(4) Makalah Seni, Budaya Dan Iptek Dalam Pandangan Islam

SENI, BUDAYA, DAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM

KELOMPOK III AHMAD MAIMUN, 0806315295 ANUGRAHA PUTRA PRATAMA, 0806452116 ANDY WARTA SAPUTRA, 0806325384 GAYATRI BAGAWANTI, 0806325554 IKA DWI NOVITASARI , 0806452192 DWI AGY JATMIKO, 0806321013 NITA ASTUTI, 0806452261

DEPARTEMEN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS INDONESIA

2009
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, berkah, dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam”. Makalah ini disusun guna memberikan informasi tambahan kepada para pembaca agar dapat lebih memahami Agama Islam baik makna Agama Islam maupun sejarah Agama Islam. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapatkan bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak, terutama Bapak Dr. Kaelany HD., MA selaku dosen mata kuliah Agama Islam di Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia tahun 2009. Penulis ucapan terima kasih atas bimbingan, arahan, dan bantuannya, semoga mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Tak hanya itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sumbernya berupa artikel, tulisan, dan buku telah penulis jadikan referensi guna penyusunan makalah ini, semoga dapat terus berkarya guna menghasilkan tulisan-tulisan yang mengacu terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Penulis berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maafkan jikakalau banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis setulus hati menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah ini.

Depok, 14 Mei 2009

2

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR......................................................................................... DAFTAR ISI........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN……………………………………………… 1.1. Latar Belakang……………………………………………. 1.2. Rumusan Masalah………………………………………… 1.3. Tujuan Penulisan………………………………………….. 1.4. Metode Penulisan………………………………………….. 1.5. Sistematika Penulisan……………………………………... BAB II Animisme, Dinamesmi dan Kejawen Dalam Pandangan Islam……………………………………………………………………… 6
2.1 Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme………… 7 2.2 Konsep Aliran Islam Kejawen………………………………..11

2 3 4 4 5 5 5 5

BAB III

Seni, Budaya Indonesia dan Perkembangan IPTEK dalam Pandangan Islam…………………………………………………..30

BAB IV

PENUTUP………………………………………………………....81 4.1. Kesimpulan…………………………………………………...81 4.2. Saran………………………………………………………….81

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….......82

3

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Jombang sebuah kota di Jawa Timur kembali menghebohkan Indonesia setelah pada tahun kemarin heboh dengan Sang Jagal Ryan kini Jombang punya artis baru yaitu Ponari. Ponari yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan batu yang dimilikinya telah menyedot pelanggan hingga ribuan orang bahkan kabarnya dia mendapat penghasilan dari praktiknya tersebut sebesar 60 juta rupiah/hari. Namun aku sedikit kuatir dengan praktik tersebut karena takut orang yang datang berobat itu tiba-tiba saja akan berkata atau berpikiran “GARAGARA PONARI ATAU GARA-GARA BATUNYA AKU BISA SEMBUH” sesuatu yang menurutku akan menyimpang dari akidah islam sendiri karena kita tahu bahwa kesembuhan yang kita dapat semua berasal dari Allah swt sedangkan manusia hanya sebagai perantara yang hanya bisa berusaha tapi tidak bisa menentukan sembuh tidaknya orang. Kalau kata-kata itu atau pikiran itu terjadi maka praktik-praktik itu bagiku sama bahayanya bahkan mungkin lebih berbahaya dari aliran sesat yang selama ini ada di Indonesia. Karena kalau aliran sesat jelas ia punya fakta yang tersurat tapi praktik tersebut menyimpan hal-hal tersirat yang pada akhirnya hanya bisa dikatakan semuanya tergantung diri pribadi. Semoga orang yang datang berobat itu tidak pernah berkata atau berpikir seperti itu karena dia akan jadi orang yang rugi untuk urusan akhirat karena termasuk dalam kategori musyrik. Selain itu sulit untuk membuktikan secara medis walaupun segala sesuatunya mungkin saja bisa terjadi kalau Allah berkehendak tapi secara logika-logikaan sulit mencari hubungan antara batu yang dimiliki ponari dengan kesembuhan yang di dapat pasien. Namun para dokter sering berkata kesembuhan seperti itu biasanya karena sugesti yang kuat yang dimiliki oleh pasien hingga berakibat kesembuhan itu bisa menjadi cepat.

4

4.5. 1. 1.1. Tujuan Penulisan. media cetak. DAFTAR PUSTAKA 5 . BAB II Animisme. Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. Metode Penulisan 1. Sistematika Penulisan Makalah ini disusun secara sistematis terdiri dari 4 bab : BAB I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang. Mengetahui pandangan islam terhadap animism. Mengetahui pandangan islam terhadap Seni.2.5.4. Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan : 1.1. dan perkembangan iptek 1. maupun media elektronik yang memuat informasi berkaitan dengan makna Agama Islam dan Sejarah Agama Islam.2.4.1. dan Kejawen dalam pandangan Islam BAB III Seni.2.3.2. dan perkembangan iptek dalam pandangan Islam BAB IV Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. 1. Bagaimana pandangan Islam Terhadap Animisme dan Apakah definisi kejawen dan hubungannya dengan syirik ? Bagaimana seni dalam pandangan ajaran Islam ? Bagaimana pandangan Islam terhadap budaya Indonesia ? Bagaimana peranan Islam dalam perkembangan iptek ? Dinamisme ? 1. budaya Indonesia.2.2. Rumusan Masalah Makalah ini terfokuskan pada empat masalah yang akan dibahas penulis yaitu : 1.4. 1. budaya dan kejawen Indonesia. 1.2. 1. Dinamisme.3. 1.3.1. Rumusan Masalah.2. dinamisme.3. Metode Problem Based Learning Metode Literatur / Kepustakaan Penulis menggunakan study kepustakaan dari berbagai sumber berupa buku.2.

Islam tidak membenarkannya. Hanya Allah sajalah yang Maha Menjadikan. DINAMISME. sepotong besi atau secarik kertas yang ditulisi. jika kamu benar-benar ingin menyebah kepadaNya”(QS. Benda adalah tetap benda. Tentang meminta pertolongan kepada roh yang telah mati dan mendatangkan roh tersebut. Menurut ilmu spiritisme (Ilmu Arwah Modern).BAB II ANIMISME. Allah berfirman. Kesemuanya tak mungkin mengandung kekuatan ghaib. Animisme dan dinamisme yang dibicarakan sejauh ini adalah sebagian kecil saja dari apa yang biasanya disebut agama bangsa-bangsa primitif dan secara keseluruhan merupakan gambaran yang bulat tentang agama bangsa-bangsa primitif. sedang roh itu tak dapat memberi faedah apa-apa kepada kita.[ii] Islam mengajarkan bahwa orang tidak boleh menghormati dan menyembah selain Allah. nilainya sama saja. bahwa dinamisme dan animisme adalah kepercayaan yang khayal belaka. akan tetapi apakah gunanya kita memanggil roh itu. bahkan akan mengganggu ketenangan roh bila saban-saban kita panggil. Fush-shilat : 37) Kita sebagai kaum muslimin harus waspada. 6 .[i] Sebagai telah dibicarakan diatas. tak mungkin mengandung gaya sakti lebih dari apa yang telah ditentukan oleh sunnatullah atau hukum alam. dinamisme dan gagasan tentang Tuhan tertinggi. orang yang menjalankannya disebut Musyrik. saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. sebagaimana ditegaskan dalam syahadat yang pertama yang artinya . haruslah kita jauhi karena hal ini dilarang oleh agama. apakah benda itu berwujud sebutir batu. sebab hal itu termasuk syirik (menyekutukan Tuhan). DAN KEJAWEN DALAM PANDANGAN ISLAM Pandangan Islam Terhadap Animisme dan Dinamisme Sampai sejauh ini telah dibicarakan secara ringkas kepercayaan animisme. memanggil roh orang telah mati memang mungkin. Maha Kuasa dan Maha Tinggi serta Maha Bijaksana. jangan sampai iman kita dikotori oleh anasir-anasir animisme. tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakan matahari dan bulan. yang artinya : “Janganlah kamu sujud bersembah kepada matahari dan jangan pula kepada bulan.

Suatu rahasia Tuhan yang dengan itulah hidupnya tumbuh bagaikan air yang meresap ke dalam pohon yang hidup. hidup di gunung. rohnya hidup terus dan dari sanalah asal kepercayaan akan roh orang mati. sehingga dengan demikian hiduplah hai manusia. 2. cahaya dan tuntunan yang dapat menyembuhkan dan 7 . Lama-kelamaan roh orang mati itu dipuja orang dan diangkat menjadi dewa-dewa. roh-roh pembohong saja. Dengan pengertian ini lalu mereka membuat kategori tentang pemisahan roh dan tubuh kasar. Roh manusia yang telah mati menurut paham bangsa-bangsa premitif pindah ke tubuh binatang. Suatu rahasia yang menjadi makanan hai. Roh itu adalah suatu kekuatan yang tampak.Apalagi kalau kita ingat bahwa roh yang mudah dipanggil hanyalah roh-roh jahil (roh yang dalam keadaan bingung). secara singkat adalah sebagai berikut : Dengan adanya peristiwa-peristiwa seperti mimpi. suatu keluarga ataupun seluruh rakyat. yaitu : 1. Teori Animisme dan Teori Roh Dalam Al-qur’an Teori animisme yang dikemukakan. Teori roh sebagaimana dikemukan oleh Al-Qur’an pada hakikatnya dapat didefenisikan menjadi dua. roh-roh pendusta. Dan fetish ini bisa mempunyai bentuk apa saja seperti batu.1. Roh orang mati dapat mengunjungi manusia yang masih hidup di dalam mimpinya. orang-perorangan. Suatu fetish adalah suatu kepercayaan yang lebih disukai berdasarkan karyakaryanya. Fetish yang terdapat pada tentera Omaka (Indian) yang dapat berbuat luar biasa atau ajaib. ataupun kelompok. 2. mereka lalu berpendapat bahwa terdapatlah roh pada setiap benda hidup dan juga benda mati. kotak. Bila orang meninggal. sakit dan sebagainya yang dialami oleh orang-orang primitif. mula-mula oleh Edward Burnett Tylor (1832-1917) didalam bukunya “Primitive Culture (1873). gigi binatang dan sebagainya. maka peristiwa-peristiwa tersebut membawa mereka kepada adanya pengertian tentang anima (roh). di batu besar fetish dan sebagainya. Berdasarkan arti ini dapatlah Al-Qur’an itu kita namakan roh sebab Al-Qur’an itu merupakan nur. di pohon kayu. yang kesemuanya itu jelas tidak dapat memberikan manfaat kepada kita. kekuatan yang dapat membawa pemiliknya terhindar dari bahaya. Pandangan fetish dapat bersifat pemiliknya dapat berwujud manusia. Karena fetish itu berkarya. maka barang-barang yang bersangkutan itu mempunyai jiwa atau roh.

Seperti soal kebebasan kemauan dan terpisahnya (roh) manusia dari badan dan roh hewan dalam kehidupan ini. Allah menciptakan dunia. Jadi disini roh itu berarti Al-Qur’an. namun terlepas sama sekali dari kebenaran agama yang sebenarnya dikarenakan oleh tidak adanya pengertian bahwa Allah telah mengutus Rasul-Nya yang terpilih untuk menyampaikan petunjuk-petunjuk-Nya kepada seluruh umat manusia di dunia ini. Allah bukanlah roh sebagaimana anggapan mereka. dan pertalian-pertalian roh-roh orang yang telah meninggalkan kehidupan di dunia. bahwa yang menurunkan Al-Qur’an itu adalah roh (Jibril) dari Tuhanmu”. dan bagi yang belum mati yaitu diwaktu tidurnya (Q. Dalam Al-Qur’an dikatakan :“Demikianlah kami wahyukan padamu Al-Qur’an dari perintah kami dan roh kami”. 2. Dengan makna dan maksud bahwa semuanya itu memberi rahmat dan menghidupkan semua hati manusia di permukaan bumi.menghidupkan hati manusia. Kesemuanya itu kita dapati dalam Al-Qur’an antara lain dalam ayat-ayat berikut : 1. Memang masalah kehidupan sehari-hari mempunyai arti serta nilai religius. 2. untuk menghidupkan hati manusia dan demikian juga Jibril dinamakan roh. Tuhan mematikan jiwa-jiwa ketika (tiba masanya) matinya. bertempatnya roh manusia sesudah mati dalam alam barzakh. dan roh itu sendiri adalah termasuk salah satu ciptaanNya. Kemudian dia membangkitkan engkau pada hari itu (kiamat) . 8 . Hidup adalah keutuhan. Tuhanlah yang mematikan (menidurkan) engkau diwaktu malam. pencipta manusia termasuk nenek moyang atau leluhur mereka. 6 : 60).2. Para menganut animisme ini adalah manusia yang tersesat yang belum menemukan jalan yang semestinya dilalui. agar dijalani masa yang telah ditentukan (Q. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Katakanlah wahai Muhammad. tumbuhtumbuhan. 39 : 42). bahkan Allah SWT yang menciptakan semua benda-benda. untuk makanan. dan dia mengetahui apa yang engkau perbuat pada siang hari. karena itu masalah kepercayaan dipandang tidak terlepas dari hidupnya. karena dialah yang membawa kebaikan dan rahasia-rahasia kerahmatan (Al-Qur’an) kepada nabi. binatang. Malaikat dan Rasul itu dinamakan roh. yaitu tempat yang terdapat antara dunia dan akhirat. Beberapa Ayat Al-Qur’an Tentang Teori Roh (Animisme) Teori animisme (roh-roh) banyak kita dapat unsur-unsurnya dalam Al-Qur’an. Demikianlah sebabnya Al-Qur’an.

Jadi kalau demikian artinya. yaitu agama dalam segala apa yang dipercayai maka mempercayai segala nyawa berarti mempercayai segala Tuhan. Harun Nasution tidak mendefenisikan dinamisme secara tegas hanya menerangkan bahwa “bagi manusia premitif. dan optimislah (mereka gembira) terhadap mereka yang menyusuli mereka dan berada di belakangnya (Q. tetapi mereka berhubungan dengan kehidupannya. Dr. yaitu membelokkan kemauan dari tujuan. Bahkan Al-Qur’an menambah ukuran baru yang besar artinya bagi soal-soal ketuhanan. maka animisme berarti mempunyai Tuhan banyak. gembira atas apa saja yang diberikan Tuhan kepada mereka berupa anugerah. melainkan karena mereka itu hidup di sisi Tuhannya dan mendapat rezeki. sebagai yang tercantum dalam ayat berikut ini.3. Janganlah engkau kira bahwa mereka yang terbunuh karena jalan Allah itu mati. Selanjutnya dinamisme ada yang mengartikan dengan “sejenis paham dan perasaan keagamaan yang terdapat diberbagai bagian dunia. yang artinya : “Adakah bagi manusia segala yang diinginkannya? Bagi Tuhan adalah yang pertama dan terakhir” (Q.25) Kalau animisme dimasukkan dalam golongan agama dengan pengertian obyektif.maka teori kejiwaan dipakai juga oleh Al-Qur’an. dunamos dan diinggriskan menjadi dynamic yang umumnya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kekuatan. 2. 53 : 24 . yang tingkat kebudayaannya 9 . ketika kebencian menjadi kasih sayang dan rasa permusuhan menjadi kerukunan tanpa adanya campur tangan yang nyata dari alam terhadap perpindahan itu. yaitu. pada berjenis-jenis bangsa dan menunjukkan banyaknya persamaan-persamaan”. kekuasaan atau khasiat dan dapat juga diterjemahkan dengan daya. Dinamisme dan Teori Kekuatan Luar Biasa Dalam Al-Qur’an Perkataan dinamisme berasal dari kata yang terdapat dalam bahasa Yunani. 3 : 169 .170). Di samping itu Al-Qur’an menyebutkan adanya roh-roh lain yang terpisah dari manusia. serta keharusan menyerah kepada-Nya.3. Bagi orang yang mengartikan teori animisme sama dengan teori kejiwaan. ketika menujukkan kelemahan manusia untuk mencapai segala tujuannya dan kelemahannya ketika menghadapi keputusan Zat Yang Maha Tinggi. Roh-roh tersebut adalah Malaikatmalaikat. demikian Honig mengartikannya. kadang-kadang untuk menolong manusia dan kadang-kadang tidak.

30 : 24). Guntur menyucikan keagungan Tuhan dan Malaikat-malaikat juga. atau kami jatuhkan atas mereka gumpalan-gumpalan dari langit”. untuk menimbulkan ketakutan dan harapan (Q. tumbuh-tumbuhan. Kalau kita pindah dari teori kekuatan luar biasa seperti yang dikemukan oleh Max Muller (1823 . misalnya dalam api. tetapi Al-Qur’an juga memperingatkan kejadian-kejadian mendatang sewaktu-waktu atau hal-hal yang mungkin terjadi tanpa dinantikan. karena takut kepada-Nya. Agama dalam arti obyektif ialah segala apa yang kita percayai. Gejala-gejala yang luar biasa ini mungkin juga ada diisyaratkan dalam AlQur’an seperti terdapat dari ayat-ayat berikut : 1. 13 : 13). Dinamisme disebut juga preanismisme. yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda atau makhluk mempunyai mana (percaya adanya kekuatan yang maha yang berada dimanamana). Diantar tanda adanya Tuhan ialah dia memperlihatkan kepada engkau sekalian kilat. Kalau kami menghendaki tentu kami membalikkan bumi di atas mereka. Bahkan Al-Qur’an tidak hanya mencukupkan dengan mengingatkan peristiwa-peristiwa yang mendasyat dan terjadi benar-benar. binatang dan manusia. batubatu. Mulia menerangkan dinamisme sebagai suatu kepercayaan bahwa pada berbagai benda terdapat suatu kekuatan atau kesaktian. dan Tuhan menurunkan petir-Nya kemudian menimpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya (Q. Antara lain disebut dalam ayat berikut ini : “Tidaklah mereka melihat apa yang ada di depan dan di belakang mereka.masih rendah sekali. 10 . Dalam Ensiklopedi umum dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan premitif pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia.G. berupa langit dan bumi. sedang agama dalam arti subyektif ialah dengan cara bagaimana kita berdiri di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus berkelakuan mentaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. tiap-tiap benda yang berada di sekelilingnya bisa mempunyai kekuatan batin yang misterius”. T. 2. Dinamisme sendiri dapat juga diartikan lebih lanjut sebagai kepercayaan kepada suatu daya kekuatan atau kekuasaan yang teramat dan tidak pribadi.1900) dalam bukunya The Growth of Religion (1880). yang dianggap halus maupun berjasad yang dapat dimiliki maupun tidak dapat dimiliki oleh benda.S. pada beberapa hewan dan juga manusia. maka sebenarnya dalam Al-Qur’an banyak kita dapati menyebutkan gejala-gejala alam yang mendasyat dan luar biasa.

sepanjang dinamisme tetap kepada kepribadiannya. ada juga yang mengatakan sebagai kepercayaan keagamaan dan juga sebagai salah satu macam bentuk struktur dari agama premitif. tidak berbalik menjadi magis yang memperkosa kekuatan gaib itu. Sebab itu segala pengertian khusus yang ada di dalam agama seperti do’a. Maka. kurban. tapi tidak dilukiskannya dalam pikiran sebagai sesuatu yang berpribadi. Di dalam dinamisme pemujaan dan takut kepada daya-daya gaib yang luar biasa yang terdapat di dunia dan pada benda-benda itu dapat dibandingkan dengan agama pagan (agama suku. Mereka melihat sesuatu yang bersifat ilahi di dunia ini. maka dinamisme timbul dari perasaan takjub. Do’a menjadi mantera. yaitu memuja dan mempercayai kekuatan gaib. tidak ada hubungan kepribadian antara dia dengan benda pujaannya. Do’a menjadi rumus yang sakti. dapatlah kiranya dia dimasukkan ke dalam kelompok agama pagan. dinamisme itu bukan agama. Ada yang mengatakan dinamisme sebagai sejenis paham dan perasaan keagamaan. karena penyembahan berubah menjadi menggagahi dan atau memperalat secara paksa. dengan kata lain orang tidak berani (tentu dengan alasan-alasan yang objektif) berkata bahwa dinamisme itu adalah agama atau sebaliknya. Kembali kepada dinamisme. puasa dan sebagainya itu dalam arti tertentu.Dalam uraian tentang dinamisme terdapat beberapa pengertian atau defenisi yang diberikan terhadap dinamisme itu yang menghubungkannya langsung dengan agama. agam daerah atau agama etnis-premitif). Semua pengertian ini memperlihatkan suatu sikap yang sama yaitu keraguraguan dalam menetapkan apakah dinamisme itu termasuk agama atau bukan. dalam dinamisme diubah bentuknya. Oleh sebab itu selamanya tidak terjadi hubungan engkau dan aku. lepas dari ikatan ketuhanan. yang di Jawa disebut Japamantra. Begitu juga puasa diganti dengan tarak atau bertapa untuk mendapatkan daya kekuatan yang luar biasa. hilang sifatnya memohonnya kepada Allah. syirik dan tidak ada ampunan Allah bagi orang-orang yang menyembah selain kepada Allah Konsep Aliran Islam Kejawen 11 . takut dan merasa bahwa dirinya kecil sebagai manusia dan bergantung kepada dayadaya kekuatan sekitarnya. suatu perbuatan yang mengandung daya kekuatan dan menimbulkan keajaiban-keajaiban. Akan tetapi jika pemujaan itu berbalik menjadi praktek magis. Kurban menjadi suatu perbuatan magis yang mengeluarkan daya kekuatan sendiri. maka dia menjadi lain sama sekali.

begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural. nglowong. Khodam. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Penabungan Energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian ernergi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. ngebleng dan lain-lain. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat. Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita. Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. ritual. pantangan. tidur dan tidak boleh kena cahaya). Macam ilmu Islam Kejawen Sebelum membahas Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat. Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi “roh” suatu ilmu. tapi juga bukan banci. atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipebuhi untuk mendapatkan suatu ilmu. puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Ilmu Gaib adalah kemampuan melakukan sesuatu yang tidak wajar melebihi kemampuan manusia 12 . Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa.Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Jika bandan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik. Khodam disebut juga Qorin. Anda perlu mengisi energi. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. kita akan memperjelas dulu pengertian Ilmu Gaib yang kita pakai sebagai istilah di sini. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat. mantra. minum. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang “suka” pada manusia. Tirakat. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. wirid tertentu.

saya menyebutnya Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen. Karomah itu datang atas kehendak Allah karena mereka adalah orang yang sangat saleh dan rendah hati. melainkan sudah bercampur dengan tradisi islam. sering juga disebut sebagai Ilmu Metafisika. keramat dan terlalu memuliakan orang yang memilikinya. 13 . Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut. kita mengenal dua aliran utama yaitu Aliran Hikmah dan Aliran Kejawen.biasa. Mantranya pun kebanyakan diawali dengan basmalah kemudian dilanjutkan dengan mantra jawa. bahkan menganggap wali atau orang suci. Aliran Hikmah berkembang di kalangan pesantren dengan ciri khas doa/mantra yang murni berbahasa Arab (kebanyakan bersumber dari Al-Quran). Sementara kita adalah orang yang meninta kepada Allah agar melimpahakan kekuasaan-Nya untuk keperluan kita. Ilmu Supranatural atau Ilmu Kebatinan karena menyangkut hal-hal yang tidak nampak oleh mata. Tradisi islam-kejawen inilah yang lebih banyak mewarnai keilmuan Silat Rohani. kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Oleh kerena itu. Wali tidak pernah mengharap mempunyai keajaiban tersebut. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional). Perlu diterangkan. melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa. Dalam hasanah perkembangan Ilmu Gaib di Indonesia. bahwa keajaiban atau karomah yang ada pada Wali (orang suci kekasih Tuhan) tidak sama dengan Ilmu Gaib yang sedang kita pelajari. Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Sedangkan aliran Kejawen yang ada sekarang sebetulnya sudah tidak murni kejawen lagi. Aliran Islam Kejawen Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Beberapa kalangan menganggap Ilmu Gaib sebagai hal yang sakral.

Ilmu Kawibaan dan Ilmu Pengasihan Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. Ilmu Kanuragan atau Ilmu Kebal Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung.Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami. Hizib Kekuatan Batin. pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut Erlangga. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Contohnya ilmu Asma’ Malaikat. Sahadad Pamungkas dll. 2. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat 14 . Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib bedasarkan fungsinya menurut Erlangga. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal. wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. 1. khususnya orang jawa. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Di Indonesia. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan. Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural. misalnya puasa.

Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah. 3. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. 5. Ilmu Khodam Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. tembus pandang dan lain-lain. minyak panas dan air keras. melihat jarak jauh. 4. Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan maslah cinta. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan. meskipun sama-sama berbadan ghaib. maka kuasailah ilmu trawangan. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam. yang Baik Ilmu Trawangan sulit dipelajari maupaun karena Ngrogosukmo tergolong membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya. Ilmu Permainan (Atraksi) Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertaruang pada keadaan 15 .dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun adalah dia ilmu mau.

Ilmu-ilmu pengobatan. mantra. Seseorang bisa mewarisi ilmu kakek-buyutnya yang tidak ia kenal atau ilmu orang yang tidak dikenal secara otomatis tanpa belajar dan tanpa sepengetahuannya. puasa atau gabungan dari kelima unsur tersebut. menderita saat 16 . karena berhasi atau tidaknya murid menjalankan tirakat hingga menguasai ilmu. Tiga Cara Penurunan Ilmu Ghaib Ada tiga hal yang menyebebkan seseorang memiliki kemampuan supranatural. Pengisian. Seseorang yang tidak mau susah payah juga bisa mempunyai kemampuan supranatural. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus. ilmu kuat seks. susah dapat rezeki. yaitu dengan cara pengisian. Tirakat adalah bentuk olah rohani khas jawa yang tujuannya untuk memperoleh energi supranatural atau tercapainya suatu keinginan. tergantung sepenuhnya pada dirinya sendiri. pantangan.sesungguhnya. bisa sakit jiwa (gila). Pengisian adalah pemindahan energi supranatural dari Guru kepada Murid. Inilah yang disebut belajar ilmu gaib sesungguhnya. Dalam hal ini guru hanya memberi bimbingan. dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia. Ilmu Kesehatan Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan). Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. Warisan Keturunan. Pengisian (transfer ilmu) hanya bisa dilakukan oleh Guru yang sudah mencapai tingkatan spiritual yang tinggi. Mitos Tentang Efek Samping Beberapa orang masih menyakini bahwa pemilik Ilmu Gaib akan mengalami kesulitan hidup dan mati. Menjalankan Tirakat. Dengan begitu murid langsung memiliki kemampuan sama seperti gurunya. Yaitu: 1. 6. 2. Maka ada yang menyebutnya “ilmu tiban” yang artinya datang tanpa disangka-sangka. 3.

Namun sebagai Muslim. Ronggolawe. Benarkan ‘Kejawenisme’ merupakan buah pemikiran Sunan Kalijaga? Siapakah Sunan Kalijaga? Dari mana nama ‘Kalijaga’ berasal? Mari kita bangun perspektif yang benar tentang sosok ini. Karena tindakannya itu. Joko Said dilahirkan sekitar tahun 1450 M. Sunan Kalijaga adalah ulama yang namanya paling banyak disebut masyarakat Jawa. Bukankah masalah rizqi dan nasib adalah Allah SWT yang menentukan. hanya mengharapkan orang datang meminta pertolongannya lalu menyelipkan beberapa lembar rupiah ketika bersalaman. Beliau adalah legenda nyata dari tumbuh dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa. Pendapat yang terakhir merupakan riwayat yang paling mashyur. Sayangnya. Arya Wilatikta ini adalah keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit. Memang ada banyak pemilik ilmu gaib adalah orang yang tak punya uang alias miskin. Riwayat masyhur mengatakan bahwa Adipati Arya Wilatikta sudah memeluk Islam sejak sebelum lahirnya Joko Said. Joko Said muda yang tidak setuju pada segala kebijakan Ayahnya sebagai Adipati sering membangkang pada kebijakan-kebijakan ayahnya. tapi saya yakin itu bukan disebabkan oleh ilmunya. Adipati Tuban. Saya membantah mentah-mentah argument tersebut. Nama Raden Joko Said ialah nama yang dikenal secara turuntemurun oleh para penduduk Tuban hingga masa kini. melainkan karena dia malas bekerja dan bodoh. namanya sering dikaitkan dengan mistisme Jawa alias Kejawen. Ayahnya adalah Arya Wilatikta.akan mati dll. Sebetulnya baik buruk efek Ilmu Gaib tergantung pemiliknya. Bisa saja Allah menghukum dengan cara menyulitkan rezeki. Jadi bukan karena Ilmunya. Sumber lain ada yang menyebut bahwa nama aslinya ‘Raden Abdurrahman’ atau ada juga yang mengatakan bahwa namanya ialah ‘Raden Joko Said’ atau ‘Raden Jaka Syahid’. ia dikenal kejam dan sangat taklid kepada pemerintahan pusat Majapahit yang menganut Agama Hindu. menyiksa saat datangnya ajal atau hukuman lain karena orang tersebut sombong dan suka menindas orang lain dengan ilmunya. Pembangkangan Joko Said kepada ayahnya mencapai puncaknya saat ia membongkar lumbung kadipaten dan membagi-bagikan padi dari dalam lumbung kepada rakyat Tuban yang saat itu dalam keadaan kelaparan akibat kemarau panjang. Kebanyakan orang yang memiliki ilmu gaib menjadi sombong dan malas bekerja.Ada beragam versi tenta ng nama asli Kalijaga. bukankah kita selalu dalam kekuasaan Allah. Sejumlah sumber mengatakan bahwa nama asli Sunan Kalijaga ialah ‘Lokajaya’. Ia menetapkan pajak tinggi kepada rakyat. Ayahnya 17 .

Sunan Bonang inilah yang kemudian mernyadarkannya bahwa perbuatan baik tak dapat diawali dengan perbuatan buruk –sesuatu yang haq tak dapat dicampuradukkan dengan sesuatu yang batil. karena alasan ajaran agama. Joko Said berubah menjadi seorang perampok yang terkenal dan ditakuti di kawasan Jawa Timur. Joko Said selalu ‘memilih’ korbannya dengan seksama. Karena itu. Diperkirakan saat menjadi perampok inilah. Ayahnya tidak dapat menerima alasannya ini karena menganggap Joko Said ingin mengguruinya dalam masalah agama. Dari mana nama ‘Kalijaga’ muncul? Pertanyaan ini masih menjadi misteri dan bahan silang pendapat di antara para pakar sejarah hingga hari ini. Syekh Maulana Makhdum Ibrahim alias Sunan Bonang. ia sangat menentang kebijakan ayahnya untuk menumpuk makanan di dalam lumbung sementara rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan kelaparan. ia diberi gelar ‘Lokajaya’ artinya kurang lebih ‘Perampok Budiman’. Namun itulah riwayat masyhur tentang beliau. sebagian besarnya selalu ia bagi-bagikan kepada orang miskin. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Joko Said untuk mengatakan pada ayahnya bahwa. Joko Said kemudian berguru kepada Sunan Bonang hingga akhirnya dikenal sebagai ulama dengan gelar ‘Sunan Kalijaga’. Maksud dari ‘menggetarkan seisi Tuban’ di sini ialah bilamana ia sudah memiliki banyak ilmu agama dan dikenal luas masyarakat karena ilmunya. Masyarakat Cirebon berpendapat bahwa nama itu berasal dari dusun Kalijaga di Cirebon. Dari hasil rampokannya itu.sehingga Joko Said alias Lokajaya bertobat dan berhenti menjadi perampok. Sunan Kalijaga memang pernah tinggal di Cirebon dan bersahabat erat dengan Sunan Gunung Jati. Ayahnya kemudian mengusirnya keluar dari istana kadipaten seraya mengatakan bahwa ia baru boleh pulang jika sudah mampu menggetarkan seisi Tuban dengan bacaan ayat-ayat suci Al Qur’an. Ini dihubungkan dengan kebiasaan wong Cerbon untuk menggelari seseorang dengan daerah asalnya –seperti 18 . Riwayat masyhur kemudian menceritakan bahwa setelah diusir dari istana kadipaten. Semuanya berubah saat Lokajaya alias Joko Said bertemu dengan seorang ulama beken. Kisah ini mungkin mirip dengan cerita Robin Hood di Inggris. Ia hanya merampok orang kaya yang tak mau mengeluarkan zakat dan sedekah. Sebagai Perampok.kemudian ‘menggelar sidang’ untuk mengadili Joko Said dan menanyakan alasan perbuatannya.

karena beliau tinggal di kaki Gunung Jati. tentu ada banyak hal berguna yang dapat beliau lakukan. Padahal. Sehingga bila ada frase ‘kali jaga’ atau ‘kali jogo’ berarti ada ‘sebuah kali yang menjaga sesuatu’. Misalnya nama Cirebon yang disebabkan banyaknya rebon (udang). bila ada frase yang menempatkan kata benda di depan kata kerja. 19 . Mereka mengaitkan nama ini dengan kesukaan wali ini berendam di sungai (kali) sehingga nampak seperti orang yang sedang “jaga kali”. Kemudian secara logika.gelar Sunan Gunung Jati untuk Syekh Syarif Hidayatullah. kedua riwayat itu ialah riwayat batil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Bila benar bahwa nama itu diperoleh dari kebiasaan Sang Sunan kungkum di kali atau karena beliau pernah menjaga sebuah kali selama sepuluh tahun non-stop (seperti dalam film). dalam tata bahasa-bahasa di Pulau Jawa (Sunda dan Jawa) dan segala dialeknya. silakan anda pikirkan masak-masak. Karena itu. klaim Masyarakat Cirebon ini kurang dapat diterima. Pendapat yang terakhir ini yang paling populer. Riwayat Kejawen bahwa beliau bertapa selama sepuluh tahun non-stop di pinggir kali juga merupakan riwayat yang tidak masuk akal. Riwayat lain datang dari kalangan Jawa Mistik (Kejawen). Pendapat Ini bahkan diangkat dalam film ‘Sunan Kalijaga’ dan ‘Walisongo’ pada tahun 80-an. nama ‘Dusun Kalijaga’ itu justru muncul setelah Sunan Kalijaga sendiri tinggal di dusun itu. atau nama Pekalongan karena banyaknya kalong (Kelelawar). Logikanya. Fakta menunjukan bahwa ternyata tidak ada ‘kali’ di sekitar dusun Kalijaga sebagai ciri khas dusun itu. puasa. Mungkinkah seorang da’i menghabiskan waktu dengan kungkum-kungkum di sungai sepanjang hari? Tentu saja tidak. maka seharusnya namanya ialah “Sunan Jogo Kali” atau “Sunan Jaga Kali”. bahkan tanpa makan dan minum? Karena itu. Bagaimana bisa seorang ulama saleh terus-menerus bertapa tanpa melaksanakan shalat.Secara sintaksis. Ini tentu sangat janggal dan tidak masuk akal. dalam pendapat saya. tempat-tempat di Jawa umumnya dinamai dengan sesuatu yang menjadi ciri khas tempat itu. Saya sendiri kurang sepaham dengan kedua pendapat ini. Riwayat Kejawen lainnya menyebut nama ini muncul karena Joko Said pernah disuruh bertapa di tepi kali oleh Sunan Bonang selama sepuluh tahun. itu berarti bahwa kata benda tersebut berlaku sebagai subjek yang menjadi pelaku dari kata kerja yang mengikutinya. Sebagai da’i yang mencintai Islam dan Syi’ar-nya.

Istilah ‘Qadli’ dan ‘Wali’ merupakan nama-nama jabatan di dalam Negara Islam. Kalimosodo (dari ‘Kalimah Syahadah’). Ini berarti bahwa beliau mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit pada 1478. beliau diserahi tugas sebagai Qadli (hakim) di Demak oleh Wali Demak saat itu. jadi frase asalnya ialah ‘Qadli Joko Said’ (Artinya Hakim Joko Said). Mulud (dari Maulid). ia adalahseorang Qadli. Sejarah mencatat bahwa saat Wilayah (Perwalian) Demak didirikan tahun 1478. 20 . Logikanya ialah. Da’wah Sunan Kalijaga adalah Da’wah Islam. bahkan hingga Kerajaan Pajang (lahir pada 1546) serta awal kehadiran Kerajaan Mataram. maka kehidupan Sunan Kalijaga adalah sebuah masa kehidupan yang panjang. Dulkangidah (dari Dzulqaidah). namanya tak lagi disebut-sebut. Dari sini sajasudah jelas. yakni hingga saat beliau bermukim di dusun Kalijaga. misalnya istilah Sekaten (dari ‘Syahadatain’). Kesultanan Cirebon. Bukan Da’wah Kejawen atau Sufi-Pantheistik Kita kembali ke Sunan Kalijaga alias Sunan Qadli Joko. Kesultanan Demak. siapa Sunan Kalijaga sebenarnya. Fakta menunjukan bahwa makamnya berada di Kadilangu. tentu beliau akan dilibatkan dalam masalah imamah di Pulau Jawa karena pengaruhnya yang luas di tengah masyarakat Jawa. Suro (dari Syura’). bila saat itu beliau masih hidup. Bila riwayat ini benar. Riwayat masyhur mengisahkan bahwa masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Ini diperkuat oleh kedudukan Sunan Giri sebagai Wali di Demak. Kesultanan Banten. ‘Joko Said’. Masyarakat Jawa memiliki riwayat kuat dalam hal ‘penyimpangan’ pelafalan kata-kata Arab. Posisi Qadli yang dijabat oleh Kalijaga alias joko Said ialah bukti bahwa Demak merupakan sebuah kawasan pemerintahan yang menjalankan Syariah Islam. Dalam kisah-kisah pendirian Kerajaan Pajang oleh Jaka Tingkir dan Kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati. bukan praktisi Kejawenisme. Sunan Giri. Maka tak aneh bila frase “Qadli Joko” kemudian tersimpangkan menjadi ‘Kalijogo’ atau ‘Kalijaga’.Pendapat yang paling masuk akal ialah bahwa sebenarnya nama ‘kalijaga’ berasal dari bahasa Arab “Qadli’ dan nama aslinya sendiri. dan masih banyak istilah lainnya. Manuskrip-manuskrip dan babad-babad tua ternyata hanya menyebut-nyebut nama beliau hingga zaman Kesultanan Cirebon saja.

bahwa beliau bisa terbang. Beberapa kisah aneh itu antara lain. Kesenian dan kebudayaan hanyalah sarana yang dipilih Sunan Kalijaga dalam berdakwah. hanya diminta mengucap dua kalimah syahadat. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi peninggalan Sunan Kalijaga. Wayang beber kuno ala Jawa yang mencitrakan gambar manusia secara detail dirubahnya menjadi wayang kulit yang samar dan tidak terlalu mirip dengan citra manusia. Namun beliau pun punya sikap tegas dalam masalah akidah. Buktinya sangat banyak sekali. Paham keagamaan Sunan Kalijaga adalah salafi –bukan sufi-panteistik ala Kejawen yang ber-motto-kan ‘Manunggaling Kawula Gusti’.dekat Demak. Mana mungkin seorang kejawen ahli mistik mau-maunya mendirikan Masjid yang jelas-jelas merupakan tempat peribadatan Islam. Selama budaya masih bersifat transitif dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Riwayat-riwayat yang batil banyak menceritakan kisah-kisah aneh tentang Sunan Kalijaga –selain kisah pertapaan sepuluh tahun di tepi sungai. Perkiraan saya. Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dan berbau Hindu-Budha serta Kejawen. Kisah-kisah aneh macam itu hanya bisa dipercaya oleh orang gila yang gemar sihir. karena pengetahuannya bahwa menggambar dan mencitrakan sesuatu yang mirip manusia dalam ajaran Islam adalah haram hukumnya. Semua yang menyaksikan pertunjukan wayangnya tidak dimintai bayaran. bisa menurunkan hujan dengan hentakan kaki. Beliau memang sangat toleran pada budaya lokal. Cerita yang berkembang mengisahkan bahwa beliau sering bepergian keluar-masuk kampung hanya untuk menggelar pertunjukan wayang kulit dengan beliau sendiri sebagai dalangnya. beliau sudah wafat saat Demak masih berdiri. Ini terbukti dari sikap tegas beliau yang ikut berada dalam barisan Sunan Giri saat terjadi sengketa dalam masalah ‘kekafiran’ Syekh Siti Jenar dengan ajarannya bahwa manusia dan Tuhan bersatu dalam dzat yang sama. Beliau berpendapat bahwa masyarakat harus 21 . Padahal fakta tentang kehidupan Sunan Kalijaga adalah Da’wah dan Syi’ar Islam yang indah. mengurung petir bernama Ki Ageng Selo di dalam Masjid Demak dan kisah-kisah lain yang bila kita pikirkan dengan akal sehat nan intelek tidak mungkin bisa masuk ke dalam otak manusia. Sunan Kalijaga adalah perancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. beliau menerimanya. bukan di Pajang atau di kawasan Mataram (Yogyakarta dan sekitarnya) –tempat-tempat di mana Kejawen tumbuh subur.

Secara filosofis. dll. Maksudnya. Karakter-karakter wayang yang dibawakannya pun beliau tambah dengan karakter-karakter baru yang memiliki nafas Islam. Ramayana. Seni ukir. Kurawa. perayaan sekatenan. Maksudnya. Karakter ‘Petruk’ diambil dari bahasa Arab. 4. Misalnya. seorang Muslim selalu berusaha mencari teman sebanyakbanyaknya untuk diajak ke arah kebaikan. seorang ‘Dalang’ adalah seseorang yang ‘menunjukkan kebenaran kepada para penonton wayang’. Karakter ‘Semar’ diambil dari bahasa Arab.didekati secara bertahap. Sunan Kalijaga berkeyakinan bahwa bila Islam sudah dipahami. serta seni suara suluk yang diciptakannya merupakan sarana dakwah semata. gamelan. Maksudnya. ini sama dengan 22 . Mandalla’alal Khari Kafa’ilihi (Barangsiapa menunjukan jalan kebenaran atau kebajikan kepada orang lain. Lakon-lakon yang dibawakan Sunan Kalijaga dalam pagelaran-pagelarannya bukan lakon-lakon Hindu macam Mahabharata. baju takwa. 5. Istilah ‘Dalang’ berasal dari bahasa Arab. Simaaruddunyaa. grebeg maulud. dan lainnya. Karakter ‘Gareng’ diambil dari bahasa Arab. Beliau memandang semua itu sebagai metode semata. ‘Fat-ruuk’ yang artinya ‘tingggalkan’. seorang Muslim selalu berontak saat melihat kezaliman. Karakter ‘Bagong’ diambil dari bahasa Arab. ‘Simaar’ yang artinya Paku. bukan budaya yang perlu ditradisikan hingga berkarat dalam kalbu dan dinilai sebagai ibadah mahdhah. Fatruuk-kuluu man siwallaahi. 1. dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.) beliau menggubah sendiri lakon-lakonnya. Pertama berislam dulu dengan syahadat selanjutnya berkembang dalam segi-segi ibadah dan pengetahuan Islamnya. misalnya Layang Kalimasada. dan Gareng adalah karakter yang sarat dengan muatan Keislaman. Lakon Petruk Jadi Raja yang semuanya memiliki ruh Islam yang kuat. Walau tokoh-tokoh yang digunakannya sama (Pandawa. metode dakwah yang sangat efektif pada zamannya. Petruk. karakter Punakawan yang terdiri atas Semar. wayang. Bagong. seorang Muslim memiliki pendirian dan iman yang kokoh bagai paku yang tertancap. Dalam hal ini. Nalaa Qaarin. ‘Baghaa’ yang artinya ‘berontak’. ‘Qariin’ yang artinya ‘teman’. ‘Dalla’ yang artinya menunjukkan. 3. pahalanya sama dengan pelaku kebajikan itu sendiri –Sahih Bukhari) 2. seorang Muslim meninggalkan segala penyembahan kepada selain Allah. Dalam hal ini.

sekitar tahun 625 M telah ada sebuah perkampungan Arab Islam di pesisir Sumatera (Barus). apalagi untuk bangsa atau daerah yang mempunyai kebudayaan local yang begitu kental. Sebagai islam adalah agama yang moderat. Yakni berdasarkan literatur kuno Tiongkok. sebenarnya Islam masuk Nusantara sejak zaman Rasulullah. Budaya sebanarnya dapat dijadikan media untuk memahami agama. Kemudian Marcopolo menyebutkan. dan sifat kepemimpinan yang biasa dimiliki para pemimpin Islam sejati. yaitu para wali songo yang mengajarkan islam dengan menggunakan budaya local untuk memudahkan pemahaman agama islam. Di daerah pedalaman atau yang peradabannya sedikit tertinggal biasanya kebudayaan local lebih memiliki dampak yang serius dibandingakan agama. ciri. yang suka keluar-masuk perkampungan untuk memantau umat dan memberikan hiburan langsung kepada rakyat yang membutuhkannya. Begitu juga dalam mengajarkan agama. Tapi baru abad 9 H (abad 23 . Begitu pula Ibnu Bathuthah. tidak ada pemaksaan dalam penyebaran dan memahami islam. telah banyak orang Arab menyebarkan Islam. bukan ahli Kejawen. melalui berbagai pertunjukan seni. Metode ini pun diterapkan oleh tokoh terkemuka di Indonesia. Semua dilakukan dengan lemah lebut dan tindakan yang baik. Harian Duta Masyarakat mengungkap. Tak dapat disangkal bahwa kebiasaan keluar-masuk kampung dan memberikan hiburan gratis pada rakyat. pengembara muslim.da’wah Rasulullah Saw yang mengandalkan keindahan syair Al Qur’an sebagai metode da’wah yang efektif dalam menaklukkan hati suku-suku Arab yang gemar berdeklamasi. Bila lebih lembut dan mengikuti apa yang dianut oleh orang yang kita ajarkan akan lebih mudah. Persamaan ini memperkuat bukti bahwa Sunan Kalijaga adalah pemimpin umat yang memiliki karakter. peraturan pemerintah dan lain-lain. Akan mudah diterima jika kita mengajarkan hal yang baru kepada seseorang ataupun kepada suatu kelompok bila ajaran itu tidak berbau pemaksaan. Karena mereka akan merasa nyaman dan secara tidak langsung mereka akan terbawa apa yang kita ajarkan. pun memiliki nilai filosofi yang sama dengan kegiatan yang biasa dilakukan Khalifah Umar ibn Khattab ra. saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H/1292 M. yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H/1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafii.

. selama tak ada larangan dalam nash syariat. 28-30 Maret 2007). Misalnya. Dakwah mereka adalah dakwah kultural. Bahkan budaya dan tradisi lokal itu mereka jadikan “teman akrab” dan media dakwah agama. Setelah penduduk tertarik. di antaranya dengan menciptakan tembangtembang keislaman berbahasa Jawa. Yakni dengan pendekatan pada masyarakat pribumi dan akulturasi budaya (percampuran budaya Islam dan budaya lokal). serta kesenangan dan kebutuhan masyarakat. Walisongo sangat peka dalam beradaptasi. Ulama Pembawa Islam di Indonesia dan Sekitarnya karya Drg H Muhammad Syamsu As. kebiasaan berkumpul dan kenduri pada hari-hari tertentu setelah kematian keluarga tidak diharamkan. Walisongo belajar bahasa lokal. memperhatikan kebudayaan dan adat. Banyak peninggalan Walisongo menunjukkan. Kisah Para Wali karya Hariwijaya. dan Kisah Wali Songo: Para Penyebar Agama Islam di Tanah Jawa karya Asnan Wahyudi dan Abu Khalid MA. Pertama-pertama. dan pertunjukan wayang dengan lakon islami. dan sebagainya. sehingga budaya dan tradisi lokal saat itu kental diwarnai kedua agama tersebut. dalam Ensiklopedi Islam. maka Walisongo menarik perhatian dengan kesenian. Dakwah Kultural Berbeda dengan dakwah Islam di Asia Barat. Sekitar Walisanga karya Solihin Salam. Masa itu adalah masa dakwah Walisongo. Karena masyarakat Jawa sangat menyukai kesenian. caranya menanamkan akidah dan syariat sangat memperhatikan kondisi masyarakat. Afrika. bahwa budaya dan tradisi lokal mereka sepakati sebagai media dakwah. tapi diisi 24 . Walisongo berdakwah dengan cara damai. Budaya dan tradisi lokal itu oleh Walisongo tidak dianggap “musuh agama” yang harus dibasmi. Lalu berusaha menarik simpati mereka. Sejarah Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia karya KH Saifuddin Zuhri. shalat.15 M) penduduk pribumi memeluk Islam secara massal (Duta Masyarakat. dan Eropa yang dilakukan dengan penaklukan. Hal ini dijelaskan—baik semua atau sebagian—dalam banyak sekali tulisan seputar Walisongo dan sejarah masuknya Islam di Indonesia. Dahulu di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Hindu dan Budha. mereka diajak membaca syahadat. diajari wudhu’. dan terdapat berbagai kerajaan Hindu dan Budha. gamelan. Misalnya. Târikhul-Auliyâ’ karya KH Bisri Mustofa.

Walisongo mendirikan pesantren-pesantren yang—menurut sebagian sejarawan—mirip padepokan-padepokan orang Hindu dan Budha untuk mendidik cantrik dan calon pemimpin agama. Sebelum Islam datang ke Aceh. Hadih Maja (pepatah Aceh yang mengandung makna hukum) mengisyaratkan suasana ini sebagai Hukôm ngön adat lagèè zat ngön sifeute (hukum dengan adat seperti zat dengan sifat) Sebagaimana kita ketahui bahwa Islam pertama bertapak adalah di Perlak (sekarang Peureulak) Aceh Timur. Tulisan ini bukanlah bermaksud untuk menimbulkan kontraversi. untuk mendidik calon-calon dai. Karena keadaan yang demikian dekat maka mereka menukilkannya sebagai hokum Islam di satu sisi dan adat Aceh di sisilain. Tapi tulisan ini hanyalah sebuah review perkembangan sejarah masuknya Islam di Nusantara yang di mulai dari Perlak dan Pasei(Aceh) hingga berkembang maju di negeri Jawa dan Asia Tenggara .pembacaan tahlil. keduanya senantiasa menyatu dan tak boleh dipisahkan sampai kapan pun. Bahkan Sunan Ampel—yang dikenal sangat hati-hati—menyebut shalat dengan “sembahyang” (asalnya: sembah dan hyang) dan menamai tempat ibadah dengan “langgar”. demikian menyatunya Islam dengan Aceh dan bangsanya. mencari sensasi atau provokasi Aceh dengan Jawa. orang-orang Aceh dengan baiknya tunduk dan patuh kepada ajaran agama Hindu dan Budha yang menjadi kepercayaan mereka. dan sedekah. Dan tulisan ini juga tidak bermaksud menggores kembali luka ketidak harmonisan sebagian bangsa Aceh dengan bangsa Jawa yang pada saat ini suduh mulai sembuh. Selain itu. bahkan masjid Kudus dilengkapi menara dan gapura bercorak Hindu. Dari sinilah Islam dan kebudayaan Islam itu bermula serta menyebar ke seluruh tanah melayu dengan berbagai aktivitas yang dijalankan 25 . mirip kata sanggar. Bangunan masjid dan langgar pun dibuat bercorak Jawa dengan genteng bertingkattingkat. Kedudukan manusia dan kebudayaan di bumi Aceh senantiasa menyatu antara satu dengan lainnya. doa. Sebaliknya setelah Islam dating sampai ke hari ini seratus persen bangsa Aceh menerimanya dan mengamalkan dalam kehidupan mereka secara sempurna sehingga susah mau dipisahkan antara Aceh dengan Islam. Penyatuan ini disifatkan oleh para pakar sejarah Aceh sebagai sesuatu yang tidak mungkin dipisahkan di antara keduanya.

hasil dari akulturasi budaya yang sudah ada. Sebut saja perbedaan – perbedaan yang kecil dalam puasa di agama Islam. Bahkan bukan saja berbentuk asimilasi. tetapi lebih rumit lagi.J. Sampai sekarang keadaan orang jawa masih sangat terikat dengan kebudayaan Hindu dan Jawanya. ikatan darah Jawa lebih kental daripada ikatan Islam”. mengungkap Islam masa lampau. maka ramai-ramai orang Jawa mengganjalnya dengan menolak pertanggung jawabannya sebagai presiden pengganti Soeharto. Beliau menyebutkan bahwa jika ditilik ulang mengenai sejarah. Masyarakat Aceh pada masa itu dengan mudah sahaja dapat menerima dan menyatu dengan Islam serta budaya yang dibawa Islam itu sendiri. maka sejarah datangnya Islam pada abad ke. Inilah yang membuat seorang perwira muda Republik Islam Aceh (RIA) S.ummatnya. Habibie yang bukan Jawa yang terkenal dekat dengan Islam coba maju untuk menjadi Presiden RI ketiga. Kondisi seumpama ini masih banyak terjadi dalam persoalan dan tempat yang berbeda. Dan terakhir Golkarnya Jawa lebih ikhlas memperjuangkan Sosilo Bambang Yudoyono yang Partai Demokrat sebagai Presiden dengan menempatkan Yusuf Kalla sebagai Wapres karena bukan Jawa walaupun GOLKAR.13 masehi. yang telah surut pemikirannya. atau mungkin sebelumnya. menunjukan bahwa agama Islam yang tersiar di Indonesia adalah Islam yang mentradisi. Artinya Islam yang datang adalah Islam 26 . Menurut Yos Rizal dalam artikelnya yang bartajuk “Kesusastraan Islam Melayu dan "kejawen" di Indonesia”. Apabila berhadapan antara Islam dengan Jawa. mereka tetap memilih Jawa dan meninggalkan Islam. maka semua orang Jawa di MPR termasuk Amin Rais menggalang kekuatan untuk memilih Megawati dan membiarkan Hamzah Haz karena Mega orang Jawa dah Hamzah orang Kalimantan. Sebaliknya orang-orang Jawa tersebut berlomba-lomba mempersiapkan Abdurrahman Wahid yang sekuler dan plin plan lagi buta menjadi presiden RI keempat. Penolakan B.S Djuangga Batubara menyayangkan :”Adalah sangat menyedihkan kiranya bagi orang Islam Jawa. Bisa jadi hal ini merupakan produk budaya baru. seperti kasus penerimaan azas tunggal Pancasila sebagai pengganti Islam di masa Orde Baru pimpinan Soeharto. Akulturasi budaya di Indonesia yang menyebabkan banyaknya aliran agama yang timbul. Selanjutnya ketika berhadapan antara Hamzah Haz dengan Megawati Soekarnoputri dalam rangka merebut kursi wakil presiden. Keadaan ini sangatlah berbeda dengan kondisi dan situasi masyarakat pulau Jawa yang lebih memilih Hindu dan lari ke pulau Bali ketika Islam dibawa Falatehan dari Pasai ke sana.

Masih juga menurut Yos Rizal. berdasarkan perasaan. atau orang luar jawa yang hidup di sekitar pulau jawa. sudah mentradisi dan melekat dalam sebuah kepercayaan baru. Jadi jikalau kita menghendaki warna yang hitam. disiarkan dan dikelola ulama-ulama kelas pengikut (tabi'). "Kejawen" yang merupakan sebuah produk percampuran dari berbagai agama.com tentunya dari internet. "Kejawen" yang disebut oleh seorang ahli antropologi Amerika Serikat . dan lebih melekat dengan budaya Islam. pegangan para ulama terdahulu Indonesia adalah kitab-kitab sastra budaya ekspresif. namun khsusunya bagi orang jawa. Clifford Geertz the religion of java atau "Agami Jawi" ini bukan saja merupakan sebuah aliran kepercayaan. maka salah satu dari 2 pilihan harus kita hilangkan. Ada sebuah tulisan di mayapadaprana@yahoogoups.kelas dua. dimana Islam telah menyebar selama berabad-abad di Indonesia. yaitu: Muhammad dan 9 nabi lagi yang dinamakan Wali Songo. sering disebut sebagai "ISLAM KEJAWEN". Dizaman sekarang Walisongo memang 27 . Dan kejawen adalah pilihan warna ketiga yaitu abu-abu. Sedangkan sastra budaya Islam (kitab-kitab agama) yang bermuatan progresif dan ilmiah belum mendominasi pendidikan agama. berbeda dengan Ahmadiah. yang irrasional. Jika Sunny mempunyai 1 nabi yaitu Muhammad. Yakni berdasarkan pada percampuran Islam dan budaya "kejawen" yang dianut oleh orang jawa. yang 'mengeruhkan' budaya-budaya awal. Dan hingga kini pendidikan Islam masih mengutamakan kuantitas. Hal ini memang melahirkan suatu budaya baru. salah satu penyebab timbulnya hal ini dikarenakan. Maka wajar hingga abad ini. dimana kejawen adalah percampuran dari warna hitam dan putih. karena "kejawen" berwarna abu-abu. Sehingga tidak dapat diketahui siapa yang hitam dan siapa yang putih. bukan kelas mujtahid. yang menyatakan bahwa KEJAWEN! Sekte ini juga ISLAM. juga Syiah mempunyai satu nabi yaitu Hussain. "kejawen" ini banyak bersinggungan dengan agama-agama. bukan kualitas. "kejawen" merupakan gaya hidup dan sebuah aturan norma yang sakral. khususnya bagi orang jawa. terkadang hanya disebut sebagai "Kejawen". intuisi dan imajinasi. Pada kenyataannya. belum bisa melahirkan seorang mujtahid ulung. mereka punya dua nabi yaitu Muhammad dan Ghulam Ahmad. maka KEJAWEN MEMILIKI 10 NABI.

Sunan Kalijaga dijadikan rujukan "Islam Kejawen" karena dinilai mampu membaca alam semesta secara benar. lelakon yang harus dilakukan manusia. yaitu ”nyantri” dan ”nyandi”. ”Menungsa urip teng dunya niku mboten nyantri nggih nyandi. Pernyataan diatas ditulis oleh Ny. "tambah lulusan STAI Sunan Giri Bojonegoro ini.” Peryataan ini berarti bahwa manusia hidup di alam ini terbagi menjadi dua. Akan tetapi terlepas dari beberapa hal diatas. dia menganjurkan generasi muda untuk mendalami nilai-nilai Jawa yang bermuatan filosofis dan berguna sebagai pedoman hidup. Namun jika pertanyaan yang diajukan adalah. Karena itu. yang sering mereka sebut dengan islam lima waktu. Beliau menyatakan bahwa "Nenek moyang menilai budaya Indonesia beragam. Islam kejawen juga merupakan Islam percampuran antara Islam dan adat istiadat Jawa. jika pertanyaan yang diajukan adalah mengapa ada "kejawen" di Indonesia. Selain itu. Saat ini. puasa. Dalam "Islam kejawen" tokoh yang menjadi rujukan adalah Sunan Kalijaga.Soenarjo dalam dialog intraktif tentang Islam Kejawen seusai pelantikan PR IPNU dan IPPNU Gunungsari masa khidmat 2007-2008 di Balai Desa Gunungsari.tidaklah dianggap nabi. salah satunya dari paparan di atas. Ada lagi pendapat dari tokoh Islam Kejawen Bojonegoro. Dalam ajaran Jawa. "Yakni. dan zakat ) tanpa melakukan shalat lima waktu. namun dimasa kehidupan beliau. memang menekankan anjuran mempelajari alam semesta. kiranya paparan diatas sudah ikut melengkapi jawaban-jawaban yang akan hadir. Sehingga perlu ada akulturasi agar Islam dapat diterima masyarakat Jawa”. dan kelompok muslim yang pengamalan rukun islamnya hanya tiga ( syahadat. Muslim binti Muskitawati yang mungkin kecewa dengan sikap kita terhadap "kejawen". "kejawen" tetaplah "kejawen". bukan hanya tekstual. juga menekankan aspek perilaku. 28 . jawaban benar ataupun salah dapat kita cerna sendiri. masih menurut Soenarjo. Dua istilah ini di gunakan untuk memilah antara kelompok yang notabene muslim dengan pengalaman rukun islamnya yang lima secara utuh. benarkan aliran "kejawen" ini? Maka. sebenarnya mereka merupakan nabi-nabi yang sejati meskipun dizaman sekarang tidak diceritakan seperti demikian. bukan merupakan Islam atau bagian dari Islam. Oleh karena itu.(Sumber:Radar Bojonegoro).

dalam arti yang berkaitan dengan hukum-hukum hakiki agama Islam. Islam Jawi atau Islam Kejawen adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hind-Budha yang cenderung kearah mistik yang bercampur menjadi satu dan diakui sama dengan agama Islam. Dengan membaca buku ini. Adapun Koentjaraningrat menyebut aliran Islam Kejawen dengan istilah Islami Jawi. 29 . dan menjadi cermin bening seberapa mendalam religiositas kita masing-masing. Kejawen (sinkretisme) adalah percampuran agama Hindu-Budha-Islam. Di antara percampuran tersebut yang paling dominan adalah dengan agama islam. dan Kristen. Buku ini mengajak Anda membedah anatomi Islam Kejawen. Budha. Islam.”Nyandi” berarti poros keyakinannya mendasarkan pada punden. Tempat yang paling dianggap suci adalah makam Kyai Bonokeling. Anda akan memiliki perspektif yang lebih luas tentang pluralitas keyakinan manusi Indonesia. Meskipun berupa percampuran. Islam Kejawen sebagai sebuah varian dalam Islam merupakan hasil dari proses dialog antara tatanan nilai Islam dengan budaya lokal Jawa yang lebih berdimensi tasawuf dan bercampur dengan budaya Hindu yang kurang menghargai aspek syari’at. namun ajaran kejawen masih berpegang pada tradisi-tradisi Jawa asli sehingga dapat dikayakan mempunyai kemandirian sendiri. istilah aliran kepercayaan. Kejawen merupakan campuran (sinkretisme ) kebudayaan Jawa dengan agama pendatang. lengkap dengan filosofi. yaiyu Hindu. Agama bagi Kejawen adalah Manunggaling Kawula Gusti (bersatunya hamba dengan Tuhan). Konsep penyatuan hamba dengan Tuhan dalam pandangan Islam putihan (santri) dianggap mengarah pada persekutuan Tuhan atau perbuatan syirik.yaitu tempat-tempat suci. Istilah agama Jawi sesungguhnya merupakan istilah yang diderivasi dari penggolongan masyarakat Jawa secara sosial-agama yang digagas oleh Clifford Geertz dengan tiga varia. sistem kenyakinan dan ritual yang dilakukan. priyayi. khususnya masyarakat Jawa. dan santri. Dikalangan para peniliti. yaitu Islam abangan. guna menghadapi zaman yang semakin memateri ini.

menyatakan bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan. beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu(i) . Bahkan lebih jauh Koentjaraningrat menyatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat berubah dan agama merupakan unsur yang paling sukar untuk berubah. ia berproses dalam sejarah Pandangan tersebut telah melahirkan pemahaman rancu terhadap Islam. DAN PERKEMBANGAN IPTEK DALAM PANDANGAN ISLAM Kata agama dan kebudayaan merupakan dua kata yang seringkali bertumpang tindih. sistem pengetahuan. BUDAYA INDONESIA. dan desakan untuk ‘berdamai’ menjadi Islam Inklusif. Dengan demikian. Islam pun dapat pula berubah jika bersentuhan dengan peradaban lain dalam sejarah.BAB III SENI. maka Islam merupakan hasil dari keseluruhan gagasan dan karya manusia. sistem religi. Koentjaraningrat juga menyatakan bahwa terdapat unsur-unsur universal yang terdapat dalam semua kebudayaan yaitu. tetapi tak sedikit pula yang menyatakan kebudayaan merupakan hasil dari agama. merupakan produk dari 30 . sistem dan organisasi kemasyarakatan. Hal ini seringkali membingungkan ketika kita harus meletakan agama (Islam) dalam konteks kehidupan kita sehari-hari. sistem mata pencaharian hidup. Ketika Islam diterjemahkan sebagai agama (religi) berdasar pandangan di atas. Pembongkaran terhadap sejarah Al-Qur’an. justifikasi terhadap ide-ide sekulerisme. Banyak pandangan yang menyatakan agama merupakan bagian dari kebudayaan. agama (menurut pendapat di atas) merupakan gagasan dan karya manusia. kesenian. yang harus dibiasakannya dengan belajar. bahasa. serta sistem teknologi dan peralatan(ii). sehingga mengaburkan pamahaman kita terhadap keduanya. Pandangan di atas. Islam lahir dalam sebuah kebudayaan dan berkembang (berubah) dalam sejarah. Islam merupakan produk kebudayaan. Koentjaraningrat mengartikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia. Islam tidaklah datang dari langit.

Islam seharusnya diberi kesempatan untuk menafsirkan dirnya sendiri. Lebih jauh Syed Naquib Al-Attas menyatakan: …Maka dengan pengertian faham agama yang bernisbah kepada kebudayaan seperti yang biasa difahamkan dalam pengalaman Kebudayaan Barat itu tiada pula dapat dikenakan kepada agama Islam – berbeza dari yang lain yang sesungguhnya merupakan keagamaan belaka — bukan hasil renungan atau teori. Agama yang disebut dalam pandangan Kontjaraningrat di atas tentu tidak dapat dinisbatkan kepada Islam. Islam pun harus berikan keleluasaan untuk mendevinisikan kebudayaan. Agama-agama semacam ini bukanlah agama yang diturunkan Allah Swt kepada para nabinya. Hanya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Islam dan Kebudayaan Buya Hamka menyatakan bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa itu sedia telah ada dalam jiwa manusia sendiri(iii). tetapi agama yang berasal dari akal budi dan gagasan manusia. Yang dimaksud dengan kalimat tersebut yaitu. Manusia melihat alam yang megah dan berbagai fenomena luar biasa. Maka menjerahlah dia dengan segala rela hati. kemudian mencoba untuk menjelaskannya. …maka insaflah manusia akan kelemahan dirinja. akan tetapi manusia akhirnya menyerah karena akal tidak cukup untuk memahaminya. Islam memberikan penjelasan apa yang tidak bisa dijelaskan oleh akal. Akhir dari perjalanan dinamai Islam(iv). Pemaksaan untuk memasukan Islam dalam teori tersebut akan menghasilkan pemahaman yang rancu.kerancuan pemahaman tersebut. Agama semacam inilah yang tepat untuk dinisbatkan kepada teori Kuntjaraningrat di atas. bukan hasil agung dayacipta insan 31 . Penjerahan jang demikian dalam bahasa Arab dinamakan Islam(v). Dari fitrah itulah menusia kemudian mencari tahu “siapa yang Maha Kuasa?”. fitrah manusia. Pencarian manusia tersebut telah melahirkan banyak paham dan pandangan yang kemudian dipercayai sebagai agama. Hal itulah yang universal dalam diri manusia. Itulah kenapa agama ini dinamakan Islam. dan insaf akan keMaha Besarnja Jang Ada itu. bahwa fitrah manusia untuk mencari Yang Maha Kuasa. Buya Hamka menyatakan : Permulaan perjalanan dinamakan fitrah.

sedangkan di Islam. iaitu agama yang ditanzilkan oleh Allah Yang Mahasuci lagi Mahamurni dengan perantara wahyu menerusi PesuruhNya yang Terpilih. tetapi tanpa kebudayaan agama sebagai kolektivitas tidak akan mendapat tempat[1]. Dr.sebagaimana kebudayaan itu hasil usaha dan dayaciptanya dalam tindakan menyesuaikan dirinya menghadapi keadaan alam sekeliling. Peradaban yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi tersebut dinamakan peradaban Islam. relatif dan temporer. Islam adalah agama dalam erti kata yang sebenarnya. termasuk kebudayaan. Sementara Prof. kita dapat memulai untuk meletakan Islam dalam kehidupan keseharian kita. agama dan kebudayaan dapat saling mempengaruhi karena keduanya terdapat nilai dan simbol. Agama adalah sesuatu yang final. Amer Al-Roubai menyatakan: Di Barat. Islam justru membangun sebuah budaya. sebuah peradaban. 32 . Cara pandang hidup yang berbeda inilah yang menghasilkan konsep-konsep yang berbeda pula. agama adalah bagian dari kebudayaan. dan amalan-amalannya dicarakan dalam Sunnah NabiNya yang Agung itu. dan dasar-dasar akidahnya dinyatakan dalam Kitab Suci Al-Qur’anu’l-Karim. Kebudayaan juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup di dalamnya. dengan kata lain agama memerlukan kebudayaan agama. Dipandang sebagai suatu peristiwa sejarah pun maka Islam itulah yang mengakibatkan timbulnya kebudayaan Islam. Peradaban Islam memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peradaban lain. Islam bukanlah hasil dari produk budaya (seperti yang dituduhkan oleh Nasr Hamd Abu Zayd). Sebagai sebuah kenyatan sejarah. Oleh karena itu. Agama memerlukan sistem simbol. Tetapi keduanya perlu dibedakan. universal. Agama tanpa kebudayaan memang dapat bekembang sebagai agama pribadi. Dengan pemahaman di atas. Kita pun dapat membangun kebudayaan Islam dengan landasan konsep yang berasal dari Islam pula. abadi (parennial) dan tidak mengenal perubahan (absolut). dan bukan sebaliknya: bukanlah sesuatu kebudayaan itu yang mengakibatkan timbulnya agama Islam(vi). Sedangkan kebudayaan bersifat partikular. budaya didefinisikan oleh agama(vii). Agama adalah simbol yang melambangkan nilai ketaatan kepada Tuhan. merupakan hak Islam untuk menggunakan pandangan hidupnya (dalam bahasa Al-Attas: ar-Ruyatul al Islam li al-wujud) untuk memahami setiap keberadaan.

baik agama maupun budaya lokal dalam tahlilan sama-sama saling memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi orang yang meninggal [3]. pertama agama memperngaruhi kebudayaan dalam pembentukannya. biasanya terjadi dialektika antara agama dan kebudayaan tersebut. Demikian juga dalam upacara tahlilan. keduanya adalah sitem nilai dan sistem simbol dan keduanya mudah sekali terancam setiap kali ada perubahan. kebudayaan dapat menggantikan sitemnilai dan simbol agama[2]. dan karsa manusia (dalam masyarakat tertentu) yang berisi nilai-nilai dan pesanpesan religiusitas. Agama memberikan warna (spirit) pada kebudayaan. Kedua. bila agama memberikan wawasan untuk melaksanakan aqiqah untuk penebusan (rahinah) anak tersebut. yang berperan besar dalam menjelaskan struktur tata normatif dan tata sosial serta memahamkan dan menafsirkan dunia sekitar. Epistemologi Pribumisasi Islam Gagasan pribumisasi Islam. Oleh karena itu. wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). Agama. karya. secara geneologis dilontarkan pertama kali oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1980-an. yaitu mendo”akan kesalehan anak yang baru lahir agar sesuai dengan harapan ketuhanan dan kemanusiaan. Karena seni tradisi. tetapi memiliki tujuan yang sama. Agama dan kebudayaan mempunyai dua persamaan. Contohnya adalah bagaimana shalat mempengaruhi bangunan. sementara kebudayaan yang dikemas dalam marhabaan dan bacaan barjanji memberikan wawasan dan cara pandang lain. Dan ketiga. Dalam ‘Pribumisasi Islam’ tergambar 33 . Namum terkadang dialektika antara agama dan seni tradisi atau budaya lokal ini berubah menjadi ketegangan. dalam menyambut anak yang baru lahir. yaitu. sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. budaya lokal. Dalam hal ini kebudayaan Indonesia mempengaruhi Islam dengan pesantren dan kiai yang berasal dari padepokan dan hajar. atau adat istiadat sering dianggap tidak sejalan dengan agama sebagai ajaran Ilahiyat yang bersifat absolut. nilainya adalah agama. Misalnya. tetapi simbolnya adalah kebudayaan. Baik agama maupun kebudayaan. agama dapat mempengaruhi simbol agama. Sementara seni tradisi merupakan ekspresi cipta. dalam perspektif ilmu-ilmu sosial adalah sebuah sistem nilai yang memuat sejumlah konsepsi mengenai konstruksi realitas. sama-sama memberikan wawasan dan cara pandang dalam mensikapi kehidupan agar sesuai dengan kehendak Tuhan dan kemanusiaannya.Interaksi antara agama dan kebudayaan itu dapat terjadi dengan.

akan tercipta pola-pola keberagamaan (Islam) yang sesuai dengan konteks lokalnya. ‘Islam Pribumi’ justru memberi keanekaragaman interpretasi dalam praktik kehidupan beragama (Islam) di setiap wilayah yang berbeda-beda. Sehingga berangkan dari pemahaman ini. pribumisasi bukan upaya menghindarkan timbulnya perlawanan dari kekuatan budaya-budaya setempat. Konsep mengenai kemuliaan hidup manusia ini jelas-jelas diwarnai oleh kultur Islam yang memandang manusia sebagai makhluq yang mulia[6]. dan sebagainya. yakni Islam dipahami sebagai 34 .bagaimana Islam sebagai ajaran yang normatif berasal dari Tuhan diakomodasikan ke dalam kebudayaan yang berasal dari manusia tanpa kehilangan identitasnya masing-masing. Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari Islam otentik mengandaikan tiga hal. melainkan beraneka ragam. sebab polarisasi demikian memang tidak terhindarkan[4]. melainkan berwujud dalam pola nalar keagamaan yang tidak lagi mengambil bentuknya yang otentik dari agama. menunjukkan perkawinan antara Islam dan budaya lokal yang cukup erat. Sebagai contoh dapat dilihat dari praktek ritual dalam budaya populer di Indonesia. Sehingga. Pribumisasi Islam telah menjadikan agama dan budaya tidak saling mengalahkan. tidak ada lagi pemurnian Islam atau proses menyamakan dengan praktik keagamaan masyarakat muslim di Timur Tengah. . akan tetapi justru agar budaya itu tidak hilang. Tidak ada lagi anggapan Islam yang di Timur Tengah sebagai Islam yang murni dan paling benar. Upacara Pangiwahan di Jawa Barat. masyarakat harus memuliakan kelahiran. Inti ‘Pribumisasi Islam’ adalah kebutuhan bukan untuk menghindari polarisasi antara agama dan budaya. dalam wujud ‘Islam Pribumi’ sebagai jawaban dari ‘Islam Otentik’ atau ‘Islam Murni’ yang ingin melakukan proyek Arabisasi di dalam setiap komunitas Islam di seluruh penjuru dunia. Pada konteks selanjutnya. dimaksudkan agar manusia dapat menjadi ‘wiwoho’. sebagaimana digambarkan oleh Kuntowijoyo. perkawinan. Semua ritual itu dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kehidupan manusia itu bersifat mulia. ‘Islam Pribumi’ memiliki sifat kontekstual. Islam tidak lagi dipandang secara tunggal. Pertama. serta berusaha mempertemukan jembatan yang selama ini memisahkan antara agama dan budaya. karena Islam sebagai agama mengalami historisitas yang terus berlanjut[5]. Bukankah Arabisasi atau proses mengidentifikasi diri dengan budaya Timur Tengah berarti tercabutnya kita dari akar budaya kita sendiri? Dalam hal ini. sebagai salah satunya. kematian. yang mulia.

‘Islam Pribumi’ lebih berideologi kultural yang tersebar (spread cultural ideology)[7]. Sehingga dapat tersebar di berbagai wilayah tanpa merusak kultur lokal masyarakat setempat. otentifikasi. Ketiga. yang hanya mengakui ajaran agama tanpa interpretasi. ‘Islam Pribumi’ bersifat progresif. Syekh Siti Jenar dikenal sebagai seorang Wali yang mempunyai kecenderungan mistis yang sangat kuat. Dalam sejarah Islam Jawa telah direkam bagaimana upaya-upaya penguasa Islam waktu itu dalam memberangus praktek sufime yang mereka tuduh telah menyimpang dari ortodoksi Islam. Seperti diketahui. Jalan tarekat yang dia tempuh sering menimbulkan ketegangan antara ketentuan-ketentuan syari’at yang baku (doktris resmi Islam). Dalam pengertian. tidak akan ada lagi praktik-praktik radikalisme yang ditopang oleh paham-paham keagamaan ekstrem. Karena itulah. Ambillah contoh misalnya tentang konfik antara Syekh Siti Jenar dengan seorang raja dari Demak. Kedua. Islam menjadi ajaran yang dapat menjawab problem-problem kemanusiaan secara universal tanpa melihat perbedaan agama dan etnik. Dalam konteks inilah. Islam tidak kaku dan rigid dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang selalu berubah. Dengan demikian. Seringkali paham mistiknya yang sangat kuat itu 35 . dan segala bentuk pemurnian Islam sekaligus juga menjaga kearifan lokal tanpa menghilangkan identitas normatif Islam. Dengan demikian. Perubahan waktu dan perbedaan wilayah menjadi kunci untuk menginterpretasikan ajaran. Islam akan mengalami perubahan dan dinamika dalam merespons perubahan zaman. yakni kemajuan zaman bukan dipahami sebagai ancaman terhadap penyimpangan terhadap ajaran dasar agama (Islam). yang selama ini menjadi ancaman bagi terciptanya perdamaian. Mengabsahan ini penting menyangkut sosialisasi dan internalisasi Islam pribumi sebagai wacana pembebasan umat di kalangan umat Islam sendiri. Lebih lanjut kelompok ini berkeyakinan ahli bid’ah adalah sesat (dlalalah). Dengan demikian. ‘Islam Pribumi’ ingin membebaskan puritanisme. yang mempertimbangkan perbedaan lokalitas ketimbang ideologi kultural yang memusat. tetapi dilihat sebagai pemicu untuk melakukan respons kreatif secara intens. Kelompok puritan Islam telah menuduh Islam pribumi sebagai sebagai pengejawantahan dari praktek bid’ah yang telah menyimpang dari ajaran Islam. Otentisitas Islam Pribumi Cuma permasalahanya apakah Islam pribumi dapat dipandang ‘absah’ dalam perspektif doktrin Islam. ‘Islam Pribumi’ memiliki karakter membebaskan.ajaran yang terkait dengan konteks zaman dan tempat.

karena paham-paham seperti itu menyebabkan orang menjadi individualistik dan meremehkan kekuasaan keraton. dan aspek-aspek keagamaan lainnya. berpotensi memimbulkan kegoncangan sosial. Woodward[9] tidak akan mungkin terjadi. Walaupun Kuntowijoyo[8] menyimpulkan tragedi tersebut bukan katrena faktor keyakinan beragama antara keyakinan resmi yang diwakili oleh Raja Demak dengan keyakinan menyimpang yang dicontohkan oleh Syekh Siti Jenar. melainkan semata-mata karena faktor kekuasaan. Teori yang dapat ditunjukkan adalah bahwa jika ajaran Islam yang diusung ke dalam tradisi kerajaan menguntungkan atas langgengnya status quo kekuasaan. Formulasi doktrin itu telah dimulai tidak lama sesudah Nabi Wafat dan berpuncak dalam bentuk hadis dan syari’at semikanonik [10]. Inilah yang dalam pandangan Mark R. deligitimasisasi. sebagaimana kitab suci yang lainnya. soteriologi. begitu kata Mark R. ritual. Demikianlah. biasanya 36 . akhirnya Demak menghukum Syekh Siti Jenar dengan cara membakar hidup-hidup (meskipun pada akhirnya konon dia tidak mati) yang melambangkan disirnakannya sufisme dan mistis Islam untuk digantikan dengan syari’at demi ketertiban negara. sehingga masalah apapun yang ada disekitar manusia sampai kapanpun. akan ada jawaban-jawaban spesifik dalam al-Qur’an. Teologi dan hukum Islam didasarkan pada penafsiran al-Qur’an dan Sunnah Nabi. untuk berbicara secara komprehensif mengenai kosmologi. Sebab apa ? Karena itu bukan menjadi watak al-Qur’an. yang komprehensif hanya bisa muncul melalui penafsiran. tetapi jika ajaran itu membahayakan kekuasaan. maka ajaran tersebut diberangus secepatnya. Oleh karena itulah penguasa kerajaan Islam Jawa di Demak itu kemudian berusaha keras untuk memadamkan pengaruh mistik. maka ajaran itu diadobsi bahkan dikembangkan. sufi dan tarekat. Sistem-sistem doktrinal. Fazlur Rahman.menyebabkan ia meremehkan hukum-hukum yang sudah diadobsi dari kerajaan.[11] mendefinisikan hadis sebagai “:suatu narasi. Hadis dan syari’at termasuk aspek doktrin yang tidak ditemukan dalam alQur’an. Klaim-klaim yang dilontarkan kelompok Islam Puritan perlu mendapat counter discourse untuk sebuah agenda dialog terbuka yang membuka peluang adanya new paradigm masing-masing yang berdialog. etika. Woodward selanjutnya. Kebanyakan kelompok Islam puritan mempunyai pemahaman bahwa al-Qur’an sebagai sumber ortodoksi adalah kitab yang komprehensif.

sangat pendek, yang pokok isinya memberikan informasi mengenai apa yang dikatakan, dilakukan atau apa yang disetujui dan tidak disetujui dari para sahabatnya …”. Bukti kuat menunukkan bahwa hadis berisi banyak informasi mengenai praktek-sosial keagamaan komunitas Muslim awal, berapa diantaranya dapat dilacak langsung ke Nabi[12]. Selain itu semua itu merupakan hasil proses simbolisasi yang lewatnya prinsip-prinsip al-Qur’an digunakan untuk membangkitkan atau menafsirkan ulang bentuk-bentuk praktek kepercayan, sosial dan keagamaan. Upaya-upaya merujuk pernyataan-pernyataan dan praktek-praktek ini ke Nabi SAW akan meligitimasi inpvasi dan interpretasi keagamaan. Selain itu, hadis dikembangkan untuk mendukung tradisi politik dan doktrin yang luas. Penting kaitannya dengan hal ini, Muslim syi’ah mempunyai bentuk hadis yang berbeda dengan mayoritas Sunni. Hal ini membawa kepada pengamatan juniboll (1953) bahwa salah satu dari tujuan utama formulasi hadis adalah untuk mengabsahkan kedudukan-kedudukan teologis dengan mengaitkannya dengan Nabi. Ulama tampak mengakui, proses “pengumpulan” tidak bisa dilanjutkan untuk jangka waktu tak terbatas tanpa terjerembab ke dalam pemalsuan yang tidak terbatas pula. Oleh karena itu, sepanjang zaman Islam era ketiga, dikembangkan ilmu transmisi hadis dan temuan-temuan yang kan didokumentasikan dengan baik ini, dirancang dalam enam kumpulan semikanotik (kutub as-sittah) yang, bersama al-Qur’an, merupakan inti Islam “ortodok”.[13] Kemunculan literatur hadis memberikan contoh jernih peran penafsiran dan simbolisasi dalam evolusi tradisi-tradisi kitabiah. Proses ini merupakan perangkat yang melaluinya prinsip-prinsip dasar al-Qur’an digunakan untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya meberikan basis untuk menyusun dan menafsirkan tradisi yang hidup, yang pada gilirannya memberikan basis untuk skripturalisasi hadis (melalui asosiasi simboliknya dengan Nabi Muhammad). Hadis menawarkan model untuk ritual rakyat (popular ritual) dan agama pemujaan (devotional religion), dan ini melengkapi suatu lingkaran penafsiran. Sama halnya dengan peran penafsiran dalam pertumbuhan syari’at, Goldziher[14] melihat bahwa perkembangan hukum didorong sebagian besar oleh penaklukan Arab tas kawasan Byzantium dan Persia, dan syari’at menggunakan yurisprudensi Romawi. Hukum Islam didasarkan pada empat prinsip fundamental : (1) al-Qur’an, (2) al-Hadis, (3) Konsensus Ulama (ijma’), (4), analogi (qiyas)

37

(Rahman, 1979 : 68). Ia berupaya untuk memperluas prinsip-prinsip fundamental dari al-Qur’an atau hadis, dengan memunculkan petunjuk lengkap untuk semua segi tingkah laku keagamaan dan sosial. Karakter syari’at bersama dengan penggunaan konsensus dan analogi sebagai prinsip-prinsip penafsiran memunculkan perdebatan tentang pokok persoalan yang jauh terlepas dari tema sentral al-Qur’an dan tampaknya akan melanggar sejumlah hadis, tema yang membebaskan “dari beban yang menyusahkan”.[15] Diantara perdebatan-perdebatan ini – dan satunnya yang akan diperhitungkan dalam ulasanulasan tentang pribumisasi Islam – adalah tentang kultus roh Jawa (javanese spirit cult) dan teori kerajawian, yakni yang berhubungan dengan keabsahan perkawinan antara manusia dan roh. Goldziher berpendapat bahwa bentuk asus hukum ini merupakan salah satu dari faktor utama yang mendorong berkembangnya sufisme. Penjelasan panjang tersebut untuk menjawab klaim kelompok puritan bahwa kelompok mereka yang paling otentik dalam mempraktekkan ajaran Islam seharihari. Otentisitas memang menjadi salah satu kriteria kebenaran sebuah pemahaman ajaran agama. Tetapi seringkali diabaikan di sini proses-proses sosial, politik dan budaya yang mempengaruhi pemikiran dan perumusan (sistem) ajaran tersebut, suatu dimensi historis dari ajaran agama. Kaum puritan mengabaikan dimensi tafsir dalam ajaran agama, seolah-olah agama adalah paket dari langit yang superlengkap dengan juklak dan juknis, padahal realitas yang telah ditunjukkan tidaklah demikian. Ajaran agama sarat dengan penafsiran, dan penafsiran terkait dengan ruang dan waktu, di sana ada dialektika dengan struktur budaya di mana tafsir itu lahir, sehingga di sini Islam Pribumi menemukan keabsahannya. Dakwah dan Tradisi Lokal Sejak kehadiran Islam di Indonesia, para ulama telah mencoba mengadobsi kebudayaan lokal secara selektif, sistem sosial, kesenian dan pemerintahan yang pas tidak diubah, termasuk adat istiadat, banyak yang dikembangkan dalam perspektif Islam. Hal itu yang memungkinkan budaya Indonesia tetap beragama, walaupun Islam telah menyatukan wilayah itu secara agama. Kalangan ulama Indonesia memang telah berhasil mengintegrasikan antara keIslaman dan keindonesiaan, sehingga apa yang ada di daerah ini telah dianggap sesuai dengan nilai Islam, karena Islam menyangkuit nilai-nilai dan norma, bukan selera atau idiologi apalagi adat. Karena itu, jika nilai Islam dianggap sesuai dengan

38

adat setempat, tidak perlu diubah sesuai dengan selera, adat, atau idiologi Arab, sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kegoncangan budaya, sementara mengisi nilai Islam ke dalam struktur budaya yang ada jauh lebih efektif ketimbang mengganti kebudayaan itu sendiri. Islam yang hadir di Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dengan tradisi atau budaya Indonesia. Sama seperti Islam di Arab saudi, Arabisme dan Islamisme bergumul sedemikian rupa di kawasan Timur Tengah sehingga kadang-kadang orang sulit membedakan mana yang nilai Islam dan mana yang simbol budaya Arab. Nabi Muhammad saw, tentu saja dengan bimbingan Allah (mawa yanthiqu ‘anil hawa, in hua illa wahyu yuha), dengan cukup cerdik (fathanah) mengetahui sosiologi masyarakat Arab pada saat itu. Sehingga beliau dengan serta merta menggunakan tradisi-tradisi Arab untuk mengembangkan Islam. Sebagai salah satu contoh misalnya, ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah di sana menyambut dengan iringan gendang dan tetabuhan sambil menyanyikan thala’albadru alaina dan seterusnya.[16] Berbeda dengan agama-agama lain, Islam masuk Indonesia dengan cara begitu elastis. Baik itu yang berhubungan dengan pengenalan simbol-simbol Islami (misalnya bentuk bangunan peribadatan) atau ritus-ritus keagamaan (untuk memahami nilai-nilai Islam). Dapat kita lihat, masjid-masjid pertama yang dibangun di sini bentuknya menyerupai arsitektur lokal-warisan dari Hindu. Sehingga jelas Islam lebih toleran terhadap warna/corak budaya lokal. Tidak seperti, misalnya Budha yang masuk “membawa stupa”, atau bangunan gereja Kristen yang arsitekturnya ala Barat. Dengan demikian, Islam tidak memindahkan simbol-simbol budaya yang ada di Timur Tengah (Arab), tempat lahirnya agama Islam. Demikian pula untuk memahami nilai-nilai Islam. Para pendakwah Islam dulu, memang lebih luwes dan halus dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat yang heterogen setting nilai budayanya. Mungkin kita masih ingat para wali –yang di Jawa dikenal dengan sebutan Wali Songo. Mereka dapat dengan mudah memasukkan Islam karena agama tersebut tidak dibawanya dalam bungkus Arab, melainkan dalam racikan dan kemasan bercita rasa Jawa. Artinya, masyarakat diberi “bingkisan” yang dibungkus budaya Jawa tetapi isinya Islam. Sunan Kalijaga misalnya, ia banyak menciptakan kidung-kidung Jawa bernafaskan Islam, misalnya Ilir-ilir, tandure wis semilir. Perimbangannya jelas

39

menyangkut keefektifan memasukkan nilai-nilai Islam dengan harapan mendapat ruang gerak dakwah yang lebih memadai. Meminjam pendapat Mohammad Sobary (1994: 32) dakwah Islam di Jawa masa lalu memang lebih banyak ditekankan pada aspek esoteriknya, karena orang Jawa punya kecenderungan memasukkan hal-hal ke dalam hati. Apa-apa urusan hati. Dan banyak hal dianggap sebagai upaya penghalusan rasa dan budi. Islam di masa lalu cenderung sufistik sifatnya.[17] Secara lebih luas, dialektika agama dan budaya lokal atau seni tradisi tersebut dapat dilihat dalam perspektif sejarah. Agama-agama besar dunia: Kristen, Hindu, termasuk Islam, karena dalam penyebarannya selalu berhadapan dengan keragaman budaya lokal setempat, strategi dakwah yang digunakannya seringkali dengan mengakomodasi budaya lokal tersebut dan kemudian memberikan spirit keagamaannya. Salah satu contoh yang baik adalah tradisi kentrungan atau wayang yang telah diisi dengan ajaran kristen tentang cerita Yesus Kristus di Kandhang Betlehem dan diisi oleh Islam tentang ajaran kalimusodo (kalimat syahadat) atau ajaran keadilan dan yang lainnya. Dialektika antara agama dan budaya lokal juga terjadi seperti dalam penyelenggaraan sekaten di Yogyakarta (atau di Cirebon), dan hari raya atau lebaran ketupat di Jawa Timur yang diselenggarakan satu minggu sesudah Idulfitri. Dalam perspektif sejarah Islam Indonesia, upacara Sekaten merupakan kreativitas dan kearifan para wali untuk menyebarkan ajaran Islam. Upacara sekaten ini merupakan upacara penyelenggaraan maulid Nabi yang ditransformasikan dalam upacara sekaten. Substansinya adalah untuk memperkenalkan ajaran tauhid (sekaten ubahan dari syahadatain) sekaligus melestarikan atau tanpa mengorbankan budaya Jawa Wujud dakwah dalam Islam yang demikian tentunya tidak lepas dari latar belakang kebudayaan itu sendiri. Untuk mengetahui latar belakang budaya, kita memerlukan sebuah teori budaya. Menurut Kuntowijoyo dalam magnum opusnya Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi,[18] sebuah teori budaya akan memberikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut: Pertama, apa struktur dari budaya. Kedua, atas dasar apa struktur itu dibangun. Ketiga, bagaimana struktur itu mengalami perubahan. Keempat, bagaimana menerangkan variasi dalam budaya. Persoalan pertama dan kedua, akan memberikan penjelasan mengenai hubungan antar simbol dan mendasarinya. Paradigma positivisme –pandangan Marx di antaranya– melihat hubungan keduanya sebagai hubungan atas bawah yang ditentukan oleh kekuatan ekonomi, yakni modus produksi.

40

jika ingin ditampakkan. dan itu diapresiasikan dalam sebuah bentuk dzikir kolektif yang dalam tahlilan kentara sekali warna tradisi jawaismenya. Tindakan seperti ini ada yang menyebut sebagai syahadat yang tidak diungkapkan. Demikian pula dengan ritus-ritus semacam ruwahan. sekaten maupun tahlilan. Dengan kata lain high tradition yang berupa nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Bahkan diasumsikan pada masa itu kontak perdagangan antara kerajaan-kerajaan di Nusantara khususnya 41 . mengikuti premis Weber di atas. Adalah sebuah kenyataan sejarah yang tak bisa dipungkiri bahwa masuknya Islam ke Indonesia (baca: Nusantara) lebih banyak mengandalkan jalur-jalur kultural ketimbang aksi kekerasan. Lalu muncul simbol kebudayan bernama tahlilan yang didalamnya melekat nilai ajaran Islam. tapi hanya akan melukiskan gejala (ideografik). [19] Dengan demikian. Mulai dari era dakwah para saudagar Arab dan Gujarat. Sehingga dalam budaya tak akan ditemui usaha merumuskan hukum-hukum (nomotetik). Dalam tradisi tahlilan misalnya. Banyak artefak dan dokumen sejarah membuktikan bahwa pada masa itu secara pelan Islam merasuki wilayah nusantara ini. high tradition yang diusung adalah taqarrub ilallah. karena akan lebih mendorong gairah masyarakat banyak menikmati agamanya. perlu dikongkretkan dalam bentuk low tradition yang niscaya merupakan hasil pergumulan dengan tradisi yang ada. Dari sini lalu dapat dikatakan bahwa dalam satu makna (esensi). bukan pengamat. Realitas ialah realitas untuk pelakunya. nyadran. dalam simbol-simbol budaya yang seharusnya dipahami atau ditangkap esensinya adalah makna yang tersirat.Berbeda dengan pandangan Weber yang dalam metodologinya menggunakan verstehen atau menyatu rasa. Dari sini dapat dipahami makna subyektif dari perbuatan-perbuatan berdasarkan sudut pandang pelakunya. Hubungan kausal –fungsional dalam ilmu empiris-positif– digantikan hubungan makna dalam memahami budaya. Dan Kuntowijiyo merekomendasikan kepada umat Islam untuk berkreasi lebih banyak dalam hal demikian. tetapi dijalankan dalam dimensi transeden dan imanen. bahkan komon termasuk para pedagang Cina. Semua pada level penampakannya (appearence) adalah simbosimbol pengungkapan atas nilai-nilai yang diyakini sehingga dapat mengungkapkan makna ’subyektif’ (kata ini mesti diartikan sejauhmana tingkat religiusitas pemeluknya) dari pelakunya. simbol boleh berbeda otoritas asal makna masih sama. di wilayah-wilayah pesisir Nusantara pada abad ke-7.

Ada pertanyaan yang menarik untuk direnungkan. Meskipun secara pelan. Benar bahwa Islam saat itu telah menjadi kekuatan politik yang cukup penting. Islam meluas hingga ke pusat-pusat kekuasaan kerajaan. Kiprah Sunan Ampel telah mengantarkan Walisongo memiliki peranan penting perkembangan Islam selanjutnya. Seketika itu juga Walisongo mengukuhkan Raden Fatah. tapi meragukan bagi kita bahwa kerajaan itu benar-benar menjadi kekhalifahan sepertihalnya imperium yang ada di pusat Islam.Airlangga dan Singosari dengan Tiongkok telah terjalin dengan baik. apalagi sampai menumpahkan darah. pemegang tampuk kekuasaan dan para menterinya muslim tapi tidak ditemukan data sejarah jikalau mereka menerapkan sistem kekhalifahan atau menerapkan syari?at Islam secara formal. Bahkan sewaktu komunitas muslim terbentuk di wilayah Demak. tapi bukan berarti para Walisongo bermaksud mendirikan Kerajaan Islam yang kemudian melakukan ekspansi pengislaman wilayah-wilayah lainnya. Islam telah merambah ke pelbagai pelosok tanah Jawa bahkan menyebar ke seluruh Nusantara. tapi Raden Fatah yang masih memiliki kesinambungan dengan raja-raja Nusantara. yang sepi dari unsur paksaan dan nuansa konfrontasi. serta aktivitas-aktivitas budaya lainnya. Timur Tengah. bagaimana Sunan Ampel sangat dekat dengan raja Brawijaya di era Kerajaan Majapahit. pagelaran seni dan sastra. putra Raja Brawijaya V menjadi rajanya. tepatnya di daerah Glagahwangi. kenapa bukan anggota walisongo yang menjadi rajanya. Keberhasilan para Walisongo tidak terlepas dari strategi dakwahnya. justru para penyebar Islam itu tidak memiliki tendensi secara praktis sebagai salah satu ekspansi politik. Sejarah barangkali memetakan bahwa kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Islam nyaris selalu diperkenalkan kepada masyarakat melalui ruang-ruang dialog. khususnya Majapahit? Ini artinya Islam bukan menjadi ideologi politik yang harus diperjuangkan secara politis. tapi sebagai sumber nilai dan norma-norma untuk menjalankan 42 . Tidak ada sebuah data sejarah yang menjelaskan terjadinya perebutan suatu wilayah oleh penyebar Islam melalui peperangan seperti yang terjadi di Timur Tengah. forum pengajian. Hingga komunitas itu mendapatkan momentumnya menjadi sebuah kerajaan Baru dengan hancurnya kerajaan Majapahit. tak ada bukti sejarah yang menceritakan penguasaan wilayah itu melalui peperangan. Ini terbukti. Benar. Setelah para penyebar itu menjalin hubungan yang baik dengan tradisi kultural masyarakat saat itu dengan memperlihatkan kesantunan ajaran serta perilaku-perlaku yang meneduhkan.

Para walisongo sangat hati-hati menancapkan bentuk-bentuk keberagamaan bagi rakyat dengan menyelaraskan tingkap pengetahuan dan budaya saat itu. orang baru beriman saja kemudian ia melaksanakan Islam ketika telah menyadari pentingnya syariat. iman. Strategi yang kemudian oleh para sejarawan lebih dikenal dengan strategi akomodatif ini merupakan kearifan para penyebar Islam menyikapi proses-proses inkulturasi dan akulturasi.perilaku-perilaku para pemegang kekuasaan. Hanya akhir-akhir ini saja bentuk kubah disesuaikan. Proses akomodatif dan integratif ini merupakan upaya-upaya dialogis dan toleransi yang dikedepankan oleh penyebar Islam. Kasus ini memperlihatkan bahwa Islam lebih toleran terhadap budaya lokal. Budha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Barulah ia memasuki tingkat yang lebih tinggi lagi (ihsan) dengan jalan mendalami tasawuf. Peperangan-peperangan yang terjadi lebih disebabkan oleh perebutan kekuasaan. Dengan 43 . demikian juga Hindu. Pada mulanya. Ranggon atau atap yang berlapis pada masa tersebut diambil dari konsep 'Meru' dari masa pra Islam (HinduBudha) yang terdiri dari sembilan susun. Proses penyelarasan bukan berarti ?penyeragaman? namun penekanannya lebih pada kesesuaian dan ketepatan mengajarkan keislaman bagi masyarakat yang berbeda-beda tingkat pengetahuannya. hakikat dan makrifat. Upaya rekonsiliasi memang wajar antara agama dan budaya di Indonesia dan telah dilakukan sejak lama serta bisa dilacak bukti-buktinya. Islam dan ihsan. Kita bisa membaca bagaimana bentuk kerajaan dikonstruksi dan bagaimana telah terjadi proses saling mengambil. arsitektur Barat. Sumatera dengan konteks historis dan budayanya. tidak ada dokumen sejarah yang menjelaskan bahwa terjadi ekspansi secara paksa dengan kekerasan dan peperangan yang dilakukan oleh penyebar Islam awal. Sekali lagi. Sunan Kalijaga memotongnya menjadi tiga susun saja. Hal ini berbeda dengan Kristen yang membuat gereja dengan arsitektur asing. hal ini melambangkan tiga tahap keberagamaan seorang muslim. Islam. belajar serta dialog antara nilai Islam dan manifestasi budayanya. Hal yang sama juga terjadi di Samudera Pasai. bukan oleh agama. Masjid Demak adalah contoh konkrit dari upaya rekonsiliasi atau akomodasi itu. Munculnya kasus Siti Jenar sebaiknya dipahami dalam konteks penyelarasan yang memang saat itu sangat penting bagi komunitas muslim yang masih baru terbentuk. Namun. di Sumatera memiliki warna yang lebih integratif antara Islam dan adat setempat. sementara itu tidak memindahkan simbol-simbol budaya Islam Timur Tengah ke Indonesia.

fakta ini. dengan caranya sendiri. membangun basis gerakan dan argumentasi tentang kemerdekaan Indonesia. dalam konteks penyebaran Islam tetap melakukan proses-proses inkulturasi dengan budaya setempat. dengan keberagamaan lainnya yang ada di bumi Nusantara. sangat jelas terlihat dalam bangunan-bangunan mesjidnya. Dampak kolonialis yang telah memecah-mecah komunitas Islam itu terlihat jelas ketika terjadi perdebatan sengit penyusunan dasar negara Indonesia tentang penerapan syari?at Islam. Budaya Islam memiliki begitu banyak varian. Namun. terbukti bahwa Islam tidak anti budaya. Saat itu terlihat dua arus besar. Tidak bisa dipungkiri organisasi apapun yang lahir sebelum 1945 yang didirikan oleh masyarakat pribumi termasuk yang di luar negeri selalu mengedepankan kemerdekaan Indonesia sebagai avant garde cita-cita yang ingin diraih. Keterpecahan yang semula secara politis kemudian mengarah ke arah perbedaan keberagamaannya. arus puritanisasi (pemurnian) Islam dan arus moderasi Islam. Persoalan muncul justru dari keberbedaan secara politis menyikapi para kolonialis. kemudian membawa masyarakat Islam terpecah-pecah. Kita bisa menyimak bagaimana pada tahun 70 dan 80-an kebijakan 44 . secara kultural tidak menjadi problem bagi perkembangan Islam. Berdirinya organisasi keberagamaan Muhammadiyah dan NU dapat dibaca dalam konteks ini. Akhirnya. kekerasan dan penguasaan secara paksa mengantarkan masyarakat muslim melakukan perlawanan. Belum padamnya arus puritanis Islam itu mengemuka kembali ketika arus modernisasi masuk ke Indonesia. Jadi. Meskipun demikian bukan berarti arus puritanisme Islam padam. Pada periode berikutnya. demi kemerdekaan Indonesia mereka harus menyatukan visi dan arah perjuangan. ketika imperalisme Barat mulai bercokol di bumi Nusantara ini. Namun. dasar negara tidak perlu mencantumkan berlakunya syari?at Islam. Semua unsur budaya dapat disesuaikan dalam Islam. Demikian juga NU. Seperti yang ditunjukkan ketika penguasa suatu kerajaan di Nusantara berpihak kepada kepentingan kolonialis. Respon dan penyikapan setiap komunitas Islam terhadap modernisasi pada akhirnya mewarnai proses perkembangan Islam di Indonesia. Pengaruh arsitektur India misalnya. Kolonialisme yang telah melakukan praktik-praktik penindasan. Sejarah mencatat beberapa peristiwa pemberontakan DI (Darul Islam) di berbagai daerah di Indonesia. demikian juga pengaruh arsitektur khas mediterania. masyarakat muslim menjadi tantangan strategis bagi mereka.

Pancasila sebagai asas tunggal menjadi perdebatan. Banyak orang tiba-tiba tersentak ketika kelompok tradisionalis yang cukup banyak pengikutnya ini menggeliat merespon kemodernan dengan kekuatan tradisinya sendiri tanpa kehilangan akomodasinya terhadap gejala kemodernan. Sebaliknya. Sedangkan kemerdekaan politik merupakan prasyarat utama bagi berlangsungnya dua hal di atas. Salah satu momentum itu adalah ketika NU kembali ke khittah 26 dan menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi dengan menggeser Islam Ahlusunnah Waljamaah yang semula asas menjadi aqidah. Tetapi karena tempatnya yang pada umumnya di pedesaan dan menerapkan pendidikan dan tradisi keagamaan (Islam) tradisional. diletakkannya bukan sebagai alternatif dari bentuk Islam melainkan sebagai instrumen belaka. Ketika itu kelompok-kelompok Islam lain maupun agama lainnya masih ragu-ragu dan berupaya dengan keras menyusun argumen dan mencari legitimasi keagamaan untuk itu. sebuah kelompok masyarakat yang memiliki sistem nilai dan pandangan hidupnya sendiri sebagai bagian dari masyarakat luas. Substansi itu dalam konteks cara pandang fiqh pesantren adalah jaminan keabsahan keberagamaan yang esensial dalam Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan tuntutan orang per orang umat? menurut fiqh?yang terrepresentasi dalam keabsahan pernikahan. Dalam konteks inilah sebenarnya pesantren memiliki peran yang penting sebagai benteng perjuangan kemerdekaan politik tersebut. Titik temu paling siginifikan antara modernitas yang ditampilkan melalui negara dan Islam adalah apakah masing-masing bisa mengakomodasi pada tingkat substansi. Bahkan pergulatan politik dan kemasyarakatannya pun kurang diperhitungkan karena dianggap kurang memberikan kontribusi dalam perjalanan bangsa. Pesantren adalah salah satu segmen dalam masyarakat Indonesia yang memiliki akar sangat kuat dalam masyarakat Indonesia pada umumnya. maka dinamika yang ada di dalamnya kurang mendapatkan ekspose yang secukupnya. Kiat yang dilakukan NU (pesantren) ini dianggap sebagai terobosan yang di satu pihak memberikan jalan 45 . bahkan bisa disebut subkultur. Islam juga bukan sebagai alternatif dari bentuk negara yang baru itu sendiri. dan sisi lainnya adalah kebebasan beribadah menurut keyakinan dan kepercayaannya. Hendak dikatakan di sini bahwa semua sikap di atas menunjukkan bahwa pandangan Islam terhadap negara yang ketika itu sebagai fenomen modernitas paling jelas.

keluar dari jalan buntu pertemuan Islam dan modernitas dan di lain pihak tanpa kehilangan kekuatan tradisinya sendiri. Tetapi. Pengamatan sepintas. sesunggunya merupakan transformasi lanjutan dari apa yang telah diperjuangkan NU sejak berdirinya. Sikap demikian kalau ditelusuri lebih jauh ternyata memiliki dasar-dasar paham keagamaan dan tradisinya sendiri di dalam NU. untuk menanggapi itu semua pesantren/NU lebih mengandalkan pada kemampuan dan tradisinya sendiri ketimbang pencomotan tradisi lain dengan penuh kekaguman. Semua ini memberikan implikasi yang tidak sedikit bagi masyarakat luas. maka itu semua sesungguhnya sebagai sikap kreatif untuk menghindari tekanan penguasa secara langsung di satu pihak dan menuntut kemandirian di lain pihak. baik di dalam masyarakat maupun dalam pertemuan-pertemuan kongres Al-Islam?sebuah kongres yang diikuti oleh sebagian besar kelompok-kelompok Islam di nusantara?antara kelompok Islam modernis dan Islam tradisionalis. Ada dua situasi eksternal yang mendorong terbangunnya para ulama tradisional itu. serta kegelisahan dan tekanan dalam beragama. di samping kecaman dan bahkan pengrusakan oleh Islam modernis terhadap tradisi-tradisi ritual lokal yang juga dipraktekkan dan diajarkan oleh kalangan pesantren. Kembali kepada khittah 26. akan menggiring orang pada anggapan bahwa seolaholah NU hanya mengikuti apa saja kemauan penguasa ketika itu yang represif dan tidak memberikan pilihan kepada kelompok-kelompok sosial untuk memilih jalannya sendiri. Di dalam negeri terjadi perdebatan tentang representasi Islam untuk mengikuti arus internasional tersebut. Kolonial Belanda melakukan represi kepada masyarakat di bidang politik dan ekonomi sementara kalangan Islam modernis melakukan represi di bidang paham dan praktek keagamaan. yaitu kolonialisme dan serangan yang tajam dan terus menerus oleh kalangan apa yang disebut Islam modernis. Ketegangan pun terus terjadi. yaitu kemiskinan dalam ekonomi. 46 . Selalu ada dua faktor. kebodohan dalam pendidikan dan politik. Di luar sikap bahwa baik untuk tetap bernaung di bawah partai Islam maupun mengambil langkah mundur adalah sama-sama harus mengikuti kemauan penguasa. tampaknya. Salah satu topik diskusi di kalangan Islam yang sedang hangat ketika itu adalah tentang kekhilafahan Islam internasional sehubungan dengan penghapusan kekhalifahan Daulah Utsmaniyah oleh penguasa Kemalis Republik Turki. pengaruh ekternal dan internal dalam perubahan di dalam NU--atau di dalam organisasi apapun.

yang penampakan historisnya pada tingkat tertentu tidak mungkin steril dari pengaruh gaya dan corak kehidupan bangsa Arab. Kendati agama nabi Muhammad tersebut awalnya datang dari daratan Timur Tengah. Sehingga banyak kalangan menyebutnya sebagai kebangkitan fundamentalisme Islam di Indonesia. banyak kalangan muslim yang juga membendung fenomena tersebut. Tak pelak juga terjadi di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. namun bukan tanpa masalah ketika terbentur oleh batas-batas etnisitas dan rentang waktu. Lantas kenapa akhir-akhir ini muncul radikalisasi Islam di Indonesia? maraknya kekerasan yang dilakukan segelintir kalangan Islam garis keras telah mewarnai halaman sejarah bangsa Indonesia. Padahal 47 . Jaringan Islam Liberal adalah salah satu kelompok yang secara terbuka menghadang gerakan radikal tersebut. Dari sinilah. variasi keberagamaan tersebut terletak pada bagaimana mereka memahami dan menafsirkan teks baik yang tertulis maupun yang ditangkap dalam historisitas peradaban Islam.Dengan demikian. Di Arab sendiri dan bangsabangsa sekitarnya pemahaman atas al Qur?an dan Hadis cukup bervariasi. Seluruh umat Islam sepakat untuk memegang teguh al Qur?an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalan ajaran Islam. ia hampir dapat dipastikan mengalami ekskelektisasi kultural yang khas Indonesia tatkala mewujudkan diri sebagai agama masyarakat Indonesia. Dalam ilmu sosial. pandangan universalisme Islam cenderung untuk diusung dalam kerangka formalnya sesuai tradisi kultural Arab. Persebaran Islam telah melewati tradisi-tradisi kultural dan rentang sejarah yang panjang sehingga otentisitasnya sudah tidak terdeteksi lagi. Fakta sosial ini ternyata juga sangat disadari berkembang dalam penyebaran Islam dan persebaran tradisi kultural Arab sebagai tempat lahirnya Islam. dibutuhkan keberagamaan yang inklusif. kehadiran Islam yang kini menjadi agama mayoritas di Indonesia sulit disangkal merupakan hasil dari proses panjang penetrasi budaya yang tentu saja mengandaikan adanya sebuah dialog intensif di dalamnya antara doktrindoktrin agama itu sendiri dengan beragam tradisi dan tata nilai lokal yang lebih dulu hidup dan dianut banyak orang. Dengan demikian. para penguasa menyadari bahwa jika tidak disertai dengan proses integrasi yang massif dan solid. Dilatarbelakangi kondisi ini pula. Fenomena laskar jihad dan dalam konteks terorisme adalah Jami?iyah Islamiyah telah menggiring wajah Islam di Indonesia menjadi garang dan radikal. Karenanya. proses diferensiasi (keberbedaan) selalu meninggalkan dampak-dampak negatif. pluralis dan ramah.

dalam situasi Arab dan pada waktu itu ditujukan sebagai jawaban terhadap persoalan-persoalan yang berkembang di sana. sebagai kritik terhadap budaya lokal. Banyak muslim ingin ?memodernkan? nya. harus bertolak dari nilai-nilai (values) yang menyimpan pesan dan makna universalnya. kapasitas intelektual. tepatnya daerah Hijaz. yang gaib. dan kemudian budaya lokal sebagai bentuk kearifan masing-masing pemeluk di dalam memahami dan menerapkan Islam itu. Dengan demikian. Kedua. yang harus pertama kita sepakati adalah bahwa pesan yang dibawa oleh Islam bersifat universal. Tetapi masih perlu ditunjukkan seberapa jauh 48 . tempat Islam akan ?disemaikan. akan tetapi Islam di Indonesia setara dengan Islam di India. memang justru kedua dimensi ini perlu disadari yang tidak mungkin di satu sisi Islam sebagai universal. penafsiran dan 4akhirnya penerapan ajaran teks itu sehingga telah membentuk suatu tradisi yang bervarian. Oleh karenanya. jika kita bermaksud untuk diterima tradisi kultural lainnya. Hal ini kemudian dikonstruksi sebagai potret dari kecenderungan global. akhirnya dipersepsi oleh si pemeluk sesuai dengan pengalaman. Dalam konteks sosial tertentu. Bahwa Islam Indonesia misalnya dengan beberapa karakteristiknya tentu sangat berbeda dengan Islam-Islam di tempat lain meskipun subtansialisnya sama. pandangan keislaman bisa dipertahankan atau bertahan dengan baik. misalnya. dan segala keragaman masing-masing pemeluk di dalam komunitasnya. sebagai sebuah himpunan (corpus) komprehensif dari peraturan-peraturan hidup. Klaim universalitas Islam itulah yang justru membuat Islam bisa dipahami di dalam beragam sistem budaya.universalisme Islam. Tetapi di saat yang sama. Karena tradisi merupakan domain Islam historis. sistem budaya. betapapun Islam itu diyakini wahyu Tuhan yang universal. Islam juga merupakan respon atas keadaaan yang bersifat khusus di tanah Arab.? Sehingga klaim standarisasi keislaman seperti yang tercermin di Arab tidak ada. Hukum syari?at. kita harus menyadari bahwa Pertama. Islam di Persia maupun Islam di Arab. Maksud Islam sebagai produk lokal adalah Islam lahir di Arab. Oleh karena itu. Islam lahir sebagai produk lokal yang kemudian diuniversalisasikan dan ditransendensi sehingga kemudian menjadi Islam universal. dalam bentuknya yang ada. kini tampak terikat pada asumsi-asumsi sosial tertentu yang sudah ketinggalan zaman. maka sejarah telah mengkomunikasikan teks Kitab Suci dengan budaya tertentu dengan proses-p9roses pemahaman. problem.

Di Indonesia. Dalam setiap budaya dapat dilihat adanya cara yang berbeda dari hidup bersama yang cocok. atau sebuah kompleks tradisi-tradisi dan sebuah tradisi kultural dengan sendirinya tumbuh dan berubah. Namun riwayat-riwayat hadis telah berfungsi untuk menafsirkan al-Qur?an semenjak al Qur?an berhenti diturunkan pada saat Nabi Muhammad meninggal dunia. ia ternyata tidak konsisten dengan prasangka-prasangka budaya yang lebih fundamental dari Islam. pada kenyataannya. Dengan cara yang tidak begitu seksama dirumuskan. dan karena itu. semakin luas lingkupnya. Kadang-kadang. dalam halhal tertentu. hal yang serupa juga terjadi pada budaya secara umum. tentu saja telah sangat bervariasi. Kelengkapan visi Islam ketika ia berkembang telah menjamin bahwa ia tidak akan pernah betul-betul sama dari satu tempat ke tempat yang lainnya atau dari satu waktu ke waktu yang lainnya. sebagai mayoritas Islam diharapkan mampu menjadi semacam "penengah" di antara umat agama-agama lain dan dituntut mampu mengembangkan 49 . integritas budayanya sebagai suatu keseluruhan yang betul-betul koheren. apa yang telah dirasa sebagai Islam. tanpa secara menentukan meninggalkan harapan untuk mendasarkan kehidupan pada al Qur?an dan dalam Islam yang didukungnya. Konsepsi Islam yang integral sebagai sebuah budaya yang menyeluruh menggarisbawahi gayanya yang khas.kumungkinan kaum muslimin modern untuk memodifikasi syariat dalam prasangkaprasangkanya yang lebih fundamental tanpa. sebagai tafsirnya sendiri yang berkelanjutan: maka dipertanyakan sejauh mana riwayat-riwayat hadis dapat. dari kompleks pandangan hidup menyeluruh yang dikaitkan dengan agama. dalam segala ramifikasinya dan bahkan dalam implikasi-implikasinya yang paling penting. ketika Islam telah dikembangkan. yang telah memberinya nada atau gaya yang berbeda. Meskipun begitu. apa yang kemudian dijalani sebagai Islam. dengan cara menelusuri semua rantingrantingnya pada apa yang tampak sebagai fondasi-fondasi yang tidak bisa ditinggalkan. meninggalkan kesetiaan yang serius pada riwayat-riwayat hadis tradisional yang menjadi dasar prasangka-prasangka tersebut. Karena secara historis Islam dan pandangan?pandangan yang terkait dengannya membentuk sebuah tradisi kultural. malah melanggar integritas kehidupan Islami: yakni. dipandang dari sudut historis. pada babak ini dalam sejarah. dipisahkan dari al-Qur?an sebagai ?dispensible?. mau tidak mau ia menimbulkan konflik yang akan membutuhkan semacam resolusi psikologis dan historis tertentu. Cara-cara baru yang diperkenalkan bisa saja diasimilasikan dengan gaya budaya tersebut.

kelompok moderat yang lebih mengedepankan nilai-nilai substantif Islam untuk menjalankan roda pemerintahan. terutama dengan maraknya sejumlah "laskar" atau organisasi berlabel agama yang diduga menciptakan kekacauan dan teror. Kendati ada upaya mencari jalan keluar dari ketegangan ini pada awal tahun 1970-an. eksistensinya sulit dipisahkan dari faktor krisis kebangsaan dan minimnya basis kultural demokrasi. proses "reproduksi" Islam radikal pun terlihat tidak pernah surut. dan urusan publik atau masyarakat dan negara bukan urusan agama. Krisis kebangsaan ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa kesadaran nasional mengenai "Indonesia" lebih dominan dibangun oleh perekat politik ketimbang perekat budaya. tetapi juga peduli dengan kelompok agama lain yang hidup sebagai tetangga dan saudara sebangsa. Negara (state) dalam hal ini demikian memonopoli penciptaan idiom-idiom "identias nasional" tanpa memberi ruang bagi budaya dan entitas lokal untuk memaknai kebangsaannya. formalistik. Sehingga dalam kaitannya dengan negara. kita dapat melihat kecenderungan kalangan Islam terporalisasi ke dalam tiga bentuk. dan simbolistik masih berkembang pada sebagian aktivis Islam pada dua dasawarsa pertama pemerintahan Orde Baru. Kedua.sikap keberagamaan yang tidak hanya peduli dengan kelompoknya sendiri. Radikalisme agama sebagai fenomena yang hangat diperbincangkan akhirakhir ini. Dan ketiga. Penolakan total terhadap tradisi lokal. Hal ini terutama tampak pada tema-tema ideologis yang diusung kalangan Islam radikal yang "lebih vulgar". kecenderungan legalistik. Namun demikian. yang memfokuskan gerakannya pada empat agenda utama: mendirikan negara Islam dan menegakkan syariah. dialogis. kelompok sekulerstik yang meletakkan agama sebagai urusan privat. seraya menolak demokrasi dan kepemimpinan perempuan. pada akhirnya melahirkan sikap eksklusif dan pandangan ekstrem dalam beragama. kelompok formaslitik yang memperjuangkan penerapan syari?at Islam. Upaya untuk menumbuhkan sikap keberagamaan yang kritis. Reaksi tersebut muncul akibat ketidakmampuan kultur masyarakat merespons nilai-nilai dan norma-norma baru yang diusung gelombang modernitas ini. 50 . Pertama. sekaligus pada perkembangan modernitas dengan tanpa mengadaptasikan ajaran agama dengan kebutuhan sejarah dan konteks sosial. tanpa mengabaikan arus transformasi intelektualisme baru Islam dewasa ini. dan transformatif yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan penguatan civil society tampaknya harus terus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan.

Situasi demikian tak pelak ikut melahirkan gerakan fundamentalisme agama yang lebih bersifat ideologis dan politis untuk mendelegitimasi negara-bangsa dan menggantikan tatanan maupun nilai-nilai demokrasi "sekuler". menjelekjelekkan partai lain. misalnya mengatakan bahwa partai tertentu adalah partai sekular dan kafir. bahwa pendukung partai tertentu akan berdosa. dengan tatanan Islam. misalnya memaksa seseorang untuk mengikuti partai tertentu. Keterlibatan banyak ulama dalam partai-partai itu dengan sendirinya menjadikan mereka ikut berkiprah dalam memenangkan partai tertentu. Memang benar bahwa Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara agama dan negara. baik yang secara tegas menggunakan asas Islam atau tidak. melakukan penyerangan fisik terhadap anggota partai lain. Perilaku politik yang tak terpuji ini ada kalanya dilakukan dengan cara halus. yang dianggap sebagai biang berbagai krisis tersebut. dan bahwa setiap Muslim berkewajiban untuk memperjuangkan aspirasinya 51 . karena mereka akan dapat ikut serta memberikan pendapat dalam proses pengambilan kebijakan umum. Sebagian dari 48 partai ini merupakan partai-partai Islam. dan ada kalanya dengan cara kasar. Kini sudah mulai ada gejala saling ejek dengan yustifikasi dalil-dalil agama yang tidak proporsional. dan sebagainya. membawa pengaruh munculnya harapan adanya pemerintahan pasca-Orba yang demokratis. jika mereka kemudian berupaya mempengaruhi umatnya untuk memilih partainya dengan cara yang tidak bijaksana. dan diperbolehkannya penggunaan Islam sebagai nama dan asas partai.Ketidakmampuan negara-bangsa menyemai kondisi-kondisi politik yang demokratis dan menyelesaikan krisis ekonomi serta ketidakadilan sosial telah membangkitkan frustrasi masyarakat. Jatuhnya pemerintahan Orde Baru yang otoriter dan korup. baik dilakukan oleh para tokoh politik maupun oleh publik. Namun. dan sebagainya. hal ini juga bisa membawa dampak negatif. Memang hal ini bisa membawa dampak positif. kini memang masih tampak gejalagejala perilaku politik yang belum dewasa. meskipun masih banyak juga di antara mereka yang tidak mau masuk partai tertentu dan lebih mengkonsentrasikan pada pembinaan umat secara umum. yang setelah dilakukan seleksi kini berjumlah 48 buah. misalnya dalam bentuk money politics. Keadaan ini menjadikan banyak ulama masuk dalam partai-partai ini. Dalam sistem dan budaya demokrasi di Indonesia yang belum mapan ini. Di antara harapan yang telah terwujud pada era reformasi ini adalah berdirinya partaipartai politik.

mereka juga sekaligus ikut berperan dalam memperkuat masyarakat madani yang memang menjadi salah satu prasyarat bagi terwujudnya sistem demokrasi. terutama yang berkaitan dengan sentimen suku agama ras dan antargolongan (SARA). Dalam konteks ini. para ulama yang tidak terlibat dalam politik praktis tetap memiliki peran politis dalam bentuk pendidikan politik rakyat. yang secara umum memang belum dewasa dalam berdemokrasi itu. hanya untuk men-yustifikasi kepentingannya sendiri. Tugastugas ini akan sangat mendukung suksesnya negara yang demokratis. seseorang tidak bisa mengklaim bahwa hanya partainya dan tindakannya yang benar.dan sistem kemasyarakatan yang sesuai dengan ajaran Islam. dan (d) mencegah massa. jujur dan adil. di tengah arus 52 . Transisi politik ternyata telah mengubah watak dan paradigma perjuangan Islam (ulama). Adalah suatu keharusan. para ulama terutama yang terlibat dalam politik praktis. (c) tidak mengeluarkan pernyataan yang yang dapat menimbulkan emosi dan agresivitas massa. yang dalam bahasa Clifford Greetz disebut cultural broker (makelar budaya). karena kedudukan mereka yang sangat terkait dengan pembinaan akhlak atau moralitas umat/ bangsa. Hanya. melakukan tindakan-tindakan yang anarkis. Sementara itu. Ulama yang pada awalnya bergerak di jalur kultural. Bukan terhadap persoalan yang masih diperdebatkan dengan dalil-dalil yang interpretable. bahwa semua elite politik maupun masyarakat umum memegang teguh etika politik. Oleh karena itu. Mereka juga bisa melakukan tindakan politik meski dengan jalan non-politik (political action in the non-political way). sebagai perwujudan dari peran pencerahan mereka terhadap umat. Dengan komitmen pada penegakan etikamoral. memiliki tanggung jawab ganda untuk membudayakan etika politik ini. mereka bisa menjadi pihak independen dalam melakukan kontrol terhadap pemerintah serta proses dan aktivitas politik yang berlangsung. (b) menghindari upaya "mempolitisasi" agama untuk men-yustifikasi sikap mereka. Namun. Kalaupun diperlukan yustifikasi dari dalil-dalil keagamaan. mereka seharusnya melakukan tugas: (a) tetap mendorong terciptanya persatuan dan persaudaraan di antara warga negara. apalagi dengan penggunaan yustifikasi keagamaan yang tidak proporsional. terutama dalam penyelenggaraan pemilu mendatang. hal ini seharusnya hanya dilakukan terhadap persoalan yang memang benar-benar menunjukkan kemaslahatan dan keadilan bagi semua warga negara. yang dilakukan dalam kerangka melaksanakan amr ma'ruf nahy munkar (mendorong kebaikan dan mencegah kemunkaran).

Ini adalah bentuk dari peran ulama sebagai agen penguatan civil society. dan sering bertindak sebagai penyangga atau penengah antara kelompok-kelompok yang saling bertentangan. takaful. Maka ulama pun mulai merambah wilayah struktural (politik praktis) dengan segala jargon politiknya yang amat mengesankan. Dengan tema-tema semaam itu. sekaligus sebagai agen yang mampu menyeleksi dan mengarahkan nilai-nilai budaya yang akan memberdayakan masyarakat. Fungsi mediator ini juga dapat diperankan untuk membentengi titik-titik rawan dalam jalinan yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih luas. Karena itulah. reposisi ulama mengurusi wilayah kultural (civil society) menjadi agenda mendesak. agar ulama tidak mengalami kegagapan dan kegamangan dalam menghadapi transisi politik yang hiruk-pikuk berlangsung. umat akan kehilangan orientasi jangka panjangnya dan modalitas bangsa akan hilang sia-sia dalam sekejap. Tanpa kesadaran ini. yakni menjadi cultural broker atau makelar budaya. sudah berubah. seperti advokasi terhadap pelanggaran hak-hak rakyat oleh negara. keadilan.transisi politik sekarang ini. tetapi sebagai kekuatan perantara (intermefary forces). Dalam konteks inilah. Karena ciri pokok civil society adalah adanya kemandirian masyarakat terhadap negara dan tersedianya ruang publik yang bebas (a free public sphere). wajah Islam akan lebih ramah dan lebih toleran terhadap berbagai hal tanpa harus menghilangkan 53 . Berdasarkan fungsi ini. diperlukan reposisi ulama agar kembali ke habitatnya yang sejati. Konsistensi terhadap sikap ini tentu memberi nilai positif bagi penciptaan generasi yang kuat dan tidak tergoda permainan politik yang sifatnya sesaat. dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan. Garis perjuangan ulama pelan-pelan mulai bergeser sering dengan perubahan politik di Tanah Air. Bahkan. kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Seperti di kemukakan di atas. dan karenanya menjadi tema peradaban Islam. ulama sebagai pemimpin umat memiliki basis yang kuat untuk memerankan sebagai mediasi bagi penguatan civil society melalui aktivitas pemberdayaan (umat). peran Ulama tidak sekadar makelar budaya. Civil society memang diarahkan sebagai resistensi dari model otonomi negara (state aotonomy) yang amat kuat berhadapan dengan masyarakat. menjaga terpeliharanya daya pendorong dinamika masyarakat yang diperlukan. Islam adalah agama yang berkarakteristikkan universal.

bahasa Jawa dan Melayu juga menyerap kata-kata atau istilah-istilah yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan.substansi dari ajarannya. Dengan demikian maka ada kebudayaan Islam yang sangat dekat dengan syari`at (budaya syar`iy) disamping ada kebudayaan yang hanya merupakan sempalan saja dari Islam. Islam mempunyai karakter dinamis. dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi. tetapi memiliki variasi tingkat kedekatan dengan kebenaran. Yang patut diamati pula. nilai dan norma yang dianut masyarakat yang mempengaruhi perilaku mereka dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya. Permasalahannya terletak pada tata cara dan teknis pelaksanaan. elastis dan akomodatif dengan budaya lokal. Pada saat yang sama. keyakinan. tetapi saya memilih pandangan yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah konsep. Ketika masih di "langit" Islam adalah agama yang sempurna dan mutlak benar. Di sisi lain ada kebudayaan ummat Islam yang malah tidak ada relevansinya dengan Islam. ilham atau wali misalnya. dengan mengabaikan istilah-istilah kata benda yang banyak sekali dipinjam dari bahasa Arab. tetapi ketika "membumi" maka ia mengalami proses pembudayaan atau pergumulan budaya dimana ada peran manusia yang tidak sempurna sehingga sebagai agama bumi Islam tidak lagi sebagai agama yang mutlak benar. Disamping sebagai 54 . segenap kaum muslimin harus mengembangkan kultur yang lebih progresif dan visioner baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. Oleh karenanya. kebudayaan populer di Indonesia banyak sekali menyerap konsep-konsep dan simbol-simbol Islam. selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam itu sendiri. Kosakata bahasa Jawa maupun Melayu banyak mengadopsi konsep-konsep Islam. Akankah kaum muslim di Indonesia menafikan kenyataan historis dan kultural tersebut? Sebagaimana telah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama langit yang kemudian "membumi". Taruhlah. Nilai Budaya Banyak definisi tentang kebudayaan. Istilah-istilah seperti wahyu. karena ia lebih dekat ke kebudayaan lokal setempat. sehingga seringkali tampak bahwa Islam muncul sebagai sumber kebudayaan yang penting dalam kebudayaan populer di Indonesia. adalah istilah-istilah pinjaman untuk mencakup konsep-konsep baru yang sebelumnya tidak pernah dikenal dalam khazanah budaya populer.

kuasa dan teori. 4. dan fantasi disebut aspek ekpressip dari kebudayaan. Kombinasi antara nilai teori dan nilai ekonomi yang senantiasa maju disebut aspek progressip dari kebudayaan. norma-normanya dan kemauan-kemauannya. Nilai teori. Nilai agama. Ketika manusia bermaksud menggunakan benda-benda atau kejadian-kejadian. Berbeda dengan hewan.fasilitas. yakni dengan logika efisiensi untuk memperbesar kesenangan hidup. Ketika manusia menilai suatu rahasia yang menakjubkan dan kebesaran yang menggetarkan dimana di dalamnya ada konsep kekudusan dan ketakziman kepada yang Maha Gaib. maka manusia mengenal nilai seni. Nilai kuasa. maka ketika itu manusia mengenal nilai kuasa. Dengan konsep yang dimiliki manusia berusaha mengolah alam ini . Kombinasi dari nilai agama dan seni yang samasama menekankan intuisi. Ketika manusia merasa puas jika orang lain mengikuti fikiranya. yaitu : ekonomi. maka ada proses penilaian ekonomi atau kegunaan. alam adalah tantangan yang harus diatasi. Nilai seni. maka dalam prosesnya hingga menjadi pengetahuan. 1. perasaan. dan dengan kesadaran dan cita-citanya manusia merumuskan apa yang bermakna dan apa yang tidak bermakna dalam kehidupannya. Nilai ekonomi. manusia mengenal adanya teori yang menjadi konsep dalam proses penilaian atas alam sekitar. manusia tidak puas hanya dengan apa yang terdapat dalam alam kebendaan. maka manusia mengenal nilai agama. 3. 55 . 5. agama. Sekurang-kurangnya ada enam nilai yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia sebagai individu maupun sebagai masyarakat. solidaritas. Ketika manusia menentukan dengan obyektip identitas benda-benda atau kejadian-kejadian. Jika yang dialami itu keindahan dimana ada konsep estetika dalam menilai benda atau kejadian-kejadian. seni. 2.

yang lebih dipengaruhi oleh nilai agama dan seni cenderung menjadi sufi dan seterusnya. pekerja sosial an sebagainya. dan merasakan kepuasan ketika membantu mereka maka manusia mengenal nilai solidaritas. Nilai solidaritas. Nilai apa yang paling dominan pada seseorang atau sekelompok orang. seniman. Pendukung budaya progressip pada umumnya dinamis dan siap digantikan oleh generasi penerus dengan penemuan-penemuan baru. Enam nilai budaya itu merupakan kristalisasi dari berbagai macam nilai kehidupan. persahabatan dan simpati sesama manusia. politisi yang pejuang. yang lebih dipengaruhi oleh nilai kuasa cenderung tega dan nekad. bila dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan modern yang 56 . orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai teori cenderung menjadi ilmuwan. ilmuwan yang mistis dan sebagainya. dalam perspektif masyarakat awam seringkali “hanya” dimasukkan dalam kategori menghibur. Budaya progressip akan mengembangkan cara berfikir ilmiah dan melahirkan berbagai cabang ilmu pengetahuan.6. ulama yang rasionil. memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang sudah final. akan menentukan "sosok" mereka sebagai manusia budaya (al insan madaniyyun bi at thab`i). Orang yang lebih dipengaruhi oleh nilai ekonomi cenderung kurang memperhatikan halal dan haram. sehingga ada sosok orang yang materialis. sedangkan pendukung budaya ekpressip biasanya statis atau tradisional. dan merupakan pelengkap dari sebuah sisi kehidupan sosial bermasyarakat. yang selanjutnya menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu maupun masyarakat. sedangkan puncak dari budaya ekpressip bermuara pada kepercayaan mitologis dan mistik. menghargai orang lain. Artinya bisa ada dan bisa tidak usah ada. Bisa juga ada ilmuwan yang mengabdi kepada materi. Tetapi ketika hubungan itu menjelma menjadi cinta. SENI DALAM PANDANGAN AJARAN ISLAM Nilai dan makna seni Formulasi seni yang terungkap dalam bentuk yang nyata dan sangat inderawi.

waktu luang yang dalam perspektif mereka kadang juga disebut dengan waktu sakral. Di sini karya seni memang berkaitan dengan waktu luang yang harus disediakan oleh seseorang untuk menikmatinya. ada seorang teman yang tidak mau dititipi televisi di rumahnya sekaitan dengan alasan yang sama. Bahkan. seorang kuwu dengan bangga menyatakan bahwa di wilayahnya tak lagi ada kesenian. Kita semua tahu bahwa tahun itu adalah awal dari krisis multidimensi di mana soal perut menjadi “satu-satunya“ prioritas pemecahan masalah yang kemudian berdampak besar pada munculnya sikap ironis dari seorang kuwu di atas. Ia tak bisa produktif menulis novel. yaitu efisiensi waktu. Kebutuhan akan terselenggaranya sebuah peristiwa seni/kesenian memang sangat beragam seiring dengan keragaman bentuk seni tersebut. memang kemudian ditetapkan justru untuk kebutuhan terlaksananya sebuah peristiwa seni. Bahkan di masyarakat modern sekalipun. Di sini sang kuwu mencoba menerjemahkan slogan “efektif dan efisien” dengan tak memberi kesempatan adanya sebuah kehidupan kesenian di wilayahnya. di Amerika misalnya. Ambil contoh penciptaan citra 57 . yang notabene juga karya seni. dan bagi masyarakat tradisional tertentu. karena waktunya akan banyak tersita untuk nongkrong di depan televisi menikmati karya-karya film mutakhir yang ditawarkan agendanya oleh sang pemilik televisi.sering diasosiasikan dengan hal-hal yang harus efektif dan efisien. serta jauh dari pernikpernik yang identik dengan apa yang disebut dengan pemborosan. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita sudah didera dengan tampilan pop art yang mengejawantah dalam berbagai billboard iklan yang terserak di mana-mana. Hal di atas tidaklah seutuhnya bisa dipersalahkan. pernah suatu saat pada tahun 1997 di sebuah desa di Eretan Pamanukan.

Lalu bagaimana dengan dinamika komunal yang masih kental dengan ekspresi kolektif di masa lalu. dsb. dewasa ini ada kecenderungan dunia ipteks mendominasinya menjadi dunia representasi konseptual dan abstrak atas realitas.tentang produk minuman Coca Cola yang maknanya kemudian berkembang berlipatlipat dalam berbagai perspektif kritis serta merujuk pada permasalahan keremajaan. bagaimana pandangan Islam tentang seni? Seni merupakan ekspresi keindahan. Seni. yang memang merupakan produk persentuhan pengalaman pribadi seorang seniman dengan realitas kehidupan di sekitarnya. h realita yang menafikan keterbatasan ruang dan waktu dalam dunia virtual. (Berger. modernitas. Di sinilah uniknya. Realitas yang kompleks yang amorf diformulasikan dalam sebuah fenomena hiperelis yang memukau. Masih banyak bentuk formulasi seni yang belum disentuh baik dalam jelajah perwilayahan tertentu yang bersifat khas maupun dalam spesifikasi wilayah yang ditengarai oleh keterbukaan kontak ruang antar etnis. Pandangan Islam Tentang Seni Sebenarnya. 2006: 49). Dan keindahan menjadi salah satu sifat yang dilekatkan Allah pada 58 . baik sebelum maupun sesudah adanya realita deteritorialisasi. imperialisme kultural. Representasi citrawi yang terjadi pun juga beragam pula. Amerika. hedonisme. sebuah copy lebih indah dari aslinya. Kekuatan makna citrawi dari produk tersebut ternyata sangat berpengaruh pada gaya hidup remaja kota yang tak jauh dari pernik-pernik ubarampe kegiatan yang kemudian menjadi inheren dengan pencitraan produk tersebut. bisa mengalamai transformasi nilai dan makna melalui sebuah proses baru yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ajakan-ajakan kepada manusia tersebut menunjukkan. pada dasarnya manusia dianugerahi Allah potensi untuk menikmati dan mengekspresikan keindahan. dan tiada baginya sedikit pun retakretak?” [QS 50: 6]. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke langit yang ada di atas mereka.penciptaan jagat raya ini.” Nabi bersabda: “Sesungguhnya saputangan Sa’ad bin Mu’adz di surga jauh lebih indah daripada yang kalian lihat. Para sahabat sedemikian kagum dengan baju itu. maka fitrahnya telah mengidap penyakit parah yang sulit diobati. “Kami sama sekali belum pernah melihat pakaian yang lebih indah dari ini. Kemampuan ini yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Nabi Muhammad Saw sangat menghargai keindahan. Seni merupakan fitrah dan naluri alami manusia. Nabi Saw bersabda: “Apakah kalian mengagumi baju ini?” Mereka berkata. sampai mereka memegang dan merabanya. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menuliskan bahwa: “Siapa yang tidak berkesan hatinya di musim bunga dengan kembang-kembangnya. Namun tanpa menyampaikan sesuatu apapun.” [M Quraish Shihab. Nabi menerima hadiah berupa pakaian yang bersulam benang emas. lalu beliau mengenakannya dan kemudian naik ke mimbar. saat arak-arakan binatang ternak saat masuk ke kandang.” Kehati-hatian dalam Seni 59 . Allah melalui kalamnya di Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian dan keindahannya. Suatu ketika dikisahkan. Allah juga mengajak manusia untuk melihat dari perspektif keindahan. mustahil bila Allah melarang manusia untuk melakukan kegiatan berkesenian. juga saat dilepaskan ke tempat penggembalaan. Karena itu. bagaimana buah-buahan yang menggantung di pohon dan bagaimana pula buah-buahan itu dimatangkan. sesungguhnya pada peristiwa itu ada unsur keindahannya. bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya. atau oleh alat musik dan getaran nadanya. Beliau turun kembali. Wawasan Al-Qur’an]. Jika manusia memerhatikan dan menikmati dengan pandangan yang indah.

Spanyol. tidak menentangnya. kaum muslim masih dalam tahap penghayatan nilai-nilai Islam dan memfokuskan pada pembersihan gagasan-gagasan jahiliyah yang sudah meresap dalam jiwa masyarakat sejak lama. belum tampak jelas ekspresi kaum muslim terhadap kesenian. Pembatasan-pembatasan terhadap kesenian karena adanya sikap kehati-hatian dari kaum Muslim. dan agaknya ia juga dapat menjadi benar jika kalimat transaksi ekonomi diganti dengan kesenian [Wawasan Al-Qur’an]. dan Eropa. Kesenian Islam baru berkembang dan mencapai puncak kejayaan pada saat Islam sampai di daerah-daerah Afrika Utara. Apabila seni membawa manfaat bagi manusia. Karena itu. Bizantium. maka sunnah Nabi mendukung. Atas dasar kehati-hatian ini pulalah hendaknya dipahami hadits-hadits yang melarang menggambar atau melukis dan memahat makhluk-makhluk hidup.Kalau memang demikian pandangan Islam tentang seni. mengabadikan nilai-nilai luhur dan menyucikannya. dan Seljuk. Sedangkan sebuah karya seni lahir dari interaksi seseorang atau masyarakat dengan suatu gagasan. belum banyak karya seni yang tercipta pada masa awal perkembangan Islam itu. Di daerah-daerah tersebut. terasa adanya banyak pembatasan-pembatasan yang menghambat perkembangan seni? Menurut Sayyid Quthb. Daerah-daerah tersebut didefinisikan sebagai Persia. Mesir. Karena ketika itu ia telah menjadi salah satu nikmat Allah yang dilimpahkan kepada manusia. M Quraish Shihab menjelaskan bahwa Umar Ibnul Khaththab. memperindah hidup dan hiasannya yang dibenarkan agama. pernah berkata. 60 . pada masa itu. Demikian Muhammad Imarah dalam bukunya Ma’âlim Al-Manhaj AlIslâmi yang penerbitannya disponsori Dewan Tertinggi Dakwah Islam. Asia Kecil. khalifah kedua. Kehatihatian itu dimaksudkan agar mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi titik perhatian pada waktu itu. India. “Umat Islam meninggalkan dua pertiga dari transaksi ekonomi karena khawatir terjerumus ke dalam haram [riba]. Mongolia. Bahkan. Al-Azhar bekerjasama dengan Al-Ma’had Al-’Âlami lil Fikr Al-Islâmi [International Institute for Islamic Thought]. Islam membaur dengan kebudayaan setempat. menghayati dengan sempurna sampai menyatu dengan jiwanya. serta mengembangkan serta memperhalus rasa keindahan dalam jiwa manusia.” Ucapan ini benar adanya. Moor. mengapa pada masa awal perkembangan Islam [zaman Nabi Saw dan para sahabatnya].

Dengan begitu. gambaran yang begitu hidup tentang kecanggihan cita rasa keindahannya yang begitu berbeda dengan gambaran umum keradikalan yang sering ditampilkan dalam halaman muka berbagai harian. bukan juga penampilan abstrak tentang aqidah. seorang peneliti berkebangsaan Swiss-Jerman mengatakan. Apakah seni Islam harus berbicara tentang Islam? Sayyid Quthb dengan tegas menjawab tidak. Dasar Seni Islam Seni yang didasarkan pada nilai-nilai Islam [agama/ketuhanan] inilah yang menjadi pembeda antara seni Islam dengan ragam seni yang lain. Biar bagaimanapun. Kesenian Islam tak harus berbicara tentang Islam. seorang Saudi kaya. berbeda dengan karakter seni tempat asalnya. Kesenian Islam membawa manusia kepada pertemuan yang sempurna antara keindahan dan kebenaran. Kesatuan ini bisa jelas disaksikan.Terjadilah pertukaran nilai-nilai Islam dengan budaya dan seni yang menghasilkan ragam seni yang baru. Tetapi seni yang Islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan ‘bahasa’ yang indah serta sesuai dengan fitrah manusia. salah satu tujuan galeri tersebut adalah untuk mempertunjukkan kepada para pengunjung yang sebagian besar orang Barat suatu gambaran yang berbeda dari dunia Islam.” Ia menambahkan. Titus Burckhardt. Tempat pameran terletak di lantai utama museum yang sekarang diberi nama Galeri Seni Islam Jameel untuk mengenang orang tua sang dermawan. para seniman muslim memunyai makna dan tujuan seni yang luhur dan sakral. “Seni Islam sepanjang ruang dan waktu. para seniman muslim meyakini bahwa hakekat keindahan bukan bersumber dari sang pencipta seni. dengan pemikiran seperti ini di kepala maka Mohammed Jameel. Seni Islam memperoleh hakekat dan estetikanya dari suatu filosofi yang transendental. Ia tak harus berupa nasehat langsung atau anjuran berbuat kebajikan. memiliki identitas dan esensi yang satu. 61 . mau menanamkan uang sebesar $9.8 juta untuk menampilkan kembali koleksi Islami Victoria dan Albert untuk pertama kalinya dalam setengah abad. Seni sebagai sarana untuk mengenal Islam London – Bukanlah sebuah kebetulan yang menggembirakan bahwa galeri seni Islam di Museum Victoria dan Albert yang baru diperbaharui dengan indah harus dibuka bulan lalu bertepatan dengan saat Timur Tengah sekali lagi terbakar. keindahan karya seni diukur dari sejauh mana karya seni tersebut bisa harmonis dan serasi dengan alam semesta. Namun. Tentu saja.

misalnya. Irak dan seterusnya hanya menggarisbawahi tantangan penggunaan masa lalu untuk menerangi masa kini. kebudayaan selalu menjadi alat politik. Dan tidak terkecuali di Timur Tengah. Dan. Di Eropa Barat. seni Islam dari abad ketujuh hingga jatuhnya Kekaisaran Ottoman setelah Perang Dunia I tidak dapat dipisahkan dari sistem kekuasaan politik dan agama. Louvre akan menghabiskan $ 60 juta untuk sebuah sayap bangunan baru yang ambisius. Turki. strategi ini juga mengesankan pengakuan atas Islam. Perancis tanpa malu-malu berusaha menarik perhatian negara-negara dunia ketiga dengan mendirikan Musée du Quai Branly yang bernilai $ 295 juta untuk seni rupa dari kebudayaan non-Barat. rencananya dibuka pada 2009. yang karena besarnya imigrasi dari Afrika Utara. Pakistan. banyak museum di Eropa dan Amerika Serikat yang mulai menyoroti berbagai koleksi dan pameran seni Islam sebagai cara untuk mendorong pemahaman lebih besar dan menjembatani kesenjangan antara dunia Yahudi-Kristen dan Muslim. dan Bangladesh. kita dapat melihat sebuah dunia yang lebih kompleks dan halus daripada teokrasi-teokrasi yang kaku. untuk menampung koleksi Islaminya. terutama sejak 11/9. dengan sasaran umat Muslim di tanah air dan luar negeri. beberapa di antaranya berasal dari abad ke-11 M. dengan memberikannya beban politik yang begitu besar? Namun buktinya.Namun gejolak politik di Israel. dapatkah 400 benda seni yang telah dipilih dengan hati-hati. yang menindas dan berpandangan sempit yang didukung oleh beberapa 62 . Tetapi apakah kita berharap terlalu banyak dari seni. Tujuan Victoria dan Albert lebih sederhana: untuk menceritakan seni Islami dengan cara yang ringkas dan dapat dicerna – tanpa merujuk ke masa ini. memberikan kita pandangan yang baru tentang apa yang sedang terjadi di Timur Tengah dewasa ini? Pertanyaan tersebut penting karena. Dengan kata lain. sekarang juga merupakan agama Eropa – dan karenanya penting baik bagi orang Eropa untuk menunjukkan rasa hormat kepada budaya Islam dan bagi para imigran Muslim dan anak keturunan mereka untuk berbangga dengan masa lalu mereka. Namun pendekatan ini juga mengandung makna: dengan mengintip dari lubang kunci kesenian. Gaza. Bahkan dewasa ini. Seperti halnya ketergantungan seni Eropa kepada kerajaan dan gereja hingga masa pencerahan kembali (Renaissance). Lebanon.

yang oleh museum bait-baik puisi selain 63 . Dengan kata lain. Seni bernafas agama menghormati aturan tersebut tanpa kecuali. Qajar. larangan Islam atas seni yang menampilkan figur seseorang diterjemahkan secara berbeda. dan Ottoman. Beberapa penguasa Muslim bahkan memesan potret mereka sendiri." Tim Stanley. hingga ke Asia. dan metal. peti gading. Dan judul ini memberikan kerangka konseptual tentang pameran terbarunya di sini: melayani baik istana dan masjid. "Karakter politik seni Islam bangkit karena. seni Islam selalu mencerminkan kenyataan-kenyataan politik. Eklektisisme dengan baik tergambarkan dalam pilihan kecil dari 10.kelompok eksremis Muslim seperti sekarang. Namun demikian.D. sering menampilkan bentuk tanaman dan hewan. Dan walaupun kaligrafi tetap penting. Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada 632 A. kemudian. menulis dalam sebuah katalog yang menemani pameran "Istana dan Masjid". Kemudian. vas keramik. kendi kaca. peran formatif dalam pengembangannya jatuh kepada mereka yang secara politik berkedudukan kuat. seni Islam mengambil bentuk sekuler sekaligus keagamaan. dengan ketiadaan pendeta. dengan mengandalkan kutipan kaligrafi dari Al Qur'an dan bentuk abstrak. ia juga menggunakan ayat-ayat Al Qur'an. termasuk di dalamnya benda-benda yang bermanfaat seperti permadani. walaupun seni Islam mencerminkan tingkah rezim-rezim yang terus berganti. Galeri Jameel sendiri telah dirancang dengan menampilkan permadani yang dikenal dengan sebutan Ardabil. dan Inggris bagian utara dalam sebuah pameran keliling bertajuk "Istana dan Masjid". khususnya dari Cina. seiring dengan Kekaisaran Muslim baru menyapu barat hingga ke Spanyol dan.000 koleksi benda seni Islam Victoria dan Albert. ia menyerap berbagai pengaruh baru. seni rupa Islam mewarisi dua tradisi artistik yang berbeda: Mereka yang memilih Byzantium Kristen ke barat dan Kekaisaran Sassanian ke timur. Variabel-variable ini memasukkan dunia luar. sering kali bentuk geometris dan ornamentasi. Selama pembangunan Galeri Jameel. Victoria dan Albert menampilkan sebagian dari koleksi Islaminya di Amerika Serikat. Tetapi seni sekuler. kurator senior koleksi Timur Tengah di Victoria dan Albert. Dan di sini.. dari zaman awal Khalifah Umayyad dan Abbasid hingga yang terakhir dinasti Safavid. Jepang.

atau sekitar 11 kali 5 meter. Artinya bahwa umat manusia yang mau mengikuti petunjuk Al Qur’an ini. Sebaliknya siapa saja yang membangkang dan mengingkari ajaran Islam ini. Relasi antara Islam dan budaya Islam adalah agama yang diturunkan kepada manusia sebagai rohmat bagi alam semesta. Benda-benda lain tidak membutuhkan penjelasan untuk dikagumi: sebuah mangkuk batu kristal abad ke-11 M dari Mesir. sebuah mimbar kayu setinggi 19 kaki yang dibuat pada akhir abad ke-15 M untuk sebuah masjid di Kairo. sebuah mangkuk abad ke-15 M yang menggambarkan sebuah kapal Portugis yang sedang berlayar yang dibuat di Spanyol dengan menggunakan teknik pengilapan yang diciptakan di Irak berabad-abad sebelumnya. Ajaranajarannya selalu membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia di dunia ini. Allah swt sendiri telah menyatakan hal ini. yang dibuat dalam gaya seni rupa Islam untuk digunakan oleh para pendeta Armenia yang hidup di kota Isfahan di Iran.digambarkan sebagai "permadani tertua di dunia. yang tampak hidup dengan bunga-bungaan. dan terdiri atas 30 juta ikatan tangan. sebuah lampu masjid tembikar Iznik abad ke16 M dari Istanbul. dan hewan. permadani tersebut tergantung secara vertikal dan sulit untuk dinikmati. Ini juga mengingatkan kita bahwa dunia Islam memiliki warga beragama Kristen dalam jumlah besar. rancangannya yang rumit dengan menggunakan 10 warna tidak menampilkan figur apapun sama sekali. Sekarang. terdapat sehelai permadani yang dikenal sebagai permadani Chelsea. permadani tersebut dibuat pada sektitar 1539-1540 M untuk Masjid Ardabil di barat laut Iran. tergantung tidak jauh." Berukuran 36 kali 16 kaki. Yang lebih tidak terduga adalah sebuah jubah Kristen dari abad ke-17 M yang menggambarkan penyaliban. Sebagai permadani yang digunakan untuk beribadat. Sebaliknya. sebagaimana yang tersebut dalam ( QS Toha : 2 ) : “ Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kapadamu agar kam menjadi susah “. seperti membangkitkan kesan surga di bumi. juga berasal dari abad ke-16 M Persia. ia terbentang di tengah galeri dan diletakkan di dalam suatu bingkai yang dibuat khusus dengan pencahayaan yang tepat. akan dijamin oleh Allah bahwa kehidupan mereka akan bahagia dan sejahtera dunia dan akherat. niscaya dia akan mengalami kehidupan yang sempit 64 . buahbuahan. Di masa lalu. demikian juga Yahudi.

adat istiadat. akhlak. ) Seni Teater ( wayang ) Seni Arsitektur ( rumah. Ajaran-ajaran Islam yan penuh dengan kemaslahatan bagi manusia ini. sedang kebudayaan merupakan karya manusia. pernikahan. keseluruhan karya sadar insani yang berupa ilmu. dan kelakuan. Aspek kehidupan Spritual. Kehidupan Spritual 2. ilmu dll). Aspek ilmu pengetahuan meliputi scince ( ilmu-ilmu eksakta) dan humanities ( sastra. peralatan ( pakaian. Heddy S. A. seperti sarana ( candi. Hubungan Islam dan Budaya Untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara agama ( termasuk Islam ) dengan budaya. patung nenek moyang. Sehingga keduanya tidak bisa ditemukan. bahwa agama merupakan keyakinan hidup rohaninya pemeluknya. dalam bukunya “Filsafat Kebudayaan” menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara agama dan budaya. sebagaimana yang diungkapkan oleh Drs. kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : mengapa manusia cenderung memelihara kebudayaan. tatanegara. Sedang ahli sejarah mengartikan kebudaaan sebagai warisan atau tradisi. MA bahwa agama merupakan salah satu unsur kebudayaan. disebutkan bahwa: “ budaya “ adalah pikiran. Ahli sosiologi mengartikan kebudayaan dengan keseluruhan kecakapan ( adat. Arti dan Hakekat Kebudayaan Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hal. Keyakinan ini disebut Iman. Bahkan ahli Antropogi melihat kebudayaan sebagai tata hidup. Walau singkat mudah-mudahan memberkan sumbangan dalam khazana pemikian Islam. kesenian dan adat istiadat. Tidak ada satupun bentuk kegiatan yang dilakukan manusia. sebagai jawaban atas panggilan ilahi. seperti kepercayaan. filsafat kebudayaan dan sejarah ). dan Iman merupakan pemberian dari Tuhan.dan penuh penderitaan. Kebudayaan adalah salah satu dari sisi pentig dari kehidupan manusia. syair. dan filsafat tak lain daripada proses realisasidiri dari roh ilahi. 65 . yang mencakup . kecuali Allah telah meletakkan aturan-aturannya dalam ajaran Islam ini.Tulisan di bawah ini berusaha menjelaskan relasi antara Islam dan budaya. Juga mencakup sistem sosial. seni pertunjukan ( tari. Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa jangkauan kebudayaan sangatlah luas. Sebaliknya sebagian ahli. seperti Pater Jan Bakker. alat-alat upacara). Ilmu Pengetahuan. pantun. tentunya mencakup segala aspek kehidupan manusia. kematian ) Adapun aspek bahasa dan kesusteraan mencakup bahasa daerah. Sejarah 5. kesenian . Adapun menurut para ahli Antropologi. Ernst Cassirer membaginya menjadi lima aspek : 1. seni rupa ( melukis). seperti upacara-upacara ( kelahiran. dan Islampun telah mengatur dan memberikan batasanbatasannya. musik. Putra. arsitektur) .bangunan . tata hukum. perahu ). makanan. way of life. Sedang “ kebudayaan” adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin ( akal budi ) manusia. akal budi. Bahasa dan Kesustraan 3. mencakup kebudayaan fisik. dari manakah desakan yang menggerakkan manusia untuk berkarya. Bahkan menurut Hegel. Kesenian 4. novel-novel. Aspek seni dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu . Untuk memudahkan pembahasan. kesenian. visual arts dan performing arts. karena menurutnya. berpikir dan bertindak ? Apakah yang mendorong mereka untuk selalu merubah alam dan lingkungan ini menjadi lebih baik ? Sebagian ahli kebudayaan memandang bahwa kecenderungan untuk berbudaya merupakan dinamik ilahi. 149.

Ketika manusia melakukan kebajikan dan perbuatan baik. dan pembisik dari syetan. Dan kelompok ketiga. maka unsur syetanlah yang menang. . Pemahaman manusia sangat terbatas dan tidak mampu mencapai hakekat dari ayat-ayat dalam kitab suci masing. karena diciptakan dari unsur cahaya. Berbagai tingkah laku keagamaan. karena para ahli Antropologi mengatakan bahwa manusia mempunyai akal-pikiran dan mempunyai sistem pengetahuan yang digunakan untuk menafsirkan berbagai gejala serta simbolsimbol agama. sebagai aplikasi dari unsur tanah. Pendapat ini diwakili oleh Hegel. Oleh karena itu. karena diciptkan dari api. Dan juga menciptakan Syetan atau Iblis yang hanya bisa berbuat jahat . Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ( tubuh )-nya roh ( ciptaan)-Nya “ Selain menciptakan manusia.Hal itu. agar manusia mampu menggunakan kenikmatan tersebut untuk beribadat dan berbuat baik di muka bumi ini. bermaksiat dan membuat kerusakan di muka bumi ini. Allah swt juga menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. sebaliknya ketika manusia berbuat asusila. kemauan dan kemampuan yang berupa pendengaran. menganggap bahwa kebudayaan tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama. Kelompok pertama menganggap bahwa Agama merupakan sumber kebudayaaan atau dengan kata lain bahwa kebudayaan merupakan bentuk nyata dari agama itu sendiri. Islam tidaklah memandangnya dari satu sisi saja. Sedangkan manusia. berpikir dan menciptakan suatu kebudayaan. sebagi aplikasi dari unsur ruh yang ditiupkan Allah. Allah juga memberikan petunjuk dan pedoman. Kelompok kedua. Allah telah memberikan kepada manusia sebuah kemampuan dan kebebasan untuk berkarya. maka unsur malaikatlah yang menang. penglihatan dan hati. melainkan oleh interpretasi mereka terhadap ayat-ayat suci tersebut. Islam memandang bahwa manusia mempunyai dua unsur penting. Di sini. Untuk melihat manusia dan kebudayaannya. pembisik dari malaikat . Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia ini mempunyai dua pembisik . sebagaimana tersebut di atas. yang di wakili oleh Pater Jan Bakker. Mereka hanya dapat menafsirkan ayat-ayat suci tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada. Di sinilah.ayat dari kitab suci. Kedua unsur yang terdapat dalam tubuh manusia tersebut. dapat disimpulkan bahwa para ahli kebudayaan mempunyai pendapat yang berbeda di dalam memandang hubungan antara agama dan kebudayaan.bukanlah diatur oleh ayat. Dari keterangan di atas. masih menurut ahli antropogi. yeng menganggap bahwa agama merupakan bagian dari kebudayaan itu sendiri. yaitu unsur tanah dan unsur ruh yang ditiupkan Allah kedalam tubuhnya. Ini sangat terlihat jelas di dalam firman Allah Qs As Sajdah 7-9 : “ ( Allah)-lah Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. saling bertentangan dan tarik menarik. yang hanya mampu mengerjakan perbuatan baik saja. selain memberikan bekal. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari saripati air yan hina ( air mani ).masing agama. merupakan gabungan dari unsur dua makhluk tersebut. bahwa agama telah menjadi hasil kebudayaan manusia. Islam mengakui bahwa budaya merupakan hasil 66 .

di dalam masyarakat Aceh. datang untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kepada kehidupan yang baik dan seimbang. akan tetapi dalam waktu yang bersamaan Islam menginginkan agar umat manusia ini jauh dan terhindar dari hal-hal yang yang tidak bermanfaat dan membawa madlarat di dalam kehidupannya. disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab. dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri. Sikap Islam terhadap Kebudayaan Islam. Dari situ. Dalam kaidah fiqh disebutkan : “ al adatu muhakkamatun “ artinya bahwa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat. kadar besar kecilnya mahar dalam pernikahan. Tetapi yang perlu dicatat.karya manusia. dibolehkan memakai arsitektur Persia. Menentukan bentuk bangunan Masjid. umpamanya. Islam telah membagi budaya menjadi tiga macam : Pertama : Kebudayaan yang tidak bertentangan dengan Islam. karena Islam telah menetapkan bahwa seorang wanita muslimah tidak diperkenankan menikah dengan seorang kafir. nampaknya lebih dekat dengan apa yang dinyatakan Hegel di atas. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selalu beramal dan berkarya. sebagaimana telah diterangkan di atas. untuk selalu menggunakan pikiran yang diberikan Allah untuk mengolah alam dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan manusia. Islam telah berperan sebagai pendorong manusia untuk “ berbudaya “. Teori seperti ini. keluarga wanita biasanya. serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “. mempunyai pengaruh di dalam penentuan hukum. yang merupakan bagian dari budaya manusia. Dengan demikian. berkemajuan. mempunyai nilai positif dan mengangkat harkat manusia. Untuk hal-hal yang sudah ditetapkan ketentuan dan kreterianya di dalam Islam. Sampai disini. karena Islam tidak menentukan besar kecilnya mahar yang harus diberikan kepada wanita. bahwa kaidah tersebut hanya berlaku pada hal-hal yang belum ada ketentuannya dalam syareat. pasal 32. Prinsip semacam ini. Sebagai contoh adalah apa yang di tulis oleh Ahmad Baaso dalam sebuah harian yang menyatakan bahwa menikah antar agama adalah dibolehkan dalam Islam dengan dalil “ al adatu muhakkamatun “ karena nikah antar agama sudah menjadi budaya suatu masyarakat. walaupun secara praktik dan perinciannya terdapat perbedaan-perbedaan yang sangat menyolok. berasal dari agama. sebenarnya telah menjiwai isi Undang-undang Dasar Negara Indonesia. 67 . seperti . mungkin bisa dikatakan bahwa kebudayaan itu sendiri. Sedang agama adalah pemberian Allah untuk kemaslahatan manusia itu sendiri. Dengan demikian Islam tidaklah datang untuk menghancurkan budaya yang telah dianut suatu masyarakat. maka adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat tidak boleh dijadikan standar hukum. norma dan pedoman. Dalam Islam budaya itu syah-syah saja. ataupun arsitektur Jawa yang berbentuk Joglo. budaya dan persatuan. sehingga Islam perlu meluruskan dan membimbing kebudayaan yang berkembang di masyarakat menuju kebudayaan yang beradab dan berkemajuan serta mempertinggi derajat kemanusiaan. Dan dalam satu waktu Islamlah yang meletakkan kaidah. Pernyataan seperti itu tidak benar. menentukan jumlah mas kawin sekitar 50-100 gram emas. Yaitu suatu pemberian Allah kepada manusia untuk mengarahkan dan membimbing karya-karya manusia agar bermanfaat. maka dibolehkan dengan dasar kaidah di atas. Dalam penjelasan UUD pasal 32.

Lain lagi yang dilakukan oleh masyarakat Cilacap. dan secara besar-besaran. setelah terbukti ke-autentikannya. Seperti. budaya “ ngaben “ yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Islam datang untuk meronstruksi budaya tersebut. Hal-hal di atas merupakan sebagian contoh kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. kemudian di “ rekonstruksi” sehingga menjadi Islami. Dan juga. Mereka mempunyai budaya “ Tumpeng Rosulan “.Kedua : Kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam . sebagaimana yang tersebut dalam hadits : “ apa yang dinyatakan oleh kaum muslimin baik. Karena mengandung ajaran yang menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghinakan manusia yang sudah meninggal dunia. maka nash jauh lebih kuat. Biaya tersebut digunakan untuk untuk mengadakan hewan kurban yang berupa kerbau. serta tidak mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.Contoh yang paling jelas. karena disaksikan oleh para penduduk dari desadesa dalam daerah yang luas. Oleh Islam kebudayaan tersebut tetap dipertahankan. juga memerlukan biaya yang besar.malam lebaran. Jawa tengah. thowaf di Ka’bah dengan telanjang. Ini dilakukan sebagai bentuk penyempurnaan bagi orang yang meninggal supaya kembali kepada penciptanya. untuk memakamkan orang yan meninggal. sedang nash syare’at mengikat manusia secara keseluruhan. karena kebudayaan seperti itu merupakan kebudayaan yang tidak mengarah kepada kemajuan adab. sebuah upacara pembakaran mayat. Islam melarangnya. Contoh lain adalah kebudayaan Arab untuk melantukan syair-syair Jahiliyah. sebaliknya justru merupakan kebudayaan yang menurunkan derajat kemanusiaan. Ketiga: Kebudayaan yang bertentangan dengan Islam. Bedanya. yaitu berupa makanan yang dipersembahkan kepada Rosul Allah dan tumpeng lain yang dipersembahkan kepada Nyai Roro Kidul yang menurut masyarakat setempat merupakan penguasa Lautan selatan ( Samudra Hindia ).. adalah tradisi Jahiliyah yang melakukan ibadah haji dengan cara-cara yang bertentangan dengan ajaran Islam . hanyalah mengikat masyarakat yang menyakininya. salah satu ulama besar madzhab hanafi mengatakan : “ Sesungguhnya nash-nash syareat jauh lebih kuat daripada tradisi masyarakat. sehingga umat Islam tidak dibolehkan mengikutinya. Di daerah Toraja. dalam “ tiwah” ini dilakukan pemakaman jenazah yang berbentuk perahu lesung lebih dahulu. maka tidak mungkin mengandung sebuah kebatilan. Dalam hal ini al Kamal Ibnu al Himam. maka sesuatu itu baik “ 68 . Hal yang sama juga dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Tengah dengan budaya “tiwah“ . Upacara ini berlangsung sampai seminggu atau lebih. karena tradisi dibolehkan melalui perantara nash. Upacara semacam ini membutuhkan biaya yang sangat besar. tetapi direkonstruksi isinya agar sesuai dengan nilai-nilai Islam. menjadi bentuk “ Ibadah” yang telah ditetapkan aturan-aturannya. jenazah tersebut akan digali lagi untuk dibakar. yang mempunyai tradisi meletakkan lilin dan lampu-lampu di kuburan khusus pada malam. seperti apa yang dilakukan sebagian masyarakat kita hari ini. seperti lafadh “ talbiyah “ yang sarat dengan kesyirikan. Yaitu upacara pembakaran mayat yang diselenggarakan dalam suasana yang meriah dan gegap gempita. Kemudian kalau sudah tiba masanya. Pihak penyelenggara harus menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang besar . karena tradisi masyarakat bisa saja berupa kebatilan yang telah disepakati. Dan karena tradisi. dan persatuan. Sedang nash syareat.

tak jarang iptek berdampak negatif karena merugikan dan membahayakan kehidupan dan martabat manusia. Elizabetta. 1995). Lalu di abad XIX Orang Eropa perlu 2 minggu untuk memperoleh berita pembunuhan Presiden Abraham Lincoln. Sekarang dengan naik pesawat terbang. Berbagai sarana modern industri. ternyata telah disimpan di “bank” dan kemudian baru dititipkan pada bibinya. dan transportasi. dan hutan juga tak sedikit mengalami kerusakan dan pencemaran yang sangat parah dan berbahaya. yakni dapat memperbaiki kualitas hidup manusia. 1997). atmosfer udara. Bioteknologi dapat digunakan untuk mengubah mikroorganisme yang sudah berbahaya. misalnya. 2004). komunikasi. dalam 1 menit bisa dilakukan sekitar 7000 tusukan jarum jahit. hanya bisa 23 tusukan per menit (Qardhawi. Tak sedikit yang memanfaatkan teknologi internet sebagai sarana untuk melakukan 69 . lahir dari rahim bibinya setelah dua tahun ibunya (bernama Luigi) meninggal. Dahulu Ratu Isabella (Spanyol) di abad XVI perlu waktu 5 bulan dengan sarana komunikasi tradisional untuk memperoleh kabar penemuan benua Amerika oleh Columbus (?). misalnya mengubah sifat genetik virus influenza hingga mampu membunuh manusia dalam beberapa menit saja (Bakry. dengan sarana komunikasi canggih. kita hanya perlu 12 jam saja. Subhanallah… Tapi di sisi lain. menjadi lebih berbahaya. terbukti amat bermanfaat. Lingkungan hidup seperti laut.3 detik untuk mengetahui kabar pendaratan Neil Amstrong di bulan (Winarno. Beberapa varian tanaman pangan hasil rekayasa genetika juga diindikasikan berbahaya bagi kesehatan manusia. Dulu orang naik haji dengan kapal laut bisa memakan waktu 17-20 hari untuk sampai ke Jeddah. 1996). Tapi pada 1969. seorang bayi Italia. Elenna adik Luigi (Kompas.PERANAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN IPTEK Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di satu sisi memang berdampak positif. Pada tahun 1995. 16/01/1995). Dengan ditemukannya mesin jahit. akhir-akhir ini diterapkan pada manusia (human cloning). Bandingkan kalau kita menjahit dengan tangan. Ovum dan sperma orang tuanya yang asli. dunia hanya perlu waktu 1. Bom atom telah menewaskan ratusan ribu manusia di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Kloning hewan rintisan Ian Willmut yang sukses menghasilkan domba kloning bernama Dolly. Bayi tabung di Barat bisa berjalan walau pun asal usul sperma dan ovumnya bukan dari suami isteri (Hadipermono.

Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma ilmu pengetahuan. Paradigma inilah yang seharusnya dimiliki umat Islam. prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Di sinilah. Pengetahuan termasuk. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. hipotesis. konsep. teknologi mulai sebelum sains dan teknik. menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Lalu pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Sebagai aktivitas manusia. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki. Akan tetapi.kejahatan dunia maya (cyber crime) dan untuk mengakses pornografi. Ini 70 . mesin. Paradigma Islam ini menyatakan bahwa Aqidah Islam wajib dijadikan landasan pemikiran (qa’idah fikriyah) bagi seluruh bangunan ilmu pengetahuan. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya. dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. penemuan yang sangat lama seperti roda dapat disebut teknologi. kekerasan. dan perjudian. Sedangkan teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Pengertian IPTEK IPTEK merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Pertama. seraya mengeliminasi dampak negatifnya semiminal mungkin? Sejauh manakah agama Islam dapat berperan dalam mengendalikan perkembangan teknologi modern? Tulisan ini bertujuan menjelaskan peran Islam dalam perkembangan dan pemanfaatan teknologi tersebut. Dapatkah agama memberi tuntunan agar kita memperoleh dampak iptek yang positif saja. Peran Islam dalam perkembangan iptek Peran Islam dalam perkembangan iptek pada dasarnya ada 2 (dua). material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. teori. peran agama sebagai pedoman hidup menjadi sangat penting untuk ditengok kembali.

melainkan menjadi standar bagi segala ilmu pengetahuan. bahwa boleh tidaknya pemanfaatan iptek. Namun karena kemajuan tersebut tidak seimbang. Umat Islam boleh memanfaatkan iptek. Standar syariah ini mengatur. lebih mementingkan kesejahteraan material bagi sebagian individu dan sekelompok tertentu negara-negara maju (kelompok G-8) saja dengan mengabaikan. Sebaliknya jika suatu aspek iptek telah diharamkan oleh Syariah. wajib ditolak dan tidak boleh diamalkan. pincang. Kemajuan Iptek di Barat. Standar atau kriteria inilah yang seharusnya yang digunakan umat Islam. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya. menjadikan Syariah Islam (yang lahir dari Aqidah Islam) sebagai standar bagi pemanfaatan iptek dalam kehidupan sehari-hari. jika telah dihalalkan oleh Syariah Islam. walau pun ia menghasilkan manfaat sesaat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Peradaban Barat moderen dan postmodern saat ini memang memperlihatkan kemajuan dan kebaikan kesejahteraan material yang seolah menjanjikan kebahagian hidup bagi umat manusia. Kedua. Maka ilmu pengetahuan yang sesuai dengan Aqidah Islam dapat diterima dan diamalkan. sedang yang bertentangan dengannya. yang didominasi oleh pandangan dunia dan paradigma sains (Iptek) yang positivistik-empirik sebagai anak kandung filsafat-ideologi 71 . bahkan menindas hak-hak dan merampas kekayaan alam negara lain dan orang lain yang lebih lemah kekuatan iptek. ekonomi dan militernya. maka kemajuan di Barat melahirkan penderitaan kolonialisme-imperialisme (penjajahan) di Dunia Timur & Selatan. bukan standar manfaat (pragmatisme/utilitarianisme) seperti yang ada sekarang. didasarkan pada ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam).bukan berarti menjadi Aqidah Islam sebagai sumber segala macam ilmu pengetahuan. mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. Pandangan Islam terhadap IPTEK Ahmad Y Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia. yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini. maka tidak boleh umat Islam memanfaatkannya.

yang sebenarnya kaya sumber daya alamnya. Krisis multidimensional terjadi akibat perkembangan Iptek yang lepas dari kendali nilai-nilai moral Ketuhanan dan agama. yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sainsteknologi. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim. Kenyataan memprihatikan ini sangat ironis. Kebocoran reaktor Nuklir di Chernobil. misalnya: berbagai bencana alam: tsunami. Umat Islam yang mewarisi ajaran suci Ilahiah dan peradaban dan Iptek Islam yang jaya di masa lalu. justru kini terpuruk di negerinya sendiri. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai. 72 . Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. pada akhirnya juga telah melahirkan penderitaan dan ketidakbahagiaan psikologis/ruhaniah pada banyak manusia baik di Barat maupun di Timur. Ketidakadilan global ini terlihat dari fakta bahwa 80% kekayaan dunia hanya dikuasai oleh 20 % penduduk kaya di negara-negara maju. ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. gempa dan kacaunya iklim dan cuaca dunia akibat pemanasan global yang disebabkan tingginya polusi industri di negara-negara maju. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Minamata Jepang. dan di India.materialisme-sekuler. maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. terjadi akibat ketidakadilan dan ’penjajahan’ (neo-imperialisme) oleh negara-negara maju yang menguasai perekonomian dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah. Kehancuran ekosistem laut dan keracunan pada penduduk pantai akibat polusi yang diihasilkan oleh pertambangan mineral emas. Krisis ekologis. Sulawesi Utara dan di Freeport Papua. Sementara 80% penduduk dunia di negara-negara miskin hanya memperebutkan remah-remah sisa makanan pesta pora bangsa-bangsa negara maju. dll. perak dan tembaga. namun miskin kualitas sumberdaya manusianya (pendidikan dan Ipteknya). Rusia. saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang. seperti yang terjadi di Buyat. Krisis Ekonomi dan politik yang terjadi di banyak negara berkembang dan negara miskin.

Kekuasaan dan Keagungan-Nya. Matre dan hedonis (mempertuhankan kenikmatan hawa nafsu). maka Islam mementingkan pengembangan dan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadahpengabdian Muslim kepada Allah swt dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada kemanusiaan dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lil ’Alamin). Islam. Berbeda dengan pandangan dunia Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk kepentingan duniawi yang ’matre’ dan sekular. Ironis bahwa di tengah keberlimpahan hasil produksi gunung emas-perak dan tembaga serta kayu hasil hutan yang ada di Indonesia. sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari. sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan. dan berbagai penyakit akibat kemiskinan rakyat. kita justru mengalami kesulitan dan krisis ekonomi. Kemandirian itu tidak bisa lain kecuali dengan pembinaan mental-karakter dan moral (akhlak) bangsa-bangsa Islam sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi keimanan-taqwa kepada Allah swt.Ironis bahwa Indonesia yang sangat kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi. ekonomi dan moral bangsa dan umat. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal. pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam. mengamati. untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. kelaparan. (yaitu) 73 . Keindahan dan Kemuliaan. justru mengalami krisis dan kelangkaan BBM. Yang paling terkenal adalah ayat: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt Sumber segala Kebaikan. Serta melawan pengaruh buruk budaya sampah dari Barat yang Sekular. Kemana harta kekayaan kita yang Allah berikan kepada tanah air dan bangsa Indonesia ini? Mengapa kita menjadi negara penghutang terbesar dan terkorup di dunia? Kenyataan menyedihkan tersebut sudah selayaknya menjadi cambuk bagi kita bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim untuk gigih memperjuangkan kemandirian politik. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt hanya akan muncul bila diawali dengan pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah swt dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan. busung lapar. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran yang mementingkan proses perenungan.

dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. prinsipprinsip dan hukum alam). gaya hidup. Mujadillah [58]: 11 ) Bagi umat Islam. Aqidah Islam Sebagai Dasar Iptek Inilah peran pertama yang dimainkan Islam dalam iptek. Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi). melalui mata. kedua-duanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) keMahakuasa-an dan Keagungan Allah swt. kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap membebek dan mengekor Barat dalam segala-galanya. termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. dalam pandangan hidup. seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat. keduanya bila dibaca. 74 .orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami. Ayat tanziliyah/naqliyah (yang diturunkan atau transmited knowledge). holistik dan integratif. Zabur. diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram. yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw.” (QS. telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan. dipelajari. saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Diakui atau tidak. Misalnya Teori Darwin yang dusta dan sekaligus bertolak belakang dengan Aqidah Islam. Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini. Maha Suci Engkau. maka peliharalah kami dari siksa neraka. Tuhan Yang Maha Kuasa. Eksistensi paradigma sekuler itu menjelaskan pula mengapa tetap diajarkan konsep pengetahuan yang bertentangan dengan keyakinan dan keimanan muslim. Bercokolnya paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan. pengenalan. tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Injil dan Al Quran). diamati dan direnungkan. mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam. Wujud yang wajib. maupun ayat-ayat kauniyah (fenomena.” (QS Ali Imron [3] : 190-191) “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat. Jadi agama dan ilmu pengetahuan. keyakinan dan keimanan kita kepada Allah swt. Keduanya saling membutuhkan.

atau hadis tertentu. Nuh [71]: 16). bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek. manusia sekarang bukan 75 . al-Qur`an dan al-Hadits adalah standar (miqyas) iptek. bahwa iptek wajib berstandar pada al-Qur`an dan al-Hadits. Jika kita menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek. harus sesuai dengan al-Qur`an dan al-Hadits. 1996: 12). dan menjadi tolok ukur kesimpulan iptek. Jadi. bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits. dengan paradigma Islam yang memandang bahwa Aqidah Islam (bukan paham sekularisme) yang seharusnya dijadikan basis bagi bangunan ilmu pengetahuan manusia. geologi.Kekeliruan paradigmatis ini harus dikoreksi. Artinya. Ini tentu perlu perubahan fundamental dan perombakan total. Misalnya saja dalam astronomi ada ayat yang menjelaskan bahwa matahari sebagai pancaran cahaya dan panas (Qs. tapi yang dimaksud. Namun di sini perlu dipahami dengan seksama. dan seterusnya. ath-Thalaq [65]: 12). Misalnya saja Teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari organisme sederhana yang selama jutaan tahun berevolusi melalui seleksi alam menjadi organisme yang lebih kompleks hingga menjadi manusia modern sekarang. 2005: 113). an-Nisaa` [4]:126 dan Qs. dan seterusnya. maka konsep itu berarti harus ditolak. apa pun konsep iptek yang dikembangkan. tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya (Al-Baghdadi. bukan berarti bahwa konsep iptek wajib didasarkan pada ayat-ayat tertentu. Dengan cara mengganti paradigma sekuler yang ada saat ini. bahwa langit (bahan alam semesta) berasal dari asap (gas) sedangkan galaksi-galaksi tercipta dari kondensasi (pemekatan) gas tersebut (Qs. yang dimaksud menjadikan Aqidah Islam sebagai landasan iptek bukanlah bahwa konsep iptek wajib bersumber kepada al-Qur`an dan al-Hadits. itu adalah bukti keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu (lihat Qs. Ayat-ayat ini menunjukkan betapa luasnya ilmu Allah sehingga meliputi segala sesuatu. Ringkasnya. Berarti. Ada sekitar 750 ayat dalam al-Qur`an yang semacam ini (Lihat AlBaghdadi. harus didasarkan pada ayat tertentu. bukan berarti bahwa ilmu astronomi. Kalau pun ada ayat atau hadis yang cocok dengan fakta sains. dan bukannya sumber (mashdar) iptek. Jika suatu konsep iptek bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits. Fushshilat [41]: 11-12). agronomi. bukan berarti konsep iptek harus bersumber pada ayat atau hadis tertentu. dan tidak boleh bertentangan dengan al-Qur`an dan al-Hadits itu.

Adam AS adalah manusia pertama. yaitu al-Qur`an dan al-Hadits hanyalah standar iptek.” (Qs. 2001). Ini bertentangan dengan firman Allah SWT yang menegaskan.” (Qs. dan bahwa seluruh manusia sekarang adalah keturunan Adam AS itu. Jadi. adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. adalah yang telah diharamkan syariah Islam. bagaimana pun juga bentuknya. kemudian Dia menciptakan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani). Iptek yang boleh dimanfaatkan. adalah bahwa umat Islam boleh mengambi iptek dari sumber kaum non muslim (orang kafir).keturunan manusia pertama. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) wajib dijadikan tolok ukur dalam pemanfaatan iptek. Sedangkan iptek yang tidak boleh dimanfaatkan. bukan keturunan makhluk lainnya sebagaimana fantasi Teori Darwin (Zallum. padahal strategi militer itu berasal dari tradisi kaum Persia yang beragama Majusi. Antara lain firman Allah: 76 . “Hai manusia. Syariah Islam Standar Pemanfaatan Iptek Peran kedua Islam dalam perkembangan iptek. Umar bin Khatab pernah mengambil sistem administrasi dan pendataan Baitul Mal (Kas Negara). adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam. padahal di Yaman dulu penduduknya adalah Ahli Kitab (Kristen). Keharusan tolok ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk menggunakan iptek) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. as-Sajdah [32]: 7). al-Hujuraat [49]: 13). dan bukan sumber iptek. Dulu Nabi Saw juga pernah memerintahkan dua sahabatnya memepelajari teknik persenjataan ke Yaman. Firman Allah SWT: “(Dialah Tuhan) yang memulai penciptaan manusia dari tanah. iptek dapat diadopsi dari kaum kafir. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Dulu Nabi Saw menerapkan penggalian parit di sekeliling Madinah. Nabi Adam AS. yang berasal dari Romawi yang beragama Kristen. Implikasi lain dari prinsip ini. selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah Islam. tapi hasil dari evolusi organisme sederhana.

Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa. maka perbuatan itu tertolak. memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti). Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan. maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. Dengan rentang waku yang cukup 77 . tidak berperikemanusiaan.“Maka demi Tuhanmu. dan seterusnya. an-Nisaa` [4]: 65). Kegemilangan Iptek di Masa Khilafah Abasiyyah Kekhilafahan Abbasiyah tercatat dalam sejarah Islam dari tahun 750-1517 M/132923 H. mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual. Standar pemanfaatan iptek menurut mereka adalah manfaat. mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…” (Qs. Kontras dengan ini. adalah apa yang ada di Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang bertaqlid dan mengikuti Barat secara membabi buta. Sabda Rasulullah Saw: “[i]Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. Muslim]. mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya. dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. bukan seksual).” [HR. Karena itu. “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…[i/]” (Qs. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia. mengapa orang Barat mengaplikasikan iptek secara tidak bermoral. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. dan bertentangan dengan nilai agama. Selama sesuatu itu bermanfaat. Diawali oleh khalifah Abu al-’Abbas as-Saffah (750-754) dan diakhiri Khalifah al-Mutawakkil Alailah III (1508-1517). yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia. al-A’raaf [7]: 3).

terjadi pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid. Hebatnya. 5. Sebuah Istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada. Tradisi keilmuan berkembang pesat. pakar Medis Islam legendaris dengan karya ilmiahnya Qanun (Canon) yang menjadi referensi ilmu kedokteran para pelajar Barat. telah lahir ilmuwan-ilmuwan Islam dengan berbagai penemuannya yang mengguncang dunia. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba. Hasilnya. Saat itu. Kecanggihan teknologi masa ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Dr Muhammad Lutfi. negeri Irak dihuni oleh 30 juta penduduk yang 80% nya merupakan petani. Di era ini. kekhilafahan ini mampu menunjukkan pada dunia ketinggian peradaban Islam dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di dunia Islam. dua pertiga bagian dunia dikuasai oleh kekhalifahan Islam. Sebut saja. Dinasti Abbasiyiah membawa Islam ke puncak kejayaan.panjang. Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville. Blue Mosque di Konstantinopel. someday Islam akan kembali jaya dan tugas kita semua untuk mewujudkannya. sekitar 767 tahun. Dia adalah khalifah dinasti Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 786. mereka sudah pakai sistem irigasi modern dari sungai Eufrat dan Tigris. atau 18 daun bunga dan tidak pernah 7 atau 9. Andalusia pada tahun 913 M. 4. Kekhilafahan Abbasiyah dengan kegemilangan ipteknya kini hanya tercatat dalam buku usang sejarah Islam. Masa kejayaan Islam. Bahkan namanya tekenal di Barat sebagai Avicena. kata Ketua Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia. 78 . Pada abad ke-8 dan 9 M. di negeri-negeri Islam rasio hasil panen gandum dibandingkan dengan benih yang disebar mencapai 10:1 sementara di Eropa pada waktu yang sama hanya dapat 2. Tapi jangan khawatir.5:1. atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah alMutawakkil. Ada Ibnu Sina (980-1037) yang membuat termometer udara untuk mengukur suhu udara. al-Khawarizmi (780-850) yang menemukan angka nol dan namanya diabadikan dalam cabang ilmu matematika. Algoritma (logaritma). Tak ketinggalan al-Biruni (973-1048) yang melakukan pengamatan terhadap tanaman sehingga diperoleh kesimpulan kalau bunga memiliki 3. terutama dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi.

apalagi mereka menguasai Laut Tengah. Di atas luka tersebut mereka akan menaburinya dengan garam. Di sisi lain. Dinasti Abbasiyah jatuh setelah kota Baghdad yang menjadi pusat pemerintahannya diserang oleh bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Sebelum Islam datang. ditambah tenaga ahli. Salah langkah diambil saat mereka mendukung Jerman dalam perang dunia pertama. Salah satunya adalah bapak kedokteran Ibnu Sina atau yang dikenal saat ini di Barat dengan nama Avicenna. Sejak saat itu tidak ada lagi negara yang secara konsisten menganut khilafah Islamiyah. Dalam bidang kedoteran. yaitu Wina hingga ke selatan Spanyol dan Perancis. Terjadi gerakan sekularisasi yang dipelopori oleh Kemal At-Taturk. tentara Salib akhirnya terusir dari Timur Tengah dan membangkitkan kebanggaan bagi masyarakat Arab. Kejatuhan Islam ke tangan Barat dimulai pada awal abad ke-18. Tak satu pun bidang ilmu yang maju. kata Lutfi. sejenis ketepel besar pelontar batu atau api. Pada abad ke-14. misalnya. kata Luthfi. Orang Barat percaya bahwa orang itu menjadi gila karena kerasukan setan. Ini membuktikan bahwa Islam mampu mengadopsi teknologi dari luar. Pada saat itu tentara Islam juga berhasil membuat senjata bernama ‘manzanik’. khilafah Islamiyah resmi dihapus dari konstitusi Turki. banyak lahir tokoh dunia yang kitabnya menjadi referensi ilmu pengetahuan modern. Umat Islam mulai merasa tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi setelah masuknya Napoleon Bonaparte ke Mesir. tradisi keilmuan itu kurang berkembang pada kekhalifahan Usmaniyah. Ketika Jerman kalah. bahkan lebih percaya tahyul. Saat itu Napoleon masuk dengan membawa mesinmesin dan peralatan cetak. mereka akan menangkapnya kemudian menyayat kepalanya dengan salib. jika ada orang gila. Lain lagi pada masa pemerintahan dinasti Usmaniyah — di Barat disebut Ottoman — yang kekuatan militernya berhasil memperluas kekuasaan hingga ke Eropa. Eropa berada dalam Abad Kegelapan.” jelas Luthfi. ”Jika orang tersebut berteriak kesakitan. 79 . seorang Zionis Turki. orang Barat percaya bahwa itu adalah momen pertempuran orang gila itu dengan jin.Saat itu. Tanggal 3 Maret 1924. Saat itu di Barat. secara otomatis Turki menjadi negara yang kalah perang sehingga akhirnya wilayah mereka dirampas Inggris dan Perancis. Kekuatan militer laut Usmaniyah sangat ditakuti Barat saat itu.

Sistem pemerintahan Iran ini. akhlaq. 700 tahun berikutnya Islam jatuh dan sekarang tengah mengalami periode 700 tahun ketiga menuju kembalinya kebangkitan Islam. sangat sulit. yaitu ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. semakin ditekan. Di Iran. Ini sesuai janji Allah yang menyatakan bahwa meskipun begitu hebatnya musuh menindas Islam namun hal ini bukannya akan melemahkan umat Islam. ujar Ridwan. jelasnya. 80 . Sementara itu. Ia mencontohkan konsep pemerintahan yang dianut Iran yang menjadi modifikasi antara teokrasi (kekuasaan yang berpusat pada Tuhan) dan demokrasi (yang berpusat pada masyarakat). ”Tak heran kalau Amerika Serikat sangat takut dengan Iran karena mereka bisa menjadi tonggak peradaban baru Islam. Yang pertama adalah merapatkan barisan. Sementara Kholil Ridwan menjelaskan ada tiga upaya konkret yang bisa dilakukan umat untuk mengembalikan kejayaan Islam di masa lampau. Akankah Islam kembali mengalami zaman keemasan seperti yang terjadi di 700 tahun awal pemerintahannya? Ketua MUI.” ujarnya. fikih. dan janganlah kalian bercerai berai. menurut Luthfi. Islam akan semakin menancap dengan kuat. merupakan tandingan sistem pemerintahan Barat. kekuasaan tertinggi tidak dipegang parlemen atau presiden. ”Untuk mewujudkannya lagi saat ini. 700 tahun pertama Islam berjaya. Dalam Islam. Luthfi menyatakan sistem khilafah Islamiyah masih relevan diterapkan pada zaman sekarang ini asal dimodifikasi.” Upaya lainnya adalah kembali kepada tradisi keilmuan dalam agama Islam. KH Akhmad Kholil Ridwan menyatakan optimismenya bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi. Meskipun saat ini umat Islam banyak ditekan. ada dua jenis ilmu. semua upaya ini justru semakin memperkuat eksistensi Islam. umat Muslim tercerai berai. hadis. Yang masuk golongan ilmu fardhu ‘ain adalah Al-Quran. kata Luthfi. ”Ibaratnya paku. mengharuskan hanya ada satu pemerintahan Islami di dunia dan tidak terpecah-belah berdasarkan negara atau etnis. yang juga memiliki Dewan Ahli dan Dewan Pengawas. ”Seperti janji Allah. Ridwan menyebut saat ini merupakan momen kebangkitan Islam kembali. Allah berfirman dalam QS Ali Imran ayat 103 yang isinya “Dan berpeganglah kalian semuanya dengan tali (agama) Allah.”ujarnya.” Konsep khilafah Islamiyah. tauhid.” kata dia. melainkan oleh Ayatullah atau Imam.Kini 82 tahun berlalu.

syariah. Mari kita simak firman-Nya: “Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. yang seharusnya dijadikan tolok ukur umat Islam dalam mengaplikasikan iptek. Sedangkan yang masuk ilmu fardhu kifayah adalah kedokteran. matematika. Sementara upaya ketiga adalah dengan mewujudkan sistem yang berdasarkan syariah Islam. dan bukannya paradigma sekuler. yang seharusnya diambil oleh umat Islam dalam membangun struktur ilmu pengetahuan.” (Qs. bukannya standar manfaat (utilitarianisme). dan cabang-cabangnya. menjadikan Aqidah Islam sebagai paradigma pemikiran dan ilmu pengetahuan. dan cabang sains lainnya. Wallahu a’lam 81 . Jika dua peran ini dapat dimainkan oleh umat Islam dengan baik. psikologi. Jadi. Penutup Dari uraian di atas dapat dipahami. Kedua. bahwa peran Islam yang utama dalam perkembangan iptek setidaknya ada 2 (dua). syariah Islam-lah. Jadi. al-A’raaf [7]: 96). menjadikan syariah Islam sebagai standar penggunaan iptek. paradigma Islam. Pertama. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.

Kesimpulan 4. Saran 82 .BAB IV PENUTUP 4.1.2.

1999. Sistem Pendidikan di Masa Khilafah Islam. Ahmed. Surabaya : PT. Al-Baghdadi. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah : Dari Jabir Hingga Abdus Salam. Abdurrahman. Bangil : Al-Izzah. Bagil : Al-Izzah. 1999. Jurnal Al-Insan. ----------. No. Hossein. 1995. “Al-Qur`an Mu’kjizat Yang Abadi”. Dalam Abdul Hamid Abu Sulaiman. An-Nabhani. Januari 2005. Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial : Studi Banding Antara Pandangan Ilmiah dan Ajaran Islam.al. 104-114. 3. Bahreisj. hal. Jakarta : Gema Insani Press. Shabir et. 1992. 5. Menengok Kejayaan Islam. Vol I. Bakry. Islam dan Ilmu Pengetahuan.DAFTAR PUSTAKA h1. Taqiyuddin. Nizham Al-Islam. 7. Farghal. Bioteknologi dan Al-Qur`an Referensi Dakwah Dai Modern. “Pokok Pikiran Tentang Hubungan Ilmu Dengan Agama”. Jakarta: Media Da’wah. Jakarta: Lembaga Kajian dan Pengembangan Al-Insan. 9. 83 . 1. Permasalahan Metodologis Dalam Pemikiran Islam. Jakarta : Gema Insani Press. 4. 1996. Agus. 1994. Bandung : Penerbit Mizan. Arsyad. 2005. Hasan. Bina Ilmu 8. 2001. Bustanudin. M. 6. Nurchalis et.al. Tanpa Tempat Penerbit : Hizbut Tahrir. Natsir. 1996. 2.

Bayi Tabung dan Rekayasa Genetika. Hadipermono. http://id.net/ajaran_islam/perbedaan_quran&hadits. Winarno. Alih bahasa M. 2004. Peta Pemikiran Karl Marx [Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis]. RA & M.M. 1992. 18. 11. Etika Rekayasa Menurut Konsep Islam. Bogor : Pustaka Thariqul Izzah. 13. 1995. Menerapkan. 1997. Sosial. Jakarta : PT Gramedia 16. 2003. Gunadi. Andi Muawiyah. Yogyakarta : Tajidu Press. Shoelhi (Ed. Yogyakarta : Fajar Pustaka Baru.hypermart. 2000. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. dan Menyebarluaskannya. 12.2003. Zaman Keemasan Islam Para Ilmuwan Muslim dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Barat (Arabic Thought and Western World in The Golden Age of Islam). ----------. Khazanah Orang Besar Islam Dari Penakluk Jerusalem Hingga Angka Nol. 15. Yogyakarta : LKiS. 19.wikipedia. Qaradhawi. Yusuf.nursyifa. 2001. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. A. Dominasi Ilmuwan Muslim Tahun 700 – 1400 M. 2003. Cetakan X.10. Eugene A. Jujun S. Jakarta : Bina Mitra Press. Zubair. Syeichul. Ilmu Dalam Perspektif Moral. Zallum.org/wiki/Qiyas http://www. Demokrasi Sistem Kufur : Haram Mengambil. Charis. Jakarta : Gema Insani Press.htm 84 . Abdul Qadim. Surabaya : Wali Demak Press. Ilmu Dalam Perspektif : Sebuah Kumpulan Karangan Tentang Hakekat Ilmu. dan Politik. 17. Globalisasi Wujud Imperialisme Baru. Zahoor. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Ramly. Budi. 1997. 14. Myers.1986. Suriasumantri.). el-Khoiry. A. 20. Jakarta : Penerbit Republika.

85 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful