TUGAS MPHPI MAKALAH PEMBULUH DARAH

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Mengikuti Ujian Akhir Semester II ( genap) Tahun Ajaran 2009/2010

Disusun oleh: Nama : M. Dwi Susan NIM : 0910910056

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010

1

Jantung memompa darah baru yang telah teroksigenasi melalui arteri. Sirkuit pulmonal menghantarkan darah dari jantung ke paru. termasuk otak. karotis. bahu. hanya sistem vaskular perifer yang akan dibahas. Arteri subklavia mengalirkan darah menuju lengan. dan kapiler. venula. dimana sistem ini membawa darah dari jantung ke seluruh organ dan jaringan lain dan kemudian membawa darah kembali ke jantung. arteriol. Arteri utama/mayor dari sirkulasi sistemik meliputi aorta. meliputi arteri. vena. Latar Belakang Sirkulasi darah terjadi melalui satu lengkungan arteri dan vena yang kontinu serta terbagi menjadi sirkuit pulmonal dan sistemik. dan bantalan kapiler menuju seluruh organ dan jaringan. leher dan organ-organ utama di dalam abdomen. di mana darah dioksigenasi dan kemudian dikembalikan ke jantung. Serat yang kontraktil dan elastis membantu menahan tekanan yang dihasilkan saat jantung mendorong darah menuju sirkulasi sistemik. dinding dada. Arteri lain merupakan cabang dari aorta dan mengalirkan darah menuju kepala. Arteri tersusun atas otot polos yang tebal dan serat elastis. Aorta melengkung membentuk seperti busur di belakang jantung dan turun ke bawah hingga pertengahan tubuh. Sirkulasi sistemik. Pada bab ini. arteriol. subklavia dan iliaka. punggung. atau sistem vaskular perifer.BAB I PENDAHULUAN A. Arteri iliaka mengalirkan darah menuju pelvis dan kaki 2 . Arteri karotis bergerak naik di dalam leher dan mengalirkan darah ke organ di dalam kepala dan leher. dan sistem saraf pusat.

Tujuan Penulisan Untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Metode Penelitian Hayati dan Penulisan Ilmiah sebagai syarat mengikuti ujian pada saat dilaksanakannya ujian akhir semester. D. Manfaat Penulisan Diharapkan dengan membaca makalah ini dapat mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan pembuluh darah 3 . Apa saja macam-macam pembuluh darah yang ada didalam tubuh kita?. Rumusan Masalah Permasalahan Yang diangkat didalam makalah ini adalah apa yang dimaksud pembuluh darah?. apa fungsi dari pembuluh darah?. Dan bagaimana contoh jalannya pembuluh darah dari orang-orang yang sedang menjadi penderita? C.B.

Pembuluh Arteri dapat ditemukan dibeberapa titik tubuh yaitu di lengan-lengan dan dikaki-kaki. karotis. Dengan adanya katup ini aliran darah akan tetap mengalir dalam satu arah. Jenis-jenis dari pembuluh yang penting terdapat pada tubuh manusia yaitu pembuluh darah Arteri dan pembuluh darah Vena. Pembuluh darah Vena dapat ditemukan dibeberapa titik tubuh yaitu dilengan-lengan dan dikaki-kaki. Pada umumnya pembuluh darah Vena terletak dekat dengan permukaan kulit dan tampak berwarna kebiru-biruan. Katup ini memiliki fungsi untuk mengatur supaya darah tetap mengalir dalam satu arah. Sedangkan pembuluh darah Vena memiliki dinding yang tipis dan tidak elastis. subklavia dan iliaka serta Arteri lain yang merupakan cabang dari aorta. dan mengedarkan sari-sari makanan yang diedarkan melalui bantuan darah kedalam seluruh tubuh.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pembuluh darah adalah bagian dari system sirkulasi yang ada didalam tubuh yang berfungsi untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh. mudah untuk dilihat. Fungsi dari pembuluh darah ini adalah untuk mengedarkan darah dari jantung keseluruh tubuh. Kerja pembuluh darah adalah membantu jantung untuk mengedarkan sel darah merah atau Eritrosit keseluruh tubuh. Jika diraba denyut jantung pembuluh ini tidak terasa. Pembuluh darah ini memiliki fungsi untuk mengedarkan darah yang berasal dari seluruh tubuh kedalam jantung. Pembuluh darah Arteri tersusun atas otot polos yang tebal dan serat elastis. Serat yang kontraktil dan elastis membantu menahan tekanan yang dihasilkan saat jantung mendorong darah menuju sirkulasi sistemik. Dinamakan pembuluh darah Arteri dan Vena karena pembuluh darah tersebut membawa darah keluar dari atau masuk kedalam jantung. 4 . Pembuluh darah Arteri terbagi atas Arteri utama/mayor dari sirkulasi sistemik yang meliputi aorta. Pembuluh ini memiliki katup sepanjang pembuluhnya. sertam membawa masuk oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.

dan bantalan kapiler menuju seluruh organ dan jaringan. membentuk seperti busur di belakang jantung dan turun ke bawah hingga Aorta melengkung pertengahan tubuh.Arteri-arteri di Lengan Setelah meluas melalui rongga dada/toraks. Jantung memompa darah baru yang telah teroksigenasi melalui arteri. bahu. Arteri karotis bergerak naik di dalam leher dan mengalirkan darah ke organ di dalam kepala dan leher. termasuk otak.BAB III PEMBAHASAN Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi tubuh yang berfungsi untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh. selanjutnya bercabang menjadi arkus palmaris yang mengalirkan darah ke telapak tangan. arteri brakhialis bercabang menjadi arteri radialis dan arteri. Arteri iliaka mengalirkan darah menuju pelvis dan kaki. arteri femoralis menyilang di posterior dan menjadi arteri poplitea. Pada bagian bawah paha. Pembuluh darah Arteri atau Nadi adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal. Arteri subklavia mengalirkan darah menuju lengan. Arteri femoralis mengalirkan darah ke kulit dan otot paha dalam. punggung. yang bergerak turun di sebelah anterior paha. karotis. Arteri lain merupakan cabang dari aorta dan mengalirkan darah menuju kepala. Arteri tibialis bergerak turun di sebelah depan dari kaki bagian bawah menuju bagian dorsal/punggung telapak kaki dan menjadi arteri dorsalis pedis. Jenis-jenis pembuluh darah yang penting buat tubuh yaitu pembuluh darah Arteri dan pembuluh darah Vena. subklavia dan iliaka. Arteri tersusun atas otot polos yang tebal dan serat elastis. Dikatakan pembuluh darah Arteri dan Vena karena keduanya berfungsi untuk membawa masuk dan keluar darah dari jantung. arteri subklavia menjadi arteri aksilaris Arteri aksilaris kemudian menyebrangi aksila dan menjadi arteri brakhialis. arteri poplitea terbagi menjadi arteri tibialis anterior dan tibialis posterior. Arteri brakhialis mengalirkan sebagian besar darah menuju lengan. Di bawah lutut. dan sistem saraf pusat. leher dan organ-oragan utama di dalam abdomen. 1. Arteri utama/mayor dari sirkulasi sistemik meliputi aorta. yang meluas ke lengan bawah dan. Serat yang kontraktil dan elastis membantu menahan tekanan yang dihasilkan saat jantung mendorong darah menuju sirkulasi sistemik. Arteri-arteri di Kaki Setelah melewati daerah pelvis. arteri iliaka selanjutnya menjadi arteri femoralis. 2. Pada fosa kubiti (yaitu lipatan siku). yang terletak di dalam lekukan/sulkus bisep-trisep pada lengan atas. dinding dada. arteriol. Arteri tibialis 5 .

Darah vena dari kepala dan wajah dialirkan menuju vena jugularis. Pembuluh darah Vena ini pada umumnya terletak didekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. dan ekstremitas atas. Katup ini berfugsi untuk membantu darah tetap mengalir dalam satu arah. Vena superficial terletak dekat dengan permukaan kulit. dimana vena-vena ini menjadi vena radialis dan vena ulnaris (Gambar 13-6). Pada saat diraba. dan membantun untuk mengatur suhu tubuh. Ini berbeda dengan pembuluh darah Arteri atau pembuluh nadi yang denyut jantungnya dapat dirasakan. Vena-vena di Lengan Arkus vena palmaris meluas dari tangan menuju lengan bawah. menjadi rendah. denyut jantung dari pembuluh ini tidak dapat dirasakan. leher. darah “dikosongkan” menuju jaringan vena yang tersusun menyebar yang dan pada akhirnya mengembalikan darah ke atrium kanan jantung. walaupun terdapat perbedaan mayor antara sistem arteri dan sistem vena di leher dan ekstremitas. saat tubuh menjadi kelebihan panas. dua set vena perifer biasanya ditemukan di leher dan ekstremitas: satu superfisial dan satu lagi terletak lebih dalam. dan vena jugularis. dan vena superfisialis berdilatasi. aliran darah ke kulit meningkat. aliran darah arteri menjadi berkurang. bahu. Darah yang terdapat dalam pembuluh darah Vena ini banyak mengandung karbondioksida. vena kava inferior. mudah untuk dilihat. B. yang terletak di dalam leher. Pembuluh darah Vena memiliki katup disepanjang pembuluhnya. Vena kava superior menerima darah dari jaringan dan organ di kepala. Vena kava inferior mengumpulkan darah dari sebagian besar organ yang terletak di bawah diafragma. Vena-vena mayor dari sirkulasi sistemik meliputi vena kava superior. Vena Pembuluh darah Vena atau pembuluh balik adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Kerja dari Pembuluh darah Vena atau pembuluh Nadi adalah Setelah dihantarkan melalui sistem vaskular arteri dan menuju jaringan tubuh dan organ.posterior bergerak turun menyusuri betis dari kaki bagian bawah dan bercabang menjadi arteri plantaris di dalam telapak kaki bagian bawah. dada. Arteri di daerah ini terletak dalam di bawah kulit dan terlindung oleh tulang dan jaringan lunak. Struktur dari pembuluh darah ini memiliki lapisan dinding sel yang tipis dan elastis. sehingga dengan mata telanjang pembuluh tersebut dapat dengan mudah dilihat. Sistem vena berjalan berdampingan dengan sistem arteri dan memiliki nama yang sama. dan vena vena superfisial dilewati. Sebaliknya. Saat vena ulnaris dan radialis 6 . Sebaliknya. Saat suhu tubuh.

Vena subklavia membawa arau dari lengan dan area toraks/dada menuju vena kava superior.mencapai fosa kubiti (yaitu lipatan siku). tibialis posterior. Saat vena brakhialis meluas melalui lengan atas. Vena-vena di Kaki Darah yang meninggalkan kapiler-kapiler di setiap jari kaki bergabung membentuk jaringan vena plantaris (Gambar 13-7). yang berjalan melalui aksila dan menjadi vena subklavia di dalam rongga toraks. vena ini bergabung dengan vena superfisialis lenan untuk membentuk vena aksilaris. Jaringan plantar mengalirkan darah menuju vena dalam kaki (yaitu vena tibialis anterior. dan femoralis). 7 . vena-vena ini bergabung untuk membentuk vena brakhialis. poplitea. Vena safena magna dan safena parva superfisial mengalirkan darah di telapak kaki dari arkus vena dorsalis menuju vena poplitea dan femoralis.

dan kehilangan elastisitas. Pasien Hamil Meningkatnya kadar progesterone menyebabkan vasodilatasi umum. menjadi keras. 2. dan untuk itu meningkatkan penyakit vaskular perifer. Trombosis vena dalam. dan umumnya dikenal dengan meningkatkan penumpukkan plak atherosklerotik di dalam sistem vascular. duduk yang terlalu lama. Faktor risiko mayor untuk pembentukkan PAD adalah sangat serupa dengan penyakit arteri koroner dan meliputi: • Usia (>40) 8 . pembuluh darah menjadi lebih kaku. Usia yang lebih lanjut juga Saat tubuh menua. atau tirah baring yang terlalu lama. uterus membesar dan secara progresif melakukan obstruksi pada aliran balik darah dari vena iliaka dan vena kava inferior. Pasien Pediatri Perubahan fisiologis pada tekanan darah dan denyut nadi pada pasien-pasien anak. Pada bab ini. Penurunan aliran balik vena meningkatkan tekanan vena pada ekstremitas bawah dan menyebabkan wanita hamil rentan untuk menderita varises vena.. Hal ini merupakan manifestasi dari atherosklerosis sistemik dimana lumen arteri pada ekstremitas bawah menjadi tersumbat secara progresif oleh plak atau lesi atherosklerotik. kehilangan elastisitas. mungkin kemudian emboli pulmonal terjadi sebagai akibat dari gagal jantung. 3. Penuaan secara progresif juga memperbesar vena intramuskular di betis. Pertimbangan-Pertimbangan Khusus 1. untuk pembahasan lebih lengkap mengenai atherosklerosis koroner. hanya atherosklerosis perifer yang akan dibahas. Atherosklerosis perifer lebih sering disebut dengan penyakit arteri perifer/peripheral arterial disease (PAD). Pasien Geriatri arteriosklerosis. Arteri yang umumnya terkena.berdasarkan kejadiannya adalah arteri femoralis. D. edema perifer dan varises (yaitu hemoroid) dan trombosis vena. yang disebut atherosclerosis. Seiring dengan tumbuhnya janin.C. dinding pembuluh darah menebal. terutama pada pembuluh darah arteri perifer. dimana merupakan kondisi umum pada pasien lanjut usia. dan menebal. Pembuluh darah mayor yang biasanya terkena meliputi aorta dan arteri koroner serta arteri serebral. yang mengurangi aliran darah melalui pembuluh dan meningkatkan risiko pembentukkan thrombus. Saat atherosklerosis berkembang lebih lanjut. dan tibialis. Tinjauan Patologi Atherosklerosis adalah penyakit vaskular yang menyebabkan pembentukkan plak yang kaya lemak di dalam dinding pembuluh darah yang menonjol ke dalam lumen. poplitea.

Nyeri saat istirahat biasanya terjadi selanjutnya ketika aliran darah tidak adekuat untuk melakukan perfusi ke ekstremitas. Sebagai tambahan. Risiko terjadinya TVD berkaitan dengan beberapa faktor yang dapat dengan mudah diidentifikasi meliputi usia. tekanan darah. yang dapat menyebabkan terjadinya ulserasi. atau trombofleibitis. diet rendah lemak/kolesterol. gula darah. dan cilostazol (Pletal). femoralis.• Hiperlipidemia (kolesterol low-density lipoprotein/LDL yang tinggi atau high-density lipoprotein/HDL yang rendah) • Hipertensi • Diabetes • Merokok Gambaran klinis PAD bervariasi dan meliputi rentang gejala mulai dari tidak bergejala (umumnya pada awal penyakit) hingga nyeri dan rasa tidak nyaman. clopidogrel (Plavix). Setiap faktor risiko yang mungkin dimiliki oleh pasien sebaiknya dihilangkan (bila memungkinkan) atau dikontrol dengan sebaik-baiknya. paha atau betis). Dua gejala yang paling umum yang terkait dengan PAD adalah klaudikasio intermitten dan nyeri/sakit pada ekstremitas bawah. bedah mayor. E. riwayat TVD sebelumnya. dan status hiperkoagulabilitas 9 . Klaudikasio intermiten ditandai dengan adanya kelemahan. dan rasa ketat atau baal pada ekstremitas yang terkena (biasanya pada bokong. Obat-obat yang mungkin berguna dalam mengobati PAD meliputi aspirin. Terapi non farmakologis memegang peranan penting dalam penatalaksanaan PAD. Gejala-gejala ini biasanya terjadi saat beraktivitas dan reda setelah beristirahat dalam beberapa menit. kerusakan vaskular. Gejala lain dari penyakit yang lanjut dapat melipuri baal atau nyeri kontinu pada jari kaki atau kaki. nekrosis jaringan. Vena mayor yang biasanya terkena meliputi vena iliaka. dan pada akhirnya dilakukan amputasi. trauma. dan poplitea. ticlopidine (Ticlid). Trombosis Vena Dalam Adanya thrombus (yaitu bekuan darah) pada vena dalam dan disertai dengan proses inflamasi/peradangan dinding pembuluh darah disebut dengan trombosis vena dalam(TVD)/ deep venous thrombosis (DVT). dan hiperkoagulabilitas merupakan predisposisi terbentuknya trombosis pada pasien. Sebagai contoh. dan kadar kolesterol sebaiknya berada dalam nilai rentang tujuan untuk pasien. rasa tidak nyaman. kram. keganasan. pasien yang merokok sebaiknya disarankan dengan sangat untuk berhenti merokok. dan olah raga. Pasien juga sebaiknya diedukasi berkaitan dengan pemeliharaan higiene kaki yang benar. Stasis aliran darah. Dipiridamol. nyeri.

eritema dan rasa nyeri (Kotak 13-2). 10 . Perubahan warna kulit bervariasi mulai dari eritema. heparin dengan berat molekul rendah. hangat. Terapi non farmakologis. Terapi warfarin dilanjutkan minimum selama 3 bulan. yang disebut emboli paru. juga umum digunakan. seperti meninggikan kaki lebih tinggi dari jantung dan penggunaan panas. Maka dari itu. Kadang-kadang obstruksi seperti lempengan dapat teraba pada palpasi kaki yang terkena. Perhatian utama yang mengancam jiwa pada TDV adalah risiko bergeraknya trombus ke paru. atau fondaparinux) yang diberikan tumpang tindih dengan heparin selama paling tidak 5 hari. atau kebiruan. pucat.Pasien dengan TDV umumnya mengalami pembengkakan kaki unilateral. terapi utama TDV meliputi terapi anti koagulan (yaitu heparin yang tidak terfraksinasi.

serta membawa masuk oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. dan mengedarkan sari-sari makanan yang diedarkan melalui bantuan darah kedalam seluruh tubuh. Dinamakan pembuluh darah Arteri dan Vena karena pembuluh darah tersebut membawa darah keluar dari atau masuk kedalam jantung. Kerja pembuluh darah adalah membantu jantung untuk mengedarkan sel darah merah atau Eritrosit keseluruh tubuh. Saran Dalam terselesainya makalah ini mengharapkan kritik dan saran dari pembaca khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya. Kesimpulan Berdasarkan isi dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang ada didalam tubuh yang berfungsi untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh. B. 11 .BAB IV PENUTUP A. Malang. Jenis-jenis dari pembuluh yang penting terdapat pada tubuh manusia yaitu pembuluh darah Arteri dan pembuluh darah Vena.

Haskal ZJ. Wittkowsky AK. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach. Identifying chronic peripheral arterial disease. American College of Cardiology (ACC)/American Heart Association (AHA) guidelines for the management of patients with peripheral arterial disease (lower extremity. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach. Talbert RL. Blank CA. In: Koda-Kimble MA. Assessment of peripheral arterial occlusive disease. et al. Seolla M. Nurs Clin North Am 1990. How many people get melanoma skin cancer? April 24. Hertzer NR. Gehring P. 2005:373-412. Stamford: Appleton & Lange.DAFTAR PUSTAKA American Cancer Society.96:40-47. J Am Col Card 2006. 6th ed. Yee GC. 2006. Yee GC. 9:413-427. mesenteric.34 12 . Vascular assessment. Peripheral vascular disorders: assessment and intervention. O'Beirne-Woods B. In: Dipiro JT. Irwin GH. Stamford: Appleton & Lange. Young LY. Am J Nurs 1996. et al. Peripheral vascular assessment: finding your way through arteries and veins. Crit Care Nurs Clin North Am 1991. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.1-16. Thrombosis. AACN Clin Issues 1995.cancer. Krenzer ME. Haines ST. Talbert RL. 2005:453-460. Kradjan WA. Applied Therapeutics: The Clinical Use of Drugs. et al.55:40-47. In: Dipiro JT.6:631-634. 2005:16. renal. RN 1992. and abdominal aortic).20(2):1-75. Clinical evaluation of the peripheral vasculature.asp?sitearea= Accessed January 18. Witt DM. Venous thromboembolism. Cantwell-Gab K. et al. Peripheral arterial disease. 8th ed.org/ docroot/CRI/content/ CRI_2_2_1X_How_many_people_get_nmelanoma_skin_cancer_50.3:493-498. Hoeben BJ. 2007. 6th ed. Cardiol Clin 1991. Available at: http://www. Talbert RL. Baker JD. Hirsch AT.25:777-794.