SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

2. 1. media cetak.1. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1.5.4. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni.3. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang.1. Tujuan Penulisan.3. Dinamisme.4. budaya Indonesia.2. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku.1. Metode Penulisan 1. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.5.3. dan perkembangan iptek 1.1.3.4. budaya dan kejawen Indonesia. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1. DAFTAR PUSTAKA 5 . 1.2. 1.2.2. 1. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran.2.2. BAB II Animisme. dinamisme. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam.4. 1. Mengetahui pandangan islam terhadap animism.2.2. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni. 1. Rumusan Masalah. 1. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1.

6 . bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka.[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. DINAMISME. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif.BAB II ANIMISME. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. apakah benda itu berwujud sebutir batu. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan. Islam tidak membenarkannya. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita. orang yang menjalankannya disebut Musyrik.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. nilainya sama saja. Benda adalah tetap benda. Allah berfirman. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern). dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). memanggil roh orang telah mati memang mungkin. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan.

rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. roh-roh pendusta. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. ataupun kelompok.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). yaitu : 1. Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. orang-perorangan. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. Karena fetish itu berkarya. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu. hidup di gunung. di pohon kayu. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. 2. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif.1. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). di batu besar fetish dan sebagainya. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. kotak. roh-roh pembohong saja. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. 2. Bila orang meninggal. gigi binatang dan sebagainya. secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua.

Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. 6 : 60). tumbuhtumbuhan. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. 2. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. Hidup adalah keutuhan. binatang. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. 39 : 42). Allah menciptakan dunia. untuk makanan. 8 . Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. 2. dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”.menghidupkan hati manusia. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia.2. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an.

53 : 24 . yaitu. ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif. serta keharusan menyerah kepada-Nya.170). Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. 3 : 169 . Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan. 2. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. Dr. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. yang tingkat kebudayaannya 9 . melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak. demikian Honig mengartikannya. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan.3. Jadi kalau demikian artinya. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q.3. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani.

berupa langit dan bumi. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. binatang dan manusia. pada beberapa hewan dan juga manusia. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. karena takut kepada-Nya. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi.S. 30 : 24). 10 . Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia.masih rendah sekali. tumbuh-tumbuhan. 2. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga.G. Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. misalnya dalam api. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). Dinamisme disebut juga preanismisme. Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. batubatu. T. 13 : 13). Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa.

agam daerah atau agama etnis-premitif). Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. dalam dinamisme diubah bentuknya. Do’a menjadi mantera. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. Maka. Do’a menjadi rumus yang sakti. sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. lepas dari ikatan ketuhanan. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. Kembali kepada dinamisme. Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. maka dia menjadi lain sama sekali. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. kurban. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. dinamisme itu bukan agama. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. yang di Jawa disebut Japamantra.

Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Khodam. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. pantangan. Penabungan Energi. wirid tertentu. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. minum. Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Anda perlu mengisi energi. mantra. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. ngebleng dan lain-lain. atau olah rohani. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. ritual. begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. nglowong. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Khodam disebut juga Qorin. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Tirakat. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. tapi juga bukan banci. tidur dan tidak boleh kena cahaya).

13 . Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam.biasa. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. bahkan menganggap wali atau orang suci. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. Oleh kerena itu. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Perlu diterangkan. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati.

Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. misalnya puasa. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. 2. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. 1. Di Indonesia. khususnya orang jawa. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. Hizib Kekuatan Batin.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. Sahadad Pamungkas dll. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan.

sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. melihat jarak jauh. 3. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. 5. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. tembus pandang dan lain-lain. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. minyak panas dan air keras. maka kuasailah ilmu trawangan. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki.dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 . 4. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. meskipun sama-sama berbadan ghaib. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.

Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. menderita saat 16 . Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. 2. ilmu kuat seks. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. Yaitu: 1. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. Ilmu-ilmu pengobatan. yaitu dengan cara pengisian. mantra. bisa sakit jiwa (gila). Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa.sesungguhnya. Warisan Keturunan. 6. Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. Menjalankan Tirakat. Pengisian. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. pantangan. 3. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. susah dapat rezeki. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus.

Namun sebagai Muslim. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Jadi bukan karena Ilmunya. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. Karena tindakannya itu. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M.akan mati dll. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Ronggolawe. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Ayahnya 17 . Sayangnya. Ayahnya adalah Arya Wilatikta. Adipati Tuban. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman.

Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. Dari hasil rampokannya itu. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. karena alasan ajaran agama. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Sebagai Perampok. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Karena itu. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin.

Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. silakan anda pikirkan masak-masak. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. 19 . itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. Karena itu. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat. karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. puasa. Logikanya. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu.Secara sintaksis. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. dalam pendapat saya. Kemudian secara logika. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang).gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. Padahal.

Sunan Giri. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja. namanya tak lagi disebut-sebut. Mulud (dari Maulid). ‘Joko Said’. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’. Bila riwayat ini benar. ia adalahseorang Qadli. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. Kesultanan Banten. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. Suro (dari Syura’). Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. Logikanya ialah. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). 20 . Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. Kesultanan Cirebon. dan masih banyak istilah lainnya. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. Kesultanan Demak. Dari sini sajasudah jelas. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). bukan praktisi Kejawenisme. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. bila saat itu beliau masih hidup.

mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. bahwa beliau bisa terbang. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya.dekat Demak. beliau menerimanya. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Buktinya sangat banyak sekali. Perkiraan saya. Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri.

dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. Nalaa Qaarin. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. Petruk. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. Seni ukir. Dalam hal ini. grebeg maulud. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. Kurawa. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. misalnya Layang Kalimasada. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. Secara filosofis. Bagong.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. ‘Simaar’ yang artinya Paku. Maksudnya. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. baju takwa. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. dll. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. ini sama dengan 22 . Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. Dalam hal ini. Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. Ramayana. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. wayang. Maksudnya. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. 3.didekati secara bertahap. Misalnya. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. 4. perayaan sekatenan. Simaaruddunyaa. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. Maksudnya. 5. 1. gamelan. dan lainnya. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab.

Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. pengembara muslim. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. Sebagai islam adalah agama yang moderat. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. Harian Duta Masyarakat mengungkap. Begitu pula Ibnu Bathuthah. ciri. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. Begitu juga dalam mengajarkan agama. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). Kemudian Marcopolo menyebutkan. melalui berbagai pertunjukan seni. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. peraturan pemerintah dan lain-lain. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. bukan ahli Kejawen. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental.

Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. Walisongo berdakwah dengan cara damai. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. Misalnya. Lalu berusaha menarik simpati mereka. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Afrika. tapi diisi 24 . Setelah penduduk tertarik. dan sebagainya. memperhatikan kebudayaan dan adat. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. selama tak ada larangan dalam nash syariat. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa. dalam Ensiklopedi Islam. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. mereka diajak membaca syahadat.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. 28-30 Maret 2007). Pertama-pertama. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. Walisongo belajar bahasa lokal. diajari wudhu’. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. shalat. serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Misalnya. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. Sekitar Walisanga karya Solihin Salam.. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. gamelan.

Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara .pembacaan tahlil. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. Sebelum Islam datang ke Aceh. mirip kata sanggar. Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Selain itu. doa. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. dan sedekah. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . untuk mendidik calon-calon dai. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat.

mengungkap Islam masa lampau. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya.J. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S. hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. Penolakan B. Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. yang telah surut pemikirannya. atau mungkin sebelumnya. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. tetapi lebih rumit lagi. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi.13 masehi. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR.ummatnya. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga.

"kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. intuisi dan imajinasi. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. karena "kejawen" berwarna abu-abu.com tentunya dari internet. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". yang irrasional. berbeda dengan Ahmadiah. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama. khususnya bagi orang jawa. Maka wajar hingga abad ini. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. bukan kualitas. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo.kelas dua. Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. namun khsusunya bagi orang jawa. berdasarkan perasaan. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. Masih juga menurut Yos Rizal. dan lebih melekat dengan budaya Islam. Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. bukan kelas mujtahid. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. Pada kenyataannya.

masih menurut Soenarjo. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. Karena itu. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini. Saat ini. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. lelakon yang harus dilakukan manusia. salah satunya dari paparan di atas. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga. puasa. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. Oleh karena itu. Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. Selain itu. bukan hanya tekstual.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. juga menekankan aspek perilaku. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. 28 . memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. namun dimasa kehidupan beliau. "Yakni. kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. "kejawen" tetaplah "kejawen". Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu.tidaklah dianggap nabi.(Sumber:Radar Bojonegoro). Dalam ajaran Jawa. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat.

sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. Dikalangan para peniliti. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik.dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. yaitu Islam abangan. yaiyu Hindu. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. 29 . Islam. dan santri. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. lengkap dengan filosofi.yaitu tempat-tempat suci. priyayi. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. khususnya masyarakat Jawa. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. Budha. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini. Meskipun berupa percampuran. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. dan Kristen. istilah aliran kepercayaan.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. Dengan membaca buku ini. dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam.

Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. sistem pengetahuan. bahasa. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . merupakan produk dari 30 . Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. sistem mata pencaharian hidup. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. Islam tidaklah datang dari langit. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. yang harus dibiasakannya dengan belajar. Dengan demikian. menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya.BAB III SENI. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. sistem dan organisasi kemasyarakatan. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. Pandangan di atas. BUDAYA INDONESIA. Islam merupakan produk kebudayaan. Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah. sistem religi. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas. kesenian. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif.

tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu. Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii).kerancuan pemahaman tersebut. fitrah manusia. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Hal itulah yang universal dalam diri manusia.

Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. universal. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). relatif dan temporer. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. 32 . Agama adalah sesuatu yang final. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. sebuah peradaban. Dr. Dengan pemahaman di atas. Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. agama adalah bagian dari kebudayaan. dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. Sementara Prof. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. Islam justru membangun sebuah budaya. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. Oleh karena itu. budaya didefinisikan oleh agama(vii).sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. sedangkan di Islam. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Sebagai sebuah kenyatan sejarah. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). termasuk kebudayaan. Agama memerlukan sistem simbol. Tetapi keduanya perlu dibedakan. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi.

nilainya adalah agama. yaitu. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. tetapi memiliki tujuan yang sama. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom).Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan. Oleh karena itu. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. Baik agama maupun kebudayaan. Kedua. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya. Karena seni tradisi. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. Agama. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. Dan ketiga. budaya lokal. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. dalam menyambut anak yang baru lahir. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Misalnya. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. karya. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. Demikian juga dalam upacara tahlilan. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. agama dapat mempengaruhi simbol agama. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan.

sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. melainkan beraneka ragam. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. masyarakat harus memuliakan kelahiran. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal.bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. Dengan demikian. Pertama. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. yang mulia. kematian. dan sebagainya. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. sebagai salah satunya. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. perkawinan. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. . Sehingga. Pada konteks selanjutnya. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. yakni Islam dipahami sebagai 34 .

Kedua. Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. otentifikasi. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. Ketiga. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. Karena itulah. yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . Dalam pengertian. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Dengan demikian. Dengan demikian. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Seperti diketahui. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. Dalam konteks inilah. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat.

menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. ritual. Demikianlah. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. Fazlur Rahman. akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. biasanya 36 . sufi dan tarekat. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Inilah yang dalam pandangan Mark R. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. etika. soteriologi. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. begitu kata Mark R. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. sebagaimana kitab suci yang lainnya. Woodward selanjutnya. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Sistem-sistem doktrinal. deligitimasisasi.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

Dalam tradisi tahlilan misalnya. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik).Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. jika ingin ditampakkan. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. sekaten maupun tahlilan. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7. mengikuti premis Weber di atas. bukan pengamat. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. [19] Dengan demikian. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). nyadran. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada.

pagelaran seni dan sastra. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. tepatnya di daerah Glagahwangi. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. forum pengajian. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. apalagi sampai menumpahkan darah. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. Ini terbukti. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. Meskipun secara pelan. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. Timur Tengah. Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Benar.

Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. hakikat dan makrifat. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. demikian juga Hindu. bukan oleh agama. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Dengan 43 . Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. iman. Namun. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Pada mulanya. Islam dan ihsan. arsitektur Barat.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. Islam. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi. Sekali lagi.

sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. Demikian juga NU. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. Namun. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. Akhirnya. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. Pengaruh arsitektur India misalnya. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih.fakta ini. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka. Namun. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. dengan caranya sendiri. Jadi. Saat itu terlihat dua arus besar. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. Pada periode berikutnya. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam.

dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. bahkan bisa disebut subkultur. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas.Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Sebaliknya. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa.

yaitu kemiskinan dalam ekonomi. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. tampaknya. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. Tetapi. Kembali kepada khittah 26. Pengamatan sepintas. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri.keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. Selalu ada dua faktor. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. kebodohan dalam pendidikan dan politik. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. Ketegangan pun terus terjadi. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. 46 . untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU.

Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. Dalam ilmu sosial. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. pluralis dan ramah. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi.Dengan demikian. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. Dari sinilah. Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. Padahal 47 . Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. Dengan demikian. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. Karenanya.

maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. dalam bentuknya yang ada. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. yang gaib. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. Hukum syari?at. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. Dalam konteks sosial tertentu. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. tempat Islam akan ?disemaikan. Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. Islam di Persia maupun Islam di Arab. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. Oleh karena itu. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya. misalnya. sebagai kritik terhadap budaya lokal. Tetapi di saat yang sama. Dengan demikian. kita harus menyadari bahwa Pertama. tepatnya daerah Hijaz.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. problem. Oleh karenanya. Kedua. sistem budaya. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya.universalisme Islam. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab. kapasitas intelektual. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama.

tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. pada kenyataannya. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. tentu saja telah sangat bervariasi. ketika Islam telah dikembangkan. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut. integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. dalam halhal tertentu. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. pada babak ini dalam sejarah. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. dipandang dari sudut historis. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. semakin luas lingkupnya. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. Meskipun begitu. apa yang telah dirasa sebagai Islam. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. Kadang-kadang. dan karena itu. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. Di Indonesia.

Penolakan total terhadap tradisi lokal. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. Kedua. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. formalistik. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. Dan ketiga. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. dialogis. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". Pertama. Namun demikian. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. kecenderungan legalistik. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. 50 . dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam.

misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. dan ada kalanya dengan cara kasar. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. misalnya dalam bentuk money politics. dengan tatanan Islam. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. dan sebagainya. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. dan sebagainya. Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. menjelekjelekkan partai lain.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. Namun. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa.

karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. dan (d) mencegah massa. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way).dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). Oleh karena itu. jujur dan adil. Hanya. Adalah suatu keharusan. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. Namun. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. Dalam konteks ini. mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. Sementara itu. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). di tengah arus 52 . yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran). Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama).

sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. takaful. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces).transisi politik sekarang ini. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. Tanpa kesadaran ini. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. Dengan tema-tema semaam itu. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Dalam konteks inilah. sudah berubah. Karena itulah. Seperti di kemukakan di atas. Bahkan. wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. keadilan. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. Berdasarkan fungsi ini. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya.

Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. keyakinan. Islam mempunyai karakter dinamis. Disamping sebagai 54 . Oleh karenanya. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep.substansi dari ajarannya. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. Pada saat yang sama. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. ilham atau wali misalnya. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". Istilah-istilah seperti wahyu. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Taruhlah. Yang patut diamati pula. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam.

Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. Nilai seni. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. Nilai agama. 2. Nilai kuasa. agama. solidaritas. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . Berbeda dengan hewan. yaitu : ekonomi.fasilitas. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. 1. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. alam adalah tantangan yang harus diatasi. seni. maka manusia mengenal nilai seni. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. 3. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. Nilai teori. 4. perasaan. kuasa dan teori. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. 55 . maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. 5. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. Nilai ekonomi. Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. maka manusia mengenal nilai agama.

Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi.6. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. sehingga ada sosok orang yang materialis. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. seniman. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. persahabatan dan simpati sesama manusia. yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. politisi yang pejuang. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. pekerja sosial an sebagainya. Nilai solidaritas. menghargai orang lain. ulama yang rasionil. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram.

Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan. yang notabene juga karya seni. Bahkan. Ia tak bisa produktif menulis novel. di Amerika misalnya. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. Ambil contoh penciptaan citra 57 . seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. yaitu efisiensi waktu. waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas.

Di sinilah uniknya. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. imperialisme kultural. modernitas. Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. sebuah copy lebih indah dari aslinya. Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. 2006: 49). Amerika. hedonisme. Seni. (Berger. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. dsb. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan.

Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Karena itu. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. Beliau turun kembali. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. Wawasan Al-Qur’an]. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. Suatu ketika dikisahkan. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian.” [M Quraish Shihab. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati.penciptaan jagat raya ini. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. sampai mereka memegang dan merabanya.

memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya]. pernah berkata. maka sunnah Nabi mendukung. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup. Asia Kecil.” Ucapan ini benar adanya. Di daerah-daerah tersebut. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. Spanyol. dan Seljuk.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. Mongolia. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. dan Eropa. Mesir. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. Karena itu. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. Bahkan. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. Bizantium. khalifah kedua. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. tidak menentangnya. Moor. India. 60 . pada masa itu. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia.

bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. Titus Burckhardt. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. mau menanamkan uang sebesar $9.” Ia menambahkan. 61 . Tentu saja. seorang Saudi kaya. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Namun. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam. Biar bagaimanapun. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. Dengan begitu. memiliki identitas dan esensi yang satu. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian.

misalnya. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. Dan. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. rencananya dibuka pada 2009. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). Turki. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. untuk menampung koleksi Islaminya. kebudayaan selalu menjadi alat politik. Di Eropa Barat. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. Dengan kata lain. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . Gaza.Namun gejolak politik di Israel. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya. Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. dan Bangladesh. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. Pakistan. Lebanon. terutama sejak 11/9. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. Bahkan dewasa ini.

Qajar. yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . Namun demikian. Kemudian. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. dengan ketiadaan pendeta. peti gading. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. Jepang. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. Dengan kata lain. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri. kemudian. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan.. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. Dan di sini. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. dan metal.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. kendi kaca. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. vas keramik. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. hingga ke Asia. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. dan Ottoman. ia menyerap berbagai pengaruh baru. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. Tetapi seni sekuler. Selama pembangunan Galeri Jameel. khususnya dari Cina.D." Tim Stanley. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid".

Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini." Berukuran 36 kali 16 kaki. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. Sekarang. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. Sebaliknya. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. dan hewan. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. buahbuahan. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. tergantung tidak jauh. Di masa lalu. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. atau sekitar 11 kali 5 meter. demikian juga Yahudi. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 .

Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra.bangunan .Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. filsafat kebudayaan dan sejarah ). Kesenian 4. 65 . keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. pernikahan. Heddy S. adat istiadat. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. Sejarah 5. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. 149. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. seperti sarana ( candi. kesenian. akal budi. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. Bahkan menurut Hegel. karena menurutnya. seni pertunjukan ( tari. perahu ). seni rupa ( melukis). novel-novel. Juga mencakup sistem sosial. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. seperti upacara-upacara ( kelahiran. Adapun menurut para ahli Antropologi. dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan. Kehidupan Spritual 2. peralatan ( pakaian. Sebaliknya sebagian ahli. tatanegara. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. dan kelakuan. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. A. visual arts dan performing arts. way of life. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. seperti Pater Jan Bakker. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. makanan. musik. Untuk memudahkan pembahasan. alat-alat upacara). tata hukum. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. patung nenek moyang. yang mencakup . kesenian . seperti kepercayaan. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. syair. mencakup kebudayaan fisik. pantun. Ilmu Pengetahuan. Aspek kehidupan Spritual. kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini. arsitektur) . Keyakinan ini disebut Iman. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. akhlak. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. Putra. kesenian dan adat istiadat.dan penuh penderitaan. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . ilmu dll). Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. Bahasa dan Kesustraan 3.

yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. Dan kelompok ketiga. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. Di sinilah. maka unsur syetanlah yang menang. pembisik dari malaikat . saling bertentangan dan tarik menarik. Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. Oleh karena itu. karena diciptkan dari api. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. sebagaimana tersebut di atas. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. masih menurut ahli antropogi. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. maka unsur malaikatlah yang menang. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ). Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. selain memberikan bekal. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Dari keterangan di atas. . sebagai aplikasi dari unsur tanah. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 . karena diciptakan dari unsur cahaya. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. dan pembisik dari syetan.masing agama.Hal itu. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. Sedangkan manusia. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. penglihatan dan hati. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. Berbagai tingkah laku keagamaan. Di sini. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan.ayat dari kitab suci. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri.bukanlah diatur oleh ayat. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. Kelompok kedua.

pasal 32. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. Teori seperti ini. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. 67 . Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. Dari situ. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. dibolehkan memakai arsitektur Persia. keluarga wanita biasanya. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. Menentukan bentuk bangunan Masjid. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum.karya manusia. Tetapi yang perlu dicatat. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. di dalam masyarakat Aceh. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Dengan demikian. norma dan pedoman. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. yang merupakan bagian dari budaya manusia. berkemajuan. mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. berasal dari agama. Dalam penjelasan UUD pasal 32. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. sebagaimana telah diterangkan di atas. seperti . Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. budaya dan persatuan. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. umpamanya. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. Pernyataan seperti itu tidak benar. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. Prinsip semacam ini. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. Sampai disini.

kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Seperti. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. Kemudian kalau sudah tiba masanya.. sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. maka sesuatu itu baik “ 68 . Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. Bedanya. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. maka nash jauh lebih kuat.Contoh yang paling jelas. Dan juga. thowaf di Ka’bah dengan telanjang.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . Jawa tengah. karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. dan secara besar-besaran. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. juga memerlukan biaya yang besar. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ). jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. dan persatuan. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Sedang nash syareat. Dan karena tradisi. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. sebuah upacara pembakaran mayat. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. Islam melarangnya. hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan.malam lebaran. Di daerah Toraja. untuk memakamkan orang yan meninggal. Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. setelah terbukti ke-autentikannya.

Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . Berbagai sarana modern industri. menjadi lebih berbahaya. Elenna adik Luigi (Kompas. Subhanallah… Tapi di sisi lain. Tapi pada 1969. Lingkungan hidup seperti laut. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. seorang bayi Italia. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono. kita hanya perlu 12 jam saja. atmosfer udara. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. dan transportasi. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. 1996). 1995). dengan sarana komunikasi canggih. komunikasi. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). 16/01/1995). terbukti amat bermanfaat. Elizabetta. dunia hanya perlu waktu 1. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. 1997). Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah.PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. 2004). Dengan ditemukannya mesin jahit. Pada tahun 1995. misalnya. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Sekarang dengan naik pesawat terbang.

mesin. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Pengetahuan termasuk. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). Sebagai aktivitas manusia. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. Di sinilah. konsep. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Akan tetapi. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. kekerasan. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. dan perjudian.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. teori. Pertama. Ini 70 . menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. hipotesis.

Kedua. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. ekonomi dan militernya. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . Kemajuan Iptek di Barat. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. pincang. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. sedang yang bertentangan dengannya. melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan.bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. Standar syariah ini mengatur.

Rusia. Krisis ekologis. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. perak dan tembaga. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. justru kini terpuruk di negerinya sendiri.materialisme-sekuler. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. 72 . Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. dll. dan di India. Minamata Jepang. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. seperti yang terjadi di Buyat. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju.

Kekuasaan dan Keagungan-Nya. busung lapar. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan. Keindahan dan Kemuliaan. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. Islam. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. kelaparan. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. mengamati. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. (yaitu) 73 . Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. ekonomi dan moral bangsa dan umat. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin).

Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. pengenalan. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. keduanya bila dibaca. diamati dan direnungkan. 74 . holistik dan integratif. dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena. Maha Suci Engkau. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Zabur. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. gaya hidup.orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. dalam pandangan hidup. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya.” (QS. Injil dan Al Quran). Tuhan Yang Maha Kuasa. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. melalui mata. dipelajari. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. Wujud yang wajib. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). Jadi agama dan ilmu pengetahuan. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Keduanya saling membutuhkan. Diakui atau tidak. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. prinsipprinsip dan hukum alam).

Berarti. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. Nuh [71]: 16). bukan berarti bahwa ilmu astronomi. manusia sekarang bukan 75 . bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. harus didasarkan pada ayat tertentu. Artinya.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. tapi yang dimaksud. Fushshilat [41]: 11-12). bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. Ringkasnya. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu. 2005: 113). Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Jadi. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. ath-Thalaq [65]: 12). Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. dan seterusnya. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. maka konsep itu berarti harus ditolak. dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. 1996: 12). Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. geologi. bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. atau hadis tertentu. dan seterusnya. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. agronomi.

padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. dan bukan sumber iptek. Nabi Adam AS. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. Antara lain firman Allah: 76 . yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana. iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. Jadi.” (Qs. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir). Adam AS adalah manusia pertama. “Hai manusia. al-Hujuraat [49]: 13). padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen).” (Qs. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. 2001). Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. as-Sajdah [32]: 7).keturunan manusia pertama. bagaimana pun juga bentuknya. Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Iptek yang boleh dimanfaatkan. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Implikasi lain dari prinsip ini. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah.

dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. bukan seksual). Kontras dengan ini. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. dan seterusnya. tidak berperikemanusiaan. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. maka perbuatan itu tertolak. Karena itu. Muslim]. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral.” [HR. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. dan bertentangan dengan nilai agama. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta.“Maka demi Tuhanmu. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. an-Nisaa` [4]: 65). Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. al-A’raaf [7]: 3). Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. Dengan rentang waku yang cukup 77 . Selama sesuatu itu bermanfaat. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual.

Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi. Saat itu. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. Blue Mosque di Konstantinopel.panjang. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. Di era ini. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. sekitar 767 tahun. Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. 78 . Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. Masa kejayaan Islam. Tapi jangan khawatir. terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Algoritma (logaritma). Dr Muhammad Lutfi. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. Tradisi keilmuan berkembang pesat. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Hasilnya. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. 5. 4. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika.5:1. Hebatnya. Pada abad ke-8 dan 9 M. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. Sebut saja. Andalusia pada tahun 913 M. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam.

secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. ditambah tenaga ahli. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. bahkan lebih percaya tahyul. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir.” jelas Luthfi. Di sisi lain. kata Luthfi. Ketika Jerman kalah. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. Eropa berada dalam Abad Kegelapan. Pada abad ke-14. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis.Saat itu. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. 79 . apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin. misalnya. Sebelum Islam datang. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. jika ada orang gila. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu. seorang Zionis Turki. Saat itu di Barat. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. kata Lutfi. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Dalam bidang kedoteran. Tanggal 3 Maret 1924.

fikih. ada dua jenis ilmu. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. tauhid. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. Di Iran. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. dan janganlah kalian bercerai berai. hadis. sangat sulit. 700 tahun pertama Islam berjaya. ”Seperti janji Allah. Islam akan semakin menancap dengan kuat. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah. Dalam Islam. melainkan oleh Ayatullah atau Imam.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden.” ujarnya. umat Muslim tercerai berai. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah.” Konsep khilafah Islamiyah. Sistem pemerintahan Iran ini. Yang pertama adalah merapatkan barisan. 80 . Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. jelasnya. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi. ”Ibaratnya paku. akhlaq. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam.”ujarnya. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. kata Luthfi. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. semakin ditekan. ujar Ridwan.” kata dia. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. Sementara itu. menurut Luthfi.Kini 82 tahun berlalu. ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini.

yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. matematika. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. al-A’raaf [7]: 96). Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan. Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. dan cabang-cabangnya. syariah Islam-lah.” (Qs. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. dan cabang sains lainnya.syariah. Pertama. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). Jadi. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. Jadi. psikologi. Wallahu a’lam 81 . pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Kedua. paradigma Islam. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. dan bukannya paradigma sekuler. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami.

2. Saran 82 .1.BAB IV PENUTUP 4. Kesimpulan 4.

Vol I. Hossein. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. 104-114.al. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. Al-Baghdadi. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. M.al. Surabaya : PT. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. Nizham Al-Islam. Januari 2005. 1999. Islam dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Media Da’wah. hal. 1996. 2. Bakry. Bustanudin. Abdurrahman. 1. 1999. Jakarta : Gema Insani Press. Nurchalis et. 1994. Ahmed. Jurnal Al-Insan. 2005. Bandung : Penerbit Mizan. Hasan. Bagil : Al-Izzah. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. Taqiyuddin. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. 83 . Natsir. Jakarta : Gema Insani Press. 2001. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. 1992. 9. ----------. Bangil : Al-Izzah. 7. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam. Shabir et. Farghal. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Arsyad. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. Bahreisj. Agus. No. Menengok Kejayaan Islam. 3. 4. An-Nabhani. 1996. 6. 1995. 5. Bina Ilmu 8.DAFTAR PUSTAKA h1.

2001. Eugene A.nursyifa. 2000. 1992. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Jakarta : PT Gramedia 16. 1995. Abdul Qadim. Syeichul. dan Politik. ----------.10. Ramly. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu.). Budi. 20. 18. Ilmu Dalam Perspektif Moral. Andi Muawiyah. 13. 15. Myers. 17. RA & M. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. Cetakan X. el-Khoiry. A. Yogyakarta : Tajidu Press. Yogyakarta : LKiS. dan Menyebarluaskannya. 19. Zallum. Winarno. Qaradhawi. Shoelhi (Ed. Zahoor. 2003. 1997. 1997. A. 12. Zubair. Jakarta : Penerbit Republika. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru.2003. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. Gunadi. Charis. 2004.hypermart. Suriasumantri. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. Jakarta : Bina Mitra Press.org/wiki/Qiyas http://www. Surabaya : Wali Demak Press.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits.htm 84 . Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru. Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. Hadipermono. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. Alih bahasa M. Yusuf. 2003.wikipedia. Sosial. http://id. Jujun S. Jakarta : Gema Insani Press. Menerapkan. Norma dan Etika Ekonomi Islam.1986. 11.M. 14.

85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful