P. 1
Makalah Dinamika Individu & Kelompok "Masyarakat"

Makalah Dinamika Individu & Kelompok "Masyarakat"

|Views: 1,917|Likes:
Published by Sumadiyasa
Makalah Dinamika Individu & Kelompok "Masyarakat"
Makalah Dinamika Individu & Kelompok "Masyarakat"

More info:

Published by: Sumadiyasa on Nov 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2013

pdf

text

original

DINAMIKA INDIVIDU & KELOMPOK “COMMUNITY / MASYARAKAT”

Oleh Kelompok 10 Kelas B

Ni Kadek Ayu Trisnayani Nur Hikmah I Made Sumadiyasa Adhi Raka Ciwi

( 1011011073 ) ( 1011011081 ) ( 1011011103 ) ( 1011011129 )

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2011

KATA PENGANTAR Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat beliaulah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Berdasarkan mata kuliah yang telah diberikan, kami memberi judul makalah ini Dinamika Individu & Kelompok dengan membahas secara khusus “Community / Masyarakat”. Individu merupakan bagian yang tidak dapat dibagi karena merupakan bagian terkecil. Apabila sekumpulan individu berkumpul menempati suatu wilayah maka akan tercipta suatu komunitas yang juga dapat disebut sebagai masyarakat setempat. Masyarakat setempat adalah masyarakat yang menempati suatu wilayah geografis yang memiliki social relationship yang lebih kuat dibandingkan dengan masyarakat yang berada pada luar wilayah mereka. Dalam dunia pendidikan sangat perlu untuk mempelajari ilmu dinamika individu & kelompok yang mana masyarakat adalah salah satunya yang juga perlu dipelajari. Dalam makalah ini akan disampaikan sedikit tentang masyarakat yang menjadi bagian dari mata kuliah dinamika individu & kelompok tersebut. Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyusunan dan pembuatan makalah ini. Rasa terimakasih kami sampaikan kepada ibu dosen pembimbing Luh Putu Sri Lestari, S.Pd yang telah bersedia menuntun dan membantu kami dalam pembuatan makalah ini serta narasumber dan pihak-pihak lainnya yang turut serta membantu demi terselesaikannya makalah ini sesuai dengan apa yang telah diharapkan sebelumnya. Kami sebagai manusia yang banyak memiliki kekurangan menyadari bahwa apa yang kami sampaikan dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dalam proses penyampaiannya maupun isi atau hal-hal yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu kami selaku penulis dan penyusun makalah ini sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang kami banggakan yang bersifat membangun sehingga dapat membantu kami untuk dapat lebih menyempurnakan lagi makalah yang kami buat ini. Kami sangat berharap

ii

apa yang kami sajikan dan apa yang kami sajikan dalam makalah ini dapat memberikan manfaat-manfaat yang sedianya dapat berguna pagi pembaca pada umumnya dan para penyelenggara pendidikan pada khususnya sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia serta tujuan Bangsa Indonesia dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Singaraja, 8 Maret 2011

Kelompok 10,

iii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.............................................................................. DAFTAR ISI............................................................................................ BAB I PENDAHULUAN........................................................................ Latar Belakang Masalah................................................................ Tujuan............................................................................................ Rumusan Masalah.......................................................................... BAB II PEMBAHASAN.......................................................................... Pengertian...................................................................................... Latar Belakang Timbulnya Suatu Community.............................. Ciri-ciri Community....................................................................... Komponen-komponen dalam Community..................................... Macam-macam Community........................................................... ii iv 1 1 2 2 3 3 4 5 6 7

Urbanisasi....................................................................................... 10 BAB III PENUTUP................................................................................... 12

Kesimpulan..................................................................................... 12 DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 13

iv

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah. Masyarakat merupakan sekelompok orang yang memiliki perasaan yang dapat dikatakan sama walaupun sebenarnya tidaklah seperti itu. Sering sekali dalam penggunaan kata masyarakat tersebut diputar balikan dengan kata rakyat, misalnya pengertian kata masyarakat dibalik dengan menggunakan kata rakyat begitu pula dengan kata rakyat yang seharusnya digunakan tetapi menggunakan kata masyarakat. Kekeliruan seperti ini dapat menimbulkan kesalahpahaman di antara pembacanya. Terbentuknya masyarakat tidak terlepas dari hal-hal tertentu yang melatar belakangi timbulnya masyarakat/community tersebut. Dalam pada pengembangan profesi BK pra jabatan ini yaitu pada masa kuliah, pengetahuan perlu dimiliki di mana setelah menyelesaikan pendidikan ini, kita akan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan pelayanan yang profesional yaitu pelayanan yang berkualitas atau berkelas sebagai suatu panggilan jiwa. Sebagai pihak yang akan terjun ke masyarakat, pengetahuan akan masyarakat/community ini mutlak untuk dimiliki termasuk didalamnya yang berupa pembagian-pembagiannya yang meliputi masyarakat sederhana dan masyarakat modern. Kemudian pada masyarakat modern ini masih dapat dibagi kembali menjadi masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Untuk lebih melengkapi pengetahuan akan materi ini, komponen community juga perlu untuk diketahui ditambah dengan macam-macam community seperti yang dijelaskan sebelumnya yaitu masyarakat sederhana dan masyarakat modern dan pada akhir pembahasan juga perlu diketahui tentang urbanisasi. Pengetahuan akan ilmu tersebut penting untuk dimiliki karena akan semakin meningkatkan profesionalitas kita pada profesi yang kita geluti yaitu profesi Bimbingan Konseling. Pengetahuan akan materi ini akan memenuhi pada salah satu kriteria sebagai pribadi yang profesional yaitu pada pengetahuan, dan untuk kriteria lainnya dapat dipenuhi dengan pengetahuan ataupun praksis lainnya yang dapat menunjang terpenuhinya kriteria tersebut sebagai upaya memajukan profesi BK tersebut.

1

2. Tujuan. Berdaasrkan pada penjelasan yang terdapat pada latar belakang tersebut, maka tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : Mengetahui dan memahami pengertian masyarakat/community. Mengerti dan memahami pembagian dan isi materi masyarakat tersebut. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Dinamika Individu & Kelompok Jurusan Bimbingan Konseling FIP UNDIKSHA. 3. Rumusan Masalah. Berdasarkan pada penjelasan latar belakang dan tujuan makan rumusan masalah yang terdapat di dalamnya adalah : Apakah yang dimaksud dengan masyarakat/community tersebut ? Apa yang melatar belakangi timbulnya masyarakat/community tersebut ? Kemudian bagaimanakah ciri-ciri masyarakat/community tersebut ? Apa sajakah komponen, macam-macam masyarakat/community yang dimaksudkan ? Terakhir apakah yang dimaksud dengan urbanisasi ?

2

BAB II PEMBAHASAN Pembahasan materi pada makalah ini dibahas secara bertahap yang akan dimulai dengan membahas pengertian masyarakat sampai dengan pengertian urbanisasi. Untuk lebih jelasnya akan dibahas di bawah ini. 1. Pengertian. Dalam menyusun pengertian tentang community para ahli mempunyai pandangan yang beraneka ragam. Menurut Soerjono, istilah community dapat diterjemahkan sebagai ”masyarakat setempat”, istilah mana menunjuk pada warga-warga sebuah desa, sebuah kota, suku atau suatu bangsa. Apabila anggota-anggota suatu kelompok baik kelompok besar maupun kecil hidup bersama sedemikian rupa sehingga mereka merasakan bahwa kelompok tersebut memenuhi kepentingankepentingan hidup yang utama, maka kelopok tadi disebut masyarakt setempat. Sebagai suatu perumpamaan maka kebutuhan-kebutuhan seseorang tidak mungkin secara keseluruhan terpenuhi apabila dia hidup bersama rekan lainnya yang sesuku. Dalam pada itu kriteria yang utama bagi adanya suatu masyarakat setempat adalah adanya social relationship antara anggota-angota suatu kelompok. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa masyarakat setempat merujuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu seperti batas alam misalnya danau, sungai, laut, bukit, gunung, dsb serta batas buatan seperti tugu, gapura, tembok, dsb, di mana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar di antara anggotaanggota dibandingkan dengan interaksi mereka dengan penduduk di luar batas wilayahnya. Masyarakat dalam arti lain juga berarti sekelompok orang yang membentuk suatu sistem semi tertutup ataupun semi terbuka dimana interaksi yang lebih kuat terdapat dalam lingkungan masyarakat tersebut. Jadi dapat disimpulkan secara singkat bahwa masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang ditandai oleh suatu derajat/kualitas hubungan sosial tertentu. Dasar-dasar daripada masyarakat setempat adalah lokalitas dan

3

perasaan semasyarakat setempat tersebut. Jadi unsur utama ari komunitas adalah perasaan saling ketergantungan atau saling membutuhkan. Perasaan anggota masyarakat setempat dengan anggota lainnya didasari adanya perasaan tempat tinggal. Perasaan bersama antara anggota masyarakat tersebut diatas disebut community santiment. Setiap community sentiment memiliki unsur : Perasaan. Sepenanggungan. Saling memerlukan.

Undur perasaan muncul karena anggota komunitas memosisikan dirinya sebagai bagian dari kelompok lain yang lebih besar. Mereka menganggap dirinya sebagai “kami” daripada dengan “saya”. Misalnya “tujuan kami”, kelompok kami”, “kepentingan kami”, “perasaan kami”, dsb. Unsur sepenanggungan muncul karena setiap anggota masyarakat setempat sadar akan peranannya dalam kelompok. Setiap anggota menjalankan peranannya sesuai dengan posisi kedudukannya masing-masing. Unsur saling memerlukan muncul karena setiap anggota dari komunitas tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhanya tanpa bantuan anggota lainnya. Ada saling ketergantungan untuk memnuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. 2. Latar Belakang Timbulnya Suatu Community. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi timbulnya suatu community, yang antara lain sebagai berikut : a. Adanya suatu interaksi yang lebih besar di antar anggota-anggota yang bertempat tinggal di suatu tempat daerah dengan batas-batas tertentu. b. Adanyan norma sosial manusia di dalam masyarakat, di antaranya kebudayaan masyarakat senagai suatu ketergantungan yang normatif, norma kemasyarakatan yang historis, perberdaan sosial budaya antar lembaga kemasyarakatan dan organisasi masyarakat. c. Adanya ketergantungan antara kebudayaan dan masyarakat yang bersifat normatif. Dan juga norma yang ada dalam masyarakat itu akan memberikan batas-batas pada kelakuan-kelakuan anggotanya dan dapat

4

berfungsi sebagai pedoman bagi kelompok untuk menyumbang sikap kebersamaannya di mana mereka berada. 3. Ciri-ciri Community. Community sangat berbeda-beda dalam berbagai hal, misalnya ada community yang hanya teridir dari 2/3 keluaraga yang saling tergantung. Beberapa community sangat dispealisasi artinya para anggota hanya bergerak di dalam lapangan yang terbatas dari aktivitas produktif tetapi ada pula community yang bergerak lebih luas dari aktivitas produktif. Salah satu fungsi penting yang dijalankan community yaitu fungsi mengadakan pasar, karena aktivitas-aktivitas ekonomi. Selain sebagai pusat pertukaran jasa-jasa di bidang politik, agama, pendidikan, rekreasi dan sebagainya. Di samping itu di dalam community ditandai dengan adanya hubungan sosial antar anggota-anggota kelompok masyarakat tersebut. Jadi secara singkat ciri-ciri community adalah seagai berikut : a. Adanya daerah/batas tertentu. b. Adanya manusia yang bertempat tinggal. c. Adanya kehidupan masyarakat. d. Adanya hubungan sosial antara anggota-anggota kelompoknya. Lebih lanjut MAC IVER dan CHARLES H PALE, menyatakan bahwa ciri-ciri community adalah : a. A common life b. Community centiments, yang mana mencangkup unsur-unsur : − Seperasaan − Sepenanggunagan − Saling memerlukan c. Locality centiments Yang dimaksud dengan seperasaan dalam community centiments adalah : Perasaan yang membawa akibat seseorang berusaha untuk

mengindentifikasi dirinya dengan sebanyak mungkin orang atau anggota-anggota community sehingga kesemuanya dapat menyebutkan dirinya sebagai “kelompok

5

kami”, ”perasaan kami”, dan sebagainya. Perasaan tersebut terutama timbul apabila orang-orang tersebut mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama di dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Pada unsur seperasaan ini kepentingan individu diselaraskan dengan kepentingan-kepentingan kelompok sehingga dia merasakan kelompoknya sebagai struktur sosial masyarakatnya. Yang dimaksud sepenanggungan adalah : Bahwa setiap individu sadar akan peranannya dalam kelompok dan keadaan masyarakat sendiri yang memungkinkan peranannya tadi dapat dijalankan sehingga ia mempunyai kedudukan yang pasti. Yang dimaksud saling memerlukan adalah : Anggota merasakan dirinya tergantung pada community dalam hal kebutuhan dan kebutuhan psikologisnya, seperti mencari perlindungan bila dalam ketakutan dan sebagainya. Perwujudan individu terhadap community adalah sebagai kebiasaan masyarakat yang perilakunya secara khas merupakan ciri masyarakat itu, misalnya logat bahasa, melaui logat bahasa ini kita akan dapat mengetahui dari man seseorang itu berasal. 4. Komponen-komponen dalam Community. Komponen-komponen yang termasuk dalam community adalah sebagai berikut : a. Masryarakat, sebagai kelompok atau himpunan orang-orang yang hidup bersama terjalin satu sama lain dimana orang-orang tersebut menjadi anggotanya. b. Kebudayaan sebagai alat pemuasan kebutuhan manusia baik jasmani maupun rohani yang terdiri dari hasil pemuasan dan binaan manusia baik berupa benda maupun bukan benda atau fisik dan non-fisik. c. Kekayaan alam sebagai sumber-sumber materi bagi kelangsungan hidup manusia.

6

5. Macam-macam Community. Dalam mengadakan klasifikasi terhadap masyarakat setempat (community) dapat dipergunakan empat kriteria yang saling berhubungan sebagai berikut : a. Jumlah penduduk. b. Luas, kekayaan dan kepadatan penduduk daerah pedalaman. c. Fungsi-fungsi khusus dari masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat. d. Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan Kriteria tersebut di atas dapat dipergunakan untuk membedakan antara bermacam-macam jenis community. Secara garis besar bahwa community dapat di bagi menjadi : 1) Masyarakat sederahana 2) Masyarakat modern a. Masyarakat pedesaan. b. Masyarakat perkotaan. Masyarakat Sederhana. Masyarakat sederhana bila dibandingkan dengan masyarakat yang kompleks yang terlihat kecil, organisasinya sederhana sedengkan penduduknya tersebar. Kecilnya masyarakat tadi disebabkan oleh perkembangan teknologi yang lambat. Pengangkutan dan hubungan yang lambat, memperkecil ruang lingkup hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain teknik berburu serta mengerjakan tanah secara sederhana, memperkecil kemungkinan mengadakan ekploitasi. Kepadatan penduduk sangat tipis dan berpindah-pindahnya masyarakat. (Oleh karena tergantung pada kesuburan tanah dan hewan-hewan yang diburu) menyebabkan mereka mendiami wilayah yang relatif sangat luas walaupun teknik komunikasi masih sederhana. Sosialisasi dari individu-individu lebih mudah, karena hubungan yang erat antara warga masyarakat setempat yang sederhana. Kesetiaan dan pengabdian terhadap kelompoknya sangat kuat oleh karena hidupnya tergantung pada kelompoknya. Bahkan mereka merasa bahwa masih ada ikatan keluarga antara mereka.

7

Dengan adanya pengaruh-pengaruh dari luar, masyarakat yang sederhan tadi mulai mengenal hukum ilmu pengetahuan, sistem pendidikan dan lain-lain. Masyarakat Modern. Kita sering mendengar jenis-jenis masyarakat, seperti masyarakat desa dan masyarakat kota. Desa dan kota memiliki perbedaan baik secara fisik maupun secara sosial. Sebuah desa sering ditandai dengan kehidupan yang tenang, jauh dari hirukpikuk keramaian penduduk yang ramah tamah, saling mengenal satu sama lain, kebanyakan sebagai petani atau nelayan. Kota sering ditandai dengan kehidupan yang ramai, wilayahnya yang luas, banyak penduduknya, hubungan yang tidak erat satu sama lain serta mata pencaharian penduduknya yang beraneka ragam. Berikut penjelasannya untuk lebih lanjut. a) Masyarakat Pedesaan (Rural Community) Dalam masyarakat pedesaan antara anggota yang satu dengan yang lain mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam darpada hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya di luar batas-batas wilayahnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian walaupun kita lihat adanya tukang kayu, tukang genteng, bata dan lain-lain, tetapi inti pekerjaan penduduknya adalah pertanian. Dalam masyarakat pedesaan tidak akan dijumpai pembagian kerja berdasarkan pada usia, mengingat kemampuan fisik masing-masing dan juga atas dasar perbedaan kelamin. Cara-cara bertani sangat tradisional dan tidak efisien karena belum dikelannya mekanisme dalam pentanian. Biasannya mereka bertani semata-mata untuk mencukupi kehidupannya sendiri dan tidan untuk dijual. Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan pada umunya memegang peranan penting. Orang-orang akan minta nasihat pada mereka bila ada kesulitan. Kesukarannya adalah bahawa golongan orang-orang ini sangat berpegang teguh terhadap tradisi yang kuat, sehingga sukar untuk

8

mengadakan perubahan yang nyata. Dalammasyarakat pedesaan, persatuan erat sekali yang kemudian menimbulkan saling kenal mengenal, dan saling tolong menolong yang akrab. Apabila ditinjau dari sudut pemerintahannya maka hubungan penguasa dengan berlangsung secara tidak resmi. Segala sesuatunya didasarkan atas musyawarah. Di samping itu karena tak ada pembangian yang tegas semua penguasa sekaligus mempunyai berapa kedudukan dan peranan yang sama sekali tak dapat dipisahkan atau paling tidak sukar untuk membedakannya. Pendeknya segala sesuatunya disentralisasikan pada diri kepala desa tersebut. b) Masyarakat Perkotaan (Urban Community) Pengertian “kota” di sini terletak pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Warga masyarakat kota dalam pemenuhan kebutuhan sangat berberda dengan masyarakat pedesaan. Kalau masyarakat pedesaan lebih mementingkat kebutuhan utama seperti makanan, pakaian, perumahan. Sedangkan orang tua dalam hubungan dengan kebutuhan hidup sangat berhubungan dengan pandangan masyarakat sekitarnya. Dalam pemenuhan kebutuhan hidup ini terlihat adanya pembedaan penilaian, orang desa menilai makanan sebagai kebutuhan biologis sedangkan orang kota sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan sosial. Demikian dalam hal lainnya jauh berbeda dengan masyarkat pedesaan. Beberapa ciri lainnya yang menonjol pada masyarakat kota antara lain : 1) Kehidupan beragama berkurang bila dibandingakan dengan agama di desa. 2) Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus tergantung pada orang lain. 3) Pembangian kerja antar warga kota lebih tegas dan mempunyai batasan-batasan yang nyata. 4) Kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh.

9

5) Biasanya menganut jalan pikiran yang rasional. 6) Adanya pembagian waktu, karena adanya jalan kehidupan yang serba cepat. 7) Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata, karena biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar. 6. Urbanisasi. Sehubungan dengan pembedaan antara masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan kita perlu menyinggung perihal urbanisasi. Urbanisasi adalah proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota, atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi adalah merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Unbanisasi ini dapat berakibat positif dan negatif terutama dirasakan oleh negara agraris seperti Indonesia ini. Hal ini disebabkan karena produksi pertanian yang sangat rendah. Proses urbanisasi terjadi dengan menyangkut aspek yaitu : Perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota. Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa. Sehubungan proses tersebut maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang banyak, artinya seabab suatu daerah mempunyai daya tarik sedemikian rupa sehingga orang pendatang semakin banyak. Secara umum sebab-sebab itu antar lain : a. Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan atau menjadi ibu kota. b. Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha perdagangan. c. Timbulnya industri di daerah tersebut.

10

Apabila hendak ditinjau sebab utama urbanisasi maka harus diperhatikan dua sudut yaitu : 1. Faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan tempat daerahnya. 2. Faktor yang ada di kota yang menarik penduduk desa untuk berpindah. Bila dianalisis seabab-sebab yang mendorong berpindah ke kota ditinjau dari faktor sebagi berikut : a. Di desa pada umumnya lapangan pekerjaan sangat kurang. b. Penduduk desa merasa tertekan dengan adat istiadat yang berlaku. c. Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah pengetahuan. d. Rekreasi yang merupakan kebutuhan penting sangat kurang. e. Ingin memperoleh pemasaran yang luas dalam bidang usahanya. Sebaliknya akan dijumpai pula beberapa sebab, ditinjau dari sudut perkotaan antara lain : a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa kota banyak pekerjaan dan banyak penghasilan. b. Di kota lebih banyak kesempatan memandirikan perusahaan industri dan lain-lain. c. Pendidikan lebih banyak dan mudah didapat. d. Kelebihan modal di kota lebih besar. e. Merupakan tempat yang lebih menguntungkan untuk mengembangkan jiwa dengan sebaik-baiknya. f. Kota merupakan tempat yang mempunyai tingkat kebudayaan yang tinggi dan tempat pergaulan segala macam orang dari segala lapisan. Dengan timbulnya urbanisasi tersebut banyak mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan masyarakat pedesaan. pada daerah masyarakat perkotaan maupun pada

11

BAB III PENUTUP Kesimpulan. Berdasarkan pada ulasan pada BAB II tersebut diatas maka kami dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan masyarakat/community adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah tertentu baik secara tersebar maupun tidak yang memiliki hubungan yang lebih erat dengan anggota masyarakat tersebut dibandingkan dengan hubungan dengan masyarakat yang berada pada luar wilayah tersebut yang mana anggota dari masyarakat tersebut adalah individu-individu tersebut dan yang menjadi batas wilayahnya dapat berupa batas buatan maupun batas alami. Kemudian juga terdapat beberapa hal yang melatar belakangi timbulnya atau terbentuknya masyarakat tersebut, serta juga terdapat ciri-ciri tertentu yang terdapat pada community tersebut. Dalam masyarakat terdapat pembagian yang berupa macam community yang meliputi masyarakat sederhana dan masyarakat modern. Dan pengertian urbanisasi itu adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dapat dikatakan sebagai proses terbentuknya masyarakat perkotaan. Sealain itu juga dapat disimpulakan bahwa pemahaman akan materi ini sangat penting untuk menyukseskan pengembangan profesi prajabatan dan untuk memajukan profesi kedepannya.

12

DAFTAR PUSTAKA

Santosa, Slamet. 2004. ( Edisi Revisi ). Dinamika Kelompok. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Santosa, Slamet. 1983. Dinamika Kelompok. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Setiadi, M. Elly. et al. 2006. ( Edisi Kedua ). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Anonim. 2011. Masyarakat. Diambil pada 10 Maret 2011 dari http://id.wikipedia.org/.

13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->