SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

4.5. BAB II Animisme.3. 1. 1. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1. budaya dan kejawen Indonesia.1. 1.1. media cetak. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni.2. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.2. Mengetahui pandangan islam terhadap animism.2.3.2. 1. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam. budaya Indonesia. Rumusan Masalah.2. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku.1. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni. dan perkembangan iptek 1.3. Dinamisme. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1.4. Metode Penulisan 1.3. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. 1. 1.4. Tujuan Penulisan. dinamisme. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.4.5.2. DAFTAR PUSTAKA 5 .1.2.2. 1.2.

Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. 6 . DINAMISME. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. Allah berfirman. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. Benda adalah tetap benda. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan.BAB II ANIMISME. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. apakah benda itu berwujud sebutir batu. Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. nilainya sama saja. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). memanggil roh orang telah mati memang mungkin. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. Islam tidak membenarkannya.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut.

Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. Bila orang meninggal. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. di pohon kayu. ataupun kelompok.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. 2.1. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. kotak. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. Karena fetish itu berkarya. gigi binatang dan sebagainya. yaitu : 1. roh-roh pembohong saja. hidup di gunung. orang-perorangan. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. roh-roh pendusta. di batu besar fetish dan sebagainya. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. 2.

Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. Allah menciptakan dunia. binatang. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. Hidup adalah keutuhan. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. 2. 6 : 60). 2. untuk makanan. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. 8 . Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. tumbuhtumbuhan.menghidupkan hati manusia.2. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. 39 : 42). Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an.

kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. 53 : 24 . yaitu. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. Dr. serta keharusan menyerah kepada-Nya.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. 3 : 169 . ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan.170). demikian Honig mengartikannya. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. yang tingkat kebudayaannya 9 .3. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia.3. Jadi kalau demikian artinya. 2.

berupa langit dan bumi. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. 13 : 13). tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. 2. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. binatang dan manusia. batubatu. Dinamisme disebut juga preanismisme.masih rendah sekali. pada beberapa hewan dan juga manusia. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar.G. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). misalnya dalam api. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi. Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . karena takut kepada-Nya. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat.S. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. tumbuh-tumbuhan. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. T. 30 : 24). yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). 10 .

tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. dinamisme itu bukan agama. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. dalam dinamisme diubah bentuknya. agam daerah atau agama etnis-premitif). Do’a menjadi mantera. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. kurban. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. Kembali kepada dinamisme. Do’a menjadi rumus yang sakti. Maka. maka dia menjadi lain sama sekali.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. lepas dari ikatan ketuhanan. yang di Jawa disebut Japamantra. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib.

Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. wirid tertentu. minum. Penabungan Energi. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. pantangan. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. ritual. tapi juga bukan banci. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. nglowong. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Tirakat. atau olah rohani. Anda perlu mengisi energi. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. Khodam. Khodam disebut juga Qorin. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. mantra. ngebleng dan lain-lain. tidur dan tidak boleh kena cahaya).Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang.

Perlu diterangkan. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Oleh kerena itu. bahkan menganggap wali atau orang suci. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam.biasa. 13 . Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah.

khususnya orang jawa. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. misalnya puasa. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Sahadad Pamungkas dll. Hizib Kekuatan Batin. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Di Indonesia. 2. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. 1.

Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. meskipun sama-sama berbadan ghaib. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. 5. 4. maka kuasailah ilmu trawangan. 3. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. melihat jarak jauh. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. tembus pandang dan lain-lain. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. minyak panas dan air keras. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki.

Yaitu: 1. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Menjalankan Tirakat. mantra. Warisan Keturunan.sesungguhnya. 3. susah dapat rezeki. menderita saat 16 . Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. bisa sakit jiwa (gila). Ilmu-ilmu pengobatan. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. 2. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. Pengisian. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. ilmu kuat seks. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. yaitu dengan cara pengisian. 6. karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. pantangan. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural.

Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Ronggolawe. Adipati Tuban. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. Sayangnya. Namun sebagai Muslim. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Karena tindakannya itu. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Jadi bukan karena Ilmunya.akan mati dll. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Ayahnya 17 . Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya.

Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Dari hasil rampokannya itu. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. karena alasan ajaran agama.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Sebagai Perampok. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Karena itu.

kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. dalam pendapat saya. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. Karena itu. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. Padahal. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. silakan anda pikirkan masak-masak. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. 19 . Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. puasa. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). Logikanya.Secara sintaksis. Kemudian secara logika. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini.

Bila riwayat ini benar. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. bukan praktisi Kejawenisme. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. namanya tak lagi disebut-sebut. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. Mulud (dari Maulid). ia adalahseorang Qadli. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. Dari sini sajasudah jelas. dan masih banyak istilah lainnya. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’).Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. 20 . ‘Joko Said’. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Kesultanan Demak. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Kesultanan Banten. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Sunan Giri. Suro (dari Syura’). maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. Logikanya ialah. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. bila saat itu beliau masih hidup. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. Kesultanan Cirebon. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’.

hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Perkiraan saya. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki.dekat Demak. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. bahwa beliau bisa terbang. Buktinya sangat banyak sekali. beliau menerimanya. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah.

Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. 5. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. baju takwa. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. Bagong. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. perayaan sekatenan. Secara filosofis. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. Simaaruddunyaa. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. dll. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. Maksudnya. ‘Simaar’ yang artinya Paku. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. Kurawa. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. gamelan. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’.didekati secara bertahap. Maksudnya. Maksudnya. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. Petruk. Nalaa Qaarin. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. Misalnya. 3. grebeg maulud. misalnya Layang Kalimasada. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. ini sama dengan 22 . Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. 4. Dalam hal ini. dan lainnya. wayang. Seni ukir. Dalam hal ini. 1. Ramayana.

dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. melalui berbagai pertunjukan seni. pengembara muslim. Begitu pula Ibnu Bathuthah. Harian Duta Masyarakat mengungkap. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . bukan ahli Kejawen. ciri. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. Sebagai islam adalah agama yang moderat. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. Kemudian Marcopolo menyebutkan. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Begitu juga dalam mengajarkan agama. peraturan pemerintah dan lain-lain.

dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. Walisongo belajar bahasa lokal. shalat. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Pertama-pertama. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. Misalnya. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. diajari wudhu’. Afrika. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. Setelah penduduk tertarik. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat.. 28-30 Maret 2007). memperhatikan kebudayaan dan adat. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. gamelan. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. tapi diisi 24 . Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. dan sebagainya. selama tak ada larangan dalam nash syariat. Walisongo berdakwah dengan cara damai. Lalu berusaha menarik simpati mereka. mereka diajak membaca syahadat. Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. dalam Ensiklopedi Islam. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. Misalnya.

demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. doa. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. mirip kata sanggar. Selain itu. untuk mendidik calon-calon dai. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara .pembacaan tahlil. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . dan sedekah. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Sebelum Islam datang ke Aceh. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama.

Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa.J. tetapi lebih rumit lagi. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada.13 masehi. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. mengungkap Islam masa lampau. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 .ummatnya. yang telah surut pemikirannya. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Penolakan B. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. atau mungkin sebelumnya.

dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. Pada kenyataannya. bukan kelas mujtahid. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". namun khsusunya bagi orang jawa. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. Maka wajar hingga abad ini. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. bukan kualitas. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM.com tentunya dari internet. Masih juga menurut Yos Rizal. dan lebih melekat dengan budaya Islam. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. berbeda dengan Ahmadiah. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. yang irrasional. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih.kelas dua. khususnya bagi orang jawa. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. intuisi dan imajinasi. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. berdasarkan perasaan. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. karena "kejawen" berwarna abu-abu. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama.

Saat ini. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. Dalam ajaran Jawa. bukan hanya tekstual. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. Karena itu. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. Oleh karena itu. namun dimasa kehidupan beliau. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. salah satunya dari paparan di atas. puasa. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. "Yakni. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. lelakon yang harus dilakukan manusia. kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. Selain itu. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga.tidaklah dianggap nabi. "kejawen" tetaplah "kejawen". jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. juga menekankan aspek perilaku. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. 28 . Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam.(Sumber:Radar Bojonegoro). Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. masih menurut Soenarjo.

Meskipun berupa percampuran. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Dikalangan para peniliti. dan santri. 29 . khususnya masyarakat Jawa. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. priyayi. yaitu Islam abangan. istilah aliran kepercayaan.yaitu tempat-tempat suci. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. Islam. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. lengkap dengan filosofi. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. dan Kristen. Dengan membaca buku ini. Budha. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. yaiyu Hindu.

maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. Islam merupakan produk kebudayaan. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. merupakan produk dari 30 .BAB III SENI. sistem pengetahuan. sistem religi. yang harus dibiasakannya dengan belajar. Islam tidaklah datang dari langit. Pandangan di atas. sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. BUDAYA INDONESIA. Dengan demikian. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. sistem mata pencaharian hidup. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. kesenian. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . sistem dan organisasi kemasyarakatan. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. bahasa. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas.

…maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. fitrah manusia. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri.kerancuan pemahaman tersebut. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia.

Dr. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. agama adalah bagian dari kebudayaan. termasuk kebudayaan. sedangkan di Islam. Sementara Prof. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. Tetapi keduanya perlu dibedakan. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. Dengan pemahaman di atas. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. Oleh karena itu. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. universal. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. relatif dan temporer. Agama memerlukan sistem simbol. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. Islam justru membangun sebuah budaya. iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Agama adalah sesuatu yang final. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. budaya didefinisikan oleh agama(vii). Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). 32 . dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. sebuah peradaban. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita.

sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. Misalnya. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). Baik agama maupun kebudayaan. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. tetapi memiliki tujuan yang sama. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. yaitu. Oleh karena itu. Kedua. Demikian juga dalam upacara tahlilan. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. budaya lokal. Karena seni tradisi. agama dapat mempengaruhi simbol agama. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. Dan ketiga. nilainya adalah agama. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. Agama. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. dalam menyambut anak yang baru lahir. karya.

serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. Pertama. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. yang mulia. Sehingga. melainkan beraneka ragam. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. . Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. dan sebagainya. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. sebagai salah satunya. yakni Islam dipahami sebagai 34 . Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. masyarakat harus memuliakan kelahiran. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. perkawinan. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. Pada konteks selanjutnya. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. kematian. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini.

otentifikasi. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. Ketiga.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. Seperti diketahui. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Karena itulah. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Dengan demikian. Dalam pengertian. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Dalam konteks inilah. Dengan demikian. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. Kedua. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Dengan demikian. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem.

untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. etika. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. soteriologi. Fazlur Rahman. Demikianlah.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. deligitimasisasi. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. sebagaimana kitab suci yang lainnya. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. sufi dan tarekat. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. ritual. begitu kata Mark R. biasanya 36 . Woodward selanjutnya. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. Inilah yang dalam pandangan Mark R. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. Sistem-sistem doktrinal.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. mengikuti premis Weber di atas. dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. nyadran. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. jika ingin ditampakkan. [19] Dengan demikian. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. Dalam tradisi tahlilan misalnya. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. sekaten maupun tahlilan. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. bukan pengamat. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik).

Meskipun secara pelan. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . pagelaran seni dan sastra. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. Benar. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. Timur Tengah. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. forum pengajian. Ini terbukti. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. apalagi sampai menumpahkan darah. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. tepatnya di daerah Glagahwangi. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis.

Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. Namun. Sekali lagi. Islam. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. demikian juga Hindu. arsitektur Barat. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. bukan oleh agama. iman. Dengan 43 . hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. hakikat dan makrifat.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Islam dan ihsan. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. Pada mulanya.

Jadi. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. Saat itu terlihat dua arus besar. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. Pada periode berikutnya. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. Namun. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. Pengaruh arsitektur India misalnya. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. Akhirnya. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya.fakta ini. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. Namun. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. Demikian juga NU. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. dengan caranya sendiri. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 .

Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. Sebaliknya. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. bahkan bisa disebut subkultur. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 .Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan.

Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. tampaknya. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. Kembali kepada khittah 26. Selalu ada dua faktor. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. 46 . yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. kebodohan dalam pendidikan dan politik. Pengamatan sepintas. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. Tetapi. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. Ketegangan pun terus terjadi. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun.

Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia.Dengan demikian. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. Dengan demikian. Dalam ilmu sosial. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. pluralis dan ramah. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Dari sinilah. Padahal 47 . Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. Karenanya. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam.

sistem budaya. Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. kapasitas intelektual. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. yang gaib. Kedua. Dalam konteks sosial tertentu. Hukum syari?at. tepatnya daerah Hijaz. Tetapi di saat yang sama. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. kita harus menyadari bahwa Pertama. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. Islam di Persia maupun Islam di Arab. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. Oleh karena itu. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. sebagai kritik terhadap budaya lokal.universalisme Islam. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. Dengan demikian. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. tempat Islam akan ?disemaikan. dalam bentuknya yang ada. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. misalnya. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. problem. Oleh karenanya.

dan karena itu.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. apa yang telah dirasa sebagai Islam. tentu saja telah sangat bervariasi. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. pada babak ini dalam sejarah. Meskipun begitu. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. pada kenyataannya. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. dipandang dari sudut historis. semakin luas lingkupnya. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. ketika Islam telah dikembangkan. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. Kadang-kadang. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. dalam halhal tertentu. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. Di Indonesia.

dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". Dan ketiga. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. 50 . tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. Penolakan total terhadap tradisi lokal. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. dialogis. Kedua. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. formalistik. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. Pertama. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. kecenderungan legalistik. Namun demikian. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk.

hal ini juga bisa membawa dampak negatif. dengan tatanan Islam. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. dan sebagainya. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. Namun. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. misalnya dalam bentuk money politics. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. menjelekjelekkan partai lain. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. dan sebagainya. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. dan ada kalanya dengan cara kasar. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai.

apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. jujur dan adil. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). Sementara itu. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. Oleh karena itu. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. Hanya. Adalah suatu keharusan. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. Namun. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). di tengah arus 52 . dan (d) mencegah massa. Dalam konteks ini.

Berdasarkan fungsi ini. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. Dalam konteks inilah. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . takaful. sudah berubah. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. keadilan. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. Bahkan. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. Dengan tema-tema semaam itu. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society.transisi politik sekarang ini. Tanpa kesadaran ini. Seperti di kemukakan di atas. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. Karena itulah. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya.

kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. Oleh karenanya. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. keyakinan. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. Taruhlah. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. Disamping sebagai 54 . karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Istilah-istilah seperti wahyu. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. Pada saat yang sama. Yang patut diamati pula. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia.substansi dari ajarannya. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. ilham atau wali misalnya. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Islam mempunyai karakter dinamis. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran.

4. seni. 55 . Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. perasaan.fasilitas. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Nilai ekonomi. Nilai agama. agama. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . maka manusia mengenal nilai seni. alam adalah tantangan yang harus diatasi. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. 3. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Nilai teori. 5. yaitu : ekonomi. maka manusia mengenal nilai agama. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. Nilai kuasa. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. solidaritas. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. 1. 2. kuasa dan teori. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Berbeda dengan hewan. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. Nilai seni. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib.

politisi yang pejuang. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. seniman. sehingga ada sosok orang yang materialis. ulama yang rasionil. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. pekerja sosial an sebagainya. Nilai solidaritas. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. menghargai orang lain.6. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. persahabatan dan simpati sesama manusia. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas.

Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. Ia tak bisa produktif menulis novel. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. Bahkan. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. yang notabene juga karya seni. Ambil contoh penciptaan citra 57 . dan bagi masyarakat tradisional tertentu. di Amerika misalnya. yaitu efisiensi waktu. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas.

imperialisme kultural. sebuah copy lebih indah dari aslinya. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. modernitas. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. dsb. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. Seni.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. Di sinilah uniknya. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. Amerika. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. 2006: 49). Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. (Berger. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. hedonisme.

Karena itu.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. Wawasan Al-Qur’an]. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . sampai mereka memegang dan merabanya. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Beliau turun kembali. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun.” [M Quraish Shihab. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. Suatu ketika dikisahkan. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang.penciptaan jagat raya ini. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya.

Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. Karena itu. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. pernah berkata. pada masa itu. Spanyol. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. Mongolia. Di daerah-daerah tersebut. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. dan Seljuk. maka sunnah Nabi mendukung. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya.” Ucapan ini benar adanya. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. 60 . khalifah kedua. Mesir. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Asia Kecil.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia. Bahkan. India. dan Eropa. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Moor. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. tidak menentangnya. Bizantium. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. Islam membaur dengan kebudayaan setempat.

Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. seorang Saudi kaya. 61 . dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. Tentu saja. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan.” Ia menambahkan. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. Biar bagaimanapun. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. Dengan begitu. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. mau menanamkan uang sebesar $9. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. memiliki identitas dan esensi yang satu. Namun. Titus Burckhardt. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral.

kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. misalnya. rencananya dibuka pada 2009. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. dan Bangladesh. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama.Namun gejolak politik di Israel. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. untuk menampung koleksi Islaminya. Pakistan. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. terutama sejak 11/9. Dan. Gaza. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. Bahkan dewasa ini. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. Dengan kata lain. kebudayaan selalu menjadi alat politik. Di Eropa Barat. Lebanon. Turki.

Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. Namun demikian. Dengan kata lain. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". Tetapi seni sekuler. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. Selama pembangunan Galeri Jameel. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid"." Tim Stanley. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan.D. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. Kemudian. dan Ottoman. vas keramik.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. ia menyerap berbagai pengaruh baru. khususnya dari Cina. dan metal. Jepang. kemudian. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang.. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. kendi kaca. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. peti gading. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. hingga ke Asia. dengan ketiadaan pendeta. Qajar. Dan di sini.

rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. Sebaliknya. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. buahbuahan. tergantung tidak jauh. dan hewan. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini." Berukuran 36 kali 16 kaki. atau sekitar 11 kali 5 meter. demikian juga Yahudi. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. Sekarang. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. Di masa lalu.

tatanegara. Kehidupan Spritual 2. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. Juga mencakup sistem sosial. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. seni rupa ( melukis). seperti Pater Jan Bakker. adat istiadat. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. makanan. pantun. peralatan ( pakaian. Sejarah 5. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. kesenian dan adat istiadat.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. syair. way of life. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. Keyakinan ini disebut Iman. yang mencakup . Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. Heddy S. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. alat-alat upacara). filsafat kebudayaan dan sejarah ). kesenian. Untuk memudahkan pembahasan. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . Ilmu Pengetahuan. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. A. arsitektur) . Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia.dan penuh penderitaan. pernikahan. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. mencakup kebudayaan fisik. Bahasa dan Kesustraan 3. perahu ). kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. patung nenek moyang. Kesenian 4. Aspek kehidupan Spritual. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. 149. tata hukum. dan kelakuan. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. ilmu dll). dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. seperti kepercayaan. Adapun menurut para ahli Antropologi. Sebaliknya sebagian ahli. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. seperti sarana ( candi. kesenian . Bahkan menurut Hegel. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. Putra. karena menurutnya. seperti upacara-upacara ( kelahiran. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat.bangunan . novel-novel. kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. musik. seni pertunjukan ( tari. 65 . akhlak. visual arts dan performing arts. akal budi. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya.

maka unsur malaikatlah yang menang. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja.masing agama. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. karena diciptkan dari api. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. Dari keterangan di atas. pembisik dari malaikat . yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting.bukanlah diatur oleh ayat. Dan kelompok ketiga. Di sini. penglihatan dan hati. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. Oleh karena itu. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. karena diciptakan dari unsur cahaya. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. . agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. sebagai aplikasi dari unsur tanah. Berbagai tingkah laku keagamaan. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut.ayat dari kitab suci. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. saling bertentangan dan tarik menarik. masih menurut ahli antropogi. Kelompok kedua. Di sinilah.Hal itu. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. maka unsur syetanlah yang menang. selain memberikan bekal. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. Sedangkan manusia. sebagaimana tersebut di atas. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. dan pembisik dari syetan. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ).

Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “.karya manusia. berkemajuan. Menentukan bentuk bangunan Masjid. seperti . Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. keluarga wanita biasanya. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. Tetapi yang perlu dicatat. 67 . pasal 32. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. yang merupakan bagian dari budaya manusia. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. berasal dari agama. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. sebagaimana telah diterangkan di atas. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. Teori seperti ini. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. di dalam masyarakat Aceh. budaya dan persatuan. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Sampai disini. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. norma dan pedoman. Dari situ. umpamanya. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. Dengan demikian. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. dibolehkan memakai arsitektur Persia. Dalam penjelasan UUD pasal 32. Prinsip semacam ini. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. Pernyataan seperti itu tidak benar.

sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik.malam lebaran. untuk memakamkan orang yan meninggal. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. Seperti. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. dan secara besar-besaran. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. setelah terbukti ke-autentikannya. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . sebuah upacara pembakaran mayat. Kemudian kalau sudah tiba masanya. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. Dan karena tradisi. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya..Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau.Contoh yang paling jelas. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Jawa tengah. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. Dan juga. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. Islam melarangnya. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. Bedanya. maka nash jauh lebih kuat. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. Di daerah Toraja. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. juga memerlukan biaya yang besar. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. dan persatuan. Sedang nash syareat. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. maka sesuatu itu baik “ 68 . karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap.

dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. Sekarang dengan naik pesawat terbang. misalnya. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Berbagai sarana modern industri. menjadi lebih berbahaya. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. dunia hanya perlu waktu 1. seorang bayi Italia. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Subhanallah… Tapi di sisi lain.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). Tapi pada 1969. 1996). Elenna adik Luigi (Kompas. 16/01/1995). Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. 1995). tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Pada tahun 1995. dengan sarana komunikasi canggih. Dengan ditemukannya mesin jahit. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. atmosfer udara.PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. Elizabetta. kita hanya perlu 12 jam saja. dan transportasi. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. Lingkungan hidup seperti laut. terbukti amat bermanfaat. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . 2004). komunikasi. 1997).

Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. dan perjudian. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. Pertama. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. teori. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. konsep. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Sebagai aktivitas manusia. Pengetahuan termasuk. mesin. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Akan tetapi. hipotesis. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Ini 70 . Di sinilah. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. kekerasan.

pincang. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. sedang yang bertentangan dengannya. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. Kedua. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Kemajuan Iptek di Barat. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. ekonomi dan militernya. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. Standar syariah ini mengatur. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan.

gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. 72 . saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. perak dan tembaga. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. seperti yang terjadi di Buyat. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. Rusia. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. Krisis ekologis. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat.materialisme-sekuler. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. dan di India. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). justru kini terpuruk di negerinya sendiri. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. dll. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Minamata Jepang. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis.

Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Keindahan dan Kemuliaan. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. (yaitu) 73 . busung lapar. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. kelaparan. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. mengamati. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Islam. Kekuasaan dan Keagungan-Nya. ekonomi dan moral bangsa dan umat. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan.

Maha Suci Engkau. Diakui atau tidak. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. dalam pandangan hidup. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Jadi agama dan ilmu pengetahuan.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. diamati dan direnungkan. 74 . Keduanya saling membutuhkan. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. dipelajari. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). Injil dan Al Quran).orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya.” (QS. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. Zabur. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. holistik dan integratif. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. prinsipprinsip dan hukum alam). melalui mata. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. gaya hidup. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. Tuhan Yang Maha Kuasa. Wujud yang wajib. keduanya bila dibaca. pengenalan. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam.

Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. 1996: 12). dan bukannya sumber (mashdar) iptek. an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. Jadi.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. manusia sekarang bukan 75 . Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. agronomi. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. Ringkasnya. Berarti. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. geologi. ath-Thalaq [65]: 12). Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Artinya. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. dan seterusnya. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. Fushshilat [41]: 11-12). bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. dan seterusnya. tapi yang dimaksud. maka konsep itu berarti harus ditolak. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. harus didasarkan pada ayat tertentu. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. atau hadis tertentu. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. 2005: 113). harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. Nuh [71]: 16). bukan berarti bahwa ilmu astronomi.

” (Qs. as-Sajdah [32]: 7). kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Iptek yang boleh dimanfaatkan. Jadi. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. al-Hujuraat [49]: 13). bagaimana pun juga bentuknya. 2001). sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Antara lain firman Allah: 76 . adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. Adam AS adalah manusia pertama. selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. dan bukan sumber iptek. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah.” (Qs. Nabi Adam AS. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. “Hai manusia. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek.keturunan manusia pertama. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Implikasi lain dari prinsip ini. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen).

adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Selama sesuatu itu bermanfaat. dan seterusnya. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. dan bertentangan dengan nilai agama. bukan seksual). Muslim]. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. tidak berperikemanusiaan.“Maka demi Tuhanmu. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. Kontras dengan ini. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. an-Nisaa` [4]: 65). Karena itu. maka perbuatan itu tertolak. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan.” [HR. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. Dengan rentang waku yang cukup 77 . yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. al-A’raaf [7]: 3). Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia.

kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. Hebatnya. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. Andalusia pada tahun 913 M. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. Dr Muhammad Lutfi. Saat itu. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. Masa kejayaan Islam. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. 78 . sekitar 767 tahun. Tradisi keilmuan berkembang pesat. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Sebut saja. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Tapi jangan khawatir. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3.panjang. Hasilnya. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Algoritma (logaritma). pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Blue Mosque di Konstantinopel.5:1. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. 5. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Pada abad ke-8 dan 9 M. 4. Di era ini. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam.

Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. kata Lutfi. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. kata Luthfi. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. Tanggal 3 Maret 1924. Sebelum Islam datang. jika ada orang gila. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab.Saat itu. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. ditambah tenaga ahli. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. seorang Zionis Turki. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. Di sisi lain. Dalam bidang kedoteran. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Saat itu di Barat. Ketika Jerman kalah. misalnya.” jelas Luthfi. 79 . Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. bahkan lebih percaya tahyul. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. Pada abad ke-14. apalagi mereka menguasai Laut Tengah.

” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. Islam akan semakin menancap dengan kuat. 700 tahun pertama Islam berjaya. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. tauhid. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. 80 . ”Ibaratnya paku. menurut Luthfi. ada dua jenis ilmu. Dalam Islam. ujar Ridwan. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. semakin ditekan. Sistem pemerintahan Iran ini. jelasnya. Sementara itu. dan janganlah kalian bercerai berai.”ujarnya. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. fikih. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan.Kini 82 tahun berlalu. umat Muslim tercerai berai. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). akhlaq. kata Luthfi.” kata dia. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. Di Iran.” Konsep khilafah Islamiyah. sangat sulit. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. hadis.” ujarnya. Yang pertama adalah merapatkan barisan. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. ”Seperti janji Allah. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam.

” (Qs. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. psikologi. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. Jadi. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. Jadi. Kedua. dan cabang sains lainnya. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. Wallahu a’lam 81 . syariah Islam-lah. dan bukannya paradigma sekuler. Pertama. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. dan cabang-cabangnya. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. matematika. paradigma Islam.syariah. al-A’raaf [7]: 96).

BAB IV PENUTUP 4. Kesimpulan 4. Saran 82 .2.1.

2005. 1994. Bina Ilmu 8. No. Ahmed. Januari 2005. 9. 1992. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. 1995. Bagil : Al-Izzah.al. 1996. 1999. Bakry. Shabir et. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Hossein. 2. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. Bandung : Penerbit Mizan. 5. Nizham Al-Islam. Arsyad. Nurchalis et.al. Menengok Kejayaan Islam. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. ----------. An-Nabhani. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. Hasan. hal. Jakarta : Gema Insani Press. Vol I. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. 1. Natsir. Al-Baghdadi. 2001. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. Jakarta: Media Da’wah. Taqiyuddin. Surabaya : PT. 6. Islam dan Ilmu Pengetahuan. 4. 3. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. Jurnal Al-Insan. Bustanudin. Jakarta : Gema Insani Press.DAFTAR PUSTAKA h1. M. Bahreisj. 83 . Agus. Bangil : Al-Izzah. 7. Farghal. 1996. 1999. Abdurrahman. 104-114.

15. Winarno. Eugene A.hypermart. Surabaya : Wali Demak Press. 1997. Andi Muawiyah. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. 14.).10. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. A. 2003. 1995. 18. el-Khoiry. Ilmu Dalam Perspektif Moral. Alih bahasa M. 2004. 2003. Jakarta : Gema Insani Press. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). Cetakan X. Jakarta : Bina Mitra Press. Yogyakarta : Tajidu Press. Zubair. dan Menyebarluaskannya. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. Menerapkan.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. Yogyakarta : LKiS. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. 2001. 1992. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.htm 84 . Myers. Norma dan Etika Ekonomi Islam.2003. Hadipermono. Gunadi. A. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. 2000. 13. Shoelhi (Ed. Ramly. Syeichul.M. Jakarta : PT Gramedia 16. Jujun S. Abdul Qadim. 1997.nursyifa. Zahoor. Qaradhawi. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. Zallum. 17. Charis.1986. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. 11.wikipedia. dan Politik. ----------.org/wiki/Qiyas http://www. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 12. Suriasumantri. 19. http://id. RA & M. Jakarta : Penerbit Republika. 20. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. Sosial. Yusuf. Budi.

85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful