MASALAH SOSIAL YANG ADA DI MASYARAKAT

Rasatafara_ido

Definisi/Pengertian Masalah Sosial dan Jenis/Macam Masalah Sosial Dalam Masyarakat
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain : 1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll. 2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll. 3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb. 4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb. Masalah sosial di Indonesia terjadi seperti lingkaran setan, Pemerintah telah membuat peraturantentangakan memberi denda pada orang yang bersedekah pada pengemis, dan pemerintah juga sibuk dengan kebijakan-kebijakan yang telah dan akan dibuat yang berkaitan dengan masalah sosial yang terjadi di Indonesia seperti PNPM Mandiri, Kredit Usaha Rakyat (KUR). Masalah sosial yang sangat terasa di saat sekarang ini adalah realita kemiskinan yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kita semua menyadari bahwa kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial di Indonesia yang tidak mudah untuk diatasi. Beragam upaya dan program dilakukan untuk mengatasinya tetapi masih banyak kita temui permukiman masyarakat miskin hamper di setiap sudut kota.Keluhan yang paling sering disampaikan mengenai pemukiman masayarakat miskin tersebut adalah rendahnya kualitas lingkungan yang dianggap sebagai bagian kota yang mesti disingkirkan.

MACAM . Masalah Sosial Kemiskinan : Tulisan ini mencoba untuk memberikan penjelasan tentang latar belakang terjadinya kemisikinan di Indonesia secara umum dan kota Jakarta secara khususnya. Cara seperti ini yang sering disebut pula sebagai peremajaan kota bukanlah cara yang berkelanjutan untuk menghilangkan kemiskinan dari perkotaan. Di Amerika Serikat. dan upaya untuk mengatasi kemiskinan di perkotaan sekaligus pula untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat miskin. pendekatan peremajaan kota sering digunakan pada tahun 1950 dan 1960-an. Menggusur secara paksa adalah hanya sekedar memindahkan kemiskinan dari lokasi lama ke lokasi baru dan kemiskinan tidak akan pernah berkurang. Pendekatan konvensional yang paling popular dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah adalah menggusur pemukiman kumuh dan kemudian diganti oleh kegiatan perkotaan lainnya yang dianggap lebih bermartabat. Kemiskinan dan kualitas lingkungan yang rendah adalah hal yang mesti dihilangkan tetapi tidak dengan menggusur masyarakat yang telah bermukim lama di lokasi tersebut.MACAM MASALAH SOSIAL YANG ADA di INDONESIA : 1. Bagi orang yang tergusur malahan penggusuran ini akan semakin menyulitkan kehidupan mereka karena mereka mesti beradaptasi dengan lokasi pemukimannya yang baru dan penggusuran secara paksa bahkan sampai dengan adanya unsure anarkisme itu adalah melanggar hak asasi manusia yang paling hakiki dan harus dihormati bersama. Peremajaan kota ini menciptakan kondisi fisik perkotaan yang lebih baik tetapi sarat .2Pada saat itu pemukiman-pemukiman masyarakat miskin di pusat kota digusur dan diganti dengan kegiatan perkotaan lainnya yang dianggap lebih baik.

Masyarakat di Penjaringan sangat antusias untuk melakukan kegiatan ini dan mereka yakin untu mampu mendaurlang sampah di lingkungannya dan menjadikannya sebagai lapangan pekerjaan yang juga akan berkontribusi untuk mengentaskan kemiskinan di lingkungannya. gelandangan dan kriminalitas. masyarakat di Penjaringan. Masyarakat miskin adalah salah satu komponen dalam komunitas perkotaan yang mesti diberdayakan dan bukannya untuk digusur. paling sedikit kami menemukan dua masyarakat miskin di Jakarta yang melakukan aktivitas hijau untuk meningkatkan kualitas lingkungan sembari menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat miskin. Kalau diIndonesia. Kemiskinan hanya berpindah saja dan masyarakat miskin yang tergusur semakin sulit untuk keluar dari kemiskinan karena akses mereka terhadap pekerjaan semakin sulit. pada awal tahun 1990-an kota-kota di Amerika Serikat lebih banyak melibatkan masyarakat miskin dalam pembangunan perkotaannya dan tidak lagi menggusur mereka untuk menghilangkan kemiskinan di perkotaan. Aktivitas hijau di Penjaringan. Aktivitas hijau3seperti yang dilakukan oleh masyarakat Penjaringan dan Kampung Toplang merupakan bukti kuat bahwa masyarakat miskin mampu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan juga mengentaskan kemiskinan.dengan masalah sosial. Solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi kemiskinan dan pemukiman kumuh di perkotaan adalah pemberdayaan masyarakat miskin dan bukanlah penggusuran. Cara untuk mengatasi kemiskinan dan rendahnya kualitas lingkungan permukiman masyarakat miskin adalah tidak dengan menggusurnya. Penggusuran atau sering diistilahkan sebagai peremajaan kota adalah cara yang tidak berkelanjutan dalam mengatasi kemiskinan. Masyarakat miskin di Penjaringan terlibat aktif tanpa terlalu banyak intervensi dari Mercy Corps Indonesia. Jakarta Utara dan masyarakat kampung Toplang di Jakarta Barat mereka mengelola sampah untuk dijadikan kompos dan memilah sampah nonorganik untuk dijual. Jakarta Utara dilakukan melalui program Lingkungan Sehat Masyarakat Mandiri yang diprakarsai oleh Mercy Corps Indonesia. Program berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kualitas lingkungan kumuh di Penjaringan. Seperti dapat ditemui di Indonesia’s Urban Studies. . Menyadari kesalahan yang dilakukan masa lalu. Peremajaan kota yang dilakukan pada saat itu sering kali disesali oleh para ahli perkotaan saat ini karena menyebabkan timbulnya masalah sosial seperti kemiskinan perkotaan yang semakin akut. Penggusuran hanyalah menciptakan masalah sosial perkotaan yang semakin akut dan pelik.

separuh kaum muda baik laki-laki maupun perempuan. untuk mengelak dari keadaan yang demikian. semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan . Ini muncul dalam berbagai aspek dan bentuk kehidupan masyarakat sehingga menjadi sebuah persoalan yang pelik dan serius. Inflasi adalah indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum. dan itu tidak terelakkan. Mempersoalkan kemiskinan Flores dari latar belakang geografis dan juga topografis masih terbilang wajar. Inflasi mencerminkan stabilitas harga. lantas membedahnya dan menemukan solusi pengentasannya bagai mengurai benang kusut yang sangat rumit untuk diselesaikan. yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. 2. Berangkat dari latar belakang ini. Problem alamiah ini diperparah dengan keadaan geografis Flores yang tergolong rentan akan bencana alam. Hampir sebagian besar masyarakat Flores bertani secara musiman. dan amat tergantung pada hasil pertanian jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif.Lain lagi kemiskinan yang terjadi di masyarakat Flores. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena fakta membuktikan curah hujan yang rendah dan musim panas yang panjang. Kedua adalah masalah inflasi. Secara alamiah daerah Flores termasuk daerah yang gersang dan tandus. bagi masyarakat Flores kemiskinan merupakan sebuah fakta. bahwa pendapatan perkapita sangat rendah dan masih terbilang berada di bawah garis kemiskinan. sebetulnya keadaan sosial-ekonomi masyarakat Flores sudah bisa diukur. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Lantas. Masalah Solsial Pengangguran : Pengangguran dan Pengertiannya Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Dari sini dapat diukur kemampuan ekonomi rata-ratanya. Sementara yang menetap di pesisir pantai menggantungkan hidupnya pada hasil tangkapan laut. Menyoal kemiskinan.

Berdasarkan data dari Depnaker pada tahun 1997 jumlah pengangguran terbuka saja sudah mencapai sekitar 10% dari sekitar 90 juta angkatan kerja yang ada di Indonesia. masalah ledakan penduduk. Adapun pengangguran terselubung adalah orang-orang yang menganggur karena bekerja di bawah kapasitas optimalnya. Tingginya angka pengangguran. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. masalah ledakan penduduk. Melalui artikel inilah saya mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya di Indonesia yang menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun 1997 . Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk.ke arah stabilitas harga. ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. Para penganggur terselubung ini adalah orang-orang yang bekerja di bawah 35 jam dalam satu minggunya. distribusi pendapatan yang tidak merata. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak. dan jumlah inipun belum mencakup pengangguran terselubung. banyak para pengusaha yang bangkrut karena dililit hutang bank atau hutang ke rekan bisnis. dan berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. pengangguran friksional dan pengangguran struktural. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Masalah ketiga adalah pengangguran. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyarakat. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak dapat bekerja. Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Begitu banyak pekerja atau buruh pabrik yang terpaksa di-PHK oleh perusahaan di mana tempat ia bekerja dalam rangka pengurangan besarnya cost yang dipakai untuk membayar gaji para pekerjanya. misalnya pengangguran teknologis. akan tetapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan sama sekali. Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang sebenarnya mampu dan ingin bekerja. Ada berbagai macam tipe pengangguran. Namun yang menjadi manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya. Hal inilah yang menjadi salah satu . Jika kita berasumsi bahwa krisis ekonomi hingga saat ini belum juga bisa terselesaikan maka angka-angka tadi dipastikan akan lebih melonjak. karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Jika persentase pengangguran total dengan melibatkan jumlah pengangguran terselubung dan terbuka hendak dilihat angkanya. termasuk sumber daya manusia. Ledakan Pengangguran Akibat krisis finansial yang memporak-porandakan perkonomian nasional. maka angkanya sudah mencapai 40% dari 90 juta angkatan kerja yang berarti jumlah penganggur mencapai sekitar 36 juta orang. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia.

maka tenaga kerja yang bisa diserap sekitar 1.87 juta orang. meski idealnya diatas 6 persen. Sedang setengah pengangguran atau pengangguran terselubung juga menurun dari 31. Tahun 1997 dan 1998.7 juta orang dari jumlah angkatan kerja 90.97 juta orang. Korsel dan Jepang akan sangat berpengaruh. Hal ini bertambah parah karena hutang para pengusaha (sektor swasta) dan pemerintah dalam bentuk dolar. Ledakan pengangguranpun berlanjut di tahun 1998. Tahun 1996 perekonomian mampu menyerap jumlah tenaga kerja dalam jumlah relatif besar karena ekonomi nasional tumbuh hingga 7. Total pengangguran jadinya akan melampaui 10 juta orang. Jakarta.4 juta pengangguran terbuka baru akan terjadi.5 sampai 4%. perekonomian hanya mampu menyerap 85.1 juta orang. 7. Di Indonesia. Jika kita masih berpatokan dengan asumsi keadaan di atas. Sementara pada saat ini nilai tukar rupiah begitu rendah (undervalue) terhadap dolar. Pada tahun 1998 krisis ekonomi bertambah parah karena banyak wilayah Indonesia yang diterpa musim kering. Awal ledakan pengangguran sebenarnya bisa diketahui sejak sekitar tahun 1997 akhir atau 1998 awal.7 juta menjadi 30. Dan dalam selang waktu yang tidak relatif lama. krisis moneter di dalam negeri maupun di negara-negara mitra dagang seperti sesama ASEAN. Berdasarkan pengalaman. Dengan perekonomian yang hanya tumbuh sekitar 3. Ketika terjadi krisis moneter yang hebat melanda Asia khususnya Asia Tenggara mendorong terciptanya likuiditas ketat sebagai reaksi terhadap gejolak moneter. Sebab dari satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap sektiar 400 ribu angkatan kerja.3 juta orang dari tambahan angkatan kerja sekitar 2. jika kita mengacu pada data-data pada tahun 1996 maka pertumbuhan ekonomi sebesar 3. kebijakan likuidasi atas 16 bank akhir November 1997 saja sudah bisa membuat sekitar 8000 karyawannya menganggur. Berdasarkan perhitungan maka pada saat ini perekonomian negara kita memerlukan pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen. di mana sekitar 1. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2000 yang meningkat menjadi 4. Yogyakarta. Untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang pesat maka mau tidak mau negara kita terpaksa harus menarik investasi asing karena sangatlah sulit untuk mengharapkan banyak dari investasi dalam negeri mengingat justru di dalam negeri para pengusaha besar banyak yang berhutang ke luar negeri. Namun menarik para investor asingpun bukan merupakan pekerjaan yang mudah jika kita berkaca pada situasi dan kondisi sekarang ini. maka ledakan pengangguran diperkirakan akan berlangsung terus sepanjang tahun-tahun ke depan. pertumbuhan ekonomi dapat dipastikan tidak secerah tahun 1996. seharusnya pertumbuhan ekonomi yang ideal bagi negara berkembang macam Indonesia adalah di atas 6%. Jumlah pengangguran saat ini yaitu pada tahu 2001 mencapai 35. Jumlah pengangguran saat ini mencapat sekitar 35.97 juta orang yang diperkirakan bisa bertambah bila pemulihan ekonomi tidak segera berjalan dengan baik. Memang ketika kita menginjak tahun 2000. sehingga bisa menampung paling tidak 2. Sisanya menjadi tambahan pengangguran terbuka tadi.98 persen. Pengangguran tahun 1999 yang semula 6. Ini juga ditambah dengan peluang kerja di luar negeri yang rata-rata bisa menampung 500 ribu angkatan kerja setiap tahunnya. jumlah pengangguran di tahun 2000 ini sudah menurun dibanding tahun 1999.4 juta angkatan kerja baru.1 juta orang pada tahun 2000.01 juga turun menjadi 5. Berdasarkan data sepanjang di tahun 1996.5 sampai 4% belumlah memadai.48 juta orang. Suhu politik yang .pemicu terjadinya ledakan pengangguran yakni pelonjakan angka pengangguran dalam waktu yang relatif singkat. inflasi yang terjadi di banyak daerah. Karena hal inilah maka pemerintah perlu berusaha semaksimal mungkin untuk mencari investor asing guna menanamkan modalnya di sini sehingga lapangan pekerjaan baru dapat tercipta untuk dapat menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja.8 persen.7 juta orang. namun pemerintah masih memfokuskan penanggulangan pengangguran ini pada 16. dan Sumatera Selatan berdasarkan data pada akhir Desember 1997.196 pekerja dari 10 perusahaan sudah di PHK dari pabrik-pabrik mereka di Jawa Barat.

mendapatkan sebuah pekerjaan seperti mendapatkan harga diri. dan besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita. Mereka menjadi pengamen. Padahal di sana mereka cuma jadi perusuh yang doyan menjarah. Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial. entah sebagai joki yang menumpang di mobil atau joki payung kalau hujan. penjaja seks. Pengangguran yang terjadi tidak saja menimpa para pencari kerja yang baru lulus sekolah. Pengangguran intelektual ini tidak terlepas dari persoalan dunia pendidikan yang tidak mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas sesuai tuntutan pasar kerja sehingga seringkali tenaga kerja terdidik kita kalah bersaing dengan tenaga kerja asing. Diperkirakan angka pengangguran intelektual yang pada tahun 1995 mencapai 12. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah jika krisis sosial tidak ingin berlanjut terus. pedagang asongan maupun pelaku tindak kriminalitas. Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran di negara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal. teror bom. Indikator masalah sosial bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak yang mulai turun ke jalan. tingginya angka kenakalan remaja. melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman. pencuri. Meski ada kecenderungan pengangguran terdidik semakin meningkat namun . Walaupun bukan pilihan semua orang. Yang menjadi kekhawatiran adalah jika banyak para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. faktor desintegrasi bangsa. Bahkan tidak sedikit mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu kelompok tertentu yang masih erat hubungannya dengan para pentolan Orba. preman. memperkosa. kerawanan sosial. Bagi banyak orang. Padahal di masyarakat. Seseorang bisa saja diputus hubungan kerja karena perusahaannya bangkrut. Suatu krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas. di zaman serba susah begini pengangguran dapat dianggap sebagai nasib. Justru orang-orang yang kurang berpendidikan bisa melakukan inovasi menciptakan kerja. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet. melainkan juga menimpa orangtua yang kehilangan pekerjaan karena kantor dan pabriknya tutup. Masalah Pengangguran dan Pendidikan Pengangguran intelektual di Indonesia cenderung terus meningkat dan semakin mendekati titik yang mengkhawatirkan. Karena itulah maka situasi dan kondisi yang kondusif haruslah diupayakan dan dipertahankan guna menarik investor asing masuk kemari dan menjaga agar para investor asing yang sudah menanamkan modalnya asing tidak lagi menarik modalnya ke luar yang nantinya akan berakibat capital outflow. Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial Jika masalah pengangguran yang demikian pelik dibiarkan berlarut-larut maka sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial. Juga para pedagang kaki lima dan tukang becak. mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal. dan berbagai masalah lainnya akan membuat para investor asing enggan untuk menanamkan modalnya di Indonesia.55 persen. Fenomena inilah yang sedang dihadapi oleh bangsa kita dimana para tenaga kerja yang terdidik banyak yang menganggur walaupun mereka sebenarnya menyandang gelar.5 persen. karena banyak orang yang frustasi menghadapi nasibnya.semakin memanas. bahkan orang demo saja dibayar. dan sebagainya. penjual narkoba. dan pada tahun 2003 meningkat lagi menjadi 24. dan membunuh orang-orang Maluku yang tidak berdosa. jutaan penganggur juga antri menanti tenaganya dimanfaatkan. Mereka adalah generasi yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik. pada tahun 1995 diperkirakan akan meningkat menjadi 18. Ada juga yang menyertakan diri menjadi anggota laskar jihad yang dikirim ke Ambon dengan dalih membela agama.Kehilangan pekerjaan bisa dianggap kehilangan harga diri.36 persen.

Namun masalah pendidikan menjadi dilematis. Di sanapun. dan sejarah atau menerima saja berbagai teori namun sayangnya para siswa tidak memiliki kemampuan untuk menggali wawasan pandangan yang lebih luas serta cerdas dalam memahamidan mengkaji suatu masalah. Di negara kita. tuturnya.upaya tinggi tidak boleh berhenti. Akan tetapi pemerataan pendidikan itu harus dilakukan tanpa mengabaikan mutu pendidikan itu sendiri. Masalah pengangguran terdidik di Indonesia. Sehingga karena hal inilah maka para tenaga kerja terdidik sulit bersaing dengan tenaga kerja asing dalam usaha untuk mencari pekerjaan. Pada tahun 1970-an pemerintah melakukan investasi besar-besaran pada sektor-sektor yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. seperti pertanian dan pendidikan dasar. perubahan itu terus berlangsung dari waktu ke waktu yang mengakibatkan tenaga kerja harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan teknologi. Sedangkan untuk ilmu pengetahuan alam para siswa cenderung hanya diberikan latihan soal-soal yang cenderung hanya melatih kecepatan dalam berpikir untuk menemukan jawaban dan bukannya mempertajam penalaran atau melatih kreativitas dalam berpikir. pendidikkan dalam wujud praktek lebih diberikan dalam porsi yang lebih besar. Di negara-negara maju. sudah mulai mencuat sejak sekitar tahun 1980-an saat Indonesia mulai memasuki era industri. pendidikan juga dipersalahkan karena mengeluarkan lulusan pendidikan tinggi yang terlalu banyak . Pendidikan seringkali disampaikan dalam bentuk yang monoton sehingga membuat para siswa menjadi bosan. Setelah kembali mapan. di satu sisi pendidikan dianggap sangat lambat mengubah struktur angkatan kerja terdidik karena angkatan kerja lulusan pendidikan tinggi baru 3. Memasuki dasawarsa 1980-an. bahasa.05 persen dari angkatan kerja nasional. Kita hanya pandai dalam teori tetapi gagal dalam praktek dan dalam profesionalisme pekerjaan tersebut. output pendidikan SD dalam jumlah besar telah mendorong pertumbuhan besar-besaran pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi. Namun di sisi lain. Akibatnya pengangguran merupakan suatu kondisi normal di negara-negara maju yang teknologinya terus berubah. Pergeseran ekonomi dalam proses industrialisasi tidak hanya berlangsung dari pertanian ke industri tetapi juga terus terjadi dari industri berteknologi rendah ke teknologi. Contohnya seperti seseorang yang pandai dalam mengerjakan soal-soal matematika bukan karena kecerdikan dalam melakukan analisis terhadap soal atau kepandaian dalam membuat jalan perhitungan tetapi karena dia memang sudah hafal tipe soalnya. lanjutnya. Pada tahap ini. dan selanjutnya menuju industri yang berbasis informasi dan intelektualitas. Rendahnya kualitas tenaga kerja terdidik kita juga adalah karena kita terlampau melihat pada gelar tanpa secara serius membenahi kualitas dari kemampuan di bidang yang kita tekuni. Kenyataan inilah yang menyebabkan sumber daya manusia kita ketinggalan jauh dengan sumber daya manusia yang ada di negara-negara maju. cara pembelajaran dan pemberian pendidikkan diberikan dalam wujud yang lebih menarik dan kreatif. Seringkali seseorangpun hanya sekedar bisa mengerjakan soalnya dengan menggunakan rumus tetapi tidak tahu asal muasal rumus tersebut. yaitu dari sektor ekonomi subsistem ke sektor ekonomi renumeratif. saat ini ada kecenderungan bahwa para siswa hanya mempunyai kebiasaan menghafal saja untuk pelajaran-pelajaran yang menyangkut ilmu sosial. Proses industrialisasi tidak hanya terjadi pada suatu titik waktu akan tetapi merupakan suatu proses yang berkelanjutan. Jika kita melihat dari sudut pandang ekonomi. pengangguran akan cenderung rendah kembali. Dalam proses perubahan itu terjadi pergeseran tenaga kerja antarsektor. pengangguran tenaga kerja terdidik cenderung meningkat pada saat masyarakat mengalami proses modernisasi dan industrialisasi. Karena itu maka salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah sulitnya memberikan pendidikan yang benar-benar dapat memupuk profesionalisme seseorang dalam berkarier atau bekerja. Saat ini pendidikan kita terlalu menekankan pada segi teori dan bukannya praktek.

67 persen. Kenaikan BBM tersebut cukup memberatkan masyarakat lapisan bawah karena dapat menimbulkan multiplier effect. para pekerja harus mendapatkan gaji paling tidak sebesar tingkat inflasi. Salah satu dari jalan keluar dari krisis ini adalah menstabilkan rupiah. Karena hal inilah maka pengendalian laju inflasi adalah penting dalam rangka mengendalikan penangguran. sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki angka inflasi tertinggi di ASEAN. setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini. Tingginya angka inflasi karena tidak seimbangnya antara permintaan dan penawaran barang dan jasa. Untuk bisa bertahan pada tingkat daya beli seperti sebelumnya.05 persen. Ada empat faktor yang menentukan tingkat inflasi. Ini membuktikan tingginya laju inflasi di negara kita lebih banyak dipengaruhi sektor riil. Kenaikan BBM ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1. mendorong kenaikan harga jenis barang lainnya yang dalam proses produksi maupun distribusinya menggunakan BBM. Inflasi bulan Desember 1997 saja tercatat 2. rakyat tidak lagi mampu membeli barang-barang yang diproduksi. tingkat suku bunga bank juga ikut mempengaruhi laju inflasi. dari sisi permintaan tenaga kerja.05 persen. Jika keuntungan perusahaan berkurang maka perusahaan akan berusaha untuk mereduksi cost sebagai konsekuensi atas berkurangnya keuntungan perusahaan. tetapi juga investor asing (global investment society) mengalirkan modalnya masuk ke Indonesia (capital inflow). uang yang beredar baik uang tunai maupun giro. Diperkirakan inflasi tahun ini tembus dua digit. Masalah Pengangguran dan Inflasi Setelah dalam sepuluh tahun terakhir laju inflasi nasional mampu dipertahankan di bawah angka sepuluh persen. Ketiga. bukan sektor moneter. Efek domino yang ditimbulkan pun masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya. Akibatnya lulusan yang dihasilkanpun kualitasnya rendah sehingga tidak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat. pengangguran terdidik dapat dipandang sebagai ketidakmampuan ekonomi dan pasar kerja dalam menyerap tenaga terdidik yang munculsecara bersamaan dalam jumlah yang terus berakumulasi. menjadi pemicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Kebijakan kenaikan harga BBM per 15 Juni 2001. Kalau tidak. Laju inflasi tahun 1997 itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan inflasi 1996 yang 6. Suku bunga di Indonesia termasuk lebih tinggi dibandingkan negara di kawasan Asia. yaitu 11.sehingga menjadi penganggur. tapi juga faktor fisik. Hal inilah yang akan mendorong perusahaan untuk mengurangi jumlah pekerja/buruhnya dengan mem-PHK para buruh. antara lain juga akibat krisis moneter yang akhirnya melebar jadi krisis ekonomi. Jika barang-barang yang diproduksi tidak ada yang membeli maka akan banyak perusahaan yang berkurang keuntungannya.04 persen. Pertama. perbandingan antara sektor moneter dan fisik barang yang tersedia. Kedua. Keempat. Pengangguran terdidik dapat saja dipandang sebagai rendahnya efisiensi eksternal sistem pendidikan. . Jika kita mengambil kesimpulan mengenai masalah inflasi di Indonesia bahwa ternyata laju inflasi tidak semata ditentukan faktor moneter. Hal itu terjadi. Dengan angka inflasi 11. tingkat inflasi ditentukan faktor fisik prasarana. Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan sumbangan inflasi antara 0. di samping karena kemarau panjang. Namun bila dilihat lebih jauh. Salah satu penyebab pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi adalah karena kualitas pendidikan tinggi di Indonesia yang masih rendah. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. Tingginya angka inflasi selanjutnya akan menurunkan daya beli masyarakat.3-1 persen.47 persen. namun pada tahun 1997 laju inflasi akhirnya menembus angka dua digit. Membaiknya nilai tukar rupiah tidak hanya tergantung kepada money suplly dari IMF.

Orang tua sang mahasiswa menulis surat ke Rektor IPB yang dibacakan oleh beliau di depan kelas. Surat itu pada dasarnya mempertanyakan mengenai anaknya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa pelajaran Statistik adalah momok bagi mahasiswa. Kelas 5000 an (untuk Master dan PhD) turun menjadi sekitar 10. masak anak saya nggak mampu berhitung”. Katanya anak saya itu pandai. Masalah ini ditanggapi cukup serius waktu itu. Wouw. Untuk kelas-kelas Statistik Terapan jumlah mahasiswanya memang sangat bervariasi karena ada semacam keharusan bagi mahasiswa PhD Program di hampir semua jurusan untuk mengambil kelas Statistik Terapan. Siapa yang mau mengambil kelas yang isinya hanya tiga orang. ada seorang mahasiswa yang tidak naik kelas di tahun kedua. Profesor Maman Djauhari (dosen Mathematika. Teringat pada waktu kuliah dulu. dan kelas 6000 an (khusus untuk PhD) hanya tinggal 3 orang. Mungkinkah ini salah satu penyebab lemahnya penelitian di Indonesia? Sebenarnya apa sih yang terjadi. sehingga banyak yang menghindar untuk mengambil matakuliah Statistik kalau memungkinkan. Masalah Sosial Pendidikan : Dari satu siaran press Institut Pertanian Bogor (IPB) yang saya baca waktu itu. kenapa dia tidak naik kelas? Kan “Statistik kerjanya hanya menghitung angka. waktu pelajaran kepala 4000 an (untuk Undergraduate Senior. Pada waktu saya mengambil matakuliah Statistics Theory. Hal ini bukan karena tingkat kesulitan dari mata pelajaran Statistik itu sendiri tetapi “image” yang berkembang sebelumnya sudah menakutkan. Tidak hanya di Indonesia di Amerika pun sama saja. Jangan tanya bagaimana saya bisa menarik inference seperti ini karena saya tidak bisa membuktikannya secara empirik. Terlihat sekali memang kalau orang-orang Amerika sendiri agak kurang berminat pada jurusan ini. Intitut Teknologi Bandung) mengatakan dalam salah satu konferensi internasional di IPB bahwa dari sekitar 2500 perguruan tinggi di Indonesia hanya ada 8 perguruan tinggi yang memiliki Jurusan atau Departemen Statistika. kurang dari satu persen.3. karena untuk meluruskan pandangan orang tentang Statistik. Kelas-kelas teori biasanya didominasi oleh mahasiswa yang berasal dari Asia. belum lagi kalau dosennya galak? Tentunya kelas ini diambil hanya karena diwajibkan. dan mengapa sampai jurusan statistika kurang diminati? Bagaimana dampak kekurangan minat pada bidang statistik ini dalam kehidupan masyarakat? Semua itu muncul dalam benak saya sehabis membaca informasi dalam siaran press itu. . dan Master) masih sekitar 15 orang per kelas mahasiswanya.

setiap hari ada yang keluar dan ada yang masuk ke Indonesia. Kesimpulan yang di peroleh adalah sebagian besar masyarakat Indonesia menyetujui RUUP ini. lalu berapa besar sample-nya dan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa diajukan. Sebelum di lempar ke masyarakat harusnya pemerintah tahu kalau sifat penelitian seperti itu adalah repeatable. dalam arti kalau diulang dalam kondisi yang sama akan mengeluarkan hasil yang sama. Coba misalnya kita ganti lokasi samplenya dengan sample yang berasal dari daerah Bali atau Papua. Biasanya setelah panen sawah dibersihkan. Dan apakah akan memberikan hasil yang sama? Untuk hal ini alangkah baiknya melibatkan orang yang mengetahui lebih dalam tentang experimental design sehingga design penelitiannya lebih baik dan hasilnya lebih meyakinkan. sawah dibiarkan sehingga bibit baru tumbuh dari bekas panen sebelumnya. Selain itu kalaupun kita tidak mempunyai keterbatasan dan bisa melakukan sensus. Contoh lain dalam bidang pemasaran yang pernah saya temui adalah ada perusahaan . apakah kesimpulannya akan tetap sama? Terlihat bahwa betapa berbahayanya kalau salah menyimpulkan. Yang paling penting adalah kita bisa menjadi lebih berhati-hati kalau membaca kesimpulan dari suatu penelitian. tidak memasukkan mahasiswa dari regular 4 years College. Jadi hampir tidak mungkin kita bisa menghitung rata-rata usia orang Indonesia secara tepat. Istilah-istilah seperti sample. Terlihat bahwa pemerintah tidak terlalu perduli dengan statistik. Jadi kalau dilihat statistik adalah suatu alat yang kalau digunakan untuk situasi yang tepat akan menghasilkan Mungkin ada contoh menarik yang sangat popular di sini. Jika perduli tentunya sebelum benih dari padi ini dilempar ke masyarakat. ada populasi tertentu yang hampir tidak mungkin kita hitung rata-ratanya. Jadi bisa diduga kesimpulan dari survey ini sangat bias karena sample yang diambil tidak representatif. Contohnya. Setiap menit ada yang lahir dan ada yang meninggal. sewaktu ada mahasisiwa yang mau meneliti mengenai kebiasaan minum minuman keras dari kalangan mahasiswa secara umum. diolah lagi dan untuk musim tanam berikutnya ditanam bibit yang baru. Begitu membaca. Bagaimana memilih alat ini adalah suatu seni. kemungkinan besar mahasiswanya berusia lebih tua dari rata-rata mahasiswa regular dan biasanya sudah mempunyai pekerjaan tetap. yang mendekati kebenaran. Lalu apakah sample yang diambil sudah representatif. Dan yang paling penting secara umum mahasiswa yang ke library pada malam hari kecil kemungkinannya adalah juga peminum yang kuat.Ilmu Statistik itu muncul sebenarnya karena kita semua punya keterbatasan. Hasilnya bisa di duga akan sangat bias karena sample yang diambil hanya dari pengunjung Community College Library. Keterbatasan dalam arti waktu. Karena penelitian dilakukan di malam hari. lokasi yang berbeda dst. Tujuannya agar petani tidak perlu membeli bibit lagi. standard error misalnya. semuanya memperlihatkan bagaimana dengan keterbatasan yang ada kita bisa melakukan inferenceinference yang tepat pula. Disinilah perlunya statistik. Misalnya pada waktu UUP akan di undangkan. pertanyaan yang muncul tentunya adalah bagaimana jajak pendapat (opinion polls) ini dilakukan. Ternyata setelah dipasarkan. bagaimana kita menghitung rata-rata usia orang Indonesia secara tepat. lupa nama badannya). survey. ditanam oleh petani didaerah lain gagal menghasilkan hasil yang sama dengan yang dijanjikan. dan kesimpulan itu digunakan untuk kebijaksanaan pemerintah. Dalam hal padi yang di temukan ini setelah panen. Dia mengambil sample setiap orang yang keluar dari library pada malam itu. Mahasiswa tersebut lalu mengambil samplenya di pintu library kampus Community College di malam hari. biaya. Kelemahan di bidang penelitian di Indonesia terlihat pada saat pemerintah ribut masalah penemuan padi yang sekali tanam bisa panen tiga kali. Banyak yang bisa dilakukan kalau kita familiar dengan statistik. ada salah satu badan yang mengadakan jajak pendapat (maaf. ada pula yang tidak mau dirinya dihitung dst. mereka akan melakukan penelitian kembali dengan kondisi yang berbeda. sumber daya manusia dll.

yang ternyata tidak laku terjual. semoga pengambilan keputusan baik di perusahaan maupun pemerintahan akan semakin baik dengan penguasaan statistik yang memadai.yang hampir bangkrut karena kesalahan dalam pengambilan keputusan. Hasil survey yang diperoleh perusahaan itu mengatakan kalau permintaan bahan bangunan tertentu sedang tinggi. Perusahaan tersebut lalu mengimpor bahan-bahan bangunan tersebut sebanyak-banyaknya. Ternyata survey tersebut tidak valid sehingga kesimpulannya salah. terasa Statistik semakin menarik. . Ini sekedar beberapa contoh. dan besar harapan saya. Semakin saya mengutak-atik terutama aplikasinya. Mudah-mudahan suatu saat statistik tidak lagi merana karena selalu dilihat sebagai sesuatu yang menakutkan. yang mengungkapkan minat dan pengamatan saya pada bidang kesukaan saya ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful