P. 1
fungsi

fungsi

|Views: 52|Likes:
Published by Hasan Aln

More info:

Published by: Hasan Aln on Nov 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

FUNGSI

Agustina Pradjaningsih, M.Si.
Jurusan Matematika FMIPA UNEJ
tinapradja.math@gmail.com
KOORDINAT CARTESIUS
Dalam bidang dipasang dua
sumbu koordinat yang saling
tegak lurus, sumbu X dan sumbu
Y beserta satuan panjang padanya,
O titik potongnya. Sistem ini
disebut Koordinat Cartesius
Ortogonal atau koordinat tegak.
Letak suatu titik (misal T) dalam
bidang cartesius ditunjukkan
dengan tunggal oleh pasangan
koordinat (x,y) [T(x,y)] dengan
x=absis=jarak titik sumbu Y dan
y=ordinat=jarak titik ke sumbu X
X
Y
T(x,y)
y
x
O
Misalnya sumbu X positip dipasang
kekanan dan sumbu Y positip keatas. O
disebut titik pangkal koordinat O(0,0).
Bidang cartesius terbagi menjadi 4
kuadran, yang terurut berlawanan arah
dengan jarum jam.
X
Y
I
IV
III
II
Dengan cara menentukan letak titik
melalui koordinat seperti diatas terjadilah
hubungan 1-1 antara pasangan bilangan riil
(x,y) dengan titik pada bidang.
G R A F I K
Jika nilai x dan y harus memenuhi suatu
persamaan misalnya F(x,y)=0 maka himpunan
penyelesaian persamaan tadi adalah himpunan
(x,y) yang memenuhi persamaan tersebut. Sedang
tempat kedudukan titik-titik yang sesuai disebut
grafik persamaan tsb [{T(x,y)/F(x,y)=0]
Contoh
Kurva
f={T(x,y)/y=x
2
+1}
Kurva
g={T(x,y)/ }
1
2
÷ = x y
Himpunan pasangan bilangan x
dan y yang berturutan : relasi.
R E L A S I
Jika diberikan X={x
1
,x
2
,x
3
,x
4
} dan
Y={y
1
,y
2
,y
3
,y
4
,y
5
} maka dapat
disusun pasangan-pasangan (x
1
,y
1
),
(x
1
,y
2
), (x
2
,y
3
), (x
3
,y
4
), (x
4
,y
4
).
S={(x
1
,y
1
),(x
1
,y
2
),(x
2
,y
3
),(x
3
,y
4
),(x
4
,y
4
)}
disebut relasi antara X dengan Y.
Relasi S juga dapat dianggap sbg
aturan mengawankan anggota X dgn
anggota Y.
Jika hubungan antara X dan Y dapat
dirumuskan, misalnya S(x,y)=0 maka
relasi S dapat ditulis sebagai
} 0 ) , ( / ) , {( = = y x S y x S
Relasi ini dapat diujudkan melalui
grafiknya.
x
1
x
2
x
3
x
4
y
1
y
2
y
3
y
4
y
5
X Y
S
Suatu relasi F disebut Fungsi jika
untuk (x,y
1
)eF dan (x,y
2
)eF berlaku
y
1
=y
2
[satu bilangan x (bilangan pertama)
mempunyai tepat satu y (bilangan kedua)
sebagai kawannya]
definisi : FUNGSI
Relasi fungsi F dari X ke Yditulis
y x : ÷ ÷ : F atau Y X F
Untuk satu nilai x selalu dan hanya ada
satu titik grafik.
Domain fungsi F [D(F)] : himpunan x
yang untuknya terdapat y yang memenuhi
(x,y)eF. [proyeksi ke sumbu X]
DOMAIN dan RANGE
Jika ada fungsi
0} ) , )/F( , {( F atau : F = = ÷ y x y x y x
maka
Range fungsi F [R(F)] : himpunan y yang
untuknya terdapat x yang memenuhi
(x,y)eF. [hasil proyeksi ke sumbu Y]
Jika sebuah fungsi dengan
daerah asal yang tidak dirinci
(tidak ada keterangan) maka
dianggap daerah asalnya adalah
himpunan bilangan riil yang
terbesar sehingga aturan fungsi
berlaku dan memberikan domain
bilangan riil.
1. Untuk fungsi f={(x,y)/y=2x
2
+5}
dengan -1sxs3, maka
D(F)=[-1,3] atau -1sxs3
R(F)=[5,23] atau 5sys23
Contoh
2. Diberikan fungsi h={(x,y)/y=x
2
+1}
maka
D(F)=(-~,~)
R(F)=[1,~)
Diberikan dua himpunan tak kosong
sbb :
3
-2
1
0
10
5
2
1
-3
A
B
Contoh
D(F)={-2,0,1,3}
R(F)={1,2,5,10}
FUNGSI PARAMETER
Hubungan fungsi x ke y terkadang
tidak tertulis langsung tetapi
melalui perantara suatu parameter
misalnya t . Jika g dan h fungsi-
fungsi
) ( D ) ( D A
)} ( / ) , {(
)} ( / ) , {(
h g
t h y y t h
t g x x t g
· = ÷
)
`
¹
= =
= =
Maka dapat disusun suatu relasi
yang menghubungkan x dan y :
} A dan ) ( dan ) ( / ) , {( e = = t t h y t g x y x
Jika fungsi g punya invers g
-1
maka dapat disusun fungsi, yang
akan menentukan fungsi dari x ke y
)) ( ( sehingga ) ( :
1 1 1
x g h y x g t g
÷ ÷ ÷
= =
Misalnya y=f(x), sehingga
Fungsi f dinamakan fungsi secara
parameter dengan t sebagai
parameternya dirumuskan
¹
´
¦
=
=
) (
) (
t h y
t g x
÷ = =
÷
))} ( ( / ) , {(
1
x g h y y x f
Maka fungsi dari x ke y berbentuk
Contoh
t s s
)
`
¹
= =
= =
t
t t h y h
t t g x g
0
sin ) ( :
cos ) ( :
0 & 1 1 ) sin(arccos ) ( > s s ÷ ÷ = = y x x t h y
fungsi f: A÷B merupakan
fungsi injektif, jika setiap unsur
yang berbeda di A memiliki peta
di B yang saling beda, atau
FUNGSI INJEKTIF
a. Jika x
1
,x
2
e A, dengan x
1
= x
2
,
maka f(x
1
) = f(x
2
)
b. Jika f(x
1
) = f(x
2
), maka x
1
= x
2
3. f : R ÷ R
x ‌÷2x
Fungsi injektif
1. 1
2
3
4
5
6
7
8
9
P
Q
Fungsi injektif
p
q
r
A
B
C
A
B
2.
Bukan fungsi
injektif
4. g : R ÷ R
x ‌÷ x
2
Bukan fungsi injektif
Contoh
fungsi f: A÷B merupakan
fungsi surjektif, jika setiap unsur
di B memiliki prapeta di A, atau
FUNGSI SURJEKTIF
a. Setiap unsur beB memiliki
padanannya di A
b. Untuk setiap unsur beB, ada
unsur aeA yang memenuhi
f(a)=b
3. f : R ÷ R
x ‌÷ 2x
Fungsi surjektif
1.
1
2
3
4
5
5
6
7
8
P
Q
Fungsi surjektif
p
q
r
A
B
C
A
B
2.
Bukan fungsi surjektif
4. g : R ÷ R
x ‌÷x
2
Fungsi surjektif
Contoh
fungsi f: A÷B merupakan fungsi
bijektif jika f satu-satu dan pada.
1. f : R ÷ R
x ‌÷2x
Fungsi bijektif
2. f : R ÷ R
x ‌÷Cos x
Fungsi bijektif
FUNGSI BIJEKTIF
Contoh
Aljabar fungsi artinya
operasi-operasi yang dapat
diterapkan pada fungsi. Mirip
seperti bilangan, operasi aljabar
pada fungsi juga didefinisikan
dengan mencakup penjumlahan,
pengurangan, perkalian,
pembagian dan perpangkatan.
ALJABAR FUNGSI
Jika diberikan dua fungsi f & g serta
x,neR maka aljabar fungsi dinyatakan :
• (f +g)(x)=f(x)+g(x), xe(D
f
·D
g
)
1. Penjumlahan
• (f -g)(x)=f(x)-g(x), xe(D
f
·D
g
)
2. Selisihnya
• (f g)(x)=f(x)g(x), xe(D
f
· D
g
)
3. Hasil kali
• (f /g)(x) =f(x)/g(x), xe(D
f
· D
g
),
g(x)=0
4. Hasil bagi
• f
n
(x)=[f(x)]
n
, xeD
f
n
5. Pangkat
x Diketahui dua fungsi f(x)=
dan g(x)=2x–3. Tentukan
daerah asal dari fungsi berikut
Contoh
4.(f /g)(x)
5. (f
3
)(x)
6. (g
2
)(x)
1.(f + g)(x)
2.(f – g)(x)
3.(f · g)(x)
( )
( ) ) , (- DA 9 12 4 3 2 )) ( ( ) )( ( . 6
) , 0 [ DA )) ( ( ) )( ( . 5
) , ( ) , 0 [ DA
3 2 ) (
) (
) ( . 4
) , 0 [ DA ) 3 2 ( ) ( ) ( ) )( ( . 3
) , 0 [ DA 3 2 ) ( ) ( ) )( ( . 2
) , 0 [ DA 3 2 ) ( ) ( ) )( ( . 1
2
2
2 2
3
3 3
2
3
2
3
2
3
· · ÷ + ÷ = ÷ = =
· ÷ = = =
· v ÷
÷
= =
|
|
.
|

\
|
· ÷ ÷ = · = ·
· ÷ ÷ ÷ = ÷ = ÷
· ÷ ÷ + = + = +
x x x x g x g
x x x f x f
x
x
x g
x f
x
g
f
x x x g x f x g f
x x x g x f x g f
x x x g x f x g f
Suatu fungsi dapat
digabungkan atau dikombinasikan
dengan fungsi lain, dengan syarat
tertentu. Sehingga menghasilkan
fungsi baru. Fungsi baru hasil
kombinasi fungsi-fungsi
sebelumnya ini dinamakan Fungsi
Bersusun/Fungsi Komposisi.
FUNGSI BERSUSUN
Misalkan f : R÷R dan g : R÷R
adalah dua fungsi maka
g f h f g h   = =
2 1
dan
) ( ( ) (



2
a g f a g a
g f h
R R R
f g
 
 =
÷÷ ÷ ÷÷ ÷
) ( ( ) (



1
a f g a f a
f g h
R R R
g f
 
 =
÷÷ ÷ ÷÷ ÷
mendefinisikan fungsi juga.
) )( ( dan ) )( ( x g f x f g  
3 2 ) 3 2 ( )) ( ( ) )( (
3 2 ) ( )) ( ( ) )( (
÷ = ÷ = =
÷ = = =
x x f x g f x g f
x x g x f g x f g


Contoh
x Diketahui dua fungsi f(x)=
dan g(x)=2x–3. Tentukan
Jawab
Dari hubungan fungsi
f:x→y=f(x) akan dicari hubungan
yang membawa y kembali ke x,
misalkan f*. Jika f* merupakan
fungsi maka f dan f* disebut
saling invers atau f* adalah invers
fungsi f dengan lambang f
-1
FUNGSI INVERS
dinotasikan
)} ( / ) , ( { ) ( )} ( { )} ( {
1 1
y f x y x x f y f x x f y
-
= = ¬ = · =
÷
Artinya untuk mendapatkan
invers fungsi y=f(x), pertukaran x
dan y [jadi x=f(y)] lalu
diselesaikan ke-y, fungsi yang
timbul adalah f
-1
, sedang D(f
-1
)=
R(f)) dan R(f
-1
)=D(f)
1 0 inversnya fungsi asal daerah
arcsin ) ( inversnya arcsin sin ) (
inversnya maka
0 asal daerah dengan sin ) ( fungsi Diberikan
arcsin invers arcsin sin
1
2
s s
= = ÷ = ÷ = =
s s = =
= ÷ ÷ = ÷ =
÷
x
x y x f y x x y x f
x x y x f
x y y x x y
t
Contoh
0 inversnya fungsi asal daerah
) ( inversnya ) (
inversnya maka
0 asal daerah dengan ) ( fungsi Diberikan
1 2
2
>
= = ÷ = ÷ = =
> = =
÷
x
x y x f y x x y x f
x x y x f
Beberapa fungsi memiliki
ciri-ciri tertentu yang dapat
segera dikenali jika dilihat
bentuk dan persamaannya.
Grafik dari fungsi khusus
memiliki kekhasan tersendiri.
JENIS FUNGSI : sebagian
Fungsi
aljabar
terukur
bulat
linier
kuadrat
pangkat-n pecah
tak terukur
transenden
goniometri
siklometri
logaritma
exponen
KOORDINAT KUTUB/POLAR
Dalam bidang dipasang sinar OA
sebagai sumbu kutub dengan O
sebagai pangkal koordinat. Suatu
titik T ditandai dengan koordinat
kutubnya T(r,u) dengan r=OT (ruas
garis beararah), u=sudut TOA yang
dipilih positip untuk arah putar kiri.
Untuk melihat hubungan sistem
cartesius dan kutub, impitkan pangkal
koordinat dan impitkan OA dengan
OX maka
{
x
y
2 2
arctan & atau
sin
cos
= + =
)
`
¹
=
=
u
u
y x r
r y
θ r x
X/A
Y
T(r, u)
y
x
O
u
r
Contoh
1. r=3 [lingkaran pusat (0,0) dgn
jari-jari r]
2. r=6cosu [lingkaran pusat (3,0)
jari jari 3]
3. r=3sinu (roset=bentuk mawar)
4. r=6(1+cos u) kardioida

KOORDINAT CARTESIUS
Dalam bidang dipasang dua sumbu koordinat yang saling tegak lurus, sumbu X dan sumbu Y beserta satuan panjang padanya, O titik potongnya. Sistem ini disebut Koordinat Cartesius Ortogonal atau koordinat tegak.

Letak suatu titik (misal T) dalam bidang cartesius ditunjukkan dengan tunggal oleh pasangan koordinat (x,y) [T(x,y)] dengan x=absis=jarak titik sumbu Y dan y=ordinat=jarak titik ke sumbu X

Y

x

T(x,y) y X

O

O disebut titik pangkal koordinat O(0. Bidang cartesius terbagi menjadi 4 kuadran. .Y II I X IV III Misalnya sumbu X positip dipasang kekanan dan sumbu Y positip keatas. yang terurut berlawanan arah dengan jarum jam.0).

y) yang memenuhi persamaan tersebut. Sedang tempat kedudukan titik-titik yang sesuai disebut grafik persamaan tsb [{T(x. Jika nilai x dan y harus memenuhi suatu persamaan misalnya F(x.GRAFIK Dengan cara menentukan letak titik melalui koordinat seperti diatas terjadilah hubungan 1-1 antara pasangan bilangan riil (x.y) dengan titik pada bidang.y)/F(x.y)=0] .y)=0 maka himpunan penyelesaian persamaan tadi adalah himpunan (x.

Contoh Kurva f={T(x.y)/y=x2 +1} Kurva g={T(x.y)/ y  x2 1 } .

y4).y3. (x1.y5} maka dapat disusun pasangan-pasangan (x1. . S={(x1.x3.y4)} disebut relasi antara X dengan Y.y4).(x1.(x4.y3).x2.RELASI Himpunan pasangan bilangan x dan y yang berturutan : relasi.y4).(x2. Jika diberikan X={x1.y1).y1).y2.(x3. (x3.y2). (x2.y3). (x4.x4} dan Y={y1.y2).y4.

y)  0} Relasi ini dapat diujudkan melalui grafiknya. y) / S ( x.y)=0 maka relasi S dapat ditulis sebagai S  {( x. Jika hubungan antara X dan Y dapat dirumuskan. .Relasi S juga dapat dianggap sbg aturan mengawankan anggota X dgn anggota Y. misalnya S(x.

x1 x2 y1 y2 y3 y4 x3 x4 X S y5 Y .

y1)F dan (x.y2)F berlaku y1=y2 [satu bilangan x (bilangan pertama) mempunyai tepat satu y (bilangan kedua) sebagai kawannya] Relasi fungsi F dari X ke Y ditulis F:X  Y atau F : x  y Untuk satu nilai x selalu dan hanya ada satu titik grafik. .definisi : FUNGSI Suatu relasi F disebut Fungsi jika untuk (x.

y)F. [hasil proyeksi ke sumbu Y] .DOMAIN dan RANGE Jika ada fungsi F : x  y atau F  {( x. y)/F(x.y)F. y)  0} maka Domain fungsi F [D(F)] : himpunan x yang untuknya terdapat y yang memenuhi (x. [proyeksi ke sumbu X] Range fungsi F [R(F)] : himpunan y yang untuknya terdapat x yang memenuhi (x.

.Jika sebuah fungsi dengan daerah asal yang tidak dirinci (tidak ada keterangan) maka dianggap daerah asalnya adalah himpunan bilangan riil yang terbesar sehingga aturan fungsi berlaku dan memberikan domain bilangan riil.

~) R(F)=[1.Contoh 1.23] atau 5y23 2. maka D(F)=[-1.3] atau -1x3 R(F)=[5.y)/y=x2+1} maka D(F)=(-~. Diberikan fungsi h={(x.~) . Untuk fungsi f={(x.y)/y=2x2+5} dengan -1x3.

10} .Contoh Diberikan dua himpunan tak kosong sbb : 10 3 -2 1 0 A 5 2 1 -3 B D(F)={-2.5.3} R(F)={1.1.0.2.

Jika g dan h fungsifungsi g  {(t . x) / x  g (t )}   A  D( g )  D(h) h  {(t . y) / y  h(t )} .FUNGSI PARAMETER Hubungan fungsi x ke y terkadang tidak tertulis langsung tetapi melalui perantara suatu parameter misalnya t .

yang akan menentukan fungsi dari x ke y g : t  g ( x) sehingga y  h( g ( x)) 1 1 1 .Maka dapat disusun suatu relasi yang menghubungkan x dan y : {(x. y) / x  g (t ) dan y  h(t ) dan t  A} Jika fungsi g punya invers g-1 maka dapat disusun fungsi.

sehingga f  {( x. y ) / y  h( g ( x))}  1 Fungsi f dinamakan fungsi secara parameter dengan t sebagai parameternya dirumuskan  x  g (t )   y  h(t ) .Misalnya y=f(x).

Contoh g : x  g (t )  cost  0  t   h : y  h(t )  sin t  Maka fungsi dari x ke y berbentuk y  h(t )  sin(arccosx)  1  x  1 & y  0 .

maka f(x1)  f(x2) b. jika setiap unsur yang berbeda di A memiliki peta di B yang saling beda. dengan x1  x2. Jika f(x1) = f(x2). atau a. Jika x1. maka x1 = x2 .FUNGSI INJEKTIF fungsi f: AB merupakan fungsi injektif.x2  A.

Contoh 1. p q r A A B C B Fungsi injektif 3. f : R  R x ‌ 2x  Fungsi injektif 4. g : R  R x ‌ x2  Bukan fungsi injektif Bukan fungsi injektif . 1 2 3 4 P 5 6 7 8 9 Q 2.

ada unsur aA yang memenuhi f(a)=b . Untuk setiap unsur bB.FUNGSI SURJEKTIF fungsi f: AB merupakan fungsi surjektif. jika setiap unsur di B memiliki prapeta di A. Setiap unsur bB memiliki padanannya di A b. atau a.

1 2 3 4 5 P 5 6 7 8 Q 2.Contoh 1. p q r A A B C B Fungsi surjektif Bukan fungsi surjektif 3. f : R  R x ‌ 2x  Fungsi surjektif 4. g : R  R x ‌ x2  Fungsi surjektif .

f : R  R x ‌ Cos x  Fungsi bijektif .FUNGSI BIJEKTIF fungsi f: AB merupakan fungsi bijektif jika f satu-satu dan pada. f : R  R x ‌ 2x  Fungsi bijektif 2. Contoh 1.

pengurangan. operasi aljabar pada fungsi juga didefinisikan dengan mencakup penjumlahan. . Mirip seperti bilangan.ALJABAR FUNGSI Aljabar fungsi artinya operasi-operasi yang dapat diterapkan pada fungsi. perkalian. pembagian dan perpangkatan.

x(Df Dg) • (f g)(x)=f(x)g(x). Hasil bagi • (f -g)(x)=f(x)-g(x). Selisihnya 3. Hasil kali 4. x(Df  Dg). xDfn 5. Penjumlahan • (f +g)(x)=f(x)+g(x). g(x)0 • f n(x)=[f(x)]n. Pangkat . x(Df  Dg) • (f /g)(x) =f(x)/g(x).Jika diberikan dua fungsi f & g serta x.nR maka aljabar fungsi dinyatakan : 1. x(Df Dg ) 2.

(f /g)(x) 5. (g2)(x) .(f + g)(x) 2. Tentukan daerah asal dari fungsi berikut 1. (f 3)(x) 6.Contoh Diketahui dua fungsi f(x)= x dan g(x)=2x–3.(f – g)(x) 3.(f  g)(x) 4.

) f f ( x) x 4. ) 3. ( f  g )(x)  f ( x)  g ( x)  x  2 x  3  DA [0. ) g g ( x) 2 x  3   5. ) 3 3 2 . ( g )(x)  ( g ( x))  2 x  3  4 x 2  12 x  9  DA (-. ( f )(x)  ( f ( x))  3 3 2 2 6.1. 32 )  ( 32 . ) 2  x   x  DA [0. ) 2. ( f  g )(x)  f ( x)  g ( x)  x  2 x  3  DA [0. ( f  g )(x)  f ( x)  g ( x)  x (2 x  3)  DA [0.  ( x)    DA [0.

Fungsi baru hasil kombinasi fungsi-fungsi sebelumnya ini dinamakan Fungsi Bersusun/Fungsi Komposisi. dengan syarat tertentu. .FUNGSI BERSUSUN Suatu fungsi dapat digabungkan atau dikombinasikan dengan fungsi lain. Sehingga menghasilkan fungsi baru.

f g R R R   h1  g  f a  f (a)  g ( f (a) g f R R R   h2  f  g a  g (a)  f ( g (a) .Misalkan f : RR dan g : RR adalah dua fungsi maka h1  g  f dan h2  f  g mendefinisikan fungsi juga.

Tentukan ( g  f )(x) dan ( f  g )(x) x Jawab ( g  f )( x)  g ( f ( x))  g ( x )  2 x  3 ( f  g )( x)  f ( g ( x))  f (2 x  3)  2 x  3 .Contoh Diketahui dua fungsi f(x)= dan g(x)=2x–3.

Jika f* merupakan fungsi maka f dan f* disebut saling invers atau f* adalah invers fungsi f dengan lambang f -1 .FUNGSI INVERS Dari hubungan fungsi f:x→y=f(x) akan dicari hubungan yang membawa y kembali ke x. misalkan f*.

fungsi yang timbul adalah f-1. y) / x  f ( y)} Artinya untuk mendapatkan invers fungsi y=f(x). pertukaran x dan y [jadi x=f(y)] lalu diselesaikan ke-y.dinotasikan { y  f 1 ( x)}  {x  f ( y)}  f -1 ( x)  {( x. sedang D(f-1)= R(f)) dan R(f-1)=D(f) .

Contoh Diberikan fungsi f ( x)  y  x 2 dengan daerah asal x  0 maka inversnya f ( x)  y  x 2  x  y  inversnya f 1 ( x)  y  x daerah asal fungsi inversnya x  0 y  sin x  x  arcsin y  invers  y  arcsin x Diberikan fungsi f ( x)  y  sin x dengan daerah asal 0  x  2 maka inversnya f ( x)  y  sin x  x  arcsin y  inversnya f 1 ( x)  y  arcsin x daerah asal fungsiinversnya 0  x  1 .

.JENIS FUNGSI : sebagian Beberapa fungsi memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat segera dikenali jika dilihat bentuk dan persamaannya. Grafik dari fungsi khusus memiliki kekhasan tersendiri.

linier bulat kuadrat pangkat-n terukur aljabar tak terukur Fungsi goniometri pecah siklometri transenden logaritma exponen .

.) dengan r=OT (ruas garis beararah).KOORDINAT KUTUB/POLAR Dalam bidang dipasang sinar OA sebagai sumbu kutub dengan O sebagai pangkal koordinat. Suatu titik T ditandai dengan koordinat kutubnya T(r. =sudut TOA yang dipilih positip untuk arah putar kiri.

) y X/A .Untuk melihat hubungan sistem cartesius dan kutub. impitkan pangkal koordinat dan impitkan OA dengan OX maka x  r cosθ  y atau r  x 2  y 2 &   arctan x  y  r sin    Y O r  x T(r.

r=6cos [lingkaran pusat (3.0) jari jari 3] 3. r=3 [lingkaran pusat (0.0) dgn jari-jari r] 2. r=6(1+cos ) kardioida . r=3sin (roset=bentuk mawar) 4.Contoh 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->