P. 1
buku putih energi

buku putih energi

|Views: 260|Likes:
Published by agungpambudi81

More info:

Published by: agungpambudi81 on Nov 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2011

pdf

text

original

Sections

  • I. PENDAHULUAN
  • II. KONDISI SEKARANG
  • 2.1. Ketersediaan Energi Saat Ini
  • 2.3. Pandangan Pemangku Kepentingan (Stakeholder)
  • III. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS
  • 3.1. Kekuatan dan Kelemahan
  • 4.7. Strategi
  • 4.9. Prakondisi dan Indikator Keberhasilan
  • V. PENUTUP
  • DAFTAR PUSTAKA
  • 1. Roadmap Sektor Energi Bio Diesel
  • 2. Roadmap Sektor Energi Bio-Etanol
  • 5. Roadmap Sektor Bahan Bakar Padat & Gas dari Biomassa
  • 6. Roadmap Sektor Energi Panas Bumi
  • 9. Roadmap Sektor Energi Surya (Fotovoltaik)
  • 11. Roadmap Sektor Energi Arus Laut
  • 12. Roadmap Sektor Energi Gelombang
  • 13. Roadmap Sektor Energi Hidrogen/Fuel Cell
  • 15. Roadmap Sektor Energi Batubara
  • 18. Roadmap Konservasi Energi

Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia

INDONESIA 2005 - 2025 BUKU PUTIH

Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bidang Sumber Energi Baru dan Terbarukan untuk Mendukung Keamanan Ketersediaan Energi Tahun 2025

Jakarta, 2006

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

SAMBUTAN Dalam tata informasi, terdapat 9 dokumen dan produk hukum yang berkaitan dengan kebijakan penyelenggaraan pembangunan Iptek di Indonesia, yaitu UUD 1945, UU No. 18 tahun 2002, Inpres No. 4 tahun 2003, Peraturan Pemenrintah No. 20 tahun 2005, Visi Misi Iptek 2025, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2009, Visi Misi Lembaga Litbang dan yang terakhir adalah Naskah akademik dalam bentuk “Buku Putih”. Muara dari seluruh informasi, dokumen dan arahan itu adalah Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (JAKSTRANAS IPTEK 2005-2009), yang merupakan pedoman arah, prioritas dan kerangka kebijakan pembangunan tahun 2005-2009. Mengikuti arahan pembangunan sebagaimana digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2005-2009 dan dirumuskan strateginya secara mendalam dalam JAKSTRANAS IPTEK 2005-2009, maka naskah akademik “buku putih” disusun dalam 6 bidang fokus yaitu pangan, energi, transportasi, teknologi informasi, teknologi pertahanan dan kesehatan. Tujuan penting yang hendak dicapai dengan penyusunan naskah akademik ”buku putih” adalah memberikan dukungan informasi dan landasan akademik setiap bidang fokus dan juga memberikan tahapan pencapaian atau ”roadmap” dari ilmu pengetahuan dan teknologi

strategi pembangunan Iptek sebagaimana direncanakan dalam RPJM 2005-2009 atau dirumuskan sebagai kebijakan strategis di dalam JAKSTRANAS IPTEK 20052009.

i

Diharapkan melalui Buku Putih Penelitian, Pengembangan Dan Penerapan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Energi Baru Dan Terbarukan Untuk Mendukung Keamanan Ketersediaan Energi Tahun 2005 - 2025 ini seluruh pihak yang berkepentingan dengan pembangunan Iptek di Indonesia, baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi maupun lembaga litabang dapat memanfaatkan sebaikbaiknya informasi yang disampaikan, untuk diterapkan sebagai bagian strategi yang disusun oleh masing-masing institusi.

Jakarta,

Agustus 2006

Menteri Negara Riset dan Teknologi

Kusmayanto Kadiman

ii

......................................................................... 4................................ 6 Roadmap sektor energi Panas Bumi ....................2 Peluang dan Tantangan ........ 5 Roadmap sektor energi Bahan Bakar Padat & Gas dari Biomassa ........................................................................ 12 Roadmap sektor energi Gelombang ...........................9 Prakondisi dan Indikator Keberhasilan ................................................................. Anggota Gugus Tugas Energi dan Nara Sumber ................................... 4............................................ 16 Roadmap sektor energi Gas Bumi ............................................................... 4................................................... KONDISI SEKARANG ...........................................................................................................................................................................................4 Sasaran ............................ 4....... ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS .................................................................. 3............ 4............................................................3 Solusi ............................................................................................................................................................ 7 Roadmap sektor energi Angin / Bayu ............................................DAFTAR ISI Sambutan Daftar isi ............................................................................................................. 10 Roadmap sektor energi Surya / Thermal .................................................................................5 Metodologi ....................................................................................................................................................3 Pandangan Pemangku Kepentingan (Stakeholder) ........... 4..........................................................................1 Kekuatan dan Kelemahan . 18 Roadmap konservasi energi ......... 4.................................................................................................................................................... 2 Roadmap sektor energi Bio-Ethanol ................................................... IV........... 3........8 Rekomendasi Kebijakan ................ Lampiran Roadmap Sektor Energi................ ............ 1 Roadmap sektor energi Bio-Diesel ........................................................................................ V............... 4......................................... I. 15 Roadmap sektor energi Batubara .................................................................................................................1 Visi ............................................... 3............................. 17 Roadmap sektor energi Minyak Bumi .................................... 4....................................... PENDAHULUAN.................................................................................... 4 Roadmap sektor energi Pure Plant Oil ......... PENGEMBANGAN......................... Hal i iii ii 1 2 2 4 10 12 12 12 13 15 15 15 15 15 16 17 17 20 20 22 23 24 28 29 34 39 42 45 48 53 56 59 63 67 70 73 77 83 87 93 97 iii ...................................................................7 Strategi .......... BUKU PUTIH PENELITIAN...................................................................... 2...............................3 Tujuan ............ PENUTUP .... 8 Roadmap sektor energi Mikro Hidro ..................... 9 Roadmap sektor energi Surya (Fotovoltaik) ...................... 3 Roadmap sektor energi Bio-Oil ......... II.................................................................... 11 Roadmap sektor energi Arus Laut ........................................................................................................................6 Roadmap ................................. 14 Roadmap sektor energi Nuklir ..................... 2.................. Daftar Singkatan dan Gambar .........2 Antisipasi Terhadap ”Doomsday” Energi dan Usulan untuk Menyelesaikannya .... 2...... DAN PENERAPAN IPTEK ENERGI BARU DAN TERBARUKAN MENDUKUNG KETERSEDIAAN ENERGI 2025 ...............................2 Misi ..........................................................................................1 Ketersediaan Energi Saat Ini ..... Daftar Pustaka .............................. 13 Roadmap sektor energi Hidrogen/Fuel Cell ................................................................................................. III...............

DAFTAR SINGKATAN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Singkatan SBM BOE TWh TWth GWth MMBTU TSCF NPV FOB PLTU PLTB PLTS PLTMH Setara Barel Minyak Barrels of Oil Equivalent Terra Watt-hours (Terrawatt-jam =TWjam) Terra Watt-tahun Gega Watt tahun Millions British Thermal Unit Trillion Standard Cubic Feet Net Present Value Free on Board Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Batubara. 1 2 3 4 5 6 7 Nama Gambar Proyeksi kebutuhan energi final Nasional per sektor Proyeksi penyediaan energi nasional Proyeksi produksi pembangkitan listrik Nasional Produksi listrik Jamali sesuai jenis bahan bakarnya Grafik proyeksi ekspor-impor minyak mentah dan BBM Grafik emisi gas buang sektor energi NPV tahunan sektor energi Hal 5 6 6 7 7 8 8 iv . Gas) Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Pembangkit Listrik Tenaga Surya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Kepanjangan DAFTAR GAMBAR No. Minyak.

Pengembangan. Sudah diakui dunia. 4/2003 tentang Pengkoordinasian Perumusan dan Pelaksanaan Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. yaitu langkah yang harus dilakukan segera (urgent) untuk kelangsungan hidup (survival) bangsa.I. Semua hal tersebut di atas mendasari visi penelitian. lemah dalam menghasilkan karya yang inovatif dan kurang kreatif . sehingga pencapaian tujuan dari Visi IPTEK 2025 Kementerian Ristek dapat berhasil. bahwa salah satu faktor penting penentu daya saing suatu negara adalah penguasaan teknologi. maka langkah yang fokus dan strategis sangat diperlukan. pengembangan dan penerapan Iptek. Beberapa indikasi sering diungkapkan di media ataupun dalam pembicaraan di masyarakat. ada langkah yang dipandang sangat mendesak. PENDAHULUAN Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan unsur kemajuan peradaban manusia yang sangat penting. karena melalui kemajuan IPTEK. Oleh karena itu bangsa Indonesia belum sepenuhnya mandiri di tengah persaingan dengan bangsa lain di dunia. dengan tetap mengindahkan pengaruh dan konvensi internasional. yaitu bahwa masyarakat Indonesia secara umum masih tertinggal tingkat kesejahteraan dan pendidikannya. Penguasaan Iptek suatu bangsa akan sangat mempengaruhi posisi tawar dalam persaingan global. dan Perpres No. dan Penerapan Iptek. yaitu: ”Terwujudnya ketersediaan energi yang didukung kemampuan nasional IPTEK” yang mengacu pada amanat Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Dalam sistem nasional penelitian. Undang-undang No 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian. Kemajuan IPTEK juga mendorong terjadinya globalisasi budaya kehidupan manusia karena manusia semakin mampu mengatasi dimensi jarak dan waktu dalam kehidupannya. 1 . Inpres No. Mengingat bahwa Pemerintah Indonesia mempunyai keterbatasan dalam sarana dan pra-sarana yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut di atas. yaitu langkah yang strategis dan jangka panjang untuk kemandirian bangsa. pengembangan dan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (litbangrap IPTEK) bidang energi. 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. dan ada langkah yang penting (important). manusia dapat mendayagunakan kekayaan dan lingkungan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupannya.

8 TSCF TSCF (P1+P2) 58 19.II. antara lain panas bumi. Ketersediaan Energi Saat Ini Energi mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan sosial. hal ini ditunjukkan oleh elastisitas penggunaan energi yang masih di atas 1 (satu) dan intensitas pemakaian energi yang masih lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas rerata dari negara ASEAN. Keterbatasan akses ke energi komersial telah menyebabkan pemakaian energi per kapita masih rendah dibandingkan dengan negara lainnya.860 kWh/cap).3 miliar ton miliar ton 2 .961 kWh/cap). Filipina (610 kWh/cap).7 185.9 9.234 kWh/cap). (3.1. Angka ini masih di bawah negara tetangga kita Malaysia. Tabel 1. ekonomi dan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan serta merupakan pendukung bagi kegiatan ekonomi nasional. Penggunaan energi sampai saat ini secara ekonomi juga belum optimal. Sedangkan akses ke energi yang andal dan terjangkau merupakan prasyarat utama untuk meningkatkan standar hidup masyarakat. Dua pertiga dari total kebutuhan energi nasional berasal dari energi komersial dan sisanya berasal dari biomassa yang digunakan secara tradisional (non-komersial). Data dari dokumen HDI (Human Development Index) tahun 2005 menyebutkan bahwa konsumsi tenaga listrik/orang di Indonesia masih 463 kWh/cap. energi surya dan energi angin relatif cukup besar. Sedangkan negara-negara lainnya memerlukan kurang dari angka tersebut untuk menghasilkan GDP yang sama. Thailand (1. Penggunaan energi di Indonesia meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. KONDISI SEKARANG 2. Sumber Energi Primer di Indonesia (Tahun 2005)2 JENIS ENERGI FOSIL Minyak Gas Batubara SUMBER DAYA PRODUKSI (per Tahun) 387 juta barel 2. Sekitar separuh dari keseluruhan rumah tangga belum terjangkau dengan sistem elektrifikasi Nasional. Indonesia memerlukan energi sekitar 4. Sumberdaya energi primer baik energi fosil maupun energi terbarukan yang ada di Indonesia saat ini dapat ditunjukkan dalam tabel 1 berikut. Konsumsi per kapita pada saat ini sekitar 3 SBM yang setara dengan kurang lebih sepertiga konsumsi per kapita rerata negara ASEAN.97 TSCF 132 juta ton RASIO CAD/PROD (tanpa ekplorasi) Tahun 23 62 146 CADANGAN 86. dan Singapura (7.1 kg setara minyak untuk menghasilkan setiap $1 GDP (GDP per unit of energy use 2000 PPP US$ per kg of oil equivalent). biomasa.1 miliar barel miliar barel 384. Sumber energi terbarukan.

0005 GW 24.084 GW 0. Penggunaan energi terbarukan belum besar. jaringan pipa gas bumi masih terbatas.008 GW 0. Oleh karena itu kita harus cermat dalam mengelola sumber energi tersebut.2 GW 0.0 GWh 2. Geothermal dan PLT energi terbarukan lainnya masih lebih tinggi daripada yang dibangkitkan dengan 3 .0 juta SBM 0. Kebutuhan energi dalam negeri selama ini dipasok dari produksi dalam negeri dan sebagian dari impor.0 GW*) PEMAN FAATAN 6.8851.593. Dalam satu dekade terakhir. Namun apabila diperhatikan bahwa jumlah penduduk Indonesia juga cukup banyak. Indonesia akan semakin menjadi negara “net oil importer country” seperti yang sudah terjadi saat ini.50 GWh KAPASITAS TERPASANG 4.46 GW 49. yang pangsanya cenderung meningkat.0 juta BOE 219.46 GW SETARA 75.302 GW 0. karena biaya produksinya belum kompetitif dibandingkan dengan energi konvensional. Ekspor minyak dan kondensat cenderung semakin menurun sejalan dengan produksi minyak dalam negeri yang cenderung terus menurun karena penuaan sumur yang ada dan juga keterlambatan investasi untuk eksplorasi dan eksploitasi sumber minyak baru. PLTB. yang sulit digantikan oleh jenis energi lainnya. meskipun tidak banyak dibandingkan dengan cadangan dunia.ENERGI NON FOSIL Tenaga Air Panas Bumi Mini/micro hydro Biomassa Tenaga Surya Tenaga Angin Uranium *)hanya 1) 2) SUMBER DAYA 845. Suatu gejala yang cukup merisaukan bagi keberlanjutan penyediaan energi jangka panjang.80 kWh/m2/hari 9.67 GW 27. terutama untuk transportasi. Bilamana tidak segera ditemukan sumber minyak baru. Kemampuan produksi lapangan minyak bumi semakin menurun sehingga membatasi tingkat produksinya. Komponen terbesar dari impor energi adalah minyak bumi dan BBM.852 GW 0. Penggunaan BBM meningkat pesat. Kalimantan Barat PPP tahun 2000 DESDM Kita harus bersyukur bahwa negara kita dikaruniai dengan berbagai jenis sumber energi. Pada umumnya harga listrik yang dibangkitkan dari PLTS.29 GW 33. maka cadangan per-kapita ternyata tidak cukup besar. kecuali tenaga air.14 GW 0. kapasitas produksi kilang BBM dalam negeri tidak bertambah. apalagi di tengah harga minyak internasional yang semakin tinggi seperti sekarang ini.112 ton*) di daerah Kalan. jauh dari sumber batubara. Pembangkitan tenaga listrik di beberapa lokasi tertentu masih mengandalkan BBM karena pada waktu yang lalu harga BBM masih relatif murah (karena di subsidi). Pada tahun 2005 peranan minyak bumi impor untuk kebutuhan bahan baku kilang BBM sudah mencapai 40 persen sedangkan peranan BBM impor untuk pemakaian dalam negeri mencapai 32 persen.81 GW 4. Ketergantungan kepada BBM masih tinggi. lokasi potensi tenaga air yang jauh dari konsumen dan pengembangan panas bumi serta energi terbarukan lain yang relatif masih lebih mahal. lebih dari 60 persen dari konsumsi energi final. sedangkan permintaan BBM di dalam negeri meningkat dengan cepat.

BBM (bersubsidi) kecuali PLTMH. 2.2 US$/MMBTU (FOB) dengan peningkatan sesuai harga minyak dan dengan discount rate 10%. Pada saat ini kondisi energi nasional mengalami masa transisi dari monopolisentralisasi ke arah terbuka-desentralisasi.4% per tahun atau dari 212 juta tahun 2002 menjadi 273 juta pada tahun 2020. maka akan sulit untuk memperbaikinya. Dalam perkembangannya. Sedangkan akses ke energi yang andal dan terjangkau merupakan salah satu prasyarat penting untuk meningkatkan standar hidup masyarakat.2. membuat kesetimbangan energi yang mempertemukan kebutuhan dan pasokan (supply) berdasar prinsip market equilibrium. Antisipasi terhadap ”Doomsday” Energi dan usulan untuk menyelesaikannya Kondisi kehidupan yang bergantung pada BBM import yang semakin besar. pada tahun 2005 asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi ini telah mengalami banyak perubahan terutama asumsi mengenai harga 4 . harga batubara 24 US$/ton dan meningkat menjadi 27 US$/ton. Harga minyak bumi diasumsikan 25 US$/barrel di awal studi dan meningkat menjadi 28 $/barrel. Tantangan globalisasi dan reformasi telah membentuk restrukturisasi sektor energi agar dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi. Untuk itu diperlukan suatu kebijakan nasional jangka panjang di bidang energi yang dapat menjawab beberapa tantangan utama yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia dalam mewujudkan penyediaan energi yang berkelanjutan (energy sustainability). harga minyak yang cenderung meningkat. Sedangkan pertumbuhan ekonomi diasumsikan rerata sekitar 6% pertahun. Apabila kondisi buruk ini (doomsday) terjadi. Penggunaan energi nasional meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. dari PLTB sebesar 0. dan penggunaan energi yang sangat boros. ekonomi dan lingkungan di Indonesia. dari PLTMH sebesar 54 MW dan dari PLT terbarukan lainnya (biomassa) sebesar 302. Penyediaan energi berkelanjutan meliputi antara lain: memperluas akses kepada kecukupan pasokan energi. membuat rencana pengembangan pembangkit listrik. serta pertumbuhan penduduk masih tinggi. Sedangkan energi nuklir belum dapat dimanfaatkan meskipun sudah dapat mencapai nilai keekonomiannya. Sampai dengan tahun 2005. subsidi yang sulit dihentikan. kapasitas terpasang energi baru dan terbarukan hanya sekitar 3. Studi ini memperkirakan pertumbuhan penduduk rerata 1. Kondisi yang sangat tidak menguntungkan bagi perkembangan energi nasional dapat disebut sebagai “Doomsday Scenario” yaitu keterpurukan di bidang penyediaan energi yang akan berdampak besar pada kehidupan sosial. karena adanya hambatan dari aspek penerimaaan masyarakat dan besarnya investasi awal yang dibutuhkan. Studi perencanaan energi yang dilakukan pada tahun 2003/2004 terdiri atas empat tahap perhitungan yaitu mengembangkan sebuah skenario yang realistik. harga gas adalah 2. akan membawa kehidupan ke berbagai permasalahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Kapasitas terpasang dari PLTS sebesar 8 MW. andal dan terjangkau dengan memperhatikan seluruh sarana/prasarana yang diperlukan (energy security) dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.5 MW.5 MW. politik.0 % dari potensi yang tersedia. membuat proyeksi kebutuhan (demand). Untuk itu perlu dibuat suatu studi perencanaan energi jangka panjang yang dapat memberikan kepastian jaminan pasokan energi yang berkelanjutan.

khususnya di sektor energi.00 0.00 2002 Industry 673 Juta SBM 2005 Freight transp. yang sering dimunculkan adalah disparitas antara Jawa. Mengingat wilayah Indonesia sangat luas. Madura dan Bali (Jamali) dan Luar Jawa. Kalimantan.00 16080 Juta SBM 300. Maluku. maka untuk dapat lebih merefleksikan perkembangan masing-masing daerah dalam studi ini wilayah Indonesia dibagi menjadi empat wilayah. Madura dan Bali (Jamali). Proyeksi Kebutuhan Energi Final Nasional per Sektor (GWth) 5 .energi.00 200. Pada bahasan tentang permasalahan yang terkait dengan Doomsday Scenario. permasalahan energi di Indonesia menjadi semakin berat. karena di kedua sisi wilayah tersebut muncul perbedaan besar hampir di semua sektor. Papua. NTB dan NTT). Dengan kondisi seperti ini. Sumatra.00 100. yaitu: Jawa. Hasil proyeksi kebutuhan energi (demand) dan hasil proyeksi penyediaan energi (supply): 350. Pada tahun 2005 harga minyak dunia rata-rata sebesar 53 US$/barel. harga-harga energi fosil biasanya menyesuaikan dengan harga minyak bumi.00 150.00 50.00 250. 2015 Households 2020 Services Gambar 1. dan Pulau Lain (Sulawesi. 2010 Passenger transp. baik dari sisi kebutuhan maupun dari sisi penyediaan.

000 200.000 600.000 1. Matahari Nuklir Gambar 2.K SMB 1.Hidro Gas Biomassa.E.000 800.200.400.000 02 04 06 08 10 12 14 16 18 20 2016 2017 2018 20 20 20 20 20 20 20 20 Minyak Batubara Panas Bumi.000 400.3 Twh 200 150 100 50 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2019 2020 Jawa Sumatra Kalimantan Pulau lain Gambar 3.000.000 1. Proyeksi Produksi Pembangkitan Listrik Nasional (TWjam) 20 20 6 . Proyeksi Penyediaan Energi Nasional (KSBM) Hasil proyeksi kapasitas pembangkitan listrik nasional: TWh 400 350 300 250 86.

000 200.000 20 02 20 04 20 06 20 08 20 10 20 12 20 14 20 16 20 18 20 20 Impor Minyak Mentah & BBM Ekspor Minyak Mentah Gambar 5.200.000 1.000 800.Produksi Listrik Menurut Jenis Bahan Bakar Pembangkit Juta SBM 300 250 200 PLTN TENAGA AIR 150 PANAS B GAS MINYAK 100 BATUBARA 50 20 02 20 04 20 06 20 08 20 10 20 12 20 14 20 16 20 18 20 20 20 22 20 24 Gambar 4.000. Produksi Listrik Jamali sesuai Jenis Bahan Bakarnya (Juta SBM) Hasil proyeksi ekspor-impor energi dan hasil proyeksi emisi gas buang KSBM 1.000 400.000 600. Grafik Proyeksi Ekspor-Impor Minyak Mentah dan BBM 7 .

Grafik Emisi gas buang sektor energi Hasil proyeksi nilai ekonomi sektor energi (NPV): NPV Tahunan 35.000. NPV tahunan sektor energi.000.000.00 15. Ribu Ton 1000000 100000 10000 1000 100 10 20 02 20 04 20 06 20 08 20 10 20 12 20 14 20 16 20 18 20 20 CO2 NO x SO x CH4 PM10 Gambar 6.000. Dari beberapa contoh tabel dan grafik di atas.000.000. khususnya di Jawa.00 0.000.00 Juta Dollar 20.Jumlah Emisi Tahunan.00 5.00 25.00 30.00 02 04 6 8 10 12 14 8 20 1 20 0 20 0 20 20 20 20 20 20 20 20 16 Tahun Skenario Dasar Skenario-B Selisih Gambar 7.00 10. dapat disimpulkan bahwa ”Doomsday” di bidang energi dapat terjadi bilamana diversifikasi energi dan peningkatan efisiensi penggunaan energi tidak diperhatikan dengan serius. Rangkuman kesimpulan studi tersebut adalah sebagai berikut: 8 .

ESDM) menyebutkan bahwa produksi minyak mentah (MM) Indonesia di tahun 2004 adalah sebesar 1. Perkembangan tentang ketersediaan energi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh situasi internasional.5 ribu Ton pada tahun 2002 menjadi 2.7 kali lipat dari impor pada tahun 2002 yang berjumlah 123.5 kali lipat atau naik dengan laju pertumbuhan rerata tahunan sebesar 5. Dengan harga energi yang lebih tinggi (Skenario B).9 juta Ton pada tahun 2020 (3.7 juta Ton pada tahun 2020 (2.58 TSCF. Pada tahun 2020 masih cukup tersedia sisa cadangan sebesar 123.8 juta ton.9 juta barel.7 juta BOE (6. Sampai dengan tahun 2020 akan terjadi peningkatan penggunaan energi batubara secara besarbesaran di bidang pembangkitan listrik dari 50 TWjam menjadi 320 TWjam (4.2 kali lipat.1 4. penggunaan dalam negeri 1.5 ribu Ton pada tahun 2002 menjadi 600 juta Ton pada tahun 2020 (3. 5. CH4 dari 131. Kebutuhan energi nasional akan meningkat dari 122 GWth (674 juta SBM) pada Data dalam Blue-Print PEN 2005-2025 (Dep.098 RBPH. 3.9 kali lipat). sehingga diperlukan impor sebesar 212 RBPH. impor MM sebesar 487 RBPH. maka perbandingan nilai uang ( net present value -NPV) yang dibelanjakan di sektor energi akan menjadi lebih tinggi sekitar 19 %. Sedangkan net importer hanya minyak mentah baru akan terjadi pada tahun 2011.3 kali lipat). dimana pada tahun 2020 jumlah impor minyak mentah diperkirakan mencapai 207. probable. terutama terkait dengan harga minyak mentah internasional. Dari jumlah tersebut 78.7 ribu Ton pada tahun 2002 menjadi 286.41 TSCF atau lebih dari setengah total cadangan gas (proven.8 juta BOE dan akan meningkat menjadi 797.2 TWjam pada tahun 2002 menjadi 356.6 kali lipat). karena akan menyebabkan peningkatan subsidi yang selanjutnya akan menurunkan daya saing bangsa. Dalam waktu dekat Indonesia sudah akan menjadi net importer untuk total minyak mentah dan BBM.1 ribu Ton pada tahun 2020 (2. Kebutuhan energi untuk listrik meningkat dengan laju pertumbuhan tertinggi dari 112. Pada tahun 2002 import BBM mencapai sebesar 126.292. kebutuhan BBM dalam negeri 1. SOx dari 192. Hal ini akan mempersulit neraca keuangan negara dan masyarakat.2%. Sedangkan produksi BBM dalam negeri sebesar 822 RBPH. sisanya berasal dari cadangan gas yang belum terikat kontrak (non committed). ekspor MM sebesar 514 RBPH. Konsumsi total batubara pada tahun 2002 mencapai 22. dan sekitar 84. 1 1.7% digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik. sebagian berasal dari cadangan gas yang telah terikat dalam kontrak jangka panjang (committed). meningkat sekitar 2.2 juta barel per tahun atau sekitar 1.tahun 2002 menjadi 304 GWth (1680 juta SBM) pada tahun 2020.2% dari total produksi tahunan batubara akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di Jawa. abu terbang dari 81.034 RBPH. Peningkatan emisi gas buang hasil pembakaran berupa CO2 dari 183. possible) sebesar 185 TSCF. Sampai tahun 2020 total produksi gas di proyeksikan mencapai 63.125 ribu barel per hari (RBPH).1 kali lipat).2 kali lipat). sehingga akan dapat mengganggu laju pertumbuhan ekonomi nasional dan akhirnya akan berdampak pada program pembangunan nasional.6% per tahun. mening kat sekitar 3.5 kali lipat). 2. Pasokan batubara akan terus meningkat sehingga pada tahun 2020 akan dibutuhkan batubara sebanyak 108. 9 . atau dengan pertumbuhan rerata 6. 6. Sekitar 68 % dari kebutuhan listrik nasional ini akan digunakan di wilayah Jamali.2 ribu Ton pada tahun 2002 menjadi 238.5 ribu Ton pada tahun 2020 (3. NOX dari 651.3 juta ton. Sekitar 51 % dari kebutuhan energi nasional ini akan digunakan di wilayah JawaMadura-Bali (Jamali). 7.8 TWjam pada tahun 2020. Sejak akhir tahun 2004 pada saat studi tentang kondisi “doomsday scenario” selesai.2 kali lipat).1 juta Ton pada tahun 2002 menjadi 584.

Perkembangan ini juga sangat berpengaruh terhadap konsep pengelolaan energi Nasional. serta melibatkan industri nasional dalam rangka peningkatan kemampuan nasional. menimbulkan kekhawatiran tentang prinsip terjaminnya pasokan energi nasional (security of energy supply) yang diperlukan dalam menunjang pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Memperhatikan permasalahan lingkungan. 6. sos-bud. GTL.dll) • Panas Bumi • Mini dan mikro hidro • Nuklir • Surya • Angin/bayu • Hidrogen (fuel cell). bio-ethanol/gasohol. isinya menekankan pada: 1. seperti: • Industri pengilangan minyak dan sarana transportasinya • Instalasi pemipaan atau terminal LNG dan sarana distribusinya • Sarana transportasi dan pelabuhan batubara • Pembangkit listrik dan sarana transmisi serta distribusinya. 5 tahun 2006. Meningkatkan eksplorasi energi fosil (intensifikasi) 5. Meningkatkan pengembangan dan pembangunan infrastruktur energi. antara lain: • Pengembangan teknologi energi fosil bersih • Melakukan penelitian daya dukung lingkungan (lokasi. Blue-print Pengelolaan Energi Nasional yang dibuat pada awal tahun 2005 selalu harus direvisi untuk mengakomodasikan kondisi perubahan harga minyak mentah yang akhirnya juga mempengaruhi harga energi fosil lainnya. seperti: • Bahan Bakar Nabati (biodiesel. Melakukan kegiatan penelitian. khususnya di Jawa yang mempunyai populasi sekitar 945 orang/km2. Sampai akhirnya pada awal tahun 2006. Mengoptimalkan penggunaan bauran energi (diversifikasi) 2. yang pada prinsipnya. dll) • Melakukan penelitian dan kajian tentang dampak lingkungan dan biaya kerugian yang ditimbulkannya (eksternalitas). 7. Melakukan penghematan dan meningkatkan efisiensi energi (konservasi) 3. 2.3. bio-oil dan Pure Plant Oil) • Bahan bakar sintetis ( Batubara Cair. • Energi arus & gelombang samudera 4. Kebijakan Energi Nasional dituangkan dalam bentuk Perpres No. Terjaminnya 10 . populasi. baik disisi hulu maupun disisi hilir. pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pada sektor tersebut di atas. serta kebijakan yang menjadikan sumber daya energi sebagai suatu komoditas untuk mendapatkan devisa guna menunjang pembangunan perlu dicermati. DME. Menggunakan sumber energi baru dan terbarukan yang sudah siap secara teknis maupun ekonomis serta ramah lingkungan.harga minyak mentah telah bergejolak dan bahkah sampai saat ini masih memperlihatkan situasi yang belum kembali ke harga yang semula digunakan sebagai referensi dalam kajian tersebut. Pandangan Pemangku Kepentingan (Stakeholder) Data sumber energi yang tersedia di Indonesia. Ekspor sumber energi yang dilakukan dengan suatu mekanisme kontrak jangka panjang.

Hal ini sudah dibuktikan kebenarannya oleh beberapa negara yang tidak memiliki sumber energi. 11 .pasokan energi lebih mendasarkan pada prinsip penguasaan sumber energi dan bukan kepemilikan sumber energi tersebut. Beberapa diantaranya telah menuangkan pendapatnya dalam beberapa tulisan yang menyarankan perlunya dilakukan berbagai kebijakan dalam pengelolaan sumber energi. termasuk diantaranya adalah langkah diversifikasi. pengembangan dan peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan. Berbagai pendapat dari ahli kebijakan energi telah mengingatkan masalah tersebut. tetapi mempunyai kemampuan menguasai sumber energi sehingga pertumbuhan industrinya terjamin dan berlangsung dengan baik sehingga menjadi negara maju.

ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS 3. Budaya masyarakat yang kurang mencintai produk bangsa sendiri dapat menghambat pengembangan litbangrap di bidang energi. f. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan energi yang berbasis pada sumber energi terbarukan (seperti antara lain biomassa. e. mengganggu ekosistem. b. Kekuatan dan Kelemahan a. Demikian pula adanya potensi dinamika lautan dapat dijadikan sebagai sumber energi samudera. Dampak ini dapat berpengaruh terhadap pola iklim di Indonesia. gas. Tingkat kesejahteraan dan daya beli sebagian masyarakat Indonesia masih rendah sehingga menuntut penyediaan energi yang terjangkau dan rasional. Emisi gas CO2 dan CH4 berperan penting dalam gejala pemanasan global atau dikenal sebagai gejala rumah kaca (green house effect) yang diikuti oleh penipisan lapisan ozon. d. Walaupun sumber energi tersebut sebagian sudah sekian lama dieksploitasi (kecuali panas bumi) sehingga jumlah cadangannya sudah mulai menyusut. Sistem transportasi umum yang tidak kondusif memberikan dampak pada pemborosan sumber daya energi. Jumlah dan sebaran penduduk tersebut memerlukan sumber energi yang besar sesuai dengan tingkat sosial ekonomi masyarakat. angin dll. h. c. Kondisi geografis Indonesia yang spesifik memungkinkan terjadinya pola angin yang bermacam-macam. namun eksplorasi masih membuka peluang untuk mendapatkan sumber energi.1. Energi matahari semacam ini merupakan modal dasar untuk pengembangan sumber energi. k. surya. Posisi ini memberikan intensitas sinar matahari yang cukup besar dan stabil sepanjang tahun. Jumlah penduduk tahun 2005 telah mencapai sekitar 220 juta. merusak SDA hayati yang merupakan sumber energi berbasis biomassa. Letak Indonesia di antara 6° Lintang Selatan dan 11° Lintang Utara membentang di sepanjang garis khatulistiwa. diantaranya mempunyai prospek dalam pengembangan Energi Angin (Bayu). i. Kondisi alam demikian membuat sistem transportasi dan distribusi energi memerlukan perencanaan dan penanganan yang tidak mudah.III. telah menimbulkan ketidak-teraturan iklim dunia. Indonesia tergolong negara berpenduduk padat. Indonesia terdiri atas 17 ribu lebih pulau besar dan kecil. panas bumi. Lebih dari separuh penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa. minyak bumi. Limpahan energi surya hampir sepanjang tahun serta kecukupan air memberikan jaminan terjadinya proses fotosintesa atau asimilasi untuk produksi biomassa yang dapat dijadikan sebagai modal dasar dalam pengembangan energi biomassa.) harus menjadi pertimbangan yang utama dalam pengelolaan dan pemakaian sumber energi dimasa datang. panas bumi. khususnya energi surya. Pola hidup sebagian besar masyarakat yang bersifat konsumtif dan budaya tidak hemat memberikan dampak pada pemborosan sumber daya energi. j. 12 . g. Indonesia mempunyai struktur geologi yang memiliki potensi sumber energi seperti batu bara.

Banyaknya komponen impor untuk kegiatan produksi dan distribusi sumber energi dari luar (impor). Hal ini merupakan permasalahan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan energi. i. b.3. Keberhasilan IPTEK bidang energi di negara maju dapat merupakan peluang untuk alih teknologi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Indonesia dengan penduduk yang demikian besar merupakan pangsa pasar yang potensial. lingkungan hidup. f. Tingginya kebutuhan energi memerlukan inovasi dalam berbagai sumber energi sehingga diperlukan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan dan kompetensi. Hal ini merupakan peluang untuk dapat disubstitusi dengan hasil litbangrap nasional. Pelaksanaan otonomi daerah yang konsisten diharapkan dapat memacu pengembangan sumber energi sesuai dengan potensi dan kompetensi daerah. pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat menjadikan beban dalam mengupayakan pemenuhan ketersediaan energi. Peluang dan Tantangan a. m. dan dalam jangka panjang dapat berpengaruh pada litbangrap energi. Kerja sama ini sangat menguntungkan ditengah minimnya anggaran pemerintah untuk penelitian masih sangat minim. Penyebaran penduduk Indonesia di berbagai pulau dan tidak merata memberikan dampak terhadap distribusi penyediaan energi.3. k. Meningkatnya pembangunan di sektor industri dan transportasi meningkatkan kebutuhan energi. Potensi iklim tropis basah dan sinar matahari merupakan “dapur” yang sangat produktif untuk produksi biomassa melalui proses asimilasi yang merupakan keunggulan komparatif terhadap negara lain. e. karena masih banyak yang belum berorientasi ekonomi dan pasar kurangnya kerja sama antara lembaga litbang dengan dunia usaha. Namun demikian. g. Hal ini dapat berpengaruh pada kondisi pasar energi di dalam negeri. penerapan standar internasional (ISO 14000 tentang menejemen lingkungan hidup) dapat merupakan tantangan bagi dunia usaha Indonesia yang bergerak di bidang energi. Masih rendahnya minat investor untuk melakukan kegiatan investasi di bidang energi. 3. c. Indonesia ke depan akan memerlukan ketersediaan energi yang cukup tinggi. d. Terbukanya kerjasama dengan pihak asing di bidang IPTEK dapat memberikan peluang untuk kegiatan litbangrap di bidang energi. Dengan memperhatikan jumlah dan angka 13 . Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi yang mantap yang dapat digunakan sebagai acuan dalam litbangrap IPTEK yang mampu mendukung ketersediaan energi berkelanjutan. j. demokrasi. l. Issue global yang dihembuskan negara maju seperti isu HAM. Pengaruh kepentingan negara maju terhadap negara produsen minyak di Timur Tengah masih merupakan faktor yang dominan dalam penciptaan fluktuasi harga minyak dunia. Trades-related Intellectual Properties Rights (TRIPs). Dengan kondisi ketersediaan energi sekarang tidak mungkin kebutuhan tersebut dapat tercapai. h. Solusi Dari tinjauan kondisi saat ini dan analisa lingkungan stratejik SWOT tersebut di atas.2. Banyak hasil litbangrap dalam negeri bidang energi belum dapat didayagunakan secara maksimal.

pertambahan penduduk. harus diterapkan konsep bauran energi (energy mix) serta harus lebih mengarah kepada energi berbasis teknologi (technology base). meningkatnya standar hidup. maka untuk memenuhi kebutuhan energi di tahun mendatang. pertumbuhan ekonomi. skenario terburuk di bidang penyediaan energi dapat diantisipasi lebih dini agar tidak terjadi. Dengan keterbatasan sumber energi tak terbarukan. Oleh karena itu. dan issue lingkungan. dibandingkan dengan energi berbasis sumber daya (resource base) yang bersifat tidak terbarukan. Dengan penerapan IPTEK. 14 . maka perencanaan energi jangka panjang harus dilakukan secara arif dan bijaksana. peranan litbang IPTEK bidang energi menjadi semakin jelas untuk mendukung kebijakan energi ke depan yang berbasis teknologi.

Misi 1. Menjadi acuan bagi penyusunan strategi pembangunan IPTEK di tingkat pusat. Meningkatkan kemampuan litbangrap dalam bidang energi. d. DAN PENERAPAN IPTEK ENERGI BARU DAN TERBARUKAN UNTUK MENDUKUNG KEAMANAN KETERSEDIAAN ENERGI 2005 . b. Visi Terwujudnya ketersediaan energi yang didukung kemampuan nasional IPTEK. serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi.2. Melakukan litbangrap untuk mendorong diversifikasi sumber daya energi dan pemanfaatannya. BUKU PUTIH PENELITIAN. Terwujudnya peran teknologi dan infrastruktur energi bangsa sendiri guna mendukung bisnis energi. 5.1. Sasaran a. Meningkatkan peran litbangrap dalam pemanfaatan sumber daya energi lokal spesifik berkelanjutan. 4. Meningkatkan pemanfaatan hasil litbangrap dalam pengelolaan energi secara etis (energy ethics) dan berkelanjutan. Digunakannya hasil litbangrap dalam penyediaan bio-fuels sektor transportasi sebesar 10 %. Terwujudnya peran litbangrap untuk mencapai rasio elektrifikasi sektor rumah tangga sebesar 90%. c. 4. Meningkatkan peran litbangrap dalam penyediaan energi yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. e. Mewujudkan peran litbangrap IPTEK pada pembangunan energi yang berkesinambungan untuk meningkatkan daya saing nasional. Mengoptimalkan litbangrap untuk mendapatkan energi dengan nilai tambah tinggi.2025 4. PENGEMBANGAN. 3.4.IV. 6. 4. 2. 1 Hidro skala besar tidak diperhitungkan sebagai energi terbarukan 15 . Menyusun kebijakan dan strategi litbangrap IPTEK di tingkat pusat dan daerah untuk mendukung dan menjamin ketersediaan energi. Meningkatkan peran litbangrap dalam pemanfaatan bauran energi (energy mix) di Indonesia yang memenuhi nilai keekonomian dan ramah lingkungan. e.3. d. b. Mempersiapkan arah dan tahapan pencapaian pembangunan IPTEK yang mempertimbangkan perkembangan teknologi dalam pemanfaatan sumber energi nasional. Digunakannya hasil litbangrap dalam pemanfaatan energi nuklir dengan pangsa sekitar 4% dari produksi listrik nasional. daerah dan masyarakat dalam pemanfaatan sumber energi nasional. Tujuan a. 4. Terwujudnya peran litbangrap dalam meningkatkan pangsa energi terbarukan1 (selain panas bumi) menjadi sekurang-kurangnya 5%. c.

Digunakannya hasil litbangrap dalam mendukung terwujudnya infrastruktur energi yang mampu memaksimalkan akses masyarakat terhadap energi dan pemanfaatannya untuk ekspor. j. Scenario planning sederhana: dengan memakai skenario “Keterpurukan Energi” (Doomsday Scenario) nasional sebagai dasar. 3. Komprehensif: pemahaman yang lebih baik tentang kemungkinan perubahan lingkungan yang dapat terjadi. Digunakannya hasil litbangrap konservasi energi untuk menurunkan elastisitas energi lebih kecil dari 1. 2.5. Digunakannya hasil litbangrap untuk memenuhi 100% kebutuhan listrik masyarakat yang tidak terjangkau jaringan nasional. h. Metodologi dan Langkah yang dilakukan dalam pembuatan peta jalan litbangrap energi nasional adalah sebagai berikut: 1. dan membuat dasar yang kuat bagi pengambil keputusan 16 . Diharapkan dengan peta jalan tersebut timbul teknologi yang market driven yang dapat dilakukan oleh industri Indonesia. perencanaan yang pasti dalam jangka menengah-panjang. Peta jalan tersebut digunakan untuk membantu mengidentifikasi teknologi dan kebijakan kunci yang harus dibuat dan langkahlangkah yang harus dilakukan untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi untuk keberhasilan penyediaan energi nasional. k. dan rumah tangga g. transportasi. Digunakannya hasil litbangrap dalam penggunaan gas untuk sektor industri & pembangkitan listrik. l. Critical technology: pemilihan teknologi penentu yang dapat mempengaruhi litbangrap IPTEK energi nasional. bukan hanya teori.f. Konsultasi dengan para pakar dan berbagai pihak pemangku kepentingan. Metodologi Penetapan langkah strategis Buku Putih Litbangrap Energi Nasional adalah menggunakan metodaTechnology Roadmapping (Peta Jalan) sebagai salah satu alat stratejik dalan Technology Foresight (peramalan teknologi) untuk pencapaian keberhasilan penyediaan energi. Penetapan Peta Jalan Litbangrap energi diharapkan dapat menimbulkan: Komunikasi: interaksi antar berbagai kelompok pemangku kepentingan Konsentrasi atau fokus: untuk perencanaan jangka panjang Koordinasi: menyatukan pemaham umum dari permasalahan Konsensus: membentuk gambaran yang jelas tentang arah atau tindakan yang harus dilakukan Komitmen: yang lebih berupa tindakan/aksi. Digunakannya hasil litbangrap dalam meningkatkan penggunaan kandungan lokal dan meningkatnya peran sumber daya manusia nasional dalam industri energi. Digunakannya hasil litbangrap untuk mencari sumber energi di dalam dan luar negeri. i. 4. Terwujudnya peran Litbangrap untuk pemakaian energi perkapita sebesar 10 SBM.

Pertama – Jangka Pendek (2005-2010) Tahap ketahanan nasional yang dilakukan pada 5 tahun pertama dengan indikator utama menjadikan IPTEK sebagai elemen kunci dalam tahap mencapai kemandirian dalam pengelolan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan secara terkendali dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi di bidang energi. Untuk mencapai tingkat itu dibutuhkan peningkatan kapasitas dan kapabilitas yang dapat “membuktikan” bahwa aktivitas penguasaan dan pemberdayaan litbangrap IPTEK bidang energi pasti akan memberikan sumbangsih bagi kehidupan negara. Tahap Pertama untuk mencapai kemandirian mencakup: a. Strategi Dengan tahapan pencapaian yang jelas. dalam Buku Putih Penelitian. Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Energi Baru dan terbarukan untuk Mendukung Keamanan Ketersediaan Energi 2025. 17 . teknologi fuel cell. keamanan dan ketahanan bagi perlindungan negara. akan ditempuh sesuai dengan kerangka perioritas waktu yang bertahap.6. mikro/minihidro. b. 4. maka dapat ditetapkan Ilmu pengetahuan dan teknologi Energi yang strategis dari berbagai cabang Iptek yang memiliki keterkaitan yang luas dengan kemajuan iptek secara menyeluruh. c. kemajuan bangsa. 4. Semua itu membutuhkan kerjasama antara pemerintah. Menyadari jalan panjang yang ditempuh.maupun investor. persiapan pembangunan PLTN. Litbangrap IPTEK dalam penyediaan sumber energi nasional mencakup teknologi Energi dari sumber nabati/Biofuel . Diprediksi dengan cermat capaiannya. teknologi energi panas bumi. Untuk itu ditetapkan pembuatan peta jalan IPTEK Energi sampai tahun 2025. pelestarian fungsi lingkungan hidup. Oleh karena itu diperlukan waktu yang panjang (15 – 25 tahun) untuk melakukan investasi secara berkelanjutan sebelum teknologi potensial dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. lembaga riset dan industri.7. sehingga dapat : a. serta peningkatan kehidupan kemanusiaan. atau berpotensi memberikan dukungan yang besar bagi kesejahteraan masyarakat. menggunakan asumsi dasar yang sahih. Diwujudkan suatu konsensus nasional untuk bergerak maju dalam litbangrap IPTEK Energi. yaitu: 1. pelestarian nilai luhur budaya bangsa. Ditingkatkan kerja sama dan kemitraan melalui tukar menukar pengetahuan dan teknologi. d. Penguasaan litbangrap IPTEK bidang energi b. dengan menggunakan indikator yang jelas. Roadmap Transformasi penguasaan IPTEK perlu diupayakan agar dapat mencapai nilai ambang batas yang dapat memicu dan memacu tumbuhnya kemandirian dalam upaya menciptakan pembaharuan sumber daya RIPTEK secara keseluruhan. Diidentifikasi critical enabling technology dan jarak yang ada antara teknologi yang ada saat ini dan yang akan dikembangkan kemudian.

b. teknologi energi surya. dan teknologi energi panas bumi. lapangan kerja dan keamanan sosial. yang menjamin masyarakat dapat memanfaatkan IPTEK secara luas. Pengujian teknologi otomotif BBG. teknologi pemanfaatan batubara berkualitas rendah. teknologi energi angin. Ketiga – Jangka Panjang (2016-2025) Tahap percepatan kemandirian dan kesejahteraan berbasis dukungan IPTEK dalam pencapaian waktu 20 tahun. ekonomis dan budaya berbasis IPTEK (Knowledge Based Economy-KBE) dan masyarakat yang inovatif (innovative society). dengan indikator utama tercapai kemandirian dan daya saing di bidang energi. persaingan. d. peraturan perundang-undangan dan suasana yang kondusif. Peningkatan litbangrap IPTEK untuk menunjang pemenuhan infrastruktur energi. Penguatan pilar ’Knowledge Based Economy-KBE’ menjadi tumpuan dalam jangka panjang. c. 2. yang menjamin kemantapan lingkungan makro ekonomi. Sistem Penyediaan Energi. peningkatan kualitas batubara peringkat rendah dan teknologi pencairan batubara. Tahap Kedua untuk mencapai IPTEK yang mandiri sekaligus memiliki daya saing pasar yang ekonomis mencakup: a. Penerapan hasil penelitian dan pengembangan teknologi biomassa dan biogas. teknologi intensifikasi gas bumi. dengan indikator utama tumbuh dan berkembangnya kehidupan sosial. Pengujian teknologi otomotif BBG. teknologi energi surya hibrida dan teknologi pembangkit listrik dan uap panas (cogeneration) berbahan bakar biomassa. d. yang menjamin masyarakat dapat melakukan akses secara efektif terhadap informasi sistem energi nasional. (termasuk sistem HKI) yang memungkinkan para peneliti dan kalangan bisnis menerapkan secara komersial hasil RIPTEK. Sistem Inovasi. Penguasaan dan penerapan IPTEK bagi pengelolaan lingkungan hidup. yaitu: Pentahapan litbangrap IPTEK Pentahapan struktur litbangrap IPTEK yang kompetitif sesuai dengan aturan dan permintaan pasar yang berlaku secara konsisten untuk mewujudkan industri energi yang efisien 18 . Untuk mencapai sasaran ditetapkan strategi. teknologi mikro/ minihidro. c.penyusunan master plan gas alam. Fuel Cell dan infrastruktur gas 3. Kerangka kelembagaan. serta teknologi pemanfaatan batubara kualitas rendah/ teknologi batubara bersih. hidrogen dan biodiesel/bioetanol/bio-oil. fuel cell dan infrastruktur gas. Kedua – Jangka Menengah (2011-2015) Tahap kreasi kekayaan berbasis IPTEK (wealth creation) dalam periode 10 tahun pertama. teknologi angin. c. peningkatan kualitas batubara peringkat rendah dan teknologi pencairan batubara. Infrastruktur ICT. yaitu: a. b.

Pemanfaatan IPTEK mandiri yang dapat bersaing sesuai dengan mekanisme pasar agar dicapai harga yang paling menguntungkan bagi konsumen dan produsen. Meningkatkan kemitraan pemerintah dan swasta dalam pengembangan infrastruktur IPTEK. Rekomendasi Kebijakan Agar sasaran dan strategi pencapaian Buku Putih energi dapat tercapai langkah kebijakan yang ditempuh adalah melaksanakan penelitian. Pemanfaatan IPTEK mandiri dengan memperhatikan kelompok masyarakat tidak mampu. rezim fiskal. jaringan transmisi dan distribusi listrik Pemanfaatan IPTEK dalam meningkatkan peran industri energi nasional Menyiapkan sumber daya manusia dalam negeri yang andal di bidang energi Meningkatkan penguasaan teknologi energi yang mengutamakan industri manufaktur nasional Meningkatkan kemampuan perusahaan nasional dalam industri energi Peningkatan kegiatan litbangrap untuk investasi oleh dunia usaha (industri dan jasa) di bidang energi baru dan terbarukan: Peningkatan litbangrap untuk pendayagunaan dan peningkatan nilai tambah gas bumi: Peningkatan keberdayaan masyarakat dengan pengembangan kapasitas IPTEK-nya.Pentahapan skema pendanaan. perpajakan dan insentif lainnya yang kondusif untuk meningkatkan investasi. gas dan listrik (mandiri bisa diganti dengan “berbasis kemampuan bangsa sendiri”) Pemberdayaan Daerah dalam pengembangan IPTEK Mengembangkan perencanaan pengembangan IPTEK berbasis daerah sebagai bagian dari perencanaan energi nasional dengan memprioritaskan energi terbarukan Pengembangan infrastruktur IPTEK Mengembangkan infrastruktur IPTEK yang terpadu terutama di daerah yang tingkat konsumsi energinya tinggi. penerapan standar dan pengendalian pemakaian energi Litbangrap IPTEK dalam Supply Side Management (SSM) melalui peningkatan kinerja pembangkit yang sudah ada. Pemanfaatan IPTEK mandiri yang menjadi pilihan yang kompetitif pada sisi produsen untuk melayani kepentingan konsumen sehingga konsumen mempunyai banyak pilihan Pemanfaatan IPTEK mandiri untuk menciptakan open access pada sistem penyaluran energi khususnya untuk BBM. Litbangrap IPTEK untuk peningkatan efisiensi energi Litbangrap IPTEK dalam Demand Side Management (DSM) melalui peningkatan efisiensi pemanfaatan listrik. usaha kecil menengah dan koperasi dalam industri energi 4.8. Menciptakan kelembagaan IPTEK secara kemitraan dalam rangka pengembangan sarana dan industri energi Meningkatkan kelembagaan IPTEK terhadap peranan swadaya masyarakat. Melembagakan kemampuan IPTEK dalam pemberdayaan masyarakat. 19 . pengembangan dan penerapan dan pemanfaatan IPTEK yang beriorientasi pada intensifikasi.

terutama di bidang material dan manufaktur. Tersedia sarana dan prasarana yang memadai untuk pelaksanaan Buku Putih. serta membina sumber daya manusia dan memberdayakan organisasi profesi ilmiah. serta diikuti oleh langkah pendukung yang antara lain: • Meningkatkan dukungan iptek pada kelompok usaha kecil. serta mendorong pembangunan kelembagaan iptek di daerah. pengembangan dan rekayasa sebagai mitra dunia usaha/industri untuk mengembangkan kemampuan inovasi pelaku usaha/industri. termasuk pemanfaatan kapasitas untuk peningkatan keterampilan tenaga kerja. • Meningkatkan peran lembaga penelitian. dan konservasi energi di segala bidang. 5. keamanan produksi dan lingkungan. 2. • Mempersiapkan prasarana untuk pengembangan HKI. 20 . standar mutu. Indikator Input 1. 2. minimal sebesar 15 %. 4. hemat energi dan tidak konsumtif. 4. • Menajamkan prioritas kegiatan litbang pada sektor energi. Adanya komitmen dari pihak swasta untuk meningkatkan rasio kontribusi anggaran non pemerintah untuk kegiatan litbangrap. 3. konsisten dan tepat waktu. Adanya kebijakan fiskal. • Mengembangkan atau memperkuat hubungan antara industri besar dan industri kecil dan menengah. 4. • Menyusun skema insentif untuk mempercepat difusi IPTEK khususnya dari hasil litbang dalam negeri bidang energi • Meningkatkan dukungan IPTEK untuk menunjang daya saing sektor produksi energi. moneter dan peraturan perundangan yang berpihak pada masyarakat dan UKM bidang energi. program kompetitif dan sejenisnya untuk pelaksanaan litbangrap yang mendukung Buku Putih. Komitmen pemerintah dalam mengalokasikan anggaran yang memadai untuk kegiatan litbangrap. Tercapai kesamaan persepsi dan adanya dukungan dari seluruh sektor terkait/pemangku kepentingan terhadap pemanfaatan hasil litbangrap. sungguh-sungguh. • Mempermudah akses bagi dunia usaha/industri ke fasilitas penyedia IPTEK. 5. serta sektor yang berpotensi untuk memberikan dampak ekonomi yang luas. 6. menengah dan koperasi. Prakondisi dan Indikator Keberhasilan Prakondisi 1. 3.diversifikasi. Meningkatnya budaya masyarakat cinta produksi dalam negeri. Komitment pelaku riset dan lembaga litbang untuk melaksanakan program litbangrap secara terencana. Tersusun perencanaan litbangrap yang saling mendukung/komplemen antar kelembagaan IPTEK. Alokasi dana penelitian melalui program insentif. Alokasi anggaran yang memadai dari setiap unit penelitian yang terkait dengan bidang energi di atas 20 % untuk pelaksanaan Buku Putih. khususnya yang berdampak pada peningkatan penguasaan IPTEK. Tersedia SDM yang kompeten dan memadai untuk mendukung pelaksanaan Buku Putih.9.

Indikator Proses 1. Tercipta iklim yang kondusif terhadap pelaksanaan litbangrap 2. Ada motivasi yang kuat dari SDM dalam pelaksanaan litbangrap. 3. Terealisasi inovasi dalam litbangrap yang mengacu pada Buku Putih. 4. Terlaksana monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Buku Putih 5. Terdokumentasikan dengan baik hasil pelaksanaan Buku Putih. Indikator Output 1. Peningkatan kuantitas dan kualitas hasil litbangrap. 2. Peningkatan jumlah publikasi dan jumlah patent. 3. Paket teknologi dan model implementasi yang mendukung ketersedian energi meningkat jumlahnya. 4. Diseminasi hasil litbangrap yang mendukung ketersediaan energi terjadi. 5. Akses informasi terhadap hasil litbangrap ke seluruh stakeholder meningkat. Indikator Outcome 1. Tersedia dan dipakai hasil litbangrap (teknologi, inovasi, dan kebijakan) pada tingkat pengguna. 2. Tersedia lapangan kerja baru di bidang produksi dan distribusi energi. 3. Terwujudnya budaya cinta produk dalam negeri dan hemat energi. 4. Meningkatnya kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat. 5. Tersedia energi untuk seluruh lapisan masyarakat.

21

V. PENUTUP Letak Indonesia yang berada di antara 6° Lintang Selatan dan 11° Lintang Utara membentang di sepanjang garis khatulistiwa memberikan intensitas sinar matahari yang cukup besar dan stabil sepanjang tahun. Energi matahari semacam ini merupakan modal dasar untuk pengembangan sumber energi, khususnya energi surya. Indonesia dengan iklim tropis nya menjadikan suatu rahmat dengan tumbuh suburnya tanaman yang dapat menjadi sumber energi terbarukan yang potensial. Indonesia yang mempunyai struktur geologi memiliki potensi sumber energi seperti batu bara, gas, minyak bumi, panas bumi. Walaupun sumber energi tersebut sebagian sudah sekian lama dieksploitasi dan sudah mulai menyusut jumlah cadangannya (kecuali panas bumi), namun hasil eksplorasi masih membuka peluang untuk mendapatkan sumber energi. Indonesia yang terdiri atas 17 ribu lebih pulau besar dan kecil. Kondisi alam demikian membuat sistem transportasi dan distribusi energi memerlukan perencanaan dan penanganan yang cermat. Kondisi geografis Indonesia yang spesifik memungkinkan terjadinya pola angin yang bermacam-macam, yang diantaranya mempunyai prospek pengembangan Energi Bayu. Indonesia yang tergolong negara berpenduduk padat memerlukan pasokan energi yang besar sesuai dengan tingkat sosial ekonomi masyarakat. Indonesia ke depan akan memerlukan ketersediaan energi yang cukup tinggi. Dengan kondisi ketersediaan energi sekarang tidak memungkinkan kebutuhan tersebut dapat tercapai. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi yang mantap yang dapat digunakan sebagai acuan dalam litbangrap IPTEK yang mampu mendukung ketersediaan energi berkelanjutan. Dengan memperhatikan jumlah dan angka pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi, meningkatnya standar hidup, dan issue lingkungan, maka perencanaan energi jangka panjang harus dilakukan secara arif dan bijaksana. Dengan keterbatasan sumber energi tak terbarukan, maka untuk memenuhi kebutuhan energi di tahun mendatang, maka harus diterapkan konsep bauran energi (energy mix) serta harus lebih mengarah kepada energi berbasis teknologi (technology base), dibandingkan dengan energi berbasis sumber daya (resource base) yang bersifat tidak terbarukan. Oleh karena itu, peranan litbang IPTEK untuk energi menjadi semakin jelas dalam mendukung kebijakan energi ke depan yang berbasis teknologi. Dengan penerapan IPTEK, Skenario terburuk di bidang penyediaan energi dapat diantisipasi lebih dini agar tak terjadi. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan litbangrap IPTEK yang mendukung pencapaian ketersediaan energi adalah: Anggaran yang tersedia jauh lebih kecil dari yang dibutuhkan Minat investor masih relatif kecil Sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan dan kompetensi masih sangat kurang.

22

DAFTAR PUSTAKA 1. Kebijakan Energi Nasional 2003 – 2020, Departemen Energi Sumber Daya Mineral, 24 Februari 2004. 2. Blueprint Pengelolaan Energi Nasional (PEN) 2005 – 2025, Departemen Energi Sumber Daya Mineral 3. Kajian Kebutuhan dan Penyediaan Energi di Indonesia Tahun 2020, Kementerian Negara Riset dan Teknologi – Komite Nasional Indonesia-World Energy Council (KNI-WEC) 4. Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional IPTEK 2005 – 2009, Kementerian Negara Riset dan Teknologi Visi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2025, Kementerian Negara Riset dan Teknologi

23

21. Ir. Hudi Hastowo Dr.Eng 16. Dr. Djedi Widarto 25. Ir. Dr. Khoirul Huda. 8. M. Soni Solistia Wirawan M. Priyo Sardjono 23. Bambang S. Purwanto Dr. Pratomosunu Dr. Harwin Saptoadi. Kepmen Nomor:17/M/Kp/II/2006 No. Nenny Sri Utami Dr. Nama Dr. Dr. Ir. Agus Rusyana Hoetman Prof. Dr. Drs. Raharjo Binudi 24. Maryono Ismail. Dr. MT Dr. Herry Haeruddin 24 . 4. KNRT Staf Ahli Energi Dep. 1. Unggul Priyanto 18. Putu M. Ir. Martin Djamin Ir. M. Erliza Hambali 13. 5. Aris Subarkah. Ir. ESDM BATAN BPPT UI BAPPENAS ITB UGM IPB BPPT BAPETEN BPPT BPPT BPPT BPPT BATAN LAPAN LAPAN LIPI LIPI LIPI ITB KNRT KNRT LIPI Tugas Ketua Gugus Tugas Penanggung Jawab Sekretaris Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas Anggota Gugus Tugas 10. Drs. Adiwardojo 20. Dr. M. Agus Eko Tjahyono 17. Tatang Hernas Surawidjaja 11. DEA 28. Agus Salim Dasuki. 7. Erie Sandhita G. Dr. 9. Dr. Dr.Anggota Gugus Tugas Energi (GTE) Tim Koordinasi Gugus Tugas Bidang Prioritas Penciptaan dan Pemanfaatan Sumber Energi Baru dan Terbarukan Tahun Anggaran 2006.Eng 26. Suripno 22. Mesdin K. Arief Yudiarto 14. 2. Robert Manurung. MSE 12. Dr. Soetrisnanto Ir. Riptek Asdep.Eng 19. Ir. Ing. MsAe. Ing. Widodo W. Santika 27. MSc. Simarmata Jabatan/Instansi Sesmenegristek Dep. Dr. Dr. Rekayasa.Eng 15. Dr. Ir. Dr. Perkemb. 6. 3. Arnold Y.

Djedi Widarto Ir. Arya Rezavidi Ir. M. 15. Hp.go. 8. 11. 5.A. 3169286. Rustiono Ir. 0816908016 Email: yuliristek@yahoo. MSc Dra. Yuli Sulastri Telp. Novi Irawati Dr. 08128654395 Email: ma_mentu@yahoo.Sc Dr.M Oktaufik Dr. 4.id 25 . Caryana Instansi P3 Tekmira BPPT IPB BPPT Lemigas P3TK .id 3. Wawan Gunawan Telp. Ir. Hp. 1. 2. Drs. M. 14. Ramlan Mamentu Telp. Fax (021) 3102014 Email: arhoetman@ristek. Hadi Punomo Ir. Endang Lestari. 6.go. M. Ismail Zaini.id 1. 081318643323 Email: wgun@ristek. Atmojo. 10. 9. Bukin Daulay Dr. 13.Eng. Adiarso Dra. Dr.Daftar Anggota Narasumber Gugus Tugas Energi 2006 No. MS Ir. Yenny Sofaeti. 3169288 . M. 3. Nenen Rusnaeni Ir.EBT LIPI BPPT BPPT BPPT P3 TEKMIRA LIPI BPPT BPPT Lemigas Tugas Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Narasumber Sekretariat Anggota Gugus Tugas Energi: No. Hp.Si Dr. 3169288 .com 2. 12. Nama Dr. 7. Jatmiko P. Yusep K. Endah Agustina.co.

Hudi Hastowo Prof. Neni Sintawardani Dr. Ing. MSc.ANGGOTA GUGUS TUGAS ENERGI 2005 Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi No : 115/M/Kp/IX/2005 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Nama Dr. As Natio Lasman Dr. Dr. Verina J. Adiwardoyo Dr. Soni Solistia Wirawan. Bambang Setiadi. Ajat Sudradjat. Ir. Arjuno Brojonegoro Dr. Soegandi. Hari Purwanto. MSc Dr. Bambang Prasetya. ST Instansi BATAN Kementerian Negara Riset dan Teknologi Kementerian Negara Riset dan Teknologi Kementerian Negara Riset dan Teknologi BATAN LIPI LIPI Kementerian Negara Riset dan Teknologi Kementerian Negara Riset dan Teknologi BATAN BATAN BPPT BPPT LAPAN LIPI LIPI BSN ESDM BAPETEN BPPT BPPT ESDM ESDM LIPI LIPI 26 . Arnold J. Totok M. Bambang Supriyo Utomo Ir. Agus Rusyana Hoetman Drs. MSc. MSc Drs. Ir. Bambang Sutjiatmo Dr. APU Anjar Susatyo.DIC Soekarno Suyudi Dr. Nenny Sri Utami Dr. MEng Dr. Ir. APU Prof. Rahayu Dwi Hartati Dr. Achiar Oemry Drs.S. Raldi Artono Koestoer Ir. Sutrisnanto Dr. Suripno Drs. MS Ir. Lillik Hendrajaya. Wargadalam Dr. MEng Ir. Agus Salim Dasuki.

Arif Yudiarto MEng Dr. M. Ir. Unggul Priyanto MSc Ir.NARA SUMBER NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Suryadarma PhD Dr. Tatang H.M. Emmy Perdanahari Dr. Sjaeful Irwan (Kementerian Negara Riset dan Teknologi) 2. Evita Legowo Noke Kiroyan Dr.Ir. S. Oktaufik Drajat Pandjawi Amir Fauzi NAMA Pertamina ITB INSTANSI Departemen ESDM Kaltim Prima Coal (KPC) UI Japan Atomic Industrial Forum (JAIF) KNI-WEC KNI-WEC BP Indonesia Departemen ESDM Departemen ESDM BPPT BPPT BPPT BPPT KPC Pertamina Sekretariat GUGUS TUGAS ENERGI 1. Mustapa. Ir. Drs. M. Nur Pamuji Gene Baranowski Sujiastoto MA Dr. Rohmadi Ridlo MEng Dr. Surawidjaja Dr. Ir.A. Rinaldy Dalimi Mukaiyama Takehiko Dr.Sos (Kementerian Negara Riset dan Teknologi) 27 . Hardiv Situmeang Dr.

LAMPIRAN ROADMAP SEKTOR ENERGI 28 .

4 juta KL(20% Solar Transportasi) (5% Konsumsi Solar) STANDAR BIODIESEL NASIONAL Produk Biodiesel Sawit/ Jarak Pagar Biodiesel Berbiaya Produksi Rendah Biodiesel Kualitas Tinggi Biodiesel Kualitas Tinggi Angka Setana Tinggi Angka Setana Tinggi Titik Kabut Rendah Titik Kabut Rendah Teknologi Pabrik Komersial Kapasitas (5000 .20000 Ton/Thn Pabrik Komersial Kapasitas 20. Roadmap Sektor Energi Bio Diesel Tahun Pasar 2005-2010 Pasokan Biodiesel 1.000 s/d 100.000 Ton/tahun Komersialisasi Formula Biodiesel Kualitas Tinggi Intensifikasi Proses Biodiesel Rekayasa & Disain Pabrik Desain Enjiniring Uji Unjuk Kerja Optimasi Dan Modifikasi Desain plant Litbang Teknologi blending Pemutakhiran Standardisasi dan Uji Unjuk Kerja Teknologi Pembuatan aditif Gugus Tugas Energi Kementrian Negara Riset dan Teknologi 29 .1.5 Jt kL10% Solar Transportasi 2011-2015 Pasokan Biodiesel 3 juta kL15% Solar 2016-2025 Pasokan Biodiesel 6.

karakteristik.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah • Penelitian dan • Penelitian dan • Penelitian dan pengembangan aditip pengembangan proses pengembangan biodiesel berkualitas produksi biodiesel berbiaya intensifikasi teknologi tinggi rendah produksi biodiesel dari bahan baku sawit.000 ton/tahun 20. lainnya (surfaktan. dll) dan produk turunan lainnya seperti surfaktan • Penyediaan bibit unggul • Penyediaan bibit unggul • Peningkatan kualitas tanaman jarak pagar tanaman jarak pagar dan tanaman jarak pagar dan skala besar dengan teknik bahan baku potensial bahan baku potensial lainnya lainnya in vitro • Formulasi biodiesel • Rekayasa dan Konstruksi • Rekayasa dan konstruksi berkualitas tinggi pabrik biodiesel berbiaya pabrik biodiesel secara produksi rendah 20.000 ton/tahun • Pemutakhiran uji • Pemutakhiran uji • Uji karakteristik. standar dan pemutakhiran standar dan pembentukan pembentukan Laboratorium pembentukan lembaga Laboratorium Uji Biodiesel Uji Biodiesel di seluruh sertifikasi mutu biodiesel di setiap kabupaten propinsi (LSPro) serta Laboratorium Uji Biodiesel di beberapa propinsi Peran Industri Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang (2005-2010) (2011-2015) (2016-2025) Komersialisasi hasil Komersialisasi hasil Mendukung penelitian dan penelitian teknologi produksi penelitian teknologi pengembangan perbaikan formulasi biodiesel proses produksi biodiesel di biodiesel berbiaya rendah berkualitas tinggi Perguruan Tinggi dan lembaga litbang melalui cost sharing dan kerjasama kemitraan Mesin dan peralatan Peningkatan mesin dan Peningkatan kandungan biodiesel dengan kandungan lokal peralatan lokal mesin dan peralatan kandungan lokal 100% pabrik biodiesel sampai pabrik biodiesel sampai minimum 75% minimum 50% Pengembangan teknologi Pengembangan teknologi Pengembangan teknologi engine agar dapat engine lanjutan agar dapat engine lanjutan agar dapat mengikuti perkembangan mengikuti perkembangan mengikuti perkembangan penggunaan biodiesel penggunaan biodiesel penggunaan biodiesel Membantu dalam Membantu dalam Membantu dalam pemutakhiran standar pemutakhiran standar pemutakhiran standar biodiesel nasional biodiesel nasional biodiesel nasional Jangka Pendek (2005-2010) 30 .000100. gliserol menjadi etanol consumer goods.000bertahap skala 5. jarak pagar dan tumbuhan lain. uji kerja. dll) monomer plastik. kelapa. uji jalan. unjuk karakteristik. standar dan jalan. • Pemanfaatan produk • Pemanfaatan gliserol • Penelitian dan turunan gliserol dalam menjadi produk turunan pengembangan konversi produk akhir (polimer. unjuk kerja. unjuk kerja.uji jalan.

5 juta kL dipenuhi dari biodiesel dipenuhi dari biodiesel jarak jarak pagar pagar Peran Industri Kawasan industri harus memenuhi standar emisi yang disyaratkan oleh ISO 14000 Peran Industri Peningkatan produksi biodiesel untuk pemakaian oleh industri paling sedikit 20% Peningkatan peran industri otomotif dan alat berat dalam penggunaan biodiesel Kawasan industri harus memenuhi standar emisi yang disyaratkan oleh ISO 14000 Peningkatan produksi biodiesel untuk pemakaian oleh industri paling sedikit 50% Peningkatan peran industri otomotif dan alat berat dalam penggunaan biodiesel 31 .5 juta kL Fasilitasi Pemanfaatan Mekanisme Seperti CDM di rezim iklim pasca Protokol Kyoto oleh industri biodiesel di Indonesia • Sebesar 15% kebutuhan • Sebesar 10% kebutuhan solar transportasi dipenuhi solar transportasi dipenuhi dari biodiesel yaitu 3 juta kL dari biodiesel yaitu 1.5 juta kL • Sebesar 600 ribu kL dipenuhi dari biodiesel jarak pagar Kawasan industri harus memenuhi standar emisi yang disyaratkan oleh ISO 14000 Peningkatan produksi biodiesel untuk pemakaian oleh industri paling sedikit 10% Sosialisasi penggunaan bahan bakar biodiesel oleh industri otomotif • Sebesar 3 juta kL • Sebesar 1.Peluang Pasar Peran Pemerintah Program Langit Biru yang merujuk pada standar lingkungan global Pengurangan subsidi solar untuk transportasi umum Peningkatan target Program Langit Biru yang merujuk pada standar lingkungan global Penghapusan subsidi solar dan pengenaan pajak lingkungan terhadap solar sebesar 10 % Peran Industri Jangka Menengah (2011-2015) Sosialisasi lanjutan penghematan BBM karena kelangkaan BBM fosil dan harga yang terus meningkat Penggunaan pada transportasi umum di seluruh Indonesia maksimum 20% (B20) Peningkatan target Program Langit Biru yang merujuk pada standar lingkungan global Pengenaan pajak lingkungan terhadap solar sebesar 25% Jangka Pendek (2005-2010) Sosialisasi penghematan BBM karena kelangkaan BBM fosil dan harga yang terus meningkat Sosialisasi penggunaan biodiesel pada kendaraan operasional di instansi pemerintah dan transportasi umum maksimum 10% (B10) Fasilitasi Pemanfaatan Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM) oleh industri biodiesel di Indonesia Jangka Panjang (2016-2025) Sosialisasi lanjutan penghematan BBM karena kelangkaan BBM fosil dan harga yang terus meningkat Penggunaan pada transportasi umum di seluruh Indonesia sampai 100% (B100) Fasilitasi Pemanfaatan Mekanisme Seperti CDM di rezim iklim pasca Protokol Kyoto oleh industri biodiesel di Indonesia • Sebesar 20% kebutuhan solar transportasi dipenuhi dari biodiesel yaitu 7.

• Kewajiban industri biodiesel • Kewajiban industri • Kewajiban industri memasok kebutuhan dalam biodiesel memasok biodiesel memasok negeri kebutuhan dalam negeri kebutuhan dalam negeri 32 .5 juta pagar seluas 3.5 juta hektar hektar Pemberlakuan peraturan Pemberlakuan peraturan Pemberlakuan peraturan penggunaan bahan bakar penggunaan bahan bakar penggunaan bahan bakar ramah lingkungan sesuai ramah lingkungan sesuai ramah lingkungan sesuai standar yang berlaku di standar yang berlaku standar yang berlaku seluruh kota terutama di kota-kota besar terutama di kota-kota besar berpolusi tinggi Penetapan target 10% dari Penetapan target 15% dari Penetapan target 20% dari kebutuhan solar kebutuhan solar transportasi kebutuhan solar transportasi dipenuhi dari dipenuhi dari bahan bakar transportasi dipenuhi dari bahan bakar biodiesel biodiesel bahan bakar biodiesel Kebijakan Peran Pemerintah Membuat kebijakan yang Membuat kebijakan yang Membuat kebijakan yang mendorong tumbuhnya mendorong tumbuhnya mendorong tumbuhnya industri biodiesel : industri biodiesel : industri biodiesel : • Harga biodiesel kompetitif • Harga biodiesel lebih murah • Harga biodiesel lebih murah dibanding solar dibanding solar dibanding solar • Pinjaman lunak (bunga • Pinjaman lunak (bunga • Pinjaman lunak (bunga lebih rendah dengan lebih rendah dengan waktu lebih rendah dengan waktu pengembalian lebih pengembalian lebih waktu pengembalian lebih panjang) bagi panjang) bagi pengembang panjang) bagi pengembang industri industri biodiesel pengembang industri biodiesel biodiesel • Pengurangan pajak bagi • Pengurangan pajak bagi • Pengurangan pajak bagi industri yang industri yang menggunakan industri yang menggunakan 100% 100% biodiesel sebagai menggunakan 100% biodiesel sebagai pengganti solar biodiesel sebagai pengganti solar pengganti solar • Pemberian tax holiday bagi • Pemberian tax holiday • Pemberian tax holiday tahun bagi usaha usaha perkebunan jarak bagi usaha perkebunan perkebunan jarak pagar pagar jarak pagar • Bagi perkebunan • Bagi perkebunan tanaman • Bagi perkebunan tanaman tanaman jarak pagar jarak pagar diberikan Hak jarak pagar diberikan Hak diberikan Hak Guna Guna Usaha (HGU) selama Guna Usaha (HGU) Usaha (HGU) selama 50 50 tahun selama 50 tahun tahun • Pengurangan berbagai • Pengurangan berbagai • Pengurangan berbagai jenis pajak dan retribusi jenis pajak dan retribusi jenis pajak dan retribusi daerah untuk industri daerah untuk industri daerah untuk industri biodiesel yang digunakan biodiesel yang digunakan di biodiesel yang digunakan di dalam negeri dalam negeri di dalam negeri.4 juta hektar jarak pagar seluas 1.Kebijakan Peran Pemerintah • Mendorong budidaya dan • Mendorong budidaya dan • Mendorong budidaya dan produksi bahan baku produksi bahan baku produksi bahan baku potensial skala komersial potensial skala komersial potensial skala komersial • Kebijakan penanaman jarak • Kebijakan penanaman • Kebijakan penanaman jarak pagar seluas 7.

intensifikasi teknologi produksi dan pemanfaatan hasil samping proses produksi biodiesel Peran Industri Menerapkan kebijakan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar lain sebesar 15% untuk transportasi Partisipasi Pemanfaatan Mekanisme Seperti CDM di rezim iklim pasca Protokol Kyoto oleh industri biodiesel di Indonesia Peran Industri Kerjasama kelompok petani/pekebun untuk memiliki pabrik biodiesel • Pengurangan pajak bagi perusahaan yang bekerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga litbang yang melakukan riset dan pengembangan peningkatan kualitas bahan baku.• Pengurangan pajak bagi perusahaan yang bekerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga litbang yang melakukan riset dan pengembangan peningkatan kualitas bahan baku. intensifikasi teknologi produksi dan pemanfaatan hasil samping proses produksi biodiesel Menerapkan kebijakan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar lain sebesar 10% untuk transportasi Partisipasi Pemanfaatan Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM) oleh industri biodiesel di Indonesia Kerjasama petani/perkebunan dengan produsen biodiesel dalam bentuk skema inti plasma • Pengurangan pajak bagi perusahaan yang bekerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga litbang yang melakukan riset dan pengembangan peningkatan kualitas bahan baku. intensifikasi teknologi produksi dan pemanfaatan hasil samping proses produksi biodiesel Menerapkan kebijakan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar lain sebesar 20% untuk transportasi Partisipasi Pemanfaatan Mekanisme Seperti CDM di rezim iklim pasca Protokol Kyoto oleh industri biodiesel di Indonesia Kerjasama kelompok petani/pekebun untuk memiliki pabrik biodiesel 33 .

nira dan pati ) STANDAR FUELGRADE ETHANOL (FGE) & GASOHOL NASIONAL Technology Teknologi Produksi bioetanol 99.85 jt kl (10% total konsumsi bensin) 2011-2015 Pasokan Bioetanol 3.08 jt kl ( 15% total konsumsi bensin) 2016-2025 Pasokan Bioetanol 4.5% (FGE) dengan teknik dehidrasi kimiawi dan molecular sieving berbahan baku molases dan skala komersial Produksi bietanol 99. nira dan molases) Gasohol/ FGE (Bioetanol dari lignoselulosa.2.5% (FGE) dg laju produksi dan rasio energi tinggi berbahan baku pati dan nira pada skala komersial Produksi bioetanol 99.5% (FGE) dari serat lignoselulosa (limbah pertanian/kehutanan) nira dan pati (termasuk algae) pada skala komersial Litbang R&D Dehidrasi bioetanol dg adsorben Teknologi. membran utk dehidrasi Teknologi proses fermentasi Perbaikan strain yeast serat lignoselulosa sbg bahan baku bietanol & bahan bakar Sumber daya karbohidrat untuk bahan baku bioetanol 34 Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi .99 jt kl ( 20 % total konsumsi bensin) Market Pasar Produk Gasohol E-10 (Bioetanol dari pati &molases) Gasohol/ FGE (Bioetanol dari pati . Roadmap Sektor Energi Bio-Etanol Tahun 2005 – 2010 Pasokan Bioetanol 1.

Pengembangan plant komersial di bawah 60 kL/hari dimungkinkan dengan bahan baku lokal (khususnya nira-nira aren.Millestones Bio Etanol Demo plant BPPT 8 kL/hari Pembangunan 104 plant @ 60kL/hari Pembangunan 62 plant @ 60kL/hari Pembangunan 114 plant @ 60kL/hari 2005 2007 2009 2010 2013 2015 2018 2020 2023 202 5 Catatan : 1). nipah. tebu dan sorgum manis) untuk kawasan terpencil dengan harga BBM yang tinggi 35 . Diperlukan modal sekitar Rp 150 milyar per-plant. 2). lontar. investor perlu didorong untuk membangun plant 2-3 kali lipat dari kapasitas di atas. Kapasitas 60 kL/hari merupakan kapasitas terendah plant bioetanol komersial dengan bahan baku ubikayu. Agar lebih efisien. 3).

bioetanol secara berkelanjutan (ramah lingkungan). kL/hari. penelitian atau kemitraan. Membantu dalam penyusunan standar gasohol nasional. 60 kL/hari. skala komersial. Peran Industri Mendukung litbang melalui Mendukung litbang melalui Mendukung litbang melalui penyediaan data dan dana penyediaan data dan dana penyediaan data dan dana dengan skema kerjasama dengan skema kerjasama dengan skema kerjasama penelitian atau kemitraan. penelitian atau kemitraan. Uji karakteristik gasohol dan Uji karakteristik gasohol dan Pengembangan teknologi kinerja kendaraan berbahan kinerja kendaraan berbahan utilitas (steam dan listrik) secara co-generation. Penerapan teknologi utilitas Pengkajian dan produksi Litbang teknologi dehidrasi (steam dan listrik) secara FGE skala 200 L/hari etanol dengan teknologi co-generation pada demo dengan molecular sieve dan membran zeolit dan plant 8 kL/hari berbahan penambahan unit dehidrasi penambahan unit dehidrasi pada demo-plant 8 kL/hari membran pada demo plant 8 baku lignoselulosa. Studi kelayakan Pembangunan dua pabrik pembangunan pabrik percontohan di Sulawesi bioetanol di wilayah Selatan & Papua berbahan Indonesia timur.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Litbang teknologi produksi Litbang teknologi fermentasi: Litbang teknologi produksi bioetanol menggunakan bioetanol dengan bahan perbaikan galur yeast tahan selulase dan bahan baku baku molases dan pati temperatur tinggi dan lignoselulosa. serta perbaikan strain yeast penerapannya pada fermentasi berbahan baku nira (tebu dll) dan pati. baku lokal kaps. Pengembangan formula bahan bakar gasohol untuk mesin otomotif dengan spesifikasi tertentu. bakar gasohol dengan bakar gasohol E-10 serta kandungan etanol penyusunan standar > 10% . bahan industri lokal untuk pembangunan pabrik bioetanol. Kerjasama dalam penerapan Kerjasama dalam rancang Kerjasama dalam rancang teknologi utilitas (steam dan bangun pabrik bioetanol bangun pabrik bioetanol & listrik) secara co-generation berbahan baku peningkatan penggunaan lignoselulosa. Peluang Pasar Peran Pemerintah Persyaratan kandungan oksigen yang tinggi pada bahan bakar bensin Jangka Pendek (2005-2010) 36 . gasohol nasional Asistensi teknis rancang Asistensi teknis rancang Penyuluhan dan pelatihan bangun pabrik bioetanol bangun pabrik bioetanol budidaya bahan baku skala komersial.

Sosialisasi penggunaan gasohol pada kendaraan berbahan bakar bensin di kawasan padat lalu lintas (Jakarta. dll) bekerjasama dengan Pemda setempat. khususnya di daerah terpencil/pulaupulau kecil.08 jt kL (15% dari total konsumsi bensin) Ditargetkan pada tahun 2025 penggunaan bioetanol mencapai 4. Jangka Panjang (2016-2025) Sumber BBM fosil menipis dan harga terus meningkat. dan pada tahun 2009 akan mencapai sekitar 21 juta kL (laju konsumsi 7% per tahun). Ditargetkan penggunaan bioetanol 1. Ditargetkan pada tahun 2015 penggunaan bioetanol mencapai 3. Implementasi Program CDM berdasarkan Kyoto Protocol Konsumsi premium tahun 2004 sebesar 15 juta kL.Jangka Pendek (2005-2010) Sumber BBM fosil menipis dan harga terus meningkat. Penggunaan gasohol untuk transportasi umum di seluruh wilayah Indonesia. sedangkan biaya produksi bioetanol cenderung menurun atau tetap. Meningkatnya peran investasi dan industri bioetanol lokal untuk memenuhi kebutuhan gasohol. Sosialisasi penggunaan bahan bakar gasohol oleh industri otomotif Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah Mendorong budidaya dan Mendorong budidaya dan produksi bahan baku potensial produksi bahan baku skala komersial potensial skala komersial Pemberlakuan peraturan Pemberlakuan peraturan penggunaan bahan bakar penggunaan bahan bakar ramah lingkungan sesuai ramah lingkungan sesuai standar yang berlaku. standar yang berlaku.99 juta kL (20% dari total konsumsi bensin) Peran Industri Kawasan industri yang harus memenuhi persyaratan lingkungan secara global. Penggunaan gasohol untuk transportasi umum di berbagai kota besar di Indonesia. sedangkan biaya produksi bioetanol cenderung menurun atau tetap. terutama di kota-kota besar terutama di kota-kota besar berpolusi tinggi berpolusi tinggi Mendorong dan Mendorong dan memberikan Kebijaksanaan Energi memberikan contoh dalam contoh dalam penggunaan Nasional mentargetkan 5% penggunaan gasohol yang gasohol yang ramah (2025) dari kebutuhan ramah lingkungan lingkungan energi dipenuhi dari bahan bakar terbarukan 37 .85 jt kL (10% dari total konsumsi bensin) Jangka Menengah (2011-2015) Sumber BBM fosil menipis dan harga terus meningkat. sedangkan biaya produksi bioetanol cenderung menurun atau tetap.

Jangka Pendek (2005-2010) Membuat kebijakan yang mendorong tumbuhnya industri bioetanol : • Pemberian subsidi dengan menyamakan harga gasohol E-10 dengan harga premium yang disubsidi • Pemberian kredit lunak untuk produksi bioetanol skala kecil-menengah. Jangka Menengah (2011-2015) Membuat kebijakan yang mendorong tumbuhnya industri bioetanol : • Pemberian subsidi dengan menyamakan harga gasohol E-10 dengan harga premium yang disubsidi • Pemberian kredit lunak untuk produksi bioetanol skala kecil-menengah. • Pemberian kredit lunak untuk petani produsen bahan baku etanol. • Pemberian kredit lunak untuk petani produsen bahan baku etanol Jangka Panjang (2016-2025) Peran Industri Menerapkan kebijakan penggunaan bahan bakar yang memenuhi standar lingkungan Partisipasi Industri dalam Partisipasi Industri dalam implementasi program implementasi program CDMCDM-Kyoto Protocol Kyoto Protocol Kerjasama Kerjasama petani/perkebunan dengan petani/perkebunan dengan produsen bioetanol produsen bioetanol 38 .

5% konsumsi Minyak Bakar & IDO Market Pasar Product Produk Bio Oil (Crude) Bio Oil (treated) Bio Oil (treated) Standar Bio Oil untuk keperluan Panas Standar Bio Oil untuk keperluan panas dan mesin Standar Bio Oil untuk keperluan panas dan transportasi Technology Teknologi Produksi bio oil untuk keperluan panas dengan teknologi pirolisa cepat skala semi komersial 8 ton/hari s/d Skala komersial 100 ton/hari Konversi 20-60% Produksi dan upgrading bio oil pada skala komersial 50-100 ton/hari Konversi 60-80% Produksi dan upgrading bio oil pada skala komersial 50-100 ton/hari R&D Litbang Model Reaktor Pirolisa Cepat Penambaha n Solvent Emulsifikasi Teknologi Piro.2010 Sosialisasi dan Penggunaan Bio Oil di Jawa Barat 2011-2015 Penggunaan Bio Oil Konsumsi Minyak Bakar 2016-2025 Penggunaan Bio Oil sebesar 2. Roadmap Sektor Energi Bio-oil (Pirolisa) Tahun 2005 .lisa Cepat Catalytic vapor cracking dan hydrotreating biooil Sumber daya limbah biomassa sebagai baku bio oil Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 39 .3.

stasioner. bio oil. mesin disel transportasi. Pengembangan bio oil Pengembangan bio oil untuk Pengembangan bio oil untuk industri untuk mesin disel stasioner untuk mesin disel keperluan panas. Pengkajian reaktor pirolisa Rancang bangun pabrik bio Rancang bangun pabrik bio cepat dan perangkat oil dan sistem upgrade bio oil oil dan sistem upgrade bio utilitasnya. komersial Studi kelayakan dan Studi kelayakan dan Studi kelayakan dan pembangunan pabrik bio oil pembangunan pabrik bio oil pembangunan pabrik bio oil di industri berbasis biomassa. bio oil. Jangka Pendek (2005-2010) 40 . keperluan panas. pemetaan potensi bahan baku. biomasa. Pengujian bio oil sebagai Uji karakteristik bio oil di Pengujian bio oil plus aditif campuran minyak disel boiler industri untuk sebagai bahan campuran untuk penggunaan mesin keperluan panas dengan minyak diesel untuk disel untuk keperluan penggunaan mesin diesel transportasi. oil skala komersial. skala semi skala komersial. di industri berbasis di industri berbasis biomassa. Kerjasama dalam penerapan Kerjasama dalam Kerjasama dalam rancang penerapan teknologi dan teknologi dan rancang bangun pabrik bio oil dan rancang bangun teknologi bangun teknologi pirolisa pemanfaatan bio oil skala pirolisa cepat dan upgrade cepat dan upgrade bio oil semi komersial untuk bio oil skala komersial juga juga mendukung produksi komponen dan penyedia komponen dan memperbanyak komponen sistem pendukung pabrik sistem pendukung pabrik lokal. Peran Industri Mendukung litbang melalui Mendukung litbang melalui Mendukung litbang melalui penyediaan data dan dana penyediaan data dan dana penyediaan data dan dana dengan skema kerjasama dengan skema kerjasama dengan skema kerjasama penelitian atau kemitraan.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Litbang teknologi pirolisa Litbang teknologi produksi Litbang teknologi produksi cepat bio oil bio oil dan upgrade bio oil bio oil dengan teknologi untuk keperluan mesin pirolisa cepat dan penggerak. penelitian atau kemitraan. Pengkajian dan produksi Litbang teknologi pirolisa Penerapan teknologi bio oil skala 8 -100 cepat dan upgrade bio oil pirolisa cepat secara ton/hari. kerjasama dengan pihak lain.konversi perolehan dengan skala 50-100 ton/hari komersial untuk keperluan 10-40% dengan konversi 60% bahan bakar campuran minyak diesel. produsen bio oil. penelitian atau kemitraan. dan diseminasi produk. transportasi Peluang Pasar Peran Pemerintah Sosialisasi penggunaan bio Penggunaan bio oil untuk Penggunaan bio oil untuk oil di industri mengganti bahan bakar campuran keperluan panas dan bahan minyak berat (marine fuel mesin penggerak dan bakar campuran untuk oil) untuk keperluan panas.

Sosialisasi penggunaan bahan bakar bio oil oleh industri untuk keperluan panas Kebijaksanaan Energi Nasional mentargetkan 5 % (2025) dari kebutuhan energi dipenuhi dari bahan bakar terbarukan Membuat kebijakan yang mendorong tumbuhnya industri bio oil Peran Industri Partisipasi Industri dalam implementasi program CDMKyoto Protocol Kerjasama industri berbasis biomassa dengan produsen bio oil Membuat kebijakan yang mendorong tumbuhnya industri bio oil Partisipasi Industri dalam implementasi program CDM-Kyoto Protocol Kerjasama industri berbasis biomassa dengan produsen bio oil 41 . Sosialisasi penggunaan bahan bakar bio oil oleh industri untuk keperluan panas Pemberlakuan peraturan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan terutama yang terbarukan. Meningkatnya peran investasi pada industri bio oil khususnya di industri berbasis biomassa. Sosialisasi penggunaan bahan bakar bio oil oleh industri untuk keperluan panas Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah Mengutamakan komponen lokal Meningkatnya peran investasi pada industri bio oil khususnya di industri berbasis biomassa. Mendorong dan memberikan contoh dalam penggunaan bio oil di PTPN Membuat kebijakan yang mendorong tumbuhnya industri bio oil Partisipasi Industri dalam implementasi program CDM-Kyoto Protocol Kerjasama industri berbasis biomassa dengan produsen bio oil Kemudahan peraturan dan perundangan yang mendorong penggunaan bio oil Peran Industri Meningkatnya peran investasi pada industri bio oil khususnya di industri berbasis biomassa.Implementasi Program CDM berdasarkan Kyoto Protocol dan kesempatan pasar luar negeri dalam program Renewable Portfolio Standar di beberapa negara.

dan kerosin 2016-2025 Peningkatan Pemanfaatan Pure Plant Oil untuk subtitusi Minyak Solar di sektor industri& Tranp. Jarak Pagar.4. standardisasi Pengembangan bahan baku lain menjadi PPO 42 Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi . ROAD-MAP PURE PLANT OIL Tahun Pasar 2005 – 2010 Pemanfaatan Pure Plant Oil untuk konsumsi Minyak Solar disekitar industri & transportasi Kend. Jarak pagar. Pengujian. dll Standar PPO untuk Keperluan Industri Standar PPO untuk keperluan Industri dan transportasi Standar PPO untuk keperluan Industri dan transportasi Teknologi Produksi PPO untuk keperluan industri dari berbagai bahan baku Produksi PPO skala komersial untuk keperluan Industri dan transportasi Produksi dan upgrading PPO pada skala komersial PPO dari Bermacam bahan baku Pengembangan teknologi pembuatan PPO Teknologi Pembuatan PPO Optimasi Teknologi Pembuatan PPO Litbang Pencampuran. & Kerosin Produk Pure Plant Oil dari Sawit dan Jarak pagar High grade Pure Plant Oil Dari Sawit. Berat & Kerosin 2011-2015 Pemanfaatan Pure Plant Oil untuk subtitusi Minyak Solar di sektor industri & transp. dll High grade Pure Plant Oil Sawit.

potensi bahan baku. 43 . produsen PPO. Uji karakteristik PPO untuk Uji karakteristik PPO untuk Uji karakteristik PPO keperluan diesel engine keperluan diesel engine upgrade kualitas untuk industri dan keperluan transportasi keperluan diesel engine panas transportasi Standarisasi karakteristik Standarisasi karakteristik Standarisasi karakteristik produksi PPO upgrade produksi PPO untuk produksi PPO untuk kualitas untuk keperluan keperluan diesel engine keperluan diesel engine diesel engine transportasi. transportasi berat. dan keperluan panas. transportasi. kerjasama dengan pihak lain. Pengembangan PPO Pengembangan PPO untuk Pengembangan PPO untuk upgrade kualitas untuk industri untuk diesel engine mesin diesel transportasi mesin diesel transportasi industri . dan diseminasi produk. transportasi. Peluang Pasar Peran Pemerintah Penggunaan PPO untuk transportasi Penggunaan PPO upgrade kualitas untuk keperluan diesel engine transportasi.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Litbang optimasi teknologi Litbang teknologi produksi Litbang teknologi produksi produksi PPO dalam rangka PPO dalam rangka upgrade PPO dengan teknologi upgrade kualitas untuk kualitas untuk keperluan murah dan pemetaan keperluan transportasi. Peran Industri Mendukung litbang melalui Mendukung litbang melalui Mendukung litbang melalui penyediaan data dan dana penyediaan data dan dana penyediaan data dan dana dengan skema kerjasama dengan skema kerjasama dengan skema kerjasama penelitian atau kemitraan. industri dan keperluan panas Studi kelayakan dan Studi kelayakan dan Studi kelayakan dan pembangunan pabrik PPO pembangunan pabrik PPO di pembangunan pabrik PPO di industri berbasis sawit industri berbasis bahan di industri berbasis bahan dan jarak pagar. PPO. biomassa lain. sistem pendukung pabrik sistem pendukung pabrik PPO. transportasi berat. Kerjasama dalam penerapan Kerjasama dalam Kerjasama dalam rancang penerapan teknologi dan teknologi dan rancang bangun pabrik PPO dan bangun teknologi proses dan rancang bangun teknologi pemanfaatan dalam skala proses dan upgrade PPO upgrade PPO juga semi komersial untuk skala komersial juga mendukung memperbanyak produksi komponen dan penyedia komponen dan komponen lokal. Jangka Pendek (2005-2010) Sosialisasi penggunaan PPO di industri untuk mengganti solar diesel industri. minyak berat (marine fuel oil) untuk keperluan panas dan kompor rumah tangga. penelitian atau kemitraan. penelitian atau kemitraan. biomassa lain.

Mendorong dan memberikan contoh dalam penggunaan PPO di PTPLN. Sosialisasi dan komitmen penggunaan bahan bakar PPO oleh industri transportasi Kebijaksanaan Energi Nasional mentargetkan 5 % (2025) dari kebutuhan energi dipenuhi dari bahan bakar terbarukan Mendorong pertumbuhan penggunaan PPO untuk sektor transportasi Membuat kebijakan dalam bentuk insentif yang mendorong tumbuhnya industri PPO Menerapkan pengunaan komponen lokal dalam industri PPO Kerjasama industri berbasis minyak nabati dengan produsen PPO 44 . Meningkatnya peran investasi pada industri PPO khususnya di industri berbasis minyak nabati. Sosialisasi dan komitmen penggunaan bahan bakar PPO oleh industri untuk keperluan panas Pemberlakuan peraturan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan terutama yang terbarukan.Jangka Pendek (2005-2010) Implementasi Program CDM berdasarkan Kyoto Protocol dan kesempatan pasar luar negeri dalam program Renewable Portfolio Standar di beberapa negara. Sosialisasi dan komitmen penggunaan bahan bakar PPO oleh industri transportasi Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah Memberlakukan pengutamakan penggunaan komponen lokal Mendorong dan memberikan contoh penggunaan PPO untuk sektor transportasi Membuat kebijakan dalam bentuk insentif yang mendorong tumbuhnya industri PPO Peran Industri Menerapkan pengunaan komponen lokal dalam industri PPO Kerjasama industri berbasis minyak nabati dengan produsen PPO Meningkatnya peran investasi pada industri PPO khususnya di industri berbasis minyak nabati. PTPN Membuat kebijakan dalam bentuk insentif yang mendorong tumbuhnya industri PPO Partisipasi Industri dalam implementasi program CDM-Kyoto Protocol Kerjasama industri berbasis minyak nabati dengan produsen PPO Jangka Menengah (2011-2015) Kemudahan peraturan dan perundangan yang mendorong penggunaan PPO Jangka Panjang (2016-2025) Kemudahan peraturan dan perundangan yang mendorong penggunaan PPO Peran Industri Meningkatnya peran investasi pada industri PPO khususnya di industri berbasis minyak nabati.

stoker. stove) Teknologi Briquette machine Reaktor karbonisasi Gasifier Digester Desain Sistem Desain dan rancang bangun komponen New Conversion Technology pembakaran Litbang briquetting karbonisasi karakterisasi gasifikasi Anaerobic digestion Kontrol Sistem Material science Inventions & Improvements Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 45 .5. Roadmap Sektor Bahan Bakar Padat & Gas dari Biomassa Reduction of environmental impacts Improvement of efficiency Reduction of environmental impacts Improvement of efficiency Increase of economy Tahun 20052010 Rumah tangga Industri kecil 20112015 20162025 Pasar Industri menengah dan besar PLN Energi listrik Energi mekanis Produk Briket biomassa Energi termal New Fuel Type Fuel gas Biogas (CH4) High quality solid fuel cogeneration Tungku pembakaran (Fluidized bed.

serta pembuatan prototipenya Mendorong penyempurnaan Mendorong berkelanjutan litbang penyempurnaan Teknologi Pembakaran berkelanjutan litbang berbagai macam biomassa. Lingkungan & Ekonomi Jangka Panjang (2016-2025) Fokus : Efisiensi. Mendorong litbang untuk serta pembuatan penemuan jenis bahan bakar prototipenya dan teknologi konversi baru Mendorong penyempurnaan Mendorong berkelanjutan litbang desain penyempurnaan dan rancang bangun berkelanjutan litbang komponen dan sistem Teknologi Pembakaran bebagai macam biomassa. Karbonisasi. Karbonisasi. Gasifikasi dan serta pembuatan prototipenya Anaerobic Digestion berbagai macam biomassa. pendukung serta pembuatan prototipenya Bekerjasama dengan industri Mendorong nasional dalam semua langkah penyempurnaan berkelanjutan litbang desain tersebut dan rancang bangun komponen dan sistem pendukung Peran Industri Peningkatan kemampuan SDM untuk menunjang kegiatan manufakturnya Bekerjasama dengan pemerintah dalam pembuatan & penggunaan peralatan konversi energi biomassa Memberikan informasi kemampuan & fasilitas manufaktur untuk pembuatan prototipe peralatan Mengembangkan kapasitas industri komponen & sistem energi nasional Bekerjasama dengan pemerintah dalam pembuatan & penggunaan peralatan konversi energi biomassa 46 . Gasifikasi dan Anaerobic Digestion macam macam biomassa. Ekonomi. Lingkungan.Jangka Pendek (2005-2010) Fokus : Efisiensi & Lingkungan Jangka Menengah (2011-2015) Fokus : Efisiensi. Inovasi & Ekspor Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Mendukung karakterisasi Mendorong penyempurnaan berbagai macam biomassa berkelanjutan litbang di seluruh propinsi Teknologi Pembriketan. Teknologi Pembriketan.

apabila memungkinkan untuk diekspor Meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar biomassa. terutama pemakaian energi dari biomassa yang energi dari biomassa yang ekonomis dan ramah ekonomis dan ramah lingkungan lingkungan Mengoperasikan peralatan pembakaran / gasifikasi skala besar 47 . apabila memungkinkan untuk diekspor Mengoperasikan peralatan pembakaran / gasifikasi skala besar Investasi untuk fasilitas manufakturing Memanfaatkan insentif pemerintah untuk pengembangan kekuatan bisnis Peran Industri Kesediaan untuk diversifikasi Kesediaan untuk diversifikasi energi. terutama pemakaian energi.Peluang Pasar Peran Pemerintah Memberikan insentif finansial Memberikan insentif finansial / pajak / subsidi kepada industri / pajak / subsidi kepada industri yang menggunakan yang menggunakan briket / Membuka kesempatan gas biomassa briket / gas biomassa ekspor bahan bakar biomassa (sejauh kebutuhan dalam negeri sudah Memberikan subsidi kepada Memberikan subsidi kepada tercukupi) rumah tangga yang rumah tangga yang menggunakan briket / gas menggunakan briket / gas biomassa biomassa Peran Industri Meningkatkan kemampuan manufacturing Mengembangkan model bisnis di bidang pembangkitan energi Mengembangkan pasar dan penyediaan bahan bakar domestik dan internasional Memanfaatkan insentif pemerintah untuk pengembangan kekuatan bisnis Kebijakan Mendorong dan mengarahkan pemakaian bahan bakar biomassa di rumah tangga & industri Peran Pemerintah Mendorong program untuk mengutamakan produksi bahanbakar biomassa dari Indonesia yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan Mendorong peningkatan teknologi dan kapasitas produksi bahan bakar biomassa.

and hard-wares) • Down-hole Imaging Technology (soft. TDEM) • Petrology & Mineralogy • Hydrogeology • Fluid Inclusion • Electrical Resistivity • Self Potential • Gravity & Magnetic • Borehole geophysics GEOCHEMISTRY • Geothermometry • Geochronology / Absolute dating • Isotope Geochemistry RESERVOIR SYSTEM • Characterization • Modeling & Simulation • Monitoring • Re-injection • Others Resources Investment (Instrumentations & Laboratories.6.& hard-wares) • Tracer Technology • Monitoring Technology • Re-injection Technology • Modeling & Simulation Technology Exploration Science & Engineering Geothermal Reservoir Engineering GEOLOGY • Remote sensing Litbang & mapping • Volcanogeothermy GEOPHYSICS • Electromagnetics (MT/CSAMT. Roadmap Sektor Energi Panas Bumi Tahun Pasar 2005 2010 2011 Badan Usaha Pemerintah / Swasta bidang Eksplorasi & Eksploitasi Panasbumi Produk • G-G-G Explorations SOP • Processing & Modeling Softwares • Reservoir Image and/or Model • Tracer Types • Reservoir Modeling & Simulation Softwares • Reservoir Monitoring SOP • Re-injection SOP 1 2 Teknologi • Data Acquisition & Processing Technology (software) • Data Modeling (soft. Human Res Dev) Expertise 48 Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi .

Design & Direct Use PLTP Design & Engineering Litbang DRILLING ENGINEERING • Big-hole type • Directional • Drilling Mud • Casing & Cementation • Safety PIPING SEPARATOR FLUIDS UTILIZATIONS & ECONOMIC • Heater & Dryer System • Direct Use of Steam • Heat Exchanger • Fluids Utilization • Industrial Partnerships • Economic Analyses POWER PLANT • Turbine • Generator • Condenser • Cooling Tower • Control Panels • Materials & Scaling Resource Competence/ Expertise Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 49 .6. Roadmap Sektor Energi Panas Bumi Tahun 2015 . Binary PLTP Engr.2016 Badan Usaha Negara / Swasta bidang Eksplorasi & Eksploitasi Panasbumi Badan Usaha Negara / Swasta di bidang Pembangkitan Tenaga Listrik / Agro-Industri 2025 Pasar Produk 1 2 • Drilling SOP (big hole & directional) • Mud mixing SOP • Cementation SOP • Safety SOP • Piping & Separator SOP Small-scale [<10 MWe] Binary PLTP & Direct Use Related-Industries PLTP (55 MWe) Teknologi • Big hole drilling technology • Directional drilling technology • Mud drilling technology • Cementation technology • Safety drilling technology • Piping & Separator tech.

ArAr. khususnya di bidang eksploitasi panasbumi untuk meningkatkan local content dalam pengusahaan uap panasbumi dan pembangkit listrik panasbumi Menyediakan perangkat keras dan lunak. di antaranya: • Reservoir simulator and modeling • Artificial reservoir simulator • Fracture imaging • Teknologi sistem pembangkit listrik skala kecil.eksploitasi dan pemanfaatan panasbumi. Menyiapkan perangkat kebijakan litbang sains dan teknologi pemanfaatan panasbumi. Bidang Geologi: • Absolute dating (K-Ar. di antaranya: • Disain dan rekayasa sistem pembangkit listrik tenaga panasbumi • Material & Scaling technology Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM di bidang sains & teknologi simulasi reservoir dan eksploitasi panasbumi.Jangka Pendek Jangka Menengah Jangka Panjang (2005-2010) (2011-2015) (2016-2025) Kebijakan. serta laboratorium untuk keperluan litbang sains dan teknologi simulasi reservoir dan eksploitasi panasbumi. khususnya eksplorasi panasbumi untuk meningkatkan local content di bidang industri jasa eksplorasi pemanfaatan langsung Menyediakan perangkat keras dan lunak. Zircon-Apatite) • Fluid inclusion technology Bidang Geofisika: • Electromagnetic/ magnetotelluric exploration system (natural source dan controlledsource) • Multi-electrode resistivity meter • Borehole geophysics Bidang Geokimia: • X-Ray diffraction clay mineralogy • Isotope hydrology • Gas detector/ monitoring system • Rekayasa pemanfaatan langsung (direct use) panasbumi Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM di bidang sains & teknologi eksplorasi. serta laboratorium untuk keperluan litbang sains dibidang panasbumi dan teknologi eksplorasi panasbumi yang masih belum tersedia. serta laboratorium untuk keperluan litbang teknologi pemanfaatan energi panasbumi. Penelitian dan pengembangan (litbang) dan Teknologi Peran Pemerintah Menyiapkan perangkat kebijakan di bidang litbang sains dan teknologi panasbumi. Menyiapkan perangkat kebijakan di bidang litbang sains dan teknologi pemanfaatan panasbumi untuk meningkatkan local content di bidang industri pembangkit tenaga listrik Menyediakan perangkat keras dan lunak.dan teknologi pemanfatan Peningkatan kualitas dan kuantitas SDM di bidang teknologi pemanfaatan energi panasbumi melalui pendidikan di dalam maupun 50 .

TDEM) • Electrical resistivity • Self potential • Gravity & magnetic • Borehole geophysics Geokimia: • Chemical geothermometry • Isotope hydrology • Thermodynamics Serta teknologi pemanfatan panas bumi untuk skala kecil dan pemanfaatan langsung Membangun kemitraan dengan Pemerintah di bidang litbang sains dan teknologi eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya panasbumi Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) panasbumi melalui pendidikan luar negeri di dalam maupun luar negeri Melaksanakan litbang sains dan teknologi di bidang eksploitasi sumberdaya energi panasbumi. yang menyangkut: • Reservoir characterization. Heat exchanger. yang terdiri dari berbagai studi. Heater & dryer system. yakni menyangkut. Direct use system. Material & scaling technology. yakni: Geologi: • Remote sensing • Volcano-geothermy • Petrology & mineralogy • Hydrogeology • Fluid inclusion Geofisika: • Electromagnetics (MT/CSAMT. Power plant systems. Peran Industri/Swasta Membangun kemitraan dengan Pemerintah di bidang litbang sains dan teknologi eksploitasi dan pemanfaatan untuk tenaga listrik dari sumberdaya panasbumi Peluang Pasar Peran Pemerintah Mendorong pengusahaan di Mendorong pengusahaan di bidang eksplorasi & eksploitasi bidang eksplorasi & sumberdaya energi panasbumi eksploitasi sumberdaya energi panasbumi Mendorong pemanfaatan energi panasbumi sebagai pembangkit listrik maupun penggunaan secara langsung (direct use) Membangun kemitraan dengan Pemerintah di bidang teknologi pembangkitan energi panasbumi 51 .Jangka Pendek (2005-2010) melalui pendidikan di dalam maupun luar negeri Melaksanakan litbang sains dan teknologi di bidang eksplorasi sumberdaya energi panasbumi. • • • • • • Fluid utilizations. • Reservoir simulation and modeling • Reservoir monitoring and reinjection • Drilling technology • Piping • Separator • Fracture imaging • Teknologi pemanfaatan panasbumi untuk listrik Melaksanakan litbang teknologi di bidang pemanfaatan energi panasbumi.

Memberikan insentif kepada industri di bidang pengusahaan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya energi panasbumi Memberikan insentif kepada industri di bidang pengusahaan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya energi panasbumi Memberikan insentif kepada industri di bidang pemanfaatan sumberdaya energi panasbumi agar tercapai harga keekonomian Meningkatkan pemakaian sumberdaya energi panasbumi untuk pembangkit listrik dan pemanfaatan secara langsung (direct use) Peran Industri/Swasta Meningkatkan kegiatan pengusahaan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya energi panasbumi dan pemanfaatannya Meningkatkan kegiatan pengusahaan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya energi panasbumi dan pemanfaatannya 52 .

struktur ringan & kuat serta sistem kontrol generator magnet permanen.7. advanced airfoi . Roadmap Sektor Energi Bayu 2005-2010 Pasar 600 kW of grid dan 10 MW on grid terpasang US$ 15. 25 MW on Grid terpasang US$ 39 juta 2016-2025 5 MW off grid 125 MW on Grid terpasang US $ 195 juta Produk SKEA skala s/d 300 kW SKEA skala s/d 750 kW SKEA skala s/d > 1 MW Teknologi SKEA skala menengah 300 kW (kandungan lokal tinggi) SKEA skala menegah/besar. 750 kW (kandungan lokal tinggi) SKEA skala besar s/d > 1 MW (kandungan lokal tinggi) Litbang generator magnet permanen putaran rendah. strukturl ringan & kuat serta sistem kontrol advanced airfoil . advanced airfoil.9 juta 2011-2015 1 MW off grid. struktur ringan dan kuat serta sistem kontrol efisien Pembuatan peta potensi energi angin global berdasarkan titik pengukuran Pembuatan peta potensi energi angin regional dan peta pengguna Pembuatan peta potensi energi angin perwilayah berdasarkan titik pengukuran dan pengguna Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 53 .

handal dan komponen SKEA produksi efisien dengan tingkat perawatan yang rendah Mengurangi biaya konstruksi Mendukung pemerintah Meningkatkan penggunaan komponen dan instalasi SKEA dalam pembiayaan risetkomponen lokal untuk dengan optimasi penggunaan riset komponen SKEA pembuatan komponen SKEA komponen bahan baku Mengembangkan peralatan Meningkatkan kehandalan Menyiapkan infrastruktur pemanfaatan teknologi SKEA dan proses untuk kegiatan sistem melalui pemilihan untuk penyediaan Hidrogen produksi SKEA material yang ringan dan kuat namun relatif murah Peluang Pasar Peran Pemerintah Melanjutkan pemetaan potensi Melanjutkan pemetaan Melaksanakan pemetaan energi angin dan pengguna potensi energi angin dan potensi energi angin dan untuk pemanfaatan SKEA pengguna untuk pemanfaatan pengguna untuk pemanfaatan SKEA SKEA Menyelenggarakan Meningkatkan informasi Melaksanakan training dan openhouse. dan dan pendidikan (sekolah penyuluhan kepada workshop dan luar sekolah) dalam masyarakat pengguna pemanfaatan SKEA Mengembangkan strategi Menerbitkan / Mendukung mekanisme untuk mendapatkan material mempublikasikan hasil – hasil pasar dalam efektifitas unggulan untuk penggunaan litbang dan produk SKEA distribusi komponen khusus bagi keperluan komponnen pembangkit pengembangan SKEA listrik Melaksanakan diseminasi Membuat / mengadopsi hasil – hasil litbang melalui standar – standar dan proyek percontohan menerbitkan sertifikat SKEA Peran Industri Melaksanakan promosi produk Mengembangkan Meningkatkan partisipasi SKEA yang ada di pasaran kemungkinan pembiayaan dalam pengembangan dan dalam pemanfaatan SKEA pemanfaatan teknologi SKEA Jangka Pendek (2005-2010) 54 . system control. pemilihan teknologi tinggi untuk daya s/d foil dan generator dan material ringan dan kuat material yang ringan. kuat 1 MW.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Melanjutkan litbang dalam Melaksanakan litbang dengan Melaksanakan litbang material. pameran. untuk meningkatkan rancang bangun dan rekayasa performance terhadap rotor SKEA pada regim kec. sistem kendali advanced air komponen SKEA dengan angin rendah. mengoptimasi sistem kendali. untuk daya s/d 300 kW dan tahan korosi untuk daya s/d 750 kW Meningkatkan kemampuan Mengembangkan pemanfaatan Meningkatkan partisipasi analisis desain dan teknologi SKEA untuk masyarakat daerah dalam rancang bangun SKEA penyediaan Hidrogen pengembangan dan pemanfaatan teknologi SKEA Peran Industri Meningkatkan kualitas Menurunkan biaya produksi Memproduksi komponen produksi komponen – dengan meningkatkan volume yang inovatif.

training kepada masyarakat dan pengguna 55 .Melaksanakan optimasi dalam Mengembangkan dan proses produksi komponen memproduksi berbagai SKEA model dan kapasitas SKEA untuk berbagai segmen pasar Melaksanakan produksi Melaksanakan pabrikasi massal komponen SKEA komponen SKEA skala skala kecil s/d 10 kW kecil .menengah Makin bertambahnya peran Berkembangnya peluang usaha swasta produsen listrik usaha swasta produsen listrik (IPP) yang berbasis yang berbasis SKEA baik SKEA dengan kapasitas untuk off-grid (stand alone) besar baik untuk off-grid maupun grid connected (stand alone) maupun grid connected Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah Menciptakan kebijakan yang Mendorong pembangunan mendukung pengembangan infrastruktur teknologi pasar dengan pemberian SKEA (standar. training pengguna SKEA kepada masyarakat dan pengguna Menyiapkan dana untuk pembangunan infrastruktur pabrik SKEA skala besar Melaksanakan pabrikasi komponen SKEA skala menengah .besar Banyaknya usaha swasta produsen listrik (IPP) yang berbasis SKEA dan dapat go public (perusahaan public) Membuat kerangka kerja peraturan dan kebijakan yang mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi SKEA Mendukung pemberian insentif pajak dan komponen biaya lainya dalam pengembangan dan pemanfaatan energi hijau Melakukan koordinasi antar pelaku litbang dan bisnis di bidang teknologi SKEA Mendorong usaha listrik yang memanfaatkan teknologi SKEA agar dapat menjadi perusahaan publik Mendorong berlakunya mekanisme pasar SKEA yang kompetitif dan terbuka Bersama sama pemerintah melanjutkan kegiatan penyuluhan. sertifikat) insentif pajak dan regulasi lainya Mendukung dan memberikan Mendukung standar nasional dan international kemudahan kredit untuk program listrik pedesaan yang yang relevan untuk produk menggunakan teknologi SKEA SKEA Meningkatkan koordinasi antar Melakukan koordinasi antar pelaku litbang dan bisnis di pelaku litbang dan bisnis di bidang teknologi SKEA bidang teknologi SKEA Membuat kerangka kerja Membuat kerangka kerja peraturan dan kebijakan yang peraturan dan kebijakan lebih mendukung usaha listrik yang mendukung usaha yang memanfaatkan teknologi listrik yang memanfaatkan teknologi SKEA agar dapat SKEA menjadi perusahaan publik Peran Industri Mendukung terciptanya pasar Membangun infrastruktur yang kompetitif jaringan distribusi untuk memasarkan produk SKEA Meningkatkan pengertian dan Bersama sama pemerintah kepedulian masyarakat melanjutkan kegiatan terhadap pelaku bisnis dan penyuluhan.

8. Roadmap Sektor Mikro Hidro 2005-2010 PASAR 2010-2015 2015-2025 PRODUK TEKNOLOGI LITBANG 56 Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi .

57 . 50 MW off-grid terpasang. 15 MW off-grid terpasang Melakukan inovasi-inovasi untuk model bisnis kelistrikan yang berbasis pada PLTMH baik yang off grid (stand alone) maupun yang terintegrasi dengan jala-jala listrik (grid connected) untuk mencapai target pemanfaatan PLTMH 500 MW on-grid. Mengusahakan pabrikasi hasil pengembangan turbin.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Percontohan PLTMH yang Mengembangkan generator Melanjutkan pengembangan lengkap dan berskala dan sistem kendali PLTMH generator dan sistem kendali PLTMH produk lokal komersial produk lokal Pengembangan Turbin Low head Melakukan studi-studi kelayakan di daerah yang berpotensi untuk penerapan PLTMH Memberi dukungan pendanaan pada proyek percontohan PLTMH yang lengkap dan berskala komersial Pengembangan turbin PLTMH yang efisien dan pengembangan sistem kapasitas 750 kW Updating data potensi PLTMH di daerah dan pembuatan Feasibility Study PLTMH Peran Industri Mengusahakan pabrikasi hasil pengembangan turbin. 330 MW off-grid terpasang. generator dan sistem kendali PLTMH Melanjutkan pengembangan turbin PLTMH yang efisien dan pengembangan sistem kapasitas 1 MW Updating data potensi PLTMH di daerah dan melanjutkan pembuatan Feasibility Study PLTMH Jangka Pendek (2005-2010) Membentuk Pusat data dan informasi terpadu pada level nasional sebagai bagian promosi Mengembangkan skema pendanaan untuk penyebarluaskan penggunaan PLTMH yang berkesinambungan Mengintegrasikan seluruh Pusat data dan informasi terpadu yang ada dengan sistem jaringan informasi regional maupun internasional sebagai bagian promosi Mengembangkan inovasi sistem pendanaan untuk mendorong pendanaan untuk industri kelistrikan yang berbasis pada PLTMH Melakukan investasi untuk manufakturing sistem PLTMH guna memenuhi pasar domestik dengan target 60 MW on-grid. generator dan sistem kendali PLTMH Peluang Pasar Peran Pemerintah Membentuk Pusat data dan informasi terpadu pada level propinsi/ kabupaten sebagai bagian promosi Bekerjasama dengan industri perbankan dan finansial untuk mendorong pendanaan untuk industri kelistrikan yang berbasis pada PLTMH Peran Industri Menciptakan model bisnis kelistrikan yang berbasis pada PLTMH baik yang off grid (stand alone) maupun yang terintegrasi dengan jala-jala listrik (grid connected) bekerjasama dengan lembaga perbankan dan finansial untuk mencapai target pemanfaatan PLTMH 150 MW on-grid.

02% pemanfaatan PLTMH energy mix nasional 0.Jangka Menengah (2011-2015) Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah Menetapkan target Menetapkan target pemanfaatan PLTMH 0.06% energy mix nasional Peran Industri Memberikan masukan kepada Memberikan masukan kepada pemerintah untuk pemerintah dan legislatife tentang kebijakan yang harus mendorong dikeluarkannya kebijakan sistem dukungan dibuat untuk mendorong financial yang lebih dikeluarkannya kebijakan insentif untuk investasi industri kondusif untuk usaha kelistrikan berbasis PLTMH komponen PLTMH Jangka Pendek (2005-2010) Jangka Panjang (2016-2025) Menetapkan target pemanfaatan PLTMH 0.22% energy mix nasional Menciptakan inovasi-inovasi sistem financial untuk mendukung perluasan pasar PLTMH 58 .

Roadmap Sektor Energi Surya (Fotovoltaik) Tahun 2005-2010 Pasar Produk Teknologi Litbang Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 59 .9.

connected) Mengembangkan pilot proyek Melanjutkan pengembangan Mengembangkan industri sistem PLTS untuk sistem PLTS untuk komponen sistem-sistem dihubungkan ke jala-jala PLN dihubungkan ke jala-jala PLN PLTS untuk dihubungkan ke jala-jala PLN 60 . dll) integrated. building connected. building integrated. gridmelakukan pemilihan jenis teknologi sel surya yang sudah connected.Jangka Pendek (2005-2010) Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Melanjutkan pelaksanakan litbang pemurnian silikon hingga ke ’electronic grade’ Melanjutkan melaksanakan litbang bahan metalorganic gases Melaksanakan penelitian material dasar sel surya lain selain silikon Melaksanakan litbang Pemurnian silikon hingga ke ’electronic grade’ Melaksanakan litbang untuk bahan metal-organic gases Melanjutkan melaksanakan litbang metalorganic gases untuk mendukung industri sel surya thin-film Melanjutkan litbang Melaksanakan litbang teknologi Melaksanakan litbang teknologi pembuatan sel pembuatan sel surya silikon teknologi pembuatan sel monokristal dan silikon surya silikon monokristal dan surya silikon monokristal dan silikon polykristal polykristal silikon polykristal dengan dengan tujuan untuk tujuan untuk meningkatkan meningkatkan kualitas kualitas dan umur sel dan dan umur sel dan modul modul surya surya Melanjutkan litbang Melaksanakan litbang Melaksanakan koordinasi teknologi pembuatan modul teknologi pembuatan modul seluruh balitbang dan surya dan pengembangan surya dan pengembangan perguruan tinggi untuk aplikasinya (hybrid. dll) siap diproduksi secara komersial Membangun pilot proyek Memberikan dukungan Melanjutkan memberikan pabrikasi sel dan modul surya litbang kepada industri sel dukungan litbang kepada untuk kebutuhan dalam negeri dan modul surya lokal industri sel dan modul surya lokal Peran Industri/Swasta Menciptakan bahan baru Mendukung kegiatan litbang Mengembangkan model modul surya untuk volume produksi yang dan peralatan dengan efisiensi tinggi dan harga monocrystal/polycrystal dengan tinggi dengan melihat pasokan bahan mentah yang murah menyiapkan dana tersedia Menggalang kerjasama Mengembangkan produk Mengembangkan metoda kegiatan litbang PLTS skala kecil yang quality assurance/quality mudah diinstalasi control untuk pengujian di pabrik Mengembangkan sistem Mengembangkan teknologi Mengembangkan industri komponen sistem-sistem aplikasi PLTS yang handal dan komponen sistem-sistem murah PLTS (misalnya hybrid. grid PLTS yang diintegrasikan pada bangunan. gridaplikasinya (hybrid.

dengan target pasar rata-rata 50 MW per tahun Melanjutkan pengkajian penerapan sistem-sistem PLTS hasil litbang Melanjutkan training dan “public awareness” tentang PLTS di Indonesia. Mengembangkan inovasi sistem pendanaan untuk mendorong pendanaan untuk industri kelistrikan yang berbasis pada PLTS Memfasilitasi pengembangan infrastruktur distribusi untuk penjualan retail Menetapkan SNI komponen Menetapkan SNI dan sistem PLTS hasil inovasi komponen dan sistem baru PLTS hasil inovasi baru Peran Industri / Swasta Membangun industri komponen penunjang sistem-sistem PLTS Menciptakan model bisnis kelistrikan yang berbasis pada PLTS baik yang off grid (stand alone) maupun yang terintegrasi dengan jala-jala listrik (grid connected) bekerjasama dengan lembaga perbankan dan finansial untuk mencapai target pemanfaatan PLTS rata-rata 50 MW per tahun Melakukan inovasi-inovasi untuk model bisnis kelistrikan yang berbasis pada PLTS baik yang off grid (stand alone) maupun yang terintegrasi dengan jala-jala listrik (grid connected) 61 .Peluang Pasar & Produk Peran Pemerintah Melaksanakan penerapan dan Melakukan pengkajian pengkajian sistem PLTS secara penerapan sistem-sistem PLTS hasil litbang terus menerus dan bertahap yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Melakukan pelatihan . Melakukan investasi untuk manufakturing sistem PLTS guna memenuhi pasar domestik. dan Melanjutkan training dan melaksanakan “public “public awareness” tentang awarness” tentang PLTS secara PLTS di Indonesia. terus menerus Mengembangkan skema Bekerjasama dengan industri pendanaan untuk perbankan dan finansial untuk penyebarluasan penggunaan mendorong pendanaan untuk PLTS yang berkesinambungan industri kelistrikan yang berbasis pada PLTS Memfasilitasi pengembangan Memfasilitasi pengembangan infrastruktur distribusi untuk infrastruktur distribusi untuk penjualan retail penjualan retail Menetapkan SNI sistem dan komponen PLTS agar terjadi persaingan yang lebih sehat dalam upaya mendukung diversifikasi sistem PLTS sebagai pilihan konsumen Menyiapkan pendanaan untuk pembangunan industri dan melaksanakan promosi secara intensif tentang pasar domestik dan internasional.

Kebijakan Peran Pemerintah Mengeluarkan kebijakan insentif Mengeluarkan kebijakan insentif (misalnya fiskal. seperti sertifikasi bagi penjualan sistem PLTS laboratorium uji untuk sistem-sistem PLTS sertifikasi Mewajibkan standard Menerapkan standard porto Mengeluarkan kebijakan tariff porto folio energi folio energi terbarukan bagi listrik khusus yang diarahkan pada pencapaian pemanfaatan produsen listrik/ energi sebesar terbarukan bagi produsen listrik/ energi sebesar 5% 5% dari total pembangkitan PLTS sesuai target yang dari total pembangkitan ditetapkan dalam Perpres 05/2006 Memantau pelaksanaan Memantau pelaksanaan Mendorong keluarnya kebijakan-kebijakan baik kebijakan-kebijakan baik di kebijakan-kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah di tingkat pusat maupun tingkat pusat maupun daerah daerah yang lebih yang lebih kondusif untuk yang lebih kondusif untuk kondusif untuk penerapan penerapan sistem PLTS penerapan sistem PLTS sistem PLTS Peran Industri / Swasta Memberikan masukan kepada Memberikan masukan kepada Menciptakan inovasipemerintah untuk mendorong inovasi system finansial pemerintah dan legislative untuk mendukung dikeluarkannya kebijakan tentang kebijakan yang harus perluasan pasar PLTS sistem dukungan finansial dibuat untuk mendorong yang lebih kondusif untuk dikeluarkannya kebijakan insentif untuk investasi industri usaha kelistrikan berbasis PLTS komponen PLTS Memproduksi komponenBersama-sama pemerintah Mendorong penggunaan komponen sistem PLTS membuat Standard Nasional standar nasional Indonesia sesuai SNI dan Indonesia untuk semua sistem. moneter dan kolateral) untuk mendorong usaha kelistrikan yang seperti keringanan pajak bagi berbasis pada PLTS usaha PLTS dan mendorong lembaga keuangan dan perbankan menciptakan inovasi “kredit” untuk mendorong pemanfaatan sistem PLTS Membuat Standard Nasional Mendorong pengembangan Menerapkan kewajiban Indonesia untuk semua sistem.infrastruktur.untuk produk-produk bersertifikat sistem PLTS komponen dan sistem yang dihasilkan 62 .

10. Roadmap Sektor Surya Thermal
Surya Termal
2006 - 2010 2011 - 2015
Rumah Tangga, UKMK, Industri, Rumah Sakit/Puskesmas, Bangunan Komersial

2016 - 2025
Rumah Tangga, UKMK, Industri, Rumah Sakit/Puskesmas, Bangunan Komersial

Pasar Pasar

Rumah Tangga, UKMK, Agroindustri, Rumah Sakit/Puskesmas, Bangunan Komersial

Produk Produk

Labelisasi

Solar Dryer (Multi-produk), Solar Cooker , Solar Cooler/Refrigerator, Solar Water Heater, Solar Still / Desalination , Eco-House, Thermal Storage System , Solar Collector , Solar Concentrator, Solar Thermal Pump, Sterilisator

Solar Dryer, Solar Cooker , Solar Cooler/Refrigerator, Solar Water Heater, Solar Still /Desalination , EcoHouse, Thermal-Storage System, Solar Collector , Solar Concentrator , Solar Thermal Pump, Sterilisator , Industrial Solar Process Heat , Solar Electric

Solar Dryer , Solar Cooker, Solar Cooler/ Refrigerator, Solar Water Heater, Solar Still /Desalination , Eco-House, ThermalStorage System , Solar Collector , Solar Concentrator, Solar Thermal Pump, Sterilisator , Industrial Solar Process Heat , OTEC, Solar Electric

Teknologi Teknologi

Fasilitas Lab . Uji Terakreditasi

Teknologi Surya Termal : Passive /Noctural Cooiling , Heat Pump, Sistem Hibrida, Pendingin Termoelektrik, Pengering Multiproduk, Pompa Air

Komponen Teknologi Surya Termal: Kolektor Temperatur Tinggi (Heat Pipe, dll), Thermal Storage, Konsentrator

Teknologi Surya Termal & Komponen: Passive/Noctural Cooiling, Heat Pipe, Heat Pump, Sistem Hibrida, Pendingin Termoelektrik, Pengering Multiproduk, Solar Process Heat, Solar Steam Turbine, Magnetized Plasma (Artificial Sun), OTEC, Absorber Coating (Thermal Material), Kolektor & Konsentrator Surya Termal

Litbang Litbang

Kajian Teknologi Skala Kecil-Medium : Adsorption Cooling , Absorption Cooling , Recirculation Solar Drying , Konsentrator , Sterilisator, Desalinasi

Survei Potensi Energi Surya , Potensi Hasil Pertanian & Kelautan Daerah berbasis lokasi

Survei Potensi Energi Surya , Potensi Hasil Pertanian & Kelautan Daerah berbasis lokasi
Kajian /Pengembangan Material & Komponen : Material Baru untuk Thermoelectric Cooling , Material Plastik UV Stabilized , Material Transparent , Kolektor Tabung Hampa , Thermal Storage

Standar Peralatan & Sistem Surya Termal

Kajian /Pengembangan Material & Komponen : Material Baru untuk Thermoelectric Cooling , Material Plastik UV Stabilized , Material Transparent , Kolektor Tabung Hampa , Thermal Storage

Kajian Teknologi Skala Kecil-Medium : Adsorption Cooling , Absorption Cooling , Recirculation Solar Drying , Konsentrator , Sterilisator , Desalinasi

Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi

63

Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2020) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Melanjutkan litbang Teknologi Surya Termal skala Melaksanakan litbang aplikasi kecil-medium untuk kegiatan pra & pasca panen Teknologi Surya Termal skala pertanian, rumah tangga, klinik/puskesmas desa, industri aplikasi kecil-medium untuk kecil-menengah-Besar: kegiatan pra & pasca panen pertanian, rumah tangga, Adsorption Cooling, Absorption Cooling, Recirculation klinik/puskesmas desa, industri Solar Drying, Konsentrator, Sterilisator, Desalinasi, kecil-menengah: Industrial Solar Process Heat, OTEC Pendingin Adsorbsi (Adsorption Cooling), Pendingin Absorpsi (Absorption Cooling), Pengering Surya Resirkulasi (Recirculation Solar Drying), Konsentrator, Sterilisator, Desalinasi Pengembangan aplikasi Pengembangan aplikasi Percontohan dan aplikasi komersial : Solar Dryer, komersial teknologi Surya semi-komersial teknologi Termal: Solar Dryer, Solar Surya Termal: Solar Dryer Solar Cooker, Solar Cooler/Refrigerator, Solar Cooker, Solar (Multi-produk), Solar Cooker, Water Heater, Solar Cooler/Refrigerator, Solar Solar Cooler/Refrigerator, Still/Desalination, EcoWater Heater, Solar Solar Water Heater, Solar House, Cool-Storage Still/Desalination, EcoStill/Desalination, Eco-House, System, Solar Collector, House, Cool-Storage Cool-Storage System, Solar Solar Concentrator, Solar System, Solar Collector, Collector, Solar Concentrator, Thermal Pump, Solar Concentrator, Solar Solar Thermal Pump, Thermal Pump, Sterilisator, Sterilisator, Industrial Sterilisator Solar Process Heat, Industrial Solar Process OTEC Heat Penelitian & Pengembangan Teknologi Surya Termal & Penelitian & Pengembangan Komponen: Passive/Noctural Cooiling, Heat Pipe, Heat Komponen Teknologi Surya Termal: Kolektor Temperatur Pump, Sistem Hibrida, Pendingin Termoelektrik, Tinggi (Heat Pipe, dll), Thermal Pengering Multiproduk, Solar Process Heat, Solar Steam Turbine, Magnetized Plasma (Artificial Sun), OTEC, Storage, Konsentrator Absorber Coating (Thermal Material), Kolektor & Penelitian & Pengembangan Konsentrator Surya Termal sistem Teknologi Surya Termal: Passive/Noctural Cooiling, Heat Pump, Sistem Hibrida, Pendingin Termoelektrik, Pengering Multiproduk, Pompa Air Mengembangkan Standar Peralatan & Sistem Surya Termal untuk aplikasi komersial Pengembangan Fasilitas Lab. Uji Terakreditasi Survei Potensi Energi Surya, Pengembangan Basis Data potensi aplikasi teknologi Potensi Hasil Pertanian & Surya Termal Kelautan Daerah berbasis lokasi

Jangka Pendek (2005-2010)

64

Kajian /Pengembangan Material & Komponen: Material Baru untuk Thermoelectric Cooling, Material Plastik UV Stabilized, Material Transparent, Kolektor Tabung Hampa, Thermal Storage, etc. Partisipasi dalam kegiatan Partisipasi dalam kegiatan Litbang terapan terkait, dan Litbang terapan terkait inisiatip melakukan investasi untuk produksi Initiatif untuk membuat kegiatan litbang sendiri maupun secara kemitraan dengan lembaga Litbang dan Komersialisasi teknologi baru hasil litbang untuk mencapai target Bauran energi Nasional Market Opportunities (Peluang Pasar) Peran Pemerintah Sosialisasi: Menyediakan informasi yang memadai dan akurat yang diperlukan konsumen

Sosialisasi: • Kampanye, Konsultasi, Pelatihan, Pendidikan, Penghargaan • Menyediakan informasi yang memadai dan akurat yang diperlukan konsumen sebagai teknologi energi alternatif untuk substitusi BBM Mengembangkan skema pendanaan untuk penyebarluasan penggunaan teknologi Surya Termal yang berkesinambungan

Menyiapkan pendanaan untuk pembangunan industri dan melaksanakan promosi secara intensif tentang pasar domestik dan internasional. Initiative procurement (Promosi peralatan Surya Termal) Kebijakan Peran Pemerintah Menerapkan kewajiban Membuat Standar Nasional Mendorong pengembangan sertifikasi/Labelisasi bagi Indonesia untuk semua infrastruktur, seperti penjualan sistem-sistem sistem-sistem Surya Termal laboratorium uji untuk Surya Termal dan Labelisasi sertifikasi & Labelisasi Memantau pelaksanaan kebijakan-kebijakan baik di Mendorong keluarnya tingkat pusat maupun daerah yang lebih kondusif untuk kebijakan-kebijakan baik di penerapan sistem energi surya tingkat pusat maupun daerah yang lebih kondusif untuk penerapan sistem energi surya Kebijakan Insentif: mendorong penerapan teknologi energi surya termal yang bersih lingkungan Kebijakan Transformasi Pasar: meningkatkan penggunaan produk yang memanfaatkan sumber energi surya termal di masyarakat

Mengembangkan inovasi Bekerjasama dengan sistem pendanaan untuk industri perbankan dan mendorong pendanaan finansial untuk mendorong untuk industri produk pendanaan untuk industri teknologi Surya Termal produk teknologi Surya Termal Peran Industri Membangun industri komponen penunjang sistem-sistem teknologi Surya Termal

65

Kebijakan Informasi: meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang sumber-sumber energi terbarukan Peran Industri Memberikan masukan untuk Partisipasi aktif dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan kebijakan pemerintah pemerintah dan memberikan masukan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan pemerintah Memproduksi komponenMendorong penggunaan Bersama-sama pemerintah komponen sistem standar nasional Indonesia membuat Standar Nasional teknologi energi surya untuk produk-produk Indonesia untuk semua termal sesuai SNI dan sistem-sistem teknologi energi komponen dan sistem bersertifikat aplikasi surya termal Menciptakan inovasiMemberikan masukan kepada Memberikan masukan inovasi system finansial kepada pemerintah untuk pemerintah dan legislative untuk mendukung mendorong dikeluarkannya tentang kebijakan yang harus perluasan pasar teknologi kebijakan sistem dukungan dibuat untuk mendorong energi surya finansial yang lebih kondusif dikeluarkannya kebijakan insentif untuk investasi industri untuk usaha produksi teknologi energi surya komponen energi surya 66 .

generator kecp. Sistem Kendali. Material Struktur terapung. Sudu Turbin. Terbenanm) SKEAL Skala 25kW (terapung) SKEAL Skala 50 kW (terbenam) (Kandungan Lokal Tinggi) SKEAL Skala > 500 kW (terapung dan terbenam) (kandungan lokal tinggi) Litbang Struktur terapung. Gear Box. Gear Box. generator kecp. Sistem Insfeksi & Sertifikasi Struktur terapung. Sudu Turbin.2025 10 x 1000 mW of Grid Produk SKEAL Skala Kecil (Penelitian) SKEAL Skala 4 x 25kW SKEAL Skala > 500 kW (5 x 100kW) Teknologi SKEAL Skala Kecil 1 kW (Konstruksi Terapung. Rendah. Sistem Kendali. generator kecp. SIstem Kapasitor /Inverter. struktur terbenam. SIstem Kapasitor /Inverter. Material. struktur terbenam. Material. Sistem Kendali. Rendah. Sudu Turbin. Roadmap Sektor Energi Arus Laut Tahun Pasar 2005 – 2010 Pengguna Khusus 2011 – 2015 12 x 25 kW off Grid 2016 . Gear Box. struktur terbenam. Rendah. SIstem Kapasitor /Inverter. Sistem Inspeksi& Sertifikasi Pembuatan Peta Potensi Energi Arus Laut di Wilayah Indonesia (Survey & Simulasi Numerik) Pemetaan Rinci Energi Arus Laut di Daerah Potensial Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 67 .11.

Meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem SKEAL skala menengah dengan mempertimbangkan pengaruh gelombang dan lingkungan sekelilingnya serta mengoptimumkan pengembangan sistem kendalinya. Mengembangkan peralatan dan proses untuk kegiatan produksi SKEAL Meningkatkan litbang rancang bangun sistem kendali SKEAL Jangka Pendek (2005-2010) Mengembangkan pemanfaatan teknologi SKEAL untuk berbagai keperluan Meningkatkan kualitas produksi komponen – komponen SKEAL Meningkatkan penggunaan komponen lokal untuk pembuatan komponen SKEAL Melaksanakan pemetaan Meningkatkan kehandalan sistem melalui pemilihan material yang sesuai namun relatif murah Peluang Pasar Peran Pemerintah Melanjutkan pemetaan Melanjutkan pemetaan 68 .Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Melaksanakan Litbang untuk Melaksanakan pemetaan Melaksanakan pemetaan SKEAL skala menengah potensi arus laut untuk SKEAL lebih rinci untuk daerah( survey dan simulasi numerik) daerah yang potensial untuk dalam jumlah banyak (Marine Curent Turbin Tidal SKEAL di Indonesia Farm) Melaksanakan litbang kinerja Meningkatkan litbang dalam Melaksanakan litbang SKEAL terhadap lingkungan rancang bangun dan berbagai sistim konversi rekayasa komponen SKEAL tropis dan sksla menegah energi Arus Laut ( SKEAL ) dengan teknologi tinggi yakni konversi SKEAL sumbu terhadap lingkungan laut yang bergelombang turbin horisontal dan vertikal Meningkatkan kemampuan rancang bangun rekayasa sistem Darieus turbine blade tidak simetris skala kecil dan analisis disain rancang bangun sistem SKEAL skala menengah. Membuat Prototipe SKEAL Membuat prototipe SKEAL skala 1 kW skala 25 kW dan meningkatkan kemampuan rancang bangun SKEAL skala menengah (50-300 kW) Peran Industri Menurunkan biaya produksi Menurunkan biaya dengan meningkatkan volume perawatan dengan pemilihan produksi komponen yang handal Mengurangi biaya konstruksi Mendukung pemerintah tower dan instalasi serta dalam pembiayaan riset-riset komponen lainya komponen SKEAL Melakasanakan litbang rotor daun turbin yang cocok dengan perairan Indonesia dan meningkatkan performance dan efisiensi SKEAL Darieus turbine blade tidak simetris skala kecil Meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem SKEAL skala kecil dengan mempertimbangkan pengaruh gelombang dan lingkungan sekelilingnya serta mengoptimumkan sistem kendalinya.

pameran. dan workshop Jangka Menengah (2011-2015) potensi energi arus laut dan pengguna untuk pemanfaatan SKEAL Meningkatkan informasi dan pendidikan (sekolah dan luar sekolah) dalam pemanfaatan SKEAL Menerbitkan / Mendukung mekanisme mempublikasikan hasil – hasil pasar dalam efektifitas litbang dan produk SKEAL distribusi komponen komponnen pembangkit listrik Melaksanakan diseminasi Membuat / mengadopsi hasil – hasil litbang melalui standar – standar dan proyek percontohan menerbitkan sertifikat SKEAL Peran Industri Melaksanakan promosi produk Mengembangkan SKEAL yang ada di pasaran kemungkinan pembiayaan dalam pemanfaatan SKEAL Jangka Panjang (2016-2025) potensi energi Arus Laut dan pengguna untuk pemanfaatan SKEAL Melaksanakan training dan penyuluhan kepada masyarakat pengguna Mengembangkan strategi untuk mendapatkan material unggulan untuk penggunaan khusus bagi keperluan pengembangan SKEAL Meningkatkan partisipasi dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi SKEAL Menyiapkan dana untuk Melaksanakan optimasi dalam Mengembangkan dan pembangunan infrastruktur proses produksi komponen memproduksi berbagai SKEAL model dan kapasitas SKEAL pabrik SKEAL skala besar untuk berbagai segmen pasar Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah Menciptakan kebijakan yang Mendorong pembangunan Membuat kerangka kerja mendukung pengembangan infrastruktur teknologi peraturan dan kebijakan pasar dengan pemberian SKEAL (standar.Jangka Pendek (2005-2010) potensi energi Arus Laut dan pengguna untuk pemanfaatan SKEAL Menyelenggarakan openhouse. sertifikat) yang mendukung insentif pajak dan regulasi pengembangan dan lainya pemanfaatan teknoloogi SKEAL Mendukung dan memberikan Mendukung standar nasional Mendukung pemberian dan international yang insentif pajak dan komponen kemudahan kredit untuk program listrik menggunakan relevan untuk produk SKEAL biaya lainya dalam pengembangan dan teknologi SKEAL pemanfaatan energi hijau Meningkatkan koordinasi antar pelaku litbang dan bisnis di bidang teknologi SKEAL Peran Industri Mendukung terciptanya pasar Membangun infrastruktur Mendorong berlakunya yang kompetitif jaringan distribusi untuk mekanisme pasar SKEAL memasarkan produk SKEAL yang kompetitif dan terbuka Meningkatkan pengertian dan Melanjutkan kegiatan penyuluhan kepada kepedulian masyarakat masyarakat dan memberikan terhadap pelaku bisnis dan training pengguna SKEAL 69 .

12. Roadmap Sektor Energi Gelombang 2005-2010 Pasar Produk Teknologi Litbang 70 Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi .

dan workshop pendidikan (sekolah dan luar sekolah) dalam pemanfaatan SKEG Menerbitkan / mempublikasikan Mendukung mekanisme pasar hasil – hasil litbang dan produk dalam efektifitas distribusi SKEG komponen komponnen pembangkit listrik Melaksanakan diseminasi hasil – hasil litbang melalui proyek percontohan Membuat / mengadopsi standar – standar dan menerbitkan sertifikat SKEG Melanjutkan pemetaan potensi energi gelombang dan pengguna untuk pemanfaatan SKEA Melaksanakan training dan penyuluhan kepada masyarakat pengguna Mengembangkan strategi untuk mendapatkan material unggulan untuk penggunaan khusus bagi keperluan pengembangan SKEG 71 . Meningkatkan informasi dan pameran.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Meningkatkan litbang Melaksanakan litbang berbagai Melaksanakan litbang untuk dalam rancang bangun sistim konversi energi meningkatkan performance dan rekayasa komponen gelombang selain OWC Berbagai Sistem Konversi SKEG dengan teknologi Energi Gelombang (SKEG) tinggi Meningkatkan performance dan Meningkatkan kemampuan Meningkatkan litbang efisiensi SKEG metode OWC rancang bangun rekayasa rancang bangun sistem skala kecil sistem OWC kendali SKEG interkoneksi Meningkatkan partisipasi Meningkatkan kemampuan Mengembangkan masyarakat daerah dalam analisis desain dan rancang pemanfaatan teknologi pengembangan dan bangun SKEG SKEG untuk berbagai pemanfaatan teknologi SKEG keperluan Menurunkan biaya produksi dengan meningkatkan volume produksi Mengurangi biaya konstruksi tower dan instalasi serta komponen lainya Peran Industri Menurunkan biaya perawatan dengan pemilihan komponen yang handal Mendukung pemerintah dalam pembiayaan riset-riset komponen SKEG Meningkatkan kualitas produksi komponen – komponen SKEG Meningkatkan penggunaan komponen lokal untuk pembuatan komponen SKEG Jangka Pendek (2005-2010) Mengembangkan peralatan dan Meningkatkan kehandalan proses untuk kegiatan produksi sistem melalui pemilihan SKEG material yang sesuai namun relatif murah Peluang Pasar Peran Pemerintah Melaksanakan pemetaan Melanjutkan pemetaan potensi energi angin dan potensi energi gelombang dan pengguna untuk pemanfaatan pengguna untuk pemanfaatan SKEG SKEG Menyelenggarakan openhouse.

sertifikat) yang mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknoloogi SKEG Mendukung standar nasional Mendukung pemberian dan international yang relevan insentif pajak dan untuk produk SKEG komponen biaya lainya dalam pengembangan dan pemanfaatan energi hijau Peran Industri Membangun infrastruktur jaringan distribusi untuk memasarkan produk SKEG Melanjutkan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat dan memberikan training Mendorong berlakunya mekanisme pasar SKEG yang kompetitif dan terbuka 72 .Jangka Pendek (2005-2010) Melaksanakan promosi produk SKEG yang ada di pasaran Melaksanakan optimasi dalam proses produksi komponen SKEG Jangka Menengah (2011-2015) Peran Industri Mengembangkan kemungkinan pembiayaan dalam pemanfaatan SKEG Jangka Panjang (2016-2025) Menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan pasar dengan pemberian insentif pajak dan regulasi lainya Mendukung dan memberikan kemudahan kredit untuk program listrik menggunakan teknologi SKEG Meningkatkan koordinasi antar pelaku litbang dan bisnis di bidang teknologi SKEG Mendukung terciptanya pasar yang kompetitif Meningkatkan pengertian dan kepedulian masyarakat terhadap pelaku bisnis dan pengguna SKEG Meningkatkan partisipasi dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi SKEG Menyiapkan dana untuk Mengembangkan dan memproduksi berbagai model pembangunan infrastruktur pabrik SKEG dan kapasitas SKEA untuk skala besar berbagai segmen pasar Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah Mendorong pembangunan Membuat kerangka kerja infrastruktur teknologi SKEG peraturan dan kebijakan (standar.

13. Roadmap Sektor Energi Hidrogen/Fuel Cell Tahun 2005 2010 2015 2025 Pasar 1 MW 50 MW 250 MW Produk Teknologi Litbang Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 73 .

Pembuatan regulasi dan standarisasi yang diperlukan.Sosialisasi Penggu-naan Teknologi Energi Hidrogen dan Ternologi Fuel Cell Jangka Menengah (2011-2015) Peran institusi Litbang : Disain dan pengembangan sistem PEFC kapasitas hingga 50 kW. penggunaan khusus.Mendorong penggunaan sistem portable fuel cell di fasilitas-fasilitas yang dipunyai oleh pemerintah. .Insentif pajak dan dukungan kemudahan untuk pengembangan industri fuel cell di dalam negeri. . . di Rumah sakit. Sasaran untuk pembangkit listrik mikro di rumah tangga. Peran Pemerintah : .Sosialisasi Penggunaan Teknologi Energi Hidrogen dan Ternologi Fuel Cell 74 . . . Sasaran kandungan lokal hingga 90 %. .Mendukung penyiapan sarana pendukung penggunaan teknologi fuel cell . maupun hotel.Menetapkan persentase kontribusi pembangkit energi ramah lingkungan dan terbarukan. penggunaan khusus. . telekomunikasi. Peran Pemerintah : .Menetapkan tahapan persentase penggunaan komponen yang dikembangkan dengan teknologi bangsa sendiri dalam industri manufaktur di Indonesia. . .Mendukung pengembngan sarana pendukung penggunaan teknologi fuel cell . dan telekomunikasi.Secara konsisten dan dukungan penuh untuk meningkatkan peran serta dan kesadran publik dalam penggunaan teknologi fuel cell. dengan kandungan lokal 70-90 % . . Sasaran untuk pembangkit listrik mikro di rumah tangga. dan utk alat transportasi. unit emergency.Sosialisasi Penggunaan Teknologi Energi Hidrogen dan Ternologi Fuel Cell Peran Pemerintah : . unit emergency. Jangka Panjang (2016-2025) Peran institusi Litbang : Disain dan pengembangan system power generator PEFC dengan kapasitas modular 50 kW untuk digunakan sebagai unit utilitas.Insentif pajak dan dukungan kemudahan untuk pengembangan industri fuel cell di dalam negeri.Pembuatan dan penyesuaain regulasi dan standarisasi bila diperlukan. .Penggunaan sistem portable fuel cell di fasilitasfasilitas yang dipunyai oleh pemerintah dan mendorong penggunaannya di masyarakat luas.Jangka Pendek (2005-2010) Peran institusi Litbang : Disain dan pengembangan stack Proton Exchange Fuel Cell (PEFC) dan unit portable PEFC kapasitas per unit 2 – 5 kW dengan kandungan lokal hingga 70%.Pembuatan dan penyesuaain regulasi dan standarisasi bila diperlukan.Keringanan pajak dan dukungan kemudahan import sistem/komponen fuel cell untuk pengembangan dan penguasaan teknologi fuel cell di dalam negeri.

Membangun dan mengembangkan kemampuan industri manufucturing fuel cell di dalam negeri. Mendukung aktif dalam pengembangan standar industri untuk peralatan fuel cell. telekomunikasi Sasaran Kapasitas Terpasang dan Pengguna : 250 Mega Watt • Teknologi sistem Portable telah sangat maju dan teruji keandalannya. • 2008 : s.Jangka Pendek (2005-2010) Peran Swasta : Bekerjasama dan membuat jaringan dengan institusi litbang dalam negri dalam pertukaran informasi.± 20 unit • Terintegrasi dengan jenis EBT lain ( PV dan Wind) digunakan di rumah tangga menjadi sistem pembangkit kls menengah keatas sbg tersebar yang digunakan back-up sistem pada daerah terpencil • 2007 : s. ±50 untuk keperluan khusus.d 5 MW . pengembangan prototipe untuk komponen subsitusi. militer.d 500 kW. • 2006 : s.d 100 kW. khususnya untuk digunakan di rumah tangga komplek industri pariwisata. telekomuni-kasi. Mengembangkan unit perakitan dengan multi sourcing components. Pengembangan dan diversifikasi produk komponen fuel cell. ±10 unit gunakan. • Meningkatkan pengembangkan instalasi produksi. Jangka Panjang (2016-2025) Peran Swasta : • Pengembangan dan diversifikasi produk fuel cell.d 250 kW. digunakan daerah wisata. penyimpanan dan pendistribusian gas hidrogen.d 50 MW . Jangka Menengah (2011-2015) Peran Swasta : Mengembangkan instalasi produksi. dan 2015 : s. pangkalan juga di industri parawisata.d 50 kW. • Mekanisme perkembangan penggunaan telah memasuki tahap mengkuti mekanisme pasar.d 10 MW . diperkirakan mulai • 2012 : s. • Melakukan investasi manufaktur untuk menigkatkan kemampuan dan pemenuhan permintaan pasar dalam negeri dan peluang export. jenis hingga 50 kW mulai di portable.d 15 kW.d US $50. ± digunakan juga pada sistem 5000 unit* telekomunikasi sbg catu • 2013 : s. (rt) kls menengah keatas back up sistem pada sbg back-up sistem instalasi khusus. dan dengan sasran terus meningkatkan kandungan komponen lokal. ± • 2009 : s. ±200 2500 unit* unit. ± 10 daya dan back up system 000 unit* • 2010 : s. digunakan di rt.d 20 MW . unit 500 unit* parawisata. penyimpanan dan pendistribusian gas hidrogen. Biaya per kW utk transportasi sudah mendekati US$ 100 s. ±400 • 2014 : s. portable.d 1000 kW.l unit portable. • Diperkirakan penggunaan untuk sistem transportasi dimulai. 75 .d 35 MW . a. dan manufucturing. ± 17 unit. Meningkatkan kapasitas produk dan dana investasi serta menciptakan kerjasama dengan investor luar negeri. ±125 industri budidaya unit portable di rt dan perikanan. • Harga investasi per kW telah sangat kompetitif dengan pembangkit portable konvensional menggunakan bahan bakar non-EBT. Sasaran Kapasitas Sasaran Kapasitas Terpasang dan Pengguna : Terpasang dan Pengguna : 50 Mega Watt 1 Mega Watt • Sistem dengan kapasitas • 2005 : s. industri parawisata • 2011 : s.

5 kWjam listrik ) Penggunaan 5 jam per hari Penggunaan 7 jam per hari Penggunaan10 jam per hari selama 1 tahun : selama 1 tahun : selama 1 tahun : 2005 .7 ton 2015 . 1525.2 ton Hidrogen 2005 . 1089.5 ton Hidrogen 2009 . 10. 27.8 ton 2014 . 762.93 liter bahan bakar minyak. 2179.4 ton 2012 . 38.1 ton Hidrogen Hidrogen Hidrogen 2013 .( 1kg Hidrogen ekivalen dengan 3.097 ton 2016-2020 . 1089.5 ton Hidrogen 2009 . 3050. 10.6 ton Hidrogen 2005 . 10. 7626. 4358. 21. 3813.1 ton Hidrogen 2008 . 7626.335 ton 2016-2020 .2 ton Hidrogen 2008 .8 ton Hidrogen 2008 . 109.2 ton Hidrogen 2005 . 7. 2. 95.3 ton Hidrogen 2009 .5 ton Hidrogen Hidrogen Hidrogen 2016-2020 .7 ton 2013 . 2179.4 ton 2014 . 54.9 ton 2015 .9 ton 2010 .6 ton Hidrogen 2005 .896. 217.5 ton Hidrogen 2010 .9 ton Hidrogen Hidrogen Hidrogen 2011 .9 ton Hidrogen Hidrogen Hidrogen 2015 . 76. 5447.3 ton Hidrogen 2007 .8 ton Hidrogen 2007 . 544.2 ton Hidrogen Hidrogen Hidrogen 2014 . ekivalen dengan 33.5 ton 2010 . 152.5 ton 2012 .5 ton Hidrogen Hidrogen Hidrogen 2012 . 68.1 ton 2013 .4 ton Hidrogen 2005 .8 ton 2011 . 54.7 ton 2011 . 15. 136. 5. 108. 1. 5338.9 ton Hidrogen 2007 .194 ton Hidrogen Hidrogen Hidrogen 76 . 3.

14. ROADMAP SEKTOR INDUSTRI ENERGI NUKLIR Tahun Pasar Basis data untuk pengambilan kebijakan pengelolaan energi nuklir jangka panjang Konstruksi PLTN 1 & 2 Tahun 2010 dan 2011 Desain pabrik pengolahan bahan dan elemen bakar nuklir Eksplorasi daerah potensial di Indonesia Desain sistem dan komponen PLTN 2005-2010 2011-2015 2016-2025 PLTN 1. 2023 & 2024 4-5% listrik Jamali Konstruksi PLTN 3 & 4 Tahun 2018 dan 2019 Peta Cadangan Uranium di seluruh Indonesia Desain dan rancang-bangun Sistem & komponen PLTN Pabrikasi BBN dan proses pengolahan limbah Produk Teknologi reaktor dan sistem PLTN Teknologi /Eksplorasi Pemilihan teknologi daur BBN Rancang-bangun pabrikasi BBN dan pengelolaan limbah Persiapan pembangunan & operasi Litbang teknologi daur BBN Litbang operasi dan perawatan Litbang industri komponen PLTN Litbang keselamatan PLTN Litbang Kajian teknoekonomi bahan bakar nuklir (BBN) Pemetaan cadangan uranium di seluruh wilayah Indonesia Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 77 . 3 & 4 beroperasi Tahun 2016. 2017. 2.

Penyiapan tapak dan draf Penerimaan masyarakat terhadap pengoperasian PLTN. Cadangan Uranium di seluruh wilayah Indonesia. Jangka Pendek (2005-2010) Produksi bahan dan elemen bakar nuklir. 3. 78 . Proses pengolahan limbah nuklir dan penyimpanan bahan bakar nuklir bekas. Updating data sebagai bagian dari pengembangan kapasitas pasokan Uranium jangka panjang. Data terbukti tentang pasokan Uranium jangka panjang untuk mengamankan operasi PLTN. BIS. 4. penyiapan dan penyelesaian sistem perizinan nasional. Teknologi Reaktor dan Sistem PLTN Dukungan untuk persiapan pembangunan (Pre-project activities). serta pengembangan pabrik Uranium Oksida (Yellow Cake) skala pilot. khususnya nuklir Dukungan litbang untuk operasi dan perawatan serta desain komponen dan sistem PLTN. Eksplorasi Uranium di daerah Sumatera dan daerah lainnya di Indonesia.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif Basis data untuk pengambilan kebijakan pengembangan bahan bakar nuklir dan pengelolaan Uranium jangka panjang. Penyiapan studi tapak Penyiapan laboratorium Science & technology base bidang teknologi PLTN. Pembangunan & Pengoperasian PLTN 4x1000Mwe Public information & education. 2. Kajian teknologi pengolahan limbah nuklir dan proses penyimpanan bahan bakar nuklir bekas. 4 dan izin pengoperasian PLTN ke 1. perizinan konstruksi PLTN ke 1 & 2. Explorasi Uranium di daerah Kalimantan. transfer teknologi dan partisipasi industri nasional. penyiapan URD. PSAR. Penyiapan tapak dan draf Penerimaan masyarakat terhadap pembangunan PLTN. Perizinan pembangunan PLTN ke 3. program penerimaan masyarakat terhadap PLTN. Sistem perizinan untuk Pembangunan dan pengoperasian PLTN. UU dan aturan pelaksanaannya. Desain pabrik pengolahan limbah nuklir dan penyimpanan bahan bakar nuklir bekas. Desain pabrik bahan dan elemen bakar nuklir. Kajian teknologi dan ekonomi bahan bakar nuklir yang disesuaikan dengan jenis PLTN yang akan dikembangkan di Indonesia.

Jamali. Litbang keselamatan untuk mendukung perizinan pembangunan dan pengoperasian PLTN. Panas mencapai >30 %. serta pengembangan material/bahan peralatan yang semakin efisien dengan harga yang makin bersaing. Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pengembangan teknologi PLTN. Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) dokumen pendukung URD. serta pengembangan material/bahan peralatan yang semakin efisien dengan harga yang makin bersaing. Teknologi Reaktor dan Sistem PLTN Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pengembangan teknologi. khususnya bagian kenukliran (nuclear island) dalam rangka transfer teknologi dan partisipasi industri nasional. terpilih lainnya di Wilayah PSAR. BIS serta pendanaan dan pembentukan pemilik (owner) untuk PLTN 1 & 2. serta transfer teknologi dan partisipasi industri nasional (parnas). PSAR. ekonomi dan pendanaan pabrikasi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. BIS untuk PLTN 3 & 4. Analisis keselamatan untuk dokumen izin konstruksi. 79 . ekonomi dan pendanaan dalam rangka persiapan pembangunan PLTN. Transfer teknologi dan partisipasi industri nasional. serta dikuasainya karakteristik keselamatan calon reaktor. Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pengembangan desain dan prototipe untuk komponen peralatan pabrik dan proses manufacturing. Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pengembangan desain dan prototipe untuk komponen PLTN dan proses manufacturing. Peran Industri Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pengembangan teknologi produksi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif dalam rangka transfer teknologi dan partisipasi industri nasional. Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pengembangan teknologi. Litbang pembangunan dan pengoperasian PLTN. Jaminan keselamatan operasi PLTN berikutnya.Jangka Pendek (2005-2010) dokumen pendukung URD. rangka transfer teknologi dan partisipasi industri nasional.

80 . desain komponen dan sistem PLTN. termasuk penyiapan partisipasi industri nasional.Pembangunan & Pengoperasian PLTN 4x1000Mwe Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam penyiapan tapak dan draf dokumen pendukung URD. serta pembangunan pabrik bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam penyiapan tapak dan draf dokumen pendukung URD. PSAR. Membantu BUMN/Swasta dalam proses pembangunan PLTN 3 & 4. BIS untuk PLTN 3 & 4. Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pelaksanaan studi detil tapak terpilih lainnya di Wilayah Jamali. rangka transfer teknologi dan partisipasi industri nasional. khususnya bagian kenukliran (nuclear island) dalam rangka transfer teknologi dan partisipasi industri nasional. Membantu BUMN/Swasta dalam proses pembangunan PLTN 1 & 2 dan penyiapan pembangunan PLTN 3 & 4. Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pengembangan desain dan prototipe untuk komponen PLTN dan proses manufacturing. Membantu BUMN dalam mengembangankan desain dan manufacturing komponen dan sistem pabrikasi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. Pembangunan & Pengoperasian PLTN 4x1000MWe Membantu BUMN/Swasta dalam program penyiapan pembangunan PLTN 1 & 2. serta pengembangan material/bahan peralatan yang semakin efisien dengan harga yang makin bersaing. Membantu BUMN dalam mengembangankan desain komponen dan sistem pabrikasi. Membantu BUMN/Swasta Membantu BUMN/Swasta dalam pengembangan desain dalam pengembangan komponen dan sistem PLTN. Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pengembangan teknologi. Peluang Pasar Peran Pemerintah Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif Membantu BUMN dalam mengusahakan transfer teknologi tentang komponen dan sistem pabrikasi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. BIS serta pendanaan dan pembentukan pemilik (owner) untuk PLTN 1 & 2. ekonomi dan pendanaan dalam rangka persiapan pembangunan PLTN. Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah dalam pengembangan teknologi PLTN. PSAR. Teknologi Reaktor dan Sistem PLTN Membantu BUMN/Swasta dalam mengushakan transfer teknologi dan pengembangan desain komponen dan sistem PLTN.

Mengembangkan desain komponen dan sistem pabrikasi. Berperan aktif pada proses pembangunan PLTN 3 & 4. Menetapkan sistem insentif dan disinsentif dalam pengembangan/desain komponen dan sistem serta manufakturing pabrik bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. Teknologi Reaktor dan Sistem PLTN Merencanakan dan melaksanakan program transfer teknologi. Menetapkan sistem insentif dan disinsentif dalam transfer teknologi dan pengembangan sistem pabrikasi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. khususnya partisipasi industri nasional dan penyiapan pembangunan PLTN 3 & 4. Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif Bersama BUMN merencanakan dan mengusahakan sendiri pabrikasi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. khususnya partisipasi industri nasional. 81 .Peran Industri Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif Mengusahakan transfer teknologi tentang komponen dan sistem pabrikasi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. Mengembangkan desain dan manufacturing komponen dan sistem pabrikasi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. karena sifatnya yang strategis secara politis dan keamanan nasional. Pembangunan & Pengoperasian PLTN 4x1000MWe Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah melaksanakan program penyiapan pembangunan PLTN 1 & 2. Mengusahakan transfer teknologi serta pengembangan desain komponen dan sistem PLTN. Teknologi Reaktor dan Sistem PLTN Mengusahakan transfer teknologi yang terkait dengan komponen dan sistem PLTN. serta mengusahakan partisipasi industri nasional Menetapkan sistem insentif dan disinsentif dalam transfer teknologi dan pengembangan desain komponen dan sistem PLTN. khususnya partisipasi industri nasional. Mengusahakan transfer teknologi serta pengembangan desain dan manufacturing komponen dan sistem PLTN. serta pembangunan pabrik bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. pengembangan/desain komponen dan sistem PLTN. Berperan aktif pada proses pembangunan PLTN 1 & 2. Menetapkan sistem insentif dan disinsentif serta pengembangan desain komponen dan sistem PLTN.

serta mengusahakan partisipasi industri nasional. PLTN 1 & 2 dan penyiapan pembangunan PLTN 3 & 4. pengembangan/desain komponen dan sistem PLTN. Pembangunan & Pengoperasian PLTN 4x1000MWe Mengusahakan pembentukan pemilik (owner) PLTN dan proses pendanaannya. Mendukung dan menetapkan sistem insentif dan disinsentif pada proses pembangunan PLTN 3 & 4. Mengusahakan proses Mengusahakan proses penyiapan dan pembangunan pembangunan PLTN 3 & 4. Mengusahakan pengembangan/desain komponen dan sistem serta manufakturing pabrik bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif Merencanakan dan mengusahakan pabrikasi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. 82 . dan kontribusi prosentasi parnas.Pembangunan & Pengoperasian PLTN 4x1000MWe Mendorong penggunaan energi nuklir dalam program diversifikasi energi nasional. Melaksanakan program transfer teknologi dan pengembangan/desain komponen dan sistem PLTN. Melaksanakan program pengembangan/ desain dan manufakturing komponen dan sistem PLTN. Mengusahakan transfer teknologi dan pengembangan sistem pabrikasi bahan bakar nuklir dan pengolahan limbah radioaktif. Mendukung dan menetapkan sistem insentif dan disinsentif pada proses penyiapan dan pembangunan PLTN 1 & 2 dan penyiapan pembangunan PLTN 3 & 4. serta menetapkan persentase kontribusi energi nuklir terhadap penyediaan energi nasional. Peran Industri Teknologi Reaktor dan Sistem PLTN Merencanakan dan melaksanakan program transfer teknologi.

B.2010 2011 . Daerah. Karboni sasi Tek. kimia. .2015 PLN. Roadmap Sektor Energi Batubara 2005 . Disain Konsep Tek. semen. B.15. Industri 2016 . Ekspor Industri ( tekstil. Ramah Lingkungan Teknologi Liquefaksi. PLN Transportasi Produk Marketable Coal Mesin Briket Polution Control Pulverizer Boile r PLTU Kemampuan Nasional PLTU B. Daerah. Alternatif Fine CB DeSOx Upgrading Mill Fire Disain Komp.B.dll) . Pasar Coal Co. Separasi.2025 Industri (petrokimia). Cair Chemicals Teknologi Upgrading Briket Polution Control Pulverizing Boiler Integrasi Sistem Sistem Proses/pembangkit Efisien. Pembakaran Chemical Analysis Litbang Karakterisasi Mapping Bio-Coal Teknologi Gasifikasi Teknologi Hidrogenas Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 83 .

pem-bangkit listrik (boiler. Meningkatkan litbang di bidang Melakukan kerjasama antar teknologi desulfurisasi pada industri untuk peningkatan ke sistem pembangkit dan skala komersial pencegahan kebakaran spontan batubara Meningkatkan litbang di bidang Melakukan kerjasama dengan industri dan optimalisasi teknologi fines perusahaan tambang coal briquetting atau briket batubara untuk pembuatan limbah batubara halus skala komersial Melanjutkan litbang Melakukan litbang di bidang pembuatan skala prototipe teknologi karbonisasi (pembuatan kokas briket dan dan mendorong kerjasama karbon aktif) dan hidrogenasi dengan industri untuk skala untuk penyediaan bahan bakar komersial terutama untuk briket kokas dan karbon aktif alternatif dan produk kimia Mendorong kerjasama antar industri dan perusahaan tambang batubara untuk pembuatan industri Mendorong investor nasional dan internasional untuk peningkatan ke skala komersial. pencucian. peralatan/komponen internasional untuk pembuatan skala komersial. serta melaksanakan integrasi BOP. serta melaksanakan integrasi sistem Mendorong kerjasama dengan industri dan perusahaan tambang batubara untuk pembuatan skala komersial Mendorong tercapainya kontribusi batu bara cair sedikitnya 2 % terhadap bauran energi nasional pada 84 . pembriketan batubara) serta pembuatan prototipe berdasarkan kemampuan bangsa sendiri Meningkatkan litbang di bidang teknologi pembakaran dan gasifikasi batubara peringkat rendah. Meningkatkan litbang di bidang Menjembatani kerjasama antar industri nasional dan rekayasa rancang bangun gasifier. modifikasi boiler sistem industri (fuel switching) serta pembuatan prototipenya. peningkatan nilai kalor. serta disain sistemnya Melakukan kerjasama dengan industri dan perusahaan tambang batubara untuk peningkatan ke skala komersial Peningkatan kapasitas teknologi nasional di bidang pemanfaatan batubara peringkat rendah Melakukan litbang di bidang teknologi pembakaran & gasifikasi batubara peringkat rendah yang terintegrasi dengan lebih memperhatikan aspek lingkungan dan efisiensi. dll).Jangka Pendek (2005-2010) Jangka Menengah (2011-2015) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Jangka Panjang (2016-2025) Finalisasi mapping dan karakterisasi (sifat kimia dan fisik) batubara Meningkatkan litbang Teknologi up-grading (blending. bio-coal mixed fuel.

Kebijakan Peran Pemerintah • Mengarahkan pemakaian batubara peringkat rendah baik digunakan sebagai bahan bakar langsung maupun tidak langsung melalui proses konversi di PLTU dan industri • Mendorong industri untuk mengutamakan produksi bangsa sendiri • Mendorong perusahaan tambang batubara untuk meningkatkan produksi Meningkatkan kapasitas teknologi dan industri pemanfaatan energi batubara peringkat rendah nasional 85 . pencucian. Peluang Pasar Memberikan insentif finansial maupun pajak kepada pengusaha dan fabrikator teknologi nasional Memberikan kesempatan kepada fabrikator untuk memproduksi komponen & sistem Peran Pemerintah Investasi untuk peningkatan infrastruktur. dll Peran Industri Meningkatkan kemampuan manufakturing Mengembangkan model bisnis di bidang pembangkit listrik. industri. bio-coal mixed fuel. dan produk kimia serta jaringannya Mengembangkan kapasitas industri komponen & sistem energi nasional Membuka kesempatan pengembangan usaha di dalam negeri maupun luar negeri Investasi untuk fasilitas manufakturing Menghimpun kemampuan manufakturing Memanfaatkan insentif pemerintah seoptimal mungkin untuk pengembangan kekuatan bisnis Mengembangkan pasar domestik dan internasional. penyediaan bahan bakar. Industri lain. serta jejaring untuk distribusi Memberikan fasilitas untuk pengembangan SDM Memberikan kemudahan keterlibatan swasta nasional dalam program PLN. pembriketan batubara) serta sistem PLTU dan boiler industri.Jangka Pendek (2005-2010) Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) pencairan batubara dalam tahun 2025 skala demonstrasi/ komersial Peran Industri Peningkatan kemampuan Memberikan informasi SDM untuk menunjang kemampuan & fasilitas manufaktur untuk pembuatan kegiatan manufaktur dan prototipe peralatan up-grading peluang pasar batubara (blending. peningkatan nilai kalor.

Jangka Pendek (2005-2010) • Meningkatkan litbang untuk peningkatan kandungan lokal yang tinggi (≥ 68 %) dalam pembangunan PLTU skala kecil Jangka Menengah (2011-2015) Jangka Panjang (2016-2025) Mengkonsentrasikan pada kebijakan peningkatan kemampuan untuk dapat mandiri Peran Industri Meningkatkan kemampuan SDM dan fasilitas produksi Meningkatkan kapasitas dan daya saing produk 86 .

Hidrat. BBG/SPBG. Syngas. CNG/BBG. GTW. Teknologi Small Scale : GTL. Hidrat di darat/lepas pantai/laut dalam. BBG. combustion. Syngas. LPG. LNG. LPG Hidrat. PLTG (Small Scale) GTL. Teknologi Small Scale : GTL.16. Fuel Cell Pilot Proyek Teknologi : (Small Scale) GTL . CBM. LNG Gas Pipa (Transmisi & distribusi Gas). Fuel Cell (Kandungan Lokal Tinggi) Teknologi Teknologi Infrastruktur (Pipa. GTW. listrik Gas Pipa (Transmisi & distribusi Gas). LPG Hidrat. reduksi flare gas. Hidrat.2010 Pasar Konsumen Gas : •Pembangkit Listrik • Industri •Rumah Tangga & Komersial •Transportasi 2011-2015 Penggunaan Gas domestik minimal 15 % dalam Energi Mix. Kandungan lokal tinggi dalam peralatan gas Produk Gas Pipa (Transmisi & distribusi Gas). Roadmap Sektor Gas Bumi 2005 . Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 87 . LNG. LPG. LPG) Teknologi CNG/LGV Teknologi PLTG Kelayakan Teknologi : Pipa. LNG. LNG. Natural gas based Fuel Cell Optimasi antara : •Sumber Energi Gas •Penggunaan Gas Domestik •Infrastruktur •Kandungan/Komponen Lokal Litbang Pemetaan Sumber Energi Gas : Lapangan Gas/stranded. BBG. listrik Gas Pipa (Transmisi & distribusi Gas). LNG.6 % dalam Energi Mix. Biogenic gas. Hidrat. Fuel Cell Gas Pipa (Transmisi & distribusi Gas). Hidrat. LNG. Kandungan lokal meningkat dalam peralatan gas 2016-2025 Penggunaan Gas domestik Mencapai 30.

Biogenic gas. SPBG. Harga. Peningkatan kandungan teknologi lokal pada Pemanfaatan BBG transportasi. Jangka Pendek (2005-2010) Kajian Teknologi Pengawasan/monitoring Inspeksi/Monitoring Pipa Gas Transmisi dan Distribusi Gas (Kehandalan sistem pipa) Bumi Kajian teknologi kendaraan BBG. peningkatan teknologi produksi gas bumi.) Upaya penemuan cadangan gas baru dari reservoir overlook zone melalui kajian ulang lapangan-lapangan gas yang telah ditemukan. tangki BBG Kajian kelayakan teknologi konversi pilihan (LNG. Pengembangan / litbang. Master Plan Gas: Alokasi. Kajian Optimasi/Studi Kelayakan pengembangan stranded gas. H2. Pengawasan/monitoring Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Mempertahankan besar cadangan gas kategori proven yang dapat menjamin target produksi gas nasional Upaya mengembangkan lapangan-lapangan gas marjinal secara komersial melalui proyek terpadu Kesinambungan pembangunan infrastruktur produksi gas secara terpadu Tercapainya pengembangan semua potensi cadangan gas dari lapangan-lapangan marjinal Tersedianya infrastruktur produksi gas terpadu sehingga semua lapangan gas dapat dikembangkan secara ekonomis 88 . Evaluasi/Review Master Plan Persiapan dan Penyusunan Gas: Alokasi. Hidrat.) Peningkatan status cadangan gas dari kategori probable / possible menjadi kategori proven melalui pemboran sumur-sumur pengembangan di lapanganlapangan gas yang telah ditemukan. Harga. H2. Standarisasi sumber (fosil maupun energi diversifikasi sumber (fosil terbarukan. hidrat di lapangan Gas/stranded. Sumber Energi Gas: CBM. GTL. Hidrat. Peningkatan kandungan lokal pada konversi pilihan (LNG. Pengembangan/ Standarisasi diversifikasi litbang. darat/lepas pantai/laut dalam CBM.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Penyusunan Peta/Pemetaan Evaluasi/Review Kebijakan Evaluasi & Review Nasional Sumber Energi Gas: Energi. dll.) maupun energi terbarukan) Kajian Optimasi & Studi Kelayakan sumber-sumber gas/stranded gas. hidrat di darat/lepas pantai/laut dalam. peningkatan teknologi produksi gas bumi. Peta Nasional Kebijakan Energi lapangan Gas/stranded. GTL. Peningkatan kandungan teknologi lokal pada industri hulu gas bumi. Biogenic gas. Upaya peningkatan nilai keekonomian cadangan gas dari lapangan-lapangan marjinal melalui strategi pengembangan yang tepat Pembangunan infrastruktur produksi gas secara terpadu dalam upaya optimasi pengembangan lapanganlapangan gas.

H2. Eksplorasi gas di daerah frontier & laut dalam di Cekungan berpotensi mengandung gas. H2. teknologi konversi pilihan (LNG.Jangka Pendek (2005-2010) Pengembangan teknologi eksploitasi lapangan gas di laut dalam (deep offshore) Penelitian potensi cadangan gas inkonvensional (coalbed methane and gas hydrate) serta pelaksanaan proyek pilot. di wilayah Indonesia bagian Barat & Timur Persiapan & implementasi: kajian teknis penentuan wilayah eksplorasi. Hidrat) Berperan aktif dalam pelaksanaan pengembangan cadangan gas nasional melalui program kerja dan investasi yang tepat. Jangka Menengah (2011-2015) Implementasi teknologi pengembangan lapanganlapangan gas di laut dalam Uji komersialisasi produksi gas inkonvensional dari coalbed methane dan gas hidrat. Peran Industri Penerapan teknologi peningkatan produksi Gas Bumi Pengembangan & Penerapan teknologi pengawasan/keamanan pipa gas. Hidrat) Pembentukan konsorsium dan kerjasama yang saling menguntungkan diantara stakeholders dalam upaya optimalisasi pengembangan cadangan gas nasional Perencanaan. program kerja Implementasi pembentukan dan pelaksanaan Speculative konsorsium antar instansi terkait (pemerintah & industri survey dan pemboran eksplorasi migas di Cekungan migas) untuk kegiatan eksplorasi lanjut frontier & laut dalam Peluang Pasar Peran Pemerintah Pengembangan Pasar Gas Nasional & Internasional Evaluasi Rencana strategis pengembangan industri pemakai gas Tercapainya pengembangan semua potensi cadangan gas nasional dalam upaya memenuhi target produksi gas Pengembangan dan komersialisasi lapanganlapangan gas daerah frontier & laut dalam untuk menjamin pasokan gas jangka panjang Kajian Pasar Gas Nasional & Internasional Penyusunan peta dan rencana strategis pengembangan industri pemakai gas 89 . GTL. konversi pilihan (LNG. Evaluasi dan monitoring kegiatan eksplorasi lanjut untuk keperluan pelaksanaan pengembangan lapangan gas Jangka Panjang (2016-2025) Terciptanya standard baku (good engineering practices) pengembangan lapangan gas di laut dalam Pengembangan lapangan coalbed methane dan gas hidrat secara komersial skala penuh Monitoring pengembangan prospek-prospek berpotensi mengandung gas secara ekonomis di cekungan-frontier & laut dalam. GTL. inventarisasi dan kemudahan akses data Pengujian/percontohan Optimasi & Kelayakan sumber-sumber gas. peningkatan teknologi produksi Gas Bumi Pilot proyek Penerapan teknologi pengawasan/keamanan pipa gas.

FC. Kajian peningkatan kandunga lokal sistem PLTG dan FC. FC. Monitor dan kendali Implementasi Substitusi BBM oleh Gas/LPG Penyusunan Peta Pembangkit Gas bumi. Penetapan kebijakan prioritas pemanfaatan produksi gas Pengembangan teknologi pemanfaatan gas skala kecil dan menengah Pembangunan sarana dan prasarana untuk pemasaran gas kepada konsumen Penyusunan peta sebaran potensi gas Penyiapan dan melaksanakan penawaran wilayah kerja eksplorasi gas daerah froniter dan laut dalam Implementasi rencana induk pengembangan industri pemakai gas Distribusi Gas Bumi/LPG ke Pengguna Implementasi Rencana Induk Substitusi BBM oleh Gas/LPG Sektor Rumah Tangga Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi/LPG Jangka Menengah (2011-2015) Evaluasi Rencana Induk Substitusi BBM oleh Gas/LPG Rumah Tangga Evaluasi Rencana Induk Substitusi BBM oleh Gas/LPG Sektor Transportasi Evaluasi/review dan monitoring Infrastruktur Gas Bumi/LPG (Rencana Induk Transmisi dan Distribusi Gas Bumi) Evaluasi Monitor dan kendali Implementasi Substitusi BBM oleh Gas/LPG Evaluasi dan Review Peta Pembangkit Gas bumi. dan kajian pengembangan PLTG. dan kajian pengembangan PLTG. Strukturisasi harga gas yang tepat sehingga lebih kompetitif Pengembangan peluang pasar domestik dalam pemanfaatan gas secara ekonomis Peningkatan sarana dan prasarana sebagai upaya berkesinambungan dari rencana sebelumnya Pemanfaatan potensi gas untuk pengembangan gas & peningkatan produksi gas Intensifikasi penawaran wilayah kerja eksplorasi gas Jangka Panjang (2016-2025) Terciptanya pemanfaatan gas secara nasional Terciptanya peluang pasar gas domestik secara nasional Terciptanya sarana dan prasarana pemasaran gas Mempertahankan pengembangan gas untuk menambah peningkatan produksi gas Pengembangan industri lokal peralatan teknologi Peran Industri Pengembangan industri pemakai gas Perluasan distribusi gas bumi ke pengguna Peningkatan/perluaan substitusi BBM oleh Gas/LPG Sektor Rumah Tangga Pengembangan infrastruktur gas bumi 90 .Jangka Pendek (2005-2010) Rencana Induk Substitusi BBM oleh Gas/LPG Sektor Rumah Tangga Rencana Induk Substitusi BBM oleh Gas/LPG Sektor Transportasi Kajian Kebutuhan dan pelelangan Infrastruktur Gas Bumi/LPG (Rencana Induk Transmisi dan Distribusi Gas Bumi) Perencanaan. Meningkatkan kandungan lokal sistem PLTG dan FC.

sosial. politik dan keamanan nasional yang kondusif bagi investor dalam kegiatan pengusahaan cadangan gas Penentuan regulasi kemudahan akses dan akuisisi data. akses data dan akuisisi data untuk tujuan meningkatkan investasi di bidang eksplorasi gas Menjalin kerjasama dengan investor disektor hulu Mendukung pemberian insentif pajak dan komponen biaya lainnya dalam pengem. serta penyiapan lahan eksplorasi gas Menyusun dan melaksanakan rencana strategis eksplorasi sumberdaya gas Peningkatan kerjasama dengan investor disektor hulu Melanjutkan pelaksanaan renstra eksplorasi sumberdaya gas Melanjutkan pelaksanaan renstra eksplorasi sumberdaya gas 91 .Jangka Pendek (2005-2010) Pelaksanaan produksi gas dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar melalui rencana kerja dan investasi yang tepat Penggunaan teknologi eksplorasi gas daerah frontier dan laut dalam Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2025) Upaya mempertahankan Terpenuhinya kebutuhan produksi gas untuk memenuhi pasar gas baik domestik kebutuhan pasar maupun ekspor Mempercepat pelaksanaan investasi eksplorasi gas Meningkatkan pelaksanaan investasi eksplorasi gas Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah Mendukung dan memberikan Mendukung standar nasional kemudahan kredit untuk dan international yang program peningkatan relevan untuk penggunaan penggunaan gas di dalam gas bumi negeri Melakukan koordinasi antar Meningkatkan koordinasi pelaku litbang dan bisnis di antar pelaku litbang dan bidang teknologi Gas bisnis di bidang teknologi Gas Upaya perbaikan regulasi Perumusan dan penetapan regulasi dalam pengusahaan untuk menarik investor berpartisipasi dalam dan pengelolaan cadangan pengusahaan dan gas inkonvensional pengelolaan cadangan gas inkonvensional Perbaikan rumusan insentif Perumusan insentif (pajak/royalti) serta model (pajak/royalti) serta model keekonomian yang saling keekonomian dalam menguntungkan bagi pengembangan lapangan pemerintah dan investor gas marjinal serta lapangan gas inkonvensional.bangan dan pemanfaatan Gas/LPG Terciptanyan regulasi yang baku sebagai acuan bagi investor dalam pengusahaan dan pengelolaan cadangan gas inkonvensional Terciptanya rumusan insentif (pajak/royalti) serta model keekonomian yang memiliki daya tarik bagi investor Terciptanya kondisi sosial. politik dan keamanan politik dan keamanan nasional yang kondusif bagi nasional yang kondusif bagi investor dalam kegiatan investor dalam kegiatan pengusahaan cadangan gas pengusahaan cadangan gas Penentuan regulasi insentif eksplorasi gas daerah frontier dan laut dalam Evaluasi dan monitoring regulasi insentif. Mempertahankan kondisi Menciptakan kondisi sosial.

mekanisme pasar Gas/LPG SPBG. tangki dan industri yang kompetitif dan terbuka pemakai gas Pengujian dan Piloting Peningkatan kandungan lokal teknologi PLTG dan FC lokal. SPBG. menguntungkan perkembangan teknologi menengah maupun besar Transfer teknologi akuisisi Eksplorasi dan Melanjutkan eksplorasi data eksplorasi pengembangan gas secara dan pengembangan gas komersial secara komersial Jangka Menengah (2011-2015) Peran Industri Membangun infrastruktur jaringan Transmisi dan distribusi gas Jangka Panjang (2016-2025) 92 .Jangka Pendek (2005-2010) Percontohan/Long-term test Mendorong berlakunya teknologi kendaraan BBG. kepedulian masyarakat terhadap pelaku bisnis dan pengguna Gas Bumi Menjamin terpenuhinya Meningkatkan besar dan Berperan aktif dalam status cadangan gas melalui kebutuhan gas nasional pengembangan semua baik domestik maupun program kerja dan investasi potensi cadangan gas ekspor melalui konsep yang berkesinambungan nasional secara komersial usaha yang saling serta pemanfaatan baik yang berskala kecil. pada teknologi industri pemakai gas komponen automotif BBG. PLTG dan FC untuk pembangkitan listrik Mendukung terciptanya pasar Melanjutkan kegiatan penyuluhan kepada yang kompetitif serta meningkatkan pengertian dan masyarakat dan memberikan pelatihan.

Roadmap Sektor Minyak Bumi TAHUN PASAR 2005-2010 2011-2015 2016-2025 Residential Commercial Industry Electricity Transportation Crude oil supply PRODUK Reliable Petroleum Logistic Exploration & Production Logistic System Low grade crude oil utilization Clean Petroleum Fuels & Blend with Biofuels& synfuels Integrated Refinery Refinery Clean Fuels Technology Blending with bio-fuels and synthetic fuels Energy efficiency & Improve Process E-P Offshore/Deep Water Enhancement Oil Recovery TEKNOLOGI LITBANG Otimization Logistic Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 93 .17.

Jangka Pendek (2005-2010) Jangka Menengah (2011-2015) Penelitian dan Pengmbangan (litbang) Peran Pemerintah • Melaksanakan litbang EOR • Melaksanakan Litbang Eksplorasi – produksi migas offshore/deep water Jangka Panjang (2016-2025) Explorasi dan Produksi • Melaksanakan Libang Enhanced Oil Recovery (EOR) • Melaksanakan Litbang Eksplorasi – produksi migas offshore/deep water • Melaksanakan litbang EOR • Melaksanakan Litbang Eksplorasi – produksi migas offshore/deep water Logistik Minyak Bumi • Litbang optimisasi sistem Meningkatkan kehandalan logistik minyak mentah sistem logistik minyak bumi baik dan bahan bakar • Litbang minimisasi emisi disisi wholesale maupun retail polutan sistem distribusi BBM di sisi retail (SPBU) • Kilang Minyak • Meningkatkan kinerja kilang • Meningkatkan kinerja baik dari aspek efisiensi kilang baik dari aspek energi maupun aspek efisiensi energi maupun lingkungan aspek lingkungan • Intensifikasi proses kilang via • Feasibility study (FS) pembangunan kilang baru bio-process dan revamping yang memenuhi kebutuhan BBM domestik dan spesifikasi bahan bakar ramah lingkungan Bahan bakar bersih Studi peningkatan kualitas Meningkatkan kualitas BBM BBM dalam negeri melalui dalam negeri pembangunan kilang modern dan blending dengan biofuels dan synfuels Peran Industri Eksplorasi dan Produksi Bekerjasama dengan institusi Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah litbang pemerintah melaksanakan riset dan melaksanakan riset dan pengembangan EOR & deep pengembangan EOR & deep water/offshore water/offshore technology technology Meningkatkan kehandalan sistem logistik minyak bumi baik disisi wholesale maupun retail • Meningkatkan kinerja kilang baik dari aspek efisiensi energi maupun aspek lingkungan • Intensifikasi proses kilang via bio-process Meningkatkan kualitas BBM dalam negeri Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah melaksanakan riset dan pengembangan EOR & deep water/offshore technology 94 .

melaksanakan studi Life Cycle Analysis (LCA) kilang minyak • Bekerjasama dengan institusi litbang. penyimpanan) • Bekerjasama dengan institusi litbang studi intensifikasi proses untuk meningkatkan kinerja kilang dan mereduksi limbah Kilang Minyak Bumi • Bekerjasama dengan institusi litbang melaksanakan benchmarking kinerja kilang minyak nasional • FS pembangunan kilang baru dan revamping Bahan bakar bersih • Bekerjasama dengan institusi litbang melaksanakan riset produksi bahan bakar bersih. biofuels dan synfuels • Bekerjasama dengan institusi litbang melaksanakan riset blending BBM dengan biofuels dan synfuels • Bekerjasama dengan institusi litbang melaksanakan riset produksi bahan bakar bersih. dan eksplorasi – melalui EOR. biofuels. biofuels dan synfuels Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah melaksanakan FS pembangunan infrastruktur (kilang. transportasi. melaksanakan studi intensifikasi proses untuk meningkatkan kinerja kilang dan mereduksi limbah • Bekerjasama dengan institusi litbang melaksanakan riset produksi bahan bakar bersih. transportasi. dan produksi potensi migas deep eksplorasi – produksi eksplorasi – produksi potensi migas deep potensi migas deep water/offshore water/offshore water/offshore • Mempercepat • Mempercepat pembangunan pembangunan infrastruktur minyak bumi infrastruktur minyak bumi untuk menjamin pasokan untuk menjamin pasokan BBM nasional BBM nasional • Mendorong industri dalam • Menetapkan target pembangunan kilang modern minimum kinerja kilang • Mendorong industri dalam baru pembangunan kilang modern baru • Mempercepat pembangunan infrastruktur minyak bumi untuk menjamin pasokan BBM nasional • Mendorong produksi bahan bakar bersih 95 .Logistik Minyak Bumi Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah melaksanakan riset pengembangan logistik minyak yang handal Bekerjasama dengan institusi litbang pemerintah melaksanakan FS pembangunan infrastruktur (kilang. dan synfuels Peluang Pasar Peran Pemerintah • Mendorong industri dalam • Mendorong industri dalam • Mendorong industri dalam meningkatkan intensifikasi meningkatkan intensifikasi meningkatkan intensifikasi melalui EOR. dan melalui EOR. penyimpanan) • Bekerjasama dengan institusi litbang.

transportasi • Produksi bahan bakar bersih • Investasi pembangunan infrastruktur minyak: kilang.• Menetapkan standar • Mendorong produksi bahan kualitas bahan bakar yang bakar bersih lebih bersih Peran Industri • Meningkatkan produksi • Meningkatkan produksi minyak melalui EOR dan minyak melalui EOR dan pengembangan lapangan pengembangan lapangan offshore/deep water offshore/deep water • Investasi pembangunan infrastruktur minyak: kilang. penyimpanan. transportasi • Produksi bahan bakar bersih 96 . penyimpanan. penyimpanan. transportasi • Produksi bahan bakar bersih Kebijakan dan Inisiatif Peran Pemerintah •Paket insentif untuk meningkatkan produksi minyak melalui EOR untuk sumur tua dan cadangan offshore •Kebijakan skema financial •Kebijakan skema financial percepatan pembangunan percepatan pembangunan infrastruktur minyak bumi infrastruktur minyak bumi untuk menjamin pasokan BBM untuk menjamin pasokan nasional BBM nasional • Paket Insentif untuk • Menetapkan standar • Paket Insentif untuk meningkatkan produksi kualitas bahan bakar yang meningkatkan produksi bahan lebih bersih bakar bersih termasuk biofuels bahan bakar bersih termasuk biofuels dan dan synfuels synfuels Peran Industri • Meningkatkan produksi • Meningkatkan produksi • Meningkatkan produksi minyak melalui investasi di minyak melalui investasi di minyak melalui investasi kegiatan EOR untuk sumur kegiatan EOR untuk sumur di kegiatan EOR untuk tua dan cadangan tua dan cadangan offshore sumur tua dan cadangan /deep water offshore/deep water offshore/deep water • Investasi pembangunan • Investasi pembangunan infrastruktur minyak bumi infrastruktur minyak bumi • Investasi produksi bahan • Investasi produksi bahan bakar ramah lingkungan baik bakar ramah lingkungan melalui pembangunan kilang baik melalui modern maupun blending pembangunan kilang modern maupun blending • Investasi pembangunan infrastruktur minyak bumi • Investasi produksi bahan bakar ramah lingkungan baik melalui pembangunan kilang modern maupun blending • Meningkatkan produksi minyak melalui EOR dan pengembangan lapangan offshore/deep water • Investasi pembangunan infrastruktur minyak: kilang.

18. Roadmap Konservasi Energi Gugus Tugas Energi Kementerian Negara Riset dan Teknologi 97 .

dan peralatan hemat energi inisiatif melakukan investasi atau implementasi untuk produksi peralatan teknologi yang lebih hemat energi atau efisien. Peralatan Hemat Energi Hybrid. Conversion/ Pengembangan Standar Conversion/ Generating Generating Syst. Hybrid. EBT Syst. Jangka Pendek (2005-2010) 98 . Rumah Kajian Disain Sistem & Listrik Tangga & Transportasi Proses Konversi Energi Kajian sistem Prototipe Komersial Kendali/Automatisation Kajian Bangunan Hemat Energi Kajian Pemanfaatan Kalor Buang/Sisa. implementasi teknologi yang lebih efisien.Jangka Menengah Jangka Panjang (2011-2015) (2016-2020) Penelitian dan Pengembangan (litbang) Peran Pemerintah Litbang Teknologi Disain Kajian Teknologi Konversi Kajian Teknologi Konservasi Rekayasa & Manufaktur Energi Baru: Energi di sektor pemakai Sistem Energi: energi. & Benchmarking: Analisis/Audit Energi & Evaluasi Indikator energi Pengembangan nasional & sektoral Manajemen Energi Benchmarking (Elastisitas Energi. Pengembangan Standar Evaluasi Penerapan dan Melanjutkan Evaluasi Peralatan Hemat Energi Pengembangan Standar Penerapan & Peralatan Hemat Energi Pengembangan Standar Peralatan Hemat Energi Melanjutkan dan Litbang Analisis/Audit Energi Melanjutkan Analisis/Audit Mengembangkan Energi & Benchmarking. Industri. Sistem Energi Kajian Penyempurna Daya Bangunan.: Fuel Cell. Optimasi Disain Boiler Multifuel skala menengah-kecil. Intensitas Pemetaan potensi Energi penghematan energi melalui analisis/audit energi sektor pemakai energi Peran Industri Inisiatif melakukan Partisipasi dalam kegiatan Partisipasi dalam kegiatan investasi untuk produksi Litbang terapan terkait Litbang terapan terkait. Bangunan dan Rumah Tangga: • Prototipe komersial Adv. •Prototipe Adv.: Fuel Cell. Pengembangan metode EBT analisis Energi/Exergi untuk menentukan potensi penghematan energi Pengembangan metode Integrasi Proses di Industri Melanjutkan Kajian Disain Litbang Optimasi Sistem Kajian Disain Sistem Sistem & Proses Konversi & Komponen/Peralatan Teknologi Energi: Energi Analisis Optimasi Sistem & Energi: Kajian Teknologi Litbang Teknologi Disain Komponen/Peralatan Konservasi Energi di Rekayasa & Manufaktur Energi sektor Industri.

pengoperasian dan pengendalian suatu sistem energi Mengembangkan Program Demand Side Management Peran Industri Initiative procurement (Promosi peralatan hemat energi) Menerapkan & mengembangkan Manajemen Energi di perusahaan Menerapkan tindakan efisiensi energi secara kontinyu melalui manajemen energi yang dimiliki (DSM) Initiative procurement (Promosi peralatan hemat energi) Menerapkan & mengembangkan Manajemen Energi di perusahaan Menerapkan tindakan efisiensi energi secara kontinyu melalui manajemen energi yang dimiliki (DSM) 99 . Pendidikan. pengoperasian dan pengendalian suatu sistem energi Mengembangkan Penerapan Program Demand Side Management Initiative procurement (Promosi peralatan hemat energi) Menerapkan Manajemen Energi di perusahaan Menerapkan tindakan efisiensi energi secara kontinyu melalui manajemen energi yang dimiliki (DSM) Inisiatif untuk membuat kegiatan litbang sendiri maupun secara kemitraan dengan lembaga Litbang guna meningkatkan kinerja perusahaan Peluang Pasar Peran Pemerintah Sosialisasi: Menyediakan informasi yang memadai dan akurat yang diperlukan konsumen tentang teknologi konservasi energi Komersialisasi teknologi baru hasil litbang untuk mencapai target penurunan elastisitas energi nasional. Sosialisasi: Menyediakan informasi yang memadai dan akurat yang diperlukan konsumen tentang teknologi konservasi energi Insentif/Disinsentif: Reduksi Pajak Dana Investasi berbunga rendah Kebijakan Tarif Energi Menyediakan pedoman atau standar yang bermanfaat dalam perencanaan. workshop dan pelatihan Menyediakan pedoman atau standar yang bermanfaat dalam perencanaan. Konsultasi. DSM (Rumah tangga. Pelatihan. Penghargaan. pengoperasian dan pengendalian suatu sistem energi Mengembangkan Program Demand Side Management Insentif/Disinsentif: Reduksi Pajak Dana Investasi berbunga rendah Kebijakan Tarif Energi Mengembangkan pedoman atau standar yang bermanfaat dalam perencanaan. PJU) Menyediakan informasi yang memadai dan akurat yang diperlukan konsumen tentang teknologi konservasi energi dan penggunaan energi alternatif untuk substitusi BBM Insentif/Disinsentif: Reduksi pajak Dana Investasi berbunga rendah Pemberian audit energi yang free of charge.Inisiatif untuk membuat kegiatan litbang sendiri maupun secara kemitraan dengan lembaga Litbang guna meningkatkan kinerja perusahaan Sosialisasi: Kampanye.

Mengikuti program Mengikuti program standarisasi & Labelisasi standarisasi & Labelisasi Tanda Tingkat Hemat Energi Tanda Tingkat Hemat Energi dan Efisiensi dan Efisiensi (Peralatan (Peralatan Rumah Tangga Rumah Tangga dan dan Peralatan Industri) Peralatan Industri) Kebijakan Peran Pemerintah Kebijakan Pengaturan: Kebijakan Pengaturan: Kebijakan Pengaturan: Tenaga fungsional Tenaga fungsional mempercepat realisasi Manajemen energi Manajemen energi program konservasi energi dan Audit Energi Audit Energi menciptakan iklim yang Pengawasan Konsumsi Pengawasan Konsumsi kondusif bagi implementasi Energi Energi konservasi energi Target Intensitas & Target Intensitas & Tenaga fungsional elastisitas Energi elastisitas Energi Manajemen energi Desain Efisien Energi Desain Efisien Energi Audit Energi Pemberlakuan SNI Pemberlakuan SNI Pengawasan Konsumsi Standar Implementasi Standar Implementasi Energi Labelisasi Peralatan Labelisasi Peralatan Target Intensitas & Listrik RT Listrik RT elastisitas Energi Desain Efisien Energi Pemberlakuan SNI Standar Implementasi Labelisasi Peralatan Listrik RT Kebijakan Insentif: mendorong penerapan konsumsi energi yang bersifat cost efektif Kebijakan Transformasi Pasar: meningkatkan penggunaan produk yang hemat energi di masyarakat Kebijakan Informasi: meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang konservasi energi Mengikuti program standarisasi & Labelisasi Tanda Tingkat Hemat Energi dan Efisiensi (Peralatan Rumah Tangga dan Peralatan Industri) Peran Industri Mengikuti program Mengikuti program Mengikuti program standarisasi & Labelisasi standarisasi & Labelisasi standarisasi & Labelisasi Tanda Tingkat Hemat Tanda Tingkat Hemat Tanda Tingkat Hemat Energi Energi dan Efisiensi Energi dan Efisiensi dan Efisiensi (Peralatan (Peralatan Rumah Tangga Rumah Tangga dan Peralatan (Peralatan Rumah Tangga dan Peralatan Industri) dan Peralatan Industri) Industri) Menerapkan kebijakan Manajemen Energi dan penghematan energi di perusahaan 100 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->