P. 1
kapita selekta

kapita selekta

|Views: 235|Likes:
Published by the_dexters

More info:

Published by: the_dexters on Nov 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2015

MAKALAH KAPITA SELEKTA

IDENTIFIKASI MASALAH KESULITAN BELAJAR

Oleh : Iswanto Armet Tribuana 08304244035 08304244052

Pendidikan Biologi Swadana ‘08

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Suatu proses belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku.Berhasil tidaknya proses belajar mengajar tergantung dari faktor-faktor dan kondisi yang mempengaruhi proses belajar siswa. Faktor dan kondisi yang mempengaruhi proses belajar sesungguhnya banyak sekali macamnya,baik yang ada pada diri siswa sebagai pelajar,pada guru sebagai pengajar,metode mengajar,bahan materi pelajaran harus diterima siswa,maupun sarana dan prasarana. 1.2. Identifikasi Masalah Pokok permasalahan penelitian ini adalah kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam belajar biologi.Untuk mempelajari materi biologi diperlukan cara dan metode belajar yang berbeda bila dibandingkan dengan ilmu yang lain seperti fisika, matematika, kimia dan sebagainya. Faktor kesulitan belajar yang bersumber dari siswa,misalnya motivasi, kemauan,perhatian,metode belajar yang kurang tepat,waktu belajar yang terbatas,kurangnya sumber belajar yang diperlukan.Disamping itu metode mengajar yang kurang tepat serta kurang mampunya siswa menerima materi pelajaran dapat juga sebagai faktor penyebab kesulitan siswa belajar biologi. 1.3. Perumusan Masalah a) Faktor-faktor kesulitan apakah yang dihadapi siswa dalam belajar biologi. b) Bagaimana pemecahannya agar kesulitan belajar siswa dapat di atasi. 1.4. Tujuan Tujuan : 1. Untuk mengetahui faktor kesulitan apa saja yang dihadapi siswa dalam belajar biologi serta 2. Untuk mengetahui bagaimana mengatasi kesulitan dalam belajar biologi.

3. untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui proses belajar mengajar

(siswa,guru,materi pelajaran dan fasilitas)secara tepat guna di sekolah

1.5. Kegunaan Penelitian a) Memberi sumbangan terhadap ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan mata pelajaran biologi. b) Sebagai pedoman dalam mengatasi dan menanggulangi permasalahan yang timbul dalam pengajaran biologi. c) Memperbaiki proses belajar mengajar terutama pada pelajaran biologi sehingga dapat memperkecil kesulitan yang dihadapi siswa. 1. Pengertian Kesulitan Belajar Aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlansung secara wajar. Kadang – kadang lancar, kadang – kadang tidak, kadang – kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat terkadang semangat tinggi, tetapi terkadang juga sulit untuk mengadakan konsentrasi. Dalam hal dimana anak didik/ siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar. Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena faktor intelgensi yang rendah (kelainan) mental akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor – faktor non intelgensi. Dengan demikian, IQ yang tinggi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. Macam – macam kesulitan belajar dapat dikelompokkan menjadi empat bagian : 1. dilihat dari jenis kesulitan belajar : - ada yang berat - ada yang sedang 2. dilihat dari bidang studi apa yang dipelajarinya : - ada yang sebagian bidang studi dan - ada yang keseluruhan bidang studi 3. dilihat dari sifat kesulitannya : - ada yang sifatnya permanen/ menetap dan

- ada yang bersifat hanya sementara 4. dilihat dari faktor penyebabnya - ada yang karena faktor intelgensi dan - ada yang karena faktor non intelgensi 2. Faktor – Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Faktor – faktor yang menyebabkan kesulitan belajar dapat digolongkan ke dalam dua golongan yaitu : 1) Faktor intern a) Sebab Yang Bersifat Fisik : 1. Karena sakit Seseorang yang sakit akan mengalami kelemahan fisiknya, sehingga saraf sensoris dan motorisnya lemah. 2. Karena kurang sehat Anak yang kurang sehat dapat mengalami kesulitan belajar, sebab ia mudah capek, mengantuk, pusing, daya konsentrasinya hilang, kurang semangat, pikiran terganggu. 3. Sebab karena cacat tubuh - Cacat tubuh yang bersifat ringan seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan, ganguan psikomotor. - Cacat tubuh yang tetap seperti buta, tuli, isu, hilang tangannya dan kakinya. Bagi golongan yang serius, maka harus masuk pendidikan yang khusus seperti SLB, bisu tuli, TPAC-SROC. b) Sebab – Sebab Kesulitan Belajar Karena Rohani : 1. Intelgensi Anak yang IQ-nya tinggi dapat menyelesaikan segala persoalan apa yng dihadapi. 2. Bakat Bakat adalah potensi/ kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir 3. Minat Tidak adanya minat seseorang anak terhadap sesuatu pelajaran akan timbul kesulitan belajar.

4. Motivasi Motivasi sebagai faktor yang inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan belajar 5. Faktor kesehatan mental Dalam beljar tidak hanya menyangkut segi intelek, tetapi juga menyangkut segi kesehatan mental dan emosional.

6. Tipe – tipe khusus seorang pelajar - Seorang yang bertipe visual, akan lebih cepat mempelajari bahan – bahan yang disajikan secara tertulis, bagan, grafik, gambar. - Anak yang bertipe auditif mudah mempelajari bahan yang disajikan dalam bentuk suara. - Individu yang betipe motorik, mudah mempelajari yang berupa tulisan – tulisan, gerakan – gerakan dan sulit mempelajaribahan yang berupa suara dan penglihatan. 2) Faktor Orang Tua a) Faktor Keluarga 1. Faktor Orang Tua a. Cara mendidik anak Orang tua yang tidak / kurang memperhatikan pendidikan anak – anaknya, mungkin acuh tak acuh, tidak memperhatikan kemajuan belajar anak –anaknya b. Hubungan Orang Tua Dan Anak Sifat hubungan orang tua dan anak sering dilupakan. Yang dimaksud hubungan adalah kasih sayang penuh pengertian atau kebencian, sikap keras,acuh tak acuh, memanjakan dan lain – lain. c. Contoh / bimbingan dari orang tua Orang tua merupakan contoh terdekat dari anak – anaknya. Segala yang diperbuat orangtua tanpa disadari akan ditiru oleh anaknya. 2. Suasana rumah / keluarga Suasana keluarga yang sangat ramai/ gaduh, tidak mungkin anak dapat belajar dengan baik. Anak akan selalu terganggu konsentrasinya, sehingga sulit untuk

belajar. 3. Keadaan ekonomi keluarga Keadaan ekonomi digolongkan dalam : a. keadaan yang kurang/miskin b. ekonomi yang berlebihan

b) Faktor Sekolah yang dimaksud sekolah, antara lain adalah ; 1. Guru Guru dapat menjadi sebab kesulitan belajar, apabila : a. Guru tidak berkualtas b. Hubungan guru dengan murid kurang baik c. Guru – guru yang menuntut pelajaran diatas kemampuan anak d. Guru tidak cakap dalam uasaha diagnosis kesulitan belajar e. Metode pengajaran guru yang dapat menimbulkan kesulitan belajar 2. Faktor alat Alat pelajaran yang kurang lengkap membuat penyajian pelajaran yang tidak baik. Terutama pelajaran yang bersifat pratikum.. 3. Kondisi Gedung Terutama ditujukanpada ruan kelas / ruangan tepat belajar anak. 4. Kurikulum Kurikulum yang kurang baik misalnya : a. Bahan – bahannya terlalu tinggi b. Pembagian pelajaan tidak seimbang c. Adanya pendataan materi 5. Waktu sekolah dan disiplin kurang c) Faktor Mass Media Dan Lingkungan Sosial 1. Faktor mass media meliputi : bioskop, TV, surat kabar, majalah, buku – buku komik yang ada di sekeliling kita. 2. Lingkungan sosial

a. Teman bergaul b. Lingkungan tetangga c. Aktivitas dalam masyarakat 3. Cara mengenal murid yang mengalami kesulitan belajar Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan belajar, misalnya : 1. menunjukkan prestasi yang rendah dibawah rata –rata yang dicaai oleh kelompok kelas. 2. hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah 3. lambat dalam melakukan tugas – tugas kelas 4. menunjukkan sikap yang kurang wajar 5. menunjukkan tingkah laku yang berlainan Dari gejala yang tampak itu, guru bisa menginterpretasi bahwa ia kemungkinan mengalami kesulitan belajar. disamping melihat gejala – gejala yang tampak, guru pun bisa mengadakan penyeledikan antara lain dengan : 1. Obsevasi : cara memperoleh data dengan lansung mengamati terhadap objek. 2. Interview : cara mendapatkan data dengan cara wawancara lansung terhadap orang yang diselidiki atau orang lain yang dapat memberikan informasi tentang orang yang diselidiki. 3. Tes diagnosis : suatu cara mengumpulkan data dengan tes. 4. Dokumentasi : cara mengetahui sesuatu dengan melihat catatan – catatan, arsip – arsip, dokumen – dokumen yang berhubungan dengan orang yang diselidiki. 4. Usaha Mengatasi Kesulitan Belajar Langkah – langkah yang yang perlu ditempuh dalam rangka mengatasi kesulitan belajar, dapat dilakukan melalui enam tahap, yaitu : 1) Pengumpulan data Untuk menemukan sumber penyebab kesulitan belajar, diperlukan banyak informasi. 2) Pengolahan data

Data yang telah terkumpul dari kegiatan tahap pertama tersebut, tidak ada artinya jika tidak diadakan pengolahan secara cermat. 3) Diagnosis Diagnosis adalah keputusan penentuan mengenai hasil dari pengolahan data. 4) Prognosis Prognosis artinya ramalan. Apa yang telah ditetapkan dalam tahap diagnosis, akan menjadi dasar utama dalam menyusun dan menetapkan ramalan mengenai apa yang harus diberikan kepadanya untuk membantu mengatasi masalahnya. 5) Treatment (perlakuan) Perlakuan disini maksudnya adalah pemberian bantuan kepada anak yang bersangkutan (yang mengalami kesulitan belajar) sesuai dengan program yang telah pada tahap prognosis tersebut. 6) Evaluasi Evaluasi disini dimaksudkan untuk mengetahui apakah treatment yan telah diberikan diatas berhasil dengan baik, artinya ada kemajuan, atau bahkan gagal sama sekali.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->