Sejarah Resimen Mahasiswa Indonesia

SEJARAH RESIMEN MAHASISWA INDONESIA Latar Belakang I (Motivasi Peran Serta Pemuda & Mahasiswa Dalam Bela Negara). A. Motivasi Historis 1. Masa Perjuangan Pergerakan Nasional (Boedi Oetomo 20 Mei 1908 dan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928). 2. Masa Pendudukan Jepang (Barisan GAKUKOTAI – Pasukan Pelajar Mahasiswa Bentukan Jepang dan Ikrar Pemuda Menteng Jakarta 3 Juni 1945). 3. Masa Kemerdekaan (TRIP, TP, TGP, MOBPEL, CM, BKR Pelajar dan TKR Pelajar) B. Motivasi Sifat dan Watak Kepribadian Bangsa Indonesia 1. Konstitusi dan Tata Kehidupan dalam Bernegara dan Bermasyarakat. 2. Kegotongroyongan yang Berazaskan Kekeluargaan. C. Motivasi Sosiologis 1. Kemerdekaan dan Lingkungan sebagai Makluk. 2. Kemerdekaan dan Kepentingan Kedaulatan Negara. D. Motivasi Tuntutan Perkembangan Teknologi Modern (Perang bersifat total semesta) E. Motivasi Yuridis 1. UUD 1945 Pasal 30. 2. TAP MPR RI (1973, 1978, 1983 dan 1988). 3. UU Nomor 29 Tahun 1954 tentang Pertahanan Negara, yang diganti dengan UU Nomor 20 Tahun 1982 tentang Pokok-Pokok Pertahanan Keamanan Negara. 4. UU Nomor 1 Tahun 1988 tentang Perubahan UU Nomor 20 Tahun 1982. 5. UU Nomor 74 Tahun 1957 tentang Keadaan Bahaya. 6. UU Nomor 75 Tahun 1957 tentang Veteran Pejuang. 7. UU Nomor 14 Tahun 1962 tentang Penerapan PERPU Nomor 1 Tahun 1962 tentang Mobilisasi Umum. 8. PP Nomor 51 Tahun 1963 tentang Cadangan Nasional.

Latar Belakang II (Keterlibatan Pelajar & Mahasiswa Dalam Sejarah Perjuangan Nasional). Masa Perjuangan Pergerakan Nasional. Perhimpoenan Indonesia (PI-1922). Organisasi ini merupakan salah satu upaya nyata untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan dan selanjutnya terbentuklah berbagai organisasi perjuangan yang lain. maka terdapat cara dan kesadaran baru dalam kerangka perjuangan bangsa menghadapi kolonial Belanda dengan membentuk organisasi berwawasan nasional. PPKI . semangat persatuan dan kesatuan semakin kuat menjadi tekad bagi setiap pemuda Indonesia dalam mencapai cita-cita Indonesia merdeka. C. Masa Pendudukan Jepang. dengan menghasilkan keputusan bahwa pemuda mahasiswa bertekad dan berkeinginan kuat untuk merdeka dengan kesanggupan dan kekuatan sendiri. Masa Kemerdekaan. Mahasiswa Indonesia di negeri Belanda pada tahun 1908 mendirikan Indische Verenigde (VI) yang berubah menjadi Perkoempoelan Indonesia (PI). Sekalipun demikian para pemuda mahasiswa mampu mengorganisir dirinya dengan mengadakan sidang pertemuan pada tanggal 3 Juni 1945 di Jl.9. Keputusan tersebut kemudian dikenal dengan Ikrar Pemoeda 3 Joeni 1945. Sejak itu hingga tahun 1924 PI tegas menuntut kemerdekaan Indonesia. Indische Partij dan lain sebagainya. hingga pada dekade ini. Menjelang Jepang terpuruk kalah tanpa syarat dalam Perang Dunia II. bahkan menjadikan mereka berjuang di bawah tanah. pelajar dan mahasiswa. BOEDI OETOMO merupakan wadah pergerakan kebangsaan yang kemudian menentukan perjuangan nasional selanjutnya. A. para pemuda mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri telah membuka lembaran baru bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan Indonesia melalui forum luar negeri. Meskipun kemerdekaan Indonesia telah diproklamirkan. Sejarah perjuangan pergerakan nasional dimulai sebagai babakan baru dengan lahirnya gerakan “BOEDI OETOMO” pada tanggal 20 Mei 1908 oleh para mahasiswa STOVIA Jakarta. Dengan lahirnya gerakan ini. kemudian tercetuslah “Soempah Pemoeda”. kemudian pada tahun 1922 berubah lagi menjadi Perhimpoenan Indonesia (PI). Keppres Nomor 55 Tahun 1972 tentang Penyempurnaan Organisasi Hansip Wankamra. Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI-1926) dan Pemoeda Indonesia (1927) merupakan organisasi pemuda dan mahasiswa yang memiliki andil besar dalam merintis dan menyelenggarakan Kongres Pemoeda Indonesia tahun 1928. Dengan demikian. B. Tanggal 23 Agustus 1945. Menteng 31 Jakarta. Tidak ketinggalan pemuda. Tekanan pemerintah Jepang mengakibatkan aktifitas pemuda dan mahasiswa menjadi terbatas. seperti Syarikat Dagang Islam. untuk memperkuat posisinya di Indonesia. Pasukan pelajar dan mahasiswa yang dibentuk oleh Jepang disebut dengan “GAKUKOTAI”. Jepang melatih rakyat dengan latihan kemiliteran. keikutsertaan pemuda dan mahasiswa terus berlanjut dengan perjalanan sejarah TNI.

merupakan motivasi pemuda pelajar dan mahasiswa yang tidak pernah padam hingga sekarang. Pemberontakan meminta banyak korban dan penderitaan rakyat banyak. Rakyat tidak bisa hidup dengan tenang. Pada tanggal 3 Juni 1946. yaitu dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan nasional. WALA 59 merupakan batalyon inti mahasiswa yang merupakan cikal bakal . Dengan demikian maka laskar dan barisan pejuang melebur menjadi satu dalam TNI. Dengan diakuinya kedaulatan Negara Kesatuan RI sebagai hasil keputusan Konferensi Meja Bundar 27 Desember 1949 di Den Haag. Memperhatikan kondisi semacam itu. kemerdekaan serta cinta tanah air. TGP. MOBPEL dan CM. Semangat berjuang.14 September 1959. Pemberontakan itu antara lain DI/TII. 1. yang kemudian dikenal dengan WALA 59 (Wajib Latih tahun 1959). 2. terus mengabdi sebagai prajurit TNI atau melanjutkan studi. maka perang kemerdekaan yang telah mengorbankan jiwa raga dan penderitaan rakyat berakhir sudah. maka diubah menjadi TKR. hambatan dan gangguan. Para anggotanya diberi dua pilihan. 3. dalam kadarnya yang lebih tinggi. berkorban dan militansi untuk mencapai cita-cita luhur dan tinggi. TERBENTUKNYA RESIMEN MAHASISWA INDONESIA Masa Penegakan Kedaulatan Republik Indonesia. “BELAJAR”. sedangkan di lingkungan pelajar dan mahasiswa diubah menjadi TKR Pelajar. Para mahasiswa terjun dalam perjuangan bersenjata untuk ikut serta mempertahankan membela NKRI bersamasama ABRI. pada kesekian kalinya. Setelah mengikuti kebijakan Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945. dianggap perlu diatur dan ditetapkan dengan UndangUndang. Maka dikeluarkanlah UU Nomor 29 Tahun 1954 tentang Pertahanan Negara. Sementara itu laskar pelajar dan mahasiswa disatukan dalam wadah yang kemudian dikenal sebagai “Brigade 17/TNI-Tentara Pelajar”. karena situasi tidak aman dan penuh kecemasan. yaitu tentara nasional hanya mengenal satu komandan. laskar dan barisan pemuda pelajar dan mahasiswa mengubah namanya. diselenggarakan Wajib Latih di kalangan mahasiswa dengan pilot proyek di Bandung pada tanggal 13 Juni 1959 . ternyata perjalanan bangsa dan negara ini mengalami banyak ancaman. yaitu perlu diberi kesempatan untuk melanjutkan tugas pokoknya. Keputusan ini dimaksudkan agar dalam satu wilayah negara kesatuan. Karenanya Pemerintah memandang perlu agar para pemuda pelajar dan mahasiswa yang telah ikut berjuang dalam perang kemerdekaan. Sehingga pada tanggal 31 Januari 1952 Pemerintah melikuidasi dan melakukan demobilisasi Brigade 17/TNI-Tentara Pelajar. Pada tanggal 24 Januari 1946 TKR diubah lagi menjadi TRI. dapat menentukan masa depannya. Pemberontakan demi pemberontakan terjadi di tengahtengah perjuangan untuk membangun dirinya. pemberontakan Kartosuwiryo dan sebagainya. Sebagai realisasi pelaksanaan UU Nomor 29 Tahun 1954. Pada dekade 1950-an. tantangan. Untuk mengikuti kebijakan Pemerintah ini. Kondisi sosial ekonomi dan politik di dalam negeri sebagai akibat dari pengerahan tenaga rakyat dalam perang kemerdekaan. satu tradisi lahir kembali. Di lingkungan pemuda dan mahasiswa dibentuk BKR Pelajar. Nama-nama tersebut menjadi bermacam-macam antara lain: TRIP.membentuk BKR. Peleburan badan-badan perjuangan di kalangan pemuda pelajar dan mahasiswa ini merupakan manifestasi dari semangat nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Presiden RI telah mengambil keputusan baru untuk mengubah TRI menjadi TNI. TP.

yang selanjutnya namanya berubah menjadi MENWA (Resimen Mahasiswa). Berikutnya. Pengembangannya dilakukan dalam satuan-satuan Resimen Induk Mahasiswa (RINWA). 2. Pada 20 Mei 1962 anggota WAjib Latih Mahasiswa 1959 dilantik oleh Pangdam VI/Siliwangi menjadi bagian organik dari Kodam VI/Siliwangi. Mayor Moch. Berdasarkan dua surat keputusan Pangdam VI/Siliwangi maka oleh pihak perguruan tinggi pada 20 Januari 1962 dibentuk suatu badan koordinasi yang diberi nama Badan Persiapan Pembentukan Resimen Serba Guna Mahasiswa Dam VI Siliwangi. Pada bulan Februari 1962 diadakan refreshing course selama 10 (sepuluh) minggu di Resimen Induk Infanteri dan dilanjutkan dengan latihan selama 14 (empat belas) hari yang dikenal dengan sebutan Latihan Pasopati. Di lingkungan mahasiswa dikeluarkan Keputusan Menteri Keamanan Nasional Nomor: MI/B/00307/61 tentang Latihan Kemiliteran di perguruan tinggi sebagai “Pendahuluan Wajib Latih Mahasiswa”. Isrin Nurdin (Pembantu Rektor ITB) selaku Wakil Koordinator I. Kusdarminto (Pembantu Rektor Unpar) selaku Wakil Koordinator II.Resimen Mahasiswa sekarang ini. Masa Orde Lama. 3. Drs. telah menggugah semangat patriotisme dan kebangsaan mahasiswa untuk mengabdi kepada nusa dan bangsa sebagai sukarelawan. pada masa demokrasi terpimpin dengan politik konfrontasi dalam hubungan luar negeri. 4. Prof. yang diatur dalam Keputusan Bersama Wampa Hankam dan Menteri PTIP Nomor: 14A/19-20-21/1963 tentang Resimen Induk Mahasiswa. Dalam rencana kerja empat tahunnya tercantumlah pembentukan kader inti dan ini sudah terlaksana sejak permulaan semester kedua TA. Bermula dari itulah. R. dikenal dengan TRIKORA. Mahasiswa Wajib Latih ini dididik di Kodam VI/Siliwangi dan para mahasiswa ini diberi hak untuk mengenakan lambang Siliwangi. 12 Juni 1964 keluarlah Surat Keputusan Menteri Koordinator Komponen . makin memuncak sehingga timbul rencana pendidikan perwira cadangan di perguruan tinggi. Persiapan perebutan Irian Barat ditandai dengan upaya-upaya memperkuat kekuatan nasional.G. yang beranggotakan: 1. Mahasiswa-mahasiswa Jawa Barat (Bandung khususnya) mengikuti latihan di Bihbul. tempat penggodokan prajurit-prajurit TNI (sekarang Secaba Rindam III/Siliwangi). drg. Dr. maka untuk menindaklanjutinya. Menteri PTIP mengeluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 1962 tentang Pembentukan Korps Sukarelawan di lingkungan Perguruan Tinggi. Dengan dicanangkannya operasi pembebasan Irian Barat pada tanggal 19 Desember 1961. Sunarman (Puspsiad) selaku Sekretaris. Kemudian disusul Batalyon 17 Mei di Kalimantan Selatan. Sejak TRIKORA bergema maka kewaspadaan nasional makin diperkuat. kedua keputusan di atas disusul dengan Keputusan Bersama Wampa Hankam dan Menteri PTIP Nomor: M/A/20/1963 tanggal 24 Januari 1963 tentang Pelaksanaan Wajib Latih dan Pembentukan Resimen Mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi. Satuan-satuan inti dari Batalyon Mahasiswa dari beberapa Universitas dan Akademi dikirim ke tempat ini dibawah asuhan pelatih-pelatih dari RINSIL (Resimen Induk Siliwangi). 1962/1963 termasuk pembentukan kader inti puteri. Mahasiswa yang memperoleh latihan ini siap mempertahankan home-front dan bila perlu ikut memanggul senapan medan laga. Penyelenggaraan pendidikan dan latihan kemiliteran selanjutnya dilaksanakan untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai potensi pertahanan dan keamanan negara melalui RINWA (Resimen Induk Mahasiswa). Surya Sumantri (Rektor Unpad) selaku Koordinator.

Sebagai bukti keikutsertaan ini dapat diketahui bahwa hingga tanggal 20 Mei 1971. Tahun 1964 melalui Instruksi Menko Hankam/Kasab Nomor: AB/34046/1964 tanggal 21 April 1964 dilakukan pembentukan Menwa di tiap-tiap Kodam.H. Setelah dikeluarkan Keputusan Bersama Menhankam/Pangab.Pertahanan dan Keamanan (Jend. Program WALAWA ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dan berbeda dengan Menwa keberadaannya.H. Peran Resimen Mahasiswa terus berlanjut dalam bidang Pertahanan Keamanan Negara.N. Sedangkan keanggotaan Menwa adalah mahasiswa yang telah lulus pendidikan Menwa (latihan dasar kemiliteran) dan Alumni Walawa. di mana Menwa memiliki andil yang besar dalam membantu menegakkan NKRI. sehingga pada tanggal 28 September 1965. Tetapi hal itu tidak berhasil. Dilanjutkan operasionalisasinya dengan Keputusan Bersama Dirjen Dikti dan Kas Kodik Walawa Nomor 2 Tahun 1968 dan Nomor: Kep/002/SKW-PW/68. Menwa ikut serta mendukung operasi Dwikora (Dwi Komando Rakyat) tanggal 14 Mei 1964. Nasution. keterlibatan Menwa cukup besar dalam penumpasan sisa-sisa G 30 S/PKI. maka PKI (Partai Komunis Indonesia) merasakan ancaman. Pada masa awal Orde Baru. dilanjutkan dengan menjadi bagian dari Pasukan Kontingen Garuda ke Timur Tengah. disebutkan bahwa Resimen Mahasiswa dibentuk menurut pembagian wilayah Propinsi Daerah Tingkat I sehingga berjumlah 27 Resimen Mahasiswa di Indonesia. Ketua PKI D. operasi teritorial di Timor Timur dan sebagainya. Dan pada tahun 1975 sejalan dengan perkembangan dan kemajuan penyempurnaan organisasi Menwa terus diupayakan. Penyerahan Dhuaja ini dilakukan sendiri oleh A. Garuda Mahawarman resmi berdiri berdampingan dengan Harimau Siliwangi. Dalam perkembangan sejarah selanjutnya. Di lain pihak. Aidit menuntut kepada Presiden Soekarno supaya Resimen Mahasiswa yang telah dibentuk di seluruh Indonesia dibubarkan. Nomor: 0246 a/U/1975 dan Nomor: 247 Tahun 1975 tanggal 11 November 1975 tentang Pembinaan Organisasi Resimen Mahasiswa Dalam Rangka Mengikutsertakan Rakyat dalam Pembelaan Negara. Mendikbud dan Mendagri RI Nomor: Kep/39/XI/1975. sebanyak 802 (delapan ratus dua) orang anggota Menwa memperoleh anugerah “Satya Lencana Penegak” dan beberapa memperoleh anugerah “Satya Lencana Dwikora”. Penyelenggaraan pendidikan dan latihan dasar kemiliteran untuk menciptakan kader dan generasi baru bagi Menwa juga terus dilaksanakan. . Nasution) yang mengesahkan Dhuaja Resimen Mahawarman. sekalipun tantangan juga semakin besar. di lingkungan Perguruan Tinggi pada tahun 1968 dikeluarkan keputusan untuk wajib latih bagi mahasiswa (WALAWA) dan wajib militer bagi mahasiswa (WAMIL) berdasarkan Keputusan Menhankam Nomor: Kep/B/32/1968 tanggal 14 Februari 1968 tentang Pengesahan Naskah Rencana Realisasi Program Sistem Wajib Latih dan Wajib Militer bagi Mahasiswa. Masa Orde Baru. Program ini kemudian diganti dengan Pendidikan Kewiraan dan Pendidikan Perwira Cadangan (PACAD) pada tahun 1973 (Keputusan Bersama Menhankam/Pangab dan Menteri P & K Nomor: Kep/21/B/1973 dan Nomor: 0228/U/1973 tanggal 31 Desember 1973. A. Program WALAWA pada tahun 1974 dibubarkan. Hal ini dipertegas dengan Keputusan Bersama Menko Hankam/Kasab dan Menteri PTIP Nomor: M/A/165/65 dan Nomor: 2/PTIP/65 tentang Organisasi dan Prosedur Mahasiswa.

Sebagai pelaksanaan ketentuan dari KB 3 Menteri tersebut. Nomor: 05/a/u/1978 dan Nomor: 17A Tahun 1978 tanggal 19 Januari 1978 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Organisasi Resimen Mahasiswa. antara lain dilaksanakan di Bandung.D. Mendiknas dan Mendagri Nomor: KB/14/M/X/2000.Sebagai pelaksanaan ketentuan tersebut di atas. Jakarta Timur yang menghasilkan rancangan Keputusan Bersama 3 Menteri (Menhan. Pada tanggal 11 Oktober 2000 diterbitkan Keputusan Bersama Menhan. Tetapi isi dari ketiga surat para Dirjen tersebut bukanlah sebagai . yakni: Surat Edaran Dirjen Dikti Depdiknas RI Nomor: 212/D/T/2001 tanggal 19 Januari 2001. Para Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan yang dikoordinasikan oleh Dirmawa Ditjen Dikti Depdiknas juga membentuk tim untuk membahas masalah Menwa dan mengadakan pertemuan di Yogyakarta. berimbas pada keberadaan Resimen Mahasiswa Indonesia. Mendiknas dan Mendagri) yang baru. Menyikapi tuntutan pembubaran Menwa tersebut. Nomor: 6/U/KB/2000 dan Nomor: 39 A Tahun 2000 tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa. Pada tanggal 28 Desember 1994 Organisasi Menwa mengalami penyempurnaan melalui Keputusan Bersama Menhankam. Nomor: Kep/04/III/1996 tanggal 14 Maret 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pakaian Seragam. yang terdiri atas Keputusan Dirjen Persmanvet Dephankam RI Nomor: Kep/03/III/1996 tanggal 14 Maret 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Resimen Mahasiswa. Sebagai pelaksanaan ketentuan tersebut dikeluarkan serangkaian keputusan pada Direktur Jenderal terkait dari ketiga Departemen Pembina. para Pimpinan Menwa di berbagai daerah baik Komandan Satuan maupun Kepala Staf Resimen Mahasiswa mengadakan berbagai koordinasi tingkat regional dan nasional.III tanggal 28 Januari 2002. Jakarta dan terakhir di Makassar pada awal sampai pertengahan tahun 2000. karena Menwa dianggap merupakan perpanjangan tangan TNI di lingkungan perguruan tinggi. Pada akhir September 2000 diadakan Rapat Koordinasi antara tim PR III Bidang Kemahasiswaan dengan seluruh Kepala Staf Resimen Mahasiswa se-Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede. Yogyakarta dan di Jakarta. hingga dilakukan lagi penyempurnaan peraturan pada tahun 1994. Serta Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud RI Nomor: 522/Dikti/1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Satuan Resimen Mahasiswa di Lingkungan Perguruan Tinggi. Masa Reformasi. Pada masa reformasi yang salah satu agendanya adalah penghapusan Dwi Fungsi TNI. Kemudian muncul tuntutan pembubaran Menwa di berbagai perguruan tinggi pada awal tahun 2000. dikeluarkan Keputusan Bersama Menhankam/Pangab. Surat Telegram Dirjen Sundaman Dephan RI Nomor: ST/02/I/2001 tanggal 23 Januari 2001 dan Surat Dirjen Kesbangpol Depdagri RI Nomor: 340/294. Nomor: 0342/U/1994 dan Nomor: 149 Tahun 1994 tentang Pembinaan Dan Penggunaan Resimen Mahasiswa Dalam Bela Negara. Mendikbud dan Mendagri RI Nomor: Kep/11/XII/1994. dikeluarkan serangkaian surat dari Dirjen terkait dari 3 Departemen Pembina. Dhuaja dan Tunggul Resimen Mahasiswa dan Pemakaiannya dan Nomor: Kep/05/III/1996 tanggal 14 Maret 1996 tentang Peraturan Disiplin Resimen Mahasiswa. Mendikbud dan Mendagri RI Nomor: Kep/02/I/1978.

Riza Patria (NBP. yang disahkan keberadaannya pada Kongres I Resimen Mahasiswa Indonesia tahun 2002 di Medan. Keputusan Rapat Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia Nomor: 002/RAKOMNAS/VII/2006 tentang Pengesahan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Pembinaan Organisasi. 3. Para Kepala Staf Resimen Mahasiswa se-Indonesia terus mengadakan berbagai pertemuan yang akhirnya bersepakat perlu adanya organisasi Menwa di tingkat Nasional sehingga terbentuk Badan Koordinasi Nasional Cors Resimen Mahasiswa Indonesia (BAKORNAS CRMI). pengabdian Menwa terus berlanjut. Seiring dengan berjalannya waktu kinerja BAKORNAS CRMI sebagai wadah Menwa tingkat nasional dirasa kurang optimal sehingga pada tanggal 24-26 Juli 2006 diselenggarakan Rapat Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia di Jakarta. yang menghasilkan terbentuknya Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia (KONAS MENWA) sebagai pengganti BAKORNAS CRMI.id/content/sejarah-resimen-mahasiswa-indonesia AHULUAN Latar Belakang Kelangsungan hidup bangsa dan Negara (National Survival) merupakan tangung jawab (hak . Terpilih sebagai Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia adalah: A. Demikian juga ketika terdapat bencana gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006. Keputusan Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia Nomor: Kep004/KONAS/VII/2007 tanggal 26 Juli 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Disiplin Resimen Mahasiswa. Walaupun arah pembinaan dan pemberdayaan Menwa menjadi kurang optimal dengan belum terbitnya Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) dari KB 3 Menteri tersebut di atas. Salah satunya adalah sebagai pelopor pembentukan posko relawan kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh Dephan RI untuk bencana Tsunami Aceh pada akhir Desember 2004 sampai dengan pertengahan 2005. Beberapa keputusan yang dihasilkan oleh Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia adalah: 1. 89690720539).Petunjuk Pelaksanaan atau Petunjuk Teknis dari KB 3 Menteri Tahun 2000 dimaksud. 2. Keputusan Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia Nomor: Kep001/KONAS/VII/2007 tanggal 26 Juli 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa Dalam Bela Negara. http://yonausu. Terpilih sebagai Kepala Badan Koordinasi Nasional Corps Resimen Mahasiswa Indonesia adalah: Wisnu Kumoro.web. Menwa dari berbagai daerah juga mengirimkan relawannya.

hanya saja dalam perjuangan itu fungsi. Landasan hukum tentang kewajiban membelaan 6. mempertahankan dan mengerakkan kemerdekaan. Fungsi Negara dalam kaitannya dengan pembelaan 5. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. serta kedaulatan Negara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. bagi yang tertarik dengan makalah Bela Negara. mewujudkan kesejahteraan umum. sudah saya susun dalam format pdf setebal 13 halaman. 1.dan kewajiban) setiap warga negara dan bangsa tidak ada suatu negara dan bangsa (Nation state) yang akan langgeng kalau tidak setiap unsur bangsanya turut membelanya. Oleh karena itu kesadaran dan partisipasi dalam bela Negara bagi setiap warga Negara sangat penting dan tidak hanya merupakan hak dan kewajiban tetapi sekaligus merupakah kehormatan bagi setiap warga Negara. Bentuk pengabdian sebagai prajuit TNI Negara Negara Negara Negara Negara Negara Sebelum anda mendownload makalah Bela Negara ini bagi yang masih membutuhkan makalah Civic Education lainnya bisa intip di makalah saya sebelumnya yaitu tentang Hak Asasi Manusia (HAM). silahkan klik link dibawah ini untuk mendownloadnya : http://www. Yaitu : Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Negara. Pengertian pembelaan 3. dan tidak mungkin kita akan meminta bangsa lain membela bangsa dan negara kita tanpa pamrih dibelakangnya. Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia dan Demokrasi.com/makalah-civic-education-bela-negara. peran dan intensitas. Bentuk-bentuk usaha pembelaan 7. bukan oleh atau kelompok tertentu.kosmaext2010. Kembali lagi ke judul awal artikel ini. Dengan partisipasi dalam usaha pembelaan Negara sesuai dengan kemampuan kita masingmasing berarti kita telah melaksanakan hak dn kewajiban sebagai warga Negara. Dalam hal ini tidak ditutup kemungkinan ada kelompok rakyat yang berpihak pada penjajah. Pada hakekatnya perjuangan bangsa Indonesia dalam pembelaan dilakukan oleh rakyat Indonesia secara keseluruhan. Unsur-unsur 2.php . tetapi mayoritas rakyat Indonesia berperan dalam bela Negara untuk mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi ini. Sebagai anak bangsa kita parlu memiliki kemampuan partisipasi dalam usaha pembelaan negara. Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia bertekad bulat untuk membela. Usaha terhadap pembelaan 4. Kemampuan ini sangat penting agar Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta dapat melakukan fungsinya yakni mewujudkan tujuan bernegara. partisipasi masyarakat atau rakyat Indonesia dapat berbeda-beda dalam bela Negara. maka dari itu dalam makalah ini akan kami coba menjelaskan secara rinci masalah-masalah berikut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful