P. 1
Manajemen an Pengorganisasian Dalam Proyek Arsitektur

Manajemen an Pengorganisasian Dalam Proyek Arsitektur

|Views: 146|Likes:
Published by nusantara knowledge

More info:

Published by: nusantara knowledge on Nov 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2011

pdf

text

original

MANAJEMEN

Dasar – Dasar Manajemen Manajemen menurut buku Pengantar Bisnis karya jeff Madura merupakan pendayagunaan sumber daya alam manusia dengan cara yang paling baik, agar dapat mencapai rencana-rencana dan sasaran – sasaran perusahaan. Manajemen yang efektif dapat meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Menurut buku manajemen dasar, definisi dari manajemen adalah merupakan suatu proses, kolektifitas orang – orang yang melakukan aktifitas manajemen dan sebagai sebuah seni dan sebagi ilmu. Adapun maksud dari semua itu dalah,  Sebagai suatu proses Banyak definisi untuk pengertian bahwa manajemen adalah suatu proses, adapun ketiga devinisi yang menegaskan bahwa manjemen merupakan suatu proses : 1. Manajemen merupakan suatu fungsi untuk mencapai sesuatu muai dari kegiata orang lain dan megawasi usaha – usaha individu untuk mencapai tujuan bersama. 2. Manajemen merupakan pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain. 3. Manajemen merupakan suatu proses dengan proses yang mana pelaksanaan suatu tujuan tertuntu diselenggarakan dan diawasi.  Kolektivitas orang – orang yang melakukan aktivtas manajemen.  Seni dan Sebagai ilmu Golongan Manajemen Menurut cara pemecahan persoalan oleh Beishline manajemen dapat digolongkan menjadi 3 kelas yaitu : 1. Manajemen Konvensional Manajemen ini didasarkan pada pemikiran masa lampau dan tradisi, sehingga pengalaman dan peranan manager sangat penting. 2. Manajemen Sistematis Didasarkan bukan hanya pengalaman sendiri melainkan pengalaman orang lain yang menghadapi masalah serupa.

3. Manjemen berdasarkan ilmu pengetahuan. Didasarkan atas penganalisaa data yang ada yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi, yang kemudian dapat mengambil keputusan. Sarana Manajemen Untuk mencapai tujuan yang sudah diterapkan, diperlukan sarana atau manajemen yang sering dsebut degan 6 M, yaitu : - Man : sarana utama yang menggerakkan fungsi manajemen. - Money : untuk memberi upah orang-orang yang melakukan fungsi manajemen - Material : digunakan dalam proses pelaksanaan kegiatan. - Manchine : alat mempercepat dan meningkatkan mutu dalam pelaksanaan kegiatan. - Method : sebagai kegiatandapat lebih berdaya guna dan berhasil guna. - Market : sarana untuk memperkenalkan hasil produksi. Fungsi Manajemen  INTENAL Dari sudut proses : perencaaan, pengorganisasian, penysunan, pengarahan dan pengawasan. Dari sudut bidang : keuangan, personalia, pemasaran, produksi, dll.  EKSTERNAL Fungsi manajemen diwakili oleh manager dalam megadakan hubungan dengan rekanan. Tingkatan Manajemen Manajemen dapat dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu : 1) Manajemen Puncak adalah manager dalam posisi seperti presiden dan direktur utama yang membuat keputusan, mengenai sasaran – sasaran jangka pajang. 2) Manajemen Menengah adalah menejer yang bertanggug jawab atas keputusan jangka pendek. 3) Manajemen Pengawasan adalah manajer yang berhubungan erat dengan para karyawan. Kemampuan Manager

 Konsepsual Merupakan kemampuan mental untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan organisasi, menganalisis, menginterpretasikan informasi yang ada.  Kemanusiaan Kemampuan untuk bekerja memehami dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun kelompok, sehingga dapat mengairahkan pada tujuan.  Teknik Kemampuan untuk menggunakan peralatan – peralatan atau teknikteknik dari suatu bidang tertentu. Pengukuran Prestasi  Efektif : memilih pekerjaan yang benar untuk dilaksanakan.  Efisien : menekan penggunaan masukan untuk mendapatkan keluaran yang diharapkan. Tokoh – Tokoh Manajemen     Frederich Winslow Taylor ( 1856-1915 ) Henry Fayol ( 1841-1925 ) Robert Owen ( 1771-1885 ) Charles Babbage ( 1792-1871 )

PLANNING
Pengertian Perencanaan Menurut Manullang, perencanaan merupakan rencana-rencana yang dibutuhkan untuk memberikan kepada organisasi tujuan-tujuannya dan menerapkan prosedur terbaik untuk mencapai tujuan-tujuannya itu. Perencanaa ( planning ) adalah pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metoda, system, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Menurut Herujito, perencanaan berisi perumusan dari tindakan-tindakan yang dianggap perlu untuk mencapai hasil uang diinginkan sesuai dengan maksud dan tujuan yang ditetapkan. Menurut George R. Terry menyebutkan, “planning is the selecting and relating of fact and the making and using of assumption regarding the future in the visualizatiaon and formulation of propesed activities believed necessary to archive desired result”. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Perencanaan harus berdasarkan pada fakta, data dan keterangan konkrit. 2. Perencanaan adalah suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran, imajinasi dan kesanggupan melihat ke masa yang akan datang. 3. Perencanaan mengenai masa yang akan datang dan menyangkut tindakantindakan apa yang dapat dilakukan terhadap hambatan yang mengganggu kelancaran usaha. Unsur – unsur suatu perencanaan Perencanaan yang baik harus dapat menjawab keenam pertanyaan (5W + 1H) berikut dengan baik : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tindakan apa yang harus dikerjakan ? Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan? Di manakah tindakan itu harus dilaksanakan ? Kapankah tindakan itu akan dilaksanakan? Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu? Bagaimana caranya melaksanakan tindakan tersebut?

Sifat suatu perencanaan yang baik adalah haruslah mengadung sifat – sifat sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Pemakaiankata – kata yang sederhana dan terang. Fleksibel Mempunyai stabilitas Ada dalam perimbangan Meliputi semua tindakan yang diperlukan

Proses Pembuatan Rencana Untuk mendapat suatu rencana yang baik ada beberapa tindakan yang harus dilalui, antara lain : 1. Menetapkan tugas dan tujuan Tugas dan tujuan adalah dua pengertian yang memiliki hubungan yang sangat erat. 2. Mengobservasi dan menganalisa Tindakan ini adalah pengumpulan dan pengobsevasian data sehingga dapat disintesa dan selanjutnya dapat menetapkan mana yangmasih dapat dipergunakan pada nasa yangakan dating. 3. Mengadakan kemungkinan – kemungkinan Mengumpulkan berbagai kemungkinan – kemungkinan yang diurutkan atas dasar tertentu, misalnya waktu penyelesaian, biaya yang diperlukan, dll. 4. Membuat sintesa Pemilihan berbagai alternatif kemungkinan yang ada, sehingga didapatkan suatu hasil rencana yang terbaik. Pembuat Rencana Pimpinan manajemen (manager) dapat menugaskan orang – orang atau badan tertentu untuk membuat rencana, dan pembuatan rencana tersebut sapat ditugaskan kepada :    Panitia Perencana Bagian Perencana Tenaga Staf

Maksud dan Kegunaan Perencanaan Maksud dan kegunaan perencanaan dapat dinyatakan antara lain, sebagai berikut : 1. Mendorong pimpinan mulai dari eselon atas seperti top manajemn dampai pada eselon bawah untuk berpikir secara sistematis. 2. Membantu pimpinan dalam melaksanakan koordinasi. 3. Mendorong pemimpin eselon atas untuk menampilkan garis – garis besar haluan organisasi demi mencapai tujuan. 4. Membantu pelaksanaan pengawasan terhadap perkembangan di masa yang akan datang. 5. Membantu pemimpin dalammenghadapi perkembangan di masa yang akan dating. 6. Membantu terciptanya gambaran dan hubungan pertanggungjawaban dari masing bagian – bagian organisasi. Langkah – Langkah Pokok Perencanaan 1. Berusaha mengutarakan masalah secara jelas. 2. Berupaya memperoleh secara lengkap yang berhubungan dengan berbagai kegiatan. 3. Menganalisis dan mengklarifikasi informasi. 4. Memantapkan perenanaan dan mempertimbangkan hambatan – hambatan denganberbagai kegiatan. 5. Menentukan rencana – rencana alternative. 6. Memilih rencana – rencana yangakan ajukan. 7. Mengatur urutan dan waktu rencana iitu secara terperinci. 8. Memeriksa rencana yang akan diajukan itu. Jenis Perencanaan 1. Ditinjau dari tempat pelaksanaan pekerjaan yang pada umumnya dapat dibedakan sebagai berikut :  Perencanaan Nasional (Nasional Planning) Diadakan di pusat pemerintahan

Contoh : perencanaan social ekonomi 5 tahun di Indonesia.  Perencanaan Regional Menitikberatkan pada eksplorasi atau pada eksplorasi sumber – sumber daya alam, ekonomi dan lain – lain yangmemberi penghidupan pada masyarakat di daerah – daerah. Contoh : Pembuatan waduk (waduk cacaban).  Perencanaan Kota Menitikberatkan pada masalah – masalah arsitektur, keindahan kota dan pembagian – pembagian tanah dikota. 2. Ditinjau dari segi obyek  Perencanaan social ekonomi ; membahas pembangunan bida social dan ekonomi bangsa dan Negara.  Perencanaan pendidikan ; membahas soal – soal pendidikan mulai anak – anak sampai dewasa.  Perencanaan industrial ; membahas Industrialisasi Negara. 3. Ditinjau dari segi tingkatan perencanaan  Perencanaan politik atau perencanaan kebijaksanaan atau perencanaan strategi merupakan perencanaansecara menyeluruh, komprehensif dan terintegrasi.  Antara berbagai fungsi organisasi sehingga menjadi pedoman bagi unit usaha dan fungsi operasional lainnya.  Perencanaan kerja (program planning) adalah penjelasan perencanaan politik.  Perencanaan politik. 4. Ditinjau dari segi waktu  Perencanaan jangka panjang : rencana untuk jangka waktu 5 tahun.  Perencanaan jangka menangah : rencana untuk jangka waktu 1 – 5 tahun  Perencanaan jangka pendek : rencana untuk jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun. Hambatan Terhadap Perencanaan

Menurut Stoner James, AF (1998) ada 2 jenis hambatan utama terhadap pengaturan rencana yangefektif : 1. Perlawanan internal para calon perencana terhadap penetapan sarana dan penyusunan rencana untuk mencapainya. 2. Yang terdapat di luar perencana, yaitu keengganan dan menolak rencana yang membawa perubahan dalam organisasi. Cara Mengatasi Hambatan 1. Melibatkan para pegawai, terutama mereka yang terkena pengaruh dalam proses perencanaan. 2. Memberikan banyak infornasi pada para pegawai tentang rencana dan kemungkinan akibat – akibatnya. 3. Mengembangkan suatu pola perencanaan dan penerapan yang efektif, suatu “Track Record” yang berhadil mendorong kepercayaan kepada para pembuat rencana serta menyebabkan rencana baru itu diterima. 4. Menyadari dampak dari perubahan – perubahan yang diusulkan.

ORGANIZING
Pengorganisasian Menurut Manullang, pengorganisasian disini yang dimaksudkan adalah tidak jauh berbeda dengan perencanaan, namun bukan berarti sama. Pengorganisasian ini sangat memegang peranan penting dalam langkah selanjutnya, motivasi dan pengandalian. Pengorganisasian juga dapat dikatakan sebagai pengaturan yang diterapkan secara nyata dilapangan dengan melibatkan sussistem yang ada. Perkataan organisasi berasal dari istilah “Organon” dan istilah latin “Orgamen” yang dapat berarti adalah bagian anggota, badan. Dalam mengungkapkan pendapat terhadap definisi organisasi para penulis juga memiliki pendapat tersendiri, antara lain : 1. James D. Mooney mengatakan bahwa “Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama”. 2. Chester I Barnard memberikan pengertian tentang organisasi sebagai suatu sistem dan aktifitas kerjasama yang dilakukan dua orang atau lebih. Tanpa mendefinisikan pengertian organisasi secara pasti, beberapa penulis mengemukakan bahwa ada tiga ciri dari suatu organisasi, yaitu : 1. Adanya sekelompok orang ( dua orang atau lebih ). 2. Antar hubungan terjadi dalam suatu kerjasama yang harmonis. 3. Kerjasama didasarkan atas hak, kewajiban dan tanggung jawab masing – masing orang untuk mencapai tujuan. Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut : 1. Organisasi dalam arti badan adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan tertentu. 2. Organisasi dalam arti bagan atau struktur adalah gambaran asecara skematis mengenai kerja sama dari orang – orang untuk mencapai suatu tujuan.

Pengertian Organisasi dan Pengorganisasian Pengertian organisasi mencakup dua segi : • • Organisasi sebagai wadah lembaga atau kelompok fungsional ketika proses manajemen berlangsung. Organisasi sebagai wadah pembentukan tingkah laku hubungan antar manusia sehingga dapat bekerja secara efisien dan memperoleh kepuasan pribadi dalam bertugas. Unsur – unsur suatu organisasi Setiap bentuk organisasi mempunyai unsur – unsur tertentu, antara lain yaitu : 1. Sebagai wadah / tempat kerjasama. 2. Proses kerjasama sedikitnya dua orang. 3. Jelas tugas dan kedudukan 4. Ada tujuan tertentu Bentuk – bentuk organisasi • Organisasi Garis. Ciri – cirinya adalah organisasi ini masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling kenal serta serta spesialisasi kerja masih belum begitu tinggi. • Organisasi Fungsional Ciri – cirinya adalah segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas. • Organisasi Garis dan Staf Ciri – cirinya adalah dianut oleh organisasi besar, daerah kerja luas, mempunyai bidang tugas yang kompleks dan jumlah karyawannya banyak. • Organisasi Staf dan Fungsional Merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staf. Prinsip – prinsip Organisasi Agar suatu organisasi dapat berjalan dengan baik maka perlu kita perhatikan prinsip – prinsip organisasi, sebagai berikut : 1. Perumusan tujuan yang jelas 2. Pembagian kerja yang jelad 3. Delegasi kekuasaan

4. Rentangan kekuasaan 5. Tingkat – tingkat pengawasan 6. Kesatuan perintah dan tanggung jawab 7. Koordinasi Aspek Koordinasi dan Tiga Variasi Ketergantungan Unit – unit Organisasi Menurut Jmes D. Thompson ada tiga ketergantungan unit – unit sebagai berikut : 1. Ketergantungan yang dikelompokkan 2. Ketergantungan yang sekuensial 3. Ketergantungan timbal balik. Langkah – langkah Pokok Proses Pengorganisasian  Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.  Pembagian kerja ke dalam aktivitas – aktivitas yang ada.  Mengelompokkan aktivitas – aktivitas yang sama secara leogis menjadi departemen – departemen dan menyusun skema kerjasamanya.  Menetapkan organisasi Tujuan Organisasi R.C. Davis menerangkan tujuan organisasi diantaranya sebagai berikut, antara lain : A. Primer Tujuan yang bersifat pengabdian a. Tujuan – tujuan organisasi yaitu umum, besar, kecil dan perseorangan. b. Tujuan – tujuan operasi dalam penyelesaian proyek tertentu 1. Perantara 2. Terakhir B. Sekunder 1. Ekonomi 2. Efektifitas mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan angota

TUGAS MANAJEMEN PROYEK

RINGKASAN MENGENAI MANAJEMEN, PLANNING DAN ORGANIZING

Oleh:
I MADE MAHENDRA WEDANA NIM : 0604205067

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN ARSITEKTUR UNIVERSITAS UDAYANA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->