Panduan Menulis dan Mempresentasikan Karya Ilmiah: Thesis, Tugas Akhir, dan Makalah

Budi Rahardjo 30 Desember 2005

Daftar Isi
1 Pengantar 2 Kesalahan Yang Sering Terjadi Pada 2.1 Mengantisipasi Pembaca Tulisan . . 2.2 Kesalahan Struktur . . . . . . . . . . 2.3 Penulisan Bagian Abstrak . . . . . . 2.4 Penulisan Bagian Kesimpulan . . . . 2.5 Layout halaman . . . . . . . . . . . 2.6 Pemilihan font . . . . . . . . . . . . 2.7 Penulisan rumus matematik . . . . . Penulisan Ilmiah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 4 5 6 7 7 8 9 9

3 Penggunaan Bahasa Indonesia 11 3.1 Bahasa Indonesia dan Istilah Teknis . . . . . . . . . . . . . . 12 3.2 Menuliskan istilah asing . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 12 4 Mengutip dan Menuliskan Daftar Pustaka 14 4.1 Mengutip . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 14 4.2 Menuliskan Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 15 5 Mempresentasikan Karya Ilmiah 5.1 Hal-hal yang perlu diperhatikan . . . . . . 5.2 Mempersiapkan presentasi . . . . . . . . . 5.2.1 Mengetahui target pendengar . . . 5.2.2 Persiapan teknis . . . . . . . . . . 5.3 Pelaksanaan presentasi . . . . . . . . . . . 5.3.1 Ketepatan waktu . . . . . . . . . . 5.3.2 Tips dalam menghadapi pendengar 5.4 Tips menggunakan presentasi elektronik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 17 18 19 19 19 20 20 21 22

6 Penutup 26 6.1 Komentar-komentar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26

1

dan seterusnya. Sebetulnya saya sendiri juga tidak terlalu jagoan dalam menulis. dan seterusnya. Harapannya adalah mahasiswa dapat mengetahui kesalahannya sehingga mengurangi beban saya dalam memperbaiki tulisan tersebut. 1 2 . Padahal. Namun sayangnya banyak sekali mahasiswa yang tidak tahu cara menulis karya ilmiah ini. Dia tidak tahu bahwa dokumen itu memiliki struktur paragraf. margin berbeda. makalah. Font berubah di mana-mana. tentunya Anda sebagai penulis yang lebih Saya memang agak cerewet dalam format tulisan. dan tulisan ilmiah lainnya. Capek juga! Untuk itulah saya menulis tulisan ini. Menulis yang baik membutuhkan waktu. Tulisan ini difokuskan kepada permasalahan penulisan karya ilmiah.1 Hal ini berulang terus dan makin sering. Dapat Anda bayangkan bila saya katakan bahwa tulisan yang saya evaluasi lebih buruk dari tulisan saya! Kata sebuah iklan (tentang lampu Osram): “Oh seraaaam. Tentang isi. Itulah sebabnya saya beritahukan kepada mahasiswa bimbingan saya bahwa siapkan waktu minimal 3 bulan untuk menuliskan thesis atau laporan tugas akhir.. Jadi dia terfokus kepada layoutnya. Ini salah satu contoh alat bantu (tools) digunakan tanpa mengetahui cara penggunaannya yang benar. bukan kepada masalah isi (content) dari tulisan itu sendiri. Perkembangan teknologi komputer mempermudah orang dalam menulis dengan adanya (word processor).. seperti “title”. silahkan pilih pembimbing yang lain. Jika tidak bersedia.”. Biasanya yang saya lakukan adalah memberi catatan di pinggir tulisan atau memanggil mahasiswa yang bersangkutan untuk menjelaskan kesalahannya. Hal ini merepotkan jika kita ingin mengubah layout sesuai dengan format yang diterapkan oleh journal tertentu.Bab 1 Pengantar Sebagai seorang dosen. kita dapat mengubah layout dengan hanya mengubah style dari paragraf tersebut. dengan menggunakan struktur yang benar. “heading”. saya sering harus menilai thesis. “normal text”. laporan tugas akhir. Bahkan saya masih belajar menulis. Ketika saya buka berkas tulisannya. semuanya campur aduk dan tidak konsisten. Namun banyak mahasiswa (dan juga dosen!) yang menggunakan word processor sebagai layaknya mesin ketik.

id/books/thesis/ Bandung. maka masalahnya ternyata lebih besar dari sekedar penulisan. dosen.research.com/˜ andreas/sci. Budi Rahardjo Institut Teknologi Bandung br at paume. Jika Anda mendapatkan tulisan ini dalam bentuk tercetak (misalnya fotocopy-an).id atas perbaikan dari tulisan. Bapak Acep Purqon dari Fisika ITB memberikan komentar bahwa mungkin tulisan ini lebih cocok disebut “tips” daripada panduan (guideline).mengetahui. Silahkan gunakan referensi lain untuk masalah ini.ac.com Terima kasih kepada pak Andriyan suksmono@okabe. seperti misalnya [1.rcast.jp atas informasi link ini 2 3 .) Semoga tulisan ini bermanfaat bagi mahasiswa. (Jika benar demikian. Komentar. Terima kasih juga kepada para mahasiswa dari berbagai tempat di Indonesia yang telah memberikan masukan. 3].itb.ac. Maklum.Desember 2005 .co.u-tokyo. Swan. http://www. Ternyata dalam perjalanannya dia berubah dan lebih ke arah “tips”. Terima kasih untuk Dikshie dikshie@ppk. dan siapa saja yang ingin membuat tulisan ilmiah.insan. koreksi. dan saran mohon diteruskan kepada saya melalui email. Catatan: Tulisan ini sebenarnya (sangat) belum selesai. Sumber rujukan dari tulisan ini diperoleh dari berbagai sumber. Gopen dan Judith A. maka Anda dapat mengambil aslinya secara gratis dari: http://budi. sudah lama saya tidak menggunakan sistem ini. mohon saya diberitahu. “The Science of Scientific Writing” 2 . Setup dari L TEX yang saya gunakan juga belum benar sehingga pemenggalan kata-kata dalam bahasa Indonesia masih kacau. Namun saya sediakan untuk dibaca sesegera mungkin karena banyak mahasiswa yang sudah A sangat membutuhkannya.id budi at indocisc. Kecuali jika pekerjaan yang Anda tulis tersebut bukan pekerjaan Anda.att. Komentar ini benar sekali meskipun pada saat memulai tulisan ini saya berpikir isinya lebih ke panduan. Celaka pendidikan kita!) Tulisan ini juga tidak membahas tentang metoda penelitian. Juli 2002 .html Jika Anda mengetahui sumber lain yang layak dijadikan acuan. (Lebih bagus lagi kalau saya dibelikan buku tersebut. Sumber on-line antara lain: • George D.itb.ac.

Seorang insinyur yang memiliki kemampuan menulis akan lebih sukses daripada seseorang yang tidak memiliki kemampuan tersebut. mohon dimaafkan. Bukan maksud saya untuk melupakan para ilmuan (scientists). • penggunaan Bahasa Indonesia (akan dibahas secara khusus) yang belum baik dan benar. Banyak kesalahan yang saya jumpai dalam tulisan mahasiswa yang saya review. 1 Jika dalam tulisan ini saya banyak mengacu kepada insinyur. Tentunya isi tulisan ini dapat juga digunakan oleh orangorang yang bukan insinyur atau calon insinyur. Kesalahan-kesalahan tersebut antara lain: • salah mengerti audience atau pembaca tulisannya. Insinyur tidak dapat menulis dengan baik1 . • salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat).Bab 2 Kesalahan Yang Sering Terjadi Pada Penulisan Ilmiah Engineers can’t write. 4 . namun tulisan ini bermula dari kekesalan saya terhadap mahasiswa saya yang notabene adalah calon-calon insinyur di Institut Teknologi Bandung. Apakah memang benar demikian? Sebetulnya para sarjana atau insinyur ini memiliki modal kemampuan menulis. Pasalnya dia harus sering mengemukakan hasil pekerjaannya kepada rekan kerjanya. Hanya saja kemampuan ini tidak diasah sehingga tumpul. • salah dalam menyusun struktur pelaporan. • salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan. • tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri).

maka pembaca akan merasa terhina (insulted). Untuk itu isi dari laporan biasanya lebih teknis. maka Anda telah menghina intelektual pembaca! Tentunya contoh di atas terlalu ekstrim. 2. • isi justru terlalu panjang dengan pengantar introduction yang berlebihan. Bahasa yang digunakan untuk menjelaskan harus pas. margin yang berubah-ubah). Bandingkan dengan kalimat di bawah ini. Jika satu mangkok baso harganya 3000 rupiah. yaitu tentang bagaimana melakukan penelitian. Kegagalan bukan sebuah aib! Seorang peneliti pasti mengalami kegagalan. insinyur. Hal yang menarik dari pengamatan saya adalah mahasiswa seringkali tidak mau melaporkan kegagalan atau kesalahan yang telah dilakukannya. atau sulit dilalui. kegagalan ini perlu dicatat agar hal itu tidak dilakukan oleh orang lain (yang akan meneruskan penelitian tersebut). berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli 1000 mangkok baso. Biaya produksi sebuah unit adalah 3000 rupiah. Dengan menggunakan permisalan mangkok baso. Mari kita gunakan variabel x sebagai jumlah unit yang akan diproduksi. teknisi) dan orang yang kurang mengerti teknis (umum). Bayangkan thesis Anda sebagai peta di hutan belantara. • isi yang terlalu singkat karena dibuat dengan menggunakan point-form seperti materi presentasi. “Penjelajah” berikutnya dapat lebih berhati-hati jika melalui jalan tersebut. Maka biaya produksi 1000 unit adalah 1000x. Jadi laporkanlah kegagalan tersebut dan analisa atau dugaan Anda mengapa hal tersebut bisa terjadi. Thesis atau laporan tugas akhir ditujukan kepada orang yang mengerti teknis. Kasus 5 . Ini merupakan sebuah pembahasan tersendiri. Padahal. Jika Anda mengganggap bahwa pembaca seorang yang bodoh. Strategi penulisan akan berbeda jika yang membaca adalah orang yang mengerti teknis (dosen. Mari kita misalkan biaya produksi dari perangkat ini dengan bakso. Coba pikirkan penjelasan kalimat di bawah ini. jurang.• tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah.1 Mengantisipasi Pembaca Tulisan Hal yang sering terlupakan oleh mahasiswa adalah audience atau pembaca dari tulisannya. Anda memberi tanda bagian yang merupakan jalan buntu.

yang terjadi tidak seekstrim itu namun mendekati. Bagian ini jangan terlalu mendominasi tulisan Anda. Namun ada beberapa kesalahan yang sesekali muncul. ada juga mahasiswa yang menulis dengan sangat kompleks sehingga justru sulit dimengerti. Bagian ini biasanya berisi teori-teori atau hal-hal yang menjadi pendukung dari penelitian yang dilakukan. Struktur isi dari tulisan Anda bergantung kepada jenisnya. Bagian ini bisa terdiri dari beberapa bab. Bagian ini merupakan pokok utama dari tulisan Anda. Porsi seperti ini tidak seimbang. Misalnya. Biasanya berisi pertanyaan-pertanyaan seperti mengapa penelitian ini dilakukan. Di satu sisi yang lain. apa fokus dari penelitian. Tentunya hal ini dilakukan dengan tanpa merendahkan intelektual pembaca. apa yang menjadi batasannya. Mungkin dalam pikirannya adalah ilmu dan teknologi itu secara prinsip harus sulit. Pada bagian ini Anda menjelaskan desain yang Anda lakukan.2 Kesalahan Struktur Umumnya struktur dari tulisan yang saya review sudah baik. sementara bagian pendahuluan dan teori mencapai 90 halaman. Sebaiknya kurangi bagian teori pendukung dan arahkan pembaca untuk membaca buku referensi saja. sehingga penjelasannya pun harus sulit dimengerti. pengujian. di bidang saya (bidang digital). Penulis yang baik adalah penulis yang dapat menjelaskan sesuatu yang sulit dengan cara yang sederhana sehingga mudah dimengerti. isinya diurut seperti berikut: • Bagian Pendahuluan. seperti: • tidak ada daftar isi. • Bagian Isi. Usahakan singkat dan arahkan pembaca kepada referensi yang Anda gunakan. Anda hanya akan menghabiskan tempat dan menghina pembaca pada saat yang bersamaan. apakah dia merupakan makalah atau thesis. 2. Bagian ini biasanya berisi latar belakang penelitian. Pernah saya menilai sebuah laporan tugas akhir di mana bagian utamanya (bagian analisa dan kesimpulan) hanya 10 halaman. Survey terhadap karya-karya orang lain yang mirip bisa dituliskan pada bagian ini (atau pada bagian teori pendukung). Namun secara umum. dan daftar tabel. sesuai 6 . • Bagian Teori Pendukung. daftar gambar. tidak usah menjelesakan Boolean logic pada bagian pendahuluan dari thesis Anda. implementasi. dan hal-hal lain yang merupakan laporan dari pekerjaan Anda. • bagian pendahuluan dan teori-teori pendukung terlalu banyak ditampilkan sehingga mendominasi buku laporan / thesis.

dengan kebutuhan. Justru itu tantangannya. Untuk makalah. dan tulisan lain yang abstraknya kurang baik. cukup langsung kepada intinya saja. abstrak biasanya dibatasi satu halaman. Dasardasar kesimpulan ditarik atau diutarakan pada bagian ini. Untuk itu isi dari abstrak tidak perlu “berbungabunga” dan berpanjang lebar dengan latar belakang. Akan aneh jika Anda mengambil kesimpulan yang tidak pernah muncul dalam bab sebelumnya. Hal ini sangat bermanfaat untuk menghemat waktu dari para pembaca. Bagian ini berisi kesimpulan dan saran. makalah. Memang kesulitan yang dihadapi adalah bagaimana caranya merangkumkan semua cerita menjadi satu halaman. Ketika Anda sedang melakukan penelitian maka Anda akan berterima kasih kepada penulis yang menuliskan abstraknya dengan baik. Nanti pada bagian penutup ini dapat dituliskan kembali.3 Penulisan Bagian Abstrak Abstrak merupakan rangkuman dari isi tulisan dalam format yang sangat singkat. yang biasanya disertai dengan data-data yang lebih mendukung. Sangat sering saya memeriksa laporan. Anda bisa membuat satu bab mengenai implementasi dan satu bab lagi mengenai pengujiannya. Jika isinya tidak cocok. Jika isinya cocok. Bagian ini hanya merangkumkan pokok-pokok yang menarik saja. Misalnya. Biasanya extended abstract ini dibutuhkan ketika kita mengirimkan makalah untuk seminar atau konferensi. Ada juga tulisan ilmiah yang membutuhkan extended abstract. Dengan membaca abstrak dia harus dapat mengetahui isi tulisan Anda. Sebagai panduan. biasanya abstrak itu hanya terdiri dari satu atau dua paragraf saja. tulislah abstrak dengan baik. Bagaimana Anda bisa sampai kepada kesimpulan tersebut? 2. Perlu diperhatikan bahwa hal-hal yang muncul pada bagian ini semestinya sudah muncul pada bagian isi. • Bagian Penutup. maka dia dapat membaca lebih lanjut. Jadi. Kesalahan pada bagian ini sangat mudah dicermati. bayangkan seorang pembaca yang ingin mengetahui isi dari tulisan Anda. Sementara itu untuk thesis dan tugas akhir. maka dia bisa mencari tulisan lain. 7 . Extended abstract merupakan abstrak yang lebih panjang. 2.4 Penulisan Bagian Kesimpulan Salah satu bagian yang menjadi favorit saya dalam menilai sebuah thesis atau laporan tugas akhir adalah bagian Kesimpulan.

dibandingkan jika dia dijalankan di komputer Pentium II dengan kecepatan 233 MHz. Sebagai contoh. merupakan hal yang sering mengganggu.. ternyata . Akan tetapi dia cukup mengganggu pandangan pada saat membaca. kesimpulannya sebetulnya merupakan common sense. maka “hal” tersebut bisa menjadi kesimpulan Anda. Tiba-tiba muncul pernyataan pada bagian kesimpulan.. Cari tahu tentang panduan tersebut dan perhatikan aturan yang diberikan. 2. Kesimpulan seharusnya merupakan hasil penelitian Anda. Atau kesimpulan yang dituliskannya tersebut tidak dibuktikan dalam penelitiannya. Mungkin dia sudah menjadi pengetahuan umum. Namun masih banyak mahasiswa yang menggunakan word processor dan mengarang layout sendiri. Cara lain untuk menguji layaknya sesuatu “hal” masuk ke dalam kesimpulan Anda adalah menjawab pertanyaan berikut: “Apakah tanpa penelitian Anda maka orang tidak dapat mengambil kesimpulan tersebut?”. Jangan seenaknya sendiri! Peletakan nomor halaman. jika tidak ada penelitian yang Anda lakukan maka kesimpulan tersebut tidak dapat ditarik. Seringkali institusi pendidikan (universitas) memberikan panduan layout dari laporan tugas akhir atau thesis. Memang dia merupakan masalah yang tidak terlalu penting (minor). jika Anda tidak membandingkan program Anda dengan kedua jenis komputer tersebut maka Anda tidak boleh menuliskannya dalam kesimpulan.. Program (software) ini berjalan lebih cepat pada komputer Pentium IV dengan kecepatan 1 GHz. Atau. Dalam contoh di atas. Dengan kata lain. Perhatikan kata-kata (yang diisi dengan titiktitik) setelah kata “ternyata” pada kalimat di atas. Seringkali. Jangan letakkan nomor halaman pada kanan atas pada awal Bab.Seringkali mahasiswa menuliskan kesimpulan yang sebetulnya bukan hasil dari penelitian yang dilakukannya. 8 . Jika ya. apa yang salah dari kesimpulan berikut. dia gagal dalam menampilkan layout yang baik. Jika tanpa penelitian Anda orang sudah dapat menarik kesimpulan maka “temuan” Anda tersebut mungkin tidak layak masuk ke bagian kesimpulan. Salah satu cara untuk menguji apakah yang Anda tulis layak masuk dalam kesimpulan adalah dengan mencoba melengkapi kalimat berikut: “Setelah saya uji. Masalah layout tidak terjadi jika mahasiswa menggunakan document processing system seperti A L TEX [2].5 Layout halaman Layout halaman merupakan bagian yang sering diabaikan. terutama pada awal Bab. Kata-kata tersebut bisa menjadi bagian dari kesimpulan. atau pengetahuan yang sudah diketahui secara umum.

7 Penulisan rumus matematik Ini salah satu masalah yang saya hadapi dalam menggunakan word processor biasa. Umumnya mahasiswa seenaknya dalam menuliskan rumusrumus tersebut. Bidang typesetting ini merupakan bidang yang tidak saya kuasai.6 Pemilihan font Tulisan resmi. A Jika Anda menggunakan TEX atau L TEX. maka masalah ini dapat diatasi karena dia sudah menyesuaikan ukuran simbol-simbol tersebut. saya bebas bereksperimen dengan fonts yang aneh-aneh (yang bisa diambil dari Internet). Kadang-kadang penggunaan font dilakukan untuk membedakan mana tampilan dari komputer dan mana perintah yang diketikkan oleh pengguna. Jika tidak ada aturan. seperti “Computer Modern” jika menggunakan L TEX. Banyak sekali pilihan fonts yang bisa dicoba-coba. DOS:> DIR unix$ cat README. Mohon 9 . Jadi.txt Ini contoh font untuk menampilkan program komputer. perhatikan aturan atau panduan yang berlaku di tempat Anda.2. Pada tulisan yang berhubungan dengan dunia komputer. simbol-simbol sering tidak diperhatikan. maka Anda dapat memilih sendiri font tersebut. Ada dua jenis (mahasiswa) penulis karya ilmiah. Namun hal ini masih jarang dilakukan. superscript. buatlah tulisan yang mudah dibaca oleh pembaca (bukan oleh Anda sendiri). namun tidak berhasil saya mengerti. Namun perlu diingat bahwa tulisan Anda diperuntukan kepada para pembaca. Perhatikan spasinya yang konstan. Perlu juga dibedakan penggunaan font untuk bagian yang berupa contoh. biasanya menggunakan font “Times Roman” A atau sejenisnya. 2. Saya pernah mencoba membaca buku Metafont karangan Donald Knuth. Penulisan persamaan atau rumus matematik sering dilakukan dengan sembarangan. Besarnya dari huruf biasanya 12 point. seperti thesis. Jadi saya putuskan untuk menggunakan apa kata orang yang lebih mengerti dalam pemilihan font saja. Porsi antara subscript. yang tidak peduli dengan pemilihan font. Buku-buku komputer terbitan O’Reilly dapat menjadi contoh yang bagus tentang penggunaan font untuk artikel yang berhubungan dengan dunia komputer. Penggunaan tools seperti MathType sangat membantu. dan ada yang kebablasan memilih font yang bermacammacam sehingga kelihatannya norak. Untuk tulisan-tulisan pribadi. biasanya contoh-contoh dituliskan dengan font yang monospaced seperti “Courier”. Namun.

A maaf jika saya bolak balik mengambil referensi L TEX. Hal ini memang disebabkan dia sangat baik untuk memproses dokumen teknis seperti thesis atau tugas akhir. 10 .

Biasanya. (Hal ini disebabkan karena tanda titik tersebut tidak menempel pada sebuah kata. Apakah tujuannya adalah mempersulit para reviewer makalah sehingga makalahnya diloloskan? 11 . Mengapa penulis tidak hemat dengan kata-katanya? • Membuat kalimat yang tidak ada subjeknya. Misalnya. • Menggunakan bahasa yang “berbunga-bunga” dan tidak langsung to the point. antara lain dapat dilihat pada list di bawah ini.Bab 3 Penggunaan Bahasa Indonesia Pelajaran Bahasa Indonesia sebenarnya sudah diajarkan sejak dari Sekolah Dasar (SD) sampai ke perguruan tinggi. Pembaca akan lelah membacanya. Namun herannya kualitas tulisan mahasiswa yang saya evaluasi sangat menyedihkan. Di mana salahnya? Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan thesis atau tugas akhir. • Membuat kalimat yang panjang sekali sehinggai tidak jelas mana subjek dan predikat.) • Salah dalam cara menuliskan istilah asing atau dalam cara mengadopsi istilah asing. • Menuliskan dalam kalimat yang membingungkan (biasanya dalam journaljournal). kesalahan ini muncul dengan menggunakan kata “yang” berulang kali atau dengan menggunakan tanda baca koma. • Mencampur-adukkan istilah asing dan bahasa Indonesia sehingga membingungkan. ada tanda baca titik (atau koma) yang lepas sendirian pada satu baris. • Kurang tepat dalam menggunakan tanda baca.

seperti logaritma terpisah. Menurut saya. Selain kesalahan tersebut di atas.1 Bahasa Indonesia dan Istilah Teknis Ada pendapat bahwa Bahasa Indonesia kurang cocok untuk digunakan dalam penulisan ilmiah karena banyaknya istilah teknis yang tidak ada padan katanya di dalam Bahasa Indonesia. . Apakah Anda mengerti kalimat di bawah ini? Saya tidak mengerti.. Jika Anda membuat tulisan seperti di atas. Namun harusnya tidak hanya Bahasa Indonesia saja yang memiliki masalah. public-key encryption. penggunaan kata “eksisting” ini kurang tepat. Ada banyak contoh lain seperti di atas. tapi saya merasa kurang “pas” dalam membacanya. Contoh kata yang sering digunakan adalah kata “existing” yang diterjemahkan menjadi “eksisting”.) 3. Contoh di bawah ini saya peroleh dari tugas seorang mahasiswa saya. telah ada tidak ada acuan secara menyeluruh dalam satu bentuk mencakup tentang public-key. istilah komputer sangat banyak. tandatangan digital. Masalahnya adalah apakah kita terjemahkan istilah tersebut? atau kita biarkan? atau kombinasi? Ada juga istilah asing yang sebenarnya ada padan katanya di dalam Bahasa Indonesia. 12 . teknik umum yang mencakup persetujuan kunci.. Contoh yang saya maksud antara lain menggunakan kata-kata “Sebagaimana yang kita ketahui bersama. dan kurva ellip. dan Internet sudah ada di mana-mana. bilangan bulat factorisasi. Mungkin hal ini tidak salah. telekomunikasi. otomatis tulisan Anda tersebut akan ditolak.2 Menuliskan istilah asing Dokumen teknis biasanya penuh dengan istilah-istilah. karena bahasa lainpun memiliki masalah yang sama. Terjemahan yang tidak sempurna ini mudah sekali dideteksi.”. Mungkin ini ada benarnya. Jika sudah diketahui bersama. Namun mahasiswa sering menggunakan kata asing tersebut dan meng-Indonesia-kannya. dan identifikasi dari beberapa mathematical.• Membuat terjemahan yang kurang sempurna. Apalagi di dunia Teknik Elektro di mana komputer. Banyak alternatif teknik telah diusulkan bagaimanapun. Tentunya hal ini dilakukan dengan tidak memaksakan kehendak dengan menggunakan istilah-istilah yang dipaksakan di-Indonesiakan. ada lagi penggunakan bahasa yang kurang sesuai dengan selera saya. mengapa perlu dieksplorasi berpanjang lebar? 3. (Bagian lain akan membahas tentang penulisan istilah asing. Kita tidak dapat menyerah untuk tidak menuliskan karya ilmiah dalam Bahasa Indonesia.

Oh ya. (Jika Anda memiliki informasi lain atau pendapat yang berbeda. Akibatnya kadang-kadang tampilannya menjadi agak “aneh”. Ketika saya bersekolah di luar negeri dan berdiskusi dengan kawan (tentunya dalam bahasa Inggris). Di dalam pelajaran matematika (trigonometri) yang menggunakan bahasa Indonesia ada istilah sinus. menurut selera saya (mungkin tidak untuk pembaca yang lain?). mangkus. Mereka bingung. Bagaimana jika dalam judul kita ada istilah asing yang sulit diterjemahkan? Apakah kita tulis miring? Ataukah kita biarkan saja sama dengan lainnya? Pendapat saya. mohon saya diberitahu. Tahukah Anda makna kata tersebut? Apa padan katanya dalam bahasa Inggris? Mengapa tidak menggunakan kata dalam bahasa Inggrisnya saja? Penerjemahan yang memaksakan kehendak ini membuat banyak dosen dan mahasiswa lebih suka menggunakan buku teks dalam bahasa Inggris. Ini salah satu kendala kalau kita memaksakan menggunakan bahasa kita sendiri.Saya sendiri tidak termasuk orang yang suka memaksakan kata-kata Bahasa Indonesia yang sulit dimengerti. jika kita ingin mematuhi aturan (being a purist) maka kata tersebut harus dicetak miring. Kata-kata tersebut antara lain: tunak. Jadi saya usulkan untuk tetap membuatnya berbeda dengan tulisan yang dalam bahasa Indonesia.) 13 . tapi bukan itu yang saya maksud. Anekdot. dalam trigonometri yang bahasa Inggris istilah yang digunakan adalah sine. cosine. dan seterusnya. Bila seluruh tulisan dicetak miring. Ada beberapa kata yang menurut saya terasa janggal dan bahkan membingungkan bagi para pembaca. cosinus. Perbedaannya itulah yang lebih penting. maka istilah asing justru tidak dicetak miring. Sinus dalam bahasa Inggris artinya sakit kepala! Memang matematika bisa membuat sakit kepala. sangkil. Istilah asing atau teknis yang tidak dapat diterjemahkan (atau akan menyulitkan pembahasan jika diterjemahkan) dapat ditulis dalam bahasa aslinya dengan menggunakan italics atau cetak miring. tidak sengaja saya mengucapkan kata “sinus”. dan seterusnya.

1 Mengutip Seringkali penulis malu-malu dalam menuliskan sumber referensinya. Seringkali mahasiswa tidak mau belajar dan tidak mau mencari tahu mengapa daftar pustaka ditulis sedemikian rupa. Jangan lakukan hal ini. 14 . 4. bahkan dia menunjukkan bahwa sang penulis sudah mengerjakan “pekerjaan rumahnya”. Ada anggapan bahwa semua yang dikerjakannya harus kelihatan orisinal. Padahal mengutip karya orang lain bukanlah sebuah kegiatan yang rendah. • diberikan sanksi akademis. Mereka lebih sering mencontoh dari thesis atau tugas akhir sebelumnya tanpa mengetahui aturan sesungguhnya. Saya pernah mengevaluasi sebuah laporan tugas akhir di mana satu bab persis sama dengan satu bab dari tugas akhir orang lain. atau menyontek kelas kakap. • dipecat dari perguruan tinggi. Jadi jangan ragu-ragu dalam memberikan sumber rujukan. Akibat dari plagiat bisa bermacam-macam: • dikucilkan dari lingkungan akademis. Bodoh amat!. Salah mengutip dapat berakibat fatal karena penbaca akan menyangka bahwa pernyataan tersebut merupakan pernyataan penulis atau hasil karya penulis sendiri. Setiap orang yang membaca kedua tugas akhir tersebut akan dengan jelas melihat persamaannya.Bab 4 Mengutip dan Menuliskan Daftar Pustaka Kesalahan yang paling sering terjadi dalam pembuatan karya tulis ilmiah adalah dalam mengutip dan menuliskan daftar pustaka. Ini sama dengan mencuri dengan jejak yang sangat jelas. Hal ini dapat dianggap sebagai kegiatan plagiat.

Jika hal ini tidak dapat dilakukan. sumber referensi dituliskan dengan menggunakan tanda kurung kotak seperti contoh ini [Referensi]. atau singkatan nama penulis (sesuai dengan aturan tertentu). sebuah document processing system.org 4 A Tulisan ini juga dibuat dengan menggunakan L TEX. Ikuti standar yang digunakan di tempat Anda. Untuk salah satu standar IEEE. Menuliskan sumber referensi dalam tulisan dapat dilakukan dengan bermacam cara sesuai dengan standar yang digunakan.edu/pubs/ref guides/ieee.2 Menuliskan Daftar Pustaka Daftar pustaka berisi daftar sumber rujukan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah Anda. Sebagai contoh. yang mempermudah penulisan daftar pustaka dan pengorganisasiannya4 . Tujuan penulisan referensi ini agar pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak dapat mencari referensi ini di bagian “Daftar Pustaka” atau “Referensi” yang biasanya terdapat di bagian akhir dari tulisan. Mana yang lebih baik? Tidak ada yang lebih baik. ada standar dari ACM3 . dalam bidang saya (bidang Teknik Elektro) journal yang terkenal adalah yang dari IEEE1 . yaitu menuliskan kembali apa yang dinyatakan oleh sumber rujukan dalam bahasa Anda. maka tuliskan apa adanya dengan menggunakan tanda kutip. Adanya perangkat scanner memudahkan kita untuk mengambil gambar dari buku. Untuk itu perhatikan hal ini dalam menuliskan daftar 1 2 http://www. 4. Untuk itu standar IEEE2 merupakan standar yang sebaiknya digunakan dalam bidang saya. Juga jangan lupa jaga kualitas dari gambar yang digunakan.uiuc. Sayang sekali sistem ini kurang terkenal di Indonesia yang mahasiswanya lebih suka menggunakan wordprocessor tanpa memiliki pengetahuan dasar mengenai layout penulisan. Jangan lupa untuk mencantumkan sumbernya.ece. Seringkali saya mendapati gambar yang hampir tidak dapat terbaca. (Standar di tempat lain ada yang menggunakan footnote sebagai metoda penulisan sumber referensi. misalnya kata-kata yang dikutip memang sudah sangat baik (atau sudah sangat populer).org http://www. Ini hanya sekedar standar saja. makalah. atau sumber referensi lain. Di bidang lain.Mengutip yang baik biasanya menggunakan paraphrase.acm. Hal yang sering terlupakan juga adalah menuliskan sumber rujukan dari gambar atau tabel yang diperoleh dari sumber lain. 15 . Penulisan “Referensi” dapat dilakukan dengan menggunakan angka.) A Saya suka menggunakan L TEX. Di setiap bidang keilmuan ada journal yang menjadi acuan dalam penulisan. Percuma saja gambar tersebut dimasukkan ke dalam tulisan Anda jika tidak dapat dibaca. Bahkan dia mengurutkan daftar pustaka secara otomatis.html 3 http://www.ieee. Ini sah-sah saja.

Sementara itu ada juga journal lain yang tidak mengharuskan demikian. cek dengan perguruan tinggi Anda.pustaka. ada standar yang menuliskan judul buku dalam format italics (miring). Untuk itu cek dengan standar yang ada di tempat Anda. Mungkin dia melakukannya untuk menunjukkan (pamer?) bahwa dia telah membaca buku tersebut?. 16 . Atau penambahan daftar pustaka ini untuk menggemukkan (menebalkan) buku thesisnya? Jangan lakukan hal ini. hal ini sering membingungkan karena kita mengurutkan nama dengan dasar nama depan. Anda bisa melihat hasil yang dilakukan L TEX dengan melihat layout (termasuk penulisan daftar pustaka) dari tulisan ini. jangan tambahkan di daftar pustaka. Perlu diingat bahwa biasanya di dunia internasional. Ada journal yang mengurutkan sumber rujukan berdasarkan urutan munculnya referensi tersebut dalam kutipan di tulisan. Sebagai contoh. pengurutan nama ini menggunakan nama belakang (last name. Ada juga yang mengurutkan berdasarkan nama penulis dari sumber referensi. Seringkali ada mahasiswa yang menuliskan referensi yang tidak digunakan (tidak ada rujukan kepada referensi ini) di dalam tulisan. Urutan dapat ditentukan oleh beberapa hal. Sumber rujukan sebaiknya ditulis dalam format yang baik dan rinci sehingga pembaca yang akan mencari sumber rujukan tersebut dapat mencarinya dengan mudah. Tuliskan apa adanya. Bagi orang Indonesia. family name). Jika Anda tidak menggunakan buku tersebut. Standar penulisan bergantung kepada journal atau media yang akan menerbitkan tulisan tersebut. Saya sendiri tidak terlalu pusing dengan melakukan pengurutan ini (juga dengan format penulisan sumber referensi tersebut) karena saya mengguA A nakan L TEX. Sumber rujukan dituliskan secara berurut. Untuk thesis atau laporan tugas akhir.

Men17 . Ternyata bukunya sangat baik. Sang mahasiswa mulai memberikan presentasi. tanpa satupun koreksi dari saya. dan membosankan. tidak menarik. Namun.) Akhirnya. Bukunya sudah saya periksa beberapa hari sebelum presentasi dilakukan. baik kepada atasan maupun kepada client dari perusahaan Anda. terlalu lama. Suaranya terlalu pelan. sehingga membosankan bagi penguji. maka untuk mencapai telinga pun akan sulit. presentasinya kurang baik. ketika memberikan penilaian sidang. Demikian pula dalam pertemuan formal. Waktu yang digunakan untuk memberikan presentasi terlalu lama. Sebuah pepatah yang dikutip dari buku Kumpulan Khutbah Syaikh Al-Qardhawy. maka ia akan masuk ke relung hati pula. Jika perkataan keluar dari ujung lidah. Mahasiswa ini tahu cara menulis dan menggunakan wordprocessor. sering kali saya mendengarkan presentasi yang membosankan. seminar. Namun sayangnya. saya rasa dia pantas mendapat nilai A+. saya menjadi penguji dari sebuah presentasi (sidang) thesis S2. Pembicara yang berbicara melantur. Suatu saat. Jadi kemampuan memberikan presentasi sangat esensial bagi seorang sarjana. presentasinya membuat nilai dia berkurang. saya harus memberikan penilaian presentasi yang tidak maksimal. pasti Anda harus memberikan presentasi. Jarang-jarang saya menemukan buku thesis yang bagus. Hari sidang pun dimulai. Melihat bukunya. (Ada batas waktu untuk memberikan presentasi. Kemampuan memberikan sebuah presentasi yang baik merupakan modal yang sangat penting.Bab 5 Mempresentasikan Karya Ilmiah Jika perkataan itu keluar dari relung hati. konferensi. tidak menarik. Inilah pentingnya kemampuan mempresentasikan karya ilmiah. Jika Anda bekerja di sebuah perusahaan.

Hal ini akan saya bahas kembali pada bagian pelaksanaan presentasi. presentasi saya cukup menarik1 . 1 18 . • lamanya waktu presentasi. Apa yang menyebabkan presentasi saya dianggap baik dan menarik? Ini yang akan saya bahas pada bab ini. Ini merupakan topik khusus tersendiri. Mungkin pada versi tulisan selanjutnya ada komentar dari orang lain tentang presentasi saya. Orang yang mengerti teknis akan merasa kesal apabila penjelasan Anda terlalu bertele-tele kepada hal-hal yang tidak esensial dan bahkan berkesan menggurui. Nanti saya akan masukkan di sini sebagai bukti untuk para pembaca. Banyak pembicara yang bagus yang tidak dapat mengendalikan waktunya. penguji. Hal ini terjadi jika kita memberikan seminar untuk umum. pembicara lain. presentasi Anda menjadi membosankan. Pengetahuan tentang audience dari presentasi sangat penting. yang paling sukar adalah memberikan presentasi di depan audience yang memiliki latar belakang berbeda. Usahakan tepat waktu! Justru kepandaian seorang pembicara adalah menepatkan diri dengan waktu yang diberikan. antara lain: • Pendengar (audience). 5. Penguasaan akan waktu merupakan hal yang penting!. Sementara manager eksekutif akan bosan dan bingung jika Anda menggunakan istilah teknis (dan memberikan rumus matematik yang njlimet). Dampak negatif ini terasa kepada audience. informal). Mohon komentar bagi Anda yang pernah mendengarkan presentasi saya. • sifat dari presentasi (formal.1 Hal-hal yang perlu diperhatikan Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita memberikan presentasi. Saat ini saya mengomentari diri sendiri saja karena belum ada komentar yang masuk. yaitu bagian persiapan dan bagian pelaksanaan presentasi. Presentasi di depan orang yang mengerti teknis (misalnya dalam sidang thesis atau tugas akhir) berbeda dengan presentasi di depan manager eksekutif atau masyarakat umum yang tidak suka detail.gapa mereka tidak menyadari hal ini? Saya sering memberikan presentasi. Kemampuan menjelaskan sesuatu dalam waktu yang singkat merupakan bukti kepandaian dan penguasaan materi oleh presenter tersebut. Bagi yang sudah mengerti. dan panitia (jika ini terjadi dalam sebuah seminar). Menurut saya. Pembahasan selanjutnya akan saya bagi menjadi dua bagian. sehingga memberi dampak negatif. biasanya molor. Menurut saya.

5.2 Persiapan teknis Secara teknis. tapi kadang-kadang ada acara khusus yang lebih banyak mahasiswanya. beberapa hal yang perlu dipersiapkan.2. materi elektronik. • Mahasiswa. Umumnya mereka ingin belajar dari Anda. biasanya pembicaraan harus lebih informal dan santai (populer). • Seminar umum. Untuk acara jenis ini. Siapkan gurauan jika waktunya memungkinkan. Seperti halnya pertandingan olah raga. 19 . perlu dipersiapkan strategi untuk memenangkan pertandingan. Biasanya jumlahnya banyak dengan latar belakang yang berbeda-beda. Beberapa contoh target yang berbeda antara lain: • Penguji sidang thesis. Audience akan dapat menangkap presentasi yang tidak disertai dengan persiapan yang matang.1 Mengetahui target pendengar Mengetahui target pendengar merupakan salah satu aktivitas yang penting. Sebuah tim sepak bola.5. • jenis presentasi (formal. transparan. dan dapat disertai dengan humor atau lawakan. jadi jangan terlalu berkesan menggurui dan bertele-tele. informal). misalnya. Seminar umum juga sering dihadiri oleh mahasiswa. 5.2. Biasanya pendengar adalah orang yang memiliki pengetahuan teknis cukup tinggi. antara lain: • Materi presentasi (slide. Untuk itu perlu Anda pikirkan nilai tambah apa yang dapat mereka peroleh setelah mendengarkan presentasi Anda? Mereka pulang mendapatkan apa? Seminar yang dihadiri oleh pejabat-pejabat.2 Mempersiapkan presentasi Persiapan sebelum melakukan presentasi merupakan sebuah aktivitas yang esensial. biasanya bersifat formal meskipun bukan berarti Anda tidak dapat melawak. Mahasiswa kadang-kadang responsif terhadap yang sifatnya “hura-hura” namun seringkali tidak responsif untuk topik yang formal. tidak akan turun ke lapangan tanpa membuat persiapan strategi yang akan dilakukan. handout atau makalah yang akan dibagikan). Percayalah! Persiapan presentasi meliputi beberapa hal sebagai berikut: • Mengetahui karakteristik target pendengar (audience) dan jumlahnya. Jumlah pendengar biasanya sedikit sehingga presentasi bisa lebih interaktif dan serius. Pada bagian tanya jawab biasanya sepi.

dan 20 . maka apa pun yang Anda katakan tidak akan didengar lagi. Jangan ada perasaan bahwa Anda harus bicara. Saya beberapa kali menemui kasus seperti ini. mencorat-coret di kertas notes. Pastikan perangkat elektronik yang digunakan bekerja dengan baik. Tidak demikian!) Bicara seperlunya saja. Kesan yang dapat ditimbulkan adalah pembicara tidak menguasai topik dan terlihat bodoh. Demikian pula dalam memberikan presentasi (di seminar misalnya). Apabila mereka menguap. perhatikan hal-hal yang akan dibahas seperti berikut. 5. (Apa lagi kalau diberi honor seolah-olah kalau tidak bicara tidak pantas.3 Pelaksanaan presentasi Setelah persiapan Anda lakukan.• komputer. Satu hal yang paling dibenci oleh pendengar adalah ketidak-tepatan waktu. kini tibalah saatnya Anda mengeksekusi rencana yang telah Anda siapkan. Handout (fotocopy) seringkali tidak dapat dibaca dengan mudah karena penggunaan font yang terlalu kecil. Nilai Anda akan jelek.3. 5. maka kesan menggurui dan ingin memonopoli pembicaraan akan muncul. Jika pendengar sudah kesal. Perhatikan bahwa materi presentasi dapat dibaca dengan mudah oleh pendengar. Presentasi yang terlalu cepat selesai tidak baik.1 Ketepatan waktu Saya beritahu satu kunci rahasia kesuksesan presentasi saya: tepat waktu! Saya banyak belajar dan bereksperimen untuk menepatkan waktu sehingga akhirnya saya punya perasaan (feeling) tentang waktu yang saya butuhkan untuk mempresentasikan. Ketika Anda berbicara. maka presentasi yang terlalu lama akan memberikan kekesalan kepada pendengar (selain pembicara terlihat bodoh). Seringkali presentasi tertunda gara-gara flat panel LCD yang digunakan tidak cocok dengan komputer atau notebook yang digunakan sehingga gambar tidak muncul di layar. ya tidak usah berbicara. notebook. Presentasi yang terlalu lama lebih berbahaya! Jika presentasi terlalu cepat selesai yang terlihat bodoh adalah sang pemberi presentasi. merenung-renung. Tidak banyak orang yang memberikan presentasi terlalu cepat selesai. Nilai Anda akan sangat rendah. • percobaan presentasi untuk menghitung lamanya waktu presentasi. jika kita terlalu banyak berbicara. Vonis sudah dijatuhkan. tapi ada. atau warna font gelap (misalnya merah) dengan latar belakang gelap (misalnya biru tua). Jika memang tidak perlu bicara. melihat jam. perhatikan pendengar. Dalam melakukan presentasi. atau perangkat elektronik yang digunakan.

menunjukkan tanda-tanda kejenuhan lainnya. Tidak ada gunanya diperpanjang lagi.2 Tips dalam menghadapi pendengar Salah satu tugas Anda dalam melakuan presentasi adalah menghadapi pendengar (audience). Saya perhatikan. kadang-kadang orang memulainya dengan guyonan (joke). jangan sekali sekali terlalu lama berbicara. Jadi perhatikan pula kebiasaan setempat. Banyak orang yang gemetar dalam melakukan hal ini. dan kebiasaan yang berlaku di tempat tersebut. (Lebih baik terlalu cepat selesai daripada terlalu lama. Kebiasaan setempat juga menentukan kata pembukaan. Ada juga mahasiswa yang matanya selalu terpaku pada slide di atas Over Head Projector (OHP) sehingga dia tidak tahu bahwa proyeksi di layar (yang terlihat oleh pendengar) miring-miring atau bahkan posisi slide terlalu bawah sehingga tidak dapat dilihat oleh pendengar. misalnya seminar. sudahi saja karena mereka pun tidak akan mendengarkan (dan bahkan tambah kesal kepada Anda). Jangan hanya mengatakan “seperti ini atau itu” tanpa menunjukkan mana yang dimaksud dengan “ini” atau “itu”. atau jika terpaksa dengan telunjuk (tidak apa-apa). sementara orang Indonesia biasanya memulai presentasi dengan permohonan maaf. kata pembukaan sangat formal sampai menyebutkan gelar dari para penguji sehingga berkesan “menjilat”. Yang pasti. Untuk acara yang lebih informal. Kata pembukaan bergantung kepada bentuk acara. di ITB. Namun ini memang kebiasaan di tempat tersebut. Di tempat saya. di mana saya pernah menjadi penguji. Ini kebiasaan orang Barat (Westerner). tapi tentunya lebih baik tepat waktu. Untuk acara seminar yang dihadiri oleh mahasiswa. Memang hal ini tidak mudah dan membutuhkan latihan. laser pointer. kata pembukaan bisa sedikit santai. pendengar. Biar materi presentasi Anda masih banyak. • Seorang pembaca menanyakan mengenai kata pembukaan. dan menurut anda sangat penting.3. Namun untuk sidang thesis dengan penguji yang terbatas. Sekali lagi. biasanya agak lebih formal. Tunjukkan bagian itu dengan pointer. kata pembukaan jangan berlama-lama karena dia akan mengambil waktu presentasi kita yang sudah sangat singkat. biasanya kata pembukaan tidak perlu panjang lebar ataupun basa basi. Ada beberapa tips yang dapat saya sampaikan.) 5. • Ketika menjelaskan sebuah slide. Selesaikan dengan segera. Akan tetapi di tempat lain. 21 . orang Barat biasanya memulai presentasi dengan guyonan. maka percepat presentasi. kadang-kadang (tidak selalu) Anda perlu menunjuk sesuatu di layar.

meskipun ada program-program lain yang juga dapat digunakan. hentikan presentasi atau sudahi sesegera mungkin karena mereka tidak akan mendengarkan dan lebih suka jika Anda berhenti. • Ketika memberikan presentasi. Seringkali pembicara melihat layar dan membelakangi pendengar seolah-olah dia takut bertatap muka dengan pendengarnya. Seringkali saya mengikuti presentasi thesis di mana mahasiswa tidak pernah melihat ke arah pendengar. Kalau perlu. kadang-kadang saya memberikan kode pada mahasiswa saya untuk mempercepat presentasi jika waktunya sudah habis sambil menunjuk ke arloji saya. Bagaimana pendengar akan percaya dengan apa yang Anda presentasikan jika Anda sendiri kelihatannya tidak percaya? Namun juga jangan sampai menjadi berkesan terlalu arogan atau sok tahu. Anda harus convincing atau meyakinkan. Apakah mereka sudah bosan? bingung? tersenyum? Jadikan ini menjadi umpan balik bagi strategi presentasi Anda. 5. maka Anda sepakati saja bahwa Anda dan sang penanya berbeda pendapat. bagaimana saya bisa memberikan kode tersebut? Jadi. Jika saya menjadi pembimbing. • Jangan pernah ngotot dengan penanya.) Menunggu penanya selesai juga memberikan waktu kepada kita untuk memikirkan jawabannya. catat dahulu pertanyaan tersebut.4 Tips menggunakan presentasi elektronik Penggunaan komputer dalam presentasi sudah merupakan hal yang lumrah. Mungkin Anda harus sedikit menjadi tukang obat? • Dalam menghadapi pertanyaan. Kita boleh saja berbeda pendapat. (Sering kali orang berputar-putar dan tidak to the point dalam mengutarakan pertanyaan. Bahkan di beberapa institusi. Jika ada penanya yang ngotot. Jangan cepat-cepat ingin menjawab atau bahkan memotong pertanyaan pendengar. • Perhatikan raut wajah dari para pendengar. lihatlah wajah dari para pendengar. Namun jika sang mahasiswa tersebut tidak pernah melihat ke arah saya.) 22 . sekali lagi. Kalau penguji sudah bosan semua. kecuali Anda merasa penanya ini terlalu berlarut-larut dalam mengutarakan pertanyaannya. penggunaan komputer merupakan hal yang standar. Umunya presentasi dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Power Point. (Saya sendiri mulai menggunakan program presentasi dari OpenOffice yang dapat diperoleh secara gratis. dengarkan dahulu pertanyaannya.• Jangan terlalu sering membelakangi pendengar. kemudian Anda sudah menjelaskan akan tetapi dia tetap ngotot.

(John Naisbitt. • Font jangan terlalu kecil. film and television clips .projected from a PowerBook onto giant screens before large audiences. berikan materi tersebut dalam bentuk selebaran (handout).photographs. illustrations.Penggunaan media elektronik. Penjelasan dari point-point tersebut yang akan Anda presentasikan. mengundang debat. Ada sebuah artikel di NY Times2 yang mengatakan bahwa Power Point ini membuat kita menjadi bodoh.) Kemampuan Anda membuat tulisan yang singkat ini merupakan salah satu ujian. Penggunaan font yang terlalu besar akan menghabiskan tempat di layar. Coba Anda lihat apakah tulisan Anda terbaca dari pendengar presentasi yang paling belakang. tapi saya tidak ingin memperpanjang topik ini di bagian ini. As he spoke. Untuk itu kuasailah cara penggunaan media elektronik dengan baik. Few people had seen anything quite like it. • Dalam satu slide. and connecting. manfaat dan efeknya tergantung kepada siapa yang menggunakannya. talking with them. he clicked from image to image or paused to run a film short. Berikut ini berapa saran atau tips yang dapat Anda gunakan. akan tetapi lebih baik jelas dibaca pendengar daripada mencoba memadatkan tulisan dalam satu halaman dan tidak terbaca. John slowly realized that the high-tech presentation distanced him from the audience and distracted them from his message. He dropped the dazzling display of technology and went back to the old-fashioned way: looking at his audience. but something was wrong with the presentation. usahakan gunakan kata-kata sesingkat mungkin sehingga layar tidak dipenuhi dengan tulisan. Apa manfaatnya jika tidak terbaca? 2 http://www.html 23 . Jika memang ada hal-hal yang terpaksa harus diuraikan secara panjang. Dia mencotohkan bahwa batasan 40 kata dalam satu slide merupakan salah satu contoh pemaksaan yang buruk. John’s initial presentations on the subject of High Tech high touch were punctuated with images . Alasannya adalah alat bantu ini memaksa kita untuk memenggal kata dan data sehingga tidak dikenali lagi.nytimes. (Penggunaan point form ini diberdebatkan. “High Tech high touch”) Penggunaan media elektronik ini memiliki karakteristik tertentu yang harus dikuasai oleh presenter. Saya sendiri berpendapat bahwa sebagai alat bantu.com/2003/12/14/magazine/14POWER. Utamakan menggunakan point form. seperti penggunaan Microsoft Power Point ini.

atau gambar-gambar. Perlu diperhatikan juga masalah hak cipta (copyright) dari clip art yang Anda gunakan. Hofstetter.htm 4 Seorang pembaca yang bernama Yansen mengatakan bahwa ada referensi yang bagus tentang hal ini dari buku Fred T. Saya sarankan agar Anda menggunakan font Georgia. (Jika Anda memiliki referensi yang lebih akurat tentang pendapat ini mohon saya diberitahu sumber referensinya4 . Menurut saya. Memang tidak mudah untuk merangkumkan sebuah konsep dalam sebuah diLihat bacaan berikut http://rahard.com/verdana-georgia.id 3 24 . Kadang-kadang saya kesal melihat orang yang sembarangan dalam memilih font ini. McGraw-Hill.blogspot.) Saya sendiri sering kesulitan dengan warna biru ini karena ada beberapa gambar. • Gunakan clip art. Akhirnya saya menggunakan warna putih sebagai latar belakang. Biasanya penggunaan gambar ini cocok untuk presentasi seminar yang bisa informal. • Ada yang mengatakan bahwa sebaiknya menggunakan warna background yang agak gelap (misalnya warna biru) dengan warna font tulisan yang cerah (putih atau kuning). kata sebuah peribahasa. grafik. • Jika dapat. Di Internet saat ini banyak tempat yang menyediakan clip art dengan gratis. “Multimedia Literacy”.wordpress.will-harris. Berikan referensi darimana clip art tersebut Anda peroleh.com/georgia-vs-arial/ http://gbt. Ada yang bersedia mengirimkan atau menyumbangkan buku tersebut kepada saya? Terima kasih kepada Yansen yang beralamat di yansen00@eng.html http://www. Warna latar belakang yang putih terang ini sebenarnya kurang nyaman di mata. Gambar tersebut terkesan sebagai kotak-kotak sendiri. karena font ini memang didesain untuk layar3 . “A picture is worth a thousand words”. Jangan dibiasakan nyolong dari orang lain.ac. font Arial ini kurang baik untuk presentasi dengan layar karena sulit untuk membedakan huruf ”i” besar dan huruf ”i” kecil.• Pemilihan font untuk presentasi dengan media elektronik yang menggunakan layar komputer (screen) seperti situs web atau presentasi biasa perlu mendapat perhatian. atau clip art yang berlatar belakang putih sehingga tidak bagus kalau ditampilkan dengan latar belakang biru.ui.com/2005/11/georgia-my-choice-of-fonts. Saya sendiri belum memilikinya dan katanya dapat diperoleh dari toko buku Spektra di Mall Taman Anggrek Jakarta. jika perlu. Konfigurasi bawaan (default) dari Microsoft Power Point adalah menggunakan font Arial. Namun penggunaan gambar ini bisa juga digunakan untuk presentasi yang lebih formal asalkan gambar yang diambil tidak terlalu norak. Terlalu banyak gambar juga kurang baik. gunakan gambar atau diagram untuk menjelaskan.

yaitu kemampuan menjelaskan konsep.agram. pastikan bahwa tulisannya terbaca. Seringkali ada grafik-grafik yang tulisannya tidak terbaca sama sekali (kabur karena hasil dari proses scanning atau terlalu kecil) sehingga tidak ada manfaatnya untuk ditampilkan. maka silahkan saja Anda coba jelaskan semuanya. menghabiskan waktu. adakan waktu untuk menuliskan contoh di papan tulis. Apalagi dalam kasus saya. Hal ini kadang-kadang kurang baik jika kita gunakan dalam kuliah. Tahan keinginan ini. Tidak perlu seluruh contoh atau seluruh penjelasan ditampilkan sehingga contohnya terlalu banyak. tapi ada tempat dan waktu. jangan jelaskan semuanya secara rinci. Jika waktu Anda memang sangat panjang. Justru itulah kemampuan yang ingin digali dari Anda pada presentasi yang Anda berikan. Untuk mengurangi kecepatan dan memberikan mahasiswa waktu untuk berpikir atau menyerap apa yang kita katakan. Bukannya kita tidak mau menjelaskan secara rinci. 25 . Jika waktu sangat terbatas. seharian misalnya. atau bawa peraga (model) yang bisa Anda tunjukkan. Penjelasan yang rinci atau contoh-contoh lain nanti dapat dijelaskan pada saat tanya jawab. • Gunakan satu atau dua contoh jika konsep yang dijelaskan terlalu membingungkan.) • Penggunaan presentasi dengan komputer dan slide cenderung membuat kita lebih cepat dalam melakukan presentasi. saya berbicara sangat cepat. membosankan. Memang kita cenderung ingin menjelaskan semuanya. Entah karena perasaan kita bahwa kalau tidak kita jelaskan maka kita kelihatan bodoh? Padahal justru sebaliknya. dan berkesan menggurui atau meremehkan pendengar. (Ini akan gagal juga karena konsentrasi pendengar ada batasnya. • Jika ada grafik atau diagram.

. 26 . Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis dan survey literatur. santai namun mengena. Oleh sebab itu selain harus memiliki pengetahuan. Menulis dan memberikan presentasi merupakan sebuah ketrampilan (skill).) – Dear Pak Budi. Fisika ITB. (Acep Purqon. Tulisan anda bermanfaat bagi saya.1 Komentar-komentar . Saya membacanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Masih banyak keterbatasan dari isi tulisan ini karena keterbatasan pengalaman penulis dan akses ke sumber literatur. dan mudah dimengerti. Semoga Anda sukses dalam menuliskan karya ilmiah dan karya Anda bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Berlatih merupakan salah satu metoda yang umum digunakan untuk meningkatkan ketrampilan. 6. Anda harus juga memiliki pengalaman. mahasiswa semester 7 Teknik Elektro UI.Bab 6 Penutup Tulisan ini berusaha untuk membantu Anda dalam menuliskan dan mempresentasikan karya ilmiah.. berhubung saya sedang mengerjakan Seminar dan Skripsi. dan (rasanya) sudah mengerti konsepkonsep yang anda maksudkan dalam tulisan anda itu. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa ini merupakan seni. Tulisan Anda itu mudah dibaca. (Yansen.) – tulisan yang menarik. jelas.

ISBN: 979-407-180-3 (walau saya ragu soal penggunaan ISBN oleh toko buku seperti Gramedia) Selvi Saroinsong di ivles@yahoo. 27 .Saya berterima kasih sekali dengan makalah Anda yang bertajuk ”Panduan Menulis dan Mempresentasikan Karya Ilmiah: Thesis. maka saya juga harus proaktif mencari sumbersumber informasi lain.com Terima kasih untuk ephi atas saran mengenai penggunakan kata “di mana” dan kata “Anda” (yang harus menggunakan huruf besar). saya sedikit kerepotan mencari referensi penulisan karya ilmiah. yang disusun oleh Pusat Bahasa Depdiknas.] Coba cari buku dengan judul: ”Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” terbitan Balai Pustaka. dsb. dan Makalah”. karena sedikit sekali referensi yang membahas hal-hal yang seperti ini.. Karena sebagian besar dosen jurusan saya tidak memperhatikan detail seperti isi abstrak itu apa saja. cover ungu gelap dengan tulisan judul kuning (kalau tidak mau dibilang norak). ukuran A5. Tugas Akhir. .. [Catatan: saran-saran teknis saya hapus kan dari komentar ini. Saran-saran tersebut sudah diimplementasikan dalam versi berikutnya dari tulisan ini. termasuk makalah Anda ini. Kebanyakan referensi dalam bahasa Inggris yang notabene beberapa unsur gramatikalnya tidak sesuai dengan bahasa Indonesia. tipisnya 5mm. Akan tetapi karena dosen saya termasuk orang sibuk juga. Walaupun pada prinsipnya ada beberapa yang sama. Dosen pembimbing skripsi saya dan saya sendiri termasuk orang yang prihatin tentang masalah ini..

Breer. Nagle. A [2] Patrick W. Handbook For Preparing Engineering Documents: From Concept To Completion. A Guide to L TEX: Document Prepartaion for Beginners and Advanced Users. IEEE Press.Bibliografi [1] David F. Addison-Wesley. IEEE Press. Daly Helmut Kopka. 28 . editor. 1993. [3] Joan G. 1996. Writing and Speaking in the Technology Professions: a practical guide. 1992.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful