[Makalah] Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah

[
Posted on 5 Februari 2008 Oleh : Mustakim, S.Pd.,MM*))

I. Pendahuluan

Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Reformasi pendidikan merupakan respon terhadap perkembangan tuntutan global sebagai suatu upaya untuk mengadaptasikan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan zaman yang sedang berkembang. Melalui reformasi pendidikan, pendidikan harus berwawasan masa depan yang memberikan jaminan bagi perwujudan hak-hak azasi manusia untuk mengembangkan seluruh potensi dan prestasinya secara optimal guna kesejahteraan hidup di masa depan. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu usaha pengembangan sumber daya manusia ( SDM ), walaupun usaha pengembangan SDM tidak hanya dilakukan melalui pendidikan khususnya pendidikan formal ( sekolah ). Tetapi sampai detik ini, pendidikan masih dipandang sebagai sarana dan wahana utama untuk pengembangan SDM yang dilakukan dengan sistematis, programatis, dan berjenjang. Kemajuan pendidikan dapat dilihat dari kemampuan dan kemauan dari masyarakat untuk menangkap proses informatisasi dan kemajuan teknologi. Karena Proses informatisasi yang cepat karena kemajuan teknologi semakin membuat horizon kehidupan didunia semakin meluas dan sekaligus semakin mengerut. Hal ini berarti berbagai masalah kehidupan manusia menjadi masalah global atau setidak-tidaknya tidak dapat dilepaskan dari pengaruh kejadian dibelahan bumi yang lain, baik masalah politik, ekonomi , maupun sosial. Sejalan dengan hal diatas, Tilaar menyatakan bahwa : ― Kesetiakawanan sosial umat manusia semakin kental, hal ini berarti kepedulian umat manusia terhadap sesamanya semakin merupakan tugas setiap manusia, pemerintah, dan sistem pendidikan nasional. Selanjutnya dikatakan pula bahwa pendidikan bertugas untuk mengembangkan kesadaran akan tanggung jawab setiap warga Negara terhadap

dan sebagainya.‖ Selanjutnya Syaiful Sagala . 2004 : 4) Berdasarkan pernyataan di atas. menyatakan bahwa pembelajaran mempunyai dua karakteristik. Interaksi di bidang pendidikan dapat diwujudkan melalui interaksi siswa dengan siswa. Apabila dicermati proses interaksi siswa dapat dibina dan merupakan bagian dari proses pembelajaran. guru dengan guru. kesetiakawanan sosial diwujudkan melalui interaksi antarmanusia. baik dibidang pendidikan. juga umat manusia. individu dengan kelompok.kelanjutan hidupnya. Kedua. yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi sendiri. dan dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa diharapkan mereka mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman. Guru dituntut lebih kreatif. tidak merasa sebagai teacher center. setiap manusia akan selalu membutuhkan dan berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai segi kehidupan. bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.R Tilaar .temannya secara baik dan bijak. Interaksi antarmanusia dapat terjadi dalam berbagai segi kehidupan di belahan bumi. Dengan intensitas yang tinggi serta kontinuitas belajar secara berkesinambungan diharapkan proses interaksi sosial sesama teman dapat tercipta dengan baik dan pada gilirannya mereka saling menghargai dan menghormati satu sama lain walaupun dalam perjalanannya mereka saling berbeda pendapat yang pada akhirnya mereka saling menumbuhkan sikap demokratis antar sesama. dan kelompok dengan kelompok. seperti yang dikemukan oleh Corey (1986 ) dalam Syaiful Sagala (2003 : 61 ) dikatakan bahwa : ― Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi.‖ (H. Dalam proses pelaksanaannya di lapangan. politik budaya.ekonomi. ― (Syaiful Sagala.kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu. Kesetiakawanan sosial yang merupakan bagian dari proses pendidikan dan pembelajaran mempunyai peranan yang sangat kuat bagi individu untuk berkomunikasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan hidupnya. bukan saja terhadap lingkungan masyarakat dan Negara. inovatif. sosial. siswa dengan guru. guru dengan masyarakat disekitar lingkungannya. dalam proses pembelajaran melibatkan proses berfikir. Paradigma metodologi pendidikan saat ini disadari atau tidak telah mengalami suatu pergeseran dari behaviourisme ke konstruktivisme yang menuntut guru dilapangan harus mempunyai syarat dan kompetensi untuk dapat melakukan suatu perubahan dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas. baik individu dengan individu. menempatkan siswa tidak hanya sebagai objek belajar tetapi juga . yaitu : ― Pertama. proses pembelajaran yang baik dapat dilakukan oleh siswa baik didalam maupun diluar kelas.2003 : 63 ) Dari uraian diatas.A. dalam proses pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses Tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berfikir siswa . siswa dengan masyarakat .

Dari uraian diatas.2003:11) Implementasi pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran diwujudkan dalam bentuk pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Center ) . tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru. Guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar sedemikian rupa .sebagai subjek belajar dan pada akhirnya bermuara pada proses pembelajaran yang menyenangkan. diantaranya : 1. Menumbuhkan motivasi. pembelajaran menurut pandangan konstruktivisme adalah: ―Pembelajaran dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit. Sejalan dengan pendapat diatas. Manusia harus mengkonstruksi Pembelajaran itu dan membentuk makna melalui pengalaman nyata. perkembangan siswa. siswa merasa terkekang. suasan belajar menjadi monoton. masuk kelas tanpa persiapan.. takut berhadapan dengan mata pelajaran tertentu. Ia tidak memerlukan strategi. mudah diterima siswa. kita akan sering menjumpai siswa belajar hanya untuk memenuhi kewajiban pula. sehingga siswa bekerja sama secara gotong royong (cooperative learning) Untuk menciptakan situasi yang diharapkan pada pernyataan diatas seoarang guru harus mempunyai syarat-syarat apa yang diperlukan dalam mengajar dan membangun pembelajaran siswa agar efektif dikelas.1987 :92 ) Kita yakin pada saat ini banyak guru yang telah melaksanakan teori konstruktivisme dalam pembelajaran di kelas tetapi volumenya masih terbatas. bolos. Pembelajaran bukanlah seperangkat fakta. Guru harus lebih banyak menggunakan metode pada waktu mengajar. hal ini sangat berperan pada kemajuan . variasi metode mengakibatkan penyajian bahan lebih menarik perhatian siswa. terkekang sehingga berdampak pada hilangnya motivasi belajar. pengajar banyak ceramah (telling method) dan kurang membantu pengembangan aktivitas murid . giat dan lebih bersemangat. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit ) dan tidak sekonyong-konyong. dan akhirnya kualitas pun menjadi pertanyaan. tidak dipungkiri bahwa dilapangan masih banyak guru yang masih melakukan cara seperti pendapat diatas. hak mereka merasa dipenjara . bergembira. karena kenyataan dilapangan kita masih banyak menjumpai guru yang dalam mengajar masih terkesan hanya melaksanakan kewajiban. metode pelajaran yang selalu sama( monoton ) akan membosankan siswa. saling bekerjasama dalam belajar sehingga tercipta suasana yang menyenangkan dan saling menghargai (demokratis ) . 2. Selanjutnya melalui proses belajar. metode dalam mengajar. konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat.(Slamet . dengan tujuan yang jelas maka siswa akan belajar lebih tekum. Disisi lain menurut Hartono Kasmadi (1993 :24) bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dimana pengajar masih memegang peran yang sangat dominan. bila motivasi guru tepat dan mengenai sasaran akan meningkatkan kegiatan belajar. . merasa tersisihkan karena tidak dihargai pendapatnya. sehingga kelas menjadi hidup. membenci guru karena tidak suka gaya mengajarnya. baginya yang penting bagaimana sebuah peristiwa pembelajaran dapat berlangsung. (Depdiknas. dan diakui bahwa banyaka faktor penyebabnya sehingga kita akan melihat akibat yang timbul pada peserta didik. dan demokratis yang menghargai setiap pendapat sehingga pada akhirnya substansi pembelajaran benar-benar dihayati.

Dalam arti yang sempit. sekolah dalam hal ini kepala sekolah. pikiran (intellect) dan tubuh anak: …]‖ (Ki Hajar Dewantoro. (Syaiful Sagala . In the narrower sense. moral. pikiran (intellect) dan tubuh anak: … [Pendidikan. yaitu membentuk kemampuan individu mengembangkan dirinya yang kemampuan-kemampuan dirinya berkembang sehinga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya sebagai seorang individu. 2006 : 3). it’s background. alam Kamus Besar bahasa Indonesia (1995 : 232) menyatakan bahwa pendidikan . ………. (Ismaun. pendidikan adalah membangun budaya. karakter). i. Pembahasan A. guru dan stakeloders mempunyai tanggung jawab terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah terutama guru sebagai ujung tombak dilapangan (di kelas) karena bersentuhan langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain. education becomes. Hakekat Pendidikan Menururt pendapat Ki Hajar Dewantoro dalam Kongres Taman Siswa ( 1930 ) mengungkapkan : ―Pendidikan. Umumnja berarti daja-upaja untuk memadjukan bertumbuhnja budi pekerti (kekuatan batin.lalu bagaimana kesiapan unsur-unsur tersebut dalam peningkatan mutu proses pembelajaran ? II. and it’s outlook to the member of the rising generation. yaitu memberikan dasar-dasar dan pandangan hidup kepada generasi yang sedang tumbuh. membangun peradaban. Sementara itu Hamid Darmadi (2007 : 3 ) berpendapat endidikan mengadung tujuan yang ingin dicapai. selalu dibebankan kepada guru .e. Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada. 2007: 57). dimana hasilnya akan terlihat dari jumlah siswa yang lulus dan tidak lulus. nilai-nilai.Dari permasalahan yang ada . formal instruction under controlled conditions‖. karakter). membangun masa depan. pendidikan hanya mempunyai fungsi yang terbatas. atau semata mengembangkan aspek intelektual. melainkan juga untuk mengembangkan karakter. yang dalam prakteknya identik dengan pendidikan formal di sekolah dan dalam situasi dan kondisi serta lingkungan belajar yang serba terkontrol. education is restricted to that functions. Selanjutnya Dodi Nandika (2007:15 ) Pendidikan bukan sekedar mengajarkan atau mentransfer pengetahuan. in practice identical with schooling.dengan demikian tangung jawab peningkatan mutu pendidikan di sekolah . Guru mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat berat terhadap kemajuan dan peningkatan kompetensi siswa . Umumnya berarti daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin. 1962: 3) Sedangkan Lodge dalam Ismaun menjelaskan pengertian pendidikan sebagai berikut : ―In the narrower sense. dan budaya peserta didik.

dan perilaku positif. 4. yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda rancangan . dengan tujuan untuk membangun masa depan bangsa. sikap. dapat disimpulan bahwa mutu (quality ) adalah sebuah filsosofis dan metodologis. Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991 :677 ) menyatakan Mutu adalah (ukuran ).proses. Dalam Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat (1) dikatakan bahwa : ‖Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengambangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan . baik berupa barang dan jasa. Banyak ahli yang mengemukakan tentang mutu. berbagai elemen (komponen ) yang terlibat dalam kegiatan pendidikan perlu dikenal terlebih dahulu. Jika menginginkan pendidikan secara teratur . Sihombing (2002) dalam Ety Rochaety.‖ Selanjutnya. disamping itu quality adalah tingkat di mana sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan rancangan spesifikasinya. kecerdasan. Hakekat Mutu Pendidikan Sebelum membahas tentang mutu pendidikan terlebih dahulu akan dibahas tentang mutu dan pendidikan. Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia 3.adalah proses pengubahan sikap dan tata laku sesorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan berkaitan dengancara mendidik 6. pengendalian diri. Berdasarkan pendapat ahli di atas. cara mendidik. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. kepribadaian. perbuatan. tetapi dan dapat dirasakan.taraf atau derajat (kepandaian. Selanjutnya Lalu Sumayang ( 2003 : 322) menyatakan quality (mutu ) adalah tingkat dimana rancangan spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya. Sudarwan Danim (2007 : 53 ) mutu mengandung makna derajat keunggulan suatu poduk atau hasil kerja. meliputi berbagai komponen yang berkaitan satu dengan yang lain. tentang (ukuran ) dan tingkat baik buruk suatu benda. dkk (2005 :7 ) bahwa pendidikan mengandung pokok-pokok penting sebagai berikut : 1. Pendidikan adalah proses pembelajaran 2. baik buruk suatu benda. Pendidikan memiliki dampak lingkungan 7. akhlak mulia. masyarakat bangsa. bahwa pendidikan merupakan sutau system yang memiliki kegiatan cukup kompleks. Pendidikan berusaha mengubah atau mengembangkan kemampuan. kecerdasan. B. dan Negara .untuk itu diperlukan pengkajian usaha pendidikan sebagai suatu system yang dapat dilihat secara mikro dan makro . dsb) kualitas. Pendidikan merupakan perbuatan atau kegiatan sadar 5. Pendidikan tidak berfokus pada pendidikan formal Berdasarkan hal tersebut di atas. seperti yang dikemukakan oleh Edward Sallis (2006 : 33 ) mutu adalah Sebuah filsosofis dan metodologis yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda dalam menghadapi tekanantekanan eksternal yang berlebihan. Sedangkan dalam dunia pendidikan barang dan jasa itu bermakna dapat dilihat dan tidak dapat dilihat.

(Ety Rochaety. al. et.menerus . sosial. (d) memiliki komitmen jangka panjang. Zamroni memandang bahwa peningkatan mutu dengan model TQM . (h) menerapkan kebebasan yang terkendali. dimana sekolah menekankan pada peran kultur sekolah dalam kerangka model The Total Quality Management (TQM). jasa. Pengertian TQM dapat dibedakan menjadi dua aspek (Goetsch & davis. dan moral. staf administrasi. every job. Konsep total quality management pertama kali dikemukakan oleh Nancy Warren. 2007 :6 ) Menurut teori ini. yaitu : guru.(TQM) akhir-akhir ini banyak diadopsi dan digunakan oleh dunia pendidikan dan teori ini dianggap sangat tepat dalam dunia pendidikan saat ini. slogan-slogan. baik secara sadar maupun tidak. dengan tujuan agar menjadi target sekolah dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien. 1994). 1994). dan harapan para pelanggannya saat ini dan untuk masa yang akan datang Di sisi lain.dkk. Istilah ini mengandung makna every process. kepala sekolah. manusia. Teori manajemen mutu terpadu atau yang lebih dikenal dengan Total Quality Management. Peningkatan mutu berkaitan dengan target yang harus dicapai. (c) menggunakan pendekatan ilmiah. . (f) menyempurnakan kualitas secara berkesinambungan. dan realitas sekolah. dan lingkungan organisasi. yaitu : kemampuan akademik. Kultur yang kondusif bagi peningkatan mutu akan mendorong perilaku warga kearah peningkatan mutu sekolah. (i) memiliki kesatuan tujuan. siswa. Kultur ini diyakini mempengaruhi perilaku seluruh komponen sekolah. Dalam peningkatan mutu ada dua aspek yang perlu mendapat perhatian. seorang behavioral scientist di United States Navy (Walton dalam Bounds. (e) kerja sama tim. dan every person (Lewis & Smith. (g) pendidikan dan pelatihan.2005 :97) Edward Sallis ( 2006 :73 ) menyatakan bahwa Total Quality Management (TQM) Pendidikan adalah sebuah filsosofis tentang perbaikan secara terus. proses. yakni kultur sekolah. mutu sekolah ditentukan oleh tiga variabel. dan juga orang tua siswa. Aspek kedua menyangkut cara mencapainya dan berkaitan dengan sepuluh karakteristik TQM yang terdiri atas : (a) focus pada pelanggan (internal & eksternal). (Zamroni .spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan Dalam pandangan Zamroni ( 2007 : 2 ) dikatakan bahwa peningkatan mutu sekolah adalah suatu proses yang sistematis yang terus menerus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan dengan itu. kebiasaankebiasaan. upacara-upacara. proses belajar mengajar. yang dapat memberikan seperangkat alat praktis kepada setiap institusi pendidikan dalam memenuhi kebutuhan . (b) berorientasi pada kualitas. keinginan . proses untuk mencapai dan faktor-faktor yang terkait. TQM didefinisikan sebagai sebuah pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimumkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk. yakni aspek kualitas hasil dan aspek proses mencapai hasil tersebut. 1994). (j) melibatkan dan memberdayakan karyawan. Teori ini menjelaskan bahwa mutu sekolah mencakup tiga kemampuan. Kultur sekolah merupakan nilai-nilai. Aspek pertama menguraikan apa TQM. dan berbagai perilaku yang telah lama terbentuk di sekolah dan diteruskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya.

Kepemimpinan Kepala sekolah. MGMP. Kurikulum. mempunyai dorongan kerja yang tinggi. C. dengan meningkatkan kopmetensi dan profesi kerja guru dalam kegiatan seminar. perubahan paradigma harus dilakukan secara bersama-sama antara pimpinan dan karyawan sehingga mereka mempunyai langkah dan strategi yang sama yaitu menciptakan mutu dilingkungan kerja khususnya lingkungan kerja pendidikan. tekun dan tabah dalam bekerja. . pendekatan yang harus dilakukan adalah ―anak sebagai pusat ― sehingga kompetensi dan kemampuan siswa dapat digali sehingga sekolah dapat menginventarisir kekuatan yang ada pada siswa . 2. dan disiplin kerja yang kuat. Unsur-unsur yang terlibat dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di sekolah Unsur yang terlibat dalam peningkatan mutu pendidikan dapat lihat dari sudut pandang makro dan mikro pendidikan. jaringan kerjasama tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah dan masyarakat semata (orang tua dan masyarakat ) tetapi dengan organisasi lain. Pendekatan Mikro Pendidikan : Yaitu suatu pendekatan terhadap pendidikan dengan indicator kajiannya dilihat dari hubungan antara elemen peserta didik. Siswa. 4. pendidik. seperti yang dijabarkan di bawah ini : 1. seperti perusahaan / instansi sehingga output dari sekolah dapat terserap didalam dunia kerja Berdasarkan pendapat diatas. Faktor-Faktor Dominan dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah Selanjutnya untuk meningkatkan mutu sekolah seperti yang disarankan oleh Sudarwan Danim ( 2007 : 56 ). sdanya kurikulum yang ajeg / tetap tetapi dinamis . memberikanlayananyang optimal.sebaliknya kultur yang tidak kondusif akan menghambat upaya menuju peningkatan mutu sekolah. kepala sekolah harus memiliki dan memahami visi kerja secara jelas. Jaringan Kerjasama. yaitu dengan melibatkan lima faktor yang dominan : 1. pelibatan guru secara maksimal . mampu dan mau bekerja keras. Secara lengkap elemen mikro sebagai berikut :     Kualitas manajemen Pemberdayaan satuan pendidikan Profesionalisme dan ketenagaan Relevansi dan kebutuhan. 5. dan interaksi keduanya dalam usaha pendidikan. Guru. Pimpinan dan karyawan harus menjadi satu tim yang utuh (teamwork ) yangn saling membutuhkan dan saling mengisi kekurangan yang ada sehingga target (goals ) akan tercipta dengan baik D. dapat memungkinkan dan memudahkan standar mutu yang diharapkan sehingga goals (tujuan ) dapat dicapai secara maksimal. 3. lokakarya serta pelatihan sehingga hasil dari kegiatan tersebut diterapkan disekolah.

dan untuk mencapai tujuan ini ada berbagai sumber dan kendala. dkk (2005 : 8 ) bahwa pendekatan makro . bahwa pengetahuan teori yang didapatkan dari seorang guru melalui kualitas manajemen dengan harapan tujuan pendidikan akan tercapai. hasil dari penampilan akan dijadikan umpan balik.Berdasarkan tinjauan mikro elemen guru dan siswa yang merupakan bagian dari pemberdayaan satuan pendidikan merupakan elemen sentral. Pendekatan Makro Pendidikan . Proses ini menampilkan hasil belajar. dengan memperhatikan sumber dan kendala ditetapkan bahan pengajaran dan diusahakan berlangsungnya proses untuk mencapai tujuan. tujuan akan tercapai jika dibekali dengan bahan sehingga proses pendidikan akan terlaksana dengan baik sehingga akan menghasilkan penampilan (hasil belajar) hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu melalui penilaian dengan dasar criteria penilaian . 2. Yaitu kajian pendidikan dengan elemen yang lebih luas dengan elemen sebagai berikut:     >Standarisasi pengembangan kurikulum Pemerataan dan persamaan.H Coombs.dkk (2005:8 ) Dari gambar diatas. Tinjauan makro pendidikan menyangkut berbagai hal yang digambarkan dalam dua bagan ( P. serta keadilan Standar mutu Kemampuan bersaing. hasil belajar perlu dinilai dan dari hasil penilaian dapat merupakan umpan balik sebagai bahan masukan dan pijakan. 1968 ) dalam Etty Rochaety. Pendidikan untuk kepentingan peserta didik mempunyai tujuan. Secara mikro diagram alur proses pendidikan dapat dilihat dibawah ini : Sumber : Ety Rochaety.

Selanjutnya Syaiful Sagala (2004 : 9 ) menyatakan solusi manajemen pendidikan secara mikro dan makro yang dituangkan dalam gambar berikut : Sumber: Syaiful Sagala (2004 : 9) E. dimana proses pendidikan didasari oleh berbagai unsur sehingga semakin siap suatu lembaga dan semakin lengkap komponen pendidikan yang dimiliki maka akan menciptakan hasil pendidikan yang berkualitas. dkk (2005 : 9 ) Input sumber pendidikan akan mempengaruhi dalam kegiatan proses pendidikan . seperti pada gambar di bawah ini : Sumber : Ety Rochaety. Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah .pendidikan melalui jalur pertama yaitu INPUT SUMBER – PROSES PENDIDIKAN – HASIL PENDIDIKAN .

kepuasan masyarakat akan terlihat dari output dan outcome yang dilakukan pada setiap periode. mrupakan salah satu tolok ukur dalam Peningkatan mutu pembelajaran di sekolah . kreatif. antara lain melalui double shift ( contoh pemberdayaan SMP terbuka dan kelas Jauh ) 3. Sedangkan peningkatan mutu sekolah secara umum dapat diambil satu strategi dengan membangun Akuntabilitas pendidikan dengan pola kepemimpinan . inovatif. kedua elemen ini merupakan fugur sentral yang dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat (orang tua ) siswa . Meningkatkan partisipasi anggota masyarakat dan pemerintah daerah untuk ikut serta mengangani penuntansan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Kepemimpinan kepala sekolah dan kreatifitas guru yang professional. 4. Berfokus pada detaiol dalam mengimplementasikan gambaran besar tentang perusahaan 4. Menggabungkan aspek –aspek positif individual dengan berbagai manfaat dari konsumen 3. Untuk memperkuat tim-tim sebagai bahan pembangun yang fundamental dalam struktur perusahaan 2.sehingga dengan demikian maka tidak akan sulit bagi pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah. Membangun hubungan antarpribadi yang kuat 6. masyarakat terpencil. 6. mengutip pendapat Indra Djati Sidi ( 2001 : 73 ) bahwa pemerataan pendidikan harus mengambil langkah sebagai berikut : 1. untuk menciptakan (Equality dan Equity ) . 5. Bangga dan menghargai prestasi kerja 9. Optimalisasi sumber daya pendidikan yang sudah tersedia. Bersedia menerima tanggung jawab dan mengikuti pelatihan III Penutup. 2. dimana unsure makro dan mikro pendidikan ikut terlibat. Jika pelayanan yang baik kepada masyarakat maka mereka tidak akan secara sadar dan secara otomatis akan membantu segala kebutuhan yang di inginkan oleh pihak sekolah. Menjaga agar pemikiran tetap terbuka terhadap kritik dan nasihat yang konstruktif 7. Melanjutkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB ) dan Ruang Kelas Baru (RKB ) bagi daerah-daerah yang membutuhkan dengan memperhatikan peta pendidiakn di tiap –tiap daerah sehingga tidak mengggangu keberadaan sekolah swasta.karena kedua elemen ini merupakan figure yang bersentuhan langsung dengan proses pembelajaran . masyarakat terisolasi. seperti kepemimpinan sekolah Kaizen ( Sudarwan Danim. Memelihara sikap yang progresif dan berpandangan ke masa depan 8. 2007 : 225 ) yang menyarankan : 1. Menerima tanggung jawab pribadi untuk selalu mengidentifikasikan akar menyebab masalah 5. Memberikan perhatian khusus bagi anak usia sekolah dari keluarga miskin. Referensi : . dan daerah kumuh. Memberdayakan sekolah-sekolah swasta melalui bantuan dan subsidi dalam rangka peningkatan mutu embelajaran siswa dan optimalisasi daya tampung yang tersedia.Secara umum untuk meingkatkan mutu pendidikan harus diawali dengan strategi peningkatan pemerataan pendidikan. Pemerintah menanggung biaya minimum pendidikan yang diperlukan anak usia sekolah baik negeri maupun swasta yang diberikan secara individual kepada siswa.

2007. Menuju Masyarakat Belajar. Meningkatkan Mutu Sekolah .Darmadi. Dasar Konsep Pendidikan Moral.MM adalah guru di SMP Negeri 2 Parungpanjang Kabupaten Bogor.2004. 2007 . Filsafat Administrasi Pendidikan.2007. S.Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandaung : alfabeta Sudarwan Danim. Bandung: Universitas Pendidikan.dkk. Jakarta : Salemba Empat Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung: Alfabeta —————–.Visi Baru Manajemen Sekolah.. Jogjakarta : Taman Siswa.2003. Lalu Sumayang. 2007 . Hamid. Jogjakarta : IRCiSoD Eti Rochaety. saat ini sedang menempuh Program Doktoral (S3) pada Program Studi Administrasi Pendidikan-Pendidikan Pasca Sarjana UPI Bandung ========= . Jakarta : PSAP Muhamadiyah *)) Mustakim. 2006. 1962. Manajemen Berbasis Sekolah &Masyarakat. Edward Sallis. Jakarta : Bumi Aksara Zamroni. Sistem Informamsi Manajemen Pendidikan. Jakarta: Kloang klede Putra Timur Sagala.2005. Dewantoro. Jakarta : bumi Aksara Indra Djati Sidi.Pd. Filosofi Baru tentang Manajemen Mutu terpadu abad 21. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.2003.1991. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ki Hajar. Jakarta : Bumi Aksara Suyadi Prawirosentono. Jakarta : Logos Ismaun.. Bandung : Alfabeta. Manajemen produksi dan Operasi. Jakarta :Balai Pustaka Republik Indonesia.Syaiful.2005 . (2003). 2007. Total Quality Management In Education (alih Bahasa Ahmad Ali Riyadi ). Bagian Pertama: Pendidikan.