P. 1
Panduan Lengkap Ibadah Sholat Wajib, Sholat Sunnah, Sedekah, Haji [www.digizoneku.com]

Panduan Lengkap Ibadah Sholat Wajib, Sholat Sunnah, Sedekah, Haji [www.digizoneku.com]

3.0

|Views: 6,432|Likes:
Published by Bimo Adi Pradono
ARTI SHALAT
Arti shalat secara bahasa adalah doa atau rahmat, Kata “Shalat” berasal dari bahasa Arab, yang secara istilah adalah suatu tindakan khusus memuliakan Allah yang berisikan perkataanperkataan (aqwal) dan perbuatan-perbuatan (af’al) yang dimulai dengan takbit dan diakhiri dengan salam, berdasarkan syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu. Dalam mengerjakan shalat ini, tentunya kita harus megikuti tata cara sebagaimana tata cara rasulullah saw shalat. Rasulullah saw bersabda, "Shalatlah ka


N.B
- Info cara mencegah dan mengobati berbagai penyakit (www.herbanesia.com)
- info cara tambah tinggi badan, max usia 35th (www.smarttaller.com)
- info cara turun berat badan (www.dietsehat911.com)
- layanan internet cepat tanpa batas, tanpa quota, full speed 24/7 (www.digizoneku.com)
- agen pulsa murah all operator (www.digizonecell.com)
ARTI SHALAT
Arti shalat secara bahasa adalah doa atau rahmat, Kata “Shalat” berasal dari bahasa Arab, yang secara istilah adalah suatu tindakan khusus memuliakan Allah yang berisikan perkataanperkataan (aqwal) dan perbuatan-perbuatan (af’al) yang dimulai dengan takbit dan diakhiri dengan salam, berdasarkan syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu. Dalam mengerjakan shalat ini, tentunya kita harus megikuti tata cara sebagaimana tata cara rasulullah saw shalat. Rasulullah saw bersabda, "Shalatlah ka


N.B
- Info cara mencegah dan mengobati berbagai penyakit (www.herbanesia.com)
- info cara tambah tinggi badan, max usia 35th (www.smarttaller.com)
- info cara turun berat badan (www.dietsehat911.com)
- layanan internet cepat tanpa batas, tanpa quota, full speed 24/7 (www.digizoneku.com)
- agen pulsa murah all operator (www.digizonecell.com)

More info:

Published by: Bimo Adi Pradono on Nov 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2015

pdf

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Shalat sunat tasbih adalah shalat sunat yang di dalamnya dibacakan kalimat tasbih sebanyakk
300 kali.

Shalat tasbih ini sebetulnya merupkan shalat yang masih diperdebatkan di kalangan para
ulama, mengenai ada tidaknya shalat ini.

Namun begitu, berikut ini disajikan tata aca pelaksaannya, bila ada pembaca yang ingin
mengetahui tentang tata cara shalat tasbih ini, menurut beberapa dalil.

Niat shalat tasbih:

Ushallii sunnat tasbihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunat tasbih dua rakaat, karena Allah."

A. Tata Cara Shalat Tasbih

Shalat tasbih dilakukan 4 raka'at (jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam, jika
malam 4 raka'at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih
pada saat-saat berikut:

NO Waktu

Jml.
Tasbih

1 Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri

15 kali

2 Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal adzim...)

10 Kali

3 Setelah I'tidal

10 Kali

4 Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a'la...)

10 Kali

5 Setelah duduk diantara dua sujud

10 Kali

6 Setelah tasbih sujud kedua

10 Kali

7 Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam
tergantung pada raka'at keberapa)

10 Kali

www.dietsehat911.com

Jumlah total satu raka'at

75

Jumlah total empat raka'at

4 X 75
= 300 kali

B. Perbedaan pendapat ulama

Di kalangan para ulama terdapat perbedaan pendapat mengenai ada tidaknya shalat tasbih,
berikut adalah beberapa pendapat mereka:

1. Kalangan Pertama: Sholat tashbih adalah mustahabbah (sunnah)

Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian ulama penganut Mazhab Syafi'i. Hadits Rasulullah saw
kepada pamannya Abbas bin Abdul Muthallib yang berbunyi:

"Wahai Abbas pamanku, Aku ingin memberikan padamu, aku benar-benar mencintaimu, aku
ingin engkau melakukan -sepuluh sifat- jika engkau melakukannya Allah akan mengampuni
dosamu, baik yang pertama dan terakhir, yang terdahulu dan yang baru, yang tidak sengaja
maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang
terang-terangan. Sepuluh sifat adalah: Engkau melaksankan shalat empat rakaat; engkau baca
dalam setiap rakaat Al-Fatihah dan surat, apabila engkau selesai membacanya di rakaat
pertama dan engkau masih berdiri, mka ucapkanlah: Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha
Ilallah Wallahu Akbar 15 kali, Kemudian ruku'lah dan bacalah do'a tersebut 10 kali ketika
sedang ruku, kemudian sujudlah dan bacalah do'a tersebut 10 kali ketika sujud, kemudian
bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali kemudian
bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali. Itulah 75 kali dalam setiap rakaat, dan lakukanlah hal
tersebut pada empat rakaat. Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu kali dalam setiap
hari, maka lakukanlah, jika tidak, maka lakukanlah satu kali seminggu, jika tidak maka
lakukanlah sebulan sekali, jika tidak maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika tidak maka
lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu" (HR Abu Daud 2/67-68)

2. Pendapat Kedua: Shalat tasbih boleh dilaksanakan (boleh tapi tidak disunnahkan)
Pendapat ini dikemukakan oleh ulama penganut Mazhab Hambali. Mereka berkata: "Tidak ada
hadits yang tsabit (kuat) dan sholat tersebut termasuk Fadhoilul A'maal, maka cukup
berlandaskan hadits dhaif."

Ibnu Qudamah berkata:

"Jika ada orang yang melakukannya maka hal tersebut tidak mengapa, karena shalat nawafil
dan Fadhoilul A'maal tidak disyaratkan harus dengan berlandaskan hadits shahih." (Al-Mughny
2/123)

www.dietsehat911.com

3. Pendapat Ketiga: Shalat tersebut tidak disyariatkan.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu' berkata, "Perlu diteliti kembali tentang kesunahan pelaksanaan
sholat tasbih karena haditsnya dhoif, dan adanya perubahan susunan shalat dalam shalat
tasbih yang berbeda dengan shalat biasa. Dan hal tersebut hendaklah tidak dilakukan kalau
tidak ada hadits yang menjelaskannya. Dan hadits yang menjelaskan shalat tasbih tidak kuat".

Ibnu Qudamah menukil riwayat dari Imam Ahmad bahwa tidak ada hadis shahih yang
menjelaskan hal tersebut. Ibnuljauzi mengatakan bahwa hadits-hadits yang berkaitan dengan
shalat tasbih termasuk maudhu`. Ibnu Hajar berkata dalam At-Talkhis bahwa yang benar adalah
seluruh riwayat hadits adalah dhaif meskipun hadits Ibnu Abbas mendekati syarat hasan, akan
tetapi hadits itu syadz karena hanya diriwayatkan oleh satu orang rawi dan tidak ada hadits lain
yang menguatkannya. Dan juga shalat tasbih berbeda gerakannya dengan shalat-shalat yang
lain.

Dalam kitab-kitab fiqih mazhab Hanafiyah dan Malikiyah tidak pernah disebutkan perihal shalat
tasbih ini kecuali dalam Talkhis Al-Habir dari Ibnul Arabi bahwa beliau berpendapat tidak ada
hadits shahih maupun hasan yang menjelaskan tentang shalat tasbih ini.

Oleh karena ada perbedaan pendapat mengenai ada tidaknya shalat tasbih tersebut, maka
semuanya dikembalikan kepada pembaca, silahkan mengikuti pendapat yang mana, tentunya
sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan pembaca sekalian.

www.dietsehat911.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->