MAKALAH

KOMUNIKASI EFEKTIF

Disusun oleh : GERALD CHRISTIAN / 24-2010-005 EKO SETIAWAN / 22-2010-011 LIUS HATTA / 24-2010-007 RUDY PANGPUTRA / 21-2010-005

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA JAKARTA 2011

Komunikasi Antarbudaya
Tujuan mempelajari komunikasi antar budaya adalah : 1. Mendefinisikan makna dari komunikasi antarbudaya. 2. Membahas perbedaan kelompok-kelompok dari budaya yang berbedabeda. 3. Menguraikan apa saja yang menjadi sarana dari komunikasi antarbudaya. 4. Menjelaskan tiga prinsip umum komunikasi yang sangat penting dalam komunikasi antarbudaya. 5. Menguraikan bagaimana pesan verbal dan non-verbal yang bervariasi dari satu budaya ke budaya yang lain. 6. Menjelaskan bagaimana hubungan antara norma dan peran yang dapat mempengaruhi komunikasi antarbudaya. 7. Mengidentifikasikan dan menjelaskan kepercayaan dan nilai-nilai dari budaya yang berbeda-beda. 8. Mendefinisikan konsep etnosentrisme dan penstereotipan. 9. Menjelaskan beberapa efek-efek dari komunikasi antarbudaya. 10. Menguraikan prinsip-prinsip yang dapat membangun suatu komunitas. A. Definisi Budaya Budaya adalah suatu cara hidup yang bekembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Suatu budaya dapat terbentuk dari berbagai unsur antara lain sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan, karya seni, makanan, dan sebagainya. Hal-hal tersebutlah yang dapat mempengaruhi suatu budaya sehingga menyebabkan budaya dari satu daerah dengan daerah lain dapat berbeda-beda. Cara kita berhubungan dengan orang lain juga dapat mempengaruhi budaya. Sehingga cara kita berpikir dan bertindak akan berbeda dengan setiap orang lain dari budaya kita. Selain itu, sebuah budaya akan senantiasa berubah dan berevolusi dari waktu ke waktu. Tetapi seperangkat karakter akan tetap dimiliki oleh suatu kelompok secara keseluruhan walapun telah berubah banyak. Contohnya orang-orang desa yang walaupun permukimannya telah dirubah sedemikian rupa, tetapi adat serta bahasa yang mereka gunakan pasti tidak akan cepat berubah karena budaya yang mereka miliki telah

Penggolongan suatu budaya tidak bersifat mutlak karena untuk menandai suatu kelompok budaya kita dapat memilih lebih dari satu ciri dari kelompok budaya tersebut. budaya juga berubah ketika orang-orang berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Bayi tersebut akan menjadi seorang Amerika secara kultural dan bahasa yang akan digunakan kemungkinan dapat menjadi bahasa Inggris bukan bahasa Indonesia. Lebih luas lagi. Kita dapat menggolongkan mereka sebagai anggota budaya pulau Sumatera atau Jawa. . ataupun secara vertikal dari suatu generasi ke generasi berikutnya Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras. Karena budaya dipelajari. Bahasa merupakan suatu bagian budaya yang tak terpisahkan dari diri kita sehingga kita terkadang cenderung menganggapnya sebagai suatu warisan yang diwariskan secara genetis. C. kita dapat menggolongkannya sebagai budaya Indonesia. atau perbedaan ekonomi). Komunikasi Antarbudaya Komunikasi merupakan suatu mekanisme untuk mensosialisasikan norma-norma budaya masyarakat. Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil adalah bahwa budaya itu dipelajari. Tetapi hal itu merupakan suatu kekeliruan karena pada dasarnya bahasa merupakan suatu budaya yang kita pelajari dari orang lain bukan karena diwariskan. Budaya Dipelajari Bahasa adalah hal yang sangat berpengaruh dalam komunikasi antarbudaya. Contoh : Kita berbicara mengenai orang-orang asli betawi. baik secara “horizontal” dari suatu masyarakat kepada masyarakat lainnya. etnik. Tetapi kita juga dapat menyebutnya sebagai anggota sebuah budaya kota atau budaya daerah. dan batak. Contoh : Seorang bayi dilahirkan di Indonesia dan lahir dari orangtua Indonesia tetapi dibawa ke Amerika dan dibesarkan sebagai orang Amerika.diwariskan dari generasi ke generasi sehingga budaya yang mereka miliki akan tetap dipertahankan. sunda. B.

dan rindu kampung halaman. D. Misalnya anak tersebut lebih banyak bergaul dengan teman-teman Amerikanya daripada dengan orang tuanya. Maka secara otomatis dia dituntut untuk mengikuti budaya Amerika daripada budaya Indonesia. citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggota budaya dengan memberi pedoman mengenai perilaku yang layak yang dapat digunakan untuk hidup secara logis dan bermartabat. Hal ini dapat didefinisikan sebagai “Citra yang memaksa”. Jika kita dapat memahami pandangan tersebut maka kita dapat menyelesaikan kendala yang merupakan kesulitan dalam komunikasi antarbudaya karena seringkali orang dari budaya lain yang memasuki budaya kita dapat tampak mengancam kita karena mereka menantang sistem kepercayaan kita.Contoh diatas merupakan budaya yang dipengaruhi oleh tuntutantuntutan lingkungan yang baru. begitu juga sebaliknya. pengasingan diri. Pandangan yang mengandung makna “Citra yang memaksa” merupakan alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda. Hal ini dapat terjadi karena ada kemungkinan sikap dan cara berinteraksi orang yang bersangkutan telah berubah. kejengkelan. Sehingga orang yang paling mampu menyesuaikan diri dengan budaya asing mungkin akan mengalami gegar budaya yang paling parah . paranoia. Culture Shock Culture Shock adalah penyesuaian diri terhadap suatu budaya asing yang mencakup pengalaman-pengalaman gegar budaya yaitu perasaan tidak berdaya. Sedangkan reverse culture shock adalah gegar budaya yang terjadi lagi ketika kita menyesuaikan diri kembali dengan budaya sendiri saat pulang ke kampung halaman. Pandangan tersebut mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti: − − − “individualisme kasar” di Amerika “keselarasan individu dengan alam” di Jepang “kepatuhan kolektif” di China Menurut Cushman dan Cahn (1985).

Karena itu. pemahaman mengenai komunikasi antarbudaya sangatlah diperlukan Contoh : Orang Amerika dan orang Inggris sama-sama berbicara bahasa Inggris. Kendala Terhadap Komunikasi Antarbudaya Teknologi komunikasi yang terus berkembang memungkinkan kita untuk berhubungan dengan hampir semua orang yang berbeda budaya di seluruh dunia. hubungan komunikasi antarbudaya semakin meningkat. Sarana Komunikasi Antarbudaya Dengan adanya inovasi teknologi dalam beberapa abad ini. Beberapa sarana komunikasi yang sering digunakan saat ini antara lain adalah: − − − − − Telepon/hp Internet Surat elektronik Telekonferensi Faks Perluasan jaringan komunikasi elektronik ini kerap menghubungkan orang-orang dari berbagai budaya di seluruh dunia. Perbedaan Budaya Perbedaan antara dua kelompok budaya berkisar pada perbedaan yang kecil hingga perbedaan yang besar. Tetapi saat mereka berkomunikasi. G. Perbedaan antarbudaya biasanya disebabkan karena hanya ada sedikit kontak antara budaya-budaya tersebut atau antara suatu budaya dengan budaya-budaya lain pada umumnya. Perbedaan di antara budaya akan terlihat lebih jelas pada saat mereka berkomunikasi. mereka pasti menggunakan aksen yang berbeda dan sedikit kosakata dan ungkapan yang berbeda pula. Apa yang membedakan suatu budaya dengan budaya lainnya tidak selalu jelas. Peningkatan ini telah berlangsung dengan berkembangnya jaringan penerbangan dan jaringan komunikasi elektronik. F. teknologiteknologi komunikasi ini hanyalah awal dari semua ini. Interaksi antara orang-orang berbeda budaya telah menimbulkan lebih . Dan kita tahu.E.

3. Contoh : Orang Jawa dengan orang yang dari luar pulau Jawa menggunakan kosa kata yang berbeda tetapi mempunyai arti yang sama. Setiap budaya mempunyai sistem sandi yang berbeda-beda untuk berkomunikasi. komunikasi akan menjadi tidak mungkin. Suatu sistem sandi bersama (terdiri dari 2 aspek. Tetapi tamu tersebut tidak makan daging sesuai dengan kepercayaannya sehingga ia menolak tawaran tersebut. Kedua orang yang berperilaku secara berbeda akan sulit mengetahui respon yang akan ditunjukkan pihak lain. Tingkat mengetahui dan menerima kepercayaan dan perilaku orang lain . Kepercayaan dan perilaku kita mempengaruhi persepsi kita terhadap orang lain. Beberapa prinsip yang berlaku dalam melukiskan proses komunikasi antarbudaya yaitu: 1. Orang itu menjadi marah dan jengkel kepada tamunya karena ia mengira tamu tersebut menolak keramahtamahannya. Contoh: Seseorang menawarkan makanan berupa daging kepada tamunya. Misalnya orang Jawa menyebut kendaraan sebutan mobil. verbal dan nonverbal) Tanpa adanya suatu sistem bersama yang digunakan di berbagai budaya. 2. Karena itu sering terjadi berbagai kesalahpahaman saat berkomunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda. Padahal kemampuan meramal respon orang lain merupakan bagian dari komunikasi yang efektif. tetapi di luar Jawa ada yang menyebut mobil dengan sebutan motor.banyak salah pengertian atau salah pemahaman. Kepercayaan dan perilaku Perilaku yang berlainan di antara pihak-pihak yang berkomunikasi menyebabkan perbedaan dalam memberikan respons. Hal ini yang dapat menyebabkan salah pengertian saat kedua orang dari daerah yang berbeda tersebut berkomunikasi satu sama lain. Hal ini menjadi kendala terhadap komunikasi anatarbudaya.

Jadi mereka berbicara lebih sedikit daripada anggota budaya konteks rendah. Dari tangisan ini akan berkembang menjadi kata-kata ketika sang bayi menjadi balita. Beberapa komponen-komponen verbal adalah : Suara. Hal ini menandakan komunikasi pertama mereka di dunia.Selain mempunyai pengetahuan mengenai perbedaan budaya. Jerman. yang digunakan dan dipahami suatu komunitas. Dasar komunikasi verbal adalah interaksi antara manusia. Bahasa. Padahal mereka melakukan hal itu untuk bertahan hidup di daerah pedalaman yang jauh dari peradaban dan teknologi. perasaan dan maksud kita. mereka akan menangis. Pesan Verbal Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Arab. Prancis. Bahasa dapat di definisikan sebagai seperangkat simbol dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut. Amerika. kita juga harus menerima kepercayaan dan perilaku dari orang lain. Budaya Konteks Tinggi – Budaya Konteks Rendah Budaya konteks tinggi lebih terampil membaca perilaku nonverbal. Komunikasi verbal ini juga menjadi salah satu cara bagi manusia berkomunikasi secara lisan atau bertatapan dengan manusia lain serta sebagai sarana utama menyatukan pikiran. Contoh: Kita mengetahui bahwa suku pedalaman suka berburu dan membunuh namun kita tidak dapat menerima orang-orang yang berbudaya tersebut. Yunani. Cara kita menilai budaya lain dengan nilai budaya kita sendiri akan menentukan keefektifan komunikasi yang akan terjadi. Inggris. Berbicara. Swiss. Umumnya komunikasi mereka cenderung tidak langsung. . Contoh budaya yang disusun dalam rentang budaya konteks-tinggi dan budaya konteks rendah yaitu : Jepang. Budaya konteksrendah lebih menekankan komunikasi langsung dan eksplisit serta mementingkan pesan verbal. Kata-kata. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal. Spanyol. Contohnya adalah ketika seorang bayi yang baru dilahirkan. H.

Sedangkan secara formal. yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. Fonologi 2. Keistimewaan bahasa sebagai fungsi transmisi informasi yang lintas-waktu. karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Semantik A. c. b. inilah yang disebut fungsi transmisi dari bahasa. bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan.Seorang tokoh Jalaluddin Rakhmat (1994). atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi. Ia menekankan dimiliki bersama. tindakan. Barker. Fungsi Bahasa Menurut seorang tokoh Larry L. Setiap bahasa mempunyai peraturan bagaimana kata-kata harus disusun dan dirangkaikan supaya memberi arti. yang dapat dibuat menurut peraturan tatabahasa. Kalimat dalam bahasa Indonesia Yang berbunyi “Di mana saya dapat menukar uang?” akan disusun dengan tatabahasa bahasa-bahasa yang lain sebagai berikut : • change • • ich Inggris : dimana dapat saya menukar beberapa uang ? (Where can I some money ?) Perancis : dimana dapat saya menukar dari itu uang ? (Ou puis-je Jerman : dimana dapat saya sesuatu uang menukar ? (Wo kann etwasGeld wechsel ?) change de l’argent ?) 1. Penamaan (naming atau labeling) Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek. dengan menghubungkan . Interaksi Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi. Sintaksis 3. Secara fungsional bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. informasi dapat disampaikan kepada orang lain. Transmisi informasi Melalui bahasa. bahasa mempunyai tiga fungsi : a. mendefinisikan bahasa secara fungsional dan formal.

dan atau mempengaruhi mereka untuk mencapai tujuan kita. tidak melukiskan sesuatu secara eksak. kata-kata pada dasarnya bersifat parsial. Untuk menciptakan koherensi dalam kehidupan kita Bahasa memungkinkan kita untuk lebih teratur. yaitu : a. Melalui bahasa kita dapat mengendalikan lingkungan kita. and Skills. Berhubungan dengan orang lain Bahasa memungkinkan kita bergaul dengan orang lain untuk kesenangan kita. dan tujuan-tujuan kita. Contexts. kaya-miskin. perasaan. dan masa depan. kepercayaan-kepercayaan kita. misalnya baikburuk. benda. peristiwa. mengemukakan agar komunikasi kita berhasil. pintar-bodoh. memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita. c. dsb. dalam Human Communication: Principles. B. Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual . saling memahami mengenal diri kita. Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek Kata-kata adalah kategori-kategori untuk merujuk pada objek tertentu: orang. Katakata sifat dalam bahasa cenderung bersifat dikotomis. tetapi bukan realitas itu sendiri. sifat. Keterbatasan Bahasa Sehubungan dengan uraian fungsi-fungsi bahasa tersebut. b. mulai dari sejarah suatu bangsa yang hidup pada masa lalu sampai pada kemajuan teknologi saat ini. masa kini. dsb. Dengan demikian. termasuk orang-orang di sekitar kita.masa lalu. Suatu kata hanya mewakili realitas. b. Sedangkan menurut Cansandra L. Mengenal dunia di sekitar kita Melalui bahasa kita mempelajari apa saja yang menarik minat kita. ada beberapa hal yang menyebabkan fungsi tersebut tidak berjalan yaitu keterbatasan bahasa. Hal-hal tersebut adalah : a. Book (1980). Maksudnya adalah adanya perbedaan arti atas penamaan atau hambatan lain saat sedang berkomunikasi. setidaknya bahasa harus memenuhi tiga fungsi.

Konsekuensinya. sedangkan dalam bahasa Melayu (di Palembang dan Malaysia) berarti kamu. Jadi sangat aneh waktu seseorang mengatakan “cewenya manis” menjadi “cewenya amis oy”. Komunikasi sering dihubungkan dengan kata Latin communis yang artinya sama. Oleh karena di dunia ini terdapat berbagai kelompok manusia dengan budaya dan subbudaya yang berbeda. ujian itu berat. yang menganut latar belakang sosial budaya yang berbeda pula. Percampuranadukkan fakta. Misalnya kata “awak” untuk orang Minang adalah saya atau kita. sulit mencari padanan kata dalam bahasa lain.Kata-kata bersifat ambigu. penafsiran. pendidikan yang sama. dua orang yang berasal dari budaya yang berbeda boleh jadi mengalami kesalahpahaman ketiaka mereka menggunakan kata yang sama. penafsiran (dugaan). dosen itu memberikan sanksi yang berat kepada mahasiswanya yang nyontek Sedangkan kata kontekstual. atau kata-kata yang berbeda namun dimaknai secara sama. Isomorfisme terjadi bila komunikan-komunikan berasal dari budaya yang sama. Masalah ini berkaitan dengan dengan kekeliruan persepsi. Contohnya adalah apa yang ada dalam pikiran kita ketika melihat seorang pria dewasa sedang membelah kayu pada hari . dan penilaian. tidak mengherankan bila terdapat kata-kata yang (kebetulan) sama atau hampir sama tetapi dimaknai secara berbeda. Kata-kata mengandung bias budaya Bahasa terikat konteks budaya. d. status sosial yang sama. Kesamaan makna karena kesamaan pengalaman masa lalu atau kesamaan struktur kognitif disebut isomorfisme. Misalnya kata “berat”. kepala saya berat. Contoh : kata amis dalam bahasa sunda artinya manis sedangkan dalam bahasa indonesia merujuk pada manis menurut lidah. yang mempunyai makna yang nuansanya beraneka ragam. ideologi yang sama. dan penilaian Dalam berbahasa kita sering mencampuradukkan fakta (uraian). c. karena kata-kata merepresentasikan persepsi dan interpretasi orang-orang yang berbeda. Contoh : tubuh orang itu berat. pendeknya mempunyai sejumlah maksimal pengalaman yang sama.

apa yang dimaksud “bekerja” ? Kedua. Secara teoritis komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dapat dipisahkan. tetapi alat yang tidak begitu baik. sebagai selingan di antara jam-jam kerjanya. . Bahasa adalah alat penyandian. Pesan Fasial. Pesan Nonverbal Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. menulis. bila pekerjaan tetap orang itu adalah sebagai dosen. dengan menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu. bagaimana menghilangkan kebiasaan berbahasa yang menyebabkan kerancuan dan kesalahpahaman. yang pekerjaannya adalah membaca. saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan sehari-hari. Namun dalam kenyataannya. bagaimana mencocokkan kata dengan keadaan sebenarnya. A.kerja pukul 10.00 pagi ? Kebanyakan dari kita akan menyebut orang itu sedang “bekerja”. kita menterjemahkan gagasan kita ke dalam bentuk lambang (verbal atau nonverbal). kedua jenis komunikasi ini saling jalin menjalin. Ketika kita berkomunikasi. Akan tetapi. maka membelah kayu bakar dapat kita anggap bersantai baginya. sehingga diperlukan kecermatan dalam berbicara. maka orang itu memang sedang bekerja. apa pekerjaan tetap orang itu untuk mencari nafkah ? Bila yang dimaksud “bekerja” adalah melakukan pekerjaan tetap untuk mencari nafkah. Klasifikasi Pesan Nonverbal Jalaludin Rakhmat (1994) juga mengelompokkan pesan-pesan nonverbal sebagai berikut : a. Bentuk lambang (verbal atau nonverbal) yang disering digunakan disebut juga penyandian (encoding). Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. jawaban sesungguhnya bergantung kepada : Pertama. terdiri dari tiga komponen utama : 1. berbicara. Pesan Kinesik yaitu pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti. Akan tetapi.

individu dapat bereaksi secara emosional pada lingkungan secara positif dan negatif. Pesan Postural Yaitu pesan yang berkenaan dengan keseluruhan anggota badan. Pesan Proksemik Pesan ini disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. ketakjuban. 2. Wajah terhadap mengkomunikasikan pernyataan tingkat pengendalian wajah individu barangkali sendiri. Leathers (1976) menyimpulkan penelitian-penelitian tentang wajah sebagai berikut : • Wajah mengkomunikasikan penilaian dengan ekspresi senang dan • • • taksenang. . minat. • Power mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator. dan postur orang yang merendah. yaitu ungkapan kesukaan dan ketidak sukaan terhadap individu yang lain. Wajah mengkomunikasikan berminat atau tak berminat pada orang lain atau lingkungan. Wajah mengkomunikasikan intensitas keterlibatan dalam situasi situasi. Anda dapat membayangkan postur orang yang tinggi hati di depan anda. ketakutan. dan tekad.Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna. 3. Umumnya dengan mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain. yang menunjukkan apakah komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk. kemuakan. Postur yang condong ke arah yang diajak bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif. rasa terkejut. Pesan Gestural Yaitu pesan yang menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengkomunikasi berbagai makna. anda mengungkapkan sikap yang tidak responsif. • Responsiveness. Bila postur anda tidak berubah. Makna yang dapat disampaikan adalah : • Immediacy. dan mengkomunikasikan adanya atau kurang pengertian. yaitu kebagiaan. b. pengecaman. kemarahan. kesedihan.

dan kosmetik. marah. menyebut ada lima fungsi pesan nonverbal yang dihubungkan dengan pesan verbal : a. yaitu menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal. dan kosmetik. Kontradiksi. e. Komplemen. b. Pesan sentuhan dan bau-bauan. kau memang hebat. pencitraan. Erat kaitannya dengan tubuh ialah upaya kita membentuk citra tubuh dengan pakaian. Misalnya anda ’memuji’ prestasi teman dengan mencibirkan bibir. yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata. takut. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan secara berbeda. seraya berkata ”Hebat. yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Pesan Paralinguistik adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan dengan cara mengucapkan pesan verbal. mengidentifikasikan keadaan emosional. Pesan ini oleh Dedy Mulyana (2005) yang disebutnya sebagai parabahasa. B. Sedangkan bau-bauan telah berabad-abad digunakan orang jenis. kita menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-anggukkan kepala. Fungsi Pesan Nonverbal Mark L. Walaupun bentuk tubuh relatif menetap. d. Substitusi. bercanda.c. untuk menyampaikan pesan–menandai wilayah mereka. yaitu menggantikan lambang-lambang verbal.” d. Pesan Artifaktual Yaitu pesan yang diungkapkan melalui penampilan tubuh. c. Misalnya. dan menarik lawan . pakaian. Misalnya setelah mengatakan penolakan saya. Repetisi. Alat penerima sentuhan adalah kulit. orang sering berperilaku dalam hubungan dengan orang lain sesuai dengan persepsinya tentang tubuhnya (body image). dan tanpa perhatian. saya menggelengkan kepala. Sentuhan dengan emosi tertentu dapat mengkomunikasikan: kasih sayang. Misalnya tanpa sepatah katapun kita berkata. Knapp.

Sugesti ini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implisit (tersirat). Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan noverbal ketimbang pesan verbal. untuk mencapai komunikasi yang artinya berkualitas Fungsi metakomunikatif memberikan informasi tambahan yang memeperjelas maksud dan makna pesan. Leathers (1976) anda dengan Nonverbal memukul meja. Pesan nonverbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan tinggi. Ada situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan dan emosi secara tidak langsung. 6. dan kerancuan. Aksentuasi. komplemen. menyebutkan enam alasan mengapa pesan verbal sangat signifikan. repetisi. 3. Dale G.e. kontradiksi. ambiguity. Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi. anda mengungkapkan betapa jengkelnya itu. Diatas telah kita paparkan pesan verbal mempunyai fungsi repetisi. dan abtraksi. yaitu : 1. Pesan nonverbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas dari penipuan. yaitu menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya. Faktor-faktor nonverbal sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal. distorsi. Pesan nonverbal jarang dapat diatur oleh komunikator secara sadar. Misalnya. dan aksentuasi. 2. 5. Dari segi waktu. 4. Pesan nonverbal merupakan cara komunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan verbal. Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran kita secara verbal. Ketika kita kita banyak mengobrol atau berkomunikasi menyampaikan gagasan dan pikiran kita lewat pesan-pesan nonverbal. Pada gilirannya orang lainpun lebih banya ’membaca’ pikiran kita lewat petunjuk-petunjuk nonverbal. Sementara dalam Communication Systems. tatamuka. substitusi. Pesan nonverbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat. . pesan verbal sangat tidak efisien.

orang yang lebih muda harus membungkukan badannya ketika melewati orang yang lebih tua darinya. dididik untuk berbicara jelas dan melihat orang lain yang berbicara kepada anda. Norma sosial adalah aturan-aturan atau perilaku manusia yang dibentuk oleh kebiasaan umum dalam suatu kelompok masyarakat pada batas wilayah tertentu yang menjadi patokan perilaku. Norma sosial ini dibagi lagi menjadi empat norma. Aturan-aturan dalam norma sosial secara kultural dikembangkan dan diwariskan secara turun-temurun. Norma kesopanan adalah norma sosial yang didasarkan pada kebiasaan. siswa yang tidak terbiasa menyontek. norma kesusilaan. kepatutan. akan merasa takut ketika ingin mencontek c. dan norma kebiasaan. Misalkan. yaitu norma hukum dan norma sosial. dalam tradisi jawa. Norma agama adalah norma sosial yang sifatnya mutlak karena berasal dari Tuhan. Aturan-aturan tersebut mempengaruhi seseorang dalam berprilaku. norma kesopanan.Norma dan Peranan Norma Norma adalah aturan-aturan atau ukuran perilaku manusia. Misalkan. yaitu norma agama. Namun norma tersebut berbeda dengan norma yang ditanamkan pada anak-anak yang tinggal didaerah Berikut . Seseorang yang dibesarkan di Amerika sejak kecil. Norma dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bagaimana norma tersebut terbentuk. dan kepantasan yang berlaku dalam masyarakat. d. seringkali seseorang membelikan kado kepada temannya yang berulang tahun. Norma kebiasaan adalah norma sosial yang terbentuk akibat perilaku yang dilakukan berulang-ulang secara sadar maupun tidak. Orang tersebut dianggap tidak sopan jika berbicara berbelit-belit dan membuang muka saat berbicara dengan orang lain. Norma kesusilaan adalah norma sosial yang dari hati nurani dimana seseorang dapat membedakan hal yang baik dan buruk. Misalkan. Norma hukum adalah aturan-aturan atau perilaku manusia yang dibentuk oleh lembaga-lembaga tertentu yang tugasnya mengatur perilaku orang lain. penjelasannya : a. Contoh : “Siapa yang menjaga mulut-Nya memelihara nyawanya” (Amsal 13 : 3) b.

dan orang-orang Katolik. dan kebergantungan ditekankan oleh orang-orang Afrika. Suatu senyuman dapat ditafsirkan berbeda makna. Dalam keluarga-keluarga Irlandia dalam terapi konflik menangani konflik lewat kiasan. orang-orang Jepang. Menurut penelitian Sillars dan Weisberg. akibatnya mereka terlihat kritis. Norma- . Pemahaman atas norma-norma konflik ini sangat lah penting untuk menyelesaikan suatu permasalahan antara dua orang atau kelompok yang berbeda budaya. yaitu (1) ekspresivitas dan (2) privasi dan individualitas. Permasalahan atau pertentangan yang timbul akibat perbedaan norma disebut norma-norma konflik. sejak kecil mereka dididik untuk merendahkan pandangan mata mereka. orang-orang Mormon. orang-orang Indian Amerika. Setiap orang atau kelompok memiliki ekspresi yang berbeda-beda dalam memandang suatu permasalahan atau konflik. ada beberapa mahasiswa non-Barat yang menafsirkan senyuman mahasiswa Amerika yang bermaksud untuk menyapa sebagai suatu isyarat seksual atau kurang ajar. Sillars dan Weisberg (1987) mengidentifikasi sekurang-kurangnya dua varibel penting yang membedakan bagaimana anggota-anggota suatu budaya tertentu memandang konflik antarpesona dan keluarga. dan kesinisan daripada lewat konfrontasi verbal (Diskusi). kawan atau orang lain diluar keluarga tidak diharapkan ikut campur dalam menyelesaikan masalah. afiliasi. Berdasarkan budaya Amerika. Nasehat orang-orang diluar keluarga dianggap sebagai suatu pelanggaran atas privasi. Ekspresivitas adalah ekspresi atau respon seseorang terhadap sesuatu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi selalu menghargai diskusi dan analisis suatu masalah yang mendetail sehingga diukur sebagai standar umum. hlm. mahasiswa Amerika menanggapi sikap mahasiswa non-Barat yang mengacuhkan senyumannya sebagai suatu sikap permusuhan (Samovar dan Porter. Polisi-polisi Amerika yang mengontrol daerah selalu salah paham ketika berbicara dengan anak-anak hispanik. tekanan pada kerja sama. orang-orang Meksiko. sebagai isyaratan penghormatan.hispanik. Privasi dan individualitas seseorang atau kelompok yang berbeda norma juga bervariasi. Mereka yang dididik dengan norma yang berbeda menafsirkan perilaku anak-anak tersebut sebagai kebencian. ketika orang-orang yang berwenang berbicara kepada mereka. sindiran. 346). Di lain sisi. orang-orang West Indies. orang-orang Asia. 1991a.

Pengungkapan diri adalah komunikasi mengenai diri sendiri kepada orang lain. Tujuannya agar terjalin komunikasi yang efektif antara pembicara dan pendengar. Hubungan antara membangun komunikasi efektif antarbudaya dengan norma dan peranan Dalam menjalin komunikasi dengan seseorang atau sekelompok yang berbeda budayanya. Peranan juga dipengaruhi oleh budaya sehingga peranan sangat bervariasi dalam berbagai budaya. Dalam perkawinan dua orang dari budaya berbeda. Misalkan. menghendaki bahwa sebagian konflik akan dikurangi atau diselesaikan secara bersama untuk kebaikan bersama. besar kemungkinannya timbul perbedaan-perbedaan kekuasaan dalam membuat keputusan dan pola pengungkapan diri. orang-orang Eropa Utara lebih kurang mengungkapkan dirinya dibandingkan orang-orang dari budaya Mediterania. Menurut Rohrlich. Dalam kasus ini. Para peneliti dari beberapa disiplin mengakui bahwa perkawinan dua orang dari budaya-budaya berlainan. harus ada kesadaran akan perbedaan budaya dari kedua pasangan. Perangkat-perangkat norma seorang pria terhadap wanita di Indonesia berbeda dengan Amerika atau negara barat lainnya. murid tersebut perlu mengetahui norma-norma kesopanan seorang murid terhadap guru agar tidak terjadi konflik. yaitu norma agama. Ketika seorang suami atau istri gagal mengkomunikasikan kepentingannya dan menganggap pasangannya tidak terikat oleh budayanya. dirasakan. sebelum mengenal norma yang dianut. Peranan Peranan adalah perangkat-perangkat norma yang berlaku bagi kelompokkelompok orang yang spesifik dalam suatu masyarakat. dan lebih kaya”. hubungan peranan pembicara dengan peranan pendengar perlu diketahui. kesopanan. berbeda dari perkawinan dua orang dari budaya yang sama. dan kesopanan. Misalkan. sehingga orang lain dapat mengetahui apa yang dipikirkan. Namun. menarik. kesusilaan.norma mereka. masalah mungkin akan timbul seperti kesalahpahaman. dan diinginkannya. “Perbedaan budayalah yang membuat pernikahan lebih bervariasi. . jika seorang murid sedang berbicara dengan gurunya. diperlukan pemahaman yang baik mengenai norma-norma yang dianut oleh lawan bicara.

Di India. Nilainilai menentukan apa yang seseorang anggap benar. Hal tersebut disebabkan karena ajaran norma agama mereka. Budisme Mahayana menyediakan kaum Tibet tidak hanya suatu rancangan untuk hidup namun juga pandangan hidup yang positif. penting. terkadang seseorang sulit menerima bahwa apa yang benar atau baik bergantung pada budaya. terjadi kelaparan massal. Suatu penelitian para pengungsi Tibet yang menetap di India memperlihatkan bahwa mereka telah berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka dan mendapatkan banyak perolehan ekonomi dan sosial. pragmatik. nilai-nilai dari budaya lain dapat terima. dan pahami apabila seseorang tinggal dalam waktu lama di komunitas yang berbeda budaya. Walaupun demikian. seorang yang berasal dari Barat mungkin sulit untuk menyantap makanan Timur Tengah atau makanan Asia yang tidak dikenalnya. Lebih sulit lagi menerima bahwa dalam beberapa budaya orangorang bahkan memakan tanaman dan binatang yang tidak dianggap sebagai makanan oleh manusia umumnya. dan seimbang … [ Bagi orang Tibet] tindakan memajukan afirmasi hidup berdasarkan perbuatan baik yang dilakukan individu dan komunitas.Kepercayaan dan Nilai Adalah jauh lebih sulit memahami dan menerima nilai-nilai budaya lain bila nilai-nilai itu berbeda dari nilai-nilai budaya sendiri. tekun. Misalnya. padahal sapi-sapi berkeliaran di jalan. percaya. Tanpa sadar seseorang menganggap nilai-nilai yang dipercayanya tampak universal dan mutlak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa terkadang sistem kepercayaan dan nilai dapat memperbaikin kehidupan orang atau kelompok yang menganutnya. mendapatkan hasil bahwa pola-pola berpikir mereka berubah. baik. Suatu penelitian dengan subjek wanita Amerika keturunan Sicilia yang datang ke Amerika ketika mereka sudah dewasa-muda. indah . Pandangan dunia Budisme Tibet memajukan suatu sikap “mampu” dengan suatu dosis keriangan yang sehat Kendala terhadap Pemahaman Antara Budaya . dan juga sulit memahami mengapa. namun karena terikat dengan norma agamanya. sapi-sapi tersebut tidak dapat disembelih.

Contoh : bila seorang Amerika-non Asia mempelajari budaya Korea. negri kita sendiri. Etnosentrisme Kita tidak menyadari banyak aspek budaya kita berbeda dengan budaya-budaya lain. yakni usaha individu untuk memperoleh dan memelihara penghargaan diri. yang paling bermoral. aturan. Stereotip ini dapat berupa prasangka positif / negatif.Kita tidak dapat mempelajari suatu bahasa asing hanya dengan menghafalkan kosakata / struktur tata bahasanya. sebagai yang terbaik. kebiasaan. Karenanya . dan nilai yang berbeda. Sebagian orang menganggap segala bentuk stereotipe negatif. seharusnya tidak ada masalah ketika budaya-budaya yang berbeda bertemu. A. Biasanya pertemuan antar budaya itu di awali tidak hanya dengan persahabatan dan kemauan sbaik pada kedua pihak. mungkin tidak terhindarkan bahwa kita menganggap “kelompok kita sendiri. B. namun ada pengertian intelektual bahwa setiap pihak mempunyai seperangkat. perilaku atau aspek-aspek budaya lain dengan menggunakan kelompok dan adat istiadat kita sendiri sebagai standar bagi semua penilaian. Karena budaya tidak disadari. Penstereotipan (Stereotyping) Stereotip adalah suatu pendapat atau prasangka mengenai orangorang dari kelompok tertentu. Semakin berbeda kedua budaya. dan semakin sedikit kemungkinan untuk saling memahami. adat istiadat. namun karena ia bersumber pada psikolog manusia. Secara teoretis.” Sedangkan seorang antropolog Edward Hall (1976) percaya bahwa etnosentrisme mempersulit komunikasi antar budaya bahkan bila kedua pihak yang berinteraksi berusaha membuka pikiran mereka.” Etnosentrisme adalah suatu kecendrungan menghakimi nilai. semakin besar perbedaan antara kedua kelompok itu. Seorang psikolog Roger Brown (1986) mengatakan : “Bukan hanya universalitas etnosentrisme yang membuat kita berpikir bahwa etnosentrisme sulit dihilangkan. dimana pendapat tersebut hanya didasarkan bahwa orang-orang tersebut termasuk dalam kelompok tertentu tersebut. Bahkan kadang-kadang bisa dijadikan sebagai alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif. ia tidak akan pernah memahami bagaimana dibesarkan dalam budaya itu. budaya kita sendiri.

sterotip sering . dan suka melakukan tindak kekerasaan. kalem. kemayu. orang Padang. Stereotype ini antara lain mengatakan bahwa sifat dan karakter orang Madura itu keras perilakunya. tapi kita percaya dengan image umum itu dan kita mengasosiasikan individu yang melekat ke kelompok-kelompok itu dengan pandangan umum tersebut. ekspresif. dan kemudian ketika kita tahu dia berasal dari suku tertentu. Misalnya stereotip orang Jawa (menurut orang luar Jawa) itu halus. Stereotype orang Madura ini lebih banyak yang negatif daripada yang positif. Teoretisi ini menekankan bahwa disamping menciptakan ekspektasi mengenai bagaimana orang-orang akan berperilaku. Padahal sifat-sifat dan karakter-karakter tersebut tidak semuanya benar. maka satu informasi tentang suku itu akan kita lekatkan kuat-kuat pada orang tersebut. dimana penilaian tersebut hanyalah penyederhanaan dan pemukulrataan suatu kesimpulan saja terhadap sifat dan karakter suku atau bangsa yang dinilai. Tapi saat kita baru mengenal orang. Begitu juga yang terjadi pada suku Madura. orang Papua. Mereka juga punya stereotype yang melekat di benak suku atau bangsa lain. pendendam. Bisa saja dia memang turunan Jawa. kaku. Apa yg kita tahu tentang orang Jawa. dan macam2 suku tertentu. atau bahkan sepenuhnya dikarang-karang. dll. Penilaian-penilaian itu lebih banyak didasarkan pada pengalaman empiris suku atau bangsa yang menilai tersebut dalam berinteraksi dengan suku atau bangsa yang dinilai. pada akhirnya.tereotipe jarang sekali akurat. tapi lahir dan besar di tanah Betawi plus lingkungan teman-temannya asli Betawi semua bahkan bisa juga dia sama sekali tidak mengetahui budaya Jawa. Kita hanya percaya pada anggapan umum yang salah (stereorype) itu. itu semua adalah informasi umum yang kita dapat entah darimana saja dan sebenarnya kita sendiri juga belum tentu mengalami secara langsung. seringkali kita mengabaikan kemungkinan itu. orang tersebut bisa jadi memiliki sifat yang benar-benar sangat jauh berbeda / malah bisa bertolak belakang dengan stereotype itu. bertanya sedikit tentang dirinya. Padahal secara individu. Contohnya adalah ketika kita pertama kali bertemu orang. temperamental. biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar.

menimbulkan nubuat yang dipenuhi sendiri (self-fulsilling prophecy). Sebuah pesona stimuli yang sudah kita senangi dan mempunyai kategori tertentu yang positif. tampilan ramah. hallo effect kebalikannya. ketimbang orang yang wajahnya tampak galak plus tampilan lusuh. Kalau stereorype lebih sering dikonotasikan negatif. Sehingga itulah “the power of hallo effect”. Efek Komunikasi Antarbudaya Efek Personal Meskipun komunikasi antarbudaya semakin mempengaruhi dunia tempat kita tinggal. Di antara penduduk imigran di kota – kota terbesar seperti di Amerika kita menemukan kelompok – kelompok etnik yang tinggal bersama di daerah – daerah tertentu. namun sedikit orang yang bepergian secara ekstensif untuk benar – benar mengenal orang – orang dari budaya lain. dan pada kategori itu disimpan semua sifat yang baik. program – program multibudaya. dan buku – buku teks yang secara lebih baik mempresentasikan semua kontribusi budaya terhadap literatur dan sejarah kita. maka kita akan cenderung percaya dan melekatkan segala sifat positif pada orang tersebut.kan? Kalau kita lihat orang ganteng / cantik. Buktinya. Jika kita pertama kali melihat orang yang ganteng / cantik. kita cenderung menganggap mereka orang yang bisa dipercaya. Padahal bisa jadi penjahat sebenarnya adalah yang gayanya 'oke bgt' itu. kebanyakan ahli setuju bahwa hambatan – hambatan terhadap komunikasi dan pemahaman antarbudaya mungkin akan merupakan fakta bahwa sedikit komunikasi akan terjadi pada tingkat personal. rapi. karena kita bertindak berdasarkan informasi yang kita percayai sebagai benar. Bepergian ke luar negeri mudah sekarang dan lebih ekonomis untuk dilakukan dibandingkan zaman dahulu. dan tampak terpelajar. Demikian pula cara kerja “hallo effect”. Kita cenderung lebih merasa comfort berada dekat orang yg seperti ini penampilannya. wangi. wangi. . rapih. kurikulum. Di negeri kita sendiri kita cenderung tinggal bersama kelompok – kelompok dan subkelompok – subkelompok kita sendiri. Dewasa ini kebutuhan banyak kelompok orang dari budaya – budaya berlainan untuk menegaskan dan memelihara budaya mereka masing – masing terlihat pada tuntutan mereka untuk memperoleh pendidikan dwi-bahasa. banyak orang yang tertipu oleh pencopet yang bergaya seperti direktur.

Jadi belajar cukup lama di luar negeri dapat memberi andil terhadap sikap – sikap yang lebih positif dan peningkatan pengertian antarbudaya. Akibatnya. Dibandingkan dengan kelompok mahasiswa yang tetap belajar di dalam negeri. Pda akhir tahun pelajaran. dan peduli dengan peristiwa – peristiwa internasional. Jerman. yang menonton televisi. adalah sebuah konsorsium yang di bentuk bersama oleh Inggris. Maka telah dilakukan beberapa kajian mengenai program –program pertukaran mahasiswa – mahasiswa. Penelitian lain yg dilakukan oleh Carlson dan Widaman (1988) membandingkan 450 mahasiswa dari University of California yang menghabiskan tahun pelajaran ketiga di sebuah universitas Eropa dengan mahasiswa – mahasiswa yang tetap belajar di kampus mereka di Amerika pada tahun ketiga. kita adalah warga negara dunia yang dipengaruhi oleh perubahan – perubahan politis. namun masih banyak yang harus dipelajari bagaimana sikap –siakap tersebut berkembang Efek Personal dan Efek Politis Kita tidak lagi secara terbatas menjadi anggota komunitas kita. Perusahaan – perusahaan yang menangani banyak komoditas biasanya memiliki kantor. ekonomi. Prancis. mereka belajar yang di luar negeri juga menunjukan sikap – sikap yang lebih positif dan lebih kritis terhadap negara mereka.Bagi siapa saja yang membaca buku . dan konsorsium yang menangani segala jenis barang dan jasa. dan sosial. ekonomi bangsa – bangsa di dunia semakin saling terkait. kepedulian politik internasional dan kosmopolitanisme yang lebih tinggi. Usaha – usaha multinasional untuk menghasilkan barang. Airbus Industrie. Rohrlich dan Martin (1991) meneliti penyesuaian diri mahasiswa – mahasiswa Amerika Serikat yang belajar di luar negeri juga penyesuaian diri ketika mereka kembali ke Amerika. Meskipun ada anggapan bahwa pengertian antarbudaya meningkat sebagai akibat dari pertukaran budaya dan pendidikan selama waktu yang cukup panjang. dan pnyalur di beberapa negara lain di seluruh duni. mereka menemukan wanita lebih puas daripada pria setelah kembali. mungkin karena gaya hidup mereka di negeri sendiri lebih bebas ketimbang ketika mereka tinggal dengan keluarga pribumi. Komunikasi. pabrik. misalnya. para ahli percaya bahwa cita – cita ini harus dapat dibuktikan secara empiris. dan perdagangan semakin bersifat internasional. perbankan. . dunia telah tumbuh lebih besar. Misalnya.

PBB. misalnya. perawatan kesehatan. Masalah – masalah ekonomi di banyak negara telah sering menimbulkan konflik etnik dan rasial. lebih dari sekedar forum debat politik. dan membantu mengorganisasikan produksi kerajinan tangan lokal menjadi industri yang menguntungkan yang dijual ke luar negeri. suatu perusahaan patungan dapat diperluas lagi dengan memasukkan Amerika Serikat dan mungkin mitra – mitra internasional lainnya. dan migrasi. dan para pendatang dan keturunan mereka mendesak orang – orang Indian itu ke Barat. organisasi internasional paling terkenal. Seperti banyak lembaga internasional lainnya. Para penjelajah Eropa membawa kuda – kuda kepada orang – orang Indian. Beberapa organisasi internasional menyediakan pelayanan dalam bidang latihan baca tulis. Meskipun demikian. interdepensi kita sudah jelas. Pelayanan ini membantu meningkatkan produktivitas dan standar hidup. Tidak semua implikasi ekonomi internasional ini bersifat positif. dan barang – barang Asia ke Eropa. Para pedagang dan invasi bangsa Mongol pernah membawa serbuk senjata. Inilah beberapa contoh bagaimana perdagangan. tapi karena bahasa Prancis merupakan bahasa aristokrasi dan Inggris merupakan bahasa kaum petani.Spanyol. Ketika Irak menginvasi Kuwait tahun 1990. Invasi bangsa Norman ke Inggris padas abad kesebelas secara permanen mempengaruhi bahasa Inggris. . Kini. Organisasi – organisasi internasional juga bekerja mewakili para pengungsi. dan pendidikan di berbagai negara. dan tembakau. PBB aktif menangani “mekanika kehidupan” seperti kebutuhan akan makanan. para imigran membawa barang – barang ini dan barang – barang lainnya dan adat istiadat ke Amerika Serikat. perang. budaya – budaya berubah karena saling berhubungan. kemudian. ada keprihatinan bahwa minyak dunia akan dibatasi dan bergantung kepada tindakan –tindakan politisi Irak. tidak hanya dari kontak dengan bahasa Prancis. Efek Kultural Sejak zaman dahulu. dan Belanda. pendidikan metode pertanian modern. orang – orang Indian mengajari para pendatang terdahulu bagaimana menanam jagung. penaklukan. makaroni. telah mempengaruhi budaya – budaya sepanjang sejarah.

Namun. Homogenisasi budaya mengisyaratkan bahwa beberapa aspek suatu budaya akan mendominasi dan menghilangkan aspek – aspek budaya lainnya yang serupa. seperti pengenalan metode sanitasi untuk menangkal penyakit atau metode pertanian yang dapat menyelamatkan ribuan orang dari kelaparan. . Bila ada pengertian yang memadai atas budaya – budaya regional dan nasional. Gudykunst dan Kim menyatakan bahwa “keanekaragaman budaya dan etnik adalah perlu bagi komunitas untuk eksis” mereka menyarankan tujuh prinsip untuk membangun komunitas. Berhati – hatilah. termasuk sejumlah ahli budaya. 2. Fokuskan pada proses bukan pada hasilnya. misalnya. prinsip – prinsip untuk membangun komunitas. juga kepada individu – individu yang bersama kita mencoba memajukan komunitas. orang sekarang menekankan keanekaragaman. Mereka bertanya apakah suku – suku terasing yang telah terisolasi ratusan tahun benar – benar memperoleh manfaat dari hubungan dengan dunia luar. tetapi juga di negara – negara lain. kecendrungan budaya – budaya yang saling berhubungan untuk menjadi semakin mirip antara yang satu dengan lainnya. adalah mungkin untuk memelihara perbedaan – perbedaan individual dan membiarkan anggota – anggota berbagai subkelompok dan kelompok untuk hidup berdampingan dan berkembang. Pertukaran antarbudaya menimbulkan homogenisasi budaya. Perbedaan – perbedaan lah yang menjadi isu dalam konflik – konflik tidak hanya antara kelompok – kelompok rasial dan etnik di negara kita. Memiliki komitmen. Namun banyak orang. prinsip – prinsip bagi kita untuk bertanggung jawab : 1. peperangan dan sumber –sumber penyakit dan polusi serta kemajuan peradaban. percaya bahwa ketidaknyamanan kita ketika meyaksikan penderitaan manusia dalam televisi dapat menjadi katalisator bagi perubahan dengan membangkitkan empati dan kasih sayang.Kebanyakan orang tidak akan mempersoalkan nilai beberapa aspek pertukaran budaya. mempertanyakan nilai aspek – aspek lain pertukaran budaya. Pikirkan apa yang kita lakukan dan katakan. Robert Jay Lifton. seorang psikiater yang telah menulis pemusnahan bangsa – bangsa. Kita harus mempunyai komitmen kepada prinsip memajukan komunitas dalam kehidupan kita.

3.html 16.html 12.wikipedia. 1999. Studi Kasus Etnik Batak Toba danEtnik Cina.answers.. Mulyana. Komunikasi Antar Budaya.com/2009/11/perbedaan-normaagamasusilakesopanan. Jangan melakukan kekerasan dan menipu.gunadarma.yahoo. http://id. 4. 2009.et. 1982. Rosdakarya. 8.com/question/index? qid=20100126025838AAivbHY 9.com/2008/07/pesan-verbal-nonverbal. Remaja. Universitas Indonesia. Kenalilah bagaimana budaya dan etnisitas mempengaruhi cara kita berpikir dan berprilaku. http://id. . 6. jangan melanggar janji yang sah. http://id.al. Bersikaplah etis. 5.com/2009/03/stereotype-hallo-effect. Suwardi.org/wiki/Norma_hukum 11. Hargailah keanekaragaman. 5. Jakarta. USU Press.H. Dubuque : Wm . Komunikasi Antar Budaya. Sunarwinadi. Samovar. Bandung. Dodd. Deddy dan Jalaluddin Rahmat. California : Wodsworth Publishing Company. Medan. Understanding Intercultural Communication. http://imajinasi-ku. Jurnal.blogspot. Terimalah tanpa syarat.blogspot. 2. Bersikaplah penuh pengertian. Komunikasi Antar Budaya. 1981. 7.. 6.blogspot. Pedulikan diri kita sendiri dan orang lain. http://id. Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. Marhaeni. http://acan-elhasby.wikipedia.org/wiki/Stereotipe 15. 1989.html 14./Artikel_10505199. Perbuatlah perilaku yang bukan merupakan alat untuk mencapai tujuan tetapi perilaku yang secara moral benar dalam dan dengan perilaku itu sendiri. Fajar. Jakarta. Edisi Pertama. 4.wikipedia. Lubis. Berusahalah memelihara harmoni. Hindarilah komunikasi yang menimbulkan pertentangan dan adakan dialog bila mungkin. Bersikaplah damai. Pusat Antar Universitas Ilmu-IlmuSosial. Belmont 7. http://adiprakosa.org/wiki/Norma_sosial 10. jangan mencoba mengubah atau mengendalikan mereka. atau suka berahasia.Carley. Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA 1. www.Ilya. Komunikasi dan Budaya.C. Terimalah orang lain sebagaimana adanya. Dynamics of Intercultural Communication. Ilmu Komunikasi: Teori & Praktek.ac.Brown Company Publishers.pdf 13. 1999. 3. Penerbit Graha Ilmu.id/library/articles/graduate/.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.