BAB I PEMBAHASAN

1.1

Moral Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ yaitu mos

sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat. Bila kita membandingkan dengan arti kata ‘etika’, maka secara etimologis, kata ’etika’ sama dengan kata ‘moral’ karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan,adat. Dengan kata lain, kalau arti kata ’moral’ sama dengan kata ‘etika’, maka rumusan arti kata ‘moral’ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu ‘etika’ dari bahasa Yunani dan ‘moral’ dari bahasa Latin. Jadi bila kita mengatakan bahwa perbuatan pengedar narkotika itu tidak bermoral, maka kita menganggap perbuatan orang itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma etis yang berlaku dalam masyarakat. Atau bila kita mengatakan bahwa pemerkosa itu bermoral bejat, artinya orang tersebut berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang tidak baik. ‘Moralitas’ (dari kata sifat Latin moralis) mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan ‘moral’, hanya ada nada lebih abstrak. Berbicara tentang “moralitas suatu perbuatan”, artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. 1.2 Unsur-unsur Moralitas Kualitas norma moral telah ditentukan oleh beberapa unsur pokok, yaitu kebebasan, tanggung jawab, dan suara hati. Semakin tinggi derajat kebebasan, tanggung jawab, dan kemurnian suara hatinya, semakin baik kualitas moral yang bersangkutan. 1.2.1 Kebebasan Kebebasan merupakan unsur penting dalam norma moral. Hal ini sangat esensial mengingat norma moral itu adalah yang otonom, yang disebut oleh Kelsen dengan

yaitu: a. tidak selalu berkonotasi tidak menyenangkan. Jadi selalu ada pilihan (alternative) bagi manusia untuk bersikap dan berperilaku berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya. yaitu: a.2 Tanggung jawab Kebebasan memberikan pilihan bagi manusia untuk bersikap dan berperilaku. sekalipun kita mengetahui menurut moralitas kita yang wajar. . yang berarti bersifat heteronom. Keterbatasan psikis c.3 Suara Hati Suara hati sering kali disebut dengan hati nurani. Adanya pemerintah/larangan (normatif) 1. Pertanggungjawaban ini adalah suatu tindakan member penjelasan yang dapat dibenarkan baik secara moral maupun secara hukum.2. Kebebasan sosial dapat dibatasi oleh tiga jenis. Keterbatasan fisik b. yaitu pengetahuan intuitif tentang prinsip-prinsip moral.2. sikap dan perilaku orang itu tidak dapat diterima. Setiap bentuk tanggng jawab senantiasa menuntut pertanggungjawaban apabila perbuatan itu sudah selesai dilakukan. Itulah sebabnya kita tidak pernah meminta pertanggung jawaban atas sikap dan perilaku orang gila atau ank di bawah umur.regulations of internal behavior. Adapun kebebasan manusia itu dibagi menjadi dua golongan besar. Kebebasan eksistensial Kebebasan sosial adalah kebebasan yang diterima dari orang lain (sesama manusia). Dengan deamikian tanggung jawab dapat diartikan sebagai kesediaan dasariah untuk melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya. Kata synteresis lebih tepat diartikan sebagai hati nurani. Kebebasan eksistensial adalah kemampuan manusia untuk menentukan sikap dan perilaku dirinya sendiri yang berarti bersifat otonom. Hal inilah yang yang disebut dengan akuntabilitas. baru akan mempunyai arti apabila manusia tersebut mampu dan mau bertanggung jawab atas pilihan yang dibuatnya. Kebebasan sosial b. 1. Kewajiban merupakan beban yang harus dilaksanakan. Pertimbangan-pertimbangan moral hanya mungkin ditujukan bagi orang yang dapat dan mau bertanggung jawab. Pengertian beban disini tentu dalam arti luas. Pertimbangan moral.

Apabila manusia menghadapi situasi konkret yang mengharuskannya memilih sikap-sikap moral tertentu. Karena dinamika kehidupan manusia dengan segala konsekuensinya. Seperti perasaan malu pada diri seseorang apabila yang bersangkutan melakukan suatu perilaku tidak terpuji. manusia yang benar atau salah dalam berbuat sesuatu. Franz Magnis suseni menyebutkan tiga lembaga normatif yang mengajukan normanorma (dalam arti yang lebih abstrak berupa nilai-nilai) mereka kepada kita. Suara hati memang suara kejujuran. memerlukan kesepakatan pemahaman. yaitu: 1. dan pemuka agama. yang diwarisi maupun yang berlaku sekarang. prinsip dan berbagai ketentuan prosedur yang menyangkut pola perilaku. ada standart tertentu. benar atau salah. disitu ada cara Agar bisa menikmati kehidupan sosial yang teratur. hati nurani berasal langsung dari Tuhan dan oleh karena itu tidak mungkin keliru. Kode etik profesi juga ada dalam kategori lembaga normatif kedua ini. Kedua. guru.3 Norma Moral Untuk menilai apakah suatu perbuatan baik atau buruk. adalah superego pribadi. Menurut Siagian. Pertama. bukan karena ia sengaja berbuat salah. Umat manusia dalam mengambil berbagai keputusan. akan menyatakan apa yang baik dan tidak baik menurut mereka. ditinjau . termsuk pemerintah. maka yang hadir pada saat itu adalah suara hati. orang tua. Norma moral merupakan aturan atau kaidah yang menentukan apakah perilaku kita baik atau buruk dari sudut etnis. perlu dianalisis.Menurut Aquinas. tetapi kesalahan suara hati itu karena ketidaktahuan si pemilik suara hati itu. Lembaga normative tersebut baik secara implicit maupun eksplisit. adalah masyarakat. teman sebaya. Norma adalah aturan atau kaidah yang kita pakai sebagai tolak ukur untuk menilai sesuatu. ada empat alasan yang kuat. tetapi tidak identik dengan hakikat kebenaran itu sendiri. 3. adalah ideologi termasuk agama di dalamnya. maka perlu berperilaku berdasarkan nirma-norma yang ada dalam system etika yang berlaku. 1. mengapa mempelajari norma moral dan etika sangat penting. Ketiga. yang kita kenal dengan norma moral. Artinya suara hari mungkin saja salah. 2.

4. Dan pada saat yang dibutuhkan etika dapat difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum dinilai menyimpang dari kode etik. Standart moral hatus lebih diutamakan dari pada nilai yang lain khususnya kepentingan pribadi. Selain itu etika lebih sering dikenal sebagai kode etik.kembali.4 Etika dan Moral Etika lebih condong kearah ilmu tentang baik dan buruk. Standart moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar – benar akan menguntungkan manusia. etika akan memberikan semacam batasan maupun standart yang akan mengatur pergaulan manusia didalam kelompok sosialnya. Standart moral ditetapkan oleh keputusan dewan otoritatif tertentu. karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok social (profesi . Dalam bahasa indonesia kata moral berarti akhlak atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib batin nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup. e. 1. dikembangkan dan adakalanya yang diinternalisasikan dalam berbagai bentuk. d. Dengan demikian. Pentingnya etika dalam era modern. Standart moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak. Moral berasal dari kata latin mores yang berarti adat kebiasaan. budaya malu dan penyesalan. yaitu: a. Adapun ciri yang berguna untuk menentukan hakekat standart moral ada lima. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan self control. Standat moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosakata tertentu. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan atau nilai yang berkenaan dengan baik buruk atau dengan kata lain moralitas merupakan pedoman atau standart yang dimiliki oleh individu atau kelompok mengenai benar atau salah dan baik atau buruk. hati nurani individu. seperti tanggung jawab. karena etika terkait dengan nilainilai hakiki dalam hidup. b. Standat moral tidak dibuat oleh kekuasaan validitas standat moral terletak pada kecukupan nalar yang digunakan untuk mendukung atau membenarkannya c.

Karena antara yang satu dengan yang lain saling mempengaruhi dan saling membutuhkan. Menyangkut perilaku batin seseorang 3. Jadi etika lebih berkaitan dengan kepatuhan sementara moral lebih berkaitan dengan tindak kejahatan. Pelanggaran terhadap hokum mengakibatkan pelakunya dikenakan sanksi yang jelas dan tegas 4. Moralitas adalah keyakinan dan sikap batin. 1. Kualitas penegakan hokum sebagian besar ditentukan besar ditentukan oleh mutu moralitasnya.5 Perbedaan Moral dan Hukum Antara moral dan hokum terdapat hubungan yang cukup erat. bukan hanya sekedar penyesuaian atau asal taat terhadap aturan. Karena itu hukum harus dinilai/diukur dengan norma moral. Moralitas tidak akan dapat diubah oleh masyarakat . Hukum dapat meningkatkan dampak social moralitas. 2. Sanksi hokum pada dasarnya didasarkan pada kehendak masyarakat 2.itu sendiri). 1.1 Perbedaan antara Moral dan Hukum Hukum 1. Hanya membatasi ruang lingkupnya pada tingkah laku lahiriah faktual 3. Pelanggaran moral biasanya mengakibatkan hati nuraninya akan merasa tidak tenang 4. Moral Bersifat obyektif dan akibatnya diganggu oleh pertanyaan atau diskusi yang menginginkan kejelasan tentang etis dan tidaknya. Adapau perbedaan antara Moral dan Hukum adalah: Tabel. Bersifat obyektif karena hokum dituliskan dan disusun dalam kitab undang-undang.

6 Moral Management Tingkatan tertinggi dari penerapan nilai – nilai etika atau moralitas dalam bisnis adalah moral management. mandiri dan selalu aturan – aturan etika sejak kecil dia sudah dilatih untuk mencari nafkah untuk keperluan sendiri. Ayahnya mulai membentuk karakter pene semenjak usia dini untuk giat bekerja. Dalam moral manajemen nilai – nilai etika dan moralitas diletakan pada level tertinggi dari segala bentuk perilaku dan aktivitas bisnisnya. Seorang pendiri toserba. Pene adalah seorang putra petani.c pene. Semakin bertambah usia Pene semakin yakin kemampuan berdagang. Setiap kali ia menjual ternaknya dan mendapat untung pene membeli ternak – ternak baru sehingga ternaknya terus bertambah suatu ketika ayahnya meminta pene menjual ternak – ternaknya tersebut karena para tetangga mengeluh akan bau ternak – ternak tersebut. dia selalu mengasahnya sedangkan sang ayah selalu menekannya selalu bersikap jujur. Ketika dilema etika muncul manajer dengan tipe ini menaggung atau memikul posisi kepemimpinan untuk perusahaan dan industrinya. Untuk melatih bakatnya ayah pene membantu pene untuk mendapat pekerjaan di sebuah toko makanan kering. Melihat kondisi itu pene langsung mengundurkan diri dari toko tersebut. dan ia menjualnya. Disanalah Pene mempelajari bidangnya untuk mengasah kemampuannya pene pindah dari satu toko ke toko laen hingga suatu ketika dia bekerja di sebuah toko kaos kaki dimana toko tersebut kaos yang dijual berbeda – beda harganya untuk memanfaatkan pelanggan yang lengah. Manajer yang bermoral selalu melihat dan menggunakan prinsip – prinsip etika seperti keadilan kebenaran dan aturan – aturan sebagai pedoman dalam segala keputusan bisnis yang diambilnya. seperti keadilan kejujuran dan semangat untuk mematuhi hukum yang berlaku. Namun dia beruntung ada orang yang berniat menjalani kemitraan dengannya. Manajer yang termasuk dalam tipe ini tidak hanya menerima dan mematuhi aturan – aturan yang berlaku namun juga telah terbiasa meletakkan prinsip – prinsip etika dalam kepemimpinannya. Untuk mendapat uang pene menjual ternaknya dan membesarkan ternaknya dengan cara mengumpulkan sisa – sisa makanan agar ternaknya menjadi gemuk. Salah satu contoh menarik adalah apa yang dilakukan oleh j.1. Seorang manajer yang termasuk dalam tipe ini tentu saja menginginkan keuntungan dalam bisnisnya tapi hanya jika bisnis yang dijalankannnya dapat diterima secara legal dan tidak juga melanggar etika yang ada dalam komunitas. Pene ditawarkan beberapa toko yang ingin .

dan ketika meraka maju pene menawarkan kemitraan pada pegawainya tersebut. Pene mengajari pegawainya bagaimana berbisnis. . Dia memiliki misi untuk membuka jaringan toko dengan metode mendidik orang–orang jujur.dibukanya. Ketika pemilik toko ingin keluar dari bisnis tersebut pene kemudian membeli saham–saham toko tersebut melalui toko tersebutlah pene mulai membangun bisnisnya.

Segala sesuatunya serba mengambang dan datang dengan bertubi-tubi. Berikan Kepastian Bagi masyarakat. masyarakat dibuat terbelalak dengan aneka keburukan MORAL yang dijumpai dalam kasus mafia pajak dengan lakon utama Gayus Tambunan. Belum lagi reshuffle cabinet direalisasikan. Namun. segala hal tentang Gayus sudah ditenggelamkan oleh informasi tentang gugurnya usul penggunaan hak angket DPR untuk mengusut mafia pajak. masyarakat disodori pertanyaan tentang benar tidaknya isu penyalahgunaan kekuasaan oleh pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang ditiup oleh media asing di Australia. Pada saat skandal penggunaan dana talangan Bank Century sedang ditunggu ujung pangkalnya. Sempat muncul harapan gagalnya hak angket akan mengangkat semangat pemerintah memerangi mafia pajak. apa yang menjadi isu utama pemberitaan nasional dalam setengah tahun belakangan ini betul-betul membuat kurang nyaman. Kini giliran teror bom buku di Jakarta mulai memenuhi halaman depan dan jam tayang utama media nasional seakan ingin mengubur prasangka penyalahgunaan kekuasaan dalam-dalam tanpa jawaban.BAB II STUDI KASUS Stop Ketakutan. Tidak berapa lama. kami kembali dibuat kecewa karena ruang public sudah dijejali isu perombakan atau reshuffle cabinet. .

ANALISA Dari studi kasus di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa dasar-dasar moral di Negara kita semakin merosot. Menurut kami memberikan konsep-konsep dasar moral sejak dini akan menekan angka penyalahgunaan kekuasaan yang sampai saat ini tidak ada titik terangnya. Namun. Hal tersebut terlihat dari berbagai macam masalah yang terus menerjang Negara kita saat ini. Hal tersebut tidak boleh sedikitpun terlewatkan jika ingin bangsa kita terbebas dari ancaman-ancaman yang berhubungan dengan moral berbangsa dan bernegara kita. Jika semua masalah di atas bisa diabaikan karena memang tidak mengusik langsung kebutuhan masyarakat kecil. . masalah yang satu ini sungguh membuat kami prihatin jika harus timbul dan tenggelam tanpa penyelesaian yang pasti.

karena kualitas penegakan hukum sebagian besar ditentukan oleh moralitasnya. Unsur moral berakibat bahwa seseorang bersalah atau tidak. Moral management merupakan tingkat tertinggi dari penerapan nilai-nilai etika atau moralitas. Moral dan hukum sangat erat kaitannya. dilihat dari segi sifatnya. Norma merupakan aturan atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk menilai sesuatu.BAB III KESIMPULAN 1. dan menentukan apakah perilaku yang dilakukan baik atau buruk dari sudut etnis. karena ia mempunyai tanggung jawab. 5. . Moral merupakan sesuatu yang menyangkut penilaian atau pengajaran tentang kebaikan atau keburukan watak atau kelakuan. Etika mendorong tumbuhnya naluri moralitas. Moral juga bisa diartikan memahami perbedaan antara baik dan buruk yang diterima secara umum. (1) Kebebasan: (3) dan terkait dengan hati nurani. 6. 4. 3. Manajer yang termasuk dalam tipe ini tidak hanya menerima dan mematuhi aturan – aturan yang berlaku namun juga telah terbiasa meletakkan prinsip – prinsip etika dalam kepemimpinannya. Unsur-unsur moral berkaitan dengan pribadi manusia yang bertanggung jawab. 2. Nilai – nilai etika dan moralitas diletakan pada level tertinggi dari segala bentuk perilaku dan aktivitas bisnisnya. Unsur-unsur moral berkaitan dengan: (1) Tanggung jawab. yang mengilhami manusia untuk secara bersama-sama mencari menemukan dan menerapkan nilai-nilai tersebut. sanksi yang diberikan dan ketetapan yang berlaku. menemukan nilai-nilai hidup yang hakiki. Ada beberapa perbedaan hukum dan moral. Etika dan Moral merupakan hal yang sangat penting untuk dipelajari. ruang lingkup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful