1

BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab 1 ini memuat uraian pendahuluan yang diawali dengan latar belakang masalah yang menjadi dasar pertimbangan sehingga penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan. Pada Bab 1 ini juga dikemukakan perumusan dan pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori yang mendasari uraian teori selanjutnya, asumsi dan pertanyaan penelitian serta sistematika penulisan tesis. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. A. Latar Belakang Masalah Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender. Pemerataan dan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki keterampilan hidup (life skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Sementara itu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bila dikaji tentang sumber daya manusia sebagai tenaga pendidik, tujuan rencana strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat Indonesia serta memiliki keterampilan hidup (life

2

skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya. Saat ini dari hasil data-data/fakta-fakta yang ada di lapangan masih banyak berbagai persoalan yang melilit di negeri ini, diantaranya: kuantitas jumlah tenaga pendidik yang masih kurang, mobilisasi tenaga pendidik yang tidak merata, kualitas tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, kualifikasi akademik tenaga pendidik masih rendah. Beberapa kebijakan pemerintah dalam strategi peningkatan mutu sumber daya manusia adalah pengembangan sistem pendidikan yang terencana untuk menghasilkan tenaga pembangunan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Secara kuantitatif pembelajaran harus menghasilkan tenaga yang cukup banyak sesuai dengan kebutuhan pembangunan dewasa ini. Sedangkan secara kualitatif harus dapat menghasilkan tenaga pembangunan yang trampil sesuai dengan bidangnya dan memiliki jiwa pancasila, untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah memerlukan suatu strategi pembelajaran yang terencana dan terprogram. Pemerintah melalui Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan 3 (tiga) rencana strategis dalam jangka menengah yaitu: (1) Peningkatan akses dan pemerataan dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas), (2) Peningkatan mutu, efesiensi, relevansi dan peningkatan daya saing, dan (3) Peningkatan manajemen, akuntabilitas dan pencitraan publik, yang dijabarkan melalui Peraturan Pemerintah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35 ayat (2) yang berbunyi: ”Standar Nasional Pembelajaran (SNP) digunakan sebagai acuan pengembangan”, yang diiantaranya 1) Kurikulum, 2) Tenaga Pendidik, 3) Sarana dan Prasarana dan 4) Pengelolaan Pembiayaan. Rencana strategis pemerintah untuk pengembangkan kurikulum merupakan bagian dari standar nasional pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan

3

pendidikan nasional serta kesesuaian

dengan kekhasan kondisi dan potensi

daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Ditinjau dari tuntutan Permen Diknas mengenai pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik harus memahami tujuan pembelajaran tersebut. Permasalahanpermasalahan atau fakta-fakta yang yang ada lapangan sesuai dengan model Pembelajaran IPA - Depdiknas, (2006 : 1-2). Mengatakan bahwa tenaga pendidik IPA, 1) pembelajaran lebih bersifat teacher centered; 2) guru hanya menyampaikan pembelajaran IPA sebagai produk; 3) peserta didik menghapal informasi faktual; 4) tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya; 5) cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri; 6) cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektip dan psikomotor; 7) belum menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan Teknologi, mampu berpikir logis, kritis, kreatif, serta dapat berargumentasi secara benar; 8) tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA, karena dianggap sukar, keterbatasan kemampuan peserta didik atau mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi; 9) masih adanya tenaga pendidik IPA yang berpola fikir statis dan tidak mengembangkan model-model strategi pembelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran; 10) masih adanya pendidik dalam model gaya strategi pembelajarannya terbatas tidak disesuaikan dengan tingkatannya sesuai psikologis perkembangan anak; 11) masih adanya tenaga pendidik memiliki alasan karena keterbatasan waktu, sarana prasarana, lingkungan belajar dan jumlah peserta didik perkelas terlalu banyak dan 12) tenaga pendidik yang berlatar belakang disiplin ilmu yang berbeda. Untuk menyikapi permasalahan fakta-fakta yang ada, maka diperlukan adanya suatu strategi kemampuan guru dalam pembelajaran IPA, karena Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru (tenaga pendidik) tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab dan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan. Strategi-strategi pembelajaran perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik dalam proses pembelajaran yang diantaranya

(2007 : 2 -3). trampil. Diharapkan dengan sumber daya manusia yang berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. pengetahuan. sebagai komponen dibidang pembelajaran bahwa seorang pendidik harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. (3) peningkatan kemampuan profesionalisme guru. Berdasarkan hal tersebut. pantang menyerah. berkualitas. Dengan kata lain. Mulyasa. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. tenaga pendidik pada dasarnya merupakan salah satu komponen sumber daya manusia (SDM) yang potensial dibidang pembangunan. serta menjunjung tinggi ajaran agama. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. akan menghasilkan sumber daya manusia rendah. sekolah merupakan tempat mentrasfer nilai. perlu dilakukan sertifikasi dan diuji kompetensi secara berkala agar kinerjanya terus meningkat dan tetap memenuhi syarat professional. Pertama Strategi sumber daya manusia (SDM). berbudi luhur. yang dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) peningkatan profesionalisme guru merupakan upaya untuk membantu guru yang belum memiliki kualifikasi profesional menjadi profesional. kesejahteraan dan kemajuan di segala bidang. (2) peningkatan kemampuan profesionalisme guru bukan sekedar diarahkan kepada pembinaan yang lebih bersifat aspek-aspek administratif akan tetapi harus lebih kepada peningkatan kemampuan keprofesionalannya dan komitmen sebagi seorang pendidik. kedua Strategi Kurikulum. ketiga Strategi Sarana dan prasarana. tekun belajar. sehingga sering menjadi mudah di dikte oleh negara lain. guru seorang penyandang profesi dapat disebut profesional manakala elemen-elemen inti menjadi intergral dalam kehidupannya. menyatakan: Sumber Daya Manusia yang berkualitas adalah mandiri. dan keterampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. menghargai waktu. berpendapat: Profesionalisme guru merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Tapi sebaliknya pembelajaran tidak berkualitas karena menerapkan pola yang salah. berwatak kerja keras. Isjoni. Pembelajaran yang diperoleh melalui sekolah diharapkan mampu menciptakan SDM berkualitas. . karena sekolah adalah tempat memanusiakan manusia.4 adalah. (2008:12-13).

5

Apabila kita kaji pendapat ahli di atas bahwa seseorang yang menyandang profesi guru harus memiliki kemampuan intelektual spesialisasi bidang studi (subject matter), diperlukan adanya upaya untuk membantu guru untuk meningkatkan kualifikasi melalui pembinann secara berkala untuk mencapai keprofesionalannya. Sehubungan dengan itu sewajarnyalah pemerintah terus berupaya mencari alternatif untuk meningkatkan kualitas dan kinerja profesi guru sehingga menggulirkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. Disatu pihak, pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi, tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dapat dikatakan bahwa pada setiap diri seorang pendidik (guru) bukan hanya sebagai agen pembelajaran, tetapi guru yang profesional dituntut bertanggung jawab untuk membawa para peserta didik pada suatu kedewasaan berpikir atau tarap kematangan tertentu. Isjoni, Saatnya Pembelajaran Kita Bangkit, (2007-50), berpendapat : Seorang pendidik tidak semata-mata sebagai ”Pengajar” yang tranfers of knowledge, tetapi juga sebagai ”Pendidik” yang transfers of values dan sekaligus sebagai ”Pelatih ” yang transfers of skill, dan ”Pembimbing” yang transfers of guide, memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarannnya. Seorang pendidik adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Peserta didik (siswa) adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pembelajaran tertentu. Sukmadinata, (2005:52), berpendapat:

6

Siswa sebagai peserta didik di dalam proses pembelajaran adalah individu, yang memiliki dua karakteristik utama, pertama setiap individu memiliki keunikan sendiri-sendiri; kedua dia selalu berada dalam proses perkembangan yang bersifat dinamis. Bersifat unik, tiap individu memiliki sejumlah potensi, kecakapan, kekuatan, motivasi, minat, kebiasaan, persepsi, serta karakteristik fisik dan psikis yang berbeda-beda; Sedangkan Bersifat dinamis, setiap individu berada dalam proses perkembanganperkembangan mulai tahap aspek fisik-motorik (lebih menonjol), aspek intelektual, aspek sosial dan aspek moral. Ditinjau dari kedua pendapat di atas, antara pendidik dan peserta didik adanya interaksi untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu, tanpa mengabaikan tahap perkembangan peserta didik, karena pada diri peserta didik dalam proses perkembangannya ada yang bersifat unik dan bersifat dinamis. Untuk mewujudkan sekolah yang bermutu dan berkualitas sebagai lembaga pendidikan diperlukan strategi pengembangan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP) yang merupakan paradigma baru, yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar disekolah. Dalam pengembangan kurikulum ada beberapa tahapan diantaranya: desain kurikulum (kurikulum Dokumen), implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan), pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). Selain strategi sumber daya manusia dan strategi kurikulum, juga tak kalah pentingnya pula mengenai startegi sarana prasarana. Standar nasional pendidikan (SNP), dalam Bab 2 Pasal 2 tentang lingkup, fungsi dan tujuan pendidikan nasional berbunyi : • Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pembelajaran, buku dan sumber belajar lainya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan bekelanjutan. • Setiap satuan pembelajaran wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan ruang kelas, ruang pimpinan satuan penidikan, ruang pendidik, tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat olah raga, bemain, tempat beribadah, berkreasi dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk

7

menujang proses pembelaran yang teratur dan berkelanjutan. Sisdiknas (2008 : 105). Setelah memiliki ketiga komponen strategi di atas diharapkan peningkatan tujuan pendidikan dalam satuan pendidikan dapat tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dengan didukung oleh sumber daya yang dipergunakan dalam penyelenggaraannya meliputi tenaga kepembelajaran, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. Sumber daya pendidikan di bidang pendanaan dalam UUD-RI, Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional : Pasal 46 berbunyi: (1) pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat; (2) pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat 4 Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; (3) ketentuan mengenai tanggung pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah Pasal 47 berbunyi: sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan berkelanjutan; (2) pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (3) ketentuan mengenai sumber pendanaan pendidikan sebagaiman dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Sumber daya pendidikan dalam bidang pendanaan memiliki dampak strategis terhadap penyelenggaraan pendidikan yang perlu pemikiran seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan, hal ini untuk kelancaran segala sektor keterlaksanaan penyelengaraan pendidikan di tiap-tiap satuan pendidikan. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal (jalur yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi), non formal (jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang) dan in formal (jalur pendidikan keluarga dan lingkungan) pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Berdasarkan pendapat tersebut bahwa pengelolaan pendidikan dalam konsep dan makna pendidikan seorang tenaga pendidik dapat mengondisikan lingkungan belajar yang nyaman, yang dapat memberikan motivasi belajar, bukan hanya

berpendapat: Bahwa proses pendidikan berlangsung dalam suatu lingkungan yaitu lingkungan pendidikan yang mencakup lingkungan fisik. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu dalam IPA. ekonomi. sosial. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. (2005:52). Lingkungan Fisik terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia. Kimia Biologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. Sukmadinata. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. Adapun yang akan penulis ungkapkan dalam tesis ini khususnya mengenai pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) ditingkat SMP Negeri yang berlokasi di Kabupaten Bandung. Pada pendidikan pembelajaran faktor lingkungan fisik. Seorang tenaga pendidik harus memiliki langkah-langkah strategi dan langkah-langkah untuk peningkatan pendidikan bagi peserta didik. baik nilai kemasyarakatan. estetika. politik. yang merupakan tempat dan sekaligus memberikan dukungan dan kadang-kadang juga hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan. etika maupun nilai keagamaan yang hidup dan dianut dalam suatu daerah atau kelompok. intelektual dan nilai-nilai. Lingkungan Sosial merupakan lingkungan pergaulan antar manusia. .8 dilingkungan sekolah melainkan di luar lingkungan sekolah. maka tenaga pendidik yang profesional memerlukan strategi-strategi untuk mengantisifasi faktor lingkungan tersebut. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. Lingkungan Nilai yang merupakan tata kehidupan nilai. sosial. intelektual dan nilai-nilai sangat berpengaruh sekali terhadap proses kegiatan di satuan pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. sosial. Dalam suatu proses pendidikan berlangsung bahwa lingkungan pendidikan merupakan pendukung berlangsungnya proses tersebut. antar pendidik dan peserta didik serta orang-orang lainnya yang terlibat dalam interaksi pendidikan. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) merupakan pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika. Lingkungan Intelektual merupakan kondisi dan iklim sekitar yang mendorong dan menunjang pengembangan kemampuan berpikir.

2) Prediction Guide (tebak pelajaran). 10) Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. 3) Persaingan/ Kompetisi. Strategi dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu di tingkat wilayah SMP Kabupaten Bandung. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. 4) Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. 2) Memberi Hadiah (Reward). Tenaga pendidik di dalam proses pembelajarannya harus dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajarannya yang bertujuan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.9 Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran perlu adanya langkahlangkah strategi pembelajaran aktif yang diataranya ada tiga belas langkahlangkah Isjoni. 8) Hukuman (funishment) sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. 7) Pujian. (2007:113-126). daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. (2004 : 92-95). berpendapat bahwa ada beberapa langkah untuk peningkatan motivasi dalam proses pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Memberi Angka (Values) seorang pendidik adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. berpendapat sebagai berikut : 1) Critical Incident (pengalaman penting). 9) Active Debate (debat aktif). 11) Jigsaw Learning (belajar model jigsaw). 9) Hasrat untuk Belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. Sardiman. 5) Memeberi Ulangan. 4) Assesment Search (menilai kelas). 5) Questions Student Have (pertanyaan dan siswa). 10) Card Sort (sostir kartu). 3) Group Resume (Resume Kelompok) atau melakukan team building (kerjasama kelompok. 7) Listening Teams (tim pendengar). 12) Student Team Achivement Division (STAD) startegi ini merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan 13) Everyone is A Teacher Here (setiap orang adalah guru). ketrampilan (psikomotor) dan afeksinya. tentu saja kesemua langkah-langkah strategi di atas tidak mungkin tercapai apabila tidak didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu dalam proses pembelajarannya. 6) Active Knowledge Sharing (saling tukar pengetahuan). 8) Synergetic Teaching (pengajaran sinergis). 6) Mengetahui. memberi kesempatan untuk mendaptkan hasil . relevan dengan tujuan pembelajaran IPA Terpadu.

modern dan sejahtera. pendidikan yang bermutu memiliki kaitan ke depan (forward linkage) dan kaitan kebelakang (backward linkage). sejahtera dan bermartabat. “mengapa”. yaitu guru yang profesional. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi.10 yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. mencari jawaban. makmur dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktek pembelajaran yang bermutu.www. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan yang bermutu. (29-05-2007) Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. • Backward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu. 11) Tujuan yang diakaui timbul gairah untuk terus belajar. pengamatan. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. Dalam proses pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik selain memiliki langkah-langkah strategi juga harus membangkitkan motivasi peserta didik sesuai pendapat Sardiman di atas. Fasli Jalal.crayonpedia. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. (Media Internet hhttp. untuk mencapai pembelajaran yang bermutu dan berkualitas. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. modern. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 oleh Galileo Galilei dan Francis . Sertifikasi Guru. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati.id. sesuai harapan tujuan pendidikan nasional pada Tahun 2007.com. memahami jawaban. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. • Forward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati.

mengolah. seperti: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu di dalam pembelajaran IPA Terpadu di sekolah sebaiknya seoarang guru harus mampu menghasilkan bagi peserta didik yang dapat berpikir tingkat tinggi. dan eksperimen. dan sebagainya. prediksi.11 Bacon yang meliputi mengidentifikasi masalah. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. peduli terhadap lingkungan. terbuka. menyusun hipotesis. yaitu dengan gambar. menggolongkan. mengajukan pertanyaan. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan . Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. tekun. tulisan. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. menerapkan ide pada situasi baru. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. jujur. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “inquiry skills” yang meliputi mengamati. yang didasarkan pada metode ilmiah. memperhatikan keselamatan kerja. lisan. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). menyusun hipotesa. dan menganalisis data. memahami zat adiktif dan non adiktif. dan bekerja sama dengan orang lain. sabar. disiplin. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. mengukur. mengklasifikasikan. ulet. tidak percaya tahyul. pemanfaatan bioteknologi. cermat. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. kritis. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi.

yaitu: SMP Negeri 1. B. 3.12 perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. keterbukaan manajemen organisasi. 5. 4. sarana prasarana laboratorium yang kurang lengkap. 2. ditemukan hal-hal sebagai berikut: 1. dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pembelajaran. khususnya meningkatkan hasil belajar siswa. untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. Pada proses penelitian ini. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. pendidikan. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. secara seksama penulis melakukan berbagai langkah kegiatan dan berdasarkan hasil studi pendahuluan di beberapa SMP Negeri yang ada di Bandung. Apabila kekuatan internal pembelajaran IPA dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi lingkungan masyarakat sekitar. dan kemampuan katagorik agar dapat masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. praktikum. Guru dituntut memiliki kecermatan. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang . 6. fokus penelitian ini dibatasi pada strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP. sehingga hasilnya belum memuaskan. kemampuan analitik. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Perumusan dan Pembatasan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah digambarkan di atas. terutama pada sekolah yang menjadi objek langsung.

5. pengelolaan kurikulumnya dan tersedianya sarana prasarana yang memadai serta pendanaan pembelajaran untuk meningkatakan pembelajaran IPA yang memberikan peluang bagi kemampuan guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh. Perencanaan 2. 3. Pengawasan Hasil yang ingin dicapai: Kognitif Afektif Psikomotor . 4. 2. UU Sisdiknas 2. 8.13 memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. Dengan demikian. sebaliknya akan menjadi faktor penghambat apabila disikapi sebagai masalah. Sarana Prasarana Dana / Biaya Lingkungan Administrasi Guru Kelengkapan KBM Perpustakaan Kelengkapan sarana belajar. Bertolak dari uraian di atas. maka strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA terpadu di SMP Kabupaten Bandung. UU Otonomi Daerah Faktor Pendukung dan Penghambat: 1. pembelajaran IPA memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. 7. dinamis dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampun guru. Pelaksanaan 3. meningkat dan berkualitas yang pada akhirnya menuntut seorang manajer untuk melakukan intervensi strategis baik itu dilihat dari sumber daya manusianya itu sendiri yang berkualitas. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. Kurikulum 3. apabila keduanya dianggap sebagai tantangan untuk maju. Dalam hal ini. maka penulis ingin mengkaji lebih jauh dengan melakukan penelitian tentang strategi pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang selanjutnya penulis juga mencoba menggambarkan alur strategi pemikiran yang perlu diperhatikan pada proses strategi pembelajaran IPA terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa seperti pada bagan berikut ini: Kebijakan Pemerintah: 1. Peluang dan ancaman eksternal dapat menjadi faktor pendukung pembelajaran IPA. menyeluruh. Pelaksanaan dan hasil Evaluasi Proses Pembelajaran 1. 6.

dapat dirumuskan masalah. baik berdasar pada studi referensi maupun berdasar pada fakta di lapangan. 2 dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. akan dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi jika mampu menghindari berbagai permasalahan tersebut.14 Unit-unit yang terlibat 1. 2. sarana prasarana laboratorium yang masih kurang lengkap. permasalahan umum dalam penelitian ini dirumuskan sebagai maka berikut ”Bagaimanakah strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung ?”. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. 4. 6. Dari berbagai permasalahan tersebut. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. Pembatasan Masalah Berdasarkan temuan tersebut maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mengatur strategi proses pembelajaran. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. 3. Kepala Sekolah Guru Tata Usaha Pengawas Dinas terkait Laboran dll. Perumusan Masalah Melalui studi awal pada kegiatan penelitian ini. efektif dan efisien. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatif yang kreatif. 2. bahwa: Peningkatan mutu proses pendidikan IPA di SMP Negri 1.1. Ruang lingkup manajemen Strategi Pembelajaran IPA Terpadu 1. 2) Pencocokan kompetensi . 5. Gambar 1. dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan. didapatkan masalah sebagai berikut masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. sehingga hasilnya belum memuaskan. masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan praktikum.

Dengan demikian maka permasalahan yang akan dibahas pada kegiatan penelitian akan semakin mengerucut dengan memfokuskan permasalahan pada batasan-batasan sebagai berikut: a. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Selain dari itu juga memberikan informasi bahwa salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas . dan tantangan dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. penelitian bertujuan untuk mendiagnosis kesiapan guru-guru IPA Terpadu dalam mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP). a. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. 1. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. C. b. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. e. c. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Umum Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai Strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. d. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi.15 pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. Selain itu.

dan astronomi. Tujuan Khusus Sedangkan secara khusus maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. menganalisis. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi.236). 2) Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. dan mendeskripsikan: 1) Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pendidikan dan penilaian. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. 4) Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. kimia. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. geologi. . Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. b. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan.16 beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai sub mata-pelajaran. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. 1997. 3) Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. fisika. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung.

Pengawas Pendidikan. Hasil dari penelitian inipun dapat digunakan sebagai rekomendasi pada instansi terkait mengenai Strategi . proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Manfaat Penelitian Secara teoritis manfaat penelitian ini untuk mengembangkan konsep dan teori Strategi Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. d. 2. c. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Guru. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. e. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi.17 5) Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. b. Yang pada akhirnya penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep-konsep baru tentang Strategi Pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. sehingga yang berkepentingan akan mendapatkan manfaat tentang: a. terlebih kepada para praktisi pendidikan (Kepala Sekolah. dinas terkait dan yang lainnya). Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. Secara praktis penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif kepada semua pembaca khususnya yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut : . Kerangka Teori Untuk lebih memperjelas arah permasalahan yang diteliti dan adanya kesamaan persepsi dalam memahami istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian. (2007:5-8 ). dan bahkan juga diterapkan pada semua jenjang pendidikan. Dengan demikian. Menurut Bahri. Strategi Strategi merupakan suatu proses dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. dari hasil penelitian ini diharapkan agar SMP Negeri di Kabupaten Bandung dapat meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan tenaga pendidik dan peserta didik dalam perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.18 Pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Pada bagian ini penulis kemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep pembelajaran IPA Terpadu. strategi pembelajaran IPA Terpadu. 1. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar. di bawah ini penulis jelaskan kerangka teori yang akan menjadi pijakan pada penelitian dan secara gamblang akan dibahas pada bab berikutnya. khususnya kualitas belajar mengajar dalam pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efesien D. ada empat strategi dasar dalam melaksanakan strategi belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut: dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. konsep kualitas pembelajaran IPA.

untuk memberikan dorongan dalam belajar yang tertujuan pada pencapaian tujuan belajar. b) strategi kurikulum dan c) strategi sarana prasarana. dan teknik belajarmengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. d) pendanaan pembelajaran. strategi yang dimaksud    Dengan demikian. untuk meningkatkan kemampuan mentalnya dan tindak mengajar yaitu mebelajarkan peserta didik. Memilih dan menetapkan prosedur. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai . adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran IPA Terpadu sehingga hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung meningkat.19  Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. Pembelajaran IPA Terpadu Pembelajaran adalah merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatau lingkungan belajar. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. siswa memperoleh hasil belajar dari suatu interaksi tindak belajar. sebagai aspek pendidik jika berlangsung di sekolah saja. metode. Di dalam proses pembelajarannya ada lima tahapan yang harus dicapai oleh peserta didik diantaranya : peranan pendidik harus mampu mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik meliputi kemampuan dasarnya-motivasinya latar belakang akademis dan latar belakang sosial ekonominya. 2. Strategi-strategi yang digunakan dalam penelitian akan lebih ditekankan pada: a) strategi sumber daya manusia (SDM). Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehungga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegitan belajar-mengajarnya yang selnjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang berdangkutan secara keseluruhan. . maka dalam penelitian ini.

4) Konsep Pembelajaran Terpadu Dalam IPA. Bila sarana ini tidak dipenuhi. evaluasi. (1992:28). dan penarikan kesimpulan. E. 3) produk: berupa fakta. teori. Pembelajaran Terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan . menjelaskan konsep mutu pendidikan sebagai berikut : Konsep mutu pembelajaran tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. mengungkapkan bahwa “masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. pengukuran. Semua ini akan menunjang. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. Lebih jauh Coombs yang dikutip Fakry. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. (Fakry. memperkaya. makhluk hidup. 4) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. mungkin juga fasilitas internet. 1992:27). maka penerapan pembelajaran Terpadu juga akan terhambat. IPA bersifat open ended. dan mempermudah pengembangan wawasan. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. 2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. Perlu kita ketahui bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu ada empat unsur utama yaitu : 1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda.20 berikut: 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. perancangan eksperimen atau percobaan. 1. 3. Asumsi dan Pertanyaan Penelitian Asumsi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Konsep kualitas pendidikan Philip. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. fenomena alam. prinsip. dan hukum. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”.

konsep-konsep. Lain halnya istilah paradigma bahwa kunci dalam wacana perkembangan ilmu paradigma. Paradigma dalam penelitian ini dipahami sebagai kerangka berpikir konseptual yang digunakan untuk menghadapi objek penelitian yang merupakan kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. sistematis. sebagaimana dikemukakan oleh Bogdan and Blinken. dengan ciri: objektif. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. metodik. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. dan tentatif. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD/MI dan SMP/MTs. meliputi mata pelajaran fisika. concepts or propotition the orient thinking or research”. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. yang menurut Priatna. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. menyatakan terbagi dalam tiga bagian besar yaitu: (1) Paradigma metafisik (metaphysical paradigm). bumi antariksa. yang mennjukan pada keanekaragaman gejala yang tercakup dalam pengertian kebiasaan nyata. dan merujuk pada komunitas ilmuwan yang memusatkan perhatian pada upaya untuk menemukan sesuatu yang ada : (2) Paradigma Sosiologi (Sociological paradigm). konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. (1992:23).21 pengetahuan yang berupa fakta-fakta. (2004:7-8). bahwa ”paradigm is aloose collection of logically health together assumtion. serta hsil nyata dari perkembangan dan penemuan ilmu yang diterima umum : . keputusan hukum yang diterima. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. universal. biologi. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. yang berfunsi menunjukan sesuatu yang ada dan yang tidak ada. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

dan pengawasan. Sehubungan dengan itu. fasilitas yang memadai. Kedua mengenai sejumlah faktor dan dimensi yang mendukung lahirnya ilmu dan validitasnya. khususnya sejarah teori-teori keilmuan. dan pola) bagaimana cara pandang kita berpikir tentang sesuatu.22 dan (3) paradigma binaan (Contruct paradigm). menyoroti tentang paradigma ada dua uraian keilmuaan paradigma. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA maka fungsi laboratorium sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar perlu dikelola dengan baik agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. maka upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa sangat berkaitan dengan latar belakang pendidikan guru IPA. strategi pembelajaran IPA Terpadu mencakup perencanaan. dan sumber belajar yang mencukupi. pengorganisasian. pelaksanaan. sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA Terpadu yang akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (1999 :11 ). maka asumsi dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai kerangka pemikiran yang didasarkan pada fokus masalah untuk mengarahkan penelitian. Pertama yang lebih menyoroti garis-garis perkembangan sejarah ilmu. Berdasarkan hal di atas. konsep yang lebih sempit dibandingkan kedua paradigma lainya. Selain itu. kurikulum. keaktipan siswa. implementasi aspek-aspek inovatif seperti pemilihan dan penggunaan strategik dan metode pembelajaran dan system evaluasi merupakan faktor-faktor yang mempengeruhi upaya peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. dan pengawasan. Sanusi. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. model. Keduanya tidak membicarakan substansi dari ilmunya itu sendiri. pelaksanaan. yang artinya bahwa paradigma yang dimaksud munculnya yang melahirkan (bentuk. . Kemampuan menggunakan strategi dalam pembelajaran IPA Terpadu merupakan aspek yang sangat menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efisien. proses kegiatan belajar mengajar. Dalam perencanaan pembelajaran IPA Terpadu harus selalu dikaitkan dengan pengorganisasian.

e. Bertolak dari uraian di atas.23 2. Berdasarkan temuan tersebut. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. b. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. 2) Mengatur strategi proses pembelajaran. Pertanyaan Penelitian Agar mudah dalam melakukan penelitian ini dan dapat dilakukan lebih mendalam. maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pencocokan kompetensi pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Bagaimana guru merencanakan isi materi. maka penelitian ini difokuskan pada pertanyaan penelitian sebagai berikut : a. Bagaimana guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. Maka yang akan dijadikan objek dalam penelitian ini dibatasi pada ruang lingkup sebagai berikut: a. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. c. Kemampuan guru dalam guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatip yang kreatip. efektif dan efisien. maka semua variabel diambil untuk diteliti. . d. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. b. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini.

e. validitas dan reliabilitas penelitian sebagai intrepetasi data dan jadwal penelitian. bab 3 metode penelitian. Bab II Pokok Permasalahan Penelitian terdiri dari: pengertian istilah dan kerangka berpikir penelitian. tujuan dan manfaat penelitian. bab 4 temuan. lokasi dan subjek penelitian. data yang diperlukan. interpretasi dan pembahasan. dan sistematika penulisan tesis.24 c. Strategi apa yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. sumber dan teknik/instrumen pengumpulan data. penelitian. Bagaimana guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. latar belakang masalah. teori dan konsep penunjang lainnya. bab 5 simpulan dan rekomendasi. deskrifsi temuan dan hasil penelitian dan diakhiri dengan analis hasil penelitian serta pembahasan. Bab I Pendahuluan yang berisikan tentang rancangan penelitian mulai dari judul. asumsi dan pertanyaan . Bab IV Pembahasan hasil penelitian: Gambaran kondisi umum objek penelitian. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Apa yang menjadi faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. F. bab 2 landasan teori. d. kerangka teori. perumusan dan pembatasan masalah. teknik pengolahan data. Bab III Prosedur Penelitian: Pendekatan dan Metode penelitian. Sistimatika Penulisan Isi tesis yang terdiri dari 5 Bab yaitu: bab 1 pendahuluan. tahap-tahap penelitian.

mengemukakan bahwa: "Management is the process of planning. pengarahan dan pengawasan atas usaha-usaha para anggota organisasi serta pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. maka penulis berharap agar pembaca bisa mendapatkan gambaran dari isi tesis ini. penyusunan. dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. organizing. BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN IPA TERPADU DAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA Pada bab 2 ini penulis akan mengemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep manajemen pembelajaran IPA Terpadu. konsep kualitas pembelajaran IPA. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. . maksud pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan. Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu Menurut Stoner. the efforts of organization member and using or other organizational resources to achieve stated organizational goal”. yang selanjutnya pada bab 2 akan disajikan berbagai teori yang relevan dan akan mendukung pada seluruh rangkaian penelitian. pengorganisasian. leading. Melalui paparan seperti dikemukakan di atas.25 Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi: Merupakan rangkuman dari seluruh hasil penelitian yang kemudian diteruskan dengan berbagai rekomendasi yang dianggap perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan penilitian. (1991:8). strategi pembelajaran IPA Terpadu. and controlling.

penyiapan alokasi sumber daya. dan keuangan yang menunjang kemungkinan terjadinya pembelajaran). mengelola atau mengadministrasikan sumber daya yang meliputi perencanaan. serta penentuan pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan. pengambilan keputusan. dan ekonomis. penciptaan iklim organisasi yang kondusif. media sebagai sarana penyajian ide. perilaku kepemimpinan. stimulus dan koordinasi personil. gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri. (1995). Tujuan pembelajaran yang produktif berupa prestasi yang efektif dan suasana atau proses yang efisien. sedangkan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang produktif dapat dilihat dari sudut administrasi psikologis. serta fasilitas (peralatan. the psychologis production function. pelaksanaan. pengawasan dan pembinaan. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Razik dan Swanson. Lebih lanjut dikemukakan bahwa penataan mengandung makna mengatur. ”the administrator’s productions function. pendidik. bahwa pembelajaran yang produktif memiliki tiga fungsi yaitu. dan pemakai jasa pembelajaran). dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pembelajaran.26 Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan manajemen adalah bidang pendidikan. sumber belajar dan kurikulum (segala sesuatu yang disediakan lembaga pembelajaran untuk mencapai tujuan). orang dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara berencana dan sistematis. memimpin. yang diselenggarakan pada suatu lingkungan tertentu. melalui perencanaan. Manajemen pendidikan memiliki berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan yang juga merupakan sekumpulan fungsi untuk penjaminan efisiensi dan efektivitas pelayanan. beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan manajemen. Manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan bersama atau keseluruhan proses pengendalian usaha atas kerjasama sekelompok. Sumber daya terdiri dari sumber daya manusia (peserta didik.” . yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi. barang. and the economist’s productions.

yaiitu Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu). metode. agar dapat melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Kimia dan dengan pengetahuan alam lainnya. dan teknik pembelajaran yang paling efektif. ada beberapa mata pelajaran pada satu rumpun tertentu yang diintegrasikan. 1. kini diitegrasikan menjadi satu mata pelajaran. serta kondisi nyata sumberdaya yang tersedia dan siap didayagunakan di sekolah. Biologi. dengan pendayagunaan masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar. kini materi pendidikan pun terus mendapatkan sentuhan perubahahan dalam rangka untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan agar mandapatkan hasil yang yang lebih baik. Pembelajaran harus menekankan pada praktek. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. yakni: Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. dan teknik pembelajaran hendaknya berpusat pada karakteristik peserta didik (student centered). kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. yang dalam pelaksanaannya sekolah diberi kebebasan memilih strategi. guru. Pada kurikulum tahun 2006. mulai dari hubungan terbatas. pendekatan. dan salahsatunya adalah rumpun mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) yang asalnya terdiri dari Fisika. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. hubungan luas sampai dengan keterpaduan penuh. Kontek pembelajaran terpadu menurut Sukmadinata. metode. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis.27 Pendidikan merupakan kegiatan utama sekolah. adalah: Pembelajaran terpadu merupakan suatu pembelajaran dengan fokus pada bahan ajaran. dan kreatif . Pemilihan dan pengembangan strategi. peserta didik. prosedur penyampaian dan pengalaman belajar dalam suatu tema. Seiring dengan perkembangan dan dinamisnya zaman. pendekatan. (2004:197). Bahan ajaran disusun secara terpadu dan dirumuskan dalam bentuk tema-tema pembalajaran keterpaduan bahan ajaran berbeda-beda. kritis.

kritis. (b) bagaimana cara mengajarkannya. aman.28 2. bugar. 5.41 tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dinyatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran . 4. dan B. alokasi waktu. (c) bagaimana cara mengetahui keberhasilan siswa menguasainya. dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar Menunjukkan keterampilan menyimak. Perencanaan Pembelajaran IPA Terpadu Di dalam Permendiknas No. Langkah-langkah Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu 1. penilaian hasil belajar. kegiatan pembelajaran. standar kompetensi (SK). Suatu program pembelajaran dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan apabila direncanakan dengan baik. 7. kompetensi dasar (KD). Materi yang akan diajarakan dan cara pembelajarannya diwujudkan dalam silabus. sedangkan cara untuk mengetahui keberlangsungan dan keberhasilan proses pembelajaran diwujudkan dalam bentuk system penilaian. materi ajar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran yaitu tentang (a) materi apa yang akan diajarkan. Penilian menjadi tidak jelas arahnya jika target yang ingin . metode pembelajaran. sehat. membaca. 3. tujuan pembelajaran. berbicara. menulis. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. indicator pencapaian kompetensi. dan sumber belajar. 6. dan berhitung Menunjukkan kebiasaan memanfaatkan waktu luang hidup bersih. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah apa sebenarnya target yang ingin dicapai dari suatu kegiatan pembelajaran.

Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan institusional pendidikamn dapat terwujud karena adanya tujuan kurikuler dan instruksional. oleh karena itu tujuan pembelajaran IPA akan sangat bermanfaat untuk kepentingan lembaga. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran yang mencakup standar kompetensi . kegiatan pembelajaran. Sebaran yang telah dibuat hendaklah benar-benar mengikuti urutan atau . sekuens struktural (mengikuti pola sesuai dengan posisi tiap bagian dalam konteks bentuk dan susunan). sekuens logis dan psikologis (mengikuti pola dari mudah ke sukar. penilaian . Hal ini sesuai dengan pendapat Sukmadinata. apakah memuat pola sekuens kausal (mengikuti pola hubungan sebab akibat). Dalam penyusunan silabus harus berisiskan sejumlah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa.29 dicapai tidak terumuskan dengan jelas. Perencanaan pembelajaran IPA dibuat agar dijadikan standar keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. indikator. Dengan memperhatikan sekuens yang ada kemudian dilakukan penyebaran standar kompetensi mata pelajaran pengetahuan alam yang ditetapkan untuk dikuasai. Kegiatankegiatan tersebut mengarahkan guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. guru dan siswa. kimia dan biologi. dari yang mendasari atau sebagai prasyarat ke yang menjadi kelanjutannya. Perencanaan pembelajaran IPA memuat materi bidang fisika. alokasi waktu. dan sumber belajar. Berdasarkan hal tersebut. Guru IPA sebagai manajer kelas yang nantinya akan menjadi ujung tombak keberhasilan pembelajaran IPA harus memperhatikan konsep perencanaan pendidikan khususnya perencanaan pendidikan IPA. (1999): Penentuan sekuens bahan ajar hendaknya harus diperhatikan. kompetensi dasar dan materi pokok. maka perencanaan pembelajaran IPA merupakan dasar untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar IPA dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA. sehingga kegiatan pembelajaran harus diupayakn dengan tujuan agar siswa siswa dapat menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor bertanggung jawab atas perencanaan pembelajaran dalam rangka pencapaian tujuan institusional.

2. Dapat saling berbagi pengalaman dalam memantapkan kegiatan belajar mengajar dan memilih metode dan teknik yang tepat sehingga efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA dapat tercapai. Pelaksanan Pembelajaran IPA Terpadu dalam Proses Belajar . Dengan koordinasi seperti diatas. Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu adalah kegiatan yang sistematik dalam penyusunan struktur dan pembentukan hubungan-hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. dan Sanggar Pemantapan Kerja Guru (SPKG) atau melalui pendidkan dan pelatihan. media dan pengalaman belajar yang harus dialami siswa sehingga kompetensi dasar dapat tercapai. tim guru IPA secara intern atau ekster diharapkan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPA. Mengajar. Hal ini dilakukan melalui koordinasi kegiatan seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Strategi pembelajaran dalam arti luas dapat mencakup pendekatan. silabus dan satuan pembelajaran. struktur pembinaan.30 sekuens yang lebih memudahkan siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditargetkan. 3. Strategi pembelajaran yang harus dikembangkan oleh guru diantaranya adalah memilih teknik penilaian yang jitu agar guru dapat mengetahui penguasaan kompetensi dasar yang dicapai siswa. metode. Mengenai struktur organisasi dalam pembelajaran IPA Terpadu tidak akan terlepas dari struktur organisasi sekolah pada umumnya. Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA (MGMP IPA). Dalam perencanaan pembelajaran. diharapkan guru dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Strategi pembelajaran yang dipilih bisa berbentuk kegiatan tatap muka atau non tatap muka. Pengorganisasian pembelajaran IPA dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama antar lembaga agar pengetahuan guru dalam pembelajaran IPA dapat meningkat.

Pada pelaksanaan kegiatan inti yang merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif. Pada bagian pendahuluan. Dalam kegiatan inti biasanya digunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang dapat meliputi proses eksplorasi. Hubungan antara guru dengan siswa adalah hubungan kewibawaan. dan (4) pengelolaan kelas. Pelaksanaan pembelajaran IPA merupakan implementasi dari Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP). minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. kegiatan inti dan kegiatan penutup. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran sebelumnya. elaborasi dan konfirmasi. Belajar adalah interaksi antara guru dan siswa. Baik buruknya suatu program pembelajaran sangat ditentukan oleh faktor guru. inspiratif. (3) ada buku teks pelajaran . serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. akan tetapi hubungan yang menumbuhkan kesadaran pribadi untuk belajar. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Hal ini tidak berarti harus menimbulkan rasa takut pada siswa dan guru bisa semena-mena pada siswa. Dalam kegiatan penutup. (2) adanya beban kerja minimal guru. juga bukan hubungan kekuasaan dimana siswa harus selalu tunduk. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. menyampaikan cakupan materi sesuai dengan silabus. Pelaksanaan pembelajaran IPA meliputi kegiatan pendahuluan. menantang. Sampai saat ini masih ada siswa . merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. melakukan penilaian atau repleksi. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. Pernyataan diatas dimaksudkan bahwa guru adalah salah satu komponen pembelajaran utama dalam sistem pendidikan dan sangat mempengaruhi hasilnya. menyenangkan. guru bersama dengan siswa membuat rangkuman materi yang telah dipelajari.31 Pelaksanaan proses pembelajaran IPA harus memenuhi beberapa persyaratan: (1) adanya rombongan belajar yang memadai.

sehingga relasi kewibawaan itu akan menjadi katalisator subjek didik mencapai kepribadiannya. portofolio dan penilaian diri. Pengawasan Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Pengawasan dalam pembelajaran IPA merupakan suatu aktivitas yang mengusahakan agar kegiatan belajar mengajar itu terlaksanan sesuai dengan perencanaan atau dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. penilaian hasul karya berupa tugas. dan segan bila dihadapkan pada pelajaran IPA. (1985:9-10). efektif dan menyenangkan pada siswa. serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. kecerdasan dan ekonomi di seluruh usaha pendidikan dan pengajaran. Ia hendak menjamin keselarasan.32 yang merasa benci. proyek atau produk. Djoni. pengamatan kinerja di laboratorium. padahal perasaan seperti itu tidak perlu ada jika guru IPA dapat menimbulkan kewibawaan dan dapat menyaampaikan pembelajaran secara aktif. Berdasarakan hal di atas. 4. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilian kelompok mata pelajaran yang biasanya dibicarakan pada acara MGMP. Penilaian hasil pembelajaran IPA hendaklah dilakukan secara konsisten. dan memperbaiki proses pembelajaran. 5. sikap yang mantap karena kemampuan-kemampuan profesional yang dimilikinya. pengukuran sikap. Pengawasan tidak saja untuk mencegah pemborosan atau untuk . dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan. mengemukakan bahwa: Kewibawaan timbul karena kemampuan guru menampakan kebulatan pribadinya. menurut hemat penulis peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar ialah berusaha secara terus menerus untuk membantu siswa membangun konsep bagi dirinya sendiri dengan mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dimasa kini dan masa yang akan datang. kreatif. Penilaian Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Pengawasan pendidikan berkewajiban untuk menyediakan kondisi yang perlu untuk menyelesaikan tugas kewajiban dengan efektif dan efisien.

mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran. Dari hasil pelaporan biasanya diteruskan dengan tindak lanjut berupa pemberian penguatan dan penghargaan pada guru yang telah memenuhi standar. perekaman. . Pengawasan proses pembelajaran IPA memuat pemantauan proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai tahap penilaian. Pemberian teguran yang bersifat mendidik bagi guru yang belum memenuhi standar. Evaluasi proses pembelajaran IPA diselenggarakan dengan cara membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses dan mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. Kegiatan pemantauan ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas satuan pendidkian. Konsep Pembelajaran IPA Terpadu Beberapa konsep yang harus diperhatikan dalam pembelajaran IPA terpadu. dan memberikan kesempatan pada guru untuk mengikuti pelatihan atau penataran lebih lanjut. Pengertian IPA Terpadu.Pemantauan dapat dilakukan dengan cara diskusi kelompok. Selain pemantauan. wawancara dan dokumentasi. Hasil kegiatan pemantauan.Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. C. pengamatan. pelaksanaan proses pembelajaran. melainkan juga untuk mengarahkan perbuatan kepada maksud-maksud organisasi. Akhir dari kegiatan pengawasan proses pembelajaran adalah pelaporan dan tindak lanjut. supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan di bidang pendidikan. sebagai berikut: 1. pencatatan. kegiatan pengawasan yang lain adalah supervisi dan evaluasi.33 menghilangkan kebiasaan atau perbuatan yang salah.

pengukuran. makhluk hidup. konsep-konsep. universal. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. teori. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. dan materi dan sifatnya yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu peserta didik untuk memahami fenomena alam. dan hukum. bumi antariksa. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Dalam hal ini Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. Merujuk pada pengertian IPA itu. (3) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep . (2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. evaluasi. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. dan tentatif. meliputi bidang kajian energi dan perubahannya. sistimatis. (3) produk: berupa fakta. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. dan penarikan kesimpulan. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. perancangan eksperimen atau percobaan. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: (1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. makhluk hidup dan proses kehidupan. IPA bersifat open ended. dengan ciri: objektif. prinsip. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. berlaku umum (universal). sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta.34 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. fenomena alam. metodik. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah.

Dalam kenyataannya. sikap. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul.35 IPA dalam kehidupan sehari-hari. keterbatasan kemampuan peserta didik. kritis. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai sebagai . menghafalkan konsep. kreatif. terutama teknologi informasi dan komunikasi. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. Namun demikian. metode ilmiah. sarana. Akibatnya IPA proses. lingkungan belajar. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. dan efektif. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. mampu berpikir logis. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. Oleh karena itu. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. karena dianggap sukar. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. serta dapat berargumentasi secara benar. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. teori dan hukum. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. efisien. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh.

(3) dikembangkannya sikap ilmiah. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. Melalui pembelajaran IPA terpadu. mencari jawaban. energi dan perubahannya. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. menyusun hipotesa. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. kreatif. materi dan sifatnya. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui caracara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. prediksi. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. pengamatan. 2. makhluk hidup dan proses kehidupan.36 peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. serta bumi dan alam semesta. serta . serta bersikap ilmiah. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. disesuaikan dengan lingkungan setempat. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. “mengapa”. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. Pembelajaran IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. memahami jawaban. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. dan eksperimen. bekerja sama dalam kelompok.

mengajukan pertanyaan. sabar. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. yaitu dengan gambar. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran . cermat. yang didasarkan pada metode ilmiah. tekun. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. lisan. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. tidak percaya tahyul. menggolongkan. Oeh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. terbuka. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. Tujuan Pembelajaran IPA Terpadu Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : a. menerapkan ide pada situasi baru. mengukur. jujur. dan bekerja sama dengan orang lain. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. memperhatikan keselamatan kerja. dan sebagainya. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara.37 prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 3. mengklasifikasikan. menyusun hipotesis. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. mengolah. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. disiplin. kritis. ulet. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. dan menganalisis data. peduli terhadap lingkungan. tulisan.

kimia. dan analitik. dan sarana. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. dan biologi. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. Di samping itu. sistimik. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. menerima. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. menyerap. Implikasi Pembelajaran IPA Terpadu Implikasi pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal berikut: a. kemampuan analitik. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar dapat diajarkan sekaligus. untuk memiliki kecermatan. yaitu fisika. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. utuh. c.38 Keterpaduan bidang kajian dapat mendorong untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. maka dalam . maka pembelajaran akan lebih efesien dan efektif b. 4. menyeluruh. tenaga. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. kompetensi dasar. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. teratur. Guru Pembelajaran IPA Terpadu merupakan gabungan antara berbagai bidang kajian IPA.

a) Guru-guru yang tercakup ke dalam mata pelajaran IPA diberikan pelatihan bidang-bidang studi di luar bidang keahliannya. maka dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut. satu topik pembelajaran dilakukan oleh lebih dari seorang guru. seperti guru bidang studi Fisika diberikan pelatihan tentang bidang studi Kimia dan Biologi. pengalaman dan pemahaman peserta didik lebih kaya daripada dilakukan oleh seorang guru karena dalam satu tim dapat mengungkapkan berbagai konsep dan pengalaman. Kelebihan sistem ini antara lain adalah: pencapaian KD pada setiap topik efektif karena dalam tim terdiri atas beberapa yang ahli dalam ilmu-ilmu sosial. 2) Guru Tunggal Untuk tercapainya pembelajaran IPA Terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal tersebut. dalam pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan dengan dua cara. Hal tersebut disesuaikan dengan keadaan guru dan kebijakan sekolah masing-masing. Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. dan guru tunggal. b) Koordinasi antar bidang studi yang tercakup dalam mata pelajaran IPA tetap dilakukan. c) Disusun skenario dengan metode pembelajaran yang inovatif dan memunculkan nalar para peserta didik sehingga guru tidak terjebak ke dalam pemaparan yang parsial bidang studi. Untuk itu. Setiap guru memiliki tugas masing-masing sesuai dengan keahlian dan kesepakatan.39 pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. untuk mereviu apakah skenario yang disusun sudah dapat memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan bidang studi di luar yang ia mampu. 1) Team Teaching Pembelajaran terpadu dalam hal ini diajarkan dengan cara team. dan peserta didik akan lebih cepat memahami karena diskusi akan berjalan dengan narasumber dari berbagai disiplin ilmu. yakni: team teaching. .

Selanjutnya. Oleh karena pembelajaran terpadu pada dasarnya merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu alam maka dalam pembelajaran ini memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan . karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. secara psikologik. pembelajaran model ini menuntun kemampuan belajar peserta didik lebih baik. Peserta didik Dilihat dari aspek peserta didik. Selain itu. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. serta kemampuan eksploratif dan elaboratif. dan analitik. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. b. Hal ini disebabkan model ini menekankan pada pengembangan kemampuan analitik terhadap konsep-konsep yang dipadukan. baik dalam aspek intelegensi maupun kreativitas. menyerap. utuh. peserta didik digiring berpikir secara luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan-hubungan konseptual yang disajikan guru. kemampuan asosiatif. menyeluruh. nilai atau tindakan yang terdapat dalam beberapa indikator dan Kompetensi Dasar. peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. menerima. pembelajaran IPA Terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreativitas akademik. c. Dengan mempergunakan model pembelajaran IPA Terpadu. model pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal.40 d) Persiapan pembelajaran disusun dengan matang sesuai dengan target pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan topik yang dihasilkan dari pemetaan yang telah dilakukan. sistemik. Dengan demikian. pengetahuan. Bahan Ajar Bahan ajar memiliki peran yang penting dalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran terpadu. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep. teratur.

Di samping itu. Dalam pembelajaran IPA Terpadu. diperlukan sejumlah sumber belajar yang sesuai dengan jumlah Standar Kompetensi yang merupakan jumlah bidang kajian yang tercakup di dalamnya.41 pembelajaran monolitik. dapat juga digunakan disket. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran IPA terpadu diperlukan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran yang pada dasarnya relatif sama dengan pembelajaran yang lainnya. 5. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. koran. bahan bacaan penunjang seperti jurnal. berdisiplin. namun demikian dalam pembelajaran ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sarana yang relatif lebih banyak dari pembelajaran monolitik. Hal ini disebabkan untuk memberikan pengalaman yang terpadu. Bahan yang akan digunakan dapat berbentuk buku sumber utama maupun buku penunjang lainnya. peserta didik harus diberikan ilustrasi dan demonstrasi yang komprehensif untuk satu topik tertentu. Sebagai bahan penunjang. brosur. Dalam satu topik pembelajaran. 1997. hasil penelitian. b. Pemanduan Konsep dalam Pembelajaran IPA Terpadu Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa bidang kajian adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubung kaitkan konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. majalah. serta alat pembelajaran yang terkait dengan indikator dan Kompetensi Dasar ditetapkan. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. kaset. hanya saja ia memiliki kekhasan tersendiri dalam beberapa hal. dan mandiri. . d.236). Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan tema. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai bidang kajian (Carin. atau CD yang berkaitan dengan bahan yang akan dipadukan.

Contoh 1: Pengaruh asap rokok terhadap lingkungan (pencemaran udara) Pengaruh bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari PerokokA ktif Perokok Pasif Lingkungan Pengaruh rokok bagi kesehatan Rokok Materi dan sifatnya Gangguan pada sistem pernapasan Kesehatan Makhluk hidup dan proses kehidupan Gambar 2-1 Jaringan tema rokok .masyarakat. e. membaca. dan berinteraksi dengan teman. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA . d. dan dunia nyata. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka mendengar. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. kolaborasi. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. berbicara. menulis dan melakukan kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. guru. Oleh karena itu.42 c.lingkunganteknologi .

analisis. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA. bakat. Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. pemahaman. kebutuhan. aplikasi. Perencanaan Secara konseptual yang dimaksud terpadu pada pengembangan pembelajaran IPA dapat berupa contoh. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu . dan kemampuan). dan evaluasi dalam mata pelajaran IPA.43 6. Konsep-konsep yang dapat dipadukan pada semester yang berlainan pembelajarannya dapat dilaksanakan pada semester yang sama (tertentu) dengan tidak meninggalkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada semester lainnya. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a.

dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik. Tema yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada bidang kajian yang telah dipetakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPA Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. 3) Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPA pada kelas yang sama. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam bidang kajian IPA. 4) Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya.44 Gambar 2-2 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Beberapa ketentuan 1) 2) dalam pemetaan Kompetensi Dasar Kompetensi dalam dalam pengembangan model pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut. . 3) Dalam menentukan topik. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. 1) 2) Tema. Mengidentifikasikan beberapa Dasar berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. dalam pembelajaran IPA Terpadu.

membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Melaksanakan penilaian awal dapat dilakukan dengan cara lisan pada beberapa peserta didik yang dianggap . Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perangkat administrasi pembelajaran untuk menjabarkan silabus menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikemas dalam kegiatan pendahuluan. 1) Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik (readiness). yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. menciptakan suasana belajar yang demokratis. dilanjutkan dengan mengulas materi pelajaran yang akan dibahas. Kegiatan utama yang dilaksanakan dalam pendahuluan pembelajaran ini di antaranya untuk menciptakan kondisi-kondisi awal pembelajaran yang kondusif. Penciptaan kondisi awal pembelajaran dilakukan dengan cara: mengecek atau memeriksa kehadiran peserta didik (presence. Model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP). Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. dan membangkitkan perhatian peserta didik.45 b. Fungsinya terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. attendance). diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Melaksanakan apersepsi (apperception) dilakukan dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar terhadap jawaban peserta didik. melaksanakan kegiatan apersepsi (apperception). dan kegiatan penutup/tindak lanjut. dan penilaian awal (pre-test). kegiatan inti.

3) Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Secara umum kegiatan akhir dan tindak lanjut dalam pembelajaran terpadu di antaranya: a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Waktu yang tersedia untuk kegiatan ini relatif singkat. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). bisa juga penilaian awal ini dalam prosesnya dipadukan dengan kegiatan apersepsi. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Kegiatan tindak lanjut harus ditempuh berdasarkan pada proses dan hasil belajar peserta didik. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan non-tatap muka. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit . oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.46 mewakili seluruh peserta didik. tetapi juga sebagai kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dan kegiatan tindak lanjut. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di bidang kajian yang satu dengan konsep di bidang kajian lainnya. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik.

Penilaian Penilaian yang dikembangkan mencakup teknik. Bentuk-bentuk instrumen yang dikelompokkan menurut jenis tagihan dan teknik penilaian adalah: a) Tes: isian. dan unjuk kerja dan b) Non tes: panduan observasi. harus disertai rubrik penilaian. dan rubrik. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. menjodohkan. Apabila penilaian menggunakan tehnik tes tertulis uraian.47 oleh peserta didik. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. 2) Bentuk Instrumen Bentuk instrumen merupakan alat yang digunakan dalam melakukan penilaian/pengukuran/evaluasi terhadap pencapaian kompetensi peserta didik. Untuk jenis tagihan nontes. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. panduan wawancara. b) angket. 1) Teknik Penilaian Teknik penilaian merupakan cara yang digunakan dalam melaksanakan penilaian tersebut. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem .d) tugas. 3) Instrumen Instrumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi. membaca materi pelajaran tertentu. kuesioner. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. e) proyek. c. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Teknik-teknik yang dapat diterapkan untuk jenis tagihan tes meliputi: a) Kuis dan b) Tes Harian. benar-salah. uraian. c) wawancara. bentuk dan instrumen yang digunakan terdapat pada lampiran. dan f) portofolio. tes unjuk kerja dan tugas rumah yang berupa proyek. pilihan ganda. teknik-teknik penilaian yang dapat diterapkan adalah: a) observasi.

kemampuan mekanistis tanpa mempehatikan arti. Konsep Strategi Pembelajaran. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. Meaningful adalah: Bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. dimana guru hanya berfungsi untuk memotivasi. menafsirkan. dan tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. menganalisa dan menyimpulkan . sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. menyimpulkan bahan ajar. Dari beberapa istilah tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai strategi mebelajaran seperti diuraikan berikut ini: Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful adalah: Suatu strategi pembelajaran yang mengutamakan aktivitas kegiatan siswa. peserta didik dengan guru. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. menafsirkan. mendorong dan fasilitator. ada beberapa pendekatan strategi pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Sukmadinata. Discovery adalah: Suatu proses aktivitas kegiatan siswa untuk mencari. Rote adalah Suatu strategi belajar siswa untuk menguasai bahan ajar. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. tugas dan lembaga. mengolah. lingkungan. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. kebermaknaan.48 penilaian konvensional. Agar kegiatan proses pembelajaran tersebut menjadi lebih menarik dan diminati oleh seluruh warga belajarnya maka perlu dibuat berbagai macam strategi yang tepat guna sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang lebih baik lagi. D. masyarakat. mengolah. sehingga siswa dituntut untuk mencari.

diantaranya adalah: Proses pembelajaran: Pada strategi pembelajaran Discovery-Meaningful aktifitas siswa sangat dominan dan guru berfungsi sebagai motivator. menafsirkan. kelihatannya peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. pendorong dan fasilitator. Tuntutan Hasil Pembelajaran: Pada strategi pembelajaran DiscoveryMeaningful siswa dituntut untuk mencari. sendiri. Metode-metode pengajaran dan bahan-bahan ajaran yang cocok untuk kedua strategi pembelajaran diatas adalah: Metode pada Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan aktivitas kelompok. Sedangkan Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful siswa hanya di orientasikan untuk memiliki kemampuan mekanistis dari bahan ajar saja. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. pendorong dan fasilitator. dan masyarakat. lembaga. tugas. Simulasi. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu . masyarakat. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Diskusi.49 bahan ajar yang dipelajari. Dari dua analisa Strategi Pembelajaran diatas maka dapat dilihat beberapa perbedaan. dan kurang memperhatikan arti. tugas. Dalam strategi pembelajaran Discovery-Meaningful kapasitas guru hanya berfungsi sebagai motivator. menganalisa dan menyimpulkan bahan ajar yang dipelajari. dan masyarakat. lembaga. sedangkan pada Strategi Pembelajaran RoteMeaningful siswa hanya dituntut untuk memiliki kemampuan mekanistis saja sehingga peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. tugas dan lembaga. Sehingga pada strategi Pembelajaran RoteMeaningfu. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful adalah : Suatu strategi pembelajaran yang hanya mengutamakan pada kemampuan mekanistis dari bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. kurang memperhatikan arti. mengolah. kebermaknaan. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. kebermaknaan.

3. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik.50 Role playing. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. Dalam penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. 2. melakukan percobaan. menganalisa masalah yang timbul. Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. pengetahuan. pengamatan. satuan pembelajaran. khususnya guru. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. mata pelajaran. Eksperimen. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Dapat juga menggunakan belajar berbuat. 6. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Penentuan Jenis Penilaian. lisan (ceramah. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. dan keterampilan. tanya jawab. 4. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. diskusi kelas). metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Problem Solving melalui kegiatan: Penyusunan rancangan. seminar. Contoh bahan-bahan Pelajaran: Pada Mata Pelajaran IPA/Saint. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. melakukan penelitian pada praktek pembuatan tempe untuk menemukan sel Rhizopus. yaitu kegiatan siswa dan materi. 1. Metode pada Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan variasi metoda dan media pelajaran. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Ekspositori. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. dll. Penilaian dilakukan dengan . 5. demonstrasi/peragaan. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. menyimpulkan hasil.

kedalaman. proyek dan/atau produk. Misalnya. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. dan penilaian diri. pengukuran sikap. pengamatan kinerja. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. (c) sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. (e) sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. penggunaan portofolio. 7. tingkat kesulitan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. (b) penilaian menggunakan acuan kriteria. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. . jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian diantaranya : (a) penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. serta untuk mengetahui kesulitan siswa.51 menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. keluasan. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. (d) hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. Menentukan alokasi waktu penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. penilaian hasil karya berupa tugas. menganalisis. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.

memberikan pengertian strategi sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. dan tujuan taktikal. berkenaan dengan: Menganalisis faktor-faktor strategik dari situasi lingkungan. dan ag artinya memimpin). Strategi Pembelajaran IPA Terpadu Perumusan strategi merupakan langkah awal yang sangat penting bagi ketercapaian tujuan organisasi. Sedangkan Sanusi. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. sosial. rencana itu memberikan pengertian rumusan strategi . (20007:2). E. yang berupa media cetak dan elektronik. organisasi. Secara sederhana Soekartono. menganalisis. Menentukan sumber belajar adalah rujukan. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. dan budaya. (1993:35). yang berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. Konsep Strategi Istilah strategi berasal dari kata yunani strategeia (stratos artinya militer. narasumber. dan indikator pencapaian kompetensi.52 8. tujuan-tujuan itu. bersamaan dengan analisis tersebut. baik lingkungan mikro maupun makro. tujuan dari satuan bisnis strategik (sasaran dan keuangannya). alam. dengan mengidentifikasi keunggulan komparatif organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko sehingga organisasi menjadi lebih efektif. Istilah strategi semula bersumber dari kalangan militer dan secara populer sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jendal untuk memenangkan suatu peperangan. dalam hubungan analisis situasi. menetapkan tujuan organisasi. Strategi juga akan memberikan arah jangka panjang yang akan dituju. merekomendasikan rencana strategik. tujuan korporet (tujuan usaha dan keuangannya). serta lingkungan fisik. Menganalisis pesaing secara internal dan eksternal. 1. merumuskan visi (tujuan jangka panjang yang paling mungkin). kegiatan pembelajaran. sebab strategi merupakan instrumen untuk menghadapi dan mengantisipasi perubahan lingkungan sekaligus sebagai kerangka kerja untuk menyelesaikan setiap masalah. menetapkan misi (peranan yang dimainkan organisasi dalam masyarakat).

(1995:17). maka menurut hemat penulis. Siagian. startegi dapat dipandang sebagai suatu proses berpikir dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis. Mengacu pada pendapat di atas. Richard Vancil sebagaimana yang dikutip oleh Winardi.53 memberikan detil tentang bagaimana lankag dan cara yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang dimaksud. b) kendala-kendala luas dan kebijakan-kebijakan yang atau ditetapkan sendiri oleh sang pemimpin. yang membatasi skope aktivitasaktivitas organisasi yang bersangkutan. atau yang diterimanya dari pihak atasannya. dapat disistematikan seperti pada gambar 6 berikut: IDENTIFIKASI MASALAH RENCANA LANGKAH YANG AKAN DIAMBIL PENERAPAN PEMECAHAN MASALAH PENGELOMPOKAN MASALAH BENTUK NYATA PADA KESIMPULAN PERENCANAAN UNTUK IMPLEMENTASI PROSES ABSTRAKSI TIMBULNYA KESIMPULAN PENENTUAN METODE PEMECAHAN VALIDASI HIPOTESIS PEMECAHAN DENGAN ANALISIS FORMALISASI HIPOTESIS PEMECAHAN Gambar 2-3 Model Tahap Berpikir Strategik Bila dikaitkan dengan fungsi manajemen. dan c) kelompok rencana-rencana dan tujuan-tujuan jangka pendek yang telah diteapkan dengan ekspektasi . berupa a) sasaran-sasaran jangka panjang atau tujuan-tujuan organisasi tersebut. (Herdiwandani. 2000:25). merumuskan konsep strategi sebagai berikut: Strategi sebuah organisasi atau sub unit sebuah organisasi lebih besar yaitu sebuah Konseptualisasi yang dinyatakan atau yang diimplikasikan oleh peminpin organisasi yang bersangkutan. (1997:96). Tahap berpikir strategik menurut Kenneth Primozic. memberikan pengertian strategi sebagai: Rencana berskala besar yang berorientasi jangkauan masa depan yang jauh serta ditetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif dengan lingkunganya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang bersangkutan.

dan (2) dari perspektif apa organisasi akhirnya lakukan. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi. yan memungkinkan menarik keuntungan-keuntungan dari badang-bidang kekuatannya. Pada definisi ini. . Sedangkan berdasarkan perspektif kedua. Strategi berarti menentukan misi pokok suatu organisasi. strategi dapat didefinisikan sebagai pedoman untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimpementasikan misinya. sadar dan rasional dalam merumuskan srtategi organisasi. yaitu (1) dari perspektif apa suatu organisasi ingin lakukan. dapat penulis simpulkan bahwa perumusan strategi harus memperhatikan berbagai faktor yang sifatnya kritikal. maka menurut pendapat penulis. yaitu: a. Profil tertentu bagi organisasi yang menggambarkan kemampuan yang dimiliki dan kondisi internal yang dihadapi oleh organisasi. yang menonjol dalam faktor ini ialah bahwa straetgi merupakan keputusan dasar yang dinyatakan secara garis besar. b. Dari perspektif pertama. Organisasi yang bersangkutan masih meraih suatu keunggulan apabila ia dapat memanfatkan peluang-peluang di dalam lingkungan. konsep strategi dapat didefinisikan berdasakan dua perspektif yang berbeda. Berdasarkan berbagai definisi tersebut. meskipun strategi strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara eksplisit. Pandangan ini diterapkan bagi para manajer yang bersifat reaktif. setiap organisasi pasti memiliki strategi. c. yaitu hanya menanggapi dan menyesuaikan diri teradap lingkungan secara pasif manakala dibutuhkan. di mana tujuan strategi adalah untuk mempertahnkan atau mencapai suatu posisi keunggulan dibandingkan dengan pihak pesaing. Pengenalan lingkungan dimana organisasi akan berinteraksi dengan berbagai kondisinya.54 akan diberikannya sumbangsih mereka dalam hal mencapai sasaran-sasaran organisasi tersebut. Makna yang terkandung dari strategi ini adalah bahwa para manajer memainkan peranan yang aktif. Berdasarkan penjelasan di atas. strategi didefinisikan sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungan sepanjang waktu.

2) praktis. dan 4) masih abstrak. 3) hanya bisa dinyatakan secara kualittif. Dengan ciri-ciri seperti itu. f. Memperhatikan pentingnya oprasionalisasi keputusan dasar yang dibuat dengan memperhitungkan kemampuan organisasi di bidang anggaran. Memperhatikan bentuk tipe dan struktur organisasi yang akan digunakan. Mengidentifikasi beberapa pilihan yang wajar dari berbagai alternatif yang tersedia dikaitkan dengn keseluruhan upaya yang akan dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Suatu strategis harus merupakan analisis yang tepat tentang kekuatan yang dimiliki kelemahan yang mungkin melekat. Suatu sasaran jangka panjang pada umumnya mempunyai cari yang menonjol. serta ancaman yang diperkirakan akan dihadapi organisasi. suatu strategi perlu memberikan arah tentang rincian yang perlu dilakukan. i. . Menciptakan suatu sistem pengawasan yang menjamin daya inovasi. g. k. e. 3) bersifat konkrit. sarana. dinyatakan secara kuantitatif. 2) jangkuan waktunya jauh ke depan. Memilih satu alternatif yang dipandang paling tepat dikaitkan dengan sasaran jangka panjang yang dianggap mempunyai nilai yng paling strategik. yaitu: 1) sifatnya yang idealistis.55 d. dan harus dimanfaatkan. kreativitas dan diskresi para pelaksana kegiatan oprasional tidak dihambat. prasarana dan waktu. Mempersiapkan tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan kualitas teknis dan perilaku serta mempersiapkan sistem manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada pengakuan dan penghargan harkat dan martabat dalam organisasi. Artinya perlu ditetapkan sasaran dengan ciriciri: 1) jangkuan waktu ke depan spesifik. dan 4) h. j. dan diperhitungkan dapat dicapai karena didukung oleh kemampuan dan kondisi internal organisasi. dalam arti diperkirakan mungkin dicapai. berbagai peluang yang munkin timbul.

penerapan dan evaluasi strategi merupakan suatu proes yang berurutan. Secara skematis keterkaitan antara komponen atau tahapan dalam sebuah sistem manajemen stratejik dapat dilihat pada gambar 2-4 berikut: MISI ORGANISASI PROFIL ORGANISASI Apa yang mungkin dilakukan ? LINGKUNGAN EKSTERNAL Apa yang diinginkan ? . dan bagaimana strategi tersebut dilaksanakan dalam praktik. mengemukakan bahwa: Manajemen stratejik sebagai suatu proses yang mempunyai akibat antara lain perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi beberapa atau seluruh komponen yang lain. Proses pembuatan. Dengan demikian sesungguhnya manajemen stratejik merupakan sebuah proses berkelanjuan dan tahapan-thapannya merupakan bagian-bagian yang berinteraksi dari sebuah sistem secara keseluruhan. hanya sekedar tercapai atau tidak tercapai. Kenneth Primozic. Menciptakan suatu sistem umpan balik sebagai instrumen bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan strategi yang telah ditentukan itu untuk mengetahui apakah sasaran itu terlampaui. dapat penulis nyatakan bahwa fokus manajemen stratejik adalah pada lingkungan eksternal dan pada operasi-operasi pada masa mendatang. Sistem penilaian tentang keberhasilan dan ketidakberhasilan pelaksanaan strategi yang dilakukan berdasarkan serangkain kriteria yang rasional dan okjektif. Mengacu pada pendapat tersebut. kesemuanya itu diperlukan sebagi bahan dan dasar untuk mengambil keputusan di masa depan. m. Manajemen stratejik mendeterminasi arah jangka panjang organisasi yang bersangkutan dan ia menghubungkan sumber-sumber daya organisasi yang ada dengan peluang-peluang pada lingkungan yang lebih besar.56 l. berdasarkan penjelasan di atas. (Herdiwandani. 2000:31). maka manajemen stratejik berkaitan dengan upaya memutuskan persoalan strategi dan perencanaan.

mengapa organisasi yang bersangkutan ada. Dengan kata lain. Bagi suatu organisasi penentuan misi sangat penting karena misi ini bukan hanya sangat mendasar sifatnya. 1997) Berdasarkan gambar di atas. pasar-pasar primernya. yang merangsang proses perumusan tujuan dan strategi. prinsip-prinsi moril dan etika yang akan membentuk falsafah dan watak organisasi yang bersangkutan. tujuanya dihubungkan dengan produk dasarnya atau servis. tujuan dan perumusan secara menyeluruh dan ia harus mencakup kategori-kategori informasi sebagai berikut : a. Misi ini merupakan suatu bentuk pernyataan umum tetapi bersifat lestari oleh manajemen puncak yang mengandung niat organisasi yang bersangkutan. Misi menyajikan identitas. terlihat bahwa langkah awal yang mendasari langkah penting lainnya dalam penerapan strategi adalah penetapan misi organisasi. c. yang mengarahkan. dan teknologi pokoknya dalam produksi. dan iklim etika di dalam organisasi yang bersangkutan. akan tetapi membuat organisasi memiliki identitas yang khas. merupakan sebuah deskripsi alasan bagi eksistensi sesuatu organisasi. .57 ANALISIS STRATEGI DAN PILIHAN SASARAN JANGKA PANJANG GRAND STRATEGI SASARAN TAHUNAN STRATEGI FUNGSIONAL KEBIJAKAN MELEMBAGAKAN STRATEGI PENGAWASAN DAN EVALUASI Gambar 2-4 Model Manajemen Stratejik (Diadopsi dari Winarno. kontinuitas. masalah yang membedakan satu organisasi dari organisasi yang sejenis. b.

Strategi pembelajaran merupakan dasar dalam proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut seperti: mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. Dihubungkan dengan belajar mengajar. Strategi Pembelajaran Secara umum strategi pembelajaran mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan variabel-variabel kunci bagi sebuah sistem dan petunjuk-petunjuk bagi alokasi sumber- . dan ia merupakan sebuah pedoman bagi pembentukan strategi-strategi pada tingkatan keorganisasian yang lebih rendah. memilih dan menetapkan prosedur metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. b. karena : merupakan sebuah landasan bagi konsolidasi sekitar tujuan organisasi tersebut. d. memberikan dorongan sumbe daya. e. merumuskan iklim internal organisasi tersebut. dimainkan oleh misi dalam hal mengarahkan organisasi yang ada adalah penting. Peranan yang a. merupakan sejumlah petunjuk bagi penerapan tanggung jawab jabatan.58 Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa misi memberikan garis besar tentang identitas organisasi yang bersangkutan. 2. menfasilitasi desain dari kontrol. c. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.

59 balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. oleh karena itu. Tujuan pembelajaran yang oprasional dalam belajar mengajar mutlak dilakukan oleh guru sebelum melakukan tugasnya di sekolah. (c) Memilih dan menetapkan prosedur. (b) Memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. (d) Menerapkan normanorma atau kriteria keberhasilan yang dapat dijadikan ukuran. dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang berbeda pula dan bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakan berbagai disiplin ilmu. Metode atau teknik penyajian untuk memotivikasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannnya untuk memecahkan masalah. berbeda dengan cara atau metode . pengertian dan teori apa yang guru gunakan dalam memecahkan suatu kasus. konsep. adil. Penjelasan di atas sesuai dengan pendapat Djamarah dan Aswan (1995:5-8). Satu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda maka akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. Dalam melaksankan proses kegiatan belajar mengajar bagaimana cara guru memandang suatu persoalan. mengemukakan ada empat masalah pokok yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan pedoman buat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan bahwa: Pembelajaran dikatakan berhasil apabila memenuhi empat langkah proses kegiatan belajar mengajar seperti : (a) Spesifikasi dan Kualifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan. Disini terlihat bahwa proses pembelajaran diperlukan beberapa langkah sebagai hasil kegiatan belajar mengajar yang dilakukan itu dijadikan sebagai sasaran dari pembelajaran. yang akan mempengaruhi hasil proses pembelajarannya. tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkrit. Norma-norma sosial seperti baik. menurut teori Asosiasi (hapalan) tidak akan sama hasilnya dengan pengertian belajar menurut teori Problem Solving (Pemecahan Masalah) dalam cara pendekatan proses pembelajaran oleh pendidik. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. Pendekatan yang digunakan terhadap kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya. sehingga mudah dipahami oleh anak didik. benar.

Hal tersebut sejalan dengan pendapat Isjoni. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain. dalam ”Teaching Strategies for College Class Room”. maka tenaga pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengkombinasikan beberapa metode yang relefan. Strategi pembelajar sebagai pola dan urutan umum perbuatan guru – murid dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran. mengemukakan : .60 supaya anak didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakannya sendiri. Implisit di balik karakteristik abstrak itu adalah rasional yang membedakan strategi-strategi yang satu dari strategi yang lain secara fundamental. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya.murid didalam peristiwa pembelajaran. sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud nampak dipergunakan atau diperagakan guru. Strategi pembelajaran memuat alternative-alternative yang harus dipertimbangkan untuk dipilih dalam rangka perencanaan pembelajaran. (1976). Bila beberapa tujuan ingin diperoleh. tampak bahwa di dalam konteks pembelajaran. Dalam Proses pembelajaran pendidik membutuhkan variasi pengunaan teknik penyajian supaya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung tidak membosankan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian konsep strategi dalam hal inimerujuk kepada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru. Berdasarkan pendapat tersebut. (b) Penyampaian Pembelajaran. sehingga pendidik mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. (c) Strategi Pengelolaan Pembelajaran. bahwa: Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab yang diantaranya: (a) Strategi Pengorganisasian Pembelajaran. Dari uraian di atas sejalan dengan pendapat J.murid didalam bermacam-macam peristiwa belajar. strategi berarti pola umum perbuatan guru murid dalam perwujudan kegiatan pembelajaran.R David. setelah dilakukan evaluasi. (2007-103).

61

A plan, method, or series of activities designed to achieves a particular education goal. Menurut pengertian ini strategi pembelajaran meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu diperlukan seperangkat metode pengajaran seperti ceramah, diskusi kelompok maupun tanya jawab yang menggambarkan startegi pembelajaran. Strategi dapat diartikan sebagai ”a plant of operation achieng something ”,(rencana kegiatan untuk mencapai sesuatu), sedangkan metode ialah “a way in achieving something“,(cara untuk mencapai sesuatu), metode pengajaran termasuk dalam perencanaan kegiatan atau strategi. Menurut pendapat penulis, strategi pembelajaran juga tidak sama dengan metode pengajaran. Strategi pembelajaran merupakan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan, sedangkan metode pengajaran adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan itu. Metode pengajaran adalah alat untuk mengoprasionalkan apa yang direncanakan dalam strategi pembelajaran seperti sumber belajar, kemampuan yang dimiliki guru dan siswa, media pembelajaran, materi pengajaran, organisasi kelas, waktu yang tersedia, dan kondisi kelas/ lingkungan, merupakan unsur-unsur yang mendukung strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran. Strategi pembelajaran cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Dalam mengenbangkan strategi pembelajaran paling tidak guru perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain: a. Strategi mengaktifkan siswa Dengan cara membuat kelompok mulai dari yang kecil dan pemberian tugas guru, bila siswa belum dapat mengefektifkan kegiatan dalam kelompoknya. Berlanjut pada kondisi kelompok yang lebih besar dengan otonomi berada pada siswa baik untuk menetukan kelompoknya ataupun waktu penyelesaian tugas kelompok bersama-sama dengan guru. Kondisi ini diperlukan untuk membangun kerjasama diantara mereka dan strategi ini agar setiap siswa memikul suatu tanggung jawab dalam kelompoknya. b. Strategi membangun peta konsep siswa

62

Peta konsep dapat dikembangkan secara individual atau dalam kelompok kecil. Siswa-siswa mengatur sejumlah konsep atau kata-kata kunci pada satu halaman kertas, kemudian menghubungkannya dengan garis-garis dan sepanjang garis itu ditulis suatu kata atau ungkapan yang menjelaskan kaitan antar kata-kata atau konsep-konsep. c. Strategi menggali infomasi dari media cetak Jika siswa diminta untuk mengerti dan bukan sekedar mengingat informasi yang ditemukannya di dalam buku pelajaran, bahan rujukan surat kabar dan sebaginya, maka mereka haruslah aktif mengumpulkan informasi setelah itu gunakan pertanyaan terbuka, produktif dan imjinatif. d. Strategi membandingkan dan mensisntesiskan informasi Pemahaman informasi dari berbagai sumber belajar dapat ditingkatkan jika siswa-siswa bekerja dalam kelompok dan setiap anggota kelompok diberi sumber belajar yang berbeda untuk digunakan dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. Dengan demikian, siswa-siawa harus membandingkan dan mendiskusi jawaban-jawaban yang sudah mereka tuliskan sehingga sebagai hasilnya, mereka akan mampu memberi satu jawaban yang memuskan. Ini merupakan strategi yang efektif untuk dipakai oleh kelompok-kelompkok pakar ketika pendekatan’ gergaji ukur (jigsaw) terhadap proyek penelitian digunakan. e. Srategi mengamati (mengawasi) secara aktif Untuk menjamin agar para siswa berpikir aktif sewaktu menonton video mintalah mereka untuk : 1) Menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mereka pikirkan pada waktu menonton video. Ini dapat digunakan sebagai dasar untuk diskusi kemudian atau penelitian lanjutan tentang topik itu. 2) Mnuliskan contoh-contoh kategori tertentu dari peristiwaperistiwa, benda-benda atau hewan-hewan, dan sebagainya yang muncul dalam video itu. Ini dapat didiskusikan kemudian dan dikelompokan sebagao dasar untuk kegiatan meraih konsep. f. Strategi menganalisis dengan peta akibat atau roda masa depan

63

Strategi ini dapat digunakan sebelum atau sesudah siswa-siswa mempelajari sesuatu topik. Hal ini dapat digunakan untuk menemukan seberapa tuntas siswa-siswa sudah memikirkan sesuatu isu atau peristiwa, atau dapat digunakan untuk menentukan apakah mereka sudah mampu menerapkan informasi yang sudah dipelajarinya dalam menganalisis situasi baru. Siswa-siswa diminta untuk mempertimbangkan semua hasil atau akibat yang mungkin dari suatu tindakan atau perubahan dan kemudian hasil-hasil dan akibat-akibatnya sesudah itu. Mereka hendaklah didorong untuk berpikir tentang aakibat-akibat positif dan negatif dalam rentang konteks yang mungkin meliputi hal-hal yang bersifat sosial, etika, moral, ekonomi, politik, pribadi, hukum atau politik. g. Strategi melakukan kerja praktik Strategi ini selalu menjadi bagian penting dari pembelajaran sains. Terdapat beberapa cara yang menjamin bahwa siswa-siswa secara aktif terlibat dalam kerja praktik mereka dan bahwa mereka belajar dari pengalaman itu : 1) 2) 3) 4) terbatas) Dari uraian yang panjang lebar di atas penulis, sangatlah jelas bahwa kurikulum berbasis kompetensi mengusung pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya untuk mencapai optimalisasi pembelajaran dengan dukungan guru yang memiliki kemampuan dalam menciptakan situasi, motivasi, serta kondisi yang menuntut keaktifan mental dibanding aktif fisik. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang Memberi perintah-perintah dalam susunan acak Diminta meramalkan hasil-hasilnya Diberi suatu kumpulan peralatan yang tepat dan suatu pertanyaan untuk diselidiki Diberi pertanyaan penelitian eksperimen terbuka (tidak

dalam mengungkapkan keberartian fakta menurut kajian dan analisis berdasakan teori dalam disiplin ilmunya) . Pada tahap itu ada proses transformasi trancendental. berpikir menunjukan suatu proses terstruktur dan tingkatan-tingkatan hirarkis yang bersifat runtut. yaitu pembelajaran aktif. menurut Sanusi. (b) Berpikir Orde Lebih Tinggi diantaranya . dan karakteristik dan keterkaitnnya rumit). dalam pembagian berpikir adalah sebagai berikut : (a) Berpikir Orde Rendah (Lower Order Thinking) diantaranya . maka berpikir dalam belajar itu memasuki daerah khusus dzikrulloh untuk mencari makna yang lebih konprehensif. Pada tingkat itu.kritikal yang berlangsung sebelumnya ). berpikir etis (ketentuan /aturan dan sangsi dari nilai etis tentang kebaikan/kebajikan (dan estetis tentang keindahan/kesucian) itu jadi rujukan dan pedoman). (1999. di balik berpikir logis . selain mencari pengertian-pengertian yang logis dan rasional. menyenangkan. sehingga tidak memberi nilai tambah.64 datang dari guru itu sendiri maupun datang dari temannya.32-35). 3. berpikir spekulatif (prosesnya tidak menentu dan keberhasilan pun diragukan. bermanfaat dan baik pula. kreatif. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan hakekat pembelajaran ”PAKEM”. tidak ada kontradiksi internal/sejalan dengan akal sehat). yang khas dan lebih berarti. Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills adalah untuk mampu berpikir yang benar. bersifat coba-coba tentang apa adanya sehingga autputnya pun apa adanya). panca indra). belajar dengan berpikir konkrit (terbatas pada objek-objek yang berupa benda. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. penggunaan dan pengendalian potensial aqal hendaknya bersambung dengan potensi qalbunya. aturan atau teori yang dijadikan rujukannya hampa dengan fakta yang relevan). belajar dengan berpikir formalistik (biasanya relevan dan konsisten dengan pesan-pesan yang dikandung dalam kaidah.rasional . dan berpikir aqliyah dan naqliyah (mengunakan akal dalam memeriksa fakta. berpikir logis (diturunkan dan amat konsisten dengan asumsi ada yang ditetapkan disini. berpikir rasional-empiris (berpikir yang dapat diterima akal sehat yang cocok dengan faktanya). melainkan justru memadukan pemikiran logis dan rasional –empiris). berpikir hapalan (Yang disimpan dalam pikiran itu tidak banyak diolah dalam keterkaitanya dengan informasi sebelumnya. berpikir kritis (tidak mengedepankan sikap”ya benar/terima/setuju”. Pada tingkat belajar konsep yang dimaksud seperti di atas. peristiwa. berpikir kreatif/lateral (ada sesuatu unsur baru. efektip. kejadian atau kegiatan yang berujud kongkret dalam jangkuaian. bermanfaat. berpikir hapalan tidak bisa efektif jika jumlah objeknya banyak.

65 Dari uraian di atas penulis simpulkan bahwa untuk mampu berpikir yang benar. dan menurutnya apa yang dibutuhkan oleh murid sehingga murid mengalami peningkatan dan perkembangan yang identik dengan perkembangan keterampilan. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. Pendekatan kita harus melihat pada keseluruhan sistem. laksanakan dengan ikhlas dan senantiasa istiqomah pada jalur yang diridhoi Allah swt. Mereka mengelola. Mulailah dari diri sendiri dengan niat lillahi ta’ala. perencana dan tenaga ahli kurikulum. pengetahuan dan sikap merupakan produk dimana para edukator seperti Kepala Sekolah. Dengan sumber daya manusia berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. Berdasarkan ungkapan di atas maka sudah dapat dipastikan. bermanfaat dan baik pula setiap potensi saat ini tidak dapat terselesaikan melalui satu kondisi yang sederhana tetapi memerlukan penanganan dari berbagai perspektif. memiliki kedudukan sebagai manajer. kesejahteraan kemajuan di segala bidang. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk membuat perubahan pada diri manusia dan lingkungannya dengan harapan terjadi perubahan yang mengarah kepada yang lebih baik. kekurangan kita akan kebijaksanaan. Rektor Guru/Dosen. pengetahuan dan sikap. pikiran dan bukan benda. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. dari pendekatan kita terhadap hidup. mengidentifikasinya.memperhitungkan pula filosofi dan agama. Akibat dari ketidak cukupan dalam mental kita bersama. Dan perhatikan bahwa berpikir tingkat tinggilah yang mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan mental. dan .bukannya akibat dari ketidak cukupan memilki materi. bermanfaat. 4. tapi hal ini akan memerlukan persfektif yang jauh lebih banyak ketimbang dari apa yang kita namai sebagai ilmu pengetahuan. kepala dinas pendidikan. Tata Usaha (administrator). Peningkatan dan perkembangan keterampilan. Strategi Sumber Daya Manusia Strategi sumber daya manusia adalah salah satu bagian dari tujuan pendidikan nasional. Dengan mutu pembelajaran yang baik dan benar diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

baik untuk diri sendiri. obsesi tak terbatas. selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. Dengan demikian mengupayakan adalah menjadi suatu kewajiban. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan kehendak manusia akan adanya perubahan. hanya keberhasilan Allah pula yang menentukan. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. baik yang hidup maupun mati. baik lahir maupun batin atau pun untuk orang lain bahkan lingkungan di sekitarnya. Tuhan tidak akan merubah keadaan mereka. sebagai individu maupun sosial. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. Bahkan Alloh telah mengisyaratkan pada umatnya seperti firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra’d ayat 11 :                                              Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dalam Penjelasannya disebutkan bahwa "suatu kaum tidak akan berubah jika kaum itu sendiri tidak merubahnya". Karena Allah telah dengan sengaja menyuruh manusia untuk selalu berupaya dan berdoa seperti diisyaratkan oleh-Nya. Seperti kita ketahui bahwa keinginan. justru yang membatasinya adalah kemampuannya karena masih ada Maha Penentu dan Maha Mampu. dalam Al-Quran surat AlMu’min ayat 40 :            . kehendak. Maka tak ada yang dapat menolaknya. Upaya mengubah adalah kewajiban sehingga membentuk manusia untuk terus memaksimalkan diri ke arah perubahan yang diinginkan.66 Islam tidak mengharamkan perubahan. Namun dengan tidak mengindahkan bahwa segalanya adalah kehendak adalah Allah Yang Maha Kuasa.

Perhatikan perkembangan keilmuan dan pengetahuan sekarang ini yang merupakan bukti konkret kemajuan pembelajaran . Seolah permintaan atau keinginan apa pun Allah tidak menolaknya tanpa batas. niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia terus berupaya melogikakan apa pun kehendaknya termasuk proses pencapaian kehendaknya tersebut. konsep bahkan hukum yang berhubungan dengan atau antara keinginan. Maka dari itu muncullah berbagai macam teori. cara dan strategi pencapaiannya. Dengan ungkapan tersebut: "berdo'alah pada-Ku. berilah kami apa yang Telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". Selanjutnya Alloh mengisyaratkan kepada umatnya. dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Lebih dari itu bagi kaum atheis/materialistis merasa perubahan adalah penting bagian dari hidup dan yang bisa mengupayakan hal tersebut adalah kemampuannya sendiri karena mereka yakin bahwa perubahan sepenuhnya merupakan akibat dari perbuatannya sendiri termasuk alam. seperti dalam Al-Quran Surat Ali-Imron : 194                                   “Ya Tuhan kami.67            Yang artinya :”Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepadaKu. Dunia pembelajaranpun tidak terlepas dari yang disebut perubahan. bahwa alloh tidak akan pernah mengingkari janjinya dari apa yang dilakukan oleh mereka. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. niscaya aku kabulkan"." Umumnya hidup dalam kehidupan.

cara pandang. Disiplin: Taat pada tata tertib dan aturan yang ada serta mampu mengajak orang lain untuk bersikap yang sama. bagaimana perubahan itu bisa terjadi ? Secara sederhana begitu manusia berkehendak dan dianggap sebagai masalah maka memunculkan berbagai pemikiran tentang kapan waktunya. menghargai waktu. Kapan. b. Bertanggung jawab dan mandiri: Memahami resiko pekerjaan dan berkomitmen untuk mempertanggung-jawabkan hasil kerjanya serta tidak tergantung kepada pihak lain. dan langkah yang lebih memberi kepastian dan keyakinan akan tercapainya berbagai keinginan tersebut diharapkan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas Isjoni. Kreatif: Memiliki pola pikir. Sehingga dari hasil pemikiran baik pertanyaan maupun pernyataan menciptakan konteks tanya jawab. Hal ini sejalan dengan rencana strategis pemerintah bahwa untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas setiap insan yang unggul harus memiliki kriteria sebagai berikut : a. persetujuan. bersikap jujur dan mampu mengemban kepercayaan. g. f. dan lain-lain. berapa lama. . d. Profesional: Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai serta memahami bagaimana mengimplementasikannya. Peduli dan menghargai orang lain : Menyadari dan mau memahami serta memperhatikan kebutuhan dan kepentingan pihak lain. dimana. bagaimana cara mencapainya atau solusinya. Amanah: Memiliki integritas. semangat berdedikasi serta berorientasi pada hasil.68 akibat upaya-upaya perubahan. dan pantang menyerah. e. tekun belajar. c. berpendapat bahwa: Ciri-ciri sumber daya manusia berkualitas sendiri adalah mandiri. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. berwatak kerja keras. Antusias dan bermotivasi tinggi: Menunjukkan rasa ingin tahu. dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan. (2007:3).

pengetahuan dan pengalaman serta mampu mengambil hikmah dan mejadikan pelajaran atas setiap kejadian. kepercayaan. saling menghargai. Visioner dan berwawasan: Bekerja berlandaskan pengetahuan dan informasi yang luas serta wawasan yang jauh ke depan. t. Koordinatif dan bersinergi dalam kerangka kerja tim: Bekerja bersama berdasarkan komitmen. s. keterbukaan. Taat azas: Mematuhi tata tertib. dan peraturan perundangundangan. prosedur kerja. p. (empowering): Memberikan kesempatan dan m. . k. Mengilhami (inspiring): Memberikan inspirasi dan memberikan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya. r. Produktif (efektif dan efisien): Memberikan hasil kerja yang baik dalam jumlah yang optimal melalui pelaksanaan kerja yang efektif dan efisien. q. dan partisipasi aktif bagi kepentingan Depdiknas.69 h. Dapat dipercaya (andal): Mampu memberikan bukti berupa hasil kerja. u. o. Memotivasi (motivating): Memberikan dorongan dan semangat bagi pihak lain untuk berusaha mencapai tujuan bersama. Membudayakan (culture-forming): Menjadi motor dan penggerak dalam pengembangan masyarakat menuju kondisi yang lebih berbudaya. Gandrung mutu tinggi (service excellence): mengemban Menghasilkan kepercayaan dan dan memberikan hanya yang terbaik. Akuntabel: Bekerja secara terukur dengan prinsip yang standar serta memberikan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan. Menjadi teladan: Berinisiatif untuk memulai dari diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang baik sehingga menjadi contoh bagi pihak lain. mengoptimalkan daya usaha pihak lain sesuai kemampuannya. Responsif dan aspiratif: Peka dan mampu dengan segera menindaklanjuti tuntutan yang selalu berubah. l. Memberdayakan n. j. Belajar sepanjang hayat: Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan. i.

berkualitas. trampil. Mendiskusian dan . Pembinaan Ketatausahawan. suasana kerja. Mengingat pentingnya berbagai sektor pembangunan. pengetahuan. menyelenggara program. Sumber daya manusia: 1) kepala sekolah sebagai manajer mampu menata memahami visi. serta menghasilkan gagasan dan pengembangan baru. w. diklat bagi guru dan staf. 2) Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin yang dapat kepribadian. dan ketrampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. Melakukan pengawasan melekat. Menciptakan tata tertib di sekolah. Sebagai Wirausahawan: Analisis tantangan dan peluang. misi dan tujuan sekolah. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah. Aspek yang di supervisi berdasarkan usul guru. melakukan pengorganisasian. pendelegasian. yang dikaji bersama untuk dijadikan kesepakatan. dan inklusif: Terbuka atas kritik dan masukan serta mampu bersikap adil dan merata. sehingga inisiatif tetap berada ditangan tenaga kepembelajaran. Antisipatif dan inovatif : Mampu memprediksi dan tanggap terhadap perubahan yang akan terjadi. pengambilan keputusan. menghargai waktu. jajaran pimpinan pada dinas pendidikan termasuk kepala memiliki gaya kepemimpinan masing-masing yang sangat mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan di lingkungan kerja masing-masing karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. menyelenggarakan konsultasi. berkeadilan. melakukan perencanaan. Sekolah adalah tempat mentrasper nilai. Pencipta Iklim Kerja: Menciptakan ruang dan lingkungan kerja yang nyaman. menggerakan seluruh warga sekolah. melakukan suvervisi. komunikasi. Pemanfaatan sumber daya. serta menjunjung tinggi ajaran agama. Demokratis. Tenaga Pendidik. dilihat dari unsur yang meliputi sumber daya manusia yang terlibat langsung di satuan pendidikan yaitu mulai dari Kepala Sekolah. berbudi luhur. sumber daya manusia perlu ditata secara optimal.70 v. Peserta Didik dan Tenaga Kependidikan. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Sebagai Pendidik: Bimbingan kepada warga sekolah. memotivasi. 3) Kepala Sekolah sebagai supervisor artinya supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah).

Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap. Kreatif. 4) Kepala Sekolah Sebagai Leader yang harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. dan mengembangkan model-model pembelajaran inovatif. Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaanya sebagai berikut secara Konstruktif. meningkatkan kemauan tenaga kepembelajaran. sehingga dapat mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi sekolah. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. 5) Kepala Sekolah Sebagai Inovator dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. membuka komunikasi dua aah. dan mendeleasian tugas. Hal ini dilakukan agar para tenaga kepembelajaran dapat memahami apa-apa yang disampaikan oleh kepala sekolah sebagai pimpinan. hubungan yang mengintergrasikan harmonis setiap dengan kegiatan. dan umpan balik. dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan. dimaksudkan bahwa dalam rangka meningkatkan profeionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. dimaksudkan bahwa dalam menngkatkan profesionlisme tenaga kepembelajaran . Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara ttap muka. yaitu pertemuan awal. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk menuingkatkan suatu kedaan dan memecahkan suatu masalah. lingkungan.mencari memberikan teladan kepada seluruh tenaga kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk gagasan menjalin baru. pengamatan. jabatan serta kemampuan masing-masing. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap peubahan prilaku guru yang positip sebagai hasil pembinaan. kepala sekolah harus berupaya mendelegasikan tugas kepada tenaga kepembelajaran sesuai dengan deskripsi tugas. Intergratif. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesinalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus berusaha mendorong dan membina setiap tenaga kepembelajaran agar dapat bekembang secara optimal dalam melakukan tugas-tugas yang diembannya kepada masingmasing tenaga kepembelajaran. kepala sekolah harus berusaha mencari gagasan dan cara-cara baru dalam melaksanakan tugasnya.71 menapsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interprestasi guru. Delegatif.

Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. serta berusaha menciptakan situasi kerja yang menyenangkan dan memudahkan para tenaga kepembelajaran untuk beradaptasi dalam melaksanakan tugasnya. Keteladanan. efisien dan produktif. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. Rasional dan objektif. disiplin. kepala sekolah harus berusaha betindak berdasarkan pertimbengan rasio dan objektif. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). kepala sekolah harus berusaha menetapkan kegiatan atautarget serta kemampuan bahwa dalam yang dimiliki sekolah. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. Moving class adalah mengubah strategi pembelajaran dari pola kelas tetap menjai kelas bidang studi. Kepala sekolah harus mampu beradaptasi dan fleksibel dalam menghadapi situasi baru. pengaturan suasana kerja. yang dilengkapi dengan alat peraga dan alat-alat lainya. meningkatkan profesionalisme tenaga berdasarkan kondisi dan kemampuan nyata yang dimiliki oleh setiap tenaga kepembelajaran. dan melaksanakan berbagai pembahruan di sekolah. Moving kclass ini bisa dipadukan dengan pembelajaran terpadu. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. menemukan. sehingga setiap bidang studi memiliki kelas tersendiri. sehingga dalam suatu laboratorium bidang studi dapat dijaga oleh beberapa orang guru (fasilitator). kepala sekolah harus berusaha memberikan teladan dan contoh yang baik. Pragmatis. kepala sekolah harus berusaha mengintergrasikan semua kegiatan sehingga dapat menghasilkan sinergi untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif. dorongan.72 di sekolah. penghargaan secara efektif. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. Adaptabel dan fleksibel. yang bertugas memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam belajar dan 6) Kepala Sekolah Sebagai Motivator harus memilki srategi yang tepat untuk membeikan motivasi kepada para tenaga kepembelajaran dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. dimaksudkan kepembelajaran di sekolah. Wahjosumijo (1999:110) mengemukakan bahwa : .

a. Beberapa prinsip yang dapat diterapkan profesionalismenya. tanggung jawab. Kemampuan kemampuannya mengambil keputusan akan tercermin bersama dari tenaga dalam mengambil keputusan mengembangkan misi sekolah. berkomunikasi secara lisan dengan orang tua dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah. berjiwa besar. menyusun program pengembangan tenaga kependidkan. dan kemampuan berkomunikasi. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. keahlian dasar. memahami kondisi dan karakteristik peserta didik.73 Kepala sekolah sebagai leader harus memilki karakter khusus yang mencakup kepribadian. c. Prinsip-prinsip tersebut kepala sekolah untuk adalah para tenaga mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan . berkomunikasi secara lisan dengan peserta didik. dan melaksanakan program untuk mewujudkan visi dan misi kepembelajaran di sekolah. percaya diri. visi dan misi sekolah. pengetahuan terhadap tenaga kepembelajaran. menerima masukan. d. emosi yang stabil. kemampuan mengmbil keputusan. untuk kepentingan internal sekolah. e. berani mengambil resiko dan keputusan. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. b. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercemin dalam sifat-sifat. Pemahaman terhadap visi dan misi sekolah akan tercermin dari kemampuannya untuk mengembangkan visi sekolah. ke dalam tindakan. mengambil keputusan untuk sekolah. pengalaman dan pengetahuan profesional. dan mengambil keputusan untuk kepentingan eksternal Kemampuan berkomunikasi akan tercermin dari kemampuanya berkomunikasi secara lisan dengan tenaga kepembelajaran di sekolah. jujur. menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan sebagai berikut memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan non guru). teladan.

kompetensi kepribadian. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukandan usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. tak kalah pentingnya sebagai unjung tonggak dalam keberhasilan tujuan pembelajaran nasional yaitu tenaga pendidik (guru profesional). Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. Pengakuan terhadap guru sebagai tenaga profesional akan diberikan manakala guru telah memiliki antara lain kualifikasi akademik. kompetensi. memberikan rasa aman menunjukan bahwa kepala sekolah memperhatikan mereka. dan sertifikat pendidik yang dipersyaratkan. Kualifikasi akademik tersebut harus diperoleh mellui pembelajaran tinggi program sarjana atau diploma empat. dan kompetensi profesional. Adapun jenis-jenis kompetensi yang dimaksud pada undang-undang tersebut meliputi ” kompetensi pedagogik. Pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi. dan menyenangkan. tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja. kompetensi sosial. Sertifikat pendidik diperoleh guru setelah mengikuti pembelajaran profesi. Pada tahun 2005 Pemerintah dan DPR RI telah mensahkan undang-undang RI Nomor I4 tahun 2005 tentang guru dan dosen. tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. Para tenaga kepembelajaran juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Para tenaga kependidian harus selalu diberitau tentang hasil dari setiap pekerjaaanya. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh . Di satu pihak.74 kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. kepuasan penghargaan Setelah penulis kemukakan mengenai paparan tentang sumber daya manusia di atas tentang keprofesionalan sebagai kepala sekolah. Pemberian hadiah lebih bak dari pada hukuman.

mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Kompetensi ini mencakup : menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya. arif. Secara rinci kompetensi pedagogik meliputi : memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik. sosial. mengembangkan diri secara berkelanjutan. memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan dalam konteks kebhinekaan budaya. menevaluasi proses dan hasil pembelajaran b. menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi. morl.75 Penjabaran tentang jenis-jenis kompetensi tersebut sebagai berikut: a. kultural. menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. c. melaksanakan pembelajaran yang mendidik. dewasa. merancang pembelajaran yang mendidik. dan berwibawa. Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap pesert didik. memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. stabil. emosional. menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Kompetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan pembelajaran secara luas dan mendalam yang materi memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi . . Kompetensi ini meliputi : menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik. stabil. memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peseta didik. arif. dewasa. dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berahklak mulia. dan intelektual. meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. perancangn dan pelaksanaan pembelajaran. mengevaluasi kenerja sendiri. Kompetensi Kepribadian yaitu memiliki kepribadian yang mantap. mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi.

dan sesama pendidik. pembelajaran memanfaatkan orang di tua peserta didk. peneliti. dan pengembangan pembelajaran di tingkat lokal. model. Dengan kompetensi ini guru diharapkan dapat : merkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik. Peran guru profesional dalam pembelajaran adalah sebagai pendidik. berkontribusi (ICT) tenaga terhadap untuk kependidiikan. pembawa cerita. pelatih. penasihat. emansipator. nasional. evaluator. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan global. regional. teknologi informsi komunikasi berkomunikasi dan pengembangan diri. (1998). karena disini guru diberi kebebasan memilih dan mengembangkan materi standar dan kompetensi dasar sesuai kondisi dan kebutuhan daerah dan sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. aktor. mengemukakan bahwa guru memegang peranan yang cukup baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. merkontribusi terhadap pengembangan sekolah masyarakat. maka diperlukan rambu-rambu bimbingan teknis bagi guru untuk pengembangan profesionalisme yang berkelanjutan. Hal tersebut lebih nampak lagi dalam pendidikan yang dikembangkan secara desentralisasi sejalan dengan kebijakan otonomi daerah. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pembelajaran. tenaga kepembelajaran. pendorong kreativitas. . pembangkit pandangan. sesam pendidik. Menyadari hal tersebut. pembimbing. teladan. kualitas dan profesionalisme guru. pengajar. pelaksana dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. pekerja rutin. orang tua/wali peserta didik. Sukmadinata. kreatifitas. dan masyarakat. dan masyarakat sekitar.76 d. pembaharu. betapa pentingnya untuk meningkatkan aktivitas. Lebih lanjut dikemukakannya bahwa guru adalah perencana. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. pribadi. Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. Kompetensi Sosial yaitu kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.

kepribadian. dan guru membantu kesulitam siswa yang mendapat hambatan. kompetensi sosial. dan memcahkan permasalahan. maka perlu dilakukan pengembangan profesi. yaitu kompetensi pedagogik. menjaga kode etik guru. 16 Tahun 2008. Yang dimaksud guru profesional adalah : 1) harus memiliki berbagai keterampilan. media. kompetensi kepribadian. Kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk diangkat sebagai guru dalam bidang khusus yang sangat diperlukan tetapi belum dikembangkan diperguruan tinggi dapat diperoleh melalui uji kelayakan dan kesetaraan. Standar kompentensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama. . dan apabila salah satu komponen atau sub-komponen kurang/tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan. mencari dan memecahkan permasalahan belajar. Lain halnya penjelasan mengenai Profesi Guru dan Standar Kualifikasi Akademik sejalan dengan Permendiknas No. harus memiliki kualifikasi akademik pembelajaran. 2) Kualifikasi Akademik guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan. 3) Guru profesional harus rajin membaca literatur. 4) Sebagai Komunikator dan Fasilitator di dalam kelas guru berperan sebagai komunikator dan guru sebagai fasilitator memiliki peran memfasilitasi siswa untuk belajar secara maksimal dengan menggunakan berbagai strategi/metode. sosial.77 pengawet dan kulminator. dan profesional. mencintai pekerjaannya. Dalam proses pembelajaran siswa sebagai titik sentral belajar. kompetensi profesional. yaitu kompetensi pedagogik. dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. yang diantaranya : 1) Kualifikasi Akademik Guru pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat. siswa yang lebih aktif. minimum DIV atau sarjana S1 program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu. Keempat kemampuan itu menjadi tolok ukur profesionalisme guru. kemampuan khusus. dan sumber belajar. 2) Guru profesional selalu mengembangkan dirinya terhadap pengetahuan dan mendalami keahliannya. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru mata pelajaran pada SMP/MTs. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seorang yang memiliki keahlian tanpa ijazah dilakuakan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk melaksanakannya. 5) pengembangan profesi guru mencakup empat bidang. kesulitan dalam memahami.

lebih besar. (2005 : 128). lebih baik dari seluruh aspek kepribadian. Mengelola Pembelajaran: Menyusun rencana pembelajaran. minat. melaksanakan tindak lanjut hasil penilian. pengembangan profesional Menguasai kemampuan akademik : memahami wawasan kepembelajaran. maka pembelajaran diperlukan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa). . Sukmadinata. b. Pembelajaran dalam arti seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber tujuan daya untuk mencapai yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia selaku sumber daya manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama. bahwa tenaga pendidik adalah sebagai ujung tombak pembangunan maka dari itu tenaga pendidik untuk lebih aktif dan kreatif dalam inovasi profesi pendidik. Program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara dapat menyelesaikan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan dan berkewajiban menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. penilaian prestasi belajar siswa. melaksanakan interaksi belajar mengajar. Pengembangan profesi : pengembangan diri. Setiap peserta didik sebagai sumber daya manusia mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. c. dan kemampuannya. berpendapat bahwa : Siswa atau peserta didik adalah individu yang berada dalam proses perkembangan yang merupakan perubahan bersifat progresif yaitu menuju ketahap yang lebih tinggi. menguasai bahan kajian akademik Dan akhinya profesionalisasi guru di masa mendatang merupakan prioritas utama bagi dunia pendidikan. bimbingan belajar siswa.78 Apabila ditinjau dari tuntutan kualifikasi akademik dan harapan-harapan pemerintah bagi profesi tenaga pendidik dapat penulis simpulkan ada beberapa persyaratan atau yang harus dipahami oleh profesi pendidik diantaranya adalah : a.

Perlu disadari. pengawasan. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan”. pengelolaan. loyalitas. Selaku sumber daya manusia yang mendukung secara tidak langsung dalam proses pendidikan selaku administrator perlu memiliki potensi keprofesiannya yang diantaranya seperti: atensi kerja optimal. menyenangkan. Dari kedua pendapat paparan di atas apabila penulis simpulkan bahwa perkembangan sumber daya manusia peserta didik/siswa merupakan potensi diri sesuai dengan tingkat tahap perkembangannya melalui proses perkembangannya yang perlu tersedia pada jalur. dinamis. 3) Oprasi Nyata (7 sampai 11 tahun) artinya proses dalam pemecahan permasalahan. ketrampilan (skill). bahwa sebenarnya peserta didik menuntut adanya perubahan yang relatif “baik”. bertujuan menciptakan ketrampilan. pengembangan.79 Lain halnya mengenai tingkat perkembangan sumber daya manusia peserta didik menurut pendapat: Mulyasa. teknik. dan prosedur berlandaskan inteltualita. kemampuan. Dalam pasal 39 Ayat 1 UUSPN Tahun 2003 termaktub sebagai berikut bahwa: “Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. (2008 : 51-52) Empat tahap pokok perkembangan dianataranya :1) Sensorik Motorik (sejak lahir hingga usia 2 tahun) artinya mengalami kemajuan oprerasi reflek belum mampu membedakan apa yang ada disekolahnya. Profesi Tenaga Kependidikan sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training. kreatif. 4) Oprasi Formal (11 dan seterusnya) artinya ditandai adanya perekembangan kegiatan-kegiatan berpikir formal dan abstrak. dan dialogis . inovatif kerja yang handal serta menciptakan suasana pelayanan pembelajaran yang bermakna. dan dia dapat melakukan pekerjaan itu. pekerjaan yang bernilai tinggi. disenangi oleh orang lain. 2) Pra Oprasional (2 sampai 7 tahun ) artinya mulai menerima arti secara simbolis dan mampu belajar tentang konsep yang lebih komplek dan meningkat. jenjang dan jenis pembelajaran yang diharapkan dan pelayanan secara optimal sesuai perkembangannya. Tenaga Kependidikan yang membantu dalam proses sebagai profesi yang mempunyai pengertian seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian. sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati. produktivitas. baik dalam kemampuan bersifat progresif maupun kreativitasnya.

isi. Dalam konteks demikian. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan dalam tugasnya. Dalam era otonomi dan desentralisasi. 5.80 mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pelayanan pembelajaran. tenaga pendidik (guru). maka diperlukannya berbagai strategi-strategi. Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan. dan tenaga kependidikan (tata usaha). budaya. Terwujud dan tekad dalam melakukan reformasi pembelajaran untuk dapat menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. tanpa kehilangan wawasan nasional. dan pembaruan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis. Strategi Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Penulis dapat simpulkan dari potensi-potensi sumber daya manusia mulai dari kepala sekolah. yang memberi perhatian pada keberagaman dan mendorong partisipasi masyarakat. sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan berbagai perubahan. pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas yang meliputi dimensi sosial. mandiri. berbangsa. dan modern. penyesuaian. maju. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran . dan politik. peserta didik (siswa). dan bernegara di era persaingan global peran serta sumber daya manusia sangatlah berpengaruh besar untuk menjawab tantangan-tantangan khususnya di dunia pendidikan. profesi. dan memberi teladan prestasi kerja dan menjaga nama baik lembaga. Dalam hal ini keempat unsur sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam proses pendidikan sangat berpengaruh terhadap rencana-rencana peningkatan salah satu proses pembelajaran di satuan pendidikan dengan harapan peran serta keempat pilar sumber daya manusia di atas dapat terwujud sesuai dengan harapan tujuan pembelajaran nasional. Pembangunan pendidikan nasional adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas. ekonomi. Pembangunan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyeluruh dan sungguh-sungguh untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. keadaan sekolah.81 untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. diarahkan. baik sebagai dokumen maupun sebagai pengalaman belajar. (2004:47). Sukmadinata. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju ke kedewasaan. kurikulum-pengajaran dan bimbingan siswa. Kurikulum adalah suatu suatu bangunan konsep. Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum. . Dewey. dan kondisi sekolah atau daerah. Dewey menegaskan bahwa kurikulum dan anak didik merupakan dua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya adalah proses tunggal dalam bidang pembelajaran. Oliva. Mengartikan kurikulum sebagai suatu rangkaian pengalaman yang memiliki kemanfaatan maksimum bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuannya agar dapat menyesuaikan dan menghadapi berbagai situasi kehidupan. Semua pengalaman siswa yang dirancang. sebab diantara bidang-bidang pendidikan yaitu manajemen pendidikan. atau suatu verbalisasi dan selain kurikulum diartikan sebagai dokumen. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Franklin. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. (1918) menyatakan bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik. Kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pembelajaran yang diharapkan Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan. (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept. kurikulum-pengajaran merupakan bidang yang paling langsung berpengaruht terhadap hasil pendidikan. (1902) sejak lama telah menggunakan istilah kurikulum dan hubungannya dengan anak didik. para akhli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. mengatakan: kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan.

Materi kurikulum mengacu kepada tujuan pengajaran yang diinginkan. dan materinya dipilih dan diorganisasikan berdasarkan suatu pola tertentu untuk kepentingan belajar dan mengajar. Sedangkan pengertian lainnya ditafsirkan secara sempit yang hanya menekankan kepada kemanfaatannya bagi guru dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Sedangkan pengertian kurikulum sebagaimana tercantum dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah seluruh hasil belajar yang direncanakan dan merupakan tanggung jawab sekolah. (1962) mengatakan bahwa kurikulum adalah pernyataan tentang tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat umum dan khusus. implementasi kurikulum dan pengendalian kurikulum). isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. (1957) menegaskan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya. Apabila kita telaah. (1967) mengartikan bahwa kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki/dikuasai sebelumnya. akan terlihat bahwa pengertian-pengertian tersebut pada dasarnya memiliki arti yang hampir sama namun berbeda dalam ruang lingkup penekanannya. semua pengalaman siswa yang dirancang.82 Tyler. dan tahapan-tahapan mengenai kurikulum (desain kurikulum. Sebagian pengertian kurikulum ditafsirkan secara luas yang penekanannya mencakup seluruh pengalaman belajar yang diorganisasikan dan dikembangkan dengan baik serta dipersiapkan bagi anak didik untuk mengatasi situasi kehidupan sebenarnya." Lain halnya Sukmadinata. Taba. . (Diktat Perkuliahan) berpendapat mengenai kurikulum adalah sebagai berikut: Kurikulum merupakan seperangkat rencana sebagai pedoman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Biasanya dalam suatu kurikulum sudah termasuk dengan program penilaian hasilnya. Schiro. diarahkan. Gagne. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. (1978) mengartikan kurikulum sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan pengajaran.

Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut." Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. dan 2) kurikulum harus bermanfaat bagi guru dalam membuat perencanaan pengajaran yang baik. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. proses. disusun berdasarkan tingkat-tingkat generalisasi. kompetensi lulusan. disajikan dalam bentuk dokumen yang mudah ditemukan. Memahami sejarah perkembangan kurikulum dari sejak awal berguna untuk menjelajahi masa-masa aliran yang mempengaruhi perubahan kurikulum. dan perubahan itu biasanya menawarkan suatu pandangan yang lebih luas. dapat diamati oleh pihak yang tidak berkepentingan. yang paling menarik dari pendapat Glatthorn adalah bahwa rencana tersebut harus fleksibel agar dapat memungkinkan dilakukan perbaikan seperlunya apabila proses sedang berlangsung. sarana dan prasarana. dan dapat membawa perubahan tingkah laku. yaitu suatu cara penyimpanan kurikulum dalam database komputer dan penyalurannya ke sekolah-sekolah melalui jaringan internet yang mungkin dapat diwujudkan pada waktu yang akan datang. tenaga kependidikan. Ungkapan tentang bentuk dokumen yang mudah ditemukan memberikan petunjuk yang cukup luas dengan kemungkinan bahwa kurikulum dapat disimpan dan diedarkan melalui perangkat komputer. dapat diaktualisasikan dalam kelas. pembiayaan dan penilaian pendidikan. Perubahan kurikulum khususnya di negara-negara yang sudah maju sering dipengaruhi oleh dan/atau sebagai perwujudan dari kekuatan masyarakat. pengelolaan. . yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Istilah resminya adalah "innovations and reforms.83 Pengertian kurikulum paling tidak harus memenuhi dua kriteria yaitu 1) kurikulum harus mencerminkan pengertian umum tentang peristilahan pendidikan sebagaimana sering digunakan oleh pendidik. Glatthorn sendiri mengartikan kurikulum adalah rencana yang dibuat untuk membimbing anak belajar di sekolah.

Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP. Sebagai model KTSP. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian. belajar untuk memahami dan menghayati. dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. efektif dan menyenangkan.84 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pembelajaran mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pembelajaran (BSNP). . Kedua. Selain dari itu. Dari pengembangan kurikulum di atas sejalan dengan yang terdapat pada pasal 36 : 1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pembelajaran untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk: belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. kreatif. Pertama. model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP.

Dari paparan di atas mengenai kurikulum mempunyai tujuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran nasional. dinamika perkembangan global dan j) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. modul. Pasal 37 1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama. satpel. program pembelajaran. ayat (2). . ilmu pengetahuan sosial. deskripsi mata pelajaran. 4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). peningkatan potensi. matematika. dan seni. pendidikan jasmani dan olahraga. 3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: peningkatan iman dan takwa. potensi daerah. Desain kurikulum: dasar dan struktur kurikulum. keragaman potensi daerah dan lingkungan. kurikulum Dokumen). rancangan dan instrumen evaluasi. teknologi. Pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. kecerdasan. renpel. buku. pendidikan kewarganegaraan. seni dan budaya. perkembangan ilmu pengetahuan.85 2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. bahasa. dan peserta didik. keterampilan/kejuruan dan muatan lokal. ada beberapa tahapan yang oleh Sukmadinata diungkapkan dalam penyusunannya secara lebih rinci seperti sebagai berikut: Desain kurikulum Implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan). Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama Kabupaten untuk pembelajaran dasar dan provinsi untuk pembelajaran menengah. dan minat peserta didik. peningkatan akhlak mulia. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. ilmu pengetahuan alam. GBPP/silabus. media. tuntutan dunia kerja. mengenai (kurikulum a. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. handout. agama.

tetapi jka dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. penyempurnaan: Desain. komponen tersebut merupakan sarana pembelajaran. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. rapih. jalan menuju sekolah. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. saranaprasarana. pengawasan. evalusi. pengayaan dan remedial. taman sekolah. sumber daya pendidikn teori pendidikan dan model kurikulum yang diantaranya orientasi teori pendidikan model kurikulum. (2002:49-50). ruang kelas. meja kursi. kebun. pembelajaran tiori. c. 2) Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. Mulyasa. penyimpanan inventarisasi.. bimbingan belajar. biaya. implementasi. personel. sumber daya pembelajaran. penulisan tugas akhir. Khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasaranapendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalanya proses pembelajaran. masyarakat. . implementasi.86 b. berpendapat mengenai sarana prasarana sebagai berikut: 1). pengadan. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: halaman. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. Strategi Sarana Prasarana Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara lengsung dipergunakan dan menunjang proses pembelajaran. tes/ujian. dan penghapusan serta penataan. 6. Pengendalian kurikulum (evluasi dan penyempurnaan): evaluasi. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. pembelajaran praktik: simulasi-riil. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan. desain. evluasi. serta alat-alat dan media pengajaran. tugas dan latihan. kegiatan ko dan ekstra kurikuler dan kuis. Implementasi Kurikulum: pengelolaan kelas. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pembelajaran dan pengajaran.

F. kecerdasan intelektual. Kualitas dalam makna absolut adalah yang terbaik. Strategi sarana dan prasarana ini bertujuan menyediakan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan yang memadai.87 Dari uraian di atas setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pembelajaran sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. Bila dipraktikan dalam dunia pendidikan konsep kualitas absolut ini bersifat elitis karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didik. barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi.Artinya. dan meremajakan dan memelihara alat transportasi dinas operasional untuk mendukung mobilitas. ketepatan dan kecepatan operasional pelayanan umum. Penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah Kota/Kabupaten untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan. tercantik. terpercaya. Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. meningkatkan fasilitas pelayanan umum dan operasional termasuk pengadaan. Konsep Kualitas Pembelajaran IPA Terpadu 1. dan hanya sedikit siswa yang akan mampu membayarnya (Sallis:1993). Dalam konsep relatif. transparansi. dan akuntabilitas publik. efisiensi. Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. dan kejiwaan peserta didik. kecantikan. kualitas bukan merupakan atribut atau produk . Perlunya Pembelajaran Berkualitas Apakah kualitas itu ? Kualitas memiliki dua konsep yang berbeda antara konsep absolut dan relatip. emosional. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain: meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung pelayanan. sosial. kepercayaan yang ideal tanpa ada kompromi. perbaikan dan perawatan gedung dan peralatan. Dalam konsep absolut sesuatu (barang) disebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna.

Oleh karena itu. kualitas bukanlah merupakan tujuan akhir. bersifat umum. bila dilihat dari segi pendidikan bahwa mutu merupakan keterkaitan antara yang diajarkan dengan dunia kerja. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang itu atau jasa memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.1992:27) menjelaskan konsep mutu pembelajaran sebagai berikut : . ahli pendidikan. ekslusif atau spesial karena barang berkualitas bisa biasa-biasa saja. Dalam konsep relatif produk yang berkualitas adalah sesuai dengan tujuannya.88 atau jasa. Bagaimana tidak nilai ujian atau prestasi akademik itulah yang kemudian menjadi senjata untuk melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan. Pandangan kualitas seperti itu hanya berlaku ketika sekolah dikontrol oleh pihak luar dan belum menjalankan Manajemen Berbasia Sekolah (MBS). Hal ini sejalan dengan ungkapan Sallis (Nurkolis. melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan. bila dikaitkan dalam dunia pendidikan maka hingga kini pengamat pendidikan. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihakpihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. (Fakry. maka kualitas pembelajaran dimaknai dalam konteks yang lebih luas dari pada sekedar prestasi akademik. Kualitas barang atau jasa dalam konep relatif ini tidak harus mahal. Penilaian kualitas pembelajaran semacam ini sangat sempit setelah kita melihat apa itu kualitas pembelajaran seperti yang diuraikan di atas. Berdasarkan hal tersebut. dikenal banyak orang tetapi bisa berkonotasi cantik atau indah walaupun tidak penting sekali. Keti kasekolah-sekolah telah menerapkan MBS. Philip. Berdasarkan penjelasan di atas. 2003:68) yaitu “ dilihat dari sudut pandang produsen maka kualitas adalah mengukur berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan dan dari sudut pandang pelanggan maka kualitas untuk memenuhi tuntutan pelanggan. dan para pejabat pendidikan mengartikan pendididikan berkualitas dengan ukuran perolehan nilaia ujian atau prestasi akademik.

akan mendorong pentingnya memahami pula pendekatan apa yang digunakan dalam mendefinisikan konsep mutu pembelajaran tersebut. (1992:28) mengungkapkan bahwa “ masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. Langkah selanjutnya dalam memahami konsep mutu pendidikan perlu dibarengi dengan menyertakan konsep proses dalam pembelajaran. 2) Pendekatan kedua disebut pendekatan nilai instrinsik pembelajaran. Lebih jauh Piliph yang dikutip Fakry. (1986:6). masukan-masukan melalui sub sistem pemprosesas menjadi keluaran serta . Adanya keragaman pandangan dalam memahami konsep mutu pembelajaran. Ada dua faktor pendekatan yang gunakan untuk memahami konsep mutu pendidkan yang diungkapkan oleh Anwar. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendididkan nasional.89 Konsep mutu pendidikan tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. (2000:18): 1) Pendekatan pertama. Pendekatan ini seringkali disebut sebagai pendekatan ekonomi. Selanjutnya Sanusi. 1986). mendasarkan diri pada deskrifsi mengenai relevansi pembelajaran dengan dunia kerja. mutu mengandung sifat dan tarap. Sujana dan Susanta. sedangkan tarap menunjukan kedudukan dalam skala (Sanusi. (Anwar. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. 2000:18) merumuskan bahwa: Proses pendidikan merujuk kepada kegiatan penanganan tranformasi. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. yang diekspresikan dalam ukuran-ukuran sikap kepribadian. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. Secara substansif. mengungkapkan bahwa “ Isu sentral dalam dunia pembelajaran ini adalah soal mutu. Namun dari sudut manajemen dan sudut produktifitas yang lebih sentral lebih instrumental atau setidak-tidaknya mengandung pemikiran”.

Efesiensi eksternal dinilai menurut dua kriteria. Suatu proses pendidikan yang efesien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan anatar sumber-sumber yang dibutuhkan dengan yang tersedia guna mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pendidikan. 4) lama penyelesaian studi dan 5) angka siswa bertahan. kesehatan organisasi dan semangat berinovasi “.90 hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. akuntabilitas. Efesiensi berkaitan dengan optimalisasi pendaya gunaan sumber pendidikan yang terbatas untuk mencapai out put yang optimal. Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung sub sitem masukan. produktivitas. maka mutu proses pembelajaran mnunjukan kebermutuan sub-sistem dalam sistem proses. Berdasarkan pemahaman demikian. komunikasi dan monitoring. Efesiensi internal merujuk kepada kemampuan menghasilkan keluaran yang diharapkan dengan biaya minimal atau memaksimalkan keluaran yang diharapkan pada tingkat masukan tertentu. efektivitas. dan umpan balik secara internal dan eksternal. relevansi. Indikator kuantitatif efesiensi internal sekolah antara lain: 1) mengulang kelas. 2) tingkat kelulusan. Dilihat dari perspektif kinerja sistemnya. yaitu . Sedangkan fungsi sub sistem monitoring adalah kontrol terhadap kegiatan dan akuntabilitas sub sistem-susb sistem dalam hubungan sinergiknya diseluruh sistem. keluaran. (1997) yaitu: ”efesiensi. Sub sistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. sedangakan efesiensi eksternal menunjukan hubungan antara keluaran pendidikan dengan tujuan masyarakat yang lebih luas. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana diperinci oleh Makmum. Sub sistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai seluruh tahapan tindakan sistem dan sub sistem. 3) tingkat putus sekola. Efesiensi dapat dikelompokan menjadi efesiensi internal dan efesiensi eksternal. yang meliputi tindakan kerja.

Efektivitas pendidikan akan menggambarkan tingkat kesesuaian antara jumlah keluaran yang dihasilkan dengan jumlah yang ditargetkan. serta mampu menggunakan keterampilannya. tugas utama perencanaan pendidikan adalah pengembangan secara terarah dan memberikan alternatif teknis sebagai sarana untuk mencapai tujuan politik pembelajaran. c. (Nurkolis. antara area politis. mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang mereka harapkan. dan derajat keterlibatan staf sertas anggota dalam pengambilan keputusan. penyempurnaan. kekuatan motivasi.” produktifitas pendidikan merupakan ukuran mengenai tingkat daya hasil. perencanaan pendidikan harus tahu betul apa yang menjadi hak. f. teknis. Indikator kesehatan organisasi pada dasarnya menunjukan tingkat kepuasan. perkembangan dan tantangan yang terjadi di lingkungannya serta kemampuan dan kemauan untuk melakuakan penyesuaian melalui upayaupaya perbaikan. 2003: 74-75) yaitu : a. perhatian lebih besar diberikan pada pengembangan kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah. e. 2000:19). dan pembaharuan. Makmun (Anwar. 2. Kualitas pembelajaran yang Direncanakan Terdapat beberapa kondisi yang diperlukan untuk suksesnya perencanaan pendidikan. Sedangkan semangat berinovasi berkaitan dengan tingkat kepekaaan dan ketanggapan terhadap perubahan. perhatian lebih besar diberikan pada penyebaran kekuasaan untuk membuat keputusan politis dan teknis. dan administratif pada perencanaan pendidikan. Dari pemikiran para pakar di atas menurut pendapat penulis mutu merupakan persoalan yang sangat krusial dalam segi pendidikan. harus ada perbedaan yang tegas.91 yaitu seberapa jauh keluaran pendidikan terserap pasar kerja. d. b. tugas dan tanggung jawabnya. baik pada jenjang pendidikan dasar maupun jenjang perguruan tinggi. . suatu program dalam satuan waktu tertentu”. adanya komitmen politik pada perencanaan pembelajaran. seperti yang dikatakan Ruscoe.

harus mengurangi politisasi pengetahuan. fungsional.92 g. analisis dan diagnosis. yaitu 1) penetapan target. penyusunan rincian rencana.penentuan program dan prioritas perhitungan anggaran. dan j. i. tinggi yang memegang otoritas . pilihan antara pembelajaran formal dan pelatihan non-formal. kondisikondisi yang mendukung suksesnya perencanaan pendidikan dan strategi-strategi dalam perencanaan pendidikan maka perlu disusun langkah-langkah perencanaan pendidikan. Berdasarkan pendapat tersebut. penentuan kebijakan. harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap perkembangan masa depan dan arah pendidikan. dan 2) penetapan prioritas. bermanfaat kongruen. pilihan antara ilmu pengethuan dan teknologi dengan pengetahuan budaya. Dalam hal perencanaan pendidikan. Menyangkut dua strategi kedua ini terdapat beberapa arena kritis yang harus dipertimbangkan yaitu pilhan antara tingkat pembelajaran. maka menurut hemat penulis terdapat dua strategi penting dalam perencanaan pembelajaran. evaluasi rencana. yaitu atraktif. pilihan antara kualitas dan kuantitas. melaksanakan rencana. pilihan tentang insentif. serta pilihan tentang tujuan pembelajaran. ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus lebih diupayakan kerja sama yang paling menguntungkan antara pemerintah-swasta-perguruan pembelajaran. dan revisi rencana. Memperhatikan pembuatan program pendidikan yang berkualitas. h. perumusan rencana. Depdiknas (2001). pertumbuhan siswa. berciri khusus. pengembangan alternatif. perumusan tujuan yang akan dicapai. perkiraan keadaan yang akan datang.efektif. administrator pembelajaran harus lebih aktif mendorong perubahanperubahan dalam perencanaa pendidikan. Langkah-langkah tersebut adalah kegiatan analisis keadaan sekarang. mengatakan dan terdapat tujuh kriteria penilaian desain dan implementasi program akademik. proses pengambilan keputusan.

Jadi pencanaan akademik tidak hanya sekadar pada desainnya. Oleh karena itu. . Program pendidikan yang berkualitas harus kongruen dala arti terdapat kesesuaian antara yang ditawarkan dengan kenyataanya. kebutuhan dan perhatian masyarakat di mana lembaga pendidikan itu berada. sifat dan orang-orang dalam lembaga. Program pembelajaran yang berkualitas juga harus memiliki ciri khusus atau berbeda dari lembaga pembelajaran yang lain. Untuk menjadi atraktif maka program pendidikan harus responsif terhadap kebutuhan dan ketertarikan populasi khusus saat itu atau calon siswa. masyarakat lokal ataupemodal potensial dan orang-orang yang menjalankan program itu sendiri. Program pendidikan yang berkualitas juga harus fungsional. Selain itu. perlu adanya evaluasi untuk menetahui hasil yang diharapkan sudah tercapai atau belum. dalam arti memiliki kebebasan belajar dan memfokuskan pada pengalaman belajar yang akan mempersiapkan dan membantu peserta didik untuk berkembang. tetapi tidak berkualitas tinggi bila mengabaikan pentingnya masalah. juga membantu peserta didik untuk mengembangkan intelektualitas. Pengalaman belajar akan berkualitas bila materi yang diberikan sesuai dengan yang dijanjikan lembaga pembelajaran itu sebelumnya dan nilai-nilai diekspresikan sesuai dengan gaya belajar individual dan keputusan institusional. Program pendidikan akan berkulitas bila hasil belajar yang dimaksud telah didefinisikan secara jelas dan pencapaian belajar didokumentasikan serta dikomunikasikan secara persuasif. personal.93 Ketujuh kriteria tersebut dapat penulis jelaskan sebagai berikut . tetapi juga pada implementasi dan evaluasinya. Program pendidikan yang berkualitas harus efektif. orang tua. Program pendidikan yang berkualitas juga harus bermanfaat karena program pendidikan bisa saja atraktif. guru atau pengajar dan staf serta masyarakat di luar sekolah. Program pendidikan yang berkualitas harus menarik atau atraktif bagi siswa. Program pendidikan akan berkualitas tinggi bila bermanfaat bagi siswa. Perbedaan dengan lembaga lain dapat direfleksikan pada tujuan khusus.

Menciptakan kesempatan belajar baru di sekolah dengan mengubah jam sekolah menjadi pusat belajar sepanjang hari dan tetap membuka sekolah pada jam-jam libur d. Membantu siswa memperoleh pekerjaan dengan menawarkan kursuskursus yang berkaitan dengan keterampilan memperoleh kerja. sertifikasi kompetensi dan profil portofolio. Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Menurut John a. Tingkat penetrasi mencakup tiga tahapan kurikulum. Sebaran pengaruh menandung makna suatu program pendidikan tertentu akan menyambungkan dengan program pembelajaran yang lain sehingga memerlukan kerja sama dengan programprogram pendidikan yang lain dalam suatu institusi pendidikan yang lebih luas. dalam arti mengukur kebutuhan peserta didik. memperbaiki tes bakat. b. e. afektif. Meningkatkan ukuran prestasi akademik melalui ujian nasional yang menyangkut kompetensi dan pengetahuan. etika. c. etika dan sikap yang akan bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat mendatang yang kompleks dan berubah. Berdasarkan penjelasan di atas.94 ketrampilan khusus. yaitu. moral. (Sanusi. Bishop. 3. Membentuk kelompok sebaya untuk meningkatkan gairah pembelajaran melalui belajar secara kooperatif. Program pendidikan yang berkualitas menyediakan berbagai cara untuk dengan cara-cara yang memuaskan. sosial. . yaitu tertera pada buku. 1992) menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilakukan beberapa cara. Meningkatkan pemahaman dan penghargaan belajar melalui penguasaan materi (mastery learning) dan penghargaan atas pencapaian prestasi akademik. maka program pendidikan yang berkalitas menunjukan dua aspek pengaruh yaitu penetrasi dan penyebaran pengaruhnya. dan dimensi-dimensi intrapersonal. harus terus tumbuh. fisik. yang diajarkan guru dan yang dipelajari oleh siswa. Juga membantu siswa untuk terus tumbuh dan berkembang tingkat kematangannya Perkembangan yang diperhatikan adalah kognitif.

Dalam hal ini kualitas didefinisikan sebagai memuaskan pelanggan. menetapkan secara jelas visi dan hasil yang diharapkan. melebihi kebutuhan dan keinginanya. esensi dari TQM adalah perubahan budaya dimana gagasan tentang kualitas harus berada dalam hati dan pikiran orang-orang dalam budaya mutu. keinginan.95 Berdasarkan hal tersebut. b. c. d. tingkat kepemimpinan yang kuat. Berdasarkan pertanyaan tersebut. maka penulis adalah sebagai berikut: a. Pengontrolan kualitas dalam proses dan harapan dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa barang diproduksi sesuai dengan prosedur dan tahap-tahap yang telah ditetapkan sebelumnya. dapat dilakukan pada saat dan juga dalam proses. pelanggan saat ini dan di masa yang akan datang. Berdasarkan penjelasan kualitas di atas. menciptakan fokus tujuan yang memerlukan perbaikan. maka quality control merupakan konsep kualitas yang paling tua. dalam upaya meningkatkan pendidikan yang berkualitas langkah yang harus dilakukan menurut pendapat . dan 2) bagaimana cara mencapainya. MMT dalam pembelajaran adalah filosofi perbaikan terus menerus di mana lembaga endidikan menyediakan seperangkat rencana atau alat untuk memenuhi bahkan melampaui kebutuhan. Yaitu meliputi pendeteksian dan pengukuran komponen atau aspek-aspek dari prodik akhir yang sebelum proses. Dengan demikian. 2003:81) mengajukan dua pertanyaan yang ditjukan kepada desainer MBS ketika mendesain kualitas sekolah yang meliputi : 1) apa yang ingin dicapai. Kualitas adalah ide yang dinamik dan tidak mutlak. adanya panduan kebijakan dari pusat yang berisi standar-standar kepada sekolah. Organisasi pembelajaran yang menerapkan MMT memandang kualitas dari sudut pandang pelanggan. menurut pendapat penulis cara lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (MMT).merupakan pandangan umum. Fullan dan Watson (Nurkolis. Alasannya karena pelangganlah sebagai pihak terakhir yang menilai kualits dan tanpa pelanggan maka suatu organisasi tidak akan ada.

Upaya mewujudkan keterpaduan kerja dalam kontek pembinaan sebagai organisasi pembinaan pembinaan profesi merupakan kegiatan yang berat dan harus dilakukan oleh pimpinan melalui praktik kepemimpinan manajerial. Oleh karena itu perlu dipersiapkan lingkungan fisik yang nyaman untuk bekerja efektif dan benar serta dorongan keberanian dan pengakun terhadp keberhasilan. Ada dua syarat yang haris ada sebelum dikembangkan sistem pengendalian. Untuk mencapai tujuan tersebut. Pertama. lengkap. dan adanya keadilan dalam pembiayaan sekolah. Selain itu. Dalam kenyataan pelaksanaan keterpaduan kerja. terintegrasi sehingga perencanaan semakin efektif dan sistem pengendalian dapat dilaksanakan. Perubahan budaya mutu membutuhkan perubahan sikap dan metode kerja. tetapi seluruh guru. perencanaan (planning). pengelola sekolah melaksanakan perubahan budaya ke arah budaya mutu. yaitu pengendalian harus berdasarkan perencanaan yang jelas. 4. maka kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya rantai hubungan yang efektif antar client dengan provider. Total Quality Management dalam Pendidikan Mutu hasil pendidikan (lulusan) tidak hanya ditentukan oleh seorang guru. Tujuan pengendalian adalah melakukan pengukuran dan perbaikan agar apa yang telajh direncanakan dapat dicapai secara optimal. konsekuensi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dibutuhkan penerapan konsep manajemen . fasilitas pembelajaran selalu dijadikan komponen independen. pembangunan kelembagaan melalui pelatihan dan dukungan kepala sekolah. Untuk kepentingan ini yang diperlukan justru komitmen dan disiplin kerja.96 e. maka tugas kepemimpinan manajerial selanjutnya adalah menegakan disiplin kerja para angota melalui pertemuan rutin dalam mewujudkan tujuan bersama. Berdasarkan hal tersebut. f. pengelola dan staf administrasi. juga pihak personalia sekolah pun ikut serta di dalamnya. Dengan demikian. Kedua pengendalian membutuhkan adanya struktur organisasi yang jelas. Berdasarkan pendapat tersebut. perlu diketahui pada bidang atau tingkatmana pertanggungjawaban dilakukan. seperti para pembimbing. guru dan pengurus komite sekolah.

baik Prinsip ilmiah. Dalam pembelajaran inkuiri siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan ilmiah seperti mengamati. bahwa ketika prinsip keterpaduan kerja diterpkan dalam manajemen sekolah. Manajemen Laboratorium IPA Pada prinsipnya pembelajaran IPA yang dikehendaki adalah bersifat ilmiah. Prinsipprinsip ilmiah pada umumnya disertai dengan metode penemuan atau inkuiri. mengajukan pertanyaan. 3) berorientasi pada kualitas kepuasan guru dan peningkatan prestasi belajar.97 mutu terpadu (MMT) dan pengendalian mutu terpadu dijalankan atas dasar pengertian dan tanggung jawab bersama untuk mengutamakan efisiensi dan peningkatan kualitas proses pembelajaran. Pendapat-pendapat di atas memberikan pemahaman kepada kita. sikap ilmiah. termasuk guru-guru senior”. 1. saling memberikan informasi keunggulan dan kelemahan dalam memperbaiki kualitas pengajaran. sedikitnya terdapat makna yang hakiki yang meliputi 1) kecocokan antara anggota (guru) dengan anggota dengan pengurus lainnya dalam gugus. yang menyatakan bahwa “praktik pengendalian dalam mutu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh adanya auditor seperti kepala sekolah. sehingga laboratorium menjadi tempat belajar yang efektif untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa. dan menarik kesimpulan.mengumpulkan data. terutama dari pola kepemimpinan manajerial. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium sebagai sumber belajar. maka laboratorium perlu dikelola secara baik. Keberadaan laboratorium yang dikelola dengan baik akan sangat membantu guru-guru IPA dalam melaksanakan pembelajarannya. Pembelajaran IPA tidak bisa terlepas dari praktek. 2) keterlibatan semua anggota menjadikan mereka merasa saling punya tanggung jawab moril dan materil. G. merancang eksperimen. menyusun hipotesis. proses ilmiah maupun produk ilmiah. Peranan Laboratorium dalam Pembelajaran IPA . Benang merah di sana adalah bahwa pengendalian mutu merupakan manjemen ilmiah yang dilaksanakan dalam konsep kebersamaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara bersama. Dipertegas lagi oleh Vincenn (1997:181).

(1987). keterampilan memecahkan masalah. b. Optimalisasi proses pembelajaran IPA baik fisika. Melatih peserta didik agar trampil menggunakan alat. Memperkenalkan alat-alat laboratorium IPA d. keterbukaan dan rasa ingin tahu terhadap IPA.98 Keberadaan laboratorium di sekolah telah lama dikembangkan baik untuk sekolah dasar maupun tingkat menengah untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar siswa tidak hanya belajar teori saja tapi dilaboratorium siswa bisa langsung melihat benda atau proses secara nyata sehingga siswa memperoleh pengalaman konkrit terhadap benda-benda. e. (5)mengembangkan kemampuan berpraktikum.(2) mengembangkan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah. Pengelolaan Laboratorium a. Di laboratorium. Memotivasi peserta didik agar gemar dan senang pada mata pelajaran IPA c. Supriyono. serta merasakan fenomena alam. kimia atau biolagi. Pengalaman konkrit yang diperoleh di aboratorium sangat penting untuk siswa karena pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan apalagi jika siswa dapat merefleksikan pengalaman mereka dan mencoba menggunakan apa yang telah mereka pelajari. sikap. Tujuan utama kerja praktek adalah melatih siswa bekerja secara ilmiah sehingga kompetensi siwa terkembangkan. Berdasarkan tujuan di atas. Organisasi Laboratorium dan . (4)mengembangkan pemahaman konsep dan kemampuan untelektual. karena kerja praktek merupakan cara yang sangat relevan untuk membantu siswa mengembangkan kompetensimnya. 2. maka peranan laboratorium dalam pembelajaran IPA sangan penting. menyatakan bahwa tujuan kegiatan laboratorium dalam pembelajaran IPA adalah: (1) membangkitkan dan memelihara daya tarik . siswa dapat mengembangkan keterampilan proses. mengamati ketajaman nalar yang memadai. Tujuan kegiatan pembelajaran di laboratorium: a. Melatih disiplin yang tinggi dan tanggung jawab. (3)mengembangklan berpikir ilmiah dan metode ilmiah. kepuasan.

serta sejumlah siswa sebagai pemanfaat sarana laboratorium. pada halaman berikutnya penulis akan mengungkapkan bab. (2) kurang jelasnya petunjuk kegiatan praktek. mengatakan bahwa siapapun yang menjadi pengelola laboratorium hendaknya diusahakan agar suasana laboratorium ada dalam keadaan disiplin dan baik. karena kecelakaan merupakan keajian diluar kemampuan manusia.kimia. dan menggunakan peralatan yang tidak sesuai/rusak. Depdiknas. adalah: (1) kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai bahan kimia yang digunakan dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan praktek. keterangan penyimpanan alat dan bahan. denah lokasi praktikum.biologi. teratur. b. Keselamatan kerja laboratorium Keselamatan kerja di laboratorim merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. . laboran sebagai pembantu pengelola laboratorium. dan sangsi. Demikian kajian teori yang dapat penulis kemukakan bada bab 2 ini. Biasanya laboratorium IPA dilengkapi dengam jadwal praktikum. Dengan demikian keamanan dan keselamatan di laboratorium hendaknya selalu diperhatikan. (3) kurangnya bimbingan dan pengawasan terhadap kegiatan di laboratorium. (6) bekerja diluar kesadaran. (4) kurang tersedianya peralatan keamanan dan tidak menggunakan perlengkapan pelindung. koordinator pengelola laboratorium yang terdiri dari guru fisika. Beberapa penyebab kecelakaan di laboraturim. (5) tidak mengikuti petunjuk dan aturan yang semestinya ditaati. agar pemakaian laboratorium merata.99 Organisasi laboratorium yang umum berada di sekolah terdiri dari Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. 3 yang akan menjelaskan tentang Prosedur Penelitian. (2005:15). tidak berebutan antar kelas. kutang hati-hati. tata tertib siswa.

dimana penelitian ini menghendaki adanya eksplorasi untuk memahami dan menjelaskan apa yang diteliti melalui komonikasi yang intensif dengan berbagai sumber data untuk memberikan makna secara mendalam agar dapat melihat fenomena yang ada. sumber dan teknik pengumpulan data. pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive (teknik penentuan sampel dengn pertimbangan .100 BAB III PROSEDUR PENELITIAN Pada Bab 3 ini penulis akan menguraikan prosedur penelitian. Sugiyono. secara sistematis uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. (2007:15). A. lokasi dan subyek penelitian. berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. (sebagai lawanya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci. Pendekatan dan Metode Penelitian Sesuai dengan tuntutan rumusan masalah dan fokus penelitian sebagaimana diuraikan pada bab satu. data yang diperlukan. dan validitas temuan penelitian serta penjadwalannya. tahaptahap penelitian. digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. maka metode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif. yang membahas tentang pendekatan dan metode penelitian.

dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif. Mengacu pada hal tersebut. membatasi studi dengan fokus. dan pendayagunaannya berdasarkan pandangan subjek penelitian. mengakui kebenaran empirik. peneliti melakukan kontak langsung (face to face) dengan responden agar dapat mengamati perilaku. Penelitian ini lebih memfokuskan pada proses dari pada hasil berdasarkan pada analisis data secara induktif. 2000:34). kemudian menjadi besar). Pendekatan ini menolak kerangka teori sebagai langkah persiapan penelitian. berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya. Dari penjelasan di atas. keterlibatan peneliti secara langsung di lapangan. Schigel. berpendapat bahwa tahap akhir dari penelitian kualitatif ialah peneliti harus menafsirkan hasil-hasil penelitianya. sasaran penelitian diarahkan kepada usaha menemukan teori-teori dasar. berinteraksi dengan mereka. Dengan demikian. mengatakan bahwa penelitian kualitati pada hakekatnya adalah mengamati orang dalam lingkunganya. dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. responden dapat menilai kembali data dan informasi baru. mendudukan objek penelitian sejajar dengan peneliti dan menempatkan objeknya dalam suatu konteks natural. menuntut bersatunya objek penelitian dengan subjek pendukung objek penelitian. penelitian yang bersipat deskriptif lebih mementingkan proses daripada hasil. analisis data bersifat induktif/kualitatif. memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data. (Lexy Moleong. dalam rangka mengumpulkan data penelitian. serta menghayati proses penelitian dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah-berubah yang dihadapi dalam penelitian itu.101 tertentu) dan snowball (teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. sikap. . teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan). pendapat. (1999:18). Nasution. Data cenderung naratif dari pada angka-angka namun demikian penelitian kualitatif Tidak menolak data kuantitatif sebagai penunjang dan hasil analisisnya berupa uraian-uraian yang sangat deskriptif.

(sebagai lawanya adalah eksperimen). eksplorasi yang meluas atau menyeluruh. ”Meaning” is of essential to the qualitative approach. maka siklus dalam proses penyimpulan data dilakukan melalui tiga tahapan. 4. 2.102 Bogdan dan Biklen. The data collected is in the form of words of pictures rather than number. eksplorasi secara terfokus atau terseleksi guna mencapai tingkat kedalaman dan kerincian tertentu. penelitian kualitatif. yaitu : 1. maka sasaran penelitian diarahkan pada usaha menguasai teori-teori penelitian yang bersifat deskriptif. 3. menentukan kriteria untuk memeriksa keabsahan data hasil penelitian bisa diterima serta dibenarkan oleh kedua belah pihak. yaitu : 1. Qualitative research is descriptive. 3. 2. di Berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif tersebut. 4. mengemukakan lima karakteristik Qualitative research has the natural setting as the direct source of data and researcher is the key instrument. Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati) Berdasarkan hal tesebut. 5. dengan mementingkan penguasaan proses penelitian. penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau out come. 3. tingkat permukaan : 2. Dilakukan pada kondisi yang alamiah. membatasi studi dengan fokus kajian. langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Mengacu pada hal tersebut. yaitu peneliti dan responden. 5. (1982:29). maka dapat maknai bahwa penelitian kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. Qualitative research tend to analyze their data inductively. dan mengkonfirmasikan hasil dan temuan penelitian.kata atau gambar. Data yang terkumpul berbentuk kata. sehingga tidak menekankan pada angka. Qualitative research are concerned with process rather than simply with outcomes or products. dan bergerak di .

hal atau orang dan tempat di mana data dijelaskan yang dipermasalahkan melekat (Arikunto. aspek apa dan siapa yang dijadikan focus pada saat situasi tertentu terusmenerus sepanjang penelitian. guru. maka pemecahan masalah yang menjadi focus penelitian ini memerlukan sejumlah data yang berkaitan dengan permasalahnya. Berdasarkan hal tersebut. 2. Selanjutnya perbedaan antara responden penelitian dan sumber data. tenaga kependidikan dan para pembantu kepala sekolah.103 B. peran manajemen kurikulum yang menjadi penunjang dan penghambat implementasi manajemen mutu pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu) di SMP Negeri Rancaekek 1. memberi informasi tentang data penelitian. serta semua stakecholder yang terlibat dalam kegiatan ini termasuk siswa. maka yang menjadikan sumber data dan informasi dalam studi penelitian ini adalah keseluruhan permasalahan yang menyangkut pelaksanaan pendidikan. . peneliti menghubungi informan lain yang disarankan oleh informan sebelumnya. Lokasi dan Subyek Penelitian Subjek penelitian adalah benda. hal atau orang dan tempat di mana peneliti mengamati. 1922:29). Responden penelitian adalah orang yang dapat merespon. yaitu: 1. Mengacu pada hal tersebut. Penentuan sumber informasi di sini bersifat snowball untuk mendapat informasi yang lebih mendalam. Berdasarkan permasalahan penelitian dan supaya permasalahan dalam penelitian ini dapat terjawab secara akurat. Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. Oleh karena itu pengambilan sumber data dan informasi dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. membaca atau bertanya tentang data. 2. 1993:102). maka yang dijadikan sumber informasi adalah para kepala sekolah. Sedangkan sumber data adalah benda. yaitu berdasarkan pilihan dan pertimbangan peneliti. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. dan 3 Kabupaten Bandung. Purposive sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nasution.

Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan peningkatan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 2. kemudian dikaji berdasarkan teori.104 2. 7. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Lofland. Pengambilan sumber data dan informasi dengan purposive sampling. orang dan proses. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Sistem “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 2. 2000:22) menyatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. 3. Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu di SMP Negeri 1. peristiwa. yaitu setting. 4. 2. Untuk itu supaya memperoleh informasi yang beraneka ragam dan lebih luas guna mencapai kedalaman penggalian masalah. 6. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. (Moleong. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Mengenai sumber data atau populasi dalam penelitian kualitatif mengacu pada empat tipe sumber data penelitian. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 2. aspek apa dan siapa yang dijadikan fokus pada saat situasi tertentu terus menerus sepanjang pemilihan. 2. Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 5. 2. Purposive . maka subjek penelitian kualitatif ditentukan secara purposive sampling. yaitu berdasarkan pilihan pertimbangan peneliti. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kelompok data tersebut. Sistem pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya kegiatan dan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1.

maka yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah. Sampel yang diambil sesuai dengan ciri-ciri. data ini terdiri atas : Strategi sumber daya manusia. 2. 2. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kedua kelompok data tersebut. dan 3 Rancaekek Kabupaten . tenaga pendidik (guru). Strategi sarana dan prasarana . Bandung. tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Gambaran kinerja guru dalam pelaksanaan strategi pembelajaran Gambaran umum SMP Negeri 1. kemudian dikaji berdasarkan teori. Berdasarkan hal tersebut. Strategi kurikulum. IPAT. 3.105 sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nassution. 3. Penentuan karakteristik popolasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan. populasi. 2. tenaga kepndidikan dan peserta didik/siswa yang dianggap mempunyai kelayakan dijadikan subjek penelitian. Data yang diperlukan Pemecahan masalah yang menjadi fokus penelitian ini menentukan sejumlah data yang berkaitan dengan strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bandung. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan peningkatan pembelajaran IPA Terpadu Bandung. 1992:29) Pengambilan sumber data menggunakan teknik purposive sampling ini dilakukan dengan didasari : 1. Data yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. Sampel yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung karakteristik yang terdapat pada C. sifat atau karakteristik yang merupakan karakteristik pokok. Gambaran kinerja sekolah dalam pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu.

106

D.

Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini adalah orang dan dokumen yang terdapat

di lingkungan SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Untuk mendapatkan data yang dimaksud secara akurat diperlukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Teknik yang dimaksud adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Atas dasar konsep tersebut, maka ketiga teknik pengumpulan data di atas digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh informasi dan diharapkan informasi yang diperoleh saling melengkapi. Dalam pengumpulan data dan informasi yang diperlukan disesuaikan dengan kisi-kisi pengumpulan data seprti yang ada pada lampiran. 1. Observasi Peneliti melakukan obserasi dengan cara mendatangi tempat yang akan diteliti secara langsung ketika proses pelaksanaan kegiatan berlangsung. Observasi yang dilakukan adalah obserasi non-partisipasi, sehingga peneliti duduk bersama dengan para responden selama kegiatan berlangsung. Selama observasi, peneliti memperhatikan langsung langkah-langkah dan tindakan-tindakan responden. Observasi dimaksudkan untuk mendapatkan data dan mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian yang diajukan. Selama observasi, peneliti memperhatikan apa-apa yang dilakukan para responden, pada saat itulah peneliti mencatat hal-hal yang dianggap penting yang berkaitan langsung dengan focus penelitian. Oleh karena itu, observasi dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh data yang cukup untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sehubungan dengan itu, maka peneliti berusaha mendekati mereka tanpa mereka mencurigai bahwa proses penelitian sedang berlangsung, oleh karena itu, pencatatan observasi tidak dilakukan secara langsung, tetapi dalam pelaksanaanya dipadukan dengan wawancara. Pada saat obserasi yang dilakukan terhadap para kepala sekolah peneliti berbicara informal terhadap guru dan yang lainnya. Percakapan itu untuk mendapatkan komentar-komentar mereka berkenaan dengan permasalahan, potensi dan cara menyelesaikannya

107

2. Wawancara Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara tak berstruktur dan terbuka. Percakapan dilakukan oleh dua pihak yaitu peneliti dan responden. Maksud peneliti melakukan wawancara terbuka adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan focus penelitian secara lebih mendalam. Dengan wawancara ini diharapkan memperoleh data tentang: Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran, Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa, Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa, Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa, pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi akademik. system “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa dan system pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, dan pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi pembelajaran. Untuk kepentingan hal tersebut, maka peneliti menyusun pedoman wawancara dengan tujuan agar wawancara tetap berada dalam konteks permasalahan yang sedang diselidiki. Responden yang diwawancarai adalah (a) Kepala Sekolah; (b) Guru; (c) Pengawas; (d) Komite Sekolah (f) Tenaga Kependidikan; dan (g) siswa. 3. Studi Dokumenter Untuk melengkapi data dan informasi yang diperoleh dari dua teknik terdahulu, digunakan teknik studi dokumentasi, yaitu dengan cara mempelajari berbagai dokumen yang berhubungan dengan dokumen-dokumen yang dipelajari mencakup penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dalam hal ini maka diperlukan dokumen seperti: a. Profil SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung

108

b. Pedoman administrasi kegiatan atau program-program yang dijalankan;
c. Dokumen lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan meningkatkan

mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dengan teknik studi dokumenter ini diharapkan diperoleh data-data tertulis baik berupa dokumen penasehatan (file), foto-foto, rekaman pembicaraan selama rapat-rapat, dan notula rapat. E. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap yang dilalui dalam penelitian ini adalah : 1. melakukan penjajagan terhadap lokasi dan subyek penelitian untuk memperoleh data awal sehingga mendapatkan gambaran yang lengkap dan jelas mengenai masalah yang dihadapi; 2. melakukan pendalaman materi bacaan yang berhubungan dengan masalah penelitian;
3. penyusunan desain penelitian serta kisi-kisi pengumpulan data dan pedoman

wawancara; dan 4. mengajukan permohonan izin penelitian. Secara keseluruhan kegiatan-kegiatan itu adalah : 1. melakukan pembicaraan pendahuluan; 2. melaksanakan kegiatan pengumpulan data secara intensif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi; 3. selama penelitian berlangsung dilakukan pula kegiatan analisis data yang dituangkan dalam traskip data lapangan, dengan jalan mengungkapkan kembali data yangdiperoleh kepada sumber data yang lain dan meminta komentar tentang hal yan sama agar didapat tingkat kepercayaan yang lebih menjamin, dan member check untuk mengkonfirmasikan atau mencheck kebenaran catatan lapangan yang telah dianalis kepada sumbernya; 4. mendeskrisikan dan menganalis data lapangan secara subtantif dengan merujuk kepada hasil studi kepustakaan dan mempelajari laporan lapoan.

109

Mengacu pada kegiatan-kegiatan tersebut, maka pengolahan dan analisis data penulis lakukan sejak awal hingga selesai penulisan laporan penelitian, dengan melalui tahap reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, maka data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan pedoman sebagai berikut :
1. Analisis pada saat pengumpulan data

Selama pengumpulan data, peneliti membuat catatan lapangan, melakukan member check dengan subyek yang bersangkutan, mengadakan audit trail, melakukan triangulasi untuk melakukan keabsahan seperti menanyakan kepada responden lain, melakukan revisi sesuai dengan subyek peneliian dan sumber aslinya, pemberian kode terhadap catatan lapangan yang telah direvisi untuk penyesuaian dengan pekembangan proses dan jenis data yang diperoleh.
2. Analisis setelah data terkumpul

Setelah data terkumpul, peneliti mereduksi data dengan jalan merangkum laporan lapangan, mencatat, menggolongkan dan mengklasifikasikan hal-hal yang relevan dengan focus penelitian yaitu penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. membandingkan dan menganalisis data secara lebih mendalam (dituangkan dalam bab IV), menarik kesimpulan, dan memberikan rekomendasi (dapat di ihat di bab V). 3. Penyusunan laporan penelitian Kegiatan penelitian ini diakhiri dengan penyusunan laporan penelitian. Keseluruhan hasil kegiatan ini disusun secara sistematis dalam bentuk tesis. Selanjutnya, sebagai pertanggungjawaban ilmiah dan sekaligus pemenuhan salah satu persyaratan penyelesaian studi, maka tesis ini pada akhirnya diajukan kepada pembimbing dan forum penguji agar diperiksa sebagaimana layaknya
F.

Validitas dan Reliabilitas Penelitian Hasil penelitian kualitatif masih diragukan berbagai kalangan nilai iliahnya,

karena dianggap kurang valid dan reliable. Oleh karena itu, agar hasil penelitian kulitatif ini dapat diterima sebagai suatu karya ilmiah yang memiliki kreadibilitas

atur pembahasan suatu topik (seperti data mahasiswa yang belum selesai. peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut. Konsep ketergantungan lebih luas dari pada reliabilitas. sehingga apabila ada kekeliruan dapat diperbaiki atau apabila ada kekurangan ditambah dengan informasi baru. Pembicaraan dengan kolega penulis lakukan apabila data yang ditemukan seperti koordinasi dan komunikasi yang dilakukan kurang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. karena peninjauannya . hal ni peneliti membahas catatan-catatan lapangan dengan kolega dan teman sejawat yang mempunyai kompetensi dalam bidang administrsi akademik. juga dilakukan konfirmasi dengan nara sumber terhadap laporan hasil wawancara. maka dalam dalam penelitian ini. sehingga perbedaan suatu masalah dapat dihindarkan seperti system kerja yang dilakukan. 4) Mengadakan member cek setiap akhir wawancara. Seperti hasil wawancara mengenai system akademik yang dilakukan. Dependabilitas Dependabilitas atau ketergantungan adalah satu kriteria kebenaran dan penelitian kualitatif yang pengertiannya sejajar dengan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif.110 (dapat dipercaya). Untuk mencapai validitas yang baik. 3) Penggunaan bahan referensi digunakan untuk mengamankan berbagai informasi yang didapat dari lapangan. 2) Pembicaraan dengan kolega (Peer Debriegfing). Untuk mencapai hal tersebut. yakni mengupas tentang konsistensi hasil penelitian. dalam penelitian ini dilakukan antara lain: 1) Triangulasi. maka perlu ada pemerikasaan keabsahan data yang didapatkan. 1. Reliabilitas Dalam penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan kecocokan konsep penelitian dengan konsep yang ada pada responden. koordinasi dan pengawasan yang dilakukan). 2. yakni mengecek kebenaran data dengan membandingkan dengan data dari sumber lain seperti buku-buku sumber.

Nopember 2009 dengan agenda kegiatan penelitian sebagai berikut : Tabel 3-1 . Transferabilitas Transferabilitas atau keteralihan merupakan validitas eksternal hasil penelitian hingga sejauh manakah hasil penelitian ini dapat diterapkan atau diaplikasikan dalam konteks atau situasi lain. Meskipun diakui bahwa tidak ada situasi yang sama pada tempat dan kondisi yang lain. peneliti melakukan audit trail. 4. Transferabilitas merupakan suatu kemungkinan. untuk memastikan kebenarannya. 3. b) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. G. Transferabilitas hasil penelitian baru ada. d) Melakukan penghitungan sederhana untuk membuktikan kebenaran data. sehingga data dapat dipercaya kebenarannhya. maka peneliti melakukan upaya : a) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. wawancara dan upaya lainnya. yakni dengan melakukan pemeriksaan ulang sekaligus konfirmasi untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dilaporkan dapat dipercaya dan sesuai dengan situasi yang nyata. Konfirmabilitas Agar kebenaran dan objektivitas hasil penelitian dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan.111 lebih dari segi konsep tetapi memperhitungkan segala-galanya yang ada pada reliabilitas itu sendiri. sehingga peneliti tidak memiliki keyakinan akan dapat menjamin validitas eksternal ini. jika pemakai melihat dari situasi yang identik dan memiliki keserasian antara hasil penelitian dengan permasalahan di tempatnya.d. c) Data yang sudah terkumpul kemudian dikonfirmasi ulang melalui obserasi. Jadwal Penelitian Kegiatan penelitian akan dilaksanakan selama kurang lebih 4-5 bulan dari mulai bulan Juli 2009 s.

Pada halaman berikutnya. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN Pada Bab. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dan perkembangannya saat ini sebagai lokasi penelitian. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung . penulis akan membahas bab IV yaitu Deskripsi Hasil Penelitian. Kemudian yang kedua. II.112 Jadwal Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Proposal Studi Pustaka Membuat Kuisioner Wawancara Studi dokumen Observasi Lapangan Pengolahan Kuisioner Pengolahan Data Analisis Data Penyusunan Laporan Penyelesaian Akhir 1 BULAN KE 2 3 4 5 Demikian prosedur penelitian yang ditempuh oleh penulis. Diawali dengan menjelaskan gambaran umum SMP Negeri 1. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. penulis paparkan hasil penelitian sesuai dengan pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan dan diakhiri dengan bagian ketiga yang merupakan pembahasan yaitu membandingkan antara kenyataan di lapangan dengan konsep teori yang telah diuraikan pada Bab. IV ini penulis akan mengemukakan tiga bagian penting yang merupakan pemaparan hasil dan pembahasan penelitian. BAB IV TEMUAN.

l.113 Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Dalam pendidikan bersekala mikro (ditingkat sekolah).588.00 WIB) : 6. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output. proses pengelolaan program. Sekolah ini berdiri tahun 1963 dengan rincian data sebagai berikut: a. n. d.625 m2 : 5. Jumlah Murid Berdasarkan penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bahwa memiliki status terakreditasi B (memuaskan). terletak di Jalan Raya Rancaekek No.00 – 12. k.300 m2 : 30 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : ada (18 X 15 m2 dan 8 X 15 m. Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. p. c. j. e. dan proses monitoring dan evaluasi. proses belajar mengajar.177. dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibanding dengan proses-proses lainnya. h. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. i. 87. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah m2) Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : ada (15 X 8 m2) : ada (8 X 10 m2) : 1387 orang : 63 orang : 11 orang : Pagi (07. o. Hal ini mengandung arti bahwa . b. proses pengelolaan kelembagaan. proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan. f. g.

adalah sebagai berikut: MOTO VISI : SMP Negeri 1 Rancaekek SERASI (Sehat Rajin dan Sigap) : Berdisiplin. STRATEGI: 1) Menyusun program kegiatan 2) Membina dan membudayakan personil untuk meningkatkan kualitas 3) Memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah. 2) Membina akhlak yang berbudi luhur. prestasi diri dan cekatan dalam bertindak. 4) Meningkatkan dan menegakkan disiplin sesama kerabat kerja dan peserta didik dengan menanamkan budaya bersih. budaya belajar. bersih dan aman. 5) Menciptakan lingkungan yang nyaman. 4) Mengikuti kegiatan pelatihan dan perlombaan. dan budaya kerja. nyaman dan aman dalam meningkatkan dan membangun akhlak yang berbudi. indah. 5) Melaksanakan tugas secara profesional 6) Mencermati informasi tentang peningkatan pendidikan 7) Menjalin hubungan persuadaraan sebagai umat beragama TARGET: . guna meningkatkan prestasi kerja dan prestasi belajar peserta didik. serius. untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan. MISI : 1) Mewujudkan tercapainya peningkatan mutu dan efesiensi pendidikan. 6) Menyiapkan generasi penerus yang mampu mandiri berbekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. 3) Mengembangkan layanan profesional dalam semangat kerja sama dan keteladanan.114 sekolah memiliki prestasi yang tinggi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Profil lain yang dapat ditampilkan dari hasil penelitian di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung.

Pada saat ini program unggulan di SMP Negeri 1 Rancaekek meliputi: pemerataan kesempatan belajar dalam rangka mendukung terlaksananya proram Wajib Belajar Pendidikan Dasar (WAJAR-DIKDAS) 9 Tahun. SMP Negeri 1 Rancaekek merupakan sekolah paling tua di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Badung dan menjadi sekolah negeri yang dipavoritkan oleh masyarakat Rancaekek dan sekitarnya. guru.115 Para siswa memiliki bekal kemampuan yang bermanfaat untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi. kurikulum dan sarana prasarana harus saling mendukung. standar kompetensi lulusan. tata usaha. siswa. standar pendidik dan standar tenaga kependidikan. peningkatan mutu dimana usaha ini dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi: Standar isi. Untuk mewujudkan program di atas. standar pembiayaan. standar sarana dan prasarana. yaitu di pinggir jalan raya Rancaekek. sehingga mudah dijangkau. Manajemen dan pencitraan publik dengan menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan mengembangkan berbagai manajemen sekolah dengan memaksimalkan peranan komite sekolah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan juga merupakan program utama di SMP Negeri 1 Rancaekek. peran kepala sekolah. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negerei 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. standar pengelolaan. Lokasi sekolah sangat strategis karena berada di pusat kota Rancaekek. dan pada saat ini tercatat jumlah siswa sebanyak 1387 orang siswa dengan jumlah rombongan belajar 30 kelas. mulai dari sumberdaya manusia. anggota masyarakat dan warga negara yang beragama. sehingga dari hasil kegiatan tersebut nampak perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam mutu dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Hal ini dibuktikan dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini. Pada tahun 2002 sampai 2005 SMP Negeri 1 Rancaekek menjadi sekolah rintisan Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah (PMPBS). Adapun tugas dan peran serta masing-masing komponen dijabarkan secara rinci seperti berikut: . standar proses. dan standar penilaian pendidikan.

misalnya tentang kualitas yang diinginkan masyarakat.116 a.membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan dan program semester. . pemimpin sekolah. Tugas.melaksanakan tugas tertentu di sekolah .membuat alat pelajaran/alat peraga . supervisor dan pendidik di sekolah dituntut untuk mampu: (1) mengadakan prediksi masa depan sekolah.menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran .melaksanakan kegiatan belajar mengajar .membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar . peran dan tanggungjawab kepala sekolah Kepala sekolah memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan.melaksanakan kegitan penilaian belajar . Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: . (6) melakukan pengendalian atau kontrol terhadap pelakasanaan pendidikan. (4) menyusun perencanaan.mengkkordinasikan dan melaksanakan bimbingan dan konseling .melaksanakan evaluasi . baik perencanaan strategis maupun perencanaan operasional. (3) menciptakan strategi atau kebijakan untuk mengsukseskan pikiran-pikiran yang inovatif tersebut.menciptakan karya seni . (2) melakukan inovasi dengan mengambil inisiatif dan kegiatan-kegiatan yang kreatif untuk kemajuan sekolah.mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum . karena atas perannya sebagai manajer pendidikan. Tenaga Pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. b. (5) menemukan sumber-sumber pendidikan dan menyediakan fasilitas pendidikan.mengisi daftar nilai siswa .membuat satuan pelajaran .

Penyusunan program tata usaha sekolah .meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran . kesiswaan. Peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah melalui MBS dapat dilihat bagaimana kepala sekolah memanajemen mulai dari: kurikulum.Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . dan lingkungan sekolah.Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala d.mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum . guru dan siswa . sarana prasarana.membuat lembaran kerja siswa .mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c.Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah .mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya . tenaga kependidikan. Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kondisi fisik dan psikis yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan dan kreativitas merupakan tugas utama secara operasional dalam aspek manajemen dan memotivasi staf untuk dapat bekerjasama secara sukarela dalam mencapai tujuan organisasi. Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: . Kurikulum Dengan memanfaatkan paradigma baru mengenai pengelolaan sekolah maka dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah yang memegang peranan pentingnya adalah kemampuan kepala sekolah. keuangan.Pengelolaan keuangan sekolah .membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa . .Pengurusan administrasi pegawai.117 .

sesungguhnya sebagian besar ditentukan oleh aktivitas kepala sekolahnya. Hal ini karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang professional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerja sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan.118 Ketercapain tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijakan kepala sekolah sebagai salah satu pemimpin pendidikan. Sehingga kegiatan meningkatkan dan memperbaiki program dan proses pembelajaran di sekolah sebagian besar terletak pada diri kepala sekolah itu sendiri. (6) memfasilitasi para guru dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan. Upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah memberdayakan guru. bimbingan dan konsultasi serta menjelaskan apa yang diharapkan dari kepemimpinan kepala sekolah. (2) mempermudah aturan/prosedur. Peranan kepala sekolah dalam memberdayakan guru mencakup: (1) pelimpahan wewenang berdasarkan kemampuan guru. (3) memberikan arahan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasan bagi sekolah untuk mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. menyelesaikan konflik. (9) bertindak realistis dan dipandu oleh nilai-nilai . (7) tidak mengambil tanggungjawab yang menjadi kewenangan guru. (8) memiliki inisiatif dan siap menghadapi resiko. (4) menghargai kontribusi setiap guru dan memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. Kegiatan lembaga pendidikan sekolah disamping diatur oleh pemerintah. (5) mendorong guru untuk berani mengemukakan pendapat. yang berorientasi pada standar isi dan standar kompetensi lulusan. dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru. sarana atau memberikan kritik dlam berbagai kesempatan. Kepala sekolah merupakan kunci kesuksesan sekolah dalam mengadakan perubahan. Peranan kepala sekolah dalam melaksanakan dan mengembangkan KTSP merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah.

Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. dan personil pembantu sekolah. Dalam MBS dan KTSP peranan kepala sekolah memegang peranan penting dalam mengatur. karena kepala sekolah telah diberi keleluasaan dalam mengembangkan sekolah seperti potensi lingkungan sekolah. (10) memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan guru. Dengan memanfaatkan potensi tersebut secara optimal maka diharapkan akan ada peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah. e. staf tata usaha. (11) bekerjasama dan menjalin hubungan dengan guru berbasis kepercayaan. khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. Kemampuan kepala sekolah dituntut untuk bisa memanfaatkan peluang seperti ini (MBS dan KTSP). meja kursi. Dalam memanfaatkannya masing-masing sektor harus dikembangkan sesuai dengan latar belakang profesi kependidikannya. mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah.119 kebenaran dalam mewujudkan visi sekolah. Akan tetapi dalam memanfaatkannya harus bisa membaca peluang dan kemampuan yang dimiliki masing-masing sektor. Manajemen Sarana Prasarana Agar kegiatan pembelajaran siswa terjadi dengan efektif dan efisien. maka seluruh komponen pendidikan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran siswa harus dianalisis berdasarkan tuntutan program pembelajaran. potensi personal atau warga sekolah dan sarana prasarana. (12) menciptakan rasa aman dan kepuasan bagi guru. ruang kelas. Dalam memanfaatkan potensi masing-masing sektor harus diperhatikan beberapa hal seperti kemampuan yang dimiliki masing-masing guru mata pelajaran. Prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: . wakil kepala sekolah. serta alat-alat dan media pengajaran.

halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. jalan menuju sekolah. taman sekolah. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. seperti berikut: Tabel 4-1 Keadaan Siswa SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Kelas VII Kelas VIII Kelas IX 401 339 312 404 381 311 474 441 472 Jumlah 1052 1096 1387 . komponen tersebut merupakan sarana pendidikan.120 halaman. 4 % dengan rincian pada dua tahun terakhir adalah sebagaimana tercantum pada tabel 4-1. f. berikut ini prestasi yang pernah diperoleh sekolah diantaranya: prestasi pada Tingkat Daerah. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. Tingkat Nasional atau Internasional dalam Bidang akademik maupun non akademik yang pernah diterima. kebun. Maka tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah ini berdasarkan studi dokumentasi. tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. rapih. Input dan output hasil pendidikan Dari Output yang dihasilkan dilihat dari tingkat kelulusan pada setiap tahunnya rata mencapai 99. Dengan figur kepala sekolah dalam memimpin terdapat peningkatan mutu yang signifikan.

Pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.45 31. Ind 7. Kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan tahun 2008-2009 Tabel 4-3 Kualifikasi tenaga pendidikan No 1 2 3 Ketenagaan Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha S2 S1 1 34 D3 23 D2 6 D1 SMA SMP 11 - Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah.86 7.77 7.83 8. maka kepala sekolah dapat secara leluasa mengambil tindakan yang bertujuan meningkatan mutu pendidikan. Fisika.50 8. Dengan adanya pengelolaan pendidikan dewasa ini maka melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan materi pembelajaran melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.54 33. 91 8. Kimia) adalah 8 orang.73 Rata-rata Nilai UAN Bhs. bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Selanjutnya dapat digambarkan pula bahwa dari sejumlah guru yang tercantum pada tabel 4-2.40 8. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs. diketahui bahwa guru yang memiliki kualifikasi guru Ilmu Pengetahuan Alam (spesifikasi Biologi. 7.10 % Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dari kondisi tersebut di atas maka hasil ujian akhir nasional selama dua tahun pelajaran mengalami peningkatan khususnya pelajaran IPA yaitu sebesar 0. memanajemen yang profesional.121 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-2 Prestasi Akademik UAN SMP Negeri Rancaekek 1 Kabupaten Bandung No. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung.17 Kelulusan 100 % 99. Mat IPA Jumlah Ing. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha .09% g. 2.

Program kerja berdasarkan Dinas Pendidikan Pemerintah Propinsi Jawa Barat. dengan rincian profil sebagai berikut: a. diperlukan adanya perencanaan yang matang disertai penyusunan langkah kegiatan. Efesiensi Keberhasilan pelaksanaan program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun pelajara 2009/2010. Luas lahan sekolah : 16. Pendidkan Nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. dan melaksanakan administrsi pendidikan. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi satuan kerja SMP. dan berfungsi untuk mendidikan. Pemerataan Pendidikan b. Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. bertanggung jawab. bekerja keras. berdisipiln. dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.500 m2 . dengan empat strategi pokok: a. yaitu menyelenggarakan pendidikan dalam arti luas. berbudi pekerti luhur. dengan penuh keihlasan yaitu guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dan didukung oleh pembantu pelaksana tata usaha dan petugas lainnya. Relevansi Pendidikan c. mandiri. melaksanakan BP/BK. Peningkatan Mutu pendidikan d. mengajar. melatih. hubungan masyarakat. maka disusunlah program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung tahun pelajaran 2009/2010.122 Esa. tindakan dan pengambilan keputusan yang harus dilaksanakn oleh kepala sekolah. sebagian besar ditentukan oleh aparat pelaksana yang menguasai tugas dan fungsinya. Demi kelancaran pencapaian peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. berkepribadian. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di jalan Bojongsalam Desa Bojongsalam. Program kerja ini berdasarkan atas keberhasilan dan kekurangna program kerja tahun pelajaran 2009/2010. tangguh. pembagian tugas yang jelas. cerdas.

d.123 b. b. Memberdayakan sarana yang ada sebagai nara sumber c. Jumlah Guru Non PNS Harapan dan rencana program kerja di SMP 2 Negeri Kabupaten Bandung yang sesuai dengan tuntuan tujuan pendidikan nasional maka perlu suatu strategi kerja sekolah yang dituangkan dalam visi. Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Perpustakaan Laboratorium Jumlah Murid Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : 3450 m2 : 28 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1219 orang : 44 orang : 5 orang : 10 orang : Pagi (07. d. c.00 – 11. Meningkatkan disiplin peserta didik f. k. Mengunakan sarana prasarana sekolah seperti: Mosola. Memfasilitasi kegiatan yang mendukung tercapainya harapan di atas. i. e. n. Sumber daya manusia . h. j. TUJUAN : a. misi. g.30 WIB) Rancaekek m. o. ruang belajar dll. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI : Masyarakat Sekolah yang Agamis dan Unggul dalam Prestasi MISI : a. Sumber daya alam Mengembangkan sumber daya alam dan pengelolaan sekolah untuk meningkatkan kewirausahaaan dan penambahan ruang belajar b. Meningkatkan kualitas guru dan tata usaha e. Efesiensi dan efektifitas dalam menggunakan data. l. f.

2) Kepala sekolah berfungsi sebagai pimpinan: Kepala sekolaha juga memiliki kewajiban sebagai berikut: Menyusun perencanaan. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. perlengkapan. penataran dan membuka kesempatan bagi guru untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. diklat. Mengadakan rapat. penataran atau pendidikan formal. Tugas Kepala Sekolah. untuk mewujudkan visi. Membina organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Mengorganisasikan kegiatan. pegawai. dan tujuan di atas. Membina kerja sama dengan orang tua. siswa. Melaksanakan pengawasan. Menentukan kebijakan. Melakuan evaluasi. Mengatur administrasi (kantor. Mengambil keputusan. Mengatur proses belajar mengajar. MGMP. guru. Adapun tugas dan peran masing-masing dari komponen warga sekolah dijabarkan sebagai berikut: a. siswa. 2) Tenaga administrasi: Peningkatan profesionalisme dan peningkatan keterampilan staf tata usaha melalui pembinaan. Bertanggung jawab kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. tata usaha. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. diklat. misi. jenjang dan sifat sekolah. Sebagai Pimpinan Unit Pelaksana Teknis. masyarakat dan dunia usaha.124 1) Tenaga edukatif: Menanamkan sikap profesionalisme yang berkaitan dengan tugas mengajar. Untuk mewujudkan visi. melalui pembinaan. misi dan tujuan . Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir bagi siswa di sekolah. Melaksanakan urusan tata usaha dan urusan rumah tangga sekolah. mulai dari peran kepala sekolah. kurikulum dan sarana prasarana harus saling menunjang dan mendukung tersebut. berkewajiban: Melaksanakan pendidikan formal selama jangka waktu tertentu sesuai dengan jenis. Mengarahkan kegiatan.

Kegiatan ke tata usahaan.melaksanakan evaluasi . Kesiswaan. Kepegawaian. Kegiatan kerja sama dengan masyarakat. Laboratorium.menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran . Kegitan bimbingan dan konseling. Perpustakaan. Ruang ketrampilan/kesenian. b.melaksanakan kegitan penilaian belajar . Kantor. sebagai berikut: Perencanaan. Perlengkapan. Pengkordinasian.melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar . 3) Kepala Sekolah Selaku administrator bertugas: Kepala sekolah sebagai administrator maka memiliki kewajiban menyelenggarakan Pengorganisasian. Kurikulum. Tugas Tenaga pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efesien.melaksanakan kegiatan belajar mengajar .125 keuangan).membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan atau program semester .membuat satuan pelajaran . Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha. Kegiatan ekstrakulikuler.mengisi daftar nilai siswa . 4) Selaku supervisor menyelenggarakan supevisi mengenai: Maka selaku sepervisor Kepala Sekolah berkewajiban melaksanakan: Kegiatan belajar mengajar.membuat alat pelajaran/alat peraga . Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: . Pengawasan. administrasi Pengarahan. Keuangan.

guru dan siswa .mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .Jadwal evaluasi belajar .mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya .Satuan pelajaran dan menggerakan sebagai koordinator .Pembagian tugas guru . Tugas Urusan Tata Usaha Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut : .meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran .Kemajuan kelas .Jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (raport) dan penerimaan Program pengajaran .membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa .ijazah .mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c.126 .Laporan pelaksanaan pelajaran d.Pengelolaan keuangan sekolah .melaksanakan tugas tertentu di sekolah .membuat lembaran kerja siswa .Jadwal pelajaran . Tugas Urusan Bidang Kurikulum Urusan bidang kurikulum mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegitan penyusunan: .Pengurusan administrasi pegawai.Pelaksanaan Ujian Nasional .mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum .menciptakan karya seni .Kriteria persyaratan naik kelas/tidak naik kelas .Penyusunan program tata usaha sekolah .

Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasaran sekolah . Tugas Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : . keadaan guru.Pengelolaan pembiayaan alat-alat pelajaran . bahwa di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. sarana prasarana pembelajaran dan hasil lulusan tiap tahun.Menyelenggarakan penerimaan siswa baru .127 .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah .Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala e.Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah .Menyusun laporan pelaksanaan urusan saran prasarana secara berkala Selain peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di atas.Mengadministrasikan pendayagunaan sarana prasarana . berdasarkan studi dokumentasi secara rinci akan dijabarkan sebagai berikut : Tabel 4-4 Keadaan Siswa SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Jumlah Kelas VII 401 404 471 Kelas VIII 339 381 386 Kelas IX 312 311 362 1052 1096 1219 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-5 Keadaan Guru SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Kualifikasi tenaga kependidikan No Ketenagaan S2 S1 D3 D2 D1 SMA SMP . hal ini sejalan dengan upayaupaya sekolah yang terprogram secara sistematis untuk lebih dikembangkan sumber daya manusia yang siap dan unggul untuk itulah diperlukan langkahlagkah program mulai dari keadaan siswa.

43 8.128 1 2 3 Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha 1 - 35 - 7 - - 1 - 8 3 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Sarana dan Prasana Pembelajaran SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tabel 4-6 Sarana Ruangan SMP Negeri 2 Rancaekek No 1 2 3 6 9 10 12 13 14 15 16 17 18 Ruang Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Komputer OSIS/Pramuka/PMR Lapangan Upacara Olah Raga Guru Piket BP-BK Tata Usaha Masjid Gudang Kesenian Jumlah 28 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Baik 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kondisi Cukup Rusak 1 1 - Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-7 Multi Media SMP Negeri 2 Rancaekek No 3 4 5 6 7 Media VCD Player TV Monitor Sound System Tape Recorder Komputer Jumlah 2 4 1 2 24 Baik 2 4 1 1 Kondisi Cukup Kurang 1 4 20 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Tabel 4-8 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung No. Ing. IPA 7.10 Mat Bhs.82 .07 7.93 7.39 Jml Kelulusan 100 % 100 % 8.86 7. Ind 7.24 29.60 7.40 30. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Rata-rata Nilai UAN Bhs.

tetapi semangat siswa untuk mendapat prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non-akademik tetap tinggi. yang berdirinya pada tahun 1993 dengan data sebagai berikut: a. Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. b. Juara 1 Putera Wide Game MABISA Paseh pada tahun 2003.736 m2 : 30 Ruang : 1 ruang . d. Juara 2 putera ALGA-CUP 3 tahun 1998. c. Juara 3 Bola Volly Puteri tingkat SLTP Se-Bandung Raya tahun 1997. dan sasaran utama 4) Peningkatan Mutu Pendidikan. diantaranya adalah: juara 1 Tenis Meja Putera tingkat Kecamatan pada tahun 2008. selain dari itu ada pula berbagai macam prestasi dalam bidang lainnya. maka kepala sekolah dapat secara leluasa dalam mengambil tindakan strategi sekolah yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tersebut. 2) Relevansi (Link and Match). Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor : 6.129 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Meskipun lokasi SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. hal ini dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang diperoleh. adalah meningkatkan mutu pendidikan memilik 4 (empat) strategi sekolah diantaranya yaitu: 1) Pemerataan Pendidikan. 3. Juara 1 membaca cerpen tingkat Bandung Raya yang diselenggarakan oleh UNINUS pada tahun 2009. Juara 1 Gerak Jalan PORGUR cabang PGRI Rancaekek tahun 1996. Program kerja di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. terletak di pinggiran kota Rancaekek dan berada di daerah yang rawan banjir. Hal ini dicapai dengan cara mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan potensi personal yang dituangkan dalam rencana sekolah. Juara 2 Tenis Meja Puteri tingkat Kecamatan tahun 2001. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di Jalan Teratai Raya Bumi Rancaekek Kencana. Sedangkan proses pembelajaran berdasar pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.000 m2 : 1. 3) Efesiensi.

institusi. Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah Ruang seni Ruang PKS : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 8 unit : 1 unit : 1 unit : 1366 orang : 71 orang : 17 orang : Pagi (07. f. . Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan kehidupan beragama di lingkungan sekolah. q. i.130 e. memiliki harapan yang dituangkan melalui visi. g. dan tujuan pendidikan nasional. dan menyenangkan dengan suasana kekeluargaan. nyaman. Mendidik siswa agar menjadi warga negara yang beriman dan taqwa. k. c. misi.40 WIB) : 1 ruang : 1 ruang m. p. n. berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ramah terhadap lingkungan alam dan masyarakat serta mandiri dalam mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai suatu tempat belajar yang aman. b. h. j. r. l.00 – 12. MISI: a. Mewujudkan tercapainya pendidikan meliputi tujuan kurikuler. o. efektifitas dan efesiensi kerja sekolah di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Jumlah Murid Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI: SMP Negeri 3 Rancaekek BERIRAMA.

Peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar 1) Tertib dalam mematuhi jam kerja 2) Tertib dalam administrasi KBM dan pelaksanaannya secara efektif dan efesien. keuangan dan kantor. .131 d. kepegawaian. STRATEGI: a. 3) Menumbuhkan dan mengembangkan kerja sama khususnya antara guru mata pelajaran melalui MGMP. karyawan dan sesama teman di lingkungannya. Menumbuhkan kesadaran kepada setiap warga sekolah agar supaya dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya dimana sekolah itu berada g. e. b. 6) Sekolah menjadi suatu tempat untuk kegiatan belajar sesuai dengan konsep wawasan wiyata mandala. f. 5) Peningkatan kerjasama dengan komite sekolah dan instansi terkait. Menanamkan dan mengembangkna rasa percaya diri kepada siswa terhadap kemampuan baik dalam bidang akademis. guru. pemerintah daerah. kesiswaan. keterampilan serta potensi dan bakat lainnya. 2) Pemberdayaan sarana dan prasarana serta sumber daya personil di lingkungan sekolah 3) Job Description sesuai dengan The Right man on the Right Place. Penataan kelembagaan 1) Penyempurnaan manajemen sekolah yang meliputi bidang akademik. 4) Penataan dan penambahan sarana pisik sekolah. Menumbuhkembangkan budi pekerti luhur terhadap siswa agar siswa hormat terhadap orang tua. tokoh masyarakat/orgamnisasi dan lingkungan setempat. Menciptakan rasa kesatuan korep dan pelaksanaan tugas secara propesional serta kerja sama yang efektif dan efesien.

6) Mengembangkan muatan lokal dan kegiatan ekstra kurikuler. rencana pelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2006 (KTSP). mengarahkan. UPI dan STKIP.132 4) Menumbuhkan keunggulan kompetitip di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah secara kreatif. laporan hasil belajar siswa. mengkordinasikan. Ulangan Blok dan Ujian Akhir Nsional. guru. Peningkatan kualitas profesi tenaga pendidik. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dalam pengelolaan personal mulai dari peran kepala sekolah. 1) Pemberdayaan diklat/penataran/MGMP bagi guru 2) Penerapan hasil diklat/penataran dalam KBM secara tepat gMuna dan berhasil guna. 6) Setudi banding antar guru mata pelajaran sejenis maupun antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman. siswa. menyusun norma kenaikan kelas. 5) Mengembangkan wawasan keunggulan sekolah. 5) Menyediakan buku-buku referensi guru di perpustakaan sekolah. mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan rincian sebagai berikut: . pembagian tugas guru yang langsung dituangkan pada jadwal pelajaran. Peran dan Fungsi Kepala Sekolah Kepala sekolah mempunyai tugas merencankan.Mengatur proses belajar mengajar yang mencakup: program tahunan. catur wulan/semester berdasarkan kalender pendidikan. 4) Mengikutsertakan guru melalui penyetaraan UT. pelaksanan Ulangan Umum. c. tata usaha. kurikulum dan sarana prasarana yang harus saling menunjang dan mendukung untuk mewujudkan visi. 7) Mensukseskan wajib belajar 9 tahun 8) Menampilkan sekolah yang ideal melalui kegiatan wawasan wiyata mandala. . 3) Peningkatan pemberdayaan supervisi kepada guru. misi dan strategi sekolah tesebut dibuat rincian tugas masing-masing personil sebagai berikut: a.

Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar. Menyusun laporan kegiatan pembelajaran. menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran. c. Peran dan Fungsi Tenaga Pendidik (guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. Try out. melaksanakan evaluasi. Memahami tugas setiap seksi dalam kurikulum. melaksanakan tugas tertentu di sekolah. menciptakan karya seni. melaksanakan kegiatan belajar mengajar.Mengatur administrasi siswa .Mengatur administrasi perpustakaan . mengisi daftar nilai siswa. Pelaksanaan ujian sekolah dan nasional. Membuat konsep surat tugas.133 . Mengkordinir dan membantu tugas setiap seksi dalam kurikulum. Peran dan Fungsi Bidang Kurikulum Program kurikulum di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung memiliki tugas sebagai berikut: Membuat konsep kelengkapan administrasi guru dan wali kelas. membuat alat pelajaran/alat peraga. membuat alat pelajara/ alat program.Mengatur administrasi keuangan .Mengatur hubungan dengan masyarakat b. Tes/kuis. mengadakan .Mengatur administrasi keuangan . Pemantapan. mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.Mengatur administrasi pegawai .Mengatur adminiistrasi kantor .Mengatur pembinaan kesiswaan .Mengatur administrasi perlengkapan . Menyusun kegiatan kurikulum. membuat satuan pelajaran (RPP). melaksanakan kegitan penilaian belajar.

Pengelolaan keuangan sekolah . Pelaksanaan kegiatan pembelajaran. pengawas.Ikut menjaga nama baik sekolah.Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung. baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah . orang tua dan temanteman e.Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah . Kegiatan MGMP.134 pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Kewajiban siswa . membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa. perabot dan peralatan sekolah yang ada . guru dan siswa . keamanan dan ketertiban kelas serta sekolah pada umumnya.Harus bertindak sopan terhadap guru.Penyusunan program tata usaha sekolah .Membantu kelancaran sekolah dalam proses kegiatan belajar .Ikut bertanggung jawab atas kebersihan. . Menyusun kelengkapan pembelajaran.Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah . diri siswa sendiri.Melengkapi diri dengan keperluan sekolah . meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran.Membantu kelancaran pelajaran di kelas maupun jalanya sekolah pada umumnya . membuat lembaran kerja siswa. halaman WC.Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala .Pengurusan administrasi pegawai. Peran dan Fungsi Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: . d.Ikut membantu agar tata tertib sekolah dapat berjalan dan ditaati .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah .

Membantu merencanakan rehabilitasi program sekolah . bahwa peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung.Bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan di laboratorim. larangan dan peringatan. Peran dan Fungsi Pengelola Laboratorium Pengelola laboratorium mempunyai tugas membantu guru dalam kegiatankegiatan pembelajaran yang memerlukan praktek: .135 f. tata tertib laboratorium.Membuat jadwal praktek.Mencatat sarana dan prasarana sekolah yang masih dapat dipakai dan yang tidak dapat dipakai . yang lebih dikembangkannya adalah sumber daya manusia yang siap.Memelihara alat dan bahan yang ada . maka salah satu perangkat program pengelolaan sekolah ini akan senantiasa merupakan suatu perangkat dari sistem manajemen sekolah yang dapat dipergunakan untuk dijadikan arah pelaksanaan program bagi pengelolaan sekolah. .Memantau penggunaan sarana dan prasarana sekolah . maka diperlukan program rencana pengembangan sekolah (RPS) di sekolah untuk dijadikan standar dalam rangka meningkatkan mutu.Membuat program kerja laboratorium .Mengajukan kebutuhan alat dan bahan praktikum .Kebutuhan sarana dan prasarana sekolah . efektipitas dan efesiensi pelaksanaan pendidikan yang tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku sesuai dengan pengelolaan manajemen berbasis sekolah . Sejalan dengan hal tersebut dan berdasar bahan masukan dari lapangan. Peran dan Fungsi Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan bersama kepala sekolah menyusun : .Bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana perlengkapan sekolah g.Menginventarisir alat dan bahan praktikum .

02 8. Tidak Tetap Tetap Tetap 1 S2 3 2 S1 47 6 3 D3 8 1 3 4 D2 6 5 D1 1 6 SMA 7 7 Jumlah Total 64 7 10 7 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung g. Potensi Lingkungan Sekolah Potensi lingkungan di SMP Negeri Rancaekek 3 Bandung. data di bawah ini berdasarkan studi dokumentasi.56 Kelulusan 100 % 100 % Bandung Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Tabel 4-11 Kondisi Guru dan Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Jumlah Guru Jumlah Tata Usaha No Ijazah Guru Tetap Guru Tidak TU.63 8. Mat Ing. kondisi guru.49 8.42 33.53 8. bahwa : .Jumlah pendaftar selalu melebihi daya tampung .60 Jumlah 33.136 (MBS).36 8.44 Rata-rata Bhs. sebagai berikut: Tabel 4-9 Kondisi Siswa SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2009-2010 No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1 VII 206 220 426 2 VIII 236 235 471 3 IX 238 223 461 Total 680 678 1358 Jumlah Rombel 30 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung Tabel 4-10 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 3Rancaekek Kabupaten Bandung No 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs. 8. dan potensi sekolah. TU.89 Nilai UAN IPA 8. mulai dari kondisi siswa. Ind 8.

Juara 1 Wide-Game Pramuka tingkat Kabupaten Bandung tahun 2002. Guru. dan juga memiliki berbagai prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik. Juara 1 Musikalisasi Puisi seBandung Raya tahun 2007. mereka pengelola sekolah (Kepala Sekolah.Tersedianya jumlah tenaga guru yang memadai . seperti diantaranya adalah: Juara 1 Baca Puisi tingkat SMP se-Jawa Barat pada Tahun 2009. hal ini relevan dengan hasil penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pada tahun 2005 mendapatkan nilai Akreditasi A (sangat memuaskan). B. Juara 1 Siswa teladan tingkat Kabupaten Bandung tahun 2001. Juara 2 Futsal tingkat SMP se-Bandung Raya pada Tahun 2009. observasi dan studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen yang ada. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara. serta potensi lingkungan sekolah.Kualifikasi Tenaga Pendidik sebagain besar sarjana .Masih tersedianya lahan tanah sekolah untuk penambahan bangunan Dengan melihat hasil dokumentasi di atas mulai dari kondisi siswa. di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Juara 1 PASKIBRA tingkatKabupaten Bandung tahun 2005. Juara Umum Wide-Game Trophy Bupati Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2003. Juara 2 LKBB se. penulis tuangkan berdasarkan urutan pokok masalah penelitian sebagai sasaran dalam menyajikan deskripsi hasil penelitian. telah melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang .Bandung Timur Tahun 2008. kondisi guru dan tata usaha.137 . Startegi Guru dalam merencanakan isi materi. sangatlah berpotensi untuk lebih dikembangkan. Adapun uraiannya sebagai berikut: 1. Deskripsi Hasil Penelitian Penyajian hasil penelitian.Jumlah karyawan cukup banyak . Tata Usaha dan komponen terkait lainnya). Jauara 1 Menggambar tingkat Kabupaten Bandung tahun 2005. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Juara 1 Bola Volly antar SMP se-Kecamatan Rancaekek tahun 2007.

meningkatkan minat dan motivasi dan beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. . konsep-konsep. Pendapat berikutnya menyatakan bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu tiap-tiap sekolah telah melaksanakan strategi-startegi pembelajaran. kreatif dan inovatif serta memiliki persepsi yang sama dengan komitmen terhadap program yang telah disepakati dari masing-masing sekolah. Temuan lain menunjukkan bahwa perencanaan di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu materinya harus berkaitan erat dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Sesuai dengan temuan yang didapatkan peneliti. Untuk meningkatkan hasil belajar. CTL pembelajaran aktif. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah sedangkan tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah: meningkatkan efisiensi/efektivitas pembelajaran. meningkatkan motivasi serta tindak lanjut pembelajarannya. mereka (guru) berpendapat. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. kreatif dan mandiri. sudah dapat dipastikan. team teaching. misalnya dengan cara peer teaching. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk meningkat kemampuan siswa dari hasil belajarnaya sehingga siswa memiliki perubahan yang mengarah kepada hal yang lebih baik sesuai dengan harapan sekolah. berdaya guna secara optimal diperlukan wawasan yang luas. bahwa pembelajaran IPA Terpadu harus membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Berdasarkan hal tersebut.138 menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. Berdasarkan hasil temuan di lapangan di ketiga SMP Negeri yang berada di Kabupaten Bandung. temuan penelitian menunjukan bahwa strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tampak para guru IPA di tiga SMP Negeri Kabupaten Bandung dalam pelaksanaan proses pembelajarannya memiliki prinsip bahwa proses pembelajaran IPA Terpadu akan menghasilkan kualitas yang diharapkan bila proses tersebut dapat membangkitkan motivasi kegiatan belajar efektip dan efesien. sehingga IPA Terpadu bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta.

serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. prinsip. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. Selain dari itu sebagian guru juga sudah membuat rencana program kegiatan praktek laboratorium. alokasi watu. yang langsung dikonsultasikan dengan koordinator laboratorium. berupa fakta. presedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Secara rinci. bahwa pada umumnya guru IPA Terpadu telah membuat perencanaan proses pembelajaran yang dibuktikan dengan adanya dokumen berupa: program tahunan. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran. serta memiliki program evaluasi dan program berbaikan dan pengayaan. kegiatan pembelajaran. penyusunan model ini di antaranya bertujuan untuk: . penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mengandung makna bahwa pengatahuan hasil proses belajar mengajar itu bagi para peserta didik seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. indikator pencapaian kompetensi. teori dan hukum. Tujuan penyusunan Model Pembelajaran IPA Terpadu pada dasarnya untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan sebagai kerangka acuan bagi guru dan pihak terkait. guru harus mempertimbangkan berapa persen (%) yang diserap oleh peserta didik (siswa) dari yang diajarkan itu akan masih diingat kelak oleh peserta didik. 3) Memiliki sikap. bahkan ada juga guru yang malakukannya sendiri. materi ajar. 2) Hasil itu merupakan pengatahuan yang betul-betul asli. Berdasarkan studi dokumentasi. rasa ingin tahu tentang benda. metoda pembelajaran. kompetensi dasar. Produk. makhluk hidup. penilaian hasil belajar dan sumber belajar.139 Dari hasil wawancara dengan ketiga kepala SMP Negeri di Kabupaten Bandung. fenomena alam. standar kompetensi. program semester. Proses. tujuan pembelajaran. Dengan demikian. menyatakan bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang ciri-cirinya sebagai berikut: 1) Hasil pembelajaranya tahan lama dan memiliki kecakapan life-skills dalam kehidupan peserta didik. pengembangan silabus. Aplikasi.

mengapa. pengetahuan. dan bagaimana pembelajaran IPA terpadu pada setiap jenjang pendidikan dari mulai SD sampai dengan tingkat pendidikan menengah.140 1) memberikan wawasan bagi guru tentang apa. Aktivitas peserta didik perlu ditunjang oleh media pembelajaran yang memadai. . menyusun silabus. agar peserta didik dapat memahami tema secara komprehensif dan terarah. Mata pelajaran yang dipadukan sebaiknya masih dalam lingkup bidang kajian IPA. karena secara teknis akan terjadi kesulitan pengaturan jadwal dan pengaturan tim pengajar bila diajarkan lintas bidang studi. Upaya Guru dan Sekolah dalam melaksanakan isi materi. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Tepadu hendaknya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. 2) memberikan keterampilan kepada guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran (memetakan kompentensi. Tema yang dibahas disajikan dalam konteks IPA-lingkungan-teknologimasyarakat. sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terpadu. memperoleh pengetahuan yang betul-betul mengandung makna. tahan lama dan memiliki kecakapan life skills dalam kehidupan peserta didik. dan pemahaman bagi pihak terkait (misalnya kepala sekolah dan pengawas). 2. dan menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran) dan penilaian secara terpadu dalam pembelajaran IPA. 3) membimbing guru agar memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu. Pembelajaran IPA secara terpadu akan lebih efektif bila tema yang dibahas relevan dan berkaitan dengan ‘IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat’. 4) memberikan wawasan. yang melibatkan aktivitas peserta didik secara berkelompok maupun mandiri. agar tema dapat dibahas secara mendalam dan luas oleh guru bidang kajian IPA. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa.

model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. rasa percaya diri yang tinggi. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. memiliki kreativitas tinggi. fenomena alam. kemampuan eksploratif dan elaboratif akan sulit . prinsip. Tanpa kondisi ini. Perlu disadari. makhluk hidup. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. Hal ini terjadi karena model pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep.141 bahwa hasil proses pembelajaran seolah-olah merupakan bagian kepribadian bagi diri siswa. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. proses pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung. demikan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Secara akademik.. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan melakukan proses pembelajaran sebagai berikut: a. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. keterampilan metodologis yang handal. teori dan hukum. menjelaskan bahwa: pada pelaksanaannya disamping kekuatan/manfaat yang ada. b. aplikasi) penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. produk (berupa fakta. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. rasa ingin tahu tentang benda. maka pembelajaran terpadu dalam IPA terwujud. memiliki sikap.

Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. Dengan kata lain. metode. d. mungkin juga fasilitas internet. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. selera. e. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Bila sarana ini tidak dipenuhi.142 (menemukan dan menggali). guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. dan mempermudah pengembangan wawasan. Dalam kaitan ini. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian peserta didik. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. penilaian keberhasilan pembelajaran . memperkaya. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Bila kondisi ini tidak dimiliki. Semua ini akan menunjang. c. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. f. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. materi).

. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. c. guru. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. dan mandiri. b. ‘berbicara’. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA– lingkungan. e. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan.teknologi-masyarakat. fisika dan kimia. kolaborasi. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran. menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. Selanjutnya melalui kegiatan observasi dan studi dokumentasi yang peneliti lakukan di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung menemukan bahwa ternyata pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. Oleh karena itu. dan berinteraksi dengan teman. dan dunia nyata. d.143 Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkan konsep-konsep dari berbagai sub-mata pelajaran. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. berdisiplin. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. ‘membaca’.

Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. b. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. kegiatan inti. Kegiatan tatap muka dimaksudkan menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan . yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. memberikan acuan topik yang akan dibahas. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. b) c) d) memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis.144 Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: a) belajar. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. a. dan kegiatan penutup/tindak lanjut.

kelompok. 2) Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut . Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu 3) Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. 1) Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. dan perorangan. c. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik.145 sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. di antaranya adalah sebagai berikut ini. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. Peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri apa yang dipelajarinya.

Dalam proses pembelajaran guru IPA harus dapat membedakan antara pengetahuan konsep dan ketrampilan proses yang disesuaikan dengan minat. menyimpulkan materi yang telah . Mengacu pada hal tersebut. diklat. bakat.146 Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. 4) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. 3) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. Hal ini mengandung makna bahwa pengetahuan hasil proses pembelajaran itu bagi siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. work shop. 2) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Hasil wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung. perencanaan kegiatan. pendidik. membaca materi pelajaran tertentu. dan pembimbing namun harus memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarnnya. 2) pengembangan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik. mengundang nara sumber dan mengadakan pertemuan melalui forum guru/MGMP IPA secara rutin dan mengevaluasi pelaksanaannya. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. seminar. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. mengikuti kegiatan forum ilmiah. kondisi situasi. pelatih. seorang pendidik tidak semata-mata sebagai: pengajar. 1) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. berdasarkan hasil observasi terungkap bahwa langkah awal yang dilakukan guru IPA untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu dengan melaksanakan langkah-langkah strategi seperti: 1) membentuk MGMP IPA.

Hal ini mengandung arti bahwa perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam sistem yang ada pada organisme manusia. Temuan lain menujukan bahwa cara-cara yang dilakukan guru IPA untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: atau langkah-langkah dalam proses tujuan-tujuan dan konsep-konsep . yaitu dokumen kurikulum nasional yang berisi program pembelajaran tahunan dan atau semester. Temuan lain. karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. ada tiga langkah memotivasi diantaranya: 1) Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. guru IPA juga dapat mengembangkan potensinya. 3) Motivasi akan terangasang karena ada tujuan Selain itu. persoalan motivasi ini dapat juga dikaitkan dengan persoalan minat. Hal ini menunjukan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepeda seseorang. afeksi seseorang dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan. ketentuan. 2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa.147 Selain itu. Minat dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan atau kebutuhannya sendiri. sebagai perangkat pembelajaran. serta mengadakan pertemuan rutin dan/atau secara berkala dengan guru-guru IPA baik intern maupun ekstern. penataran dan sejenisnya. hal ini dikaitkan dengan persoalan minat. serta selalu mengikuti berbagai kegiatan pelatihan. afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Dan selain strategi-strategi yang dimiliki oleh para guru IPA ada hal penting yang harus mereka ketahui/miliki. tuntunan pembelajaran yang berisi pembelajarannya. seorang pendidik menyatakan bahwa dengan memotivasi siswa itu merupakan langkah strategi untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu.

ketrampilan (psikomotor) dan afekksinya. Dalam proses pembelajarannya guru IPA telah memberikan pelayanan optimal terhadap siswa. empiris. Salah seorang siswa menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatan perpustakaan. memiliki sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. bahwa guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. 5) 6) 7) 8) Memberi ulangan Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya.148 1) Dengan memberi angka. dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. dengan cara bagaimana seorang pendidik memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah sarana dan prasarana laboratorium bagi guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan praktikum IPA di . serta mengembangkan potensi peserta didik. melaksanakan praktikum. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber atau referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. Persaingan/Kompetisi. 2) 3) 4) Memeberi Hadiah (Reward). memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. kritis. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. memanfaatkan media. Hasrat untuk belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif seperti tanggap.

buku sumber. memfasilitasi media. kondisi ruang belajar memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. dan mengadakan sarana prasarana. Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih inter-aktif dan komunikatif apabila menguasai multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. memiliki ruang laboratorium IPA. penataran. komputer. kelengkapan administrasi. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Hasil penilitian menunjukkan bahwa sebelum melakukan pembelajaran Kepala Sekolah dan Guru terlebih dahulu melakukan evaluasi diri yang hasilnya adalah bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. dan laptop. charta. sehat jasmani dan rohani. OHP. tenaga kependidikan (TU). dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. internet.149 laboratorium yang disesuaikan dengan alat yang ada dan atau memiliki media yang memadai sesuai dengan konsep silabus. siswa. turut andil dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. ruang belajar yang ideal. Hasil wawancara dengan salah seorang tenaga kependidikan (TU). Dari hasil temuan di sekolah yang diteliti ternyata hasil obsevasi dan wawancara bahwa rencana sekolah mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan . peralatan praktek. gambar. regional maupun nasional mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga . alat peraga. dan kenaikan tingkat yang secara pro aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah orang antara tenaga tetap dan tidak tetap. dan sejenisnya baik lokal. upaya sekolah adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) kependidikan mengikutsertakan guru dalam pelatihan.

f. Letak geografis sekolah yang rawan banjir. Strategi guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. telah sejalan dengan peningkatan kompetensi profesional guru dan merupakan suatu keharusan mengikut sertakan dalam pelatihan. Temuan lapangan lain menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung sebagai berikut : a. 3. masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered. yang mempunyai persefsi sama. c. belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. sehingga para guru IPA tidak dapat mengukur kurang dan lebih di dalam proses pembelajarannya. belum memberikan wawasan dan keleluasaan kepada guru-guru IPA untuk mengembangkan potensinya dalam kegiatan peningkatan mutu pembelajaran IPA melalui kegiatan studi banding antar sekolah sebagai startegi sekolah. studi banding untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran IPA Terpadu. b. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran. Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru . Sarana laboratorium belum lengkap dan tidak digunakan secara maksimal. temuan penelitian menunjukan bahwa sesuai dengan tuntutan untuk mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan.150 Berdasarkan upaya dan rencana sekolah di atas. e. sehingga menggangu proses pembelajaran. Selain dari itu peneliti juga menemukan faktor pendorong peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung: a. b. d. Masih ada guru yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. mengundang nara sumber. Berdasarkan hasil observasi di lapangan di SMP Negeri Rancaekek Bandung.

Pelaksanaan pembelajaran. Pembahasan hasil penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemaknaan dan pendalaman atas temuan-temuan empiris dari sisi keilmuan atau rujukan konseptual. modul.151 c. e. meliputi: pembuatan persiapan pengajaran. meliputi: pembuatan pedoman-pedoman. meliputi: 1) Pelaksanaan pengajaran toeri. . penyusunan hand out. g. yaitu: pelaksanaan pengajaran di kelas. Maka dalam bagian ketiga ini penulis akan menguraikan pembahasan hasil penelitian yang telah didapatkan berdasarkan kajian teoritik dan empirik. Perencanaan pembelajaran meliputi 1) Penjabaran kurikulum. 3) Pembuatan rencana evaluasi hasil belajar 4) Pembuatan rencana pembinaan siswa b. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran di sekolah telah tersedia. f. Pembahasan Hasil Penelitian Pembahasan adalah merupakan analisis dan kajian peneliti terhadap hasil seluruh rangkaian kegiatan dalam melakukan penelitiannya. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. 1. Ruangan multimedia. C. sehingga fenomena yang diungkap dalam penelitian ini memperoleh kejelasan secara konseptual keilmuan. 2) pembuatan rencana penagajaran. d. dan pembuatan program tahunan dan semester. regional. maupun nasional. Sebagian fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran tersedia. buku. Analisis teoritik Berdasarkan analisis teoritik yang ada. bahwa pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal sebagai berikut: a.

meliputi: evaluasi pedoman dan program. proses dan sarana prasarana. ditinjau dari isi kurikulum. 3) Evaluasi pembinaan siswa. oleh siswa baik prestasi akademik maupun non akademik di tingkat regional maupun tingkat nasional. 2) Evaluasi rencana pengaajaran (toeri dan praktek). Dengan terbuktinya berbagai prestasi yang didapat. meliputi: 1) Evaluasi kurikulum dan penjabarannya. evaluasi kurikulum. dan belajar di perpustakaan. a. yang dimulai kegiatanya dari aktivitasaktivitas kegiatan rutin sekolah nampak memberikan warna sekolah tersebut. di ruang keterampilan. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. 3) Pelaksanaan evaluasi. yaitu: evaluasi rencana pembinaan siswa 4) Evaluasi perencanaan pengajaran. yaitu pelaksanaan pembinaan kegiatan siswa yang meliputi kegiatan ekstra kurikuler. Dari eksplorasi lapangan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. 5) Pelaksanaan pembinaan siswa. maka terlihat bahwa keberadaan pendidikan di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Namun bukan hanya prestasi yang penulis teliti semata. yaitu: pelaksanaan pengajaran di laboratorium. Evaluasi pembelajaran. karena peran steacholder. Analisis Empirik Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. meliputi: evaluasi rencana pengajaran di sekolah dan evaluasi rencana hasil belajar. c. 4) Pelaksanaan evaluasi. ada pula temuantemuan lain yang belum sesuai dengan harapan hasil instrumen penelitian.152 2) Pelaksanaan pengajaran praktek. ini banyak menampilkan sesuatu yang baru dalam dunia mulai dari pendidikan. 5) Evaluasi palaksanaan pembinaan siswa 2. Dengan diraihnya berbagai prestasi yang didapat prestasi yang dicapai oleh guru. yaitu: evaluasi proses/pelaksanaan pengajaran. sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja .

kurikulum dan sarana prasarana. rumusan pernyataan dalam langkah strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. menanamkan pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). mengimplementasikan kurikulum. Strategi yang dilakukan kepala sekolah mulai dari: memberikan keleluasaan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Strategi yang dipilih . telah mampu menunjukan keberadaanya sebagai sekolah yang memilki berbagai keunggulan. Dengan adanya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau mulai dari sumber daya manusianya: kepala sekolah. Dengan demikian. fasilitas sarana dan prasarana sekolah. mengikutsertakan berbagai pelatihanpelatihan sejenis misalnya seminar. guru. semua komponen ini saling mendukung satu sama lain sebab kalau ada salah satu ketimpangan dari komponen tersebut tidak akan berhasil dan tercapai strategi peningkatan dalam pembelajaran IPA Terpadu.work shop. misi. hal ini dikarenakan kejelasan visi. Seluruh komponen lembaga di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. mempermudah aturan/prosedur dalam menyelesaikan komplik dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru memberikan arahan dan bimbingan. memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan oleh guru. mengikuti forum ilmiah. seperti: memberikan pengalaman bagi peserta didik.153 sekolah. dan tujuan dari apa yang dilakukan oleh SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung salah satu contohnya. Ini menunjukan bahwa pimpinan dan komponen-komponenya telah berhasil melakukan pengembangan organisasi secara baik. mulai dari sumberdaya manusia. siswa dan tenaga kependidikan ( TU). yang menitik beratkan pada proses pembelajarannya mampu menghasilkan hal yang positif bagi peserta didik untuk dapat berpikir tingkat tinggi. latihan berpikir kuantitatif dan memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan pembuatan alat-alat sederhana dan penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal.

Keberhasilan pembelajaran IPA Terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. Perlu diperhatikan oleh guru adalah tidak ada satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk semua konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. proses.154 haruslah yang dapat memberikan kecakapan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunakan pengetahuan. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu. kebutuhan. . bakat. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian serta melakukan pemetaan. CTL. seperti kemampuan guru. penyajian tema dan sumber belajar yang mendukung pada konsep-konsep bidang kajian tersebut. tampak bahwa strategi yang dipilih dan dipergunakan para guru IPA dalam poses pembelajarannya mengacu pada makna strategi-strategi seperti dengan cara peer teaching. Adapun alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu: menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan. memilih/ menetapkan tema atau topik pemersatu. Strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan konsep tertentu tergantung pada tema yang disesuaikan pada kondisi masing-masing tema tersebut yang terlibat dalam proses pembelajaran secara faktual. dan kemampuan). team teaching. motivasi dan pembelajaran aktif untuk mencapai tujuan tersebut. produk dan aflikasi yang telah dipelajarinya. menyusun silabus pembelajaran terpadu. Dengan cara tersebut siswa terhindar dari proses pembelajaran yang hanya memahami hapalan saja tidak sampai kedalam tingkat pemecahan permasalahan. sikap. Strategi yang digunakan para guru IPA dalam proses pembelajaranya seperti strategi-strategi diatas merupakan pilihan strategi yang tepat untuk pembelajaran IPA Terpadu. kemampuan siswa. dan menyusun rencana pelaksanan pembelajaran terpadu. merumuskan indikator pembelajaran tepadu. dan merupakan suatu cara untuk mempermudah dalam penentuan tema antara keterkaitan konsep yang satu dengan konsep yang lain dalam bidang kajiannya. Berdasarkan uraian di atas.

kritis. letak geograpis. mengawasi dan memfasilitasi untuk keperluan siswanya dalam membantu kemajuan prestasi pembelajaran siswanya. yang lainnya dan mungkin mengalami kegagalan apabila orang tua tidak andil dan ikut peduli . logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber dan referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu.155 Strategi siswa dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanpaatkan perpustakaan. maka sebagai guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan pembelajaran praktikum IPA yang disesuaikan dengan tuntutan konsep silabus. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah seperti sarana laboratorium. memiliki sumber reverensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. membimbing. selain itu juga peran serta orang tua sangat berpengaruh besar dan peduli terhadap pendidikan program sekolah dan juga ikut memantau. mengawasi. melaksanakan praktikum. bagi siswa sangat berpengaruh kurang baik dalam prestasi terhadap pembelajaran-pembelajaran terhadap kemajuan siswanya sendiri. membimbing. serta mengembangkan potensi peserta didik. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif sepeti tanggap. Kalaupun masih banyak ketidak pedulian peran serta orang tua terhadap program sekolah dan tidak membantu. memang sudah menjadi suatu keharusan tuntutan dalam pembelajaran IPA Terpadu. mengarahkan serta tidak memfasilitasi keperluan siswanya. latar belakang pendidikan orang tua. tidak mungkin akan tercapai prestasi dalam proses pembelajaran IPA Terpadu yang optimal khususnya. dan tingkat ekonomi. empiris. memanfaatkan media. juga sangat berperpengaruh sekali tentang kondisi lingkungan. Kalau strategi siswanya sudah seperti itu. Dalam proses pembelajaranya guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. Berdasarkan pembahasan di atas selain strategi dengan berbagai fasilitas yang ada dan peran serta orang tua yang ikut andil dan peduli terhadap dunia pendidikan.

kurang tanggap terhadap berbagai kebijakan. dengan cara wawancara. mengadakan sarana prasarana. Dalam peningkatan strategi pembelajaran IPA Terpadu idealnya. dari mulai strategi sumberdaya manusianya. tujuan program terlihat belum maksimal. dalam proses pembelajaran IPA Terpadu belum menguasi atau memahami antara yang membedakan pengetahuan konsep dan ketrampilan proses bahkan dalam penentuan tema bidang kajian yang satu dengan bidang kajian yang lain belum memahaminya. laptop. studi dokumentasi masih ditemukan di dalam proses pembelajarannya belum sepenuhnya menggunakan strategi-strategi yang dipaparkan di atas sangat bertolak belakang dilihat mulai dari sumberdaya manusia seperti peran kepala sekolah. apabila ditemukan dalam pembelajaran . sehingga tujuan pembelajaran IPA Terpadu dapat tercapai secara optimal. memang haruslah seperti uaian di atas. dan media lainnya. internet. peralatan praktek. kondisi ruang belajar untuk memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. memiliki ruang laboratorium IPA. alat peraga. memfasilitasi media. komputer. charta. observasi. kelengkapan administrasi. dan secara pro-aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah tenaga tetap dan titak tetap. memanajemen lembaga sekolah yang masih belum profesional dan proforsional. untuk itu tenaga kependidikan (TU). Sedangkan dari sumberdaya manusia dari tenaga pendidik (guru) masih ditemukan juga. OHP. ruang belajar yang ideal.156 Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih interaktif dan komunikatif apabila ditunjang dengan penguasaan multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. Sumber daya manusia dari Tenaga kependidikan (TU) harus dapat membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. startegi kurikulumnya dan strategi sarana prasanannya yang masing-masing komponen saling terkait antara satu dengan yang lainnya. gambar. siswa. kontrol evaluasi kurang dilaksanakan. buku sumber. harus turut serta dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. Akan tetapi dari hasil penelitian.

memanfaatkan media. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan. dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. b. Secara akademik.157 IPA Terpadu masih ada yang seperti itu. Kalau strategi siswanya masih seperti itu. masih ada yang belum profosional dalam kinerja dilingkungan pendidikan. rasa percaya diri yang tinggi. keterampilan metodologis yang handal. memiliki kreativitas tinggi. guru dituntut untuk Upaya sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten . sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajarannya. apalagi peran serta orang tua tidak mendukung proses pembelajarannya akan sangat berpengaruh. bahwa tenaga kependidikan (TU). maka akan menjadi suatu ketimpangan dalam pembelajaran IPA Terpadu. bahwa sebagian besar guru dan kepala sekolah di ketiga sekolah yang diteliti telah membuat perencanaan pengajaran yang berupa: penjabarab kurikulum. Bandung. membuat rencana pengajaran. yang seharusnya sebagai customer service untuk pelayanan optimal untuk membantu kelancaran program sekolah dan selalu proaktif dan cepat tanggap terhadap lembaga pendidikan di sekolah. untuk itu maka pada proses pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Guru harus berwawasan luas. maka strategi peningkatan pembelajarannya mustahil akan tercapai. dan lengkap meskipun tidak begitu rinci. Sumberdaya manusia tenaga kependidikan (TU). Dilihat dari strategi sumberdaya manusia (siswa) dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian yang belum memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatkan perpustakaan. Memperhatikan deskrifsi pada bagian terdahulu terdapat masalah yang yang perlu dianalisis baik secara empiris maupun berdasar pada kajian teori. tersusun sistematis. dan berani mengemas serta mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan. rencanan evaluasi hasil belajar dan rancana pembinaan siswa secara tertulis. melaksanakan praktikum.

kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). Penting juga dipaerhatikan Aspek penilaian. karena pembelajaran IPA terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. selera. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. Bila sarana ini tidak dipenuhi. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). Dengan kata lain. metode. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Kurikulum juga harus luwes.158 terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. dan mempermudah pengembangan wawasan. mungkin juga fasilitas internet. Hal ini dibutuhkan karena model pembelajaran IPA terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). Semua ini akan menunjang. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. . maka pembelajaran IPA terpadu akan sulit terwujud. Tanpa kondisi ini. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Dalam kaitan ini. karena pembelajaran IPA terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. Suasana pembelajaran IPA terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. memperkaya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Aspek sarana dan sumber pembelajaran. Bila kondisi ini tidak dimiliki. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Selain dari itu pembelajaran IPA terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif baik. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain.

Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. sehat jasmani dan rohani. tingkat ekonomi. mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. dan minat yang dilakukan di kelas Berdasarkan hasil observasi. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. dan prasarana. kompetensi kepribadian. hal ini dikarenakan kondisi lingkungan. upaya yang dilakukan sekolah tersebut adalah sebagai berikut: a) b) c) d) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. melakukan pembimbingan dan pelatihan. kompetensi sosial. kompetensi spiritual. wawancara bahwa rencana sekolah untuk mengembangkan kompetensi profesional dan kualifikasi tenaga pendidikan (guru). penataran. menilai hasil pembelajaran. letak geograpis. sarana. Temuan lain di lapangan dari tiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang diteliti belum secara optimal dilaksanakan upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional gurunya. kurang tanggap terhadap kebijakan. dan sejenisnya baik lokal. dan studi dokumentasi yang dilakukakan penulis pada ketiga sekolah.159 Hal lain yang perlu di analisis adalah aspek sumber daya sebagai penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidik. tenaga kependidikan. regional maupun nasional. daidapatkan bahwa pelaksanaan . dana. wawancara. melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. Dari hasil temuan di lapangan dari tiga sekolah yang diteliti salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. masyarakat. ternyata dari hasil obsevasi. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

meskipun di beberapa sekolah masih ada sebagian guru yang belum melakukan pembelajaran reflektif (inquiri. . diskaperi. faktor pendorong untuk 1) 2) 3) 4) 5) Dinas Pendidikan peningkatan kompetensi guru dalam peluang untuk meningkatkan pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut : memberikan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. Ruangan multimedia. Temuan lain dari hasil deskrifsi penelitian ketiga SMP Negeri Kabupaten Bandung. adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) belum seluruhnya guru menguasai media elektronik masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat media Internet beleum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru. Pelaksanaan Evaluasi terhadap pelaksanaan proses peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. c. eksperimen dan penyelesaian masalah) untuk materi kognitif.160 pengajaran baik teori maupun praktek yang dilakukan di kelas. laboratorium. pengamatan. Dari hasil penelitian menunjukan faktor-faktor penghambat peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung. dan perpustakaan sebagian besar berjalan dengan baik. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia.

Ruangan/lahan sekolah multimedia. Untuk penilaian lengkap harus dikumpulkan dua jenis data utama: (1) gambaran jelas mengenai tujuan. Evaluasi adalah merupakan alat untuk mengontrol. Dalam penilaian diperlukan langkah-langkah pengumpulan. jenjang dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap hasil penyelenggaraan pendidikan. maka hendaknya pelaksanaan Evaluasi harus memperhatikan: itu berada. dan penafsiran data berkaitan dengan suatu pelaksanaan. Sumber daya pendukung dan sumber daya manusia sebagai pelaksana evaluasi pendidikan. penjaminan dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur.161 6) 7) 8) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. sarana prasarana dan lainnya. pengolahan. maupun nasional. Permasalahan yang ada di lapangan tentang penyelenggaraan Evaluasi sering kali terjadi tidak sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. regional. Peserta didik. utnuk itu agar evaluasi bisa dijadikan acuan dan alat ukur dari hasil penyelenggaraan pendidikan. mengendalikan. Kurikulum. yang luas untuk dikembangkan sebagai Pendidikan adalah merupakan suatu proses yang terjadi karena adanya sejumlah perangkat yang saling terkait. dan yang menjadi alat ukur untuk melihat hasil suatu proses pendidikan adalah proses evaluasi. kultur budaya dan ekonomi dimana sekolah secara objektif . metode. sehingga dapat . misalnya: Pendidik. personalia. Pengetahuan teknologi informatika dari setiap penyelenggra Dilaksanakan dipertanggungjawabkan hasilnya. Letak Goegrafis. lingkungan. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. pendidikan Tujuan penilaian adalah penentuan seberapa baiknya pelaksanaan suatu proses pembelajaran apabila dinilai berdasarkan kriteria tertentu atau apabila dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya.

alat bantu belajar dan mengajar. dan hasil. dan generalisasi. tujuan kurikuler. Oleh karena itu. Penilaian terhadap interaksi guru dan murid meliputi metode pengajaran. konsep. atau diganti dengan kurikulum baru. pengembangan kurikulum. dan (2) pertimbangan tentang kualitas dan kelayakan tujuan. atau klasikal. Penilaian secara langsung mendukung terhadap upaya penyempurnaan proses belajar mengajar. memperbaiki. Hasil dari penilaian akan menunjukkan bahwa penilaian memberikan informasi kepada pembuat keputusan apakah suatu kurikulum masih tetap digunakan. pelaporan kepada para pengambil keputusan. Penilaian terhadap materi meliputi materi yang bersifat fakta. and (5) to determine if objective have been achieved. dan sebagainya.162 materi. materi. dan pendekatan. mambandingkan. Pertama. Fungsi penilaian adalah: (1) to diagnose. Penilaian berfungsi untuk mendiagnosa. Komponen Kurikulum yang dinilai dalam penilaian harus jelas apa dan siapa yang dinilai. perbaikan administrasi pendidikan. . (4) to anticipate educational needs. metode penilaian. dan menentukan jika tujuan telah dicapai. kelompok. berkenaan dengan apa yang dinilai yaitu landasan. apakah harus dirubah/diperbaiki. dan tujuan instruksional. psikologis. dan kegiatan dalam bentuk individu. dan pengembangan kurikulum. dan program penelitian/ pengembangan. Penekanan utama penilaian adalah sejauhmana pembelajaran pada suatu kurikulum telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar. baik terhadap pelaksanaan kurikulum itu sendiri maupun terhadap konseptualisasi dan legitimasi. Rekomendasi menjelaskan secara teknis dan terperinci tentang alternatif yangdiambil oleh pembuat keputusan. Penilaian terhadap tujuan pendidikan meliputi tujuan institusional. Hasil penilaian (data atau informasi) diperlukan sebagai bahan untuk peninjauan kembali. mengantisipasi kebutuhan pendidikan. penilaian memegang peranan penting dalam berbagai keputusan untuk memperbaiki baik materi kurikulumnya itu sendiri maupun pelaksanaannya. Penilaian terhadap komponen landasan meliputi filosofis. dan lingkungan belajar. (2) to revise. tujuan pendidikan. (3) to compare. interaksi guru dan murid.

Humanistic ideals adalah pendekatan penilaian melalui serangkaian pengamatan terhadap kurikulum yang sedang berlaku. dan (2) latar belakang pendidi kan. yaitu (1) scientistic ideals approach. kemampuan akademis. di mana setiap situasi dikontrol sebanyak mungkin.163 Penilaian terhadap lingkungan belajar meliputi sekolah dan masyarakat. dan pembina pendidikan. Sedangkan pembina pendidikan yang dinilai dalam kerangka penilaian adalah pengawas untuk sekolah-sekolah tingkat menengah dan penilik untuk sekolah tingkat dasar. Usaha untuk manipulasi atau mempengaruhi pelak sanaan kurikulum sebelum dilakukan pengamatan akan mengurangi sifat alamiah dari pendekatan ini. Scientistic ideals adalah pendekatan penilaian yang cenderung memusatkan kepada hasil atau pengaruh. Nilai tes anak didik merupakan bagian penting dari data yang dikumpulkan. Kedua. and (2) humanistic ideals approach. Penilaian terhadap guru meliputi aspek-aspek (1) keterampilan pengelo laan kelas. anak didik. sehingga data tersebut dapat dianalisa secara statistik. dan membina peraturan-peraturan yang berkenaan dengan pelaksanaan pendi dikan khususnya kurikulum di sekolah. yang artinya data tersebut menunjukkan . berkenaan dengan siapa yang dinilai yaitu kelompok personal yang mencakup guru. kepala sekolah. data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah gejala-gejala yang dilihat pada saat pengamatan berlangsung. Keputusan tentang tindak lanjut kurikulum dibuat atas dasar perbandingan data yang diperoleh dari penilaian kurikulum. dan keterampilan membina hubungan dengan sesama guru. Pengamatan diarahkan kepada penemuan dan pembuktian kasus yang terjadi. Pendekatan yang dipergunakan dalam penilaian kurikulum akan menentukan jenis data dan bagaimana data itu seharusnya dikumpulkan dan digunakan. Data yang diperoleh akan berupa data kualitatif. membina hubungan dengan pihakpihak di luar sekolah. Dengan demikian. Penilaian terhadap kepala sekolah diarah kan kepada kemampuannya dalam mengelola sekolah. Anak didik dinilai dalam kegiatan proses belajar dan hasil belajarnya. Dua pendekatan pokok yang biasanya diterapkan dalam penilaian kurikulum. Data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah data kuantitatif. Data tersebut digunakan untuk perbandingan prestasi anak didik dalam situasi yang berbeda.

Strategi penilaian kurikulum akan menunjukkan cara bagaimana penilaian itu dilaksanakan dari tahap permulaan sampai dengan tahap akhir. inisiatif kreatif Perencanaan strategis dan perencanaan oprasional Memfasilitas i media pendidikan Kontrol. Misi dan tujuan sekolah prediksi ke masa depan Inovasi.164 kesan penilai terhadap apa yang diamati dan gambaran kejadian nyata yang terjadi selama pengamatan. evaluasi selalu dilaksanakan Figur. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimalmemanjemen . panutan bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader Profesional Cepat tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Memanjeme n seluruh komponen secara - - - - - Memiliki visi Misi dan tujuan sekolah Inisiatif Perencana a oprasional Memfasilit asi media pendidikan belum optimal Kontrol. evaluasi tidak selalu dilaksanakan Figur. mulai dari sumberdaya manusia. Dari hasil deskrifsi di atas mengenai strategi pembelajaran IPA Terpadu di ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung terdapat perbedaan dan persamaan. Analisa data akan berbentuk pembahasan hubungan dan pola berbagai pengamatan. Strategi penilaian kurikulum sangat penting untuk digunakan oleh para penilai dalam melakukan penilaian kurikulum. evaluasi kadangkadang dilaksanakan Figur. dan sarana prasarana dapat dilihat dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel 4-12 Deskrifsi Hasil Penelitian strategi proses pembelajaran dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - - Memiliki visi. kurikulum. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimal memanjemen seluruh komponen - - - - - Memiliki visi dan Misi sekolah prediksi ke masa depan Iinisiatif kreatif Perencanaan strategis dan prencanaan oprasional Memfasilita si media pendidikan belum optimal Kontrol.

inisiatif kreatif dalam pembelajaran Cepat tanggap terhadap perubahan informasi pendidikan Bekerja secara profesional Pro aktif dalam berbagai kegiatan MGMP Membantu mengembangkan program-program pendidikan sekolah dan hubungan kerjasama intra sekolah Membantu secara aktif dalam menjalin hubungan dan kerjasama antar sekolah dan masyarakat Proses dan teknik pembelajaran peer teaching. team teaching. tapi kadang-kadang pembelejaran tunggal secara profosinal seluruh komponen dan profesional secara profosinal dan profesional Belum Belum adanya prestasi adanya prestasi yang yang diperoleh diperoleh akademik akademik dan non dan non akademik akademik baik baik siswa maupun siswa maupun guru guru Kualifikasi Kualifikasi dan kompetensi dan kompetensi tenaga pendidik tenaga pendidik relevan relevan Loyal. dan dan dedikasi dedikasi. dedikasi. CTL. Loyal. inisiatif inovasi. team kadang-kadang teaching. peer teaching. Kurang Kurang inovasi. pembelajaran aktif. inisiatif kreatif kreatif pembelajaran pembelajaran Kurang Kurang tanggap terhadap tanggap terhadap perubahan perubahan informasi informasi pendidikan pendidikan Bekerja Bekerja belum secara belum secara profesional profesional mengikuti Mengikuti dalam berbagai dalam berbagai kegiatan MGMP kegiatan MGMP Belum Belum optinal untuk optimal dalam membantu membantu mengembangkan mengembangkan program program program program pendidikan pendidikan sekolah sekolah dan dan hubungan hubungan kerjasama intra kerjasama intra sekolah sekolah KadangKurang kadang dalam aktif dalam menjalin hubungan menjalin dan kerjasama antar hubungan dan sekolah dan kerjasama antar masyarakat sekolah dan masyarakat Proses dan Proses dan teknik teknik pembelajaran peer pembelajaran teaching. team teaching. tapi pembelejaran kadang-kadang tunggal pembelejaran . dan berprestasi Inovatif. tapi CTL. dan motivasi pembelajaran.165 - profosional Bukti prestasi kademik dan non akademik baik siswa maupun guru 2 Guru/Pendidik - - - - - - - Kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik relevan Loyal. CTL.

166 tunggal 3 Peserta Didik - - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah sangat tinggi Infut dan output sangat mendukung Melek terhadap media (IT) Peran orang tua sangat tinggi terhadap sekolah Motivasi belajar memungkinkan antar siswa bersaing positif Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Membantu dalam perencanaan sekolah Perbandin gan tenaga tata usaha belum sebandng dengan keperluan pengeloaan sekolah - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kurang mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Kurang inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Kurang membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha belum sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha . inisiatif kreatif dalam belajar - - - - - - 4 Tata Usaha - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional Selalu pro aktif membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha profesional - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kuarng mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar sangat kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Sangat Kurang inovatif.

167 - Etos kerja peran tata usaha kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap 5 Kurikulum - Dokumen sebagai acuan proses pendidikan selalu lengkap Cepat tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inovasi. inisiatif kreatif mengembangkan kurikulum Pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran memadai Tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi selalu tersedia Fasilitas ruang belajar sangat lengkap - - - - 6 Sarana dan Prasarana - - - - - - - .

168 Tabel 4-13 Deskrifsi Hasil Penelitian sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Mengikutse rtakan dalam berbagai kegiatan pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Mengundan g nara sumber Selalu melaksanakan kegiatan IHT Mengadaka n studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Selalu memprogramkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengiku tsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengikutsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan .

169 Tabel 4-14 Deskrifsi Hasil Penelitian Evaluasi proses pelaksanaan peninggkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 .

. • Belum seluruhnya • tidak cepat tanggap guru menguasai terhadap media elektronik. • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan. kebutuhan• kebutuhan yang masih ada sebagian diperlukan dalam kecil yang belum pembelajaran IPA menyikapi Terpadu perubahan kurikulum untuk • masih ada sebagian pembelajaran IPA dalam proses Terpadu pembelajaran • stagnan tidak cepat tanggap terhadap • masih adanya cara kebutuhanproses kebutuhan yang pembelajaran diperlukan dalam bersifat teacher pembelajaran IPA centered Terpadu • • Informasi dari masih ada sebagian lembaga birokrasi dalam proses dinas pendidikan pembelajaran vertikal maupun stagnan horizontal sering • terlambat masih adanya cara proses • Media Internet pembelajaran beleum bersifat teacher sepenuhnya online centered dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. • masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu • masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan • masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan • • masih ada sebagian Media Internet kecil yang belum beleum sepenuhnya menyikapi online dari tiap-tiap perubahan lembaga sekolah kurikulum untuk untuk mengadopsi pembelajaran IPA perkembangan Terpadu pendidikan.170 1 Faktor-faktor penghambat • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. sehingga PBM diliburkan.

regional.171 2 Faktor-faktor pendorong • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia • Ruangan multimedia. . • Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap • Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. termasuk berbagai fenomena yang ada sehingga disampaikan beberapa rekomendasi agar dapat memberikan solusi dari beberapa masalah yang ada. maupun nasional • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Ruangan/lahan sekolah yang luas untuk dikembangkan sebagai multimedia Melalui pembahasan pada Bab IV ini penulis berharap dapat memberikan penjelasan tentang kondisi objektif pada beberapa SMP yang ada di Kabupaten Bandung.

pembuatan persiapan pengajaran.misi.2. Simpulan Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan pada bab IV.makhluk hidup serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah . guru sebagai tenaga pendidik. (3) Memiliki sifat rasa ingin tahu tentang benda. penulis akan menguraikan beberapa simpulan dan rekomendasi yang didasarkan pada hasil kegiatan penelitian. Penulis yakin bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang memiliki ciri-ciri: (1) Hasil belajarnya tahan lama dan memiliki kecakapan hidup.dan 3 Rancaekek sebagian besar sudah berjalan dengan baik. dan tujuan. Seluruh komponen sekolah di SMP Negeri 1. isi kurikulum. (2) Hasilnya merupakan pengetahuan yang betulbetul asli. Peran stake holder sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja sekolah mulai dari sumber daya manusia. Hal ini dibuktikan dengan adanya pedoman penyusunan program tahunan. siswa. tenaga kependidikan. Keberhasilan ini didukung oleh semua komponen sekolah mulai dari kepala sekolah. penyusunan handout/diktat.2.172 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab V ini. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1.dan3 Rancaekek telah mampu menunjukkan kebberadaannya sebagai sekolah yang memiliki berbagai keunggulan karena memiliki kejelasan visi. fenomena alam. dan komponen lainnya dengan cara melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. fasilitas sarana dan prasarana sekolah. penulis mengemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. rencana evaluasi hasil belajar dan rencana pembinaan siswa. A. program semester.

team teaching. Untuk meningkatkan profesionalisme guru ketiga kepala sekolah sering mengikut sertakan guru dalam kegiatan pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. Ada yang disampaikan dengan cara guru tunggal. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu para guru mengawalinya dengan menentukan tema agar mempermudah siswa mengembangkan kompetensinya.173 baru. dalam 2. ada juga yang dilaksanakan dengan peer teaching.CTL. 2. 3. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu sangat didukung oleh keprofesionalan guru pada saat kegiatan pembelajaran di kelas. dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik meskipun masih ada kendala karena letak geografis Rancaekek yang sering tergenang banjir.pelatihan dan MGMP untuk mengembangkan kompetensinya. tahan lama dan memiliki kecakapan hidup serta berpengetahuan. proses dan media serta mengevaluasi proses pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. evaluasi rencana evaluasi hasil belajar.di laboratorium. di ruang latihan atau diperpustakaan. dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran. evaluasi rencana pembinaan siswa. dan 3 Rancaekek sangat bervariasi. 2. evaluasi rencana pembelajaran. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu sebagian besar sudah menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. dan berbagai cara untuk memotivasi siswa. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. produk dan dapat mengaplikasikannya kehidupan sehari-hari. menguasai proses.proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. Hal ini disebabkan karena para kepala sekolah dan wakilnya telah melakukan evaluasi beberapa pedoman dan program. 2 dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. pembelajaran aktif. Keberhasilan para guru dalam melaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dibuktikan dengan pelaksanaan pengajaran baik secara teori maupun praktek di kelas. Beberapa upaya yang dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah: 1) . evaluasi kurikulum.

adalah sebagai berikut: a. Faktor-faktor penghambat dan pendukung peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung. 2) strategi kurikulum. 3) mengevaluasi ketepatan metode dengan materi ajar dan ketepatan media dengan bahan ajar.2. tenaga kependidikan dan komponen lain yang terkait.174 sebagian besar guru melaksanakan evaluasi hasil belajar tiap akhir unut dan akhir semester. 5) mengevaluasi kesesuaian isi materi. . Faktor penghambat 1) Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. media sarana dan prasarana yang digunakan. 4. 4) Masih adanya proses pembelajaran bersifat teacher centered. 4) mengevaluasi dan menyempurkan pelaksanaan pengajaran. 3) Masih ada sebagian guru dalam proses pembelajaran stagnan. faktor pendorong untuk peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut: 1) Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. dan 3 Rancaekek. 7) Media Internet belum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. proses pembelajaran. meliputi: 1) Strategi sumber daya manusia (Kepala Seklah. 5) Tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu. 2) Masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu. guru. 3) strategi sarana prasarana. Strategi yang dilakukan guru pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. b. siswa. 6) Informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat. 5. 2) menyesuaikan dan mengevaluasi poko bahasan dengan tujuan mata pelajaran. 2) Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru.

hambatan dan permasalahan. siswa dan tata usaha). sehingga efesiensi dan efektivitasnya belum dapat dicapai. penataran. regional. 2. dan team teaching. akan tetapi harus menggunakan berbagai strategi pembelajaran aktif. maupun nasional.175 3) Bea siswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. guru. 8) Ruangan/lahan sekolah multimedia. Untuk mengatasi keadaan ini memerlukan kelengkapan pemahaman prinsip-prinsip. karena tuntutan kebijakan kurikulum dalam pembelajaran IPA Terpadu. yaitu mulai dari sumber daya manusia (kepala sekolah. tidak terpaku pada salah satu strategi pembelajaran saja. strategi kurikulum. sebagai kendali mutu dalam pencapaian tujuan pembelajaran IPA Terpadu. Rekomendasi Berdasarkan simpulan di atas. CTL. tampak bahwa pembelajaran IPA Terpadu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. masih menghadapi berbagai tantangan. Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau dari sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan guru IPA Terpadu.2006). 6) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. peer teaching. 5) Ruangan multimedia. B. Oleh karena itu. dan sejenisnya baik lokal. sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP. konsep-konsep praktis dan langkah-langkah strategi terutama kaitannya dengan proses pembelajaran IPA Terpadu. dan strategi sarana prasarana. rekomendasi yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut: 1. 7) Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. Upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional dan kualifikasi guru dengan cara yang dilakukan sekolah adalah sebagai berikut: (a) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. 4) Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia. yang luas untuk dikembangkan sebagai .

pada guru yang masih memakai cara-cara proses pembelajaran bersifat teacher centered. 6) Mencari informasi dari lembaga birokrasi dinas terkait baik vertikal maupun horizontal yang sering terlambat. IT/ICT untuk pembelajaran. seperti: komputer/ laptop dan OHP. dan mampu menguasai media elektronik. . Faktor penghambat dalam meningkatkan kompetensi guru IPA. yang perlu diantisipasi dengan cara: a. (c) melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. adalah sebagai berikut: 1) 2) Meningkatkan kompetinsi guru yang belum seluruhnya memenuhi kualifikasi dan sertifikasi guru professional Memberikan arahan secara terus menerus. pada guru yang pada proses pembelajarannya terjadi stagnasi.176 regional maupun nasional. sehingga siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk menggunakan fasilitas yang ada. 5) Memberikan arahan secara terus menerus. Meminimalkan kekurangan dari faktor-faktor proses penghambat strategi yang merupakan Ilmu pelaksanaan pembelajaran Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. 3) Memberikan arahan secara terus menerus. (d) memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 3. hal ini terjadi karena guru kurang memiliki tanggung jawab terhadap tugasnya. 4) Memberikan arahan secara terus menerus. pada guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum yang berorientasi life-skill. pada guru yang kurang cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran. (b) mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. sehingga guru harus menguasai penggunaan alat-alat paraktek laburatorium.

177 7) Mangusahakan biaya semaksimal mungkin walaupun manajemen seperti ini memakan biaya yang relatif mahal. 8) Mengusahakan peserta didik memiliki kemampuan dibidang IT/ICT. mengingat latar belakang ekonomi orang tua murid yang kurang mendukung. Work-shop. . adalah sebagai berikut: 1) Mensosialisasikan program. baik tingkat kecamatan. 4) Meningkatkan jumlah guru untuk memiliki kemampuan menggunakan alat-alat laboratorium. Diklat. dan komputer. Menganalisis hal-hal lain yang mendukung dan merupakan kelebihan dari pelaksanaan proses strategi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. 6) Melakukan kegiatan peningkatan mutu dan kualifikasi guru dengan cara KKG. bahan dan alat pembelajaran yang akan dipakai. misi. 5) Mencari peluang secara terus menerus. dll. kaitan dengan kebutuhan bahan ajar. melalui bantuan blok-grand berupa laboratorium. sehingga masih sedikit sekali sekolah atau guru yang mampu menggunakan fasilitas ini. 3) Mengupayakan keperluan guru dan siswa. tujuan dan target yang ingin dicapai dari hasil proses pendidikan yang dilaksanakan. komputer. 7) Selalu mengikutsertakan siswanya dalam berbagai macam kegiatan lomba. kabupaten atau yang lainnya. perpustakaan. b. penataran. OHP dan fasilitas multi media lainnya. 2) Menggunakan kurikulum yang telah diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. agar Pemerintah terus memberikan bantuan dalam hal keperluan sarana dan prasaran multi media. visi.

19 tahun 2007. And Biklen. Jakarta: GIP. (2006). Depdiknas. Anwar Q. (alih bahasa oleh Munandir). Jakarta : Depdiknas. Administrasii Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan . Boston : Allyn and Bacon Inc. Jakarta : Permendiknas No. R. Teori. And Biklen. (1984). Jakarta : Depdikbud.R. 23 Tahun 2006. Garis-garis besar Program Pengajaran IPA. Depdikbud. USA. Standar Pengelolaan Pendidikan. (2007). (2003). Bogdan. dan Isu. (2007). Standar Penilaian Pendidikan. Model Pembelajaran IPA Terpadu. 16 tahun 2007. R. Arikunto. (1982). (1990). Anwar. David. (2006).22 Tahun 2006. Qualitative Research for Education An Introduction Theory and Methods. Qualitatif Rises for Education: and Intruduction Theory and Methods. Depdiknas. (2007). (1998). Pendidikan dan Dakwah). Kurikulum Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Permendiknas No. G. Bandung: CV Diponegoro. G. And Biklen. Jakarta : Permendiknas No. Jakarta : UT. . S.178 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’anulkarim. Standar Isi. Teaching Stategies for College Class Room. (1982). Riset Kualitatif untuk Pendidikan: Pengantar ke Teori dan Praktek. Konsep. (1976). R. Bogdan. (1994). Jakarta : Permendiknas No. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Standar Kompetensi Lulusan. Idochi. Depdiknas. Boston: Allyn and Bacon Inc. Standar Kwalifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. G. Depdiknas. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Permendiknas No. Bandung: Alfabeta. (1993). J. Bogdan. BSNP. Depdiknas. Solusi Islam Atas Problematika Umat (Ekonomi.20 Tahun 2007. (2006).

Implementasi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan. Bandung: Reamaja Rosda Karya. (2002). KTSP. Moleong. (2007) Saatnya Pendidikan Kita Bangkit. N. Jakarta. Moleong. (2004). . E. (1989). Jakarta. Yogyakarta. Manajemen Berbasis Sekolah. Franklin. . Penerbit Pustaka Pelajar. Jakarta : Depdikbud Gagne. Curriculum Reform in the Elementary School. Standar Sarana dan Prasarana. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. E. E. Makmum. Strategi dan Implementasi.S. (2000). Metode Penelitian Kualitatif. 41 Tahun 2007. Rosda Karya. Jakarta: Permendiknas No. New York & Londin : Teacher college Press. Mulyasa. Educational Psychology. (1989). E. Bandung: Remaja Mulyasa. Strategi Belajar Mengajar. Boston : Houghton Mifflin Isjoni. (2003). Konsep. Dirjen Dikdasmen. Jakarta: Bumi Aksara. Bandung: Remaja Rosda Karya. Mulyasa.L. Djamarah S.J. Gaffar. (1984). Manajemen Berbasis Sekolah. Perencanaan Pendidikan. 24 Tahun 2007. Mulyasa. (2007).179 Depdiknas. Bandung: Remaja Rosda Karya. (1965). (2007). Depdiknas. Menjadi Kepala Sekolah Profesional . Analisis Posisi Pembangunan Pendidikan. (2007). Lexy. M. (2002). New York: MacMillan. Democracy and Education. Jakarta : Rineka Cipat. Mulyasa. Dirjen Dikdasmen. (2008). Jakarta: Permendiknas No. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Metodologi Penelitian Kualitatif. Dewey. Bandung: Remaja Rosda Karya. E. (2007). Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. (2003). (2007). Bandung : Penerbit Remaja Rosda Karya. A. Jakarta : Biro Perencanaan Depdikbud. (1991). L. B.F.

Himpunan Perundang-undangan RI. London: Corgan Sanusi. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. (2004). Richard. (2008). Bandung. Sugiono. Bandung: Penerbit Remaja Rosda Karya.M. New Jersey: Englewood Cliffs. 2004. . Menjadi Guru Profesional . E. Segi-segi KeprofesianPendidikan. P. (1993). dan Aplikasi Jakarta: Grasindo. Oliva. A. (1994). (2002). Manajemen Berbasus Sekolah. Sanusi. P. Sukmadinata. Teori. Total Quality Management in Education. Permadi. Salis. Sardiman. Bandung: Repita Aditama. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Sarana Panca Karya Nusa. Bandung: Penerbit Alfabeta. Diktat Perkuliahan. New Jersey: Prentice-Hall. S. (1992). Bandung : Rosda Karya. 2007. Fundamental Concept of Educational Leadership and Managemen.180 Mulyasa. N. Bandung. Bandung: Tarsito. Siagian. Jakarta : Kelompok Gading Permai. Jakarta. D. (2007). (2008). Bandung : IKIP. Sanusi. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru.F. Sisdikans. Stoner. Jakarta: Bina Aksara. P. Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepela Sekolah. (2007). Nomor 20 Tahun 2003 (2008). Ahman. A. A. (2003). Manajemen Stratejik. Interaksi dan Motivasi Belajar. dan Jamiat. Bandung: Alfabeta.C. Nurkholis. A. (1996) Beyond Traditional Tenure. New york : Harper Collins Publishers. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Nasution. E. A. (1995). Sy. Metode Penelitian Pendidikan. (1995). Management 6 th ed.Manajemen Strategik (I) . Razik and Swanson. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Developing the Curriculum. Undang-undang. E. Mulyasa. Model. Sanusi. J. (1992). (2007). Josey Bas. Raja Grafindo Persada. (1995).

R. Sy. Manajemen masa Depan. Sukmadinata. Basic Principles of Curriculum an Introduction. Jakarta: PT Raja Grafindo. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (2004). Tim Pengembang MKDK dan Pembelajaran. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.R. (1986). Winarno. Univercity of Chicago Press. Dasar dan Teknik Research. Sy. (2007). Tahun 1945. H. Jakarta. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Logos. Pendidikan Nasional. Kurikulum Pembelajaran (Diktat). Tilaar.A. (2004). Wahjosumidjo. Jakarta. (1962). Bandung: Yayasan Kesuma Karya.A. (1998). Sukmadinata. Harcourt : Brace and World Inc. Taba. N. (2005). . H. H. Sy.181 Sukmadinata. Curriculum Development Theory And Practice. Tilaar. S. N. 2006 Penerbit Rineka Cipta. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. N. Bandung: Remaja Rosda Karya.A. Bandung: Remaja Rosda Karya. Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. (1978). Bandung: Tarsito.R. (1999). Standarisasi Pendidikan Nasional. Kajian Pendidikan Tilaar. (1999). Tyler. Bandung: UPI. (tidak diterbitkan).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful