SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

1. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. BAB II Animisme. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam. dan perkembangan iptek 1.4.2.5.2.2.2. budaya Indonesia. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.1.2.4. dinamisme.1.2. Mengetahui pandangan islam terhadap animism. Metode Penulisan 1. media cetak. Dinamisme. 1.2. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1. DAFTAR PUSTAKA 5 . 1.3. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni. 1. Rumusan Masalah.4.3. 1. budaya dan kejawen Indonesia.3.2. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. 1. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni.4. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku.3.1. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1.2. Tujuan Penulisan.5.1. 1.

sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut.BAB II ANIMISME. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. apakah benda itu berwujud sebutir batu. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. Benda adalah tetap benda. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. Islam tidak membenarkannya. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. DINAMISME. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. Allah berfirman. 6 . Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. nilainya sama saja. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan.

Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. gigi binatang dan sebagainya. di pohon kayu. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). orang-perorangan. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. roh-roh pembohong saja. yaitu : 1. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. Bila orang meninggal. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. roh-roh pendusta. kotak.1. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. Karena fetish itu berkarya. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. 2. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. ataupun kelompok. hidup di gunung. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. di batu besar fetish dan sebagainya. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. 2.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu.

dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. 39 : 42). Demikianlah sebabnya Al-Qur’an. 8 . binatang. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. untuk makanan. 6 : 60). Hidup adalah keutuhan. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. tumbuhtumbuhan. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. 2. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”.menghidupkan hati manusia. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh.2. 2. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. Allah menciptakan dunia. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya.

serta keharusan menyerah kepada-Nya. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. demikian Honig mengartikannya. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. Jadi kalau demikian artinya. 2. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini. 53 : 24 . kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. Dr. Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan.3.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. 3 : 169 . gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. yang tingkat kebudayaannya 9 .3.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. yaitu. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”.170). Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan.

G. karena takut kepada-Nya. Dinamisme disebut juga preanismisme. T. pada beberapa hewan dan juga manusia. misalnya dalam api. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. 10 . Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. 30 : 24). batubatu. berupa langit dan bumi. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. 2. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda.S. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana).masih rendah sekali. binatang dan manusia. Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. 13 : 13). tumbuh-tumbuhan. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar.

dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. lepas dari ikatan ketuhanan. agam daerah atau agama etnis-premitif). tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. Kembali kepada dinamisme. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . maka dia menjadi lain sama sekali. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. Do’a menjadi rumus yang sakti. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. dalam dinamisme diubah bentuknya. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. Do’a menjadi mantera. yang di Jawa disebut Japamantra. kurban. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. Maka. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. dinamisme itu bukan agama.

wirid tertentu. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. minum. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Khodam. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. mantra. ngebleng dan lain-lain. ritual. Khodam disebut juga Qorin. tapi juga bukan banci. Tirakat. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Anda perlu mengisi energi. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Penabungan Energi. nglowong. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. pantangan. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. atau olah rohani. tidur dan tidak boleh kena cahaya). begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural.

melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Perlu diterangkan. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. 13 . melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. bahkan menganggap wali atau orang suci. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). Oleh kerena itu.biasa. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen.

Di Indonesia. misalnya puasa. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Hizib Kekuatan Batin. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. 2. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . 1. Sahadad Pamungkas dll. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. khususnya orang jawa. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah.

melihat jarak jauh. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. 5. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. 4. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. tembus pandang dan lain-lain. minyak panas dan air keras. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. meskipun sama-sama berbadan ghaib. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. 3. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.

Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. bisa sakit jiwa (gila).sesungguhnya. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. ilmu kuat seks. 6. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). Warisan Keturunan. menderita saat 16 . Yaitu: 1. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. yaitu dengan cara pengisian. Menjalankan Tirakat. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Pengisian. 3. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. susah dapat rezeki. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Ilmu-ilmu pengobatan. 2. pantangan. mantra.

Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Jadi bukan karena Ilmunya. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Ayahnya 17 . Sayangnya. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said.akan mati dll. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Ronggolawe. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. Karena tindakannya itu. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Namun sebagai Muslim. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Adipati Tuban. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin.

Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Dari hasil rampokannya itu. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Sebagai Perampok. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Karena itu.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. karena alasan ajaran agama. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil.

Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. dalam pendapat saya. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. puasa. silakan anda pikirkan masak-masak. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. 19 . Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. Karena itu. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. Padahal. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Kemudian secara logika. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Logikanya. bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”.Secara sintaksis. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya.

Dari sini sajasudah jelas. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). Kesultanan Banten. ia adalahseorang Qadli. bila saat itu beliau masih hidup. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. Logikanya ialah. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Mulud (dari Maulid). Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. Kesultanan Demak. ‘Joko Said’. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). namanya tak lagi disebut-sebut. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. 20 . Suro (dari Syura’). Kesultanan Cirebon. Bila riwayat ini benar. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. bukan praktisi Kejawenisme. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Sunan Giri. Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. dan masih banyak istilah lainnya.

Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. beliau menerimanya. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak.dekat Demak. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. bahwa beliau bisa terbang. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. Buktinya sangat banyak sekali. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Perkiraan saya. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’.

didekati secara bertahap. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. perayaan sekatenan. misalnya Layang Kalimasada. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. Nalaa Qaarin. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. baju takwa.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. 3. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. gamelan. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. wayang. Petruk. 1. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. grebeg maulud. 4. Maksudnya. Seni ukir. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. Dalam hal ini. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. Ramayana. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Misalnya. ‘Simaar’ yang artinya Paku. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. Maksudnya. Simaaruddunyaa. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. Kurawa. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. Bagong. dan lainnya. Secara filosofis. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. dll. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. 5. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. Dalam hal ini. Maksudnya. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. ini sama dengan 22 .

pengembara muslim. Harian Duta Masyarakat mengungkap. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. ciri. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. Sebagai islam adalah agama yang moderat. melalui berbagai pertunjukan seni. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. Begitu pula Ibnu Bathuthah. peraturan pemerintah dan lain-lain. Kemudian Marcopolo menyebutkan. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. bukan ahli Kejawen. Begitu juga dalam mengajarkan agama. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam.

Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. 28-30 Maret 2007). maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. Setelah penduduk tertarik. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. memperhatikan kebudayaan dan adat. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. dalam Ensiklopedi Islam. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. Lalu berusaha menarik simpati mereka. diajari wudhu’. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. selama tak ada larangan dalam nash syariat. Pertama-pertama. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Misalnya. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Walisongo belajar bahasa lokal. tapi diisi 24 . gamelan. shalat. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. Afrika. Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. Misalnya. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA.. dan sebagainya. Walisongo berdakwah dengan cara damai. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. mereka diajak membaca syahadat. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. Dakwah mereka adalah dakwah kultural.

Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Selain itu.pembacaan tahlil. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. untuk mendidik calon-calon dai. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . doa. mirip kata sanggar. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. dan sedekah. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara . Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Sebelum Islam datang ke Aceh.

Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. atau mungkin sebelumnya. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. mengungkap Islam masa lampau. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”.ummatnya. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat.J. yang telah surut pemikirannya. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. tetapi lebih rumit lagi. Penolakan B. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden.13 masehi. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR.

Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. intuisi dan imajinasi.kelas dua. bukan kualitas. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". yang irrasional. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. bukan kelas mujtahid. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. berbeda dengan Ahmadiah. karena "kejawen" berwarna abu-abu. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. Pada kenyataannya. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen".com tentunya dari internet. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. khususnya bagi orang jawa. Masih juga menurut Yos Rizal. dan lebih melekat dengan budaya Islam. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. namun khsusunya bagi orang jawa. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. berdasarkan perasaan. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. Maka wajar hingga abad ini.

kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. Dalam ajaran Jawa. juga menekankan aspek perilaku. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro.tidaklah dianggap nabi. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. "kejawen" tetaplah "kejawen". Karena itu. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. masih menurut Soenarjo.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. lelakon yang harus dilakukan manusia. 28 . sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. namun dimasa kehidupan beliau. Selain itu. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. "Yakni. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". bukan hanya tekstual.(Sumber:Radar Bojonegoro). Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. Saat ini. salah satunya dari paparan di atas. puasa. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. Oleh karena itu.

guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. yaiyu Hindu. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). 29 . lengkap dengan filosofi. Budha. Dengan membaca buku ini. dan santri. Meskipun berupa percampuran.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia.yaitu tempat-tempat suci. Islam. yaitu Islam abangan. priyayi. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. dan Kristen. Dikalangan para peniliti. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. istilah aliran kepercayaan. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. khususnya masyarakat Jawa. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam.

sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. Dengan demikian.BAB III SENI. sistem mata pencaharian hidup. yang harus dibiasakannya dengan belajar. sistem pengetahuan. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . sistem religi. BUDAYA INDONESIA. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. Pandangan di atas. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. Islam tidaklah datang dari langit. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. sistem dan organisasi kemasyarakatan. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. merupakan produk dari 30 . Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. bahasa. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). Islam merupakan produk kebudayaan. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. kesenian.

Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. fitrah manusia.kerancuan pemahaman tersebut. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia.

dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. Agama adalah sesuatu yang final. termasuk kebudayaan. agama adalah bagian dari kebudayaan. universal. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. 32 . relatif dan temporer. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. Dengan pemahaman di atas. sedangkan di Islam. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. Dr. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. Agama memerlukan sistem simbol. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. Sementara Prof. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). Oleh karena itu. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. sebuah peradaban. Tetapi keduanya perlu dibedakan. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Islam justru membangun sebuah budaya. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. budaya didefinisikan oleh agama(vii).sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling.

Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. Demikian juga dalam upacara tahlilan. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. agama dapat mempengaruhi simbol agama. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. tetapi memiliki tujuan yang sama. Baik agama maupun kebudayaan. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. Agama. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. Misalnya. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. Karena seni tradisi. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. Dan ketiga. karya. yaitu. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. dalam menyambut anak yang baru lahir. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . Kedua. Oleh karena itu. budaya lokal. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. nilainya adalah agama. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama.

. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. perkawinan. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. sebagai salah satunya. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. kematian. Sehingga. yakni Islam dipahami sebagai 34 . Upacara Pangiwahan di Jawa Barat.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. Pada konteks selanjutnya. melainkan beraneka ragam. dan sebagainya. Pertama. masyarakat harus memuliakan kelahiran. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. yang mulia. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6].

Karena itulah. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. Seperti diketahui. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Dengan demikian. otentifikasi. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Dengan demikian. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Dengan demikian. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. Ketiga. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Dalam konteks inilah. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. Kedua. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Dalam pengertian. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah.

sufi dan tarekat. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. begitu kata Mark R. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. soteriologi. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. deligitimasisasi. Woodward selanjutnya. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. biasanya 36 . Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. Fazlur Rahman. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. Demikianlah. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. ritual. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. etika. Inilah yang dalam pandangan Mark R.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. Sistem-sistem doktrinal. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. sebagaimana kitab suci yang lainnya. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. sekaten maupun tahlilan. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). [19] Dengan demikian. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. bukan pengamat. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. nyadran. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik).Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. jika ingin ditampakkan. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. mengikuti premis Weber di atas. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. Dalam tradisi tahlilan misalnya. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat.

kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. apalagi sampai menumpahkan darah. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. Benar. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. pagelaran seni dan sastra. forum pengajian. Timur Tengah. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. Ini terbukti. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. Meskipun secara pelan. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. tepatnya di daerah Glagahwangi. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal.

Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. bukan oleh agama. Islam dan ihsan. Islam. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. iman. Pada mulanya. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. hakikat dan makrifat. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. demikian juga Hindu. arsitektur Barat. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. Sekali lagi. Namun. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. Dengan 43 . Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan.

Pengaruh arsitektur India misalnya. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. dengan caranya sendiri. Jadi. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. Akhirnya. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. Saat itu terlihat dua arus besar. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. Namun. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. Namun. Pada periode berikutnya.fakta ini. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. Demikian juga NU. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam.

Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . bahkan bisa disebut subkultur. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Sebaliknya. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu.

maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. Ketegangan pun terus terjadi. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. Kembali kepada khittah 26. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Tetapi. tampaknya. Selalu ada dua faktor. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Pengamatan sepintas. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. kebodohan dalam pendidikan dan politik. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. 46 . pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki.

Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. Dari sinilah. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Dalam ilmu sosial. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Dengan demikian. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. Padahal 47 . Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal.Dengan demikian. pluralis dan ramah. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. Karenanya.

Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. kita harus menyadari bahwa Pertama. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. Tetapi di saat yang sama. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. kapasitas intelektual. tepatnya daerah Hijaz. Hukum syari?at. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. Oleh karena itu. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. sebagai kritik terhadap budaya lokal. misalnya. problem. Oleh karenanya. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. sistem budaya. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . dalam bentuknya yang ada. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. Dalam konteks sosial tertentu. tempat Islam akan ?disemaikan. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. yang gaib.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. Dengan demikian. Kedua. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal.universalisme Islam. Islam di Persia maupun Islam di Arab.

tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. dalam halhal tertentu.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. Di Indonesia. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. dan karena itu. Meskipun begitu. pada babak ini dalam sejarah. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. tentu saja telah sangat bervariasi. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. semakin luas lingkupnya. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. ketika Islam telah dikembangkan. pada kenyataannya. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . Kadang-kadang. apa yang telah dirasa sebagai Islam. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. dipandang dari sudut historis.

Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. Namun demikian. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. dialogis. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. Dan ketiga. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. kecenderungan legalistik. 50 . tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. Penolakan total terhadap tradisi lokal. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. formalistik. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. Kedua. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. Pertama. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis.

Memang hal ini bisa membawa dampak positif. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. dan sebagainya. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. dengan tatanan Islam. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. menjelekjelekkan partai lain. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. dan sebagainya. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. dan ada kalanya dengan cara kasar. Namun. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. misalnya dalam bentuk money politics. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik.

Dalam konteks ini. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. dan (d) mencegah massa. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. Oleh karena itu. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. Hanya. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. Namun. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. di tengah arus 52 . Adalah suatu keharusan. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. jujur dan adil. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. Sementara itu. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way).

Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. keadilan. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal.transisi politik sekarang ini. Seperti di kemukakan di atas. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. Dengan tema-tema semaam itu. sudah berubah. Tanpa kesadaran ini. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. Bahkan. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. takaful. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. Berdasarkan fungsi ini. wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. Karena itulah. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Dalam konteks inilah.

tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. Taruhlah. keyakinan. Disamping sebagai 54 . ilham atau wali misalnya. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal.substansi dari ajarannya. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Pada saat yang sama. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. Istilah-istilah seperti wahyu. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Oleh karenanya. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. Islam mempunyai karakter dinamis. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Yang patut diamati pula. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam.

dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. Nilai agama. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . 4. solidaritas. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. Nilai ekonomi. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. 5. 55 . maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. yaitu : ekonomi. Nilai kuasa. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. maka manusia mengenal nilai seni. 2. perasaan. seni. 1. kuasa dan teori. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. Berbeda dengan hewan.fasilitas. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. 3. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. Nilai seni. Nilai teori. alam adalah tantangan yang harus diatasi. maka manusia mengenal nilai agama. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. agama. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan.

Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. persahabatan dan simpati sesama manusia. politisi yang pejuang. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. seniman. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. ulama yang rasionil. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . Nilai solidaritas. pekerja sosial an sebagainya. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya.6. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. menghargai orang lain. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. sehingga ada sosok orang yang materialis.

Ia tak bisa produktif menulis novel. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan. Bahkan. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. yaitu efisiensi waktu. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. Ambil contoh penciptaan citra 57 . Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. yang notabene juga karya seni. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. di Amerika misalnya.

Seni. Amerika. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. sebuah copy lebih indah dari aslinya. hedonisme. modernitas. imperialisme kultural. dsb. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. 2006: 49). Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. (Berger. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. Di sinilah uniknya. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis.

” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. Beliau turun kembali. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. sampai mereka memegang dan merabanya. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Wawasan Al-Qur’an]. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. Karena itu. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. Suatu ketika dikisahkan. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah.” [M Quraish Shihab. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan.penciptaan jagat raya ini. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas.

Mongolia. dan Seljuk. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. tidak menentangnya. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. pada masa itu. Mesir. Karena itu. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. Moor. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Asia Kecil. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. Di daerah-daerah tersebut. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. 60 . belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. maka sunnah Nabi mendukung. Spanyol. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. Bahkan. India. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. Bizantium. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. dan Eropa.” Ucapan ini benar adanya. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. khalifah kedua. pernah berkata.

Dengan begitu. memiliki identitas dan esensi yang satu.” Ia menambahkan.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. mau menanamkan uang sebesar $9. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. Tentu saja. 61 . Titus Burckhardt. seorang Saudi kaya. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. Biar bagaimanapun. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Namun. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak.

Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Bahkan dewasa ini. terutama sejak 11/9.Namun gejolak politik di Israel. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. Di Eropa Barat. misalnya. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. kebudayaan selalu menjadi alat politik. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. dan Bangladesh. Pakistan. Dengan kata lain. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. Gaza. Lebanon. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. Turki. untuk menampung koleksi Islaminya. rencananya dibuka pada 2009. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. Dan. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 .

peti gading. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. Dan di sini. Selama pembangunan Galeri Jameel.. Dengan kata lain. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. dan Ottoman. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. Qajar. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. ia menyerap berbagai pengaruh baru. Jepang. kemudian. Tetapi seni sekuler.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali.D. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. Kemudian. hingga ke Asia. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. dan metal. kendi kaca." Tim Stanley.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. dengan ketiadaan pendeta. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . vas keramik. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. khususnya dari Cina. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. Namun demikian. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil.

buahbuahan. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. Sekarang. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. seperti membangkitkan kesan surga di bumi." Berukuran 36 kali 16 kaki. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. dan hewan. tergantung tidak jauh. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. Sebaliknya. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. demikian juga Yahudi. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. Di masa lalu. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. atau sekitar 11 kali 5 meter. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “.

Keyakinan ini disebut Iman. yang mencakup . Putra. seperti kepercayaan. musik. akal budi. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. patung nenek moyang. way of life. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. Aspek kehidupan Spritual. kesenian dan adat istiadat. makanan. peralatan ( pakaian. seperti upacara-upacara ( kelahiran. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. seni rupa ( melukis). adat istiadat. tatanegara. A. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. Sebaliknya sebagian ahli. filsafat kebudayaan dan sejarah ). Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. ilmu dll). kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. dan kelakuan. Untuk memudahkan pembahasan. novel-novel. visual arts dan performing arts. seni pertunjukan ( tari. karena menurutnya. Bahkan menurut Hegel. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. 65 . pernikahan.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. mencakup kebudayaan fisik. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. Kesenian 4. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. kesenian. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah.bangunan . Sejarah 5. arsitektur) . Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. seperti sarana ( candi. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. pantun. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. kesenian . tata hukum. alat-alat upacara). Bahasa dan Kesustraan 3.dan penuh penderitaan. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. Heddy S. perahu ). Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. syair. Kehidupan Spritual 2. Adapun menurut para ahli Antropologi. akhlak. seperti Pater Jan Bakker. Juga mencakup sistem sosial. 149. Ilmu Pengetahuan.

yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. Sedangkan manusia. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. pembisik dari malaikat . Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. Kelompok kedua. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. maka unsur malaikatlah yang menang. penglihatan dan hati. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. Di sinilah. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. sebagai aplikasi dari unsur tanah. karena diciptkan dari api. Oleh karena itu. masih menurut ahli antropogi. sebagaimana tersebut di atas. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. Di sini. selain memberikan bekal. . berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Berbagai tingkah laku keagamaan.Hal itu. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. karena diciptakan dari unsur cahaya. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut.ayat dari kitab suci. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ).masing agama. Dan kelompok ketiga. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. saling bertentangan dan tarik menarik. Dari keterangan di atas. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran.bukanlah diatur oleh ayat. dan pembisik dari syetan. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. maka unsur syetanlah yang menang.

mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. dibolehkan memakai arsitektur Persia. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. di dalam masyarakat Aceh. Prinsip semacam ini. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. Teori seperti ini.karya manusia. keluarga wanita biasanya. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. umpamanya. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. yang merupakan bagian dari budaya manusia. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. Sampai disini. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. 67 . Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. norma dan pedoman. berasal dari agama. budaya dan persatuan. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. Tetapi yang perlu dicatat. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. Dari situ. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Menentukan bentuk bangunan Masjid. pasal 32. Dengan demikian. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Pernyataan seperti itu tidak benar. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. berkemajuan. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. Dalam penjelasan UUD pasal 32. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. sebagaimana telah diterangkan di atas. seperti .

. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). Islam melarangnya. untuk memakamkan orang yan meninggal. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. dan persatuan. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. Di daerah Toraja. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. setelah terbukti ke-autentikannya. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. dan secara besar-besaran. Kemudian kalau sudah tiba masanya. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . thowaf di Ka’bah dengan telanjang. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. Seperti. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ .Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . Sedang nash syareat. sebuah upacara pembakaran mayat.Contoh yang paling jelas. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. maka sesuatu itu baik “ 68 . Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia.malam lebaran. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Bedanya. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. Dan juga. maka nash jauh lebih kuat. juga memerlukan biaya yang besar. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. Dan karena tradisi. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . Jawa tengah. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar.

misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. Subhanallah… Tapi di sisi lain. 1996). Tapi pada 1969. dunia hanya perlu waktu 1. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. 1995).PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. Pada tahun 1995. kita hanya perlu 12 jam saja. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. dengan sarana komunikasi canggih. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. 1997). Elizabetta. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. Sekarang dengan naik pesawat terbang. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). Dengan ditemukannya mesin jahit. menjadi lebih berbahaya. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. dan transportasi. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). terbukti amat bermanfaat. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. Elenna adik Luigi (Kompas. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. Berbagai sarana modern industri. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. 16/01/1995). komunikasi. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. 2004). Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. seorang bayi Italia. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. atmosfer udara. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Lingkungan hidup seperti laut. misalnya.

Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. hipotesis. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. konsep. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua).kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. Pertama. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Sebagai aktivitas manusia. Akan tetapi. teori. mesin. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. kekerasan. Ini 70 . penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. Pengetahuan termasuk. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Di sinilah. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. dan perjudian. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi.

wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. sedang yang bertentangan dengannya. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. pincang. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. ekonomi dan militernya. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. Kemajuan Iptek di Barat. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. Standar syariah ini mengatur. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . Kedua.

seperti yang terjadi di Buyat. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. 72 . Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. Rusia. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. perak dan tembaga. dll. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. dan di India. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang.materialisme-sekuler. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. Krisis ekologis. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. Minamata Jepang. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya.

justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). kelaparan. ekonomi dan moral bangsa dan umat. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. Islam. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. Kekuasaan dan Keagungan-Nya.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. mengamati. (yaitu) 73 . kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Keindahan dan Kemuliaan. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. busung lapar. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal.

yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek.” (QS. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Diakui atau tidak. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. Wujud yang wajib. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. keduanya bila dibaca. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. gaya hidup. Maha Suci Engkau. Injil dan Al Quran). Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. pengenalan. prinsipprinsip dan hukum alam). Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. Tuhan Yang Maha Kuasa.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Keduanya saling membutuhkan. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. Zabur. melalui mata. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. 74 . termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. dipelajari. maka peliharalah kami dari siksa neraka. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. dalam pandangan hidup. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. holistik dan integratif. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). diamati dan direnungkan.

Jadi. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. harus didasarkan pada ayat tertentu. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. atau hadis tertentu. geologi.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Nuh [71]: 16). ath-Thalaq [65]: 12). an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. tapi yang dimaksud. maka konsep itu berarti harus ditolak. manusia sekarang bukan 75 . bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. Ringkasnya. Artinya. Fushshilat [41]: 11-12). itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. Berarti. dan seterusnya. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. 1996: 12). agronomi. 2005: 113). dan seterusnya. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. bukan berarti bahwa ilmu astronomi. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. apa pun konsep iptek yang dikembangkan.

yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. Implikasi lain dari prinsip ini. Adam AS adalah manusia pertama. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. as-Sajdah [32]: 7). bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. al-Hujuraat [49]: 13).keturunan manusia pertama. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen).” (Qs. bagaimana pun juga bentuknya.” (Qs. Iptek yang boleh dimanfaatkan. 2001). Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Jadi. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). Antara lain firman Allah: 76 . adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. dan bukan sumber iptek. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Nabi Adam AS. selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. “Hai manusia.

tidak berperikemanusiaan. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. Muslim]. Dengan rentang waku yang cukup 77 . Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. bukan seksual). Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. al-A’raaf [7]: 3). mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. maka perbuatan itu tertolak. Karena itu. an-Nisaa` [4]: 65). Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. dan seterusnya. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. dan bertentangan dengan nilai agama. Kontras dengan ini. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. Selama sesuatu itu bermanfaat. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme.” [HR. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia.“Maka demi Tuhanmu. sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral.

panjang. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Pada abad ke-8 dan 9 M. Tradisi keilmuan berkembang pesat. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. sekitar 767 tahun. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. 5. 78 . Sebut saja. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Hasilnya. Algoritma (logaritma). Di era ini. Blue Mosque di Konstantinopel. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani.5:1. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. 4. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. Masa kejayaan Islam. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Tapi jangan khawatir. Hebatnya. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. Saat itu. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. Dr Muhammad Lutfi. Andalusia pada tahun 913 M. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada.

Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. Tanggal 3 Maret 1924. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Dalam bidang kedoteran. Di sisi lain. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. bahkan lebih percaya tahyul. kata Lutfi. Sebelum Islam datang. Saat itu di Barat. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna.Saat itu.” jelas Luthfi. misalnya. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. jika ada orang gila. ditambah tenaga ahli. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. Ketika Jerman kalah. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. seorang Zionis Turki. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. 79 . Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. Pada abad ke-14. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. kata Luthfi. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah.

Dalam Islam. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. hadis. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden.” ujarnya. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. semakin ditekan. fikih. sangat sulit. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. umat Muslim tercerai berai. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi.”ujarnya. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Yang pertama adalah merapatkan barisan. Di Iran. ”Seperti janji Allah. melainkan oleh Ayatullah atau Imam. akhlaq. 80 .” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam.Kini 82 tahun berlalu. ujar Ridwan. Sementara itu.” Konsep khilafah Islamiyah. 700 tahun pertama Islam berjaya. tauhid. jelasnya. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. dan janganlah kalian bercerai berai. Islam akan semakin menancap dengan kuat. ada dua jenis ilmu. Sistem pemerintahan Iran ini. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. ”Ibaratnya paku. menurut Luthfi. kata Luthfi. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali.” kata dia.

menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. paradigma Islam. Jadi. dan cabang sains lainnya. dan cabang-cabangnya. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. psikologi. Jadi. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. syariah Islam-lah. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek.syariah. Wallahu a’lam 81 . Kedua. dan bukannya paradigma sekuler. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). matematika. Pertama.” (Qs. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. al-A’raaf [7]: 96). maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami.

BAB IV PENUTUP 4. Saran 82 .1. Kesimpulan 4.2.

7. Bandung : Penerbit Mizan. Vol I. Bina Ilmu 8. An-Nabhani. Jakarta : Gema Insani Press. Bagil : Al-Izzah. Nizham Al-Islam. Abdurrahman.DAFTAR PUSTAKA h1. 1994. Bangil : Al-Izzah. Bustanudin. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. 4. 104-114.al. Agus. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. Arsyad. hal. Jurnal Al-Insan. 1996. Jakarta: Media Da’wah. 2001. Shabir et. 2005. Hossein. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Bakry. M. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. 2.al. Menengok Kejayaan Islam. 1992. 1999. 83 . 1995. Surabaya : PT. No. Januari 2005. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. Islam dan Ilmu Pengetahuan. 1. Natsir. Bahreisj. 9. Taqiyuddin. 1996. 5. 6. Farghal. Al-Baghdadi. 1999. Jakarta : Gema Insani Press. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. Ahmed. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Hasan. Nurchalis et. ----------. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. 3.

Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. Jakarta : Bina Mitra Press. Ilmu Dalam Perspektif Moral. Abdul Qadim.10. 15. Myers. 2000. Charis. Sosial. Cetakan X. Syeichul. Jakarta : Penerbit Republika. dan Politik. Zubair. Jakarta : PT Gramedia 16. Jujun S.2003. Zallum. 1997. RA & M. 17.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. Budi. el-Khoiry. Andi Muawiyah. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. 1992. Norma dan Etika Ekonomi Islam. 20. Ramly. 14. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu.nursyifa. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. Zahoor. 2003.htm 84 . Jakarta : Gema Insani Press. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. Shoelhi (Ed. Winarno. 18. Eugene A. ----------. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah.). Alih bahasa M. 19. dan Menyebarluaskannya. Gunadi. Menerapkan. Hadipermono. 11. 2004. A. Yusuf. 12. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. 1997. Surabaya : Wali Demak Press. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam).M. A.wikipedia. 2003.1986. Yogyakarta : Tajidu Press. 1995. Suriasumantri. Yogyakarta : LKiS. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2001.hypermart.org/wiki/Qiyas http://www. http://id. 13. Qaradhawi. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru.

85 .