BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Krisan atau Chrysanthenum merupakan salah satu jenis tanaman hias yang telah lama dikenal dan banyak disukai masyarakat serta mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Disamping memiliki keindahan karena keragaman bentuk dan warnanya. bunga krisan juga memiliki kesegaran yang relatif lama dan mudah dirangkai. Keunggulan lain yang dimiliki adalah bahwa pembungaan dan panennya dapat diatur menurut kebutuhan pasar. Sebagai bunga potong, krisan digunakan sebagai bahan dekorasi ruangan, jambangan (vas) bunga dan rangkaian bunga. Sebagai tanaman pot krisan dapat digunakan untuk menghias meja kantor, ruangan hotel, restaurant dan rumah tempat tinggal. Selain digunakan sebagai tanaman hias, krisan juga berpotensi untuk digunakan sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga (hama). Krisan atau dikenal juga dengan seruni bukan merupakan tanaman asli Indonesia. Menurut Rukmana dan Mulyana (1997), terdapat 1000 varietas krisan yang tumbuh di dunia. Beberapa varietas krisan yang dikenal antara lain adalah C. daisy, C. indicum, C. coccineum, C. frustescens, C. maximum, C. hornorum, dan C. parthenium. Varietes krisan yang banyak ditanam di Indonesia umumnya diintroduksi dari luar negeri, terutama dari Belanda, Amerika Serikat dan Jepang. Bunga krisan sangat populer di masyarakat karena banyaknya jenis, bentuk dan warna bunga. Selain bentuk mahkota dan jumlah bunga dalam tangkai, warna bunga juga menjadi pilihan konsumen. Pada umumnya konsumen lebih menyukai warna merah, putih dan kuning, sebagai warna dasar krisan. Namun sekarang terdapat berbagai macam warna yang merupakan hasil persilangan di antara warna dasar tadi.

Bentuk bunga krisan yang bisa dibudidayakan sebagai bunga potong adalah Tunggal. bunga krisan merupakan salah satu bunga yang banyak diminati oleh beberapa negara Asia seperti Jepang. 1. Singapore dan Hongkong. serta Eropa seperti Jerman. Sedangkan jenis standard pada satu tangkai bunga hanya terdapat satu kuntum bunga berukuran besar. penampilan yang sehat dan segar serta mempunyai tangkai batang yang tegar dan kekar. Mendorong dan menumbuh kembangkan usaha agribisnis. Krisan jenis spray dalam satu tangkai bunga terdapat 10 — 20 kuntum bunga berukuran kecil . Memberi gambaran tentang peluang dan prospek usaha agribisnis bunga krisan. 1999). Bentuk bunga krisan yang biasa dibudidayakan sebagai bunga berukuran besar. Pompon. Pada perdagangan tanaman hias dunia. Perancis dan Inggris (Wisudiastuti.Bunga krisan digolongkan dalam dua jenis yaitu jenis spray dan standard. Krisan merupakan salah satu jenis bunga potong penting di dunia.2 Tujuan Penulisan • • • Memberikan informasi tentang budidaya bunga krisan. Bunga besar (Hasyim dan Reza dalam Wisudiastuti. Dekoratif. . Bunga potong yang banyak diminati adalah bunga yang mekar sempurna. Anemone. 1999). sehingga bunga potong menjadi awet dan tahan lama.

1. ponpon). dan tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East.2. indicum. Sejarah Singkat Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. 2. Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795.Taksonomi Klasifikasi botani tanaman hias krisan adalah sebagai berikut: • • • • • Divisi : Spermathophyta Sub Divisi : Angiospermae Famili : Asteraceae Genus : Chrysanthemum Species : C.BAB II ISI 2. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan. C. C. Tahun 1808 Mr. C. Sejak tahun 1940. krisan dikembangkan secara komersial. daisy (bulat. Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17.1. Pengenala Tanaman Krisan 2. Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. morifolium Ramat. daisy dll . morifolium (ungu dan pink) dan C.1. Krisan kuning berasal dari dataran Cina.1. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800. dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning).

Hybr.C. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: 1.3. maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas (Cianjur). i. 27. indicum hybr.13A. Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida) : Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual.hybr.1. Jenis Tanaman Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda. 28. Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. Dark Flamingo. Bunga pot : Ditandai dengan sosok tanaman kecil. Pearl Cindy (putih kemerah-merahan). Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga.7 dan 30. Sebagai bunga hias. Fleyer (berbunga putih). Indianapolis (berbunga kuning) Cossa. Amerika Serikat dan Jepang. Alexandra Van Zaal (berbunga merah) dan Pink Pingpong (berbunga pink). Contoh C. Krisan lokal (krisan kuno) : Berasal dari luar negri.108. tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal. C. 2.Krisan introduksi . Manfaat Tanaman Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. Krisan produk Indonesia : Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27.177. Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda). krisan di Indonesia digunakan sebagai: 1. polibag atau wadah lainnya.97. 3.4. 2. Clingo. i. berbunga lebat dan cocok ditanam di pot. White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan). Contoh krisan ini adalah C. Dolaroid. 13. Contoh krisan mini (diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan). tingginya 20-40 cm.1. Applause (kuning cerah).2.

Sentra Penanaman Daerah sentra produsen krisan antara lain: Cipanas. 2. Bandungan (Jawa Tengah). .00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 m 2 dan lampu dipasang setinggi 1. 2.2.30–01. Sukabumi.5. Lembang (Jawa Barat). menengah dan besar). 2. mempunyai tangkai bunga panjang. Cisarua. Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C. 3. terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia.2 . tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22. Bunga potong : Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi. Iklim 1. Puma. Rage (merah) dan Time (kuning). Reagen. Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Great verhagen. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi. Brastagi (Sumatera Utara).berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot. Green peas.5 m dari permukaan tanah. Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai. penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik. Klondike dll. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga. ukuran bervariasi (kecil. yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu). Syarat Pertumbuhan 2. Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C. 2. Cheetah. Brides. Improved funshine.1.1.

bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar. Persyaratan Bibit : Bibit diambil dari induk sehat. dapat ditambahkan CO2.2. Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir. panjang 5 cm. hingga mencapai kadar yang dianjurkan. Media Tanam 1.2. potong pucuk tersebut. setek pucuk dan kultur jaringan. Bibit asal anakan 2. 2. gembur dan drainasenya baik. Pembibitan 1. Penyiapan Bibit : Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan. Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. greenhouse. 5. Tanaman muda sampai dewasa antara 70-80%.3.56. 2. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat. diameter pangkal 3-5 mm. langsung semaikan atau disimpan dalam . seperti rumah plastik. Bibit asal stek pucuk : Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur.7.2.3. diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit. tidak mengandung hama dan penyakit.1. mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang. 2. berkualitas prima. Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5. daya tumbuh tanaman kuat. Ketinggian Tempat ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700–1200 m dpl. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup. subur. 2. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. 1.4. setek diperlukan 90-95%. 2.3. Pedoman Budidaya 2.

Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0.52.5 mg kinetin/liter.5 mg NAA/liter ditambah 0.5 BAP/liter. tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar.50.5 mg NAA/liter ditambah 0. Jumlah stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah direncanakan. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan.5 mg NAA/liter ditambah 0. kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari.ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C. 3. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu. Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu: 1. stelisasi mata tunas dengan sublimat 0. kemudian bilas dengan air suling steril. Penyiapan bibit dengan kultur jaringan : Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan: 1. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat.5 mg NAA/liter ditambah 1. paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan. dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. 3.0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari. dan selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 .04 % (HgCL) selama 10 menit. sedangkan perakaran 26 hari.2 mg kinetin/liter ditambah 0. 2. kalus bertunas waktu 26 hari. Stok tanaman induk : Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya. Medium MS padat ditambah 0. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0.

2. pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm.00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18 Philip.5-1 cm. Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23. dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam. Perbanyakan vegetatif tanaman induk. Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm. sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0.30–03. .3. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas. Pemangkasan pucuk. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer. kedalaman 25 cm. 1. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan.stek pucuk.2 Teknik Penyemaian Bibit 4. 3. Penumbuhan cabang primer. 2. 2. Penumbuhan cabang sekunder. Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh. panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi.5-1 cm. Penyemaian di bak : Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bakbak berukuran lebar 80 cm.

keringanginkan selama 15 hari.5-10 cm.2 = 4. zeagro. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5.3 = 3.3.08 ton/ha.3. terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. Penyemaian kultur jaringan : Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya. 2. tinggi 20.02 ton/ha. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan. Gemburkan yang kedua kalinya sambil dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm. perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit. penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari. Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik. pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif. diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka. 2. pH 5. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari.5. kalsit. Pengapuran : Tanah yang mempunyai pH > 5. Pengolahan Media Tanam 1. .30 cm. pH 5.5. Dosis tergantung pH tanah. 3. Pembentukan Bedengan : Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur. jarak antara bedengan 30-40 cm.4 = 3.60 ton/ha.12 ton/ha. panjang disesuaikan dengan lahan. 4. Pemindahan Bibit : Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7. setelah bibir berukuran cukup besar. pH 5.

Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan.4. urug dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G. Tangkai bunga memanjang mencapai 80 cm. Lampu dimatikan. Teknik Penanaman untuk Memperpendek Batang : Penanaman dilakukan sama dengan untuk bunga potong biasa. Cara Penanaman : Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit. Teknik Penanaman 1. Pupuk Dasar : Furadan 3G sebanyak 6-10 butir perlubang. Bila dipanen tangkainya 70 cm. 3. 1. sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit. : Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara monokultur.2. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar. Lubang tanam dengan cara ditugal. tetapi dengan menambah cahaya agar tangkai menjadi pendek. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari. Campuran pupuk ZA 75 gram ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25gram (3:3:1)/m2 luas tanam. 20 cm x 20 cm. maka penambahan cahaya sejak ketinggian 50-60 cm. Total lama penyinaran sejak bibit ditanam sampai periode generatif antara 12-15 minggu tergantung varietas krisan. Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam 1-2 cm.3. Cara . maka tangkai bunga yang tersisa adalah 10 cm pada tanaman. 2. Misalnya. Penentuan Pola Tanam. 2. diberikan merata pada tanah sambil diaduk. Pembuatan Lubang Tanam : Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm. 4. Teknik Penanaman Bunga Potong 1. Periode berikutnya beralih ke generatif. Pengaturan dan Penambahan Cahaya : Dilakukan sampai batas tertentu dengan ketinggian tanaman yang dinginkan. bila diinginkan bunga krisan bertangkai 70 cm.

30-01. Pembuangan Titik Tumbuh : Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam. Untuk memperpendek batang. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu Urea 200 gram ditambah ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m 2 luas lahan. kemudian diulang kontinue dan periodik seminggu sekali.00. 3.pengaturan dan penambahan cahaya yaitu dengan pola byarpet. 2. dan akhirnya sebulan sekali. . Cara lain pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam mulai pukul 22. 4. Teknik Penanaman untuk Bunga Pot : Sebanyak 5-7 Bibit yang telah berakar ditanam di dalam pot yang berisi media sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1). Selama pertumbuhan tanaman diberi pupuk cir multihara lengkap. Pada fase Generatif digunakan pupuk Urea 10 gram ditambah TSP 10 gram ditambah KNO3 25 gram per m 2 luas lahan. pot-pot ini ditumbuhkan selama 2 minggu dengan penyinaran 16 jam/hari. pot-pot kemudian diberi pencahayaan pendek dengan cara menutupnya di dalam kubung dari jam 16. Pemupukan : Waktu pemupukan dimulai umur 1 bulan setelah tanam. dengan cara memotes ujung tanam sepanjang 5 cm.00-22.00. cara pemberiannya dengan disebar dalam larikan atau lubang ditugal samping kiri dan samping kanan. 3. Penjarangan Bunga : Jika ingin mendapatkan bunga yang besar. Untuk merangsang pembungaan. yaitu pencahayaan malam selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. Pembungaan ini dapat pula dipacu dengan menambahkan hormon tumbuh giberelin sebanyak 500 ppm pada saat penyinaran pendek. dalam 1 tangkai bunga hanya dibiarkan satu bakal bunga yang tumbuh.

Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hatihati membersihkan rumput-rumput liar. Thrips (Thrips tabacci) o Gejala: pucuk dan tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah. Ulat tanah (Agrotis ipsilon) o Gejala: memakan dan memotong ujung batang tanaman muda. Hama Dan Penyakit 2. sehingga pucuk dan tangkai terkulai. o 2.4. terutama pada permukaan bawah daun. Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar bersamaan. Penyiangan : Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari dan semprot dengan insektisida. tergantung cuaca atau medium tumbuh. 2. Pengairan dan Penyiraman : Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. 7. Penjarangan dan Penyulaman : Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 1015 hari setelah tanam. Pemeliharaan Tanaman 1. bakal bunga dari setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga. Hama 1. pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari.4.Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit. . 2. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru. 3.4.1.

perompesan daun yang sakit. o 4. 3. terpelintir.2. penggiliran tanaman. berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun.4. Bila serangan hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga. memperlebar jarak tanam dan penyemprotan insektisida. karat putih disebabkan oleh P horiana P. Penyakit 1. karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi. Gejala: permukaan daun tertutup dengan lapisan tepung putih. o 2. misalnya IATP buatan Taiwan. memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yang mengandung perekat. Karat/Rust o Penyebab: jamur Puccinia sp. o o 2. .Henn. Penggerek daun (Liriomyza sp) : o Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil.o Pengendalian: mengatur waktu tanam yang baik. Pengendalian: memotong daun yang terserang. dengan aplikasi insektisida. menebal. dan bercak-bercak kuning sampai coklat. Pengendalian: memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida. Pengendalian: menanam bibit yang tahan hama dan penyakit. Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yang berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. Pada serangan hebat daun pucat dan mengering. Tepung oidium o o Penyebab: jamur Oidium chrysatheemi. Tungau merah (Tetranycus sp) o Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan.

Ciri dan Umur Panen Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. menggunakan alat-alat pertanian yang bersih dan penyemprotan insektisida untuk pengendalian vektor virus.5. Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus). warna bunganya menjadi pucat. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning.2. mencabut tanaman yang sakit. Virus kerdil dan mozaik o Penyebab: virus kerdil krisan.5. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. potong tangkai bunga dengan gunting steril . 3.5. kadangkadang bergaris-garis. Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus. Panen Dan Pascapanen 2.1. 2.o Pengendalian: memotong/memangkas daun tanaman yang sakit dan penyemprotan fungisida. Cara Panen. Penyakit kerdil ditularkan oleh alat-alat pertanian yang tercemar penyakit dan pekerja kebun. berbunga lebih awal daripada tanaman sehat. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman. Gejala: tanaman tumbuhnya kerdil. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. Panen sebaiknya dilakukan pagi hari. o o o o 2. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen. tidak membentuk tunas samping.

menarik. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: 1.Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga. Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar. 2. Pengumpulan Kumpulkan bunga hasil panen. yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm. 2. Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga.3. rapi dan tidak longgar. . Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik. warna dan varietasnya. Pengemasan dan Pengangkutan Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur. lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama.sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah.5. diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm. florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm. sehat dan bebas hama dan penyakit. PASCAPANEN 1. dalam bak atau box alat angkut. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai. 2. 3.

America Serikat. bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari. Italia. guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya tetap terbuka. Swiss. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah.6 Gambaran Peluang Agribisnis Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. .2. karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan. Inggris. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman. Swedia dsb. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. Austria.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful