Kontrol dan Penentuan Risiko Audit Internal dalam Suatu Perusahaan

Dalam perkembangannya audit internal dalam perusahaan memberikan peranan yang penting terhadap perusahaan. Pada awalnya audit internal berfungsi sebagai turunan dari profesi auditor eksternal, auditor internal merupakan profesi yang hanya memfokuskan diri pada masalah teknis akuntansi dengan pusat perhatian pada penilaian atas keakuratan angka-angka keuangan. Namun sekarang audit internal memberikan jasa bernilai tambah bagi manajemen perusahaan. Audit internal modern menyediakan jasa-jasa yang mencakup pemeriksaan dan penilaian atas kontrol, kinerja, risiko, dan tata kelola (governance) perusahaan publk maupun privat. Sedangkan aspek keuangan hanyalah salah satu aspek saja dalam lingkup pekerjaan audit internal. Menurut Sawyer dalam bukunya Internal Auditing, audit internal adalah sebuah penilaian yang sistematis dan objektif yang dilakukan auditor internal terhadap operasi dan kontrol yang berbeda-beda dalam organisasi untuk menentukan apakah (1) informasi keuangan dan operasi telah akurat dan dapat diandalkan; (2) risiko yang dihadapi perusahaan telah diidentifikasi dan diminimalisasi; (3) peraturan eksternal serta kebijakan dan prosedur internal yang bisa diterima telah diikuti; (4) Kriteria operasi yang memuaskan telah terpenuhi; (5) sumber daya telah digunakan secara efisien dan ekonomis; dan (6) tujuan organisasi telah dicapai secara efektif – semua dilakukan dengan dan tujuan untuk anggota dikonsultasikan dengan manajemen membantu

organisasi dalam menjalankan tanggung jawabnya secara efektif. Jadi menurut definisi di atas, audit internal melakukan penilaian terhadap operasi dan kontrol perusahaan meliputi 6 hal yaitu, informasi, risiko, peraturan serta kebijakan dan prosedur,

1

dan tujuan.1. terdiri dari prosedur. Menurut L. Menurutnya pula kontrol terdiri dari tiga elemen.b Sistem Kontrol Sistem kontrol terdapat dalam sistem operasi. Akan teapi auditor internal dididik untuk bisa mengevaluasi sistem kontrol secara objektif. mendorong I. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai kontrol dalam perusahaan dan penentuan risiko oleh auditor internal. rotasi pegawai Menurut AICPA (American Istitute of Certified Public Accountants) – Commmittee on Auditing Procedure. Pengertian Kontrol dan Internal Kontrol erhadap kebijakan manajerial yang telah ditetapkan. ketaatan meningkatkan efisiensi operasional. KONTROL Setiap kegiatan dalam organisasi memiliki dua tingkatan yang berada dalam dua sistem. Jadi sistem 2 . misalnya memproduksi 200 unit yang memenuhi standar biaya. kontrol internal berisi rencana organisasi dan semua metode yang terkoordinasi dan pengukuran yang diterapkan di perusahaan untuk mengamankan aktiva. Semua dilakukan oleh audit internal untuk membantu manajemen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawabnya. I.a Sistem Operasi Sistem operasi dirancang untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Auditor internal mungkin tidak bisa memahami sistem operasi atau mungkin tidak dapat menilai secara objektif. yaitu: pembagian kerja. kualitas.sumber daya. sistem pengecekan internal yang layak bisa menghilangkan kebutuhan akan audit yang terinci.R. memeriksa akurasi dan keandalan dan data kauntansi. yaitu sebagai berikut: . dan jadwal. Dicksee. Kontrol akan meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan perusahaan. . penggunaan catatan akuntansi. aturan dan instruksi yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan sistem operasi akan tercapai.

27-28 (1973) yang diambil dari SAS (Statement of Auditing Standard) No. manajemen atau pegawai lainnya – yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang wajar mengenai pencapaian tujuan pada hal-hal berikut ini: a. Keandalan pelaporan keuangan b.2 Model Model Kontrol Internal Ada dua model kontrol internal yang digunakan oleh auditor untuk menentukan kecukupan fungsi kontrol organisasi. Sedangkan auditor independen di Amerika Serikat memandang defini tersebut terlalu luas untuk tujuan mereka. Konsep Sistem Kontrol merupakan gabungan komponen kontrol yg terintegrasi dan aktivitas-aktivitas yg digunakan organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaransasarannya. I. yaitu )1 Model COSO (Committee of Supporting Organizations of The Treadway Commission) Model COSO terdiri dari lima komponen kontrol internal yaitu: 3 . atau DIREKTIF (untuk menyebabkan dan mengarahkan terjadinya hal yg diinginkan). Menurut IIA kontrol didefinisikan sebagai berikut: Setiap tindakan yg diambil manajemen untuk meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan dan sasaran yg ditetapkan.1. Kontrol bias bersifat PREVENTIF( mencegah hal-hal yg tidak diinginkan). Efektivitas dan efisiensi operasi c. yang menyatakan bahwa kontrol internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh aktvitas dewan komisaris. Akan tetapi pernyataan tersebut di revisi pada tahun 1997. kontrol internal dibagi menjadi dua yaitu kontrol administratif dan kontrol akuntansi. Ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. DETEKTIF (untuk mendeteksi dan memperbaiki hal-hal yg tidak diinginkan telah terjadi). Menurut Standar Profesional AICPA dalam seksi 320.kontrol internal melampaui hal – hal tersebut yang secara langsung terkait dengan fungsi departemen akuntansi dan keuangan.

- Aktivitas Kontrol Meliputi persetujuan. karyawan yang kompeten dan jujur. empat komponen kontrol internal adalah sebagai berikut: Tujuan Komitmen Kemampuan Pengawasan dan Pembelajaran Kedua jenis kontrol tersebut risiko yang dapat dijelaskan yang dapat dijelaskan dan diukur kemungkinan terjadi dan 4 . pemeriksaan internal dan audit internal. )2 Model CoCo (Criteria of Control Board of The Canadian Institute of Chartered Accountants) Model CoCo terdiri dari empat komponen dan dua puluh kriteria. tanggung jawab dan kewenangan.- Lingkungan Kontrol Mencakup etika. pendokumentasian. rekonsiliasi. juga tercakup struktur organisasi serta kebijakan dan filosofi manajemen. pemisahan tugas. - Penentuan Risiko Mencakup penentuan risiko di semua aspek organisasi dan penentuan kekuatan organisasi melalui evaluasi risiko. serta integritas dan kepentingan terhadap kesejahteraan organisasi. - Pengawasan Pengawasan merupakan evaluasi rasional yang dinamis atas informasi yang diberikan pada komunikasi informasi untuk tujuan manajemen control. - Informasi dan Komunikasi Komunikasi informasi tentang operasi kontrol internal memberikan substansi yang dapat digunakan manajemen untuk mengevaluasi efektivitas kontrol dan untuk mengelola operasinya. kompetensi.

yaitu: • Organisasi Sebagai sarana kontrol merupakan struktur peran yang disetujui untuk orang-orang di dalam perusahaan sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya secara efisien dan ekonomis. Prinsip yang diterapkan pada kebijakan juga bisa diterapkan untuk prosedur.3 Sarana Untuk Mencapai Kontrol Dalam mengendalikan fungsi di dalam perusahaan ada beberapa sarana operasional untuk mencapai kontrol perusahaan. Jadi standar supervisi yang tinggi harus ditetapkan. Kombinasi kedua hal bisa disebut kerawanan. Bentuk kontrol terbaik di samping kinerja masing-masing individu adalah supervisi. bila situasi tersebut dirumuskan maka akan terlihat sebagai berikut: PxS=V Keterangan: P = Kemungkinan Terjadi ( Potential Occurrence ) S = Signifikansi ( Significance ) V = Kerawanan ( Vulnerability ) I. • Prosedur Prosedur adalah sarana yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. atau membatasi tindakan. • Personalia Orang-orang yang dipekerjakan atau ditugaskan harus memiliki kualifikasi untuk melaksanakan tugas yang diberikan. • Kebijakan Suau kebijakan adalah pernyataan prinsip yang membutuhkan. menjadi pedoman. Jadi. 5 .signifikansi nya bila terjadi.

Risiko kontrol haruslah sebuah pertimbangan dalam rancangan metodologi kontrol. Lebih lanjut.• Akuntansi Akuntansi merupakan sarana yang sangat penting untuk kontrol keuangan ada aktivitas dan sumber daya. • Pelaporan Manajemen berfungsi dan membuat keputusan berdasarkan laporan yang diterima. akuntansi merupakan ”penjaga gawang” keuangan dalam organisasi. akurat. Akuntansi membentuk kerangka kerja yang bisa disesuaikan dengan pemberian tanggung jawab. Risiko kontrol adalah kemungkinan bahwa kontrol yang telah ditetapkan tidak bisa mendeteksi adanya penyimpangan. bermakna. dan ekonomis. Sebagai sebuah kontrol. I. Berikut dijelaskan tentang penentuan risiko dalam teknikteknik audit internal. anggaran menetapkan standar masukan sumber daya dan halhal yang harus dicapai sebagai keluaran dan hasil. Risiko kontrol tersebut juga mencakup pertimbangan atas metode kontrol dan kualitas orang-orang yang memfungsikan proses kontrol. Penentuan Risiko II. II. • Penganggaran Anggaran adalah sebuah pernyataan hasil-hasil yang diharapkan yang dinyatakan dalam bentuk numerik.1 Pengertian dan Tujuan Penentuan Risiko 6 .4 Aspek Audit Risiko Kontrol Risiko kontrol merupakan elemen yang substansial dari daerah risiko yang luas. Oleh karena itu. Risiko kontrol merupakan hasil kompromi antara penelaahan aktual atas semua kejadian dan transaksi serta penelaahan dari sampel-sampel yang representatif. laporan haruslah tepat waktu.

II. Penentuan risiko menurut COSO adalah identifikasi dan analisis risiko-risiko yang relevan untuk mencpai tujuan. Menurut studi COSO. Hal ini tidak sesuai menurut McNamee dan Selim menyatakan pendekatan ini tidak tepat karena adanya kebutuhan dalam memenuhi tujuan terlebih dahulu. telah juga sebagai alat yang penting dalam merancang sistem-sistem baru ditetapkan. Dlam rencana audit. yang dihubungkan pada tingkat-tingkat yang berbeda dan konsisten di dalam organisasi. yang membentuk suatu dasar untuk menentukan cara pengelolaan risiko.2 Audit Berbasis Risiko dan Konsep Manajemen Risiko Berikut ini adalah tahapan konsep audit berbasis risiko secara tradisional yaitu : • Observasi dan analisis kontrol • Penentuan risiko yang berkaitan dengan operasi • Penentuan apakah aktivitas ini sesuai dengan tujuan organisasi. Penentuan risiko merupakan tanggung jawab tidak terpisahkan dan terus menerus dari manajemen. Penentuan risiko di manfaatkan manajemen sebagai bagian dari yang proses dibuat untuk untuk memastikan mencapai kesuksesan tujuan yang perusahaan. Menurut Sawyer. auditor harus memasukkan pertimbangan tentang risiko dan eksposur organisasi. dan keterbatasan dari daftar risiko tersebut. Mereka merekomendasikan sebuah pendekatan yang mempertimbangkan terlebih dahulu 7 . tujuan penentuan risiko adalah untuk membuat karyawan sadar akan beragam risiko yang ada serta prioritas. persyaratan awal untuk penentuan risiko adalah adanya penetapan tujuan. Sedagkan akuntan publik menggunakan penentuan risiko dalam merencanaka audit mereka.Salah satu teknik dalam audit internal adalah penentukan risiko. Auditor internal harus memasukkan hasil penentuan risiko ke dalam program audit untuk memastikan bahwa kontrol-kontrol yang dibutuhkan memang diterapkan untuk mengurangi risiko.

Dalam menentukan Resiko Audit pada Tingkat Laporan Keuangan Standar Audit (AU 316) mensyaratkan auditor untuk mempertimbangkan tiga Karakteristik : 1. atau • Membagi dan mentransfer bagian-bagian risiko ke unit-unit lainnya. dan penempatan prioritas. Manajemen dan Dewan Komisaris menerima Laporan Periodik mengenai hasil proses Manajemen Resiko. Aktivitas pengawasan yang berkelanjutan dllaksanakan untuk secara periodik menilai ulang risiko dan efektivitas kontrol untuk mengola risiko. kemudian melakukan manajemen risiko dengan cara: • Mengendalikan dan menerima risiko. b. pengukuran. c. yaitu tingkat Laporan Keuangan dan Saldo akun (atau tingkat kelompok transaksi). Risiko yang muncul dari strategi dan aktivitas usaha diidentifikasi dan diprioritaskan Management dan Dewan Komisaris telah menentukan Aktivitas penghindaran risiko dirancang dan tingkat risiko yg dapat diterima organisasi diimplementasikan untuk mengurangi atau justru mengola risiko pada tingkat yang ditetapkan dapat diterima. II.tujuan organisasi yang ditetapkan kemudian menentukan risiko melalui identifikasi. Karakteristik Manajemen 2. Karakteristik Penugasan 8 .3 Risiko Audit dan Komponen-komponennya dalam Audit Laporan Keuangan AICPA dalam SAS 47 . d. e. Tujuan proses manajemen resiko adalah sebagai berikut: a. Karakteristik Operasi dan Industri 3. dan 55 menyatakan bahwa Resiko Audit terdiri atas dua tingkatan.53. atau • Menghindari atau mendiversifikasi risiko.

Bagan tersebut memungkinkan untuk melihat operasi.4 Metode Analitis dalam Penentuan Risiko Identifikasi dan penggunaan risiko untuk mengembangkan sebuah struktur kontrol yang optimal menerapkan suatu metode analitis atau kombinasi dari beberapa metode. 9 . Statement on Auditing Standards memberikan rumus sebagai berikut: RISIKO AUDIT = Risiko Bawaan x Risiko Kontrol x Risiko Deteksi II. Pembuatan Bagan Alir Pembuatan bagan alir adalah sebuah metode analisis efisiensi dan kontrol operasi. Risiko Kontrol Risiko kontrol adalah risiko bahwa salah saji material yg bisa terjadi pd suatu asersi tidak dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh struktur. Seorang auditor dapat mengevaluasi risiko-s\risiko ini baik secara kuantitatif dan kualitatif. Risiko Bawaan Risiko Bawaan adalah kerentanan suatu asersi terhadap terjadinya salah saji yg material . kebijakan. 3. dengan mengasumsikan tidak ada kebijakan atau prosedur struktur kontrol intern.Ada tiga hal yang termasuk risiko audit. Risiko Deteksi Risiko deteksi adalah risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji yang material yang terdapat pada asersi. atau prosedur kontrol internal perusahaan. Bagan alir adalah penyajian grafik dua dimensi dari sebuah opersi dalam hal aliran aktivitas melalui proses. 2. Metode ini adalah: 1. Risiko deteksi dapat terjadi karena auditor memutuskan untuk tidak memeriksa 100% saldo atau transaksi atau ketidak pastian lainnya. yaitu: 1.

Perangkat Komponen Perangkat adalah: . 4.mengidentifikasi ketidakefisienan. ICQ dimulai dari jawaban yang diketahui atau diinginkan dan membutuhkan jawaban ”ya” atau ”tidak” disertai komentar.Aktivitas-aktivitas Kontrol . yaitu: a. 3.Informasi dan Komunikasi . Analisis matriks dipeerkenalkan dalam Kontrol Komputer dan Audit (Computer Control and Audit). Setiap komponen dapat dibagi lagi ke dalam hal-hal substantif yang disebut komponen merujuk pada analisis komponenkomponen system kontrol. Kuesioner Kontrol Internal Kuesioner kontrol internal (internal control questionnaire – ICQ) merupakan uji ketaatan yang dimaksudkan untuk memastikan bahwa kontrol masih diterapkan dan bahwa risiko dapat dievaluasi. Metodologi Ilustratif COSO Studi COSO mencakup satu volume berjudul ”Evaluation Tools” (Perangkat Evaluasi).Penentuan Risiko . ICQ memnbutuhkan jawaban yang langsung dan tepat mengenai ketaatan dengan prosedur yang diharapkan. langkah-langkah yang terabaikan. Komponen-komponen tersebut 10 . Perangkat Evaluasi berisi dua jenis umum perangkat. Suatu matriks kontrol merupakan alat untuk membandingkan kontrol dengan risiko guna memastikan bahwa setiap risiko memiliki kontrol yang layak. 2. dan kelemahan-kelemahan kontrol. Matriks kontrol juga mengakui bahwa kontrol tertentu bisa memberikan perlindungan untuk lebih dari satu risiko.Lingkungan Kontrol . Analisis Matriks.Pengawasan Perangkat komponen dirancang untuk mengevaluasi setiap komponen tersebut dalam struktur entitas.

5. Bila analisis tujuan.”masalah-masalah yang menjadi fokus”. Metode Courtney Teknik ini melibatkan perhitungan yang menempatkan nilai uang (dolar. risiko. b. Efektivitas aktivitas kontrol ditentukan dalam analisis risiko. Audit merupakan pengujian kinerja. Kesimpulan audit akan menjadi sebuah ukuran kualitas 11 .rupiah) ke risiko risiko potensial. Lembar Kerja Penilaian Risiko dan Aktivitas Kontrol Digunakan untuk menilai tujuan-tujuan khusus. dan estimasi terbuat dari frekuensi yang bersama denga risiko bisa menciptakan kesulitan. dan Tata letak kontrol lembar telah kerja tersebut menuntun audit pembuatnya melalui proses analitis. auditor internal harus berupaya mencapai kesepakatan dengan manajemen tentang nilai-nilai yang diberikan dan frekuensi frekuensi yang diestimasi. risiko aktivitas dilakukan. memang diterapkan seperti yang dirancang. Jika pendekatan ini digunakan. dan kontrol. Masalah-masalah ini kemudian dirinci ke dalam contoh-contoh aplikasi khusus yang dapat diperiksa dan ditanggapi. yaitu apakah aktivitas kontrol kinerja. program diterapkan bersama sama untuk menguji aktivitas kontrol.

KESIMPULAN Sistem kontrol pada perusahaan terdiri dari prosedur. Menurut Gregg R Maynard. Kontrol akan meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan perusahaan. auditor internal menilai. dan mengaudit kontrol dengan risiko guna memastikan bahwa setiap risiko memiliki kontrol yang layak. menguji. 12 . aturan dan instruksi yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan sistem operasi akan tercapai. Melalui metode – metode analitis dalam penentuan risiko. membandingkan. Suatu operasi audit terintegrasi sekarang dipahami dan memandang risiko sebagai suatu sumber keuntungan. ”Strategi manajemen risiko yang holistik telah menggeser fokus auditor tradisional dalam mengendalikan risiko.

Jakarta: Salemba 13 . James H Scheiner. Internal Auditing. Morimer A Dittenhofer. Empat Lawrence B.REFERENSI Sawyer. 2005. Edisi Lima.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.