P. 1
Panduan Lengkap Ibadah Sholat Wajib, Sholat Sunnah, Sedekah, Haji [www.digizoneku.com]

Panduan Lengkap Ibadah Sholat Wajib, Sholat Sunnah, Sedekah, Haji [www.digizoneku.com]

3.0

|Views: 6,415|Likes:
Published by Bimo Adi Pradono
ARTI SHALAT
Arti shalat secara bahasa adalah doa atau rahmat, Kata “Shalat” berasal dari bahasa Arab, yang secara istilah adalah suatu tindakan khusus memuliakan Allah yang berisikan perkataanperkataan (aqwal) dan perbuatan-perbuatan (af’al) yang dimulai dengan takbit dan diakhiri dengan salam, berdasarkan syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu. Dalam mengerjakan shalat ini, tentunya kita harus megikuti tata cara sebagaimana tata cara rasulullah saw shalat. Rasulullah saw bersabda, "Shalatlah ka


N.B
- Info cara mencegah dan mengobati berbagai penyakit (www.herbanesia.com)
- info cara tambah tinggi badan, max usia 35th (www.smarttaller.com)
- info cara turun berat badan (www.dietsehat911.com)
- layanan internet cepat tanpa batas, tanpa quota, full speed 24/7 (www.digizoneku.com)
- agen pulsa murah all operator (www.digizonecell.com)
ARTI SHALAT
Arti shalat secara bahasa adalah doa atau rahmat, Kata “Shalat” berasal dari bahasa Arab, yang secara istilah adalah suatu tindakan khusus memuliakan Allah yang berisikan perkataanperkataan (aqwal) dan perbuatan-perbuatan (af’al) yang dimulai dengan takbit dan diakhiri dengan salam, berdasarkan syarat-syarat dan rukun-rukun tertentu. Dalam mengerjakan shalat ini, tentunya kita harus megikuti tata cara sebagaimana tata cara rasulullah saw shalat. Rasulullah saw bersabda, "Shalatlah ka


N.B
- Info cara mencegah dan mengobati berbagai penyakit (www.herbanesia.com)
- info cara tambah tinggi badan, max usia 35th (www.smarttaller.com)
- info cara turun berat badan (www.dietsehat911.com)
- layanan internet cepat tanpa batas, tanpa quota, full speed 24/7 (www.digizoneku.com)
- agen pulsa murah all operator (www.digizonecell.com)

More info:

Published by: Bimo Adi Pradono on Nov 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2015

pdf

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Shalat hari raya yang dilakukan oleh umat Muslim ada 2, yakni shalat idul adha dan shalat idul
fitri.

Shalat ied termasuk dalam shalat sunat muakad, artinya shalat ini walaupun bersifat sunat
namun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.

Telah berkata Jabir ra, “Saya menyaksikan shalat 'ied bersama nabi, beliau memulai shalat
sebelum khutbah tanpa adzan dan tanpa iqamah, setelah selesai beliau berdiri bertekan atas
Bilal, lalu memerintahkan manusia supaya bertakwa kepada Allah, mendorong mereka untuk
taat, menasihati manusia dan memperingatkan mereka, setelah selesai beliau turun
mendatangai shaf wanita dan selanjutnya beliau memperingatkan mereka. “ (HR Muslim)

Diriwayatkan dari Ummu 'Atiyah ra. ia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami keluar
pada 'idul fitri dan 'idul adhha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita
yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari
mushalla tempat shalat 'ied, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da'wah kaum
muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata: Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami
yang tidak mempunyai jilbab? Beliau bersabda: Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya
dari jilbabnya.” (HR Jama'ah)

Diriwayatkan dari Amru bin Syu'aib, dari ayahnya, dari neneknya, ia berkata, “Sesungguhnya
nabi bertakbir pada shalat 'ied dua belas kali takbir. dalam raka'at pertama tujuh kali takbir
dan pada raka'at yang kedua lima kali takbir dan tidak shalat sunnah sebelumnya dan juga
sesudahnya.” (HR Amad dan Ibnu Majah)

Niat untuk shalat idul fitri:

Ushallii sunnatal li iidil fitri rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat idul fitri 2 rakaat karena Allah.”

Niat untuk shalat idul adha:

Ushallii sunnatal li iidil adhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat idul adha dua rakaat karena Allah.”

www.dietsehat911.com

1. Tata Cara Pelaksanaannya

Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat,
rukun dan sunnatnya sama seperti shalat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat
sebagai berikut:

1. Dilakukan secara berjamaah
2. Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
3. Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
4. Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
5. Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al-Qomar di rakaat kedua. Atau surat
A’la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
6. Imam menyaringkan bacaannya.
7. Khutbah dua kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum’at
8. Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang
hukum – hukum Qurban.
9. Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
10. Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri pada Shalat Idul Adha sebaliknya.

2. Sunnah-sunnah Rasulullah Padan Perayaan Hari Raya

1. Mandi sebelum shalat ‘Ied

Dari Ali radhiallahu’anhu bahwa ia pernah ditanya perihal mandi, maka dia menjawab, “Yaitu
pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari raya Fitri dan hari raya Idul Adha.” (HR Baihaqi)

2. Menggunakan pakaian terbaik dan berhias

Dari Ibnu Umar dia berkata, “Umar pernah mengambil jubah dari sutera yang dijual di pasar,
kemudian dia mendatangi Rasulullah seraya berucap, ‘Wahai Rasulullah, belilah ini dan
pergunakanlah untuk berhias diri pada hari raya ‘Ied dan wufud (menyambut kedatangan
delegasi).’ Maka Rasulullah bersabda, “sesunguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak
berakhlak.” Maka Umar pun terdiam sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Allah. Setelah
itu, Rasulullah mengirimkan kepadanya jubah dibaaj (sutera), maka Umar pun menerimanya
dan kemudian membawanya kepada Rasulullah seraya berucap, ‘Wahai Rasulullah,
sesungguhnya engkau pernah mengatakan, “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang
tidak berakhlak,” tetapi engkau justru mengirimkan jubah ini kepadaku.’ Maka Rasulullah
bersabda kepadanya, “Engkau bisa menjualnya atau menukarnya dengan sesuatu yang bisa
memenuhi kebutuhanmu.”

3. Waktu makan dan minum pada shalat ‘Ied hari raya Idul Adha dan idul Fitri

www.dietsehat911.com

“Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam tidak berangkat (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri
sebelum sarapan dan pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan sampai pulang, kemudian
beliau makan dari daging hewan-hewan kurbannya.” (HR Tirmidzi)

Al-‘Allamah as-Syaukani mengatakan, “Hikmah diakhirkannya makan pada hari raya Idul Adha
adalah karena pada hari itu disyari’atkan penyembelihan hewan kurban dan memakan sebagian
darinya. Oleh karena itu, makannya disyari’atkan dari hewan kurban itu.”

4. Melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang shalat ‘Ied

Dari Jabir radhiallahu’anhu, dia berkata, “Jika hari raya ‘Ied tiba, Nabi shalallahu’alaihi wa
sallam biasa mengambil jalan lain (ketika berangkat dan pulang).” (HR Bukhari)

5. Bertakbir

Adapun bertakbir pada hari raya kurban, didasarkan pada ayat Al Qur’an:

Dan berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dalam beberapa hari yang terbilang. (Al-
Baqarah: 203)

Waktu takbir pada hari raya kurban dimulai sejak Subuh hari ‘Arafah hingga Ashar pada hari
terakhir hari Tasyrik. Lafazh takbir yang berasal dari riwayat Ibnu Mas’ud bahwasanya dia
bertakbir pada hari tasyrik dengan lafazh, “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah,
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Wa Lilaahilhamd.”

www.dietsehat911.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->