ARTI LAMBANG KOTA JAMBI

Bentuk Dan Ukuran : Lambang Kota Jambi berbentuk Perisai dengan bagian yang meruncing dibawah, dikelilingi 3 (tiga) garis dengan warna bagian luar putih, tengah berwarna hijau dan bagian luar berwarna putih. Garis hijau yang mengelilingi lambang pada bagian atas lebih lebar dan didalamnya tercantum tulisan “KOTA JAMBI” yang melambangkan nama daerah dan diapit oleh 2 buah bintang bersudut 5 berwarna putih, yang melambangkan kondisi kehidupan sosial masyarakat Jambi yang terdiri dari berbagai suku dan agama memiliki keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Warna dasar lambang berwarna biru langit. Isi Dan Arti Lambang Senapan/Lelo, Gong & Angsa :: Setelah orang Kayo Hitam menikah dengan putri Temenggung Merah Mato yang bernama Putri Mayang Mangurai, maka oleh Temenggung Merah Mato anak dan menantunya itu diberilah sepasang Angsa serta Perahu Kajang Lako kemudian disuruh menghiliri aliran Sungai Batanghari untuk mencari tempat guna mendirikan kerajaan yang baru. Kepada anak dan menantunya tersebut dipesankan bahwa tempat yang akan dipilih ialah dimana sepasang Angsa naik ketebing dan mupur di tempat tersebut selama dua hari dua malam. Setelah beberapa hari menghiliri Sungai Batanghari kedua Angsa naik kedarat di sebelah hilir (Kampung Jam), kampung Tenadang namanya pada waktu itu. Dan sesuai dengan amanah mertuanya maka Orang Kayo Hitam dan istrinya Putri Mayang Mangurai beserta pengikutnya mulailah membangun kerajaan baru yang kemudian disebut “Tanah Pilih”, dijadikan sebagai pusat pemerintahan kerajaannya (Kota Jambi) sekarang ini. Sewaktu Orang Kayo Hitam menebas untuk menerangi tempat tersebut ditemukannya sebuah Gong dan Senapan/Lelo yang diberi nama “SITIMANG” dan “SIDJIMAT”, yang kemudian kedua benda tersebut

menjadi barang Pusaka Kerajaan Jambi yang disimpan di Museum Negeri Jambi. :: Keris :: Keris tersebut bernama “KERIS SIGINJAI” dan merupakan lambang kebesaran serta kepahlawanan Raja dan Sultan Jambi dahulu, karena barang siapa yang memiliki keris tersebut dialah yang diakui sebagai penguasa atau berkuasa untuk memerintah Kerajaan Jambi. :: Garis Biru 9 Buah :: Garis-garis ini melambangkan luasnya wilayah Kerajaan Jambi dahulu yang meliputi 9 buah lurah dialiri oleh anak-anak sungai (batang), masing-masing bernama : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Batang Asai Batang Merangin Batang Masurai Batang Tabir Batang Senamat Batang Jujuhan Batang Bungo Batang Tebo Batang Tembesi

Batang-batang ini merupakan Anak Sungai Batanghari yang keseluruhannya itu merupakan wilayah Kerajaan Jambi. :: Garis Hijau 6 Buah :: Garis ini melambangkan bahwa wilayah Kota Jambi dahulunya secara administratif terdiri dari 6 kecamatan, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Pasar Jambi Jambi Timur Jambi Selatan Telanaipura Danau Teluk Pelayangan

Kecamatan-kecamatan ini dibentuk dengan SK Gubernur Jambi Tanggal 5 Juni 1965 NO. 9/A-I/1965. Pada tahun 2002 wilayah Kota Jambi dimekarkan menjadi 8 kecamatan yang terdiri dari 62 kelurahan berdasarkan Perda No. 35 tahun 2002. Dua kecamatan

keluarga dan kelompok maupun secara institusional yang lebih luas. MOTTO “TANAH PILIH PESAKO BETUAH” Kota Jambi mempunyai motto “TANAH PILIH PESAKO BETUAH” yang tertera pada sehelai Pita Emas dibawah Lambang Kota Jambi. Pesako : warisan d. Propinsi Jambi dan Kota Jambi). Tanah : permukaan bumi paling atas atau kondisi area suatu tempat. Dan terakhir karena ejaan yang disempurnakan maka istilah “DJAMBE” berubah pula menjadi JAMBI. Melambangkan suatu pernyataan bahwa Kota Jambi adalah berasal dari tanah yang dipilih oleh Raja Jambi untuk dijadikan Pusat Pemerintahan Kerajaan Melayu Jambi yang diwariskan kepada kita yang mempunyai nilai-nilai sejarah yang sangat berharga untuk kita jaga dan pelihara untuk kemudian kita wariskan kepada anak cucu kita kelak. :: Pohon Pinang :: Pohon Pinang melambangkan asalnya isitlah atau perkataan “DJAMBE” dahulu yang kemudiam dipakai sebagai nama untuk menyebut daerah ini (Keresidenan Jambi. Menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Jambi yang rukun. Pilih : pilihan yang dipilih dari yang lain dengan teliti c. b. Istilah “JAMBI” ini berasal dari perkataan “DJAMBE” (bahasa Jawa).baru tersebut adalah Kecamatan Kota Baru dan Kecamatan Jelutung. Dan “DJAMBE” ini nama sejenis Pohon Pinang. TANAH PILIH PESAKO BETUAH secara filosofis mengandung pengertian sebagai berikut : “Bahwa Kota Jambi sebagai Pusat Pemerintahan Kota sekaligus sebagai Pusat Sosial Ekonomi serta Kebudayaan juga mencerminkan jiwa masyarakatnya sebagai duta kesatuan baik individu. b. yang mengandung pengertian secara harfiah : a. damai. . Betuah : memiliki kelebihan luar biasa (sakti) yang tidak dimiliki oleh yang lain TANAH PILIH PESAKO BETUAH pada hakekatnya mengandung pengertian sebagai berikut : a. aman. makmur dan sejahtera lahir-batin karena mengutamakan kegotongroyongan. Istilah “DJAMBE” lama kelamaan berubah menjadi “DJAMBI”.

” .berpegang teguh dan terikat pada nilai-nilai adat istiadat dan hukum adat serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Melambangkan bahwa tidak ada tempat bagi orang yang tidak beragama di Kabupaten Muaro Jambi. Melambangkan salah satu potensi kehidupan dan sarana perhubungan masa lalu dan sekarang.ARTI LAMBANG KABUPATEN MUARO JAMBI MOTTO "SAILUN SALIMBAI" MAKNA Semangat Kebersamaan/gotong-royong kehidupan masyarakat • dalam segala aspek PERISAI Melambangkan perlindungan dan pertahanan dalam persatuan adat bersendi sarak • KUBAH MESJID Melambangkan agama yang dianut sebagian besar penduduk Kabupaten Muaro Jambi yaitu Agama Islam. . • ENAM GERBANG PINTU MESJID Melambangkan 6 (enam) kecamatan awal terbentuknya Kabupaten Muaro Jambi • TIGA PULUH BUAH VENTILASI Melambangkan jumlah awal keanggotaan DPRD Kabupaten Muaro Jambi • SUNGAI TERPUTUS Melambangkan bahwa sebagian Kabupaten Muaro Jambi dilalui Sungai Batang Hari dan terputus karena melalui Kota Jambi.

• SELARAS DINDING CANDI 12 TINGKAT Melambangkan Hari jadi Kabupaten Muaro Jambi yaitu pada tanggal 12 .

.• TANGGA SEPULUH TINGKAT Melambangkan Bulan Hari jadi Kabupaten Muaro Jambi yaitu pada bulan Oktober • PONDASI CANDI. dimana buku merupakan sumber dari Ilmu Pengetahuan. 9 PETAK KANAN. sekarang dan akan datang di Kabupaten Muaro Jambi • MENARA PERTAMBANGAN MINYAK Melambangkan potensi/aset minyak di Kabupaten Muaro Jambi • BUKU Melambangkan Pendidikan. 9 PETAK KIRI Melambangkan Tahun jadi kepahlawanan dan semangat perjuangan untuk menuju cita-cita • SEKIN Melambangkan jiwa kepahlawanan dan semagat perjuangan untuk menuju cita-cita • KARET DAN KELAPA SAWIT Melambangkan Potensi perkebunan masa lalu.

* Tiga Tingkat Bangunan di Bawah Pucuk Masjid Berwarna Putih : Melambangkan tampuk Pemerintahan Kabupaten Sarolangun yang terdiri dari eksekutif dan legislative serta mengikutsertakan masyarakat dalam membangun daerahnya disegala bidang dengan hati dan tulus ikhlas. Arti dan Makna Serta Warna Lambang Kab. Sarolangun : * Bentuk Lambang Persegi Lima : Melambangkan kesetiaan Kabupaten Sarolangun pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Dasar Negara “ Pancasila ”. * Dasar Warna Hijau Berbukit-bukit : Melambangkan wilayah Kabupaten Sarolangun yang masih subur makmur dengan bukit – bukit yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi Daerah Pertanian. * Jembatan Duo Sebandung : Melambangkan cirri khas Kabupaten Sarolangun dengan adanya jembatan yang menjadi penghubung dan alat pemersatu dalam dan . Bukit Tujuh. * Perisai Berwarna Merah : Melambangkan keberanian dan jiwa patriotism rakyat Kabupaten Sarolangun dalam menentang penjajahan pada masa lalu untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Bukit Rayo. Perkebunan dan Pertambangan. Bukit tersebut yaitu : Bukit Bulan. * Qubah Masjid dan Lima Pintu Masjid : Melambangkan ketaatan masyarakat Kabupaten Sarolangun dalam menjalankan ibadahnya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengamalkan seluruh isi sila-sila dari Pancasila. * Dasar Warna Biru : Melambangkan alam Kabupaten Sarolangun yang masih tenteram dan damai.ARTI LAMBANG KABUPATEN SAROLANGUN Unsur – Unsur. Perbukitan Bantang Asai dan Cagar Alam Bukit Dua Belas.

* Empat Ruas Jembatan Gantung : Melambangkan adanya empat kelurahan di Kecamatan Sarolangun. Kabupaten Sarolangun sewaktu Kabupaten ini berdiri. .luar kota yang sangat berperan bagi pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Sarolangun.

* Enam Ruas Pintu Tengah Balai Adat : Melambangkan Enam Kecamatan yang ada sewaktu berdirinya Kabupaten Sarolangun. * Kapas Warna Hitam : Melambangkan Kesejahteraan Kabupaten Sarolangun. Pauh. * Tali Warna Coklat Tua : Melambangkan ikatan persaudaraan dan tenggang rasa pada masyarakat Kabupaten Sarolangun. * Warna Orange : Melambangkan kemesraan Kabupaten Sarolangun. Batang Limun. * Dua Belas Takah Tangga Warna Putih : Melambangkan adanya dua belas Margo yang ada di kabupaten Sarolangun sebagai asal-usul berdirinya kecamatan yang ada di Kabupaten Sarolangun. * Satu Pintu dan Dua Jendela (Rumah) Adat : Melambangkan pintu keluar masuknya Pimpinan Adat dalam menyelesaikan masalah adat (kusut tempat selesai. yaitu : Sungai Batang Asai. Marga tersebut yaitu : .* Lima Ruas Jembatan Lintas : Melambangkan Lima sungai yang ada di Kabupaten Sarolangun. dan Batang Tembesi. yaitu : Pimpinan Adat. * Balai Adat : Melambangkan tempat silang dan berpatut. silang tempat berpatut) oleh Tiga Pimpinan. Mandiangin. dan Pimpinan Pemerintahan yang disebut tali tigo sepilin. Batang Merangin. yaitu : Kecamatan Sarolangun. Limun. dan keramahtamahan masyarakat * Warna Kuning : Melambangkan kemuliaan hati masyarakat Kabupaten Sarolangun. * Warna Hitam Atap Balai Adat : Melambangkan persatuan dan kesatuan Kabupaten Sarolangun. * Padi Warna Kuning Emas : Melambangkan kemakmuran masyarakat Kabupaten Sarolangun. tempat kusut berselesai. Batang Air Hitam. * Jumlah Kapas Dua Belas Tangkai Sepuluh Gelung. Pimpinan Syarak. Pelawan Singkut. Dan Padi Kiri dan Kanan Berjumlah Sembilan Butir : Melambangkan peresmian berdirinya Kabupaten Sarolangun pada tanggal 12 Oktober 1999. dan Batang Asai.

* Motto Lambang Daerah “ Sepucuk Adat Serumpun Pseko” Melambangkan Masyarakat Kabupaten Sarolangun bersama Pemerintah Daerah selalu menjunjung tinggi adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan bagian dari pusako Nenek Moyang yang sudah turun temurun dan merupakan warisan dan nilai budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan.1. Marga Bukit Bulan 10. * Warna Coklat Muda Dinding Rumah : Melambangkan tonggak penghubung antara adat dan sara’ yang tersimpul dalam pepatah adat yang berbunyi “Adat Bersendi Sara’. Marga Datuk Nan Tigo 8. . * Sebuah Gong : Melambangkan kebudayaan dan Adat Istiadat Kabupaten Sarolangun . Marga Batang Asai 11. Marga Cermin Nan Gedang 9. yaitu berupa penyampaian pesan dari bathin kepada masyarakat. Marga Air Hitam 5. Marga Sungai Pinang 12. Marga Simpang Tiga Pauh 4. Sara’ Bersendi Kitabullah”. Marga Batin Pengambang * Sebuah Keris Lekuk Sembilan Warna Kuning Emas : Melambangkan Kabupaten Sarolangun berada di bawah naungan sebuah Propinsi yang berlambang “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah “. Marga Pelawan 7. Marga Batin V Sarolangun 2. Marga Batin VI Mandiangin 6. Marga Batin VII Tanjung 3.

unsur pemerintah dan pemuda 11. Padi a. Dasar Biru Daerah kerinci terletak dipegunungan Gunung dengan warna biru tua Gunung kerinci menunjukkan kebesaran alam Kerinci Masjid Melambangkan keteguhan masyarakat Kerinci terhadap Tuhan Yang Maha Esa Jenjang sebanyak 5 buah Penduduk kerinci mayoritas beragama islam dan taat menjalankan rukun Islam yang lima Lima buah jenjang dibawah masjid Menggambarkan penjiwaan penduduk akan pancasila Keris Menunjukkan kepahlawanan Rakyat Kerinci 4. Gong Menunjukkan persatuan Rakyat dan Ketinggian Kebudayaan 8. Sebelas disebelah kanan menunjukkan tanggal 11 (angka kelahiran kabupaten kerinci) 9. yaitu: Alim ulama. 2. Empat kunci Menunjukkan empat jenis pemuka masyarakat. Sepuluh di sebelah kiri menunjukkan tanggal 10 b. Daun Lima helai di bagian kiri dan delapan helai di sebelah kanan menunjukkan tahun berdirinya Kabupaten Kerinci yakni 1958 10. Tulisan “Sakti Alam Kerinci” . 7. depati ninik mamak. 5.ARTI LAMBANG KABUBATEN KERINCI 1. 3. 6.

Merupakan moto/semboyan Pemerintah Kabupaten Kerinci .

melambangkan banyaknya terdapat tambang minyak sebagai komoditi utama. menunjukkan sungai Batanghari  yang mengalir membelah Kabupaten Batanghari. sebagai berikut : Warna Hijau. Menara Minyak. Batanghari. Didalamnya terdapat warna. Batanghari sebagai nama kabupaten dan “Serentak Bak Regam”. melambangkan akan kesuburan dan kekayaan alam. Puncak Mesjid. Warna Kuning. melambangkan kejayaan kerajaan dan perjuangan rakyat Jambi termasuk rakyat Kab. Batanghari yang seiya sekata (musyawarah dan mufakat). 2. Dalam perisai terdapat gambar : Sungai bercabang dua menunjukkan geografi Batanghari. Keris Siginjai. . Didalam lambang terdapat tulisan Kab. Pohon Karet. yang artinya menunjukkan watak dan adat rakyat kab. satu cabang ke kiri adalah sungai Batang Tembesi dan cabang ke kanan sungai Batanghari. melambangkan kekayaan alam dan keagungan serta kebesaran rakyat Batanghari. Lambang berbentuk perisai segi lima dilingkari garis putih yang mengandung makna kesucian. 3. melambangkan masyarakat Batanghari yang agamis terutama agama islam.ARTI LAMBANG KABUPATEN BATANGHARI Kabupaten Batanghari melalui Perda nomor 38 menetapkan lambang daerahnya sebagai berikut : tahun 1976 1. melambangkan kesuburan. Warna Biru.

melambangkan asal mula perjuangan rakyat Tanjung Jabung Barat.ARTI LAMBANG KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT • Lambang daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berbentuk perisai segi lima. Sedangkan kain berwarna merah merupakan sebutan Pejuang Selempang Merah. bentuk keanekaragaman yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap ber. bagian sudut bergaris tepi warna kuning cerah.Ketuhanan Yang Maha • Gambar Payung yang terletak dibawah gambar bintang. yang menggambarkan kejujuran. • Warna dasar lambang berwarna biru. memiliki makna Tanjung Jabung Barat memiliki adat istiadat yang dapat mengayomi segala aspek kehidupan dalam masyarakat etnis. • Gambar bintang bersisi lima berwarna kuning yang terletak dibawah tulisan Tanjung Jabung Barat melambangkan bahwa bagaimanapun Esa . • Gambar Bambu Runcing menyilang yang diikat dengan kain berwarna merah. agama maupun budaya . • Gambar Perahu Layar menggambarkan salah satu potensi alam yang sangat menonjol dalam Tanjung Jabung Barat pada sektor . kesucian dan kebijakan dalam segala aspek dari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. dua buah garis tepi berwarna hitam yang melambangkan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berideologi Pancasila dan menjalankan roda Pemerintahan berdasarkan UUD 1945.

sebagaimana kata pepatah Bulat air dek pembuluh. • Gambar gong berwarna coklat yang terletak dibawah gambar batu bata putih menggambarkan bahwa dalam pengambilan keputusan lebih mengutamakan kemufakatan. bulat kata dek mufakat. • Garis Panjang Ombak yang melengkok-lengkok dibawah gambar perahu layar melambangkan masyarakat Tanjung Jabung Barat yang heterogen dengan keanekaragaman etnis.peraian dan merupakan asal kehidupan masyarakat Tanjung Jabung Barat. • Gambar daun kelapa berwarna hijau yang berjumlah 65 helai yang terletak disebelah kanan gambar dalam lambang melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat dapat berguna dimana dan kapan saja. • Gambar kerikil yang berbentuk daratan melambangkan bahwa Tanjung Jabung Barat merupakan daerah penghasil pertambangan yang sangat potensial. • Gambar lima buah batu bata putih menggambarkan jumlah kecamatan yang ada pada saat pemekaran. sekaligus mencerminkan sejarah tahun lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 1965. agama dan ras menjadi penopang tegak. maju dan berkembangnya Tanjung Jabung Barat dengan memanfaatkan potensi yang ada. • Gambar rantai putih yang menghubungkan gambar padi dan kelapa melambangkan kesejahteraanma syarakat Tanjung Jabung . Tiga buah garis horizontal yang dibentuk oleh susunan batu bata melambangkan tiga sakti dari Proklamasi Republik Indonesia–sakti politik. • Gambar padi berwarna kuning berjumlah 10 biji pada sebelah kiri dan delapan biji sebelah kanan yang terletak disebelah kiri dalam lambang melambangkan pangan bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat dan sekaligus mencerminkan sejarah dan tanggal dan bulan lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat. ekonomi dan budaya. tanggal 10 Agustus.

.Barat yang saling bantu membantu atau bekerja sama dalam setiap masalah yang dihadapi dalam masyarakat. Pada bagian bawah dalam lambang terdapat pita berwarna orange yang bertuliskan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat yang berbeda etnis dan agama bersama sama dalam memajukan Tanjung Jabung Barat yang sangat potensial untuk mencapai kabupaten yang lebih maju dan berkembang.

Enam Buah Kotak Persegitiga : Merupakan salah satu senjata masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdapat 6 (enam) Kecamatan. 21 Oktober 1999. • • Pada Gapura terdapat Kubah Masjid melambangkan mayoritas masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur beragama Islam. 5. karena Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan pintu masuk ke Provinsi Jambi melalui jalur air/sungai. berwarna hitam dengan dasar putih. Padi dan Kapas • • Melambangkan cita-cita masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam menciptakan dan mencapai kemakmuran sandang dan pangan. 9.ARTI LAMBANG KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR 1. Senjata Kampilan : merupakan salah satu senjata masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur melambangkan sifat-sifat . 2. Tiga Susun Tangga : Melambangkan sejak berdirinya Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdapat 3 (tiga) Kelurahan. Garis Tepi yang melingkari Lambang Daerah berwarna hitam. Api dan Obor : melambangkan Potensi Kabupaten Tanjung Jabung Timur kaya akan minyak dan gas bumi. 7. kapas berjumlah 10 melambangkan bulan dengan arti bahwa Kabupaten Tanjung Timur secara resmi berdiri pada tanggal. Padi berjumlah 21 melambangkan tanggal. 8. 4. 3. Pada Bagian Gapura terdapat Enam Pintu melambangkan enam Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan selalu membuka kerjasama dengan wilayah lain dalam upaya menciptakan perdamaian dan kemakmuran rakyatnya. Pada Lambang Daerah Bagian Atas bertulis “Tanjung Jabung Timur“. 6. Gapura : Pintu Gerbang. Bidang Dasar Lambang berbentuk Persegi Lima melambangkan jiwa dan semangat Pancasila dari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

. 12. 11. perahu lancang kuning sebagai alat transportasi dan alat mencari ikan di laut (nelayan) dan mengangkut hasil bumi yang masih bertahan sampai sekarang. 13. 10. NIBUNG : sejenis tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. SERUMPUN NIBUNG : melambangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdiri dari berbagai etnis (suku) namun mereka tetap bersatu dalam membangun Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Perahu Lancang Kuning : merupakan budaya masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Lembaga adat dan Legislatif. Lembaga adat dan Legislatif yang senantiasa mengayumi masyarakat. Gong : melambangkan adat istiadat Kabupaten Tanjung Jabung Timur yaitu berupa penyampaian pesan untuk bermusyawarah dari pemerintah kepada masyarakat. dapat dipergunakan untuk tongkat atau tiang. lantai dan dinding rumah. • • • SEPUCUK NIPAH : melambangkan antara Pemerintah.patriotik. NIPAH : sejenis tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat dipinggiran sungai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagian besar dipergunakan untuk atap rumah. keperwiraan dan kepahlawanan dari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam menegakkan kebenaran. Pelabuhan Samudera : • • Pelabuhan Samudera merupakan pelabuhan Internasional pusat pelabuhan di Provinsi Jambi. Pada Sisi Pelabuhan Samudera terdapat kotak-kotak yang berbentuk jajaran genjang terdiri dari 9 kota berwarna hitam dan 9 kotak berwarna kuning melambangkan Tahun 1999 berdirinya Kabupaten Tanjung Jabung Timur. persatuan dan kesatuan serta musyawarah dan mufakat masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bekerjasama dengan pemerintah. Pita yang bertuliskan : “ Sepujuk Nipah Serumpun Nibung “ merupakan semboyan ke gotong-royongan.

Ketayo Pelito dan Keris dengan latar belakang gung Ketoya Pelito merupakan alat penerang/lampu. Begitu bermaknanya arti sebuah lambang. Bathin V/VII menjadi Kecamatan Tanah Tumbuh. Bathin II Ulu dan Bathin VII menjadi Kecamatan Rantau Pandan. Bathin VII Pelepat. Sampai saat ini. Jumlah Kelopak Bunga Jambu Lipo Sebanyak 8 Helai Melambangkan Kabupaten Bungo terdiri dari 8 buah eks marga yaitu Bathin II Ilir. Marga Tanah Sepenggal menjadi Kecamatan Tanah Sepengggal dan Marga Jujuhan menjadi Kecamatan Jujuhan. dimana hal ini merupakan semangat juang terus hidup sepanjang zaman berdasarkan dan dipimpin oleh hikmah. maka untuk membuatnyapun tidak segampang membalikkan telapak tangan. Bathin II Babeko. Dari suatu lambang dapat di ketahui karakteristik suatu daerah dan juga kehidupan masyarakatnya. Dibutuhkan orang-orang yang pandai untuk membuat suatu lambang dan arti dari lambang yang dibuat tersebut. karya khas masyarakat Bungo serta Simbolis mengandung arti sebagai pelita yang tak kunjung padam adalah simbol masyarakat daerah ini yang tak kenal menyerah. Keris dengan Lima Letukan Ujung Lancip yang berdiri tegak lurus dibelakang ketayo Adalah lambang perjuangan menentang penjajahan dan kemelaratan. Bathin V/VII Tanah Tumbuh. Marga Pelepat Menjadi Kecamatan Pelepat.ARTI LAMBANG KABUPATEN BUNGO Lambang bagi suatu daerah memiliki arti yang teramat dalam. Bathin III Ulu. Tanah Sepenggal dan Jujuhan. Kemudian Bathin II Ilir dan Bathin II Babeko menjadi Kecamatan Muara Bungo. mungkin masih sedikit masyarakat Bungo yang mengetahui arti dari setiap gambar dan garis yang ada pada lambang Kabupaten Bungo. .

di mana masyarakat Kabupaten Bungo sangat meyakini dalam semua aspirasi dan etika masyarakat tidak akan tercapai tanpa ridho Tuhan YME. satu kato dengan pembicaraan. haruslah tudung menudung bak daun sirih. tepian berpagar baso. Sedangkan jumlah biji sebanyak 19 buah sebagai lambang 19 dan 10 kuntum Bungo Dani sebagai lambang bulan 10. seciap bak ayam sedencing bak besi. malam seagama. dimana tanggal dan bulan ini Daerah Tingkat II Kabupaten Bungo Tebo di resmikan yang tetap dipertahankan simbol Kabupaten Bungo sebagai kabupaten induk. jahit menjahit bak daun petai. Sembilan Belas Biji Padi dan Sepuluh Kuntum Bungo Dani saling impit rangkai diikat sebuah pita Melambangkan kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat. rumah berpagar adat. Anak Negeri seukur. lembgo sama-sama dituang. dasar kehidupan dan penghidupan masyarakat. mengutamakan musyawarah dan mufakat. karena kepada-Nya lah manusia berserah diri. hati tungau sama dicecah. kok malang samo merugi bak balado samo mendapat serta terendam samo basah terampai samo kering. Satu kata lahir dengan batin. Undang. tuo-tou searah .Serta melambangkan lima induk UU sebagai dasar hukum (adat). kebukit samo mendaki kelurah samo menurun ado samo dimakan idak samo dicari. cerdik sehukum. peritah samo dipatuhi. satu kata batin dengan penghulu (pimpinan) selarik sejajar. sekato mulut dengan hati. memelihara persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. adat sama diisi. bak saluko adat Berat samo dipikul ringan samo dijinjing. Pita Bertulis Motto Kabupaten Bungo dalam bahasa daerah bertulis langkah serentak limbai seayun yang bermaksud : v Sebagai pernyataan bahwa anak negeri mempunyai sifat watak dan pendirian. v Anak negeri seiyo sekato bersama-sama pemimpin dalam membangun derah. Kubah Mesjid Melambangkan keagamaan dan ketaqwaan serta kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. hati gajah sama dilapah. v Masyarakat Kabupaten Bungo yang berdiam didalam negeri berpagar.

anak-anak negeri seiyo sekato barulah bumi aman padi menjadi. PERGERTIAN LAMBANG v v Keagamaan. Dua garis tebal vertikel dan dua buah garis horizontal yang menjadi enam buah ruang yang hampir sama ukurannya. v Kuning. . Perjuangan. lambang keberanian yang terletak pada tulisan langkah Serentak Limbai Seayun dan Kabupaten Bungo serta pada api. baru basuo bak kato seluko adat keayik cemetik keno. Rantai yang terletak pada posisi antara dua garis tebal melambangkan Kabupaten Bungo sebagai kabupaten induk berdiri tahun 1945. Tanah Tumbuh. menambang mendapat emeh (emas). Rantau Pandan dan Jujuhan. anak negeri aman makmur. v Hitam. baumo mendapat padi. Sungai Batang Pelepat dan Sungai Batang Jujuhan. lambang kesucian terletak pada pita. lambang kebesaran terletak pada padi. sedangkan mata rantai yang berjumlah 65 buah melambangkan tahun 65 (1965) sebagai tahun berdirinya Kabupaten Bungo. kelompak Jambu Lipo dan pada Bungo Dani. Sungai Batang Bungo. Tanah Sepenggal. rumput mudo kerbaunyo gemuk. lambang kesuburan terletak pada dasar lambang (hijau muda) dan kubah mesjid. disimbolkan dengan melambangkan Kubah Mesjid. v Hijau. Sebagai simbol persatuan dan disiplin. buah-buahan segalo menjadi.seayun. gung dan latar belakang kubah mesjid. disimbolkan dengan Keris dan Pelito. kedarat durian gugur. lambang kesetiaan terletak pada dua garis tebal pinggir dan garis pembagi lambang. Melambangkan bahwa Kabupaten Bungo adalah sebanyak enam kecamatan yaitu Muara Bungo. dimana sungai-sungai tersebut sangat potensial sebagai sumber kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Garis tebal berliku-liku sebanyak empat buah melambangkan adanya empat sungai besar dalam daerah Kabupaten Bungo yaitu Sungai Batang Tebo. WARNA LAMBANG v Merah. lemang terbujur diatas dapur. Pelepat. v Putih.

v Perikehidupan rakyat. v Kebudayaan. disimbolkan dengan padi dan Garis Sungai. disimbolkan dengan Ketayo dan Gung. .

Bermusyawarah untuk mufakat. Mesjid Agung Kota Sungai Penuh (Coklat Muda dan Kuning) Mesjid Agung Kota Sungai Penuh adalah ikon Kota Sungai Penuh yang menyimpan sejarah (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Cagar Budaya) dan merupakan kebanggan masyarakat Kota Sungai Penuh dengan atap bertumpang 3 (tiga). 3. . 3. 2. Padi dan Kapas.Figura (Biru Tua) : Diambil dari bentuk atap rumah adat Kota Sungai Penuh. adalah melambangkan keteguhan masyarakat dalam menjaga 3 pusaka yang telah diwariskan secara turun temurun yaitu pusaka Teganai. Padi 20 Butir dan Kapas 8 buah adalah tahun terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu Tahun 2008. Gong (Kuning Emas) : • • • • Kekuatan Kebudayaan dan adat istiadat Kota Sungai Penuh. 6. Pintu Mesjid berjumlah 8 (delapan) buah (Hitam) • • Tanggal terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu tangal 8 (delapan). berjurai empat.ARTI LAMBANG KOTA SUNGAI PENUH 1. berkaitan dengan 3 (tiga) filosofi hidup yang dijalankan sehari-hari. bertumpang tiga. Adat. melambangkan bahwa masyarakat Kota Sungai Penuh beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cendikiawan dan Pemuda) dalam pembangunan Kota Sungai Penuh. 4. berpucuk satu. melambangkan Kaum 4 jenis bersatu (Ulama. 2. yaitu : 1. 5. Pucuk Larangan atau Undang yang delapan. Kapas = 8 Buah (Kuning. pusaka Ninik Mamak dan pusaka Depati. Padi = 20 Butir. Mempertahankan Kedaulatan Daerah. Penyampaian pesan dari bathin kepada masyarakat. Hijau dan Putih) : • • Cita-cita Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mewujudkan Kondisi Masyarakat yang makmur sejahtera dalam sandang dan pangan.Garis-garis yang melingkari Gong adalah Gema Gong berjumlah 11 (sebelas) garis (Hijau Muda) : Bulan terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu bulan sebelas (bulan Nopember).

11. Sahalun Suhak Salatuh Bdei Merupakan semboyan yang memperlihatkan kekompakan dan selalu bermusyawarah untuk bermufakat dalam setiap pengambilan keputusan dengan satu kata dan perbuatan. Bunga Melati Air (Biru) Adalah stempel/cap yang tertera pada piagam/surat kuno baik yang berasal dari Jambi maupun Sumatera Barat masih banyak tersimpan pada tokoh-tokoh adat Kota Sungai Penuh. Simbol dari menjunjung tinggi adat istiadat 9. Bintang Bersudut Lima (Kuning) Kesetiaan Masyarakat Kota Sungai Penuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila 8. . tulisan ini telah digabungkan dan terbentuklah tulisan incung yang artinya "SAHALUN SUHAK SALATUH BDEI" Ini berarti pula bahwa masyarakat Kota Sungai dari dulu sudah bisa menulis/membaca dan mempunyai SDM yang baik untuk berkomunikasi/bermasyarakat serta melakukan kegaiatan lain dalam kehidupan sehari-hari. Keris (Hitam)) • • Sebagai Pusaka Suci peninggalan Depati-Depati yang melambang kan perjuangan rakyat Kota Sungai Penuh. Ini bermakna secara kekerabatan Kota Sungai Penuh memiliki hubungan dengan Sumatera Barat.7. Tulisan Incung (Putih) • • Tulisan Incung Kuno yang terdapat hampir disetiap benda Pusaka Kota Sungai Penuh. sedangkan dengan Jambi merupakan hubungan administrasi Pemerintahan yaitu Kota Sungai Penuh merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi. 10.

Rantai sembilan di sebelah kanan dan sembilan di sebelah kiri melambangkan persatuan dan kesatuan serta tahun berdirinya Kabupaten Tebo 6. 8. 9. Galah dan Dayung. 3. tujuh bilangan ganjil berarti tidak memihak 10. 7.ARTI LAMBANG KABUPATEN TEBO 1. syara' dan Pemrintah Keris berlengkuk tujuh yang tidak memakai ulu melambangkan kepatuhan terhadap hukum serta semangat menolak yang bathil dan khufur. Dayung . Padi nan duo belas kapas nan sepuluh melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran serta tanggal bulan berdirinya Kabupaten Tebo 5. Kajang Lako melambangkan kebesaran dan merupakan alat transportasi pada masa Kesultanan Jambi Gong melambangkan salah satu alat komunikasi dan alat kesenian masyarakat Kabupaten Tebo Tali berpintal tigo yang mengikat gong melambangkan kesenian adat. Perisai persegi lima melambangkan Rukun Islam dan Ideologi Pancasila Kubah Mesjid melambangkan bahwa mayoritas Penduduk Kabupaten Tebo beragama Islam Pintu atau kotak-kotak pada kubah mesjid yang terdiri dari enam buah melambangkan bahwa pada saat pembentukan Kabupaten Tebo terdiri dari enam kecamatan 4. 2. Galah adalah menunjukkan tekat untuk maju dan penolakan terhadap budaya asing yang negatif.

Sungai melambangkan bahwa Kabupaten Tebo didominasi oleh daerah aliran sungai dan juga merupakan sarana transportasi masyarakat 12. Pita yang bertuliskan "SERENTAK GALAH SERENGKUH DAYUNG" melambangkan identitas sosial. masyarakat Kabupaten Tebo 13. Keluk Paku dalam Tudung layar Kajang Lako melambangkan ragam bias Kabupaten Tebo . kebersamaan dan bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama 11. jatidiri.adalah tanda kekompakan.

mata pedang. selubung cerano. Warna putih dan putih perak terdapat pada seloko. bunga kapas dan mata gong : melambangkan kesucian. padim dinding rumah adat dan gong : melambangkan keuangan dan kejayaan. Warna hijau daun terdapat melambangkan kesejahteraan. • • Warna merah kuning terdapat pada batu bata 2 tingkat : melambangkan kondisi tanah yang ada di kabupaten Merangin 11. pada kelopak bunga kapas : Warna kuning emas dan kuning tua terdapat pada rantai. kubah mesjid. Warna biru terdapat pada dasar lambang daerah : melambangkan ketenteraman dan ketenangan. . Warna biru laut terdapat pada gunung dan bukit : melambangkan kesuburan dan kemakmuran.52% berwarna merah kuning (padsolid). mangkok sadapan karet.ARTI LAMBANG KABUPETEN MERANGIN • • • • • Warna merah melekat pada lis pinggir Lambang Daerah yang bersegi lima : melambangkan keberanian. Warna coklat terdapat pada pohon karet dan kaki cerano : melambangkan kemakmuran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful