P. 1
puisi

puisi

|Views: 79|Likes:
Published by Agunk Yudistira

More info:

Published by: Agunk Yudistira on Nov 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2011

pdf

text

original

MENGANALISIS PUISI

Oleh : I Gusti Ngurah Agung Yudistira

MOTO

Sedikit dari nafas kita yang meloloskan diri, dan kini terbayang tangan dan bibir kita karena bertambah harum Arti : Bila seseorang menertawakanmu, kau dapat merasakan kasihan padanya, tetapi bila kau menertawakannya, kau mungkin tidak akan memaafkan dirimu sendiri. Sebenarnya orang lain adalah diri yang paling sensitif yang diberikan pada tubuh lain.

Oleh : I Gusti Ngurah Agung Yudistira

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini yang bertemakan “Menganalisis Puisi” yang berjudul “Pengembaraan Cinta Dalam Duka”, Karya ini berisikan tentang pengembaraan cinta seseorang dalam kesedihan / bingung dalam mengartikan cinta. Penulis berharap semua pihak dapat menerima karya tulis ini dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran “Sastra Bahasa Indonesia”, walaupun karya tulis ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik sangat penulis harapkan untuk perbaikan. kedukaan yang membuatnya

BAB I ISI

1.1

Puisi Pengembaraan Cinta Dalam Duka

Suaramu Menggugah lamunanku Teringat aku taka da lagi senyummu Kala gelisah mencekam di dada Kabut dalam hatiku Sering kau dijadikan lambang Langit dengan ujung akarnya Sungguh mempesona menemu bujuk pangkal akaran cinta Tanah tak tahu airnya Langit tak tahu lengkungnya Laut tak tahu palungnya Tangkai tak tahu batangnya Tidak bergerak, Dan kini Tanah dan Air tidur hilang ombak tiada lagi Sendu penghabisan bisa berdekap, ini saat tiada yang mencari cinta Menyelinap di Kalbu berbisik sendu Ada yang selalu Menggoda, menusuk, merambah, membujuk rayu membuat hati bimbang

Gulati hidup pongah Sebelum sangat terlambat Aku mencintaimu Mengapa, tetapi kamu tetap saja pilu Pilu ditelan kehidupan serasa serangkai tiada habis Namu kuucap, serayak sejarak perjalanan Tangisan jeritan cinta yang membara Pergi, pergilah rasa itu! Tenggelam dalam hamparan ombak memecah terumbu karang lautan Hanyutkan rasa benci, dendam, rindu, dusta dan hinaan dalam sebuah cerita baru. Lukiskan hidup Lukiskan harapan Lukiskan cinta Dalam sebuah melodi kehidupan baru.

******************* 1.2 Diksi ( Pilihan Kata )

Kekhasan pemilihan kata dapat terlihat dari perbendaharaan kata, urutan kata, dan daya sugesti kata. Contoh Diksi pada puisi tersebut adalah : Kabut dalam hatiku Sering kau dijadikan lambang Langit dengan ujung akarnya Sungguh mempesona menemu bujuk pangkal akaran cinta Artinya : Hal yang terjadi dalam hidupku membuat semuanya kelam Dan hal ini selalu teringat

Tak terbayang semua itu sudah terjadi, membuat diriku hanyut melakukan dan menjelang suatu cinta 1.3 Rima Rima adalah sejak persamaan bunyi / pengulangan bunyi untuk membentuk musikalitas atau membentuk efek merdu. Penggunaan rima puisi untuk mendukung perasaan dan suasana hati. Contoh rima dalam puisi tersebut adalah : Serayak sejarak perjalanan Artinya : Semuanya telah menyoraki sejauh perjalanan cintaku 1.4 Majas

Majas adalah kata – kata yang terdapat dalam puisi yang mencerminkan kiasan pada sebuah kalimat puisi. Majas dalam puisi itu tersebut adalah majas hiperbola. Contoh : Tidak bergerak Dan kini Tanah dan Air tidur hilang ombak tiada lagi Sendu penghabisan bisa berdekap, ini saat tiada yang mencari cinta Sudah kutulis lembaran cinta di atas lambang membisu Artinya : Tak kurasa Inilah saat rasaku hanyut dalam sebuah perintisan Sendu mulai tak terasa, ini saat yang harus kurela Sudah ku goreskan lembaran ceritaku dalam ukuran hati. 1.5 Pengimajian

Pengimajian adalah kata atau susunan kata yang bisa mengungkapkan pengalaman sensoris ( indrawi ), seperti pengelihatan, pendengaran, perabaan, dan sebagainya.

Pengimajian dalam puisi tersebut adalah imaji visual. Contohnya : Tanah tak tau airnya Langit tak tau lengkungnya Laut tak tau palungnya Tangkai tak tau batangnya Artinya : Hidupku serasa hampa, karena aku Telah dibutakan kebingungan cinta Yang tak terhingga di hatiku 1.6 Tipografi / Tata Wajah

Tipografi puisi adalah cara sebuah puisi untuk membentuk musikalitas dan orkestrasi dengan menggunakan larik-larik yang khas. Contoh tipografi dari puisi tersebut adalah : Suaramu Menggugah lamunanku Teringat aku tak ada lagi senyum-Mu Kala gelisah mencekam didada Arinya : Saat bersamu, suaramu menghentikan renunganku Tapi kini kamu telah pergi meninggalkanku Disaat aku pilu tak tahu arah cinta yang membisu 1.7 Tema

Tema adalah ide atau gagasan / pikiran utama yang mendasari suatu karya sastra. Tema dalam puisi tersebut adalah pengembaraan cinta dalam sebuah duka / kesedihan karena di tinggalkan seseorang yang amat disayangi tapi kini ingin berusaha melupakan masa lalu yang kelam dan mencapai cerita hidup baru dalam luka.

1.8

Para Prasa

Mengubah karangan puisi menjadi karangan prosa

Contoh Para Prasa : Aku bersama-Mu sekian lama, tak pernah aku merasakan kecewa, tapi sekarang kau meninggalkanku dan hal yang terjadi dalam hidupku membuatku hanyut melakukan dan menjelang suatu cinta dan tak terasa aku bisa kehilanganmu. Aku sangat mencintaimu, tapi kamu selalu meragukan cintaku dan membuatku bingung, bingung ditelan kehidupan cinta. Ktapi luka yang menyayat hati, telah kugoreskan dalam lembaran membisu. Ingin kuubah menjadi lembaran cerita baru, walaupun berat terasa selalu aku berusaha melupakanmu. Dan kini aku telah merajuk cinta, tetapi cintaku padamu tetap di hati dan selalu terngiang-ngiang, aku menyayangi orang lain, tapi cintaku padamu

BAB II PENUTUP
Demikianlah yang dapat penulis sampaikan mengenai Karya Sastra yang bertemakan “Pengembaraan Cinta Dalam Duka”. Akhirnya penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah menerima karya tulis ini. Kritik dan saran penulis tunggu untuk perbaikan. 2.1 Kesimpulan Ditinjau dari puisi tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa orang yang telah mencintai seseorang yang telah meninggalkannya, telah menorehkan luka di hati yang membuat duka, tapi duka bisa dihilangkan dengan memulai kehidupan dan cerita yang baru. 2.2 Saran Dilihat dari kesimpulan di atas penulis dapat memberikan saran bahwa seseorang yang mengalami / merasakan kehilanga cinta sejatinya, memang membuatnya merasakan duka, tetapi hal ini jangan dibiarkan berlarut dan hanyut dalam kesedihan, tetapi kita harus mengiklaskan dan memulai suatu cerita baru dengan rasa percaya diri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->