P. 1
Pembangunan Infrastuktur Kereta API Bandara Soeta

Pembangunan Infrastuktur Kereta API Bandara Soeta

|Views: 145|Likes:
Published by Marcellino Andries

More info:

Published by: Marcellino Andries on Nov 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2012

pdf

text

original

SHIA

PEMBANGUNAN INFRASTUKTUR KERETA API BANDARA SOETA – MANGGARAI 1. PENDAHULUAN

Gambar 1. Peta Bandara Soekarno Hatta – Manggarai Kondisi kemacetan di ibukota DKI Jakarta semakin parah, pemerintah pun terus mencari jalan keluar. Opsi pembangunan monorel dan kereta api dari Bandara Soekarno-Hatta ke Manggarai muncul. Menurut Agus Bastian, Anggota Komisi V Bidang Perhubungan dan Pekerjaan Umum DPR RI “Fakta menunjukkan akses jalan tol Soediyatmo harus menanggung setiap harinya 120 ribuan kendaraan dari maksimal kapasitas 150 ribu kendaraan. Bila pertumbuhan Bandara Soekarno-Hatta saat ini sebesar 10 persen saja di mana pada tahun 2010 penumpang mencapai 43 juta orang, bisa dibayangkan lima tahun ke depan bisa melonjak menjadi 65 jutaan orang. Saya rasa sudah saatnya dipikirkan alternatif kereta bandara dari bandara ke tengah kota Jakarta, dan itu sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi”. Menurut Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan proyek yang memiliki rute Manggarai--Bandara Soekarno-Hatta itu merupakan proyek vital bagi ekonomi dan pariwisata. Mengenai siapa saja investor yang tertarik dengan proyek bandara tersebut, menurutnya, tergantung dari standar serta desain teknis yang bakal diterapkan. Sampai saat ini, pemerintah bekerja sama dengan pemerintah Jepang dalam hal studi kelayakan, merapikan dokumen tender, memberikan parameter supaya standarnya sama dengan yang lain. "Bekerja sama dengan Jepang karena dia yang menawarkan grand design sehingga formulasi bakal lebih baik." Masuk akal bila penumpang pesawat yang ingin menuju Bandara Soekarno-Hatta membutuhkan akses alternative, dan mungkin kereta api adalah salah satu pilihannya. Airport Region Conference (ARC) di Eropa pernah menyarankan, bandara yang melayani lebih dari 10 juta penumpang per tahun sudah seharusnya dilengkapi dengan sarana kereta api. Sedangkan Bandara Soekarno-Hatta melayani 29 juta penumpang per tahun. Padahal, proyek angkutan terpadu antara

Idealnya jalur KA Bandara Soekarno-Hatta dibangun di atas jalan tol menuju bandara tersebut sehingga dapat menekan alokasi anggaran untuk biaya pembebasan lahan di Jakarta dan Tangerang yang nilainya cukup besar. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Timbulnya masalah pembebasan tanah di kerenakan tidak bertemunya kesepakatan antara pemilik tanah dengan pengembang. 4. dua tahun untuk pengerjaan fisik.SHIA darat dan udara ini sangat diperlukan agar Indonesia tidak tertinggal jauh dengan negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura. 900 miliar kemudian berkembang menjadi Rp.2 trilyun. 10 trilyun. 2. Tersendat masalah pembebasan tanah yang belum terselesaikan. 2. pembangunan jalur kereta diatas permukaan dengan sistem melayang (elevated). PT Railink. Sisanya. belum melibatkan Pemprov DKI dalam pelaksanaan pembangun proyek kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta 4. pengelola jalan tol menjadi anggota konsorsium. Peningkatan ini disebabkan molornya pekerjaan dan juga karena perubahan desain dan parameter baru antara lain yaitu. Pengerjaan proyek rel kereta api Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng diperkirakan akan memakan waktu hingga lima tahun terhitung sejak dimulai. Masa itu mencakup waktu tiga tahun untuk pembebasan tanah. Terjadinya peningkatan dari nilai investasi semula pada tahun Rp. lalu Rp.6 trilyun dan hingga saat ini tahun 2011 menjadi Rp. Berdasarkan Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum yang telah disempurnakan dengan Peraturan Presiden No. 65 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. maka untuk tercapainya kesepakatan . PEMBAHASAN PEMBANGUNAN BANDARA SOETA – MANGGARAI Solusi yang dapat dilakukan dalam masalah pembangunan Kereta Bandara Soekarno Hatta – Manggarai yaitu dengan : 1.Malaysia dan Hongkong. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN KERETA BANDARA SOETA – MANGGARAI Permasalahan yang timbul dalam perencanaan pembangunan Kereta Bandara Soekarno Hatta – Manggarai meliputi : 1. perusahaan patungan PT Angkasa Pura dan PT Kereta Api Indonesia. 2. 3. yang nantinya sama-sama mendapatkan keuntungan dari jalur KA Bandara yang dibangun secara berdampingan atau melayang di atas jalan bebas hambatan itu. Untuk itu PT Railink harus menggandeng PT Jasa Marga. penggunaan dua jalur (double track) dan kondisi dedicated line yaitu tidak ada kereta api lain yang menuju bandara sekarang sehingga hal tersebut membuat pemerintah harus melakukan perhitungan ulang terhadap rencana pengembangan bandara tersebut.

7 Triliun untuk pembangunan konstruksi melayang (elevated) antara Manggarai sampai Muara Angke.SHIA tersebut diperlukannya prosedur-prosedur untuk menyelesaiakan masalah tersebut.2 Triliun yang terdiri dari 1. Keterlibatan pemprov dalam proyek jalur KA Bandara Soekarno-Hatta selain membantu proses kelancaran pembebasan lahan atau bergabung dalam konsorsium tersebut dengan . namun feasibility study ini dilakukan oleh pihak pemerintah (BUMN) yang sebelumnya dilakukan oleh pihak swasta agar pada saat perencanaan tidak mengalami intervensi-intervensi dari pihak lain yang hanya ingin mengambil keuntungan dari proyek publik ini. seperti bagan dibawah ini : Gambar 2 Bagan Prosedur Pengadaan Tanah Dari nilai investasi 10 Triliun tersebut pemerintah akan memberikan dukungan dana sebesar 3. Dilakukannya tender ulang menurut UU Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Kontruksi yang sebelumnya harus melakukan feasibility study.5 Triliun untuk pembebasan lahan dan 1. 3. Contohnya jika perencanaan dilakukan oleh pihak Jepang sedangkan Jepang ahli dalam masalah rel maka investornya akan berupaya agar menggunakan perusahan Jepang dan bukan tidak mungkin akan terjadinya monopoli yang akan melanggar UU RI No 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.(Kementrian PerHub) 2.

Rp. Agar proyek ini berjalan dengan lancar maka feasibility study secara mendalam sangat diperlukan karena jika feasibility study dilakukan tidak secara mendalam maka akan menghambat proyek seperti akan terjadinya tender ulang yang diakibatkan oleh perubahan perencanaan. SARAN Perlunya penegangakan hukum mengenai pembebasan lahan melalui prosedur-prosedur yang diketahui berbagai pihak. Pemprov DKI memungkinkan untuk membentuk badan usaha milik daerah untuk bergabung dalam konsorsium.KA.SHIA kepesertaan saham dalam bentuk lahan yang dibebaskan. Banten dan pihak pengembang agar terjadi Referensi : 1.2.com/2010_08_01_archive.html 2. Tidak terlibatan secara langsung antara pemerintah pusat.com/2011/01/24/ka-bandara-soekarno-hatta-manggarai-dibangun-tahun-ini 4.Jadi.20101209-297732.tempointeraktif. lanjutnya.Bandara. 6. 5.html 3.10.id. http://www.Meningkat.com/hg/bisnis/2010/12/09/brk.Triliun 2011@ra .http://properti.tribunnews. KESIMPULAN Prosedur-prosedur yang tidak dilakukan secara baik maka akan menghambat jalannya proyek seperti pada kasus pembebasan lahan untuk proyek Bandara Soekarno Hatta – Manggarai yang tidak terjadi kesepakatan antara pemilik lahan dan pengembang yang membuat hingga saat ini kasus pembebasan lahan belum selesai.blogspot. Memperketat proses perencanaan membengkaknya biaya pembagunan. http://www. agar kejadian perubahan rencana yang membuat Perlunya sinergis antara pihak wilayah dan pihak pengembang dalam hal ini pemerintah Jakarta.kompas. http://praktistawangsari.com/read/2010/08/10/22250679/Biaya. provinsi DKI Jakarta dan Banten akan membuat menghambatnya proyek Bandara Soekarno Hatta – Manggarai. Sebab.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->