TUGAS

ELEKTONIKA ANALOG Power Supply

Disusun Oleh: ESKANESIARI L2F008116

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO 2010

POWER SUPPLY 1. yang berfungsi untuk mengubah sinyal AC menjadi DC. Penyerarah setengah gelombang tak terkendali (Half Wave Uncontrolled Rectifier) . Pengertian Power supply adalah sebuah alat atau sistem yang berfungsi untuk menyalurkan listrik atau bentuk energi jenis apapun pada beban atau sekelompok beban. dan beberapa digunakan pada mesin – mesin listrik. Prinsip Kerja Power supply A.  Pengganti battery. Biasanya digunakan untu mengubah sumber AC 120 atau 240 volt ke tegangan DC yang lebih rendah untuk digunakan pada peralatan elektronik.  Generator atau alternator. ada 4 jenis rectifier yang digunakan diantaranya : 1. 2. Power suplai DC Power supply DC memiliki rangkaian utama yang disebut dengan Rectifier (penyearah). seperti :  Mengubah bentuk listrik dari sumber ke bentuk tegangan yang diinginkan. Power supply sering digunakan untuk menyalurkan energi listrik. Power supply dapat digunakan sebagai pengganti sumber tenaga listrik baik sebagai sumber utama atau cadangan.

Dapat dilihat pada sinyal keluaran dari dioda tersebut. Hal ini dikarenakan dioda hanya akan aktif jika anodanya lebih positif dari katoda. Bentuk gelombang Gambar 3. namun jika sinyal yang diterima anoda negatif maka dioda akan off. Rangkaian penyearah b.Pada penyearah tipe ini gelombang sinus pada sumber hanya dilewatkan separuh saja yaitu pada saat anoda dioda mendapat sinyal positif. Penyearah setengah gelombang tidak terkendali . dari 0 – π adalah sinyal positif yang telah dilewatkan oleh dioda sedangkan dari π 2π sinyal tersebut berada pada 0 a.

2π.2. Rangkaian penyearah b. sedangkan dioda 2 (D2) akan aktif pada saat setengah sinyal kedua. Penyearah gelombang penuh tak terkendali . Penyerah gelombang penuh tak terkendali (Full Wave Uncontrolled Rectifier) Pada penyearah tipe ini gelombang keluaran lebih sempurna namun tentu saja masih terdapat riak (ripple). Prinsip kerja rangkaian ini adalah pada setengah siklus positif pertama dioda 1 (D1) akan akif dan melewatkan sinyal tersebut. sehingga dioda bekerja secara bergantian. Bentuk gelombang Gambar 4. a. Pada gambar 4b setengah gelombang dari 0 – π dilewatkan oleh D1 sedangkan D2 bekerja pada saati π .

Penyearah setengah gelombang terkendali . Rangkaian penyerah b.3. a. Penyearah setengah gelombang Rectifier) terkendali (Half Wave controlled Penyearah tipe ini mengguankan Thyristor (SCR) sebagai komponen penyearahnya. Bentuk gelombang Gambar 5. Prinsip kerja SCR menyerupai dioda yaitu akan melewatkan arus jika anoda lebih positif dari katoda namun itu berlaku jika gate pada SCR mendapatkan arus yang cukup untuk mentriger sebesar α. Pada penyearah ini tegangan rata – rata dan rms nya dapat diatur dengan cara mengatur nilai α / sudut penyalaan SCR.

4. Bentuk gelombang Gambar 5. Rangkaian penyearah b. a. Penyearah gelombang penuh terkendali . Penyerah gelombang penuh terkendali (Full Wave controlled Rectifier) Seperti halnya penyearah setengah gelombang terkendali penyearah jenis ini juga meggunakan SCR sebagai komponen penyearahnya dan juga menggunakan sebuah rangkaian tambahan untuk mengontrol besaran sudut penyalaan SCR tersebut.

normally supply from the AC main supply dan normally connected to inverter. Gambar 6.B. Power supply AC Power suplai AC umumnya digunakan sebagai sumber cadangan atau biasa disebut Uninterruptible Power Supply (UPS). Ada 2 jenis konfigurasi UPS. Konfigurasi UPS .

Bagian output inverter dioperasikan dengan PWM yang akan mengontrol ferkuendi output. Resonant AC Power Supply Pada bagian input dari gambar 7. Switched Mode AC Power Supply 2.Tipe baterai yang digunakan umumnya Nickel – Cadmium atau lead – acid. ditambahkan sebuah inductor untuk menghasilkan resonansi pada inverter. Power supply AC dikategorikan atas 3 tipe yaitu : 1. . Switched Mode AC Power Supply Pada bagian input dioperasian oleh PWM pada frekuensi tinggi untuk mengurangi ukuran dari transformator dan terdapat folter DC pada bagian input dari output inverter Gambar 7.

Bidirectional AC Power Supply . Gambar 9.Gambar 8. yang berfungsi untuk mengontrol daya arus yang akan dikeluarkan. Bidirectional AC Power Supply Penyearah diode pada output inverter dapat dikombinasikan cycloconverter (AC – AC Converter) dengan saklar bidirectional. Resonant AC Power Supply 3.

Regulator seperti in akan secara langsung mengurangi riak dan noise pada keluaran arus DC. 50 Hz. Power supply linear Pada umumnya power supply linear menggunakan transformator untuk mengubah tegangan input yang tinggi (primer trafo) ke tegangan output yang rendah (sekunder trafo). Power supply linear yang dapat diatur ini biasanya digunakan pada laboratorium dan tempat – tempat servis peralatan elektronik. Pada peralatan elektronik yang penting pengguanaan regulator linier akan mengunakan stabilize dan pengturan tegangan. Tegangan DC yang dihasilkan oleh power supply tanpa pengaturan (unregulated power supply) bergantung pada jenis beban yang digunakan dan variasi tegangan input AC. pengujian pada sebuah rangkaian memerlukan tegangan input 30 volt dan arus 5 amper maka power supply tersebut diatrur sesuai dengan tegangan kerja rangkaian yang akam diuji.3. Frekuensi gelombang ini tergantung pada ferkuensi gelombang AC pada input (contoh. Jenis – Jenis Power Supply 1. . Sebuah kapasitor digunakan untuk meratakan gelombang arus pada rectifier. 60 Hz). Jika ingin menghasilkan tegangan DC digunakanlah sebuah rectifier. Sebagai contoh. perbandingan antara tegangan DC yang keluar dengan tegangan AC yang ikut serta pada hasil outputnya disebut dengan riak (ripple).

suplai DC ini tidak memiliki gangguan – gangguan sesaat seperti pada sumber AC 3. dimana tegangan AC input langsung diserahkan . kebanyakan daerah masih menyuplai daya dalam bentuk tegangan AC. Penyalur tegangan AC/ DC Penyuplai daya dalam bentuk tegangan DC hanya terdapat pada beberapa daerah tertentu. keluaran dari rectifier tersebut disalurkan langsung melalui konduktor menuju beban. murah. Suplai daya dalam bentuk tegangan DC lebih sederhana. Power supply saklar otomatis (Switched-mode power supply) Power supply jenis ini memiliki prinsip kerja yang berbeda dengan power supply yang lain.Gambar 1. Mereka menggunakan penyearah (rectifier) dan kapasitor filter. dan tanpa perlu meggunakan trafo distribusi. Power supply linear 2. dan lebih linier dari pada suplai dalam bentuk tegangan AC.

Switched-mode power supply . Faktor daya menjadi sebuah perhatian oleh pabrikan komputer hal ini dikarenakan power supply sebelummya menghasikan sinyal harmonic dan juga faktor daya yang yang buruk. Setelah melewati transformator kedua sinyal AC kembali diubah menjadi sinyal DC oleh rectifier.(diubah menjadi DC) tanpa melalui transformator. Biasanya power supply jenis ini dipakai pada komputer untuk memberikan daya yang dibutuhkan oleh peripheral komputer. Gambar 2. Tegangan tersebut dibagi menjadi beberapa bagian dengan saklar elektronik. Untuk menjaga agar tegangan output tetap konstan. Frekuensi dan tegangan input yang tinggi pada tahap pertama dilewatkan oleh beberapa transformator step down yang akan berfungsi sebagai power supply linear. power supply membutuhkan sebuah umpan balik (feedback) untuk mengontrol tegangan outputnya. Namun beberapa tahun belakangan ini pihak produsen power supply komputer berusaha untuk memperbaiki factor daya tersebut.

sebuah saklar (transfer switch) digunakan untuk memilih tegangan masukan AC dari sumber utama dan baterai/inverter sebagai backup jika sumber utama terjadi gangguan. Ada 5 jenis UPS diantaranya : 1. Hal seperti itu hanya bisa terjadi jika daya pada baterai mencukupi. Jika gangguan terjadi transfer switch akan bekerja memilih tegangan sumber yang akan masuk kebeban. Line Interactive 3. Delta Conversion On-Line 1. Uninterruptible power supply (UPS) UPS memiliki dua atau lebih sumber daya yang bekerja secara simultan. sementara itu tegangan pada baterai akan diisiulang. secara langsung baterai akan menggantikan sumber utama sehingga kinerja dari beban tidak terganggu. Standby UPS 2. Jika terjadi gangguan pada sumber utama. Secara umum digunakan tegangan AC sebagai sumber utama. . Blok diagramnya dapat dilihat pada gambar 1. Double Conversion On-Line 5. Standby UPS Standby UPS umumnya digunakan pada personal computer (PC).4. Standby-Ferro 4.

Gambar 1. Stanby UPS 2. Line Interactive UPS . Gambar 2. dengan terdapatnya inverter yang terhubung pada output ini bias menjadi sebuah filter tambahan pada UPS tersebut. Jika terjadi gangguan transfer switch akan terbuka dan arus akan mengalir dari baterai ke output UPS. inverter akan bekerja terbalik selama arus sumber normal yaitu sebagai pengisi baterai. Line Interactive UPS jenis ini digunakan pada server dimana baterai/inverter selalu terhubung dengan output UPS.

Gambar 3. Penerapan inverter ini biasanya pada modem computer server yang membutuhkan input berupa gelombang sinusoidal murni. Standby-Ferro UPS tipe ini memiliki rating 3-15 KVA dan memiliki transformator dengan 3 buah lilitan. inverter (baterai) akan standby.3. Dan selama sumber utama yang mensuplai tidak terjadi gangguan. salah satu lilitan primernya terhubung dengan sumber utama dan yang satunya tehubung dengan rangkaian invereter (baterai) sedangkan lilitan sekunder terhubug kebeban. Jika terjadi gangguan pada sumber utama transfer switch akan terbuka dan baterai menggantikan sebagai sumber utama. Standby – Ferro UPS .

Double Conversion On-Line .4. Double Conversion On-Line UPS dengan rating diatas 10 KVA ini mengguanakan rangkaian inverter sebagai sumber utamanya dimana sumber AC pada jala – jala disearahkan dengan rectifier dan kemudian diubah kembali menjadi tegangan AC oleh inverter. Pada UPS ini tidak digunakan transfer switch karena baterai akan langsung menjadi sumber utama jika terjadi gangguan dan tidak memerlukan waktu untuk transfer dari sumber utama ke sumber cadangan (baterai) Gambar 4.

Prinsip kerjanya sama dengan double conversion online yaitu menggunakan rangkaian inverter sebagai sumber utama dan rangkaian rectifier sebagai penyearah dan pengisi ulang baterai yang akan berfungsi sebagai tenaga cadangan dari UPS tersebut. Pada UPS ini digunakan sebuah tansformator yang terminal inputnya terhubung delta (Δ). Gambar 5. Delta Conversion On-Line . Delta Conversion On-Line Delta Conversion On-Line memiliki rating kerja 5 KVA – 1.5.6 MW.

Diakses 25 Desember 2008. 04:32:20 PM www.DAFTAR REFERENSI www. Diakses 26 November 2008. 09:45:48 PM .org .apc .wikipedia. com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful