P. 1
1

1

|Views: 34|Likes:
Published by Faradila Sari Hersa

More info:

Published by: Faradila Sari Hersa on Nov 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2011

pdf

text

original

1.

Mengapa proses Decission making dalam pembelajaran berdasarkan hasil penilaian Dalam konteks pengajaran, penilaian dapat diartikan sebagai suatu proses yang sistematik dalam menentukan tingkat pencapaian tujuan yang diraih oleh siswa. Menurut Rahmat dan Suhardi (1998 : 24) bahwa : “Ada beberapa gagasan pokok yang terkandung dalam batasan penilaian tersebut. Pertama, penilaian adalah suatu proses. Ini mengandung arti bahwa penilaian terdiri atas serangkaian kegiatan yang direncanakan dari mulai menetapkan tujuan penilaian, mengembangkan instrumen, mengumpulkan data, sampai kepada pengambilan keputusan. Kedua, penilaian dilakukan secara sistematis, yang berarti bahwa kegiatan penilaian dilakukan berdasarkan aturan-aturan dan prinsip-prinsip tertentu yang semestinya diperhatikan dalam program penilaian. Ketiga, kata penentuan tingkat mengindikasikan bahwa dalam penilaian selalu ada kaitan pengambilan keputusan, dan ini merupakan pokok. Keempat, penilaian merupakan kegiatan penentuan tingkat pencapaian tujuan, ini berarti bahwa kegiatan penilaian akan selalu dikaitkan dengan tujuan pengukuran yang telah dirumuskan terhadap prestasi belajar siswa maka guru harus menguasai kompetensi-kompetensi yang menyangkut penilaian tersebut”. Berdasarkan pendapat diatas maka jelaslah bahwa penilaian melalui suatu proses yang sistematis untuk pengambilan keputusan penting mengenai pencapaian tujuan Pengajaran. Oleh karena itu, guru diharapkan menguasai kompetensi-kompetensi dalam penilaian prestasi belajar peserta didik 2. Hubungan kriteria penilaian PAK dan PAN dengan kurikuum KBK Ada dua jenis pendekatan penilaian yang dapat digunakan untuk menafsirkan sekor menjadi nilai. Kedua pendekatan ini memiliki tujuan, proses, standar dan juga akan menghasilkan nilai yang berbeda. Karena itulah pemilihan dengan tepat pendekatan yang akan digunakan menjadi penting. Kedua pendekatan itu adalah Pendekatan Acuan Norma (PAN) Pendekatan Acuan Kriteria (PAK) dan Pendekatan Acuan Patokan (PAP). Sejalan dengan uraian di atas, Glaser (1963) yang dikutip oleh W. James Popham menyatakan bahwa terdapat dua strategi pengukuran yang mengarah pada dua perbedaan tujuan substansial, yaitu pengukuran acuan norma (NRM) yang berusaha menetapkan status relatif, dan pengukuran acuan kriteria (CRM) yang berusaha menetapkan status absolut. Sejalan dengan pendapat Glaser, Wiersma menyatakan normreferenced interpretation is a relative interpretation based on an individual position with respect to some group. Glaser menggunakan konsep pengukuran acuan norma (Norm Reference Measurement / NRM) untuk menggambarkan tes prestasi siswa dengan menekankan pada tingkat ketajaman suatu pemahaman relatif siswa. Sedangkan untuk mengukur tes yang mengidentifikasi ketuntasan / ketidaktuntasan absolut siswa atas perilaku spesifik, menggunakan konsep pengukuran acuan kriteria (Criterion Reference Measurement). 1. Penilaian Acuan Patokan (PAP), Criterion Reference Test (CRT) Tujuan penggunaan tes acuan patokan berfokus pada kelompok perilaku siswa yang khusus. Joesmani menyebutnya dengan didasarkan pada kriteria atau standard khusus. Dimaksudkan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang performan peserta tes dengan tanpa memperhatikan bagaimana performan tersebut dibandingkan dengan performan yang lain. Dengan kata lain tes acuan kriteria digunakan untuk menyeleksi (secara pasti) status individual berkenaan dengan (mengenai) domain perilaku yang ditetapkan / dirumuskan dengan baik. Pada pendekatan acuan patokan, standar performan yang digunakan adalah standar absolut. Semiawan menyebutnya sebagai standar mutu yang mutlak. Criterionreferenced interpretation is an absolut rather than relative interpetation, referenced to a defined

seorang siswa harus mendapatkan sekor tertentu sesuai dengan batas yang telah ditetapkan tanpa terpengaruh oleh performan (sekor) yang diperoleh siswa lain dalam kelasnya. 59% D • < 44% E / Tidak lulus 2. (2) standar relatif membuat terjadinya persaingan yang kurang sehat diantara para siswa. yaitu masukan. Kekurangan dari penggunaan standar relatif diantaranya adalah (1) dianggap tidak adil. Artinya tingkat performan seorang siswa ditetapkan berdasarkan pada posisi relatif dalam kelompoknya.d. Untuk mendapatkan nilai A atau B. Dengan kata lain standar pengukuran yang digunakan ialah norma kelompok. maka kemungkinan untuk mendapat nilai A atau B menjadi sangat kecil.body of learner behaviors. 79% B • 60% s. proses dan keluaran/hasil pembelajaran. kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran. Dalam standar ini penentuan tingkatan (grade) didasarkan pada sekorsekor yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentuk persentase. Salah satu rangkaian pembelajaran berbasis kompetensi pelaksanaan adalah evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi. Artinya apabila tes yang diterima siswa mudah akan sangat mungkin para siswa mendapatkan nilai A atau B. karena bagi mereka yang berada di kelas yang memiliki sekor yang tinggi. cara mengajaryang dilaksanakan. Tinggi rendahnya performan seorang siswa sangat bergantung pada kondisi performan kelompoknya. karena pada saat seorang atau sekelompok siswa mendapat nilai A akan mengurangi kesempatan pada yang lain untuk mendapatkannya Penggunaan satu alat penilaian sebagai dasar dalam melakukan evaluasi terhadap belajar dan perkembangan siswa dianggap sebagian ahli sebagai abuse and misuse of assessment—kesalahan mendasar dalam melakukan penilaian dan pemanfaatan informasi penilaian. Namun kelemahan ini dapat diatasi dengan memperhatikan secara ketat tujuan yang akan diukur tingkat pencapaiannya. 100% A • 70% s. karakteristik dan kesiapan dosen. Evaluasi hasil pembelajaran atau evaluasi hasil belajar antara . Umumnya kriteria nilai yang digunakan dalam bentuk rentang skor berikut: Rentang Skor Nilai • 80% s. dan minat. dan sebaliknya apabila tes tersebut terlalu sulit untuk diselesaikan. Pada pendekatan acuan norma standar performan yang digunakan bersifat relatif. proses dan keluaran/hasil. keefektifan media pembelajaran. Salah satu kelemahan dalam menggunakan standar absolut adalah sekor siswa bergantung pada tingkat kesulitan tes yang mereka terima. Situasi seperti ini menjadi baik bagi motivasi beberapa siswa. Evaluasi proses pembelajaran menekankan pada evalusi pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh pembelajar meliputi keefektifan strategi pembelajaran yang dilaksanakan. maka terdapat tiga jenis evaluasi sesuai dengan sasaran evaluasi pembelajaran. yaitu evaluasi masukan. serta keadaan lingkungan dimana pembelajaran berlangsung.d. maka terlebih dahulu ditentukan kriteria kelulusan dengan batasbatas nilai kelulusan. Salah satu keuntungan dari standar relatif ini adalah penempatan sekor (performan) siswa dilakukan tanpa memandang kesulitan suatu tes secara teliti. Penilaian Acuan Norma (PAN). Mengacu pada asumsi bahwa pembelajaran merupakan sistem yang terdiri atas beberapa unsur.d. Evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada evaluasi karakteristik peserta didik. sikap serta cara belajar mahasiswa. Tes acuan kriteria Perbedaan lain yang mendasar antara pendekatan acuan norma dan pendekatan acuan patokan adalah pada standar performan yang digunakan. harus berusaha mendapatkan sekor yang lebih tinggi untuk mendapatkan nilai A atau B. Dalam menginterpretasi skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan pendekatan PAP.d. Pembelajaran Berbasis Kompetensi merupakan wujud pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai currículum in action. strategi pembelajaran yang sesuai dengan mata kuliah. 69% C • 45% s. Norm Reference Test (NRT) Tujuan penggunaan tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif dan meliputi suatu bidang isi dan tugas belajar yang besar. kurikulum dan materi pembelajaran. Tes acuan norma dimaksudkan untuk mengetahui status peserta tes dalam hubungannya dengan performans kelompok peserta yang lain yang telah mengikuti tes.

Fungsinya sebagai bagian dari manajemen pendidikan secara nasional adalah untuk memperoleh gambaran tentang peta mutu pendidikan nasional sebagai alat umpan balik guna mendiagnosis faktor-faktor penyebab dari keberhasilan dan ketidakberhasilan suatu sekolah atau daerah dalam membantu peserta didik dalam mencapai tingkatan hasil belajar yang diharapkan. dalam hal ini adalah penguasaan kompetensi oleh setiap mahasiswa. ketrampilan atau penampilan (psikomotorik). maka pengukuran dalam bidang pendidikanpun berubah menjadi semakin baik. dan mendorong siswa untuk memperbaiki pemahaman mereka terhadap pembelajaran Seiring dengan perubahan cara berpikir pendidik tentang cara mendidik yang baik. Oleh karena itu apabila pembelajar mempelajari pengetahuan tentang konsep. Asesmen yang tepat merupakan bagian penting dari program evaluasi dan perbaikan terus menerus kualitas program pendidikan yang sudah dirancang. Sebagai contoh. dan evaluasi hasil belajar atau evaluasi substansial. 3. feedback bagi lembaga pendidikan yaitu sebaik apakah efektivitas guru dan program yang dijalankan. dan feedback bagi pembuat kebijaksanaan yaitu sebaik apakah kebijaksanaan mereka berjalan. Personal. Terkait dengan ketiga jenis evaluasi pembelajaran tersebut. Feedback tersebut menuntun perubahan dalam system pendidikan dengan menstimulasi perubahan dalam kebijaksanaan. data assessment yang diperoleh siswa merupakan feedback tentang sebaik apakah siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan guru atau orang tua mereka. maka perubahan perilaku yang diperoleh adalah berupa penguasaan konsep. hasil belajar meliputi: a. pihak-pihak terkait dengan pendidikan anak menggunakan informasi dari berbagai macam sumber untuk merencanakan dan membuat keputusan-keputusan tentang anak-anak secara individual. Pemahaman tentang pentingnya assessment untuk pembentukan pendidikan yang kontemporer dirangsang oleh penelitian. kepribadian. konsep. Keilmuan. . Dalam program pendidikan yang berkualitas. Selanjutnya masukan tersebut pada gilirannya dipergunakan sebagai bahan dan dasar memperbaiki kualitas proses pembelajaran menuju ke perbaikan kualitas hasil pembelajaran. Assesmen merupakan bagian yang penting dan tidak terpisahkan dalam system pendidikan Proses assessment adalah alat yang efektif untuk mengkomunikasikan tujuan dari system pendidikan. Untuk kepentingan pengelolaan pendidikan secara nasional disadari perlunya secara periodic diadakan evaluasi hasil belajar tingkat nasional atau lebih tepat disebut “Nasional Assesment”. Menurut Sardiman (2001:28). dan berbagai kegiatan untuk meratakan mutu pendidikan nasional sesuai dengan standar yang ditetapkan. feedback bagi guru adalah sebaik apakah siswa mereka belajar. Kegiatan semacam ini sangat penting dan bermakna bila dimanfaatkan untuk melakukan tindak lanjut berupa upaya perbaikan. dalam praktek pembelajaran secara umum pelaksanaan evaluasi pembelajaran menekankan pada evaluasi proses pembelajaran atau evaluasi manajerial. pembaharuan. Visi assessment yang digambarkan oleh National Science Education Syandards. Kelakuan. perkembangan dan implementasi dari metode baru dalam pengumpulan data. c. assessment adalah mekanisme feedback primer dalam system pendidikan. dan fakta (kognitif). menuntun pengembangan guru yang professional. b. atau sikap (afektif). pengetahuan.lain mengguakan tes untuk melakukan pengukuran hasil belajar sebagai prestasi belajar. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran kedua jenis evaluasi tersebut merupakan komponen sistem pembelajaran yang sangat penting. Evaluasi kedua jenis komponen yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pelaksanaan dan hasil pembelajaran. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh pembelajar.

Suharsimi (1993). Pembobotan masing-masing unsur penilaian ditetapkan dengan kesepakatan antara dosen pembina matakuliah dan mahasiswa berdasarkan silabus matakuliah yang diatur dalam pedoman akademik masing-masing fakultas/program studi setara fakultas dan program pascasarjana. Penilaian dan Evaluasi Wiersma dan Jurs membedakan antara evaluasi. A. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif. prak-tikum. yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Manajemen Pengajaran Secara Manusia. penilaian. dan Implementasi. Ia menyatakan bahwa evaluation as the process of determining to what extent the educational objectives are actually being realized. Mendefinisikan evaluasi sedikit berbeda. Mereka berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing. E. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep. The school of the future : some teachers view on education in the year 2000. atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. (1985). sedangkan penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. menyatakan bahwa evaluation is the process of delinating. dan ujian tugas akhir. Bentuk ujian meliputi ujian tengah semester.Document Transcript 1. pengukuran dan testing. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Suharsimi Arikunto yang membedakan antara pengukuran. (2003).. Kedua pendapat di atas secara implisit menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada pengukuran dan testing. Sementara itu Asmawi Zainul dan Noehi Nasution mengartikan pengukuran sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang. Bandung: PT Remaja Rosdakarya http://masdony. Ralph W. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan penilaian kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa yang dilakukan secara berkala berbentuk ujian. Lan. Karakteristik. Tyler. Sementara Daniel Stufflebeam (1971) yang dikutip oleh Nana Syaodih S. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. dan atau pengamatan oleh dosen. hal. Arikunto. yang dikutif oleh Brinkerhoff dkk. Beberapa definisi terakhir ini menyoroti evaluasi sebagai sarana untuk mendapatkan informasi yang diperoleh dari proses pengumpulan dan pengolahan data.DAFTAR PUSTAKA Laster.com/2010/04/14/102/ DONY PURNOMO BLOG Evaluasi pembelajaran .. ujian akhir semester. tugas.wordpress. Pengertian Pengukuran. Jakarta: Rineka Cipta Mulyasa. UK. dan . Demikian juga dengan Michael Scriven (1969) menyatakan evaluation is an observed value compared to some standard.

Ia menyatakan bahwa penilaian adalah proses 2. evaluasi yang dilakukan juga memiliki banyak fungsi. Jelek. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai . menentukan nilai suatu obyek dengan menggunakan ukuran atau kriteria tertentu. 3. menentukan tindak lanjut hasil penilaian 4. dll. sarana dan prasarana. Lindeman (1967) “The assignment of one or a set of numbers to each of a set of person or objects according to certain established rulesâ€r B. agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai. memberikan pertanggung jawaban (accountability) C. Fungsi Evaluasi Sejalan dengan tujuan evaluasi di atas. seperti siswa. tingkat kesulitan. Remedial 2. Sedang. penanganan “masalahâ€a . dll). Umpan balik 3. Membuat keputusan : kelanjutan program. Selektif 2. Macam-macam Evaluasi 1. mendeteksi siswa yang telah dan belum menguasai tujuan : melanjutkan. lingkup. evaluasi dilaksanakan dengan tujuan: 1. mengetahui tingkat keberhasilan PBM 3. Diagnostik 3. developing stages.pihak yang terkait dengan pembelajaran. remedial atau pengayaan 2. for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appeal. Sementara Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strengths and weakness of instruction in its 4. yaitu : 1. Meningkatkan kualitas PBM : komponen-komponen PBM Sementara secara lebih khusus evaluasi akan memberi manfaat bagi pihak. Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung. Pengembangan ilmu D. Pengukuran bersifat kuantitatif. Sedangkan menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. hasil belajar cermin kualitas sekolah 2. Pengukur keberhasilan Selain keempat fungsi di atas Asmawi Zainul dan Noehi Nasution menyatakan masih ada fungsi-fungsi lain dari evaluasi pembelajaran.evaluasi. Tujuan Evaluasi Sebagaimana diuraikan pada bagian terdahulu bahwa evaluasi dilaksanakan dengan berbagai tujuan. Gronlund (1971) yang menyatakan “Measurement is limited to quantitative descriptions of pupil behaviorâ€s Pengertian penilaian yang ditekankan pada penentuan nilai suatu obyek juga dikemukakan oleh Nana Sudjana. Penilaian bersifat kualitatif. Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran. seperti Baik . pemenuhan standar E. Bagi Siswa Mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran : Memuaskan atau tidak memuaskan Bagi Guru 1. Seperti juga halnya yang dikemukakan oleh Richard H. Hasil pengukuran yang bersifat kuantitatif juga dikemukakan oleh Norman E. yaitu fungsi: 1. Arikunto menyatakan bahwa mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Manfaat Evaluasi 3. 2. dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Perbaikan kurikulum dan program pendidikan 5. Penempatan 4. Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan / topik. Mendeskripsikan kemampuan belajar siswa. Memotivasi dan membimbing anak 4. motivasi. dll 3. Memahami sesuatu : mahasiswa (entry behavior. membuat program sekolah 3. guru. dan kepala sekolah. Khusus terkait dengan pembelajaran. diantaranya adalah fungsi: 1. ketepatan materi yang diberikan : jenis. ketepatan metode yang digunakan Bagi Sekolah 1. dan kondisi dosen 2.

guru mengikuti suatu kemampuannya maupun program program. Wiersma menyatakan formative testing is done to monitor student progress over period of time. . Evaluasi diagnostik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan. yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil maka akan diberikan remedial. Pada tahap proses evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui bahanbahan pelajaran mana yang masih belum dikuasai dengan baik. dirumuskan dengan mengacu pada tingkat kematangan siswa. dan untuk menilai menentukan posisi menentukan kesulitan pelaksanaan suatu kemampuan siswa belajar yang dialami unit program dibandingkan dengan anggota kelompoknya cara memilih tiap-tiap Mengukur semua Mengukur tujuan memilih keterampilan prasarat tujuan instruksional instruksional umum tujuan khusus yang memilih tujuan setiap dievaluasi program pembelajaran secara berimbang memilih yang berhubungan dengan tingkah laku fisik. yaitu materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman dari topik yang telah dibahas. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya. Tes Formatif. dan Tes Sumatif Ditinjau Tes Diagnostik Tes Formatif Tes Sumatif dari Fungsinya mengelompokkan Umpan balik bagi Memberi tanda telah siswa berdasarkan siswa. selama proses. baik pada tahap awal.seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut. Artinya TIK dirumuskan dengan memperhatikan kemampuan awal anak dan tingkat kesulitan yang wajar yang diperkiran masih sangat mungkin dijangkau/ dikuasai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Ukuran keberhasilan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam rumusan tujuan (TIK) yang telah ditetapkan sebelumnya. TIK yang akan dicapai pada setiap pembahasan suatu pokok bahasan. Diagnostik Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihankelebihan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi. Perbandingan Tes Diagnostik. bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan. Sementara pada tahap akhir evaluasi diagnostik ini untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa atas seluruh materi yang telah dipelajarinya. 2. Sumatif Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan. 5. yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Dengan kata lain evaluasi formatif dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. maupun akhir pembelajaran. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Winkel mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan testes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu. dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya. Dalam hal ini evaluasi diagnostik dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal atau pengetahuan prasyarat yang harus dikuasai oleh siswa. sehingga guru dapat memberi bantuan secara dini agar siswa tidak tertinggal terlalu jauh. 3. Pada tahap awal dilakukan terhadap calon siswa sebagai input.

mental dan perasaan Skoring menggunakan standar menggunakan menggunakan (cara mutlak dan relatif standar mutlak standar relatif menyekor) F. 3. dan interpretasi hasil penilaipatokan : Kurikulum/silabi. referenced to a defined body of learner behaviors. materi penilaian. Semiawan menyebutnya sebagai standar mutu yang mutlak. 1. Penilaian Acuan Patokan (PAP). agar mendapat informasi yang akurat. Criterion Reference Test (CRT) Tujuan penggunaan tes acuan patokan berfokus pada kelompok perilaku siswa yang khusus. diantaranya: 1. James Popham menyatakan bahwa terdapat dua strategi pengukuran yang mengarah pada dua perbedaan tujuan substansial. Dirancang secara jelas abilitas yang harus dinilai. Pendekatan Evaluasi Ada dua jenis pendekatan penilaian yang dapat digunakan untuk menafsirkan sekor menjadi nilai. proses. 2. gunakan berbagai alat penilaian dan sifatnya komprehensif. Criterion-referenced interpretation is an absolut rather than relative interpetation. Karena itulah pemilihan dengan tepat pendekatan yang akan digunakan menjadi penting. 1. standar performan yang digunakan adalah standar absolut. Prinsip Evaluasi Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi. yaitu pengukuran acuan norma (NRM) yang berusaha menetapkan status relatif. Harus dibedakan antara penskoran (scoring) dengan penilaian (grading) 3. Kedua pendekatan itu adalah Pendekatan Acuan Norma (PAN) dan Pendekatan Acuan Patokan (PAP). Prinsip lain yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto adalah: 6. 6. 2. Dimaksudkan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang performan peserta tes dengan tanpa memperhatikan bagaimana performan tersebut dibandingkan dengan performan yang lain. Pada pendekatan acuan patokan. Glaser (1963) yang dikutip oleh W. G. Sejalan dengan pendapat Glaser. 5. 7. Hendaknya disadari betul tujuan penggunaan pendekatan penilaian (PAP dan PAN) 4. Agar hasil penilaian obyektif. alat penilaian. Dalam standar ini penentuan tingkatan (grade) didasarkan pada sekor-sekor yang telah . Penilaian hendaknya didasarkan pada hasil pengukuran yang komprehensif. Penilaian hendaknya merupakan bagian integral dalam proses belajar mengajar. Sistem penilaian yang digunakan hendaknya jelas bagi siswa dan guru. Sejalan dengan uraian di atas. 4. standar dan juga akan menghasilkan nilai yang berbeda. Penilaian harus bersifat komparabel. Glaser menggunakan konsep pengukuran acuan norma (Norm Reference Measurement / NRM) untuk menggambarkan tes prestasi siswa dengan menekankan pada tingkat ketajaman suatu pemahaman relatif siswa. Penilaian hasil belajar menjadi bagian integral dalam proses belajar mengajar. Kedua pendekatan ini memiliki tujuan. ℘an. Dengan kata lain tes acuan kriteria digunakan untuk menyeleksi (secara pasti) status individual berkenaan dengan (mengenai) domain perilaku yang ditetapkan / dirumuskan dengan baik. Joesmani menyebutnya dengan didasarkan pada kriteria atau standard khusus. Sedangkan untuk mengukur tes yang mengidentifikasi ketuntasan / ketidaktuntasan absolut siswa atas perilaku spesifik. Hasilnya hendaknya diikuti tindak lanjut. menggunakan konsep pengukuran acuan kriteria (Criterion Reference Measurement). Wiersma menyatakan norm-referenced interpretation is a relative interpretation based on an individual’s position with respect to some group. dan pengukuran acuan kriteria (CRM) yang berusaha menetapkan status absolut.

0 2 52 1 9. Artinya tingkat performan seorang siswa ditetapkan berdasarkan pada posisi relatif dalam kelompoknya. 8. 7. seorang siswa harus mendapatkan sekor tertentu sesuai dengan batas yang telah ditetapkan tanpa terpengaruh oleh performan (sekor) yang diperoleh siswa lain dalam kelasnya. harus berusaha mendapatkan sekor yang lebih tinggi untuk mendapatkan nilai A atau B. Tes acuan kriteria Perbedaan lain yang mendasar antara pendekatan acuan norma dan pendekatan acuan patokan adalah pada standar performan yang digunakan. Salah satu kelemahan dalam menggunakan standar absolut adalah sekor siswa bergantung pada tingkat kesulitan tes yang mereka terima. (2) standar relatif membuat terjadinya persaingan yang kurang sehat diantara para siswa. 8.0 . 45. Artinya apabila tes yang diterima siswa mudah akan sangat mungkin para siswa mendapatkan nilai A atau B. 69% C 45% s. 9. 35. Situasi seperti ini menjadi baik bagi motivasi beberapa siswa. Norm Reference Test (NRT) Tujuan penggunaan tes acuan norma biasanya lebih umum dan komprehensif dan meliputi suatu bidang isi dan tugas belajar yang besar.5 3 49 1 9.d. maka peserta tes yang mendapat skor tertinggi (50) akan mendapat nilai tertinggi. Satu kelompok peserta tes terdiri dari 9 orang mendapat skor mentah: 50. Sekelompok mahasiswa terdiri dari 40 orang dalam satu ujian mendapat nilai mentah sebagai berikut: 55 43 39 38 37 35 34 32 52 43 40 37 36 35 34 30 49 43 40 37 36 35 34 28 48 42 40 37 35 34 33 22 46 39 38 37 36 34 32 21 Sponsored Links Penyebaran skor tersebut dapat ditulis sebagai berikut: No Skor Mentah Jumlah Mahasiswa Jika 55 diberi nilai 10 maka 1 55 1 10. Dengan kata lain standar pengukuran yang digunakan ialah norma kelompok. dan sebaliknya apabila tes tersebut terlalu sulit untuk diselesaikan. Penilaian Acuan Norma (PAN). 30 Dengan menggunakan pendekatan PAN. Tinggi rendahnya performan seorang siswa sangat bergantung pada kondisi performan kelompoknya. 40. 100% A 70% s. sedangkan mereka yang mendapat skor di bawahnya akan mendapat nilai secara proporsional. 6 Penentuan nilai dengan skor di atas dapat juga dihitung terlebih dahulu persentase jawaban benar. Umumnya kriteria nilai yang digunakan dalam bentuk rentang skor berikut: Rentang Skor Nilai 80% s. Pada pendekatan acuan norma standar performan yang digunakan bersifat relatif. maka terlebih dahulu ditentukan kriteria kelulusan dengan batas. yaitu 9. 79% B 60% s. Namun kelemahan ini dapat diatasi dengan memperhatikan secara ketat tujuan yang akan diukur tingkat pencapaiannya. Kemudian kepada persentase tertinggi diberikan nilai tertinggi. 7. karena pada saat seorang atau sekelompok siswa mendapat nilai A akan mengurangi kesempatan pada yang lain untuk mendapatkannya. 8.d. 59% D < 44% E / Tidak lulus 2.ditetapkan sebelumnya dalam bentuk persentase. karena bagi mereka yang berada di kelas yang memiliki sekor yang tinggi. Salah satu keuntungan dari standar relatif ini adalah penempatan sekor (performan) siswa dilakukan tanpa memandang kesulitan suatu tes secara teliti. 45. misalnya 10.d. 8. Contoh: 7.d. Dalam menginterpretasi skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan pendekatan PAP. Untuk mendapatkan nilai A atau B. maka kemungkinan untuk mendapat nilai A atau B menjadi sangat kecil. 40. relatif diantaranya adalah (1) dianggap tidak adil.batas nilai kelulusan. 40. 35. Kekurangan dari penggunaan standar 8. Tes acuan norma dimaksudkan untuk mengetahui status peserta tes dalam hubungannya dengan performans kelompok peserta yang lain yang telah mengikuti tes.

) adalah 2.25 S.8 7 42 1 7.5 18 28 1 5.B.net/NDESA/evaluasi-pembelajaran http://www.d. -2 S.2 15 33 2 6.B.) sampai dengan (60 + 3 S.B. 8 Skor rata-rata +0.1 S. Menurut distribusi kurva normal.59% (60 + 2 S.0 20 21 1 3. 4 48 1 8.5 49 adalah (49/55) x 10 = 9. Dengan demikian dapat dibuat tabel konversi skor mentah ke dalam nilai 1-10.B. yang mendapat skor (+2 S.25 S.B.persimpangan.B.B.d.) adalah 34.B. 9 Skor rata-rata +1. 2 Skor rata-rata -2. s.B.) adalah 95.(60 .7 5 46 1 8.) adalah 13.B. 6 Skor rata-rata -0.B.25 S.) adalah 13.B.id/file/suhuriunivnegyogyakartalampiranb.B.9 11 37 5 6. 5 Skor rata-rata -0. sekelompok mahasiswa yang memiliki skor di atas rata-rata 60 dalam kelompok itu adalah: 60 sampai dengan (60 + 2 S.damandiri.2 S.75 S.59% (60 .2 S.8 17 30 1 5.) sampai dengan (60 .B.1 10 38 2 6.or.25 S. maka untuk memberi nilainya menggunakan statistik sederhana untuk menentukan besarnya skor rata-rata kelompok dan simpangan baku kelompok (mean dan standard deviation) sehingga akan terjadi penyebaran kemampuan menurut kurva normal.0 16 32 2 5.44%.0 dan seterusnya 9. 10 Skor rata-rata +1.8 Jumlah Mahasiswa 40 Jika skor mentah yang paling tinggi (55) diberi nilai 10 maka nilai untuk : 52 adalah (52/55) x 10 = 9.2 S.14% Dengan kata lain mahasiswa yang mendapat skor antara (+1 S. 7 Skor rata-rata +0.) sampai dengan (60 . 3 Skor ratarata -1.5 13 35 3 6.3 S.7 12 36 4 6.B.25 S.B. -1 S. Skor Mentah Nilai 1 – 10 Skor rata-rata +2. adalah: 60 sampai dengan (60 .B. s.75 S.com/blog/2007/08/14/konsepdasar-evaluasi-hasil-belajar/ http://www.14% Begitu juga dengan mahasiswa yang memiliki skor 60 ke bawah. 1 Catatan: mengacu pada kurikulum 1975 http://blog. 4 Skor rata-rata -1.4 6 43 3 7.25 S.B.) adalah 34.75 S.75 S.B.pdf Program Praktik April 13. 2009 JASMANSYAH 2 komentar http://bahanajar.com/category/program-praktek/ KISI-KISI UJIAN PRAKTIK UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2008/2009 .4 14 34 4 6.6 8 40 3 7.slideshare.) adalah 68.9.13% (60 + 1 S. Bila jumlah pesertanya ratusan.) adalah 2.B.) sampai dengan (60 + 2 S.26%.wordpress.B.3 9 39 2 7.B.1 19 22 1 4.13% 10.B.B.

berbagai program kerja. . B POKOK DASAR BAHASAN 01 Siswa mampu menulis Menulis Siswa dapat . laporan seminar dll menulis paragrap (narasi. STUDI : ENGLISH PELAS : IPA/IPS WAKTU : 120 MENIT (2 JAM) POKOK BAHASAN/SU KOMPETENSI INDIKATOR KETR. deskripsi.SMAN 1 SAGARANTEN KABUPATEN SUKABUMI BID. argumentasi) tentang suatu ide / masalah tertentu sesuai dengan tata bahasa Inggris yang baik dan benar. laporan hasil diskusi panel. arguementasi. majalah. deskripsi. hasil wawancara. rangkuman. sesuai jadwal . eksposisi. laporan pengamatan/percobaa n.Siswa menulis minimal 1 (satu) paragrap (sedikitnya 75 kata) dengan menggunak an bahasa Inggris yang bbaik dan benar. .Siswa Test tulis N O STANDAR KOMPETENSI karangan dengan menggunakan kosa kata yang bervariasi dan efektif dalam bentuk paragrap narasi.Siswa menentukandikerjakan di menetukan dalam kelas mencari dan masingmenentukanmasing ide yang akan ditulis. eksposisi. artikel. resensi.

Siswa Tes memberikandilaksanakan argumentasi di dalam atas berbagai kelas masing- pertanyaan masing secara lisan.menjelaska n apa yang telah di tulis kepada guru penguji (saat tes 02 Siswa mampu berbicara secara efektif dan efisien untuk mengungkapkan gagasan. sesuai jadwal PEDOMAN PENILAIAN UJIAN PRAKTEK UJIAN NASIONAL (UNAS) BAHASA INGGRIS TAHUN 2008/2009 . membuat argumen dll) Berbicara Siswa dapat berdialog dengan teman.Siswa berdialog dengan teman/guru tentang suatu hal dengan menggunak an bahasa Inggris yang baik dan benar Catatan : Reading & Listening skill sudah terintegrasi dalam 2 skill di atas (writing & speaking) speaking) . guru dengan bahasa sederhana dalam kontek kehidupan sehari-hari serta mengungkapka n argumen tentang suatu hal / masalah dengan menggunakan bahasa Inggris yang baik dan benar . pendapat. perasaan dalam berbagai bentuk wacana lisan (wawancara.

SUKABUMI A.SMAN 1 SAGARANTEN KAB. SPEAKING N ASPEK YANG DINILAI O 01 Performance  Way of Speaking  Way of Expressing 02 Fluency  Pronunciation  Grammar/Structure  Intonation 03 Clarity  Logical Sequence of Speaking  Communicative to the Audience/Tester Skor Maksimum SKOR 4 KETR. WRITING NO ASPEK YANG DINILAI 01 Ketepatan isi dengan tema :  Isi dan tema sudah sesuai dan tepat  Isi dan tema cukup sesuai dan cukup tepat  Isi dan tema kurang sesuai dan kurang tepat  Isi dan tema tidak sesuai dan tidak tepat 02 Struktur Kalimat : SKOR 0–3 3 2 1 0 0–3 KETR. . 4 2 10 B.

 Struktur kalimat banyak yang sudah tepat  Isi dan tema cukup banyak yang tepat  Isi dan tema kurang tepat  Isi dan tema tidak tepat 03 Koherensi antar Kalimat :  Koherensi antar-kalimat sudah benar  Koherensi antar-kalimat cukup benar  Koherensi antar-kalimat kurang benar  Koherensi antar-kalimat tidak benar 04 Kompleksitas (ketepatan penggunaan kata & istilah):  Tidak ada kesalahan penggunaan kata dan istilah  Ada sedikit kesalahan penggunaan kata dan istilah  Ada beberapa kesalahan penggunaan kata dan istilah  Banyak kesalahan penggunaan kata dan istilah 05 Tanda Baca :  Semua menggunakan tanda baca  Ada sepertiga tidak menggunakan tanda baca  Ada ½ tidak menggunakan tanda baca  Lebih dari ½ tidak menggunakan tanda baca 06 Ejaan Kata :  Semua benar 3 2 1 0 0–3 3 2 1 0 0–3 3 2 1 0 0–3 3 2 1 0 0–3 3 .

9 favs. 0 embeds Related • Tugas Kurikulum Dan Pembelajaran 8495 views • Tugas Kurikulum Dan Pembelajaran 1353 views • Tugas Kurikulum Dan Pembelajaran 750 views • Tugas Kurikulum Dan Pembelajaran 1595 views • Tugas Kurikulum Dan Pembelajaran 1310 views • Tesis Problem Based Learning 16144 views • Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal 1151 views . Sebagian kecil tidak benar  Setengah tidak benar  Lebih dari ½ tidak benar 2 1 0 NDESA + Follow 17212 views.

• Free Poenya 6249 views • TUGAS PSIKOMETRI 5324 views • Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Penalaran Fo… 40543 views • Penilaian Hasil Belajar 83027 views • Kompetensi Evaluasi 8819 views • 37 prinsip-penilaian-sma-setiawan 1126 views • Melalui metode simulasi dapat meningkatkan sd n 07 lahat 8746 views • Pembelajaran Berbasis Masalah Matematika di SD 14342 views • Pembelajaran Berbasis Masalah Matematika di SD 2146 views • Penilaian Unjuk Kerja Matematika SMA 13335 views .

212 Views on SlideShare 0 Views on Embeds 17.212 Total Views Accessibility View text version Additional Details • • Uploaded via SlideShare Uploaded as Microsoft Word Flag as inappropriate File a copyright complaint Categories • • Books .• Instrumen Penilaian Hasil Belajar Nontes dalam Pembelajara… 21670 views • Asemen dalam pembelajaran sains sd 1421 views • 50749853 skripsi 725 views About this document Usage Rights © All Rights Reserved Stats • • • • • • 9 Favorites 1 Comments 412 Downloads 17.

8 30 3 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->