GIGI

Asap panas yang dihasilkan dari hisapan rokok dapat mempengaruhi aliran pembuluh darah pada gusi.

Perubahan aliran darah mengakibatkan penurunan air ludah (saliva) yang berada di dalam rongga mulut, ketika air ludah mengalami penurunan otomatis mulut cenderung kering dan ketika mulut cenderung kering maka rentan untuk munculnya carries (lubang gigi). Nikotin, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di gusi sehingga mudah sekali timbul penyakit gusi seperti peradangan pada gusi. Beberapa hal yang tampak pada perokok adalah bau mulut yang sangat mengganggu, timbul plak, timbul warna-warna yang melekat pada gigi yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi Bahaya merokok ternyata sangat berakibat fatal bagi kesehatan gigi dan mulut. Terutama bagi perokok berat dapat menyebabkan kanker rongga mulut yang ganas yang disebut dengan "Squamous Cell Carcinoma" Kanker ini dicetuskan karena penggunaan tembakau dalam rokok yang dapat memicu mutasi genetik pada epitel saluran pernapasan atas sehingga terjadi aktivasi oncogen (sel kanker) dan pembentukan sel-sel menjadi tidak teratur gejalanya : adanya tampakan seperti bintik putih pada mukosa mulut/ pada rahang dan jika sudah parah disertai dengan gigi yang goyang & sakit umumnya prognosis pasien yang menderita penyakit ini buruk bahkan dapat menyebabkan kematian terapinya adalah dengan bedah reseksi (Pengangkatan jaringan yang terinfeksi) dan kemoterapi yang dikombinasikan dengan radioterapi

Antibodi Menurun Rongga mulut sangat mudah terpapar efek yang merugikan akibat merokok. Tejadinya perubahan dalam rongga mulut sangat masuk diakal karena mulut merupakan awal terjadinya penyerapan zat-zat hasil pembakaran rokok. Temperatur rokok pada bibir adalah 30 derajat C, sedangkan ujung rokok yang terbakar bersuhu 900 derajat C. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludan. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zar asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok berisiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok.

Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. jaringan pendukung gigi yang sehat seperti gusi. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi. Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri. Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi. semen gigi dan tulang tempat tertanamnya gigi menjadi rusak karena terganggunya fungsi normal mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi dan dapat merangsang tubuh untuk menghancurkan jaringan sehat di sekitarnya. Perlekatan jaringan ikat dan serat-serat kolagen terhambat. Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. . apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti.Pengaruh asap rokok secara langsung adalah iritasi terhadap gusi dan secara tidak langsung melalui produk-produk rokok seperti nikotin yang sudah masuk melalui aliran darah dan ludah. Sel pertahanan tubuh tidak dapat mendekati dan memakan bakteri-bakteri penyerang tubuh sehinggal sel pertahanan tubuh tidak peka lagi terhadap perubahan di sekitarnya juga terhadap infeksi. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah. selaput gigi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. Pada perokok terdapat penurunan zat kekebalan tubuh (antibodi) yang terdapat di dalam ludah yang berguna untuk menetralisir bakteri dalam rongga mulut dan terjadi gangguan fungsi sel-sel pertahanan tubuh. Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. yaitu penyakit gusi yang paling sering tejadi yang disebabkan oleh plak bakteri dan faktor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi. Pada perawatan penyakit jaringan pendukung gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perkok. sehingga proses penyembuhan dan regenerasi jaringan setelah perawatan terganggu. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi.

Secara gampang bisa kita lihat bibir seorang perokok memang terlihat lebih gelap dibandingkan dengan bibir seorang yang bukan perokok. Rokok tanpa filter cenderung lebih cepat merubah warna gigi dari pada rokok dengan filter. sedang warna hitam terjadi pada perokok yang menggunakan pipa. tempat tembakau tanpa asap ini biasa disisipkan. Walaupun tanpa asap kebiasaan mengunyah tembakau ini diduga sebagai penyebab terjadinya ‘bercak putih’ (leukoplakia) dan terjadinya kanker rongga mulut. Di Indonesia mengunyah tembakau telah menjadi kebiasan sejak dulu. Hasil pembakaran rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah ke gusi sehingga mudah terjangkit penyakit. Nikotin sendiri tidak berwarna dan mudah larut. rokok dengan filter dan tanpa filter ( lebih dikenal dengan rokok kretek). Karang yang tetap melekat pada gigi dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti gingivitis atau gusi berdarah. tampaknya juga telah menjadi tren dan produknya banyak dimanfaatkan oleh kalangan muda. Saat kita menghisap rokok asap yang keluar dari sebatang rokok menuju rongga mulut. Berbagai posting dan artikel mungkin susah banyak yang mengulas tentang rokok dan bahaya yang ditimbulkan. mengapa rokok sangat erat kaitannya dengan kesehatan gigi dan mulut? jelas secara gampang bisa dijawab. Tetapi pada orang yang merokok selama hidupnya. atletik dan wanita usia lanjut di Amerika. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi . Perubahan warna pada gigi dianggap karena nikotin. karena rokok dihisap melalui mulut ( saya rasa ga ada tempat lain untuk menghisap rokok ^^). namun disini sayang ingin mengulas efek rokok khusu terhadap kesehatan mulut dan gigi. semuga bermanfaat dan selalu mohon saran dan kesan agar postingan ini makin sempurna. tetapi sebetulnya adalah hasil pembakaran tembakau yang berupa ter. Noda tersebut mudah dibersihkan karena terdapat pada bagian luar gigi. * drg Amalia (sh) Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak daripada yang bukan perokok. Gigi dapat berubah warna karena tembakau. Warna coklat pada gigi terjadi pada perokok biasa. noda tersebut dapat masuk ke lapisan email gigi sehingga sukar dihilangkan. Kelainan biasanya terjadi di daerah pipi.Tembakau kunyah sering disebut juga tembakau tanpa asap. beberapa detik asap rokok dengan jutaan zat" kimia berada dalam rongga mulut dan mempengaruhi jaringan dan organ yang ada dalam rongga mulut termasuk gigi itu sendiri. mengapa? Secara umum kita mengetahui rokok yang ada di Indonesia ada 2 jenis. Sekarang mari kita ikuti jejak asap rokok kenapa begitu banyak organ" tubuh yang dirugikan.

Berubahnya jaringan" dalam rongga mulut yang menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap kesehatan mulut itu sendiri seperti pemicu terbantuknya karies. selama dalam proses perawatan. Kemungkinan kanker pada jaringan mulut sangat besar. 2. . Karies pada gigi akan semakin cepat terbentuk. Dapat disimpulkan kerugian yang timbul akibat kebiasaan merokok pada kesehatan gigi dan mulut: 1. Bau nafas jelas beraroma rokok. Padahal pada pasien bukan perokok dan pada keadaan yang sama cukup hanya dilakukan perawatan standar seperti pembersihan plak dan karang gigi. Keparahan penyakit yang timbul dari tingkat sedang hingga lanjut berhubungan langsung dengan banyaknya rokok yang diisap setiap hari berapa lama atau berapa tahun seseorang menjadi perokok dan status merokok itu sendiri. Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Beberapa perawatan memang sangat menganjurkan pada pasien perokok untuk benrhenti merokok untuk sementara waktu. 3. Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi. Dengan sendirinya perokok beresiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok. Pada perawatan penyakit jaringan pendukund gigi pasien perokok memerlukan perawatan yang lebih luas dan lebih lanjut. Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. Seperti pasien yang dalam masa pemsangan implan. kerusakan tulang penyokong gigi dan tanggalnya gigi lebih banyak terjadi pada perokok daripada bukan perokok. Penyakit jaringan pendukung gigi yang parah. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zat asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. apakah masih merokok hingga sekarang atau sudah berhenti. 4. gusi dan bibir. Dari perbedaan penelitian yang telah dilakukan plak dan karang gigi lebih banyak terbentuk pada rongga mulut perokok dibandingkan bukan perokok. 5. Perubahan warna gigi. Tar dapat diendapkan pada permukaan gigi dan akar gigi sehingga permukaan ini menjadi kasar dan mempermudah perlekatan plak. yaitu penyakit gusi yang paling sering terjadi disebabkan oleh plak bakteri dan factor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi.pengeluaran ludah.

1. 3. Kandungan nikotin dan tar menimbulkan bau mulut yang khas pada perokok.padahal rokok mengadung lebih dari 4000 bahan kimia dimana 200 diantaranya beracun. Tar. Rokok sudah menjadi benda yang melekat dalam diri manusia modern baik laki-laki maupun wanita di era modern ini. Merokok juga menyebabkan mulut kering yang mengakibatkan halitosis (bau mulut). Karies gigi Merokok menempatkan Anda pada risiko lebih besar terhadap pertumbuhan karies gigi akibat plak yang terus menumpuk. banyak perokok cenderung mengabaikan dampak rokok terhadap kesehatan gigi. 2. Perubahan warna berkisar dari kuning ke cokelat gelap (bertahun-tahun merokok). Bau mulut Perokok berada pada risiko lebih besar terkena bau mulut daripada non-perokok. . Merokok juga mengganggu fungsi normal sel-sel dalam jaringan gusi.Nikotin dan karbon monoksida adalah beberapa zat yang sangat beracun bagi tubuh kita. 4. Merokok diketahui berbahaya bagi kesehatan dan kebanyakan dari perokok menyadarinya. Dengan menurunnya air ludah dalam rongga mulut akan mengakibatkan mulut cenderung kering dan bisa memicu terjadinya caries (lubang gigi) ataupun sariawan. Penyakit gusi Merokok mengakibatkan penyakit gusi karena plak dan tartar yang terus tertimbun. seperti dibeberkan Dentalhealthsite. Noda gigi sulit dihilangkan dengan menyikat normal. Namun.Dalam penelitian. Perubahan warna gigi Sebagian besar perokok umumnya sadar akan noda gigi yang disebabkan oleh aktivitasnya. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan jurnal Periodontology menyoroti bahwa perokok empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit gusi lanjut. Mari kita analisa beberapa efek buruk rokok pada kesehatan mulut. Noda gigi ini akibat nikotin dan tar dalam rokok. Untuk menjaga gigi kita tetap sehat. Asap rokok yang besifat panas juga dapt mempengaruhi aliran darah yang ada pada gusi sehingga akan berakibat adanya penurunan air ludah (saliva). hindarilah merokok dan mulailah hidup sehat serta rajinlah mengosok gigi dan periksalah kesehatan gigi setiap enam bulan sekali ke dokter gigi. Akibat negatif rokok terhadap gigi bisa dirasakan dengan perubahan pada warna gigi yang berubah menjadi kecoklatan serta perubahan pada gusi dan jaringan sekitar mulut. perokok mempunyai 3-5 kali lebih besar kesempatan mempunyai kerusakan pada gusi dibandingkan yang bukan perokok.

Jurnal Periodontology melaporkan korelasi langsung antara penyakit gusi dan jumlah rokok yang dihisap per hari. Orang yang merokok kurang dari setengah bungkus sehari tiga kali lebih besar menderita penyakit periodontal. D i s i n i h a s i l p e m b a k a r a n r o k o k y a n g b e r w a r n a hitam kecoklatan mudah dideposit. 2. 7. orang yang merokok lebih dari satu setengah bungkus enam kali lebih mungkin untuk hal yang sama. m e r o k o k m e n y e b a b k a n r a n g s a n g a n p a d a papilafiliformis (tonjolan/juntai pada lidah bagian atas) sehingga menjadil e b i h p a n j a n g ( h i p e r t r o p i ) . 3. PENGARUH MEROKOK TERHADAP GUSIJumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak daripada yang b u k a n p e r o k o k . tetapi memperburuk kondisi gigi yang sudah ada. Hampir 90 persen pasien kanker mulut adalah perokok. Gigi tanggal Penyakit gusi lanjut (Periodontitis) adalah penyebab utama gigi tanggal pada orang dewasa. 5. 6. Disamping itu hasil pembakaran rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah kegusi sehingga mudah terjangkit penyakit. Beberapa efek buruk lain dari merokok adalah: 1. 4.  . padahal efek buruk utama lainnya adalah kanker mulut. Ada kemungkinan peningkatan penyakit gusi bagi orang yang merokok lebih banyak.5. Ada banyak efek berbahaya dari merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut. dan manis. Dentalhealthsite) PENGARUH MEROKOK TERHADAP LIDAHP a d a p e r o k o k b e r a t . Jadi. asin. sehingga perokok sukar merasakan rasa pahit. Mengapa demikian? Penelitian terbaru menunjukkan. Tulang rahang keropos Pergeseran gigi Lidah berbulu Sinusitis Mengubah kepekaan indera perasa dan penciuman Penyembuhan luka lamban Bibir hitam Merokok tidak hanya menciptakan masalah kesehatan gigi. tak ada alasan untuk Anda terus merokok! Jurnal Periodontology. sistem pertahanan dan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri melemah pada perokok. 6. karena rusaknya ujung sensoris dari alat perasa. K a r a n g g i g i y a n g t i d a k d i b e r s i h k a n d a p a t m e n i m b u l k a n berbagai keluhan seperti gingivitis atau gusi berdarah. Kanker mulut Merokok kerap diasosiasikan dengan kanker paru-paru.

Para ahli mengatakan bahwa leukoplakia merupakan lesi pra-ganas di dalammulut. Perubahan ini tidak menimbulkanrasa sakit (lesi pra-ganas) sehingga tidak diperhatikan sampai keadaan menjadilanjut. Gejala ini baru terlihat bila aktifitas selluler bertambah dan epitel menjadi tebal. tujuh kali lebih besar dibanding merokok 1-6 batang per hari. Kebiasaan merokok sangat mempengaruhi kesehatan m u l u t terutama perubahan mukosa (selaput lendir). Hal ini b i s a d i j u m p a i p a d a u s i a 3 0 . D a n y a n g p a l i n g p e n t i n g a d a l a h k e m a u a n y a n g k e r a s untuk menghilangkan kebiasaan merokok.S h a f e r d a n k a w a n k a w a n m e n g a t a k a n b a h w a w a r n a c o k l a t t e r j a d i p a d a perokok biasa. Menurut peraih gelar doktor ketiga ilmu epidemiologi penyakit gigi FKM-UI ini. sedini mungkin datang kedokter gigi. Menurut Farida.7 0 t a h u n y a n g m a y o r i t a s p e n d e r i t a n y a p r i a terutama yang perokok.Perubahan mukosa mulut terlihat sebagai bercak putih. Kebanyakan.  NODA ATAU STAIN KARENA TEMBAKAUG i g i d a p a t b e r u b a h w a r n a k a r e n a t e m b a k a u .Sebelum gejala klinis terlihat. sedang warna hitam terjadi pada perokok yang menggunakan pipa. Menurut penelitian Silverman dari semua kasusL e u k o p l a k i a 9 5 % adalah perokok. risiko relatif kejadian karies spesifik pada perokok dengan jumlah rokok lebih dari 18 batang setiap harinya. jika perlu konsultasi dengan dokter. Bercak putih tersebutmungkin disebabkan karena epitel yang tebal jenuh dengan saliva (air ludah). Hasil studi juga menunjukkan. iritasi dari asap tembakau ini menyerangsel-sel epitel mukosa sehingga aktifitasnya meningkat. ''Sedangkan perokok yang merokok lebih dari 15 tahun. Pada perokok kretek dengan lama merokok lebih dari 15 tahun. Biasakan memeriksa gigi setiap 6 bulan sekali. tetapi sebetulnya adalah hasil pembakarantembakau yang berupa ter. risiko relatifnya delapan kali lebih besar. dua kali lebih besar berisiko terkena karies dibanding usia di bawah 50 tahun. Nikotin sendiri tidak berwarna dan mudah larut. kelompok umur di atas 50 tahun. umurnya di .'' katanya. Tetapi pada orang yang merokok selama hidupnya. Oleh karena itu jika terdapat bercak putih. Iritasi yang terus menerus dari h a s i l pembakaran tembakau menyebabkan penebalan pada jaringan mukosa mulut. kanker di dalammulut dimulai dengan perubahan mukosa. derajat kerusakan gigi itu dipengaruhi oleh lamanya merokok dan jumlah batang rokok yang diisap setiap hari. terutama tampak pada mukosa bukal (mukosa yang menghadap pipi) dan pada dasar mulut. P a d a m u l a n y a n o d a i n i dianggap disebabkan oleh nikotin. Sedangkan lamanya merokok 11-15 tahun mempunyai risiko relatif tiga kali lebih besar dari perokok 6-10 tahun. meskipun tidak m e n g a l a m i k e l u h a n . Nodanoda tersebut mudah dibersihkan karena hanya terdapat di dataranluar gigi. Perubahan leukoplakia menjadi ganas 3-6%. noda tersebutd a p a t m a s u k k e lapisan email gigi bagian superficial dan sukar untu dihilangkan.PENEBALAN MUKOSA AKOBAT MEROKOK Merokok merupakan salah satu faktor penyebab Leukoplakia yaitu suatu bercak putih atau plak pada mukosa mulut yang tidak dapat dihapus.

Selanjutnya. Keadaan ini disebut gingivitis (radang gusi). Farida menambahkan. dan janin. selain lebel bahaya serangan jantung. Keadaan ini disebut periodontitis.atas 50 tahun dan merokok lebih dari 18 batang per hari diperkirakan mengalami kerusakan berat sebesar 89%. pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. sekitar 85-90% jenis rokok yang dikonsumsi adalah kretek. Jadi. Gigi kita dilapisi oleh lapisan transparan licin yang disebut pellicle. Karena penyebabnya adalah koloni bakteri pada plak dan karang gigi. bukan berarti rokok putih yang banyak dikonsumsi masyarakat internasional aman. Penyebab yang paling sering adalah adanya plak dan karang gigi (kalkulus) yang menempel pada permukaan gigi. gusi berdarah adalah tanda awal adanya kerusakan gusi. misalnya sikat gigi atau tusuk gigi.5 mg per batang rokok kretek dan memberikan label tentang bahaya kerusakan gigi. Kejadian ini terjadi pada rokok kretek dengan kadar eugenol 12. "Bahkan. Karang gigi tidak hanya melekat pada permukaan gigi yang tampak (terletak di atas garis gusi) tapi juga dapat melekat pada permukaan gigi yang tertutup oleh gusi. Kondisi ini disertai juga dengan perdarahan gusi dan kerusakan tulang penyangga gigi. Plak dapat dibersihkan dengan cara menyikat gigi secara teratur dan benar. Biasanya karang gigi dijumpai pada leher gigi. Akibatnya bila tidak segera ditangani gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal. jantung koroner. rokok kretek dengan filter atau tanpa filter yang komposisi campuran cengkehnya 30% juga mempunyai efek psikotropik dan adiksi. Arah menyikat gigi adalah dari gusi ke arah gigi. Farida meminta agar dapat menetapkan batas maksimal kadar eugenol dalam rokok kretek untuk tidak melebihi 1. rokok putih juga bisa menimbukan penyakit kronis antara lain kanker paru. Mengenai tingkat konsumsi rokok. Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyikatan gigi dalam arah horizontal tidak dibenarkan karena akan menyebabkan abrasi leher gigi dan resesi gingiva (gusi rahang . dia mengharapkan Departemen Perdagangan dan Perindustrian mengoreksi Standar Industri Indonesia terhadap jumlah kandungan cengkeh yang diizinkan dalam rokok kretek. Hal itu terbukti semakin bertambahnya jumlah perokok pemula. Sedangkan kepada Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan). Koloni bakteri pada plak dan karang gigi inilah yang mengakibatkan kerusakan jaringan penyangga gigi. Pellicle yang dikolonisasi oleh bakteri disebut plak. Apabila tidak segera ditangani maka karang gigi dapat terus bertambah sehingga perlekatan gusi pada permukaaan gigi menjadi lepas dan terbentuk adanya kantung pada gusi (disebut periodontal pocket)." katanya. Berdasarkan hasil penelitiannya. Terbukti. Frekuensi menyikat gigi minimal dua kali tiap hari. maka solusi masalah ini adalah dengan melakukan pembersihan plak dan karang gigi. yang dimulai dari gingiva (bagian gusi yang dapat kita lihat). Karena ada peradangan maka gusi menjadi mudah berdarah apabila terkena trauma mekanis. Farida menilai bahwa orang Indonesia sudah dalam kategori sangat mengkhawatirkan. lanjutnya. Namun. bila tidak dibersihkan maka plak dapat mengalami mineralisasi (pengerasan) sehingga membentuk karang gigi yang melekat pada permukaan gigi. impotensi. Pada permukaan karang gigi biasanya juga terdapat koloni bakteri. gangguan kehamilan.92 mg per batang.

Cara penanganannya adalah dengan memberikan vitamin C. Karena pada leukemia umumnya juga terjadi trombositopenia maka gusi penderita leukemia juga mudah berdarah. maka tindakan scaling biasanya sudah mencukupi. Trombosit adalah salah satu elemen darah yang diperlukan untuk pembekuan darah. gusi terinfiltrasi oleh sel-sel darah putih ganas. Karang gigi dapat terletak di leher gigi dan terlihat oleh mata sebagai garis kekuningan atau kecoklatan yang keras dan tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi. Apabila hanya terjadi gingivitis. Kelainan darah yang biasanya berkaitan dengan perdarahan gusi adalah leukemia dan trombositopenia. maka akan dilakukan perawatan periodontal lebih lanjut. Tapi bila sudah terjadi periodontitis. Karang gigi tidak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi. Sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan secara seksama menjadi tempat pertumbuhan bakteri. perdarahan gusi juga berhubungan dengan beberapa penyakit. demam. Selanjutnya dokter gigi akan melihat sampai mana kerusakan jaringan penyangga gigi yang terjadi. Jadi. Gusi pada penderita kekurangan vitamin C menjadi bengkak. Kekurangan vitamin C terjadi pada orang yang tidak makan sayur atau buah dalam jangka waktu lama. plak akan mengeras menjadi karang gigi (kalkulus). Sebaiknya kita datang ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sehingga masalah dapat ditangani sejak dini. Jadi apabila terdapat karang gigi maka perlu datang ke dokter gigi untuk dilakukan scaling (pembersihan karang gigi). gusi rahang bawah tampak turun. penurunan berat badan. Dengan meningkatnya kandungan mineral dari air liur. Keadaan kekurangan vitamin C ini dinamakan Scurvy. dan efek samping dari obat-obatan tertentu yang diminum secara rutin. antara lain kekurangan vitamin C dan kelainan darah. . Gingivitis dapat disebabkan beberapa hal. Leukemia adalah keganasan sel darah putih sedangkan trombositopenia adalah kondisi di mana terjadi penurunan jumlah trombosit dalam darah. penumpukan karang gigi (kalkulus/tartar). apabila didapati gusi berdarah disertai gejala-gejala lain seperti badan mudah lelah. Selain karang gigi dan plak. berkeringat di waktu malam dan lain-lain sebaiknya segera datang ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. sehingga permukaan akar gigi terlihat).atas tampak naik. misalnya demam berdarah. Pada penderita leukemia. Trombositopenia dapat merupakan penyakit yang berdiri sendiri atau bagian dari penyakit lain. berwarna keunguan dan terjadi perdarahan. Secara klinis gusi tampak membesar. Apabila jumlahnya menurun sampai di bawah batas normal maka kemungkinan terjadi perdarahan lebih besar. diantaranya kebersihan mulut yang buruk.

maka risiko mereka mengalami . diawali dengan bulu sikat ditempatkan pada permukaan gusi dan mengarah ke akar gigi. gerakan horizontal yang disertai dengan tekanan yang berlebihan dapat merusak perlekatan gusi dengan gigi sehingga menyebabkan resesi gusi. Supaya memberikan hasil yang efektif. lebih berisiko menderita gangguan ingatan yang berkaitan dengan penyakit alzheimer (kepikunan) dan bentuk demensia lainnya. yang telah dikaitkan dengan gangguan otak termasuk alzheimer. asalkan seluruh permukaan gigi telah terjangkau. kuman-kuman yang bersembunyi di dalam gusi akan merusak arteri. Mereka yang mempunyai kebersihan gigi buruk dan mengalami peradangan gusi serta gusi berdarah. Menurut peneliti. Pada rentang waktu selama itu. Tidur malam bisa memakan waktu hingga 8 jam. plak mengalami maturasi. dan ujung kepala sikat gigi yang kecil agar dapat menjangkau ke bagian gigi paling belakang. terutama pada gigi yang tumpang tindih dan berjejal. Hal ini merupakan hasil studi dilakukan para peneliti dari Columbia University di New York dan peneliti menyarankan menjaga kebersihan gigi untuk membantu menjaga ketajaman otak hingga usia lanjut. sehingga alirannya pun jauh berkurang. Padahal air liur memiliki efek self-cleansing.Kalkulus juga dapat terbentuk di bagian dalam gusi (saku gusi/poket). Pilih bulu sikat yang halus. "Dan kerusakan arteri telah dihubungkan dengan kepikunan. Gigi yang menghadap pipi disarankan disikat dengan gerakan memutar dari atas ke bawah. lanjut peneliti. Gerakan menyikat sebaiknya jangan horizontal (dari kiri ke kanan) karena ruang di sela-sela gigi tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi. sikat gigi harus dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat. Untuk itu diperlukan dental floss atau benang gigi untuk membersihkannya. semakin buruk kondisi gusi mereka." Selain itu. kuman tersebut juga memicu peradangan. Menyikat gigi tidak perlu dengan tekanan yang berlebihan. Pada waktu itulah gigi rentan terhadap proses karies atau gigi berlubang. Bagimana prosesnya? Menurut peneliti. dan dapat menyebabkan radang gusi sehingga gusi mudah berdarah. produksi air liur menurun. Kalkulus adalah tempat pertumbuhan yang baik bagi bakteri. Mengapa banyak anjuran sikat gigi malam sebelum tidur? Pada saat seseorang sedang tidur. Plak di sela-sela gigi (ruang interdental) sulit dibersihkan. Selain itu. di mana jumlah bakterinya lebih banyak. Kadang-kadang menyikat gigi saja tidak cukup. Jadi apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar gusi selalu sehat? Sisa makanan yang melekat di sela-sela dan permukaan gigi harus dibersihkan dengan seksama sehingga tidak terakumulasi dan mengeras menjadi kalkulus. yaitu berfungsi untuk membilas plak yang melekat di gigi.

diabetes dan rendahnya jumlah sperma. terang peneliti.gangguan daya ingat juga semakin besar. Dan studi terbaru ini. Selain itu. dan memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali. flossing. terang peneliti. . menemukan bukti kalau kuman-kuman tersebut juga bisa merusak kemampuan manusia untuk berpikir jernih. studi ini menambah bukti mengenai pentingnya menggosok gigi secara teratur. Penelitian sebelumnya telah menyatakan kalau kuman-kuman dibalik penyakit gusi juga menjadi pemicu berbagai gangguan kesehatan lainnya termasuk penyakit jantung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful