BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Dalam perkembangan zaman yang semakin maju, semakin tinggi pula jumlah penduduk dan aktifitasnya. Dengan aktifitas penduduk yang tinggi diperlukan sistem informasi yang baik dan terpadu. Sistem informasi yang dimaksud salah satunya adalah sistem rambu (sign system) atau bisa juga disebut tanda atau penunjuk arah. Karena sistem rambu banyak membantu masyarakat di dunia, dan bisa digunakan sebagai pengatur mobilitas yang semakin banyak. Di tengah mobilitas yang tinggi dan pekerja pada saat ini, maka sebuah sistem informasi yang mampu menjawab kebutuhan para pengguna jasa adalah mutlak. Latar belakang masyarakat yang berbeda-beda, seperti pendidikan, ekonomi, bahkan pekerjaan adalah hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sistem informasi terutama menyangkut jasa layanan dengan jumlah pengguna yang banyak. Masalah seperti mengatur arus masuk dan keluar, pelayanan jasa, informasi bahkan sampai penunjuk arah menuju kamar kecil adalah bagian dari sebuah sistem informasi. Bisa dikatakan hampir di setiap tempat dengan mobilitas yang tinggi diperlukan sistem informasi yang tepat dan akurat. Ragunan sebagai salah satu tempat wisata kebun binatang di Jakarta yang memerlukan sistem informasi untuk membantu

1

aktifitas pengunjungnya di dalam Ragunan, sebagai contoh penunjuk arah untuk hewan-hewan yang ingin dilihat. Selain sign system yang di perlukan untuk mengatur aktifitas penduduk di tempat umum, dengan mobilitas yang tinggi diperlukan tempat beristirahat bagi masyarakat yang melakukan aktifitas di luar kota. Di Indonesia khususnya di tempat wisata di Jakarta banyak didirikan tempat beristirahat seperti hotel, resort, dan lain-lainnya sebagai salah satu fasilitas yang disediakan untuk pengunjung yang berasal dari luar kota maupun dari dalam kota itu sendiri. Di Taman Margasatwa Ragunan belum tersedia fasilitas untuk tempat istirahat para pengunjung dari luar maupun dari dalam kota. Semakin berkurangnya pengunjung yang datang di Ragunan perlu di waspadai dan di antisipasi demi keberadaan TMR (Taman Margasatwa Ragunan ). Dengan penambahan fasilitas Tree House Resort ( penginapan rumah pohon ) untuk umum di dalam kebun binatang diharapkan menjadi jalan keluar untuk masalah yang ada, dan menjaga kelangsungan hidup hewan-hewan yang ada.

I.2 Identifikasi Masalah Demi menjaga keberadaan TMR (Taman Marga Satwa Ragunan), maka perlu di adakan pembenahan-pembenahan yang nantinya menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Dan penambahan fasilitas-fasilitas baru yang belum ada. Adapun masalah-masalah yang ada di TMR adalah:

2

I. • Sistem rambu yang harus dibenahi dan disesuaikan dengan pembagian kelompok hewannya. Informasi seperti kandang hewan. Kurangnya fasilitas-fasilitas pendukung yang menarik pengunjung. Untuk keberadaan hewan-hewannya belum terbagi-bagi sesuai sifatnya atau tempat hidupnya. Jarak antara kandang berjauhan sehingga membuat pengunjung lelah. Pada pembuatan sistem rambu mengambil salah satu identitas dari TMR namun tidak merubah identitas yang ada dan mengembangkannya sejauh batasan dari bidang Desain Komunikasi Visual. dan dibuat menarik dari segi visual. hingga harga adalah sebagian 3 . • • • Keberadaan kandang dan hewannya yang tidak terawat. fasilitas umum.3 Batasan Masalah Pada bab ini penulis hanya membatasi proyek promosi ini hanya pada pembenahan sistem rambu dan penambahan fasilitas penginapan. I.• • Luasnya area TMR sehingga banyak lahan yang tidak dimanfaatkan.4 Rumusan Masalah Sistem rambu atau sistem penanda dan informasi merupakan keharusan bagi keberadaan tempat-tempat rekreasi seperti TMR. Dari sistem rambu ini calon atau pengguna sarana rekreasi memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan jelas.

Dengan sistem rambu atau sistem penanda yang di kemas visualnya dengan menarik selain mampu memberikan informasi juga dapat membuat nilai lebih pada taman rekreasi TMR. I. Penambahan fasilitas berupa penginapan rumah pohon yang ditujukan untuk umum meruapakan penambahan fasilitas yang perlu di adakan sebagai salah satu usaha menarik pengunjung dari luar daerah yang berkunjung ke TMR yang berada di Jakarta. Sistem penanda dan informasi adalah bagian yang tak terpisahkan dari sarana rekreasi TMR ini. Dan nantinya diharapkan menjadi usaha untuk menjaga keberadaan TMR itu sendiri. 5 Tujuan Tujuan dari pembuatan proyek ini adalah menghadirkan sebuah sistem informasi dengan penyajian tampilan yang menarik dengan tidak mengesampingkan informasi yang merupakan hal utama. Dan juga memberikan fasilitas baru yang belum ada di Jakarta terutama ditempat rekreasi yang berupa penginapan rumah pohon yang dibuat semenarik mungkin untuk menjadi daya tarik pengunjung.6 Manfaat atau Kegunaan Manfaat dari proyek ini agar pengunjung mendapatkan informasi yang akurat dan merasakan fasilitas baru yang disediakan oleh TMR yang merupakan bagian dari promosi demi menjaga keberadaan TMR itu sendiri. 4 .dari informasi yang ada dalam sebuah taman rekreasi. I.

estetik dan berbagai macam aspek lainnya. arsitektur dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif. Dalam sebuah kalimat. Sebagai kata benda. Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi. Dengan demikian proses desain adalah sebuah proses kreasi untuk mewujudkan obyek baru dengan tanpa menghilangkan fungsi serta elemen estetis dalam proses 5 . maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. pemikiran. Landasan Teori 1. yang biasanya datanya didapat dari riset. proposal. Tinjauan Desain a. atau bentuk nyata. Sebagai kata kerja “desain” memiliki arti proses untuk membuat atau menciptakan obyek baru. baik itu berwujud sebuah rencana.BAB II LANDASAN TEORI A. kata desain bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Desain Komunikasi Visual Desain Komunikasi Visual adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang merencanakan atau merancang bentuk atau sesuatu dengan melalui proses kreatif yang berhubungan dengan indera penglihatan atau rupa Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan.

desain sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik point dengan titik point yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). b. lingkaran (circle). Desain juga harus melewati tahapan-tahapan tertentu untuk mencapai proses kreatif tersebut. 2) Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. dsb. C. yaitu: a) Huruf (Character) : yang direpresentasikan dalam bentuk visual yang dapat digunakan untuk membentuk tulisan sebagai wakil dari bahasa verbal dengan bentuk visual langsung. Unsur dan Elemen Desain. Dalam pembuatan sebuah desain kita perlu memperhatikan bentuk desain yang diinginkan. B. dan segitiga (triangle). tentunya agar desain yang diciptakan terlihat baik. Sementara pada kategori sifatnya. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle). seperti A. bentuk dapat dikategorikan menjadi tiga.penciptaanya. b) Simbol (Symbol) : yang direpresentasikan dalam bentuk visual yang mewakili bentuk benda secara sederhana dan dapat dipahami secara umum sebagai simbol atau lambang untuk menggambarkan 6 . maka unsurunsur pembuatan desain yang perlu diperhatikan adalah : 1) Garis (line) garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau kontruksi.

adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. 2. hewan atau benda lainnya. yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background). c) 3). Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain. kapan harus membaca dan kapan harus berhenti sebentar. tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda. Ukuran (Size). Sebagai contoh. Tekstur (Texture) adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Bentuk Nyata (Form) : bentuk ini betul-betul mencerminkan kondisi fisik dari suatu obyek. misalnya permukaan karpet. Seperti gambar manusia secara detil. tanpa ruang Anda tidak akan tahu mana kata dan mana kalimat atau paragraf. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur. 5. Tanpa ruang Anda tidak tahu mana yang harus dilihat terlebih dahulu. Ruang (Space). misalnya gambar orang. bintang. Pada prakteknya. bukan dalam bentuk nyata (dengan detail).suatu bentuk benda nyata. kulit kayu. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat 7 . dan lain sebagainya. matahari dalam bentuk sederhana (simbol). 1. baju.

Banyak orang memiliki reaksi yang sama tentang warna. 6. agresif dan menarik. warna hijau lebih netral dalam pengaruh emosi. Selain itu merah adalah warna yang paling populer terutama bagi wanita. dan terang. Cahaya ini memiliki frekuensi yang berbeda-beda. Merah adalah positif. segar. pasif. Warna merupakan komponen dari cahaya yang merupakan spectrum electromagnetis yang direspon oleh mata. Biru Warna biru memiliki karakter dingin. Frekuensi yang berbeda-beda diterima mata kita sebagai warna yang berbeda-beda pula. 8 . Oleh karena itu. Merah Dari semua warna yang ada merah memiliki kroma yang palin kuat dan memiliki daya atraksi tertinggi. Dibandingkan dengan warna-warna lain.menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu. Adalah sebuah fakta bahwa warna dapat mempengaruhi manusia secara kuat dan menyebabkan keadaan jiwa yang berbeda-beda. Warna. cenderung lebih pasif. 3. Hijau Warna hijau memiliki bebarapa kesamaan dengan warna biru. 2. warna hijau dianggap sebagai warna yang palin penuh ketenagan dibandingkan dengan warna-warna lain. Arti Warna beberapa penjelasan tentang warna: 1.

Hitam Warna hitam memberi kesan khidmat. a. 8. dan suci. Definisi Pemasaran.4. dan bersih. Kelabu (abu-abu) Kelabu mengambil campuran dari hitam dan putih. lembut. 5. megah. Warna kuning dengan tone yang lebih gelap kurang populer dibandingkan dengan warna-warna yang lain. impresif. sejalan dengan perkembangan peradaban dan pemikiran masyarakat di berbagai bangsa. 7. menaklukkan. Juga bercahaya. Perkembangan pemikiran pemasaran. penuh stimulasi. mulia. Ungu Memberi kesan kaya. dan angkuh. gembira. 6. disadari atau tidak. Warna kelabu memiliki kesan lunak lebih dalam daripada putih. Sebaliknya tidak terlalu kuat seperti warna hitam. ringan. Putih Memberi kesan positif. Tinjauan Pemasaran. segar. Hal ini dapat terjadi karena pemikiran di bidang pemasaran selalu melekat dalam 9 . 2. tertekan. dan dalam. Kuning Warna kuning merupakan warna yang paling terang dan bercahaya dari semua warna yang ada.

Targeting dan Positioning. Tujuan segmentasi pasar adalah membuat para pemasar mampu menyelesaikan bauran pemasaran untuk memenuhi kebutuhan satu atau 10 . 2). Segmentasi. kebanyakan produsen pemasar masih menggunakan konsep produksi massal sebagai basis kegiatannya. b) Segmentasi pasar : proses membagi sebuah pasar ke segmen-segmen atau kelopok-kelompok yang bermakna. Segmentasi. Maksudnya adalah dimana masyarakat selalu dihadapkan pada suatu pilihan dan sumber daya yang terbatas untuk mampu memaksimumkan kepuasan. a) Segmen pasar : Sub kelompok orang-orang atau organisasi yang memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama menyebabkan mereka memiliki produk yang serupa. relative sama dan dapat diidentifikasikan. b. Pemasaran dirasa kurang karena disebabkan adanya 2 alasan. 1). sehingga kecendrungan masyarakat membeli atas dasar pertimbangan harga murah. Daya beli masyarakat pada masa-masa itu masih relatif terbatas.kehidupan masyarakat yang selalu berfikir alternatif. yaitu: 1).

Variabel yang dapat diukur oleh karakteristik populasi. pola hidup rumah tangga. 11 . dan statistik populasi regional. 3). iklim. Segmentasi Demografis. Segmentasi Geografis. Positioning adalah image atau citra yang terbentuk di benak seorang konsumen dari sebuah nama perusahaan atau produk. Positioning. pola populasi etnik. ukuran pasar. Dasar-dasar untuk melakukan segmentasi pasar konsumen adalah : 1). Targetting. 2). Pengertian dari targeting itu sendiri merupakan sebuah sasaran. 2). Segmentasi pasar menurut wilayah. Dalam menentukan targeting maka dilakukan beberapa survey untuk dapat mengetahui keadaan pasar nantinya. siap yang dituju.lebih segmen pasar tertentu. distribusi penghasilan. termasuk distribusi usia. agar ketika proses pemasaran tidak salah sasaran.

Sign system atau sistem rambu dapat kita artikan sebuah sistem yang mengatur alur informasi tertentu atau pesan tertentu dengan menggunakan media tanda sebagai sebuah pesan Umumnya sistem rambu erat kaitannya elemen visual dan terkait dengan unsur arsitektural sebagai medium dari sistem rambu tersebut.3 Kategorial Signage Dalam sign system atau sistem rambu dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu : 1. 2. 2. Sebuah sistem informasi yang terpadu dan mampu dikemas secara visual yang menarik dapat menjadi salah satu solusi dari berbagai masalah yang ada pada Taman Margasatwa Ragunan. 12 . Tinjauan Sistem Rambu Sistem rambu atau biasa dikenal dengan sign system jika diterjemahkan secara langsung berarti sistem penanda.1. agar mengikuti sesuai dengan yang diinginkan. Directional Sign Yaitu jenis sistem rambu yang memberikan informasi petunjuk arah. Sistem rambu sendiri merupakan bagian dari sebuah istilah yang dikenal dengan wayfinding. Identification Sign Yaitu jenis sistem rambu yang memberikan informasi petunjuk tempat. yaitu sebuah metode yang mengatur atau mengarahkan orang melalui media sistem rambu. namun sign system atau sistem rambu memiliki pengertian lebih dari itu.3.

3. 2. contoh gambar: • Bentuk persegi memiliki arti menunjukkan arah atau tempat. Information Sign Yaitu jenis sistem rambu yang memberikan petunjuk informasi. Service Sign Yaitu jenis Sistem rambu tentang pelayanan. 4.4 Bentuk Dalam Sistem Rambu Bentuk dalam sistem rambu memiliki pengertian yang berbeda. • Bentuk lingkaran memiliki arti sebuah perintah. kita dapat melihat ada pola bentuk dasar yang memiliki sebuah arti atau pesan.1. Jika kita melihat rambu-rambu terutama rambu-rambu pada jalan raya. contoh gambar: • Bentuk wajik memiliki arti peringatan. contoh gambar: 13 .

1. (1) tanda yang dapat dilihat atau tanda itu sendiri. Simbol dan Tanda Sebuah sistem informasi tidak lepas dari simbol atau tanda yang mewakili informasi tertentu yang dibutuhkan oleh pengguna layanan. 4.J. Adanya tanda ditentukan oleh 3 (tiga ) elemen. Penggunaan sebuah tanda (dalam hal ini ikon atau simbol) harus mampu mengarahkan informasi yang akan disampaikan kepada penerima pesan tersebut secara benar dan mudah diterima. Tinjauan Komunikasi Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben. Di antara tanda dan yang diwakilinya ada sesuatu hubungan yang menunjukkan representatif yang akan mengarahkan pikiran kepada suatu interprestasi.2. (3) tanda lain dalam pikiran penerima tanda. non verbal b.5 Ikon. Jenis pesan terbagi dua • • pesan verbal. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan. Tujuan Komunikasi 14 . yaitu . (2) sesuatu yang ditunjukkan atau diwakili oleh tanda.G).

Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain. Mengungkapkan perasaan. • Komunikasi massa 15 . menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut: • • • • • • • • • Mempelajari atau mengajarkan sesuatu. Mencapai sebuah tujuan. Komunikasi Verbal 2.• Hewitt (1981). Bentuk-bentuk Komunikasi a. Berdasarkan Individual • Komunikasi langsung • Komunikasi tidak langsung b. Berhubungan dengan orang lain. Berdasarkan besarnya sasaran. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orang lain. Mempengaruhi perilaku seseorang. Komunikasi non verbal 3. 2. Menyelesaian sebuah masalah. Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik. Jenis Komunikasi Jenis komunikasi terdiri dari: 1.

• • Komunikasi kelompok Komunikasi perorangan c. Berdasarkan arah pesan • Komunikasi satu arah 16 .

Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan. 3.2 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu mengumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai faktor-faktor yang merupakan pendukung dalam pembenahan sistem rambu dan penambahan fasilitas.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Taman Margasatwa Ragunan. penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data secara interview (wawancara) agar memperoleh data secara 17 . Sedangkan waktu untuk penelitian dilaksanakan pada 25 September 2008. 3. kemudian menganalisis faktor-faktor tersebut untuk dicari peranannya sebagai usaha mempertahankan keberadaan TMR tersebut.BAB III METODE PENELITIAN 3. Wawancara Dalam melakukan pencarian data.3 Metode Pengumpulan Data Sumber dasar dari penelitian ini diperoleh dari : A.

sekaligus untuk menentukan teknik analisisnya.lengkap. Dalam penelitian ini nara sumbernya adalah pengunjung Taman Margasatwa Ragunan. Pengamatan Dalam penelitian yang berikutnya metode pengumpulan dilakukan melalui pengamatan dengan cara memperhatikan kondisi lapangan yang menjadi obyek dari penelitian. Dalam hal ini peneliti menyebarkan kuesioner (angket tertutup) yang ditujukan kepada perwakilan 10 orang pengunjung Taman Margasatwa Ragunan.5 Teknik Analisa Data 18 . Serta mencari perbandingan dari sektor lain untuk digunakan sebagai pertimbangan dalam merancangan sistem rambu. dan note book. Kuesioner atau Angket Penggunaan metode kuesioner dilakukan agar dapat menentukan jenis data yang akan dikumpulkan. tape recorder. B. C. 3. langsung dan akurat dari narasumber yang memang sangat berkompeten dalam hal ini. 3.4 Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri yang didukung dengan peralatan elektronik seperti kamera digital.

Pada akhirnya data yang didapat menggunakan metode wawancara dan pengamatan yang nantinya dapat menunjang studi literatur dan studi lapangan untuk melihat sebuah kebenaran dari hasil hipotesa yang ada. 19 . Untuk membantu menjaga keberadaan TMR ini perlu dilakukan pembenahan dan penambahan fasilitas yang dapat menarik jumlah pengunjung dan meningkat tiap tahunnya. Hasil wawancara yang dapat disimpulkan adalah bahwa Taman Margasatwa Ragunan setiap tahunnya mengalami penurunan jumlah pengunjung.Berdasarkan pada hasil laporan pertanyaan yang diberikan kepada narasumber Universitas Indraprasta.

Taman Margasatwa Ragunan mendukung upaya-upaya konservasi. Tinjauan Data Sejak awal berdirinya. Taman Margasatwa Ragunan juga memiliki memiliki pusat Primata Schmutzer yang dihuni oleh berbagai jenis primata dari ukuran terkecil tarsius sampai primata terbesar seperti gorila. Taman Margasatwa Ragunan adalah sebuah tempat perlindungan hewan yang modern. Masyarakat yang berperan didalamnya mempunyai arti sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap satwa dan lingkungan. Taman Margasatwa Ragunan didirikan pada tahun 1864 di Batavia (kini Jakarta) dengan nama ”Planten En Diertuin”. Taman Margasatwa ini berdiri diatas lahan tanah seluas 10 ha di Cikini yang dihibahkan oleh Raden Saleh.BAB IV Tinjauan Data dan Analisis Data A. Dengan koleksi satwa yang mencapai lebih dari 3. riset. pelukis 20 . Taman Margasatwa Ragunan menjadi penyelamatan hewan langka dan sebagai jendela untuk memandang negeri Indonesia.500 ekor dan mencakup hampir semua jenis satwa yang ada di Indonesia. optimalisasi fungsi dan peran sebagai tempat rekreasi. orang utan sampai simpanse. Taman Magrasatwa ini pertama-tama dikelola oleh perhimpunan penyayang flora dan fauna Batavia. dan edukasi. Taman Margasatwa Ragunan disiapkan menjadi salah satu pilihan tempat rekreasi yang khas di Ibukota Jakarta.

Pasar Minggu. Analisis Data Berdasarkan pada hasil laporan pertanyaan yang diberikan kepada narasumber pegawai atau karyawan dan masyarakat. suhu dan kelembaban tahunan rata-rata 2300 mm 300 C dan 60%. B.ternama Indonesia. Tersedia pula berbagai fasilitas dan sarana hiburan serta terdapat Taman Satwa Anak (children zoo) untuk bermain dan belajar mengenal satwa. Dengan perkembang Jakarta. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1949 namanya diubah menjadi Kebun Binatang Cikini. 21 . Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 ha di Ragunan. Ragunan ini berada diketinggian 50 m diatas permukaan laut dengan curah hujan. Kebun Binatang Ragunan dibuka secara resmi pada tanggal 22 juni 1966 oleh Gubernur Dki Jakarta dengan nama Taman Margasatwa Ragunan. pada akhirnya data yang didapat menggunakan metode interview (wawancara) yang nantinya dapat menunjang studi literatur dan studi lapangan untuk melihat sebuah kebenaran kecapaian program Zoological Safari Park Ragunan Education tersebut dari hasil hipotesa yang ada. Taman Margastwa Ragunan juga merupakan paru-paru kota dengan pepohonan yang rindang dan hijau. Cikini tidak cocok lagi untuk peragaan satwa. Letak geografis Taman Margasatwa Ragunan terletak didaerah Pasar Minggu. Taman Margasatwa berdiri diatas tanah Latosol merah seluas 140 ha. sekitar 20 km dari pusat kota Jakarta. Pada tahun 1964.

Peningkatan tersebut disebabkan karena pihak Ragunan menggunakan metode promosi serta memugaran atau penambahan wahana baru. 22 .Setiap tahunnya pengunjung Ragunan mengalami peningkatan.

Saran Saran yang diajukan adalah masyarakat itu sendiri. Keminatan dalam belajar mengenai kehidupan satwa dan flora harus ditingkatkan guna menimbulkan kecintaan terhadap satwa dan flora agar tidak menyakiti. Kesimpulan Berdasarkan hasil diatas maka. 23 . Media Promosi juga dapat turut andil dalam memberikan informasi guna mengetahui lebih dalam tentang keberadaan program Tree Home Resort di Ragunan. merusak dan membunuh. untuk meningkatkan respon atau tanggapan masyarakat tentang program mengenal satwa dan flora dalam bersafari atau melestarikan dan paham tentang kehidupan satwa dan flora yang sebenarnya agar kita dapat mengerti dan memahami apa yang menjadi kebanggaan Indonesia dan juga demi keselarasan antara sesama mahluk hidup satu dengan yang lainnya melalui fasilitas Tree Home Resort. Dengan adanya pendidikan atau pembelajaran ini mahluk hidup yang dilindungi dan tidak dilindungi bisa dilestarikan keberadaannya agar tidak hilang dan tidak punah. yang direncanakan agar orang-orang yang berkunjung dapat lebih memahami dan mempelajari lebih dalam tentang satwa-satwa yang ada. B.BAB V PENUTUP A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful