P. 1
PENGERTIAN PENDIDIKAN 3

PENGERTIAN PENDIDIKAN 3

|Views: 39|Likes:
Published by zuliaden

More info:

Published by: zuliaden on Nov 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2012

pdf

text

original

PARAGRAF DAN PENGEMBANGANNYA 01. Pengertian Paragraf Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

Dalam sebuah paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut; mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas, sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Paragraf dapat juga dikatakan sebagai sebuah karangan yang paling pendek (singkat). Dengan adanya paragraf, kita dapat membedakan di mana suatu gagasan mulai dan berakhir. Kita akan kepayahan membaca tulisan atau buku, kalau tidak ada paragraf, karena kita seolah-olah dicambuk untuk membaca terus menerus sampai selesai. Kitapun susah memusatkan pikiran pada satu gagasan ke gagasan lain. Dengan adanya paragraf kita dapat berhenti sebentar sehingga kita dapat memusatkan pikiran tentang gagasan yang terkandung dalam paragraf itu. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini.

namum majelis hakim sesuai dengan kebebasannya yang mendasari keyakinan dan kebenaran hukum. 2. tetang tanggung jawab hakim. ada kelainan di mata. tanduk masih lemah. Inilah yang dinamakan paragraf.misalnaya: masih di bawah umur. Banteng itu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. tidak boleh begitu saja terpengaruh. Paragraf . Dalam pertarungan matador yang resmi. Dokter hewan berhak menolak banteng yang tidak memenuhi syarat. Hakim harus mampu memberikan keputusan yang seadil-adilnya. tentang kemampuan hakim. biasanya ada enam ekor banteng yang dibunuh oleh tiga orang laki-laki. atau penyakit yang nyata kelihatan. tersangka pada hakikatnya secara psikologis sudah dicap terpidana. Memang jaksa adalah satu-satunya aparat penegak hukum yang mempunyai wewenang menuduh tersangka melakukan tindak pidana seperti yang dirumuskan dalam surat tuduhan berdasarkan pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan polisi. Setiap matador mempunyai tiga orang candrilla yang terdiri dari lima-enam orang yang dibayar dan diperintah oleh matador. The Bullfight) Dari contoh di atas dapat dilihat peralihan antara paragraf pertama dan paragraf kedua. Tiga dan lima/enam orang tersebut menolongnya di lapangan. dan telah mempunyai tanduk yang runcing serta bagus. Banteng-banteng ini telah diperiksa oleh dokter hewan setempat sebelum bertanding. mereka muncul dengan menunggang kuda di arena . yaitu: berumur 4-5 tahun. tidak cacat. atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya (yang baru). karena adanya pemberitaan pers yang mengutip tuduhan jaksa penuntut umum dalam proses pemeriksaan. Laki-laki yang bertugas membunuh mereka disebut matador. (Earnest Hemingway. Bagaimanapun tuduhan jaksa dengan pasal-pasal dan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa tersangka pantas dijatuhi pidana. Kegunaan Paragraf Kegunaan paragraf yang utama adalah untuk menandai pembukaan topik baru. Setiap laki-laki membunuh dua ekor banteng. tentang hakim yang tidak boleh terpengaruh oleh tuntutan jaksa. dijalin sedemikian rupa dalam kalimat-kalimat yang membentuk sebuah kesatuan. tentang wewenang jaksa menuduh tersangka. Yang dua lagi dinamakan picadors. Untuk lebih jelasnya. perhatikan contoh berikut.Sesuai dengan asas praduga tak bersalah. Dalam hal ini dituntut keberanian dan keyakinan yang tinggi dan tanggung jawab yang besar terhadap Tuhan Yang Maha Esa Gagasan tentang tersangka yang sudah dicap terpidana. dengan memakai mantel tanpa lengan dan atas perintahnya menempatkan banderillas yaitu kayu yang panjangnya tiga kaki dengan ujung yang tajam dan berbentuk garpu yang disebut peones atau banderilleros. Pilihan banteng yang akan mereka bunuh tergantung hasil undian.

03. Setiap pengendara atau masyarakat mengetahui arti dan fungsinya. Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa penulis menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan paragraf pertama dan memberikan contoh yang spesifik penggunaan simbol dalam bidang lain yaitu puisi. karena simbol itu menyarankan suatu arti tertentu. pemakaian simbol cukup dominan. sedangkan paragraf kedua tentang laki-laki yang bertugas membunuh banteng (matador). Untuk lebih jelasnya. paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca.pertama bercerita tentang banteng. paragraf dapat dibedakan menjadi tiga. Paragraf pembuka memiliki peran sebagai pengantar bagi pembaca untuk sampai pada masalah yang akan diuraikan oleh penulis. Paragraf pertama dan paragraf kedua pun terlihat berhubungan erat. antar kalimat maupun antar paragraf harus saling berhubungan secara logis. paragraf pembuka juga berfungsi untuk menjelaskan tujuan dari penulisan itu. . Semua inti persoalan yang akan dibahas oleh penulis diuraikan dalam paragraf ini. Pemakaian simbol itu erat sekali hubungannya dengan tujuan penyair untuk menyuarakan sesuatu secara tepat yang berkaitan erat dengan pengimajiannya. Oleh sebab itu. Sekarang timbul pertanyaan. Usahakan paragraf pembuka ini tidak terlalu panjang agar pembaca tidak merasa bosan. atau bisa juga berupa penegasan kembali hal-hal yang dianggap penting dalam uraian-uraian sebelumnya. Untuk itu. Justru di sinilah letak unsur seninya. yaitu: paragraf pembuka.  Paragraf penghubung berfungsi menguraikan masalah yang akan dibahas oleh seorang penulis. Simbol yang pemakaiannya begitu umum terdapat juga dalam puisi. apakah sebetulnya simbol itu? Dengan singkat dapat dikatakan bahwa simbol ialah sesuatu yang pengandung arti lebih dari yang terdapat dalam fakta. Paragraf penutup bertujuan untuk mengakhiri sebuah karangan/tulisan. paragraf penghubung dan paragraf penutup. Uraian dalam paragraf penghubung ini. Macam-Macam Paragraf Berdasarkan tujuannya. Kegunaan lain dari paragraf ialah untuk menambah hal-hal yang penting untuk memerinci apa yang diutarakan dalam paragraf terdahulu. Di samping untuk menarik perhatian pembaca. Bahkan dalam puisi. serta sanggup mempersiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. perhatikan pula contoh berikut ini Tanda-tanda lalu lintas agaknya sudah dijadikan sebagai simbol (lambang) yang berlaku di mana-mana dan mudah dipahami. Paragraf ini bisa berisi tentang kesimppulan masalah yang telah dibahas dalam paragraf penghubung. Di sekeliling kita banyak simbol-simbol yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. secara kuantitatif paragraf ini merupakan paragraf yang paling panjang dalam keseluruhan karangan/tulisan.

2 Kepaduan Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh suatu paragraf ialah koherensi atau kepaduan. Hal ini sangat tergantung pada besarnya penghasilan setiap keluarga. Mereka dapat menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk membangun tempat-tempat beribadah. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini. Syarat-syarat Pembentukan dan Pengembangan Paragraf Dalam pembentukan / pengembangan paragraf. tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Tempat ibadah memang perlu bagi masyarakat. . bahwa tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan. 4. Kebutuhan hidup sehari-hari setiap keluarga dalam masyarakat tidaklah sama. perlu diperhatikan persyaratanpersyaratan berikut. Gagasan pokok tentang penghasilan suatu keluarga dalam pengembangannya kita jumpai gagasan pokok lain tentang tempat beribadah. Untuk itu. Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut. Kata atau frase transisi yang dapat dipakai dalam karangan ilmiah sekaligus sebagai penanda hubungan dapat dirinci sebagai berikut. Lain halnya dengan keluarga yang berpenghasilan tinggi. uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Contoh paragraf di atas adalah contoh paragraf yang tidak memiliki prinsip kesatuan. Hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain tidak merupakan satu kesatuan yang bulat untuk menunjang gagasan utama. Dengan kata lain. Semua kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok. Perbedaan penghasilan yang besar dalam masyarakat telah menimbulkan jurang pemisah antara Si kaya dan Si miskin. atau untuk kegiatan sosial lainnya. dan pembaca pun dapat dengan mudah memahami/mengikuti jalan pikiran penulis tanpa hambatan karena adanya perloncatan pikiran yang membingungkan. 4. di dalam pengembangannya.1 Kesatuan Sebagaimana telah dipaparkan di depan. mungkin kebutuhan pokok pun sulit terpenuhi. Sebuah paragraf bukanlah sekedar kumpulan atau tumpukan kalimat-kalimat yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri.04. uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. Keluarga yang berpenghasilan sangat rendah. Pada umumnya tempat-tempat ibadah ini dibangun secara bergotong royong dan sangat mengandalkan sumbangan para dermawan.

sesungguhnya •Hubungan yang menyatakan tempat. Contoh paragraf di atas hanya diperluas dengan perulangan. kemudian •Hubungan yang menyatakan singkatan. misalnya: di sini. contoh pertama Suku Dayak tidak termasuk suku yang suka bertengkar. ketiga. misal: pendeknya. dekat. Contoh ketiga berikut ini merupakan contoh pengembangan dari contoh paragraf kedua di atas. namun. di seberang. oleh sebab itu. misalnya: tetapi. bagaimanapun. ringkasnya. contoh ketiga . di samping itu. meskipun •Hubungan yang menyatakan akibat/hasil. misalnya: sementara itu. akibatnya •Hubungan yang menyatakan tujuan. demikian juga •Hubungan yang menyatakan perbandingan. walaupun demikian. Suatu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan kalimat topik/gagasan utama. lalu. berdampingan dengan 4. tambahan.• Hubungan yang menandakan tambahan kepada sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya. sesudah itu. kedua. berdekatan. karena itu. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh-contoh berikut ini. berikutnya. sama sekali tidak. Mereka tidak suka berselisih dan bersengketa. maka. selanjutnya. seperti. jadi. beberapa saat kemudian.3 Kelengkapan Syarat ketiga yang harus dipenuhi oleh suatu paragraf adalah kelengkapan. sama sekali tidak. juga. yakni. contoh kedua Masalah kelautan yang dihadapi dewasa ini ialah tidak adanya peminat atau penggemar jenis binatang laut seperti halnya peminat atau penggemar penghuni darat atau burung-burung yang indah Contoh paragraf kedua di atas merupakan contoh paragraf yang tidak dikembangkan. meskipun •Hubungan yang menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya. dalam hal yang demikian. biarpun. tambahan pula. seperti halnya. sebaliknya. dengan kata lain. Pengembangannya pun tidak maksimal. seperti sudah dikatakan. Paragraf di atas hanya terdiri dari kalimat topik saja. secara singkat. biarpun. misalnya: lebih-lebih lagi. akhirnya. sebaliknya. misalnya. segera. dalam hal yang sama. misal: sebab itu. pada umumnya. di sana. lagi pula. misalnya: lain halnya.

di akhir di awal. seorang penulis akan mudah memilih kata-kata yang tepat/cocok untuk mengungkapkan gagasan yang ada di dalam pikirannya. sehingga apa yang diuraikan hanyalah gagasan-gagasan pokoknya saja sementara uraian secara panjang lebar dapat dilihat dan dibaca pada berita-berita utamanya. di awal dan akhir. Letak Kalimat Topik dalam Sebuah Paragraf Sebagaimana telah dipaparkan di depan bahwa sebuah paragraf dibangun dari beberapa kalimat yang saling menunjang dan hanya mengandung satu gagasan pokok saja. Tidak adanya penyediaan dana untuk melindungi ketam kenari. Semakin banyak kosa kata yang dikuasai. Wacana tersebut adalah wacana Tajuk Rencana dalam suatu surat kabar. padahal rumah tiram yang sudah mati mudah ditemukan. Dari mana diperoleh dana untuk melindungi semua ini? Perlu kiranya ditambahkan di sini bahwa ada jenis wacana khusus/tertentu yang sengaja dibuat satu paragraf hanya terdiri dari satu kalimat saja dan ini merupakan kalimat topik. bahwa tajuk rencana merupakan gagasan dari redaksi surat kabar tersebut pada suatu masalah tertentu/sikap redaksi. contoh pertama Kosa kata memegang peranan dan merupakan unsur yang paling mendasar dalam kemampuan berbahasa. Tiram raksasa di kawasan Indonesia bagian barat kebanyakan sudah punah. Sangat sukar menemukan tiram hidup dewasa ini.Masalah kelautan yang dihadapi dewasa ini ialah tidak adanya peminat atau penggemar jenis binatang laut seperti halnya peminat atau penggemar penghuni darat atau burung-burung yang indah. 5. khususnya dalam karang mengarang. kini hanya dijumpai di daerah kecil yang terpencil. Jenis mahkluk laut tertentu tiba-tiba punah sebelum manusia sempat melindunginya. atau tiram mutiara sebagaimana halnya untuk panda dan harimau. serta dalam seluruh paragraf. Sesuai dengan ciri wacana jurnalistik dalam sebuah tajuk. di akhir. semakin tinggi pula tingkat pengetahuan seseorang. kima. atau dalam seluruh paragraf itu. Kalimat topik/kalimat pokok dalam sebuah paragraf dapat diletakkan. jumlah kosa kata yang dikuasai seseorang juga akan menjadi indikator bahwa orang itu mengetahui sekian banyak konsep. Jumlah kosa kata yang dimiliki seseorang akan menjadi petunjuk tentang pengetahuan seseorang. Berikut ini secara urut akan dipaparkan contoh-contoh paragraf dengan kalimat topik yang terletak di awal. Gagasan pokok itu dituangkan ke dalam kalimat topik / kalimat pokok. Demikian juga halnya dengan kepiting kelapa dan kepiting begal yang biasa menyebar dari pantai barat Afrika sampai bagian barat Lautan Teduh. di awal dan akhir. contoh kedua . Dengan demikian. Di samping itu.

manusia telah mengubah segala-galanya . Petani yang berpendidikan cukup dapat mengubah sistem pertanian tradisional. Sebagai contoh dapat dilihat paparan di bawah ini. Lampu-lampu jalanan satu persatu mulai padam. mampu menunjang pembangunan secara positif. Sayup-sayup terdengar dentang lonceng gereja menyongsong hari baru dan menyatakan selamat tinggal pada hari kemarin.Pada waktu anak memasuki dunia pendidikan. Ia merasa lebih intim dengan bahasa daerah. 6. seiring langit di ufuk timur yang semburat merah. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Setelah anak didik meninggalkan kelas. pergi ke ladang atau pelataran. Ayam-ayam sudah mulai turun dari kandangnya. Kerangka paragraf Gagasan pokok : Keindahan alam di Tawangmangu makin surut Gagasan pununjang : 1. Pengembangan Paragraf. Baik waktu istirahat maupun di antara jam-jam pelajaran. pengajaran bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa daerahnya. Petani yang berpendidikan cukup. Ditambah lagi jika sekolah itu bersifat homogen dan gurunya pun penutur asli bahasa daerah itu. Kian lama kian berkurang. ia kembali mempergunakan bahasa daerah. Itulah sebabnya. Cicit burung mulai bersautan. peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sangat mendesak. misalnya bercocok tanam hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan menjadi petani modern yang produktif. Faktorfaktor inilah yang menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan melaju terus dengan cepat. akhirnya tinggal satusatu saja terdengar koko yang nyaring. contoh keempat Keriuhan kokok ayam perlahan-lahan surut. Mereka dapat memberikan umpan balik yang setimpal terhadap gagasan-gagasan yang dilontarkan perencana pembangunan. Dengung dan raung lalu lintas jalan raya mulai menggila seperti kemarin. Salah satu cara berlatih mengembangkan paragraf dapat dilakukan dengan membuat kerangka paragraf dahulu sebelum menulis paragraf itu. Lengking klakson mobil dan desis kereta apai bergema menerobos ke relung-relung rumah di sepanjang jalan. Jam sekolah berlangsung beberapa jam. unsur-unsur bahasa daerah tetap menerobos. baik dalam pergaulan dengan teman-temannya atau dengan orang tuanya. contoh ketiga Peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sama pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup mereka. makin lama makin terang.

frase. hutan. Pertama. 4.1 Secara Alamiah Dalam teknik ini penulis sekedar menggunakan pola yang sudah ada pada objek/kejadian yang dibicarakan. Kedua. Arus modernisasi dengan angkuhnya telah menelan kemesraan dan indahnya alam ini. Dalam kurun waktu 25 tahun. dari luar ke dalam. Batu-batu gunung telah menghadirkan gedung plaza megah yang menelan biaya trilyunan rupiah. terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka kadipaten dan cendera mata dari kadipaten-kadipaten lain. yaitu: (a) urutan ruang (spasial) yang membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam sebuah ruang. (b) urutan waktu (kronologis) yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa. perbuatan. Susunan logis ini mengenal dua macam urutan. Ruang ini disebut ruang pamujan karena di tempat inilah Sang Adipati selalu mengadakan upacara dan . dan ladang telah tergusur oleh berbagai bentuk bangunan. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini. dari bawah ke atas. terdapat dua pasang kursi kayu ukiran Jepara. Misalnya gambaran dari depan ke belakang. sawah. Secara ringkas. dari kanan ke kiri dan sebagainya. Keempat gunakan kata-kata transisi. sawah. Teknik-teknik tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut. Ketiga. Pagar tanaman dan bunga yang dulu bermekaran dengan indahnya telah diterjang tembok beton yang kokoh. 6. jangan pula terlalu luas sehingga memerlukan penjelasan yang panjang lebar). dan alat lain di dalam dan di antara paragraf. Ada beberapa teknik (cara) mengembangkan paragraf yang dapat dilakukan. atau tindakan. Di sebelah kiri bangsal srimanganti. dinamika kehidupan manusia telah mengubah segalagalanya. tempatkanlah kalimat topik tersebut dalam posisi yang menyolok dan jelas dalam sebuah paragraf. 3. pengembangan paragraf dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut. (a) urutan ruang Bangunan itu terbagi dalam empat ruang. Ranting dan cabang pohon telah berganti dengan jeruji besi. dukunglah kalimat topik tersebut dengan detail-detail/ perincian-perincian yang tepat. Ruangan ini tertutup rapat dan selalu dijaga oleh kesatria-kesatria terpilih Kadipaten Ranggenah. Hutan. dan ladang tergusur pohon-pohon tidak ada lagi pagar bunga sudah diganti gedung-gedung mewah dibangun Pengembangan paragraf: Bernostalgia tentang indahnya alam di Tawangmangu hanya akan menimbulkan kekecewaan saja.2. susunlah kalimat topik dengan baik dan layak (jangan terlalu spesifik sehingga sulit dikembangkan. 5. Ruangan ini sering digunakan Adipati Sindungriwut untuk menerima tamu kadipaten. Agak jauh di sebelah kanan ruang kundalini mesem terdapat sebuah ruangan yang senantiasa menebarkan aroma dupa. Pada ruang pertama yang sering disebut dengan bangsal srimanganti. Ruangan tempat menyimpan benda-benda pusaka dan cendera mata ini sering disebut kundalini mesem.

2 Klimaks dan Antiklimaks Gagasan utama mula-mula dirinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya. Jepang pun tidak mau kalah bersaing dalam bidang ini. Contoh berikut kiranya dapat memperjelas uraian ini. traktor buatan Ford. Dari sini pretasinya terus menanjak hingga kemudian ia dapat bergabung dengan klub Pelita Jaya sampai sekarang. traktor yang memakai roda rantai. saat ia baru lulus dari STM Negeri 3 jurusan teknik elektro. Keturunan traktor model tank ini sampai sekarang masih dipergunakan orang. ada traktor yang dijalankan dengan mesin uap. Produk Jepang yang khas di Indonesia terkenal dengan nama padi traktor yang bentuknya sudah mengalami perubahan dari model-model sebelumnya. karena ruangan ini sering digunakan untuk membersihkan diri Sang Adipati sebelum masuk ke ruang pamujan. traktor pun ikut-ikutan diberi model seperti tank. Variasi dari klimaks ialah antiklimaks. (b) urutan waktu Menendang bola dengan sepatu baru dikenalnya sekitar tahun 1977. dan traktor buatan Jepang. Yang pertama kali melatihnya adalah klub Halilintar. Pada waktu mesin uap baru jaya-jayanya. 6. Tahun 1984 ia pernah dipanggil untuk memperkuat PSSI ke Merdeka Games di Malaysia. Waktu ia dipanggil lagi untuk turnamen di Brunei tahun 1985. Bentuk traktor mengalami perkembangan dari jaman ke jaman seiring dengan kemajuan tehnologi yang dicapai umat manusia. Traktor semacam ini adalah hasil perusahaan Carterpillar. Ford pun tidak ketinggalan dalam pembuatan traktor dan alat-alat pertanian lainnya. Ruangan ini sering disebut dengan ruang reresik. kemudian perlahan-lahan . Beberapa meter dari ruang pamujan terdapat ruangan kecil dengan sebuah tempayan besar di tengahnya. Di samping Carterpillar. Pikiran utama dari paragraf di atas adalah “bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman”. Pada waktu tank menjadi pusat perhatian orang.kebaktian. Pikiran utama itu kemudian dirinci dengan gagasan-gagasan : traktor yang dijalankan dengan mesin uap. Kemudian berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga gagasan yang paling tinggi kedudukan/kepentingannya. yaitu traktor yang memakai roda rantai. ia gagal memenuhinya karena kakinya cedera. Pengembangan dengan antiklimaks dilakukan dengan cara menguraikan gagasan dari yang paling tinggi kedudukannya.

Kedudukan ini mungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia telah menjadi lingua franca selama berabad-abad di seluruh tanah air kita. peristiwa. terutama pidato kenegaraan.4 Perbandingan dan Pertentangan Untuk menambah kejelasan sebuah paparan. komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat berlangsung dengan menggunakan bahasa Indonesia. terutama bahasa Inggris. Kedudukan ini dimiliki sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.Khusus & Khusus . Ada paragraf yang berfungsi untuk menjelaskan. Berikut ini akan dipaparkan bentuk-bentuk pengembangan paragraf berdasarkan fungsinya dalam suatu karangan. Berikut ini secara urut akan disajikan contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara deduktif dan induktif. Hanya dalam keadaan tertentu . . Hal ini ditunjang lagi oleh faktor tidak terjadinya persaingan bahasa. (2) Dokumen-dokumen dan keputusan-keputusan serta surat menyurat yang dikeluarkan pemerintah dan badan-badan kenegaraan lainnya ditulis dalam bahasa Indonesia.Umum (deduktif & induktif) Cara pengungkapan paragraf yang paling banyak digunakan adalah cara deduktif dan induktif. ditulis dan diucapkan dengan bahasa Indonesia. kadang-kadang penulis berusaha membandingkan atau mempertentangkan. membandingkan. dan kegiatan kenegaraan . maksudnya persaingan bahasa daerah yang satu dengan bahasa daerah yang lain untuk mencapai kedudukannya sebagai bahasa nasional. Pidato-pidato. Bentuk pengembangan paragraf juga ditentukan oleh fungsi paragraf tersebut dalam sebuah karangan atau wacana. Dalam hal ini penulis berusaha menunjukkan persamaan dan berbedaan antara dua hal. 6. mempertentangkan. atau memperdebatkan. Demikian juga pemakaian bahasa Indoensia oleh masyarakat dalam upacara. Dengan kata lain. 6. Contoh berikut ini kiranya dapat memperjelas uraian di atas. Syarat perbandingan/pertentangan adalah dua hal yang tingkatannya sama dan kedua hal itu mempunyai persamaan sekaligus perbedaan. demi kepentingan antarbangsa kadang-kadang pidato resmi ditulis dan diucapkan dalam bahasa asing. menggambarkan. (1) Salah satu kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa nasional.menurun ke gagasan lain yang lebih rendah.3 Umum .

dan sebagainya. Ia hanya memakai topi ke pernikahan . Berikut ini akan disajikan contoh sebuah paragraf yang dikembangkan dengan contoh-contoh. berspekulasi dan meneratas. misalnya: peningkatan pengetahuan masyarakat. jaksa masuk desa. Filsafat menyerahkan daerah yang sudah dimenangkan itu kepada pengetahuan-pengetahuan lainnya. . Setelah penyerahan dilakukan.Ratu Elizabeth tidak begitu tertarik dengan mode. Berikut ini akan disajikan contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara analogi. Dalam rangka mengejar ketertinggalan desa baik dalam bidang pembangunan maupun dalam bidang pengetahuan. listrik masuk desa. Filsafat dapat diibaratkan sebagai pasukan marinir yang merebut pantai untuk mendaratkan pasukan infantri. dan kemungkinan-kemungkinan lain. Sejak menjadi pemimpin partai konservatif. 6. walaupun hasilnya masih belum kelihatan. kadang-kadang memerlukan contoh-contoh yang konkrit. dan lain sebagainya. Di dalam contoh berikut ini penulis ingin menjelaskan perbedaan filsafat dengan ilmu. Barangkali perlu pula dipikirkan program selanjutnya. mahasiswa ber-KKN. Hasil-hasil yang positif telah pula dinikmati oleh desa yang bersangkutan. Kalimat topik contoh berikut ini mengandung gagasan pokok tentang usaha pemerintah dalam mengejar ketertinggalan desa. tetapi selalu berusaha tampil di muka umum seperti apa yang diharapkan rakyatnya. perbaikan dalam bidang kesehatan dan gizi. seperti: perbaikan jalan.5 Analogi Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah dikenal umum dengan hal yang belum dikenal. Analogi ini dimaksudkan untuk menjelaskan hal yang kurang dikenal tersebut. Ia menyenangi topi dan scraf. Lain halnya dengan Margareth Thacher. Ke luar kota paling senang mengenakan pakaian yang praktis. ke upacara resmi misalnya ke parlemen. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Pasukan infasntri ini diibaratkan sebagai ilmu pengetahuan yang diantaranya terdapat ilmu. ABRI masuk desa sudah lama kita kenal. maka filsafat pun pergiu kembali menjelajah laut lepas. Contoh lain adalah KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Setelah itu ilmulah yang membelah gunung dan merambah hutan. Akhir-akhir ini surat kabar juga diusahakan masuk desa. Filsafatlah yang memenangkan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan. ke pemakaman.. koran masuk desa. menyempurnakan kemenangan ini menjadi pengetahuan yang dapat diandalkan.6 Contoh-contoh Sebuah generalisasi yang terlalu umum sifatnya agar dapat memberikan penjelasan kepada pembaca. dijelaskan dengan beberapa contoh. pemugaran kampung. ia melembutkan gaya berpakaian dan rambutnya. pemberantasan buta aksara. yaitu: ABRI masuk desa. dan lain-lain. berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah. pembuatan jembatan. Ia lebih cenderung berbelanja ke tempat yang agak murah. misalnya bahasa Indonesia masuk desa. 6. Ia membeli pakaian sekaligus dua kali setahun.

yang menimbulkan tenaga yang cukup tinggi dalam ruang udara.6.Akibat Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berbentuk sebab akibat. Untuk lebih jelasnya. subpokok bahasan. Dalam hal ini sebab dapat berfungsi sebagai pikiran utama. kosa kata. pungtuasi. Desain katub limbah dan katub pemasukan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi bergantian.7 Sebab . Pengelompokan ini biasanya dirinci lebih lanjut ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil. Berikut ini akan disajikan contoh pengembangan paragraf dengan cara mengklasifikasikan. Berikut ini akan disajikan contoh pengembangan paragraf yang berfungsi menjelaskan apa yang dimaksud dengan pompa hidran. katub limbah. sehingga sanggup mengangkat dan mengalirkan air ke tempat yang lebih tinggi permukaannya. Pemasangan pagar ini terpaksa dilakukan mengingat pelanggaran pedagang kaki lima di lokasi itu sudah sangat keterlaluan. ruang udara . dan bagian-bagian dari pompa tersebut. dan mengalirkan sebagian air tersebut ke tempat yang lebih tinggi.Klasifikasi Dalam pengembangan paragraf. dan kemampuan membagi pokok bahasan dalam urutan yang sistematik. Sedangkan yang dimaksud dengan kemampuan pengembangan ialah kemampuan menata paragraf. dan kalimat. bagaimana cara kerjanya. Dalam karang-mengarang atau tulis-menulis. kemampuan membedakan pokok bahasan. katup udara. katub pengantar.8 Definisi Luas Untuk memberikan batasan tentang sesuatu. dituntut beberapa kemampuan antara lain kemampuan yang berhubungan dengan kebahasaan dan kemampuan pengembangan atau penyajian. Yang termasuk kemampuan kebahasaan adalah kemampuan menerapkan ejaan. Pada dasarnya air dapat dipompakan karena adanya perubahan energi kinetis air jatuh. pemerintah daerah akan memasang pagar pemisah antara jalan kendaraan dengan trotoar. . perhatikan contoh berikut Jalan Jendral Sudirman akhir-akhir ini kembali macet dan semrawut. Lebih dari separuh jalan kendaraan kembali tersita oleh kegiatan pedagang kaki lima. sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. kadang-kadang penulis terpaksa menguraikan dengan beberapa kalimat atau bahkan beberapa paragraf. 9 6. diksi.. 6. dan pipa pengeluaran. Pompa ini bekerja dengan memanfaatkan tenaga aliran air yang berasal dari sumber air. Pompa hidran (Hydraulicran) ialah sejelis pompa yang dapat bekerja secara kontinue tanpa menggunakan bahan bakar atau energi tambahan dari luar. Untuk mengatasinya. dan akibat sebagai pikiran penjelas. atau sebaliknya. Bagian utama sistem ini ialah pompa pemasukan. Pagar ini juga berfungsi sebagai batas pemasangan tenda pedagang kaki lima tempat mereka diizinkan berdagang. kadang-kadang kita mengelompokkan hal-hal yang mempunyai persamaan.

Lain lagi apabila masalahnya itu mengenai sebab-akibat suatu kejadian. Maidar G. .. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas kedalam gagasan-gagasan penjelas. Dalam paragraf narasi terdapat tiga unsur utama yaitu tokoh-tokoh. yakni: 1. Perincianperincian itu dapat dilakukan dengan bermacam pola pengembangan. Kemampuan memerinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas. Argumentasi). Misalnya. Narasi fiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif. 1.Disarikan dari berbagai sumber untuk keperluan mengajar Ingin download artikel ini? Slikan klik di sini sumber utama: Akhadiah. Sakura H. kejadian. Pola pengembangan yang dipakai. Berdasarkan materi pengembangannya. Jakarta: Erlangga. apabila gagasan yang hendak disampaikan itu berupa urutan peristiwa. paragraf narasi terbagi ke dalam dua jenis. Gagasan utama paragraf akan menjadi jelas apabila dilakukan perincian yang cermat.G. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. hal: 143-165 Pola Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama. 1990. yakni narasi fiksi dan narasi nonfiksi. dan latar ruang atau waktu. maka pola yang dipilih adalah pola kausalitas (eksposisi. maka pola pengembangan yang sebaiknya dipilih adalah pola kronologis (naratif) atau proses (eksposisi). Pilihan pola pengembangan ditentukan pula oleh pandangan penulis itu sendiri terhadap masalah yang hendak disampaikannya.Paragraf Narasi Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan itu. antara lain ditentukan oleh gagasan atau masalah yang hendak dikemukakan. 2. Sabarti.R.

Pola Spansial Pola spansial adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan atas ruang dan waktu. penggambaran terhadap suasana suatu lingkungan dapat dilakukan mulai dari siang. sore. Lampu-lampu taman yang bersinar menambah kesan eksotis yang telah ada.Penalaran digunakan sebagai sarana untuk mencapai kesepakatan rasional. dari timur ke barat. Pola sudut pandang tidak sama dengan pola spansial. Narasi ini disebut juga narasi ekspositori. suatu yang ada dan benar-benar terjadi. mampu memberikan pancaran hangat bagi siapa saja yang memandangnya. Contohnya biografi dan laporan perjalanan.Bahasanya cenderung informatif dan menitikberatkan penggunaan makna denotasi.Paragraf Deskripsi Paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. pemandangan rumah terlihat begitu eksotis.Menggugah majinasi. 3. Begitu hangat. pertama-tama .Narasi fiksi disebut juga narasi sugestif. meliputi pola pengembangan spasial dan pola sudut pandang. Pola Sudut Pandang Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan tempat atau posisi seorang penulis dalam melihat sesuatu. 2. Pola ini menggambarkan suatu ruangan dari kiri ke kanan.menyampaikan informasi yang memperluas pengetahuan. b. dari depan ke belakang.Penalaran difungsikan sebagai alat pengungkap makna. Apalagi dengan cahaya lampu yang memantul dari seluruh penjuru rumah. Contoh: Pada malam hari. dan sebagainya. dari bawah ke atas. 3.Bahasa cenderung figuratif dan menitikberatkan penggunaan konotasi. 2. kalau perlu dapat diabaikan. Narasi nonfiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa faktual. a. Dalam pola ini penggambaran berpatokan pada posisi atau keberadaan penulis terhadap objek yang digambarkannya itu.memperluas pengetahuan atau wawasan. Contohnya: novel dan cerpen. Untuk menggambarkan sesuatu tempat atau keadaan. Narasi Nonfiksi 1. antara lain. Deskripsi mengenai sebuah gedung bertingkat dapat dilakukan dari tingkat pertama berturut-turut hingga tingkat terakhir. Perbedaan yang lebih jelas antara narasi fiktif dan nonfiktif adalah sebagai berikut: Narasi Fiksi 1. 4. Pola pengembangan paragraf deskripsi. hingga malam hari. Begitu indah. Uraian tentang kepadatan penduduk suatu daerah dapat dikemukakan dengan landasan urutan geografi (misalnya: dari barat ke timur atau dari utara ke selatan).Menyampaikan makna atau amanat secara tersirat sebagai sarana rekreasi rohaniah. 2. 4. Dari luar bangunan ini tampak indah.

paragraf eksposisi menggunakan contoh. b. 2) penulis harus membagi proses tersebut atas tahap-tahap kejadiannya. ramuan tersebut kita dinginkan dan setelah dingin baru kita gunakan untuk membersihkan wajah. yakni mulai dari yang terdekat kepada yang terjauh. Masaklah hasil tumbukan itu dengan air secukupnya dan tunggu sampai mendidih. grafik. Dikelilingi pondok itu tertegak pedati. kulit wajah kita akan kelihatan bersih dan berseri-seri. Caranya. Dari paragraf Jenis ini diharapkan para pembaca dapat memahami hal atau objek itu dengan sejelas-jelasnya. daunnya pun dapat digunakan sebagai bahan untuk pembersih wajah. Lalu. Untuk memaparkan masalah yang dikemukakan. Di bawahnya kedengaran sebentar-bentar sepi mendengaus dan bintangbintang itupun kelihatan kekabur-kaburan dalam sinar bara yang kusam. 3) penulis menjelaskan tiap urutan itu ke dalam detail-detail yang tegas sehingga pembaca dapat melihat seluruh prose dengan jelas. serta ilustrasi. Untuk menyusun sebuah proses. Pola Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau urutan dari suatu kejadian atau peristiwa. Contoh: Sekarang hanya beberapa langkah lagi jaraknya mereka dari tebing diatas jalan. Insya Allah. 1) penulis harus mengetahui perincian-perincian secara menyeluruh.Paragraf Eksposisi Paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan atau menerangkan suatu hal atau objek. Kemudian. tetapi tiada berupa jauh sinar yang halus itu lenyap dibalut oleh kelam yang maha kuasa. sebab dan akibat. Dari celah-celah dinding pondok keluaran cahaya yang kuning merah. Sedikitnya terdapat tiga pola pengembangan paragraf eksposisi. ia menggambarkan benda demi benda yang terdapat dalam tempat itu. Dalam hal ini sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama. Di antara daun kayu tapak kepada mereka tebing tu turun ke bawah. bahwa dia melindungi manusia yang hidup. serta berbagai bentuk fakta dan data lainnya. di samping buahnya yang digunakan untuk pembuatan minuman. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. tak sedikit jua pun kentara. Medasing menegakkan dirinya sambil menguasai ke muka dan ia pun berdiri tiada bergerak sebagai pohon diantara pohon-pohon yang lain. Setelah itu. dikakinya tegak pondok. yakni dengan cara proses. tumbuk sampai halus. ambilah daun anggur secukupnya. pandai bergerak dan bersuara. secara perlahan-lahan dan berurutan. Pola Sebab Akibat Pengembangan paragraf dapat pula dinyatakan dngan menggunakan sebab-akibat. sedangkan akibat sebagai perincian . Contoh : Pohon anggur.penulis mengambil sebuah posisi tertentu. 3. sunyi-mati. ketiganya sunyi dan sepi pula. a. Oleh isyarat yang lebih terang dari perkataan itu maju sekian temannya sejajar dengan dia.

paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan alasan. ilustrasi-ilustrsi tersebut tidak berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat. bukti. Dalam karangan eksposisi.1 ton tahun 1998. Misalnya.04 persen.5 juta ton. c. akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya. Dalam hal ini pengamatanpengamatan pribadi merupakan bahan ilustrasi yang paling efektif dalam menjelaskan gagasangagasan umum tersebut. Alasan-alasan. Persoalan sebab-akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya dengan proses. akan tetapi.46 persen. gagasan dan keyakinan kita. dapat juga terbalik.65 persen. kita mengekspor sebesar 371. Untuk lebih jelasnya persamaan dan perbedaan antara paragraph eksposisi dan argumentasi adalah sebagai berikut. Argumentasi berarti pemberian alasan yang kuat dan meyakinkan. pada tahun 1986. Contoh : Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak memahami imbas krisis ekonomi sektor-sektor di bidang pertanian. bahkan 530. Secara umum.Paragraf Argumentasi Argumentasi bermakna „alasan‟. dengan paragraf argumentasi. terdapat pula perbedaan yang mencolok antara keduanya. dan sejenisnya. Ilustrasiilustrsi tersebut dipakai sekedar untuk menjelaskan maksud penulis. Contoh : Pada tahun 1997. antara lain bahwa kedua jenis paragraf tersebut sama-sama memerlukan data dan fakta yang meyakinkan. Akibatnya. Pola Ilustrasi Sebuah gagasan yang terlalu umum. pada tahun 1004.85 persen. Padahal selama 30 tahun terakhir. maka proses itu dapat disebut proses kausal. sikap atau keyakinan.07 persen menjadi 18. perikanan masih meningkat cukup mengesankan. produksi padi turun 3.95 persen. Walaupun terkena kebakaran sepanjang tahun. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984. Dalam beberapa hal memang terdapat beberapa persamaan antara paragraf-paragraf eksposisi.7 ribu ton pada tahun 1993. Akibat dijadikan gagasan utama. yaitu 6. kontribusi dari sektor-sektor pertanian terhadap produk domestik broto (PDB) meningkat dari 18. Impor beras meningkat. Persamaan tersebut. yang meningkat 6. yang telah kita pelajari terdahulu. sektor kehutanan masih tumbuh 2.3 ribu ton beras. dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. Sejak itu.pengembangannya. Namun demikian. digunakan penulis untuk mempengaruhi pembaca agar mereka menyetujui pendapat. contoh. Dengan demikian. a. sedangkan untuk memahami sepenuhnya. neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. diperkirakan menjadi 3. 4. Namun demikian. Bila disusun untuk mencari hubungan antara bagian-bagiannya. impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2. demikian pula perkebunan. memerlukan ilustrasi-ilustrsi konkrit. persamaan 1) Argumentasi dan eksposisi sama-sama menjelaskan pendapat. 2) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau dipenjelas . pangsa sector pertanian merosot dari tahun ke tahun.

Dengarkanlah keinginan hati mereka. 4) Argumentasi dan eksposisis sama-sama menggali idenya dari: a) pengalaman. Ini adalah sau gaya hidup yang harus dikembangkan. bahwa dengan menjadi seorang pengamat manusia.dengan angka. Perbedaan 1) Tujuan eksposisi hanya menjelaskan dan menerangkan sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. peta. Bila anda benar-benar mampuy mengerti manusia atau orang. diagram. harapan. Contoh: Mengembangkan hubungan positif dengan orang lain sebenarnya bertujuan pada satu hal: anda harus menjadi seorang pengamat manusia. dan impian mereka. c) sikap dan keyakinan. sikap dan keyakinan kita benar. 2) Eksposisi menggunakan contoh. grafik. Untuk meyakinkan pembaca atas argumentasinya itu. Tentu saja anda harus membaca buku dan mendengarkan pkaset raihlah apa yang anda peroleh dari kebijakan orang lain. 4) Penutup pada akhir argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya. kita akan memiliki kemampuan dalam mengembangkan hubungan positif dengan orang lain. antara lain bahwa kita (pembaca) harus menjadi seorang pengamat manusia. penulis mengemukakan sejumlah alasan. bukan satu studi ilmiah. grafik. maka akan memiliki kemampuan mengembangkan hubungan tersebut. Argumentasi memberi contoh. dan lain-lainnya. . dan lain-lainnya untuk menjelaskan sesuatu yang kita kemukakan. Dalam paragraf tersebut penulis mengemukakan sejumlah pendapat. grafik. 3) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan analisis dan sintesis dalam pembahasannya. gambar. b. tahu akan ketakutan. Berbicaralah dengan orang-orang. Amatilah mereka dan pelajarilah cara mereka berpikir. 3) Penutup pada akhir eksposisi biasanya menegaskan lagi dari sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya. namun jangan abaikan bergaul dengan orang lain dan pelajarilah tabiat mereka. dan lain-lainnya untuk membuktikan bahwa sesuatu yang kita kemukakan itu benar. Argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga pembaca menyetujui bahwa pendapat. b) pengamatan dan penelitian.

Demikian juga dengan tipe paragraf yang lainnya. Contoh-contoh terurai. Metode Contoh Dalam karangan ilmiah.yaitu: persuasive. Metode Proses Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. misalnya. d. penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan cirri khas konsep tersebut. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas. deskriptif. Pengembangan paragraph deduktif. misalnya akan berbeda dengan naratif. b. yang menempatkan ide/gagasan utama pada awal paragraf. dan eksposisi. Factor yang terpenting dalam metode kausalitas ini adalah kejelasan dan kelogisan. Metode tersebut sudah pasti digunakan untuk mengembangkan alinea argumentatif. pasti berbeda dengan pengembangan paragraf induktif yang merupakan kebalikan dari paragraf deduktif. e. Metode Definisi Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. Sifat paragrafnya argumentative murni atau dikombinasikan dengan deskriptif ata eksposisi. argumentatif.Pengembangan Paragraf Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf sangat berkaitan erat dengan posisi kalimat topik karena kalimat topiklah yang mengandung inti permasalahan atau ide utama paragraf. penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis). atau sebaliknya. Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda. Metode Umum-Khusus . Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. naratif. Metode kausalitas atau sebab-akibat umumnya tampil di tengah karangan yang berisi pembahasan atau analisis. Metode pengembangan paragraf akan bergantung pada sifat informasi yang akan disampaikan. a. lebihlebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf. c. Metode Sebab-Akibat Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya. contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan.

bentuk. cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi.Metode umum-khusnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur. belajar menyusun paragraf dengan metode ini adalah yang paling disarankan. ukuran. . tetapi juga untuk perbedaan. Klsifikasi sebenarnya bukan khusu untuk persamaan factor tersebut di atas. Metode Klasifikasi Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat. dan lain-lain. Bagi penulis pemula. f.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->