1

BAB I PENDAHULUAN
Pada Bab 1 ini memuat uraian pendahuluan yang diawali dengan latar belakang masalah yang menjadi dasar pertimbangan sehingga penelitian ini dianggap penting untuk dilakukan. Pada Bab 1 ini juga dikemukakan perumusan dan pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori yang mendasari uraian teori selanjutnya, asumsi dan pertanyaan penelitian serta sistematika penulisan tesis. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. A. Latar Belakang Masalah Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender. Pemerataan dan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki keterampilan hidup (life skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya, mendorong tegaknya masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Sementara itu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Bila dikaji tentang sumber daya manusia sebagai tenaga pendidik, tujuan rencana strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat Indonesia serta memiliki keterampilan hidup (life

2

skills) sehingga memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengatasi masalah diri dan lingkungannya. Saat ini dari hasil data-data/fakta-fakta yang ada di lapangan masih banyak berbagai persoalan yang melilit di negeri ini, diantaranya: kuantitas jumlah tenaga pendidik yang masih kurang, mobilisasi tenaga pendidik yang tidak merata, kualitas tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, kualifikasi akademik tenaga pendidik masih rendah. Beberapa kebijakan pemerintah dalam strategi peningkatan mutu sumber daya manusia adalah pengembangan sistem pendidikan yang terencana untuk menghasilkan tenaga pembangunan baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Secara kuantitatif pembelajaran harus menghasilkan tenaga yang cukup banyak sesuai dengan kebutuhan pembangunan dewasa ini. Sedangkan secara kualitatif harus dapat menghasilkan tenaga pembangunan yang trampil sesuai dengan bidangnya dan memiliki jiwa pancasila, untuk mencapai tujuan tersebut maka pemerintah memerlukan suatu strategi pembelajaran yang terencana dan terprogram. Pemerintah melalui Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan 3 (tiga) rencana strategis dalam jangka menengah yaitu: (1) Peningkatan akses dan pemerataan dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas), (2) Peningkatan mutu, efesiensi, relevansi dan peningkatan daya saing, dan (3) Peningkatan manajemen, akuntabilitas dan pencitraan publik, yang dijabarkan melalui Peraturan Pemerintah dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 35 ayat (2) yang berbunyi: ”Standar Nasional Pembelajaran (SNP) digunakan sebagai acuan pengembangan”, yang diiantaranya 1) Kurikulum, 2) Tenaga Pendidik, 3) Sarana dan Prasarana dan 4) Pengelolaan Pembiayaan. Rencana strategis pemerintah untuk pengembangkan kurikulum merupakan bagian dari standar nasional pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan

3

pendidikan nasional serta kesesuaian

dengan kekhasan kondisi dan potensi

daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Ditinjau dari tuntutan Permen Diknas mengenai pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik harus memahami tujuan pembelajaran tersebut. Permasalahanpermasalahan atau fakta-fakta yang yang ada lapangan sesuai dengan model Pembelajaran IPA - Depdiknas, (2006 : 1-2). Mengatakan bahwa tenaga pendidik IPA, 1) pembelajaran lebih bersifat teacher centered; 2) guru hanya menyampaikan pembelajaran IPA sebagai produk; 3) peserta didik menghapal informasi faktual; 4) tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya; 5) cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri; 6) cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektip dan psikomotor; 7) belum menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan Teknologi, mampu berpikir logis, kritis, kreatif, serta dapat berargumentasi secara benar; 8) tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA, karena dianggap sukar, keterbatasan kemampuan peserta didik atau mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi; 9) masih adanya tenaga pendidik IPA yang berpola fikir statis dan tidak mengembangkan model-model strategi pembelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran; 10) masih adanya pendidik dalam model gaya strategi pembelajarannya terbatas tidak disesuaikan dengan tingkatannya sesuai psikologis perkembangan anak; 11) masih adanya tenaga pendidik memiliki alasan karena keterbatasan waktu, sarana prasarana, lingkungan belajar dan jumlah peserta didik perkelas terlalu banyak dan 12) tenaga pendidik yang berlatar belakang disiplin ilmu yang berbeda. Untuk menyikapi permasalahan fakta-fakta yang ada, maka diperlukan adanya suatu strategi kemampuan guru dalam pembelajaran IPA, karena Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru (tenaga pendidik) tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab dan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan. Strategi-strategi pembelajaran perlu diperhatikan oleh tenaga pendidik dalam proses pembelajaran yang diantaranya

(3) peningkatan kemampuan profesionalisme guru. sekolah merupakan tempat mentrasfer nilai. Isjoni. Pertama Strategi sumber daya manusia (SDM). berwatak kerja keras. dan keterampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. berkualitas. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. menghargai waktu. kesejahteraan dan kemajuan di segala bidang. guru seorang penyandang profesi dapat disebut profesional manakala elemen-elemen inti menjadi intergral dalam kehidupannya. ketiga Strategi Sarana dan prasarana. (2007 : 2 -3). menyatakan: Sumber Daya Manusia yang berkualitas adalah mandiri. pengetahuan. Mulyasa. perlu dilakukan sertifikasi dan diuji kompetensi secara berkala agar kinerjanya terus meningkat dan tetap memenuhi syarat professional. (2) peningkatan kemampuan profesionalisme guru bukan sekedar diarahkan kepada pembinaan yang lebih bersifat aspek-aspek administratif akan tetapi harus lebih kepada peningkatan kemampuan keprofesionalannya dan komitmen sebagi seorang pendidik. trampil. berbudi luhur. akan menghasilkan sumber daya manusia rendah.4 adalah. berpendapat: Profesionalisme guru merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Tapi sebaliknya pembelajaran tidak berkualitas karena menerapkan pola yang salah. karena sekolah adalah tempat memanusiakan manusia. Berdasarkan hal tersebut. tenaga pendidik pada dasarnya merupakan salah satu komponen sumber daya manusia (SDM) yang potensial dibidang pembangunan. . Dengan kata lain. tekun belajar. sebagai komponen dibidang pembelajaran bahwa seorang pendidik harus berperan serta secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Pembelajaran yang diperoleh melalui sekolah diharapkan mampu menciptakan SDM berkualitas. (2008:12-13). serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Diharapkan dengan sumber daya manusia yang berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. yang dalam pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) peningkatan profesionalisme guru merupakan upaya untuk membantu guru yang belum memiliki kualifikasi profesional menjadi profesional. sehingga sering menjadi mudah di dikte oleh negara lain. kedua Strategi Kurikulum. serta menjunjung tinggi ajaran agama. pantang menyerah.

5

Apabila kita kaji pendapat ahli di atas bahwa seseorang yang menyandang profesi guru harus memiliki kemampuan intelektual spesialisasi bidang studi (subject matter), diperlukan adanya upaya untuk membantu guru untuk meningkatkan kualifikasi melalui pembinann secara berkala untuk mencapai keprofesionalannya. Sehubungan dengan itu sewajarnyalah pemerintah terus berupaya mencari alternatif untuk meningkatkan kualitas dan kinerja profesi guru sehingga menggulirkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, Tentang Guru dan Dosen. Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. Disatu pihak, pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi, tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional dan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dapat dikatakan bahwa pada setiap diri seorang pendidik (guru) bukan hanya sebagai agen pembelajaran, tetapi guru yang profesional dituntut bertanggung jawab untuk membawa para peserta didik pada suatu kedewasaan berpikir atau tarap kematangan tertentu. Isjoni, Saatnya Pembelajaran Kita Bangkit, (2007-50), berpendapat : Seorang pendidik tidak semata-mata sebagai ”Pengajar” yang tranfers of knowledge, tetapi juga sebagai ”Pendidik” yang transfers of values dan sekaligus sebagai ”Pelatih ” yang transfers of skill, dan ”Pembimbing” yang transfers of guide, memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarannnya. Seorang pendidik adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Peserta didik (siswa) adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pembelajaran tertentu. Sukmadinata, (2005:52), berpendapat:

6

Siswa sebagai peserta didik di dalam proses pembelajaran adalah individu, yang memiliki dua karakteristik utama, pertama setiap individu memiliki keunikan sendiri-sendiri; kedua dia selalu berada dalam proses perkembangan yang bersifat dinamis. Bersifat unik, tiap individu memiliki sejumlah potensi, kecakapan, kekuatan, motivasi, minat, kebiasaan, persepsi, serta karakteristik fisik dan psikis yang berbeda-beda; Sedangkan Bersifat dinamis, setiap individu berada dalam proses perkembanganperkembangan mulai tahap aspek fisik-motorik (lebih menonjol), aspek intelektual, aspek sosial dan aspek moral. Ditinjau dari kedua pendapat di atas, antara pendidik dan peserta didik adanya interaksi untuk mencapai tujuan pendidikan, yang berlangsung dalam lingkungan tertentu, tanpa mengabaikan tahap perkembangan peserta didik, karena pada diri peserta didik dalam proses perkembangannya ada yang bersifat unik dan bersifat dinamis. Untuk mewujudkan sekolah yang bermutu dan berkualitas sebagai lembaga pendidikan diperlukan strategi pengembangan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP) yang merupakan paradigma baru, yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan, dan pelibatan masyarakat dalam rangka mengefektifkan proses belajar mengajar disekolah. Dalam pengembangan kurikulum ada beberapa tahapan diantaranya: desain kurikulum (kurikulum Dokumen), implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan), pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). Selain strategi sumber daya manusia dan strategi kurikulum, juga tak kalah pentingnya pula mengenai startegi sarana prasarana. Standar nasional pendidikan (SNP), dalam Bab 2 Pasal 2 tentang lingkup, fungsi dan tujuan pendidikan nasional berbunyi : • Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pembelajaran, buku dan sumber belajar lainya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan bekelanjutan. • Setiap satuan pembelajaran wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan ruang kelas, ruang pimpinan satuan penidikan, ruang pendidik, tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat olah raga, bemain, tempat beribadah, berkreasi dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk

7

menujang proses pembelaran yang teratur dan berkelanjutan. Sisdiknas (2008 : 105). Setelah memiliki ketiga komponen strategi di atas diharapkan peningkatan tujuan pendidikan dalam satuan pendidikan dapat tercapai sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, dengan didukung oleh sumber daya yang dipergunakan dalam penyelenggaraannya meliputi tenaga kepembelajaran, masyarakat, dana, sarana dan prasarana. Sumber daya pendidikan di bidang pendanaan dalam UUD-RI, Nomor 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional : Pasal 46 berbunyi: (1) pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat; (2) pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab menyediakan anggaran pendidikan sebagaimana diatur dalam pasal 31 ayat 4 Undangundang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; (3) ketentuan mengenai tanggung pendanaan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah Pasal 47 berbunyi: sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, dan berkelanjutan; (2) pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat mengerahkan sumber daya yang ada sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (3) ketentuan mengenai sumber pendanaan pendidikan sebagaiman dimaksud dalam ayat 1 dan ayat 2 diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Sumber daya pendidikan dalam bidang pendanaan memiliki dampak strategis terhadap penyelenggaraan pendidikan yang perlu pemikiran seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan, hal ini untuk kelancaran segala sektor keterlaksanaan penyelengaraan pendidikan di tiap-tiap satuan pendidikan. Satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal (jalur yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi), non formal (jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang) dan in formal (jalur pendidikan keluarga dan lingkungan) pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Berdasarkan pendapat tersebut bahwa pengelolaan pendidikan dalam konsep dan makna pendidikan seorang tenaga pendidik dapat mengondisikan lingkungan belajar yang nyaman, yang dapat memberikan motivasi belajar, bukan hanya

antar pendidik dan peserta didik serta orang-orang lainnya yang terlibat dalam interaksi pendidikan. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu dalam IPA. ekonomi. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. berpendapat: Bahwa proses pendidikan berlangsung dalam suatu lingkungan yaitu lingkungan pendidikan yang mencakup lingkungan fisik. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. baik nilai kemasyarakatan. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. intelektual dan nilai-nilai. Lingkungan Fisik terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia. Lingkungan Intelektual merupakan kondisi dan iklim sekitar yang mendorong dan menunjang pengembangan kemampuan berpikir. Kimia Biologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. yang merupakan tempat dan sekaligus memberikan dukungan dan kadang-kadang juga hambatan bagi berlangsungnya proses pendidikan. etika maupun nilai keagamaan yang hidup dan dianut dalam suatu daerah atau kelompok. (2005:52). Sukmadinata. sosial. sosial. Adapun yang akan penulis ungkapkan dalam tesis ini khususnya mengenai pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) ditingkat SMP Negeri yang berlokasi di Kabupaten Bandung.8 dilingkungan sekolah melainkan di luar lingkungan sekolah. . Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) merupakan pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika. politik. Dalam suatu proses pendidikan berlangsung bahwa lingkungan pendidikan merupakan pendukung berlangsungnya proses tersebut. estetika. Pada pendidikan pembelajaran faktor lingkungan fisik. Seorang tenaga pendidik harus memiliki langkah-langkah strategi dan langkah-langkah untuk peningkatan pendidikan bagi peserta didik. intelektual dan nilai-nilai sangat berpengaruh sekali terhadap proses kegiatan di satuan pendidikan. Lingkungan Sosial merupakan lingkungan pergaulan antar manusia. maka tenaga pendidik yang profesional memerlukan strategi-strategi untuk mengantisifasi faktor lingkungan tersebut. sosial. Lingkungan Nilai yang merupakan tata kehidupan nilai.

9 Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran perlu adanya langkahlangkah strategi pembelajaran aktif yang diataranya ada tiga belas langkahlangkah Isjoni. 10) Card Sort (sostir kartu). 3) Persaingan/ Kompetisi. dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. 2) Prediction Guide (tebak pelajaran). (2004 : 92-95). 2) Memberi Hadiah (Reward). 12) Student Team Achivement Division (STAD) startegi ini merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan 13) Everyone is A Teacher Here (setiap orang adalah guru). 3) Group Resume (Resume Kelompok) atau melakukan team building (kerjasama kelompok. Strategi dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu di tingkat wilayah SMP Kabupaten Bandung. Sardiman. tentu saja kesemua langkah-langkah strategi di atas tidak mungkin tercapai apabila tidak didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu dalam proses pembelajarannya. daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. 10) Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. 4) Assesment Search (menilai kelas). memberi kesempatan untuk mendaptkan hasil . 7) Listening Teams (tim pendengar). 7) Pujian. Tenaga pendidik di dalam proses pembelajarannya harus dapat meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajarannya yang bertujuan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. 6) Mengetahui. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. ketrampilan (psikomotor) dan afeksinya. 9) Hasrat untuk Belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. (2007:113-126). 8) Synergetic Teaching (pengajaran sinergis). 4) Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. 8) Hukuman (funishment) sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. relevan dengan tujuan pembelajaran IPA Terpadu. berpendapat sebagai berikut : 1) Critical Incident (pengalaman penting). 9) Active Debate (debat aktif). 5) Memeberi Ulangan. berpendapat bahwa ada beberapa langkah untuk peningkatan motivasi dalam proses pembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Memberi Angka (Values) seorang pendidik adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. 11) Jigsaw Learning (belajar model jigsaw). 5) Questions Student Have (pertanyaan dan siswa). 6) Active Knowledge Sharing (saling tukar pengetahuan).

10 yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. Sertifikasi Guru. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 oleh Galileo Galilei dan Francis . dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui cara-cara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. “mengapa”. Sedangkan yang dimaksud dengan pendidikan yang bermutu. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. Dalam proses pembelajaran IPA Terpadu tenaga pendidik selain memiliki langkah-langkah strategi juga harus membangkitkan motivasi peserta didik sesuai pendapat Sardiman di atas. 11) Tujuan yang diakaui timbul gairah untuk terus belajar. pendidikan yang bermutu memiliki kaitan ke depan (forward linkage) dan kaitan kebelakang (backward linkage). • Forward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju. makmur dan sejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktek pembelajaran yang bermutu. modern. modern dan sejahtera. (3) dikembangkannya sikap ilmiah.www. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa-bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju.id. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen.crayonpedia. Fasli Jalal. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. (29-05-2007) Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. • Backward Linkage berupa bahwa pembelajaran yang bermutu sangat tergantung pada keberadaan guru yang bermutu. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. untuk mencapai pembelajaran yang bermutu dan berkualitas. sesuai harapan tujuan pendidikan nasional pada Tahun 2007. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati.com. pengamatan. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. (Media Internet hhttp. memahami jawaban. sejahtera dan bermartabat. mencari jawaban. yaitu guru yang profesional.

hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. kritis. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan . (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. seperti: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran. menyusun hipotesis. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. mengajukan pertanyaan.11 Bacon yang meliputi mengidentifikasi masalah. dan bekerja sama dengan orang lain. lisan. menerapkan ide pada situasi baru. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. mengukur. mengklasifikasikan. yaitu dengan gambar. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “inquiry skills” yang meliputi mengamati. mengolah. memperhatikan keselamatan kerja. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. dan menganalisis data. menyusun hipotesa. cermat. memahami zat adiktif dan non adiktif. prediksi. tekun. dan sebagainya. tidak percaya tahyul. pemanfaatan bioteknologi. Oleh karena itu di dalam pembelajaran IPA Terpadu di sekolah sebaiknya seoarang guru harus mampu menghasilkan bagi peserta didik yang dapat berpikir tingkat tinggi. ulet. dan eksperimen. tulisan. terbuka. jujur. yang didasarkan pada metode ilmiah. menggolongkan. sabar. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. Pendidikan IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. peduli terhadap lingkungan. disiplin.

dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pembelajaran. yaitu: SMP Negeri 1. dan kemampuan katagorik agar dapat masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. Apabila kekuatan internal pembelajaran IPA dapat dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi lingkungan masyarakat sekitar. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang . praktikum. 2. Perumusan dan Pembatasan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah digambarkan di atas. pendidikan. 6. Pada proses penelitian ini. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. kemampuan analitik. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. Guru dituntut memiliki kecermatan. sehingga hasilnya belum memuaskan. fokus penelitian ini dibatasi pada strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP. 4. 5. terutama pada sekolah yang menjadi objek langsung. keterbukaan manajemen organisasi. ditemukan hal-hal sebagai berikut: 1. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. khususnya meningkatkan hasil belajar siswa. B.12 perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. 3. secara seksama penulis melakukan berbagai langkah kegiatan dan berdasarkan hasil studi pendahuluan di beberapa SMP Negeri yang ada di Bandung. sarana prasarana laboratorium yang kurang lengkap.

maka penulis ingin mengkaji lebih jauh dengan melakukan penelitian tentang strategi pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang selanjutnya penulis juga mencoba menggambarkan alur strategi pemikiran yang perlu diperhatikan pada proses strategi pembelajaran IPA terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa seperti pada bagan berikut ini: Kebijakan Pemerintah: 1. pengelolaan kurikulumnya dan tersedianya sarana prasarana yang memadai serta pendanaan pembelajaran untuk meningkatakan pembelajaran IPA yang memberikan peluang bagi kemampuan guru untuk mengembangkan situasi pembelajaran yang utuh. 6. sebaliknya akan menjadi faktor penghambat apabila disikapi sebagai masalah. menyeluruh. Kurikulum 3. Pelaksanaan dan hasil Evaluasi Proses Pembelajaran 1. UU Sisdiknas 2. 8. 3. Pengawasan Hasil yang ingin dicapai: Kognitif Afektif Psikomotor . Perencanaan 2. Dalam hal ini. apabila keduanya dianggap sebagai tantangan untuk maju. Peluang dan ancaman eksternal dapat menjadi faktor pendukung pembelajaran IPA.13 memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. UU Otonomi Daerah Faktor Pendukung dan Penghambat: 1. Dengan demikian. 7. Sarana Prasarana Dana / Biaya Lingkungan Administrasi Guru Kelengkapan KBM Perpustakaan Kelengkapan sarana belajar. meningkat dan berkualitas yang pada akhirnya menuntut seorang manajer untuk melakukan intervensi strategis baik itu dilihat dari sumber daya manusianya itu sendiri yang berkualitas. 2. maka strategi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA terpadu di SMP Kabupaten Bandung. Bertolak dari uraian di atas. Pelaksanaan 3. serta kebutuhan dan kesiapan peserta didik. 5. pembelajaran IPA memberikan peluang bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan tema yang disampaikan. dinamis dan bermakna sesuai dengan harapan dan kemampun guru. 4.

2. 2) Pencocokan kompetensi . Pembatasan Masalah Berdasarkan temuan tersebut maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Mengatur strategi proses pembelajaran. 4. masih ada guru IPA yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan. didapatkan masalah sebagai berikut masih ada guru yang kurang menggunakan berbagai strategi pembelajaran. permasalahan umum dalam penelitian ini dirumuskan sebagai maka berikut ”Bagaimanakah strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung ?”. 2. 5. bahwa: Peningkatan mutu proses pendidikan IPA di SMP Negri 1. dan hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan buku dan sarana lainnya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan. sehingga hasilnya belum memuaskan.1. adanya anggapan dari siswa bahwa mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatif yang kreatif. masih ada guru IPA yang kurang memberikan pelatihan praktikum. Gambar 1. Dari berbagai permasalahan tersebut. sarana prasarana laboratorium yang masih kurang lengkap. dapat dirumuskan masalah. Ruang lingkup manajemen Strategi Pembelajaran IPA Terpadu 1. Perumusan Masalah Melalui studi awal pada kegiatan penelitian ini.14 Unit-unit yang terlibat 1. 3. akan dapat meningkatkan efektivitas dan efesiensi jika mampu menghindari berbagai permasalahan tersebut. rendahnya motivasi dan kinerja pada sebagian besar guru dalam tugas pokok dan fungsinya. 2 dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. baik berdasar pada studi referensi maupun berdasar pada fakta di lapangan. Kepala Sekolah Guru Tata Usaha Pengawas Dinas terkait Laboran dll. 6. efektif dan efisien.

Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Tujuan Umum Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai Strategi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Selain dari itu juga memberikan informasi bahwa salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas . Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. 1. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. c. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Dengan demikian maka permasalahan yang akan dibahas pada kegiatan penelitian akan semakin mengerucut dengan memfokuskan permasalahan pada batasan-batasan sebagai berikut: a.15 pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. Selain itu. d. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. dan tantangan dan implikasinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. b. a. C. penelitian bertujuan untuk mendiagnosis kesiapan guru-guru IPA Terpadu dalam mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP). e.

proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. Tujuan Khusus Sedangkan secara khusus maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. b.236).16 beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkaitkan konsep-konsep dari berbagai sub mata-pelajaran. 1997. dan mendeskripsikan: 1) Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. geologi. 4) Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. . maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran (Carin. kimia. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pendidikan dan penilaian. fisika. 2) Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. 3) Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Sebenarnya IPA dapat juga dipadukan dengan mata pelajaran lain di luar bidang kajian IPA dan hal ini lebih sesuai untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar. menganalisis. dan astronomi.

Guru. Pengawas Pendidikan. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. Manfaat Penelitian Secara teoritis manfaat penelitian ini untuk mengembangkan konsep dan teori Strategi Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi.17 5) Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. dinas terkait dan yang lainnya). b. Yang pada akhirnya penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan konsep-konsep baru tentang Strategi Pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. c. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. e. dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. 2. Hasil dari penelitian inipun dapat digunakan sebagai rekomendasi pada instansi terkait mengenai Strategi . Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. sehingga yang berkepentingan akan mendapatkan manfaat tentang: a. d. Secara praktis penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif kepada semua pembaca khususnya yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. terlebih kepada para praktisi pendidikan (Kepala Sekolah. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi.

konsep kualitas pembelajaran IPA. dan bahkan juga diterapkan pada semua jenjang pendidikan. Dengan demikian. di bawah ini penulis jelaskan kerangka teori yang akan menjadi pijakan pada penelitian dan secara gamblang akan dibahas pada bab berikutnya. dari hasil penelitian ini diharapkan agar SMP Negeri di Kabupaten Bandung dapat meningkatkan kualitas dan proses pembelajaran. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut : . strategi pembelajaran IPA Terpadu. Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.18 Pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. ada empat strategi dasar dalam melaksanakan strategi belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut: dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. Dihubungkan dengan belajar mengajar. Menurut Bahri. 1. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan tenaga pendidik dan peserta didik dalam perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Strategi Strategi merupakan suatu proses dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun. khususnya kualitas belajar mengajar dalam pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efesien D. Kerangka Teori Untuk lebih memperjelas arah permasalahan yang diteliti dan adanya kesamaan persepsi dalam memahami istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian. Pada bagian ini penulis kemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep pembelajaran IPA Terpadu. (2007:5-8 ).

Di dalam proses pembelajarannya ada lima tahapan yang harus dicapai oleh peserta didik diantaranya : peranan pendidik harus mampu mengetahui kemampuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik meliputi kemampuan dasarnya-motivasinya latar belakang akademis dan latar belakang sosial ekonominya. 2. Adapun tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai . siswa memperoleh hasil belajar dari suatu interaksi tindak belajar. maka dalam penelitian ini. sebagai aspek pendidik jika berlangsung di sekolah saja. dan teknik belajarmengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. Strategi-strategi yang digunakan dalam penelitian akan lebih ditekankan pada: a) strategi sumber daya manusia (SDM). Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. metode. Memilih dan menetapkan prosedur. . strategi yang dimaksud    Dengan demikian. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehungga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegitan belajar-mengajarnya yang selnjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang berdangkutan secara keseluruhan.19  Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. Pembelajaran IPA Terpadu Pembelajaran adalah merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatau lingkungan belajar. b) strategi kurikulum dan c) strategi sarana prasarana. untuk memberikan dorongan dalam belajar yang tertujuan pada pencapaian tujuan belajar. adalah suatu cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran IPA Terpadu sehingga hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung meningkat. d) pendanaan pembelajaran. untuk meningkatkan kemampuan mentalnya dan tindak mengajar yaitu mebelajarkan peserta didik.

metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. perancangan eksperimen atau percobaan. Bila sarana ini tidak dipenuhi. memperkaya. (1992:28). Semua ini akan menunjang. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. Asumsi dan Pertanyaan Penelitian Asumsi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. fenomena alam.20 berikut: 1) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Pembelajaran Terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. 3) produk: berupa fakta. mungkin juga fasilitas internet. pengukuran. mengungkapkan bahwa “masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. dan mempermudah pengembangan wawasan. 1992:27). makhluk hidup. dan penarikan kesimpulan. menjelaskan konsep mutu pendidikan sebagai berikut : Konsep mutu pembelajaran tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan . maka penerapan pembelajaran Terpadu juga akan terhambat. Lebih jauh Coombs yang dikutip Fakry. Perlu kita ketahui bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu ada empat unsur utama yaitu : 1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. dan hukum. 2) Meningkatkan minat dan motivasi. 2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. 4) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari. Konsep kualitas pendidikan Philip. prinsip. IPA bersifat open ended. E. evaluasi. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. teori. 1. 3) Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. 3. (Fakry. 4) Konsep Pembelajaran Terpadu Dalam IPA.

bumi antariksa. yang mennjukan pada keanekaragaman gejala yang tercakup dalam pengertian kebiasaan nyata. (1992:23). bahwa ”paradigm is aloose collection of logically health together assumtion. universal. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. meliputi mata pelajaran fisika. sebagaimana dikemukakan oleh Bogdan and Blinken. serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.21 pengetahuan yang berupa fakta-fakta. Paradigma dalam penelitian ini dipahami sebagai kerangka berpikir konseptual yang digunakan untuk menghadapi objek penelitian yang merupakan kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. yang menurut Priatna. metodik. menyatakan terbagi dalam tiga bagian besar yaitu: (1) Paradigma metafisik (metaphysical paradigm). konsep-konsep. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD/MI dan SMP/MTs. dan kimia yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu anak untuk memahami fenomena alam. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. dan tentatif. konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. yang berfunsi menunjukan sesuatu yang ada dan yang tidak ada. concepts or propotition the orient thinking or research”. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. serta hsil nyata dari perkembangan dan penemuan ilmu yang diterima umum : . biologi. dengan ciri: objektif. Lain halnya istilah paradigma bahwa kunci dalam wacana perkembangan ilmu paradigma. dan merujuk pada komunitas ilmuwan yang memusatkan perhatian pada upaya untuk menemukan sesuatu yang ada : (2) Paradigma Sosiologi (Sociological paradigm). Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. (2004:7-8). Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. keputusan hukum yang diterima. sistematis.

menyoroti tentang paradigma ada dua uraian keilmuaan paradigma. Dalam perencanaan pembelajaran IPA Terpadu harus selalu dikaitkan dengan pengorganisasian. pengorganisasian. yang artinya bahwa paradigma yang dimaksud munculnya yang melahirkan (bentuk. maka asumsi dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai kerangka pemikiran yang didasarkan pada fokus masalah untuk mengarahkan penelitian. fasilitas yang memadai. sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA Terpadu yang akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Keduanya tidak membicarakan substansi dari ilmunya itu sendiri. . Sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA maka fungsi laboratorium sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar perlu dikelola dengan baik agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. dan pengawasan. konsep yang lebih sempit dibandingkan kedua paradigma lainya. maka upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa sangat berkaitan dengan latar belakang pendidikan guru IPA. pelaksanaan. strategi pembelajaran IPA Terpadu mencakup perencanaan. kurikulum. dan pengawasan. khususnya sejarah teori-teori keilmuan. keaktipan siswa. Sehubungan dengan itu.22 dan (3) paradigma binaan (Contruct paradigm). model. (1999 :11 ). dan sumber belajar yang mencukupi. Kedua mengenai sejumlah faktor dan dimensi yang mendukung lahirnya ilmu dan validitasnya. Kemampuan menggunakan strategi dalam pembelajaran IPA Terpadu merupakan aspek yang sangat menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran IPA Terpadu secara efektif dan efisien. Pertama yang lebih menyoroti garis-garis perkembangan sejarah ilmu. implementasi aspek-aspek inovatif seperti pemilihan dan penggunaan strategik dan metode pembelajaran dan system evaluasi merupakan faktor-faktor yang mempengeruhi upaya peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Selain itu. dan pola) bagaimana cara pandang kita berpikir tentang sesuatu. Sanusi. pelaksanaan. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. proses kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hal di atas.

proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Pertanyaan Penelitian Agar mudah dalam melakukan penelitian ini dan dapat dilakukan lebih mendalam. Faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Bertolak dari uraian di atas. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. maka perlu ada langkah-langkah sebagai berikut: 1) Pencocokan kompetensi pembelajaran dengan kebutuhan lingkungan. e. Maka yang akan dijadikan objek dalam penelitian ini dibatasi pada ruang lingkup sebagai berikut: a. . Kemampuan guru dalam guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi.23 2. Bagaimana guru merencanakan isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung. maka penelitian ini difokuskan pada pertanyaan penelitian sebagai berikut : a. efektif dan efisien. b. Bagaimana guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. Strategi yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. c. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. b. 2) Mengatur strategi proses pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri Kabupaten Bandung yang berjalan saat ini. sehingga dapat tampil dengan berbagai alternatip yang kreatip. d. maka semua variabel diambil untuk diteliti. 3) Mengembangkan kompetensi baru yang inovatif untuk memenuhi tuntutan masa depan.

lokasi dan subjek penelitian. tujuan dan manfaat penelitian. latar belakang masalah. Bab II Pokok Permasalahan Penelitian terdiri dari: pengertian istilah dan kerangka berpikir penelitian. Bab IV Pembahasan hasil penelitian: Gambaran kondisi umum objek penelitian. Bab III Prosedur Penelitian: Pendekatan dan Metode penelitian. tahap-tahap penelitian. bab 3 metode penelitian. data yang diperlukan. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. validitas dan reliabilitas penelitian sebagai intrepetasi data dan jadwal penelitian. Strategi apa yang dilakukan pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung. asumsi dan pertanyaan . perumusan dan pembatasan masalah. penelitian. bab 2 landasan teori. Bagaimana guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi.24 c. bab 4 temuan. kerangka teori. dan sistematika penulisan tesis. Sistimatika Penulisan Isi tesis yang terdiri dari 5 Bab yaitu: bab 1 pendahuluan. interpretasi dan pembahasan. teknik pengolahan data. e. d. deskrifsi temuan dan hasil penelitian dan diakhiri dengan analis hasil penelitian serta pembahasan. Apa yang menjadi faktor-faktor penghambat dan pendorong peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri Kabupaten Bandung. teori dan konsep penunjang lainnya. F. Bab I Pendahuluan yang berisikan tentang rancangan penelitian mulai dari judul. bab 5 simpulan dan rekomendasi. sumber dan teknik/instrumen pengumpulan data.

yang selanjutnya pada bab 2 akan disajikan berbagai teori yang relevan dan akan mendukung pada seluruh rangkaian penelitian. Melalui paparan seperti dikemukakan di atas. mengemukakan bahwa: "Management is the process of planning. (1991:8). maksud pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses perencanaan. strategi pembelajaran IPA Terpadu. konsep kualitas pembelajaran IPA. pengorganisasian.25 Bab V Kesimpulan dan Rekomendasi: Merupakan rangkuman dari seluruh hasil penelitian yang kemudian diteruskan dengan berbagai rekomendasi yang dianggap perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan penilitian. dan diakhiri dengan kajian penelitian yang relevan. maka penulis berharap agar pembaca bisa mendapatkan gambaran dari isi tesis ini. pengarahan dan pengawasan atas usaha-usaha para anggota organisasi serta pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. and controlling. . organizing. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. penyusunan. the efforts of organization member and using or other organizational resources to achieve stated organizational goal”. leading. BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN IPA TERPADU DAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA Pada bab 2 ini penulis akan mengemukakan konsep-konsep yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang diawali dengan konsep manajemen pembelajaran IPA Terpadu. Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu Menurut Stoner.

”the administrator’s productions function. melalui perencanaan. beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan manajemen. and the economist’s productions. Manajemen pendidikan merupakan rangkaian kegiatan bersama atau keseluruhan proses pengendalian usaha atas kerjasama sekelompok. pendidik. Tujuan pembelajaran yang produktif berupa prestasi yang efektif dan suasana atau proses yang efisien.” . pengambilan keputusan. stimulus dan koordinasi personil. bahwa pembelajaran yang produktif memiliki tiga fungsi yaitu. orang dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara berencana dan sistematis. yang diselenggarakan pada suatu lingkungan tertentu. dan ekonomis. dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pembelajaran. barang. Lebih lanjut dikemukakan bahwa penataan mengandung makna mengatur. mengelola atau mengadministrasikan sumber daya yang meliputi perencanaan. dan keuangan yang menunjang kemungkinan terjadinya pembelajaran). perilaku kepemimpinan. serta penentuan pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan. the psychologis production function. pelaksanaan. penciptaan iklim organisasi yang kondusif. sumber belajar dan kurikulum (segala sesuatu yang disediakan lembaga pembelajaran untuk mencapai tujuan). yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi. Sumber daya terdiri dari sumber daya manusia (peserta didik. pengawasan dan pembinaan. memimpin. gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri. dan pemakai jasa pembelajaran). sedangkan keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang produktif dapat dilihat dari sudut administrasi psikologis. Manajemen pendidikan memiliki berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan yang juga merupakan sekumpulan fungsi untuk penjaminan efisiensi dan efektivitas pelayanan. penyiapan alokasi sumber daya. Hal tersebut sejalan dengan ungkapan Razik dan Swanson. serta fasilitas (peralatan. media sebagai sarana penyajian ide. (1995).26 Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan manajemen adalah bidang pendidikan.

yang dalam pelaksanaannya sekolah diberi kebebasan memilih strategi. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran. sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. adalah: Pembelajaran terpadu merupakan suatu pembelajaran dengan fokus pada bahan ajaran. mulai dari hubungan terbatas. dan teknik pembelajaran hendaknya berpusat pada karakteristik peserta didik (student centered). kini materi pendidikan pun terus mendapatkan sentuhan perubahahan dalam rangka untuk lebih mengefektifkan dan mengefisienkan agar mandapatkan hasil yang yang lebih baik. Seiring dengan perkembangan dan dinamisnya zaman. Biologi. pendekatan. dan salahsatunya adalah rumpun mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) yang asalnya terdiri dari Fisika. peserta didik. prosedur penyampaian dan pengalaman belajar dalam suatu tema. metode. Kimia dan dengan pengetahuan alam lainnya. guru. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar secara logis. serta kondisi nyata sumberdaya yang tersedia dan siap didayagunakan di sekolah. Pembelajaran harus menekankan pada praktek. (2004:197). agar dapat melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran. kemampuan berpikir dan analisis peserta didik. metode. dan teknik pembelajaran yang paling efektif. Pemilihan dan pengembangan strategi. dan kreatif . yaiitu Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu). Pada kurikulum tahun 2006. hubungan luas sampai dengan keterpaduan penuh. Bahan ajaran disusun secara terpadu dan dirumuskan dalam bentuk tema-tema pembalajaran keterpaduan bahan ajaran berbeda-beda. ada beberapa mata pelajaran pada satu rumpun tertentu yang diintegrasikan.27 Pendidikan merupakan kegiatan utama sekolah. 1. kini diitegrasikan menjadi satu mata pelajaran. kritis. Kontek pembelajaran terpadu menurut Sukmadinata. pendekatan. dengan pendayagunaan masyarakat dan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar. yakni: Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika.

28 2. dan sumber belajar. dan berhitung Menunjukkan kebiasaan memanfaatkan waktu luang hidup bersih. metode pembelajaran. 4. dan kreatif dengan bimbingan guru/pendidik Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar Menunjukkan keterampilan menyimak.41 tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dinyatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran . standar kompetensi (SK). 5. (b) bagaimana cara mengajarkannya. Langkah-langkah Manajemen Pembelajaran IPA Terpadu 1. penilaian hasil belajar. kegiatan pembelajaran. Suatu program pembelajaran dapat mencapai hasil seperti yang diharapkan apabila direncanakan dengan baik. 7. bugar. Materi yang akan diajarakan dan cara pembelajarannya diwujudkan dalam silabus. (c) bagaimana cara mengetahui keberhasilan siswa menguasainya. membaca. 6. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran yaitu tentang (a) materi apa yang akan diajarkan. berbicara. materi ajar. dan B. Menunjukkan kemampuan berpikir logis. Penilian menjadi tidak jelas arahnya jika target yang ingin . Hal yang tidak boleh dilupakan adalah apa sebenarnya target yang ingin dicapai dari suatu kegiatan pembelajaran. kritis. 3. menulis. sedangkan cara untuk mengetahui keberlangsungan dan keberhasilan proses pembelajaran diwujudkan dalam bentuk system penilaian. aman. kompetensi dasar (KD). Perencanaan Pembelajaran IPA Terpadu Di dalam Permendiknas No. alokasi waktu. indicator pencapaian kompetensi. tujuan pembelajaran. sehat.

Perencanaan pembelajaran IPA memuat materi bidang fisika. kegiatan pembelajaran. kompetensi dasar dan materi pokok. sekuens logis dan psikologis (mengikuti pola dari mudah ke sukar. Dengan memperhatikan sekuens yang ada kemudian dilakukan penyebaran standar kompetensi mata pelajaran pengetahuan alam yang ditetapkan untuk dikuasai. maka perencanaan pembelajaran IPA merupakan dasar untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar IPA dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA. Hal ini sesuai dengan pendapat Sukmadinata. indikator. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran yang mencakup standar kompetensi .29 dicapai tidak terumuskan dengan jelas. oleh karena itu tujuan pembelajaran IPA akan sangat bermanfaat untuk kepentingan lembaga. kimia dan biologi. penilaian . dari yang mendasari atau sebagai prasyarat ke yang menjadi kelanjutannya. Berdasarkan hal tersebut. Perencanaan pembelajaran IPA dibuat agar dijadikan standar keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Kegiatankegiatan tersebut mengarahkan guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Sebaran yang telah dibuat hendaklah benar-benar mengikuti urutan atau . sekuens struktural (mengikuti pola sesuai dengan posisi tiap bagian dalam konteks bentuk dan susunan). Guru IPA sebagai manajer kelas yang nantinya akan menjadi ujung tombak keberhasilan pembelajaran IPA harus memperhatikan konsep perencanaan pendidikan khususnya perencanaan pendidikan IPA. guru dan siswa. (1999): Penentuan sekuens bahan ajar hendaknya harus diperhatikan. Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor bertanggung jawab atas perencanaan pembelajaran dalam rangka pencapaian tujuan institusional. Sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan institusional pendidikamn dapat terwujud karena adanya tujuan kurikuler dan instruksional. alokasi waktu. sehingga kegiatan pembelajaran harus diupayakn dengan tujuan agar siswa siswa dapat menguasai standar kompetensi yang telah ditetapkan. Dalam penyusunan silabus harus berisiskan sejumlah kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. apakah memuat pola sekuens kausal (mengikuti pola hubungan sebab akibat). dan sumber belajar.

metode. Strategi pembelajaran dalam arti luas dapat mencakup pendekatan. Pelaksanan Pembelajaran IPA Terpadu dalam Proses Belajar . Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA (MGMP IPA). tim guru IPA secara intern atau ekster diharapkan dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran IPA. 2. Dengan koordinasi seperti diatas.30 sekuens yang lebih memudahkan siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditargetkan. diharapkan guru dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu Pengorganisasian pembelajaran IPA Terpadu adalah kegiatan yang sistematik dalam penyusunan struktur dan pembentukan hubungan-hubungan agar diperoleh kesesuaian dalam usaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Strategi pembelajaran yang dipilih bisa berbentuk kegiatan tatap muka atau non tatap muka. Dapat saling berbagi pengalaman dalam memantapkan kegiatan belajar mengajar dan memilih metode dan teknik yang tepat sehingga efektivitas dan efisiensi pembelajaran IPA dapat tercapai. Mengajar. Hal ini dilakukan melalui koordinasi kegiatan seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). struktur pembinaan. Strategi pembelajaran yang harus dikembangkan oleh guru diantaranya adalah memilih teknik penilaian yang jitu agar guru dapat mengetahui penguasaan kompetensi dasar yang dicapai siswa. media dan pengalaman belajar yang harus dialami siswa sehingga kompetensi dasar dapat tercapai. silabus dan satuan pembelajaran. Pengorganisasian pembelajaran IPA dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama antar lembaga agar pengetahuan guru dalam pembelajaran IPA dapat meningkat. 3. Dalam perencanaan pembelajaran. Mengenai struktur organisasi dalam pembelajaran IPA Terpadu tidak akan terlepas dari struktur organisasi sekolah pada umumnya. dan Sanggar Pemantapan Kerja Guru (SPKG) atau melalui pendidkan dan pelatihan.

Pada bagian pendahuluan. menantang. melakukan penilaian atau repleksi. minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedial dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran. inspiratif. Pelaksanaan pembelajaran IPA meliputi kegiatan pendahuluan. akan tetapi hubungan yang menumbuhkan kesadaran pribadi untuk belajar. menyampaikan cakupan materi sesuai dengan silabus. Hubungan antara guru dengan siswa adalah hubungan kewibawaan. Pernyataan diatas dimaksudkan bahwa guru adalah salah satu komponen pembelajaran utama dalam sistem pendidikan dan sangat mempengaruhi hasilnya. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. Pada pelaksanaan kegiatan inti yang merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif. dan (4) pengelolaan kelas. juga bukan hubungan kekuasaan dimana siswa harus selalu tunduk. Dalam kegiatan penutup. Belajar adalah interaksi antara guru dan siswa. mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran sebelumnya. (2) adanya beban kerja minimal guru. Pelaksanaan pembelajaran IPA merupakan implementasi dari Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP).31 Pelaksanaan proses pembelajaran IPA harus memenuhi beberapa persyaratan: (1) adanya rombongan belajar yang memadai. kegiatan inti dan kegiatan penutup. menyenangkan. Baik buruknya suatu program pembelajaran sangat ditentukan oleh faktor guru. kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. (3) ada buku teks pelajaran . Sampai saat ini masih ada siswa . serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. guru bersama dengan siswa membuat rangkuman materi yang telah dipelajari. elaborasi dan konfirmasi. Hal ini tidak berarti harus menimbulkan rasa takut pada siswa dan guru bisa semena-mena pada siswa. Dalam kegiatan inti biasanya digunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang dapat meliputi proses eksplorasi.

mengemukakan bahwa: Kewibawaan timbul karena kemampuan guru menampakan kebulatan pribadinya. Ia hendak menjamin keselarasan. efektif dan menyenangkan pada siswa.32 yang merasa benci. Djoni. proyek atau produk. serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. sikap yang mantap karena kemampuan-kemampuan profesional yang dimilikinya. dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilian kelompok mata pelajaran yang biasanya dibicarakan pada acara MGMP. portofolio dan penilaian diri. 5. dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan. padahal perasaan seperti itu tidak perlu ada jika guru IPA dapat menimbulkan kewibawaan dan dapat menyaampaikan pembelajaran secara aktif. sehingga relasi kewibawaan itu akan menjadi katalisator subjek didik mencapai kepribadiannya. (1985:9-10). 4. Pengawasan tidak saja untuk mencegah pemborosan atau untuk . kreatif. kecerdasan dan ekonomi di seluruh usaha pendidikan dan pengajaran. Penilaian Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Pengawasan pendidikan berkewajiban untuk menyediakan kondisi yang perlu untuk menyelesaikan tugas kewajiban dengan efektif dan efisien. Pengawasan Dalam Pembelajaran IPA Terpadu Pengawasan dalam pembelajaran IPA merupakan suatu aktivitas yang mengusahakan agar kegiatan belajar mengajar itu terlaksanan sesuai dengan perencanaan atau dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. penilaian hasul karya berupa tugas. menurut hemat penulis peranan guru dalam kegiatan belajar mengajar ialah berusaha secara terus menerus untuk membantu siswa membangun konsep bagi dirinya sendiri dengan mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan dimasa kini dan masa yang akan datang. pengukuran sikap. dan segan bila dihadapkan pada pelajaran IPA. Penilaian hasil pembelajaran IPA hendaklah dilakukan secara konsisten. pengamatan kinerja di laboratorium. Berdasarakan hal di atas.

Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran IPA diselenggarakan dengan cara membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses dan mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru.Pemantauan dapat dilakukan dengan cara diskusi kelompok. Pengawasan proses pembelajaran IPA memuat pemantauan proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai tahap penilaian. Akhir dari kegiatan pengawasan proses pembelajaran adalah pelaporan dan tindak lanjut. . Kegiatan pemantauan ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas satuan pendidkian. pelaksanaan proses pembelajaran. dan penilaian hasil pembelajaran. C. mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran. supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan di bidang pendidikan. dan memberikan kesempatan pada guru untuk mengikuti pelatihan atau penataran lebih lanjut. Konsep Pembelajaran IPA Terpadu Beberapa konsep yang harus diperhatikan dalam pembelajaran IPA terpadu. perekaman. Hasil kegiatan pemantauan. Pengertian IPA Terpadu. kegiatan pengawasan yang lain adalah supervisi dan evaluasi. pengamatan. pencatatan. sebagai berikut: 1. Dari hasil pelaporan biasanya diteruskan dengan tindak lanjut berupa pemberian penguatan dan penghargaan pada guru yang telah memenuhi standar. Selain pemantauan. Pemberian teguran yang bersifat mendidik bagi guru yang belum memenuhi standar. wawancara dan dokumentasi. melainkan juga untuk mengarahkan perbuatan kepada maksud-maksud organisasi.33 menghilangkan kebiasaan atau perbuatan yang salah.

evaluasi. pengukuran. (2) proses: prosedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. makhluk hidup. prinsip. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. (3) produk: berupa fakta. sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP/MTs. dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen”. metodik. konsep-konsep. universal. makhluk hidup dan proses kehidupan. teori. berlaku umum (universal). perancangan eksperimen atau percobaan. dan hukum. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. maka dapat disimpulkan bahwa hakikat IPA meliputi empat unsur utama yaitu: (1) sikap: rasa ingin tahu tentang benda. Pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. meliputi bidang kajian energi dan perubahannya. metode ilmiah meliputi penyusunan hipotesis. bumi antariksa. dan tentatif. sistimatis. dengan ciri: objektif. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan ilmiah. (3) aplikasi: penerapan metode ilmiah dan konsep . serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. fenomena alam. Merujuk pada pengertian IPA itu.34 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. dan penarikan kesimpulan. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dan segala isinya. dan materi dan sifatnya yang sebenarnya sangat berperan dalam membantu peserta didik untuk memahami fenomena alam. IPA bersifat open ended. Dalam hal ini Carin dan Sund (1993) mendefinisikan IPA sebagai “pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur. yaitu pengetahuan yang telah mengalami uji kebenaran melalui metode ilmiah. Pembelajaran IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

metode ilmiah. Keadaan ini diperparah oleh pembelajaran yang beriorientasi pada tes/ujian. Namun demikian. Pembelajaran lebih bersifat teacher-centered. Dalam proses pembelajaran IPA keempat unsur itu diharapkan dapat muncul. Oleh karena itu. Peserta didik tidak dibiasakan untuk mengembangkan potensi berpikirnya. Peserta didik hanya mempelajari IPA pada domain kognitif yang terendah. Alasan yang sering dikemukakan oleh para guru adalah keterbatasan waktu. dan jumlah peserta didik per kelas yang terlalu banyak. dan aplikasi tidak tersentuh dalam pembelajaran. Abad 21 ditandai oleh pesatnya perkembangan IPA dan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat. kreatif. Akibatnya IPA proses. dan efektif.35 IPA dalam kehidupan sehari-hari. Cara berpikir yang dikembangkan dalam kegiatan belajar belum menyentuh domain afektif dan psikomotor. sarana. guru hanya menyampaikan IPA sebagai produk dan peserta didik menghafal informasi faktual. Kecenderungan pembelajaran IPA pada masa kini adalah peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan dicapai sebagai . diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan peserta didik untuk melek IPA dan teknologi. Dalam kenyataannya. mampu berpikir logis. menghafalkan konsep. terutama teknologi informasi dan komunikasi. mereka tetap berharap agar pembelajaran IPA di sekolah dapat disajikan secara menarik. kritis. memang tidak banyak peserta didik yang menyukai bidang kajian IPA. dan meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru. serta dapat berargumentasi secara benar. efisien. lingkungan belajar. sikap. karena dianggap sukar. atau karena mereka tak berminat menjadi ilmuwan atau ahli teknologi. Keempat unsur itu merupakan ciri IPA yang utuh yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. sehingga peserta didik dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. memahami fenomena alam melalui kegiatan pemecahan masalah. Pengalaman belajar yang diperoleh di kelas tidak utuh dan tidak berorientasi tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. teori dan hukum. keterbatasan kemampuan peserta didik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak peserta didik yang cenderung menjadi malas berpikir secara mandiri.

Pembelajaran IPA di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. Karakteristik Bidang kajian Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) didefinisikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pengumpulan data dengan eksperimen. “mengapa”. dan eksperimen. (3) dikembangkannya sikap ilmiah. Indikator pencapaian kompetensi dikembangkan oleh sekolah. melakukan eksperimen untuk menguji prediksi. serta bumi dan alam semesta. (2) kemampuan untuk memprediksi apa yang belum diamati. memprediksi konsekuensi dari hipotesis. serta . dan media serta lingkungan belajar yang ada di sekolah. belajar berinteraksi dan berkomunikasi. bekerja sama dalam kelompok. dan “bagaimana” tentang gejala alam maupun karakteristik alam sekitar melalui caracara sistematis yang akan diterapkan dalam lingkungan dan teknologi. prediksi. Metode ilmiah dalam mempelajari IPA itu sendiri telah diperkenalkan sejak abad ke-16 (Galileo Galilei dan Francis Bacon) yang meliputi mengidentifikasi masalah. Ada tiga kemampuan dalam IPA yaitu: (1) kemampuan untuk mengetahui apa yang diamati. Semua ini ditujukan agar guru dapat lebih aktif. kreatif. memahami jawaban. dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut hasil eksperimen. Dalam belajar IPA peserta didik diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi peserta didik dengan teori melalui eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. dan deduksi untuk menghasilkan suatu penjelasan tentang sebuah gejala yang dapat dipercaya. Kegiatan pembelajaran IPA mencakup pengembangan kemampuan dalam mengajukan pertanyaan. materi dan sifatnya. mencari jawaban. dan melakukan inovasi dalam pembelajaran tanpa meninggalkan isi kurikulum. pengamatan. disesuaikan dengan lingkungan setempat. serta bersikap ilmiah. dan merumuskan hukum umum yang sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis. diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya melalui cara kerja ilmiah. Melalui pembelajaran IPA terpadu.36 peserta didik yang dituangkan dalam empat aspek yaitu. menyempurnakan jawaban tentang “apa”. energi dan perubahannya. 2. menyusun hipotesa. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada metode ilmiah. makhluk hidup dan proses kehidupan.

Hipotesis ini dapat berasal dari pengamatan terhadap kejadian seharihari yang memerlukan pembuktian secara ilmiah. tekun. ulet. sabar. terbuka. yaitu dengan gambar. kritis. yaitu sebagai penerapan matematika pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan peristiwa alam. 3. (3) latihan berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar matematika. merencanakan eksperimen untuk menjawab pertanyaan. Tujuan Pembelajaran IPA Terpadu Tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah sebagai berikut : a. peduli terhadap lingkungan. dan menganalisis data. mengajukan pertanyaan. tidak percaya tahyul. mengklasifikasikan. dan sebagainya. menerapkan ide pada situasi baru. (2) menanamkan pada peserta didik pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). cermat. menggunakan peralatan sederhana serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara. Oeh karena itu pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya: (1) memberikan pengalaman pada peserta didik sehingga mereka kompeten melakukan pengukuran berbagai besaran fisis. Keterampilan dalam mencari tahu atau berbuat tersebut dinamakan dengan keterampilan proses penyelidikan atau “enquiry skills” yang meliputi mengamati. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran . jujur. hal ini akan membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. mengolah. Pembelajaran IPA menekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu memahami alam sekitar melalui proses “mencari tahu” dan “berbuat”. menyusun hipotesis. Melalui keterampilan proses dikembangkan sikap dan nilai yang meliputi rasa ingin tahu. mengukur. yang didasarkan pada metode ilmiah. (4) memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana maupun penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. disiplin. memperhatikan keselamatan kerja. lisan.37 prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. menggolongkan. dan bekerja sama dengan orang lain. tulisan.

Meningkatkan minat dan motivasi Pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. pembelajaran terpadu juga menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep pengetahuan dan nilai atau tindakan yang termuat dalam tema tersebut. yaitu fisika. sistimik. Guru Pembelajaran IPA Terpadu merupakan gabungan antara berbagai bidang kajian IPA. c. dan langkah pembelajaran yang dipandang memiliki kesamaan atau keterkaitan. kemampuan analitik. 4. Di samping itu. Peserta didik akan lebih termotivasi dalam belajar bila mereka merasa bahwa pembelajaran itu bermakna baginya. tenaga. Selanjutnya peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. maka pembelajaran akan lebih efesien dan efektif b. dan bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. kimia. peserta didik digiring untuk berpikir luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan konseptual yang disajikan guru. menyerap. Beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus Model pembelajaran IPA terpadu dapat menghemat waktu. dan analitik. menyeluruh. kompetensi dasar.38 Keterpaduan bidang kajian dapat mendorong untuk mengembangkan kreativitas tinggi karena adanya tuntutan untuk memahami keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lain. Hal ini terjadi karena adanya proses pemaduan dan penyatuan sejumlah standar kompetensi. menerima. dan biologi. dan kemampuan kategorik agar dapat memahami keterkaitan atau kesamaan materi maupun metodologi. dan sarana. untuk memiliki kecermatan. serta biaya karena pembelajaran beberapa kompetensi dasar dapat diajarkan sekaligus. Dengan model pembelajaran yang terpadu dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Implikasi Pembelajaran IPA Terpadu Implikasi pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal berikut: a. maka dalam . utuh. teratur.

yakni: team teaching. untuk mereviu apakah skenario yang disusun sudah dapat memenuhi persyaratan yang berkaitan dengan bidang studi di luar yang ia mampu. Setiap guru memiliki tugas masing-masing sesuai dengan keahlian dan kesepakatan. pengalaman dan pemahaman peserta didik lebih kaya daripada dilakukan oleh seorang guru karena dalam satu tim dapat mengungkapkan berbagai konsep dan pengalaman. Kelebihan sistem ini antara lain adalah: pencapaian KD pada setiap topik efektif karena dalam tim terdiri atas beberapa yang ahli dalam ilmu-ilmu sosial. Hal ini memberikan implikasi terhadap guru yang mengajar di kelas. maka dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut. a) Guru-guru yang tercakup ke dalam mata pelajaran IPA diberikan pelatihan bidang-bidang studi di luar bidang keahliannya. 1) Team Teaching Pembelajaran terpadu dalam hal ini diajarkan dengan cara team. satu topik pembelajaran dilakukan oleh lebih dari seorang guru. dan peserta didik akan lebih cepat memahami karena diskusi akan berjalan dengan narasumber dari berbagai disiplin ilmu. seperti guru bidang studi Fisika diberikan pelatihan tentang bidang studi Kimia dan Biologi. b) Koordinasi antar bidang studi yang tercakup dalam mata pelajaran IPA tetap dilakukan. 2) Guru Tunggal Untuk tercapainya pembelajaran IPA Terpadu yang dilakukan oleh guru tunggal tersebut.39 pelaksanaannya tidak lagi terpisah-pisah melainkan menjadi satu kesatuan. dalam pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan dengan dua cara. . Untuk itu. Hal tersebut disesuaikan dengan keadaan guru dan kebijakan sekolah masing-masing. dan guru tunggal. c) Disusun skenario dengan metode pembelajaran yang inovatif dan memunculkan nalar para peserta didik sehingga guru tidak terjebak ke dalam pemaparan yang parsial bidang studi.

pengetahuan. utuh. Hal ini disebabkan model ini menekankan pada pengembangan kemampuan analitik terhadap konsep-konsep yang dipadukan. sistemik. dan analitik. kemampuan asosiatif. Pembelajaran terpadu perlu dilakukan dengan variasi metode yang tidak membosankan. pembelajaran model ini menuntun kemampuan belajar peserta didik lebih baik. Aktivitas pembelajaran harus lebih banyak berpusat pada peserta didik agar dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. karena dapat mengembangkan kemampuan asosiasi konsep dan aplikasi konsep. c. secara psikologik. b. serta kemampuan eksploratif dan elaboratif. dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep. teratur.40 d) Persiapan pembelajaran disusun dengan matang sesuai dengan target pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan topik yang dihasilkan dari pemetaan yang telah dilakukan. Selain itu. Oleh karena pembelajaran terpadu pada dasarnya merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang tercakup dalam ilmu alam maka dalam pembelajaran ini memerlukan bahan ajar yang lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan dengan . Dengan mempergunakan model pembelajaran IPA Terpadu. Peserta didik Dilihat dari aspek peserta didik. peserta didik digiring berpikir secara luas dan mendalam untuk menangkap dan memahami hubungan-hubungan konseptual yang disajikan guru. model pembelajaran IPA Terpadu dapat mempermudah dan memotivasi peserta didik untuk mengenal. menyerap. Bahan Ajar Bahan ajar memiliki peran yang penting dalam pembelajaran termasuk dalam pembelajaran terpadu. nilai atau tindakan yang terdapat dalam beberapa indikator dan Kompetensi Dasar. peserta didik akan terbiasa berpikir terarah. menerima. Dengan demikian. Selanjutnya. pembelajaran IPA Terpadu memiliki peluang untuk pengembangan kreativitas akademik. baik dalam aspek intelegensi maupun kreativitas. menyeluruh.

b. hanya saja ia memiliki kekhasan tersendiri dalam beberapa hal. . kaset. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab.236). karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. brosur. dan mandiri. Dalam satu topik pembelajaran. majalah. Hal ini disebabkan untuk memberikan pengalaman yang terpadu. 5. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai bidang kajian (Carin. berdisiplin. diperlukan sejumlah sumber belajar yang sesuai dengan jumlah Standar Kompetensi yang merupakan jumlah bidang kajian yang tercakup di dalamnya. dapat juga digunakan disket. Di samping itu. Pemanduan Konsep dalam Pembelajaran IPA Terpadu Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa bidang kajian adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubung kaitkan konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. atau CD yang berkaitan dengan bahan yang akan dipadukan. Dalam pembelajaran IPA Terpadu.41 pembelajaran monolitik. d. bahan bacaan penunjang seperti jurnal. Sebagai bahan penunjang. serta alat pembelajaran yang terkait dengan indikator dan Kompetensi Dasar ditetapkan. hasil penelitian. namun demikian dalam pembelajaran ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sarana yang relatif lebih banyak dari pembelajaran monolitik. Bahan yang akan digunakan dapat berbentuk buku sumber utama maupun buku penunjang lainnya. Pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan tema. koran. 1997. peserta didik harus diberikan ilustrasi dan demonstrasi yang komprehensif untuk satu topik tertentu. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivas dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. Sarana dan Prasarana Dalam pembelajaran IPA terpadu diperlukan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran yang pada dasarnya relatif sama dengan pembelajaran yang lainnya.

masyarakat. e. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. guru. berbicara. d. Oleh karena itu. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA.42 c. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka mendengar. Contoh 1: Pengaruh asap rokok terhadap lingkungan (pencemaran udara) Pengaruh bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari PerokokA ktif Perokok Pasif Lingkungan Pengaruh rokok bagi kesehatan Rokok Materi dan sifatnya Gangguan pada sistem pernapasan Kesehatan Makhluk hidup dan proses kehidupan Gambar 2-1 Jaringan tema rokok . kolaborasi. membaca. dan berinteraksi dengan teman.lingkunganteknologi . sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA . menulis dan melakukan kegiatan menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. Berikut ini diberikan contoh pembelajaran IPA Terpadu dengan tema yang bernuansa IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat. dan dunia nyata.

bakat. aplikasi. Standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik sudah tercantum dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran IPA. pemahaman. Konsep-konsep yang dapat dipadukan pada semester yang berlainan pembelajarannya dapat dilaksanakan pada semester yang sama (tertentu) dengan tidak meninggalkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada semester lainnya.43 6. kebutuhan. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran IPA Terpadu a. analisis. dan kemampuan). Perencanaan Secara konseptual yang dimaksud terpadu pada pengembangan pembelajaran IPA dapat berupa contoh. dan evaluasi dalam mata pelajaran IPA. Ada berbagai model dalam mengembangkan pembelajaran IPA Terpadu yang dapat dilihat pada alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu berikut ini: Menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan Membuat matriks atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu Mempelajari Standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian Merumuskan indikator pembelajaran terpadu Memilih/menetapkan tema atau topik pemersatu Menyusun silabus pembelajaran terpadu Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu . Keberhasilan pembelajaran terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat.

dalam pembelajaran IPA Terpadu. isu sentral yang sedang berkembang saat ini.44 Gambar 2-2 Alur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Terpadu Beberapa ketentuan 1) 2) dalam pemetaan Kompetensi Dasar Kompetensi dalam dalam pengembangan model pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut. Tema yang ditentukan selain relevan dengan Kompetensikompetensi Dasar yang terdapat dalam satu tingkatan kelas. juga sebaiknya relevan dengan pengalaman pribadi peserta didik. 3) Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPA pada kelas yang sama. dalam arti sesuai dengan keadaan lingkungan setempat. 3) Dalam menentukan topik. melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja. merupakan perekat antar-Kompetensi Dasar yang terdapat dalam bidang kajian IPA. Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan. Mengidentifikasikan beberapa Dasar berbagai Standar Kompetensi yang memiliki potensi untuk dipadukan. 1) 2) Tema. . 4) Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya. dapat menjadi prioritas yang dipilih dengan tidak mengabaikan keterkaitan antar-Kompetensi Dasar pada bidang kajian yang telah dipetakan. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri. jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan topik/tema pada pembelajaran IPA Terpadu antara lain meliputi hal-hal berikut.

Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. membangkitkan motivasi belajar peserta didik. 1) Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. menciptakan suasana belajar yang demokratis. melaksanakan kegiatan apersepsi (apperception). dan kegiatan penutup/tindak lanjut. dan penilaian awal (pre-test). Model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP). karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Fungsinya terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Melaksanakan apersepsi (apperception) dilakukan dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar terhadap jawaban peserta didik. dan membangkitkan perhatian peserta didik. kegiatan inti. Penciptaan kondisi awal pembelajaran dilakukan dengan cara: mengecek atau memeriksa kehadiran peserta didik (presence. dilanjutkan dengan mengulas materi pelajaran yang akan dibahas. Melaksanakan penilaian awal dapat dilakukan dengan cara lisan pada beberapa peserta didik yang dianggap . Kegiatan utama yang dilaksanakan dalam pendahuluan pembelajaran ini di antaranya untuk menciptakan kondisi-kondisi awal pembelajaran yang kondusif. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perangkat administrasi pembelajaran untuk menjabarkan silabus menjadi rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikemas dalam kegiatan pendahuluan. Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik (readiness).45 b. attendance).

46 mewakili seluruh peserta didik. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Kegiatan tatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. Kegiatan tindak lanjut harus ditempuh berdasarkan pada proses dan hasil belajar peserta didik. tetapi juga sebagai kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik dan kegiatan tindak lanjut. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. bisa juga penilaian awal ini dalam prosesnya dipadukan dengan kegiatan apersepsi. 2) Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). Secara umum kegiatan akhir dan tindak lanjut dalam pembelajaran terpadu di antaranya: a) Mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah diajarkan. Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di bidang kajian yang satu dengan konsep di bidang kajian lainnya. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan non-tatap muka. 3) Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran. b) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. Waktu yang tersedia untuk kegiatan ini relatif singkat. menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit . oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin.

Bentuk-bentuk instrumen yang dikelompokkan menurut jenis tagihan dan teknik penilaian adalah: a) Tes: isian. dan unjuk kerja dan b) Non tes: panduan observasi. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. tes unjuk kerja dan tugas rumah yang berupa proyek. c. Apabila penilaian menggunakan tehnik tes tertulis uraian. d) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. menjodohkan. c) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Sistem penilaian dengan menggunakan tes merupakan sistem . dan rubrik. bentuk dan instrumen yang digunakan terdapat pada lampiran. harus disertai rubrik penilaian. Jenis penilaian terpadu terdiri atas tes dan bukan tes.d) tugas. c) wawancara. e) proyek. Objek penilaian mencakup penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. dan f) portofolio. Untuk jenis tagihan nontes. 3) Instrumen Instrumen merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi. benar-salah. membaca materi pelajaran tertentu. pilihan ganda. b) angket. Penilaian Penilaian yang dikembangkan mencakup teknik. teknik-teknik penilaian yang dapat diterapkan adalah: a) observasi. kuesioner. uraian. Model penilaian ini disesuaikan dengan penilaian berbasis kelas pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. 2) Bentuk Instrumen Bentuk instrumen merupakan alat yang digunakan dalam melakukan penilaian/pengukuran/evaluasi terhadap pencapaian kompetensi peserta didik. Teknik-teknik yang dapat diterapkan untuk jenis tagihan tes meliputi: a) Kuis dan b) Tes Harian. 1) Teknik Penilaian Teknik penilaian merupakan cara yang digunakan dalam melaksanakan penilaian tersebut. panduan wawancara.47 oleh peserta didik.

ada beberapa pendekatan strategi pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh Sukmadinata. Dari beberapa istilah tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai strategi mebelajaran seperti diuraikan berikut ini: Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful adalah: Suatu strategi pembelajaran yang mengutamakan aktivitas kegiatan siswa. menganalisa dan menyimpulkan . menyimpulkan bahan ajar. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Sistem ini kurang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara menyeluruh. mengolah. kemampuan mekanistis tanpa mempehatikan arti. D. Oleh karena itu untuk melengkapi gambaran kemajuan belajar secara menyeluruh maka dilengkapi dengan non-tes. kebermaknaan. sebab hasil belajar digambarkan dalam bentuk angka yang gambaran maknanya sangat abstrak. dimana guru hanya berfungsi untuk memotivasi. seperti terlihat pada gambar di bawah ini. masyarakat. Discovery adalah: Suatu proses aktivitas kegiatan siswa untuk mencari. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik.48 penilaian konvensional. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. menafsirkan. menafsirkan. Rote adalah Suatu strategi belajar siswa untuk menguasai bahan ajar. lingkungan. mendorong dan fasilitator. dan tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. Meaningful adalah: Bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. Konsep Strategi Pembelajaran. mengolah. tugas dan lembaga. Agar kegiatan proses pembelajaran tersebut menjadi lebih menarik dan diminati oleh seluruh warga belajarnya maka perlu dibuat berbagai macam strategi yang tepat guna sehingga mampu meningkatkan hasil belajar yang lebih baik lagi. peserta didik dengan guru. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. sehingga siswa dituntut untuk mencari.

tugas. Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful adalah : Suatu strategi pembelajaran yang hanya mengutamakan pada kemampuan mekanistis dari bahan dan kemampuan yang dipelajari dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. Dari dua analisa Strategi Pembelajaran diatas maka dapat dilihat beberapa perbedaan. dan masyarakat. pendorong dan fasilitator. sendiri. Sehingga pada strategi Pembelajaran RoteMeaningfu. tugas. kebermaknaan. mengolah. lembaga. Simulasi. kelihatannya peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi. tugas dan lembaga. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu sendiri. pendorong dan fasilitator. menganalisa dan menyimpulkan bahan ajar yang dipelajari.49 bahan ajar yang dipelajari. Tuntutan Hasil Pembelajaran: Pada strategi pembelajaran DiscoveryMeaningful siswa dituntut untuk mencari. serta tugas dari bahan ajar bagi siswa itu . masyarakat. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. diantaranya adalah: Proses pembelajaran: Pada strategi pembelajaran Discovery-Meaningful aktifitas siswa sangat dominan dan guru berfungsi sebagai motivator. kebermaknaan. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Diskusi. menafsirkan. Dalam strategi pembelajaran Discovery-Meaningful kapasitas guru hanya berfungsi sebagai motivator. dan masyarakat. Metode-metode pengajaran dan bahan-bahan ajaran yang cocok untuk kedua strategi pembelajaran diatas adalah: Metode pada Strategi Pembelajaran Discovery-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan aktivitas kelompok. dan kurang memperhatikan arti. lembaga. kurang memperhatikan arti. Sedangkan Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful siswa hanya di orientasikan untuk memiliki kemampuan mekanistis dari bahan ajar saja. kemudian siswa juga dituntut untuk mencari kemampuan dari apa yang telah atau yang sedang dipelajarinya dengan didasarkan atas kebutuhan siswa. sedangkan pada Strategi Pembelajaran RoteMeaningful siswa hanya dituntut untuk memiliki kemampuan mekanistis saja sehingga peran guru sangat dominan dan berfungsi sebagai pusat informasi.

pengamatan. diskusi kelas). Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. mata pelajaran. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Problem Solving melalui kegiatan: Penyusunan rancangan. demonstrasi/peragaan. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Penilaian dilakukan dengan . 6. satuan pembelajaran. yaitu kegiatan siswa dan materi. Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. pengetahuan.50 Role playing. melakukan penelitian pada praktek pembuatan tempe untuk menemukan sel Rhizopus. lisan (ceramah. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. dll. 2. dan keterampilan. Eksperimen. seminar. Dalam penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. melakukan percobaan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. menganalisa masalah yang timbul. tanya jawab. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi. Metode pada Strategi Pembelajaran Rote-Meaningful: misalnya dengan menggunakan pendekatan variasi metoda dan media pelajaran. Dapat juga menggunakan belajar berbuat. 4. Penentuan Jenis Penilaian. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. 5. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. menyimpulkan hasil. 3. 1. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. khususnya guru. Contoh bahan-bahan Pelajaran: Pada Mata Pelajaran IPA/Saint. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. metode-metode yang digunakan diantarnya adalah: Ekspositori.

(e) sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian diantaranya : (a) penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. proyek dan/atau produk. Menentukan alokasi waktu penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. (c) sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.51 menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. dan penilaian diri. pengamatan kinerja. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. menganalisis. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. kedalaman. Misalnya. keluasan. (b) penilaian menggunakan acuan kriteria. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. serta untuk mengetahui kesulitan siswa. pengukuran sikap. . program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. tingkat kesulitan. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. (d) hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. penggunaan portofolio. 7. penilaian hasil karya berupa tugas.

52 8. dan ag artinya memimpin). merumuskan visi (tujuan jangka panjang yang paling mungkin). Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. menetapkan misi (peranan yang dimainkan organisasi dalam masyarakat). serta lingkungan fisik. rencana itu memberikan pengertian rumusan strategi . narasumber. tujuan korporet (tujuan usaha dan keuangannya). alam. dalam hubungan analisis situasi. dan tujuan taktikal. kegiatan pembelajaran. 1. yang berarti seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral. Secara sederhana Soekartono. merekomendasikan rencana strategik. bersamaan dengan analisis tersebut. tujuan-tujuan itu. Menganalisis pesaing secara internal dan eksternal. Istilah strategi semula bersumber dari kalangan militer dan secara populer sering dinyatakan sebagai kiat yang digunakan oleh para jendal untuk memenangkan suatu peperangan. (1993:35). Sedangkan Sanusi. berkenaan dengan: Menganalisis faktor-faktor strategik dari situasi lingkungan. dan budaya. dengan mengidentifikasi keunggulan komparatif organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko sehingga organisasi menjadi lebih efektif. Menentukan sumber belajar adalah rujukan. sebab strategi merupakan instrumen untuk menghadapi dan mengantisipasi perubahan lingkungan sekaligus sebagai kerangka kerja untuk menyelesaikan setiap masalah. yang berupa media cetak dan elektronik. Strategi Pembelajaran IPA Terpadu Perumusan strategi merupakan langkah awal yang sangat penting bagi ketercapaian tujuan organisasi. menetapkan tujuan organisasi. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. baik lingkungan mikro maupun makro. sosial. tujuan dari satuan bisnis strategik (sasaran dan keuangannya). Strategi juga akan memberikan arah jangka panjang yang akan dituju. Konsep Strategi Istilah strategi berasal dari kata yunani strategeia (stratos artinya militer. dan indikator pencapaian kompetensi. menganalisis. organisasi. (20007:2). E. memberikan pengertian strategi sebagai cara untuk mencapai tujuan dengan daya dan sarana yang dapat dihimpun.

(Herdiwandani. maka menurut hemat penulis. atau yang diterimanya dari pihak atasannya. Siagian. Mengacu pada pendapat di atas. Richard Vancil sebagaimana yang dikutip oleh Winardi. yang membatasi skope aktivitasaktivitas organisasi yang bersangkutan. (1997:96). merumuskan konsep strategi sebagai berikut: Strategi sebuah organisasi atau sub unit sebuah organisasi lebih besar yaitu sebuah Konseptualisasi yang dinyatakan atau yang diimplikasikan oleh peminpin organisasi yang bersangkutan. b) kendala-kendala luas dan kebijakan-kebijakan yang atau ditetapkan sendiri oleh sang pemimpin. berupa a) sasaran-sasaran jangka panjang atau tujuan-tujuan organisasi tersebut. dan c) kelompok rencana-rencana dan tujuan-tujuan jangka pendek yang telah diteapkan dengan ekspektasi .53 memberikan detil tentang bagaimana lankag dan cara yang paling tepat untuk mencapai tujuan yang dimaksud. dapat disistematikan seperti pada gambar 6 berikut: IDENTIFIKASI MASALAH RENCANA LANGKAH YANG AKAN DIAMBIL PENERAPAN PEMECAHAN MASALAH PENGELOMPOKAN MASALAH BENTUK NYATA PADA KESIMPULAN PERENCANAAN UNTUK IMPLEMENTASI PROSES ABSTRAKSI TIMBULNYA KESIMPULAN PENENTUAN METODE PEMECAHAN VALIDASI HIPOTESIS PEMECAHAN DENGAN ANALISIS FORMALISASI HIPOTESIS PEMECAHAN Gambar 2-3 Model Tahap Berpikir Strategik Bila dikaitkan dengan fungsi manajemen. startegi dapat dipandang sebagai suatu proses berpikir dalam memecahkan persoalan secara sistematis melalui langkah-langkah analisis. memberikan pengertian strategi sebagai: Rencana berskala besar yang berorientasi jangkauan masa depan yang jauh serta ditetapkan sedemikian rupa sehingga memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif dengan lingkunganya dalam kondisi persaingan yang kesemuanya diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang bersangkutan. Tahap berpikir strategik menurut Kenneth Primozic. 2000:25). (1995:17).

Pandangan ini diterapkan bagi para manajer yang bersifat reaktif. Pada definisi ini. b. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan organisasi. c. maka menurut pendapat penulis. Dari perspektif pertama. yaitu (1) dari perspektif apa suatu organisasi ingin lakukan. dan (2) dari perspektif apa organisasi akhirnya lakukan. Berdasarkan penjelasan di atas. Makna yang terkandung dari strategi ini adalah bahwa para manajer memainkan peranan yang aktif. yan memungkinkan menarik keuntungan-keuntungan dari badang-bidang kekuatannya. Pengenalan lingkungan dimana organisasi akan berinteraksi dengan berbagai kondisinya. Organisasi yang bersangkutan masih meraih suatu keunggulan apabila ia dapat memanfatkan peluang-peluang di dalam lingkungan. yaitu hanya menanggapi dan menyesuaikan diri teradap lingkungan secara pasif manakala dibutuhkan. sadar dan rasional dalam merumuskan srtategi organisasi. yang menonjol dalam faktor ini ialah bahwa straetgi merupakan keputusan dasar yang dinyatakan secara garis besar. Profil tertentu bagi organisasi yang menggambarkan kemampuan yang dimiliki dan kondisi internal yang dihadapi oleh organisasi. strategi dapat didefinisikan sebagai pedoman untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimpementasikan misinya. Berdasarkan berbagai definisi tersebut. Strategi berarti menentukan misi pokok suatu organisasi. dapat penulis simpulkan bahwa perumusan strategi harus memperhatikan berbagai faktor yang sifatnya kritikal. strategi didefinisikan sebagai pola tanggapan atau respon organisasi terhadap lingkungan sepanjang waktu. di mana tujuan strategi adalah untuk mempertahnkan atau mencapai suatu posisi keunggulan dibandingkan dengan pihak pesaing.54 akan diberikannya sumbangsih mereka dalam hal mencapai sasaran-sasaran organisasi tersebut. yaitu: a. Sedangkan berdasarkan perspektif kedua. konsep strategi dapat didefinisikan berdasakan dua perspektif yang berbeda. meskipun strategi strategi tersebut tidak pernah dirumuskan secara eksplisit. setiap organisasi pasti memiliki strategi. .

berbagai peluang yang munkin timbul. dan harus dimanfaatkan. Memperhatikan bentuk tipe dan struktur organisasi yang akan digunakan. j. kreativitas dan diskresi para pelaksana kegiatan oprasional tidak dihambat. 3) hanya bisa dinyatakan secara kualittif. dalam arti diperkirakan mungkin dicapai. g. dan 4) masih abstrak. f. Suatu sasaran jangka panjang pada umumnya mempunyai cari yang menonjol. dinyatakan secara kuantitatif. Menciptakan suatu sistem pengawasan yang menjamin daya inovasi. 2) praktis. dan 4) h.55 d. prasarana dan waktu. yaitu: 1) sifatnya yang idealistis. . i. Artinya perlu ditetapkan sasaran dengan ciriciri: 1) jangkuan waktu ke depan spesifik. Memilih satu alternatif yang dipandang paling tepat dikaitkan dengan sasaran jangka panjang yang dianggap mempunyai nilai yng paling strategik. Mengidentifikasi beberapa pilihan yang wajar dari berbagai alternatif yang tersedia dikaitkan dengn keseluruhan upaya yang akan dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. sarana. Suatu strategis harus merupakan analisis yang tepat tentang kekuatan yang dimiliki kelemahan yang mungkin melekat. serta ancaman yang diperkirakan akan dihadapi organisasi. e. Dengan ciri-ciri seperti itu. Mempersiapkan tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan kualitas teknis dan perilaku serta mempersiapkan sistem manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada pengakuan dan penghargan harkat dan martabat dalam organisasi. 3) bersifat konkrit. dan diperhitungkan dapat dicapai karena didukung oleh kemampuan dan kondisi internal organisasi. 2) jangkuan waktunya jauh ke depan. suatu strategi perlu memberikan arah tentang rincian yang perlu dilakukan. Memperhatikan pentingnya oprasionalisasi keputusan dasar yang dibuat dengan memperhitungkan kemampuan organisasi di bidang anggaran. k.

berdasarkan penjelasan di atas. Dengan demikian sesungguhnya manajemen stratejik merupakan sebuah proses berkelanjuan dan tahapan-thapannya merupakan bagian-bagian yang berinteraksi dari sebuah sistem secara keseluruhan. Sistem penilaian tentang keberhasilan dan ketidakberhasilan pelaksanaan strategi yang dilakukan berdasarkan serangkain kriteria yang rasional dan okjektif. dapat penulis nyatakan bahwa fokus manajemen stratejik adalah pada lingkungan eksternal dan pada operasi-operasi pada masa mendatang. m. maka manajemen stratejik berkaitan dengan upaya memutuskan persoalan strategi dan perencanaan. Mengacu pada pendapat tersebut. Secara skematis keterkaitan antara komponen atau tahapan dalam sebuah sistem manajemen stratejik dapat dilihat pada gambar 2-4 berikut: MISI ORGANISASI PROFIL ORGANISASI Apa yang mungkin dilakukan ? LINGKUNGAN EKSTERNAL Apa yang diinginkan ? . Manajemen stratejik mendeterminasi arah jangka panjang organisasi yang bersangkutan dan ia menghubungkan sumber-sumber daya organisasi yang ada dengan peluang-peluang pada lingkungan yang lebih besar. Menciptakan suatu sistem umpan balik sebagai instrumen bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan strategi yang telah ditentukan itu untuk mengetahui apakah sasaran itu terlampaui. dan bagaimana strategi tersebut dilaksanakan dalam praktik. Kenneth Primozic.56 l. hanya sekedar tercapai atau tidak tercapai. mengemukakan bahwa: Manajemen stratejik sebagai suatu proses yang mempunyai akibat antara lain perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi beberapa atau seluruh komponen yang lain. 2000:31). Proses pembuatan. (Herdiwandani. penerapan dan evaluasi strategi merupakan suatu proes yang berurutan. kesemuanya itu diperlukan sebagi bahan dan dasar untuk mengambil keputusan di masa depan.

Bagi suatu organisasi penentuan misi sangat penting karena misi ini bukan hanya sangat mendasar sifatnya. tujuanya dihubungkan dengan produk dasarnya atau servis. dan teknologi pokoknya dalam produksi. prinsip-prinsi moril dan etika yang akan membentuk falsafah dan watak organisasi yang bersangkutan. tujuan dan perumusan secara menyeluruh dan ia harus mencakup kategori-kategori informasi sebagai berikut : a. pasar-pasar primernya. dan iklim etika di dalam organisasi yang bersangkutan. merupakan sebuah deskripsi alasan bagi eksistensi sesuatu organisasi. kontinuitas. c. Dengan kata lain. Misi ini merupakan suatu bentuk pernyataan umum tetapi bersifat lestari oleh manajemen puncak yang mengandung niat organisasi yang bersangkutan. akan tetapi membuat organisasi memiliki identitas yang khas. yang merangsang proses perumusan tujuan dan strategi. . masalah yang membedakan satu organisasi dari organisasi yang sejenis. Misi menyajikan identitas. yang mengarahkan. b.57 ANALISIS STRATEGI DAN PILIHAN SASARAN JANGKA PANJANG GRAND STRATEGI SASARAN TAHUNAN STRATEGI FUNGSIONAL KEBIJAKAN MELEMBAGAKAN STRATEGI PENGAWASAN DAN EVALUASI Gambar 2-4 Model Manajemen Stratejik (Diadopsi dari Winarno. terlihat bahwa langkah awal yang mendasari langkah penting lainnya dalam penerapan strategi adalah penetapan misi organisasi. mengapa organisasi yang bersangkutan ada. 1997) Berdasarkan gambar di atas.

Strategi Pembelajaran Secara umum strategi pembelajaran mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. 2. dan ia merupakan sebuah pedoman bagi pembentukan strategi-strategi pada tingkatan keorganisasian yang lebih rendah. dimainkan oleh misi dalam hal mengarahkan organisasi yang ada adalah penting. strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru-anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. karena : merupakan sebuah landasan bagi konsolidasi sekitar tujuan organisasi tersebut. e. memilih dan menetapkan prosedur metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya. c. b. merupakan sejumlah petunjuk bagi penerapan tanggung jawab jabatan. memberikan dorongan sumbe daya. memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat. menfasilitasi desain dari kontrol. merumuskan iklim internal organisasi tersebut. Peranan yang a. Dihubungkan dengan belajar mengajar. d. Strategi pembelajaran merupakan dasar dalam proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut seperti: mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan. menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan variabel-variabel kunci bagi sebuah sistem dan petunjuk-petunjuk bagi alokasi sumber- .58 Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa misi memberikan garis besar tentang identitas organisasi yang bersangkutan.

menurut teori Asosiasi (hapalan) tidak akan sama hasilnya dengan pengertian belajar menurut teori Problem Solving (Pemecahan Masalah) dalam cara pendekatan proses pembelajaran oleh pendidik. adil. Norma-norma sosial seperti baik. sehingga mudah dipahami oleh anak didik. Tujuan pembelajaran yang oprasional dalam belajar mengajar mutlak dilakukan oleh guru sebelum melakukan tugasnya di sekolah. metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Pendekatan yang digunakan terhadap kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya. Disini terlihat bahwa proses pembelajaran diperlukan beberapa langkah sebagai hasil kegiatan belajar mengajar yang dilakukan itu dijadikan sebagai sasaran dari pembelajaran. berbeda dengan cara atau metode . dan sebagainya akan melahirkan kesimpulan yang berbeda pula dan bahkan mungkin bertentangan bila dalam cara pendekatannya menggunakan berbagai disiplin ilmu. (d) Menerapkan normanorma atau kriteria keberhasilan yang dapat dijadikan ukuran. pengertian dan teori apa yang guru gunakan dalam memecahkan suatu kasus. tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkrit. Metode atau teknik penyajian untuk memotivikasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannnya untuk memecahkan masalah. yang akan mempengaruhi hasil proses pembelajarannya. Satu masalah yang dipelajari oleh dua orang dengan pendekatan yang berbeda maka akan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang tidak sama. Dalam melaksankan proses kegiatan belajar mengajar bagaimana cara guru memandang suatu persoalan. oleh karena itu.59 balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan. Penjelasan di atas sesuai dengan pendapat Djamarah dan Aswan (1995:5-8). konsep. benar. (b) Memilih cara pendekatan belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. mengemukakan ada empat masalah pokok yang sangat penting yang dapat dan harus dijadikan pedoman buat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam proses pembelajarannya agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan bahwa: Pembelajaran dikatakan berhasil apabila memenuhi empat langkah proses kegiatan belajar mengajar seperti : (a) Spesifikasi dan Kualifikasi perubahan tingkah laku yang diinginkan. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. (c) Memilih dan menetapkan prosedur.

(c) Strategi Pengelolaan Pembelajaran.R David. Bila beberapa tujuan ingin diperoleh. Suatu program baru bisa diketahui keberhasilannya. Implisit di balik karakteristik abstrak itu adalah rasional yang membedakan strategi-strategi yang satu dari strategi yang lain secara fundamental. Strategi pembelajaran memuat alternative-alternative yang harus dipertimbangkan untuk dipilih dalam rangka perencanaan pembelajaran. sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud nampak dipergunakan atau diperagakan guru. (1976). setelah dilakukan evaluasi. maka tenaga pendidik dituntut untuk memiliki kemampuan tentang penggunaan berbagai metode atau mengkombinasikan beberapa metode yang relefan. Sistem penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu strategi yang tidak bisa dipisahkan dengan strategi dasar yang lain.60 supaya anak didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup keberanian untuk mengemukakannya sendiri. dalam ”Teaching Strategies for College Class Room”. (b) Penyampaian Pembelajaran.murid didalam bermacam-macam peristiwa belajar. bahwa: Strategi Pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru tentang cara ia membawakan pengajarannya di kelas secara bertanggung jawab yang diantaranya: (a) Strategi Pengorganisasian Pembelajaran. Dengan demikian konsep strategi dalam hal inimerujuk kepada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru. Berdasarkan pendapat tersebut. sehingga pendidik mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya. strategi berarti pola umum perbuatan guru murid dalam perwujudan kegiatan pembelajaran. tampak bahwa di dalam konteks pembelajaran. mengemukakan : . (2007-103). Dari uraian di atas sejalan dengan pendapat J.murid didalam peristiwa pembelajaran. Dalam Proses pembelajaran pendidik membutuhkan variasi pengunaan teknik penyajian supaya kegiatan belajar mengajar yang berlangsung tidak membosankan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajar sebagai pola dan urutan umum perbuatan guru – murid dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Isjoni.

61

A plan, method, or series of activities designed to achieves a particular education goal. Menurut pengertian ini strategi pembelajaran meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Untuk melaksanakan strategi tertentu diperlukan seperangkat metode pengajaran seperti ceramah, diskusi kelompok maupun tanya jawab yang menggambarkan startegi pembelajaran. Strategi dapat diartikan sebagai ”a plant of operation achieng something ”,(rencana kegiatan untuk mencapai sesuatu), sedangkan metode ialah “a way in achieving something“,(cara untuk mencapai sesuatu), metode pengajaran termasuk dalam perencanaan kegiatan atau strategi. Menurut pendapat penulis, strategi pembelajaran juga tidak sama dengan metode pengajaran. Strategi pembelajaran merupakan kegiatan rencana untuk mencapai tujuan, sedangkan metode pengajaran adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan itu. Metode pengajaran adalah alat untuk mengoprasionalkan apa yang direncanakan dalam strategi pembelajaran seperti sumber belajar, kemampuan yang dimiliki guru dan siswa, media pembelajaran, materi pengajaran, organisasi kelas, waktu yang tersedia, dan kondisi kelas/ lingkungan, merupakan unsur-unsur yang mendukung strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran. Strategi pembelajaran cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Dalam mengenbangkan strategi pembelajaran paling tidak guru perlu mempertimbangkan beberapa hal antara lain: a. Strategi mengaktifkan siswa Dengan cara membuat kelompok mulai dari yang kecil dan pemberian tugas guru, bila siswa belum dapat mengefektifkan kegiatan dalam kelompoknya. Berlanjut pada kondisi kelompok yang lebih besar dengan otonomi berada pada siswa baik untuk menetukan kelompoknya ataupun waktu penyelesaian tugas kelompok bersama-sama dengan guru. Kondisi ini diperlukan untuk membangun kerjasama diantara mereka dan strategi ini agar setiap siswa memikul suatu tanggung jawab dalam kelompoknya. b. Strategi membangun peta konsep siswa

62

Peta konsep dapat dikembangkan secara individual atau dalam kelompok kecil. Siswa-siswa mengatur sejumlah konsep atau kata-kata kunci pada satu halaman kertas, kemudian menghubungkannya dengan garis-garis dan sepanjang garis itu ditulis suatu kata atau ungkapan yang menjelaskan kaitan antar kata-kata atau konsep-konsep. c. Strategi menggali infomasi dari media cetak Jika siswa diminta untuk mengerti dan bukan sekedar mengingat informasi yang ditemukannya di dalam buku pelajaran, bahan rujukan surat kabar dan sebaginya, maka mereka haruslah aktif mengumpulkan informasi setelah itu gunakan pertanyaan terbuka, produktif dan imjinatif. d. Strategi membandingkan dan mensisntesiskan informasi Pemahaman informasi dari berbagai sumber belajar dapat ditingkatkan jika siswa-siswa bekerja dalam kelompok dan setiap anggota kelompok diberi sumber belajar yang berbeda untuk digunakan dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. Dengan demikian, siswa-siawa harus membandingkan dan mendiskusi jawaban-jawaban yang sudah mereka tuliskan sehingga sebagai hasilnya, mereka akan mampu memberi satu jawaban yang memuskan. Ini merupakan strategi yang efektif untuk dipakai oleh kelompok-kelompkok pakar ketika pendekatan’ gergaji ukur (jigsaw) terhadap proyek penelitian digunakan. e. Srategi mengamati (mengawasi) secara aktif Untuk menjamin agar para siswa berpikir aktif sewaktu menonton video mintalah mereka untuk : 1) Menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mereka pikirkan pada waktu menonton video. Ini dapat digunakan sebagai dasar untuk diskusi kemudian atau penelitian lanjutan tentang topik itu. 2) Mnuliskan contoh-contoh kategori tertentu dari peristiwaperistiwa, benda-benda atau hewan-hewan, dan sebagainya yang muncul dalam video itu. Ini dapat didiskusikan kemudian dan dikelompokan sebagao dasar untuk kegiatan meraih konsep. f. Strategi menganalisis dengan peta akibat atau roda masa depan

63

Strategi ini dapat digunakan sebelum atau sesudah siswa-siswa mempelajari sesuatu topik. Hal ini dapat digunakan untuk menemukan seberapa tuntas siswa-siswa sudah memikirkan sesuatu isu atau peristiwa, atau dapat digunakan untuk menentukan apakah mereka sudah mampu menerapkan informasi yang sudah dipelajarinya dalam menganalisis situasi baru. Siswa-siswa diminta untuk mempertimbangkan semua hasil atau akibat yang mungkin dari suatu tindakan atau perubahan dan kemudian hasil-hasil dan akibat-akibatnya sesudah itu. Mereka hendaklah didorong untuk berpikir tentang aakibat-akibat positif dan negatif dalam rentang konteks yang mungkin meliputi hal-hal yang bersifat sosial, etika, moral, ekonomi, politik, pribadi, hukum atau politik. g. Strategi melakukan kerja praktik Strategi ini selalu menjadi bagian penting dari pembelajaran sains. Terdapat beberapa cara yang menjamin bahwa siswa-siswa secara aktif terlibat dalam kerja praktik mereka dan bahwa mereka belajar dari pengalaman itu : 1) 2) 3) 4) terbatas) Dari uraian yang panjang lebar di atas penulis, sangatlah jelas bahwa kurikulum berbasis kompetensi mengusung pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya untuk mencapai optimalisasi pembelajaran dengan dukungan guru yang memiliki kemampuan dalam menciptakan situasi, motivasi, serta kondisi yang menuntut keaktifan mental dibanding aktif fisik. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang Memberi perintah-perintah dalam susunan acak Diminta meramalkan hasil-hasilnya Diberi suatu kumpulan peralatan yang tepat dan suatu pertanyaan untuk diselidiki Diberi pertanyaan penelitian eksperimen terbuka (tidak

melainkan justru memadukan pemikiran logis dan rasional –empiris). berpikir kritis (tidak mengedepankan sikap”ya benar/terima/setuju”. kejadian atau kegiatan yang berujud kongkret dalam jangkuaian. (1999. berpikir logis (diturunkan dan amat konsisten dengan asumsi ada yang ditetapkan disini. peristiwa. berpikir rasional-empiris (berpikir yang dapat diterima akal sehat yang cocok dengan faktanya). penggunaan dan pengendalian potensial aqal hendaknya bersambung dengan potensi qalbunya. efektip. bermanfaat. Pada tingkat itu. menyenangkan. dan karakteristik dan keterkaitnnya rumit). 3. Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills Konsep Thinking Styles dan Thinking Skills adalah untuk mampu berpikir yang benar. sehingga tidak memberi nilai tambah. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. di balik berpikir logis . menurut Sanusi. belajar dengan berpikir formalistik (biasanya relevan dan konsisten dengan pesan-pesan yang dikandung dalam kaidah. berpikir menunjukan suatu proses terstruktur dan tingkatan-tingkatan hirarkis yang bersifat runtut.64 datang dari guru itu sendiri maupun datang dari temannya. dalam mengungkapkan keberartian fakta menurut kajian dan analisis berdasakan teori dalam disiplin ilmunya) . kreatif.kritikal yang berlangsung sebelumnya ). bermanfaat dan baik pula. yaitu pembelajaran aktif. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan hakekat pembelajaran ”PAKEM”. berpikir hapalan tidak bisa efektif jika jumlah objeknya banyak. panca indra).rasional . bersifat coba-coba tentang apa adanya sehingga autputnya pun apa adanya). tidak ada kontradiksi internal/sejalan dengan akal sehat). (b) Berpikir Orde Lebih Tinggi diantaranya . yang khas dan lebih berarti. aturan atau teori yang dijadikan rujukannya hampa dengan fakta yang relevan). berpikir etis (ketentuan /aturan dan sangsi dari nilai etis tentang kebaikan/kebajikan (dan estetis tentang keindahan/kesucian) itu jadi rujukan dan pedoman). Pada tahap itu ada proses transformasi trancendental. selain mencari pengertian-pengertian yang logis dan rasional. berpikir kreatif/lateral (ada sesuatu unsur baru. Pada tingkat belajar konsep yang dimaksud seperti di atas. dalam pembagian berpikir adalah sebagai berikut : (a) Berpikir Orde Rendah (Lower Order Thinking) diantaranya . belajar dengan berpikir konkrit (terbatas pada objek-objek yang berupa benda. berpikir hapalan (Yang disimpan dalam pikiran itu tidak banyak diolah dalam keterkaitanya dengan informasi sebelumnya. berpikir spekulatif (prosesnya tidak menentu dan keberhasilan pun diragukan. maka berpikir dalam belajar itu memasuki daerah khusus dzikrulloh untuk mencari makna yang lebih konprehensif.32-35). dan berpikir aqliyah dan naqliyah (mengunakan akal dalam memeriksa fakta.

pikiran dan bukan benda. tapi hal ini akan memerlukan persfektif yang jauh lebih banyak ketimbang dari apa yang kita namai sebagai ilmu pengetahuan. bermanfaat dan baik pula setiap potensi saat ini tidak dapat terselesaikan melalui satu kondisi yang sederhana tetapi memerlukan penanganan dari berbagai perspektif. Mulailah dari diri sendiri dengan niat lillahi ta’ala.memperhitungkan pula filosofi dan agama. dan menurutnya apa yang dibutuhkan oleh murid sehingga murid mengalami peningkatan dan perkembangan yang identik dengan perkembangan keterampilan. kuat dan bermartabat yang pada akhirnya teciptalah kemakmuran. bermanfaat. pengetahuan dan sikap. Mereka mengelola. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk membuat perubahan pada diri manusia dan lingkungannya dengan harapan terjadi perubahan yang mengarah kepada yang lebih baik. Dengan mutu pembelajaran yang baik dan benar diharapkan akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Tata Usaha (administrator). perencana dan tenaga ahli kurikulum. kepala dinas pendidikan.bukannya akibat dari ketidak cukupan memilki materi. 4. Pendekatan kita harus melihat pada keseluruhan sistem. kesejahteraan kemajuan di segala bidang. Rektor Guru/Dosen. mengidentifikasinya. kekurangan kita akan kebijaksanaan. dan . Dengan sumber daya manusia berkualitas mampu membuat suatu negara menjadi besar. pengetahuan dan sikap merupakan produk dimana para edukator seperti Kepala Sekolah.65 Dari uraian di atas penulis simpulkan bahwa untuk mampu berpikir yang benar. Akibat dari ketidak cukupan dalam mental kita bersama. laksanakan dengan ikhlas dan senantiasa istiqomah pada jalur yang diridhoi Allah swt. dari pendekatan kita terhadap hidup. Strategi Sumber Daya Manusia Strategi sumber daya manusia adalah salah satu bagian dari tujuan pendidikan nasional. dan baik serta menghasilkan outputnya yang benar. memiliki kedudukan sebagai manajer. Peningkatan dan perkembangan keterampilan. Dan perhatikan bahwa berpikir tingkat tinggilah yang mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan mental. Berdasarkan ungkapan di atas maka sudah dapat dipastikan.

dalam Al-Quran surat AlMu’min ayat 40 :            . hanya keberhasilan Allah pula yang menentukan. Karena Allah telah dengan sengaja menyuruh manusia untuk selalu berupaya dan berdoa seperti diisyaratkan oleh-Nya. baik lahir maupun batin atau pun untuk orang lain bahkan lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian mengupayakan adalah menjadi suatu kewajiban. justru yang membatasinya adalah kemampuannya karena masih ada Maha Penentu dan Maha Mampu. Namun dengan tidak mengindahkan bahwa segalanya adalah kehendak adalah Allah Yang Maha Kuasa. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan kehendak manusia akan adanya perubahan. Bahkan Alloh telah mengisyaratkan pada umatnya seperti firman-Nya dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra’d ayat 11 :                                              Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum. sebagai individu maupun sosial. baik untuk diri sendiri. Dalam Penjelasannya disebutkan bahwa "suatu kaum tidak akan berubah jika kaum itu sendiri tidak merubahnya". Upaya mengubah adalah kewajiban sehingga membentuk manusia untuk terus memaksimalkan diri ke arah perubahan yang diinginkan. Tuhan tidak akan merubah keadaan mereka. baik yang hidup maupun mati. Maka tak ada yang dapat menolaknya. selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. kehendak. dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Seperti kita ketahui bahwa keinginan.66 Islam tidak mengharamkan perubahan. obsesi tak terbatas.

Seolah permintaan atau keinginan apa pun Allah tidak menolaknya tanpa batas. Maka dari itu muncullah berbagai macam teori.67            Yang artinya :”Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepadaKu. Perhatikan perkembangan keilmuan dan pengetahuan sekarang ini yang merupakan bukti konkret kemajuan pembelajaran . konsep bahkan hukum yang berhubungan dengan atau antara keinginan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Dunia pembelajaranpun tidak terlepas dari yang disebut perubahan. Selanjutnya Alloh mengisyaratkan kepada umatnya. cara dan strategi pencapaiannya. bahwa alloh tidak akan pernah mengingkari janjinya dari apa yang dilakukan oleh mereka. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. niscaya aku kabulkan". berilah kami apa yang Telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. niscaya akan Kuperkenankan bagimu." Umumnya hidup dalam kehidupan. Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia terus berupaya melogikakan apa pun kehendaknya termasuk proses pencapaian kehendaknya tersebut. seperti dalam Al-Quran Surat Ali-Imron : 194                                   “Ya Tuhan kami. Lebih dari itu bagi kaum atheis/materialistis merasa perubahan adalah penting bagian dari hidup dan yang bisa mengupayakan hal tersebut adalah kemampuannya sendiri karena mereka yakin bahwa perubahan sepenuhnya merupakan akibat dari perbuatannya sendiri termasuk alam. Dengan ungkapan tersebut: "berdo'alah pada-Ku.

berapa lama. cara pandang. f. tekun belajar. persetujuan. serta selalu proaktif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Kapan.68 akibat upaya-upaya perubahan. bersikap jujur dan mampu mengemban kepercayaan. Sehingga dari hasil pemikiran baik pertanyaan maupun pernyataan menciptakan konteks tanya jawab. menghargai waktu. bagaimana cara mencapainya atau solusinya. berpendapat bahwa: Ciri-ciri sumber daya manusia berkualitas sendiri adalah mandiri. (2007:3). Amanah: Memiliki integritas. berwatak kerja keras. g. Antusias dan bermotivasi tinggi: Menunjukkan rasa ingin tahu. bagaimana perubahan itu bisa terjadi ? Secara sederhana begitu manusia berkehendak dan dianggap sebagai masalah maka memunculkan berbagai pemikiran tentang kapan waktunya. dimana. dan lain-lain. Kreatif: Memiliki pola pikir. e. semangat berdedikasi serta berorientasi pada hasil. c. b. . dan pantang menyerah. Bertanggung jawab dan mandiri: Memahami resiko pekerjaan dan berkomitmen untuk mempertanggung-jawabkan hasil kerjanya serta tidak tergantung kepada pihak lain. Peduli dan menghargai orang lain : Menyadari dan mau memahami serta memperhatikan kebutuhan dan kepentingan pihak lain. Disiplin: Taat pada tata tertib dan aturan yang ada serta mampu mengajak orang lain untuk bersikap yang sama. dan langkah yang lebih memberi kepastian dan keyakinan akan tercapainya berbagai keinginan tersebut diharapkan lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas Isjoni. d. Hal ini sejalan dengan rencana strategis pemerintah bahwa untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas setiap insan yang unggul harus memiliki kriteria sebagai berikut : a. dan pendekatan yang variatif terhadap setiap permasalahan. Profesional: Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai serta memahami bagaimana mengimplementasikannya.

Mengilhami (inspiring): Memberikan inspirasi dan memberikan dorongan agar pihak lain tergerak untuk menghasilkan karya terbaiknya.69 h. r. Taat azas: Mematuhi tata tertib. o. Menjadi teladan: Berinisiatif untuk memulai dari diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang baik sehingga menjadi contoh bagi pihak lain. s. (empowering): Memberikan kesempatan dan m. dan partisipasi aktif bagi kepentingan Depdiknas. Membudayakan (culture-forming): Menjadi motor dan penggerak dalam pengembangan masyarakat menuju kondisi yang lebih berbudaya. Visioner dan berwawasan: Bekerja berlandaskan pengetahuan dan informasi yang luas serta wawasan yang jauh ke depan. keterbukaan. prosedur kerja. Memberdayakan n. Memotivasi (motivating): Memberikan dorongan dan semangat bagi pihak lain untuk berusaha mencapai tujuan bersama. Dapat dipercaya (andal): Mampu memberikan bukti berupa hasil kerja. mengoptimalkan daya usaha pihak lain sesuai kemampuannya. kepercayaan. Responsif dan aspiratif: Peka dan mampu dengan segera menindaklanjuti tuntutan yang selalu berubah. q. Produktif (efektif dan efisien): Memberikan hasil kerja yang baik dalam jumlah yang optimal melalui pelaksanaan kerja yang efektif dan efisien. k. Akuntabel: Bekerja secara terukur dengan prinsip yang standar serta memberikan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan. Gandrung mutu tinggi (service excellence): mengemban Menghasilkan kepercayaan dan dan memberikan hanya yang terbaik. Belajar sepanjang hayat: Berkeinginan dan berusaha untuk selalu menambah dan memperluas wawasan. saling menghargai. Koordinatif dan bersinergi dalam kerangka kerja tim: Bekerja bersama berdasarkan komitmen. pengetahuan dan pengalaman serta mampu mengambil hikmah dan mejadikan pelajaran atas setiap kejadian. t. dan peraturan perundangundangan. l. u. i. . p. j.

melakukan suvervisi. menyelenggarakan konsultasi. Sumber daya manusia: 1) kepala sekolah sebagai manajer mampu menata memahami visi. menghargai waktu. Pembinaan Ketatausahawan. trampil. dan ketrampilan yang tujuannya menghasilkan manusia yang cerdas. Pencipta Iklim Kerja: Menciptakan ruang dan lingkungan kerja yang nyaman. Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah. berbudi luhur. 3) Kepala Sekolah sebagai supervisor artinya supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah). Antisipatif dan inovatif : Mampu memprediksi dan tanggap terhadap perubahan yang akan terjadi. menggerakan seluruh warga sekolah. suasana kerja. Menciptakan tata tertib di sekolah. 2) Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin yang dapat kepribadian.70 v. melakukan perencanaan. memotivasi. pendelegasian. sumber daya manusia perlu ditata secara optimal. Mendiskusian dan . sehingga inisiatif tetap berada ditangan tenaga kepembelajaran. Melakukan pengawasan melekat. misi dan tujuan sekolah. Pemanfaatan sumber daya. Aspek yang di supervisi berdasarkan usul guru. Sekolah adalah tempat mentrasper nilai. Mengingat pentingnya berbagai sektor pembangunan. komunikasi. menyelenggara program. berkeadilan. dilihat dari unsur yang meliputi sumber daya manusia yang terlibat langsung di satuan pendidikan yaitu mulai dari Kepala Sekolah. berkualitas. jajaran pimpinan pada dinas pendidikan termasuk kepala memiliki gaya kepemimpinan masing-masing yang sangat mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan di lingkungan kerja masing-masing karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. pengetahuan. yang dikaji bersama untuk dijadikan kesepakatan. Sebagai Pendidik: Bimbingan kepada warga sekolah. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Peserta Didik dan Tenaga Kependidikan. w. dan inklusif: Terbuka atas kritik dan masukan serta mampu bersikap adil dan merata. pengambilan keputusan. serta menghasilkan gagasan dan pengembangan baru. diklat bagi guru dan staf. Sebagai Wirausahawan: Analisis tantangan dan peluang. Demokratis. Tenaga Pendidik. melakukan pengorganisasian. serta menjunjung tinggi ajaran agama.

Intergratif. Hal ini dilakukan agar para tenaga kepembelajaran dapat memahami apa-apa yang disampaikan oleh kepala sekolah sebagai pimpinan. Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap. dan mengembangkan model-model pembelajaran inovatif. Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara ttap muka. pengamatan. meningkatkan kemauan tenaga kepembelajaran. Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaanya sebagai berikut secara Konstruktif. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus berusaha mendorong dan membina setiap tenaga kepembelajaran agar dapat bekembang secara optimal dalam melakukan tugas-tugas yang diembannya kepada masingmasing tenaga kepembelajaran. 4) Kepala Sekolah Sebagai Leader yang harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesinalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. Delegatif. hubungan yang mengintergrasikan harmonis setiap dengan kegiatan. dan umpan balik. kepala sekolah harus berusaha mencari gagasan dan cara-cara baru dalam melaksanakan tugasnya. jabatan serta kemampuan masing-masing. yaitu pertemuan awal. lingkungan. Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap peubahan prilaku guru yang positip sebagai hasil pembinaan. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk menuingkatkan suatu kedaan dan memecahkan suatu masalah.mencari memberikan teladan kepada seluruh tenaga kepembelajaran di sekolah. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk gagasan menjalin baru. kepala sekolah harus berupaya mendelegasikan tugas kepada tenaga kepembelajaran sesuai dengan deskripsi tugas. sehingga dapat mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi sekolah. 5) Kepala Sekolah Sebagai Inovator dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator. dimaksudkan bahwa dalam rangka meningkatkan profeionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. membuka komunikasi dua aah. dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan. dan mendeleasian tugas. dimaksudkan bahwa dalam menngkatkan profesionlisme tenaga kepembelajaran . Kreatif.71 menapsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interprestasi guru.

Rasional dan objektif. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. meningkatkan profesionalisme tenaga berdasarkan kondisi dan kemampuan nyata yang dimiliki oleh setiap tenaga kepembelajaran. kepala sekolah harus berusaha memberikan teladan dan contoh yang baik. dorongan. kepala sekolah harus berusaha menetapkan kegiatan atautarget serta kemampuan bahwa dalam yang dimiliki sekolah. Pragmatis. Moving kclass ini bisa dipadukan dengan pembelajaran terpadu. dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Gagasan baru tersebut misalnya moving class.72 di sekolah. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. penghargaan secara efektif. Moving class adalah mengubah strategi pembelajaran dari pola kelas tetap menjai kelas bidang studi. Keteladanan. dan melaksanakan berbagai pembahruan di sekolah. Kepala sekolah harus mampu beradaptasi dan fleksibel dalam menghadapi situasi baru. kepala sekolah harus berusaha betindak berdasarkan pertimbengan rasio dan objektif. dimaksudkan kepembelajaran di sekolah. disiplin. menemukan. Wahjosumijo (1999:110) mengemukakan bahwa : . sehingga dalam suatu laboratorium bidang studi dapat dijaga oleh beberapa orang guru (fasilitator). sehingga setiap bidang studi memiliki kelas tersendiri. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. kepala sekolah harus berusaha mengintergrasikan semua kegiatan sehingga dapat menghasilkan sinergi untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif. serta berusaha menciptakan situasi kerja yang menyenangkan dan memudahkan para tenaga kepembelajaran untuk beradaptasi dalam melaksanakan tugasnya. Adaptabel dan fleksibel. pengaturan suasana kerja. yang bertugas memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam belajar dan 6) Kepala Sekolah Sebagai Motivator harus memilki srategi yang tepat untuk membeikan motivasi kepada para tenaga kepembelajaran dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. efisien dan produktif. dimaksudkan bahwa dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kepembelajaran di sekolah. yang dilengkapi dengan alat peraga dan alat-alat lainya.

Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. Kemampuan kemampuannya mengambil keputusan akan tercermin bersama dari tenaga dalam mengambil keputusan mengembangkan misi sekolah. jujur. untuk kepentingan internal sekolah. keahlian dasar. e. pengetahuan terhadap tenaga kepembelajaran. a. menyusun program pengembangan tenaga kependidkan. Pemahaman terhadap visi dan misi sekolah akan tercermin dari kemampuannya untuk mengembangkan visi sekolah. tanggung jawab. teladan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercemin dalam sifat-sifat. dan kemampuan berkomunikasi. kemampuan mengmbil keputusan. Prinsip-prinsip tersebut kepala sekolah untuk adalah para tenaga mendorong tenaga kependidikan agar mau dan mampu meningkatkan . memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. Beberapa prinsip yang dapat diterapkan profesionalismenya. berani mengambil resiko dan keputusan. pengalaman dan pengetahuan profesional. ke dalam tindakan. c. menerima masukan. berjiwa besar. d. percaya diri. visi dan misi sekolah. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan sebagai berikut memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan non guru). menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. emosi yang stabil. mengambil keputusan untuk sekolah. berkomunikasi secara lisan dengan peserta didik. dan melaksanakan program untuk mewujudkan visi dan misi kepembelajaran di sekolah. dan mengambil keputusan untuk kepentingan eksternal Kemampuan berkomunikasi akan tercermin dari kemampuanya berkomunikasi secara lisan dengan tenaga kepembelajaran di sekolah. b.73 Kepala sekolah sebagai leader harus memilki karakter khusus yang mencakup kepribadian. berkomunikasi secara lisan dengan orang tua dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah.

Para tenaga kependidian harus selalu diberitau tentang hasil dari setiap pekerjaaanya. kompetensi. tetapi di pihak lain pengakuan tersebut mengharuskan guru memenuhi sejumlah persyaratan agar mencapai standar minimal seorang profesional. Pemberian hadiah lebih bak dari pada hukuman. Pada tahun 2005 Pemerintah dan DPR RI telah mensahkan undang-undang RI Nomor I4 tahun 2005 tentang guru dan dosen. memberikan rasa aman menunjukan bahwa kepala sekolah memperhatikan mereka. Pekerjaan sebagai guru akan memperoleh penghargaan yang lebih tinggi. Para tenaga kepembelajaran juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Undang-undang tersebut menuntut penyesuaian penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan guru menjadi profesional. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukandan usahakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kependidikan dengan jalan memperhatikan kondisi fisiknya. Di satu pihak. tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada para tenaga kependidikan sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja. dan sertifikat pendidik yang dipersyaratkan. tak kalah pentingnya sebagai unjung tonggak dalam keberhasilan tujuan pembelajaran nasional yaitu tenaga pendidik (guru profesional). Adapun jenis-jenis kompetensi yang dimaksud pada undang-undang tersebut meliputi ” kompetensi pedagogik. kompetensi kepribadian. kepuasan penghargaan Setelah penulis kemukakan mengenai paparan tentang sumber daya manusia di atas tentang keprofesionalan sebagai kepala sekolah. Pengakuan terhadap guru sebagai tenaga profesional akan diberikan manakala guru telah memiliki antara lain kualifikasi akademik. kompetensi sosial. dan menyenangkan. dan kompetensi profesional. Kualifikasi akademik tersebut harus diperoleh mellui pembelajaran tinggi program sarjana atau diploma empat. Sertifikat pendidik diperoleh guru setelah mengikuti pembelajaran profesi.74 kependidikan akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik. mengatur pengalaman sedemikian rupa sehingga setiap pegawai pernah memperoleh .

mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. dewasa. evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi. dan intelektual.75 Penjabaran tentang jenis-jenis kompetensi tersebut sebagai berikut: a. mengembangkan diri secara berkelanjutan. meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Kompetensi profesional yaitu kemampuan penguasaan pembelajaran secara luas dan mendalam yang materi memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi . mengevaluasi kenerja sendiri. dewasa. merancang pembelajaran yang mendidik. memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peseta didik. memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan dalam konteks kebhinekaan budaya. menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik. memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik. dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berahklak mulia. perancangn dan pelaksanaan pembelajaran. Kompetensi ini mencakup : menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya. arif. melaksanakan pembelajaran yang mendidik. Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap pesert didik. stabil. arif. sosial. stabil. Kompetensi ini meliputi : menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap. menevaluasi proses dan hasil pembelajaran b. menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat. morl. emosional. mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi. Kompetensi Kepribadian yaitu memiliki kepribadian yang mantap. dan berwibawa. kultural. menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. c. . Secara rinci kompetensi pedagogik meliputi : memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik.

pendorong kreativitas. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. pelatih. pembelajaran memanfaatkan orang di tua peserta didk. berkontribusi (ICT) tenaga terhadap untuk kependidiikan. betapa pentingnya untuk meningkatkan aktivitas. orang tua/wali peserta didik. dan masyarakat. mengemukakan bahwa guru memegang peranan yang cukup baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. Menyadari hal tersebut. regional. dan global. merkontribusi terhadap pengembangan sekolah masyarakat.76 d. peneliti. pekerja rutin. penasihat. pelaksana dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. model. . dan sesama pendidik. Sukmadinata. Peraturan Menteri Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pembelajaran. tenaga kepembelajaran. kreatifitas. pembimbing. dan masyarakat sekitar. karena disini guru diberi kebebasan memilih dan mengembangkan materi standar dan kompetensi dasar sesuai kondisi dan kebutuhan daerah dan sekolah. Dengan kompetensi ini guru diharapkan dapat : merkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik. sesam pendidik. pengajar. dan pengembangan pembelajaran di tingkat lokal. pembawa cerita. Kompetensi Sosial yaitu kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. kualitas dan profesionalisme guru. teknologi informsi komunikasi berkomunikasi dan pengembangan diri. emansipator. (1998). nasional. Peran guru profesional dalam pembelajaran adalah sebagai pendidik. pribadi. teladan. evaluator. Hal tersebut lebih nampak lagi dalam pendidikan yang dikembangkan secara desentralisasi sejalan dengan kebijakan otonomi daerah. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. aktor. pembaharu. Lebih lanjut dikemukakannya bahwa guru adalah perencana. pembangkit pandangan. maka diperlukan rambu-rambu bimbingan teknis bagi guru untuk pengembangan profesionalisme yang berkelanjutan.

kompetensi profesional. maka perlu dilakukan pengembangan profesi. dan apabila salah satu komponen atau sub-komponen kurang/tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan. 3) Guru profesional harus rajin membaca literatur. Kualifikasi akademik yang dipersyaratkan untuk diangkat sebagai guru dalam bidang khusus yang sangat diperlukan tetapi belum dikembangkan diperguruan tinggi dapat diperoleh melalui uji kelayakan dan kesetaraan. 2) Guru profesional selalu mengembangkan dirinya terhadap pengetahuan dan mendalami keahliannya. 4) Sebagai Komunikator dan Fasilitator di dalam kelas guru berperan sebagai komunikator dan guru sebagai fasilitator memiliki peran memfasilitasi siswa untuk belajar secara maksimal dengan menggunakan berbagai strategi/metode. Uji kelayakan dan kesetaraan bagi seorang yang memiliki keahlian tanpa ijazah dilakuakan oleh perguruan tinggi yang diberi wewenang untuk melaksanakannya. Dalam proses pembelajaran siswa sebagai titik sentral belajar. 2) Kualifikasi Akademik guru melalui uji kelayakan dan kesetaraan. . yaitu kompetensi pedagogik. mencintai pekerjaannya. kepribadian. media. Standar kompentensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama. 5) pengembangan profesi guru mencakup empat bidang. kompetensi sosial. mencari dan memecahkan permasalahan belajar. dan memcahkan permasalahan. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru mata pelajaran pada SMP/MTs. kesulitan dalam memahami. Lain halnya penjelasan mengenai Profesi Guru dan Standar Kualifikasi Akademik sejalan dengan Permendiknas No. menjaga kode etik guru. yang diantaranya : 1) Kualifikasi Akademik Guru pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat.77 pengawet dan kulminator. sosial. harus memiliki kualifikasi akademik pembelajaran. yaitu kompetensi pedagogik. dan diperoleh dari program studi yang terakreditasi. kemampuan khusus. Yang dimaksud guru profesional adalah : 1) harus memiliki berbagai keterampilan. dan sumber belajar. 16 Tahun 2008. siswa yang lebih aktif. kompetensi kepribadian. Keempat kemampuan itu menjadi tolok ukur profesionalisme guru. dan guru membantu kesulitam siswa yang mendapat hambatan. minimum DIV atau sarjana S1 program studi yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu. dan profesional.

Sukmadinata. melaksanakan interaksi belajar mengajar. . Pengembangan profesi : pengembangan diri. Mengelola Pembelajaran: Menyusun rencana pembelajaran. pengembangan profesional Menguasai kemampuan akademik : memahami wawasan kepembelajaran. lebih besar. bimbingan belajar siswa. melaksanakan tindak lanjut hasil penilian. lebih baik dari seluruh aspek kepribadian. penilaian prestasi belajar siswa. bahwa tenaga pendidik adalah sebagai ujung tombak pembangunan maka dari itu tenaga pendidik untuk lebih aktif dan kreatif dalam inovasi profesi pendidik. b. dan kemampuannya. Program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara dapat menyelesaikan kecepatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan dan berkewajiban menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan.78 Apabila ditinjau dari tuntutan kualifikasi akademik dan harapan-harapan pemerintah bagi profesi tenaga pendidik dapat penulis simpulkan ada beberapa persyaratan atau yang harus dipahami oleh profesi pendidik diantaranya adalah : a. Setiap peserta didik sebagai sumber daya manusia mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. Pembelajaran dalam arti seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber tujuan daya untuk mencapai yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia selaku sumber daya manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama. (2005 : 128). berpendapat bahwa : Siswa atau peserta didik adalah individu yang berada dalam proses perkembangan yang merupakan perubahan bersifat progresif yaitu menuju ketahap yang lebih tinggi. minat. menguasai bahan kajian akademik Dan akhinya profesionalisasi guru di masa mendatang merupakan prioritas utama bagi dunia pendidikan. maka pembelajaran diperlukan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa). c.

baik dalam kemampuan bersifat progresif maupun kreativitasnya. disenangi oleh orang lain. 2) Pra Oprasional (2 sampai 7 tahun ) artinya mulai menerima arti secara simbolis dan mampu belajar tentang konsep yang lebih komplek dan meningkat. dinamis. pengawasan. 3) Oprasi Nyata (7 sampai 11 tahun) artinya proses dalam pemecahan permasalahan. bahwa sebenarnya peserta didik menuntut adanya perubahan yang relatif “baik”. Perlu disadari. bertujuan menciptakan ketrampilan. inovatif kerja yang handal serta menciptakan suasana pelayanan pembelajaran yang bermakna. pekerjaan yang bernilai tinggi. dan prosedur berlandaskan inteltualita. menyenangkan. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan”. Tenaga Kependidikan yang membantu dalam proses sebagai profesi yang mempunyai pengertian seseorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian.79 Lain halnya mengenai tingkat perkembangan sumber daya manusia peserta didik menurut pendapat: Mulyasa. Dalam pasal 39 Ayat 1 UUSPN Tahun 2003 termaktub sebagai berikut bahwa: “Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi. produktivitas. ketrampilan (skill). Dari kedua pendapat paparan di atas apabila penulis simpulkan bahwa perkembangan sumber daya manusia peserta didik/siswa merupakan potensi diri sesuai dengan tingkat tahap perkembangannya melalui proses perkembangannya yang perlu tersedia pada jalur. teknik. dan dialogis . sehingga ketrampilan dan pekerjaan itu diminati. jenjang dan jenis pembelajaran yang diharapkan dan pelayanan secara optimal sesuai perkembangannya. (2008 : 51-52) Empat tahap pokok perkembangan dianataranya :1) Sensorik Motorik (sejak lahir hingga usia 2 tahun) artinya mengalami kemajuan oprerasi reflek belum mampu membedakan apa yang ada disekolahnya. 4) Oprasi Formal (11 dan seterusnya) artinya ditandai adanya perekembangan kegiatan-kegiatan berpikir formal dan abstrak. pengembangan. dan dia dapat melakukan pekerjaan itu. Profesi Tenaga Kependidikan sebagai spesialisasi dari jabatan intelektual yang diperoleh melalui studi dan training. loyalitas. pengelolaan. Selaku sumber daya manusia yang mendukung secara tidak langsung dalam proses pendidikan selaku administrator perlu memiliki potensi keprofesiannya yang diantaranya seperti: atensi kerja optimal. kreatif. kemampuan.

budaya. Penulis dapat simpulkan dari potensi-potensi sumber daya manusia mulai dari kepala sekolah. Pembangunan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyeluruh dan sungguh-sungguh untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa. penyesuaian. 5. ekonomi. Terwujud dan tekad dalam melakukan reformasi pembelajaran untuk dapat menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan. sistem pendidikan nasional dituntut untuk melakukan berbagai perubahan. profesi. dan pembaruan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis. Dalam hal ini keempat unsur sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam proses pendidikan sangat berpengaruh terhadap rencana-rencana peningkatan salah satu proses pembelajaran di satuan pendidikan dengan harapan peran serta keempat pilar sumber daya manusia di atas dapat terwujud sesuai dengan harapan tujuan pembelajaran nasional. dan bernegara di era persaingan global peran serta sumber daya manusia sangatlah berpengaruh besar untuk menjawab tantangan-tantangan khususnya di dunia pendidikan. maka diperlukannya berbagai strategi-strategi. isi. dan tenaga kependidikan (tata usaha). dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran . berbangsa. dan memberi teladan prestasi kerja dan menjaga nama baik lembaga.80 mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pelayanan pembelajaran. dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan dalam tugasnya. maju. Dalam era otonomi dan desentralisasi. tenaga pendidik (guru). Pembangunan pendidikan nasional adalah suatu usaha yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas. dan politik. peserta didik (siswa). dan modern. yang memberi perhatian pada keberagaman dan mendorong partisipasi masyarakat. Strategi Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. mandiri. pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas yang meliputi dimensi sosial. Dalam konteks demikian. tanpa kehilangan wawasan nasional.

Franklin. Semua pengalaman siswa yang dirancang. Sukmadinata. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. Dewey menegaskan bahwa kurikulum dan anak didik merupakan dua hal yang berbeda tetapi kedua-duanya adalah proses tunggal dalam bidang pembelajaran. Dewey. Kurikulum merupakan suatu rekonstruksi berkelanjutan yang memaparkan pengalaman belajar anak didik melalui suatu susunan pengetahuan yang terorganisir dengan baik yang biasanya disebut kurikulum. atau suatu verbalisasi dan selain kurikulum diartikan sebagai dokumen. (1902) sejak lama telah menggunakan istilah kurikulum dan hubungannya dengan anak didik. para akhli kurikulum mengemukakan berbagai definisi kurikulum yang tentunya dianggap sesuai dengan konstruk kurikulum yang ada pada dirinya. (1997:12) mengatakan "Curriculum itself is a construct or concept. diarahkan. Mengartikan kurikulum sebagai suatu rangkaian pengalaman yang memiliki kemanfaatan maksimum bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuannya agar dapat menyesuaikan dan menghadapi berbagai situasi kehidupan.81 untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. (1918) menyatakan bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik. kurikulum-pengajaran dan bimbingan siswa. Oliva. keadaan sekolah. kurikulum-pengajaran merupakan bidang yang paling langsung berpengaruht terhadap hasil pendidikan. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju ke kedewasaan. . Kurikulum sebagai salah satu substansi pendidikan perlu didesentralisasikan terutama dalam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. baik sebagai dokumen maupun sebagai pengalaman belajar. mengatakan: kurikulum merupakan inti dari proses pendidikan. dan kondisi sekolah atau daerah. sebab diantara bidang-bidang pendidikan yaitu manajemen pendidikan. (2004:47). a verbalization of an extremely complex idea or set of ideas". Kurikulum adalah suatu suatu bangunan konsep. Kurikulum sebagai dokumen adalah bahwa rencana yang dimaksudkan dikembangkan berdasarkan suatu pemikiran tertentu tentang kualitas pembelajaran yang diharapkan Perbedaan pemikiran atau ide akan menyebabkan terjadinya perbedaan dalam kurikulum yang dihasilkan.

Taba. semua pengalaman siswa yang dirancang. dan tahapan-tahapan mengenai kurikulum (desain kurikulum. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. diarahkan. Sedangkan pengertian lainnya ditafsirkan secara sempit yang hanya menekankan kepada kemanfaatannya bagi guru dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar. Dinyatakan pula bahwa kurikulum adalah seluruh hasil belajar yang direncanakan dan merupakan tanggung jawab sekolah. (Diktat Perkuliahan) berpendapat mengenai kurikulum adalah sebagai berikut: Kurikulum merupakan seperangkat rencana sebagai pedoman pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Apabila kita telaah. akan terlihat bahwa pengertian-pengertian tersebut pada dasarnya memiliki arti yang hampir sama namun berbeda dalam ruang lingkup penekanannya. diberikan dan dipertanggung jawabkan oleh sekolah. Sebagian pengertian kurikulum ditafsirkan secara luas yang penekanannya mencakup seluruh pengalaman belajar yang diorganisasikan dan dikembangkan dengan baik serta dipersiapkan bagi anak didik untuk mengatasi situasi kehidupan sebenarnya." Lain halnya Sukmadinata. dan materinya dipilih dan diorganisasikan berdasarkan suatu pola tertentu untuk kepentingan belajar dan mengajar. (1967) mengartikan bahwa kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan awal yang dimiliki/dikuasai sebelumnya. Biasanya dalam suatu kurikulum sudah termasuk dengan program penilaian hasilnya. Sedangkan pengertian kurikulum sebagaimana tercantum dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah "seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Materi kurikulum mengacu kepada tujuan pengajaran yang diinginkan.82 Tyler. Schiro. (1962) mengatakan bahwa kurikulum adalah pernyataan tentang tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat umum dan khusus. (1957) menegaskan bahwa kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya. (1978) mengartikan kurikulum sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan pengajaran. . implementasi kurikulum dan pengendalian kurikulum). Gagne.

dan 2) kurikulum harus bermanfaat bagi guru dalam membuat perencanaan pengajaran yang baik. tenaga kependidikan. sarana dan prasarana. Ungkapan tentang bentuk dokumen yang mudah ditemukan memberikan petunjuk yang cukup luas dengan kemungkinan bahwa kurikulum dapat disimpan dan diedarkan melalui perangkat komputer. pengelolaan." Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. pembiayaan dan penilaian pendidikan. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. . Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. dan perubahan itu biasanya menawarkan suatu pandangan yang lebih luas. dapat diaktualisasikan dalam kelas. dapat diamati oleh pihak yang tidak berkepentingan. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. Memahami sejarah perkembangan kurikulum dari sejak awal berguna untuk menjelajahi masa-masa aliran yang mempengaruhi perubahan kurikulum. disajikan dalam bentuk dokumen yang mudah ditemukan. proses. dan dapat membawa perubahan tingkah laku. Perubahan kurikulum khususnya di negara-negara yang sudah maju sering dipengaruhi oleh dan/atau sebagai perwujudan dari kekuatan masyarakat. yang paling menarik dari pendapat Glatthorn adalah bahwa rencana tersebut harus fleksibel agar dapat memungkinkan dilakukan perbaikan seperlunya apabila proses sedang berlangsung.83 Pengertian kurikulum paling tidak harus memenuhi dua kriteria yaitu 1) kurikulum harus mencerminkan pengertian umum tentang peristilahan pendidikan sebagaimana sering digunakan oleh pendidik. yaitu suatu cara penyimpanan kurikulum dalam database komputer dan penyalurannya ke sekolah-sekolah melalui jaringan internet yang mungkin dapat diwujudkan pada waktu yang akan datang. Istilah resminya adalah "innovations and reforms. disusun berdasarkan tingkat-tingkat generalisasi. kompetensi lulusan. Glatthorn sendiri mengartikan kurikulum adalah rencana yang dibuat untuk membimbing anak belajar di sekolah.

Selain dari itu. Panduan Umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. efektif dan menyenangkan. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. Pertama. Dari pengembangan kurikulum di atas sejalan dengan yang terdapat pada pasal 36 : 1) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pembelajaran untuk mewujudkan tujuan Pendidikan nasional. belajar untuk memahami dan menghayati. . Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian. Kedua. Sebagai model KTSP. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain. tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi. dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif. penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk: belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kreatif. model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan mengacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP.84 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pembelajaran mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pembelajaran (BSNP).Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta prinsip dan langkah yang harus diacu dalam pengembangan KTSP.

Pasal 37 1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama. bahasa. 4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1). kurikulum Dokumen). keterampilan/kejuruan dan muatan lokal. seni dan budaya. kecerdasan. Desain kurikulum: dasar dan struktur kurikulum. GBPP/silabus. Dari paparan di atas mengenai kurikulum mempunyai tujuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran nasional. ilmu pengetahuan alam. satpel. potensi daerah.85 2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. ilmu pengetahuan sosial. program pembelajaran. Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama Kabupaten untuk pembelajaran dasar dan provinsi untuk pembelajaran menengah. dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dinamika perkembangan global dan j) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. renpel. peningkatan akhlak mulia. deskripsi mata pelajaran. peningkatan potensi. pendidikan jasmani dan olahraga. tuntutan dunia kerja. rancangan dan instrumen evaluasi. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. matematika. ayat (2). teknologi. agama. media. dan seni. Kerangka dasar dan struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh Pemerintah. ada beberapa tahapan yang oleh Sukmadinata diungkapkan dalam penyusunannya secara lebih rinci seperti sebagai berikut: Desain kurikulum Implementasi kurikulum (kurikulum perbuatan). pendidikan kewarganegaraan. Pengendalian kurikulum (evaluasi dan perbaikan). dan minat peserta didik. handout. keragaman potensi daerah dan lingkungan. 3) Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: peningkatan iman dan takwa. perkembangan ilmu pengetahuan. modul. mengenai (kurikulum a. . dan peserta didik. buku.

pengawasan. kebun. evalusi. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif. serta alat-alat dan media pengajaran. berpendapat mengenai sarana prasarana sebagai berikut: 1). pengayaan dan remedial. rapih. sumber daya pembelajaran. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi. Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan. bimbingan belajar. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. kegiatan ko dan ekstra kurikuler dan kuis. masyarakat. . meja kursi.. pengadan. sumber daya pendidikn teori pendidikan dan model kurikulum yang diantaranya orientasi teori pendidikan model kurikulum. (2002:49-50). komponen tersebut merupakan sarana pembelajaran. saranaprasarana. Pengendalian kurikulum (evluasi dan penyempurnaan): evaluasi. implementasi. Mulyasa. 2) Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. penyempurnaan: Desain.86 b. penyimpanan inventarisasi. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasaranapendidikan agar dapat memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalanya proses pembelajaran. c. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. taman sekolah. implementasi. penulisan tugas akhir. Strategi Sarana Prasarana Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara lengsung dipergunakan dan menunjang proses pembelajaran. tetapi jka dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. pembelajaran praktik: simulasi-riil. biaya. pembelajaran tiori. Khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. tugas dan latihan. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pembelajaran dan pengajaran. Adapun yang dimaksud dengan prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: halaman. tes/ujian. jalan menuju sekolah. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. evluasi. ruang kelas. 6. dan penghapusan serta penataan. desain. personel. Implementasi Kurikulum: pengelolaan kelas.

kepercayaan yang ideal tanpa ada kompromi. Strategi sarana dan prasarana ini bertujuan menyediakan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan kegiatan pendidikan yang memadai. Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan. transparansi. Konsep Kualitas Pembelajaran IPA Terpadu 1.Artinya. dan akuntabilitas publik. Dalam konsep relatif. kualitas bukan merupakan atribut atau produk . barang tersebut sudah tidak ada yang melebihi. Dalam konsep ini kualitas mirip dengan suatu kebaikan. Kualitas dalam makna absolut adalah yang terbaik. Penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah Kota/Kabupaten untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. meningkatkan fasilitas pelayanan umum dan operasional termasuk pengadaan. Dalam konsep absolut sesuatu (barang) disebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna. ketepatan dan kecepatan operasional pelayanan umum. dan kejiwaan peserta didik. dan meremajakan dan memelihara alat transportasi dinas operasional untuk mendukung mobilitas. Perlunya Pembelajaran Berkualitas Apakah kualitas itu ? Kualitas memiliki dua konsep yang berbeda antara konsep absolut dan relatip. dan hanya sedikit siswa yang akan mampu membayarnya (Sallis:1993). terpercaya. sosial. emosional. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain: meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendukung pelayanan. perbaikan dan perawatan gedung dan peralatan.87 Dari uraian di atas setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pembelajaran sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. Bila dipraktikan dalam dunia pendidikan konsep kualitas absolut ini bersifat elitis karena hanya sedikit lembaga pendidikan yang mampu menawarkan kualitas tinggi kepada peserta didik. tercantik. Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional. F. efisiensi. kecantikan. kecerdasan intelektual.

Dalam konsep relatif produk yang berkualitas adalah sesuai dengan tujuannya. Keti kasekolah-sekolah telah menerapkan MBS. bila dikaitkan dalam dunia pendidikan maka hingga kini pengamat pendidikan. Pengertian tersebut merujuk kepada nilai tambah yang diberikan oleh pendidikan dan pihakpihak yang memproses serta menikmati hasil-hasil pendidikan. Philip. Pandangan kualitas seperti itu hanya berlaku ketika sekolah dikontrol oleh pihak luar dan belum menjalankan Manajemen Berbasia Sekolah (MBS).1992:27) menjelaskan konsep mutu pembelajaran sebagai berikut : . Penilaian kualitas pembelajaran semacam ini sangat sempit setelah kita melihat apa itu kualitas pembelajaran seperti yang diuraikan di atas. Berdasarkan penjelasan di atas. Hal ini sejalan dengan ungkapan Sallis (Nurkolis. ekslusif atau spesial karena barang berkualitas bisa biasa-biasa saja. Bagaimana tidak nilai ujian atau prestasi akademik itulah yang kemudian menjadi senjata untuk melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan. Oleh karena itu. dan para pejabat pendidikan mengartikan pendididikan berkualitas dengan ukuran perolehan nilaia ujian atau prestasi akademik. (Fakry. Sesuatu dianggap berkualitas jika barang itu atau jasa memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Kualitas barang atau jasa dalam konep relatif ini tidak harus mahal. 2003:68) yaitu “ dilihat dari sudut pandang produsen maka kualitas adalah mengukur berdasarkan spesifikasi yang ditetapkan dan dari sudut pandang pelanggan maka kualitas untuk memenuhi tuntutan pelanggan. Berdasarkan hal tersebut. melainkan sebagai alat ukur atas produk akhir dari standar yang ditentukan. bersifat umum. ahli pendidikan. maka kualitas pembelajaran dimaknai dalam konteks yang lebih luas dari pada sekedar prestasi akademik. kualitas bukanlah merupakan tujuan akhir. bila dilihat dari segi pendidikan bahwa mutu merupakan keterkaitan antara yang diajarkan dengan dunia kerja. dikenal banyak orang tetapi bisa berkonotasi cantik atau indah walaupun tidak penting sekali.88 atau jasa.

Sujana dan Susanta. 2000:18) merumuskan bahwa: Proses pendidikan merujuk kepada kegiatan penanganan tranformasi. sesuai dengan goals dan kondisi yang berkembang”. masukan-masukan melalui sub sistem pemprosesas menjadi keluaran serta . 1986). Ada dua faktor pendekatan yang gunakan untuk memahami konsep mutu pendidkan yang diungkapkan oleh Anwar. yang diekspresikan dalam ukuran-ukuran sikap kepribadian. Lebih jauh Piliph yang dikutip Fakry.89 Konsep mutu pendidikan tidak hanya diukur dari learning achievement seperti yang dikaitkan dengan kurikulum dan standarnya saja. Secara substansif. 2) Pendekatan kedua disebut pendekatan nilai instrinsik pembelajaran. mendasarkan diri pada deskrifsi mengenai relevansi pembelajaran dengan dunia kerja. tetapi mutu harus dilihat darai relevansi antara yang diajarkan dengan apa yang dipelajari. mengungkapkan bahwa “ Isu sentral dalam dunia pembelajaran ini adalah soal mutu. akan mendorong pentingnya memahami pula pendekatan apa yang digunakan dalam mendefinisikan konsep mutu pembelajaran tersebut. Selanjutnya Sanusi. (1992:28) mengungkapkan bahwa “ masalah mutu pendidikan harus dikaitkan dengan keseluruhan dimensi mutu secara sistematik yang berubah dari masa kemasa. Adanya keragaman pandangan dalam memahami konsep mutu pembelajaran. Sifat adalah sesuatu yang menerangkan keadaan. Pendekatan ini seringkali disebut sebagai pendekatan ekonomi. (1986:6). Langkah selanjutnya dalam memahami konsep mutu pendidikan perlu dibarengi dengan menyertakan konsep proses dalam pembelajaran. mutu mengandung sifat dan tarap. Namun dari sudut manajemen dan sudut produktifitas yang lebih sentral lebih instrumental atau setidak-tidaknya mengandung pemikiran”. dan sejauh mana apa yang diajakan dengan apa yang dipelajariitu sesuai dengan learning neeeds saat ini dan untuk masa yang akan datang. (2000:18): 1) Pendekatan pertama. dan kemampuan intelektual yang sesuai dengan harapan dan tujuan pendididkan nasional. sedangkan tarap menunjukan kedudukan dalam skala (Sanusi. (Anwar.

relevansi. Indikator kuantitatif efesiensi internal sekolah antara lain: 1) mengulang kelas. akuntabilitas. yaitu . produktivitas. sedangakan efesiensi eksternal menunjukan hubungan antara keluaran pendidikan dengan tujuan masyarakat yang lebih luas. Efesiensi dapat dikelompokan menjadi efesiensi internal dan efesiensi eksternal. Efesiensi internal merujuk kepada kemampuan menghasilkan keluaran yang diharapkan dengan biaya minimal atau memaksimalkan keluaran yang diharapkan pada tingkat masukan tertentu. (1997) yaitu: ”efesiensi.90 hasil-hasil yang berasal dari masukan dan tindakan berikutnya melalui umpan balik dan evaluasi keluaran. Sedangkan fungsi sub sistem monitoring adalah kontrol terhadap kegiatan dan akuntabilitas sub sistem-susb sistem dalam hubungan sinergiknya diseluruh sistem. Suatu proses pendidikan yang efesien adalah yang mampu menciptakan keseimbangan anatar sumber-sumber yang dibutuhkan dengan yang tersedia guna mengurangi hambatan-hambatan dalam mencapai tujuan pendidikan. kesehatan organisasi dan semangat berinovasi “. Efesiensi eksternal dinilai menurut dua kriteria. mutu proses pendidikan dapat diukur dengan indikator-indikator sebagaimana diperinci oleh Makmum. Efesiensi berkaitan dengan optimalisasi pendaya gunaan sumber pendidikan yang terbatas untuk mencapai out put yang optimal. Dilihat dari perspektif kinerja sistemnya. 2) tingkat kelulusan. Berdasarkan pemahaman demikian. Sub sistem tindakan kerja adalah komponen organisasi yang menentukan ukuran kemampuan sistem dalam melaksanakan apa yang seharusnya dikerjakan. Sub sistem komunikasi berfungsi memproses dan memberikan informasi yang memadai seluruh tahapan tindakan sistem dan sub sistem. 3) tingkat putus sekola. Konsep tersebut didasarkan atas asumsi bahwa pendidikan sebagai sistem terbuka mengandung sub sitem masukan. maka mutu proses pembelajaran mnunjukan kebermutuan sub-sistem dalam sistem proses. 4) lama penyelesaian studi dan 5) angka siswa bertahan. yang meliputi tindakan kerja. efektivitas. keluaran. komunikasi dan monitoring. dan umpan balik secara internal dan eksternal.

serta mampu menggunakan keterampilannya. perencanaan pendidikan harus tahu betul apa yang menjadi hak. dan derajat keterlibatan staf sertas anggota dalam pengambilan keputusan. baik pada jenjang pendidikan dasar maupun jenjang perguruan tinggi. e. Indikator kesehatan organisasi pada dasarnya menunjukan tingkat kepuasan. Sedangkan semangat berinovasi berkaitan dengan tingkat kepekaaan dan ketanggapan terhadap perubahan. tugas dan tanggung jawabnya. tugas utama perencanaan pendidikan adalah pengembangan secara terarah dan memberikan alternatif teknis sebagai sarana untuk mencapai tujuan politik pembelajaran. Kualitas pembelajaran yang Direncanakan Terdapat beberapa kondisi yang diperlukan untuk suksesnya perencanaan pendidikan. harus ada perbedaan yang tegas. . (Nurkolis. seperti yang dikatakan Ruscoe. perkembangan dan tantangan yang terjadi di lingkungannya serta kemampuan dan kemauan untuk melakuakan penyesuaian melalui upayaupaya perbaikan. perhatian lebih besar diberikan pada pengembangan kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah. c. 2003: 74-75) yaitu : a. Dari pemikiran para pakar di atas menurut pendapat penulis mutu merupakan persoalan yang sangat krusial dalam segi pendidikan. Makmun (Anwar. penyempurnaan. antara area politis. 2000:19). d. dan pembaharuan. f.” produktifitas pendidikan merupakan ukuran mengenai tingkat daya hasil. dan administratif pada perencanaan pendidikan. Efektivitas pendidikan akan menggambarkan tingkat kesesuaian antara jumlah keluaran yang dihasilkan dengan jumlah yang ditargetkan. perhatian lebih besar diberikan pada penyebaran kekuasaan untuk membuat keputusan politis dan teknis.91 yaitu seberapa jauh keluaran pendidikan terserap pasar kerja. suatu program dalam satuan waktu tertentu”. mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang mereka harapkan. 2. b. kekuatan motivasi. teknis. adanya komitmen politik pada perencanaan pembelajaran.

pengembangan alternatif. penyusunan rincian rencana. kondisikondisi yang mendukung suksesnya perencanaan pendidikan dan strategi-strategi dalam perencanaan pendidikan maka perlu disusun langkah-langkah perencanaan pendidikan. Berdasarkan pendapat tersebut. evaluasi rencana.92 g.efektif. bermanfaat kongruen. yaitu atraktif. i. pilihan antara kualitas dan kuantitas. fungsional. berciri khusus. analisis dan diagnosis. perkiraan keadaan yang akan datang. dan revisi rencana.penentuan program dan prioritas perhitungan anggaran. administrator pembelajaran harus lebih aktif mendorong perubahanperubahan dalam perencanaa pendidikan. dan j. pilihan antara pembelajaran formal dan pelatihan non-formal. ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus lebih diupayakan kerja sama yang paling menguntungkan antara pemerintah-swasta-perguruan pembelajaran. maka menurut hemat penulis terdapat dua strategi penting dalam perencanaan pembelajaran. harus mengurangi politisasi pengetahuan. h. serta pilihan tentang tujuan pembelajaran. harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap perkembangan masa depan dan arah pendidikan. penentuan kebijakan. pilihan tentang insentif. mengatakan dan terdapat tujuh kriteria penilaian desain dan implementasi program akademik. Langkah-langkah tersebut adalah kegiatan analisis keadaan sekarang. proses pengambilan keputusan. tinggi yang memegang otoritas . perumusan rencana. pilihan antara ilmu pengethuan dan teknologi dengan pengetahuan budaya. Depdiknas (2001). yaitu 1) penetapan target. Memperhatikan pembuatan program pendidikan yang berkualitas. Menyangkut dua strategi kedua ini terdapat beberapa arena kritis yang harus dipertimbangkan yaitu pilhan antara tingkat pembelajaran. pertumbuhan siswa. melaksanakan rencana. dan 2) penetapan prioritas. perumusan tujuan yang akan dicapai. Dalam hal perencanaan pendidikan.

Oleh karena itu. Program pendidikan yang berkualitas juga harus fungsional. Program pendidikan yang berkualitas harus kongruen dala arti terdapat kesesuaian antara yang ditawarkan dengan kenyataanya. Pengalaman belajar akan berkualitas bila materi yang diberikan sesuai dengan yang dijanjikan lembaga pembelajaran itu sebelumnya dan nilai-nilai diekspresikan sesuai dengan gaya belajar individual dan keputusan institusional. personal. tetapi juga pada implementasi dan evaluasinya. orang tua. guru atau pengajar dan staf serta masyarakat di luar sekolah. Program pendidikan yang berkualitas juga harus bermanfaat karena program pendidikan bisa saja atraktif. tetapi tidak berkualitas tinggi bila mengabaikan pentingnya masalah.93 Ketujuh kriteria tersebut dapat penulis jelaskan sebagai berikut . juga membantu peserta didik untuk mengembangkan intelektualitas. dalam arti memiliki kebebasan belajar dan memfokuskan pada pengalaman belajar yang akan mempersiapkan dan membantu peserta didik untuk berkembang. Program pendidikan yang berkualitas harus menarik atau atraktif bagi siswa. perlu adanya evaluasi untuk menetahui hasil yang diharapkan sudah tercapai atau belum. Program pendidikan akan berkulitas bila hasil belajar yang dimaksud telah didefinisikan secara jelas dan pencapaian belajar didokumentasikan serta dikomunikasikan secara persuasif. Perbedaan dengan lembaga lain dapat direfleksikan pada tujuan khusus. sifat dan orang-orang dalam lembaga. Untuk menjadi atraktif maka program pendidikan harus responsif terhadap kebutuhan dan ketertarikan populasi khusus saat itu atau calon siswa. Program pendidikan yang berkualitas harus efektif. Selain itu. Jadi pencanaan akademik tidak hanya sekadar pada desainnya. Program pendidikan akan berkualitas tinggi bila bermanfaat bagi siswa. masyarakat lokal ataupemodal potensial dan orang-orang yang menjalankan program itu sendiri. Program pembelajaran yang berkualitas juga harus memiliki ciri khusus atau berbeda dari lembaga pembelajaran yang lain. kebutuhan dan perhatian masyarakat di mana lembaga pendidikan itu berada. .

etika dan sikap yang akan bermanfaat dalam kehidupan di masyarakat mendatang yang kompleks dan berubah. Bishop. b. yaitu. Sebaran pengaruh menandung makna suatu program pendidikan tertentu akan menyambungkan dengan program pembelajaran yang lain sehingga memerlukan kerja sama dengan programprogram pendidikan yang lain dalam suatu institusi pendidikan yang lebih luas. fisik. Program pendidikan yang berkualitas menyediakan berbagai cara untuk dengan cara-cara yang memuaskan. maka program pendidikan yang berkalitas menunjukan dua aspek pengaruh yaitu penetrasi dan penyebaran pengaruhnya. yang diajarkan guru dan yang dipelajari oleh siswa. 3.94 ketrampilan khusus. afektif. (Sanusi. sosial. e. etika. moral. Strategi Meningkatkan Kualitas Pendidikan Menurut John a. yaitu tertera pada buku. harus terus tumbuh. Menciptakan kesempatan belajar baru di sekolah dengan mengubah jam sekolah menjadi pusat belajar sepanjang hari dan tetap membuka sekolah pada jam-jam libur d. Membantu siswa memperoleh pekerjaan dengan menawarkan kursuskursus yang berkaitan dengan keterampilan memperoleh kerja. memperbaiki tes bakat. dan dimensi-dimensi intrapersonal. Meningkatkan ukuran prestasi akademik melalui ujian nasional yang menyangkut kompetensi dan pengetahuan. c. sertifikasi kompetensi dan profil portofolio. Berdasarkan penjelasan di atas. Tingkat penetrasi mencakup tiga tahapan kurikulum. 1992) menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dilakukan beberapa cara. Membentuk kelompok sebaya untuk meningkatkan gairah pembelajaran melalui belajar secara kooperatif. dalam arti mengukur kebutuhan peserta didik. Juga membantu siswa untuk terus tumbuh dan berkembang tingkat kematangannya Perkembangan yang diperhatikan adalah kognitif. Meningkatkan pemahaman dan penghargaan belajar melalui penguasaan materi (mastery learning) dan penghargaan atas pencapaian prestasi akademik. .

dapat dilakukan pada saat dan juga dalam proses. Berdasarkan penjelasan kualitas di atas. adanya panduan kebijakan dari pusat yang berisi standar-standar kepada sekolah. Organisasi pembelajaran yang menerapkan MMT memandang kualitas dari sudut pandang pelanggan. MMT dalam pembelajaran adalah filosofi perbaikan terus menerus di mana lembaga endidikan menyediakan seperangkat rencana atau alat untuk memenuhi bahkan melampaui kebutuhan. dan 2) bagaimana cara mencapainya. keinginan.merupakan pandangan umum. Dengan demikian. Yaitu meliputi pendeteksian dan pengukuran komponen atau aspek-aspek dari prodik akhir yang sebelum proses.95 Berdasarkan hal tersebut. Fullan dan Watson (Nurkolis. menurut pendapat penulis cara lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menerapkan Manajemen Mutu Terpadu (MMT). melebihi kebutuhan dan keinginanya. tingkat kepemimpinan yang kuat. Kualitas adalah ide yang dinamik dan tidak mutlak. Berdasarkan pertanyaan tersebut. b. menciptakan fokus tujuan yang memerlukan perbaikan. c. maka penulis adalah sebagai berikut: a. Dalam hal ini kualitas didefinisikan sebagai memuaskan pelanggan. esensi dari TQM adalah perubahan budaya dimana gagasan tentang kualitas harus berada dalam hati dan pikiran orang-orang dalam budaya mutu. Alasannya karena pelangganlah sebagai pihak terakhir yang menilai kualits dan tanpa pelanggan maka suatu organisasi tidak akan ada. pelanggan saat ini dan di masa yang akan datang. dalam upaya meningkatkan pendidikan yang berkualitas langkah yang harus dilakukan menurut pendapat . Pengontrolan kualitas dalam proses dan harapan dimaksudkan untuk meyakinkan bahwa barang diproduksi sesuai dengan prosedur dan tahap-tahap yang telah ditetapkan sebelumnya. d. menetapkan secara jelas visi dan hasil yang diharapkan. 2003:81) mengajukan dua pertanyaan yang ditjukan kepada desainer MBS ketika mendesain kualitas sekolah yang meliputi : 1) apa yang ingin dicapai. maka quality control merupakan konsep kualitas yang paling tua.

Perubahan budaya mutu membutuhkan perubahan sikap dan metode kerja. Dalam kenyataan pelaksanaan keterpaduan kerja. terintegrasi sehingga perencanaan semakin efektif dan sistem pengendalian dapat dilaksanakan. pengelola sekolah melaksanakan perubahan budaya ke arah budaya mutu. maka tugas kepemimpinan manajerial selanjutnya adalah menegakan disiplin kerja para angota melalui pertemuan rutin dalam mewujudkan tujuan bersama. Pertama. Berdasarkan pendapat tersebut. tetapi seluruh guru. guru dan pengurus komite sekolah. Total Quality Management dalam Pendidikan Mutu hasil pendidikan (lulusan) tidak hanya ditentukan oleh seorang guru. Untuk kepentingan ini yang diperlukan justru komitmen dan disiplin kerja.96 e. pengelola dan staf administrasi. 4. Berdasarkan hal tersebut. maka kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan adalah adanya rantai hubungan yang efektif antar client dengan provider. Ada dua syarat yang haris ada sebelum dikembangkan sistem pengendalian. Tujuan pengendalian adalah melakukan pengukuran dan perbaikan agar apa yang telajh direncanakan dapat dicapai secara optimal. Selain itu. Upaya mewujudkan keterpaduan kerja dalam kontek pembinaan sebagai organisasi pembinaan pembinaan profesi merupakan kegiatan yang berat dan harus dilakukan oleh pimpinan melalui praktik kepemimpinan manajerial. juga pihak personalia sekolah pun ikut serta di dalamnya. Untuk mencapai tujuan tersebut. lengkap. konsekuensi dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dibutuhkan penerapan konsep manajemen . Oleh karena itu perlu dipersiapkan lingkungan fisik yang nyaman untuk bekerja efektif dan benar serta dorongan keberanian dan pengakun terhadp keberhasilan. dan adanya keadilan dalam pembiayaan sekolah. seperti para pembimbing. fasilitas pembelajaran selalu dijadikan komponen independen. Dengan demikian. yaitu pengendalian harus berdasarkan perencanaan yang jelas. pembangunan kelembagaan melalui pelatihan dan dukungan kepala sekolah. perencanaan (planning). Kedua pengendalian membutuhkan adanya struktur organisasi yang jelas. f. perlu diketahui pada bidang atau tingkatmana pertanggungjawaban dilakukan.

97 mutu terpadu (MMT) dan pengendalian mutu terpadu dijalankan atas dasar pengertian dan tanggung jawab bersama untuk mengutamakan efisiensi dan peningkatan kualitas proses pembelajaran. maka laboratorium perlu dikelola secara baik. Keberadaan laboratorium yang dikelola dengan baik akan sangat membantu guru-guru IPA dalam melaksanakan pembelajarannya. merancang eksperimen. sikap ilmiah. Prinsipprinsip ilmiah pada umumnya disertai dengan metode penemuan atau inkuiri. 1. terutama dari pola kepemimpinan manajerial. saling memberikan informasi keunggulan dan kelemahan dalam memperbaiki kualitas pengajaran. Dalam pembelajaran inkuiri siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan ilmiah seperti mengamati.mengumpulkan data. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan fungsi laboratorium sebagai sumber belajar. dan menarik kesimpulan. sehingga laboratorium menjadi tempat belajar yang efektif untuk dapat mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa. Pembelajaran IPA tidak bisa terlepas dari praktek. G. Manajemen Laboratorium IPA Pada prinsipnya pembelajaran IPA yang dikehendaki adalah bersifat ilmiah. 3) berorientasi pada kualitas kepuasan guru dan peningkatan prestasi belajar. yang menyatakan bahwa “praktik pengendalian dalam mutu proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh adanya auditor seperti kepala sekolah. Peranan Laboratorium dalam Pembelajaran IPA . menyusun hipotesis. 2) keterlibatan semua anggota menjadikan mereka merasa saling punya tanggung jawab moril dan materil. baik Prinsip ilmiah. mengajukan pertanyaan. Pendapat-pendapat di atas memberikan pemahaman kepada kita. Dipertegas lagi oleh Vincenn (1997:181). proses ilmiah maupun produk ilmiah. bahwa ketika prinsip keterpaduan kerja diterpkan dalam manajemen sekolah. sedikitnya terdapat makna yang hakiki yang meliputi 1) kecocokan antara anggota (guru) dengan anggota dengan pengurus lainnya dalam gugus. termasuk guru-guru senior”. Benang merah di sana adalah bahwa pengendalian mutu merupakan manjemen ilmiah yang dilaksanakan dalam konsep kebersamaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara bersama.

kepuasan. Supriyono. kimia atau biolagi. Memotivasi peserta didik agar gemar dan senang pada mata pelajaran IPA c. siswa dapat mengembangkan keterampilan proses. maka peranan laboratorium dalam pembelajaran IPA sangan penting. (5)mengembangkan kemampuan berpraktikum. Pengelolaan Laboratorium a.98 Keberadaan laboratorium di sekolah telah lama dikembangkan baik untuk sekolah dasar maupun tingkat menengah untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar siswa tidak hanya belajar teori saja tapi dilaboratorium siswa bisa langsung melihat benda atau proses secara nyata sehingga siswa memperoleh pengalaman konkrit terhadap benda-benda. (4)mengembangkan pemahaman konsep dan kemampuan untelektual. Berdasarkan tujuan di atas. Melatih peserta didik agar trampil menggunakan alat. e. Optimalisasi proses pembelajaran IPA baik fisika. Di laboratorium. karena kerja praktek merupakan cara yang sangat relevan untuk membantu siswa mengembangkan kompetensimnya. Pengalaman konkrit yang diperoleh di aboratorium sangat penting untuk siswa karena pembelajaran akan lebih efektif dan menyenangkan apalagi jika siswa dapat merefleksikan pengalaman mereka dan mencoba menggunakan apa yang telah mereka pelajari. (1987). Melatih disiplin yang tinggi dan tanggung jawab. serta merasakan fenomena alam. (3)mengembangklan berpikir ilmiah dan metode ilmiah. menyatakan bahwa tujuan kegiatan laboratorium dalam pembelajaran IPA adalah: (1) membangkitkan dan memelihara daya tarik . sikap. 2. Tujuan kegiatan pembelajaran di laboratorium: a. Memperkenalkan alat-alat laboratorium IPA d. mengamati ketajaman nalar yang memadai. Tujuan utama kerja praktek adalah melatih siswa bekerja secara ilmiah sehingga kompetensi siwa terkembangkan.(2) mengembangkan berpikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah. Organisasi Laboratorium dan . keterbukaan dan rasa ingin tahu terhadap IPA. b. keterampilan memecahkan masalah.

Biasanya laboratorium IPA dilengkapi dengam jadwal praktikum. b. teratur. serta sejumlah siswa sebagai pemanfaat sarana laboratorium.99 Organisasi laboratorium yang umum berada di sekolah terdiri dari Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. kutang hati-hati. (4) kurang tersedianya peralatan keamanan dan tidak menggunakan perlengkapan pelindung. dan menggunakan peralatan yang tidak sesuai/rusak. (5) tidak mengikuti petunjuk dan aturan yang semestinya ditaati. Keselamatan kerja laboratorium Keselamatan kerja di laboratorim merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. koordinator pengelola laboratorium yang terdiri dari guru fisika. pada halaman berikutnya penulis akan mengungkapkan bab. Beberapa penyebab kecelakaan di laboraturim.biologi. . tata tertib siswa. (2) kurang jelasnya petunjuk kegiatan praktek. 3 yang akan menjelaskan tentang Prosedur Penelitian. dan sangsi.kimia. Demikian kajian teori yang dapat penulis kemukakan bada bab 2 ini. laboran sebagai pembantu pengelola laboratorium. (2005:15). (6) bekerja diluar kesadaran. karena kecelakaan merupakan keajian diluar kemampuan manusia. agar pemakaian laboratorium merata. keterangan penyimpanan alat dan bahan. mengatakan bahwa siapapun yang menjadi pengelola laboratorium hendaknya diusahakan agar suasana laboratorium ada dalam keadaan disiplin dan baik. denah lokasi praktikum. adalah: (1) kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai bahan kimia yang digunakan dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan praktek. Depdiknas. Dengan demikian keamanan dan keselamatan di laboratorium hendaknya selalu diperhatikan. tidak berebutan antar kelas. (3) kurangnya bimbingan dan pengawasan terhadap kegiatan di laboratorium.

pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive (teknik penentuan sampel dengn pertimbangan . tahaptahap penelitian. dimana penelitian ini menghendaki adanya eksplorasi untuk memahami dan menjelaskan apa yang diteliti melalui komonikasi yang intensif dengan berbagai sumber data untuk memberikan makna secara mendalam agar dapat melihat fenomena yang ada. sumber dan teknik pengumpulan data. lokasi dan subyek penelitian. berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. A. digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. secara sistematis uraian selengkapnya adalah sebagai berikut. dan validitas temuan penelitian serta penjadwalannya. Sugiyono. data yang diperlukan. (2007:15). (sebagai lawanya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci.100 BAB III PROSEDUR PENELITIAN Pada Bab 3 ini penulis akan menguraikan prosedur penelitian. Pendekatan dan Metode Penelitian Sesuai dengan tuntutan rumusan masalah dan fokus penelitian sebagaimana diuraikan pada bab satu. maka metode yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif. yang membahas tentang pendekatan dan metode penelitian.

berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya. membatasi studi dengan fokus. Data cenderung naratif dari pada angka-angka namun demikian penelitian kualitatif Tidak menolak data kuantitatif sebagai penunjang dan hasil analisisnya berupa uraian-uraian yang sangat deskriptif. mendudukan objek penelitian sejajar dengan peneliti dan menempatkan objeknya dalam suatu konteks natural. Nasution.101 tertentu) dan snowball (teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil. Mengacu pada hal tersebut. teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan). pendapat. keterlibatan peneliti secara langsung di lapangan. Dari penjelasan di atas. . (Lexy Moleong. Penelitian ini lebih memfokuskan pada proses dari pada hasil berdasarkan pada analisis data secara induktif. responden dapat menilai kembali data dan informasi baru. (1999:18). berinteraksi dengan mereka. Dengan demikian. kemudian menjadi besar). dan pendayagunaannya berdasarkan pandangan subjek penelitian. peneliti melakukan kontak langsung (face to face) dengan responden agar dapat mengamati perilaku. Pendekatan ini menolak kerangka teori sebagai langkah persiapan penelitian. mengatakan bahwa penelitian kualitati pada hakekatnya adalah mengamati orang dalam lingkunganya. 2000:34). dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif. dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi. menuntut bersatunya objek penelitian dengan subjek pendukung objek penelitian. sasaran penelitian diarahkan kepada usaha menemukan teori-teori dasar. memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data. analisis data bersifat induktif/kualitatif. Schigel. serta menghayati proses penelitian dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah-berubah yang dihadapi dalam penelitian itu. berpendapat bahwa tahap akhir dari penelitian kualitatif ialah peneliti harus menafsirkan hasil-hasil penelitianya. mengakui kebenaran empirik. dalam rangka mengumpulkan data penelitian. sikap. penelitian yang bersipat deskriptif lebih mementingkan proses daripada hasil.

The data collected is in the form of words of pictures rather than number. 2. 2. (1982:29). 4. Data yang terkumpul berbentuk kata. (sebagai lawanya adalah eksperimen). dengan mementingkan penguasaan proses penelitian. sehingga tidak menekankan pada angka. langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. 3. Mengacu pada hal tersebut. Dilakukan pada kondisi yang alamiah. mengemukakan lima karakteristik Qualitative research has the natural setting as the direct source of data and researcher is the key instrument. Qualitative research tend to analyze their data inductively. eksplorasi secara terfokus atau terseleksi guna mencapai tingkat kedalaman dan kerincian tertentu. maka sasaran penelitian diarahkan pada usaha menguasai teori-teori penelitian yang bersifat deskriptif. maka siklus dalam proses penyimpulan data dilakukan melalui tiga tahapan. maka dapat maknai bahwa penelitian kualitatif memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. dan bergerak di . penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau out come. tingkat permukaan : 2. yaitu : 1.kata atau gambar. menentukan kriteria untuk memeriksa keabsahan data hasil penelitian bisa diterima serta dibenarkan oleh kedua belah pihak. eksplorasi yang meluas atau menyeluruh. 3.102 Bogdan dan Biklen. yaitu : 1. penelitian kualitatif. membatasi studi dengan fokus kajian. 3. Qualitative research is descriptive. Qualitative research are concerned with process rather than simply with outcomes or products. di Berdasarkan karakteristik penelitian kualitatif tersebut. ”Meaning” is of essential to the qualitative approach. yaitu peneliti dan responden. dan mengkonfirmasikan hasil dan temuan penelitian. 4. 5. 5. Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati) Berdasarkan hal tesebut.

1993:102). peneliti menghubungi informan lain yang disarankan oleh informan sebelumnya.103 B. Berdasarkan hal tersebut. . membaca atau bertanya tentang data. tenaga kependidikan dan para pembantu kepala sekolah. 2. Responden penelitian adalah orang yang dapat merespon. dan 3 Kabupaten Bandung. 1922:29). maka yang menjadikan sumber data dan informasi dalam studi penelitian ini adalah keseluruhan permasalahan yang menyangkut pelaksanaan pendidikan. maka pemecahan masalah yang menjadi focus penelitian ini memerlukan sejumlah data yang berkaitan dengan permasalahnya. yaitu berdasarkan pilihan dan pertimbangan peneliti. Lokasi dan Subyek Penelitian Subjek penelitian adalah benda. serta semua stakecholder yang terlibat dalam kegiatan ini termasuk siswa. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Purposive sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nasution. maka yang dijadikan sumber informasi adalah para kepala sekolah. aspek apa dan siapa yang dijadikan focus pada saat situasi tertentu terusmenerus sepanjang penelitian. Sedangkan sumber data adalah benda. yaitu: 1. memberi informasi tentang data penelitian. peran manajemen kurikulum yang menjadi penunjang dan penghambat implementasi manajemen mutu pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (IPA Terpadu) di SMP Negeri Rancaekek 1. Mengacu pada hal tersebut. Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. Penentuan sumber informasi di sini bersifat snowball untuk mendapat informasi yang lebih mendalam. hal atau orang dan tempat di mana peneliti mengamati. 2. hal atau orang dan tempat di mana data dijelaskan yang dipermasalahkan melekat (Arikunto. Berdasarkan permasalahan penelitian dan supaya permasalahan dalam penelitian ini dapat terjawab secara akurat. Oleh karena itu pengambilan sumber data dan informasi dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Selanjutnya perbedaan antara responden penelitian dan sumber data. guru.

peristiwa. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 2. Lofland. 7. orang dan proses. 2. yaitu berdasarkan pilihan pertimbangan peneliti. Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 2.104 2. aspek apa dan siapa yang dijadikan fokus pada saat situasi tertentu terus menerus sepanjang pemilihan. 4. 6. Mengenai sumber data atau populasi dalam penelitian kualitatif mengacu pada empat tipe sumber data penelitian. (Moleong. Pengambilan sumber data dan informasi dengan purposive sampling. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kelompok data tersebut. yaitu setting. maka subjek penelitian kualitatif ditentukan secara purposive sampling. 2. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 5. Untuk itu supaya memperoleh informasi yang beraneka ragam dan lebih luas guna mencapai kedalaman penggalian masalah. 2. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. 3. Purposive . Sistem “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu di SMP Negeri 1. 2000:22) menyatakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan peningkatan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. 2. dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Sistem pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya kegiatan dan penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1. kemudian dikaji berdasarkan teori.

1992:29) Pengambilan sumber data menggunakan teknik purposive sampling ini dilakukan dengan didasari : 1. kajian diagnosis dan kajian kepustakaan untuk dipertimbangkan bagi rumusan peningkatan pembelajaran IPA Terpadu Bandung. dan 3 Rancaekek Kabupaten . Sampel yang diambil sesuai dengan ciri-ciri. tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Gambaran kinerja guru dalam pelaksanaan strategi pembelajaran Gambaran umum SMP Negeri 1.105 sampling tergantung pada tujuan pada suatu saat (Nassution. populasi. Bandung. Sampel yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung karakteristik yang terdapat pada C. 2. 3. sifat atau karakteristik yang merupakan karakteristik pokok. 2. Gambaran kinerja sekolah dalam pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu. Strategi sarana dan prasarana . 3. 2. IPAT. Strategi kurikulum. Penentuan karakteristik popolasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan. maka yang dijadikan sumber informasi adalah kepala sekolah. tenaga kepndidikan dan peserta didik/siswa yang dianggap mempunyai kelayakan dijadikan subjek penelitian. data ini terdiri atas : Strategi sumber daya manusia. Data yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. Berdasarkan hal tersebut. tenaga pendidik (guru). Data yang diperlukan Pemecahan masalah yang menjadi fokus penelitian ini menentukan sejumlah data yang berkaitan dengan strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bandung. kemudian dikaji berdasarkan teori. Berdasarkan hasil deskripsi dan analisis penemuan kedua kelompok data tersebut.

106

D.

Sumber dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data dalam penelitian ini adalah orang dan dokumen yang terdapat

di lingkungan SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Untuk mendapatkan data yang dimaksud secara akurat diperlukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Teknik yang dimaksud adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Atas dasar konsep tersebut, maka ketiga teknik pengumpulan data di atas digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh informasi dan diharapkan informasi yang diperoleh saling melengkapi. Dalam pengumpulan data dan informasi yang diperlukan disesuaikan dengan kisi-kisi pengumpulan data seprti yang ada pada lampiran. 1. Observasi Peneliti melakukan obserasi dengan cara mendatangi tempat yang akan diteliti secara langsung ketika proses pelaksanaan kegiatan berlangsung. Observasi yang dilakukan adalah obserasi non-partisipasi, sehingga peneliti duduk bersama dengan para responden selama kegiatan berlangsung. Selama observasi, peneliti memperhatikan langsung langkah-langkah dan tindakan-tindakan responden. Observasi dimaksudkan untuk mendapatkan data dan mengumpulkan data atau informasi yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian yang diajukan. Selama observasi, peneliti memperhatikan apa-apa yang dilakukan para responden, pada saat itulah peneliti mencatat hal-hal yang dianggap penting yang berkaitan langsung dengan focus penelitian. Oleh karena itu, observasi dilakukan berulang-ulang sampai diperoleh data yang cukup untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sehubungan dengan itu, maka peneliti berusaha mendekati mereka tanpa mereka mencurigai bahwa proses penelitian sedang berlangsung, oleh karena itu, pencatatan observasi tidak dilakukan secara langsung, tetapi dalam pelaksanaanya dipadukan dengan wawancara. Pada saat obserasi yang dilakukan terhadap para kepala sekolah peneliti berbicara informal terhadap guru dan yang lainnya. Percakapan itu untuk mendapatkan komentar-komentar mereka berkenaan dengan permasalahan, potensi dan cara menyelesaikannya

107

2. Wawancara Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara tak berstruktur dan terbuka. Percakapan dilakukan oleh dua pihak yaitu peneliti dan responden. Maksud peneliti melakukan wawancara terbuka adalah untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan focus penelitian secara lebih mendalam. Dengan wawancara ini diharapkan memperoleh data tentang: Pelaksanaan strategi peningkatan hasil pembelajaran, Peranan strategi pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar siswa, Faktor penunjang dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan mutu hasil belajar siswa, Pelaksanaan koordinasi diantara satuan kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa, pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi akademik. system “Unity Of Command” yang dikembangkan dalam penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa dan system pengawasan yang dilakukan untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, dan pelaksnaan komunikasi dalam penyelenggaraan system administrasi pembelajaran. Untuk kepentingan hal tersebut, maka peneliti menyusun pedoman wawancara dengan tujuan agar wawancara tetap berada dalam konteks permasalahan yang sedang diselidiki. Responden yang diwawancarai adalah (a) Kepala Sekolah; (b) Guru; (c) Pengawas; (d) Komite Sekolah (f) Tenaga Kependidikan; dan (g) siswa. 3. Studi Dokumenter Untuk melengkapi data dan informasi yang diperoleh dari dua teknik terdahulu, digunakan teknik studi dokumentasi, yaitu dengan cara mempelajari berbagai dokumen yang berhubungan dengan dokumen-dokumen yang dipelajari mencakup penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dalam hal ini maka diperlukan dokumen seperti: a. Profil SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung

108

b. Pedoman administrasi kegiatan atau program-program yang dijalankan;
c. Dokumen lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan meningkatkan

mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA Terpadu) di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Dengan teknik studi dokumenter ini diharapkan diperoleh data-data tertulis baik berupa dokumen penasehatan (file), foto-foto, rekaman pembicaraan selama rapat-rapat, dan notula rapat. E. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap yang dilalui dalam penelitian ini adalah : 1. melakukan penjajagan terhadap lokasi dan subyek penelitian untuk memperoleh data awal sehingga mendapatkan gambaran yang lengkap dan jelas mengenai masalah yang dihadapi; 2. melakukan pendalaman materi bacaan yang berhubungan dengan masalah penelitian;
3. penyusunan desain penelitian serta kisi-kisi pengumpulan data dan pedoman

wawancara; dan 4. mengajukan permohonan izin penelitian. Secara keseluruhan kegiatan-kegiatan itu adalah : 1. melakukan pembicaraan pendahuluan; 2. melaksanakan kegiatan pengumpulan data secara intensif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi; 3. selama penelitian berlangsung dilakukan pula kegiatan analisis data yang dituangkan dalam traskip data lapangan, dengan jalan mengungkapkan kembali data yangdiperoleh kepada sumber data yang lain dan meminta komentar tentang hal yan sama agar didapat tingkat kepercayaan yang lebih menjamin, dan member check untuk mengkonfirmasikan atau mencheck kebenaran catatan lapangan yang telah dianalis kepada sumbernya; 4. mendeskrisikan dan menganalis data lapangan secara subtantif dengan merujuk kepada hasil studi kepustakaan dan mempelajari laporan lapoan.

109

Mengacu pada kegiatan-kegiatan tersebut, maka pengolahan dan analisis data penulis lakukan sejak awal hingga selesai penulisan laporan penelitian, dengan melalui tahap reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hal tersebut, maka data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan pedoman sebagai berikut :
1. Analisis pada saat pengumpulan data

Selama pengumpulan data, peneliti membuat catatan lapangan, melakukan member check dengan subyek yang bersangkutan, mengadakan audit trail, melakukan triangulasi untuk melakukan keabsahan seperti menanyakan kepada responden lain, melakukan revisi sesuai dengan subyek peneliian dan sumber aslinya, pemberian kode terhadap catatan lapangan yang telah direvisi untuk penyesuaian dengan pekembangan proses dan jenis data yang diperoleh.
2. Analisis setelah data terkumpul

Setelah data terkumpul, peneliti mereduksi data dengan jalan merangkum laporan lapangan, mencatat, menggolongkan dan mengklasifikasikan hal-hal yang relevan dengan focus penelitian yaitu penyelenggaraan meningkatkan mutu hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 1, 2, dan 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. membandingkan dan menganalisis data secara lebih mendalam (dituangkan dalam bab IV), menarik kesimpulan, dan memberikan rekomendasi (dapat di ihat di bab V). 3. Penyusunan laporan penelitian Kegiatan penelitian ini diakhiri dengan penyusunan laporan penelitian. Keseluruhan hasil kegiatan ini disusun secara sistematis dalam bentuk tesis. Selanjutnya, sebagai pertanggungjawaban ilmiah dan sekaligus pemenuhan salah satu persyaratan penyelesaian studi, maka tesis ini pada akhirnya diajukan kepada pembimbing dan forum penguji agar diperiksa sebagaimana layaknya
F.

Validitas dan Reliabilitas Penelitian Hasil penelitian kualitatif masih diragukan berbagai kalangan nilai iliahnya,

karena dianggap kurang valid dan reliable. Oleh karena itu, agar hasil penelitian kulitatif ini dapat diterima sebagai suatu karya ilmiah yang memiliki kreadibilitas

koordinasi dan pengawasan yang dilakukan). atur pembahasan suatu topik (seperti data mahasiswa yang belum selesai. Untuk mencapai validitas yang baik.110 (dapat dipercaya). Dependabilitas Dependabilitas atau ketergantungan adalah satu kriteria kebenaran dan penelitian kualitatif yang pengertiannya sejajar dengan reliabilitas dalam penelitian kuantitatif. hal ni peneliti membahas catatan-catatan lapangan dengan kolega dan teman sejawat yang mempunyai kompetensi dalam bidang administrsi akademik. karena peninjauannya . Seperti hasil wawancara mengenai system akademik yang dilakukan. 3) Penggunaan bahan referensi digunakan untuk mengamankan berbagai informasi yang didapat dari lapangan. yakni mengupas tentang konsistensi hasil penelitian. Reliabilitas Dalam penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan kecocokan konsep penelitian dengan konsep yang ada pada responden. sehingga perbedaan suatu masalah dapat dihindarkan seperti system kerja yang dilakukan. 1. dalam penelitian ini dilakukan antara lain: 1) Triangulasi. 2. Untuk mencapai hal tersebut. Konsep ketergantungan lebih luas dari pada reliabilitas. 2) Pembicaraan dengan kolega (Peer Debriegfing). maka dalam dalam penelitian ini. sehingga apabila ada kekeliruan dapat diperbaiki atau apabila ada kekurangan ditambah dengan informasi baru. juga dilakukan konfirmasi dengan nara sumber terhadap laporan hasil wawancara. yakni mengecek kebenaran data dengan membandingkan dengan data dari sumber lain seperti buku-buku sumber. Pembicaraan dengan kolega penulis lakukan apabila data yang ditemukan seperti koordinasi dan komunikasi yang dilakukan kurang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut. maka perlu ada pemerikasaan keabsahan data yang didapatkan. 4) Mengadakan member cek setiap akhir wawancara.

Transferabilitas merupakan suatu kemungkinan. peneliti melakukan audit trail. c) Data yang sudah terkumpul kemudian dikonfirmasi ulang melalui obserasi. Jadwal Penelitian Kegiatan penelitian akan dilaksanakan selama kurang lebih 4-5 bulan dari mulai bulan Juli 2009 s. d) Melakukan penghitungan sederhana untuk membuktikan kebenaran data. maka peneliti melakukan upaya : a) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. sehingga peneliti tidak memiliki keyakinan akan dapat menjamin validitas eksternal ini. wawancara dan upaya lainnya. Konfirmabilitas Agar kebenaran dan objektivitas hasil penelitian dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Transferabilitas hasil penelitian baru ada. untuk memastikan kebenarannya. sehingga data dapat dipercaya kebenarannhya. Meskipun diakui bahwa tidak ada situasi yang sama pada tempat dan kondisi yang lain.111 lebih dari segi konsep tetapi memperhitungkan segala-galanya yang ada pada reliabilitas itu sendiri. G. b) Data mentah yang diperoleh direkapitulasi dalam laporan lapangan yang lengkap dan cermat. 3. Nopember 2009 dengan agenda kegiatan penelitian sebagai berikut : Tabel 3-1 . yakni dengan melakukan pemeriksaan ulang sekaligus konfirmasi untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dilaporkan dapat dipercaya dan sesuai dengan situasi yang nyata. jika pemakai melihat dari situasi yang identik dan memiliki keserasian antara hasil penelitian dengan permasalahan di tempatnya.d. 4. Transferabilitas Transferabilitas atau keteralihan merupakan validitas eksternal hasil penelitian hingga sejauh manakah hasil penelitian ini dapat diterapkan atau diaplikasikan dalam konteks atau situasi lain.

INTERPRETASI DAN PEMBAHASAN Pada Bab. Diawali dengan menjelaskan gambaran umum SMP Negeri 1.112 Jadwal Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 KEGIATAN Proposal Studi Pustaka Membuat Kuisioner Wawancara Studi dokumen Observasi Lapangan Pengolahan Kuisioner Pengolahan Data Analisis Data Penyusunan Laporan Penyelesaian Akhir 1 BULAN KE 2 3 4 5 Demikian prosedur penelitian yang ditempuh oleh penulis. BAB IV TEMUAN. Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut: A. SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dan perkembangannya saat ini sebagai lokasi penelitian. penulis akan membahas bab IV yaitu Deskripsi Hasil Penelitian. penulis paparkan hasil penelitian sesuai dengan pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan dan diakhiri dengan bagian ketiga yang merupakan pembahasan yaitu membandingkan antara kenyataan di lapangan dengan konsep teori yang telah diuraikan pada Bab. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. IV ini penulis akan mengemukakan tiga bagian penting yang merupakan pemaparan hasil dan pembahasan penelitian. II. Pada halaman berikutnya. Kemudian yang kedua. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung .

p.00 – 12. dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibanding dengan proses-proses lainnya. f. terletak di Jalan Raya Rancaekek No. proses pengelolaan program.625 m2 : 5.300 m2 : 30 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : ada (18 X 15 m2 dan 8 X 15 m.113 Proses pendidikan merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain. proses pengelolaan kelembagaan. Jumlah Murid Berdasarkan penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bahwa memiliki status terakreditasi B (memuaskan). Dalam pendidikan bersekala mikro (ditingkat sekolah). dan proses monitoring dan evaluasi. i. Sesuatu yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses disebut input sedangkan sesuatu dari hasil proses disebut output. g. l. proses belajar mengajar. Hal ini mengandung arti bahwa .177. c. d. j.588. n. b. proses yang dimaksud adalah proses pengambilan keputusan.00 WIB) : 6. 87. e. o. k. h. Sekolah ini berdiri tahun 1963 dengan rincian data sebagai berikut: a. SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah m2) Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : ada (15 X 8 m2) : ada (8 X 10 m2) : 1387 orang : 63 orang : 11 orang : Pagi (07.

Profil lain yang dapat ditampilkan dari hasil penelitian di SMP Negeri 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. 4) Mengikuti kegiatan pelatihan dan perlombaan. 5) Melaksanakan tugas secara profesional 6) Mencermati informasi tentang peningkatan pendidikan 7) Menjalin hubungan persuadaraan sebagai umat beragama TARGET: . serius. 2) Membina akhlak yang berbudi luhur. adalah sebagai berikut: MOTO VISI : SMP Negeri 1 Rancaekek SERASI (Sehat Rajin dan Sigap) : Berdisiplin. 3) Mengembangkan layanan profesional dalam semangat kerja sama dan keteladanan. prestasi diri dan cekatan dalam bertindak. dan budaya kerja. bersih dan aman.114 sekolah memiliki prestasi yang tinggi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. guna meningkatkan prestasi kerja dan prestasi belajar peserta didik. 5) Menciptakan lingkungan yang nyaman. nyaman dan aman dalam meningkatkan dan membangun akhlak yang berbudi. 6) Menyiapkan generasi penerus yang mampu mandiri berbekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. 4) Meningkatkan dan menegakkan disiplin sesama kerabat kerja dan peserta didik dengan menanamkan budaya bersih. STRATEGI: 1) Menyusun program kegiatan 2) Membina dan membudayakan personil untuk meningkatkan kualitas 3) Memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah. MISI : 1) Mewujudkan tercapainya peningkatan mutu dan efesiensi pendidikan. budaya belajar. untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan. indah.

standar pendidik dan standar tenaga kependidikan. peran kepala sekolah. standar pembiayaan. tata usaha. dan standar penilaian pendidikan. sehingga mudah dijangkau. SMP Negeri 1 Rancaekek merupakan sekolah paling tua di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Badung dan menjadi sekolah negeri yang dipavoritkan oleh masyarakat Rancaekek dan sekitarnya. peningkatan mutu dimana usaha ini dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang meliputi: Standar isi. kurikulum dan sarana prasarana harus saling mendukung. Pada saat ini program unggulan di SMP Negeri 1 Rancaekek meliputi: pemerataan kesempatan belajar dalam rangka mendukung terlaksananya proram Wajib Belajar Pendidikan Dasar (WAJAR-DIKDAS) 9 Tahun. Manajemen dan pencitraan publik dengan menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) dan mengembangkan berbagai manajemen sekolah dengan memaksimalkan peranan komite sekolah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan juga merupakan program utama di SMP Negeri 1 Rancaekek.115 Para siswa memiliki bekal kemampuan yang bermanfaat untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi. standar sarana dan prasarana. Hal ini dibuktikan dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini. guru. Adapun tugas dan peran serta masing-masing komponen dijabarkan secara rinci seperti berikut: . mulai dari sumberdaya manusia. Pada tahun 2002 sampai 2005 SMP Negeri 1 Rancaekek menjadi sekolah rintisan Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah (PMPBS). siswa. standar pengelolaan. sehingga dari hasil kegiatan tersebut nampak perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam mutu dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. yaitu di pinggir jalan raya Rancaekek. dan pada saat ini tercatat jumlah siswa sebanyak 1387 orang siswa dengan jumlah rombongan belajar 30 kelas. standar proses. Untuk mewujudkan program di atas. Lokasi sekolah sangat strategis karena berada di pusat kota Rancaekek. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negerei 1 Rancaekek Kabupaten Bandung. anggota masyarakat dan warga negara yang beragama. standar kompetensi lulusan.

Tugas. .melaksanakan kegiatan belajar mengajar .membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan dan program semester. supervisor dan pendidik di sekolah dituntut untuk mampu: (1) mengadakan prediksi masa depan sekolah. (6) melakukan pengendalian atau kontrol terhadap pelakasanaan pendidikan.mengkkordinasikan dan melaksanakan bimbingan dan konseling . Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: .membuat alat pelajaran/alat peraga .melaksanakan tugas tertentu di sekolah . peran dan tanggungjawab kepala sekolah Kepala sekolah memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan.melaksanakan evaluasi . pemimpin sekolah. (5) menemukan sumber-sumber pendidikan dan menyediakan fasilitas pendidikan.menciptakan karya seni .menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran . misalnya tentang kualitas yang diinginkan masyarakat. baik perencanaan strategis maupun perencanaan operasional.mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum . Tenaga Pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. (4) menyusun perencanaan.membuat satuan pelajaran . karena atas perannya sebagai manajer pendidikan. b.mengisi daftar nilai siswa . (2) melakukan inovasi dengan mengambil inisiatif dan kegiatan-kegiatan yang kreatif untuk kemajuan sekolah.membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar .116 a.melaksanakan kegitan penilaian belajar . (3) menciptakan strategi atau kebijakan untuk mengsukseskan pikiran-pikiran yang inovatif tersebut.

membuat lembaran kerja siswa .Pengurusan administrasi pegawai. Kurikulum Dengan memanfaatkan paradigma baru mengenai pengelolaan sekolah maka dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah yang memegang peranan pentingnya adalah kemampuan kepala sekolah. keuangan. sarana prasarana.membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa . .mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c.meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran .Pengelolaan keuangan sekolah . Peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah melalui MBS dapat dilihat bagaimana kepala sekolah memanajemen mulai dari: kurikulum. Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: . kesiswaan.mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya . dan lingkungan sekolah.Penyusunan program tata usaha sekolah . tenaga kependidikan.Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah . guru dan siswa .117 . Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kondisi fisik dan psikis yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya kemampuan dan kreativitas merupakan tugas utama secara operasional dalam aspek manajemen dan memotivasi staf untuk dapat bekerjasama secara sukarela dalam mencapai tujuan organisasi.Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala d.

(5) mendorong guru untuk berani mengemukakan pendapat. (7) tidak mengambil tanggungjawab yang menjadi kewenangan guru. yang berorientasi pada standar isi dan standar kompetensi lulusan. (4) menghargai kontribusi setiap guru dan memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara maksimal. (2) mempermudah aturan/prosedur. sarana atau memberikan kritik dlam berbagai kesempatan. (8) memiliki inisiatif dan siap menghadapi resiko. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasan bagi sekolah untuk mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Peranan kepala sekolah dalam memberdayakan guru mencakup: (1) pelimpahan wewenang berdasarkan kemampuan guru. (9) bertindak realistis dan dipandu oleh nilai-nilai . Kepala sekolah merupakan kunci kesuksesan sekolah dalam mengadakan perubahan. Hal ini karena kepala sekolah merupakan seorang pejabat yang professional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerja sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan. bimbingan dan konsultasi serta menjelaskan apa yang diharapkan dari kepemimpinan kepala sekolah. Kegiatan lembaga pendidikan sekolah disamping diatur oleh pemerintah. (6) memfasilitasi para guru dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan. sesungguhnya sebagian besar ditentukan oleh aktivitas kepala sekolahnya. Peranan kepala sekolah dalam melaksanakan dan mengembangkan KTSP merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tingkat sekolah. (3) memberikan arahan.118 Ketercapain tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijakan kepala sekolah sebagai salah satu pemimpin pendidikan. Upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan yang terkait dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah memberdayakan guru. menyelesaikan konflik. dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru. Sehingga kegiatan meningkatkan dan memperbaiki program dan proses pembelajaran di sekolah sebagian besar terletak pada diri kepala sekolah itu sendiri.

maka seluruh komponen pendidikan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran siswa harus dianalisis berdasarkan tuntutan program pembelajaran. (11) bekerjasama dan menjalin hubungan dengan guru berbasis kepercayaan. dan personil pembantu sekolah. Dengan memanfaatkan potensi tersebut secara optimal maka diharapkan akan ada peningkatan mutu pendidikan tingkat sekolah. Akan tetapi dalam memanfaatkannya harus bisa membaca peluang dan kemampuan yang dimiliki masing-masing sektor. ruang kelas. Dalam MBS dan KTSP peranan kepala sekolah memegang peranan penting dalam mengatur. khususnya proses belajar mengajar seperti: gedung. (12) menciptakan rasa aman dan kepuasan bagi guru. meja kursi. karena kepala sekolah telah diberi keleluasaan dalam mengembangkan sekolah seperti potensi lingkungan sekolah. wakil kepala sekolah.119 kebenaran dalam mewujudkan visi sekolah. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan. Prasarana pendidikan adalah fasititas yang secara tidak langsung menunjang jalanya proses pendidikan atau pengajaran seperti: . (10) memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan guru. Manajemen Sarana Prasarana Agar kegiatan pembelajaran siswa terjadi dengan efektif dan efisien. serta alat-alat dan media pengajaran. staf tata usaha. Kemampuan kepala sekolah dituntut untuk bisa memanfaatkan peluang seperti ini (MBS dan KTSP). Dalam memanfaatkan potensi masing-masing sektor harus diperhatikan beberapa hal seperti kemampuan yang dimiliki masing-masing guru mata pelajaran. mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. e. potensi personal atau warga sekolah dan sarana prasarana. Dalam memanfaatkannya masing-masing sektor harus dikembangkan sesuai dengan latar belakang profesi kependidikannya.

seperti berikut: Tabel 4-1 Keadaan Siswa SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Kelas VII Kelas VIII Kelas IX 401 339 312 404 381 311 474 441 472 Jumlah 1052 1096 1387 . rapih. Manajemen sarana dan prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan sekolah yang bersih. indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan baik bagi guru maupun siswa untuk berada di sekolah. f. halaman sekolah sebagai sekaligus lapangan olah raga. Input dan output hasil pendidikan Dari Output yang dihasilkan dilihat dari tingkat kelulusan pada setiap tahunnya rata mencapai 99. kualitatif dan relevan dengan kebutuhan serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan proses pendidikan dan pengajaran. sepeti taman sekolah untuk pengajaran biologi.120 halaman. baik oleh guru sebagai pengajar maupun siswa siswi sebagai pelajar. Tingkat Nasional atau Internasional dalam Bidang akademik maupun non akademik yang pernah diterima. berikut ini prestasi yang pernah diperoleh sekolah diantaranya: prestasi pada Tingkat Daerah. Maka tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah ini berdasarkan studi dokumentasi. kebun. jalan menuju sekolah. tetapi jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar-mengajar. Dengan figur kepala sekolah dalam memimpin terdapat peningkatan mutu yang signifikan. taman sekolah. 4 % dengan rincian pada dua tahun terakhir adalah sebagaimana tercantum pada tabel 4-1. komponen tersebut merupakan sarana pendidikan. Di samping itu juga diharapkan tersedianya alat-alat atau fasilitas belajar yang memadai secara kuntitatif.

Mat IPA Jumlah Ing. 2. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha . Kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan tahun 2008-2009 Tabel 4-3 Kualifikasi tenaga pendidikan No 1 2 3 Ketenagaan Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha S2 S1 1 34 D3 23 D2 6 D1 SMA SMP 11 - Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah.83 8.73 Rata-rata Nilai UAN Bhs.10 % Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri Rancaekek 1 Bandung Dari kondisi tersebut di atas maka hasil ujian akhir nasional selama dua tahun pelajaran mengalami peningkatan khususnya pelajaran IPA yaitu sebesar 0. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. Fisika. Ind 7. bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs.77 7. 7.45 31.09% g.54 33.86 7.17 Kelulusan 100 % 99. Dengan adanya pengelolaan pendidikan dewasa ini maka melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan materi pembelajaran melalui Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. diketahui bahwa guru yang memiliki kualifikasi guru Ilmu Pengetahuan Alam (spesifikasi Biologi. Selanjutnya dapat digambarkan pula bahwa dari sejumlah guru yang tercantum pada tabel 4-2. 91 8.121 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-2 Prestasi Akademik UAN SMP Negeri Rancaekek 1 Kabupaten Bandung No.50 8. memanajemen yang profesional. maka kepala sekolah dapat secara leluasa mengambil tindakan yang bertujuan meningkatan mutu pendidikan. Pendidikan nasional berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Kimia) adalah 8 orang.40 8.

Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. dan berfungsi untuk mendidikan. bekerja keras. bertanggung jawab. mengajar. mandiri. hubungan masyarakat. SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di jalan Bojongsalam Desa Bojongsalam. berbudi pekerti luhur. dengan rincian profil sebagai berikut: a. berkepribadian. sebagian besar ditentukan oleh aparat pelaksana yang menguasai tugas dan fungsinya. tangguh. Peningkatan Mutu pendidikan d. berdisipiln. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi satuan kerja SMP. Program kerja ini berdasarkan atas keberhasilan dan kekurangna program kerja tahun pelajaran 2009/2010. melatih. yaitu menyelenggarakan pendidikan dalam arti luas. Program kerja berdasarkan Dinas Pendidikan Pemerintah Propinsi Jawa Barat. maka disusunlah program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung tahun pelajaran 2009/2010. Relevansi Pendidikan c. cerdas. Pendidkan Nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air. Pemerataan Pendidikan b. melaksanakan BP/BK. pembagian tugas yang jelas. Luas lahan sekolah : 16. dengan penuh keihlasan yaitu guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dan didukung oleh pembantu pelaksana tata usaha dan petugas lainnya. dengan empat strategi pokok: a. Demi kelancaran pencapaian peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. tindakan dan pengambilan keputusan yang harus dilaksanakn oleh kepala sekolah. diperlukan adanya perencanaan yang matang disertai penyusunan langkah kegiatan.122 Esa. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Efesiensi Keberhasilan pelaksanaan program kerja SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun pelajara 2009/2010. dan melaksanakan administrsi pendidikan.500 m2 .

n. g. Meningkatkan kualitas guru dan tata usaha e.00 – 11. c. h. j. Sumber daya alam Mengembangkan sumber daya alam dan pengelolaan sekolah untuk meningkatkan kewirausahaaan dan penambahan ruang belajar b. Sumber daya manusia . e. Efesiensi dan efektifitas dalam menggunakan data. d. b. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI : Masyarakat Sekolah yang Agamis dan Unggul dalam Prestasi MISI : a. Mengunakan sarana prasarana sekolah seperti: Mosola. d. i. ruang belajar dll. f. Meningkatkan disiplin peserta didik f. TUJUAN : a. o. Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor Ruang ibadah Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Perpustakaan Laboratorium Jumlah Murid Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah : 3450 m2 : 28 Ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1219 orang : 44 orang : 5 orang : 10 orang : Pagi (07. Memberdayakan sarana yang ada sebagai nara sumber c.30 WIB) Rancaekek m. k. Jumlah Guru Non PNS Harapan dan rencana program kerja di SMP 2 Negeri Kabupaten Bandung yang sesuai dengan tuntuan tujuan pendidikan nasional maka perlu suatu strategi kerja sekolah yang dituangkan dalam visi. misi. Memfasilitasi kegiatan yang mendukung tercapainya harapan di atas.123 b. l.

Mengatur administrasi (kantor. Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan serta bimbingan karir bagi siswa di sekolah. kurikulum dan sarana prasarana harus saling menunjang dan mendukung tersebut. melalui pembinaan. maka peran serta seluruh komponen warga SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. penataran atau pendidikan formal. mulai dari peran kepala sekolah. Membina organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Tugas Kepala Sekolah. diklat. untuk mewujudkan visi. Sebagai Pimpinan Unit Pelaksana Teknis. diklat. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku. misi dan tujuan . 2) Tenaga administrasi: Peningkatan profesionalisme dan peningkatan keterampilan staf tata usaha melalui pembinaan. dan tujuan di atas. Mengarahkan kegiatan. Melakuan evaluasi.124 1) Tenaga edukatif: Menanamkan sikap profesionalisme yang berkaitan dengan tugas mengajar. Mengambil keputusan. siswa. misi. Melaksanakan urusan tata usaha dan urusan rumah tangga sekolah. masyarakat dan dunia usaha. Mengadakan rapat. perlengkapan. penataran dan membuka kesempatan bagi guru untuk mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. siswa. Adapun tugas dan peran masing-masing dari komponen warga sekolah dijabarkan sebagai berikut: a. Membina kerja sama dengan orang tua. tata usaha. Bertanggung jawab kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Mengatur proses belajar mengajar. berkewajiban: Melaksanakan pendidikan formal selama jangka waktu tertentu sesuai dengan jenis. 2) Kepala sekolah berfungsi sebagai pimpinan: Kepala sekolaha juga memiliki kewajiban sebagai berikut: Menyusun perencanaan. Melaksanakan pengawasan. guru. Menentukan kebijakan. Mengorganisasikan kegiatan. jenjang dan sifat sekolah. pegawai. MGMP. Untuk mewujudkan visi.

administrasi Pengarahan.melaksanakan kegiatan belajar mengajar .melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar . Ruang ketrampilan/kesenian. Pengawasan.mengisi daftar nilai siswa .menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran . Keuangan. Kegiatan ke tata usahaan. Kesiswaan. Pengkordinasian. 4) Selaku supervisor menyelenggarakan supevisi mengenai: Maka selaku sepervisor Kepala Sekolah berkewajiban melaksanakan: Kegiatan belajar mengajar. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: . Kegitan bimbingan dan konseling. Kurikulum. Perlengkapan.melaksanakan kegitan penilaian belajar . Perpustakaan.melaksanakan evaluasi . 3) Kepala Sekolah Selaku administrator bertugas: Kepala sekolah sebagai administrator maka memiliki kewajiban menyelenggarakan Pengorganisasian.125 keuangan). Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha.membuat alat pelajaran/alat peraga . Tugas Tenaga pendidik (Guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efesien. Kegiatan kerja sama dengan masyarakat. Kegiatan ekstrakulikuler. Laboratorium. Kepegawaian.membuat satuan pelajaran . sebagai berikut: Perencanaan. Kantor.membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar selama satu semester dalam bentuk program tahunan atau program semester . b.

melaksanakan tugas tertentu di sekolah .mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan tingkat c. Tugas Urusan Bidang Kurikulum Urusan bidang kurikulum mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegitan penyusunan: .menciptakan karya seni .Jadwal evaluasi belajar .Pengurusan administrasi pegawai.membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa . Tugas Urusan Tata Usaha Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut : .Kriteria persyaratan naik kelas/tidak naik kelas . guru dan siswa .mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum .Jadwal pelajaran .Penyusunan program tata usaha sekolah .Jadwal penerimaan buku laporan pendidikan (raport) dan penerimaan Program pengajaran .Pembagian tugas guru .Laporan pelaksanaan pelajaran d.126 .meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran .Satuan pelajaran dan menggerakan sebagai koordinator .Pelaksanaan Ujian Nasional .membuat lembaran kerja siswa .mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya .Pengelolaan keuangan sekolah .ijazah .mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum .Kemajuan kelas .

Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah .Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala e. hal ini sejalan dengan upayaupaya sekolah yang terprogram secara sistematis untuk lebih dikembangkan sumber daya manusia yang siap dan unggul untuk itulah diperlukan langkahlagkah program mulai dari keadaan siswa.Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasaran sekolah .Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah . berdasarkan studi dokumentasi secara rinci akan dijabarkan sebagai berikut : Tabel 4-4 Keadaan Siswa SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Pelajaran 2007 – 2008 2008 – 2009 2009 – 2010 Jumlah/Keadaan Siswa Jumlah Kelas VII 401 404 471 Kelas VIII 339 381 386 Kelas IX 312 311 362 1052 1096 1219 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-5 Keadaan Guru SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Kualifikasi tenaga kependidikan No Ketenagaan S2 S1 D3 D2 D1 SMA SMP .Pengelolaan pembiayaan alat-alat pelajaran . Tugas Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah .Menyelenggarakan penerimaan siswa baru . bahwa di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. sarana prasarana pembelajaran dan hasil lulusan tiap tahun.127 . keadaan guru.Menyusun laporan pelaksanaan urusan saran prasarana secara berkala Selain peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di atas.Mengadministrasikan pendayagunaan sarana prasarana .

IPA 7.10 Mat Bhs.60 7. Ind 7.24 29.39 Jml Kelulusan 100 % 100 % 8. Ing.40 30.128 1 2 3 Kepala Sekolah Guru Tenaga Tata Usaha 1 - 35 - 7 - - 1 - 8 3 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Sarana dan Prasana Pembelajaran SMP Negeri Rancaekek 2 Kabupaten Bandung Tabel 4-6 Sarana Ruangan SMP Negeri 2 Rancaekek No 1 2 3 6 9 10 12 13 14 15 16 17 18 Ruang Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Komputer OSIS/Pramuka/PMR Lapangan Upacara Olah Raga Guru Piket BP-BK Tata Usaha Masjid Gudang Kesenian Jumlah 28 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Baik 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kondisi Cukup Rusak 1 1 - Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri Rancaekek 2 Bandung Tabel 4-7 Multi Media SMP Negeri 2 Rancaekek No 3 4 5 6 7 Media VCD Player TV Monitor Sound System Tape Recorder Komputer Jumlah 2 4 1 2 24 Baik 2 4 1 1 Kondisi Cukup Kurang 1 4 20 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Tabel 4-8 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung No. 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Rata-rata Nilai UAN Bhs.07 7.82 .93 7.86 7.43 8.

2) Relevansi (Link and Match). terletak di pinggiran kota Rancaekek dan berada di daerah yang rawan banjir. Luas lahan sekolah Luas bangunan sekolah Jumlah ruang kelas Jumlah ruang administrasi/kantor : 6.736 m2 : 30 Ruang : 1 ruang . d. maka kepala sekolah dapat secara leluasa dalam mengambil tindakan strategi sekolah yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tersebut. 3. selain dari itu ada pula berbagai macam prestasi dalam bidang lainnya. c.129 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Rancaekek Bandung Meskipun lokasi SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. Program kerja di SMP Negeri 2 Rancaekek Kabupaten Bandung. Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. b. Juara 1 Putera Wide Game MABISA Paseh pada tahun 2003. adalah meningkatkan mutu pendidikan memilik 4 (empat) strategi sekolah diantaranya yaitu: 1) Pemerataan Pendidikan. Juara 1 membaca cerpen tingkat Bandung Raya yang diselenggarakan oleh UNINUS pada tahun 2009. 3) Efesiensi. tetapi semangat siswa untuk mendapat prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non-akademik tetap tinggi.000 m2 : 1. Juara 3 Bola Volly Puteri tingkat SLTP Se-Bandung Raya tahun 1997. Hal ini dicapai dengan cara mengoptimalkan kemampuan kepala sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah dan mengembangkan potensi personal yang dituangkan dalam rencana sekolah. Juara 2 Tenis Meja Puteri tingkat Kecamatan tahun 2001. Juara 1 Gerak Jalan PORGUR cabang PGRI Rancaekek tahun 1996. dan sasaran utama 4) Peningkatan Mutu Pendidikan. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung terletak di Jalan Teratai Raya Bumi Rancaekek Kencana. diantaranya adalah: juara 1 Tenis Meja Putera tingkat Kecamatan pada tahun 2008. yang berdirinya pada tahun 1993 dengan data sebagai berikut: a. hal ini dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang diperoleh. Sedangkan proses pembelajaran berdasar pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Juara 2 putera ALGA-CUP 3 tahun 1998.

misi. o. j. Menciptakan lingkungan sekolah sebagai suatu tempat belajar yang aman. g. l. h. berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ramah terhadap lingkungan alam dan masyarakat serta mandiri dalam mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki. k. . institusi. Mendidik siswa agar menjadi warga negara yang beriman dan taqwa. Ruang ibadah Ruang koperasi Ruang BP/BK Ruang Ekstrakurikuler Ruang UKS Kantin Sekolah Perpustakaan Laboratorium Jumlah Guru Jumlah Pegawai Non Guru Waktu jam pelajaran sekolah Ruang seni Ruang PKS : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 1 ruang : 8 unit : 1 unit : 1 unit : 1366 orang : 71 orang : 17 orang : Pagi (07. Mewujudkan tercapainya pendidikan meliputi tujuan kurikuler. Meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan kehidupan beragama di lingkungan sekolah. c. dan menyenangkan dengan suasana kekeluargaan. n. b.00 – 12. q.40 WIB) : 1 ruang : 1 ruang m. p. MISI: a. dan tujuan pendidikan nasional.130 e. tujuan dan sasaran penyelenggaraan kegiatan pendidikan adalah sebagai berikut: VISI: SMP Negeri 3 Rancaekek BERIRAMA. memiliki harapan yang dituangkan melalui visi. efektifitas dan efesiensi kerja sekolah di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. f. nyaman. r. Jumlah Murid Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. i.

kepegawaian. Menciptakan rasa kesatuan korep dan pelaksanaan tugas secara propesional serta kerja sama yang efektif dan efesien. keterampilan serta potensi dan bakat lainnya.131 d. Menumbuhkan kesadaran kepada setiap warga sekolah agar supaya dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya dimana sekolah itu berada g. 4) Penataan dan penambahan sarana pisik sekolah. Menanamkan dan mengembangkna rasa percaya diri kepada siswa terhadap kemampuan baik dalam bidang akademis. 2) Pemberdayaan sarana dan prasarana serta sumber daya personil di lingkungan sekolah 3) Job Description sesuai dengan The Right man on the Right Place. Menumbuhkembangkan budi pekerti luhur terhadap siswa agar siswa hormat terhadap orang tua. STRATEGI: a. karyawan dan sesama teman di lingkungannya. e. 5) Peningkatan kerjasama dengan komite sekolah dan instansi terkait. . keuangan dan kantor. Penataan kelembagaan 1) Penyempurnaan manajemen sekolah yang meliputi bidang akademik. Peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar 1) Tertib dalam mematuhi jam kerja 2) Tertib dalam administrasi KBM dan pelaksanaannya secara efektif dan efesien. 6) Sekolah menjadi suatu tempat untuk kegiatan belajar sesuai dengan konsep wawasan wiyata mandala. guru. pemerintah daerah. tokoh masyarakat/orgamnisasi dan lingkungan setempat. kesiswaan. b. 3) Menumbuhkan dan mengembangkan kerja sama khususnya antara guru mata pelajaran melalui MGMP. f.

catur wulan/semester berdasarkan kalender pendidikan. mengkordinasikan. Peningkatan kualitas profesi tenaga pendidik. misi dan strategi sekolah tesebut dibuat rincian tugas masing-masing personil sebagai berikut: a. mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan rincian sebagai berikut: . rencana pelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2006 (KTSP). 5) Mengembangkan wawasan keunggulan sekolah. guru. menyusun norma kenaikan kelas. laporan hasil belajar siswa. pembagian tugas guru yang langsung dituangkan pada jadwal pelajaran. 6) Setudi banding antar guru mata pelajaran sejenis maupun antar sekolah untuk saling bertukar pengalaman. 3) Peningkatan pemberdayaan supervisi kepada guru. 7) Mensukseskan wajib belajar 9 tahun 8) Menampilkan sekolah yang ideal melalui kegiatan wawasan wiyata mandala.Mengatur proses belajar mengajar yang mencakup: program tahunan. UPI dan STKIP. pelaksanan Ulangan Umum. 1) Pemberdayaan diklat/penataran/MGMP bagi guru 2) Penerapan hasil diklat/penataran dalam KBM secara tepat gMuna dan berhasil guna. Peran dan Fungsi Kepala Sekolah Kepala sekolah mempunyai tugas merencankan. 6) Mengembangkan muatan lokal dan kegiatan ekstra kurikuler. tata usaha. mengarahkan. 5) Menyediakan buku-buku referensi guru di perpustakaan sekolah. c.132 4) Menumbuhkan keunggulan kompetitip di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah secara kreatif. . siswa. SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung dalam pengelolaan personal mulai dari peran kepala sekolah. Ulangan Blok dan Ujian Akhir Nsional. 4) Mengikutsertakan guru melalui penyetaraan UT. kurikulum dan sarana prasarana yang harus saling menunjang dan mendukung untuk mewujudkan visi.

membuat alat pelajara/ alat program. melaksanakan kegiatan membimbing siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.Mengatur pembinaan kesiswaan . mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. Menyusun laporan kegiatan pembelajaran. Pemantapan.Mengatur administrasi siswa . Memahami tugas setiap seksi dalam kurikulum. Mengkordinir dan membantu tugas setiap seksi dalam kurikulum. Peran dan Fungsi Tenaga Pendidik (guru) Guru bertanggung jawab kepada kepala sekolah membantu kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien. mengisi daftar nilai siswa.Mengatur administrasi perlengkapan . Menyusun kegiatan kurikulum.Mengatur adminiistrasi kantor . membuat satuan pelajaran (RPP). melaksanakan kegiatan belajar mengajar. melaksanakan tugas tertentu di sekolah. menciptakan karya seni. Membuat konsep surat tugas. mengadakan .Mengatur hubungan dengan masyarakat b.Mengatur administrasi perpustakaan . Tes/kuis. Peran dan Fungsi Bidang Kurikulum Program kurikulum di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung memiliki tugas sebagai berikut: Membuat konsep kelengkapan administrasi guru dan wali kelas.Mengatur administrasi pegawai . Try out. c. melaksanakan kegitan penilaian belajar. melaksanakan evaluasi. menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengajaran.133 .Mengatur administrasi keuangan .Mengatur administrasi keuangan . Pelaksanaan ujian sekolah dan nasional. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: membuat program pengajaran/rencana kegiatan belajar mengajar. membuat alat pelajaran/alat peraga.

Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala .Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah . meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran.Ikut membantu agar tata tertib sekolah dapat berjalan dan ditaati . baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah . perabot dan peralatan sekolah yang ada . diri siswa sendiri. pengawas. Peran dan Fungsi Tenaga Kependidikan (Tata Usaha) Kepala urusan tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah meliputi kegiatankegiatan sebagai berikut: .Melengkapi diri dengan keperluan sekolah .Pembinaan dan pengembangan karier pegwai tata usaha sekolah . membuat lembaran kerja siswa.Membantu kelancaran sekolah dalam proses kegiatan belajar .Ikut menjaga nama baik sekolah. orang tua dan temanteman e. Kewajiban siswa .134 pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya. keamanan dan ketertiban kelas serta sekolah pada umumnya.Harus bertindak sopan terhadap guru. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran. halaman WC. Menyusun kelengkapan pembelajaran. Kegiatan MGMP. . membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa.Penyusunan program tata usaha sekolah .Pengelolaan keuangan sekolah . guru dan siswa . d.Penyususnan administrasi perlengkapan sekolah .Pengurusan administrasi pegawai.Membantu kelancaran pelajaran di kelas maupun jalanya sekolah pada umumnya .Ikut bertanggung jawab atas kebersihan.Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung.

135 f.Mengajukan kebutuhan alat dan bahan praktikum . maka diperlukan program rencana pengembangan sekolah (RPS) di sekolah untuk dijadikan standar dalam rangka meningkatkan mutu.Memelihara alat dan bahan yang ada . maka salah satu perangkat program pengelolaan sekolah ini akan senantiasa merupakan suatu perangkat dari sistem manajemen sekolah yang dapat dipergunakan untuk dijadikan arah pelaksanaan program bagi pengelolaan sekolah. bahwa peran dan fungsi tugas dari masing-masing komponen di SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung. Peran dan Fungsi Bidang Sarana dan Prasarana Urusan bidang sarana prasarana mempunyai tugas membantu kepala sekolah dalam kegiatan-kegiatan bersama kepala sekolah menyusun : . efektipitas dan efesiensi pelaksanaan pendidikan yang tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku sesuai dengan pengelolaan manajemen berbasis sekolah .Membuat jadwal praktek.Mencatat sarana dan prasarana sekolah yang masih dapat dipakai dan yang tidak dapat dipakai . yang lebih dikembangkannya adalah sumber daya manusia yang siap.Bertanggung jawab terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana perlengkapan sekolah g. . tata tertib laboratorium.Memantau penggunaan sarana dan prasarana sekolah . Sejalan dengan hal tersebut dan berdasar bahan masukan dari lapangan.Menginventarisir alat dan bahan praktikum .Kebutuhan sarana dan prasarana sekolah . larangan dan peringatan.Membantu merencanakan rehabilitasi program sekolah .Bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan di laboratorim.Membuat program kerja laboratorium . Peran dan Fungsi Pengelola Laboratorium Pengelola laboratorium mempunyai tugas membantu guru dalam kegiatankegiatan pembelajaran yang memerlukan praktek: .

56 Kelulusan 100 % 100 % Bandung Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Tabel 4-11 Kondisi Guru dan Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Jumlah Guru Jumlah Tata Usaha No Ijazah Guru Tetap Guru Tidak TU.89 Nilai UAN IPA 8. Mat Ing. data di bawah ini berdasarkan studi dokumentasi. kondisi guru. bahwa : . TU.36 8. Ind 8. 8. Tidak Tetap Tetap Tetap 1 S2 3 2 S1 47 6 3 D3 8 1 3 4 D2 6 5 D1 1 6 SMA 7 7 Jumlah Total 64 7 10 7 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung g.Jumlah pendaftar selalu melebihi daya tampung .136 (MBS).60 Jumlah 33.02 8.42 33.49 8.53 8.44 Rata-rata Bhs. Potensi Lingkungan Sekolah Potensi lingkungan di SMP Negeri Rancaekek 3 Bandung.63 8. dan potensi sekolah. mulai dari kondisi siswa. sebagai berikut: Tabel 4-9 Kondisi Siswa SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2009-2010 No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah 1 VII 206 220 426 2 VIII 236 235 471 3 IX 238 223 461 Total 680 678 1358 Jumlah Rombel 30 Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Rancaekek Bandung Tabel 4-10 Data Lulusan Prestasi Akademik UAN SMP Negeri 3Rancaekek Kabupaten Bandung No 1 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 2008/2009 Bhs.

Tata Usaha dan komponen terkait lainnya). Jauara 1 Menggambar tingkat Kabupaten Bandung tahun 2005.Jumlah karyawan cukup banyak .Tersedianya jumlah tenaga guru yang memadai . Juara 2 LKBB se. sangatlah berpotensi untuk lebih dikembangkan. Juara Umum Wide-Game Trophy Bupati Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2003. Juara 2 Futsal tingkat SMP se-Bandung Raya pada Tahun 2009. di SMP Negeri 3 Rancaekek Kabupaten Bandung. Juara 1 Wide-Game Pramuka tingkat Kabupaten Bandung tahun 2002. hal ini relevan dengan hasil penilaian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung pada tahun 2005 mendapatkan nilai Akreditasi A (sangat memuaskan). Adapun uraiannya sebagai berikut: 1. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam meningkatkan hasil belajar siswa. telah melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang .137 . kondisi guru dan tata usaha.Bandung Timur Tahun 2008. observasi dan studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen yang ada. Deskripsi Hasil Penelitian Penyajian hasil penelitian. dan juga memiliki berbagai prestasi baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara. Juara 1 PASKIBRA tingkatKabupaten Bandung tahun 2005. Juara 1 Bola Volly antar SMP se-Kecamatan Rancaekek tahun 2007. Juara 1 Siswa teladan tingkat Kabupaten Bandung tahun 2001. serta potensi lingkungan sekolah.Kualifikasi Tenaga Pendidik sebagain besar sarjana . B. Startegi Guru dalam merencanakan isi materi.Masih tersedianya lahan tanah sekolah untuk penambahan bangunan Dengan melihat hasil dokumentasi di atas mulai dari kondisi siswa. penulis tuangkan berdasarkan urutan pokok masalah penelitian sebagai sasaran dalam menyajikan deskripsi hasil penelitian. Guru. Juara 1 Musikalisasi Puisi seBandung Raya tahun 2007. seperti diantaranya adalah: Juara 1 Baca Puisi tingkat SMP se-Jawa Barat pada Tahun 2009. mereka pengelola sekolah (Kepala Sekolah.

Berdasarkan hal tersebut. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah sedangkan tujuan pembelajaran IPA Terpadu adalah: meningkatkan efisiensi/efektivitas pembelajaran. misalnya dengan cara peer teaching. Pendapat berikutnya menyatakan bahwa dalam pembelajaran IPA Terpadu tiap-tiap sekolah telah melaksanakan strategi-startegi pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil belajar. Sesuai dengan temuan yang didapatkan peneliti. temuan penelitian menunjukan bahwa strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu tampak para guru IPA di tiga SMP Negeri Kabupaten Bandung dalam pelaksanaan proses pembelajarannya memiliki prinsip bahwa proses pembelajaran IPA Terpadu akan menghasilkan kualitas yang diharapkan bila proses tersebut dapat membangkitkan motivasi kegiatan belajar efektip dan efesien. kreatif dan mandiri. sehingga IPA Terpadu bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta. mereka (guru) berpendapat. berdaya guna secara optimal diperlukan wawasan yang luas. Temuan lain menunjukkan bahwa perencanaan di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu materinya harus berkaitan erat dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis. CTL pembelajaran aktif. kreatif dan inovatif serta memiliki persepsi yang sama dengan komitmen terhadap program yang telah disepakati dari masing-masing sekolah. Berdasarkan hasil temuan di lapangan di ketiga SMP Negeri yang berada di Kabupaten Bandung. meningkatkan minat dan motivasi dan beberapa kompetensi dasar dapat dicapai sekaligus. bahwa semuanya itu dilakukan bertujuan untuk meningkat kemampuan siswa dari hasil belajarnaya sehingga siswa memiliki perubahan yang mengarah kepada hal yang lebih baik sesuai dengan harapan sekolah.138 menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. konsep-konsep. . sudah dapat dipastikan. team teaching. meningkatkan motivasi serta tindak lanjut pembelajarannya. atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. bahwa pembelajaran IPA Terpadu harus membudayakan berpikir ilmiah secara kritis.

Secara rinci. bahwa pada umumnya guru IPA Terpadu telah membuat perencanaan proses pembelajaran yang dibuktikan dengan adanya dokumen berupa: program tahunan. rasa ingin tahu tentang benda. materi ajar. serta memiliki program evaluasi dan program berbaikan dan pengayaan. menyatakan bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang ciri-cirinya sebagai berikut: 1) Hasil pembelajaranya tahan lama dan memiliki kecakapan life-skills dalam kehidupan peserta didik. Tujuan penyusunan Model Pembelajaran IPA Terpadu pada dasarnya untuk memberikan pedoman yang dapat dijadikan sebagai kerangka acuan bagi guru dan pihak terkait. penilaian hasil belajar dan sumber belajar. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran. penyusunan model ini di antaranya bertujuan untuk: . indikator pencapaian kompetensi. fenomena alam. Berdasarkan studi dokumentasi. Produk. kegiatan pembelajaran. Proses. presedur pemecahan masalah melalui metode ilmiah. Selain dari itu sebagian guru juga sudah membuat rencana program kegiatan praktek laboratorium. standar kompetensi. bahkan ada juga guru yang malakukannya sendiri. tujuan pembelajaran. pengembangan silabus. yang langsung dikonsultasikan dengan koordinator laboratorium. metoda pembelajaran. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. Aplikasi. guru harus mempertimbangkan berapa persen (%) yang diserap oleh peserta didik (siswa) dari yang diajarkan itu akan masih diingat kelak oleh peserta didik. program semester. berupa fakta. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. 2) Hasil itu merupakan pengatahuan yang betul-betul asli. Dengan demikian. Hal ini mengandung makna bahwa pengatahuan hasil proses belajar mengajar itu bagi para peserta didik seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. makhluk hidup. 3) Memiliki sikap. kompetensi dasar. teori dan hukum. penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari.139 Dari hasil wawancara dengan ketiga kepala SMP Negeri di Kabupaten Bandung. alokasi watu. prinsip.

. karena secara teknis akan terjadi kesulitan pengaturan jadwal dan pengaturan tim pengajar bila diajarkan lintas bidang studi. yang melibatkan aktivitas peserta didik secara berkelompok maupun mandiri. 3) membimbing guru agar memiliki kemampuan melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. agar peserta didik dapat memahami tema secara komprehensif dan terarah. Mata pelajaran yang dipadukan sebaiknya masih dalam lingkup bidang kajian IPA.140 1) memberikan wawasan bagi guru tentang apa. dan pemahaman bagi pihak terkait (misalnya kepala sekolah dan pengawas). dan menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran) dan penilaian secara terpadu dalam pembelajaran IPA. memperoleh pengetahuan yang betul-betul mengandung makna. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Tepadu hendaknya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya. menyusun silabus. tahan lama dan memiliki kecakapan life skills dalam kehidupan peserta didik. sehingga mereka dapat memberikan dukungan terhadap kelancaran dan ketepatan pelaksanaan pembelajaran terpadu. pengetahuan. Pembelajaran IPA secara terpadu akan lebih efektif bila tema yang dibahas relevan dan berkaitan dengan ‘IPA-lingkungan-teknologi-masyarakat’. 4) memberikan wawasan. agar tema dapat dibahas secara mendalam dan luas oleh guru bidang kajian IPA. 2. Tema yang dibahas disajikan dalam konteks IPA-lingkungan-teknologimasyarakat. mengapa. 2) memberikan keterampilan kepada guru untuk dapat menyusun rencana pembelajaran (memetakan kompentensi. dan bagaimana pembelajaran IPA terpadu pada setiap jenjang pendidikan dari mulai SD sampai dengan tingkat pendidikan menengah. Upaya Guru dan Sekolah dalam melaksanakan isi materi. Aktivitas peserta didik perlu ditunjang oleh media pembelajaran yang memadai.

maka pembelajaran terpadu dalam IPA terwujud. Aspek peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan.. produk (berupa fakta. aplikasi) penerapan metode ilmiah dan konsep IPA Terpadu dalam kehidupan sehari-hari. guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. Secara akademik. Begitu pula dengan pembelajaran terpadu dalam IPA memiliki beberapa kelemahan yang harus diperhatikan oleh guru ketika akan melakukan proses pembelajaran sebagai berikut: a. Tanpa kondisi ini. Perlu disadari. memiliki sikap. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah dan guru di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung. Aspek Guru: Guru harus berwawasan luas. menjelaskan bahwa: pada pelaksanaannya disamping kekuatan/manfaat yang ada. keterampilan metodologis yang handal. serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah baru yang dapat dipecahkan melalui prosedur yang benar. makhluk hidup. demikan yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan beberapa guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung. fenomena alam. b. rasa percaya diri yang tinggi. teori dan hukum. dan berani mengemas dan mengembangkan materi. prinsip.141 bahwa hasil proses pembelajaran seolah-olah merupakan bagian kepribadian bagi diri siswa. memiliki kreativitas tinggi. oleh karena itu model pembelajaran harus disesuaikan dengan konsep yang akan diajarkan. Hal ini terjadi karena model pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). bahwa sebenarnya tidak ada model pembelajaran yang cocok untuk semua konsep. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). kemampuan eksploratif dan elaboratif akan sulit . proses pemecahan masalah melalui metode ilmiah. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. model pembelajaran IPA Terpadu juga memiliki kelemahan. rasa ingin tahu tentang benda.

mungkin juga fasilitas internet. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Aspek penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). metode. Dengan kata lain. Bila sarana ini tidak dipenuhi. Sekalipun pembelajaran terpadu mengandung beberapa kelemahan selain keunggulannya. penilaian keberhasilan pembelajaran . Suasana pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. perlu dibahas bersama antara guru mata pelajaran terkait dengan sikap terbuka. memperkaya. c. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Bila kondisi ini tidak dimiliki. materi). d. dan mempermudah pengembangan wawasan. selera. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Aspek sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. Semua ini akan menunjang. f. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. Untuk mengurangi kelemahan-kelemahan di atas. Aspek kurikulum: Kurikulum harus luwes. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. Dalam kaitan ini. Kesemuanya ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pembelajaran IPA.142 (menemukan dan menggali). guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. sebagai sebuah bentuk inovasi dalam implementasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar perlu dikembangkan lebih lanjut. e. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian peserta didik.

d. ‘berbicara’. menyelidiki masalah yang sedang dipelajarinya. c. maka semakin dalam dan luas pula pemahaman konsep yang harus diserap oleh peserta didik. memperkuat kemampuan berbahasa peserta didik. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak guru yang terlibat.143 Salah satu kunci pembelajaran terpadu yang terdiri atas beberapa mata pelajaran adalah menyediakan lingkungan belajar yang menempatkan peserta didik mendapat pengalaman belajar yang dapat menghubungkan konsep-konsep dari berbagai sub-mata pelajaran. ‘menulis’ dan ‘melakukan’ kegiatan. maka pada jenjang pendidikan SMP/MTs akan lebih baik bila keterpaduan dibatasi pada mata pelajaran yang termasuk bidang kajian IPA saja. fisika dan kimia. karena penentuan tema akan membantu peserta didik dalam beberapa aspek yaitu: a. belajar akan lebih baik bila peserta didik terlibat secara aktif melalui tugas proyek. dan berinteraksi dengan teman. mengingat semakin tinggi jenjang pendidikan. sebaiknya memilih tema yang menghubungkan antara IPA– lingkungan. Mengingat pembahasan materi IPA pada tingkat lebih tinggi semakin luas dan mendalam. guru. peserta didik menjadi lebih percaya diri dan termotivasi dalam belajar bila mereka berhasil menerapkan apa yang telah dipelajarinya. peserta didik lebih memahami dan lebih mudah mengingat karena mereka ‘mendengar’. dan mandiri. Pengertian terpadu di sini mengandung makna menghubungkan IPA dengan berbagai mata pelajaran. jika guru hendak melakukan pembelajaran terpadu dalam IPA. Lintas sub-mata pelajaran dalam IPA adalah mengkoordinasikan berbagai disiplin ilmu seperti biologi. ‘membaca’. peserta didik yang bekerja sama dengan kelompoknya akan lebih bertanggung jawab. . berdisiplin. yang akan membuka peluang timbulnya kesulitan dalam pembelajaran dan penilaian.teknologi-masyarakat. dan dunia nyata. Selanjutnya melalui kegiatan observasi dan studi dokumentasi yang peneliti lakukan di ketiga SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung menemukan bahwa ternyata pembelajaran terpadu diawali dengan penentuan TEMA. kolaborasi. e. Oleh karena itu. b.

144 Model pembelajaran dalam hal ini adalah menjabarkan silabus menjadi desain pembelajaran/rencana pelaksanaan pembelajaran terpadu. kegiatan inti. dikemas dalam kegiatan pendahuluan. diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik sehingga peserta didik siap mengikuti pembelajaran dengan seksama. Dalam kegiatan pendahuluan ini guru dapat pula melakukan penilaian awal peserta didik (tes awal) yang dapat diberikan secara lisan maupun tertulis. dan kegiatan penutup/tindak lanjut. yang memungkinkan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. b. Fungsinya untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif. a. mengaitkan topik yang akan dipelajari dengan topik yang telah dipelajari yang dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang topik yang sudah dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar atas jawaban peserta didik. Langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan ini terdiri atas beberapa tahap yaitu: a) belajar. Kegiatan tatap muka dimaksudkan menarik perhatian peserta didik untuk menumbuhkan kesiapan . Dengan waktu yang relatif singkat tersebut. Pengalaman belajar dapat terjadi melalui kegiatan tatap muka dan kegiatan nontatap muka. Efisiensi waktu dalam kegiatan awal ini perlu diperhatikan. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar peserta didik (learning experience). karena waktu yang tersedia relatif singkat yaitu antara 5-10 menit. Kegiatan Awal/Pendahuluan Kegiatan pendahuluan merupakan kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali pelaksanaan pembelajaran terpadu. b) c) d) memotivasi peserta didik: membangkitkan semangat dan minat peserta didik untuk siap menerima pelajaran. memberikan acuan topik yang akan dibahas.

Peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri apa yang dipelajarinya.145 sebagai kegiatan pembelajaran yang peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun dengan peserta didik lainnya. c. di antaranya adalah sebagai berikut ini. 1) Kegiatan yang paling awal: Guru memberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik beserta garis besar materi yang akan disampaikan. kelompok. Terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kegiatan inti pembelajaran terpadu. Cara yang paling praktis adalah menuliskannya di papan tulis dengan penjelasan secara lisan mengenai pentingnya kompetensi tersebut yang akan dikuasai oleh peserta didik. Prinsip belajar sesuai dengan ’konstruktivisme’ hendaknya dilaksanakan dalam pembelajaran terpadu 3) Dalam membahas dan menyajikan materi/bahan ajar terpadu harus diarahkan pada suatu proses perubahan tingkah laku peserta didik. Kegiatan nontatap muka dimaksudkan sebagai kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dengan sumber belajar lain di luar kelas atau di luar sekolah. Kegiatan belajar hendaknya lebih mengutamakan aktivitas peserta didik. Kegiatan Akhir/Penutup dan tindak lanjut . melalui pembelajaran yang bersifat klasikal. Kegiatan inti pembelajaran terpadu bersifat situasional. atau berorientasi pada aktivitas peserta didik. 2) Alternatif kegiatan belajar yang akan dialami peserta didik. penyajian harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep di mata pelajaran yang satu dengan konsep di mata pelajaran lainnya. Guru menyampaikan kepada peserta didik kegiatan belajar yang harus ditempuh peserta didik dalam mempelajari tema atau topik yang telah ditentukan. Guru hanya sebagai fasilitator yng memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar. Guru harus berupaya untuk menyajikan bahan ajar dengan strategi mengajar yang bervariasi. yang mendorong peserta didik pada upaya penemuan pengetahuan baru. dan perorangan. yakni disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.

mengundang nara sumber dan mengadakan pertemuan melalui forum guru/MGMP IPA secara rutin dan mengevaluasi pelaksanaannya. 2) Melaksanakan tindak lanjut pembelajaran dengan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah. dan pembimbing namun harus memberikan pengarahan dan menuntun peserta didik dalam proses pembelajarnnya.146 Waktu yang tersedia untuk kegiatan penutup atau kegiatan akhir pembelajaran terpadu ini cukup singkat. 4) Memberikan evaluasi lisan atau tertulis. pendidik. Hal ini mengandung makna bahwa pengetahuan hasil proses pembelajaran itu bagi siswa seolah-olah telah merupakan bagian kepribadian bagi diri setiap siswa. membaca materi pelajaran tertentu. pelatih. 2) pengembangan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik. mengikuti kegiatan forum ilmiah. berdasarkan hasil observasi terungkap bahwa langkah awal yang dilakukan guru IPA untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu dengan melaksanakan langkah-langkah strategi seperti: 1) membentuk MGMP IPA. Mengacu pada hal tersebut. work shop. kondisi situasi. 3) Mengemukakan topik yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. seminar. diklat. sehingga akan dapat mempengaruhi pandangan dan caranya mendekati suatu permasalahan. 1) Mengajak peserta didik untuk diajarkan. Secara umum kegiatan penutup ini terdiri atas hal-hal sebagai berikut ini. Dalam proses pembelajaran guru IPA harus dapat membedakan antara pengetahuan konsep dan ketrampilan proses yang disesuaikan dengan minat. dalam kehidupan sehari-hari. perencanaan kegiatan. memberikan motivasi atau bimbingan belajar. bakat. seorang pendidik tidak semata-mata sebagai: pengajar. Hasil wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri Kabupaten Bandung. Oleh karena itu guru perlu mengatur dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. menyimpulkan materi yang telah . menjelaskan kembali bahan yang dianggap sulit oleh peserta didik.

ada tiga langkah memotivasi diantaranya: 1) Motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. sebagai perangkat pembelajaran. Temuan lain. 3) Motivasi akan terangasang karena ada tujuan Selain itu. hal ini dikaitkan dengan persoalan minat. yaitu dokumen kurikulum nasional yang berisi program pembelajaran tahunan dan atau semester. tuntunan pembelajaran yang berisi pembelajarannya. karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. afeksi seseorang dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan. persoalan motivasi ini dapat juga dikaitkan dengan persoalan minat. guru IPA juga dapat mengembangkan potensinya.147 Selain itu. afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Minat dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan atau kebutuhannya sendiri. penataran dan sejenisnya. serta mengadakan pertemuan rutin dan/atau secara berkala dengan guru-guru IPA baik intern maupun ekstern. seorang pendidik menyatakan bahwa dengan memotivasi siswa itu merupakan langkah strategi untuk peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. Hal ini mengandung arti bahwa perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam sistem yang ada pada organisme manusia. 2) Motivasi ditandai dengan munculnya rasa. Temuan lain menujukan bahwa cara-cara yang dilakukan guru IPA untuk menumbuhkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: atau langkah-langkah dalam proses tujuan-tujuan dan konsep-konsep . Hal ini menunjukan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepeda seseorang. Dan selain strategi-strategi yang dimiliki oleh para guru IPA ada hal penting yang harus mereka ketahui/miliki. serta selalu mengikuti berbagai kegiatan pelatihan. ketentuan.

serta mengembangkan potensi peserta didik. empiris. memiliki sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran.148 1) Dengan memberi angka. Hasrat untuk belajar suatu motivasi mengekplorasi potensi. 5) 6) 7) 8) Memberi ulangan Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau. Salah seorang siswa menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatan perpustakaan. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan harga diri. ketrampilan (psikomotor) dan afekksinya. melaksanakan praktikum. dengan usaha yang keras dalam belajarnya mempertahankan harga dirinya. Dalam proses pembelajarannya guru IPA telah memberikan pelayanan optimal terhadap siswa. dengan cara bagaimana seorang pendidik memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan seperti kognitif. memanfaatkan media. memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik dan menggunakan berbagai macam bentuk mengajar. kritis. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber atau referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. Persaingan/Kompetisi. Ego-Involvement sebagai motivasi menumbuhkan kesadaran mempertaruhkan harga dirinya. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah sarana dan prasarana laboratorium bagi guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan praktikum IPA di . 2) 3) 4) Memeberi Hadiah (Reward). Minat seperti membangkitkan adanya suatu kebutuhan. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif seperti tanggap. bahwa guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran.

alat peraga. ruang belajar yang ideal. memiliki ruang laboratorium IPA. buku sumber. sehat jasmani dan rohani. siswa.149 laboratorium yang disesuaikan dengan alat yang ada dan atau memiliki media yang memadai sesuai dengan konsep silabus. dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. dan mengadakan sarana prasarana. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. turut andil dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. komputer. upaya sekolah adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) kependidikan mengikutsertakan guru dalam pelatihan. memfasilitasi media. peralatan praktek. gambar. kelengkapan administrasi. penataran. Hasil penilitian menunjukkan bahwa sebelum melakukan pembelajaran Kepala Sekolah dan Guru terlebih dahulu melakukan evaluasi diri yang hasilnya adalah bahwa pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. OHP. regional maupun nasional mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga . Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih inter-aktif dan komunikatif apabila menguasai multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. kondisi ruang belajar memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. tenaga kependidikan (TU). charta. Hasil wawancara dengan salah seorang tenaga kependidikan (TU). dan laptop. dan sejenisnya baik lokal. dan kenaikan tingkat yang secara pro aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah orang antara tenaga tetap dan tidak tetap. Dari hasil temuan di sekolah yang diteliti ternyata hasil obsevasi dan wawancara bahwa rencana sekolah mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan . internet.

3. studi banding untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam pembelajaran IPA Terpadu. Temuan lapangan lain menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung sebagai berikut : a. sehingga para guru IPA tidak dapat mengukur kurang dan lebih di dalam proses pembelajarannya. yang mempunyai persefsi sama. Strategi guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Sarana laboratorium belum lengkap dan tidak digunakan secara maksimal. e. masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered. f. mengundang nara sumber. Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru . Letak geografis sekolah yang rawan banjir. sehingga menggangu proses pembelajaran. b. c. belum memberikan wawasan dan keleluasaan kepada guru-guru IPA untuk mengembangkan potensinya dalam kegiatan peningkatan mutu pembelajaran IPA melalui kegiatan studi banding antar sekolah sebagai startegi sekolah. Berdasarkan hasil observasi di lapangan di SMP Negeri Rancaekek Bandung.150 Berdasarkan upaya dan rencana sekolah di atas. b. belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. Masih ada guru yang tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Selain dari itu peneliti juga menemukan faktor pendorong peningkatan proses dan hasil pembelajaran IPA SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung: a. telah sejalan dengan peningkatan kompetensi profesional guru dan merupakan suatu keharusan mengikut sertakan dalam pelatihan. temuan penelitian menunjukan bahwa sesuai dengan tuntutan untuk mengembangkan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan. d. proses kegiatan pembelajaran dan media serta mengevaluasi pembelajaran.

meliputi: pembuatan persiapan pengajaran. Pembahasan hasil penelitian ini dilakukan untuk memberikan pemaknaan dan pendalaman atas temuan-temuan empiris dari sisi keilmuan atau rujukan konseptual. dan pembuatan program tahunan dan semester. regional. Ruangan multimedia. 1. Pelaksanaan pembelajaran. bahwa pembelajaran IPA terpadu meliputi hal-hal sebagai berikut: a. sehingga fenomena yang diungkap dalam penelitian ini memperoleh kejelasan secara konseptual keilmuan. 2) pembuatan rencana penagajaran. C. penyusunan hand out.151 c. d. buku. modul. Maka dalam bagian ketiga ini penulis akan menguraikan pembahasan hasil penelitian yang telah didapatkan berdasarkan kajian teoritik dan empirik. g. 3) Pembuatan rencana evaluasi hasil belajar 4) Pembuatan rencana pembinaan siswa b. e. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. Perencanaan pembelajaran meliputi 1) Penjabaran kurikulum. f. Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran di sekolah telah tersedia. maupun nasional. . Analisis teoritik Berdasarkan analisis teoritik yang ada. Sebagian fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran tersedia. meliputi: pembuatan pedoman-pedoman. meliputi: 1) Pelaksanaan pengajaran toeri. yaitu: pelaksanaan pengajaran di kelas. Pembahasan Hasil Penelitian Pembahasan adalah merupakan analisis dan kajian peneliti terhadap hasil seluruh rangkaian kegiatan dalam melakukan penelitiannya.

evaluasi kurikulum. yaitu pelaksanaan pembinaan kegiatan siswa yang meliputi kegiatan ekstra kurikuler. oleh siswa baik prestasi akademik maupun non akademik di tingkat regional maupun tingkat nasional. meliputi: evaluasi pedoman dan program. ditinjau dari isi kurikulum. ini banyak menampilkan sesuatu yang baru dalam dunia mulai dari pendidikan. Namun bukan hanya prestasi yang penulis teliti semata. yang dimulai kegiatanya dari aktivitasaktivitas kegiatan rutin sekolah nampak memberikan warna sekolah tersebut. karena peran steacholder. 4) Pelaksanaan evaluasi. maka terlihat bahwa keberadaan pendidikan di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. proses dan sarana prasarana. Dengan diraihnya berbagai prestasi yang didapat prestasi yang dicapai oleh guru. sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja . yaitu: evaluasi rencana pembinaan siswa 4) Evaluasi perencanaan pengajaran. a. Dari eksplorasi lapangan yang dilakukan selama penelitian berlangsung. Dengan terbuktinya berbagai prestasi yang didapat. di ruang keterampilan. 5) Pelaksanaan pembinaan siswa. c. meliputi: 1) Evaluasi kurikulum dan penjabarannya. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Evaluasi pembelajaran. 2) Evaluasi rencana pengaajaran (toeri dan praktek).152 2) Pelaksanaan pengajaran praktek. 5) Evaluasi palaksanaan pembinaan siswa 2. dan belajar di perpustakaan. yaitu: evaluasi proses/pelaksanaan pengajaran. 3) Evaluasi pembinaan siswa. yaitu: pelaksanaan pengajaran di laboratorium. ada pula temuantemuan lain yang belum sesuai dengan harapan hasil instrumen penelitian. meliputi: evaluasi rencana pengajaran di sekolah dan evaluasi rencana hasil belajar. 3) Pelaksanaan evaluasi. yaitu pelaksanaan evaluasi hasil belajar. Analisis Empirik Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu.

fasilitas sarana dan prasarana sekolah. rumusan pernyataan dalam langkah strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. Ini menunjukan bahwa pimpinan dan komponen-komponenya telah berhasil melakukan pengembangan organisasi secara baik. misi. mengikuti forum ilmiah.153 sekolah. dan tujuan dari apa yang dilakukan oleh SMP Negeri Rancaekek Kabupaten Bandung salah satu contohnya. memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal. mengikutsertakan berbagai pelatihanpelatihan sejenis misalnya seminar.work shop. memberikan pelatihan dan teknologi yang diperlukan oleh guru. Dengan demikian. kurikulum dan sarana prasarana. Seluruh komponen lembaga di SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Dengan adanya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau mulai dari sumber daya manusianya: kepala sekolah. Strategi yang dipilih . semua komponen ini saling mendukung satu sama lain sebab kalau ada salah satu ketimpangan dari komponen tersebut tidak akan berhasil dan tercapai strategi peningkatan dalam pembelajaran IPA Terpadu. siswa dan tenaga kependidikan ( TU). latihan berpikir kuantitatif dan memperkenalkan dunia teknologi melalui kegiatan kreatif dalam kegiatan perancangan pembuatan alat-alat sederhana dan penjelasan berbagai gejala dan keampuhan IPA dalam menjawab berbagai masalah. Strategi yang dilakukan kepala sekolah mulai dari: memberikan keleluasaan kepada guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. hal ini dikarenakan kejelasan visi. menanamkan pentingnya pengamatan empiris dalam menguji suatu pernyataan ilmiah (hipotesis). guru. seperti: memberikan pengalaman bagi peserta didik. mengimplementasikan kurikulum. yang menitik beratkan pada proses pembelajarannya mampu menghasilkan hal yang positif bagi peserta didik untuk dapat berpikir tingkat tinggi. mempermudah aturan/prosedur dalam menyelesaikan komplik dan hambatan lainnya untuk mendukung tugas guru memberikan arahan dan bimbingan. mulai dari sumberdaya manusia. telah mampu menunjukan keberadaanya sebagai sekolah yang memilki berbagai keunggulan.

produk dan aflikasi yang telah dipelajarinya. motivasi dan pembelajaran aktif untuk mencapai tujuan tersebut. kemampuan siswa. Strategi pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan konsep tertentu tergantung pada tema yang disesuaikan pada kondisi masing-masing tema tersebut yang terlibat dalam proses pembelajaran secara faktual. sikap. proses. seperti kemampuan guru. tampak bahwa strategi yang dipilih dan dipergunakan para guru IPA dalam poses pembelajarannya mengacu pada makna strategi-strategi seperti dengan cara peer teaching. merumuskan indikator pembelajaran tepadu. menyusun silabus pembelajaran terpadu. Berdasarkan uraian di atas. kebutuhan. Strategi yang digunakan para guru IPA dalam proses pembelajaranya seperti strategi-strategi diatas merupakan pilihan strategi yang tepat untuk pembelajaran IPA Terpadu. membuat matrik atau bagan hubungan kompetensi dasar dan tema atau topik pemersatu. bakat. dan merupakan suatu cara untuk mempermudah dalam penentuan tema antara keterkaitan konsep yang satu dengan konsep yang lain dalam bidang kajiannya. penyajian tema dan sumber belajar yang mendukung pada konsep-konsep bidang kajian tersebut. Perlu diperhatikan oleh guru adalah tidak ada satu metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk semua konsep-konsep dari berbagai bidang kajian. CTL. dan menyusun rencana pelaksanan pembelajaran terpadu. Keberhasilan pembelajaran IPA Terpadu akan lebih optimal jika perencanaan mempertimbangkan kondisi dan potensi peserta didik (minat. team teaching. dan kemampuan). mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar bidang kajian serta melakukan pemetaan. Dengan cara tersebut siswa terhindar dari proses pembelajaran yang hanya memahami hapalan saja tidak sampai kedalam tingkat pemecahan permasalahan. Adapun alur penyusunan perencanaan pembelajaran terpadu: menetapkan bidang kajian yang akan dipadukan. . memilih/ menetapkan tema atau topik pemersatu.154 haruslah yang dapat memberikan kecakapan untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunakan pengetahuan.

kritis. memang sudah menjadi suatu keharusan tuntutan dalam pembelajaran IPA Terpadu. tidak mungkin akan tercapai prestasi dalam proses pembelajaran IPA Terpadu yang optimal khususnya. melaksanakan praktikum.155 Strategi siswa dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu selalu menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanpaatkan perpustakaan. Kalaupun masih banyak ketidak pedulian peran serta orang tua terhadap program sekolah dan tidak membantu. dan tingkat ekonomi. memanfaatkan media. selain itu juga peran serta orang tua sangat berpengaruh besar dan peduli terhadap pendidikan program sekolah dan juga ikut memantau. juga sangat berperpengaruh sekali tentang kondisi lingkungan. yang lainnya dan mungkin mengalami kegagalan apabila orang tua tidak andil dan ikut peduli . memiliki sumber reverensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajaran. untuk mengembangkan kepribadian dan menciptakan suasana yang kondusif sepeti tanggap. logis dan matematis selain itu juga dapat memfasilitasi siswa dengan melengkapi buku sumber dan referensi perpustakaan untuk menunjang kegiatan pembelajaran IPA Terpadu. membimbing. mengawasi dan memfasilitasi untuk keperluan siswanya dalam membantu kemajuan prestasi pembelajaran siswanya. bagi siswa sangat berpengaruh kurang baik dalam prestasi terhadap pembelajaran-pembelajaran terhadap kemajuan siswanya sendiri. Berdasarkan pembahasan di atas selain strategi dengan berbagai fasilitas yang ada dan peran serta orang tua yang ikut andil dan peduli terhadap dunia pendidikan. Dalam proses pembelajaranya guru IPA harus mengadakan pertemuan rutin baik di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran. latar belakang pendidikan orang tua. Kalau strategi siswanya sudah seperti itu. Fasilitas yang telah dimiliki oleh sekolah seperti sarana laboratorium. mengarahkan serta tidak memfasilitasi keperluan siswanya. letak geograpis. maka sebagai guru IPA dapat mengoptimalkan dalam melaksanakan pembelajaran praktikum IPA yang disesuaikan dengan tuntutan konsep silabus. serta mengembangkan potensi peserta didik. membimbing. mengawasi. empiris.

dengan cara wawancara. siswa. dalam proses pembelajaran IPA Terpadu belum menguasi atau memahami antara yang membedakan pengetahuan konsep dan ketrampilan proses bahkan dalam penentuan tema bidang kajian yang satu dengan bidang kajian yang lain belum memahaminya. laptop. tujuan program terlihat belum maksimal. memang haruslah seperti uaian di atas. memanajemen lembaga sekolah yang masih belum profesional dan proforsional. buku sumber. memfasilitasi media. peralatan praktek. harus turut serta dalam menyediakan kebutuhan pendidikan untuk membantu kelancaran guru. studi dokumentasi masih ditemukan di dalam proses pembelajarannya belum sepenuhnya menggunakan strategi-strategi yang dipaparkan di atas sangat bertolak belakang dilihat mulai dari sumberdaya manusia seperti peran kepala sekolah. untuk itu tenaga kependidikan (TU). kelengkapan administrasi. sehingga tujuan pembelajaran IPA Terpadu dapat tercapai secara optimal. kondisi ruang belajar untuk memenuhi syarat pembelajaran sebagai kebutuhan pembelajaran IPA agar program sekolah terealisasi. observasi. Sumber daya manusia dari Tenaga kependidikan (TU) harus dapat membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. Akan tetapi dari hasil penelitian. Dalam peningkatan strategi pembelajaran IPA Terpadu idealnya. komputer. ruang belajar yang ideal. dan media lainnya. Sedangkan dari sumberdaya manusia dari tenaga pendidik (guru) masih ditemukan juga. charta. OHP. kurang tanggap terhadap berbagai kebijakan. gambar. alat peraga. apabila ditemukan dalam pembelajaran . kontrol evaluasi kurang dilaksanakan. memiliki ruang laboratorium IPA. dari mulai strategi sumberdaya manusianya. dan secara pro-aktif membantu dan mendukung progam sekolah mulai dari menata jumlah tenaga tetap dan titak tetap.156 Pembelajaran IPA Terpadu akan lebih interaktif dan komunikatif apabila ditunjang dengan penguasaan multi media (IT) dalam pembelajarannya seperti komputer. mengadakan sarana prasarana. internet. startegi kurikulumnya dan strategi sarana prasanannya yang masing-masing komponen saling terkait antara satu dengan yang lainnya.

masih ada yang belum profosional dalam kinerja dilingkungan pendidikan. guru dituntut untuk Upaya sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa di SMP Negeri Rancaekek Kabupaten . memiliki kreativitas tinggi. b. dan lengkap meskipun tidak begitu rinci. maka akan menjadi suatu ketimpangan dalam pembelajaran IPA Terpadu. tersusun sistematis. Secara akademik. bahwa sebagian besar guru dan kepala sekolah di ketiga sekolah yang diteliti telah membuat perencanaan pengajaran yang berupa: penjabarab kurikulum. Bandung. maka strategi peningkatan pembelajarannya mustahil akan tercapai. dan berani mengemas serta mengembangkan materi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan. memanfaatkan media. rencanan evaluasi hasil belajar dan rancana pembinaan siswa secara tertulis. yang seharusnya sebagai customer service untuk pelayanan optimal untuk membantu kelancaran program sekolah dan selalu proaktif dan cepat tanggap terhadap lembaga pendidikan di sekolah. Memperhatikan deskrifsi pada bagian terdahulu terdapat masalah yang yang perlu dianalisis baik secara empiris maupun berdasar pada kajian teori. keterampilan metodologis yang handal. bahwa tenaga kependidikan (TU). untuk itu maka pada proses pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Guru harus berwawasan luas. rasa percaya diri yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan menunjukkan. Sumberdaya manusia tenaga kependidikan (TU).157 IPA Terpadu masih ada yang seperti itu. sumber referensi dan memanfaatkan multi media (IT) dalam pembelajarannya. Kalau strategi siswanya masih seperti itu. membuat rencana pengajaran. apalagi peran serta orang tua tidak mendukung proses pembelajarannya akan sangat berpengaruh. Dilihat dari strategi sumberdaya manusia (siswa) dalam proses peningkatan pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian yang belum memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada diantaranya: dengan memanfaatkan perpustakaan. dalam membantu terselenggaranya strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu. melaksanakan praktikum.

maka pembelajaran IPA terpadu akan sulit terwujud. Guru perlu diberi kewenangan dalam mengembangkan materi. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Aspek sarana dan sumber pembelajaran. memperkaya. dan latar belakang pendidikan guru itu sendiri. Hal ini dibutuhkan karena model pembelajaran IPA terpadu menekankan pada kemampuan analitik (mengurai). karena pembelajaran IPA terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh (komprehensif). penilaian keberhasilan pembelajaran peserta didik. dan mempermudah pengembangan wawasan. Bila sarana ini tidak dipenuhi.158 terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada mata pelajaran tertentu saja. Semua ini akan menunjang. metode. Tanpa kondisi ini. Suasana pembelajaran IPA terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu mata pelajaran dan ‘tenggelam’nya mata pelajaran lain. yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari beberapa mata pelajaran terkait yang dipadukan. Bila kondisi ini tidak dimiliki. maka guru berkecenderungan menekankan atau mengutamakan substansi gabungan tersebut sesuai dengan pemahaman. Dengan kata lain. Kurikulum juga harus luwes. mungkin juga fasilitas internet. guru selain dituntut untuk menyediakan teknik dan prosedur pelaksanaan penilaian dan pengukuran yang komprehensif. maka penerapan pembelajaran terpadu juga akan terhambat. pada saat mengajarkan sebuah TEMA. Dalam kaitan ini. kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan). berorientasi pada pencapaian ketuntasan pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi). kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). . Selain dari itu pembelajaran IPA terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif baik. baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya. bila materi pelajaran berasal dari guru yang berbeda. Penting juga dipaerhatikan Aspek penilaian. maka penerapan model pembelajaran terpadu ini sangat sulit dilaksanakan. karena pembelajaran IPA terpadu memerlukan bahan bacaan atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi. juga dituntut untuk berkoordinasi dengan guru lain. selera.

regional maupun nasional. sehat jasmani dan rohani. melakukan pembimbingan dan pelatihan. upaya yang dilakukan sekolah tersebut adalah sebagai berikut: a) b) c) d) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. kompetensi spiritual. masyarakat. kompetensi sosial. ternyata dari hasil obsevasi. dan minat yang dilakukan di kelas Berdasarkan hasil observasi. Dari hasil temuan di lapangan dari tiga sekolah yang diteliti salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung.159 Hal lain yang perlu di analisis adalah aspek sumber daya sebagai penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidik. dana. letak geograpis. daidapatkan bahwa pelaksanaan . Temuan lain di lapangan dari tiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung yang diteliti belum secara optimal dilaksanakan upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional gurunya. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. tingkat ekonomi. sarana. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. kompetensi kepribadian. memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. kurang tanggap terhadap kebijakan. hal ini dikarenakan kondisi lingkungan. Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. dan studi dokumentasi yang dilakukakan penulis pada ketiga sekolah. dan prasarana. penataran. mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. wawancara bahwa rencana sekolah untuk mengembangkan kompetensi profesional dan kualifikasi tenaga pendidikan (guru). terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. tenaga kependidikan. wawancara. melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. menilai hasil pembelajaran. dan sejenisnya baik lokal.

Temuan lain dari hasil deskrifsi penelitian ketiga SMP Negeri Kabupaten Bandung. eksperimen dan penyelesaian masalah) untuk materi kognitif. adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) belum seluruhnya guru menguasai media elektronik masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat media Internet beleum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan. Dari hasil penelitian menunjukan faktor-faktor penghambat peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung. Pelaksanaan Evaluasi terhadap pelaksanaan proses peningkatan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung.160 pengajaran baik teori maupun praktek yang dilakukan di kelas. pengamatan. c. diskaperi. . Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. meskipun di beberapa sekolah masih ada sebagian guru yang belum melakukan pembelajaran reflektif (inquiri. dan perpustakaan sebagian besar berjalan dengan baik. Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru. laboratorium. Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia. faktor pendorong untuk 1) 2) 3) 4) 5) Dinas Pendidikan peningkatan kompetensi guru dalam peluang untuk meningkatkan pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut : memberikan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. Ruangan multimedia.

kultur budaya dan ekonomi dimana sekolah secara objektif . pengolahan. misalnya: Pendidik. Permasalahan yang ada di lapangan tentang penyelenggaraan Evaluasi sering kali terjadi tidak sesuai dengan fungsi yang sebenarnya. Peserta didik. Kurikulum. Pengetahuan teknologi informatika dari setiap penyelenggra Dilaksanakan dipertanggungjawabkan hasilnya. maupun nasional. Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. Dalam penilaian diperlukan langkah-langkah pengumpulan. mengendalikan. pendidikan Tujuan penilaian adalah penentuan seberapa baiknya pelaksanaan suatu proses pembelajaran apabila dinilai berdasarkan kriteria tertentu atau apabila dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya. Untuk penilaian lengkap harus dikumpulkan dua jenis data utama: (1) gambaran jelas mengenai tujuan. utnuk itu agar evaluasi bisa dijadikan acuan dan alat ukur dari hasil penyelenggaraan pendidikan. dan yang menjadi alat ukur untuk melihat hasil suatu proses pendidikan adalah proses evaluasi. Letak Goegrafis. yang luas untuk dikembangkan sebagai Pendidikan adalah merupakan suatu proses yang terjadi karena adanya sejumlah perangkat yang saling terkait. dan penafsiran data berkaitan dengan suatu pelaksanaan. Sumber daya pendukung dan sumber daya manusia sebagai pelaksana evaluasi pendidikan. penjaminan dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. Ruangan/lahan sekolah multimedia. personalia. sehingga dapat . lingkungan. Evaluasi adalah merupakan alat untuk mengontrol. regional. metode. jenjang dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap hasil penyelenggaraan pendidikan.161 6) 7) 8) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. sarana prasarana dan lainnya. maka hendaknya pelaksanaan Evaluasi harus memperhatikan: itu berada.

. dan pengembangan kurikulum. metode penilaian. dan hasil. interaksi guru dan murid. Penilaian berfungsi untuk mendiagnosa. Hasil dari penilaian akan menunjukkan bahwa penilaian memberikan informasi kepada pembuat keputusan apakah suatu kurikulum masih tetap digunakan. dan generalisasi. Fungsi penilaian adalah: (1) to diagnose. dan pendekatan. dan sebagainya. berkenaan dengan apa yang dinilai yaitu landasan. mengantisipasi kebutuhan pendidikan. atau klasikal. pelaporan kepada para pengambil keputusan. Rekomendasi menjelaskan secara teknis dan terperinci tentang alternatif yangdiambil oleh pembuat keputusan. Penilaian terhadap materi meliputi materi yang bersifat fakta. dan kegiatan dalam bentuk individu. (2) to revise. memperbaiki. Penilaian terhadap interaksi guru dan murid meliputi metode pengajaran. Hasil penilaian (data atau informasi) diperlukan sebagai bahan untuk peninjauan kembali. dan lingkungan belajar. perbaikan administrasi pendidikan. Pertama. Penilaian terhadap komponen landasan meliputi filosofis. (4) to anticipate educational needs. atau diganti dengan kurikulum baru. Penilaian terhadap tujuan pendidikan meliputi tujuan institusional. dan tujuan instruksional. dan menentukan jika tujuan telah dicapai. alat bantu belajar dan mengajar.162 materi. tujuan kurikuler. Komponen Kurikulum yang dinilai dalam penilaian harus jelas apa dan siapa yang dinilai. Penekanan utama penilaian adalah sejauhmana pembelajaran pada suatu kurikulum telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu. psikologis. mambandingkan. (3) to compare. and (5) to determine if objective have been achieved. penilaian memegang peranan penting dalam berbagai keputusan untuk memperbaiki baik materi kurikulumnya itu sendiri maupun pelaksanaannya. dan (2) pertimbangan tentang kualitas dan kelayakan tujuan. Penilaian secara langsung mendukung terhadap upaya penyempurnaan proses belajar mengajar. dan program penelitian/ pengembangan. tujuan pendidikan. baik terhadap pelaksanaan kurikulum itu sendiri maupun terhadap konseptualisasi dan legitimasi. konsep. pengembangan kurikulum. kelompok. materi. apakah harus dirubah/diperbaiki.

Scientistic ideals adalah pendekatan penilaian yang cenderung memusatkan kepada hasil atau pengaruh. berkenaan dengan siapa yang dinilai yaitu kelompok personal yang mencakup guru. Penilaian terhadap kepala sekolah diarah kan kepada kemampuannya dalam mengelola sekolah. dan keterampilan membina hubungan dengan sesama guru. dan (2) latar belakang pendidi kan. Nilai tes anak didik merupakan bagian penting dari data yang dikumpulkan. kepala sekolah. Keputusan tentang tindak lanjut kurikulum dibuat atas dasar perbandingan data yang diperoleh dari penilaian kurikulum. Penilaian terhadap guru meliputi aspek-aspek (1) keterampilan pengelo laan kelas. anak didik. Sedangkan pembina pendidikan yang dinilai dalam kerangka penilaian adalah pengawas untuk sekolah-sekolah tingkat menengah dan penilik untuk sekolah tingkat dasar. Data yang diperoleh akan berupa data kualitatif. di mana setiap situasi dikontrol sebanyak mungkin. Usaha untuk manipulasi atau mempengaruhi pelak sanaan kurikulum sebelum dilakukan pengamatan akan mengurangi sifat alamiah dari pendekatan ini. yaitu (1) scientistic ideals approach. Anak didik dinilai dalam kegiatan proses belajar dan hasil belajarnya. Data tersebut digunakan untuk perbandingan prestasi anak didik dalam situasi yang berbeda. sehingga data tersebut dapat dianalisa secara statistik. and (2) humanistic ideals approach. dan membina peraturan-peraturan yang berkenaan dengan pelaksanaan pendi dikan khususnya kurikulum di sekolah. membina hubungan dengan pihakpihak di luar sekolah. kemampuan akademis. Data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah data kuantitatif.163 Penilaian terhadap lingkungan belajar meliputi sekolah dan masyarakat. yang artinya data tersebut menunjukkan . Pengamatan diarahkan kepada penemuan dan pembuktian kasus yang terjadi. Pendekatan yang dipergunakan dalam penilaian kurikulum akan menentukan jenis data dan bagaimana data itu seharusnya dikumpulkan dan digunakan. Kedua. dan pembina pendidikan. data yang dikumpulkan melalui pendekatan ini adalah gejala-gejala yang dilihat pada saat pengamatan berlangsung. Dengan demikian. Humanistic ideals adalah pendekatan penilaian melalui serangkaian pengamatan terhadap kurikulum yang sedang berlaku. Dua pendekatan pokok yang biasanya diterapkan dalam penilaian kurikulum.

dan sarana prasarana dapat dilihat dalam bentuk tabel di bawah ini: Tabel 4-12 Deskrifsi Hasil Penelitian strategi proses pembelajaran dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - - Memiliki visi. panutan bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader Profesional Cepat tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Memanjeme n seluruh komponen secara - - - - - Memiliki visi Misi dan tujuan sekolah Inisiatif Perencana a oprasional Memfasilit asi media pendidikan belum optimal Kontrol.164 kesan penilai terhadap apa yang diamati dan gambaran kejadian nyata yang terjadi selama pengamatan. Misi dan tujuan sekolah prediksi ke masa depan Inovasi. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimal memanjemen seluruh komponen - - - - - Memiliki visi dan Misi sekolah prediksi ke masa depan Iinisiatif kreatif Perencanaan strategis dan prencanaan oprasional Memfasilita si media pendidikan belum optimal Kontrol. kurikulum. evaluasi kadangkadang dilaksanakan Figur. evaluasi tidak selalu dilaksanakan Figur. Strategi penilaian kurikulum akan menunjukkan cara bagaimana penilaian itu dilaksanakan dari tahap permulaan sampai dengan tahap akhir. panutan kurang bagi bawahan sebagai top leader Sebagai top leader kurang Profesional Kurang tanggap dalam berbagai kebijakan pendidikan Belum optimalmemanjemen . Strategi penilaian kurikulum sangat penting untuk digunakan oleh para penilai dalam melakukan penilaian kurikulum. Analisa data akan berbentuk pembahasan hubungan dan pola berbagai pengamatan. mulai dari sumberdaya manusia. evaluasi selalu dilaksanakan Figur. Dari hasil deskrifsi di atas mengenai strategi pembelajaran IPA Terpadu di ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung terdapat perbedaan dan persamaan. inisiatif kreatif Perencanaan strategis dan perencanaan oprasional Memfasilitas i media pendidikan Kontrol.

tapi CTL. inisiatif kreatif dalam pembelajaran Cepat tanggap terhadap perubahan informasi pendidikan Bekerja secara profesional Pro aktif dalam berbagai kegiatan MGMP Membantu mengembangkan program-program pendidikan sekolah dan hubungan kerjasama intra sekolah Membantu secara aktif dalam menjalin hubungan dan kerjasama antar sekolah dan masyarakat Proses dan teknik pembelajaran peer teaching. peer teaching. dan motivasi pembelajaran. dedikasi.165 - profosional Bukti prestasi kademik dan non akademik baik siswa maupun guru 2 Guru/Pendidik - - - - - - - Kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik relevan Loyal. CTL. dan berprestasi Inovatif. Loyal. team kadang-kadang teaching. inisiatif kreatif kreatif pembelajaran pembelajaran Kurang Kurang tanggap terhadap tanggap terhadap perubahan perubahan informasi informasi pendidikan pendidikan Bekerja Bekerja belum secara belum secara profesional profesional mengikuti Mengikuti dalam berbagai dalam berbagai kegiatan MGMP kegiatan MGMP Belum Belum optinal untuk optimal dalam membantu membantu mengembangkan mengembangkan program program program program pendidikan pendidikan sekolah sekolah dan dan hubungan hubungan kerjasama intra kerjasama intra sekolah sekolah KadangKurang kadang dalam aktif dalam menjalin hubungan menjalin dan kerjasama antar hubungan dan sekolah dan kerjasama antar masyarakat sekolah dan masyarakat Proses dan Proses dan teknik teknik pembelajaran peer pembelajaran teaching. pembelajaran aktif. team teaching. Kurang Kurang inovasi. inisiatif inovasi. team teaching. dan dan dedikasi dedikasi. tapi pembelejaran kadang-kadang tunggal pembelejaran . tapi kadang-kadang pembelejaran tunggal secara profosinal seluruh komponen dan profesional secara profosinal dan profesional Belum Belum adanya prestasi adanya prestasi yang yang diperoleh diperoleh akademik akademik dan non dan non akademik akademik baik baik siswa maupun siswa maupun guru guru Kualifikasi Kualifikasi dan kompetensi dan kompetensi tenaga pendidik tenaga pendidik relevan relevan Loyal. CTL.

inisiatif kreatif dalam belajar - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Kurang membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha belum sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha .166 tunggal 3 Peserta Didik - - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah sangat tinggi Infut dan output sangat mendukung Melek terhadap media (IT) Peran orang tua sangat tinggi terhadap sekolah Motivasi belajar memungkinkan antar siswa bersaing positif Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional dan profesional Membantu dalam perencanaan sekolah Perbandin gan tenaga tata usaha belum sebandng dengan keperluan pengeloaan sekolah - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kurang mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Kurang inovatif. inisiatif kreatif dalam belajar - - - - - - 4 Tata Usaha - Secara admintrasi keterlaksanaan proses pngelolaan peran tata usaha profosional Selalu pro aktif membantu dalam perencanaan sekolah Perbandinga n tenaga tata usaha sebanding dengan keperluan pengeloaan sekolah Etos kerja peran tata usaha profesional - - - Bukti prestasi akademik dan non akademik siswa terhadap sekolah belum banyak Infut dan output kuarng mendukung Melek terhadap media (IT) sangat terbatas Peran orang tua sangat rendah terhadap sekolah Motivasi belajar sangat kurang Resfek terhadap keperluan untuk pembelajaran Kurang resfek terhadap keperluan pembelajaran Sangat Kurang inovatif.

inisiatif kreatif mengembangkan kurikulum Pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran memadai Tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi selalu tersedia Fasilitas ruang belajar sangat lengkap - - - - 6 Sarana dan Prasarana - - - - - - - .167 - Etos kerja peran tata usaha kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap kurang profesional Dokumen sebagai acuan proses pendidikan belum lengkap Kurang tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inisiatif mengembangkan kurikulum belum optimal Kurang pro aktif dalam berbagai kegiatan studi banding informasi mengenai kurikulum Kondisi dan situasi lingkungan sekolah kurang memberikan pengaruh sangat besar Kelengkapan media pembelajaran kurang memadai Tidak tersedianya Multimedia Adaptasi kebutuhan sumber/referensi kurang Fasilitas ruang belajar belum lengkap 5 Kurikulum - Dokumen sebagai acuan proses pendidikan selalu lengkap Cepat tanggap terhadap perubahanperubahan kurikulum standar pendidikan nasional Inovasi.

168 Tabel 4-13 Deskrifsi Hasil Penelitian sekolah/guru dalam melaksanakan proses peningkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 1 Kepala Sekolah - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Mengikutse rtakan dalam berbagai kegiatan pelatihan-pelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Mengundan g nara sumber Selalu melaksanakan kegiatan IHT Mengadaka n studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Selalu memprogramkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengiku tsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan - - - - - - Memberika n keleluasaan kepada para guru untuk mengikuti kualifikasi akademik yang lebih tinggi Kurang mendukung mengikutsertakan dalam berbagai kegiatan pelatihanpelatihan pengembangan kompetensi profesional guru Kadangkadang mengundang nara sumber Kadangkadang melaksanakan kegiatan IHT Tidak pernah mengadakan studi banding bagi para guru dalam rangka upaya peningkatan mutu Memprogra mkan Supervisi sebagai umpan balik kompetensi guru tapi tidak dilaksanakan .

169 Tabel 4-14 Deskrifsi Hasil Penelitian Evaluasi proses pelaksanaan peninggkatan hasil belajar Siswa SMP Negeri di Kabupaten Bandung No Komponen terkait SMPN 3 Sekolah menjadi objek penelitian SMPN 2 SMPN 1 .

. • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. • Belum seluruhnya • tidak cepat tanggap guru menguasai terhadap media elektronik. • masih ada sebagian kecil yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu • masih ada sebagian dalam proses pembelajaran stagnan • masih adanya cara proses pembelajaran bersifat teacher centered • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan • • masih ada sebagian Media Internet kecil yang belum beleum sepenuhnya menyikapi online dari tiap-tiap perubahan lembaga sekolah kurikulum untuk untuk mengadopsi pembelajaran IPA perkembangan Terpadu pendidikan. kebutuhan• kebutuhan yang masih ada sebagian diperlukan dalam kecil yang belum pembelajaran IPA menyikapi Terpadu perubahan kurikulum untuk • masih ada sebagian pembelajaran IPA dalam proses Terpadu pembelajaran • stagnan tidak cepat tanggap terhadap • masih adanya cara kebutuhanproses kebutuhan yang pembelajaran diperlukan dalam bersifat teacher pembelajaran IPA centered Terpadu • • Informasi dari masih ada sebagian lembaga birokrasi dalam proses dinas pendidikan pembelajaran vertikal maupun stagnan horizontal sering • terlambat masih adanya cara proses • Media Internet pembelajaran beleum bersifat teacher sepenuhnya online centered dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan.170 1 Faktor-faktor penghambat • Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. • lokasi sekolah yang kadang-kadang banjir pada saat musim hujan. sehingga PBM diliburkan.

termasuk berbagai fenomena yang ada sehingga disampaikan beberapa rekomendasi agar dapat memberikan solusi dari beberapa masalah yang ada. . maupun nasional • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi • Ruangan/lahan sekolah yang luas untuk dikembangkan sebagai multimedia Melalui pembahasan pada Bab IV ini penulis berharap dapat memberikan penjelasan tentang kondisi objektif pada beberapa SMP yang ada di Kabupaten Bandung.171 2 Faktor-faktor pendorong • Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung • Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru • Bea siswa bagi guru melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi • Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia • Ruangan multimedia. • Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap • Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. regional.

rencana evaluasi hasil belajar dan rencana pembinaan siswa.dan 3 Rancaekek sebagian besar sudah berjalan dengan baik.172 BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab V ini. dan komponen lainnya dengan cara melakukan perencanaan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi yang menurutnya telah diprogramkan ke dalam strategi sekolah. Kemampuan guru dalam merencanakan isi materi. dan tujuan. program semester. A. tenaga kependidikan. (3) Memiliki sifat rasa ingin tahu tentang benda. pembuatan persiapan pengajaran. proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. penulis akan menguraikan beberapa simpulan dan rekomendasi yang didasarkan pada hasil kegiatan penelitian. Penulis yakin bahwa proses pembelajaran dikatakan betul-betul berkualitas apabila memiliki perencanaan yang memiliki ciri-ciri: (1) Hasil belajarnya tahan lama dan memiliki kecakapan hidup.2.misi. Seluruh komponen sekolah di SMP Negeri 1. fenomena alam. isi kurikulum.dan3 Rancaekek telah mampu menunjukkan kebberadaannya sebagai sekolah yang memiliki berbagai keunggulan karena memiliki kejelasan visi. siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya pedoman penyusunan program tahunan. fasilitas sarana dan prasarana sekolah. penyusunan handout/diktat.makhluk hidup serta hubungan sebab akibat yang menimbulkan masalah . guru sebagai tenaga pendidik. Keberhasilan ini didukung oleh semua komponen sekolah mulai dari kepala sekolah. (2) Hasilnya merupakan pengetahuan yang betulbetul asli. Simpulan Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan yang diuraikan pada bab IV.2. Peran stake holder sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi kinerja sekolah mulai dari sumber daya manusia. penulis mengemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1.

Ada yang disampaikan dengan cara guru tunggal. dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran.proses dan media serta mengevaluasi pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. Pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1. evaluasi rencana pembelajaran. proses dan media serta mengevaluasi proses pembelajaran IPA Terpadu di SMP Negeri 1.173 baru. dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik meskipun masih ada kendala karena letak geografis Rancaekek yang sering tergenang banjir. 2.CTL. evaluasi kurikulum. evaluasi rencana evaluasi hasil belajar. Keberhasilan para guru dalam melaksanaan pembelajaran IPA Terpadu dibuktikan dengan pelaksanaan pengajaran baik secara teori maupun praktek di kelas.di laboratorium. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu sangat didukung oleh keprofesionalan guru pada saat kegiatan pembelajaran di kelas. Hal ini disebabkan karena para kepala sekolah dan wakilnya telah melakukan evaluasi beberapa pedoman dan program. evaluasi rencana pembinaan siswa. produk dan dapat mengaplikasikannya kehidupan sehari-hari. 3. di ruang latihan atau diperpustakaan. tahan lama dan memiliki kecakapan hidup serta berpengetahuan. 2 dan 3 Rancaekek pada umumnya sudah berjalan dengan baik.pelatihan dan MGMP untuk mengembangkan kompetensinya. team teaching. Untuk meningkatkan profesionalisme guru ketiga kepala sekolah sering mengikut sertakan guru dalam kegiatan pendidikan. dan berbagai cara untuk memotivasi siswa. pembelajaran aktif. Kemampuan guru dalam melaksanakan penyampaian isi materi. dalam 2. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu para guru mengawalinya dengan menentukan tema agar mempermudah siswa mengembangkan kompetensinya. dan 3 Rancaekek sangat bervariasi. Beberapa upaya yang dilakukan guru dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah: 1) . ada juga yang dilaksanakan dengan peer teaching. menguasai proses. 2. Kemampuan guru dalam mengevaluasi hasil proses penyampaian isi materi. Proses pelaksanaan strategi pembelajaran IPA Terpadu sebagian besar sudah menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensinya.

2) menyesuaikan dan mengevaluasi poko bahasan dengan tujuan mata pelajaran. 6) Informasi dari lembaga birokrasi dinas pendidikan vertikal maupun horizontal sering terlambat.2. 2) Peraturan pemerintah tentang sertifikasi guru kualifikasi guru. b. Faktor-faktor penghambat dan pendukung peningkatan hasil pembelajaran IPA terpadu dari ketiga SMP Negeri di Kabupaten Bandung. media sarana dan prasarana yang digunakan. 3) mengevaluasi ketepatan metode dengan materi ajar dan ketepatan media dengan bahan ajar. Strategi yang dilakukan guru pada pembelajaran IPA Terpadu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1. siswa. guru. 5) mengevaluasi kesesuaian isi materi. dan 3 Rancaekek. . 5) Tidak cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran IPA Terpadu. 2) Masih ada sebagian kecil guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum untuk pembelajaran IPA Terpadu. proses pembelajaran. 4) mengevaluasi dan menyempurkan pelaksanaan pengajaran. tenaga kependidikan dan komponen lain yang terkait. 3) Masih ada sebagian guru dalam proses pembelajaran stagnan. 4) Masih adanya proses pembelajaran bersifat teacher centered. meliputi: 1) Strategi sumber daya manusia (Kepala Seklah. 7) Media Internet belum sepenuhnya online dari tiap-tiap lembaga sekolah untuk mengadopsi perkembangan pendidikan.174 sebagian besar guru melaksanakan evaluasi hasil belajar tiap akhir unut dan akhir semester. 5. Faktor penghambat 1) Belum seluruhnya guru menguasai media elektronik. adalah sebagai berikut: a. 3) strategi sarana prasarana. 4. faktor pendorong untuk peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran IPA terpadu adalah sebagai berikut: 1) Dinas Pendidikan memberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru IPA SMP di Kabupaten Bandung. 2) strategi kurikulum.

tampak bahwa pembelajaran IPA Terpadu SMP Negeri di Kabupaten Bandung. maupun nasional. karena tuntutan kebijakan kurikulum dalam pembelajaran IPA Terpadu. CTL. akan tetapi harus menggunakan berbagai strategi pembelajaran aktif. sehingga efesiensi dan efektivitasnya belum dapat dicapai. Rekomendasi Berdasarkan simpulan di atas. penataran. B. dan team teaching. konsep-konsep praktis dan langkah-langkah strategi terutama kaitannya dengan proses pembelajaran IPA Terpadu. sesuai dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP. siswa dan tata usaha). Strategi peningkatan pembelajaran IPA Terpadu ditinjau dari sumber daya manusia yang berkualitas diharapkan guru IPA Terpadu. 5) Ruangan multimedia. peer teaching. Upaya sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional dan kualifikasi guru dengan cara yang dilakukan sekolah adalah sebagai berikut: (a) mengikutsertakan guru dalam pelatihan. Oleh karena itu. guru. sebagai kendali mutu dalam pencapaian tujuan pembelajaran IPA Terpadu. 2. tidak terpaku pada salah satu strategi pembelajaran saja.2006). hambatan dan permasalahan. masih menghadapi berbagai tantangan. 8) Ruangan/lahan sekolah multimedia. Untuk mengatasi keadaan ini memerlukan kelengkapan pemahaman prinsip-prinsip. rekomendasi yang dapat penulis kemukakan adalah sebagai berikut: 1. regional. strategi kurikulum. dan strategi sarana prasarana. 4) Media Online Dirjen Dikdasmen pusat informasi teknologi pengembangan pembealajaran tersedia. yang luas untuk dikembangkan sebagai . dan sejenisnya baik lokal.175 3) Bea siswa bagi guru yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi. 6) Fasilitas sebagai sarana prasarana pembelajaran lengkap. 7) Prestasi-prestasi yang diperoleh baik akademik maupun non akademik dari mulai tingkat lokal. yaitu mulai dari sumber daya manusia (kepala sekolah.

176 regional maupun nasional. Meminimalkan kekurangan dari faktor-faktor proses penghambat strategi yang merupakan Ilmu pelaksanaan pembelajaran Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. Faktor penghambat dalam meningkatkan kompetensi guru IPA. 6) Mencari informasi dari lembaga birokrasi dinas terkait baik vertikal maupun horizontal yang sering terlambat. (d) memberikan keleluasaan untuk mengembang kompetensinya dan kualifikasinya bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 3. pada guru yang masih memakai cara-cara proses pembelajaran bersifat teacher centered. seperti: komputer/ laptop dan OHP. (c) melaksanakan kegiatan studi banding dalam rangka upaya peningkatan mutu antar sekolah. 5) Memberikan arahan secara terus menerus. adalah sebagai berikut: 1) 2) Meningkatkan kompetinsi guru yang belum seluruhnya memenuhi kualifikasi dan sertifikasi guru professional Memberikan arahan secara terus menerus. IT/ICT untuk pembelajaran. pada guru yang kurang cepat tanggap terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran. 3) Memberikan arahan secara terus menerus. sehingga guru harus menguasai penggunaan alat-alat paraktek laburatorium. pada guru yang pada proses pembelajarannya terjadi stagnasi. (b) mengadakan pelatihan-pelatihan mengundang nara sumber untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. yang perlu diantisipasi dengan cara: a. pada guru yang belum menyikapi perubahan kurikulum yang berorientasi life-skill. hal ini terjadi karena guru kurang memiliki tanggung jawab terhadap tugasnya. sehingga siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk menggunakan fasilitas yang ada. dan mampu menguasai media elektronik. 4) Memberikan arahan secara terus menerus. .

tujuan dan target yang ingin dicapai dari hasil proses pendidikan yang dilaksanakan. dan komputer. melalui bantuan blok-grand berupa laboratorium. 7) Selalu mengikutsertakan siswanya dalam berbagai macam kegiatan lomba.177 7) Mangusahakan biaya semaksimal mungkin walaupun manajemen seperti ini memakan biaya yang relatif mahal. 2) Menggunakan kurikulum yang telah diterbitkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. penataran. 5) Mencari peluang secara terus menerus. sehingga masih sedikit sekali sekolah atau guru yang mampu menggunakan fasilitas ini. dll. agar Pemerintah terus memberikan bantuan dalam hal keperluan sarana dan prasaran multi media. 6) Melakukan kegiatan peningkatan mutu dan kualifikasi guru dengan cara KKG. . baik tingkat kecamatan. mengingat latar belakang ekonomi orang tua murid yang kurang mendukung. perpustakaan. 8) Mengusahakan peserta didik memiliki kemampuan dibidang IT/ICT. kabupaten atau yang lainnya. b. komputer. visi. kaitan dengan kebutuhan bahan ajar. adalah sebagai berikut: 1) Mensosialisasikan program. 3) Mengupayakan keperluan guru dan siswa. 4) Meningkatkan jumlah guru untuk memiliki kemampuan menggunakan alat-alat laboratorium. misi. bahan dan alat pembelajaran yang akan dipakai. OHP dan fasilitas multi media lainnya. Work-shop. Menganalisis hal-hal lain yang mendukung dan merupakan kelebihan dari pelaksanaan proses strategi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terpadu ditinjau dari sudut manajemen kurikulum dalam peningkatan hasil pembelajaran. Diklat.

Depdiknas. USA. Jakarta : Permendiknas No. (1976).R. Pendidikan dan Dakwah). Qualitative Research for Education An Introduction Theory and Methods. David. Konsep. Anwar Q. Standar Kompetensi Lulusan. Model Pembelajaran IPA Terpadu. Jakarta : UT. (1990). S. . (1982). Depdiknas. Bogdan.178 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’anulkarim. G. Standar Isi. Bogdan. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. 16 tahun 2007. Solusi Islam Atas Problematika Umat (Ekonomi. (2007). (1993). R. Standar Pengelolaan Pendidikan. Depdiknas. (2006). 23 Tahun 2006. (1994). (2006). 19 tahun 2007. (2007). R. (1982). Jakarta : Rineka Cipta. Kurikulum Sekolah Menengah Pertama. Anwar. (2003). Depdiknas. Standar Penilaian Pendidikan. Idochi.20 Tahun 2007. Jakarta : Permendiknas No. (alih bahasa oleh Munandir). Standar Kwalifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Garis-garis besar Program Pengajaran IPA. Administrasii Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan . Jakarta : Permendiknas No. Jakarta : Depdikbud. Jakarta : Permendiknas No. Qualitatif Rises for Education: and Intruduction Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon Inc. G. Bandung: CV Diponegoro. Jakarta: GIP. Teaching Stategies for College Class Room. (2007). Jakarta : Permendiknas No. Jakarta : Depdiknas. And Biklen. Riset Kualitatif untuk Pendidikan: Pengantar ke Teori dan Praktek. BSNP.22 Tahun 2006. Bandung: Alfabeta. dan Isu. (2006). R. (1998). (1984). Arikunto. And Biklen. Depdiknas. J. G. Boston : Allyn and Bacon Inc. And Biklen. Bogdan. Teori. Depdikbud.

Mulyasa. Bandung: Remaja Mulyasa. E. Bandung: Remaja Rosda Karya. (1991). Strategi Belajar Mengajar. Moleong. L. Educational Psychology. E. . New York & Londin : Teacher college Press. Jakarta : Rineka Cipat. Curriculum Reform in the Elementary School. Dirjen Dikdasmen. Jakarta: Permendiknas No. Bandung: Reamaja Rosda Karya.179 Depdiknas.J. (2008). Bandung : Penerbit Remaja Rosda Karya. Jakarta : Biro Perencanaan Depdikbud. Djamarah S. Dirjen Dikdasmen. (2003). (1989). (2007). (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Analisis Posisi Pembangunan Pendidikan. Jakarta. (2004). Jakarta: Bumi Aksara. (1984). Makmum. (2003). Strategi dan Implementasi. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. M. Konsep. Perencanaan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya. Gaffar. Moleong. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. (2007). Standar Sarana dan Prasarana. Jakarta : Depdikbud Gagne. . (2007). B. Dewey. Bandung: Remaja Rosda Karya. Democracy and Education. Manajemen Berbasis Sekolah.L. Mulyasa. N. Boston : Houghton Mifflin Isjoni. Franklin. E. Depdiknas. Implementasi Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan. Lexy. KTSP. E. 24 Tahun 2007. Mulyasa. (1989). Penerbit Pustaka Pelajar. Jakarta: Permendiknas No.F. A. (1965). Manajemen Berbasis Sekolah. Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. (2002). Rosda Karya. (2000). Mulyasa. E. (2002). New York: MacMillan. (2007) Saatnya Pendidikan Kita Bangkit. Menjadi Kepala Sekolah Profesional . 41 Tahun 2007. Yogyakarta.S.

Bandung. P. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Raja Grafindo Persada. Stoner. Nurkholis. P. A. (1995). Bandung: Alfabeta. Model. Sugiono. Manajemen Stratejik. Interaksi dan Motivasi Belajar. Sanusi. dan Jamiat.Manajemen Strategik (I) . Bandung : Rosda Karya. Bandung: Tarsito. (2008). Sanusi.C. Nasution. Fundamental Concept of Educational Leadership and Managemen. Bandung. (1993). Siagian. Mulyasa. (2007).180 Mulyasa. Ahman. 2007. New york : Harper Collins Publishers. Sanusi. (1995). (1996) Beyond Traditional Tenure. (2004). Bandung: Sarana Panca Karya Nusa. S. Metode Penelitian Pendidikan.M. E. E. Developing the Curriculum. Salis. Manajemen Berbasus Sekolah. E. Sisdikans. Total Quality Management in Education. Management 6 th ed. Nomor 20 Tahun 2003 (2008). Teori. dan Aplikasi Jakarta: Grasindo. Josey Bas. (2002). P. Bandung: Penerbit Alfabeta. Oliva. N. Segi-segi KeprofesianPendidikan. Permadi. (1994). Sy. A. London: Corgan Sanusi. Jakarta : Kelompok Gading Permai. (1992). A. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. A. New Jersey: Prentice-Hall. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. (2007). A. (2003). Bandung: Penerbit Remaja Rosda Karya. Diktat Perkuliahan. Bandung : IKIP. Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepela Sekolah. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif.F. Sukmadinata. Sardiman. 2004. Undang-undang. Jakarta: Bina Aksara. Menjadi Guru Profesional . (2007). Richard. Razik and Swanson. Jakarta. Himpunan Perundang-undangan RI. D. (1995). J. Bandung: Repita Aditama. Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah. (1992). . New Jersey: Englewood Cliffs.

Harcourt : Brace and World Inc. Bandung: Remaja Rosda Karya. Jakarta. 2006 Penerbit Rineka Cipta. (2004). Jakarta. H. Curriculum Development Theory And Practice.A. Sukmadinata. H. Taba. Dasar dan Teknik Research.A.A. Winarno. Sy. Kurikulum dan Pembelajaran Kompetensi. Univercity of Chicago Press. (2007). N. . Metode Penelitian Pendidikan. Tim Pengembang MKDK dan Pembelajaran. (2004). Manajemen masa Depan.R.R. Tahun 1945. H. Bandung: UPI. Kepemimpinan Kepala Sekolah. N. (tidak diterbitkan).R. (1999). Bandung: Tarsito. Wahjosumidjo. Kajian Pendidikan Tilaar. (1962). Bandung: Yayasan Kesuma Karya. (1986). Kurikulum Pembelajaran (Diktat). (1999). (1978). Basic Principles of Curriculum an Introduction. Standarisasi Pendidikan Nasional. (2005). Sukmadinata.181 Sukmadinata. Sy. Tilaar. Jakarta: Logos. Tyler. N. Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Sy. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Pendidikan Nasional. Tilaar. Bandung: Remaja Rosda Karya. S. (1998). Jakarta: PT Raja Grafindo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful