SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

5. BAB II Animisme. 1. Dinamisme. 1.2. 1. budaya Indonesia. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang.3.1.4. Tujuan Penulisan.2.1.3. dan perkembangan iptek 1.1.1. Rumusan Masalah. dinamisme.3. 1. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1. Mengetahui pandangan islam terhadap animism. 1. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni.4.2. 1. Metode Penulisan 1.5.2.2. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.2. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1.4. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni. 1. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. media cetak.2.2. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. DAFTAR PUSTAKA 5 .3.2. budaya dan kejawen Indonesia.4.

Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. Islam tidak membenarkannya. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. Allah berfirman. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. nilainya sama saja.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. Benda adalah tetap benda. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi.BAB II ANIMISME. 6 . orang yang menjalankannya disebut Musyrik. apakah benda itu berwujud sebutir batu. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). DINAMISME.

1. Bila orang meninggal. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. roh-roh pembohong saja. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. 2. Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. orang-perorangan. roh-roh pendusta. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. kotak.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. di pohon kayu. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. 2. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. hidup di gunung. yaitu : 1. di batu besar fetish dan sebagainya. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. gigi binatang dan sebagainya. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. ataupun kelompok. Karena fetish itu berkarya. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang.

Allah menciptakan dunia. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. binatang. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. 2. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini.2. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. 39 : 42). tumbuhtumbuhan. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. Hidup adalah keutuhan. 8 . Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh.menghidupkan hati manusia. untuk makanan. 2. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. 6 : 60). Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q.

yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. serta keharusan menyerah kepada-Nya. 53 : 24 . Jadi kalau demikian artinya. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan.170). Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. 3 : 169 . maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. yang tingkat kebudayaannya 9 . yaitu. Dr. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat.3.3.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. 2.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. demikian Honig mengartikannya.

Dinamisme disebut juga preanismisme. 30 : 24). untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. tumbuh-tumbuhan. 13 : 13). sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. batubatu. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . T.S. karena takut kepada-Nya.G. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. 10 . Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. berupa langit dan bumi. 2. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. binatang dan manusia. pada beberapa hewan dan juga manusia. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana).masih rendah sekali. misalnya dalam api. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880).

agam daerah atau agama etnis-premitif). tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. Maka. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. dalam dinamisme diubah bentuknya. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . yang di Jawa disebut Japamantra. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. maka dia menjadi lain sama sekali.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. lepas dari ikatan ketuhanan. Do’a menjadi rumus yang sakti. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. kurban. Kembali kepada dinamisme. dinamisme itu bukan agama. Do’a menjadi mantera. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya.

Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. pantangan. ngebleng dan lain-lain. mantra. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. ritual. Anda perlu mengisi energi. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. tapi juga bukan banci. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Penabungan Energi. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. minum. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. tidur dan tidak boleh kena cahaya). Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. nglowong. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Khodam. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. wirid tertentu. Khodam disebut juga Qorin. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. atau olah rohani. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu.

Perlu diterangkan. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Oleh kerena itu. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam.biasa. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. bahkan menganggap wali atau orang suci. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. 13 .

2. khususnya orang jawa. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Di Indonesia. 1. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. misalnya puasa. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Hizib Kekuatan Batin. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Sahadad Pamungkas dll.

dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. maka kuasailah ilmu trawangan. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. minyak panas dan air keras. 5. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. meskipun sama-sama berbadan ghaib. tembus pandang dan lain-lain. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. 3. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. melihat jarak jauh. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. 4. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang.

Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. 3. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Yaitu: 1. Pengisian.sesungguhnya. 6. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. pantangan. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. yaitu dengan cara pengisian. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. ilmu kuat seks. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. Ilmu-ilmu pengobatan. menderita saat 16 . tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. Warisan Keturunan. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. mantra. susah dapat rezeki. bisa sakit jiwa (gila). karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. 2. Menjalankan Tirakat.

bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Karena tindakannya itu. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Namun sebagai Muslim. Sayangnya. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut.akan mati dll. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Adipati Tuban. Ronggolawe. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. Jadi bukan karena Ilmunya. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Ayahnya 17 . Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja.

Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Dari hasil rampokannya itu.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. karena alasan ajaran agama. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Sebagai Perampok. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Karena itu.

Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Karena itu. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. puasa. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 19 .gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer.Secara sintaksis. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. Logikanya. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. Padahal. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. dalam pendapat saya. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. silakan anda pikirkan masak-masak. bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. Kemudian secara logika.

Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. 20 . Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. Logikanya ialah. Mulud (dari Maulid). Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. ‘Joko Said’. Dari sini sajasudah jelas. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. Kesultanan Cirebon. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). ia adalahseorang Qadli. bila saat itu beliau masih hidup. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. Sunan Giri. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. Suro (dari Syura’). Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. Bila riwayat ini benar. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Kesultanan Demak. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. bukan praktisi Kejawenisme. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. Kesultanan Banten. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. dan masih banyak istilah lainnya. namanya tak lagi disebut-sebut. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478.

Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai.dekat Demak. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Buktinya sangat banyak sekali. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. beliau menerimanya. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. Perkiraan saya. bahwa beliau bisa terbang.

Petruk. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. misalnya Layang Kalimasada. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. Maksudnya. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. Dalam hal ini. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. dll. dan lainnya. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. Simaaruddunyaa. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. 3. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. Maksudnya. Bagong. ini sama dengan 22 . 1. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Maksudnya. Kurawa. grebeg maulud. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. 5.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. ‘Simaar’ yang artinya Paku. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. Nalaa Qaarin. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. Secara filosofis. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. Misalnya. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. perayaan sekatenan. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata.didekati secara bertahap. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. 4. baju takwa. Dalam hal ini. Ramayana. Seni ukir. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. gamelan. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. wayang.

Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. pengembara muslim. ciri. peraturan pemerintah dan lain-lain. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. Kemudian Marcopolo menyebutkan. bukan ahli Kejawen. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . Begitu juga dalam mengajarkan agama. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. Sebagai islam adalah agama yang moderat. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. Begitu pula Ibnu Bathuthah. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Harian Duta Masyarakat mengungkap. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. melalui berbagai pertunjukan seni. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya.

Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. Walisongo berdakwah dengan cara damai. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. memperhatikan kebudayaan dan adat. dalam Ensiklopedi Islam. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. dan sebagainya. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. tapi diisi 24 . Kisah Para Wali karya Hariwijaya. 28-30 Maret 2007). maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. Misalnya. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. Afrika. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Walisongo belajar bahasa lokal. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. Setelah penduduk tertarik. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. mereka diajak membaca syahadat. shalat. Pertama-pertama. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. diajari wudhu’.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. selama tak ada larangan dalam nash syariat.. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Lalu berusaha menarik simpati mereka. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. Misalnya. gamelan.

doa. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. dan sedekah. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka.pembacaan tahlil. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . Sebelum Islam datang ke Aceh. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Selain itu. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. mirip kata sanggar. untuk mendidik calon-calon dai.

maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S.J. yang telah surut pemikirannya. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. atau mungkin sebelumnya. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR.13 masehi. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. tetapi lebih rumit lagi. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. Penolakan B.ummatnya. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. mengungkap Islam masa lampau. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi.

karena "kejawen" berwarna abu-abu. bukan kualitas. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen".kelas dua. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. berbeda dengan Ahmadiah. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). berdasarkan perasaan. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. khususnya bagi orang jawa. yang irrasional. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. Pada kenyataannya. namun khsusunya bagi orang jawa. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. Masih juga menurut Yos Rizal. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. dan lebih melekat dengan budaya Islam. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain.com tentunya dari internet. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. Maka wajar hingga abad ini. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . intuisi dan imajinasi. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. bukan kelas mujtahid.

bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. Karena itu. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. lelakon yang harus dilakukan manusia. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. Dalam ajaran Jawa. "Yakni. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. masih menurut Soenarjo. Selain itu. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu.tidaklah dianggap nabi. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. Saat ini. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". juga menekankan aspek perilaku. puasa. salah satunya dari paparan di atas. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri.(Sumber:Radar Bojonegoro).Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. bukan hanya tekstual. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. Oleh karena itu. namun dimasa kehidupan beliau. 28 . Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. "kejawen" tetaplah "kejawen".

Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Meskipun berupa percampuran. Dengan membaca buku ini.yaitu tempat-tempat suci. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. dan santri.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. lengkap dengan filosofi. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. priyayi. yaiyu Hindu. 29 . Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. dan Kristen. Islam. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Budha. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. khususnya masyarakat Jawa. yaitu Islam abangan. istilah aliran kepercayaan. Dikalangan para peniliti.

Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. sistem dan organisasi kemasyarakatan. Islam tidaklah datang dari langit. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . Dengan demikian. kesenian. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). Islam merupakan produk kebudayaan. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. yang harus dibiasakannya dengan belajar. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. merupakan produk dari 30 . sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. sistem mata pencaharian hidup. sistem religi. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih.BAB III SENI. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. sistem pengetahuan. BUDAYA INDONESIA. Pandangan di atas. bahasa. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas.

Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). kemudian mencoba untuk menjelaskannya. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu.kerancuan pemahaman tersebut. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. fitrah manusia. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas.

Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). agama adalah bagian dari kebudayaan. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). 32 . universal. Agama adalah sesuatu yang final. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. Dengan pemahaman di atas. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. relatif dan temporer. Sementara Prof. termasuk kebudayaan. Islam justru membangun sebuah budaya. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. sebuah peradaban. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. budaya didefinisikan oleh agama(vii). kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. sedangkan di Islam.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. Tetapi keduanya perlu dibedakan. Oleh karena itu. Agama memerlukan sistem simbol. Dr. iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan.

dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. budaya lokal. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. Kedua. agama dapat mempengaruhi simbol agama. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. Demikian juga dalam upacara tahlilan.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. Baik agama maupun kebudayaan. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. yaitu. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. Oleh karena itu. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. Agama. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. Karena seni tradisi. Misalnya. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . nilainya adalah agama. karya. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. tetapi memiliki tujuan yang sama. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. dalam menyambut anak yang baru lahir. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. Dan ketiga. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom).

masyarakat harus memuliakan kelahiran. yakni Islam dipahami sebagai 34 . Dengan demikian. sebagai salah satunya. Sehingga. Pada konteks selanjutnya. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. perkawinan. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. melainkan beraneka ragam. yang mulia. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. dan sebagainya. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. kematian. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. Pertama. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. .

Dalam konteks inilah. Dengan demikian. Karena itulah. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Ketiga. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Seperti diketahui. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. Dengan demikian. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. otentifikasi. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Dengan demikian. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Dalam pengertian. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. Kedua. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam.

Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. Inilah yang dalam pandangan Mark R. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. ritual. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. soteriologi. biasanya 36 . Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. sufi dan tarekat. begitu kata Mark R.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. Sistem-sistem doktrinal. deligitimasisasi. sebagaimana kitab suci yang lainnya. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. etika. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. Woodward selanjutnya. Demikianlah. Fazlur Rahman. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. bukan pengamat. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. [19] Dengan demikian. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. sekaten maupun tahlilan. mengikuti premis Weber di atas. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. Dalam tradisi tahlilan misalnya. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). nyadran. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. jika ingin ditampakkan. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya.

tepatnya di daerah Glagahwangi. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. Meskipun secara pelan. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. Timur Tengah. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. apalagi sampai menumpahkan darah. Ini terbukti. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. pagelaran seni dan sastra. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. forum pengajian. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 .Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. Benar. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara.

Islam. hakikat dan makrifat. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Sekali lagi. bukan oleh agama. Dengan 43 . Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. arsitektur Barat. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. demikian juga Hindu. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Pada mulanya. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. Islam dan ihsan. iman. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Namun. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing.

Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. Saat itu terlihat dua arus besar. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. Namun. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. Namun. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis.fakta ini. dengan caranya sendiri. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Akhirnya. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. Pada periode berikutnya. Demikian juga NU. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. Pengaruh arsitektur India misalnya. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . Jadi. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia.

sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. bahkan bisa disebut subkultur. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. Sebaliknya.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa.

Ketegangan pun terus terjadi.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. Pengamatan sepintas. tampaknya. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. Tetapi. Kembali kepada khittah 26. kebodohan dalam pendidikan dan politik. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. 46 . Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. Selalu ada dua faktor. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki.

namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. Karenanya. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. Padahal 47 . pluralis dan ramah. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. Dalam ilmu sosial. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. Dengan demikian. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut.Dengan demikian. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. Dari sinilah. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab.

tempat Islam akan ?disemaikan.universalisme Islam. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. tepatnya daerah Hijaz. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. misalnya. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. Oleh karenanya. Kedua. sistem budaya. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. kapasitas intelektual. Dengan demikian. Dalam konteks sosial tertentu. Oleh karena itu. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. sebagai kritik terhadap budaya lokal. Hukum syari?at. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. Islam di Persia maupun Islam di Arab. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. yang gaib. problem. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. dalam bentuknya yang ada. Tetapi di saat yang sama.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. kita harus menyadari bahwa Pertama. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya.

Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. dan karena itu. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. Meskipun begitu. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. pada babak ini dalam sejarah. dipandang dari sudut historis. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. ketika Islam telah dikembangkan. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. semakin luas lingkupnya. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. Kadang-kadang. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. Di Indonesia. dalam halhal tertentu. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. tentu saja telah sangat bervariasi. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. apa yang telah dirasa sebagai Islam. pada kenyataannya. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut.

Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". Penolakan total terhadap tradisi lokal. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. formalistik. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. kecenderungan legalistik. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. 50 . kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. Namun demikian.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. dialogis. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. Pertama. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Kedua. Dan ketiga. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. Sehingga dalam kaitannya dengan negara.

Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. dan ada kalanya dengan cara kasar. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". dan sebagainya. menjelekjelekkan partai lain.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. dan sebagainya. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. dengan tatanan Islam. Namun. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. misalnya dalam bentuk money politics. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . Memang hal ini bisa membawa dampak positif. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai.

hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. Adalah suatu keharusan. Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). Dalam konteks ini. dan (d) mencegah massa. Sementara itu. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. Namun. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. Oleh karena itu. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. jujur dan adil. para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya).dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. di tengah arus 52 . Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. Hanya.

yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. keadilan. sudah berubah. Berdasarkan fungsi ini. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. takaful. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. Seperti di kemukakan di atas. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. Tanpa kesadaran ini. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . Bahkan. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. Dalam konteks inilah. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. Karena itulah. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. Dengan tema-tema semaam itu. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara.transisi politik sekarang ini. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces).

Istilah-istilah seperti wahyu. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. Islam mempunyai karakter dinamis. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Disamping sebagai 54 . tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. ilham atau wali misalnya. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. Oleh karenanya. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. Taruhlah. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. Pada saat yang sama. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep.substansi dari ajarannya. keyakinan. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. Yang patut diamati pula. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar.

Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. Berbeda dengan hewan. alam adalah tantangan yang harus diatasi. 1. Nilai teori. maka manusia mengenal nilai seni. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Nilai agama. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. maka manusia mengenal nilai agama. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. kuasa dan teori. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. seni. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. yaitu : ekonomi. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. 55 . Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. Nilai kuasa. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. perasaan. Nilai seni. solidaritas. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. 4. agama. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. 5.fasilitas. 2. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. 3. Nilai ekonomi. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan.

Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. pekerja sosial an sebagainya. politisi yang pejuang. persahabatan dan simpati sesama manusia. sehingga ada sosok orang yang materialis.6. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . menghargai orang lain. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. ulama yang rasionil. Nilai solidaritas. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). ilmuwan yang mistis dan sebagainya. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. seniman. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final.

Bahkan di masyarakat modern sekalipun. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. Bahkan. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. Ambil contoh penciptaan citra 57 . serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan. yaitu efisiensi waktu. yang notabene juga karya seni. Ia tak bisa produktif menulis novel. di Amerika misalnya.

hedonisme. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. dsb. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. (Berger. Amerika. Di sinilah uniknya. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. imperialisme kultural.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. sebuah copy lebih indah dari aslinya. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. modernitas. Seni. 2006: 49).

penciptaan jagat raya ini. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. Wawasan Al-Qur’an]. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu.” [M Quraish Shihab. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6].” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Beliau turun kembali. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. sampai mereka memegang dan merabanya. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. Suatu ketika dikisahkan. Karena itu. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah.

Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. Bahkan. tidak menentangnya. pernah berkata. Di daerah-daerah tersebut. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. khalifah kedua. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. Karena itu. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Moor. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. India. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. Spanyol. Bizantium. 60 . Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. dan Seljuk. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. maka sunnah Nabi mendukung.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. Asia Kecil. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. dan Eropa. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. Mongolia. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. pada masa itu. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. Mesir. Islam membaur dengan kebudayaan setempat.” Ucapan ini benar adanya.

Biar bagaimanapun.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. Dengan begitu. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. seorang Saudi kaya. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. mau menanamkan uang sebesar $9. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak.” Ia menambahkan. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. memiliki identitas dan esensi yang satu. Namun. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. Titus Burckhardt. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. 61 . Tentu saja.

Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). Dan. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. rencananya dibuka pada 2009. untuk menampung koleksi Islaminya. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. Lebanon. Dengan kata lain. Gaza. misalnya. Turki. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. Di Eropa Barat. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. terutama sejak 11/9. kebudayaan selalu menjadi alat politik. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama.Namun gejolak politik di Israel. Bahkan dewasa ini. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. Pakistan. dan Bangladesh.

vas keramik. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. Jepang. Tetapi seni sekuler. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". kemudian. peti gading.. Dengan kata lain. dengan ketiadaan pendeta. dan metal. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. Selama pembangunan Galeri Jameel. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan." Tim Stanley. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. hingga ke Asia. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. Dan di sini. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. ia menyerap berbagai pengaruh baru. dan Ottoman. Kemudian. kendi kaca. peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. Qajar. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. khususnya dari Cina. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid.D. Namun demikian.

Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. tergantung tidak jauh. buahbuahan. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. atau sekitar 11 kali 5 meter. demikian juga Yahudi. dan hewan. Sebaliknya. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya." Berukuran 36 kali 16 kaki. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. Sekarang. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. Di masa lalu. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan.

Aspek kehidupan Spritual. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. alat-alat upacara). adat istiadat.dan penuh penderitaan. kesenian . kesenian dan adat istiadat. Sejarah 5. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. Bahasa dan Kesustraan 3. seni rupa ( melukis). Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. patung nenek moyang. yang mencakup . seperti Pater Jan Bakker. syair. arsitektur) . ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. Ilmu Pengetahuan. pernikahan. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. tatanegara. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. visual arts dan performing arts. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. Untuk memudahkan pembahasan. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . Heddy S. kesenian. kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. Adapun menurut para ahli Antropologi. Keyakinan ini disebut Iman. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Bahkan menurut Hegel.bangunan . seperti upacara-upacara ( kelahiran. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. seperti sarana ( candi. musik. 65 . filsafat kebudayaan dan sejarah ). keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. Kesenian 4. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. akhlak. akal budi. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. karena menurutnya. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. makanan. dan kelakuan. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. perahu ). dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. A. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. 149. tata hukum. way of life. seni pertunjukan ( tari. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. peralatan ( pakaian. pantun. Sebaliknya sebagian ahli. novel-novel. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. ilmu dll). Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. Juga mencakup sistem sosial. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. seperti kepercayaan. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. Kehidupan Spritual 2. mencakup kebudayaan fisik. Putra.

bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. maka unsur syetanlah yang menang. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . Di sinilah. masih menurut ahli antropogi. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. pembisik dari malaikat .ayat dari kitab suci. saling bertentangan dan tarik menarik. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. Oleh karena itu. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. Berbagai tingkah laku keagamaan. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. . kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). selain memberikan bekal. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. sebagai aplikasi dari unsur tanah. penglihatan dan hati.masing agama. Dari keterangan di atas. Sedangkan manusia. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat .bukanlah diatur oleh ayat. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. Kelompok kedua. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. dan pembisik dari syetan. Dan kelompok ketiga. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting.Hal itu. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. karena diciptkan dari api. maka unsur malaikatlah yang menang. Di sini. sebagaimana tersebut di atas. karena diciptakan dari unsur cahaya. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.

nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. Pernyataan seperti itu tidak benar. Dari situ. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Prinsip semacam ini. pasal 32. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. Dalam penjelasan UUD pasal 32. berasal dari agama. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. keluarga wanita biasanya. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. sebagaimana telah diterangkan di atas. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. Teori seperti ini. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. berkemajuan. di dalam masyarakat Aceh. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. norma dan pedoman. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. umpamanya. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. yang merupakan bagian dari budaya manusia.karya manusia. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. Sampai disini. dibolehkan memakai arsitektur Persia. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Tetapi yang perlu dicatat. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. Menentukan bentuk bangunan Masjid. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. 67 . dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Dengan demikian. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. seperti . Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. budaya dan persatuan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. untuk memakamkan orang yan meninggal. Islam melarangnya. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. maka sesuatu itu baik “ 68 . Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Seperti. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Di daerah Toraja. Dan karena tradisi. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. Sedang nash syareat. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. setelah terbukti ke-autentikannya. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. juga memerlukan biaya yang besar.malam lebaran. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. Dan juga. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar.. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. Kemudian kalau sudah tiba masanya. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . Jawa tengah.Contoh yang paling jelas. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. dan secara besar-besaran. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. dan persatuan. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. maka nash jauh lebih kuat. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. sebuah upacara pembakaran mayat. Bedanya.

Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. menjadi lebih berbahaya. seorang bayi Italia. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Subhanallah… Tapi di sisi lain. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). atmosfer udara. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. Tapi pada 1969. dunia hanya perlu waktu 1. terbukti amat bermanfaat. Pada tahun 1995.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. dengan sarana komunikasi canggih. Elizabetta. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . misalnya. 1995). misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Berbagai sarana modern industri. dan transportasi. Sekarang dengan naik pesawat terbang. 1996). Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). 1997).PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. Lingkungan hidup seperti laut. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. 2004). Elenna adik Luigi (Kompas. komunikasi. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Dengan ditemukannya mesin jahit. kita hanya perlu 12 jam saja. 16/01/1995).

hipotesis. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ini 70 . teori. Sebagai aktivitas manusia. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. kekerasan. dan perjudian. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. konsep. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Pengetahuan termasuk. Pertama. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Di sinilah. mesin. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Akan tetapi.

Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. Kedua. pincang. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. sedang yang bertentangan dengannya. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. Standar syariah ini mengatur. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. ekonomi dan militernya. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Kemajuan Iptek di Barat. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia.

gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. perak dan tembaga. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. dan di India. Rusia. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. 72 . namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). dll. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. seperti yang terjadi di Buyat. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. Minamata Jepang. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. Krisis ekologis.materialisme-sekuler.

mengamati. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. kelaparan. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. busung lapar. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. (yaitu) 73 . Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. Keindahan dan Kemuliaan. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. Islam. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. ekonomi dan moral bangsa dan umat.

Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. Zabur. diamati dan direnungkan. gaya hidup.” (QS. pengenalan. keduanya bila dibaca. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. melalui mata. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. Maha Suci Engkau. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Wujud yang wajib.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. Injil dan Al Quran). Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. dalam pandangan hidup. dipelajari. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Tuhan Yang Maha Kuasa. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. Keduanya saling membutuhkan. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). 74 . maka peliharalah kami dari siksa neraka. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Diakui atau tidak. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. prinsipprinsip dan hukum alam). holistik dan integratif. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi).

harus didasarkan pada ayat tertentu. maka konsep itu berarti harus ditolak. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. agronomi. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. atau hadis tertentu. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. Ringkasnya. dan seterusnya. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. manusia sekarang bukan 75 . dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Jadi. Fushshilat [41]: 11-12). Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. ath-Thalaq [65]: 12). Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. dan seterusnya. Artinya. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. tapi yang dimaksud. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. 2005: 113). geologi. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. bukan berarti bahwa ilmu astronomi. Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. Nuh [71]: 16). Berarti. 1996: 12). bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. an-Nisaa` [4]:126 dan Qs.

adalah yang telah diharamkan syariah Islam. padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. Jadi. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam.keturunan manusia pertama. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Implikasi lain dari prinsip ini. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Iptek yang boleh dimanfaatkan.” (Qs. iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. Adam AS adalah manusia pertama. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. 2001). bagaimana pun juga bentuknya. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. al-Hujuraat [49]: 13). bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. Antara lain firman Allah: 76 . adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). dan bukan sumber iptek. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. “Hai manusia. Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. as-Sajdah [32]: 7). adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek.” (Qs. Nabi Adam AS.

dan seterusnya. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. dan bertentangan dengan nilai agama. Karena itu. Selama sesuatu itu bermanfaat. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. an-Nisaa` [4]: 65). sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. Dengan rentang waku yang cukup 77 . yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. Kontras dengan ini.” [HR. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. maka perbuatan itu tertolak. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H.“Maka demi Tuhanmu. bukan seksual). mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. Muslim]. al-A’raaf [7]: 3). tidak berperikemanusiaan. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya.

sekitar 767 tahun. Tradisi keilmuan berkembang pesat. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Pada abad ke-8 dan 9 M. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Andalusia pada tahun 913 M.5:1. Tapi jangan khawatir. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Di era ini. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. Hasilnya.panjang. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. 78 . Algoritma (logaritma). telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. 4. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Saat itu. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. Sebut saja. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Masa kejayaan Islam. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. Blue Mosque di Konstantinopel. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Dr Muhammad Lutfi. Hebatnya. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. 5.

Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. ditambah tenaga ahli. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. bahkan lebih percaya tahyul. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. misalnya. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. 79 . jika ada orang gila. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. kata Lutfi.” jelas Luthfi. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. kata Luthfi. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Dalam bidang kedoteran. Saat itu di Barat. Ketika Jerman kalah. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. Pada abad ke-14. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. Tak satu pun bidang ilmu yang maju.Saat itu. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Tanggal 3 Maret 1924. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. Sebelum Islam datang. seorang Zionis Turki. Di sisi lain.

sangat sulit.Kini 82 tahun berlalu. Yang pertama adalah merapatkan barisan. fikih. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. hadis. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. tauhid. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. menurut Luthfi. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. Islam akan semakin menancap dengan kuat. ”Seperti janji Allah. Di Iran. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis.” kata dia. dan janganlah kalian bercerai berai. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. akhlaq.” Konsep khilafah Islamiyah. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. jelasnya. kata Luthfi. Sementara itu. ada dua jenis ilmu. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. semakin ditekan.”ujarnya. 80 . ”Ibaratnya paku.” ujarnya. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). Sistem pemerintahan Iran ini. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. ujar Ridwan. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. 700 tahun pertama Islam berjaya. umat Muslim tercerai berai. Dalam Islam.

insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. dan cabang sains lainnya. Wallahu a’lam 81 . paradigma Islam. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Pertama. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan.syariah. dan bukannya paradigma sekuler. matematika. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. Jadi. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. psikologi. al-A’raaf [7]: 96). Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. syariah Islam-lah. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). Jadi. dan cabang-cabangnya. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. Kedua.” (Qs. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam.

2. Kesimpulan 4.1.BAB IV PENUTUP 4. Saran 82 .

An-Nabhani. Farghal. Jakarta: Media Da’wah. Januari 2005. 104-114. Jakarta : Gema Insani Press. 6. 1996.DAFTAR PUSTAKA h1. Hossein. 83 . Shabir et. 5. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Vol I. Nizham Al-Islam. 1992. 2. Al-Baghdadi. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. Natsir. 2001.al. Islam dan Ilmu Pengetahuan. Hasan. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. 3. 1999. 1994. Bagil : Al-Izzah. Surabaya : PT. No. Ahmed. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Bahreisj. Jakarta : Gema Insani Press. 7. Taqiyuddin. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. Menengok Kejayaan Islam. hal. 1995. Arsyad. Agus. Bangil : Al-Izzah. Bakry. 1999. Nurchalis et. Bandung : Penerbit Mizan. Bina Ilmu 8. 2005. ----------. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Jurnal Al-Insan. 4. 1. Abdurrahman. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. M. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. 1996. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. Bustanudin.al. 9.

Sosial. 2003. Surabaya : Wali Demak Press. Budi. Yusuf. Jakarta : Bina Mitra Press. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. Abdul Qadim. 1997. Yogyakarta : LKiS. Gunadi. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. Hadipermono. 2000. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. el-Khoiry. 1995. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Zahoor.M. Cetakan X. Jujun S. Qaradhawi. RA & M. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis].htm 84 . Myers.1986. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. Charis. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 2001. 11. 13. 14. Shoelhi (Ed. Andi Muawiyah.wikipedia. Menerapkan. Jakarta : Gema Insani Press. Zallum.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol.2003.org/wiki/Qiyas http://www. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). 15. Suriasumantri. Jakarta : PT Gramedia 16. 12. Ilmu Dalam Perspektif Moral. Syeichul.). 19. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. dan Politik. Zubair. Alih bahasa M. A. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. 20. Winarno. 17. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah.nursyifa. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. 1992.hypermart. dan Menyebarluaskannya. 1997. Yogyakarta : Tajidu Press. 2004. Jakarta : Penerbit Republika. 18. http://id. Eugene A. A.10. ----------. Ramly. 2003.

85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful