SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

Dinamisme.1.4.3. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni. budaya dan kejawen Indonesia. 1. 1. 1.1.1.2.2.2. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1. media cetak. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang.5. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam.2.4. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1.4. Mengetahui pandangan islam terhadap animism. 1.2. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku.2.3. budaya Indonesia. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1. BAB II Animisme.2. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.5. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni.2.3. dan perkembangan iptek 1. Tujuan Penulisan. Metode Penulisan 1. 1.3. dinamisme.2. 1. Rumusan Masalah. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.1. 1. DAFTAR PUSTAKA 5 .4.

dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah.BAB II ANIMISME. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. Islam tidak membenarkannya. Allah berfirman. apakah benda itu berwujud sebutir batu. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. Benda adalah tetap benda. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. 6 . DINAMISME. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. nilainya sama saja. Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif.

2. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. 2.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). gigi binatang dan sebagainya. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. Karena fetish itu berkarya. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. orang-perorangan. di pohon kayu. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. Bila orang meninggal. roh-roh pembohong saja. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia.1. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. di batu besar fetish dan sebagainya. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. hidup di gunung. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . roh-roh pendusta. yaitu : 1. ataupun kelompok. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. kotak. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai.

namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. 39 : 42). Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. 2. 8 . 6 : 60). Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. tumbuhtumbuhan. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. Hidup adalah keutuhan. Allah menciptakan dunia. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. binatang. 2. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. untuk makanan. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya.2. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q.menghidupkan hati manusia. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad.

yang tingkat kebudayaannya 9 . melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan. kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. 3 : 169 . kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan.3. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. 2.170). Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. 53 : 24 . Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. Dr. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. Jadi kalau demikian artinya.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. yaitu.3. demikian Honig mengartikannya. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. serta keharusan menyerah kepada-Nya. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi.

misalnya dalam api.G. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . Dinamisme disebut juga preanismisme. 30 : 24). sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. 13 : 13). Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. 10 . pada beberapa hewan dan juga manusia. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda.S. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan.masih rendah sekali. 2. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. karena takut kepada-Nya. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. binatang dan manusia. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). batubatu. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. berupa langit dan bumi. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. tumbuh-tumbuhan. T.

dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. Maka. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. Do’a menjadi mantera. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. dinamisme itu bukan agama. Do’a menjadi rumus yang sakti. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. yang di Jawa disebut Japamantra. dalam dinamisme diubah bentuknya. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. Kembali kepada dinamisme. maka dia menjadi lain sama sekali. agam daerah atau agama etnis-premitif). Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. kurban. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. lepas dari ikatan ketuhanan.

ngebleng dan lain-lain. tapi juga bukan banci. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. minum. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. mantra. atau olah rohani. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Khodam disebut juga Qorin. Penabungan Energi. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. pantangan. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. nglowong.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. ritual. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Khodam. Anda perlu mengisi energi. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Tirakat. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. wirid tertentu. tidur dan tidak boleh kena cahaya). Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu.

Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Perlu diterangkan. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani.biasa. Oleh kerena itu. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. 13 . Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. bahkan menganggap wali atau orang suci. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita.

Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Di Indonesia. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Sahadad Pamungkas dll.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. khususnya orang jawa. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. 2. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Hizib Kekuatan Batin. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. 1. misalnya puasa. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal.

Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . minyak panas dan air keras. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. meskipun sama-sama berbadan ghaib. 5. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. 3. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. 4. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. melihat jarak jauh. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. maka kuasailah ilmu trawangan. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat.

Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. pantangan. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). 3. Menjalankan Tirakat. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. 6. Warisan Keturunan. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. yaitu dengan cara pengisian. bisa sakit jiwa (gila). mantra. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. menderita saat 16 . karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. Ilmu-ilmu pengobatan. susah dapat rezeki. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi.sesungguhnya. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Yaitu: 1. ilmu kuat seks. 2. Pengisian. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya.

Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Namun sebagai Muslim. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Karena tindakannya itu. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Jadi bukan karena Ilmunya. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Sayangnya. Ayahnya 17 . Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. Ronggolawe. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Adipati Tuban. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen.akan mati dll.

Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Dari hasil rampokannya itu. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Sebagai Perampok. Karena itu. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . karena alasan ajaran agama.

Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. 19 . tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. dalam pendapat saya. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. Kemudian secara logika. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. puasa. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. Karena itu. Padahal. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. silakan anda pikirkan masak-masak. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu.Secara sintaksis. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). Logikanya. itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya.

Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. Kesultanan Banten. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. namanya tak lagi disebut-sebut. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. 20 .Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Logikanya ialah. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. ‘Joko Said’. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. Sunan Giri. Dari sini sajasudah jelas. Mulud (dari Maulid). Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. ia adalahseorang Qadli. bila saat itu beliau masih hidup. Bila riwayat ini benar. dan masih banyak istilah lainnya. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. Kesultanan Demak. Suro (dari Syura’). maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). bukan praktisi Kejawenisme. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. Kesultanan Cirebon.

Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Buktinya sangat banyak sekali. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Perkiraan saya. bahwa beliau bisa terbang. beliau menerimanya.dekat Demak. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Beberapa kisah aneh itu antara lain.

4. dan lainnya. Seni ukir. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. Petruk. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. Dalam hal ini. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. Secara filosofis. misalnya Layang Kalimasada. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. Maksudnya. Kurawa. Maksudnya. Maksudnya. 3. gamelan. grebeg maulud. Bagong. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. baju takwa. 5. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. dll. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. Ramayana. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. Misalnya. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. Nalaa Qaarin. ini sama dengan 22 . Fatruuk-kuluu man siwallaahi. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. ‘Simaar’ yang artinya Paku.didekati secara bertahap.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. perayaan sekatenan. wayang. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. Simaaruddunyaa. Dalam hal ini. 1.

Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. Begitu juga dalam mengajarkan agama. melalui berbagai pertunjukan seni. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. bukan ahli Kejawen. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Kemudian Marcopolo menyebutkan. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. ciri. Sebagai islam adalah agama yang moderat. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Begitu pula Ibnu Bathuthah. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. peraturan pemerintah dan lain-lain. Harian Duta Masyarakat mengungkap. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. pengembara muslim. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M.

bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. diajari wudhu’. shalat. Walisongo belajar bahasa lokal. mereka diajak membaca syahadat. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Afrika. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. Lalu berusaha menarik simpati mereka. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. memperhatikan kebudayaan dan adat. Misalnya. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. Pertama-pertama.. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. tapi diisi 24 . Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. 28-30 Maret 2007).15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). Walisongo berdakwah dengan cara damai. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. dan sebagainya. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. dalam Ensiklopedi Islam. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. selama tak ada larangan dalam nash syariat. Misalnya. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. Setelah penduduk tertarik. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. gamelan.

keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun.pembacaan tahlil. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. dan sedekah. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. mirip kata sanggar. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. untuk mendidik calon-calon dai. doa. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Sebelum Islam datang ke Aceh. Selain itu.

Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. tetapi lebih rumit lagi. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. mengungkap Islam masa lampau. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. yang telah surut pemikirannya. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru.13 masehi. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya.ummatnya.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. atau mungkin sebelumnya. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Penolakan B. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah.J.

Maka wajar hingga abad ini. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam.kelas dua. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). yang irrasional. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . berdasarkan perasaan. Masih juga menurut Yos Rizal. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. Pada kenyataannya. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. karena "kejawen" berwarna abu-abu. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. bukan kelas mujtahid.com tentunya dari internet. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. bukan kualitas. khususnya bagi orang jawa. berbeda dengan Ahmadiah. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. namun khsusunya bagi orang jawa. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. intuisi dan imajinasi. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. dan lebih melekat dengan budaya Islam. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan.

kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. juga menekankan aspek perilaku. Saat ini. puasa. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". masih menurut Soenarjo. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. bukan hanya tekstual. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. Oleh karena itu. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. 28 . Karena itu. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. lelakon yang harus dilakukan manusia. "kejawen" tetaplah "kejawen". jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. Dalam ajaran Jawa. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. Selain itu. "Yakni. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas.tidaklah dianggap nabi.(Sumber:Radar Bojonegoro). jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. salah satunya dari paparan di atas. namun dimasa kehidupan beliau. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini.

Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. Dengan membaca buku ini. khususnya masyarakat Jawa. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Meskipun berupa percampuran. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. yaiyu Hindu. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam.yaitu tempat-tempat suci. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. dan santri. Budha. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan).”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. Islam. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. lengkap dengan filosofi. 29 . Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. dan Kristen. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. istilah aliran kepercayaan. priyayi. yaitu Islam abangan. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. Dikalangan para peniliti.

Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an.BAB III SENI. kesenian. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas. sistem religi. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. BUDAYA INDONESIA. bahasa. sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. Dengan demikian. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . sistem mata pencaharian hidup. merupakan produk dari 30 . Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. yang harus dibiasakannya dengan belajar. sistem pengetahuan. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. Islam merupakan produk kebudayaan. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. Islam tidaklah datang dari langit. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). sistem dan organisasi kemasyarakatan. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. Pandangan di atas. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama.

fitrah manusia. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”.kerancuan pemahaman tersebut. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. bukan hasil agung dayacipta insan 31 .

dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. sebuah peradaban. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. Dr. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. sedangkan di Islam. Agama adalah sesuatu yang final. universal. agama adalah bagian dari kebudayaan. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. Islam justru membangun sebuah budaya. termasuk kebudayaan.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. Agama memerlukan sistem simbol. Tetapi keduanya perlu dibedakan. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. 32 . budaya didefinisikan oleh agama(vii). Sementara Prof. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. Dengan pemahaman di atas. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). relatif dan temporer. Oleh karena itu. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut).

Dan ketiga. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. Kedua. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. Agama. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . budaya lokal. agama dapat mempengaruhi simbol agama. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. nilainya adalah agama. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). yaitu. dalam menyambut anak yang baru lahir. karya. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Demikian juga dalam upacara tahlilan. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. Karena seni tradisi. Misalnya. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. Baik agama maupun kebudayaan. Oleh karena itu. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. tetapi memiliki tujuan yang sama. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut.

yang mulia. kematian. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. Pada konteks selanjutnya. dan sebagainya. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. Sehingga. perkawinan. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. masyarakat harus memuliakan kelahiran. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. . melainkan beraneka ragam. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. sebagai salah satunya. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. Pertama. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. yakni Islam dipahami sebagai 34 . karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. Dengan demikian.

Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Karena itulah. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Dengan demikian. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Dalam konteks inilah. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. Dalam pengertian. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Seperti diketahui. Kedua. otentifikasi. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Ketiga. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Dengan demikian.

berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. deligitimasisasi. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. Inilah yang dalam pandangan Mark R. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. etika. Woodward selanjutnya. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. biasanya 36 . Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. ritual. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. begitu kata Mark R. sebagaimana kitab suci yang lainnya. Demikianlah. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. Sistem-sistem doktrinal. soteriologi. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. sufi dan tarekat. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Fazlur Rahman.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. jika ingin ditampakkan. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. Dalam tradisi tahlilan misalnya. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. sekaten maupun tahlilan. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. mengikuti premis Weber di atas. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. bukan pengamat. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. nyadran. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. [19] Dengan demikian. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi).

tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. pagelaran seni dan sastra. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. tepatnya di daerah Glagahwangi. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. Timur Tengah. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. forum pengajian. apalagi sampai menumpahkan darah. Ini terbukti. Meskipun secara pelan. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Benar. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya.

Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Islam. bukan oleh agama. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. Namun. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. demikian juga Hindu. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Sekali lagi. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. Pada mulanya. Islam dan ihsan. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. iman. arsitektur Barat. Dengan 43 . Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. hakikat dan makrifat. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi.

Saat itu terlihat dua arus besar. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. dengan caranya sendiri. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Jadi. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . Demikian juga NU. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. Pada periode berikutnya. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. Namun. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya.fakta ini. Pengaruh arsitektur India misalnya. Namun. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. Akhirnya.

Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebaliknya. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. bahkan bisa disebut subkultur. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional.

Tetapi. 46 . Kembali kepada khittah 26. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. kebodohan dalam pendidikan dan politik.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. tampaknya. Ketegangan pun terus terjadi. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. Selalu ada dua faktor. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Pengamatan sepintas. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. yaitu kemiskinan dalam ekonomi.

dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. pluralis dan ramah. Dalam ilmu sosial. Dengan demikian. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. Karenanya. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. Padahal 47 . Dari sinilah.Dengan demikian. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam.

Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. Islam di Persia maupun Islam di Arab. kapasitas intelektual. tepatnya daerah Hijaz. tempat Islam akan ?disemaikan. misalnya. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. sebagai kritik terhadap budaya lokal. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. yang gaib. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. Hukum syari?at. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. Oleh karenanya.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. dalam bentuknya yang ada. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . Dengan demikian. Tetapi di saat yang sama. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. Oleh karena itu. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. Kedua.universalisme Islam. kita harus menyadari bahwa Pertama. Dalam konteks sosial tertentu. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. problem. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. sistem budaya. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya.

Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. Meskipun begitu. pada babak ini dalam sejarah. dalam halhal tertentu. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. ketika Islam telah dikembangkan. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. tentu saja telah sangat bervariasi. semakin luas lingkupnya. Kadang-kadang. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. dipandang dari sudut historis. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. pada kenyataannya. apa yang telah dirasa sebagai Islam. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. dan karena itu. Di Indonesia. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia.

Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. dialogis. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. Kedua. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. kecenderungan legalistik. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. Penolakan total terhadap tradisi lokal. 50 . kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. Namun demikian. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. formalistik. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. Dan ketiga. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. Pertama. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini.

Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". hal ini juga bisa membawa dampak negatif. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. misalnya dalam bentuk money politics. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. dan sebagainya. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. Namun. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. dengan tatanan Islam. menjelekjelekkan partai lain. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. dan ada kalanya dengan cara kasar. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. dan sebagainya.

Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). Hanya. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. dan (d) mencegah massa.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. Namun. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. jujur dan adil. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. Oleh karena itu. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. Sementara itu. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. Adalah suatu keharusan. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. di tengah arus 52 . Dalam konteks ini.

Dengan tema-tema semaam itu.transisi politik sekarang ini. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. Tanpa kesadaran ini. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. sudah berubah. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). Karena itulah. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. Bahkan. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. Dalam konteks inilah. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. Berdasarkan fungsi ini. Seperti di kemukakan di atas. takaful. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. keadilan. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam.

Disamping sebagai 54 . tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. ilham atau wali misalnya. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan.substansi dari ajarannya. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. Istilah-istilah seperti wahyu. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Yang patut diamati pula. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Islam mempunyai karakter dinamis. Pada saat yang sama. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. keyakinan. Taruhlah. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Oleh karenanya. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran.

Nilai teori. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. 2. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini .fasilitas. 3. perasaan. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. Nilai seni. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Nilai agama. agama. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. seni. 5. alam adalah tantangan yang harus diatasi. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. Nilai ekonomi. maka manusia mengenal nilai seni. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. 55 . manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. kuasa dan teori. solidaritas. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. Berbeda dengan hewan. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. 1. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. yaitu : ekonomi. 4. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Nilai kuasa. maka manusia mengenal nilai agama.

orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. seniman. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. pekerja sosial an sebagainya. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas.6. menghargai orang lain. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. sehingga ada sosok orang yang materialis. Nilai solidaritas. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. ulama yang rasionil. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). persahabatan dan simpati sesama manusia. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. politisi yang pejuang. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat.

karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. Ambil contoh penciptaan citra 57 . Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. Ia tak bisa produktif menulis novel. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. Bahkan. di Amerika misalnya. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. yang notabene juga karya seni. yaitu efisiensi waktu. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan.

bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. dsb. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. sebuah copy lebih indah dari aslinya. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. Amerika. imperialisme kultural.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. modernitas. (Berger. Di sinilah uniknya. Seni. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. 2006: 49). hedonisme.

Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan.” [M Quraish Shihab. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. sampai mereka memegang dan merabanya. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. Karena itu. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Wawasan Al-Qur’an]. Beliau turun kembali. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat.penciptaan jagat raya ini. Suatu ketika dikisahkan.

Asia Kecil. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. Moor. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. pada masa itu. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. dan Seljuk. Mesir. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. India. khalifah kedua. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. Spanyol. Di daerah-daerah tersebut. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. Karena itu. tidak menentangnya. Mongolia. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Bahkan. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan.” Ucapan ini benar adanya. pernah berkata. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. Bizantium. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. maka sunnah Nabi mendukung. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. 60 . menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. dan Eropa. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba].Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam.

Tentu saja. mau menanamkan uang sebesar $9. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. 61 . Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Namun. seorang Saudi kaya. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. Dengan begitu.” Ia menambahkan. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. memiliki identitas dan esensi yang satu. Titus Burckhardt. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. Biar bagaimanapun.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam.

beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. misalnya. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. Dan. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . untuk menampung koleksi Islaminya. terutama sejak 11/9. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. rencananya dibuka pada 2009. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. Gaza. Bahkan dewasa ini. Lebanon. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. Dengan kata lain. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. kebudayaan selalu menjadi alat politik.Namun gejolak politik di Israel. Turki. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Pakistan. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. Di Eropa Barat. dan Bangladesh.

peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. Namun demikian. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. Dan di sini. Selama pembangunan Galeri Jameel. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. khususnya dari Cina. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid.D.. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. dengan ketiadaan pendeta. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. "Karakter politik seni Islam bangkit karena." Tim Stanley.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. peti gading. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. kemudian. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. hingga ke Asia. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. dan Ottoman. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. Dengan kata lain. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". dan metal. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. Jepang. kendi kaca. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . vas keramik. Kemudian. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. ia menyerap berbagai pengaruh baru. Qajar. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. Tetapi seni sekuler.

niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. buahbuahan. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. atau sekitar 11 kali 5 meter. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. tergantung tidak jauh. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. Sekarang. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. demikian juga Yahudi." Berukuran 36 kali 16 kaki. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. Sebaliknya. dan hewan. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. Di masa lalu. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini.

tata hukum. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. akal budi. Kesenian 4. Aspek kehidupan Spritual. Adapun menurut para ahli Antropologi. tatanegara. Juga mencakup sistem sosial. 65 . disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. kesenian . Bahkan menurut Hegel. alat-alat upacara). ilmu dll). Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. seni pertunjukan ( tari. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. adat istiadat. seperti upacara-upacara ( kelahiran. dan kelakuan. seni rupa ( melukis). mencakup kebudayaan fisik. pernikahan.dan penuh penderitaan. visual arts dan performing arts. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . Bahasa dan Kesustraan 3. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. Sejarah 5. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. yang mencakup . kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. syair. patung nenek moyang. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. Sebaliknya sebagian ahli. karena menurutnya. peralatan ( pakaian. pantun. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. makanan. seperti sarana ( candi. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Untuk memudahkan pembahasan. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. seperti kepercayaan. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. musik. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. perahu ).bangunan . Ilmu Pengetahuan. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. arsitektur) . Kehidupan Spritual 2. novel-novel. way of life. Keyakinan ini disebut Iman. akhlak. seperti Pater Jan Bakker. Putra. kesenian dan adat istiadat. Heddy S. 149. kesenian. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. filsafat kebudayaan dan sejarah ). tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. A.

saling bertentangan dan tarik menarik. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut.Hal itu. . maka unsur syetanlah yang menang. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. maka unsur malaikatlah yang menang. sebagai aplikasi dari unsur tanah. selain memberikan bekal. Berbagai tingkah laku keagamaan. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. Dan kelompok ketiga. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. dan pembisik dari syetan. Sedangkan manusia. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. penglihatan dan hati.bukanlah diatur oleh ayat. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). masih menurut ahli antropogi. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. karena diciptkan dari api. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut.masing agama. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. karena diciptakan dari unsur cahaya. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. sebagaimana tersebut di atas. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. Di sini. pembisik dari malaikat .ayat dari kitab suci. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. Di sinilah. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. Kelompok kedua. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. Dari keterangan di atas. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. Oleh karena itu.

Dengan demikian. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. pasal 32. budaya dan persatuan. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. seperti .karya manusia. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. Teori seperti ini. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. norma dan pedoman. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. keluarga wanita biasanya. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. Tetapi yang perlu dicatat. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Menentukan bentuk bangunan Masjid. 67 . Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. berasal dari agama. Pernyataan seperti itu tidak benar. sebagaimana telah diterangkan di atas. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. Sampai disini. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. Prinsip semacam ini. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. Dari situ. dibolehkan memakai arsitektur Persia. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. di dalam masyarakat Aceh. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. yang merupakan bagian dari budaya manusia. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. Dalam penjelasan UUD pasal 32. berkemajuan. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. umpamanya.

Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan.malam lebaran. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan..Contoh yang paling jelas. Dan karena tradisi. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. dan persatuan. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . sebuah upacara pembakaran mayat. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. Sedang nash syareat. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. maka sesuatu itu baik “ 68 . setelah terbukti ke-autentikannya. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. maka nash jauh lebih kuat. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. Jawa tengah. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. Di daerah Toraja. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. Dan juga. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . dan secara besar-besaran. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. juga memerlukan biaya yang besar. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. Kemudian kalau sudah tiba masanya. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Bedanya. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. Seperti. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. Islam melarangnya. untuk memakamkan orang yan meninggal.

Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Elizabetta. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). Dengan ditemukannya mesin jahit. Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. 2004). misalnya. 16/01/1995). dengan sarana komunikasi canggih. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. menjadi lebih berbahaya. atmosfer udara. Berbagai sarana modern industri. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. kita hanya perlu 12 jam saja. 1996). dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. Sekarang dengan naik pesawat terbang. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. 1997). Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. komunikasi. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. terbukti amat bermanfaat. Subhanallah… Tapi di sisi lain. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono.PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. Elenna adik Luigi (Kompas. misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. Pada tahun 1995. dan transportasi. 1995). Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. dunia hanya perlu waktu 1. Lingkungan hidup seperti laut. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . Tapi pada 1969. seorang bayi Italia.

Di sinilah. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. dan perjudian. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. teori. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. hipotesis. mesin. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Pertama. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Ini 70 . Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. konsep. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. Akan tetapi. kekerasan. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Pengetahuan termasuk. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. Sebagai aktivitas manusia.

Kedua. Standar syariah ini mengatur. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam).bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. Kemajuan Iptek di Barat. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. ekonomi dan militernya. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. sedang yang bertentangan dengannya. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. pincang. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia.

pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). 72 . gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. seperti yang terjadi di Buyat. Rusia.materialisme-sekuler. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. dan di India. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. dll. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. Krisis ekologis. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. Minamata Jepang. perak dan tembaga.

untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. busung lapar. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. Islam. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Keindahan dan Kemuliaan. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. mengamati. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). kelaparan. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. (yaitu) 73 . Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. ekonomi dan moral bangsa dan umat. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. Injil dan Al Quran). kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. prinsipprinsip dan hukum alam). kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. Diakui atau tidak. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. maka peliharalah kami dari siksa neraka. dipelajari. Maha Suci Engkau. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). gaya hidup. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. 74 . maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). pengenalan. dalam pandangan hidup. Tuhan Yang Maha Kuasa. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Keduanya saling membutuhkan. diamati dan direnungkan. keduanya bila dibaca. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek.” (QS. holistik dan integratif. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. Wujud yang wajib. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. melalui mata. Zabur.

Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. 1996: 12). ath-Thalaq [65]: 12). Artinya. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. Berarti. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. dan seterusnya. 2005: 113). Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. geologi. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. Fushshilat [41]: 11-12). bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. Ringkasnya. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. tapi yang dimaksud. maka konsep itu berarti harus ditolak. Nuh [71]: 16). bukan berarti bahwa ilmu astronomi. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. atau hadis tertentu. manusia sekarang bukan 75 . dan seterusnya. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. Jadi. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. harus didasarkan pada ayat tertentu. agronomi. dan bukannya sumber (mashdar) iptek.

Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. bagaimana pun juga bentuknya. Implikasi lain dari prinsip ini. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). Iptek yang boleh dimanfaatkan. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. dan bukan sumber iptek. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. “Hai manusia. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. Adam AS adalah manusia pertama. Jadi. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen.” (Qs. yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek.” (Qs. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Antara lain firman Allah: 76 . iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Nabi Adam AS.keturunan manusia pertama. as-Sajdah [32]: 7). 2001). padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). al-Hujuraat [49]: 13).

” [HR. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta.“Maka demi Tuhanmu. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. tidak berperikemanusiaan. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. an-Nisaa` [4]: 65). yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. bukan seksual). maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. Dengan rentang waku yang cukup 77 . Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. dan seterusnya. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). maka perbuatan itu tertolak. al-A’raaf [7]: 3). mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. Kontras dengan ini. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. Muslim]. Karena itu. Selama sesuatu itu bermanfaat. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). dan bertentangan dengan nilai agama. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya.

telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. Andalusia pada tahun 913 M. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Hasilnya. 78 . Sebut saja. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Blue Mosque di Konstantinopel. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. sekitar 767 tahun.panjang.5:1. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. 4. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Algoritma (logaritma). Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. Saat itu. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. 5. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. Tapi jangan khawatir. Di era ini. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Hebatnya. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. Pada abad ke-8 dan 9 M. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. Masa kejayaan Islam. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. Dr Muhammad Lutfi. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Tradisi keilmuan berkembang pesat.

jika ada orang gila. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. 79 . sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’.” jelas Luthfi. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. Pada abad ke-14. Sebelum Islam datang. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Dalam bidang kedoteran. bahkan lebih percaya tahyul. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. ditambah tenaga ahli. Ketika Jerman kalah. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. kata Luthfi. Saat itu di Barat. Tanggal 3 Maret 1924. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu.Saat itu. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. Di sisi lain. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. misalnya. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. kata Lutfi. seorang Zionis Turki. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan.

ada dua jenis ilmu. Di Iran. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. Islam akan semakin menancap dengan kuat. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. sangat sulit. semakin ditekan.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. tauhid. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. hadis. jelasnya.” ujarnya. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi.” Konsep khilafah Islamiyah. 80 . yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas.Kini 82 tahun berlalu. menurut Luthfi. umat Muslim tercerai berai. ujar Ridwan. akhlaq. kata Luthfi. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. Yang pertama adalah merapatkan barisan. dan janganlah kalian bercerai berai. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. Dalam Islam. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. 700 tahun pertama Islam berjaya. Sementara itu. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam.” kata dia. Sistem pemerintahan Iran ini. fikih. ”Seperti janji Allah. ”Ibaratnya paku. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah.”ujarnya.

yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. Pertama. psikologi. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). dan cabang sains lainnya.syariah. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. Wallahu a’lam 81 .” (Qs. dan cabang-cabangnya. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. matematika. Jadi. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. Kedua. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. syariah Islam-lah. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. paradigma Islam. dan bukannya paradigma sekuler. al-A’raaf [7]: 96). Jadi.

Saran 82 .2. Kesimpulan 4.1.BAB IV PENUTUP 4.

Vol I. 7. 9. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. Islam dan Ilmu Pengetahuan. Hasan. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Bangil : Al-Izzah. 3. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. Jurnal Al-Insan. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam.al. Bustanudin. Hossein. Nurchalis et. An-Nabhani. Farghal. Nizham Al-Islam. Januari 2005. M. Abdurrahman. 1996. Bina Ilmu 8. Ahmed. 1. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. Jakarta : Gema Insani Press. Surabaya : PT. Bahreisj. 1996. Bandung : Penerbit Mizan. 2005.al. hal. 83 . Bagil : Al-Izzah. Jakarta: Media Da’wah. Taqiyuddin. Agus. 1999. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. 1995. 5. 1999. Al-Baghdadi. 1994. Arsyad. 2. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Bakry. Shabir et. 104-114. Natsir. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. 1992. 4. No. Menengok Kejayaan Islam. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. Jakarta : Gema Insani Press. 2001. 6.DAFTAR PUSTAKA h1. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. ----------.

Gunadi. Jakarta : Penerbit Republika. Ilmu Dalam Perspektif Moral. 14. Abdul Qadim. 12. Syeichul. Shoelhi (Ed. Norma dan Etika Ekonomi Islam. 2000. Ramly. 15. dan Politik. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. 2003. Qaradhawi. 1997. 18. 17. A. Budi. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). Zallum. Zahoor. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. ----------. Zubair. 2004. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. 1995. Menerapkan. 2001. Surabaya : Wali Demak Press. Andi Muawiyah.2003. 2003. dan Menyebarluaskannya.1986. 11. Myers.). Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. 1992. Charis. Suriasumantri. el-Khoiry. 19. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika.nursyifa. Jujun S.hypermart. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah.10. Jakarta : Gema Insani Press. Yogyakarta : Tajidu Press. Hadipermono. Eugene A. Sosial. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. http://id.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. A. Yusuf. 13. 1997.M. Alih bahasa M. Jakarta : PT Gramedia 16. Jakarta : Bina Mitra Press. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. 20. RA & M.wikipedia.org/wiki/Qiyas http://www.htm 84 . Cetakan X. Yogyakarta : LKiS. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. Winarno.

85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful