1

BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab 1 ini memuat uraian pendahuluan yang diawali dengan latar belakang masalah yang menjadi dasar pertimbangan sehingga penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan. Pada Bab 1 ini juga dikemukakan perumusan dan pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori yang mendasari uraian teori selanjutnya, asumsi dan pertanyaan penelitian serta sistematika penulisan tesis. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. A. Latar Belakang Masalah Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender. Pemerataan dan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki keterampilan hidup (life skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Sementara itu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bila dikaji tentang sumber daya manusia sebagai tenaga pendidik, tujuan rencana strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat Indonesia serta memiliki keterampilan hidup (life

2

skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya. Saat ini dari hasil data-data/fakta-fakta yang ada di lapangan masih banyak berbagai persoalan yang melilit di negeri ini, diantaranya: kuantitas jumlah tenaga pendidik yang masih kurang, mobilisasi tenaga pendidik yang tidak merata, kualitas tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, kualifikasi akademik tenaga pendidik masih rendah. Beberapa kebijakan pemerintah dalam strategi peningkatan mutu sumber daya manusia adalah pengembangan sistem pendidikan yang terencana untuk menghasilkan tenaga pembangunan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Secara kuantitatif pembelajaran harus menghasilkan tenaga yang cukup banyak sesuai dengan kebutuhan pembangunan dewasa ini. Sedangkan secara kualitatif harus dapat menghasilkan tenaga pembangunan yang trampil sesuai dengan bidangnya dan memiliki jiwa pancasila, untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah memerlukan suatu strategi pembelajaran yang terencana dan terprogram. Pemerintah melalui Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan 3 (tiga) rencana strategis dalam jangka menengah yaitu: (1) Peningkatan akses dan pemerataan dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas), (2) Peningkatan mutu, efesiensi, relevansi dan peningkatan daya saing, dan (3) Peningkatan manajemen, akuntabilitas dan pencitraan publik, yang dijabarkan melalui Peraturan Pemerintah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35 ayat (2) yang berbunyi: ”Standar Nasional Pembelajaran (SNP) digunakan sebagai acuan pengembangan”, yang diiantaranya 1) Kurikulum, 2) Tenaga Pendidik, 3) Sarana dan Prasarana dan 4) Pengelolaan Pembiayaan. Rencana strategis pemerintah untuk pengembangkan kurikulum merupakan bagian dari standar nasional pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan

3

pendidikan nasional serta kesesuaian

dengan kekhasan kondisi dan potensi

daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Ditinjau dari tuntutan Permen Diknas mengenai pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik harus memahami tujuan pembelajaran tersebut. Permasalahanpermasalahan atau fakta-fakta yang yang ada lapangan sesuai dengan model Pembelajaran IPA - Depdiknas, (2006 : 1-2). Mengatakan bahwa tenaga pendidik IPA, 1) pembelajaran lebih bersifat teacher centered; 2) guru hanya menyampaikan pembelajaran IPA sebagai produk; 3) peserta didik menghapal informasi faktual; 4) tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya; 5) cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri; 6) cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektip dan psikomotor; 7) belum menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan Teknologi, mampu berpikir logis, kritis, kreatif, serta dapat berargumentasi secara benar; 8) tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA, karena dianggap sukar, keterbatasan kemampuan peserta didik atau mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi; 9) masih adanya tenaga pendidik IPA yang berpola fikir statis dan tidak mengembangkan model-model strategi pembelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran; 10) masih adanya pendidik dalam model gaya strategi pembelajarannya terbatas tidak disesuaikan dengan tingkatannya sesuai psikologis perkembangan anak; 11) masih adanya tenaga pendidik memiliki alasan karena keterbatasan waktu, sarana prasarana, lingkungan belajar dan jumlah peserta didik perkelas terlalu banyak dan 12) tenaga pendidik yang berlatar belakang disiplin ilmu yang berbeda. Untuk menyikapi permasalahan fakta-fakta yang ada, maka diperlukan adanya suatu strategi kemampuan guru dalam pembelajaran IPA, karena Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru (tenaga pendidik) tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab dan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan. Strategi-strategi pembelajaran perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik dalam proses pembelajaran yang diantaranya

tekun belajar. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. serta menjunjung tinggi ajaran agama. (2008:12-13).4 adalah. . Berdasarkan hal tersebut. berpendapat: Profesionalisme guru merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. kesejahteraan dan kemajuan di segala bidang. (2) peningkatan kemampuan profesionalisme guru bukan sekedar diarahkan kepada pembinaan yang lebih bersifat aspek-aspek administratif akan tetapi harus lebih kepada peningkatan kemampuan keprofesionalannya dan komitmen sebagi seorang pendidik. Isjoni. trampil. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. dan keterampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. kedua Strategi Kurikulum. berwatak kerja keras. sebagai komponen dibidang pembelajaran bahwa seorang pendidik harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. menyatakan: Sumber Daya Manusia yang berkualitas adalah mandiri. Pertama Strategi sumber daya manusia (SDM). (3) peningkatan kemampuan profesionalisme guru. berbudi luhur. Dengan kata lain. menghargai waktu. akan menghasilkan sumber daya manusia rendah. yang dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) peningkatan profesionalisme guru merupakan upaya untuk membantu guru yang belum memiliki kualifikasi profesional menjadi profesional. Diharapkan dengan sumber daya manusia yang berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. sehingga sering menjadi mudah di dikte oleh negara lain. ketiga Strategi Sarana dan prasarana. perlu dilakukan sertifikasi dan diuji kompetensi secara berkala agar kinerjanya terus meningkat dan tetap memenuhi syarat professional. pengetahuan. (2007 : 2 -3). sekolah merupakan tempat mentrasfer nilai. karena sekolah adalah tempat memanusiakan manusia. berkualitas. Pembelajaran yang diperoleh melalui sekolah diharapkan mampu menciptakan SDM berkualitas. pantang menyerah. guru seorang penyandang profesi dapat disebut profesional manakala elemen-elemen inti menjadi intergral dalam kehidupannya. tenaga pendidik pada dasarnya merupakan salah satu komponen sumber daya manusia (SDM) yang potensial dibidang pembangunan. Tapi sebaliknya pembelajaran tidak berkualitas karena menerapkan pola yang salah. Mulyasa.

5

Apabila kita kaji pendapat ahli di atas bahwa seseorang yang menyandang profesi guru harus memiliki kemampuan intelektual spesialisasi bidang studi (subject matter), diperlukan adanya upaya untuk membantu guru untuk meningkatkan kualifikasi melalui pembinann secara berkala untuk mencapai keprofesionalannya. Sehubungan dengan itu sewajarnyalah pemerintah terus berupaya mencari alternatif untuk meningkatkan kualitas dan kinerja profesi guru sehingga menggulirkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. Disatu pihak, pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi, tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dapat dikatakan bahwa pada setiap diri seorang pendidik (guru) bukan hanya sebagai agen pembelajaran, tetapi guru yang profesional dituntut bertanggung jawab untuk membawa para peserta didik pada suatu kedewasaan berpikir atau tarap kematangan tertentu. Isjoni, Saatnya Pembelajaran Kita Bangkit, (2007-50), berpendapat : Seorang pendidik tidak semata-mata sebagai ”Pengajar” yang tranfers of knowledge, tetapi juga sebagai ”Pendidik” yang transfers of values dan sekaligus sebagai ”Pelatih ” yang transfers of skill, dan ”Pembimbing” yang transfers of guide, memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarannnya. Seorang pendidik adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Peserta didik (siswa) adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pembelajaran tertentu. Sukmadinata, (2005:52), berpendapat:

6

Siswa sebagai peserta didik di dalam proses pembelajaran adalah individu, yang memiliki dua karakteristik utama, pertama setiap individu memiliki keunikan sendiri-sendiri; kedua dia selalu berada dalam proses perkembangan yang bersifat dinamis. Bersifat unik, tiap individu memiliki sejumlah potensi, kecakapan, kekuatan, motivasi, minat, kebiasaan, persepsi, serta karakteristik fisik dan psikis yang berbeda-beda; Sedangkan Bersifat dinamis, setiap individu berada dalam proses perkembanganperkembangan mulai tahap aspek fisik-motorik (lebih menonjol), aspek intelektual, aspek sosial dan aspek moral. Ditinjau dari kedua pendapat di atas, antara pendidik dan peserta didik adanya interaksi untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu, tanpa mengabaikan tahap perkembangan peserta didik, karena pada diri peserta didik dalam proses perkembangannya ada yang bersifat unik dan bersifat dinamis. Untuk mewujudkan sekolah yang bermutu dan berkualitas sebagai lembaga pendidikan diperlukan strategi pengembangan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP) yang merupakan paradigma baru, yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar disekolah. Dalam pengembangan kurikulum ada beberapa tahapan diantaranya: desain kurikulum (kurikulum Dokumen), implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan), pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). Selain strategi sumber daya manusia dan strategi kurikulum, juga tak kalah pentingnya pula mengenai startegi sarana prasarana. Standar nasional pendidikan (SNP), dalam Bab 2 Pasal 2 tentang lingkup, fungsi dan tujuan pendidikan nasional berbunyi : • Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pembelajaran, buku dan sumber belajar lainya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan bekelanjutan. • Setiap satuan pembelajaran wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan ruang kelas, ruang pimpinan satuan penidikan, ruang pendidik, tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat olah raga, bemain, tempat beribadah, berkreasi dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk

7

menujang proses pembelaran yang teratur dan berkelanjutan. Sisdiknas (2008 : 105). Setelah memiliki ketiga komponen strategi di atas diharapkan peningkatan tujuan pendidikan dalam satuan pendidikan dapat tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dengan didukung oleh sumber daya yang dipergunakan dalam penyelenggaraannya meliputi tenaga kepembelajaran, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. Sumber daya pendidikan di bidang pendanaan dalam UUD-RI, Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional : Pasal 46 berbunyi: (1) pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat; (2) pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat 4 Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; (3) ketentuan mengenai tanggung pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah Pasal 47 berbunyi: sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan berkelanjutan; (2) pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (3) ketentuan mengenai sumber pendanaan pendidikan sebagaiman dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Sumber daya pendidikan dalam bidang pendanaan memiliki dampak strategis terhadap penyelenggaraan pendidikan yang perlu pemikiran seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan, hal ini untuk kelancaran segala sektor keterlaksanaan penyelengaraan pendidikan di tiap-tiap satuan pendidikan. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal (jalur yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi), non formal (jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang) dan in formal (jalur pendidikan keluarga dan lingkungan) pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Berdasarkan pendapat tersebut bahwa pengelolaan pendidikan dalam konsep dan makna pendidikan seorang tenaga pendidik dapat mengondisikan lingkungan belajar yang nyaman, yang dapat memberikan motivasi belajar, bukan hanya

. Sukmadinata. etika maupun nilai keagamaan yang hidup dan dianut dalam suatu daerah atau kelompok. sosial. sosial. Seorang tenaga pendidik harus memiliki langkah-langkah strategi dan langkah-langkah untuk peningkatan pendidikan bagi peserta didik. ekonomi. Pada pendidikan pembelajaran faktor lingkungan fisik.8 dilingkungan sekolah melainkan di luar lingkungan sekolah. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. politik. maka tenaga pendidik yang profesional memerlukan strategi-strategi untuk mengantisifasi faktor lingkungan tersebut. intelektual dan nilai-nilai. yang merupakan tempat dan sekaligus memberikan dukungan dan kadang-kadang juga hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan. Lingkungan Nilai yang merupakan tata kehidupan nilai. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) merupakan pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika. Lingkungan Fisik terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. (2005:52). Kimia Biologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. Dalam suatu proses pendidikan berlangsung bahwa lingkungan pendidikan merupakan pendukung berlangsungnya proses tersebut. baik nilai kemasyarakatan. sosial. estetika. intelektual dan nilai-nilai sangat berpengaruh sekali terhadap proses kegiatan di satuan pendidikan. Lingkungan Sosial merupakan lingkungan pergaulan antar manusia. Lingkungan Intelektual merupakan kondisi dan iklim sekitar yang mendorong dan menunjang pengembangan kemampuan berpikir. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu dalam IPA. antar pendidik dan peserta didik serta orang-orang lainnya yang terlibat dalam interaksi pendidikan. berpendapat: Bahwa proses pendidikan berlangsung dalam suatu lingkungan yaitu lingkungan pendidikan yang mencakup lingkungan fisik. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. Adapun yang akan penulis ungkapkan dalam tesis ini khususnya mengenai pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) ditingkat SMP Negeri yang berlokasi di Kabupaten Bandung.

Tenaga pendidik di dalam proses pembelajarannya harus dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajarannya yang bertujuan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. 7) Listening Teams (tim pendengar). 5) Questions Student Have (pertanyaan dan siswa). 11) Jigsaw Learning (belajar model jigsaw). dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. 6) Active Knowledge Sharing (saling tukar pengetahuan). 6) Mengetahui. 8) Synergetic Teaching (pengajaran sinergis).9 Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran perlu adanya langkahlangkah strategi pembelajaran aktif yang diataranya ada tiga belas langkahlangkah Isjoni. 9) Active Debate (debat aktif). 4) Assesment Search (menilai kelas). 9) Hasrat untuk Belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. relevan dengan tujuan pembelajaran IPA Terpadu. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. Strategi dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu di tingkat wilayah SMP Kabupaten Bandung. 10) Card Sort (sostir kartu). berpendapat bahwa ada beberapa langkah untuk peningkatan motivasi dalam proses pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Memberi Angka (Values) seorang pendidik adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. 2) Memberi Hadiah (Reward). 5) Memeberi Ulangan. (2004 : 92-95). 3) Persaingan/ Kompetisi. 12) Student Team Achivement Division (STAD) startegi ini merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan 13) Everyone is A Teacher Here (setiap orang adalah guru). 10) Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. Sardiman. tentu saja kesemua langkah-langkah strategi di atas tidak mungkin tercapai apabila tidak didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu dalam proses pembelajarannya. berpendapat sebagai berikut : 1) Critical Incident (pengalaman penting). memberi kesempatan untuk mendaptkan hasil . (2007:113-126). Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. 3) Group Resume (Resume Kelompok) atau melakukan team building (kerjasama kelompok. 7) Pujian. ketrampilan (psikomotor) dan afeksinya. daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. 4) Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. 2) Prediction Guide (tebak pelajaran). 8) Hukuman (funishment) sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi.

mencari jawaban. “mengapa”. makmur dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktek pembelajaran yang bermutu. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya.crayonpedia. sesuai harapan tujuan pendidikan nasional pada Tahun 2007. • Backward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 oleh Galileo Galilei dan Francis . modern. sejahtera dan bermartabat. modern dan sejahtera. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. Dalam proses pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik selain memiliki langkah-langkah strategi juga harus membangkitkan motivasi peserta didik sesuai pendapat Sardiman di atas. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan.id. (Media Internet hhttp. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati.10 yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. Sertifikasi Guru. pengamatan. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. untuk mencapai pembelajaran yang bermutu dan berkualitas. 11) Tujuan yang diakaui timbul gairah untuk terus belajar. pendidikan yang bermutu memiliki kaitan ke depan (forward linkage) dan kaitan kebelakang (backward linkage). Fasli Jalal. yaitu guru yang profesional. (29-05-2007) Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. memahami jawaban.www.com. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju. • Forward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju. Sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan yang bermutu. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. (3) dikembangkannya sikap ilmiah.

dan sebagainya. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. menerapkan ide pada situasi baru. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu.11 Bacon yang meliputi mengidentifikasi masalah. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. Oleh karena itu di dalam pembelajaran IPA Terpadu di sekolah sebaiknya seoarang guru harus mampu menghasilkan bagi peserta didik yang dapat berpikir tingkat tinggi. sabar. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. ulet. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. mengolah. tekun. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “inquiry skills” yang meliputi mengamati. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). seperti: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran. dan bekerja sama dengan orang lain. peduli terhadap lingkungan. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. dan eksperimen. terbuka. cermat. mengajukan pertanyaan. lisan. kritis. memahami zat adiktif dan non adiktif. yang didasarkan pada metode ilmiah. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. memperhatikan keselamatan kerja. yaitu dengan gambar. menyusun hipotesis. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. tidak percaya tahyul. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan . pemanfaatan bioteknologi. prediksi. mengklasifikasikan. jujur. tulisan. menggolongkan. mengukur. disiplin. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. dan menganalisis data. menyusun hipotesa.

ditemukan hal-hal sebagai berikut: 1. yaitu: SMP Negeri 1. dan kemampuan katagorik agar dapat masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. 5. sehingga hasilnya belum memuaskan. untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. pendidikan. terutama pada sekolah yang menjadi objek langsung. fokus penelitian ini dibatasi pada strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang . 6. Apabila kekuatan internal pembelajaran IPA dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi lingkungan masyarakat sekitar. sarana prasarana laboratorium yang kurang lengkap. praktikum. Pada proses penelitian ini. secara seksama penulis melakukan berbagai langkah kegiatan dan berdasarkan hasil studi pendahuluan di beberapa SMP Negeri yang ada di Bandung. keterbukaan manajemen organisasi. khususnya meningkatkan hasil belajar siswa. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung.12 perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. 2. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. kemampuan analitik. 3. 4. Perumusan dan Pembatasan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah digambarkan di atas. dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pembelajaran. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. B. Guru dituntut memiliki kecermatan.

Sarana Prasarana Dana / Biaya Lingkungan Administrasi Guru Kelengkapan KBM Perpustakaan Kelengkapan sarana belajar.13 memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. Kurikulum 3. 6. 7. Dalam hal ini. maka penulis ingin mengkaji lebih jauh dengan melakukan penelitian tentang strategi pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang selanjutnya penulis juga mencoba menggambarkan alur strategi pemikiran yang perlu diperhatikan pada proses strategi pembelajaran IPA terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa seperti pada bagan berikut ini: Kebijakan Pemerintah: 1. 3. pengelolaan kurikulumnya dan tersedianya sarana prasarana yang memadai serta pendanaan pembelajaran untuk meningkatakan pembelajaran IPA yang memberikan peluang bagi kemampuan guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh. Pelaksanaan 3. sebaliknya akan menjadi faktor penghambat apabila disikapi sebagai masalah. Peluang dan ancaman eksternal dapat menjadi faktor pendukung pembelajaran IPA. UU Otonomi Daerah Faktor Pendukung dan Penghambat: 1. meningkat dan berkualitas yang pada akhirnya menuntut seorang manajer untuk melakukan intervensi strategis baik itu dilihat dari sumber daya manusianya itu sendiri yang berkualitas. Pelaksanaan dan hasil Evaluasi Proses Pembelajaran 1. Bertolak dari uraian di atas. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. maka strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA terpadu di SMP Kabupaten Bandung. 5. pembelajaran IPA memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. menyeluruh. Pengawasan Hasil yang ingin dicapai: Kognitif Afektif Psikomotor . Dengan demikian. UU Sisdiknas 2. 8. apabila keduanya dianggap sebagai tantangan untuk maju. Perencanaan 2. dinamis dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampun guru. 4. 2.

Pembatasan Masalah Berdasarkan temuan tersebut maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mengatur strategi proses pembelajaran. 4. akan dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi jika mampu menghindari berbagai permasalahan tersebut.14 Unit-unit yang terlibat 1. Kepala Sekolah Guru Tata Usaha Pengawas Dinas terkait Laboran dll. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. sarana prasarana laboratorium yang masih kurang lengkap. permasalahan umum dalam penelitian ini dirumuskan sebagai maka berikut ”Bagaimanakah strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung ?”. 2 dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 3. bahwa: Peningkatan mutu proses pendidikan IPA di SMP Negri 1. dapat dirumuskan masalah.1. didapatkan masalah sebagai berikut masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan. Dari berbagai permasalahan tersebut. masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan praktikum. Gambar 1. 5. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. efektif dan efisien. sehingga hasilnya belum memuaskan. Ruang lingkup manajemen Strategi Pembelajaran IPA Terpadu 1. 2. 6. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatif yang kreatif. 2) Pencocokan kompetensi . 2. baik berdasar pada studi referensi maupun berdasar pada fakta di lapangan. Perumusan Masalah Melalui studi awal pada kegiatan penelitian ini.

e. Selain dari itu juga memberikan informasi bahwa salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas . 1. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Umum Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai Strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Selain itu. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. C. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. c. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. dan tantangan dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. d. b.15 pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. a. penelitian bertujuan untuk mendiagnosis kesiapan guru-guru IPA Terpadu dalam mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP). Dengan demikian maka permasalahan yang akan dibahas pada kegiatan penelitian akan semakin mengerucut dengan memfokuskan permasalahan pada batasan-batasan sebagai berikut: a. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi.

236). Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin. . 2) Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi.16 beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai sub mata-pelajaran. menganalisis. b. 4) Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. dan mendeskripsikan: 1) Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pendidikan dan penilaian. kimia. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. dan astronomi. 1997. geologi. fisika. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. Tujuan Khusus Sedangkan secara khusus maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. 3) Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi.

d. Secara praktis penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif kepada semua pembaca khususnya yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini.17 5) Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Pengawas Pendidikan. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Hasil dari penelitian inipun dapat digunakan sebagai rekomendasi pada instansi terkait mengenai Strategi . Manfaat Penelitian Secara teoritis manfaat penelitian ini untuk mengembangkan konsep dan teori Strategi Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Guru. sehingga yang berkepentingan akan mendapatkan manfaat tentang: a. dinas terkait dan yang lainnya). Yang pada akhirnya penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep-konsep baru tentang Strategi Pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. c. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. terlebih kepada para praktisi pendidikan (Kepala Sekolah. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. e. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. b. 2.

di bawah ini penulis jelaskan kerangka teori yang akan menjadi pijakan pada penelitian dan secara gamblang akan dibahas pada bab berikutnya. dari hasil penelitian ini diharapkan agar SMP Negeri di Kabupaten Bandung dapat meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran. (2007:5-8 ). ada empat strategi dasar dalam melaksanakan strategi belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut: dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. konsep kualitas pembelajaran IPA. Dengan demikian. Dihubungkan dengan belajar mengajar. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan tenaga pendidik dan peserta didik dalam perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Pada bagian ini penulis kemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep pembelajaran IPA Terpadu. strategi pembelajaran IPA Terpadu. dan bahkan juga diterapkan pada semua jenjang pendidikan. Menurut Bahri. Kerangka Teori Untuk lebih memperjelas arah permasalahan yang diteliti dan adanya kesamaan persepsi dalam memahami istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian. khususnya kualitas belajar mengajar dalam pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efesien D. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut : . 1.18 Pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Strategi Strategi merupakan suatu proses dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun.

Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehungga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegitan belajar-mengajarnya yang selnjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang berdangkutan secara keseluruhan. Strategi-strategi yang digunakan dalam penelitian akan lebih ditekankan pada: a) strategi sumber daya manusia (SDM). maka dalam penelitian ini. . Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai .19  Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. dan teknik belajarmengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. untuk meningkatkan kemampuan mentalnya dan tindak mengajar yaitu mebelajarkan peserta didik. 2. Di dalam proses pembelajarannya ada lima tahapan yang harus dicapai oleh peserta didik diantaranya : peranan pendidik harus mampu mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik meliputi kemampuan dasarnya-motivasinya latar belakang akademis dan latar belakang sosial ekonominya. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran IPA Terpadu sehingga hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung meningkat. Memilih dan menetapkan prosedur. d) pendanaan pembelajaran. untuk memberikan dorongan dalam belajar yang tertujuan pada pencapaian tujuan belajar. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. Pembelajaran IPA Terpadu Pembelajaran adalah merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatau lingkungan belajar. sebagai aspek pendidik jika berlangsung di sekolah saja. b) strategi kurikulum dan c) strategi sarana prasarana. strategi yang dimaksud    Dengan demikian. metode. siswa memperoleh hasil belajar dari suatu interaksi tindak belajar.

prinsip. makhluk hidup. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan . Asumsi dan Pertanyaan Penelitian Asumsi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. dan mempermudah pengembangan wawasan. IPA bersifat open ended. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. maka penerapan pembelajaran Terpadu juga akan terhambat. 3) produk: berupa fakta. evaluasi. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. Pembelajaran Terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. Lebih jauh Coombs yang dikutip Fakry.20 berikut: 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Konsep kualitas pendidikan Philip. E. Bila sarana ini tidak dipenuhi. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. fenomena alam. 2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. mungkin juga fasilitas internet. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. Semua ini akan menunjang. 3. 4) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu Dalam IPA. menjelaskan konsep mutu pendidikan sebagai berikut : Konsep mutu pembelajaran tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. mengungkapkan bahwa “masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. 1. memperkaya. Perlu kita ketahui bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu ada empat unsur utama yaitu : 1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. pengukuran. perancangan eksperimen atau percobaan. teori. 1992:27). (Fakry. dan hukum. (1992:28). dan penarikan kesimpulan. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari.

atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. serta hsil nyata dari perkembangan dan penemuan ilmu yang diterima umum : .21 pengetahuan yang berupa fakta-fakta. dan merujuk pada komunitas ilmuwan yang memusatkan perhatian pada upaya untuk menemukan sesuatu yang ada : (2) Paradigma Sosiologi (Sociological paradigm). biologi. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. dan tentatif. konsep-konsep. Lain halnya istilah paradigma bahwa kunci dalam wacana perkembangan ilmu paradigma. sistematis. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. sebagaimana dikemukakan oleh Bogdan and Blinken. bahwa ”paradigm is aloose collection of logically health together assumtion. keputusan hukum yang diterima. dengan ciri: objektif. bumi antariksa. yang menurut Priatna. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. (2004:7-8). universal. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. meliputi mata pelajaran fisika. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD/MI dan SMP/MTs. konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Paradigma dalam penelitian ini dipahami sebagai kerangka berpikir konseptual yang digunakan untuk menghadapi objek penelitian yang merupakan kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. concepts or propotition the orient thinking or research”. yang mennjukan pada keanekaragaman gejala yang tercakup dalam pengertian kebiasaan nyata. menyatakan terbagi dalam tiga bagian besar yaitu: (1) Paradigma metafisik (metaphysical paradigm). Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. yang berfunsi menunjukan sesuatu yang ada dan yang tidak ada. metodik. (1992:23).

maka asumsi dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai kerangka pemikiran yang didasarkan pada fokus masalah untuk mengarahkan penelitian. kurikulum. Kemampuan menggunakan strategi dalam pembelajaran IPA Terpadu merupakan aspek yang sangat menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efisien. dan sumber belajar yang mencukupi. sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA Terpadu yang akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. fasilitas yang memadai. implementasi aspek-aspek inovatif seperti pemilihan dan penggunaan strategik dan metode pembelajaran dan system evaluasi merupakan faktor-faktor yang mempengeruhi upaya peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. pengorganisasian. dan pengawasan. (1999 :11 ). keaktipan siswa. khususnya sejarah teori-teori keilmuan. Berdasarkan hal di atas. Dalam perencanaan pembelajaran IPA Terpadu harus selalu dikaitkan dengan pengorganisasian. Keduanya tidak membicarakan substansi dari ilmunya itu sendiri. Selain itu. strategi pembelajaran IPA Terpadu mencakup perencanaan. menyoroti tentang paradigma ada dua uraian keilmuaan paradigma. Sehubungan dengan itu. Pertama yang lebih menyoroti garis-garis perkembangan sejarah ilmu. . yang artinya bahwa paradigma yang dimaksud munculnya yang melahirkan (bentuk.22 dan (3) paradigma binaan (Contruct paradigm). maka upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa sangat berkaitan dengan latar belakang pendidikan guru IPA. pelaksanaan. proses kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. pelaksanaan. dan pengawasan. Sanusi. dan pola) bagaimana cara pandang kita berpikir tentang sesuatu. Sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA maka fungsi laboratorium sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar perlu dikelola dengan baik agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. model. konsep yang lebih sempit dibandingkan kedua paradigma lainya. Kedua mengenai sejumlah faktor dan dimensi yang mendukung lahirnya ilmu dan validitasnya.

maka penelitian ini difokuskan pada pertanyaan penelitian sebagai berikut : a. d. . proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. b. c. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi.23 2. Maka yang akan dijadikan objek dalam penelitian ini dibatasi pada ruang lingkup sebagai berikut: a. Bertolak dari uraian di atas. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. efektif dan efisien. maka semua variabel diambil untuk diteliti. Berdasarkan temuan tersebut. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. e. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Pertanyaan Penelitian Agar mudah dalam melakukan penelitian ini dan dapat dilakukan lebih mendalam. Bagaimana guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pencocokan kompetensi pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatip yang kreatip. Bagaimana guru merencanakan isi materi. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. 2) Mengatur strategi proses pembelajaran. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. b.

teknik pengolahan data. lokasi dan subjek penelitian. deskrifsi temuan dan hasil penelitian dan diakhiri dengan analis hasil penelitian serta pembahasan. Sistimatika Penulisan Isi tesis yang terdiri dari 5 Bab yaitu: bab 1 pendahuluan. validitas dan reliabilitas penelitian sebagai intrepetasi data dan jadwal penelitian. F. bab 5 simpulan dan rekomendasi. bab 4 temuan. d. asumsi dan pertanyaan . latar belakang masalah. Bab IV Pembahasan hasil penelitian: Gambaran kondisi umum objek penelitian. Bab III Prosedur Penelitian: Pendekatan dan Metode penelitian. interpretasi dan pembahasan. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. bab 2 landasan teori. Bab I Pendahuluan yang berisikan tentang rancangan penelitian mulai dari judul. e. dan sistematika penulisan tesis. teori dan konsep penunjang lainnya. penelitian. tujuan dan manfaat penelitian. kerangka teori. tahap-tahap penelitian. sumber dan teknik/instrumen pengumpulan data. Apa yang menjadi faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung.24 c. Bab II Pokok Permasalahan Penelitian terdiri dari: pengertian istilah dan kerangka berpikir penelitian. Bagaimana guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. perumusan dan pembatasan masalah. Strategi apa yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. data yang diperlukan. bab 3 metode penelitian.

25 Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi: Merupakan rangkuman dari seluruh hasil penelitian yang kemudian diteruskan dengan berbagai rekomendasi yang dianggap perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan penilitian. the efforts of organization member and using or other organizational resources to achieve stated organizational goal”. maka penulis berharap agar pembaca bisa mendapatkan gambaran dari isi tesis ini. and controlling. yang selanjutnya pada bab 2 akan disajikan berbagai teori yang relevan dan akan mendukung pada seluruh rangkaian penelitian. konsep kualitas pembelajaran IPA. Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu Menurut Stoner. pengarahan dan pengawasan atas usaha-usaha para anggota organisasi serta pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. strategi pembelajaran IPA Terpadu. mengemukakan bahwa: "Management is the process of planning. penyusunan. dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. maksud pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN IPA TERPADU DAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA Pada bab 2 ini penulis akan mengemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep manajemen pembelajaran IPA Terpadu. leading. Melalui paparan seperti dikemukakan di atas. . organizing. pengorganisasian. (1991:8).

and the economist’s productions. pengambilan keputusan. stimulus dan koordinasi personil. mengelola atau mengadministrasikan sumber daya yang meliputi perencanaan.” . dan keuangan yang menunjang kemungkinan terjadinya pembelajaran). (1995). Manajemen pendidikan memiliki berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan yang juga merupakan sekumpulan fungsi untuk penjaminan efisiensi dan efektivitas pelayanan. orang dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara berencana dan sistematis. serta penentuan pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan.26 Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan manajemen adalah bidang pendidikan. dan pemakai jasa pembelajaran). Sumber daya terdiri dari sumber daya manusia (peserta didik. perilaku kepemimpinan. yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi. sedangkan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang produktif dapat dilihat dari sudut administrasi psikologis. yang diselenggarakan pada suatu lingkungan tertentu. pelaksanaan. bahwa pembelajaran yang produktif memiliki tiga fungsi yaitu. Lebih lanjut dikemukakan bahwa penataan mengandung makna mengatur. memimpin. dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pembelajaran. melalui perencanaan. serta fasilitas (peralatan. media sebagai sarana penyajian ide. dan ekonomis. sumber belajar dan kurikulum (segala sesuatu yang disediakan lembaga pembelajaran untuk mencapai tujuan). pendidik. penyiapan alokasi sumber daya. barang. the psychologis production function. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Razik dan Swanson. beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan manajemen. gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri. pengawasan dan pembinaan. ”the administrator’s productions function. penciptaan iklim organisasi yang kondusif. Tujuan pembelajaran yang produktif berupa prestasi yang efektif dan suasana atau proses yang efisien. Manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan bersama atau keseluruhan proses pengendalian usaha atas kerjasama sekelompok.

hubungan luas sampai dengan keterpaduan penuh. adalah: Pembelajaran terpadu merupakan suatu pembelajaran dengan fokus pada bahan ajaran. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. 1. metode. Bahan ajaran disusun secara terpadu dan dirumuskan dalam bentuk tema-tema pembalajaran keterpaduan bahan ajaran berbeda-beda. dan teknik pembelajaran yang paling efektif. kini materi pendidikan pun terus mendapatkan sentuhan perubahahan dalam rangka untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan agar mandapatkan hasil yang yang lebih baik. peserta didik.27 Pendidikan merupakan kegiatan utama sekolah. Pada kurikulum tahun 2006. Pembelajaran harus menekankan pada praktek. (2004:197). metode. serta kondisi nyata sumberdaya yang tersedia dan siap didayagunakan di sekolah. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. Seiring dengan perkembangan dan dinamisnya zaman. kritis. mulai dari hubungan terbatas. yang dalam pelaksanaannya sekolah diberi kebebasan memilih strategi. Kimia dan dengan pengetahuan alam lainnya. Pemilihan dan pengembangan strategi. kini diitegrasikan menjadi satu mata pelajaran. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. prosedur penyampaian dan pengalaman belajar dalam suatu tema. dan teknik pembelajaran hendaknya berpusat pada karakteristik peserta didik (student centered). guru. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. yaiitu Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu). dan kreatif . pendekatan. pendekatan. agar dapat melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Biologi. yakni: Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika. Kontek pembelajaran terpadu menurut Sukmadinata. ada beberapa mata pelajaran pada satu rumpun tertentu yang diintegrasikan. dan salahsatunya adalah rumpun mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) yang asalnya terdiri dari Fisika. dengan pendayagunaan masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar.

tujuan pembelajaran. Perencanaan Pembelajaran IPA Terpadu Di dalam Permendiknas No. standar kompetensi (SK). dan sumber belajar. indicator pencapaian kompetensi. aman. penilaian hasil belajar. bugar. metode pembelajaran. Menunjukkan kemampuan berpikir logis.28 2.41 tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dinyatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran . dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar Menunjukkan keterampilan menyimak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran yaitu tentang (a) materi apa yang akan diajarkan. kegiatan pembelajaran. (c) bagaimana cara mengetahui keberhasilan siswa menguasainya. menulis. berbicara. sedangkan cara untuk mengetahui keberlangsungan dan keberhasilan proses pembelajaran diwujudkan dalam bentuk system penilaian. kompetensi dasar (KD). Suatu program pembelajaran dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan apabila direncanakan dengan baik. kritis. membaca. 5. dan berhitung Menunjukkan kebiasaan memanfaatkan waktu luang hidup bersih. 6. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah apa sebenarnya target yang ingin dicapai dari suatu kegiatan pembelajaran. materi ajar. 3. Materi yang akan diajarakan dan cara pembelajarannya diwujudkan dalam silabus. sehat. (b) bagaimana cara mengajarkannya. 4. 7. alokasi waktu. dan B. Penilian menjadi tidak jelas arahnya jika target yang ingin . Langkah-langkah Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu 1.

apakah memuat pola sekuens kausal (mengikuti pola hubungan sebab akibat). kimia dan biologi. Perencanaan pembelajaran IPA memuat materi bidang fisika. maka perencanaan pembelajaran IPA merupakan dasar untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar IPA dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA. sekuens struktural (mengikuti pola sesuai dengan posisi tiap bagian dalam konteks bentuk dan susunan). guru dan siswa. sekuens logis dan psikologis (mengikuti pola dari mudah ke sukar. indikator. dan sumber belajar. dari yang mendasari atau sebagai prasyarat ke yang menjadi kelanjutannya. Guru IPA sebagai manajer kelas yang nantinya akan menjadi ujung tombak keberhasilan pembelajaran IPA harus memperhatikan konsep perencanaan pendidikan khususnya perencanaan pendidikan IPA. Dengan memperhatikan sekuens yang ada kemudian dilakukan penyebaran standar kompetensi mata pelajaran pengetahuan alam yang ditetapkan untuk dikuasai. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran yang mencakup standar kompetensi . Berdasarkan hal tersebut. Perencanaan pembelajaran IPA dibuat agar dijadikan standar keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. kompetensi dasar dan materi pokok. Dalam penyusunan silabus harus berisiskan sejumlah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. (1999): Penentuan sekuens bahan ajar hendaknya harus diperhatikan. sehingga kegiatan pembelajaran harus diupayakn dengan tujuan agar siswa siswa dapat menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor bertanggung jawab atas perencanaan pembelajaran dalam rangka pencapaian tujuan institusional. oleh karena itu tujuan pembelajaran IPA akan sangat bermanfaat untuk kepentingan lembaga. kegiatan pembelajaran. penilaian . Hal ini sesuai dengan pendapat Sukmadinata.29 dicapai tidak terumuskan dengan jelas. alokasi waktu. Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan institusional pendidikamn dapat terwujud karena adanya tujuan kurikuler dan instruksional. Sebaran yang telah dibuat hendaklah benar-benar mengikuti urutan atau . Kegiatankegiatan tersebut mengarahkan guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA (MGMP IPA). metode. dan Sanggar Pemantapan Kerja Guru (SPKG) atau melalui pendidkan dan pelatihan. Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu adalah kegiatan yang sistematik dalam penyusunan struktur dan pembentukan hubungan-hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Strategi pembelajaran dalam arti luas dapat mencakup pendekatan. tim guru IPA secara intern atau ekster diharapkan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPA. diharapkan guru dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. 3. Strategi pembelajaran yang dipilih bisa berbentuk kegiatan tatap muka atau non tatap muka. Dengan koordinasi seperti diatas. struktur pembinaan.30 sekuens yang lebih memudahkan siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditargetkan. Dalam perencanaan pembelajaran. Strategi pembelajaran yang harus dikembangkan oleh guru diantaranya adalah memilih teknik penilaian yang jitu agar guru dapat mengetahui penguasaan kompetensi dasar yang dicapai siswa. silabus dan satuan pembelajaran. Hal ini dilakukan melalui koordinasi kegiatan seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). 2. Mengenai struktur organisasi dalam pembelajaran IPA Terpadu tidak akan terlepas dari struktur organisasi sekolah pada umumnya. Pengorganisasian pembelajaran IPA dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama antar lembaga agar pengetahuan guru dalam pembelajaran IPA dapat meningkat. media dan pengalaman belajar yang harus dialami siswa sehingga kompetensi dasar dapat tercapai. Mengajar. Pelaksanan Pembelajaran IPA Terpadu dalam Proses Belajar . Dapat saling berbagi pengalaman dalam memantapkan kegiatan belajar mengajar dan memilih metode dan teknik yang tepat sehingga efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA dapat tercapai.

juga bukan hubungan kekuasaan dimana siswa harus selalu tunduk. Pelaksanaan pembelajaran IPA merupakan implementasi dari Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP). guru bersama dengan siswa membuat rangkuman materi yang telah dipelajari. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Hal ini tidak berarti harus menimbulkan rasa takut pada siswa dan guru bisa semena-mena pada siswa. Dalam kegiatan inti biasanya digunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang dapat meliputi proses eksplorasi. Pada bagian pendahuluan.31 Pelaksanaan proses pembelajaran IPA harus memenuhi beberapa persyaratan: (1) adanya rombongan belajar yang memadai. menyampaikan cakupan materi sesuai dengan silabus. Hubungan antara guru dengan siswa adalah hubungan kewibawaan. akan tetapi hubungan yang menumbuhkan kesadaran pribadi untuk belajar. guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. menyenangkan. minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Sampai saat ini masih ada siswa . menantang. (3) ada buku teks pelajaran . Pada pelaksanaan kegiatan inti yang merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif. Dalam kegiatan penutup. inspiratif. dan (4) pengelolaan kelas. (2) adanya beban kerja minimal guru. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. Pernyataan diatas dimaksudkan bahwa guru adalah salah satu komponen pembelajaran utama dalam sistem pendidikan dan sangat mempengaruhi hasilnya. melakukan penilaian atau repleksi. kegiatan inti dan kegiatan penutup. Belajar adalah interaksi antara guru dan siswa. Pelaksanaan pembelajaran IPA meliputi kegiatan pendahuluan. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran sebelumnya. elaborasi dan konfirmasi. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Baik buruknya suatu program pembelajaran sangat ditentukan oleh faktor guru.

(1985:9-10). kreatif. Djoni. dan segan bila dihadapkan pada pelajaran IPA. portofolio dan penilaian diri. efektif dan menyenangkan pada siswa. pengamatan kinerja di laboratorium. 4. padahal perasaan seperti itu tidak perlu ada jika guru IPA dapat menimbulkan kewibawaan dan dapat menyaampaikan pembelajaran secara aktif. Pengawasan Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Pengawasan dalam pembelajaran IPA merupakan suatu aktivitas yang mengusahakan agar kegiatan belajar mengajar itu terlaksanan sesuai dengan perencanaan atau dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penilaian hasil pembelajaran IPA hendaklah dilakukan secara konsisten. penilaian hasul karya berupa tugas. proyek atau produk. Ia hendak menjamin keselarasan. 5. sehingga relasi kewibawaan itu akan menjadi katalisator subjek didik mencapai kepribadiannya. serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. Pengawasan pendidikan berkewajiban untuk menyediakan kondisi yang perlu untuk menyelesaikan tugas kewajiban dengan efektif dan efisien. menurut hemat penulis peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar ialah berusaha secara terus menerus untuk membantu siswa membangun konsep bagi dirinya sendiri dengan mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dimasa kini dan masa yang akan datang. mengemukakan bahwa: Kewibawaan timbul karena kemampuan guru menampakan kebulatan pribadinya. dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilian kelompok mata pelajaran yang biasanya dibicarakan pada acara MGMP. sikap yang mantap karena kemampuan-kemampuan profesional yang dimilikinya. pengukuran sikap. kecerdasan dan ekonomi di seluruh usaha pendidikan dan pengajaran. dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan.32 yang merasa benci. Pengawasan tidak saja untuk mencegah pemborosan atau untuk . Berdasarakan hal di atas.

Evaluasi proses pembelajaran IPA diselenggarakan dengan cara membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses dan mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru.33 menghilangkan kebiasaan atau perbuatan yang salah. Konsep Pembelajaran IPA Terpadu Beberapa konsep yang harus diperhatikan dalam pembelajaran IPA terpadu. dan memberikan kesempatan pada guru untuk mengikuti pelatihan atau penataran lebih lanjut. sebagai berikut: 1. melainkan juga untuk mengarahkan perbuatan kepada maksud-maksud organisasi. Pengawasan proses pembelajaran IPA memuat pemantauan proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai tahap penilaian. wawancara dan dokumentasi. Akhir dari kegiatan pengawasan proses pembelajaran adalah pelaporan dan tindak lanjut. Selain pemantauan. Hasil kegiatan pemantauan. C.Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. dan penilaian hasil pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Pemberian teguran yang bersifat mendidik bagi guru yang belum memenuhi standar. .Pemantauan dapat dilakukan dengan cara diskusi kelompok. kegiatan pengawasan yang lain adalah supervisi dan evaluasi. mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran. supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Kegiatan pemantauan ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas satuan pendidkian. Pengertian IPA Terpadu. perekaman. pengamatan. pelaksanaan proses pembelajaran. Dari hasil pelaporan biasanya diteruskan dengan tindak lanjut berupa pemberian penguatan dan penghargaan pada guru yang telah memenuhi standar. pencatatan.

dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. universal. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. dengan ciri: objektif. makhluk hidup dan proses kehidupan. dan tentatif. teori. pengukuran.34 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. sistimatis. dan materi dan sifatnya yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu peserta didik untuk memahami fenomena alam. Dalam hal ini Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. evaluasi. bumi antariksa. IPA bersifat open ended. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. konsep-konsep. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: (1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. metodik. Merujuk pada pengertian IPA itu. (2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. dan hukum. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. (3) produk: berupa fakta. makhluk hidup. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. dan penarikan kesimpulan. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. perancangan eksperimen atau percobaan. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. meliputi bidang kajian energi dan perubahannya. berlaku umum (universal). sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. prinsip. (3) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep . fenomena alam.

Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu.35 IPA dalam kehidupan sehari-hari. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. Namun demikian. sarana. kritis. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. dan efektif. efisien. Oleh karena itu. sikap. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA. kreatif. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. terutama teknologi informasi dan komunikasi. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai sebagai . Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. keterbatasan kemampuan peserta didik. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. metode ilmiah. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. teori dan hukum. lingkungan belajar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri. karena dianggap sukar. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. Dalam kenyataannya. mampu berpikir logis. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. menghafalkan konsep. Akibatnya IPA proses. serta dapat berargumentasi secara benar.

(2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. “mengapa”. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. Pembelajaran IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. prediksi. dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. bekerja sama dalam kelompok. pengamatan. Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. (3) dikembangkannya sikap ilmiah.36 peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. dan eksperimen. Melalui pembelajaran IPA terpadu. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. serta bersikap ilmiah. makhluk hidup dan proses kehidupan. disesuaikan dengan lingkungan setempat. mencari jawaban. materi dan sifatnya. menyusun hipotesa. kreatif. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. energi dan perubahannya. serta bumi dan alam semesta. 2. memahami jawaban. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. serta . dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui caracara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi.

Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. yang didasarkan pada metode ilmiah. tulisan. tekun. kritis. menggolongkan. dan sebagainya. mengajukan pertanyaan. lisan. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. menyusun hipotesis. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. disiplin. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran . ulet. terbuka. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. cermat. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. Tujuan Pembelajaran IPA Terpadu Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : a. 3. memperhatikan keselamatan kerja. mengukur. tidak percaya tahyul. dan menganalisis data. dan bekerja sama dengan orang lain. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. Oeh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. peduli terhadap lingkungan. sabar. jujur. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). mengolah. menerapkan ide pada situasi baru. yaitu dengan gambar. mengklasifikasikan.37 prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara.

untuk memiliki kecermatan. Guru Pembelajaran IPA Terpadu merupakan gabungan antara berbagai bidang kajian IPA. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. menyerap. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. kompetensi dasar. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya.38 Keterpaduan bidang kajian dapat mendorong untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. menyeluruh. Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. tenaga. dan sarana. kemampuan analitik. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. c. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. dan analitik. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. sistimik. 4. kimia. Implikasi Pembelajaran IPA Terpadu Implikasi pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal berikut: a. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. dan biologi. Di samping itu. utuh. menerima. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar dapat diajarkan sekaligus. maka pembelajaran akan lebih efesien dan efektif b. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. yaitu fisika. teratur. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. maka dalam .

Kelebihan sistem ini antara lain adalah: pencapaian KD pada setiap topik efektif karena dalam tim terdiri atas beberapa yang ahli dalam ilmu-ilmu sosial. satu topik pembelajaran dilakukan oleh lebih dari seorang guru. yakni: team teaching. Hal tersebut disesuaikan dengan keadaan guru dan kebijakan sekolah masing-masing. Setiap guru memiliki tugas masing-masing sesuai dengan keahlian dan kesepakatan. untuk mereviu apakah skenario yang disusun sudah dapat memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan bidang studi di luar yang ia mampu. maka dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut. . 2) Guru Tunggal Untuk tercapainya pembelajaran IPA Terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal tersebut.39 pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. Untuk itu. dan guru tunggal. Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. a) Guru-guru yang tercakup ke dalam mata pelajaran IPA diberikan pelatihan bidang-bidang studi di luar bidang keahliannya. dan peserta didik akan lebih cepat memahami karena diskusi akan berjalan dengan narasumber dari berbagai disiplin ilmu. 1) Team Teaching Pembelajaran terpadu dalam hal ini diajarkan dengan cara team. pengalaman dan pemahaman peserta didik lebih kaya daripada dilakukan oleh seorang guru karena dalam satu tim dapat mengungkapkan berbagai konsep dan pengalaman. dalam pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan dengan dua cara. seperti guru bidang studi Fisika diberikan pelatihan tentang bidang studi Kimia dan Biologi. b) Koordinasi antar bidang studi yang tercakup dalam mata pelajaran IPA tetap dilakukan. c) Disusun skenario dengan metode pembelajaran yang inovatif dan memunculkan nalar para peserta didik sehingga guru tidak terjebak ke dalam pemaparan yang parsial bidang studi.

secara psikologik. sistemik. Selanjutnya. nilai atau tindakan yang terdapat dalam beberapa indikator dan Kompetensi Dasar. kemampuan asosiatif. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. Dengan demikian. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep. c. pembelajaran IPA Terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreativitas akademik. peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. Peserta didik Dilihat dari aspek peserta didik. menyerap. menerima.40 d) Persiapan pembelajaran disusun dengan matang sesuai dengan target pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan topik yang dihasilkan dari pemetaan yang telah dilakukan. teratur. menyeluruh. dan analitik. Dengan mempergunakan model pembelajaran IPA Terpadu. Bahan Ajar Bahan ajar memiliki peran yang penting dalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran terpadu. serta kemampuan eksploratif dan elaboratif. peserta didik digiring berpikir secara luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan-hubungan konseptual yang disajikan guru. model pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. Oleh karena pembelajaran terpadu pada dasarnya merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu alam maka dalam pembelajaran ini memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan . Hal ini disebabkan model ini menekankan pada pengembangan kemampuan analitik terhadap konsep-konsep yang dipadukan. utuh. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. b. Selain itu. pengetahuan. baik dalam aspek intelegensi maupun kreativitas. pembelajaran model ini menuntun kemampuan belajar peserta didik lebih baik.

bahan bacaan penunjang seperti jurnal. 1997. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran IPA terpadu diperlukan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran yang pada dasarnya relatif sama dengan pembelajaran yang lainnya. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan tema. 5.236). atau CD yang berkaitan dengan bahan yang akan dipadukan. diperlukan sejumlah sumber belajar yang sesuai dengan jumlah Standar Kompetensi yang merupakan jumlah bidang kajian yang tercakup di dalamnya. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Dalam pembelajaran IPA Terpadu. b. dan mandiri. berdisiplin. majalah. serta alat pembelajaran yang terkait dengan indikator dan Kompetensi Dasar ditetapkan. namun demikian dalam pembelajaran ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sarana yang relatif lebih banyak dari pembelajaran monolitik. peserta didik harus diberikan ilustrasi dan demonstrasi yang komprehensif untuk satu topik tertentu. Di samping itu. hanya saja ia memiliki kekhasan tersendiri dalam beberapa hal. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai bidang kajian (Carin. . peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. koran. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. kaset. Dalam satu topik pembelajaran. brosur. dapat juga digunakan disket. hasil penelitian. d. Pemanduan Konsep dalam Pembelajaran IPA Terpadu Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa bidang kajian adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubung kaitkan konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. Bahan yang akan digunakan dapat berbentuk buku sumber utama maupun buku penunjang lainnya.41 pembelajaran monolitik. Hal ini disebabkan untuk memberikan pengalaman yang terpadu. Sebagai bahan penunjang.

belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek.masyarakat. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka mendengar. Oleh karena itu. e. dan dunia nyata. berbicara.42 c. kolaborasi. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA . Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat.lingkunganteknologi . Contoh 1: Pengaruh asap rokok terhadap lingkungan (pencemaran udara) Pengaruh bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari PerokokA ktif Perokok Pasif Lingkungan Pengaruh rokok bagi kesehatan Rokok Materi dan sifatnya Gangguan pada sistem pernapasan Kesehatan Makhluk hidup dan proses kehidupan Gambar 2-1 Jaringan tema rokok . dan berinteraksi dengan teman. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. guru. d. menulis dan melakukan kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. membaca.

Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA.43 6. dan evaluasi dalam mata pelajaran IPA. bakat. aplikasi. dan kemampuan). Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. Konsep-konsep yang dapat dipadukan pada semester yang berlainan pembelajarannya dapat dilaksanakan pada semester yang sama (tertentu) dengan tidak meninggalkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada semester lainnya. kebutuhan. pemahaman. Perencanaan Secara konseptual yang dimaksud terpadu pada pengembangan pembelajaran IPA dapat berupa contoh. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu . analisis. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a.

merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam bidang kajian IPA.44 Gambar 2-2 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Beberapa ketentuan 1) 2) dalam pemetaan Kompetensi Dasar Kompetensi dalam dalam pengembangan model pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik. . 3) Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPA pada kelas yang sama. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada bidang kajian yang telah dipetakan. 4) Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. Tema yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. 3) Dalam menentukan topik. Mengidentifikasikan beberapa Dasar berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. isu sentral yang sedang berkembang saat ini. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. 1) 2) Tema. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPA Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut. dalam pembelajaran IPA Terpadu. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat.

attendance). yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.45 b. menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik (readiness). kegiatan inti. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. Model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP). membangkitkan motivasi belajar peserta didik. menciptakan suasana belajar yang demokratis. Kegiatan utama yang dilaksanakan dalam pendahuluan pembelajaran ini di antaranya untuk menciptakan kondisi-kondisi awal pembelajaran yang kondusif. 1) Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. dilanjutkan dengan mengulas materi pelajaran yang akan dibahas. Fungsinya terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. Melaksanakan penilaian awal dapat dilakukan dengan cara lisan pada beberapa peserta didik yang dianggap . karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. dan membangkitkan perhatian peserta didik. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Penciptaan kondisi awal pembelajaran dilakukan dengan cara: mengecek atau memeriksa kehadiran peserta didik (presence. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perangkat administrasi pembelajaran untuk menjabarkan silabus menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikemas dalam kegiatan pendahuluan. melaksanakan kegiatan apersepsi (apperception). dan penilaian awal (pre-test). Melaksanakan apersepsi (apperception) dilakukan dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar terhadap jawaban peserta didik.

penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di bidang kajian yang satu dengan konsep di bidang kajian lainnya.46 mewakili seluruh peserta didik. Secara umum kegiatan akhir dan tindak lanjut dalam pembelajaran terpadu di antaranya: a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. bisa juga penilaian awal ini dalam prosesnya dipadukan dengan kegiatan apersepsi. Waktu yang tersedia untuk kegiatan ini relatif singkat. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit . Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. tetapi juga sebagai kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dan kegiatan tindak lanjut. 3) Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan non-tatap muka. Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Kegiatan tindak lanjut harus ditempuh berdasarkan pada proses dan hasil belajar peserta didik. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah.

memberikan motivasi atau bimbingan belajar. b) angket. harus disertai rubrik penilaian. kuesioner. uraian. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem . c) wawancara. 2) Bentuk Instrumen Bentuk instrumen merupakan alat yang digunakan dalam melakukan penilaian/pengukuran/evaluasi terhadap pencapaian kompetensi peserta didik. Teknik-teknik yang dapat diterapkan untuk jenis tagihan tes meliputi: a) Kuis dan b) Tes Harian. tes unjuk kerja dan tugas rumah yang berupa proyek. Apabila penilaian menggunakan tehnik tes tertulis uraian. 3) Instrumen Instrumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes. dan unjuk kerja dan b) Non tes: panduan observasi. teknik-teknik penilaian yang dapat diterapkan adalah: a) observasi. membaca materi pelajaran tertentu. Bentuk-bentuk instrumen yang dikelompokkan menurut jenis tagihan dan teknik penilaian adalah: a) Tes: isian. c. dan f) portofolio. menjodohkan. Penilaian Penilaian yang dikembangkan mencakup teknik. Untuk jenis tagihan nontes. dan rubrik. 1) Teknik Penilaian Teknik penilaian merupakan cara yang digunakan dalam melaksanakan penilaian tersebut.47 oleh peserta didik. panduan wawancara. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. pilihan ganda. benar-salah. bentuk dan instrumen yang digunakan terdapat pada lampiran. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. e) proyek.d) tugas.

menganalisa dan menyimpulkan . sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. mendorong dan fasilitator. lingkungan. kebermaknaan. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. peserta didik dengan guru. tugas dan lembaga. mengolah. Konsep Strategi Pembelajaran. kemampuan mekanistis tanpa mempehatikan arti. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. mengolah. masyarakat. dimana guru hanya berfungsi untuk memotivasi. dan tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. Dari beberapa istilah tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai strategi mebelajaran seperti diuraikan berikut ini: Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful adalah: Suatu strategi pembelajaran yang mengutamakan aktivitas kegiatan siswa. D. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. Rote adalah Suatu strategi belajar siswa untuk menguasai bahan ajar. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Agar kegiatan proses pembelajaran tersebut menjadi lebih menarik dan diminati oleh seluruh warga belajarnya maka perlu dibuat berbagai macam strategi yang tepat guna sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang lebih baik lagi. ada beberapa pendekatan strategi pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Sukmadinata. menyimpulkan bahan ajar.48 penilaian konvensional. Meaningful adalah: Bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. sehingga siswa dituntut untuk mencari. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Discovery adalah: Suatu proses aktivitas kegiatan siswa untuk mencari. menafsirkan. menafsirkan.

pendorong dan fasilitator. tugas dan lembaga. dan masyarakat. kurang memperhatikan arti. dan masyarakat. Tuntutan Hasil Pembelajaran: Pada strategi pembelajaran DiscoveryMeaningful siswa dituntut untuk mencari. Sedangkan Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful siswa hanya di orientasikan untuk memiliki kemampuan mekanistis dari bahan ajar saja. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Diskusi. Sehingga pada strategi Pembelajaran RoteMeaningfu. sedangkan pada Strategi Pembelajaran RoteMeaningful siswa hanya dituntut untuk memiliki kemampuan mekanistis saja sehingga peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. Metode-metode pengajaran dan bahan-bahan ajaran yang cocok untuk kedua strategi pembelajaran diatas adalah: Metode pada Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan aktivitas kelompok.49 bahan ajar yang dipelajari. Simulasi. sendiri. kebermaknaan. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. menafsirkan. tugas. tugas. lembaga. Dalam strategi pembelajaran Discovery-Meaningful kapasitas guru hanya berfungsi sebagai motivator. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu . kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. kebermaknaan. Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful adalah : Suatu strategi pembelajaran yang hanya mengutamakan pada kemampuan mekanistis dari bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. Dari dua analisa Strategi Pembelajaran diatas maka dapat dilihat beberapa perbedaan. menganalisa dan menyimpulkan bahan ajar yang dipelajari. dan kurang memperhatikan arti. diantaranya adalah: Proses pembelajaran: Pada strategi pembelajaran Discovery-Meaningful aktifitas siswa sangat dominan dan guru berfungsi sebagai motivator. kelihatannya peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. lembaga. masyarakat. pendorong dan fasilitator. mengolah.

tanya jawab. Dapat juga menggunakan belajar berbuat. melakukan percobaan. 6. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. satuan pembelajaran. khususnya guru. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. Penentuan Jenis Penilaian. pengamatan. Eksperimen. 4. lisan (ceramah. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. dan keterampilan. mata pelajaran. Penilaian dilakukan dengan . 1. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Problem Solving melalui kegiatan: Penyusunan rancangan. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Ekspositori. yaitu kegiatan siswa dan materi. dll. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. demonstrasi/peragaan. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Contoh bahan-bahan Pelajaran: Pada Mata Pelajaran IPA/Saint. pengetahuan. 5. seminar. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. melakukan penelitian pada praktek pembuatan tempe untuk menemukan sel Rhizopus. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. menyimpulkan hasil. menganalisa masalah yang timbul.50 Role playing. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. diskusi kelas). Dalam penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. 3. 2. Metode pada Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan variasi metoda dan media pelajaran.

51 menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian diantaranya : (a) penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. (d) hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. penggunaan portofolio. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. 7. pengamatan kinerja. . menganalisis. (e) sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. penilaian hasil karya berupa tugas. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. (b) penilaian menggunakan acuan kriteria. Misalnya. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. kedalaman. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. pengukuran sikap. dan penilaian diri. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Menentukan alokasi waktu penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. proyek dan/atau produk. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. tingkat kesulitan. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. keluasan. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. (c) sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

Secara sederhana Soekartono. dengan mengidentifikasi keunggulan komparatif organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko sehingga organisasi menjadi lebih efektif. organisasi. dan ag artinya memimpin). merekomendasikan rencana strategik. Konsep Strategi Istilah strategi berasal dari kata yunani strategeia (stratos artinya militer. sebab strategi merupakan instrumen untuk menghadapi dan mengantisipasi perubahan lingkungan sekaligus sebagai kerangka kerja untuk menyelesaikan setiap masalah. menetapkan tujuan organisasi. serta lingkungan fisik. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. menganalisis. dan indikator pencapaian kompetensi. dan budaya. sosial. baik lingkungan mikro maupun makro. rencana itu memberikan pengertian rumusan strategi . E. (20007:2). Menentukan sumber belajar adalah rujukan. Menganalisis pesaing secara internal dan eksternal.52 8. dan tujuan taktikal. menetapkan misi (peranan yang dimainkan organisasi dalam masyarakat). merumuskan visi (tujuan jangka panjang yang paling mungkin). dalam hubungan analisis situasi. kegiatan pembelajaran. bersamaan dengan analisis tersebut. Strategi juga akan memberikan arah jangka panjang yang akan dituju. Istilah strategi semula bersumber dari kalangan militer dan secara populer sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jendal untuk memenangkan suatu peperangan. memberikan pengertian strategi sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. Strategi Pembelajaran IPA Terpadu Perumusan strategi merupakan langkah awal yang sangat penting bagi ketercapaian tujuan organisasi. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. alam. tujuan korporet (tujuan usaha dan keuangannya). yang berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. tujuan-tujuan itu. tujuan dari satuan bisnis strategik (sasaran dan keuangannya). 1. yang berupa media cetak dan elektronik. narasumber. berkenaan dengan: Menganalisis faktor-faktor strategik dari situasi lingkungan. Sedangkan Sanusi. (1993:35).

Tahap berpikir strategik menurut Kenneth Primozic. Mengacu pada pendapat di atas. dan c) kelompok rencana-rencana dan tujuan-tujuan jangka pendek yang telah diteapkan dengan ekspektasi . memberikan pengertian strategi sebagai: Rencana berskala besar yang berorientasi jangkauan masa depan yang jauh serta ditetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif dengan lingkunganya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang bersangkutan. dapat disistematikan seperti pada gambar 6 berikut: IDENTIFIKASI MASALAH RENCANA LANGKAH YANG AKAN DIAMBIL PENERAPAN PEMECAHAN MASALAH PENGELOMPOKAN MASALAH BENTUK NYATA PADA KESIMPULAN PERENCANAAN UNTUK IMPLEMENTASI PROSES ABSTRAKSI TIMBULNYA KESIMPULAN PENENTUAN METODE PEMECAHAN VALIDASI HIPOTESIS PEMECAHAN DENGAN ANALISIS FORMALISASI HIPOTESIS PEMECAHAN Gambar 2-3 Model Tahap Berpikir Strategik Bila dikaitkan dengan fungsi manajemen. startegi dapat dipandang sebagai suatu proses berpikir dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis. (1995:17). merumuskan konsep strategi sebagai berikut: Strategi sebuah organisasi atau sub unit sebuah organisasi lebih besar yaitu sebuah Konseptualisasi yang dinyatakan atau yang diimplikasikan oleh peminpin organisasi yang bersangkutan. berupa a) sasaran-sasaran jangka panjang atau tujuan-tujuan organisasi tersebut. Siagian. maka menurut hemat penulis. (1997:96). Richard Vancil sebagaimana yang dikutip oleh Winardi. (Herdiwandani. 2000:25). atau yang diterimanya dari pihak atasannya. yang membatasi skope aktivitasaktivitas organisasi yang bersangkutan. b) kendala-kendala luas dan kebijakan-kebijakan yang atau ditetapkan sendiri oleh sang pemimpin.53 memberikan detil tentang bagaimana lankag dan cara yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang dimaksud.

Organisasi yang bersangkutan masih meraih suatu keunggulan apabila ia dapat memanfatkan peluang-peluang di dalam lingkungan. Makna yang terkandung dari strategi ini adalah bahwa para manajer memainkan peranan yang aktif. strategi dapat didefinisikan sebagai pedoman untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimpementasikan misinya. Pandangan ini diterapkan bagi para manajer yang bersifat reaktif. strategi didefinisikan sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungan sepanjang waktu. meskipun strategi strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara eksplisit. Pada definisi ini. konsep strategi dapat didefinisikan berdasakan dua perspektif yang berbeda. yaitu (1) dari perspektif apa suatu organisasi ingin lakukan. di mana tujuan strategi adalah untuk mempertahnkan atau mencapai suatu posisi keunggulan dibandingkan dengan pihak pesaing. maka menurut pendapat penulis. Berdasarkan berbagai definisi tersebut. Pengenalan lingkungan dimana organisasi akan berinteraksi dengan berbagai kondisinya. Dari perspektif pertama. dapat penulis simpulkan bahwa perumusan strategi harus memperhatikan berbagai faktor yang sifatnya kritikal. yang menonjol dalam faktor ini ialah bahwa straetgi merupakan keputusan dasar yang dinyatakan secara garis besar. Profil tertentu bagi organisasi yang menggambarkan kemampuan yang dimiliki dan kondisi internal yang dihadapi oleh organisasi. . yan memungkinkan menarik keuntungan-keuntungan dari badang-bidang kekuatannya. Strategi berarti menentukan misi pokok suatu organisasi. sadar dan rasional dalam merumuskan srtategi organisasi. dan (2) dari perspektif apa organisasi akhirnya lakukan. b. setiap organisasi pasti memiliki strategi. yaitu: a.54 akan diberikannya sumbangsih mereka dalam hal mencapai sasaran-sasaran organisasi tersebut. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi. c. Berdasarkan penjelasan di atas. Sedangkan berdasarkan perspektif kedua. yaitu hanya menanggapi dan menyesuaikan diri teradap lingkungan secara pasif manakala dibutuhkan.

Suatu sasaran jangka panjang pada umumnya mempunyai cari yang menonjol. Artinya perlu ditetapkan sasaran dengan ciriciri: 1) jangkuan waktu ke depan spesifik.55 d. yaitu: 1) sifatnya yang idealistis. dan 4) h. prasarana dan waktu. . serta ancaman yang diperkirakan akan dihadapi organisasi. 2) praktis. Dengan ciri-ciri seperti itu. Memilih satu alternatif yang dipandang paling tepat dikaitkan dengan sasaran jangka panjang yang dianggap mempunyai nilai yng paling strategik. dan harus dimanfaatkan. 2) jangkuan waktunya jauh ke depan. Memperhatikan pentingnya oprasionalisasi keputusan dasar yang dibuat dengan memperhitungkan kemampuan organisasi di bidang anggaran. g. e. k. suatu strategi perlu memberikan arah tentang rincian yang perlu dilakukan. dan 4) masih abstrak. 3) bersifat konkrit. 3) hanya bisa dinyatakan secara kualittif. sarana. kreativitas dan diskresi para pelaksana kegiatan oprasional tidak dihambat. Suatu strategis harus merupakan analisis yang tepat tentang kekuatan yang dimiliki kelemahan yang mungkin melekat. berbagai peluang yang munkin timbul. dinyatakan secara kuantitatif. i. Mempersiapkan tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan kualitas teknis dan perilaku serta mempersiapkan sistem manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada pengakuan dan penghargan harkat dan martabat dalam organisasi. Memperhatikan bentuk tipe dan struktur organisasi yang akan digunakan. Menciptakan suatu sistem pengawasan yang menjamin daya inovasi. Mengidentifikasi beberapa pilihan yang wajar dari berbagai alternatif yang tersedia dikaitkan dengn keseluruhan upaya yang akan dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. j. dan diperhitungkan dapat dicapai karena didukung oleh kemampuan dan kondisi internal organisasi. f. dalam arti diperkirakan mungkin dicapai.

Dengan demikian sesungguhnya manajemen stratejik merupakan sebuah proses berkelanjuan dan tahapan-thapannya merupakan bagian-bagian yang berinteraksi dari sebuah sistem secara keseluruhan. Menciptakan suatu sistem umpan balik sebagai instrumen bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan strategi yang telah ditentukan itu untuk mengetahui apakah sasaran itu terlampaui. kesemuanya itu diperlukan sebagi bahan dan dasar untuk mengambil keputusan di masa depan. m.56 l. maka manajemen stratejik berkaitan dengan upaya memutuskan persoalan strategi dan perencanaan. berdasarkan penjelasan di atas. Secara skematis keterkaitan antara komponen atau tahapan dalam sebuah sistem manajemen stratejik dapat dilihat pada gambar 2-4 berikut: MISI ORGANISASI PROFIL ORGANISASI Apa yang mungkin dilakukan ? LINGKUNGAN EKSTERNAL Apa yang diinginkan ? . 2000:31). Kenneth Primozic. hanya sekedar tercapai atau tidak tercapai. penerapan dan evaluasi strategi merupakan suatu proes yang berurutan. Mengacu pada pendapat tersebut. Sistem penilaian tentang keberhasilan dan ketidakberhasilan pelaksanaan strategi yang dilakukan berdasarkan serangkain kriteria yang rasional dan okjektif. mengemukakan bahwa: Manajemen stratejik sebagai suatu proses yang mempunyai akibat antara lain perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi beberapa atau seluruh komponen yang lain. dan bagaimana strategi tersebut dilaksanakan dalam praktik. dapat penulis nyatakan bahwa fokus manajemen stratejik adalah pada lingkungan eksternal dan pada operasi-operasi pada masa mendatang. (Herdiwandani. Proses pembuatan. Manajemen stratejik mendeterminasi arah jangka panjang organisasi yang bersangkutan dan ia menghubungkan sumber-sumber daya organisasi yang ada dengan peluang-peluang pada lingkungan yang lebih besar.

merupakan sebuah deskripsi alasan bagi eksistensi sesuatu organisasi. tujuanya dihubungkan dengan produk dasarnya atau servis.57 ANALISIS STRATEGI DAN PILIHAN SASARAN JANGKA PANJANG GRAND STRATEGI SASARAN TAHUNAN STRATEGI FUNGSIONAL KEBIJAKAN MELEMBAGAKAN STRATEGI PENGAWASAN DAN EVALUASI Gambar 2-4 Model Manajemen Stratejik (Diadopsi dari Winarno. Misi ini merupakan suatu bentuk pernyataan umum tetapi bersifat lestari oleh manajemen puncak yang mengandung niat organisasi yang bersangkutan. Bagi suatu organisasi penentuan misi sangat penting karena misi ini bukan hanya sangat mendasar sifatnya. masalah yang membedakan satu organisasi dari organisasi yang sejenis. yang merangsang proses perumusan tujuan dan strategi. . akan tetapi membuat organisasi memiliki identitas yang khas. dan iklim etika di dalam organisasi yang bersangkutan. Misi menyajikan identitas. kontinuitas. tujuan dan perumusan secara menyeluruh dan ia harus mencakup kategori-kategori informasi sebagai berikut : a. prinsip-prinsi moril dan etika yang akan membentuk falsafah dan watak organisasi yang bersangkutan. terlihat bahwa langkah awal yang mendasari langkah penting lainnya dalam penerapan strategi adalah penetapan misi organisasi. pasar-pasar primernya. Dengan kata lain. b. mengapa organisasi yang bersangkutan ada. yang mengarahkan. c. 1997) Berdasarkan gambar di atas. dan teknologi pokoknya dalam produksi.

Strategi Pembelajaran Secara umum strategi pembelajaran mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. d. karena : merupakan sebuah landasan bagi konsolidasi sekitar tujuan organisasi tersebut. b. menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan variabel-variabel kunci bagi sebuah sistem dan petunjuk-petunjuk bagi alokasi sumber- . e. dan ia merupakan sebuah pedoman bagi pembentukan strategi-strategi pada tingkatan keorganisasian yang lebih rendah. dimainkan oleh misi dalam hal mengarahkan organisasi yang ada adalah penting. 2. c. Strategi pembelajaran merupakan dasar dalam proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut seperti: mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. menfasilitasi desain dari kontrol. memilih dan menetapkan prosedur metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. merupakan sejumlah petunjuk bagi penerapan tanggung jawab jabatan. Dihubungkan dengan belajar mengajar. Peranan yang a. memberikan dorongan sumbe daya. merumuskan iklim internal organisasi tersebut. memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.58 Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa misi memberikan garis besar tentang identitas organisasi yang bersangkutan.

(c) Memilih dan menetapkan prosedur. Tujuan pembelajaran yang oprasional dalam belajar mengajar mutlak dilakukan oleh guru sebelum melakukan tugasnya di sekolah. berbeda dengan cara atau metode . Disini terlihat bahwa proses pembelajaran diperlukan beberapa langkah sebagai hasil kegiatan belajar mengajar yang dilakukan itu dijadikan sebagai sasaran dari pembelajaran. oleh karena itu. Penjelasan di atas sesuai dengan pendapat Djamarah dan Aswan (1995:5-8). tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkrit.59 balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. (d) Menerapkan normanorma atau kriteria keberhasilan yang dapat dijadikan ukuran. sehingga mudah dipahami oleh anak didik. Dalam melaksankan proses kegiatan belajar mengajar bagaimana cara guru memandang suatu persoalan. mengemukakan ada empat masalah pokok yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan pedoman buat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan bahwa: Pembelajaran dikatakan berhasil apabila memenuhi empat langkah proses kegiatan belajar mengajar seperti : (a) Spesifikasi dan Kualifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan. (b) Memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. pengertian dan teori apa yang guru gunakan dalam memecahkan suatu kasus. dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang berbeda pula dan bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakan berbagai disiplin ilmu. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. Metode atau teknik penyajian untuk memotivikasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannnya untuk memecahkan masalah. yang akan mempengaruhi hasil proses pembelajarannya. metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Pendekatan yang digunakan terhadap kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya. konsep. benar. adil. Satu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda maka akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. Norma-norma sosial seperti baik. menurut teori Asosiasi (hapalan) tidak akan sama hasilnya dengan pengertian belajar menurut teori Problem Solving (Pemecahan Masalah) dalam cara pendekatan proses pembelajaran oleh pendidik.

maka tenaga pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengkombinasikan beberapa metode yang relefan. dalam ”Teaching Strategies for College Class Room”. Implisit di balik karakteristik abstrak itu adalah rasional yang membedakan strategi-strategi yang satu dari strategi yang lain secara fundamental. Dengan demikian konsep strategi dalam hal inimerujuk kepada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru. Dalam Proses pembelajaran pendidik membutuhkan variasi pengunaan teknik penyajian supaya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung tidak membosankan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain.60 supaya anak didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakannya sendiri. (b) Penyampaian Pembelajaran. Strategi pembelajar sebagai pola dan urutan umum perbuatan guru – murid dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya.R David. mengemukakan : . tampak bahwa di dalam konteks pembelajaran. (c) Strategi Pengelolaan Pembelajaran. sehingga pendidik mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya.murid didalam peristiwa pembelajaran.murid didalam bermacam-macam peristiwa belajar. Dari uraian di atas sejalan dengan pendapat J. (2007-103). Bila beberapa tujuan ingin diperoleh. setelah dilakukan evaluasi. bahwa: Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab yang diantaranya: (a) Strategi Pengorganisasian Pembelajaran. Strategi pembelajaran memuat alternative-alternative yang harus dipertimbangkan untuk dipilih dalam rangka perencanaan pembelajaran. sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud nampak dipergunakan atau diperagakan guru. strategi berarti pola umum perbuatan guru murid dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. (1976). Berdasarkan pendapat tersebut. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Isjoni.

61

A plan, method, or series of activities designed to achieves a particular education goal. Menurut pengertian ini strategi pembelajaran meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu diperlukan seperangkat metode pengajaran seperti ceramah, diskusi kelompok maupun tanya jawab yang menggambarkan startegi pembelajaran. Strategi dapat diartikan sebagai ”a plant of operation achieng something ”,(rencana kegiatan untuk mencapai sesuatu), sedangkan metode ialah “a way in achieving something“,(cara untuk mencapai sesuatu), metode pengajaran termasuk dalam perencanaan kegiatan atau strategi. Menurut pendapat penulis, strategi pembelajaran juga tidak sama dengan metode pengajaran. Strategi pembelajaran merupakan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan, sedangkan metode pengajaran adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan itu. Metode pengajaran adalah alat untuk mengoprasionalkan apa yang direncanakan dalam strategi pembelajaran seperti sumber belajar, kemampuan yang dimiliki guru dan siswa, media pembelajaran, materi pengajaran, organisasi kelas, waktu yang tersedia, dan kondisi kelas/ lingkungan, merupakan unsur-unsur yang mendukung strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran. Strategi pembelajaran cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Dalam mengenbangkan strategi pembelajaran paling tidak guru perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain: a. Strategi mengaktifkan siswa Dengan cara membuat kelompok mulai dari yang kecil dan pemberian tugas guru, bila siswa belum dapat mengefektifkan kegiatan dalam kelompoknya. Berlanjut pada kondisi kelompok yang lebih besar dengan otonomi berada pada siswa baik untuk menetukan kelompoknya ataupun waktu penyelesaian tugas kelompok bersama-sama dengan guru. Kondisi ini diperlukan untuk membangun kerjasama diantara mereka dan strategi ini agar setiap siswa memikul suatu tanggung jawab dalam kelompoknya. b. Strategi membangun peta konsep siswa

62

Peta konsep dapat dikembangkan secara individual atau dalam kelompok kecil. Siswa-siswa mengatur sejumlah konsep atau kata-kata kunci pada satu halaman kertas, kemudian menghubungkannya dengan garis-garis dan sepanjang garis itu ditulis suatu kata atau ungkapan yang menjelaskan kaitan antar kata-kata atau konsep-konsep. c. Strategi menggali infomasi dari media cetak Jika siswa diminta untuk mengerti dan bukan sekedar mengingat informasi yang ditemukannya di dalam buku pelajaran, bahan rujukan surat kabar dan sebaginya, maka mereka haruslah aktif mengumpulkan informasi setelah itu gunakan pertanyaan terbuka, produktif dan imjinatif. d. Strategi membandingkan dan mensisntesiskan informasi Pemahaman informasi dari berbagai sumber belajar dapat ditingkatkan jika siswa-siswa bekerja dalam kelompok dan setiap anggota kelompok diberi sumber belajar yang berbeda untuk digunakan dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. Dengan demikian, siswa-siawa harus membandingkan dan mendiskusi jawaban-jawaban yang sudah mereka tuliskan sehingga sebagai hasilnya, mereka akan mampu memberi satu jawaban yang memuskan. Ini merupakan strategi yang efektif untuk dipakai oleh kelompok-kelompkok pakar ketika pendekatan’ gergaji ukur (jigsaw) terhadap proyek penelitian digunakan. e. Srategi mengamati (mengawasi) secara aktif Untuk menjamin agar para siswa berpikir aktif sewaktu menonton video mintalah mereka untuk : 1) Menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mereka pikirkan pada waktu menonton video. Ini dapat digunakan sebagai dasar untuk diskusi kemudian atau penelitian lanjutan tentang topik itu. 2) Mnuliskan contoh-contoh kategori tertentu dari peristiwaperistiwa, benda-benda atau hewan-hewan, dan sebagainya yang muncul dalam video itu. Ini dapat didiskusikan kemudian dan dikelompokan sebagao dasar untuk kegiatan meraih konsep. f. Strategi menganalisis dengan peta akibat atau roda masa depan

63

Strategi ini dapat digunakan sebelum atau sesudah siswa-siswa mempelajari sesuatu topik. Hal ini dapat digunakan untuk menemukan seberapa tuntas siswa-siswa sudah memikirkan sesuatu isu atau peristiwa, atau dapat digunakan untuk menentukan apakah mereka sudah mampu menerapkan informasi yang sudah dipelajarinya dalam menganalisis situasi baru. Siswa-siswa diminta untuk mempertimbangkan semua hasil atau akibat yang mungkin dari suatu tindakan atau perubahan dan kemudian hasil-hasil dan akibat-akibatnya sesudah itu. Mereka hendaklah didorong untuk berpikir tentang aakibat-akibat positif dan negatif dalam rentang konteks yang mungkin meliputi hal-hal yang bersifat sosial, etika, moral, ekonomi, politik, pribadi, hukum atau politik. g. Strategi melakukan kerja praktik Strategi ini selalu menjadi bagian penting dari pembelajaran sains. Terdapat beberapa cara yang menjamin bahwa siswa-siswa secara aktif terlibat dalam kerja praktik mereka dan bahwa mereka belajar dari pengalaman itu : 1) 2) 3) 4) terbatas) Dari uraian yang panjang lebar di atas penulis, sangatlah jelas bahwa kurikulum berbasis kompetensi mengusung pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya untuk mencapai optimalisasi pembelajaran dengan dukungan guru yang memiliki kemampuan dalam menciptakan situasi, motivasi, serta kondisi yang menuntut keaktifan mental dibanding aktif fisik. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang Memberi perintah-perintah dalam susunan acak Diminta meramalkan hasil-hasilnya Diberi suatu kumpulan peralatan yang tepat dan suatu pertanyaan untuk diselidiki Diberi pertanyaan penelitian eksperimen terbuka (tidak

3. di balik berpikir logis . efektip. berpikir kreatif/lateral (ada sesuatu unsur baru.kritikal yang berlangsung sebelumnya ). dan berpikir aqliyah dan naqliyah (mengunakan akal dalam memeriksa fakta. sehingga tidak memberi nilai tambah. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. maka berpikir dalam belajar itu memasuki daerah khusus dzikrulloh untuk mencari makna yang lebih konprehensif. berpikir kritis (tidak mengedepankan sikap”ya benar/terima/setuju”. penggunaan dan pengendalian potensial aqal hendaknya bersambung dengan potensi qalbunya. dalam mengungkapkan keberartian fakta menurut kajian dan analisis berdasakan teori dalam disiplin ilmunya) . menurut Sanusi. tidak ada kontradiksi internal/sejalan dengan akal sehat). berpikir hapalan (Yang disimpan dalam pikiran itu tidak banyak diolah dalam keterkaitanya dengan informasi sebelumnya. Pada tingkat itu. peristiwa.64 datang dari guru itu sendiri maupun datang dari temannya. kreatif. berpikir etis (ketentuan /aturan dan sangsi dari nilai etis tentang kebaikan/kebajikan (dan estetis tentang keindahan/kesucian) itu jadi rujukan dan pedoman). yang khas dan lebih berarti. berpikir rasional-empiris (berpikir yang dapat diterima akal sehat yang cocok dengan faktanya). bermanfaat. yaitu pembelajaran aktif. panca indra).32-35). berpikir hapalan tidak bisa efektif jika jumlah objeknya banyak. menyenangkan. dan karakteristik dan keterkaitnnya rumit). berpikir menunjukan suatu proses terstruktur dan tingkatan-tingkatan hirarkis yang bersifat runtut. (1999. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan hakekat pembelajaran ”PAKEM”. Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills adalah untuk mampu berpikir yang benar. selain mencari pengertian-pengertian yang logis dan rasional. berpikir logis (diturunkan dan amat konsisten dengan asumsi ada yang ditetapkan disini. kejadian atau kegiatan yang berujud kongkret dalam jangkuaian. bersifat coba-coba tentang apa adanya sehingga autputnya pun apa adanya). melainkan justru memadukan pemikiran logis dan rasional –empiris). berpikir spekulatif (prosesnya tidak menentu dan keberhasilan pun diragukan. belajar dengan berpikir konkrit (terbatas pada objek-objek yang berupa benda. dalam pembagian berpikir adalah sebagai berikut : (a) Berpikir Orde Rendah (Lower Order Thinking) diantaranya . Pada tahap itu ada proses transformasi trancendental. (b) Berpikir Orde Lebih Tinggi diantaranya . belajar dengan berpikir formalistik (biasanya relevan dan konsisten dengan pesan-pesan yang dikandung dalam kaidah. Pada tingkat belajar konsep yang dimaksud seperti di atas. bermanfaat dan baik pula.rasional . aturan atau teori yang dijadikan rujukannya hampa dengan fakta yang relevan).

kekurangan kita akan kebijaksanaan. dan . laksanakan dengan ikhlas dan senantiasa istiqomah pada jalur yang diridhoi Allah swt. Rektor Guru/Dosen. pengetahuan dan sikap merupakan produk dimana para edukator seperti Kepala Sekolah. Dengan sumber daya manusia berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. dan menurutnya apa yang dibutuhkan oleh murid sehingga murid mengalami peningkatan dan perkembangan yang identik dengan perkembangan keterampilan. Pendekatan kita harus melihat pada keseluruhan sistem. Strategi Sumber Daya Manusia Strategi sumber daya manusia adalah salah satu bagian dari tujuan pendidikan nasional. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. bermanfaat dan baik pula setiap potensi saat ini tidak dapat terselesaikan melalui satu kondisi yang sederhana tetapi memerlukan penanganan dari berbagai perspektif. Mereka mengelola. kesejahteraan kemajuan di segala bidang. dari pendekatan kita terhadap hidup. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk membuat perubahan pada diri manusia dan lingkungannya dengan harapan terjadi perubahan yang mengarah kepada yang lebih baik. bermanfaat. Mulailah dari diri sendiri dengan niat lillahi ta’ala.bukannya akibat dari ketidak cukupan memilki materi. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. Dan perhatikan bahwa berpikir tingkat tinggilah yang mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan mental. Akibat dari ketidak cukupan dalam mental kita bersama. kepala dinas pendidikan. tapi hal ini akan memerlukan persfektif yang jauh lebih banyak ketimbang dari apa yang kita namai sebagai ilmu pengetahuan. pengetahuan dan sikap. mengidentifikasinya. Peningkatan dan perkembangan keterampilan. Dengan mutu pembelajaran yang baik dan benar diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.65 Dari uraian di atas penulis simpulkan bahwa untuk mampu berpikir yang benar.memperhitungkan pula filosofi dan agama. memiliki kedudukan sebagai manajer. 4. perencana dan tenaga ahli kurikulum. Tata Usaha (administrator). Berdasarkan ungkapan di atas maka sudah dapat dipastikan. pikiran dan bukan benda.

Maka tak ada yang dapat menolaknya. Tuhan tidak akan merubah keadaan mereka. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. kehendak. justru yang membatasinya adalah kemampuannya karena masih ada Maha Penentu dan Maha Mampu. obsesi tak terbatas. baik yang hidup maupun mati. Dalam Penjelasannya disebutkan bahwa "suatu kaum tidak akan berubah jika kaum itu sendiri tidak merubahnya". Dengan demikian mengupayakan adalah menjadi suatu kewajiban. Namun dengan tidak mengindahkan bahwa segalanya adalah kehendak adalah Allah Yang Maha Kuasa. Seperti kita ketahui bahwa keinginan. Bahkan Alloh telah mengisyaratkan pada umatnya seperti firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra’d ayat 11 :                                              Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. sebagai individu maupun sosial. hanya keberhasilan Allah pula yang menentukan. Upaya mengubah adalah kewajiban sehingga membentuk manusia untuk terus memaksimalkan diri ke arah perubahan yang diinginkan. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. dalam Al-Quran surat AlMu’min ayat 40 :            .66 Islam tidak mengharamkan perubahan. Karena Allah telah dengan sengaja menyuruh manusia untuk selalu berupaya dan berdoa seperti diisyaratkan oleh-Nya. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan kehendak manusia akan adanya perubahan. selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. baik untuk diri sendiri. baik lahir maupun batin atau pun untuk orang lain bahkan lingkungan di sekitarnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia terus berupaya melogikakan apa pun kehendaknya termasuk proses pencapaian kehendaknya tersebut. niscaya aku kabulkan". Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". cara dan strategi pencapaiannya. berilah kami apa yang Telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dengan ungkapan tersebut: "berdo'alah pada-Ku. Selanjutnya Alloh mengisyaratkan kepada umatnya. Lebih dari itu bagi kaum atheis/materialistis merasa perubahan adalah penting bagian dari hidup dan yang bisa mengupayakan hal tersebut adalah kemampuannya sendiri karena mereka yakin bahwa perubahan sepenuhnya merupakan akibat dari perbuatannya sendiri termasuk alam. Maka dari itu muncullah berbagai macam teori. Dunia pembelajaranpun tidak terlepas dari yang disebut perubahan. bahwa alloh tidak akan pernah mengingkari janjinya dari apa yang dilakukan oleh mereka. Perhatikan perkembangan keilmuan dan pengetahuan sekarang ini yang merupakan bukti konkret kemajuan pembelajaran .67            Yang artinya :”Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepadaKu. seperti dalam Al-Quran Surat Ali-Imron : 194                                   “Ya Tuhan kami. dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat." Umumnya hidup dalam kehidupan. konsep bahkan hukum yang berhubungan dengan atau antara keinginan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. Seolah permintaan atau keinginan apa pun Allah tidak menolaknya tanpa batas. niscaya akan Kuperkenankan bagimu.

dan pantang menyerah. Sehingga dari hasil pemikiran baik pertanyaan maupun pernyataan menciptakan konteks tanya jawab. e. Amanah: Memiliki integritas. bagaimana perubahan itu bisa terjadi ? Secara sederhana begitu manusia berkehendak dan dianggap sebagai masalah maka memunculkan berbagai pemikiran tentang kapan waktunya. Peduli dan menghargai orang lain : Menyadari dan mau memahami serta memperhatikan kebutuhan dan kepentingan pihak lain. . berpendapat bahwa: Ciri-ciri sumber daya manusia berkualitas sendiri adalah mandiri. dimana. bersikap jujur dan mampu mengemban kepercayaan. tekun belajar. Disiplin: Taat pada tata tertib dan aturan yang ada serta mampu mengajak orang lain untuk bersikap yang sama. menghargai waktu. semangat berdedikasi serta berorientasi pada hasil. bagaimana cara mencapainya atau solusinya. dan lain-lain. Antusias dan bermotivasi tinggi: Menunjukkan rasa ingin tahu. Bertanggung jawab dan mandiri: Memahami resiko pekerjaan dan berkomitmen untuk mempertanggung-jawabkan hasil kerjanya serta tidak tergantung kepada pihak lain. berapa lama. persetujuan. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Kreatif: Memiliki pola pikir. dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan. Kapan. Hal ini sejalan dengan rencana strategis pemerintah bahwa untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas setiap insan yang unggul harus memiliki kriteria sebagai berikut : a. berwatak kerja keras. g.68 akibat upaya-upaya perubahan. cara pandang. (2007:3). Profesional: Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai serta memahami bagaimana mengimplementasikannya. b. dan langkah yang lebih memberi kepastian dan keyakinan akan tercapainya berbagai keinginan tersebut diharapkan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas Isjoni. f. d. c.

mengoptimalkan daya usaha pihak lain sesuai kemampuannya. j. prosedur kerja. o. Menjadi teladan: Berinisiatif untuk memulai dari diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang baik sehingga menjadi contoh bagi pihak lain. . Dapat dipercaya (andal): Mampu memberikan bukti berupa hasil kerja. saling menghargai. Produktif (efektif dan efisien): Memberikan hasil kerja yang baik dalam jumlah yang optimal melalui pelaksanaan kerja yang efektif dan efisien. p. Gandrung mutu tinggi (service excellence): mengemban Menghasilkan kepercayaan dan dan memberikan hanya yang terbaik.69 h. Belajar sepanjang hayat: Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan. kepercayaan. Taat azas: Mematuhi tata tertib. s. Responsif dan aspiratif: Peka dan mampu dengan segera menindaklanjuti tuntutan yang selalu berubah. u. Memotivasi (motivating): Memberikan dorongan dan semangat bagi pihak lain untuk berusaha mencapai tujuan bersama. Visioner dan berwawasan: Bekerja berlandaskan pengetahuan dan informasi yang luas serta wawasan yang jauh ke depan. q. Mengilhami (inspiring): Memberikan inspirasi dan memberikan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya. keterbukaan. Memberdayakan n. dan peraturan perundangundangan. t. Membudayakan (culture-forming): Menjadi motor dan penggerak dalam pengembangan masyarakat menuju kondisi yang lebih berbudaya. Koordinatif dan bersinergi dalam kerangka kerja tim: Bekerja bersama berdasarkan komitmen. l. Akuntabel: Bekerja secara terukur dengan prinsip yang standar serta memberikan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan. (empowering): Memberikan kesempatan dan m. pengetahuan dan pengalaman serta mampu mengambil hikmah dan mejadikan pelajaran atas setiap kejadian. dan partisipasi aktif bagi kepentingan Depdiknas. r. k. i.

pengetahuan. Peserta Didik dan Tenaga Kependidikan. serta menghasilkan gagasan dan pengembangan baru. Demokratis. melakukan pengorganisasian. serta menjunjung tinggi ajaran agama.70 v. dan inklusif: Terbuka atas kritik dan masukan serta mampu bersikap adil dan merata. Pencipta Iklim Kerja: Menciptakan ruang dan lingkungan kerja yang nyaman. jajaran pimpinan pada dinas pendidikan termasuk kepala memiliki gaya kepemimpinan masing-masing yang sangat mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan di lingkungan kerja masing-masing karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. 3) Kepala Sekolah sebagai supervisor artinya supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah). sehingga inisiatif tetap berada ditangan tenaga kepembelajaran. Menciptakan tata tertib di sekolah. suasana kerja. 2) Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin yang dapat kepribadian. komunikasi. berbudi luhur. Pemanfaatan sumber daya. Aspek yang di supervisi berdasarkan usul guru. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. berkeadilan. Mendiskusian dan . sumber daya manusia perlu ditata secara optimal. yang dikaji bersama untuk dijadikan kesepakatan. Sebagai Pendidik: Bimbingan kepada warga sekolah. trampil. memotivasi. menghargai waktu. Antisipatif dan inovatif : Mampu memprediksi dan tanggap terhadap perubahan yang akan terjadi. melakukan perencanaan. dilihat dari unsur yang meliputi sumber daya manusia yang terlibat langsung di satuan pendidikan yaitu mulai dari Kepala Sekolah. berkualitas. misi dan tujuan sekolah. melakukan suvervisi. Sekolah adalah tempat mentrasper nilai. Tenaga Pendidik. w. dan ketrampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. menggerakan seluruh warga sekolah. menyelenggara program. Pembinaan Ketatausahawan. diklat bagi guru dan staf. pengambilan keputusan. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah. Melakukan pengawasan melekat. Sebagai Wirausahawan: Analisis tantangan dan peluang. pendelegasian. Mengingat pentingnya berbagai sektor pembangunan. Sumber daya manusia: 1) kepala sekolah sebagai manajer mampu menata memahami visi. menyelenggarakan konsultasi.

hubungan yang mengintergrasikan harmonis setiap dengan kegiatan. 5) Kepala Sekolah Sebagai Inovator dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. membuka komunikasi dua aah. Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaanya sebagai berikut secara Konstruktif. Delegatif. meningkatkan kemauan tenaga kepembelajaran. Intergratif. sehingga dapat mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi sekolah.mencari memberikan teladan kepada seluruh tenaga kepembelajaran di sekolah. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. yaitu pertemuan awal. Kreatif. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk menuingkatkan suatu kedaan dan memecahkan suatu masalah. Hal ini dilakukan agar para tenaga kepembelajaran dapat memahami apa-apa yang disampaikan oleh kepala sekolah sebagai pimpinan. kepala sekolah harus berusaha mencari gagasan dan cara-cara baru dalam melaksanakan tugasnya. 4) Kepala Sekolah Sebagai Leader yang harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. jabatan serta kemampuan masing-masing. kepala sekolah harus berusaha mendorong dan membina setiap tenaga kepembelajaran agar dapat bekembang secara optimal dalam melakukan tugas-tugas yang diembannya kepada masingmasing tenaga kepembelajaran. pengamatan. dan mengembangkan model-model pembelajaran inovatif. Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap peubahan prilaku guru yang positip sebagai hasil pembinaan. lingkungan. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesinalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. dimaksudkan bahwa dalam rangka meningkatkan profeionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. dimaksudkan bahwa dalam menngkatkan profesionlisme tenaga kepembelajaran . dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk gagasan menjalin baru. dan umpan balik. kepala sekolah harus berupaya mendelegasikan tugas kepada tenaga kepembelajaran sesuai dengan deskripsi tugas.71 menapsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interprestasi guru. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara ttap muka. dan mendeleasian tugas.

disiplin. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Moving class adalah mengubah strategi pembelajaran dari pola kelas tetap menjai kelas bidang studi. Pragmatis. efisien dan produktif. penghargaan secara efektif.72 di sekolah. Keteladanan. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. kepala sekolah harus berusaha mengintergrasikan semua kegiatan sehingga dapat menghasilkan sinergi untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif. kepala sekolah harus berusaha memberikan teladan dan contoh yang baik. kepala sekolah harus berusaha betindak berdasarkan pertimbengan rasio dan objektif. sehingga dalam suatu laboratorium bidang studi dapat dijaga oleh beberapa orang guru (fasilitator). Moving kclass ini bisa dipadukan dengan pembelajaran terpadu. Rasional dan objektif. kepala sekolah harus berusaha menetapkan kegiatan atautarget serta kemampuan bahwa dalam yang dimiliki sekolah. yang bertugas memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam belajar dan 6) Kepala Sekolah Sebagai Motivator harus memilki srategi yang tepat untuk membeikan motivasi kepada para tenaga kepembelajaran dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Adaptabel dan fleksibel. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. sehingga setiap bidang studi memiliki kelas tersendiri. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. yang dilengkapi dengan alat peraga dan alat-alat lainya. dimaksudkan kepembelajaran di sekolah. dorongan. menemukan. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. Kepala sekolah harus mampu beradaptasi dan fleksibel dalam menghadapi situasi baru. serta berusaha menciptakan situasi kerja yang menyenangkan dan memudahkan para tenaga kepembelajaran untuk beradaptasi dalam melaksanakan tugasnya. pengaturan suasana kerja. Wahjosumijo (1999:110) mengemukakan bahwa : . dan melaksanakan berbagai pembahruan di sekolah. meningkatkan profesionalisme tenaga berdasarkan kondisi dan kemampuan nyata yang dimiliki oleh setiap tenaga kepembelajaran.

dan mengambil keputusan untuk kepentingan eksternal Kemampuan berkomunikasi akan tercermin dari kemampuanya berkomunikasi secara lisan dengan tenaga kepembelajaran di sekolah. jujur. Pemahaman terhadap visi dan misi sekolah akan tercermin dari kemampuannya untuk mengembangkan visi sekolah. emosi yang stabil. tanggung jawab. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercemin dalam sifat-sifat.73 Kepala sekolah sebagai leader harus memilki karakter khusus yang mencakup kepribadian. Prinsip-prinsip tersebut kepala sekolah untuk adalah para tenaga mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan . serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. berjiwa besar. kemampuan mengmbil keputusan. a. visi dan misi sekolah. Kemampuan kemampuannya mengambil keputusan akan tercermin bersama dari tenaga dalam mengambil keputusan mengembangkan misi sekolah. pengetahuan terhadap tenaga kepembelajaran. menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. menerima masukan. berani mengambil resiko dan keputusan. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan sebagai berikut memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan non guru). ke dalam tindakan. mengambil keputusan untuk sekolah. e. berkomunikasi secara lisan dengan peserta didik. teladan. keahlian dasar. dan melaksanakan program untuk mewujudkan visi dan misi kepembelajaran di sekolah. d. percaya diri. dan kemampuan berkomunikasi. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. b. pengalaman dan pengetahuan profesional. c. berkomunikasi secara lisan dengan orang tua dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah. memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. menyusun program pengembangan tenaga kependidkan. Beberapa prinsip yang dapat diterapkan profesionalismenya. untuk kepentingan internal sekolah. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian.

Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. Pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi. Pada tahun 2005 Pemerintah dan DPR RI telah mensahkan undang-undang RI Nomor I4 tahun 2005 tentang guru dan dosen. dan menyenangkan. dan sertifikat pendidik yang dipersyaratkan. Para tenaga kepembelajaran juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Sertifikat pendidik diperoleh guru setelah mengikuti pembelajaran profesi. kepuasan penghargaan Setelah penulis kemukakan mengenai paparan tentang sumber daya manusia di atas tentang keprofesionalan sebagai kepala sekolah. kompetensi. memberikan rasa aman menunjukan bahwa kepala sekolah memperhatikan mereka. Pemberian hadiah lebih bak dari pada hukuman.74 kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. Kualifikasi akademik tersebut harus diperoleh mellui pembelajaran tinggi program sarjana atau diploma empat. Di satu pihak. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukandan usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. Pengakuan terhadap guru sebagai tenaga profesional akan diberikan manakala guru telah memiliki antara lain kualifikasi akademik. tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja. dan kompetensi profesional. Adapun jenis-jenis kompetensi yang dimaksud pada undang-undang tersebut meliputi ” kompetensi pedagogik. tak kalah pentingnya sebagai unjung tonggak dalam keberhasilan tujuan pembelajaran nasional yaitu tenaga pendidik (guru profesional). Para tenaga kependidian harus selalu diberitau tentang hasil dari setiap pekerjaaanya. kompetensi sosial. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh . kompetensi kepribadian. tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional.

Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap pesert didik. sosial. Kompetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan pembelajaran secara luas dan mendalam yang materi memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi . Secara rinci kompetensi pedagogik meliputi : memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik. kultural. mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. merancang pembelajaran yang mendidik. memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan dalam konteks kebhinekaan budaya. arif. menevaluasi proses dan hasil pembelajaran b. emosional. meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.75 Penjabaran tentang jenis-jenis kompetensi tersebut sebagai berikut: a. mengembangkan diri secara berkelanjutan. stabil. menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi. Kompetensi ini mencakup : menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya. Kompetensi Kepribadian yaitu memiliki kepribadian yang mantap. dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berahklak mulia. arif. dan berwibawa. menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik. mengevaluasi kenerja sendiri. dewasa. perancangn dan pelaksanaan pembelajaran. . memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peseta didik. memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. Kompetensi ini meliputi : menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. melaksanakan pembelajaran yang mendidik. stabil. dan intelektual. c. menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi. morl. dewasa. evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

teladan. Sukmadinata. (1998). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. pengajar. regional. berkontribusi (ICT) tenaga terhadap untuk kependidiikan. pembangkit pandangan. dan masyarakat sekitar. orang tua/wali peserta didik. pembelajaran memanfaatkan orang di tua peserta didk. . Hal tersebut lebih nampak lagi dalam pendidikan yang dikembangkan secara desentralisasi sejalan dengan kebijakan otonomi daerah. dan masyarakat. tenaga kepembelajaran. model. Dengan kompetensi ini guru diharapkan dapat : merkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik. sesam pendidik. betapa pentingnya untuk meningkatkan aktivitas.76 d. pekerja rutin. dan sesama pendidik. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. emansipator. maka diperlukan rambu-rambu bimbingan teknis bagi guru untuk pengembangan profesionalisme yang berkelanjutan. merkontribusi terhadap pengembangan sekolah masyarakat. kreatifitas. Peran guru profesional dalam pembelajaran adalah sebagai pendidik. pendorong kreativitas. pelaksana dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. dan global. Lebih lanjut dikemukakannya bahwa guru adalah perencana. Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. peneliti. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. kualitas dan profesionalisme guru. evaluator. pembimbing. nasional. mengemukakan bahwa guru memegang peranan yang cukup baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pembelajaran. karena disini guru diberi kebebasan memilih dan mengembangkan materi standar dan kompetensi dasar sesuai kondisi dan kebutuhan daerah dan sekolah. Kompetensi Sosial yaitu kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. pembawa cerita. pelatih. aktor. pribadi. pembaharu. penasihat. Menyadari hal tersebut. teknologi informsi komunikasi berkomunikasi dan pengembangan diri. dan pengembangan pembelajaran di tingkat lokal.

77 pengawet dan kulminator. media. dan guru membantu kesulitam siswa yang mendapat hambatan. mencintai pekerjaannya. 4) Sebagai Komunikator dan Fasilitator di dalam kelas guru berperan sebagai komunikator dan guru sebagai fasilitator memiliki peran memfasilitasi siswa untuk belajar secara maksimal dengan menggunakan berbagai strategi/metode. Yang dimaksud guru profesional adalah : 1) harus memiliki berbagai keterampilan. sosial. mencari dan memecahkan permasalahan belajar. Keempat kemampuan itu menjadi tolok ukur profesionalisme guru. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru mata pelajaran pada SMP/MTs. dan apabila salah satu komponen atau sub-komponen kurang/tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan. 3) Guru profesional harus rajin membaca literatur. Dalam proses pembelajaran siswa sebagai titik sentral belajar. yaitu kompetensi pedagogik. kepribadian. . yang diantaranya : 1) Kualifikasi Akademik Guru pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat. kompetensi sosial. kesulitan dalam memahami. Lain halnya penjelasan mengenai Profesi Guru dan Standar Kualifikasi Akademik sejalan dengan Permendiknas No. Kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk diangkat sebagai guru dalam bidang khusus yang sangat diperlukan tetapi belum dikembangkan diperguruan tinggi dapat diperoleh melalui uji kelayakan dan kesetaraan. dan profesional. 16 Tahun 2008. kompetensi kepribadian. 2) Kualifikasi Akademik guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seorang yang memiliki keahlian tanpa ijazah dilakuakan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk melaksanakannya. 2) Guru profesional selalu mengembangkan dirinya terhadap pengetahuan dan mendalami keahliannya. dan memcahkan permasalahan. kompetensi profesional. minimum DIV atau sarjana S1 program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu. menjaga kode etik guru. dan sumber belajar. yaitu kompetensi pedagogik. Standar kompentensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama. maka perlu dilakukan pengembangan profesi. 5) pengembangan profesi guru mencakup empat bidang. harus memiliki kualifikasi akademik pembelajaran. siswa yang lebih aktif. kemampuan khusus. dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi.

. maka pembelajaran diperlukan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa). dan kemampuannya. menguasai bahan kajian akademik Dan akhinya profesionalisasi guru di masa mendatang merupakan prioritas utama bagi dunia pendidikan. Setiap peserta didik sebagai sumber daya manusia mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat.78 Apabila ditinjau dari tuntutan kualifikasi akademik dan harapan-harapan pemerintah bagi profesi tenaga pendidik dapat penulis simpulkan ada beberapa persyaratan atau yang harus dipahami oleh profesi pendidik diantaranya adalah : a. berpendapat bahwa : Siswa atau peserta didik adalah individu yang berada dalam proses perkembangan yang merupakan perubahan bersifat progresif yaitu menuju ketahap yang lebih tinggi. bimbingan belajar siswa. c. lebih besar. Pembelajaran dalam arti seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber tujuan daya untuk mencapai yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia selaku sumber daya manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama. penilaian prestasi belajar siswa. minat. Mengelola Pembelajaran: Menyusun rencana pembelajaran. melaksanakan interaksi belajar mengajar. (2005 : 128). b. pengembangan profesional Menguasai kemampuan akademik : memahami wawasan kepembelajaran. Pengembangan profesi : pengembangan diri. lebih baik dari seluruh aspek kepribadian. Program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara dapat menyelesaikan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan dan berkewajiban menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. melaksanakan tindak lanjut hasil penilian. Sukmadinata. bahwa tenaga pendidik adalah sebagai ujung tombak pembangunan maka dari itu tenaga pendidik untuk lebih aktif dan kreatif dalam inovasi profesi pendidik.

Selaku sumber daya manusia yang mendukung secara tidak langsung dalam proses pendidikan selaku administrator perlu memiliki potensi keprofesiannya yang diantaranya seperti: atensi kerja optimal. disenangi oleh orang lain. Dari kedua pendapat paparan di atas apabila penulis simpulkan bahwa perkembangan sumber daya manusia peserta didik/siswa merupakan potensi diri sesuai dengan tingkat tahap perkembangannya melalui proses perkembangannya yang perlu tersedia pada jalur. 2) Pra Oprasional (2 sampai 7 tahun ) artinya mulai menerima arti secara simbolis dan mampu belajar tentang konsep yang lebih komplek dan meningkat. jenjang dan jenis pembelajaran yang diharapkan dan pelayanan secara optimal sesuai perkembangannya. produktivitas. 4) Oprasi Formal (11 dan seterusnya) artinya ditandai adanya perekembangan kegiatan-kegiatan berpikir formal dan abstrak. Profesi Tenaga Kependidikan sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training. baik dalam kemampuan bersifat progresif maupun kreativitasnya. pengawasan. pengelolaan. 3) Oprasi Nyata (7 sampai 11 tahun) artinya proses dalam pemecahan permasalahan. bertujuan menciptakan ketrampilan. Tenaga Kependidikan yang membantu dalam proses sebagai profesi yang mempunyai pengertian seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian. kemampuan. Perlu disadari. (2008 : 51-52) Empat tahap pokok perkembangan dianataranya :1) Sensorik Motorik (sejak lahir hingga usia 2 tahun) artinya mengalami kemajuan oprerasi reflek belum mampu membedakan apa yang ada disekolahnya. kreatif. pengembangan. ketrampilan (skill).79 Lain halnya mengenai tingkat perkembangan sumber daya manusia peserta didik menurut pendapat: Mulyasa. dan dia dapat melakukan pekerjaan itu. Dalam pasal 39 Ayat 1 UUSPN Tahun 2003 termaktub sebagai berikut bahwa: “Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati. teknik. inovatif kerja yang handal serta menciptakan suasana pelayanan pembelajaran yang bermakna. dinamis. loyalitas. dan dialogis . pekerjaan yang bernilai tinggi. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan”. dan prosedur berlandaskan inteltualita. menyenangkan. bahwa sebenarnya peserta didik menuntut adanya perubahan yang relatif “baik”.

dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran . Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan.80 mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pelayanan pembelajaran. yang memberi perhatian pada keberagaman dan mendorong partisipasi masyarakat. Dalam hal ini keempat unsur sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam proses pendidikan sangat berpengaruh terhadap rencana-rencana peningkatan salah satu proses pembelajaran di satuan pendidikan dengan harapan peran serta keempat pilar sumber daya manusia di atas dapat terwujud sesuai dengan harapan tujuan pembelajaran nasional. Terwujud dan tekad dalam melakukan reformasi pembelajaran untuk dapat menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. Penulis dapat simpulkan dari potensi-potensi sumber daya manusia mulai dari kepala sekolah. Pembangunan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyeluruh dan sungguh-sungguh untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. maju. dan modern. mandiri. Dalam konteks demikian. Pembangunan pendidikan nasional adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas. tanpa kehilangan wawasan nasional. isi. Dalam era otonomi dan desentralisasi. dan pembaruan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan dalam tugasnya. Strategi Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. berbangsa. sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan berbagai perubahan. profesi. dan bernegara di era persaingan global peran serta sumber daya manusia sangatlah berpengaruh besar untuk menjawab tantangan-tantangan khususnya di dunia pendidikan. dan politik. 5. budaya. tenaga pendidik (guru). peserta didik (siswa). dan memberi teladan prestasi kerja dan menjaga nama baik lembaga. pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas yang meliputi dimensi sosial. maka diperlukannya berbagai strategi-strategi. ekonomi. dan tenaga kependidikan (tata usaha). penyesuaian.

sebab diantara bidang-bidang pendidikan yaitu manajemen pendidikan. keadaan sekolah. Oliva. Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. Kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pembelajaran yang diharapkan Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan. atau suatu verbalisasi dan selain kurikulum diartikan sebagai dokumen. kurikulum-pengajaran merupakan bidang yang paling langsung berpengaruht terhadap hasil pendidikan. Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum. (1902) sejak lama telah menggunakan istilah kurikulum dan hubungannya dengan anak didik. diarahkan. dan kondisi sekolah atau daerah. (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept.81 untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. mengatakan: kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. Semua pengalaman siswa yang dirancang. Franklin. Dewey. baik sebagai dokumen maupun sebagai pengalaman belajar. para akhli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. (2004:47). (1918) menyatakan bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju ke kedewasaan. Dewey menegaskan bahwa kurikulum dan anak didik merupakan dua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya adalah proses tunggal dalam bidang pembelajaran. Sukmadinata. . Kurikulum adalah suatu suatu bangunan konsep. Mengartikan kurikulum sebagai suatu rangkaian pengalaman yang memiliki kemanfaatan maksimum bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuannya agar dapat menyesuaikan dan menghadapi berbagai situasi kehidupan. a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". kurikulum-pengajaran dan bimbingan siswa.

isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. akan terlihat bahwa pengertian-pengertian tersebut pada dasarnya memiliki arti yang hampir sama namun berbeda dalam ruang lingkup penekanannya. Sedangkan pengertian kurikulum sebagaimana tercantum dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Gagne. dan materinya dipilih dan diorganisasikan berdasarkan suatu pola tertentu untuk kepentingan belajar dan mengajar. Biasanya dalam suatu kurikulum sudah termasuk dengan program penilaian hasilnya. implementasi kurikulum dan pengendalian kurikulum). (1957) menegaskan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. . Materi kurikulum mengacu kepada tujuan pengajaran yang diinginkan. semua pengalaman siswa yang dirancang. (1962) mengatakan bahwa kurikulum adalah pernyataan tentang tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat umum dan khusus. Apabila kita telaah." Lain halnya Sukmadinata. (1978) mengartikan kurikulum sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan pengajaran. diarahkan. (1967) mengartikan bahwa kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki/dikuasai sebelumnya. (Diktat Perkuliahan) berpendapat mengenai kurikulum adalah sebagai berikut: Kurikulum merupakan seperangkat rencana sebagai pedoman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.82 Tyler. Sebagian pengertian kurikulum ditafsirkan secara luas yang penekanannya mencakup seluruh pengalaman belajar yang diorganisasikan dan dikembangkan dengan baik serta dipersiapkan bagi anak didik untuk mengatasi situasi kehidupan sebenarnya. Schiro. Sedangkan pengertian lainnya ditafsirkan secara sempit yang hanya menekankan kepada kemanfaatannya bagi guru dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Taba. dan tahapan-tahapan mengenai kurikulum (desain kurikulum. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah seluruh hasil belajar yang direncanakan dan merupakan tanggung jawab sekolah.

Istilah resminya adalah "innovations and reforms. Ungkapan tentang bentuk dokumen yang mudah ditemukan memberikan petunjuk yang cukup luas dengan kemungkinan bahwa kurikulum dapat disimpan dan diedarkan melalui perangkat komputer." Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. disusun berdasarkan tingkat-tingkat generalisasi. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. pengelolaan. . dan dapat membawa perubahan tingkah laku. Glatthorn sendiri mengartikan kurikulum adalah rencana yang dibuat untuk membimbing anak belajar di sekolah. dan 2) kurikulum harus bermanfaat bagi guru dalam membuat perencanaan pengajaran yang baik. Perubahan kurikulum khususnya di negara-negara yang sudah maju sering dipengaruhi oleh dan/atau sebagai perwujudan dari kekuatan masyarakat. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. yang paling menarik dari pendapat Glatthorn adalah bahwa rencana tersebut harus fleksibel agar dapat memungkinkan dilakukan perbaikan seperlunya apabila proses sedang berlangsung. dan perubahan itu biasanya menawarkan suatu pandangan yang lebih luas. sarana dan prasarana. tenaga kependidikan. disajikan dalam bentuk dokumen yang mudah ditemukan. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. dapat diamati oleh pihak yang tidak berkepentingan. Memahami sejarah perkembangan kurikulum dari sejak awal berguna untuk menjelajahi masa-masa aliran yang mempengaruhi perubahan kurikulum. yaitu suatu cara penyimpanan kurikulum dalam database komputer dan penyalurannya ke sekolah-sekolah melalui jaringan internet yang mungkin dapat diwujudkan pada waktu yang akan datang. pembiayaan dan penilaian pendidikan. proses.83 Pengertian kurikulum paling tidak harus memenuhi dua kriteria yaitu 1) kurikulum harus mencerminkan pengertian umum tentang peristilahan pendidikan sebagaimana sering digunakan oleh pendidik. kompetensi lulusan. dapat diaktualisasikan dalam kelas.

Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP. Selain dari itu. efektif dan menyenangkan. kreatif. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian. Kedua. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk: belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi.84 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pembelajaran mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pembelajaran (BSNP). . dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. Sebagai model KTSP. belajar untuk memahami dan menghayati. Dari pengembangan kurikulum di atas sejalan dengan yang terdapat pada pasal 36 : 1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pembelajaran untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional. Pertama.

pendidikan jasmani dan olahraga. agama. ilmu pengetahuan alam. ayat (2). kecerdasan. potensi daerah. keterampilan/kejuruan dan muatan lokal. perkembangan ilmu pengetahuan. satpel. seni dan budaya. 4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). matematika. peningkatan potensi. dan peserta didik. Dari paparan di atas mengenai kurikulum mempunyai tujuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran nasional. mengenai (kurikulum a. handout. Desain kurikulum: dasar dan struktur kurikulum. bahasa. media. program pembelajaran. keragaman potensi daerah dan lingkungan. dan minat peserta didik. ilmu pengetahuan sosial. GBPP/silabus. deskripsi mata pelajaran. rancangan dan instrumen evaluasi. Pasal 37 1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama. tuntutan dunia kerja. renpel. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama Kabupaten untuk pembelajaran dasar dan provinsi untuk pembelajaran menengah. Pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). 3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: peningkatan iman dan takwa.85 2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. teknologi. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. . dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dan seni. modul. ada beberapa tahapan yang oleh Sukmadinata diungkapkan dalam penyusunannya secara lebih rinci seperti sebagai berikut: Desain kurikulum Implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan). peningkatan akhlak mulia. dinamika perkembangan global dan j) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. kurikulum Dokumen). pendidikan kewarganegaraan. buku.

halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. saranaprasarana. bimbingan belajar. kebun. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: halaman. jalan menuju sekolah. komponen tersebut merupakan sarana pembelajaran. Pengendalian kurikulum (evluasi dan penyempurnaan): evaluasi. kegiatan ko dan ekstra kurikuler dan kuis. Khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. personel. Implementasi Kurikulum: pengelolaan kelas. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. sumber daya pembelajaran. (2002:49-50). biaya. masyarakat. tetapi jka dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. 6. . tugas dan latihan. meja kursi. desain. pengawasan. berpendapat mengenai sarana prasarana sebagai berikut: 1). 2) Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. penyempurnaan: Desain. sumber daya pendidikn teori pendidikan dan model kurikulum yang diantaranya orientasi teori pendidikan model kurikulum. pembelajaran tiori. penyimpanan inventarisasi. c. pembelajaran praktik: simulasi-riil. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. implementasi. pengadan. ruang kelas. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasaranapendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalanya proses pembelajaran. Mulyasa. penulisan tugas akhir. taman sekolah. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan. evluasi. implementasi. dan penghapusan serta penataan. rapih. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. Strategi Sarana Prasarana Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara lengsung dipergunakan dan menunjang proses pembelajaran. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pembelajaran dan pengajaran. pengayaan dan remedial.. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. serta alat-alat dan media pengajaran. tes/ujian.86 b. evalusi.

meningkatkan fasilitas pelayanan umum dan operasional termasuk pengadaan. Dalam konsep absolut sesuatu (barang) disebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna. emosional. Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. dan hanya sedikit siswa yang akan mampu membayarnya (Sallis:1993). Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan. Perlunya Pembelajaran Berkualitas Apakah kualitas itu ? Kualitas memiliki dua konsep yang berbeda antara konsep absolut dan relatip. Bila dipraktikan dalam dunia pendidikan konsep kualitas absolut ini bersifat elitis karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didik. Dalam konsep relatif. perbaikan dan perawatan gedung dan peralatan. tercantik. ketepatan dan kecepatan operasional pelayanan umum. dan kejiwaan peserta didik. dan akuntabilitas publik. transparansi. Penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah Kota/Kabupaten untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. kecerdasan intelektual. dan meremajakan dan memelihara alat transportasi dinas operasional untuk mendukung mobilitas. sosial. Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan.Artinya. barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi. Strategi sarana dan prasarana ini bertujuan menyediakan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan yang memadai. F. Konsep Kualitas Pembelajaran IPA Terpadu 1. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain: meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung pelayanan. efisiensi. terpercaya. Kualitas dalam makna absolut adalah yang terbaik.87 Dari uraian di atas setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pembelajaran sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. kualitas bukan merupakan atribut atau produk . kepercayaan yang ideal tanpa ada kompromi. kecantikan.

Philip. 2003:68) yaitu “ dilihat dari sudut pandang produsen maka kualitas adalah mengukur berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan dan dari sudut pandang pelanggan maka kualitas untuk memenuhi tuntutan pelanggan. kualitas bukanlah merupakan tujuan akhir. Dalam konsep relatif produk yang berkualitas adalah sesuai dengan tujuannya. Berdasarkan penjelasan di atas. Hal ini sejalan dengan ungkapan Sallis (Nurkolis. Keti kasekolah-sekolah telah menerapkan MBS. ekslusif atau spesial karena barang berkualitas bisa biasa-biasa saja.1992:27) menjelaskan konsep mutu pembelajaran sebagai berikut : . Kualitas barang atau jasa dalam konep relatif ini tidak harus mahal. Pandangan kualitas seperti itu hanya berlaku ketika sekolah dikontrol oleh pihak luar dan belum menjalankan Manajemen Berbasia Sekolah (MBS). melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan. Berdasarkan hal tersebut. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihakpihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. dan para pejabat pendidikan mengartikan pendididikan berkualitas dengan ukuran perolehan nilaia ujian atau prestasi akademik. Bagaimana tidak nilai ujian atau prestasi akademik itulah yang kemudian menjadi senjata untuk melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan.88 atau jasa. Penilaian kualitas pembelajaran semacam ini sangat sempit setelah kita melihat apa itu kualitas pembelajaran seperti yang diuraikan di atas. ahli pendidikan. (Fakry. dikenal banyak orang tetapi bisa berkonotasi cantik atau indah walaupun tidak penting sekali. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang itu atau jasa memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. bila dikaitkan dalam dunia pendidikan maka hingga kini pengamat pendidikan. bersifat umum. Oleh karena itu. bila dilihat dari segi pendidikan bahwa mutu merupakan keterkaitan antara yang diajarkan dengan dunia kerja. maka kualitas pembelajaran dimaknai dalam konteks yang lebih luas dari pada sekedar prestasi akademik.

akan mendorong pentingnya memahami pula pendekatan apa yang digunakan dalam mendefinisikan konsep mutu pembelajaran tersebut. Sujana dan Susanta. 2) Pendekatan kedua disebut pendekatan nilai instrinsik pembelajaran. Adanya keragaman pandangan dalam memahami konsep mutu pembelajaran. Selanjutnya Sanusi. Pendekatan ini seringkali disebut sebagai pendekatan ekonomi. Lebih jauh Piliph yang dikutip Fakry. Ada dua faktor pendekatan yang gunakan untuk memahami konsep mutu pendidkan yang diungkapkan oleh Anwar. Langkah selanjutnya dalam memahami konsep mutu pendidikan perlu dibarengi dengan menyertakan konsep proses dalam pembelajaran. (1992:28) mengungkapkan bahwa “ masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. sedangkan tarap menunjukan kedudukan dalam skala (Sanusi. mengungkapkan bahwa “ Isu sentral dalam dunia pembelajaran ini adalah soal mutu. mendasarkan diri pada deskrifsi mengenai relevansi pembelajaran dengan dunia kerja. (1986:6). sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. yang diekspresikan dalam ukuran-ukuran sikap kepribadian. Secara substansif. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. (2000:18): 1) Pendekatan pertama. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendididkan nasional.89 Konsep mutu pendidikan tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. Namun dari sudut manajemen dan sudut produktifitas yang lebih sentral lebih instrumental atau setidak-tidaknya mengandung pemikiran”. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. (Anwar. mutu mengandung sifat dan tarap. masukan-masukan melalui sub sistem pemprosesas menjadi keluaran serta . 2000:18) merumuskan bahwa: Proses pendidikan merujuk kepada kegiatan penanganan tranformasi. 1986).

Sedangkan fungsi sub sistem monitoring adalah kontrol terhadap kegiatan dan akuntabilitas sub sistem-susb sistem dalam hubungan sinergiknya diseluruh sistem. efektivitas. Efesiensi berkaitan dengan optimalisasi pendaya gunaan sumber pendidikan yang terbatas untuk mencapai out put yang optimal. 3) tingkat putus sekola. produktivitas. 4) lama penyelesaian studi dan 5) angka siswa bertahan. Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung sub sitem masukan. yaitu . keluaran. Dilihat dari perspektif kinerja sistemnya. Sub sistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. relevansi. (1997) yaitu: ”efesiensi. Efesiensi internal merujuk kepada kemampuan menghasilkan keluaran yang diharapkan dengan biaya minimal atau memaksimalkan keluaran yang diharapkan pada tingkat masukan tertentu. dan umpan balik secara internal dan eksternal. Efesiensi dapat dikelompokan menjadi efesiensi internal dan efesiensi eksternal. Indikator kuantitatif efesiensi internal sekolah antara lain: 1) mengulang kelas. Suatu proses pendidikan yang efesien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan anatar sumber-sumber yang dibutuhkan dengan yang tersedia guna mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pendidikan.90 hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. kesehatan organisasi dan semangat berinovasi “. yang meliputi tindakan kerja. 2) tingkat kelulusan. maka mutu proses pembelajaran mnunjukan kebermutuan sub-sistem dalam sistem proses. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana diperinci oleh Makmum. sedangakan efesiensi eksternal menunjukan hubungan antara keluaran pendidikan dengan tujuan masyarakat yang lebih luas. akuntabilitas. komunikasi dan monitoring. Efesiensi eksternal dinilai menurut dua kriteria. Sub sistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai seluruh tahapan tindakan sistem dan sub sistem. Berdasarkan pemahaman demikian.

” produktifitas pendidikan merupakan ukuran mengenai tingkat daya hasil. (Nurkolis. Makmun (Anwar. 2. 2000:19). Efektivitas pendidikan akan menggambarkan tingkat kesesuaian antara jumlah keluaran yang dihasilkan dengan jumlah yang ditargetkan. dan administratif pada perencanaan pendidikan. suatu program dalam satuan waktu tertentu”. d. Indikator kesehatan organisasi pada dasarnya menunjukan tingkat kepuasan. mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang mereka harapkan. f. harus ada perbedaan yang tegas. e. perhatian lebih besar diberikan pada pengembangan kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah. Sedangkan semangat berinovasi berkaitan dengan tingkat kepekaaan dan ketanggapan terhadap perubahan. c. antara area politis. tugas utama perencanaan pendidikan adalah pengembangan secara terarah dan memberikan alternatif teknis sebagai sarana untuk mencapai tujuan politik pembelajaran. dan pembaharuan. teknis. adanya komitmen politik pada perencanaan pembelajaran. Kualitas pembelajaran yang Direncanakan Terdapat beberapa kondisi yang diperlukan untuk suksesnya perencanaan pendidikan. b. perkembangan dan tantangan yang terjadi di lingkungannya serta kemampuan dan kemauan untuk melakuakan penyesuaian melalui upayaupaya perbaikan.91 yaitu seberapa jauh keluaran pendidikan terserap pasar kerja. perhatian lebih besar diberikan pada penyebaran kekuasaan untuk membuat keputusan politis dan teknis. perencanaan pendidikan harus tahu betul apa yang menjadi hak. baik pada jenjang pendidikan dasar maupun jenjang perguruan tinggi. serta mampu menggunakan keterampilannya. Dari pemikiran para pakar di atas menurut pendapat penulis mutu merupakan persoalan yang sangat krusial dalam segi pendidikan. 2003: 74-75) yaitu : a. dan derajat keterlibatan staf sertas anggota dalam pengambilan keputusan. penyempurnaan. seperti yang dikatakan Ruscoe. tugas dan tanggung jawabnya. kekuatan motivasi. .

serta pilihan tentang tujuan pembelajaran. dan j.efektif. Berdasarkan pendapat tersebut. bermanfaat kongruen. analisis dan diagnosis. i. administrator pembelajaran harus lebih aktif mendorong perubahanperubahan dalam perencanaa pendidikan. Memperhatikan pembuatan program pendidikan yang berkualitas. perumusan rencana. ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus lebih diupayakan kerja sama yang paling menguntungkan antara pemerintah-swasta-perguruan pembelajaran. pengembangan alternatif. penentuan kebijakan.penentuan program dan prioritas perhitungan anggaran. melaksanakan rencana. yaitu 1) penetapan target. pertumbuhan siswa. h. tinggi yang memegang otoritas . harus mengurangi politisasi pengetahuan. pilihan antara kualitas dan kuantitas.92 g. dan revisi rencana. Dalam hal perencanaan pendidikan. maka menurut hemat penulis terdapat dua strategi penting dalam perencanaan pembelajaran. harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap perkembangan masa depan dan arah pendidikan. kondisikondisi yang mendukung suksesnya perencanaan pendidikan dan strategi-strategi dalam perencanaan pendidikan maka perlu disusun langkah-langkah perencanaan pendidikan. penyusunan rincian rencana. Menyangkut dua strategi kedua ini terdapat beberapa arena kritis yang harus dipertimbangkan yaitu pilhan antara tingkat pembelajaran. mengatakan dan terdapat tujuh kriteria penilaian desain dan implementasi program akademik. dan 2) penetapan prioritas. pilihan tentang insentif. berciri khusus. perumusan tujuan yang akan dicapai. pilihan antara ilmu pengethuan dan teknologi dengan pengetahuan budaya. evaluasi rencana. fungsional. yaitu atraktif. Langkah-langkah tersebut adalah kegiatan analisis keadaan sekarang. perkiraan keadaan yang akan datang. Depdiknas (2001). proses pengambilan keputusan. pilihan antara pembelajaran formal dan pelatihan non-formal.

Selain itu. guru atau pengajar dan staf serta masyarakat di luar sekolah. Program pendidikan yang berkualitas harus efektif. . tetapi tidak berkualitas tinggi bila mengabaikan pentingnya masalah. Program pendidikan yang berkualitas juga harus bermanfaat karena program pendidikan bisa saja atraktif. kebutuhan dan perhatian masyarakat di mana lembaga pendidikan itu berada. orang tua. juga membantu peserta didik untuk mengembangkan intelektualitas. Program pendidikan yang berkualitas harus kongruen dala arti terdapat kesesuaian antara yang ditawarkan dengan kenyataanya. Program pendidikan yang berkualitas juga harus fungsional. perlu adanya evaluasi untuk menetahui hasil yang diharapkan sudah tercapai atau belum. Program pendidikan akan berkualitas tinggi bila bermanfaat bagi siswa. tetapi juga pada implementasi dan evaluasinya. Perbedaan dengan lembaga lain dapat direfleksikan pada tujuan khusus.93 Ketujuh kriteria tersebut dapat penulis jelaskan sebagai berikut . personal. sifat dan orang-orang dalam lembaga. Untuk menjadi atraktif maka program pendidikan harus responsif terhadap kebutuhan dan ketertarikan populasi khusus saat itu atau calon siswa. dalam arti memiliki kebebasan belajar dan memfokuskan pada pengalaman belajar yang akan mempersiapkan dan membantu peserta didik untuk berkembang. Program pembelajaran yang berkualitas juga harus memiliki ciri khusus atau berbeda dari lembaga pembelajaran yang lain. Pengalaman belajar akan berkualitas bila materi yang diberikan sesuai dengan yang dijanjikan lembaga pembelajaran itu sebelumnya dan nilai-nilai diekspresikan sesuai dengan gaya belajar individual dan keputusan institusional. masyarakat lokal ataupemodal potensial dan orang-orang yang menjalankan program itu sendiri. Program pendidikan akan berkulitas bila hasil belajar yang dimaksud telah didefinisikan secara jelas dan pencapaian belajar didokumentasikan serta dikomunikasikan secara persuasif. Oleh karena itu. Jadi pencanaan akademik tidak hanya sekadar pada desainnya. Program pendidikan yang berkualitas harus menarik atau atraktif bagi siswa.

afektif. (Sanusi. Membentuk kelompok sebaya untuk meningkatkan gairah pembelajaran melalui belajar secara kooperatif. yaitu tertera pada buku. dan dimensi-dimensi intrapersonal. yaitu. etika. Menciptakan kesempatan belajar baru di sekolah dengan mengubah jam sekolah menjadi pusat belajar sepanjang hari dan tetap membuka sekolah pada jam-jam libur d. Membantu siswa memperoleh pekerjaan dengan menawarkan kursuskursus yang berkaitan dengan keterampilan memperoleh kerja. sertifikasi kompetensi dan profil portofolio. yang diajarkan guru dan yang dipelajari oleh siswa. sosial. b. Meningkatkan pemahaman dan penghargaan belajar melalui penguasaan materi (mastery learning) dan penghargaan atas pencapaian prestasi akademik.94 ketrampilan khusus. e. Tingkat penetrasi mencakup tiga tahapan kurikulum. etika dan sikap yang akan bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat mendatang yang kompleks dan berubah. 1992) menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilakukan beberapa cara. . Juga membantu siswa untuk terus tumbuh dan berkembang tingkat kematangannya Perkembangan yang diperhatikan adalah kognitif. Meningkatkan ukuran prestasi akademik melalui ujian nasional yang menyangkut kompetensi dan pengetahuan. fisik. Program pendidikan yang berkualitas menyediakan berbagai cara untuk dengan cara-cara yang memuaskan. Sebaran pengaruh menandung makna suatu program pendidikan tertentu akan menyambungkan dengan program pembelajaran yang lain sehingga memerlukan kerja sama dengan programprogram pendidikan yang lain dalam suatu institusi pendidikan yang lebih luas. Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Menurut John a. Bishop. Berdasarkan penjelasan di atas. 3. c. harus terus tumbuh. moral. memperbaiki tes bakat. dalam arti mengukur kebutuhan peserta didik. maka program pendidikan yang berkalitas menunjukan dua aspek pengaruh yaitu penetrasi dan penyebaran pengaruhnya.

maka penulis adalah sebagai berikut: a. melebihi kebutuhan dan keinginanya. dalam upaya meningkatkan pendidikan yang berkualitas langkah yang harus dilakukan menurut pendapat . dan 2) bagaimana cara mencapainya. keinginan. Organisasi pembelajaran yang menerapkan MMT memandang kualitas dari sudut pandang pelanggan. menciptakan fokus tujuan yang memerlukan perbaikan. Pengontrolan kualitas dalam proses dan harapan dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa barang diproduksi sesuai dengan prosedur dan tahap-tahap yang telah ditetapkan sebelumnya. Fullan dan Watson (Nurkolis. maka quality control merupakan konsep kualitas yang paling tua. c. esensi dari TQM adalah perubahan budaya dimana gagasan tentang kualitas harus berada dalam hati dan pikiran orang-orang dalam budaya mutu. 2003:81) mengajukan dua pertanyaan yang ditjukan kepada desainer MBS ketika mendesain kualitas sekolah yang meliputi : 1) apa yang ingin dicapai. Alasannya karena pelangganlah sebagai pihak terakhir yang menilai kualits dan tanpa pelanggan maka suatu organisasi tidak akan ada. dapat dilakukan pada saat dan juga dalam proses. Berdasarkan penjelasan kualitas di atas. adanya panduan kebijakan dari pusat yang berisi standar-standar kepada sekolah.merupakan pandangan umum. MMT dalam pembelajaran adalah filosofi perbaikan terus menerus di mana lembaga endidikan menyediakan seperangkat rencana atau alat untuk memenuhi bahkan melampaui kebutuhan.95 Berdasarkan hal tersebut. menetapkan secara jelas visi dan hasil yang diharapkan. pelanggan saat ini dan di masa yang akan datang. Yaitu meliputi pendeteksian dan pengukuran komponen atau aspek-aspek dari prodik akhir yang sebelum proses. b. Berdasarkan pertanyaan tersebut. menurut pendapat penulis cara lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (MMT). Kualitas adalah ide yang dinamik dan tidak mutlak. d. Dengan demikian. Dalam hal ini kualitas didefinisikan sebagai memuaskan pelanggan. tingkat kepemimpinan yang kuat.

pengelola dan staf administrasi. Dengan demikian. terintegrasi sehingga perencanaan semakin efektif dan sistem pengendalian dapat dilaksanakan. Berdasarkan hal tersebut. juga pihak personalia sekolah pun ikut serta di dalamnya. f. Berdasarkan pendapat tersebut. Selain itu. Oleh karena itu perlu dipersiapkan lingkungan fisik yang nyaman untuk bekerja efektif dan benar serta dorongan keberanian dan pengakun terhadp keberhasilan. maka tugas kepemimpinan manajerial selanjutnya adalah menegakan disiplin kerja para angota melalui pertemuan rutin dalam mewujudkan tujuan bersama. guru dan pengurus komite sekolah. fasilitas pembelajaran selalu dijadikan komponen independen. Dalam kenyataan pelaksanaan keterpaduan kerja. Upaya mewujudkan keterpaduan kerja dalam kontek pembinaan sebagai organisasi pembinaan pembinaan profesi merupakan kegiatan yang berat dan harus dilakukan oleh pimpinan melalui praktik kepemimpinan manajerial. pembangunan kelembagaan melalui pelatihan dan dukungan kepala sekolah. maka kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya rantai hubungan yang efektif antar client dengan provider. perencanaan (planning). perlu diketahui pada bidang atau tingkatmana pertanggungjawaban dilakukan. pengelola sekolah melaksanakan perubahan budaya ke arah budaya mutu.96 e. Total Quality Management dalam Pendidikan Mutu hasil pendidikan (lulusan) tidak hanya ditentukan oleh seorang guru. yaitu pengendalian harus berdasarkan perencanaan yang jelas. Untuk kepentingan ini yang diperlukan justru komitmen dan disiplin kerja. seperti para pembimbing. Kedua pengendalian membutuhkan adanya struktur organisasi yang jelas. konsekuensi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dibutuhkan penerapan konsep manajemen . Perubahan budaya mutu membutuhkan perubahan sikap dan metode kerja. Ada dua syarat yang haris ada sebelum dikembangkan sistem pengendalian. 4. dan adanya keadilan dalam pembiayaan sekolah. Tujuan pengendalian adalah melakukan pengukuran dan perbaikan agar apa yang telajh direncanakan dapat dicapai secara optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut. tetapi seluruh guru. lengkap. Pertama.

2) keterlibatan semua anggota menjadikan mereka merasa saling punya tanggung jawab moril dan materil. Manajemen Laboratorium IPA Pada prinsipnya pembelajaran IPA yang dikehendaki adalah bersifat ilmiah. proses ilmiah maupun produk ilmiah.97 mutu terpadu (MMT) dan pengendalian mutu terpadu dijalankan atas dasar pengertian dan tanggung jawab bersama untuk mengutamakan efisiensi dan peningkatan kualitas proses pembelajaran. mengajukan pertanyaan. menyusun hipotesis. merancang eksperimen. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium sebagai sumber belajar.mengumpulkan data. terutama dari pola kepemimpinan manajerial. baik Prinsip ilmiah. Dipertegas lagi oleh Vincenn (1997:181). G. Pembelajaran IPA tidak bisa terlepas dari praktek. termasuk guru-guru senior”. Keberadaan laboratorium yang dikelola dengan baik akan sangat membantu guru-guru IPA dalam melaksanakan pembelajarannya. 1. Peranan Laboratorium dalam Pembelajaran IPA . Benang merah di sana adalah bahwa pengendalian mutu merupakan manjemen ilmiah yang dilaksanakan dalam konsep kebersamaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara bersama. 3) berorientasi pada kualitas kepuasan guru dan peningkatan prestasi belajar. maka laboratorium perlu dikelola secara baik. sikap ilmiah. saling memberikan informasi keunggulan dan kelemahan dalam memperbaiki kualitas pengajaran. Pendapat-pendapat di atas memberikan pemahaman kepada kita. bahwa ketika prinsip keterpaduan kerja diterpkan dalam manajemen sekolah. Prinsipprinsip ilmiah pada umumnya disertai dengan metode penemuan atau inkuiri. dan menarik kesimpulan. sehingga laboratorium menjadi tempat belajar yang efektif untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa. Dalam pembelajaran inkuiri siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan ilmiah seperti mengamati. sedikitnya terdapat makna yang hakiki yang meliputi 1) kecocokan antara anggota (guru) dengan anggota dengan pengurus lainnya dalam gugus. yang menyatakan bahwa “praktik pengendalian dalam mutu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh adanya auditor seperti kepala sekolah.

menyatakan bahwa tujuan kegiatan laboratorium dalam pembelajaran IPA adalah: (1) membangkitkan dan memelihara daya tarik . Pengalaman konkrit yang diperoleh di aboratorium sangat penting untuk siswa karena pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan apalagi jika siswa dapat merefleksikan pengalaman mereka dan mencoba menggunakan apa yang telah mereka pelajari. Memotivasi peserta didik agar gemar dan senang pada mata pelajaran IPA c. Organisasi Laboratorium dan . (3)mengembangklan berpikir ilmiah dan metode ilmiah. Tujuan utama kerja praktek adalah melatih siswa bekerja secara ilmiah sehingga kompetensi siwa terkembangkan. serta merasakan fenomena alam. siswa dapat mengembangkan keterampilan proses. Tujuan kegiatan pembelajaran di laboratorium: a. Pengelolaan Laboratorium a. karena kerja praktek merupakan cara yang sangat relevan untuk membantu siswa mengembangkan kompetensimnya. 2. Optimalisasi proses pembelajaran IPA baik fisika. (5)mengembangkan kemampuan berpraktikum. Di laboratorium.98 Keberadaan laboratorium di sekolah telah lama dikembangkan baik untuk sekolah dasar maupun tingkat menengah untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar siswa tidak hanya belajar teori saja tapi dilaboratorium siswa bisa langsung melihat benda atau proses secara nyata sehingga siswa memperoleh pengalaman konkrit terhadap benda-benda. Melatih peserta didik agar trampil menggunakan alat. (4)mengembangkan pemahaman konsep dan kemampuan untelektual. keterampilan memecahkan masalah. kepuasan. Melatih disiplin yang tinggi dan tanggung jawab. (1987). kimia atau biolagi. keterbukaan dan rasa ingin tahu terhadap IPA. b. maka peranan laboratorium dalam pembelajaran IPA sangan penting. sikap. mengamati ketajaman nalar yang memadai.(2) mengembangkan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah. Memperkenalkan alat-alat laboratorium IPA d. Supriyono. e. Berdasarkan tujuan di atas.

. Demikian kajian teori yang dapat penulis kemukakan bada bab 2 ini. (2005:15). 3 yang akan menjelaskan tentang Prosedur Penelitian. dan menggunakan peralatan yang tidak sesuai/rusak. kutang hati-hati. dan sangsi. Keselamatan kerja laboratorium Keselamatan kerja di laboratorim merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. mengatakan bahwa siapapun yang menjadi pengelola laboratorium hendaknya diusahakan agar suasana laboratorium ada dalam keadaan disiplin dan baik. pada halaman berikutnya penulis akan mengungkapkan bab. tidak berebutan antar kelas. (5) tidak mengikuti petunjuk dan aturan yang semestinya ditaati. (3) kurangnya bimbingan dan pengawasan terhadap kegiatan di laboratorium. Depdiknas. Biasanya laboratorium IPA dilengkapi dengam jadwal praktikum. adalah: (1) kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai bahan kimia yang digunakan dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan praktek. Beberapa penyebab kecelakaan di laboraturim. tata tertib siswa. agar pemakaian laboratorium merata. serta sejumlah siswa sebagai pemanfaat sarana laboratorium. teratur. denah lokasi praktikum. b. (4) kurang tersedianya peralatan keamanan dan tidak menggunakan perlengkapan pelindung.kimia. (6) bekerja diluar kesadaran.99 Organisasi laboratorium yang umum berada di sekolah terdiri dari Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. Dengan demikian keamanan dan keselamatan di laboratorium hendaknya selalu diperhatikan. laboran sebagai pembantu pengelola laboratorium. karena kecelakaan merupakan keajian diluar kemampuan manusia. (2) kurang jelasnya petunjuk kegiatan praktek.biologi. keterangan penyimpanan alat dan bahan. koordinator pengelola laboratorium yang terdiri dari guru fisika.

lokasi dan subyek penelitian. sumber dan teknik pengumpulan data. Sugiyono. A. secara sistematis uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. Pendekatan dan Metode Penelitian Sesuai dengan tuntutan rumusan masalah dan fokus penelitian sebagaimana diuraikan pada bab satu. maka metode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif. dan validitas temuan penelitian serta penjadwalannya. dimana penelitian ini menghendaki adanya eksplorasi untuk memahami dan menjelaskan apa yang diteliti melalui komonikasi yang intensif dengan berbagai sumber data untuk memberikan makna secara mendalam agar dapat melihat fenomena yang ada. digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. (sebagai lawanya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci. berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. (2007:15). data yang diperlukan.100 BAB III PROSEDUR PENELITIAN Pada Bab 3 ini penulis akan menguraikan prosedur penelitian. tahaptahap penelitian. pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive (teknik penentuan sampel dengn pertimbangan . yang membahas tentang pendekatan dan metode penelitian.

berinteraksi dengan mereka. mengatakan bahwa penelitian kualitati pada hakekatnya adalah mengamati orang dalam lingkunganya. memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data. menuntut bersatunya objek penelitian dengan subjek pendukung objek penelitian. Nasution. (Lexy Moleong. dalam rangka mengumpulkan data penelitian. (1999:18). berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya. kemudian menjadi besar). teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan). penelitian yang bersipat deskriptif lebih mementingkan proses daripada hasil. 2000:34). Dari penjelasan di atas.101 tertentu) dan snowball (teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. serta menghayati proses penelitian dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah-berubah yang dihadapi dalam penelitian itu. Dengan demikian. . Mengacu pada hal tersebut. Schigel. Penelitian ini lebih memfokuskan pada proses dari pada hasil berdasarkan pada analisis data secara induktif. dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. berpendapat bahwa tahap akhir dari penelitian kualitatif ialah peneliti harus menafsirkan hasil-hasil penelitianya. mengakui kebenaran empirik. peneliti melakukan kontak langsung (face to face) dengan responden agar dapat mengamati perilaku. dan pendayagunaannya berdasarkan pandangan subjek penelitian. Data cenderung naratif dari pada angka-angka namun demikian penelitian kualitatif Tidak menolak data kuantitatif sebagai penunjang dan hasil analisisnya berupa uraian-uraian yang sangat deskriptif. mendudukan objek penelitian sejajar dengan peneliti dan menempatkan objeknya dalam suatu konteks natural. dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif. pendapat. membatasi studi dengan fokus. responden dapat menilai kembali data dan informasi baru. Pendekatan ini menolak kerangka teori sebagai langkah persiapan penelitian. sikap. sasaran penelitian diarahkan kepada usaha menemukan teori-teori dasar. analisis data bersifat induktif/kualitatif. keterlibatan peneliti secara langsung di lapangan.

Qualitative research tend to analyze their data inductively. mengemukakan lima karakteristik Qualitative research has the natural setting as the direct source of data and researcher is the key instrument. maka siklus dalam proses penyimpulan data dilakukan melalui tiga tahapan. 5. Mengacu pada hal tersebut.102 Bogdan dan Biklen. yaitu peneliti dan responden. Qualitative research is descriptive. yaitu : 1. eksplorasi secara terfokus atau terseleksi guna mencapai tingkat kedalaman dan kerincian tertentu. Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati) Berdasarkan hal tesebut. sehingga tidak menekankan pada angka. dengan mementingkan penguasaan proses penelitian. 3. Data yang terkumpul berbentuk kata. dan mengkonfirmasikan hasil dan temuan penelitian. 2. 4. 4. penelitian kualitatif. penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau out come. membatasi studi dengan fokus kajian. (sebagai lawanya adalah eksperimen). dan bergerak di . 5. menentukan kriteria untuk memeriksa keabsahan data hasil penelitian bisa diterima serta dibenarkan oleh kedua belah pihak. 2. The data collected is in the form of words of pictures rather than number. di Berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif tersebut. Qualitative research are concerned with process rather than simply with outcomes or products. maka sasaran penelitian diarahkan pada usaha menguasai teori-teori penelitian yang bersifat deskriptif. eksplorasi yang meluas atau menyeluruh. ”Meaning” is of essential to the qualitative approach. Dilakukan pada kondisi yang alamiah. langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. maka dapat maknai bahwa penelitian kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. 3. 3. (1982:29).kata atau gambar. yaitu : 1. tingkat permukaan : 2.

Purposive sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nasution. 1993:102). Sedangkan sumber data adalah benda. peneliti menghubungi informan lain yang disarankan oleh informan sebelumnya. memberi informasi tentang data penelitian. Lokasi dan Subyek Penelitian Subjek penelitian adalah benda. hal atau orang dan tempat di mana data dijelaskan yang dipermasalahkan melekat (Arikunto. Berdasarkan hal tersebut. Responden penelitian adalah orang yang dapat merespon. dan 3 Kabupaten Bandung. aspek apa dan siapa yang dijadikan focus pada saat situasi tertentu terusmenerus sepanjang penelitian. 1922:29). maka pemecahan masalah yang menjadi focus penelitian ini memerlukan sejumlah data yang berkaitan dengan permasalahnya. maka yang dijadikan sumber informasi adalah para kepala sekolah. yaitu: 1. Penentuan sumber informasi di sini bersifat snowball untuk mendapat informasi yang lebih mendalam. . Oleh karena itu pengambilan sumber data dan informasi dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling.103 B. Selanjutnya perbedaan antara responden penelitian dan sumber data. membaca atau bertanya tentang data. 2. Mengacu pada hal tersebut. 2. serta semua stakecholder yang terlibat dalam kegiatan ini termasuk siswa. maka yang menjadikan sumber data dan informasi dalam studi penelitian ini adalah keseluruhan permasalahan yang menyangkut pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. hal atau orang dan tempat di mana peneliti mengamati. guru. tenaga kependidikan dan para pembantu kepala sekolah. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. yaitu berdasarkan pilihan dan pertimbangan peneliti. peran manajemen kurikulum yang menjadi penunjang dan penghambat implementasi manajemen mutu pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu) di SMP Negeri Rancaekek 1. Berdasarkan permasalahan penelitian dan supaya permasalahan dalam penelitian ini dapat terjawab secara akurat.

maka subjek penelitian kualitatif ditentukan secara purposive sampling. 7. Pengambilan sumber data dan informasi dengan purposive sampling. 2. 2. kemudian dikaji berdasarkan teori. 2000:22) menyatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. yaitu setting. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. yaitu berdasarkan pilihan pertimbangan peneliti. 2. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. peristiwa. 2. Sistem pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya kegiatan dan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 2. 6. aspek apa dan siapa yang dijadikan fokus pada saat situasi tertentu terus menerus sepanjang pemilihan. Lofland. 5. Untuk itu supaya memperoleh informasi yang beraneka ragam dan lebih luas guna mencapai kedalaman penggalian masalah. (Moleong. 2. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Mengenai sumber data atau populasi dalam penelitian kualitatif mengacu pada empat tipe sumber data penelitian. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan peningkatan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Purposive .104 2. Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu di SMP Negeri 1. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Sistem “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 4. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kelompok data tersebut. Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 3. orang dan proses.

1992:29) Pengambilan sumber data menggunakan teknik purposive sampling ini dilakukan dengan didasari : 1. 2. tenaga pendidik (guru). populasi. Berdasarkan hal tersebut. kemudian dikaji berdasarkan teori. Strategi kurikulum. 3. Bandung. maka yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah. tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Gambaran kinerja guru dalam pelaksanaan strategi pembelajaran Gambaran umum SMP Negeri 1. sifat atau karakteristik yang merupakan karakteristik pokok. Gambaran kinerja sekolah dalam pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu. Penentuan karakteristik popolasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan peningkatan pembelajaran IPA Terpadu Bandung. Data yang diperlukan Pemecahan masalah yang menjadi fokus penelitian ini menentukan sejumlah data yang berkaitan dengan strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bandung. Sampel yang diambil sesuai dengan ciri-ciri. data ini terdiri atas : Strategi sumber daya manusia. Sampel yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung karakteristik yang terdapat pada C. dan 3 Rancaekek Kabupaten . IPAT. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kedua kelompok data tersebut. tenaga kepndidikan dan peserta didik/siswa yang dianggap mempunyai kelayakan dijadikan subjek penelitian. 2. Data yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. 3. 2.105 sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nassution. Strategi sarana dan prasarana .

106

D.

Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini adalah orang dan dokumen yang terdapat

di lingkungan SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Untuk mendapatkan data yang dimaksud secara akurat diperlukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Teknik yang dimaksud adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Atas dasar konsep tersebut, maka ketiga teknik pengumpulan data di atas digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh informasi dan diharapkan informasi yang diperoleh saling melengkapi. Dalam pengumpulan data dan informasi yang diperlukan disesuaikan dengan kisi-kisi pengumpulan data seprti yang ada pada lampiran. 1. Observasi Peneliti melakukan obserasi dengan cara mendatangi tempat yang akan diteliti secara langsung ketika proses pelaksanaan kegiatan berlangsung. Observasi yang dilakukan adalah obserasi non-partisipasi, sehingga peneliti duduk bersama dengan para responden selama kegiatan berlangsung. Selama observasi, peneliti memperhatikan langsung langkah-langkah dan tindakan-tindakan responden. Observasi dimaksudkan untuk mendapatkan data dan mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian yang diajukan. Selama observasi, peneliti memperhatikan apa-apa yang dilakukan para responden, pada saat itulah peneliti mencatat hal-hal yang dianggap penting yang berkaitan langsung dengan focus penelitian. Oleh karena itu, observasi dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh data yang cukup untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sehubungan dengan itu, maka peneliti berusaha mendekati mereka tanpa mereka mencurigai bahwa proses penelitian sedang berlangsung, oleh karena itu, pencatatan observasi tidak dilakukan secara langsung, tetapi dalam pelaksanaanya dipadukan dengan wawancara. Pada saat obserasi yang dilakukan terhadap para kepala sekolah peneliti berbicara informal terhadap guru dan yang lainnya. Percakapan itu untuk mendapatkan komentar-komentar mereka berkenaan dengan permasalahan, potensi dan cara menyelesaikannya

107

2. Wawancara Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara tak berstruktur dan terbuka. Percakapan dilakukan oleh dua pihak yaitu peneliti dan responden. Maksud peneliti melakukan wawancara terbuka adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan focus penelitian secara lebih mendalam. Dengan wawancara ini diharapkan memperoleh data tentang: Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran, Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa, Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa, Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa, pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi akademik. system “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa dan system pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, dan pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi pembelajaran. Untuk kepentingan hal tersebut, maka peneliti menyusun pedoman wawancara dengan tujuan agar wawancara tetap berada dalam konteks permasalahan yang sedang diselidiki. Responden yang diwawancarai adalah (a) Kepala Sekolah; (b) Guru; (c) Pengawas; (d) Komite Sekolah (f) Tenaga Kependidikan; dan (g) siswa. 3. Studi Dokumenter Untuk melengkapi data dan informasi yang diperoleh dari dua teknik terdahulu, digunakan teknik studi dokumentasi, yaitu dengan cara mempelajari berbagai dokumen yang berhubungan dengan dokumen-dokumen yang dipelajari mencakup penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dalam hal ini maka diperlukan dokumen seperti: a. Profil SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung

108

b. Pedoman administrasi kegiatan atau program-program yang dijalankan;
c. Dokumen lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan meningkatkan

mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dengan teknik studi dokumenter ini diharapkan diperoleh data-data tertulis baik berupa dokumen penasehatan (file), foto-foto, rekaman pembicaraan selama rapat-rapat, dan notula rapat. E. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap yang dilalui dalam penelitian ini adalah : 1. melakukan penjajagan terhadap lokasi dan subyek penelitian untuk memperoleh data awal sehingga mendapatkan gambaran yang lengkap dan jelas mengenai masalah yang dihadapi; 2. melakukan pendalaman materi bacaan yang berhubungan dengan masalah penelitian;
3. penyusunan desain penelitian serta kisi-kisi pengumpulan data dan pedoman

wawancara; dan 4. mengajukan permohonan izin penelitian. Secara keseluruhan kegiatan-kegiatan itu adalah : 1. melakukan pembicaraan pendahuluan; 2. melaksanakan kegiatan pengumpulan data secara intensif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi; 3. selama penelitian berlangsung dilakukan pula kegiatan analisis data yang dituangkan dalam traskip data lapangan, dengan jalan mengungkapkan kembali data yangdiperoleh kepada sumber data yang lain dan meminta komentar tentang hal yan sama agar didapat tingkat kepercayaan yang lebih menjamin, dan member check untuk mengkonfirmasikan atau mencheck kebenaran catatan lapangan yang telah dianalis kepada sumbernya; 4. mendeskrisikan dan menganalis data lapangan secara subtantif dengan merujuk kepada hasil studi kepustakaan dan mempelajari laporan lapoan.

109

Mengacu pada kegiatan-kegiatan tersebut, maka pengolahan dan analisis data penulis lakukan sejak awal hingga selesai penulisan laporan penelitian, dengan melalui tahap reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, maka data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan pedoman sebagai berikut :
1. Analisis pada saat pengumpulan data

Selama pengumpulan data, peneliti membuat catatan lapangan, melakukan member check dengan subyek yang bersangkutan, mengadakan audit trail, melakukan triangulasi untuk melakukan keabsahan seperti menanyakan kepada responden lain, melakukan revisi sesuai dengan subyek peneliian dan sumber aslinya, pemberian kode terhadap catatan lapangan yang telah direvisi untuk penyesuaian dengan pekembangan proses dan jenis data yang diperoleh.
2. Analisis setelah data terkumpul

Setelah data terkumpul, peneliti mereduksi data dengan jalan merangkum laporan lapangan, mencatat, menggolongkan dan mengklasifikasikan hal-hal yang relevan dengan focus penelitian yaitu penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. membandingkan dan menganalisis data secara lebih mendalam (dituangkan dalam bab IV), menarik kesimpulan, dan memberikan rekomendasi (dapat di ihat di bab V). 3. Penyusunan laporan penelitian Kegiatan penelitian ini diakhiri dengan penyusunan laporan penelitian. Keseluruhan hasil kegiatan ini disusun secara sistematis dalam bentuk tesis. Selanjutnya, sebagai pertanggungjawaban ilmiah dan sekaligus pemenuhan salah satu persyaratan penyelesaian studi, maka tesis ini pada akhirnya diajukan kepada pembimbing dan forum penguji agar diperiksa sebagaimana layaknya
F.

Validitas dan Reliabilitas Penelitian Hasil penelitian kualitatif masih diragukan berbagai kalangan nilai iliahnya,

karena dianggap kurang valid dan reliable. Oleh karena itu, agar hasil penelitian kulitatif ini dapat diterima sebagai suatu karya ilmiah yang memiliki kreadibilitas

110 (dapat dipercaya). hal ni peneliti membahas catatan-catatan lapangan dengan kolega dan teman sejawat yang mempunyai kompetensi dalam bidang administrsi akademik. juga dilakukan konfirmasi dengan nara sumber terhadap laporan hasil wawancara. 2) Pembicaraan dengan kolega (Peer Debriegfing). maka dalam dalam penelitian ini. Reliabilitas Dalam penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan kecocokan konsep penelitian dengan konsep yang ada pada responden. 4) Mengadakan member cek setiap akhir wawancara. yakni mengecek kebenaran data dengan membandingkan dengan data dari sumber lain seperti buku-buku sumber. dalam penelitian ini dilakukan antara lain: 1) Triangulasi. 3) Penggunaan bahan referensi digunakan untuk mengamankan berbagai informasi yang didapat dari lapangan. Dependabilitas Dependabilitas atau ketergantungan adalah satu kriteria kebenaran dan penelitian kualitatif yang pengertiannya sejajar dengan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif. karena peninjauannya . sehingga apabila ada kekeliruan dapat diperbaiki atau apabila ada kekurangan ditambah dengan informasi baru. peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut. Konsep ketergantungan lebih luas dari pada reliabilitas. maka perlu ada pemerikasaan keabsahan data yang didapatkan. Untuk mencapai validitas yang baik. koordinasi dan pengawasan yang dilakukan). sehingga perbedaan suatu masalah dapat dihindarkan seperti system kerja yang dilakukan. atur pembahasan suatu topik (seperti data mahasiswa yang belum selesai. 1. 2. Pembicaraan dengan kolega penulis lakukan apabila data yang ditemukan seperti koordinasi dan komunikasi yang dilakukan kurang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Seperti hasil wawancara mengenai system akademik yang dilakukan. yakni mengupas tentang konsistensi hasil penelitian. Untuk mencapai hal tersebut.

111 lebih dari segi konsep tetapi memperhitungkan segala-galanya yang ada pada reliabilitas itu sendiri. sehingga peneliti tidak memiliki keyakinan akan dapat menjamin validitas eksternal ini. Meskipun diakui bahwa tidak ada situasi yang sama pada tempat dan kondisi yang lain. 3. 4. d) Melakukan penghitungan sederhana untuk membuktikan kebenaran data. maka peneliti melakukan upaya : a) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. b) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat.d. sehingga data dapat dipercaya kebenarannhya. Transferabilitas Transferabilitas atau keteralihan merupakan validitas eksternal hasil penelitian hingga sejauh manakah hasil penelitian ini dapat diterapkan atau diaplikasikan dalam konteks atau situasi lain. G. Transferabilitas merupakan suatu kemungkinan. untuk memastikan kebenarannya. Nopember 2009 dengan agenda kegiatan penelitian sebagai berikut : Tabel 3-1 . Jadwal Penelitian Kegiatan penelitian akan dilaksanakan selama kurang lebih 4-5 bulan dari mulai bulan Juli 2009 s. jika pemakai melihat dari situasi yang identik dan memiliki keserasian antara hasil penelitian dengan permasalahan di tempatnya. peneliti melakukan audit trail. wawancara dan upaya lainnya. yakni dengan melakukan pemeriksaan ulang sekaligus konfirmasi untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dilaporkan dapat dipercaya dan sesuai dengan situasi yang nyata. Konfirmabilitas Agar kebenaran dan objektivitas hasil penelitian dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. c) Data yang sudah terkumpul kemudian dikonfirmasi ulang melalui obserasi. Transferabilitas hasil penelitian baru ada.

II. Diawali dengan menjelaskan gambaran umum SMP Negeri 1. INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN Pada Bab. Kemudian yang kedua. penulis akan membahas bab IV yaitu Deskripsi Hasil Penelitian. BAB IV TEMUAN. IV ini penulis akan mengemukakan tiga bagian penting yang merupakan pemaparan hasil dan pembahasan penelitian. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. penulis paparkan hasil penelitian sesuai dengan pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan dan diakhiri dengan bagian ketiga yang merupakan pembahasan yaitu membandingkan antara kenyataan di lapangan dengan konsep teori yang telah diuraikan pada Bab. Pada halaman berikutnya. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dan perkembangannya saat ini sebagai lokasi penelitian. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung .112 Jadwal Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Proposal Studi Pustaka Membuat Kuisioner Wawancara Studi dokumen Observasi Lapangan Pengolahan Kuisioner Pengolahan Data Analisis Data Penyusunan Laporan Penyelesaian Akhir 1 BULAN KE 2 3 4 5 Demikian prosedur penelitian yang ditempuh oleh penulis.

proses pengelolaan kelembagaan. proses pengelolaan program. e.113 Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan. l. c. proses belajar mengajar. d. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah m2) Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : ada (15 X 8 m2) : ada (8 X 10 m2) : 1387 orang : 63 orang : 11 orang : Pagi (07. 87. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung.00 – 12.177. i.588. Jumlah Murid Berdasarkan penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bahwa memiliki status terakreditasi B (memuaskan). Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung.00 WIB) : 6. Dalam pendidikan bersekala mikro (ditingkat sekolah). dan proses monitoring dan evaluasi. b. h. Sekolah ini berdiri tahun 1963 dengan rincian data sebagai berikut: a. terletak di Jalan Raya Rancaekek No. k. p. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output. dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibanding dengan proses-proses lainnya. j.300 m2 : 30 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : ada (18 X 15 m2 dan 8 X 15 m. o.625 m2 : 5. f. Hal ini mengandung arti bahwa . n. g.

2) Membina akhlak yang berbudi luhur. budaya belajar. adalah sebagai berikut: MOTO VISI : SMP Negeri 1 Rancaekek SERASI (Sehat Rajin dan Sigap) : Berdisiplin. guna meningkatkan prestasi kerja dan prestasi belajar peserta didik. STRATEGI: 1) Menyusun program kegiatan 2) Membina dan membudayakan personil untuk meningkatkan kualitas 3) Memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah. prestasi diri dan cekatan dalam bertindak. untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan. MISI : 1) Mewujudkan tercapainya peningkatan mutu dan efesiensi pendidikan. 5) Menciptakan lingkungan yang nyaman. 5) Melaksanakan tugas secara profesional 6) Mencermati informasi tentang peningkatan pendidikan 7) Menjalin hubungan persuadaraan sebagai umat beragama TARGET: . indah. 6) Menyiapkan generasi penerus yang mampu mandiri berbekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. nyaman dan aman dalam meningkatkan dan membangun akhlak yang berbudi. serius. 4) Mengikuti kegiatan pelatihan dan perlombaan. 3) Mengembangkan layanan profesional dalam semangat kerja sama dan keteladanan. 4) Meningkatkan dan menegakkan disiplin sesama kerabat kerja dan peserta didik dengan menanamkan budaya bersih. Profil lain yang dapat ditampilkan dari hasil penelitian di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. bersih dan aman. dan budaya kerja.114 sekolah memiliki prestasi yang tinggi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

Adapun tugas dan peran serta masing-masing komponen dijabarkan secara rinci seperti berikut: . yaitu di pinggir jalan raya Rancaekek. dan standar penilaian pendidikan. standar pengelolaan. Pada saat ini program unggulan di SMP Negeri 1 Rancaekek meliputi: pemerataan kesempatan belajar dalam rangka mendukung terlaksananya proram Wajib Belajar Pendidikan Dasar (WAJAR-DIKDAS) 9 Tahun. tata usaha. Manajemen dan pencitraan publik dengan menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan mengembangkan berbagai manajemen sekolah dengan memaksimalkan peranan komite sekolah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan juga merupakan program utama di SMP Negeri 1 Rancaekek. Lokasi sekolah sangat strategis karena berada di pusat kota Rancaekek. peran kepala sekolah. peningkatan mutu dimana usaha ini dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi: Standar isi. standar pembiayaan. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negerei 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. SMP Negeri 1 Rancaekek merupakan sekolah paling tua di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Badung dan menjadi sekolah negeri yang dipavoritkan oleh masyarakat Rancaekek dan sekitarnya.115 Para siswa memiliki bekal kemampuan yang bermanfaat untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi. sehingga mudah dijangkau. Pada tahun 2002 sampai 2005 SMP Negeri 1 Rancaekek menjadi sekolah rintisan Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah (PMPBS). Hal ini dibuktikan dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini. sehingga dari hasil kegiatan tersebut nampak perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam mutu dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. kurikulum dan sarana prasarana harus saling mendukung. standar pendidik dan standar tenaga kependidikan. anggota masyarakat dan warga negara yang beragama. Untuk mewujudkan program di atas. guru. mulai dari sumberdaya manusia. dan pada saat ini tercatat jumlah siswa sebanyak 1387 orang siswa dengan jumlah rombongan belajar 30 kelas. standar proses. standar kompetensi lulusan. standar sarana dan prasarana. siswa.

melaksanakan evaluasi . (5) menemukan sumber-sumber pendidikan dan menyediakan fasilitas pendidikan.menciptakan karya seni .melaksanakan kegiatan belajar mengajar .menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran . Tenaga Pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. b. (3) menciptakan strategi atau kebijakan untuk mengsukseskan pikiran-pikiran yang inovatif tersebut. misalnya tentang kualitas yang diinginkan masyarakat. (4) menyusun perencanaan.mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum .membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan dan program semester. baik perencanaan strategis maupun perencanaan operasional. peran dan tanggungjawab kepala sekolah Kepala sekolah memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan. (2) melakukan inovasi dengan mengambil inisiatif dan kegiatan-kegiatan yang kreatif untuk kemajuan sekolah. pemimpin sekolah.melaksanakan kegitan penilaian belajar .membuat satuan pelajaran .mengkkordinasikan dan melaksanakan bimbingan dan konseling .membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar . Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: .116 a. .mengisi daftar nilai siswa .melaksanakan tugas tertentu di sekolah . Tugas. (6) melakukan pengendalian atau kontrol terhadap pelakasanaan pendidikan. supervisor dan pendidik di sekolah dituntut untuk mampu: (1) mengadakan prediksi masa depan sekolah.membuat alat pelajaran/alat peraga . karena atas perannya sebagai manajer pendidikan.

membuat lembaran kerja siswa .mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c. Kurikulum Dengan memanfaatkan paradigma baru mengenai pengelolaan sekolah maka dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah yang memegang peranan pentingnya adalah kemampuan kepala sekolah.Pengelolaan keuangan sekolah .Pengurusan administrasi pegawai.117 . Peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah melalui MBS dapat dilihat bagaimana kepala sekolah memanajemen mulai dari: kurikulum. dan lingkungan sekolah.Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kondisi fisik dan psikis yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan dan kreativitas merupakan tugas utama secara operasional dalam aspek manajemen dan memotivasi staf untuk dapat bekerjasama secara sukarela dalam mencapai tujuan organisasi. kesiswaan.mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya .mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum . . tenaga kependidikan.Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala d. guru dan siswa .meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran . Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: .Penyusunan program tata usaha sekolah . sarana prasarana. keuangan.membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa .Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah .

Kegiatan lembaga pendidikan sekolah disamping diatur oleh pemerintah. (6) memfasilitasi para guru dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan. (2) mempermudah aturan/prosedur. (7) tidak mengambil tanggungjawab yang menjadi kewenangan guru. Sehingga kegiatan meningkatkan dan memperbaiki program dan proses pembelajaran di sekolah sebagian besar terletak pada diri kepala sekolah itu sendiri. Peranan kepala sekolah dalam melaksanakan dan mengembangkan KTSP merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah. sesungguhnya sebagian besar ditentukan oleh aktivitas kepala sekolahnya. Upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah memberdayakan guru. (4) menghargai kontribusi setiap guru dan memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. bimbingan dan konsultasi serta menjelaskan apa yang diharapkan dari kepemimpinan kepala sekolah. (5) mendorong guru untuk berani mengemukakan pendapat. Hal ini karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang professional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerja sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan. dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru. Peranan kepala sekolah dalam memberdayakan guru mencakup: (1) pelimpahan wewenang berdasarkan kemampuan guru. yang berorientasi pada standar isi dan standar kompetensi lulusan. sarana atau memberikan kritik dlam berbagai kesempatan. (8) memiliki inisiatif dan siap menghadapi resiko. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasan bagi sekolah untuk mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. menyelesaikan konflik. (9) bertindak realistis dan dipandu oleh nilai-nilai . Kepala sekolah merupakan kunci kesuksesan sekolah dalam mengadakan perubahan.118 Ketercapain tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijakan kepala sekolah sebagai salah satu pemimpin pendidikan. (3) memberikan arahan.

Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. wakil kepala sekolah. Prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: . maka seluruh komponen pendidikan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran siswa harus dianalisis berdasarkan tuntutan program pembelajaran. e. (12) menciptakan rasa aman dan kepuasan bagi guru. Dalam MBS dan KTSP peranan kepala sekolah memegang peranan penting dalam mengatur.119 kebenaran dalam mewujudkan visi sekolah. potensi personal atau warga sekolah dan sarana prasarana. mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. Dalam memanfaatkannya masing-masing sektor harus dikembangkan sesuai dengan latar belakang profesi kependidikannya. staf tata usaha. (11) bekerjasama dan menjalin hubungan dengan guru berbasis kepercayaan. Dengan memanfaatkan potensi tersebut secara optimal maka diharapkan akan ada peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah. meja kursi. Akan tetapi dalam memanfaatkannya harus bisa membaca peluang dan kemampuan yang dimiliki masing-masing sektor. karena kepala sekolah telah diberi keleluasaan dalam mengembangkan sekolah seperti potensi lingkungan sekolah. serta alat-alat dan media pengajaran. Manajemen Sarana Prasarana Agar kegiatan pembelajaran siswa terjadi dengan efektif dan efisien. ruang kelas. Dalam memanfaatkan potensi masing-masing sektor harus diperhatikan beberapa hal seperti kemampuan yang dimiliki masing-masing guru mata pelajaran. Kemampuan kepala sekolah dituntut untuk bisa memanfaatkan peluang seperti ini (MBS dan KTSP). (10) memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan guru. khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. dan personil pembantu sekolah.

kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran. 4 % dengan rincian pada dua tahun terakhir adalah sebagaimana tercantum pada tabel 4-1. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. f. tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. Dengan figur kepala sekolah dalam memimpin terdapat peningkatan mutu yang signifikan. Maka tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah ini berdasarkan studi dokumentasi.120 halaman. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. rapih. berikut ini prestasi yang pernah diperoleh sekolah diantaranya: prestasi pada Tingkat Daerah. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. kebun. Tingkat Nasional atau Internasional dalam Bidang akademik maupun non akademik yang pernah diterima. komponen tersebut merupakan sarana pendidikan. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. taman sekolah. seperti berikut: Tabel 4-1 Keadaan Siswa SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Kelas VII Kelas VIII Kelas IX 401 339 312 404 381 311 474 441 472 Jumlah 1052 1096 1387 . Input dan output hasil pendidikan Dari Output yang dihasilkan dilihat dari tingkat kelulusan pada setiap tahunnya rata mencapai 99. jalan menuju sekolah.

Dengan adanya pengelolaan pendidikan dewasa ini maka melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan materi pembelajaran melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha . memanajemen yang profesional. 7.121 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-2 Prestasi Akademik UAN SMP Negeri Rancaekek 1 Kabupaten Bandung No.10 % Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dari kondisi tersebut di atas maka hasil ujian akhir nasional selama dua tahun pelajaran mengalami peningkatan khususnya pelajaran IPA yaitu sebesar 0. Kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan tahun 2008-2009 Tabel 4-3 Kualifikasi tenaga pendidikan No 1 2 3 Ketenagaan Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha S2 S1 1 34 D3 23 D2 6 D1 SMA SMP 11 - Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah. 91 8. Selanjutnya dapat digambarkan pula bahwa dari sejumlah guru yang tercantum pada tabel 4-2. Mat IPA Jumlah Ing. diketahui bahwa guru yang memiliki kualifikasi guru Ilmu Pengetahuan Alam (spesifikasi Biologi. Ind 7.09% g. maka kepala sekolah dapat secara leluasa mengambil tindakan yang bertujuan meningkatan mutu pendidikan.54 33.86 7. 2.83 8.77 7.45 31.50 8.73 Rata-rata Nilai UAN Bhs. Fisika.17 Kelulusan 100 % 99. Pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. Kimia) adalah 8 orang.40 8. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs. bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

sebagian besar ditentukan oleh aparat pelaksana yang menguasai tugas dan fungsinya. Program kerja berdasarkan Dinas Pendidikan Pemerintah Propinsi Jawa Barat. mengajar. Efesiensi Keberhasilan pelaksanaan program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun pelajara 2009/2010. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di jalan Bojongsalam Desa Bojongsalam. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. dengan rincian profil sebagai berikut: a. Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Demi kelancaran pencapaian peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. pembagian tugas yang jelas. yaitu menyelenggarakan pendidikan dalam arti luas. diperlukan adanya perencanaan yang matang disertai penyusunan langkah kegiatan. dengan penuh keihlasan yaitu guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dan didukung oleh pembantu pelaksana tata usaha dan petugas lainnya. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi satuan kerja SMP. melaksanakan BP/BK. Pemerataan Pendidikan b. dengan empat strategi pokok: a. Relevansi Pendidikan c. Peningkatan Mutu pendidikan d. tindakan dan pengambilan keputusan yang harus dilaksanakn oleh kepala sekolah. dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. melatih. berdisipiln.122 Esa. berbudi pekerti luhur. Program kerja ini berdasarkan atas keberhasilan dan kekurangna program kerja tahun pelajaran 2009/2010. hubungan masyarakat. berkepribadian.500 m2 . Pendidkan Nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air. bertanggung jawab. maka disusunlah program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung tahun pelajaran 2009/2010. bekerja keras. cerdas. Luas lahan sekolah : 16. mandiri. tangguh. dan melaksanakan administrsi pendidikan. dan berfungsi untuk mendidikan.

misi. Sumber daya manusia . k. b. o. Sumber daya alam Mengembangkan sumber daya alam dan pengelolaan sekolah untuk meningkatkan kewirausahaaan dan penambahan ruang belajar b. d. n. Meningkatkan disiplin peserta didik f. h. j. Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Perpustakaan Laboratorium Jumlah Murid Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : 3450 m2 : 28 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1219 orang : 44 orang : 5 orang : 10 orang : Pagi (07. Meningkatkan kualitas guru dan tata usaha e. g.30 WIB) Rancaekek m. Efesiensi dan efektifitas dalam menggunakan data. l. i. Memberdayakan sarana yang ada sebagai nara sumber c. ruang belajar dll. Jumlah Guru Non PNS Harapan dan rencana program kerja di SMP 2 Negeri Kabupaten Bandung yang sesuai dengan tuntuan tujuan pendidikan nasional maka perlu suatu strategi kerja sekolah yang dituangkan dalam visi. d. Mengunakan sarana prasarana sekolah seperti: Mosola. e.00 – 11. Memfasilitasi kegiatan yang mendukung tercapainya harapan di atas. f.123 b. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI : Masyarakat Sekolah yang Agamis dan Unggul dalam Prestasi MISI : a. c. TUJUAN : a.

jenjang dan sifat sekolah. 2) Kepala sekolah berfungsi sebagai pimpinan: Kepala sekolaha juga memiliki kewajiban sebagai berikut: Menyusun perencanaan. Melaksanakan urusan tata usaha dan urusan rumah tangga sekolah. siswa. melalui pembinaan. Tugas Kepala Sekolah. Melaksanakan pengawasan. Mengatur proses belajar mengajar. Mengambil keputusan. mulai dari peran kepala sekolah.124 1) Tenaga edukatif: Menanamkan sikap profesionalisme yang berkaitan dengan tugas mengajar. MGMP. diklat. guru. Membina organisasi siswa intra sekolah (OSIS). diklat. Mengarahkan kegiatan. masyarakat dan dunia usaha. pegawai. Mengadakan rapat. Sebagai Pimpinan Unit Pelaksana Teknis. kurikulum dan sarana prasarana harus saling menunjang dan mendukung tersebut. penataran dan membuka kesempatan bagi guru untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melakuan evaluasi. tata usaha. 2) Tenaga administrasi: Peningkatan profesionalisme dan peningkatan keterampilan staf tata usaha melalui pembinaan. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir bagi siswa di sekolah. perlengkapan. misi. Adapun tugas dan peran masing-masing dari komponen warga sekolah dijabarkan sebagai berikut: a. Mengatur administrasi (kantor. Bertanggung jawab kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Mengorganisasikan kegiatan. dan tujuan di atas. penataran atau pendidikan formal. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. siswa. Membina kerja sama dengan orang tua. untuk mewujudkan visi. berkewajiban: Melaksanakan pendidikan formal selama jangka waktu tertentu sesuai dengan jenis. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. misi dan tujuan . Untuk mewujudkan visi. Menentukan kebijakan.

Kurikulum. Ruang ketrampilan/kesenian. Kegiatan ekstrakulikuler.melaksanakan kegitan penilaian belajar . Perlengkapan. Pengawasan. 4) Selaku supervisor menyelenggarakan supevisi mengenai: Maka selaku sepervisor Kepala Sekolah berkewajiban melaksanakan: Kegiatan belajar mengajar. Tugas Tenaga pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efesien. sebagai berikut: Perencanaan.membuat alat pelajaran/alat peraga .membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan atau program semester . Kegiatan kerja sama dengan masyarakat. administrasi Pengarahan.melaksanakan kegiatan belajar mengajar . Laboratorium. Perpustakaan.melaksanakan evaluasi . Kepegawaian.125 keuangan). Keuangan. Kantor. Kegitan bimbingan dan konseling.menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran .melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar . b. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: . Kesiswaan. Pengkordinasian. 3) Kepala Sekolah Selaku administrator bertugas: Kepala sekolah sebagai administrator maka memiliki kewajiban menyelenggarakan Pengorganisasian.mengisi daftar nilai siswa . Kegiatan ke tata usahaan. Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha.membuat satuan pelajaran .

Satuan pelajaran dan menggerakan sebagai koordinator .Penyusunan program tata usaha sekolah .Pembagian tugas guru .mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya .Kemajuan kelas .Pelaksanaan Ujian Nasional .Jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (raport) dan penerimaan Program pengajaran .Pengurusan administrasi pegawai. Tugas Urusan Bidang Kurikulum Urusan bidang kurikulum mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegitan penyusunan: . guru dan siswa .Jadwal pelajaran .Jadwal evaluasi belajar . Tugas Urusan Tata Usaha Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut : .mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c.mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum .menciptakan karya seni .ijazah .melaksanakan tugas tertentu di sekolah .Kriteria persyaratan naik kelas/tidak naik kelas .126 .Pengelolaan keuangan sekolah .mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .membuat lembaran kerja siswa .membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa .meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran .Laporan pelaksanaan pelajaran d.

sarana prasarana pembelajaran dan hasil lulusan tiap tahun.Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala e.127 .Menyusun laporan pelaksanaan urusan saran prasarana secara berkala Selain peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di atas.Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . Tugas Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : .Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah .Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasaran sekolah .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah .Pengelolaan pembiayaan alat-alat pelajaran .Menyelenggarakan penerimaan siswa baru . berdasarkan studi dokumentasi secara rinci akan dijabarkan sebagai berikut : Tabel 4-4 Keadaan Siswa SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Jumlah Kelas VII 401 404 471 Kelas VIII 339 381 386 Kelas IX 312 311 362 1052 1096 1219 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-5 Keadaan Guru SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Kualifikasi tenaga kependidikan No Ketenagaan S2 S1 D3 D2 D1 SMA SMP . bahwa di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung.Mengadministrasikan pendayagunaan sarana prasarana . keadaan guru. hal ini sejalan dengan upayaupaya sekolah yang terprogram secara sistematis untuk lebih dikembangkan sumber daya manusia yang siap dan unggul untuk itulah diperlukan langkahlagkah program mulai dari keadaan siswa.

60 7.40 30.93 7. Ing. IPA 7.128 1 2 3 Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha 1 - 35 - 7 - - 1 - 8 3 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Sarana dan Prasana Pembelajaran SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tabel 4-6 Sarana Ruangan SMP Negeri 2 Rancaekek No 1 2 3 6 9 10 12 13 14 15 16 17 18 Ruang Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Komputer OSIS/Pramuka/PMR Lapangan Upacara Olah Raga Guru Piket BP-BK Tata Usaha Masjid Gudang Kesenian Jumlah 28 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Baik 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kondisi Cukup Rusak 1 1 - Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-7 Multi Media SMP Negeri 2 Rancaekek No 3 4 5 6 7 Media VCD Player TV Monitor Sound System Tape Recorder Komputer Jumlah 2 4 1 2 24 Baik 2 4 1 1 Kondisi Cukup Kurang 1 4 20 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Tabel 4-8 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung No.10 Mat Bhs.24 29.07 7.82 .86 7. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Rata-rata Nilai UAN Bhs.43 8. Ind 7.39 Jml Kelulusan 100 % 100 % 8.

Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor : 6. tetapi semangat siswa untuk mendapat prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non-akademik tetap tinggi. Juara 1 membaca cerpen tingkat Bandung Raya yang diselenggarakan oleh UNINUS pada tahun 2009. hal ini dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang diperoleh. d. Juara 1 Putera Wide Game MABISA Paseh pada tahun 2003. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di Jalan Teratai Raya Bumi Rancaekek Kencana.000 m2 : 1. 2) Relevansi (Link and Match). b. 3.736 m2 : 30 Ruang : 1 ruang . Juara 3 Bola Volly Puteri tingkat SLTP Se-Bandung Raya tahun 1997. adalah meningkatkan mutu pendidikan memilik 4 (empat) strategi sekolah diantaranya yaitu: 1) Pemerataan Pendidikan. Juara 2 putera ALGA-CUP 3 tahun 1998. c.129 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Meskipun lokasi SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. yang berdirinya pada tahun 1993 dengan data sebagai berikut: a. terletak di pinggiran kota Rancaekek dan berada di daerah yang rawan banjir. diantaranya adalah: juara 1 Tenis Meja Putera tingkat Kecamatan pada tahun 2008. Juara 1 Gerak Jalan PORGUR cabang PGRI Rancaekek tahun 1996. Hal ini dicapai dengan cara mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan potensi personal yang dituangkan dalam rencana sekolah. Program kerja di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. Sedangkan proses pembelajaran berdasar pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. maka kepala sekolah dapat secara leluasa dalam mengambil tindakan strategi sekolah yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tersebut. dan sasaran utama 4) Peningkatan Mutu Pendidikan. Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. 3) Efesiensi. Juara 2 Tenis Meja Puteri tingkat Kecamatan tahun 2001. selain dari itu ada pula berbagai macam prestasi dalam bidang lainnya.

g. b.00 – 12. dan menyenangkan dengan suasana kekeluargaan. institusi. l. h. c. berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ramah terhadap lingkungan alam dan masyarakat serta mandiri dalam mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. k. memiliki harapan yang dituangkan melalui visi. misi. p. o.40 WIB) : 1 ruang : 1 ruang m. Jumlah Murid Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. . Mendidik siswa agar menjadi warga negara yang beriman dan taqwa. Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan kehidupan beragama di lingkungan sekolah. MISI: a. i. efektifitas dan efesiensi kerja sekolah di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. n. nyaman. dan tujuan pendidikan nasional.130 e. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai suatu tempat belajar yang aman. Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah Ruang seni Ruang PKS : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 8 unit : 1 unit : 1 unit : 1366 orang : 71 orang : 17 orang : Pagi (07. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI: SMP Negeri 3 Rancaekek BERIRAMA. q. f. j. r. Mewujudkan tercapainya pendidikan meliputi tujuan kurikuler.

pemerintah daerah. 6) Sekolah menjadi suatu tempat untuk kegiatan belajar sesuai dengan konsep wawasan wiyata mandala. 5) Peningkatan kerjasama dengan komite sekolah dan instansi terkait. 3) Menumbuhkan dan mengembangkan kerja sama khususnya antara guru mata pelajaran melalui MGMP. Menumbuhkembangkan budi pekerti luhur terhadap siswa agar siswa hormat terhadap orang tua. Menumbuhkan kesadaran kepada setiap warga sekolah agar supaya dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya dimana sekolah itu berada g. Menciptakan rasa kesatuan korep dan pelaksanaan tugas secara propesional serta kerja sama yang efektif dan efesien. karyawan dan sesama teman di lingkungannya. tokoh masyarakat/orgamnisasi dan lingkungan setempat. keterampilan serta potensi dan bakat lainnya. STRATEGI: a. . kepegawaian. e. b. 2) Pemberdayaan sarana dan prasarana serta sumber daya personil di lingkungan sekolah 3) Job Description sesuai dengan The Right man on the Right Place. Penataan kelembagaan 1) Penyempurnaan manajemen sekolah yang meliputi bidang akademik. 4) Penataan dan penambahan sarana pisik sekolah. keuangan dan kantor. Menanamkan dan mengembangkna rasa percaya diri kepada siswa terhadap kemampuan baik dalam bidang akademis.131 d. guru. kesiswaan. f. Peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar 1) Tertib dalam mematuhi jam kerja 2) Tertib dalam administrasi KBM dan pelaksanaannya secara efektif dan efesien.

4) Mengikutsertakan guru melalui penyetaraan UT. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dalam pengelolaan personal mulai dari peran kepala sekolah. 6) Mengembangkan muatan lokal dan kegiatan ekstra kurikuler. 3) Peningkatan pemberdayaan supervisi kepada guru. pembagian tugas guru yang langsung dituangkan pada jadwal pelajaran. 6) Setudi banding antar guru mata pelajaran sejenis maupun antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman. mengarahkan. mengkordinasikan. guru.132 4) Menumbuhkan keunggulan kompetitip di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah secara kreatif. mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan rincian sebagai berikut: . 5) Menyediakan buku-buku referensi guru di perpustakaan sekolah. catur wulan/semester berdasarkan kalender pendidikan. laporan hasil belajar siswa. UPI dan STKIP. misi dan strategi sekolah tesebut dibuat rincian tugas masing-masing personil sebagai berikut: a. menyusun norma kenaikan kelas. rencana pelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2006 (KTSP). pelaksanan Ulangan Umum. Ulangan Blok dan Ujian Akhir Nsional. 7) Mensukseskan wajib belajar 9 tahun 8) Menampilkan sekolah yang ideal melalui kegiatan wawasan wiyata mandala. Peningkatan kualitas profesi tenaga pendidik.Mengatur proses belajar mengajar yang mencakup: program tahunan. 5) Mengembangkan wawasan keunggulan sekolah. Peran dan Fungsi Kepala Sekolah Kepala sekolah mempunyai tugas merencankan. . c. siswa. 1) Pemberdayaan diklat/penataran/MGMP bagi guru 2) Penerapan hasil diklat/penataran dalam KBM secara tepat gMuna dan berhasil guna. tata usaha. kurikulum dan sarana prasarana yang harus saling menunjang dan mendukung untuk mewujudkan visi.

Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar.Mengatur adminiistrasi kantor .Mengatur administrasi siswa . melaksanakan tugas tertentu di sekolah.Mengatur administrasi perlengkapan . mengisi daftar nilai siswa. Peran dan Fungsi Tenaga Pendidik (guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. melaksanakan kegiatan belajar mengajar. menciptakan karya seni.Mengatur administrasi perpustakaan . membuat alat pelajara/ alat program. Menyusun laporan kegiatan pembelajaran. Mengkordinir dan membantu tugas setiap seksi dalam kurikulum. membuat satuan pelajaran (RPP). menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran.Mengatur administrasi keuangan . membuat alat pelajaran/alat peraga. mengadakan . melaksanakan evaluasi. Pelaksanaan ujian sekolah dan nasional. Try out. melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar. Pemantapan. Menyusun kegiatan kurikulum. melaksanakan kegitan penilaian belajar. Memahami tugas setiap seksi dalam kurikulum. Peran dan Fungsi Bidang Kurikulum Program kurikulum di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung memiliki tugas sebagai berikut: Membuat konsep kelengkapan administrasi guru dan wali kelas. Membuat konsep surat tugas.Mengatur pembinaan kesiswaan .Mengatur administrasi pegawai .Mengatur administrasi keuangan .Mengatur hubungan dengan masyarakat b. c. Tes/kuis. mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum.133 .

Kewajiban siswa .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah .Pengelolaan keuangan sekolah .Ikut menjaga nama baik sekolah. d.Ikut membantu agar tata tertib sekolah dapat berjalan dan ditaati .Membantu kelancaran pelajaran di kelas maupun jalanya sekolah pada umumnya . keamanan dan ketertiban kelas serta sekolah pada umumnya. orang tua dan temanteman e.Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala .Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah . Kegiatan MGMP. Peran dan Fungsi Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: . perabot dan peralatan sekolah yang ada . meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran. baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah . halaman WC.Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah .Penyusunan program tata usaha sekolah . Pelaksanaan kegiatan pembelajaran. membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa.Harus bertindak sopan terhadap guru. .Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung. pengawas. diri siswa sendiri. guru dan siswa .134 pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Menyusun kelengkapan pembelajaran.Melengkapi diri dengan keperluan sekolah .Pengurusan administrasi pegawai. membuat lembaran kerja siswa.Membantu kelancaran sekolah dalam proses kegiatan belajar .Ikut bertanggung jawab atas kebersihan.

Mengajukan kebutuhan alat dan bahan praktikum . tata tertib laboratorium. Sejalan dengan hal tersebut dan berdasar bahan masukan dari lapangan.Mencatat sarana dan prasarana sekolah yang masih dapat dipakai dan yang tidak dapat dipakai .Menginventarisir alat dan bahan praktikum . larangan dan peringatan. yang lebih dikembangkannya adalah sumber daya manusia yang siap. bahwa peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung. maka salah satu perangkat program pengelolaan sekolah ini akan senantiasa merupakan suatu perangkat dari sistem manajemen sekolah yang dapat dipergunakan untuk dijadikan arah pelaksanaan program bagi pengelolaan sekolah. maka diperlukan program rencana pengembangan sekolah (RPS) di sekolah untuk dijadikan standar dalam rangka meningkatkan mutu.Membantu merencanakan rehabilitasi program sekolah . Peran dan Fungsi Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan bersama kepala sekolah menyusun : .Bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan di laboratorim. .Kebutuhan sarana dan prasarana sekolah .Bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana perlengkapan sekolah g.135 f. Peran dan Fungsi Pengelola Laboratorium Pengelola laboratorium mempunyai tugas membantu guru dalam kegiatankegiatan pembelajaran yang memerlukan praktek: .Memelihara alat dan bahan yang ada . efektipitas dan efesiensi pelaksanaan pendidikan yang tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku sesuai dengan pengelolaan manajemen berbasis sekolah .Memantau penggunaan sarana dan prasarana sekolah .Membuat jadwal praktek.Membuat program kerja laboratorium .

Potensi Lingkungan Sekolah Potensi lingkungan di SMP Negeri Rancaekek 3 Bandung.44 Rata-rata Bhs.89 Nilai UAN IPA 8.63 8. 8. kondisi guru. sebagai berikut: Tabel 4-9 Kondisi Siswa SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2009-2010 No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1 VII 206 220 426 2 VIII 236 235 471 3 IX 238 223 461 Total 680 678 1358 Jumlah Rombel 30 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung Tabel 4-10 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 3Rancaekek Kabupaten Bandung No 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs. dan potensi sekolah.36 8.42 33. bahwa : .49 8.Jumlah pendaftar selalu melebihi daya tampung . data di bawah ini berdasarkan studi dokumentasi.60 Jumlah 33.136 (MBS). Tidak Tetap Tetap Tetap 1 S2 3 2 S1 47 6 3 D3 8 1 3 4 D2 6 5 D1 1 6 SMA 7 7 Jumlah Total 64 7 10 7 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung g. mulai dari kondisi siswa.02 8. TU. Ind 8.56 Kelulusan 100 % 100 % Bandung Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Tabel 4-11 Kondisi Guru dan Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Jumlah Guru Jumlah Tata Usaha No Ijazah Guru Tetap Guru Tidak TU. Mat Ing.53 8.

Juara 1 Siswa teladan tingkat Kabupaten Bandung tahun 2001. di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. kondisi guru dan tata usaha. penulis tuangkan berdasarkan urutan pokok masalah penelitian sebagai sasaran dalam menyajikan deskripsi hasil penelitian. Jauara 1 Menggambar tingkat Kabupaten Bandung tahun 2005. observasi dan studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen yang ada.Jumlah karyawan cukup banyak . serta potensi lingkungan sekolah. mereka pengelola sekolah (Kepala Sekolah. Juara 1 Musikalisasi Puisi seBandung Raya tahun 2007. Startegi Guru dalam merencanakan isi materi. Juara 1 Wide-Game Pramuka tingkat Kabupaten Bandung tahun 2002. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa.Masih tersedianya lahan tanah sekolah untuk penambahan bangunan Dengan melihat hasil dokumentasi di atas mulai dari kondisi siswa. Juara 2 LKBB se.Kualifikasi Tenaga Pendidik sebagain besar sarjana . sangatlah berpotensi untuk lebih dikembangkan. Guru. seperti diantaranya adalah: Juara 1 Baca Puisi tingkat SMP se-Jawa Barat pada Tahun 2009. Juara Umum Wide-Game Trophy Bupati Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2003. telah melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang . Deskripsi Hasil Penelitian Penyajian hasil penelitian. Juara 1 PASKIBRA tingkatKabupaten Bandung tahun 2005.Bandung Timur Tahun 2008. hal ini relevan dengan hasil penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pada tahun 2005 mendapatkan nilai Akreditasi A (sangat memuaskan). Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara. Tata Usaha dan komponen terkait lainnya). Juara 2 Futsal tingkat SMP se-Bandung Raya pada Tahun 2009. Juara 1 Bola Volly antar SMP se-Kecamatan Rancaekek tahun 2007. B. dan juga memiliki berbagai prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik.Tersedianya jumlah tenaga guru yang memadai .137 . Adapun uraiannya sebagai berikut: 1.

sudah dapat dipastikan. meningkatkan minat dan motivasi dan beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. Temuan lain menunjukkan bahwa perencanaan di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu materinya harus berkaitan erat dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. Pendapat berikutnya menyatakan bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu tiap-tiap sekolah telah melaksanakan strategi-startegi pembelajaran. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk meningkat kemampuan siswa dari hasil belajarnaya sehingga siswa memiliki perubahan yang mengarah kepada hal yang lebih baik sesuai dengan harapan sekolah. Berdasarkan hasil temuan di lapangan di ketiga SMP Negeri yang berada di Kabupaten Bandung. CTL pembelajaran aktif.138 menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. mereka (guru) berpendapat. berdaya guna secara optimal diperlukan wawasan yang luas. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. kreatif dan inovatif serta memiliki persepsi yang sama dengan komitmen terhadap program yang telah disepakati dari masing-masing sekolah. Sesuai dengan temuan yang didapatkan peneliti. sehingga IPA Terpadu bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. . Berdasarkan hal tersebut. Untuk meningkatkan hasil belajar. konsep-konsep. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah sedangkan tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah: meningkatkan efisiensi/efektivitas pembelajaran. meningkatkan motivasi serta tindak lanjut pembelajarannya. bahwa pembelajaran IPA Terpadu harus membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. misalnya dengan cara peer teaching. temuan penelitian menunjukan bahwa strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tampak para guru IPA di tiga SMP Negeri Kabupaten Bandung dalam pelaksanaan proses pembelajarannya memiliki prinsip bahwa proses pembelajaran IPA Terpadu akan menghasilkan kualitas yang diharapkan bila proses tersebut dapat membangkitkan motivasi kegiatan belajar efektip dan efesien. team teaching. kreatif dan mandiri.

Hal ini mengandung makna bahwa pengatahuan hasil proses belajar mengajar itu bagi para peserta didik seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. yang langsung dikonsultasikan dengan koordinator laboratorium. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran. Secara rinci. tujuan pembelajaran. bahwa pada umumnya guru IPA Terpadu telah membuat perencanaan proses pembelajaran yang dibuktikan dengan adanya dokumen berupa: program tahunan. teori dan hukum. alokasi watu. presedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. bahkan ada juga guru yang malakukannya sendiri. materi ajar. standar kompetensi. berupa fakta. kompetensi dasar. menyatakan bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang ciri-cirinya sebagai berikut: 1) Hasil pembelajaranya tahan lama dan memiliki kecakapan life-skills dalam kehidupan peserta didik. pengembangan silabus. rasa ingin tahu tentang benda. Berdasarkan studi dokumentasi. Selain dari itu sebagian guru juga sudah membuat rencana program kegiatan praktek laboratorium. penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. guru harus mempertimbangkan berapa persen (%) yang diserap oleh peserta didik (siswa) dari yang diajarkan itu akan masih diingat kelak oleh peserta didik. Tujuan penyusunan Model Pembelajaran IPA Terpadu pada dasarnya untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan sebagai kerangka acuan bagi guru dan pihak terkait. indikator pencapaian kompetensi. Dengan demikian. Produk. Proses. program semester. fenomena alam. kegiatan pembelajaran. penilaian hasil belajar dan sumber belajar. 2) Hasil itu merupakan pengatahuan yang betul-betul asli.139 Dari hasil wawancara dengan ketiga kepala SMP Negeri di Kabupaten Bandung. metoda pembelajaran. 3) Memiliki sikap. Aplikasi. penyusunan model ini di antaranya bertujuan untuk: . prinsip. makhluk hidup. serta memiliki program evaluasi dan program berbaikan dan pengayaan. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar.

dan pemahaman bagi pihak terkait (misalnya kepala sekolah dan pengawas). Pembelajaran IPA secara terpadu akan lebih efektif bila tema yang dibahas relevan dan berkaitan dengan ‘IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat’. . tahan lama dan memiliki kecakapan life skills dalam kehidupan peserta didik. 4) memberikan wawasan. pengetahuan. menyusun silabus. dan menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran) dan penilaian secara terpadu dalam pembelajaran IPA. sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terpadu. Tema yang dibahas disajikan dalam konteks IPA-lingkungan-teknologimasyarakat. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Tepadu hendaknya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. Mata pelajaran yang dipadukan sebaiknya masih dalam lingkup bidang kajian IPA. dan bagaimana pembelajaran IPA terpadu pada setiap jenjang pendidikan dari mulai SD sampai dengan tingkat pendidikan menengah. Upaya Guru dan Sekolah dalam melaksanakan isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. 3) membimbing guru agar memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu. Aktivitas peserta didik perlu ditunjang oleh media pembelajaran yang memadai. yang melibatkan aktivitas peserta didik secara berkelompok maupun mandiri. karena secara teknis akan terjadi kesulitan pengaturan jadwal dan pengaturan tim pengajar bila diajarkan lintas bidang studi. 2. agar tema dapat dibahas secara mendalam dan luas oleh guru bidang kajian IPA. mengapa. agar peserta didik dapat memahami tema secara komprehensif dan terarah. 2) memberikan keterampilan kepada guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran (memetakan kompentensi. memperoleh pengetahuan yang betul-betul mengandung makna.140 1) memberikan wawasan bagi guru tentang apa.

keterampilan metodologis yang handal. memiliki kreativitas tinggi. Perlu disadari. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan melakukan proses pembelajaran sebagai berikut: a. prinsip. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. makhluk hidup. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. maka pembelajaran terpadu dalam IPA terwujud. kemampuan eksploratif dan elaboratif akan sulit .141 bahwa hasil proses pembelajaran seolah-olah merupakan bagian kepribadian bagi diri siswa. proses pemecahan masalah melalui metode ilmiah. produk (berupa fakta. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. rasa percaya diri yang tinggi. memiliki sikap. menjelaskan bahwa: pada pelaksanaannya disamping kekuatan/manfaat yang ada. b. Hal ini terjadi karena model pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). aplikasi) penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. Secara akademik. teori dan hukum. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. Tanpa kondisi ini. fenomena alam.. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. rasa ingin tahu tentang benda. demikan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung.

Dengan kata lain. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. selera. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. d. Dalam kaitan ini.142 (menemukan dan menggali). perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. Semua ini akan menunjang. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. dan mempermudah pengembangan wawasan. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian peserta didik. Bila sarana ini tidak dipenuhi. penilaian keberhasilan pembelajaran . Bila kondisi ini tidak dimiliki. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. mungkin juga fasilitas internet. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). pada saat mengajarkan sebuah TEMA. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. e. memperkaya. f. Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. metode. c. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. materi). bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda.

Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran.143 Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkan konsep-konsep dari berbagai sub-mata pelajaran. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian. e. Oleh karena itu. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan.teknologi-masyarakat. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA– lingkungan. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. dan mandiri. guru. c. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. kolaborasi. ‘berbicara’. dan berinteraksi dengan teman. fisika dan kimia. . Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. dan dunia nyata. d. ‘membaca’. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. b. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. berdisiplin. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Selanjutnya melalui kegiatan observasi dan studi dokumentasi yang peneliti lakukan di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung menemukan bahwa ternyata pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA.

dan kegiatan penutup/tindak lanjut. memberikan acuan topik yang akan dibahas. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. b) c) d) memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. a. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: a) belajar. kegiatan inti. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama.144 Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. b. karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Kegiatan tatap muka dimaksudkan menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan . dikemas dalam kegiatan pendahuluan. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik.

145 sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. kelompok. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. dan perorangan. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. di antaranya adalah sebagai berikut ini. Peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri apa yang dipelajarinya. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut . penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu 3) Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. c. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. 2) Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. 1) Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan.

berdasarkan hasil observasi terungkap bahwa langkah awal yang dilakukan guru IPA untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu dengan melaksanakan langkah-langkah strategi seperti: 1) membentuk MGMP IPA. work shop. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. dan pembimbing namun harus memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarnnya. pendidik. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. perencanaan kegiatan. 3) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. seorang pendidik tidak semata-mata sebagai: pengajar.146 Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik. 4) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. mengikuti kegiatan forum ilmiah. 1) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. 2) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. kondisi situasi. Dalam proses pembelajaran guru IPA harus dapat membedakan antara pengetahuan konsep dan ketrampilan proses yang disesuaikan dengan minat. bakat. menyimpulkan materi yang telah . dalam kehidupan sehari-hari. mengundang nara sumber dan mengadakan pertemuan melalui forum guru/MGMP IPA secara rutin dan mengevaluasi pelaksanaannya. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. Mengacu pada hal tersebut. seminar. pelatih. diklat. Hal ini mengandung makna bahwa pengetahuan hasil proses pembelajaran itu bagi siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. 2) pengembangan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik. Hasil wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung. membaca materi pelajaran tertentu.

147 Selain itu. Temuan lain. 2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa. karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. guru IPA juga dapat mengembangkan potensinya. Temuan lain menujukan bahwa cara-cara yang dilakukan guru IPA untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: atau langkah-langkah dalam proses tujuan-tujuan dan konsep-konsep . Hal ini mengandung arti bahwa perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam sistem yang ada pada organisme manusia. Dan selain strategi-strategi yang dimiliki oleh para guru IPA ada hal penting yang harus mereka ketahui/miliki. hal ini dikaitkan dengan persoalan minat. serta selalu mengikuti berbagai kegiatan pelatihan. serta mengadakan pertemuan rutin dan/atau secara berkala dengan guru-guru IPA baik intern maupun ekstern. yaitu dokumen kurikulum nasional yang berisi program pembelajaran tahunan dan atau semester. afeksi seseorang dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan. Hal ini menunjukan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepeda seseorang. persoalan motivasi ini dapat juga dikaitkan dengan persoalan minat. tuntunan pembelajaran yang berisi pembelajarannya. afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. penataran dan sejenisnya. 3) Motivasi akan terangasang karena ada tujuan Selain itu. seorang pendidik menyatakan bahwa dengan memotivasi siswa itu merupakan langkah strategi untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. ketentuan. Minat dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan atau kebutuhannya sendiri. sebagai perangkat pembelajaran. ada tiga langkah memotivasi diantaranya: 1) Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia.

empiris. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif seperti tanggap. dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. melaksanakan praktikum. Hasrat untuk belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber atau referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. Salah seorang siswa menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatan perpustakaan. serta mengembangkan potensi peserta didik. memanfaatkan media. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. Persaingan/Kompetisi. 2) 3) 4) Memeberi Hadiah (Reward). kritis. ketrampilan (psikomotor) dan afekksinya. memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. 5) 6) 7) 8) Memberi ulangan Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah sarana dan prasarana laboratorium bagi guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan praktikum IPA di . Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya.148 1) Dengan memberi angka. Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. Dalam proses pembelajarannya guru IPA telah memberikan pelayanan optimal terhadap siswa. bahwa guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. memiliki sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. dengan cara bagaimana seorang pendidik memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif.

charta.149 laboratorium yang disesuaikan dengan alat yang ada dan atau memiliki media yang memadai sesuai dengan konsep silabus. kondisi ruang belajar memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih inter-aktif dan komunikatif apabila menguasai multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. komputer. Hasil wawancara dengan salah seorang tenaga kependidikan (TU). internet. peralatan praktek. tenaga kependidikan (TU). ruang belajar yang ideal. Dari hasil temuan di sekolah yang diteliti ternyata hasil obsevasi dan wawancara bahwa rencana sekolah mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan . dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. buku sumber. regional maupun nasional mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga . memfasilitasi media. memiliki ruang laboratorium IPA. dan kenaikan tingkat yang secara pro aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah orang antara tenaga tetap dan tidak tetap. sehat jasmani dan rohani. Hasil penilitian menunjukkan bahwa sebelum melakukan pembelajaran Kepala Sekolah dan Guru terlebih dahulu melakukan evaluasi diri yang hasilnya adalah bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. turut andil dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. OHP. upaya sekolah adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) kependidikan mengikutsertakan guru dalam pelatihan. gambar. siswa. kelengkapan administrasi. dan mengadakan sarana prasarana. penataran. dan sejenisnya baik lokal. alat peraga. dan laptop.

Letak geografis sekolah yang rawan banjir. mengundang nara sumber. b. Temuan lapangan lain menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung sebagai berikut : a. Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru . yang mempunyai persefsi sama. f.150 Berdasarkan upaya dan rencana sekolah di atas. Masih ada guru yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. studi banding untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran IPA Terpadu. e. 3. belum memberikan wawasan dan keleluasaan kepada guru-guru IPA untuk mengembangkan potensinya dalam kegiatan peningkatan mutu pembelajaran IPA melalui kegiatan studi banding antar sekolah sebagai startegi sekolah. c. belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. sehingga menggangu proses pembelajaran. b. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran. d. Selain dari itu peneliti juga menemukan faktor pendorong peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung: a. Strategi guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Sarana laboratorium belum lengkap dan tidak digunakan secara maksimal. temuan penelitian menunjukan bahwa sesuai dengan tuntutan untuk mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. telah sejalan dengan peningkatan kompetensi profesional guru dan merupakan suatu keharusan mengikut sertakan dalam pelatihan. Berdasarkan hasil observasi di lapangan di SMP Negeri Rancaekek Bandung. sehingga para guru IPA tidak dapat mengukur kurang dan lebih di dalam proses pembelajarannya. masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered.

maupun nasional. meliputi: pembuatan pedoman-pedoman. f. 1. meliputi: pembuatan persiapan pengajaran. e. Pembahasan Hasil Penelitian Pembahasan adalah merupakan analisis dan kajian peneliti terhadap hasil seluruh rangkaian kegiatan dalam melakukan penelitiannya. regional.151 c. Sebagian fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran tersedia. 3) Pembuatan rencana evaluasi hasil belajar 4) Pembuatan rencana pembinaan siswa b. 2) pembuatan rencana penagajaran. modul. Pembahasan hasil penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemaknaan dan pendalaman atas temuan-temuan empiris dari sisi keilmuan atau rujukan konseptual. g. C. penyusunan hand out. Ruangan multimedia. Pelaksanaan pembelajaran. yaitu: pelaksanaan pengajaran di kelas. sehingga fenomena yang diungkap dalam penelitian ini memperoleh kejelasan secara konseptual keilmuan. Maka dalam bagian ketiga ini penulis akan menguraikan pembahasan hasil penelitian yang telah didapatkan berdasarkan kajian teoritik dan empirik. meliputi: 1) Pelaksanaan pengajaran toeri. Perencanaan pembelajaran meliputi 1) Penjabaran kurikulum. buku. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. d. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran di sekolah telah tersedia. dan pembuatan program tahunan dan semester. Analisis teoritik Berdasarkan analisis teoritik yang ada. bahwa pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal sebagai berikut: a. .

3) Evaluasi pembinaan siswa. Dari eksplorasi lapangan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. maka terlihat bahwa keberadaan pendidikan di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Namun bukan hanya prestasi yang penulis teliti semata. ditinjau dari isi kurikulum. sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja . meliputi: 1) Evaluasi kurikulum dan penjabarannya. yaitu pelaksanaan pembinaan kegiatan siswa yang meliputi kegiatan ekstra kurikuler. 3) Pelaksanaan evaluasi. Evaluasi pembelajaran. oleh siswa baik prestasi akademik maupun non akademik di tingkat regional maupun tingkat nasional. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. karena peran steacholder.152 2) Pelaksanaan pengajaran praktek. yang dimulai kegiatanya dari aktivitasaktivitas kegiatan rutin sekolah nampak memberikan warna sekolah tersebut. dan belajar di perpustakaan. 4) Pelaksanaan evaluasi. Dengan terbuktinya berbagai prestasi yang didapat. di ruang keterampilan. ini banyak menampilkan sesuatu yang baru dalam dunia mulai dari pendidikan. 5) Pelaksanaan pembinaan siswa. meliputi: evaluasi pedoman dan program. a. yaitu: evaluasi rencana pembinaan siswa 4) Evaluasi perencanaan pengajaran. 2) Evaluasi rencana pengaajaran (toeri dan praktek). evaluasi kurikulum. 5) Evaluasi palaksanaan pembinaan siswa 2. c. Dengan diraihnya berbagai prestasi yang didapat prestasi yang dicapai oleh guru. yaitu: evaluasi proses/pelaksanaan pengajaran. ada pula temuantemuan lain yang belum sesuai dengan harapan hasil instrumen penelitian. meliputi: evaluasi rencana pengajaran di sekolah dan evaluasi rencana hasil belajar. Analisis Empirik Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. yaitu: pelaksanaan pengajaran di laboratorium. proses dan sarana prasarana. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar.

Ini menunjukan bahwa pimpinan dan komponen-komponenya telah berhasil melakukan pengembangan organisasi secara baik. rumusan pernyataan dalam langkah strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. kurikulum dan sarana prasarana. mulai dari sumberdaya manusia. yang menitik beratkan pada proses pembelajarannya mampu menghasilkan hal yang positif bagi peserta didik untuk dapat berpikir tingkat tinggi. misi.153 sekolah. Strategi yang dilakukan kepala sekolah mulai dari: memberikan keleluasaan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. mempermudah aturan/prosedur dalam menyelesaikan komplik dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru memberikan arahan dan bimbingan. semua komponen ini saling mendukung satu sama lain sebab kalau ada salah satu ketimpangan dari komponen tersebut tidak akan berhasil dan tercapai strategi peningkatan dalam pembelajaran IPA Terpadu. Dengan demikian. guru. mengimplementasikan kurikulum. Strategi yang dipilih . seperti: memberikan pengalaman bagi peserta didik. memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal. menanamkan pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). siswa dan tenaga kependidikan ( TU). dan tujuan dari apa yang dilakukan oleh SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung salah satu contohnya. fasilitas sarana dan prasarana sekolah. mengikutsertakan berbagai pelatihanpelatihan sejenis misalnya seminar. telah mampu menunjukan keberadaanya sebagai sekolah yang memilki berbagai keunggulan. Dengan adanya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau mulai dari sumber daya manusianya: kepala sekolah. hal ini dikarenakan kejelasan visi.work shop. latihan berpikir kuantitatif dan memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan pembuatan alat-alat sederhana dan penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Seluruh komponen lembaga di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan oleh guru. mengikuti forum ilmiah.

CTL. dan menyusun rencana pelaksanan pembelajaran terpadu. penyajian tema dan sumber belajar yang mendukung pada konsep-konsep bidang kajian tersebut. Berdasarkan uraian di atas. bakat. dan merupakan suatu cara untuk mempermudah dalam penentuan tema antara keterkaitan konsep yang satu dengan konsep yang lain dalam bidang kajiannya. produk dan aflikasi yang telah dipelajarinya. sikap. tampak bahwa strategi yang dipilih dan dipergunakan para guru IPA dalam poses pembelajarannya mengacu pada makna strategi-strategi seperti dengan cara peer teaching. kebutuhan. mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian serta melakukan pemetaan. Adapun alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu: menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan. kemampuan siswa. Keberhasilan pembelajaran IPA Terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. dan kemampuan). . memilih/ menetapkan tema atau topik pemersatu. Strategi yang digunakan para guru IPA dalam proses pembelajaranya seperti strategi-strategi diatas merupakan pilihan strategi yang tepat untuk pembelajaran IPA Terpadu. Dengan cara tersebut siswa terhindar dari proses pembelajaran yang hanya memahami hapalan saja tidak sampai kedalam tingkat pemecahan permasalahan. team teaching. Strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan konsep tertentu tergantung pada tema yang disesuaikan pada kondisi masing-masing tema tersebut yang terlibat dalam proses pembelajaran secara faktual. Perlu diperhatikan oleh guru adalah tidak ada satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk semua konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. menyusun silabus pembelajaran terpadu. seperti kemampuan guru. motivasi dan pembelajaran aktif untuk mencapai tujuan tersebut. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu. merumuskan indikator pembelajaran tepadu.154 haruslah yang dapat memberikan kecakapan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunakan pengetahuan. proses.

bagi siswa sangat berpengaruh kurang baik dalam prestasi terhadap pembelajaran-pembelajaran terhadap kemajuan siswanya sendiri. Dalam proses pembelajaranya guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. memiliki sumber reverensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. Kalau strategi siswanya sudah seperti itu. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber dan referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. membimbing. mengarahkan serta tidak memfasilitasi keperluan siswanya. memanfaatkan media. juga sangat berperpengaruh sekali tentang kondisi lingkungan. empiris. mengawasi dan memfasilitasi untuk keperluan siswanya dalam membantu kemajuan prestasi pembelajaran siswanya. Berdasarkan pembahasan di atas selain strategi dengan berbagai fasilitas yang ada dan peran serta orang tua yang ikut andil dan peduli terhadap dunia pendidikan. Kalaupun masih banyak ketidak pedulian peran serta orang tua terhadap program sekolah dan tidak membantu. latar belakang pendidikan orang tua. selain itu juga peran serta orang tua sangat berpengaruh besar dan peduli terhadap pendidikan program sekolah dan juga ikut memantau. dan tingkat ekonomi.155 Strategi siswa dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanpaatkan perpustakaan. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah seperti sarana laboratorium. maka sebagai guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan pembelajaran praktikum IPA yang disesuaikan dengan tuntutan konsep silabus. melaksanakan praktikum. letak geograpis. tidak mungkin akan tercapai prestasi dalam proses pembelajaran IPA Terpadu yang optimal khususnya. yang lainnya dan mungkin mengalami kegagalan apabila orang tua tidak andil dan ikut peduli . membimbing. kritis. memang sudah menjadi suatu keharusan tuntutan dalam pembelajaran IPA Terpadu. mengawasi. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif sepeti tanggap. serta mengembangkan potensi peserta didik.

buku sumber. memfasilitasi media. ruang belajar yang ideal. internet. memang haruslah seperti uaian di atas.156 Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih interaktif dan komunikatif apabila ditunjang dengan penguasaan multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. observasi. kurang tanggap terhadap berbagai kebijakan. memanajemen lembaga sekolah yang masih belum profesional dan proforsional. dengan cara wawancara. siswa. dalam proses pembelajaran IPA Terpadu belum menguasi atau memahami antara yang membedakan pengetahuan konsep dan ketrampilan proses bahkan dalam penentuan tema bidang kajian yang satu dengan bidang kajian yang lain belum memahaminya. dari mulai strategi sumberdaya manusianya. charta. dan secara pro-aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah tenaga tetap dan titak tetap. harus turut serta dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. kelengkapan administrasi. studi dokumentasi masih ditemukan di dalam proses pembelajarannya belum sepenuhnya menggunakan strategi-strategi yang dipaparkan di atas sangat bertolak belakang dilihat mulai dari sumberdaya manusia seperti peran kepala sekolah. Sedangkan dari sumberdaya manusia dari tenaga pendidik (guru) masih ditemukan juga. Akan tetapi dari hasil penelitian. kontrol evaluasi kurang dilaksanakan. kondisi ruang belajar untuk memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. laptop. OHP. komputer. memiliki ruang laboratorium IPA. tujuan program terlihat belum maksimal. Dalam peningkatan strategi pembelajaran IPA Terpadu idealnya. mengadakan sarana prasarana. peralatan praktek. sehingga tujuan pembelajaran IPA Terpadu dapat tercapai secara optimal. untuk itu tenaga kependidikan (TU). apabila ditemukan dalam pembelajaran . startegi kurikulumnya dan strategi sarana prasanannya yang masing-masing komponen saling terkait antara satu dengan yang lainnya. dan media lainnya. alat peraga. Sumber daya manusia dari Tenaga kependidikan (TU) harus dapat membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. gambar.

dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. keterampilan metodologis yang handal. memiliki kreativitas tinggi. maka strategi peningkatan pembelajarannya mustahil akan tercapai. Memperhatikan deskrifsi pada bagian terdahulu terdapat masalah yang yang perlu dianalisis baik secara empiris maupun berdasar pada kajian teori. bahwa tenaga kependidikan (TU). melaksanakan praktikum. Kalau strategi siswanya masih seperti itu. Bandung. untuk itu maka pada proses pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Guru harus berwawasan luas. Secara akademik. rasa percaya diri yang tinggi. bahwa sebagian besar guru dan kepala sekolah di ketiga sekolah yang diteliti telah membuat perencanaan pengajaran yang berupa: penjabarab kurikulum. maka akan menjadi suatu ketimpangan dalam pembelajaran IPA Terpadu. yang seharusnya sebagai customer service untuk pelayanan optimal untuk membantu kelancaran program sekolah dan selalu proaktif dan cepat tanggap terhadap lembaga pendidikan di sekolah. memanfaatkan media. b. apalagi peran serta orang tua tidak mendukung proses pembelajarannya akan sangat berpengaruh. sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajarannya. rencanan evaluasi hasil belajar dan rancana pembinaan siswa secara tertulis. Sumberdaya manusia tenaga kependidikan (TU). tersusun sistematis. membuat rencana pengajaran. guru dituntut untuk Upaya sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten . masih ada yang belum profosional dalam kinerja dilingkungan pendidikan.157 IPA Terpadu masih ada yang seperti itu. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan. Dilihat dari strategi sumberdaya manusia (siswa) dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian yang belum memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatkan perpustakaan. dan berani mengemas serta mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan. dan lengkap meskipun tidak begitu rinci.

maka pembelajaran IPA terpadu akan sulit terwujud. Dalam kaitan ini. Suasana pembelajaran IPA terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. Bila sarana ini tidak dipenuhi. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Dengan kata lain. Kurikulum juga harus luwes. kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. dan mempermudah pengembangan wawasan. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan.158 terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. Penting juga dipaerhatikan Aspek penilaian. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Aspek sarana dan sumber pembelajaran. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Bila kondisi ini tidak dimiliki. karena pembelajaran IPA terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. Selain dari itu pembelajaran IPA terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif baik. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. mungkin juga fasilitas internet. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. karena pembelajaran IPA terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). Hal ini dibutuhkan karena model pembelajaran IPA terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). selera. . bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. memperkaya. Tanpa kondisi ini. Semua ini akan menunjang. metode.

mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. kurang tanggap terhadap kebijakan. melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. penataran. menilai hasil pembelajaran. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. Temuan lain di lapangan dari tiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang diteliti belum secara optimal dilaksanakan upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional gurunya. masyarakat. tingkat ekonomi. regional maupun nasional. dan studi dokumentasi yang dilakukakan penulis pada ketiga sekolah. wawancara bahwa rencana sekolah untuk mengembangkan kompetensi profesional dan kualifikasi tenaga pendidikan (guru). serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. daidapatkan bahwa pelaksanaan . tenaga kependidikan. sehat jasmani dan rohani. dan prasarana. wawancara. sarana. dana. melakukan pembimbingan dan pelatihan. hal ini dikarenakan kondisi lingkungan. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. kompetensi spiritual. dan minat yang dilakukan di kelas Berdasarkan hasil observasi. kompetensi kepribadian. kompetensi sosial.159 Hal lain yang perlu di analisis adalah aspek sumber daya sebagai penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidik. upaya yang dilakukan sekolah tersebut adalah sebagai berikut: a) b) c) d) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. Dari hasil temuan di lapangan dari tiga sekolah yang diteliti salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. letak geograpis. ternyata dari hasil obsevasi. memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. dan sejenisnya baik lokal.

Pelaksanaan Evaluasi terhadap pelaksanaan proses peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Dari hasil penelitian menunjukan faktor-faktor penghambat peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung. laboratorium. Temuan lain dari hasil deskrifsi penelitian ketiga SMP Negeri Kabupaten Bandung. dan perpustakaan sebagian besar berjalan dengan baik. c. . Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru. adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) belum seluruhnya guru menguasai media elektronik masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat media Internet beleum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. meskipun di beberapa sekolah masih ada sebagian guru yang belum melakukan pembelajaran reflektif (inquiri. diskaperi. pengamatan. Ruangan multimedia. faktor pendorong untuk 1) 2) 3) 4) 5) Dinas Pendidikan peningkatan kompetensi guru dalam peluang untuk meningkatkan pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut : memberikan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia.160 pengajaran baik teori maupun praktek yang dilakukan di kelas. eksperimen dan penyelesaian masalah) untuk materi kognitif.

Sumber daya pendukung dan sumber daya manusia sebagai pelaksana evaluasi pendidikan. Kurikulum. Peserta didik. Letak Goegrafis. lingkungan. Dalam penilaian diperlukan langkah-langkah pengumpulan. sarana prasarana dan lainnya. yang luas untuk dikembangkan sebagai Pendidikan adalah merupakan suatu proses yang terjadi karena adanya sejumlah perangkat yang saling terkait. personalia. regional. pengolahan. Evaluasi adalah merupakan alat untuk mengontrol. dan penafsiran data berkaitan dengan suatu pelaksanaan. jenjang dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap hasil penyelenggaraan pendidikan. mengendalikan. maka hendaknya pelaksanaan Evaluasi harus memperhatikan: itu berada. Ruangan/lahan sekolah multimedia. Permasalahan yang ada di lapangan tentang penyelenggaraan Evaluasi sering kali terjadi tidak sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. utnuk itu agar evaluasi bisa dijadikan acuan dan alat ukur dari hasil penyelenggaraan pendidikan. metode. maupun nasional. sehingga dapat . pendidikan Tujuan penilaian adalah penentuan seberapa baiknya pelaksanaan suatu proses pembelajaran apabila dinilai berdasarkan kriteria tertentu atau apabila dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya. kultur budaya dan ekonomi dimana sekolah secara objektif . Pengetahuan teknologi informatika dari setiap penyelenggra Dilaksanakan dipertanggungjawabkan hasilnya. Untuk penilaian lengkap harus dikumpulkan dua jenis data utama: (1) gambaran jelas mengenai tujuan. penjaminan dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur.161 6) 7) 8) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. dan yang menjadi alat ukur untuk melihat hasil suatu proses pendidikan adalah proses evaluasi. misalnya: Pendidik. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal.

pengembangan kurikulum. dan pengembangan kurikulum. atau diganti dengan kurikulum baru. dan kegiatan dalam bentuk individu. . tujuan pendidikan. dan program penelitian/ pengembangan. Fungsi penilaian adalah: (1) to diagnose. tujuan kurikuler. Komponen Kurikulum yang dinilai dalam penilaian harus jelas apa dan siapa yang dinilai. Oleh karena itu.162 materi. dan pendekatan. psikologis. (4) to anticipate educational needs. Penekanan utama penilaian adalah sejauhmana pembelajaran pada suatu kurikulum telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar. Penilaian secara langsung mendukung terhadap upaya penyempurnaan proses belajar mengajar. Penilaian terhadap interaksi guru dan murid meliputi metode pengajaran. apakah harus dirubah/diperbaiki. perbaikan administrasi pendidikan. alat bantu belajar dan mengajar. Pertama. Penilaian terhadap komponen landasan meliputi filosofis. (2) to revise. memperbaiki. Penilaian berfungsi untuk mendiagnosa. (3) to compare. mambandingkan. berkenaan dengan apa yang dinilai yaitu landasan. materi. Hasil penilaian (data atau informasi) diperlukan sebagai bahan untuk peninjauan kembali. pelaporan kepada para pengambil keputusan. interaksi guru dan murid. metode penilaian. dan hasil. Rekomendasi menjelaskan secara teknis dan terperinci tentang alternatif yangdiambil oleh pembuat keputusan. Penilaian terhadap tujuan pendidikan meliputi tujuan institusional. dan tujuan instruksional. Hasil dari penilaian akan menunjukkan bahwa penilaian memberikan informasi kepada pembuat keputusan apakah suatu kurikulum masih tetap digunakan. dan generalisasi. penilaian memegang peranan penting dalam berbagai keputusan untuk memperbaiki baik materi kurikulumnya itu sendiri maupun pelaksanaannya. and (5) to determine if objective have been achieved. dan lingkungan belajar. konsep. kelompok. dan (2) pertimbangan tentang kualitas dan kelayakan tujuan. mengantisipasi kebutuhan pendidikan. Penilaian terhadap materi meliputi materi yang bersifat fakta. baik terhadap pelaksanaan kurikulum itu sendiri maupun terhadap konseptualisasi dan legitimasi. dan sebagainya. atau klasikal. dan menentukan jika tujuan telah dicapai.

Pendekatan yang dipergunakan dalam penilaian kurikulum akan menentukan jenis data dan bagaimana data itu seharusnya dikumpulkan dan digunakan. di mana setiap situasi dikontrol sebanyak mungkin. dan (2) latar belakang pendidi kan. Humanistic ideals adalah pendekatan penilaian melalui serangkaian pengamatan terhadap kurikulum yang sedang berlaku. Keputusan tentang tindak lanjut kurikulum dibuat atas dasar perbandingan data yang diperoleh dari penilaian kurikulum. dan keterampilan membina hubungan dengan sesama guru. Penilaian terhadap guru meliputi aspek-aspek (1) keterampilan pengelo laan kelas. Penilaian terhadap kepala sekolah diarah kan kepada kemampuannya dalam mengelola sekolah. yaitu (1) scientistic ideals approach. berkenaan dengan siapa yang dinilai yaitu kelompok personal yang mencakup guru.163 Penilaian terhadap lingkungan belajar meliputi sekolah dan masyarakat. data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah gejala-gejala yang dilihat pada saat pengamatan berlangsung. Pengamatan diarahkan kepada penemuan dan pembuktian kasus yang terjadi. membina hubungan dengan pihakpihak di luar sekolah. kepala sekolah. dan membina peraturan-peraturan yang berkenaan dengan pelaksanaan pendi dikan khususnya kurikulum di sekolah. and (2) humanistic ideals approach. Dengan demikian. sehingga data tersebut dapat dianalisa secara statistik. anak didik. Data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah data kuantitatif. Anak didik dinilai dalam kegiatan proses belajar dan hasil belajarnya. Sedangkan pembina pendidikan yang dinilai dalam kerangka penilaian adalah pengawas untuk sekolah-sekolah tingkat menengah dan penilik untuk sekolah tingkat dasar. Dua pendekatan pokok yang biasanya diterapkan dalam penilaian kurikulum. dan pembina pendidikan. Data yang diperoleh akan berupa data kualitatif. Usaha untuk manipulasi atau mempengaruhi pelak sanaan kurikulum sebelum dilakukan pengamatan akan mengurangi sifat alamiah dari pendekatan ini. Scientistic ideals adalah pendekatan penilaian yang cenderung memusatkan kepada hasil atau pengaruh. Kedua. yang artinya data tersebut menunjukkan . Nilai tes anak didik merupakan bagian penting dari data yang dikumpulkan. Data tersebut digunakan untuk perbandingan prestasi anak didik dalam situasi yang berbeda. kemampuan akademis.

dan sarana prasarana dapat dilihat dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel 4-12 Deskrifsi Hasil Penelitian strategi proses pembelajaran dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - - Memiliki visi. panutan bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader Profesional Cepat tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Memanjeme n seluruh komponen secara - - - - - Memiliki visi Misi dan tujuan sekolah Inisiatif Perencana a oprasional Memfasilit asi media pendidikan belum optimal Kontrol. evaluasi selalu dilaksanakan Figur.164 kesan penilai terhadap apa yang diamati dan gambaran kejadian nyata yang terjadi selama pengamatan. Analisa data akan berbentuk pembahasan hubungan dan pola berbagai pengamatan. evaluasi kadangkadang dilaksanakan Figur. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimal memanjemen seluruh komponen - - - - - Memiliki visi dan Misi sekolah prediksi ke masa depan Iinisiatif kreatif Perencanaan strategis dan prencanaan oprasional Memfasilita si media pendidikan belum optimal Kontrol. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimalmemanjemen . evaluasi tidak selalu dilaksanakan Figur. Misi dan tujuan sekolah prediksi ke masa depan Inovasi. inisiatif kreatif Perencanaan strategis dan perencanaan oprasional Memfasilitas i media pendidikan Kontrol. Dari hasil deskrifsi di atas mengenai strategi pembelajaran IPA Terpadu di ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung terdapat perbedaan dan persamaan. kurikulum. Strategi penilaian kurikulum akan menunjukkan cara bagaimana penilaian itu dilaksanakan dari tahap permulaan sampai dengan tahap akhir. Strategi penilaian kurikulum sangat penting untuk digunakan oleh para penilai dalam melakukan penilaian kurikulum. mulai dari sumberdaya manusia.

dedikasi. inisiatif kreatif kreatif pembelajaran pembelajaran Kurang Kurang tanggap terhadap tanggap terhadap perubahan perubahan informasi informasi pendidikan pendidikan Bekerja Bekerja belum secara belum secara profesional profesional mengikuti Mengikuti dalam berbagai dalam berbagai kegiatan MGMP kegiatan MGMP Belum Belum optinal untuk optimal dalam membantu membantu mengembangkan mengembangkan program program program program pendidikan pendidikan sekolah sekolah dan dan hubungan hubungan kerjasama intra kerjasama intra sekolah sekolah KadangKurang kadang dalam aktif dalam menjalin hubungan menjalin dan kerjasama antar hubungan dan sekolah dan kerjasama antar masyarakat sekolah dan masyarakat Proses dan Proses dan teknik teknik pembelajaran peer pembelajaran teaching. inisiatif kreatif dalam pembelajaran Cepat tanggap terhadap perubahan informasi pendidikan Bekerja secara profesional Pro aktif dalam berbagai kegiatan MGMP Membantu mengembangkan program-program pendidikan sekolah dan hubungan kerjasama intra sekolah Membantu secara aktif dalam menjalin hubungan dan kerjasama antar sekolah dan masyarakat Proses dan teknik pembelajaran peer teaching. dan dan dedikasi dedikasi.165 - profosional Bukti prestasi kademik dan non akademik baik siswa maupun guru 2 Guru/Pendidik - - - - - - - Kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik relevan Loyal. peer teaching. dan berprestasi Inovatif. tapi CTL. team teaching. CTL. tapi pembelejaran kadang-kadang tunggal pembelejaran . team kadang-kadang teaching. Kurang Kurang inovasi. dan motivasi pembelajaran. tapi kadang-kadang pembelejaran tunggal secara profosinal seluruh komponen dan profesional secara profosinal dan profesional Belum Belum adanya prestasi adanya prestasi yang yang diperoleh diperoleh akademik akademik dan non dan non akademik akademik baik baik siswa maupun siswa maupun guru guru Kualifikasi Kualifikasi dan kompetensi dan kompetensi tenaga pendidik tenaga pendidik relevan relevan Loyal. team teaching. CTL. inisiatif inovasi. Loyal. pembelajaran aktif.

inisiatif kreatif dalam belajar - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Kurang membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha belum sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha .166 tunggal 3 Peserta Didik - - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah sangat tinggi Infut dan output sangat mendukung Melek terhadap media (IT) Peran orang tua sangat tinggi terhadap sekolah Motivasi belajar memungkinkan antar siswa bersaing positif Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Membantu dalam perencanaan sekolah Perbandin gan tenaga tata usaha belum sebandng dengan keperluan pengeloaan sekolah - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kurang mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Kurang inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar - - - - - - 4 Tata Usaha - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional Selalu pro aktif membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha profesional - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kuarng mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar sangat kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Sangat Kurang inovatif.

167 - Etos kerja peran tata usaha kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap 5 Kurikulum - Dokumen sebagai acuan proses pendidikan selalu lengkap Cepat tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inovasi. inisiatif kreatif mengembangkan kurikulum Pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran memadai Tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi selalu tersedia Fasilitas ruang belajar sangat lengkap - - - - 6 Sarana dan Prasarana - - - - - - - .

168 Tabel 4-13 Deskrifsi Hasil Penelitian sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Mengikutse rtakan dalam berbagai kegiatan pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Mengundan g nara sumber Selalu melaksanakan kegiatan IHT Mengadaka n studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Selalu memprogramkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengiku tsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengikutsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan .

169 Tabel 4-14 Deskrifsi Hasil Penelitian Evaluasi proses pelaksanaan peninggkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 .

• Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. • masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu • masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan • masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan • • masih ada sebagian Media Internet kecil yang belum beleum sepenuhnya menyikapi online dari tiap-tiap perubahan lembaga sekolah kurikulum untuk untuk mengadopsi pembelajaran IPA perkembangan Terpadu pendidikan. sehingga PBM diliburkan. • Belum seluruhnya • tidak cepat tanggap guru menguasai terhadap media elektronik. . • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan. kebutuhan• kebutuhan yang masih ada sebagian diperlukan dalam kecil yang belum pembelajaran IPA menyikapi Terpadu perubahan kurikulum untuk • masih ada sebagian pembelajaran IPA dalam proses Terpadu pembelajaran • stagnan tidak cepat tanggap terhadap • masih adanya cara kebutuhanproses kebutuhan yang pembelajaran diperlukan dalam bersifat teacher pembelajaran IPA centered Terpadu • • Informasi dari masih ada sebagian lembaga birokrasi dalam proses dinas pendidikan pembelajaran vertikal maupun stagnan horizontal sering • terlambat masih adanya cara proses • Media Internet pembelajaran beleum bersifat teacher sepenuhnya online centered dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan.170 1 Faktor-faktor penghambat • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik.

171 2 Faktor-faktor pendorong • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia • Ruangan multimedia. . regional. termasuk berbagai fenomena yang ada sehingga disampaikan beberapa rekomendasi agar dapat memberikan solusi dari beberapa masalah yang ada. maupun nasional • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Ruangan/lahan sekolah yang luas untuk dikembangkan sebagai multimedia Melalui pembahasan pada Bab IV ini penulis berharap dapat memberikan penjelasan tentang kondisi objektif pada beberapa SMP yang ada di Kabupaten Bandung. • Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap • Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal.

fenomena alam.makhluk hidup serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah .172 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab V ini.dan3 Rancaekek telah mampu menunjukkan kebberadaannya sebagai sekolah yang memiliki berbagai keunggulan karena memiliki kejelasan visi. penulis mengemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. tenaga kependidikan. pembuatan persiapan pengajaran. dan komponen lainnya dengan cara melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah.2. fasilitas sarana dan prasarana sekolah.dan 3 Rancaekek sebagian besar sudah berjalan dengan baik. (2) Hasilnya merupakan pengetahuan yang betulbetul asli. siswa. Simpulan Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan pada bab IV. guru sebagai tenaga pendidik. (3) Memiliki sifat rasa ingin tahu tentang benda. penulis akan menguraikan beberapa simpulan dan rekomendasi yang didasarkan pada hasil kegiatan penelitian. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. Peran stake holder sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja sekolah mulai dari sumber daya manusia. program semester. Penulis yakin bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang memiliki ciri-ciri: (1) Hasil belajarnya tahan lama dan memiliki kecakapan hidup. Keberhasilan ini didukung oleh semua komponen sekolah mulai dari kepala sekolah. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. Hal ini dibuktikan dengan adanya pedoman penyusunan program tahunan. isi kurikulum.2. dan tujuan.misi. A. Seluruh komponen sekolah di SMP Negeri 1. penyusunan handout/diktat. rencana evaluasi hasil belajar dan rencana pembinaan siswa.

team teaching.proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1.di laboratorium. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu para guru mengawalinya dengan menentukan tema agar mempermudah siswa mengembangkan kompetensinya. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Ada yang disampaikan dengan cara guru tunggal. dan berbagai cara untuk memotivasi siswa.pelatihan dan MGMP untuk mengembangkan kompetensinya. tahan lama dan memiliki kecakapan hidup serta berpengetahuan. dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik meskipun masih ada kendala karena letak geografis Rancaekek yang sering tergenang banjir. dalam 2. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu sebagian besar sudah menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. Beberapa upaya yang dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah: 1) . produk dan dapat mengaplikasikannya kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. Hal ini disebabkan karena para kepala sekolah dan wakilnya telah melakukan evaluasi beberapa pedoman dan program. Keberhasilan para guru dalam melaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dibuktikan dengan pelaksanaan pengajaran baik secara teori maupun praktek di kelas. dan 3 Rancaekek sangat bervariasi. evaluasi rencana pembinaan siswa. dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran. proses dan media serta mengevaluasi proses pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. 2. di ruang latihan atau diperpustakaan. pembelajaran aktif. 3. 2.173 baru.CTL. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. menguasai proses. evaluasi rencana pembelajaran. 2 dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik. Untuk meningkatkan profesionalisme guru ketiga kepala sekolah sering mengikut sertakan guru dalam kegiatan pendidikan. evaluasi kurikulum. ada juga yang dilaksanakan dengan peer teaching. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu sangat didukung oleh keprofesionalan guru pada saat kegiatan pembelajaran di kelas. evaluasi rencana evaluasi hasil belajar.

2) Masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu. 3) Masih ada sebagian guru dalam proses pembelajaran stagnan. Faktor-faktor penghambat dan pendukung peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung. faktor pendorong untuk peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut: 1) Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. 4) mengevaluasi dan menyempurkan pelaksanaan pengajaran. 2) menyesuaikan dan mengevaluasi poko bahasan dengan tujuan mata pelajaran.174 sebagian besar guru melaksanakan evaluasi hasil belajar tiap akhir unut dan akhir semester. 2) Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru. 5) Tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu. 4. media sarana dan prasarana yang digunakan. meliputi: 1) Strategi sumber daya manusia (Kepala Seklah. dan 3 Rancaekek. proses pembelajaran. 5. . 2) strategi kurikulum.2. adalah sebagai berikut: a. Faktor penghambat 1) Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. guru. 4) Masih adanya proses pembelajaran bersifat teacher centered. b. 7) Media Internet belum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. tenaga kependidikan dan komponen lain yang terkait. Strategi yang dilakukan guru pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. 5) mengevaluasi kesesuaian isi materi. siswa. 6) Informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat. 3) strategi sarana prasarana. 3) mengevaluasi ketepatan metode dengan materi ajar dan ketepatan media dengan bahan ajar.

Rekomendasi Berdasarkan simpulan di atas. sehingga efesiensi dan efektivitasnya belum dapat dicapai. hambatan dan permasalahan. penataran. dan team teaching. yang luas untuk dikembangkan sebagai . dan sejenisnya baik lokal. tampak bahwa pembelajaran IPA Terpadu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. CTL. karena tuntutan kebijakan kurikulum dalam pembelajaran IPA Terpadu. konsep-konsep praktis dan langkah-langkah strategi terutama kaitannya dengan proses pembelajaran IPA Terpadu. 2. Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau dari sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan guru IPA Terpadu.175 3) Bea siswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. Oleh karena itu. tidak terpaku pada salah satu strategi pembelajaran saja. Untuk mengatasi keadaan ini memerlukan kelengkapan pemahaman prinsip-prinsip. dan strategi sarana prasarana. regional. masih menghadapi berbagai tantangan. maupun nasional. akan tetapi harus menggunakan berbagai strategi pembelajaran aktif. yaitu mulai dari sumber daya manusia (kepala sekolah. Upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional dan kualifikasi guru dengan cara yang dilakukan sekolah adalah sebagai berikut: (a) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. peer teaching. sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP. B. rekomendasi yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut: 1. 7) Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. guru.2006). 4) Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia. 8) Ruangan/lahan sekolah multimedia. strategi kurikulum. sebagai kendali mutu dalam pencapaian tujuan pembelajaran IPA Terpadu. siswa dan tata usaha). 6) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. 5) Ruangan multimedia.

5) Memberikan arahan secara terus menerus. pada guru yang pada proses pembelajarannya terjadi stagnasi. 6) Mencari informasi dari lembaga birokrasi dinas terkait baik vertikal maupun horizontal yang sering terlambat. (d) memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 3. pada guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum yang berorientasi life-skill. 4) Memberikan arahan secara terus menerus. yang perlu diantisipasi dengan cara: a. (c) melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. seperti: komputer/ laptop dan OHP.176 regional maupun nasional. sehingga guru harus menguasai penggunaan alat-alat paraktek laburatorium. sehingga siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk menggunakan fasilitas yang ada. IT/ICT untuk pembelajaran. 3) Memberikan arahan secara terus menerus. adalah sebagai berikut: 1) 2) Meningkatkan kompetinsi guru yang belum seluruhnya memenuhi kualifikasi dan sertifikasi guru professional Memberikan arahan secara terus menerus. hal ini terjadi karena guru kurang memiliki tanggung jawab terhadap tugasnya. Meminimalkan kekurangan dari faktor-faktor proses penghambat strategi yang merupakan Ilmu pelaksanaan pembelajaran Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. Faktor penghambat dalam meningkatkan kompetensi guru IPA. dan mampu menguasai media elektronik. (b) mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. pada guru yang kurang cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran. . pada guru yang masih memakai cara-cara proses pembelajaran bersifat teacher centered.

5) Mencari peluang secara terus menerus. adalah sebagai berikut: 1) Mensosialisasikan program. baik tingkat kecamatan. sehingga masih sedikit sekali sekolah atau guru yang mampu menggunakan fasilitas ini. bahan dan alat pembelajaran yang akan dipakai. 3) Mengupayakan keperluan guru dan siswa. kaitan dengan kebutuhan bahan ajar. penataran. b. 6) Melakukan kegiatan peningkatan mutu dan kualifikasi guru dengan cara KKG. tujuan dan target yang ingin dicapai dari hasil proses pendidikan yang dilaksanakan. misi. . 4) Meningkatkan jumlah guru untuk memiliki kemampuan menggunakan alat-alat laboratorium. agar Pemerintah terus memberikan bantuan dalam hal keperluan sarana dan prasaran multi media. kabupaten atau yang lainnya. melalui bantuan blok-grand berupa laboratorium. OHP dan fasilitas multi media lainnya. Diklat. dan komputer. dll. Work-shop. 7) Selalu mengikutsertakan siswanya dalam berbagai macam kegiatan lomba. 8) Mengusahakan peserta didik memiliki kemampuan dibidang IT/ICT. visi. Menganalisis hal-hal lain yang mendukung dan merupakan kelebihan dari pelaksanaan proses strategi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. komputer. 2) Menggunakan kurikulum yang telah diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. mengingat latar belakang ekonomi orang tua murid yang kurang mendukung.177 7) Mangusahakan biaya semaksimal mungkin walaupun manajemen seperti ini memakan biaya yang relatif mahal. perpustakaan.

Depdiknas.22 Tahun 2006. Bogdan. Bandung: CV Diponegoro. And Biklen. Depdikbud. G. Jakarta : Permendiknas No. Pendidikan dan Dakwah). Standar Pengelolaan Pendidikan. (1982). David. dan Isu. Riset Kualitatif untuk Pendidikan: Pengantar ke Teori dan Praktek. (1990). (1982). Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Permendiknas No. J. Qualitatif Rises for Education: and Intruduction Theory and Methods. R. Boston: Allyn and Bacon Inc. Administrasii Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan . Qualitative Research for Education An Introduction Theory and Methods. Depdiknas. Jakarta : Permendiknas No. Jakarta : UT. Garis-garis besar Program Pengajaran IPA. (alih bahasa oleh Munandir). (1976). Standar Isi. Depdiknas. Jakarta: GIP. Depdiknas. And Biklen. . Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Konsep. (2006). Depdiknas. Boston : Allyn and Bacon Inc. Jakarta : Depdikbud. (2007).20 Tahun 2007. Teori. (2007).178 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’anulkarim. S. Bogdan. Standar Kompetensi Lulusan. Anwar Q. Bogdan. Model Pembelajaran IPA Terpadu. Anwar. R. 16 tahun 2007. Bandung: Alfabeta.R. Solusi Islam Atas Problematika Umat (Ekonomi. Standar Penilaian Pendidikan. Idochi. (1984). Jakarta : Permendiknas No. Standar Kwalifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Jakarta : Depdiknas. BSNP. (1993). (1998). R. Teaching Stategies for College Class Room. 23 Tahun 2006. Kurikulum Sekolah Menengah Pertama. G. (1994). G. USA. Arikunto. (2006). 19 tahun 2007. (2003). And Biklen. (2007). (2006). Jakarta : Permendiknas No.

Penerbit Pustaka Pelajar. Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Bandung : Penerbit Remaja Rosda Karya. New York: MacMillan. E. (2007). 24 Tahun 2007. (1965). (2002).L. (2008).179 Depdiknas. Boston : Houghton Mifflin Isjoni. (2004). Moleong. (2007). Konsep. 41 Tahun 2007. (2003). N.S. Educational Psychology. Bandung: Remaja Rosda Karya. Rosda Karya. Lexy. E. Jakarta : Depdikbud Gagne. Metodologi Penelitian Kualitatif. (2002). Manajemen Berbasis Sekolah. M. Gaffar. Jakarta : Rineka Cipat. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. (2007). (2007). Moleong. E. Bandung: Remaja Rosda Karya. Mulyasa. Mulyasa. (2000). Djamarah S. E. Curriculum Reform in the Elementary School. (1989).J. L. Metode Penelitian Kualitatif. (2007) Saatnya Pendidikan Kita Bangkit. Standar Sarana dan Prasarana. Bandung: Reamaja Rosda Karya. Jakarta: Permendiknas No.F. (1989). Democracy and Education. . New York & Londin : Teacher college Press. Dirjen Dikdasmen. Jakarta. (2007). B. A. Implementasi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya. (1991). (2003). Makmum. . Bandung: Remaja Mulyasa. Mulyasa. Menjadi Kepala Sekolah Profesional . Dewey. Dirjen Dikdasmen. KTSP. Strategi dan Implementasi. Analisis Posisi Pembangunan Pendidikan. Perencanaan Pendidikan. Jakarta. Jakarta : Biro Perencanaan Depdikbud. Depdiknas. Mulyasa. Jakarta: Bumi Aksara. (1984). E. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta. Jakarta: Permendiknas No. Franklin. Manajemen Berbasis Sekolah.

Raja Grafindo Persada. (2007). Manajemen Berbasus Sekolah. Salis. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. (1992). Permadi. Siagian. Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepela Sekolah. (1995). P. Bandung: Tarsito. A. Razik and Swanson. Sanusi. Total Quality Management in Education.C. Nasution. Jakarta : Kelompok Gading Permai. Bandung: Penerbit Alfabeta. dan Jamiat. Bandung : Rosda Karya. Fundamental Concept of Educational Leadership and Managemen. Developing the Curriculum. D. 2007. (1996) Beyond Traditional Tenure. Diktat Perkuliahan. Bandung. N. E. Josey Bas. Oliva. (1992). Nomor 20 Tahun 2003 (2008). Interaksi dan Motivasi Belajar. J. Sy.180 Mulyasa. Sardiman. Model. S. Jakarta: Bina Aksara. (1994). London: Corgan Sanusi. Bandung: Repita Aditama. (1993). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Sisdikans. Sanusi. New Jersey: Englewood Cliffs. Bandung : IKIP. P. (1995). Ahman. (2007). (2002). Sukmadinata. Bandung. (2003). Menjadi Guru Profesional . Mulyasa. Segi-segi KeprofesianPendidikan. . Jakarta. 2004. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. Management 6 th ed. A. New Jersey: Prentice-Hall. dan Aplikasi Jakarta: Grasindo. (2008). Manajemen Stratejik. Bandung: Alfabeta. (2008). Undang-undang. Sanusi. Richard. (2007). (2004). Nurkholis. E. New york : Harper Collins Publishers. A.Manajemen Strategik (I) .M. Metode Penelitian Pendidikan.F. Bandung: Penerbit Remaja Rosda Karya. Bandung: Sarana Panca Karya Nusa. Metode Penelitian Pendidikan. Stoner. Sugiono. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Himpunan Perundang-undangan RI. P. A. (1995). A. Teori. E.

Tyler. (1998). Basic Principles of Curriculum an Introduction. Bandung: Tarsito. Jakarta. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. (2005). (2007).A. H. Manajemen masa Depan. Bandung: UPI. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Tahun 1945. Wahjosumidjo. Pendidikan Nasional. 2006 Penerbit Rineka Cipta. Kajian Pendidikan Tilaar. Dasar dan Teknik Research. Tilaar. Tim Pengembang MKDK dan Pembelajaran. N. (1978). Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (1986). (2004). (tidak diterbitkan). Sy. Jakarta: Logos. S. Curriculum Development Theory And Practice. (2004). Metode Penelitian Pendidikan. Tilaar. Harcourt : Brace and World Inc. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. H. Winarno. (1999). Taba. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Standarisasi Pendidikan Nasional.R. Bandung: Remaja Rosda Karya. Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Sukmadinata. Jakarta. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Sy.R. Bandung: Yayasan Kesuma Karya. N. H. Jakarta: PT Raja Grafindo. . Univercity of Chicago Press.R. Kurikulum Pembelajaran (Diktat). Bandung: Remaja Rosda Karya. (1962). (1999). Sy.181 Sukmadinata.A.A. Sukmadinata. N.