Makalah Pengertian dan Penggolongan Pestisida

Posting Oleh: Adnan Depressionz Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pestisida (sida, cide = racun) sampai kini masih merupakan salah satu cara utama yang digunakan dalam pengendalian hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan (Diana, 2009). Di Indonesia pestisida banyak digunakan baik dalam bidang pertanian maupun kesehatan. Di bidang pertanian pemakaian pestisida dimaksudkan untuk meningkatkan produksi pangan. Banyaknya frekuensi serta intensitas hama dan penyakit mendorong petani semakin tidak bisa menghindari pestisida. Di bidang kesehatan, penggunaan pestisida merupakan salah satu cara dalam pengendalian vektor penyakit. Pengguaan pestisida dalam pengendalian vektor penyakit sangat efektif diterapkan terutama jika populasi vektor penyakit sangat tinggi atau untuk menangani kasus yang sangat menghawatirkan penyebarannya (Munawir, 2005). Pestisida merupakan racun yang mempunyai nilai ekonomis terutama bagi petani. Pestisida memiliki kemampuan membasmi organisme selektif (target organisme), tetatpi pada praktiknya pemakian pestisida dapat menimbulkan bahaya pada organisme non target. Dampak negatif

Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-jasad renik dalam bangunan rumah tangga alat angkutan. Menurut PP RI No. Pestisida dapat diartikan secara sederhana sebagai pembunuh hama. Mengetahui pengertian pestisida 2. Memberantas atau mencegah hama dan penyakit yang merusak tanaman. Memberantas rerumputan 3. Pestisida merupakan semua zat atau campuran zat yang khusus digunakan untuk mengendalikan.. bahan lain. Penggunaan terusmenerus akan mengakibatkan efek resistensi berbagai jenis hama. tanah dan air. Hal tersebut di atas dapat terjadi terutama jika pestisida digunakan secara tidak tepat baik pada cara. Pengertian Pestisida Pestisida berasal dari kata pest yang berarti hama dan sida yang berasal dari kata caedo berarti pembunuh.Secara umum pestisida dapat didefenisikan sebagai bahan yang digunakan untuk mengendalikan populasi jasad yang dianggap sebagai pest (hama) yang secara langsung maupun tidak langsung merugikan kepentingan manusia (Sartono. nematoda. namun juga memberikan kerugian diantaranya residu yang tertinggal tidak hanya pada tanaman. zat pengatur tubuh dan perangsang tubuh. Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan peliharaan atau ternak 5. Pernyataan serupa diungkapkan oleh Quijano at all (2001). penggunaan pestisida memang memberikan keuntungan secara ekonomis. binatang pengerat. tanah dan udara. 7 Tahun 1973 dalam Kementrian Pertanian (2011) dan Permenkes RI No. pestisida juga didefinisikan sebagai zat atau senyawa kimia. . Oleh karena itu diperlukan pengetahuan yang lebih mendalam tentang pestisida. 2001).terhadap organisme non target meliputi dampak terhadap lingkungan berupa pencemaran dan menimbulkan keracunan bahkan dapat menimbulkan kematian bagi manusia (Tarumingkeng. memusnahkan. Sementara itu. B. Pengertian pestisida menurut Peraturan Pemerintah No.258/Menkes/Per/III/1992 adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk : 1. serta mikroorganisme atau virus yang digunakan untuk perlindungan tanaman. 2008). dan alat-alat pertanian 7. bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian. mencegah atau menangkis gangguan serangga. menolak. Memberantas atau mencegah hama-hama air 6. Tujuan 1. Mengatur atau merangsang pertumbuhan yang tidak diinginkan 4. 2. tanaman. The United States Environmental Control Act dalam Runia (2008) mendefinisikan pestisida sebagai berikut : 1. atau memusuhi hama dalam bentuk hewan. USEPA dalam Soemirat (2005) menyatakan pestisida sebagai zat atau campuran zat yang digunakan untuk mencegah. Mengetahui jenis-jenis atau penggolongan pestisida BAB II ISI A. tapi juga air.6 tahun 1995 dalam Soemirat (2005). dan mikroorganisme penggangu. Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan tanaman. dosis maupun organisme sasarannya.

dinilai sangat berbahaya bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Pestisida terbatas adalah pestisida yang karena sifatnya (fisik dan kimia) dan atau karena daya racunnya. bakteri. berdasarkan struktur kimianya. Contohnya Dimanin. bakteri. Contohnya Kelthene MF dan Trithion 4 E. pekarangan. kimia dan daya kerja yang berbeda-beda. bahasa latinnya berarti ganggang laut. kecuali virus. oleh karenanya hanya diizinkan untuk diedarkan. Algasida. serta jasad renik yang dianggap hama. 2. termasuk sarana nagkutan dan tempat penyimpanan/pergudangan. ditinjau dari jenis jasad yang menjadi sasaran penggunaan pestisida dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain: a. Menurut Depkes (2004) dalam Rustia (2009). berasal dari kata akari. Penggolongan Pestisida Pestisida mempunyai sifat-sifat fisik. Pestisida merupakan semua zat atau campuran zat yang digunakan untuk mengatur pertumbuhan atau mengeringkan tanaman. . Jenis Pestisida Menurut Jasad Sasaran Menurut Kementrian Pertanian (2011). tikus) atau untuk pengendalian hama di rumah-rumah. atau jasad renik lain yang terdapat pada hewan dan manusia. Pestisida dapat digolongkan menurut berbagai cara tergantung pada kepentingannya. b. B. Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu.gulma. 1. Akarisida sering juga disebut Mitesida. tempat umum lain. yang dalam bahasa Yunani berarti tungau atau kutu. virus. antara lain: berdasarkan jasad sasaran yang akan dikendalikan. berdasarkan cara kerja. berfungsi untuk membunuh algae. tempat kerja. Akarisida. disimpan dan digunakan secara terbatas. berasal dari kata alga. pestisida kesehatan masyarakat adalah pestisida yang digunakan untuk pemberantasan vektor penyakit menular (serangga. karena itu dikenal banyak macam pestisida. berdasarkan bentuknya dan pengaruh fisiologisnya. asal dan sifat kimia.

berfungsi untuk membunuh siput. Gisorin. Contohnya Nemacur. bahasa latinnya berarti burung. Trichlorophenol Streptomycin.c. atau kata Yunani bakron. d. Tamaron h. q. artinya serangga pelubang kayu berfungsi untuk membunuh rayap. Fungsida. k. berasal dari kata latin ovum berarti telur. Furadan. artinya potongan. Herbisida. Molluskisida. PLP. Pestisida berdasarkan cara kerjanya Dilihat dari cara kerja pestisida tersebut dalam membunuh hama dapat dibedakan lagi menjadi tiga golongan. Antracol 70 WP. Racun perut Berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran memakan pestisida. artinya tanaman setahun. Pedukulisida. Thiodan. berfungsi untuk membunuh gulma. berasal dari kata latin fungus. Sevidol 20/20 WP. yaitu (Soemirat. Pestisida yang termasuk golongan ini pada umumnya dipakai untuk membasmi serangga-serangga pengunyah. Difusol CB. Alvisida. Dithane M45 80P. Esteron 45 P g. Lirocide 650 EC. p. Agrimycin. Berasal dari katya latin bacterium. n. berasal dari kata Yunani Praeda berarti pemangsa. Daya bunuhnya melalui perut. 2. berfungsi untuk membunuh bakteri. Contohnya Morestan. Basamid G. Rodentisida. berarti ikan. Larvasida. Organisme tersebut terkena . b. Bakterisida. Contohnya Avitrol untuk burung kakaktua. berasal dari kata latin nematoda. Sevin. berasal dari kata Yunani lar. f. Racumin. atau bahasa Yunani nema berarti benang. Termisida. berfungsi untuk membunuh jamur atau cendawan. e. Vydate. berasal dari kata lain herba. berfungsi untuk membunuh pohon atau pembersih pohon. Temik 10 G. berasal dari kata avis. berfungsi untuk membunuh ikan. berfungsi untuk membunuh serangga. Dipel (Thuricide). Klerat RMB. Contohnya Gramoxone. Contohnya Benlate. Chlordane 960 EC. berarti kutu. Brestan 60. Contohnya Agrolene 26 WP. berfungsi membunuh ulat (larva). i. Silvisida. berfungsi untuk membunuh nematoda. Dapat bersifat fungitoksik (membunuh cendawan) atau fungistatik (menekan pertumbuhan cendawan). berasal dari kata Yunani Piscis. Tetracyclin. Delsene MX 200. berasal dari kata latin insectum. Contoh: Diazinon 60 EC. Ratak. berasal dari kata Yunani rodere. berfungsi sebagai pembunuh predator. Basfapon 85 SP. Nematisida. berfungsi untuk membunuh kutu atau tuma. Chemish 5 EC. berasal dari kata Yunani molluscus. Cupravit OB 21. Ratilan. l. 2005): a. j. o. Contohnya Dipachin 110. berasal dari kata Yunani termes. berfungsi untuk merusak telur. berasal dari kata latin pedis. Basta 200 AS. Piscisida. Sevidan 70 WP. Dimatan 50 WP. Contohnya Sqousin untuk Cypirinidae. atau kata Yunani spongos yang artinya jamur. keratan segmen tubuh. berarti pengerat berfungsi untuk membunuh binatang pengerat. Contohnya Agrept. Predisida. Racun kontak Berarti mempunyai daya bunuh setelah tubuh jasad terkena pestisida. Lindamul 10 EC. artinya berselubung tipis atau lembek. berasal dari kata latin silva berarti hutan. penjilat dan penggigit. Ratikus RB. fungsinya sebagai pembunuh atau penolak burung. Ovisida. Bacticin. m. Contohnya Lebaycid. tuma. Insektisida. Contohnya Fenthion.

tidak terakumulasi dalam sistem kehidupan. degradasi tetap cepat diturunkan dan dieliminasi namun pestisida ini aman untuk hewan. Hidrogen. Golongan ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : merupakan racun yang tidak selektif degradasinya berlangsung lebih cepat atau kurang persisten di lingkungan. menimbulkan resisten pada berbagai serangga dan memusnahkan populasi predator dan serangga parasit. d. Berperan memacu proses pernafasan sehingga energi berlebihan dari yang diperlukan akibatnya menimbulkan proses kerusakan jaringan. Sedangkan menurut Dep. Racun gas Berarti mempunyai daya bunuh setelah jasad sasaran terkena uap atau gas. b. Salah satu pernafasan dalam sel hidup melalui proses pengubahan ADP (Adenesone-5diphosphate) dengan bantuan energi sesuai dengankebutuhan dan diperoleh dari rangkaian pengaliran elektronik potensial tinggi ke yang lebih rendah sampai dengan reaksi proton dengan oksigen dalam sel. d. tetapi toksik yang kuat untuk tawon. e. berdasarkan struktur kimianya pestisida dapat digolongkan menjadi : a. fenvalerate. pestisida ini mengandung senyawa organik. 3. Golongan ini mempunyai sifat sebagai berikut : mirip dengan sifat pestisida organophosfat. Misal : Baygon. Orgahochlorine Pestisida jenis ini mengandung unsur-unsur Carbon. senyawa sulphur organik dan dinytrophenol.Kes RI Dirjen P2M dan PL 2000 dalam Diana (2009). Golongan organochlorin Pestisida organochlorin misalnya DDT.pestisida secara kontak langsung atau bersinggungan dengan residu yang terdapat di permukaan yang terkena pestisida. Jenis pyretroid yang relatif stabil terhadap sinar matahari adalah : deltametrin. H misal : tetra ethyl phyro posphate (TEPP ) c. Carbamate Pestisida yang mengandung gugus Carbamate. C. Golongan carbamat termasuk baygon. dan lain-lain. Sedangkan jenis pyretroid yang sintetis yang stabil terhadap sinar matahari dan sangat beracun bagi serangga . Pyretroid Salah satu insektisida tertua di dunia. permetrin. jika dilihat dari segi struktur kimianya. bayrusil. dan Chlorine. serychin. Orgahoposphate Pestisida yang mengandung unsur : P. merupakan campuran dari beberapa ester yang disebut pyretrin yang diekstraksi dari bunga dari genus Chrysanthemum. c. Jenis racun yang disebut juga fumigant ini digunakan terbatas pada ruangan ruangan tertutup. Senyawa dinitrofenol misalnya morocidho 40EC. pestisida dibagi atas: a. Pestisida Berdasarkan Struktur Kimia Menurut Pohan (2004). Dieldrin. Umumnya golongan ini mempunyai sifat: merupakan racun yang universal. Contoh: Mipcin 50 WP. Golongan organophosfat Pestisida organophosfat misalnya diazonin dan basudin. Lain-Lain Diluar ketiga jenis diatas. Sevin dan Isolan. Endrin dan lain-lain. lebih toksik terhadap manusia dari pada organokhlor. degradasinya berlangsung sangat lambat larut dalam lemak. c. Misal : DDT b.

Palathion. Biasanya fumigant merupakan cairan atau zat padat yang murah menguap atau menghasilkan gas yang mengandung halogen yang radikal (Cl. flusitrinate. h. mengakibatkan jumlah acetylcholine . berdasarkan jenis bentuk kimianya dapat digolongkan menjadi : a. Malathion. Dimethoat. f. Bila tertelan. Organofosfat adalah insektisida yang paling toksik di antara jenis pestisida lainnya dan sering menyebabkan keracunan pada manusia. Enzim tersebut secara normal menghidrolisis acetylcholine menjadi asetat dan kholin. Br. Disulfoton. naftalene. tetapi masih sangat toksik terhadap insekta. Antibiotik Misalnya senyawa kimia seperti penicillin yang dihasilkan dari mikroorganisme ini mempunyai efek sebagai bakterisida dan fungisida. dapat menyebabkan kematian pada manusia. fluvalinate. Ethion. Minyak tanah yang juga digunakan sebagai herbisida. meskipun hanya dalam jumlah sedikit. Petroleum Minyak bumi yang dipakai sebagai insektisida dan miksida. Demeton Methyl. Parathion. Chlorpyrifos. formaldehid. sipermetrin. misalnya chlorofikrin. Sedangkan menurut Prijanto (2009). bakteri. siflutrin. Diazinon. Organofosfat disintesis pertama di Jerman pada awal perang dunia ke II. Penelitian berkembang terus dan ditemukan komponen yang protein terhadap insekta tetapi kurang toksik terhadap manusia seperti malathion. Pada awal sintesisnya diproduksi senyawa tetraethyl pyrophosphate (TEPP).adalah : difetrin. fostin. cacing. Organofosfat menghambat aksi pseudokholinesterase dalam plasma dan kholinesterase dalam sel darah merah dan pada sinapsisnya. sihalometrin. tralometrin. Fumigant Fumigant adalah senyawa atau campuran yang menghasilkan gas atau uap atau asap untuk membunuh serangga . dan tikus. parathion dan schordan yang sangat efektif sebagai insektisida. ethylendibromide. Pada saat enzim dihambat. F). g. tetapi juga cukup toksik terhadap mamalia. Chloryfos. fenpropatrin. Organofosfat Pestisida yang termasuk ke dalam golongan organofosfat antara lain : Azinophosmethyl. Dichlorovos. metylbromide.

Struktur Karbamat dapat dilihat di bawah ini : . lakrimasi. racun ini juga mengganggu sistem saraf pusat. Pestisida golongan karbamat ini menyebabkan karbamilasi dari enzim asetil kholinesterase jaringan dan menimbulkan akumulasi asetil kholin pada sambungan kholinergik neuroefektor dan pada sambungan acetal muscle myoneural dan dalam autonomic ganglion. Insektisida ini biasanya daya toksisitasnya rendah terhadap mamalia dibandingkan dengan organofosfat. Gejala awal seperti salivasi.meningkat dan berikatan dengan reseptor muskarinik dan nikotinik pada system saraf pusat dan perifer. Gejala keracunan organofosfat sangat bervariasi. Setiap gejala yang timbul sangat bergantung pada adanya stimulasi asetilkholin persisten atau depresi yang diikuti oleh stimulasi saraf pusat maupun perifer. Hal tersebut menyebabkan timbulnya gejala keracunan yang berpengaruh pada seluruh bagian tubuh. b. Karbamat Insektisida karbamat berkembang setelah organofosfat. urinasi dan diare (SLUD) terjadi pada keracunan organofosfat secara akut karena terjadinya stimulasi reseptor muskarinik sehingga kandungan asetil kholin dalam darah meningkat pada mata dan otot polos. tetapi sangat efektif untuk membunuh insekta.

vomitus. bahkan sampai sekarang residu DDT masih dapat terdeteksi.Struktur karbamat seperti physostigmin. tetapi penggunaannya masih berlangsung sampai beberapa tahun kemudian. c. Bentuk carbaryl telah secara luas dipakai sebagai insektisida dengan komponen aktifnya adalah SevineR. Mekanisme toksisitas dari DDT masih dalam perdebatan. Mekanisme toksisitas dari karbamat adalah sama dengan organofosfat. hal tersebut terjadi dalam waktu beberapa jam. walaupun komponen kimia ini sudah disintesis sejak tahun 1874. dimana enzim achE dihambat dan mengalami karbamilasi. Dilain pihak bila terjadi efek keracunan perubahan patologiknya tidaklah nyata. ditemukan secara alamiah dalam kacang Calabar (calabar bean). Tetapi pada dasarnya pengaruh toksiknya terfokus pada neurotoksin dan pada otak. Yang paling populer dan pertama kali disinthesis adalah “Dichloro-diphenyl-trichloroethan” atau disebut DDT. Organoklorin Organoklorin atau disebut “Chlorinated hydrocarbon” terdiri dari beberapa kelompok yang diklasifikasi menurut bentuk kimianya. . Bila seseorang menelan DDT sekitar 10mg/Kg akan dapat menyebabkan keracunan. DDT dihentikan penggunaannya sejak tahun 1972. Saraf sensorik dan serabut saraf motorik serta kortek motorik adalah merupakan target toksisitas tersebut. Perkiraan LD50 untuk manusia adalah 300-500 mg/Kg. Gejala yang terlihat pada intoksikasi DDT adalah sebagai berikut: Nausea.

g) Sulfonat.paresthesis pada lidah. sulfon. yaitu pestisida yang diperoleh dari hasil sintesa kimia. koma. 5. f) Thiosianat: lethane dll. Chlordane. d. bakteri atau virus. yaitu pestisida yang berasal dari jasad renik atau mikrobia. tremor. BHC. Sevin dll. b) Heterosiklik: Kepone. Pestisida Biologi. iritabilitas. maka pestisida dapat dibedakan ke dalam empat golongan yaitu: a. b. Lindan 2) Senyawa fosfatester organik: Dichlorvos. organofospat. Pestisida berdasarkan bentuknya Dengan melihat bentuk fisiknya. contoh: bubur bordeaux. yaitu pestisida yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. 2) Organik: a) Organo khlorin: DDT. Sintetik 1) Anorganik: garam-garam beracun seperti arsenat. dan karbamat. Hasil alam: Nikotinoida. tembaga sulfat dan garam merkuri. pestisida digolongkan kedalam beberapa bentuk : a. Pestisida Nabati. Aerosol . Pestisida Sintetik. biothion dll. contoh: neem oil yang berasal dari pohon mimba. flourida. 4. yaitu pestisida yang berasal dari bahan alami. h) Lain-lain: methylbromida dll. Minyak d. bibir dan muka. Pestisida alamiah: 1) Pyrethum: Pyrethrin. contoh: organoklorin. d) Karbamat: Furadan. Dimetilan 4) Derivat kumarin : Cumachlor 5) Senyawa Dinitrofenol : Dinobuton Berdasarkan asal bahan yang digunakan untuk membuat pestisida. Pestisida sintetik: 1) Senyawa halogen organik: DDT. mirex dll. c) Organofosfat: malathion. Cinerin 2) Derris: Rotenon b. c. Pestisida berdasarkan asal dan sifat kimianya Penggolongan pestisida menurut asal dan sifat kimia menurut Butarbutar (2009) adalah: a. Pestisida Alami. b. kematian. Rotenoida dll. e) Dinitrofenol: Dinex dll. Malathion 3) Senyawa karbamat : Prpoxur. kegagalan pernafasan. Tepung semprot ( Wetable Powder) c. Piretroida. sulfida. Sedangakn menurut Soemirat (2005) Klasifikasi pestisida menurut asal dan struktur atau golongan zat kimianya antara lain: a. Endrin dll. contoh: jamur. convulsi. Tepung hembus b.

b. sebagai berikut: a. Senyawa Organofospat Racun ini merupakan penghambat yang kuat dari enzim cholinesterase pada syaraf. Pestisida berdasarkan pengaruh fisiologisnya Menurut Yusniati (2008) dalam Diana (2009). Golongan ini sangat toksik untuk hewan bertulang belakang. Aerosol (A) Aerosol merupakan formulasi yang terdiri dari campuran bahan aktif berkadar rendah dengan zat pelarut yang mudah menguap (minyak) kemudian dimasukkan ke dalam kaleng yang diberi tekanan gas propelan. Tepung (Dust=D) Merupakan tepung sangat halus dengan kandungan bahan aktif 1-2% yang penggunaanya dengan alat penghembus (duster). atau perkarangan. Penelitian berkembang tersebut dan ditemukan komponen yang paten terhadap insekta tetapi kurang toksik . Cairan yang dapat dilarutkan Berbentuk cairan yang bahan aktifnya mengandung bahan pengemulsi yang dapat digunakan setelah dilarutkan dalam air. Contoh: Sherpa 5 EC. Formulasi jenis ini banyak digunakan di rumah tangga. Larutannya berwarna putih susu tapi berwarna coklat jernih yang cara penggunaanya disemprotkan dengan alat penyemprot. f. Contoh: Mipcin 50 WP. Pada awal sintesisinya diproduksi senyawa tetraethyl pyrophosphate (TEPP). g. Cairan yang dapat diemulsikan Berbentuk cairan pekat yang bahan aktifnya mengandung bahan pengemulsi yang dapat digunakan setelah dilarutkan dalam air. Volume Ultra Rendah Berbentuk cairan pekat yang dapat langsung disemprotkan tanpa dilarutkan lagi. yang disebut farmakologis atau klinis. Cara penggunaanya disemprotkan dengan alat penyemprot atau di injeksikan pada bagian tanaman atau tanah. parathion dan schordan yang sangat efektif sebagai insektisida tetapi juga toksik terhadap mamalia. Asetyl cholin berakumulasi pada persimpangan-persimpangan syaraf (neural jungstion) yang disebabkan oleh aktivitas cholinesterase dan menghalangi penyampaian rangsangan syaraf kelenjar dan otot-otot. 6. pestisida juga diklasifikasikan berdasarkan pengaruh fisiologisnya. Contoh: Diazinon 90 ULV. e.Organofosfat disintesis pertama kali di Jerman pada awal perang dunia ke-II. pestisida dapat digolongkan dalam bentuk: a. c. Umpan beracun (Poisonous Bait = B) Umpan beracun merupakan formulasi yang terdiri dari bahan aktif pestisida digabungkan dengan bahan lainnya yang disukai oleh jasad pengganggu. h. d. Rook patroner Sedangakan menurut Yuantari (2009) berdasarkan bentuk formulasi. Butiran (Granule=G) Berbentuk butiran yang cara penggunaanya dapat langsung disebarkan dengan tangan tanpa dilarutkan terlebih dahulu.e. Biasanya disemprotkan dengan pesawat terbang dengan penyemprot khusus yang disebut Micron Ultra Sprayer. rumah kaca. Bahan tersebut digunakan untuk gas syaraf sesuai dengan tujuannya sebagai insektisida. Bubuk yang dapat dilarutkan (wettable powder=WP) Berbentuk tepung yang dapat dilarutkan dalam air yang penggunaanya disemprotkan dengan alat penyemprot atau untuk merendam benih.

LD50 dermal (kelinci) > 10. larva Lepidoptera (termasuk ulat tanah). LD50 oral (tikus) 16 – 41 mg/kg.030 – 1.1 mg/kg. Insektisida ini bersifat nonsistemik serta bekerja sebagai racun kontak dan racun perut dengan efek residu yang panjang. serta bekerja sebagai racun kontak.000 mg/kg menyebabkan iritasi ringan pada kulit (kelinci). 3) Klorfenvinfos Diumumkan pada tahun 1962. Diazinon merupakan insektisida dan akarisida nonsistemik yang bekerja sebagai racun kontak. racun lambung. dan efek inhalasi. dan inhalasi. Termakan hanya dalam jumlah sedikit saja dapat menyebabkan kematian. 4) Klorpirifos Merupakan insektisida non-sistemik. Asefat berspektrum luas untuk mengendalikan hama-hama penusuk-penghisap dan pengunyah seperti aphids. Organofosfat menghambat aksi pseudokholinesterase dalam plasma dan kholinesterase dalam sel darah merah. LD50 oral (tikus) sebesar 135 – 163 mg/kg.000 mg/kg berat badan.4 mg/kg tidak menyebabkan iritasi kulit dan tidak menyebabkan iritasi pada mata. LD50 (tikus) sekitar 10 mg/kg. racun perut. Pestisida yang termasuk dalam golongan organofosfat antara lain 1) Asefat. Diazinon juga . LD50 (tikus) sekitar 37. diperkenalkan tahun 1965. 2) Kadusafos Merupakan insektisida dan nematisida racun kontak dan racun perut. LD50 (tikus) sekitar 1. LD50 dermal (tikus) > 2. LD50 dermal (tikus) 31 – 108 mg/kg. Organofosfat dapat terurai di lingkungan dalam waktu ± 2 minggu. tetapi diperlukan beberapa milligram untuk dapat menyebabkan kematian pada orang dewasa. thrips. Diperkenalkan pada tahun 1972. Organofosfat adalah insektisida yang paling toksik diantara jenis pestisida lainnya dan sering menyebabkan keracunan pada orang. 6) Diazinon Pertama kali diumumkan pada tahun 1953.terhadap manusia (misalnya : malathion). LD50 dermal (tikus) > 860 mg/kg. 5) Kumafos Ditemukan pada tahun 1952.147 mg/kg. LD50 dermal (kelinci) 24. Insektisida ini bersifat non-sistemik untuk mengendalikan serangga hama dari ordo Diptera. penggorok daun dan wereng.

375 – 2. Contoh insektisida ini pada tahun 1874 ditemukan DDT (Dikloro Difenil Tri Kloroetana) oleh Zeidler seorang sarjana kimia dari Jerman. dan racun inhalasi. Pada tahun 1973 diketahui bahwa DDT ini ternyata sangat membahayakan bagi kehidupan maupun lingkungan. 8) Malation Diperkenalkan pada tahun 1952. di tanah. Insektisida dan akarisida ini bersifat non-sistemik. kesehatan masyarakat. DDT sangat stabil baik di air. LD50 (tikus) sekitar 2 mg/kg. LD50 dermal (tikus) 71 mg/kg. Insektisida dan akarisida non-sistemik ini memiliki aktivitas translaminar dan ovisida. Schrader. . LD50 (tikus) sekitar 358 mg/kg. LD50 oral (tikus) sebesar 1. LD50 dermal (kelinci) 472 mg/kg. Profenofos digunakan untuk mengendalikan berbagai serangga hama (terutama Lepidoptera) dan tungau. LD50 oral (tikus) 1. dan nematisida berspektrum luas yang bekerja sebagai racun kontak dan racun perut. LD50 dermal (kelinci) > 2. LD50 dermal (kelinci) 4. dalam jaringan tanaman dan hewan. dan racun inhalasi. Malation merupakan pro-insektisida yang dalam proses metabolisme serangga akan diubah menjadi senyawa lain yang beracun bagi serangga.800 mg/lg. bersifat non-sistemik. b. tetapi bisa menembus jauh ke dalam jaringan tanaman (translaminar) dan digunakan untuk mengendalikan berbagai hama seperti ulat dan tungau.diaplikasikan sebagai bahan perawatan benih (seed treatment). Paration merupakan insektisida dan akarisida. Malation juga digunakan dalam bidang kesehatan masyarakat untuk mengendalikan vektor penyakit. serta memiliki efek sebagai racun inhalasi. senyawa ini berakumulasi pada jaringan lemak. 7) Diklorvos (DDVP) Dipublikasikan pertama kali pada tahun 1955. c. serta bekerja sebagai racun kontak. 11) Triazofos Ditemukan pada tahun 1973. Senyawa Arsenat Pada keadaan keracunan akut ini menimbulkan gastroentritis dan diare yang menyebabkan kekejangan yang hebat sebelum menimbulkan kematian. karena meninggalkan residu yang terlalu lama dan dapat terakumulasi dalam jaringan melalui rantai makanan.100 mg/kg. Racun ini bersifat mengganggu susunan syaraf dan larut dalam lemak.000 mg/kg. 10) Profenofos Ditemukan pada tahun 1975. Pada keadaan kronis menyebabkan pendarahan pada ginjal dan hati. memiliki mode of action sebagai racun saraf yang menghambat kolinesterase. racun perut. Paration termasuk insektisida yang sangat beracun. Senyawa Organoklorin Golongan ini paling jelas pengaruh fisiologisnya seperti yang ditunjukkan pada susunan syaraf pusat. Diklorvos memiliki efek knockdown yang sangat cepat dan digunakan di bidang-bidang pertanian. LD50 dermal (tikus) 90 mg/kg. 9) Paration Ditemukan pada tahun 1946 dan merupakan insektisida pertama yang digunakan di lapangan pertanian dan disintesis berdasarkan lead-structure yang disarankan oleh G.LD50 (tikus) sekitar 50 mg/kg. akarisida. serta insektisida rumah tangga. Secara kimia tergolong insektisida yang toksisitas relatif rendah akan tetapi mampu bertahan lama dalam lingkungan. Triazofos merupakan insektisida. Triazofos bersifat nonsistemik.250 mg/kg. LD50 (tikus) sekitar 57 – 59 mg/kg. Insektisida dan akarisida non-sistemik ini bertindak sebagai racun kontak dan racun lambung. racun lambung. bekerja sebagai racun kontak.

e. Nematisida j. USEPA. Piretrin sendiri merupakan zat kimia yang bersifat insektisida yang terdapat dalam piretrum. Predisida n. Pestisida dapat digolongkan menurut berbagai cara tergantung pada kepentingannya. PP RI No. berdasarkan cara kerja.6 tahun 1995. Silvisida q. The United States Environmental Control Act. kumpulan senyawa yang di ekstrak dari bunga semacam krisan piretroid (bunga Chrysantheum cinerariaefolium) memiliki beberapa keunggulan. Ovisida k. dan memiliki efek melumpuhkan yang sangat baik. Piretrum mempunyai toksisitas rendah pada manusia tetapi menimbulkan alergi pada orang yang peka. Herbisida g. diantaranya diaplikasikan dengan takaran relatif sedikit. Fungsida f. Jenis Pestisida Menurut Jasad Sasaran a. 1. Pengaruh fisiologis yang primer dari racun golongan karbamat adalah menghambat aktifitas enzym cholinesterase darah dengan gejala-gejala seperti senyawa organofospat. Rodentisida o. Piretroid Piretroid merupakan senyawa kimia yang meniru struktur kimia (analog) dari piretrin. Bakterisida e. Senyawa Karbamat Merupakan ester asam N-metilkarbamat atau turunan dari asam karbamik HO-CO-NH2. tidak persisiten. spektrum pengendaliannya luas. Algasida c. asal dan sifat kimia. Akarisida b. BAB III PENUTUP Pengertian pestisida dapat dilihat dari Peraturan Pemerintah No. Molluskisida i. antara lain: berdasarkan jasad sasaran yang akan dikendalikan. berdasarkan bentuknya dan berdasarkan pengaruh fisiologisnya. 7 Tahun 1973. tetapi pengaruhnya jauh lebih reversible dari pada efek senyawa organofosfat. Termisida p. Namun karena sifatnya yang kurang atau tidak selektif. banyak piretroid yang tidak cocok untuk program pengendalian hama terpadu. berdasarkan struktur kimianya. Piscisida m. Secara sederhana pestisida dapat diartikan sebagai pembunuh hama. Insektisida tanaman lain adalah nikotin yang sangat toksik secara akut dan bekerja pada susunan saraf.d. Larvasida . Pedukulisida l. Insektisida h. Alvisida d.

senyawa sulphur organik dan dinytrophenol. cairan yang dapat diemulsikan. Volume Ultra Rendah. Kadusafos. dan pestisida alami. Pada keadaan kronis menyebabkan pendarahan pada ginjal dan hati. Racun perut b. Pyretroid dan pestisida yang mengandung senyawa organik. Berdasarkan asal bahan yang digunakan untuk membuat pestisida. Pestisida berdasarkan bentuknya Berdasarkan bentuknya pestisida digolongkan dalam bentuk tepung. Diklorvos (DDVP). 5. Racun gas d. Senyawa Karbamat Pengaruh fisiologis yang primer dari racun golongan karbamat adalah menghambat aktifitas enzym cholinesterase darah dengan gejala-gejala seperti senyawa organofospat. cairan yang dapat dilarutkan. Contohnya DDT c. Senyawa Organofosfat Merupakan penghambat yang dari enzim cholinesterase pada syaraf dan menghalangi penyampaian rangsangan syaraf kelenjar dan otot-otot. Pestisida berdasarkan asal dan sifat kimianya Penggolongan pestisida menurut asal dan sifat kimia adalah Hasil alam (alamiah) dan pestisida sintetik yang terdiri. umpan beracun. Klorpirifos. Malation. Pestisida berdasarkan pengaruh fisiologisnya Klasifikasi pestisida berdasarkan pengaruh fisiologisnya. sebagai berikut: a. Merupakan insektisida yang paling toksik diantara jenis pestisida Pestisida yang termasuk dalam golongan organofosfat antara lain Asefat. Secara kimia tergolong insektisida yang toksisitas relatif rendah akan tetapi mampu bertahan lama dalam lingkungan. Senyawa Arsenat Keracunan akut ini menimbulkan gastroentritis dan diare. Aerosol. Profenofos. d. Carbamat. maka pestisida dapat dibedakan ke dalam empat golongan yaitu pestisida sintetik. biologi. Orgahoposphate. yang disebut farmakologis atau klinis. tetapi pengaruhnya jauh lebih reversible dari pada efek senyawa organofosfat. Kumafos. e. Klorfenvinfos. bubuk yang dapat dilarutkan.2. Racun kontak c. butiran. 4. Paration. 6. Pestisida Berdasarkan Struktur Kimia Berdasarkan struktur kimianya. Diazinon. pestisida dibagi atas Orgahochlorine. Piretroid Piretrum mempunyai toksisitas rendah pada manusia tetapi menimbulkan alergi pada orang yang peka. Pestisida sistemik 3. Diekstrak dari bunga semacam krisan piretroid (bunga Chrysantheum cinerariaefolium) . nabati. Senyawa Organoklorin Pestisida golongan ini bersifat mengganggu susunan syaraf dan larut dalam lemak. serychin. Pestisida berdasarkan cara kerjanya a. Triazofos b. dll.

Dipublikasikan (112 Hal). T. Wulan. Diakses tanggal 19 mei 2011 Kementrian Pertanian. 2008. Depok. Tesis: Faktor-fakor yang Berhubungan dengan Keracunan Pestisida Organofosfat. Pestisida Berbahaya Bagi Kesehatan. Diakses 22 Mei 2011. Pedoman Pembinaan Penggunaan Pestisida.usu.pdf. Dipublikasikan (142 Hal). Jurnal Oseanologidan Limnologi di Indonesia 2005 No. Nurhasmawati. 2005. J. Rengam. Medan. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang. Diakses 18 Mei 2011 Rustia. Widya Medika. Jakarta: Direktorat Jenderal Prasaranan dan Sarana Kementrian Pertania. Karbamat dan Kejadian Anemia pada Petani Holtikultura Di Desa Tejosari Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. J. Universitas Diponegoro. 2009. Skipsi: Pengaruh pajanan pestisida terhadap Petani di Tangerang.2011.id/bitstream/123456789/ 1367/1/tkimia-nurhasmawaty7. Universitas Sumatra Utara. Koperasi Serba Usaha "SUBUR" Provinsi Sumatera Utara. Diakses 20 Mei 2011 Quijano. Insektisida tanaman lain adalah nikotin yang sangat toksik secara akut dan bekerja pada susunan saraf. Yodenca. Daftar Pustaka Butarbutar. spektrum pengendaliannya luas. 2005. Diakses 28 Mei 2011 . dan memiliki efek melumpuhkan yang sangat baik. tidak persisiten. diantaranya diaplikasikan dengan takaran relatif sedikit. 2009. Bogor: Institut Pertanian Bogor Prijanto. 37 : 15 – 25 ISSN 0125 – 9830 Pohan. 2009. Yogyakarta Tarumingkeng. Analisis Faktor Risiko Keracunan Pestisida Organofosfat pada Keluarga Petani Hortikultura Di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Pestisida dan Pencemarannya. 2009. (Tesis). Dampak Negatif Penggunaan Pestisida di Lingkungan http://repository. Soemirat. Semarang. Pemantauan Kadar Pestisida Organoklorin Di Beberapa Muara Sungai Di Perairan Teluk Jakarta.ac. Racun dan Keracunan. Gadjah Mada University Press. Hana. Khozanah. Pestisida dan Penggunaannya.id/bitstream/123456789/1106/1/fp-diana. Munawir. Diakses 20 Mei 2011 Sartono. Pestisida dan Pengendaliannya.com. 2009. 2004.pdf. Yuantari. http://repository. Universitas Indonesia. Semarang. 2001. Tesis: Studi Ekonomi Lingkungan Penggunaan Pestisida dan Dampaknya pada Kesehatan Petani Di Area Pertanian Hortikultura Desa Sumber Rejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang Jawa Tengah.dengan keunggulan. Toksikologi Lingkungan.ac.B. www. Solo: Yayasan Duta Awam Pesticide Action Network Asia and the Pacific Runia. Maria. Universitas Diponegoro.2001.usu.koperasisubur. Diana. 2008.Sarojeni V. Dipublikasikan (98 hal). Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful