Tugas Artikel FISIOLOGI HEWAN (PERBEDAAN ANTARA HEWAN DAN MANUSIA) DARWANTI YAKUB

Abstrak : Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme tubuh, seperti CO2, H2O, NH3, zat warna empedu dan asam urat, selain itu ekskresi juga dapat diartikan sebagai proses pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya. Ekskresi merupakan proses yang ada pada semua bentuk kehidupan. Pada organisme bersel satu, produk buangan dikeluarkan secara langsung melalui permukaan sel. Sisa metabolisme yang mengandung nitrogen ialah amonia (NH3), urea dan asam urat. Bahan tersebut berasal dari hasil perombakan protein, purin, dan pirimidin. Amonia dihasilkan dari proses deaminiasi asam amino. Amonia merupakan bahan yan sangat racun dan merusak sel. Hewan- hewan yang mengekskresikan amonia disebut amonotelik Bagi hewan yang hidup di darat amonia menjadi masalah untuk kelangsungan hidupnya jika di timbun dalam tubuhnya. Karena itu pada hewan yang hidup di darat amonia segera di rubah di dalam hati menjadi persenyawaan yang kurang berbahaya bagi tubuhnya yaitu dalam bentuk urea dan asam urat. Kebanyakan mamalia, amphibi dan ikan mengekskresikan urea dan hewan-hewan tersebut dapat disebut ureotelik. Urea mudah larut dalam air dan diekskresikan dalam cairan yang disebut urine. Pada burung, reptil, keong darat, dan serangga asam urat yang diekskresikan berbentuk padat bersama kotoran. Air dalam urine pada hewan-hewaan tersebut diabsorbsi oleh tubuh untuk penghematan. Meskipun cara hidup dan habitat mempunyai oeran penting pada ekskresi sisa metabolisme yang mengandung nitrogen. Organisme multiselular memiliki proses ekskresi yang lebih kompleks. Alat ekskresi pada manusia dan vertebrata lainnya berupa ginjal, paru-paru, kulit, dan hati,

sedangkan alat pengeluaran pada hewan invertebrata berupa nefridium, sel api, atau buluh Malphigi. Sistem ekskresi membantu memelihara homeostasis dengan tiga cara, yaitu melakukan osmoregulasi, mengeluarkan sisa metabolisme, dan mengatur konsentrasi sebagian besar penyusun cairan tubuh. Zat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan yang bermolekul kompleks. Zat sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Sisa metabolisme antara lain, CO2, H20, NHS, zat warna empedu, dan asam urat. Karbon dioksida dan air merupakan sisa oksidasi atau sisa pembakaran zat makanan yang berasal dari karbohidrat, lemak dan protein. Kedua senyawa tersebut tidak berbahaya bila kadarnya tidak berlebihan. Walaupun CO2 berupa zat sisa namun sebagian masih dapat dipakai sebagai dapar (penjaga kestabilan PH) dalam darah. Demikian juga H2O dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya sebagai pelarut. Amonia (NH3), hasil pembongkaran/pemecahan protein, merupakan zat yang beracun bagi sel. Oleh karena itu, zat ini harus dikeluarkan dari tubuh. Namun demikian, jika untuk sementara disimpan dalam tubuh zat tersebut akan dirombak menjadi zat yang kurang beracun, yaitu dalam bentuk urea. Zat warna empedu adalah sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan oleh hati dan disimpan pada kantong empedu. Zat inilah yang akan dioksidasi jadi urobilinogen yang berguna memberi warna pada tinja dan urin. Asam urat merupakan sisa metabolisme yang mengandung nitrogen (sama dengan amonia) dan mempunyai daya racun lebih rendah dibandingkan amonia, karena daya larutnya di dalam air rendah. Tugas pokok alat ekskresi ialah membuang sisa metabolisme tersebut di atas walaupun alat pengeluarannya berbeda-beda. Fungsi sistem ekskresi, antara lain: 1. Membuang limbah yang tidak berguna dan beracun dari dalam tubuh 2. Mengatur konsentrasi dan volume cairan tubuh (osmoregulasi) 3. Mempertahankan temperatur tubuh dalam kisaran normal (termoregulasi) 4. Homeostasis

cacing gilig (Annellida). zat ini mudah terdifusi keluar dari selnya sebelum selesai dari konsentrasi yang membahayakan. Hewan dan Manusia Sistem Ekskresi Pada Hewan Invertebrata sistem ekskresi pada hewan rendah biasanya sesuai dengan habitatnya. hewan tingkat rendah memiliki sistem ekskresi yang sangat sederhana. produk akhir yang utama metabolisme protein adalah amonia. Hidup biasanya . Bolehjadi vakuola kontratil tidak memainkan peranan yang penting dalam ekskresi substansi lain-lain. untuk mengatur keseimbangan air tubuh dan keseimbangan ion. Energi digunakan untuk memaksa air untuk keluar lagi dari selnya dan kedalam air disekitarnya. lunak. Berbagai habitat tempat hidup hewan seperti laut. Masalah ini dapat teratasi dengan vakoula kontraktil (rongga berdenyut) yang berfungsi untuk mengatur kadar airt dalam sel sehingga nilai osmosis isi sel tetap terpelihara. Berikut ini akan dibahas sistem ekskresi pada cacing pipih (Planaria). dan sistem ini berbeda antara invertebrata satu dengan invertebrata lainnya. Platyhelminthes memiliki tubuh. karena tidak dilengkapi dengan sel dinding yang kaku.Kata Kunci Perbedaan. Sistem Ekskresi Pada Cacing Pipih Platyhelminthes adalah cacing daun yang umumnya bertubuh pipih. dan sel api. Alat ekskresinya ada yang berupa saluran Malphigi. binatang ini tidak dapat melawan masuknya air secara terus menerus. Cacing pipih merupakan hewan tripoblastik yang tidak mempunyai rongga tubuh (acoelomata). Akan tetapi. dan belalang. dengan cara tersebut organisme tidak dapat melakukan apa-apa terhadap berlebih. Pada umumnya. Hewan tingkat rendah belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. Ekskresi Pada Amuba Amuba dan banyak organisme bersel tunggal lainnya hidup dalam lingkungan berair dan membuang limbah metaboliknya secara difusi sama seperti yang dilakukan tumbuhan air. dan epidermis bersilia. air tawar dan daratan. nefridium. Berbagai alat ekskresi telah berkembang untuk mengeluarkan sampah metabolisme. Nefridium adalah tipe yang umum dari struktur ekskresi khusus pada invertebrata. Bagi kebanyakan.

tanpa anus. Sebagian sisa nitrogen tidak masuk ke saluran ekskresi tetapi masuk ke sistem pencernaan yang selanjutnya diekskresikan melalui mulut. Macam nefridia yang lain terdapat pada annelida yang hidup di darat yang disebut metanefridia. Platyhelminthes terbagi dalam 3 kelas. Kelas Trematoda dan kelas Cestoda. Sebagian besar sisa nitrogen tidak masuk dalam saluran ekskresi.di air tawar. Ada beberapa macam nefridia misalnya protonefridia yang memepunyai solonosit (sel api) yang serupa dengan alat ekskresi pada cacing pipih. Di dalam protonefridium terdapat sel api yang dilengkapi dengan silia. Cacing parasit ini mempunyai lapisan kutikula dan silia yang hilang setelah dewasa. Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida. Cacing pipih juga mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai protonefridium. Pada tempat tertentu. Air dan beberapa zat sisa ditarik ke dalam sel api. air laut. Pada cacing pipih (Platyhelmintes) alat eksresi berupa protonefridium yang mempunyai sel api (flame cel) berflagel. Air dikeluarkan lewat lubang nefridiofora ini. Sisa nitrogen lewat dari sel ke sistem pencernaan dan diekskresikan lewat mulut. Sedangkan sistem pencernaannya tidak sempurna. yaitu Kelas Turbellaria. Protonefridium tersusun dari tabung dengan ujung membesar mengandung silia. Ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. setiap segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metanefridium. Gerakan flagela juga berfungsi mengatur arus dan menggerakan air ke sel api pada sepanjang saluran ekskresi. Beberapa zat sisa berdifusi secara langsung dari sel ke air. Air dan zat sisa masuk ke dalam sel api yang selanjutnya dikeluarkan melalui lobang nefridiofor. Hewan ini mempunyai alat pengisap yang mungkin disertai dengan kait untuk menempel. Flagel berfungsi menggerakan air ke sel api pada sepanjang saluran ekskresi. kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. Metanefridium terdapat sepasang pada tiap . dan tanah lembab. Tiap sel api mempunyai beberapa flagela yang gerakannya seperti gerakan api lilin. Sistem Ekskresi pada Anelida dan Molluska Alat ekskresi pada annelida ialah nefridium. saluran bercabang menjadi pembuluh ekskresi yang terbuka sebagai lubang di permukaan tubuh (nefridiofora). Cacing pipih belum mempunyai sistem peredaran darah dan sistem pernafasan.

dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu dari tabung. yaitu ureum. Nefrostom ada di dalam rongga tubuh. molekul makanan. Cairan tubuh mengalir melalui nefridium. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang lembab. Pada mollusca alat ekskresinya disebut ginjal yang merupakan kumpulan dari nefridia. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua. yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik. Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti gelembung. Pembuluh Malphigi merupakan pembuluh-pembuluh buntu yang bermuara pada sistem pencernaan makanan antara saluran pencernaan tengah atau lambung dengan usus. yang penuh dengan cairan yang terutama merupakan sistem limfa tersaring dari sistem peredaran tertutup. Corong (nefrostom) akan berlanjut pada saluran yang berliku-liku pada segmen berikutnya. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan lagi. zat yang diperlukan tubuh seperti air. zat makanan dan ion-ion diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran dan zat sisa (sampah nitrogen ) diekskresikan melalui nefridioifor. Metanefridium memiliki dua lobang saluran yaitu nefrostom di anterior dan nefrostom di posterior. disebut nefridiofor. Cairan tubuh ditarik ke corong nefrostom masuk ke nefridium oleh gerakan silia dan otot. Zat sisa ada dua bentuk. bahan-bahan yang berguna seperti air.segmen kecuali segmen terakhir. Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa. Saat cairan tubuh mengalir lewat celah panjang nefridium. Rongga tubuh ini berfungsi sebagai sistem pencernaan. Hampir semua . Metanefridium berlaku seperti penyaring yang menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem sirkulasi. yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Terjadi filtrasi sisa-sisa metabolisme dari darah melalui pembuluh kapiler ke saluran nefridia. Alat Ekskresi pada Belalang Pada belalang alat ekskresinya adalah pembuluh Malpighi. Ginjal berhubungan dengan coulum dan kaya akan pembuluh darah. anelida mendifusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum diekskresikan lewat sistem ekskresi. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di nefridium dan kadang diekskresikan keluar.

Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut. sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Bentuknya seperti kacang merah.serangga mempunyai pembuluh Malpighi. Selain itu. Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. dan sisa air akan diserap lagi. kulit. Amonia adalah hasil pemecahan protein dan bermacam-macam garam. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Darah mengalir lewat pembuluh Malpighi. dan hati. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata. Jumlah pembuluh antara 2-250 buah. Ginjal vertebrata mengalami perkembangan baik secara evolusi atau sejalan dengan perkembangan embrio. Pembuluh Malpighi terletak di antara usus tengah dan usus belakang. Saat cairan bergerak lewat bagian proksimal pembuluh Malpighi. Sistem Ekskresi Pada Hewan Vertebtara Sistem ekskresi pada manusia dan vertebrata lainnya melibatkan organ paruparu. Ukurannya kirakira 11x 6x 3 cm. Namun yang terpenting dari keempat organ tersebut adalah ginjal. ginjal. bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai asam urat. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks). Di samping pembuluh Malphigi. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus. sedangkan air dan berbagai garam diserap kembali biasanya secara osmosis dan transpor aktif. Kristal asam urat dapat diekskresikan lewat anus bersama dengan feses. Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. melalui proses deaminasi atau proses pembusukan mikroba dalam usus. Dunia kedokteran biasa menyebutnya ‘ren’ (renal/kidney). serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. ginjal juga berfungsi . Pembuluh Malphigi mengasorbsi sisa metabolisme darah pada rongga tubuh. Asam urat dan sisa air masuk ke usus halus. Fungsi utama ginjal adalah mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen misalnya amonia.

Rongga ginjal dihubungkan oleh ureter (berupa saluran) ke kandung kencing (vesika urinaria) yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara urin sebelum keluar tubuh. reabsorbsi. dan augmentasi. Pada glomerulus terdapat sel-sel endotelium kapiler yang berpori (podosit) sehingga mempermudah proses penyaringan. Proses-proses di dalam Ginjal. Pada rongga ginjal bermuara pembuluh pengumpul. Struktur Ginjal Bentuk ginjal seperti kacang merah. Selain penyaringan. dan panjangnya ± 10 cm. korteks (bagian luar) medulla (sumsum ginjal) pelvis renalis (rongga ginjal).mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan. akibatnya perembesan zat buangan menjadi banyak. Pada badan Malphigi terdapat kapsul Bowman yang bentuknya seperti mangkuk atau piala yang berupa selaput sel pipih. Dari kandung kencing menuju luar tubuh urin melewati saluran yang disebut uretra. Bagian korteks ginjal mengandung banyak sekali nefron ± 100 juta sehingga permukaan kapiler ginjal menjadi luas. Glomerulus berbentuk jalinan kapiler arterial. keping darah.5% dari berat badan. jumlahnya sepasang dan terletak di dorsal kiri dan kanan tulang belakang di daerah pinggang. Di dalam ginjal terjadi rangkaian prows filtrasi. Berat ginjal diperkirakan 0. di glomelurus terjadi pula pengikatan kembali sel-sel darah. Ginjal terdiri dari tiga bagian utama yaitu: a. Kapsul Bowman membungkus glomerulus. c. dan sebagian . Sekresi dari ginjal berupa urin. Setiap nefron terdiri atas badan Malphigi dan tubulus (saluran) yang panjang. Tubulus yang kedua adalah tubulus distal. b. misalnya vitamin yang larut dalam air mempertahankan cairan ekstraselular dengan jalan mengeluarkan air bila berlebihan serta mempertahankan keseimbangan asam dan basa. Setiap menit 20-25% darah dipompa oleh jantung yang mengalir menuju ginjal. Tubulus pada badan Malphigi adalah tubulus proksimal yang bergulung dekat kapsul Bowman yang pada dinding sel terdapat banyak sekali mitokondria. Beberapa faktor yang mempermudah proses penyaringan adalah tekanan hidrolik dan permeabilitias yang tinggi pada glomerulus. Penyaringan (filtrasi) Filtrasi terjadi pada kapiler glomerulus pada kapsul Bowman.

yang tediri dari 2 lapisan yaitu lapisan epidermis (luar) dan dermis (dalam). terdiri dari : . klorida. Penyerapan kembali (Reabsorbsi) Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. mengandung pigmen stratum germonativum. Oleh karena itu. Epidermis. seperti glukosa. kalium. stratum lusidium. dan 150 g glukosa. merupakan lapisan zat tanduk. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali. dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. zat-zat yang masih.besar protein plasma. Sisa sampah kelebihan garam. natrium. garam lain. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. Merupakan lapisan terluar dari tubuh kita. natrium. 1200 g garam. bikarbonat. mati dan selalu mengelupas. Pada urin sekunder. asam amino. Pada filtrat glomerulus masih dapat ditemukan asam amino. 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air. glukosa. kalium. selalu membentuk sel-sel baru ke arah luar akar rambut pembuluh darah syaraf kelenjar minyak (glandula sebasea) Dermis (korium). dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan dalam urin. merupakan lapisan zat tanduk stratum granulosum. terdiri dari : stratum korneum. Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. dan garamgaram lainnya. Bahan-bahan kecil terlarut dalam plasma.

Uap tersebut sebenarnya merupakan carbondioksisa dan uap air yang dikeluarkan saat terjadi pernafasan. di dalamnya mengandung zat warna empedu (bilirubin).- kelenjar keringat (glandula sudorifera) lapisan lemak. Zatr warna empedu terbentuk dari rombakan eritrosit yang telah tua atau rusak akan ditangkap histiosit selanjutnya dirombak dan haeglobinnya dilepas. terdapat di bawah dermis yang berfungsi melindungi tubuh dari pengaruh suhu luar Paru-paru (pulmo) Penguraian karbohidrat (glukosa) dan lemak kecuali menghasilkan energi akan menghasilkan zat sisa berupa CO2 dan H2O yang akan dikeluarkan lewat paru-paru. Hati (hepar) Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh. Fungsi hati : menyimpan kelebihan gula dalam bentuk glikogen (gula otot) merombak kelebihan asam amino (deaminasi) menawarkan racun membentuk protombin dan fibrinogen membentuk albumin dan globulin mengubah provitamin A menjadi vitamin A tempat pembentukan urea . Hati juga terdapat sel-sel perombak sel darah merah yan gtelah tua disebut histiosit. Sebagai alat eksresi hati menghasilkan empedu yang merupakan cairan jernih kehijauan. Hati terdapat pembuluh darah dan empedu yang dipersatukan selaput jaringan ikat (capsula glison). berwarna kecoklatan. kolesterol dan juga bacteri serta obat-obatan. Hati dibungkus oleh selaput hati (capsula hepatica). Hati mendapat suplai darah dari pembuluh nadi (arteri hepatica) dan pembuluh gerbang (vena porta) dari usus. terdapat di rongga perut sebelah kanan atas. Seseorang yang berada dalam daerah dingin waktu ekspirasi akan tampak menghembuskan uap. garam empedu.

sebagaimana hewan air tawar .- menghasilkan empedu tempat pembentukan dan penghancuran eritrosit yang telah tua ♣ Sistem ekskresi pada mamalia Sistem Ekskresi pada mamalia hampir sama dengan manusia tetapi sedikit berbeda karena mamalia dipengaruhi/disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya. dilindungi oleh struktur bertulang tulang selangka dan diselaputi karung dua dinding dikenali sebagai pleura. di mana oksigen akan d angkut melalui hemoglobin. Paru-paru manusia adalah contoh biasa bagi paru-paru jenis ini. otot yang mengucup menyebabkan rongga di mana paru-paru berada mengembang.Lubang urogenital . Sangkar selangka juga boleh mengembang dan mengucup sedikit. Bernafas kebanyakannya dilakukan oleh diafragma di bawah. Lapisan karung dalam melekat pada permukaan luar paru-paru dan lapisan karung luar melekat pada dinding rongga dada. ♣ Sistem Ekskresi Pada Ikan Ikan air tawar. Di sini oksigen meresap masuk ke dalam darah. kembali ke jantung melalui salur pulmonari. Ikan mempunyai system ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital. dan menghalang ia daripada terpisah dengan mudah. Paru-paru terletak di dalam rongga dada (thoracic cavity). Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang dikenali sebagai rongga pleural yang berisi cecair pleural ini membenarkan lapisan luar dan dalam berselisih sesama sendiri. Paru-paru mamalia mempunyai permukaan ber spon (spongy texture) dan dipenuhi liang epitelium dengan itu mempunyai luas permukaan per isipadu yang lebih luas berbanding luas permukaan paru-paru. Ini menyebabkan udara tetarik ke dalam dan keluar dari paru-paru melalui trakea dan salur bronkus (bronkhial tubes) yang bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil dikelilingi oleh kapilari yang dipenuhi darah. Darah tanpa oksigen dari jantung memasuki paru-paru melalui pembuluh pulmonari dan lepas dioksigenkan.

limfoid dan endokrin serta trunkus renalis posterior yang tersusun atas nefron-nefron dikelilingi jaringan limfoid interstitial. Glomeruli berukuran kecil dan avasculer dengan tubuli renalis yang mempunyai 6 regio sitologis yang berbeda. Cairan tubuh dari ikan air tawar memiliki konsentrasi ion yang lebih tinggi dibanding dengan lingkungan sekitarnya. Neck region memiliki lumen yang dikelillingi oleh sel-sel epitel kuboid bersilia sampai kolumner pendek. Di bagian posterior dari lengkungan ini trunkus renalis menipis menyesuaikan lekukan pada gas bladder. Epitelia parietalis dan visceralis membentuk “Bowman’s space” yang memisahkan glomerulus dengan bagian-bagian lain dari ginjal. N yang mengisolasi glomerulus. 2. .a dari sel-sel ini tercat basofilik tipis. Tubulus proximalis sekunder masih tersusun atas sel-sel epitel kolumner tinggi dengan nuclei yang terletak lebih central dan tepi-tepi sikat yang berkembang lebih baik. Ginjal terdiri dari dua bagian yaitu caput renalis anterior yang tersusun atas jaringan hemapoeitik. Untuk mempertahankan gradient konsentrasi tersebut dibutuhkan system pembuangan dan konserbasi dari ion-ion disamping adanya proses ekskresi air yang telah difiltrasi oleh ginjal. Tubulus proximalis primer diselubungi oleh epitel-epitel kolumner tinggi dengan nuclei basalis dan sitoplasma yang tercat eosinofilic tipis. Ginjal pada umumnya terletak antara columna vertebralis dan gas bladder. Corpus renalis terdiri atas glomerulus-glomerulus yang diselubungi oleh capsula Bowman. Microvilli dengan puncak berbentuk tepi sikat menjulur kelumen. kondisi ini disebut dengan hiperosmotik. Caput renalis terpisah atas bagian kana dan kiri.ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran kelamin yang berada tepat dibelakang anus. Proses filtrasi ini dilakukan ginjal yaitu pada bagian nefron glomerulus yang terdiri dari corpus renalis dan tubulus renalis. Adanya bangunan mitokondria dalam jumlah yang besar menyebabkan sitoplasma tercat eosinofilik. 1. 3. Sitoplas. terletak di anterior dari lengkungan tersebut memasuki daerah cranium. Sisi kanan dan kiri dari trunkus renalis berfusi dan membentuk lengkungan yang mengisi ruangan diantara kedua gas bladder.

dan kulit. ♣ Sistem Ekskresi Pada Amfibi Ginjal amphibi sama denga ginjal ikan air tawar yaitu berfungsi untuk mengeluarkan air yang berlebvih. Katak menyesuaikan dirinya terhadap kandungan air sesuai dengan lingkungannya dengan cara mengatur laju filtrasi yang dilakukan oleh glomerulus.Sel-sel ini tercat eosinofilik kuat. Saluran ekskresi pada katak yaitu ginjal. eck region merupakan lanjutan dari epitelia parietalis dan visceralis dari capsula Bowman. Tubulus intermedius memiliki lumen yang sempit dikelilingi oleh sel-sel epitel kuboid sampai kolumner pendek dengan tepi-tepi sikat yang tidak jelas. Tubulus-tubulus yang lebih besar bergabung dengan lapisan otot polos dan jaringan pengikat. Nucleus terletak di tengah sedangkan tepi-tepi sikat mereduksi atau tidak ada. Pada saat ia berada di darat harus melakukan konservasi air dan tidak membuangnya.4. Ginjal pada ikan yang hidup di air tawar dilengkapi sejumlah glomelurus yang jumlahnya lebih banyak. Tubulus conectivus berukuran lebih besar daripada tubulus distalis. Sedangkan ikan yang hidup di air laut memiliki sedikit glomelurus sehingga penyaringan sisa hasil metabolisme berjalan lambat. kantung kemih terisi urin ynag encer. Katak juga menggunkan kantung kemih untuk konserfadsi air. banyak iar masuk ke tubuh katak secara osmosis. Hormon yang mengendalikan adalah hormon yang sama dengan ADH. Saluran ekskresi pada . 5. maka pada saat ia berada di air. 6. Sel-sel epitel kolumner tercat eosinofilik lemah dengan nucleus terletak di basal dan tidak adanya tepi-tepi sikat. Rodlet cells dan intercalated cells (leukosit) biasa dijumpai pada epithelium ductus colectivus. Apabila sedang berada dia air. Tubulus distalis tersusun atas sel-sel epitel kolumner yang besar. sistem portal renal berfungsi untuk membuang bahan Bahan yang diserap kembali oleh tubuh selama masa aliran darah melalui glomerulus dibatasi. Tubulus ini terus membesar sampai muaranya dengan adanya perubahan sel-sel epitel dari kolumner menjadi epitel pseudostratified yang mempunyai sel-sel goblet. Pada saat berada di daarat air diserap kembali ke dalam darah menggantikan air yang hilang melalui evaporasi kulit. paru-paru. Karea kulit katak permeable terhadap air.

Paruparu sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura. amonia (NH3). sedangkan pada katak betina kedua saluran itu terpisah. Walaupun begitu alat lainnya bermuara pada satu saluran dan lubang pengeluaran yang disebut kloaka. Kulit. Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari: 1.katak jantan & betina memiliki perbedaan. dan 4. 3. urea dan zat warna empedu. . 2. paru-paru. Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme.Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih Sistem Ekresi pada Manusia Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme.kulit dan kloaka. pada katak jantan saluran kelamin & saluran urin bersatu dengan ginjal. air (H20). ♣ Sistem Ekskresi Pada Reptil Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal. misalnya: karbondioksida (CO2). yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir. Hati. Ginjal Paru-paru Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan. Paru-paru terdiri dari dua bagian. Paru-paru.

Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes. adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara. Mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur 2. yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O). Dalam Sistem Ekskresi. Emphysema. 3. yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut. sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Asma atau sesak nafas. Hindari Stress Hati (Hepar) Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Upaya menghindari dan mengatasi kelainan-kelainan pada paru-paru adalah dengan menjalankan pola hidup sehat. diantaranya adalah: 1. Hati terbagi menjadi dua lobus. Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Kanker Paru-Paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung Kelainan-kelainan pada paru-paru. minum minuman beralkohol dan narkoba 5. kanan dan .Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Berolah raga dengan teratur 3. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Setelah membebaskan oksigen. 2. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Istirahat minimal 6 jam per hari 4. diantaranya: 1. produk petroleum dan radiasi ionisasi. debu atau tekanan psikologis. kromium. bulu. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Mengindari konsumsi rokok.

C. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit 3. Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA) 2. tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. disebabkan zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh.kiri. Gangguan pada hati yang umumnya dijumpai di masyarakat saat ini adalah hepatitis ataupenyakit kuning. minuman. Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC) Cara mengatasi kelainan-kelainan pada hati diantaranya adalah dengan: 1. Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus yang dapat menular melalui makanan. G. Misalnya. Tempat pembentukan protrombin yang berperan dalam pembekuan darah Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula 4. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin. E. Membentuk protein tertentu dan merombaknya 5. Beberapa jenis hepatitis yang saat ini harus diwaspadai adalah: 1. Pemberian vaksinasi 2. Virus hepatitis yang sudah ditemukan sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A. B. Hati merupakan organ yang sangat penting. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin 6. Makan makanan yang sehat . Penyebab penyakit hepatitis yang utama adalah virus. Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) 3. dan TT. berfungsi untuk: 1. Disebut demikian karena tubuh penderita menjadi kekuningan. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah 2. jarum suntik dan transfusi darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu. D.

Kelainan pada kulit yang banyak dialami oleh para remaja adalah jerawat. yaitu: 1. 3. Berolahraga dengan teratur 5. Fungsi kulit antara lain sebagai berikut: mengeluarkan keringat pelindung tubuh menyimpan kelebihan lemak mengatur suhu tubuh. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Keringat yang keluar membawa panas tubuh. sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal. garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Komedo Jerawat biasa Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung) . Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang 4. pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar.3. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. 2. Ada tiga tipe jerawat. Sterilisasi penggunaan jarum suntik 6. Menghindari pergaulan bebas (berganti-ganti pasangan) Kulit Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar. dan tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet • Proses pembentukan keringat Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi.

sehingga asupan nutrisi kulit terpenuhi. Ginjal Dunia kedokteran biasa menyebutnya ‘ren’ (renal/kidney). 4.Banyak jenis obat dan perawatan yang ditawarkan untuk menghilangkan jerawat. • Mengatasi kelainan pada kulit Kulit perlu mendapat perawatan yang tepat agar senantiasa sehat. Nutrisi pada kulit digunakan untuk mengaktifkan sirkulasi darah ke kulit. Minum Air Putih Minimal 8 Gelas Setiap Hari Air berfungsi sebagai media untuk mengangkut dan membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh dan mencegah kekeringan. bermanfaat menghilangkan lemak dan kotoran pada permukaan kulit. 3. Bentuknya seperti kacangmerah. sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Mandi Untuk Membersihkan Badan Mandi secara teratur menggunakan sabun. Beratnya antara 120-170 gram. Selain 8 gelas air segar setiap hari. Namun. asupan cairan yang baik bagi kulit bisa didapatkan dari buah dan sayuran. Namun kita perlu berhati-hati dalam memilih sabun. dan temulawak. terdiri atas sel-sel yang berkembang dan membutuhkan berbagai nutrisi. jeruk nipis. Makan Makanan Yang Mengandung Nutrisi Kulit seperti juga organ tubuh lain. mentimun. menjaga kelenturan dan kekencangan kulit serta mencegah oksidasi lemak yang menyebabkan kulit menjadi kering. berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang. Pada bagian kulit ginjal . Tanaman-tanaman itu antara lain tomat. sesungguhnya alam sudah menyediakan aneka tanaman yang mampu menghilangkan jerawat. Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks). Berolahraga Dengan Teratur Olahraga teratur 3 kali seminggu akan membantu kelancaran sirkulasi darah. karena detergen yang terkandung di dalamnya cenderung meningkatkan pH kulit sehingga dapat menyebabkan kekeringan pada kulit. belimbing wuluh. 2. Berikut 4 langkah perawatan kulit yang sangat mendasar: 1.

Fungsi ginjal: 1. 4. klorida. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. • Penyaringan (filtrasi) Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit). keping darah. Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer. Selain penyaringan. natrium. mengandung asam amino. penyerapan kembali dan augmentasi. natrium. glukosa. di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah. sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. asam amino. kalium. 5. dan sebagian besar protein plasma. kalium. yaitu: penyaringan.terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. • Penyerapan kembali (reabsorbsi) Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal. 2. 3. dan garam-garam lainnya. seperti glukosa. tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan. Meresapnya zat pa• Pe da tubulus ini melalui dua . bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel- bagian tubulus ginjal sel darah merah (SDM) di sumsum tulang Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses.

zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi.cara. urea dan sisa substansi lain. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi. Sebaliknya. Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air. misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin. dan 5) Minum minuman beralkohol. Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh: 1) Makan makanan berlemak 2) Kolesterol dalam darah yang tinggi 3) Kurang berolahraga 4) Merokok. • Augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. memungkinkan fungsi ginjal digantikan. Zat amonia. sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penggantian fungsi tersebut dikenal dengan Renal Replacement Therapy (RRT) atau . 1. misalnya urea. Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Mengatasi Gagal Ginjal Kemajuan ilmu pengetahuan. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder. Urin akan keluar melalui uretra. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin. obat-obatan seperti penisilin. Kelainan-kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal. kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. urin akan menuju rongga ginjal. dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Gagal ginjal merupakan kelainan pada ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. Dari tubulus-tububulus ginjal. garam. selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah.

Penyakit ini antara lain disebabkan oleh peradangan gnjal. Albuminuria Albuminuria adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urine penderita mengandung albumin. batu ginjal. penyakit ginjal. Albumin merupakan protein yang bermanfaat bagi manusia karena berfungsi untuk mencegah agar cairan tidak terlalu banyak keluar dari darah. yakni transplantasi/cangkok ginjal dan dialisis/cuci darah . Beberapa penyakit pada sistem ekskresi antara lain sebagai berikut. Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi “batu”. Hematuria Hematuria (kencing darah) adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urine penderita mengandung darah. dialisis melalui rongga perut Batu Ginjal Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Batu ginjal merupakan kristal yang terlihat seperti batu yang terbentuk di ginjal. 1. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Misalnya virus. Penyakit ini antara lain disebabkan oleh kekurangan protein. saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni yang tidak bisa keluar. dialisis dengan bantuan mesin PD (Peritoneal Dialisis). mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal. Efek samping obat atau pola makan yang tidak sehat. Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih. Kelainan-keainan pada Sistem Ekskresi Kelainan dan penyakit yang menyerang sistem ekskresi dapat disebabkan oleh banyak hal. . Ada dua cara TPG. dan kanker kandung kemih. bakteri. dan penyakit hati 2.Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Dialisis/cuci darah dibedakan menjadi: 2. Penyakit ini rnenyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari saringan ginjal dan terbuang bersama urine. jamur. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat. HD (Hemodialisis).

ginjal menjalankan fungsinya. Penyakit ini diobati dengan cara mengeluarkan batu ginjal. Kadar urea darah yang tinggi dapat menimbulkan keracunan dan mengakibatkan kematian. Gangguan berupa radang ginjal yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan ginjal. atau kandung kemih. . yaitu peningkatan kadar urea di dalam darah. kemudian menyebar ke jaringan sekitarnya. Dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Proses peradangan biasanya berasal dari glomerulus. Apabila batu ginjal sudah berukuran besar. saluran ginjal. akibatnya zat-zat yang seharusnya dapat dikeluarkan rnelalui ginjal menjadi tertumpuk di dalam darah. khususnya nefron.3. 5. Gagal ginjal antara lain disebabkan oleh nefritis. Batu ginjal terbentuk karena konsentrasi unsur-unsur tersebut dalam urine tinggi. batu ginjal dapat dihancurkan dengan gelombang suara yang berintensitas tinggi tanpa perlu tindakan operasi 4. Nefritis Nefritis adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan peradangan ginjal. Penyakit ini dapat diatasi dengan dua alternatif. Pertama melakukan dialisis ginjal (cuci darah) yang diIakukan secara rutin. dapat dihancurkan dengan obat-obatan. Kedua dengan transplantasi (cangkok) ginjal dari donor. Penyakit ini harus segera ditangani dokter. Gagal Ginjal Gagal ginjal adalah ketidakmampuan. Apabila batu ginjal masih berukuran kecil. yang dipercepat dengan infeksi dan penyumbatan pada ureter. kalsium fosfat. harus dikeluarkan dengan tindakan operasi. Salah satu contohnya adalah timbulnya uremia. Batu ginjal pada umumnya mengandung garam kalsium ( zat kapur) antara lain kalsium oksalat. atau campurannya. Cangkok ginjal dapat dilakukan jika ada kecocokan antara organ donor dan jaringan penderita sehingga tidak terjadi penolakan. Nefrolitiasis Nefrolitiasis (batu ginjal) adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan adanya batu pada ginjal.

7. sirosis hati akan menimbulkan beberapa akibat. keracunan obat-obatan. Urine penderita pun berwarna kuning. 9. bahkan kecokelatan seperti teh. 8. Diabetes Insipidus Diabetes insipidus adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah urine sampai 20-30 kali lipat karena kekurangan hormon antidiuretika (ADFI). pemulihan fungsi hati. olahlaga. dan pemberian obat-obatan penurun kadar glukosa darah. Diabetes melitus pada anak diatasi dengan penyuntikan insulin secara rutin. Penderita hepatitis mengalami perubahan warna kulit dan putih mata menjadi berwarna kuning. antara lain gangguan kesadaran. Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin hepatitis. atau komplikasi hepatitis. Sirosis Hati Sirosis hati adalah kelainan pada hati yang ditandai dengan timbulnya jaringan parut dan kerusakan sel-sel normal hati. Hepatitis Hepatitis adalah radang hati yang umumnya disebabkan oleh virus. . Sirosis hati sering terjadi pada peminum alkohol. menjaga kebersihan lingkungan. Kelebihan glukosa darah akan dikeluarkan bersama urine. Beberapa hepatitis. Diabetes Melitus Diabetes melitus (kencing manis) adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal karena kekurangean hormon insulin.6. antara lain hepatitis A dan B. Diabetes melitus pada orang dewasa dapat diatasi dengan mengatur diet. menghindari kontak langsung dengan penderita hepatitis dan tidak menggunakan jarum suntik untuk pemakaian lebih baik satu kali. infeksi bakteri. Penyakit ini dapat diatasi dengan pemberian ADH sintetik. Karena hati merupakan organ yang mempunyai banyak fungsi vital. Pengobatan sirosis hati ditujukan pada penyebab utamanya. dan kematian. sampai transplantasi hati. koma.

H2O. mempertahankan temperatur tubuh dalam kisaran normal . Gangren Gangren adalah kematian jaringan lunak yang disebabkan oleh gangguan pengaliran darah ke jaringan tersebut. ♣ Sistem ekskresi invertebrata berbeda dengan sistem ekskresi pada vertebrata. mengatur konsentrasi dan volume cairan tubuh (osmoregulasi) (termoregulasi). Endapan ini dapat terjadi pada rongga ginjal atau dalam kantong kemih. ♣ Cacing pipih mempunyai organ nefridium yang disebut sebagai protonefridium. seperti CO2. ♣ Sistem Ekskresi pada mamalia hampir sama dengan manusia tetapi sedikit berbeda karena mamalia dipengaruhi/disebabkan oleh lingkungan tempat tinggalnya. yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Protonefridium tersusun dari tabung dengan ujung membesar mengandung silia. Gangren sering terjadi di tangan dan kaki karena gangguan aliran darah. NH3. selain itu ekskresi juga dapat diartikan sebagai proses pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya. ♣ Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi. Jika endapan terbentuk di dalam rongga ginjal disebut batu ginjal. Pada keadaan yang tidak tertolong bagian tubuh yang terkena gangren harus diamputasi. 11. Invertebrata belum memiliki ginjal yang berstruktur sempurna seperti pada vertebrata. Ganggren banyak terjadi pada penderita diabetes melitus dan aterosklerosis yang sudah lanjut. Kencing Batu Kencing batu disebabkan pembentukan endapan zat kapur (kalium) dalam ginjal. KESIMPULAN : ♣ Ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme tubuh. Jika terbentuk di dalam kantong kemih disebut kencing batu. ♣ Fungsi sistem ekskresi diantaranya adalah membuang limbah yang tidak berguna dan beracun dari dalam tubuh. Untuk mengatasi infeksi diperlukan antibiotik. kemudian menghitam dan berbau busuk. zat warna empedu dan asam urat. Jaringan yang terkena mula-mula menjadi kebiruan dan terasa dingin jika disentuh.10.

dan kencing batu.1994. Erlangga. 2009.org/mw/Sistem_Ekskresi_Pada_Manusia_ Dan_Hubungannya_Dengan_Kesehatan_9.vlsm. http/ www. pada katak jantan saluran kelamin & saluran urin bersatu dengan ginjal ♣ Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal.”http://www.http / free. hati. Kimball.free. sirosis hati.praweda/biologi. Biologi Edisi Kelima. hendra. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan. hepatitis. paru-paru. diabetes melitus.diakses tanggal 14 maret 2009. diabetes insipidus.crayonpedia. ♣ Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme.2009 . dan ginjal ♣ Kelainan-keainan pada sistem ekskresi diantaranya albuminuria. misalnya: karbondioksida (CO2).kulit dan kloaka. hematuria. Sistem ekskresi pada hewan vertebrata. nefritis. ♣ Alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari paru-paru. Saluran ekskresi pada katak jantan & betina memiliki perbedaan. urea dan zat warna empedu.vslm.2009. System ekskresi pada hewan .dan kulit. air (H20).praweda/biologi. Anonymoous. John W. efrolitiasis. ♣ Saluran ekskresi pada katak yaitu ginjal.1 Febrian . .1″Kategori: IPA 9. DAFTAR RUJUKAN : Anonymoous. gangren. paru-paru. gagal ginjal.diakses tanggal 14 maret 2009. amonia (NH3). Jakarta.Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya saluran ginjal dan saluran kelamin yang berada tepat dibelakang anus. kulit.♣ Ikan mempunyai system ekskresi berupa ginjal dan suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful