“Akuisisi Pengetahuan” (Knowledge Acquisition) Akuisisi pengetahuan adalah pengumpulan data-data dari seorang pakar ke dalam suatu

sistem (program komputer). Bahan pengetahuan dapat diperoleh melalui buku, jurnal ilmiah, literatur, seorang pakar, browsing internet, laporan dan lain-lain. Sumber pengetahuan dari buku, jurnal ilmiah, literatur, seorang pakar, browsing internet, laporan dijadikan dokumentasi untuk dipelajari, diolah dan dikumpulkan dengan terstruktur menjadi basis pengetahuan (knowledge base). Sumber-sumber pengetahuan yang diperoleh agar menghasilkan data-data yang baik maka perlu diolah dengan kemampuan yang baik pula sehingga dapat menghasilkan solusi yang efisien. Karena kemampuan yang menjadi hal yang pokok/ wajib dibutuhkan oleh seorang pengembang sistem. Mendapatkan pengetahuan dari pakar adalah tugas kompleks yang sering menmbulkan kemacetan dalam konstruksi ES. Dalam membangun sistem besar, seseorang memerlukan knowledge engineer atau pakar elisitasi pengetahuan untuk berinteraksi dengan satu atau lebih pakar manusia dalam membangun basis pengetahuan. Biasanya knowledge engineer membantu pakar menyusun area persoalan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan jawaban manusia, menyusun analogi, mengajukan contoh pembanding, dan menjelaskan kesulitan konseptual.

“Basis Pengetahuan“ (Knowledge base) Basis pengetahuan berisi pengetahuan relevan yang diperlukan untuk memahami, merumuskan, dan memecahkan persoalan. Basis tersebut mencakup dua elemen dasar : 1. fakta, misalnya situasi persoalan dan teori area persoalan, dan 2. heuristik atau aturan khusus yang mengarahkan penggunaan pengetahuan untuk memecahkan persoalan khusus dalam domain tertentu. Selain itu, mesin inferensi dapat menyertakan pemecahan persoalan untuk tujuan umum dan aturan pengambilan keputusan ). Heuristik menyatakan pengetahuan peniliaian informal dalam area aplikasi. Pengetahuan, tidak hanya fakta, adalah bahan mentah primer dalam sistem pakar.

“Konsep Dasar Sistem Pakar” mencakup beberapa persoalan mendasar, antara lain siapa yang disebut pakar, apa yang dimaksud dengan keahlian, bagaimana keahlian dapat ditransfer, dan bagaimana sistem bekerja. Pakar adalah orang yang memiliki pengetahuan, penilaian, pengalaman, metode khusus, serta kemampuan untuk menerapkan bakat ini dalam memberi nasihat dan

Pakar biasa memiliki beberapa konsep umum. Pengetahuan yang disimpan di komputer disebut sebagai basis pengetahuan. Kedua. Memecahkan persoalan dengan cepat dan tepat. Kedua. Menyusun ulang pengetahuan. Pengalihan keahlian dari para ahli ke media elektronik seperti komputer untuk kemudian dialihkan lagi pada orang yang bukan ahli. . pakar di suatu perusahaan/instansi bisa pensiun. mahasiswa kedokteran mungkin disebut pakar dalam penyakit dibanding petugas administrasi. Jika keahlian-keahlian sudah tersimpan sebagai basis pengetahuan dan tersedia program yang mampu mengakses basis data. Ketiga.memecahkan masalah. Keahlian sering dicapai dari pelatihan. membaca. yaitu: fakta dan prosedur (biasanya berupa aturan). tetapi bukan pakar di rumah sakit terkemuka. Pertama. Salah satu fitur yang harus dimiliki oleh sistem pakar adalah kemampuan untuk menalar. Terdapat beberapa alasan bagi suatu perusahaan untuk mengadopsi sistem pakar. dan pengalihan pengetahuan ke user. Sistem pakar generasi kedua jauh lebih fleksibel dalam mengadopsi banyak representasi pengetahuan dan metode pertimbangan. Pengembangan sistem pakar dibagi menjadi dua generasi. atau telah meninggal. representasi pengetahuan (ke komputer). Membagi-bagi aturan jika diperlukan. Pakar pada satu waktu atau satu wilayah mungkin tidak menjadi pakar di waktu atau wilayah lain. dan pengetahuan implisit yang diperoleh dari pengalaman. Pertama. Proses inferensi ini dikemas dalam bentuk motor inferensi (inference engine). Misalnya. keluar. dan mempraktikkan. misalnya teori yang dipelajari dari buku teks atau kelas. Dan setiap sub sistem mempunyai sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi sistem tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Biasanya pakar manusia mampu melakukan hal berikut : Mengenali dan merumuskan persoalan. Menjelaskan solusi tersebut. harus mampu memecahkan persoalan dan mencapai tingkat performa yang secara signifikan ebih baik dari orang kebanyakan. Keahlian mencakup pengetahuan eksplisit. inferensi pengetahuan. Kebanyakan sistem pakar generasi pertama menggunakan aturan jika-maka untuk merepresentasikan dan menyimpan pengetahuannya. Menetapkan relevansi Keahlian adalah pengetahuan ekstensif yang spesifik terhadap tugas yang dimiliki pakar. maka komputer harus dapat diprogram untuk membuat inferensi. Sistem pakar memungkinkan pengetahuan ditransfer lebih mudah dengan biaya lebih rendah. pakar adalah relatif. Proses ini membutuhkan 4 aktivitas yaitu: tambahan pengetahuan (dari para ahli atau sumber-sumber lainnya). merupakan tujuan utama dari sistem pakar. pengetahuan perlu didokumentasikan atau dianalisis. pendidikan dan pelatihan adalah hal penting tetapi merupakan tugas yang sulit. Belajar dari pengalaman.