SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

3.2.4. budaya dan kejawen Indonesia. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni.2. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1. dan perkembangan iptek 1.1.5.3.1. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. budaya Indonesia.2.4. dinamisme.4.5. 1.3. 1.2. Metode Penulisan 1. 1. DAFTAR PUSTAKA 5 . 1. BAB II Animisme. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni.1. media cetak. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1. Mengetahui pandangan islam terhadap animism.2. 1.2. Rumusan Masalah. Tujuan Penulisan.2.2. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang.1. 1. 1.4. Dinamisme.2. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku.3.

Benda adalah tetap benda. Allah berfirman. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. Islam tidak membenarkannya.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. DINAMISME. apakah benda itu berwujud sebutir batu. Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada.BAB II ANIMISME. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. nilainya sama saja.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. 6 . Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya .

yaitu : 1. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. 2.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. 2. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . Bila orang meninggal. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. di batu besar fetish dan sebagainya. roh-roh pendusta.1. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. di pohon kayu. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. roh-roh pembohong saja. orang-perorangan. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). ataupun kelompok. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. hidup di gunung. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. Karena fetish itu berkarya. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. gigi binatang dan sebagainya. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. kotak. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873).

Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1.2. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. untuk makanan. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. 8 . dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. 2. 6 : 60). Allah menciptakan dunia. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. tumbuhtumbuhan. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. binatang. Hidup adalah keutuhan. 39 : 42). namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”.menghidupkan hati manusia. 2. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini.

yaitu membelokkan kemauan dari tujuan. serta keharusan menyerah kepada-Nya. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q.3. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia.170). Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. yaitu. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. Jadi kalau demikian artinya. Dr. 3 : 169 . sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini.3. demikian Honig mengartikannya. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. 53 : 24 . yang tingkat kebudayaannya 9 . dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. 2.

pada beberapa hewan dan juga manusia.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.S. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. misalnya dalam api. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. Dinamisme disebut juga preanismisme. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. tumbuh-tumbuhan. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka.G. Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. 30 : 24). T. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 .masih rendah sekali. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). batubatu. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. binatang dan manusia. 2. 10 . berupa langit dan bumi. karena takut kepada-Nya. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. 13 : 13).

karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. Do’a menjadi mantera. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. maka dia menjadi lain sama sekali. Do’a menjadi rumus yang sakti. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. lepas dari ikatan ketuhanan. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. kurban. yang di Jawa disebut Japamantra. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. Kembali kepada dinamisme. dinamisme itu bukan agama. dalam dinamisme diubah bentuknya. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. agam daerah atau agama etnis-premitif). Maka. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi.

ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. tidur dan tidak boleh kena cahaya). Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. mantra. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. pantangan. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. tapi juga bukan banci. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. Anda perlu mengisi energi. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. ritual. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. Penabungan Energi. minum. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. atau olah rohani. ngebleng dan lain-lain. wirid tertentu. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Tirakat. nglowong. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Khodam disebut juga Qorin.

melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. 13 .biasa. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). bahkan menganggap wali atau orang suci. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Perlu diterangkan. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. Oleh kerena itu. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati.

pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. khususnya orang jawa. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. 2. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. misalnya puasa. Hizib Kekuatan Batin. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Sahadad Pamungkas dll. 1. Di Indonesia. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain.

minyak panas dan air keras. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. tembus pandang dan lain-lain. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. 3. maka kuasailah ilmu trawangan. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. 4. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. 5. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. meskipun sama-sama berbadan ghaib. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. melihat jarak jauh.

3. 2. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan).sesungguhnya. yaitu dengan cara pengisian. susah dapat rezeki. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. Yaitu: 1. mantra. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. bisa sakit jiwa (gila). tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Warisan Keturunan. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. menderita saat 16 . Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. Menjalankan Tirakat. 6. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. pantangan. ilmu kuat seks. Pengisian. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. Ilmu-ilmu pengobatan. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid.

akan mati dll. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Namun sebagai Muslim. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Ayahnya 17 . Karena tindakannya itu. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Ronggolawe. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Jadi bukan karena Ilmunya. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Adipati Tuban. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Sayangnya. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin.

Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Sebagai Perampok. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Dari hasil rampokannya itu. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. karena alasan ajaran agama.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Karena itu. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten.

itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. puasa. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Logikanya. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. 19 . tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. dalam pendapat saya. silakan anda pikirkan masak-masak. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. Kemudian secara logika.Secara sintaksis. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. Karena itu. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Padahal. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”.

Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. ia adalahseorang Qadli. Bila riwayat ini benar. Mulud (dari Maulid). ‘Joko Said’. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). dan masih banyak istilah lainnya. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. namanya tak lagi disebut-sebut. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Kesultanan Demak. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). Suro (dari Syura’). Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. Sunan Giri. Kesultanan Cirebon. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. 20 . tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. bila saat itu beliau masih hidup. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. bukan praktisi Kejawenisme.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Kesultanan Banten. Dari sini sajasudah jelas. Logikanya ialah. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam.

Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. bahwa beliau bisa terbang. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Buktinya sangat banyak sekali. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga.dekat Demak. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Perkiraan saya. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. beliau menerimanya. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia.

perayaan sekatenan. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. Nalaa Qaarin. Bagong. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. 1. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. Misalnya. ‘Simaar’ yang artinya Paku. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Dalam hal ini. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. Dalam hal ini. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Ramayana. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. 4. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. wayang. Seni ukir. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. Simaaruddunyaa. grebeg maulud. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. Secara filosofis. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. Kurawa. Maksudnya. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. Petruk. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. gamelan. ini sama dengan 22 . Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. dan lainnya. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. baju takwa. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. Maksudnya. 3. Maksudnya. 5. dll.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya.didekati secara bertahap. misalnya Layang Kalimasada. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap.

Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. Kemudian Marcopolo menyebutkan. Begitu juga dalam mengajarkan agama. melalui berbagai pertunjukan seni. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. pengembara muslim. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. Begitu pula Ibnu Bathuthah. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. Sebagai islam adalah agama yang moderat. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. peraturan pemerintah dan lain-lain.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . ciri. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. bukan ahli Kejawen. Harian Duta Masyarakat mengungkap. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama.

mereka diajak membaca syahadat. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. Walisongo belajar bahasa lokal. Misalnya. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. dalam Ensiklopedi Islam. Walisongo berdakwah dengan cara damai. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). memperhatikan kebudayaan dan adat. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut.. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. diajari wudhu’. Misalnya. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. shalat. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. gamelan. Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. Lalu berusaha menarik simpati mereka. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. dan sebagainya. Afrika. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. selama tak ada larangan dalam nash syariat. 28-30 Maret 2007). Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. Setelah penduduk tertarik. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. tapi diisi 24 . Pertama-pertama.

Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. Selain itu. doa. Sebelum Islam datang ke Aceh. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya.pembacaan tahlil. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. untuk mendidik calon-calon dai. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. dan sedekah. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. mirip kata sanggar. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu.

maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul.ummatnya. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada.13 masehi. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. tetapi lebih rumit lagi. mengungkap Islam masa lampau. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. atau mungkin sebelumnya. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. yang telah surut pemikirannya. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”.J. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. Penolakan B. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam.

Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . Masih juga menurut Yos Rizal. Maka wajar hingga abad ini. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. yang irrasional. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". namun khsusunya bagi orang jawa. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. berbeda dengan Ahmadiah. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. khususnya bagi orang jawa. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. dan lebih melekat dengan budaya Islam. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). berdasarkan perasaan. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. Pada kenyataannya. intuisi dan imajinasi. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat .kelas dua. karena "kejawen" berwarna abu-abu. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan.com tentunya dari internet. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. bukan kualitas. bukan kelas mujtahid. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam.

Saat ini. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. Oleh karena itu.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. salah satunya dari paparan di atas. bukan hanya tekstual. Selain itu.tidaklah dianggap nabi. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. juga menekankan aspek perilaku. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. Dalam ajaran Jawa.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. puasa. namun dimasa kehidupan beliau. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. lelakon yang harus dilakukan manusia. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. 28 . Karena itu. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. masih menurut Soenarjo. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. "kejawen" tetaplah "kejawen". kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. "Yakni.(Sumber:Radar Bojonegoro).

dan santri. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. khususnya masyarakat Jawa. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. istilah aliran kepercayaan. yaiyu Hindu.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. priyayi. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. Dikalangan para peniliti. Meskipun berupa percampuran. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling.yaitu tempat-tempat suci. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. 29 . Islam. Dengan membaca buku ini. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. yaitu Islam abangan. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. dan Kristen. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). Budha. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. lengkap dengan filosofi.

beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia.BAB III SENI. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. Islam merupakan produk kebudayaan. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. yang harus dibiasakannya dengan belajar. merupakan produk dari 30 . sistem dan organisasi kemasyarakatan. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). BUDAYA INDONESIA. sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. sistem pengetahuan. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. Islam tidaklah datang dari langit. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. Dengan demikian. kesenian. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. sistem religi. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. sistem mata pencaharian hidup. bahasa. Pandangan di atas. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas.

fitrah manusia. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas.kerancuan pemahaman tersebut. Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). bukan hasil agung dayacipta insan 31 . Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam.

Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. termasuk kebudayaan. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. sedangkan di Islam. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. relatif dan temporer. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. agama adalah bagian dari kebudayaan. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. budaya didefinisikan oleh agama(vii). 32 . Agama memerlukan sistem simbol. kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. Agama adalah sesuatu yang final. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. Sementara Prof. sebuah peradaban. Dr. Islam justru membangun sebuah budaya. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). Tetapi keduanya perlu dibedakan. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). universal. Dengan pemahaman di atas. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd).sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. Oleh karena itu.

Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. Misalnya. agama dapat mempengaruhi simbol agama. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. Agama. Oleh karena itu. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. tetapi memiliki tujuan yang sama. nilainya adalah agama. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. Baik agama maupun kebudayaan. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. Karena seni tradisi. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. Demikian juga dalam upacara tahlilan. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . Dan ketiga. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. karya. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. budaya lokal. yaitu. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. dalam menyambut anak yang baru lahir. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. Kedua.

dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. Sehingga. melainkan beraneka ragam. Pada konteks selanjutnya. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. dan sebagainya. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. sebagai salah satunya. kematian. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. Dengan demikian. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. yakni Islam dipahami sebagai 34 . Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. masyarakat harus memuliakan kelahiran. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. . akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. Pertama. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. perkawinan. yang mulia.

Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Dalam pengertian. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Ketiga. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. otentifikasi. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. Kedua. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Karena itulah. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. Dengan demikian. Dalam konteks inilah. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Seperti diketahui.

Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. Inilah yang dalam pandangan Mark R. sebagaimana kitab suci yang lainnya. deligitimasisasi. Demikianlah. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. soteriologi. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. Woodward selanjutnya. ritual. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. biasanya 36 . Sistem-sistem doktrinal. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Fazlur Rahman. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. begitu kata Mark R. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. etika. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. sufi dan tarekat. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. jika ingin ditampakkan. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. Dalam tradisi tahlilan misalnya. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. mengikuti premis Weber di atas. sekaten maupun tahlilan. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. [19] Dengan demikian. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). Realitas ialah realitas untuk pelakunya. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. bukan pengamat. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. nyadran. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini.

Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. Timur Tengah. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. apalagi sampai menumpahkan darah. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. pagelaran seni dan sastra. Ini terbukti. Meskipun secara pelan. Benar. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. tepatnya di daerah Glagahwangi.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. forum pengajian. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara.

Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. demikian juga Hindu. Namun. arsitektur Barat. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. bukan oleh agama. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. iman. Pada mulanya. Islam dan ihsan. hakikat dan makrifat. Sekali lagi. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. Dengan 43 . Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Islam. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal.

kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. Pada periode berikutnya. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. Namun. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. Jadi. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. dengan caranya sendiri. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya.fakta ini. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. Demikian juga NU. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Akhirnya. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. Pengaruh arsitektur India misalnya. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. Saat itu terlihat dua arus besar. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. Namun. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia.

Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. Sebaliknya. bahkan bisa disebut subkultur. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas.

Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. Selalu ada dua faktor. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. Pengamatan sepintas. tampaknya. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. 46 . kebodohan dalam pendidikan dan politik. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. Tetapi. Kembali kepada khittah 26. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. Ketegangan pun terus terjadi. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis.

Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. Karenanya. Dengan demikian. Padahal 47 . Dari sinilah. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. Dalam ilmu sosial. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. pluralis dan ramah.Dengan demikian. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu.

Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. yang gaib. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. kita harus menyadari bahwa Pertama. Oleh karena itu. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. tempat Islam akan ?disemaikan. Islam di Persia maupun Islam di Arab. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian.universalisme Islam. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. misalnya. Hukum syari?at. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. problem. dalam bentuknya yang ada. Dalam konteks sosial tertentu. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. Dengan demikian. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. tepatnya daerah Hijaz. sistem budaya. kapasitas intelektual. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . Oleh karenanya.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. sebagai kritik terhadap budaya lokal. Kedua. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. Tetapi di saat yang sama.

meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. apa yang telah dirasa sebagai Islam. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. Kadang-kadang. ketika Islam telah dikembangkan. dalam halhal tertentu.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. semakin luas lingkupnya. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. Di Indonesia. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. pada kenyataannya. Meskipun begitu. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. tentu saja telah sangat bervariasi. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. dan karena itu. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. pada babak ini dalam sejarah. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. dipandang dari sudut historis. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan.

kecenderungan legalistik. dialogis. Penolakan total terhadap tradisi lokal. 50 . Pertama. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. Kedua. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. formalistik. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. Dan ketiga. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. Namun demikian. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini.

karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. Namun. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. misalnya dalam bentuk money politics. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. dan sebagainya. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. menjelekjelekkan partai lain. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. dan ada kalanya dengan cara kasar. dan sebagainya. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. dengan tatanan Islam. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis.

mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. Hanya. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. jujur dan adil. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. di tengah arus 52 . Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). Sementara itu. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. Dalam konteks ini. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. Adalah suatu keharusan. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. Namun. dan (d) mencegah massa. Oleh karena itu. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka.

umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. takaful. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. Tanpa kesadaran ini. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. keadilan. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. Karena itulah. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. sudah berubah. Seperti di kemukakan di atas. Dengan tema-tema semaam itu. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya.transisi politik sekarang ini. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. Berdasarkan fungsi ini. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . Bahkan. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. Dalam konteks inilah.

kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Pada saat yang sama. Oleh karenanya. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. ilham atau wali misalnya. Taruhlah. Yang patut diamati pula. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". Islam mempunyai karakter dinamis. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Istilah-istilah seperti wahyu. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. Disamping sebagai 54 . tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. keyakinan.substansi dari ajarannya. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi.

Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. 1. seni. kuasa dan teori. agama. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. yaitu : ekonomi. alam adalah tantangan yang harus diatasi. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. 2. Nilai seni. Nilai teori. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. maka manusia mengenal nilai agama. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini .fasilitas. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. 4. solidaritas. 55 . perasaan. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. Nilai kuasa. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. Nilai ekonomi. Nilai agama. Berbeda dengan hewan. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. 3. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. maka manusia mengenal nilai seni. 5. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan.

ulama yang rasionil. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. menghargai orang lain. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. seniman. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad.6. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. pekerja sosial an sebagainya. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. persahabatan dan simpati sesama manusia. sehingga ada sosok orang yang materialis. politisi yang pejuang. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. Nilai solidaritas. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta.

karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. yang notabene juga karya seni. di Amerika misalnya.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. yaitu efisiensi waktu. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. Ambil contoh penciptaan citra 57 . Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. Ia tak bisa produktif menulis novel. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. Bahkan.

baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. imperialisme kultural. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. (Berger. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. Amerika. Seni.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. 2006: 49). dsb. hedonisme. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. Di sinilah uniknya. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. modernitas. sebuah copy lebih indah dari aslinya.

Beliau turun kembali. Wawasan Al-Qur’an]. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6].penciptaan jagat raya ini. Karena itu. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. sampai mereka memegang dan merabanya. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Suatu ketika dikisahkan. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan.” [M Quraish Shihab. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat.

Mongolia. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. pernah berkata. Moor. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. pada masa itu. maka sunnah Nabi mendukung. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. khalifah kedua. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. Di daerah-daerah tersebut. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. Asia Kecil. Bizantium. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. 60 . Islam membaur dengan kebudayaan setempat. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. tidak menentangnya. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. dan Seljuk. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. Karena itu. dan Eropa. Mesir. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. India. Bahkan. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. Spanyol.” Ucapan ini benar adanya. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya.

Dengan begitu. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Titus Burckhardt.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. Namun. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. mau menanamkan uang sebesar $9. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. seorang Saudi kaya. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu.” Ia menambahkan. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. Biar bagaimanapun. 61 . Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. memiliki identitas dan esensi yang satu.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. Tentu saja. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan.

Dan. Dengan kata lain. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. Bahkan dewasa ini. rencananya dibuka pada 2009. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. terutama sejak 11/9. Lebanon. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. Gaza. untuk menampung koleksi Islaminya. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. misalnya. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka.Namun gejolak politik di Israel. Di Eropa Barat. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Turki. dan Bangladesh. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. Pakistan. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. kebudayaan selalu menjadi alat politik. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati.

Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. ia menyerap berbagai pengaruh baru. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. Namun demikian. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. Tetapi seni sekuler. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. hingga ke Asia. Selama pembangunan Galeri Jameel.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. vas keramik. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". dan metal. Dengan kata lain. Kemudian. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar.D. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. kemudian. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. Dan di sini. peti gading. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. Jepang. Qajar. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 .000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert.. khususnya dari Cina. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri." Tim Stanley. dengan ketiadaan pendeta. kendi kaca. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. dan Ottoman.

Sebaliknya. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. Sekarang. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta." Berukuran 36 kali 16 kaki. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 .digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. atau sekitar 11 kali 5 meter. demikian juga Yahudi. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. Di masa lalu. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. tergantung tidak jauh. dan hewan. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. buahbuahan.

sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. Untuk memudahkan pembahasan. seni rupa ( melukis). Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. seni pertunjukan ( tari. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. Bahkan menurut Hegel. syair. adat istiadat. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. alat-alat upacara). filsafat kebudayaan dan sejarah ). musik. 149.dan penuh penderitaan. Ilmu Pengetahuan. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. arsitektur) . Juga mencakup sistem sosial. way of life. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. visual arts dan performing arts. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. tatanegara. seperti Pater Jan Bakker. dan kelakuan. Bahasa dan Kesustraan 3. Sejarah 5. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. Sebaliknya sebagian ahli. seperti sarana ( candi. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. kesenian . dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. pernikahan. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. akal budi. ilmu dll). Adapun menurut para ahli Antropologi. kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. novel-novel. patung nenek moyang. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. Kehidupan Spritual 2. seperti upacara-upacara ( kelahiran. kesenian. Kesenian 4. Keyakinan ini disebut Iman. akhlak. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. yang mencakup . makanan. seperti kepercayaan. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. A. peralatan ( pakaian. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. perahu ). karena menurutnya. tata hukum. Heddy S. mencakup kebudayaan fisik. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. 65 . pantun.bangunan . Aspek kehidupan Spritual. kesenian dan adat istiadat. Putra.

bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. Dan kelompok ketiga. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan.Hal itu. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. dan pembisik dari syetan. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. maka unsur syetanlah yang menang. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. maka unsur malaikatlah yang menang. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. Sedangkan manusia. sebagai aplikasi dari unsur tanah. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. penglihatan dan hati. karena diciptakan dari unsur cahaya. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. masih menurut ahli antropogi.bukanlah diatur oleh ayat. Kelompok kedua. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia.masing agama. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). pembisik dari malaikat . karena diciptkan dari api. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Oleh karena itu. Berbagai tingkah laku keagamaan. Dari keterangan di atas. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. Di sini. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. . yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. Di sinilah. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. saling bertentangan dan tarik menarik.ayat dari kitab suci. sebagaimana tersebut di atas. selain memberikan bekal.

sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. berkemajuan. norma dan pedoman. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. budaya dan persatuan. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. dibolehkan memakai arsitektur Persia. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. keluarga wanita biasanya. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. Dengan demikian. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. Teori seperti ini. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. Pernyataan seperti itu tidak benar. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. pasal 32. Menentukan bentuk bangunan Masjid. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Tetapi yang perlu dicatat. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. di dalam masyarakat Aceh. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. Prinsip semacam ini. Sampai disini. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. berasal dari agama. 67 . akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. Dalam penjelasan UUD pasal 32. sebagaimana telah diterangkan di atas. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. yang merupakan bagian dari budaya manusia. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. Dari situ. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. seperti . Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. umpamanya.karya manusia.

Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . Sedang nash syareat. Islam melarangnya. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. setelah terbukti ke-autentikannya. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. Di daerah Toraja. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. Seperti. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Jawa tengah. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “.. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Dan karena tradisi. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar .malam lebaran. sebuah upacara pembakaran mayat. maka nash jauh lebih kuat. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. juga memerlukan biaya yang besar. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. Bedanya.Contoh yang paling jelas. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. Dan juga. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. untuk memakamkan orang yan meninggal. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. Kemudian kalau sudah tiba masanya. maka sesuatu itu baik “ 68 . Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. dan persatuan. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. dan secara besar-besaran. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam.

PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. 1995). dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. Subhanallah… Tapi di sisi lain. kita hanya perlu 12 jam saja. Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. terbukti amat bermanfaat. Sekarang dengan naik pesawat terbang. Lingkungan hidup seperti laut. misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. komunikasi. 1996). Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). dan transportasi. atmosfer udara. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Tapi pada 1969. Pada tahun 1995. 2004). hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. Berbagai sarana modern industri. 1997). tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. seorang bayi Italia. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. dunia hanya perlu waktu 1. Elizabetta. menjadi lebih berbahaya. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. Dengan ditemukannya mesin jahit. 16/01/1995). Elenna adik Luigi (Kompas. misalnya. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. dengan sarana komunikasi canggih. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning).

Sebagai aktivitas manusia. Di sinilah. Pertama. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. kekerasan. Ini 70 . Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. dan perjudian. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. hipotesis. Pengetahuan termasuk. Akan tetapi. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. teori. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. mesin. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. konsep. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja.

bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. ekonomi dan militernya. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. pincang. Standar syariah ini mengatur. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. Kedua. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Kemajuan Iptek di Barat. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. sedang yang bertentangan dengannya. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam.

Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. 72 . maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. perak dan tembaga. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Minamata Jepang. seperti yang terjadi di Buyat. dan di India. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. Krisis ekologis. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. Rusia. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. dll. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim.materialisme-sekuler. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju.

mengamati. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. Islam. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. busung lapar. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. (yaitu) 73 . Kekuasaan dan Keagungan-Nya. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu).Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. kelaparan. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. ekonomi dan moral bangsa dan umat. Keindahan dan Kemuliaan. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin).

Wujud yang wajib.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Diakui atau tidak.” (QS. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Zabur. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. diamati dan direnungkan. Keduanya saling membutuhkan. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). Maha Suci Engkau. dipelajari. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. dalam pandangan hidup. holistik dan integratif. melalui mata. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. prinsipprinsip dan hukum alam). kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. Injil dan Al Quran). pengenalan. maka peliharalah kami dari siksa neraka. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. keduanya bila dibaca. Tuhan Yang Maha Kuasa. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. gaya hidup. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. 74 . yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam.

Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. 2005: 113). al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. geologi. 1996: 12). harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Artinya. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. Fushshilat [41]: 11-12). bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. Nuh [71]: 16). Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. ath-Thalaq [65]: 12). tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. dan seterusnya. Jadi. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. bukan berarti bahwa ilmu astronomi. Berarti. atau hadis tertentu. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. manusia sekarang bukan 75 . dan seterusnya. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. maka konsep itu berarti harus ditolak. agronomi. tapi yang dimaksud. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Ringkasnya. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. harus didasarkan pada ayat tertentu.

iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah.” (Qs. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. Adam AS adalah manusia pertama. Nabi Adam AS. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. al-Hujuraat [49]: 13). Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman.keturunan manusia pertama.” (Qs. dan bukan sumber iptek. Implikasi lain dari prinsip ini. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. bagaimana pun juga bentuknya. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Jadi. Antara lain firman Allah: 76 . adalah yang telah diharamkan syariah Islam. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. as-Sajdah [32]: 7). Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. Iptek yang boleh dimanfaatkan. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. “Hai manusia. 2001). bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum.

bukan seksual). Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. al-A’raaf [7]: 3). mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. Muslim]. Selama sesuatu itu bermanfaat. an-Nisaa` [4]: 65). Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam.“Maka demi Tuhanmu. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa.” [HR. maka perbuatan itu tertolak. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). dan seterusnya. Karena itu. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. Dengan rentang waku yang cukup 77 . Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. dan bertentangan dengan nilai agama. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. Kontras dengan ini. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. tidak berperikemanusiaan. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H.

Pada abad ke-8 dan 9 M. sekitar 767 tahun. Hebatnya. 4. Tradisi keilmuan berkembang pesat. Sebut saja. Masa kejayaan Islam.panjang. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. Hasilnya. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Algoritma (logaritma). Tapi jangan khawatir. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Di era ini. Andalusia pada tahun 913 M. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. Blue Mosque di Konstantinopel. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Saat itu. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. 5. 78 .5:1. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Dr Muhammad Lutfi.

Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. kata Luthfi. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. Ketika Jerman kalah. 79 . ditambah tenaga ahli. jika ada orang gila. Sebelum Islam datang. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Pada abad ke-14. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. Tanggal 3 Maret 1924. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak.Saat itu. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan.” jelas Luthfi. bahkan lebih percaya tahyul. kata Lutfi. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Saat itu di Barat. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. misalnya. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. Dalam bidang kedoteran. Di sisi lain. seorang Zionis Turki.

Sistem pemerintahan Iran ini. 80 . Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). umat Muslim tercerai berai.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. ”Ibaratnya paku. ada dua jenis ilmu. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. Dalam Islam.”ujarnya. ”Seperti janji Allah. Yang pertama adalah merapatkan barisan. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. 700 tahun pertama Islam berjaya. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. ujar Ridwan. melainkan oleh Ayatullah atau Imam.” Konsep khilafah Islamiyah. dan janganlah kalian bercerai berai. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. akhlaq. kata Luthfi. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. hadis. sangat sulit. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. jelasnya. menurut Luthfi. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali.” kata dia. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. tauhid. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. Sementara itu. fikih. Islam akan semakin menancap dengan kuat. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam.” ujarnya. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. semakin ditekan.Kini 82 tahun berlalu. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. Di Iran.

maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). syariah Islam-lah. matematika. dan cabang sains lainnya. Jadi. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. dan bukannya paradigma sekuler. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.syariah. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. paradigma Islam. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Jadi. al-A’raaf [7]: 96). Kedua. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. Wallahu a’lam 81 . insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. psikologi. Pertama.” (Qs. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. dan cabang-cabangnya.

1.BAB IV PENUTUP 4. Saran 82 .2. Kesimpulan 4.

Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. 9. Bahreisj. Bagil : Al-Izzah. Jakarta : Gema Insani Press. 3. 1994. Bandung : Penerbit Mizan. 1999. hal. Shabir et. 5. Hasan. 1992. Taqiyuddin. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Bangil : Al-Izzah.DAFTAR PUSTAKA h1.al. 1996. 104-114. Bina Ilmu 8. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. Surabaya : PT. Bakry. Nizham Al-Islam. 4. Ahmed. No. Arsyad. An-Nabhani.al. Al-Baghdadi. 1996. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. Bustanudin. Nurchalis et. Abdurrahman. 2. Agus. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. ----------. Menengok Kejayaan Islam. 2001. 2005. Farghal. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Islam dan Ilmu Pengetahuan. 1. Jakarta: Media Da’wah. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Jakarta : Gema Insani Press. Natsir. M. Januari 2005. 6. 1995. Jurnal Al-Insan. Vol I. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. 83 . 7. Hossein. 1999.

dan Politik. Gunadi. 2004. Zallum. Sosial. Jakarta : Penerbit Republika. A. A. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. Hadipermono.10. Jujun S. 15.2003. dan Menyebarluaskannya. ----------. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.nursyifa. 13. Myers. Andi Muawiyah. Jakarta : PT Gramedia 16. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. 19. Surabaya : Wali Demak Press. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. Suriasumantri. Jakarta : Bina Mitra Press. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. 14.htm 84 . 2001. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). Ilmu Dalam Perspektif Moral. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. 20. Jakarta : Gema Insani Press. Cetakan X. Abdul Qadim. Yogyakarta : LKiS. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. el-Khoiry. 1997.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. Yusuf. RA & M.org/wiki/Qiyas http://www. 18. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. Shoelhi (Ed.hypermart. 17. 12. Zahoor. http://id. 1995. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Charis. Alih bahasa M. 11. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. Yogyakarta : Tajidu Press. Qaradhawi.wikipedia. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. Norma dan Etika Ekonomi Islam. 2000. Eugene A.1986.). Winarno. Menerapkan. 2003. Syeichul.M. 1997. 2003. Budi. Ramly. 1992. Zubair.

85 .