BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Krisan atau Chrysanthenum merupakan salah satu jenis tanaman hias yang telah lama dikenal dan banyak disukai masyarakat serta mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Disamping memiliki keindahan karena keragaman bentuk dan warnanya. bunga krisan juga memiliki kesegaran yang relatif lama dan mudah dirangkai. Keunggulan lain yang dimiliki adalah bahwa pembungaan dan panennya dapat diatur menurut kebutuhan pasar. Sebagai bunga potong, krisan digunakan sebagai bahan dekorasi ruangan, jambangan (vas) bunga dan rangkaian bunga. Sebagai tanaman pot krisan dapat digunakan untuk menghias meja kantor, ruangan hotel, restaurant dan rumah tempat tinggal. Selain digunakan sebagai tanaman hias, krisan juga berpotensi untuk digunakan sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga (hama). Krisan atau dikenal juga dengan seruni bukan merupakan tanaman asli Indonesia. Menurut Rukmana dan Mulyana (1997), terdapat 1000 varietas krisan yang tumbuh di dunia. Beberapa varietas krisan yang dikenal antara lain adalah C. daisy, C. indicum, C. coccineum, C. frustescens, C. maximum, C. hornorum, dan C. parthenium. Varietes krisan yang banyak ditanam di Indonesia umumnya diintroduksi dari luar negeri, terutama dari Belanda, Amerika Serikat dan Jepang. Bunga krisan sangat populer di masyarakat karena banyaknya jenis, bentuk dan warna bunga. Selain bentuk mahkota dan jumlah bunga dalam tangkai, warna bunga juga menjadi pilihan konsumen. Pada umumnya konsumen lebih menyukai warna merah, putih dan kuning, sebagai warna dasar krisan. Namun sekarang terdapat berbagai macam warna yang merupakan hasil persilangan di antara warna dasar tadi.

penampilan yang sehat dan segar serta mempunyai tangkai batang yang tegar dan kekar. Bentuk bunga krisan yang biasa dibudidayakan sebagai bunga berukuran besar.Bunga krisan digolongkan dalam dua jenis yaitu jenis spray dan standard. Pompon. Memberi gambaran tentang peluang dan prospek usaha agribisnis bunga krisan. sehingga bunga potong menjadi awet dan tahan lama. Bentuk bunga krisan yang bisa dibudidayakan sebagai bunga potong adalah Tunggal. Krisan jenis spray dalam satu tangkai bunga terdapat 10 — 20 kuntum bunga berukuran kecil .2 Tujuan Penulisan • • • Memberikan informasi tentang budidaya bunga krisan. Bunga besar (Hasyim dan Reza dalam Wisudiastuti. 1999). Dekoratif. Perancis dan Inggris (Wisudiastuti. Bunga potong yang banyak diminati adalah bunga yang mekar sempurna. Mendorong dan menumbuh kembangkan usaha agribisnis. Anemone. Krisan merupakan salah satu jenis bunga potong penting di dunia. bunga krisan merupakan salah satu bunga yang banyak diminati oleh beberapa negara Asia seperti Jepang. serta Eropa seperti Jerman. Singapore dan Hongkong. . Sedangkan jenis standard pada satu tangkai bunga hanya terdapat satu kuntum bunga berukuran besar. Pada perdagangan tanaman hias dunia. 1999). 1.

Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. daisy dll .1.1. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan. Sejarah Singkat Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. C. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800. morifolium (ungu dan pink) dan C.Taksonomi Klasifikasi botani tanaman hias krisan adalah sebagai berikut: • • • • • Divisi : Spermathophyta Sub Divisi : Angiospermae Famili : Asteraceae Genus : Chrysanthemum Species : C. dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning).BAB II ISI 2. indicum. C.1. daisy (bulat. ponpon). C. 2. Sejak tahun 1940. morifolium Ramat.2. Krisan kuning berasal dari dataran Cina. dan tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. Tahun 1808 Mr. krisan dikembangkan secara komersial. Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795.1. Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17. Pengenala Tanaman Krisan 2.

Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida) : Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual.Krisan introduksi . Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga. Contoh krisan mini (diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan).97.C. indicum hybr. 3. Clingo.4. Fleyer (berbunga putih). tingginya 20-40 cm. tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal. Dolaroid. 2.13A. Indianapolis (berbunga kuning) Cossa.1. Pearl Cindy (putih kemerah-merahan).1. 27. Amerika Serikat dan Jepang. Alexandra Van Zaal (berbunga merah) dan Pink Pingpong (berbunga pink).7 dan 30. Sebagai bunga hias.hybr. 28. Applause (kuning cerah). Dark Flamingo. polibag atau wadah lainnya. Manfaat Tanaman Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: 1. C. 13. maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas (Cianjur). White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan). Bunga pot : Ditandai dengan sosok tanaman kecil.177. i. Contoh C. Contoh krisan ini adalah C. Hybr. berbunga lebat dan cocok ditanam di pot. Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda).2.108. krisan di Indonesia digunakan sebagai: 1.3. i. Krisan lokal (krisan kuno) : Berasal dari luar negri. 2. Jenis Tanaman Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda. Krisan produk Indonesia : Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27.

Sukabumi. umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. 2. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C. Puma. Reagen. Cheetah. yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu).00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 m 2 dan lampu dipasang setinggi 1. Great verhagen. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga. Sentra Penanaman Daerah sentra produsen krisan antara lain: Cipanas. Brides. terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia. 2. Iklim 1. 2. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi. 3. Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Rage (merah) dan Time (kuning). Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C. Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga.berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot. Improved funshine.1. Lembang (Jawa Barat). menengah dan besar).2. Green peas. Syarat Pertumbuhan 2. Bunga potong : Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi. penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik.1. Bandungan (Jawa Tengah).5 m dari permukaan tanah. tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. 2. Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai.5.30–01. Brastagi (Sumatera Utara). Cisarua. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22. Klondike dll. .2 . mempunyai tangkai bunga panjang. ukuran bervariasi (kecil.

daya tumbuh tanaman kuat. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. 2. hingga mencapai kadar yang dianjurkan. bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar. dapat ditambahkan CO2. diameter pangkal 3-5 mm. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup. greenhouse. Bibit asal anakan 2. 1. mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang. 2. Bibit asal stek pucuk : Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur.3. potong pucuk tersebut. Persyaratan Bibit : Bibit diambil dari induk sehat. seperti rumah plastik. Media Tanam 1. subur. 2. Penyiapan Bibit : Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan. Pembibitan 1.1.2. setek diperlukan 90-95%. Ketinggian Tempat ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700–1200 m dpl. gembur dan drainasenya baik. panjang 5 cm. Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit. berkualitas prima. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat. diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai.2. Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5.3.2. Tanaman muda sampai dewasa antara 70-80%.3. tidak mengandung hama dan penyakit.56.4. Pedoman Budidaya 2. langsung semaikan atau disimpan dalam . 2. setek pucuk dan kultur jaringan. Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm.7. Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir. 5. 2.

tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar.5 mg NAA/liter ditambah 1.5 mg NAA/liter ditambah 0. kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari. Jumlah stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah direncanakan. Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu: 1. Medium MS padat ditambah 0. stelisasi mata tunas dengan sublimat 0. kalus bertunas waktu 26 hari. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan: 1. dan selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 . sedangkan perakaran 26 hari.5 mg NAA/liter ditambah 0.ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C. paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu. 3. Penyiapan bibit dengan kultur jaringan : Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet.5 BAP/liter.2 mg kinetin/liter ditambah 0. 2. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. kemudian bilas dengan air suling steril. 3.5 mg NAA/liter ditambah 0.52. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. Stok tanaman induk : Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya.04 % (HgCL) selama 10 menit.5 mg kinetin/liter.50.0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan.

dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0. 2.stek pucuk. pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm. dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam. panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas.3. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. 2. 3.30–03. .5-1 cm. Perbanyakan vegetatif tanaman induk. Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23. Penyemaian di bak : Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bakbak berukuran lebar 80 cm.5-1 cm. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0. 1. 2. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm. Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh. Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan.00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18 Philip. Penumbuhan cabang primer.2 Teknik Penyemaian Bibit 4. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer. sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). kedalaman 25 cm. Pemangkasan pucuk. Penumbuhan cabang sekunder.

Penyemaian kultur jaringan : Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya.30 cm.4 = 3. terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. pH 5. Pengapuran : Tanah yang mempunyai pH > 5.5-10 cm. Gemburkan yang kedua kalinya sambil dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm. Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik. panjang disesuaikan dengan lahan.02 ton/ha.08 ton/ha. perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit. pH 5. 2. diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka. setelah bibir berukuran cukup besar. tinggi 20. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari.2 = 4. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5. 2. 3. Dosis tergantung pH tanah. Pemindahan Bibit : Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7.5. 4.5. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan.3. Pembentukan Bedengan : Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur. penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. . zeagro. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari. kalsit.3. jarak antara bedengan 30-40 cm. keringanginkan selama 15 hari. pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif. pH 5. Pengolahan Media Tanam 1.60 ton/ha.3 = 3.12 ton/ha.

Pembuatan Lubang Tanam : Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm.3. Cara Penanaman : Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit. 2. urug dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G. : Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara monokultur. Misalnya. Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan. Lubang tanam dengan cara ditugal. Teknik Penanaman untuk Memperpendek Batang : Penanaman dilakukan sama dengan untuk bunga potong biasa. maka tangkai bunga yang tersisa adalah 10 cm pada tanaman. 2. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari. Teknik Penanaman Bunga Potong 1. Pengaturan dan Penambahan Cahaya : Dilakukan sampai batas tertentu dengan ketinggian tanaman yang dinginkan. Total lama penyinaran sejak bibit ditanam sampai periode generatif antara 12-15 minggu tergantung varietas krisan. Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam 1-2 cm. Cara . Pupuk Dasar : Furadan 3G sebanyak 6-10 butir perlubang.4. maka penambahan cahaya sejak ketinggian 50-60 cm.2. Lampu dimatikan. Periode berikutnya beralih ke generatif. 3. sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar. diberikan merata pada tanah sambil diaduk. 4. tetapi dengan menambah cahaya agar tangkai menjadi pendek. Teknik Penanaman 1. 20 cm x 20 cm. 1. bila diinginkan bunga krisan bertangkai 70 cm. Campuran pupuk ZA 75 gram ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25gram (3:3:1)/m2 luas tanam. Penentuan Pola Tanam. Tangkai bunga memanjang mencapai 80 cm. Bila dipanen tangkainya 70 cm.

3. 4. dengan cara memotes ujung tanam sepanjang 5 cm. dan akhirnya sebulan sekali.pengaturan dan penambahan cahaya yaitu dengan pola byarpet. cara pemberiannya dengan disebar dalam larikan atau lubang ditugal samping kiri dan samping kanan. 3. Cara lain pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam mulai pukul 22. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu Urea 200 gram ditambah ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m 2 luas lahan. Untuk merangsang pembungaan. yaitu pencahayaan malam selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. Pada fase Generatif digunakan pupuk Urea 10 gram ditambah TSP 10 gram ditambah KNO3 25 gram per m 2 luas lahan.00. 2. Selama pertumbuhan tanaman diberi pupuk cir multihara lengkap. Pemupukan : Waktu pemupukan dimulai umur 1 bulan setelah tanam. Teknik Penanaman untuk Bunga Pot : Sebanyak 5-7 Bibit yang telah berakar ditanam di dalam pot yang berisi media sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1).00-22. Pembungaan ini dapat pula dipacu dengan menambahkan hormon tumbuh giberelin sebanyak 500 ppm pada saat penyinaran pendek. Pembuangan Titik Tumbuh : Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam. . dalam 1 tangkai bunga hanya dibiarkan satu bakal bunga yang tumbuh. Penjarangan Bunga : Jika ingin mendapatkan bunga yang besar. Untuk memperpendek batang. pot-pot kemudian diberi pencahayaan pendek dengan cara menutupnya di dalam kubung dari jam 16.30-01.00. kemudian diulang kontinue dan periodik seminggu sekali. pot-pot ini ditumbuhkan selama 2 minggu dengan penyinaran 16 jam/hari.

7. Thrips (Thrips tabacci) o Gejala: pucuk dan tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu. o 2. tergantung cuaca atau medium tumbuh. 2. Penjarangan dan Penyulaman : Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 1015 hari setelah tanam. pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari. 3. Penyiangan : Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. sehingga pucuk dan tangkai terkulai. Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar bersamaan. Hama 1. terutama pada permukaan bawah daun. Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hatihati membersihkan rumput-rumput liar. Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari dan semprot dengan insektisida. 2. Pengairan dan Penyiraman : Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. Pemeliharaan Tanaman 1. Ulat tanah (Agrotis ipsilon) o Gejala: memakan dan memotong ujung batang tanaman muda.4.4.Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit. Hama Dan Penyakit 2. . bakal bunga dari setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga.4. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru.1. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah.

misalnya IATP buatan Taiwan. terpelintir. o o 2. o 2. o 4.2. Gejala: permukaan daun tertutup dengan lapisan tepung putih. memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yang mengandung perekat.Henn. Bila serangan hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga. Penyakit 1. dan bercak-bercak kuning sampai coklat. Karat/Rust o Penyebab: jamur Puccinia sp. penggiliran tanaman.4. Tepung oidium o o Penyebab: jamur Oidium chrysatheemi. Penggerek daun (Liriomyza sp) : o Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil. . Pengendalian: memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida. memperlebar jarak tanam dan penyemprotan insektisida. menebal. Pengendalian: memotong daun yang terserang. karat putih disebabkan oleh P horiana P. 3. Tungau merah (Tetranycus sp) o Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan.o Pengendalian: mengatur waktu tanam yang baik. dengan aplikasi insektisida. Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yang berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. perompesan daun yang sakit. karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi. Pada serangan hebat daun pucat dan mengering. berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun. Pengendalian: menanam bibit yang tahan hama dan penyakit.

Cara Panen. 3. warna bunganya menjadi pucat. saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Ciri dan Umur Panen Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. kadangkadang bergaris-garis. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. Gejala: tanaman tumbuhnya kerdil.o Pengendalian: memotong/memangkas daun tanaman yang sakit dan penyemprotan fungisida. mencabut tanaman yang sakit.5. Penyakit kerdil ditularkan oleh alat-alat pertanian yang tercemar penyakit dan pekerja kebun. Virus kerdil dan mozaik o Penyebab: virus kerdil krisan. berbunga lebih awal daripada tanaman sehat. o o o o 2. Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen.5. tidak membentuk tunas samping. potong tangkai bunga dengan gunting steril . menggunakan alat-alat pertanian yang bersih dan penyemprotan insektisida untuk pengendalian vektor virus.1. 2. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. Panen sebaiknya dilakukan pagi hari. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman. Panen Dan Pascapanen 2. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning.5. Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus).2.

diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm. 2. Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar. 3. 2. rapi dan tidak longgar. Pengemasan dan Pengangkutan Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur.Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai. lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak. Pengumpulan Kumpulkan bunga hasil panen. Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik. 2. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: 1. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama. PASCAPANEN 1.3. warna dan varietasnya.sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. . menarik. yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm. dalam bak atau box alat angkut. sehat dan bebas hama dan penyakit. florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm.5. Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga.

Swiss. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari. Inggris.2. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah. Swedia dsb. guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya tetap terbuka. Austria. Italia. karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. America Serikat. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman.6 Gambaran Peluang Agribisnis Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful