P. 1
Implikatur

Implikatur

|Views: 134|Likes:
Published by Ekha Crazh Saleka

More info:

Published by: Ekha Crazh Saleka on Nov 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2015

pdf

text

original

Implikatur Implikatur berasal dari bahasa latin implicare yang berarti "melipat".

hal ini dijelaskan oleh Mey melalui Nadar (2009:60) bahwa untuk mengetahui apa yang dilipat harus dengan cara membukanya. dengna kata lain, implikatur dapat dikatakan sebagai sesuatu yang terlipat. Implikatur secara sederhana dapat diartikan sebagai makna tambahan yang disampaikan oleh penutur yang terkadang tidak terdapat dalam tuturan itu sendiri. Sebuah tuturan dapat mengimplikasikan proposisi yang bukan merupakan bagian dari tuturan tersebut. Proposisi yang diimplikasikan tersebut oleh Grice disebut sebagai implikatur percakapan. Secara garis besar terdapat dua jenis implikatur. Yang pertama adalah implikatur konvensional. Implikatur ini lebih menjelaskan pada apa yang yang diutarakan. Sedangkan yang kedua telah disebut pada paragraf sebelumnya yaitu implikatur percakapan. Implikatur percakapan lebih menekankan maksud lain dari apa yang dituturkan. Sebagai contoh perhatikan tuturan A terhadap B berikut : A : Besok saya akan mengadakan syukuran kelulusan anak saya B : Saya ada acara besok. Secara konvensional percakapan di atas mempunyai maksud bahwa A memberikan informasi bahwa ia akan mengadakan acara syukuran anaknya yang lulus dan B juga menginformasikan bahwa pada saat A mengadakan acara, B memiliki acara lain secara bersamaan. Namun, ternyata ada makna yang lebih jauh dari percakapan di atas dan ini dapat dijelaskan melalui implikatur percakapan. Tuturan A kepada B sebenarnya tidak semata-mata sebagai informasi akan acara yang hendak ia lakukan, tetapi dibalik itu terdapat maksud lain, yaitu A bermaksud mengundang B untukdatang pada acara yang ia lakukan. Sedangkan jawaban B juga memiliki maksud yaitu menyatakan ketidaksanggupan B untuk menghadiri acara A. Hal ini dapat dikatakan sebagai ungkapan penolakan B terhadap undangan A dengan cara yang lebih halus dan tidak menyinggung perasaan A karena adanya alasan mengapa B tidak dapat memenuhi undangan A tersebut. Dalam implikatur, baik dalam bentuk implikatur konvensional maupun implikatur percakapan, pembicara sering menyampaikan maksudnya lebih dari apa yang dirumuskan oleh Brown & Yule dan Samsuri dalam Sugira Wahid dan Juanda (2006:94) bahwa implikatur implikatur dipakai untuk memperhitungkan apa yang disarankan atau yang dimaksud oleh pembicara berbeda dari apa yang dinyatakan secara harfiah. Menurut Searle (Dalam Sugira Wahid dan Juanda, 2006: 93) dalam tindak ilokusi tidak langsung, pembicara (penulis) menyampaikan maksudnya kepada pendengar

Seorang penutur diharapakan dapat memberiakan informasi yang cukup. Tuturan yang diperlukan si mitra tutur. 2006: 94) mengatakan bahwa hal semacam itu merupakan kelemahan teoari tindak tutur karena dalam sebuah ujaran dapat terjadi sekaligus beberapa tindak bahasa. 1. baik yang bersifat kebahasaan maupun yang bersifat nonkebahasaan. isn’t it? (Panas sekali disini. Keempat maksim tersebut antara lain: (1) Maksim kuantitas (maxim of quantity) (2) Maksim kualitas (maxim of quality) (3) Maksim relevansi (maxim of relefance) (4) Maksim pelaksanaan (maxim of manner) Berikut ini Prinsip Kerja Sama Grice (1975) tersebut selengkapnya. Karena itu Brown dan Yule dan Samsuri (dalam Sugirah Wahid dan Juanda. relatif memadai. Konsep tindak ilokusi tidak langsung tersebut berkaitan dengan konsep implikatur. Grice (1975) memberikan sebuah prinsip yang disebut prinsip kooperatif dan empat buah maksim yang menunjang prinsip tersebut. .Jangan membuat kontribusi lebih informatif dari yang diperlukan. yaitu : Very hot in here. Keterhubungan pengertian tindak tutur tak langsung dengan pengertian implikatur tampak dalam contoh Leech. dan seinformatif mungkin.(pembaca) lebih dari apa yang ujarkannya dengan menghubungkan informasi latar belakang bersama kedua pihak (pemberi dan penerima informasi). Karena itulah maka untuk menghindari hal semacam itu. Maksim Kuantitas (The Maxim of Quantity) . pembicara secara implisit menghendaki agar mesin pendingin dihidupkan. tuturan tersebut dapat merupakan pembuka pembicaraan agar suasana tidak terasa kaku. dapat dikatakan melanggar maksim kuantitas dalam prinsip kerjasama . bukan?) Ujaran tersebut merupakan contoh baik ilokusi tidak langsung maupun implikatur. sedangkan teori tindak tutur tidak memberi saran cara menentukan bagaimana kita menentukan unsur kebahasaan tertentu untuk menerima tafsiran makna yang tertentu pula. Tetapi dalam siatuasi lain. Informasi demikian itu tidak boleh melebihi informasi yang sebenarnya dibutuhkan simitra tutur.Jadikan kontribusia Anda seinformatif mungkin sebagaimana yang diperlukan. Dalam contoh tersebut.

a) “ Lihat itu Muhammad Ali mau bertanding lagi !” (1. submaksim kedua. yakni tidak memberikan informasi yang lebih dari yang dibutuhkan. dan lebih mudah mendapat pekerjaan. saya akan mampu berkomunikasi dengan orang asing.b) “ Lihat itu Muhammad Ali yang mantan petinju kelas berat itu mau bertanding lagi !” Informasi indeksal Tuturan (1. hal tersebut terjadi apabila penutur merespon inisiasi yang berupa pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa”. Karena inisiasi berupa pertanyaan “mengapa”.a) dalam contoh di atas merupakan tuturan yang sudah jelas dan sangat informatif isinya. karena tanpa harus ditambah dengan informasi lain. Penambahan informasi seperti ditunjukkan pada tuturan (1. Perhatikan wacana berikut: [2] A : Mengapa Anda belajar Bahasa Inggris? (1.Grice. maka respon yang diberikan lebih panjang dibanding respon terhadap inisiasi “apa” atau “siapa”. Tuturan tuturan (1. memahami buku-buku berbahasa Inggris.a) dan (1. Sesuai dengan yang digariskan maksim ini.c) direspon dengan informasi yang memadai dalam tuturan (1. Tuturan itu dimunculkan pada waktu mereka bersama-sama melihat salah satu acara tinju di televisi.b) justru akan menyebabkan tuturan menjadi berlebihan dan terlalu panjang.b) di atas tidak mendukung atau bahkan melanggar prinsip Kerja Sama Grice.d) Pada wacana di atas. inisiasi A dengan tuturan (1. (1. .Dengan demikian dapat dikatan bahwa pada wacana di atas para peserta tutur telah menaati maksim kuantitas. para peserta juga menaati maksim kuantitas submaksim kedua. Dalam realisasinya. Berikut ini contohnya : (1.c) B : Karena jika menguasai Bahasa Inggris. Dapat dikatakan demikian. tuturan itu sudah dapat dipahami maksudnya dengan baik dan jelas oleh si mitra tutur. Dalam sebuah interaaksi. apabila tuturan itu mengandung informasi yang berlebihan akan dapat dikatakan melanggar maksim kuantitas.b) dituturkan oleh seorang pengagum Muhammad Ali kepada rekannya yang juga mengagumi petinju legendaris itu. Demikian sebaliknya. tuturan seperti pada tuturan (1.d).

Dengan maksim kualitas.b) “ Jangan menyontek.b) pada bagian berikut dapat dipertimbangkan untuk memperjelas pernyataan ini. Tuturan (2.a) “ Silahkan menyontek saja biar nanti asaya mudah menyonteknya!” (2.Jangan katakan jika buntinya kurang memadai.b) dikatakan melanggar maksim kualitas karena penutur mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan yang dilakukan oleh seseorang. Fakta itu harus didukung dan didasarkan pada bukti-bukti yang jelas.a) dan (2. Maksim kualitas menyarankan agar peserta tutur dalam suatu interaksi (1) tidak memberikan informasi yang diyakini salah (bohong). (2) meminta bantuan.a) jelas lebih memungkikan terjadinya kerja sama anatara penutur dengan mitra tutur. (2. Akan merupakan sesuatu kejanggalan apabila di dalam dunia pendidikan terdpat seorang dose yang mempersilakan para mahasiswanya melakukan penyontekan pada saat ujian berlangsung Dalam komunikasi sebenarnya.Jangan katakan apa yang dianggap sebagai pernyataan yang salah. dan (3) menghindari kesalahpahaman. . penutur dan mitra tutur sangat lazim menggunakan tuturan dengan maksud yang tidak senyatanya dan tidak disertai dengan buktibukti yang jelas. Bertutur yang terlalu langsung dan tanpa basa basi dengan disertai bukti-bukti yang jelas dan apa adanya justru akan membuat tuturan menjadi kasar dan tidak sopan. dapat disimpulkan bahwa penaatan maksim kuantitas dalam sebuah interaksi berfungsi untuk (1) menyampaikan informasi yang jelas.Dari uraian di atas. Tuturan (2. Maksim kualitas (The Maxim of Quality) .b) dituturkan oleh dosen kepada mahasiswanya di dalam ruang ujian pada saat ia melihat ada seorang mahasiswa yang sedang melakukan usaha penyontekan Tuturan (2.Singkatnya.a) dan tuturan (2. untuk bertutur yang santun maksim kualitas ini seringkali tidak dipatuhi dan tidak dipenuhi. dan (2) tidak memberikan . seorang peserta tutur diharapkan dapat menyampaikan sesuatu yang nyata dan sesuai fakta yang sebenarnya di dalam bertutur. Dengan perkataan lain. nilainya bisa E nanti ! Informasi Indeksal: Tuturan (2. 2. penaatan maksim kuantitas dilakukan peserta tutur agar interaksi yang diikuti berlangsung dengan lancar dan sampai pada tujuannya.

dan apa yang diinformasikan didukung oleh bukti yang memadai. Sedangkan kebenaran spiritual merupakan kebenaran yang didasarkan pada keyakinan spiritual yang biasanya disadari secara umum 3.informasi yang tidak didukung cukup bukti. (b) H : Alamat? (c) S : Sawojajar. yakni kebenaran yang didasarkan pada fakta. para peserta tutur dalam sebuah interaksi menaati maksim hubungan dengan cara menyampaikan tuturan yang berisi informasi yang relevan dengan alur interaksi yang sedang diikuti. Hal tersebut terwujud jka para peserta tutur memberikan sumbangan informasi yang diyakini benar. Bertutur dengan tidak memberikan kontribusi yang demikian dianggap tidak mematuhi dan melanggar prinsip kerja sama. Untuk menentukan kebenaran suatu informasi tidaklah mudah. Kebenaran proporsional merupakan kebenaran yang didasarkan pada prinsip logika yang benar. Dalam realisasinya. kebenaran proporsional. Maksim hubungan menyarakan agar para peserta tutur memberikan informasi yang relevan dengan topik pembicaraan. Maksim Relevansi (The Maxim of Relevance) . Stubbs (1983) menyarankan agar kita bertumpu pada kebenaran faktual.Buatlah agar pernyataan itu relevan. (d) H : Pekerjaan? (e) S : Swasta. dan kebenaran spiritual. Di dalam maksim relevansi. kebongan dan kejujuran seseorang. Malang. (f) . dinyatakan bahwa agar terjalin kerja sama yang baik antara penutur dan mitra tutur. hakikat kebenaran dan ketidakbenaran suatu informasi.Dalam realisasinya. Karena tidak mungkin kita melihat apa yang ada di balik benak para peserta tutur. Wacana interaksi di pengadilan berikut patut diperhatikan: [1] H : Nama? (a) S : Suparmin. yang paling tahu adalah orang yang bersangkutan. masing-masing hendaknya dapat memberikan kontribusi yang relevan tentang sesuatu yang sedang dipertuturkan itu. Kebenaran yang dimaksud dapat berupa kebenaran factual.

Relevansi suatu tuturan dilihat dalam kerangka hubungan yang lebih luas. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa S telah menaati maksim hubungan. Namun dalam konteks memberli sate. Secara umum. dapat dikatakan bahwa Pb telah menaati maksim hubungan. penaatan maksim hubungan dalam sebuah interaksi berfungsi untuk membuat setiap tuturan yang disampaikan memberi informasi yang relevan dengan tuturan yang direspon dan situasi ujarnya. yakni memiliki relevansi dengan konteks yang sedang terjadi meskipun secara literal tidak menunjukkan hubungan. penaatan maksim hubungan memiliki fungsi untuk (1) mengusut kebenaran informasi. dan (3) memberikan informasi yang benar.tuturan S (a). pak.Pada wacana [1] di atas.Hindari pernyataan yang kurang kabur . Maksim Cara (The Maxim of Manner) . Karena itu. pak? (a) Pb : Kambing sepuluh. Karena para peserta tutur memiliki praanggapan yang sama. (b) Pj : Kecap apa kacang? (c) Pb : Kacang. dan (e) selalu relevan dengan inisiasi H (b). secara literal informasi yang diberikan Pb kepada Pj tidak berhubungan. (2) mencari informasi. (d). (c). . informasi yang diberikan Pb melalui tuturan (b) dan (d) memiliki relevansi dengan inisiasi Pj mealui tuturan (a) dan (c). Wacana interaksi antara penjual sate dan pembeli berikut patut diperhatikan: [2] Pj : Kambing apa ayam. maka inisiasi yang diajukan Pj dan respon yang diberikan Pb memiliki relevansi. 4. dan (f). saksi (S) memberikan informasi yang relevan dengan inisiasi yang diberikan oleh hakim (H).Hindari ketaksaan .Buatlah ujaran sesingkat mungkin .Secara khusus.Buatlah ujaran secara berurutan. Jangan pedes! (d) Dalam wacana [2] di atas.

tuturan yang menaati maksim kuantitas sekaligus juga menaati maksim cara. Wacana di atas memiliki konteks semifinal liga Champion antara Chealsea melawan Liverpool. sedangkan tuturan (d) memberikan informasi tentang tim favorit juara. Secara umum. tidak ambigu. dan menyampaikan tuturan secara teratur. Karena itu dapat dikatakan bahwa B telah menaati maksim cara. Secara khusus. Perhatikan wacana berikut: [3] A : Berapa (hasil akhir) Chelsea lawan Liverpool? (a) B : Tiga. penaatan maksimcara berfungsi untuk (1) menyampaikan informasi yang singkat dan jelas. (b) A : Di final. singkat dan teratur dalam rangka menunjang tercapainya tujuan interaksi yang sedang diikuti. karena sebelumnya MU telah menang melawan Barcelona 1-0. . Tuturan (b) memberikan informasi skor akhir pertandingan semi final antara Chelsea melawan Liverpool. dan (2) menghindari kesalahpahaman. penaatan maksim cara dalam sebuah interaksi memiliki fungsi untuk menyampaikan informasi secara jelas. peserta tutur dalam sebuah interaksi menaati maksim cara dengan cara menghindari tuturan yang kabur. kamu pegang mana? (c) B : MU (Manchester United). menghindari tuturan yang berarti ganda. satu. Biasanya. B memberikan informasi yang dibutuhkan oleh A. tidak berbelit-belit. (d) Pada wacana [3] di atas.Dalam realisasinya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->