P. 1
Aplikasi Filsafat Ilmu Dalam Metodologi Penelitian

Aplikasi Filsafat Ilmu Dalam Metodologi Penelitian

|Views: 446|Likes:
Published by Vriend Ulum

More info:

Published by: Vriend Ulum on Nov 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2014

pdf

text

original

APLIKASI FILSAFAT ILMU DALAM METODOLOGI PENELITIAN

============================ Oleh : Prof.Dr.H.Imam Bawani,MA Kata metodologi berasal dari perbendaharaan bahasa Inggris methodology,1 gabungan dari method yang berarti cara dan logy atau logos (latin) artinya ilmu. Berarti, metodologi adalah ilmu yang membicarakan tentang cara, maksudnya cara melakukan sesuatu. Karena terkait dengan bagaimana “cara melakukan,” maka sesuatu tersebut pastilah berwujud pekerjaan, aktifitas atau kegiatan, dalam hal ini penelitian. Jadi, bagaimana cara melakukan pene-litian dengan baik dan membuahkan hasil maksimal, itulah yang menjadi fokus pembicaraan metodologi. Dan memang, prosedur atau tata cara yang harus ditempuh sebagai dimaksud, bu-kanlah sesuatu yang mudah, atau dengan sertamerta bisa dijalani oleh siapa saja tanpa per-siapan dan bekal apapun. Melainkan, untuk dapat melakukan penelitian dengan baik, perlu didukung oleh pengetahuan serta ketrampilan yang tersusun secara logis dan sistematis, dipel-ajari dengan penuh minat dan kesungguhan. Karena memenuhi sifat dan syarat demikian itu-lah, maka pengetahuan dan ketrampilan tentang tata cara melakukan penelitian, dikenal de-ngan sebutan logos atau ilmu. Dalam khazanah bahasa Indonesia, kata metode diartikan sebagai cara yang teratur dan terfikir baik-baik untuk mencapai maksud tertentu seperti di bidang ilmu pengetahuan, atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.4 Maksud atau tujuan yang ingin dicapai melalui metode (cara) terse-but, dalam kaitan ini dan sebagaimana telah dikemukakan
John M.Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia: An EnglishIndonesian Dictionary, Jakarta : Penerbit Gramedia, cetakan ke 20, 1992, hal.379 2 Loc.cit. 3 Ibid., hal.65 4 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Penerbit Balai Pustaka, cetakan ke tiga, 1990, hal.580-581 9
1 2 3

terdahulu, adalah kegitan peneli-tian. Apa yang dimaksud dengan penelitian? Sementara penulis memaknai penelitian dengan pemeriksaan atau penyelidikan, misalnya berupa aktifitas pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data keilmuan yang dilakukan secara hati-hati, sistematis dan obyektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji hipotesis guna mengembangkan prinisp-prinsip ilmiah secara umum.5 Dengan mencermati segi kebahasaan tersebut, kiranya dapat dirumuskan pengertian secara utuh, bahwa metodologi penelitian adalah ilmu yang membahas tata cara yang seharusnya ditempuh dalam penyelidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, dilakukan dengan cermat, hati-hati, kritis, logis, dan sistematis, misalnya diawali dari menyusun rancangan ju-dul beserta inti permasalahannya, diikuti studi kepustakaan secara mendalam tentang hal-ihwal terkait dengan itu, kemudian mencari dan mengumpulkan data yang relevan, menyusun dan mengolahnya, menganalisis dan akhirnya menarik kesimpulan, guna memecahkan per-soalan atau menjawab pertanyaan yang diajukan pada rumusan masalah. Tentu saja, banyak variasi pengertian di luar formulasi tersebut, masingmasing bergantung siapa yang menge-mukakan, berlatar belakang keahlian apa, dan melalui sudut pandang mana melihat, mencer- mati, dan merumuskannya. Namun ada sesuatu yang bersifat pasti, bahwa istilah “penelitian” bertumpu pada akar kata teliti, yang biasa dimaknai dengan cermat, saksama, ingat-ingat, dan hati-hati. 6 Artinya, tidak boleh gegabah atau sembarangan dalam melakukan aktifitas keilmuan tersebut, karena dapat mengurangi atau bahkan menggagalkan langkah dan upaya seseorang untuk mencapai kebenaran ilmiah yang diinginkan. Bagi mereka yang baru dalam tahap awal mempelajari ihwal dunia penelitian, sangat penting merenungkan,
5 6

Ibid., hal.920 Loc.cit.

(1)

1 0

dalam bahasa Arab digunakan istilah bahstul ilmi. hal. dan penelitian. Hati-hati. artinya selalu mempertanyakan sesuatu. misalnya dalam bentuk kata majemuk bahtsul masail (pembahasan berbagai masalah keagamaan)..467 Ibid. hal.301 9 Ibid.14 Jika re diartikan kembali atau berulang-ulang.480 16 Ahmad Warson Munawwir. sesuai dengan sistem berfikir ilmiah.mencamkan dan menginternalisasi kai-dah pokok tersebut. hal.. dan berulang-ulang. hal. 9 Sedemikian urgen mematok kegiatan penelitian pada kokohnya kesadaran untuk ber-pegang-teguh pada sifat dan sikap “teliti” dalam melakukan segala hal yang terkait dengan-nya. artinya penuh minat dan perhatian. pengejaran. misalnya dalam rangka menyusun skripsi.kata yang sepadan maknanya dengan research atau penelitian adalah albahts. Sistematis.cit.Logis. dan search ada-lah pencarian atau penyelidikan. kiranya perlu diuraikan satupersatu.472-473 14 Ibid. hal. dalam menyusun rancangan dan melaksanakan penelitian..11 Contoh.16 Di antara ketiganya.64 13 12 untuk selanjutnya mencari alternatif kebenarannya. pengambilan sampel jika diperlukan. dan juga istilah bahtsul ilmi (pembahasan atau pengkajian ilmu pengetahuan). hal. dan al-taftis. sehingga terlihat jelas tahap-tahapnya dari awal sampai ber-akhir seluruh kegiatan tersebut.849 9 1 0 . . tesis. padahal hasilnya jelek sekali.. Bagaimana memaknai kata “teliti” dengan rincian pengertian sebagaimana tersebut di atas. artinya bersungguh-sungguh dan selalu ingat. pemeriksaan. Selaras dengan itu. Prinsip berfikir logis diper-lukan. al-fahsh. Kamus Arab-Indonesia al-Munawwir. Yogyakarta : Unit Pengadaan Buku -buku Ilmiah Keagamaan. artinya berurutan. dan benar menurut penalaran10 atau jalan fikiran yang jernih dan lurus. jenis instrumen yang dipakai. Selaras dengan alur fikir tersebut. dan mengformulasikan judul penelitian ke dalam susunan kalimat yang baik dan benar menurut bahasa ilmiah. hati-hati. artinya sesuai dengan prinsip logika. logis. Op. dengan cara yang diatur baik-baik. research biasa dimak-nai dengan penyelidikan atau penelitian ilmiah (scientific research).. kritis.Echols dan Hassan Shadily.alah atau fokus penelitian. John M. dapat pula dicermati dari penggunaan kata “research” 12 menurut perbendaharaan bahasa Inggris.15 yang hanya berhasil manakala dilakukan dengan penuh ketelitian. Sikap kritis diperlukan. karena sama-sama dilakukan atas dasar dan bertujuan mencapai kebenaran ilmiah. atau disertasi. pada hakikat-nya tidak berbeda.507 15 Ibid. misalnya ketika menentukan sumber data. hal. mi-salnya ketika mencari. 1984. 7 8 10 11 Ibid. hal. lagi. dan sis-tematis.165 Ibid..nya.466 Ibid. Antara pembahasan masalah keagamaan (bahstul masail) dan pengkajian ilmu pengetahuan (bahstul ilmi). penggeledahan. Dalam bahasa Arab. penelusuran. yang menurut studi ini adalah muatan rinci dari istilah “teliti” sebagai kata dasar pe-nelitian. mestilah diatur tata kerja dan urutan langkah operasionalnya. pe-nyelidikan. teknik pengumpulan dan analisis data penelitian. maka untuk menyebut aktifitas keilmuan se-perti dalam wujud research atau penelitian di perguruan tinggi. kembali. tidak lekas puas atau percaya begitu saja. re artinya perihal..8 tidak grusagrusu (jawa) untuk sekedar cepat selesai. hal. misalnya ketika memilih dan menyusun rumusan mas.usaha mencermati dan menemukan titik kesalahan.13 se-dangkan search berarti pencarian. agar terbangun pada dirinya sikap cermat.. cetakan pertama. Bisa dikatakan. Sikap hati-hati sangat penting. dan dengan ketajaman analisis ber. biasa diartikan dengan pemeriksaan atau penyelidikan. al-bahts-lah yang lebih terkenal dan sering digunakan. Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak. menentukan pilihan. bahstul masail adalah bagian atau dilakukan dalam rangka kegiatan bahtsul ilmi. dalam kemandiriannya sebagai sebuah kata.530 Ibid. Cermat. Kritis..7 tidak sembrono (jawa) dan acakacakan semaunya ketika melakukan penelitian. maka timbul pertanyaan : Mengapa sesuatu harus dicari atau diselidiki berulang-ulang ? Jawabnya : Supaya mencapai keadaan atau memenuhi syarat kete-litian. hal. mengingat fungsinya amat sentral dalam memberi arah bagi seluruh aktifitas keilmuan tersebut. Dalam format terpisah. masuk akal.

al-Munjid : Fi al-Lughah wa al. 221. mengenai. timah. melainkan lebih jauh lagi menunjukkan betapa erat kaitannya dengan Louis Ma’luf. memeriksa. 186. tulisan (ejaan) aslinya ‘ilmiyyah dengan huruf ya’ dobel (tasydid). dan biasa dimaknai : sesuatu yang terkait dengan.365. unsur ketelitian memegang peranan sangat menentukan bagi keberhasilan jenis pekerjaan seperti itu.1037 Hans Wehr.. maka ditemukanlah aneka jenis benda seperti biji batu. have a talk about.Echols & Hassan Shadily. Akhirnya dapat ditarik pemahaman lanjut.19 Bertambah jelas melalui rangkaian kata-kata itu. bukan saja mengarah pada ter-simpulnya sikap teliti sebagai prasyarat utama dalam aktifitas penelitian. ilmiah merupakan kata jadian dari ‘lmu. Op. Beirut. Lagi-lagi akar katanya juga tetap ilmu. hal. membicarakan.” demikian pula istilah “penelitian ilmiah. Atas dasar itu. sumber lain mengartikan al-bahts dalam bentuk kata kerja dengan to look about. bersifat. Jelas kiranya. Op. dan emas. London : Penerbit Macdonald & Evans Ltd.635 22 John M. Sementara menurut fungsi po-koknya.Echols & Hassan Shadily. kata al-bahts mengandung pengertian sangat luas dan mendalam. 9 17 18 setiap langkah pengkajian dan pengembang-an ilmu pengetahuan. metodologi penelitian itu pada hakikatnya adalah “ilmu tentang tata cara pengembangan ilmu. hal. 225. ilmu tentang cara atau prosedur melakukan penelitian. seek. berwujud eksplorasi aneka jenis benda.20 Dalam bahasa Inggris. study. artinya melihat-lihat.” Kata “ilmiah” berasal dari bahasa Arab. perak. dipilah. 1986. Maka berarti. masuk akal kira-nya jika dalam kehidupan akademis dikenal sebutan “metodologi ilmiah. bahwa kandungan manka al-bahts mencakup wilayah sedemikian luas. hal. 330... rasional kiranya jika dunia pendidikan tinggi Islam menempatkan bahts al-‘ilmi sebagai padanan istilah berbahasa Arab bagi semua bentuk kegiatan ilmiah. 507. search. mendiskusikan. tembaga. menelusuri.Menurut tradisi keilmuan Islam. edited by J.21 artinya bersifat atau secara keilmuan. masingmasing dicermati sifat dan ciri khasnya.504 1 0 .cit. Maka dapat dirumuskan formulasi yang lebih mencakup unsurunsur pokoknya. kurang-lebih tersimpul dalam ungkapan “dengan ilmu dan untuk ilmu. Mirip dengan pencermatan tersebut. kemudian mengambil dan memanfaat-kannya untuk keperluan tertentu. termasuk riset atau penelitian. dan dipilih sesuai kebutuhan. karena berasal dari gambaran seseorang yang tengah menggali tanah sampai kedalaman tertentu. sehingga pembahasan tentangnya pastilah merujuk pada apa esensi atau hakikat ilmu. pasir.cit. lalu dikelompokkan. Op. maka posisinya adalah sebagai ilmu. to have a discussion.A’lam. to do research. Bisa disebut. Atas dasar itulah. atau berdasar ilmu.Milton Cowan. Lobanon : Penerbit Dar al-Masyriq. kemudian diambil dan dimanfaatkan sebagai barang berharga yang dihasilkan dari penggalian atau pe-nambangan tersebut.27 18 Hans Wehr.42 19 John M. bahwa posisi dan fungsi metodologi peneli-tian bagi aktifitas atau dunia ilmiah. dalam pengertian ini tampak adanya upaya mencari sesuatu. dan membahas bersama-sama.” Karena posisi dan fungsinya terkait erat dengan ihwal penyelidikan dan pengembangan ilmu. cetakan ke dua puluh delapan. bahwa penelitian ilmiah adalah pe-nyelidikan atau pengkajian tentang 20 21 Ahmad Warson Munawwir.. menemukan. hal. 363. meng-analisisnya dengan penuh semangat dan berhati-hati. meneliti. examine. hal. 510. ilmu penelitian tersebut dipergunakan sebagai acuan atau pegangan teoritis dan sa-rana ilmiah untuk mengkaji serta mengembangkan ilmu. mirip aktifitas pertambangan dewasa ini. explore. menguji. cetakan ke tiga.17 artinya menggali sesuatu di dalam perut bumi atau mencarinya di celah-celah tumpukan debu (tanah). and to dis-cuss together. Op.cit. Kalau dicermati. 480. ketika metodologi penelitian didudukkan sebagai obyek kajian ilmiah dan menghasilkan sistem pe-ngetahuan yang tertata secara logis dan sistematis.cit. mengelompokkan atas dasar ciri khas masing-masing. bisa disusun pengertian bahwa penelitian ilmiah merupakan penelitian dalam bidang ilmu dan dilakukan secara atau dengan metodologi keilmuan. to investigate.22 Jadi. to discuss a subject or question. atau berlandaskan ilmu dan untuk pengembangan ilmu. mengusut. Dalam formulasi kalimat berbahasa Arab dinyatakan al-bahts bima’na hafara al-syaia fi al-ardhi aw thalabaha tahta al-turab. menjelajahi. mengidentifikasi satu-persatu. 1974. mencari. A Dictionary of Modern Written Arabic. besi. menyelidiki. hal. 578.” Maksudnya. mempelajari. dikenal istilah scientific.

kaidah atau prinsi-prinsip keilmuan. dan gejalanya memiliki pola yang te-tap dengan urut-urutan kejadian yang sama. maka dalam hal seperti inilah perbedaan atau malah pertikaian faham terjadi. Ke tiga. Mengingat kenyataan de-mikian. sehingga laik diandalkan hasil finalnya dan diyakini serta dipegang-teguh sebagai kebenaran ilmiah. Ada tiga kelompok pandangan ilmuwan tentang definisi atau batasan ilmu. Pertama. secara lambat laun ilmu-ilmu sosial ber. mengenai apa yang dimaksud dengan ilmu. tempat. otomatis menga-rah dan berujung pada silang pendapat mengenai ukuran atau kriteria apakah sesuatu termasuk kategori ilmiah atau bukan ilmiah. tak ada yang tetap kecuali perubahan tanpa henti itu sendiri.kembang juga meskipun tak akan mencapai derajat keilmuan seperti apa yang dicapai ilmu-ilmu alam. dipilah-pilah dan dianalisis sesuai landasan teorinya. kritis.” khususnya bagi dunia akademis di perguruan tinggi.134 1 0 23 9 . hal. Ilmu-ilmu Alam dan Ilmu-ilmu Sosial : Beberapa Perbedaan. apalagi ilmu agama. Di antara me-reka berpendapat. dapat dicek ketepatan dan diulangulang penelitiannya oleh fihak lain yang ingin membukti-kan atau mengujinya. sehingga mustahil atau minimal sulit sekali untuk diobservasi kepastikan pola tingkah lakunya. dan sebagainya. cakupannya menyangkut bidang apa saja. Bahwa istilah ilmiah. dengan ciri khas terjadinya perubahan menurut perbe-daan waktu. digunakan rumus sta-tistika sedemikian rupa. namun tidak berarti kehadiran dan penggunaannya telah diterima sebagai kesepakatan tuntas di kalangan semua ilmuwan. humaniora. kemauan. 1985. ilmu eksakta atau ilmu pasti. atau yang dikenal sebagai ilmu eksakta. kelompok il-muwan yang selain mengakui ilmu eksakta. ciri-ciri atau kriterianya apa. obyek kajian ilmu-ilmu sosial adalah kehidupan ma-nusia sebagai makhluk multi dimensi. kelompok ilmuwan yang selain memandang penting ilmu eksakta dan sosial (humaniora). tidak ada yang membantah atau mempermasalahkannya. hatihati. karena cenderung berbeda antara kejadian di suatu tempat dengan tempat yang lain.Van Dalen. mengenai ilmu atau sesuatu yang terkait dengan il-mu. dalam Jujun S.Suriasumantri.ilmu. dan sistematis atas dasar prosedur. Kelompok yang cenderung hanya mengakui keberadaan ilmu alam. Para ahli ilmu eksakta kelompok tersebut. terus berubah-ubah. antara keadaan zaman dahulu yang diliputi kesederhanaan dan realitas zaman sekarang yang penuh kemajuan. juga memegangi kebenaran ilmu sosial dan hu-maniora. untuk pada akhirnya ditarik kesimpulan dalam bentuk generalisasi yang berlaku secara umum. tidak berubah-ubah. tanah. dalam Jujun S. kha-yalan. yang memiliki perasaan. maka dalam aktifitas pengkajian atau penelitian ilmiah dapat ditempuh observasi (pengamatan) langsung dengan indera atau memakai peralatan tertentu.7-8 24 Deobold B. seperti batu. bahwa ilmu-ilmu sosial takkan pernah menjadi ilmu dalam arti yang sepe-nuhnya. Akan tetapi. Tentang Hakekat Ilmu. Begitu terkesan anggun dan wibawanya kata “ilmiah. ti. Ke dua. kepastian datanya dicatat dalam wujud angka-angka. dikumpulkan terus sampai berjumlah cukup atau bahkan sangat banyak. besar-kecil.dak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu.. juga dilakukan eksperimen secara bebas tanpa hambatan. dikelompokkan. artinya berkenaan atau terterkait dengan ilmu dan diwujudkan atas dasar kaidah atau prinsip-prinsip keilmuan. bisa di-ukur panjang-lebar. Ibid. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. besi dan air. cenderung meragukan atau bahkan menolak kebenaran dan keterandalan ilmu-ilmu sosial. juga mengakui keberadaan ilmu agama. yakni pengetahuan yang tersusun secara logis dan sistematis tentang prilaku manusia sebagai individu maupun kelompok. Perselisihan faham tentang apa itu ilmu.23 Atas dasar itu.24 Di antara argumentasinya. dan cara memperoleh serta mengembangkannya bagaimana. cetakan ke enam.Suriasumantri. Pandangan yang lebih moderat menyatakan. kelompok ilmuwan yang membatasi pengertian ilmu hanya pada pengetahuan yang tersusun secara logis dan sistematis tentang benda-benda alam yang bersifat tetap. logis. sesekali bergembira dan di saat lain sedih luar biasa. beralasan karena obyek kajian atau penelitiannya adalah benda-benda fisik yang mempunyai keserupaan sifat antara satu sama lain misalnya dalam hal bentuk dan struktur. atau ditimbang beratnya. yakni pengetahuan yang tersusun secara logis dan sistematis tentang wahyu Tuhan dan perwujud-annya dalam kehidupan manusia. dalam arti sama saja kejadiannya di mana dan kapanpun juga. hal. cita-cita. angan-angan. Jakarta : Penerbit Gramedia. sangat berat kiranya Jujun Suriasumantri. dilakukan secara cermat.

Majalah Pustaka. minimal oleh kalangan yang meyakininya ? Kalau pandangan seperti ini diterima. Untuk mem-peroleh jalan keluar. dengan program Tri Dharmanya ( pendidikan.Wilardjo. dalam ilmu-ilmu keagamaan ada yang namanya tuhan. ada yang bernama ilmu ‘aqidah (keyakinan).laikkah memasukkan tokoh sekaliber al-Ghazali ke da. sulit meng-analisis guna memperoleh keterandalan hasilnya. Semuanya adalah ilmu. Di antara mereka ada yang menyatakan. Terhadap ilmu agama lebih-lebih. nomor 9 1 0 . bukan sekedar kalangan ilmuwan eksakta yang cen-derung kukuh menolaknya. yang tidak mung-kin diobservai langsung atau melalui alat manapun oleh seorang ilmuwan. untuk mencapai kebahagiaan hidup secara hakiki di dunia dan seka-ligus di akhirat. Dalam perspektif keseimbangan semacam ini. kendaraan mewah. harus dinyatakan sebagai bukan ilmu. apalagi jika aspek kajiannya menyangkut suasana kejiwaan yang begitu abstrak dan bersifat sangat pribadi atau sarat kerahasiaan. sebaliknya terhindar dari permusuhan dan tindak kekerasan katakanlah. itu tidak termasuk ilmu. sehingga muncul anggapan kurang atau bahkan tidak memenuhi syarat sebagai ilmu yang benar-benar ilmiah. dikembalikan saja titik berangkatnya pada fungsi utama ilmu sebagai wahana kesejahteraan hidup manusia seutuhnya : material-spiritual. penelitian. dan aneka jenis makanan yang melimpah. Imam alGhazali. dunia ma-upun akhirat. Bagaimana men-ciptakan tata kehidupan yang indah dan tenteram di masyarakat. misalnya untuk membangun ge-dung megah. sangat memerlukan dukungan ilmu sosial dan humaniora. bahwa pengetahuan yang di-peroleh manusia tanpa melewati daur hipotetik. lahir dan batin. wasilahnya tidak bisa lain kecuali membangun keseimbangan tuntas dalam hal penguasaan dan pemanfaatan semua jenis ilmu : eksakta. bahkan disertasi doktor. jelas tidak mungkin perwujudan-nya ditempuh melalui pendayagunaan ilmu eksakta semata. Padahal jelas. dan pengabdian masyarakat).lam predikat bukan ilmuwan ? Walhasil. lalu dengan serta-merta dinyatakan sebagai bukan ilmu dan hasil jerih payah kerja ilmuwannya dikategorikan tidak ilmiah ? Bukankah ilmu-ilmu keagamaan juga diperlukan untuk mencapai kesejahteraan hi-dup. Tanggung Jawab Sosial Seorang Ilmuwan. bahkan menulis sebuah kitab berjudul Ihya ‘Ulum al-Din.untuk memperoleh kepastian data ilmu-ilmu sosial misalnya da-lam wujud angka-angka statistika. dan berdasarkan metodologi yang boleh jadi agak berbeda karena memang obyek kajiannya tidak sama. juga melakukan generalisasi yang berlaku secara umum. humaniora. neraka dan seterusnya. Logiskah semisal Perguruan Tinggi Islam. Apakah karena obyek kajiannya ada yang bersifat abstrak dan tidak tersentuh indera. Jadi. L. maupun agama. apa itu hakikat ilmu dan kegiatan ilmiah. sesungguhnya bukanlah persoalan gampang. dengan begitu saja dikategori-kan sebagai institusi non ilmiah ? Juga. yang telah bergulat di bi-dang ilmu dan melahirkan ribuan 25 25 sarjana dengan karya tulis final masing-masing dalam bentuk skripsi sarjana. keyakinan. akhirat. tesis magister. ilmu syari’ah (hukum kehidupan). Sementara. para ahli ilmu sosialpun banyak yang meragukan kebenaran dan posisinya sebagai ilmu. surga. menghi-dupkan ilmu-ilmu keagamaan. deduktif. memiliki keharusan untuk terus meningkatkan kualitas dan keterandalan ilmiah masing-masing. mengingat toh kenyataannya di samping berbagai jenis keilmuan yang lain. sosial. seorang failosuf dan ilmuwan yang sangat terkenal itu. Akibatnya. pastilah menimbulkan persoalan di kalangan fihak-fihak yang menekuni aneka bidang keilmuan khususnya di lingkungan Perguruan Ting-gi yang berlabel keagamaan. dan verifikatif. pengetahuan atau lebih tepatnya keyakinan yang sifatnya dogmatis atau terlalu spekulatif. mengingat di dalamnya mengandung kerumitan seperti terlihat di atas. il-mu tarbiyah (pendidikan) dan sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->