PARAGRAF DAN PENGEMBANGANNYA 01. Pengertian Paragraf Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

Dalam sebuah paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut; mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas, sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Paragraf dapat juga dikatakan sebagai sebuah karangan yang paling pendek (singkat). Dengan adanya paragraf, kita dapat membedakan di mana suatu gagasan mulai dan berakhir. Kita akan kepayahan membaca tulisan atau buku, kalau tidak ada paragraf, karena kita seolah-olah dicambuk untuk membaca terus menerus sampai selesai. Kitapun susah memusatkan pikiran pada satu gagasan ke gagasan lain. Dengan adanya paragraf kita dapat berhenti sebentar sehingga kita dapat memusatkan pikiran tentang gagasan yang terkandung dalam paragraf itu. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini.

Sesuai dengan asas praduga tak bersalah. atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya (yang baru). tentang kemampuan hakim. tentang hakim yang tidak boleh terpengaruh oleh tuntutan jaksa. tidak cacat. Pilihan banteng yang akan mereka bunuh tergantung hasil undian. Dokter hewan berhak menolak banteng yang tidak memenuhi syarat. tentang wewenang jaksa menuduh tersangka. tidak boleh begitu saja terpengaruh. The Bullfight) Dari contoh di atas dapat dilihat peralihan antara paragraf pertama dan paragraf kedua. Setiap matador mempunyai tiga orang candrilla yang terdiri dari lima-enam orang yang dibayar dan diperintah oleh matador. tersangka pada hakikatnya secara psikologis sudah dicap terpidana. Bagaimanapun tuduhan jaksa dengan pasal-pasal dan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa tersangka pantas dijatuhi pidana. atau penyakit yang nyata kelihatan. Yang dua lagi dinamakan picadors. ada kelainan di mata. Hakim harus mampu memberikan keputusan yang seadil-adilnya. dan telah mempunyai tanduk yang runcing serta bagus. Dalam pertarungan matador yang resmi. Laki-laki yang bertugas membunuh mereka disebut matador. tanduk masih lemah. karena adanya pemberitaan pers yang mengutip tuduhan jaksa penuntut umum dalam proses pemeriksaan. dijalin sedemikian rupa dalam kalimat-kalimat yang membentuk sebuah kesatuan. Memang jaksa adalah satu-satunya aparat penegak hukum yang mempunyai wewenang menuduh tersangka melakukan tindak pidana seperti yang dirumuskan dalam surat tuduhan berdasarkan pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan polisi. Dalam hal ini dituntut keberanian dan keyakinan yang tinggi dan tanggung jawab yang besar terhadap Tuhan Yang Maha Esa Gagasan tentang tersangka yang sudah dicap terpidana. Untuk lebih jelasnya. Banteng-banteng ini telah diperiksa oleh dokter hewan setempat sebelum bertanding. perhatikan contoh berikut. Setiap laki-laki membunuh dua ekor banteng. tetang tanggung jawab hakim. biasanya ada enam ekor banteng yang dibunuh oleh tiga orang laki-laki. Kegunaan Paragraf Kegunaan paragraf yang utama adalah untuk menandai pembukaan topik baru. mereka muncul dengan menunggang kuda di arena . (Earnest Hemingway. Banteng itu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. namum majelis hakim sesuai dengan kebebasannya yang mendasari keyakinan dan kebenaran hukum. Tiga dan lima/enam orang tersebut menolongnya di lapangan. Inilah yang dinamakan paragraf.misalnaya: masih di bawah umur. dengan memakai mantel tanpa lengan dan atas perintahnya menempatkan banderillas yaitu kayu yang panjangnya tiga kaki dengan ujung yang tajam dan berbentuk garpu yang disebut peones atau banderilleros. Paragraf . yaitu: berumur 4-5 tahun. 2.

karena simbol itu menyarankan suatu arti tertentu. Oleh sebab itu. antar kalimat maupun antar paragraf harus saling berhubungan secara logis. Di samping untuk menarik perhatian pembaca. Pemakaian simbol itu erat sekali hubungannya dengan tujuan penyair untuk menyuarakan sesuatu secara tepat yang berkaitan erat dengan pengimajiannya. Macam-Macam Paragraf Berdasarkan tujuannya. Paragraf pertama dan paragraf kedua pun terlihat berhubungan erat. Bahkan dalam puisi. Setiap pengendara atau masyarakat mengetahui arti dan fungsinya. yaitu: paragraf pembuka.  Paragraf penghubung berfungsi menguraikan masalah yang akan dibahas oleh seorang penulis.pertama bercerita tentang banteng. Paragraf penutup bertujuan untuk mengakhiri sebuah karangan/tulisan. paragraf dapat dibedakan menjadi tiga. Uraian dalam paragraf penghubung ini. Sekarang timbul pertanyaan. paragraf pembuka juga berfungsi untuk menjelaskan tujuan dari penulisan itu. paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca. sedangkan paragraf kedua tentang laki-laki yang bertugas membunuh banteng (matador). atau bisa juga berupa penegasan kembali hal-hal yang dianggap penting dalam uraian-uraian sebelumnya. Justru di sinilah letak unsur seninya. Di sekeliling kita banyak simbol-simbol yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Kegunaan lain dari paragraf ialah untuk menambah hal-hal yang penting untuk memerinci apa yang diutarakan dalam paragraf terdahulu. apakah sebetulnya simbol itu? Dengan singkat dapat dikatakan bahwa simbol ialah sesuatu yang pengandung arti lebih dari yang terdapat dalam fakta. Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa penulis menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan paragraf pertama dan memberikan contoh yang spesifik penggunaan simbol dalam bidang lain yaitu puisi. pemakaian simbol cukup dominan. serta sanggup mempersiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Semua inti persoalan yang akan dibahas oleh penulis diuraikan dalam paragraf ini. 03. Untuk itu. Paragraf pembuka memiliki peran sebagai pengantar bagi pembaca untuk sampai pada masalah yang akan diuraikan oleh penulis. Untuk lebih jelasnya. Paragraf ini bisa berisi tentang kesimppulan masalah yang telah dibahas dalam paragraf penghubung. perhatikan pula contoh berikut ini Tanda-tanda lalu lintas agaknya sudah dijadikan sebagai simbol (lambang) yang berlaku di mana-mana dan mudah dipahami. secara kuantitatif paragraf ini merupakan paragraf yang paling panjang dalam keseluruhan karangan/tulisan. . Usahakan paragraf pembuka ini tidak terlalu panjang agar pembaca tidak merasa bosan. paragraf penghubung dan paragraf penutup. Simbol yang pemakaiannya begitu umum terdapat juga dalam puisi.

bahwa tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok.1 Kesatuan Sebagaimana telah dipaparkan di depan. dan pembaca pun dapat dengan mudah memahami/mengikuti jalan pikiran penulis tanpa hambatan karena adanya perloncatan pikiran yang membingungkan. perlu diperhatikan persyaratanpersyaratan berikut. Syarat-syarat Pembentukan dan Pengembangan Paragraf Dalam pembentukan / pengembangan paragraf. Untuk itu. atau untuk kegiatan sosial lainnya. Hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain tidak merupakan satu kesatuan yang bulat untuk menunjang gagasan utama. Tempat ibadah memang perlu bagi masyarakat. Contoh paragraf di atas adalah contoh paragraf yang tidak memiliki prinsip kesatuan. Hal ini sangat tergantung pada besarnya penghasilan setiap keluarga. Kata atau frase transisi yang dapat dipakai dalam karangan ilmiah sekaligus sebagai penanda hubungan dapat dirinci sebagai berikut. uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. 4. Perbedaan penghasilan yang besar dalam masyarakat telah menimbulkan jurang pemisah antara Si kaya dan Si miskin. di dalam pengembangannya. Semua kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok. mungkin kebutuhan pokok pun sulit terpenuhi. Lain halnya dengan keluarga yang berpenghasilan tinggi. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan. 4. Dengan kata lain. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini. Kebutuhan hidup sehari-hari setiap keluarga dalam masyarakat tidaklah sama. Pada umumnya tempat-tempat ibadah ini dibangun secara bergotong royong dan sangat mengandalkan sumbangan para dermawan.2 Kepaduan Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh suatu paragraf ialah koherensi atau kepaduan. tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Keluarga yang berpenghasilan sangat rendah. Gagasan pokok tentang penghasilan suatu keluarga dalam pengembangannya kita jumpai gagasan pokok lain tentang tempat beribadah. Mereka dapat menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk membangun tempat-tempat beribadah. .04. Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut. Sebuah paragraf bukanlah sekedar kumpulan atau tumpukan kalimat-kalimat yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri.

dekat. contoh kedua Masalah kelautan yang dihadapi dewasa ini ialah tidak adanya peminat atau penggemar jenis binatang laut seperti halnya peminat atau penggemar penghuni darat atau burung-burung yang indah Contoh paragraf kedua di atas merupakan contoh paragraf yang tidak dikembangkan. jadi. misalnya. dalam hal yang sama. biarpun. oleh sebab itu. misalnya: sementara itu. Contoh ketiga berikut ini merupakan contoh pengembangan dari contoh paragraf kedua di atas. sesungguhnya •Hubungan yang menyatakan tempat. dalam hal yang demikian. misalnya: lebih-lebih lagi. akhirnya. kedua. Contoh paragraf di atas hanya diperluas dengan perulangan. misal: sebab itu. seperti sudah dikatakan. seperti. sebaliknya. Pengembangannya pun tidak maksimal. juga. ringkasnya. sesudah itu. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh-contoh berikut ini. Mereka tidak suka berselisih dan bersengketa. pada umumnya. yakni. contoh pertama Suku Dayak tidak termasuk suku yang suka bertengkar. seperti halnya. di sana. Suatu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan kalimat topik/gagasan utama. segera. sama sekali tidak. meskipun •Hubungan yang menyatakan akibat/hasil. selanjutnya. meskipun •Hubungan yang menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya. beberapa saat kemudian. berdekatan. maka. di samping itu. namun.3 Kelengkapan Syarat ketiga yang harus dipenuhi oleh suatu paragraf adalah kelengkapan. sama sekali tidak. contoh ketiga . berdampingan dengan 4.• Hubungan yang menandakan tambahan kepada sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya. kemudian •Hubungan yang menyatakan singkatan. walaupun demikian. karena itu. secara singkat. bagaimanapun. di seberang. ketiga. lalu. dengan kata lain. demikian juga •Hubungan yang menyatakan perbandingan. akibatnya •Hubungan yang menyatakan tujuan. biarpun. misalnya: lain halnya. tambahan. lagi pula. tambahan pula. sebaliknya. misal: pendeknya. Paragraf di atas hanya terdiri dari kalimat topik saja. misalnya: tetapi. misalnya: di sini. berikutnya.

contoh pertama Kosa kata memegang peranan dan merupakan unsur yang paling mendasar dalam kemampuan berbahasa. Dengan demikian. di awal dan akhir. 5. Gagasan pokok itu dituangkan ke dalam kalimat topik / kalimat pokok. Tidak adanya penyediaan dana untuk melindungi ketam kenari. atau dalam seluruh paragraf itu. kini hanya dijumpai di daerah kecil yang terpencil. Berikut ini secara urut akan dipaparkan contoh-contoh paragraf dengan kalimat topik yang terletak di awal. Wacana tersebut adalah wacana Tajuk Rencana dalam suatu surat kabar. bahwa tajuk rencana merupakan gagasan dari redaksi surat kabar tersebut pada suatu masalah tertentu/sikap redaksi. jumlah kosa kata yang dikuasai seseorang juga akan menjadi indikator bahwa orang itu mengetahui sekian banyak konsep. khususnya dalam karang mengarang. padahal rumah tiram yang sudah mati mudah ditemukan. serta dalam seluruh paragraf. Tiram raksasa di kawasan Indonesia bagian barat kebanyakan sudah punah. di awal dan akhir. Di samping itu. Jumlah kosa kata yang dimiliki seseorang akan menjadi petunjuk tentang pengetahuan seseorang. Dari mana diperoleh dana untuk melindungi semua ini? Perlu kiranya ditambahkan di sini bahwa ada jenis wacana khusus/tertentu yang sengaja dibuat satu paragraf hanya terdiri dari satu kalimat saja dan ini merupakan kalimat topik. Demikian juga halnya dengan kepiting kelapa dan kepiting begal yang biasa menyebar dari pantai barat Afrika sampai bagian barat Lautan Teduh. semakin tinggi pula tingkat pengetahuan seseorang. atau tiram mutiara sebagaimana halnya untuk panda dan harimau. Semakin banyak kosa kata yang dikuasai. Sesuai dengan ciri wacana jurnalistik dalam sebuah tajuk. sehingga apa yang diuraikan hanyalah gagasan-gagasan pokoknya saja sementara uraian secara panjang lebar dapat dilihat dan dibaca pada berita-berita utamanya.Masalah kelautan yang dihadapi dewasa ini ialah tidak adanya peminat atau penggemar jenis binatang laut seperti halnya peminat atau penggemar penghuni darat atau burung-burung yang indah. Jenis mahkluk laut tertentu tiba-tiba punah sebelum manusia sempat melindunginya. contoh kedua . Kalimat topik/kalimat pokok dalam sebuah paragraf dapat diletakkan. kima. seorang penulis akan mudah memilih kata-kata yang tepat/cocok untuk mengungkapkan gagasan yang ada di dalam pikirannya. Letak Kalimat Topik dalam Sebuah Paragraf Sebagaimana telah dipaparkan di depan bahwa sebuah paragraf dibangun dari beberapa kalimat yang saling menunjang dan hanya mengandung satu gagasan pokok saja. di akhir di awal. Sangat sukar menemukan tiram hidup dewasa ini. di akhir.

Petani yang berpendidikan cukup dapat mengubah sistem pertanian tradisional. Itulah sebabnya. Kian lama kian berkurang. Sayup-sayup terdengar dentang lonceng gereja menyongsong hari baru dan menyatakan selamat tinggal pada hari kemarin. Lampu-lampu jalanan satu persatu mulai padam. Cicit burung mulai bersautan. Faktorfaktor inilah yang menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan melaju terus dengan cepat. peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sangat mendesak. Salah satu cara berlatih mengembangkan paragraf dapat dilakukan dengan membuat kerangka paragraf dahulu sebelum menulis paragraf itu. manusia telah mengubah segala-galanya . contoh keempat Keriuhan kokok ayam perlahan-lahan surut. 6. akhirnya tinggal satusatu saja terdengar koko yang nyaring. Kerangka paragraf Gagasan pokok : Keindahan alam di Tawangmangu makin surut Gagasan pununjang : 1. Setelah anak didik meninggalkan kelas. Petani yang berpendidikan cukup. makin lama makin terang. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Dengung dan raung lalu lintas jalan raya mulai menggila seperti kemarin. pengajaran bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa daerahnya. Ia merasa lebih intim dengan bahasa daerah. misalnya bercocok tanam hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan menjadi petani modern yang produktif. ia kembali mempergunakan bahasa daerah. Ayam-ayam sudah mulai turun dari kandangnya. contoh ketiga Peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sama pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup mereka. pergi ke ladang atau pelataran. unsur-unsur bahasa daerah tetap menerobos. Lengking klakson mobil dan desis kereta apai bergema menerobos ke relung-relung rumah di sepanjang jalan.Pada waktu anak memasuki dunia pendidikan. Mereka dapat memberikan umpan balik yang setimpal terhadap gagasan-gagasan yang dilontarkan perencana pembangunan. Jam sekolah berlangsung beberapa jam. mampu menunjang pembangunan secara positif. Pengembangan Paragraf. Ditambah lagi jika sekolah itu bersifat homogen dan gurunya pun penutur asli bahasa daerah itu. Sebagai contoh dapat dilihat paparan di bawah ini. Baik waktu istirahat maupun di antara jam-jam pelajaran. seiring langit di ufuk timur yang semburat merah. baik dalam pergaulan dengan teman-temannya atau dengan orang tuanya.

sawah. Dalam kurun waktu 25 tahun. terdapat dua pasang kursi kayu ukiran Jepara. Secara ringkas. Susunan logis ini mengenal dua macam urutan. (a) urutan ruang Bangunan itu terbagi dalam empat ruang. dari luar ke dalam. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini. atau tindakan. Batu-batu gunung telah menghadirkan gedung plaza megah yang menelan biaya trilyunan rupiah. Hutan. Misalnya gambaran dari depan ke belakang. 6. 3. Ruang ini disebut ruang pamujan karena di tempat inilah Sang Adipati selalu mengadakan upacara dan . Arus modernisasi dengan angkuhnya telah menelan kemesraan dan indahnya alam ini. Teknik-teknik tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut. dan alat lain di dalam dan di antara paragraf. dan ladang telah tergusur oleh berbagai bentuk bangunan. Ruangan ini tertutup rapat dan selalu dijaga oleh kesatria-kesatria terpilih Kadipaten Ranggenah. (b) urutan waktu (kronologis) yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa. pengembangan paragraf dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut. Ruangan tempat menyimpan benda-benda pusaka dan cendera mata ini sering disebut kundalini mesem. perbuatan. dari kanan ke kiri dan sebagainya. sawah. dinamika kehidupan manusia telah mengubah segalagalanya.2. jangan pula terlalu luas sehingga memerlukan penjelasan yang panjang lebar). yaitu: (a) urutan ruang (spasial) yang membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam sebuah ruang. terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka kadipaten dan cendera mata dari kadipaten-kadipaten lain. Ruangan ini sering digunakan Adipati Sindungriwut untuk menerima tamu kadipaten. Agak jauh di sebelah kanan ruang kundalini mesem terdapat sebuah ruangan yang senantiasa menebarkan aroma dupa. susunlah kalimat topik dengan baik dan layak (jangan terlalu spesifik sehingga sulit dikembangkan. Pertama.1 Secara Alamiah Dalam teknik ini penulis sekedar menggunakan pola yang sudah ada pada objek/kejadian yang dibicarakan. 4. hutan. Di sebelah kiri bangsal srimanganti. Ranting dan cabang pohon telah berganti dengan jeruji besi. Keempat gunakan kata-kata transisi. Pada ruang pertama yang sering disebut dengan bangsal srimanganti. dari bawah ke atas. Ketiga. Pagar tanaman dan bunga yang dulu bermekaran dengan indahnya telah diterjang tembok beton yang kokoh. dan ladang tergusur pohon-pohon tidak ada lagi pagar bunga sudah diganti gedung-gedung mewah dibangun Pengembangan paragraf: Bernostalgia tentang indahnya alam di Tawangmangu hanya akan menimbulkan kekecewaan saja. Kedua. dukunglah kalimat topik tersebut dengan detail-detail/ perincian-perincian yang tepat. frase. tempatkanlah kalimat topik tersebut dalam posisi yang menyolok dan jelas dalam sebuah paragraf. Ada beberapa teknik (cara) mengembangkan paragraf yang dapat dilakukan. 5.

Waktu ia dipanggil lagi untuk turnamen di Brunei tahun 1985. Produk Jepang yang khas di Indonesia terkenal dengan nama padi traktor yang bentuknya sudah mengalami perubahan dari model-model sebelumnya. Pikiran utama dari paragraf di atas adalah “bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman”.2 Klimaks dan Antiklimaks Gagasan utama mula-mula dirinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya. Beberapa meter dari ruang pamujan terdapat ruangan kecil dengan sebuah tempayan besar di tengahnya. kemudian perlahan-lahan . Pikiran utama itu kemudian dirinci dengan gagasan-gagasan : traktor yang dijalankan dengan mesin uap. Di samping Carterpillar. Kemudian berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga gagasan yang paling tinggi kedudukan/kepentingannya. traktor pun ikut-ikutan diberi model seperti tank. Contoh berikut kiranya dapat memperjelas uraian ini. yaitu traktor yang memakai roda rantai. Keturunan traktor model tank ini sampai sekarang masih dipergunakan orang. Ruangan ini sering disebut dengan ruang reresik. Yang pertama kali melatihnya adalah klub Halilintar. ia gagal memenuhinya karena kakinya cedera. traktor yang memakai roda rantai. Tahun 1984 ia pernah dipanggil untuk memperkuat PSSI ke Merdeka Games di Malaysia.kebaktian. Pada waktu tank menjadi pusat perhatian orang. karena ruangan ini sering digunakan untuk membersihkan diri Sang Adipati sebelum masuk ke ruang pamujan. Pengembangan dengan antiklimaks dilakukan dengan cara menguraikan gagasan dari yang paling tinggi kedudukannya. Dari sini pretasinya terus menanjak hingga kemudian ia dapat bergabung dengan klub Pelita Jaya sampai sekarang. Traktor semacam ini adalah hasil perusahaan Carterpillar. Jepang pun tidak mau kalah bersaing dalam bidang ini. dan traktor buatan Jepang. 6. saat ia baru lulus dari STM Negeri 3 jurusan teknik elektro. Ford pun tidak ketinggalan dalam pembuatan traktor dan alat-alat pertanian lainnya. Bentuk traktor mengalami perkembangan dari jaman ke jaman seiring dengan kemajuan tehnologi yang dicapai umat manusia. Variasi dari klimaks ialah antiklimaks. ada traktor yang dijalankan dengan mesin uap. traktor buatan Ford. Pada waktu mesin uap baru jaya-jayanya. (b) urutan waktu Menendang bola dengan sepatu baru dikenalnya sekitar tahun 1977.

Khusus & Khusus . Hal ini ditunjang lagi oleh faktor tidak terjadinya persaingan bahasa. 6. peristiwa.menurun ke gagasan lain yang lebih rendah. dan kegiatan kenegaraan .Umum (deduktif & induktif) Cara pengungkapan paragraf yang paling banyak digunakan adalah cara deduktif dan induktif. Kedudukan ini dimiliki sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Hanya dalam keadaan tertentu . terutama pidato kenegaraan.4 Perbandingan dan Pertentangan Untuk menambah kejelasan sebuah paparan. ditulis dan diucapkan dengan bahasa Indonesia. 6. (2) Dokumen-dokumen dan keputusan-keputusan serta surat menyurat yang dikeluarkan pemerintah dan badan-badan kenegaraan lainnya ditulis dalam bahasa Indonesia. mempertentangkan. Berikut ini secara urut akan disajikan contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara deduktif dan induktif. Demikian juga pemakaian bahasa Indoensia oleh masyarakat dalam upacara. membandingkan. komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat berlangsung dengan menggunakan bahasa Indonesia. Pidato-pidato. terutama bahasa Inggris. Kedudukan ini mungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia telah menjadi lingua franca selama berabad-abad di seluruh tanah air kita. menggambarkan. Berikut ini akan dipaparkan bentuk-bentuk pengembangan paragraf berdasarkan fungsinya dalam suatu karangan.3 Umum . kadang-kadang penulis berusaha membandingkan atau mempertentangkan. Dengan kata lain. Dalam hal ini penulis berusaha menunjukkan persamaan dan berbedaan antara dua hal. . demi kepentingan antarbangsa kadang-kadang pidato resmi ditulis dan diucapkan dalam bahasa asing. (1) Salah satu kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa nasional. atau memperdebatkan. Contoh berikut ini kiranya dapat memperjelas uraian di atas. Syarat perbandingan/pertentangan adalah dua hal yang tingkatannya sama dan kedua hal itu mempunyai persamaan sekaligus perbedaan. Bentuk pengembangan paragraf juga ditentukan oleh fungsi paragraf tersebut dalam sebuah karangan atau wacana. Ada paragraf yang berfungsi untuk menjelaskan. maksudnya persaingan bahasa daerah yang satu dengan bahasa daerah yang lain untuk mencapai kedudukannya sebagai bahasa nasional.

pemugaran kampung. ke pemakaman. . Dalam rangka mengejar ketertinggalan desa baik dalam bidang pembangunan maupun dalam bidang pengetahuan. 6. Hasil-hasil yang positif telah pula dinikmati oleh desa yang bersangkutan. Lain halnya dengan Margareth Thacher. jaksa masuk desa. ia melembutkan gaya berpakaian dan rambutnya. berspekulasi dan meneratas. berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah. pembuatan jembatan. Analogi ini dimaksudkan untuk menjelaskan hal yang kurang dikenal tersebut.. walaupun hasilnya masih belum kelihatan. Setelah itu ilmulah yang membelah gunung dan merambah hutan. Akhir-akhir ini surat kabar juga diusahakan masuk desa. Di dalam contoh berikut ini penulis ingin menjelaskan perbedaan filsafat dengan ilmu. mahasiswa ber-KKN. Pasukan infasntri ini diibaratkan sebagai ilmu pengetahuan yang diantaranya terdapat ilmu. Berikut ini akan disajikan contoh sebuah paragraf yang dikembangkan dengan contoh-contoh. seperti: perbaikan jalan. perbaikan dalam bidang kesehatan dan gizi. Barangkali perlu pula dipikirkan program selanjutnya. Hasilnya pun tidak mengecewakan. ke upacara resmi misalnya ke parlemen. dijelaskan dengan beberapa contoh.6 Contoh-contoh Sebuah generalisasi yang terlalu umum sifatnya agar dapat memberikan penjelasan kepada pembaca. yaitu: ABRI masuk desa. dan kemungkinan-kemungkinan lain. dan sebagainya. dan lain-lain. Ia hanya memakai topi ke pernikahan . koran masuk desa. misalnya bahasa Indonesia masuk desa. ABRI masuk desa sudah lama kita kenal. Ia menyenangi topi dan scraf.Ratu Elizabeth tidak begitu tertarik dengan mode. Contoh lain adalah KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Filsafat menyerahkan daerah yang sudah dimenangkan itu kepada pengetahuan-pengetahuan lainnya. maka filsafat pun pergiu kembali menjelajah laut lepas. Sejak menjadi pemimpin partai konservatif. pemberantasan buta aksara. listrik masuk desa. menyempurnakan kemenangan ini menjadi pengetahuan yang dapat diandalkan. misalnya: peningkatan pengetahuan masyarakat. Berikut ini akan disajikan contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara analogi. Ia membeli pakaian sekaligus dua kali setahun. dan lain sebagainya. Filsafat dapat diibaratkan sebagai pasukan marinir yang merebut pantai untuk mendaratkan pasukan infantri. 6. kadang-kadang memerlukan contoh-contoh yang konkrit.5 Analogi Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah dikenal umum dengan hal yang belum dikenal. Setelah penyerahan dilakukan. tetapi selalu berusaha tampil di muka umum seperti apa yang diharapkan rakyatnya. Kalimat topik contoh berikut ini mengandung gagasan pokok tentang usaha pemerintah dalam mengejar ketertinggalan desa. Ke luar kota paling senang mengenakan pakaian yang praktis. Filsafatlah yang memenangkan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan. Ia lebih cenderung berbelanja ke tempat yang agak murah.

katub limbah. diksi. ruang udara . Berikut ini akan disajikan contoh pengembangan paragraf dengan cara mengklasifikasikan. pemerintah daerah akan memasang pagar pemisah antara jalan kendaraan dengan trotoar. dan akibat sebagai pikiran penjelas. Desain katub limbah dan katub pemasukan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi bergantian. 9 6.Klasifikasi Dalam pengembangan paragraf. Dalam hal ini sebab dapat berfungsi sebagai pikiran utama. Dalam karang-mengarang atau tulis-menulis. dan mengalirkan sebagian air tersebut ke tempat yang lebih tinggi.7 Sebab . Untuk lebih jelasnya. Pada dasarnya air dapat dipompakan karena adanya perubahan energi kinetis air jatuh. kosa kata. pungtuasi. Pengelompokan ini biasanya dirinci lebih lanjut ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. kadang-kadang penulis terpaksa menguraikan dengan beberapa kalimat atau bahkan beberapa paragraf. sehingga sanggup mengangkat dan mengalirkan air ke tempat yang lebih tinggi permukaannya. dan kalimat.6. dan bagian-bagian dari pompa tersebut. dituntut beberapa kemampuan antara lain kemampuan yang berhubungan dengan kebahasaan dan kemampuan pengembangan atau penyajian. perhatikan contoh berikut Jalan Jendral Sudirman akhir-akhir ini kembali macet dan semrawut. katup udara..8 Definisi Luas Untuk memberikan batasan tentang sesuatu. Pompa ini bekerja dengan memanfaatkan tenaga aliran air yang berasal dari sumber air. Sedangkan yang dimaksud dengan kemampuan pengembangan ialah kemampuan menata paragraf. subpokok bahasan. dan kemampuan membagi pokok bahasan dalam urutan yang sistematik. katub pengantar. . Berikut ini akan disajikan contoh pengembangan paragraf yang berfungsi menjelaskan apa yang dimaksud dengan pompa hidran. Untuk mengatasinya. Pemasangan pagar ini terpaksa dilakukan mengingat pelanggaran pedagang kaki lima di lokasi itu sudah sangat keterlaluan.Akibat Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berbentuk sebab akibat. Yang termasuk kemampuan kebahasaan adalah kemampuan menerapkan ejaan. atau sebaliknya. dan pipa pengeluaran. 6. Bagian utama sistem ini ialah pompa pemasukan. sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. Pagar ini juga berfungsi sebagai batas pemasangan tenda pedagang kaki lima tempat mereka diizinkan berdagang. Lebih dari separuh jalan kendaraan kembali tersita oleh kegiatan pedagang kaki lima. yang menimbulkan tenaga yang cukup tinggi dalam ruang udara. kemampuan membedakan pokok bahasan. bagaimana cara kerjanya. Pompa hidran (Hydraulicran) ialah sejelis pompa yang dapat bekerja secara kontinue tanpa menggunakan bahan bakar atau energi tambahan dari luar. kadang-kadang kita mengelompokkan hal-hal yang mempunyai persamaan.

Gagasan utama paragraf akan menjadi jelas apabila dilakukan perincian yang cermat. Pola pengembangan yang dipakai. dan latar ruang atau waktu. maka pola pengembangan yang sebaiknya dipilih adalah pola kronologis (naratif) atau proses (eksposisi). kejadian. Narasi fiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif. . apabila gagasan yang hendak disampaikan itu berupa urutan peristiwa. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas kedalam gagasan-gagasan penjelas.G. Pilihan pola pengembangan ditentukan pula oleh pandangan penulis itu sendiri terhadap masalah yang hendak disampaikannya. Argumentasi). Sabarti. Berdasarkan materi pengembangannya.R. 1990. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia.Paragraf Narasi Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan itu. Kemampuan memerinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas. 1. Misalnya. Maidar G. maka pola yang dipilih adalah pola kausalitas (eksposisi. 2.Disarikan dari berbagai sumber untuk keperluan mengajar Ingin download artikel ini? Slikan klik di sini sumber utama: Akhadiah. Lain lagi apabila masalahnya itu mengenai sebab-akibat suatu kejadian. Perincianperincian itu dapat dilakukan dengan bermacam pola pengembangan. yakni narasi fiksi dan narasi nonfiksi. Jakarta: Erlangga. hal: 143-165 Pola Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama.. yakni: 1. paragraf narasi terbagi ke dalam dua jenis. Dalam paragraf narasi terdapat tiga unsur utama yaitu tokoh-tokoh. Sakura H. antara lain ditentukan oleh gagasan atau masalah yang hendak dikemukakan.

Dari luar bangunan ini tampak indah. Contoh: Pada malam hari. 2. Untuk menggambarkan sesuatu tempat atau keadaan. Pola ini menggambarkan suatu ruangan dari kiri ke kanan. dari timur ke barat. Pola pengembangan paragraf deskripsi. Contohnya biografi dan laporan perjalanan.Bahasanya cenderung informatif dan menitikberatkan penggunaan makna denotasi. 4. 2. Pola Spansial Pola spansial adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan atas ruang dan waktu. Begitu hangat. antara lain. dari bawah ke atas. a. Dalam pola ini penggambaran berpatokan pada posisi atau keberadaan penulis terhadap objek yang digambarkannya itu.memperluas pengetahuan atau wawasan. Lampu-lampu taman yang bersinar menambah kesan eksotis yang telah ada.menyampaikan informasi yang memperluas pengetahuan.Menyampaikan makna atau amanat secara tersirat sebagai sarana rekreasi rohaniah. suatu yang ada dan benar-benar terjadi. 3. Apalagi dengan cahaya lampu yang memantul dari seluruh penjuru rumah. Uraian tentang kepadatan penduduk suatu daerah dapat dikemukakan dengan landasan urutan geografi (misalnya: dari barat ke timur atau dari utara ke selatan). Narasi Nonfiksi 1. Deskripsi mengenai sebuah gedung bertingkat dapat dilakukan dari tingkat pertama berturut-turut hingga tingkat terakhir. dari depan ke belakang. Perbedaan yang lebih jelas antara narasi fiktif dan nonfiktif adalah sebagai berikut: Narasi Fiksi 1. pemandangan rumah terlihat begitu eksotis. Narasi ini disebut juga narasi ekspositori. Begitu indah. Narasi nonfiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa faktual. Pola Sudut Pandang Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan tempat atau posisi seorang penulis dalam melihat sesuatu. pertama-tama . meliputi pola pengembangan spasial dan pola sudut pandang.Narasi fiksi disebut juga narasi sugestif.Penalaran difungsikan sebagai alat pengungkap makna. mampu memberikan pancaran hangat bagi siapa saja yang memandangnya. penggambaran terhadap suasana suatu lingkungan dapat dilakukan mulai dari siang. sore. 4.Menggugah majinasi. kalau perlu dapat diabaikan. 2. b.Paragraf Deskripsi Paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci.Bahasa cenderung figuratif dan menitikberatkan penggunaan konotasi. Contohnya: novel dan cerpen. 3.Penalaran digunakan sebagai sarana untuk mencapai kesepakatan rasional. Pola sudut pandang tidak sama dengan pola spansial. hingga malam hari. dan sebagainya.

kulit wajah kita akan kelihatan bersih dan berseri-seri. Masaklah hasil tumbukan itu dengan air secukupnya dan tunggu sampai mendidih.penulis mengambil sebuah posisi tertentu. tetapi tiada berupa jauh sinar yang halus itu lenyap dibalut oleh kelam yang maha kuasa. ketiganya sunyi dan sepi pula. yakni dengan cara proses. Untuk memaparkan masalah yang dikemukakan. Pola Sebab Akibat Pengembangan paragraf dapat pula dinyatakan dngan menggunakan sebab-akibat. b. tumbuk sampai halus. Dalam hal ini sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama. dikakinya tegak pondok. Kemudian. Sedikitnya terdapat tiga pola pengembangan paragraf eksposisi. 3. paragraf eksposisi menggunakan contoh. 3) penulis menjelaskan tiap urutan itu ke dalam detail-detail yang tegas sehingga pembaca dapat melihat seluruh prose dengan jelas. Contoh: Sekarang hanya beberapa langkah lagi jaraknya mereka dari tebing diatas jalan. Dari paragraf Jenis ini diharapkan para pembaca dapat memahami hal atau objek itu dengan sejelas-jelasnya. ia menggambarkan benda demi benda yang terdapat dalam tempat itu. tak sedikit jua pun kentara. Insya Allah. di samping buahnya yang digunakan untuk pembuatan minuman. 2) penulis harus membagi proses tersebut atas tahap-tahap kejadiannya.Paragraf Eksposisi Paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan atau menerangkan suatu hal atau objek. pandai bergerak dan bersuara. a. Setelah itu. sebab dan akibat. Dari celah-celah dinding pondok keluaran cahaya yang kuning merah. Pola Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau urutan dari suatu kejadian atau peristiwa. sunyi-mati. bahwa dia melindungi manusia yang hidup. Caranya. ramuan tersebut kita dinginkan dan setelah dingin baru kita gunakan untuk membersihkan wajah. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. Contoh : Pohon anggur. ambilah daun anggur secukupnya. serta berbagai bentuk fakta dan data lainnya. Untuk menyusun sebuah proses. serta ilustrasi. Oleh isyarat yang lebih terang dari perkataan itu maju sekian temannya sejajar dengan dia. 1) penulis harus mengetahui perincian-perincian secara menyeluruh. secara perlahan-lahan dan berurutan. yakni mulai dari yang terdekat kepada yang terjauh. sedangkan akibat sebagai perincian . Lalu. Medasing menegakkan dirinya sambil menguasai ke muka dan ia pun berdiri tiada bergerak sebagai pohon diantara pohon-pohon yang lain. daunnya pun dapat digunakan sebagai bahan untuk pembersih wajah. Di antara daun kayu tapak kepada mereka tebing tu turun ke bawah. Di bawahnya kedengaran sebentar-bentar sepi mendengaus dan bintangbintang itupun kelihatan kekabur-kaburan dalam sinar bara yang kusam. Dikelilingi pondok itu tertegak pedati. grafik.

Persoalan sebab-akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya dengan proses.04 persen.85 persen. Misalnya. demikian pula perkebunan. Namun demikian. contoh. dan sejenisnya. Bila disusun untuk mencari hubungan antara bagian-bagiannya. Untuk lebih jelasnya persamaan dan perbedaan antara paragraph eksposisi dan argumentasi adalah sebagai berikut. a. Dalam beberapa hal memang terdapat beberapa persamaan antara paragraf-paragraf eksposisi. gagasan dan keyakinan kita. Persamaan tersebut. Alasan-alasan.7 ribu ton pada tahun 1993. kontribusi dari sektor-sektor pertanian terhadap produk domestik broto (PDB) meningkat dari 18. Walaupun terkena kebakaran sepanjang tahun. Ilustrasiilustrsi tersebut dipakai sekedar untuk menjelaskan maksud penulis. Akibat dijadikan gagasan utama. yang meningkat 6. Sejak itu. Secara umum. 4. Contoh : Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak memahami imbas krisis ekonomi sektor-sektor di bidang pertanian. Dalam hal ini pengamatanpengamatan pribadi merupakan bahan ilustrasi yang paling efektif dalam menjelaskan gagasangagasan umum tersebut. Akibatnya.5 juta ton. antara lain bahwa kedua jenis paragraf tersebut sama-sama memerlukan data dan fakta yang meyakinkan. bukti.46 persen. Dalam karangan eksposisi.65 persen. sikap atau keyakinan. sedangkan untuk memahami sepenuhnya. Contoh : Pada tahun 1997. yaitu 6. akan tetapi.95 persen. kita mengekspor sebesar 371. dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan.1 ton tahun 1998. Padahal selama 30 tahun terakhir. 2) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau dipenjelas . persamaan 1) Argumentasi dan eksposisi sama-sama menjelaskan pendapat. maka proses itu dapat disebut proses kausal.pengembangannya. perikanan masih meningkat cukup mengesankan. ilustrasi-ilustrsi tersebut tidak berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat.07 persen menjadi 18. yang telah kita pelajari terdahulu. Impor beras meningkat. paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan alasan. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984. diperkirakan menjadi 3. pangsa sector pertanian merosot dari tahun ke tahun. pada tahun 1004. dapat juga terbalik. Argumentasi berarti pemberian alasan yang kuat dan meyakinkan. produksi padi turun 3. terdapat pula perbedaan yang mencolok antara keduanya. akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya. Pola Ilustrasi Sebuah gagasan yang terlalu umum. sektor kehutanan masih tumbuh 2. impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2. Dengan demikian. digunakan penulis untuk mempengaruhi pembaca agar mereka menyetujui pendapat. c. dengan paragraf argumentasi. neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. memerlukan ilustrasi-ilustrsi konkrit.3 ribu ton beras. bahkan 530. pada tahun 1986.Paragraf Argumentasi Argumentasi bermakna „alasan‟. Namun demikian.

Dalam paragraf tersebut penulis mengemukakan sejumlah pendapat. tahu akan ketakutan. grafik. 2) Eksposisi menggunakan contoh. diagram. b) pengamatan dan penelitian. Bila anda benar-benar mampuy mengerti manusia atau orang. kita akan memiliki kemampuan dalam mengembangkan hubungan positif dengan orang lain. peta. grafik. gambar. 3) Penutup pada akhir eksposisi biasanya menegaskan lagi dari sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya. 3) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan analisis dan sintesis dalam pembahasannya. Tentu saja anda harus membaca buku dan mendengarkan pkaset raihlah apa yang anda peroleh dari kebijakan orang lain. Argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga pembaca menyetujui bahwa pendapat. penulis mengemukakan sejumlah alasan. Ini adalah sau gaya hidup yang harus dikembangkan. maka akan memiliki kemampuan mengembangkan hubungan tersebut. dan lain-lainnya untuk menjelaskan sesuatu yang kita kemukakan. Dengarkanlah keinginan hati mereka. 4) Penutup pada akhir argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya. Amatilah mereka dan pelajarilah cara mereka berpikir. dan lain-lainnya.dengan angka. 4) Argumentasi dan eksposisis sama-sama menggali idenya dari: a) pengalaman. sikap dan keyakinan kita benar. . namun jangan abaikan bergaul dengan orang lain dan pelajarilah tabiat mereka. dan impian mereka. Untuk meyakinkan pembaca atas argumentasinya itu. bukan satu studi ilmiah. grafik. antara lain bahwa kita (pembaca) harus menjadi seorang pengamat manusia. Perbedaan 1) Tujuan eksposisi hanya menjelaskan dan menerangkan sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. bahwa dengan menjadi seorang pengamat manusia. Berbicaralah dengan orang-orang. harapan. c) sikap dan keyakinan. Argumentasi memberi contoh. Contoh: Mengembangkan hubungan positif dengan orang lain sebenarnya bertujuan pada satu hal: anda harus menjadi seorang pengamat manusia. b. dan lain-lainnya untuk membuktikan bahwa sesuatu yang kita kemukakan itu benar.

contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Pengembangan paragraph deduktif. pasti berbeda dengan pengembangan paragraf induktif yang merupakan kebalikan dari paragraf deduktif.yaitu: persuasive. atau sebaliknya. argumentatif. lebihlebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas. Metode tersebut sudah pasti digunakan untuk mengembangkan alinea argumentatif. Metode Proses Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. a. Sifat paragrafnya argumentative murni atau dikombinasikan dengan deskriptif ata eksposisi. deskriptif. naratif. Metode Contoh Dalam karangan ilmiah. Metode pengembangan paragraf akan bergantung pada sifat informasi yang akan disampaikan. c. penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan cirri khas konsep tersebut. b. Metode Sebab-Akibat Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya. Factor yang terpenting dalam metode kausalitas ini adalah kejelasan dan kelogisan. Demikian juga dengan tipe paragraf yang lainnya. yang menempatkan ide/gagasan utama pada awal paragraf. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. d. misalnya.Pengembangan Paragraf Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf sangat berkaitan erat dengan posisi kalimat topik karena kalimat topiklah yang mengandung inti permasalahan atau ide utama paragraf. penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis). dan eksposisi. misalnya akan berbeda dengan naratif. Metode Definisi Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. Metode kausalitas atau sebab-akibat umumnya tampil di tengah karangan yang berisi pembahasan atau analisis. Metode Umum-Khusus . Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda. Contoh-contoh terurai. e.

Metode Klasifikasi Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat. f. bentuk. dan lain-lain. . Bagi penulis pemula. belajar menyusun paragraf dengan metode ini adalah yang paling disarankan.Metode umum-khusnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur. Klsifikasi sebenarnya bukan khusu untuk persamaan factor tersebut di atas. cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi. tetapi juga untuk perbedaan. ukuran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful