P. 1
Rangkaian Aplikasi Transistor Sebagai

Rangkaian Aplikasi Transistor Sebagai

|Views: 280|Likes:

More info:

Published by: Meiriani Ismu Savitri on Nov 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2015

pdf

text

original

Rangkaian Aplikasi Transistor Sebagai Saklar

14 Votes Aplikasi transistor tidak hanya dibatasi pada penguatan sinyal saja. Tetapi dapat juga diaplikasikan sebagai sebuah saklar (switch) pada komputer atau peralatan kontrol lainnya. Saat transistor berada dalam kondisi saturasi, berarti transistor tersebut merupakan saklar tertutup dari kolektor ke emitor. Jika transistor tersumbat (cut off) berarti transistor seperti sebuah saklar yang terbuka”. Rangkaian switching transistor ditunjukkan pada gambar berikut ini :

Gambar (a) Rangkaian Transistor sebagai Penyaklar (b) Penggambaran Transistor yang Lazim (c) Garis Beban DC

Tegangan disekitar loop input memberikan : IB.RB + VBE – VBB = 0 Persamaan (1) sehingga diperoleh : IB = (VBB – VBE)/ RB Persamaan (2) Gambar (b) menjelaskan karakteristik transistor sebagai saklar. Pada saat VBB / VS yang masuk melalui RB negatif, maka sambungan basis-emitor mendapat bias mundur dan mengakibatkan transistor menjadi cut off sehingga secara ideal tidak ada arus kolektor yang mengalir. Hal ini juga terjadi bila VS sama dengan nol. Jika VS positif dan lebih

. dan banyak dipakai dalam pembuatan Sirkuit terpadu (IC atau Integrated Circuits) chip. Jenis rangkaian hasil penemuannya ini telah mendapatkan hak paten. transistor akan aktif. Pada saat VS mencapai tegangan sekitar 0. Rangkaian Sziklai sering dikenal sebagai rangkaian 'Complementary Darlington' atau 'rangkaian kebalikan dari Darlington'. Berdasarkan prinsip kerja tersebut. karena hasil penguatan pada transistor yang pertama akan dikuatkan lebih lanjut oleh transistor kedua. Transistor Darlington adalah rangkaian elektronika yang terdiri dari sepasang transistor bipolar (dwi kutub) yang tersambung secara tandem (seri). Dalam kondisi ini secara ideal besarnya VCE sama dengan nol dan dalam kondisi jenuh. maka sambungan basis-emitor akan mendapat bias maju. Jenis rangkaian yang mirip dengan transistor Darlington adalah rangkaian pasangan Sziklai yang terdiri dari sepasang transistor NPN dan PNP.7 V. Penguatan arus listrik atau gain dari rangkaian transistor Darlington ini sering dituliskan dengan notasi β atau hFE. Diagram rangkaian dari transistor Darlington menggunakan pasangan transistor NPN Rangkaian transistor Darlington ditemukan pertama kali oleh Sidney Darlington yang bekerja di Laboratorium Bell di Amerika Serikat. penambahan VS tidak akan berpengaruh lagi pada nilai VCE.besar dari turn-on voltage. maka switching transistor dapat digunakan sebagai pengemudi aliran arus listrik untuk mengendalikan motor. dan jika dinaikkan terus transistor akan mengalami kejenuhan/saturasi. Sambungan seri seperti ini dipakai untuk mendapatkan penguatan (gain) yang tinggi.5 – 0. Keuntungan dari rangkaian Darlington adalah penggunaan ruang yang lebih kecil dari pada rangkaian dua buah transistor biasa dengan bentuk konfigurasi yang sama.

Dari segi tegangan listriknya. dan secara umum merupakan jumlah dari kedua tegangan masingmasing transistornya. Penguatan total dari rangkaian ini merupakan hasil kali dari penguatan masing-masing transistor yang dipakai: Dan Jika rangkaian dipakai dalam moda tunggal emitor maka RE adalah nol dan Nilai dan penguatan total dari transistor Darlington bisa mencapai 1000 kali atau lebih. C (Kolektor).Transistor Darlington bersifat seolah-olah sebagai satu transistor tunggal yang mempunyai penguatan arus yang tinggi. voltase base-emitter rangkaian ini juga lebih besar. dan E (Emitter). seperti nampak dalam rumus berikut: VBE = VBE1 + VBE2 . Dari luar transistor Darlington nampak seperti transistor biasa dengan 3 buah kutub: B (basis).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->