P. 1
(4) Makalah Seni, Budaya Dan Iptek Dalam Pandangan Islam

(4) Makalah Seni, Budaya Dan Iptek Dalam Pandangan Islam

|Views: 2,534|Likes:
Published by Regie Fiverz Thea

More info:

Published by: Regie Fiverz Thea on Nov 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

dan perkembangan iptek 1.4. 1. budaya dan kejawen Indonesia.5. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1.5.2.2. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni. 1. 1. BAB II Animisme. Rumusan Masalah. budaya Indonesia. media cetak. Metode Penulisan 1. 1.1.2. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang.4. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku.3. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1.2.3.3. Dinamisme. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1.4. dinamisme.2.2. 1.2. Mengetahui pandangan islam terhadap animism.4.3.1.2. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. Tujuan Penulisan.2.1. 1. 1. DAFTAR PUSTAKA 5 .1.

bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. 6 . tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. DINAMISME.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). apakah benda itu berwujud sebutir batu. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi.BAB II ANIMISME. Islam tidak membenarkannya. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. Benda adalah tetap benda. Allah berfirman. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. nilainya sama saja.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme.

Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu.1. hidup di gunung. orang-perorangan. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. roh-roh pendusta. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . roh-roh pembohong saja. 2. Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. di pohon kayu. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. yaitu : 1. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. Karena fetish itu berkarya. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. di batu besar fetish dan sebagainya. ataupun kelompok. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. gigi binatang dan sebagainya. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. 2. kotak. Bila orang meninggal.

Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. 8 . Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Allah menciptakan dunia. 6 : 60). untuk makanan. Hidup adalah keutuhan. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. 2. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. 2.2. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. tumbuhtumbuhan. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. binatang. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an.menghidupkan hati manusia. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. 39 : 42). Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam.

Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya.3. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. Jadi kalau demikian artinya. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan.3. serta keharusan menyerah kepada-Nya. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. 3 : 169 . demikian Honig mengartikannya. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. yaitu. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”.170). Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. Dr. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. 2. yang tingkat kebudayaannya 9 . dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. 53 : 24 .

Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. batubatu. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. pada beberapa hewan dan juga manusia. karena takut kepada-Nya. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. 13 : 13).masih rendah sekali. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. binatang dan manusia. 10 . T. 2. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”.S. berupa langit dan bumi.G. misalnya dalam api. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. Dinamisme disebut juga preanismisme. 30 : 24). Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana).1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. tumbuh-tumbuhan.

Maka. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. Kembali kepada dinamisme. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. agam daerah atau agama etnis-premitif). Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. Do’a menjadi mantera. yang di Jawa disebut Japamantra. dinamisme itu bukan agama. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. kurban. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. lepas dari ikatan ketuhanan. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. dalam dinamisme diubah bentuknya. maka dia menjadi lain sama sekali. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. Do’a menjadi rumus yang sakti.

atau olah rohani. nglowong. Tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Penabungan Energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Khodam. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. ritual. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. pantangan. mantra. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. tidur dan tidak boleh kena cahaya). Khodam disebut juga Qorin. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. wirid tertentu. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. ngebleng dan lain-lain. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. Anda perlu mengisi energi. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. tapi juga bukan banci. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. minum.

Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. 13 .biasa. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. bahkan menganggap wali atau orang suci. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Oleh kerena itu. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Perlu diterangkan. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural.

pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. khususnya orang jawa. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Sahadad Pamungkas dll. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. 2. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. Hizib Kekuatan Batin. misalnya puasa. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. 1. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Di Indonesia. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural.

dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. melihat jarak jauh. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. minyak panas dan air keras. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . meskipun sama-sama berbadan ghaib. maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. tembus pandang dan lain-lain. 5. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. 4. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. 3. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang.

yaitu dengan cara pengisian. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. menderita saat 16 .sesungguhnya. ilmu kuat seks. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. 3. Pengisian. Ilmu-ilmu pengobatan. susah dapat rezeki. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. mantra. pantangan. Menjalankan Tirakat. Yaitu: 1. 2. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Warisan Keturunan. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. bisa sakit jiwa (gila). Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. 6.

Adipati Tuban. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Namun sebagai Muslim. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Jadi bukan karena Ilmunya. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Sayangnya. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur.akan mati dll. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Ayahnya 17 . namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Ronggolawe. Karena tindakannya itu. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang.

Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Dari hasil rampokannya itu. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 .sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Karena itu. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. Sebagai Perampok. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. karena alasan ajaran agama. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan.

itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. silakan anda pikirkan masak-masak. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). dalam pendapat saya. Padahal. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). puasa. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. Kemudian secara logika.Secara sintaksis. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. 19 . Logikanya. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. Karena itu. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat.

bila saat itu beliau masih hidup. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Kesultanan Banten. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. Dulkangidah (dari Dzulqaidah).Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. Mulud (dari Maulid). maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. Kesultanan Demak. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. ‘Joko Said’. namanya tak lagi disebut-sebut. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). 20 . misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Logikanya ialah. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. dan masih banyak istilah lainnya. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. Sunan Giri. Dari sini sajasudah jelas. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Bila riwayat ini benar. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. Suro (dari Syura’). Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. Kesultanan Cirebon. bukan praktisi Kejawenisme. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. ia adalahseorang Qadli.

Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Beberapa kisah aneh itu antara lain. bahwa beliau bisa terbang. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. Perkiraan saya. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Buktinya sangat banyak sekali. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran.dekat Demak. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. beliau menerimanya. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai.

Maksudnya. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Maksudnya. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. 1. Misalnya.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. grebeg maulud. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. Seni ukir. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. Bagong. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. Simaaruddunyaa. dan lainnya. perayaan sekatenan. Nalaa Qaarin. misalnya Layang Kalimasada. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. 3. baju takwa. Kurawa. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. Secara filosofis. Ramayana.didekati secara bertahap. ‘Simaar’ yang artinya Paku. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. 4. Dalam hal ini. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. Maksudnya. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. 5. gamelan. wayang. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. dll. Dalam hal ini. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. ini sama dengan 22 . Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Petruk.

Begitu pula Ibnu Bathuthah. melalui berbagai pertunjukan seni. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. pengembara muslim. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. ciri. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. bukan ahli Kejawen. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. peraturan pemerintah dan lain-lain. Sebagai islam adalah agama yang moderat. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. Kemudian Marcopolo menyebutkan. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. Harian Duta Masyarakat mengungkap. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. Begitu juga dalam mengajarkan agama. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Tapi baru abad 9 H (abad 23 . yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii.

Kisah Para Wali karya Hariwijaya. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. 28-30 Maret 2007). Walisongo belajar bahasa lokal. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. Setelah penduduk tertarik. tapi diisi 24 . Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. Lalu berusaha menarik simpati mereka. Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. memperhatikan kebudayaan dan adat. gamelan. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah.. mereka diajak membaca syahadat. Misalnya. selama tak ada larangan dalam nash syariat. Pertama-pertama. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. shalat. dan sebagainya. Afrika. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. diajari wudhu’. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. Misalnya. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. Walisongo berdakwah dengan cara damai. dalam Ensiklopedi Islam.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan.

Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. Selain itu. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Sebelum Islam datang ke Aceh. untuk mendidik calon-calon dai. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya.pembacaan tahlil. mirip kata sanggar. dan sedekah. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. doa. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain.

Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan.J. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. yang telah surut pemikirannya. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. tetapi lebih rumit lagi. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. mengungkap Islam masa lampau. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden.ummatnya. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga.13 masehi. atau mungkin sebelumnya. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Penolakan B. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri.

belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. Masih juga menurut Yos Rizal. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. karena "kejawen" berwarna abu-abu. berbeda dengan Ahmadiah. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). intuisi dan imajinasi. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". bukan kelas mujtahid. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. khususnya bagi orang jawa. yang irrasional. Pada kenyataannya. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. berdasarkan perasaan.kelas dua. Maka wajar hingga abad ini. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia.com tentunya dari internet. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. bukan kualitas. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. namun khsusunya bagi orang jawa. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. dan lebih melekat dengan budaya Islam. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru.

yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. Saat ini. "kejawen" tetaplah "kejawen". Dalam ajaran Jawa. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". "Yakni. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah.(Sumber:Radar Bojonegoro). Pernyataan diatas ditulis oleh Ny.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. Oleh karena itu. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. 28 . Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. Karena itu. Selain itu. lelakon yang harus dilakukan manusia. salah satunya dari paparan di atas. kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. puasa. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. masih menurut Soenarjo.tidaklah dianggap nabi. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. namun dimasa kehidupan beliau. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. juga menekankan aspek perilaku. bukan hanya tekstual. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu.

Dengan membaca buku ini. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. khususnya masyarakat Jawa. 29 .dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan.yaitu tempat-tempat suci. dan Kristen. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. yaitu Islam abangan. Dikalangan para peniliti. priyayi. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). istilah aliran kepercayaan. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam. dan santri. Budha. Islam.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. Meskipun berupa percampuran. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. yaiyu Hindu. lengkap dengan filosofi. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik.

Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas.BAB III SENI. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. sistem mata pencaharian hidup. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. merupakan produk dari 30 . sistem dan organisasi kemasyarakatan. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. Dengan demikian. sistem pengetahuan. sistem religi. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. yang harus dibiasakannya dengan belajar. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. kesenian. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. Islam merupakan produk kebudayaan. BUDAYA INDONESIA. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. Islam tidaklah datang dari langit. Pandangan di atas. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. bahasa. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan.

kerancuan pemahaman tersebut. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. fitrah manusia. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. Hal itulah yang universal dalam diri manusia.

Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. Islam justru membangun sebuah budaya. relatif dan temporer. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). sebuah peradaban. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. sedangkan di Islam. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. Sementara Prof. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. agama adalah bagian dari kebudayaan. Tetapi keduanya perlu dibedakan. Dr. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. termasuk kebudayaan. budaya didefinisikan oleh agama(vii). Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. Agama adalah sesuatu yang final. Oleh karena itu. kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Dengan pemahaman di atas. Agama memerlukan sistem simbol.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. 32 . universal. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular.

yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. Agama. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Demikian juga dalam upacara tahlilan.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. yaitu. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. Misalnya. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. dalam menyambut anak yang baru lahir. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. tetapi memiliki tujuan yang sama. nilainya adalah agama. Karena seni tradisi. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. Dan ketiga. budaya lokal. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. Oleh karena itu. agama dapat mempengaruhi simbol agama. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. karya. Kedua. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. Baik agama maupun kebudayaan.

melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. masyarakat harus memuliakan kelahiran. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. dan sebagainya. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. perkawinan. Pertama. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. sebagai salah satunya. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. yang mulia. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. Sehingga. yakni Islam dipahami sebagai 34 . melainkan beraneka ragam. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. Pada konteks selanjutnya. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. Dengan demikian. kematian. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. .

yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Ketiga. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Dengan demikian. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. otentifikasi. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Seperti diketahui. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. Dengan demikian. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Dalam pengertian. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Dalam konteks inilah. Karena itulah. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. Kedua. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman.

tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. deligitimasisasi. Inilah yang dalam pandangan Mark R.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. Demikianlah. biasanya 36 . Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. Fazlur Rahman. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. ritual. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. Sistem-sistem doktrinal. sebagaimana kitab suci yang lainnya. Woodward selanjutnya. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. sufi dan tarekat. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. etika. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. soteriologi. begitu kata Mark R. dan aspek-aspek keagamaan lainnya.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

[19] Dengan demikian. nyadran. mengikuti premis Weber di atas. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. bukan pengamat. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Dalam tradisi tahlilan misalnya. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. jika ingin ditampakkan. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. sekaten maupun tahlilan. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa.

khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. Meskipun secara pelan. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. apalagi sampai menumpahkan darah.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. pagelaran seni dan sastra. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . forum pengajian. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. Timur Tengah. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. tepatnya di daerah Glagahwangi. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. Benar. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. Ini terbukti. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah.

iman. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Islam dan ihsan. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. Sekali lagi. demikian juga Hindu. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. arsitektur Barat. Pada mulanya. hakikat dan makrifat. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. Dengan 43 . Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. Namun. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. Islam. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. bukan oleh agama.

Demikian juga NU. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. Pengaruh arsitektur India misalnya. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. Saat itu terlihat dua arus besar. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. Akhirnya. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. Namun. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. dengan caranya sendiri. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. Namun. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. Jadi. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Pada periode berikutnya. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan.fakta ini. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia.

Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. bahkan bisa disebut subkultur. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Sebaliknya. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan.

Ketegangan pun terus terjadi. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. kebodohan dalam pendidikan dan politik. Selalu ada dua faktor. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. Pengamatan sepintas. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. 46 . sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. tampaknya. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. Tetapi. Kembali kepada khittah 26.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri.

Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. pluralis dan ramah. Karenanya. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. Dengan demikian. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Padahal 47 . Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. Dari sinilah. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah.Dengan demikian. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. Dalam ilmu sosial.

betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. Dalam konteks sosial tertentu. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. Dengan demikian. dalam bentuknya yang ada. kita harus menyadari bahwa Pertama. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. Tetapi di saat yang sama. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. sistem budaya. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. misalnya. Oleh karenanya.universalisme Islam. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. Islam di Persia maupun Islam di Arab. Oleh karena itu. yang gaib. tepatnya daerah Hijaz. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. sebagai kritik terhadap budaya lokal. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. tempat Islam akan ?disemaikan. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. kapasitas intelektual. Kedua. Hukum syari?at. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. problem.

dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. dipandang dari sudut historis. dan karena itu. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. apa yang telah dirasa sebagai Islam. pada kenyataannya. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. ketika Islam telah dikembangkan. Kadang-kadang. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. tentu saja telah sangat bervariasi. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . Di Indonesia. Meskipun begitu. dalam halhal tertentu. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. semakin luas lingkupnya. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. pada babak ini dalam sejarah. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya.

tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. Namun demikian. Dan ketiga. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. Penolakan total terhadap tradisi lokal. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. kecenderungan legalistik. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. 50 . Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. dialogis. Pertama. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. formalistik. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". Kedua.

Namun. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". menjelekjelekkan partai lain. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. dan sebagainya. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. dan sebagainya. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. dengan tatanan Islam. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. misalnya dalam bentuk money politics. dan ada kalanya dengan cara kasar. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu.

para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). Oleh karena itu. dan (d) mencegah massa. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. Dalam konteks ini. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). Hanya. jujur dan adil. Adalah suatu keharusan. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. di tengah arus 52 . mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. Namun. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. Sementara itu. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara.

Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. Dalam konteks inilah. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Tanpa kesadaran ini. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. Dengan tema-tema semaam itu. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati.transisi politik sekarang ini. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . Karena itulah. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. Berdasarkan fungsi ini. takaful. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. sudah berubah. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. Bahkan. Seperti di kemukakan di atas. keadilan. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat.

substansi dari ajarannya. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Istilah-istilah seperti wahyu. keyakinan. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. Pada saat yang sama. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. Disamping sebagai 54 . elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. Yang patut diamati pula. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. Oleh karenanya. ilham atau wali misalnya. Islam mempunyai karakter dinamis. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Taruhlah. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar.

maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. 1. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. 55 . 4. 3. alam adalah tantangan yang harus diatasi. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. Nilai teori. maka manusia mengenal nilai agama. perasaan. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. maka manusia mengenal nilai seni. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . Nilai agama. yaitu : ekonomi. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. kuasa dan teori. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. Nilai ekonomi. Nilai kuasa. solidaritas. 5. Berbeda dengan hewan. 2. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. seni. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian.fasilitas. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. agama. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Nilai seni. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian.

ilmuwan yang mistis dan sebagainya. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. politisi yang pejuang. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. menghargai orang lain. Nilai solidaritas. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. pekerja sosial an sebagainya. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. ulama yang rasionil. seniman. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. persahabatan dan simpati sesama manusia. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional.6. sehingga ada sosok orang yang materialis.

dan bagi masyarakat tradisional tertentu. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. di Amerika misalnya. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. Ia tak bisa produktif menulis novel. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. Bahkan. yang notabene juga karya seni. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. yaitu efisiensi waktu. Ambil contoh penciptaan citra 57 . seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian.

Seni. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. (Berger. Di sinilah uniknya. hedonisme. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. 2006: 49). Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. dsb. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. imperialisme kultural.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. modernitas. sebuah copy lebih indah dari aslinya. Amerika. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

atau oleh alat musik dan getaran nadanya. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya.penciptaan jagat raya ini. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . sampai mereka memegang dan merabanya. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan.” [M Quraish Shihab. Karena itu. Beliau turun kembali. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. Wawasan Al-Qur’an]. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Suatu ketika dikisahkan. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain.

mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. khalifah kedua. dan Seljuk. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. Mongolia. tidak menentangnya. pernah berkata. Karena itu. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim.” Ucapan ini benar adanya. Di daerah-daerah tersebut. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. dan Eropa. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. Bahkan. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. 60 . Mesir. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. India. pada masa itu. maka sunnah Nabi mendukung. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. Bizantium. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. Asia Kecil. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. Moor. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. Spanyol. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia.

seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. Namun. memiliki identitas dan esensi yang satu. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Dengan begitu. mau menanamkan uang sebesar $9. 61 .Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Titus Burckhardt. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah.” Ia menambahkan. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. Tentu saja. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. Biar bagaimanapun. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. seorang Saudi kaya. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam.

banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. dan Bangladesh. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. kebudayaan selalu menjadi alat politik. misalnya. untuk menampung koleksi Islaminya. terutama sejak 11/9. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. Di Eropa Barat. Dan. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. Lebanon. Turki. rencananya dibuka pada 2009. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri.Namun gejolak politik di Israel. Gaza. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. Pakistan. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. Bahkan dewasa ini. Dengan kata lain. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya.

seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. Jepang.D. peti gading. Dan di sini. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. ia menyerap berbagai pengaruh baru. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. Kemudian. dengan ketiadaan pendeta. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. Qajar. khususnya dari Cina. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. hingga ke Asia. Tetapi seni sekuler. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani.. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. kemudian. kendi kaca. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. vas keramik. dan Ottoman. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. Selama pembangunan Galeri Jameel. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . Dengan kata lain. Namun demikian. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. dan metal." Tim Stanley.

seperti membangkitkan kesan surga di bumi. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. buahbuahan. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. Sebaliknya. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini." Berukuran 36 kali 16 kaki. Di masa lalu. dan hewan. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. Sekarang. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. atau sekitar 11 kali 5 meter. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. tergantung tidak jauh. demikian juga Yahudi.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran.

Juga mencakup sistem sosial. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. arsitektur) . Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. peralatan ( pakaian. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. pernikahan. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. akhlak. adat istiadat. seperti Pater Jan Bakker. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. Heddy S. visual arts dan performing arts. seni rupa ( melukis). kesenian. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. seperti sarana ( candi. novel-novel. kesenian dan adat istiadat. Bahkan menurut Hegel. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. Aspek kehidupan Spritual. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. makanan. filsafat kebudayaan dan sejarah ). akal budi. musik. sedang kebudayaan merupakan karya manusia.dan penuh penderitaan. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. Untuk memudahkan pembahasan. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. ilmu dll). Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. 149. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. 65 . Adapun menurut para ahli Antropologi. tata hukum. seni pertunjukan ( tari. Sebaliknya sebagian ahli. karena menurutnya. mencakup kebudayaan fisik. kesenian . Sejarah 5. syair. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Kehidupan Spritual 2. Kesenian 4. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. Bahasa dan Kesustraan 3. perahu ). bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. dan kelakuan. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. A. Putra.bangunan .Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. pantun. seperti upacara-upacara ( kelahiran. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. patung nenek moyang. Ilmu Pengetahuan. way of life. alat-alat upacara). tatanegara. seperti kepercayaan. yang mencakup . MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. Keyakinan ini disebut Iman. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini.

sebagai aplikasi dari unsur tanah. . Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. Kelompok kedua. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. maka unsur malaikatlah yang menang. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. pembisik dari malaikat . Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . selain memberikan bekal. Berbagai tingkah laku keagamaan. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. dan pembisik dari syetan.masing agama. karena diciptkan dari api. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). saling bertentangan dan tarik menarik. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja.bukanlah diatur oleh ayat.Hal itu. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. maka unsur syetanlah yang menang. sebagaimana tersebut di atas.ayat dari kitab suci. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. karena diciptakan dari unsur cahaya. Oleh karena itu. masih menurut ahli antropogi. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. Dari keterangan di atas. Di sinilah. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. Di sini. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. Sedangkan manusia. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. Dan kelompok ketiga. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. penglihatan dan hati.

mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. norma dan pedoman. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. Menentukan bentuk bangunan Masjid. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. pasal 32. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. umpamanya. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. yang merupakan bagian dari budaya manusia. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. Tetapi yang perlu dicatat. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. Teori seperti ini. di dalam masyarakat Aceh. berkemajuan. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. dibolehkan memakai arsitektur Persia. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. budaya dan persatuan. berasal dari agama. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. seperti . sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Dalam penjelasan UUD pasal 32. keluarga wanita biasanya. Pernyataan seperti itu tidak benar. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. Prinsip semacam ini. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. 67 . Sampai disini. sebagaimana telah diterangkan di atas. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat.karya manusia. Dengan demikian. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Dari situ. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “.

seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Seperti. Dan juga. Jawa tengah. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. dan persatuan. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . dan secara besar-besaran.malam lebaran. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. maka nash jauh lebih kuat. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. Islam melarangnya. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Dan karena tradisi. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. setelah terbukti ke-autentikannya. maka sesuatu itu baik “ 68 . sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . sebuah upacara pembakaran mayat.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. Bedanya. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati.Contoh yang paling jelas. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. untuk memakamkan orang yan meninggal. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih.. Sedang nash syareat. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. juga memerlukan biaya yang besar. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Di daerah Toraja. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Kemudian kalau sudah tiba masanya.

Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Sekarang dengan naik pesawat terbang. terbukti amat bermanfaat. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. seorang bayi Italia. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). Pada tahun 1995. Lingkungan hidup seperti laut. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. dengan sarana komunikasi canggih. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. Dengan ditemukannya mesin jahit. 16/01/1995). Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. komunikasi.PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. 1995). Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. 1996). dunia hanya perlu waktu 1. Tapi pada 1969. Elizabetta. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. dan transportasi. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. atmosfer udara. misalnya. 2004). misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. menjadi lebih berbahaya. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. Berbagai sarana modern industri. 1997). tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . kita hanya perlu 12 jam saja. Subhanallah… Tapi di sisi lain. Elenna adik Luigi (Kompas.

konsep. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). hipotesis. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Di sinilah. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Pengetahuan termasuk. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. dan perjudian. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Akan tetapi. teori. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Pertama. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Ini 70 . penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. mesin. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Sebagai aktivitas manusia.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. kekerasan.

Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. pincang. ekonomi dan militernya. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. sedang yang bertentangan dengannya. Kedua. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. Standar syariah ini mengatur. Kemajuan Iptek di Barat. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 .bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Umat Islam boleh memanfaatkan iptek.

perak dan tembaga. seperti yang terjadi di Buyat. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. dan di India. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. Rusia. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. Krisis ekologis. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. Minamata Jepang. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat.materialisme-sekuler. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. 72 . Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. dll.

Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. kelaparan. ekonomi dan moral bangsa dan umat. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. busung lapar. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Keindahan dan Kemuliaan. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). (yaitu) 73 . Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. mengamati. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Islam. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi.

74 . termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. keduanya bila dibaca. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. Injil dan Al Quran). Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. melalui mata. Tuhan Yang Maha Kuasa. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. Keduanya saling membutuhkan. gaya hidup. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Wujud yang wajib. holistik dan integratif. dipelajari. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia.” (QS.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Diakui atau tidak. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). Zabur. pengenalan. prinsipprinsip dan hukum alam). Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. diamati dan direnungkan. dalam pandangan hidup. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Maha Suci Engkau. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram.

Berarti. Nuh [71]: 16). bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. ath-Thalaq [65]: 12). bukan berarti bahwa ilmu astronomi. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. harus didasarkan pada ayat tertentu. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. dan seterusnya. an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. 2005: 113). Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. Ringkasnya. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. maka konsep itu berarti harus ditolak. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. tapi yang dimaksud. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. Fushshilat [41]: 11-12). manusia sekarang bukan 75 . al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. geologi. Jadi. Artinya.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. dan seterusnya. agronomi. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. 1996: 12). Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. atau hadis tertentu.

Jadi. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan.” (Qs. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. as-Sajdah [32]: 7). kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. bagaimana pun juga bentuknya. 2001). Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. dan bukan sumber iptek. Iptek yang boleh dimanfaatkan. yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Nabi Adam AS. Implikasi lain dari prinsip ini. “Hai manusia. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. Antara lain firman Allah: 76 . adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. al-Hujuraat [49]: 13).” (Qs.keturunan manusia pertama. Adam AS adalah manusia pertama. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek.

mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.” [HR. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). Selama sesuatu itu bermanfaat. Muslim]. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. Dengan rentang waku yang cukup 77 . al-A’raaf [7]: 3). mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. maka perbuatan itu tertolak. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). bukan seksual). dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. dan bertentangan dengan nilai agama. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. tidak berperikemanusiaan. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. an-Nisaa` [4]: 65). Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. dan seterusnya. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia.“Maka demi Tuhanmu. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. Kontras dengan ini. Karena itu. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar.

mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. Blue Mosque di Konstantinopel. Andalusia pada tahun 913 M. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Masa kejayaan Islam.5:1.panjang. Hasilnya. Dr Muhammad Lutfi. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Tapi jangan khawatir. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. 78 . atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Tradisi keilmuan berkembang pesat. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. 5. Di era ini. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Hebatnya. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. Algoritma (logaritma). terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. sekitar 767 tahun. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. Saat itu. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. 4. Sebut saja. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Pada abad ke-8 dan 9 M.

Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. seorang Zionis Turki. 79 . Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. jika ada orang gila. Dalam bidang kedoteran. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Ketika Jerman kalah. ditambah tenaga ahli. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis.Saat itu. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. Pada abad ke-14. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. Saat itu di Barat.” jelas Luthfi. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. kata Luthfi. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. Tanggal 3 Maret 1924. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. Di sisi lain. bahkan lebih percaya tahyul. misalnya. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. Sebelum Islam datang. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. kata Lutfi. apalagi mereka menguasai Laut Tengah.

mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. tauhid. 80 . Yang pertama adalah merapatkan barisan. ”Ibaratnya paku. Dalam Islam. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. akhlaq. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. Sementara itu. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. 700 tahun pertama Islam berjaya.” ujarnya. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. Di Iran. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. sangat sulit. hadis. ada dua jenis ilmu. dan janganlah kalian bercerai berai. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam.”ujarnya. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. umat Muslim tercerai berai. semakin ditekan.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. Islam akan semakin menancap dengan kuat. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. menurut Luthfi. ujar Ridwan. ”Seperti janji Allah.” Konsep khilafah Islamiyah. Sistem pemerintahan Iran ini. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. kata Luthfi.” kata dia. jelasnya. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. fikih. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali.Kini 82 tahun berlalu.

Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam.syariah. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. Jadi. dan bukannya paradigma sekuler. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). dan cabang-cabangnya. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. psikologi. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. Jadi. syariah Islam-lah. Kedua. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. dan cabang sains lainnya. paradigma Islam. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. al-A’raaf [7]: 96). pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. matematika. Wallahu a’lam 81 . Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. Pertama.

2.1. Saran 82 .BAB IV PENUTUP 4. Kesimpulan 4.

Menengok Kejayaan Islam. Bangil : Al-Izzah. Hossein.DAFTAR PUSTAKA h1. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. Jakarta : Gema Insani Press. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. 104-114. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. 5. 6. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. Jurnal Al-Insan. Taqiyuddin. Surabaya : PT. 1999. Ahmed. Farghal. 3. Al-Baghdadi. 9. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Islam dan Ilmu Pengetahuan. Bustanudin. Bandung : Penerbit Mizan. hal. 2. ----------. 2001. Abdurrahman. Hasan. Nurchalis et. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Bahreisj. Bagil : Al-Izzah. Shabir et. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. 1996. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. No. 1992. 2005. 1. 1999. Jakarta: Media Da’wah. Jakarta : Gema Insani Press. Bina Ilmu 8. M.al. 1995. Agus. 1994. 4. Nizham Al-Islam. Natsir. 83 .al. An-Nabhani. Vol I. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. 7. 1996. Januari 2005. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Arsyad. Bakry.

Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. Hadipermono. 2001. Jakarta : PT Gramedia 16. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). 2003. Zallum. 1995. 19.2003. Eugene A.htm 84 . http://id. Sosial. Gunadi.org/wiki/Qiyas http://www. RA & M. 1997. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. Suriasumantri. Surabaya : Wali Demak Press. Jakarta : Bina Mitra Press. 1997. 1992. Abdul Qadim. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. Budi. 18. Alih bahasa M. Yogyakarta : Tajidu Press. dan Politik. Ramly. A. 13. 11. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Jujun S. 15. 12. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M.M. Zahoor. ----------. Qaradhawi. dan Menyebarluaskannya. Syeichul. 14. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru.1986. Cetakan X. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika.nursyifa. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. el-Khoiry. Myers. Jakarta : Gema Insani Press. Menerapkan. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam.10. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. 20. Ilmu Dalam Perspektif Moral. 2003. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. Yusuf. Shoelhi (Ed. Winarno. Jakarta : Penerbit Republika.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits.hypermart. Zubair. Andi Muawiyah. 2004. Yogyakarta : LKiS. A. Charis. Norma dan Etika Ekonomi Islam. 2000.wikipedia. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.). 17.

85 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->