PROPOSAL KUNJUNGAN KELUARGA PADA PASIEN HALUSINASI

Disusun Oleh: Rahmat Saputra (090866)

AKADEMI KESEHATAN KARYA HUSADA YOGYAKARTA PRODI D III KEPERAWATAN 2011

Menyampaikan perkembangan klien selama di rawat 7. Sebab – sebab terjadinya halusinasi . Menemui anggota keluarga klien 2. Keluarga dapat mengambil keputusan untuk merawat klien yang halusinasi 3. 6. Alat Leaflet D. 3. Memberikan reinforcement positif bila keluarga telah merawat klien dengan benar. Langkah – Langkah 1. Sasaran Keluarga dari klien halusinasi B.PROPOSAL KUNJUNGAN KELUARGA A. Keluarga dapat merawat klien halusinasi 4. Menanyakan kepada keluarga keadaan klien sebelum dirawat di rumah sakit dan masalah yang dialami dalam merawat. Keluarga dapat memodifikasi lingkungan dalam merawat klien 5. Keluarga dapat mengenal tentang masalah halusinasi 2. Memberi salam dan memperkenalkan diri (untuk pertemuan pertama) dan menyepakati kontrak. Tujuan 1. 5. Menjelaskan kepada keluarga tentang: a. Menjelaskan tujuan pertemuan 4. Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada untuk merawat klien C. Pengertian halusinasi b.

2. . Mengevaluasi hal – hal yang telah di diskusikan dengan keluarga g. i. Menanyakan hal – hal yang belum jelas dan memberikan leaflat sebagai alat bantu. Penyebab terjadinya masalah. Fase Inisiasi a. siapa yang berkunjung) E. Tanda dan gejala halusinasi d. Memfasilitasi keluarga melakukan tindakan asuhan keperawatan yang telah di diskusikan. Fase kerja 1. Memberikan reinforcement positif bila keluarga berhasil menjelaskan dengan benar h. 3. Menjelaskan kepada keluarga. jam berapa. Mengobservasi peran serta keluarga Mengamati peran serta keluarga selama tindakan keperawatan dilakukan. F. Klarifikasi sumber rujukan untuk kunjungan rumah Sumber rujukan untuk kunjungan rumah berasal dari RS GHRASIA YOGYAKARTA. b. Klarifikasi tujuan kunjungan rumah Tujuan dari kunjungan rumah ini adalah: a) Mengkaji riwayat sakit pasien. Memberi reinforcement pada keluarga terkait dengan tindakan positif yang dilakukan oleh keluarga. apa saja yang bisa dilakukan dalam merawat pasien halusinasi. e.c. Menyepakati pertemuan yang akan datang (kapan berkunjung lagi. Memberikan kesempatan kepada keluarga untuk bertanya f. b) Memperkenalkan kepada keluarga tentang masalah yang di alami pasien. Tindak lanjut 1.

b. Desain kunjungan rumah a) Pertama melakukan pengkajian terhadap pasien. yakinkan bahwa perawat yang melakukan kunjungan bukan merupakan ancaman bagi klien. Lakukan kontrak dengan keluarga Kontrak dengan keluarga dilakukan satu hari sebelum kunjungan rumah. Tetapkan hubungan perawat dengan klien Bina hubungan saling percaya antara perawat dengan klien. Telaah rujukan/ reference Leaflat digunakan sebagai sumber referensi.c) Memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien tentang bagaimana cara merawat pasien di rumah. d) Memberikan penjelasan kepada keluarga untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan bagi pasien. identitas diri dan profesional Memperkenalkan identitas perawat kepada klien dan keluarga. d. Memperkenalkan diri. 2. Satukan persepsi tentang tujuan kunjungan dengan keluarga Jelaskan kembali tujuan kunjungan keluarga kepada keluarga klien. b. e. c. Interaksi sosial c. . Apa keinginan keluarga dari kunjungan rumah Tanyakan kepada keluarga tentang hasil yang diharapkan dari kunjungan rumah. Fase Di Dalam Rumah a. c. Buat jadwal kunjungan Kunjungan akan dilakukan pada tanggal 1 Noveember 2011. b) Melakukan pengkajian terhadap keluarga pasien c) Memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga pasien. 3. Fase Pra Kunjungan a.

Rencana untuk kunjungan berikutnya Rencanakan bersama klien dan keluarga kapan kunjungan berikutnya akan dilakukan. . 4. Rencana kunjungan berikutnya Diskusikan bersama klien dan keluarga kapan kunjungan berikutnya akan dilakukan. 5. Catat hasil kunjungan Dokumentasikan hasil kunjungan yang telah dilakukan. Fase Paska Kunjungan a. Evaluasi kunjungan dengan keluarga Mengevaluasi hasil dari kunjungan keluarga yang telah dilakukan. Implementasi proses keperawatan Mengimplementasikan rencana keperawatan yang telah di tetapkan sesuai dengan kondisi pasien yaitu dengan halusinasi. Fase Terminasi a. b.d. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.