DIREKSI BANK INJ)QNESIA

No. 26/21/KEPIDIR

SURA T KEPUTUSAN DIREKSI BANK INDONESIA

TENTANG

BAT AS MAKSIMUM

PEMBERIAN

KREDIT

DJREKSI BANK INDONESIA,

Menimbang : a.

bahwa bank rnelakukan kegiatan usaha terutama dengan menggunakan dana mesyarakat yang dipercayakan kepadanya sehingga kepentingan dan kepercayaan masyarakat tersebut wajib dilindungi dan dipelihara; bahwa bank wajib memelihara kesehatan dan meningkatkan daya tahannya melalui penyebaran resiko dalam penanaman dananya sedemikian rupa agar tidak terpusat pada peminjam atau kelompok peminjam tertentu; bahwa dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 ten tang Perbankan, ketentuan tentang batas maksirnum pemberian kredit perlu disesuaikan; bahwa berhubung dengan itu dipandang perlu untuk menyempumakan ketentuan tentang batas maksimum pemberian kredit dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia.

b.

c.

d.

Mengingat :

1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1968 ten tang Bank Sentral (Lembaran Negara Tahun 1968 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2865); 2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3472);

r..mpl.,.... .j()

~MUTUSKAN: Menetapkan: SURAT KEPUTUSAN DIREKSI BANK INDONESIA TENTANG BATAS PEMBERIAN KREDIT Pasal 1
Yang dimaksud dalam Surat Keputusan ini dengan : a Batas Maksimum Pemberian Kredit adalah batas maksimum penyediaan dana yang diperkenankan untuk dilakukan oleh bank kepada peminjam atau kelompok peminjam tertentu; b Penyediaan dana adalah pemberian fasilitas kredit, fasilitas jaminan pembelian surat berharga, atau hal lain yang serupa, yang dapat dilakukan oleh bank kepada peminjam atau kelompok peminjam; c Fasilitas Kredit adalah fasilitas penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan. Dalam pengertian Fasilitas Kredit ini tennasuk pemberian fasilitas cerukan. d Fasilitas jaminan adalah segala jenis pemyataan bank yang mengandung unsur jaminan yang meliputi garansi bank, aval, endosemen, dan standby LIe, serta pemyataan lain yang mengandung unsur jaminan. Dalam pengertian fasilitas jaminan ini tidak termasuk LlC dalam rangka impor, LlC dalam negeri, dan shipping guarantee; e Pembelian surat berharga adalah penempatan dana dalam Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) yang masih ada dalarn portofolio bank yang bersangkutan termasuk commercial paper;
f Hal lain yang serupa dalam penyediaan dana adalah tagihan yang diambil

MAKSIMUM

alih oleh bank dalam rangka kegiatan anjak piutang dan tagihan-tagihan lainnya; g Peminjam adalah nasabah perorangan atau badan yang mernperoleh satu .atau lebih fasilitas penyediaan dana sebagaimana dimaksud dalam huruf b;

Lampl ...... -31

i.. keluarga dari pihak-pihak tersebut. i. Pihak-pihak yang terkait dengan bank adalah : i. anggota dewan komisaris. J Modal bank adalah modal sebagaimana dimaksud dalam ketentuan tentang kewajiban penyediaan modal minimum bank. plnon -31 . kepengurusan.. (2) Penyediaan dana kepada kelompok peminjam sebagairnana dimaksud dalam ayat 1 yang sudah dilakukan sebelum berlakunya Surat Keputusan ini. pejabat bank.Batas Maksirnurn Pemberian Kredit bagi satu kelompok perninjam yang tidak terkait dengan bank adalah sebesar 20% (duapuluh perseratus) dan modal bank. Sejak akhir Desember 1995 sampai akhir Maret 1997 setinggitingginya 35% dari modal bank. perusahaan-perusahaan yang didalamnya terdapat kepentingan dari pihak-pihak dimaksud di atas yaitu yang kepemilikannya 25% (duapuluh lima perseratus) atau lebih. Pasal 3 (1) . Pasal 2 Batas Maksimurn Pemberian Kredit bagi satu peminjam yang tidak terkait dengan bank adalah sebesar 20% (duapuluh perseratus) dari modal bank.h Kelompok peminjam adalah kumpulan peminjam yang satu sarna lain mempunyai kaitan dalam hal kepemilikan.. i..4. pemegang saham yang memiliki saham 10% (sepuluh perseratus) atau lebih dari modal disetor bank.l.2. i. anggota direksi.5...l. dan/atau hubungan keuangan. i.6.3. J. i..2. dan iJ. Sejak akhir Maret 1997 setinggi-tingginya 20010dari modal bank. wajib disesuaikan dengan ketentuan sebagai berikut : a b c Sampai akhir Desember 1995 setinggi-tingginya 50% dari modal bank. pada i.

Pasal 6 Ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit dikecualikan bagi jenis kredit dan/atau kredit untuk lembaga tertentu Pasal 7 Pelanggaran terhadap ketentuan dalan Pasal 2. Pa. 7/1992 tentang Perbankan. (2) . Pasal 3 dan Pasal 4 selain dapat dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam pasal 49 ayat 2 huruf b dan pasal 50 Undang-undang No. bank diwajibkan laporan setiap bulan kepada Bank Indonesia mengenai : a penyediaan dana kepada peminjam dan kelompok peminjam yang melarnpaui Batas Maksimurn Pernberian Kredit.. juga akan diperhitungkan dalam penilaian tingkat kesehatan.Pasa) 4 Batas Maksimum Pemberian Kredit bagi pihak-pihak yang terkait dengan bank baik untuk satu peminjarn maupun keseluruhan setinggi-tingginya 10% (sepuluh perseratus) dan moal bank. (2) Untuk fasilitas kredit yangpenarikannya dilakukan seeara bertahap. lAImpiran ·33 . 1 8 (1) Untuk memantau pelaksanaan ketentuan ini. Pasal 5 (1) Dalam memperhitungkan Batas Maksimum Pemberian Kredit digunakan jumlah yang terbesar dari pemjurnlahan penyediaan dana. Batas Maksimum Pemberian Kredit dihitung dari jumlah fasilitas yang disediakan untuk tahun takwim yang bersangkutan. atau baki debet penyediaan dana. b penyediaan dana kepada pihak-pihak yang terkait dengan bank. Laporan tersebut pada ayat (1) harus telah diterima oleh Bank Indonesia selambat-Iarnbatnya 2 (dua) minggu sesudah bulan laporan yang bersangkutan.

PasaitO Ketentuan pelaksanaan Surat Keputusan ini diatus lebih lanjut dalam Surat Edaran Bank Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Mei 1993 DIREKSI BANK INDONESIA J. Soedradjad Djiwandono Hendrobudiyanto . 21150lKEPfDIR tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Kepada Debitur atau Debitur Grup dan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.00 (satu juta Rupiah) untuk setiap kelambatan penyampaian laporan.000. 21151lKEPIDIR tentang Pemberian Kredit Kepada Pengurus dan atau Pemegang Saham rnasing-rnasing tertanggal 27 Oktober 1988 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.000. Pasaltt Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. danJatau b sanksi pidana sebagaimana diann dalam pasal 49 ayat (I) Undangundang Nomor 7 Tabun 1992. Pasal 9 Dengan berlakunya Surat Keputusan ini. maka Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.(3) Pelanggaran terhadap penyarnpaian laporan sebagaimana tersebut dalam ayat (1) dan (2) dikenakan sanksi berupa: a kewajiban membayar sebesar Rp. Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengumuman Surat Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. 1.

maka dalam penyaluran dananya bank diwajibkan mengurangi resiko dengan cara menyebarkan penyediaan dana sesuai dengan ketentuan Batas Maksimun Pemberian Kredit (BMPK) yang telah ditentapkan sedernikian rupa. b.BANK INDONESIA SE No. 26/211KEPIDIR tanggal 29 Mei 1993 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (Lampiran I). penyediaan fasilitas pemberian jaminan. untuk melindungi kepentingan dan kepercayaan masyarakat serta memelihara kesehatan dan meningkatkan daya tahan bank. 26/3/BPPP Jakarta. Dalam melakukan kegiatan penyaluran dana. Sehubungan dengan hal tersebut dapat dikemukaan penjelasan dan ketentuan pelaksanaan sebagai berikut : I. Perhitungan BMPK didasarkan atas jumlah yang terbesar dari penjumlahan penyediaan dana atau baki debet penyediaan dana. pembelian surat berharga. dan hal lain yang' serupa. c. Penyediaan dana yang terkena BMPK rneliputi : a. bank terutama menggunakan dana masyarakat yang dipercayakan kepadanya. pemberian fasilitas kredit. Oleh karena itu. 29 Mei 1993 SURAT EDARAN kepada DI INDONESIA Perihal -/Batas Maksimum Pemberian Kredit SEMUABANK Bersama ini disampaikan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. . d. 2. 3. Penjelasan Umum 1. sehingga tidak terpusat pada peminjam dan/atau kelompok peminjam tertentu. antara lain tagihan yang diambilalih oleh bank dalam rangka kegiatan anjak piutang yang dapat diberikan oleh bank kepada peminjam atau kelompok peminjam.

Pasar Uang (SBPU). dua atau lebih perusahaan dianggap kelompok apabila terdapat hubungan keuangan. BMPK dihitung dari jumlah fasilitas yang disediakan untuk tahun takwin yang berjalan. atau satu perusahaan memberikan bantuan keuangan kepada perusahaan lainnya. Untuk penyediaan fasilitas jarninan didasarkan atas nilai nominal jaminan yang diterbitkan. Untuk tagihan yang diambilalih dalam rangka anjak piutang didasarkan debet atau fasilitas penyediaan dana. hal-hal sebagai berikut : Untuk fasilitas kredit yang penarikannya dilakukan secara bertahap. c. Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan pejabat adalah anggota direksi.36 . Dalam Pasal 1 huruf h Surat Keputusan tersebut ditetapkan bahwa yang dimaksud dengan kelompok peminjam adaJah kumpulan peminjam yang satu sarna lain mempunyai kaitan daIam hal kepemilikan. sedangkan untuk fasilitas kredit yang penarikannya dilakukan tidak secara bertahap didasarkan atas baki debet penyediaan dana. Dalam hal kepernilikan. Untuk pernbelian Surat Berharga didasarkan atas nilai nominal. misalnya : satu perusahaan bertindak sebagai penjarnin kredit yang diterima dari perusahaan lainnya. dua atau lebih perusahaan dianggap kelompok apabila sa. Dalam hal kepengurusan. b. anggota komisaris atau pejabat lainnya yang mernpunyai fungsi eksekutif Dalam hal tidak terdapat hubungan kepemilikan dan atau kepengurusan sebagaimana dimaksudkan pada huruf a dan b di atas. Lampll'1ln . c.Dalam hal ini dapat dikemukakan a. Sehubungan dcngan hal tersebut dapat dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan keterkaitan dalam hal kepemilikan. kepengurusan danlatau hubungan keuangan. atau satu perusahaan menguasai 35% (tigapuluh lima perseratus) atau lebih hak kepemilikan perusahaan lain. d. commercial paper b. baki IL BMPK untuk peminjam atau kelompok peminjam 1. kepengurusan dan/atau hubungan keuangan adalah sebagai berikut : a.tu atau lebih dari pejabat suatu perusahaan menjadi pejabat pada perusahaan lain. dua atau tebih perusahaan dianggap sebagai kelornpok apabiJa: 35% (tigapuluh lima perseratus) atau lebih dari hak kepemilikan masingmasing perusahaan dikuasai perusahaan atau seseorang atau secara bersama oleh suatu keluarga.

Saham bank yang dirniliki oleh pemegang saham tidak dibedakan antara saharn yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar di pasar modal. baik secara individual maupun secara keseluruhan masing-masing setinggi-tingginya sebesar lOOID (sepuluh perseratus) dari modal bank. dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut : a. pejabat bank lainnya. Dalam Pasal 1 huruf i Surat Keputusarn tersebut ditetapkan bahwa yang dimaksud dengan pihak-pihak yang terkait dengan bank adalah : a. anggota dewan komisaris.I. atau f perusahaan-perusahaan yang didalamnya terdapat kepentingan dari pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf e di atas. 2.2. e. diperlakukan sebagai peminjarn yang tidak terkait dengan bank. b. . d. pemegang sham yang memiliki 10% (sepuluh perseratus) atau lebih dari modal disetor bank. 3. Berkaitan dengan ketentuan pada angka 1 di alas. berlaku pula bagi kelompok dari pemegang saham yang hak kepemilikannya pada bank kurang dari 10010 (sepuluh perseratus) dari modal disetor bank. anggota direksi. Pemegang saham yang memiliki salam kurang dari 10010(sepuluh perseratus) dari modal disetor bank. Dapat ditambahkan bahwa kriteria kelompok peminjam sebagaimana dimaksudkan dalam angka II. Dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Surat Keputusan tersebut ditetapkan bahwa BMPK bagi satu peminjam yang tidak terkait dengan bank maupun bagi kelompok peminjam yang tidak terkait dengan bank masing-masing setinggi-tingginya sebesar 20010 (duapuluh perseratus) dari modal bank. keluarga dari pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam huruf a sampai dengan huruf c. b. IlL BMPK kepada pihak-pihak yang terkait dengan bank I. yaitu yang kepentingannya baik secara individual maupun bersama-sama sebesar 25% (duapuluh lima perseratus) atau lebih dari modal disetor perusahaan. ditetapkan bahwa BMPK bagi pihakpihak yang terkait dengan bank sebagaimana dimaksud pada angka 1. Sesuai dengan Pasal 4 Surat Keputusan di atas. c.

amplnn . 2.cucu kandung/tiri/angkat. menantu dan ipar. mertua. berlaku ketentuan BMPK sebesar 20010 (duapuluh perseranis) dari modal bank. Perusahaan yang didalamnya d. Pengertian keluarga adalah keluarga sarnpai dengan derajat kedua dalam garis turns maupun garis kesamping tennasuk. IV. Untuk perusahaan yang hak kepemilikannya kurang dari 25% (duapuJuh lima perseratus) dirniliki oleh bank.saudara kandungltirif angkat. sebagaimana dirnaksud dalam angka 1 huruf a sampai dengan huruf e diatas tetapi hak kepemilikan yang dikuasai oleh pihak-pihak tersebut baik secara individual maupun bersarna-sama kurang dari 25% (duapuluh lima perseratus) dari modal disetor perusahaan yang bersangkutan.saudara kandung/tiri/angkat dari orang tua.suami/isteri dari anak kandung/tiri/angkat.suarni/isteri. l. . BMPK untuk perusahaan sebagaimana 1. terdapat kepentingan pihak-pihak.saudarakandungltirifangkat dan suami/isteri. .kakek kandung/tiri/angkat. diperlakukan sebagai peminjam yang tidak terkait dengan bank. . . . .mertua. Dengan demikian yang dimaksud dengan keJuarga meliputi : .anak kandung/tiri/angkat.38 . dimaksudkan diatas diatur sebagai berikut : Untuk perusahaan yang hak kepemilikannya 25% (duapuluh lima perseratus) atau lebih dimiliki oleh bank. BMPK untuk perusahun dalam kelompok yang sama dengan bank Yang dimaksud dengan perusahaan daJarn kelompok yang sarna dengan bank adalah perusahaan yang sebagian atau seluruh hak kepemilikannya dimiliki oleh bank yang bersangkutan . berlaku ketentuan BMPK sebesar 20010 (duapuluh perseratus) dari modal bank. .orang tua kandung/tiri/angkat. . .c. Untuk seluruh perusahaan sebagaimana dimaksudkan dalam angka 1 dan angka 2. berlaku ketentuan BMPK sebesar 10010 (sepuluh perseratus) darn penyertaan bank pada perusahaan terscbut. 3.

Kredit kelolaan yaitu kredit tanpa resiko bank.T.APabila bank bertindak sebagai bank induk dalam rangka sindikasi. e. ASEI an Perum PKK. baik Pemerintah Pusat maupun b. kecuali ada perjanjian risk sharing atau ada jaminan dari bank peserta sehingga jumlah tersebut menjadi bagian BMPK bank peserta yang bersangkutan. Bagian yang dijamin oleh bank lain sebagairnana dimaksud dalam angka 1 huruf e di atas diperhitungkan sebagai BMPK bank yang menjamin.000. Dalam hubungan ini dapat dijelaskan bahwa : a.. 2. Pangsa kredit sindikasi dimasukkan kedalam perhitungan BMPK dari masingmasing bank yang bersangkutan.. tetapi tidak boleh berlaku surut serta maksimum sebesar nilai pertanggungan. P. Kredit yang diberikan untuk mendukung upaya pelestarian swasembada pangan dan pengembangan koperasi yang meliputi : Kredit Usaha Tani (KUT). termasuk pemberian kredit.v. Kredit kepada BULOG dalam rangka pengadaan pengan dan gula. DaJam kaitan ini perlu ditegaskan bahwa pengecualian kredit yang dijamin oleh lembaga-lembaga asuransi dimaksud dari ketentuan BMPK hanya berlaku sampai dengan akhir tahun 1994. b. d. Kredit kepada KUD untuk pengadaan padi/palawija. Bagian kredit yang dijamin oleh bank-bank utama (prime banks) dari luar negeri. maka kredit yang diberikan sebagai talangan (bridging loan) untuk memenuhi pangsa kredit bank lain. cengkeh dan pupuk. f.T.000.mplnn-J9 . Ketentuan BMPK dikecualikan utnuk kredit-kredit sebagai berikut : a. termasuk kantor -kantornya di luar negeri. Bagian kredit yang dijamin oleh Pemerintah. Penempatan dana pada bank-bank lain.(tigapuluh juta Rupiah) bagi setiap anggota. Kredit kepada koperasi primer untuk disalurkan kepada anggota guna membiayaan kegiatan usaha produktif maksimum Rp. Kredit-krroit yang tidak terkena BMPK 1. 30. t. Bagian Kredit yang dijamin oleh bank lain dalam rangka risk sharing. Bagian kredit yang dijamin oleh P. sehingga mulai awal tahun 1995 pengecualian tersebut tidak berlaku lagi. termasuk dalam perhitungan BMPK bank induknya. Pemerintah Daerah.Askrindo. c. g. Dalam pengertian kredit kelolaan tidak termasuk kredit "Two Step Loan".

. kecuali bagi Bnak Perkreditan Rakyat jenis tertentu. mengenai : a.1PK dengan Surat Keputusan tersebut..5% (duabelas-setengah perseratus) dari modal bank . penyediaan dana kepada perninjam dan kelompok peminjam yang melampaui BMPK. Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan ini.. 3. samapi akhir Maret 1997 setinggi-tingginya 35% (tigapuluh lima perseratus) dari modal bank. b.Sejak akhir Mareet 1997 setinggi-tinggin ya 10010 (sepuluh perseratus) dari modal bank 4. Berdasarkan Pasal 8 ayat (1) Surat Keputusan tersebut.Sampai akhir Desember 1995 setinggi-tingginya50% (Limapuluh perseratus) dari modal bank. lMmpl . b.Sejak akhir Desember 1995 sampai akhir Maret 1997 setinggi-tingginya 12. maka : a. Penyediaan dana bagi kelompok perninjam yang sudah disediakan atau dikakukan sebelum berlakunya Sum Keputusan tersebut hams disesuaikan dengan ketentuan Pasal 3 secara bertahap dengan jadual sebagai berikut : . Ketentuan BMPK diberlakukan bagi semua Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Penyediaan dana bagi peminjam yang terkait dengan bank yang sudah disediakan atau dikakukan sebelum berlakunya Surat Keputusan tersebut hams disesuaikan dengan ketentuan Pasal4 ayat (2) secara bertahap denganjadual sebagai berikut : . Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan tersebut selain akan dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 49ayat (2) huruf b dan Pasal 50 Undang-undang No 7/1992 tentang Perbankan juga akan diperhitungkan dalam penilaian tingkat kesehatan bank. yaitu Bank Desa dan Lumbung Desa yang didirikan dengan Staatblad No. seluruh penyediaan dana kepada pihak-pihak yang terkait dengan bank. operasional bank yang beroperasi 2. Penyediaan dana yang telah jatuh waktu yang diperpanjang kembali (roll-over) diberlakukan pula ketentuan BMPK sesuai Surat Keputusae tersebut. 357 Tahun 1929. _ 4() . c. Lain-lain I.. Ketentuan BMPK berlaku pula bagi kantor-kantor di luar Indonesia. 5. Penyediaan dana yang diberikan sejak ditetapkannya Sural Keputusan dimaksud diberlakukan ketentuan Bl\.VI.Sejak akhir Desember 1995. -Sejak akhir Maret 1997 setinggi-tingginya 20010 (duapuluh perseratus) dari modal bank.. bank: diwajibkan menyarnpaikan laporan kepada Bank Indonesia setiap bulan selarnbat-lambatnya 2 (duajminggu setelah akhir bulan yang bersangkutan.

7.6. Thamrin No. Laporan-laporan sebagairnana dim:l. c. Jakarta 10010 bagi bank swasta bukan bank devisa dan Bank Perkreditan Rakyat. c. tidak berlaku.H.. Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bank Swasta Devisa dan LKBB.2. Thamrin No.. b.ks:'dkc.!l pada angka 5 di atas bersifat rabasia dan harus disampaikan kepada Bank Indonesia dengan alamat : a.M. Kantor Cahang Bank Indonesia setempat bagi semua Bank Umum dan Bank Perkreditan Raleyat yang berkantor pusat di wilayah kerja Kantor Cabang Bank Indonesia dengan menggunakan formulir laporan seperti oontoh terlampir. Surat Edaran No. Dengan dikeluarkannya a. 1988 perihal Pemberian b. dicabut dan dinyatakan Demikian agar Saudara maklum. Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bank Pemerintah. 21111IBPPP tanggal 27 Oktober Kredit kepada pengurus dan atau pemegang saham.2.H Thamrin No. pemegang saham dan keluarganya.2. Surat Edaran No. 2111OIBPPP tanggal 27 Oktober 1988 perihal Batas Maksimum Pemberian Kredit kepada debitur atau debitur grup. Surat Edaran ini. Jakarta 10010 bagi Bank Umum milik negara dan Bank Umum milik Pemerintah Daerah DK! Jakarta. yang berkedudukan di wilayah ketja Bank Indonesia Jakarta.. Bank Campuran dan kantor cabang bank asing yang berkedudukan di wilayah kerja Bank Indonesia Jakarta. Jakarta 10010 bagi bank devisa. TI. . Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bnak Swasta Bukan Bank Devisa. 23/13IBPPP tanggal 28 Februari 1991 perihal Penjelasan beberapa aspek tenang batas maksimum pemberian kredit kepada debitur dan debitur grup serta pengurus. M. Jl. BANK INDONESIA Hendrobudiyanto Subarjo Joyosumarto Lampi . J1_ M.41 .H. maka : 8_ Surat Edaran No. d.. Pelanggaran terhadap kewajiab penyampaina laporan dimaksud pada angka 5 di atas dikenakan sanksi sebagaiman diatur dalam Pasal 8 ayat (3) Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia tersebut.

'.. ...' "'. Undang-undar. c. ..-: 1992 tentang Perbankan (Lembaran Tabun 1992 Ncmor . I'.pandang perlu untuk menetapkan ketentuan oj! ~r ..g "·t"'-.r'[.:..ilihll~. tentang Kredit Mengingat : 1...dOc'lj Negara Tahu.'.l\. Undang-undarr.-.t:[.:.nasuk tanah dan rumah yang ditempati..» ~nc':Ji'~l' j cer.DIREKSI BANK INDONESIA No.rl ini dengan : (1 ) Usaha kecil adcJ?~. Latnplran·41 . :nemiliki total asset maksimum Rp 600 juta . . [..-"""il Tahun 1968 Nomor 03. :~) . 2. Tabun 1992 tentang Bank Umum (Lembaran '1' Menetapkan: SURA T KEPUTUSA.h~".'ji1>l\l ( J\~DONESIA -. C.ojuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasionai 1. . Peraturan Pem::..1_ . i >~:" ..i$~.a mtr. Indonesia..".( C... dan stabilitas nasiona. 26/24lKEPIDIR ~Jj~"" . 'c.. bahwa dalam n1t-:'r:~:' !"" < .T .. lim sasaran pemerataan diperlukan program penyediaan !(Tfxi.'iDONESIA. 'JANK INDONESIA TENTANG KREDIT Yang dimaksud daiam ourxr . .~:....( .~ :..'l. .:.jh luas oleh semua bank bahwa berhubung b... 3.(. '. ". Negara N'.ed! yang produktif dengan mantaap serta didukung dan d. . Surat Keputusan Direksi Bank.. ~'..~<"". lJdLij Lembaran Negara Nomor 3472).. bahw.." ~ (enam ratus jt <a ·t~~~.'~::Aankesejahteraan rakyat banyak..: ' .:~:. 1968 tentang Bank SentraI (Lembaran Negara Lembaran Negara Nomor 2865)..~. Menimbang: a.' USAN T j< 'hr~~i. . .r~:~:.'. :~2~:~: .a.... [.:-. U3(1h.>-'.ingki<tkan pemerataan pertumbuhan ekonomi. '. . ~.~. .• I 11. oerbank.l'· USAIIA KECIL."..

. (3) Untuk memudahkan pencapaian ketentuan tersebut pada ayat (1).(2) Usaha yang produktif adalah usaha yang dapt memberikan menghasilkan barang dan jasa nilai tambah dalarn Pasa( 2 Kredit yang diperhitungkan sebagai Kredit Usaha Kecil adalah: ( 1) Kredit yang diberikan kepada nasabah usaha kecil dengan plafon kredit maksimum Rp 250 juta (dua ratus lima puluh juta Rupiah) untuk membiayai usaha yang produktif (2) Kredit yang diberikan tertentu. (2) Ketentuan sebesar 20010 batas minimum pemberian Kredit Usaha Kecil tersebut didasarkan atas perhitungan gabungan untuk seluruh kantor bank yang bersangkutan. maka ketentuan dalarn pasal 5 ayat (2) dan ayat (3) Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 22/81lKEPIDIR tanggaJ 29 Januari 1990 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi Lampl . bank dapat menyalurkan dana Kredit Usaha Kecil melalui kerjasam dengan bank lain atau lembaga pembiayaan. untuk pemilikan rumah yang memenuhi persyaratan (3) Kredit lain yang dianggap kredit produktif Pasal 3 (1) Bank wajib menyalurkan Kredit Usaha Kecil sekurang-kurangnya dati total kredit yang diberikan. n~4J . Pasal 4 Kepatuhan atau ketidakpatuhan atas ketentuan jumlah minimum Kredit Usaha Kredit sebagaimana dimaksud pada pasal 3 ayat (1) akan diperhitungkan dalam penilaian tingkat kesehatan masing-masing bank Pasal 5 Dengan diberlakukannya ketentuan ini.

.. memerintahkan pengumuman Surat Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara. 44 . pJnon . Pasal 7 Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Agar setiap orang rnengetahui.Pasal 6 Ketentuan pelaksanaan dari Surat Keputusan ini ditetapkan lebih lanjut dengan Surat Edaran Bank Indonesia.. Soedradjad Djiwandono Hendrobudiyanto [ . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal29 Mei 1993 DIREKSI BANK INDONESIA J...

.BANK INDONESIA SE. 26/11BPPP Jakarta. 250 juta (dua ratus lima puluh juta Rupiah) untuk membiayai usaha yang produktif. PENGERTIAN 1. Yang dimaksud denga usaha keeil adalah usaha yang memiliki total asset maksimurn 2. Khusus kredit yang diberikan kepada nasabah usaha keeil dengan plafon kredit samapai dengan Rp. modernisasi. Yang dimaksud dengan Kredit Usaha Kecil adalah kredit yang diberikan kepada nasabah usaha kecil denga plafon kredit maksimum Rp. Yang dimaksud dengan usaha yang produktif adalah usaha yang dapat memberikan niJai tambah dalam menghasilkan barang dan jasa. 600 juta (enam ratus juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan rumah yang ditempati. Rp.Bank Indonesia No. l. Kredit tersebut dapat berupa kredit investasi maupun modal kerja. ekspansi. seluruhnya dianggap sebagai KUK. No. dipandang perlu untuk menyempurnakan ketentuan KUK sebagai berikut : I. 3. 29 Mei 1993 SURATEDARAN kepada SEMUA BANK DJ INDONESIA Peri hal : Kredit Usaha Kecil (KUK) Menunjuk Surat Keputusan Direksi . relokasi danlatau pendirian proyek barn. Kredit investasi merupakan kredit jangka rnenengahlpanjang untuk membiayai pembelian barang-barang modal dan jasa yang diberikan untuk rehabilitas. Sedangkan kredit modal kerja merupakan kredit jangka pendek untuk membiayai kebutuhan modal kerja usaha atau proyek. tanpa melihat jenis penggunaannya untuk kegiatan produktif atau konsumtif. 26/24IKepIDir tanggal 29 Mei 1993 tentang Kredit Usaha Kecil.ampinn ·45 . 25 juta (dua puluh lima juta Rupiah).. maka dalam rangka meningkatkan efektifitas pemberian Kredit Usaha Kecil (KUK).

n ·46 . Pemilikan rumah tipe 70 ke bawah (KPR s.d. Batas minimum KUK JumaIh KUK yang hams diberikan oleh sekurang-kurangnya 20% dari total ktedit yang diberikan kepada nasabahnya. c.. Pemilikan Kapling Siap Bangun (KSB) dengan luas tanah 54 m2 s. Dana Adapun rincian dan rumus dimaksud adaIah sebagai berikut : a. c. u KETENTUAN BATAS MINIMUM KUK I. yang digunakan untuk pembiayaan bukan KUK.4. 250 juta (dua ratus limapuluh juta Rupiah). Total kredit dalam Rupiah Total KLBI bukan KUK Kelolaan .d. Lampl . maka dapat dipertimbangkan pemberian KPR untuk membiayai bangunannya. Dalam pengertian KUK tersebut termasuk juga kredit yang diberikan untuk pengadaan perumahan yaitu : a. Total kredit dalam Rupiah jumlah baki debet dari seluruh kredit yang diberikan kepada nasabah dalam Rupiah. 72 rn Dalam hal nasabah telah rnemiliki KSB..4. (ii) Penerusan pinjaman. Perbaikanlpemugaran rumah sebagaimana dimaksud dalam angka I. Dalam JX)S ini dimaksudkan pula: (i) Biaya IokaJ bantuan proyek eks dana perbankan dan Development Loan through the Banking System (DBLS) pinjaman Rupiah.b. yaitu dana-dana yang diterima melalui Bank Indonesia untuk pemberian kredit kepada nasabah dan atas pemberian kredit tersebut bank menanggung resiko. misalnya nilai lawan valuta asing DLBS dan nilai lawan valuta asing bantuan proyek yang resikonya ditanggung oleh bank.a dan lA. Perhitungan batas minimum KUK Batas minimum pemberian KUK dihitung dengan menggunkan rumus sebagai berikut : Total KUK ------------------------------------x 100% 2.. rumah sederhana atau rumah susun yang akan ditempati oleh nasabah dengan luas tanah maksimum 200 m2 dan luas bangunan tidak lebih dan 70 m2 2 b. b.Bl bukan KUK adalah KLBl yang ditarik oleh bank dari Bank Indonesia bukan dalam rangka KUK. T-70). d. Pemilikan rurnah toko (Ruko) oleh usaha kecil dengan 1uas tanah maksimum 200 m2 dan luas bangunan rumah dan toko tersebut rnasing-masing tidak lebih dari 70 m2 Plafon kredit tidak rnelebihi Rp. Ketentuan batas minimum pernberian KUK tersebut didasarkan atas perhitungan gabungan untuk seluruh kantor bank yang bersangkutan. Total KUK adalah jumlah baki debet KUK dalam Rupiah. Total Kl. Kredit ini diberikan untuk membiayai pernilikan rumah inti.

Adapun bentuk kerjasama tersebut antara lain dapat berupa pinjaman langsung dari Bank Umum kepada BPR.47 . Pinjaman langsung dari Bank Umum kepada BPR a. Bank Umum dapat bekerjasama dengan Bank Umwn lainnya. piutang (factoring) dan pener:bitan Surat Berharga Pasar Uang Kredit Usaha Kecil (SBPU-KUK). b. 10. hanya dapat diperhitungkan sebagai KUK dari masing-masing bank sepanjang kredit yang diterima oleh . Kredit yang diberikan oleh suatu Bank Umum kepada BPR dengan jumlah sampai dengan Rp 250 juta (dua ratus lima puluh juta Rupiah) dapat diperhitungkan sebagai KUK dati Bank Umum pemberi kredit. BPR atau Lembaga Pembiayaan. Dalam hal ini BPR harus menyalurkannya untuk. Bank Campuran yang telah memilik untuk memenuhi kewajiban pemberian kredit ekspor sebesar 50010 dari kreditnya. biaya lokal bantuan proyeek eks Rekening Dana Investasi (RDI). 3. Dalam hal ini BPR harus menyalurkan kredit tersebut kepada nasabah KUK.d. Besarnya KUK dari masing-masing bank diperhitungkan atas dasar pangsa dananya. Pembiayaan bersama dapat dilakukan antara Bank Umum. Dana kelolaan adalah dana yang diterirna melalui Bank Indonesia atau yang diterima langsung dari Departemen Keuangan untuk pemberian kredit kepada nasabah dan alas pemberian kerdit tersebut bank tidak menanggung resiko. dimanasalah satu dari bank tersebut bertindakseoagai bank induk.gan pedoman sebagai berikut: 1.masing-masing nasabah dimaksud tidak lebih dari Rp 250 juta (dua ratus lima puluh juta Rupiah). Ketentuan batas minimum KUK tersebutberlaku bagi semua bank. antara Bank Umum dengan BPR' antara Bank Umum denga Lembaga Pembiayaan. kecuali bagi kantor cabanglkantor cabang pembantulkantor perwakilan dari bank yang berkedudukan di luar negeri dan. dan kredit investasi eks RDI. Pembiayaanbersarna (joint financing) Pembiayaan bersama adalah pemberian kredit kepada sejumlah nasabah KUK oleh lebih dari satu bank. ~RJASAMA DALAM RANGKA PEMBERIAN KUK Untuk memungkinkan pemberian KUK secar luas.it yang diberikan oleh lebih dari satu Bank Umum danlatau BPR kepada sejumlah nasabah KUK. den. KetentUan pembiayaan bersama tersebut adalah bahwa kred. penerusan kredit ( channeling). 2. Kredit yang diberikan oleh lebih dari satu Bank Umum kepada setiap BPR hanya dapat diperhitungkan sebagai KUK. sepanjang plafon kredit masing-masing Bank Umum tidak lebih dari Rp 250 juta (dua ranis lima puluh juta Rupiah). anjak. financing). misalnya nilai lawan valuta asing bantuan proyek. pembiayaan bersama (joint. pemberian KUK. Lamplran .

Suku bunga SBPU-KUK diserahkan kepada rnasing-masing bank. d.3. c. S. BPR atau Lembaga Pembiayaan dapat bertindak sebagai penyalur KUK (channeling agent) dati suatu Bnak Umwn atau BPR Kredit kepada nasabah yang plafonnya tidak lebih dari Rp 250 juta (dua ratus lima puluh juta Rupiah) dapat diperhitungkan sebagai KUK dari Bank UmumlBPR pemili dana tetapi tidak diperhitungkan sebagai KUK dari Bank Umum!BPR pengalur kredit. bam dapat diperhitungkan sebagai KUK setelah ada bukti bahwa dana tersebut benar-benar telah disalurkan kepada nasabah. Dana yang disalurkan kepada bank/lembaga penyalur.48 . e. 4. SANKSI Agar pemberian kredit kepada usaha kecil tersebut dapat terlaksana secara efektif. Anjak piutang (factoring) Yang dimaksud dengan anjak piutang adalah pengambilan-alihan tagihan nasabah. Bank Umum atau BPR dapat melakukan pengambilalihan tagihan nasabah Bank Umum atau BPR tainnya atau nasabah Lembaga Pembiayaan. Mekanisme dan syaratsyarat dalam kerjasama tersebut sebagai berikut : a. Perhitungan KUK Bank Umum penerbit SBPU-KUK adalah total KUK sebelum penerbit SBPU-KUK dikurangi dengan jumlah SBPU-KUK yang diterbitkan. dapat diperhitungkan sebagai KUK Bank Umum atau BPR yang bersangkutan. Penerusan kredit (channeling) Bank Umum. Perhitungan KUK Bank Umum pembeli SBPU-KUK adalah total KUK sebelum pembelian SBPU-KUK ditambah dengan jumlah SBPU-KUK yang dibe1i. dan dengan catatan setelah menjual SBPU-KUK. IV. sepanjang nasabah dimaksud memenuhi kriteria KUK. Penerbitan SBPU-KUK Untuk membantu Bank Umum dalam mencapai ketentuan KUK maka bagi Bank Umum yang belum mencapai KUK 50010dapat membeli SBPU-KUK yang diterbitkan oleh Bank Umum lain yang memiliki rasio KUK di atas 20010dengan menggunakan mekanisme pasar. rasio KUK Bank Umum penerbit SBPU-KUK tidak boleh kurang dari 20%. b. sehingga Bank Umum atau BPR yang bersangkutan mempunyai tagihan atas kewajiban nasabah tersebut sebesar dana yang telah direalisasikan. Kewajiban nasabab yang telah diambilalih tersebut. Jangka waktu SBPU-KUK yang diterbitkan maksimuml (satu) tahun. Resiko pemberian KUK tetap ada pada bank penerbit SBPU-KUKJBank Umum pemberi KUK. maka pencapaian rasio KUK 20010 akan diperhitungkan dalarn penilaian tingkat kesehatan bank Lampinon . f SBPU-KUK yag dibeli dapat diperhitungkan sebagai KUK Bank Umum yang bersangkutan sebasar nilai nominal SBPU-KUK.

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. Ketentuan mengenai kaitan pemberian KUK dengan perhitungan tingkat kesehatan diatur dalam ketentuan tersendiri. 22/4tUKK tanggal 29 Januari 1990 perihal Kredit Usaha Kecil. 3. apabila total kredit kepada nasabah yang bersangkutan tidak melebihi Rp 250 juta (dua ratus lima puluh juta Rupiah) maka dapat diperhitungkan sebagai KUK dari masing-masing bank sesuai dengan besar KUK yang diberikannya. V. PEMANTAUAN KUK Pemantauan atas pencapaian batas minimum KUK akan dilakukan berdasarkan data yang dilaporkan oleh masing-masing kantor bank baik kantor cabang maupun kantor pusat dalam Laporan Bulanan Bank-bank. Dengan dikeluarkannya 1. 49 . dan sebaliknya bagi bank yangtelah mencapai rasio KUK 20010 merupakan faktor penambah tingkat kesehatan. pertanggungan kredit. Surat Edaran ini maka Surat-surat Edaran : Kredit Usaha 2. 23/11UKK tanggal 10 Juli 1990 perihal Perhitungan Batas Minimum Keeil (KUK). KETENTUAN 1. dapat diperhitungkan sebagi KUK cIari masing-masing bank.yang bersangkutan. Pencabutan ketentuan dimaksud hendaknya dicatat pada Surat Edaran yang bersangkutan dengan menunjuk Surat Edaran sebagai referensi. Demikian agar Saudara maklum. VI. Perhitungan batas minimum KUK tersebut dilakukan pada setiap akhir bulan. No. No. 2. Bagi bank yang rasio KUKnya belum mencapai 20010 merupakan faktor pengurang. dan lain sebagainya diserahkan sepenubnya kepada kebijaksanaan bank pemberi kredit sesuai kelaziman perbankan dan perundang-undangan yang berlaku. LAINNY A Kredit yang diberikan oleh lebih dari satu Bank Umum danlatau BPR kepada suatu nasabah yangjumlahnya melebihi Rp 250 juta (dua ratus lima puluh juta Rupiah) tidak. jangka waktu kredit. BANK INDONESIA Hendrobudiyanto Subarjo Joyosumarto Loompiran . dan ketentuan lain mengenai KUK yang telah dikeluarkan sebelum Surat Edaran ini. suatu Bank Umum danlatau BPR kepada nasabah group hanya dapat diperhitungkan sebagai KUK sepanjang total plafon kredit yang diberikan kepada group termaksud tidak lebih dari Rp 250 juta (dua ratus lima puluhjuta Rupiah). Kredit Ketentuan lain yang menyangkut pemberian KUK yang tidak diatur dalam Surat Edaran ini seperti suku bunga kredit. Ketentuan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya Surat Edaran ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful