P. 1
Cara Nyuling Sereh Wangi

Cara Nyuling Sereh Wangi

|Views: 819|Likes:
Published by jasabi

More info:

Published by: jasabi on Nov 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

Pengaruh Lama Penyulingan Terhadap Rendemen Dan Mutu Minyak Atsiri Daun Sereh Wangi Sentosa Ginting Fakultas

Pertanian Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang. Negara kita termasuk negara penghasil minyak atsiri dan minyak ini juga merupakan komoditi yang menghasilkan devisa negara. Oleh karena itu pada tahun-tahun terakhir ini, minyak atsiri mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah Indonesia. Sampai saat ini Indonesia baru menghasilkan sembilan jenis minyak atsiri yaitu: minyak cengkeh, minyak kenanga, minyak nilam, minyak akar wangi,minyak pala, minyak kayu putih dan minyak sereh wangi. Dari sembilan jenis minyak atsiri ini terdapat enam jenis minyak yang paling menonjol di Indonesia yaitu: minyak pala minyak nilam, minyak cengkeh dan minyak sereh wangi. Minyak sereh merupakan komoditi di sektor agribisnis yang memiliki pasaran bagus dan berdaya saing kuat di pasaran luar negeri. Tetapi tanaman sereh ini tampaknya masih banyak yang belum digarap untuk siap diinvestasi. Sebagai contoh tanaman sereh wangi, tanaman penghasil minyak atsiri yang dalam perdagangan dikenal dengan nama "ei tronella oil". Nama ini masih asing bagi sebagian orang, sebab hampir sepuluh tahun lebih sereh wangi luput dari perbincangan dan perhatian orang (Anonimous, 1988) Khususnya di Sumatera utara, tanaman sereh wangi ini masih belum membudaya, namun juga sebagian kecil petani yang mengusahakan ada tanaman ini sebagai usaha sambilan, tanpa disertai pengolahannya atau penyulingannya. Perusahaan yang melakukan penyulingan, mengerjakannya secara sederhana akan menurunkan kwalitas minyak yang di hasilkan. Hal ini disebabkan cara penyulingannya ataupun lama penyulingannya tidak memenuhi standar. Suatu hal yang perlu diketahui bahwa pada saat sekarang ini minyak sereh wangi mempunyai harga pasaran yang tinggi sesudah minyak pala dan minyak lada. Hal ini tentu akan melipat gandakan penghasilan petani. Hanya masalahnya sekarang adalah masih banyak para petani sereh wangi yang melakukan penyulingan hanya secara tradisionil saja. Sehingga untuk mendapatkan rendemen yang tinggi serta kwalitas minyak yang dikehendaki konsuwen tidak terpenuhi. (Ketaren, 1985) Dibalik harga yang tinggi dari minyak sereh wangi itu, minyak ini sangat sulit dicari dalam jumlah yang banyak, artinya dapat menghasilkan rendemen yang tinggi serta memenuhi kwalitas ekspor. (Anonimous, 1988) Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan atau alasan-alasan di atas, maka penulis sangat, tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak sereh wangi. Hasil penelitian dapat dijadikan dasar untuk menentukan lama penyulingan yang tepat guna menghasilkan rendemen yang tinggi serta memenuhi kwalitas yang diinginkan untuk tujuan ekspor.

e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara

1

2. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak sereh wangi yang dihasilkan. 3. Hipotesis Penelitian. Diduga lama penyulingan yang berbeda akan mempengaruhi rendemen dan mutu minyak sereh wangi yang dihasilkan.

II. TINJAUAN PUSTAKA 1. Tinjauan Umum Minyak Atsiri. Minyak yang terdapat di alam dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu: minyak mineral (mineral oil), minyak yang dapat dimakan (edible fat) dan minyak atsiri (essential oil). (Guenther,1987) Minyak atsiri dikenal juga dengan nama minyak teris atau minyak terbang (volatile oil) yang dihasilkan oleh tanaman. Minyak tersebut mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami dekomposisi, mempunyai rasa getir (pungent teste), berbau wangi sesuai dengan bau tanaman penghasilnya. Umumnya larut dalam pelarut organik dan tidak larut air. Minyak atsiri ini merupakan salah satu dalam hasil sisa dari proses metabolisme dalam tanaman yang terbentuk karena reaksi antara berbagai persenyawaan kimia dengan adanya air. Minyak tersebut disintesa dalam sel glandular pada jaringan tanaman dan ada juga yang terbentuk dalam pembuluh resin, misalnya minyak terpentin dari pohon pinus. (Ketaren, 1981). Tanaman penghasil minyak atsiri diperkirakan berjumlah 150-200 spesies tanaman yang termasuk dalam famili Pinaceae, Labiatae, Compositae, Lauraceae, Myrtaceae dan Umbelliferaceae. Minyak atsiri dapat bersumber pada setiap bagian tanaman, yaitu, dari daun, bunga, buah, biji, batang atau kulit dan akar atau rizhome. Minyak atsiri selain dihasilkan oleh tanaman, dapat juga bentuk dari hasil degradasi oleh enzim atau terdapat dibuat secara sintetis. (Richards, 1944). Di Indonesia banyak dibuat jenis-jenis minyak atsiri, seperti minyak nilam, minyak cengkeh, minyak pala, minyak lada, minyak sereh dan lain-lain. Minyak sereh adalah salah satu minyak Atsiri yang penting di Indonesia di samping minyak atsiri lainnya. Produksi minyak sereh sebelum perang dunia II menempati puncak yang tertinggi di pasaran dunia, begitu juga tentang mutunya. Akan tetapi setelah perang dunia II produksi tersebut menurun dengan cepat, sehingga penghasil minyak sereh sampai akhir tahun 1941 nilainya seperdelapan dari nilai sebelumnya. (Gu enther, 1987) 2. Sejarah dan Perkembangan Minyak Sereh Di Indonesia secara umum tanaman sereh dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu: sereh Lemon atau sereh bumbu (Cymbopogon citratus) dan sereh Wangi atau sereh sitronella (Cymbopogon nardus). Umumnya kita tidak membedakan nama sereh wangi dan sereh Lemon, meskipun kedua jenis ini mudah dibedakan. (Harris, 1987). Sereh Wangi di Indonesia ada 2 jenis yaitu jenis mahapengiri dan jenis lenabatu. Maha pengiri dapat dikenal dari bentuk daunnya lebih pendek dan lebih luas dari pada

e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara

2

komponen utama penyusun minyak sereh wangi adalah sebagai berikut. tahun 1983 volume ekspor sitronella masih jauh.CH2 --. dan tergantung pada beberapa faktor.C = CH . alaehid.280 kg dengan nilai 2 juta dolar AS. ester.Geraniol ( C10H180 ) Geraniol merupakan persenyawaan yang terdiri dari 2 molekul isoprene dan 1 molekul air.615 kg dan tahun 1987 menjadi 307.40 komponen. Dengan destilasi jenis ini memberikan hasil minyak yang lebih tinggi dari pada lenabatu. ada yang mempunyai 30 .. lactone. Menurut Guenther (1950). oxida. Demikian pula. Biasanya jika kadar geraniol tinggi maka kadar sitronellal juga tinggi. karena harganya lebih murah. Kadar komponen kimia penyusun utama minyak sereh wangi tidak tetap. Kemudian minyak ini semakin dikenal Eropa.C = CH . 1978) Catatan pertama di Eropa mengenai minyak sereh ditulis oleh Nicolaus Grimm.OH CH3 CH3 e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 3 . namun beberapa terakhir ini terus menunjukkan penurunan. harum.CH2 . Sampai tahun 1890 Ceylon tetap merupakan penghasil yang terbesar di dunia. Walaupun demikian minyak Ceylon masih dapat melawan persaingan dunia. artinya kandungan geraniol dan sitronellelal lebih tinggi dari pada lenabatu. serta nilai harga minyak sereh wangi. lain alkohol. meskipun Jawa sudah mulai menghasilkan minyak sereh dengan kwalitas yang lebih baik. hujan yang lebih banyak. mahapengiri memerlukan tanah yang lebih subur. yang isinya antara. Sekarang hasil minyak tipe Jawa telah jauh melampaui tipe Ceylon. yaitu seorang tabib tentara yang belajar obat-obatan di Colombo pada akhir abad 17. 1987) Komposisi minyak sereh wangi ada yang terdiri dari beberapa komponen. hidrokarbon.CH2 . 1988). terpene dan sebagainya. pada waktu itu minyak tersebut kelihatannya hanya sedikit diekspor. 1. Kedua komponen tersebut menentukan intensitas bau. dan kegunaannya semakin berkembang yaitu untuk wangi-wangian sabun dan sebagai bahan dasar dalam industri wangi-wangian. keton. yaitu sekitar 328. pemeliharaan yang lebih baik dari pada lenabatu. dengan rumus bangun adalah sebagai berikut : CH3 .daun yang lenabatu.567 kg. 3. Djatmiko. Pada tahun 1851 dan 1855 sedikit contoh minyak sereh diperlihatkan di "World Fairs" yang diadakan di London dan paris. dan sejumlah besar dihasilkan di Ceylon. namun komponen yang terpenting adalah sitronellal dan garaniol. Sejak tahun 1870 permintaan untuk minyak sereh naik. (Ketaren. Komposisi Kimia Minyak Sereh Wangi Komponen kimia dalam minyak sereh wangi cukup komplek.(Harris. Pengiriman dari “Olium Siree” yang pertama sampai di Eropa adalah pada awal abad 18. 1985) Produksi minyak sereh wangi Indonesia pada tahun tujuh puluhan pernah kesohor dengan julukan "Jawa Citronella". juga kwalitasnya lebih baik. (Ketaren dan B. lalu tahun naik sedikit menjadi 418. (anonimas. Grimm menamakan rumput yang menghasilkan minyak tersebut Arundo Indica Odorata.

OH CH3 CH3 3.C = CH . Penyulingan adalah proses pemisahan komponen yang berupa cairan atau padatan dari 2 macam campuran atau lebih berdasarkan perbedaan titik uapnya dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air minyak sereh wangi. maka minyak atsiri dapat diekstrak dengan 4 macam cara.CH . Berdasarkan sifat tersebut. larut dalam pelarut organik dan tidak larut dalam air. Cara yang tepat untuk pengambilan minyak dari daun sereh adalah dengan cara penyulingan (Destilation). 1985 Kadar (%) 32 – 45 12 – 18 12 – 15 3–8 2–4 2–5 2–5 2–5 3. 1948).CH2 --. Sitronellol ( C10H200 ) Rumus bangunnya adalah sebagai berikut: CH3 . e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 4 . berat molekul dari masing-masing komponen dalam minyak dan kecepatan minyak yang keluar dari bahan. yaitu: besarnya tekanan uap yang digunakan.CH2 . Susunan Kimia Minyak Sereh Wangi Yang Ditanam Di Taiwan Senyawa Penyusunan Sitronellal Geraniol Sitronellol Geraniol Asetat Sitronellil Asetat L – Limonene Elemol & Seskwiterpene lain Elemene & Cadinene Sumber : Ketaren. Sitronellal (C10H16O) Rumus bangunnya adalah sebagai berikut: CH3 C = CH . (Ames dan Matthews. 1968). (Stephen.CH2 . (Satyadiwiria. Tabel-1. Jumlah minyak yang menguap bersama-sama uap air ditentukan oleh 3 faktor.C = CH .CH2 . Ekstraksi dengan pelarut (Solvent ekstraksion) dan Absorbsi oleh menguap lemak padat (Enfleurage).2. 1979).H CH3 CH3 Susunan kimia serehwangi yang ditanam di adalah seperti pada tabel-1. Pressing (Ekspression). Proses Penyulingan Minyak Sereh Wangi Minyak atsiri adalah zat cair yang mudah menguap bercampur dengan persenyawaan padat yang berbeda dalam hal komposisi dan titik cairnya.C . yaitu: Penyulingan (Destilation).CH2 --.CH2 .

karena daun sereh wangi yang disuling sering bercampur dengan rumput-rumputan atau karena daun yang dipanen terlalu muda atau terlalu tua. dan rendemen minyak di musim kemarau lebih tinggi dari pada di musim hujan. akan tersuling sejumlah besar geraniol dan sitronellal. terutama pada waktu penyulingan yang terlalu lama. Penyulingan langsung dapat mengakibatkan teroksidasi dan terhidrolisis. (Satyadiwiria.5 jam akan menghasilkan minyak sereh wangi dengan kadar geraniol maksimum 85 persen dan sixronellal 35 persen. Untuk menghasilkan rendemen minyak yang maksimum. Djatmiko.7 % dan musim hujan 0. Tetapi cara ini akan menghasilkan mutu minyak sereh wangi yang rendah. yaitu dengan cara memisahkan penguapan air dengan penguapan minyak. biasanya para penyuling skala rakyat mengeringkan daun di bawah sinar matahari selama : 3 . 1970). bahan atau daun sereh wangi yang akan diambil minyaknya dimasak dengan air. atau secara lebih sederhana bahan tumbuhan diletakkan di atas air mendidih. tidak semua petani pengolah dapat menghasilkan minyak sereh wangi bermutu tinggi. dengan demikian penguapan air dan minyak berlangsung bersamaan.2%. Pada penyulingan secara tidak langsung.Semakin cepat aliran uap air dalam ketel suling. sedangkan pada penyulingan lebih lanjut. Pada penyulingan secara langsung. sebaliknya semakin lambat gerakan uap dalam ketel maka waktu penyulingan lebih lama dan rendemen minyak per jam rendah. para yuling biasanya menggunakan kayu bakar. Kendati penyulingan langsung seolah-olah memudahkan penanganan tetapi ternyata mengakibatkan kehilangan hasil dan penurunan mutu. maka jumlah minyak yang dihasilkan per kg kondensat uap semakin rendah.(Anonimous. karena pada tekanan yang terlalu tinggi minyak akan terdekomposisi. tekanan yang dipergunakan tidak boleh terlalu tinggi.1.5 %. secara langsung dan secara tidak langsung. Pada prinsipnya.5 . 1987) Pada awal penyulingan. Lama penyulingan tergantung dari tekanan uap yang dipergunakan dan faktor kondisi terutama kadar air daun sereh.6) jam tidak akan menambah kadar kedua zat tersebut.5 jam (5. 1978). sehingga komponen minyak seluruhnya terekstraksi dan berkwalitas baik. Bahan tumbuhan diletakkan ditempat tersendiri yang dialiri uap air. Rendemen dipengaruhi oleh musim rata 0.5 %. (Ketaren. selain itu menyebabkan timbulnya hasil sampingan yang tidak dikehendaki. Menurut De Jong rendemen minyak dari daun segar sekitar 0. Berdasarkan pengalaman pada penyulingan 4. namun untuk mengurangi biaya produksi para penyuling lebih penuh kebanyakan menggunakan ampas hasil sulingan. Daun sereh jenis lenabatu menghasilkan rendemen minyak 0. umur tanaman dan cara penyulingan. total geraniol dan sitronellal yang dihasilkan semakin berkurang. (Ketaren dan B. kesuburan tanah. dan secara bertahap semakin lambat sampai kita-kita 2/3 minyak telah tersuling. Berdasarkan pengamatan.4 jam dan lama penyulingan diatur sedemikian rupa. Sebagai bahan bakar penyulingan. 1979) Proses ekstraksi minyak pada permulaan penyulingan berlangsung cepat. 1985) Penyulingan minyak sereh wangi di Indonesia biasanya dilakukan dengan menggunakan uap air yaitu dengan dua cara. (Harris. Dengan demikian penyulingan diatas 4. Rendemen minyak yang dihasilkan dari daun sereh tergantung dari bermacammacam faktor antara lain: iklim. Suatu hal yang penting dalam penyulingan minyak sereh adalah agar suhu dan tekanan tetap e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 5 .

81 16. bobot jenis. total sitronellal.54 10. (Kapoor dan Krishan. ataupun secara kimia.57 Kedua 45. Jam ke Kadar (%) Sitronellal Sitronellol Geraniol Pertama 63.28 18. Standar mutu minyak sereh wangi untuk kwalitas ekspor dapat dianalisa menurut kriteria fisik yaitu berdasarkan: warna. Syarat Mutu Minyak Sereh Wangi Penyebab bau utama yang menyenangkan pada minyak sereh wangi adalah sitromellal. Komposisi sitronellal. Hasil Penyulingan Daun Sereh Wangi Varietas G-2 Dengan Sistim Penyulingan Uap.06 Sumber : Ketaren.37 Keempat 15. minyak sereh wangi yang diperdagangkan diperoleh dengan cara penyulingan daun tanaman Cymbopogon nardus. Minyak sereh wangi Indonesia digolongkan dalam satu jenis mutu utama dengan nama “Java Citronella Oil".75 12. yang merupakan bahan dasar untuk pembuatan parfum.seragam dan tidak menurun secara tiba-tiba selama proses berlangsung.36 13. Khususnya di Indonesia. indeks bias. oleh kerena itu minyak sereh dengan kadar sitronellal yang tinggi akan lebih digemari.04 13. 1985 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kadar sitronellal lebih cepat turun dibandingkan dengan kadar sitronellol dan geraniol (pada penyulingan jam kedua kadar sitronellal sudah turun sedangkan kadar geraniol turun pada penyulingan jam ketiga dan kadar sitronellol turun pada jam keempat). 4.C Bath.90 Ketiga 29. sitronellol dan geraniol dari hasil penyulingan daun sereh wangi varietas G-2 selama 4 jam dapat dilihat pada tabel-2. Jenis minyak yang demikian akan diperoleh dari fraksi pertama penyulingan. (Virmani dan S.25 8.43 12. 1971).1977) e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 6 . berdasarkan: total geranial. Tabel-2.

Standar Mutu Minyak Sereh Wangi Indonesia Berdasarkan Sifat Fisika dan Sifat Kimia Karakteristik Warna Syarat Kuning pucat sampai kecoklatan 0. 25° C 1. Bahan ini terdapat dalam minyak sereh mungkin karena berasal dari bahan kemasan yang sebelumnya mengandung zat tersebut di atas. 1974 - Minyak sereh wangi tidak memenuhi syarat ekspor apabila kadar geraniol dan rendah atau mengandung bahan aging. Tabel . (Ketaren den B. min Zat – zat asing : • Alkohol • Minyak pelikan • Lemak Sumber : Departemen Perdagangan.4.473 0.850 Bobot jenis. di samping pemeliharaan tanaman yang kurang baik serta umur tanaman yang terlalu tua. Bahanbahan daging yang terdapat dalam minyak sereh wangi berupa lemak. alkohol dan minyak tanah sering digunakan sebagai bahan pencampur.454 Indeks bias. min 35% Total sitronellal. Djatmiko.Tabel-3. Standar Mutu Minyak Sereh Wangi Berdasarkan Kadar Geraniol Den Sitronellal Kwalitas Geraniol (%)* A Tidak boleh 85 B 80 – 85 C 85 Sumber : Balai Penelitian Kimia Bogor * ** = = persen total geraniol persen total sitronellal Sitronellal (%)** Tidak boleh 35 - e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 7 . 1978) Kwalitas minyak berdasarkan kandungan geraniol dan sitronellal dapat digolongkan menjadi 3 golongan seperti pada tabel-4. 25° C 85% Total geraniol. Kadar geraniol dan sitronellal yang rendah biasanya disebabkan oleh jenis tanaman sereh yang kurang baik.892 1.

Perakitan dan Bahan Kimia Yang Digunakan .Gelas ukur .KOH 0.Asetat anhidrid 98 . Tempat penelitian dilakukan di laboratorium Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian USU Medan.Gelas piala .III.Water bath . 4.Plastik .Corong pemisah .Aquades . BAHAN DAN METODE PENELITIAN 1.Phenolptalein .Natrium Carbonat .HCl 0. Metode Penelitian e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 8 .Pipet .Buret .5 N .5 N dalam etanol 95% .Tabung reaksi .Neraca analitik .Magnesium sulfat anhidrid .Alat asetilasi .Piknometer .Timbangan listrik .Kondensor .Hidroksi Amonium klorida dalam etanol .Alat pemanas elektrik .Kertas lakmus .Brom fenol blue lart dalam etanol .Natrium asetat anhidrid .Kertas saring .Refraktometer .Natrium Cloridac .100% . 2.Ketel penyulingan .Erlemmeyer .Kompor gas .Labu ukur 3.Alkohol 95% . Bahan Penelitian Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun sereh wangi (Cymbopogmn nardus) yang diperoleh dari daerah Dolok Melangir Kabupaten Simalungun.

01.0 jam E = Lama penyulingan 4.250 ml. daun sereh yang telah dirajang dimasukkan ke dalam alat penyuling sebanyak 300 gram.0 jam Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan banyak ulangan yang digunakan adalah sebagai berikut : t (n-1) 6(n-1) 6n n n > 15 > 15 > 21 = 3. hidupkan air pet dan disuling sesuai perlakuan.5 =4 Data diolah secara statistik dengan model rancangan: Yij = µ + τ i + ∑ij dimana : Yij µ τi ∑ij = = = = Hasil pengamatan pada perlakuan lama penyulingan pada taraf ke i Dan ulangan ke j Efek dari nilai tengah Efek perlakuan pada taraf ke i Galat pada setiap unit percobaan pada taraf ke –ij Bila terdapat perbedaan yang nyata (*) dimana Fh > F. kemudian dikering anginkan atau dilayukan selama 3 hari 3 malam. Alat penyuling dihubungkan dengan kondensor yang dilengkapi dengan sirkulasi air.01 yang disesuaikan dengan DB acak yang diperoleh.Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan non faktorial dengan perlakuan sebagai berikut : A = Lama penyulingan 2.5 jam D = Lama penyulingan 4.5 jam F = Lama penyulingan 5.05 atau berbeda sangat nyata (**) di Fh > F. 5.0 jam C = Lama penyulingan 3. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 9 . kemudian di isi air sebanyak 2. maka pengujian dengan uji beda rata – rata DMRT (Duncant's Multiple Range Test) dengan menggunakan tabel SSR. pemanenan dilakukan dengan memotong helai daun tiga sentimeter di etas pelepah daun.5 jam B = Lama penyulingan 3. 5.2 Penyulingan Daun sereh wangi yang telah dilaukan kemudian dirajang untuk mengurangi sifat kamba. yang disebut juga uji beda rata-rata LSR (Least Significant Range). Pelaksanaan Penelitian 5.1 Penyediaan bahan penelitian Tanaman sereh wangi yang telah berumur kurang lebih enam bulan dipanen.05 den SSR.

Setelah pencucian dicelupkan kertas lakmus sehingga larutan menjadi netral.6. tambahkan 50 ml aquadest dan dipanaskan pada suhu 40-50oC selama 15 menit sambil sering dikocok kemudian didinginkan sampai suhu kamar. Pengamatan dan Pengukuran Data Pengamatan dan pengukuran data didasarkan pada hasil analisa yang meliputi : 6. dikocok lagi. Minyak yang diperoleh ditimbang beratnya dengan neraca analitik.05 (V1 – V0) ---------------------------. kemudian dititrasi dengan 0. = Volume dalam ml dari larutan 0.5 N HCL.X 100 % berst daun sebelum disuling 100% Rendemen (%) = 6.1 Rendemen (%) Destilat yang dihasilkan ditampung dengan erlenmeyer 500 ml. kemudian minyak disaring dan ditambahkan lagi 3 gram Natrium sulfat anhidrid. 25 ml KOH 0. Dan terakhir dicuci dengan 20 ml aquades juga dengan 3 kali pengocokan. berat minyak ----------------------------------------.5 N HCl untuk titrasi contoh e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 10 . dan masukkan air pencucian ini kedalam corong pemisah. kemudian didinginkan Dengan cepat. Minyak hasil saringan ditimbang sebanyak 2.0. Cuci lapisan minyak dengan dikocok menggunakan 50 ml larutan natrium elorida.5 N HCl untuk titrasi blanko.2 Total Geraniol (%) Dicampur kira-kira 10 ml minyak. hal ini diulangi sampai 3 kali pengocokan. Setelah dingin pipa refluks dilepaskan dan cairan dipindahkan ke dalam corong pemisah. dan disaring lagi. dan buat blankonya. Setelah 2 jam direfluks cairan dibiarkan menjadi dingin. dan ditunggu sampai minyak terpisah sempurna. natrium elorida lagi masing-masing dengan 50 ml.X fk W A = MA Total geraniol (%) = ----------------------------.5 N alkoholik didalam erlemmeyer dan dididihkan selama 1 jam. kemudian ditunggu sampai cairan memisah dengan sempurna. kemudian ditambahkan potongan-potongan kecil batu apung atau porselin dan dipasang pendingin reflaksinya.5 mg dan ditambahkan 2 ml aquades.X 561 . 10 ml asetat anhidrid dan 2 gram Natrium asetat anhidrid di dalam labu alat asetilasi. Kemudian lapisan minyak dipindahkan kedalam tabung reaksi yang kering.42 A A V1 V0 fk = bilangan ester setelah asetilasi = Volume dalam ml dari larutan 0. Setelah itu dipanaskan diatas pemanas uap dan cairan direfluks selama 2 jam. ditambahkan 20 ml aquades dan beberapa tetes phenolptalein. Pencucian diulangi seperti hal diatas dengan larutan natrimum karbonat. 28. tambahkan 3 gram Natrium sulfat anhidrid. lalu dibilas dengan aquadest. sebanyak 2 kali masing-masing 10 ml. setelah itu lapisan airnya dibuang. kemudian dipindahkan keburat untuk memisahkan minyak dengan air. Dan pisahkan lapisan minyak.

kemudian dipindahkan separuh dari campuran ini ke dalam erlemmeyer yang. di lanjutkan cara ini sampai suatu saat penambahan 0. disimpan tadi. M(V1 – V0 ) Total Citronellal (%) = --------------------------.1) x 10 (gr) Berat molekul geraniol faktor koreksi dari 0.9982) 6.fk 20 m M m V0 V1 fk = = = = = Berat molekul citronellal Massa minyak Volume 0. di pindahkan lagi ke dalam labu yang satu lagi. kemudian didiamkan di neraca analitik selama 30 menit. dilap sampai bersih kemudian diletakkan didalam neraca analitik selama 30 menit dan ditimbang beratnya (berat piknometer + minyak). dan dititrasi dengan 0. Kemudian erlemmeyer yang bekas larutan tadi disimpan dengan tanpa mencucinya. Dituangkan campuran ini ke dalam erlemmeyer yang berisi 0.3 Total Citonellal (%) Dengan menggunakan buret dimasukkan ke dalam sebuah labu erlemmeyer.5 Nalkoholik.5 N HCl ke dalam erlemmeyer itu tidak lagi menimbulkan perubahan warna bila dibandingkan dengan warna larutan yang terdapat didalam erlemmeyer ke dua.8892 6. sampai terjadi warna kuning kehijau-hijauan.W 561 M fk = = = = Berat minyak dalam gr setelah asetilasi Berat molekul KOH (56.berat piknometer Berat air = Volume minyak = volume air e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 11 . kemudian ditambahkan brom fenol blue beberapa tetes. Bobot contoh minyak -------------------------------Berat air Bobot Jenis = Berat contoh minyak = Berat (piknometer + contoh) . kemudian dititrasi dengan HCl 0. dan dicampur. Setelah itu piknometer diisi aquades secara pelan-pelan hingga tidak terjadi gelembung udara dan diletakkan di water bath yang mempunyai sirkulasi air pada suhu 25οC selama 30 menit. dikembalikan lagi separuh dari larutan ke dalam erlemmeyer yang satu lagi. 20 ml larutan hidroksil amin klorida. kemudian diangkat.8 gr minyak.5 N HCl untuk penentuan Volume 0.5 N HCl sampai terjadi warna kuning muda.4 Bobot Jenis Piknometer dikosongkan hingga bebas dari air.5 N HCl untuk blanko 0. 10 ml larutan KOH 0. kemudian buat blankonya. setelah itu erlemmeyer yang berisi campuran dan minyak di diamkan.5 N HCL (0.5N HCl sesuai dengan perlakuan. kemudian ditimbang (berat piknometer kosong).

97 e E 2 0.0209 0. 01 α .0276 D 1.6. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Rendemen Minyak Sereh Wangi Dari hasil penelitian ternyata lama penyulingan memberi pengaruh yang sangat nyata ( P 0. 05 . P LSR Perlakuan e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 12 .01 ) terhadaparendemen minyak sereh wangi.20 a A Keterangan : Notasi huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata san untuk huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata.0281 E 1.20 a A 6 0.0285 F 1.0219 C 1.5 Indeks Bias Ke dalam alat refraktometer abbe yang telah dialirkan air pada suhu 25°C ditempatkan minyak sereh pada permukaan prisma santutup dengan memutar skrup.07 d D 3 0. seperti terlihat Least pada tabel-5 berikut. Tabel-5.0196 0. Dari tabel -5 di atas dapat dilihat perbedaan rendemen minyak sereh wangi karena pengaruh lama penyulingan.0202 0. Penyulingan Terhadap Rendemen Minyak Sereh Wangi Rata – Rata Notasi (%) .18 ab AB 5 0. 01 A 0.0256 B 1.0206 0.11 c C 4 0. Least Significant Ranges (LSR) Pengaruh Lama. 05 α . Perbedaan rendemen minyak dari setiap perlakuan lama penyulingan telah diuji dengan Significant Ranges (LSR).0187 0. IV. Dibiarkan alat beberapa menit kemudian baca. Hal ini dapat dilihat pada lembaran-2. Untuk memperjelas tingkat perbedaan tersebut dapat dilihat pada grafik berikut ini.

Dimana dari perlakuan grafik tersebut dapat dilihat rendemen minyak berkisar antara 0.97 . seperti terlihat pada tabel-6 berikut.(Ketaren dan B. semakin lama waktu penyulingan maka rendemen yang diperoleh semakin tinggi sampai lama penyulingan tertentu rendemen ini tidak akan bertam Dalam hal ini lama penyulingan 4.01) terhadap total geraniol minyak sereh wangi. 1979). e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 13 . Bila dilihat dari masing-masing perlakuan dapat disimpulkan.1.5 jam menghasilkan rendemen yang tertinggi yaitu 1.2%. Total Geaniol Minyak Sereh Wangi Dari hasil penelitian ternyata lama penyulingan memberi pengaruh yang sangat nyata (P 0. hal ini disebabkan pada lama penyulingan 5 jam tidak ada lagi sel-sel minyak yang dapat ditarik atau diuapkan. Semakin disuling sampai batas 4.Dari gambar-1 dapat dilihat dengan jelas perbedaan rendemen minyak sereh wangi akibat lama penyulingan yang berbeda.5 jam rendemen minyak akan semakin naik. sehingga minyak yang terekstraksi semakin banyak. Perbedaan total geraniol dari setiap perlakuan lama penyulingan telah diuji dengan Least Significant Ranges. Dan pada lama penyulingan 5 jam tidak menambah rendemen minyak. 2. (Rusli.1. hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya panas yang diterima oleh bahan untuk menguapkan sel-sel minyak dari bahan dan semakin banyak uap yang berhubungan dengan sel-sel minyak lama Jaringan bahan.2 %. hal ini dapat dilihat pada lampiran-4. Di samping itu semakin lama penyulingan maka semakin banyak panas yang diterima dan proses diffusi akan meningkat sehingga proses penyulingan semakin dipercepat.5 . 1978). Djatmiko.2 %. dengan perkataan lain minyak telah habis tersuling. Dari sini minyak sereh yang diperoleh berarti sesuai dengan literatur yaitu 0.

1974) e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 14 .48 0.71 E 52. Dari tabel 6 di atas dapat dilihat perbedaan total geraniol minyak sereh wangi karena pengaruh lama penyulingan.05 e E 3 0. (Departemen perdagangan.53 0. 05 α . Dalam literatur telah disebutkan bahwa total geraniol untuk kwalitas ekspor minimum harus 85%.50 0.69 %.34 .52 0. Untuk memperjelaskan tingkat perbedaan tersebut dapat dilihat sebagaimana terdapat pada grafik berikut.34 ab AB 5 0.69 a A 6 0. Rata – Rata Notasi (%) .65 B 49.Tabel-6 Least Significant Ranges (LSR) Pengaruh Lama Penyulingan Terhadap Total Gefaniol Minyak Sereh Wangi.51 0.72 F 52.68 C 51.34 f F 2 0.09 bc ABC Keterangan : Notasi huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata san untuk huruf yang-berbeda menunjukkan perbedaan yang sangat nyata. 01 A 47.70 D 52.39 d CD 4 0. 01 α . Dari kisaran tersebut maka minyak sereh dalam penelitian ini mengandung total geraniol redah. Total geraniol dari masingmasing perlakuan berkisar antara 47. sehingga minyak ini tidak memenuhi yang stender kwalitas ekspor.52. 05 . P LSR Perlakuan Dari gambar-2 dapat dilihat dengan jelas perbedaan total geraniol minyak sereh wangi akibat perlakuan lama penyulingan yang berbeda.

(GUENTHER. pada suhu tinggi geraniol akan mudah terpolemirisasi sehingga akan mengurangi total geraniol.579 d BCD 4 1. 05 . cara penyulingan dan umur tanaman. 01 A 39.041 C 43.868 e E 2 1. karena geraniol merupakan komponen volatil oil maka pada pemanasan yang lama menyebabkan geraniol hilang. Minyak atsiri selama proses pengolahan (ekstraksi) yang mempergunakan tekanan dan suhu tinggi akan terpolimerisasi.491 2. Total Sitronellal Minyak Sereh Wangi Dari hasil penelitian ternyata lama penyulingan memberi pengaruh yang sangat nyata (P0. disamping itu pada suhu tinggi geraniol akan mudah terdekomposisi.01 ) terhadap kadar sitronellal minyak sereh wangi.534 2.132 E 45.945 B 40.165 F 45. Perajangan dapat menyebabkan terdifusinya molekul minyak ke permukaan bahan sehingga minyak terikut menguap bersama air.1987) Umur tanaman atau jenis tanaman juga sangat mempengaruhi total geraniol. 1987). semakin lama penyulingan maka dari grafik kita lihat total geraniol semakin tinggi sampai batas lama penyulingan 4. Atau karena pemanasan yang lama geraniol akan terpolimerisasi yang menghasilkan polimer-polimer dengan berat molekul yang lebih tinggi. 01 α . Tabel-7. hal ini dapat dilihat pada Lampiran-6. seperti perlakuan sebelum penyulingan. Cara penyulingan akan mempengaruhi total geraniol. Seperti terlihat pada tabel-7. Pada lama penyulingan 5 jam total geraniol akan turun. Disamping itu. (Guenther. Perbedaan kadar sitronellal dari setiap perlakuan lama penyulingan telah diuji dengan uji Least Significant Ranges (LSR).816 ab AB 6 1. Perlakuan sebelum penyulingan seperti jangan dan perajangandan pelayuan sangat mempengaruhi total graniol.5 jam disebabkan oleh semakin banyaknya panas yang diterima oleh bahan untuk menguapkan sel-sel minyak dari bahan sehingga total geraniol akan semakin tinggi. P LSR Perlakuan Rata – Rata Notasi (%) .563 2. 05 α . Pada penyulingan ini menggunakan cara penyulingan dengan air mendidih. Bila dilihat dari masing-masing perlakuan.154 abc ABC e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 15 .Rendahnya total geraniol tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.094 D 45.579 a A 5 1. Demikian hanya dengan pelayanan.1950) 3.555 e E 3 1. Hal ini disebabkan oleh bahan yang terlalu lama dipanasi sehingga menyebabkan geraniolkan terdekomposisi menjadi senyawa-senyawa isopren. Least Significant Ranges Pengaruh Lama Penyulingan Terhadap Total Sitronellal Minyak Sereh Wangi. artinya bahan langsung kontak dengan air mendidih. (Harris. Mungkin dalam penelitian ini jenis sereh wangi yang ditanam di Dolok Melangir tersebut bukan jenis sereh daerah menghasilkan minyak dengan kwalitas yang yang tinggi serta memenuhi stender mutu ekspor Perdagangan.420 1.587 2.

1983).5 dan 5 jam) total sitronellalnya menjadi turun. bahan sehingga total sitronellal akan semakin tinggi. karena mengandung total geraniol yang rendah seperti yang telah dijelaskan terdahulu.841%. Minyak sereh wangi dalam penelitian ini memang mengandung sitronellal yang tinggi ()35%) tetapi tidak memenuhi untuk kwalitas ekspor.39. semakin lama penyulingan.Keterangan : Notasi huruf yang sama menunjukan tidak berbeda nyata dan untuk huruf yang berbeda menunjukan perbedaan yang sangat nyata. total sitronellal semakin naik sampai batas lama penyulingan 4 jam. Dari gambar 3 juga dapat dilihat.(Guenther. Dari tabel -7 diatas dapat dilihat perbedaan kadar sitronellal minyak sereh wangi karena pengaruh lama penyulingan.868-45. Untuk memperjelas tingkat perbedaan tersebut dapat dilihat sebagaimana terdapat pada grafik berikut. Dari grafik dapat dilihat total sitronellal masing – masing perlakuan berkisar antara. yaitu disebabkan oleh semakin banyaknya panas yang diterima oleh bahan untuk menguapkan sel-sel minyak dari. Kenaikan kadar sitronellal sampai batas lama penyulingan 4 jam. Dari gambar-3 dapat dilihat dengan jelas perbedaan total sitronellal minyak sereh wangi akibat perlakuan penyulingan yang berbeda. seperti halnya juga total geraniol.Lama penyulingan lebih dari 4 jam (4. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 16 . Minyak sereh wang untuk kwalitas ekspor harus mengandung total sitronellal 35%.

sehingga menyebabkan sitronellal akah terdekomposisi menjadi senyawa isopren. seperti halnya geraniol. 1978). Disamping itu. Tabel-8.8855 bc B Keterangan : Notasi huruf yang game menunjukkan tidak berbeda nyata dan huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata. sedangkan total geraniol menunjukkan penurunan pada lama penyulingan 5 jam.5 jam disebabkan oleh semakin naiknya kadar geraniol dan sitronellal sampai lama penyulingan 4. Least Significant Ranges Pengaruh Lama Penyulingan Terhadap Bobot Jenis Minyak Sereh Wangi.5 jam.0038 0.0039 0. sitronellal juga merupakan senyawa volatil oil sehingga dengan pemanasan yang terlalu lama akan semakin banyak yang hilang. hal ini dapat dilihat pada lampiran-8. Juga karena pemanasan yang terlalu lama minyak akan terpolimerisasi yang menghasilkan polimer-polimer dengan berat molekul yang lebih tinggi.0037 0. Jika kita bandingkan dengan total geraniol total sitronellal pada lama penyulingan 4. Jadi semakin banyaknya geraniol dan sitronellal minyak tersebut semakin murni.8915 a A 2 0.0052 D 0.5 jam sudah menunjukkan penurunan. P LSR Perlakuan Rata – Rata Notasi (%) .5 jam.0036 0.1978).0054 F 0. Bobot Jenis Minyak Sereh Wangi Dari hasil penelitian ternyata lama penyulingan memberi pengaruh yang nyata (P 0. Dari grafik dapat dilihat dengan jelas semakin lama penyulingan bobot jenisnya semakin keuil sampai batas lama penyulingan 4. Djatmiko.8878 abc AB 4 0.Pada lama penyulingan lebih dari 4. 05 α . hal ini disebabken oleh bahan yang terlalu lama dipanasi. Dari tabel-8 dapat dilihat perbedaan bobot jenis sereh wangi karena pengaruh lama penyulingan. 1985).5 jam kadar sitronellal menjadi turun. 05 . (Ketaren. sehingga sitronellal lebih mudah hilangnya.0053 E 0. (Ketaren dan B. Hal ini disebabkan sitronellal mempunyai titik didih yang 1ebih rendah (225oC) dibandingkan dengan titik didih geraniol (230oC).8848 c B 6 0. Perbedaan bobot jenis dari setiap perlakuan lama penyulingan telah diuji dengan uji Least Signifi cant Ranges seperti terlihat pada tabel-8 . e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 17 . 01 α . Geraniol dan sitromellal merupakan petunjuk kemurnian minyak sereh wangi.8893 ab AB 3 0. Semakin turunnya bobot jenis sampai batas lama penyulingan 4. Untuk memperjelas tingkat perbedaan tersebut dapat dilihat sebagaimana terdapat pada gambar-4.0051 C 0.8858 bc B 5 0. 01 A 0. 4.0040 0. dan akan naik pada lama penyulingan 5 jam.0049 B 0. (ANONIMUS.05) terhadap bobot jenis minyak sereh wangi.

5. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 18 . Indeks Bias Minyak Sereh Wangi Dari hasil penelitian ternyata lama penyulingan memberi pengaruh yang nyata (P 0.05) terhadap indeks bias minyak sereh wangi.hal ini terlihat pada lampiran-10.Pada grafik juga kita lihat. hal ini disebabkan pada lama penyulingan 5 jam geranibl dan' si tronellal akan terpolimerisasi sehingga kemurnian minyak akan turun akibat terbentuknya polimer-polimer dengan berat molekul yang lebih tinggi. pada lama penyulingan 5 jam bobot jenis menjadi makin naik. Perbedaan indeks bias dari setiap perlakuan lama penyulingan telah diuji dengan uji Least Significant Ranges seperti terlihat pada tabel-9 berikut.

(MANGUNWIYOTO.0035 0. Rata – Rata Notasi (%) . e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 19 . maka sinar bias akan semakin mendekati garis normal.Jika sinar datang dari media yang kurang rapat ke media yang lebih rapat maka sinar tersebut akan dibiaskan mendekati garis normal dan jika sinar datang dari media yang lebih rapat kemedia yang kurang rapat maka sinar akan dibiaskan menjadi garis normal. 05 . 01 A 1.Tabel-9. maka sudut bias akan semakin besar akibatnya indeks bias akan semakin kecil.0037 0. Least Significant Ranges (LSR) Pengaruh Lama Penyulingan Terhadap Indeks Bias Minyak Sereh Wangi.0033 0. perbedaan tersebut dapat dilihat sebagaimana terdapat pada gambar-5.4665 bc B Keterangan : Notasi huruf yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata dan huruf yang berbeda menunjukkan berbeda.nyata.0050 F 1. Dari grafik tersebut dapat dilihat dengan jelas semakin lama penyulingan indeks bias akan semakin kecil.4722 a A 2 0.4690 abc AB 4 0.4667 bc B 5 0.0049 E 1.0034 0.0048 D 1. 01 α .4467 c B 6 0.4707 ab AB 3 0.0047 C 1.0036 0. 1973) Seperti kita ketahui bahwa rumus indeks bias adalah sebagai berikut : N Sin i = --------i Sin r n I R = indek Bias = sinar datang = sinar bias P LSR Perlakuan n r Dari keterangan diatas. karena semakin lama disuling minyak akan semakin rendah kerapatannya. 05 α . Dari tabel-9 dapat dilihat perbedaan indeks bias minyak sereh wangi karena pengaruh lama penyulingan.0045 B 1. Untuk memperjelas tingkat. maka semakin lama disuling indeks akan semakin kecil.

e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 20 . total sitronellal dan memberi pengaruh yang sangat nyata (P 6. total geraniol.V. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Saran 2.5 jam) akan menurunkan mutu rendemen yang dikehendaki. 1.2 Lama penyulingan yang terlalu lama (diatas 4. 2.2 Untuk menghasilkan mutu dan rendemen yang dikehendaki. Kesimpulan 1. lama penyulingan yang optimum adalah 4. 2.1 Lama penyulingan memberi pengaruh yang sangat nyata (P 0.05) terhadap bobot jenis dan indeks bias. 5 jam.3 Minyak sereh wangi dalam penelitian ini tidak memenuhi stander mutu ekspors karena mengandung total geraniol yang rendah.01) terhadap rendemen.1 Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai tekanan dan temperatur yang digunakan pada penyulingan minyak sereh wangi. 1.

R. Van Nostrand Company Inc.1983. Petunjuk Praktek Pengawasan Mutu Hasil Pertanian. Guenther. Ketaren. 1985. Februari1988 __________.1974.R [dan] W. Advances In Essesntial Oil Industry. The Destilation Of Essential Oil. Penebar Swadaya. M. Harga Minyak Atsiri Menggembirakan. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. 1970. Balai Pustaka Jakarta. Kapoor. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Spesification standards essential oil association of USA Inc. Ketaren.1988. 1950. __________. Volume I. Departemen Perdaganaan Dan Koperasi. Departemen Teknologi Hasil Pertanian. E. Tanaman Minyak Atsiri. E. Departemen Perdagangan __________.S. Guenther. Minyak Atsiri. D [and] Ram Krishan. Departemen Teknologi Hasil Pertanian. Djatmiko. Minyak Atsir Bersumber Dari Daun. 1878. Djatmiko. Held At Kanpur. Tahun XIX. Jurusan Teknologi Industri. 1981. Majalah Trubus No. Guenther. S dan B. S. 1 April 1988. Bangun . Ames G. Rancangan Percobaan Bagian I. Normalisasasi Dan Pengendalian Mutu. Bagian Biometri.K. E. __________. Universitas Indonesia Press. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 21 . Sereh Wangi Menunggu Investor. . Jakarta. 219. Institut Pertanian Bogor. New York. Fakultas Teknologi Pertanian. Sci. Tahun XIX. L. Ketaren. 1968. Fatemeta IPB. The Essential Oil. S [dan] B.1978. 1950. Direktorat Standardisasi. 1977.1988. Minyak Atsiri. Fatemeta IPB Bogor. S. Minyak Atsiri Bersumber Dari Bunga Dan Buah. New York. 221. 1978. 1981. Ketaren. 1987.DAFTAR PUSTAKA Anonimous. __________. A Matthews. Volume IV Van Nostrand Company Inc. Analisa Total Geraniel Pads Minyak Sereh Wangi. Trop. 1987. Majalah Trubus No. The Essential Oil. Bogor.. Jilid I. Jakarta Rarris.

Ilmu Alam Jilid I. Dinas Pertanian. W. W. Erlangga Jakarta. Bogor. Y. Fardiaz. Perfumer's Hand Book And Catalog Fritzsche Brother Inc. S. e-USU Repository © 2004 Universitas Sumatera Utara 22 . Medan.R.Mangumwiyoto. New York. Ansori Dan S. Satyadiwiria. Winarno.G. 1977. Ketaren. 1973. 1944. Pembuatan Minyak Atsiri. 1973. Departemen Teknologi Hasil Pertanian. IPB. F. 1979. Sereh Dapur Dan Cengkeh. Rusli. Konstruksi Unit Penyulingan Sereh Wangi. Richards. F. D. Lembaga Penelitian Tanaman Industri. Kimia Organik I.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->