MASALAH SOSIAL YANG ADA DI MASYARAKAT

Rasatafara_ido

Definisi/Pengertian Masalah Sosial dan Jenis/Macam Masalah Sosial Dalam Masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain : 1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll. 2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll. 3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb. 4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb. Masalah sosial di Indonesia terjadi seperti lingkaran setan, Pemerintah telah membuat peraturantentangakan memberi denda pada orang yang bersedekah pada pengemis, dan pemerintah juga sibuk dengan kebijakan-kebijakan yang telah dan akan dibuat yang berkaitan dengan masalah sosial yang terjadi di Indonesia seperti PNPM Mandiri, Kredit Usaha Rakyat (KUR). Masalah sosial yang sangat terasa di saat sekarang ini adalah realita kemiskinan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kita semua menyadari bahwa kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya tetapi masih banyak kita temui permukiman masyarakat miskin hamper di setiap sudut kota.Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai pemukiman masayarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan.

pendekatan peremajaan kota sering digunakan pada tahun 1950 dan 1960-an. Kemiskinan dan kualitas lingkungan yang rendah adalah hal yang mesti dihilangkan tetapi tidak dengan menggusur masyarakat yang telah bermukim lama di lokasi tersebut. Bagi orang yang tergusur malahan penggusuran ini akan semakin menyulitkan kehidupan mereka karena mereka mesti beradaptasi dengan lokasi pemukimannya yang baru dan penggusuran secara paksa bahkan sampai dengan adanya unsure anarkisme itu adalah melanggar hak asasi manusia yang paling hakiki dan harus dihormati bersama. Pendekatan konvensional yang paling popular dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah adalah menggusur pemukiman kumuh dan kemudian diganti oleh kegiatan perkotaan lainnya yang dianggap lebih bermartabat.MACAM MASALAH SOSIAL YANG ADA di INDONESIA : 1. Masalah Sosial Kemiskinan : Tulisan ini mencoba untuk memberikan penjelasan tentang latar belakang terjadinya kemisikinan di Indonesia secara umum dan kota Jakarta secara khususnya.2Pada saat itu pemukiman-pemukiman masyarakat miskin di pusat kota digusur dan diganti dengan kegiatan perkotaan lainnya yang dianggap lebih baik. Cara seperti ini yang sering disebut pula sebagai peremajaan kota bukanlah cara yang berkelanjutan untuk menghilangkan kemiskinan dari perkotaan. Menggusur secara paksa adalah hanya sekedar memindahkan kemiskinan dari lokasi lama ke lokasi baru dan kemiskinan tidak akan pernah berkurang. Peremajaan kota ini menciptakan kondisi fisik perkotaan yang lebih baik tetapi sarat . Di Amerika Serikat. dan upaya untuk mengatasi kemiskinan di perkotaan sekaligus pula untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat miskin.MACAM .

Aktivitas hijau di Penjaringan. Jakarta Utara dilakukan melalui program Lingkungan Sehat Masyarakat Mandiri yang diprakarsai oleh Mercy Corps Indonesia. Penggusuran atau sering diistilahkan sebagai peremajaan kota adalah cara yang tidak berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan. Aktivitas hijau3seperti yang dilakukan oleh masyarakat Penjaringan dan Kampung Toplang merupakan bukti kuat bahwa masyarakat miskin mampu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan juga mengentaskan kemiskinan. Kemiskinan hanya berpindah saja dan masyarakat miskin yang tergusur semakin sulit untuk keluar dari kemiskinan karena akses mereka terhadap pekerjaan semakin sulit. pada awal tahun 1990-an kota-kota di Amerika Serikat lebih banyak melibatkan masyarakat miskin dalam pembangunan perkotaannya dan tidak lagi menggusur mereka untuk menghilangkan kemiskinan di perkotaan. Masyarakat miskin adalah salah satu komponen dalam komunitas perkotaan yang mesti diberdayakan dan bukannya untuk digusur. Kalau diIndonesia. Menyadari kesalahan yang dilakukan masa lalu. Program berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kualitas lingkungan kumuh di Penjaringan. paling sedikit kami menemukan dua masyarakat miskin di Jakarta yang melakukan aktivitas hijau untuk meningkatkan kualitas lingkungan sembari menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat miskin. masyarakat di Penjaringan.dengan masalah sosial. Cara untuk mengatasi kemiskinan dan rendahnya kualitas lingkungan permukiman masyarakat miskin adalah tidak dengan menggusurnya. gelandangan dan kriminalitas. Seperti dapat ditemui di Indonesia’s Urban Studies. Solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi kemiskinan dan pemukiman kumuh di perkotaan adalah pemberdayaan masyarakat miskin dan bukanlah penggusuran. Peremajaan kota yang dilakukan pada saat itu sering kali disesali oleh para ahli perkotaan saat ini karena menyebabkan timbulnya masalah sosial seperti kemiskinan perkotaan yang semakin akut. Penggusuran hanyalah menciptakan masalah sosial perkotaan yang semakin akut dan pelik. Jakarta Utara dan masyarakat kampung Toplang di Jakarta Barat mereka mengelola sampah untuk dijadikan kompos dan memilah sampah nonorganik untuk dijual. Masyarakat di Penjaringan sangat antusias untuk melakukan kegiatan ini dan mereka yakin untu mampu mendaurlang sampah di lingkungannya dan menjadikannya sebagai lapangan pekerjaan yang juga akan berkontribusi untuk mengentaskan kemiskinan di lingkungannya. Masyarakat miskin di Penjaringan terlibat aktif tanpa terlalu banyak intervensi dari Mercy Corps Indonesia. .

Hal ini tidak dapat dipungkiri karena fakta membuktikan curah hujan yang rendah dan musim panas yang panjang. Ini muncul dalam berbagai aspek dan bentuk kehidupan masyarakat sehingga menjadi sebuah persoalan yang pelik dan serius. Secara alamiah daerah Flores termasuk daerah yang gersang dan tandus. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. lantas membedahnya dan menemukan solusi pengentasannya bagai mengurai benang kusut yang sangat rumit untuk diselesaikan. separuh kaum muda baik laki-laki maupun perempuan. Sementara yang menetap di pesisir pantai menggantungkan hidupnya pada hasil tangkapan laut. Hampir sebagian besar masyarakat Flores bertani secara musiman. Mempersoalkan kemiskinan Flores dari latar belakang geografis dan juga topografis masih terbilang wajar. Berangkat dari latar belakang ini. bagi masyarakat Flores kemiskinan merupakan sebuah fakta. Dari sini dapat diukur kemampuan ekonomi rata-ratanya. Inflasi mencerminkan stabilitas harga. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Menyoal kemiskinan. dan itu tidak terelakkan. Problem alamiah ini diperparah dengan keadaan geografis Flores yang tergolong rentan akan bencana alam. semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan . dan amat tergantung pada hasil pertanian jangka panjang. bahwa pendapatan perkapita sangat rendah dan masih terbilang berada di bawah garis kemiskinan. Kedua adalah masalah inflasi. sebetulnya keadaan sosial-ekonomi masyarakat Flores sudah bisa diukur. Inflasi adalah indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum.Lain lagi kemiskinan yang terjadi di masyarakat Flores. untuk mengelak dari keadaan yang demikian. yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. 2. Lantas. Masalah Solsial Pengangguran : Pengangguran dan Pengertiannya Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro.

Ada berbagai macam tipe pengangguran. Ledakan Pengangguran Akibat krisis finansial yang memporak-porandakan perkonomian nasional. ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Para penganggur terselubung ini adalah orang-orang yang bekerja di bawah 35 jam dalam satu minggunya. masalah ledakan penduduk. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Adapun pengangguran terselubung adalah orang-orang yang menganggur karena bekerja di bawah kapasitas optimalnya. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja. Masalah ketiga adalah pengangguran. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak. Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja. misalnya pengangguran teknologis. akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. dan jumlah inipun belum mencakup pengangguran terselubung. masalah ledakan penduduk. Melalui artikel inilah saya mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 . Jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. termasuk sumber daya manusia. distribusi pendapatan yang tidak merata. Berdasarkan data dari Depnaker pada tahun 1997 jumlah pengangguran terbuka saja sudah mencapai sekitar 10% dari sekitar 90 juta angkatan kerja yang ada di Indonesia. Jika persentase pengangguran total dengan melibatkan jumlah pengangguran terselubung dan terbuka hendak dilihat angkanya. maka angkanya sudah mencapai 40% dari 90 juta angkatan kerja yang berarti jumlah penganggur mencapai sekitar 36 juta orang. Hal inilah yang menjadi salah satu . Tingginya angka pengangguran. banyak para pengusaha yang bangkrut karena dililit hutang bank atau hutang ke rekan bisnis.ke arah stabilitas harga. Begitu banyak pekerja atau buruh pabrik yang terpaksa di-PHK oleh perusahaan di mana tempat ia bekerja dalam rangka pengurangan besarnya cost yang dipakai untuk membayar gaji para pekerjanya. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Jika kita berasumsi bahwa krisis ekonomi hingga saat ini belum juga bisa terselesaikan maka angka-angka tadi dipastikan akan lebih melonjak. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyarakat. pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

jumlah pengangguran di tahun 2000 ini sudah menurun dibanding tahun 1999. maka tenaga kerja yang bisa diserap sekitar 1. Sisanya menjadi tambahan pengangguran terbuka tadi.pemicu terjadinya ledakan pengangguran yakni pelonjakan angka pengangguran dalam waktu yang relatif singkat.01 juga turun menjadi 5. Pengangguran tahun 1999 yang semula 6. Sebab dari satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap sektiar 400 ribu angkatan kerja.5 sampai 4% belumlah memadai. Jumlah pengangguran saat ini yaitu pada tahu 2001 mencapai 35.4 juta pengangguran terbuka baru akan terjadi.8 persen. Jumlah pengangguran saat ini mencapat sekitar 35. kebijakan likuidasi atas 16 bank akhir November 1997 saja sudah bisa membuat sekitar 8000 karyawannya menganggur. Berdasarkan pengalaman. Berdasarkan perhitungan maka pada saat ini perekonomian negara kita memerlukan pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen.98 persen.1 juta orang. Jika kita masih berpatokan dengan asumsi keadaan di atas. Ledakan pengangguranpun berlanjut di tahun 1998. namun pemerintah masih memfokuskan penanggulangan pengangguran ini pada 16. di mana sekitar 1.97 juta orang. jika kita mengacu pada data-data pada tahun 1996 maka pertumbuhan ekonomi sebesar 3. krisis moneter di dalam negeri maupun di negara-negara mitra dagang seperti sesama ASEAN. Ini juga ditambah dengan peluang kerja di luar negeri yang rata-rata bisa menampung 500 ribu angkatan kerja setiap tahunnya. 7.7 juta menjadi 30. pertumbuhan ekonomi dapat dipastikan tidak secerah tahun 1996.1 juta orang pada tahun 2000. Berdasarkan data sepanjang di tahun 1996.7 juta orang.5 sampai 4%. Pada tahun 1998 krisis ekonomi bertambah parah karena banyak wilayah Indonesia yang diterpa musim kering. Awal ledakan pengangguran sebenarnya bisa diketahui sejak sekitar tahun 1997 akhir atau 1998 awal.7 juta orang dari jumlah angkatan kerja 90. dan Sumatera Selatan berdasarkan data pada akhir Desember 1997. sehingga bisa menampung paling tidak 2. perekonomian hanya mampu menyerap 85.3 juta orang dari tambahan angkatan kerja sekitar 2. Karena hal inilah maka pemerintah perlu berusaha semaksimal mungkin untuk mencari investor asing guna menanamkan modalnya di sini sehingga lapangan pekerjaan baru dapat tercipta untuk dapat menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja. Sementara pada saat ini nilai tukar rupiah begitu rendah (undervalue) terhadap dolar.48 juta orang. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang pesat maka mau tidak mau negara kita terpaksa harus menarik investasi asing karena sangatlah sulit untuk mengharapkan banyak dari investasi dalam negeri mengingat justru di dalam negeri para pengusaha besar banyak yang berhutang ke luar negeri. maka ledakan pengangguran diperkirakan akan berlangsung terus sepanjang tahun-tahun ke depan. Jakarta. Dengan perekonomian yang hanya tumbuh sekitar 3. Tahun 1996 perekonomian mampu menyerap jumlah tenaga kerja dalam jumlah relatif besar karena ekonomi nasional tumbuh hingga 7.97 juta orang yang diperkirakan bisa bertambah bila pemulihan ekonomi tidak segera berjalan dengan baik. Total pengangguran jadinya akan melampaui 10 juta orang. inflasi yang terjadi di banyak daerah. Di Indonesia. Dan dalam selang waktu yang tidak relatif lama. Sedang setengah pengangguran atau pengangguran terselubung juga menurun dari 31.87 juta orang. Suhu politik yang . seharusnya pertumbuhan ekonomi yang ideal bagi negara berkembang macam Indonesia adalah di atas 6%. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2000 yang meningkat menjadi 4. meski idealnya diatas 6 persen. Namun menarik para investor asingpun bukan merupakan pekerjaan yang mudah jika kita berkaca pada situasi dan kondisi sekarang ini.4 juta angkatan kerja baru. Korsel dan Jepang akan sangat berpengaruh. Ketika terjadi krisis moneter yang hebat melanda Asia khususnya Asia Tenggara mendorong terciptanya likuiditas ketat sebagai reaksi terhadap gejolak moneter. Yogyakarta. Tahun 1997 dan 1998.196 pekerja dari 10 perusahaan sudah di PHK dari pabrik-pabrik mereka di Jawa Barat. Memang ketika kita menginjak tahun 2000. Hal ini bertambah parah karena hutang para pengusaha (sektor swasta) dan pemerintah dalam bentuk dolar.

semakin memanas. Padahal di masyarakat. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. Meski ada kecenderungan pengangguran terdidik semakin meningkat namun . faktor desintegrasi bangsa. preman. Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran di negara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal. jutaan penganggur juga antri menanti tenaganya dimanfaatkan. Justru orang-orang yang kurang berpendidikan bisa melakukan inovasi menciptakan kerja.Kehilangan pekerjaan bisa dianggap kehilangan harga diri. Padahal di sana mereka cuma jadi perusuh yang doyan menjarah. melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman. dan besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita. Diperkirakan angka pengangguran intelektual yang pada tahun 1995 mencapai 12. Pengangguran intelektual ini tidak terlepas dari persoalan dunia pendidikan yang tidak mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas sesuai tuntutan pasar kerja sehingga seringkali tenaga kerja terdidik kita kalah bersaing dengan tenaga kerja asing. Suatu krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet. Pengangguran yang terjadi tidak saja menimpa para pencari kerja yang baru lulus sekolah. Bagi banyak orang. Ada juga yang menyertakan diri menjadi anggota laskar jihad yang dikirim ke Ambon dengan dalih membela agama. dan berbagai masalah lainnya akan membuat para investor asing enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. karena banyak orang yang frustasi menghadapi nasibnya. pada tahun 1995 diperkirakan akan meningkat menjadi 18. Walaupun bukan pilihan semua orang. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. teror bom. mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal. pencuri. dan pada tahun 2003 meningkat lagi menjadi 24. tingginya angka kenakalan remaja. Mereka menjadi pengamen. dan membunuh orang-orang Maluku yang tidak berdosa. bahkan orang demo saja dibayar. penjual narkoba. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah jika krisis sosial tidak ingin berlanjut terus. Yang menjadi kekhawatiran adalah jika banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. entah sebagai joki yang menumpang di mobil atau joki payung kalau hujan. Masalah Pengangguran dan Pendidikan Pengangguran intelektual di Indonesia cenderung terus meningkat dan semakin mendekati titik yang mengkhawatirkan. Juga para pedagang kaki lima dan tukang becak. di zaman serba susah begini pengangguran dapat dianggap sebagai nasib.55 persen. penjaja seks. kerawanan sosial. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu yang masih erat hubungannya dengan para pentolan Orba. memperkosa. Indikator masalah sosial bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang mulai turun ke jalan. Karena itulah maka situasi dan kondisi yang kondusif haruslah diupayakan dan dipertahankan guna menarik investor asing masuk kemari dan menjaga agar para investor asing yang sudah menanamkan modalnya asing tidak lagi menarik modalnya ke luar yang nantinya akan berakibat capital outflow.36 persen. pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. dan sebagainya. Seseorang bisa saja diputus hubungan kerja karena perusahaannya bangkrut. Fenomena inilah yang sedang dihadapi oleh bangsa kita dimana para tenaga kerja yang terdidik banyak yang menganggur walaupun mereka sebenarnya menyandang gelar. mendapatkan sebuah pekerjaan seperti mendapatkan harga diri. Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Jika masalah pengangguran yang demikian pelik dibiarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial. melainkan juga menimpa orangtua yang kehilangan pekerjaan karena kantor dan pabriknya tutup.5 persen.

Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. Rendahnya kualitas tenaga kerja terdidik kita juga adalah karena kita terlampau melihat pada gelar tanpa secara serius membenahi kualitas dari kemampuan di bidang yang kita tekuni.05 persen dari angkatan kerja nasional. Akibatnya pengangguran merupakan suatu kondisi normal di negara-negara maju yang teknologinya terus berubah. output pendidikan SD dalam jumlah besar telah mendorong pertumbuhan besar-besaran pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi. sudah mulai mencuat sejak sekitar tahun 1980-an saat Indonesia mulai memasuki era industri. Namun masalah pendidikan menjadi dilematis. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek. Namun di sisi lain. Jika kita melihat dari sudut pandang ekonomi. Contohnya seperti seseorang yang pandai dalam mengerjakan soal-soal matematika bukan karena kecerdikan dalam melakukan analisis terhadap soal atau kepandaian dalam membuat jalan perhitungan tetapi karena dia memang sudah hafal tipe soalnya. Pergeseran ekonomi dalam proses industrialisasi tidak hanya berlangsung dari pertanian ke industri tetapi juga terus terjadi dari industri berteknologi rendah ke teknologi. dan selanjutnya menuju industri yang berbasis informasi dan intelektualitas. bahasa. Setelah kembali mapan. Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri.upaya tinggi tidak boleh berhenti. Pada tahap ini. Memasuki dasawarsa 1980-an. Pada tahun 1970-an pemerintah melakukan investasi besar-besaran pada sektor-sektor yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. pengangguran akan cenderung rendah kembali. Proses industrialisasi tidak hanya terjadi pada suatu titik waktu akan tetapi merupakan suatu proses yang berkelanjutan. dan sejarah atau menerima saja berbagai teori namun sayangnya para siswa tidak memiliki kemampuan untuk menggali wawasan pandangan yang lebih luas serta cerdas dalam memahamidan mengkaji suatu masalah. lanjutnya. di satu sisi pendidikan dianggap sangat lambat mengubah struktur angkatan kerja terdidik karena angkatan kerja lulusan pendidikan tinggi baru 3. Di negara kita. Sedangkan untuk ilmu pengetahuan alam para siswa cenderung hanya diberikan latihan soal-soal yang cenderung hanya melatih kecepatan dalam berpikir untuk menemukan jawaban dan bukannya mempertajam penalaran atau melatih kreativitas dalam berpikir. Masalah pengangguran terdidik di Indonesia. Dalam proses perubahan itu terjadi pergeseran tenaga kerja antarsektor. seperti pertanian dan pendidikan dasar. yaitu dari sektor ekonomi subsistem ke sektor ekonomi renumeratif. perubahan itu terus berlangsung dari waktu ke waktu yang mengakibatkan tenaga kerja harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan teknologi. Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Seringkali seseorangpun hanya sekedar bisa mengerjakan soalnya dengan menggunakan rumus tetapi tidak tahu asal muasal rumus tersebut. Di negara-negara maju. Kita hanya pandai dalam teori tetapi gagal dalam praktek dan dalam profesionalisme pekerjaan tersebut. pendidikan juga dipersalahkan karena mengeluarkan lulusan pendidikan tinggi yang terlalu banyak . cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar. pengangguran tenaga kerja terdidik cenderung meningkat pada saat masyarakat mengalami proses modernisasi dan industrialisasi. Kenyataan inilah yang menyebabkan sumber daya manusia kita ketinggalan jauh dengan sumber daya manusia yang ada di negara-negara maju. saat ini ada kecenderungan bahwa para siswa hanya mempunyai kebiasaan menghafal saja untuk pelajaran-pelajaran yang menyangkut ilmu sosial. Sehingga karena hal inilah maka para tenaga kerja terdidik sulit bersaing dengan tenaga kerja asing dalam usaha untuk mencari pekerjaan. Di sanapun. tuturnya.

Akibatnya lulusan yang dihasilkanpun kualitasnya rendah sehingga tidak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Jika keuntungan perusahaan berkurang maka perusahaan akan berusaha untuk mereduksi cost sebagai konsekuensi atas berkurangnya keuntungan perusahaan. tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. antara lain juga akibat krisis moneter yang akhirnya melebar jadi krisis ekonomi. Hal inilah yang akan mendorong perusahaan untuk mengurangi jumlah pekerja/buruhnya dengan mem-PHK para buruh. Salah satu penyebab pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi adalah karena kualitas pendidikan tinggi di Indonesia yang masih rendah. perbandingan antara sektor moneter dan fisik barang yang tersedia. Karena hal inilah maka pengendalian laju inflasi adalah penting dalam rangka mengendalikan penangguran. Laju inflasi tahun 1997 itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan inflasi 1996 yang 6. Pengangguran terdidik dapat saja dipandang sebagai rendahnya efisiensi eksternal sistem pendidikan. Efek domino yang ditimbulkan pun masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya. setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini. tapi juga faktor fisik. dari sisi permintaan tenaga kerja.05 persen.47 persen. tingkat suku bunga bank juga ikut mempengaruhi laju inflasi. Diperkirakan inflasi tahun ini tembus dua digit. tetapi juga investor asing (global investment society) mengalirkan modalnya masuk ke Indonesia (capital inflow). Namun bila dilihat lebih jauh. Kenaikan BBM ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1. rakyat tidak lagi mampu membeli barang-barang yang diproduksi. Tingginya angka inflasi selanjutnya akan menurunkan daya beli masyarakat. di samping karena kemarau panjang. sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki angka inflasi tertinggi di ASEAN. bukan sektor moneter. Jika kita mengambil kesimpulan mengenai masalah inflasi di Indonesia bahwa ternyata laju inflasi tidak semata ditentukan faktor moneter. Kalau tidak. Jika barang-barang yang diproduksi tidak ada yang membeli maka akan banyak perusahaan yang berkurang keuntungannya. yaitu 11. Pertama. Hal itu terjadi. Untuk bisa bertahan pada tingkat daya beli seperti sebelumnya. namun pada tahun 1997 laju inflasi akhirnya menembus angka dua digit. Dengan angka inflasi 11.05 persen. menjadi pemicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan sumbangan inflasi antara 0. . Masalah Pengangguran dan Inflasi Setelah dalam sepuluh tahun terakhir laju inflasi nasional mampu dipertahankan di bawah angka sepuluh persen. uang yang beredar baik uang tunai maupun giro. Ini membuktikan tingginya laju inflasi di negara kita lebih banyak dipengaruhi sektor riil.3-1 persen. Keempat. mendorong kenaikan harga jenis barang lainnya yang dalam proses produksi maupun distribusinya menggunakan BBM. Inflasi bulan Desember 1997 saja tercatat 2. Kebijakan kenaikan harga BBM per 15 Juni 2001.sehingga menjadi penganggur. Kenaikan BBM tersebut cukup memberatkan masyarakat lapisan bawah karena dapat menimbulkan multiplier effect.04 persen. Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. Tingginya angka inflasi karena tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran barang dan jasa. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. pengangguran terdidik dapat dipandang sebagai ketidakmampuan ekonomi dan pasar kerja dalam menyerap tenaga terdidik yang munculsecara bersamaan dalam jumlah yang terus berakumulasi. Membaiknya nilai tukar rupiah tidak hanya tergantung kepada money suplly dari IMF. Suku bunga di Indonesia termasuk lebih tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia. Kedua. Salah satu dari jalan keluar dari krisis ini adalah menstabilkan rupiah.67 persen. Ketiga. para pekerja harus mendapatkan gaji paling tidak sebesar tingkat inflasi.

Masalah Sosial Pendidikan : Dari satu siaran press Institut Pertanian Bogor (IPB) yang saya baca waktu itu. Siapa yang mau mengambil kelas yang isinya hanya tiga orang. masak anak saya nggak mampu berhitung”. Profesor Maman Djauhari (dosen Mathematika. Intitut Teknologi Bandung) mengatakan dalam salah satu konferensi internasional di IPB bahwa dari sekitar 2500 perguruan tinggi di Indonesia hanya ada 8 perguruan tinggi yang memiliki Jurusan atau Departemen Statistika. belum lagi kalau dosennya galak? Tentunya kelas ini diambil hanya karena diwajibkan. kurang dari satu persen. Jangan tanya bagaimana saya bisa menarik inference seperti ini karena saya tidak bisa membuktikannya secara empirik. Orang tua sang mahasiswa menulis surat ke Rektor IPB yang dibacakan oleh beliau di depan kelas. Surat itu pada dasarnya mempertanyakan mengenai anaknya. . Masalah ini ditanggapi cukup serius waktu itu. Kelas-kelas teori biasanya didominasi oleh mahasiswa yang berasal dari Asia. dan Master) masih sekitar 15 orang per kelas mahasiswanya. sehingga banyak yang menghindar untuk mengambil matakuliah Statistik kalau memungkinkan. dan mengapa sampai jurusan statistika kurang diminati? Bagaimana dampak kekurangan minat pada bidang statistik ini dalam kehidupan masyarakat? Semua itu muncul dalam benak saya sehabis membaca informasi dalam siaran press itu.3. kenapa dia tidak naik kelas? Kan “Statistik kerjanya hanya menghitung angka. waktu pelajaran kepala 4000 an (untuk Undergraduate Senior. Untuk kelas-kelas Statistik Terapan jumlah mahasiswanya memang sangat bervariasi karena ada semacam keharusan bagi mahasiswa PhD Program di hampir semua jurusan untuk mengambil kelas Statistik Terapan. Terlihat sekali memang kalau orang-orang Amerika sendiri agak kurang berminat pada jurusan ini. dan kelas 6000 an (khusus untuk PhD) hanya tinggal 3 orang. Sudah bukan rahasia lagi bahwa pelajaran Statistik adalah momok bagi mahasiswa. Pada waktu saya mengambil matakuliah Statistics Theory. Wouw. Teringat pada waktu kuliah dulu. Hal ini bukan karena tingkat kesulitan dari mata pelajaran Statistik itu sendiri tetapi “image” yang berkembang sebelumnya sudah menakutkan. ada seorang mahasiswa yang tidak naik kelas di tahun kedua. Katanya anak saya itu pandai. Kelas 5000 an (untuk Master dan PhD) turun menjadi sekitar 10. Tidak hanya di Indonesia di Amerika pun sama saja. karena untuk meluruskan pandangan orang tentang Statistik. Mungkinkah ini salah satu penyebab lemahnya penelitian di Indonesia? Sebenarnya apa sih yang terjadi.

biaya. yang mendekati kebenaran. Misalnya pada waktu UUP akan di undangkan. Kelemahan di bidang penelitian di Indonesia terlihat pada saat pemerintah ribut masalah penemuan padi yang sekali tanam bisa panen tiga kali. semuanya memperlihatkan bagaimana dengan keterbatasan yang ada kita bisa melakukan inferenceinference yang tepat pula. Terlihat bahwa pemerintah tidak terlalu perduli dengan statistik. Karena penelitian dilakukan di malam hari. lalu berapa besar sample-nya dan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa diajukan. ada populasi tertentu yang hampir tidak mungkin kita hitung rata-ratanya. tidak memasukkan mahasiswa dari regular 4 years College. Jadi hampir tidak mungkin kita bisa menghitung rata-rata usia orang Indonesia secara tepat. sewaktu ada mahasisiwa yang mau meneliti mengenai kebiasaan minum minuman keras dari kalangan mahasiswa secara umum. Selain itu kalaupun kita tidak mempunyai keterbatasan dan bisa melakukan sensus. Jadi bisa diduga kesimpulan dari survey ini sangat bias karena sample yang diambil tidak representatif. bagaimana kita menghitung rata-rata usia orang Indonesia secara tepat. Contohnya. Dan apakah akan memberikan hasil yang sama? Untuk hal ini alangkah baiknya melibatkan orang yang mengetahui lebih dalam tentang experimental design sehingga design penelitiannya lebih baik dan hasilnya lebih meyakinkan. Keterbatasan dalam arti waktu. Bagaimana memilih alat ini adalah suatu seni. standard error misalnya. dan kesimpulan itu digunakan untuk kebijaksanaan pemerintah. setiap hari ada yang keluar dan ada yang masuk ke Indonesia. Dan yang paling penting secara umum mahasiswa yang ke library pada malam hari kecil kemungkinannya adalah juga peminum yang kuat. Begitu membaca. Setiap menit ada yang lahir dan ada yang meninggal. pertanyaan yang muncul tentunya adalah bagaimana jajak pendapat (opinion polls) ini dilakukan. lupa nama badannya). Lalu apakah sample yang diambil sudah representatif. Disinilah perlunya statistik. Sebelum di lempar ke masyarakat harusnya pemerintah tahu kalau sifat penelitian seperti itu adalah repeatable. sawah dibiarkan sehingga bibit baru tumbuh dari bekas panen sebelumnya. kemungkinan besar mahasiswanya berusia lebih tua dari rata-rata mahasiswa regular dan biasanya sudah mempunyai pekerjaan tetap. Dalam hal padi yang di temukan ini setelah panen. Coba misalnya kita ganti lokasi samplenya dengan sample yang berasal dari daerah Bali atau Papua. ada salah satu badan yang mengadakan jajak pendapat (maaf. lokasi yang berbeda dst. Istilah-istilah seperti sample. Jadi kalau dilihat statistik adalah suatu alat yang kalau digunakan untuk situasi yang tepat akan menghasilkan Mungkin ada contoh menarik yang sangat popular di sini. Tujuannya agar petani tidak perlu membeli bibit lagi. mereka akan melakukan penelitian kembali dengan kondisi yang berbeda. Yang paling penting adalah kita bisa menjadi lebih berhati-hati kalau membaca kesimpulan dari suatu penelitian. diolah lagi dan untuk musim tanam berikutnya ditanam bibit yang baru. Hasilnya bisa di duga akan sangat bias karena sample yang diambil hanya dari pengunjung Community College Library. ada pula yang tidak mau dirinya dihitung dst. Kesimpulan yang di peroleh adalah sebagian besar masyarakat Indonesia menyetujui RUUP ini. sumber daya manusia dll. Mahasiswa tersebut lalu mengambil samplenya di pintu library kampus Community College di malam hari. apakah kesimpulannya akan tetap sama? Terlihat bahwa betapa berbahayanya kalau salah menyimpulkan. Banyak yang bisa dilakukan kalau kita familiar dengan statistik. Contoh lain dalam bidang pemasaran yang pernah saya temui adalah ada perusahaan . survey. Ternyata setelah dipasarkan. Dia mengambil sample setiap orang yang keluar dari library pada malam itu. dalam arti kalau diulang dalam kondisi yang sama akan mengeluarkan hasil yang sama.Ilmu Statistik itu muncul sebenarnya karena kita semua punya keterbatasan. Biasanya setelah panen sawah dibersihkan. Jika perduli tentunya sebelum benih dari padi ini dilempar ke masyarakat. ditanam oleh petani didaerah lain gagal menghasilkan hasil yang sama dengan yang dijanjikan.

Mudah-mudahan suatu saat statistik tidak lagi merana karena selalu dilihat sebagai sesuatu yang menakutkan. dan besar harapan saya. Hasil survey yang diperoleh perusahaan itu mengatakan kalau permintaan bahan bangunan tertentu sedang tinggi. terasa Statistik semakin menarik. yang ternyata tidak laku terjual. Perusahaan tersebut lalu mengimpor bahan-bahan bangunan tersebut sebanyak-banyaknya. semoga pengambilan keputusan baik di perusahaan maupun pemerintahan akan semakin baik dengan penguasaan statistik yang memadai. yang mengungkapkan minat dan pengamatan saya pada bidang kesukaan saya ini. Ini sekedar beberapa contoh. Semakin saya mengutak-atik terutama aplikasinya.yang hampir bangkrut karena kesalahan dalam pengambilan keputusan. Ternyata survey tersebut tidak valid sehingga kesimpulannya salah. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful