekolah dalam proses kegiatan belajar . Kegiatan MGMP. membuat lembaran kerja siswa.Penyusunan program tata usaha sekolah . halaman WC.134 pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya.Harus bertindak sopan terhadap guru.Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . orang tua dan temanteman e.

Bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana perlengkapan sekolah g.Kebutuhan sarana dan prasarana sekolah . yang lebih dikembangkannya adalah sumber daya manusia yang siap. maka salah satu perangkat program pengelolaan sekolah ini akan senantiasa merupakan suatu perangkat dari sistem manajemen sekolah yang dapat dipergunakan untuk dijadikan arah pelaksanaan program bagi pengelolaan sekolah.Memelihara alat dan bahan yang ada . Peran dan Fungsi Pengelola Laboratorium Pengelola laboratorium mempunyai tugas membantu guru dalam kegiatankegiatan pembelajaran yang memerlukan praktek: . Peran dan Fungsi Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan bersama kepala sekolah menyusun : .Membuat jadwal praktek. .Mengajukan kebutuhan alat dan bahan praktikum .Bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan di laboratorim.Membantu merencanakan rehabilitasi program sekolah . efektipitas dan efesiensi pelaksanaan pendidikan yang tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku sesuai dengan pengelolaan manajemen berbasis sekolah . larangan dan peringatan.Menginventarisir alat dan bahan praktikum .Memantau penggunaan sarana dan prasarana sekolah .Mencatat sarana dan prasarana sekolah yang masih dapat dipakai dan yang tidak dapat dipakai .135 f. tata tertib laboratorium. Sejalan dengan hal tersebut dan berdasar bahan masukan dari lapangan.Membuat program kerja laboratorium . maka diperlukan program rencana pengembangan sekolah (RPS) di sekolah untuk dijadikan standar dalam rangka meningkatkan mutu. bahwa peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung.

bahwa : .44 Rata-rata Bhs.60 Jumlah 33. Potensi Lingkungan Sekolah Potensi lingkungan di SMP Negeri Rancaekek 3 Bandung. Tidak Tetap Tetap Tetap 1 S2 3 2 S1 47 6 3 D3 8 1 3 4 D2 6 5 D1 1 6 SMA 7 7 Jumlah Total 64 7 10 7 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung g.42 33.02 8.49 8.89 Nilai UAN IPA 8. Ind 8.Jumlah pendaftar selalu melebihi daya tampung . Mat Ing.56 Kelulusan 100 % 100 % Bandung Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Tabel 4-11 Kondisi Guru dan Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Jumlah Guru Jumlah Tata Usaha No Ijazah Guru Tetap Guru Tidak TU. dan potensi sekolah. sebagai berikut: Tabel 4-9 Kondisi Siswa SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2009-2010 No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1 VII 206 220 426 2 VIII 236 235 471 3 IX 238 223 461 Total 680 678 1358 Jumlah Rombel 30 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung Tabel 4-10 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 3Rancaekek Kabupaten Bandung No 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs. TU.53 8. kondisi guru. data di bawah ini berdasarkan studi dokumentasi. 8.36 8. mulai dari kondisi siswa.136 (MBS).63 8.

Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara. Juara Umum Wide-Game Trophy Bupati Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2003. sangatlah berpotensi untuk lebih dikembangkan. Deskripsi Hasil Penelitian Penyajian hasil penelitian.Tersedianya jumlah tenaga guru yang memadai . B. Tata Usaha dan komponen terkait lainnya). Juara 1 PASKIBRA tingkatKabupaten Bandung tahun 2005.Kualifikasi Tenaga Pendidik sebagain besar sarjana . Adapun uraiannya sebagai berikut: 1. mereka pengelola sekolah (Kepala Sekolah. dan juga memiliki berbagai prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik. di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung.Bandung Timur Tahun 2008. Juara 2 Futsal tingkat SMP se-Bandung Raya pada Tahun 2009. kondisi guru dan tata usaha. Juara 1 Siswa teladan tingkat Kabupaten Bandung tahun 2001. seperti diantaranya adalah: Juara 1 Baca Puisi tingkat SMP se-Jawa Barat pada Tahun 2009. observasi dan studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen yang ada. penulis tuangkan berdasarkan urutan pokok masalah penelitian sebagai sasaran dalam menyajikan deskripsi hasil penelitian. Startegi Guru dalam merencanakan isi materi.Jumlah karyawan cukup banyak . Juara 1 Bola Volly antar SMP se-Kecamatan Rancaekek tahun 2007. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. telah melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang . serta potensi lingkungan sekolah. Juara 1 Wide-Game Pramuka tingkat Kabupaten Bandung tahun 2002. Jauara 1 Menggambar tingkat Kabupaten Bandung tahun 2005. Juara 2 LKBB se. Guru.137 . Juara 1 Musikalisasi Puisi seBandung Raya tahun 2007. hal ini relevan dengan hasil penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pada tahun 2005 mendapatkan nilai Akreditasi A (sangat memuaskan).Masih tersedianya lahan tanah sekolah untuk penambahan bangunan Dengan melihat hasil dokumentasi di atas mulai dari kondisi siswa.

Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah sedangkan tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah: meningkatkan efisiensi/efektivitas pembelajaran. kreatif dan inovatif serta memiliki persepsi yang sama dengan komitmen terhadap program yang telah disepakati dari masing-masing sekolah. Temuan lain menunjukkan bahwa perencanaan di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu materinya harus berkaitan erat dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Berdasarkan hasil temuan di lapangan di ketiga SMP Negeri yang berada di Kabupaten Bandung. sehingga IPA Terpadu bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. sudah dapat dipastikan. Berdasarkan hal tersebut.138 menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. meningkatkan minat dan motivasi dan beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. Pendapat berikutnya menyatakan bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu tiap-tiap sekolah telah melaksanakan strategi-startegi pembelajaran. CTL pembelajaran aktif. konsep-konsep. Untuk meningkatkan hasil belajar. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk meningkat kemampuan siswa dari hasil belajarnaya sehingga siswa memiliki perubahan yang mengarah kepada hal yang lebih baik sesuai dengan harapan sekolah. kreatif dan mandiri. bahwa pembelajaran IPA Terpadu harus membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. . berdaya guna secara optimal diperlukan wawasan yang luas. Sesuai dengan temuan yang didapatkan peneliti. temuan penelitian menunjukan bahwa strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tampak para guru IPA di tiga SMP Negeri Kabupaten Bandung dalam pelaksanaan proses pembelajarannya memiliki prinsip bahwa proses pembelajaran IPA Terpadu akan menghasilkan kualitas yang diharapkan bila proses tersebut dapat membangkitkan motivasi kegiatan belajar efektip dan efesien. misalnya dengan cara peer teaching. team teaching. meningkatkan motivasi serta tindak lanjut pembelajarannya. mereka (guru) berpendapat.

Tujuan penyusunan Model Pembelajaran IPA Terpadu pada dasarnya untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan sebagai kerangka acuan bagi guru dan pihak terkait. menyatakan bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang ciri-cirinya sebagai berikut: 1) Hasil pembelajaranya tahan lama dan memiliki kecakapan life-skills dalam kehidupan peserta didik. kegiatan pembelajaran. penilaian hasil belajar dan sumber belajar. metoda pembelajaran. rasa ingin tahu tentang benda. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran. 3) Memiliki sikap. materi ajar. Produk. kompetensi dasar. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. teori dan hukum. prinsip. presedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. bahwa pada umumnya guru IPA Terpadu telah membuat perencanaan proses pembelajaran yang dibuktikan dengan adanya dokumen berupa: program tahunan. berupa fakta. 2) Hasil itu merupakan pengatahuan yang betul-betul asli. penyusunan model ini di antaranya bertujuan untuk: . Proses. guru harus mempertimbangkan berapa persen (%) yang diserap oleh peserta didik (siswa) dari yang diajarkan itu akan masih diingat kelak oleh peserta didik. yang langsung dikonsultasikan dengan koordinator laboratorium. makhluk hidup. program semester. Selain dari itu sebagian guru juga sudah membuat rencana program kegiatan praktek laboratorium. Secara rinci. penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. standar kompetensi. fenomena alam. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. tujuan pembelajaran. serta memiliki program evaluasi dan program berbaikan dan pengayaan. alokasi watu. indikator pencapaian kompetensi. Berdasarkan studi dokumentasi. Aplikasi. Hal ini mengandung makna bahwa pengatahuan hasil proses belajar mengajar itu bagi para peserta didik seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. Dengan demikian.139 Dari hasil wawancara dengan ketiga kepala SMP Negeri di Kabupaten Bandung. bahkan ada juga guru yang malakukannya sendiri. pengembangan silabus.

dan pemahaman bagi pihak terkait (misalnya kepala sekolah dan pengawas). yang melibatkan aktivitas peserta didik secara berkelompok maupun mandiri. 2) memberikan keterampilan kepada guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran (memetakan kompentensi. agar peserta didik dapat memahami tema secara komprehensif dan terarah. mengapa. Upaya Guru dan Sekolah dalam melaksanakan isi materi. memperoleh pengetahuan yang betul-betul mengandung makna. . sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terpadu. dan menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran) dan penilaian secara terpadu dalam pembelajaran IPA. agar tema dapat dibahas secara mendalam dan luas oleh guru bidang kajian IPA. pengetahuan. karena secara teknis akan terjadi kesulitan pengaturan jadwal dan pengaturan tim pengajar bila diajarkan lintas bidang studi. Pembelajaran IPA secara terpadu akan lebih efektif bila tema yang dibahas relevan dan berkaitan dengan ‘IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat’. tahan lama dan memiliki kecakapan life skills dalam kehidupan peserta didik. dan bagaimana pembelajaran IPA terpadu pada setiap jenjang pendidikan dari mulai SD sampai dengan tingkat pendidikan menengah. Mata pelajaran yang dipadukan sebaiknya masih dalam lingkup bidang kajian IPA. Tema yang dibahas disajikan dalam konteks IPA-lingkungan-teknologimasyarakat. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Tepadu hendaknya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. menyusun silabus. 2. Aktivitas peserta didik perlu ditunjang oleh media pembelajaran yang memadai. 4) memberikan wawasan. 3) membimbing guru agar memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu.140 1) memberikan wawasan bagi guru tentang apa. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa.

oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. b. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. Tanpa kondisi ini. Hal ini terjadi karena model pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). memiliki sikap..141 bahwa hasil proses pembelajaran seolah-olah merupakan bagian kepribadian bagi diri siswa. Secara akademik. Perlu disadari. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. aplikasi) penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. proses pemecahan masalah melalui metode ilmiah. rasa percaya diri yang tinggi. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. memiliki kreativitas tinggi. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. produk (berupa fakta. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan melakukan proses pembelajaran sebagai berikut: a. menjelaskan bahwa: pada pelaksanaannya disamping kekuatan/manfaat yang ada. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). maka pembelajaran terpadu dalam IPA terwujud. keterampilan metodologis yang handal. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. teori dan hukum. fenomena alam. prinsip. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung. rasa ingin tahu tentang benda. demikan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung. bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. makhluk hidup. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. kemampuan eksploratif dan elaboratif akan sulit .

f. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. e. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. mungkin juga fasilitas internet. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Dengan kata lain. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. dan mempermudah pengembangan wawasan. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. c. Bila kondisi ini tidak dimiliki. penilaian keberhasilan pembelajaran . berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian peserta didik. Dalam kaitan ini. memperkaya. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. selera. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. materi). maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. metode. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. Semua ini akan menunjang.142 (menemukan dan menggali). Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). Bila sarana ini tidak dipenuhi. d. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka.

c. guru. Selanjutnya melalui kegiatan observasi dan studi dokumentasi yang peneliti lakukan di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung menemukan bahwa ternyata pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA– lingkungan. kolaborasi.143 Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkan konsep-konsep dari berbagai sub-mata pelajaran. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran. e. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. Oleh karena itu. dan mandiri. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. . ‘membaca’. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. fisika dan kimia. dan berinteraksi dengan teman. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. berdisiplin. b. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. d. dan dunia nyata. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan.teknologi-masyarakat. ‘berbicara’.

kegiatan inti. b. Kegiatan tatap muka dimaksudkan menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan . a. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif.144 Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: a) belajar. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. memberikan acuan topik yang akan dibahas. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). dan kegiatan penutup/tindak lanjut. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. b) c) d) memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran.

2) Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru.145 sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. c. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu 3) Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. 1) Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. dan perorangan. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. di antaranya adalah sebagai berikut ini. Peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut . yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. kelompok. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya.

146 Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. pendidik. 4) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. 3) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. 2) pengembangan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik. bakat. berdasarkan hasil observasi terungkap bahwa langkah awal yang dilakukan guru IPA untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu dengan melaksanakan langkah-langkah strategi seperti: 1) membentuk MGMP IPA. dan pembimbing namun harus memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarnnya. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. perencanaan kegiatan. Mengacu pada hal tersebut. mengikuti kegiatan forum ilmiah. seorang pendidik tidak semata-mata sebagai: pengajar. membaca materi pelajaran tertentu. Hal ini mengandung makna bahwa pengetahuan hasil proses pembelajaran itu bagi siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. work shop. menyimpulkan materi yang telah . dalam kehidupan sehari-hari. Hasil wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung. pelatih. diklat. 1) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. Dalam proses pembelajaran guru IPA harus dapat membedakan antara pengetahuan konsep dan ketrampilan proses yang disesuaikan dengan minat. kondisi situasi. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. seminar. mengundang nara sumber dan mengadakan pertemuan melalui forum guru/MGMP IPA secara rutin dan mengevaluasi pelaksanaannya. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. 2) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah.

Dan selain strategi-strategi yang dimiliki oleh para guru IPA ada hal penting yang harus mereka ketahui/miliki. 3) Motivasi akan terangasang karena ada tujuan Selain itu. Temuan lain menujukan bahwa cara-cara yang dilakukan guru IPA untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: atau langkah-langkah dalam proses tujuan-tujuan dan konsep-konsep . seorang pendidik menyatakan bahwa dengan memotivasi siswa itu merupakan langkah strategi untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. persoalan motivasi ini dapat juga dikaitkan dengan persoalan minat. serta selalu mengikuti berbagai kegiatan pelatihan. tuntunan pembelajaran yang berisi pembelajarannya. Temuan lain. sebagai perangkat pembelajaran. guru IPA juga dapat mengembangkan potensinya. hal ini dikaitkan dengan persoalan minat. penataran dan sejenisnya. ketentuan. yaitu dokumen kurikulum nasional yang berisi program pembelajaran tahunan dan atau semester. serta mengadakan pertemuan rutin dan/atau secara berkala dengan guru-guru IPA baik intern maupun ekstern. Minat dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan atau kebutuhannya sendiri. ada tiga langkah memotivasi diantaranya: 1) Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Hal ini mengandung arti bahwa perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam sistem yang ada pada organisme manusia. Hal ini menunjukan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepeda seseorang.147 Selain itu. 2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa. afeksi seseorang dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan. karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu.

untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif seperti tanggap. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber atau referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. melaksanakan praktikum. empiris. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. Salah seorang siswa menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatan perpustakaan. Dalam proses pembelajarannya guru IPA telah memberikan pelayanan optimal terhadap siswa. memiliki sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. 2) 3) 4) Memeberi Hadiah (Reward). Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah sarana dan prasarana laboratorium bagi guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan praktikum IPA di .148 1) Dengan memberi angka. Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. 5) 6) 7) 8) Memberi ulangan Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. bahwa guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. kritis. Hasrat untuk belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. serta mengembangkan potensi peserta didik. ketrampilan (psikomotor) dan afekksinya. memanfaatkan media. dengan cara bagaimana seorang pendidik memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. Persaingan/Kompetisi.

buku sumber. sehat jasmani dan rohani. gambar. upaya sekolah adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) kependidikan mengikutsertakan guru dalam pelatihan. Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih inter-aktif dan komunikatif apabila menguasai multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. tenaga kependidikan (TU). dan kenaikan tingkat yang secara pro aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah orang antara tenaga tetap dan tidak tetap. dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. kondisi ruang belajar memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. charta. OHP. Dari hasil temuan di sekolah yang diteliti ternyata hasil obsevasi dan wawancara bahwa rencana sekolah mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan . memfasilitasi media. turut andil dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Hasil penilitian menunjukkan bahwa sebelum melakukan pembelajaran Kepala Sekolah dan Guru terlebih dahulu melakukan evaluasi diri yang hasilnya adalah bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. memiliki ruang laboratorium IPA. dan sejenisnya baik lokal. alat peraga. regional maupun nasional mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga . penataran. dan laptop. siswa. ruang belajar yang ideal. peralatan praktek. Hasil wawancara dengan salah seorang tenaga kependidikan (TU). dan mengadakan sarana prasarana. kelengkapan administrasi.149 laboratorium yang disesuaikan dengan alat yang ada dan atau memiliki media yang memadai sesuai dengan konsep silabus. komputer. internet.

b. d. temuan penelitian menunjukan bahwa sesuai dengan tuntutan untuk mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. f. Selain dari itu peneliti juga menemukan faktor pendorong peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung: a.150 Berdasarkan upaya dan rencana sekolah di atas. Sarana laboratorium belum lengkap dan tidak digunakan secara maksimal. Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru . telah sejalan dengan peningkatan kompetensi profesional guru dan merupakan suatu keharusan mengikut sertakan dalam pelatihan. 3. masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered. Strategi guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. belum memberikan wawasan dan keleluasaan kepada guru-guru IPA untuk mengembangkan potensinya dalam kegiatan peningkatan mutu pembelajaran IPA melalui kegiatan studi banding antar sekolah sebagai startegi sekolah. sehingga para guru IPA tidak dapat mengukur kurang dan lebih di dalam proses pembelajarannya. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran. e. Letak geografis sekolah yang rawan banjir. Berdasarkan hasil observasi di lapangan di SMP Negeri Rancaekek Bandung. sehingga menggangu proses pembelajaran. Masih ada guru yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Temuan lapangan lain menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung sebagai berikut : a. yang mempunyai persefsi sama. mengundang nara sumber. b. belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. c. studi banding untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran IPA Terpadu.

f. e. penyusunan hand out. 3) Pembuatan rencana evaluasi hasil belajar 4) Pembuatan rencana pembinaan siswa b. meliputi: pembuatan pedoman-pedoman. meliputi: 1) Pelaksanaan pengajaran toeri. modul. Ruangan multimedia. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran di sekolah telah tersedia. Perencanaan pembelajaran meliputi 1) Penjabaran kurikulum. Maka dalam bagian ketiga ini penulis akan menguraikan pembahasan hasil penelitian yang telah didapatkan berdasarkan kajian teoritik dan empirik. bahwa pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal sebagai berikut: a. d. C.151 c. g. dan pembuatan program tahunan dan semester. regional. yaitu: pelaksanaan pengajaran di kelas. maupun nasional. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. Sebagian fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran tersedia. Pembahasan Hasil Penelitian Pembahasan adalah merupakan analisis dan kajian peneliti terhadap hasil seluruh rangkaian kegiatan dalam melakukan penelitiannya. sehingga fenomena yang diungkap dalam penelitian ini memperoleh kejelasan secara konseptual keilmuan. 2) pembuatan rencana penagajaran. . Pelaksanaan pembelajaran. Analisis teoritik Berdasarkan analisis teoritik yang ada. meliputi: pembuatan persiapan pengajaran. buku. Pembahasan hasil penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemaknaan dan pendalaman atas temuan-temuan empiris dari sisi keilmuan atau rujukan konseptual. 1.

Dari eksplorasi lapangan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. maka terlihat bahwa keberadaan pendidikan di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. yang dimulai kegiatanya dari aktivitasaktivitas kegiatan rutin sekolah nampak memberikan warna sekolah tersebut. Dengan diraihnya berbagai prestasi yang didapat prestasi yang dicapai oleh guru. karena peran steacholder. Namun bukan hanya prestasi yang penulis teliti semata. dan belajar di perpustakaan. ada pula temuantemuan lain yang belum sesuai dengan harapan hasil instrumen penelitian. 3) Evaluasi pembinaan siswa. evaluasi kurikulum. yaitu: evaluasi proses/pelaksanaan pengajaran. yaitu pelaksanaan pembinaan kegiatan siswa yang meliputi kegiatan ekstra kurikuler. yaitu: evaluasi rencana pembinaan siswa 4) Evaluasi perencanaan pengajaran.152 2) Pelaksanaan pengajaran praktek. sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja . yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. ditinjau dari isi kurikulum. Analisis Empirik Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. 4) Pelaksanaan evaluasi. Dengan terbuktinya berbagai prestasi yang didapat. c. a. proses dan sarana prasarana. meliputi: 1) Evaluasi kurikulum dan penjabarannya. di ruang keterampilan. 3) Pelaksanaan evaluasi. 5) Pelaksanaan pembinaan siswa. meliputi: evaluasi rencana pengajaran di sekolah dan evaluasi rencana hasil belajar. Evaluasi pembelajaran. yaitu: pelaksanaan pengajaran di laboratorium. ini banyak menampilkan sesuatu yang baru dalam dunia mulai dari pendidikan. meliputi: evaluasi pedoman dan program. 2) Evaluasi rencana pengaajaran (toeri dan praktek). yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. 5) Evaluasi palaksanaan pembinaan siswa 2. oleh siswa baik prestasi akademik maupun non akademik di tingkat regional maupun tingkat nasional.

mulai dari sumberdaya manusia. latihan berpikir kuantitatif dan memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan pembuatan alat-alat sederhana dan penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Strategi yang dilakukan kepala sekolah mulai dari: memberikan keleluasaan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. guru. fasilitas sarana dan prasarana sekolah.153 sekolah. telah mampu menunjukan keberadaanya sebagai sekolah yang memilki berbagai keunggulan. mengikutsertakan berbagai pelatihanpelatihan sejenis misalnya seminar. memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal. mengikuti forum ilmiah. Dengan demikian. memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan oleh guru. dan tujuan dari apa yang dilakukan oleh SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung salah satu contohnya. Strategi yang dipilih . yang menitik beratkan pada proses pembelajarannya mampu menghasilkan hal yang positif bagi peserta didik untuk dapat berpikir tingkat tinggi. menanamkan pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). misi. Seluruh komponen lembaga di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. kurikulum dan sarana prasarana.work shop. mengimplementasikan kurikulum. rumusan pernyataan dalam langkah strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. Dengan adanya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau mulai dari sumber daya manusianya: kepala sekolah. Ini menunjukan bahwa pimpinan dan komponen-komponenya telah berhasil melakukan pengembangan organisasi secara baik. mempermudah aturan/prosedur dalam menyelesaikan komplik dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru memberikan arahan dan bimbingan. hal ini dikarenakan kejelasan visi. semua komponen ini saling mendukung satu sama lain sebab kalau ada salah satu ketimpangan dari komponen tersebut tidak akan berhasil dan tercapai strategi peningkatan dalam pembelajaran IPA Terpadu. siswa dan tenaga kependidikan ( TU). seperti: memberikan pengalaman bagi peserta didik.

produk dan aflikasi yang telah dipelajarinya. merumuskan indikator pembelajaran tepadu. motivasi dan pembelajaran aktif untuk mencapai tujuan tersebut. bakat. Keberhasilan pembelajaran IPA Terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. . Dengan cara tersebut siswa terhindar dari proses pembelajaran yang hanya memahami hapalan saja tidak sampai kedalam tingkat pemecahan permasalahan. Berdasarkan uraian di atas. Strategi yang digunakan para guru IPA dalam proses pembelajaranya seperti strategi-strategi diatas merupakan pilihan strategi yang tepat untuk pembelajaran IPA Terpadu. dan merupakan suatu cara untuk mempermudah dalam penentuan tema antara keterkaitan konsep yang satu dengan konsep yang lain dalam bidang kajiannya. dan menyusun rencana pelaksanan pembelajaran terpadu. kebutuhan. penyajian tema dan sumber belajar yang mendukung pada konsep-konsep bidang kajian tersebut. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu. dan kemampuan). mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian serta melakukan pemetaan.154 haruslah yang dapat memberikan kecakapan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunakan pengetahuan. proses. kemampuan siswa. sikap. CTL. tampak bahwa strategi yang dipilih dan dipergunakan para guru IPA dalam poses pembelajarannya mengacu pada makna strategi-strategi seperti dengan cara peer teaching. menyusun silabus pembelajaran terpadu. seperti kemampuan guru. Perlu diperhatikan oleh guru adalah tidak ada satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk semua konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. team teaching. Adapun alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu: menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan. Strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan konsep tertentu tergantung pada tema yang disesuaikan pada kondisi masing-masing tema tersebut yang terlibat dalam proses pembelajaran secara faktual. memilih/ menetapkan tema atau topik pemersatu.

membimbing. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber dan referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. mengawasi. empiris. memang sudah menjadi suatu keharusan tuntutan dalam pembelajaran IPA Terpadu. latar belakang pendidikan orang tua. mengawasi dan memfasilitasi untuk keperluan siswanya dalam membantu kemajuan prestasi pembelajaran siswanya. bagi siswa sangat berpengaruh kurang baik dalam prestasi terhadap pembelajaran-pembelajaran terhadap kemajuan siswanya sendiri.155 Strategi siswa dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanpaatkan perpustakaan. selain itu juga peran serta orang tua sangat berpengaruh besar dan peduli terhadap pendidikan program sekolah dan juga ikut memantau. membimbing. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah seperti sarana laboratorium. maka sebagai guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan pembelajaran praktikum IPA yang disesuaikan dengan tuntutan konsep silabus. melaksanakan praktikum. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif sepeti tanggap. juga sangat berperpengaruh sekali tentang kondisi lingkungan. tidak mungkin akan tercapai prestasi dalam proses pembelajaran IPA Terpadu yang optimal khususnya. memanfaatkan media. Kalau strategi siswanya sudah seperti itu. letak geograpis. serta mengembangkan potensi peserta didik. dan tingkat ekonomi. mengarahkan serta tidak memfasilitasi keperluan siswanya. Kalaupun masih banyak ketidak pedulian peran serta orang tua terhadap program sekolah dan tidak membantu. Dalam proses pembelajaranya guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. kritis. yang lainnya dan mungkin mengalami kegagalan apabila orang tua tidak andil dan ikut peduli . Berdasarkan pembahasan di atas selain strategi dengan berbagai fasilitas yang ada dan peran serta orang tua yang ikut andil dan peduli terhadap dunia pendidikan. memiliki sumber reverensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran.

mengadakan sarana prasarana. dan secara pro-aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah tenaga tetap dan titak tetap. startegi kurikulumnya dan strategi sarana prasanannya yang masing-masing komponen saling terkait antara satu dengan yang lainnya. kontrol evaluasi kurang dilaksanakan. sehingga tujuan pembelajaran IPA Terpadu dapat tercapai secara optimal. dan media lainnya. dengan cara wawancara. observasi. internet. peralatan praktek. memiliki ruang laboratorium IPA. memang haruslah seperti uaian di atas. alat peraga. memfasilitasi media. dalam proses pembelajaran IPA Terpadu belum menguasi atau memahami antara yang membedakan pengetahuan konsep dan ketrampilan proses bahkan dalam penentuan tema bidang kajian yang satu dengan bidang kajian yang lain belum memahaminya. dari mulai strategi sumberdaya manusianya. charta. Sumber daya manusia dari Tenaga kependidikan (TU) harus dapat membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. memanajemen lembaga sekolah yang masih belum profesional dan proforsional. kelengkapan administrasi. Sedangkan dari sumberdaya manusia dari tenaga pendidik (guru) masih ditemukan juga. siswa. harus turut serta dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. kurang tanggap terhadap berbagai kebijakan. tujuan program terlihat belum maksimal. ruang belajar yang ideal. Akan tetapi dari hasil penelitian. buku sumber. gambar. laptop. OHP. Dalam peningkatan strategi pembelajaran IPA Terpadu idealnya. untuk itu tenaga kependidikan (TU). studi dokumentasi masih ditemukan di dalam proses pembelajarannya belum sepenuhnya menggunakan strategi-strategi yang dipaparkan di atas sangat bertolak belakang dilihat mulai dari sumberdaya manusia seperti peran kepala sekolah. komputer. kondisi ruang belajar untuk memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi.156 Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih interaktif dan komunikatif apabila ditunjang dengan penguasaan multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. apabila ditemukan dalam pembelajaran .

guru dituntut untuk Upaya sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten . memanfaatkan media. dan berani mengemas serta mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan. Secara akademik. Sumberdaya manusia tenaga kependidikan (TU). melaksanakan praktikum. bahwa tenaga kependidikan (TU). rencanan evaluasi hasil belajar dan rancana pembinaan siswa secara tertulis. Kalau strategi siswanya masih seperti itu. Dilihat dari strategi sumberdaya manusia (siswa) dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian yang belum memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatkan perpustakaan. maka strategi peningkatan pembelajarannya mustahil akan tercapai. membuat rencana pengajaran. tersusun sistematis. untuk itu maka pada proses pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Guru harus berwawasan luas. apalagi peran serta orang tua tidak mendukung proses pembelajarannya akan sangat berpengaruh. masih ada yang belum profosional dalam kinerja dilingkungan pendidikan.157 IPA Terpadu masih ada yang seperti itu. yang seharusnya sebagai customer service untuk pelayanan optimal untuk membantu kelancaran program sekolah dan selalu proaktif dan cepat tanggap terhadap lembaga pendidikan di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan. b. rasa percaya diri yang tinggi. maka akan menjadi suatu ketimpangan dalam pembelajaran IPA Terpadu. bahwa sebagian besar guru dan kepala sekolah di ketiga sekolah yang diteliti telah membuat perencanaan pengajaran yang berupa: penjabarab kurikulum. dan lengkap meskipun tidak begitu rinci. memiliki kreativitas tinggi. dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. Memperhatikan deskrifsi pada bagian terdahulu terdapat masalah yang yang perlu dianalisis baik secara empiris maupun berdasar pada kajian teori. sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajarannya. Bandung. keterampilan metodologis yang handal.

karena pembelajaran IPA terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). dan mempermudah pengembangan wawasan. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Aspek sarana dan sumber pembelajaran. Penting juga dipaerhatikan Aspek penilaian. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Dengan kata lain. Hal ini dibutuhkan karena model pembelajaran IPA terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). Semua ini akan menunjang. Kurikulum juga harus luwes. Tanpa kondisi ini. karena pembelajaran IPA terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. metode.158 terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. memperkaya. . kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. selera. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). maka pembelajaran IPA terpadu akan sulit terwujud. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Dalam kaitan ini. mungkin juga fasilitas internet. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Bila kondisi ini tidak dimiliki. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. Bila sarana ini tidak dipenuhi. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. Suasana pembelajaran IPA terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Selain dari itu pembelajaran IPA terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif baik.

sarana. masyarakat. kompetensi sosial. kurang tanggap terhadap kebijakan. melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. penataran. Dari hasil temuan di lapangan dari tiga sekolah yang diteliti salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Temuan lain di lapangan dari tiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang diteliti belum secara optimal dilaksanakan upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional gurunya. sehat jasmani dan rohani. upaya yang dilakukan sekolah tersebut adalah sebagai berikut: a) b) c) d) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. dana. regional maupun nasional. memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. dan minat yang dilakukan di kelas Berdasarkan hasil observasi. tenaga kependidikan. dan prasarana. tingkat ekonomi. melakukan pembimbingan dan pelatihan. wawancara.159 Hal lain yang perlu di analisis adalah aspek sumber daya sebagai penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidik. kompetensi spiritual. ternyata dari hasil obsevasi. mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. hal ini dikarenakan kondisi lingkungan. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. menilai hasil pembelajaran. letak geograpis. wawancara bahwa rencana sekolah untuk mengembangkan kompetensi profesional dan kualifikasi tenaga pendidikan (guru). dan studi dokumentasi yang dilakukakan penulis pada ketiga sekolah. dan sejenisnya baik lokal. daidapatkan bahwa pelaksanaan . Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. kompetensi kepribadian.

adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) belum seluruhnya guru menguasai media elektronik masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat media Internet beleum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. . Pelaksanaan Evaluasi terhadap pelaksanaan proses peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. dan perpustakaan sebagian besar berjalan dengan baik.160 pengajaran baik teori maupun praktek yang dilakukan di kelas. Dari hasil penelitian menunjukan faktor-faktor penghambat peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung. laboratorium. meskipun di beberapa sekolah masih ada sebagian guru yang belum melakukan pembelajaran reflektif (inquiri. pengamatan. eksperimen dan penyelesaian masalah) untuk materi kognitif. diskaperi. Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru. Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia. c. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. faktor pendorong untuk 1) 2) 3) 4) 5) Dinas Pendidikan peningkatan kompetensi guru dalam peluang untuk meningkatkan pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut : memberikan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. Ruangan multimedia. Temuan lain dari hasil deskrifsi penelitian ketiga SMP Negeri Kabupaten Bandung.

Evaluasi adalah merupakan alat untuk mengontrol.161 6) 7) 8) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. Peserta didik. Pengetahuan teknologi informatika dari setiap penyelenggra Dilaksanakan dipertanggungjawabkan hasilnya. sarana prasarana dan lainnya. Dalam penilaian diperlukan langkah-langkah pengumpulan. sehingga dapat . pendidikan Tujuan penilaian adalah penentuan seberapa baiknya pelaksanaan suatu proses pembelajaran apabila dinilai berdasarkan kriteria tertentu atau apabila dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya. utnuk itu agar evaluasi bisa dijadikan acuan dan alat ukur dari hasil penyelenggaraan pendidikan. maupun nasional. Letak Goegrafis. misalnya: Pendidik. Ruangan/lahan sekolah multimedia. personalia. kultur budaya dan ekonomi dimana sekolah secara objektif . dan yang menjadi alat ukur untuk melihat hasil suatu proses pendidikan adalah proses evaluasi. jenjang dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap hasil penyelenggaraan pendidikan. penjaminan dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. mengendalikan. metode. Kurikulum. maka hendaknya pelaksanaan Evaluasi harus memperhatikan: itu berada. regional. Sumber daya pendukung dan sumber daya manusia sebagai pelaksana evaluasi pendidikan. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. dan penafsiran data berkaitan dengan suatu pelaksanaan. yang luas untuk dikembangkan sebagai Pendidikan adalah merupakan suatu proses yang terjadi karena adanya sejumlah perangkat yang saling terkait. pengolahan. Untuk penilaian lengkap harus dikumpulkan dua jenis data utama: (1) gambaran jelas mengenai tujuan. lingkungan. Permasalahan yang ada di lapangan tentang penyelenggaraan Evaluasi sering kali terjadi tidak sesuai dengan fungsi yang sebenarnya.

Penilaian terhadap interaksi guru dan murid meliputi metode pengajaran. mengantisipasi kebutuhan pendidikan. berkenaan dengan apa yang dinilai yaitu landasan. Penilaian terhadap komponen landasan meliputi filosofis. Penilaian berfungsi untuk mendiagnosa. kelompok. (2) to revise. penilaian memegang peranan penting dalam berbagai keputusan untuk memperbaiki baik materi kurikulumnya itu sendiri maupun pelaksanaannya. tujuan pendidikan. atau klasikal. and (5) to determine if objective have been achieved. atau diganti dengan kurikulum baru. pelaporan kepada para pengambil keputusan. dan pengembangan kurikulum. dan hasil.162 materi. Penilaian terhadap tujuan pendidikan meliputi tujuan institusional. (4) to anticipate educational needs. dan lingkungan belajar. Hasil penilaian (data atau informasi) diperlukan sebagai bahan untuk peninjauan kembali. psikologis. dan program penelitian/ pengembangan. Penilaian terhadap materi meliputi materi yang bersifat fakta. dan generalisasi. tujuan kurikuler. Fungsi penilaian adalah: (1) to diagnose. dan kegiatan dalam bentuk individu. dan (2) pertimbangan tentang kualitas dan kelayakan tujuan. apakah harus dirubah/diperbaiki. pengembangan kurikulum. metode penilaian. mambandingkan. dan menentukan jika tujuan telah dicapai. . Penekanan utama penilaian adalah sejauhmana pembelajaran pada suatu kurikulum telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar. konsep. alat bantu belajar dan mengajar. Rekomendasi menjelaskan secara teknis dan terperinci tentang alternatif yangdiambil oleh pembuat keputusan. memperbaiki. Pertama. (3) to compare. Penilaian secara langsung mendukung terhadap upaya penyempurnaan proses belajar mengajar. dan sebagainya. interaksi guru dan murid. dan pendekatan. materi. dan tujuan instruksional. baik terhadap pelaksanaan kurikulum itu sendiri maupun terhadap konseptualisasi dan legitimasi. perbaikan administrasi pendidikan. Hasil dari penilaian akan menunjukkan bahwa penilaian memberikan informasi kepada pembuat keputusan apakah suatu kurikulum masih tetap digunakan. Komponen Kurikulum yang dinilai dalam penilaian harus jelas apa dan siapa yang dinilai. Oleh karena itu.

dan keterampilan membina hubungan dengan sesama guru. Keputusan tentang tindak lanjut kurikulum dibuat atas dasar perbandingan data yang diperoleh dari penilaian kurikulum. Pendekatan yang dipergunakan dalam penilaian kurikulum akan menentukan jenis data dan bagaimana data itu seharusnya dikumpulkan dan digunakan. Dua pendekatan pokok yang biasanya diterapkan dalam penilaian kurikulum. yang artinya data tersebut menunjukkan . Data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah data kuantitatif. and (2) humanistic ideals approach. Dengan demikian. anak didik. Nilai tes anak didik merupakan bagian penting dari data yang dikumpulkan. Usaha untuk manipulasi atau mempengaruhi pelak sanaan kurikulum sebelum dilakukan pengamatan akan mengurangi sifat alamiah dari pendekatan ini. Data yang diperoleh akan berupa data kualitatif. berkenaan dengan siapa yang dinilai yaitu kelompok personal yang mencakup guru. sehingga data tersebut dapat dianalisa secara statistik. Humanistic ideals adalah pendekatan penilaian melalui serangkaian pengamatan terhadap kurikulum yang sedang berlaku. dan (2) latar belakang pendidi kan. data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah gejala-gejala yang dilihat pada saat pengamatan berlangsung. Data tersebut digunakan untuk perbandingan prestasi anak didik dalam situasi yang berbeda. Pengamatan diarahkan kepada penemuan dan pembuktian kasus yang terjadi. kepala sekolah.163 Penilaian terhadap lingkungan belajar meliputi sekolah dan masyarakat. dan membina peraturan-peraturan yang berkenaan dengan pelaksanaan pendi dikan khususnya kurikulum di sekolah. Penilaian terhadap kepala sekolah diarah kan kepada kemampuannya dalam mengelola sekolah. Scientistic ideals adalah pendekatan penilaian yang cenderung memusatkan kepada hasil atau pengaruh. Kedua. Sedangkan pembina pendidikan yang dinilai dalam kerangka penilaian adalah pengawas untuk sekolah-sekolah tingkat menengah dan penilik untuk sekolah tingkat dasar. di mana setiap situasi dikontrol sebanyak mungkin. yaitu (1) scientistic ideals approach. kemampuan akademis. dan pembina pendidikan. Anak didik dinilai dalam kegiatan proses belajar dan hasil belajarnya. Penilaian terhadap guru meliputi aspek-aspek (1) keterampilan pengelo laan kelas. membina hubungan dengan pihakpihak di luar sekolah.

inisiatif kreatif Perencanaan strategis dan perencanaan oprasional Memfasilitas i media pendidikan Kontrol. Dari hasil deskrifsi di atas mengenai strategi pembelajaran IPA Terpadu di ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung terdapat perbedaan dan persamaan. mulai dari sumberdaya manusia. dan sarana prasarana dapat dilihat dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel 4-12 Deskrifsi Hasil Penelitian strategi proses pembelajaran dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - - Memiliki visi. Strategi penilaian kurikulum akan menunjukkan cara bagaimana penilaian itu dilaksanakan dari tahap permulaan sampai dengan tahap akhir. Misi dan tujuan sekolah prediksi ke masa depan Inovasi. kurikulum. evaluasi tidak selalu dilaksanakan Figur. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimalmemanjemen . Strategi penilaian kurikulum sangat penting untuk digunakan oleh para penilai dalam melakukan penilaian kurikulum. panutan bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader Profesional Cepat tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Memanjeme n seluruh komponen secara - - - - - Memiliki visi Misi dan tujuan sekolah Inisiatif Perencana a oprasional Memfasilit asi media pendidikan belum optimal Kontrol. evaluasi kadangkadang dilaksanakan Figur. evaluasi selalu dilaksanakan Figur.164 kesan penilai terhadap apa yang diamati dan gambaran kejadian nyata yang terjadi selama pengamatan. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimal memanjemen seluruh komponen - - - - - Memiliki visi dan Misi sekolah prediksi ke masa depan Iinisiatif kreatif Perencanaan strategis dan prencanaan oprasional Memfasilita si media pendidikan belum optimal Kontrol. Analisa data akan berbentuk pembahasan hubungan dan pola berbagai pengamatan.

peer teaching. tapi pembelejaran kadang-kadang tunggal pembelejaran . team kadang-kadang teaching. inisiatif kreatif kreatif pembelajaran pembelajaran Kurang Kurang tanggap terhadap tanggap terhadap perubahan perubahan informasi informasi pendidikan pendidikan Bekerja Bekerja belum secara belum secara profesional profesional mengikuti Mengikuti dalam berbagai dalam berbagai kegiatan MGMP kegiatan MGMP Belum Belum optinal untuk optimal dalam membantu membantu mengembangkan mengembangkan program program program program pendidikan pendidikan sekolah sekolah dan dan hubungan hubungan kerjasama intra kerjasama intra sekolah sekolah KadangKurang kadang dalam aktif dalam menjalin hubungan menjalin dan kerjasama antar hubungan dan sekolah dan kerjasama antar masyarakat sekolah dan masyarakat Proses dan Proses dan teknik teknik pembelajaran peer pembelajaran teaching. dan berprestasi Inovatif. tapi CTL. tapi kadang-kadang pembelejaran tunggal secara profosinal seluruh komponen dan profesional secara profosinal dan profesional Belum Belum adanya prestasi adanya prestasi yang yang diperoleh diperoleh akademik akademik dan non dan non akademik akademik baik baik siswa maupun siswa maupun guru guru Kualifikasi Kualifikasi dan kompetensi dan kompetensi tenaga pendidik tenaga pendidik relevan relevan Loyal. CTL. dedikasi. inisiatif inovasi. pembelajaran aktif. dan motivasi pembelajaran. team teaching. inisiatif kreatif dalam pembelajaran Cepat tanggap terhadap perubahan informasi pendidikan Bekerja secara profesional Pro aktif dalam berbagai kegiatan MGMP Membantu mengembangkan program-program pendidikan sekolah dan hubungan kerjasama intra sekolah Membantu secara aktif dalam menjalin hubungan dan kerjasama antar sekolah dan masyarakat Proses dan teknik pembelajaran peer teaching. dan dan dedikasi dedikasi. Loyal.165 - profosional Bukti prestasi kademik dan non akademik baik siswa maupun guru 2 Guru/Pendidik - - - - - - - Kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik relevan Loyal. Kurang Kurang inovasi. CTL. team teaching.

inisiatif kreatif dalam belajar - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Kurang membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha belum sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha .166 tunggal 3 Peserta Didik - - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah sangat tinggi Infut dan output sangat mendukung Melek terhadap media (IT) Peran orang tua sangat tinggi terhadap sekolah Motivasi belajar memungkinkan antar siswa bersaing positif Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar - - - - - - 4 Tata Usaha - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional Selalu pro aktif membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha profesional - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kuarng mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar sangat kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Sangat Kurang inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Membantu dalam perencanaan sekolah Perbandin gan tenaga tata usaha belum sebandng dengan keperluan pengeloaan sekolah - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kurang mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Kurang inovatif.

167 - Etos kerja peran tata usaha kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap 5 Kurikulum - Dokumen sebagai acuan proses pendidikan selalu lengkap Cepat tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inovasi. inisiatif kreatif mengembangkan kurikulum Pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran memadai Tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi selalu tersedia Fasilitas ruang belajar sangat lengkap - - - - 6 Sarana dan Prasarana - - - - - - - .

168 Tabel 4-13 Deskrifsi Hasil Penelitian sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Mengikutse rtakan dalam berbagai kegiatan pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Mengundan g nara sumber Selalu melaksanakan kegiatan IHT Mengadaka n studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Selalu memprogramkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengiku tsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengikutsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan .

169 Tabel 4-14 Deskrifsi Hasil Penelitian Evaluasi proses pelaksanaan peninggkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 .

kebutuhan• kebutuhan yang masih ada sebagian diperlukan dalam kecil yang belum pembelajaran IPA menyikapi Terpadu perubahan kurikulum untuk • masih ada sebagian pembelajaran IPA dalam proses Terpadu pembelajaran • stagnan tidak cepat tanggap terhadap • masih adanya cara kebutuhanproses kebutuhan yang pembelajaran diperlukan dalam bersifat teacher pembelajaran IPA centered Terpadu • • Informasi dari masih ada sebagian lembaga birokrasi dalam proses dinas pendidikan pembelajaran vertikal maupun stagnan horizontal sering • terlambat masih adanya cara proses • Media Internet pembelajaran beleum bersifat teacher sepenuhnya online centered dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. • Belum seluruhnya • tidak cepat tanggap guru menguasai terhadap media elektronik. sehingga PBM diliburkan. . • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan.170 1 Faktor-faktor penghambat • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. • masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu • masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan • masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan • • masih ada sebagian Media Internet kecil yang belum beleum sepenuhnya menyikapi online dari tiap-tiap perubahan lembaga sekolah kurikulum untuk untuk mengadopsi pembelajaran IPA perkembangan Terpadu pendidikan. • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik.

termasuk berbagai fenomena yang ada sehingga disampaikan beberapa rekomendasi agar dapat memberikan solusi dari beberapa masalah yang ada. • Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap • Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal.171 2 Faktor-faktor pendorong • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia • Ruangan multimedia. . maupun nasional • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Ruangan/lahan sekolah yang luas untuk dikembangkan sebagai multimedia Melalui pembahasan pada Bab IV ini penulis berharap dapat memberikan penjelasan tentang kondisi objektif pada beberapa SMP yang ada di Kabupaten Bandung. regional.

Hal ini dibuktikan dengan adanya pedoman penyusunan program tahunan. siswa. tenaga kependidikan. fasilitas sarana dan prasarana sekolah. Penulis yakin bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang memiliki ciri-ciri: (1) Hasil belajarnya tahan lama dan memiliki kecakapan hidup. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. penulis mengemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1.dan 3 Rancaekek sebagian besar sudah berjalan dengan baik. (3) Memiliki sifat rasa ingin tahu tentang benda. (2) Hasilnya merupakan pengetahuan yang betulbetul asli. guru sebagai tenaga pendidik. dan tujuan.makhluk hidup serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah .misi. Simpulan Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan pada bab IV. Peran stake holder sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja sekolah mulai dari sumber daya manusia. dan komponen lainnya dengan cara melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. penyusunan handout/diktat. Seluruh komponen sekolah di SMP Negeri 1. fenomena alam.2. A.172 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab V ini.dan3 Rancaekek telah mampu menunjukkan kebberadaannya sebagai sekolah yang memiliki berbagai keunggulan karena memiliki kejelasan visi. program semester. Keberhasilan ini didukung oleh semua komponen sekolah mulai dari kepala sekolah. rencana evaluasi hasil belajar dan rencana pembinaan siswa. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1.2. penulis akan menguraikan beberapa simpulan dan rekomendasi yang didasarkan pada hasil kegiatan penelitian. isi kurikulum. pembuatan persiapan pengajaran.

evaluasi rencana pembinaan siswa. team teaching.proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu para guru mengawalinya dengan menentukan tema agar mempermudah siswa mengembangkan kompetensinya. 2 dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik. tahan lama dan memiliki kecakapan hidup serta berpengetahuan. ada juga yang dilaksanakan dengan peer teaching. evaluasi rencana evaluasi hasil belajar. Ada yang disampaikan dengan cara guru tunggal. pembelajaran aktif. dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik meskipun masih ada kendala karena letak geografis Rancaekek yang sering tergenang banjir. produk dan dapat mengaplikasikannya kehidupan sehari-hari. menguasai proses. proses dan media serta mengevaluasi proses pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. 3. 2. evaluasi rencana pembelajaran.173 baru. Beberapa upaya yang dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah: 1) . Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1.di laboratorium.pelatihan dan MGMP untuk mengembangkan kompetensinya. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Untuk meningkatkan profesionalisme guru ketiga kepala sekolah sering mengikut sertakan guru dalam kegiatan pendidikan. 2. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. dalam 2. Keberhasilan para guru dalam melaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dibuktikan dengan pelaksanaan pengajaran baik secara teori maupun praktek di kelas.CTL. dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran. evaluasi kurikulum. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu sangat didukung oleh keprofesionalan guru pada saat kegiatan pembelajaran di kelas. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu sebagian besar sudah menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. dan 3 Rancaekek sangat bervariasi. di ruang latihan atau diperpustakaan. dan berbagai cara untuk memotivasi siswa. Hal ini disebabkan karena para kepala sekolah dan wakilnya telah melakukan evaluasi beberapa pedoman dan program.

2) Masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu. 2) Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru.174 sebagian besar guru melaksanakan evaluasi hasil belajar tiap akhir unut dan akhir semester. 3) strategi sarana prasarana. adalah sebagai berikut: a. 4) mengevaluasi dan menyempurkan pelaksanaan pengajaran. 3) Masih ada sebagian guru dalam proses pembelajaran stagnan. 6) Informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat. 7) Media Internet belum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. 5) mengevaluasi kesesuaian isi materi. 2) strategi kurikulum. siswa. 4) Masih adanya proses pembelajaran bersifat teacher centered. faktor pendorong untuk peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut: 1) Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. Strategi yang dilakukan guru pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. 5. dan 3 Rancaekek. 3) mengevaluasi ketepatan metode dengan materi ajar dan ketepatan media dengan bahan ajar. b. Faktor-faktor penghambat dan pendukung peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung. meliputi: 1) Strategi sumber daya manusia (Kepala Seklah. . proses pembelajaran. Faktor penghambat 1) Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. 2) menyesuaikan dan mengevaluasi poko bahasan dengan tujuan mata pelajaran. tenaga kependidikan dan komponen lain yang terkait. 5) Tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu.2. guru. 4. media sarana dan prasarana yang digunakan.

Upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional dan kualifikasi guru dengan cara yang dilakukan sekolah adalah sebagai berikut: (a) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. peer teaching. B. yaitu mulai dari sumber daya manusia (kepala sekolah. 6) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. 8) Ruangan/lahan sekolah multimedia. 4) Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia. sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP. sehingga efesiensi dan efektivitasnya belum dapat dicapai. konsep-konsep praktis dan langkah-langkah strategi terutama kaitannya dengan proses pembelajaran IPA Terpadu. guru. masih menghadapi berbagai tantangan. hambatan dan permasalahan. maupun nasional. dan strategi sarana prasarana. karena tuntutan kebijakan kurikulum dalam pembelajaran IPA Terpadu. tampak bahwa pembelajaran IPA Terpadu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. CTL. 7) Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. 5) Ruangan multimedia. akan tetapi harus menggunakan berbagai strategi pembelajaran aktif.175 3) Bea siswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. dan team teaching. yang luas untuk dikembangkan sebagai . dan sejenisnya baik lokal. tidak terpaku pada salah satu strategi pembelajaran saja. strategi kurikulum. 2. regional. rekomendasi yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut: 1.2006). Rekomendasi Berdasarkan simpulan di atas. Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau dari sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan guru IPA Terpadu. siswa dan tata usaha). sebagai kendali mutu dalam pencapaian tujuan pembelajaran IPA Terpadu. penataran. Untuk mengatasi keadaan ini memerlukan kelengkapan pemahaman prinsip-prinsip. Oleh karena itu.

pada guru yang kurang cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran. pada guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum yang berorientasi life-skill. pada guru yang pada proses pembelajarannya terjadi stagnasi. sehingga siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk menggunakan fasilitas yang ada. . hal ini terjadi karena guru kurang memiliki tanggung jawab terhadap tugasnya. 4) Memberikan arahan secara terus menerus. 5) Memberikan arahan secara terus menerus. (d) memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 3. sehingga guru harus menguasai penggunaan alat-alat paraktek laburatorium. yang perlu diantisipasi dengan cara: a. (c) melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. (b) mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Meminimalkan kekurangan dari faktor-faktor proses penghambat strategi yang merupakan Ilmu pelaksanaan pembelajaran Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. seperti: komputer/ laptop dan OHP. IT/ICT untuk pembelajaran. Faktor penghambat dalam meningkatkan kompetensi guru IPA. 6) Mencari informasi dari lembaga birokrasi dinas terkait baik vertikal maupun horizontal yang sering terlambat. pada guru yang masih memakai cara-cara proses pembelajaran bersifat teacher centered.176 regional maupun nasional. dan mampu menguasai media elektronik. 3) Memberikan arahan secara terus menerus. adalah sebagai berikut: 1) 2) Meningkatkan kompetinsi guru yang belum seluruhnya memenuhi kualifikasi dan sertifikasi guru professional Memberikan arahan secara terus menerus.

perpustakaan. 5) Mencari peluang secara terus menerus.177 7) Mangusahakan biaya semaksimal mungkin walaupun manajemen seperti ini memakan biaya yang relatif mahal. visi. Work-shop. melalui bantuan blok-grand berupa laboratorium. adalah sebagai berikut: 1) Mensosialisasikan program. 7) Selalu mengikutsertakan siswanya dalam berbagai macam kegiatan lomba. 6) Melakukan kegiatan peningkatan mutu dan kualifikasi guru dengan cara KKG. kabupaten atau yang lainnya. 2) Menggunakan kurikulum yang telah diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. penataran. dll. b. 3) Mengupayakan keperluan guru dan siswa. agar Pemerintah terus memberikan bantuan dalam hal keperluan sarana dan prasaran multi media. . sehingga masih sedikit sekali sekolah atau guru yang mampu menggunakan fasilitas ini. OHP dan fasilitas multi media lainnya. 4) Meningkatkan jumlah guru untuk memiliki kemampuan menggunakan alat-alat laboratorium. komputer. dan komputer. misi. kaitan dengan kebutuhan bahan ajar. bahan dan alat pembelajaran yang akan dipakai. Menganalisis hal-hal lain yang mendukung dan merupakan kelebihan dari pelaksanaan proses strategi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. baik tingkat kecamatan. tujuan dan target yang ingin dicapai dari hasil proses pendidikan yang dilaksanakan. 8) Mengusahakan peserta didik memiliki kemampuan dibidang IT/ICT. mengingat latar belakang ekonomi orang tua murid yang kurang mendukung. Diklat.

And Biklen. Jakarta: GIP. Depdikbud. Standar Pengelolaan Pendidikan. 23 Tahun 2006. Jakarta : Depdiknas. Jakarta : Permendiknas No. S. BSNP. David. (1994). G. Depdiknas. Depdiknas. (alih bahasa oleh Munandir). R. (2007). (2003). Kurikulum Sekolah Menengah Pertama. Qualitative Research for Education An Introduction Theory and Methods. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. G. Jakarta : Permendiknas No. R. Jakarta : Permendiknas No. Konsep. Standar Kompetensi Lulusan. Qualitatif Rises for Education: and Intruduction Theory and Methods. Jakarta : Rineka Cipta. (1984). And Biklen. Teaching Stategies for College Class Room. (1982). Anwar. Bogdan. 19 tahun 2007. Standar Penilaian Pendidikan. Boston : Allyn and Bacon Inc. Depdiknas. (1993).20 Tahun 2007. G.R. (2007). (2007). Bandung: CV Diponegoro. Pendidikan dan Dakwah). Standar Isi. Bogdan. Standar Kwalifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Idochi.178 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’anulkarim. And Biklen. . Solusi Islam Atas Problematika Umat (Ekonomi. Jakarta : UT. Garis-garis besar Program Pengajaran IPA. (1998). Depdiknas. Depdiknas. (2006). Jakarta : Permendiknas No. (1982). Jakarta : Permendiknas No. dan Isu. Riset Kualitatif untuk Pendidikan: Pengantar ke Teori dan Praktek. Arikunto. 16 tahun 2007. Model Pembelajaran IPA Terpadu. Bogdan. (1976). R. Bandung: Alfabeta. J. (1990). Teori. Anwar Q. Administrasii Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan .22 Tahun 2006. (2006). Boston: Allyn and Bacon Inc. Jakarta : Depdikbud. USA. (2006).

E. Moleong. Jakarta : Rineka Cipat. Mulyasa. (1965). Implementasi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan. E. (2008). Jakarta: Bumi Aksara. Boston : Houghton Mifflin Isjoni. (2003). Moleong. Educational Psychology. 24 Tahun 2007. (1984). Jakarta: Permendiknas No.L. (1989). L. Franklin. Strategi dan Implementasi. New York & Londin : Teacher college Press. Manajemen Berbasis Sekolah. Dewey. Bandung: Remaja Mulyasa. N.F. Metodologi Penelitian Kualitatif. 41 Tahun 2007.179 Depdiknas. Curriculum Reform in the Elementary School. (2007).J. Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. . Dirjen Dikdasmen. (2002). KTSP. (2007) Saatnya Pendidikan Kita Bangkit. Jakarta. (2004). Mulyasa. (2007). Manajemen Berbasis Sekolah. Perencanaan Pendidikan. E. Jakarta : Biro Perencanaan Depdikbud. Bandung: Remaja Rosda Karya. Metode Penelitian Kualitatif. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Depdiknas. M. Mulyasa. E. Jakarta: Permendiknas No. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Konsep. (1991). New York: MacMillan. (2007). Penerbit Pustaka Pelajar. Bandung: Remaja Rosda Karya. Mulyasa.S. Jakarta. (2003). (2000). Analisis Posisi Pembangunan Pendidikan. Menjadi Kepala Sekolah Profesional . Bandung: Reamaja Rosda Karya. (1989). B. . Yogyakarta. Bandung: Remaja Rosda Karya. Lexy. Standar Sarana dan Prasarana. Bandung : Penerbit Remaja Rosda Karya. Rosda Karya. (2007). A. (2007). Jakarta : Depdikbud Gagne. Gaffar. Democracy and Education. Makmum. E. Dirjen Dikdasmen. Djamarah S.

Stoner.C. Nurkholis. Interaksi dan Motivasi Belajar. E. P.F. Bandung: Repita Aditama.M. A. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Salis. New york : Harper Collins Publishers. Metode Penelitian Pendidikan.Manajemen Strategik (I) .180 Mulyasa. (1995). Sanusi. Mulyasa. E. N. Management 6 th ed. Bandung. Oliva. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. Model. (1992). Developing the Curriculum. (1995). Teori. Sanusi. (1992). Himpunan Perundang-undangan RI. (2007). Bandung : Rosda Karya. P. Bandung: Penerbit Remaja Rosda Karya. J. Sy. Sisdikans. Total Quality Management in Education. Siagian. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Ahman. (2008). Josey Bas. (2008). dan Aplikasi Jakarta: Grasindo. Bandung: Sarana Panca Karya Nusa. Jakarta : Kelompok Gading Permai. Sardiman. Sanusi. Bandung: Tarsito. D. (2004). (1993). A. Diktat Perkuliahan. E. (2002). New Jersey: Englewood Cliffs. Metode Penelitian Pendidikan. Undang-undang. Sukmadinata. (1994). Nomor 20 Tahun 2003 (2008). S. (2007). (2007). . (1995). Segi-segi KeprofesianPendidikan. dan Jamiat. Permadi. Manajemen Berbasus Sekolah. (2003). Menjadi Guru Profesional . Bandung: Penerbit Alfabeta. Sugiono. P. Jakarta: Bina Aksara. Bandung. Bandung: Alfabeta. Razik and Swanson. Nasution. A. London: Corgan Sanusi. Raja Grafindo Persada. Jakarta. A. Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepela Sekolah. 2004. Bandung : IKIP. (1996) Beyond Traditional Tenure. Manajemen Stratejik. 2007. A. Fundamental Concept of Educational Leadership and Managemen. New Jersey: Prentice-Hall. Richard.

(2004). Bandung: UPI. Bandung: Remaja Rosda Karya. (1962). Univercity of Chicago Press. (2004). (1998). Jakarta. Kajian Pendidikan Tilaar. (tidak diterbitkan). . Paradigma Baru Pendidikan Nasional.A. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (1999). Sukmadinata. H.181 Sukmadinata. Kurikulum Pembelajaran (Diktat). (1986). H. H.R. Sukmadinata. Sy. S. Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: PT Raja Grafindo. (1999). Bandung: Yayasan Kesuma Karya. Standarisasi Pendidikan Nasional. Jakarta.R. Basic Principles of Curriculum an Introduction. Manajemen masa Depan. Taba. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. N. (1978). Metode Penelitian Pendidikan. Tim Pengembang MKDK dan Pembelajaran. Harcourt : Brace and World Inc. Jakarta: Logos. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Curriculum Development Theory And Practice. 2006 Penerbit Rineka Cipta. Tahun 1945. Winarno. N.A. Bandung: Tarsito. (2005). Tyler. Pendidikan Nasional. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Sy. Tilaar. Tilaar.R.A. (2007). Bandung: Remaja Rosda Karya. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Dasar dan Teknik Research. Wahjosumidjo. N. Sy.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful