PARAGRAF DAN PENGEMBANGANNYA 01. Pengertian Paragraf Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

Dalam sebuah paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut; mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas, sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Paragraf dapat juga dikatakan sebagai sebuah karangan yang paling pendek (singkat). Dengan adanya paragraf, kita dapat membedakan di mana suatu gagasan mulai dan berakhir. Kita akan kepayahan membaca tulisan atau buku, kalau tidak ada paragraf, karena kita seolah-olah dicambuk untuk membaca terus menerus sampai selesai. Kitapun susah memusatkan pikiran pada satu gagasan ke gagasan lain. Dengan adanya paragraf kita dapat berhenti sebentar sehingga kita dapat memusatkan pikiran tentang gagasan yang terkandung dalam paragraf itu. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini.

namum majelis hakim sesuai dengan kebebasannya yang mendasari keyakinan dan kebenaran hukum. biasanya ada enam ekor banteng yang dibunuh oleh tiga orang laki-laki.Sesuai dengan asas praduga tak bersalah. dijalin sedemikian rupa dalam kalimat-kalimat yang membentuk sebuah kesatuan. tersangka pada hakikatnya secara psikologis sudah dicap terpidana. Inilah yang dinamakan paragraf. tidak boleh begitu saja terpengaruh. tanduk masih lemah. Dalam hal ini dituntut keberanian dan keyakinan yang tinggi dan tanggung jawab yang besar terhadap Tuhan Yang Maha Esa Gagasan tentang tersangka yang sudah dicap terpidana. Setiap laki-laki membunuh dua ekor banteng. Untuk lebih jelasnya. karena adanya pemberitaan pers yang mengutip tuduhan jaksa penuntut umum dalam proses pemeriksaan. Yang dua lagi dinamakan picadors. (Earnest Hemingway. Pilihan banteng yang akan mereka bunuh tergantung hasil undian. Laki-laki yang bertugas membunuh mereka disebut matador. tentang hakim yang tidak boleh terpengaruh oleh tuntutan jaksa. Bagaimanapun tuduhan jaksa dengan pasal-pasal dan bukti-bukti yang meyakinkan bahwa tersangka pantas dijatuhi pidana. Setiap matador mempunyai tiga orang candrilla yang terdiri dari lima-enam orang yang dibayar dan diperintah oleh matador. atau penyakit yang nyata kelihatan. ada kelainan di mata. Memang jaksa adalah satu-satunya aparat penegak hukum yang mempunyai wewenang menuduh tersangka melakukan tindak pidana seperti yang dirumuskan dalam surat tuduhan berdasarkan pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan polisi. Hakim harus mampu memberikan keputusan yang seadil-adilnya. dan telah mempunyai tanduk yang runcing serta bagus. Dalam pertarungan matador yang resmi. Tiga dan lima/enam orang tersebut menolongnya di lapangan. Paragraf . atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya (yang baru). Banteng itu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. yaitu: berumur 4-5 tahun. perhatikan contoh berikut. tetang tanggung jawab hakim. tentang kemampuan hakim. tentang wewenang jaksa menuduh tersangka. 2. Banteng-banteng ini telah diperiksa oleh dokter hewan setempat sebelum bertanding. mereka muncul dengan menunggang kuda di arena . Kegunaan Paragraf Kegunaan paragraf yang utama adalah untuk menandai pembukaan topik baru. The Bullfight) Dari contoh di atas dapat dilihat peralihan antara paragraf pertama dan paragraf kedua.misalnaya: masih di bawah umur. Dokter hewan berhak menolak banteng yang tidak memenuhi syarat. dengan memakai mantel tanpa lengan dan atas perintahnya menempatkan banderillas yaitu kayu yang panjangnya tiga kaki dengan ujung yang tajam dan berbentuk garpu yang disebut peones atau banderilleros. tidak cacat.

Dari contoh di atas dapat dilihat bahwa penulis menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan paragraf pertama dan memberikan contoh yang spesifik penggunaan simbol dalam bidang lain yaitu puisi. . paragraf dapat dibedakan menjadi tiga. yaitu: paragraf pembuka. Macam-Macam Paragraf Berdasarkan tujuannya. Paragraf pertama dan paragraf kedua pun terlihat berhubungan erat.pertama bercerita tentang banteng. Sekarang timbul pertanyaan. Semua inti persoalan yang akan dibahas oleh penulis diuraikan dalam paragraf ini. Justru di sinilah letak unsur seninya. paragraf penghubung dan paragraf penutup. Oleh sebab itu. Usahakan paragraf pembuka ini tidak terlalu panjang agar pembaca tidak merasa bosan. paragraf pembuka juga berfungsi untuk menjelaskan tujuan dari penulisan itu. Kegunaan lain dari paragraf ialah untuk menambah hal-hal yang penting untuk memerinci apa yang diutarakan dalam paragraf terdahulu. Untuk lebih jelasnya. Untuk itu. Di samping untuk menarik perhatian pembaca. Pemakaian simbol itu erat sekali hubungannya dengan tujuan penyair untuk menyuarakan sesuatu secara tepat yang berkaitan erat dengan pengimajiannya. Simbol yang pemakaiannya begitu umum terdapat juga dalam puisi. 03. pemakaian simbol cukup dominan. Uraian dalam paragraf penghubung ini. Paragraf penutup bertujuan untuk mengakhiri sebuah karangan/tulisan. perhatikan pula contoh berikut ini Tanda-tanda lalu lintas agaknya sudah dijadikan sebagai simbol (lambang) yang berlaku di mana-mana dan mudah dipahami.  Paragraf penghubung berfungsi menguraikan masalah yang akan dibahas oleh seorang penulis. karena simbol itu menyarankan suatu arti tertentu. Paragraf ini bisa berisi tentang kesimppulan masalah yang telah dibahas dalam paragraf penghubung. serta sanggup mempersiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Bahkan dalam puisi. Paragraf pembuka memiliki peran sebagai pengantar bagi pembaca untuk sampai pada masalah yang akan diuraikan oleh penulis. Setiap pengendara atau masyarakat mengetahui arti dan fungsinya. antar kalimat maupun antar paragraf harus saling berhubungan secara logis. secara kuantitatif paragraf ini merupakan paragraf yang paling panjang dalam keseluruhan karangan/tulisan. paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca. Di sekeliling kita banyak simbol-simbol yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. atau bisa juga berupa penegasan kembali hal-hal yang dianggap penting dalam uraian-uraian sebelumnya. sedangkan paragraf kedua tentang laki-laki yang bertugas membunuh banteng (matador). apakah sebetulnya simbol itu? Dengan singkat dapat dikatakan bahwa simbol ialah sesuatu yang pengandung arti lebih dari yang terdapat dalam fakta.

Pada umumnya tempat-tempat ibadah ini dibangun secara bergotong royong dan sangat mengandalkan sumbangan para dermawan. Sebuah paragraf bukanlah sekedar kumpulan atau tumpukan kalimat-kalimat yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri. dan pembaca pun dapat dengan mudah memahami/mengikuti jalan pikiran penulis tanpa hambatan karena adanya perloncatan pikiran yang membingungkan.1 Kesatuan Sebagaimana telah dipaparkan di depan. Semua kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok. . Kebutuhan hidup sehari-hari setiap keluarga dalam masyarakat tidaklah sama. Dengan kata lain. Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut. Contoh paragraf di atas adalah contoh paragraf yang tidak memiliki prinsip kesatuan. Kata atau frase transisi yang dapat dipakai dalam karangan ilmiah sekaligus sebagai penanda hubungan dapat dirinci sebagai berikut. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan. Syarat-syarat Pembentukan dan Pengembangan Paragraf Dalam pembentukan / pengembangan paragraf. Gagasan pokok tentang penghasilan suatu keluarga dalam pengembangannya kita jumpai gagasan pokok lain tentang tempat beribadah. atau untuk kegiatan sosial lainnya. 4. di dalam pengembangannya. Hal ini sangat tergantung pada besarnya penghasilan setiap keluarga. Perbedaan penghasilan yang besar dalam masyarakat telah menimbulkan jurang pemisah antara Si kaya dan Si miskin. uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. perlu diperhatikan persyaratanpersyaratan berikut. Lain halnya dengan keluarga yang berpenghasilan tinggi.04. uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Untuk itu.2 Kepaduan Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh suatu paragraf ialah koherensi atau kepaduan. tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. 4. Mereka dapat menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk membangun tempat-tempat beribadah. Tempat ibadah memang perlu bagi masyarakat. bahwa tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok. Keluarga yang berpenghasilan sangat rendah. Hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain tidak merupakan satu kesatuan yang bulat untuk menunjang gagasan utama. mungkin kebutuhan pokok pun sulit terpenuhi. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini.

karena itu. Contoh ketiga berikut ini merupakan contoh pengembangan dari contoh paragraf kedua di atas. tambahan pula. selanjutnya. kemudian •Hubungan yang menyatakan singkatan. Contoh paragraf di atas hanya diperluas dengan perulangan. lagi pula. berdekatan. maka. di samping itu. misal: pendeknya. misal: sebab itu. namun. seperti sudah dikatakan. bagaimanapun. demikian juga •Hubungan yang menyatakan perbandingan. seperti halnya. dalam hal yang demikian. segera. berikutnya. yakni. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh-contoh berikut ini. di seberang. tambahan. Pengembangannya pun tidak maksimal. sebaliknya. secara singkat. misalnya. kedua. meskipun •Hubungan yang menyatakan pertentangan dengan sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya. misalnya: sementara itu. contoh pertama Suku Dayak tidak termasuk suku yang suka bertengkar. ketiga. biarpun. biarpun. sama sekali tidak. Mereka tidak suka berselisih dan bersengketa. meskipun •Hubungan yang menyatakan akibat/hasil. lalu. seperti. sebaliknya. misalnya: lebih-lebih lagi. misalnya: lain halnya.3 Kelengkapan Syarat ketiga yang harus dipenuhi oleh suatu paragraf adalah kelengkapan. beberapa saat kemudian. Suatu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan kalimat topik/gagasan utama. sesudah itu. juga. dalam hal yang sama. akibatnya •Hubungan yang menyatakan tujuan. pada umumnya. misalnya: tetapi. ringkasnya. jadi. dekat. contoh ketiga . sesungguhnya •Hubungan yang menyatakan tempat. walaupun demikian. misalnya: di sini. di sana. sama sekali tidak. Paragraf di atas hanya terdiri dari kalimat topik saja. akhirnya.• Hubungan yang menandakan tambahan kepada sesuatu yang sudah disebutkan sebelumnya. berdampingan dengan 4. contoh kedua Masalah kelautan yang dihadapi dewasa ini ialah tidak adanya peminat atau penggemar jenis binatang laut seperti halnya peminat atau penggemar penghuni darat atau burung-burung yang indah Contoh paragraf kedua di atas merupakan contoh paragraf yang tidak dikembangkan. dengan kata lain. oleh sebab itu.

kini hanya dijumpai di daerah kecil yang terpencil. 5. Jumlah kosa kata yang dimiliki seseorang akan menjadi petunjuk tentang pengetahuan seseorang. Kalimat topik/kalimat pokok dalam sebuah paragraf dapat diletakkan. semakin tinggi pula tingkat pengetahuan seseorang. sehingga apa yang diuraikan hanyalah gagasan-gagasan pokoknya saja sementara uraian secara panjang lebar dapat dilihat dan dibaca pada berita-berita utamanya. Demikian juga halnya dengan kepiting kelapa dan kepiting begal yang biasa menyebar dari pantai barat Afrika sampai bagian barat Lautan Teduh. Tiram raksasa di kawasan Indonesia bagian barat kebanyakan sudah punah. kima. Dengan demikian. Gagasan pokok itu dituangkan ke dalam kalimat topik / kalimat pokok. Berikut ini secara urut akan dipaparkan contoh-contoh paragraf dengan kalimat topik yang terletak di awal. di akhir. Wacana tersebut adalah wacana Tajuk Rencana dalam suatu surat kabar. di awal dan akhir. atau tiram mutiara sebagaimana halnya untuk panda dan harimau. Sangat sukar menemukan tiram hidup dewasa ini. padahal rumah tiram yang sudah mati mudah ditemukan. Dari mana diperoleh dana untuk melindungi semua ini? Perlu kiranya ditambahkan di sini bahwa ada jenis wacana khusus/tertentu yang sengaja dibuat satu paragraf hanya terdiri dari satu kalimat saja dan ini merupakan kalimat topik. di akhir di awal. jumlah kosa kata yang dikuasai seseorang juga akan menjadi indikator bahwa orang itu mengetahui sekian banyak konsep. Semakin banyak kosa kata yang dikuasai. contoh kedua . contoh pertama Kosa kata memegang peranan dan merupakan unsur yang paling mendasar dalam kemampuan berbahasa. Tidak adanya penyediaan dana untuk melindungi ketam kenari. bahwa tajuk rencana merupakan gagasan dari redaksi surat kabar tersebut pada suatu masalah tertentu/sikap redaksi. Di samping itu. Letak Kalimat Topik dalam Sebuah Paragraf Sebagaimana telah dipaparkan di depan bahwa sebuah paragraf dibangun dari beberapa kalimat yang saling menunjang dan hanya mengandung satu gagasan pokok saja. di awal dan akhir. serta dalam seluruh paragraf. Sesuai dengan ciri wacana jurnalistik dalam sebuah tajuk. khususnya dalam karang mengarang. Jenis mahkluk laut tertentu tiba-tiba punah sebelum manusia sempat melindunginya. seorang penulis akan mudah memilih kata-kata yang tepat/cocok untuk mengungkapkan gagasan yang ada di dalam pikirannya. atau dalam seluruh paragraf itu.Masalah kelautan yang dihadapi dewasa ini ialah tidak adanya peminat atau penggemar jenis binatang laut seperti halnya peminat atau penggemar penghuni darat atau burung-burung yang indah.

baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. pergi ke ladang atau pelataran. Lampu-lampu jalanan satu persatu mulai padam. Petani yang berpendidikan cukup dapat mengubah sistem pertanian tradisional. unsur-unsur bahasa daerah tetap menerobos. manusia telah mengubah segala-galanya . baik dalam pergaulan dengan teman-temannya atau dengan orang tuanya. Dengung dan raung lalu lintas jalan raya mulai menggila seperti kemarin. Salah satu cara berlatih mengembangkan paragraf dapat dilakukan dengan membuat kerangka paragraf dahulu sebelum menulis paragraf itu.Pada waktu anak memasuki dunia pendidikan. peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sangat mendesak. Faktorfaktor inilah yang menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan melaju terus dengan cepat. Cicit burung mulai bersautan. Jam sekolah berlangsung beberapa jam. contoh keempat Keriuhan kokok ayam perlahan-lahan surut. misalnya bercocok tanam hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan menjadi petani modern yang produktif. ia kembali mempergunakan bahasa daerah. Lengking klakson mobil dan desis kereta apai bergema menerobos ke relung-relung rumah di sepanjang jalan. Ditambah lagi jika sekolah itu bersifat homogen dan gurunya pun penutur asli bahasa daerah itu. Petani yang berpendidikan cukup. seiring langit di ufuk timur yang semburat merah. pengajaran bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa daerahnya. Sebagai contoh dapat dilihat paparan di bawah ini. mampu menunjang pembangunan secara positif. 6. Ayam-ayam sudah mulai turun dari kandangnya. contoh ketiga Peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sama pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup mereka. Ia merasa lebih intim dengan bahasa daerah. Sayup-sayup terdengar dentang lonceng gereja menyongsong hari baru dan menyatakan selamat tinggal pada hari kemarin. makin lama makin terang. Mereka dapat memberikan umpan balik yang setimpal terhadap gagasan-gagasan yang dilontarkan perencana pembangunan. akhirnya tinggal satusatu saja terdengar koko yang nyaring. Itulah sebabnya. Kian lama kian berkurang. Kerangka paragraf Gagasan pokok : Keindahan alam di Tawangmangu makin surut Gagasan pununjang : 1. Setelah anak didik meninggalkan kelas. Pengembangan Paragraf. Baik waktu istirahat maupun di antara jam-jam pelajaran.

5. Pertama. dinamika kehidupan manusia telah mengubah segalagalanya. Dalam kurun waktu 25 tahun. atau tindakan. Pagar tanaman dan bunga yang dulu bermekaran dengan indahnya telah diterjang tembok beton yang kokoh. Ada beberapa teknik (cara) mengembangkan paragraf yang dapat dilakukan. dan alat lain di dalam dan di antara paragraf. dari bawah ke atas. Batu-batu gunung telah menghadirkan gedung plaza megah yang menelan biaya trilyunan rupiah. Secara ringkas. dukunglah kalimat topik tersebut dengan detail-detail/ perincian-perincian yang tepat. Susunan logis ini mengenal dua macam urutan. terdapat dua pasang kursi kayu ukiran Jepara. Keempat gunakan kata-kata transisi. hutan. Ruangan tempat menyimpan benda-benda pusaka dan cendera mata ini sering disebut kundalini mesem. Hutan.1 Secara Alamiah Dalam teknik ini penulis sekedar menggunakan pola yang sudah ada pada objek/kejadian yang dibicarakan. Ketiga. jangan pula terlalu luas sehingga memerlukan penjelasan yang panjang lebar). Misalnya gambaran dari depan ke belakang. perbuatan. dan ladang tergusur pohon-pohon tidak ada lagi pagar bunga sudah diganti gedung-gedung mewah dibangun Pengembangan paragraf: Bernostalgia tentang indahnya alam di Tawangmangu hanya akan menimbulkan kekecewaan saja. terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka kadipaten dan cendera mata dari kadipaten-kadipaten lain. Kedua. sawah. Ruangan ini tertutup rapat dan selalu dijaga oleh kesatria-kesatria terpilih Kadipaten Ranggenah. Teknik-teknik tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut. dan ladang telah tergusur oleh berbagai bentuk bangunan. 3. sawah. yaitu: (a) urutan ruang (spasial) yang membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya yang berdekatan dalam sebuah ruang. susunlah kalimat topik dengan baik dan layak (jangan terlalu spesifik sehingga sulit dikembangkan. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini. pengembangan paragraf dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut. dari luar ke dalam. Arus modernisasi dengan angkuhnya telah menelan kemesraan dan indahnya alam ini. 6. Agak jauh di sebelah kanan ruang kundalini mesem terdapat sebuah ruangan yang senantiasa menebarkan aroma dupa. dari kanan ke kiri dan sebagainya.2. 4. Pada ruang pertama yang sering disebut dengan bangsal srimanganti. (b) urutan waktu (kronologis) yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa. (a) urutan ruang Bangunan itu terbagi dalam empat ruang. Di sebelah kiri bangsal srimanganti. Ruang ini disebut ruang pamujan karena di tempat inilah Sang Adipati selalu mengadakan upacara dan . Ranting dan cabang pohon telah berganti dengan jeruji besi. Ruangan ini sering digunakan Adipati Sindungriwut untuk menerima tamu kadipaten. tempatkanlah kalimat topik tersebut dalam posisi yang menyolok dan jelas dalam sebuah paragraf. frase.

traktor buatan Ford. Waktu ia dipanggil lagi untuk turnamen di Brunei tahun 1985. Pikiran utama itu kemudian dirinci dengan gagasan-gagasan : traktor yang dijalankan dengan mesin uap.kebaktian. Pada waktu mesin uap baru jaya-jayanya. Bentuk traktor mengalami perkembangan dari jaman ke jaman seiring dengan kemajuan tehnologi yang dicapai umat manusia. traktor pun ikut-ikutan diberi model seperti tank. Yang pertama kali melatihnya adalah klub Halilintar. kemudian perlahan-lahan . karena ruangan ini sering digunakan untuk membersihkan diri Sang Adipati sebelum masuk ke ruang pamujan. Dari sini pretasinya terus menanjak hingga kemudian ia dapat bergabung dengan klub Pelita Jaya sampai sekarang. Keturunan traktor model tank ini sampai sekarang masih dipergunakan orang. Pikiran utama dari paragraf di atas adalah “bentuk traktor mengalami perkembangan dari zaman ke zaman”. Produk Jepang yang khas di Indonesia terkenal dengan nama padi traktor yang bentuknya sudah mengalami perubahan dari model-model sebelumnya. Ford pun tidak ketinggalan dalam pembuatan traktor dan alat-alat pertanian lainnya. ada traktor yang dijalankan dengan mesin uap. Di samping Carterpillar. traktor yang memakai roda rantai. 6. yaitu traktor yang memakai roda rantai. saat ia baru lulus dari STM Negeri 3 jurusan teknik elektro. Pada waktu tank menjadi pusat perhatian orang. Kemudian berangsur-angsur dengan gagasan lain hingga gagasan yang paling tinggi kedudukan/kepentingannya. ia gagal memenuhinya karena kakinya cedera. Pengembangan dengan antiklimaks dilakukan dengan cara menguraikan gagasan dari yang paling tinggi kedudukannya. Traktor semacam ini adalah hasil perusahaan Carterpillar.2 Klimaks dan Antiklimaks Gagasan utama mula-mula dirinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya. Beberapa meter dari ruang pamujan terdapat ruangan kecil dengan sebuah tempayan besar di tengahnya. Jepang pun tidak mau kalah bersaing dalam bidang ini. dan traktor buatan Jepang. Ruangan ini sering disebut dengan ruang reresik. Contoh berikut kiranya dapat memperjelas uraian ini. Tahun 1984 ia pernah dipanggil untuk memperkuat PSSI ke Merdeka Games di Malaysia. (b) urutan waktu Menendang bola dengan sepatu baru dikenalnya sekitar tahun 1977. Variasi dari klimaks ialah antiklimaks.

Umum (deduktif & induktif) Cara pengungkapan paragraf yang paling banyak digunakan adalah cara deduktif dan induktif.4 Perbandingan dan Pertentangan Untuk menambah kejelasan sebuah paparan. maksudnya persaingan bahasa daerah yang satu dengan bahasa daerah yang lain untuk mencapai kedudukannya sebagai bahasa nasional.menurun ke gagasan lain yang lebih rendah. Dengan kata lain. demi kepentingan antarbangsa kadang-kadang pidato resmi ditulis dan diucapkan dalam bahasa asing. Kedudukan ini mungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia telah menjadi lingua franca selama berabad-abad di seluruh tanah air kita. 6. Bentuk pengembangan paragraf juga ditentukan oleh fungsi paragraf tersebut dalam sebuah karangan atau wacana. (2) Dokumen-dokumen dan keputusan-keputusan serta surat menyurat yang dikeluarkan pemerintah dan badan-badan kenegaraan lainnya ditulis dalam bahasa Indonesia. terutama bahasa Inggris. Hal ini ditunjang lagi oleh faktor tidak terjadinya persaingan bahasa. Contoh berikut ini kiranya dapat memperjelas uraian di atas. Pidato-pidato. Berikut ini akan dipaparkan bentuk-bentuk pengembangan paragraf berdasarkan fungsinya dalam suatu karangan. kadang-kadang penulis berusaha membandingkan atau mempertentangkan. Demikian juga pemakaian bahasa Indoensia oleh masyarakat dalam upacara. peristiwa. dan kegiatan kenegaraan . ditulis dan diucapkan dengan bahasa Indonesia. Hanya dalam keadaan tertentu . komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat berlangsung dengan menggunakan bahasa Indonesia. Ada paragraf yang berfungsi untuk menjelaskan. mempertentangkan. atau memperdebatkan. membandingkan. Kedudukan ini dimiliki sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.3 Umum . Dalam hal ini penulis berusaha menunjukkan persamaan dan berbedaan antara dua hal. . Berikut ini secara urut akan disajikan contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara deduktif dan induktif. (1) Salah satu kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa nasional.Khusus & Khusus . 6. menggambarkan. Syarat perbandingan/pertentangan adalah dua hal yang tingkatannya sama dan kedua hal itu mempunyai persamaan sekaligus perbedaan. terutama pidato kenegaraan.

Ia membeli pakaian sekaligus dua kali setahun. berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah. Ia hanya memakai topi ke pernikahan . Hasil-hasil yang positif telah pula dinikmati oleh desa yang bersangkutan. Pasukan infasntri ini diibaratkan sebagai ilmu pengetahuan yang diantaranya terdapat ilmu. Di dalam contoh berikut ini penulis ingin menjelaskan perbedaan filsafat dengan ilmu. Berikut ini akan disajikan contoh paragraf yang dikembangkan dengan cara analogi.Ratu Elizabeth tidak begitu tertarik dengan mode. Ia lebih cenderung berbelanja ke tempat yang agak murah. pemberantasan buta aksara. listrik masuk desa. mahasiswa ber-KKN. menyempurnakan kemenangan ini menjadi pengetahuan yang dapat diandalkan. kadang-kadang memerlukan contoh-contoh yang konkrit. 6. Akhir-akhir ini surat kabar juga diusahakan masuk desa. Berikut ini akan disajikan contoh sebuah paragraf yang dikembangkan dengan contoh-contoh. Dalam rangka mengejar ketertinggalan desa baik dalam bidang pembangunan maupun dalam bidang pengetahuan. tetapi selalu berusaha tampil di muka umum seperti apa yang diharapkan rakyatnya. Contoh lain adalah KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa.5 Analogi Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang sudah dikenal umum dengan hal yang belum dikenal. Analogi ini dimaksudkan untuk menjelaskan hal yang kurang dikenal tersebut. 6. walaupun hasilnya masih belum kelihatan. ke upacara resmi misalnya ke parlemen. yaitu: ABRI masuk desa. Filsafat menyerahkan daerah yang sudah dimenangkan itu kepada pengetahuan-pengetahuan lainnya. Hasilnya pun tidak mengecewakan.6 Contoh-contoh Sebuah generalisasi yang terlalu umum sifatnya agar dapat memberikan penjelasan kepada pembaca. seperti: perbaikan jalan. dan lain sebagainya. dan kemungkinan-kemungkinan lain. Sejak menjadi pemimpin partai konservatif. misalnya: peningkatan pengetahuan masyarakat. perbaikan dalam bidang kesehatan dan gizi. Filsafat dapat diibaratkan sebagai pasukan marinir yang merebut pantai untuk mendaratkan pasukan infantri. ke pemakaman. ia melembutkan gaya berpakaian dan rambutnya. Barangkali perlu pula dipikirkan program selanjutnya. pembuatan jembatan. dan lain-lain. koran masuk desa. Lain halnya dengan Margareth Thacher. Setelah penyerahan dilakukan. berspekulasi dan meneratas. Ia menyenangi topi dan scraf. dijelaskan dengan beberapa contoh. misalnya bahasa Indonesia masuk desa. pemugaran kampung. ABRI masuk desa sudah lama kita kenal. jaksa masuk desa.. Setelah itu ilmulah yang membelah gunung dan merambah hutan. Kalimat topik contoh berikut ini mengandung gagasan pokok tentang usaha pemerintah dalam mengejar ketertinggalan desa. . dan sebagainya. maka filsafat pun pergiu kembali menjelajah laut lepas. Filsafatlah yang memenangkan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan. Ke luar kota paling senang mengenakan pakaian yang praktis.

yang menimbulkan tenaga yang cukup tinggi dalam ruang udara. Desain katub limbah dan katub pemasukan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi bergantian. dan akibat sebagai pikiran penjelas. kosa kata.8 Definisi Luas Untuk memberikan batasan tentang sesuatu. Berikut ini akan disajikan contoh pengembangan paragraf dengan cara mengklasifikasikan. atau sebaliknya.7 Sebab .. kemampuan membedakan pokok bahasan. dan pipa pengeluaran. 6. katup udara. Yang termasuk kemampuan kebahasaan adalah kemampuan menerapkan ejaan. bagaimana cara kerjanya. Pompa ini bekerja dengan memanfaatkan tenaga aliran air yang berasal dari sumber air. dan kemampuan membagi pokok bahasan dalam urutan yang sistematik. ruang udara . pungtuasi. katub pengantar. Pompa hidran (Hydraulicran) ialah sejelis pompa yang dapat bekerja secara kontinue tanpa menggunakan bahan bakar atau energi tambahan dari luar. dan bagian-bagian dari pompa tersebut. kadang-kadang penulis terpaksa menguraikan dengan beberapa kalimat atau bahkan beberapa paragraf. Pengelompokan ini biasanya dirinci lebih lanjut ke dalam kelompok-kelompok yang lebih kecil.Akibat Hubungan kalimat dalam sebuah paragraf dapat berbentuk sebab akibat. kadang-kadang kita mengelompokkan hal-hal yang mempunyai persamaan. Sedangkan yang dimaksud dengan kemampuan pengembangan ialah kemampuan menata paragraf. . dan mengalirkan sebagian air tersebut ke tempat yang lebih tinggi. dan kalimat. Pemasangan pagar ini terpaksa dilakukan mengingat pelanggaran pedagang kaki lima di lokasi itu sudah sangat keterlaluan. Dalam hal ini sebab dapat berfungsi sebagai pikiran utama. Lebih dari separuh jalan kendaraan kembali tersita oleh kegiatan pedagang kaki lima. subpokok bahasan. Pagar ini juga berfungsi sebagai batas pemasangan tenda pedagang kaki lima tempat mereka diizinkan berdagang.6. Dalam karang-mengarang atau tulis-menulis. perhatikan contoh berikut Jalan Jendral Sudirman akhir-akhir ini kembali macet dan semrawut. Berikut ini akan disajikan contoh pengembangan paragraf yang berfungsi menjelaskan apa yang dimaksud dengan pompa hidran.Klasifikasi Dalam pengembangan paragraf. dituntut beberapa kemampuan antara lain kemampuan yang berhubungan dengan kebahasaan dan kemampuan pengembangan atau penyajian. sehingga sanggup mengangkat dan mengalirkan air ke tempat yang lebih tinggi permukaannya. diksi. sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. Bagian utama sistem ini ialah pompa pemasukan. Pada dasarnya air dapat dipompakan karena adanya perubahan energi kinetis air jatuh. pemerintah daerah akan memasang pagar pemisah antara jalan kendaraan dengan trotoar. Untuk lebih jelasnya. 9 6. katub limbah. Untuk mengatasinya.

Argumentasi). apabila gagasan yang hendak disampaikan itu berupa urutan peristiwa.. Sabarti. Dalam paragraf narasi terdapat tiga unsur utama yaitu tokoh-tokoh.R. Jakarta: Erlangga.Paragraf Narasi Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan itu. Pola pengembangan yang dipakai. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. . Perincianperincian itu dapat dilakukan dengan bermacam pola pengembangan. Maidar G. antara lain ditentukan oleh gagasan atau masalah yang hendak dikemukakan. Berdasarkan materi pengembangannya. paragraf narasi terbagi ke dalam dua jenis. 1. Kemampuan memerinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas. Pilihan pola pengembangan ditentukan pula oleh pandangan penulis itu sendiri terhadap masalah yang hendak disampaikannya. Narasi fiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif. yakni: 1. kejadian. Lain lagi apabila masalahnya itu mengenai sebab-akibat suatu kejadian. maka pola yang dipilih adalah pola kausalitas (eksposisi. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas kedalam gagasan-gagasan penjelas. yakni narasi fiksi dan narasi nonfiksi. Sakura H. Misalnya. 1990.Disarikan dari berbagai sumber untuk keperluan mengajar Ingin download artikel ini? Slikan klik di sini sumber utama: Akhadiah.G. 2. Gagasan utama paragraf akan menjadi jelas apabila dilakukan perincian yang cermat. hal: 143-165 Pola Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama. maka pola pengembangan yang sebaiknya dipilih adalah pola kronologis (naratif) atau proses (eksposisi). dan latar ruang atau waktu.

dari timur ke barat. suatu yang ada dan benar-benar terjadi.Menggugah majinasi.Bahasa cenderung figuratif dan menitikberatkan penggunaan konotasi. hingga malam hari. dan sebagainya. Begitu indah. 4. Pola Spansial Pola spansial adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan atas ruang dan waktu. meliputi pola pengembangan spasial dan pola sudut pandang. pertama-tama . 3. pemandangan rumah terlihat begitu eksotis. a. Uraian tentang kepadatan penduduk suatu daerah dapat dikemukakan dengan landasan urutan geografi (misalnya: dari barat ke timur atau dari utara ke selatan). mampu memberikan pancaran hangat bagi siapa saja yang memandangnya.Paragraf Deskripsi Paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Untuk menggambarkan sesuatu tempat atau keadaan. Pola pengembangan paragraf deskripsi. Narasi ini disebut juga narasi ekspositori. Pola ini menggambarkan suatu ruangan dari kiri ke kanan. 2. dari depan ke belakang. 2. Dalam pola ini penggambaran berpatokan pada posisi atau keberadaan penulis terhadap objek yang digambarkannya itu. 4. 3. antara lain.Bahasanya cenderung informatif dan menitikberatkan penggunaan makna denotasi.Penalaran difungsikan sebagai alat pengungkap makna. Narasi Nonfiksi 1. Pola sudut pandang tidak sama dengan pola spansial. Contohnya biografi dan laporan perjalanan.menyampaikan informasi yang memperluas pengetahuan. b. dari bawah ke atas. Apalagi dengan cahaya lampu yang memantul dari seluruh penjuru rumah.Narasi fiksi disebut juga narasi sugestif. Dari luar bangunan ini tampak indah. Deskripsi mengenai sebuah gedung bertingkat dapat dilakukan dari tingkat pertama berturut-turut hingga tingkat terakhir.memperluas pengetahuan atau wawasan. penggambaran terhadap suasana suatu lingkungan dapat dilakukan mulai dari siang.Menyampaikan makna atau amanat secara tersirat sebagai sarana rekreasi rohaniah.Penalaran digunakan sebagai sarana untuk mencapai kesepakatan rasional. Contohnya: novel dan cerpen. kalau perlu dapat diabaikan. Contoh: Pada malam hari. Begitu hangat. Lampu-lampu taman yang bersinar menambah kesan eksotis yang telah ada. Pola Sudut Pandang Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan tempat atau posisi seorang penulis dalam melihat sesuatu. 2. sore. Perbedaan yang lebih jelas antara narasi fiktif dan nonfiktif adalah sebagai berikut: Narasi Fiksi 1. Narasi nonfiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa faktual.

ramuan tersebut kita dinginkan dan setelah dingin baru kita gunakan untuk membersihkan wajah. dikakinya tegak pondok. Masaklah hasil tumbukan itu dengan air secukupnya dan tunggu sampai mendidih. kulit wajah kita akan kelihatan bersih dan berseri-seri.Paragraf Eksposisi Paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan atau menerangkan suatu hal atau objek. sebab dan akibat. yakni mulai dari yang terdekat kepada yang terjauh.penulis mengambil sebuah posisi tertentu. ambilah daun anggur secukupnya. tetapi tiada berupa jauh sinar yang halus itu lenyap dibalut oleh kelam yang maha kuasa. Di bawahnya kedengaran sebentar-bentar sepi mendengaus dan bintangbintang itupun kelihatan kekabur-kaburan dalam sinar bara yang kusam. sedangkan akibat sebagai perincian . Contoh: Sekarang hanya beberapa langkah lagi jaraknya mereka dari tebing diatas jalan. pandai bergerak dan bersuara. Setelah itu. yakni dengan cara proses. serta ilustrasi. Oleh isyarat yang lebih terang dari perkataan itu maju sekian temannya sejajar dengan dia. a. paragraf eksposisi menggunakan contoh. Dari celah-celah dinding pondok keluaran cahaya yang kuning merah. Lalu. serta berbagai bentuk fakta dan data lainnya. daunnya pun dapat digunakan sebagai bahan untuk pembersih wajah. 1) penulis harus mengetahui perincian-perincian secara menyeluruh. 2) penulis harus membagi proses tersebut atas tahap-tahap kejadiannya. secara perlahan-lahan dan berurutan. Kemudian. b. Contoh : Pohon anggur. Untuk memaparkan masalah yang dikemukakan. Dikelilingi pondok itu tertegak pedati. tak sedikit jua pun kentara. 3. Caranya. Untuk menyusun sebuah proses. sunyi-mati. Pola Sebab Akibat Pengembangan paragraf dapat pula dinyatakan dngan menggunakan sebab-akibat. grafik. Pola Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau urutan dari suatu kejadian atau peristiwa. tumbuk sampai halus. Dari paragraf Jenis ini diharapkan para pembaca dapat memahami hal atau objek itu dengan sejelas-jelasnya. di samping buahnya yang digunakan untuk pembuatan minuman. Di antara daun kayu tapak kepada mereka tebing tu turun ke bawah. ia menggambarkan benda demi benda yang terdapat dalam tempat itu. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 3) penulis menjelaskan tiap urutan itu ke dalam detail-detail yang tegas sehingga pembaca dapat melihat seluruh prose dengan jelas. bahwa dia melindungi manusia yang hidup. Insya Allah. ketiganya sunyi dan sepi pula. Dalam hal ini sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama. Medasing menegakkan dirinya sambil menguasai ke muka dan ia pun berdiri tiada bergerak sebagai pohon diantara pohon-pohon yang lain. Sedikitnya terdapat tiga pola pengembangan paragraf eksposisi.

Akibat dijadikan gagasan utama. ilustrasi-ilustrsi tersebut tidak berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat. Padahal selama 30 tahun terakhir. Impor beras meningkat. Pola Ilustrasi Sebuah gagasan yang terlalu umum. yang telah kita pelajari terdahulu. Persamaan tersebut. Argumentasi berarti pemberian alasan yang kuat dan meyakinkan. Ilustrasiilustrsi tersebut dipakai sekedar untuk menjelaskan maksud penulis. Walaupun terkena kebakaran sepanjang tahun. yaitu 6. Contoh : Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak memahami imbas krisis ekonomi sektor-sektor di bidang pertanian. Akibatnya.04 persen. Dengan demikian. contoh. Dalam hal ini pengamatanpengamatan pribadi merupakan bahan ilustrasi yang paling efektif dalam menjelaskan gagasangagasan umum tersebut. Namun demikian.Paragraf Argumentasi Argumentasi bermakna „alasan‟. dapat juga terbalik. Bila disusun untuk mencari hubungan antara bagian-bagiannya. akan tetapi. Secara umum. perikanan masih meningkat cukup mengesankan.7 ribu ton pada tahun 1993. produksi padi turun 3. Alasan-alasan.07 persen menjadi 18. sikap atau keyakinan. sedangkan untuk memahami sepenuhnya. Dalam karangan eksposisi. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984. a. 2) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau dipenjelas . Untuk lebih jelasnya persamaan dan perbedaan antara paragraph eksposisi dan argumentasi adalah sebagai berikut. yang meningkat 6. Sejak itu. demikian pula perkebunan. memerlukan ilustrasi-ilustrsi konkrit. Misalnya.3 ribu ton beras. sektor kehutanan masih tumbuh 2. kontribusi dari sektor-sektor pertanian terhadap produk domestik broto (PDB) meningkat dari 18.65 persen. dan sejenisnya. c. pada tahun 1004. antara lain bahwa kedua jenis paragraf tersebut sama-sama memerlukan data dan fakta yang meyakinkan. dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. diperkirakan menjadi 3.pengembangannya.1 ton tahun 1998.46 persen. digunakan penulis untuk mempengaruhi pembaca agar mereka menyetujui pendapat. kita mengekspor sebesar 371.85 persen.95 persen. akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya. terdapat pula perbedaan yang mencolok antara keduanya. bahkan 530. neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton.5 juta ton. maka proses itu dapat disebut proses kausal. 4. pangsa sector pertanian merosot dari tahun ke tahun. paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan alasan. Namun demikian. dengan paragraf argumentasi. gagasan dan keyakinan kita. impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2. Persoalan sebab-akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya dengan proses. Contoh : Pada tahun 1997. persamaan 1) Argumentasi dan eksposisi sama-sama menjelaskan pendapat. Dalam beberapa hal memang terdapat beberapa persamaan antara paragraf-paragraf eksposisi. pada tahun 1986. bukti.

Dengarkanlah keinginan hati mereka. Argumentasi memberi contoh. 2) Eksposisi menggunakan contoh. 3) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan analisis dan sintesis dalam pembahasannya. diagram. Contoh: Mengembangkan hubungan positif dengan orang lain sebenarnya bertujuan pada satu hal: anda harus menjadi seorang pengamat manusia. grafik. bahwa dengan menjadi seorang pengamat manusia. tahu akan ketakutan.dengan angka. bukan satu studi ilmiah. dan lain-lainnya. Perbedaan 1) Tujuan eksposisi hanya menjelaskan dan menerangkan sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. grafik. Ini adalah sau gaya hidup yang harus dikembangkan. antara lain bahwa kita (pembaca) harus menjadi seorang pengamat manusia. c) sikap dan keyakinan. 4) Argumentasi dan eksposisis sama-sama menggali idenya dari: a) pengalaman. b. 4) Penutup pada akhir argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya. gambar. . dan lain-lainnya untuk menjelaskan sesuatu yang kita kemukakan. b) pengamatan dan penelitian. Berbicaralah dengan orang-orang. Untuk meyakinkan pembaca atas argumentasinya itu. Amatilah mereka dan pelajarilah cara mereka berpikir. Bila anda benar-benar mampuy mengerti manusia atau orang. 3) Penutup pada akhir eksposisi biasanya menegaskan lagi dari sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya. Argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga pembaca menyetujui bahwa pendapat. maka akan memiliki kemampuan mengembangkan hubungan tersebut. peta. Tentu saja anda harus membaca buku dan mendengarkan pkaset raihlah apa yang anda peroleh dari kebijakan orang lain. namun jangan abaikan bergaul dengan orang lain dan pelajarilah tabiat mereka. dan impian mereka. sikap dan keyakinan kita benar. Dalam paragraf tersebut penulis mengemukakan sejumlah pendapat. harapan. grafik. dan lain-lainnya untuk membuktikan bahwa sesuatu yang kita kemukakan itu benar. penulis mengemukakan sejumlah alasan. kita akan memiliki kemampuan dalam mengembangkan hubungan positif dengan orang lain.

Metode pengembangan paragraf akan bergantung pada sifat informasi yang akan disampaikan.Pengembangan Paragraf Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf sangat berkaitan erat dengan posisi kalimat topik karena kalimat topiklah yang mengandung inti permasalahan atau ide utama paragraf. lebihlebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf. deskriptif.yaitu: persuasive. penulis harus menyusunnya secara runtut (kronologis). atau sebaliknya. Metode tersebut sudah pasti digunakan untuk mengembangkan alinea argumentatif. Metode Sebab-Akibat Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya. e. d. argumentatif. Pengembangan paragraph deduktif. dan eksposisi. penulis hendaknya memperhatikan klasifikasi konsep dan penentuan cirri khas konsep tersebut. Contoh-contoh terurai. c. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. misalnya akan berbeda dengan naratif. yang menempatkan ide/gagasan utama pada awal paragraf. a. Metode Proses Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Demikian juga dengan tipe paragraf yang lainnya. Metode kausalitas atau sebab-akibat umumnya tampil di tengah karangan yang berisi pembahasan atau analisis. contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Bila urutan atau tahap – tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda. Metode Definisi Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsepistilah tertentu. misalnya. Metode Contoh Dalam karangan ilmiah. b. Sifat paragrafnya argumentative murni atau dikombinasikan dengan deskriptif ata eksposisi. pasti berbeda dengan pengembangan paragraf induktif yang merupakan kebalikan dari paragraf deduktif. Untuk dapat merumuskan definisi yang jelas. Factor yang terpenting dalam metode kausalitas ini adalah kejelasan dan kelogisan. naratif. Metode Umum-Khusus .

Klsifikasi sebenarnya bukan khusu untuk persamaan factor tersebut di atas. tetapi juga untuk perbedaan. f. bentuk. belajar menyusun paragraf dengan metode ini adalah yang paling disarankan. Bagi penulis pemula. cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi. dan lain-lain.Metode umum-khusnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur. Metode Klasifikasi Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat. ukuran. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful